Perkembangan Psikologi yang Terjadi pada Anak Prasekolah, Sekolah, dan Remaja

Disusun oleh: Piety Meysawati S.11.931 IIC

AKADEMI KEBIDANAN SARI MULIA BANJARMASIN 2012

Saya akan menerima semua kritik dan saran tersebut sebagai batu loncatan yang dapat memperbaiki makalah saya di masa datang. Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan sangat sempurna. SEKOLAH. DAN REMAJA” ini dapat diselesaikan.KATA PENGANTAR Pertama-tama saya ingin mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga makalah yang berjudul “PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS YANG TERJADI PADA ANAK PRASEKOLAH. Dan semog makalah ini bermanfaat. Penyusun. Maka dari itu. saya bersedia menerima kritik dan saran. Sehingga semoga dapat diselesaikan dengan hasil yang lebih baik. Piety Meysawati . Saya mengakui bahwa saya adalah manusia yang mempunyai keterbatasan dalam berbagai hal.

................................................... A...................... BAB II ISI ............ BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................................... BAB III PENUTUP ............... 1 4 5 5 11 15 18 ................................ Masa Prasekolah ...........................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................................................................................................................................................................................................... B........................................................................................... C......................................................................................... Masa Sekolah ..................................................................... Masa Remaja ..................................... DAFTAR PUSTAKA ...................................

usia 6 atau 7 tahun perkembangan jasmani dan . dan pubertas.BAB I PENDAHULUAN Setiap makhluk hidup akan berkembang sesuai dengan tingkat kebutuhannya yang dalam perkembangannya akan mengalami suatu perubahan. Setelah anak mencapai rohaninya mulai sempurna. dapat mengatur diri dalam buang air (toilet training). yaitu pada masa prasekolah. Masa prasekolah merupakan fase perkembangan individu pada usia 2-4 tahun. Dimana perkembangan psikologis yang terjadi pada anak tersebut terbagi dalam 3 fase. sekolah. dan mengenal beberapa hal yang dianggap berbahaya (mencelakakan dirinya). Masa sekolah berlangsung dari usia 6 tahun hingga tiba saatnya individu menjadi matang secara seksual. salah satunya adalah terjadinya suatu perubahan secara psikologis. Permulaan masa ini ditandai dengan masuknya anak ke kelas satu sekolah dasar. Salah satu periode dalam rentang kehidupan individu adalah masa (fase) remaja. Masa ini merupakan segmen kehidupan yang penting dalam siklus perkembangan individu. ketika anak mulai memiliki kesadaran tentang dirinya sebagai pria atau wanita. dan merupakan transisi yang dapat diarahkan kepada perkembangan masa dewasa yang sehat.

seperti pada usia tiga tahun. dan beratnya sekitar 10-13 kg. Perkembangan dalam Masa Prasekolah 1. yang memungkinkan pengontrolan terhadap kegiatan-kegiatan motorik lebih seksama dan efisien. seperti daging. dan pada usia enam tahun sudah mencapai 90%. Lapisan urat saraf ini membantu transmisi impuls-impuls saraf secara cepat. dan kacang-kacangan. Di samping itu. seperti pernapasan menjadi lebih lambat dan mendalam.BAB II ISI A. Tulang kakinya tumbuh dengan cepat. Dengan meningkatnya pertumbuhan tubuh. pada usia ini banyak juga perubahan fisiologis lainnya. sayuran. namun pertumbuhan tengkoraknya tidak secepat usia sebelumnya. Pertumbuhan giginya semakin lengkap/komplit. Pertumbuhan otaknya pada usia lima tahun sudah mencapai 75% dari ukuran orang dewasa. . sedangkan usia lima tahun tingginya mencapai 100-110 cm. Perkembangan Fisik Perkembangan fisik merupakan dasar bagi kemajuan perkembangan berikutnya. Perkembangan fisik anak ditandai juga dengan berkembangnya keterampilan motorik. ratarata tingginya sekitar 80-90 cm. sehingga dia sudah menyenangi makanan padat. Keterampilan motorik adalah segala sesuatu yang ada hubungannya dengan gerakan-gerakan tubuh. memungkinkan anak untuk dapat lebih mengembangkan keterampilan fisiknya dan mengeksplorasi lingkungannya dengan atau tanpa bantuan dari orang tuanya. serta denyut jantung lebih lambat dan menetap. Pada usia ini juga terjadinya pertumbuhan myelinization (lapisan urat saraf dalam otak yang terdiri atas bahan penyekat berwarna putih yaitu mielin) secara sempurna. Pertumbuhan tulangtulangnya semakin besar dan kuat. Perkembangan system saraf pusat memberikan kesiapan kepada anak untuk dapat lebih meningkatkan pemahaman dan penguasaan terhadap tubuhnya. baik yang kasar maupun yang halus. maupun kekuatannya. Proporsi tubuhnya berubah secara dramatis. baik yang menyangkut ukuran berat dan tinggi. buahbuahan.

Takut. Kenikmatan. Cemas. yaitu perasaan tidak senang terhadap orang lain yang dipandang telah merebut kasih saying dari seseorang yang telah mencurahkan kasih saying kepadanya. bahwa akunya (dirinya) berbeda dengan bukan aku (orang lain). a. Kasih Sayang. Hal ini dikarenakan kelemahan anak akibat lamanya bermain. Marah. f. c. emosi anak sangat kuat. tidak mau tidur siang atau makan terlalu sedikit. Perkembangan Emosi Pada masa ini. maka pada diri anak akan berkembang sikap-sikap keras kepala/menentang atau menyerah menjadi penurut yang diliputi rasa harga diri kurang dengan sifat pemalu. Kesadaran ini diperoleh dari pengalamannya. Cemburu. Di samping itu. . yang tidak ada objeknya. berkembang pula perasaan harga diri yang menuntut pengakuan dari lingkungannya. Kesenangan. yaitu perasaan yang positif. Pada usia 4 tahun anak sudah mulai menyadari “aku”-nya. bahwa tidak setiap keinginannya dipenuhi oleh orang lain. menendang. atau benci baik terhadap orang lain. sehingga orang lain tidak selamanya memenuhi keinginannya. nyaman karena terpenuhi keinginannya. Dia menyadari bahwa keinginannya berhadapan dengan keinginan orang lain. Bersamaan dengan itu. Kegembiraan. atau kurang menyayanginya. memukul. Pola emosi umum yang terjadi pada masa anak-anak antara lain adalah sebagai berikut. ketakutan yang hebat atau iri hati yang tidak masuk akal. Jika lingkungannya (terutama orang tuanya) tidak mengakui harga diri anak. menampar. b. d. ditandai oleh ledakan amarah. atau benda. dan merusak). yaitu perasaan takut yang bersifat khayalan. merupakan perasaan tidak senang. seperti memperlakukan anak secara keras. yaitu perasaan senang untuk memberikan perhatian atau perlindungan terhadap orang lain. Ketegangan emosi dapat juga terjadi pada anak jika anak diharapkan mencapai standar yang tidak masuk akal.2. anak menjadi marah karena tidak dapat melakukan suatu kegiatan yang dianggap dapat dilakukan dengan mudah. yaitu perasaan terancam oleh suatu objek yang dianggap membahayakan. hewan. e. diri sendiri atau objek tertentu yang diwujudkan dalam bentuk verbal (kata-kata kasar/makiab/sumpah/ serapah) atau nonverbal (seperti mencubit.

anak cenderung mengucapkan pengulangan suara. Ingin Tahu. a. Dengan menggunakan bahasa. saya minta makan”. Sehubungan dengan bentuk dan warna bahasa itu. b. h. pi-pi. orang mampu membedakan antara subjek dan objek. c. Di masa ini anak menyadari bahwa setiap benda mempunyai nama. 3. Seperti kata “mama” dimaksudkan untuk “mama. Sesekali ia menggunakan kata perangkai. Sekarang ia mulai menggunakan awalan dan akhiran yang membedakan bentuk dan warna bahasanya. yaitu perasaan ingin mengenal. kecoa. Dalam hal ini anak sering berbuat kesalahan. dan lain-lain. Kadang-kadang orang dewasa . namun tampaknya ia tidak berputus asa. baik yang bersifat fisik maupun nonfisik. bi-bi. Sesudah pertengahan tahun kedua.g. pa-pa. Fobia. e. akhirnya timbullah anak kalimat. Masa Kalimat Majemuk ( > 30 Bulam) Anak mengucapkan kalimat yang makin panjang dan bagus. Perkembangan Bahasa Bahasa merupakan sebuah kelebihan umat manusia. timbullah dorongan untuk mengetahui nama semua benda. dan sebagainya. Anak telah menggunakan kalimat tunggal. Contoh sebagai penjelasan. Berikut adalah beberapa perkembangan bahasa menurut Clara dan William Stern. Masa Memberi Nama (18-24 Bulan) Perkembangan bahasa ini seakan-akan terhenti selama beberapa bulan karena anak memusatkan perhatiannya untuk belajar berjalan. anak memerlukan waktu untuk mempelajarinya. Masa Kalimat Tunggal (24-30 Bulan) Bahasa dan bentuk kalimat makin baik dan sempurna. Dalam masa ini. mengetahui segala sesuatu atau objekobjek. mi-mi (artinya saya mau minum). d. ma-ma. Anak telah mulai menyatakan pendapatnya dengan kalimat majemuk. Kalimat Satu Kata (12-18 bulan) Satu perkataan dimaksudkan untuk mengungkapkan satu perasaan atau satu keinginan. Prastadium(Tahun Pertama) Kata pertama yang diucapkan anak dimulai dari suara-suara raban seperti yang kita dengar dengan keluar dari mulut seorang bayi. yaitu perasaan takut terhadap objek yang tidak patut untuk ditakutinya (takut yang abnormal) seperti takut ulat.

Dengan demikian dapat tercapai keseimbangan di dalam dirinya. Teori pelepasan ini juga disebut teori kelebihan tenaga. dan dengan perlahan-lahan tumbuhlah rasa kebersamaan yang menjadi landasan bagi pembentukan perasaan social.  Teori avatisme. Sewajarnya ia harus mempergunakan tenaga itu melalui kegiatan bermain. Dalam bahasa latin. 4.  Teori biologis. sumbernya berasal dorongan nafsu seksual. Kita harus mengenalnya lebih dahulu agar lebih mudah memahami bahasanya. bahwa permainan itu merupakan pernyataan nafsu-nafsu yang terdapat di daerah bawag sadar. karena setiap waktunya diisi dengan kegiatan bermain. bahwa dalam diri anak terdapat kelebihan tenaga.  Teori psiko dalam. bahwa di dalam perkembangannya anak melalui seluruh taraf kehidupan umat manusia. Permainan merupakan latihan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan kehidupan di masa yang akan dating.sukar memahami bahasa anak-anak. Perkembangan Bermain Usia anak prasekolah dapat dikatakan sebagai masa bermain. avatisme artinya dalam dalam permainan timbul bentuk-bentuk kehidupan yang pernah dialamai nenek moyang. maksudnya untuk menggantikan kesibukan bekerja dengan kegiatan lain yang dapat memulihkan tenaga kembali.  Teori pelepasan. . Orang akan bermain bila ia telah bekerja. Kegiatan bermain yang dimaksud adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan kebebasan batin untuk memperoleh kesenangan. Dalam suasana permainan. menghargai satu dengan yang lainnya. permainan merupakan kesibukan untuk menenangkan pikiran atau beristirahat. yaitu permainan merupakan tugas biologis. a) Teori Bermain  Teori rekreasi. b) Faedah permainan  Sarana untuk membawa anak kea lam bermasyarakat. mereka saling mengenal.

agar tidak berkembang sikap membandel anak yang kurang terkontrol. 5.  Berlatih menempa perasaannya. Dalam keadaan bermain-main mereka mengalami bermacam-macam perasaan. namun pada dasarnya mereka masih sangat membutuhkan perawatan.  Mendapatkan kesempatan mengembangkan fantasi dan menyalurkan kecenderungan pembawaannya. Pada masa ini berkembang kesadaran dan kemampuan untuk memenuhi tuntutan dan tanggung jawab. Aspek-aspek perkembangan kepribadian anak meliputi beberapa hal berikut ini. . pihak orang tua perlu menghadapinya secara bijaksana. Perkembangan Kepribadian Masa ini lazim disebut masa “trotzalter” yaitu periode perlawanan atau masa krisis pertama. Dengan kesadaran ini anak menemukan bahwa ada dua pihak yang berhadapan yaitu “aku”-nya dan orang lain. misalnya perasaan dengki atau rasa iri hati. Krisis ini terjadi karena ada perubahan yang hebat dalam dirinya. asuhan. Anak-anak yang sudah terbiasa bermain dapat mengenal kedudukannya di kalangan teman-temannya. Suasana kegembiraan dalam permainan dapat menjauhkan diri dari perasaan-perasaan rendah. kesenangan. gunting. Jika anak laki-laki dan anak perempuan diberi bahan-bahan yang sama berupa kertas-kertas.  Ketergantungan vs Citra Diri (Dependency vs Self Image). bimbingan atau curahan kasih sayang orang tua. sebaliknya sementara anak yang lain merasa kecewa. Mampu mengenal kekuatan sendiri. yaitu dia mulai sadar akan “aku”-nya. dia menyadari bahwa dirinya terpisah dari lingkungan atau orang lain. Hal ini membuktikan bahwa anak laki-laki berbeda bentuk-bentuk permainannya dengan permainan anak perempuan. tampaknya mereka akan membuat sesuatu yang berbeda. dapat mengenal bahan atau sifat-sifat benda yang mereka mainkan. Oleh karena itu. perca. penuh kasih saying dan tidak bersikap keras.  Memperoleh kegembiraan. dan kepuasan. Meskipun mereka mulai menampakkan keinginan untuk bebas dari tuntutan orang tua. Ada anak yang dapat menikmati suasana permainan itu. dia suka menyebut nama dirinya apabila berbicara dengan orang lain.

 Inisiatif vs Rasa Bersalah (Initiative vs Guilt) Erik Erikson mengemukakan suatu teori bahwa anak prasekolah mengalami satu krisis perkembangan. karena mengalami hambatan atau kegagalan. ada yang terlalu memanjakan. karena keterampilan bahasanya belum jelas dan pandangannya terhadap orang lain masih egosentris. Perasaan bersalah itu berdampak kurang baik bagi perkembangan kepribadian anak. dan teman sebaya). anak sudah siap dan berkeinginan untuk belajar dan bekerja sama dnegan orang lain guna mencapai tujuannya. Masingmasing perlakuan itu cenderung memberikan dampak yang beragam bagi kepribadian anak. Kemampuan anak berkembang. Hal yang berbahaya pada tahap ini adalah tidak tersalurkannya energy yang mendorong anak untuk aktif (dalam rangka memenuhi keinginannya). Pada tahap ini.Konsep anak prasekolah tentanf dirinya sulit dipahami dan dianalisis. penerimaan dan kasih sayang. baik menyangkut persepsi maupun motivasi dan mereka menyenangi kemampuan dirinya untuk melakukan sesuatu. Berdasarkan . Melalui pengalaman berinteraksi dengan temannya. anak belajar memahami tentang kegiatan atau perilaku mana yang baik/boleh/diterimai/disetujui atau buruk/tidak boleh. Mereka memiliki sistem pandangan dan persepsi yang kompleks. tetapi belum dapat menyatakannya. serta acuh tak acuh (permisif). rasa percaya diri juga berkembang untuk melakukan sesuatu. 6. sehingga anak mengalami rasa bersalah (guilt). saudara. Selain itu. Perkembangan sikap “independensi” dan kepercayaan diri anak terkait dengan cara perlakuan orang tuanya. bersikap keras. Anak mulai memahami bahwa orang lain memiliki perbedaan dengan dirinya. mereka memberikan perlindungan kepada anak dari sesuatu yang membahayakan dan dari kefrustasian. Perkembangan Moral Pada masa ini anak sudah memiliki dasar tentang sikap moralitas terhadap kelompok sosialnya (orang tua. Mereka jadi lebih mampu mengontrol tubuhnya. Sebagai orang tua. Gaya perlakuan orang tua kepada anak ternyata sangat beragam. dia bias menjadi nakal atau pendiam. baik secara fisik maupun intelektual. karena mereka menjadi kurang dependen dan mengalami konflik antara initiative dan guilt.

Piaget menamakannya sebagai masa operasi konkret. Penanaman disiplin dengan disertai alasannya ini diharapkan akan mengembangkan self control atau self discipline pada anak. orang tua atau guru hendaknya memberikan penjelasan tentang alasannya. tata tertib sekolah. Di samping itu. yaitu mengklasifikasikan (mengelompokkan).pengalamannya itu. pergaulan yang baik dengan teman sebaya atau orang lain dan sebagainya. Periode ini ditandai dengan tiga kemampuan atau kecakapan baru. mengurangi. Apabila penanaman disiplin ini tidak diiringi penjelasan tentang alasannya. Pada usia SD daya pikirnya sudah berkembang kea rah berpikir konkret dan rasional (dapat diterima akal). mengalikan. benar-salah atau menanamkan disiplin pada anak. Perkembangan Intelektual Pada usia sekolah dasar (6-12 tahun) anak sudah dapat mereaksi rangsangan intelektual atau melaksanakan tugas-tugas belajar yang menuntut kemampuan kognitif. menyusun atau mengasosiasikan (menghubung atau menghitung) angka-angka atau bilangan. dan membagi. gagasan atau penilainya terhadap berbagai hal. Pada saat ini mengenalkan konsep-konsep baik-buruk. pada akhir masa ini anak sudah memiliki kemampuan memecahkan masalah (problem solving) yang sederhana. B. Perkembangan pada Masa Usia Sekolah 1. maka pada masa ini anak harus bertingkah laku (seperti mencuci tangan sebelum makanm menggosok gigi sebelum tidur). seperti membaca. orang tua dapat melatih anak dengan mengungkapkan pendapat. menulis dan menghitung. 2. atau bersifat doktrin. Untuk mengembangkan daya nalarnya. yang berkaitan dengan materi pelajara. biasanya akan melahirkan sikap disiplin buta. Misalnya. apalagi jika disertai dengan perkataan yang kasar. Perkembangan Bahasa . baik yang dialaminya maupun peristiwa yang terjadi di lingkungan. Kemampuan yang berkaitan sengan perhitungan (angka). masa berakhirnya berpikir khayal dan mulai berpikir konkret (berkaitan dengan dunia nyata). seperti menambah.

lambang. alam sekitar. kalimat bunyi. sehingga ruang gerak hubungan sosialnya telah bertambah luas. anak sudah gemar membaca atau mendengarkan cerita yang bersifat kritis (tentang perjalanan/petualangan. Dengan bahasa. dan moral (agama).` Bahasa adalah sarana berkomunikasi dengan orang lain. Dapat juga dikatakan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma kelompok. Dengan dikuasainya keterampilan membaca dan berkomunikasi dengan orang kain. riwayat para pahlawan. lisan. yaitu sebagai berikut.   Proses menjadi matang. Dalam pengertian ini tercakup semua cara untuk berkomunikasi. dan bagaimana. Kedua proses ini berlangsung sejak masa bayi dan kanak-kanak sehingga pada usia anak memasuki sekolah dasar. di mana pikiran dan perasaan dinyatakan dalam bentuk tulisan. ilmu pengetahuan. dan nilai moral atau agama. sudah sampai pada tingkat dapat membuat kalimat yang lebih sempurna. tradisi. kemana. Pada masa ini tingkat berpikir anak sudah lebih maju. semua manusia dapat mengenal dirinya. Dengan kata lain anak itu menjadi matang (organorgan suara/bicara sudah berfungsi) untuk berkata-kata. sekarang sudah diikuti dengan pertanyaan. Perkembangan Sosial Perkembangan social ini adalah pencapaian kematangan dalam hubungan social. dia banyak menanyakan soal waktu dan sebab akibat. Oleh sebab itu. disamping dengan keluarga anak juga mulai membentuk ikatan baru dengan teman sebaya atau teman sekelas. gambar atau lukisan. Perkembangan social pada anak sekolah dasar ditandai dengan adanya perluasan hubungan. istirahat. yang berarti bahwa anak yang telah matang untuk berbicara lalu mempelajari bahasa orang lain dengan jalan mengimitasi atau meniru ucapan/kata-kata yang didengarkannya.” Terdapat dua factor penting yang memengaruhi perkembangan bahasa. “dimana. sesame manusia. atau gerak dengan menggunakan kata-kata. dan sebagainya). . 3. kata Tanya yang dipergunakan pun yang semula hanya “apa”. dapat membuat kalimat majemuk dan dapat menyusun serta mengajukan pertanyaan. dari mana. Proses belajar.

Tugas-tugas kelompok ini harus dapat memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk menunjukkan prestasinya. dia mulai belajar untuk mengendalikan dan mengontrol ekspresi dan emosinya. bergairah. kecewa. Kemampuan mengontrol emosi diperoleh anak melalui peniruan dan latihan. anak dapat belajar tentang sikap dan kebiasaan dalam bekerja sama. saling menghormati. seperti perasaan tidak senang. bertenggang rasa. bersemangat atau rasa ingin tahu yang tinggi akan memengaruhi individu untuk mengonsentrasikan dirinya terhadap aktivitas belajar. kematangan sosial dapat dimanfaatkan atau dimaknai dengan memberikan tugas-tugas kelompok. 4. membuat laporan study tour). Selain itu juga harus dapat mengarahkan anak untuk mencapai tujuan bersama. Emosi merupakan faktor dominan yang memengaruhi tingkah laku individu. anak mulai memiliki kesanggupan untuk menyesuaikan keinginan diri sendiri (egosentris) kepada sikap yang kooperatif (bekerja sama). Sebaliknya apabila yang menyertai prose situ adalah emosi negative. anak mulai menyadari bahwa pengungkapan emosi secara kasar tidaklah diterima di masyarkat. tidak bergairah maka proses belajar akan mengalami .Pada usia ini. Emosi yang positif seperti perasaan senang. Perkembangan Emosi Menginjak usia sekolah. seperti memperhatikan penjelasan guru. kemampuan orang tua dalam mengendalikan emosinya sangatlah berpengaruh. dan disiplin dalam belajar. mengerjakan tugas. membaca buku. Anak dapat berminat terhadap kegiatan-kegiatan teman sebaya dan bertambah kuat keinginannya untuk diterima menjadi anggota kelompok (geng) dan dia merasa tidak senang apabila tidak diterima dalam kelompoknya. Dengan melaksanakan tugas kelompok. Apabila anak dikembangkan dalam lingkungan keluarga yang suasana stabil emosionalnya. anak dapat menyesuaikan dirinya dengan kelompok teman sebaya maupun dengan lingkungan masyarakat sekitarnya. maka perkembangan emosi anak cenderung stabil. Berkat perkembangan sosial. aktif dalam berdiskusi. Dalam proses peniruan. dalam hal ini termasuk pula perilaku belajar. Dalam proses belajar sekolah. dan bertanggung jawab. Oleh karena itu. baik yang membutuhkan tenaga fisik (seperti merencanakan kegiatan camping.

Perkembangan Motorik Perkembangan motorik pada usia ini menjadi lebih halus dan terkoordinasi dibandingkan dengan masa bayi. Berkaitan dengan hal tersebut. Dalam kaitannya dengan pemberian materi agama kepada peserta didik. berdoa. yakni yang menyangkut akhlak terhadap sesama manusia.hambatan. serta bersikap amanah (bertanggung jawab). 6. Selain membiasakan beribadah. 7. 5. Usaha menanamkan konsep moral sejak usia dini (prasekolah) merupakan hal yang seharusnya. anak terus melakukan berbagai aktivitas fisik . Pada mulanya mungkin anak tidak mengerti konsep moral ini. dan membaca Alquran (anak diwajibkan untuk menghafal surat-surat pendek berikut terjemahannya). tetapi lambat laun anak akan memahaminya. bersikap jujur. seperti hormat kepada orang tua. pengajar diharapkan juga dapat memberikan latihan atau pembiasaan keagamaan yang menyangkut ibadah. Kualitas keagamaan anak akan sangat dipengaruhi oleh proses pembentukan atau pendidikan yang diterimanya. pendidikan agama di sekolah dasar mempunyai peranan yang sangat penting. karena informasi yang diterima anak mengenai benar atau salah dan baik atau buruk akan menjadi pendoman pada tingkah lakunya di kemudian hari. memelihara kebersihan dan kesehatan. Anak-anak terlihat lebih cepat dalam berlari dan pandai meloncat serta mampu menjaga keseimbangan badannya. menyayangi fakir miskin. di samping mengembangkan pemahaman. seperti melaksanakan salat. anak juga dibiasakan melakukan ibadah sosial. Untuk memperhalus keterampilan-keterampilan motoriknya. atau memberikan bantuan kepada orang yang memerlukan pertolongan. dalam arti individu tidak dapat memusatkan perhatian untuk belajar sehingga kemungkinan besar dia akan mengalami kegagalan dalam belajarnya. dan orang lain. Perkembangan Moral Anak mulai mengenal konsep moral (mengenal benar atau salah dan baik atau buruk) pertama kali dari lingkungan keluarga. Perkembangan Penghayatan Keagamaan Periode usia sekolah dasar merupakan masa pembentukan nilai-nilai agama sebagai kelanjutan periode sebelumnya. guru.

C. b) Perkembangan Fungsi Organ Seksual Fungsi organ seksual mengalami perkembangan yang kadang-kadang menimbulkan masalah dan menjadi penyebab timbulnya perkelahian. Pengertian Masa Remaja Remaja adalah anak yang mencapai usia 16 tahun untuk anak perempuan dan 19 tahun untuk anak laki-laki dengan kematangan organ reproduksi dan secara biologis siap untuk menikah. ia mengalami masa mimpi yang pertama. yang tanpa sadar mengeluarkan sperma. remaja membutuhkan makan dan tidur yang lebih banyak. Belajar membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sebagai makhluk biologis. Karakteristik Masa Remaja a) Pertumbuhan Fisik Pertumbuhan fisik mengalami perubahan dengan cepat. Belajar keterampilan dasar membaca. dan sebagainya. dan berhitung. seperti senam.yang terkadang bersifat informal dalam bentuk permainan. berenang. dan lain-lain. Untuk mengimbangi pertumbuhan yang cepat itu. Mengembangkan sikap yang positif terhadap kelompok sosial dan lembagalembaga. Sedangkan . Belajar memperoleh kebebasan yang bersifat pribadi. Tugas-tugas Perkembangan Anak Usia Sekolah          Belajar memperoleh keterampilan fisik untuk melakukan permainan. Di samping itu. Belajar mengembangkan konsep sehari-hari. Belajar bergaul dengan teman-teman sebaya. anak-anak juga melibatkan diri dalam aktivitas permainan olahraga yang bersifat formal. 2. bunuh diri. menulis. Tanda-tanda perkembangan fungsi organ seksual pada anak lakilaki diantaranya adalah alat produksi spermanya mulai berproduksi. Mengembangkan kata hati. Perkembangan Psikologis pada Masa Remaja 1. Belajar memainkan peranan sesuai dengan jenis kelaminnya. lebih cepat dibandingkan dengan masa anak-anak dan masa dewasa.

bunuh diri karena putus cinta. d) Emosi yang Meluap-luap Keadaan emosi remaja masih labil karena hal ini erat hubungannya dengan keadaan hormon. lingkungan. berusaha mendapatkan status dan peran seperti kegiatan remaja di kampung-kampung yang diberi peranan.pada anak perempuan. Kelompok atau geng sebenarnya tidak berbahaya asal saja orang tua dapat mengarahkannya pada halhal yang bersifat positif. rahimnya sudah bias dibuahi karena ia sudah mendapatkan menstruasi (datang bulan) yang pertama. seperti kebutuhan dimengerti. kemudia melarangnya. diperhatikan. c) Cara Berpikir Kausalitas Yaitu menyangkut hubungan sebab dan akibat. dan sebagainya. misalnya hamil sebelum menikah. kebutuhan dianggap. masih menganggapnya sebagai anak kecil. Jika dalam hal ini orang tua kurang mengerti. mencari pengalaman baru. Emosi remaja lebih mendominasi dan menguasai diri mereka daripada pikiran yang realistis. g) Terikat dengan Kelompok Remaja dalam kehidupan sosial sangat tertarik pada kelompok sebayanya sehingga tidak jarang orang tua dinomorduakan sedangkan kelompoknya dinomorsatukan. Remaja mudah terjerumus ke dalam tindakan tidak bermoral. akan menimbulkan masalah. 3. guru. Bila guru dan orang tua tidak memahami cara berpikir remaja. f) Menarik Perhatian Lingkungan Pada masa ini remaja mulai mencari perhatian dari lingkungannya. Remaja sudah mulai berpikir kritis sehingga ia akan melawan bila orang tua. Hal ini terjadi karena mereka menahan emosinya yang meluap-luap. dan remaja akan bersikap tertutup terhadap orang tuanya. Hal tersebut terjadi karena dalam kelompok itu remaja dapat memenuhi kebutuhannya. mereka mulai tertarik kepada lawan jenisnya dan mulai berpacaran. misalnya mengumpulkan dana atau sumbangan kampong. e) Mulai Tertarik terhadap Lawan Jenisnya Dalam kehidupan sosial remaja. akan timbul perilaku menyimpang seperti kenakalan remaja yang berwujud perkelahian antarpelajar yang sering terjadi di kota-kota besar. dan sebagainya. membunuh orang karena marah. Kebutuhan Masa Remaja .

mulai berkelompok. resah. Pembagian Perkembangan Masa Remaja Dalam tumbuh kembangnya menuju dewasa. 7. yaitu sering merasa gelisah. b. Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Masalah pada Remaja  Adanya perubahan-perubahan . Masa remaja lanjut (late adolescence): usia 17-20 tahun. ada konflik batin dengan orang tua. baik eksternal maupun internal. Masa remaja awal/dini (early adolescence): usia 11-13 tahun. sehingga turut memengaruhi keadaan fisik dan psikologis remaja.Kebutuhan fisik. 6. sosial. tetapi sering muncul perasaan asing. tidak menetap. Masa remaja pertengahan (middle adolescence) usia 14-16 tahun c. Meskipun akibatnya bersifat sementara. serta tidak stabilnya prestasi/pelajaran sekolah. Masalah Psikologis Pada Masa Remaja Perubahan fisik pada masa puber memengaruhi semua bagian tubuh. semua remaja akan melewati tahapan berikut. namun cukup menimbulkan perubahan dalam pola perilaku. 5. a. Perubahan Psikologis Masa Remaja Wanita dan pria memiliki perasaan yang hampir sama. mulai mengenal lawan jenis atau pacaran.       Kebutuhan akan kasih sayang Kebutuhan ikut serta dan diterima kelompok Kebutuhan berdiri sendiri Kebutuhan untuk berprestasi atau need of achievement Kebutuhan pengakuan orang lain Kebutuhan untuk dihargai 4. minat meluas. dan emosional pada masa remaja antara lain adalah sebagai berikut. pergaulan. berdasarkan kematangan psikososial dan seksual.

Masa pra remaja . adapun fase perkembangannya dibagi dalam 3 fase yaitu: 1. Masa pra sekolah 2.BAB III PENUTUP Perkembangan seorang anak dilihat dari segi psikologi meliputi perkembangan psikis yang seiring dengan perkembangan fisiknya. Masa anak sekolah 3.

DAFTAR PUSTAKA .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful