P. 1
7. Relasi

7. Relasi

|Views: 74|Likes:
relasi ikatankimia
relasi ikatankimia

More info:

Published by: Leito Chopy El- Hakimi on Jul 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2012

pdf

text

original

7.

Relasi
Untuk menggambarkan hubungan antara dua anggota himpunan, misalnya A dengan B, kita bisa menggunakan pasangan berurut (ordered pairs) dimana elemen pertama adalah anggota dari A dan yang kedua dari B. Relasi antara dua himpunan yang demikian ini disebut sebagai relasi biner.

Definisi. Tinjau dua himpunan A dan B. Relasi biner dari A ke B adalah himpunan bagian dari hasil perkalian Kartesian A×B.

Dengan kata lain, untuk suatu relasi biner R kita mempunyai R⊆A×B. Notasi aRb dipakai untuk menyatakan bahwa (a,b)∈R dan aRb untuk menyatakan (a,b)∉R. Jika (a,b) anggota R, maka kita katakan bahwa a di-relasi-kan dengan b oleh R.

Contoh 7.1: Andaikan P himpunan dari beberapa orang, C himpunan dari beberapa mobil dan D relasi yang menggambarkan orang dengan mobil yang dikendarainya.

P = {Carl, Suzanne, Peter, Carla}, C = {Mercedes, BMW, tricycle} D = {(Carl, Mercedes), (Suzanne, Mercedes), (Suzanne, BMW), (Peter, tricycle)}

Ini berarti Carl mengendarai Mercedes, Suzanne megendarai Mercedes dan BMW, Peter mengendarai tricycle sedangkan Carla tidak mengendarai mobil apapun (dalam himpunan C).

Fungsi Sebagai Relasi
Kita ingat bahwa fungsi f dari himpunan A ke himpunan B memasangkan elemen B yang unik ke setiap elemen A. Graf dari f adalah himpunan pasangan berurut (a,b) sedemikian hingga b = f(a). Karena graf dari f adalah himpunan bagian dari A×B, maka graf adalah juga merupakan relasi dari A ke B. Terlebih lagi, untuk setiap a anggota dari A, ada tepat satu pasangan berurut di dalam graf dengan a sebagai anggota pertamanya.

7. Relasi - 1

Sebaliknya, jika R adalah relasi dari A ke B sedemikian hingga setiap anggota A adalah anggota pertama dari tepat satu pasangan berurut R, maka dapat didefinisikan suatu fungsi dengan R sebagai graf-nya. Hal ini dilakukan dengan memasangkan kepada suatu anggota a∈A, suatu anggota unik b∈B sedemikian hingga (a, b)∈R.

Relasi Pada Himpunan
Definisi: Suatu relasi pada himpunan A adalah relasi dari A ke A.

Dengan kata lain, relasi pada A adalah himpunan bagian dari perkalian kartesian A dengan dirinya sendiri, yakni A×A.

Contoh 7.2: Tinjau himpunan A = {1, 2, 3, 4}. Pasangan berurut manakah yang ada dalam relasi R = {(a, b) | a < b}? Jawab: R = {(1,2), (1,3), (1,4), (2,3), (2,4), (3,4)}. Relasi ini dapat digambarkan dengan diagram berikut.

1 2 3 4

1 2 3 4

R 1 2 3 4

1

2 ×

3 × ×

4 × × ×

Berapa banyak relasi berbeda yang bisa didefinisikan pada suatu himpunan A dengan n-buah anggota ? Relasi pada himpunan A adalah himpunan bagian dari A×A. Ada berapa banyakkah anggota A×A ? Ada n2 anggota dari A×A, jadi seberapa banyak himpunan bagian (=relasi pada A) yang dimiliki A×A ?

Banyaknya himpunan bagian yang dapat dibentuk dari suatu himpunan dengan m buah anggota adalah 2m. Maka, ada 2n himpunan bagian yang bisa dibentuk dari A×A. Jadi kita bisa mendefinisikan 2n buah relasi berbeda pada A.
2

2

7. Relasi - 2

(4. untuk (a. 4}. 3). (2. 3). Contoh 7. R = {(1. karena (4. 2). 4)} adalah relasi yang refleksif. karena (2. 3). a)∈R kalau (a. b. 3)} bukan relasi yang refleksif. 2. (3. (3. 3. (2. (1. (2. simetrisitas.4: Tinjau relasi pada himpunan {1. 1)} adalah relasi yang simetrik sekaligus antisimetrik R = {(1. b)∈R dan (b. (2. 3). irefleksivitas. (2. 2).2) ∉R. 1). 2). 4}. Suatu relasi R pada himpunan A disebut simetrik (setangkup) jika (b. 4). 1)} adalah relasi yang antisimetrik R = {(4. Kita akan meninjau beberapa sifat suatu relasi. Relasi R pada himpunan A disebut transitif jika. 2). Relasi .3: Tinjau relasi pada himpunan {1. (3.a)∈R untuk setiap anggota a∈A. 4)} bukan relasi yang refleksif. Suatu relasi R pada himpunan A disebut antisimetrik jika a=b kalau (a. Definisi. 1). 1). a)∉R untuk suatu a∈A. (3. yaitu refleksivitas. (2. maka (a. c∈A. 4)} adalah relasi yang simetrik R = {(1. dan transitivitas suatu relasi. Definisi. (3. b∈A. (3. 3). (1.5: Tinjau relasi pada himpunan {1. (2. maka • • • R = {(1. a)∈R. 1). 4)} adalah relasi yang antisimetrik Definisi. R = {(1. 4}. 2).Sifat-Sifat Relasi Berikut ini kita akan melihat beberapa cara yang berguna untuk mengkelompokkan relasi. 2. 1). Contoh 7. (3. (4. maka • R = {(1. 3. (4. 1). Suatu relasi pada himpunan A disebut irefleksif (tak refleksif) jika (a. 3. c)∈R untuk a. 2. Definisi: Suatu relasi R pada himpunan A disebut refleksif jika (a. 3)} adalah relasi yang transitif 7.4) ∉R. (1. maka • • • • R = {(1. 3). antisimetrisitas. (2. 3). b)∈R untuk semua a. c)∈R. b)∈R dan (b. Contoh 7. 2). 1). (1. 2).3 .

definisi ini menyatakan bahwa. R1∩R2.b)∈R dan (b. 3). Akibatnya. 2 Melakukan Kombinasi pada Relasi Relasi adalah suatu himpunan. 4). c). 1)} adalah relasi yang tidak transitif karena (1. dan ada anggota b∈B sedemikian hingga (a. 2). Dan ada satu cara penting untuk mengkombinasikan relasi. kita hanya bisa memilih diantara n2–n = n(n – 1) anggota untuk membuat relasi refleksif. a) untuk setiap a∈A. 2). b)|b = 5 – a.4 . D = {(1. 3. c). (4. jadi ada 2n relasi. Relasi komposit dari R dan S adalah relasi yang terdiri dari pasangan berurut (a. Contoh 7. b) dan relasi S mengandung pasangan (b. maka kita bisa mengkombinasikan R1∪R2. Dengan demikian. Hasil untuk setiap kasus adalah relasi dari A ke B yang lain lagi. 4}. dan keduanya adalah relasi dari himpunan A ke himpunan B. (3. (4.• • R = {(1. 1)} 7. jadi ada 2n(n – 1) relasi refleksif.1)∉R Pencacahan Relasi Contoh 7. kita bisa menerapkan operasi himpunan pada relasi. dan karena itu. dimana a∈A. 3). b) | a < b. a∈A }. Tinjau relasi R dari himpunan A ke himpunan B dan relasi S dari himpunan B ke himpunan C. (2. (4. c∈C. Tetapi relasi yang refleksif. Definisi. a∈A} dan S= {(a. 3). 1)} adalah relasi yang tidak transitif karena (4. Kita menuliskan relasi komposit dari R dan S sebagai S o R . yang mengandung n2 anggota. harus mengandung n anggota (a. (2. 2. Relasi .6: Berapa banyak relasi refleksifkah yang bisa didefinisikan pada himpunan A dengan n anggota ? Jawaban: Relasi pada R adalah himpunan bagian dari A×A. 3). jika relasi R mengandung pasangan (a. 4).c). (3.2)∉R R = {(2.c)∈S. maka S o R mengandung pasangan (a.7: Tinjau relasi D dan S pada A={1. dimana D={(a. atau R1–R2. Dengan kata lain. Oleh karena itu dapat dibuat relasi pada A yang berlainan dengan memilih himpunan bagian yang berlainan diantara n2 anggota. (2. Jika kita punya dua relasi R1 dan R2.

c∈A.4)} D memetakan anggota a ke anggota (5 – a). …. (1. maka (a.2). 3). Kita sudah mengetahui bahwasanya fungsi hanyalah suatu kasus kusus dari relasi (yaitu relasi yang memetakan setiap anggota domain kepada tepat satu anggota codomain). menghasilkan S o D ={(a. (4. n = 1. Pemangkatan relasi Rn. jadi R o R ⊆ R. (4. o R 14243 n kali Teorema. 3). Definisi. 2. 7.3). R o R tidak mengandung pasangan yang tidak ada didalam R. 4). c).. 4)}. c)∈R untuk a. Definisi.4). dan S o D ={ (2. Relasi R pada himpunan A adalah transitif jika dan hanya jika Rn ⊆ R untuk semua bilangan bulat positif n. Komposit dari R dengan dirinya sendiri mengandung (tepat) pasangan (a. (2.3). sehingga Rn ⊆ R. Tinjau relasi R pada himpunan A. 4). dan kemudian S memetakan (5 – a) ke semua anggota lebih dari (5 – a). 4).. (3. 2). Karena R o R tidak memberikan pasangan baru yang tidak ada dalam R. yaitu. b. Karena itu. Jika kita mengkonversi dua fungsi menjadi relasi. (3.5 . b)∈R dan (b. (4. didefinisikan secara induktif sebagai R1 = R R n +1 = R n o R Dengan kata lain: R n +1 = R o R o . dan seterusnya. untuk relasi transitif R. maka adalah benar bahwa ( R o R ) o R ⊆ R . (1. menuliskannya sebagai pasangan berurut.b)|b >5–a} atau S o D ={(a.b)|a+b > 5}. (2. Relasi . 3. c)∈R. Suatu relasi R pada himpunan A disebut transitif jika. (3. komposit dari relasi ini akan tepat sama dengan komposit dari fungsi yang telah didefinisikan sebelumnya. untuk (a.S = {(1.

(3. X o Y ={(a. c) | a = 2b ∧ b = 2c dengan a. 4). 3. …. Program Studi. 6). …} Y memetakan a ke 3a. 3). • • • Derajat dari R adalah 3. An disebut domain dari relasi dan n adalah derajat (tingkatan). 2). b) | b = 3a}. (4. yaitu basisdata (database). 9).Contoh 7. A2. Relasi . Himpunan A1. A1.8: Tinjau relasi X dan Y pada A = {1. dan IPK: 7. An adalah himpunan. Suatu relasi n-ary pada himpunan ini adalah himpunan bagian dari A1× A2×…× An. Contoh 7. …. yaitu himpunan dari record-record. (2. 1) sedangkan (2. Yang merupakan anggota dari R adalah. 4. (3. A2. tinjau relasi R = {(a.9: Tinjau database mahasiswa. (2. Relasi dan Basisdata Sekarang kita perhatikan suatu jenis repesentasi basisdata yang didasarkan pada relasi yang disebut sebagai model basisdata relasional. pertamatama kita meng-generalisasikan konsep relasi biner (binary) ke relasi n-ary. 5). Model data relasional menyatakan basisdata sebagai relasi n-ary. b. Domainnya adalah semua bilangan bulat. (2. jadi anggotanya adalah triple. 2. Dalam relasi ini. yang rekord-nya di-representasikan sebagai 4-tupel dengan field Nama Mahasiswa. Nomor Induk. Suatu basisdata terdiri dari n-tupel yang disebut record. 8) bukanlah anggota R. 12). Sebagai contoh. 3). c∈Z}. Field ini merupakan entri dari ntupel. (4. Definisi. (3. dan kemudian X memetakan 3a ke 3a + 1.b)|b=3a+1} Relasi N-ary Untuk mempelajari suatu aplikasi relasi yang menarik. 13). b. b) | b = a + 1} dan Y = {(a. 7). …}. misalnya (4. dimana X = {(a. 2. …} Y = {(1. 10). …}. Jadi X = {(1. maka X o Y = { (1.6 . (4. 4). dan suatu record yang terdiri dari beberapa field.

CS. kita harus memakai kunci primer yang diperluas. aim dari n-tupel dan menghapus (n – m) komponen lainnya.. (Stevens. 3.R = { (Ackermann. ai2 . karena seringkali ditampilkan sebagai tabel. i2 .45).. kunci primer harus selalu unik meskipun rekord baru ditambahkan. Dengan kata lain. Berbagai jenis operasi pada relasi n-ary dapat dipakai untuk membentuk relasi baru.7 . Proyeksi Pi1 .79). Kombinasi dari domain dapat juga dipakai untuk mengidentifikasi n-tupel secara unik pada relasi n-ary. yang mengandung semua n-tupel yang bisa dimasukkan kedalam database. Oleh karena itu. karena tidak ada dua mahasiswa yang memiliki field ini dengan harga sama. (Adams. perkalian Kartesian dari domain ini disebut sebagai kunci komposit.45). 3..90). 7. 102147... Math. Pada database yang sebenarnya.. aim ( ) dimana m ≤ n.. Jika nilai sekumpulan domain dipakai untuk menentukan n-tupel dalam relasi. 231455. Dalam basisdata. 453876. ai2 . 2. Math.. Relasi . 888323. yang penting untuk penyajian data kepada pengguna. im memetakan n-tupel (a1.. Psych. “Nama Mahasiswa” atau “Nomor Induk” dapat dijadikan kunci primer. a2. hanya Nomor Induk yang merupakan kunci primer karena nama dua orang mahasiswa bisa sama. an) ke m-tupel ai1 . (Chou. Pada Contoh 7. 678543. (Rao. 3... Domain dari relasi n-ary disebut sebagai kunci primer (primary key) jika n-tupel ditentukan secara unik berdasarkan harganya pada domain ini. 3. (Goodfriend.99) } Relasi yang merepresentasikan database disebut juga sebagai tabel. 3... 786576. …. Ini berarti tidak ada dua rekord yang mempunyai nilai sama dari kunci primer yang sama. Physics. suatu proyeksi Pi1 .. Definisi.88). CS.9... i2 . im mempertahankan m komponen ai1 .

Dengan kata lain. b2. Ackermann. R). c1.Contoh 7. Definisi. adalah relasi derajat (m+n–p) yang terdiri dari semua (m+n–p) -tupel (a1. tetapi juga baris yang lebih sedikit. 678543. (1970.4 pada rekord mahasiswa (Stevens. Goodfriend). (1972. Join Jp(R. dan tidak ada gunanya me-list rekord yang sama berkali-kali. a2. S). cp. cp. CS. 102147. 3.9 terdahulu ? Jawab: Relasi hasilnya adalah: { (1978. Math. c1. b2. 786576. 453876. (1984. b1. Goodfriend. dimana Y mengandung field Nama Mahasiswa dan Tahun Kelahiran. b1.11 : Tentukan J1(Y. c2. Chou. bn-p). …. Psych.99) } 7. Mengapa? Karena ada rekord-rekord yang berbeda hanya pada field yang dihapus. bn-p) adalah anggota S. …. dimana p ≤ m dan p ≤ n. (1972.88). Kadangkala proyeksi tidak hanya menghasilkan kolom yang lebih sedikit. yang dikombinasikan menjadi tupeltupel dengan field yang bersesuaian hanya muncul sekali. 3. Physics. (1917. c2. untuk membuat Jp(R. am-p. Math. a2. dengan demikian rekord ini berharga sama setelah proyeksi. Adams). (1917. 3.45). Rao.99). Y ={(1978.79). Operasi join (penggabungan) dapat dipakai untuk mengkombinasikan dua tabel menjadi satu jika ada field yang identik terdapat pada kedua tabel tersebut. dan R mengandung rekord mahasiswa seperti pada Contoh 7. CS. Contoh 7. dimana m-tupel (a1. 231455. 888323.8 . (1984. …. 2. 3. 2. Relasi .99) ? Jawab: Hasilnya adalah (786576. Chou). am-p. Stevens. Stevens)}. Relasi yang baru ini akan terdiri dari anggota persesuaian tersebut. c2. (1982. …. S). Ackermann). 3. (1982.90). …. Psych. 786576. (1970.45). …. Misalkan R relasi berderajat m dan S relasi berderajat n. Rao). 2. …. Adams. kita harus menentukan semua anggota R yang pkomponen terakhirnya bersesuaian dengan p-komponen pertama dari anggota S. cp) adalah anggota R dan n-tupel (c1.10: Tentukan hasil proyeksi P2.

b j ) ∈ R ⎪ mij = ⎨ ⎪0. jika ( ai . …. am} ke himpunan B = { b1. relasi yang non simetrik akan memiliki matriks representasi T yang juga tidak simetrik. dimana ⎧1. Relasi . relasi J1(Y. Selanjutnya kita akan mempelajari lagi dua macam representasi dari relasi. M R = ( M R ) . 2)} sebagai matriks Boolean! ⎡0 0 ⎤ Jawab: Matriks MR adalah M R = ⎢1 0 ⎥ ⎢ ⎥ ⎢1 1 ⎥ ⎣ ⎦ Matriks representasi relasi pada sebuah himpunan A ke dirinya sendiri (relasi dari A ke A) akan berbentuk matriks bujursangkar. b2.12: Tentukan representasi relasi R ={(2. 7. …. pertama-tama kita harus menyebutkan anggota A dan B dalam urutan yang tertentu. bn}. (3. maka R dapat direpresentasikan dengan matriks Boolean MR = [mij]. yakni MR yang diagonal utamanya bernilai sama dengan 1. Suatu relasi yang refleksif akan direpresentasikan dengan matriks diagonal. b j ) ∉ R ⎩ dan Untuk membuat matriks ini.9 . Contoh 7. jika ( ai . (3. Representasi Relasi Berbagai cara untuk merepresentasikan relasi telah kita ketahui. 1).Karena Y mempunyai dua field dan R mempunyai empat field. Representasi Relasi dengan Matriks Jika R adalah relasi dari himpunan A={a1. 1). a2. Demikian pula. Suatu relasi yang simetrik akan direpresentasikan dengan matriks MR yang juga simetriks. yaitu matriks Boolean dan graf berarah (directed graphs/digraph). R) memiliki (2 + 4 – 1) =5 buah field.

adalah matriks m×n dimana elemen ke -(i.⎡1 ⎢ 1 ⎢ ⎢ MR = ⎢ ⎢ ⎢ ⎢ ⎢ ⎣ . 7. Ingat bahwa untuk mendapatkan join dari dua matriks Boolean.j) nya [cij]. sedangkan untuk meet dua matriks Boolean. ⎥ 1⎥ ⎦ ⎡1 ⎢0 MR = ⎢ ⎢1 ⎢ ⎣1 0 1 0 0 1 0 0 1 1⎤ 0⎥ ⎥ 1⎥ ⎥ 1⎦ ⎡1 ⎢1 MR = ⎢ ⎢1 ⎢ ⎣1 1 1 1 1 0 0 0 0 0⎤ 0⎥ ⎥ 0⎥ ⎥ 0⎦ matriks reps. Maka perkalian Boolean dari A dan B. ∨ ( aik ∧ bkj ) Dengan demikian. cij=1 jika dan hanya jika sedikitnya satu dari suku (ain∧bnj)=1 untuk suatu nilai n. relasi refleksi matriks reps. relasi simetrik matriks rep. dan cij = 0 jika sebaliknya. Relasi .10 . non-simetrik Operasi Boolean join dan meet dapat digunakan untuk menentukan matriks representasi gabungan dan irisan dua buah relasi. dituliskan sebagai A o B .. kita menerapkan fungsi Boolean “or” ke semua elemen matriks yang bersesuaian. dimana cij = ( ai1 ∧ b1 j ) ∨ ( ai 2 ∧ b2 j ) ∨ .13: Misalkan relasi R dan S direpresentasikan oleh matriks-matriks ⎡1 0 1 ⎤ M R = ⎢1 0 0 ⎥ ⎢ ⎥ ⎢0 1 0⎥ ⎣ ⎦ dan ⎡1 0 1 ⎤ M S = ⎢0 1 1 ⎥ ⎢ ⎥ ⎢1 0 0 ⎥ ⎣ ⎦ Tentukan matriks representasi R∪S dan R∩S! Jawab: M R∪S ⎡1 0 1 ⎤ = M R ∨ M S = ⎢1 1 1 ⎥ ⎢ ⎥ ⎢1 1 0 ⎥ ⎣ ⎦ dan M R∩S ⎡1 0 1 ⎤ = M R ∧ M S = ⎢0 0 0⎥ ⎢ ⎥ ⎢0 0 0⎥ ⎣ ⎦ Bagaimanakah dengan perkalian Boolean dari dua matriks Boolean? Misalkan A = [aij] matriks Boolean m×k dan B = [bij] matriks Boolean k×n. kita menerapkan fungsi Boolean “and” ke semua elemen yang bersesuaian. Contoh 7.. ⎤ ⎥ ⎥ ⎥ ⎥ ⎥ ⎥ . . rel.

Contoh 7. 7.b). kita dapatkan matriks representasi relasi kuasa (power): [ M Rn = M R ] n (Boolean power ke-n). sehingga C = B o A (komposit dari A dan B).11 . maka a disebut sebagai simpul awal (initial vertex) dan b disebut sebagai simpul akhir (terminal vertex). dan C. zj) jika dan hanya jika ada elemen yn sedemikian hingga (xi. untuk M C = M A o M B kita punya cij=1 jika dan hanya jika sedikitnya satu dari suku(ain∧bnj)=1 untuk suatu nilai n. Ingat.Tinjau matriks Boolean M A = ⎡ aij ⎤ . M B = ⎡bij ⎤ dan M C = ⎡ cij ⎤ yang merepresentasikan ⎣ ⎦ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦ relasi A.14: Tentukan matriks representasi R2. ini berarti bahwa C mengandung sepasang (xi. matriks representasi relasi komposit dari relasi A dan B adalah perkalian Boolean dari matriks representasi A dengan matriks representasi B. B. terdiri dari himpunan simpul (vertex/node) V bersama dengan himpunan pasangan berurut E dari anggota-anggota V yang disebut sebagai garis-hubung (edge/arc). Dari sudut pandang relasi. Relasi . Kita dapatkan aturan M Bo A = M A o M B Dengan kata lain. dimana matriks representasi R adalah ⎡0 1 0⎤ M R = ⎢0 1 1 ⎥ ⎢ ⎥ ⎢1 0 0 ⎥ ⎣ ⎦ Jawab: Matriks representasi R adalah: 2 M R2 = M R [2] ⎡0 1 1 ⎤ = ⎢1 1 1 ⎥ ⎢ ⎥ ⎢0 1 0 ⎥ ⎣ ⎦ Representasi Relasi dengan Graf Berarah Definisi: Suatu graf berarah (directed graph/digraph atau digraf). dan cij = 0 jika sebaliknya. zj) adalah relasi didalam B. Dengan analogi. yn) adalah relasi didalam A dan (yn. Untuk sebuah garis-hubung (a.

3}. 1). (c. Misalnya. (c. dan demikian pula sebaliknya. a b Sisi yang berbentuk seperti (b.15) untuk V={a. Sebaliknya. Klosur dari Relasi Definisi: Misalkan R suatu relasi pada himpunan A. d}. Korespondensi satu-ke-satu antara relasi dengan digraf berarti bahwa semua pernyataan mengenai relasi juga berlaku untuk digraf. (b. c. 1). sebarang digraf dengan simpul V dan sisi E dapat dinyatakan dengan relasi pada V yang mengandung semua pasangan didalam E. Relasi R bisa memiliki atau tidak memiliki sifat P. d). (1. b)}. (b. 2). Berdasarkan definisi diatas. b). d).16: Tentukan klosur refleksif dari relasi R = {(1. (d. 7. dimana A himpunan titik simpulnya dan semua pasangan (a. dan E = { (a. 2. Contoh 7. (3. Relasi . Jika ada suatu relasi S dengan sifat P yang mengandung R sedemikian hingga S himpunan bagian dari semua relasi dengan sifat P yang mengandung R. (Contoh 7. b).12 .Digraf dapat digambarkan dengan anak panah. maka digraph dapat digambarkan sebagai berikut. (2. 2)} pada himpunan A = {1. simetrik atau transitif) bisa jadi tidak ada. klosur dari suatu relasi terhadap suatu sifat tertentu (refleksif. b). b.a). b)∈R sebagai garis-hubung-nya. (a. yakni: refleksivitas. maka S disebut sebagai klosur dari R terhadap (sifat) P. simetrisitas atau transitivitas. d c Jelas bahwa relasi R pada himpunan A dapat direpresentasikan dengan digraf. Selanjutnya kita akan meninjau klosur (closure) dari sebuah relasi. b) disebut sebagai loop.

Relasi . R belum akan menjadi transitif karena relasi yg diperluas dari R ini mengandung (3. x3). (1. (2. 2) dan (3. (2. and (3. 2). mengandung R dan dikandung dalam setiap relasi refleksif yang mengandung R.17: Tentukan klosur simetrik dari relasi R={(a. jika (Jakarta. 1). Jawab: R akan bersifat transitif jika untuk semua pasangan (a.3). dan (3. 3. 4}. Definisi. (xn-1. Jika R mengandung (Jakarta. Tasikmalaya). Dengan menambahkan anggota baru ke R. Jika kita menambahkan pasangan yang hilang dari R. 4). 1). xn) didalam G. Bandung) anggota R. …. Lintasan dari a ke b didalam digraf G adalah deretan dari satu atau lebih garis hubung (x0. Untuk mengatasi permasalahan ini. 4).13 . Tinjau suatu relasi R yang merepresentasikan pasangan nama stasiun KA pad semua jalur kereta api. b) | a > b} ∪ {(a. tetapi tidak mengandung (3. (2. b) | a > b} pada himpunan bilangan bulat positif. b) | a ≠ b} Contoh 7. 4). (3. maka S adalah klosur refleksif dari R.Jawab: Kita tahu bahwa setiap relasi refleksif pada A harus mengandung (1. (3. 3)}. (x1. 1). Keberadaan jalur tak langsung ini tidak memungkinkan kita menentukan kota apa saja yang dihubungkan dengan jalur kereta api kalau hanya melihat R. Contoh 7. 1). maka kita mengerti akan adanya jalur tak langsung dari Jakarta ke Tasikmalaya. 1) dan (1. maka ada jalur kereta langsung dari Jakarta ke Bandung. (x2. (3. 2). terlebih dahulu kita harus melihat lintasan didalam digraf. (2. 3). 7. Misalnya. 3). Relasi S bersifat refleksif. yakni (1. kita juga menambahkan persyaratan baru untuk sifat ke-transitif-annya. c) didalam R. 1). 2. 2). 2). c) didalam R. ada pula pasangan (a. 4). 2)} pada himpunan A = {1. Dengan menambahkan (2. Klosur transitif dari R mengandung tepat pasangan-pasangan kota yang terhubung baik yang langsung maupun yang tidak langsung.17: Tentukan klosur transitif dari relasi R = {(1. b) | a > b} = {(a. b) dan (b. 2). 3) pada R. (2. x2). dimana x0 = a dan xn = b. Jawab: Klosur simetrik dari R diberikan oleh R∪R-1 = {(a. (1. x1). Bandung) dan (Bandung. kita mendapatkan relasi refleksif pada S yang diberikan oleh S = {(1. (2.

7. Teorema. x1)∈R. b. x3. b) sedemikian hingga ada lintasan antara a dan b didalam R. b adalah suatu lintasan. Definisi. d. suatu lintasan adalah deretan garis hubung dimana simpul akhir dari suatu sisi sama dengan simpul awal dari sisi berikutnya didalam lintasan. a. d adalah suatu siklus Tidak ada silus yang mengandung c • Dengan adanya korespondensi satu-ke-satu antara graf dengan relasi. jika ada deretan elemen a. b dengan (a. d. x2. x1. b. Akan ada suatu lintasan dari a ke b didalam relasi R.Dengan kata lain. …. d.14 . Relasi konektivitas R* terdiri atas pasangan (a. Misalkan R relasi pada A. klosur transitif suatu relasi terdiri dari pasangan simpul pada digraf bersagkutan yang dihubungkan dengan suatu lintasan. Relasi . Sebagai contoh. Lintasan ini dituliskan sebagai x0. b. kita bisa menerapkan definisi dari lintasan didalam graf kedalam relasi. xn dan memiliki panjang n. Misalkan R suatu relasi pada himpunan A. b. …. Berdasarkan contoh lintasan kereta api terdahulu. Lintasan yang berawal dan berakhir pada simpul yang sama disebut sebagai sirkit (circuit) atau siklus (cycle). b)∈R. xn-1. Lintasan dari a ke b ada jika dan hanya jika (a. x1. …. b)∈Rn. Definisi. x2)∈R. perhatikan digraf berikut ini (seperti pada contoh di depan). (x1. a b Dalam digraf tsb • • d c c. b. x2. dan (xn-1.

Misalkan A suatu himpunan dengan n anggota dan misalkan R adalah suatu relasi didalam A. Jika ada lintasan dari a ke b didalam R. Klosur transitif dari relasi R sama dengan konektivitas dari relasi R*. maka akan ada sedikitnya satu buah siklus. maka ada lintasan yang panjangnya tidak melebihi n. Siklus ini bisa dihilangkan dari lintasan. . Torema.Kita tahu bahwa Rn terdiri atas pasangan (a.. klosur transitif R* diberikan oleh R* = R ∪ R 2 ∪ R 3 ∪ . R* adalah gabungan dari Rn untuk semua bilangan positif n: R* = U R n = R1 ∪ R 2 ∪ R 3 ∪ . Oleh karena itu. atau jika dinyatakan sebagai matriks relasi akan berbentuk [ [ M R* = M R ∨ M R ] ∨ . R dapat direpresentasikan dengan matriks MR dan pemecahan dengan teorema diatas menghasilkan: ⎡0 ⎢1 MR = ⎢ ⎢0 ⎢ ⎣0 1⎤ ⎡0 ⎥ ⎢0 0⎥ [2] ⇒ MR = ⎢ ⎢1 0⎥ ⎥ ⎢ 0⎦ ⎣0 1 0 0 0 0⎤ ⎡1 ⎥ ⎢0 1⎥ [3] ⇒ MR = ⎢ ⎢0 0⎥ ⎥ ⎢ 0⎦ ⎣0 0⎤ 0⎥ ⎥ 1⎥ ⎥ 0⎦ 1 1 1 0 1 1 1 0 1⎤ 1⎥ ⎥ 1⎥ ⎥ 0⎦ 0 0 1 0 ⎡0 ⎢1 =⎢ ⎢0 ⎢ ⎣0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 [4] ⇒ MR 1⎤ ⎡1 ⎥ ⎢1 0⎥ [2] [3] [4] ⇒ M R* = M R ∨ M R ∨ M R ∨ M R = ⎢ ⎢1 0⎥ ⎥ ⎢ 0⎦ ⎣0 7.. Untuk relasi R pada himpunan A dengan n anggota. 4). jika suatu lintasan dari a ke b melewati sebarang simpul lebih dari sekali.17 dapat ditentukan dengan mencari klosur transitif dari relasi R = {(1. maka ada lintasan yang panjangnya tidak melebihi (n-1).. b) sedemikian hingga a dan b dihubungkan oleh lintasan dengan panjang n. 2. jika a ≠ b dan ada lintasan dari a ke b didalam R. 1)... dan lintasan hasilnya masih menghubungkan a dengan b. 3. Selanjutnya. 3). 2 n Pemecahan dari Contoh 7.. Relasi . n =1 ∞ Teorema. ∨ M R ] . (3.15 . Lemma. Lemma ini didasarkan pada pengamatan bahwa. 2)} pada himpunan A = {1. (1. (2. ∪ R n . 4}.

(2. Contoh 7. Suatu relasi pada himpunan A disebut relasi yang setara jika relasi tersebut bersifat refleksif. R transitif. Karena R transitif. maka • • • Karena R simetrik. setiap elemen setara dengan dirinya sendiri. Apakah R relasi setara? Jawab: • • • R refleksif. a setara dengan b jika b setara dengan a. 4)} Relasi Setara Relasi setara (equivalence relations) dipakai untuk merelasikan objek-objek yang memiliki keserupaan. karena l(a)=l(a) dan akibatnya aRa untuk sebarang string a.Sehingga klosur transitif dari relasi R = {(1. 2)} pada himpunan A = {1. Karena R refleksif. sehingga aRb dan bRc berimplikasi aRc. 1). (2. (2. Akbiat definisi diatas. Definisi. Himpunan semua elemen yang direlasikan ke elemen a dari himpunan A disebut kelas setara (equivalence class) dari a. jika aRb maka bRa. 4). 3). Misalkan R relasi setara pada himpunan A. (3. sehingga. Jelas bahwa ketiga sifat ini perlu untuk definisi kesetaraan. dimana l(x) menyatakan panjang dari string x. (1. 2). (2. 4). (3. karena jika l(a)=l(b) dan l(b)=l(c). 1). (1. Dua elemen yang direlasikan dengan relasi setara R disebut sebagai elemen-elemen yang setara (equivalent). 2. 3). maka a setara dengan c. 4). Jadi jelas bahwa R adalah relasi setara. 2).18: Misalkan R suatu relasi pada himpunan string yang terdiri dari kata-kata dalam bahasa Indonesia sedemikian hingga aRb jika dan hanya jika l(a)=l(b). R simetrik. 3). simetrik dan transitif. 1). 7. 2). 4} adalah relasi {(1. (1. maka l(a)=l(c). (3. (3. jika a setara dengan b dan b setara dengan c. (3.16 . 1). Definisi. 3). (2. karena jika l(a)=l(b) maka l(b)=l(a). Relasi . 3. (1.

{r.Kelas setara dari a terhadap R dituliskan sebagai [a]R.20: Misalkan S himpunan {u. s}}→YA. k}. Relasi . sekumpulan dari himpunan bagian Ai. o.o. {r. c. m}. k. ini adalah partisi dari S {{b. o. jika i ≠ j UA =S i i∈I Contoh 7. Suatu partisi dari himpunan S adalah sekumpulan dari himpunan bagian tak beririsan yang tidak kosong dari S. b. ∅} → TIDAK. b}.k} {{u. u. s}} → YA. Teorema. Apakah sekumpulan himpunanhimpunan berikut ini merupakan partisi dari S? • • • • • {{m. s}} → YA. Jika b∈[a]R. {c. m. “cicak“ adalah representatif dari kelas setara ini. ini adalah partisi dari S {{c. ini adalah partisi dari S dan {b.k}={b.17 . s}. u. s}. apakah kelas setara dari kata “tikus” yang dituliskan sebagai [tikus]? Jawab: [tikus] adalah himpunan semua kata didalam bahasa Indonesa yang terdiri dari lima buah huruf. i∈I. Dengan kata lain. m. k}. karena tidak mengandung “k“ {{u. b. r. b}. Jika hanya ada satu buah relasi. k. r. s}. c. {r. m. c. o. {u. membentuk partisi dari S jika dan hanya jika (i) (ii) (iii) Ai ≠ ∅ untuk i∈I Ai ∩ Aj = ∅. Misalkan R relasi setara pada himpunan A. b disebut sebagai representatif dari kelas setara ini. {r}} → TIDAK. o. Pernyataan-pernyataan berikut adalah ekivalen (i) (ii) (iii) aRb [a] = [b] [a]∩[b] ≠ ∅ Definisi. c.o. b. kita boleh menghapus subscript R dan menuliskan [a] saja untuk menyatakan kelas setara. k. Dengan demikian. o. karena tidak boleh mengandung ∅ 7.o. Contoh 7. dengan S sebagai himpunan gabungannya. o. o.19: Pada contoh string identik. m.

Franki). {…. 3.18 . (Susi. (Stefani. Apakah kelas setara dari R ? {{…. (Gunawan. Susi). Maman. Franki). 6. 8.21: Misalkan Franki. Maman}. Ini adalah partisi dari P. untuk partisi {Ai | i∈I} dari himpunan S. Stefani. sebab setiap anggota S termasuk kedalam tepat satu dari kelas setara. Susi). Gunawan).2: Misalkan R relasi {(a. {…. 4. tetapi mendefinisikan urutan (order)-nya. -2. (Stefani. (Franki. Definisi. Kelas setara dari sebarang relasi setara R pada himpunan S membentuk partisi S. (Maman. Relasi . sebagai kelas setaranya. (Gunawan. 7. -5. -4. (Juni. Maka kelas setara setara dari R membentuk partisi dari S. {Juni}}. anti-simetrik. Juni) }. Gunawan}. b) | a ≡ b (mod 3)} pada Z (himpunan bilangan bulat). Susi. {Stefani. 1. …}.2. Maman). Maka kelas setara dari R adalah: {{Franki. Maka R = { (Franki. 5. Gunawan. karena R bersifat refleksif. Stefani). Gunawan). Misalkan R relasi ekivalen {(a. Suatu relasi R pada himpunan S disebut pengurutan parsial (partial ordering) atau urutan parsial (partial order) jika relasi ini bersifat: refleksif. Juni}. …}. (Susi. 0.Teorema. Susi. Sebaliknya. Susi). Misalkan R relasi setara pada himpunan S. -3. simetrik. Maman). (Franki. (Maman. b) | a dan b tinggal di kota yang sama} pada himpunan P = {Franki. (Gunawan. • • Apakah R relasi setara? Ya. 2. dan transitif. Franki). Contoh 7. Susi dan Gunawan tinggal di Bandung. 7. i∈I. (Susi. Stefani). -6. -1. Stefani dan Maman tinggal di Lamongan dan Juni tinggal di Surabaya. dan transitif. …}} Pengurutan Parsial Kadang-kadang suatu relasi tidak menyatakan kesamaan dari anggota di dalam suatu himpunan. Gunawan). akan terdapat relasi setara R dengan himpunan-himpunan Ai. Contoh 7.

Untuk dua elemen a dan b dari poset (S. ≥ bersifat antisimetrik. yakni P(S)? Jawab: • • • ⊆ bersifat refleksif. Contoh 7. sebab jika a ≠ b.19 . Contoh 7. {1. b) | a ≥ b}).23: Apakah “relasi inklusi” ⊆ merupakan pengurutan parsial pada himpunan kuasa (power set) dari himpunan S. Jika a < b kita katakan “a kurang dari b” atau “b lebih dari a”. Relasi . maka A ⊆ C. ⊆ bersifat transitif. Akibatnya. sebab A ⊆ A untuk sebarang himpunan A. dan dituliskan sebagai (S. notasi a ≤ b menyatakan bahwa (a. dan begitu pula sebaliknya. ⊆) adalah poset.22: Tinjau relasi “lebih dari atau sama dengan” dinyatakan sebagai “≥” (didefinisikan sebagai {(a. ≤) disebut dapat-dibandingkan (comparable) jika atau a ≤ b atau b ≤ a. (Z. Notasi a < b menyatakan bahwa a ≤ b. R). ≥) adalah poset. ⊆). maka a ≥ c Akibatnya. Elemen a dan b dari poset (S. Apakah relasi “≥“ suatu pengurutan parsial pada Z? Jawab: Berikut ini analisisnya : • • • ≥ bersifat refleksif. ⊆ bersifat antisimetrik. sebab jika A ≠ B. Definisi. Contoh 7. ≥ bersifat transitif. (P(S). b)∈R. Perhatikan bahwa lambang ≤ dipakai untuk menyatakan sebarang relasi dalam suatu poset. tetapi a ≠ b. mungkin saja relasi a ≤ b maupun b ≤ a tidak berlaku. Pada poset.24: Dalam (P(Z). maka a ≥ b ∧ b ≥ a adalah salah. sebab jika A ⊆ B dan B ⊆ C. tidak hanya relasi “kurang dari atau sama dengan”. 3}. maka A ⊆ B ∧ B ⊆ A adalah salah. karena yang satu tidak terkandung didalam yang lainnya.Dalam hal ini himpunan S bersama dengan pengurutan parsial R-nya disebut sebagai himpunan yang terurut parsial (partially ordered set) atau poset. 7. ≤). sebab jika a ≥ b dan b ≥ c. sebab a ≥ a untuk sebarang a∈Z. 2} tidak ber-relasi dengan {1.

Pengurutan Leksikografik Bagimanakah cara mendefinisikan pengurutan leksikografik pada himpunan kata-kata di dalam suatu bahasa (misalnya Bahasa Inggris.25: Apakah (Z. …). bagaimana proses pembentukan itu bekerja pada sebarang poset.|) poset terurut total? Jawab: Tidak. b2) jika (a1<1 b1) ∨ [(a1= b1) ∧ (a2≤2 b2)] 7. b ≤ c. a2) ≤ (b1. himpunan yang Langkah pertama: Bentuk pengurutan parsial pada hasil kali Kartesian dari dua poset (A1. Misalnya.26: Apakah (Z+. Contoh .≤) suatu poset yang terurut total? Jawab: Ya. Relasi .Jika a dan b elemen dari S sedemikian hingga. semua kata-kata perlu diurutkan secara alfabetis.7. dan berdasarkan hal ini kita akan menurunkan pengurutan string. sebab poset tersebut mengandung elemen yang tidak-dapat-dibandingkan seperti 5 dan 7. Himpunan yang terurut total disebut juga sebagai rantai (chain). Bahasa Indonesia.≤) adalah poset dan setiap dua anggota dari S dapat-dibandingkan.≤1) dan (A2. Contoh 7. Kita akan melihat kasus umum. kita memerlukan semua anggota himpunan yang bersifa dapat-dibandingkan. sebab untuk semua (pasangan) bilangan bulat a dan b berlaku a ≤ b atau b ≤ a. Definisi: Jika (S. dst)? Pengurutan leksikografik adalah kasus khusus dari pengurutan string pada suatu dibentuk dari pengurutan parsial pada himpunan tersebut.≤2): • • (a1.b2) jika (a1<1 b1) ∨ [(a1= b1) ∧ (a2<2 b2)] (a1. maka a dan b disebut tidak-dapat-dibandingkan (incomparable).20 . Untuk beberapa aplikasi. baik a ≤ b maupun b ≤ a tidak berlaku. Kita sudah memiliki sistem pengurutan huruf (seperti a ≤ b. a2) < (b1. S disebut sebagai terurut total (totally ordered) atau himpunan yang terurut linier (linearly ordered set) dan ≤ disebut urutan-total (total order) atau urutan-linier (linear order). jika kita ingin menulis suatu kamus. yaitu.

at ) < ( b1b2 .. bn ) jika ( a1 <1 b1 ) ∨ ∃i > 0 ( a1 = b1 . an ) < ( b1 .. ≤1). Definisi dari pengurutan leksikografik adalah bahwa string a1a2 . ai +1 <i +1 bi +1 ) Ilustrasi: Apakah (1..27: Jika konsep pengurutan leksikografik diterapkan pada bhs Inggris maka • • • discreet < discrete. 2)? Tidak. 3) < (3. 1.. Tinjau string a1a2 ....21 . …. a2 = b2 . (An.. 2)? Ya. am dan b1b2 .. ai = bi . (A2. 1) < (1. 2. Relasi . 5) < (6... 3) juga salah Langkah kedua: Perluas definisi pada perkalian Kartesian dari n poset (A1...Ilustrasi: di dalam poset (Z×Z.. 1.. am kurang dari b1b2 . ≤2). 1.... bm jika dan hanya jika ( a1a2 . 1. yakni ( a1 . bt ) ∨ ⎡( a1a2 .5) < (6. ≤n). Apakah (1. discreetness < discreet adalah salah. bt ) ∧ m < n ⎤ .... 1... a2 . maka • • • (5.. 7. 1. 4) adalah benar (6. 1. at ) = ( b1b2 .. b2 . karena pada posisi ke-7. bm pada himpunan poset S. discrete < discretion. karena discreet adalah prefiks dari discreetness. karena pada posisi ke-8. Langkah akhir: Definisikan pengurutan leksikografik dari string.. 1) < (1.≤). 4) adalah salah (3. Misalkan t minimum dari m dan n.. 1. ⎣ ⎦ Contoh 7. e < t. e < i.. 1. 1. 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->