P. 1
Belanda

Belanda

|Views: 119|Likes:
Published by Agus Suyetno

More info:

Published by: Agus Suyetno on Jul 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2012

pdf

text

original

Belanda (bahasa Belanda: Koninkrijk der Nederlanden, secara harfiah berarti "Kerajaan Tanah-Tanah Rendah") adalah sebuah

negara di Eropa bagian barat laut. Di sebelah timur negara ini berbatasan dengan Jerman, di sebelah selatan dengan Belgia dan di sebelah barat dengan Laut Utara. Kata Belanda dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Portugis: Holanda -> olanda -> wolanda -> bolanda -> "Belanda". Belanda adalah salah satu negara yang pernah menguasai Indonesia dan baru mengakui kedaulatan Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949, namun sekarang mengakui Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Belanda merupakan salah satu negara yang terpadat di dunia dan kebanyakan tanahnya berada di bawah permukaan laut. Belanda juga terkenal dengan dijk (tanggul), kincir angin, terompa kayu, tulip dan sifat terbuka masyarakatnya. Sifat liberalnya menjadi sebutan masyarakat internasional. Belanda juga menjadi tempat kedudukan Mahkamah Internasional. Amsterdam merupakan ibu kota Belanda dan Den Haag pusat administrasi dan kediaman Ratu Belanda.

Sejarah
Di bawah pemerintahan Karel V (kaisar Romawi Suci dan raja Spanyol) kawasan ini (kini Belanda) merupakan salah satu dari 17 daerah Belanda, yaitu daerah yang meliputi sebagian besar kawasan yang dikenal hari ini sebagai Belgia, Luxemburg dan Utara Perancis. Selepas mendapat kemerdekaan dari Phillip II (anak lelaki Karel V) pada 1648, Belanda menjadi sebuah negara republik yang dinamakan Republik Tujuh Propinsi (Republiek der Zeven Provinciën). Republik ini menjadi penguasa ekonomi dan penjelajah laut yang mahir pada abad ke 17. Zaman ini dikenal sebagai Zaman Keemasan Belanda. Antara perusahaan-perusahaan internasional yang berawal di sini termasuk VOC. Belanda pernah mempunyai beberapa koloni, salah satu yang paling ternama adalah Nederlands-Indië (yakni Indonesia) dan Suriname yang ditukar dengan Nieuw Amsterdam, atau sekarang dikenal dengan New York oleh Kerajaan Inggris . Koloni ini pertama diadministrasi oleh Vereeinigde Oost-Indische Compagnie (VOC) dan West-Indische Compagnie (WIC atau resminya adalah Geoctroyeerde West-Indische Compagnie (GWIC)), keduanya adalah dua perusahaan milik pribadi. Tiga abad kemudian, perusahaan ini mendapat kesulitan finansial dan teritori dimana mereka beroperasi diambil alih oleh pemerintahan Belanda (pada tahun 1815 dan 1791). Pada saat inilah daerah tersebut menjadi koloni resmi pemerintahan Belanda Belanda masuk ke dalam Kekaisaran Perancis oleh Napoleon Bonaparte, yang kemudian dibebaskan selepas kekalahannya. Selepas itu, Kerajaan Belanda didirikan pada 1815 dengan meliputi kawasan yang dikenali pada hari ini sebagai Belgia dan Luxemburg. Belgia mendapat kemerdekaan pada 1830, sedangkan Luxemburg berpisah selepas kematian Raja Willem III. Pada abad ke-19, Belanda sudah menjadi sebuah negara industri yang sebanding dengan negara negara tetangganya. Pada abad ke-19. Belanda dapat dikategorikan 'lamban' dalam proses industrialisasi jika dibandingkan oleh negara tetangganya, terutama karena ketergantungannya terhadap infrastruktur air dan kekuatan angin. Belanda bersifat netral semasa Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Belanda ditaklukkan oleh Nazi pada Mei 1940 pada saat perang dunia ke II, dan memaksanya untuk menjadi pendukung negara-negara Poros (Axis). Belanda secara sekejap dalam masa itu untuk didominasi oleh Nazi. Lebih dari 100000 Yahudi-Belanda dibunuh semasa itu. Group Tentara ke-21 Sekutu melaksanakan operasi militer yang bertujuan untuk membebaskan Belanda setelah pendaratan di Normandy oleh Inggris, Kanada, Polandia dan Amerika yang bertempur di Belanda mulai dari tahun 1944 sampai Belanda dibebaskan tahun 1945. Selepas perang, ekonomi Belanda menjadi semakin maju dengan Belanda menjadi anggota Benelux dan Komunitas Eropa. Belanda juga menjadi anggota NATO. Belanda merupakan negara perintis Uni Eropa saat pendirian organisasi itu pada 1992.

Geografi
Salah satu bentuk muka yang menarik di Belanda ialah permukaan tanahnya sangat rata. Hampir separuh daripada negara Belanda berada kurang 1 meter dpl. Walaupun demikian, provinsi Limburg, yang berada di bagian tengara negeri Belanda, sedikit berbukit.Permukaan tertinggi ialah Vaalserberg, yang berada di provinsi Limburg, mempunyai ketinggian 321 m. Permukaan yang terendah ialah Nieuwerkerk aan den IJssel, yang berada 6.76 dibawah permukaan laut. Banyak tanah rendah dikawal oleh dijk dan dinding laut. Sebagian kawasan di Belanda, misalnya daerah Flevoland, mesti direklamasi. Kawasan yang direklamasi itu dipanggil polder. Salah satu konstruksi yang terkenal ialah "Afsluitdijk" (Penutup Tanggul), yang memisahkan danau IJssel (IJsselmeer, dulunya disebut laut Zuider atau Zuiderzee) dengan laut Wadden (Waddenzee). Panjang dari tanggul ini 32 km dan lebarnya 90 m. Negara ini dibagi kepada dua bagian utama oleh sungai Rhine (Rijn), Waal, dan Maas.

Arah angin yang utama di Belanda ialah barat daya, yang menyebabkan iklim kepulauan yang sederhana, dengan musim panas yang dingin dan musim sejuk yang sederhana.

Ekonomi
Belanda mempunyai ekonomi yang maju dan terbuka yang mana pemerintahan telah mengurangi peranannya dalam mengawal ekonomi Belanda sejak 1980-an. Aktivitas ekonomi utama di Belanda adalah termasuk pemrosesan makanan, bahan kimia, pemrosesan minyak, dan pembuatan mesin listrik. Walaupun sektor pertaniannya hanya menyediakan peluang pekerjaan kurang dari 4% populasi, Belanda mampu menghasilkan kelebihan dalam industri makanan untuk diekspor. Belanda menduduki urutan ketiga dalam daftar pengekspor makanan, setelah Amerika Serikat dan Perancis. Sebagai negara perintis Euro, Belanda menggantikan mata uang lamanya, gulden, pada 1 Januari 2002.

Budaya
Belanda mempunyai banyak pelukis ternama. Ketika abad ke-17, Belanda melahirkan banyak pelukis andal seperti Rembrandt van Rijn, Johannes Vermeer, Jan Steen dan lain-lain. Pelukis ternama abad ke-19 dan 20 pula ialah Vincent van Gogh dan Piet Mondriaan selain M.C. Escher (ahli seni grafik) dan Han van Meegeren (pemalsu seni)*[1]. Belanda juga merupakan tanah air Desiderius Erasmus dan Baruch de Spinoza. René Descartes pula banyak menjalankan pekerjaannya di Belanda. Belanda menjadi umum pada 14 SM dalam Reformasi Bahasa Hoovers van Otton(14 SM-29 M dalam budaya Tradisi Belanda kebanyakan Bahasa Belanda (92%)

Olahraga
Secara umum, orang Belanda menyukai olahraga. Bila dilihat dari jumlah penduduknya yang relatif sedikit, negara Belanda banyak memenangkan piala di kejuaraan internasional. Contohnya, pada olimpiade musim panas di Sydney (2000), Belanda berada di tempat ke delapan dalam memenangkan piala emas. Sepak bola adalah cabang olahraga yang paling populer. Selain itu, berenang, sepeda balap, tenis, dan bola voli juga digemari.

Pemanfaatan Energi Angin di Belanda Belum Optimal
Belanda sangat terkenal dengan tradisi kincir angin. Awalnya, kincir angin yang dikembangkan Belanda sejak abad ke-13, penggunaannya hanya untuk mengatasi masalah banjir. Sebagai negara yang sebagian besar wilayah daratannya lebih rendah dari permukaan laut, Belanda memang rawan banjir, Itu sebabnya, selain membangun bendunganbendungan skala besar, Belanda juga memanfaatkan kincir angin untuk mengatur aliran air. Belakangan, sekitar tahun 1973, kincir angin modern atau turbin angin dimanfaatkan oleh Belanda sebagai alat pembangkit energi listrik. Berdasarkan informasi yang dirilis dari Radio Netherland, perkembangan kincir angin/turbin yang dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik awalnya dikembangkan di Desa Kamperduin. Para pakar energi angin dari Pusat Energi Belanda, ECN, berperan penting dalam mengembangkan energi listrik tenaga angin tersebut. Khususnya pascakrisis energi yang sempat melanda dunia pada dasawarsa 1970-an. Dimotori oleh pakar energi angin, Chris Westra, pada awal tahun 1970-an mereka aktif berpartisipasi mengembangkan sistem energi tenaga angin untuk memasok listrik bagi sekitar 27 ribu rumah tangga di wilayah sekitar Kamperduin. Dalam perkembangannya, kincir angin pembangkit listrik tak hanya di bangun di daerah daratan. Tetapi juga di laut, tepatnya di daerah-daerah lepas pantai. Empat kincir angin pertama yang dibangun di lepas pantai, berada di Desa Kinderdijk yang berkapasitas satu megawatt (MW). Sayang, belakangan perkembangan kincir angin sebagai penghasil energi listrik di Belanda justru tersendat. Sejumlah perusahaan-perusahaan energi yang menjadi produsen listrik tenaga angin merasa bahwa harga listrik yang dihasilkan dari kincir angin tersebut relatif mahal. Inilah yang disayangkan sebagian warga Belanda yang sempat merasakan manfaat listrik dari tenaga angin tersebut. Namun, para pakar energi dari ECN sangat optimis bahwa pembangkit listrik tenaga angin memiliki prospek yang cerah di masa depan. Pasalnya, para pakar energi angin tersebut meyakini tingginya kecepatan angin di Belanda, khususnya di daerah-daerah lepas pantai. Sekarang, diperkirakan ada sekitar 1.879 turbin angin darat (onshore wind power) penghasil energi listrik yang dipasang di Belanda, dengan total kapasitas mencapai 1.993 MW. Turbin angin terbesar Angin pertanian darat terbesar terletak di Eemshaven di Groningen, bagian utara Belanda.

Selain turbin angin darat Belanda juga membangun turbin angin penghasil listrik di laut (offshore wind power). Seperti turbin angin yang berada di Desa Kinderdijk yang berkapasitas satu megawatt (MW) dengan investasi sekitar 272 juta dolar Amerika oleh Royal Shell Belanda dan Nuon. Bahkan, pada 2008 di lepas pantai IJmuiden perusahaan energi Econcern dan Eneco membangun lagi turbin angin dengan total investasi senilai 522 juta dolar Amerika. Diperkirakan listrik yang dihasilkan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan 125.000 rumah tangga. Kapasitas energi listrik yang di hasilkan dari satu kincir angin dengan baling-baling berdiameter 127 meter di Belanda yang berada di offshore, diperkirakan mampu menghasilkan listrik sekitar 6 MW. Beberapa tahun belakangan, seperti disebutkan oleh pakar energi angin di Belanda, jumlah listrik yang berasal dari energi angin di sana semakin menyusut. Tahun 2010, listrik yang dihasilkan turbin angin Belanda berkurang sekitar 13 persen. Kondisi angin yang kecepatannya berkurang pada tahun lalu, disinyalir menjadi penyebab turunnya kapasitas produksi tersebut.Termasuk tentu saja pengaruh dari berkurangnya minat perusahaan-persuhaan energi di Belanda untuk mengembangan energi angin yang dianggap masih mahal. Hanya saja, sepanjang 2010 masih ada pertumbuhan turbin baru di Negara tersebut yang diperkirakan mencapai pertumbuhan 30 MW atau secara persentase tumbuh sekitar 1,3% pada 2010 dibanding tahun sebelumnya. Memang, kendati merupakan negara yang terkenal sebagai “Negeri Kincir Angin”, Belanda bukan termasuk negara yang terdepan dalam pemanfaatan energi angin. Negara yang memiliki luas wilayah 41.526 kilometer persegi tersebut, tidak masuk dalam tiga besar negara penghasil energi angin terbesar di dunia. Belanda masih tertinggal dari China, Amerika Serikat, Jerman, dan Denmark dalam pemanfaatan energi listrik tenaga angin. Walaupun demikian, ke depan, Belanda tampaknya tetap akan berupaya meningkatkan pemanfaatan energi listrik tenaga angin untuk memasok kebutuhan listrik bagi warganya. Rencananya, hingga 2020 mendatang, negara yang memiliki empat musim tersebut menargetkan dapat membangun kincir pembangkit listrik tenaga angin berkekuatan 6.000 MW. Lokasi yang dipilih untuk pembangunan awal, akan terletak di lepas pantai laut utara dan IJselmeer pada sekitar 65 titik pembangunan. Di sisi lain, secara global, pemanfaatan angin sebagai energi terbarukan sampai saat ini telah mencapai 159 GW atau setara 2% konsumsi listrik dunia. Angka tersebut diharapkan akan meningkat menjadi 200 GW pada akhir 2010. Amerika, China, Jerman dan Spanyol merupakan negara paling besar yang memanfaatkan energi angin, baik onshore maupun offshore. Seiring dengan upaya mengurangi emisi gas buang, ke depan energi angin merupakan salah satu energi alternatif yang berupaya dikembangkan oleh negara-negara maju termasuk Belanda. Angin merupakan sumber energi yang relatif bersih dan ramah lingkungan karena tidak menghasilkan karbon dioksida (CO2) atau gas-gas lain yang berperan dalam pemanasan global. Angin juga tidak menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan ataupun manusia. Dari hasil perhitungan yang dilakukan, terbukti bahwa turbin angin efektif mengurangi emisi CO2, gas utama penyebab efek rumah kaca. Turbin angin tunggal dengan daya 750 kW (kilo Watt), mampu menghasilkan sekitar dua juta kWh (kilo watt hour) daya listrik selama setahun. Setiap turbin angin biasa akan mencegah emisi sebesar 2 juta kWh x 1,5 pon CO2/kWh =3 juta pon CO2 atau 1,5 ton CO2 pertahun. Komitmen pemerintah Belanda untuk mengembangkan energi angin, merupakan bagian dari upaya negara itu dalam meningkatkan energi terbarukan. Apalagi, saat ini sumber utama bahan baku kelistrikan negara tersebut masih didominasi oleh energi-energi fosil. Pada akhir 2010 lalu, diharapkan kontribusi energi terbarukan di negara itu diharapkan akan mencapai sekitar 9% dari total energi nasional mereka. Selain energi angin, beberapa energi alternatif lain juga terus dikembangkan di negeri Ratu Beatrix. Salah satunya adalah sistem pembangkit listrik tenaga sampah. Di Belanda, Afval Energie Bedrijf menjadi perusahaan terbesar penghasil energi listrik berbasis sampah. Kini, perusahaan tersebut menjadi perusahaan pengolah sampah terbesar di dunia yang mampu menghasilkan energi listrik untuk memenuhi sekitar 320.000 rumah tangga dan listrik seluruh di Amsterdam.

PESONA MATEMATIKA NEGERI KINCIR ANGIN
Pada umumnya, negara-negara di Eropa memiliki tradisi ilmu pengetahuan yang sangat mengagumkan. Tak terkecuali dengan Belanda. Negara yang memiliki nama asli Koninkrijk der Nederlanden (Kerajaan Tanah-

Tanah Rendah) ini terkenal dengan beragam inovasinya di dalam ilmu pengetahuan. Dan, ketika membicarakan ilmu pengetahuan, tidak lengkap jika tidak menyebutkan matematika sebagai salah satu unsur penunjang di dalamnya. Hal ini dapat dimaklumi mengingat matematika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang paling penting dalam membangun inovasi suatu negara di dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Mungkin karena matematika merupakan ratu sekaligus pelayan dari ilmu-ilmu lain yang menyebabkan matematika menempati ruang spesial dalam ilmu pengetahuan khususnya ilmu-ilmu eksak. Kita menyadari bahwa sejak dahulu kala, Belanda memegang peranan yang sangat penting dalam budaya ilmu pengetahuan dunia. Kita dapat menemukan sederetan tokoh asal Belanda yang menghasilkan penemuanpenemuan penting yang sangat berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak orang berlomba-lomba untuk bisa mengecap manisnya menuntut ilmu di sana. Tak terkecuali dengan senior saya di Matematika UI. Namanya Novi Herawati Bong. Berbekal predikat lulusan terbaik UI tahun 2008 dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) 3.93, dia berangkat ke Negeri Dam itu untuk melanjutkan studi masternya di bidang matematika. Universitas Leiden yang merupakan universitas dengan peringkat 60 dunia (versi THE-QS) menjadi batu loncatan beliau untuk merengkuh mimpinya menjadi matematikawan jempolan Indonesia di masa yang akan datang. Tidak hanya senior saya tadi, masih banyak sekali matematikawan jempolan asal Indonesia yang merupakan jebolan salah satu universitas negeri keju itu. Satu diantaranya adalah Hadi Susanto. Pria muda yang berhasil menggondol gelar doktor di usia 27 tahun ini merupakan lulusan Universitas Twente Belanda. Ia yang juga merupakan lulusan terbaik ITB tahun 2002, yang telah memproduksi 26 karya tulis internasional, kini mengajar di Universitas Nottingham, Inggris sambil terus memahatkan namanya dalam legenda matematikawan dunia. Contoh lainnya adalah Yogi Ahmad Erlangga. Ia menyelesaikan program doktornya dari Universitas Delft (peringkat 78 dunia versi THE-QS) Belanda. Urang asli Tasikmalaya yang juga merupakan lulusan Teknik Penerbangan ITB dengan predikat cum laude ini namanya mencuat kepermukaan setelah dirinya berhasil memecahkan Persamaan Helmholtz yang sudah berumur 30 tahun (belum terpecahkan selama 30 tahun). Penemuan ini menjadi tonggak penting perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan salah satu aplikasinya adalah bisa digunakan untuk mempercepat pencarian sumber-sumber minyak bumi. Deretan tokoh-tokoh yang saya sebutkan di atas hanyalah segelintir orang Indonesia lulusan salah satu universitas terbaik Belanda. Tentunya masih banyak sekali yang tidak saya sebutkan disini. Ini hanyalah segelintir contoh saja bahwa universitas-universitas top Belanda bisa dijadikan sebagai alternatif bagi kita untuk menimba ilmu yang tinggi dan mendalam. Dalam hal ini adalah matematika. Jika tadi kita membicarakan orang-orang Indonesia yang merantau hingga ke negeri Holland untuk belajar matematika, maka sekarang kita akan melihat para pujangga matematika yang mereka miliki. Hal ini tentu sangat berkaitan sekali mengingat kita tidak bisa mengklaim suatu negara maju disuatu bidang ilmu pengetahuan sedang mereka tidak memiliki stok yang melimpah bagi para penggeraknya. Sama seperti Amerika dan negara-negara Eropa lain semisal: Yunani, Perancis, Jerman dan Itali, Belanda memiliki sederetan pakar matematika jempolan tingkat dunia. Mulai dari matematikawan sekaligus fisikawan

lulusan Universitas Leiden, Hans Kristian Huygens yang hidup pada periode 1629-1695 M. Hingga Hans Freudenthal yang hidup pada periode 1905-1990 M yang merupakan penggagas RME (Realistic Mathematic Education) dan merupakan pendiri Freudenthal Institute. Disamping kedua orang tersebut, Belanda masih memiliki banyak matematikawan gaek yang lain seperti: Jacobus Hendricus Van Lint, Willebrord Snellius, Frederik Van Der Blij, Isaac Beeckman, Thomas Joannes Stieltjes, Luitzen Egbertus Jan Brouwer, Daniel Bernoulli, dan lain-lain. Di atas telah sedikit disinggung mengenai RME (Realistic Mathematic Education) atau Pendidikan Matematika Realistik. RME ini merupakan inovasi teranyar buah karya bangsa Belanda yang saat ini banyak diadopsi oleh bangsa-bangsa lain di dunia seperti: Amerika Serikat, Afrika Selatan, Beberapa negara Eropa, Asia dan Amerika Latin. RME dikembangkan oleh Hans Freudental pada tahun 1973 (sekitar 35-40 tahun yang lalu) yang merupakan suatu model baru dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran berbasis RME ini lebih menekankan pada pemberdayaan siswa. Artinya, guru tidak lagi memegang peran sentral dalam proses belajar mengajar dengan cara menjejali siswa dengan setumpuk materi. Akan tetapi dalam RME ini, pola tradisional seperti itu telah dihilangkan. Siswalah yang harus berperan aktif dalam memecahkan masalah. Guru hanya bertindak sebagai fasilitator yang terus memberikan pengarahan serta terus mengayomi siswa didiknya. Sehingga terjadi suatu perubahan paradigma pembelajaran dari mengajar menjadi belajar disini. Di Indonesia sendiri, RME telah diadaptasi menjadi suatu gerakan yang dinamakan PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) dengan sedikit penyesuaian dalam konteks ke-Indonesiaan: Budaya, Alam, Sistem Sosial, dan lain-lainnya. Terbentuknya PRMI di Indonesia merupakan sebuah upaya untuk mereformasi pendidikan matematika di Indonesia yang dimotori oleh Prof. RK Sembiring dkk. Adapun sebagai upaya untuk terus memperdalam konsep RME ini, pemerintah melalui diknas telah mengirim belasan dosen dari universitas-universitas yang tersebar di seluruh Indonesia untuk belajar dari negeri asalnya, Belanda. Dan hingga sekarang, telah ada sekitar 500 LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) di Indonesia. Tentu hal ini masih belum cukup sehingga masih perlu untuk terus dikembangkan dan disempurnakan. Dari sekelumit uraian di atas, kita menyadari bahwa bangsa kita masih perlu belajar dari negar-negara maju seperti Belanda. Bolehlah kita pakai kalimat: “Tuntutlah ilmu hingga ke negeri Belanda” untuk memotivasi kita agar tak pernah ada kata puas dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Kita menyadari bahwa ilmu pengetahuan terus berkembang setiap harinya. Jika bangsa kita tidak ingin terus tertinggal dan tergerus oleh arus zaman, sekaranglah saatnya untuk mengembangkan inovasi di setiap bidang. Dan sebagai langkah awalnya, memang kita harus belajar dari bangsa lain seperti bangsa Belanda yang sudah maju lebih dahulu. Jadi, kapan giliran Anda belajar hingga ke negeri Belanda

Belanda di Mata Dunia: Inovasi dari Masa ke Masa
Pernahkah Anda melihat bunga Tulip dari dekat? Saya sih belum, baru melihat dari foto saja. Dari fotopun bunga itu terlihat sangatlah indah dan unik. Bunga Tulip menjadi ikon terkenal negara Belanda, industri milyaran dollar, dan memperindah negeri itu. Padahal awal komersialisasi bunga Tulip itu sebenarnya bukan dari Belanda, namun berawal dari Turki, pada jaman Kekaisaran Ottoman. Tak hanya bunga, susu keju, dan kincir angin, Belanda juga dikenal dunia

oleh mega struktur bangunan Delta Works, Tomtom Navigation System, dan Compact Disc, dan….banyak lagi penemuan dan inovasi lainnya. Negara apakah Belanda yang mampu membuat bunga liar pegunungan menjadi industri, mengenyahkan banjir laut dan mengeringkannya sekalian untuk menjadi lahan pertanian? Negara apakah Belanda yang ilmuwan disana menemukan mikroskop yang sampai dengan saat ini sangatlah berguna bagi ilmu kedokteran dan mikrobiologi? Catatan: ilmuwan itu bernama Antoni van Leeuwenhoek, yang lukisan dirinya di Wikipedia mengenakan wig putih khas abad pertengahan. Bagaimana Belanda bisa menghasilkan pelukis-pelukis ternama dengan berbagai aliran? Dari Rembrandt sampai dengan Mondrian, siapa yang tak kenal? Bagaimana iklim usaha Belanda dapat mendorong perusahaan-perusahaan di negaranya menjadi sangat maju, sehingga Phillips mengembangkan Compact Disc yang terus berkembang menjadi Blu-Ray dan entah apalagi di masa yang akan datang? Belanda pun tengah mengembangkan teknologi eco-friendly dan renewal energy, dimana pembangunan dan teknologi menjadi ramah lingkungan, dimana isu krisis global warming dan krisis energi dunia yang menjadi agenda di berbagai negara pada saat ini. Sejak dulu sampai dengan sekarang, dari sejak abad-abad yang telah lalu, Belanda menjadi salah satu negara yang unggul di bidang inovasi dan ilmu pengetahuan. Inovasi di Belanda adalah bahan bakar dan menjadi alat untuk pembangunan sosial, budaya, teknologi dan perekonomian negeri untuk kesejahteraan warga negara Belanda khususnya dan umat manusia di dunia umumnya, baik saat ini dan untuk masa yang akan datang. Menurut opini saya, Belanda memiliki keunggulan di banyak bidang dikarenakan semangat dan tradisi pada inovasi di sumber daya manusia di Belanda. Mengapa? Bangsa yang unggul dan maju dalam ilmu adalah bangsa yang memiliki sumber daya yang menyadari keutamaan pendidikan adalah untuk kesejahteraan hidup umat manusia. Dan tidak lupa untuk membagi ilmu tersebut dengan bangsa lain sehingga bersama-sama menuju dunia yang lebih baik bagi penghuninya. Adalah Jepang, negara dengan kekuatan ekonomi yang sangat diperhitungkan, pada jaman Restorasi Meiji belajar pada Belanda untuk civil engineering dan ilmu sosial. Jepang mengakui keunggulan Belanda dalam penanganan banjir, pembuatan sistem irigasi, dan konstruksi pelabuhan dan bendungan. Jepang dengan sigap belajar, mengundang C.J. van Doorn, insinyur Belanda pertama yang membantu pembangunan irigasi dan pelabuhan di Jepang. C.J. van Doorn juga membangun kanal irigasi di Fukushima Prefecture. Yang berlanjut dengan kedatangan insinyur-insinyur lainnya untuk membantu pembangunan di Jepang. Selain mengundang tenaga ahli, Jepang pada Masa Meiji mengirimkan orang-orangnya pula untuk belajar di Universitas Leiden yang terkenal. Diantaranya adalah negarawan Jepang Nishi Amane (yang kemudian mengenalkan modernisasi Barat di Jepang) dan Tsuda Mamichi (yang kemudian menyusun pembaharuan hukum), mereka dikirim untuk mempelajari ilmu politik, hukum perundang-undangan, dan ilmu ekonomi. Kerjasama Belanda dan Jepang dalam bidang ilmu pengetahuan sampai saat ini telah berlangsung selama lebih dari 400 tahun. Sampai saat ini Belanda masih terus mengembangkan inovasi dalam berbagai bidang. Hal tersebut menjadi agenda prioritas Pemerintah Belanda. Platform Inovasi di Belanda mencanangkan salah satu dari kelanjutan tradisi dalam inovasi di Belanda adalah dengan sekolah-sekolah yang bertaraf internasional. Sistem pendidikan di Belanda menawarkan pengantar dalam bahasa Inggris, sehingga pelajar dari berbagai belahan dunia tidak mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan bahasa. Bagaimana dengan Indonesia? Sejak dahulu Indonesia seperti halnya Jepang, telah memiliki kedekatan dengan Belanda. Dimana dalam menuntut ilmu di Belanda, nantinya kita dapat menemukan kehangatan sebuah tradisi dan kelembutan bunga Tulip dalam upaya menimba ilmu dari sumur pengetahuan. Keseimbangan Pendidikan dan Teknologi di Belanda
Siapa tidak kenal Belanda?? Negeri ini menyimpan sejuta pesona yang mungkin tidak dimiliki oleh negeri kita. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa saya begitu menyukai Belanda sebagai pilihan negeri tujuan studi maupun wisata. Belanda merupakan negara tujuan studi yang cukup potensial karena negeri ini sangat memberikan apresiasinya terhadap ilmu pengetahuan, baik eksak maupun noneksak. Berbagai kebudayaan klasik yang menjadi ciri khasnya juga sangat menggiurkan untuk dipelajari. Minat masyarakat Belanda di dunia pendidikan juga cukup tinggi, mereka member kebebasan pada warga negaranya untuk berkreasi. Wah, hal-hal tersebut semakin menambah besar keinginan saya belajar di negeri itu. Teknologi canggih pun juga sebagian besar disumbangkan oleh para peneliti dari Belanda, seperti kincir angin, teknologi pembuatan DAM, dsb. Sehingga dengan menimba ilmu di Belanda, para generasi muda sangat diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya di negeri kita, tentunya pada sisi yang positif saja.

Belanda juga merupakan pelopor pendidikan di Indonesia. Sebagai contohnya banyak tokoh Indonesia seperti Dr. Sutomo (pendiri Budi Utomo), Moh. Hatta dan masih banyak lagi pahlawan nasional kita yang dibesarkan oleh sistem pendidikan di Belanda, jadi meskipun mereka telah menjajah kita selama 350 tahun tapi ada juga keuntungan yang bisa kita peroleh. Pendidikan juga sudah menjadi kebutuhan yang esensial, bukan hanya untuk memperoleh gelar, tetapi ilmu pengetahuan merupakan bekal yang sangat berharga untuk kehidupan kita kelak. Waktu yang tidak pernah tidur pasti dapat menjawab segala kegalauan kita,,namun itu semua tidak pernah lepas dari kerja setiap mikro bahkan nano meter otak kita yang senantiasa berusaha untuk memperluas permukaannya atau dengan kata lain gak pernah ada hasil tanpa didahului kerja keras.. bukankah Allah sudah memberikan hak prerogative kita selama di bumi untuk memanfaatkan akal sebaik mungkin dalam urusan duniawi??? “Setiap orang-orang yang berhasil pasti pernah gagal, tidak hanya sekali, tetapi berkali-kali..dan dengan semangat bangkitnya itu mereka bisa membuktikan bahwa dirinya bisa menjadi orang yang berhasil”…nah begitulah kira-kira kutipan kata dari Fatan Fantastic sewaktu memberikan nasehat dalam suatu seminar yang saya ikuti. Now, what can we do? Kalau kita hanya stagnan seperti ini saja pasti tidak bakal ada perubahan yang dapat kita bikin, malahan kita yang dirubah oleh dunia. Yah, mungkin saat ini saya masih sangat jauh dari yang namanya sukses. Tidak ada kata terlalu banyak untuk suatu impian yang ingin dicapai. So, pastikan Belanda menjadi salah satu referensi untuk melanjutkan studi anda selanjutnya…

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->