TEKNIK KONSELING

Draf bahan kuliah jurusan BPI
Mengutarakan cara-cara konselor dalam melakukan proses konseling dengan konselinya. MIHARJA, S.Ag.,M.Pd. 9/1/2010

1|

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.

DAFTAR ISI BAB 1 Pengertian dan ruang lingkup BAB 2 Tahapan proses konseling BAB 3 Teknik-teknik melakukan konseling BAB 4 Teknik konseling verbal BAB 5 Teknik konseling nonverbal BAB 6 Teknik-teknik dalam tahapan konseling BAB 7 Teknik konseling dalam teori konseling Client Center BAB 8 Teknik konseling dalam teori konseling RET BAB 9 Teknik konseling dalam teori konseling Trait & Factor BAB 10 Teknik konseling dalam teori konseling behavioristic BAB 11 Teknik konseling dalam Analisis Transaksional BAB 12 Teknik pemulihan Penyimpangan tingkahlaku (1) (12) (23) (40) (63) (67) (81) (93) (98) (109) (122) (129)

BAB I PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP TEKNIK KONSELING
A. Lingkup Teknik Konseling Konseling merupakan pekerjaan profesional seperti halnya guru. Sebagai suatu pekerjaan profesional menuntut dimilikinya sejumlah kompetensi dan keterampilan tertentu. Selain itu, konseling juga merupakan suatu proses. Dalam setiap tahapan proses konseling memerlukan penerapan keterampilanketerampilan tertentu. Agar proses konseling dapat berjalan secara lancar dan tujuannya tercapai secara efektif dan efisien, konselor harus mampu mengimplementasikan keterampilanketerampilan tertentu yang relevan. Konselor yang terampil adalah yang mengetahui atau memahami sejumlah keterampilan tertentu dan mampu mengimplementasikannya dalam proses konseling. Bimbingan dan konseling merupakan suatu proses. Proses bimbingan dan konseling menempuh tahap-tahap tertentu. Dalam setiap tahapannya akan menggunakan teknik-teknik tertentu pula. Konseling merupakan salah satu teknik dalam bimbingan. Ruang lingkup teknik konseling meliputi kajian teoretis dan praktis mengenai segala kemampuan dan kesemaptaan konselor hingga mampu melakukan proses konseling yang berhasil guna. Lingkup teknik konseling meliputi kajian sejumlah asumsi mengenai implikasi teori konseling pada teknik konseling, keterampilan dasar selama proses konseling, komunikasi verbal

Draf kuliah Teknik Konseling

2|
dan nonverbal dalam konseling, dan cara-cara dalam melakukan terapi penyimpangan tingkah laku (abnormalitas), hingga caracara melakukan konseling melalui media elektronik. Suasana batin konseli selama proses konseling dapat berupa perasaan senang ataupun sebaliknya yakni perasaan tidak senang. Konseling yang baik, tentunya diupayakan seoptimal mungkin mencapai derajat konseling yang menumbuhkan perasaan senang. Suasana Batin yang Tergolong "Perasaan Senang" Merasa akrab/dekat Merasa pantas Merasa antusias Merasa puas Merasa bahagia Merasa penuh harapan Merasa bebas Merasa penuh harga diri Merasa bergairah Merasa riang/gembira Merasa bangga hati Merasa rindu/kangen Merasa bersukacita Merasa berterima kasih Merasa cocok Merasa santai/rileks Merasa cinta/terpikat Merasa simpati Merasa diakui/diterima Merasa sabar Merasa damai/tenteram Merasa terlindung/aman Merasa tak janggal Merasa terhibur Merasa geli Merasa tenang/kalem Merasa kagum Merasa terharu Merasa kerasan/betah Merasa tertarik Merasa lega Merasa tabah Merasa mantap Merasa terpukau/terpana Merasa nyaman Merasa terpesona Merasa nikmat Merasa tergugah/terlibat Merasa optimis Merasa suka Suasana Batin yang Tergolong "Perasaan Tidak Senang" Merasa apatis Merasa malas Merasa antipati Merasa merana Merasa asing Merasa benci Merasa bingung Merasa bengong Merasa bosan/jenuh/jemu Merasa berat hati Merasa berkabung Merasa berdosa/bersalah Merasa curiga Merasa cemburu Merasa canggung Merasa diabaikan Merasa dihina/terhina Merasa dendam Merasa sebatang kara Merasa kehilangan Merasa kasihan/iba Merasa dingin Merasa dioyak-oyak Merasa gugup/grogi Merasa hambar/hampa Merasa hancur/tercacah Merasa iri Merasa jengkel/mangkel Merasa jera/kapok Merasa khawatir/gelisah Merasa kecewa/ gagal Merasa kikuk Merasa kesal Merasa kesepian Merasa tertipu Merasa takut/gentar Merasa kaget/terhenyak Merasa kecil hati

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.
Merasa muak Merasa ngeri/jijik Merasa pesimis/depresif Merasa tanpa harapan Merasa pasrah Merasa panik Merasa patah hati Merasa panas hati Merasa prihatin Merasa bimbang Merasa risih Merasa minder Merasa sedih/ murung Merasa sakit hati/pedih Merasa segan/enggan Merasa sebal/sebel Merasa terancam Merasa terpukul Merasa ada kejanggalan Merasa terbebani Merasa terpaksa Merasa tersinggung Merasa tergerak Merasa tersiksa Merasa tak betah Merasa terganggu Merasa tersayat/pilu Merasa terpojok/ terdesak Merasa terkekang Merasa tak sabar Merasa tak berdaya/kalah Merasa tegang Merasa goyah Merasa tersipu-sipu

Draf kuliah Teknik Konseling

Bentuk penyesuaian diri secara normal antara lain : mampu mengemukakan masalah dan pemecahannya secara langsung. berkhayal. Mampu melakukan perubahan sesuai dengan kepribadian. Dapat bersahabat dengan baik. perbaikan diri dan realisasi diri. Merasa aman. Merasa bagian dari masyarakat. Memiliki konsep diri yang sehat. Hasil yang ingin dicapai dari konseling adalah manusia yang mempunyai hubungan baik antara manusia dengan lingkungan. Memiliki kemerdekaan dan dapat berbuat untuk diri sendiri. mampu melakukan trial and error (uji coba) mencari substitusi (pengganti). Penyesuaian yang normal (well adjusted person) mempunyai ciri-ciri yang normal antara lain : Tidak menunjukan adanya ketegangan emosional. Bidang-bidang pribadi antara lain penyesuaian diri dan segala aspeknya seperti penyesuaia diri. Merasa diperlakukan baik oleh orang lain dan di rumah. Berusaha mencapai kematangan emosi dalam berpikir dan memiliki hubungan antar pribadi terutama dengan baik. Merasa tenang dan teguh. Merasa dipercaya oleh teman-temannya. emosi. emosional dan sosial. Merasa memiliki kebebasan. Berbuat sesuai dengan usianya. Memiliki elusi yang seimbang. Yang berhasil menyesuaikan diri disebut well adjusted person dan yang gagal disebut mal adjusted person. Mempunyai selera makan yang baik. Sesuai dengan hakikat kemanusiaan dalam moral. Mampu menyatakan diri sendiri secara terbuka. S. Dapat tidur dengan baik. Memiliki penerimaan diri. maka perlu diperhatikan beberapa prinsip mewujudkan kondisi: Keadaan jasmani yang baik terintegrasi sebagai organisme. menggali potensi diri. selalu menjaga hubunga yang tetap dan teratur dengan Tuhan dalam melaksana ajaran agama yang dianut. dapat menerima kenyataan dalam keluarga. Merasa aman dengan kehadiran sesuatu yang asing. dengan Tuhan dan manusia sebagai organisme.M. Merasa puas dengan status ekonominya. Bersikap wajar terhadap lain jenis. memilih tindakan yang tepat dan control diri serta melakukan perencanaan yang cermat. Merasa mudah memasuki suatu kelompok. terutama menghadapi kejadian yang akan datang. agama memegang peranan penting dalam kehidupannya. Percaya diri dan menyukai orang lain. Tidak menunjukan adanya frustasi pribadi.3| Merasa tak berdaya Merasa malu/jengah Merasa marah /gusar Merasa diasingkan Merasa tercengang Merasa duka S. Segar. Bimbingan dan konseling merupakan upaya untuk mengembangkan kemampuan individu dalam bidang pribadi dan sosial. Mudah melupakan hal-hal yang salah terhadap dirinya. Dapat tertawa Draf kuliah Teknik Konseling . Memiliki integritas dan kontrol diri dalam cara berpikir.Pd. Memiliki hobbi dan suka berekreasi sesudah mengalami kelelahan. Mengembangkan moral yang luhur. Dapat tidur dengan baik. Menanamkan kebiasaan dan mengembangkannya dengan baik. intelektual religi. Menyenangi orang tua dan rumah. belajar. Memiliki pertimbangan rasional dan pengarahan diri. baik yang datang dari diri maupun dari luar diri individu. dan perilaku. Tidak takut sendirian. Senang humor. Mencintai kehidupan dan memiliki falsafah hidup.. Karakteristik mental yang sehat pada anak-anak yang harus diwujudkan antara lain: Merasa disukai oleh teman-temannya. Kepuasan dalam bekerja mempengaruhi perasaan dan ketenangan batin. melakukan penelitian. sosial dan moral merupakan bekal untuk mampu belajar. menghargai pengalaman. Bersikap realistis. Tidak selamanya individu berhasil menyesuaikan diri dan mengatasi berbagai rintangan.Ag. Dapat menyatakan diri dengan bebas. Memiliki hobi dan suka berkreasi. dan kesehatan mental. Memperluas pengetahuan dan memiliki tilikan diri (self insight). tenang dan tidak letih. Miharja. Adapun ciri mental sehat lainnya pada orang dewasa: Merasa disukai oleh orang lain. keinginan.

Kondisi lingkungan dan kulturasi. mamacu. suasana psikis dan lain-lain. Karenanya perlu diperhatikan beberapa prinsip mewujudkan kondisi: Keadaan jasmani yang baik terintegritas sebagai organisme. pikiran. dapat menerima kenyataan dalam keluarga. Konselor memungkinkan konseli untuk merefleksi atas diri sendiri serta pengalaman hidupnya. penguasaan terhadap teknik konseling akan merupakan kunci keberhasilan untuk mencapai tujuan konseling. Respons yang baik berupa pertanyaan-pertanyaan verbal dan nonverbal yang dapat menyentuh. dll. moral. Seorang konselor yang efektif harus mampu merespons klien secara baik dan benar sesuai keadaan klien saat itu. termasuk pembawaan. Menunjukan sikap tenang. perbaikan diri dan realisasi diri. emosi. Menanamkan kebiasaan dan mengembangkannya dengan baik. frustasi. Mampu melakukan perubahan sesuai dengan kepribadian. berbuat sesuai denqan umurnya. dan perhatian yang tulen (facilitative conditions). Perkembangan dan kematangan termasuk aspek intelektual. sosial. Dengan menciptakan Susana yang kondusif. Sebagai suatu proses. Berusaha mencapai kematangan emosi dalam berpikir dan memiliki hubungan antar pribadi terutama dengan baik. keinginan. Kepuasan dalam bekerja mempengaruhi perasaan dan ketenangan batin. seperti empati. Sesuai dengan hakikat kemanusiaan dalam moral. menguasai teknik-teknik konseling merupakan suatu keharusan. memahami diri sendiri serta situasi Draf kuliah Teknik Konseling . Kondisi agama (religi) hubungan manusia dengan Tuhan. Kondisi psikologis. S. dan mendorong sehingga klien terbuka untuk menyatakan secara bebas perasaan. Bersikap realistis. dengan Tuhan dan manusia sebagai organisme.. agama memegang peranan penting dalam kehidupannya. budaya dan agama. konflik. intelektual religi. sikap. Senang berkelompok dan merasa bagian dari kelompok. dan perilaku.4| dalam situasi yang lucu. selalu S. Bagi seorang konselor. Dalam proses konseling. dari mulai persiapan konseling. menjaga hubungan yang tetap dan teratur dengan Tuhan dalam melaksana ajaran agama yang dianut. Memiliki integritas dan kontrol diri dalam cara berpikir. hingga berakhirnya proses konseling. tempat yang tinggi.Pd. Memiliki konsep diri yang sehat. Mengembangkan moral yang luhur. B. Prinsip-prinsip mewujudkan kondisi mental yang sehat dapat didasarkan pada hakekat hubungan manusia dengan lingkungan. kondisi fisik. Miharja. selama konseling.M. Kepribadian termasuk konsep dalam penerimaan diri dan realisasi diri. Memiliki penerimaan diri. emosional. berkhayal. Memperluas pengetahuan dan memiliki tilikan diri (self insight). dan pengalamannya. Konseling mengandung suatu proses antarpribadi yang berlangsung melalui saluran komunikasi verbal dan nonverbal. sikap keagamaan deln lainlain. Periang dan optimis. penerimaan penghargaan. Senang bermain dan menyenangi permainan. tidak takut terhadap obyek tertentu seperti air. termasuk pengalaman. implementasi teknik-teknik konseling melalui beberapa tahap kegiatan.Ag. Apa itu teknik Konseling? Teknik konseling merupakan cara-cara tertentu yang digunakan oleh seorang konselor dalam proses konseling untuk membantu klien agar berkembang potensinya serta mampu mengatasi masalah yang dihadapi dengan mempertimbangkan kondisikondisi lingkungannya yakni nilai-nilai sosial. kesehatan fisik dan lainlain. emosional dan sosial. kelenjar otot. sistem saraf. Senang bersekolah dan permainan pra sekolah. keikhlasan serta kejujuran.

atau sugestif. berdasarkan itu. antara lain.Pd. Adanya intensi dasar untuk memberikan bantuan terlaksana. Dalam batinnya konselor selalu mempunyai maksud atau intensi untuk membantu konseli. Kondisi serasi dapat dikomunikasikan melalui suatu teknik verbal tertentu. memberikan tanggapan analitis atau interpretatif memberikan tanggapan suportif. bantuan diberikan oleh seorang konselor meliputi baik penciptaan serta pembinaan seluruh kondisi (core conditions) maupun struktur serta organisasi pada pembicaraan. konselor mengkomunikasikan kondisi positif itu kepada konseli. dan melalui suatu teknik nonverbal seperti sikap badan dan pandangan mata.. Meskipun pelayanan konseling memuat unsur akal sehat yang menyertai penggunaan teknik. Draf kuliah Teknik Konseling . tetapi pun tidak lepas dari sistematika kerja tertentu yang terwujud dalam berpegang pada suatu pendekatan konseling berdasarkan pertimbangan rasional. Kondisi kondisi konseling pula penerapan teknik verbal dan nonverbal yang lain. menemukan penyelesaian atas masalah yang dihadapi. dalam memberikan tanggapan tertentu. sehingga konseli menyadari adanya kondisi pendukung dan karenanya bersedia pula untuk berkomunikasi dengan konselor. Penggunaan teknik dalam proses konseling memerlukan timbal-balik antara konselor dan konseli. Perbedaan pandangan ini harus disadari oleh konselor dan memperluas cakrawalanya berpikir. seperti refleksi dan klarifikasi. tanggapan batin ini merupakan dasar bagi setiap kali ada tanggapan verbal dan suatu reaksi nonverbal.M. dengan tetap menggunakan teknik konseling sejauh selaras dengan pendekatan konseling yang diterapkannya serta metode konseling yang diikutinya. memberikan tanggapan evaluatif.5| kehidupannya dan.Ag. bahkan membantunya dalam mendampingi klient yang datang kepadanya untuk konseling secara lebih efisien dan efektif. Miharja. sehingga konseli secara bertahap dapat menuntaskan penyelesaian atas masalah yang dihadapinya. sehingga dari awal sampai akhir kondisi pendukung itu tercipta dan terbina terus-menerus. seperti memberikan tanggapan pemantulan. Melalui berbagai tanggapan verbal dan aneka reaksi nonverbal. Maka. namun pandangan para pakar konseling tentang apa yang menyebabkan manusia menghadapi masalah dan bagaimana caranya memberikan bantuan psikologis dalam mengatasi S. atau memberikan tanggapan eksploratif. S. korektif. masalah itu berlainlainan.

Dampak lanjutnya adalah klien tidak mau di konseling. Klien yang kemampuan intelektualnya rendah. Hal-hal yang berkenaan dengan kesiapan konseling terutama yang berhubungan dengan klien adalah: (1) motivasi klien untuk memperoleh bantuan. Setiap aktivitas yang berproses akan memerlukan persiapan yang matang. Draf kuliah Teknik Konseling . akan sulit merespons proses konseling. maka ia tidak banyak berharap bahwa konselor dapat membantunya untuk memecahkan masalah. akan mampu berpartisipasi secara aktif dalam konseling sehingga proses konseling akan betjalan secara lancar. Begitu juga klien. (2) pengetahuan klien tentang konseling. Tahapan selama konseling mengacu pada pendeatan dalam berbagai teori konseling. Ada klien yang mampu melihat masalahnya sendiri dan ada yang tidak.M. Disini akan diutarakan tahapan konseling yang diajukan dalam sistematika Carkhuff dan klinikal. ia akan tidak maksimal memanfaatkan jasa konselor. akan berbeda partisipasinya dalam konseling jika motivasi mereka benar-benar ingin memperoleh bantuan. Tahapan permulaan konseling Ada tiga hal yang dilakukan oleh konselor untuk memulai proses konseling yaitu: (a) membentuk kesiapan untuk konseling. Motivasi klien untuk memperoleh bantuan akan menentukan jalannya proses konseling. konselor harus melakukan persiapan. Dalam proses konseling harus ada respons-respons tertentu dari klien. ia akan memanfaatkan jasa konselor secara maksimal. Miharja. dan (6) sistem pertahanan diri. BAB II TAHAPAN PROSES KONSELING Tahapan konseling dimulai dari tahapan permulaan konseling hingga tahapan selama proses konseling. proses konseling bisa gagal. sebaliknya yang tidak mengerti tentang peran-peran konselor. Untuk dapat melakukan konseling secara efektif dan agar konseling berhasil dan berdaya guna. klien yang tidak mampu melihat masalahnya sendiri. Tanpa partisipasi dari klien atau tanpa kesiapan klien. Klien yang mampu melihat masalahnya sendiri. Tahapan permulaan merupakan segala upaya menuju pada proses konseling dapat berjalan dengan baik. Sebaliknya.. (5) harapan-harapan terhadap peran konselor. agar dapat berpartisipasi secara aktif sesuai tuntutan konseling. adapun penedekatan klinikal mengenai tahapan suatu masalah dapat diselesaikan selama proses konseling. 1. Klien yang mengikuti sesi konseling karena mengikuti keinginan guru wali kelas atau orang lain termasuk konselornya sendiri (terpaksa). Sistematika Carkhuff mengenai bagaimana tahapan dalam wawancara konseling.Pd. Klien yang tidak mengetahui tentang konseling.Ag. (3) kecakapan intelektual. akan membantu kelancaran proses konseling. memerlukan persiapan yang matang. Kesiapan untuk Konseling Kesiapan untuk konseling tertuju kepada konselor atau kliennya. A. dan ( c) evaluasi psikodiagnostik. Klien yang banyak berharap dan mengerti peran-peran konselor. (4) tingkat tilikan terhadap masalah dan dirinya sendiri. Sistem pertahan diri yang baik dari klien. (b) memperoleh riwayat kasus. Tanpa persiapan konseling tidak akan dapat beljalan secara efektif dan sangat mungkin tujuan konseling tidak tercapai. S.6| S. Begitu pun klien yang mengetahui ten tang konseling. akan sulit untuk berpartisipasi dalam proses konseling. Aktivitas konseling sebagati suatu proses. harus siap untuk mengikuti konseling.

anekdot). (3) menghubungi sumber-sumber referal (rujukan) misalnya dari organisasi. (5) melalui proses pendidikan itu sendiri. yang lebih memusatkan pada masalah-masalah psikoterapeutik dan diperoleh melalui wawancara konseling. ia akan menangis. (5) pengaruh sikap menilai dari konselor. padahal kehidupan klien (helpee) sangat kompleks. menempatkan gejala dalam kategori. dan (7) melalukan orientasi prakonseling. (2). (5) Grafik waktu tentang kehidupan helpee yang berkasus. sebagai suatu klasiftkasi deskriptif masalah-masalah yang sama dengan klasiftkasi psikiatris untuk gangguan neurosis. (4) memberikan informasi kepada klien tentang dirinya dan prospeknya.Pd. dan memperkirakan hasil konseling dalam bentuk tingkah laku klien di masa yang akan datang. S. kemungkinan teknik-teknik konseling untuk memecahkan masalah. karena ketika konselor bertanya sesuatu yang sedikit memojokkan klien. disarankan kepada konselor agar melakukan hal-hal sebagai berikut: (1) memulai pembicaraan dengan berbagai pihak tentang berbagai topik masalah dan pelayanan konseling yang diberikan. mengadakan observasi. 3. Kedua. Dengan perkataan lain mengumpulkan sejumlah kasus yang dialami oleh klien pada masa sekarang maupun yang telah lalu.M.7| sebaliknya sistem pertahanan diri yang jelek akan menghambat proses konseling. yaitu suatu catatan tentang berbagai aspek yang menggambarkan perkembangan seseorang. diagnosis diartikan sebagai suatu proses memeriksa gejala. proses diagnosis mempunyai beberapa arti dan sulit dipisahkan secara tegas sebagaimana halnya dalam bidang medis. (6) melakukan survei terhadap masalah-masalah klien. (3) Biografi dan autobiografi. Miharja. Secara umum diagnosis dalam bidang psikologis berarti pernyataan tentang masalah klien.Ag. dan memperkirakan usaha-usaha penyembuhannya Dalam bidang psikologis. (4) Tulisan-tulisan yang dibuat sendiri oleh helpee yang berkasus sebagai dokumen pribadi (mungkin dalam bentuk catatan S. memperkirakan sebab-sebab. sekolah dan madrasah dan sebagainya. sebab dapat menimbulkan bahaya sebagai berikut: (1) data yang terbatas atau kurang memadai. Riwayat Kasus Riwayat kasus adalah suatu kumpulan fakta yang sistematis tentang kehidupan klien sekarang dan masa yang lalu. konselor kurang memperhatikan keadaan tingkah Iaku klien sekarang. Dalam proses konseling hendaknya berhati-hati menggunakan diagnosis dengan pengertian di atas. Psikodiagnosis mempunyai dua arti yaitu: pertama. dan karakter yang selanjutnya disebut diagnosis diferensial. psikodiagnosis sebagai suatu prosedur menginterpretasikan data kasus.. Secara sederhana riwayat kasus bisa dikatakan melakukan identifikasi terhadap masalah-masalah yang dialami klien. Evaluasi Psikodiagnostik Dalam bidang medis. perkiraan sebab-sebab kesulitan. Draf kuliah Teknik Konseling . (2) menciptakan iklim kelembagaan yang kondusif sehingga membangkitkan klien untuk memperoleh bantuan. Riwayat kasus dapat dibuat dalam berbagai bentuk: (1) Riwayat konseling psikoterapeutik. (3) terlalu cepat menggunakan tes. (4) hilangnya pemahaman terhadap indiyidualitas atau hunikan sistem diri klien. Agar klien siap dalam mengikuti konseling. (2) Catatan kumulatif (cummulative record). psikosis. yang selanjutnya disebut diagnosis struktural. 2.

Klarifikasi.M. (3) memperoleh informasi yang lebih terinci. Sistematika Carkhuf Pada pendekatan sistematika Carkhuff konseling melalui empat pase dalam proses (1) keterlibatan (2) eksplorasi.. Mulai mengutarakan masalah pribadi mendengarkan dan menunjukkan yang dihadapi penerimaan.. (4) merumuskan diagnostik yang lebih tepat. disertai alasan berperasaan demikian. Aktivitas dan keterampilan konselor pada tiap pase disajikan sebagai berikut: Fase Aktivitas konseli Keterampilan konselor Melibatkan diri: Melibatkan konseli dengan Menghadap konselor. Pemberian Umpan balik. Diagnosis. Asumsi yang melandasi penggunaan tes dalam psikodiagnosis adalah kepribadian sebagai suatu yang dinamis dan dapat diukur melalui sampel tingkah Iaku. (2) meramalkan keberhasilan konseling. Tahapan selama proses konseling Tahapan proses konseling berbeda asumsi apabila mengacu pada teorinya. Usul/Saran.Pd. Keterlibatan Mengungkapkan sesuatu. Menetapkan jalan/cara yang tepat untuk mencapai tujuan. B. Melihat alasan-alasan timbulnya semua reaksi perasaan itu. sehingga masalah dapat diatasi. Tujuan dirumuskan dalam bentuk tindakan yang nyata. Pemberian Informasi. Menghayati perasaan-perasaan yang timbul.. yang tidak dapat ditimpakan pada orang lain. Penyelidikan. seperti Refleksi dan Klarifikasi Perasaan. Bertindak Membantu konseli menuangkan kemauan untuk mencapai tujuan dalam bentuk rencana urutan langkah kerja yang konkret. Pemberian Umpan Balik. Menetapkan tujuan yang ingin dicapai. dia sendiri bertanggung jawab mengatasinya: Akibat permasalahan bagi dirinya. Mulai melaksanakan langkah pertama yang direncanakan. Menyadari bahwa masalah adalah problem dirinya sendiri. Permintaan untuk Melanjutkan. dengan menggunakan personalizing skills. Menggali aspek-aspek penting dalam masalah yang dihadapi: Mengambil unsur-unsur pokok dalam masalah. Merumuskan masalah dalam bentuk:"Problemku adalah . isyarat-isyarat nonverbal. Dukungan/Bombongan. Konfrontasi. (3) pemahaman (4) bertindak. Mengimplementasikan tujuan yang ingin dicapai dalam suatu program kerja yang konkret. adapun konseling klinikal mencakup lebih menyeluruh dari mulai penentuan masalah hingga evaluasi. Penggunaan tes psikodiagnosis dalam konseling berfungsi untuk: (1) menyeleksi data yang diperlukan bagi konseling. secara seperti merapikan meja. Menyadari perasaan sendiri dalam menghadapi masalah ini. Tahapan konseling yang umum dapat mengacu pada sistematika Carkhuff dan klinikal. Interpretasi. seperti Refleksi. Sistematika Cahkhuff menekankan pada proses selama wawancara konseling. dalam fase-fase selanjutnya).8| Psikodiagnosis dapat dilakukan melalui tes dengan tujuan untuk memperoleh data tentang kepribadian klien melalui sampel tingkah Iaku dalam situasi yang terstandar. dengan menggunakan initiating skills. Penyajian AlternatifAlternatif. 1. Miharja. Membantu konseli menggali aspek-aspek penting dengan menggunakan responding skills. Meninjau makna bagi dirinya. menggunakan attending skills. Draf kuliah Teknik Konseling . mengamati verbal dan nonverbal. Pertanyaan-Pertanyaan spesifik Eksplorasi Pemahaman Membantu konseli memahami diri berkaitan dengan masalah yang dihadapi dan menerima tanggung jawab terhadap masalah itu. (Keterampilan ini ada S. S.Ag. Selain itu juga didasarkan atas asumsi bahwa pola berpikir dan merasa klien yang diperoleh melalui tes akan menggambarkan struktur dasar karakter klien. seperti Pemberian Struktur. Merencanakan urutan langkah kerja yang akan ditempuh.

Tahapan konseling standard pendekatan konseling klinikal Proses konseling pendekatan klinikal menempuh beberapa langkah yaitu: (1) menentukan masalah. S. (1) Menentukan Masalah Menentukan masalah dalam proses konseling dapat dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan identiflkasi masalah (identifIkasi kasus-kasus) yang dialami oleh klien. Data diri bisa mencakup (nama lengkap dan panggilan atau nama kesayangan. dikhawatirkan ia tidak lulus. minat. Data lingkungan dapat mencakup (di mana helpee tinggal. tempat tanggal lahir. (h) sering ribut dengan orang tua terutama ayah. "prestasi menurun" masalah-masalah yang lain juga menjadi berkurang. dan data lingkungan. apabila tidak segera dibantu. (e) prestasi belajar terus menurun. tes hasil belajar. alamat dan lain sebagainya). dan (7) evaluasi atau follow up. teman-teman di sekolah atau madrasah. anak keberapa (status anak dalam keluarga misalnya anak kandung. dan lain sebagainya. Untuk menentukan masalah yang mana untuk dipecahkan harus menggunakan prinsip skala prioritas. tiri. seorang helpee sebut saja bernama Dawar berdasarkan fenomena dan perilaku sehari-hari yang ditunjukkan oleh helpee tersebut dapat diidentifikasi bahwa masalah yang sedang dialaminya adalah: (a) sering terlambat masuk kelas (tidak disiplin). tes bakat. (f) merokok secara sembunyisembunyi (ketagihan rokok). Data kesehatan dapat mencakup: (riwayat penyakit yang pernah diderita. (6) terapi. tempat dan tanggal lahir. Berdasarkan identifikasi masalah di atas. agama. ciri-ciri tubuh. penghasilan. Data-data helpee (Dawar) di atas dapat dikumpulkan dengan cara tes dan nontes. Pengumpulan data helpee dengan tes dapat mencakup: tes kecerdasan (IQ). Pengumpulan data helpee dengan cara nontes seperti: observasi atau pengamatan angket atau daftar Draf kuliah Teknik Konseling . alamat. . data kesehatan. sekolah sebelumnya. dalam lingkungan seperti apa. (2) pengumpulan data.M. penghasilan setiap bulan. dengan siapa ia tinggal. pekerjaan. dan nama ibu. lokasi sekolah. Berdasarkan identifikasi di atas dapat diketahui bahwa Dawar memiliki delapan jenis masalah. (5) prognosis. Penetapan skala prioritas ditentukan atas dasar akibat atau dampak yang lebih besar terjadi apabila masalah tersebut tidak dipecahkan. Alasannya karena Dawar statusnya sebagai pelajar kelas III. Miharja. atau angkat). tempat dan tanggal lahir. jenis kelamin. data pendidikan. pekerjaan. (d) sulit berkonsentrasi dalam belajar agama Islam. (b) sering bolos sekolah.Ag. Mudah-mudahan dengan terpecahkannya masalah S. pernah atau tidak dirawat di rumah sakit dan gangguan kesehatan lain yang bisa mempengaruhi fisik dan psikis helpee yang bersangkutan).. bagaimana pola asuh keluarga.9| 2. status sekolah. dan lain sebagainya). alamat. Data orang tua dapat mencakup: (nama ayah. (3) analisis data. dan lainlain).Pd. Misalnya. selanjutnya adalah mengumpulkan data helpee yang bersangkutan (data Dawar). Data pendidikan dapat mencakup: tingkat pendidikan. agama. hobi atau cita-cita. dan lain-lain. (g) dikucilkan dari pergaulan. agama. kelas berapa. (2) Pengumpulan Data Setelah ditetapkan masalah yang akan dibicarakan dalam konseling. misalnya pembimbing (konselor) menetapkan masalah "prestasi belajar yang menurun" untuk diprioritaskan dipecahkan melalui layanan konseling. (c) sering mengganggu teman dalam belajar (suka usil). dan lain-lain. Data helpee yang dikumpulken harus secara komprehensif (menyeluruh) yang meliputi: data diri. (4) diagnosis. data orang tua (ayah ibu).

biografi atau catatan harian. Dalam contoh di atas. Selanjutnya untuk data yang diperoleh melalui non test (misalnya sosiometri) dan 40 orang teman sekelas Dawar hanya lima orang yang rnemilih suka berteman dengan Dawar. Draf kuliah Teknik Konseling . jenis bantuan apa bisa S. les tambahan. Berdasarkan data tersebut.. (6) Terapi Setelah ditetapkan jenis atau langkah-langkah pemberian bantuan selanjutnya adalah melaksanakan jenis bantuan yang telah ditetapkan. kunjungan rumah.Pd.Ag. yakni faktor-faktor penyebab prestasi belajar Dawar yang rendah dan dikucilkan dari pergaulan teman-teman di sekolah dan madrasah. Pada contoh di atas pembimbing (konselor) mencari faktor-faktor penyebab timbulnya masalah pada Dawar. studi kasus. (7) Evaluasi atau Follow Up Evaluasi dilakukan untuk melihat apakah upaya bantuan yang telah diberikan memperoleh hasil atau tidak. (3) Analisis Data Data-data helpee yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis. dan lainlain yang sesuai dengan bimbingan belajar atau bimbingan sosial yang tujuannya agar Dawar memperoleh penyesuaian sosial dengan teman-temannya di sekolah dan madrasah. (5) Prognosis Setelah diketahui faktor-faktor penyebab timbulnya masalah pada helpee (dalam contoh di atas adalah masalah pada Dawar) selanjutnya pembimbing atau konselor menetapkan langkahIangkah bantuan yang akan diambil. Dari analisis data akan diketahui siapa Dawar? dan apa sesungguhnya rnasalah yang dialami oleh Dawar? (4) Diagnosis Diagnosis rnerupakan usaha pembimbing (konselor) menetapkan latar belakang rnasalah atau faktor-faktor penyebab timbulnya masalah pada klien. Berdasarkan data tersebut bisa dinyatakan bahwa prestasi belajar Dawar rendah dan seterusnya untuk data yang diperoleh melalui tes. Miharja. S. pemeriksaan fisik atau kesehatan. dan lain sebagainya. Data hasil tes bisa dianalisis secara kuantitatif dan data hasil nontes dapat dianalisis secara kualitatif.10 | isian (untuk orang tua dan helpee). sosiometri. bisa diberikan bimbingan belajar misalnya pengajaran remedial. Misalnya hasil tes belajar Dawar pada setiap mata pelajaran memperoleh nilai lima dan rata-rata di bawah lima. Apabila sudah memberikan hasil apa langkah-Iangkah selanjutnya yang perlu diambil? Begitu juga sebaliknya apabila belum berhasil. Berdasarkan rnasalah Dawar di atas. Dalam contoh di atas apakah pelaksanaan pemberian bimbingan belajar dan sosial kepada Dawar telah memberikan hasil di mana prestasi belajar Dawar meningkat atau perilaku Dawar berubah sehingga mulai disenangi oleh teman-temannya atau belum. wawancara.M. diberikan sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh Dawar. pembimbing atau konselor melaksanakan bantuan belajar atau bantuan sosial yang telah ditetapkan untuk memecahkan masalah Dawar. analisisnya adalah bahwa Dawar cenderung tidak disukai oleh teman-temannya (fenornenanya adalah Dawar dikucilkan dari pergaulan oleh tenan-temannya di sekolah) dan seterusnya.

Keempat. sebaliknya ekspresi wajah cemberut bisa menggambarkan penolakan atau BAB III TEKNIK-TEKNIK MELAKUKAN KONSELING Proses konseling memerlukan teknik-teknik tertentu sehingga konseling bisa berjalan secara efektif dan efisien atau berdaya guna dan berhasil guna. Atau cara bagaimana konselor bertindak agar klien merasa· diterima dalam proses konseling. (misalnya ceria atau cemberut). Ketiga. ekspresi melamunr mengalihkan pandangan.Pd. Kedua. Perilaku attending berkenaan dengan teknik penerimaan konselor terhadap klien. (b) realisasi tujuan bersama. Teknik Rapport Teknik rapport dalam konseling merupakan suatu kondisi saling memahami dan mengenal tujuan bersama. wajah kaku (tegang). Kedua. (3) mempermudah ekspresi perasaan klien dengan bebas. Miharja. (4) sikap yang ditandai dengan: (a) kehangatan emosi. (2) menciptakan Draf kuliah Teknik Konseling . (2) menetapkan topik pembicaraan yang sesuai. penerimaan dan minat yang mendalam terhadap klien dan masalahnya. S. (3) suasana ruang konseling yang menyenangkan. Tujuan utama teknik ini adalah untuk menjembatani hubungan antara konselor dengan klien. duduk kurang akrab dan berpaling. jarak duduk antara konselor dengan klien agak dekat. Teknik ini dalam proses konseling bisa diwujudkan melalui ekspresi wajah.M. 2. Sebaliknya. bersandar. Ketiga. memutuskan pembicaraan. posisi tubuh tegak kaku.11 | S. (4) kesadaran terhadap hakikat klien secara alamiah.Ag. Perilaku attending yang baik harus mengombinasikan ketiga aspek di atas sehingga akan memudahkan konselor untuk membuat klien terlibat pembicaraan dan terbuka. Wujud perilaku attending dalam proses konseling misalnya: pertama. Berikut ini diuraikan beberapa teknik dalam konseling.. jarak duduk dengan klien agak jauh. mendengarkan secara aktif dan penuh perhatian. tidak melihat ketika klien berbicara. berbicara terus tanpa ada teknik diam guna memberi kesempatan berpikir dan berbicara. Melalui teknik ini akan tercipta hubungan yang akrab antara konselor dan klien yang ditandai dengan saling mempercayai. (c) menjamin kerahasiaan klien. posisi tubuh agak condong ke arah klien. Perilaku attending yang baik akan dapat: (1) meningkatkan harga diri klien. miring. perhatian terarah pada klien (lawan bicara). Keempat. menunggu ucapan klien hingga selesai. Perilaku Attending Attending merupakan upaya konselor menghampiri klien yang diwujudkan dalam bentuk perilaku seperti kontak mata. Kelima. ekspresi wajah tenang. perhatian terpecah. Ekspresi wajah ceria bisa menggambarkan penerimaan konselor atas kliennya. duduk akrab berhadapan atau berdampingan. Implementasi teknik rapport dalam konseling adalah: (1) pemberian salam yang menyenangkan. dan senyum. mudah buyar oleh gangguan dari Iuar. wujud perilaku attending yang tidak baik adalah: pertama. mata melotot. Teknik penerimaan menggambarkan cara bagaimana konselor menerima klien dalam proses atau sesi konseling. diam (menunggu saat kesempatan bereaksi). ceria. suasana yang aman dan akrab. dan bahasa lisan. 1. kepala mengangguk sebagai pertanda setuju atas pernyataan klien. melakukan variasi isyarat gerakan tangan lengan secara spontan untuk memperjelas ucapan (pernyataan konselor). Kelima. bahasa tubuh. kepala kaku.

Dalam melakukan empati. pikiran. 4. gerak-gerik." Keempat. Konselor yang berkata dengan nada tinggi atau duduk yang berjarak melebihi batas ketentuan dalam konseling. T eknik Structuring Structuring adalah proses penetapan batasan oleh konselor tentang hakikat. melakukan empati tingkat tinggi dengan mengatakan: "Saya merasakan apa yang Anda rasakan. dan rendah) dan jarak duduk antara konselor dan klien. berapa lama konseling ini akan kita lakukan. semakin terampil kita membaca perasaan. Miharja. mendatar. Structuring memberikan kerangka kerja atau orientasi pada klien. (4) Batasbatas proses atau prosedu. (5) Structuring dalam proses. apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama proses konseling berlangsung. keinginan. melakukan empati primer dengan mengatakan: "Saya dapat merasakan bagaimana perasaan Anda". pertama: empati primer (primary empathy). pengalaman bahkan penderitaannya. mungkin merupakan indikasi bahwa konselor tidak menerima klien. berapa lama konseling akan dilakukan dan lain sebagainya. atau kapan waktu-waktu Anda bisa untuk mengikuti konseling dan seterusnya. yaitu apabila kepahaman konselor terhadap perasaan. 5.Ag. pikiran. Empati Empati merupakan kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan oleh klien.Pd. akan inembuat klien tersentuh dan terbuka untuk mengemukakan isi hatinya berupa perasaan. Structuring ada yang bersifat inplisit di mana secara umum peranan konselor diketahui oleh klien dan ada yang bersifat formal berupa pernyataan konselor untuk menjelaskan dan membatasi proses konseling. Kedua. Misalnya. Melalui empati tingkat tinggi. S. merasa dan berpikir bersama klien S. mengosongkan perasaan dan pikiran egoistik. dan bukan untuk atau tentang klien. Memasuki dunia dalam klien. yaitu apabila konselor hanya memahami perasaan. ekspresi wajah. 3. konselor harus mampu: pertama. Ada lima macam structuring dalam konseling. Kunci untuk memahami perasaan orang lain adalah mampu membaca pesan nonverbal (nada bicara. misalnya menyangkut tahapan-tahapan yang harus ditempuh (dilalui). (3) Batas-batas peranan konselor. misalnya menyangkut waktu atau jadwal. empati tingkat tinggi (advanced accurate empathy). Refleksi Perasaan Draf kuliah Teknik Konseling . Kemampuan berempati merupakan kemampuan untuk mengetahui bagaimana perasaan orang lain ikut berperan dalam pergulatan dalam arena kehidupan. Selanjutnya juga bisa diwujudkan dalam bentuk tekanan atau nada suara dari konselor (tinggi. Ketiga. Empati dilakukan bersamaan dengan attending. (2) Batas-batas tindakan baik konselor maupun klien. Empati ada dua macam." Atau "Saya mengerti keinginan Anda. pikiran. Kedua. Empati dibangun berdasarkan kesadaran diri. keinginan dan pengalaman klien dengan tujuan agar klien terlibat pembicaraan dan terbuka. Atau "Saya dapat memahami pikiran Anda. hatas-batas dan tujuan proses konseling pada umumnya dan hubungan tertentu pada khususnya. dan sebagainya). yaitu: (1) Batasbatas waktu baik dalam satu individu maupun seluruh proses konseling.12 | ketidaksetujuan konselor atas kliennya.. karena tanpa attending tidak akan ada empati. Semakin terbuka kita kepada emosi diri sendiri. dan pengalaman klien lebih mendalam dan menyentuh klien karena konselor ikut dengan perasaan tersebut.M. dan saya ikut terluka dengan pengalaman Anda itu".

. Sedangkan refleksi perasaan yang ambivalen (masa bodoh) ditunjukkan oleh konselor dengan membiarkan saja (tidak menyatakan setuju ·dan tidak menolak) atas apa yang dinyatakan oleh klien.. Pertama.. (2) klien merasa bahwa perasaan menyebabkan tingkah laku." "Saya membencinya.. " atau "Adakah yang Anda maksudkan . (5) konselor tidak dapat menemukan ke dalam perasaan. " atau "Barangkali yang akan Anda utarakan adalah. negatif.Ag. Atau "Barangkali Anda merasa . (5) memperjelas cara berpikir klien. Refleksi perasaan akan mengalami kesulitan apabila: (1) streotipe dari konselor. (6) konselor menambah arti perasaan. dan (7) konselor menggunakan bahasa yang kurang tepat.. yaitu keterampilan konselor untuk dapat memantulkan (merefleksikan) perasaan klien sebagai hasil pengamatan verbal dan nonverbal terhadap klien." "Sampai kapan pun saya tidak akan berteman lagi dengannya... ".. Teknik Eksplorasi Draf kuliah Teknik Konseling . Refleksi perasaan negatif ditunjukkan oleh konselor dalam konseling melalui pernyataan ketidaksetujuan atau penolakan konselor atas apa yang dinyatakan oleh klien.. Dalam proses konseling. dan (3) refleksi pikiran. Konselor merefleksi dengan mengatakan: "Adakah yang Anda maksudkan adalah peristiwa-peristiwa sedih yang Anda alami pada masa lalu". Kedua.Pd. Contoh refleksi perasaan: "Tampaknya yang Anda katakan adalah . konselor merefleksikan dengan mengatakan: " Tampaknya Anda sungguh-sungguh marah dengan si A. Refleksi terbagi atas tiga jenis. (4) konselor tidak dapat mengetahui isi perasaan yang direfleksikan. (2) refleksi pengalaman.. dan pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbalnya. S." Contoh refleksi pengalaman: "Tampaknya yang Anda kemukakan adalah suatu .M. Miharja. Refleksi perasaan bisa berwujud positif. Refleksi perasaan juga merupakan teknik penengah yang bermanfaat untuk digunakan setelah hubungan permulaan (tahap awal konseling) dilakukan dan sebelum pemberian informasi serta tahap interpretasi dimulai. refleksi pengalaman misalnya ketika klien mengatakan: "Saya trauma dengan masa lalu saya yang hampir tidak ada yang menyenangkan". refleksi perasaan. (4) memberi kekuatan untuk memilih.." atau "Adakah yang Anda maksudkan suatu peristiwa ". Refleksi perasaan positif ditunjukkan oleh konselor dalam konseling melalui pernyataan persetujuan atas apa yang disampaikan oleh klien. (3) konselor tidak dapat memilih perasaan mana untuk direfleksikan. yaitu keterampilan konselor untuk memantulkan pengalaman-pengalaman klien sebagai hasil pengamatan perilaku verbal dan nonverbal klien.. Refleksi merupakan keterampilan konselor untuk memantulkan kembali kepada klien tentang perasaan." Mendengar perkataan tersebut. refleksi pengalaman. pikiran.. Manfaat refleksi perasaan dalam proses konseling adalah: (1) membantu klien untuk merasa dipahami secara mendalam... dan (6) menguji kedalaman motif-motif klien... yaitu (1) refleksi perasaan. " atau "Hal itu rupanya seperti . S.13 | Refleksi perasaan merupakan suatu usaha konselor untuk menyatakan dalam bentuk kata-kata yang segar dan sikap yang diperlukan terhadap klien. refleksi perasaan misalnya ketika klien mengatakan :" Si A itu sialan. " dan seterusnya. (2) konselor tidak dapat mengatur waktu sesi konseling.. dan ambivalen." "Saya tidak akan berteman lagi dengannya. (3) memusatkan evaluasi pada klien. Dalam proses konseling. 6.

" Ketiga. Tujuan paraphrase antara lain adalah mengatakan kembali esensi atau inti ungkapan klien. " Ketiga. karena sulit menduga apa yang dipikirkan klien. S.. Keempat mengecek kembali persepsi konselor tentang apa yang dikemukakan klien. " atau "apakah yang Anda maksudkan . Contoh eksplorasi perasaan: "Dapatkah Anda menjelaskan apa perasaan bingung yang dimaksudkan" atau "Saya kira rasa sedih Anda begitu mendalam dalam peristiwa tersebut. Selain itu.M. Kedua. Teknik Paraphrasing (Menangkap Pesan Utama) Sering klien mengemukakan pikiran.. yaitu keterampilan konselor untuk memantulkan ide. Contoh eksplorasi pengalaman: "Saya amat terkesan dengan pengalaman yang Anda lalui. konselor perlu menangkap pesan utama dari apa yang disampaikan oleh klien dan menyampaikannya kepada klien dengan bahasa konselor sendiri. " 7.. ekplorasi pengalaman. dan pikiran klien. dan pendapat klien. dan pendapat klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbal klien. yaitu keterampilan konselor untuk menggali perasaan klien yang tersimpan. Pertama. pengalaman..14 | Eksplorasi merupakan keterampilan konselor untuk menggali perasaan. (3) nyatakan kembali dengan ringkas. Contoh refleksi pikiran: "Tampaknya yang akan Anda katakan . pikiran. Untuk itu. konselor harus: (1) menggunakan kata-kata yang mudah dan sederhana. refleksi pikiran.. (4) amati respons klien terhadap konselor. menutup diri atau tidak mampu mengemukakannya secara terus terang. ide. pikiran. yaitu keterampilan konselor untuk menggali ide. eksplorasi pikiran. Contoh eksplorasi pikiran: "Mungkin Anda dapat menjelaskan lebih jauh ide Anda ten tang sekolah sambil bekerja. konselor harus memiliki keterampilan bertanya. tertekan. tentang pengalaman tersebut dan pengaruhnya terhadap kesuksesan belajar Anda. Teknik bertanya ada dua macam.. membeIi arah wawancara konseling.Ag. (2) eksplorasi pikiran. namun saya ingin memahami lebih jauh S. ide. yaitu bertanya terbuka (open question) dan bertanya tertutup (closed question). untuk mengatakan kembali kepada klien bahwa konselor bersama dia. menyimpan rahasia batin. dan terancam. dan (3) ekplorasi pengalaman. " atau "Mungkin yang akan Anda uia[akan adalah . Pada pertanyaan terbuka. tetapi entah kenapa … 8. eksplorasi perasaan.. Ketiga. yaitu keterampilan atau kemampuan konselor untuk menggali pengalaman-pengalaman klien yang telah dilaluinya. Teknik ini dalam konseling sangat penting karena umumnya klien tidak mau terus terang (tertutup). perasaan. (2) dengan teliti mendengarkan pesan utama pembicaraan klien. Teknik Bertanya Umumnya konselor mengalami kesulitan untuk membuka percakapan dengan klien. paraphrasing misalnya ketika klien mengatakan: "Biasanya Si A selalu senang dengan saya.. praphrase juga bertujuan untuk: pertama. pengalaman secara berbelit-belit dan tidak terarah sehingga intinya sulit dipahami. mengendapkan apa yang dikemukakan klien dalam bentuk ringkasan.Pd. Miharja. klien bebas memberikan Draf kuliah Teknik Konseling . Dalam proses konseling. dan berusaha untuk memahami apa yang dikatakan klien. perasaan. Dapatkah Anda kemukakan perasaan Anda lebih jauh" Kedua. Eksplorasi memungkinkan klien untuk bebas berbicara tanpa rasa takut. Eksplorasi ada tiga macam: (1) eksplorasi perasaan. Untuk dapat melakukan paraphrasing yang baik. dan pengalamannya. Untuk memudahkan klien memahami pikiran.

dan perilaku atau pengalaman klien berdasarkan atas teori-teori tententu. Upaya konselor mengarahkan klien dapat dilakukan dengan menyuruh klien memerankan sesuatu (bermain peran) atau mengkhayalkan sesuatu. . Contoh interpretasi: "Saya berhenti sekolah dan memusatkan perhatian membantu orang tua. Teknik Menyimpulkan Sementara (Summarizing) Agar pembicaraan dalam konseling maju secara bertahap dan arah pembicaraan semakin jelas.... Miharja. sedangkan konselor hanya membantu. pandangan atau tingkah laku klien.. Kedua.Pd. Dorongan minimal diberikan secara selektif. terus .. Contoh summarizing: “Setelah kita. berarti bakti saya terhadap keluarga karena adik-adik saya banyak dan membutuhkan biaya sekolah. terutama yang hidup di kota besar S. Membuat kesimpulan bersama perlu dilakukan agar klien memiliki pemahaman dan kesadaran bahwa keputusan tentang dirinya menjadi tanggung jawab klien. Teknik Mengarahkan (Directing) Seperti telah disebutkan di muka.Ag. Dorongan Minimal (Minimal Encouragement) Dalam proses konseling. Untuk mengajak klien berpartisipasi secara penuh di dalam proses konseling." 11.. hambatan yang akan Anda hadapi seperti yang Anda Draf kuliah Teknik Konseling . konselor harus mengupayakan agar klien selalu terlibat dalam pembicaraan... sebaiknya kita simpulkan terlebih dahulu agar jelas hasil pembicaraan kita sampai saat ini. yaitu suatu dorongan langsung yang singkat terhadap apa yang telah dikatakan klien seperti pernyataan oh. tetapi sangat disayangkan jika orang seperti Anda yang tergolong pintar di sekolah akan meninggalkan MA. ketiga. . yaitu ketika klien menunjukkan tanda-tanda akan mengurangi atau menghentikan pembicaraan atau pada saat klien kurang memusatkan pikirannya pada pembicaraan dan saat konselor ragu terhadap pembicaraan klien. perasaan. seperti Anda. . Kapan suatu pembicaraan akan disimpulkan bisa ditetapkan sendiri oleh konselor atau bisa tergantung kepada felling konselor. tekad Anda untuk belajar sambil bekerja. Membantu orang tua memang harus. agar klien mengerti dan berubah melalui pemahaman dari hasil rujukan.. sedangkan pada pertanyaan tertutup telah menggambarkan alternatif jawabannya misaInya jawaban ya atau tidak. Teknik ini memungkinkan klien untuk terus berbicara dan dapat mengarahkan agar pembicaraan mencapai tujuan. bahwa proses konseling memerlukan partisipasi secara penuh dari klien." Mendengar perkataan klien di atas. S. . Untuk itu konselor harus mampu memberikan dorongan minimal kepada klien. maka dibutuhkim SDM Indonesia yang handal. 9. dan . keempat. dan seterusnya. Dorongan minimal juga dapat meningkatkan eksplorasi diri. Contoh pertanyaan terbuka: "Bagaimana perasaan Anda saat ini?" Sedangkan contoh pertanyaan tertutup adalah: "Biasanya Anda menempati posisi rangking berapa di dalam kelas?" Kemungkinan jawabannya adalah rangking pertama. ya . lalu .M.15 | jawabannya. bagaimana sikap dan katakata ayah Anda ketika memarahi Anda?" 12. 10. setidaknya sudah sampai pada dua hal pertama. Interpretasi Interpretasi merupakan usaha konselor mengulas pikiran. . Karena tantangan masa depan yang semakin kompleks. Penerapan teknik ini dalam konseling.. dan lain sebagainya. Dari materi pembicaraan kita tadi. Lalu konselor mengatakan: "Bisakah Anda mendemonstrasikan di depan saya. Akhimya terjadi pertengkaran sengit". Saya tidak dapat lagi menahan diri. perlu ada ajakan dan arahan dari konselor. Misalnya: "Ayah saya sering marah-marah tanpa sebab.. kedua. Tujuan utama teknik ini adalah untuk memberikan rujukan. setuju atau tidak setuju. konselor mengatakan: "Pendidikan MA saat ini mudak bagi setiap warga negara. mendiskusikan persoalan yang Anda hadapi. maka setiap periode waktu tertentu konselor bersama klien perlu menyimpulkan pembicaraan.

" Keempat. mempertajam atau memperjelas fokus atau arah wawancara konseling. Terangkanlah tentang dia. Kedua. Teknik-teknik Memimpin Agar wawancara konseling tidak menyimpang (pembicaraannya terfokus pada masalah yang dibicarakan). Anda tidak yakin apa yang akan Anda lakukan"? atau "Tampaknya Anda berjuang sendirian?" Kedua.Ag. Teknik ini bertujuan agar pembicaraan klien tidak menyimpang dari fokus yang dibicarakan dan agar arah pembicaraan terfokus pada tujuan konseling.. otoriter. Ketiga.M. Misalnya perkataan konselor sebagai berikut: "Cepat menyerah atau putus asa bukan budayanya laki-laki.16 | beritakan tadi adalah orang tua Anda yang menginginkan Anda lebih konsentrasi kepada pelajaran dan waktu bekerja di perusahaan yang menuntut Anda bekerja seeara penuh". Tapi bagaimana ya . Mendengar perkataan tersebut. Ketiga. Tentang pacaran. Ada empat fokus dalam konseling. Misalnya perkataan konselor sebagai berikut: "Siska telah membuat Anda gelisah dan tersiksa. memimpin bisa berbeda dari topik ke topik. konselor harus mampu memimpin arah pembicaraan sehingga tujuan konseling bisa tercapai secara efektif dan efisien. pertama: menunjukkan keadaan di mana konselor berada di dalam atau di Iuar pikiran klien. dan apa yang telah dilakukannya pada Anda?" Ketiga. 13. keadaan di mana konselor mengarahkan pikiran klien kepada penerimaan perkataan konselor. apakah termasuk ke dalam kepedulian Anda juga?" 14. Fokus akan membantu klien untuk memusatkan perhatiannya pada pokok pembicaraan. Keempat.. memberikan kesempatan kepada klien untuk mengambil kilas balik (feed back) dari hal-hal yang telah dibicarakan bersama konselor. untuk menyimpulkan kemajuan hasil pembicaraan secara bertahap. Miharja. Misalnya perkataan konselor: "Apakah tidak sebaiknya pokok pembicaraan kita difokuskan pada rencana Anda yang ingin belajar sambil bekerja? 15. ?" S. Contohnya: "Saya mungkin berpikir juga tentang masalah hubungan dengan pacar. Misalnya: "Dawar. Kedua. Laki-laki tidak boleh mudah menyerah atau mudah putus asa. S. Teknik Fokus Konselor yang efektif harus mampu membuat fokus melalui perhatiannya yang terseleksi terhadap pembicaraan dengan klien (wawancara konseling). Kedua. tetapi konselor harus membantu klien agar ia memfokuskan pada masalah tertentu (misalnya tentang "A" dan lain-lain). atau permisif (masa bodoh). pertama: fokus pada diri klien. fokus mengenai budaya. Misalnya perkataan konselor sebagai berikut: "Minum baigon? Anda akan bunuh diri? Sebaiknya pertimbangkan masak-masak dengan berbagai pertimbangan. memimpin hanya sebatas klien dapat memberikan toleransi sesuai dengan kecakapan dan pemahamannya. memulai proses konseling dengan sedikit memimpin. Tujuan utama menyimpulkan sementara (summarizing) adalah: pertama.Pd. Keberhasilan konselor memimpin dalam sesi konseling juga ditentukan oleh tipe-tipe kepemimpinan konselor yang demokratis. Mungkin Anda tinggal merinci kepedulian itu.. untuk meningkatkan kualitas diskusi. konselor mengatakan: "Bukankah sampai saat ini kepedulian Anda tertuju kepada belajar sambil bekerja. fokus pada orang lain. Penerapan teknik ini dalam konseling harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: pertama.." Dalam wawancara konseling selalu ada fokus yang membantu klien untuk menyadari bahwa persoalan pokok yang dihadapinya adalah "A". Mungkin banyak masalah yang berkembang di dalam wawancara konseling. Teknik Konfrontasi Draf kuliah Teknik Konseling . Memimpin dalam konseling bisa memiliki dua arti. fokus pada topik.

17 | Teknik ini dalam konseling dikenal juga dengan "memperhadapkan". ungkapan kata-kata yang tegas. diam bukan berarti tidak ada komunikasi. teknik tampak dari ungkapan klien sebagai berikut: "Oh. atau saudara-saudara Anda" 17. 16. Saya tidak mengerti siapa yang menjadi pemimpin di rumah itu. Kedua. Diam sebagai Suatu Teknik Diam dalam konseling bisa dijadikan sebagai suatu teknik. dan pengalamannya secara bebas. Dalam proses konseling.Ag. Kelima.. Teknik konfrontasi adalah suatu teknik yang menantang klien untuk melihat adanya inkonsistensi (tidak konsisten) antara perkataan dengan perbuatan. membawa klien kepada kesadaran adanya. teknik ini dilakukan oleh konselor dengan mengklarifIkasi ucapan-ucapan klien yang tidak jelas. klien sedang memikirkan apa yang dikatakan. sebagai protes apabila klien berbicara berbelit- Draf kuliah Teknik Konseling . artinya saat diam bersifat kondisional dan bisa tergantung kepada feeling konselor. karena saya akan mendengarkan dengan sebaik-baiknya. Ketiga. Tujuan teknik ini adalah: pertama. meningkatkan potensi klien. tetapi kelihatannya ada sesuatu yang tidak beres" atau "Saya melihat ada perbedaan antara ucapan Anda dengan kenyataan diri Anda. Menjemihkan (Clarifying) Dalam konseling. mengundang klien untuk menyatakan pesannya secara jelas. Ketujuh. agar klien menjelaskan. Melalui teknik ini. penolakan atau kebingungan klien.." Tujuan teknik ini adalah: pertama. Diam amat penting pada saat attending." Selanjutnya S. duduk gelisah). mendorong klien untuk mengadakan penelitian diri secara jujur (instrospeksi diri secara jujur). senyum dengan kepedihan. S. konflik atau kontradiksi dalam dirinya. Dalam konseling. Kedua. Komunikasi tetap ada. . klien baru menyadari kembali dari ekspresi emosional sebelumnya. pikiran. Keenam. Selanjutnya konselor mengatakan: "Anda katakan baik-baik saja. ibu. Tetapi waktu itu tidak harga mati. klien mengharapkan sesuatu dari konselor. . Misalnya ketika konselor mengatakan: "Saya yakin Anda akan berbicara secara jujur apa adanya." 18. saya baik-baik saja". mengulang dan mengilustrasikan perasaannya. Keempat. Tujuan teknik ini adalah: pertama. Miharja. yaitu melalui perilaku nonverbal.M. diskrepansi (kondisi pertentangan antara harapan seseorang dengan kondisi nyata di lingkungan) dari klien dengan. konselor mengatakan: "Bisakah Anda menjelaskan persoalan pokoknya? Misalnya peran ayah. Kedua. ide awal dengan ide berikutnya. diam bisa memiliki beberapa makna: pertama. Kedua. kebingungan yang didorong oleh kecemasan atau kebencian. Memudahkan (Facilitating) Facilitating adalah suatu teknik membuka komunikasi agar klien dengan mudah berbicara dengan konselor dan menyatakan perasaan. Misalnya klien menceritakan hal-hal yang sedih tetapi sambil tertawa dan tersenyum gembira. dan dengan alasan-alasan yang logis. Ketiga. Saat diam yang ideal dalam proses konseling adalah antara 5-10 detik. (suara rendah. Dalam konseling. klien mengalami perasaan sakit dan tidak siap untuk berbicara. komunikasi dan partisipasi meningkat dan proses konseling berjalan secara efektif. wajah tidak ceria/cerah. atau agak meragukan. inkonsistensi.Pd. klien atau konselor telah mencapai akhir suatu ide dan ragu mengatakan apa selanjutnya. Misalnya klien mengatakan: "Konflik yang terjadi di rumah membuat saya bingung dan stress. menanti klien yang sed-ang berpikir. samarsamar.

21. Ketiga. tetapi Anda ragu menyatakannya. Jalan tengah yang ditawarkan adalah dalam pemberian nasihat harus tetap dijaga agar tujuan konseling. Dalam konseling teknik ini tercermin dari perkataan konselor sebagai berikut: "Baiklah. klien kehilangan arah pembicaraan. Memberi N asihat Dalam konseling. 19.. dan … saya (diam berpikir). Ketiga. Menyimpulkan Pada akhir sesi konseling. Keadaan diam di pihak konselor bermanfaat bagi proses konseling. apakah pantas atau tidak memberikan nasihat. yakni kemandirian klien tetap tercapai. Misalnya.. dan kurang partisipatif. apabila konselor mengetahui. klien dapat mengikuti ekspresi yang membawa klien berpikir dengan tilikan yang mendalam. Merencanakan Menjelang akhir sesi konseling. sebaiknya diupayakan agar klien tetap mengusahakannya sendiri. bersama klien konselor membuat suatu kesimpulan. Kedua. Coba Anda renungkan lagi. S. Keempat.M. yaitu pertama. konselor harus membantu klien untuk dapat membuat rencana suatu program untuk action (melakukan tindakan sesuatu) guna memecahkan masalah yang dihadapinya. 22. Teknik ini diterapkan apabila: pertama. harus bagaimana . Konselor : diam. Pemberian Informasi Apabila konselor tidak mengetahui suatu informasi. maka konselor harus secara jujur mengatakan tidak mengetahuinya. dan Ketiga.. saya pikir Anda memiliki suatu keputusan.. secara jujur konselor mengatakannya tidak mengetahui informasi tersebut dan menganjurkan klien mencari sendiri ke sumber informasi (mendatangi sekolah yang bersangkutan). sedangkan klien memintanya.. menunjang perilaku attending dan empati sehingga klien bebas berbicara. Konselor mengucapkan kata-kata yang mengajak klien untuk berinisiatif dalam menuntaskan diskusi.. Atau konselor membantu klien membuat suatu kesimpulan yang menyangkut hal: pertama. membantu klien untuk lebih memahami dirinya. karena konselor tidak mengetahui. Meskipun demikian.. Saya tidak mengetahui. Atau rencana perbuatan nyata yang produktif bagi kemajuan klien. mengurangi kecepatan interviu.." 20. Para penganut teori Client Centered menyatakan bahwa apabila klien masih dinasihati berarti belum mandiri. Misalnya konselor mengatakan: "Sebaiknya Anda memulai menyusun rencana yang baik dengan berpedoman kepada hasil pembicaraan kita. memantapkan rencana klien. misalnya ketika klien mengatakan: "Saya kurang senang dengan perilaku guru itu. pemberian nasihat sebaiknya dilakukan apabila klien memintanya. pokok-pokok yang akan dibicarakan selanjutnya Draf kuliah Teknik Konseling . konselor tetap harus mempertimbangkannya. klien lambat berpikir untuk mengambil keputusan. pemberian nasihat S. tidak sesuai dengan hakikat kemandilian dalam konseling. lebih sering diam." 23. Hal yang harus diperhatikan dalam pemberian nasihat adalah aspek kemandirian dalam konseling. Ketiga. mendorong klien untuk berbicara. Kondisi diam dalam proses konseling..Ag.. Rencana yang baik harus merupakan hasil kerja sama antara konselor dengan klien. Miharja. Dengan perkataan lain.Pd. klien bertanya tentang syarat-syarat masuk Sekolah Islam Unggulan dan terpadu. untuk mengambil inisiatif apabila klien kurang bersemangat.18 | belit (nglantur). Mengambil Inisiatif Pengambilan inisiatif perlu dilakukan oIeh konselor ketika klien kurang bersemangat untuk berbicara. Kedua. " Konselor : "…. Klien : "Saya . bagaimana keadaan perasaan klien saat ini terutama menyangkut kecemasannya akibat masalah yang dihadapinya. Kedua." (diam). Sebaliknya.

Keempat. Ketiga. menjelang waktu akan berakhir. Misalnya. Kedua.M.19 | pada sesi berikut. Keenam. menunjukkan kepada pertemuan yang akan datang (menetapkan jadwal pertemuan sesi berikutnya). Draf kuliah Teknik Konseling . Untuk mengakhiri sesi konseling. merangkum isi pembicaraan. tertentu kepada klien yang relevan dengan pokok pembicaraan apabila diperlukan. memberikan tugas-tugas. Teknik Mengakhiri (Menutup Sesi Konseling) Mengakhiri sesi konseling merupakan suatu teknik dalam proses konseling.Pd. mengajak klien berdiri dengan isyarat gerak tangan: Kelima.. S.Ag. menunjukkan catatancatatan singkat hasil pembicaraan konseling. mengatakan bahwa waktu sudah habis. dapat dilakukan konselor dengan cara: pertama. konselor mengatakan: "Apakah sudah dapat kita buat kesimpulan akhir pembicaraan kita?" 24. Miharja. S.

. tidak termasuk dalam teknik konseling yang verbal. sehingga tanggapan itu tidak dapat diberikan dalam satu-dua kata saja.Ag. Beberapa ungkapan verbal konselor yang bercorak tata kesopanan atau sopan santun pergaulan sosial. menurut ketentuan tata bahasa. misalnya hanya menunjukkan penerimaan saja (satu teknik).Pd. atau menunjukkan penerimaan dan memantulkan perasaan konseli (dua teknik). tergantung dari intensi konselor. Miharja. Bagaimana perasaanmu pada saat itu?" atau "Selanjutnya bagaimana?". konselor memberikan kesempatan kepada konseli untuk menanggapi secara luas dan memberikan ulasan menurut ketentuan dan kesukaan sendiri. bentuk gramatikal ungkapan verbal konselor tidak memberikan petunjuk yang pasti tentang teknik konseling mana yang digunakan. Dalam kalimat tanya yang mengandung pertanyaan terbuka. Wawancara konseling terdiri atas rangkaian ungkapan di pihak konseli yang disusul dengan ungkapan-ungkapan di pihak konselor. Khususnya mengenai kalimat tanya. Ungkapan konselor yang berupa tanggapan verbal dengan membantu konseli. S. teknik konseling yang digunakan tergantung dari intensi konselor yang terdapat di belakang kata-kata yang diucapkan.. bila konselor berkata: . kata tanya yang sama juga dipakai pada akhir tanggapan yang menggunakan teknik ringkasan. pikiran. misalnya klarifikasi perasaan. Misalnya. perlu dibedakan antara bentuk pertanyaan terbuka (open question) dan bentuk pertanyaan tertutup (closed question). di mana setiap mata rantai terdiri atas Suatu ungkapan konseli dan suatu ungkapan konselor. bentuk gramatikal kalimat tanya tidak harus berarti bahwa konselor menggunakan teknik pertanyaan mengenai hal tertentu: mungkin juga menggunakan teknik yang lain. konselor mengharapkan tanggapan terbatas yang cukup tertuangkan dalam Draf kuliah Teknik Konseling Tanggapan verbal konselor dapat dituangkan dalam bentuk pernyataan atau dalam bentuk kalimat tanya atau dalam bentuk kombinasi dari pernyataan dan kalimat/kata tanya. wawancara membentuk suatu rangkaian mata rantai-mata rantai. Oleh karena itu. Selain itu. tetapi hal ini tidak harus berarti bahwa juga digunakan teknik verbal yang sama.M. kalimat/kata tanya. Teknik-Teknik Konseling yang Verbal Suatu teknik konseling yang verbal adalah segala tanggapan verbal yang diberikan oleh konselor. Dengan demikian. Hal ini menyangkut bentuk gramatikal tanggapan konselor. konseli diharuskan untuk memberikan tanggapan yang agak panjang. seperti ucaran selamat siang pada awal wawancara dan sampai berjumpa pada akhir wawancara. Menurut ketentuan tata bahasa beberapa tanggapan atau bagian tanggapan dapat sama-sama menggunakan . BAB IV TEKNIK KONSELING YANG VERBAL A. yang merupakan perwujudan konkret dari maksud. dan perasaan yang terbentuk dalam batin konselor (tanggapan batin) untuk membantu konseli pada saat tertentu. menggunakan satu atau Iebih teknik yang verbal. atau memantulkan pikiran dan memberikan informasi serta menanyakan hal tertentu (tiga teknik). setiap ungkapan konseli disusul dengan suatu ungkapan di pihak konselor. Katakata itu dapat dituangkan dalam bentuk kombinasi dari pernyataan dan kalimat/kata tanya.20 | S. Misalnya. Dalam kalimat tanya yang mengandung pertanyaan tertutup. pada akhir tanggapan yang menggunakan teknik klarifikasi konselor dapat memakai kata tanya "begitu?".

coba jelaskan" atau "Alasan apa yang mendorong Anda untuk marah?" Oleh karena itu. mudah memacu konseli untuk menghindar.M. apalagi bila nada bicara konselor mengandung suatu tuduhan sehingga terdengar: "Mengapa. tuntutan pertanggungjawaban.. hendaklah konselor waspada terhadap nada bicaranya." "Sejak kapan Saudara berkeinginan ikut tes di BIMBEL ?" "Awal tahun." "Apakah orang tua mampu membiayai studi di BIMBEL?" "Mampu saja. S. asal digunakan pada saat-saat tertentu bila memang relevan untuk mengajukan pertanyaan tentang hal tertentu. atau . cukup dijawab "Sedih". tidak mengajak konseli untuk ikut berpikir. Kalimat tanya yang mengandung pertanyaan tertutup tidak harus salah. jangan sampai mengandung keheranan." "Apa Saudara merasa takut gagal" "Barangkali!" "Apakah orang tua mendukung pendaftaran di BIMBEL!"… "Ya. kalimat tanya: "Mengapa kamu menjadi marah?". kalau toh digunakan. atas pertanyaan: "Apa perasaanmu pada saat itu. sistematika yang digunakan dalam Draf kuliah Teknik Konseling tuduhan. Miharja. jumlah teknik yang mereka bahas juga tidak sama. Di samping itu.Ag. sesuai dengan hal dan segi tertentu yang ditanyakan.21 | satu-dua kata saja. Penggunaan kontinyu kalimat-kalimat yang mengandung bentuk pertanyaan tertutup menimbulkan bahaya bahwa wawancara konseling menjadi pertemuan tanya jawab. misalnya "Kamu sudah sampai di semester berapa?" atau "Saudara sekandung ada berapa orang?" Selain itu. sebagaimana tampak dalam contoh di bawah ini. Pada umumnya lebih baik konselor merumuskan kalimat tanya yang mengandung pertanyaan terbuka." "Apakah keinginan ini pernah dibicarakan dengan wali kelas)"" "Tidak. kamu menjadi marah?" Kalimat tanya yang dimulai dengan Mengapa atau Kenapa. dia mungkin sekali cenderung membela diri daripada memberikan gambaran yang jujur. sih. misalnya " Kiranya ada alasan untuk menjadi marah. Penggunaan kedua kata itu mengandung bahaya karena konseli mendapat kesan dia diminta pertanggungjawaban atau konselor secara implisit menyatakan keheranannya atas hal yang sudah terjadi." Wawancara yang bercorak demikian membuat konseli mengambil sikap pasif sambil menunggu dilempari pertanyaan berikutnya dan S. penggunaan katakata Mengapa atau Kenapa sebaiknya dihindari. Misalnya. tetapi saya belum mendaftar.Pd. "Saya ingin ikut tes seleksi. bahkan secara implisit dia diadili. dapat diubah. konselor harus sangat hati-hati dalam memulai suatu kalimat tanya dengan Mengapa atau Kenapa. kalau konseli mendapat kesan yang demikian. bila konselor berkata: "Kapan hal itu terjadi?" atau "Dengan siapa Anda pergi nonton?". Misalnya. konseli cukup menjawab dengan "Kemarin dahulu" atau "Dengan adik". Pengarang-pengarang profesional tidak memberikan nama yang sama pada setiap teknik yang verbal.

22 | menyusun suatu daftar teknik tidak sama pula; dalam hal ini pandangan masing-masing pengarang tentang jumlah fase dalam proses konseling dan nama yang diberikan pada masing-masing fase sangat menentukan. Selama tidak ada pembakuan dalam hal sistematika pengaturan teknik-teknik dan dalam hal peristilahan yang digunakan, akan ditemukan perbedaan antara cara menyusun daftar aneka teknik verbal dan cara pembahasan daftar teknik itu. Oleh karena itu, daftar yang disajikan di bawah ini tidak bersifat mutlak dan barangkali dapat dianggap tidak lengkap pula. Daftar ini disusun mengingat urutan fase yang umumnya terdapat dalam proses konseling, yaitu: fase pembukaan: rase konseli mengemukakan masalahnya; fase konselor bersama konseli menggali latar belakang masalah dan berusaha memperoleh gambaran yang lengkap serta cukup mendahului rase memikirkan bersama bentuk penyelesaian yang paling tepat, dengan membuat pilihan di antara beberapa alternatif atau meninjau kembali sikap dan pandangan dalam penyesuaian diri yang lebih baik; dan fase penutup. Teknik verbal dengan nomor a s.d i mengandung pengarahan sedikit dan lebih sesuai dengan metode nondirektif, sedangkan nomor j s.d. u mengandung pengarahan banyak dan lebih sesuai dengan metode direktif.

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.
dengan saya."; "Kelihatannya ada hal yang membebani pikiranmu."; dan sebagainya. (b) Penerimaan/Menunjukkan Pengertian (acccptance, Understanding) Konselor menyatakan pengertiannya dan/atau penerimaannya terhadap hal yang terungkapkan. misalnya dengan mengatakan: "Saya mengerti" Ya ya ... "; atau dengan bergumam: "Hm, hm .... ". Sekaligus konseli dipersilakan untuk meneruskan berbicara. Dengan ungkapan-ungkapan tersebut konselor tidak bermaksud menyatakan bahwa ia setuju, sepaham, atau sependapat. (c) Perumusan Kembal Pikiran-Gagasan/Refleksi Pikiran (Reflection of Content) Menyangkut komponen pengalaman dan komponen refleksif dalam pesan konseli; disebut pikiran-gagasan karena subjek menggunakan suatu bentuk representasi mental. Peristiwa/kejadian/pengalaman (apa yang terjadi), gagasan dan perasaan di pihak orang lain, atau pendapatan/pandangan konseli sendiri terhadap apa yang telah terjadi (komponen refleksif), yang terungkap seeara eksplisit oleh konseli, dirumuskan kembali oleh konselor dalam bentuk: menggunakan kata-kata sendiri; menggunakan kata-kata konseli (restatement). Dalam memantulkan kembali konselor tidak boleh menambah atau mengurangi apa yang telah diungkapkan oleh konseli baik dalam makna maupun bobotnya. Contoh : Ki "Saya berharap akan memperoleh sekadar uang dengan bekerja di toko sebagai pelayan." Kr "Saudara mengharapkan mendapat sekadar uang dengan bekerja di toko sebagai pelayan." (restatement). Kr "Saudara ingin memperoleh kesempatan membantu di toko dan dengan demikian mendapat penghasilan." (parafrase). (d) Perumusan Kembali Perasaan/Refleksi Perasaan (Refelxion of Feelings) menyangkut komponen afektif dalam pesan konseli. Konselor memantulkan kembali kepada konseli perasaan tentang kejadian atau pengalaman yang telah diungkapkannya secara verbal

(a) Ajakan untuk Mulai (Invitation to Talk) Pada akhir fase pembukaan konselor mempersilakan konseli untuk mulai menjelaskan masalah yang ingin dibicarakan. Konselor dapat berkata: "Apa yang ingin Saudara bicarakan sekarang?"; "Saya dapat membantu dalam hal apa?"; "Bagaimana saya dapat membantu Anda?"; "Coba jelaskan apa yang memberatkan hatimu."; "Kiranya ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan

Draf kuliah Teknik Konseling

23 |
maupun secara nonverbal namun jelas dan eksplisit. Pcmantulan perasaan tersebut dirumuskan dalam bentuk restatement atau dalam bentuk parafrase. Pada umumnya parafrase lebih efektif untuk digunakan. Yang dipantulkan kembali adalah perasaan penampang (surface feelings), tanpa menambah atau mengurangi makna dan bobot perasaan. Contoh : Ki "Saya sungguh-sungguh jengkel dengan cara seperti itu." Kr "Saudara sangat mendongkol ketika mengalami perlakuan yang demikian. (e) Penjelasan Pikiran-Gagasan/Klarifikasi Pikiran (Clarification of Content) Menyangkut sembarang komponen refleksi pada pesan konseli, yang biasanya mencakup suatu keyakinan, suatu pandangan, suatu pendapat atau suatu evaluasi terhadap kejadian atau pengalaman. Konselor ingin mengecek apakah penangkapannya terhadap pesan yang telah diungkapkan oleh konseli dengan katakata yang kurang memadai, telah tepat. Konselor merumuskan secara eksplisit kepada konseli apa yang telah diungkapkannya secara implisit; dan sekaligus minta umpan balik dari konseli, apakah penangkapannya tentang isi dan makna dari pesan yang telah terungkap secara implisit itu memang tepat. Untuk itu, misalnya konselor dapat berkata sebagai berikut: "Apakah Saudara ingin mengatakan ... ", "Coba kita lihat, apakah saya telah menangkap dengan tepat maksud Saudara?", "Betulkah demikian?", dan sebagainya. Jelaslah bahwa penjelasan (clarification) ini agak bersifat tentatif, artinya meraba atau menduga; maka konseli diminta untuk memberikan umpan balik (feedback) kepada konse]or, apakah penangkapan konselor memang tepat. Dengan sendirinya konselor menggunakan parafrase, sedangkan umpan balik dapat diminta dengan menggunakan kata-kata khusus atau menggunakan bentuk kalimat tanya. Contoh : Ki "Saya kira saya mampu untuk berbuat itu; tetapi kadang-kadang saya menjadi ragu-ragu. Mencoba sih mau saja, tetapi apakah akan ada gunanya?". Kr "Agaknya Saudara belum yakin

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.
tentang kemampuan Saudara" (Minta umpan balik dengan menggunakan kata khusus). Kr "Saudara be]um yakin akan kemampuan Saudara?" (Minta umpan balik dengan menggunakan bentuk kalimat tanya). Ki "Kiranya memang demikian. Saya tidak percaya pada diri sendiri." (f) Penjelasan Perasaan/Klarifikasi Perasaan (Clarification of Feelings) Menyangkut komponen afektif dalam pesan konseli. Konselor ingin mengecek apakah ia telah menangkap dengan tepat isi dan bobot kedalaman perasaan yang secara implisit telah diungkapkan oleh konseli. Ungkapan perasaan secara implisit dapat terjadi secara verbal, dalam bentuk ungkapan verbal tidak langsung (misal: mencap, memerintah, menuduh, bertanya, menyindir, memuji, mencela, dan sebagainya), atau secara nonverbal dalam bentuk tingkah laku tertentu (misal: berkeringat, gemetar. menggeser-geser posisi duduk, dan sebagainya). Secara eksplisit konselor merumuskan kepada konseli perasaan apa yang kiranya dialami (underlying feelings = perasaan latar belakang). Penjelasan ini juga masih bersifat tentatif sampai konseli memberikan umpan balik, bahwa penangkapan konselor itu memang tepat. Dengan kata lain, konselor mengadakan apa yang disebut perception check dengan menggunakan bentuk parafrase. Contoh : Ki "Saya kira hubungan antara kami baik dan saling menguntungkan". Kr "Saudara merasa puas dan bahagia selama berhubungan dengan dia. Benarkah demikian" (Minta umpan halik dengan menggunakan kata-kata khusus.) (g) Permintaan untuk Melanjutkan (General Lead) Konselor mempersilakan konseli untuk rnemberikan ulasan/penjelasan lebih lanjut mengenai sesuatu yang telah dikemukakannya; isi ulasan/penjelasan dan arahnya ke mana terserah kepada konseli. Kalau konselor menggunakan bentuk kalimat tanya, dipakai apa yang disebut pertanyaan terbuka (open question). Contoh perumusan : "Coba Saudara jelaskan lebih lanjut mengenai diri Saudara sendiri"; "Mengenai yang Saudara sebut paling akhir tadi, apakah

Draf kuliah Teknik Konseling

24 |
Saudara dapat memberikan penjelasan lebih lanjut; "Lalu, bagaimana; "Bagaimana maksud Anda?"; "Dan ...; "Maka ... "; "Tetapi ... "; "Coba, lanjutkan." Teknik ini dapat digunakan dalam beberapa fase selama proses konseling. Paling sering akan digunakan selama fase konseli mengutarakan masalahnya dan selama fase menggali latar belakang masalah, tetapi masih dapat digunakan dalam fase memikirkan penyelesaian. Tujuan penggunaan teknik ini ialah supaya konseli menjelaskan Iebih lanjut, menggali lebih dan memperluas pandangan, dengan diberi suatu umpan yang merangsang.

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.

Akan baik juga jika konseli sendiri rnembuat ringkasan pada akhir wawancara; dengan demikian konselor mendarat umpan batik (feedback). Bila konselor sendiri memberikan ringkasan, dia dapat minta umpan balik, misalnya "Demikian?"; "Begitu?" , (j) Pertanyaan Mengenai Hal Tertentu (Questioning/Probing) Konselor bertanya tentang hal tertentu, misalnya: "Siapa ... ?; "Dengan maksud apa?; Apa yang ... ? Kapan ... ? Bagaimana (ini-itu) ... ?", dan sebagainya. Konselor ingin mendapat tanggapan tentang hal tertentu; maka jawaban konseli terbatas isinya, yaitu sesuai dengan hal yang ditanyakan. Kalimat tanya ini dapat mengandung pertanyaan terbuka atau pertanyaan tertutup; pada umumnya lebih baik digunakan pertanyaan terbuka. Hal yang ditanyakan dapat mengenai sesuatu yang perlu diketahui oleh konselor untuk mendapat gambaran yang lebih lengkap, misalnya: "Saudara belajar di rumah dari jam berapa sampai jam berapa?"; "Jumlah saudara sekandung ada berapa?". Dalam hal ini konselor minta informasi faktual. Pertanyaan dapat juga mengenai contoh yang harus diberikan oleh konseli, misalnya: "Apakah kamu dapat memberikan contoh tentang hal yang sering menimbulkan pertengkaran dengan adik?"; "Dengan jalan bagaimana kakak mencampuri urusanmu? Pertanyaan dapat berupa memmta penjelasan atas Istilah atau kata tertentu yang dipakai oleh konseli, misalnya: "Apa yang dimaksudkan dengan semiprofesional?"; "Apa yang kamu maksud dengan berkata 'terangsang'?" Pertanyaan-pertanyaan semacam ini akan paling sering diajukan selama fase penggalian latar belakang masalah. Mengajukan suatu pertanyaan dapat relevan juga di fase penyelesaian masalah dan fase penutup. MisaInya, di fase penyelesaian masalah konselor dapat minta tanggapan atas pertanyaan tertentu untuk mengarahkan pikiran konseli, seperti "Pandanganmu sekarang sebaiknya bagaimana?"; "Kalau Anda berbuat begitu, apakah kesukarannya teratasi?" Pada akhir wawancara yang masih akan dilanjutkan pada lain waktu, konselor dapat bertanya: "Kapan sebaiknya kita bertemu kembali?"

(h) Pengulangan Satu-Dua Kata (Accent) Konselor mengulangi satu atau dua kata kunci dalam pernyataan konseli dalam bentuk kalimat tanya, dengan tujuan supaya konseli memberikan penjelasan lebih lanjut. Konselor dapat memilih kata-kata yang lebih mengungkapkan pikiran atau gagasan, atau yang lebih mengungkapkan perasaan. Contoh Ki "Saya merasa terlalu bingung untuk menentukan apakah lebih baik melanjutkan hubungan ini atau memutuskannya saja ... Mengerikan rasanya, jika saya disuruh mengambil inisiatif ... sayalah yang akan bertanggungjawab .. , dapat berakibat jelek." Kr "Terlalu bingung?" (accent pada ungkapan perasaan) "Mengerikan rasanya pad ungkapan perasaan "Bertanggungjawab pada ungkapan pikiran "Berakibat jelek?" (i) Ringkasan/Rangkuman (Summary) Secara singkat dan dalam garis besar, konselor merumuskan apa yang telah dikatakan. Mengenai isi terdapat empat kemungkinan berikut ini: (l) pikiran dan gagasan yang telah dikemukakan oleh konseli sampai sekarang; (2) sejumlah perasaan yang telau diungkapkan oleh konseli sampai sekarang; (3) inti pembicaraan antara konseli dan konselor sampai sekarang; dan (4) inti pembicaraan selama wawancara (ringkasan pada akhir wawancara).

Draf kuliah Teknik Konseling

Bagaimana?". supaya tidak dikacaukan dengan Penjelasan seperti dalam butir (e) dan (t). menjelaskan arti skor dalam tes. Misalnya. Apakah Saudara masih melihat kemungkinan lain" (0) Pemberian Struktur (Structuring) Konselor memberikan petunjuk tentang urutan langkah berpikir atau tahap dalam pembicaraan yang sebaiknya diikuti. Teknik ini paling sering digunakan dalam fase penyelesaian masalah yang memungkinkan heberapa alternatif pemecahan. Contoh : Kr “Apa keuntungan bagi Anda kalau memilih program studi Arsitektur?". Kr "Bagaimana Anda membayangkan pelaksanaan dari rencanamu itu?" Draf kuliah Teknik Konseling . Contoh : Ki "Maksud Bapak.Ag. meninjau bersama-sama alasan pro dan kontra pada masingmasing alternatif. dalam rangka apa yang disebut decision making. Penyampaian pengetahuan ini tidak mengandung unsur saran. konselor menerangkan syarat-syarat masuk ke PT Negeri dan Swasta. Kr "Langkah berikutnya yang harus kita tempuh ialah meninjau semua alternatif yang ada".. Pemberian informasi ini lebih baik tidak disebut penjelasan.. Mungkin sebaiknya kita meninjau hambatan ini" (l) Pemberian Informasi (Information Giving) Konselor menyampaikan pengetahuan tentang sesuatu kepada konseli. saya seharusnya mengambil sikap yang lain?". Contoh : Kr "Marilah kita sekarang meninjau . S. sekarang kita telah sampai pada gambaran yang jelas tentang masalahmu. S. seperti terjadi pada sejumlah teknik yang lain. Mana kiranya yang mendorong Anda?" (n) Penyelidikan (Investigation) Konselor mengajak kanseli untuk bersama-sama menyelidiki berbagai alternatif yang dapat dipilih. sikapnya dan tindakannya ditafsirkan orang lain. Selanjutnya kita melihat sasaran apa yang ingin kau capai". Miharja. (m) Penyajian Altematif (Forking Response) Konselor mengemukakan beberapa alternatif. supaya akhirnya sampai pada pemecahan/penyelesaian masalah.. Kr (Terhadap konseli yang menghindar saja dan tidak terlibat) "Sikap Anda sampai sekarang menghambat pembicaraan kita.. Dalam hal ini konselor menyampaikan kepada konseli pikiran atau perasaannya sendiri ten tang sikap konseli selama wawancara berlangsung atau mengenai kemajuan yang telah dicapai dalam proses konseling. Kr "Kiranya ada baiknya kita kembali ke suatu hal yang Anda katakan tadi. Di sini konselor memberikan umpan balik atas prakarsanya sendiri dan tidak minta umpan balik dari konseli. memprakirakan segala akibat yang kiranya timbul jika alternatif tertentu dipilih. menerangkan ciri-ciri khas masa remaja. Kr "Nah.Pd.25 | (k) Pemberian Umpan Balik (feedback) Dalam pemberian umpan balik kepada seseorang disampaikan kepadanya bagaimana ungkapannya. ". Kr (Terhadap konseli yang seJama wawancara menunjukkan sikap mau berusaha sendiri) "Kamu sungguh-sungguh berusaha untuk bertindak secara dewasa!". Kr " Bagaimana.. Kr "Barangkali suatu perubahan sikap dalam menghadapi situasi itu dapat meringankan beban.M. Secara implisit pemberian umpan balik dapat mengandung pujian atau celaan. namun ternyata belum diketahuinya. Pikiran atau perasaan itu dituangkan dengan jujur dan secara konkret. Untuk itu biasanya sangat perlu lebih dulu menentukan alternatif-alternatif yang ada (inventarisasi).. " . yaitu . Contoh : Kr "Tekad Saudara untuk menjadi seorang dokter ini dapat bersumber pada keinginan untuk menjadi kaya. konseli diminta untuk memilih salah satu. sehingga konseli tidak ragu-ragu akan apa yang dimaksud oleh konselor. Kr "Bagus! lni pertanyaan yang membawa kita maju selangkah". dapat juga berpangkal pada kerelaan mengabdi kepada sesama manusia. sesuatu yang sebaiknya diketahui.

sehingga konseli bebas untuk menerima atau menolak.. Tentu saja konselof harus cukup yakin pula mengenai S. hanya memperjelasnya.M. Konselor menggali arti dan makna yang terdapat di belakang kata-kata konseli atau di belakang perbuatan/tindakannya yang telah diceritakan. Oleh karena itu. Apakah mungkin kesukaran itu timbul karena status sosial pemuda A akan menaikkan gengsi Saudari. maksud Contoh Kr 'Tadi Saudari mengatakan. suatu interpretasi dapat pula meninggalkan kesan pada konseli. Anda juga mengatakan di lain saat. Kr "Anda mengatakan tadi bahwa Anda merasa malu berbadan gemuk. sedangkan pemuda B akan membuat Saudari merasa puas karena mendapatkan kehangatan? Bagaimana menurut pendapat Saudari?". bahwa Anda kerap berkata-kata kasar terhadap teman-teman dan suka membeberkan kepada mereka semua kesalahan yang mereka perbuat. bahwa konselor lebih mengenal konseli daripada dia mengenal diri sendiri. tanpa membeberkan pengetahuan di bidang ilmu Psikologi. baru kemudian ditunjukkan unsur ketidakcocokan dengan disertai permintaan umpan balik. atau di antara ungkapan verbal dan nonverbal konseli (kontradiksi). baik dalam cara merumuskan maupun dalam memilih saat yang tepat. kalau konseli bersedia mempertimbangkannya dengan pikiran terbuka. ketepatan interpretasi yang akan diberikan. interpretasi harus diberikan dengan cara yang bijaksana dan pada saat yang tepat. dengan didukung oleh pengalamannya dalam bergaul dengan orang serta pemahaman psikologis. baru kemudian menawarkan interpretasinya sebagai kemungkinan dengan disertai permintaan umpan balik. konselor menunjukkan motif yang bias any a mendasari tingkah laku orang serta sumber kebutuhan psikologis yang menjadi ujung pangkal motivasi itu. sehingga konseli bebas untuk menerimanya atau menolaknya. Sebaiknya konselor mengemukakan lebih dahulu kata-kata atau tindakan konseli yang melandasi pemberian interpretasi. Teknik interpretasi menggali Iebih dalam daripada teknik penjelasan. Apakah mungkin semua itu hanyalah merupakan siasat yang Anda gunakan untuk menutupi rasa malu itu? “Bagaimana pendapat Anda?" (q) Konfrontasi (Confrontation) Konselor mengarahkan perhatian konseli atas beberapa hal yang menurut pandangan konselor tidak sesuai satu sama lain. Apa alasannya Draf kuliah Teknik Konseling . Pada teknik penjelasan konselor memperjelas pikiran atau perasaan yang telah terungkap secara implisit. Ketidaksesuaian atau ketidakcocokan terdapat di antara dua hal yang telah dikatakan oleh konseli (inconsistency). Miharja. Penggunaan teknik ini pun menuntut kebijaksanaan. konseli akan membenarkannya. Berdasarkan kesan-kesannya selama wawancara berlangsung. Suatu konfrontasi dapat mengejutkan konseli dan menimbulkan sikap defensif. Pada teknik interpretasi konselor menambahkan sesuatu pada hal-hal yang sudah terungkap dan yang belum disadari oleh konseli (unconscious). S. Namun. atau di antara kata-kata dan tindakan konseli (inconsistency). Biasanya konseli belum menyadari ketidakcocokan itu. kesan yang demikian pada gilirannya dapat menimbulkan sikap defensif. Pemberian interpretasi dapat membantu konseli untuk lebih memahami diri sendiri. Konseli setengah-setengah sudah menyadari pikiran atau perasaan itu (subconscious). Sebaiknya konselor mengemukakan lebih dahulu kata-kata yang didengarkan atau perilaku yang diamatinya. Konselor tidak menambah sesuatu pada apa yang telah terungkap. maka konselor menyadarkannya dengan maksud supaya konseli menghadapi diri sendiri secara lebih jujur. 'merasa sangat sukar memilih antara pemuda A dan pemuda B.Pd. yang melandasi ketidakcocokan itu. kalau persepsi konselor tepat.26 | (p) Interpretasi (Interpretation) Kepada konseli diutarakan arti atau makna dari kata-katanya atau perbuatannya. bila konselor cukup yakin interpretasinya akan diterima dengan baik.Ag.

Saudara berkata: 'Semua baik'. tuncluk kepala). perlu diperhatikan agar bombongan itu tidak bertele-tele atau berlebihan. Tentu saja konselor harus cukup yakin tentang apa yang ditunjukkan sebagai pertentangan.. Miharja. ketika menolong seorang korban kecelakaan dan pakaian Saudara pun kena darah.Ag. Dalam katakatanya konselor harus hati-hati. Ini kiranya bagaimana?" (3) Pertentangan antara dua hal yang dikatakan oleh konseli: Kr "Tadi kamu berkata beberapa kali. tetapi cara Saudara berbicara mencerminkari rasa sedih. Apakah di sini tidak terdapat sesuatu yang ganjil?" Kr "Tadi Saudara mengatakan bahwa Saudara menuntut dari pacar.27 | ketidaksesuaian itu timbul. lebihlebih pada saat segalanya terasa sulit. S. baik yang diperoleh dari hasil testing psikologis maupun yang diperoleh dari konseh sendiri secara langsung atau diperoleh dari orang lain. Tidak ada halangan apa-apa. bahwa Saudara akan berhasil. Sebaiknya konselor minta umpan balik dari konseli. Kemudian Saudara menyatakan tidak suka. tidak disinggung oIeh konselor. Kr "Nah. Konselor sampai pada diagnosis tertentu setelah semua data yang tersedia dihubungkan satu sama lain.Pd. Sekarang ini kamu menyatakan keseganan untuk berkumpui dengan keluarga dan ingin tinggal di tempat lain. memberikan atau menunjukkan harapan. lni kiranya bagaimana?" (2) Ketidakcocokan antara kata-kata dan tindakan konseli: Kr "Anda tadi berkata 'tidak suka bertcle-tele': tetapi. Menurut Saudara bagaimana? Apakah kedua hal itu tidak bertentangan satu sama lain. kamu sendiri menyatakan keinginan untuk menyelesaikan persoalan salah paham an tara kamu dan paear. semua data yang diperolehnya. maaf ya. selama pembicaraan ini Anda terus bicara bertele-tele. Namun. jangan sampai memberikan kepastian yang sebenarnya tidak dapat diberikan. jika pacar Saudara yang sekarang ini menanyakan riwayat hidup Saudara dalam hal percintaan. supaya dia terlibat pula dalam proses pemikiran. atau "Saya yakin. Contoh : Kr "Rasa jijik pada warna merah yang kerap Saudara alami kiranya bersumber pada pengalaman yang Saudara ceritakan tadi. dengan nada suara rendah. tetapi sekali mulai melangkah Anda akan melihat sendiri.M. menuduh.. bagaimana?" Draf kuliah Teknik Konseling . ditinjau dari kesamaan hak antara pria dan wanita?" (r) Diagnosis (Diagnosis) Konselor mengatakan kepada konseli apa yang rnenjadi inti masalah dan/atau rnengapa masalah itu timbul. bahwa sewaktu dirawat di rumah sakit ingin segera pulang. Semuanya beres .. Apakah keinginan ini tidak menimbulkan harapan pula. bahwa kiranya semuanya tidak sesukar yang Anda bayangkan pada saat sekarang". dan menimbulkan kesan pada konseli bahwa dia masih dianggap seperti anak kecil. alasan itu dapat dibicarakan kemudian setelah konseli mengakui adanya ketidaksesuaian itu. Kr "Maaf ya. misalnya dengan mengatakan: "Pasti semuanya akan baik dan berhasil".." (Berbicara sangat lambat. Konselor memanfaatkan S. bermuka suram. bahwa persoalan ini dapat diselesaikan seeara memuaskan. Contoh (1)Kontradiksi antara lingkapan verbal dan nonverbal: Kr “Bagaimana keadaanmu sekarang?” Ki "Baik-baik saja . termasuk semua penyelewengannya. atau memamerkan ketajaman penbimbeltannya. Kiranya demikian?" (s) Dukungan (Reassurance/Support) Konselor memberikan semangat dan keyakinan kepada konseli." Contoh : Kr "Pada mulanya akan sedikit sukar melaksanakan keputusan itu. Konselor dapat membesarkan hati. dan tidak boleh bicara dengan nada mengadili. agar ia menceritakan semua pengalamannya dengan bekas pacarnya.. supaya konseli tidak kehilangan semangat.

Pd. Rcfleksi Perasaan. agar konseli mengambil tindakan tertentu atau memilih cara A daripada cara B. bahkan akan membantu konseli untuk menghadapi dirinya sendiri secara realistis. namun serangkaian latihan terarah dalam rangka praktikum konseling (microconseling) dapat membiasakan mereka dengan penggunaan aneka teknik ini sebagaimana mestinya. saya ada usul: mengambil tes minat di lembaga testing yang sudah lama menjalin hubungan kerja sama dengan sekolah kita. tindakan. tidak dapat saya restui karena ini tindakan yang salah!" "Pendapatmu. harus ditolak karena melanggar norma moralitas!" Teknik-teknik konseling verbal yang disebutkan di atas. maka aku tidak boleh sekolah lagi. dengan demikian timbul kesulitan pula dalam merumuskan tanggapan verbal berupa Refleksi Pikiran. bahwa orang yang sudah berpacaran lama harus melakukan hubungan intim untuk melihat apakah mereka cocok dalam bidang seksual. lebih-lebih bila dia sedang dalam keadaan bingung. Tapi apa yang terjadi sesudah tema pulang? Aku dimarahi setengah mati dan mereka bilang. Aku tidak bisa membicarakan soal ini Draf kuliah Teknik Konseling . Konselor yang berpengalaman tidak akan ragu-ragu menggunakan teknik ini. kalau-masih ada teman pria yang datang lagi. bayangkan bagaimana tindakan terhadap aku ini.M. Contoh : Kr "Seandainya Saudara mencari kesempatan untuk berbicara terus terang kepada orang tua mengenai hal ini. misalnya pertimbangan moral dan pertimbangan pedagogis. Bagaimana menurut pendapatmu?" (u) Penolakan (Criticism. mengenali pikiran dan perasaan yang terungkap secara implisit menuntut kemampuan untuk membayangkan bagaimana pikiran dan perasaan orang lain (social insight. nasihat harus diterima baik oleh konseli dan diyakini kecocokannya. Advice) Konselor memberikan nasi hat. baik secara eksplisit maupun secara implisit. Maka. Bujukan (persuasion) adalah saran yang disertai desakan kuat untuk menerimanya dan melaksanakannya. Konselor yang bertugas di institusi pendidikan dapat saja mempunyai pertimbangan tertentu sebagai dasar yang membenarkan S. misalnya pada hari libur. Coba. untuk itu dibutuhkan pengalaman di lapangan yang cukup lama. S. Contoh : "Rencanamu untuk membalas dendam kepada guru yang memberikan nilai kurang dalam buku rapor. Ada konseli yang kadang-kadang membutuhkan hal ini. banyak calon konselorderutama mengalami kesulitan dalam mengenali pikiran serta perasaan yang terungkap. tidak mengherankan kalau semua calon konselor masih mengalami kesulitan dalam penggunaan teknik-teknik itu. Bagaimana?” Kr "Coha ya. Namun. atau rencana konseli. Nasihat biasanya baru diberikan dalam fase penyelesaian masalah. (Wanita remaja) "Pada suatu hari ada teman pria datang ke rumah pinjam catatan. pada waktu orang tua tidak terlalu sibuk. sehingga komentar negatif dari konselor tidak akan merusak hubungan. Khususnya. mula-mula orang tua bersikap biasa dan hatiku sudah merasa senang karena tidak dimarahi.. Miharja. rcnggunaan teknik ini. yang bersifat menolak pandangan. namun konseli tidak boleh merasa dikejar-kejar atau dipaksa. Klarifikasi Perasaan dan Klarifikasi Pikiran. Negative Evaluation) Konselor menyatakan pendapatnya berdasarkan pertimbangan objektif. Konselor yang berpengalaman sekalipun akan sang at berhati-hati dalam hal ini.28 | (t) Usul/Saran (Suggestion. social feeling). Sebagai contoh latihan dalam mengenali pikiran dan perasaan orang lain serta merumuskan tanggapan verbal yang sesuai disajikan suatu ungkapan seorang remaja. tetapi dia harus sangat bijaksana dalam menentukan terhadap siapa dan kapan teknik ini sebaiknya digunakan.Ag. Teknik ini hanya boleh digunakan jika hubungan antara konseli dengan konselor sangat baik. Menurut pengalaman pengarang buku ini. untuk itu konselor minta umpan balik. bila seluk-beluk permasalahannya sudah jelas dan konselor yakin bahwa usul atau sarannya memang sesuai dengan keadaan konseli. harus digunakan secara luwes dan lama-kelamaan diterapkan secara spontan.

kau kurang mendapat pendidikan dan cinta kasih di rumah karena keluargamu sudah retak. Akibatnya ialah pergaulanmu terlalu terbatas. seluruh pikiran yang menyertai ungkapan perasaan itu dapat digali kemudian. S. merasa setuju sebenarnya bukan deskripsi perasaan. patut dicatat bahwa kata "merasa ." Parafrase: "Jadi awal mula Anda merasa puas (senang) karena sikap baik orang tua. karena aku ini kurang berpendidikan dan kasih sayang. tetapi kemudian merasa pedih dan terpukul sekali. Miharja. tetapi dalam konteks tertentu dapat menunjuk pada ungkapan pikiran. dengan menggolongkan semua perasaan itu dalam kelompok perasaan senang dan perasaan tidak senang. setelah kawanmu pergi. Misalnya. " dalam bahasa percakapan sehari-hari tidak selalu menunjuk pada ungkapan perasaan. akibat dari broken home"." Refleksi pikiran Restatement "Jadi pada waktu teman pria datang ke rumah. dan ini disebabkan karena kedua orang tuaku broken home. Refleksi perasaan Restatement: "Jadi mula-mula kau merasa senang dengan sikap orang tuamu. Misalnya. Kau merasa bersyukur mempunyai teman dekat yang menunjukkan pengertian. Demikian pula suatu kata yang terdapat dalam kedua daftar itu tidak selalu menunjuk pada ungkapan perasaan. orang tuamu bersikap biasa saja.Pd. Parafrase: "Jadi ketika teman laki-laki berkunjung ke rumah. Dengan siapa kau dapat membicarakan hal ini selain dengan sahabat di sekolah? Menurut pendapatmu. konselor dapat lebih memperhatikan ungkapan pikiran atau lebih memperhatikan ungkapan perasaan. masing-masing mengandung pro dan kontra sebagaimana dijelaskan di bawah ini. kamu kurang mengerti mengapa orang tua berbalik sikap dan dalam hati juga menyalahkan mereka.. hanya bisa bicara dengan teman akrab di sekolah. Jadi setiap ada masalah aku hanya dapat berbicara dengan teman. Demikian pula sebaliknya. mereka marah-marah sampai mengeluarkan ancaman tidak boleh bersekolah lagi kalau masih akan dikunjungi teman laki-laki. Kamu memandang dirimu sebagai anak yang serba sial. menganggap diri salah bukan deskripsi perasaan.M. Mengutamakan ungkapan perasaan atau mengutamakan ungkapan pikiran. Pada dasarnya kau merasa kasihan pada dirimu sendiri. melainkan deskripsi pikiran. Soal ini hanya dapat kau bicarakan dengan teman akrab di sekolah. Draf kuliah Teknik Konseling .Ag. yang dapat disertai perasaan implisit merasa bersalah.. menggunakan kiasan bahasa atau menggunakan kiasan perasaan. konselor biasanya juga banyak memberikan tanggapan pemantulan perasaan. sehingga pergaulan dengan teman sangat kurang. melainkan ungkapan gagasan evaluatif. sebaiknya merasa setuju diganti dengan menyetujui. konselor harus mendeskripsikan perasaan yang dialami konseli. orang tua kelihatannya tidak apa-apa. Kira-kira demikian?" Dalam menanggapi pesan konseli. di bawah ini disajikan dua daftar nama perasaan. Klarifikasi perasaan: "Mula-mula kau merasa lega dan gembira. Pergaulan dengan teman dianggap sangat kurang. Untuk membantu konselor mendeskripsikan perasaan konseli dengan menyebutkan nama perasaan psikologis tertentu. melukiskan perbuatan yang ingin dilakukan. karena kau mengalami kekurangan dalam hal pendidikan dan kasih sayang. lebih-lebih bilakonselor yang berbicara. jika konseli pada awal proses konseling banyak mengungkapkan perasaan..29 | dengan mereka. dengan menyebutkan nama perasaan. kau dimarahi dan diancam tidak boleh bersekolah lagi kalau masih ada teman pria datang. Dalam memberikan pemantulan perasaan melalui teknik refleksi dan klarifikasi.l Namun sepulangnya teman itu." Klarifikasi pikiran: " Kalau tidak salah tangkap. S. Namun. Misalnya. Hanyalah sahabat di sekolah dianggap dapat mengerti kamu. Tahu-tahu.

cara berpakaian. BAB 5 TEKNIK KONSELING YANG NONVERBAL Istilah perilaku nonverbal (nomterbal behavior) dapat diartikan secara sempit dan secara luas. Semua bentuk perilaku nonverbal itu mengandung nilai-nilai komunikatif dan dapat berperan sebagai bentuk komunikasi implisit dalam komunikasi antarpribadi. Tentu saja harus terdapat kesesuaian atau kesclarasan antara scgala ucapan verbal konselor dan perilakunya yang nonverbal. Teknik-teknik nonverbal itu adalah. into nasi dan nada berbicara (paralinguistic phenomena). Dalam arti luas perilaku nonverbal. Gerak-gerik semacam itu banyak variasinya dan mengandung macam-macam makna. cara menata rambut. anggukan kepala. Teknik ini digunakan dengan sengaja untuk menyampaikan suatu pesan tertentu kepada konseli pada waktu wawancara berlangsung. sikap badan.  bingung dan mengharapkan saran dari konselor. termasuk juga dalam arti yang luas itu berbagai cara membawa diri dan menampilkan diri. Menunjang) (d) Gerak-gerik lengan dan tangan: untuk memperkuat apa yang diungkapkan secara verbal. S. mengatur pikirannya atau menenangkan diri (Sikap dasar). perlengkapan kantor. (Sikap dasar). seperti kekeliruan pada waktu berbicara. di samping hal-hal yang disebutkan di atas. perabot di dalam rumah. sinkronisasi antara bicara dan bergerak. misalnya ekspresi wajah.M. dan sebagainya. saat-saat diam. namun lamanya tergantung pada makna yang terkandung dalam diamnya konseli. misalnya membungkuk ke depan. Dalam arti sempit perilaku nonverbal menunjuk pada reaksi atau tanggapan yang dibedakan dari berbahasa dengan memakai kata-kata. duduk. kecepatan berbicara. isyarat dan pandangan mata. seperti berjalan. juga menunjuk pada gejala-gejala vokal yang menyertai ucapan kata-kata. guna melengkapi dan menunjang teknik-teknik yang verbal atau menggantikannya. lamanya berbicara. gerakan lengan dan tangan. Menunjang) (e) Berdiam diri: untuk memberikan kesempatan kepada konseli berbicara secara leluasa. Miharja. (Sikap dasar) (b) Cara duduk: untuk menyatakan sikap rileks dan sikap. duduk agak bersandar. volume suara. mungkin konselor ikut berdiam diri. Bila konseli diam. misalnya konseli merasa:  sulit mengungkapkan perasaannya. berbagai gerakan tungkai kaki dan tangan. penggunaan kosmetika dan perhiasan. misalnya pada saat menyambut kedatangan konseli. dan  lega sesudah mengungkapkan semua perasaannya.  malu untuk berbicara danlatau gelisah. menyentuh. Di bawah ini ditambahkan sejumlah cara yang dapat dipandang sebagai suatu teknik konseling yang nonverbal.Ag. lebih-Iebih pesan yang agak sulit dirumuskan secara verbal seperti sikap dasar. (Sikap dasar) Draf kuliah Teknik Konseling . Kesimpulan: penggunaan teknik berdiam diri tidaklah mudah. Sejumlah cara konselor dapat berkomunikasi secara nonverbal dengan helpee dan mahahelpee yang berurusan dengun dia. (Menguatkan. serta ungkapan-ungkapan perasaan. (Menguatkan.mau memperhatikan.  antipati terhadap konselor karena bersikap bermusuhan. antara lain: (a) Senyuman: untuk menyatakan sikap menerima.. Sikap badan jelas-jelas menyampaikan suatu pcsan kepada konseli. (Sikap dasar) (c) Anggukan kepala: untuk menyatakan penerimaan dan menunjukkan pengertian. misalnya penerimaan (acceptance) dan pemahaman (understanding). Boleh juga menyertai kata-kata yang bertujuan membombong.Pd.30 | S. hiasanhiasan di ruang.

mengangkat alis. . lebih tinggi atau lebih rendah. (Menunjang) (i) Sentuhan: untuk menunjang tanggapan verbal dan/atau menyatakan sikap dasar. Dia paham bahwa ekspresi komunikasi nonverbal tidak selalu mudah ditafsirkan karena pengaruh kultural. (h) Variasi dalam nada suara dan kcccpatan bicara: untuk Iucnyesuaikan diri dengan ungkapan perasaan konseli. dan datam banyak lingkungan kebudayaan lebih bermakna bagi kaum wanita. termasuk orang dewasa terhadap anak.Ag. Halhal ini termasuk rumpun gejala vokal. lama-kelamaan menjadi milik pribadi seseorang. misalnya konselor berbicara lebih lembut. air muka. S. atau mempermalukan.Pd. menunjang dan memodifikasi pernyataan verbal serta memberikan umpan balik evaluatif tentang proses hubungan antarpribadi. Mimik bervariasi banyak. roman muka. meskipun tidak mudah untuk tetap konsisten dan konsekuen dalam hal ini. Miharja.. harus dihindarkan kesan bahwa konselor mengejar. jangankan menyentuh dengan cara yang dapat ditafsirkan sebagai pelecehan seksual oleh pihak yang mencari-cari kesalahan. sedangkan maknanya juga tergantung pada lingkungan budaya di daerah tertentu. dengan nada suara. kontak mata juga sarana pengamatan terhadap konseli karena sinar mata dan raut muka dapat mengungkap suatu perasaan yang dialami. Saluran komunikasi ini digunakan orang untuk mengungkapkan perasaan.akan memperkaya lalu lintas hubungan antarpribadi dengan konseli karena dia mampu menangkap makna yang terkandung dalam komunikasi nonverbal di pihak konseli dan sekaligus mewujudkan komunikasi bermakna di pihaknya sendiri. kiranya dapat diandalkan memang sesuai dengan isi batin orang. lebih cepat. Draf kuliah Teknik Konseling . seperti juga gerakan tubuh dan kualitas vokal dapat mengandung makna ekspresi afektif. (Menunjang) (g) Kontak mata (konselor mencari kontak mata dengan konseli). raut muka): untuk menunjang atau mendukung dan menyertai reaksi-reaksi verbal. lebih-lebih dalam lingkup kebudayaan yang cenderung menghindari kontak fisik selain berjabatan tangan sebagai tanda salam: apalagi kontak fisik di antara orang yang berlainan jenis.31 | (f) Mimik (ekspresi wajah. lebih lambat. dan wajah cerah. bahwa kontak fisik antara konselor dan konseli secara potensial dapat membahayakan. namun dapat pula digunakan untuk menipu. Namun.M. S. Selain digunakan sebagai teknik nonverbal. misalnya mengerutkan dahi. Cara menatap muka si konseli haruslah sesuai dan wajar. Konselor yang memahami corak khas yang terkandung dalam komunikasi nonverbal dan semakin menggunakannya secara sadar. untuk menunjang atau mendukung tanggapan verbal dan/atau menyatakan sikap dasar. mengerutkan kening. Namun perlu diingat. Maka disarankan supaya konselor mengendahkan diri dalam menggunakan sentuhan sebagai tanda perhatian dan keprihatinan. senyum. memaksa konseli.

tahap akhir (action). Keterampilan Attending (Attending Skills) Keterampilan attending adalah perilaku konselor menghampiri klien yang diwujudkan dalam bentuk kontak mata dengan klien. (7) mengungkap pesan utama. Konselor yang terampil adalah yang mengetahui atau memahami sejumlah keterampilan tertentu dan mampu mengimplementasikannya dalam proses konseling. BAB 6 TEKNIK DALAM TAHAPAN KONSELING Konseling merupakan pekerjaan profesional seperti halnya guru. S. (d) memutuskan pembicaraan. miring. tidak Draf kuliah Teknik Konseling . Attending yang baik akan dapat meningkatkan harga diri klien. kemampuan attending konse1or. Selain itu. Keterampilan attending juga mencerminkan bagaimana konselor menghampiri klien yang diwujudkan dalam perilaku di atas. (c) posisi tubuh tegak kaku. Miharja. konselor harus mampu mengimplementasikan keterampilanketerampilan tertentu yang relevan. Dalam tahap ini ada sejumlah keterampilan yang bisa diterapkan oleh konselor yaitu: (1) attending. penuh perhatian. (5) eksplorasi.Pd. (c) posisi tubuh agak condong ke arah klien. Ketiga. Agar proses konseling dapat berjalan secara lancar dan tujuannya tercapai secara efektif dan efisien. (2) mendengarkan. diam atau menunggu kesempatan bereaksi. duduk akrab berhadapan atau berdampingan.Ag. Proses konseling menuntut keterlibatan atau partisipasi dari klien. tahap pertengahan (tahap kerja dengan masalah tertentu). Dalam setiap tahapan proses konseling memerlukan penerapan keterampilanketerampilan tertentu. berbicara terus tanpa ada teknik diam. menunggu ucapan klien hingga selesai.M. Kedua. Ciri-ciri perilaku attending (attending skills) yang tidak baik adalah: (a) kepala kaku. tahap awal (tahap identifikasi masalah). konseling juga merupakan suatu proses. 1. tegang. mengaIihkan pandangan. menciptakan suasana yang aman. Berikut akan dijelaskan masing-masing keterampilan dalam masing-masing tahapan konseling. (4) refleksi. (b) ekspresi muka melamun. Secara umum proses konseling terbagi atas tiga tahap yaitu: pertama. akan memudahkannya untuk membuat klien terlibat pembicaraan dan terbuka. (b) ekspresi wajah tenang. Tahap Awal Konseling Tahap awal konseling disebut dengan tahap identifikasi masalah. bahasa tubuh.32 | S. Ciri-ciri attending yang baik adalah: (a) menganggukkan kepala apabila menyetujui pernyataan klien.. ceria. dan mata melotot. jarak duduk dengan klien menjauh. jarak antara konselor dengan klien dekat. (d) variasi isyarat gerakan tangan berubah-ubah untuk menekankan suatu pembicaraan. dan perhatian terarah pada lawan bicara. bersandar di kursi. Oleh karena itu. (e) mendengarkan secara aktif. (8) mendorong dan dorongan minimal. duduk kurang akrab dan berpaling. Sebagai suatu pekerjaan profesional menuntut dimilikinya sejumlah kompetensi dan keterampilan tertentu. (6) bertanya. tidak melihat klien saat klien berbicara. dan bahasa lisan. A. (3) empati. dan mempermudah ekspresi perasaan klien secara bebas. dan senyum.

Pembimbing atau konselor harus bisa menjadi pendengar yang baik selama sesi konseling berlangsung.M. 3. Melalui keterampilan ini. yaitu kemampuan konselor memahami perasaan. Keterampilan Berempati (Emphaty Skills) Empati adalah kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan klien. serta pengalaman klien secara lebih mendalam. Konselor yang tidak mampu berempati tidak akan bisa menjadi pemecah masalah yang efektif. empati tingkat tinggi (advanced accurate empathy). tetapi ketika konselor berkata: "Saya dapat merasakan apa yang Anda rasakan". Empati ada dua macam yaitu: pertama. yaitu kemampuan konselor memahami perasaan. pikiran. Keterampilan Refleksi Refleksi adalah keterampilan pembimbing atau konselor untuk memantulkan kembali kepada klien tentang perasaan.. pikiran.Ag. proses konseling tidak akan berjalan secara efektif. Kedua. kemampuan konselor Draf kuliah Teknik Konseling . Empati diawali dengan simpati. mudah buyar oleh gangguan Iuar. oleh sebab itu seorang konselor tidak boleh memiliki gangguan pendengaran. pikiran. (e) perhatian terpecah. memahami perasaan.dan bukan untuk atau tentang klien. pikiran. keinginan. merasa dan berpikir bersama klien . Ketika konselor berkata: "Saya memahami perasaan. Tanpa keterampilan ini. dalam proses konseling diharapkan klien akan terlibat pembicaraan dan terbuka. yaitu keterampilan pembimbing atau konselor merefleksikan 2. dalam arti akan mengalami kesulitan membantu mencarikan alternatif pemecahan masalah individu (klien). Keterampilan Mendengarkan Keterampilan mendengarkan adalah kemampuan pembimbing atau konselor menyimak atau memperhatikan penuturan klien selama proses konseling berlangsung. S. keinginan. Empati sangat penting dalam proses konseling. pembimbing atau konselor tidak akan dapat menangkap pesan pembicaraan.33 | memberikan kesempatan kepada klien untuk berbicara. empati primer (primary empathy). yaitu keterampilan pembimbing atau konselor untuk memantulkan ide. pengalaman bahkan penderitaannya. dengan berempati klien akan tersentuh dan bersedia serta terbuka untuk mengemukakan isi yang tersimpan dalam lubuk hati yang dalam berupa perasaan. dan pengalaman klien. Pengambilan kesimpulan sementara atau akhir bisa salah apabila konselor tidak mendengarkan secara sungguh-sungguh penuturan klien. dan pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbalnya. Optimalisasi keterampilan ini sangat didukung oleh fungsi pendengaran (telinga). berarti konselor sedang berempati. pendapat klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbal terhadap klien. Refleksi ada tiga macam yaitu: (a) refleksi perasaan. Selain itu. dan keinginan Anda" berarti konselor bersimpati. dan pengalaman klien. pembimbing atau konselor harus mendengarkan secara sungguh-sungguh apa yang dituturkan oleh klien. yaitu keterampilan konselor untuk dapat memantulkan (merefleksikan) perasaan klien sebagai hasil pengamatan verbal dan nonverbal terhadap klien. pikiran. (b) refleksi pikiran.Pd. keinginan. Dari sini nantinya akan menentukan ketepatan pengambilan kesimpulan sementara maupun kesimpulan akhir wawancara konseling. Tanpa empati. Miharja. dan menyentuh klien karena konselor ikut dengan perasaan tersebut. S. Selama sesi konseling berlangsung. pikiran. (c) refleksi pengalaman. 4.

Ag. pertanyaan-pertanyaan yang diajukan bersifat terbuka dan klien bebas menjawabnya. Tanpa keterampilan ini. Kedua. klien akan selalu terlibat dalam pembicaraan dan terbuka. Keterampilan ini bertujuan untuk mengatakan kembaIi esensi atau inti ungkapan klien. Tanpa keterampilan ini.M. eksplorasi pikiran. dan diam seribu bahaya atau tidak mampu mengemukakan pendapatnya secara terus terang. Melalui keterampilan ini. Keterampilan Eksplorasi Istilah eksplorasi bisa berarti penelusuran atau penggalian. Keterampilan ini penting dimiliki oleh setiap konselor. dan pengalamannya secara berbelit-belit. Pada keterampilm bertanya Draf kuliah Teknik Konseling . pikiran. tertekan. Keterampilan Memberikan Dorongan Minimal Keterampilan memberikan dorongan minimal adalah kemampuan konselor memberikan dorongan langsung dan singkat terhadap apa yang telah dikatakan oleh klien. 6. Ketiga. terbuka. Parapharasing yang baik adalah menyatakan kembali pesan utama klien secara saksama dengan kalimat yang mudah dan sederhana. SeIain itu juga bertujuan untuk: (a) mengatakan kembali kepada klien bahwa konselor bersama dia dan berusaha memahami apa yang dikatakan klien. Keterampilan Menangkap Pesan Utama (Parapharasing) Dalam sesi konseling sering klien mengemukakan perasaan. menutup din. Eksplorasi ada tiga macam. pikiran. Keterampilan ini penting karena dalam konseling terkadang klien menyimpan rahasia. eksplorasi pengalaman. dan lain sebagainya. dan (d) mengecek kembali persepsi konselor tentang apa yang dikemukakan oleh klien. keterampilan bertanya tertutup.Pd. pertanyaan-pertanyaan yang diajukan konselor mungkin tidak dipahami klien sehingga ia tidak bisa menjawab (diam). konselor juga akan mengalami kesulitan membuka sesi konseling. keterampilan bertanya terbuka. eksplorasi perasaan. dan terancam. yaitu keterampilan atau kemampuan konselor untuk menggali ide. Kedua. (b) mengendapkkan apa yang diungkapkan klien dalam bentuk tingkasan. 7. (c) memberi arah wawancara konseling. S. Oleh sebab itu. yaitu keterampilan konselor untuk menggali perasaan klien yang tersimpan. Keterampilan bertanya ada dua macam yaitu: pertama. sehingga mudah dipahami. setuju atau tidak setuju.34 | pengalaman-pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap pelilaku verbal dan nonverbal klien. yaitu: pertama. akan memungkinkan klien untuk bebas berbicara tanpa rasa takut. dan pendapat klien. Melalui keterampilan ini. Pada keterampilan bertanya tertutup. Keterampilan Bertanya Keterampilan bertanya adalah suatu kemampuan pembimbing atau konselor mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada sesi konseling. pertanyaan yang diajukan konselor kepada klien mengandung jawaban yang singkat dari klien seperti ya atau tidak. Keterampilan eksplorasi adalah suatu keerampilan kensoler untuk menggali perasaan. S. Tujuan keterampilan ini adalah menjadikan klien terbuka dan bersedia untuk berbicara serta dapat mengarahkan agar pembicaraan (wawancara konseling) mencapai tujuan. 5. yaitu keterampilan konselor untuk menggali pengalaman-pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbal klien.. Miharja. dan pengalaman klien. pikiran. diperlukan kemampuan konselor menangkap pesan utama (ide utama) dari penuturan-penuturan klien selanjutnya dinyatakan secara sederhana dan disampaikan dengan bahasa sendiri oleh konselor.

B.Ag. Miharja. (e) membawa klien kepada kesadaran adanya diskrepansi. 4. Selain itu juga bertujuan untuk: (a) memberikan kesempatan kepada klien untuk melakukan feed back (kilas balik) dari hal-hal yang telah dibicarakan. (a) mengajak klien untuk menyatakan pesannya secara jelas. kurang jelas. Atau ketika klien kurang memusatkan pikirannya pada pembicaraan dan ketika konselor merasa risau terhadap pembicaraan klien. Keterampilan Menyimpulkan Sementara Keterampilan menyimpulkan sementara adalah suatu kemampuan konselor bersama klien untuk menyampaikan kemajuan hasil pembicaraan. konflik dalam dirinya. Keberhasilan konselor memimpin arus lalu lintas bimbingan dan konseling dipengaruhi oleh tipe-tipe kepemimpinan konselor itu sendiri apakah demokratis.M. dan (e) dilakukan konselor bersamaan dengan perilaku attending dan empati. yaitu ketika klien menunjukkan tandatanda akan mengurangi atau menghentikan pembicaraan. (b) menyimpulkan kemajuan hasil pembicaraan secara bertahap. Keterampilan Memfokuskan Seorang konselor yang efektif harus mampu membuat fokus melalui perhatiannya yang terseleksi terhadap pembicaraan dengan klien.35 | S. Tahap Pertengahan 1. 5. (b) meningkatkan potensi klien. mengulang. Keterampilan ini akan membantu klien memusatkan perhatiannya pada pokok pembicaraan. 3. senyum dengan kepedihan dan sebagainya. 6. Penerapan keterampilan ini dalam sesi konseling harns dilakukan secara selektif. Tujuan keterampilan ini adalah untuk melihat kemajuan wawancara konseling pada setiap tahapannya.komentar khusus terhadap klien yang tidak konsisten secara tepat waktu. otoritas dan permisif (masa bodoh). 2. yaitu dengan eara: (a) memberi . Tujuan keterampilan ini adalah. S. Keterampilan Melakukan Konfrontasi Konfrontasi merupakan suatu kemampuan konselor menantang klien untuk melihat adanya diskrepansi atau inkonsistensi (ketidakkonsistenan) antara perkataan dengan bahasa badan atau perbuatan. (d) mempertajam atau memperjelas fokus pada wawancara konseling. Keterampilan Menjernihkan (Darifying) Keterampilan menjernihkan adalah kemampuan konselor menjernihkan atau memperjelas ucapan-ucapan klien yang samar-samar. Memimpin arah pembicaraan bukan berarti konselor mengarahkan klien ke arah pembicaraan sesuai keinginan konselor. dan (b) agar klien menjelaskan. Penerapan keterampilan ini harus secara hati-hati dilakukan oleh konselor.. melainkan Iebih banyak mengamati jalannya wawancara konseling. Keterampilan Memudahkan (Facilitating) Facilitating adalah suatu keterampilan membuka komunikasi agar klien dengan mudah berbicara dengan konselor dan menyatakan Draf kuliah Teknik Konseling . dan mengilustrasikan perasaannya. ide awal dengan ide berikutnya. Keterampilan ini berguna untuk: (a) mendorong klien mengadakan instrospeksi diri secara jujur. konselor harus memimpin arah pembicaraan sehingga tujuan konseling dapat tercapai secara efektif dan efisien.Pd. (c) untuk meningkatkan kualitas diskusi. mempertajam atau memperjelas fokus wawancara konseling. Keterampilan Memimpin Agar pembicaraan dalam wawancara konseling tidak menyimpang. Melalui keterampilan ini juga akan dapat meningkatkan eksplorasi diri. (b) tidak menilai apalagi menyalahkan. dan agak meragukan.

Miharja.rangi atau menghentikan pembicaraan. 12. Melalui keterampilan ini juga akan dapat meningkatkan eksplorasi diri. 11. S. Keterampilan ini diterapkan apabila: (a) akan mengambil inisiatif jika klien tampak kurang bersemangat. Keterampilan Menafsirkan atau Interpretasi Keterampilan menafsirkan atau interpretasi merupakan upaya konselor mengulas pikiran.36 | perasaan. (c) setelah diam. S. Dorongan minimal dilakukan oleh konselor apabila klien kelihatan akan mengu.M. 9. Sebaliknya. diam atau tidak bersuara bisa menjadi teknik konseling. Keadaan diam akan membantu konselor: (a) untuk mendorong klien untuk berbicara. (c) jika klien kehilangan arah pembicaraan. mengambil keputusan. dan pengalamannya secara bebas sehingga komunikasi dan partisipasi meningkat serta proses konseling berlangsung secara efektif. klien dapat mengikuti ekspresi yang membawanya berpikir dan bangkit dengan tilikan yang mendalam. Keterampilan Mengarahkan (Directing) Directing adalah kemampuan konselor mengajak dan mengarahkan klien untuk berpartisipasi secara penuh dalam proses konseling. Konselor dapat mengucapkan kata-kata yang mengajak klien untuk. Apabila konselor tidak mengetahui informasi apa yang dikehendaki klien. Keterampilan Memberi Informasi Informasi diberikan oleh konselor kepada klien harus hal-hal yang diketahui konselor. 7. Melalui keterampilan ini. pikiran. Meskipun demikian pemberian nasihat tetap perlu harus dipertimbangkan.Ag. (b) membantu klien untuk lebih memahami dirinya. dan ketika konselor ragu terhadap pembicaraan klien. 13. dan kurang partisipatif. Keterampilan Memberikan Dorongan Minimal (Minimal Encouragement) Minimal encouragement atau keterampilan memberikan dorongan minimal adalah suatu upaya konselor memberikan dorongan secara langsung dan singkat agar kliennya selalu terlibat dalam pembicaraan dan dirinya terbuka. berpatisipasi dan berinisiatif dalam menuntaskan pembicaraan. 10.Pd. Draf kuliah Teknik Konseling . Keterampilan Mengambil lnisiatif Mengambil inisiatif perlu dilakukan oleh konselor apabila klien kurang bersemangat untuk berbicara. (d) mengurangi kecepatan wawancara. Hal yang harus dijaga untuk memberi nasihat adalah tujuan konseling. Keterampilan Sailing (Saat Diam) Dalam proses konseling. Keterampilan ini bertujuan agar klien terus berbicara dan dapat mengarahkan agar pembicaraan mencapai tujuan. ketika klien kurang memusatkan pikirannya pada pembicaraan. konselor harus dapat memanfaatkan situasi ini. konselor secara jujur harus mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui informasi tersebut. dan pengalaman klien dengan merujuk kepada teori-teori. apabila konselor mengetahui. Keterampilan Memberi Nasihat Nasihat bisa diberikan kepada klien apabila ia meminta. yakni kemandirian klien harus tetap tercapai. (b) jika klien lambat berpikir ilntuk. konselor mengajak klien agar berbuat sesuatu atau mengarahkannya agar berbuat sesuatu. Sifat-sifat subjektif tidak boleh dimasukkan ke dalam interpretasi. sebaiknya upayakan agar klien tetap mengusahakannya (klien mencari sendiri sumber informasi tersebut). Oleh sebab itu. 8. sering diam. perasaan..

Untuk menguasai keterampilan-keterampilan konseling di atas. Secara umum penutupan sesi konseling dilakukan oleh konselor dengan melakukan hal-hal sebagai berlkut: (a) mengatakan bahwa waktu konseling akan berakhir. Selain itu juga bisa ditetapkan kendala apa yang menjadi penghambat proses konseling. konselor harus dapat membantu klien untuk dapat membuat rencana berupa suatu program untuk action. masalah klien.M. (c) pokok-pokok pembicaraan apa yang akan dibicarakan pada sesi selanjutnya. (e) menunjukkan catatan-catatan singkat kepada klien tentang hasil pembicaraan (hasil wawancara konseling). Dengan demikian. Penutupan sesi konseling tidak harus dilakukan secara seragam oleh semua konselor. Berbagai cara bisa dilakukan oleh konselor untuk menutup sesi konseling. dan (f) memberikan tugas-tugas tertentu kepada klien apabila diperlukan. Keterampilan Menilai (Mengevaluasi) Keterampilan menilai atau mengevaluasi berarti kemampuan konselor menetapkan batas-batas atau ukuran-ukuran keberhasilan proses konseling yang telah dilaksanakan. seorang kenselor juga harus menguasai teori-teori konseling yang ada. Dari kesimpulan pembicaraan akan diketahui: (a) bagaimana keadaan perasaan klien saat ini. (c) menunjukkan kepada klien tentang pertemuan yang akan datang. Keterampilan Mengakhiri Konseling Keterampilan mengakhiri konseling merupakan suatu kemampuan konselor menutup sesi konseling. Miharja. keterampilan merencanakan adalah kemampuan konselor merencanakan tindakan nyata (action) yang produktif bagi kemajuan kliennya. C Tahap Akhir (Action) 1.37 | Tujuan keterampilan ini adalah untuk memberikan rujukan. Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi ditentukan apa tindak lanjutnya (follow up-nya). (d) mengajak klien kembali sambil menunjukkan isyarat gerak tangan.. Draf kuliah Teknik Konseling . yaitu rencana perbuatan nyata yang produktif bagi kemajuan klien. Keterampilan Merencanakan Menjelang sesi akhir wawancara konseling.Ag. Akan tetapi. yaitu setelah sebagian keterampilan dikuasai dalam latihan mikro. S. Keterampilan-keterampilan konseling di atas diterapkan dalam praktik konseling terutama pada teknik-teknik melakukan konseling). Kesimpulan pembicaraan atau wawancara konseling bisa dilakukan konselor bersama klien. Masing-masing konselor tentu memiliki teknik tensendiri dalam menutup sesi konseling yang disesuaikan dengan kondisi klien. 4. dilanjutkan dengan latihan makro. S. (b) apa rencana klien selanjutnya. konselor menetapkan sisi mana dali proses konseling yang telah dicapai dan sisi mana yang belum. 3. Keterampilan Menyimpulkan Keterampilan menyimpulkan merupakan kemampuan konselor mengambil inti pokok pembicaraan selama proses konseling berlangsung. Rencana yang baik harus merupakan hasil kerja sama antara konselor dengan klien. (b) merangkum isi pembicaraan (isi wawancara konseling). dan situasi konseling itu sendiri. Semua keterampilan konseling dilatihkan satu persatu secara bertahap. seorang konselor harus melalui berbagai latihan secara berurutan. 2.Pd. pandangan atau perilaku klien agar klien mengerti dan berubah melalui pemahaman dari hasil rujukan tersebut. Melalui keterampilan ini. Latihan micro counseling atau konseling mikro adalah suatu cara memberikan penguasaan teknik-teknik konseling kepada calon konselor.

Keempat.. mengadakan tayangan ulang untuk dievaluasi dan dengan menggunakan lembar evaluasi yang telah disiapkan oleh pembimbing. Pengamat dan pembimbing memberikan penilaian dan masukan untuk bahan diskusi. Miharja. latihan menulis kasus. menyiapkan pasangan-pasangan pemain (koselor dan klien untuk melakukan permainan peran konseling dengan kasus yang telah disiapkan.. S... Ketiga. Beberapa kegiatan yang dilatihkan dalam konseling. selanjutnya mengadakan latihan ulang dan memperbaiki keterampilan berdasarkan masukan dari pengamat. Latihan macro counseling atau konseling makro adalah melatihkan secara role playing beberapa keterampilan konseling yang telah dikuasai melalui mikro konseling. melakukan latihan konseling dan memvideokannya. Kedua.38 | Latihan micro counseling dilengkapi dengan rekaman video dan tape recorder. S. Kelima. Setiap calon konselor mengawasi peristiwa atau cerita kasus yang terdiri atas deskripsi dan dialognya. makro adalah: pertama. mengadakan diskusi.Ag.Pd.M. Keenam. menonton tayangan video micro counseling yang digunakan sebagai rujukan bagi calon hmselor. Draf kuliah Teknik Konseling . Pada sesi akhir latihan diadakan evaluasi dan diskusi setelah menyaksikan atau mendengarkan rekaman kaset video.

Konselor tidak mencoba untuk mengadakan diagnosis.. melainkan peranan yang sangat aktif. seolah-olah konselor mengenakan kepribadian konseli (emphatic understanding). hubungan antarpribadi (relationship) antara konselor dan konseli yang saling berkomunikasi menjadi kunci sukses atau gagalnya proses dan wawancara konseling. seperti dalam Konseling Klinikal dan Psikoanalisis. bahwa peranan konselor yang demikian bukanlah peranan yang bercorak pas if.M. dan keterbukaan mengenai apa yang dihayati oleh konselor sendiri tentang konseli (counselor congruence). kejujuran. yaitu mencari sebab-musabab dalam sejarah hidup sehingga mulai tampaklah suatu hubungan sebab-akibat. inilah teknik yang diterapkan oleh konselor. yaitu menciptakan suasana komunikasi antar pribadi yang merealisasikan segala kondisi yang disebutkan di atas. tanpa diberi petunjuk atau pengarahan oleh konselor dalam hal ini. Mula-mula corak konseling ini disebut konseling nondirektif untuk membedakannya dari corak konseling yang mengandung banyak pengarahan dan kontrol terhadap proses konseling di pihak konselor.Ag. Selama proses konseling semua pengalaman nyata dalam bergaul dengan orang lain dan dalam dirinya dibiarkan muncul dan disadari sepenuhnya. S. penghargaan. Untuk memudahkan dan memperlancar proses yang berlangsung dalam diri konseli. Dengan menjadi. dengan mengambil jarak dari dirinya sendiri. BAB 7 TEKNIK KONSELING CLIENT CENTER Istilah Client-Center merupakan corak konseling yang menekankan peranan konseli sendiri dalam proses konseling. Menurut pandangan Rogers. Dalam proses konseling perhatian konseli dipusatkan pada keadaan sekarang ini tanpa menggali-gali secara mendalam sejarah perkembangan rasa iri dalam hatinya. jelaslah kiranya. Kemudian mulai digunakan nama ClientCenter Counseling. Kalau digunakan istilah teknik konseling. konselor menciptakan beberapa kondisi yang mendukung. seorang pendengar yang sabar dan peka. dengan harapan bahwa konseli pada suatu ketika akan meninjau segala perasaan itu secara lebih objektif. Tugas konselor adalah membantu konseli mengakui dan mengungkapkan seluruh perasaan yang dialami sekarang ini serta menghayatinya. pemahaman terhadap apa yang diungkapkan oleh konseli sesuai dengan kerangka acuan konseli sendiri (phenomenal field). penerimaan. sehingga dapat diberi tempat dalam keseluruhan konsep diri. yaitu keselarasan antara ideal self dan real self Bagaimana bentuk atau wujud keselarasan itu akan ditemukannya sendiri. lebih memahami diri sendiri dan mengembangkan suatu tujuan perubahan dalam diri sendiri dan perilakunya. maka akan berlangsung suatu proses dalam diri konseli yang akan menghasilkan perubahan dalam konsep diri dan dalam tingkah laku. Konseli menetapkan bagi dirinya sendiri tujuan apa yang ingin dicapainya dalam proses konseling. yang meyakinkan konseli dia diterima dan dipahami konselor memungkinkan konseli untuk mengungkapkan seluruh perasaannya secara jujur.39 | S. Miharja.Pd. Draf kuliah Teknik Konseling . keikhlasan. dengan maksud menggarisbawahi individualitas konseli yang setaraf dengan individualitas konselor. Di pihak konselor kondisi itu adalah: menunjukkan penerimaan dan penghargaan tanpa syarat (unconditional positive regard). bagaimana tindakannya selanjutnya terhadap adiknya juga akan ditemukannya sendiri. kondisi-kondisi itu diperlukan dan sekaligus mencukupi untuk menjamin keberhasilan proses konseling. sehingga dapat dihindari kesan bahwa konseli menggantungkan diri pada konselor. Kalau semua kondisi tertentu terpenuhi. dan pemahaman itu dapat dikomunikasikan kepada konseli dalam suasana interaksi pribadi yang mendalam. meskipun konselor tidak memberikan pengarahan seperti dalam pendekatan konseling yang lain. sehingga konseli merasakan semua itu sungguhsungguh ada. Oleh karena itu.

maka timbullah rasa percaya bahwa dirinya mempunyai harga sebagai individu (tidak dipandang rendah/ tidak berarti). secara langsung dapat melupakan keteganganketegangan. dan pertahanan diri konseli. Menciptakan hubungan permisif bukan saja secara verbal tetapi juga secara nonverbal. Fungsi Konselor dalam Konseling Client center Dalam konseling client center.ingkan atau diaktualisasikan pada diri konseli adalah potensi untuk ·memecahkan masalahnya sendiri. dan kuat lemahnya empati itu sangat bergantung pada saling pengertian dan penerimaan terhadap suasana yang diutarakan oleh konseli. penuhpengertian. Dasar dari kemampuan ini ialah penghargaan terhadap orang lain (dalam hal ini konseli) sebagai seorang yang padadasarnya baik. Jadi. ada beberapa fungsi yang perlu dipenuhi oleh seorang konselor. pembinaan. konselor berfungsi dalam membantu konseli agar ia mengembangkan kemampuannya untuk memecahkan masalah. Dalam konseling client center.. dan perasaan. Empati adalah saling hubungan antara dmi orang. Apabila perasaan dihargai dirasakan oleh konseli. maka konseli akan berani mengemukakan segala masalahnya. Beberapa persyaratan yang berhubungan dengan sifat dan sikap agar dapat melaksanakan hubungan konseling client center. yaitu baik oleh konselor maupun oleh konseli itu sendiri. dengan demikian salah satu . kehangatan. Empati ini akan lebih lengkap dan sempurna apabila diiringi oleh pengertian dan penerimaan konselor tentang apa yang dipikirkan oleh konseli. di antaranya sebagai berikut: (a) Menciptakan hubungan yang bersifat permisif. (c) Kemampuan untuk menghargai konseli Seorang konselor client center harus menghargai pribadi konseli tanpa syarat apa pun. Persyaratan Sifat dan Sikap Seorang Konselor Client center Draf kuliah Teknik Konseling .. Empati yang dalam. penuh penerimaan. Jadi. (b) konselor menyadari bahwa pengalaman yang akan dilalui oleh konseli ada usaha yang penuh dengan perjuangan. Dalam konseling client center fungsi konselor bukan saja membantu konseli untuk melepaskan diri dari masalah-masalah yang dihadapinya. Dengan terciptanya hubungan yang demikian itu. Penerimaan konselor terhadap konseli secara langsung berSangkut paut dengan kemampuan konselor untuk tidak memberikan penilaian tertentu terhadap diri konseli. (c) Mendorong kemampuan memecahkan masalah. perasaanperasaan.40 | S.Pd. Fungsi yang dimaksud. (b) Kemampuan menerima konseli Kemampuan konselor untuk benar-benar menerima konseli sebagaimana adanya adalah memegang peranan penting dalam hubungan konseling.Ag. proses hubungan konseling di sini adalah proses untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan pribadi konseli. tetapi lebih dari itu adalah berfungsi untuk menumbuhkan perubahan-perubahan yang fundamental (terutama perubahan sikap). S. Dalam menerima konseli ini adadua unsur yang perlu diingat ialah: (a) konsel6r berkehendak untuk membiarkan adanya perbedaan antara konselor dengan konseli.potensi yang perlu dikemb. Menciptakan hubungan yang bersifat permisif. tanpa memberikan penilaian baik_ positif maupun negatif. terhindar dari segala bentuk ketegangan. di antaranya adalah sebagai berikut: (a) Kemampuan berempati Empati pada dasamya adalah mengerti dan dapat merasakan orang lain (konseli). Miharja. dapat dirasakan oleh kedua belah pihak. (b) Mendorong pertumbuhan pribadi.M.

tetapi juga bagaimana konseli menyampaikan hal itu.M.Ag. tersebut. (f) Sifat keaslian (gunuin) Seorang konselor client center harus memperlihatkan sifat keaslian dan tidak berpura-pura. tanggapan. Keakraban yang murni dan wajar diwarnai oleh adanya perhatian. dan keterlibatan perasaan secara tulus dan tanpa pamrih. ketulusan hati. Keterbukaan dari konseli akan terwujud apabila ada keterbukaan dari konselor pula. Seorang konselor yang memaksakan dirinya menaruh perhatian dan menerima konseli. Lebih jauh dari itu keakraban itu merupakan kesatuan suasana hubungan yang ditandai oleh rasa saling percaya mempercayai. Konseli akan terbuka apabila konselor dapat dipercaya dan bersungguh-sungguh. Melalui mendengar dan mengamati itu konselor tidak hanya menangkap dan mengerti apa yang dikemukakan oleh konseli. Dengan sikap dan kemampuan yang dimiliki konselor untuk menghargai konseli tanpa syarat. proses konseling nondirektif mengharapkan keterbukaan dari konseli.. (g) Sikap terbuka Konseling client center mengharapkan adanya keterbukaan dari konseli baik untuk mengemukakan segala masalahnya maupun untuk menerima pengalaman-pengalainan. Perhatian dan penerimaan yang murni (tidak semu dan palsu) ini sebenarnya tidak dipaksakan. Keakraban itu adalah lebih dalam dari hanya sekadar ucapan salam atau mengenakkan hati konseli. kerjasama. (d) Kemampuan memperhatikan Kemampuan memperhatikan menuntut keterlibatan sepenuhnya dari konselor terhadap segala sesuatu yang dikemukakan oleh konseli. Secara rinci tujuan dasar dari pendekatan konseling client center ialah sebagai berikut: (a) Membebaskan konseli dari berbagai konflik psikologis yang dihadapinya. kesungguhan.41 | maka timbul pula keinginan bahwa dirinya berharga untuk mengambil keputusan bagi dirinya sendiri. Miharja. Keakraban ini akan tumbuh terus-menerus dan terbina dengan baik apabila konselor benar-benar menaruh perhatian dan menerima konseli dengan permisif. sertamenerima konseli apa adanya secara langsung akan membina hubungan yang akrab penuh rasa persahabatan. baik melalui kata-kata (verbal) maupun isyarat (nonverbal). Tujuan Konseling Client center Secara umum tujuan yang ingin dicapai melalui pendekatan konseling client center ialah untuk membantu individu atau konseli agar berkembang secara optimal sehingga ia mampu menjadi manusia yang berguna. maka wujud perhatian itu tidak akan wajar. konseli menginginkan perhatian penuh terhadap apa yang diungkapkan oleh konseli. suka atau tidak suka. Bagaimanapun juga.Pd. hangat. Kepura-puraan dalam hubungan konseling menyebabkan konseli menutup diri Jadi. S. dan perhatian. (e) Kemampuan membina keakraban Keakraban merupakan syarat yang sangat penting demi terbinanya hubungan yang nyaman dan serasi antara konselor dan konseli. Kemampuan ini memerlukan keterampilan dalam mendengarkan dan rnengamati untuk dapat mengetahui dan mengerti inti dari isi dan suasana perasaan bagaimana yang diungkapkan konseli. Konselor harus dapat menerima konseli sebagaimana adanya. Draf kuliah Teknik Konseling . direncanakan ataupun dibuat-buat. ketidakwajaran itu sendiri akan mewamai hubungan S. terbuka dengan konselinya.

dan tidak seyogianya menuntut sesuatu atau mengharapkan syarat-syarat tertentu terhadap konseli. (b) Dalam mengambil keputusan akhir. Dalam konseling client center.. Konseli harus dibiatkan dengan leluasa dan dengan caranya sendiri untuk mengungkapkan masalahnya secara bebas. (c) Memberikan kesempatan seluas-Iuasnya. Kuat lemahnya empati itu sangat bergantung pada saling pengertian dan penerimaan terhadap situasi yang diutarakan oleh konseli. (d) Memberikan kesadaran kepada konseli bahwa dirinya merupakan bagian dari suatu lingkup sosial budaya yang luas. Ciri-Ciri Proses KonseIing Client center Ciri-ciri dari pendekatan konseling client center dapat dirinci sebagai berikut: (a) Dalam proses konseling client center. tapi itu sangat bergantung padakonseli. karena keakraban ini merupakan dasar untuk membentuk kepercayaan dan pengertian antara konselor dengan konseli. konselor harus benar-benar menerima konseli sebagaimana adanya. Dalam proses konseling client center. bahasa yang sesuai dengan diri konseli. dan memiliki kesiapan secara terbuka untuk menerima berbagai pengalaman orang lain yang bermanfaat bagi dirinya sendiri. Empati ini akan lebih lengkap jika dibarengi oleh pengertian dan penerimaan konselor tentang apa yang dipikirkan oleh konseli.Ag. Tanpa keakraban yang· baik tidak mungkin dilakukan kerjasama antara konselor dengan konseli. sebelum konselor mau memberikan bantuan.Pd. karena empati pada dasarnya adalah mengerti dan dapat merasakan perasaail ldien. maka secepat itu pula konselor dapat mengarahkan konseli dalam mengambil keputusan sendiri. Lebih cepat konseli dapat mengungkapkan masalahnya. konseli berperan lebih dominan daripada konselor. oleh konselor. Dalam membentuk keakraban yang baik. konseli menggunakan S. konselor benar-benar menghadapi konseli secara tulus sebagai individu yang memiliki potensi untuk mengambil keputusan dan mengatasi masalahnya sendiri. itu ada pada diri konseli sendiri. dan pada waktu yang bersamaan konselor memisahkan semua informasi yang relevan dengan tujuan dari konseling. (e) Menumbuhkan suatu keyakinan pada konseli bahwa dirinya terus bertumbuh dan berkembang (process of becoming). Langkah-Langkah Konseling Client center Ada dua belas langkah yang dapat dipakai pedoman dalam melaksanakan konseling client center. Komunikasi antara konselor dengan konseli akan lebih mudah apabila berbentuk keakraban (rapport). (c) Dalam proses konseling client center menekankan betapa pentingnya hubungan yang bersifat permisif. Tapi kedua belas langkah Draf kuliah Teknik Konseling . Aktivitas konseli tampak lebih menonjol ketimbang konselor.42 | (b) Meriumbuhkan kepercayaan pada diri konseli. Dalam proses konseling client center tidak terikat oleh langkahIangkah yang harus dilakukan. atau proses konseling tidak bisa ditentukan oleh konselor. bahwa ia memiliki kemampuan untuk mengambil satu atau serangkaian keputusan yang terbaik bagi dirinya sendiri tanpa merogikan orang lain. sepanjang masalahnya telah dimengerti oleh konseli. kepada konseli urttuk belajar mempercayai orang lain. walaupun demikian ia masih tetap memiliki kekhasan atau keunikan tersendiri. Miharja. empati menduduki tempat yang penting. konselor di sini hanya berperan sebagai fasilitator atau sebagai cermin. S.M. intim sebagai persyaratan mutlak bagi berhasilnya hubungan konseling. sedangkan konselor hanya berusaha tintuk mengarahkan agar konseli memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan sendiri.

ketegangan-ketegangan. sehingga dirasakan meredanya keteganganketegangan atau tekanan-tekanan batinnya. (b) Merumuskan situasi bantuan. dan memberitahukan kepada konseli secara bijaksana bahwa proses konseling itu perlu diakhiri. (k) Meningkatkan tindakan-tindakan (tingkah laku) positif secara terpadu pada diri konseli. S. dan yang memungkinkan konseli untuk bertumbuh dan berkembang. Draf kuliah Teknik Konseling . Dorongan ini hanya bisa dilaksanakan apabila konselor mempunyai keyakinan tentang kemampuan konseli untuk mampu membantu dirinya sendiri. maka secara psikologis bebannya mulai berkurang. Dasar Pertimbangan Digunakannya Konseling Client Center Langkah-Iangkah dimaksud adalah sebagai berikut: (a) Konseli datang untuk meminta bantuan kepada konselor secara sukarela. Dalam keadaan yang demikian ekspresi-ekspresi positif akan muncul. dan kehangatan. serta terhindar dari ketegangan-ketegangan.. keresahannya. (j) Pertumbuhan atau perkembangan lebih lanjut wawasan konseli. (f) Konselor menerima perasaan-perasaan positif yang diungkapkan konseli. S. maka konselor harus mampu menciptakan suasana permisif. yang berarti bahwa konselor memberikan respons kepada perasaan-perasaan dan/ atau kata-kata konseli. bersamaan dengan proses pemahaman. santai. (c) Konselor mendorong konseli untuk mengungkapkan perasaanperasaannya secara bebas. adalah proses verifikasi ke arah diambilnya suatu keputusan dan tindakan yang memungkinkan.Pd. serta terbuka. (l) Mengurangi ketergantungan konseli atas bantuan konselor. (g) Saat pencurahan perasaan itu diikuti oleh perkembangari yang berangsur-angsur tentang wawasan (insight) konseli mengenai dirinya. (e) Apabila perasaan-perasaan yang negatif dari konseli tehih sepenuhnya terungkapkan. santai. sehingga konseli dapat menentukan sikap dalam pemecahan masalahnya. konseli didorong untuk menerima tanggung jawab untuk melaksanakan pemecahan masalah yang dihadapinya. penuh persahabatan dan kehangatan. Dalam merumuskan situasi bantuan atau menentukan situasi konseling. memungkinkan konseli untuk mengungkapkan perasaanperasaannya. penuh keakraban. berkaitan dengan masalahnya. serta keterikatannya. Jadi. (i) Mulai melakukan tindakan-tindakan yang positif. tapi dapat diubah-ubah. (d) Konselor secara tulus menerima dan menjernihkan perasaanperasaan konseli yang sifatnya negatif.M. (h) Apabila telah memiliki pemahaman tentang masalahnya dan menerimanya. Dengan menampakkan sikap yang permisif. dan secara tulus menerlma dan menjernihkan kembali perasaan-perasaan yang sifatnya negatif dari konseli.Ag.43 | yang dkemukakan itu bukanlah langkah yang baku. Miharja. Apabila seorang konseli datang kepada konselor berdasarkan petunjuk atau saran orang lain. mulailah membuat suatu keputusan untuk melakukan sesuatu dan melangkah untuk memikirkan tindakan selanjutnya. dan pemahaman (understanding) serta penerimaan diri tersebut.

dan (3) Sifat masaJah yang dihadapi oleh konseli. sebagai suatu bentuk pendekatan yang memberikan keleluasaan yang seluas-luasnya. (a) Sifat konseli Dalam proses hubungan konseling. sebagai akibat individu tertekan oleh lingungan maupun oleh dirinya sendiri.Ag. apa yang diungkapkan oleh konseli. Karena pada hakikatnya konseli sebagai individu sudah barang tentu memiliki keunikan tersendiri. Konseling client center. mengkaji. Di samping itu pula konselor bersedia untuk menyimak. dan Jancar. dan menangkap apa yang diungkapkan oleh konseli. S.Pd. adalah diperuntukkan bagi konseli-konseli yang memiliki sifatsifat: agresif. Konflik psikologis yang dimaksud di sini adalah yang ada sal)gkut pautnya dengan ketegangan-ketegangan psikologis. (c) Sifat masalah Dalam konseling client center pada dasarnya bisa dipergunakan untuk setiap masalah yang dihadapi oleh konseli. slerta kebebasan pada klien. S. terbuka. di samping memiliki kesamaan-kesamaan maupun perbedaan-perbedaan. bebas. terus terang. (2) Konselor harus memiliki kemampuan untuk menciptakan hubungan keakraban (rapport). (2) Sifat konselor.44 | Dasar-dasar pertimbangan yang mendorong dipergunakannya konseling client center didasarkan atas: (1) Sifat konseli. di antaranya: (1) Memiliki kemampuan dan kesediaan sebagai pendengar yang baik. diharapkan kepada konselor untuk memahami sifat-sifat konselinya secara baik.. Miharja. sifat-sifat yang dituntut harus dimiliki oleh seorang konselor. client center paling baik dipergunakan terhadap masalah-masalah yang sifatnya berkaitan dengan konflik psikologis. (3) Karena proses konseling client center ini memungkinkan untuk berlangsung cukup lama. maka pada konselor dituntut untuk meluangkan waktu yang cukup banyak.M. Tetapi konseling Draf kuliah Teknik Konseling . Karena hubungan keakraban (rapport) dalam proses ini merupakan dasar untuk membentuk kepercayaan dan pengertian antara konselor dan konseli. serta memiliki kemampuan untuk mengungkapkan masalahnya secara terus terang. (b) Sifat konselor Dalam konseling client center.

Menurut konseling rasional-emotif ini. Sehingga dengan demikian berarti bahwa dalam konseling ini konselor tidak banyak melakukan pengumpulan data untuk keperluan analisis maupun diagnosis sebagaimana halnya dalam konseling klinikal. serta mengadakan pendekatan yang tegas. dan tidak diacuhkan oleh individu fain. Alat-alat pengumpulan data bersifat testing dan non-testing sedikit sekali dipergunakan dalam konseling ini. individu rnerasa dicela.Ag. diejek. Atau dengan kata lain konseling rasional emotif ini bertujuan membantu klien membebaskan dirinya dari cara berpikir atau ide-idenya yang tidak logis dan menggantinya dengan cara-cara yang logis. (b) Dalam proses hubungan konseling harus diciptakan dan dipelihara hubungan baik dengan klien. Tujuan dari RET pada intinya ialah untuk mengatasi pikiranyang tidak logis tentang diri sendiri dan lingkungannya. Kondisi yang demikian inilah yang disebl. A. Konselor/terapis berusaha agar klien makin menyadari pikiran dan kata-katanya sendiri. D. konselor tidak terlalu banyak menelusuri kehidupan masa lampau klien. Peranan Konselor dan Langkah-Langkah Konseling Draf kuliah Teknik Konseling . S.. dan selanjutnya populer dengan singkatan RET. ia mencoba untuk mengembangkan suatu teori yang disebut "Rational-Emotive Therapy". Proses dan Teknik Konseling Rasional-Emotif Seperti telah diuraikan di muka bahwa dalam konseling rasionalemotif konselor tidak terlalu banyak menelusuri kehidupan masa lampau klien. diagnosis dalam konseling ini dilakukan bertujuan untuk membuka ketidaklogisan pola berpikir klien. Ketidaklogisan berpikir ini selalu berkaitan dan bahkan menimbulkan hambatan. (e) Diagnosis (rumusan masalah) yang dilakukan dengan konseling rasional-emotif bertujuan untuk membuka ketidaklogisan pola berpikir dari klien. (c) Tercipta dan terpeliharanya hubungan baik ini dipergunakan oleh konselor untuk membantu klien mengubah cara berpikimya yang tidak rasional menjadi rasional. Tujuan Konseling Rasional-Emotif Tujuan utama dari konseling rasional-emotif ialah menunjukkan dan menyadarkan klienbahwa cara berpikir yang tidak logis itulah merupakan penyebab gangguan emosionalnya. B. Albert Ellis. Hakikat Masalah yang Dihadapi Klien Hakikat masalah yang dihadapi klien dalam pendekatan konseling rasional-emotif itu muncul disebabkan oleh ketidaklogisan klien dalam berpikir. Atas dasar pengalaman selama prakteknya dan kemudian dihubungkan dengan teori tingkah laku belajar. BAB 8 TEKNIK DALAM KONSELING RATIONAL-EMOTIVE THERAPY Teori Konseling Rasional Emotif dengan istilah lain dikenal dengan "rasional-emotive therapy" yang dikembangkan oleh Dr.M.Pd. Miharja. E. C. konselor berperan lebih aktif dibandingkan dengan klien.45 | S. karena ia memiliki keyakinan dan berpikir bahwa individu lain itu mencela dan tidak mengacuhkan dirinya. Konsep Dasar Konseling Rasional-Emotif Ciri-ciri dari konseling rasional-emotif dapat diuraikan sebagai berikut: (a) Dalam menelurusi masalah klien yang dibantunya. Karena. melatih klien untuk bisa berpikir dan berbuat yang lebih realistis dan rasional. gangguan atau kesulitan-kesulitan emosional dalam melihat dan menafsirkan objek atau fakta yang dihadapinya.tt cara berpikir yang tidak nasional oleh konseling rasionalemotif. (d) Dalam proses hubungan konseling.

Konselor berperan untuk menyerang inti cara berpikir yang tidak rasional dari klien dan mengajarkan bagaimana caranya mengganti cara berpikir yang tidak rasional dengan rasional. mengemukakan berbagai argumentasi untuk menunjukkan apa yang dianggap oleh klien benar tidak bisa diterima atau tidak benar. bahwa gangguan emosional yang selama ini dirasakannya akan terns menghantuinya apabila dirinya akan tetap berpikir secara tidak logis. Konselor tidaklah cukup menunjukkan kepada klien bagaimana proses ketidakiogisan berpikir ini. (b) Teknik konfrontasi Dalam teknik konfrontasi ini. Miharja.. Pada tahap ini peranan konselor adalah sebagai propagandis yang berusaha mendorong. Jadi. meyakinkan. membujuk. (c) Langkah ketiga Pada langkah ketiga ini konselor berperan mengajak klien menghilangkan cara berpikir dan gagasan yang tidakrasional. tetapi lebih jauh dari itu konselor harus berusaha mengajak klien mengubah cara berpikirnya dengan cara menghilangkan gagasangagasan yang tidak rasional. pada langkah ini peran konseling ialah menyadarkan klien bahwa gangguan atau masalah yang dihadapinya disebabkan oleh cara berpikirnya yang tidak logis. (c) Teknik persuasif Teknik persuasif. klienlah yang harus memikul tanggung jawab secara keselurnhan terhadap masalahnya sendiri.Pd. Di sini klien harus belajar untuk memisahkan keyakinan rasional dari yang tidak rasional. S. karena pandangan yang ia kemukakan itu tidak benar.Ag. Maka dari itu dalam konseling rasional-emotif ini konselor berperanan untuk menunjukkan dan menyadarkan klien. Maka dari itu teknik pengajaran di sini memberikan keleluasaan kepada konselor untuk berbicara serta menunjukkan sesuatu kepada klien. (d) Teknik pemberian tugas (d) Langkah keempat Draf kuliah Teknik Konseling . yaitu meyakinkan klien untuk mengubah pandangannya. konselor menyerang ketidaklogisan berpikir klien dan membawa klien ke arah berpikir logis empiris. Teknik-Teknik Konseling Rasional-Emotif Sebagaimana telah diuraikan di muka bahwa inti dati konseling rasional-emotif ialah menghilangkan cara berpikir yang tidak logis yang dapat menimbulkan gangguan emosional. S. Peranan konselor mengembangkan pandangan-pandangan yang realistis dan menghindarkan diri dari keyakinan yang tidak rasional. Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan beberapa teknik konseling rasional-emotif sebagai berikut: (a) Teknik pengajaran Dalam konseling rasional-emotif konselor mengambil peranan lebih aktif dari klien. (b) Langkah kedua Peranan konselor adalah menyadarkan klien bahwa pemecahan masalah yang dihadapinya merupakan tanggung jawab sendiri. terutama menunjukkan bagaimana ketidaklogisan berpikir itu secara langsung menimbulkan gangguan emosional kepada klien.46 | Peranan konselor dalam proses konseling rasionalemotif akan tampak dengan jelas dalam langkah-Iangkah konseling sebagai berikut: (a) Langkah pertama Dalang langkah ini konselor berusaha menunjukkan kepada klien bahwa masalah yang dihadapinya berkaitan dengan keyakinannya yang tidak rasional. bahkan sampai kepada mengendalikan klien untuk menerima gagasan yang logis dan rasional.M. Konselor langsung mencoba meyakinkan. Oleh karenanya.

Draf kuliah Teknik Konseling . Miharja.47 | Dalam teknik konselor menugaskan klien untuk mencoba melakukan tindakan tertentu dalam situasi nyata. S. S.Ag.M.. membaca buku untuk memperbaiki kekeliruan cara berpikimya. Teknik ini bisa dilakukan untuk menugaskan kepada klien untuk bergaul kepada anggota masyarakat kalau mereka merasa dikucilkan dalam pergaulan.Pd.

Jadi. kurang iba hati. dan agresif (berperilaku). seseorang dapat diidentifikasikan dan diketahui sebagai orang yang sangat inteligen. Corak konseling ini dikenal juga dengan nama directive counseling atau Counselor-Centered Counselling. orang muda bukannya mencari pekerjaan demi asal punya pekerjaan (the hunt of a job). pemahaman diri yang jelas mengenai kemampuan otak. seseorang yang mempunyai relevansi terhadap suatu jabatan/ pekerjaan.Ag. para ahli psikologi industri itu menyusun tabel-tabel prakiraan sukses atau gagalnya seorang aplikan dalam jenis pekerjaan tertentu. yang mempunyai relevansi terhadap kesuksesan atau kegagalan dalam suatu pekerjaan/jabatan. Ciri-ciri itu dianggap sebagai suatu dimensi kepribadian. adalah testes psikologis yang mula-mula digunakan oleh para ahli psikologi industri dalam rangka seleksi aplikan untuk bidang-bidang pekerjaan tertentu. Yang dimaksudkan dengan Trait adalah suatu ciri yang khas bagi seseorang dalam berpikir. terutama yang menyangkut pilihan program studi dan/atau bidang pekerjaan.Pd. langkah yang ketiga menerapkan kemampuan untuk berpikir rasional guna menemukan kecocokan antara ciri-ciri Draf kuliah Teknik Konseling . pengetahuan tentang keseluruhan persyaratan yang harus dipenuhi supaya dapat mencapai sukses dalam berbagai bidang pekerjaan. melainkan memilih secara sadar suatu pekerjaan yang berfungsi sebagai jabatan (the choice of a vocation). Cara berpikir yang demikian mulai diikuti juga oleh konselor jabatan. Ciri-ciri itu diandalkan dapat diketahui melalui berbagai tes psikologis. serta ciri-ciri yang lain. karena konselor secara sadar mengadakan strukturalisasi dalam proses konseling dan berusaha mempengaruhi arah perkembangan konseli demi kebaikan konseli sendiri. berpikir secara rasional mengenai hubungan antarakedua kelompok fakta di atas. iba hati (berperasaan). Dengan demikian. yang masing-masing membentuk suatu kontinum atau skala yang terentang dari sangat tinggi sampai sangat rendah. Kedua. kepribadian. dengan tuntutan kualifikasi dan kesempatan yang terkandung dalam suatu pekerjaan atau jabatan. Miharja. minat. information).M. Berdasarkan identifikasi berbagai kemampuan yang dimiliki atau tidak dimiliki seseorang setelah dites.. dan berperilaku. dengan menekankan penggunaan suatu tes psikologis sebagai alat untuk mengidentifikasi ciri-ciri kepribadian. yaitu: pertama.misalnya. sehingga dapat cukup berhasil di bidang pekerjaan itu. pada teori kepribadian yang dikenal dengan nama teori Trait-Factor. S. seperti inteligensi (berpikir). Poses lahirnya konseling berpegang pada teori Trait-Factor bermula pada akhir abad yang ke-19 dimana Frank Parson mulai mencari suatu cara untuk membantu orang-orang muda dalam memilih pekerjaan yang sesuai dengan potensi rnereka. Dengan demikian. Dalam hal ini aliran konseling jabatan berpegang. serta tentang balas jasa dan kesempatan untuk maju dalam semua bidang pekerjaan itu. Alat yang digunakan untuk mempelajari keadaan seseorang sehingga menghasilkan suatu analisis bagi masing-masing pribadi. berbagai kelebihan dan kelemahan.48 | S. langkah yang kedua memanfaatkan informasi jabatan (vocational. bakat. Ketiga. langkah yang pertama menggunakan analisis diri. Frank Parsons menunjukan tiga langkah yang harus diikuti dalam rnemilih suatu pekerjaan yang sesuai. dan berdasarkan penelitian terhadap tuntutan pekerjaan di lapangan untuk mengetahui kemampuan mana yang harus dimiliki seseorang supaya berhasil dalam suatu jenis pekerjaan tertentu. berperasaan. dan agak agresif. BAB 9 TEKNIK DALAM KONSELING TRAIT-FACTOR Pengantar TraitFactor Counseling merupakan corak konseling yang menekankan pemahaman diri melalui testing psikologis dan penerapan pemahaman itu dalam memecahkan beraneka problem yang dihadapi.

nilai-nilai kehidupan (personal values). Dia mengambil program studi itu karena ingin supaya tetap terbuka kesempatan baginya untuk kelak melanjutkan ke Fakultas Kedokteran atau Fakultas Pertanian. beberapa data paling diketahui oleh konseli sendiri. Secara praktis. namun data sosial semacam ini tidak selalu tersedia atau sudah tidak up-to-date. berbakat khusus di bidang studi matematika (berdasarkan hasil penilaian guru selama beberapa Yang dipersoalkan ialah: ciri-ciri itu berapa jumlahnya? Semua ciri itu bersifat dasar dan berdiri sendiri. konseli telah menyelesaikan minimal jenjang pendidikan SLTE dan sudah mulai tampak stabil dalam berbagai ciri kepribadian.dengan menganalisis data hasil testing psikologis melalui teknik statistik yang disebut Factor Analysis. berbagai perasaan. Sejauh mungkin fakta itu bersifat kenyataan yang disahkan dalam hasil penelitian. aneka harapan keluarga. serta ciri-ciri kepribadian yang lain. Miharja. harapan. bilamana alat yang terandalkan tidak tersedia. kewajiban moral-sosial terhadap keluarga. (b) Fakta tentang keluarga dekat. Sejauh mungkin data itu dicari dengan melalui alat-alat tes dan nontes.Ag. dan sebagainya. data itu dikumpulkan berdasarkan refleksi diri (selfanalysis) dengan menyadari kelemahan yang Draf kuliah Teknik Konseling . terkandung di dalamnya. harus selalu diperhatikan apakah pilihan yang akan dibuat bersifat intermediar atau definitif sehingga sukar diubah kelak. psikologis yang mengukur masing-masing dimensi kepribadian itu. (c) Fakta tentang lingkungan hidup: ciri/corak khas dari setiap program studi dan/atau setiap bidang pekerjaan. aliran konseling jabatan telah memperluas diri menjadi Konseling Jabatan-Akademik. bakat khusus. Data yang akan dikumpulkan dengan bantuan konselor meliputi: (a) Data tentang diri sendiri: kemampuan intelektual bertaraf lebih dari cukup (berdasarkan hasil testing). misalnya Catteli berpendapat telah menemukan 16 faktor. kemampuan ekonomi keluarga.minat. program studi IPA. konsel tidak menunjukkan kelemahan serius dalam beberapa segi kepribadiannya.M.Pd. data dan fakta yang dibutuhkan dapat dikumpulkan dalam urutan sebagai berikut. Pendekatan ini dapat digunakan terhadap semua kasus yang mengandung unsur-unsur sebagai berikut: termasuk ragam konseling jabatan dan/atau konseling akademik (konseling karier). Namun. Namun. sejauh tampak dari hasil testing. (a) Data tentang diri sendiri: kemampuan intelektual.. diketahui mempunyai relevansi terhadap keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam memangku jabatan dan mengikuti suatu program studio Dalam hal ini program studi di institusi pendidikan juga dipandang sebagai jabatan sehingga akan diikuti prosedur yang sama terhadap pilihan bidang pekerjaan dan bidang studio Dengan demikian. keadaan konkret masyarakat yang mempersempit atau mernperluas ruang gerak konseli yang menghadapi keharusan memilih. Teori Trait-Factor adalah pandangan yang mengatakan bahwa kepribadian seseorang dapat dilukiskan dengan mengidentifikasikan sejumlah ciri. kalau kiranya bisa. kelas III. yang bersifat nonkognitif. yang merupakan ciri-ciri dasar yang dapat mendeskripsikan kepribadian seseorang secara memadai. konstelasi kualifikasi yang secara minimal dituntut. misalnya selalu ragu-ragu dalam keputusan tentang apa pun juga atau sangat dikuasai oleh alam perasaannya sendiri.Yang . dewasa ini sering disebut Konseling Karier.Ciri-ciri dasar yang mereka temukan disebut factors. keterampilanketerampilan. cita-cita.49 | S. Sebagai contoh diambil kasus sebagai berikut: Ada seorang siswa MA. di mana konseli menghadapi keharusan untuk memilih di antara beberapa alternatif. ataukah berkaitan satu sama lain? Beberapa ahli psikologi telah mencoba untuk menemukan seperangkat ciri dasar yang terbatas jumlahnya. S. Konseling Trait-Factor berpegang pada pandangan yang sama dan menggunakan alat tes psikologis untuk menganalisis atau mendiagnosis seseorang mengenai ciri-ciri atau dimensi/aspek kepribadian tertentu. seperti nilai-nilai kehidupan dan cita-cita hidup.

asal dia dapat menekuninya. Namun dia harus studi di PTN di kota tempat tinggalnya. Pilihan program studi di PT tidak dikaitkan dengan program studi yang diambil di MA. (b) Fakta tentang keluarga dekat: orangtua mengharapkan dia melanjutkan studi. yang mempersiapkan untuk karier tertentu yang pernah dibayangkan. berminat terhadap matematika dan memelihara tanaman (berdasarkan . sebagai persiapan untuk karier tertentu. Psikologi menuntut pola kualifikasi yang tidak berbeda jauh dengan data dalam butir (a). tetapi jangan sampai terlalu lama karena harus ikut membiayai pendidikan adik-adik. cita-cita masa depan terpusat pada usaha pembangunan dan kepemimpinan (berdasarkan data kartu pribadi mengenai keterlibatannya dalam kegiatan ekstrakurikuler sebagai pemimpin. setelah diterima di salah satu program studio Data Draf kuliah Teknik Konseling .M. keterampilan tidak ada yang mencolok. yang diperkuat dalam hasil testing). dia secara mental sudah siap untuk diterima dalam pilihannya yang kedua. Psikologi tidak diinginkan. Dalam pembicaraan selanjutnya menjadi jelas. Ilmu Pasti. Di kota tempat tinggalnya ada Negeri dan Swasta yang menawarkan program studi Pendidikan Matematika. Maka ditentukan sebagai pilihan yang kedua. Teknologi Pertanian bisa dan diinginkan. sehingga selama studinya dia harus tetap tinggal di rumah orang tua nanti. program studi diserahkan kepada anak. nilai kehidupan menekankan pengabdian kepada sesama (berdasarkan analisis diri. disertai keyakinan sendiri).Ag. apalagi kalau dia menamatkan program studi S. menurut ketentuan yang berlaku pada saat itu. meskipun sebenarnya bisa. Maka tidak jadi. Miharja. harapannya ialah melanjutkan ke perguruan tinggi dan membuat orang tuanya merasa bangga. yaitu "Bisakah?/Mungkinkah?" (Possible?) dan "Inginkah?" (Desirable?).50 | tahun). Maka tidak jadi. Kedokteran Umum menuntut beberapa kualifikasi yang kiranya dapat dipenuhi. Psikologi. bahwa siswa ini harus memberikan tekanan pada fakta yang tercantum dalam butir (b) di atas. (c) Fakta tentang program studi. tidak ada PTS yang menawarkan program studi itu. diperkuat oleh penilaian sejumlah guru pada skala penilaian). meskipun sebenarnya ingin. SI. dan besar hati (berdasarkan analisis diri. meskipun keputusan tentang suatu spesialisasi dapat diambil kemudian. Daripada merasa frustasi besar. yang diperkuat oleh beberapa guru pada skala penilaian). Setelah masing-masing alternatif program studi. kemampuan ekonomi keluarga sedang saja. Ilmu Pasti bisa dan diinginkan. tetapi diakuinya sendiri tidak merasa malu bila tangannya menjadi kotor. S. ringan tangan. Pendidikan Matematika di dan menjadi guru di suatu sekolah serta memberikan tes privat. Ilmu Pasti pun kelihatan sesuai.Pd. bahwa belum tentu dia diterima untuk pilihannya yang pertama. Teknologi Pertanian memungkinkan segera bekerja dan memulai usaha sambilan untuk menambah penghasilan serta pola kualifikasinya pun tidak jauh berbeda dengan data mengenai diri sendiri. Maka pilihan yang pertama menjadi Pendidikan Matematika. sifat-sifat kepribadian yang mencolok adalah sabar. Untuk siswa ini kedua pilihan itu bercirikan definitif.. tetapi secara finansial sangat berat. Ditentukan dua pilihan program studi atas dasar pertimbangan. yaitu Kedokteran Umum.analisis diri. Teknologi Pertanian. akhirnya diputuskan bahwa: Kedokteran umum tidak mungkin. ditinjau pro dan kontranya untuk dapat menjawab dua soal. tetapi program studi strata satu (S1) tidak memberikan harapan dapat segera bekerja dengan mendapat imbalan yang cukup memadai baginya. Untuk itu diperlukan data yang memberikan indikasi tentang besar-kecilnya probabilitas akan berhasil baik. Segi yang tidak ditinjau dalam kasus ini ialah apakah suatu alternatif pilihan probable. dengan preferensi di Negeri. dalam arti siswa itu dapat diramalkan akan berhasil baik dalam program studi Teknologi Pertanian dan Pendidikan Matematika.

Menurut pendapat Fulan. Atas pertanyaan konselor Fulan menjelaskan bahwa keluarganya mendukungcita-cita tersebut. S. Yang menimbulkan kesulitan besar. pada bulan April tahun berikutnya. mengingat data tentang diri sendiri dan fakta tentang keluarga dekat. Dengan kata lain. Namun. himpunan data dan fakta yang disebutkan dalam uraian di atas menghasilkan suatu pegangan dasar dalam proses pengambilan keputusan selanjutnya. bukan kasus pilihan di antara beberapa alternatif di luar dua bidang itu. namun tinjauan mengenai segi pro dan segi kontra pada setiap alternatif pilihan lazimnya berlandaskan pada suatu norma atau patokan yang berkaitan dengan data tentang diri sendiri dan fakta tentang keluarga dekat serta lingkungan hidup. Sejak masuk MTS Fulan senang membaca buku-buku tentang teknik yang dipinjam di perpustakaan sekolah. Dia Draf kuliah Teknik Konseling .51 | semacam itu di Indonesia dewasa ini masih jarang tersedia. selama ini tergolong baik Hasil ini memang sesuai dengan hasil tes kemampuan belajar yang ditempuh ketika Fulan mencalonkan diri sebagai siswa di MA ini. namun tidak mampu untuk membiayai studi di fakultas teknik sampai mencapai gelar insinyur. Akhirnya. mengingat data psikologis yang tersedia. Pada bulan November dia menghadap konselor di sekolah untuk membicarakan masalah kelanjutan studi setelah tamat sekolah.. Dalam kasus yang demikian tidak perlu lagi membuat suatu inventarisasi tentang alternatif program studio Berbedalah keadaan konseli yang belum memikirkan alternatif yang dapat terbuka baginya. Biarpun norma atau patokan itu di sini tidak dirumuskan secara eksplisit seperti kerap terjadi dalam konseling yang tidak menyangkut suatu pilihan program studi atau bidang pekerjaan. agar proses pengambilan keputusan selanjutnya berjalan lancar. yang sangat berbeda. kelas III.Ag. yang menunjang studi di fakultas teknik. siswa ini boleh mengharapkan akan berhasil baik kalau dia tetap bermotivasi kuat. dipilih alternatif program studi atau bidang pekerjaan tertentu.M. Selain itu patut diperhatikan bahwa dalam contoh yang disajikan dalam uraian di atas konseli sudah mempunyai beberapa alternatif program studi untuk ditinjau. Miharja. Istilah "probable" dalam urain di atas dan istilah "feasible" tidak menunjukkan pada sesuatu. Pelaksanaan Trait-Factor Counseling Kasus Fulan adalah seorang siswa MA. Perlu dicatat bahwa pengumpulan data tentang diri sendiri dan fakta tentang keluarga dekat serta lingkungan hidup sangat bermanfaat untuk dapat menentukan suatu norma atau patokan yang menjadi landasan untuk kelak dapat mengambil suatu keputusan tegas. Dia yakin mampu menyelesaikan studi di fakultas teknik karena hasil belajar di MA dalam seluruh bidang studi.Pd. istilah yang pertama menyangkut hasil yang boleh diharapkan bila S. Dia diharapkan akan cepat bekerja supaya dapat membantu membiayai pendidikan. khususnya teknik bangunan suatu jalan raya. keadaan ekomomi keluarga dan harapan orang tua inilah. antara lain meninjau kualifikasi yang dituntut. sehingga harus diadakan inventarisasi alternatif lebih dahulu untuk melengkapi data sosial. harap diperhatikan bahwa pendekatan sebagaimana dijelaskan di atas menyangkut suatu kasus pilihan di antara beberapa alternatif (a choice case) mengenai program studi/bidang studi dan/atau bidang pekerjaan. Nah. Fulan semakin merasa sukar untuk berkonsentrasi dalam belajar. kepribadiannya cocok untuk bekerja sebagai insinyur pembangunan di lokasi mana pun juga. sedangkan istilah yang kedua menyangkut hasil yang boleh diharapkan bila dipilih suatu alternatif tertentu dalam lingkup permasalahan yang tidak berkaitan dengan bidang studi atau bidang pekerjaan. adik-adiknya. Adapun kesulitan Fulan adalah sebagai berikut: dia berkeinginan sekali melanjutkan ke fakultas teknik dan nanti bekerja sebagai insinyur sipil. Dalam wawancara menjadi jelas bahwa Fulan merasa bingung sekali karena tidak mengetahui bagaimana caranya mengatasi kesulitanyang dihadapinya.. program studi IPA. sehingga Fulan sudah lama menghadapi masalah: bagaimana saya ini sesudah tamat? Karena masalah yang belum terpecahkan ini.

Dalam wawancara berikutnya. 3) di PTN Universitas. Sifat kepribadian yang mencolok: mudah menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi.. (b) Semua program studi D3 dimungkinkan karena masa studi tidak terlalu lama. Dia merasa sangat bingung karena persoalan ini. 7) alternatif lain yang relevan.Pd. Bidang-bidang studi di PT yang sesuai dengan data tentang Fulan sendiri dan dapat dipertimbangkan sebagai alternatif-alternatif: l) di PTN Universitas. Misalnya dipertimbangkan sebagai berikut: (a) Semua program studi Sl kelihatannya tidak mungkin (tidak bisa). alias aspirasinya harus diturunkan. Kemampuan belajar: cukup tinggi. Dengan demikian. 6) di Universitas Terbukas Program D2 Keterampilan Teknik. lebih-lebih bila Fulan bersedia ditugaskan di luar Pulau Jawa. Bakat khusus: matematika dan menggambar mistar. (3) Mengadakan analisis kasus. S. Perasaan: bingung. Minat: teknik pembangunan jalan raya. Langkab-langkah kerja: (1) Membangun hubungan pribadi dengan Fulan. tidak bisa dipilih).karena masa studi terlalu lama dan biaya tidak tersedia. Fulan memutuskan untuk memilih sebagai alternatif pertama program D3 Pendidikan Teknik sebagai alternatif kedua program D3 Politeknik di Universitas. 4) di PTN . Teknik Sipil. tetapi Fulan tidak begitu ingin karena dianggap di bawah kemampuan otaknya. S1. Orang tua sebenarnya mendukung cita-citanya. minder. Cita-cita hari depan: menjadi insinyur sipil dengan belajar di fakultas teknik suatu PT. Draf kuliah Teknik Konseling . dan sebagai alternatif ketiga program D2 Keterampilan Teknik di Universitas Terbuka. (c) Bidang pekerjaan yang diinginkan: sebenarnya mempunyai prospek masa depan yang baik. dalam Pendidikan Teknik Bangunan.M. yaitu menghimpun data yang ternyata tersedia:(a) Fulan sendiri. Seandainya kemungkinan itu ada.masing alternatif. Miharja. 2) di PTS Universitas. datam Pendidikan Teknik Bangunan. (2) Mendengarkan dengan penuh perhatian ungkapan pikiran dan perasaan Fulan. Fulan ternyata paling menginginkan program D3 Pendidikan Teknik Bangunan karena sebagai guru dia dapat juga mengabdi. biaya tidak terlalu tinggi dan tersedia kesempatan untuk lekas bekerja. Namun. Program D3 Politeknik. S1. Semua alternatif itu dikumpulkan dalam rangka inventarisasi kemungkinan yang terbuka baginya. seluruh program studi itu dapat dipertimbangkan lagi (Untuk mencari informasi itu proses konseling dihentikan dulu). Nilai kehidupan (setelah ditanyakan langsung): pengabdian pada kebutuhan bangsa dan Negara. jelaslah bahwa semua program studi S l tidak dapat dipilih (tidak mungkin dipilih. Fulan melaporkan bahwa bagi dia tidak tersedia kemungkinan itu. agar menjawab dua pertanyaan: "bisakah?/mungkinkah" serta "inginkah?". merasa minder kalau tidak dapat melanjutkan. seandainya diketahui tersedia. Akhirnya. Masalah yang ingin dibicarakan oleh Fulan ialah: tidak mengetahui akan melanjutkan studi ke mana karena keluarganya tidak mampu membiayai studi di fakultas teknik. Dia diharapkan lekas bekerja untuk membantu pendidikan adik-adiknya.52 | bahkan merasa minder sebab teman/rekan sekelas semuanya berkata akan melanjutkan ke PT yang banyak terdapat di lokasi. Di antara altematif-alternatif yang ada. JurusanTeknik Sipil. Namun program studi manakah yang diinginkan mengingat cita-cita semula adalah menjadi insinyur sipil? Berarti harus ada perubahan dalam cita-cita Fulan. (c) Universitas Terbuka. tetapi terbentur pada persoalan biaya seandainya dia belajar di fakultas teknik. S. Jurusan Teknik Sipil.Ag. (4) Membantu Fulan mengintegrasikan semua data di atas satu sama lain dan mempertimbangkan pro dan kontra dari masing. (b) Keluarga Fulan. S1. 5) di PTN . program D2 Keterampilan Teknik sebenarnya mungkin. D3. dapat dicari informasi apakah bagi Fulan tersedia kemungkinan mendapatkan beasiswa atau mengambil kredit mahasiswa di bank dengan syarat lunak. meskipun program-prograrn studi itu sebenarnya diinginkan. Dia baru bersedia memilih alternatif ini kalau dia ternyata tidak diterima di program Politeknik dan Pendidikan Teknik yang tercantum pada butir b di atas.

Ag. Patut dicatat di sini bahwa dalam kasus ini konseli belum memikirkan sejumlah alternatif program studi di PT. Miharja. S. Digunakan nama jurusannya atau bidang studinya. (5) Mengakhiri hubungan pribadi dengan Fulan..M. agar proses pengambilan keputusan selanjutnya berjalan lancar. Maka pada akhir fase 3 diadakan inventarisasi alternatif lebih dahulu untuk melengkapi data sosial. Draf kuliah Teknik Konseling .53 | S.Pd. dalam inventarisasi itu belum digunakan nama program karena nama itu masih dapat berubah.

M. Perhatian difokuskan pada perilaku-perilaku tertentu yang dapat diamati (observable). Suatu pola bertingkah laku yang dahulu mungkin sesuai. yang selama proses konseling melalui berbagai prosedur dan aneka teknik tertentu akhirnya menghasilkan perubahan yang nyata. Aliran baru ini menekankan bahwa hubungan antarpribadi itu tidak dapat diteliti secara ilmiah. pendekatan Behavioristik dalam konseling mengenal banyak variasi dalam prosedur. metode. Konseling ini diharapkan menghasilkan perubahan yang nyata dalam perilaku konseli (counselee behavior). bagi seorang konselor behavioristik perilaku konseli merupakan hasil dari keseluruhan pengalaman hidupnya dalam berinteraksi dengan lingkungan. Oleh karena itu. dapat diuoah dengan belajar baru. yang berlangsung selama proses konseling. karena itu. tingkah laku yang salah itu juga dapat dihapus dan diganti dengan tingkah laku yang tepat melalui suatu proses belajar. Teori belajar Behaviorisme mengandung banyak variasi dalam sudut pandangan. kalau seseorang mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri (adjustment). Oleh karena itu. Perubahan dalam perilaku itu harus diusahakan melalui suatu proses belajar (learning) atau belajar kembali (relearning).54 | S. Semua usaha untuk menuatangkan perubahan dalam tingkah laku (behavior change) didasarkan pada teori belajar yang dikenal dengan nama Behaviorisme dan sudah dikembangkan sebelurn lahir aliran pendekatan Behavioristik dalam konseling.Ag. seorang remaja Dawar telah mengembangkan kebiasaan untuk mengurung diri di kamar tidurnya setiap kali berbeda biasanya tidak diutarakan oleh konseli pada waktu konseli menjelaskan masalahnya. di waktu kemudian dapat tidak sesuai lagi karena situasi kehidupannya telah berubah. Konselor yang berpegang pada model A-B-C baru mengetahui apa yang terjadi sesudah A dan sebelum C. Krumboltz (1964). harus dikatakan bahwa baik. Kalau pola berperilaku yang dipelajari dahulu tetap dipertahankan. Dengan kata lain. Meskipun demikian. proses konseling pada dasarnya pun dipandang sebagai suatu proses belajar. tingkah laku tepat mauptin tingkah laku salah sama-sama merupakan hasil belajar. dasarnya berpegang pada keyakinan bahwa banyak perilaku manusia merupakan hasil suatu proses belajar dan. Miharja.. dan teknik yang diterapkan. yang untuk pertama kali digunakan oleh John D. sedangkan perubahan nyata dalam perilaku konseli memungkinkan dilakukan penelitian ilmiah. Cara bereaksi itu lama-kelamaan akan dapat membentuk suatu pola bertingkah laku. akan ada kesulitan. Misalnya. disingkat R). proses konseling dipandang sebagai suatu proses pendidikan (an educational process). alias orang mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri. Di masa yang lampau orang belajar dalam interaksi dengan lingkungannya. yang sesuai dengan situasi kehidupannya pada saat tertentu. hal itu disebabkan karena orang itu telah belajar bertingkah laku yang salah. lebihlebih orang lain (Lingkungan sosial).Pd. yang juga dapat disaksikan dengan jelas. Sejalan dengan keyakinan mendasar itu. disingkat S) dan telah bereaksi pula dengan cara tertentu (Response. S. tetapi belum mengetahui apa BAB 10 TEKNIK DALAM KONSELING BEHAVIORISTIK Pengantar Konseling Behavioristik berasal dari Behavioral Counseling. Dia telah berhadapan dengan sejumlah rangsangan (Stimulus. Dengan demikian. yang terpusat pada usaha membantu dan kesediaan dibantu untuk belajar perilaku baru dan dengan demikian mengatasi berbagai macam permasalahan. Kalau perilaku konseli ditinjau dari sudut pandangan apakah perilaku itu tepat dan sesuai dengan situasi kehidupannya (well-adjusted) atau tidak tepat dan salah suai (maladjusted). Karena tingkah laku salah merupakan hasil belajar. meskipun situasi kehidupan telah berubah. jajaran pelopor pendekatan Behavioristik pada Draf kuliah Teknik Konseling .

konselor akan membantu konseli untuk mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi sekarang. yaitu: Mengubah respons/reaksi terbuka (R) atau perilaku (B) seeara langsung. seorang mahasiswi telah berkali-kali mengalami perlakuan kasar dari sejumlah mahasiswa bila berkumpul. dapat pula tidak. sesuai. Dapat menjadi tampak. dia selalu cenderung pergi secepat mungkin dan menyibukkan diri dengan aktivitas lain. Miharja.. Analisis ini sering tidak terbatas pada rangkaian A. yang diterapkan terhadap orang yang mengidap penyakit jiwa atau mengalami gangguan neurotik (psikoterapi) diterapkan pula terhadap anak-anak yang sukar dididik. Jadi mengubah R dahulu. Dengan demikian menjadi jelas. Oleh karena itu.Ag. Misalnya. yang mungkin dikombinasikan satu sama lain untuk mencari cara yang paling efektif bagi konseli tertentu dengan kasus tertentu. Lama-kelamaan setiap pertemuan antar mahasiswa baginya menjadi situasi yang mengancam dan menegangkan.C yang terdapat di masa sekarang ini. sehingga dia akan mengalami kesukaran serius dalam pergaulan dengan kaum pria. Berbagai variasi dalam prosedur mengusahakan mengubah perilaku secara langsung. konsepsi Skinner atau menurut konsepsi Bandura. sehingga Behavior yang terdapat di antara kedua hal itu akan berubah pula. social modeling. bagaimana proses lahirnya permasalahan yang dihadapi pada masa sekarang. bahkan terhadap anak-anak normal di taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Berbagai prosedur itu umumnya dikenal dengan nama modifikasi tingkah laku (Behavior Modification). Prosedur yang digunakan ialah menaruh kelinci itu di tempat yang agak jauh pada waktu anak sedang asyik menikmati sepotong cokelat manis. ternyata pula. atas dasar pertirnbangan bahwa perubahan dalam respons/reaksi tertutup akan mengikuti perubahan dalam respons/reaksi terbuka.bahwa keuntungan/efek positif yang didapat di masa yang lampau sama dengan keuntungannya di masa sekarang. tetapi juga menggali rangkaian A-B-C yang terjadi dimasa yang lampau.Pd. Akibatnya. Seandainya diakui peranan dari suatu reaksi internal yang berupa perasaan dan/atau pikiran (r). sebagai wanita muda dia juga berkeinginan untuk berjumpa dengan lawan jenisnya. dengan mengembangkan suatu cara bertingkah laku yang lebih S.bahwa suatu seri kejadian atau pengalaman telah menjadi situasi psikologis tertentu. konselor akan mengajak konseli untuk mengidentifikasikan A dan C. Berkali-kali pula dia bereaksi dengan mengundurkan diri dari pergaulan sama para mahasiswa itu. Dalam prosedur-prosedur itu diusahakan suatu perubahan dalam Antecedent dan/atau Consequence. khawatir. Dalam hal ini dapat ditempuh dua jalan atau diterapkan dua siasat.M. Namun. yang dihadapi dengan pola berperilaku tertentu dengan memperoleh efek yang sama. kemudian akan menyusul perubahan dalam r dengan sendirinya. Rasa lega itulah yang dicarinya sampai sekarang. seperti yang sudah-sudah. Keuntungan yang diperoleh ialah rasa lega karena lolos dari ancaman. counterconditioning. Adanya rasa cemas. Draf kuliah Teknik Konseling . dan reinforcement program. peranan itu tidak ditanggulanginya secara khusus. Ternyata seringkali perilaku yang sekarang ini juga terdapat di tahun-tahun yang lampau. Setelah diadakan analisis kasus. seperti yang dikenal dengan nama desensitization. seorang anak yang takut terhadap kelinci dan menjerit-jerit bila kelinci itu ditaruh di tempat yang dekat padanya secara berangsur-angsur dibuat tidak menjerit lagi. lni diulang-ulang.55 | bentuk konkret dari A dan apa bentuk konkret dari c. tanpa mengusahakan perubahan dalam respons/reaksi tertutup (r) atau cara berpikir lebih dahulu. S. Akhirnya dia menjatuhkan dirinya sendiri dalam suatu lingkaran setan. rangsangan atau kombinasirangsangankonkret apa yangtelah berlangsung (A) dankeuntungan/efek positif apayangdiperoleh (C). sebagai reaksi terhadap rentetan peristiwa atau rangkaian pengalaman yang sama atau mirip dengan peristiwa di masa sekarang. dan takut-takut dapat ikut dipertimbangkan dalam prosedur penyembuhan.B. gelisah. bahkan bersedia mengelus-elus kelinci itu..Misalnya. Dalam hal ini diterapkan pola/cara belajar menurut konsepsi Pavlov.

seseorang yang berbadan terlalu gemuk karena salah makan.Ag. Berbagai prosedur itu dapat saja diterapkan dalam konseling di. Tokoh/pakar seperti Bandura (1977). namun tidak secara langsung seperti dalam butir (a) di atas. dengan memberikan suatu peneguhan (reinforcement) kepada dirinya sendiri setiap kali setia pada pelaksanaan program kerja itu. dengan taraf keberhasilan yang berbeda-beda. ini tidak berarti bahwa corak pendekatan konseling Behavioristik ini tidak dapat digunakan oleh konselor sekolah terhadap kaum remaja dan mahasiswa. Semua prosedur itu telah diterapkan oleh yang ahli dalam pendekatan Behavioristik ini terhadap banyak orang dalam berbagai macam permasalahan. misalnya bersalaman dengan orang yang tidak dikenal. Tentang pendekatan ini diuraikan lebih lanjut di bawah ini. pikiran. dan benci. dapat dibantu dengan mengembangkan suatu program mengatur waktu makan dan kuantitas bahan makanan. Seorang anak dapat belajar bertingkah laku tepat dengan meniru suatu model yang memperlihatkan tingkah laku yang tepat. Miharja. dapat pula timbul masalah Draf kuliah Teknik Konseling . sebagai komponen yang sangat menentukan dalam rangkaian S r R. disertai latihan menghadap seorang atasan yang dimainkan oleh konselor (assertive training. Manusia dapat mengatur baik perilakunya sendiri dengan mengubah tanggapan kognitifnya terhadap Antecedent dan mengatur sendiri Reinforcement yang diberikan kepada dirinya sendiri. Misalnya. seperti dalam butir (a). takut. pengubahan tingkah laku secara langsung menurut prosedur yang diutarakan di atas.56 | tetapi setiap kali kelinci itu ditaruh makin dekat padanya. S. telah dikembangkan suatu pendekatan Behavioristik yang dikenal dengan nama Pendekatan Kognitif-Behavioristik (CognitiveBehavioral Approach).Pd. Banyak kasus berkisar pada rasa khawatir. cemas. Oleh karena itu. Misalnya pula. namun diragukan apakah jajaran konselor sekolah di Indonesia dewasa ini sudah cukup terlatih dalam mengaplikasikannya terhadap kliennya secara jeli. dan kejadiankejadian tertentu. tetapi kebanyakan konselor di indonesia tidak dipersiapkan khusus untuk merancang suatu prosedur modifikasi tingkah laku yang sesuai untuk setiap kasus yang ditangani. Di sini pun dicari prosedur yang paling S. benda-benda. bersalah. seperti kelincahan dalam bergaul dengan orang lain (social skills) dan cara membawakan diri di hadapan umum. yang semuanya bersifat kognitif. Attribution Psychology. Mengubah respons/reaksi tertutup (r) lebih dahulu. Thought Stopping. dan tidak tenang. dan Ellis (1977) menekankan peranan dari persepsi. Kamfer dan Philips (1970). unsur kegelisahan dan kecemasan maupun yang tidak. kombinasi antara pendekatan tidak langsung dan langsung). yang semuanya disertai perasaan gelisah. lebih-Iebih tanggapan pikiran dalam batin seseorang. baik yang mengandung. efektif bagi konseli tertentu dalam permasalahan tertentu. dapat dibantu dengan meninjau apa sebab-sebabnya dia merasa takut. sampai akhirnya dapat dipangku tanpa menjerit-jerit (counterconditioning). sebagai akibat respon/reaksi terbuka (R) akan berubah pula. sekolah dalam kasus-kasus tertentu. mempertimbangkan semua alas an positif yang mendorong untuk menghadap. main.. Namun. Perasaan itu menyangkut orang lain. Self Management (dikombinasikan dengan pendekatan secara langsung. Aneka rasa tersebut timbul karena konseli tidak pernah mendapat kesempatan untuk belajar hal-hal tertentu. seperti Assertive Training. Prosedur yang teruji ini dapat diterapkan dalam konseling di jenjang pendidikan menengah dan perguruan tinggi. Cautela dan Baron (1977). dan keyakinan. Sesuai dengan yang diterangkan diatas tentang peranan tanggapan pikiran (mediating response). dan memikirkan pula cara berbicara yang tidak akan menimbulkan ketegangan dan konflik.M. seorang karyawan yang selalu takut menghadapi pimpinannya untuk membicarakan suatu kepentingan. Corak pendekatan ini mengenal beberapa variasi dalam prosedur yang diikuti. seperti nonton acara TV yang sangat-digemari atau memberikan pujian kepada diri sendiri (selfmanagement). tidak akan dibahas lebih lanjut di sini. muak. Cognitive Restructuring dan Rational-Emotive Therapy.

Pada suatu hari wali kelas itu menghubungi konselor sekolah untuk minta tolong dalam menghadapi kasus Zaedun. catur wulan IV Dia berumur 16 tahun. gara-gara pengaruh negatif dari beraneka perasaan itu. Saya dapat menghindari pembicaraan dengan pemuda yang tidak genah dan hanya bergaul dengan pemuda yang tahu cara membawa diri dan sebagainya. seorang yang takut pada darah dan akhirnya takut pada warna merah. dari wujud tingkah laku yang harus berubah (B). Misalnya pula. Diprakirakan bahwa pendekatan Behavioristik akan. menaruh perhatian besar terhadap . Wali kelas II. Konseli kemudian dibantu untuk mengakui rasa takut dan perasaan cemas dalam batinnya sendiri (r afektif).Ag. seorang ibu. dewasa ini semakin ditekankan bahwa pendekatan Behavioristik dapat menunjukkan fleksibilitas yang besar. Pendekatan Konseling Behavioristik masih dalam taraf penelitian untuk menentukan efektivitas dari berbagai prosedur spesifik seperti yang diutarakan di atas. Behavioristik sebagai manipulasi manusia yang tidak manusiawi agak kehilangan sengatnya.57 | karena kesempatan penyesuaian yang ada tidak dipergunakan semestinya. Dengan demikian. semakin bergeser dari usaha membantu orang yang mempunyai masalah ke arah membekali orang dengan aneka siasat untuk mencegah timbulnya persoalan kejiwaan yang serius. Akhirnya program kerja itu mulai diterapkan di luar ruang konseling: kalau program kerja itu berhasil. dapat diajak untuk melihat arti-arti lain yang melekat pada warna merah. Saya dapat menolak ajakan yang tidak sopan. Tanggapan-tanggapan kognitif yang lebih tepat tergantung sekali dari kasus konkret. (bendera nasional) dan keindahan (bunga mawar). kritik negatif yang dahulu kerap dilontarkan terhadap pendekatan. Orang tua berpendidikan SLTA dan berhasil menciptakan suasana kehidupan keluarga yang akrab. putri kedua dari lima bersaudara.M. Wali kelas menjelaskan: dia sudah lama memperoleh kesan bahwa Zaedun menghadapi kesulitan yang Draf kuliah Teknik Konseling . Saya dapat menyatakan keberatan saya terhadap perlakuan tertentu. orangnya dapat diajak untuk menanggapinya dengan cara lain. dia akan mendapat peneguhan yang diberikan kepada diri sendiri (menurut konsepsi Skinner). seperti memberikan kehidupan (transfusi darah) (menurut konsepsi Pavlov). Dengan demikian. dapat diajak untuk memikirkan suatu tanggapan kognitif yang lebih baik. ketika konselor menggali rangkaian A-B. pendekatan Behavioristik menurut siasat yang diutarakan dalam butir (b) tadi dapat diterapkan terhadap kasus orang takut pada sesuatu.perkembangan siswa di kelasnya. sebelumnya (A). Lalu dirundingkan tatacara bergaul yang baik dan tepat tanpa disertai perasaan was-was akan dirugikan. seorang konselor Behavioristik dewasa ini mengakui sepenuhnya bahwa suasana kepercayaan dan hubungan antarpribadi yang menyenangkan (working relationship) juga sangat penting. seperti terjadi dalam kasus mahasiswi yang diutarakan di atas.Pd. karena tujuan konseling (perubahandalam tingkah laku) dan prosedur yang diikuti untuk sampai pada tujuan itu disesuaikan dengan kebutuhan nyata pada konseIi dalam setiap kasus.-C di masa sekarang dan di masa yang lampau. S. Selain itu. seperti: "Saya tidak perlu menjatuhkan vonis atas semua pemuda. dan dari bentuk peneguhan yang efektif (C). Sebagai contoh: mahasiswi yang akhirnya sangat takut untuk bergaul dengan teman-teman mahasiswa. Prosedur Konseling Behavioristik Kasus Zaedun adalah siswi di MA. Seandainya darah sampai sekarang dipersepsikan sebagai lambang kematian dan kehilangan hidup.. asalkan konseli ini mampu berefleksi atas tingkah lakunya sendiri. dari rangsangan S. dan meninjau masalahnya dari sudut lain serta memikirkan suatu cara bereaksi yang lain (r kognitif) sebagai langkah intermediar untuk berperilaku yang lebih tepat. kelas II. Namun. Perbedaan itu akan tampak dalam analisis kasus. Miharja. seperti kepahlawanan. Saya harus membedakan antara mahasiswa yang genah (benar) dan tidak genah (tidak benar).

menghindar dan menolak berbicara. Ternyata ada. Dia mengatakan juga bahwa dia merasa lebih tenang dalam bergaul dengan kelompok teman/kawan putri saja.58 | menyangkut pergaulan dengan siswa lain jenis di sekolah. "Mereka semua jahat dan maunya hanya menindas cewek. Wali kelas mengusulkan kepada konselor untuk mengajak Zaedun bicara dan konselor menyatakan dirinya sanggup. S. tetapi kemudian membuka diri. yang masih di SD. dari pernah menyaksikan film horor di mana wanita disakiti oleh laki-Iaki (A). Behavior. setiap kali diajak bicara oleh seorang anak Dawar.Pd. hal-hal ini diakui oleh Zaedun ketika konselor memancing bagaimana perasaannya setelah menghindarkan diri. dia merasa sayang. Di sini pun konselor menjelaskan alasan Zaedun dipanggil dan bertanya apakah Zaedun memang mengalami suatu kesulitan. yaitu pada waktu belajar di MTS rambutnya sering ditarik-tarik oleh beberapa siswa Dawar. (b) Konselor bertanya-tanya mengenai pengalaman-pengalaman Zaedun di masa yang lampau. Ini sekaligus berfungsi sebagai penguat (reinforcement)." Konselor menduga bahwa Zaedun telah mengalami hal-hal tertentu dan akhirnya menjadi merasa benci pada semua siswa Dawar. Konselor mulai mengerti bahwa dalam sejarah hidup Zaedun telah terjadi generalisasi: tindakan ancaman dari kaum Dawar diartikan sebagai situasi yang menegangkan. Miharja. "Lebih baik tidak menikah daripada jatuh dalam lembah kenistaan. Dia merasa takut dan benci pada teman/kawan Dawar dan menyalahkan mereka menindas cewek saja.M. baru-baru ini Zaedun menolak tawaran dari wali kelasnya untuk ikut dalam mementaskan drama.Ag. Bahkan. Dia mempunyai pikiran untuk tidak pemah menikah dari pada dihadapkan pada ulah laki-Iaki.merasa aman dan lega (C). (3) Mengadakan analisis kasus. Anteseden adalah sapaan oleh teman Dawar dan tawaran ikut main pentas bersama dengan beberapa anak Dawar (A). Zaedun mengakui ada kesulitan dalam bergaul dengan anak Dawar dan bersedia membicarakan hal ini dengan konselor. dia. di kampungnya sering diejek oleh pemuda brandal karena wajahnya penuh jerawat. apakah pernah terjadi hal-hal yang tidak mengenakkan dalam bergaul dengan teman/kawan Dawar. Akibatnya dari penghindaran dan penolakan . dengan alasan tidak suka tampil di panggung bersama dengan pemain-pemain Dawar. Wali kelas sudah kerap menyaksikan bahwa Zaedun. S. yaitu menghindar (R) dan merasa takut serta jijik (r). pada waktu pergi ke Sekaten menyaksikan banyak pemuda mengganggu gadis-gadis dengan cara yang kasar." katanya. Dia mengakui merasa benci dan sekaligus takut terhadap semua anak Dawar. maka konselor ingin membantu Zaedun bersikap lain dan bertindak lain. Reaksinya adalah selalu sama. (a) Pada saat sekarang perilakunya yang nyata ialah menghindari pembicaraan dengan teman/kawan Dawar dan menolak tawaran untuk berpartisipasi dalam pementasan drama (B). Dia mengatakan juga. (2) Mendengarkan dengan penuh perhatian ungkapan pikiran dan perasaan Zaedun.adalah rasa tenang dan perasaan lepas dari suatu bahaya yang mengancam (C). Consequences). yang diatasi dengan cara melarikan diri Draf kuliah Teknik Konseling .. Ketika konselor memanggil Zaedun. Hanya kepada kedua adiknya yang laki-laki. mula-mula siswi itu agak segan berbicara. Dia segera lari ke kelompok teman/kawan putri. seolah-olah mencari perlindungan dari mereka. yaitu mencari gambaran yang lengkap mengenai kaitan antara A-B dan C (Antecedents. Langkah-langkah kerja: (1) Membangun hubungan pribadi dengan Zaedun. Setelah dia menghindar dan menyembunyikan diri dalam kelompok teman/kawan putri. Konselor akan menaruh perhatian khusus pada semua reaksi internal (r) karena dia akan mengusahakan supaya Zaedun mengubah dahulu reaksi pikiran dan perasaan sebagai jalan intermediar untuk mengubah perilakunya (R). Zaedun mengutarakan bahwa dia tidak suka ikut dalam pementasan drama kalau ada pemain Dawar.

M. Selain itu. sampai akhirnya Zaedun tidak mengenal pola reaksi yang lain terhadap situasi yang khusus itu. konselor menunjukkan pada kata-kata Zaedun sendiri bahwa diasayang pada kedua adiknya yang laki-laki. pemuda remaja yang sedikit nakal. Pokoknya. (4) Membantu Zaedun untuk menentukan penyelesaian yang memuaskan. Hanyalah mereka yang sungguh-sungguh tidak genah patut dihindari.. yang betulbetul genah boleh bergaul dengan dia tanpa dia menentukan macammacam syarat. dengan menerima tawaran ikut serta dalam pementasan drama dan berpartisipasi dalam kelompok belajar Dawar-putri di sekolahnya. misalnya perlakuan kasar dari beberapa pemuda tidak harus dipandang sebagai bahaya yang mengancam S. Kalau terus-menerus merasa takut pada pemuda. Akhirnya. S. apakah dia juga mempunyai pengalaman berisikan lain dalam pergaulan dengan seorang pemuda. Dengan demikian menjadi jelas bagaimana telah berlangsung suatu proses belajar pada Zaedun dan telah terbentuk suatu pola reaksi terhadap suatu situasi khusus. Kemudian. konselor mengusulkan kepada Zaedun untuk berani terjun. Dengan jalan yang demikian Zaedun mulai memikirkan tatacara lain dalam berhadapan dengan seorang pemuda.Ag. (5) Mengakhiri hubungan pribadi dengan Zaedun. jiwanya. Miharja. Konselor dapat menjelaskan kepada Zaedun bahwa kecenderungannya untuk melarikan diri dan rasa takut serta jijik merupakan hasil dari suatu proses belajar.Pd. Kemudian. tetapi memberi kemungkinan untuk menghilangkan rasa takut dan benci itu walau memakan waktu yang lama. Dia dapat menegur pemuda seperti itu dengan kata-kata yang tegas: dia dapat mengacuhkan perlakuan itu dan seolah-olah tidak melihat atau mendengar apa-apa. Ternyata memang ada. Draf kuliah Teknik Konseling . digali pengalaman mengesankan yang positif untuk mengimbangi pengalaman mengesankan yang negative. bagaimana akibatnya nanti bila timbul keinginan untuk mendapatkan seorang pacar seperti pemudi sebaya yang lain? Pokoknya. Zaedun harus dibantu untuk membedakan antara pemuda yang sungguh-sungguh tidak genah. Perilaku nyata (R) ini akan membantu Zaedun mengusahakan sesuatu yang konkret. Pemikiran/tanggapan kognitif yang baru ini tidak serta merta menghilangkan rasa takut dan benci. namun sekaligus dia membuat keadaan dirinya sendiri semakin sulit untuk diatasi (unsur peneguhan atau reinforcement). yang mula-mula menyangkut pemuda nakal dan kemudian meluas menjadi bergaul dengan sembarang pemuda. Konselor dapat bertanya. konselor membantu Zaedun untuk mengakui reaksi perasaannya sebagai suatu kenyataan yang harus dihadapi tetapi sekaligus dapat diatasi kalau dia berani mengubah pandangannya terhadap beraneka peristiwa yang telah dialaminya. Dengan demikian Zaedun menggali lubang untuk diri sendiri kafena dia semakin cenderung untuk: melarikan diri dan dengan demikian mendapatkan ketenangan.59 | sebagai reaksi biasa. Zaedun menyatakan kerelaannya untuk terjun dan mencari pengalaman baru dalam bergaul dertgan teman Dawar di sekolahnya. yang sedikit nakal dikoreksi saja. Reaksi melarikan diri hanyalah tepat bila keselamatannya sungguh-sungguh terancam. Kemudian. yang tidak hanya tinggal gagasan saja. bahkan dengan pria pada umumnya. dan pemuda yang betul-betul genah. Ini semua dikemukakan dengan tujuan supaya Zaedun membuka cakrawalanya. konselor mengajak Zaedun untuk memikirkan tanggapan kognitif yang lain terhadap peristiwa/kejadian negatif yang dialami. supaya tabu bagaimana kaum pria itu. misalnya beberapa kali ditolong oleh seorang pemuda kenalan baik mendapat perlakuan baik dari guru-guru pria yang masih bujang selama duduk di MTS dan ayahnya sendiri selalu menunjukkan kasih sayang kepadanya.

(a) Analisis struktur (structural analysis) Analisis struktur sebagai langkah pertama dari proses hubungan konseling analisis transaksional. Teknik yang dipergunakan terdiri dari empat tahap. (c) Kontrak memiliki pengertian sebagai suatu bentuk kompetensi antara dua pihak. Miharja. Dalam konseling yang menggunakan pendekatan analisis transaksional digunakan teknik tertentu. Untuk itu dibutuhkan suatu kemampuan serta kapasitas yang optimal dalam mengatur hidupnya sendiri. telah diuraikan secara luas pada struktur kepribadian di muka.  Tujuan terakhir dari konseling adalah membantu klien dalam membebaskan dirinya dari posisi hidup yang kurang cocok serta menggantinya dengan rencana hidup yang baru atau naskah hidup (life script) yang lebih produktif. dan orang tua) maka akan membentuk struktur kepribadian. BAB 11 TEKNIK DALAM KONSELING ANALISIS TRANSAKSIONAL Tokoh konseling ini adalah Eric Berne. Tahap itu di antaranya: (a) Struktural. dan menandatangani serta melaksanakan isi kontrak sesuai dengan waktu atau jadwal yang telah ditetapkan. Apabila ditelaah secara lebih mendalam tentang status ego itu (status ego anak.  Konselor berusaha membantu klien di dalam mengembangkan seluruh status ego dewasanya.60 | S. konselor membantu klien yang mengalami kontaminasi (pencemaran) status ego yang berlebihan. Ini menyangkut pula dalam memperoleh kebebasan dan kernampuan yang dapat ditembus di antara status egonya. Dan bila kemudian dicoba pula untuk menegakkan diagnosis dari status ego ini.M.Pd. yaitu pihak pertama adalah konselor yang harus memiliki kecakapan atau kemampuan untuk membantu klien dalam mengatasi masalah-masalahnya. di antaranya: (a) Dalam kontrak. di antaranya:  Tujuan yang pertama. kemudian dibuatlah suatu kontrak. maka konselor telah mulai mehmgkah ke arah analisis Draf kuliah Teknik Konseling . Proses dan Teknik Konseling Analisis Transaksional Berdasarkan keempat tujuan konseling di atas. di antaranya pertimbangan pertama. (b) Kontrak harus mempertimbangkan beberapa hal. sedangkan di pihak kedua ialah klien.. serta ada kesepakatan dalam menentukan tujuantujuan yang ingin dicapai. konselor memberikan layanan kepada klien secara profesional (baik berupa kesempatan maupun keahlian). konselor. Kontrak di antara konselor dan klien ini merupakan suatu ciri khas dalam usaha klien untuk mengadakan hubungan proses konseling analisis transaksional. S.  Konselor berusaha membantu mengembangkan kapasitas diri klien dalam menggunakan semua status egonya yang cocok. (c) Analisis naskah (script analysis). harus cukup umur dan matang untuk memasuki suatu kontrak. Pengembangan ini pada hakikatnya adalah menetapkan pikiran dan penalaran individu.Ag. dewasa. klien memberikan imbalan jasa kepada konselor. (d) Akhirnya tujuan dari kontrak haruslah sesuai dengan kode etik konseling. (b) Analisis transaksional. dan klien harus melalui transaksi dewasa-dewasa. dan (d) Analisis main an (game analysis). Ada empat tujuan yang ingin dicapai dalam konseling analisis transaksional. sedangkan pertimbangan kedua. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam kontrak.

tidaklah tukup hanya bersandar kepada apa yang diungkapkan oleh kliensecara verbal. kemudian mengatahkan mereka untuk dapat berpikir dan bertindak yang lebih efektif.M. Draf kuliah Teknik Konseling . tetapi juga harus mengimalisis sikap dan sifat dari klien yang nonverbal misalnya: sikap tubuh. Jadi. sedangkan status ego orang tua bermanfaat dalam berperan sebagai tokoh dalam mendidik anak-anak. Bila pemahaman mengenai bentuk-bentuk transaksi antara masing-masing status ego telah mendalam dan telah dikuasai oleh konselor. perlulah kiranya dianalisis dan diadakan penataan kembali. tetapi juga melalui sikap. Dengan menggunakan apa yang diungkapkan oleh klien baik verbal maupun nonverbal dalam saat terjadinya transaksi sudah cukup . yaitu analisis transaksional yang terjadi pada suatu proses konseling dengan klien.. Setiap status ego memiliki kelebihan-kelebihan disamping kekurangkekurangannya.memadai untuk digunakan sebagai sumber informasi dalam menganalisis klien. menjemukan serta tidak menggairahkan. maka konselor akan lebih mudah untuk mengadakan analisis transaksional yang terjadi pada saat proses pendekatan konseling. Semua status ego ini adalah kondisi psikis yang normal. Pada status ego anak terdapat intuisi. pada status ego dewasa diperlukan demi kelangsungan hidup. Di sini yang terpenting bagaimana seorang konselor mampu untuk menganalisis status.61 | struktur kepribadian. Bagaimana peranan data-data dan informasi yang dimiliki dalam konseling analisis transaksional? Jawabnya. tidaklah mutlak diperlukan. S. dewasa. stimulus maupun responsnya. orang tua. Untuk menganalis status ego. maka dapatlah dianalisis sejumlah status ego. nada suara. Satu saja dari ketiga status ego itu mengganggu keseimbangan hidup yang sehat. sikap. kreativitas. Di sinilah letanya ciri khas dari analisis transaksional (TA) yang tidak terpaku dengan masalah teoretis. dengan demikian setiap kali konselor mengadakan pertemuan konseling dengan seorang klien. status ego itu mempunyai nilai yang penting dalam kehidupan seseorang. sifat atau tingkah laku nonverbal dengan isyarat- (b) Analisis transaksional Penghayatan tentang ketiga status ego di atas (anak. Terjadinya suatu transaksi disebabkan oleh adanya stimulus atau rangsangan.Ag. dan seterusnya. Telah diketahui bahwa setiap orang memiliki status ego anak. status ego yang manakah yang menerima stimulus serta memberikan respons. Sedangkan respons atau tanggapan dari orang yang diajak bicara (mendengarkan) mungkin saja menyebabkan terjadinya suatu rangkaian stimulus respons . ego yang ada..Pd. S. dewasa. air muka. orang tua) merupakan bahan berharga bagi konselor. yang datang dari seseorang pembicara yang. tetapi berorientasi pada perbendaharaan bahasa sehari-hari yang dipergunakan dalam pergaulan.. dalam rangka melangkah ke tahap selanjutnya. dan kegembiraan. Jadi. tindak tanduknya dalam transaksi. tahap pertama tersebut di atas dari proses pendekatan konseling analisis transaksional ditekankan kepada pengembangan pemahaman klien untuk mengikat transakasi yang normal. dan tingkah laku. bahwa dalam konseling analisis transaksional penggunaan data-data dan informasi yang dimiliki oleh klien pada masa lalu. Miharja. memberikan petunjuk-petunjuk yang secara otomatis mempengaruhi sifat. Dalam menganalisis status ego anak (A) bukan saja harus mendengarkan transaksi dengan melalui ucapan dan kata-kata. Hidup tanpa kelengkapan status ego akan membosankan. didengarkannya.

Analisis naskah terjadi sejak masa si bayi masih dalam asuhan orang tuanya (bapak atau ibu) di mana pada masa itu terjadi bentuk transaksi antara orang tua dengan anak-anaknya. permainan. berpangku tangan. ?" Ungkapan khas dari status ego dewasa kita dikenali dari ungkapan Why... Semua data yang masuk menunjukkan adanya tanda processing data dari dewasa. kening berkerut.. (3) Adanya imbalan (pay off).. badan sedikit condong ke depan atau ke belakang. mata diarahkan ke bawah. dewasa. memukul paha." "Lebih baik kau …" "Pokoknya kau harus . konselor akan dapat untuk menentukan produktivitas komunikasi dengan klien. dan How. dan orang tua) yang dinyatakan oleh klien baik secara langsung maupun tidak langsung. " "Menurut hemat saya "Berdasarkan informasi …” "Bagaimana ....Pd. dan naskah hidup (life script).. karena naskah itu terjadi dengan adanya proses learned atau sesuatu yang dibiasakan dan tidak karena faktor pembawaan. misalnya: sikap merangkul. misalnya: "Ingat. konselor akan dengan mudah untuk memberikan suatu analisis terhadap klien. Menganalisis status ego orang tua dapat dikenali dengan petunjuk nonverbal.. Karakteristik dari Pendekatan Konseling Analisis Transaksional Konselor analisis transaksional adalah individu yang lebih banyak berperan sebagai fasilitator dalam proses kelompok. Where.... ?" "Siapa . menepuk bahu orang lain. sifat. S. Dengan demikian. membelai.. misalnya: tertawa terbahak-bahak. (b) Analisis mainan (game analysis) Suatu game memiliki tiga unsur penting di antaranya: (l) Transaksi yang tamp aknya berjalan seperti biasa dapat berkulit seakan-akan transaksi berlangsung secara wajar. dan juga sebagai pemimpin yang memiliki keahlian dalam menganalisis status ego. Lambat laun dengan terjadinya transaksi antara anak dan orang tua terciptalah suatu tujuan hidup atau rencana hidup (life plant) yang dalam istilah analisis transaksional disebut script atau bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia disebut naskah. Segi positif dari naskah (script)..Ag. maupun kebiasaan yang dirasakan perlu untuk diperbaiki dan memerlukan bantuan dari konselor. transaksi. dan lain-lain. Petunjuk nonverbal bahwa status ego anak menampakkan diri. konselor juga harus memiliki kapasitas diri sendiri untuk Draf kuliah Teknik Konseling . Miharja. Peranan konselor dalam analisis mainan apabila klien benar-benar bermotivasi untuk memperbaiki sikap. Sedangkan petunjuk verbal status ego anak menampakkan diri yaitu melalui ungkapan dan kata-kata." Dengan mengenali ketiga status ego (anak.M. dan lain-lain. kau harus .62 | isyarat dan gerakan-gerakan yang ditampilkan oleh klien dalam komunikasi dengan konselor. bibir yang gemtar karena marah atau sedih. Ketiga unsur ini selalu ada dalam segala bentuk analisis transaksional dengan menggunakan game. S. Secara verbal status ego orang tua dapat dikenali melalui ungkapan dan kata-katanya. Dengan mengetahui berbagai status ego seseorang (klien). mata melotot. misalnya: "Saya pikir . (c) Analisis naskah (script analysis) Analisis naskah (script analysis) adalah merupakan langkah terakhir dari suatu tata laksana pendekatan konseling dengan berorientasi kepada analisis transaksional. baik secara verbal maupun nonverbal konselor akan dapat mengenali status ego yang dimiliki oleh klien atau status ego yang tampak pada diri klien. ialah naskah itu bisa diubah. Who.. What. When.. air mata. Di samping itu. (2) Dalam transaksi tampak adanya suatu maksud yang terselubung (maksud yang tersirat di balik ucapan). mengangkat bahu.

yaitu: (1) Konselor harus memiliki kemampuan untuk mengenal dari mana memulai untuk mengungkapkan ketiga status ego dari klien. cakap untuk memberikan tanggapan walaupun sekecil-kecilnya untuk mencapai tujuan dari konseling yang telah ditetapkan. menunjukkan kepercayaan atas kemampuan dirinya dalam membahtu mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh klien. Miharja.M. (2) Konselor harus dapat memperlihatkan kemurnian dari komitmen pada klien. Draf kuliah Teknik Konseling . S. atau transaksi dengan klien secara terbuka.63 | mengadakan interaksi. dan murni. seorang konselor dengan memakai pendekatan AT harus memiliki pandangan yang penuh kehangatan. Jadi dengan demikian.eorang konselor harus memiliki kemampuan untuk membaca dan mengamati tingkah laku klien baik secara langsung maupun tidak langsung. S.Ag. Dan juga sebagai s.Pd. Eric Berne menyatakan dua kebutuhan tambahan yang harus dimiliki oleh seorang konselor analisis transaksional.. penuh kehangatan. komunikasi. empati. baik verbal maupun nonverbal.

individual. Kegiatan ini berulangkali dilakukan hingga kecemasan itu sendiri berangsur berkurang. Ada yang merumuskan abnormalitas dalam pengertian statistis. dan uang. antara lain dengan menjatuhkan permen karet itu ke lantai hingga terlihat oleh anak agar terjadi komunikasi. Ada dua issue utama yang memelopori kepesatan penyembuhan penyimpangan tingkahlaku. Caranya ialah dengan mengurangkan ketegangan klien dengan jalan berlatih santai (relaks). perbedaan antara manusia normal dengan yang abnormal memperlihatkan penyimpangan tingkahlaku tidaklah bersifat kualitatif. Draf kuliah Teknik Konseling .64 | S. Terapi tingkahlaku memandang tingkahlaku individu mengikuti hukum kausal. c. dan reciprocal inhibitionnya (Wolpe). yaitu. yang disebut idiosyncratic reinforcement. Sexual training merupakan latihan yang digunakan untuk klien yang menghadapi masalah di waktu menghadapi jenis kelamin lain. Assertive training merupakan latihan mempertahankan diri akibat perlakuan orang lain yang menimbulkan kecemasan. Peranan penyuluh ialah membantu individu mengatasi hambatannya dengan jalan mengatur kembali assosiasi antara stimulus dengan respon. yaitu operant conditioning (Skinner). gagap. Desensitization dengan tujuan mengganti respon cemas terhadap stimulus tertentu dengan respon santai.. Penyimpangan tingkahlaku ini dapat dijabarkan dalam berbagai jenis kegiatan. phobia. seperti ngompol. persetujuan. sehingga serasi dengan lingkungannya. Yang umum misalnya perhatian. Dengan kata lain. a. tapi senang permen karet. individual. Operant conditioning menggunakan reinforcement. alcoholism ataupun mental deficfency. yaitu bahwa individu yang terletak di luar batas garis normal pada kurva normal. b. Klien dihadapkan pada stimulus bertahap. Yang khusus. kompulsi. Reinforcement bisa bersifat umum maupun khusus. hingga akhirnya tidak memperlihatkan kecemasannya di saat bekerja dengan jenis kelamin lain. pola tingkahlaku salah suai dan adaptif tidaklah secara tajam terpisah menjadi dua kelompok yang berbeda.Pd. Wolpe menggunakan reciprocal inhibition yang terdiri atas enam teknik utama. baik yang tergolong neurotik ataupun psikotik. Miharja. Klien dibantu menyusun urutan stimulus yang mencemaskan dari mulai yang kurang mencemaskan hingga yang paling mencemaskannya. Ada pula yang memandangnya dari standard kultural. Khusus berkenaan dengan perawatan penyimpangan tingkah Iaku. BAB 12 TEKNIK PEMULIHAN PENYIMPANGAN TINGKAHLAKU A. tapi orang yang memperlihatkan penyimpangan tingkahlaku akan menunjukkan gejala maladaptive yang lebih dominant dan continue dalam pola tingkahlakunya. obsessi. S. hysteria. Konsep perubahan tingkah laku Penyimpangan tingkahlaku atau behavior disorder menunjuk pada berbagai bentuk abnormalitas yang sulit dirumuskan secara tegas dan tepat. Terapi tingkahlaku terutama digunakan untuk mengubah tingkahlaku yang termasuk abnormal. Permen karet inilah yang dijadikan reinforcement bagi anak itu.Ag. Tegasnya. contohnya seorang anak yang tidak mau bicara sama sekali.M. atau norma subyektif. Setiap orang sewaktu-waktu akan memperlihatkan gejala salah suai. tics. Klien dilatih untuk mempertahankannya dalam memelihara dirinya.

Ditinjau dari metodologinya. Thought stopping digunakan untuk menghilangkan respon cemas dengan jalan melatih menghentikan bayangan cemas itu. Apa yang tiada terjangkau oleh aliran terapi tertentu dapat juga digunakan metoda lain. bahwa: (a) metodametoda penyuluhan itu berbeda secara tajam baik teori ataupun tekniknya sehingga tidak dapat dipertemukan. Selanjutnya Wolpe menyodorkan dua tipe desensitization. yaitu bahwa kedua-duanya menggunakan teknik:  encouragement. bahwa psikoterapi dapat dimasukkan sebagai bagian dari terapi tingkahlaku. tapi menyimpang.  Terapi tingkahlaku menggunakan ayersion technique. berbagai bentuk ganjaran. Di samping mengajukan perbedaan. berbagai metoda terapi itu saling melengkapi. sedang psikoterapi mentafsirkan fantasi dan mimpi klien. sirine. dan (d) para ahli terapi tingkahlaku memandang sebaliknya. sedang psikoterapi menghubungkan tingkahlaku yang ada dengan pola tingkahlaku yang lain. yang disebut imaginal desensitization (SD-I) dan in vivo desensitization (SDR). Konsep tingkahlaku yang digambarkan dalam pandangan ahli terapi tingkahlaku belum mencakup seluruh aspek penggerak tingkahlaku itu sendiri. (c) terapi tingkahlaku oleh psikodinamika dipandang sebagai bagian kecil dari psikoterapi. dapat menggantikan schock listrik. Kiranya akan memadai apabila terapi tingkahlaku tidak dipertentangkan dengan terapi lainnya. tapi justru digunakan sebagai metoda yang lengkap melengkapi. Ada empat pandangan tentang jenis metoda psikotherapi yang ada (terapi tingkahlaku dan terapi lainnya) yaitu. sebagai berikut:  Terapi tingkahlaku menekankan akan perubahan simptom. sedang psikoterapi merawat berbagai perasaan yang tidak teratur. A version therapy yang digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk. Klien mengganti respon terhadap stimulus dengan prosedur pemberian stimulus yang tidak disenanginya. S. karena memiliki kesamaan dan perbedaan. Miharja. sedang psikoterapi membina pertalian agar klien berani mengekspresikan segala perasaannya.  Terapi tingkahlaku menggunakan conditioning yang positif. Ruang seperti ini kadang-kadang justru Draf kuliah Teknik Konseling .Ag. sedang in vivo desensitization menggunakan situasi yang nyata. Klien dilatih untuk memberikan respon negatif terhadap stimulus yang disenanginya itu dengan jalan membayangkan sesuatu yang tidak menyenangkan dirinya. terapi tingkahlaku memerlukan ruangan khusus tempat eksperimen. (b) metoda-metoda penyuluhan saling melengkapi. Berdasarkan perbedaan dan persamaan itu.Pd.65 | d. Untuk merawat berbagai penyimpangan tingkahlaku dipergunakan berbagai latihan. Covert desensitization digunakan untuk menyembuhkan tingkahlaku klien yang menyenangkan. e. ada pula kesamaan antara kedua metoda terapi itu.M. sedang psikoterapi menganggap..  Terapi tingkahlaku menggunakan tahapan fantasi klien dalam latihan. advice dan reassurence  manipulasi lingkungan  mencari sumber stress  mencari pola tingkahlaku klien. baik intrinsik ataupun ekstrinsik. f. Imaginal desensitization menggunakan reproduksi imaginasi subyek. Terdapat perbandingan antara terapi tingkahlaku dengan psikoterapi. S. bahwa pertalian dengan klien merupakan kunci penyembuhan.  Teori tingkahlaku menggunakan latihan yang bertahap.

1. baik yang tergolong neurotik. (4) memperlihatkan gejala psychoticism yang tinggi. B. dan mentaldeficiency pada manusia yang tergolong normal. baik guru. Pandangan penyuluh. psikosa alcoholism. Pada dasarnya S. Para ahli sering berbeda pendapat tentang gejala ngompol yang disebabkan karena kriteria yang berbeda.  ngompol yang reguler dan sewaktu-waktu. masalah dan keadaan klienlah yang akan menentukan keberhasilan perawatan klien. Berbagai Teknik Mengubah Tingkahlaku Dalam mengubah tingkahlaku tidak ada prosedur yang berlaku untuk setiap perawatan penyimpangan tingkahlaku. ataupun tingkahlaku manusia yang tergolong normal. (2) memperlihatkan gejala neuroticism yang rendah. akan tetapi mengalami tekanan (stress) yang tinggi. (3) memperlihatkan gejala neuroticism yang rendah. phobia. yang intinya dikemukakan sebagai perilaku ngompol yang tidak terkendalikan dan tidak diinginkan. Namun demikian ada pola umum yang dapat digunakan. Apabila individu menghadapi kondisi baru. Penyimpangan tingkahlaku itu dalam empat katagori: (1) memperlihatkan gejala neuroticism yang tinggi sekalipun ada tekanan (stress) yang rendah. tiks. orang tua ataupun klien sendiri. Oleh karena itu keterbatasan metoda ini hendaknya diimbangi oleh kemampuan penyuluh dalam menganalisis stimulus yang mana yang menimbulkan tingkahlaku salah suai. ataukah  anak yang berumur tujuh tahun. perlu dibedakan jenis enuresis ini yaitu:  primary enuresis (ngompol malam hari) dan secondary enuresis (ngompol setelah diganti pakaian). metoda ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak. janganlah dipandang sebagai yang mujarab untuk berbagai gangguan tingkahlaku.Ag. S.66 | berlainan dengan situasi real bahkan tidak identik.  kurang memperoleh latihan buang air kecil di waktu kecil atau karena kekeliruan latihan di masa kecil.Pd. psikopat.M. mungkin terbentuk tingkahlaku salah suai baru pula. Untuk terapinya. kriminalitas. delingkuensi. Penyimpangan tingkahlaku ini dapat dijabarkan dalam berbagai bentuk seperti: ngompol. setiap gangguan merupakan kasus yang menuntut kreativitas ahli terapi. gagap.. Manakah yang sebenarnya jadi masalah:  anak yang berumur empat tahun yang ngompol dua malam seminggu. Miharja.  ngompol karena gangguan organik atau bukan karena gangguan organik. Enuresis (ngompol) Terdapat perbedaan pengertian Enuresis. yang ngompol satu malam seminggu. obsessi dan kompulasi. dan respon manakah yang seharusnya diperkuat. Draf kuliah Teknik Konseling . Terapi tingkahlaku akan mencoba mengubah tingkahlaku yang termasuk abnormal. psikotik. Namun demikian mereka sependapat. dipandang kurang serius masalahnya apabila dibandingkan dengan seorang remaja yang ngompol sebulan sekali. histeri.  anak yang berumur sepuluh tahun yang ngompol sebulan satu kali. bahwa seorang anak berumur empat tahun yang ngompol satu bulan satu kali. Namun demikian metoda terapi apa pun. akan tetapi gagal untuk memperoleh keterampilan yang kompleks. tapi dihayati oleh subyek sebagai ancaman. Biasanya terjadi di waktu tidur pada anak-anak yang telah menginjak umur tiga tahun ke atas. ketimpangan seksual. Dalam pembentukan tingkah laku baru.

proses perkembangan pengendalian oleh pusat syaraf. dengan daya otot dan volume air kencing itu sendiri. yaitu: S. c. Draf kuliah Teknik Konseling . Tapi kemudian sirine itu tidak perlu lama berbunyi cukup satu sekon.67 | Gejala ngompol ini sebenarnya merupakan masalah sosial dan strata sosial orang tua mempunyai pengaruh terhadap pandangan mereka. Ada orang tua yang sangat santai.. menggunakan instrumental avoidence conditioning. Pinggang anak dibalut dengan ikat pinggang yang dihubungkan dengan elektroda. Akan tetapi pada kelas sosial tinggi. Miharja. sebelum lonceng berbunyi (sebelum ngompol). Lovibond menggunakan sirine sebagai alat untuk menghukum anak ngompol. b. terjadi denyutan elektroda pada alat kelamin anak. Pada dasarnya penyembuhan tersebut bersifat situasional. 2. Dengan demikian anak itu pun terbangun. dengan menggunakan prinsip-prinsip operant conditioning.Pd. Gangguan ini diperoleh akibat perlakuan orang tua terhadap anak berkenaan dengan buang air besar. yang polos. sehingga mengejutkan anak. keterampilan buang air kecil menggambarkan tingkat keterampilan yang kompleks. dan sejalan dengan penyembuhan Enuresis. Di saat anak mulai ngompol. yang tidak disebabkan oleh gangguan organ tubuh. yang seminggu sekali ngompol. dengan dijanjikan ganjaran apabila dapat melaksanakannya dengan baik.Ag. a. Berdasarkan perkembangannya. menggunakan theori classical conditioning dan metoda lonceng. masalah anak yang berumur dua tahun.M. S. ada tiga tahapan cara penyembuhan ngompol dengan conditioning. Ada tahapan yang dapat diikuti untuk mengubah prilaku ngompol: tahapan pre-training. Menurut mereka. Yang menjadi masalah pokok bagi kaum behavioris ialah bagaimanakah pembentukan pengendalian buang air kecil itu (baik siang ataupun malam) dan faktor-faktor apa yang menyebabkan kegagalan dalam pengendalian tersebut. sirine berbunyi cukup keras. terutama dalam mengendalikannya. Kaum behavioris berpegang pada tiga prinsip: bayi yang baru lahir memiliki daya refleks yang wajar. yang dapat digambarkan: anak terbangun apabila terjadi ketegangan ingin buang air kecil. anak yang berumur tiga tahun yang selalu ngompol. membiarkan anaknya berbuat sekehendak anak itu. yang dapat menimbulkan masalah bagi anak. membangunkan anak setelah ngompol. yaitu: proses fisiologis yang kompleks. Sedang para psikiatris memandang enuresis sebagai sindrom kepribadian ataupun fisiologis. sudah dipandang sebagai masalah. Encorpresis (gangguan buang air besar ) Encorpresis merupakan gangguan dalam pengaturan buang air besar. ada 2 proses yang terlibat dalam pengendalian tingkahlaku tersebut. dianggap tidak apa-apa. dengan menggunakan lonceng (bell). Di samping itu dapat juga menggunakan satu deretan tahapan reward training untuk buang air pada waktu dan tempat yang ditentukan. Kemudian dilanjutkan dengan self control. Ahli teori Psikodinamika memandang enuresis sebagai "overt symptom" dari gangguan yang dialami yang bersangkutan. Bagi kelas sosial rendah. dan masih berpegang pada gerak refleks yang wajar. mulai dari ginjal hingga keluar kealat kelamin. Adapun teknik penyembuhannya dengan jalan: Latihan kembali secara sistematis. Dan ada juga orang tua yang justru sangat keras terhadap anaknya. dan tahapan training. anak yang lebih besar menghadapi masalah pengembangan pusat syaraf melalui kematangan dan belajar. Apabila anak itu kencing. menggunakan shock listrik.

penyakit. Latihan ini diulang beberapa kali dengan membaca 40 . e. kematian. yaitu dengan jalan memberi kesempatan kepada orang yang terganggu tersebut untuk berbicara keras-keras. headphone). bahwa stuttering itu bisa diubah hingga tahapan tertentu.M. Adapun pengubahan dan penyembuhan tersebut sebagai berikut: a. feedback Control of Stuttering Stuttering itu dapat disembuhkan dengan teknik "speech shadowing". karena suara yang dikeluarkan oleh yang gagap itu menimbulkan suara yang tidak menyenangkan. membentuk urutan tahapan kecemasan menurunkan kepekaan emosional berkenaan dengan obyek yang mencemaskan. bahwa gejala ini bersifat individual. Rythmic and Syllable time speech yang memberi kesempatan kepada yang "terganggu" untuk mengucapkan kata-kata mengikuti rithme tertentu. Ada gejala lain yang menarik perhatian para ahli pada sepuluh tahun terakhir ini yaitu masalah School phobia. Metoda yang paling disukai digunakan untuk menyembuhkan phobia ialah systematic desensitization dengan tahapan: latihan santai. Miharja. mana yang disebut gagap dan tidak gagap. menggunakan jalan mengurangi respon yang menunjukkan sikap cemas. Terdapat beberapa bukti empirik yang menunjukkan. S. mengikuti ucapan orang yang membaca satu bacaan. Orang yang terganggu itu terus membaca dan diikuti suara orang lain yang lancar membaca (melalui tape recorder. seluruh kata. di antaranya: anak itu sendiri pembolos. Teknik yang digunakan dapat juga berupa membayangkan obyek yang ditakuti dalam khayalan. Phobia sendiri dibagi-bagi menjadi seratus tipe. social interpersonal. Operant Control of Stuttering Perilaku stuttering dapat diubah dengan jalan mengendalikan apa yang diucapkannya.50 kata. 3. b.Pd. Dapat juga disuruh membaca sendiri secara terus-menerus. d. Phobia Istilah phobia ada dalam berbagai kategori. sehingga dapatlah dirumuskan. Hal ini dapat dilakukan secara berkelompok dengan membahas berbagai masalah penyesuaian diri. Dalam kondisi seperti itu treatmentnya mungkin diarahkan kepada penserasian pertalian antara anak dengan orang tua di rumah.. Dalam teknik ini digunakan extrinsic (es cream) dan intrinsic rewards (mencapai hasil yang lebih baik). suara. beberapa ungkapan atau memperbaiki ucapan. dan phobia. dengan diukur pula waktunya. Istilah ini selalu dihubungkan dengan masalah keengganan anak datang ke sekolah. seperti takut pada hewan. c. Keengganan ini dilatar-belakangi oleh situasi sekolah yang dipandang menimbulkan rasa takut pada anak. yang pada mulanya diberi contoh membaca. apalagi kalau dihubungkan dengan masalah kelancaran berbicara (fluency). Masalah ini termasuk kategori "continum" dan bukan dikhotomi. Negative practice yang mirip dengan massed practice "Yang terganggu" diminta mengulang seluruh kalimat yang menunjukkan kata-kata mengganggu. 4. Ada orang yang mengulang beberapa kata saja. Draf kuliah Teknik Konseling . Ada pula yang kata-katanya tidak lengkap terputus-putus atau dipanjangpanjangkan. Terdapat berbagai kemungkinan tentang keengganan masuk sekolah itu.68 | S. sehingga lancar. Stuttering (gagap dan mengulang kata ) Sulitlah dirumuskan secara tegas.Ag. atau dapat juga dengan menyajikan obyek yang ditakuti secara nyata. keengganan masuk sekolah yang dilatarbelakangi keengganan meninggalkan rumah.

b. egocentris. mudab terpengaruh. provokatif. seperti pada kejang tangan. dan leher yang tidak terkontrol. bersandiwara. amnesia (lupa akan segala pengalamannya) dan multiple personality. yaitu: (a) usaha langsung menghilangkan tingkah laku obsessi pada awal mula munculnya gangguan tersebut yang perlu diusahakan dengan desensitization. S. conversion hysteria. Untuk menyembuhkannya ada dua tahapan. dan manja. Adapun karakteristik School Phobia ialah:  memperlihatkan rasa takut sakit.  takut berpisah dengan ibu. hidung. self centered 7. dusta. Gangguan Hysteria Istilah hysteria mengandung berbagai arti seperti: hysterical personality. anesthesia (daya pekanya hilang). ketidakmatangan seks. berkhayal.Ag. ialah: egois. anxiety hysteria. congkak. Dapat pula menggunakan classical dan operant conditioning dengan prinsip reinforcement. Latihan ini secara berangsur diadakan. Miharja. seperti pada kebutaan. seperti buta paralyses (syaraf yang tidak berfungsi). Jenis hysteria lainnya ialah: somnambulism (jalan-jalan sambil tidur). represi. Pemulihannya antara lain dengan mengusulkan agar sekolah dan keluarga diarahkan untuk menghasilkan powerful pressure terhadap anak agar mau kembali ke sekolah.M. gagal mengembangkan dorongan seks pada tujuan yang wajar. Juga bisa menggunakan situasi permainan yang secara bertahap mirip dengan kondisi sekolah yang sebenarnya.  menunjukkan keluhan yang bersifat badaniah. retention of urine. Tics ini meliputi gerakan mata. Adapun karakteristik orang yang "hysterical personality". Adapun orang yang mengalami conversion hysteria. seperti sakit kepala dan ngantuk. tanpa alasan dan tanpa maksud. perut. Hysteria juga merupakan gangguan yang tampak dalam perilakunya. Obsessi dan kompulsi Obsessi menunjukkan idea yang berulangkali muncul dalam pikiran klien dan sulit dihindari. Gangguan Tics Pada mulanya gerakan merupakan kegiatan yang terkoordinir dan terarah yang ditumbuhkan oleh sebab-sebab di luar atau idea. anorexian (hilang nafsu makan). Untuk perawatan tics. takut yang mendalam berkenaan dengan seks. Exhibitionis dramatization. Ditambahkan pula dengan teknik yang memungkinkan orang tua dan guru dilatih untuk memberikan ganjaran yang hampir bersamaan. Kedua hal ini seringkali menjadi satu kesatuan yang dimanifestasikan dalam bentuk tingkah laku. dilakukan dengan jalan massed practice. Tapi kemudian menjadi kebiasaan yang tidak diinginkan oleh individu yang bersangkutan. reaksinya tidak konsisten. (b) digunakan teknik SD-I dan SD-R. dan sulit dikendalikan. selalu cemas akan berbagai bentuk konflik antara orang tua dengan petugas administrasi sekolah. 5. lima menit hingga Draf kuliah Teknik Konseling .69 | S. emosinya tidak stabil. dingin. kurang mampu mengendalikan emosi. memanifestasikan konflik tersebut dalam gejala-gejala fisik. Karena banyak jenisnya. mulai satu menit. penyembuhannya dapat digolongkan dalam beberapa kelompok: a. aphobia (kebisuan). Manifestasinya gelisah dan cemas. menghilangkan non-organik motor functioning. Menghilangkan nonorganic sensory dan perceptial functioning. ketulian dan daya peka. 6. banyak tuntutan dan banyak bergantung. menunjukkan tingkahlaku sexual. kalau-kalau mendapat bencana di sekolah.Pd.. Kompulsi merupakan impuls untuk berbuat berulangkali.

classical aversive conditioning with drugs. tapi kemudian dilakukan sendiri oleh klien. Mula-mula di bawah pengawasan. Sejak awal mula melihat film. hingga tujuh menit sesudah film terakhir. 1a disuntik agar mual di saat melihat film dari jenis kelamin sendiri.Ag. pada pertengahan film ini. Terdapat beberapa cara penyembuhan. Miharja.M. S. Sexual disorder Penyimpangan sek dapat diteliti dengan cara mengukur perubahan alat kelamin di saat nonton blue film. di antaranya ialah: a. Klien mendapat schock di saat menunjukkan tingkahlaku homoseks.Pd. perubahan alat kelaminnya diukur. b. Klien dibaringkan di kamar gelap. Demikianlah dilakukan hingga enam hari berturut-turut. Atau ia mendapat reinforcement di saat diperlihatkan gambar-gambar wanita telanjang. instrumental escape and avoidance conditioning with schock as the aversive stimulus. Draf kuliah Teknik Konseling . 8.70 | satu jam. dengan proyektor.. S.

Psikologi konseling. 1997. Bimbingan dan Konseling di Sekolah. 2003.Ag. Rujukan: Bimo Walgito. Latihan Dipenogoro dalam Keterampilan Konseling. LPM STAIS.71 | S.Pd. CV Miharja. Sukardi. Andi Yogyakarta. Konseling Individual.M. Yies Sadiyah. Prayitno & Erman Amti. Pengantar Bimbingan dan Konseling. 1985. Prentice-Hall International Edition. Teori dan Praktek. Brammer. 2005. The Helping Relationship. MD Dahlan. 2008. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling. CV Dipenogoro MD Dahlan. Rineka Cipta Tohirin. Miharja.. 2000. Rineka Cipta. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Bimbingan dan Konseling. Bimbingan dan Konseling Di Madrasah. 1987. 2007. 2004. S. 2000. Beberapa pendekatan dalam Konseling. Awrence. Surya. Rajagrafindo Persada. Pustaka Bumi Quraisy. IAIN SGD Bandung Willis. 2005. Alfabeta Draf kuliah Teknik Konseling .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.