TEKNIK KONSELING

Draf bahan kuliah jurusan BPI
Mengutarakan cara-cara konselor dalam melakukan proses konseling dengan konselinya. MIHARJA, S.Ag.,M.Pd. 9/1/2010

1|

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.

DAFTAR ISI BAB 1 Pengertian dan ruang lingkup BAB 2 Tahapan proses konseling BAB 3 Teknik-teknik melakukan konseling BAB 4 Teknik konseling verbal BAB 5 Teknik konseling nonverbal BAB 6 Teknik-teknik dalam tahapan konseling BAB 7 Teknik konseling dalam teori konseling Client Center BAB 8 Teknik konseling dalam teori konseling RET BAB 9 Teknik konseling dalam teori konseling Trait & Factor BAB 10 Teknik konseling dalam teori konseling behavioristic BAB 11 Teknik konseling dalam Analisis Transaksional BAB 12 Teknik pemulihan Penyimpangan tingkahlaku (1) (12) (23) (40) (63) (67) (81) (93) (98) (109) (122) (129)

BAB I PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP TEKNIK KONSELING
A. Lingkup Teknik Konseling Konseling merupakan pekerjaan profesional seperti halnya guru. Sebagai suatu pekerjaan profesional menuntut dimilikinya sejumlah kompetensi dan keterampilan tertentu. Selain itu, konseling juga merupakan suatu proses. Dalam setiap tahapan proses konseling memerlukan penerapan keterampilanketerampilan tertentu. Agar proses konseling dapat berjalan secara lancar dan tujuannya tercapai secara efektif dan efisien, konselor harus mampu mengimplementasikan keterampilanketerampilan tertentu yang relevan. Konselor yang terampil adalah yang mengetahui atau memahami sejumlah keterampilan tertentu dan mampu mengimplementasikannya dalam proses konseling. Bimbingan dan konseling merupakan suatu proses. Proses bimbingan dan konseling menempuh tahap-tahap tertentu. Dalam setiap tahapannya akan menggunakan teknik-teknik tertentu pula. Konseling merupakan salah satu teknik dalam bimbingan. Ruang lingkup teknik konseling meliputi kajian teoretis dan praktis mengenai segala kemampuan dan kesemaptaan konselor hingga mampu melakukan proses konseling yang berhasil guna. Lingkup teknik konseling meliputi kajian sejumlah asumsi mengenai implikasi teori konseling pada teknik konseling, keterampilan dasar selama proses konseling, komunikasi verbal

Draf kuliah Teknik Konseling

2|
dan nonverbal dalam konseling, dan cara-cara dalam melakukan terapi penyimpangan tingkah laku (abnormalitas), hingga caracara melakukan konseling melalui media elektronik. Suasana batin konseli selama proses konseling dapat berupa perasaan senang ataupun sebaliknya yakni perasaan tidak senang. Konseling yang baik, tentunya diupayakan seoptimal mungkin mencapai derajat konseling yang menumbuhkan perasaan senang. Suasana Batin yang Tergolong "Perasaan Senang" Merasa akrab/dekat Merasa pantas Merasa antusias Merasa puas Merasa bahagia Merasa penuh harapan Merasa bebas Merasa penuh harga diri Merasa bergairah Merasa riang/gembira Merasa bangga hati Merasa rindu/kangen Merasa bersukacita Merasa berterima kasih Merasa cocok Merasa santai/rileks Merasa cinta/terpikat Merasa simpati Merasa diakui/diterima Merasa sabar Merasa damai/tenteram Merasa terlindung/aman Merasa tak janggal Merasa terhibur Merasa geli Merasa tenang/kalem Merasa kagum Merasa terharu Merasa kerasan/betah Merasa tertarik Merasa lega Merasa tabah Merasa mantap Merasa terpukau/terpana Merasa nyaman Merasa terpesona Merasa nikmat Merasa tergugah/terlibat Merasa optimis Merasa suka Suasana Batin yang Tergolong "Perasaan Tidak Senang" Merasa apatis Merasa malas Merasa antipati Merasa merana Merasa asing Merasa benci Merasa bingung Merasa bengong Merasa bosan/jenuh/jemu Merasa berat hati Merasa berkabung Merasa berdosa/bersalah Merasa curiga Merasa cemburu Merasa canggung Merasa diabaikan Merasa dihina/terhina Merasa dendam Merasa sebatang kara Merasa kehilangan Merasa kasihan/iba Merasa dingin Merasa dioyak-oyak Merasa gugup/grogi Merasa hambar/hampa Merasa hancur/tercacah Merasa iri Merasa jengkel/mangkel Merasa jera/kapok Merasa khawatir/gelisah Merasa kecewa/ gagal Merasa kikuk Merasa kesal Merasa kesepian Merasa tertipu Merasa takut/gentar Merasa kaget/terhenyak Merasa kecil hati

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.
Merasa muak Merasa ngeri/jijik Merasa pesimis/depresif Merasa tanpa harapan Merasa pasrah Merasa panik Merasa patah hati Merasa panas hati Merasa prihatin Merasa bimbang Merasa risih Merasa minder Merasa sedih/ murung Merasa sakit hati/pedih Merasa segan/enggan Merasa sebal/sebel Merasa terancam Merasa terpukul Merasa ada kejanggalan Merasa terbebani Merasa terpaksa Merasa tersinggung Merasa tergerak Merasa tersiksa Merasa tak betah Merasa terganggu Merasa tersayat/pilu Merasa terpojok/ terdesak Merasa terkekang Merasa tak sabar Merasa tak berdaya/kalah Merasa tegang Merasa goyah Merasa tersipu-sipu

Draf kuliah Teknik Konseling

Merasa bagian dari masyarakat. Dapat tertawa Draf kuliah Teknik Konseling . sosial dan moral merupakan bekal untuk mampu belajar. Memiliki integritas dan kontrol diri dalam cara berpikir. Memperluas pengetahuan dan memiliki tilikan diri (self insight). Bidang-bidang pribadi antara lain penyesuaian diri dan segala aspeknya seperti penyesuaia diri. terutama menghadapi kejadian yang akan datang. Karakteristik mental yang sehat pada anak-anak yang harus diwujudkan antara lain: Merasa disukai oleh teman-temannya. Berusaha mencapai kematangan emosi dalam berpikir dan memiliki hubungan antar pribadi terutama dengan baik. Dapat tidur dengan baik. emosi. Memiliki pertimbangan rasional dan pengarahan diri. Segar. Mencintai kehidupan dan memiliki falsafah hidup. Mengembangkan moral yang luhur. Merasa diperlakukan baik oleh orang lain dan di rumah. Bentuk penyesuaian diri secara normal antara lain : mampu mengemukakan masalah dan pemecahannya secara langsung. Merasa dipercaya oleh teman-temannya. selalu menjaga hubunga yang tetap dan teratur dengan Tuhan dalam melaksana ajaran agama yang dianut.Ag. Penyesuaian yang normal (well adjusted person) mempunyai ciri-ciri yang normal antara lain : Tidak menunjukan adanya ketegangan emosional.3| Merasa tak berdaya Merasa malu/jengah Merasa marah /gusar Merasa diasingkan Merasa tercengang Merasa duka S. Tidak selamanya individu berhasil menyesuaikan diri dan mengatasi berbagai rintangan. menggali potensi diri. Berbuat sesuai dengan usianya. Bersikap wajar terhadap lain jenis. mampu melakukan trial and error (uji coba) mencari substitusi (pengganti). Memiliki konsep diri yang sehat. Mudah melupakan hal-hal yang salah terhadap dirinya. Miharja. berkhayal. dan perilaku. Merasa aman. Mampu melakukan perubahan sesuai dengan kepribadian. Dapat menyatakan diri dengan bebas. Merasa mudah memasuki suatu kelompok. S. Merasa puas dengan status ekonominya. Hasil yang ingin dicapai dari konseling adalah manusia yang mempunyai hubungan baik antara manusia dengan lingkungan. Tidak takut sendirian. Senang humor.. Memiliki elusi yang seimbang. Memiliki hobi dan suka berkreasi. belajar. intelektual religi. Menyenangi orang tua dan rumah. Adapun ciri mental sehat lainnya pada orang dewasa: Merasa disukai oleh orang lain. Merasa tenang dan teguh. Merasa memiliki kebebasan. Mampu menyatakan diri sendiri secara terbuka. dapat menerima kenyataan dalam keluarga. Dapat bersahabat dengan baik. Merasa aman dengan kehadiran sesuatu yang asing.M. Kepuasan dalam bekerja mempengaruhi perasaan dan ketenangan batin. perbaikan diri dan realisasi diri. keinginan. Mempunyai selera makan yang baik. Tidak menunjukan adanya frustasi pribadi. tenang dan tidak letih. Yang berhasil menyesuaikan diri disebut well adjusted person dan yang gagal disebut mal adjusted person. maka perlu diperhatikan beberapa prinsip mewujudkan kondisi: Keadaan jasmani yang baik terintegrasi sebagai organisme. menghargai pengalaman. Sesuai dengan hakikat kemanusiaan dalam moral. emosional dan sosial. Percaya diri dan menyukai orang lain. agama memegang peranan penting dalam kehidupannya. memilih tindakan yang tepat dan control diri serta melakukan perencanaan yang cermat. Memiliki hobbi dan suka berekreasi sesudah mengalami kelelahan. melakukan penelitian.Pd. baik yang datang dari diri maupun dari luar diri individu. Memiliki penerimaan diri. Dapat tidur dengan baik. dengan Tuhan dan manusia sebagai organisme. Bimbingan dan konseling merupakan upaya untuk mengembangkan kemampuan individu dalam bidang pribadi dan sosial. Bersikap realistis. dan kesehatan mental. Memiliki kemerdekaan dan dapat berbuat untuk diri sendiri. Menanamkan kebiasaan dan mengembangkannya dengan baik.

Perkembangan dan kematangan termasuk aspek intelektual. berkhayal. penguasaan terhadap teknik konseling akan merupakan kunci keberhasilan untuk mencapai tujuan konseling. hingga berakhirnya proses konseling. konflik. Seorang konselor yang efektif harus mampu merespons klien secara baik dan benar sesuai keadaan klien saat itu. implementasi teknik-teknik konseling melalui beberapa tahap kegiatan. Senang bersekolah dan permainan pra sekolah. seperti empati. moral. Konseling mengandung suatu proses antarpribadi yang berlangsung melalui saluran komunikasi verbal dan nonverbal. Kondisi agama (religi) hubungan manusia dengan Tuhan. dan mendorong sehingga klien terbuka untuk menyatakan secara bebas perasaan. menguasai teknik-teknik konseling merupakan suatu keharusan. kelenjar otot. dan pengalamannya. Sesuai dengan hakikat kemanusiaan dalam moral.M. memahami diri sendiri serta situasi Draf kuliah Teknik Konseling . sikap. Bagi seorang konselor.4| dalam situasi yang lucu. Konselor memungkinkan konseli untuk merefleksi atas diri sendiri serta pengalaman hidupnya. sikap keagamaan deln lainlain. kesehatan fisik dan lainlain. Respons yang baik berupa pertanyaan-pertanyaan verbal dan nonverbal yang dapat menyentuh. keinginan. penerimaan penghargaan. Miharja. Dengan menciptakan Susana yang kondusif. Menanamkan kebiasaan dan mengembangkannya dengan baik. dapat menerima kenyataan dalam keluarga. keikhlasan serta kejujuran. Berusaha mencapai kematangan emosi dalam berpikir dan memiliki hubungan antar pribadi terutama dengan baik. berbuat sesuai denqan umurnya. frustasi. kondisi fisik. budaya dan agama. S. Periang dan optimis.Pd. Mengembangkan moral yang luhur. Memperluas pengetahuan dan memiliki tilikan diri (self insight). B. Kepribadian termasuk konsep dalam penerimaan diri dan realisasi diri. selalu S. pikiran. tidak takut terhadap obyek tertentu seperti air. Sebagai suatu proses. dan perilaku. dll. Mampu melakukan perubahan sesuai dengan kepribadian. menjaga hubungan yang tetap dan teratur dengan Tuhan dalam melaksana ajaran agama yang dianut. dan perhatian yang tulen (facilitative conditions). Kepuasan dalam bekerja mempengaruhi perasaan dan ketenangan batin. tempat yang tinggi. perbaikan diri dan realisasi diri. Senang berkelompok dan merasa bagian dari kelompok. emosional. Senang bermain dan menyenangi permainan. Kondisi lingkungan dan kulturasi. Memiliki konsep diri yang sehat. Dalam proses konseling. termasuk pengalaman. emosi. Prinsip-prinsip mewujudkan kondisi mental yang sehat dapat didasarkan pada hakekat hubungan manusia dengan lingkungan. selama konseling. agama memegang peranan penting dalam kehidupannya. Bersikap realistis.. dengan Tuhan dan manusia sebagai organisme. Menunjukan sikap tenang. mamacu. intelektual religi. Memiliki integritas dan kontrol diri dalam cara berpikir. Apa itu teknik Konseling? Teknik konseling merupakan cara-cara tertentu yang digunakan oleh seorang konselor dalam proses konseling untuk membantu klien agar berkembang potensinya serta mampu mengatasi masalah yang dihadapi dengan mempertimbangkan kondisikondisi lingkungannya yakni nilai-nilai sosial. sosial. termasuk pembawaan. Kondisi psikologis. Karenanya perlu diperhatikan beberapa prinsip mewujudkan kondisi: Keadaan jasmani yang baik terintegritas sebagai organisme. Memiliki penerimaan diri. dari mulai persiapan konseling.Ag. suasana psikis dan lain-lain. sistem saraf. emosional dan sosial.

seperti memberikan tanggapan pemantulan. sehingga konseli secara bertahap dapat menuntaskan penyelesaian atas masalah yang dihadapinya. sehingga konseli menyadari adanya kondisi pendukung dan karenanya bersedia pula untuk berkomunikasi dengan konselor. atau sugestif. antara lain. memberikan tanggapan evaluatif. bantuan diberikan oleh seorang konselor meliputi baik penciptaan serta pembinaan seluruh kondisi (core conditions) maupun struktur serta organisasi pada pembicaraan. Draf kuliah Teknik Konseling . Dalam batinnya konselor selalu mempunyai maksud atau intensi untuk membantu konseli. bahkan membantunya dalam mendampingi klient yang datang kepadanya untuk konseling secara lebih efisien dan efektif.. namun pandangan para pakar konseling tentang apa yang menyebabkan manusia menghadapi masalah dan bagaimana caranya memberikan bantuan psikologis dalam mengatasi S. S. Perbedaan pandangan ini harus disadari oleh konselor dan memperluas cakrawalanya berpikir.M. Meskipun pelayanan konseling memuat unsur akal sehat yang menyertai penggunaan teknik. dengan tetap menggunakan teknik konseling sejauh selaras dengan pendekatan konseling yang diterapkannya serta metode konseling yang diikutinya. memberikan tanggapan analitis atau interpretatif memberikan tanggapan suportif. konselor mengkomunikasikan kondisi positif itu kepada konseli. Penggunaan teknik dalam proses konseling memerlukan timbal-balik antara konselor dan konseli.Ag.5| kehidupannya dan. seperti refleksi dan klarifikasi. tanggapan batin ini merupakan dasar bagi setiap kali ada tanggapan verbal dan suatu reaksi nonverbal.Pd. korektif. Adanya intensi dasar untuk memberikan bantuan terlaksana. Kondisi serasi dapat dikomunikasikan melalui suatu teknik verbal tertentu. Kondisi kondisi konseling pula penerapan teknik verbal dan nonverbal yang lain. Maka. dan melalui suatu teknik nonverbal seperti sikap badan dan pandangan mata. menemukan penyelesaian atas masalah yang dihadapi. berdasarkan itu. dalam memberikan tanggapan tertentu. atau memberikan tanggapan eksploratif. Miharja. Melalui berbagai tanggapan verbal dan aneka reaksi nonverbal. sehingga dari awal sampai akhir kondisi pendukung itu tercipta dan terbina terus-menerus. masalah itu berlainlainan. tetapi pun tidak lepas dari sistematika kerja tertentu yang terwujud dalam berpegang pada suatu pendekatan konseling berdasarkan pertimbangan rasional.

(2) pengetahuan klien tentang konseling. akan membantu kelancaran proses konseling. Klien yang kemampuan intelektualnya rendah. dan (6) sistem pertahanan diri.Pd. Kesiapan untuk Konseling Kesiapan untuk konseling tertuju kepada konselor atau kliennya. Aktivitas konseling sebagati suatu proses. harus siap untuk mengikuti konseling. proses konseling bisa gagal. Sebaliknya. akan sulit merespons proses konseling. klien yang tidak mampu melihat masalahnya sendiri. Tahapan permulaan merupakan segala upaya menuju pada proses konseling dapat berjalan dengan baik. Tahapan selama konseling mengacu pada pendeatan dalam berbagai teori konseling. Begitu juga klien. Tanpa partisipasi dari klien atau tanpa kesiapan klien. Ada klien yang mampu melihat masalahnya sendiri dan ada yang tidak. Disini akan diutarakan tahapan konseling yang diajukan dalam sistematika Carkhuff dan klinikal. BAB II TAHAPAN PROSES KONSELING Tahapan konseling dimulai dari tahapan permulaan konseling hingga tahapan selama proses konseling. Dalam proses konseling harus ada respons-respons tertentu dari klien. Klien yang banyak berharap dan mengerti peran-peran konselor. Untuk dapat melakukan konseling secara efektif dan agar konseling berhasil dan berdaya guna. (4) tingkat tilikan terhadap masalah dan dirinya sendiri. (3) kecakapan intelektual. (b) memperoleh riwayat kasus. Sistematika Carkhuff mengenai bagaimana tahapan dalam wawancara konseling. Klien yang mengikuti sesi konseling karena mengikuti keinginan guru wali kelas atau orang lain termasuk konselornya sendiri (terpaksa). Sistem pertahan diri yang baik dari klien.. Draf kuliah Teknik Konseling . akan sulit untuk berpartisipasi dalam proses konseling. akan berbeda partisipasinya dalam konseling jika motivasi mereka benar-benar ingin memperoleh bantuan. Setiap aktivitas yang berproses akan memerlukan persiapan yang matang. agar dapat berpartisipasi secara aktif sesuai tuntutan konseling. Klien yang mampu melihat masalahnya sendiri. ia akan memanfaatkan jasa konselor secara maksimal. 1. Dampak lanjutnya adalah klien tidak mau di konseling. Hal-hal yang berkenaan dengan kesiapan konseling terutama yang berhubungan dengan klien adalah: (1) motivasi klien untuk memperoleh bantuan. sebaliknya yang tidak mengerti tentang peran-peran konselor. Miharja. maka ia tidak banyak berharap bahwa konselor dapat membantunya untuk memecahkan masalah.M. adapun penedekatan klinikal mengenai tahapan suatu masalah dapat diselesaikan selama proses konseling. akan mampu berpartisipasi secara aktif dalam konseling sehingga proses konseling akan betjalan secara lancar.6| S. A. konselor harus melakukan persiapan. Klien yang tidak mengetahui tentang konseling. Motivasi klien untuk memperoleh bantuan akan menentukan jalannya proses konseling. Tanpa persiapan konseling tidak akan dapat beljalan secara efektif dan sangat mungkin tujuan konseling tidak tercapai.Ag. memerlukan persiapan yang matang. (5) harapan-harapan terhadap peran konselor. ia akan tidak maksimal memanfaatkan jasa konselor. S. Begitu pun klien yang mengetahui ten tang konseling. dan ( c) evaluasi psikodiagnostik. Tahapan permulaan konseling Ada tiga hal yang dilakukan oleh konselor untuk memulai proses konseling yaitu: (a) membentuk kesiapan untuk konseling.

(3) Biografi dan autobiografi.M. (2) menciptakan iklim kelembagaan yang kondusif sehingga membangkitkan klien untuk memperoleh bantuan. Riwayat Kasus Riwayat kasus adalah suatu kumpulan fakta yang sistematis tentang kehidupan klien sekarang dan masa yang lalu. yang lebih memusatkan pada masalah-masalah psikoterapeutik dan diperoleh melalui wawancara konseling. Riwayat kasus dapat dibuat dalam berbagai bentuk: (1) Riwayat konseling psikoterapeutik. (2). Miharja. Dalam proses konseling hendaknya berhati-hati menggunakan diagnosis dengan pengertian di atas. Draf kuliah Teknik Konseling . psikosis.7| sebaliknya sistem pertahanan diri yang jelek akan menghambat proses konseling. dan memperkirakan usaha-usaha penyembuhannya Dalam bidang psikologis. Psikodiagnosis mempunyai dua arti yaitu: pertama. disarankan kepada konselor agar melakukan hal-hal sebagai berikut: (1) memulai pembicaraan dengan berbagai pihak tentang berbagai topik masalah dan pelayanan konseling yang diberikan. (4) memberikan informasi kepada klien tentang dirinya dan prospeknya.. anekdot). (3) terlalu cepat menggunakan tes. dan karakter yang selanjutnya disebut diagnosis diferensial. (5) melalui proses pendidikan itu sendiri. konselor kurang memperhatikan keadaan tingkah Iaku klien sekarang. mengadakan observasi. Evaluasi Psikodiagnostik Dalam bidang medis. ia akan menangis. kemungkinan teknik-teknik konseling untuk memecahkan masalah. Agar klien siap dalam mengikuti konseling. menempatkan gejala dalam kategori. sebagai suatu klasiftkasi deskriptif masalah-masalah yang sama dengan klasiftkasi psikiatris untuk gangguan neurosis. (4) hilangnya pemahaman terhadap indiyidualitas atau hunikan sistem diri klien. (2) Catatan kumulatif (cummulative record). Kedua. yang selanjutnya disebut diagnosis struktural. psikodiagnosis sebagai suatu prosedur menginterpretasikan data kasus. Secara umum diagnosis dalam bidang psikologis berarti pernyataan tentang masalah klien. (5) pengaruh sikap menilai dari konselor. 3. karena ketika konselor bertanya sesuatu yang sedikit memojokkan klien. yaitu suatu catatan tentang berbagai aspek yang menggambarkan perkembangan seseorang. Secara sederhana riwayat kasus bisa dikatakan melakukan identifikasi terhadap masalah-masalah yang dialami klien. sekolah dan madrasah dan sebagainya. 2. sebab dapat menimbulkan bahaya sebagai berikut: (1) data yang terbatas atau kurang memadai.Pd.Ag. perkiraan sebab-sebab kesulitan. (3) menghubungi sumber-sumber referal (rujukan) misalnya dari organisasi. (5) Grafik waktu tentang kehidupan helpee yang berkasus. dan memperkirakan hasil konseling dalam bentuk tingkah laku klien di masa yang akan datang. dan (7) melalukan orientasi prakonseling. memperkirakan sebab-sebab. diagnosis diartikan sebagai suatu proses memeriksa gejala. (4) Tulisan-tulisan yang dibuat sendiri oleh helpee yang berkasus sebagai dokumen pribadi (mungkin dalam bentuk catatan S. padahal kehidupan klien (helpee) sangat kompleks. S. Dengan perkataan lain mengumpulkan sejumlah kasus yang dialami oleh klien pada masa sekarang maupun yang telah lalu. proses diagnosis mempunyai beberapa arti dan sulit dipisahkan secara tegas sebagaimana halnya dalam bidang medis. (6) melakukan survei terhadap masalah-masalah klien.

Pemberian Umpan balik. Tahapan konseling yang umum dapat mengacu pada sistematika Carkhuff dan klinikal.8| Psikodiagnosis dapat dilakukan melalui tes dengan tujuan untuk memperoleh data tentang kepribadian klien melalui sampel tingkah Iaku dalam situasi yang terstandar. Asumsi yang melandasi penggunaan tes dalam psikodiagnosis adalah kepribadian sebagai suatu yang dinamis dan dapat diukur melalui sampel tingkah Iaku. seperti Refleksi dan Klarifikasi Perasaan. (3) memperoleh informasi yang lebih terinci.. Klarifikasi. Pemberian Umpan Balik. S. Menggali aspek-aspek penting dalam masalah yang dihadapi: Mengambil unsur-unsur pokok dalam masalah. Konfrontasi. B. Penyajian AlternatifAlternatif. Tujuan dirumuskan dalam bentuk tindakan yang nyata. Penggunaan tes psikodiagnosis dalam konseling berfungsi untuk: (1) menyeleksi data yang diperlukan bagi konseling.Ag. Menghayati perasaan-perasaan yang timbul.. Pemberian Informasi. Interpretasi. menggunakan attending skills. Membantu konseli menggali aspek-aspek penting dengan menggunakan responding skills. Pertanyaan-Pertanyaan spesifik Eksplorasi Pemahaman Membantu konseli memahami diri berkaitan dengan masalah yang dihadapi dan menerima tanggung jawab terhadap masalah itu. (3) pemahaman (4) bertindak. disertai alasan berperasaan demikian. Meninjau makna bagi dirinya. Selain itu juga didasarkan atas asumsi bahwa pola berpikir dan merasa klien yang diperoleh melalui tes akan menggambarkan struktur dasar karakter klien. 1. mengamati verbal dan nonverbal. secara seperti merapikan meja. Menetapkan jalan/cara yang tepat untuk mencapai tujuan. Penyelidikan. yang tidak dapat ditimpakan pada orang lain. (4) merumuskan diagnostik yang lebih tepat. seperti Refleksi. sehingga masalah dapat diatasi.M. Sistematika Cahkhuff menekankan pada proses selama wawancara konseling. Usul/Saran. dia sendiri bertanggung jawab mengatasinya: Akibat permasalahan bagi dirinya. adapun konseling klinikal mencakup lebih menyeluruh dari mulai penentuan masalah hingga evaluasi. Diagnosis. Dukungan/Bombongan. Mengimplementasikan tujuan yang ingin dicapai dalam suatu program kerja yang konkret. dengan menggunakan personalizing skills. Menetapkan tujuan yang ingin dicapai. Draf kuliah Teknik Konseling . Merencanakan urutan langkah kerja yang akan ditempuh. Sistematika Carkhuf Pada pendekatan sistematika Carkhuff konseling melalui empat pase dalam proses (1) keterlibatan (2) eksplorasi.Pd. Merumuskan masalah dalam bentuk:"Problemku adalah . Keterlibatan Mengungkapkan sesuatu. (Keterampilan ini ada S. Aktivitas dan keterampilan konselor pada tiap pase disajikan sebagai berikut: Fase Aktivitas konseli Keterampilan konselor Melibatkan diri: Melibatkan konseli dengan Menghadap konselor. Menyadari perasaan sendiri dalam menghadapi masalah ini. Tahapan selama proses konseling Tahapan proses konseling berbeda asumsi apabila mengacu pada teorinya. seperti Pemberian Struktur. Permintaan untuk Melanjutkan. (2) meramalkan keberhasilan konseling.. Menyadari bahwa masalah adalah problem dirinya sendiri. Melihat alasan-alasan timbulnya semua reaksi perasaan itu. Bertindak Membantu konseli menuangkan kemauan untuk mencapai tujuan dalam bentuk rencana urutan langkah kerja yang konkret. Mulai melaksanakan langkah pertama yang direncanakan. isyarat-isyarat nonverbal. Miharja. dengan menggunakan initiating skills. dalam fase-fase selanjutnya). Mulai mengutarakan masalah pribadi mendengarkan dan menunjukkan yang dihadapi penerimaan.

(g) dikucilkan dari pergaulan. penghasilan setiap bulan. Data-data helpee (Dawar) di atas dapat dikumpulkan dengan cara tes dan nontes. tes hasil belajar. Data lingkungan dapat mencakup (di mana helpee tinggal. sekolah sebelumnya. agama. .9| 2. (b) sering bolos sekolah. minat. (e) prestasi belajar terus menurun. dan lainlain). tempat dan tanggal lahir. S. Data kesehatan dapat mencakup: (riwayat penyakit yang pernah diderita. (c) sering mengganggu teman dalam belajar (suka usil). (1) Menentukan Masalah Menentukan masalah dalam proses konseling dapat dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan identiflkasi masalah (identifIkasi kasus-kasus) yang dialami oleh klien. kelas berapa. dan (7) evaluasi atau follow up. jenis kelamin. Untuk menentukan masalah yang mana untuk dipecahkan harus menggunakan prinsip skala prioritas. Berdasarkan identifikasi di atas dapat diketahui bahwa Dawar memiliki delapan jenis masalah. (d) sulit berkonsentrasi dalam belajar agama Islam. agama. tempat tanggal lahir. dalam lingkungan seperti apa. selanjutnya adalah mengumpulkan data helpee yang bersangkutan (data Dawar). (2) Pengumpulan Data Setelah ditetapkan masalah yang akan dibicarakan dalam konseling. Tahapan konseling standard pendekatan konseling klinikal Proses konseling pendekatan klinikal menempuh beberapa langkah yaitu: (1) menentukan masalah. dan lain-lain. ciri-ciri tubuh. misalnya pembimbing (konselor) menetapkan masalah "prestasi belajar yang menurun" untuk diprioritaskan dipecahkan melalui layanan konseling. (5) prognosis. Data helpee yang dikumpulken harus secara komprehensif (menyeluruh) yang meliputi: data diri. (2) pengumpulan data. pekerjaan. dengan siapa ia tinggal. "prestasi menurun" masalah-masalah yang lain juga menjadi berkurang. Miharja. teman-teman di sekolah atau madrasah.M. alamat. Data orang tua dapat mencakup: (nama ayah.Pd.Ag. dan nama ibu.. pekerjaan. penghasilan. (h) sering ribut dengan orang tua terutama ayah. Alasannya karena Dawar statusnya sebagai pelajar kelas III. tempat dan tanggal lahir. seorang helpee sebut saja bernama Dawar berdasarkan fenomena dan perilaku sehari-hari yang ditunjukkan oleh helpee tersebut dapat diidentifikasi bahwa masalah yang sedang dialaminya adalah: (a) sering terlambat masuk kelas (tidak disiplin). (4) diagnosis. Misalnya. Data diri bisa mencakup (nama lengkap dan panggilan atau nama kesayangan. lokasi sekolah. Penetapan skala prioritas ditentukan atas dasar akibat atau dampak yang lebih besar terjadi apabila masalah tersebut tidak dipecahkan. dan lain sebagainya. bagaimana pola asuh keluarga. Mudah-mudahan dengan terpecahkannya masalah S. tiri. (3) analisis data. status sekolah. hobi atau cita-cita. dikhawatirkan ia tidak lulus. pernah atau tidak dirawat di rumah sakit dan gangguan kesehatan lain yang bisa mempengaruhi fisik dan psikis helpee yang bersangkutan). Pengumpulan data helpee dengan tes dapat mencakup: tes kecerdasan (IQ). (f) merokok secara sembunyisembunyi (ketagihan rokok). alamat dan lain sebagainya). Data pendidikan dapat mencakup: tingkat pendidikan. data kesehatan. atau angkat). dan lain-lain. anak keberapa (status anak dalam keluarga misalnya anak kandung. dan data lingkungan. Berdasarkan identifikasi masalah di atas. dan lain sebagainya). data pendidikan. apabila tidak segera dibantu. tes bakat. Pengumpulan data helpee dengan cara nontes seperti: observasi atau pengamatan angket atau daftar Draf kuliah Teknik Konseling . (6) terapi. agama. data orang tua (ayah ibu). alamat.

Pada contoh di atas pembimbing (konselor) mencari faktor-faktor penyebab timbulnya masalah pada Dawar. (7) Evaluasi atau Follow Up Evaluasi dilakukan untuk melihat apakah upaya bantuan yang telah diberikan memperoleh hasil atau tidak.. Miharja. Draf kuliah Teknik Konseling . dan lain sebagainya. les tambahan. sosiometri. Misalnya hasil tes belajar Dawar pada setiap mata pelajaran memperoleh nilai lima dan rata-rata di bawah lima. dan lainlain yang sesuai dengan bimbingan belajar atau bimbingan sosial yang tujuannya agar Dawar memperoleh penyesuaian sosial dengan teman-temannya di sekolah dan madrasah. Apabila sudah memberikan hasil apa langkah-Iangkah selanjutnya yang perlu diambil? Begitu juga sebaliknya apabila belum berhasil. biografi atau catatan harian. analisisnya adalah bahwa Dawar cenderung tidak disukai oleh teman-temannya (fenornenanya adalah Dawar dikucilkan dari pergaulan oleh tenan-temannya di sekolah) dan seterusnya.10 | isian (untuk orang tua dan helpee). kunjungan rumah. studi kasus. Data hasil tes bisa dianalisis secara kuantitatif dan data hasil nontes dapat dianalisis secara kualitatif. Selanjutnya untuk data yang diperoleh melalui non test (misalnya sosiometri) dan 40 orang teman sekelas Dawar hanya lima orang yang rnemilih suka berteman dengan Dawar. wawancara. Berdasarkan data tersebut. diberikan sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh Dawar. (5) Prognosis Setelah diketahui faktor-faktor penyebab timbulnya masalah pada helpee (dalam contoh di atas adalah masalah pada Dawar) selanjutnya pembimbing atau konselor menetapkan langkahIangkah bantuan yang akan diambil.M. Dalam contoh di atas. pemeriksaan fisik atau kesehatan. yakni faktor-faktor penyebab prestasi belajar Dawar yang rendah dan dikucilkan dari pergaulan teman-teman di sekolah dan madrasah. (3) Analisis Data Data-data helpee yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis. pembimbing atau konselor melaksanakan bantuan belajar atau bantuan sosial yang telah ditetapkan untuk memecahkan masalah Dawar.Ag. S. (6) Terapi Setelah ditetapkan jenis atau langkah-langkah pemberian bantuan selanjutnya adalah melaksanakan jenis bantuan yang telah ditetapkan. Berdasarkan rnasalah Dawar di atas. Dalam contoh di atas apakah pelaksanaan pemberian bimbingan belajar dan sosial kepada Dawar telah memberikan hasil di mana prestasi belajar Dawar meningkat atau perilaku Dawar berubah sehingga mulai disenangi oleh teman-temannya atau belum. Berdasarkan data tersebut bisa dinyatakan bahwa prestasi belajar Dawar rendah dan seterusnya untuk data yang diperoleh melalui tes. Dari analisis data akan diketahui siapa Dawar? dan apa sesungguhnya rnasalah yang dialami oleh Dawar? (4) Diagnosis Diagnosis rnerupakan usaha pembimbing (konselor) menetapkan latar belakang rnasalah atau faktor-faktor penyebab timbulnya masalah pada klien.Pd. jenis bantuan apa bisa S. bisa diberikan bimbingan belajar misalnya pengajaran remedial.

melakukan variasi isyarat gerakan tangan lengan secara spontan untuk memperjelas ucapan (pernyataan konselor). Keempat. Kedua. berbicara terus tanpa ada teknik diam guna memberi kesempatan berpikir dan berbicara. ekspresi melamunr mengalihkan pandangan. dan bahasa lisan. diam (menunggu saat kesempatan bereaksi). mudah buyar oleh gangguan dari Iuar. Implementasi teknik rapport dalam konseling adalah: (1) pemberian salam yang menyenangkan. Tujuan utama teknik ini adalah untuk menjembatani hubungan antara konselor dengan klien. bahasa tubuh. Kedua. jarak duduk dengan klien agak jauh. Atau cara bagaimana konselor bertindak agar klien merasa· diterima dalam proses konseling. (4) sikap yang ditandai dengan: (a) kehangatan emosi. Teknik ini dalam proses konseling bisa diwujudkan melalui ekspresi wajah. (4) kesadaran terhadap hakikat klien secara alamiah. penerimaan dan minat yang mendalam terhadap klien dan masalahnya. Sebaliknya. duduk akrab berhadapan atau berdampingan. Perilaku attending berkenaan dengan teknik penerimaan konselor terhadap klien. 2. (c) menjamin kerahasiaan klien. wujud perilaku attending yang tidak baik adalah: pertama. Perilaku Attending Attending merupakan upaya konselor menghampiri klien yang diwujudkan dalam bentuk perilaku seperti kontak mata. perhatian terpecah. Keempat. (3) suasana ruang konseling yang menyenangkan. (3) mempermudah ekspresi perasaan klien dengan bebas. Berikut ini diuraikan beberapa teknik dalam konseling. memutuskan pembicaraan. Ketiga. sebaliknya ekspresi wajah cemberut bisa menggambarkan penolakan atau BAB III TEKNIK-TEKNIK MELAKUKAN KONSELING Proses konseling memerlukan teknik-teknik tertentu sehingga konseling bisa berjalan secara efektif dan efisien atau berdaya guna dan berhasil guna. S. wajah kaku (tegang). Perilaku attending yang baik harus mengombinasikan ketiga aspek di atas sehingga akan memudahkan konselor untuk membuat klien terlibat pembicaraan dan terbuka. Wujud perilaku attending dalam proses konseling misalnya: pertama. (misalnya ceria atau cemberut). posisi tubuh agak condong ke arah klien. (2) menetapkan topik pembicaraan yang sesuai. posisi tubuh tegak kaku. duduk kurang akrab dan berpaling.Pd. suasana yang aman dan akrab. perhatian terarah pada klien (lawan bicara). kepala kaku. Teknik Rapport Teknik rapport dalam konseling merupakan suatu kondisi saling memahami dan mengenal tujuan bersama. Ketiga..M. (2) menciptakan Draf kuliah Teknik Konseling . bersandar. miring. mata melotot.Ag. Miharja. Kelima. Teknik penerimaan menggambarkan cara bagaimana konselor menerima klien dalam proses atau sesi konseling. 1.11 | S. (b) realisasi tujuan bersama. Ekspresi wajah ceria bisa menggambarkan penerimaan konselor atas kliennya. jarak duduk antara konselor dengan klien agak dekat. Melalui teknik ini akan tercipta hubungan yang akrab antara konselor dan klien yang ditandai dengan saling mempercayai. ekspresi wajah tenang. Kelima. menunggu ucapan klien hingga selesai. Perilaku attending yang baik akan dapat: (1) meningkatkan harga diri klien. kepala mengangguk sebagai pertanda setuju atas pernyataan klien. ceria. tidak melihat ketika klien berbicara. dan senyum. mendengarkan secara aktif dan penuh perhatian.

Ada lima macam structuring dalam konseling. Kunci untuk memahami perasaan orang lain adalah mampu membaca pesan nonverbal (nada bicara. Kedua. yaitu: (1) Batasbatas waktu baik dalam satu individu maupun seluruh proses konseling. Empati dibangun berdasarkan kesadaran diri. pikiran. S. pengalaman bahkan penderitaannya. berapa lama konseling ini akan kita lakukan. semakin terampil kita membaca perasaan. Refleksi Perasaan Draf kuliah Teknik Konseling . mengosongkan perasaan dan pikiran egoistik. dan saya ikut terluka dengan pengalaman Anda itu". hatas-batas dan tujuan proses konseling pada umumnya dan hubungan tertentu pada khususnya. dan sebagainya). yaitu apabila konselor hanya memahami perasaan. merasa dan berpikir bersama klien S. Structuring ada yang bersifat inplisit di mana secara umum peranan konselor diketahui oleh klien dan ada yang bersifat formal berupa pernyataan konselor untuk menjelaskan dan membatasi proses konseling. pikiran. berapa lama konseling akan dilakukan dan lain sebagainya.Ag. Kedua. Konselor yang berkata dengan nada tinggi atau duduk yang berjarak melebihi batas ketentuan dalam konseling.12 | ketidaksetujuan konselor atas kliennya." Keempat. gerak-gerik. pikiran. Atau "Saya dapat memahami pikiran Anda. ekspresi wajah. Miharja. dan rendah) dan jarak duduk antara konselor dan klien. Selanjutnya juga bisa diwujudkan dalam bentuk tekanan atau nada suara dari konselor (tinggi. (4) Batasbatas proses atau prosedu. empati tingkat tinggi (advanced accurate empathy). Empati dilakukan bersamaan dengan attending. (2) Batas-batas tindakan baik konselor maupun klien. Structuring memberikan kerangka kerja atau orientasi pada klien. atau kapan waktu-waktu Anda bisa untuk mengikuti konseling dan seterusnya. mungkin merupakan indikasi bahwa konselor tidak menerima klien. Dalam melakukan empati. 4. konselor harus mampu: pertama.Pd. 3. misalnya menyangkut tahapan-tahapan yang harus ditempuh (dilalui). yaitu apabila kepahaman konselor terhadap perasaan. Semakin terbuka kita kepada emosi diri sendiri. dan bukan untuk atau tentang klien. (3) Batas-batas peranan konselor. T eknik Structuring Structuring adalah proses penetapan batasan oleh konselor tentang hakikat. mendatar. 5. melakukan empati tingkat tinggi dengan mengatakan: "Saya merasakan apa yang Anda rasakan. Melalui empati tingkat tinggi. Misalnya. dan pengalaman klien lebih mendalam dan menyentuh klien karena konselor ikut dengan perasaan tersebut. akan inembuat klien tersentuh dan terbuka untuk mengemukakan isi hatinya berupa perasaan.. Empati ada dua macam." Atau "Saya mengerti keinginan Anda. Memasuki dunia dalam klien. apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama proses konseling berlangsung. karena tanpa attending tidak akan ada empati. Kemampuan berempati merupakan kemampuan untuk mengetahui bagaimana perasaan orang lain ikut berperan dalam pergulatan dalam arena kehidupan. Ketiga. pertama: empati primer (primary empathy). melakukan empati primer dengan mengatakan: "Saya dapat merasakan bagaimana perasaan Anda". keinginan dan pengalaman klien dengan tujuan agar klien terlibat pembicaraan dan terbuka. misalnya menyangkut waktu atau jadwal. Empati Empati merupakan kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan oleh klien. keinginan. (5) Structuring dalam proses.M.

dan (7) konselor menggunakan bahasa yang kurang tepat.. (2) refleksi pengalaman.. (3) memusatkan evaluasi pada klien.. refleksi pengalaman misalnya ketika klien mengatakan: "Saya trauma dengan masa lalu saya yang hampir tidak ada yang menyenangkan"." Contoh refleksi pengalaman: "Tampaknya yang Anda kemukakan adalah suatu . Atau "Barangkali Anda merasa . konselor merefleksikan dengan mengatakan: " Tampaknya Anda sungguh-sungguh marah dengan si A.. Dalam proses konseling. Refleksi terbagi atas tiga jenis. S. yaitu (1) refleksi perasaan.. yaitu keterampilan konselor untuk memantulkan pengalaman-pengalaman klien sebagai hasil pengamatan perilaku verbal dan nonverbal klien. Refleksi perasaan positif ditunjukkan oleh konselor dalam konseling melalui pernyataan persetujuan atas apa yang disampaikan oleh klien." Mendengar perkataan tersebut. S. Refleksi merupakan keterampilan konselor untuk memantulkan kembali kepada klien tentang perasaan. Miharja... (4) memberi kekuatan untuk memilih." "Sampai kapan pun saya tidak akan berteman lagi dengannya. negatif..Pd." "Saya tidak akan berteman lagi dengannya." "Saya membencinya. (5) konselor tidak dapat menemukan ke dalam perasaan. Refleksi perasaan juga merupakan teknik penengah yang bermanfaat untuk digunakan setelah hubungan permulaan (tahap awal konseling) dilakukan dan sebelum pemberian informasi serta tahap interpretasi dimulai. refleksi perasaan. dan (6) menguji kedalaman motif-motif klien. Manfaat refleksi perasaan dalam proses konseling adalah: (1) membantu klien untuk merasa dipahami secara mendalam.. pikiran. 6. dan pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbalnya. (2) klien merasa bahwa perasaan menyebabkan tingkah laku. (5) memperjelas cara berpikir klien. (4) konselor tidak dapat mengetahui isi perasaan yang direfleksikan. refleksi pengalaman. yaitu keterampilan konselor untuk dapat memantulkan (merefleksikan) perasaan klien sebagai hasil pengamatan verbal dan nonverbal terhadap klien. dan ambivalen." atau "Adakah yang Anda maksudkan suatu peristiwa ". " atau "Barangkali yang akan Anda utarakan adalah. Refleksi perasaan negatif ditunjukkan oleh konselor dalam konseling melalui pernyataan ketidaksetujuan atau penolakan konselor atas apa yang dinyatakan oleh klien. dan (3) refleksi pikiran. Pertama. " atau "Adakah yang Anda maksudkan ..13 | Refleksi perasaan merupakan suatu usaha konselor untuk menyatakan dalam bentuk kata-kata yang segar dan sikap yang diperlukan terhadap klien. ". " atau "Hal itu rupanya seperti . Dalam proses konseling..... (6) konselor menambah arti perasaan.M. Refleksi perasaan bisa berwujud positif..Ag.. (2) konselor tidak dapat mengatur waktu sesi konseling. Refleksi perasaan akan mengalami kesulitan apabila: (1) streotipe dari konselor. (3) konselor tidak dapat memilih perasaan mana untuk direfleksikan.. Sedangkan refleksi perasaan yang ambivalen (masa bodoh) ditunjukkan oleh konselor dengan membiarkan saja (tidak menyatakan setuju ·dan tidak menolak) atas apa yang dinyatakan oleh klien. Kedua. Teknik Eksplorasi Draf kuliah Teknik Konseling .. refleksi perasaan misalnya ketika klien mengatakan :" Si A itu sialan. Contoh refleksi perasaan: "Tampaknya yang Anda katakan adalah . " dan seterusnya. Konselor merefleksi dengan mengatakan: "Adakah yang Anda maksudkan adalah peristiwa-peristiwa sedih yang Anda alami pada masa lalu".

(4) amati respons klien terhadap konselor. tentang pengalaman tersebut dan pengaruhnya terhadap kesuksesan belajar Anda. konselor perlu menangkap pesan utama dari apa yang disampaikan oleh klien dan menyampaikannya kepada klien dengan bahasa konselor sendiri. Dapatkah Anda kemukakan perasaan Anda lebih jauh" Kedua. membeIi arah wawancara konseling. " atau "apakah yang Anda maksudkan . Untuk dapat melakukan paraphrasing yang baik. mengendapkan apa yang dikemukakan klien dalam bentuk ringkasan. " atau "Mungkin yang akan Anda uia[akan adalah . Teknik bertanya ada dua macam. ide. eksplorasi perasaan. dan pengalamannya. untuk mengatakan kembali kepada klien bahwa konselor bersama dia. Teknik ini dalam konseling sangat penting karena umumnya klien tidak mau terus terang (tertutup). konselor harus memiliki keterampilan bertanya. Miharja. yaitu keterampilan atau kemampuan konselor untuk menggali pengalaman-pengalaman klien yang telah dilaluinya. Pada pertanyaan terbuka. paraphrasing misalnya ketika klien mengatakan: "Biasanya Si A selalu senang dengan saya. Selain itu. " Ketiga. perasaan. dan pendapat klien. (2) eksplorasi pikiran. " 7. Contoh eksplorasi pengalaman: "Saya amat terkesan dengan pengalaman yang Anda lalui. eksplorasi pikiran.. dan terancam. yaitu keterampilan konselor untuk menggali perasaan klien yang tersimpan. ide.. pikiran. yaitu keterampilan konselor untuk memantulkan ide. Teknik Paraphrasing (Menangkap Pesan Utama) Sering klien mengemukakan pikiran. Eksplorasi memungkinkan klien untuk bebas berbicara tanpa rasa takut.Pd. menutup diri atau tidak mampu mengemukakannya secara terus terang. ekplorasi pengalaman. dan pikiran klien. refleksi pikiran.M. dan (3) ekplorasi pengalaman..Ag. tetapi entah kenapa … 8. Ketiga. Untuk memudahkan klien memahami pikiran. pikiran. klien bebas memberikan Draf kuliah Teknik Konseling . Contoh refleksi pikiran: "Tampaknya yang akan Anda katakan . (3) nyatakan kembali dengan ringkas. Contoh eksplorasi perasaan: "Dapatkah Anda menjelaskan apa perasaan bingung yang dimaksudkan" atau "Saya kira rasa sedih Anda begitu mendalam dalam peristiwa tersebut.. Teknik Bertanya Umumnya konselor mengalami kesulitan untuk membuka percakapan dengan klien. karena sulit menduga apa yang dipikirkan klien. Contoh eksplorasi pikiran: "Mungkin Anda dapat menjelaskan lebih jauh ide Anda ten tang sekolah sambil bekerja. yaitu bertanya terbuka (open question) dan bertanya tertutup (closed question). (2) dengan teliti mendengarkan pesan utama pembicaraan klien. praphrase juga bertujuan untuk: pertama.. Pertama. pengalaman secara berbelit-belit dan tidak terarah sehingga intinya sulit dipahami. tertekan. perasaan. Eksplorasi ada tiga macam: (1) eksplorasi perasaan. yaitu keterampilan konselor untuk menggali ide. namun saya ingin memahami lebih jauh S. Untuk itu.. pengalaman. Keempat mengecek kembali persepsi konselor tentang apa yang dikemukakan klien. Kedua. S. menyimpan rahasia batin.. Dalam proses konseling. konselor harus: (1) menggunakan kata-kata yang mudah dan sederhana. dan pendapat klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbal klien.14 | Eksplorasi merupakan keterampilan konselor untuk menggali perasaan. Tujuan paraphrase antara lain adalah mengatakan kembali esensi atau inti ungkapan klien.. " Ketiga. dan berusaha untuk memahami apa yang dikatakan klien.

Misalnya: "Ayah saya sering marah-marah tanpa sebab. Tujuan utama teknik ini adalah untuk memberikan rujukan. terus . S. lalu . dan . Contoh pertanyaan terbuka: "Bagaimana perasaan Anda saat ini?" Sedangkan contoh pertanyaan tertutup adalah: "Biasanya Anda menempati posisi rangking berapa di dalam kelas?" Kemungkinan jawabannya adalah rangking pertama. . Interpretasi Interpretasi merupakan usaha konselor mengulas pikiran. Teknik ini memungkinkan klien untuk terus berbicara dan dapat mengarahkan agar pembicaraan mencapai tujuan. Dorongan Minimal (Minimal Encouragement) Dalam proses konseling." Mendengar perkataan klien di atas.. terutama yang hidup di kota besar S. pandangan atau tingkah laku klien. Membantu orang tua memang harus. tetapi sangat disayangkan jika orang seperti Anda yang tergolong pintar di sekolah akan meninggalkan MA. Dorongan minimal juga dapat meningkatkan eksplorasi diri. 9. setuju atau tidak setuju. yaitu suatu dorongan langsung yang singkat terhadap apa yang telah dikatakan klien seperti pernyataan oh.Ag. bagaimana sikap dan katakata ayah Anda ketika memarahi Anda?" 12. Akhimya terjadi pertengkaran sengit".. sedangkan konselor hanya membantu. . konselor mengatakan: "Pendidikan MA saat ini mudak bagi setiap warga negara. Untuk itu konselor harus mampu memberikan dorongan minimal kepada klien. Kedua. Contoh interpretasi: "Saya berhenti sekolah dan memusatkan perhatian membantu orang tua.. yaitu ketika klien menunjukkan tanda-tanda akan mengurangi atau menghentikan pembicaraan atau pada saat klien kurang memusatkan pikirannya pada pembicaraan dan saat konselor ragu terhadap pembicaraan klien. seperti Anda.. konselor harus mengupayakan agar klien selalu terlibat dalam pembicaraan. dan perilaku atau pengalaman klien berdasarkan atas teori-teori tententu. kedua. keempat. Teknik Mengarahkan (Directing) Seperti telah disebutkan di muka. Lalu konselor mengatakan: "Bisakah Anda mendemonstrasikan di depan saya... perasaan. dan lain sebagainya. maka setiap periode waktu tertentu konselor bersama klien perlu menyimpulkan pembicaraan. 10. Miharja. maka dibutuhkim SDM Indonesia yang handal.M. Dorongan minimal diberikan secara selektif. ya .15 | jawabannya. tekad Anda untuk belajar sambil bekerja.Pd. Untuk mengajak klien berpartisipasi secara penuh di dalam proses konseling.. ketiga. Dari materi pembicaraan kita tadi. .. perlu ada ajakan dan arahan dari konselor.. Membuat kesimpulan bersama perlu dilakukan agar klien memiliki pemahaman dan kesadaran bahwa keputusan tentang dirinya menjadi tanggung jawab klien. agar klien mengerti dan berubah melalui pemahaman dari hasil rujukan. sedangkan pada pertanyaan tertutup telah menggambarkan alternatif jawabannya misaInya jawaban ya atau tidak. Saya tidak dapat lagi menahan diri." 11. . Penerapan teknik ini dalam konseling.. Teknik Menyimpulkan Sementara (Summarizing) Agar pembicaraan dalam konseling maju secara bertahap dan arah pembicaraan semakin jelas. sebaiknya kita simpulkan terlebih dahulu agar jelas hasil pembicaraan kita sampai saat ini. Contoh summarizing: “Setelah kita. bahwa proses konseling memerlukan partisipasi secara penuh dari klien. Kapan suatu pembicaraan akan disimpulkan bisa ditetapkan sendiri oleh konselor atau bisa tergantung kepada felling konselor. Karena tantangan masa depan yang semakin kompleks.. berarti bakti saya terhadap keluarga karena adik-adik saya banyak dan membutuhkan biaya sekolah. dan seterusnya. . mendiskusikan persoalan yang Anda hadapi. setidaknya sudah sampai pada dua hal pertama. hambatan yang akan Anda hadapi seperti yang Anda Draf kuliah Teknik Konseling . Upaya konselor mengarahkan klien dapat dilakukan dengan menyuruh klien memerankan sesuatu (bermain peran) atau mengkhayalkan sesuatu.

Anda tidak yakin apa yang akan Anda lakukan"? atau "Tampaknya Anda berjuang sendirian?" Kedua. Penerapan teknik ini dalam konseling harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: pertama. pertama: menunjukkan keadaan di mana konselor berada di dalam atau di Iuar pikiran klien. untuk menyimpulkan kemajuan hasil pembicaraan secara bertahap.Pd. mempertajam atau memperjelas fokus atau arah wawancara konseling. untuk meningkatkan kualitas diskusi. S. Ketiga. Tapi bagaimana ya . apakah termasuk ke dalam kepedulian Anda juga?" 14. Teknik Fokus Konselor yang efektif harus mampu membuat fokus melalui perhatiannya yang terseleksi terhadap pembicaraan dengan klien (wawancara konseling). Tentang pacaran. Teknik Konfrontasi Draf kuliah Teknik Konseling ." Dalam wawancara konseling selalu ada fokus yang membantu klien untuk menyadari bahwa persoalan pokok yang dihadapinya adalah "A". Ada empat fokus dalam konseling. Ketiga. tetapi konselor harus membantu klien agar ia memfokuskan pada masalah tertentu (misalnya tentang "A" dan lain-lain). Misalnya perkataan konselor sebagai berikut: "Cepat menyerah atau putus asa bukan budayanya laki-laki. ?" S. 13. Terangkanlah tentang dia. fokus pada topik. memimpin hanya sebatas klien dapat memberikan toleransi sesuai dengan kecakapan dan pemahamannya. Misalnya: "Dawar.Ag. Fokus akan membantu klien untuk memusatkan perhatiannya pada pokok pembicaraan. Contohnya: "Saya mungkin berpikir juga tentang masalah hubungan dengan pacar. Mungkin banyak masalah yang berkembang di dalam wawancara konseling. Kedua. Misalnya perkataan konselor: "Apakah tidak sebaiknya pokok pembicaraan kita difokuskan pada rencana Anda yang ingin belajar sambil bekerja? 15. Mungkin Anda tinggal merinci kepedulian itu. Kedua. fokus mengenai budaya. fokus pada orang lain. pertama: fokus pada diri klien. memimpin bisa berbeda dari topik ke topik. memberikan kesempatan kepada klien untuk mengambil kilas balik (feed back) dari hal-hal yang telah dibicarakan bersama konselor. dan apa yang telah dilakukannya pada Anda?" Ketiga. memulai proses konseling dengan sedikit memimpin. keadaan di mana konselor mengarahkan pikiran klien kepada penerimaan perkataan konselor. Tujuan utama menyimpulkan sementara (summarizing) adalah: pertama. Kedua... konselor harus mampu memimpin arah pembicaraan sehingga tujuan konseling bisa tercapai secara efektif dan efisien.. Keempat. Laki-laki tidak boleh mudah menyerah atau mudah putus asa. Teknik-teknik Memimpin Agar wawancara konseling tidak menyimpang (pembicaraannya terfokus pada masalah yang dibicarakan). Misalnya perkataan konselor sebagai berikut: "Minum baigon? Anda akan bunuh diri? Sebaiknya pertimbangkan masak-masak dengan berbagai pertimbangan. atau permisif (masa bodoh). Teknik ini bertujuan agar pembicaraan klien tidak menyimpang dari fokus yang dibicarakan dan agar arah pembicaraan terfokus pada tujuan konseling." Keempat. Misalnya perkataan konselor sebagai berikut: "Siska telah membuat Anda gelisah dan tersiksa.M. konselor mengatakan: "Bukankah sampai saat ini kepedulian Anda tertuju kepada belajar sambil bekerja. Mendengar perkataan tersebut. Memimpin dalam konseling bisa memiliki dua arti. Keberhasilan konselor memimpin dalam sesi konseling juga ditentukan oleh tipe-tipe kepemimpinan konselor yang demokratis.16 | beritakan tadi adalah orang tua Anda yang menginginkan Anda lebih konsentrasi kepada pelajaran dan waktu bekerja di perusahaan yang menuntut Anda bekerja seeara penuh".. otoriter. Miharja.

samarsamar. saya baik-baik saja". tetapi kelihatannya ada sesuatu yang tidak beres" atau "Saya melihat ada perbedaan antara ucapan Anda dengan kenyataan diri Anda. 16.M. . klien mengharapkan sesuatu dari konselor. atau agak meragukan. klien baru menyadari kembali dari ekspresi emosional sebelumnya. meningkatkan potensi klien. agar klien menjelaskan. diam bukan berarti tidak ada komunikasi. Dalam konseling. Tetapi waktu itu tidak harga mati." Selanjutnya S. Misalnya klien menceritakan hal-hal yang sedih tetapi sambil tertawa dan tersenyum gembira. mendorong klien untuk mengadakan penelitian diri secara jujur (instrospeksi diri secara jujur). mengulang dan mengilustrasikan perasaannya. Menjemihkan (Clarifying) Dalam konseling. Misalnya klien mengatakan: "Konflik yang terjadi di rumah membuat saya bingung dan stress. Saya tidak mengerti siapa yang menjadi pemimpin di rumah itu. Selanjutnya konselor mengatakan: "Anda katakan baik-baik saja. yaitu melalui perilaku nonverbal. inkonsistensi. teknik ini dilakukan oleh konselor dengan mengklarifIkasi ucapan-ucapan klien yang tidak jelas. ungkapan kata-kata yang tegas. diam bisa memiliki beberapa makna: pertama. Memudahkan (Facilitating) Facilitating adalah suatu teknik membuka komunikasi agar klien dengan mudah berbicara dengan konselor dan menyatakan perasaan.17 | Teknik ini dalam konseling dikenal juga dengan "memperhadapkan". klien sedang memikirkan apa yang dikatakan. (suara rendah. wajah tidak ceria/cerah. Dalam proses konseling. sebagai protes apabila klien berbicara berbelit- Draf kuliah Teknik Konseling . Melalui teknik ini. artinya saat diam bersifat kondisional dan bisa tergantung kepada feeling konselor. S. Komunikasi tetap ada.. Kelima. duduk gelisah). Misalnya ketika konselor mengatakan: "Saya yakin Anda akan berbicara secara jujur apa adanya. teknik tampak dari ungkapan klien sebagai berikut: "Oh. komunikasi dan partisipasi meningkat dan proses konseling berjalan secara efektif. diskrepansi (kondisi pertentangan antara harapan seseorang dengan kondisi nyata di lingkungan) dari klien dengan. pikiran. ibu. dan dengan alasan-alasan yang logis. klien mengalami perasaan sakit dan tidak siap untuk berbicara. Kedua. Ketujuh. atau saudara-saudara Anda" 17.. Keempat." 18. Miharja. mengundang klien untuk menyatakan pesannya secara jelas. Ketiga. senyum dengan kepedihan. Tujuan teknik ini adalah: pertama. dan pengalamannya secara bebas. Saat diam yang ideal dalam proses konseling adalah antara 5-10 detik. konselor mengatakan: "Bisakah Anda menjelaskan persoalan pokoknya? Misalnya peran ayah. ide awal dengan ide berikutnya. Teknik konfrontasi adalah suatu teknik yang menantang klien untuk melihat adanya inkonsistensi (tidak konsisten) antara perkataan dengan perbuatan. Kedua. Kedua. Dalam konseling. karena saya akan mendengarkan dengan sebaik-baiknya. klien atau konselor telah mencapai akhir suatu ide dan ragu mengatakan apa selanjutnya.Pd. Kedua. . kebingungan yang didorong oleh kecemasan atau kebencian." Tujuan teknik ini adalah: pertama. Ketiga. konflik atau kontradiksi dalam dirinya. membawa klien kepada kesadaran adanya. Diam amat penting pada saat attending. penolakan atau kebingungan klien.Ag. menanti klien yang sed-ang berpikir. Tujuan teknik ini adalah: pertama. Diam sebagai Suatu Teknik Diam dalam konseling bisa dijadikan sebagai suatu teknik. Keenam.

sebaiknya diupayakan agar klien tetap mengusahakannya sendiri. dan Ketiga. Teknik ini diterapkan apabila: pertama. saya pikir Anda memiliki suatu keputusan. Atau konselor membantu klien membuat suatu kesimpulan yang menyangkut hal: pertama. Atau rencana perbuatan nyata yang produktif bagi kemajuan klien. konselor harus membantu klien untuk dapat membuat rencana suatu program untuk action (melakukan tindakan sesuatu) guna memecahkan masalah yang dihadapinya... klien bertanya tentang syarat-syarat masuk Sekolah Islam Unggulan dan terpadu. pemberian nasihat sebaiknya dilakukan apabila klien memintanya. dan kurang partisipatif. bersama klien konselor membuat suatu kesimpulan. memantapkan rencana klien.. Ketiga. Misalnya konselor mengatakan: "Sebaiknya Anda memulai menyusun rencana yang baik dengan berpedoman kepada hasil pembicaraan kita.. Miharja. untuk mengambil inisiatif apabila klien kurang bersemangat. konselor tetap harus mempertimbangkannya. tidak sesuai dengan hakikat kemandilian dalam konseling. Memberi N asihat Dalam konseling. apakah pantas atau tidak memberikan nasihat.. Keempat. Sebaliknya. Dalam konseling teknik ini tercermin dari perkataan konselor sebagai berikut: "Baiklah. yakni kemandirian klien tetap tercapai." (diam). Kedua. Misalnya. apabila konselor mengetahui. S. Keadaan diam di pihak konselor bermanfaat bagi proses konseling. dan … saya (diam berpikir)." 23. Hal yang harus diperhatikan dalam pemberian nasihat adalah aspek kemandirian dalam konseling." 20.Pd. Saya tidak mengetahui.. pemberian nasihat S. Konselor mengucapkan kata-kata yang mengajak klien untuk berinisiatif dalam menuntaskan diskusi. klien kehilangan arah pembicaraan. maka konselor harus secara jujur mengatakan tidak mengetahuinya. membantu klien untuk lebih memahami dirinya. tetapi Anda ragu menyatakannya. 19. yaitu pertama. mengurangi kecepatan interviu. Mengambil Inisiatif Pengambilan inisiatif perlu dilakukan oIeh konselor ketika klien kurang bersemangat untuk berbicara.. Menyimpulkan Pada akhir sesi konseling. Jalan tengah yang ditawarkan adalah dalam pemberian nasihat harus tetap dijaga agar tujuan konseling.Ag. klien lambat berpikir untuk mengambil keputusan. " Konselor : "…. Para penganut teori Client Centered menyatakan bahwa apabila klien masih dinasihati berarti belum mandiri. harus bagaimana ... secara jujur konselor mengatakannya tidak mengetahui informasi tersebut dan menganjurkan klien mencari sendiri ke sumber informasi (mendatangi sekolah yang bersangkutan). Pemberian Informasi Apabila konselor tidak mengetahui suatu informasi. Dengan perkataan lain. Coba Anda renungkan lagi. 21. lebih sering diam. Klien : "Saya . karena konselor tidak mengetahui. Kondisi diam dalam proses konseling. bagaimana keadaan perasaan klien saat ini terutama menyangkut kecemasannya akibat masalah yang dihadapinya. Meskipun demikian. Merencanakan Menjelang akhir sesi konseling.18 | belit (nglantur).M. klien dapat mengikuti ekspresi yang membawa klien berpikir dengan tilikan yang mendalam. mendorong klien untuk berbicara. pokok-pokok yang akan dibicarakan selanjutnya Draf kuliah Teknik Konseling . Kedua. Kedua. menunjang perilaku attending dan empati sehingga klien bebas berbicara. 22. Konselor : diam. misalnya ketika klien mengatakan: "Saya kurang senang dengan perilaku guru itu.. Rencana yang baik harus merupakan hasil kerja sama antara konselor dengan klien. Ketiga. sedangkan klien memintanya. Ketiga.

Ag. Kedua. merangkum isi pembicaraan. memberikan tugas-tugas. Untuk mengakhiri sesi konseling.. Draf kuliah Teknik Konseling . konselor mengatakan: "Apakah sudah dapat kita buat kesimpulan akhir pembicaraan kita?" 24.M.Pd. mengajak klien berdiri dengan isyarat gerak tangan: Kelima. tertentu kepada klien yang relevan dengan pokok pembicaraan apabila diperlukan. S. S. Teknik Mengakhiri (Menutup Sesi Konseling) Mengakhiri sesi konseling merupakan suatu teknik dalam proses konseling. menunjukkan kepada pertemuan yang akan datang (menetapkan jadwal pertemuan sesi berikutnya). Ketiga. menunjukkan catatancatatan singkat hasil pembicaraan konseling. Keenam. Misalnya. mengatakan bahwa waktu sudah habis. Miharja. Keempat.19 | pada sesi berikut. dapat dilakukan konselor dengan cara: pertama. menjelang waktu akan berakhir.

teknik konseling yang digunakan tergantung dari intensi konselor yang terdapat di belakang kata-kata yang diucapkan. Menurut ketentuan tata bahasa beberapa tanggapan atau bagian tanggapan dapat sama-sama menggunakan . Dalam kalimat tanya yang mengandung pertanyaan terbuka. menggunakan satu atau Iebih teknik yang verbal. Misalnya. Ungkapan konselor yang berupa tanggapan verbal dengan membantu konseli. sehingga tanggapan itu tidak dapat diberikan dalam satu-dua kata saja. misalnya hanya menunjukkan penerimaan saja (satu teknik). bentuk gramatikal kalimat tanya tidak harus berarti bahwa konselor menggunakan teknik pertanyaan mengenai hal tertentu: mungkin juga menggunakan teknik yang lain. atau menunjukkan penerimaan dan memantulkan perasaan konseli (dua teknik). bila konselor berkata: . Selain itu. konselor mengharapkan tanggapan terbatas yang cukup tertuangkan dalam Draf kuliah Teknik Konseling Tanggapan verbal konselor dapat dituangkan dalam bentuk pernyataan atau dalam bentuk kalimat tanya atau dalam bentuk kombinasi dari pernyataan dan kalimat/kata tanya. pada akhir tanggapan yang menggunakan teknik klarifikasi konselor dapat memakai kata tanya "begitu?". dan perasaan yang terbentuk dalam batin konselor (tanggapan batin) untuk membantu konseli pada saat tertentu. tetapi hal ini tidak harus berarti bahwa juga digunakan teknik verbal yang sama. Beberapa ungkapan verbal konselor yang bercorak tata kesopanan atau sopan santun pergaulan sosial. misalnya klarifikasi perasaan. Khususnya mengenai kalimat tanya. yang merupakan perwujudan konkret dari maksud. konseli diharuskan untuk memberikan tanggapan yang agak panjang. di mana setiap mata rantai terdiri atas Suatu ungkapan konseli dan suatu ungkapan konselor. Oleh karena itu.. Dengan demikian. kata tanya yang sama juga dipakai pada akhir tanggapan yang menggunakan teknik ringkasan. atau memantulkan pikiran dan memberikan informasi serta menanyakan hal tertentu (tiga teknik). bentuk gramatikal ungkapan verbal konselor tidak memberikan petunjuk yang pasti tentang teknik konseling mana yang digunakan. tergantung dari intensi konselor. seperti ucaran selamat siang pada awal wawancara dan sampai berjumpa pada akhir wawancara. Wawancara konseling terdiri atas rangkaian ungkapan di pihak konseli yang disusul dengan ungkapan-ungkapan di pihak konselor. perlu dibedakan antara bentuk pertanyaan terbuka (open question) dan bentuk pertanyaan tertutup (closed question).M. Bagaimana perasaanmu pada saat itu?" atau "Selanjutnya bagaimana?". Dalam kalimat tanya yang mengandung pertanyaan tertutup. tidak termasuk dalam teknik konseling yang verbal.. BAB IV TEKNIK KONSELING YANG VERBAL A. S. Misalnya. kalimat/kata tanya. Katakata itu dapat dituangkan dalam bentuk kombinasi dari pernyataan dan kalimat/kata tanya. wawancara membentuk suatu rangkaian mata rantai-mata rantai. Miharja. setiap ungkapan konseli disusul dengan suatu ungkapan di pihak konselor. pikiran.Ag. menurut ketentuan tata bahasa.20 | S. konselor memberikan kesempatan kepada konseli untuk menanggapi secara luas dan memberikan ulasan menurut ketentuan dan kesukaan sendiri.Pd. Hal ini menyangkut bentuk gramatikal tanggapan konselor. Teknik-Teknik Konseling yang Verbal Suatu teknik konseling yang verbal adalah segala tanggapan verbal yang diberikan oleh konselor.

coba jelaskan" atau "Alasan apa yang mendorong Anda untuk marah?" Oleh karena itu. dia mungkin sekali cenderung membela diri daripada memberikan gambaran yang jujur. konselor harus sangat hati-hati dalam memulai suatu kalimat tanya dengan Mengapa atau Kenapa. jumlah teknik yang mereka bahas juga tidak sama. misalnya "Kamu sudah sampai di semester berapa?" atau "Saudara sekandung ada berapa orang?" Selain itu." "Apakah orang tua mampu membiayai studi di BIMBEL?" "Mampu saja. bahkan secara implisit dia diadili. tuntutan pertanggungjawaban. atau . Di samping itu. Misalnya." Wawancara yang bercorak demikian membuat konseli mengambil sikap pasif sambil menunggu dilempari pertanyaan berikutnya dan S. apalagi bila nada bicara konselor mengandung suatu tuduhan sehingga terdengar: "Mengapa. kamu menjadi marah?" Kalimat tanya yang dimulai dengan Mengapa atau Kenapa.M." "Apakah keinginan ini pernah dibicarakan dengan wali kelas)"" "Tidak." "Sejak kapan Saudara berkeinginan ikut tes di BIMBEL ?" "Awal tahun.21 | satu-dua kata saja. hendaklah konselor waspada terhadap nada bicaranya. bila konselor berkata: "Kapan hal itu terjadi?" atau "Dengan siapa Anda pergi nonton?". asal digunakan pada saat-saat tertentu bila memang relevan untuk mengajukan pertanyaan tentang hal tertentu. "Saya ingin ikut tes seleksi. konseli cukup menjawab dengan "Kemarin dahulu" atau "Dengan adik". sebagaimana tampak dalam contoh di bawah ini. Pengarang-pengarang profesional tidak memberikan nama yang sama pada setiap teknik yang verbal. S. tidak mengajak konseli untuk ikut berpikir. kalau toh digunakan. cukup dijawab "Sedih". sistematika yang digunakan dalam Draf kuliah Teknik Konseling tuduhan. dapat diubah. kalau konseli mendapat kesan yang demikian.Pd. tetapi saya belum mendaftar. Penggunaan kedua kata itu mengandung bahaya karena konseli mendapat kesan dia diminta pertanggungjawaban atau konselor secara implisit menyatakan keheranannya atas hal yang sudah terjadi. Penggunaan kontinyu kalimat-kalimat yang mengandung bentuk pertanyaan tertutup menimbulkan bahaya bahwa wawancara konseling menjadi pertemuan tanya jawab. Misalnya. Pada umumnya lebih baik konselor merumuskan kalimat tanya yang mengandung pertanyaan terbuka.. misalnya " Kiranya ada alasan untuk menjadi marah. Miharja. mudah memacu konseli untuk menghindar.Ag. Kalimat tanya yang mengandung pertanyaan tertutup tidak harus salah. jangan sampai mengandung keheranan. sesuai dengan hal dan segi tertentu yang ditanyakan." "Apa Saudara merasa takut gagal" "Barangkali!" "Apakah orang tua mendukung pendaftaran di BIMBEL!"… "Ya. atas pertanyaan: "Apa perasaanmu pada saat itu. kalimat tanya: "Mengapa kamu menjadi marah?". sih. penggunaan katakata Mengapa atau Kenapa sebaiknya dihindari.

22 | menyusun suatu daftar teknik tidak sama pula; dalam hal ini pandangan masing-masing pengarang tentang jumlah fase dalam proses konseling dan nama yang diberikan pada masing-masing fase sangat menentukan. Selama tidak ada pembakuan dalam hal sistematika pengaturan teknik-teknik dan dalam hal peristilahan yang digunakan, akan ditemukan perbedaan antara cara menyusun daftar aneka teknik verbal dan cara pembahasan daftar teknik itu. Oleh karena itu, daftar yang disajikan di bawah ini tidak bersifat mutlak dan barangkali dapat dianggap tidak lengkap pula. Daftar ini disusun mengingat urutan fase yang umumnya terdapat dalam proses konseling, yaitu: fase pembukaan: rase konseli mengemukakan masalahnya; fase konselor bersama konseli menggali latar belakang masalah dan berusaha memperoleh gambaran yang lengkap serta cukup mendahului rase memikirkan bersama bentuk penyelesaian yang paling tepat, dengan membuat pilihan di antara beberapa alternatif atau meninjau kembali sikap dan pandangan dalam penyesuaian diri yang lebih baik; dan fase penutup. Teknik verbal dengan nomor a s.d i mengandung pengarahan sedikit dan lebih sesuai dengan metode nondirektif, sedangkan nomor j s.d. u mengandung pengarahan banyak dan lebih sesuai dengan metode direktif.

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.
dengan saya."; "Kelihatannya ada hal yang membebani pikiranmu."; dan sebagainya. (b) Penerimaan/Menunjukkan Pengertian (acccptance, Understanding) Konselor menyatakan pengertiannya dan/atau penerimaannya terhadap hal yang terungkapkan. misalnya dengan mengatakan: "Saya mengerti" Ya ya ... "; atau dengan bergumam: "Hm, hm .... ". Sekaligus konseli dipersilakan untuk meneruskan berbicara. Dengan ungkapan-ungkapan tersebut konselor tidak bermaksud menyatakan bahwa ia setuju, sepaham, atau sependapat. (c) Perumusan Kembal Pikiran-Gagasan/Refleksi Pikiran (Reflection of Content) Menyangkut komponen pengalaman dan komponen refleksif dalam pesan konseli; disebut pikiran-gagasan karena subjek menggunakan suatu bentuk representasi mental. Peristiwa/kejadian/pengalaman (apa yang terjadi), gagasan dan perasaan di pihak orang lain, atau pendapatan/pandangan konseli sendiri terhadap apa yang telah terjadi (komponen refleksif), yang terungkap seeara eksplisit oleh konseli, dirumuskan kembali oleh konselor dalam bentuk: menggunakan kata-kata sendiri; menggunakan kata-kata konseli (restatement). Dalam memantulkan kembali konselor tidak boleh menambah atau mengurangi apa yang telah diungkapkan oleh konseli baik dalam makna maupun bobotnya. Contoh : Ki "Saya berharap akan memperoleh sekadar uang dengan bekerja di toko sebagai pelayan." Kr "Saudara mengharapkan mendapat sekadar uang dengan bekerja di toko sebagai pelayan." (restatement). Kr "Saudara ingin memperoleh kesempatan membantu di toko dan dengan demikian mendapat penghasilan." (parafrase). (d) Perumusan Kembali Perasaan/Refleksi Perasaan (Refelxion of Feelings) menyangkut komponen afektif dalam pesan konseli. Konselor memantulkan kembali kepada konseli perasaan tentang kejadian atau pengalaman yang telah diungkapkannya secara verbal

(a) Ajakan untuk Mulai (Invitation to Talk) Pada akhir fase pembukaan konselor mempersilakan konseli untuk mulai menjelaskan masalah yang ingin dibicarakan. Konselor dapat berkata: "Apa yang ingin Saudara bicarakan sekarang?"; "Saya dapat membantu dalam hal apa?"; "Bagaimana saya dapat membantu Anda?"; "Coba jelaskan apa yang memberatkan hatimu."; "Kiranya ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan

Draf kuliah Teknik Konseling

23 |
maupun secara nonverbal namun jelas dan eksplisit. Pcmantulan perasaan tersebut dirumuskan dalam bentuk restatement atau dalam bentuk parafrase. Pada umumnya parafrase lebih efektif untuk digunakan. Yang dipantulkan kembali adalah perasaan penampang (surface feelings), tanpa menambah atau mengurangi makna dan bobot perasaan. Contoh : Ki "Saya sungguh-sungguh jengkel dengan cara seperti itu." Kr "Saudara sangat mendongkol ketika mengalami perlakuan yang demikian. (e) Penjelasan Pikiran-Gagasan/Klarifikasi Pikiran (Clarification of Content) Menyangkut sembarang komponen refleksi pada pesan konseli, yang biasanya mencakup suatu keyakinan, suatu pandangan, suatu pendapat atau suatu evaluasi terhadap kejadian atau pengalaman. Konselor ingin mengecek apakah penangkapannya terhadap pesan yang telah diungkapkan oleh konseli dengan katakata yang kurang memadai, telah tepat. Konselor merumuskan secara eksplisit kepada konseli apa yang telah diungkapkannya secara implisit; dan sekaligus minta umpan balik dari konseli, apakah penangkapannya tentang isi dan makna dari pesan yang telah terungkap secara implisit itu memang tepat. Untuk itu, misalnya konselor dapat berkata sebagai berikut: "Apakah Saudara ingin mengatakan ... ", "Coba kita lihat, apakah saya telah menangkap dengan tepat maksud Saudara?", "Betulkah demikian?", dan sebagainya. Jelaslah bahwa penjelasan (clarification) ini agak bersifat tentatif, artinya meraba atau menduga; maka konseli diminta untuk memberikan umpan balik (feedback) kepada konse]or, apakah penangkapan konselor memang tepat. Dengan sendirinya konselor menggunakan parafrase, sedangkan umpan balik dapat diminta dengan menggunakan kata-kata khusus atau menggunakan bentuk kalimat tanya. Contoh : Ki "Saya kira saya mampu untuk berbuat itu; tetapi kadang-kadang saya menjadi ragu-ragu. Mencoba sih mau saja, tetapi apakah akan ada gunanya?". Kr "Agaknya Saudara belum yakin

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.
tentang kemampuan Saudara" (Minta umpan balik dengan menggunakan kata khusus). Kr "Saudara be]um yakin akan kemampuan Saudara?" (Minta umpan balik dengan menggunakan bentuk kalimat tanya). Ki "Kiranya memang demikian. Saya tidak percaya pada diri sendiri." (f) Penjelasan Perasaan/Klarifikasi Perasaan (Clarification of Feelings) Menyangkut komponen afektif dalam pesan konseli. Konselor ingin mengecek apakah ia telah menangkap dengan tepat isi dan bobot kedalaman perasaan yang secara implisit telah diungkapkan oleh konseli. Ungkapan perasaan secara implisit dapat terjadi secara verbal, dalam bentuk ungkapan verbal tidak langsung (misal: mencap, memerintah, menuduh, bertanya, menyindir, memuji, mencela, dan sebagainya), atau secara nonverbal dalam bentuk tingkah laku tertentu (misal: berkeringat, gemetar. menggeser-geser posisi duduk, dan sebagainya). Secara eksplisit konselor merumuskan kepada konseli perasaan apa yang kiranya dialami (underlying feelings = perasaan latar belakang). Penjelasan ini juga masih bersifat tentatif sampai konseli memberikan umpan balik, bahwa penangkapan konselor itu memang tepat. Dengan kata lain, konselor mengadakan apa yang disebut perception check dengan menggunakan bentuk parafrase. Contoh : Ki "Saya kira hubungan antara kami baik dan saling menguntungkan". Kr "Saudara merasa puas dan bahagia selama berhubungan dengan dia. Benarkah demikian" (Minta umpan halik dengan menggunakan kata-kata khusus.) (g) Permintaan untuk Melanjutkan (General Lead) Konselor mempersilakan konseli untuk rnemberikan ulasan/penjelasan lebih lanjut mengenai sesuatu yang telah dikemukakannya; isi ulasan/penjelasan dan arahnya ke mana terserah kepada konseli. Kalau konselor menggunakan bentuk kalimat tanya, dipakai apa yang disebut pertanyaan terbuka (open question). Contoh perumusan : "Coba Saudara jelaskan lebih lanjut mengenai diri Saudara sendiri"; "Mengenai yang Saudara sebut paling akhir tadi, apakah

Draf kuliah Teknik Konseling

24 |
Saudara dapat memberikan penjelasan lebih lanjut; "Lalu, bagaimana; "Bagaimana maksud Anda?"; "Dan ...; "Maka ... "; "Tetapi ... "; "Coba, lanjutkan." Teknik ini dapat digunakan dalam beberapa fase selama proses konseling. Paling sering akan digunakan selama fase konseli mengutarakan masalahnya dan selama fase menggali latar belakang masalah, tetapi masih dapat digunakan dalam fase memikirkan penyelesaian. Tujuan penggunaan teknik ini ialah supaya konseli menjelaskan Iebih lanjut, menggali lebih dan memperluas pandangan, dengan diberi suatu umpan yang merangsang.

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.

Akan baik juga jika konseli sendiri rnembuat ringkasan pada akhir wawancara; dengan demikian konselor mendarat umpan batik (feedback). Bila konselor sendiri memberikan ringkasan, dia dapat minta umpan balik, misalnya "Demikian?"; "Begitu?" , (j) Pertanyaan Mengenai Hal Tertentu (Questioning/Probing) Konselor bertanya tentang hal tertentu, misalnya: "Siapa ... ?; "Dengan maksud apa?; Apa yang ... ? Kapan ... ? Bagaimana (ini-itu) ... ?", dan sebagainya. Konselor ingin mendapat tanggapan tentang hal tertentu; maka jawaban konseli terbatas isinya, yaitu sesuai dengan hal yang ditanyakan. Kalimat tanya ini dapat mengandung pertanyaan terbuka atau pertanyaan tertutup; pada umumnya lebih baik digunakan pertanyaan terbuka. Hal yang ditanyakan dapat mengenai sesuatu yang perlu diketahui oleh konselor untuk mendapat gambaran yang lebih lengkap, misalnya: "Saudara belajar di rumah dari jam berapa sampai jam berapa?"; "Jumlah saudara sekandung ada berapa?". Dalam hal ini konselor minta informasi faktual. Pertanyaan dapat juga mengenai contoh yang harus diberikan oleh konseli, misalnya: "Apakah kamu dapat memberikan contoh tentang hal yang sering menimbulkan pertengkaran dengan adik?"; "Dengan jalan bagaimana kakak mencampuri urusanmu? Pertanyaan dapat berupa memmta penjelasan atas Istilah atau kata tertentu yang dipakai oleh konseli, misalnya: "Apa yang dimaksudkan dengan semiprofesional?"; "Apa yang kamu maksud dengan berkata 'terangsang'?" Pertanyaan-pertanyaan semacam ini akan paling sering diajukan selama fase penggalian latar belakang masalah. Mengajukan suatu pertanyaan dapat relevan juga di fase penyelesaian masalah dan fase penutup. MisaInya, di fase penyelesaian masalah konselor dapat minta tanggapan atas pertanyaan tertentu untuk mengarahkan pikiran konseli, seperti "Pandanganmu sekarang sebaiknya bagaimana?"; "Kalau Anda berbuat begitu, apakah kesukarannya teratasi?" Pada akhir wawancara yang masih akan dilanjutkan pada lain waktu, konselor dapat bertanya: "Kapan sebaiknya kita bertemu kembali?"

(h) Pengulangan Satu-Dua Kata (Accent) Konselor mengulangi satu atau dua kata kunci dalam pernyataan konseli dalam bentuk kalimat tanya, dengan tujuan supaya konseli memberikan penjelasan lebih lanjut. Konselor dapat memilih kata-kata yang lebih mengungkapkan pikiran atau gagasan, atau yang lebih mengungkapkan perasaan. Contoh Ki "Saya merasa terlalu bingung untuk menentukan apakah lebih baik melanjutkan hubungan ini atau memutuskannya saja ... Mengerikan rasanya, jika saya disuruh mengambil inisiatif ... sayalah yang akan bertanggungjawab .. , dapat berakibat jelek." Kr "Terlalu bingung?" (accent pada ungkapan perasaan) "Mengerikan rasanya pad ungkapan perasaan "Bertanggungjawab pada ungkapan pikiran "Berakibat jelek?" (i) Ringkasan/Rangkuman (Summary) Secara singkat dan dalam garis besar, konselor merumuskan apa yang telah dikatakan. Mengenai isi terdapat empat kemungkinan berikut ini: (l) pikiran dan gagasan yang telah dikemukakan oleh konseli sampai sekarang; (2) sejumlah perasaan yang telau diungkapkan oleh konseli sampai sekarang; (3) inti pembicaraan antara konseli dan konselor sampai sekarang; dan (4) inti pembicaraan selama wawancara (ringkasan pada akhir wawancara).

Draf kuliah Teknik Konseling

S. Miharja.. Kr (Terhadap konseli yang seJama wawancara menunjukkan sikap mau berusaha sendiri) "Kamu sungguh-sungguh berusaha untuk bertindak secara dewasa!".. meninjau bersama-sama alasan pro dan kontra pada masingmasing alternatif. Selanjutnya kita melihat sasaran apa yang ingin kau capai". Kr "Bagaimana Anda membayangkan pelaksanaan dari rencanamu itu?" Draf kuliah Teknik Konseling . Pemberian informasi ini lebih baik tidak disebut penjelasan. Kr " Bagaimana. konselor menerangkan syarat-syarat masuk ke PT Negeri dan Swasta. seperti terjadi pada sejumlah teknik yang lain. sehingga konseli tidak ragu-ragu akan apa yang dimaksud oleh konselor. Di sini konselor memberikan umpan balik atas prakarsanya sendiri dan tidak minta umpan balik dari konseli. Penyampaian pengetahuan ini tidak mengandung unsur saran. Bagaimana?". namun ternyata belum diketahuinya. Untuk itu biasanya sangat perlu lebih dulu menentukan alternatif-alternatif yang ada (inventarisasi).. Contoh : Kr "Marilah kita sekarang meninjau . supaya akhirnya sampai pada pemecahan/penyelesaian masalah.Ag. Kr "Bagus! lni pertanyaan yang membawa kita maju selangkah". supaya tidak dikacaukan dengan Penjelasan seperti dalam butir (e) dan (t). Mana kiranya yang mendorong Anda?" (n) Penyelidikan (Investigation) Konselor mengajak kanseli untuk bersama-sama menyelidiki berbagai alternatif yang dapat dipilih. Contoh : Kr "Tekad Saudara untuk menjadi seorang dokter ini dapat bersumber pada keinginan untuk menjadi kaya. konseli diminta untuk memilih salah satu. saya seharusnya mengambil sikap yang lain?". yaitu . Teknik ini paling sering digunakan dalam fase penyelesaian masalah yang memungkinkan heberapa alternatif pemecahan. Mungkin sebaiknya kita meninjau hambatan ini" (l) Pemberian Informasi (Information Giving) Konselor menyampaikan pengetahuan tentang sesuatu kepada konseli. Kr "Barangkali suatu perubahan sikap dalam menghadapi situasi itu dapat meringankan beban. dapat juga berpangkal pada kerelaan mengabdi kepada sesama manusia. Contoh : Kr “Apa keuntungan bagi Anda kalau memilih program studi Arsitektur?".25 | (k) Pemberian Umpan Balik (feedback) Dalam pemberian umpan balik kepada seseorang disampaikan kepadanya bagaimana ungkapannya.Pd. Secara implisit pemberian umpan balik dapat mengandung pujian atau celaan. Kr "Nah. Apakah Saudara masih melihat kemungkinan lain" (0) Pemberian Struktur (Structuring) Konselor memberikan petunjuk tentang urutan langkah berpikir atau tahap dalam pembicaraan yang sebaiknya diikuti. S. sekarang kita telah sampai pada gambaran yang jelas tentang masalahmu. sikapnya dan tindakannya ditafsirkan orang lain. sesuatu yang sebaiknya diketahui. memprakirakan segala akibat yang kiranya timbul jika alternatif tertentu dipilih. Kr "Langkah berikutnya yang harus kita tempuh ialah meninjau semua alternatif yang ada". Kr (Terhadap konseli yang menghindar saja dan tidak terlibat) "Sikap Anda sampai sekarang menghambat pembicaraan kita. ". Dalam hal ini konselor menyampaikan kepada konseli pikiran atau perasaannya sendiri ten tang sikap konseli selama wawancara berlangsung atau mengenai kemajuan yang telah dicapai dalam proses konseling.. (m) Penyajian Altematif (Forking Response) Konselor mengemukakan beberapa alternatif. Contoh : Ki "Maksud Bapak.. dalam rangka apa yang disebut decision making. menjelaskan arti skor dalam tes. Kr "Kiranya ada baiknya kita kembali ke suatu hal yang Anda katakan tadi. " .M. Misalnya. menerangkan ciri-ciri khas masa remaja.. Pikiran atau perasaan itu dituangkan dengan jujur dan secara konkret.

Apa alasannya Draf kuliah Teknik Konseling . sedangkan pemuda B akan membuat Saudari merasa puas karena mendapatkan kehangatan? Bagaimana menurut pendapat Saudari?". interpretasi harus diberikan dengan cara yang bijaksana dan pada saat yang tepat.. Ketidaksesuaian atau ketidakcocokan terdapat di antara dua hal yang telah dikatakan oleh konseli (inconsistency). baik dalam cara merumuskan maupun dalam memilih saat yang tepat. Kr "Anda mengatakan tadi bahwa Anda merasa malu berbadan gemuk. yang melandasi ketidakcocokan itu. kesan yang demikian pada gilirannya dapat menimbulkan sikap defensif. baru kemudian ditunjukkan unsur ketidakcocokan dengan disertai permintaan umpan balik. maksud Contoh Kr 'Tadi Saudari mengatakan. Pemberian interpretasi dapat membantu konseli untuk lebih memahami diri sendiri. Apakah mungkin kesukaran itu timbul karena status sosial pemuda A akan menaikkan gengsi Saudari. bahwa Anda kerap berkata-kata kasar terhadap teman-teman dan suka membeberkan kepada mereka semua kesalahan yang mereka perbuat. bahwa konselor lebih mengenal konseli daripada dia mengenal diri sendiri. Pada teknik interpretasi konselor menambahkan sesuatu pada hal-hal yang sudah terungkap dan yang belum disadari oleh konseli (unconscious). kalau konseli bersedia mempertimbangkannya dengan pikiran terbuka. atau di antara ungkapan verbal dan nonverbal konseli (kontradiksi).M. Namun. Miharja. Apakah mungkin semua itu hanyalah merupakan siasat yang Anda gunakan untuk menutupi rasa malu itu? “Bagaimana pendapat Anda?" (q) Konfrontasi (Confrontation) Konselor mengarahkan perhatian konseli atas beberapa hal yang menurut pandangan konselor tidak sesuai satu sama lain. Berdasarkan kesan-kesannya selama wawancara berlangsung. atau di antara kata-kata dan tindakan konseli (inconsistency). S. suatu interpretasi dapat pula meninggalkan kesan pada konseli. Konselor menggali arti dan makna yang terdapat di belakang kata-kata konseli atau di belakang perbuatan/tindakannya yang telah diceritakan.Pd. Anda juga mengatakan di lain saat. dengan didukung oleh pengalamannya dalam bergaul dengan orang serta pemahaman psikologis. kalau persepsi konselor tepat. maka konselor menyadarkannya dengan maksud supaya konseli menghadapi diri sendiri secara lebih jujur. Sebaiknya konselor mengemukakan lebih dahulu kata-kata atau tindakan konseli yang melandasi pemberian interpretasi. Sebaiknya konselor mengemukakan lebih dahulu kata-kata yang didengarkan atau perilaku yang diamatinya. Suatu konfrontasi dapat mengejutkan konseli dan menimbulkan sikap defensif. Penggunaan teknik ini pun menuntut kebijaksanaan. konselor menunjukkan motif yang bias any a mendasari tingkah laku orang serta sumber kebutuhan psikologis yang menjadi ujung pangkal motivasi itu. hanya memperjelasnya. sehingga konseli bebas untuk menerima atau menolak. Biasanya konseli belum menyadari ketidakcocokan itu. bila konselor cukup yakin interpretasinya akan diterima dengan baik.26 | (p) Interpretasi (Interpretation) Kepada konseli diutarakan arti atau makna dari kata-katanya atau perbuatannya. 'merasa sangat sukar memilih antara pemuda A dan pemuda B. Konseli setengah-setengah sudah menyadari pikiran atau perasaan itu (subconscious). Tentu saja konselof harus cukup yakin pula mengenai S. baru kemudian menawarkan interpretasinya sebagai kemungkinan dengan disertai permintaan umpan balik. Oleh karena itu. tanpa membeberkan pengetahuan di bidang ilmu Psikologi. sehingga konseli bebas untuk menerimanya atau menolaknya. Konselor tidak menambah sesuatu pada apa yang telah terungkap.Ag. Teknik interpretasi menggali Iebih dalam daripada teknik penjelasan. konseli akan membenarkannya. Pada teknik penjelasan konselor memperjelas pikiran atau perasaan yang telah terungkap secara implisit. ketepatan interpretasi yang akan diberikan.

. bagaimana?" Draf kuliah Teknik Konseling . atau memamerkan ketajaman penbimbeltannya. Ini kiranya bagaimana?" (3) Pertentangan antara dua hal yang dikatakan oleh konseli: Kr "Tadi kamu berkata beberapa kali. Konselor memanfaatkan S. tetapi sekali mulai melangkah Anda akan melihat sendiri. Tentu saja konselor harus cukup yakin tentang apa yang ditunjukkan sebagai pertentangan. bahwa Saudara akan berhasil. bahwa persoalan ini dapat diselesaikan seeara memuaskan. misalnya dengan mengatakan: "Pasti semuanya akan baik dan berhasil". kamu sendiri menyatakan keinginan untuk menyelesaikan persoalan salah paham an tara kamu dan paear. alasan itu dapat dibicarakan kemudian setelah konseli mengakui adanya ketidaksesuaian itu. menuduh. dan tidak boleh bicara dengan nada mengadili. agar ia menceritakan semua pengalamannya dengan bekas pacarnya. dan menimbulkan kesan pada konseli bahwa dia masih dianggap seperti anak kecil. Saudara berkata: 'Semua baik'.27 | ketidaksesuaian itu timbul. tuncluk kepala). termasuk semua penyelewengannya. Dalam katakatanya konselor harus hati-hati. Tidak ada halangan apa-apa. tetapi cara Saudara berbicara mencerminkari rasa sedih. atau "Saya yakin. ditinjau dari kesamaan hak antara pria dan wanita?" (r) Diagnosis (Diagnosis) Konselor mengatakan kepada konseli apa yang rnenjadi inti masalah dan/atau rnengapa masalah itu timbul. Apakah di sini tidak terdapat sesuatu yang ganjil?" Kr "Tadi Saudara mengatakan bahwa Saudara menuntut dari pacar. Miharja. tidak disinggung oIeh konselor. Namun. Menurut Saudara bagaimana? Apakah kedua hal itu tidak bertentangan satu sama lain. supaya konseli tidak kehilangan semangat." (Berbicara sangat lambat. Konselor dapat membesarkan hati. bahwa sewaktu dirawat di rumah sakit ingin segera pulang. lebihlebih pada saat segalanya terasa sulit. Contoh : Kr "Rasa jijik pada warna merah yang kerap Saudara alami kiranya bersumber pada pengalaman yang Saudara ceritakan tadi.Pd. S... Semuanya beres . semua data yang diperolehnya. Kr "Maaf ya. Kemudian Saudara menyatakan tidak suka. Sebaiknya konselor minta umpan balik dari konseli. Sekarang ini kamu menyatakan keseganan untuk berkumpui dengan keluarga dan ingin tinggal di tempat lain. Kr "Nah. baik yang diperoleh dari hasil testing psikologis maupun yang diperoleh dari konseh sendiri secara langsung atau diperoleh dari orang lain. memberikan atau menunjukkan harapan. dengan nada suara rendah.Ag. selama pembicaraan ini Anda terus bicara bertele-tele. bahwa kiranya semuanya tidak sesukar yang Anda bayangkan pada saat sekarang". jangan sampai memberikan kepastian yang sebenarnya tidak dapat diberikan." Contoh : Kr "Pada mulanya akan sedikit sukar melaksanakan keputusan itu.M. Konselor sampai pada diagnosis tertentu setelah semua data yang tersedia dihubungkan satu sama lain. ketika menolong seorang korban kecelakaan dan pakaian Saudara pun kena darah. perlu diperhatikan agar bombongan itu tidak bertele-tele atau berlebihan. Apakah keinginan ini tidak menimbulkan harapan pula. Contoh (1)Kontradiksi antara lingkapan verbal dan nonverbal: Kr “Bagaimana keadaanmu sekarang?” Ki "Baik-baik saja . lni kiranya bagaimana?" (2) Ketidakcocokan antara kata-kata dan tindakan konseli: Kr "Anda tadi berkata 'tidak suka bertcle-tele': tetapi.. maaf ya. supaya dia terlibat pula dalam proses pemikiran. Kiranya demikian?" (s) Dukungan (Reassurance/Support) Konselor memberikan semangat dan keyakinan kepada konseli.. jika pacar Saudara yang sekarang ini menanyakan riwayat hidup Saudara dalam hal percintaan. bermuka suram.

mengenali pikiran dan perasaan yang terungkap secara implisit menuntut kemampuan untuk membayangkan bagaimana pikiran dan perasaan orang lain (social insight. yang bersifat menolak pandangan. saya ada usul: mengambil tes minat di lembaga testing yang sudah lama menjalin hubungan kerja sama dengan sekolah kita. Bagaimana?” Kr "Coha ya. harus ditolak karena melanggar norma moralitas!" Teknik-teknik konseling verbal yang disebutkan di atas. social feeling). misalnya pada hari libur. Aku tidak bisa membicarakan soal ini Draf kuliah Teknik Konseling . namun serangkaian latihan terarah dalam rangka praktikum konseling (microconseling) dapat membiasakan mereka dengan penggunaan aneka teknik ini sebagaimana mestinya. Rcfleksi Perasaan. Nasihat biasanya baru diberikan dalam fase penyelesaian masalah. Ada konseli yang kadang-kadang membutuhkan hal ini. tetapi dia harus sangat bijaksana dalam menentukan terhadap siapa dan kapan teknik ini sebaiknya digunakan.Ag. atau rencana konseli. bahwa orang yang sudah berpacaran lama harus melakukan hubungan intim untuk melihat apakah mereka cocok dalam bidang seksual. Klarifikasi Perasaan dan Klarifikasi Pikiran. harus digunakan secara luwes dan lama-kelamaan diterapkan secara spontan. lebih-lebih bila dia sedang dalam keadaan bingung. mula-mula orang tua bersikap biasa dan hatiku sudah merasa senang karena tidak dimarahi. Menurut pengalaman pengarang buku ini.. pada waktu orang tua tidak terlalu sibuk. S. Teknik ini hanya boleh digunakan jika hubungan antara konseli dengan konselor sangat baik. Tapi apa yang terjadi sesudah tema pulang? Aku dimarahi setengah mati dan mereka bilang. sehingga komentar negatif dari konselor tidak akan merusak hubungan. banyak calon konselorderutama mengalami kesulitan dalam mengenali pikiran serta perasaan yang terungkap. dengan demikian timbul kesulitan pula dalam merumuskan tanggapan verbal berupa Refleksi Pikiran. baik secara eksplisit maupun secara implisit. untuk itu dibutuhkan pengalaman di lapangan yang cukup lama. Khususnya. tindakan. Maka. Namun. Advice) Konselor memberikan nasi hat. Konselor yang berpengalaman sekalipun akan sang at berhati-hati dalam hal ini. untuk itu konselor minta umpan balik. tidak dapat saya restui karena ini tindakan yang salah!" "Pendapatmu. maka aku tidak boleh sekolah lagi.M. tidak mengherankan kalau semua calon konselor masih mengalami kesulitan dalam penggunaan teknik-teknik itu. bila seluk-beluk permasalahannya sudah jelas dan konselor yakin bahwa usul atau sarannya memang sesuai dengan keadaan konseli. Konselor yang bertugas di institusi pendidikan dapat saja mempunyai pertimbangan tertentu sebagai dasar yang membenarkan S. Coba. namun konseli tidak boleh merasa dikejar-kejar atau dipaksa.28 | (t) Usul/Saran (Suggestion. Konselor yang berpengalaman tidak akan ragu-ragu menggunakan teknik ini. Negative Evaluation) Konselor menyatakan pendapatnya berdasarkan pertimbangan objektif. bahkan akan membantu konseli untuk menghadapi dirinya sendiri secara realistis. nasihat harus diterima baik oleh konseli dan diyakini kecocokannya. Sebagai contoh latihan dalam mengenali pikiran dan perasaan orang lain serta merumuskan tanggapan verbal yang sesuai disajikan suatu ungkapan seorang remaja. Bujukan (persuasion) adalah saran yang disertai desakan kuat untuk menerimanya dan melaksanakannya. bayangkan bagaimana tindakan terhadap aku ini. Contoh : "Rencanamu untuk membalas dendam kepada guru yang memberikan nilai kurang dalam buku rapor. Bagaimana menurut pendapatmu?" (u) Penolakan (Criticism. (Wanita remaja) "Pada suatu hari ada teman pria datang ke rumah pinjam catatan. misalnya pertimbangan moral dan pertimbangan pedagogis. kalau-masih ada teman pria yang datang lagi. Contoh : Kr "Seandainya Saudara mencari kesempatan untuk berbicara terus terang kepada orang tua mengenai hal ini. agar konseli mengambil tindakan tertentu atau memilih cara A daripada cara B. rcnggunaan teknik ini.Pd. Miharja.

Tahu-tahu. di bawah ini disajikan dua daftar nama perasaan. setelah kawanmu pergi. dengan menggolongkan semua perasaan itu dalam kelompok perasaan senang dan perasaan tidak senang. orang tua kelihatannya tidak apa-apa. melukiskan perbuatan yang ingin dilakukan. Misalnya. seluruh pikiran yang menyertai ungkapan perasaan itu dapat digali kemudian." Klarifikasi pikiran: " Kalau tidak salah tangkap. Akibatnya ialah pergaulanmu terlalu terbatas. karena kau mengalami kekurangan dalam hal pendidikan dan kasih sayang. orang tuamu bersikap biasa saja..l Namun sepulangnya teman itu. konselor harus mendeskripsikan perasaan yang dialami konseli. Misalnya. Kamu memandang dirimu sebagai anak yang serba sial. Soal ini hanya dapat kau bicarakan dengan teman akrab di sekolah. kau kurang mendapat pendidikan dan cinta kasih di rumah karena keluargamu sudah retak. mereka marah-marah sampai mengeluarkan ancaman tidak boleh bersekolah lagi kalau masih akan dikunjungi teman laki-laki. jika konseli pada awal proses konseling banyak mengungkapkan perasaan. menggunakan kiasan bahasa atau menggunakan kiasan perasaan. Namun. yang dapat disertai perasaan implisit merasa bersalah. Pergaulan dengan teman dianggap sangat kurang." Refleksi pikiran Restatement "Jadi pada waktu teman pria datang ke rumah. melainkan deskripsi pikiran. Refleksi perasaan Restatement: "Jadi mula-mula kau merasa senang dengan sikap orang tuamu. patut dicatat bahwa kata "merasa . karena aku ini kurang berpendidikan dan kasih sayang. menganggap diri salah bukan deskripsi perasaan. Dalam memberikan pemantulan perasaan melalui teknik refleksi dan klarifikasi.Ag. S. Jadi setiap ada masalah aku hanya dapat berbicara dengan teman. Misalnya. tetapi dalam konteks tertentu dapat menunjuk pada ungkapan pikiran. Klarifikasi perasaan: "Mula-mula kau merasa lega dan gembira. " dalam bahasa percakapan sehari-hari tidak selalu menunjuk pada ungkapan perasaan. Kau merasa bersyukur mempunyai teman dekat yang menunjukkan pengertian. masing-masing mengandung pro dan kontra sebagaimana dijelaskan di bawah ini.. dan ini disebabkan karena kedua orang tuaku broken home. Draf kuliah Teknik Konseling . Hanyalah sahabat di sekolah dianggap dapat mengerti kamu. kamu kurang mengerti mengapa orang tua berbalik sikap dan dalam hati juga menyalahkan mereka.. melainkan ungkapan gagasan evaluatif. Mengutamakan ungkapan perasaan atau mengutamakan ungkapan pikiran.29 | dengan mereka. S. kau dimarahi dan diancam tidak boleh bersekolah lagi kalau masih ada teman pria datang. hanya bisa bicara dengan teman akrab di sekolah. Kira-kira demikian?" Dalam menanggapi pesan konseli." Parafrase: "Jadi awal mula Anda merasa puas (senang) karena sikap baik orang tua. konselor dapat lebih memperhatikan ungkapan pikiran atau lebih memperhatikan ungkapan perasaan. dengan menyebutkan nama perasaan.Pd. akibat dari broken home". Parafrase: "Jadi ketika teman laki-laki berkunjung ke rumah. Pada dasarnya kau merasa kasihan pada dirimu sendiri. sehingga pergaulan dengan teman sangat kurang.M. tetapi kemudian merasa pedih dan terpukul sekali. konselor biasanya juga banyak memberikan tanggapan pemantulan perasaan. merasa setuju sebenarnya bukan deskripsi perasaan. sebaiknya merasa setuju diganti dengan menyetujui. Dengan siapa kau dapat membicarakan hal ini selain dengan sahabat di sekolah? Menurut pendapatmu. Demikian pula sebaliknya. Miharja. lebih-lebih bilakonselor yang berbicara. Demikian pula suatu kata yang terdapat dalam kedua daftar itu tidak selalu menunjuk pada ungkapan perasaan. Untuk membantu konselor mendeskripsikan perasaan konseli dengan menyebutkan nama perasaan psikologis tertentu.

(Sikap dasar) (c) Anggukan kepala: untuk menyatakan penerimaan dan menunjukkan pengertian. Teknik ini digunakan dengan sengaja untuk menyampaikan suatu pesan tertentu kepada konseli pada waktu wawancara berlangsung. di samping hal-hal yang disebutkan di atas. Boleh juga menyertai kata-kata yang bertujuan membombong. Teknik-teknik nonverbal itu adalah. Miharja. termasuk juga dalam arti yang luas itu berbagai cara membawa diri dan menampilkan diri. (Sikap dasar) Draf kuliah Teknik Konseling . mungkin konselor ikut berdiam diri. S. (Menguatkan. Gerak-gerik semacam itu banyak variasinya dan mengandung macam-macam makna. into nasi dan nada berbicara (paralinguistic phenomena). cara berpakaian. Semua bentuk perilaku nonverbal itu mengandung nilai-nilai komunikatif dan dapat berperan sebagai bentuk komunikasi implisit dalam komunikasi antarpribadi.Ag. misalnya ekspresi wajah. seperti berjalan. guna melengkapi dan menunjang teknik-teknik yang verbal atau menggantikannya. Menunjang) (d) Gerak-gerik lengan dan tangan: untuk memperkuat apa yang diungkapkan secara verbal. duduk. (Sikap dasar). sinkronisasi antara bicara dan bergerak.  antipati terhadap konselor karena bersikap bermusuhan. namun lamanya tergantung pada makna yang terkandung dalam diamnya konseli. Tentu saja harus terdapat kesesuaian atau kesclarasan antara scgala ucapan verbal konselor dan perilakunya yang nonverbal.  bingung dan mengharapkan saran dari konselor. dan  lega sesudah mengungkapkan semua perasaannya. Dalam arti sempit perilaku nonverbal menunjuk pada reaksi atau tanggapan yang dibedakan dari berbahasa dengan memakai kata-kata. lamanya berbicara. cara menata rambut. juga menunjuk pada gejala-gejala vokal yang menyertai ucapan kata-kata.. Dalam arti luas perilaku nonverbal. misalnya konseli merasa:  sulit mengungkapkan perasaannya. seperti kekeliruan pada waktu berbicara. perabot di dalam rumah. serta ungkapan-ungkapan perasaan. dan sebagainya. Menunjang) (e) Berdiam diri: untuk memberikan kesempatan kepada konseli berbicara secara leluasa. Sikap badan jelas-jelas menyampaikan suatu pcsan kepada konseli. BAB 5 TEKNIK KONSELING YANG NONVERBAL Istilah perilaku nonverbal (nomterbal behavior) dapat diartikan secara sempit dan secara luas.30 | S. perlengkapan kantor. menyentuh.M. gerakan lengan dan tangan. saat-saat diam. (Sikap dasar) (b) Cara duduk: untuk menyatakan sikap rileks dan sikap. duduk agak bersandar.  malu untuk berbicara danlatau gelisah.mau memperhatikan. antara lain: (a) Senyuman: untuk menyatakan sikap menerima. Di bawah ini ditambahkan sejumlah cara yang dapat dipandang sebagai suatu teknik konseling yang nonverbal.Pd. Kesimpulan: penggunaan teknik berdiam diri tidaklah mudah. misalnya penerimaan (acceptance) dan pemahaman (understanding). misalnya membungkuk ke depan. penggunaan kosmetika dan perhiasan. anggukan kepala. isyarat dan pandangan mata. misalnya pada saat menyambut kedatangan konseli. Bila konseli diam. hiasanhiasan di ruang. (Menguatkan. lebih-Iebih pesan yang agak sulit dirumuskan secara verbal seperti sikap dasar. mengatur pikirannya atau menenangkan diri (Sikap dasar). kecepatan berbicara. sikap badan. volume suara. Sejumlah cara konselor dapat berkomunikasi secara nonverbal dengan helpee dan mahahelpee yang berurusan dengun dia. berbagai gerakan tungkai kaki dan tangan.

akan memperkaya lalu lintas hubungan antarpribadi dengan konseli karena dia mampu menangkap makna yang terkandung dalam komunikasi nonverbal di pihak konseli dan sekaligus mewujudkan komunikasi bermakna di pihaknya sendiri. lebih cepat. misalnya mengerutkan dahi. raut muka): untuk menunjang atau mendukung dan menyertai reaksi-reaksi verbal. sedangkan maknanya juga tergantung pada lingkungan budaya di daerah tertentu. Namun. Maka disarankan supaya konselor mengendahkan diri dalam menggunakan sentuhan sebagai tanda perhatian dan keprihatinan. . Selain digunakan sebagai teknik nonverbal. Miharja.. untuk menunjang atau mendukung tanggapan verbal dan/atau menyatakan sikap dasar. senyum. dan wajah cerah. Saluran komunikasi ini digunakan orang untuk mengungkapkan perasaan. termasuk orang dewasa terhadap anak. kiranya dapat diandalkan memang sesuai dengan isi batin orang. S. S. (Menunjang) (i) Sentuhan: untuk menunjang tanggapan verbal dan/atau menyatakan sikap dasar. meskipun tidak mudah untuk tetap konsisten dan konsekuen dalam hal ini.Ag. namun dapat pula digunakan untuk menipu. Draf kuliah Teknik Konseling . jangankan menyentuh dengan cara yang dapat ditafsirkan sebagai pelecehan seksual oleh pihak yang mencari-cari kesalahan. Namun perlu diingat. atau mempermalukan. Konselor yang memahami corak khas yang terkandung dalam komunikasi nonverbal dan semakin menggunakannya secara sadar. seperti juga gerakan tubuh dan kualitas vokal dapat mengandung makna ekspresi afektif. (h) Variasi dalam nada suara dan kcccpatan bicara: untuk Iucnyesuaikan diri dengan ungkapan perasaan konseli. menunjang dan memodifikasi pernyataan verbal serta memberikan umpan balik evaluatif tentang proses hubungan antarpribadi. Dia paham bahwa ekspresi komunikasi nonverbal tidak selalu mudah ditafsirkan karena pengaruh kultural. misalnya konselor berbicara lebih lembut. lebih-lebih dalam lingkup kebudayaan yang cenderung menghindari kontak fisik selain berjabatan tangan sebagai tanda salam: apalagi kontak fisik di antara orang yang berlainan jenis. mengerutkan kening. Halhal ini termasuk rumpun gejala vokal. Cara menatap muka si konseli haruslah sesuai dan wajar.31 | (f) Mimik (ekspresi wajah. roman muka. memaksa konseli. dengan nada suara. kontak mata juga sarana pengamatan terhadap konseli karena sinar mata dan raut muka dapat mengungkap suatu perasaan yang dialami. mengangkat alis. dan datam banyak lingkungan kebudayaan lebih bermakna bagi kaum wanita.M. air muka. lebih lambat. lama-kelamaan menjadi milik pribadi seseorang. lebih tinggi atau lebih rendah. (Menunjang) (g) Kontak mata (konselor mencari kontak mata dengan konseli). bahwa kontak fisik antara konselor dan konseli secara potensial dapat membahayakan.Pd. Mimik bervariasi banyak. harus dihindarkan kesan bahwa konselor mengejar.

tahap awal (tahap identifikasi masalah). (e) mendengarkan secara aktif. tahap akhir (action). miring. akan memudahkannya untuk membuat klien terlibat pembicaraan dan terbuka. duduk akrab berhadapan atau berdampingan. menciptakan suasana yang aman. (2) mendengarkan. Attending yang baik akan dapat meningkatkan harga diri klien. berbicara terus tanpa ada teknik diam. kemampuan attending konse1or. dan mata melotot. jarak antara konselor dengan klien dekat. Ketiga. Agar proses konseling dapat berjalan secara lancar dan tujuannya tercapai secara efektif dan efisien. dan perhatian terarah pada lawan bicara. bahasa tubuh. tegang. Dalam setiap tahapan proses konseling memerlukan penerapan keterampilanketerampilan tertentu. (b) ekspresi muka melamun. (d) memutuskan pembicaraan. (6) bertanya. (4) refleksi. konselor harus mampu mengimplementasikan keterampilanketerampilan tertentu yang relevan. tidak Draf kuliah Teknik Konseling . (3) empati. tidak melihat klien saat klien berbicara. S. Keterampilan attending juga mencerminkan bagaimana konselor menghampiri klien yang diwujudkan dalam perilaku di atas.32 | S. ceria. tahap pertengahan (tahap kerja dengan masalah tertentu). (c) posisi tubuh agak condong ke arah klien. dan senyum. (5) eksplorasi. 1. jarak duduk dengan klien menjauh. duduk kurang akrab dan berpaling. dan bahasa lisan. Berikut akan dijelaskan masing-masing keterampilan dalam masing-masing tahapan konseling.Pd. diam atau menunggu kesempatan bereaksi. penuh perhatian. Tahap Awal Konseling Tahap awal konseling disebut dengan tahap identifikasi masalah. menunggu ucapan klien hingga selesai. mengaIihkan pandangan. Kedua. Selain itu. Dalam tahap ini ada sejumlah keterampilan yang bisa diterapkan oleh konselor yaitu: (1) attending. konseling juga merupakan suatu proses. Ciri-ciri perilaku attending (attending skills) yang tidak baik adalah: (a) kepala kaku. (7) mengungkap pesan utama. (c) posisi tubuh tegak kaku.M. (8) mendorong dan dorongan minimal.Ag. (d) variasi isyarat gerakan tangan berubah-ubah untuk menekankan suatu pembicaraan. BAB 6 TEKNIK DALAM TAHAPAN KONSELING Konseling merupakan pekerjaan profesional seperti halnya guru. Proses konseling menuntut keterlibatan atau partisipasi dari klien. Konselor yang terampil adalah yang mengetahui atau memahami sejumlah keterampilan tertentu dan mampu mengimplementasikannya dalam proses konseling. Keterampilan Attending (Attending Skills) Keterampilan attending adalah perilaku konselor menghampiri klien yang diwujudkan dalam bentuk kontak mata dengan klien. Sebagai suatu pekerjaan profesional menuntut dimilikinya sejumlah kompetensi dan keterampilan tertentu.. Oleh karena itu. bersandar di kursi. dan mempermudah ekspresi perasaan klien secara bebas. Secara umum proses konseling terbagi atas tiga tahap yaitu: pertama. (b) ekspresi wajah tenang. Miharja. Ciri-ciri attending yang baik adalah: (a) menganggukkan kepala apabila menyetujui pernyataan klien. A.

Konselor yang tidak mampu berempati tidak akan bisa menjadi pemecah masalah yang efektif. 4. pengalaman bahkan penderitaannya. serta pengalaman klien secara lebih mendalam. yaitu keterampilan pembimbing atau konselor untuk memantulkan ide. 3. Melalui keterampilan ini. empati tingkat tinggi (advanced accurate empathy). pikiran. pembimbing atau konselor tidak akan dapat menangkap pesan pembicaraan. keinginan. Keterampilan Berempati (Emphaty Skills) Empati adalah kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan klien. pikiran. Kedua. Keterampilan Mendengarkan Keterampilan mendengarkan adalah kemampuan pembimbing atau konselor menyimak atau memperhatikan penuturan klien selama proses konseling berlangsung.dan bukan untuk atau tentang klien. dan pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbalnya. Empati ada dua macam yaitu: pertama.M. dalam arti akan mengalami kesulitan membantu mencarikan alternatif pemecahan masalah individu (klien). empati primer (primary empathy). Selain itu. Dari sini nantinya akan menentukan ketepatan pengambilan kesimpulan sementara maupun kesimpulan akhir wawancara konseling. memahami perasaan. Tanpa keterampilan ini. dan menyentuh klien karena konselor ikut dengan perasaan tersebut. tetapi ketika konselor berkata: "Saya dapat merasakan apa yang Anda rasakan". yaitu kemampuan konselor memahami perasaan. yaitu keterampilan konselor untuk dapat memantulkan (merefleksikan) perasaan klien sebagai hasil pengamatan verbal dan nonverbal terhadap klien. dan pengalaman klien. dan pengalaman klien. mudah buyar oleh gangguan Iuar. keinginan. kemampuan konselor Draf kuliah Teknik Konseling . S. Refleksi ada tiga macam yaitu: (a) refleksi perasaan. pikiran. merasa dan berpikir bersama klien . pikiran. dengan berempati klien akan tersentuh dan bersedia serta terbuka untuk mengemukakan isi yang tersimpan dalam lubuk hati yang dalam berupa perasaan. dalam proses konseling diharapkan klien akan terlibat pembicaraan dan terbuka.Pd.33 | memberikan kesempatan kepada klien untuk berbicara.. Selama sesi konseling berlangsung. (b) refleksi pikiran. pendapat klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbal terhadap klien.Ag. Miharja. (e) perhatian terpecah. pikiran. Optimalisasi keterampilan ini sangat didukung oleh fungsi pendengaran (telinga). yaitu keterampilan pembimbing atau konselor merefleksikan 2. yaitu kemampuan konselor memahami perasaan. oleh sebab itu seorang konselor tidak boleh memiliki gangguan pendengaran. Empati sangat penting dalam proses konseling. pikiran. pembimbing atau konselor harus mendengarkan secara sungguh-sungguh apa yang dituturkan oleh klien. Keterampilan Refleksi Refleksi adalah keterampilan pembimbing atau konselor untuk memantulkan kembali kepada klien tentang perasaan. proses konseling tidak akan berjalan secara efektif. berarti konselor sedang berempati. Empati diawali dengan simpati. (c) refleksi pengalaman. Pengambilan kesimpulan sementara atau akhir bisa salah apabila konselor tidak mendengarkan secara sungguh-sungguh penuturan klien. Pembimbing atau konselor harus bisa menjadi pendengar yang baik selama sesi konseling berlangsung. Ketika konselor berkata: "Saya memahami perasaan. S. Tanpa empati. dan keinginan Anda" berarti konselor bersimpati. keinginan.

Kedua. yaitu keterampilan konselor untuk menggali pengalaman-pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbal klien. Pada keterampilm bertanya Draf kuliah Teknik Konseling . Melalui keterampilan ini. konselor juga akan mengalami kesulitan membuka sesi konseling. S. Keterampilan Eksplorasi Istilah eksplorasi bisa berarti penelusuran atau penggalian. terbuka. eksplorasi perasaan. pertanyaan yang diajukan konselor kepada klien mengandung jawaban yang singkat dari klien seperti ya atau tidak. Keterampilan Memberikan Dorongan Minimal Keterampilan memberikan dorongan minimal adalah kemampuan konselor memberikan dorongan langsung dan singkat terhadap apa yang telah dikatakan oleh klien. 7. pertanyaan-pertanyaan yang diajukan bersifat terbuka dan klien bebas menjawabnya. Kedua. 5. diperlukan kemampuan konselor menangkap pesan utama (ide utama) dari penuturan-penuturan klien selanjutnya dinyatakan secara sederhana dan disampaikan dengan bahasa sendiri oleh konselor. Keterampilan eksplorasi adalah suatu keerampilan kensoler untuk menggali perasaan. eksplorasi pikiran. dan (d) mengecek kembali persepsi konselor tentang apa yang dikemukakan oleh klien. (c) memberi arah wawancara konseling. Ketiga. yaitu keterampilan konselor untuk menggali perasaan klien yang tersimpan. pikiran. klien akan selalu terlibat dalam pembicaraan dan terbuka. tertekan. Pada keterampilan bertanya tertutup. pikiran. Tanpa keterampilan ini. Keterampilan bertanya ada dua macam yaitu: pertama. dan lain sebagainya. dan diam seribu bahaya atau tidak mampu mengemukakan pendapatnya secara terus terang. setuju atau tidak setuju.34 | pengalaman-pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap pelilaku verbal dan nonverbal klien. yaitu keterampilan atau kemampuan konselor untuk menggali ide. dan terancam. Keterampilan Menangkap Pesan Utama (Parapharasing) Dalam sesi konseling sering klien mengemukakan perasaan. dan pengalamannya secara berbelit-belit. pikiran. eksplorasi pengalaman. keterampilan bertanya tertutup. Miharja. SeIain itu juga bertujuan untuk: (a) mengatakan kembali kepada klien bahwa konselor bersama dia dan berusaha memahami apa yang dikatakan klien. S. Tujuan keterampilan ini adalah menjadikan klien terbuka dan bersedia untuk berbicara serta dapat mengarahkan agar pembicaraan (wawancara konseling) mencapai tujuan. sehingga mudah dipahami.M. (b) mengendapkkan apa yang diungkapkan klien dalam bentuk tingkasan. dan pendapat klien. Parapharasing yang baik adalah menyatakan kembali pesan utama klien secara saksama dengan kalimat yang mudah dan sederhana. akan memungkinkan klien untuk bebas berbicara tanpa rasa takut.Ag. 6. Keterampilan ini penting dimiliki oleh setiap konselor. Tanpa keterampilan ini. keterampilan bertanya terbuka. Melalui keterampilan ini. Eksplorasi ada tiga macam. Keterampilan Bertanya Keterampilan bertanya adalah suatu kemampuan pembimbing atau konselor mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada sesi konseling.. dan pengalaman klien. menutup din. Keterampilan ini penting karena dalam konseling terkadang klien menyimpan rahasia. yaitu: pertama. Oleh sebab itu. pertanyaan-pertanyaan yang diajukan konselor mungkin tidak dipahami klien sehingga ia tidak bisa menjawab (diam). Keterampilan ini bertujuan untuk mengatakan kembaIi esensi atau inti ungkapan klien.Pd.

(b) meningkatkan potensi klien. Melalui keterampilan ini juga akan dapat meningkatkan eksplorasi diri.Ag. yaitu dengan eara: (a) memberi . yaitu ketika klien menunjukkan tandatanda akan mengurangi atau menghentikan pembicaraan.komentar khusus terhadap klien yang tidak konsisten secara tepat waktu. Tujuan keterampilan ini adalah. Keterampilan Memimpin Agar pembicaraan dalam wawancara konseling tidak menyimpang.. Keterampilan ini akan membantu klien memusatkan perhatiannya pada pokok pembicaraan. 2. mempertajam atau memperjelas fokus wawancara konseling. senyum dengan kepedihan dan sebagainya. 5. Tujuan keterampilan ini adalah untuk melihat kemajuan wawancara konseling pada setiap tahapannya.M.Pd. melainkan Iebih banyak mengamati jalannya wawancara konseling. Keterampilan Menyimpulkan Sementara Keterampilan menyimpulkan sementara adalah suatu kemampuan konselor bersama klien untuk menyampaikan kemajuan hasil pembicaraan. Tahap Pertengahan 1. Keterampilan Menjernihkan (Darifying) Keterampilan menjernihkan adalah kemampuan konselor menjernihkan atau memperjelas ucapan-ucapan klien yang samar-samar. ide awal dengan ide berikutnya. dan (b) agar klien menjelaskan. (e) membawa klien kepada kesadaran adanya diskrepansi. Keterampilan Memudahkan (Facilitating) Facilitating adalah suatu keterampilan membuka komunikasi agar klien dengan mudah berbicara dengan konselor dan menyatakan Draf kuliah Teknik Konseling . (d) mempertajam atau memperjelas fokus pada wawancara konseling. konselor harus memimpin arah pembicaraan sehingga tujuan konseling dapat tercapai secara efektif dan efisien. kurang jelas. mengulang. Keterampilan ini berguna untuk: (a) mendorong klien mengadakan instrospeksi diri secara jujur. Selain itu juga bertujuan untuk: (a) memberikan kesempatan kepada klien untuk melakukan feed back (kilas balik) dari hal-hal yang telah dibicarakan. Keterampilan Melakukan Konfrontasi Konfrontasi merupakan suatu kemampuan konselor menantang klien untuk melihat adanya diskrepansi atau inkonsistensi (ketidakkonsistenan) antara perkataan dengan bahasa badan atau perbuatan. 3. (b) menyimpulkan kemajuan hasil pembicaraan secara bertahap. dan mengilustrasikan perasaannya. (b) tidak menilai apalagi menyalahkan. 4. S. otoritas dan permisif (masa bodoh). B. Penerapan keterampilan ini harus secara hati-hati dilakukan oleh konselor. Penerapan keterampilan ini dalam sesi konseling harns dilakukan secara selektif. Miharja. (c) untuk meningkatkan kualitas diskusi. dan (e) dilakukan konselor bersamaan dengan perilaku attending dan empati.35 | S. 6. Memimpin arah pembicaraan bukan berarti konselor mengarahkan klien ke arah pembicaraan sesuai keinginan konselor. dan agak meragukan. Keterampilan Memfokuskan Seorang konselor yang efektif harus mampu membuat fokus melalui perhatiannya yang terseleksi terhadap pembicaraan dengan klien. Atau ketika klien kurang memusatkan pikirannya pada pembicaraan dan ketika konselor merasa risau terhadap pembicaraan klien. (a) mengajak klien untuk menyatakan pesannya secara jelas. konflik dalam dirinya. Keberhasilan konselor memimpin arus lalu lintas bimbingan dan konseling dipengaruhi oleh tipe-tipe kepemimpinan konselor itu sendiri apakah demokratis.

(c) jika klien kehilangan arah pembicaraan.rangi atau menghentikan pembicaraan. dan kurang partisipatif. sebaiknya upayakan agar klien tetap mengusahakannya (klien mencari sendiri sumber informasi tersebut). konselor mengajak klien agar berbuat sesuatu atau mengarahkannya agar berbuat sesuatu. diam atau tidak bersuara bisa menjadi teknik konseling.Ag. Keterampilan ini diterapkan apabila: (a) akan mengambil inisiatif jika klien tampak kurang bersemangat. (b) membantu klien untuk lebih memahami dirinya. Miharja. 12. Sifat-sifat subjektif tidak boleh dimasukkan ke dalam interpretasi. Konselor dapat mengucapkan kata-kata yang mengajak klien untuk. Keterampilan Mengarahkan (Directing) Directing adalah kemampuan konselor mengajak dan mengarahkan klien untuk berpartisipasi secara penuh dalam proses konseling. Keterampilan Memberikan Dorongan Minimal (Minimal Encouragement) Minimal encouragement atau keterampilan memberikan dorongan minimal adalah suatu upaya konselor memberikan dorongan secara langsung dan singkat agar kliennya selalu terlibat dalam pembicaraan dan dirinya terbuka. Sebaliknya. pikiran.. Hal yang harus dijaga untuk memberi nasihat adalah tujuan konseling.36 | perasaan. konselor secara jujur harus mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui informasi tersebut. konselor harus dapat memanfaatkan situasi ini. 11. 7. 8. (d) mengurangi kecepatan wawancara. dan pengalaman klien dengan merujuk kepada teori-teori. Melalui keterampilan ini juga akan dapat meningkatkan eksplorasi diri. S. 9. berpatisipasi dan berinisiatif dalam menuntaskan pembicaraan. dan pengalamannya secara bebas sehingga komunikasi dan partisipasi meningkat serta proses konseling berlangsung secara efektif. Keterampilan Memberi Informasi Informasi diberikan oleh konselor kepada klien harus hal-hal yang diketahui konselor. Keterampilan Menafsirkan atau Interpretasi Keterampilan menafsirkan atau interpretasi merupakan upaya konselor mengulas pikiran. Melalui keterampilan ini. Keterampilan Sailing (Saat Diam) Dalam proses konseling. Oleh sebab itu. Apabila konselor tidak mengetahui informasi apa yang dikehendaki klien.M. Keterampilan ini bertujuan agar klien terus berbicara dan dapat mengarahkan agar pembicaraan mencapai tujuan. (b) jika klien lambat berpikir ilntuk. mengambil keputusan. apabila konselor mengetahui. ketika klien kurang memusatkan pikirannya pada pembicaraan.Pd. sering diam. Dorongan minimal dilakukan oleh konselor apabila klien kelihatan akan mengu. S. Keterampilan Mengambil lnisiatif Mengambil inisiatif perlu dilakukan oleh konselor apabila klien kurang bersemangat untuk berbicara. 10. klien dapat mengikuti ekspresi yang membawanya berpikir dan bangkit dengan tilikan yang mendalam. Draf kuliah Teknik Konseling . Meskipun demikian pemberian nasihat tetap perlu harus dipertimbangkan. 13. yakni kemandirian klien harus tetap tercapai. dan ketika konselor ragu terhadap pembicaraan klien. (c) setelah diam. Keadaan diam akan membantu konselor: (a) untuk mendorong klien untuk berbicara. perasaan. Keterampilan Memberi Nasihat Nasihat bisa diberikan kepada klien apabila ia meminta.

(b) merangkum isi pembicaraan (isi wawancara konseling). 3. Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi ditentukan apa tindak lanjutnya (follow up-nya). konselor menetapkan sisi mana dali proses konseling yang telah dicapai dan sisi mana yang belum. 4.37 | Tujuan keterampilan ini adalah untuk memberikan rujukan. S.Pd. Keterampilan Menilai (Mengevaluasi) Keterampilan menilai atau mengevaluasi berarti kemampuan konselor menetapkan batas-batas atau ukuran-ukuran keberhasilan proses konseling yang telah dilaksanakan. Semua keterampilan konseling dilatihkan satu persatu secara bertahap.Ag. dilanjutkan dengan latihan makro. seorang kenselor juga harus menguasai teori-teori konseling yang ada. (d) mengajak klien kembali sambil menunjukkan isyarat gerak tangan. Latihan micro counseling atau konseling mikro adalah suatu cara memberikan penguasaan teknik-teknik konseling kepada calon konselor. 2. Berbagai cara bisa dilakukan oleh konselor untuk menutup sesi konseling. Rencana yang baik harus merupakan hasil kerja sama antara konselor dengan klien. dan (f) memberikan tugas-tugas tertentu kepada klien apabila diperlukan. dan situasi konseling itu sendiri. (c) pokok-pokok pembicaraan apa yang akan dibicarakan pada sesi selanjutnya. (c) menunjukkan kepada klien tentang pertemuan yang akan datang. Secara umum penutupan sesi konseling dilakukan oleh konselor dengan melakukan hal-hal sebagai berlkut: (a) mengatakan bahwa waktu konseling akan berakhir.. pandangan atau perilaku klien agar klien mengerti dan berubah melalui pemahaman dari hasil rujukan tersebut. Melalui keterampilan ini. Dengan demikian. Akan tetapi. Penutupan sesi konseling tidak harus dilakukan secara seragam oleh semua konselor. Untuk menguasai keterampilan-keterampilan konseling di atas. Keterampilan Merencanakan Menjelang sesi akhir wawancara konseling. Keterampilan Mengakhiri Konseling Keterampilan mengakhiri konseling merupakan suatu kemampuan konselor menutup sesi konseling. keterampilan merencanakan adalah kemampuan konselor merencanakan tindakan nyata (action) yang produktif bagi kemajuan kliennya. Kesimpulan pembicaraan atau wawancara konseling bisa dilakukan konselor bersama klien. konselor harus dapat membantu klien untuk dapat membuat rencana berupa suatu program untuk action. Masing-masing konselor tentu memiliki teknik tensendiri dalam menutup sesi konseling yang disesuaikan dengan kondisi klien. Selain itu juga bisa ditetapkan kendala apa yang menjadi penghambat proses konseling. seorang konselor harus melalui berbagai latihan secara berurutan. yaitu setelah sebagian keterampilan dikuasai dalam latihan mikro.M. Dari kesimpulan pembicaraan akan diketahui: (a) bagaimana keadaan perasaan klien saat ini. Keterampilan Menyimpulkan Keterampilan menyimpulkan merupakan kemampuan konselor mengambil inti pokok pembicaraan selama proses konseling berlangsung. (b) apa rencana klien selanjutnya. Draf kuliah Teknik Konseling . (e) menunjukkan catatan-catatan singkat kepada klien tentang hasil pembicaraan (hasil wawancara konseling). Miharja. masalah klien. C Tahap Akhir (Action) 1. Keterampilan-keterampilan konseling di atas diterapkan dalam praktik konseling terutama pada teknik-teknik melakukan konseling). yaitu rencana perbuatan nyata yang produktif bagi kemajuan klien. S.

Pada sesi akhir latihan diadakan evaluasi dan diskusi setelah menyaksikan atau mendengarkan rekaman kaset video.. Kedua.38 | Latihan micro counseling dilengkapi dengan rekaman video dan tape recorder. latihan menulis kasus. Pengamat dan pembimbing memberikan penilaian dan masukan untuk bahan diskusi.. Setiap calon konselor mengawasi peristiwa atau cerita kasus yang terdiri atas deskripsi dan dialognya.Ag. mengadakan diskusi. Ketiga. Latihan macro counseling atau konseling makro adalah melatihkan secara role playing beberapa keterampilan konseling yang telah dikuasai melalui mikro konseling. menonton tayangan video micro counseling yang digunakan sebagai rujukan bagi calon hmselor. mengadakan tayangan ulang untuk dievaluasi dan dengan menggunakan lembar evaluasi yang telah disiapkan oleh pembimbing.M. Miharja. Beberapa kegiatan yang dilatihkan dalam konseling. Kelima. selanjutnya mengadakan latihan ulang dan memperbaiki keterampilan berdasarkan masukan dari pengamat. Draf kuliah Teknik Konseling . makro adalah: pertama. menyiapkan pasangan-pasangan pemain (koselor dan klien untuk melakukan permainan peran konseling dengan kasus yang telah disiapkan.Pd.. S.. Keenam. melakukan latihan konseling dan memvideokannya. S. Keempat.

M. maka akan berlangsung suatu proses dalam diri konseli yang akan menghasilkan perubahan dalam konsep diri dan dalam tingkah laku. Draf kuliah Teknik Konseling . Oleh karena itu. Menurut pandangan Rogers. penerimaan. Dengan menjadi. seorang pendengar yang sabar dan peka. sehingga konseli merasakan semua itu sungguhsungguh ada. dan keterbukaan mengenai apa yang dihayati oleh konselor sendiri tentang konseli (counselor congruence). bagaimana tindakannya selanjutnya terhadap adiknya juga akan ditemukannya sendiri. keikhlasan. Kalau digunakan istilah teknik konseling. seperti dalam Konseling Klinikal dan Psikoanalisis. dan pemahaman itu dapat dikomunikasikan kepada konseli dalam suasana interaksi pribadi yang mendalam. hubungan antarpribadi (relationship) antara konselor dan konseli yang saling berkomunikasi menjadi kunci sukses atau gagalnya proses dan wawancara konseling. Untuk memudahkan dan memperlancar proses yang berlangsung dalam diri konseli. yaitu menciptakan suasana komunikasi antar pribadi yang merealisasikan segala kondisi yang disebutkan di atas. Tugas konselor adalah membantu konseli mengakui dan mengungkapkan seluruh perasaan yang dialami sekarang ini serta menghayatinya. Konseli menetapkan bagi dirinya sendiri tujuan apa yang ingin dicapainya dalam proses konseling. tanpa diberi petunjuk atau pengarahan oleh konselor dalam hal ini. penghargaan. lebih memahami diri sendiri dan mengembangkan suatu tujuan perubahan dalam diri sendiri dan perilakunya. Selama proses konseling semua pengalaman nyata dalam bergaul dengan orang lain dan dalam dirinya dibiarkan muncul dan disadari sepenuhnya.Ag. kondisi-kondisi itu diperlukan dan sekaligus mencukupi untuk menjamin keberhasilan proses konseling.39 | S. Kemudian mulai digunakan nama ClientCenter Counseling. melainkan peranan yang sangat aktif. sehingga dapat diberi tempat dalam keseluruhan konsep diri. inilah teknik yang diterapkan oleh konselor. sehingga dapat dihindari kesan bahwa konseli menggantungkan diri pada konselor. kejujuran. bahwa peranan konselor yang demikian bukanlah peranan yang bercorak pas if. seolah-olah konselor mengenakan kepribadian konseli (emphatic understanding). dengan mengambil jarak dari dirinya sendiri. jelaslah kiranya. Kalau semua kondisi tertentu terpenuhi. dengan maksud menggarisbawahi individualitas konseli yang setaraf dengan individualitas konselor. Mula-mula corak konseling ini disebut konseling nondirektif untuk membedakannya dari corak konseling yang mengandung banyak pengarahan dan kontrol terhadap proses konseling di pihak konselor. meskipun konselor tidak memberikan pengarahan seperti dalam pendekatan konseling yang lain. yang meyakinkan konseli dia diterima dan dipahami konselor memungkinkan konseli untuk mengungkapkan seluruh perasaannya secara jujur. S. Dalam proses konseling perhatian konseli dipusatkan pada keadaan sekarang ini tanpa menggali-gali secara mendalam sejarah perkembangan rasa iri dalam hatinya. yaitu keselarasan antara ideal self dan real self Bagaimana bentuk atau wujud keselarasan itu akan ditemukannya sendiri. BAB 7 TEKNIK KONSELING CLIENT CENTER Istilah Client-Center merupakan corak konseling yang menekankan peranan konseli sendiri dalam proses konseling. Konselor tidak mencoba untuk mengadakan diagnosis. Miharja. konselor menciptakan beberapa kondisi yang mendukung. pemahaman terhadap apa yang diungkapkan oleh konseli sesuai dengan kerangka acuan konseli sendiri (phenomenal field). yaitu mencari sebab-musabab dalam sejarah hidup sehingga mulai tampaklah suatu hubungan sebab-akibat.Pd. Di pihak konselor kondisi itu adalah: menunjukkan penerimaan dan penghargaan tanpa syarat (unconditional positive regard). dengan harapan bahwa konseli pada suatu ketika akan meninjau segala perasaan itu secara lebih objektif..

(b) konselor menyadari bahwa pengalaman yang akan dilalui oleh konseli ada usaha yang penuh dengan perjuangan. Penerimaan konselor terhadap konseli secara langsung berSangkut paut dengan kemampuan konselor untuk tidak memberikan penilaian tertentu terhadap diri konseli. Menciptakan hubungan yang bersifat permisif. Dalam konseling client center.M. Dasar dari kemampuan ini ialah penghargaan terhadap orang lain (dalam hal ini konseli) sebagai seorang yang padadasarnya baik. di antaranya sebagai berikut: (a) Menciptakan hubungan yang bersifat permisif.. (c) Mendorong kemampuan memecahkan masalah. di antaranya adalah sebagai berikut: (a) Kemampuan berempati Empati pada dasamya adalah mengerti dan dapat merasakan orang lain (konseli). kehangatan. Dalam menerima konseli ini adadua unsur yang perlu diingat ialah: (a) konsel6r berkehendak untuk membiarkan adanya perbedaan antara konselor dengan konseli. pembinaan. Empati ini akan lebih lengkap dan sempurna apabila diiringi oleh pengertian dan penerimaan konselor tentang apa yang dipikirkan oleh konseli. maka timbullah rasa percaya bahwa dirinya mempunyai harga sebagai individu (tidak dipandang rendah/ tidak berarti). Dengan terciptanya hubungan yang demikian itu. perasaanperasaan.potensi yang perlu dikemb. ada beberapa fungsi yang perlu dipenuhi oleh seorang konselor. (c) Kemampuan untuk menghargai konseli Seorang konselor client center harus menghargai pribadi konseli tanpa syarat apa pun. Empati yang dalam..ingkan atau diaktualisasikan pada diri konseli adalah potensi untuk ·memecahkan masalahnya sendiri. Beberapa persyaratan yang berhubungan dengan sifat dan sikap agar dapat melaksanakan hubungan konseling client center.Ag. Persyaratan Sifat dan Sikap Seorang Konselor Client center Draf kuliah Teknik Konseling . dapat dirasakan oleh kedua belah pihak. (b) Kemampuan menerima konseli Kemampuan konselor untuk benar-benar menerima konseli sebagaimana adanya adalah memegang peranan penting dalam hubungan konseling. secara langsung dapat melupakan keteganganketegangan. (b) Mendorong pertumbuhan pribadi. dan perasaan. yaitu baik oleh konselor maupun oleh konseli itu sendiri. penuhpengertian. Apabila perasaan dihargai dirasakan oleh konseli. tetapi lebih dari itu adalah berfungsi untuk menumbuhkan perubahan-perubahan yang fundamental (terutama perubahan sikap). Fungsi yang dimaksud. proses hubungan konseling di sini adalah proses untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan pribadi konseli. Jadi. Dalam konseling client center fungsi konselor bukan saja membantu konseli untuk melepaskan diri dari masalah-masalah yang dihadapinya. dengan demikian salah satu . dan pertahanan diri konseli. terhindar dari segala bentuk ketegangan. konselor berfungsi dalam membantu konseli agar ia mengembangkan kemampuannya untuk memecahkan masalah. Jadi. penuh penerimaan. tanpa memberikan penilaian baik_ positif maupun negatif. maka konseli akan berani mengemukakan segala masalahnya. Menciptakan hubungan permisif bukan saja secara verbal tetapi juga secara nonverbal. Fungsi Konselor dalam Konseling Client center Dalam konseling client center. Empati adalah saling hubungan antara dmi orang. dan kuat lemahnya empati itu sangat bergantung pada saling pengertian dan penerimaan terhadap suasana yang diutarakan oleh konseli.40 | S. Miharja. S.Pd.

M. (g) Sikap terbuka Konseling client center mengharapkan adanya keterbukaan dari konseli baik untuk mengemukakan segala masalahnya maupun untuk menerima pengalaman-pengalainan. Perhatian dan penerimaan yang murni (tidak semu dan palsu) ini sebenarnya tidak dipaksakan. tetapi juga bagaimana konseli menyampaikan hal itu. (f) Sifat keaslian (gunuin) Seorang konselor client center harus memperlihatkan sifat keaslian dan tidak berpura-pura. baik melalui kata-kata (verbal) maupun isyarat (nonverbal). ketulusan hati. (e) Kemampuan membina keakraban Keakraban merupakan syarat yang sangat penting demi terbinanya hubungan yang nyaman dan serasi antara konselor dan konseli. tanggapan. proses konseling nondirektif mengharapkan keterbukaan dari konseli. direncanakan ataupun dibuat-buat. Konselor harus dapat menerima konseli sebagaimana adanya.Pd. Secara rinci tujuan dasar dari pendekatan konseling client center ialah sebagai berikut: (a) Membebaskan konseli dari berbagai konflik psikologis yang dihadapinya. sertamenerima konseli apa adanya secara langsung akan membina hubungan yang akrab penuh rasa persahabatan. Lebih jauh dari itu keakraban itu merupakan kesatuan suasana hubungan yang ditandai oleh rasa saling percaya mempercayai. (d) Kemampuan memperhatikan Kemampuan memperhatikan menuntut keterlibatan sepenuhnya dari konselor terhadap segala sesuatu yang dikemukakan oleh konseli. dan perhatian. ketidakwajaran itu sendiri akan mewamai hubungan S. Bagaimanapun juga.Ag. terbuka dengan konselinya. Konseli akan terbuka apabila konselor dapat dipercaya dan bersungguh-sungguh. Keakraban yang murni dan wajar diwarnai oleh adanya perhatian. Tujuan Konseling Client center Secara umum tujuan yang ingin dicapai melalui pendekatan konseling client center ialah untuk membantu individu atau konseli agar berkembang secara optimal sehingga ia mampu menjadi manusia yang berguna. kesungguhan. suka atau tidak suka. Draf kuliah Teknik Konseling . Keakraban ini akan tumbuh terus-menerus dan terbina dengan baik apabila konselor benar-benar menaruh perhatian dan menerima konseli dengan permisif. tersebut.41 | maka timbul pula keinginan bahwa dirinya berharga untuk mengambil keputusan bagi dirinya sendiri. konseli menginginkan perhatian penuh terhadap apa yang diungkapkan oleh konseli. Seorang konselor yang memaksakan dirinya menaruh perhatian dan menerima konseli. Keterbukaan dari konseli akan terwujud apabila ada keterbukaan dari konselor pula. kerjasama. Miharja.. Keakraban itu adalah lebih dalam dari hanya sekadar ucapan salam atau mengenakkan hati konseli. dan keterlibatan perasaan secara tulus dan tanpa pamrih. Dengan sikap dan kemampuan yang dimiliki konselor untuk menghargai konseli tanpa syarat. Melalui mendengar dan mengamati itu konselor tidak hanya menangkap dan mengerti apa yang dikemukakan oleh konseli. Kepura-puraan dalam hubungan konseling menyebabkan konseli menutup diri Jadi. S. hangat. Kemampuan ini memerlukan keterampilan dalam mendengarkan dan rnengamati untuk dapat mengetahui dan mengerti inti dari isi dan suasana perasaan bagaimana yang diungkapkan konseli. maka wujud perhatian itu tidak akan wajar.

konseli menggunakan S. S. (c) Dalam proses konseling client center menekankan betapa pentingnya hubungan yang bersifat permisif. konseli berperan lebih dominan daripada konselor. intim sebagai persyaratan mutlak bagi berhasilnya hubungan konseling. (e) Menumbuhkan suatu keyakinan pada konseli bahwa dirinya terus bertumbuh dan berkembang (process of becoming). maka secepat itu pula konselor dapat mengarahkan konseli dalam mengambil keputusan sendiri. dan memiliki kesiapan secara terbuka untuk menerima berbagai pengalaman orang lain yang bermanfaat bagi dirinya sendiri. sebelum konselor mau memberikan bantuan. Ciri-Ciri Proses KonseIing Client center Ciri-ciri dari pendekatan konseling client center dapat dirinci sebagai berikut: (a) Dalam proses konseling client center. itu ada pada diri konseli sendiri.Ag. bahwa ia memiliki kemampuan untuk mengambil satu atau serangkaian keputusan yang terbaik bagi dirinya sendiri tanpa merogikan orang lain.Pd. sedangkan konselor hanya berusaha tintuk mengarahkan agar konseli memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan sendiri. (c) Memberikan kesempatan seluas-Iuasnya. Empati ini akan lebih lengkap jika dibarengi oleh pengertian dan penerimaan konselor tentang apa yang dipikirkan oleh konseli. atau proses konseling tidak bisa ditentukan oleh konselor. Miharja. Dalam proses konseling client center.42 | (b) Meriumbuhkan kepercayaan pada diri konseli. Dalam proses konseling client center tidak terikat oleh langkahIangkah yang harus dilakukan. Tanpa keakraban yang· baik tidak mungkin dilakukan kerjasama antara konselor dengan konseli. Lebih cepat konseli dapat mengungkapkan masalahnya. konselor di sini hanya berperan sebagai fasilitator atau sebagai cermin. dan pada waktu yang bersamaan konselor memisahkan semua informasi yang relevan dengan tujuan dari konseling. walaupun demikian ia masih tetap memiliki kekhasan atau keunikan tersendiri. Langkah-Langkah Konseling Client center Ada dua belas langkah yang dapat dipakai pedoman dalam melaksanakan konseling client center. tapi itu sangat bergantung padakonseli. Konseli harus dibiatkan dengan leluasa dan dengan caranya sendiri untuk mengungkapkan masalahnya secara bebas. karena empati pada dasarnya adalah mengerti dan dapat merasakan perasaail ldien. (d) Memberikan kesadaran kepada konseli bahwa dirinya merupakan bagian dari suatu lingkup sosial budaya yang luas. empati menduduki tempat yang penting. Kuat lemahnya empati itu sangat bergantung pada saling pengertian dan penerimaan terhadap situasi yang diutarakan oleh konseli. Komunikasi antara konselor dengan konseli akan lebih mudah apabila berbentuk keakraban (rapport).M.. sepanjang masalahnya telah dimengerti oleh konseli. karena keakraban ini merupakan dasar untuk membentuk kepercayaan dan pengertian antara konselor dengan konseli. Dalam membentuk keakraban yang baik. Dalam konseling client center. dan tidak seyogianya menuntut sesuatu atau mengharapkan syarat-syarat tertentu terhadap konseli. konselor benar-benar menghadapi konseli secara tulus sebagai individu yang memiliki potensi untuk mengambil keputusan dan mengatasi masalahnya sendiri. bahasa yang sesuai dengan diri konseli. Tapi kedua belas langkah Draf kuliah Teknik Konseling . Aktivitas konseli tampak lebih menonjol ketimbang konselor. (b) Dalam mengambil keputusan akhir. oleh konselor. konselor harus benar-benar menerima konseli sebagaimana adanya. kepada konseli urttuk belajar mempercayai orang lain.

adalah proses verifikasi ke arah diambilnya suatu keputusan dan tindakan yang memungkinkan. serta terbuka.M. (i) Mulai melakukan tindakan-tindakan yang positif. dan memberitahukan kepada konseli secara bijaksana bahwa proses konseling itu perlu diakhiri. (b) Merumuskan situasi bantuan. keresahannya. (f) Konselor menerima perasaan-perasaan positif yang diungkapkan konseli. maka konselor harus mampu menciptakan suasana permisif. Dorongan ini hanya bisa dilaksanakan apabila konselor mempunyai keyakinan tentang kemampuan konseli untuk mampu membantu dirinya sendiri. Draf kuliah Teknik Konseling . (c) Konselor mendorong konseli untuk mengungkapkan perasaanperasaannya secara bebas. mulailah membuat suatu keputusan untuk melakukan sesuatu dan melangkah untuk memikirkan tindakan selanjutnya.Ag. maka secara psikologis bebannya mulai berkurang. sehingga dirasakan meredanya keteganganketegangan atau tekanan-tekanan batinnya. Apabila seorang konseli datang kepada konselor berdasarkan petunjuk atau saran orang lain. yang berarti bahwa konselor memberikan respons kepada perasaan-perasaan dan/ atau kata-kata konseli. berkaitan dengan masalahnya.. dan pemahaman (understanding) serta penerimaan diri tersebut. ketegangan-ketegangan. tapi dapat diubah-ubah.43 | yang dkemukakan itu bukanlah langkah yang baku. Dalam merumuskan situasi bantuan atau menentukan situasi konseling. dan yang memungkinkan konseli untuk bertumbuh dan berkembang. (d) Konselor secara tulus menerima dan menjernihkan perasaanperasaan konseli yang sifatnya negatif. serta terhindar dari ketegangan-ketegangan. Dalam keadaan yang demikian ekspresi-ekspresi positif akan muncul. santai. (g) Saat pencurahan perasaan itu diikuti oleh perkembangari yang berangsur-angsur tentang wawasan (insight) konseli mengenai dirinya. (h) Apabila telah memiliki pemahaman tentang masalahnya dan menerimanya. (l) Mengurangi ketergantungan konseli atas bantuan konselor. penuh persahabatan dan kehangatan. memungkinkan konseli untuk mengungkapkan perasaanperasaannya. (e) Apabila perasaan-perasaan yang negatif dari konseli tehih sepenuhnya terungkapkan. S. penuh keakraban. sehingga konseli dapat menentukan sikap dalam pemecahan masalahnya. S. serta keterikatannya. Jadi. santai. konseli didorong untuk menerima tanggung jawab untuk melaksanakan pemecahan masalah yang dihadapinya. Dasar Pertimbangan Digunakannya Konseling Client Center Langkah-Iangkah dimaksud adalah sebagai berikut: (a) Konseli datang untuk meminta bantuan kepada konselor secara sukarela. dan kehangatan. (j) Pertumbuhan atau perkembangan lebih lanjut wawasan konseli. (k) Meningkatkan tindakan-tindakan (tingkah laku) positif secara terpadu pada diri konseli. dan secara tulus menerlma dan menjernihkan kembali perasaan-perasaan yang sifatnya negatif dari konseli.Pd. Dengan menampakkan sikap yang permisif. bersamaan dengan proses pemahaman. Miharja.

dan (3) Sifat masaJah yang dihadapi oleh konseli. mengkaji. S. Konseling client center. di samping memiliki kesamaan-kesamaan maupun perbedaan-perbedaan. sebagai suatu bentuk pendekatan yang memberikan keleluasaan yang seluas-luasnya. maka pada konselor dituntut untuk meluangkan waktu yang cukup banyak. dan menangkap apa yang diungkapkan oleh konseli. diharapkan kepada konselor untuk memahami sifat-sifat konselinya secara baik. Konflik psikologis yang dimaksud di sini adalah yang ada sal)gkut pautnya dengan ketegangan-ketegangan psikologis. (2) Konselor harus memiliki kemampuan untuk menciptakan hubungan keakraban (rapport). di antaranya: (1) Memiliki kemampuan dan kesediaan sebagai pendengar yang baik. (c) Sifat masalah Dalam konseling client center pada dasarnya bisa dipergunakan untuk setiap masalah yang dihadapi oleh konseli. (a) Sifat konseli Dalam proses hubungan konseling. client center paling baik dipergunakan terhadap masalah-masalah yang sifatnya berkaitan dengan konflik psikologis. (b) Sifat konselor Dalam konseling client center. serta memiliki kemampuan untuk mengungkapkan masalahnya secara terus terang. bebas. apa yang diungkapkan oleh konseli. sebagai akibat individu tertekan oleh lingungan maupun oleh dirinya sendiri. Miharja. sifat-sifat yang dituntut harus dimiliki oleh seorang konselor. Karena pada hakikatnya konseli sebagai individu sudah barang tentu memiliki keunikan tersendiri.. terbuka. Di samping itu pula konselor bersedia untuk menyimak. adalah diperuntukkan bagi konseli-konseli yang memiliki sifatsifat: agresif. (2) Sifat konselor. S. dan Jancar. (3) Karena proses konseling client center ini memungkinkan untuk berlangsung cukup lama.Ag.Pd. Karena hubungan keakraban (rapport) dalam proses ini merupakan dasar untuk membentuk kepercayaan dan pengertian antara konselor dan konseli.M.44 | Dasar-dasar pertimbangan yang mendorong dipergunakannya konseling client center didasarkan atas: (1) Sifat konseli. Tetapi konseling Draf kuliah Teknik Konseling . terus terang. slerta kebebasan pada klien.

Miharja. B. Peranan Konselor dan Langkah-Langkah Konseling Draf kuliah Teknik Konseling . karena ia memiliki keyakinan dan berpikir bahwa individu lain itu mencela dan tidak mengacuhkan dirinya. Hakikat Masalah yang Dihadapi Klien Hakikat masalah yang dihadapi klien dalam pendekatan konseling rasional-emotif itu muncul disebabkan oleh ketidaklogisan klien dalam berpikir. Karena. (b) Dalam proses hubungan konseling harus diciptakan dan dipelihara hubungan baik dengan klien. ia mencoba untuk mengembangkan suatu teori yang disebut "Rational-Emotive Therapy". Albert Ellis. Proses dan Teknik Konseling Rasional-Emotif Seperti telah diuraikan di muka bahwa dalam konseling rasionalemotif konselor tidak terlalu banyak menelusuri kehidupan masa lampau klien. Sehingga dengan demikian berarti bahwa dalam konseling ini konselor tidak banyak melakukan pengumpulan data untuk keperluan analisis maupun diagnosis sebagaimana halnya dalam konseling klinikal.45 | S. melatih klien untuk bisa berpikir dan berbuat yang lebih realistis dan rasional. dan tidak diacuhkan oleh individu fain. Menurut konseling rasional-emotif ini. diagnosis dalam konseling ini dilakukan bertujuan untuk membuka ketidaklogisan pola berpikir klien. S.tt cara berpikir yang tidak nasional oleh konseling rasionalemotif. Tujuan dari RET pada intinya ialah untuk mengatasi pikiranyang tidak logis tentang diri sendiri dan lingkungannya. Tujuan Konseling Rasional-Emotif Tujuan utama dari konseling rasional-emotif ialah menunjukkan dan menyadarkan klienbahwa cara berpikir yang tidak logis itulah merupakan penyebab gangguan emosionalnya. dan selanjutnya populer dengan singkatan RET.. Ketidaklogisan berpikir ini selalu berkaitan dan bahkan menimbulkan hambatan. Atau dengan kata lain konseling rasional emotif ini bertujuan membantu klien membebaskan dirinya dari cara berpikir atau ide-idenya yang tidak logis dan menggantinya dengan cara-cara yang logis. konselor tidak terlalu banyak menelusuri kehidupan masa lampau klien. BAB 8 TEKNIK DALAM KONSELING RATIONAL-EMOTIVE THERAPY Teori Konseling Rasional Emotif dengan istilah lain dikenal dengan "rasional-emotive therapy" yang dikembangkan oleh Dr. Alat-alat pengumpulan data bersifat testing dan non-testing sedikit sekali dipergunakan dalam konseling ini.Pd. gangguan atau kesulitan-kesulitan emosional dalam melihat dan menafsirkan objek atau fakta yang dihadapinya. Kondisi yang demikian inilah yang disebl. A.M. konselor berperan lebih aktif dibandingkan dengan klien.Ag. (d) Dalam proses hubungan konseling. (e) Diagnosis (rumusan masalah) yang dilakukan dengan konseling rasional-emotif bertujuan untuk membuka ketidaklogisan pola berpikir dari klien. Konselor/terapis berusaha agar klien makin menyadari pikiran dan kata-katanya sendiri. serta mengadakan pendekatan yang tegas. Atas dasar pengalaman selama prakteknya dan kemudian dihubungkan dengan teori tingkah laku belajar. D. C. E. (c) Tercipta dan terpeliharanya hubungan baik ini dipergunakan oleh konselor untuk membantu klien mengubah cara berpikimya yang tidak rasional menjadi rasional. individu rnerasa dicela. diejek. Konsep Dasar Konseling Rasional-Emotif Ciri-ciri dari konseling rasional-emotif dapat diuraikan sebagai berikut: (a) Dalam menelurusi masalah klien yang dibantunya.

karena pandangan yang ia kemukakan itu tidak benar. mengemukakan berbagai argumentasi untuk menunjukkan apa yang dianggap oleh klien benar tidak bisa diterima atau tidak benar. terutama menunjukkan bagaimana ketidaklogisan berpikir itu secara langsung menimbulkan gangguan emosional kepada klien. (b) Teknik konfrontasi Dalam teknik konfrontasi ini. Konselor berperan untuk menyerang inti cara berpikir yang tidak rasional dari klien dan mengajarkan bagaimana caranya mengganti cara berpikir yang tidak rasional dengan rasional. Peranan konselor mengembangkan pandangan-pandangan yang realistis dan menghindarkan diri dari keyakinan yang tidak rasional. klienlah yang harus memikul tanggung jawab secara keselurnhan terhadap masalahnya sendiri. S. yaitu meyakinkan klien untuk mengubah pandangannya. Di sini klien harus belajar untuk memisahkan keyakinan rasional dari yang tidak rasional. meyakinkan. Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan beberapa teknik konseling rasional-emotif sebagai berikut: (a) Teknik pengajaran Dalam konseling rasional-emotif konselor mengambil peranan lebih aktif dari klien. S. Teknik-Teknik Konseling Rasional-Emotif Sebagaimana telah diuraikan di muka bahwa inti dati konseling rasional-emotif ialah menghilangkan cara berpikir yang tidak logis yang dapat menimbulkan gangguan emosional. Maka dari itu dalam konseling rasional-emotif ini konselor berperanan untuk menunjukkan dan menyadarkan klien. pada langkah ini peran konseling ialah menyadarkan klien bahwa gangguan atau masalah yang dihadapinya disebabkan oleh cara berpikirnya yang tidak logis.M. Miharja. Konselor langsung mencoba meyakinkan. bahwa gangguan emosional yang selama ini dirasakannya akan terns menghantuinya apabila dirinya akan tetap berpikir secara tidak logis. Jadi. bahkan sampai kepada mengendalikan klien untuk menerima gagasan yang logis dan rasional.. membujuk. (b) Langkah kedua Peranan konselor adalah menyadarkan klien bahwa pemecahan masalah yang dihadapinya merupakan tanggung jawab sendiri.Ag. (c) Langkah ketiga Pada langkah ketiga ini konselor berperan mengajak klien menghilangkan cara berpikir dan gagasan yang tidakrasional. (c) Teknik persuasif Teknik persuasif. Pada tahap ini peranan konselor adalah sebagai propagandis yang berusaha mendorong. Oleh karenanya. Maka dari itu teknik pengajaran di sini memberikan keleluasaan kepada konselor untuk berbicara serta menunjukkan sesuatu kepada klien. konselor menyerang ketidaklogisan berpikir klien dan membawa klien ke arah berpikir logis empiris.46 | Peranan konselor dalam proses konseling rasionalemotif akan tampak dengan jelas dalam langkah-Iangkah konseling sebagai berikut: (a) Langkah pertama Dalang langkah ini konselor berusaha menunjukkan kepada klien bahwa masalah yang dihadapinya berkaitan dengan keyakinannya yang tidak rasional. Konselor tidaklah cukup menunjukkan kepada klien bagaimana proses ketidakiogisan berpikir ini. tetapi lebih jauh dari itu konselor harus berusaha mengajak klien mengubah cara berpikirnya dengan cara menghilangkan gagasangagasan yang tidak rasional.Pd. (d) Teknik pemberian tugas (d) Langkah keempat Draf kuliah Teknik Konseling .

47 | Dalam teknik konselor menugaskan klien untuk mencoba melakukan tindakan tertentu dalam situasi nyata.Pd. S.Ag. Draf kuliah Teknik Konseling . S.M. membaca buku untuk memperbaiki kekeliruan cara berpikimya. Teknik ini bisa dilakukan untuk menugaskan kepada klien untuk bergaul kepada anggota masyarakat kalau mereka merasa dikucilkan dalam pergaulan. Miharja..

langkah yang kedua memanfaatkan informasi jabatan (vocational. minat. seseorang dapat diidentifikasikan dan diketahui sebagai orang yang sangat inteligen. bakat. yaitu: pertama. Dengan demikian.misalnya. langkah yang pertama menggunakan analisis diri. S. Jadi. pemahaman diri yang jelas mengenai kemampuan otak. serta ciri-ciri yang lain. seperti inteligensi (berpikir). Miharja. Kedua. dan agak agresif. karena konselor secara sadar mengadakan strukturalisasi dalam proses konseling dan berusaha mempengaruhi arah perkembangan konseli demi kebaikan konseli sendiri. Dalam hal ini aliran konseling jabatan berpegang. Alat yang digunakan untuk mempelajari keadaan seseorang sehingga menghasilkan suatu analisis bagi masing-masing pribadi.48 | S. dengan menekankan penggunaan suatu tes psikologis sebagai alat untuk mengidentifikasi ciri-ciri kepribadian. Frank Parsons menunjukan tiga langkah yang harus diikuti dalam rnemilih suatu pekerjaan yang sesuai. BAB 9 TEKNIK DALAM KONSELING TRAIT-FACTOR Pengantar TraitFactor Counseling merupakan corak konseling yang menekankan pemahaman diri melalui testing psikologis dan penerapan pemahaman itu dalam memecahkan beraneka problem yang dihadapi. berperasaan. yang masing-masing membentuk suatu kontinum atau skala yang terentang dari sangat tinggi sampai sangat rendah. Ciri-ciri itu dianggap sebagai suatu dimensi kepribadian. serta tentang balas jasa dan kesempatan untuk maju dalam semua bidang pekerjaan itu.. dan berperilaku.M. Poses lahirnya konseling berpegang pada teori Trait-Factor bermula pada akhir abad yang ke-19 dimana Frank Parson mulai mencari suatu cara untuk membantu orang-orang muda dalam memilih pekerjaan yang sesuai dengan potensi rnereka. Cara berpikir yang demikian mulai diikuti juga oleh konselor jabatan.Ag. berbagai kelebihan dan kelemahan. seseorang yang mempunyai relevansi terhadap suatu jabatan/ pekerjaan. iba hati (berperasaan). Corak konseling ini dikenal juga dengan nama directive counseling atau Counselor-Centered Counselling. dan agresif (berperilaku). berpikir secara rasional mengenai hubungan antarakedua kelompok fakta di atas. pengetahuan tentang keseluruhan persyaratan yang harus dipenuhi supaya dapat mencapai sukses dalam berbagai bidang pekerjaan. yang mempunyai relevansi terhadap kesuksesan atau kegagalan dalam suatu pekerjaan/jabatan. Berdasarkan identifikasi berbagai kemampuan yang dimiliki atau tidak dimiliki seseorang setelah dites. Ciri-ciri itu diandalkan dapat diketahui melalui berbagai tes psikologis. kurang iba hati. information). Yang dimaksudkan dengan Trait adalah suatu ciri yang khas bagi seseorang dalam berpikir. adalah testes psikologis yang mula-mula digunakan oleh para ahli psikologi industri dalam rangka seleksi aplikan untuk bidang-bidang pekerjaan tertentu. para ahli psikologi industri itu menyusun tabel-tabel prakiraan sukses atau gagalnya seorang aplikan dalam jenis pekerjaan tertentu. dan berdasarkan penelitian terhadap tuntutan pekerjaan di lapangan untuk mengetahui kemampuan mana yang harus dimiliki seseorang supaya berhasil dalam suatu jenis pekerjaan tertentu.Pd. langkah yang ketiga menerapkan kemampuan untuk berpikir rasional guna menemukan kecocokan antara ciri-ciri Draf kuliah Teknik Konseling . Dengan demikian. orang muda bukannya mencari pekerjaan demi asal punya pekerjaan (the hunt of a job). dengan tuntutan kualifikasi dan kesempatan yang terkandung dalam suatu pekerjaan atau jabatan. sehingga dapat cukup berhasil di bidang pekerjaan itu. Ketiga. kepribadian. terutama yang menyangkut pilihan program studi dan/atau bidang pekerjaan. pada teori kepribadian yang dikenal dengan nama teori Trait-Factor. melainkan memilih secara sadar suatu pekerjaan yang berfungsi sebagai jabatan (the choice of a vocation).

serta ciri-ciri kepribadian yang lain. S. misalnya Catteli berpendapat telah menemukan 16 faktor.Pd. harus selalu diperhatikan apakah pilihan yang akan dibuat bersifat intermediar atau definitif sehingga sukar diubah kelak. harapan. seperti nilai-nilai kehidupan dan cita-cita hidup. Dia mengambil program studi itu karena ingin supaya tetap terbuka kesempatan baginya untuk kelak melanjutkan ke Fakultas Kedokteran atau Fakultas Pertanian. program studi IPA. konstelasi kualifikasi yang secara minimal dituntut. diketahui mempunyai relevansi terhadap keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam memangku jabatan dan mengikuti suatu program studio Dalam hal ini program studi di institusi pendidikan juga dipandang sebagai jabatan sehingga akan diikuti prosedur yang sama terhadap pilihan bidang pekerjaan dan bidang studio Dengan demikian. di mana konseli menghadapi keharusan untuk memilih di antara beberapa alternatif.. namun data sosial semacam ini tidak selalu tersedia atau sudah tidak up-to-date. kalau kiranya bisa.49 | S. dewasa ini sering disebut Konseling Karier. (c) Fakta tentang lingkungan hidup: ciri/corak khas dari setiap program studi dan/atau setiap bidang pekerjaan. yang bersifat nonkognitif. misalnya selalu ragu-ragu dalam keputusan tentang apa pun juga atau sangat dikuasai oleh alam perasaannya sendiri. data itu dikumpulkan berdasarkan refleksi diri (selfanalysis) dengan menyadari kelemahan yang Draf kuliah Teknik Konseling . psikologis yang mengukur masing-masing dimensi kepribadian itu. yang merupakan ciri-ciri dasar yang dapat mendeskripsikan kepribadian seseorang secara memadai.minat. Namun.Ag. Sebagai contoh diambil kasus sebagai berikut: Ada seorang siswa MA. ataukah berkaitan satu sama lain? Beberapa ahli psikologi telah mencoba untuk menemukan seperangkat ciri dasar yang terbatas jumlahnya. berbagai perasaan. cita-cita. kewajiban moral-sosial terhadap keluarga.Yang .M. aneka harapan keluarga. Sejauh mungkin fakta itu bersifat kenyataan yang disahkan dalam hasil penelitian. terkandung di dalamnya. keadaan konkret masyarakat yang mempersempit atau mernperluas ruang gerak konseli yang menghadapi keharusan memilih. aliran konseling jabatan telah memperluas diri menjadi Konseling Jabatan-Akademik. konsel tidak menunjukkan kelemahan serius dalam beberapa segi kepribadiannya. data dan fakta yang dibutuhkan dapat dikumpulkan dalam urutan sebagai berikut. Teori Trait-Factor adalah pandangan yang mengatakan bahwa kepribadian seseorang dapat dilukiskan dengan mengidentifikasikan sejumlah ciri. Miharja. beberapa data paling diketahui oleh konseli sendiri. bilamana alat yang terandalkan tidak tersedia.Ciri-ciri dasar yang mereka temukan disebut factors. kemampuan ekonomi keluarga. konseli telah menyelesaikan minimal jenjang pendidikan SLTE dan sudah mulai tampak stabil dalam berbagai ciri kepribadian. Sejauh mungkin data itu dicari dengan melalui alat-alat tes dan nontes. berbakat khusus di bidang studi matematika (berdasarkan hasil penilaian guru selama beberapa Yang dipersoalkan ialah: ciri-ciri itu berapa jumlahnya? Semua ciri itu bersifat dasar dan berdiri sendiri. nilai-nilai kehidupan (personal values). Konseling Trait-Factor berpegang pada pandangan yang sama dan menggunakan alat tes psikologis untuk menganalisis atau mendiagnosis seseorang mengenai ciri-ciri atau dimensi/aspek kepribadian tertentu. Secara praktis.dengan menganalisis data hasil testing psikologis melalui teknik statistik yang disebut Factor Analysis. (a) Data tentang diri sendiri: kemampuan intelektual. kelas III. Namun. sejauh tampak dari hasil testing. (b) Fakta tentang keluarga dekat. dan sebagainya. bakat khusus. keterampilanketerampilan. Pendekatan ini dapat digunakan terhadap semua kasus yang mengandung unsur-unsur sebagai berikut: termasuk ragam konseling jabatan dan/atau konseling akademik (konseling karier). Data yang akan dikumpulkan dengan bantuan konselor meliputi: (a) Data tentang diri sendiri: kemampuan intelektual bertaraf lebih dari cukup (berdasarkan hasil testing).

program studi diserahkan kepada anak. (c) Fakta tentang program studi.M.analisis diri. S. tetapi jangan sampai terlalu lama karena harus ikut membiayai pendidikan adik-adik. Psikologi. ditinjau pro dan kontranya untuk dapat menjawab dua soal. cita-cita masa depan terpusat pada usaha pembangunan dan kepemimpinan (berdasarkan data kartu pribadi mengenai keterlibatannya dalam kegiatan ekstrakurikuler sebagai pemimpin. yaitu Kedokteran Umum. sehingga selama studinya dia harus tetap tinggal di rumah orang tua nanti. (b) Fakta tentang keluarga dekat: orangtua mengharapkan dia melanjutkan studi. meskipun keputusan tentang suatu spesialisasi dapat diambil kemudian. Dalam pembicaraan selanjutnya menjadi jelas. Ditentukan dua pilihan program studi atas dasar pertimbangan. asal dia dapat menekuninya. Maka tidak jadi. Segi yang tidak ditinjau dalam kasus ini ialah apakah suatu alternatif pilihan probable. yaitu "Bisakah?/Mungkinkah?" (Possible?) dan "Inginkah?" (Desirable?). akhirnya diputuskan bahwa: Kedokteran umum tidak mungkin. Daripada merasa frustasi besar. Di kota tempat tinggalnya ada Negeri dan Swasta yang menawarkan program studi Pendidikan Matematika. berminat terhadap matematika dan memelihara tanaman (berdasarkan . disertai keyakinan sendiri). keterampilan tidak ada yang mencolok. Pendidikan Matematika di dan menjadi guru di suatu sekolah serta memberikan tes privat. Psikologi menuntut pola kualifikasi yang tidak berbeda jauh dengan data dalam butir (a). Kedokteran Umum menuntut beberapa kualifikasi yang kiranya dapat dipenuhi. harapannya ialah melanjutkan ke perguruan tinggi dan membuat orang tuanya merasa bangga.50 | tahun). meskipun sebenarnya bisa. yang diperkuat dalam hasil testing). Pilihan program studi di PT tidak dikaitkan dengan program studi yang diambil di MA. diperkuat oleh penilaian sejumlah guru pada skala penilaian).. setelah diterima di salah satu program studio Data Draf kuliah Teknik Konseling . Ilmu Pasti pun kelihatan sesuai. sebagai persiapan untuk karier tertentu. menurut ketentuan yang berlaku pada saat itu. dan besar hati (berdasarkan analisis diri. ringan tangan. meskipun sebenarnya ingin. Teknologi Pertanian bisa dan diinginkan. sifat-sifat kepribadian yang mencolok adalah sabar. yang diperkuat oleh beberapa guru pada skala penilaian).Pd. Maka ditentukan sebagai pilihan yang kedua. kemampuan ekonomi keluarga sedang saja. Untuk siswa ini kedua pilihan itu bercirikan definitif. yang mempersiapkan untuk karier tertentu yang pernah dibayangkan. Untuk itu diperlukan data yang memberikan indikasi tentang besar-kecilnya probabilitas akan berhasil baik. Psikologi tidak diinginkan. SI. dengan preferensi di Negeri. tidak ada PTS yang menawarkan program studi itu. Miharja. bahwa belum tentu dia diterima untuk pilihannya yang pertama. Namun dia harus studi di PTN di kota tempat tinggalnya. Maka pilihan yang pertama menjadi Pendidikan Matematika. nilai kehidupan menekankan pengabdian kepada sesama (berdasarkan analisis diri. bahwa siswa ini harus memberikan tekanan pada fakta yang tercantum dalam butir (b) di atas. tetapi program studi strata satu (S1) tidak memberikan harapan dapat segera bekerja dengan mendapat imbalan yang cukup memadai baginya. Setelah masing-masing alternatif program studi. Ilmu Pasti bisa dan diinginkan. tetapi diakuinya sendiri tidak merasa malu bila tangannya menjadi kotor. Teknologi Pertanian memungkinkan segera bekerja dan memulai usaha sambilan untuk menambah penghasilan serta pola kualifikasinya pun tidak jauh berbeda dengan data mengenai diri sendiri. Maka tidak jadi. Teknologi Pertanian. dalam arti siswa itu dapat diramalkan akan berhasil baik dalam program studi Teknologi Pertanian dan Pendidikan Matematika. tetapi secara finansial sangat berat. dia secara mental sudah siap untuk diterima dalam pilihannya yang kedua. Ilmu Pasti.Ag. apalagi kalau dia menamatkan program studi S.

sehingga harus diadakan inventarisasi alternatif lebih dahulu untuk melengkapi data sosial. pada bulan April tahun berikutnya. Dalam kasus yang demikian tidak perlu lagi membuat suatu inventarisasi tentang alternatif program studio Berbedalah keadaan konseli yang belum memikirkan alternatif yang dapat terbuka baginya. mengingat data tentang diri sendiri dan fakta tentang keluarga dekat. Fulan semakin merasa sukar untuk berkonsentrasi dalam belajar. mengingat data psikologis yang tersedia.Ag. Nah. Akhirnya. Dia yakin mampu menyelesaikan studi di fakultas teknik karena hasil belajar di MA dalam seluruh bidang studi. keadaan ekomomi keluarga dan harapan orang tua inilah. khususnya teknik bangunan suatu jalan raya. Sejak masuk MTS Fulan senang membaca buku-buku tentang teknik yang dipinjam di perpustakaan sekolah. harap diperhatikan bahwa pendekatan sebagaimana dijelaskan di atas menyangkut suatu kasus pilihan di antara beberapa alternatif (a choice case) mengenai program studi/bidang studi dan/atau bidang pekerjaan. Menurut pendapat Fulan. Istilah "probable" dalam urain di atas dan istilah "feasible" tidak menunjukkan pada sesuatu. antara lain meninjau kualifikasi yang dituntut.. S. Pada bulan November dia menghadap konselor di sekolah untuk membicarakan masalah kelanjutan studi setelah tamat sekolah. bukan kasus pilihan di antara beberapa alternatif di luar dua bidang itu. Yang menimbulkan kesulitan besar. Adapun kesulitan Fulan adalah sebagai berikut: dia berkeinginan sekali melanjutkan ke fakultas teknik dan nanti bekerja sebagai insinyur sipil. Atas pertanyaan konselor Fulan menjelaskan bahwa keluarganya mendukungcita-cita tersebut. kelas III. yang menunjang studi di fakultas teknik. himpunan data dan fakta yang disebutkan dalam uraian di atas menghasilkan suatu pegangan dasar dalam proses pengambilan keputusan selanjutnya. Dia diharapkan akan cepat bekerja supaya dapat membantu membiayai pendidikan.51 | semacam itu di Indonesia dewasa ini masih jarang tersedia. siswa ini boleh mengharapkan akan berhasil baik kalau dia tetap bermotivasi kuat. agar proses pengambilan keputusan selanjutnya berjalan lancar. Dengan kata lain. Biarpun norma atau patokan itu di sini tidak dirumuskan secara eksplisit seperti kerap terjadi dalam konseling yang tidak menyangkut suatu pilihan program studi atau bidang pekerjaan. Selain itu patut diperhatikan bahwa dalam contoh yang disajikan dalam uraian di atas konseli sudah mempunyai beberapa alternatif program studi untuk ditinjau. kepribadiannya cocok untuk bekerja sebagai insinyur pembangunan di lokasi mana pun juga. istilah yang pertama menyangkut hasil yang boleh diharapkan bila S.M. program studi IPA. namun tinjauan mengenai segi pro dan segi kontra pada setiap alternatif pilihan lazimnya berlandaskan pada suatu norma atau patokan yang berkaitan dengan data tentang diri sendiri dan fakta tentang keluarga dekat serta lingkungan hidup. namun tidak mampu untuk membiayai studi di fakultas teknik sampai mencapai gelar insinyur.Pd.. dipilih alternatif program studi atau bidang pekerjaan tertentu. selama ini tergolong baik Hasil ini memang sesuai dengan hasil tes kemampuan belajar yang ditempuh ketika Fulan mencalonkan diri sebagai siswa di MA ini. Namun. Dalam wawancara menjadi jelas bahwa Fulan merasa bingung sekali karena tidak mengetahui bagaimana caranya mengatasi kesulitanyang dihadapinya. yang sangat berbeda. Perlu dicatat bahwa pengumpulan data tentang diri sendiri dan fakta tentang keluarga dekat serta lingkungan hidup sangat bermanfaat untuk dapat menentukan suatu norma atau patokan yang menjadi landasan untuk kelak dapat mengambil suatu keputusan tegas. adik-adiknya. Pelaksanaan Trait-Factor Counseling Kasus Fulan adalah seorang siswa MA. Miharja. Dia Draf kuliah Teknik Konseling . sehingga Fulan sudah lama menghadapi masalah: bagaimana saya ini sesudah tamat? Karena masalah yang belum terpecahkan ini. sedangkan istilah yang kedua menyangkut hasil yang boleh diharapkan bila dipilih suatu alternatif tertentu dalam lingkup permasalahan yang tidak berkaitan dengan bidang studi atau bidang pekerjaan.

(b) Keluarga Fulan. Langkab-langkah kerja: (1) Membangun hubungan pribadi dengan Fulan. Sifat kepribadian yang mencolok: mudah menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi. Orang tua sebenarnya mendukung cita-citanya. S1. yaitu menghimpun data yang ternyata tersedia:(a) Fulan sendiri. Program D3 Politeknik. 2) di PTS Universitas. Seandainya kemungkinan itu ada. 6) di Universitas Terbukas Program D2 Keterampilan Teknik. merasa minder kalau tidak dapat melanjutkan. tetapi Fulan tidak begitu ingin karena dianggap di bawah kemampuan otaknya. agar menjawab dua pertanyaan: "bisakah?/mungkinkah" serta "inginkah?".masing alternatif. Draf kuliah Teknik Konseling . Fulan memutuskan untuk memilih sebagai alternatif pertama program D3 Pendidikan Teknik sebagai alternatif kedua program D3 Politeknik di Universitas. Dia diharapkan lekas bekerja untuk membantu pendidikan adik-adiknya. Dia merasa sangat bingung karena persoalan ini.Ag. Namun program studi manakah yang diinginkan mengingat cita-cita semula adalah menjadi insinyur sipil? Berarti harus ada perubahan dalam cita-cita Fulan. jelaslah bahwa semua program studi S l tidak dapat dipilih (tidak mungkin dipilih. S1. Nilai kehidupan (setelah ditanyakan langsung): pengabdian pada kebutuhan bangsa dan Negara. Kemampuan belajar: cukup tinggi. 3) di PTN Universitas. tetapi terbentur pada persoalan biaya seandainya dia belajar di fakultas teknik. (c) Bidang pekerjaan yang diinginkan: sebenarnya mempunyai prospek masa depan yang baik. Dalam wawancara berikutnya. Bidang-bidang studi di PT yang sesuai dengan data tentang Fulan sendiri dan dapat dipertimbangkan sebagai alternatif-alternatif: l) di PTN Universitas. Dia baru bersedia memilih alternatif ini kalau dia ternyata tidak diterima di program Politeknik dan Pendidikan Teknik yang tercantum pada butir b di atas. S1. (c) Universitas Terbuka. Miharja. S. seandainya diketahui tersedia. Fulan ternyata paling menginginkan program D3 Pendidikan Teknik Bangunan karena sebagai guru dia dapat juga mengabdi. minder. (b) Semua program studi D3 dimungkinkan karena masa studi tidak terlalu lama. 7) alternatif lain yang relevan. Misalnya dipertimbangkan sebagai berikut: (a) Semua program studi Sl kelihatannya tidak mungkin (tidak bisa). tidak bisa dipilih). Di antara altematif-alternatif yang ada. dan sebagai alternatif ketiga program D2 Keterampilan Teknik di Universitas Terbuka. S. seluruh program studi itu dapat dipertimbangkan lagi (Untuk mencari informasi itu proses konseling dihentikan dulu). (4) Membantu Fulan mengintegrasikan semua data di atas satu sama lain dan mempertimbangkan pro dan kontra dari masing. (3) Mengadakan analisis kasus. alias aspirasinya harus diturunkan. program D2 Keterampilan Teknik sebenarnya mungkin. 4) di PTN . dapat dicari informasi apakah bagi Fulan tersedia kemungkinan mendapatkan beasiswa atau mengambil kredit mahasiswa di bank dengan syarat lunak. Fulan melaporkan bahwa bagi dia tidak tersedia kemungkinan itu.. Masalah yang ingin dibicarakan oleh Fulan ialah: tidak mengetahui akan melanjutkan studi ke mana karena keluarganya tidak mampu membiayai studi di fakultas teknik. Bakat khusus: matematika dan menggambar mistar.52 | bahkan merasa minder sebab teman/rekan sekelas semuanya berkata akan melanjutkan ke PT yang banyak terdapat di lokasi.Pd. Cita-cita hari depan: menjadi insinyur sipil dengan belajar di fakultas teknik suatu PT. Akhirnya. (2) Mendengarkan dengan penuh perhatian ungkapan pikiran dan perasaan Fulan. Dengan demikian. 5) di PTN . datam Pendidikan Teknik Bangunan. dalam Pendidikan Teknik Bangunan. biaya tidak terlalu tinggi dan tersedia kesempatan untuk lekas bekerja. Namun. Perasaan: bingung.M. Minat: teknik pembangunan jalan raya. Teknik Sipil.karena masa studi terlalu lama dan biaya tidak tersedia. meskipun program-prograrn studi itu sebenarnya diinginkan. lebih-lebih bila Fulan bersedia ditugaskan di luar Pulau Jawa. JurusanTeknik Sipil. Jurusan Teknik Sipil. D3. Semua alternatif itu dikumpulkan dalam rangka inventarisasi kemungkinan yang terbuka baginya.

Maka pada akhir fase 3 diadakan inventarisasi alternatif lebih dahulu untuk melengkapi data sosial.Ag..53 | S.M. agar proses pengambilan keputusan selanjutnya berjalan lancar. dalam inventarisasi itu belum digunakan nama program karena nama itu masih dapat berubah. Miharja. Patut dicatat di sini bahwa dalam kasus ini konseli belum memikirkan sejumlah alternatif program studi di PT. S. (5) Mengakhiri hubungan pribadi dengan Fulan. Draf kuliah Teknik Konseling .Pd. Digunakan nama jurusannya atau bidang studinya.

dasarnya berpegang pada keyakinan bahwa banyak perilaku manusia merupakan hasil suatu proses belajar dan. yang berlangsung selama proses konseling. disingkat R). Krumboltz (1964). Karena tingkah laku salah merupakan hasil belajar. proses konseling dipandang sebagai suatu proses pendidikan (an educational process). alias orang mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri. Meskipun demikian. Dengan demikian. dapat diuoah dengan belajar baru. Perhatian difokuskan pada perilaku-perilaku tertentu yang dapat diamati (observable). tingkah laku yang salah itu juga dapat dihapus dan diganti dengan tingkah laku yang tepat melalui suatu proses belajar.M.Pd. kalau seseorang mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri (adjustment). sedangkan perubahan nyata dalam perilaku konseli memungkinkan dilakukan penelitian ilmiah. pendekatan Behavioristik dalam konseling mengenal banyak variasi dalam prosedur. yang terpusat pada usaha membantu dan kesediaan dibantu untuk belajar perilaku baru dan dengan demikian mengatasi berbagai macam permasalahan. Misalnya. Miharja. yang juga dapat disaksikan dengan jelas. Kalau perilaku konseli ditinjau dari sudut pandangan apakah perilaku itu tepat dan sesuai dengan situasi kehidupannya (well-adjusted) atau tidak tepat dan salah suai (maladjusted). Suatu pola bertingkah laku yang dahulu mungkin sesuai.Ag. Dia telah berhadapan dengan sejumlah rangsangan (Stimulus. karena itu. Cara bereaksi itu lama-kelamaan akan dapat membentuk suatu pola bertingkah laku. S. dan teknik yang diterapkan. Dengan kata lain. disingkat S) dan telah bereaksi pula dengan cara tertentu (Response. tetapi belum mengetahui apa BAB 10 TEKNIK DALAM KONSELING BEHAVIORISTIK Pengantar Konseling Behavioristik berasal dari Behavioral Counseling. Aliran baru ini menekankan bahwa hubungan antarpribadi itu tidak dapat diteliti secara ilmiah. Di masa yang lampau orang belajar dalam interaksi dengan lingkungannya. proses konseling pada dasarnya pun dipandang sebagai suatu proses belajar. di waktu kemudian dapat tidak sesuai lagi karena situasi kehidupannya telah berubah. Kalau pola berperilaku yang dipelajari dahulu tetap dipertahankan. metode. meskipun situasi kehidupan telah berubah. yang selama proses konseling melalui berbagai prosedur dan aneka teknik tertentu akhirnya menghasilkan perubahan yang nyata. akan ada kesulitan. yang sesuai dengan situasi kehidupannya pada saat tertentu.54 | S. jajaran pelopor pendekatan Behavioristik pada Draf kuliah Teknik Konseling . Semua usaha untuk menuatangkan perubahan dalam tingkah laku (behavior change) didasarkan pada teori belajar yang dikenal dengan nama Behaviorisme dan sudah dikembangkan sebelurn lahir aliran pendekatan Behavioristik dalam konseling. Oleh karena itu. tingkah laku tepat mauptin tingkah laku salah sama-sama merupakan hasil belajar. lebihlebih orang lain (Lingkungan sosial). Konselor yang berpegang pada model A-B-C baru mengetahui apa yang terjadi sesudah A dan sebelum C. Sejalan dengan keyakinan mendasar itu. bagi seorang konselor behavioristik perilaku konseli merupakan hasil dari keseluruhan pengalaman hidupnya dalam berinteraksi dengan lingkungan. harus dikatakan bahwa baik. Konseling ini diharapkan menghasilkan perubahan yang nyata dalam perilaku konseli (counselee behavior). Perubahan dalam perilaku itu harus diusahakan melalui suatu proses belajar (learning) atau belajar kembali (relearning).. hal itu disebabkan karena orang itu telah belajar bertingkah laku yang salah. yang untuk pertama kali digunakan oleh John D. Oleh karena itu. Teori belajar Behaviorisme mengandung banyak variasi dalam sudut pandangan. seorang remaja Dawar telah mengembangkan kebiasaan untuk mengurung diri di kamar tidurnya setiap kali berbeda biasanya tidak diutarakan oleh konseli pada waktu konseli menjelaskan masalahnya.

Prosedur yang digunakan ialah menaruh kelinci itu di tempat yang agak jauh pada waktu anak sedang asyik menikmati sepotong cokelat manis.bahwa keuntungan/efek positif yang didapat di masa yang lampau sama dengan keuntungannya di masa sekarang. Dapat menjadi tampak. sebagai reaksi terhadap rentetan peristiwa atau rangkaian pengalaman yang sama atau mirip dengan peristiwa di masa sekarang. Akhirnya dia menjatuhkan dirinya sendiri dalam suatu lingkaran setan. S.55 | bentuk konkret dari A dan apa bentuk konkret dari c.Ag. seorang anak yang takut terhadap kelinci dan menjerit-jerit bila kelinci itu ditaruh di tempat yang dekat padanya secara berangsur-angsur dibuat tidak menjerit lagi. Analisis ini sering tidak terbatas pada rangkaian A. khawatir. dengan mengembangkan suatu cara bertingkah laku yang lebih S... yaitu: Mengubah respons/reaksi terbuka (R) atau perilaku (B) seeara langsung. lni diulang-ulang. Dalam hal ini diterapkan pola/cara belajar menurut konsepsi Pavlov. Dalam hal ini dapat ditempuh dua jalan atau diterapkan dua siasat. social modeling. peranan itu tidak ditanggulanginya secara khusus. Keuntungan yang diperoleh ialah rasa lega karena lolos dari ancaman. Setelah diadakan analisis kasus. Berkali-kali pula dia bereaksi dengan mengundurkan diri dari pergaulan sama para mahasiswa itu. Dengan demikian menjadi jelas.C yang terdapat di masa sekarang ini. gelisah. Dalam prosedur-prosedur itu diusahakan suatu perubahan dalam Antecedent dan/atau Consequence. Akibatnya. Jadi mengubah R dahulu. sehingga Behavior yang terdapat di antara kedua hal itu akan berubah pula. atas dasar pertirnbangan bahwa perubahan dalam respons/reaksi tertutup akan mengikuti perubahan dalam respons/reaksi terbuka.B. Namun. counterconditioning. Ternyata seringkali perilaku yang sekarang ini juga terdapat di tahun-tahun yang lampau. Misalnya. dan takut-takut dapat ikut dipertimbangkan dalam prosedur penyembuhan. konselor akan mengajak konseli untuk mengidentifikasikan A dan C.M. Draf kuliah Teknik Konseling . rangsangan atau kombinasirangsangankonkret apa yangtelah berlangsung (A) dankeuntungan/efek positif apayangdiperoleh (C). yang dihadapi dengan pola berperilaku tertentu dengan memperoleh efek yang sama. Miharja. Oleh karena itu. Berbagai prosedur itu umumnya dikenal dengan nama modifikasi tingkah laku (Behavior Modification). tanpa mengusahakan perubahan dalam respons/reaksi tertutup (r) atau cara berpikir lebih dahulu. sesuai. tetapi juga menggali rangkaian A-B-C yang terjadi dimasa yang lampau. Seandainya diakui peranan dari suatu reaksi internal yang berupa perasaan dan/atau pikiran (r). bahkan bersedia mengelus-elus kelinci itu. konselor akan membantu konseli untuk mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi sekarang. bagaimana proses lahirnya permasalahan yang dihadapi pada masa sekarang. seperti yang dikenal dengan nama desensitization. yang mungkin dikombinasikan satu sama lain untuk mencari cara yang paling efektif bagi konseli tertentu dengan kasus tertentu. Berbagai variasi dalam prosedur mengusahakan mengubah perilaku secara langsung.Pd. konsepsi Skinner atau menurut konsepsi Bandura. Adanya rasa cemas. sehingga dia akan mengalami kesukaran serius dalam pergaulan dengan kaum pria. kemudian akan menyusul perubahan dalam r dengan sendirinya. dapat pula tidak.Misalnya. sebagai wanita muda dia juga berkeinginan untuk berjumpa dengan lawan jenisnya. seorang mahasiswi telah berkali-kali mengalami perlakuan kasar dari sejumlah mahasiswa bila berkumpul. dan reinforcement program. Rasa lega itulah yang dicarinya sampai sekarang. yang diterapkan terhadap orang yang mengidap penyakit jiwa atau mengalami gangguan neurotik (psikoterapi) diterapkan pula terhadap anak-anak yang sukar dididik. ternyata pula.bahwa suatu seri kejadian atau pengalaman telah menjadi situasi psikologis tertentu. seperti yang sudah-sudah. Lama-kelamaan setiap pertemuan antar mahasiswa baginya menjadi situasi yang mengancam dan menegangkan. dia selalu cenderung pergi secepat mungkin dan menyibukkan diri dengan aktivitas lain. bahkan terhadap anak-anak normal di taman kanak-kanak dan sekolah dasar.

misalnya bersalaman dengan orang yang tidak dikenal. tidak akan dibahas lebih lanjut di sini. dapat dibantu dengan mengembangkan suatu program mengatur waktu makan dan kuantitas bahan makanan. Aneka rasa tersebut timbul karena konseli tidak pernah mendapat kesempatan untuk belajar hal-hal tertentu. Thought Stopping. Miharja. Cautela dan Baron (1977). seorang karyawan yang selalu takut menghadapi pimpinannya untuk membicarakan suatu kepentingan. Banyak kasus berkisar pada rasa khawatir. seseorang yang berbadan terlalu gemuk karena salah makan. Namun. seperti nonton acara TV yang sangat-digemari atau memberikan pujian kepada diri sendiri (selfmanagement). seperti kelincahan dalam bergaul dengan orang lain (social skills) dan cara membawakan diri di hadapan umum. seperti dalam butir (a). Attribution Psychology. Sesuai dengan yang diterangkan diatas tentang peranan tanggapan pikiran (mediating response). pengubahan tingkah laku secara langsung menurut prosedur yang diutarakan di atas. mempertimbangkan semua alas an positif yang mendorong untuk menghadap. kombinasi antara pendekatan tidak langsung dan langsung). Semua prosedur itu telah diterapkan oleh yang ahli dalam pendekatan Behavioristik ini terhadap banyak orang dalam berbagai macam permasalahan. dapat dibantu dengan meninjau apa sebab-sebabnya dia merasa takut. dengan taraf keberhasilan yang berbeda-beda. dan tidak tenang.Pd. dan benci. baik yang mengandung. Oleh karena itu. ini tidak berarti bahwa corak pendekatan konseling Behavioristik ini tidak dapat digunakan oleh konselor sekolah terhadap kaum remaja dan mahasiswa. Kamfer dan Philips (1970). Tokoh/pakar seperti Bandura (1977). Cognitive Restructuring dan Rational-Emotive Therapy. Di sini pun dicari prosedur yang paling S. pikiran. Corak pendekatan ini mengenal beberapa variasi dalam prosedur yang diikuti. tetapi kebanyakan konselor di indonesia tidak dipersiapkan khusus untuk merancang suatu prosedur modifikasi tingkah laku yang sesuai untuk setiap kasus yang ditangani.. yang semuanya disertai perasaan gelisah. unsur kegelisahan dan kecemasan maupun yang tidak. Misalnya. Misalnya pula. Self Management (dikombinasikan dengan pendekatan secara langsung. yang semuanya bersifat kognitif. lebih-Iebih tanggapan pikiran dalam batin seseorang. telah dikembangkan suatu pendekatan Behavioristik yang dikenal dengan nama Pendekatan Kognitif-Behavioristik (CognitiveBehavioral Approach). sebagai komponen yang sangat menentukan dalam rangkaian S r R. Mengubah respons/reaksi tertutup (r) lebih dahulu. dengan memberikan suatu peneguhan (reinforcement) kepada dirinya sendiri setiap kali setia pada pelaksanaan program kerja itu. namun diragukan apakah jajaran konselor sekolah di Indonesia dewasa ini sudah cukup terlatih dalam mengaplikasikannya terhadap kliennya secara jeli. dan kejadiankejadian tertentu.M. sekolah dalam kasus-kasus tertentu. disertai latihan menghadap seorang atasan yang dimainkan oleh konselor (assertive training. Tentang pendekatan ini diuraikan lebih lanjut di bawah ini. dan Ellis (1977) menekankan peranan dari persepsi. bersalah. Manusia dapat mengatur baik perilakunya sendiri dengan mengubah tanggapan kognitifnya terhadap Antecedent dan mengatur sendiri Reinforcement yang diberikan kepada dirinya sendiri. muak. Perasaan itu menyangkut orang lain. Berbagai prosedur itu dapat saja diterapkan dalam konseling di. Seorang anak dapat belajar bertingkah laku tepat dengan meniru suatu model yang memperlihatkan tingkah laku yang tepat.Ag. benda-benda. sebagai akibat respon/reaksi terbuka (R) akan berubah pula. main. dapat pula timbul masalah Draf kuliah Teknik Konseling . takut. dan keyakinan. seperti Assertive Training. namun tidak secara langsung seperti dalam butir (a) di atas. S.56 | tetapi setiap kali kelinci itu ditaruh makin dekat padanya. dan memikirkan pula cara berbicara yang tidak akan menimbulkan ketegangan dan konflik. Prosedur yang teruji ini dapat diterapkan dalam konseling di jenjang pendidikan menengah dan perguruan tinggi. cemas. sampai akhirnya dapat dipangku tanpa menjerit-jerit (counterconditioning). efektif bagi konseli tertentu dalam permasalahan tertentu.

sebelumnya (A).M.perkembangan siswa di kelasnya. seperti terjadi dalam kasus mahasiswi yang diutarakan di atas. Misalnya pula. Perbedaan itu akan tampak dalam analisis kasus. Saya dapat menolak ajakan yang tidak sopan. Behavioristik sebagai manipulasi manusia yang tidak manusiawi agak kehilangan sengatnya. Saya dapat menyatakan keberatan saya terhadap perlakuan tertentu. seperti: "Saya tidak perlu menjatuhkan vonis atas semua pemuda. Sebagai contoh: mahasiswi yang akhirnya sangat takut untuk bergaul dengan teman-teman mahasiswa. seorang ibu. kelas II. putri kedua dari lima bersaudara.-C di masa sekarang dan di masa yang lampau. seorang konselor Behavioristik dewasa ini mengakui sepenuhnya bahwa suasana kepercayaan dan hubungan antarpribadi yang menyenangkan (working relationship) juga sangat penting. dari wujud tingkah laku yang harus berubah (B). Tanggapan-tanggapan kognitif yang lebih tepat tergantung sekali dari kasus konkret. dan meninjau masalahnya dari sudut lain serta memikirkan suatu cara bereaksi yang lain (r kognitif) sebagai langkah intermediar untuk berperilaku yang lebih tepat. Saya harus membedakan antara mahasiswa yang genah (benar) dan tidak genah (tidak benar).Pd. Dengan demikian. Namun. seorang yang takut pada darah dan akhirnya takut pada warna merah. dari rangsangan S. menaruh perhatian besar terhadap . orangnya dapat diajak untuk menanggapinya dengan cara lain. Konseli kemudian dibantu untuk mengakui rasa takut dan perasaan cemas dalam batinnya sendiri (r afektif). Pada suatu hari wali kelas itu menghubungi konselor sekolah untuk minta tolong dalam menghadapi kasus Zaedun. semakin bergeser dari usaha membantu orang yang mempunyai masalah ke arah membekali orang dengan aneka siasat untuk mencegah timbulnya persoalan kejiwaan yang serius. dapat diajak untuk memikirkan suatu tanggapan kognitif yang lebih baik. Seandainya darah sampai sekarang dipersepsikan sebagai lambang kematian dan kehilangan hidup. dewasa ini semakin ditekankan bahwa pendekatan Behavioristik dapat menunjukkan fleksibilitas yang besar. Miharja. seperti kepahlawanan. ketika konselor menggali rangkaian A-B. Diprakirakan bahwa pendekatan Behavioristik akan. Wali kelas menjelaskan: dia sudah lama memperoleh kesan bahwa Zaedun menghadapi kesulitan yang Draf kuliah Teknik Konseling . Dengan demikian. Saya dapat menghindari pembicaraan dengan pemuda yang tidak genah dan hanya bergaul dengan pemuda yang tahu cara membawa diri dan sebagainya. Selain itu. dia akan mendapat peneguhan yang diberikan kepada diri sendiri (menurut konsepsi Skinner). kritik negatif yang dahulu kerap dilontarkan terhadap pendekatan.. Orang tua berpendidikan SLTA dan berhasil menciptakan suasana kehidupan keluarga yang akrab. seperti memberikan kehidupan (transfusi darah) (menurut konsepsi Pavlov).57 | karena kesempatan penyesuaian yang ada tidak dipergunakan semestinya. catur wulan IV Dia berumur 16 tahun. Prosedur Konseling Behavioristik Kasus Zaedun adalah siswi di MA. pendekatan Behavioristik menurut siasat yang diutarakan dalam butir (b) tadi dapat diterapkan terhadap kasus orang takut pada sesuatu. dapat diajak untuk melihat arti-arti lain yang melekat pada warna merah. Wali kelas II.Ag. gara-gara pengaruh negatif dari beraneka perasaan itu. karena tujuan konseling (perubahandalam tingkah laku) dan prosedur yang diikuti untuk sampai pada tujuan itu disesuaikan dengan kebutuhan nyata pada konseIi dalam setiap kasus. Lalu dirundingkan tatacara bergaul yang baik dan tepat tanpa disertai perasaan was-was akan dirugikan. (bendera nasional) dan keindahan (bunga mawar). Akhirnya program kerja itu mulai diterapkan di luar ruang konseling: kalau program kerja itu berhasil. Pendekatan Konseling Behavioristik masih dalam taraf penelitian untuk menentukan efektivitas dari berbagai prosedur spesifik seperti yang diutarakan di atas. dan dari bentuk peneguhan yang efektif (C). S. asalkan konseli ini mampu berefleksi atas tingkah lakunya sendiri.

Pd. Miharja. Dia mengatakan juga bahwa dia merasa lebih tenang dalam bergaul dengan kelompok teman/kawan putri saja. yang diatasi dengan cara melarikan diri Draf kuliah Teknik Konseling . setiap kali diajak bicara oleh seorang anak Dawar. S. pada waktu pergi ke Sekaten menyaksikan banyak pemuda mengganggu gadis-gadis dengan cara yang kasar. yaitu mencari gambaran yang lengkap mengenai kaitan antara A-B dan C (Antecedents. "Lebih baik tidak menikah daripada jatuh dalam lembah kenistaan. Reaksinya adalah selalu sama.merasa aman dan lega (C).Ag. (a) Pada saat sekarang perilakunya yang nyata ialah menghindari pembicaraan dengan teman/kawan Dawar dan menolak tawaran untuk berpartisipasi dalam pementasan drama (B). yaitu pada waktu belajar di MTS rambutnya sering ditarik-tarik oleh beberapa siswa Dawar. Anteseden adalah sapaan oleh teman Dawar dan tawaran ikut main pentas bersama dengan beberapa anak Dawar (A).. yang masih di SD. Wali kelas sudah kerap menyaksikan bahwa Zaedun. (3) Mengadakan analisis kasus. Langkah-langkah kerja: (1) Membangun hubungan pribadi dengan Zaedun. tetapi kemudian membuka diri." katanya. apakah pernah terjadi hal-hal yang tidak mengenakkan dalam bergaul dengan teman/kawan Dawar. Ternyata ada. Wali kelas mengusulkan kepada konselor untuk mengajak Zaedun bicara dan konselor menyatakan dirinya sanggup. Konselor akan menaruh perhatian khusus pada semua reaksi internal (r) karena dia akan mengusahakan supaya Zaedun mengubah dahulu reaksi pikiran dan perasaan sebagai jalan intermediar untuk mengubah perilakunya (R). Zaedun mengutarakan bahwa dia tidak suka ikut dalam pementasan drama kalau ada pemain Dawar.M. Ini sekaligus berfungsi sebagai penguat (reinforcement). Dia mempunyai pikiran untuk tidak pemah menikah dari pada dihadapkan pada ulah laki-Iaki. baru-baru ini Zaedun menolak tawaran dari wali kelasnya untuk ikut dalam mementaskan drama. (b) Konselor bertanya-tanya mengenai pengalaman-pengalaman Zaedun di masa yang lampau.58 | menyangkut pergaulan dengan siswa lain jenis di sekolah. dengan alasan tidak suka tampil di panggung bersama dengan pemain-pemain Dawar. menghindar dan menolak berbicara. Zaedun mengakui ada kesulitan dalam bergaul dengan anak Dawar dan bersedia membicarakan hal ini dengan konselor." Konselor menduga bahwa Zaedun telah mengalami hal-hal tertentu dan akhirnya menjadi merasa benci pada semua siswa Dawar. (2) Mendengarkan dengan penuh perhatian ungkapan pikiran dan perasaan Zaedun. Dia mengatakan juga. Hanya kepada kedua adiknya yang laki-laki. Konselor mulai mengerti bahwa dalam sejarah hidup Zaedun telah terjadi generalisasi: tindakan ancaman dari kaum Dawar diartikan sebagai situasi yang menegangkan. Dia segera lari ke kelompok teman/kawan putri.adalah rasa tenang dan perasaan lepas dari suatu bahaya yang mengancam (C). dia merasa sayang. Ketika konselor memanggil Zaedun. hal-hal ini diakui oleh Zaedun ketika konselor memancing bagaimana perasaannya setelah menghindarkan diri. Dia merasa takut dan benci pada teman/kawan Dawar dan menyalahkan mereka menindas cewek saja. yaitu menghindar (R) dan merasa takut serta jijik (r). maka konselor ingin membantu Zaedun bersikap lain dan bertindak lain. S. Setelah dia menghindar dan menyembunyikan diri dalam kelompok teman/kawan putri. Dia mengakui merasa benci dan sekaligus takut terhadap semua anak Dawar. Bahkan. Behavior. "Mereka semua jahat dan maunya hanya menindas cewek. di kampungnya sering diejek oleh pemuda brandal karena wajahnya penuh jerawat. mula-mula siswi itu agak segan berbicara. seolah-olah mencari perlindungan dari mereka. Di sini pun konselor menjelaskan alasan Zaedun dipanggil dan bertanya apakah Zaedun memang mengalami suatu kesulitan. dari pernah menyaksikan film horor di mana wanita disakiti oleh laki-Iaki (A). dia. Consequences). Akibatnya dari penghindaran dan penolakan .

Draf kuliah Teknik Konseling . Hanyalah mereka yang sungguh-sungguh tidak genah patut dihindari. namun sekaligus dia membuat keadaan dirinya sendiri semakin sulit untuk diatasi (unsur peneguhan atau reinforcement). Reaksi melarikan diri hanyalah tepat bila keselamatannya sungguh-sungguh terancam. (4) Membantu Zaedun untuk menentukan penyelesaian yang memuaskan. Zaedun menyatakan kerelaannya untuk terjun dan mencari pengalaman baru dalam bergaul dertgan teman Dawar di sekolahnya. Kemudian.M. digali pengalaman mengesankan yang positif untuk mengimbangi pengalaman mengesankan yang negative. misalnya perlakuan kasar dari beberapa pemuda tidak harus dipandang sebagai bahaya yang mengancam S. (5) Mengakhiri hubungan pribadi dengan Zaedun. apakah dia juga mempunyai pengalaman berisikan lain dalam pergaulan dengan seorang pemuda. Kalau terus-menerus merasa takut pada pemuda. bagaimana akibatnya nanti bila timbul keinginan untuk mendapatkan seorang pacar seperti pemudi sebaya yang lain? Pokoknya. Miharja. sampai akhirnya Zaedun tidak mengenal pola reaksi yang lain terhadap situasi yang khusus itu. dan pemuda yang betul-betul genah. Dengan demikian menjadi jelas bagaimana telah berlangsung suatu proses belajar pada Zaedun dan telah terbentuk suatu pola reaksi terhadap suatu situasi khusus. Kemudian. Dengan demikian Zaedun menggali lubang untuk diri sendiri kafena dia semakin cenderung untuk: melarikan diri dan dengan demikian mendapatkan ketenangan. S. Zaedun harus dibantu untuk membedakan antara pemuda yang sungguh-sungguh tidak genah.59 | sebagai reaksi biasa.Pd. bahkan dengan pria pada umumnya.. tetapi memberi kemungkinan untuk menghilangkan rasa takut dan benci itu walau memakan waktu yang lama. jiwanya.Ag. Pokoknya. konselor mengusulkan kepada Zaedun untuk berani terjun. dengan menerima tawaran ikut serta dalam pementasan drama dan berpartisipasi dalam kelompok belajar Dawar-putri di sekolahnya. konselor mengajak Zaedun untuk memikirkan tanggapan kognitif yang lain terhadap peristiwa/kejadian negatif yang dialami. pemuda remaja yang sedikit nakal. yang betulbetul genah boleh bergaul dengan dia tanpa dia menentukan macammacam syarat. yang mula-mula menyangkut pemuda nakal dan kemudian meluas menjadi bergaul dengan sembarang pemuda. Perilaku nyata (R) ini akan membantu Zaedun mengusahakan sesuatu yang konkret. yang tidak hanya tinggal gagasan saja. yang sedikit nakal dikoreksi saja. konselor membantu Zaedun untuk mengakui reaksi perasaannya sebagai suatu kenyataan yang harus dihadapi tetapi sekaligus dapat diatasi kalau dia berani mengubah pandangannya terhadap beraneka peristiwa yang telah dialaminya. Dia dapat menegur pemuda seperti itu dengan kata-kata yang tegas: dia dapat mengacuhkan perlakuan itu dan seolah-olah tidak melihat atau mendengar apa-apa. misalnya beberapa kali ditolong oleh seorang pemuda kenalan baik mendapat perlakuan baik dari guru-guru pria yang masih bujang selama duduk di MTS dan ayahnya sendiri selalu menunjukkan kasih sayang kepadanya. Akhirnya. Konselor dapat bertanya. Konselor dapat menjelaskan kepada Zaedun bahwa kecenderungannya untuk melarikan diri dan rasa takut serta jijik merupakan hasil dari suatu proses belajar. Pemikiran/tanggapan kognitif yang baru ini tidak serta merta menghilangkan rasa takut dan benci. konselor menunjukkan pada kata-kata Zaedun sendiri bahwa diasayang pada kedua adiknya yang laki-laki. Ternyata memang ada. Ini semua dikemukakan dengan tujuan supaya Zaedun membuka cakrawalanya. Selain itu. supaya tabu bagaimana kaum pria itu. Kemudian. Dengan jalan yang demikian Zaedun mulai memikirkan tatacara lain dalam berhadapan dengan seorang pemuda.

60 | S. sedangkan pertimbangan kedua.  Konselor berusaha membantu klien di dalam mengembangkan seluruh status ego dewasanya. konselor. Kontrak di antara konselor dan klien ini merupakan suatu ciri khas dalam usaha klien untuk mengadakan hubungan proses konseling analisis transaksional. harus cukup umur dan matang untuk memasuki suatu kontrak. (d) Akhirnya tujuan dari kontrak haruslah sesuai dengan kode etik konseling. Tahap itu di antaranya: (a) Struktural. klien memberikan imbalan jasa kepada konselor. Pengembangan ini pada hakikatnya adalah menetapkan pikiran dan penalaran individu.Pd. di antaranya pertimbangan pertama. (b) Analisis transaksional. di antaranya: (a) Dalam kontrak. S. yaitu pihak pertama adalah konselor yang harus memiliki kecakapan atau kemampuan untuk membantu klien dalam mengatasi masalah-masalahnya.Ag.. sedangkan di pihak kedua ialah klien. telah diuraikan secara luas pada struktur kepribadian di muka. maka konselor telah mulai mehmgkah ke arah analisis Draf kuliah Teknik Konseling . serta ada kesepakatan dalam menentukan tujuantujuan yang ingin dicapai. Dan bila kemudian dicoba pula untuk menegakkan diagnosis dari status ego ini. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam kontrak. dan klien harus melalui transaksi dewasa-dewasa. Teknik yang dipergunakan terdiri dari empat tahap. Proses dan Teknik Konseling Analisis Transaksional Berdasarkan keempat tujuan konseling di atas. Untuk itu dibutuhkan suatu kemampuan serta kapasitas yang optimal dalam mengatur hidupnya sendiri. di antaranya:  Tujuan yang pertama. dewasa. Ada empat tujuan yang ingin dicapai dalam konseling analisis transaksional. dan (d) Analisis main an (game analysis). Ini menyangkut pula dalam memperoleh kebebasan dan kernampuan yang dapat ditembus di antara status egonya. BAB 11 TEKNIK DALAM KONSELING ANALISIS TRANSAKSIONAL Tokoh konseling ini adalah Eric Berne. konselor memberikan layanan kepada klien secara profesional (baik berupa kesempatan maupun keahlian). (a) Analisis struktur (structural analysis) Analisis struktur sebagai langkah pertama dari proses hubungan konseling analisis transaksional. (c) Kontrak memiliki pengertian sebagai suatu bentuk kompetensi antara dua pihak. (c) Analisis naskah (script analysis). konselor membantu klien yang mengalami kontaminasi (pencemaran) status ego yang berlebihan.M. dan menandatangani serta melaksanakan isi kontrak sesuai dengan waktu atau jadwal yang telah ditetapkan. dan orang tua) maka akan membentuk struktur kepribadian. Dalam konseling yang menggunakan pendekatan analisis transaksional digunakan teknik tertentu. kemudian dibuatlah suatu kontrak. Miharja. Apabila ditelaah secara lebih mendalam tentang status ego itu (status ego anak. (b) Kontrak harus mempertimbangkan beberapa hal.  Konselor berusaha membantu mengembangkan kapasitas diri klien dalam menggunakan semua status egonya yang cocok.  Tujuan terakhir dari konseling adalah membantu klien dalam membebaskan dirinya dari posisi hidup yang kurang cocok serta menggantinya dengan rencana hidup yang baru atau naskah hidup (life script) yang lebih produktif.

status ego itu mempunyai nilai yang penting dalam kehidupan seseorang. bahwa dalam konseling analisis transaksional penggunaan data-data dan informasi yang dimiliki oleh klien pada masa lalu.61 | struktur kepribadian.Pd. tetapi berorientasi pada perbendaharaan bahasa sehari-hari yang dipergunakan dalam pergaulan. Satu saja dari ketiga status ego itu mengganggu keseimbangan hidup yang sehat. tidaklah tukup hanya bersandar kepada apa yang diungkapkan oleh kliensecara verbal.. Semua status ego ini adalah kondisi psikis yang normal.memadai untuk digunakan sebagai sumber informasi dalam menganalisis klien. dewasa. didengarkannya. yaitu analisis transaksional yang terjadi pada suatu proses konseling dengan klien. memberikan petunjuk-petunjuk yang secara otomatis mempengaruhi sifat. Di sinilah letanya ciri khas dari analisis transaksional (TA) yang tidak terpaku dengan masalah teoretis. dan seterusnya. Draf kuliah Teknik Konseling . Setiap status ego memiliki kelebihan-kelebihan disamping kekurangkekurangannya. air muka. kemudian mengatahkan mereka untuk dapat berpikir dan bertindak yang lebih efektif.. sifat atau tingkah laku nonverbal dengan isyarat- (b) Analisis transaksional Penghayatan tentang ketiga status ego di atas (anak. kreativitas. ego yang ada. Terjadinya suatu transaksi disebabkan oleh adanya stimulus atau rangsangan. Miharja. menjemukan serta tidak menggairahkan. maka konselor akan lebih mudah untuk mengadakan analisis transaksional yang terjadi pada saat proses pendekatan konseling. dan tingkah laku. Sedangkan respons atau tanggapan dari orang yang diajak bicara (mendengarkan) mungkin saja menyebabkan terjadinya suatu rangkaian stimulus respons . sedangkan status ego orang tua bermanfaat dalam berperan sebagai tokoh dalam mendidik anak-anak. tindak tanduknya dalam transaksi. Dalam menganalisis status ego anak (A) bukan saja harus mendengarkan transaksi dengan melalui ucapan dan kata-kata. dan kegembiraan. tetapi juga harus mengimalisis sikap dan sifat dari klien yang nonverbal misalnya: sikap tubuh. maka dapatlah dianalisis sejumlah status ego. Bagaimana peranan data-data dan informasi yang dimiliki dalam konseling analisis transaksional? Jawabnya. status ego yang manakah yang menerima stimulus serta memberikan respons. Jadi. dalam rangka melangkah ke tahap selanjutnya.M. dengan demikian setiap kali konselor mengadakan pertemuan konseling dengan seorang klien. yang datang dari seseorang pembicara yang. Hidup tanpa kelengkapan status ego akan membosankan. S. tahap pertama tersebut di atas dari proses pendekatan konseling analisis transaksional ditekankan kepada pengembangan pemahaman klien untuk mengikat transakasi yang normal. stimulus maupun responsnya. orang tua.Ag. Dengan menggunakan apa yang diungkapkan oleh klien baik verbal maupun nonverbal dalam saat terjadinya transaksi sudah cukup . Bila pemahaman mengenai bentuk-bentuk transaksi antara masing-masing status ego telah mendalam dan telah dikuasai oleh konselor. nada suara. sikap. Pada status ego anak terdapat intuisi. Telah diketahui bahwa setiap orang memiliki status ego anak. pada status ego dewasa diperlukan demi kelangsungan hidup. orang tua) merupakan bahan berharga bagi konselor. Untuk menganalis status ego. Di sini yang terpenting bagaimana seorang konselor mampu untuk menganalisis status. dewasa. Jadi. tetapi juga melalui sikap. tidaklah mutlak diperlukan.. S. perlulah kiranya dianalisis dan diadakan penataan kembali.

. Dengan demikian. misalnya: "Ingat. What.. misalnya: sikap merangkul.Ag.62 | isyarat dan gerakan-gerakan yang ditampilkan oleh klien dalam komunikasi dengan konselor. " "Menurut hemat saya "Berdasarkan informasi …” "Bagaimana . baik secara verbal maupun nonverbal konselor akan dapat mengenali status ego yang dimiliki oleh klien atau status ego yang tampak pada diri klien. S. Ketiga unsur ini selalu ada dalam segala bentuk analisis transaksional dengan menggunakan game. badan sedikit condong ke depan atau ke belakang. dan orang tua) yang dinyatakan oleh klien baik secara langsung maupun tidak langsung. membelai. dewasa. ?" Ungkapan khas dari status ego dewasa kita dikenali dari ungkapan Why. Analisis naskah terjadi sejak masa si bayi masih dalam asuhan orang tuanya (bapak atau ibu) di mana pada masa itu terjadi bentuk transaksi antara orang tua dengan anak-anaknya." "Lebih baik kau …" "Pokoknya kau harus . Secara verbal status ego orang tua dapat dikenali melalui ungkapan dan kata-katanya... Segi positif dari naskah (script).. konselor akan dapat untuk menentukan produktivitas komunikasi dengan klien... air mata." Dengan mengenali ketiga status ego (anak. dan naskah hidup (life script). ialah naskah itu bisa diubah. Menganalisis status ego orang tua dapat dikenali dengan petunjuk nonverbal.... Where. Karakteristik dari Pendekatan Konseling Analisis Transaksional Konselor analisis transaksional adalah individu yang lebih banyak berperan sebagai fasilitator dalam proses kelompok. memukul paha. (c) Analisis naskah (script analysis) Analisis naskah (script analysis) adalah merupakan langkah terakhir dari suatu tata laksana pendekatan konseling dengan berorientasi kepada analisis transaksional. bibir yang gemtar karena marah atau sedih. Miharja. misalnya: "Saya pikir . mata melotot. dan lain-lain.M. mata diarahkan ke bawah. permainan. sifat. mengangkat bahu. karena naskah itu terjadi dengan adanya proses learned atau sesuatu yang dibiasakan dan tidak karena faktor pembawaan. (b) Analisis mainan (game analysis) Suatu game memiliki tiga unsur penting di antaranya: (l) Transaksi yang tamp aknya berjalan seperti biasa dapat berkulit seakan-akan transaksi berlangsung secara wajar. transaksi. S.Pd. kening berkerut. konselor juga harus memiliki kapasitas diri sendiri untuk Draf kuliah Teknik Konseling . berpangku tangan. Peranan konselor dalam analisis mainan apabila klien benar-benar bermotivasi untuk memperbaiki sikap. dan How. menepuk bahu orang lain. Sedangkan petunjuk verbal status ego anak menampakkan diri yaitu melalui ungkapan dan kata-kata... misalnya: tertawa terbahak-bahak. (2) Dalam transaksi tampak adanya suatu maksud yang terselubung (maksud yang tersirat di balik ucapan). konselor akan dengan mudah untuk memberikan suatu analisis terhadap klien. Lambat laun dengan terjadinya transaksi antara anak dan orang tua terciptalah suatu tujuan hidup atau rencana hidup (life plant) yang dalam istilah analisis transaksional disebut script atau bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia disebut naskah. maupun kebiasaan yang dirasakan perlu untuk diperbaiki dan memerlukan bantuan dari konselor.. Petunjuk nonverbal bahwa status ego anak menampakkan diri. Di samping itu. ?" "Siapa . dan juga sebagai pemimpin yang memiliki keahlian dalam menganalisis status ego. When. Semua data yang masuk menunjukkan adanya tanda processing data dari dewasa. kau harus ... Who. (3) Adanya imbalan (pay off).. dan lain-lain. Dengan mengetahui berbagai status ego seseorang (klien).

penuh kehangatan. menunjukkan kepercayaan atas kemampuan dirinya dalam membahtu mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh klien. atau transaksi dengan klien secara terbuka. seorang konselor dengan memakai pendekatan AT harus memiliki pandangan yang penuh kehangatan. komunikasi. Dan juga sebagai s.M. baik verbal maupun nonverbal. cakap untuk memberikan tanggapan walaupun sekecil-kecilnya untuk mencapai tujuan dari konseling yang telah ditetapkan. (2) Konselor harus dapat memperlihatkan kemurnian dari komitmen pada klien. empati. yaitu: (1) Konselor harus memiliki kemampuan untuk mengenal dari mana memulai untuk mengungkapkan ketiga status ego dari klien. Jadi dengan demikian.Ag. Miharja.63 | mengadakan interaksi. Draf kuliah Teknik Konseling ..eorang konselor harus memiliki kemampuan untuk membaca dan mengamati tingkah laku klien baik secara langsung maupun tidak langsung. dan murni.Pd. S. Eric Berne menyatakan dua kebutuhan tambahan yang harus dimiliki oleh seorang konselor analisis transaksional. S.

Ada pula yang memandangnya dari standard kultural. yaitu bahwa individu yang terletak di luar batas garis normal pada kurva normal. Kegiatan ini berulangkali dilakukan hingga kecemasan itu sendiri berangsur berkurang. dan uang. contohnya seorang anak yang tidak mau bicara sama sekali. Klien dihadapkan pada stimulus bertahap. hingga akhirnya tidak memperlihatkan kecemasannya di saat bekerja dengan jenis kelamin lain. seperti ngompol. yaitu. Terapi tingkahlaku terutama digunakan untuk mengubah tingkahlaku yang termasuk abnormal. Wolpe menggunakan reciprocal inhibition yang terdiri atas enam teknik utama. pola tingkahlaku salah suai dan adaptif tidaklah secara tajam terpisah menjadi dua kelompok yang berbeda. c. individual. Assertive training merupakan latihan mempertahankan diri akibat perlakuan orang lain yang menimbulkan kecemasan. persetujuan. sehingga serasi dengan lingkungannya. Klien dibantu menyusun urutan stimulus yang mencemaskan dari mulai yang kurang mencemaskan hingga yang paling mencemaskannya. Draf kuliah Teknik Konseling . b. individual. Ada yang merumuskan abnormalitas dalam pengertian statistis.Ag. Desensitization dengan tujuan mengganti respon cemas terhadap stimulus tertentu dengan respon santai. yaitu operant conditioning (Skinner). Sexual training merupakan latihan yang digunakan untuk klien yang menghadapi masalah di waktu menghadapi jenis kelamin lain.64 | S.Pd..M. Setiap orang sewaktu-waktu akan memperlihatkan gejala salah suai. perbedaan antara manusia normal dengan yang abnormal memperlihatkan penyimpangan tingkahlaku tidaklah bersifat kualitatif. Ada dua issue utama yang memelopori kepesatan penyembuhan penyimpangan tingkahlaku. BAB 12 TEKNIK PEMULIHAN PENYIMPANGAN TINGKAHLAKU A. obsessi. hysteria. Terapi tingkahlaku memandang tingkahlaku individu mengikuti hukum kausal. tapi orang yang memperlihatkan penyimpangan tingkahlaku akan menunjukkan gejala maladaptive yang lebih dominant dan continue dalam pola tingkahlakunya. Yang umum misalnya perhatian. Peranan penyuluh ialah membantu individu mengatasi hambatannya dengan jalan mengatur kembali assosiasi antara stimulus dengan respon. tics. phobia. Konsep perubahan tingkah laku Penyimpangan tingkahlaku atau behavior disorder menunjuk pada berbagai bentuk abnormalitas yang sulit dirumuskan secara tegas dan tepat. antara lain dengan menjatuhkan permen karet itu ke lantai hingga terlihat oleh anak agar terjadi komunikasi. Tegasnya. a. kompulsi. Penyimpangan tingkahlaku ini dapat dijabarkan dalam berbagai jenis kegiatan. Dengan kata lain. Yang khusus. baik yang tergolong neurotik ataupun psikotik. alcoholism ataupun mental deficfency. Permen karet inilah yang dijadikan reinforcement bagi anak itu. S. Reinforcement bisa bersifat umum maupun khusus. gagap. dan reciprocal inhibitionnya (Wolpe). Caranya ialah dengan mengurangkan ketegangan klien dengan jalan berlatih santai (relaks). Klien dilatih untuk mempertahankannya dalam memelihara dirinya. yang disebut idiosyncratic reinforcement. Khusus berkenaan dengan perawatan penyimpangan tingkah Iaku. Operant conditioning menggunakan reinforcement. tapi senang permen karet. Miharja. atau norma subyektif.

 Terapi tingkahlaku menggunakan ayersion technique. berbagai bentuk ganjaran. Klien dilatih untuk memberikan respon negatif terhadap stimulus yang disenanginya itu dengan jalan membayangkan sesuatu yang tidak menyenangkan dirinya.  Terapi tingkahlaku menggunakan conditioning yang positif. yaitu bahwa kedua-duanya menggunakan teknik:  encouragement. Miharja. Di samping mengajukan perbedaan. baik intrinsik ataupun ekstrinsik. Klien mengganti respon terhadap stimulus dengan prosedur pemberian stimulus yang tidak disenanginya. Apa yang tiada terjangkau oleh aliran terapi tertentu dapat juga digunakan metoda lain. sirine. Berdasarkan perbedaan dan persamaan itu.M. Kiranya akan memadai apabila terapi tingkahlaku tidak dipertentangkan dengan terapi lainnya. sedang psikoterapi membina pertalian agar klien berani mengekspresikan segala perasaannya. sedang in vivo desensitization menggunakan situasi yang nyata. S. Imaginal desensitization menggunakan reproduksi imaginasi subyek. Ruang seperti ini kadang-kadang justru Draf kuliah Teknik Konseling . Ada empat pandangan tentang jenis metoda psikotherapi yang ada (terapi tingkahlaku dan terapi lainnya) yaitu. Thought stopping digunakan untuk menghilangkan respon cemas dengan jalan melatih menghentikan bayangan cemas itu. ada pula kesamaan antara kedua metoda terapi itu. yang disebut imaginal desensitization (SD-I) dan in vivo desensitization (SDR). A version therapy yang digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk. e. bahwa: (a) metodametoda penyuluhan itu berbeda secara tajam baik teori ataupun tekniknya sehingga tidak dapat dipertemukan. bahwa pertalian dengan klien merupakan kunci penyembuhan. berbagai metoda terapi itu saling melengkapi. tapi justru digunakan sebagai metoda yang lengkap melengkapi. advice dan reassurence  manipulasi lingkungan  mencari sumber stress  mencari pola tingkahlaku klien. sedang psikoterapi merawat berbagai perasaan yang tidak teratur. Covert desensitization digunakan untuk menyembuhkan tingkahlaku klien yang menyenangkan. Selanjutnya Wolpe menyodorkan dua tipe desensitization. sedang psikoterapi menghubungkan tingkahlaku yang ada dengan pola tingkahlaku yang lain. dapat menggantikan schock listrik. sedang psikoterapi menganggap. Terdapat perbandingan antara terapi tingkahlaku dengan psikoterapi.  Teori tingkahlaku menggunakan latihan yang bertahap. (b) metoda-metoda penyuluhan saling melengkapi. Ditinjau dari metodologinya. terapi tingkahlaku memerlukan ruangan khusus tempat eksperimen.Ag. Konsep tingkahlaku yang digambarkan dalam pandangan ahli terapi tingkahlaku belum mencakup seluruh aspek penggerak tingkahlaku itu sendiri.Pd. sedang psikoterapi mentafsirkan fantasi dan mimpi klien.. Untuk merawat berbagai penyimpangan tingkahlaku dipergunakan berbagai latihan. tapi menyimpang.  Terapi tingkahlaku menggunakan tahapan fantasi klien dalam latihan. karena memiliki kesamaan dan perbedaan. S. f. bahwa psikoterapi dapat dimasukkan sebagai bagian dari terapi tingkahlaku. sebagai berikut:  Terapi tingkahlaku menekankan akan perubahan simptom. (c) terapi tingkahlaku oleh psikodinamika dipandang sebagai bagian kecil dari psikoterapi. dan (d) para ahli terapi tingkahlaku memandang sebaliknya.65 | d.

masalah dan keadaan klienlah yang akan menentukan keberhasilan perawatan klien. psikopat.. Terapi tingkahlaku akan mencoba mengubah tingkahlaku yang termasuk abnormal.  kurang memperoleh latihan buang air kecil di waktu kecil atau karena kekeliruan latihan di masa kecil. (4) memperlihatkan gejala psychoticism yang tinggi. yang intinya dikemukakan sebagai perilaku ngompol yang tidak terkendalikan dan tidak diinginkan. bahwa seorang anak berumur empat tahun yang ngompol satu bulan satu kali. psikosa alcoholism. 1. dan respon manakah yang seharusnya diperkuat. tapi dihayati oleh subyek sebagai ancaman. ataukah  anak yang berumur tujuh tahun. Apabila individu menghadapi kondisi baru.  ngompol karena gangguan organik atau bukan karena gangguan organik. Penyimpangan tingkahlaku itu dalam empat katagori: (1) memperlihatkan gejala neuroticism yang tinggi sekalipun ada tekanan (stress) yang rendah. akan tetapi gagal untuk memperoleh keterampilan yang kompleks. baik guru.  anak yang berumur sepuluh tahun yang ngompol sebulan satu kali. orang tua ataupun klien sendiri.M. Para ahli sering berbeda pendapat tentang gejala ngompol yang disebabkan karena kriteria yang berbeda. yang ngompol satu malam seminggu. Pandangan penyuluh. B. setiap gangguan merupakan kasus yang menuntut kreativitas ahli terapi. Untuk terapinya. psikotik. Draf kuliah Teknik Konseling . Namun demikian metoda terapi apa pun. kriminalitas. Oleh karena itu keterbatasan metoda ini hendaknya diimbangi oleh kemampuan penyuluh dalam menganalisis stimulus yang mana yang menimbulkan tingkahlaku salah suai. Pada dasarnya S. baik yang tergolong neurotik. tiks. perlu dibedakan jenis enuresis ini yaitu:  primary enuresis (ngompol malam hari) dan secondary enuresis (ngompol setelah diganti pakaian). ataupun tingkahlaku manusia yang tergolong normal. dan mentaldeficiency pada manusia yang tergolong normal. S. (3) memperlihatkan gejala neuroticism yang rendah. delingkuensi. Berbagai Teknik Mengubah Tingkahlaku Dalam mengubah tingkahlaku tidak ada prosedur yang berlaku untuk setiap perawatan penyimpangan tingkahlaku. Dalam pembentukan tingkah laku baru. Namun demikian ada pola umum yang dapat digunakan. Namun demikian mereka sependapat. histeri. dipandang kurang serius masalahnya apabila dibandingkan dengan seorang remaja yang ngompol sebulan sekali. Penyimpangan tingkahlaku ini dapat dijabarkan dalam berbagai bentuk seperti: ngompol.  ngompol yang reguler dan sewaktu-waktu. gagap. phobia. (2) memperlihatkan gejala neuroticism yang rendah. metoda ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak. akan tetapi mengalami tekanan (stress) yang tinggi. obsessi dan kompulasi.66 | berlainan dengan situasi real bahkan tidak identik. mungkin terbentuk tingkahlaku salah suai baru pula.Pd. Manakah yang sebenarnya jadi masalah:  anak yang berumur empat tahun yang ngompol dua malam seminggu. Enuresis (ngompol) Terdapat perbedaan pengertian Enuresis. Miharja. janganlah dipandang sebagai yang mujarab untuk berbagai gangguan tingkahlaku. Biasanya terjadi di waktu tidur pada anak-anak yang telah menginjak umur tiga tahun ke atas.Ag. ketimpangan seksual.

anak yang berumur tiga tahun yang selalu ngompol. sirine berbunyi cukup keras. Tapi kemudian sirine itu tidak perlu lama berbunyi cukup satu sekon. Gangguan ini diperoleh akibat perlakuan orang tua terhadap anak berkenaan dengan buang air besar. sudah dipandang sebagai masalah.Pd. 2. Dengan demikian anak itu pun terbangun. dan masih berpegang pada gerak refleks yang wajar. dengan daya otot dan volume air kencing itu sendiri. Adapun teknik penyembuhannya dengan jalan: Latihan kembali secara sistematis. c. yang polos.Ag. dianggap tidak apa-apa. yang dapat menimbulkan masalah bagi anak. mulai dari ginjal hingga keluar kealat kelamin. dan tahapan training. yaitu: S. S. Apabila anak itu kencing. menggunakan theori classical conditioning dan metoda lonceng. Di samping itu dapat juga menggunakan satu deretan tahapan reward training untuk buang air pada waktu dan tempat yang ditentukan.67 | Gejala ngompol ini sebenarnya merupakan masalah sosial dan strata sosial orang tua mempunyai pengaruh terhadap pandangan mereka. yang seminggu sekali ngompol. Akan tetapi pada kelas sosial tinggi.. Lovibond menggunakan sirine sebagai alat untuk menghukum anak ngompol. sehingga mengejutkan anak. Bagi kelas sosial rendah. Di saat anak mulai ngompol.M. a. Ada orang tua yang sangat santai. Kaum behavioris berpegang pada tiga prinsip: bayi yang baru lahir memiliki daya refleks yang wajar. yang tidak disebabkan oleh gangguan organ tubuh. Yang menjadi masalah pokok bagi kaum behavioris ialah bagaimanakah pembentukan pengendalian buang air kecil itu (baik siang ataupun malam) dan faktor-faktor apa yang menyebabkan kegagalan dalam pengendalian tersebut. menggunakan instrumental avoidence conditioning. Ada tahapan yang dapat diikuti untuk mengubah prilaku ngompol: tahapan pre-training. dengan menggunakan lonceng (bell). Menurut mereka. Dan ada juga orang tua yang justru sangat keras terhadap anaknya. Ahli teori Psikodinamika memandang enuresis sebagai "overt symptom" dari gangguan yang dialami yang bersangkutan. Pinggang anak dibalut dengan ikat pinggang yang dihubungkan dengan elektroda. terutama dalam mengendalikannya. yang dapat digambarkan: anak terbangun apabila terjadi ketegangan ingin buang air kecil. membiarkan anaknya berbuat sekehendak anak itu. masalah anak yang berumur dua tahun. dengan menggunakan prinsip-prinsip operant conditioning. Draf kuliah Teknik Konseling . membangunkan anak setelah ngompol. menggunakan shock listrik. Kemudian dilanjutkan dengan self control. dengan dijanjikan ganjaran apabila dapat melaksanakannya dengan baik. proses perkembangan pengendalian oleh pusat syaraf. Berdasarkan perkembangannya. b. sebelum lonceng berbunyi (sebelum ngompol). ada tiga tahapan cara penyembuhan ngompol dengan conditioning. ada 2 proses yang terlibat dalam pengendalian tingkahlaku tersebut. dan sejalan dengan penyembuhan Enuresis. anak yang lebih besar menghadapi masalah pengembangan pusat syaraf melalui kematangan dan belajar. Encorpresis (gangguan buang air besar ) Encorpresis merupakan gangguan dalam pengaturan buang air besar. Sedang para psikiatris memandang enuresis sebagai sindrom kepribadian ataupun fisiologis. yaitu: proses fisiologis yang kompleks. keterampilan buang air kecil menggambarkan tingkat keterampilan yang kompleks. terjadi denyutan elektroda pada alat kelamin anak. Pada dasarnya penyembuhan tersebut bersifat situasional. Miharja.

bahwa stuttering itu bisa diubah hingga tahapan tertentu. feedback Control of Stuttering Stuttering itu dapat disembuhkan dengan teknik "speech shadowing". seperti takut pada hewan.M. Phobia Istilah phobia ada dalam berbagai kategori. c. bahwa gejala ini bersifat individual. Hal ini dapat dilakukan secara berkelompok dengan membahas berbagai masalah penyesuaian diri. beberapa ungkapan atau memperbaiki ucapan. dan phobia. headphone). Terdapat beberapa bukti empirik yang menunjukkan. Dalam teknik ini digunakan extrinsic (es cream) dan intrinsic rewards (mencapai hasil yang lebih baik). Istilah ini selalu dihubungkan dengan masalah keengganan anak datang ke sekolah. Dalam kondisi seperti itu treatmentnya mungkin diarahkan kepada penserasian pertalian antara anak dengan orang tua di rumah. S. Operant Control of Stuttering Perilaku stuttering dapat diubah dengan jalan mengendalikan apa yang diucapkannya. social interpersonal. 3. sehingga dapatlah dirumuskan.50 kata. Dapat juga disuruh membaca sendiri secara terus-menerus. Orang yang terganggu itu terus membaca dan diikuti suara orang lain yang lancar membaca (melalui tape recorder. keengganan masuk sekolah yang dilatarbelakangi keengganan meninggalkan rumah. Keengganan ini dilatar-belakangi oleh situasi sekolah yang dipandang menimbulkan rasa takut pada anak. yang pada mulanya diberi contoh membaca.68 | S. Adapun pengubahan dan penyembuhan tersebut sebagai berikut: a. b. Masalah ini termasuk kategori "continum" dan bukan dikhotomi. membentuk urutan tahapan kecemasan menurunkan kepekaan emosional berkenaan dengan obyek yang mencemaskan. Draf kuliah Teknik Konseling .Pd. Teknik yang digunakan dapat juga berupa membayangkan obyek yang ditakuti dalam khayalan. Latihan ini diulang beberapa kali dengan membaca 40 . apalagi kalau dihubungkan dengan masalah kelancaran berbicara (fluency). penyakit. sehingga lancar. di antaranya: anak itu sendiri pembolos. d. Stuttering (gagap dan mengulang kata ) Sulitlah dirumuskan secara tegas. Ada pula yang kata-katanya tidak lengkap terputus-putus atau dipanjangpanjangkan. seluruh kata. yaitu dengan jalan memberi kesempatan kepada orang yang terganggu tersebut untuk berbicara keras-keras. suara. Negative practice yang mirip dengan massed practice "Yang terganggu" diminta mengulang seluruh kalimat yang menunjukkan kata-kata mengganggu. 4. Ada orang yang mengulang beberapa kata saja. Metoda yang paling disukai digunakan untuk menyembuhkan phobia ialah systematic desensitization dengan tahapan: latihan santai. mengikuti ucapan orang yang membaca satu bacaan. Miharja. karena suara yang dikeluarkan oleh yang gagap itu menimbulkan suara yang tidak menyenangkan. e. menggunakan jalan mengurangi respon yang menunjukkan sikap cemas. mana yang disebut gagap dan tidak gagap. kematian.. Rythmic and Syllable time speech yang memberi kesempatan kepada yang "terganggu" untuk mengucapkan kata-kata mengikuti rithme tertentu. Ada gejala lain yang menarik perhatian para ahli pada sepuluh tahun terakhir ini yaitu masalah School phobia. atau dapat juga dengan menyajikan obyek yang ditakuti secara nyata. dengan diukur pula waktunya. Terdapat berbagai kemungkinan tentang keengganan masuk sekolah itu.Ag. Phobia sendiri dibagi-bagi menjadi seratus tipe.

Kompulsi merupakan impuls untuk berbuat berulangkali.. yaitu: (a) usaha langsung menghilangkan tingkah laku obsessi pada awal mula munculnya gangguan tersebut yang perlu diusahakan dengan desensitization. Karena banyak jenisnya. ialah: egois. Exhibitionis dramatization. self centered 7.Ag. anesthesia (daya pekanya hilang). menghilangkan non-organik motor functioning. Adapun karakteristik orang yang "hysterical personality". seperti pada kebutaan. Juga bisa menggunakan situasi permainan yang secara bertahap mirip dengan kondisi sekolah yang sebenarnya.M. Gangguan Hysteria Istilah hysteria mengandung berbagai arti seperti: hysterical personality. dusta. Latihan ini secara berangsur diadakan. Miharja. seperti pada kejang tangan. Untuk perawatan tics. kalau-kalau mendapat bencana di sekolah. Ditambahkan pula dengan teknik yang memungkinkan orang tua dan guru dilatih untuk memberikan ganjaran yang hampir bersamaan. dilakukan dengan jalan massed practice. represi. penyembuhannya dapat digolongkan dalam beberapa kelompok: a. seperti sakit kepala dan ngantuk. bersandiwara.  takut berpisah dengan ibu. anxiety hysteria. provokatif. hidung. Dapat pula menggunakan classical dan operant conditioning dengan prinsip reinforcement. Pemulihannya antara lain dengan mengusulkan agar sekolah dan keluarga diarahkan untuk menghasilkan powerful pressure terhadap anak agar mau kembali ke sekolah. Adapun orang yang mengalami conversion hysteria. mulai satu menit. Kedua hal ini seringkali menjadi satu kesatuan yang dimanifestasikan dalam bentuk tingkah laku. dan sulit dikendalikan. 6.69 | S. emosinya tidak stabil. reaksinya tidak konsisten. 5. selalu cemas akan berbagai bentuk konflik antara orang tua dengan petugas administrasi sekolah. (b) digunakan teknik SD-I dan SD-R. gagal mengembangkan dorongan seks pada tujuan yang wajar. retention of urine. dan leher yang tidak terkontrol. Manifestasinya gelisah dan cemas. perut. aphobia (kebisuan).Pd. b. Untuk menyembuhkannya ada dua tahapan. S. congkak. banyak tuntutan dan banyak bergantung. kurang mampu mengendalikan emosi. Tics ini meliputi gerakan mata. Adapun karakteristik School Phobia ialah:  memperlihatkan rasa takut sakit. memanifestasikan konflik tersebut dalam gejala-gejala fisik. berkhayal. Tapi kemudian menjadi kebiasaan yang tidak diinginkan oleh individu yang bersangkutan. dan manja. ketidakmatangan seks. takut yang mendalam berkenaan dengan seks. Gangguan Tics Pada mulanya gerakan merupakan kegiatan yang terkoordinir dan terarah yang ditumbuhkan oleh sebab-sebab di luar atau idea. menunjukkan tingkahlaku sexual. anorexian (hilang nafsu makan).  menunjukkan keluhan yang bersifat badaniah. Menghilangkan nonorganic sensory dan perceptial functioning. amnesia (lupa akan segala pengalamannya) dan multiple personality. Hysteria juga merupakan gangguan yang tampak dalam perilakunya. Obsessi dan kompulsi Obsessi menunjukkan idea yang berulangkali muncul dalam pikiran klien dan sulit dihindari. mudab terpengaruh. conversion hysteria. egocentris. lima menit hingga Draf kuliah Teknik Konseling . Jenis hysteria lainnya ialah: somnambulism (jalan-jalan sambil tidur). dingin. seperti buta paralyses (syaraf yang tidak berfungsi). ketulian dan daya peka. tanpa alasan dan tanpa maksud.

b. Klien dibaringkan di kamar gelap.Ag. Miharja.M.Pd. tapi kemudian dilakukan sendiri oleh klien. Terdapat beberapa cara penyembuhan. classical aversive conditioning with drugs. Mula-mula di bawah pengawasan. Sejak awal mula melihat film. Klien mendapat schock di saat menunjukkan tingkahlaku homoseks. di antaranya ialah: a.. instrumental escape and avoidance conditioning with schock as the aversive stimulus. 1a disuntik agar mual di saat melihat film dari jenis kelamin sendiri. 8. Atau ia mendapat reinforcement di saat diperlihatkan gambar-gambar wanita telanjang. pada pertengahan film ini.70 | satu jam. Draf kuliah Teknik Konseling . hingga tujuh menit sesudah film terakhir. S. Sexual disorder Penyimpangan sek dapat diteliti dengan cara mengukur perubahan alat kelamin di saat nonton blue film. Demikianlah dilakukan hingga enam hari berturut-turut. perubahan alat kelaminnya diukur. dengan proyektor. S.

Alfabeta Draf kuliah Teknik Konseling . 2008. 2000. Rineka Cipta. Andi Yogyakarta. MD Dahlan. CV Dipenogoro MD Dahlan. Pengantar Bimbingan dan Konseling. 2003. Awrence. Bimbingan dan Konseling Di Madrasah. Latihan Dipenogoro dalam Keterampilan Konseling. Sukardi. Surya. S. Miharja.M.Pd.Ag. The Helping Relationship. Konseling Individual. 2000. Prayitno & Erman Amti. Rujukan: Bimo Walgito. Bimbingan dan Konseling. LPM STAIS. Rineka Cipta Tohirin. 2005. Psikologi konseling. 1997. Bimbingan dan Konseling di Sekolah. IAIN SGD Bandung Willis. CV Miharja. 1985. Prentice-Hall International Edition. 2005. Brammer. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Teori dan Praktek. Pustaka Bumi Quraisy. 2004. Yies Sadiyah. 2007. Rajagrafindo Persada. Beberapa pendekatan dalam Konseling. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling. 1987..71 | S.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.