Buku Bahan Ajar Teknik Konseling

TEKNIK KONSELING

Draf bahan kuliah jurusan BPI
Mengutarakan cara-cara konselor dalam melakukan proses konseling dengan konselinya. MIHARJA, S.Ag.,M.Pd. 9/1/2010

1|

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.

DAFTAR ISI BAB 1 Pengertian dan ruang lingkup BAB 2 Tahapan proses konseling BAB 3 Teknik-teknik melakukan konseling BAB 4 Teknik konseling verbal BAB 5 Teknik konseling nonverbal BAB 6 Teknik-teknik dalam tahapan konseling BAB 7 Teknik konseling dalam teori konseling Client Center BAB 8 Teknik konseling dalam teori konseling RET BAB 9 Teknik konseling dalam teori konseling Trait & Factor BAB 10 Teknik konseling dalam teori konseling behavioristic BAB 11 Teknik konseling dalam Analisis Transaksional BAB 12 Teknik pemulihan Penyimpangan tingkahlaku (1) (12) (23) (40) (63) (67) (81) (93) (98) (109) (122) (129)

BAB I PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP TEKNIK KONSELING
A. Lingkup Teknik Konseling Konseling merupakan pekerjaan profesional seperti halnya guru. Sebagai suatu pekerjaan profesional menuntut dimilikinya sejumlah kompetensi dan keterampilan tertentu. Selain itu, konseling juga merupakan suatu proses. Dalam setiap tahapan proses konseling memerlukan penerapan keterampilanketerampilan tertentu. Agar proses konseling dapat berjalan secara lancar dan tujuannya tercapai secara efektif dan efisien, konselor harus mampu mengimplementasikan keterampilanketerampilan tertentu yang relevan. Konselor yang terampil adalah yang mengetahui atau memahami sejumlah keterampilan tertentu dan mampu mengimplementasikannya dalam proses konseling. Bimbingan dan konseling merupakan suatu proses. Proses bimbingan dan konseling menempuh tahap-tahap tertentu. Dalam setiap tahapannya akan menggunakan teknik-teknik tertentu pula. Konseling merupakan salah satu teknik dalam bimbingan. Ruang lingkup teknik konseling meliputi kajian teoretis dan praktis mengenai segala kemampuan dan kesemaptaan konselor hingga mampu melakukan proses konseling yang berhasil guna. Lingkup teknik konseling meliputi kajian sejumlah asumsi mengenai implikasi teori konseling pada teknik konseling, keterampilan dasar selama proses konseling, komunikasi verbal

Draf kuliah Teknik Konseling

2|
dan nonverbal dalam konseling, dan cara-cara dalam melakukan terapi penyimpangan tingkah laku (abnormalitas), hingga caracara melakukan konseling melalui media elektronik. Suasana batin konseli selama proses konseling dapat berupa perasaan senang ataupun sebaliknya yakni perasaan tidak senang. Konseling yang baik, tentunya diupayakan seoptimal mungkin mencapai derajat konseling yang menumbuhkan perasaan senang. Suasana Batin yang Tergolong "Perasaan Senang" Merasa akrab/dekat Merasa pantas Merasa antusias Merasa puas Merasa bahagia Merasa penuh harapan Merasa bebas Merasa penuh harga diri Merasa bergairah Merasa riang/gembira Merasa bangga hati Merasa rindu/kangen Merasa bersukacita Merasa berterima kasih Merasa cocok Merasa santai/rileks Merasa cinta/terpikat Merasa simpati Merasa diakui/diterima Merasa sabar Merasa damai/tenteram Merasa terlindung/aman Merasa tak janggal Merasa terhibur Merasa geli Merasa tenang/kalem Merasa kagum Merasa terharu Merasa kerasan/betah Merasa tertarik Merasa lega Merasa tabah Merasa mantap Merasa terpukau/terpana Merasa nyaman Merasa terpesona Merasa nikmat Merasa tergugah/terlibat Merasa optimis Merasa suka Suasana Batin yang Tergolong "Perasaan Tidak Senang" Merasa apatis Merasa malas Merasa antipati Merasa merana Merasa asing Merasa benci Merasa bingung Merasa bengong Merasa bosan/jenuh/jemu Merasa berat hati Merasa berkabung Merasa berdosa/bersalah Merasa curiga Merasa cemburu Merasa canggung Merasa diabaikan Merasa dihina/terhina Merasa dendam Merasa sebatang kara Merasa kehilangan Merasa kasihan/iba Merasa dingin Merasa dioyak-oyak Merasa gugup/grogi Merasa hambar/hampa Merasa hancur/tercacah Merasa iri Merasa jengkel/mangkel Merasa jera/kapok Merasa khawatir/gelisah Merasa kecewa/ gagal Merasa kikuk Merasa kesal Merasa kesepian Merasa tertipu Merasa takut/gentar Merasa kaget/terhenyak Merasa kecil hati

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.
Merasa muak Merasa ngeri/jijik Merasa pesimis/depresif Merasa tanpa harapan Merasa pasrah Merasa panik Merasa patah hati Merasa panas hati Merasa prihatin Merasa bimbang Merasa risih Merasa minder Merasa sedih/ murung Merasa sakit hati/pedih Merasa segan/enggan Merasa sebal/sebel Merasa terancam Merasa terpukul Merasa ada kejanggalan Merasa terbebani Merasa terpaksa Merasa tersinggung Merasa tergerak Merasa tersiksa Merasa tak betah Merasa terganggu Merasa tersayat/pilu Merasa terpojok/ terdesak Merasa terkekang Merasa tak sabar Merasa tak berdaya/kalah Merasa tegang Merasa goyah Merasa tersipu-sipu

Draf kuliah Teknik Konseling

Bersikap wajar terhadap lain jenis. memilih tindakan yang tepat dan control diri serta melakukan perencanaan yang cermat. Segar. Merasa diperlakukan baik oleh orang lain dan di rumah. Dapat tidur dengan baik. menggali potensi diri.Pd. tenang dan tidak letih. Tidak selamanya individu berhasil menyesuaikan diri dan mengatasi berbagai rintangan. emosional dan sosial. Mengembangkan moral yang luhur. Merasa puas dengan status ekonominya. Bersikap realistis. Memiliki konsep diri yang sehat. perbaikan diri dan realisasi diri. Mencintai kehidupan dan memiliki falsafah hidup.Ag. Memiliki hobbi dan suka berekreasi sesudah mengalami kelelahan. Bimbingan dan konseling merupakan upaya untuk mengembangkan kemampuan individu dalam bidang pribadi dan sosial. Mampu melakukan perubahan sesuai dengan kepribadian.3| Merasa tak berdaya Merasa malu/jengah Merasa marah /gusar Merasa diasingkan Merasa tercengang Merasa duka S. emosi. menghargai pengalaman. Dapat tidur dengan baik. Memiliki kemerdekaan dan dapat berbuat untuk diri sendiri. Penyesuaian yang normal (well adjusted person) mempunyai ciri-ciri yang normal antara lain : Tidak menunjukan adanya ketegangan emosional. Merasa memiliki kebebasan. belajar. agama memegang peranan penting dalam kehidupannya. selalu menjaga hubunga yang tetap dan teratur dengan Tuhan dalam melaksana ajaran agama yang dianut. Memiliki elusi yang seimbang. Kepuasan dalam bekerja mempengaruhi perasaan dan ketenangan batin. Tidak takut sendirian. keinginan. melakukan penelitian. Merasa dipercaya oleh teman-temannya. Mampu menyatakan diri sendiri secara terbuka. Merasa mudah memasuki suatu kelompok. maka perlu diperhatikan beberapa prinsip mewujudkan kondisi: Keadaan jasmani yang baik terintegrasi sebagai organisme. Adapun ciri mental sehat lainnya pada orang dewasa: Merasa disukai oleh orang lain. Memiliki pertimbangan rasional dan pengarahan diri. Dapat menyatakan diri dengan bebas. Dapat tertawa Draf kuliah Teknik Konseling . sosial dan moral merupakan bekal untuk mampu belajar. Berbuat sesuai dengan usianya. Memiliki hobi dan suka berkreasi. berkhayal. Miharja. intelektual religi. Merasa aman dengan kehadiran sesuatu yang asing. Menyenangi orang tua dan rumah. Merasa tenang dan teguh. Memperluas pengetahuan dan memiliki tilikan diri (self insight). baik yang datang dari diri maupun dari luar diri individu. Yang berhasil menyesuaikan diri disebut well adjusted person dan yang gagal disebut mal adjusted person. dan perilaku. dan kesehatan mental. Tidak menunjukan adanya frustasi pribadi. Mudah melupakan hal-hal yang salah terhadap dirinya.M. Berusaha mencapai kematangan emosi dalam berpikir dan memiliki hubungan antar pribadi terutama dengan baik. Dapat bersahabat dengan baik. Memiliki integritas dan kontrol diri dalam cara berpikir. Bidang-bidang pribadi antara lain penyesuaian diri dan segala aspeknya seperti penyesuaia diri. Sesuai dengan hakikat kemanusiaan dalam moral. Menanamkan kebiasaan dan mengembangkannya dengan baik. Bentuk penyesuaian diri secara normal antara lain : mampu mengemukakan masalah dan pemecahannya secara langsung. terutama menghadapi kejadian yang akan datang. Mempunyai selera makan yang baik. dapat menerima kenyataan dalam keluarga. Merasa aman. Senang humor. dengan Tuhan dan manusia sebagai organisme. Karakteristik mental yang sehat pada anak-anak yang harus diwujudkan antara lain: Merasa disukai oleh teman-temannya. Percaya diri dan menyukai orang lain. S. Memiliki penerimaan diri.. mampu melakukan trial and error (uji coba) mencari substitusi (pengganti). Merasa bagian dari masyarakat. Hasil yang ingin dicapai dari konseling adalah manusia yang mempunyai hubungan baik antara manusia dengan lingkungan.

B.. Respons yang baik berupa pertanyaan-pertanyaan verbal dan nonverbal yang dapat menyentuh. moral. dengan Tuhan dan manusia sebagai organisme. keikhlasan serta kejujuran. Kondisi agama (religi) hubungan manusia dengan Tuhan. seperti empati. berkhayal. dapat menerima kenyataan dalam keluarga. Kondisi psikologis. Dengan menciptakan Susana yang kondusif. sikap keagamaan deln lainlain. emosional dan sosial. dan mendorong sehingga klien terbuka untuk menyatakan secara bebas perasaan. sistem saraf. Karenanya perlu diperhatikan beberapa prinsip mewujudkan kondisi: Keadaan jasmani yang baik terintegritas sebagai organisme. konflik. keinginan. agama memegang peranan penting dalam kehidupannya. hingga berakhirnya proses konseling. S. Bersikap realistis. Kepuasan dalam bekerja mempengaruhi perasaan dan ketenangan batin. Konselor memungkinkan konseli untuk merefleksi atas diri sendiri serta pengalaman hidupnya. implementasi teknik-teknik konseling melalui beberapa tahap kegiatan. Prinsip-prinsip mewujudkan kondisi mental yang sehat dapat didasarkan pada hakekat hubungan manusia dengan lingkungan.Pd. Berusaha mencapai kematangan emosi dalam berpikir dan memiliki hubungan antar pribadi terutama dengan baik. Bagi seorang konselor. mamacu. menguasai teknik-teknik konseling merupakan suatu keharusan. Konseling mengandung suatu proses antarpribadi yang berlangsung melalui saluran komunikasi verbal dan nonverbal.Ag. intelektual religi. Seorang konselor yang efektif harus mampu merespons klien secara baik dan benar sesuai keadaan klien saat itu. penerimaan penghargaan.4| dalam situasi yang lucu. tempat yang tinggi. dll. Memiliki konsep diri yang sehat. selalu S. dari mulai persiapan konseling. sikap. Apa itu teknik Konseling? Teknik konseling merupakan cara-cara tertentu yang digunakan oleh seorang konselor dalam proses konseling untuk membantu klien agar berkembang potensinya serta mampu mengatasi masalah yang dihadapi dengan mempertimbangkan kondisikondisi lingkungannya yakni nilai-nilai sosial. dan perilaku. kelenjar otot. perbaikan diri dan realisasi diri. Memperluas pengetahuan dan memiliki tilikan diri (self insight). Dalam proses konseling. emosi. Perkembangan dan kematangan termasuk aspek intelektual. Miharja. memahami diri sendiri serta situasi Draf kuliah Teknik Konseling . dan perhatian yang tulen (facilitative conditions). sosial. selama konseling. kesehatan fisik dan lainlain. Menunjukan sikap tenang. Memiliki integritas dan kontrol diri dalam cara berpikir. Kondisi lingkungan dan kulturasi. menjaga hubungan yang tetap dan teratur dengan Tuhan dalam melaksana ajaran agama yang dianut. kondisi fisik. termasuk pembawaan. berbuat sesuai denqan umurnya. Memiliki penerimaan diri. Menanamkan kebiasaan dan mengembangkannya dengan baik. Senang bermain dan menyenangi permainan. Mampu melakukan perubahan sesuai dengan kepribadian. Sesuai dengan hakikat kemanusiaan dalam moral. Senang berkelompok dan merasa bagian dari kelompok. budaya dan agama. emosional. penguasaan terhadap teknik konseling akan merupakan kunci keberhasilan untuk mencapai tujuan konseling. Senang bersekolah dan permainan pra sekolah. dan pengalamannya. Kepribadian termasuk konsep dalam penerimaan diri dan realisasi diri. pikiran. suasana psikis dan lain-lain. termasuk pengalaman.M. Sebagai suatu proses. tidak takut terhadap obyek tertentu seperti air. Mengembangkan moral yang luhur. Periang dan optimis. frustasi.

namun pandangan para pakar konseling tentang apa yang menyebabkan manusia menghadapi masalah dan bagaimana caranya memberikan bantuan psikologis dalam mengatasi S. tanggapan batin ini merupakan dasar bagi setiap kali ada tanggapan verbal dan suatu reaksi nonverbal. berdasarkan itu. seperti refleksi dan klarifikasi. seperti memberikan tanggapan pemantulan. Adanya intensi dasar untuk memberikan bantuan terlaksana. bantuan diberikan oleh seorang konselor meliputi baik penciptaan serta pembinaan seluruh kondisi (core conditions) maupun struktur serta organisasi pada pembicaraan. Draf kuliah Teknik Konseling . atau sugestif. Melalui berbagai tanggapan verbal dan aneka reaksi nonverbal.5| kehidupannya dan.Ag. Maka. tetapi pun tidak lepas dari sistematika kerja tertentu yang terwujud dalam berpegang pada suatu pendekatan konseling berdasarkan pertimbangan rasional. dengan tetap menggunakan teknik konseling sejauh selaras dengan pendekatan konseling yang diterapkannya serta metode konseling yang diikutinya. dan melalui suatu teknik nonverbal seperti sikap badan dan pandangan mata. Miharja. Kondisi serasi dapat dikomunikasikan melalui suatu teknik verbal tertentu. masalah itu berlainlainan. antara lain.Pd. bahkan membantunya dalam mendampingi klient yang datang kepadanya untuk konseling secara lebih efisien dan efektif. konselor mengkomunikasikan kondisi positif itu kepada konseli.M. menemukan penyelesaian atas masalah yang dihadapi. memberikan tanggapan evaluatif. korektif. Dalam batinnya konselor selalu mempunyai maksud atau intensi untuk membantu konseli. sehingga dari awal sampai akhir kondisi pendukung itu tercipta dan terbina terus-menerus. dalam memberikan tanggapan tertentu. atau memberikan tanggapan eksploratif. Meskipun pelayanan konseling memuat unsur akal sehat yang menyertai penggunaan teknik. sehingga konseli secara bertahap dapat menuntaskan penyelesaian atas masalah yang dihadapinya. Perbedaan pandangan ini harus disadari oleh konselor dan memperluas cakrawalanya berpikir. memberikan tanggapan analitis atau interpretatif memberikan tanggapan suportif.. S. Penggunaan teknik dalam proses konseling memerlukan timbal-balik antara konselor dan konseli. sehingga konseli menyadari adanya kondisi pendukung dan karenanya bersedia pula untuk berkomunikasi dengan konselor. Kondisi kondisi konseling pula penerapan teknik verbal dan nonverbal yang lain.

(4) tingkat tilikan terhadap masalah dan dirinya sendiri. S.Ag. (b) memperoleh riwayat kasus. akan membantu kelancaran proses konseling. ia akan memanfaatkan jasa konselor secara maksimal. klien yang tidak mampu melihat masalahnya sendiri. ia akan tidak maksimal memanfaatkan jasa konselor. Disini akan diutarakan tahapan konseling yang diajukan dalam sistematika Carkhuff dan klinikal. Tahapan permulaan merupakan segala upaya menuju pada proses konseling dapat berjalan dengan baik. akan sulit merespons proses konseling. Ada klien yang mampu melihat masalahnya sendiri dan ada yang tidak. (3) kecakapan intelektual. adapun penedekatan klinikal mengenai tahapan suatu masalah dapat diselesaikan selama proses konseling. A. Dalam proses konseling harus ada respons-respons tertentu dari klien. Klien yang tidak mengetahui tentang konseling. Tahapan selama konseling mengacu pada pendeatan dalam berbagai teori konseling. Dampak lanjutnya adalah klien tidak mau di konseling. proses konseling bisa gagal. Tanpa partisipasi dari klien atau tanpa kesiapan klien. akan mampu berpartisipasi secara aktif dalam konseling sehingga proses konseling akan betjalan secara lancar. BAB II TAHAPAN PROSES KONSELING Tahapan konseling dimulai dari tahapan permulaan konseling hingga tahapan selama proses konseling. (2) pengetahuan klien tentang konseling. konselor harus melakukan persiapan. Miharja. Klien yang kemampuan intelektualnya rendah. Setiap aktivitas yang berproses akan memerlukan persiapan yang matang. maka ia tidak banyak berharap bahwa konselor dapat membantunya untuk memecahkan masalah. dan ( c) evaluasi psikodiagnostik. dan (6) sistem pertahanan diri. harus siap untuk mengikuti konseling. Aktivitas konseling sebagati suatu proses.. Sistematika Carkhuff mengenai bagaimana tahapan dalam wawancara konseling. Begitu juga klien. Klien yang banyak berharap dan mengerti peran-peran konselor. Hal-hal yang berkenaan dengan kesiapan konseling terutama yang berhubungan dengan klien adalah: (1) motivasi klien untuk memperoleh bantuan. Untuk dapat melakukan konseling secara efektif dan agar konseling berhasil dan berdaya guna. Begitu pun klien yang mengetahui ten tang konseling. Sistem pertahan diri yang baik dari klien. Draf kuliah Teknik Konseling . Sebaliknya. akan sulit untuk berpartisipasi dalam proses konseling. akan berbeda partisipasinya dalam konseling jika motivasi mereka benar-benar ingin memperoleh bantuan. sebaliknya yang tidak mengerti tentang peran-peran konselor. Tanpa persiapan konseling tidak akan dapat beljalan secara efektif dan sangat mungkin tujuan konseling tidak tercapai. Motivasi klien untuk memperoleh bantuan akan menentukan jalannya proses konseling.Pd.6| S. Klien yang mengikuti sesi konseling karena mengikuti keinginan guru wali kelas atau orang lain termasuk konselornya sendiri (terpaksa). Klien yang mampu melihat masalahnya sendiri.M. 1. agar dapat berpartisipasi secara aktif sesuai tuntutan konseling. memerlukan persiapan yang matang. (5) harapan-harapan terhadap peran konselor. Kesiapan untuk Konseling Kesiapan untuk konseling tertuju kepada konselor atau kliennya. Tahapan permulaan konseling Ada tiga hal yang dilakukan oleh konselor untuk memulai proses konseling yaitu: (a) membentuk kesiapan untuk konseling.

dan memperkirakan hasil konseling dalam bentuk tingkah laku klien di masa yang akan datang. Dengan perkataan lain mengumpulkan sejumlah kasus yang dialami oleh klien pada masa sekarang maupun yang telah lalu. Kedua. diagnosis diartikan sebagai suatu proses memeriksa gejala. (4) Tulisan-tulisan yang dibuat sendiri oleh helpee yang berkasus sebagai dokumen pribadi (mungkin dalam bentuk catatan S. psikosis. (2) Catatan kumulatif (cummulative record).Pd. (5) Grafik waktu tentang kehidupan helpee yang berkasus. disarankan kepada konselor agar melakukan hal-hal sebagai berikut: (1) memulai pembicaraan dengan berbagai pihak tentang berbagai topik masalah dan pelayanan konseling yang diberikan. 3. Miharja. kemungkinan teknik-teknik konseling untuk memecahkan masalah. yang lebih memusatkan pada masalah-masalah psikoterapeutik dan diperoleh melalui wawancara konseling. Evaluasi Psikodiagnostik Dalam bidang medis. Secara umum diagnosis dalam bidang psikologis berarti pernyataan tentang masalah klien. (3) Biografi dan autobiografi. (4) hilangnya pemahaman terhadap indiyidualitas atau hunikan sistem diri klien. Draf kuliah Teknik Konseling . dan karakter yang selanjutnya disebut diagnosis diferensial. (2) menciptakan iklim kelembagaan yang kondusif sehingga membangkitkan klien untuk memperoleh bantuan. sebagai suatu klasiftkasi deskriptif masalah-masalah yang sama dengan klasiftkasi psikiatris untuk gangguan neurosis. mengadakan observasi. S. perkiraan sebab-sebab kesulitan. yaitu suatu catatan tentang berbagai aspek yang menggambarkan perkembangan seseorang. anekdot). ia akan menangis. (3) terlalu cepat menggunakan tes. sebab dapat menimbulkan bahaya sebagai berikut: (1) data yang terbatas atau kurang memadai. dan (7) melalukan orientasi prakonseling. Dalam proses konseling hendaknya berhati-hati menggunakan diagnosis dengan pengertian di atas. (5) pengaruh sikap menilai dari konselor.M. yang selanjutnya disebut diagnosis struktural. (6) melakukan survei terhadap masalah-masalah klien. padahal kehidupan klien (helpee) sangat kompleks. Secara sederhana riwayat kasus bisa dikatakan melakukan identifikasi terhadap masalah-masalah yang dialami klien.Ag. (3) menghubungi sumber-sumber referal (rujukan) misalnya dari organisasi. Psikodiagnosis mempunyai dua arti yaitu: pertama. menempatkan gejala dalam kategori. memperkirakan sebab-sebab. Riwayat Kasus Riwayat kasus adalah suatu kumpulan fakta yang sistematis tentang kehidupan klien sekarang dan masa yang lalu. Riwayat kasus dapat dibuat dalam berbagai bentuk: (1) Riwayat konseling psikoterapeutik. (5) melalui proses pendidikan itu sendiri. konselor kurang memperhatikan keadaan tingkah Iaku klien sekarang.7| sebaliknya sistem pertahanan diri yang jelek akan menghambat proses konseling. sekolah dan madrasah dan sebagainya.. 2. (2). dan memperkirakan usaha-usaha penyembuhannya Dalam bidang psikologis. psikodiagnosis sebagai suatu prosedur menginterpretasikan data kasus. Agar klien siap dalam mengikuti konseling. (4) memberikan informasi kepada klien tentang dirinya dan prospeknya. proses diagnosis mempunyai beberapa arti dan sulit dipisahkan secara tegas sebagaimana halnya dalam bidang medis. karena ketika konselor bertanya sesuatu yang sedikit memojokkan klien.

Klarifikasi. Pemberian Umpan balik. adapun konseling klinikal mencakup lebih menyeluruh dari mulai penentuan masalah hingga evaluasi. Aktivitas dan keterampilan konselor pada tiap pase disajikan sebagai berikut: Fase Aktivitas konseli Keterampilan konselor Melibatkan diri: Melibatkan konseli dengan Menghadap konselor. (3) pemahaman (4) bertindak. Pemberian Umpan Balik. Penyelidikan. Keterlibatan Mengungkapkan sesuatu.8| Psikodiagnosis dapat dilakukan melalui tes dengan tujuan untuk memperoleh data tentang kepribadian klien melalui sampel tingkah Iaku dalam situasi yang terstandar. Diagnosis. mengamati verbal dan nonverbal. Menghayati perasaan-perasaan yang timbul. Mengimplementasikan tujuan yang ingin dicapai dalam suatu program kerja yang konkret. seperti Pemberian Struktur. (3) memperoleh informasi yang lebih terinci. Permintaan untuk Melanjutkan. dalam fase-fase selanjutnya). disertai alasan berperasaan demikian.. Usul/Saran. Mulai melaksanakan langkah pertama yang direncanakan. dia sendiri bertanggung jawab mengatasinya: Akibat permasalahan bagi dirinya. Menetapkan jalan/cara yang tepat untuk mencapai tujuan. Konfrontasi. Pemberian Informasi. Dukungan/Bombongan. Asumsi yang melandasi penggunaan tes dalam psikodiagnosis adalah kepribadian sebagai suatu yang dinamis dan dapat diukur melalui sampel tingkah Iaku. Menggali aspek-aspek penting dalam masalah yang dihadapi: Mengambil unsur-unsur pokok dalam masalah. Meninjau makna bagi dirinya. secara seperti merapikan meja.. Bertindak Membantu konseli menuangkan kemauan untuk mencapai tujuan dalam bentuk rencana urutan langkah kerja yang konkret. Draf kuliah Teknik Konseling . dengan menggunakan initiating skills. 1. Selain itu juga didasarkan atas asumsi bahwa pola berpikir dan merasa klien yang diperoleh melalui tes akan menggambarkan struktur dasar karakter klien. Interpretasi. Sistematika Carkhuf Pada pendekatan sistematika Carkhuff konseling melalui empat pase dalam proses (1) keterlibatan (2) eksplorasi. yang tidak dapat ditimpakan pada orang lain. Tujuan dirumuskan dalam bentuk tindakan yang nyata. Merumuskan masalah dalam bentuk:"Problemku adalah .Ag. Penyajian AlternatifAlternatif. Miharja. Penggunaan tes psikodiagnosis dalam konseling berfungsi untuk: (1) menyeleksi data yang diperlukan bagi konseling. Menyadari bahwa masalah adalah problem dirinya sendiri. seperti Refleksi dan Klarifikasi Perasaan. Tahapan konseling yang umum dapat mengacu pada sistematika Carkhuff dan klinikal. seperti Refleksi. Melihat alasan-alasan timbulnya semua reaksi perasaan itu. Pertanyaan-Pertanyaan spesifik Eksplorasi Pemahaman Membantu konseli memahami diri berkaitan dengan masalah yang dihadapi dan menerima tanggung jawab terhadap masalah itu. B. Sistematika Cahkhuff menekankan pada proses selama wawancara konseling. Menyadari perasaan sendiri dalam menghadapi masalah ini. menggunakan attending skills. S. (4) merumuskan diagnostik yang lebih tepat. (Keterampilan ini ada S.M. Menetapkan tujuan yang ingin dicapai. Merencanakan urutan langkah kerja yang akan ditempuh.. Mulai mengutarakan masalah pribadi mendengarkan dan menunjukkan yang dihadapi penerimaan. Tahapan selama proses konseling Tahapan proses konseling berbeda asumsi apabila mengacu pada teorinya.Pd. Membantu konseli menggali aspek-aspek penting dengan menggunakan responding skills. (2) meramalkan keberhasilan konseling. sehingga masalah dapat diatasi. dengan menggunakan personalizing skills. isyarat-isyarat nonverbal.

seorang helpee sebut saja bernama Dawar berdasarkan fenomena dan perilaku sehari-hari yang ditunjukkan oleh helpee tersebut dapat diidentifikasi bahwa masalah yang sedang dialaminya adalah: (a) sering terlambat masuk kelas (tidak disiplin). hobi atau cita-cita. alamat. penghasilan setiap bulan. Berdasarkan identifikasi di atas dapat diketahui bahwa Dawar memiliki delapan jenis masalah. tempat tanggal lahir. dan lain sebagainya. agama. (h) sering ribut dengan orang tua terutama ayah. dan (7) evaluasi atau follow up. tempat dan tanggal lahir. Data-data helpee (Dawar) di atas dapat dikumpulkan dengan cara tes dan nontes. Misalnya. (2) Pengumpulan Data Setelah ditetapkan masalah yang akan dibicarakan dalam konseling. sekolah sebelumnya. dan lain-lain. status sekolah. (f) merokok secara sembunyisembunyi (ketagihan rokok). . agama. tes bakat. (5) prognosis. Data diri bisa mencakup (nama lengkap dan panggilan atau nama kesayangan. (b) sering bolos sekolah.9| 2. dan data lingkungan. Pengumpulan data helpee dengan cara nontes seperti: observasi atau pengamatan angket atau daftar Draf kuliah Teknik Konseling .. (6) terapi. (e) prestasi belajar terus menurun. Data pendidikan dapat mencakup: tingkat pendidikan. dengan siapa ia tinggal. Untuk menentukan masalah yang mana untuk dipecahkan harus menggunakan prinsip skala prioritas. data kesehatan. data orang tua (ayah ibu). selanjutnya adalah mengumpulkan data helpee yang bersangkutan (data Dawar). (d) sulit berkonsentrasi dalam belajar agama Islam. teman-teman di sekolah atau madrasah. Berdasarkan identifikasi masalah di atas. tiri. (g) dikucilkan dari pergaulan. pekerjaan.M. data pendidikan. agama. Penetapan skala prioritas ditentukan atas dasar akibat atau dampak yang lebih besar terjadi apabila masalah tersebut tidak dipecahkan. Data kesehatan dapat mencakup: (riwayat penyakit yang pernah diderita. anak keberapa (status anak dalam keluarga misalnya anak kandung. pernah atau tidak dirawat di rumah sakit dan gangguan kesehatan lain yang bisa mempengaruhi fisik dan psikis helpee yang bersangkutan). kelas berapa. ciri-ciri tubuh. dikhawatirkan ia tidak lulus.Pd. Alasannya karena Dawar statusnya sebagai pelajar kelas III. misalnya pembimbing (konselor) menetapkan masalah "prestasi belajar yang menurun" untuk diprioritaskan dipecahkan melalui layanan konseling. bagaimana pola asuh keluarga. dan nama ibu. S. lokasi sekolah. "prestasi menurun" masalah-masalah yang lain juga menjadi berkurang. atau angkat). Data lingkungan dapat mencakup (di mana helpee tinggal. tes hasil belajar. tempat dan tanggal lahir. alamat. (1) Menentukan Masalah Menentukan masalah dalam proses konseling dapat dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan identiflkasi masalah (identifIkasi kasus-kasus) yang dialami oleh klien. jenis kelamin. (3) analisis data. minat. (c) sering mengganggu teman dalam belajar (suka usil). apabila tidak segera dibantu. Pengumpulan data helpee dengan tes dapat mencakup: tes kecerdasan (IQ). Data orang tua dapat mencakup: (nama ayah. pekerjaan. dalam lingkungan seperti apa. Miharja.Ag. alamat dan lain sebagainya). (4) diagnosis. Mudah-mudahan dengan terpecahkannya masalah S. Data helpee yang dikumpulken harus secara komprehensif (menyeluruh) yang meliputi: data diri. dan lainlain). dan lain sebagainya). Tahapan konseling standard pendekatan konseling klinikal Proses konseling pendekatan klinikal menempuh beberapa langkah yaitu: (1) menentukan masalah. dan lain-lain. (2) pengumpulan data. penghasilan.

bisa diberikan bimbingan belajar misalnya pengajaran remedial. dan lainlain yang sesuai dengan bimbingan belajar atau bimbingan sosial yang tujuannya agar Dawar memperoleh penyesuaian sosial dengan teman-temannya di sekolah dan madrasah.M. Selanjutnya untuk data yang diperoleh melalui non test (misalnya sosiometri) dan 40 orang teman sekelas Dawar hanya lima orang yang rnemilih suka berteman dengan Dawar. Berdasarkan data tersebut bisa dinyatakan bahwa prestasi belajar Dawar rendah dan seterusnya untuk data yang diperoleh melalui tes. studi kasus. (3) Analisis Data Data-data helpee yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis. kunjungan rumah. Pada contoh di atas pembimbing (konselor) mencari faktor-faktor penyebab timbulnya masalah pada Dawar. Data hasil tes bisa dianalisis secara kuantitatif dan data hasil nontes dapat dianalisis secara kualitatif. S. jenis bantuan apa bisa S.10 | isian (untuk orang tua dan helpee). diberikan sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh Dawar. (5) Prognosis Setelah diketahui faktor-faktor penyebab timbulnya masalah pada helpee (dalam contoh di atas adalah masalah pada Dawar) selanjutnya pembimbing atau konselor menetapkan langkahIangkah bantuan yang akan diambil. Berdasarkan data tersebut. (6) Terapi Setelah ditetapkan jenis atau langkah-langkah pemberian bantuan selanjutnya adalah melaksanakan jenis bantuan yang telah ditetapkan. biografi atau catatan harian. Misalnya hasil tes belajar Dawar pada setiap mata pelajaran memperoleh nilai lima dan rata-rata di bawah lima. wawancara. Apabila sudah memberikan hasil apa langkah-Iangkah selanjutnya yang perlu diambil? Begitu juga sebaliknya apabila belum berhasil. yakni faktor-faktor penyebab prestasi belajar Dawar yang rendah dan dikucilkan dari pergaulan teman-teman di sekolah dan madrasah. pembimbing atau konselor melaksanakan bantuan belajar atau bantuan sosial yang telah ditetapkan untuk memecahkan masalah Dawar. analisisnya adalah bahwa Dawar cenderung tidak disukai oleh teman-temannya (fenornenanya adalah Dawar dikucilkan dari pergaulan oleh tenan-temannya di sekolah) dan seterusnya. Dari analisis data akan diketahui siapa Dawar? dan apa sesungguhnya rnasalah yang dialami oleh Dawar? (4) Diagnosis Diagnosis rnerupakan usaha pembimbing (konselor) menetapkan latar belakang rnasalah atau faktor-faktor penyebab timbulnya masalah pada klien. dan lain sebagainya. pemeriksaan fisik atau kesehatan..Ag. les tambahan. Miharja. Berdasarkan rnasalah Dawar di atas. (7) Evaluasi atau Follow Up Evaluasi dilakukan untuk melihat apakah upaya bantuan yang telah diberikan memperoleh hasil atau tidak. Dalam contoh di atas. Draf kuliah Teknik Konseling . Dalam contoh di atas apakah pelaksanaan pemberian bimbingan belajar dan sosial kepada Dawar telah memberikan hasil di mana prestasi belajar Dawar meningkat atau perilaku Dawar berubah sehingga mulai disenangi oleh teman-temannya atau belum.Pd. sosiometri.

(4) sikap yang ditandai dengan: (a) kehangatan emosi. jarak duduk antara konselor dengan klien agak dekat. 1. miring. ceria. Keempat. Kedua.11 | S. duduk kurang akrab dan berpaling. Melalui teknik ini akan tercipta hubungan yang akrab antara konselor dan klien yang ditandai dengan saling mempercayai. mata melotot. (2) menetapkan topik pembicaraan yang sesuai. Teknik ini dalam proses konseling bisa diwujudkan melalui ekspresi wajah. (c) menjamin kerahasiaan klien. memutuskan pembicaraan. Perilaku Attending Attending merupakan upaya konselor menghampiri klien yang diwujudkan dalam bentuk perilaku seperti kontak mata. Teknik penerimaan menggambarkan cara bagaimana konselor menerima klien dalam proses atau sesi konseling. Berikut ini diuraikan beberapa teknik dalam konseling. Ekspresi wajah ceria bisa menggambarkan penerimaan konselor atas kliennya.Pd. sebaliknya ekspresi wajah cemberut bisa menggambarkan penolakan atau BAB III TEKNIK-TEKNIK MELAKUKAN KONSELING Proses konseling memerlukan teknik-teknik tertentu sehingga konseling bisa berjalan secara efektif dan efisien atau berdaya guna dan berhasil guna. dan bahasa lisan. bersandar. kepala kaku. Ketiga. Perilaku attending berkenaan dengan teknik penerimaan konselor terhadap klien. duduk akrab berhadapan atau berdampingan. berbicara terus tanpa ada teknik diam guna memberi kesempatan berpikir dan berbicara. mudah buyar oleh gangguan dari Iuar. wajah kaku (tegang). Kelima. (misalnya ceria atau cemberut). dan senyum. menunggu ucapan klien hingga selesai. Perilaku attending yang baik akan dapat: (1) meningkatkan harga diri klien. (3) suasana ruang konseling yang menyenangkan. diam (menunggu saat kesempatan bereaksi). penerimaan dan minat yang mendalam terhadap klien dan masalahnya. Tujuan utama teknik ini adalah untuk menjembatani hubungan antara konselor dengan klien. perhatian terpecah. mendengarkan secara aktif dan penuh perhatian. Miharja. ekspresi melamunr mengalihkan pandangan. Perilaku attending yang baik harus mengombinasikan ketiga aspek di atas sehingga akan memudahkan konselor untuk membuat klien terlibat pembicaraan dan terbuka. Teknik Rapport Teknik rapport dalam konseling merupakan suatu kondisi saling memahami dan mengenal tujuan bersama.M. tidak melihat ketika klien berbicara. ekspresi wajah tenang. Implementasi teknik rapport dalam konseling adalah: (1) pemberian salam yang menyenangkan.Ag. kepala mengangguk sebagai pertanda setuju atas pernyataan klien. jarak duduk dengan klien agak jauh.. posisi tubuh tegak kaku. bahasa tubuh. (2) menciptakan Draf kuliah Teknik Konseling . (3) mempermudah ekspresi perasaan klien dengan bebas. suasana yang aman dan akrab. wujud perilaku attending yang tidak baik adalah: pertama. (4) kesadaran terhadap hakikat klien secara alamiah. Wujud perilaku attending dalam proses konseling misalnya: pertama. Kedua. melakukan variasi isyarat gerakan tangan lengan secara spontan untuk memperjelas ucapan (pernyataan konselor). perhatian terarah pada klien (lawan bicara). Keempat. Kelima. Sebaliknya. 2. posisi tubuh agak condong ke arah klien. (b) realisasi tujuan bersama. Ketiga. S. Atau cara bagaimana konselor bertindak agar klien merasa· diterima dalam proses konseling.

dan pengalaman klien lebih mendalam dan menyentuh klien karena konselor ikut dengan perasaan tersebut.. Selanjutnya juga bisa diwujudkan dalam bentuk tekanan atau nada suara dari konselor (tinggi. Empati ada dua macam. Melalui empati tingkat tinggi. yaitu apabila kepahaman konselor terhadap perasaan. Miharja. Dalam melakukan empati. 3. Kemampuan berempati merupakan kemampuan untuk mengetahui bagaimana perasaan orang lain ikut berperan dalam pergulatan dalam arena kehidupan. Empati dibangun berdasarkan kesadaran diri. keinginan dan pengalaman klien dengan tujuan agar klien terlibat pembicaraan dan terbuka. mungkin merupakan indikasi bahwa konselor tidak menerima klien. Kedua. mendatar. Ketiga. Misalnya. mengosongkan perasaan dan pikiran egoistik. melakukan empati primer dengan mengatakan: "Saya dapat merasakan bagaimana perasaan Anda". konselor harus mampu: pertama. Structuring memberikan kerangka kerja atau orientasi pada klien. yaitu: (1) Batasbatas waktu baik dalam satu individu maupun seluruh proses konseling. akan inembuat klien tersentuh dan terbuka untuk mengemukakan isi hatinya berupa perasaan. apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama proses konseling berlangsung. Kedua. Structuring ada yang bersifat inplisit di mana secara umum peranan konselor diketahui oleh klien dan ada yang bersifat formal berupa pernyataan konselor untuk menjelaskan dan membatasi proses konseling. dan saya ikut terluka dengan pengalaman Anda itu". Refleksi Perasaan Draf kuliah Teknik Konseling . misalnya menyangkut tahapan-tahapan yang harus ditempuh (dilalui). pengalaman bahkan penderitaannya.Ag. Konselor yang berkata dengan nada tinggi atau duduk yang berjarak melebihi batas ketentuan dalam konseling. yaitu apabila konselor hanya memahami perasaan. berapa lama konseling akan dilakukan dan lain sebagainya. melakukan empati tingkat tinggi dengan mengatakan: "Saya merasakan apa yang Anda rasakan.M. (4) Batasbatas proses atau prosedu. dan sebagainya). (5) Structuring dalam proses. misalnya menyangkut waktu atau jadwal. (3) Batas-batas peranan konselor." Keempat. Memasuki dunia dalam klien. Ada lima macam structuring dalam konseling. Empati Empati merupakan kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan oleh klien. merasa dan berpikir bersama klien S. pikiran. empati tingkat tinggi (advanced accurate empathy). semakin terampil kita membaca perasaan. berapa lama konseling ini akan kita lakukan. pertama: empati primer (primary empathy). dan rendah) dan jarak duduk antara konselor dan klien. pikiran. S. karena tanpa attending tidak akan ada empati. pikiran. gerak-gerik. Empati dilakukan bersamaan dengan attending. T eknik Structuring Structuring adalah proses penetapan batasan oleh konselor tentang hakikat. Semakin terbuka kita kepada emosi diri sendiri. keinginan. 4. hatas-batas dan tujuan proses konseling pada umumnya dan hubungan tertentu pada khususnya.12 | ketidaksetujuan konselor atas kliennya." Atau "Saya mengerti keinginan Anda. 5. (2) Batas-batas tindakan baik konselor maupun klien. dan bukan untuk atau tentang klien.Pd. ekspresi wajah. atau kapan waktu-waktu Anda bisa untuk mengikuti konseling dan seterusnya. Kunci untuk memahami perasaan orang lain adalah mampu membaca pesan nonverbal (nada bicara. Atau "Saya dapat memahami pikiran Anda.

". dan ambivalen. S. Contoh refleksi perasaan: "Tampaknya yang Anda katakan adalah . " atau "Barangkali yang akan Anda utarakan adalah. yaitu (1) refleksi perasaan. Atau "Barangkali Anda merasa . dan (6) menguji kedalaman motif-motif klien.. negatif.. (5) konselor tidak dapat menemukan ke dalam perasaan. dan (7) konselor menggunakan bahasa yang kurang tepat. S.. Refleksi perasaan negatif ditunjukkan oleh konselor dalam konseling melalui pernyataan ketidaksetujuan atau penolakan konselor atas apa yang dinyatakan oleh klien. Miharja. " atau "Adakah yang Anda maksudkan .. Refleksi terbagi atas tiga jenis. Manfaat refleksi perasaan dalam proses konseling adalah: (1) membantu klien untuk merasa dipahami secara mendalam. (3) memusatkan evaluasi pada klien.. Refleksi perasaan bisa berwujud positif.Pd." Mendengar perkataan tersebut.. (4) konselor tidak dapat mengetahui isi perasaan yang direfleksikan. (4) memberi kekuatan untuk memilih. (2) klien merasa bahwa perasaan menyebabkan tingkah laku. (2) konselor tidak dapat mengatur waktu sesi konseling.. Refleksi perasaan positif ditunjukkan oleh konselor dalam konseling melalui pernyataan persetujuan atas apa yang disampaikan oleh klien. 6.. Pertama... refleksi perasaan misalnya ketika klien mengatakan :" Si A itu sialan. dan pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbalnya. Dalam proses konseling. Kedua. yaitu keterampilan konselor untuk memantulkan pengalaman-pengalaman klien sebagai hasil pengamatan perilaku verbal dan nonverbal klien." "Saya membencinya. Konselor merefleksi dengan mengatakan: "Adakah yang Anda maksudkan adalah peristiwa-peristiwa sedih yang Anda alami pada masa lalu"...M.. Refleksi perasaan akan mengalami kesulitan apabila: (1) streotipe dari konselor. Dalam proses konseling. refleksi perasaan. konselor merefleksikan dengan mengatakan: " Tampaknya Anda sungguh-sungguh marah dengan si A. Refleksi perasaan juga merupakan teknik penengah yang bermanfaat untuk digunakan setelah hubungan permulaan (tahap awal konseling) dilakukan dan sebelum pemberian informasi serta tahap interpretasi dimulai. pikiran. Sedangkan refleksi perasaan yang ambivalen (masa bodoh) ditunjukkan oleh konselor dengan membiarkan saja (tidak menyatakan setuju ·dan tidak menolak) atas apa yang dinyatakan oleh klien. Refleksi merupakan keterampilan konselor untuk memantulkan kembali kepada klien tentang perasaan.. refleksi pengalaman misalnya ketika klien mengatakan: "Saya trauma dengan masa lalu saya yang hampir tidak ada yang menyenangkan". " dan seterusnya.Ag." "Sampai kapan pun saya tidak akan berteman lagi dengannya. (6) konselor menambah arti perasaan. (3) konselor tidak dapat memilih perasaan mana untuk direfleksikan. dan (3) refleksi pikiran. " atau "Hal itu rupanya seperti . Teknik Eksplorasi Draf kuliah Teknik Konseling .13 | Refleksi perasaan merupakan suatu usaha konselor untuk menyatakan dalam bentuk kata-kata yang segar dan sikap yang diperlukan terhadap klien." "Saya tidak akan berteman lagi dengannya.. yaitu keterampilan konselor untuk dapat memantulkan (merefleksikan) perasaan klien sebagai hasil pengamatan verbal dan nonverbal terhadap klien.. (5) memperjelas cara berpikir klien." atau "Adakah yang Anda maksudkan suatu peristiwa ". (2) refleksi pengalaman." Contoh refleksi pengalaman: "Tampaknya yang Anda kemukakan adalah suatu . refleksi pengalaman...

dan pendapat klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbal klien. Teknik ini dalam konseling sangat penting karena umumnya klien tidak mau terus terang (tertutup). dan pikiran klien.14 | Eksplorasi merupakan keterampilan konselor untuk menggali perasaan. " 7. dan terancam. Keempat mengecek kembali persepsi konselor tentang apa yang dikemukakan klien..Ag. dan pendapat klien. dan pengalamannya. Dalam proses konseling. paraphrasing misalnya ketika klien mengatakan: "Biasanya Si A selalu senang dengan saya. Untuk dapat melakukan paraphrasing yang baik. (3) nyatakan kembali dengan ringkas. Tujuan paraphrase antara lain adalah mengatakan kembali esensi atau inti ungkapan klien. Untuk memudahkan klien memahami pikiran. ide. Teknik Paraphrasing (Menangkap Pesan Utama) Sering klien mengemukakan pikiran.Pd. Teknik Bertanya Umumnya konselor mengalami kesulitan untuk membuka percakapan dengan klien. dan berusaha untuk memahami apa yang dikatakan klien. Selain itu. konselor perlu menangkap pesan utama dari apa yang disampaikan oleh klien dan menyampaikannya kepada klien dengan bahasa konselor sendiri. Ketiga. Pertama. Contoh eksplorasi pengalaman: "Saya amat terkesan dengan pengalaman yang Anda lalui. menutup diri atau tidak mampu mengemukakannya secara terus terang. yaitu keterampilan atau kemampuan konselor untuk menggali pengalaman-pengalaman klien yang telah dilaluinya. " atau "apakah yang Anda maksudkan . yaitu keterampilan konselor untuk menggali perasaan klien yang tersimpan. yaitu keterampilan konselor untuk menggali ide. Eksplorasi ada tiga macam: (1) eksplorasi perasaan. dan (3) ekplorasi pengalaman. " Ketiga.. pikiran.. tetapi entah kenapa … 8. Kedua. Dapatkah Anda kemukakan perasaan Anda lebih jauh" Kedua. yaitu keterampilan konselor untuk memantulkan ide. praphrase juga bertujuan untuk: pertama. ekplorasi pengalaman. konselor harus: (1) menggunakan kata-kata yang mudah dan sederhana. membeIi arah wawancara konseling.. Pada pertanyaan terbuka.. " atau "Mungkin yang akan Anda uia[akan adalah . Contoh eksplorasi perasaan: "Dapatkah Anda menjelaskan apa perasaan bingung yang dimaksudkan" atau "Saya kira rasa sedih Anda begitu mendalam dalam peristiwa tersebut.. Contoh refleksi pikiran: "Tampaknya yang akan Anda katakan .M. (2) dengan teliti mendengarkan pesan utama pembicaraan klien. perasaan. (4) amati respons klien terhadap konselor. ide. konselor harus memiliki keterampilan bertanya. refleksi pikiran. (2) eksplorasi pikiran. Miharja. Contoh eksplorasi pikiran: "Mungkin Anda dapat menjelaskan lebih jauh ide Anda ten tang sekolah sambil bekerja. namun saya ingin memahami lebih jauh S. perasaan. eksplorasi pikiran... klien bebas memberikan Draf kuliah Teknik Konseling . untuk mengatakan kembali kepada klien bahwa konselor bersama dia. Untuk itu. tertekan. S. eksplorasi perasaan. tentang pengalaman tersebut dan pengaruhnya terhadap kesuksesan belajar Anda. pengalaman. pikiran. Teknik bertanya ada dua macam. karena sulit menduga apa yang dipikirkan klien. Eksplorasi memungkinkan klien untuk bebas berbicara tanpa rasa takut. mengendapkan apa yang dikemukakan klien dalam bentuk ringkasan. yaitu bertanya terbuka (open question) dan bertanya tertutup (closed question). " Ketiga. menyimpan rahasia batin. pengalaman secara berbelit-belit dan tidak terarah sehingga intinya sulit dipahami.

terus . pandangan atau tingkah laku klien..." Mendengar perkataan klien di atas. sedangkan pada pertanyaan tertutup telah menggambarkan alternatif jawabannya misaInya jawaban ya atau tidak. . ketiga. . bagaimana sikap dan katakata ayah Anda ketika memarahi Anda?" 12. seperti Anda. Interpretasi Interpretasi merupakan usaha konselor mengulas pikiran. maka dibutuhkim SDM Indonesia yang handal. Miharja. konselor mengatakan: "Pendidikan MA saat ini mudak bagi setiap warga negara. terutama yang hidup di kota besar S. Saya tidak dapat lagi menahan diri. Membuat kesimpulan bersama perlu dilakukan agar klien memiliki pemahaman dan kesadaran bahwa keputusan tentang dirinya menjadi tanggung jawab klien. Upaya konselor mengarahkan klien dapat dilakukan dengan menyuruh klien memerankan sesuatu (bermain peran) atau mengkhayalkan sesuatu. dan perilaku atau pengalaman klien berdasarkan atas teori-teori tententu. berarti bakti saya terhadap keluarga karena adik-adik saya banyak dan membutuhkan biaya sekolah. sebaiknya kita simpulkan terlebih dahulu agar jelas hasil pembicaraan kita sampai saat ini. Akhimya terjadi pertengkaran sengit". yaitu suatu dorongan langsung yang singkat terhadap apa yang telah dikatakan klien seperti pernyataan oh. Dorongan minimal juga dapat meningkatkan eksplorasi diri. tekad Anda untuk belajar sambil bekerja. Penerapan teknik ini dalam konseling... . maka setiap periode waktu tertentu konselor bersama klien perlu menyimpulkan pembicaraan. setidaknya sudah sampai pada dua hal pertama. Contoh summarizing: “Setelah kita.. kedua. keempat.M. Kedua. perasaan. mendiskusikan persoalan yang Anda hadapi.. Membantu orang tua memang harus. agar klien mengerti dan berubah melalui pemahaman dari hasil rujukan. ya . . Kapan suatu pembicaraan akan disimpulkan bisa ditetapkan sendiri oleh konselor atau bisa tergantung kepada felling konselor. Misalnya: "Ayah saya sering marah-marah tanpa sebab. bahwa proses konseling memerlukan partisipasi secara penuh dari klien. Untuk mengajak klien berpartisipasi secara penuh di dalam proses konseling. 9. 10. S. Lalu konselor mengatakan: "Bisakah Anda mendemonstrasikan di depan saya. dan lain sebagainya. dan . dan seterusnya.. Teknik Menyimpulkan Sementara (Summarizing) Agar pembicaraan dalam konseling maju secara bertahap dan arah pembicaraan semakin jelas. Teknik Mengarahkan (Directing) Seperti telah disebutkan di muka. Dorongan Minimal (Minimal Encouragement) Dalam proses konseling. Contoh interpretasi: "Saya berhenti sekolah dan memusatkan perhatian membantu orang tua.15 | jawabannya.. Dari materi pembicaraan kita tadi. Karena tantangan masa depan yang semakin kompleks. perlu ada ajakan dan arahan dari konselor.Pd. yaitu ketika klien menunjukkan tanda-tanda akan mengurangi atau menghentikan pembicaraan atau pada saat klien kurang memusatkan pikirannya pada pembicaraan dan saat konselor ragu terhadap pembicaraan klien. sedangkan konselor hanya membantu. lalu . setuju atau tidak setuju." 11... Untuk itu konselor harus mampu memberikan dorongan minimal kepada klien. Dorongan minimal diberikan secara selektif. Teknik ini memungkinkan klien untuk terus berbicara dan dapat mengarahkan agar pembicaraan mencapai tujuan.Ag. hambatan yang akan Anda hadapi seperti yang Anda Draf kuliah Teknik Konseling .. Tujuan utama teknik ini adalah untuk memberikan rujukan. Contoh pertanyaan terbuka: "Bagaimana perasaan Anda saat ini?" Sedangkan contoh pertanyaan tertutup adalah: "Biasanya Anda menempati posisi rangking berapa di dalam kelas?" Kemungkinan jawabannya adalah rangking pertama. konselor harus mengupayakan agar klien selalu terlibat dalam pembicaraan. tetapi sangat disayangkan jika orang seperti Anda yang tergolong pintar di sekolah akan meninggalkan MA. .

Teknik-teknik Memimpin Agar wawancara konseling tidak menyimpang (pembicaraannya terfokus pada masalah yang dibicarakan). apakah termasuk ke dalam kepedulian Anda juga?" 14." Dalam wawancara konseling selalu ada fokus yang membantu klien untuk menyadari bahwa persoalan pokok yang dihadapinya adalah "A". Teknik ini bertujuan agar pembicaraan klien tidak menyimpang dari fokus yang dibicarakan dan agar arah pembicaraan terfokus pada tujuan konseling. Teknik Konfrontasi Draf kuliah Teknik Konseling . Memimpin dalam konseling bisa memiliki dua arti. Mungkin Anda tinggal merinci kepedulian itu. Kedua. memimpin bisa berbeda dari topik ke topik. Ketiga.. S. Ketiga. fokus pada orang lain. pertama: menunjukkan keadaan di mana konselor berada di dalam atau di Iuar pikiran klien. Misalnya perkataan konselor sebagai berikut: "Siska telah membuat Anda gelisah dan tersiksa. memberikan kesempatan kepada klien untuk mengambil kilas balik (feed back) dari hal-hal yang telah dibicarakan bersama konselor.. konselor harus mampu memimpin arah pembicaraan sehingga tujuan konseling bisa tercapai secara efektif dan efisien. Misalnya perkataan konselor: "Apakah tidak sebaiknya pokok pembicaraan kita difokuskan pada rencana Anda yang ingin belajar sambil bekerja? 15. memulai proses konseling dengan sedikit memimpin. Mendengar perkataan tersebut. dan apa yang telah dilakukannya pada Anda?" Ketiga. Kedua. Keberhasilan konselor memimpin dalam sesi konseling juga ditentukan oleh tipe-tipe kepemimpinan konselor yang demokratis. Ada empat fokus dalam konseling. Fokus akan membantu klien untuk memusatkan perhatiannya pada pokok pembicaraan. Kedua. memimpin hanya sebatas klien dapat memberikan toleransi sesuai dengan kecakapan dan pemahamannya. keadaan di mana konselor mengarahkan pikiran klien kepada penerimaan perkataan konselor. Laki-laki tidak boleh mudah menyerah atau mudah putus asa. untuk meningkatkan kualitas diskusi.Pd. Tujuan utama menyimpulkan sementara (summarizing) adalah: pertama. Misalnya: "Dawar.Ag. Keempat.M. 13. otoriter. untuk menyimpulkan kemajuan hasil pembicaraan secara bertahap. Mungkin banyak masalah yang berkembang di dalam wawancara konseling. Tapi bagaimana ya . fokus pada topik. fokus mengenai budaya. Misalnya perkataan konselor sebagai berikut: "Minum baigon? Anda akan bunuh diri? Sebaiknya pertimbangkan masak-masak dengan berbagai pertimbangan. Teknik Fokus Konselor yang efektif harus mampu membuat fokus melalui perhatiannya yang terseleksi terhadap pembicaraan dengan klien (wawancara konseling). Miharja. mempertajam atau memperjelas fokus atau arah wawancara konseling. Tentang pacaran. atau permisif (masa bodoh)." Keempat. tetapi konselor harus membantu klien agar ia memfokuskan pada masalah tertentu (misalnya tentang "A" dan lain-lain).16 | beritakan tadi adalah orang tua Anda yang menginginkan Anda lebih konsentrasi kepada pelajaran dan waktu bekerja di perusahaan yang menuntut Anda bekerja seeara penuh". pertama: fokus pada diri klien. Anda tidak yakin apa yang akan Anda lakukan"? atau "Tampaknya Anda berjuang sendirian?" Kedua. Terangkanlah tentang dia. ?" S. konselor mengatakan: "Bukankah sampai saat ini kepedulian Anda tertuju kepada belajar sambil bekerja. Penerapan teknik ini dalam konseling harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: pertama. Misalnya perkataan konselor sebagai berikut: "Cepat menyerah atau putus asa bukan budayanya laki-laki. Contohnya: "Saya mungkin berpikir juga tentang masalah hubungan dengan pacar...

teknik ini dilakukan oleh konselor dengan mengklarifIkasi ucapan-ucapan klien yang tidak jelas. Kedua. ibu. samarsamar. Memudahkan (Facilitating) Facilitating adalah suatu teknik membuka komunikasi agar klien dengan mudah berbicara dengan konselor dan menyatakan perasaan. diskrepansi (kondisi pertentangan antara harapan seseorang dengan kondisi nyata di lingkungan) dari klien dengan. Misalnya klien menceritakan hal-hal yang sedih tetapi sambil tertawa dan tersenyum gembira. Tujuan teknik ini adalah: pertama. karena saya akan mendengarkan dengan sebaik-baiknya. Dalam proses konseling. komunikasi dan partisipasi meningkat dan proses konseling berjalan secara efektif. konflik atau kontradiksi dalam dirinya. kebingungan yang didorong oleh kecemasan atau kebencian. Dalam konseling. sebagai protes apabila klien berbicara berbelit- Draf kuliah Teknik Konseling . klien atau konselor telah mencapai akhir suatu ide dan ragu mengatakan apa selanjutnya. Tujuan teknik ini adalah: pertama. diam bukan berarti tidak ada komunikasi. konselor mengatakan: "Bisakah Anda menjelaskan persoalan pokoknya? Misalnya peran ayah. Diam amat penting pada saat attending. S. meningkatkan potensi klien. mengundang klien untuk menyatakan pesannya secara jelas. agar klien menjelaskan.Ag.17 | Teknik ini dalam konseling dikenal juga dengan "memperhadapkan". klien baru menyadari kembali dari ekspresi emosional sebelumnya. klien mengharapkan sesuatu dari konselor. Melalui teknik ini. Dalam konseling. klien mengalami perasaan sakit dan tidak siap untuk berbicara.." 18. penolakan atau kebingungan klien. Tetapi waktu itu tidak harga mati. Menjemihkan (Clarifying) Dalam konseling.Pd. Ketujuh. Saya tidak mengerti siapa yang menjadi pemimpin di rumah itu. membawa klien kepada kesadaran adanya. ungkapan kata-kata yang tegas. Ketiga. Keempat. dan dengan alasan-alasan yang logis. 16. Saat diam yang ideal dalam proses konseling adalah antara 5-10 detik. mengulang dan mengilustrasikan perasaannya. Miharja. atau saudara-saudara Anda" 17. ide awal dengan ide berikutnya. . tetapi kelihatannya ada sesuatu yang tidak beres" atau "Saya melihat ada perbedaan antara ucapan Anda dengan kenyataan diri Anda. Keenam.. Ketiga. artinya saat diam bersifat kondisional dan bisa tergantung kepada feeling konselor. Kelima. Kedua. atau agak meragukan. mendorong klien untuk mengadakan penelitian diri secara jujur (instrospeksi diri secara jujur)." Selanjutnya S. saya baik-baik saja"." Tujuan teknik ini adalah: pertama. Kedua. duduk gelisah). yaitu melalui perilaku nonverbal. Diam sebagai Suatu Teknik Diam dalam konseling bisa dijadikan sebagai suatu teknik. Teknik konfrontasi adalah suatu teknik yang menantang klien untuk melihat adanya inkonsistensi (tidak konsisten) antara perkataan dengan perbuatan. Selanjutnya konselor mengatakan: "Anda katakan baik-baik saja. inkonsistensi.M. Komunikasi tetap ada. . menanti klien yang sed-ang berpikir. (suara rendah. dan pengalamannya secara bebas. pikiran. diam bisa memiliki beberapa makna: pertama. Misalnya ketika konselor mengatakan: "Saya yakin Anda akan berbicara secara jujur apa adanya. Misalnya klien mengatakan: "Konflik yang terjadi di rumah membuat saya bingung dan stress. senyum dengan kepedihan. Kedua. teknik tampak dari ungkapan klien sebagai berikut: "Oh. klien sedang memikirkan apa yang dikatakan. wajah tidak ceria/cerah.

Ag. bersama klien konselor membuat suatu kesimpulan. tidak sesuai dengan hakikat kemandilian dalam konseling. apabila konselor mengetahui. Teknik ini diterapkan apabila: pertama. 21. Kedua. dan kurang partisipatif. apakah pantas atau tidak memberikan nasihat. saya pikir Anda memiliki suatu keputusan. 22. sebaiknya diupayakan agar klien tetap mengusahakannya sendiri. Kondisi diam dalam proses konseling. Dengan perkataan lain. Misalnya konselor mengatakan: "Sebaiknya Anda memulai menyusun rencana yang baik dengan berpedoman kepada hasil pembicaraan kita. misalnya ketika klien mengatakan: "Saya kurang senang dengan perilaku guru itu. memantapkan rencana klien. Konselor mengucapkan kata-kata yang mengajak klien untuk berinisiatif dalam menuntaskan diskusi. konselor tetap harus mempertimbangkannya. pemberian nasihat sebaiknya dilakukan apabila klien memintanya.. Saya tidak mengetahui. 19.. Keempat. Rencana yang baik harus merupakan hasil kerja sama antara konselor dengan klien.. Miharja.. karena konselor tidak mengetahui. Menyimpulkan Pada akhir sesi konseling. Jalan tengah yang ditawarkan adalah dalam pemberian nasihat harus tetap dijaga agar tujuan konseling. menunjang perilaku attending dan empati sehingga klien bebas berbicara. Ketiga.. klien dapat mengikuti ekspresi yang membawa klien berpikir dengan tilikan yang mendalam." 20. Keadaan diam di pihak konselor bermanfaat bagi proses konseling.M." 23. Ketiga. tetapi Anda ragu menyatakannya. dan … saya (diam berpikir). sedangkan klien memintanya. yaitu pertama. Dalam konseling teknik ini tercermin dari perkataan konselor sebagai berikut: "Baiklah. Klien : "Saya . klien lambat berpikir untuk mengambil keputusan. membantu klien untuk lebih memahami dirinya. Misalnya. klien bertanya tentang syarat-syarat masuk Sekolah Islam Unggulan dan terpadu. lebih sering diam. yakni kemandirian klien tetap tercapai. Konselor : diam. pokok-pokok yang akan dibicarakan selanjutnya Draf kuliah Teknik Konseling . konselor harus membantu klien untuk dapat membuat rencana suatu program untuk action (melakukan tindakan sesuatu) guna memecahkan masalah yang dihadapinya. maka konselor harus secara jujur mengatakan tidak mengetahuinya. Para penganut teori Client Centered menyatakan bahwa apabila klien masih dinasihati berarti belum mandiri. Mengambil Inisiatif Pengambilan inisiatif perlu dilakukan oIeh konselor ketika klien kurang bersemangat untuk berbicara. Ketiga...18 | belit (nglantur). klien kehilangan arah pembicaraan.Pd. Pemberian Informasi Apabila konselor tidak mengetahui suatu informasi. Kedua. mengurangi kecepatan interviu. Coba Anda renungkan lagi. untuk mengambil inisiatif apabila klien kurang bersemangat. dan Ketiga. Atau konselor membantu klien membuat suatu kesimpulan yang menyangkut hal: pertama. pemberian nasihat S." (diam). Merencanakan Menjelang akhir sesi konseling. mendorong klien untuk berbicara. harus bagaimana . " Konselor : "…. S. Hal yang harus diperhatikan dalam pemberian nasihat adalah aspek kemandirian dalam konseling. Meskipun demikian. bagaimana keadaan perasaan klien saat ini terutama menyangkut kecemasannya akibat masalah yang dihadapinya. Atau rencana perbuatan nyata yang produktif bagi kemajuan klien. Kedua... secara jujur konselor mengatakannya tidak mengetahui informasi tersebut dan menganjurkan klien mencari sendiri ke sumber informasi (mendatangi sekolah yang bersangkutan). Memberi N asihat Dalam konseling. Sebaliknya..

M. Keenam. Miharja. Keempat. Ketiga.19 | pada sesi berikut.Ag. mengatakan bahwa waktu sudah habis. Untuk mengakhiri sesi konseling. menjelang waktu akan berakhir. menunjukkan catatancatatan singkat hasil pembicaraan konseling. Draf kuliah Teknik Konseling .. Kedua.Pd. Misalnya. dapat dilakukan konselor dengan cara: pertama. memberikan tugas-tugas. merangkum isi pembicaraan. S. S. menunjukkan kepada pertemuan yang akan datang (menetapkan jadwal pertemuan sesi berikutnya). konselor mengatakan: "Apakah sudah dapat kita buat kesimpulan akhir pembicaraan kita?" 24. tertentu kepada klien yang relevan dengan pokok pembicaraan apabila diperlukan. mengajak klien berdiri dengan isyarat gerak tangan: Kelima. Teknik Mengakhiri (Menutup Sesi Konseling) Mengakhiri sesi konseling merupakan suatu teknik dalam proses konseling.

. kata tanya yang sama juga dipakai pada akhir tanggapan yang menggunakan teknik ringkasan. Misalnya. teknik konseling yang digunakan tergantung dari intensi konselor yang terdapat di belakang kata-kata yang diucapkan. menggunakan satu atau Iebih teknik yang verbal. misalnya hanya menunjukkan penerimaan saja (satu teknik). perlu dibedakan antara bentuk pertanyaan terbuka (open question) dan bentuk pertanyaan tertutup (closed question). Menurut ketentuan tata bahasa beberapa tanggapan atau bagian tanggapan dapat sama-sama menggunakan . bentuk gramatikal ungkapan verbal konselor tidak memberikan petunjuk yang pasti tentang teknik konseling mana yang digunakan. atau menunjukkan penerimaan dan memantulkan perasaan konseli (dua teknik). menurut ketentuan tata bahasa. dan perasaan yang terbentuk dalam batin konselor (tanggapan batin) untuk membantu konseli pada saat tertentu. BAB IV TEKNIK KONSELING YANG VERBAL A. wawancara membentuk suatu rangkaian mata rantai-mata rantai. seperti ucaran selamat siang pada awal wawancara dan sampai berjumpa pada akhir wawancara. yang merupakan perwujudan konkret dari maksud. bentuk gramatikal kalimat tanya tidak harus berarti bahwa konselor menggunakan teknik pertanyaan mengenai hal tertentu: mungkin juga menggunakan teknik yang lain. tidak termasuk dalam teknik konseling yang verbal.20 | S. pikiran.M. Khususnya mengenai kalimat tanya. bila konselor berkata: . Wawancara konseling terdiri atas rangkaian ungkapan di pihak konseli yang disusul dengan ungkapan-ungkapan di pihak konselor. atau memantulkan pikiran dan memberikan informasi serta menanyakan hal tertentu (tiga teknik). Ungkapan konselor yang berupa tanggapan verbal dengan membantu konseli.. Selain itu. Katakata itu dapat dituangkan dalam bentuk kombinasi dari pernyataan dan kalimat/kata tanya. Beberapa ungkapan verbal konselor yang bercorak tata kesopanan atau sopan santun pergaulan sosial. sehingga tanggapan itu tidak dapat diberikan dalam satu-dua kata saja. di mana setiap mata rantai terdiri atas Suatu ungkapan konseli dan suatu ungkapan konselor. tetapi hal ini tidak harus berarti bahwa juga digunakan teknik verbal yang sama.Ag. konselor mengharapkan tanggapan terbatas yang cukup tertuangkan dalam Draf kuliah Teknik Konseling Tanggapan verbal konselor dapat dituangkan dalam bentuk pernyataan atau dalam bentuk kalimat tanya atau dalam bentuk kombinasi dari pernyataan dan kalimat/kata tanya. Hal ini menyangkut bentuk gramatikal tanggapan konselor. pada akhir tanggapan yang menggunakan teknik klarifikasi konselor dapat memakai kata tanya "begitu?". konseli diharuskan untuk memberikan tanggapan yang agak panjang. Teknik-Teknik Konseling yang Verbal Suatu teknik konseling yang verbal adalah segala tanggapan verbal yang diberikan oleh konselor. misalnya klarifikasi perasaan.Pd. S. Dengan demikian. tergantung dari intensi konselor. Miharja. Dalam kalimat tanya yang mengandung pertanyaan tertutup. konselor memberikan kesempatan kepada konseli untuk menanggapi secara luas dan memberikan ulasan menurut ketentuan dan kesukaan sendiri. Bagaimana perasaanmu pada saat itu?" atau "Selanjutnya bagaimana?". setiap ungkapan konseli disusul dengan suatu ungkapan di pihak konselor. Oleh karena itu. Dalam kalimat tanya yang mengandung pertanyaan terbuka. kalimat/kata tanya. Misalnya.

Miharja. atau . penggunaan katakata Mengapa atau Kenapa sebaiknya dihindari. konselor harus sangat hati-hati dalam memulai suatu kalimat tanya dengan Mengapa atau Kenapa. sih. tetapi saya belum mendaftar. kalau konseli mendapat kesan yang demikian. dia mungkin sekali cenderung membela diri daripada memberikan gambaran yang jujur. Misalnya." "Apakah orang tua mampu membiayai studi di BIMBEL?" "Mampu saja. Penggunaan kedua kata itu mengandung bahaya karena konseli mendapat kesan dia diminta pertanggungjawaban atau konselor secara implisit menyatakan keheranannya atas hal yang sudah terjadi.21 | satu-dua kata saja. Pengarang-pengarang profesional tidak memberikan nama yang sama pada setiap teknik yang verbal. sistematika yang digunakan dalam Draf kuliah Teknik Konseling tuduhan. atas pertanyaan: "Apa perasaanmu pada saat itu. kalimat tanya: "Mengapa kamu menjadi marah?". kalau toh digunakan. bahkan secara implisit dia diadili. asal digunakan pada saat-saat tertentu bila memang relevan untuk mengajukan pertanyaan tentang hal tertentu." "Apa Saudara merasa takut gagal" "Barangkali!" "Apakah orang tua mendukung pendaftaran di BIMBEL!"… "Ya. apalagi bila nada bicara konselor mengandung suatu tuduhan sehingga terdengar: "Mengapa. jangan sampai mengandung keheranan. Misalnya. S. tidak mengajak konseli untuk ikut berpikir. konseli cukup menjawab dengan "Kemarin dahulu" atau "Dengan adik". misalnya " Kiranya ada alasan untuk menjadi marah. Kalimat tanya yang mengandung pertanyaan tertutup tidak harus salah. bila konselor berkata: "Kapan hal itu terjadi?" atau "Dengan siapa Anda pergi nonton?". tuntutan pertanggungjawaban." "Sejak kapan Saudara berkeinginan ikut tes di BIMBEL ?" "Awal tahun. sebagaimana tampak dalam contoh di bawah ini.Pd. jumlah teknik yang mereka bahas juga tidak sama. cukup dijawab "Sedih". hendaklah konselor waspada terhadap nada bicaranya. Penggunaan kontinyu kalimat-kalimat yang mengandung bentuk pertanyaan tertutup menimbulkan bahaya bahwa wawancara konseling menjadi pertemuan tanya jawab. kamu menjadi marah?" Kalimat tanya yang dimulai dengan Mengapa atau Kenapa.. Di samping itu. misalnya "Kamu sudah sampai di semester berapa?" atau "Saudara sekandung ada berapa orang?" Selain itu. Pada umumnya lebih baik konselor merumuskan kalimat tanya yang mengandung pertanyaan terbuka." "Apakah keinginan ini pernah dibicarakan dengan wali kelas)"" "Tidak." Wawancara yang bercorak demikian membuat konseli mengambil sikap pasif sambil menunggu dilempari pertanyaan berikutnya dan S.M. sesuai dengan hal dan segi tertentu yang ditanyakan. coba jelaskan" atau "Alasan apa yang mendorong Anda untuk marah?" Oleh karena itu. mudah memacu konseli untuk menghindar.Ag. dapat diubah. "Saya ingin ikut tes seleksi.

22 | menyusun suatu daftar teknik tidak sama pula; dalam hal ini pandangan masing-masing pengarang tentang jumlah fase dalam proses konseling dan nama yang diberikan pada masing-masing fase sangat menentukan. Selama tidak ada pembakuan dalam hal sistematika pengaturan teknik-teknik dan dalam hal peristilahan yang digunakan, akan ditemukan perbedaan antara cara menyusun daftar aneka teknik verbal dan cara pembahasan daftar teknik itu. Oleh karena itu, daftar yang disajikan di bawah ini tidak bersifat mutlak dan barangkali dapat dianggap tidak lengkap pula. Daftar ini disusun mengingat urutan fase yang umumnya terdapat dalam proses konseling, yaitu: fase pembukaan: rase konseli mengemukakan masalahnya; fase konselor bersama konseli menggali latar belakang masalah dan berusaha memperoleh gambaran yang lengkap serta cukup mendahului rase memikirkan bersama bentuk penyelesaian yang paling tepat, dengan membuat pilihan di antara beberapa alternatif atau meninjau kembali sikap dan pandangan dalam penyesuaian diri yang lebih baik; dan fase penutup. Teknik verbal dengan nomor a s.d i mengandung pengarahan sedikit dan lebih sesuai dengan metode nondirektif, sedangkan nomor j s.d. u mengandung pengarahan banyak dan lebih sesuai dengan metode direktif.

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.
dengan saya."; "Kelihatannya ada hal yang membebani pikiranmu."; dan sebagainya. (b) Penerimaan/Menunjukkan Pengertian (acccptance, Understanding) Konselor menyatakan pengertiannya dan/atau penerimaannya terhadap hal yang terungkapkan. misalnya dengan mengatakan: "Saya mengerti" Ya ya ... "; atau dengan bergumam: "Hm, hm .... ". Sekaligus konseli dipersilakan untuk meneruskan berbicara. Dengan ungkapan-ungkapan tersebut konselor tidak bermaksud menyatakan bahwa ia setuju, sepaham, atau sependapat. (c) Perumusan Kembal Pikiran-Gagasan/Refleksi Pikiran (Reflection of Content) Menyangkut komponen pengalaman dan komponen refleksif dalam pesan konseli; disebut pikiran-gagasan karena subjek menggunakan suatu bentuk representasi mental. Peristiwa/kejadian/pengalaman (apa yang terjadi), gagasan dan perasaan di pihak orang lain, atau pendapatan/pandangan konseli sendiri terhadap apa yang telah terjadi (komponen refleksif), yang terungkap seeara eksplisit oleh konseli, dirumuskan kembali oleh konselor dalam bentuk: menggunakan kata-kata sendiri; menggunakan kata-kata konseli (restatement). Dalam memantulkan kembali konselor tidak boleh menambah atau mengurangi apa yang telah diungkapkan oleh konseli baik dalam makna maupun bobotnya. Contoh : Ki "Saya berharap akan memperoleh sekadar uang dengan bekerja di toko sebagai pelayan." Kr "Saudara mengharapkan mendapat sekadar uang dengan bekerja di toko sebagai pelayan." (restatement). Kr "Saudara ingin memperoleh kesempatan membantu di toko dan dengan demikian mendapat penghasilan." (parafrase). (d) Perumusan Kembali Perasaan/Refleksi Perasaan (Refelxion of Feelings) menyangkut komponen afektif dalam pesan konseli. Konselor memantulkan kembali kepada konseli perasaan tentang kejadian atau pengalaman yang telah diungkapkannya secara verbal

(a) Ajakan untuk Mulai (Invitation to Talk) Pada akhir fase pembukaan konselor mempersilakan konseli untuk mulai menjelaskan masalah yang ingin dibicarakan. Konselor dapat berkata: "Apa yang ingin Saudara bicarakan sekarang?"; "Saya dapat membantu dalam hal apa?"; "Bagaimana saya dapat membantu Anda?"; "Coba jelaskan apa yang memberatkan hatimu."; "Kiranya ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan

Draf kuliah Teknik Konseling

23 |
maupun secara nonverbal namun jelas dan eksplisit. Pcmantulan perasaan tersebut dirumuskan dalam bentuk restatement atau dalam bentuk parafrase. Pada umumnya parafrase lebih efektif untuk digunakan. Yang dipantulkan kembali adalah perasaan penampang (surface feelings), tanpa menambah atau mengurangi makna dan bobot perasaan. Contoh : Ki "Saya sungguh-sungguh jengkel dengan cara seperti itu." Kr "Saudara sangat mendongkol ketika mengalami perlakuan yang demikian. (e) Penjelasan Pikiran-Gagasan/Klarifikasi Pikiran (Clarification of Content) Menyangkut sembarang komponen refleksi pada pesan konseli, yang biasanya mencakup suatu keyakinan, suatu pandangan, suatu pendapat atau suatu evaluasi terhadap kejadian atau pengalaman. Konselor ingin mengecek apakah penangkapannya terhadap pesan yang telah diungkapkan oleh konseli dengan katakata yang kurang memadai, telah tepat. Konselor merumuskan secara eksplisit kepada konseli apa yang telah diungkapkannya secara implisit; dan sekaligus minta umpan balik dari konseli, apakah penangkapannya tentang isi dan makna dari pesan yang telah terungkap secara implisit itu memang tepat. Untuk itu, misalnya konselor dapat berkata sebagai berikut: "Apakah Saudara ingin mengatakan ... ", "Coba kita lihat, apakah saya telah menangkap dengan tepat maksud Saudara?", "Betulkah demikian?", dan sebagainya. Jelaslah bahwa penjelasan (clarification) ini agak bersifat tentatif, artinya meraba atau menduga; maka konseli diminta untuk memberikan umpan balik (feedback) kepada konse]or, apakah penangkapan konselor memang tepat. Dengan sendirinya konselor menggunakan parafrase, sedangkan umpan balik dapat diminta dengan menggunakan kata-kata khusus atau menggunakan bentuk kalimat tanya. Contoh : Ki "Saya kira saya mampu untuk berbuat itu; tetapi kadang-kadang saya menjadi ragu-ragu. Mencoba sih mau saja, tetapi apakah akan ada gunanya?". Kr "Agaknya Saudara belum yakin

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.
tentang kemampuan Saudara" (Minta umpan balik dengan menggunakan kata khusus). Kr "Saudara be]um yakin akan kemampuan Saudara?" (Minta umpan balik dengan menggunakan bentuk kalimat tanya). Ki "Kiranya memang demikian. Saya tidak percaya pada diri sendiri." (f) Penjelasan Perasaan/Klarifikasi Perasaan (Clarification of Feelings) Menyangkut komponen afektif dalam pesan konseli. Konselor ingin mengecek apakah ia telah menangkap dengan tepat isi dan bobot kedalaman perasaan yang secara implisit telah diungkapkan oleh konseli. Ungkapan perasaan secara implisit dapat terjadi secara verbal, dalam bentuk ungkapan verbal tidak langsung (misal: mencap, memerintah, menuduh, bertanya, menyindir, memuji, mencela, dan sebagainya), atau secara nonverbal dalam bentuk tingkah laku tertentu (misal: berkeringat, gemetar. menggeser-geser posisi duduk, dan sebagainya). Secara eksplisit konselor merumuskan kepada konseli perasaan apa yang kiranya dialami (underlying feelings = perasaan latar belakang). Penjelasan ini juga masih bersifat tentatif sampai konseli memberikan umpan balik, bahwa penangkapan konselor itu memang tepat. Dengan kata lain, konselor mengadakan apa yang disebut perception check dengan menggunakan bentuk parafrase. Contoh : Ki "Saya kira hubungan antara kami baik dan saling menguntungkan". Kr "Saudara merasa puas dan bahagia selama berhubungan dengan dia. Benarkah demikian" (Minta umpan halik dengan menggunakan kata-kata khusus.) (g) Permintaan untuk Melanjutkan (General Lead) Konselor mempersilakan konseli untuk rnemberikan ulasan/penjelasan lebih lanjut mengenai sesuatu yang telah dikemukakannya; isi ulasan/penjelasan dan arahnya ke mana terserah kepada konseli. Kalau konselor menggunakan bentuk kalimat tanya, dipakai apa yang disebut pertanyaan terbuka (open question). Contoh perumusan : "Coba Saudara jelaskan lebih lanjut mengenai diri Saudara sendiri"; "Mengenai yang Saudara sebut paling akhir tadi, apakah

Draf kuliah Teknik Konseling

24 |
Saudara dapat memberikan penjelasan lebih lanjut; "Lalu, bagaimana; "Bagaimana maksud Anda?"; "Dan ...; "Maka ... "; "Tetapi ... "; "Coba, lanjutkan." Teknik ini dapat digunakan dalam beberapa fase selama proses konseling. Paling sering akan digunakan selama fase konseli mengutarakan masalahnya dan selama fase menggali latar belakang masalah, tetapi masih dapat digunakan dalam fase memikirkan penyelesaian. Tujuan penggunaan teknik ini ialah supaya konseli menjelaskan Iebih lanjut, menggali lebih dan memperluas pandangan, dengan diberi suatu umpan yang merangsang.

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.

Akan baik juga jika konseli sendiri rnembuat ringkasan pada akhir wawancara; dengan demikian konselor mendarat umpan batik (feedback). Bila konselor sendiri memberikan ringkasan, dia dapat minta umpan balik, misalnya "Demikian?"; "Begitu?" , (j) Pertanyaan Mengenai Hal Tertentu (Questioning/Probing) Konselor bertanya tentang hal tertentu, misalnya: "Siapa ... ?; "Dengan maksud apa?; Apa yang ... ? Kapan ... ? Bagaimana (ini-itu) ... ?", dan sebagainya. Konselor ingin mendapat tanggapan tentang hal tertentu; maka jawaban konseli terbatas isinya, yaitu sesuai dengan hal yang ditanyakan. Kalimat tanya ini dapat mengandung pertanyaan terbuka atau pertanyaan tertutup; pada umumnya lebih baik digunakan pertanyaan terbuka. Hal yang ditanyakan dapat mengenai sesuatu yang perlu diketahui oleh konselor untuk mendapat gambaran yang lebih lengkap, misalnya: "Saudara belajar di rumah dari jam berapa sampai jam berapa?"; "Jumlah saudara sekandung ada berapa?". Dalam hal ini konselor minta informasi faktual. Pertanyaan dapat juga mengenai contoh yang harus diberikan oleh konseli, misalnya: "Apakah kamu dapat memberikan contoh tentang hal yang sering menimbulkan pertengkaran dengan adik?"; "Dengan jalan bagaimana kakak mencampuri urusanmu? Pertanyaan dapat berupa memmta penjelasan atas Istilah atau kata tertentu yang dipakai oleh konseli, misalnya: "Apa yang dimaksudkan dengan semiprofesional?"; "Apa yang kamu maksud dengan berkata 'terangsang'?" Pertanyaan-pertanyaan semacam ini akan paling sering diajukan selama fase penggalian latar belakang masalah. Mengajukan suatu pertanyaan dapat relevan juga di fase penyelesaian masalah dan fase penutup. MisaInya, di fase penyelesaian masalah konselor dapat minta tanggapan atas pertanyaan tertentu untuk mengarahkan pikiran konseli, seperti "Pandanganmu sekarang sebaiknya bagaimana?"; "Kalau Anda berbuat begitu, apakah kesukarannya teratasi?" Pada akhir wawancara yang masih akan dilanjutkan pada lain waktu, konselor dapat bertanya: "Kapan sebaiknya kita bertemu kembali?"

(h) Pengulangan Satu-Dua Kata (Accent) Konselor mengulangi satu atau dua kata kunci dalam pernyataan konseli dalam bentuk kalimat tanya, dengan tujuan supaya konseli memberikan penjelasan lebih lanjut. Konselor dapat memilih kata-kata yang lebih mengungkapkan pikiran atau gagasan, atau yang lebih mengungkapkan perasaan. Contoh Ki "Saya merasa terlalu bingung untuk menentukan apakah lebih baik melanjutkan hubungan ini atau memutuskannya saja ... Mengerikan rasanya, jika saya disuruh mengambil inisiatif ... sayalah yang akan bertanggungjawab .. , dapat berakibat jelek." Kr "Terlalu bingung?" (accent pada ungkapan perasaan) "Mengerikan rasanya pad ungkapan perasaan "Bertanggungjawab pada ungkapan pikiran "Berakibat jelek?" (i) Ringkasan/Rangkuman (Summary) Secara singkat dan dalam garis besar, konselor merumuskan apa yang telah dikatakan. Mengenai isi terdapat empat kemungkinan berikut ini: (l) pikiran dan gagasan yang telah dikemukakan oleh konseli sampai sekarang; (2) sejumlah perasaan yang telau diungkapkan oleh konseli sampai sekarang; (3) inti pembicaraan antara konseli dan konselor sampai sekarang; dan (4) inti pembicaraan selama wawancara (ringkasan pada akhir wawancara).

Draf kuliah Teknik Konseling

supaya akhirnya sampai pada pemecahan/penyelesaian masalah. Contoh : Kr “Apa keuntungan bagi Anda kalau memilih program studi Arsitektur?". seperti terjadi pada sejumlah teknik yang lain. Kr "Barangkali suatu perubahan sikap dalam menghadapi situasi itu dapat meringankan beban. " . Apakah Saudara masih melihat kemungkinan lain" (0) Pemberian Struktur (Structuring) Konselor memberikan petunjuk tentang urutan langkah berpikir atau tahap dalam pembicaraan yang sebaiknya diikuti. Teknik ini paling sering digunakan dalam fase penyelesaian masalah yang memungkinkan heberapa alternatif pemecahan.. Selanjutnya kita melihat sasaran apa yang ingin kau capai". Bagaimana?". sehingga konseli tidak ragu-ragu akan apa yang dimaksud oleh konselor. namun ternyata belum diketahuinya. yaitu . memprakirakan segala akibat yang kiranya timbul jika alternatif tertentu dipilih. Kr " Bagaimana. Pemberian informasi ini lebih baik tidak disebut penjelasan. supaya tidak dikacaukan dengan Penjelasan seperti dalam butir (e) dan (t).M. Dalam hal ini konselor menyampaikan kepada konseli pikiran atau perasaannya sendiri ten tang sikap konseli selama wawancara berlangsung atau mengenai kemajuan yang telah dicapai dalam proses konseling.. saya seharusnya mengambil sikap yang lain?". Kr "Langkah berikutnya yang harus kita tempuh ialah meninjau semua alternatif yang ada". Kr (Terhadap konseli yang seJama wawancara menunjukkan sikap mau berusaha sendiri) "Kamu sungguh-sungguh berusaha untuk bertindak secara dewasa!". Miharja. Untuk itu biasanya sangat perlu lebih dulu menentukan alternatif-alternatif yang ada (inventarisasi). S. S. sesuatu yang sebaiknya diketahui.. Secara implisit pemberian umpan balik dapat mengandung pujian atau celaan. Di sini konselor memberikan umpan balik atas prakarsanya sendiri dan tidak minta umpan balik dari konseli. Contoh : Kr "Tekad Saudara untuk menjadi seorang dokter ini dapat bersumber pada keinginan untuk menjadi kaya. dalam rangka apa yang disebut decision making. Kr (Terhadap konseli yang menghindar saja dan tidak terlibat) "Sikap Anda sampai sekarang menghambat pembicaraan kita.25 | (k) Pemberian Umpan Balik (feedback) Dalam pemberian umpan balik kepada seseorang disampaikan kepadanya bagaimana ungkapannya. sikapnya dan tindakannya ditafsirkan orang lain. sekarang kita telah sampai pada gambaran yang jelas tentang masalahmu. Misalnya..Ag. Kr "Nah. Kr "Bagus! lni pertanyaan yang membawa kita maju selangkah". konseli diminta untuk memilih salah satu. Pikiran atau perasaan itu dituangkan dengan jujur dan secara konkret.. konselor menerangkan syarat-syarat masuk ke PT Negeri dan Swasta. Contoh : Kr "Marilah kita sekarang meninjau . Kr "Bagaimana Anda membayangkan pelaksanaan dari rencanamu itu?" Draf kuliah Teknik Konseling . Penyampaian pengetahuan ini tidak mengandung unsur saran. Mungkin sebaiknya kita meninjau hambatan ini" (l) Pemberian Informasi (Information Giving) Konselor menyampaikan pengetahuan tentang sesuatu kepada konseli. dapat juga berpangkal pada kerelaan mengabdi kepada sesama manusia. ". Contoh : Ki "Maksud Bapak. menerangkan ciri-ciri khas masa remaja. (m) Penyajian Altematif (Forking Response) Konselor mengemukakan beberapa alternatif. Mana kiranya yang mendorong Anda?" (n) Penyelidikan (Investigation) Konselor mengajak kanseli untuk bersama-sama menyelidiki berbagai alternatif yang dapat dipilih. Kr "Kiranya ada baiknya kita kembali ke suatu hal yang Anda katakan tadi.Pd. menjelaskan arti skor dalam tes.. meninjau bersama-sama alasan pro dan kontra pada masingmasing alternatif.

S.. bila konselor cukup yakin interpretasinya akan diterima dengan baik.Pd. yang melandasi ketidakcocokan itu. Konselor menggali arti dan makna yang terdapat di belakang kata-kata konseli atau di belakang perbuatan/tindakannya yang telah diceritakan.26 | (p) Interpretasi (Interpretation) Kepada konseli diutarakan arti atau makna dari kata-katanya atau perbuatannya. ketepatan interpretasi yang akan diberikan. sehingga konseli bebas untuk menerima atau menolak. kalau konseli bersedia mempertimbangkannya dengan pikiran terbuka. Sebaiknya konselor mengemukakan lebih dahulu kata-kata atau tindakan konseli yang melandasi pemberian interpretasi. Pemberian interpretasi dapat membantu konseli untuk lebih memahami diri sendiri. Oleh karena itu. atau di antara kata-kata dan tindakan konseli (inconsistency). Ketidaksesuaian atau ketidakcocokan terdapat di antara dua hal yang telah dikatakan oleh konseli (inconsistency). Apakah mungkin semua itu hanyalah merupakan siasat yang Anda gunakan untuk menutupi rasa malu itu? “Bagaimana pendapat Anda?" (q) Konfrontasi (Confrontation) Konselor mengarahkan perhatian konseli atas beberapa hal yang menurut pandangan konselor tidak sesuai satu sama lain. baik dalam cara merumuskan maupun dalam memilih saat yang tepat. Pada teknik penjelasan konselor memperjelas pikiran atau perasaan yang telah terungkap secara implisit. kalau persepsi konselor tepat. tanpa membeberkan pengetahuan di bidang ilmu Psikologi. konseli akan membenarkannya. Pada teknik interpretasi konselor menambahkan sesuatu pada hal-hal yang sudah terungkap dan yang belum disadari oleh konseli (unconscious). baru kemudian menawarkan interpretasinya sebagai kemungkinan dengan disertai permintaan umpan balik. hanya memperjelasnya. atau di antara ungkapan verbal dan nonverbal konseli (kontradiksi). baru kemudian ditunjukkan unsur ketidakcocokan dengan disertai permintaan umpan balik. kesan yang demikian pada gilirannya dapat menimbulkan sikap defensif. Kr "Anda mengatakan tadi bahwa Anda merasa malu berbadan gemuk. Biasanya konseli belum menyadari ketidakcocokan itu. Miharja.M. maka konselor menyadarkannya dengan maksud supaya konseli menghadapi diri sendiri secara lebih jujur. konselor menunjukkan motif yang bias any a mendasari tingkah laku orang serta sumber kebutuhan psikologis yang menjadi ujung pangkal motivasi itu. suatu interpretasi dapat pula meninggalkan kesan pada konseli. bahwa konselor lebih mengenal konseli daripada dia mengenal diri sendiri. maksud Contoh Kr 'Tadi Saudari mengatakan. Sebaiknya konselor mengemukakan lebih dahulu kata-kata yang didengarkan atau perilaku yang diamatinya. Konselor tidak menambah sesuatu pada apa yang telah terungkap. sedangkan pemuda B akan membuat Saudari merasa puas karena mendapatkan kehangatan? Bagaimana menurut pendapat Saudari?". bahwa Anda kerap berkata-kata kasar terhadap teman-teman dan suka membeberkan kepada mereka semua kesalahan yang mereka perbuat. sehingga konseli bebas untuk menerimanya atau menolaknya. 'merasa sangat sukar memilih antara pemuda A dan pemuda B. Berdasarkan kesan-kesannya selama wawancara berlangsung. dengan didukung oleh pengalamannya dalam bergaul dengan orang serta pemahaman psikologis. Apa alasannya Draf kuliah Teknik Konseling . Penggunaan teknik ini pun menuntut kebijaksanaan. Teknik interpretasi menggali Iebih dalam daripada teknik penjelasan.Ag. Anda juga mengatakan di lain saat. Namun. Apakah mungkin kesukaran itu timbul karena status sosial pemuda A akan menaikkan gengsi Saudari. Tentu saja konselof harus cukup yakin pula mengenai S. interpretasi harus diberikan dengan cara yang bijaksana dan pada saat yang tepat. Suatu konfrontasi dapat mengejutkan konseli dan menimbulkan sikap defensif. Konseli setengah-setengah sudah menyadari pikiran atau perasaan itu (subconscious).

Sekarang ini kamu menyatakan keseganan untuk berkumpui dengan keluarga dan ingin tinggal di tempat lain. Tidak ada halangan apa-apa. bahwa sewaktu dirawat di rumah sakit ingin segera pulang. Apakah di sini tidak terdapat sesuatu yang ganjil?" Kr "Tadi Saudara mengatakan bahwa Saudara menuntut dari pacar. tetapi cara Saudara berbicara mencerminkari rasa sedih. S. agar ia menceritakan semua pengalamannya dengan bekas pacarnya. dengan nada suara rendah. termasuk semua penyelewengannya. Contoh (1)Kontradiksi antara lingkapan verbal dan nonverbal: Kr “Bagaimana keadaanmu sekarang?” Ki "Baik-baik saja ..M. bahwa kiranya semuanya tidak sesukar yang Anda bayangkan pada saat sekarang". kamu sendiri menyatakan keinginan untuk menyelesaikan persoalan salah paham an tara kamu dan paear. tuncluk kepala). Contoh : Kr "Rasa jijik pada warna merah yang kerap Saudara alami kiranya bersumber pada pengalaman yang Saudara ceritakan tadi. tidak disinggung oIeh konselor. Konselor memanfaatkan S. Kr "Maaf ya.Ag.27 | ketidaksesuaian itu timbul. dan menimbulkan kesan pada konseli bahwa dia masih dianggap seperti anak kecil. bagaimana?" Draf kuliah Teknik Konseling . Apakah keinginan ini tidak menimbulkan harapan pula. dan tidak boleh bicara dengan nada mengadili. Kemudian Saudara menyatakan tidak suka. ketika menolong seorang korban kecelakaan dan pakaian Saudara pun kena darah. selama pembicaraan ini Anda terus bicara bertele-tele. bahwa persoalan ini dapat diselesaikan seeara memuaskan. bahwa Saudara akan berhasil. atau "Saya yakin. lni kiranya bagaimana?" (2) Ketidakcocokan antara kata-kata dan tindakan konseli: Kr "Anda tadi berkata 'tidak suka bertcle-tele': tetapi.. baik yang diperoleh dari hasil testing psikologis maupun yang diperoleh dari konseh sendiri secara langsung atau diperoleh dari orang lain. maaf ya. perlu diperhatikan agar bombongan itu tidak bertele-tele atau berlebihan. ditinjau dari kesamaan hak antara pria dan wanita?" (r) Diagnosis (Diagnosis) Konselor mengatakan kepada konseli apa yang rnenjadi inti masalah dan/atau rnengapa masalah itu timbul. Konselor sampai pada diagnosis tertentu setelah semua data yang tersedia dihubungkan satu sama lain. Kr "Nah." (Berbicara sangat lambat." Contoh : Kr "Pada mulanya akan sedikit sukar melaksanakan keputusan itu. Menurut Saudara bagaimana? Apakah kedua hal itu tidak bertentangan satu sama lain. Konselor dapat membesarkan hati. Tentu saja konselor harus cukup yakin tentang apa yang ditunjukkan sebagai pertentangan. tetapi sekali mulai melangkah Anda akan melihat sendiri. atau memamerkan ketajaman penbimbeltannya. jika pacar Saudara yang sekarang ini menanyakan riwayat hidup Saudara dalam hal percintaan. menuduh. supaya dia terlibat pula dalam proses pemikiran. Dalam katakatanya konselor harus hati-hati. memberikan atau menunjukkan harapan. alasan itu dapat dibicarakan kemudian setelah konseli mengakui adanya ketidaksesuaian itu. bermuka suram. Miharja. supaya konseli tidak kehilangan semangat. jangan sampai memberikan kepastian yang sebenarnya tidak dapat diberikan. Ini kiranya bagaimana?" (3) Pertentangan antara dua hal yang dikatakan oleh konseli: Kr "Tadi kamu berkata beberapa kali. Semuanya beres . semua data yang diperolehnya. Saudara berkata: 'Semua baik'.Pd. lebihlebih pada saat segalanya terasa sulit.... misalnya dengan mengatakan: "Pasti semuanya akan baik dan berhasil". Sebaiknya konselor minta umpan balik dari konseli. Kiranya demikian?" (s) Dukungan (Reassurance/Support) Konselor memberikan semangat dan keyakinan kepada konseli. Namun.

Nasihat biasanya baru diberikan dalam fase penyelesaian masalah. Klarifikasi Perasaan dan Klarifikasi Pikiran. baik secara eksplisit maupun secara implisit. Maka. misalnya pada hari libur. Tapi apa yang terjadi sesudah tema pulang? Aku dimarahi setengah mati dan mereka bilang. Konselor yang bertugas di institusi pendidikan dapat saja mempunyai pertimbangan tertentu sebagai dasar yang membenarkan S. Konselor yang berpengalaman tidak akan ragu-ragu menggunakan teknik ini. lebih-lebih bila dia sedang dalam keadaan bingung. Namun. Aku tidak bisa membicarakan soal ini Draf kuliah Teknik Konseling . S. Konselor yang berpengalaman sekalipun akan sang at berhati-hati dalam hal ini. saya ada usul: mengambil tes minat di lembaga testing yang sudah lama menjalin hubungan kerja sama dengan sekolah kita. untuk itu konselor minta umpan balik. Advice) Konselor memberikan nasi hat. yang bersifat menolak pandangan. tidak dapat saya restui karena ini tindakan yang salah!" "Pendapatmu. tindakan. Contoh : Kr "Seandainya Saudara mencari kesempatan untuk berbicara terus terang kepada orang tua mengenai hal ini.. Contoh : "Rencanamu untuk membalas dendam kepada guru yang memberikan nilai kurang dalam buku rapor. bahwa orang yang sudah berpacaran lama harus melakukan hubungan intim untuk melihat apakah mereka cocok dalam bidang seksual. harus digunakan secara luwes dan lama-kelamaan diterapkan secara spontan. namun serangkaian latihan terarah dalam rangka praktikum konseling (microconseling) dapat membiasakan mereka dengan penggunaan aneka teknik ini sebagaimana mestinya. kalau-masih ada teman pria yang datang lagi. pada waktu orang tua tidak terlalu sibuk. (Wanita remaja) "Pada suatu hari ada teman pria datang ke rumah pinjam catatan. Ada konseli yang kadang-kadang membutuhkan hal ini. dengan demikian timbul kesulitan pula dalam merumuskan tanggapan verbal berupa Refleksi Pikiran.Pd. Khususnya.Ag. harus ditolak karena melanggar norma moralitas!" Teknik-teknik konseling verbal yang disebutkan di atas. Miharja. tetapi dia harus sangat bijaksana dalam menentukan terhadap siapa dan kapan teknik ini sebaiknya digunakan.28 | (t) Usul/Saran (Suggestion. Sebagai contoh latihan dalam mengenali pikiran dan perasaan orang lain serta merumuskan tanggapan verbal yang sesuai disajikan suatu ungkapan seorang remaja. Bujukan (persuasion) adalah saran yang disertai desakan kuat untuk menerimanya dan melaksanakannya. Teknik ini hanya boleh digunakan jika hubungan antara konseli dengan konselor sangat baik. Bagaimana?” Kr "Coha ya. namun konseli tidak boleh merasa dikejar-kejar atau dipaksa. atau rencana konseli. rcnggunaan teknik ini. agar konseli mengambil tindakan tertentu atau memilih cara A daripada cara B. Menurut pengalaman pengarang buku ini. bahkan akan membantu konseli untuk menghadapi dirinya sendiri secara realistis. untuk itu dibutuhkan pengalaman di lapangan yang cukup lama. bayangkan bagaimana tindakan terhadap aku ini.M. Coba. tidak mengherankan kalau semua calon konselor masih mengalami kesulitan dalam penggunaan teknik-teknik itu. mula-mula orang tua bersikap biasa dan hatiku sudah merasa senang karena tidak dimarahi. bila seluk-beluk permasalahannya sudah jelas dan konselor yakin bahwa usul atau sarannya memang sesuai dengan keadaan konseli. mengenali pikiran dan perasaan yang terungkap secara implisit menuntut kemampuan untuk membayangkan bagaimana pikiran dan perasaan orang lain (social insight. social feeling). Negative Evaluation) Konselor menyatakan pendapatnya berdasarkan pertimbangan objektif. nasihat harus diterima baik oleh konseli dan diyakini kecocokannya. Bagaimana menurut pendapatmu?" (u) Penolakan (Criticism. misalnya pertimbangan moral dan pertimbangan pedagogis. Rcfleksi Perasaan. maka aku tidak boleh sekolah lagi. banyak calon konselorderutama mengalami kesulitan dalam mengenali pikiran serta perasaan yang terungkap. sehingga komentar negatif dari konselor tidak akan merusak hubungan.

tetapi kemudian merasa pedih dan terpukul sekali. sehingga pergaulan dengan teman sangat kurang. orang tua kelihatannya tidak apa-apa. patut dicatat bahwa kata "merasa .M. Kira-kira demikian?" Dalam menanggapi pesan konseli. Demikian pula sebaliknya. " dalam bahasa percakapan sehari-hari tidak selalu menunjuk pada ungkapan perasaan. masing-masing mengandung pro dan kontra sebagaimana dijelaskan di bawah ini. Klarifikasi perasaan: "Mula-mula kau merasa lega dan gembira. Draf kuliah Teknik Konseling . konselor biasanya juga banyak memberikan tanggapan pemantulan perasaan. tetapi dalam konteks tertentu dapat menunjuk pada ungkapan pikiran. yang dapat disertai perasaan implisit merasa bersalah. Misalnya. Untuk membantu konselor mendeskripsikan perasaan konseli dengan menyebutkan nama perasaan psikologis tertentu. kamu kurang mengerti mengapa orang tua berbalik sikap dan dalam hati juga menyalahkan mereka. Akibatnya ialah pergaulanmu terlalu terbatas. karena kau mengalami kekurangan dalam hal pendidikan dan kasih sayang. Hanyalah sahabat di sekolah dianggap dapat mengerti kamu. merasa setuju sebenarnya bukan deskripsi perasaan. mereka marah-marah sampai mengeluarkan ancaman tidak boleh bersekolah lagi kalau masih akan dikunjungi teman laki-laki. melainkan ungkapan gagasan evaluatif.Ag.Pd. konselor dapat lebih memperhatikan ungkapan pikiran atau lebih memperhatikan ungkapan perasaan.. melainkan deskripsi pikiran. lebih-lebih bilakonselor yang berbicara. sebaiknya merasa setuju diganti dengan menyetujui. hanya bisa bicara dengan teman akrab di sekolah. Refleksi perasaan Restatement: "Jadi mula-mula kau merasa senang dengan sikap orang tuamu.." Klarifikasi pikiran: " Kalau tidak salah tangkap. menggunakan kiasan bahasa atau menggunakan kiasan perasaan. seluruh pikiran yang menyertai ungkapan perasaan itu dapat digali kemudian. akibat dari broken home". S. setelah kawanmu pergi. Dalam memberikan pemantulan perasaan melalui teknik refleksi dan klarifikasi.. Pada dasarnya kau merasa kasihan pada dirimu sendiri. Miharja. karena aku ini kurang berpendidikan dan kasih sayang. Namun. kau kurang mendapat pendidikan dan cinta kasih di rumah karena keluargamu sudah retak. konselor harus mendeskripsikan perasaan yang dialami konseli. melukiskan perbuatan yang ingin dilakukan. Jadi setiap ada masalah aku hanya dapat berbicara dengan teman. dengan menyebutkan nama perasaan. Dengan siapa kau dapat membicarakan hal ini selain dengan sahabat di sekolah? Menurut pendapatmu. Pergaulan dengan teman dianggap sangat kurang." Refleksi pikiran Restatement "Jadi pada waktu teman pria datang ke rumah.29 | dengan mereka. Mengutamakan ungkapan perasaan atau mengutamakan ungkapan pikiran. menganggap diri salah bukan deskripsi perasaan. Misalnya. jika konseli pada awal proses konseling banyak mengungkapkan perasaan. dan ini disebabkan karena kedua orang tuaku broken home. Kau merasa bersyukur mempunyai teman dekat yang menunjukkan pengertian. kau dimarahi dan diancam tidak boleh bersekolah lagi kalau masih ada teman pria datang. Tahu-tahu. di bawah ini disajikan dua daftar nama perasaan. Kamu memandang dirimu sebagai anak yang serba sial. S. Soal ini hanya dapat kau bicarakan dengan teman akrab di sekolah. dengan menggolongkan semua perasaan itu dalam kelompok perasaan senang dan perasaan tidak senang. Parafrase: "Jadi ketika teman laki-laki berkunjung ke rumah.l Namun sepulangnya teman itu. Demikian pula suatu kata yang terdapat dalam kedua daftar itu tidak selalu menunjuk pada ungkapan perasaan. orang tuamu bersikap biasa saja. Misalnya." Parafrase: "Jadi awal mula Anda merasa puas (senang) karena sikap baik orang tua.

duduk agak bersandar. dan  lega sesudah mengungkapkan semua perasaannya. volume suara.M. (Sikap dasar) (c) Anggukan kepala: untuk menyatakan penerimaan dan menunjukkan pengertian. misalnya penerimaan (acceptance) dan pemahaman (understanding). misalnya konseli merasa:  sulit mengungkapkan perasaannya. kecepatan berbicara. cara berpakaian.Pd. Bila konseli diam. Sejumlah cara konselor dapat berkomunikasi secara nonverbal dengan helpee dan mahahelpee yang berurusan dengun dia. Dalam arti sempit perilaku nonverbal menunjuk pada reaksi atau tanggapan yang dibedakan dari berbahasa dengan memakai kata-kata. misalnya pada saat menyambut kedatangan konseli.Ag. isyarat dan pandangan mata. berbagai gerakan tungkai kaki dan tangan. juga menunjuk pada gejala-gejala vokal yang menyertai ucapan kata-kata. sikap badan.  bingung dan mengharapkan saran dari konselor. Dalam arti luas perilaku nonverbal. cara menata rambut. lamanya berbicara.. perabot di dalam rumah. hiasanhiasan di ruang. (Menguatkan. (Sikap dasar). anggukan kepala.  malu untuk berbicara danlatau gelisah. antara lain: (a) Senyuman: untuk menyatakan sikap menerima. Di bawah ini ditambahkan sejumlah cara yang dapat dipandang sebagai suatu teknik konseling yang nonverbal. Menunjang) (d) Gerak-gerik lengan dan tangan: untuk memperkuat apa yang diungkapkan secara verbal. Sikap badan jelas-jelas menyampaikan suatu pcsan kepada konseli. misalnya membungkuk ke depan. dan sebagainya. serta ungkapan-ungkapan perasaan. Teknik ini digunakan dengan sengaja untuk menyampaikan suatu pesan tertentu kepada konseli pada waktu wawancara berlangsung. Gerak-gerik semacam itu banyak variasinya dan mengandung macam-macam makna. namun lamanya tergantung pada makna yang terkandung dalam diamnya konseli. termasuk juga dalam arti yang luas itu berbagai cara membawa diri dan menampilkan diri. Tentu saja harus terdapat kesesuaian atau kesclarasan antara scgala ucapan verbal konselor dan perilakunya yang nonverbal. Semua bentuk perilaku nonverbal itu mengandung nilai-nilai komunikatif dan dapat berperan sebagai bentuk komunikasi implisit dalam komunikasi antarpribadi. duduk. saat-saat diam. into nasi dan nada berbicara (paralinguistic phenomena). mengatur pikirannya atau menenangkan diri (Sikap dasar). misalnya ekspresi wajah. menyentuh. gerakan lengan dan tangan. (Sikap dasar) Draf kuliah Teknik Konseling . Boleh juga menyertai kata-kata yang bertujuan membombong. seperti kekeliruan pada waktu berbicara. Kesimpulan: penggunaan teknik berdiam diri tidaklah mudah.30 | S. sinkronisasi antara bicara dan bergerak. penggunaan kosmetika dan perhiasan. BAB 5 TEKNIK KONSELING YANG NONVERBAL Istilah perilaku nonverbal (nomterbal behavior) dapat diartikan secara sempit dan secara luas. Miharja. di samping hal-hal yang disebutkan di atas.  antipati terhadap konselor karena bersikap bermusuhan.mau memperhatikan. lebih-Iebih pesan yang agak sulit dirumuskan secara verbal seperti sikap dasar. mungkin konselor ikut berdiam diri. seperti berjalan. perlengkapan kantor. (Sikap dasar) (b) Cara duduk: untuk menyatakan sikap rileks dan sikap. guna melengkapi dan menunjang teknik-teknik yang verbal atau menggantikannya. S. Teknik-teknik nonverbal itu adalah. Menunjang) (e) Berdiam diri: untuk memberikan kesempatan kepada konseli berbicara secara leluasa. (Menguatkan.

termasuk orang dewasa terhadap anak. menunjang dan memodifikasi pernyataan verbal serta memberikan umpan balik evaluatif tentang proses hubungan antarpribadi. S. Namun.Ag. atau mempermalukan. dengan nada suara. air muka. S. sedangkan maknanya juga tergantung pada lingkungan budaya di daerah tertentu.Pd. mengerutkan kening. untuk menunjang atau mendukung tanggapan verbal dan/atau menyatakan sikap dasar. lebih-lebih dalam lingkup kebudayaan yang cenderung menghindari kontak fisik selain berjabatan tangan sebagai tanda salam: apalagi kontak fisik di antara orang yang berlainan jenis. Namun perlu diingat. roman muka. jangankan menyentuh dengan cara yang dapat ditafsirkan sebagai pelecehan seksual oleh pihak yang mencari-cari kesalahan. Selain digunakan sebagai teknik nonverbal. dan datam banyak lingkungan kebudayaan lebih bermakna bagi kaum wanita. raut muka): untuk menunjang atau mendukung dan menyertai reaksi-reaksi verbal. lama-kelamaan menjadi milik pribadi seseorang. dan wajah cerah. senyum. Halhal ini termasuk rumpun gejala vokal. kontak mata juga sarana pengamatan terhadap konseli karena sinar mata dan raut muka dapat mengungkap suatu perasaan yang dialami. misalnya mengerutkan dahi. Saluran komunikasi ini digunakan orang untuk mengungkapkan perasaan.akan memperkaya lalu lintas hubungan antarpribadi dengan konseli karena dia mampu menangkap makna yang terkandung dalam komunikasi nonverbal di pihak konseli dan sekaligus mewujudkan komunikasi bermakna di pihaknya sendiri. harus dihindarkan kesan bahwa konselor mengejar. mengangkat alis. kiranya dapat diandalkan memang sesuai dengan isi batin orang.M. lebih cepat. (Menunjang) (g) Kontak mata (konselor mencari kontak mata dengan konseli). lebih lambat. lebih tinggi atau lebih rendah. Maka disarankan supaya konselor mengendahkan diri dalam menggunakan sentuhan sebagai tanda perhatian dan keprihatinan. misalnya konselor berbicara lebih lembut.. Dia paham bahwa ekspresi komunikasi nonverbal tidak selalu mudah ditafsirkan karena pengaruh kultural. Miharja. (Menunjang) (i) Sentuhan: untuk menunjang tanggapan verbal dan/atau menyatakan sikap dasar. Cara menatap muka si konseli haruslah sesuai dan wajar. Konselor yang memahami corak khas yang terkandung dalam komunikasi nonverbal dan semakin menggunakannya secara sadar. Mimik bervariasi banyak. bahwa kontak fisik antara konselor dan konseli secara potensial dapat membahayakan. namun dapat pula digunakan untuk menipu. meskipun tidak mudah untuk tetap konsisten dan konsekuen dalam hal ini. .31 | (f) Mimik (ekspresi wajah. seperti juga gerakan tubuh dan kualitas vokal dapat mengandung makna ekspresi afektif. Draf kuliah Teknik Konseling . memaksa konseli. (h) Variasi dalam nada suara dan kcccpatan bicara: untuk Iucnyesuaikan diri dengan ungkapan perasaan konseli.

penuh perhatian. duduk akrab berhadapan atau berdampingan. (5) eksplorasi. menciptakan suasana yang aman. Ciri-ciri attending yang baik adalah: (a) menganggukkan kepala apabila menyetujui pernyataan klien. Proses konseling menuntut keterlibatan atau partisipasi dari klien. duduk kurang akrab dan berpaling. Oleh karena itu. menunggu ucapan klien hingga selesai. mengaIihkan pandangan. A. (d) memutuskan pembicaraan. (c) posisi tubuh agak condong ke arah klien. bersandar di kursi. Dalam setiap tahapan proses konseling memerlukan penerapan keterampilanketerampilan tertentu. tahap akhir (action). miring. (6) bertanya. Secara umum proses konseling terbagi atas tiga tahap yaitu: pertama. S. (3) empati. Keterampilan Attending (Attending Skills) Keterampilan attending adalah perilaku konselor menghampiri klien yang diwujudkan dalam bentuk kontak mata dengan klien.Pd. jarak duduk dengan klien menjauh. Ciri-ciri perilaku attending (attending skills) yang tidak baik adalah: (a) kepala kaku. Keterampilan attending juga mencerminkan bagaimana konselor menghampiri klien yang diwujudkan dalam perilaku di atas. diam atau menunggu kesempatan bereaksi. tegang. Miharja.Ag. jarak antara konselor dengan klien dekat. tahap pertengahan (tahap kerja dengan masalah tertentu). (7) mengungkap pesan utama. Kedua. Ketiga. dan mata melotot. Selain itu. Agar proses konseling dapat berjalan secara lancar dan tujuannya tercapai secara efektif dan efisien. akan memudahkannya untuk membuat klien terlibat pembicaraan dan terbuka.M. (b) ekspresi wajah tenang. berbicara terus tanpa ada teknik diam. BAB 6 TEKNIK DALAM TAHAPAN KONSELING Konseling merupakan pekerjaan profesional seperti halnya guru. Berikut akan dijelaskan masing-masing keterampilan dalam masing-masing tahapan konseling. (e) mendengarkan secara aktif. (d) variasi isyarat gerakan tangan berubah-ubah untuk menekankan suatu pembicaraan. (4) refleksi. tidak melihat klien saat klien berbicara. dan bahasa lisan. Sebagai suatu pekerjaan profesional menuntut dimilikinya sejumlah kompetensi dan keterampilan tertentu. bahasa tubuh. (8) mendorong dan dorongan minimal. konseling juga merupakan suatu proses. konselor harus mampu mengimplementasikan keterampilanketerampilan tertentu yang relevan. Tahap Awal Konseling Tahap awal konseling disebut dengan tahap identifikasi masalah. Konselor yang terampil adalah yang mengetahui atau memahami sejumlah keterampilan tertentu dan mampu mengimplementasikannya dalam proses konseling. (b) ekspresi muka melamun. ceria. dan perhatian terarah pada lawan bicara.32 | S. tidak Draf kuliah Teknik Konseling . (c) posisi tubuh tegak kaku. 1. dan senyum.. dan mempermudah ekspresi perasaan klien secara bebas. kemampuan attending konse1or. Attending yang baik akan dapat meningkatkan harga diri klien. Dalam tahap ini ada sejumlah keterampilan yang bisa diterapkan oleh konselor yaitu: (1) attending. (2) mendengarkan. tahap awal (tahap identifikasi masalah).

memahami perasaan. S.33 | memberikan kesempatan kepada klien untuk berbicara. yaitu keterampilan pembimbing atau konselor merefleksikan 2. (c) refleksi pengalaman. Selama sesi konseling berlangsung. dan pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbalnya. Selain itu. pikiran. dalam arti akan mengalami kesulitan membantu mencarikan alternatif pemecahan masalah individu (klien). pikiran. pikiran. Empati sangat penting dalam proses konseling. Empati ada dua macam yaitu: pertama. empati tingkat tinggi (advanced accurate empathy). pengalaman bahkan penderitaannya. Keterampilan Berempati (Emphaty Skills) Empati adalah kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan klien. yaitu kemampuan konselor memahami perasaan. dan keinginan Anda" berarti konselor bersimpati. kemampuan konselor Draf kuliah Teknik Konseling . dan pengalaman klien. Melalui keterampilan ini. (b) refleksi pikiran. yaitu keterampilan pembimbing atau konselor untuk memantulkan ide. pikiran. berarti konselor sedang berempati. mudah buyar oleh gangguan Iuar. proses konseling tidak akan berjalan secara efektif. Refleksi ada tiga macam yaitu: (a) refleksi perasaan.M. keinginan.. pikiran. Ketika konselor berkata: "Saya memahami perasaan. dan pengalaman klien. 3. empati primer (primary empathy). keinginan. yaitu kemampuan konselor memahami perasaan. pendapat klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbal terhadap klien.Pd. oleh sebab itu seorang konselor tidak boleh memiliki gangguan pendengaran. pembimbing atau konselor harus mendengarkan secara sungguh-sungguh apa yang dituturkan oleh klien.dan bukan untuk atau tentang klien. (e) perhatian terpecah. Dari sini nantinya akan menentukan ketepatan pengambilan kesimpulan sementara maupun kesimpulan akhir wawancara konseling. Miharja. Keterampilan Refleksi Refleksi adalah keterampilan pembimbing atau konselor untuk memantulkan kembali kepada klien tentang perasaan. Optimalisasi keterampilan ini sangat didukung oleh fungsi pendengaran (telinga). Konselor yang tidak mampu berempati tidak akan bisa menjadi pemecah masalah yang efektif.Ag. pikiran. Pembimbing atau konselor harus bisa menjadi pendengar yang baik selama sesi konseling berlangsung. dengan berempati klien akan tersentuh dan bersedia serta terbuka untuk mengemukakan isi yang tersimpan dalam lubuk hati yang dalam berupa perasaan. serta pengalaman klien secara lebih mendalam. Empati diawali dengan simpati. tetapi ketika konselor berkata: "Saya dapat merasakan apa yang Anda rasakan". Pengambilan kesimpulan sementara atau akhir bisa salah apabila konselor tidak mendengarkan secara sungguh-sungguh penuturan klien. Tanpa keterampilan ini. dan menyentuh klien karena konselor ikut dengan perasaan tersebut. Keterampilan Mendengarkan Keterampilan mendengarkan adalah kemampuan pembimbing atau konselor menyimak atau memperhatikan penuturan klien selama proses konseling berlangsung. 4. S. Kedua. keinginan. merasa dan berpikir bersama klien . pembimbing atau konselor tidak akan dapat menangkap pesan pembicaraan. dalam proses konseling diharapkan klien akan terlibat pembicaraan dan terbuka. Tanpa empati. yaitu keterampilan konselor untuk dapat memantulkan (merefleksikan) perasaan klien sebagai hasil pengamatan verbal dan nonverbal terhadap klien.

Pada keterampilan bertanya tertutup. yaitu keterampilan konselor untuk menggali pengalaman-pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbal klien. pertanyaan yang diajukan konselor kepada klien mengandung jawaban yang singkat dari klien seperti ya atau tidak. terbuka. dan terancam. yaitu: pertama. Keterampilan Menangkap Pesan Utama (Parapharasing) Dalam sesi konseling sering klien mengemukakan perasaan. tertekan. dan pengalaman klien. dan pengalamannya secara berbelit-belit. menutup din. 5. eksplorasi perasaan. yaitu keterampilan konselor untuk menggali perasaan klien yang tersimpan. eksplorasi pengalaman. pikiran. klien akan selalu terlibat dalam pembicaraan dan terbuka. 7. Tanpa keterampilan ini. S. Tujuan keterampilan ini adalah menjadikan klien terbuka dan bersedia untuk berbicara serta dapat mengarahkan agar pembicaraan (wawancara konseling) mencapai tujuan. Keterampilan ini bertujuan untuk mengatakan kembaIi esensi atau inti ungkapan klien. akan memungkinkan klien untuk bebas berbicara tanpa rasa takut.M. Tanpa keterampilan ini. pikiran. Miharja. Ketiga. Kedua. Keterampilan Memberikan Dorongan Minimal Keterampilan memberikan dorongan minimal adalah kemampuan konselor memberikan dorongan langsung dan singkat terhadap apa yang telah dikatakan oleh klien. Pada keterampilm bertanya Draf kuliah Teknik Konseling . Keterampilan bertanya ada dua macam yaitu: pertama. Eksplorasi ada tiga macam. Kedua. Keterampilan ini penting karena dalam konseling terkadang klien menyimpan rahasia. Melalui keterampilan ini. S. eksplorasi pikiran.Pd. pikiran. Melalui keterampilan ini. dan pendapat klien. Keterampilan eksplorasi adalah suatu keerampilan kensoler untuk menggali perasaan. yaitu keterampilan atau kemampuan konselor untuk menggali ide. dan (d) mengecek kembali persepsi konselor tentang apa yang dikemukakan oleh klien. Oleh sebab itu. diperlukan kemampuan konselor menangkap pesan utama (ide utama) dari penuturan-penuturan klien selanjutnya dinyatakan secara sederhana dan disampaikan dengan bahasa sendiri oleh konselor.Ag. (b) mengendapkkan apa yang diungkapkan klien dalam bentuk tingkasan.. pertanyaan-pertanyaan yang diajukan bersifat terbuka dan klien bebas menjawabnya. keterampilan bertanya terbuka. pertanyaan-pertanyaan yang diajukan konselor mungkin tidak dipahami klien sehingga ia tidak bisa menjawab (diam). dan lain sebagainya. Keterampilan ini penting dimiliki oleh setiap konselor.34 | pengalaman-pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap pelilaku verbal dan nonverbal klien. keterampilan bertanya tertutup. setuju atau tidak setuju. Keterampilan Bertanya Keterampilan bertanya adalah suatu kemampuan pembimbing atau konselor mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada sesi konseling. 6. Keterampilan Eksplorasi Istilah eksplorasi bisa berarti penelusuran atau penggalian. dan diam seribu bahaya atau tidak mampu mengemukakan pendapatnya secara terus terang. SeIain itu juga bertujuan untuk: (a) mengatakan kembali kepada klien bahwa konselor bersama dia dan berusaha memahami apa yang dikatakan klien. sehingga mudah dipahami. Parapharasing yang baik adalah menyatakan kembali pesan utama klien secara saksama dengan kalimat yang mudah dan sederhana. (c) memberi arah wawancara konseling. konselor juga akan mengalami kesulitan membuka sesi konseling.

konselor harus memimpin arah pembicaraan sehingga tujuan konseling dapat tercapai secara efektif dan efisien. ide awal dengan ide berikutnya.M. Tahap Pertengahan 1. 6. Tujuan keterampilan ini adalah untuk melihat kemajuan wawancara konseling pada setiap tahapannya. kurang jelas. Penerapan keterampilan ini harus secara hati-hati dilakukan oleh konselor. Keterampilan Memudahkan (Facilitating) Facilitating adalah suatu keterampilan membuka komunikasi agar klien dengan mudah berbicara dengan konselor dan menyatakan Draf kuliah Teknik Konseling . yaitu ketika klien menunjukkan tandatanda akan mengurangi atau menghentikan pembicaraan. 2.Pd. Selain itu juga bertujuan untuk: (a) memberikan kesempatan kepada klien untuk melakukan feed back (kilas balik) dari hal-hal yang telah dibicarakan. Melalui keterampilan ini juga akan dapat meningkatkan eksplorasi diri. dan (e) dilakukan konselor bersamaan dengan perilaku attending dan empati. (e) membawa klien kepada kesadaran adanya diskrepansi. senyum dengan kepedihan dan sebagainya. Keterampilan ini akan membantu klien memusatkan perhatiannya pada pokok pembicaraan. melainkan Iebih banyak mengamati jalannya wawancara konseling. yaitu dengan eara: (a) memberi . Memimpin arah pembicaraan bukan berarti konselor mengarahkan klien ke arah pembicaraan sesuai keinginan konselor. (d) mempertajam atau memperjelas fokus pada wawancara konseling. (b) menyimpulkan kemajuan hasil pembicaraan secara bertahap. Keterampilan ini berguna untuk: (a) mendorong klien mengadakan instrospeksi diri secara jujur. konflik dalam dirinya. Keberhasilan konselor memimpin arus lalu lintas bimbingan dan konseling dipengaruhi oleh tipe-tipe kepemimpinan konselor itu sendiri apakah demokratis. Penerapan keterampilan ini dalam sesi konseling harns dilakukan secara selektif. Keterampilan Menjernihkan (Darifying) Keterampilan menjernihkan adalah kemampuan konselor menjernihkan atau memperjelas ucapan-ucapan klien yang samar-samar. mengulang.. dan mengilustrasikan perasaannya. (c) untuk meningkatkan kualitas diskusi.komentar khusus terhadap klien yang tidak konsisten secara tepat waktu. B. dan (b) agar klien menjelaskan. 5. Keterampilan Melakukan Konfrontasi Konfrontasi merupakan suatu kemampuan konselor menantang klien untuk melihat adanya diskrepansi atau inkonsistensi (ketidakkonsistenan) antara perkataan dengan bahasa badan atau perbuatan. (a) mengajak klien untuk menyatakan pesannya secara jelas. Tujuan keterampilan ini adalah. Keterampilan Memfokuskan Seorang konselor yang efektif harus mampu membuat fokus melalui perhatiannya yang terseleksi terhadap pembicaraan dengan klien. (b) tidak menilai apalagi menyalahkan. Miharja. Keterampilan Memimpin Agar pembicaraan dalam wawancara konseling tidak menyimpang. Keterampilan Menyimpulkan Sementara Keterampilan menyimpulkan sementara adalah suatu kemampuan konselor bersama klien untuk menyampaikan kemajuan hasil pembicaraan. mempertajam atau memperjelas fokus wawancara konseling. 4. (b) meningkatkan potensi klien.Ag. S. dan agak meragukan.35 | S. Atau ketika klien kurang memusatkan pikirannya pada pembicaraan dan ketika konselor merasa risau terhadap pembicaraan klien. 3. otoritas dan permisif (masa bodoh).

S. Oleh sebab itu. Keterampilan ini bertujuan agar klien terus berbicara dan dapat mengarahkan agar pembicaraan mencapai tujuan. (b) membantu klien untuk lebih memahami dirinya. Meskipun demikian pemberian nasihat tetap perlu harus dipertimbangkan. (c) jika klien kehilangan arah pembicaraan. Keterampilan Memberi Informasi Informasi diberikan oleh konselor kepada klien harus hal-hal yang diketahui konselor. klien dapat mengikuti ekspresi yang membawanya berpikir dan bangkit dengan tilikan yang mendalam. Hal yang harus dijaga untuk memberi nasihat adalah tujuan konseling. Keterampilan Memberikan Dorongan Minimal (Minimal Encouragement) Minimal encouragement atau keterampilan memberikan dorongan minimal adalah suatu upaya konselor memberikan dorongan secara langsung dan singkat agar kliennya selalu terlibat dalam pembicaraan dan dirinya terbuka. Sebaliknya. Keterampilan Menafsirkan atau Interpretasi Keterampilan menafsirkan atau interpretasi merupakan upaya konselor mengulas pikiran. (b) jika klien lambat berpikir ilntuk. Draf kuliah Teknik Konseling .Ag. Melalui keterampilan ini. 9. Dorongan minimal dilakukan oleh konselor apabila klien kelihatan akan mengu. yakni kemandirian klien harus tetap tercapai. pikiran. dan ketika konselor ragu terhadap pembicaraan klien. sering diam. mengambil keputusan. perasaan. Keadaan diam akan membantu konselor: (a) untuk mendorong klien untuk berbicara. konselor secara jujur harus mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui informasi tersebut. 10. dan kurang partisipatif. diam atau tidak bersuara bisa menjadi teknik konseling. Keterampilan Mengambil lnisiatif Mengambil inisiatif perlu dilakukan oleh konselor apabila klien kurang bersemangat untuk berbicara. Keterampilan Mengarahkan (Directing) Directing adalah kemampuan konselor mengajak dan mengarahkan klien untuk berpartisipasi secara penuh dalam proses konseling.rangi atau menghentikan pembicaraan. (d) mengurangi kecepatan wawancara. Keterampilan Memberi Nasihat Nasihat bisa diberikan kepada klien apabila ia meminta. Apabila konselor tidak mengetahui informasi apa yang dikehendaki klien. Keterampilan ini diterapkan apabila: (a) akan mengambil inisiatif jika klien tampak kurang bersemangat..Pd. Melalui keterampilan ini juga akan dapat meningkatkan eksplorasi diri. 12. 8. 13. (c) setelah diam. Konselor dapat mengucapkan kata-kata yang mengajak klien untuk. ketika klien kurang memusatkan pikirannya pada pembicaraan. Sifat-sifat subjektif tidak boleh dimasukkan ke dalam interpretasi. apabila konselor mengetahui. 7.36 | perasaan. berpatisipasi dan berinisiatif dalam menuntaskan pembicaraan. 11. konselor harus dapat memanfaatkan situasi ini. konselor mengajak klien agar berbuat sesuatu atau mengarahkannya agar berbuat sesuatu. Keterampilan Sailing (Saat Diam) Dalam proses konseling.M. dan pengalaman klien dengan merujuk kepada teori-teori. S. dan pengalamannya secara bebas sehingga komunikasi dan partisipasi meningkat serta proses konseling berlangsung secara efektif. Miharja. sebaiknya upayakan agar klien tetap mengusahakannya (klien mencari sendiri sumber informasi tersebut).

dan (f) memberikan tugas-tugas tertentu kepada klien apabila diperlukan.Pd. seorang konselor harus melalui berbagai latihan secara berurutan. Draf kuliah Teknik Konseling .37 | Tujuan keterampilan ini adalah untuk memberikan rujukan. (c) pokok-pokok pembicaraan apa yang akan dibicarakan pada sesi selanjutnya. Miharja.. (d) mengajak klien kembali sambil menunjukkan isyarat gerak tangan. dilanjutkan dengan latihan makro. Melalui keterampilan ini. 3. Dari kesimpulan pembicaraan akan diketahui: (a) bagaimana keadaan perasaan klien saat ini. (e) menunjukkan catatan-catatan singkat kepada klien tentang hasil pembicaraan (hasil wawancara konseling). (c) menunjukkan kepada klien tentang pertemuan yang akan datang. Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi ditentukan apa tindak lanjutnya (follow up-nya). Semua keterampilan konseling dilatihkan satu persatu secara bertahap. 4. Secara umum penutupan sesi konseling dilakukan oleh konselor dengan melakukan hal-hal sebagai berlkut: (a) mengatakan bahwa waktu konseling akan berakhir. konselor harus dapat membantu klien untuk dapat membuat rencana berupa suatu program untuk action. 2. Keterampilan Menilai (Mengevaluasi) Keterampilan menilai atau mengevaluasi berarti kemampuan konselor menetapkan batas-batas atau ukuran-ukuran keberhasilan proses konseling yang telah dilaksanakan. konselor menetapkan sisi mana dali proses konseling yang telah dicapai dan sisi mana yang belum. Untuk menguasai keterampilan-keterampilan konseling di atas. (b) merangkum isi pembicaraan (isi wawancara konseling). Akan tetapi. seorang kenselor juga harus menguasai teori-teori konseling yang ada. dan situasi konseling itu sendiri.M. (b) apa rencana klien selanjutnya. yaitu setelah sebagian keterampilan dikuasai dalam latihan mikro. S. Keterampilan Merencanakan Menjelang sesi akhir wawancara konseling. Keterampilan Menyimpulkan Keterampilan menyimpulkan merupakan kemampuan konselor mengambil inti pokok pembicaraan selama proses konseling berlangsung. S. yaitu rencana perbuatan nyata yang produktif bagi kemajuan klien. Berbagai cara bisa dilakukan oleh konselor untuk menutup sesi konseling. Selain itu juga bisa ditetapkan kendala apa yang menjadi penghambat proses konseling. Penutupan sesi konseling tidak harus dilakukan secara seragam oleh semua konselor. Keterampilan-keterampilan konseling di atas diterapkan dalam praktik konseling terutama pada teknik-teknik melakukan konseling). Keterampilan Mengakhiri Konseling Keterampilan mengakhiri konseling merupakan suatu kemampuan konselor menutup sesi konseling. Kesimpulan pembicaraan atau wawancara konseling bisa dilakukan konselor bersama klien. Latihan micro counseling atau konseling mikro adalah suatu cara memberikan penguasaan teknik-teknik konseling kepada calon konselor. Dengan demikian. C Tahap Akhir (Action) 1.Ag. masalah klien. pandangan atau perilaku klien agar klien mengerti dan berubah melalui pemahaman dari hasil rujukan tersebut. Masing-masing konselor tentu memiliki teknik tensendiri dalam menutup sesi konseling yang disesuaikan dengan kondisi klien. Rencana yang baik harus merupakan hasil kerja sama antara konselor dengan klien. keterampilan merencanakan adalah kemampuan konselor merencanakan tindakan nyata (action) yang produktif bagi kemajuan kliennya.

Keempat. Draf kuliah Teknik Konseling . Ketiga. mengadakan diskusi.. Kedua. S.. Pengamat dan pembimbing memberikan penilaian dan masukan untuk bahan diskusi. menyiapkan pasangan-pasangan pemain (koselor dan klien untuk melakukan permainan peran konseling dengan kasus yang telah disiapkan. Kelima. S. Beberapa kegiatan yang dilatihkan dalam konseling. Pada sesi akhir latihan diadakan evaluasi dan diskusi setelah menyaksikan atau mendengarkan rekaman kaset video. latihan menulis kasus..Pd. makro adalah: pertama. menonton tayangan video micro counseling yang digunakan sebagai rujukan bagi calon hmselor.. Miharja. melakukan latihan konseling dan memvideokannya.M.38 | Latihan micro counseling dilengkapi dengan rekaman video dan tape recorder. Keenam. mengadakan tayangan ulang untuk dievaluasi dan dengan menggunakan lembar evaluasi yang telah disiapkan oleh pembimbing.Ag. Latihan macro counseling atau konseling makro adalah melatihkan secara role playing beberapa keterampilan konseling yang telah dikuasai melalui mikro konseling. selanjutnya mengadakan latihan ulang dan memperbaiki keterampilan berdasarkan masukan dari pengamat. Setiap calon konselor mengawasi peristiwa atau cerita kasus yang terdiri atas deskripsi dan dialognya.

Miharja. dan keterbukaan mengenai apa yang dihayati oleh konselor sendiri tentang konseli (counselor congruence). melainkan peranan yang sangat aktif. Selama proses konseling semua pengalaman nyata dalam bergaul dengan orang lain dan dalam dirinya dibiarkan muncul dan disadari sepenuhnya. BAB 7 TEKNIK KONSELING CLIENT CENTER Istilah Client-Center merupakan corak konseling yang menekankan peranan konseli sendiri dalam proses konseling. Kalau semua kondisi tertentu terpenuhi. Konseli menetapkan bagi dirinya sendiri tujuan apa yang ingin dicapainya dalam proses konseling. yang meyakinkan konseli dia diterima dan dipahami konselor memungkinkan konseli untuk mengungkapkan seluruh perasaannya secara jujur. seolah-olah konselor mengenakan kepribadian konseli (emphatic understanding). sehingga konseli merasakan semua itu sungguhsungguh ada. Konselor tidak mencoba untuk mengadakan diagnosis. dengan harapan bahwa konseli pada suatu ketika akan meninjau segala perasaan itu secara lebih objektif. bahwa peranan konselor yang demikian bukanlah peranan yang bercorak pas if. sehingga dapat diberi tempat dalam keseluruhan konsep diri. dan pemahaman itu dapat dikomunikasikan kepada konseli dalam suasana interaksi pribadi yang mendalam. pemahaman terhadap apa yang diungkapkan oleh konseli sesuai dengan kerangka acuan konseli sendiri (phenomenal field). Tugas konselor adalah membantu konseli mengakui dan mengungkapkan seluruh perasaan yang dialami sekarang ini serta menghayatinya. Oleh karena itu.. yaitu mencari sebab-musabab dalam sejarah hidup sehingga mulai tampaklah suatu hubungan sebab-akibat. meskipun konselor tidak memberikan pengarahan seperti dalam pendekatan konseling yang lain. maka akan berlangsung suatu proses dalam diri konseli yang akan menghasilkan perubahan dalam konsep diri dan dalam tingkah laku. tanpa diberi petunjuk atau pengarahan oleh konselor dalam hal ini. Di pihak konselor kondisi itu adalah: menunjukkan penerimaan dan penghargaan tanpa syarat (unconditional positive regard). bagaimana tindakannya selanjutnya terhadap adiknya juga akan ditemukannya sendiri. inilah teknik yang diterapkan oleh konselor. keikhlasan. dengan mengambil jarak dari dirinya sendiri. yaitu keselarasan antara ideal self dan real self Bagaimana bentuk atau wujud keselarasan itu akan ditemukannya sendiri. Kemudian mulai digunakan nama ClientCenter Counseling.M. dengan maksud menggarisbawahi individualitas konseli yang setaraf dengan individualitas konselor. lebih memahami diri sendiri dan mengembangkan suatu tujuan perubahan dalam diri sendiri dan perilakunya. seperti dalam Konseling Klinikal dan Psikoanalisis. penerimaan.Pd. Dengan menjadi. S. Mula-mula corak konseling ini disebut konseling nondirektif untuk membedakannya dari corak konseling yang mengandung banyak pengarahan dan kontrol terhadap proses konseling di pihak konselor. Kalau digunakan istilah teknik konseling. jelaslah kiranya. penghargaan. Menurut pandangan Rogers. Draf kuliah Teknik Konseling . hubungan antarpribadi (relationship) antara konselor dan konseli yang saling berkomunikasi menjadi kunci sukses atau gagalnya proses dan wawancara konseling. Untuk memudahkan dan memperlancar proses yang berlangsung dalam diri konseli. sehingga dapat dihindari kesan bahwa konseli menggantungkan diri pada konselor. Dalam proses konseling perhatian konseli dipusatkan pada keadaan sekarang ini tanpa menggali-gali secara mendalam sejarah perkembangan rasa iri dalam hatinya.Ag. kondisi-kondisi itu diperlukan dan sekaligus mencukupi untuk menjamin keberhasilan proses konseling.39 | S. seorang pendengar yang sabar dan peka. kejujuran. yaitu menciptakan suasana komunikasi antar pribadi yang merealisasikan segala kondisi yang disebutkan di atas. konselor menciptakan beberapa kondisi yang mendukung.

Empati adalah saling hubungan antara dmi orang. Dasar dari kemampuan ini ialah penghargaan terhadap orang lain (dalam hal ini konseli) sebagai seorang yang padadasarnya baik. penuh penerimaan. Fungsi yang dimaksud.Pd. penuhpengertian. Persyaratan Sifat dan Sikap Seorang Konselor Client center Draf kuliah Teknik Konseling . di antaranya sebagai berikut: (a) Menciptakan hubungan yang bersifat permisif. dan pertahanan diri konseli. Empati yang dalam. kehangatan. di antaranya adalah sebagai berikut: (a) Kemampuan berempati Empati pada dasamya adalah mengerti dan dapat merasakan orang lain (konseli). dengan demikian salah satu . (b) Kemampuan menerima konseli Kemampuan konselor untuk benar-benar menerima konseli sebagaimana adanya adalah memegang peranan penting dalam hubungan konseling. dan perasaan. Menciptakan hubungan permisif bukan saja secara verbal tetapi juga secara nonverbal. dapat dirasakan oleh kedua belah pihak. Miharja. (b) konselor menyadari bahwa pengalaman yang akan dilalui oleh konseli ada usaha yang penuh dengan perjuangan. Dalam konseling client center fungsi konselor bukan saja membantu konseli untuk melepaskan diri dari masalah-masalah yang dihadapinya. pembinaan. Empati ini akan lebih lengkap dan sempurna apabila diiringi oleh pengertian dan penerimaan konselor tentang apa yang dipikirkan oleh konseli. Penerimaan konselor terhadap konseli secara langsung berSangkut paut dengan kemampuan konselor untuk tidak memberikan penilaian tertentu terhadap diri konseli. Apabila perasaan dihargai dirasakan oleh konseli.40 | S..ingkan atau diaktualisasikan pada diri konseli adalah potensi untuk ·memecahkan masalahnya sendiri. (b) Mendorong pertumbuhan pribadi. terhindar dari segala bentuk ketegangan. maka timbullah rasa percaya bahwa dirinya mempunyai harga sebagai individu (tidak dipandang rendah/ tidak berarti). (c) Kemampuan untuk menghargai konseli Seorang konselor client center harus menghargai pribadi konseli tanpa syarat apa pun. Jadi.. Menciptakan hubungan yang bersifat permisif. tanpa memberikan penilaian baik_ positif maupun negatif.M. Dengan terciptanya hubungan yang demikian itu. proses hubungan konseling di sini adalah proses untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan pribadi konseli. S. perasaanperasaan. konselor berfungsi dalam membantu konseli agar ia mengembangkan kemampuannya untuk memecahkan masalah. Jadi. tetapi lebih dari itu adalah berfungsi untuk menumbuhkan perubahan-perubahan yang fundamental (terutama perubahan sikap). yaitu baik oleh konselor maupun oleh konseli itu sendiri. dan kuat lemahnya empati itu sangat bergantung pada saling pengertian dan penerimaan terhadap suasana yang diutarakan oleh konseli. maka konseli akan berani mengemukakan segala masalahnya. Fungsi Konselor dalam Konseling Client center Dalam konseling client center.Ag. Dalam menerima konseli ini adadua unsur yang perlu diingat ialah: (a) konsel6r berkehendak untuk membiarkan adanya perbedaan antara konselor dengan konseli. Dalam konseling client center. Beberapa persyaratan yang berhubungan dengan sifat dan sikap agar dapat melaksanakan hubungan konseling client center. secara langsung dapat melupakan keteganganketegangan.potensi yang perlu dikemb. (c) Mendorong kemampuan memecahkan masalah. ada beberapa fungsi yang perlu dipenuhi oleh seorang konselor.

Kemampuan ini memerlukan keterampilan dalam mendengarkan dan rnengamati untuk dapat mengetahui dan mengerti inti dari isi dan suasana perasaan bagaimana yang diungkapkan konseli. kerjasama. Lebih jauh dari itu keakraban itu merupakan kesatuan suasana hubungan yang ditandai oleh rasa saling percaya mempercayai.41 | maka timbul pula keinginan bahwa dirinya berharga untuk mengambil keputusan bagi dirinya sendiri. Keakraban yang murni dan wajar diwarnai oleh adanya perhatian. Perhatian dan penerimaan yang murni (tidak semu dan palsu) ini sebenarnya tidak dipaksakan. Secara rinci tujuan dasar dari pendekatan konseling client center ialah sebagai berikut: (a) Membebaskan konseli dari berbagai konflik psikologis yang dihadapinya.Ag. tersebut. Keakraban itu adalah lebih dalam dari hanya sekadar ucapan salam atau mengenakkan hati konseli. Dengan sikap dan kemampuan yang dimiliki konselor untuk menghargai konseli tanpa syarat. Seorang konselor yang memaksakan dirinya menaruh perhatian dan menerima konseli. (e) Kemampuan membina keakraban Keakraban merupakan syarat yang sangat penting demi terbinanya hubungan yang nyaman dan serasi antara konselor dan konseli. dan keterlibatan perasaan secara tulus dan tanpa pamrih. sertamenerima konseli apa adanya secara langsung akan membina hubungan yang akrab penuh rasa persahabatan. dan perhatian. Draf kuliah Teknik Konseling . Melalui mendengar dan mengamati itu konselor tidak hanya menangkap dan mengerti apa yang dikemukakan oleh konseli. (g) Sikap terbuka Konseling client center mengharapkan adanya keterbukaan dari konseli baik untuk mengemukakan segala masalahnya maupun untuk menerima pengalaman-pengalainan. tetapi juga bagaimana konseli menyampaikan hal itu. tanggapan. Konseli akan terbuka apabila konselor dapat dipercaya dan bersungguh-sungguh. Kepura-puraan dalam hubungan konseling menyebabkan konseli menutup diri Jadi. (d) Kemampuan memperhatikan Kemampuan memperhatikan menuntut keterlibatan sepenuhnya dari konselor terhadap segala sesuatu yang dikemukakan oleh konseli. Keterbukaan dari konseli akan terwujud apabila ada keterbukaan dari konselor pula. Tujuan Konseling Client center Secara umum tujuan yang ingin dicapai melalui pendekatan konseling client center ialah untuk membantu individu atau konseli agar berkembang secara optimal sehingga ia mampu menjadi manusia yang berguna.. Konselor harus dapat menerima konseli sebagaimana adanya. terbuka dengan konselinya. ketidakwajaran itu sendiri akan mewamai hubungan S. baik melalui kata-kata (verbal) maupun isyarat (nonverbal). hangat. maka wujud perhatian itu tidak akan wajar. S. Miharja. ketulusan hati. Bagaimanapun juga. Keakraban ini akan tumbuh terus-menerus dan terbina dengan baik apabila konselor benar-benar menaruh perhatian dan menerima konseli dengan permisif. konseli menginginkan perhatian penuh terhadap apa yang diungkapkan oleh konseli. proses konseling nondirektif mengharapkan keterbukaan dari konseli.Pd. suka atau tidak suka.M. direncanakan ataupun dibuat-buat. (f) Sifat keaslian (gunuin) Seorang konselor client center harus memperlihatkan sifat keaslian dan tidak berpura-pura. kesungguhan.

konselor harus benar-benar menerima konseli sebagaimana adanya. Miharja. S. sebelum konselor mau memberikan bantuan. intim sebagai persyaratan mutlak bagi berhasilnya hubungan konseling. (d) Memberikan kesadaran kepada konseli bahwa dirinya merupakan bagian dari suatu lingkup sosial budaya yang luas. (c) Memberikan kesempatan seluas-Iuasnya. bahwa ia memiliki kemampuan untuk mengambil satu atau serangkaian keputusan yang terbaik bagi dirinya sendiri tanpa merogikan orang lain.M. (e) Menumbuhkan suatu keyakinan pada konseli bahwa dirinya terus bertumbuh dan berkembang (process of becoming).Pd. Komunikasi antara konselor dengan konseli akan lebih mudah apabila berbentuk keakraban (rapport). (b) Dalam mengambil keputusan akhir. Tanpa keakraban yang· baik tidak mungkin dilakukan kerjasama antara konselor dengan konseli. konselor benar-benar menghadapi konseli secara tulus sebagai individu yang memiliki potensi untuk mengambil keputusan dan mengatasi masalahnya sendiri. karena keakraban ini merupakan dasar untuk membentuk kepercayaan dan pengertian antara konselor dengan konseli. oleh konselor. atau proses konseling tidak bisa ditentukan oleh konselor. Dalam proses konseling client center tidak terikat oleh langkahIangkah yang harus dilakukan. dan memiliki kesiapan secara terbuka untuk menerima berbagai pengalaman orang lain yang bermanfaat bagi dirinya sendiri. konselor di sini hanya berperan sebagai fasilitator atau sebagai cermin. kepada konseli urttuk belajar mempercayai orang lain. Dalam proses konseling client center. Konseli harus dibiatkan dengan leluasa dan dengan caranya sendiri untuk mengungkapkan masalahnya secara bebas. dan tidak seyogianya menuntut sesuatu atau mengharapkan syarat-syarat tertentu terhadap konseli. tapi itu sangat bergantung padakonseli. Ciri-Ciri Proses KonseIing Client center Ciri-ciri dari pendekatan konseling client center dapat dirinci sebagai berikut: (a) Dalam proses konseling client center. Lebih cepat konseli dapat mengungkapkan masalahnya. itu ada pada diri konseli sendiri. Langkah-Langkah Konseling Client center Ada dua belas langkah yang dapat dipakai pedoman dalam melaksanakan konseling client center. dan pada waktu yang bersamaan konselor memisahkan semua informasi yang relevan dengan tujuan dari konseling. walaupun demikian ia masih tetap memiliki kekhasan atau keunikan tersendiri. karena empati pada dasarnya adalah mengerti dan dapat merasakan perasaail ldien.Ag.. Dalam konseling client center. Tapi kedua belas langkah Draf kuliah Teknik Konseling . Empati ini akan lebih lengkap jika dibarengi oleh pengertian dan penerimaan konselor tentang apa yang dipikirkan oleh konseli. sepanjang masalahnya telah dimengerti oleh konseli. Kuat lemahnya empati itu sangat bergantung pada saling pengertian dan penerimaan terhadap situasi yang diutarakan oleh konseli. empati menduduki tempat yang penting. bahasa yang sesuai dengan diri konseli. (c) Dalam proses konseling client center menekankan betapa pentingnya hubungan yang bersifat permisif. sedangkan konselor hanya berusaha tintuk mengarahkan agar konseli memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan sendiri. Dalam membentuk keakraban yang baik.42 | (b) Meriumbuhkan kepercayaan pada diri konseli. maka secepat itu pula konselor dapat mengarahkan konseli dalam mengambil keputusan sendiri. Aktivitas konseli tampak lebih menonjol ketimbang konselor. konseli menggunakan S. konseli berperan lebih dominan daripada konselor.

konseli didorong untuk menerima tanggung jawab untuk melaksanakan pemecahan masalah yang dihadapinya. penuh keakraban. (b) Merumuskan situasi bantuan.M. yang berarti bahwa konselor memberikan respons kepada perasaan-perasaan dan/ atau kata-kata konseli. penuh persahabatan dan kehangatan. maka secara psikologis bebannya mulai berkurang. S. (h) Apabila telah memiliki pemahaman tentang masalahnya dan menerimanya. Jadi. Dengan menampakkan sikap yang permisif. (c) Konselor mendorong konseli untuk mengungkapkan perasaanperasaannya secara bebas. dan pemahaman (understanding) serta penerimaan diri tersebut. (d) Konselor secara tulus menerima dan menjernihkan perasaanperasaan konseli yang sifatnya negatif. memungkinkan konseli untuk mengungkapkan perasaanperasaannya.Pd. (i) Mulai melakukan tindakan-tindakan yang positif.43 | yang dkemukakan itu bukanlah langkah yang baku. berkaitan dengan masalahnya. (j) Pertumbuhan atau perkembangan lebih lanjut wawasan konseli. santai. mulailah membuat suatu keputusan untuk melakukan sesuatu dan melangkah untuk memikirkan tindakan selanjutnya. Dalam merumuskan situasi bantuan atau menentukan situasi konseling. dan memberitahukan kepada konseli secara bijaksana bahwa proses konseling itu perlu diakhiri. serta terbuka. ketegangan-ketegangan. S. dan yang memungkinkan konseli untuk bertumbuh dan berkembang.Ag. Dorongan ini hanya bisa dilaksanakan apabila konselor mempunyai keyakinan tentang kemampuan konseli untuk mampu membantu dirinya sendiri. keresahannya. serta keterikatannya. serta terhindar dari ketegangan-ketegangan. sehingga dirasakan meredanya keteganganketegangan atau tekanan-tekanan batinnya.. (k) Meningkatkan tindakan-tindakan (tingkah laku) positif secara terpadu pada diri konseli. maka konselor harus mampu menciptakan suasana permisif. santai. dan kehangatan. (g) Saat pencurahan perasaan itu diikuti oleh perkembangari yang berangsur-angsur tentang wawasan (insight) konseli mengenai dirinya. Dasar Pertimbangan Digunakannya Konseling Client Center Langkah-Iangkah dimaksud adalah sebagai berikut: (a) Konseli datang untuk meminta bantuan kepada konselor secara sukarela. (f) Konselor menerima perasaan-perasaan positif yang diungkapkan konseli. sehingga konseli dapat menentukan sikap dalam pemecahan masalahnya. Draf kuliah Teknik Konseling . adalah proses verifikasi ke arah diambilnya suatu keputusan dan tindakan yang memungkinkan. Apabila seorang konseli datang kepada konselor berdasarkan petunjuk atau saran orang lain. (e) Apabila perasaan-perasaan yang negatif dari konseli tehih sepenuhnya terungkapkan. (l) Mengurangi ketergantungan konseli atas bantuan konselor. dan secara tulus menerlma dan menjernihkan kembali perasaan-perasaan yang sifatnya negatif dari konseli. bersamaan dengan proses pemahaman. Miharja. Dalam keadaan yang demikian ekspresi-ekspresi positif akan muncul. tapi dapat diubah-ubah.

serta memiliki kemampuan untuk mengungkapkan masalahnya secara terus terang. terus terang. apa yang diungkapkan oleh konseli. slerta kebebasan pada klien.44 | Dasar-dasar pertimbangan yang mendorong dipergunakannya konseling client center didasarkan atas: (1) Sifat konseli. bebas. maka pada konselor dituntut untuk meluangkan waktu yang cukup banyak. diharapkan kepada konselor untuk memahami sifat-sifat konselinya secara baik. (3) Karena proses konseling client center ini memungkinkan untuk berlangsung cukup lama. Karena pada hakikatnya konseli sebagai individu sudah barang tentu memiliki keunikan tersendiri. Miharja.. (c) Sifat masalah Dalam konseling client center pada dasarnya bisa dipergunakan untuk setiap masalah yang dihadapi oleh konseli. sebagai akibat individu tertekan oleh lingungan maupun oleh dirinya sendiri. Karena hubungan keakraban (rapport) dalam proses ini merupakan dasar untuk membentuk kepercayaan dan pengertian antara konselor dan konseli. di antaranya: (1) Memiliki kemampuan dan kesediaan sebagai pendengar yang baik. dan (3) Sifat masaJah yang dihadapi oleh konseli. dan Jancar. di samping memiliki kesamaan-kesamaan maupun perbedaan-perbedaan. sebagai suatu bentuk pendekatan yang memberikan keleluasaan yang seluas-luasnya. Konseling client center.Ag. client center paling baik dipergunakan terhadap masalah-masalah yang sifatnya berkaitan dengan konflik psikologis. terbuka. (2) Sifat konselor. mengkaji.M. S. adalah diperuntukkan bagi konseli-konseli yang memiliki sifatsifat: agresif. dan menangkap apa yang diungkapkan oleh konseli.Pd. Tetapi konseling Draf kuliah Teknik Konseling . (b) Sifat konselor Dalam konseling client center. (2) Konselor harus memiliki kemampuan untuk menciptakan hubungan keakraban (rapport). Di samping itu pula konselor bersedia untuk menyimak. (a) Sifat konseli Dalam proses hubungan konseling. sifat-sifat yang dituntut harus dimiliki oleh seorang konselor. S. Konflik psikologis yang dimaksud di sini adalah yang ada sal)gkut pautnya dengan ketegangan-ketegangan psikologis.

B. E. individu rnerasa dicela.. Konselor/terapis berusaha agar klien makin menyadari pikiran dan kata-katanya sendiri. Menurut konseling rasional-emotif ini. Atas dasar pengalaman selama prakteknya dan kemudian dihubungkan dengan teori tingkah laku belajar. C.tt cara berpikir yang tidak nasional oleh konseling rasionalemotif. Miharja. A. BAB 8 TEKNIK DALAM KONSELING RATIONAL-EMOTIVE THERAPY Teori Konseling Rasional Emotif dengan istilah lain dikenal dengan "rasional-emotive therapy" yang dikembangkan oleh Dr. (b) Dalam proses hubungan konseling harus diciptakan dan dipelihara hubungan baik dengan klien.45 | S. Karena. Atau dengan kata lain konseling rasional emotif ini bertujuan membantu klien membebaskan dirinya dari cara berpikir atau ide-idenya yang tidak logis dan menggantinya dengan cara-cara yang logis. Konsep Dasar Konseling Rasional-Emotif Ciri-ciri dari konseling rasional-emotif dapat diuraikan sebagai berikut: (a) Dalam menelurusi masalah klien yang dibantunya. Peranan Konselor dan Langkah-Langkah Konseling Draf kuliah Teknik Konseling . Ketidaklogisan berpikir ini selalu berkaitan dan bahkan menimbulkan hambatan. Alat-alat pengumpulan data bersifat testing dan non-testing sedikit sekali dipergunakan dalam konseling ini. Albert Ellis. konselor tidak terlalu banyak menelusuri kehidupan masa lampau klien.M. dan selanjutnya populer dengan singkatan RET. Hakikat Masalah yang Dihadapi Klien Hakikat masalah yang dihadapi klien dalam pendekatan konseling rasional-emotif itu muncul disebabkan oleh ketidaklogisan klien dalam berpikir. dan tidak diacuhkan oleh individu fain. (c) Tercipta dan terpeliharanya hubungan baik ini dipergunakan oleh konselor untuk membantu klien mengubah cara berpikimya yang tidak rasional menjadi rasional. ia mencoba untuk mengembangkan suatu teori yang disebut "Rational-Emotive Therapy". melatih klien untuk bisa berpikir dan berbuat yang lebih realistis dan rasional. konselor berperan lebih aktif dibandingkan dengan klien. Sehingga dengan demikian berarti bahwa dalam konseling ini konselor tidak banyak melakukan pengumpulan data untuk keperluan analisis maupun diagnosis sebagaimana halnya dalam konseling klinikal. D. (d) Dalam proses hubungan konseling. Tujuan dari RET pada intinya ialah untuk mengatasi pikiranyang tidak logis tentang diri sendiri dan lingkungannya. (e) Diagnosis (rumusan masalah) yang dilakukan dengan konseling rasional-emotif bertujuan untuk membuka ketidaklogisan pola berpikir dari klien. Tujuan Konseling Rasional-Emotif Tujuan utama dari konseling rasional-emotif ialah menunjukkan dan menyadarkan klienbahwa cara berpikir yang tidak logis itulah merupakan penyebab gangguan emosionalnya. Proses dan Teknik Konseling Rasional-Emotif Seperti telah diuraikan di muka bahwa dalam konseling rasionalemotif konselor tidak terlalu banyak menelusuri kehidupan masa lampau klien. Kondisi yang demikian inilah yang disebl. karena ia memiliki keyakinan dan berpikir bahwa individu lain itu mencela dan tidak mengacuhkan dirinya. diagnosis dalam konseling ini dilakukan bertujuan untuk membuka ketidaklogisan pola berpikir klien. diejek.Ag. S. gangguan atau kesulitan-kesulitan emosional dalam melihat dan menafsirkan objek atau fakta yang dihadapinya.Pd. serta mengadakan pendekatan yang tegas.

Konselor tidaklah cukup menunjukkan kepada klien bagaimana proses ketidakiogisan berpikir ini. Maka dari itu teknik pengajaran di sini memberikan keleluasaan kepada konselor untuk berbicara serta menunjukkan sesuatu kepada klien. tetapi lebih jauh dari itu konselor harus berusaha mengajak klien mengubah cara berpikirnya dengan cara menghilangkan gagasangagasan yang tidak rasional. Peranan konselor mengembangkan pandangan-pandangan yang realistis dan menghindarkan diri dari keyakinan yang tidak rasional.M. Miharja. (b) Langkah kedua Peranan konselor adalah menyadarkan klien bahwa pemecahan masalah yang dihadapinya merupakan tanggung jawab sendiri. Pada tahap ini peranan konselor adalah sebagai propagandis yang berusaha mendorong. mengemukakan berbagai argumentasi untuk menunjukkan apa yang dianggap oleh klien benar tidak bisa diterima atau tidak benar.. Jadi. Di sini klien harus belajar untuk memisahkan keyakinan rasional dari yang tidak rasional. konselor menyerang ketidaklogisan berpikir klien dan membawa klien ke arah berpikir logis empiris. klienlah yang harus memikul tanggung jawab secara keselurnhan terhadap masalahnya sendiri. Konselor berperan untuk menyerang inti cara berpikir yang tidak rasional dari klien dan mengajarkan bagaimana caranya mengganti cara berpikir yang tidak rasional dengan rasional. membujuk. bahkan sampai kepada mengendalikan klien untuk menerima gagasan yang logis dan rasional. meyakinkan. (d) Teknik pemberian tugas (d) Langkah keempat Draf kuliah Teknik Konseling . S. (c) Teknik persuasif Teknik persuasif. Maka dari itu dalam konseling rasional-emotif ini konselor berperanan untuk menunjukkan dan menyadarkan klien. S. (c) Langkah ketiga Pada langkah ketiga ini konselor berperan mengajak klien menghilangkan cara berpikir dan gagasan yang tidakrasional. yaitu meyakinkan klien untuk mengubah pandangannya.Pd. Konselor langsung mencoba meyakinkan. Oleh karenanya. bahwa gangguan emosional yang selama ini dirasakannya akan terns menghantuinya apabila dirinya akan tetap berpikir secara tidak logis. Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan beberapa teknik konseling rasional-emotif sebagai berikut: (a) Teknik pengajaran Dalam konseling rasional-emotif konselor mengambil peranan lebih aktif dari klien.46 | Peranan konselor dalam proses konseling rasionalemotif akan tampak dengan jelas dalam langkah-Iangkah konseling sebagai berikut: (a) Langkah pertama Dalang langkah ini konselor berusaha menunjukkan kepada klien bahwa masalah yang dihadapinya berkaitan dengan keyakinannya yang tidak rasional. pada langkah ini peran konseling ialah menyadarkan klien bahwa gangguan atau masalah yang dihadapinya disebabkan oleh cara berpikirnya yang tidak logis. Teknik-Teknik Konseling Rasional-Emotif Sebagaimana telah diuraikan di muka bahwa inti dati konseling rasional-emotif ialah menghilangkan cara berpikir yang tidak logis yang dapat menimbulkan gangguan emosional. (b) Teknik konfrontasi Dalam teknik konfrontasi ini. terutama menunjukkan bagaimana ketidaklogisan berpikir itu secara langsung menimbulkan gangguan emosional kepada klien. karena pandangan yang ia kemukakan itu tidak benar.Ag.

Ag..Pd. S. Draf kuliah Teknik Konseling .M. Teknik ini bisa dilakukan untuk menugaskan kepada klien untuk bergaul kepada anggota masyarakat kalau mereka merasa dikucilkan dalam pergaulan.47 | Dalam teknik konselor menugaskan klien untuk mencoba melakukan tindakan tertentu dalam situasi nyata. S. membaca buku untuk memperbaiki kekeliruan cara berpikimya. Miharja.

Miharja. langkah yang ketiga menerapkan kemampuan untuk berpikir rasional guna menemukan kecocokan antara ciri-ciri Draf kuliah Teknik Konseling . sehingga dapat cukup berhasil di bidang pekerjaan itu.Pd. yang masing-masing membentuk suatu kontinum atau skala yang terentang dari sangat tinggi sampai sangat rendah. dengan tuntutan kualifikasi dan kesempatan yang terkandung dalam suatu pekerjaan atau jabatan. Alat yang digunakan untuk mempelajari keadaan seseorang sehingga menghasilkan suatu analisis bagi masing-masing pribadi. berbagai kelebihan dan kelemahan. pada teori kepribadian yang dikenal dengan nama teori Trait-Factor. Ciri-ciri itu dianggap sebagai suatu dimensi kepribadian. berperasaan. Frank Parsons menunjukan tiga langkah yang harus diikuti dalam rnemilih suatu pekerjaan yang sesuai. Dalam hal ini aliran konseling jabatan berpegang. bakat. berpikir secara rasional mengenai hubungan antarakedua kelompok fakta di atas. Berdasarkan identifikasi berbagai kemampuan yang dimiliki atau tidak dimiliki seseorang setelah dites. Ketiga. pemahaman diri yang jelas mengenai kemampuan otak. Kedua. serta ciri-ciri yang lain..48 | S. seseorang yang mempunyai relevansi terhadap suatu jabatan/ pekerjaan. dengan menekankan penggunaan suatu tes psikologis sebagai alat untuk mengidentifikasi ciri-ciri kepribadian. langkah yang kedua memanfaatkan informasi jabatan (vocational. karena konselor secara sadar mengadakan strukturalisasi dalam proses konseling dan berusaha mempengaruhi arah perkembangan konseli demi kebaikan konseli sendiri. langkah yang pertama menggunakan analisis diri. dan agak agresif. information).misalnya. terutama yang menyangkut pilihan program studi dan/atau bidang pekerjaan. Dengan demikian. Ciri-ciri itu diandalkan dapat diketahui melalui berbagai tes psikologis. yang mempunyai relevansi terhadap kesuksesan atau kegagalan dalam suatu pekerjaan/jabatan. seseorang dapat diidentifikasikan dan diketahui sebagai orang yang sangat inteligen.M. pengetahuan tentang keseluruhan persyaratan yang harus dipenuhi supaya dapat mencapai sukses dalam berbagai bidang pekerjaan. seperti inteligensi (berpikir). S. dan berdasarkan penelitian terhadap tuntutan pekerjaan di lapangan untuk mengetahui kemampuan mana yang harus dimiliki seseorang supaya berhasil dalam suatu jenis pekerjaan tertentu. iba hati (berperasaan). yaitu: pertama. orang muda bukannya mencari pekerjaan demi asal punya pekerjaan (the hunt of a job). Poses lahirnya konseling berpegang pada teori Trait-Factor bermula pada akhir abad yang ke-19 dimana Frank Parson mulai mencari suatu cara untuk membantu orang-orang muda dalam memilih pekerjaan yang sesuai dengan potensi rnereka.Ag. dan berperilaku. dan agresif (berperilaku). Cara berpikir yang demikian mulai diikuti juga oleh konselor jabatan. melainkan memilih secara sadar suatu pekerjaan yang berfungsi sebagai jabatan (the choice of a vocation). para ahli psikologi industri itu menyusun tabel-tabel prakiraan sukses atau gagalnya seorang aplikan dalam jenis pekerjaan tertentu. kepribadian. Jadi. BAB 9 TEKNIK DALAM KONSELING TRAIT-FACTOR Pengantar TraitFactor Counseling merupakan corak konseling yang menekankan pemahaman diri melalui testing psikologis dan penerapan pemahaman itu dalam memecahkan beraneka problem yang dihadapi. minat. Dengan demikian. kurang iba hati. Yang dimaksudkan dengan Trait adalah suatu ciri yang khas bagi seseorang dalam berpikir. adalah testes psikologis yang mula-mula digunakan oleh para ahli psikologi industri dalam rangka seleksi aplikan untuk bidang-bidang pekerjaan tertentu. serta tentang balas jasa dan kesempatan untuk maju dalam semua bidang pekerjaan itu. Corak konseling ini dikenal juga dengan nama directive counseling atau Counselor-Centered Counselling.

Miharja. yang merupakan ciri-ciri dasar yang dapat mendeskripsikan kepribadian seseorang secara memadai. kemampuan ekonomi keluarga. kewajiban moral-sosial terhadap keluarga. Namun. ataukah berkaitan satu sama lain? Beberapa ahli psikologi telah mencoba untuk menemukan seperangkat ciri dasar yang terbatas jumlahnya. dan sebagainya.. di mana konseli menghadapi keharusan untuk memilih di antara beberapa alternatif. bakat khusus. Sejauh mungkin fakta itu bersifat kenyataan yang disahkan dalam hasil penelitian.Ciri-ciri dasar yang mereka temukan disebut factors. misalnya selalu ragu-ragu dalam keputusan tentang apa pun juga atau sangat dikuasai oleh alam perasaannya sendiri.Ag. konseli telah menyelesaikan minimal jenjang pendidikan SLTE dan sudah mulai tampak stabil dalam berbagai ciri kepribadian. Teori Trait-Factor adalah pandangan yang mengatakan bahwa kepribadian seseorang dapat dilukiskan dengan mengidentifikasikan sejumlah ciri. kelas III. data itu dikumpulkan berdasarkan refleksi diri (selfanalysis) dengan menyadari kelemahan yang Draf kuliah Teknik Konseling . Pendekatan ini dapat digunakan terhadap semua kasus yang mengandung unsur-unsur sebagai berikut: termasuk ragam konseling jabatan dan/atau konseling akademik (konseling karier). Sebagai contoh diambil kasus sebagai berikut: Ada seorang siswa MA. S. diketahui mempunyai relevansi terhadap keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam memangku jabatan dan mengikuti suatu program studio Dalam hal ini program studi di institusi pendidikan juga dipandang sebagai jabatan sehingga akan diikuti prosedur yang sama terhadap pilihan bidang pekerjaan dan bidang studio Dengan demikian. keterampilanketerampilan. berbagai perasaan. kalau kiranya bisa. Konseling Trait-Factor berpegang pada pandangan yang sama dan menggunakan alat tes psikologis untuk menganalisis atau mendiagnosis seseorang mengenai ciri-ciri atau dimensi/aspek kepribadian tertentu. aliran konseling jabatan telah memperluas diri menjadi Konseling Jabatan-Akademik. bilamana alat yang terandalkan tidak tersedia. harus selalu diperhatikan apakah pilihan yang akan dibuat bersifat intermediar atau definitif sehingga sukar diubah kelak. berbakat khusus di bidang studi matematika (berdasarkan hasil penilaian guru selama beberapa Yang dipersoalkan ialah: ciri-ciri itu berapa jumlahnya? Semua ciri itu bersifat dasar dan berdiri sendiri. harapan.M.Yang . beberapa data paling diketahui oleh konseli sendiri. data dan fakta yang dibutuhkan dapat dikumpulkan dalam urutan sebagai berikut.dengan menganalisis data hasil testing psikologis melalui teknik statistik yang disebut Factor Analysis. Namun. (b) Fakta tentang keluarga dekat. cita-cita. Sejauh mungkin data itu dicari dengan melalui alat-alat tes dan nontes. (a) Data tentang diri sendiri: kemampuan intelektual. seperti nilai-nilai kehidupan dan cita-cita hidup. nilai-nilai kehidupan (personal values). namun data sosial semacam ini tidak selalu tersedia atau sudah tidak up-to-date. serta ciri-ciri kepribadian yang lain. keadaan konkret masyarakat yang mempersempit atau mernperluas ruang gerak konseli yang menghadapi keharusan memilih. psikologis yang mengukur masing-masing dimensi kepribadian itu.minat.Pd. (c) Fakta tentang lingkungan hidup: ciri/corak khas dari setiap program studi dan/atau setiap bidang pekerjaan.49 | S. konstelasi kualifikasi yang secara minimal dituntut. yang bersifat nonkognitif. program studi IPA. Data yang akan dikumpulkan dengan bantuan konselor meliputi: (a) Data tentang diri sendiri: kemampuan intelektual bertaraf lebih dari cukup (berdasarkan hasil testing). sejauh tampak dari hasil testing. konsel tidak menunjukkan kelemahan serius dalam beberapa segi kepribadiannya. Secara praktis. terkandung di dalamnya. misalnya Catteli berpendapat telah menemukan 16 faktor. dewasa ini sering disebut Konseling Karier. Dia mengambil program studi itu karena ingin supaya tetap terbuka kesempatan baginya untuk kelak melanjutkan ke Fakultas Kedokteran atau Fakultas Pertanian. aneka harapan keluarga.

menurut ketentuan yang berlaku pada saat itu. Pilihan program studi di PT tidak dikaitkan dengan program studi yang diambil di MA. asal dia dapat menekuninya. Maka ditentukan sebagai pilihan yang kedua. yang diperkuat oleh beberapa guru pada skala penilaian). dia secara mental sudah siap untuk diterima dalam pilihannya yang kedua. (c) Fakta tentang program studi.50 | tahun). tetapi secara finansial sangat berat. sifat-sifat kepribadian yang mencolok adalah sabar. Setelah masing-masing alternatif program studi. akhirnya diputuskan bahwa: Kedokteran umum tidak mungkin. dan besar hati (berdasarkan analisis diri. setelah diterima di salah satu program studio Data Draf kuliah Teknik Konseling . apalagi kalau dia menamatkan program studi S. Psikologi. Psikologi tidak diinginkan. Maka tidak jadi. bahwa siswa ini harus memberikan tekanan pada fakta yang tercantum dalam butir (b) di atas. Pendidikan Matematika di dan menjadi guru di suatu sekolah serta memberikan tes privat. bahwa belum tentu dia diterima untuk pilihannya yang pertama. Dalam pembicaraan selanjutnya menjadi jelas. sehingga selama studinya dia harus tetap tinggal di rumah orang tua nanti. ringan tangan. Teknologi Pertanian. Teknologi Pertanian bisa dan diinginkan. Segi yang tidak ditinjau dalam kasus ini ialah apakah suatu alternatif pilihan probable. Namun dia harus studi di PTN di kota tempat tinggalnya. Maka tidak jadi. Ditentukan dua pilihan program studi atas dasar pertimbangan. nilai kehidupan menekankan pengabdian kepada sesama (berdasarkan analisis diri. tidak ada PTS yang menawarkan program studi itu. Untuk itu diperlukan data yang memberikan indikasi tentang besar-kecilnya probabilitas akan berhasil baik. Ilmu Pasti pun kelihatan sesuai. ditinjau pro dan kontranya untuk dapat menjawab dua soal. Untuk siswa ini kedua pilihan itu bercirikan definitif. meskipun sebenarnya ingin. keterampilan tidak ada yang mencolok. Di kota tempat tinggalnya ada Negeri dan Swasta yang menawarkan program studi Pendidikan Matematika. tetapi jangan sampai terlalu lama karena harus ikut membiayai pendidikan adik-adik. diperkuat oleh penilaian sejumlah guru pada skala penilaian). SI. tetapi diakuinya sendiri tidak merasa malu bila tangannya menjadi kotor. yang mempersiapkan untuk karier tertentu yang pernah dibayangkan. kemampuan ekonomi keluarga sedang saja.M. Ilmu Pasti. meskipun sebenarnya bisa. Ilmu Pasti bisa dan diinginkan. S. berminat terhadap matematika dan memelihara tanaman (berdasarkan . yaitu Kedokteran Umum. Miharja. Kedokteran Umum menuntut beberapa kualifikasi yang kiranya dapat dipenuhi. yang diperkuat dalam hasil testing). Maka pilihan yang pertama menjadi Pendidikan Matematika. cita-cita masa depan terpusat pada usaha pembangunan dan kepemimpinan (berdasarkan data kartu pribadi mengenai keterlibatannya dalam kegiatan ekstrakurikuler sebagai pemimpin. Teknologi Pertanian memungkinkan segera bekerja dan memulai usaha sambilan untuk menambah penghasilan serta pola kualifikasinya pun tidak jauh berbeda dengan data mengenai diri sendiri. (b) Fakta tentang keluarga dekat: orangtua mengharapkan dia melanjutkan studi. Psikologi menuntut pola kualifikasi yang tidak berbeda jauh dengan data dalam butir (a). Daripada merasa frustasi besar.Ag. yaitu "Bisakah?/Mungkinkah?" (Possible?) dan "Inginkah?" (Desirable?). sebagai persiapan untuk karier tertentu. tetapi program studi strata satu (S1) tidak memberikan harapan dapat segera bekerja dengan mendapat imbalan yang cukup memadai baginya.. dalam arti siswa itu dapat diramalkan akan berhasil baik dalam program studi Teknologi Pertanian dan Pendidikan Matematika. disertai keyakinan sendiri). harapannya ialah melanjutkan ke perguruan tinggi dan membuat orang tuanya merasa bangga.Pd. meskipun keputusan tentang suatu spesialisasi dapat diambil kemudian.analisis diri. dengan preferensi di Negeri. program studi diserahkan kepada anak.

sehingga harus diadakan inventarisasi alternatif lebih dahulu untuk melengkapi data sosial. mengingat data tentang diri sendiri dan fakta tentang keluarga dekat. Fulan semakin merasa sukar untuk berkonsentrasi dalam belajar. S. khususnya teknik bangunan suatu jalan raya. dipilih alternatif program studi atau bidang pekerjaan tertentu. Istilah "probable" dalam urain di atas dan istilah "feasible" tidak menunjukkan pada sesuatu. Dia Draf kuliah Teknik Konseling . adik-adiknya. Perlu dicatat bahwa pengumpulan data tentang diri sendiri dan fakta tentang keluarga dekat serta lingkungan hidup sangat bermanfaat untuk dapat menentukan suatu norma atau patokan yang menjadi landasan untuk kelak dapat mengambil suatu keputusan tegas. Adapun kesulitan Fulan adalah sebagai berikut: dia berkeinginan sekali melanjutkan ke fakultas teknik dan nanti bekerja sebagai insinyur sipil. bukan kasus pilihan di antara beberapa alternatif di luar dua bidang itu. Dia diharapkan akan cepat bekerja supaya dapat membantu membiayai pendidikan. kepribadiannya cocok untuk bekerja sebagai insinyur pembangunan di lokasi mana pun juga. Sejak masuk MTS Fulan senang membaca buku-buku tentang teknik yang dipinjam di perpustakaan sekolah. istilah yang pertama menyangkut hasil yang boleh diharapkan bila S. Akhirnya. namun tidak mampu untuk membiayai studi di fakultas teknik sampai mencapai gelar insinyur.. Yang menimbulkan kesulitan besar. siswa ini boleh mengharapkan akan berhasil baik kalau dia tetap bermotivasi kuat. Dia yakin mampu menyelesaikan studi di fakultas teknik karena hasil belajar di MA dalam seluruh bidang studi. sedangkan istilah yang kedua menyangkut hasil yang boleh diharapkan bila dipilih suatu alternatif tertentu dalam lingkup permasalahan yang tidak berkaitan dengan bidang studi atau bidang pekerjaan. kelas III. Dalam kasus yang demikian tidak perlu lagi membuat suatu inventarisasi tentang alternatif program studio Berbedalah keadaan konseli yang belum memikirkan alternatif yang dapat terbuka baginya. Miharja.Ag. Selain itu patut diperhatikan bahwa dalam contoh yang disajikan dalam uraian di atas konseli sudah mempunyai beberapa alternatif program studi untuk ditinjau. Dengan kata lain. Namun. pada bulan April tahun berikutnya.. Atas pertanyaan konselor Fulan menjelaskan bahwa keluarganya mendukungcita-cita tersebut. keadaan ekomomi keluarga dan harapan orang tua inilah. sehingga Fulan sudah lama menghadapi masalah: bagaimana saya ini sesudah tamat? Karena masalah yang belum terpecahkan ini. Menurut pendapat Fulan.M. yang sangat berbeda. program studi IPA. Pelaksanaan Trait-Factor Counseling Kasus Fulan adalah seorang siswa MA. selama ini tergolong baik Hasil ini memang sesuai dengan hasil tes kemampuan belajar yang ditempuh ketika Fulan mencalonkan diri sebagai siswa di MA ini. Dalam wawancara menjadi jelas bahwa Fulan merasa bingung sekali karena tidak mengetahui bagaimana caranya mengatasi kesulitanyang dihadapinya. agar proses pengambilan keputusan selanjutnya berjalan lancar. Biarpun norma atau patokan itu di sini tidak dirumuskan secara eksplisit seperti kerap terjadi dalam konseling yang tidak menyangkut suatu pilihan program studi atau bidang pekerjaan. namun tinjauan mengenai segi pro dan segi kontra pada setiap alternatif pilihan lazimnya berlandaskan pada suatu norma atau patokan yang berkaitan dengan data tentang diri sendiri dan fakta tentang keluarga dekat serta lingkungan hidup. himpunan data dan fakta yang disebutkan dalam uraian di atas menghasilkan suatu pegangan dasar dalam proses pengambilan keputusan selanjutnya. mengingat data psikologis yang tersedia. Pada bulan November dia menghadap konselor di sekolah untuk membicarakan masalah kelanjutan studi setelah tamat sekolah. Nah. harap diperhatikan bahwa pendekatan sebagaimana dijelaskan di atas menyangkut suatu kasus pilihan di antara beberapa alternatif (a choice case) mengenai program studi/bidang studi dan/atau bidang pekerjaan. antara lain meninjau kualifikasi yang dituntut.51 | semacam itu di Indonesia dewasa ini masih jarang tersedia.Pd. yang menunjang studi di fakultas teknik.

(c) Universitas Terbuka. seandainya diketahui tersedia. Langkab-langkah kerja: (1) Membangun hubungan pribadi dengan Fulan. (2) Mendengarkan dengan penuh perhatian ungkapan pikiran dan perasaan Fulan. Akhirnya. Di antara altematif-alternatif yang ada. Bakat khusus: matematika dan menggambar mistar. 6) di Universitas Terbukas Program D2 Keterampilan Teknik. S1. dapat dicari informasi apakah bagi Fulan tersedia kemungkinan mendapatkan beasiswa atau mengambil kredit mahasiswa di bank dengan syarat lunak. Namun program studi manakah yang diinginkan mengingat cita-cita semula adalah menjadi insinyur sipil? Berarti harus ada perubahan dalam cita-cita Fulan. agar menjawab dua pertanyaan: "bisakah?/mungkinkah" serta "inginkah?". Fulan memutuskan untuk memilih sebagai alternatif pertama program D3 Pendidikan Teknik sebagai alternatif kedua program D3 Politeknik di Universitas. 3) di PTN Universitas. meskipun program-prograrn studi itu sebenarnya diinginkan. Dengan demikian. S. Seandainya kemungkinan itu ada.Pd.M. biaya tidak terlalu tinggi dan tersedia kesempatan untuk lekas bekerja. tetapi terbentur pada persoalan biaya seandainya dia belajar di fakultas teknik. Namun. tetapi Fulan tidak begitu ingin karena dianggap di bawah kemampuan otaknya. S1. Minat: teknik pembangunan jalan raya. Program D3 Politeknik. S1. 2) di PTS Universitas. 4) di PTN . Miharja. tidak bisa dipilih).52 | bahkan merasa minder sebab teman/rekan sekelas semuanya berkata akan melanjutkan ke PT yang banyak terdapat di lokasi. datam Pendidikan Teknik Bangunan. Masalah yang ingin dibicarakan oleh Fulan ialah: tidak mengetahui akan melanjutkan studi ke mana karena keluarganya tidak mampu membiayai studi di fakultas teknik. Draf kuliah Teknik Konseling . alias aspirasinya harus diturunkan. Dia merasa sangat bingung karena persoalan ini. program D2 Keterampilan Teknik sebenarnya mungkin. Orang tua sebenarnya mendukung cita-citanya. dalam Pendidikan Teknik Bangunan. 5) di PTN . (3) Mengadakan analisis kasus. (c) Bidang pekerjaan yang diinginkan: sebenarnya mempunyai prospek masa depan yang baik.karena masa studi terlalu lama dan biaya tidak tersedia. merasa minder kalau tidak dapat melanjutkan. dan sebagai alternatif ketiga program D2 Keterampilan Teknik di Universitas Terbuka.Ag. seluruh program studi itu dapat dipertimbangkan lagi (Untuk mencari informasi itu proses konseling dihentikan dulu). (4) Membantu Fulan mengintegrasikan semua data di atas satu sama lain dan mempertimbangkan pro dan kontra dari masing. Perasaan: bingung. yaitu menghimpun data yang ternyata tersedia:(a) Fulan sendiri. jelaslah bahwa semua program studi S l tidak dapat dipilih (tidak mungkin dipilih. Fulan ternyata paling menginginkan program D3 Pendidikan Teknik Bangunan karena sebagai guru dia dapat juga mengabdi. Kemampuan belajar: cukup tinggi. Misalnya dipertimbangkan sebagai berikut: (a) Semua program studi Sl kelihatannya tidak mungkin (tidak bisa). 7) alternatif lain yang relevan. Dia baru bersedia memilih alternatif ini kalau dia ternyata tidak diterima di program Politeknik dan Pendidikan Teknik yang tercantum pada butir b di atas. Cita-cita hari depan: menjadi insinyur sipil dengan belajar di fakultas teknik suatu PT. Dalam wawancara berikutnya. (b) Semua program studi D3 dimungkinkan karena masa studi tidak terlalu lama. Sifat kepribadian yang mencolok: mudah menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi. D3. (b) Keluarga Fulan. Semua alternatif itu dikumpulkan dalam rangka inventarisasi kemungkinan yang terbuka baginya. Bidang-bidang studi di PT yang sesuai dengan data tentang Fulan sendiri dan dapat dipertimbangkan sebagai alternatif-alternatif: l) di PTN Universitas..masing alternatif. minder. Jurusan Teknik Sipil. S. Nilai kehidupan (setelah ditanyakan langsung): pengabdian pada kebutuhan bangsa dan Negara. JurusanTeknik Sipil. Dia diharapkan lekas bekerja untuk membantu pendidikan adik-adiknya. Teknik Sipil. Fulan melaporkan bahwa bagi dia tidak tersedia kemungkinan itu. lebih-lebih bila Fulan bersedia ditugaskan di luar Pulau Jawa.

53 | S. agar proses pengambilan keputusan selanjutnya berjalan lancar.Pd. (5) Mengakhiri hubungan pribadi dengan Fulan.M.. Digunakan nama jurusannya atau bidang studinya. dalam inventarisasi itu belum digunakan nama program karena nama itu masih dapat berubah. Miharja.Ag. S. Maka pada akhir fase 3 diadakan inventarisasi alternatif lebih dahulu untuk melengkapi data sosial. Patut dicatat di sini bahwa dalam kasus ini konseli belum memikirkan sejumlah alternatif program studi di PT. Draf kuliah Teknik Konseling .

Konseling ini diharapkan menghasilkan perubahan yang nyata dalam perilaku konseli (counselee behavior). Perhatian difokuskan pada perilaku-perilaku tertentu yang dapat diamati (observable). proses konseling dipandang sebagai suatu proses pendidikan (an educational process). yang juga dapat disaksikan dengan jelas. Kalau perilaku konseli ditinjau dari sudut pandangan apakah perilaku itu tepat dan sesuai dengan situasi kehidupannya (well-adjusted) atau tidak tepat dan salah suai (maladjusted). Dengan demikian.. meskipun situasi kehidupan telah berubah. Konselor yang berpegang pada model A-B-C baru mengetahui apa yang terjadi sesudah A dan sebelum C. yang untuk pertama kali digunakan oleh John D. yang sesuai dengan situasi kehidupannya pada saat tertentu. proses konseling pada dasarnya pun dipandang sebagai suatu proses belajar. hal itu disebabkan karena orang itu telah belajar bertingkah laku yang salah. Perubahan dalam perilaku itu harus diusahakan melalui suatu proses belajar (learning) atau belajar kembali (relearning). Oleh karena itu. lebihlebih orang lain (Lingkungan sosial). Karena tingkah laku salah merupakan hasil belajar. Cara bereaksi itu lama-kelamaan akan dapat membentuk suatu pola bertingkah laku. metode. disingkat R). Miharja.Pd. Aliran baru ini menekankan bahwa hubungan antarpribadi itu tidak dapat diteliti secara ilmiah. yang berlangsung selama proses konseling. alias orang mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri. Misalnya. tingkah laku tepat mauptin tingkah laku salah sama-sama merupakan hasil belajar. Semua usaha untuk menuatangkan perubahan dalam tingkah laku (behavior change) didasarkan pada teori belajar yang dikenal dengan nama Behaviorisme dan sudah dikembangkan sebelurn lahir aliran pendekatan Behavioristik dalam konseling.Ag. jajaran pelopor pendekatan Behavioristik pada Draf kuliah Teknik Konseling .54 | S. Meskipun demikian. Oleh karena itu. Di masa yang lampau orang belajar dalam interaksi dengan lingkungannya. Krumboltz (1964). S. tetapi belum mengetahui apa BAB 10 TEKNIK DALAM KONSELING BEHAVIORISTIK Pengantar Konseling Behavioristik berasal dari Behavioral Counseling. Kalau pola berperilaku yang dipelajari dahulu tetap dipertahankan. Dia telah berhadapan dengan sejumlah rangsangan (Stimulus. akan ada kesulitan. karena itu. tingkah laku yang salah itu juga dapat dihapus dan diganti dengan tingkah laku yang tepat melalui suatu proses belajar. dapat diuoah dengan belajar baru. bagi seorang konselor behavioristik perilaku konseli merupakan hasil dari keseluruhan pengalaman hidupnya dalam berinteraksi dengan lingkungan.M. pendekatan Behavioristik dalam konseling mengenal banyak variasi dalam prosedur. harus dikatakan bahwa baik. seorang remaja Dawar telah mengembangkan kebiasaan untuk mengurung diri di kamar tidurnya setiap kali berbeda biasanya tidak diutarakan oleh konseli pada waktu konseli menjelaskan masalahnya. dasarnya berpegang pada keyakinan bahwa banyak perilaku manusia merupakan hasil suatu proses belajar dan. Dengan kata lain. Suatu pola bertingkah laku yang dahulu mungkin sesuai. yang terpusat pada usaha membantu dan kesediaan dibantu untuk belajar perilaku baru dan dengan demikian mengatasi berbagai macam permasalahan. di waktu kemudian dapat tidak sesuai lagi karena situasi kehidupannya telah berubah. yang selama proses konseling melalui berbagai prosedur dan aneka teknik tertentu akhirnya menghasilkan perubahan yang nyata. dan teknik yang diterapkan. Teori belajar Behaviorisme mengandung banyak variasi dalam sudut pandangan. sedangkan perubahan nyata dalam perilaku konseli memungkinkan dilakukan penelitian ilmiah. kalau seseorang mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri (adjustment). disingkat S) dan telah bereaksi pula dengan cara tertentu (Response. Sejalan dengan keyakinan mendasar itu.

.Ag. bahkan bersedia mengelus-elus kelinci itu. Lama-kelamaan setiap pertemuan antar mahasiswa baginya menjadi situasi yang mengancam dan menegangkan. sehingga dia akan mengalami kesukaran serius dalam pergaulan dengan kaum pria. khawatir. sesuai. konselor akan mengajak konseli untuk mengidentifikasikan A dan C. lni diulang-ulang.C yang terdapat di masa sekarang ini. Dapat menjadi tampak. Draf kuliah Teknik Konseling . bagaimana proses lahirnya permasalahan yang dihadapi pada masa sekarang. Berbagai variasi dalam prosedur mengusahakan mengubah perilaku secara langsung.M.Misalnya. Dengan demikian menjadi jelas. Setelah diadakan analisis kasus. sehingga Behavior yang terdapat di antara kedua hal itu akan berubah pula. dengan mengembangkan suatu cara bertingkah laku yang lebih S. dan reinforcement program. Akibatnya. Prosedur yang digunakan ialah menaruh kelinci itu di tempat yang agak jauh pada waktu anak sedang asyik menikmati sepotong cokelat manis. dan takut-takut dapat ikut dipertimbangkan dalam prosedur penyembuhan. seorang anak yang takut terhadap kelinci dan menjerit-jerit bila kelinci itu ditaruh di tempat yang dekat padanya secara berangsur-angsur dibuat tidak menjerit lagi. Miharja. atas dasar pertirnbangan bahwa perubahan dalam respons/reaksi tertutup akan mengikuti perubahan dalam respons/reaksi terbuka. Namun.Pd. Keuntungan yang diperoleh ialah rasa lega karena lolos dari ancaman.55 | bentuk konkret dari A dan apa bentuk konkret dari c. ternyata pula. konselor akan membantu konseli untuk mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi sekarang. dia selalu cenderung pergi secepat mungkin dan menyibukkan diri dengan aktivitas lain. yaitu: Mengubah respons/reaksi terbuka (R) atau perilaku (B) seeara langsung. kemudian akan menyusul perubahan dalam r dengan sendirinya. seperti yang dikenal dengan nama desensitization. tanpa mengusahakan perubahan dalam respons/reaksi tertutup (r) atau cara berpikir lebih dahulu. dapat pula tidak. Oleh karena itu. gelisah. yang diterapkan terhadap orang yang mengidap penyakit jiwa atau mengalami gangguan neurotik (psikoterapi) diterapkan pula terhadap anak-anak yang sukar dididik. seperti yang sudah-sudah. Dalam hal ini dapat ditempuh dua jalan atau diterapkan dua siasat. Adanya rasa cemas. Ternyata seringkali perilaku yang sekarang ini juga terdapat di tahun-tahun yang lampau. social modeling. Jadi mengubah R dahulu.B.bahwa suatu seri kejadian atau pengalaman telah menjadi situasi psikologis tertentu. sebagai reaksi terhadap rentetan peristiwa atau rangkaian pengalaman yang sama atau mirip dengan peristiwa di masa sekarang. bahkan terhadap anak-anak normal di taman kanak-kanak dan sekolah dasar. counterconditioning. Dalam prosedur-prosedur itu diusahakan suatu perubahan dalam Antecedent dan/atau Consequence. S. Rasa lega itulah yang dicarinya sampai sekarang. Akhirnya dia menjatuhkan dirinya sendiri dalam suatu lingkaran setan.. seorang mahasiswi telah berkali-kali mengalami perlakuan kasar dari sejumlah mahasiswa bila berkumpul. Analisis ini sering tidak terbatas pada rangkaian A. rangsangan atau kombinasirangsangankonkret apa yangtelah berlangsung (A) dankeuntungan/efek positif apayangdiperoleh (C). Seandainya diakui peranan dari suatu reaksi internal yang berupa perasaan dan/atau pikiran (r). peranan itu tidak ditanggulanginya secara khusus. Berbagai prosedur itu umumnya dikenal dengan nama modifikasi tingkah laku (Behavior Modification). Misalnya. Dalam hal ini diterapkan pola/cara belajar menurut konsepsi Pavlov. yang mungkin dikombinasikan satu sama lain untuk mencari cara yang paling efektif bagi konseli tertentu dengan kasus tertentu. yang dihadapi dengan pola berperilaku tertentu dengan memperoleh efek yang sama. Berkali-kali pula dia bereaksi dengan mengundurkan diri dari pergaulan sama para mahasiswa itu.bahwa keuntungan/efek positif yang didapat di masa yang lampau sama dengan keuntungannya di masa sekarang. konsepsi Skinner atau menurut konsepsi Bandura. tetapi juga menggali rangkaian A-B-C yang terjadi dimasa yang lampau. sebagai wanita muda dia juga berkeinginan untuk berjumpa dengan lawan jenisnya.

Sesuai dengan yang diterangkan diatas tentang peranan tanggapan pikiran (mediating response). dan kejadiankejadian tertentu. Attribution Psychology. dan memikirkan pula cara berbicara yang tidak akan menimbulkan ketegangan dan konflik. dapat dibantu dengan meninjau apa sebab-sebabnya dia merasa takut. takut. yang semuanya bersifat kognitif. seperti kelincahan dalam bergaul dengan orang lain (social skills) dan cara membawakan diri di hadapan umum. seperti Assertive Training.M. sampai akhirnya dapat dipangku tanpa menjerit-jerit (counterconditioning). Miharja. benda-benda. telah dikembangkan suatu pendekatan Behavioristik yang dikenal dengan nama Pendekatan Kognitif-Behavioristik (CognitiveBehavioral Approach). Di sini pun dicari prosedur yang paling S. baik yang mengandung. Semua prosedur itu telah diterapkan oleh yang ahli dalam pendekatan Behavioristik ini terhadap banyak orang dalam berbagai macam permasalahan.56 | tetapi setiap kali kelinci itu ditaruh makin dekat padanya.Ag. misalnya bersalaman dengan orang yang tidak dikenal. namun diragukan apakah jajaran konselor sekolah di Indonesia dewasa ini sudah cukup terlatih dalam mengaplikasikannya terhadap kliennya secara jeli. sebagai komponen yang sangat menentukan dalam rangkaian S r R. Cognitive Restructuring dan Rational-Emotive Therapy. kombinasi antara pendekatan tidak langsung dan langsung). lebih-Iebih tanggapan pikiran dalam batin seseorang. seseorang yang berbadan terlalu gemuk karena salah makan. Namun. pikiran. dan benci. dapat pula timbul masalah Draf kuliah Teknik Konseling . namun tidak secara langsung seperti dalam butir (a) di atas. mempertimbangkan semua alas an positif yang mendorong untuk menghadap. Thought Stopping. dengan memberikan suatu peneguhan (reinforcement) kepada dirinya sendiri setiap kali setia pada pelaksanaan program kerja itu. Seorang anak dapat belajar bertingkah laku tepat dengan meniru suatu model yang memperlihatkan tingkah laku yang tepat. Corak pendekatan ini mengenal beberapa variasi dalam prosedur yang diikuti. cemas. ini tidak berarti bahwa corak pendekatan konseling Behavioristik ini tidak dapat digunakan oleh konselor sekolah terhadap kaum remaja dan mahasiswa. sekolah dalam kasus-kasus tertentu. Banyak kasus berkisar pada rasa khawatir. Misalnya pula. tetapi kebanyakan konselor di indonesia tidak dipersiapkan khusus untuk merancang suatu prosedur modifikasi tingkah laku yang sesuai untuk setiap kasus yang ditangani. Misalnya. seperti dalam butir (a). seperti nonton acara TV yang sangat-digemari atau memberikan pujian kepada diri sendiri (selfmanagement). disertai latihan menghadap seorang atasan yang dimainkan oleh konselor (assertive training. Self Management (dikombinasikan dengan pendekatan secara langsung. dengan taraf keberhasilan yang berbeda-beda. Perasaan itu menyangkut orang lain. seorang karyawan yang selalu takut menghadapi pimpinannya untuk membicarakan suatu kepentingan. yang semuanya disertai perasaan gelisah. pengubahan tingkah laku secara langsung menurut prosedur yang diutarakan di atas. bersalah. dan Ellis (1977) menekankan peranan dari persepsi. Cautela dan Baron (1977). Tokoh/pakar seperti Bandura (1977). dan tidak tenang. S.. Mengubah respons/reaksi tertutup (r) lebih dahulu. Tentang pendekatan ini diuraikan lebih lanjut di bawah ini. Prosedur yang teruji ini dapat diterapkan dalam konseling di jenjang pendidikan menengah dan perguruan tinggi. dan keyakinan. sebagai akibat respon/reaksi terbuka (R) akan berubah pula.Pd. Oleh karena itu. unsur kegelisahan dan kecemasan maupun yang tidak. Berbagai prosedur itu dapat saja diterapkan dalam konseling di. Kamfer dan Philips (1970). tidak akan dibahas lebih lanjut di sini. muak. main. dapat dibantu dengan mengembangkan suatu program mengatur waktu makan dan kuantitas bahan makanan. Aneka rasa tersebut timbul karena konseli tidak pernah mendapat kesempatan untuk belajar hal-hal tertentu. efektif bagi konseli tertentu dalam permasalahan tertentu. Manusia dapat mengatur baik perilakunya sendiri dengan mengubah tanggapan kognitifnya terhadap Antecedent dan mengatur sendiri Reinforcement yang diberikan kepada dirinya sendiri.

kritik negatif yang dahulu kerap dilontarkan terhadap pendekatan. dapat diajak untuk melihat arti-arti lain yang melekat pada warna merah.-C di masa sekarang dan di masa yang lampau.Pd. seorang yang takut pada darah dan akhirnya takut pada warna merah. karena tujuan konseling (perubahandalam tingkah laku) dan prosedur yang diikuti untuk sampai pada tujuan itu disesuaikan dengan kebutuhan nyata pada konseIi dalam setiap kasus. dan dari bentuk peneguhan yang efektif (C). Sebagai contoh: mahasiswi yang akhirnya sangat takut untuk bergaul dengan teman-teman mahasiswa. dan meninjau masalahnya dari sudut lain serta memikirkan suatu cara bereaksi yang lain (r kognitif) sebagai langkah intermediar untuk berperilaku yang lebih tepat. Behavioristik sebagai manipulasi manusia yang tidak manusiawi agak kehilangan sengatnya. semakin bergeser dari usaha membantu orang yang mempunyai masalah ke arah membekali orang dengan aneka siasat untuk mencegah timbulnya persoalan kejiwaan yang serius. Miharja. Wali kelas II.57 | karena kesempatan penyesuaian yang ada tidak dipergunakan semestinya. dari wujud tingkah laku yang harus berubah (B). Saya dapat menyatakan keberatan saya terhadap perlakuan tertentu.perkembangan siswa di kelasnya. dari rangsangan S. menaruh perhatian besar terhadap . Orang tua berpendidikan SLTA dan berhasil menciptakan suasana kehidupan keluarga yang akrab. (bendera nasional) dan keindahan (bunga mawar). sebelumnya (A). Akhirnya program kerja itu mulai diterapkan di luar ruang konseling: kalau program kerja itu berhasil. Saya harus membedakan antara mahasiswa yang genah (benar) dan tidak genah (tidak benar). dia akan mendapat peneguhan yang diberikan kepada diri sendiri (menurut konsepsi Skinner). putri kedua dari lima bersaudara. Namun. Seandainya darah sampai sekarang dipersepsikan sebagai lambang kematian dan kehilangan hidup. seperti memberikan kehidupan (transfusi darah) (menurut konsepsi Pavlov).Ag. ketika konselor menggali rangkaian A-B.. Pendekatan Konseling Behavioristik masih dalam taraf penelitian untuk menentukan efektivitas dari berbagai prosedur spesifik seperti yang diutarakan di atas. Saya dapat menghindari pembicaraan dengan pemuda yang tidak genah dan hanya bergaul dengan pemuda yang tahu cara membawa diri dan sebagainya. Dengan demikian. pendekatan Behavioristik menurut siasat yang diutarakan dalam butir (b) tadi dapat diterapkan terhadap kasus orang takut pada sesuatu. catur wulan IV Dia berumur 16 tahun. S. Dengan demikian. Prosedur Konseling Behavioristik Kasus Zaedun adalah siswi di MA. gara-gara pengaruh negatif dari beraneka perasaan itu.M. dapat diajak untuk memikirkan suatu tanggapan kognitif yang lebih baik. seperti kepahlawanan. asalkan konseli ini mampu berefleksi atas tingkah lakunya sendiri. Selain itu. dewasa ini semakin ditekankan bahwa pendekatan Behavioristik dapat menunjukkan fleksibilitas yang besar. Tanggapan-tanggapan kognitif yang lebih tepat tergantung sekali dari kasus konkret. Konseli kemudian dibantu untuk mengakui rasa takut dan perasaan cemas dalam batinnya sendiri (r afektif). seorang konselor Behavioristik dewasa ini mengakui sepenuhnya bahwa suasana kepercayaan dan hubungan antarpribadi yang menyenangkan (working relationship) juga sangat penting. Misalnya pula. kelas II. seperti: "Saya tidak perlu menjatuhkan vonis atas semua pemuda. Perbedaan itu akan tampak dalam analisis kasus. seperti terjadi dalam kasus mahasiswi yang diutarakan di atas. Lalu dirundingkan tatacara bergaul yang baik dan tepat tanpa disertai perasaan was-was akan dirugikan. orangnya dapat diajak untuk menanggapinya dengan cara lain. Diprakirakan bahwa pendekatan Behavioristik akan. Saya dapat menolak ajakan yang tidak sopan. Wali kelas menjelaskan: dia sudah lama memperoleh kesan bahwa Zaedun menghadapi kesulitan yang Draf kuliah Teknik Konseling . seorang ibu. Pada suatu hari wali kelas itu menghubungi konselor sekolah untuk minta tolong dalam menghadapi kasus Zaedun.

dia merasa sayang. Bahkan. yaitu menghindar (R) dan merasa takut serta jijik (r). Setelah dia menghindar dan menyembunyikan diri dalam kelompok teman/kawan putri. Dia mengakui merasa benci dan sekaligus takut terhadap semua anak Dawar. dia. Miharja. Dia segera lari ke kelompok teman/kawan putri. Wali kelas mengusulkan kepada konselor untuk mengajak Zaedun bicara dan konselor menyatakan dirinya sanggup. dengan alasan tidak suka tampil di panggung bersama dengan pemain-pemain Dawar. Dia mengatakan juga bahwa dia merasa lebih tenang dalam bergaul dengan kelompok teman/kawan putri saja. Ini sekaligus berfungsi sebagai penguat (reinforcement). dari pernah menyaksikan film horor di mana wanita disakiti oleh laki-Iaki (A)." Konselor menduga bahwa Zaedun telah mengalami hal-hal tertentu dan akhirnya menjadi merasa benci pada semua siswa Dawar. setiap kali diajak bicara oleh seorang anak Dawar. baru-baru ini Zaedun menolak tawaran dari wali kelasnya untuk ikut dalam mementaskan drama. Reaksinya adalah selalu sama. seolah-olah mencari perlindungan dari mereka. menghindar dan menolak berbicara." katanya. Ternyata ada. (3) Mengadakan analisis kasus. Wali kelas sudah kerap menyaksikan bahwa Zaedun.merasa aman dan lega (C). Dia mengatakan juga. Konselor akan menaruh perhatian khusus pada semua reaksi internal (r) karena dia akan mengusahakan supaya Zaedun mengubah dahulu reaksi pikiran dan perasaan sebagai jalan intermediar untuk mengubah perilakunya (R). mula-mula siswi itu agak segan berbicara.. yaitu pada waktu belajar di MTS rambutnya sering ditarik-tarik oleh beberapa siswa Dawar. Ketika konselor memanggil Zaedun. Behavior. Langkah-langkah kerja: (1) Membangun hubungan pribadi dengan Zaedun. pada waktu pergi ke Sekaten menyaksikan banyak pemuda mengganggu gadis-gadis dengan cara yang kasar. Konselor mulai mengerti bahwa dalam sejarah hidup Zaedun telah terjadi generalisasi: tindakan ancaman dari kaum Dawar diartikan sebagai situasi yang menegangkan. Consequences). Dia merasa takut dan benci pada teman/kawan Dawar dan menyalahkan mereka menindas cewek saja. (2) Mendengarkan dengan penuh perhatian ungkapan pikiran dan perasaan Zaedun. (a) Pada saat sekarang perilakunya yang nyata ialah menghindari pembicaraan dengan teman/kawan Dawar dan menolak tawaran untuk berpartisipasi dalam pementasan drama (B).adalah rasa tenang dan perasaan lepas dari suatu bahaya yang mengancam (C). yaitu mencari gambaran yang lengkap mengenai kaitan antara A-B dan C (Antecedents.Ag. yang masih di SD. Zaedun mengutarakan bahwa dia tidak suka ikut dalam pementasan drama kalau ada pemain Dawar. hal-hal ini diakui oleh Zaedun ketika konselor memancing bagaimana perasaannya setelah menghindarkan diri. S. maka konselor ingin membantu Zaedun bersikap lain dan bertindak lain.M. Di sini pun konselor menjelaskan alasan Zaedun dipanggil dan bertanya apakah Zaedun memang mengalami suatu kesulitan. yang diatasi dengan cara melarikan diri Draf kuliah Teknik Konseling . Dia mempunyai pikiran untuk tidak pemah menikah dari pada dihadapkan pada ulah laki-Iaki. Anteseden adalah sapaan oleh teman Dawar dan tawaran ikut main pentas bersama dengan beberapa anak Dawar (A). "Mereka semua jahat dan maunya hanya menindas cewek.Pd. tetapi kemudian membuka diri. "Lebih baik tidak menikah daripada jatuh dalam lembah kenistaan. Zaedun mengakui ada kesulitan dalam bergaul dengan anak Dawar dan bersedia membicarakan hal ini dengan konselor. Akibatnya dari penghindaran dan penolakan . S. apakah pernah terjadi hal-hal yang tidak mengenakkan dalam bergaul dengan teman/kawan Dawar. di kampungnya sering diejek oleh pemuda brandal karena wajahnya penuh jerawat.58 | menyangkut pergaulan dengan siswa lain jenis di sekolah. Hanya kepada kedua adiknya yang laki-laki. (b) Konselor bertanya-tanya mengenai pengalaman-pengalaman Zaedun di masa yang lampau.

Reaksi melarikan diri hanyalah tepat bila keselamatannya sungguh-sungguh terancam. Dengan jalan yang demikian Zaedun mulai memikirkan tatacara lain dalam berhadapan dengan seorang pemuda.M. konselor membantu Zaedun untuk mengakui reaksi perasaannya sebagai suatu kenyataan yang harus dihadapi tetapi sekaligus dapat diatasi kalau dia berani mengubah pandangannya terhadap beraneka peristiwa yang telah dialaminya. Konselor dapat menjelaskan kepada Zaedun bahwa kecenderungannya untuk melarikan diri dan rasa takut serta jijik merupakan hasil dari suatu proses belajar. Ternyata memang ada. Zaedun harus dibantu untuk membedakan antara pemuda yang sungguh-sungguh tidak genah.Ag. Dia dapat menegur pemuda seperti itu dengan kata-kata yang tegas: dia dapat mengacuhkan perlakuan itu dan seolah-olah tidak melihat atau mendengar apa-apa. Dengan demikian Zaedun menggali lubang untuk diri sendiri kafena dia semakin cenderung untuk: melarikan diri dan dengan demikian mendapatkan ketenangan. dengan menerima tawaran ikut serta dalam pementasan drama dan berpartisipasi dalam kelompok belajar Dawar-putri di sekolahnya. konselor mengajak Zaedun untuk memikirkan tanggapan kognitif yang lain terhadap peristiwa/kejadian negatif yang dialami. Kalau terus-menerus merasa takut pada pemuda. Dengan demikian menjadi jelas bagaimana telah berlangsung suatu proses belajar pada Zaedun dan telah terbentuk suatu pola reaksi terhadap suatu situasi khusus. misalnya perlakuan kasar dari beberapa pemuda tidak harus dipandang sebagai bahaya yang mengancam S.Pd. S. misalnya beberapa kali ditolong oleh seorang pemuda kenalan baik mendapat perlakuan baik dari guru-guru pria yang masih bujang selama duduk di MTS dan ayahnya sendiri selalu menunjukkan kasih sayang kepadanya. konselor menunjukkan pada kata-kata Zaedun sendiri bahwa diasayang pada kedua adiknya yang laki-laki. konselor mengusulkan kepada Zaedun untuk berani terjun. (4) Membantu Zaedun untuk menentukan penyelesaian yang memuaskan. jiwanya. Zaedun menyatakan kerelaannya untuk terjun dan mencari pengalaman baru dalam bergaul dertgan teman Dawar di sekolahnya. sampai akhirnya Zaedun tidak mengenal pola reaksi yang lain terhadap situasi yang khusus itu. Kemudian. digali pengalaman mengesankan yang positif untuk mengimbangi pengalaman mengesankan yang negative.59 | sebagai reaksi biasa. yang tidak hanya tinggal gagasan saja. pemuda remaja yang sedikit nakal. Konselor dapat bertanya. Perilaku nyata (R) ini akan membantu Zaedun mengusahakan sesuatu yang konkret. tetapi memberi kemungkinan untuk menghilangkan rasa takut dan benci itu walau memakan waktu yang lama. bahkan dengan pria pada umumnya. yang mula-mula menyangkut pemuda nakal dan kemudian meluas menjadi bergaul dengan sembarang pemuda. Draf kuliah Teknik Konseling . Pokoknya. yang sedikit nakal dikoreksi saja. bagaimana akibatnya nanti bila timbul keinginan untuk mendapatkan seorang pacar seperti pemudi sebaya yang lain? Pokoknya. dan pemuda yang betul-betul genah. Pemikiran/tanggapan kognitif yang baru ini tidak serta merta menghilangkan rasa takut dan benci. Ini semua dikemukakan dengan tujuan supaya Zaedun membuka cakrawalanya. supaya tabu bagaimana kaum pria itu. Kemudian. (5) Mengakhiri hubungan pribadi dengan Zaedun. namun sekaligus dia membuat keadaan dirinya sendiri semakin sulit untuk diatasi (unsur peneguhan atau reinforcement). Miharja. Akhirnya. Selain itu. apakah dia juga mempunyai pengalaman berisikan lain dalam pergaulan dengan seorang pemuda.. yang betulbetul genah boleh bergaul dengan dia tanpa dia menentukan macammacam syarat. Kemudian. Hanyalah mereka yang sungguh-sungguh tidak genah patut dihindari.

 Konselor berusaha membantu klien di dalam mengembangkan seluruh status ego dewasanya.Pd. Untuk itu dibutuhkan suatu kemampuan serta kapasitas yang optimal dalam mengatur hidupnya sendiri. dan klien harus melalui transaksi dewasa-dewasa. S.  Tujuan terakhir dari konseling adalah membantu klien dalam membebaskan dirinya dari posisi hidup yang kurang cocok serta menggantinya dengan rencana hidup yang baru atau naskah hidup (life script) yang lebih produktif. dan orang tua) maka akan membentuk struktur kepribadian. klien memberikan imbalan jasa kepada konselor.M. Kontrak di antara konselor dan klien ini merupakan suatu ciri khas dalam usaha klien untuk mengadakan hubungan proses konseling analisis transaksional. dewasa. harus cukup umur dan matang untuk memasuki suatu kontrak. Ini menyangkut pula dalam memperoleh kebebasan dan kernampuan yang dapat ditembus di antara status egonya. Teknik yang dipergunakan terdiri dari empat tahap. di antaranya:  Tujuan yang pertama. (c) Kontrak memiliki pengertian sebagai suatu bentuk kompetensi antara dua pihak. sedangkan pertimbangan kedua. dan menandatangani serta melaksanakan isi kontrak sesuai dengan waktu atau jadwal yang telah ditetapkan. konselor memberikan layanan kepada klien secara profesional (baik berupa kesempatan maupun keahlian)..  Konselor berusaha membantu mengembangkan kapasitas diri klien dalam menggunakan semua status egonya yang cocok. (d) Akhirnya tujuan dari kontrak haruslah sesuai dengan kode etik konseling. yaitu pihak pertama adalah konselor yang harus memiliki kecakapan atau kemampuan untuk membantu klien dalam mengatasi masalah-masalahnya. Miharja.60 | S. dan (d) Analisis main an (game analysis). (a) Analisis struktur (structural analysis) Analisis struktur sebagai langkah pertama dari proses hubungan konseling analisis transaksional. konselor. (b) Analisis transaksional. Dalam konseling yang menggunakan pendekatan analisis transaksional digunakan teknik tertentu. maka konselor telah mulai mehmgkah ke arah analisis Draf kuliah Teknik Konseling . Dan bila kemudian dicoba pula untuk menegakkan diagnosis dari status ego ini. Pengembangan ini pada hakikatnya adalah menetapkan pikiran dan penalaran individu. BAB 11 TEKNIK DALAM KONSELING ANALISIS TRANSAKSIONAL Tokoh konseling ini adalah Eric Berne. (c) Analisis naskah (script analysis). Ada empat tujuan yang ingin dicapai dalam konseling analisis transaksional. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam kontrak. serta ada kesepakatan dalam menentukan tujuantujuan yang ingin dicapai. di antaranya: (a) Dalam kontrak. sedangkan di pihak kedua ialah klien. di antaranya pertimbangan pertama. kemudian dibuatlah suatu kontrak. Apabila ditelaah secara lebih mendalam tentang status ego itu (status ego anak. (b) Kontrak harus mempertimbangkan beberapa hal. Proses dan Teknik Konseling Analisis Transaksional Berdasarkan keempat tujuan konseling di atas. Tahap itu di antaranya: (a) Struktural. telah diuraikan secara luas pada struktur kepribadian di muka.Ag. konselor membantu klien yang mengalami kontaminasi (pencemaran) status ego yang berlebihan.

orang tua) merupakan bahan berharga bagi konselor.M. kemudian mengatahkan mereka untuk dapat berpikir dan bertindak yang lebih efektif. S. S. dengan demikian setiap kali konselor mengadakan pertemuan konseling dengan seorang klien. perlulah kiranya dianalisis dan diadakan penataan kembali. sedangkan status ego orang tua bermanfaat dalam berperan sebagai tokoh dalam mendidik anak-anak. status ego itu mempunyai nilai yang penting dalam kehidupan seseorang. Pada status ego anak terdapat intuisi. air muka. sifat atau tingkah laku nonverbal dengan isyarat- (b) Analisis transaksional Penghayatan tentang ketiga status ego di atas (anak.. Bagaimana peranan data-data dan informasi yang dimiliki dalam konseling analisis transaksional? Jawabnya. dalam rangka melangkah ke tahap selanjutnya. Semua status ego ini adalah kondisi psikis yang normal. Untuk menganalis status ego.memadai untuk digunakan sebagai sumber informasi dalam menganalisis klien. Terjadinya suatu transaksi disebabkan oleh adanya stimulus atau rangsangan. Telah diketahui bahwa setiap orang memiliki status ego anak. Dengan menggunakan apa yang diungkapkan oleh klien baik verbal maupun nonverbal dalam saat terjadinya transaksi sudah cukup . dewasa. Sedangkan respons atau tanggapan dari orang yang diajak bicara (mendengarkan) mungkin saja menyebabkan terjadinya suatu rangkaian stimulus respons . pada status ego dewasa diperlukan demi kelangsungan hidup. Di sini yang terpenting bagaimana seorang konselor mampu untuk menganalisis status. Di sinilah letanya ciri khas dari analisis transaksional (TA) yang tidak terpaku dengan masalah teoretis. bahwa dalam konseling analisis transaksional penggunaan data-data dan informasi yang dimiliki oleh klien pada masa lalu. tetapi berorientasi pada perbendaharaan bahasa sehari-hari yang dipergunakan dalam pergaulan. Bila pemahaman mengenai bentuk-bentuk transaksi antara masing-masing status ego telah mendalam dan telah dikuasai oleh konselor. tidaklah tukup hanya bersandar kepada apa yang diungkapkan oleh kliensecara verbal. dan seterusnya.. Setiap status ego memiliki kelebihan-kelebihan disamping kekurangkekurangannya. tetapi juga melalui sikap. stimulus maupun responsnya.Pd. dan tingkah laku. yang datang dari seseorang pembicara yang. Jadi. kreativitas. dewasa. tahap pertama tersebut di atas dari proses pendekatan konseling analisis transaksional ditekankan kepada pengembangan pemahaman klien untuk mengikat transakasi yang normal. Miharja. orang tua. yaitu analisis transaksional yang terjadi pada suatu proses konseling dengan klien. tidaklah mutlak diperlukan. Dalam menganalisis status ego anak (A) bukan saja harus mendengarkan transaksi dengan melalui ucapan dan kata-kata. sikap. Hidup tanpa kelengkapan status ego akan membosankan. maka konselor akan lebih mudah untuk mengadakan analisis transaksional yang terjadi pada saat proses pendekatan konseling. dan kegembiraan.61 | struktur kepribadian.. Draf kuliah Teknik Konseling . memberikan petunjuk-petunjuk yang secara otomatis mempengaruhi sifat. maka dapatlah dianalisis sejumlah status ego. status ego yang manakah yang menerima stimulus serta memberikan respons. didengarkannya. Satu saja dari ketiga status ego itu mengganggu keseimbangan hidup yang sehat. nada suara. tetapi juga harus mengimalisis sikap dan sifat dari klien yang nonverbal misalnya: sikap tubuh.Ag. menjemukan serta tidak menggairahkan. tindak tanduknya dalam transaksi. Jadi. ego yang ada.

Pd. ialah naskah itu bisa diubah. When. membelai. bibir yang gemtar karena marah atau sedih. kening berkerut." "Lebih baik kau …" "Pokoknya kau harus .. Sedangkan petunjuk verbal status ego anak menampakkan diri yaitu melalui ungkapan dan kata-kata. dewasa. (2) Dalam transaksi tampak adanya suatu maksud yang terselubung (maksud yang tersirat di balik ucapan).. air mata. Di samping itu.. Peranan konselor dalam analisis mainan apabila klien benar-benar bermotivasi untuk memperbaiki sikap. Semua data yang masuk menunjukkan adanya tanda processing data dari dewasa... baik secara verbal maupun nonverbal konselor akan dapat mengenali status ego yang dimiliki oleh klien atau status ego yang tampak pada diri klien.. misalnya: sikap merangkul. misalnya: "Saya pikir .Ag. Who. maupun kebiasaan yang dirasakan perlu untuk diperbaiki dan memerlukan bantuan dari konselor. badan sedikit condong ke depan atau ke belakang. (3) Adanya imbalan (pay off).." Dengan mengenali ketiga status ego (anak. ?" "Siapa . (b) Analisis mainan (game analysis) Suatu game memiliki tiga unsur penting di antaranya: (l) Transaksi yang tamp aknya berjalan seperti biasa dapat berkulit seakan-akan transaksi berlangsung secara wajar. transaksi. Where. permainan. S. konselor akan dapat untuk menentukan produktivitas komunikasi dengan klien... dan naskah hidup (life script). Segi positif dari naskah (script). memukul paha. mengangkat bahu.. misalnya: tertawa terbahak-bahak. dan How. menepuk bahu orang lain. Petunjuk nonverbal bahwa status ego anak menampakkan diri. dan juga sebagai pemimpin yang memiliki keahlian dalam menganalisis status ego. Dengan demikian.. konselor juga harus memiliki kapasitas diri sendiri untuk Draf kuliah Teknik Konseling . ?" Ungkapan khas dari status ego dewasa kita dikenali dari ungkapan Why. sifat. karena naskah itu terjadi dengan adanya proses learned atau sesuatu yang dibiasakan dan tidak karena faktor pembawaan.. Dengan mengetahui berbagai status ego seseorang (klien).. Secara verbal status ego orang tua dapat dikenali melalui ungkapan dan kata-katanya. Lambat laun dengan terjadinya transaksi antara anak dan orang tua terciptalah suatu tujuan hidup atau rencana hidup (life plant) yang dalam istilah analisis transaksional disebut script atau bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia disebut naskah... konselor akan dengan mudah untuk memberikan suatu analisis terhadap klien. dan lain-lain. What. kau harus . mata diarahkan ke bawah. berpangku tangan. Karakteristik dari Pendekatan Konseling Analisis Transaksional Konselor analisis transaksional adalah individu yang lebih banyak berperan sebagai fasilitator dalam proses kelompok. misalnya: "Ingat. S. dan orang tua) yang dinyatakan oleh klien baik secara langsung maupun tidak langsung. Miharja. Analisis naskah terjadi sejak masa si bayi masih dalam asuhan orang tuanya (bapak atau ibu) di mana pada masa itu terjadi bentuk transaksi antara orang tua dengan anak-anaknya..62 | isyarat dan gerakan-gerakan yang ditampilkan oleh klien dalam komunikasi dengan konselor. (c) Analisis naskah (script analysis) Analisis naskah (script analysis) adalah merupakan langkah terakhir dari suatu tata laksana pendekatan konseling dengan berorientasi kepada analisis transaksional.M. Ketiga unsur ini selalu ada dalam segala bentuk analisis transaksional dengan menggunakan game. dan lain-lain. mata melotot. " "Menurut hemat saya "Berdasarkan informasi …” "Bagaimana . Menganalisis status ego orang tua dapat dikenali dengan petunjuk nonverbal.

yaitu: (1) Konselor harus memiliki kemampuan untuk mengenal dari mana memulai untuk mengungkapkan ketiga status ego dari klien.M. empati. atau transaksi dengan klien secara terbuka.. Jadi dengan demikian. Draf kuliah Teknik Konseling .Pd. penuh kehangatan. seorang konselor dengan memakai pendekatan AT harus memiliki pandangan yang penuh kehangatan. baik verbal maupun nonverbal. cakap untuk memberikan tanggapan walaupun sekecil-kecilnya untuk mencapai tujuan dari konseling yang telah ditetapkan.63 | mengadakan interaksi.Ag. S. S. Dan juga sebagai s. Miharja. Eric Berne menyatakan dua kebutuhan tambahan yang harus dimiliki oleh seorang konselor analisis transaksional.eorang konselor harus memiliki kemampuan untuk membaca dan mengamati tingkah laku klien baik secara langsung maupun tidak langsung. menunjukkan kepercayaan atas kemampuan dirinya dalam membahtu mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh klien. (2) Konselor harus dapat memperlihatkan kemurnian dari komitmen pada klien. komunikasi. dan murni.

Ada dua issue utama yang memelopori kepesatan penyembuhan penyimpangan tingkahlaku. c. Penyimpangan tingkahlaku ini dapat dijabarkan dalam berbagai jenis kegiatan. BAB 12 TEKNIK PEMULIHAN PENYIMPANGAN TINGKAHLAKU A. Sexual training merupakan latihan yang digunakan untuk klien yang menghadapi masalah di waktu menghadapi jenis kelamin lain. Terapi tingkahlaku terutama digunakan untuk mengubah tingkahlaku yang termasuk abnormal.Ag. Wolpe menggunakan reciprocal inhibition yang terdiri atas enam teknik utama. kompulsi. hysteria. tapi orang yang memperlihatkan penyimpangan tingkahlaku akan menunjukkan gejala maladaptive yang lebih dominant dan continue dalam pola tingkahlakunya. Reinforcement bisa bersifat umum maupun khusus. Klien dihadapkan pada stimulus bertahap. yaitu operant conditioning (Skinner). Ada yang merumuskan abnormalitas dalam pengertian statistis. Klien dilatih untuk mempertahankannya dalam memelihara dirinya. sehingga serasi dengan lingkungannya. Miharja. individual. Yang khusus. Tegasnya. yaitu. seperti ngompol. contohnya seorang anak yang tidak mau bicara sama sekali. individual. tics. dan reciprocal inhibitionnya (Wolpe). a. Permen karet inilah yang dijadikan reinforcement bagi anak itu. Terapi tingkahlaku memandang tingkahlaku individu mengikuti hukum kausal. yaitu bahwa individu yang terletak di luar batas garis normal pada kurva normal. Dengan kata lain. Klien dibantu menyusun urutan stimulus yang mencemaskan dari mulai yang kurang mencemaskan hingga yang paling mencemaskannya. Khusus berkenaan dengan perawatan penyimpangan tingkah Iaku. Konsep perubahan tingkah laku Penyimpangan tingkahlaku atau behavior disorder menunjuk pada berbagai bentuk abnormalitas yang sulit dirumuskan secara tegas dan tepat.M. S. Yang umum misalnya perhatian. alcoholism ataupun mental deficfency. baik yang tergolong neurotik ataupun psikotik. b. persetujuan. perbedaan antara manusia normal dengan yang abnormal memperlihatkan penyimpangan tingkahlaku tidaklah bersifat kualitatif. Assertive training merupakan latihan mempertahankan diri akibat perlakuan orang lain yang menimbulkan kecemasan. Ada pula yang memandangnya dari standard kultural. Operant conditioning menggunakan reinforcement. gagap.64 | S. yang disebut idiosyncratic reinforcement. Kegiatan ini berulangkali dilakukan hingga kecemasan itu sendiri berangsur berkurang. antara lain dengan menjatuhkan permen karet itu ke lantai hingga terlihat oleh anak agar terjadi komunikasi. Desensitization dengan tujuan mengganti respon cemas terhadap stimulus tertentu dengan respon santai. Setiap orang sewaktu-waktu akan memperlihatkan gejala salah suai. obsessi. phobia. tapi senang permen karet.. pola tingkahlaku salah suai dan adaptif tidaklah secara tajam terpisah menjadi dua kelompok yang berbeda. Draf kuliah Teknik Konseling . dan uang. Peranan penyuluh ialah membantu individu mengatasi hambatannya dengan jalan mengatur kembali assosiasi antara stimulus dengan respon. Caranya ialah dengan mengurangkan ketegangan klien dengan jalan berlatih santai (relaks). atau norma subyektif. hingga akhirnya tidak memperlihatkan kecemasannya di saat bekerja dengan jenis kelamin lain.Pd.

A version therapy yang digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk.  Teori tingkahlaku menggunakan latihan yang bertahap. e. bahwa pertalian dengan klien merupakan kunci penyembuhan. tapi menyimpang. Ada empat pandangan tentang jenis metoda psikotherapi yang ada (terapi tingkahlaku dan terapi lainnya) yaitu. sedang psikoterapi mentafsirkan fantasi dan mimpi klien. Ditinjau dari metodologinya. baik intrinsik ataupun ekstrinsik.  Terapi tingkahlaku menggunakan tahapan fantasi klien dalam latihan. sedang psikoterapi menghubungkan tingkahlaku yang ada dengan pola tingkahlaku yang lain. f. sedang in vivo desensitization menggunakan situasi yang nyata. Apa yang tiada terjangkau oleh aliran terapi tertentu dapat juga digunakan metoda lain.Ag. Miharja. sebagai berikut:  Terapi tingkahlaku menekankan akan perubahan simptom. Selanjutnya Wolpe menyodorkan dua tipe desensitization. Covert desensitization digunakan untuk menyembuhkan tingkahlaku klien yang menyenangkan. yaitu bahwa kedua-duanya menggunakan teknik:  encouragement. Ruang seperti ini kadang-kadang justru Draf kuliah Teknik Konseling . dapat menggantikan schock listrik.M. berbagai metoda terapi itu saling melengkapi. Konsep tingkahlaku yang digambarkan dalam pandangan ahli terapi tingkahlaku belum mencakup seluruh aspek penggerak tingkahlaku itu sendiri. dan (d) para ahli terapi tingkahlaku memandang sebaliknya. Thought stopping digunakan untuk menghilangkan respon cemas dengan jalan melatih menghentikan bayangan cemas itu. S. advice dan reassurence  manipulasi lingkungan  mencari sumber stress  mencari pola tingkahlaku klien. Berdasarkan perbedaan dan persamaan itu. sirine.. berbagai bentuk ganjaran. sedang psikoterapi merawat berbagai perasaan yang tidak teratur. (b) metoda-metoda penyuluhan saling melengkapi. tapi justru digunakan sebagai metoda yang lengkap melengkapi. karena memiliki kesamaan dan perbedaan. bahwa: (a) metodametoda penyuluhan itu berbeda secara tajam baik teori ataupun tekniknya sehingga tidak dapat dipertemukan. terapi tingkahlaku memerlukan ruangan khusus tempat eksperimen.  Terapi tingkahlaku menggunakan conditioning yang positif.65 | d.Pd. sedang psikoterapi membina pertalian agar klien berani mengekspresikan segala perasaannya. Untuk merawat berbagai penyimpangan tingkahlaku dipergunakan berbagai latihan. (c) terapi tingkahlaku oleh psikodinamika dipandang sebagai bagian kecil dari psikoterapi. yang disebut imaginal desensitization (SD-I) dan in vivo desensitization (SDR). Klien dilatih untuk memberikan respon negatif terhadap stimulus yang disenanginya itu dengan jalan membayangkan sesuatu yang tidak menyenangkan dirinya. Kiranya akan memadai apabila terapi tingkahlaku tidak dipertentangkan dengan terapi lainnya. Klien mengganti respon terhadap stimulus dengan prosedur pemberian stimulus yang tidak disenanginya. S. Imaginal desensitization menggunakan reproduksi imaginasi subyek. sedang psikoterapi menganggap. Di samping mengajukan perbedaan.  Terapi tingkahlaku menggunakan ayersion technique. bahwa psikoterapi dapat dimasukkan sebagai bagian dari terapi tingkahlaku. Terdapat perbandingan antara terapi tingkahlaku dengan psikoterapi. ada pula kesamaan antara kedua metoda terapi itu.

Enuresis (ngompol) Terdapat perbedaan pengertian Enuresis.Pd. Dalam pembentukan tingkah laku baru. Apabila individu menghadapi kondisi baru. histeri. (3) memperlihatkan gejala neuroticism yang rendah. Terapi tingkahlaku akan mencoba mengubah tingkahlaku yang termasuk abnormal. Namun demikian ada pola umum yang dapat digunakan. Miharja. tiks. (2) memperlihatkan gejala neuroticism yang rendah. dipandang kurang serius masalahnya apabila dibandingkan dengan seorang remaja yang ngompol sebulan sekali. Penyimpangan tingkahlaku ini dapat dijabarkan dalam berbagai bentuk seperti: ngompol. janganlah dipandang sebagai yang mujarab untuk berbagai gangguan tingkahlaku.M. akan tetapi mengalami tekanan (stress) yang tinggi. yang intinya dikemukakan sebagai perilaku ngompol yang tidak terkendalikan dan tidak diinginkan. ataukah  anak yang berumur tujuh tahun. yang ngompol satu malam seminggu. Biasanya terjadi di waktu tidur pada anak-anak yang telah menginjak umur tiga tahun ke atas. akan tetapi gagal untuk memperoleh keterampilan yang kompleks. Berbagai Teknik Mengubah Tingkahlaku Dalam mengubah tingkahlaku tidak ada prosedur yang berlaku untuk setiap perawatan penyimpangan tingkahlaku. Pada dasarnya S. Manakah yang sebenarnya jadi masalah:  anak yang berumur empat tahun yang ngompol dua malam seminggu. orang tua ataupun klien sendiri. Pandangan penyuluh. B. 1. psikopat. obsessi dan kompulasi. baik yang tergolong neurotik.Ag. dan mentaldeficiency pada manusia yang tergolong normal. Untuk terapinya. ataupun tingkahlaku manusia yang tergolong normal. mungkin terbentuk tingkahlaku salah suai baru pula. Penyimpangan tingkahlaku itu dalam empat katagori: (1) memperlihatkan gejala neuroticism yang tinggi sekalipun ada tekanan (stress) yang rendah.  ngompol karena gangguan organik atau bukan karena gangguan organik. gagap. dan respon manakah yang seharusnya diperkuat. psikosa alcoholism. psikotik. S. (4) memperlihatkan gejala psychoticism yang tinggi.  anak yang berumur sepuluh tahun yang ngompol sebulan satu kali. Namun demikian metoda terapi apa pun.66 | berlainan dengan situasi real bahkan tidak identik. metoda ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak. delingkuensi. setiap gangguan merupakan kasus yang menuntut kreativitas ahli terapi. Draf kuliah Teknik Konseling . Oleh karena itu keterbatasan metoda ini hendaknya diimbangi oleh kemampuan penyuluh dalam menganalisis stimulus yang mana yang menimbulkan tingkahlaku salah suai. perlu dibedakan jenis enuresis ini yaitu:  primary enuresis (ngompol malam hari) dan secondary enuresis (ngompol setelah diganti pakaian). tapi dihayati oleh subyek sebagai ancaman. bahwa seorang anak berumur empat tahun yang ngompol satu bulan satu kali. phobia. kriminalitas.  kurang memperoleh latihan buang air kecil di waktu kecil atau karena kekeliruan latihan di masa kecil. masalah dan keadaan klienlah yang akan menentukan keberhasilan perawatan klien. baik guru. Para ahli sering berbeda pendapat tentang gejala ngompol yang disebabkan karena kriteria yang berbeda. Namun demikian mereka sependapat.  ngompol yang reguler dan sewaktu-waktu. ketimpangan seksual..

Di samping itu dapat juga menggunakan satu deretan tahapan reward training untuk buang air pada waktu dan tempat yang ditentukan.Ag. dan masih berpegang pada gerak refleks yang wajar. dan sejalan dengan penyembuhan Enuresis. dengan menggunakan prinsip-prinsip operant conditioning. menggunakan instrumental avoidence conditioning. Adapun teknik penyembuhannya dengan jalan: Latihan kembali secara sistematis.67 | Gejala ngompol ini sebenarnya merupakan masalah sosial dan strata sosial orang tua mempunyai pengaruh terhadap pandangan mereka.M. dengan menggunakan lonceng (bell). Dengan demikian anak itu pun terbangun. b. Berdasarkan perkembangannya. yang dapat menimbulkan masalah bagi anak. Apabila anak itu kencing. Kaum behavioris berpegang pada tiga prinsip: bayi yang baru lahir memiliki daya refleks yang wajar. Kemudian dilanjutkan dengan self control. Pada dasarnya penyembuhan tersebut bersifat situasional. dan tahapan training. proses perkembangan pengendalian oleh pusat syaraf. Dan ada juga orang tua yang justru sangat keras terhadap anaknya. yaitu: proses fisiologis yang kompleks. anak yang lebih besar menghadapi masalah pengembangan pusat syaraf melalui kematangan dan belajar. keterampilan buang air kecil menggambarkan tingkat keterampilan yang kompleks. mulai dari ginjal hingga keluar kealat kelamin. a. menggunakan theori classical conditioning dan metoda lonceng. membangunkan anak setelah ngompol. Draf kuliah Teknik Konseling . sehingga mengejutkan anak.. c. masalah anak yang berumur dua tahun. Di saat anak mulai ngompol. Lovibond menggunakan sirine sebagai alat untuk menghukum anak ngompol. dengan daya otot dan volume air kencing itu sendiri. sudah dipandang sebagai masalah.Pd. yang polos. Ada orang tua yang sangat santai. yang tidak disebabkan oleh gangguan organ tubuh. Ahli teori Psikodinamika memandang enuresis sebagai "overt symptom" dari gangguan yang dialami yang bersangkutan. anak yang berumur tiga tahun yang selalu ngompol. sirine berbunyi cukup keras. dianggap tidak apa-apa. Tapi kemudian sirine itu tidak perlu lama berbunyi cukup satu sekon. terjadi denyutan elektroda pada alat kelamin anak. dengan dijanjikan ganjaran apabila dapat melaksanakannya dengan baik. sebelum lonceng berbunyi (sebelum ngompol). Encorpresis (gangguan buang air besar ) Encorpresis merupakan gangguan dalam pengaturan buang air besar. yang seminggu sekali ngompol. yang dapat digambarkan: anak terbangun apabila terjadi ketegangan ingin buang air kecil. Akan tetapi pada kelas sosial tinggi. Sedang para psikiatris memandang enuresis sebagai sindrom kepribadian ataupun fisiologis. yaitu: S. Yang menjadi masalah pokok bagi kaum behavioris ialah bagaimanakah pembentukan pengendalian buang air kecil itu (baik siang ataupun malam) dan faktor-faktor apa yang menyebabkan kegagalan dalam pengendalian tersebut. ada tiga tahapan cara penyembuhan ngompol dengan conditioning. membiarkan anaknya berbuat sekehendak anak itu. Miharja. Menurut mereka. S. menggunakan shock listrik. ada 2 proses yang terlibat dalam pengendalian tingkahlaku tersebut. 2. Gangguan ini diperoleh akibat perlakuan orang tua terhadap anak berkenaan dengan buang air besar. terutama dalam mengendalikannya. Bagi kelas sosial rendah. Pinggang anak dibalut dengan ikat pinggang yang dihubungkan dengan elektroda. Ada tahapan yang dapat diikuti untuk mengubah prilaku ngompol: tahapan pre-training.

apalagi kalau dihubungkan dengan masalah kelancaran berbicara (fluency). e. membentuk urutan tahapan kecemasan menurunkan kepekaan emosional berkenaan dengan obyek yang mencemaskan. 4. c. Latihan ini diulang beberapa kali dengan membaca 40 . dengan diukur pula waktunya.Ag. Terdapat berbagai kemungkinan tentang keengganan masuk sekolah itu. Masalah ini termasuk kategori "continum" dan bukan dikhotomi.M. dan phobia. Ada orang yang mengulang beberapa kata saja. seperti takut pada hewan. Terdapat beberapa bukti empirik yang menunjukkan. Metoda yang paling disukai digunakan untuk menyembuhkan phobia ialah systematic desensitization dengan tahapan: latihan santai. bahwa gejala ini bersifat individual. kematian. Ada pula yang kata-katanya tidak lengkap terputus-putus atau dipanjangpanjangkan. Phobia Istilah phobia ada dalam berbagai kategori. Negative practice yang mirip dengan massed practice "Yang terganggu" diminta mengulang seluruh kalimat yang menunjukkan kata-kata mengganggu.68 | S. Operant Control of Stuttering Perilaku stuttering dapat diubah dengan jalan mengendalikan apa yang diucapkannya. karena suara yang dikeluarkan oleh yang gagap itu menimbulkan suara yang tidak menyenangkan. Phobia sendiri dibagi-bagi menjadi seratus tipe. Ada gejala lain yang menarik perhatian para ahli pada sepuluh tahun terakhir ini yaitu masalah School phobia. menggunakan jalan mengurangi respon yang menunjukkan sikap cemas. Adapun pengubahan dan penyembuhan tersebut sebagai berikut: a. Rythmic and Syllable time speech yang memberi kesempatan kepada yang "terganggu" untuk mengucapkan kata-kata mengikuti rithme tertentu. yaitu dengan jalan memberi kesempatan kepada orang yang terganggu tersebut untuk berbicara keras-keras. yang pada mulanya diberi contoh membaca. Istilah ini selalu dihubungkan dengan masalah keengganan anak datang ke sekolah. suara. Keengganan ini dilatar-belakangi oleh situasi sekolah yang dipandang menimbulkan rasa takut pada anak. Miharja. Dalam teknik ini digunakan extrinsic (es cream) dan intrinsic rewards (mencapai hasil yang lebih baik). keengganan masuk sekolah yang dilatarbelakangi keengganan meninggalkan rumah. social interpersonal.. atau dapat juga dengan menyajikan obyek yang ditakuti secara nyata. beberapa ungkapan atau memperbaiki ucapan. headphone). di antaranya: anak itu sendiri pembolos. sehingga dapatlah dirumuskan. Teknik yang digunakan dapat juga berupa membayangkan obyek yang ditakuti dalam khayalan. Draf kuliah Teknik Konseling . Dapat juga disuruh membaca sendiri secara terus-menerus. Stuttering (gagap dan mengulang kata ) Sulitlah dirumuskan secara tegas. seluruh kata. mengikuti ucapan orang yang membaca satu bacaan. Dalam kondisi seperti itu treatmentnya mungkin diarahkan kepada penserasian pertalian antara anak dengan orang tua di rumah. Hal ini dapat dilakukan secara berkelompok dengan membahas berbagai masalah penyesuaian diri. S. penyakit.50 kata.Pd. sehingga lancar. mana yang disebut gagap dan tidak gagap. bahwa stuttering itu bisa diubah hingga tahapan tertentu. feedback Control of Stuttering Stuttering itu dapat disembuhkan dengan teknik "speech shadowing". d. 3. b. Orang yang terganggu itu terus membaca dan diikuti suara orang lain yang lancar membaca (melalui tape recorder.

tanpa alasan dan tanpa maksud.Pd. retention of urine. Kompulsi merupakan impuls untuk berbuat berulangkali. (b) digunakan teknik SD-I dan SD-R. Latihan ini secara berangsur diadakan.M. gagal mengembangkan dorongan seks pada tujuan yang wajar. menghilangkan non-organik motor functioning. Tics ini meliputi gerakan mata. Obsessi dan kompulsi Obsessi menunjukkan idea yang berulangkali muncul dalam pikiran klien dan sulit dihindari. anesthesia (daya pekanya hilang). dan sulit dikendalikan. penyembuhannya dapat digolongkan dalam beberapa kelompok: a. Untuk perawatan tics. dilakukan dengan jalan massed practice. Dapat pula menggunakan classical dan operant conditioning dengan prinsip reinforcement.69 | S. 6. ialah: egois. anorexian (hilang nafsu makan).. ketulian dan daya peka. perut. egocentris. Hysteria juga merupakan gangguan yang tampak dalam perilakunya. banyak tuntutan dan banyak bergantung. congkak. 5. Ditambahkan pula dengan teknik yang memungkinkan orang tua dan guru dilatih untuk memberikan ganjaran yang hampir bersamaan. dusta. S.  menunjukkan keluhan yang bersifat badaniah. Gangguan Hysteria Istilah hysteria mengandung berbagai arti seperti: hysterical personality. Exhibitionis dramatization. emosinya tidak stabil.Ag. Adapun karakteristik orang yang "hysterical personality". Menghilangkan nonorganic sensory dan perceptial functioning. Adapun orang yang mengalami conversion hysteria. dan manja. Kedua hal ini seringkali menjadi satu kesatuan yang dimanifestasikan dalam bentuk tingkah laku. Juga bisa menggunakan situasi permainan yang secara bertahap mirip dengan kondisi sekolah yang sebenarnya. Pemulihannya antara lain dengan mengusulkan agar sekolah dan keluarga diarahkan untuk menghasilkan powerful pressure terhadap anak agar mau kembali ke sekolah. Adapun karakteristik School Phobia ialah:  memperlihatkan rasa takut sakit. seperti buta paralyses (syaraf yang tidak berfungsi). represi. amnesia (lupa akan segala pengalamannya) dan multiple personality. kalau-kalau mendapat bencana di sekolah. takut yang mendalam berkenaan dengan seks. mulai satu menit. dan leher yang tidak terkontrol. self centered 7. lima menit hingga Draf kuliah Teknik Konseling . Jenis hysteria lainnya ialah: somnambulism (jalan-jalan sambil tidur). Karena banyak jenisnya. berkhayal. menunjukkan tingkahlaku sexual. Miharja. hidung.  takut berpisah dengan ibu. seperti sakit kepala dan ngantuk. mudab terpengaruh. aphobia (kebisuan). kurang mampu mengendalikan emosi. provokatif. dingin. seperti pada kejang tangan. anxiety hysteria. bersandiwara. Untuk menyembuhkannya ada dua tahapan. seperti pada kebutaan. yaitu: (a) usaha langsung menghilangkan tingkah laku obsessi pada awal mula munculnya gangguan tersebut yang perlu diusahakan dengan desensitization. Gangguan Tics Pada mulanya gerakan merupakan kegiatan yang terkoordinir dan terarah yang ditumbuhkan oleh sebab-sebab di luar atau idea. b. conversion hysteria. Tapi kemudian menjadi kebiasaan yang tidak diinginkan oleh individu yang bersangkutan. ketidakmatangan seks. Manifestasinya gelisah dan cemas. memanifestasikan konflik tersebut dalam gejala-gejala fisik. reaksinya tidak konsisten. selalu cemas akan berbagai bentuk konflik antara orang tua dengan petugas administrasi sekolah.

Pd. 1a disuntik agar mual di saat melihat film dari jenis kelamin sendiri. perubahan alat kelaminnya diukur. pada pertengahan film ini. Sejak awal mula melihat film.M. Sexual disorder Penyimpangan sek dapat diteliti dengan cara mengukur perubahan alat kelamin di saat nonton blue film. dengan proyektor.. tapi kemudian dilakukan sendiri oleh klien. Draf kuliah Teknik Konseling . Klien mendapat schock di saat menunjukkan tingkahlaku homoseks. Terdapat beberapa cara penyembuhan.Ag. S. instrumental escape and avoidance conditioning with schock as the aversive stimulus.70 | satu jam. Klien dibaringkan di kamar gelap. Miharja. Atau ia mendapat reinforcement di saat diperlihatkan gambar-gambar wanita telanjang. hingga tujuh menit sesudah film terakhir. di antaranya ialah: a. S. Mula-mula di bawah pengawasan. classical aversive conditioning with drugs. 8. b. Demikianlah dilakukan hingga enam hari berturut-turut.

Beberapa pendekatan dalam Konseling. S.M. Prentice-Hall International Edition. 2005. LPM STAIS. Pustaka Bumi Quraisy. 2000. Latihan Dipenogoro dalam Keterampilan Konseling. Alfabeta Draf kuliah Teknik Konseling .71 | S. IAIN SGD Bandung Willis. Miharja. CV Dipenogoro MD Dahlan. Yies Sadiyah. 1985. The Helping Relationship. Psikologi konseling. Rineka Cipta Tohirin. Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Rajagrafindo Persada.. Brammer. Sukardi. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Surya. CV Miharja. 2004. Bimbingan dan Konseling Di Madrasah. Prayitno & Erman Amti. Rujukan: Bimo Walgito. 2007. 2003.Ag. Andi Yogyakarta. Konseling Individual. 2000. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling. MD Dahlan. 1997. Rineka Cipta. 1987. Teori dan Praktek. Awrence. Pengantar Bimbingan dan Konseling. 2008.Pd. Bimbingan dan Konseling. 2005.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful