TEKNIK KONSELING

Draf bahan kuliah jurusan BPI
Mengutarakan cara-cara konselor dalam melakukan proses konseling dengan konselinya. MIHARJA, S.Ag.,M.Pd. 9/1/2010

1|

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.

DAFTAR ISI BAB 1 Pengertian dan ruang lingkup BAB 2 Tahapan proses konseling BAB 3 Teknik-teknik melakukan konseling BAB 4 Teknik konseling verbal BAB 5 Teknik konseling nonverbal BAB 6 Teknik-teknik dalam tahapan konseling BAB 7 Teknik konseling dalam teori konseling Client Center BAB 8 Teknik konseling dalam teori konseling RET BAB 9 Teknik konseling dalam teori konseling Trait & Factor BAB 10 Teknik konseling dalam teori konseling behavioristic BAB 11 Teknik konseling dalam Analisis Transaksional BAB 12 Teknik pemulihan Penyimpangan tingkahlaku (1) (12) (23) (40) (63) (67) (81) (93) (98) (109) (122) (129)

BAB I PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP TEKNIK KONSELING
A. Lingkup Teknik Konseling Konseling merupakan pekerjaan profesional seperti halnya guru. Sebagai suatu pekerjaan profesional menuntut dimilikinya sejumlah kompetensi dan keterampilan tertentu. Selain itu, konseling juga merupakan suatu proses. Dalam setiap tahapan proses konseling memerlukan penerapan keterampilanketerampilan tertentu. Agar proses konseling dapat berjalan secara lancar dan tujuannya tercapai secara efektif dan efisien, konselor harus mampu mengimplementasikan keterampilanketerampilan tertentu yang relevan. Konselor yang terampil adalah yang mengetahui atau memahami sejumlah keterampilan tertentu dan mampu mengimplementasikannya dalam proses konseling. Bimbingan dan konseling merupakan suatu proses. Proses bimbingan dan konseling menempuh tahap-tahap tertentu. Dalam setiap tahapannya akan menggunakan teknik-teknik tertentu pula. Konseling merupakan salah satu teknik dalam bimbingan. Ruang lingkup teknik konseling meliputi kajian teoretis dan praktis mengenai segala kemampuan dan kesemaptaan konselor hingga mampu melakukan proses konseling yang berhasil guna. Lingkup teknik konseling meliputi kajian sejumlah asumsi mengenai implikasi teori konseling pada teknik konseling, keterampilan dasar selama proses konseling, komunikasi verbal

Draf kuliah Teknik Konseling

2|
dan nonverbal dalam konseling, dan cara-cara dalam melakukan terapi penyimpangan tingkah laku (abnormalitas), hingga caracara melakukan konseling melalui media elektronik. Suasana batin konseli selama proses konseling dapat berupa perasaan senang ataupun sebaliknya yakni perasaan tidak senang. Konseling yang baik, tentunya diupayakan seoptimal mungkin mencapai derajat konseling yang menumbuhkan perasaan senang. Suasana Batin yang Tergolong "Perasaan Senang" Merasa akrab/dekat Merasa pantas Merasa antusias Merasa puas Merasa bahagia Merasa penuh harapan Merasa bebas Merasa penuh harga diri Merasa bergairah Merasa riang/gembira Merasa bangga hati Merasa rindu/kangen Merasa bersukacita Merasa berterima kasih Merasa cocok Merasa santai/rileks Merasa cinta/terpikat Merasa simpati Merasa diakui/diterima Merasa sabar Merasa damai/tenteram Merasa terlindung/aman Merasa tak janggal Merasa terhibur Merasa geli Merasa tenang/kalem Merasa kagum Merasa terharu Merasa kerasan/betah Merasa tertarik Merasa lega Merasa tabah Merasa mantap Merasa terpukau/terpana Merasa nyaman Merasa terpesona Merasa nikmat Merasa tergugah/terlibat Merasa optimis Merasa suka Suasana Batin yang Tergolong "Perasaan Tidak Senang" Merasa apatis Merasa malas Merasa antipati Merasa merana Merasa asing Merasa benci Merasa bingung Merasa bengong Merasa bosan/jenuh/jemu Merasa berat hati Merasa berkabung Merasa berdosa/bersalah Merasa curiga Merasa cemburu Merasa canggung Merasa diabaikan Merasa dihina/terhina Merasa dendam Merasa sebatang kara Merasa kehilangan Merasa kasihan/iba Merasa dingin Merasa dioyak-oyak Merasa gugup/grogi Merasa hambar/hampa Merasa hancur/tercacah Merasa iri Merasa jengkel/mangkel Merasa jera/kapok Merasa khawatir/gelisah Merasa kecewa/ gagal Merasa kikuk Merasa kesal Merasa kesepian Merasa tertipu Merasa takut/gentar Merasa kaget/terhenyak Merasa kecil hati

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.
Merasa muak Merasa ngeri/jijik Merasa pesimis/depresif Merasa tanpa harapan Merasa pasrah Merasa panik Merasa patah hati Merasa panas hati Merasa prihatin Merasa bimbang Merasa risih Merasa minder Merasa sedih/ murung Merasa sakit hati/pedih Merasa segan/enggan Merasa sebal/sebel Merasa terancam Merasa terpukul Merasa ada kejanggalan Merasa terbebani Merasa terpaksa Merasa tersinggung Merasa tergerak Merasa tersiksa Merasa tak betah Merasa terganggu Merasa tersayat/pilu Merasa terpojok/ terdesak Merasa terkekang Merasa tak sabar Merasa tak berdaya/kalah Merasa tegang Merasa goyah Merasa tersipu-sipu

Draf kuliah Teknik Konseling

Pd. Merasa memiliki kebebasan. Adapun ciri mental sehat lainnya pada orang dewasa: Merasa disukai oleh orang lain. Mudah melupakan hal-hal yang salah terhadap dirinya. intelektual religi. Bidang-bidang pribadi antara lain penyesuaian diri dan segala aspeknya seperti penyesuaia diri. Memiliki hobbi dan suka berekreasi sesudah mengalami kelelahan. Tidak takut sendirian. S. Sesuai dengan hakikat kemanusiaan dalam moral. Memiliki penerimaan diri. Memiliki pertimbangan rasional dan pengarahan diri. melakukan penelitian. emosional dan sosial. perbaikan diri dan realisasi diri. Bimbingan dan konseling merupakan upaya untuk mengembangkan kemampuan individu dalam bidang pribadi dan sosial. Dapat bersahabat dengan baik. terutama menghadapi kejadian yang akan datang. dan perilaku. Kepuasan dalam bekerja mempengaruhi perasaan dan ketenangan batin. mampu melakukan trial and error (uji coba) mencari substitusi (pengganti). Memiliki elusi yang seimbang. Mempunyai selera makan yang baik. Dapat tidur dengan baik. Berbuat sesuai dengan usianya. memilih tindakan yang tepat dan control diri serta melakukan perencanaan yang cermat. maka perlu diperhatikan beberapa prinsip mewujudkan kondisi: Keadaan jasmani yang baik terintegrasi sebagai organisme. dan kesehatan mental. Bersikap wajar terhadap lain jenis. keinginan. Menanamkan kebiasaan dan mengembangkannya dengan baik. Penyesuaian yang normal (well adjusted person) mempunyai ciri-ciri yang normal antara lain : Tidak menunjukan adanya ketegangan emosional. Dapat menyatakan diri dengan bebas. selalu menjaga hubunga yang tetap dan teratur dengan Tuhan dalam melaksana ajaran agama yang dianut. Miharja. Memiliki integritas dan kontrol diri dalam cara berpikir. Merasa puas dengan status ekonominya. baik yang datang dari diri maupun dari luar diri individu. Merasa mudah memasuki suatu kelompok. tenang dan tidak letih. Berusaha mencapai kematangan emosi dalam berpikir dan memiliki hubungan antar pribadi terutama dengan baik.3| Merasa tak berdaya Merasa malu/jengah Merasa marah /gusar Merasa diasingkan Merasa tercengang Merasa duka S. Memiliki konsep diri yang sehat. dapat menerima kenyataan dalam keluarga. Merasa tenang dan teguh. Tidak menunjukan adanya frustasi pribadi. Mencintai kehidupan dan memiliki falsafah hidup. Mampu menyatakan diri sendiri secara terbuka. dengan Tuhan dan manusia sebagai organisme. Merasa dipercaya oleh teman-temannya. menghargai pengalaman. Merasa bagian dari masyarakat. Merasa aman. emosi. Menyenangi orang tua dan rumah. Karakteristik mental yang sehat pada anak-anak yang harus diwujudkan antara lain: Merasa disukai oleh teman-temannya. Hasil yang ingin dicapai dari konseling adalah manusia yang mempunyai hubungan baik antara manusia dengan lingkungan. menggali potensi diri. Dapat tidur dengan baik. Mampu melakukan perubahan sesuai dengan kepribadian. Senang humor. Dapat tertawa Draf kuliah Teknik Konseling . Mengembangkan moral yang luhur. Bentuk penyesuaian diri secara normal antara lain : mampu mengemukakan masalah dan pemecahannya secara langsung.Ag.M. Memperluas pengetahuan dan memiliki tilikan diri (self insight). Bersikap realistis. Segar. Merasa aman dengan kehadiran sesuatu yang asing. Merasa diperlakukan baik oleh orang lain dan di rumah. belajar. Yang berhasil menyesuaikan diri disebut well adjusted person dan yang gagal disebut mal adjusted person.. Percaya diri dan menyukai orang lain. berkhayal. Memiliki hobi dan suka berkreasi. Tidak selamanya individu berhasil menyesuaikan diri dan mengatasi berbagai rintangan. sosial dan moral merupakan bekal untuk mampu belajar. agama memegang peranan penting dalam kehidupannya. Memiliki kemerdekaan dan dapat berbuat untuk diri sendiri.

budaya dan agama. dan perhatian yang tulen (facilitative conditions). Kepuasan dalam bekerja mempengaruhi perasaan dan ketenangan batin. sistem saraf. Berusaha mencapai kematangan emosi dalam berpikir dan memiliki hubungan antar pribadi terutama dengan baik. Bagi seorang konselor. keikhlasan serta kejujuran. berbuat sesuai denqan umurnya. Kepribadian termasuk konsep dalam penerimaan diri dan realisasi diri. frustasi. Kondisi lingkungan dan kulturasi. tempat yang tinggi. intelektual religi. termasuk pengalaman. emosi. Senang bermain dan menyenangi permainan. Dengan menciptakan Susana yang kondusif. sikap. menjaga hubungan yang tetap dan teratur dengan Tuhan dalam melaksana ajaran agama yang dianut. dari mulai persiapan konseling. Konselor memungkinkan konseli untuk merefleksi atas diri sendiri serta pengalaman hidupnya. moral. termasuk pembawaan. Respons yang baik berupa pertanyaan-pertanyaan verbal dan nonverbal yang dapat menyentuh. kesehatan fisik dan lainlain. Karenanya perlu diperhatikan beberapa prinsip mewujudkan kondisi: Keadaan jasmani yang baik terintegritas sebagai organisme. Sesuai dengan hakikat kemanusiaan dalam moral. Kondisi agama (religi) hubungan manusia dengan Tuhan. Mengembangkan moral yang luhur. penguasaan terhadap teknik konseling akan merupakan kunci keberhasilan untuk mencapai tujuan konseling. Memperluas pengetahuan dan memiliki tilikan diri (self insight). Apa itu teknik Konseling? Teknik konseling merupakan cara-cara tertentu yang digunakan oleh seorang konselor dalam proses konseling untuk membantu klien agar berkembang potensinya serta mampu mengatasi masalah yang dihadapi dengan mempertimbangkan kondisikondisi lingkungannya yakni nilai-nilai sosial. hingga berakhirnya proses konseling. berkhayal. Menunjukan sikap tenang. Konseling mengandung suatu proses antarpribadi yang berlangsung melalui saluran komunikasi verbal dan nonverbal. menguasai teknik-teknik konseling merupakan suatu keharusan. S. pikiran. dan pengalamannya. Menanamkan kebiasaan dan mengembangkannya dengan baik. Kondisi psikologis.Ag. Periang dan optimis. selama konseling. Mampu melakukan perubahan sesuai dengan kepribadian. emosional dan sosial. Seorang konselor yang efektif harus mampu merespons klien secara baik dan benar sesuai keadaan klien saat itu. penerimaan penghargaan. Sebagai suatu proses. konflik. Prinsip-prinsip mewujudkan kondisi mental yang sehat dapat didasarkan pada hakekat hubungan manusia dengan lingkungan. dan perilaku. Miharja.. Senang berkelompok dan merasa bagian dari kelompok. Memiliki penerimaan diri.Pd. sikap keagamaan deln lainlain. B. Bersikap realistis. mamacu. Memiliki integritas dan kontrol diri dalam cara berpikir. Perkembangan dan kematangan termasuk aspek intelektual.M. kelenjar otot. suasana psikis dan lain-lain. keinginan.4| dalam situasi yang lucu. kondisi fisik. sosial. seperti empati. selalu S. emosional. perbaikan diri dan realisasi diri. implementasi teknik-teknik konseling melalui beberapa tahap kegiatan. dan mendorong sehingga klien terbuka untuk menyatakan secara bebas perasaan. dengan Tuhan dan manusia sebagai organisme. agama memegang peranan penting dalam kehidupannya. memahami diri sendiri serta situasi Draf kuliah Teknik Konseling . Dalam proses konseling. tidak takut terhadap obyek tertentu seperti air. Senang bersekolah dan permainan pra sekolah. Memiliki konsep diri yang sehat. dapat menerima kenyataan dalam keluarga. dll.

Kondisi kondisi konseling pula penerapan teknik verbal dan nonverbal yang lain. Meskipun pelayanan konseling memuat unsur akal sehat yang menyertai penggunaan teknik. sehingga konseli secara bertahap dapat menuntaskan penyelesaian atas masalah yang dihadapinya.Ag. Miharja. seperti refleksi dan klarifikasi.5| kehidupannya dan.M. dalam memberikan tanggapan tertentu. Dalam batinnya konselor selalu mempunyai maksud atau intensi untuk membantu konseli. Penggunaan teknik dalam proses konseling memerlukan timbal-balik antara konselor dan konseli. Perbedaan pandangan ini harus disadari oleh konselor dan memperluas cakrawalanya berpikir. tanggapan batin ini merupakan dasar bagi setiap kali ada tanggapan verbal dan suatu reaksi nonverbal. korektif. memberikan tanggapan analitis atau interpretatif memberikan tanggapan suportif. menemukan penyelesaian atas masalah yang dihadapi. dan melalui suatu teknik nonverbal seperti sikap badan dan pandangan mata. berdasarkan itu. sehingga dari awal sampai akhir kondisi pendukung itu tercipta dan terbina terus-menerus. konselor mengkomunikasikan kondisi positif itu kepada konseli.Pd. memberikan tanggapan evaluatif. dengan tetap menggunakan teknik konseling sejauh selaras dengan pendekatan konseling yang diterapkannya serta metode konseling yang diikutinya. Adanya intensi dasar untuk memberikan bantuan terlaksana. bahkan membantunya dalam mendampingi klient yang datang kepadanya untuk konseling secara lebih efisien dan efektif. antara lain. sehingga konseli menyadari adanya kondisi pendukung dan karenanya bersedia pula untuk berkomunikasi dengan konselor.. seperti memberikan tanggapan pemantulan. tetapi pun tidak lepas dari sistematika kerja tertentu yang terwujud dalam berpegang pada suatu pendekatan konseling berdasarkan pertimbangan rasional. Kondisi serasi dapat dikomunikasikan melalui suatu teknik verbal tertentu. atau sugestif. S. atau memberikan tanggapan eksploratif. namun pandangan para pakar konseling tentang apa yang menyebabkan manusia menghadapi masalah dan bagaimana caranya memberikan bantuan psikologis dalam mengatasi S. Draf kuliah Teknik Konseling . Melalui berbagai tanggapan verbal dan aneka reaksi nonverbal. masalah itu berlainlainan. Maka. bantuan diberikan oleh seorang konselor meliputi baik penciptaan serta pembinaan seluruh kondisi (core conditions) maupun struktur serta organisasi pada pembicaraan.

ia akan tidak maksimal memanfaatkan jasa konselor. Sistematika Carkhuff mengenai bagaimana tahapan dalam wawancara konseling. ia akan memanfaatkan jasa konselor secara maksimal. (3) kecakapan intelektual. 1. Begitu pun klien yang mengetahui ten tang konseling. Dalam proses konseling harus ada respons-respons tertentu dari klien. (b) memperoleh riwayat kasus. dan (6) sistem pertahanan diri. maka ia tidak banyak berharap bahwa konselor dapat membantunya untuk memecahkan masalah. (5) harapan-harapan terhadap peran konselor. Klien yang kemampuan intelektualnya rendah. memerlukan persiapan yang matang. klien yang tidak mampu melihat masalahnya sendiri. akan mampu berpartisipasi secara aktif dalam konseling sehingga proses konseling akan betjalan secara lancar. Klien yang mengikuti sesi konseling karena mengikuti keinginan guru wali kelas atau orang lain termasuk konselornya sendiri (terpaksa). Motivasi klien untuk memperoleh bantuan akan menentukan jalannya proses konseling. sebaliknya yang tidak mengerti tentang peran-peran konselor. Aktivitas konseling sebagati suatu proses. konselor harus melakukan persiapan. Klien yang mampu melihat masalahnya sendiri. Draf kuliah Teknik Konseling . Dampak lanjutnya adalah klien tidak mau di konseling. S. A. Klien yang banyak berharap dan mengerti peran-peran konselor.6| S. Untuk dapat melakukan konseling secara efektif dan agar konseling berhasil dan berdaya guna. Kesiapan untuk Konseling Kesiapan untuk konseling tertuju kepada konselor atau kliennya. Setiap aktivitas yang berproses akan memerlukan persiapan yang matang. Disini akan diutarakan tahapan konseling yang diajukan dalam sistematika Carkhuff dan klinikal. adapun penedekatan klinikal mengenai tahapan suatu masalah dapat diselesaikan selama proses konseling. (4) tingkat tilikan terhadap masalah dan dirinya sendiri. akan sulit merespons proses konseling.Pd. Sistem pertahan diri yang baik dari klien. dan ( c) evaluasi psikodiagnostik. Tanpa partisipasi dari klien atau tanpa kesiapan klien. Klien yang tidak mengetahui tentang konseling. Tahapan selama konseling mengacu pada pendeatan dalam berbagai teori konseling. agar dapat berpartisipasi secara aktif sesuai tuntutan konseling.M. akan berbeda partisipasinya dalam konseling jika motivasi mereka benar-benar ingin memperoleh bantuan. Tahapan permulaan konseling Ada tiga hal yang dilakukan oleh konselor untuk memulai proses konseling yaitu: (a) membentuk kesiapan untuk konseling. harus siap untuk mengikuti konseling. Ada klien yang mampu melihat masalahnya sendiri dan ada yang tidak. akan membantu kelancaran proses konseling. akan sulit untuk berpartisipasi dalam proses konseling. Hal-hal yang berkenaan dengan kesiapan konseling terutama yang berhubungan dengan klien adalah: (1) motivasi klien untuk memperoleh bantuan. Tanpa persiapan konseling tidak akan dapat beljalan secara efektif dan sangat mungkin tujuan konseling tidak tercapai. Begitu juga klien. Tahapan permulaan merupakan segala upaya menuju pada proses konseling dapat berjalan dengan baik. proses konseling bisa gagal..Ag. Sebaliknya. (2) pengetahuan klien tentang konseling. Miharja. BAB II TAHAPAN PROSES KONSELING Tahapan konseling dimulai dari tahapan permulaan konseling hingga tahapan selama proses konseling.

Pd. Dengan perkataan lain mengumpulkan sejumlah kasus yang dialami oleh klien pada masa sekarang maupun yang telah lalu.Ag. Kedua. yang selanjutnya disebut diagnosis struktural.7| sebaliknya sistem pertahanan diri yang jelek akan menghambat proses konseling. (2). anekdot). (4) Tulisan-tulisan yang dibuat sendiri oleh helpee yang berkasus sebagai dokumen pribadi (mungkin dalam bentuk catatan S. (3) Biografi dan autobiografi. kemungkinan teknik-teknik konseling untuk memecahkan masalah. 3. Secara sederhana riwayat kasus bisa dikatakan melakukan identifikasi terhadap masalah-masalah yang dialami klien.. diagnosis diartikan sebagai suatu proses memeriksa gejala. (5) pengaruh sikap menilai dari konselor. konselor kurang memperhatikan keadaan tingkah Iaku klien sekarang. proses diagnosis mempunyai beberapa arti dan sulit dipisahkan secara tegas sebagaimana halnya dalam bidang medis. dan memperkirakan hasil konseling dalam bentuk tingkah laku klien di masa yang akan datang. yaitu suatu catatan tentang berbagai aspek yang menggambarkan perkembangan seseorang. dan memperkirakan usaha-usaha penyembuhannya Dalam bidang psikologis. (4) memberikan informasi kepada klien tentang dirinya dan prospeknya. Miharja. mengadakan observasi.M. Riwayat Kasus Riwayat kasus adalah suatu kumpulan fakta yang sistematis tentang kehidupan klien sekarang dan masa yang lalu. Agar klien siap dalam mengikuti konseling. yang lebih memusatkan pada masalah-masalah psikoterapeutik dan diperoleh melalui wawancara konseling. disarankan kepada konselor agar melakukan hal-hal sebagai berikut: (1) memulai pembicaraan dengan berbagai pihak tentang berbagai topik masalah dan pelayanan konseling yang diberikan. (2) menciptakan iklim kelembagaan yang kondusif sehingga membangkitkan klien untuk memperoleh bantuan. menempatkan gejala dalam kategori. Dalam proses konseling hendaknya berhati-hati menggunakan diagnosis dengan pengertian di atas. dan (7) melalukan orientasi prakonseling. ia akan menangis. psikosis. Draf kuliah Teknik Konseling . Psikodiagnosis mempunyai dua arti yaitu: pertama. (3) menghubungi sumber-sumber referal (rujukan) misalnya dari organisasi. 2. psikodiagnosis sebagai suatu prosedur menginterpretasikan data kasus. sebagai suatu klasiftkasi deskriptif masalah-masalah yang sama dengan klasiftkasi psikiatris untuk gangguan neurosis. memperkirakan sebab-sebab. Evaluasi Psikodiagnostik Dalam bidang medis. (5) melalui proses pendidikan itu sendiri. (5) Grafik waktu tentang kehidupan helpee yang berkasus. sebab dapat menimbulkan bahaya sebagai berikut: (1) data yang terbatas atau kurang memadai. Secara umum diagnosis dalam bidang psikologis berarti pernyataan tentang masalah klien. karena ketika konselor bertanya sesuatu yang sedikit memojokkan klien. padahal kehidupan klien (helpee) sangat kompleks. (2) Catatan kumulatif (cummulative record). dan karakter yang selanjutnya disebut diagnosis diferensial. sekolah dan madrasah dan sebagainya. (3) terlalu cepat menggunakan tes. Riwayat kasus dapat dibuat dalam berbagai bentuk: (1) Riwayat konseling psikoterapeutik. (4) hilangnya pemahaman terhadap indiyidualitas atau hunikan sistem diri klien. perkiraan sebab-sebab kesulitan. (6) melakukan survei terhadap masalah-masalah klien. S.

. Konfrontasi. dalam fase-fase selanjutnya). sehingga masalah dapat diatasi. Sistematika Cahkhuff menekankan pada proses selama wawancara konseling. Menyadari bahwa masalah adalah problem dirinya sendiri. (3) pemahaman (4) bertindak.M. Menggali aspek-aspek penting dalam masalah yang dihadapi: Mengambil unsur-unsur pokok dalam masalah. Sistematika Carkhuf Pada pendekatan sistematika Carkhuff konseling melalui empat pase dalam proses (1) keterlibatan (2) eksplorasi. Miharja. Pemberian Umpan balik. Penyelidikan. Permintaan untuk Melanjutkan. S. Menetapkan jalan/cara yang tepat untuk mencapai tujuan. Interpretasi. Bertindak Membantu konseli menuangkan kemauan untuk mencapai tujuan dalam bentuk rencana urutan langkah kerja yang konkret. Asumsi yang melandasi penggunaan tes dalam psikodiagnosis adalah kepribadian sebagai suatu yang dinamis dan dapat diukur melalui sampel tingkah Iaku. Membantu konseli menggali aspek-aspek penting dengan menggunakan responding skills.. Dukungan/Bombongan. (Keterampilan ini ada S. secara seperti merapikan meja. Aktivitas dan keterampilan konselor pada tiap pase disajikan sebagai berikut: Fase Aktivitas konseli Keterampilan konselor Melibatkan diri: Melibatkan konseli dengan Menghadap konselor. Selain itu juga didasarkan atas asumsi bahwa pola berpikir dan merasa klien yang diperoleh melalui tes akan menggambarkan struktur dasar karakter klien. Pemberian Umpan Balik. 1. Pemberian Informasi. Mulai melaksanakan langkah pertama yang direncanakan. adapun konseling klinikal mencakup lebih menyeluruh dari mulai penentuan masalah hingga evaluasi. Menetapkan tujuan yang ingin dicapai. seperti Refleksi dan Klarifikasi Perasaan. isyarat-isyarat nonverbal.Pd. dia sendiri bertanggung jawab mengatasinya: Akibat permasalahan bagi dirinya. dengan menggunakan personalizing skills. disertai alasan berperasaan demikian. Menyadari perasaan sendiri dalam menghadapi masalah ini.8| Psikodiagnosis dapat dilakukan melalui tes dengan tujuan untuk memperoleh data tentang kepribadian klien melalui sampel tingkah Iaku dalam situasi yang terstandar.. Merumuskan masalah dalam bentuk:"Problemku adalah . Mengimplementasikan tujuan yang ingin dicapai dalam suatu program kerja yang konkret. (3) memperoleh informasi yang lebih terinci. menggunakan attending skills. dengan menggunakan initiating skills. Tahapan konseling yang umum dapat mengacu pada sistematika Carkhuff dan klinikal. Penyajian AlternatifAlternatif. Tujuan dirumuskan dalam bentuk tindakan yang nyata.Ag. Pertanyaan-Pertanyaan spesifik Eksplorasi Pemahaman Membantu konseli memahami diri berkaitan dengan masalah yang dihadapi dan menerima tanggung jawab terhadap masalah itu. yang tidak dapat ditimpakan pada orang lain. Usul/Saran. Klarifikasi. Merencanakan urutan langkah kerja yang akan ditempuh. Keterlibatan Mengungkapkan sesuatu. Diagnosis. Meninjau makna bagi dirinya. Tahapan selama proses konseling Tahapan proses konseling berbeda asumsi apabila mengacu pada teorinya. mengamati verbal dan nonverbal. B. Mulai mengutarakan masalah pribadi mendengarkan dan menunjukkan yang dihadapi penerimaan. Menghayati perasaan-perasaan yang timbul. seperti Refleksi. Draf kuliah Teknik Konseling . seperti Pemberian Struktur. (4) merumuskan diagnostik yang lebih tepat. (2) meramalkan keberhasilan konseling. Melihat alasan-alasan timbulnya semua reaksi perasaan itu. Penggunaan tes psikodiagnosis dalam konseling berfungsi untuk: (1) menyeleksi data yang diperlukan bagi konseling.

Miharja. (4) diagnosis. Penetapan skala prioritas ditentukan atas dasar akibat atau dampak yang lebih besar terjadi apabila masalah tersebut tidak dipecahkan. Data pendidikan dapat mencakup: tingkat pendidikan. agama. . seorang helpee sebut saja bernama Dawar berdasarkan fenomena dan perilaku sehari-hari yang ditunjukkan oleh helpee tersebut dapat diidentifikasi bahwa masalah yang sedang dialaminya adalah: (a) sering terlambat masuk kelas (tidak disiplin). tes bakat.9| 2. Pengumpulan data helpee dengan cara nontes seperti: observasi atau pengamatan angket atau daftar Draf kuliah Teknik Konseling . anak keberapa (status anak dalam keluarga misalnya anak kandung. dan lain-lain. (e) prestasi belajar terus menurun. tempat dan tanggal lahir. Mudah-mudahan dengan terpecahkannya masalah S.Pd. data orang tua (ayah ibu). Misalnya. Untuk menentukan masalah yang mana untuk dipecahkan harus menggunakan prinsip skala prioritas. hobi atau cita-cita. dengan siapa ia tinggal. pekerjaan. (g) dikucilkan dari pergaulan. pernah atau tidak dirawat di rumah sakit dan gangguan kesehatan lain yang bisa mempengaruhi fisik dan psikis helpee yang bersangkutan). penghasilan. (5) prognosis. alamat. agama. (f) merokok secara sembunyisembunyi (ketagihan rokok).Ag. dikhawatirkan ia tidak lulus. (h) sering ribut dengan orang tua terutama ayah. dan lainlain). alamat. S. (c) sering mengganggu teman dalam belajar (suka usil). pekerjaan. dan nama ibu. sekolah sebelumnya. Data kesehatan dapat mencakup: (riwayat penyakit yang pernah diderita. data kesehatan. lokasi sekolah. kelas berapa. Pengumpulan data helpee dengan tes dapat mencakup: tes kecerdasan (IQ). dan lain sebagainya). tes hasil belajar. tempat dan tanggal lahir. atau angkat). dan lain sebagainya. (6) terapi. status sekolah. (3) analisis data. agama. dan (7) evaluasi atau follow up. (2) Pengumpulan Data Setelah ditetapkan masalah yang akan dibicarakan dalam konseling. selanjutnya adalah mengumpulkan data helpee yang bersangkutan (data Dawar). (d) sulit berkonsentrasi dalam belajar agama Islam. Alasannya karena Dawar statusnya sebagai pelajar kelas III. dan lain-lain. dan data lingkungan.M. tiri. data pendidikan. ciri-ciri tubuh. minat. dalam lingkungan seperti apa. Data-data helpee (Dawar) di atas dapat dikumpulkan dengan cara tes dan nontes. (b) sering bolos sekolah. bagaimana pola asuh keluarga. Tahapan konseling standard pendekatan konseling klinikal Proses konseling pendekatan klinikal menempuh beberapa langkah yaitu: (1) menentukan masalah. Berdasarkan identifikasi masalah di atas. Data lingkungan dapat mencakup (di mana helpee tinggal. Data diri bisa mencakup (nama lengkap dan panggilan atau nama kesayangan. tempat tanggal lahir. Berdasarkan identifikasi di atas dapat diketahui bahwa Dawar memiliki delapan jenis masalah. jenis kelamin. teman-teman di sekolah atau madrasah. Data helpee yang dikumpulken harus secara komprehensif (menyeluruh) yang meliputi: data diri. Data orang tua dapat mencakup: (nama ayah. (2) pengumpulan data.. (1) Menentukan Masalah Menentukan masalah dalam proses konseling dapat dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan identiflkasi masalah (identifIkasi kasus-kasus) yang dialami oleh klien. penghasilan setiap bulan. apabila tidak segera dibantu. alamat dan lain sebagainya). misalnya pembimbing (konselor) menetapkan masalah "prestasi belajar yang menurun" untuk diprioritaskan dipecahkan melalui layanan konseling. "prestasi menurun" masalah-masalah yang lain juga menjadi berkurang.

Data hasil tes bisa dianalisis secara kuantitatif dan data hasil nontes dapat dianalisis secara kualitatif. Apabila sudah memberikan hasil apa langkah-Iangkah selanjutnya yang perlu diambil? Begitu juga sebaliknya apabila belum berhasil.Pd. wawancara. Berdasarkan rnasalah Dawar di atas. les tambahan. S. (3) Analisis Data Data-data helpee yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis. pembimbing atau konselor melaksanakan bantuan belajar atau bantuan sosial yang telah ditetapkan untuk memecahkan masalah Dawar. Dari analisis data akan diketahui siapa Dawar? dan apa sesungguhnya rnasalah yang dialami oleh Dawar? (4) Diagnosis Diagnosis rnerupakan usaha pembimbing (konselor) menetapkan latar belakang rnasalah atau faktor-faktor penyebab timbulnya masalah pada klien. Selanjutnya untuk data yang diperoleh melalui non test (misalnya sosiometri) dan 40 orang teman sekelas Dawar hanya lima orang yang rnemilih suka berteman dengan Dawar.M. Dalam contoh di atas.10 | isian (untuk orang tua dan helpee). jenis bantuan apa bisa S. sosiometri. kunjungan rumah. Pada contoh di atas pembimbing (konselor) mencari faktor-faktor penyebab timbulnya masalah pada Dawar. Draf kuliah Teknik Konseling . (7) Evaluasi atau Follow Up Evaluasi dilakukan untuk melihat apakah upaya bantuan yang telah diberikan memperoleh hasil atau tidak. (5) Prognosis Setelah diketahui faktor-faktor penyebab timbulnya masalah pada helpee (dalam contoh di atas adalah masalah pada Dawar) selanjutnya pembimbing atau konselor menetapkan langkahIangkah bantuan yang akan diambil. Miharja. diberikan sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh Dawar. Misalnya hasil tes belajar Dawar pada setiap mata pelajaran memperoleh nilai lima dan rata-rata di bawah lima. biografi atau catatan harian. bisa diberikan bimbingan belajar misalnya pengajaran remedial.Ag.. (6) Terapi Setelah ditetapkan jenis atau langkah-langkah pemberian bantuan selanjutnya adalah melaksanakan jenis bantuan yang telah ditetapkan. analisisnya adalah bahwa Dawar cenderung tidak disukai oleh teman-temannya (fenornenanya adalah Dawar dikucilkan dari pergaulan oleh tenan-temannya di sekolah) dan seterusnya. studi kasus. yakni faktor-faktor penyebab prestasi belajar Dawar yang rendah dan dikucilkan dari pergaulan teman-teman di sekolah dan madrasah. dan lainlain yang sesuai dengan bimbingan belajar atau bimbingan sosial yang tujuannya agar Dawar memperoleh penyesuaian sosial dengan teman-temannya di sekolah dan madrasah. Berdasarkan data tersebut bisa dinyatakan bahwa prestasi belajar Dawar rendah dan seterusnya untuk data yang diperoleh melalui tes. dan lain sebagainya. Dalam contoh di atas apakah pelaksanaan pemberian bimbingan belajar dan sosial kepada Dawar telah memberikan hasil di mana prestasi belajar Dawar meningkat atau perilaku Dawar berubah sehingga mulai disenangi oleh teman-temannya atau belum. Berdasarkan data tersebut. pemeriksaan fisik atau kesehatan.

berbicara terus tanpa ada teknik diam guna memberi kesempatan berpikir dan berbicara. Perilaku attending yang baik akan dapat: (1) meningkatkan harga diri klien. Berikut ini diuraikan beberapa teknik dalam konseling. menunggu ucapan klien hingga selesai. tidak melihat ketika klien berbicara. Atau cara bagaimana konselor bertindak agar klien merasa· diterima dalam proses konseling. Teknik ini dalam proses konseling bisa diwujudkan melalui ekspresi wajah. duduk kurang akrab dan berpaling.Ag. Perilaku attending berkenaan dengan teknik penerimaan konselor terhadap klien. 1. penerimaan dan minat yang mendalam terhadap klien dan masalahnya. melakukan variasi isyarat gerakan tangan lengan secara spontan untuk memperjelas ucapan (pernyataan konselor). sebaliknya ekspresi wajah cemberut bisa menggambarkan penolakan atau BAB III TEKNIK-TEKNIK MELAKUKAN KONSELING Proses konseling memerlukan teknik-teknik tertentu sehingga konseling bisa berjalan secara efektif dan efisien atau berdaya guna dan berhasil guna. (b) realisasi tujuan bersama. Tujuan utama teknik ini adalah untuk menjembatani hubungan antara konselor dengan klien.M. (3) suasana ruang konseling yang menyenangkan. mendengarkan secara aktif dan penuh perhatian. Keempat. ekspresi melamunr mengalihkan pandangan. kepala mengangguk sebagai pertanda setuju atas pernyataan klien. perhatian terpecah. wajah kaku (tegang). mata melotot. diam (menunggu saat kesempatan bereaksi). Teknik Rapport Teknik rapport dalam konseling merupakan suatu kondisi saling memahami dan mengenal tujuan bersama. dan bahasa lisan. posisi tubuh tegak kaku. Kelima. Melalui teknik ini akan tercipta hubungan yang akrab antara konselor dan klien yang ditandai dengan saling mempercayai. S. (c) menjamin kerahasiaan klien.Pd.. (2) menetapkan topik pembicaraan yang sesuai. (misalnya ceria atau cemberut). ekspresi wajah tenang. Sebaliknya. miring. Wujud perilaku attending dalam proses konseling misalnya: pertama. bahasa tubuh. Kedua. kepala kaku. posisi tubuh agak condong ke arah klien. (3) mempermudah ekspresi perasaan klien dengan bebas. suasana yang aman dan akrab. (2) menciptakan Draf kuliah Teknik Konseling . Miharja. memutuskan pembicaraan. wujud perilaku attending yang tidak baik adalah: pertama. (4) kesadaran terhadap hakikat klien secara alamiah. Ketiga. Perilaku Attending Attending merupakan upaya konselor menghampiri klien yang diwujudkan dalam bentuk perilaku seperti kontak mata. Kelima. ceria. dan senyum. jarak duduk antara konselor dengan klien agak dekat. mudah buyar oleh gangguan dari Iuar. Ekspresi wajah ceria bisa menggambarkan penerimaan konselor atas kliennya. perhatian terarah pada klien (lawan bicara). Teknik penerimaan menggambarkan cara bagaimana konselor menerima klien dalam proses atau sesi konseling.11 | S. bersandar. Kedua. jarak duduk dengan klien agak jauh. (4) sikap yang ditandai dengan: (a) kehangatan emosi. Keempat. duduk akrab berhadapan atau berdampingan. Perilaku attending yang baik harus mengombinasikan ketiga aspek di atas sehingga akan memudahkan konselor untuk membuat klien terlibat pembicaraan dan terbuka. 2. Ketiga. Implementasi teknik rapport dalam konseling adalah: (1) pemberian salam yang menyenangkan.

Pd. pikiran. Kedua.. Semakin terbuka kita kepada emosi diri sendiri. Kedua.Ag. dan sebagainya)." Atau "Saya mengerti keinginan Anda. berapa lama konseling ini akan kita lakukan. apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama proses konseling berlangsung. akan inembuat klien tersentuh dan terbuka untuk mengemukakan isi hatinya berupa perasaan. Empati dilakukan bersamaan dengan attending. Dalam melakukan empati. pengalaman bahkan penderitaannya. konselor harus mampu: pertama.12 | ketidaksetujuan konselor atas kliennya. Konselor yang berkata dengan nada tinggi atau duduk yang berjarak melebihi batas ketentuan dalam konseling. mengosongkan perasaan dan pikiran egoistik. Miharja. keinginan dan pengalaman klien dengan tujuan agar klien terlibat pembicaraan dan terbuka. empati tingkat tinggi (advanced accurate empathy). Melalui empati tingkat tinggi. misalnya menyangkut waktu atau jadwal. ekspresi wajah. Empati Empati merupakan kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan oleh klien. keinginan. Selanjutnya juga bisa diwujudkan dalam bentuk tekanan atau nada suara dari konselor (tinggi. Memasuki dunia dalam klien. (3) Batas-batas peranan konselor. melakukan empati tingkat tinggi dengan mengatakan: "Saya merasakan apa yang Anda rasakan. (5) Structuring dalam proses. dan rendah) dan jarak duduk antara konselor dan klien. Ketiga. Structuring memberikan kerangka kerja atau orientasi pada klien. karena tanpa attending tidak akan ada empati. yaitu apabila kepahaman konselor terhadap perasaan. pikiran. Empati dibangun berdasarkan kesadaran diri. berapa lama konseling akan dilakukan dan lain sebagainya. 4. atau kapan waktu-waktu Anda bisa untuk mengikuti konseling dan seterusnya. dan saya ikut terluka dengan pengalaman Anda itu". Kunci untuk memahami perasaan orang lain adalah mampu membaca pesan nonverbal (nada bicara. pikiran. pertama: empati primer (primary empathy). yaitu: (1) Batasbatas waktu baik dalam satu individu maupun seluruh proses konseling. yaitu apabila konselor hanya memahami perasaan. dan bukan untuk atau tentang klien. Kemampuan berempati merupakan kemampuan untuk mengetahui bagaimana perasaan orang lain ikut berperan dalam pergulatan dalam arena kehidupan. Misalnya. 3. Atau "Saya dapat memahami pikiran Anda. Empati ada dua macam. (2) Batas-batas tindakan baik konselor maupun klien. mungkin merupakan indikasi bahwa konselor tidak menerima klien. merasa dan berpikir bersama klien S. misalnya menyangkut tahapan-tahapan yang harus ditempuh (dilalui). semakin terampil kita membaca perasaan." Keempat. Ada lima macam structuring dalam konseling. hatas-batas dan tujuan proses konseling pada umumnya dan hubungan tertentu pada khususnya. T eknik Structuring Structuring adalah proses penetapan batasan oleh konselor tentang hakikat. 5. mendatar. Structuring ada yang bersifat inplisit di mana secara umum peranan konselor diketahui oleh klien dan ada yang bersifat formal berupa pernyataan konselor untuk menjelaskan dan membatasi proses konseling. S. melakukan empati primer dengan mengatakan: "Saya dapat merasakan bagaimana perasaan Anda". (4) Batasbatas proses atau prosedu.M. Refleksi Perasaan Draf kuliah Teknik Konseling . dan pengalaman klien lebih mendalam dan menyentuh klien karena konselor ikut dengan perasaan tersebut. gerak-gerik.

Dalam proses konseling. konselor merefleksikan dengan mengatakan: " Tampaknya Anda sungguh-sungguh marah dengan si A. S. " atau "Barangkali yang akan Anda utarakan adalah. yaitu keterampilan konselor untuk dapat memantulkan (merefleksikan) perasaan klien sebagai hasil pengamatan verbal dan nonverbal terhadap klien. Dalam proses konseling. Refleksi perasaan negatif ditunjukkan oleh konselor dalam konseling melalui pernyataan ketidaksetujuan atau penolakan konselor atas apa yang dinyatakan oleh klien. Kedua.." atau "Adakah yang Anda maksudkan suatu peristiwa ". (3) memusatkan evaluasi pada klien. Atau "Barangkali Anda merasa . (4) konselor tidak dapat mengetahui isi perasaan yang direfleksikan. Sedangkan refleksi perasaan yang ambivalen (masa bodoh) ditunjukkan oleh konselor dengan membiarkan saja (tidak menyatakan setuju ·dan tidak menolak) atas apa yang dinyatakan oleh klien.13 | Refleksi perasaan merupakan suatu usaha konselor untuk menyatakan dalam bentuk kata-kata yang segar dan sikap yang diperlukan terhadap klien. (2) refleksi pengalaman. " atau "Hal itu rupanya seperti . Konselor merefleksi dengan mengatakan: "Adakah yang Anda maksudkan adalah peristiwa-peristiwa sedih yang Anda alami pada masa lalu"..." Contoh refleksi pengalaman: "Tampaknya yang Anda kemukakan adalah suatu . (5) konselor tidak dapat menemukan ke dalam perasaan. dan (3) refleksi pikiran. ". " atau "Adakah yang Anda maksudkan ." "Saya tidak akan berteman lagi dengannya.Pd.. refleksi perasaan. Miharja. " dan seterusnya. Contoh refleksi perasaan: "Tampaknya yang Anda katakan adalah .Ag." "Sampai kapan pun saya tidak akan berteman lagi dengannya.. Manfaat refleksi perasaan dalam proses konseling adalah: (1) membantu klien untuk merasa dipahami secara mendalam. (2) konselor tidak dapat mengatur waktu sesi konseling. refleksi pengalaman misalnya ketika klien mengatakan: "Saya trauma dengan masa lalu saya yang hampir tidak ada yang menyenangkan". S.. Refleksi perasaan bisa berwujud positif. Refleksi merupakan keterampilan konselor untuk memantulkan kembali kepada klien tentang perasaan. Refleksi perasaan positif ditunjukkan oleh konselor dalam konseling melalui pernyataan persetujuan atas apa yang disampaikan oleh klien... (5) memperjelas cara berpikir klien. Refleksi perasaan juga merupakan teknik penengah yang bermanfaat untuk digunakan setelah hubungan permulaan (tahap awal konseling) dilakukan dan sebelum pemberian informasi serta tahap interpretasi dimulai. dan pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbalnya...M. Pertama. (3) konselor tidak dapat memilih perasaan mana untuk direfleksikan.. Refleksi terbagi atas tiga jenis.. 6. refleksi perasaan misalnya ketika klien mengatakan :" Si A itu sialan. pikiran. dan (7) konselor menggunakan bahasa yang kurang tepat... dan (6) menguji kedalaman motif-motif klien. refleksi pengalaman." Mendengar perkataan tersebut.. yaitu keterampilan konselor untuk memantulkan pengalaman-pengalaman klien sebagai hasil pengamatan perilaku verbal dan nonverbal klien... dan ambivalen. (6) konselor menambah arti perasaan. (2) klien merasa bahwa perasaan menyebabkan tingkah laku. negatif.. Teknik Eksplorasi Draf kuliah Teknik Konseling . Refleksi perasaan akan mengalami kesulitan apabila: (1) streotipe dari konselor." "Saya membencinya. yaitu (1) refleksi perasaan. (4) memberi kekuatan untuk memilih.

dan terancam. yaitu keterampilan atau kemampuan konselor untuk menggali pengalaman-pengalaman klien yang telah dilaluinya. praphrase juga bertujuan untuk: pertama.. Pertama. Selain itu. yaitu bertanya terbuka (open question) dan bertanya tertutup (closed question). pikiran. Miharja. " 7. dan pendapat klien. ekplorasi pengalaman. eksplorasi perasaan. " Ketiga. " atau "apakah yang Anda maksudkan . (4) amati respons klien terhadap konselor. Contoh eksplorasi pengalaman: "Saya amat terkesan dengan pengalaman yang Anda lalui. konselor harus: (1) menggunakan kata-kata yang mudah dan sederhana. ide. Teknik Bertanya Umumnya konselor mengalami kesulitan untuk membuka percakapan dengan klien. dan (3) ekplorasi pengalaman. " Ketiga. ide. perasaan. dan berusaha untuk memahami apa yang dikatakan klien. mengendapkan apa yang dikemukakan klien dalam bentuk ringkasan. Contoh eksplorasi perasaan: "Dapatkah Anda menjelaskan apa perasaan bingung yang dimaksudkan" atau "Saya kira rasa sedih Anda begitu mendalam dalam peristiwa tersebut. untuk mengatakan kembali kepada klien bahwa konselor bersama dia. dan pendapat klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbal klien. (2) dengan teliti mendengarkan pesan utama pembicaraan klien. membeIi arah wawancara konseling. pengalaman. tertekan.. Eksplorasi memungkinkan klien untuk bebas berbicara tanpa rasa takut. Teknik Paraphrasing (Menangkap Pesan Utama) Sering klien mengemukakan pikiran. Tujuan paraphrase antara lain adalah mengatakan kembali esensi atau inti ungkapan klien. yaitu keterampilan konselor untuk menggali perasaan klien yang tersimpan. (2) eksplorasi pikiran. Pada pertanyaan terbuka. " atau "Mungkin yang akan Anda uia[akan adalah . paraphrasing misalnya ketika klien mengatakan: "Biasanya Si A selalu senang dengan saya. menyimpan rahasia batin.. perasaan.. Contoh eksplorasi pikiran: "Mungkin Anda dapat menjelaskan lebih jauh ide Anda ten tang sekolah sambil bekerja. Untuk dapat melakukan paraphrasing yang baik. eksplorasi pikiran. namun saya ingin memahami lebih jauh S. Teknik bertanya ada dua macam. Dalam proses konseling. Dapatkah Anda kemukakan perasaan Anda lebih jauh" Kedua. (3) nyatakan kembali dengan ringkas. Kedua. yaitu keterampilan konselor untuk menggali ide.. dan pengalamannya.14 | Eksplorasi merupakan keterampilan konselor untuk menggali perasaan. tentang pengalaman tersebut dan pengaruhnya terhadap kesuksesan belajar Anda. klien bebas memberikan Draf kuliah Teknik Konseling . Keempat mengecek kembali persepsi konselor tentang apa yang dikemukakan klien. Teknik ini dalam konseling sangat penting karena umumnya klien tidak mau terus terang (tertutup). menutup diri atau tidak mampu mengemukakannya secara terus terang.Ag. Untuk memudahkan klien memahami pikiran. Eksplorasi ada tiga macam: (1) eksplorasi perasaan. Ketiga. konselor harus memiliki keterampilan bertanya.Pd. karena sulit menduga apa yang dipikirkan klien. pikiran. tetapi entah kenapa … 8.. pengalaman secara berbelit-belit dan tidak terarah sehingga intinya sulit dipahami. Contoh refleksi pikiran: "Tampaknya yang akan Anda katakan . Untuk itu. konselor perlu menangkap pesan utama dari apa yang disampaikan oleh klien dan menyampaikannya kepada klien dengan bahasa konselor sendiri. yaitu keterampilan konselor untuk memantulkan ide..M. S. dan pikiran klien.. refleksi pikiran.

Contoh interpretasi: "Saya berhenti sekolah dan memusatkan perhatian membantu orang tua.. . Kedua. dan seterusnya. Contoh summarizing: “Setelah kita. Karena tantangan masa depan yang semakin kompleks. Untuk mengajak klien berpartisipasi secara penuh di dalam proses konseling. sedangkan konselor hanya membantu. perlu ada ajakan dan arahan dari konselor. mendiskusikan persoalan yang Anda hadapi. . dan lain sebagainya. Penerapan teknik ini dalam konseling.M. tetapi sangat disayangkan jika orang seperti Anda yang tergolong pintar di sekolah akan meninggalkan MA.Pd.. Membantu orang tua memang harus. terus . Dorongan minimal diberikan secara selektif. sebaiknya kita simpulkan terlebih dahulu agar jelas hasil pembicaraan kita sampai saat ini. Akhimya terjadi pertengkaran sengit". Misalnya: "Ayah saya sering marah-marah tanpa sebab. Teknik Mengarahkan (Directing) Seperti telah disebutkan di muka.. Teknik Menyimpulkan Sementara (Summarizing) Agar pembicaraan dalam konseling maju secara bertahap dan arah pembicaraan semakin jelas. Upaya konselor mengarahkan klien dapat dilakukan dengan menyuruh klien memerankan sesuatu (bermain peran) atau mengkhayalkan sesuatu. Dorongan minimal juga dapat meningkatkan eksplorasi diri.. agar klien mengerti dan berubah melalui pemahaman dari hasil rujukan.Ag. 9.15 | jawabannya. maka dibutuhkim SDM Indonesia yang handal. kedua. konselor harus mengupayakan agar klien selalu terlibat dalam pembicaraan... perasaan." 11. keempat.. hambatan yang akan Anda hadapi seperti yang Anda Draf kuliah Teknik Konseling . konselor mengatakan: "Pendidikan MA saat ini mudak bagi setiap warga negara. . . Untuk itu konselor harus mampu memberikan dorongan minimal kepada klien. Miharja. setidaknya sudah sampai pada dua hal pertama. pandangan atau tingkah laku klien.. sedangkan pada pertanyaan tertutup telah menggambarkan alternatif jawabannya misaInya jawaban ya atau tidak.. ketiga. bagaimana sikap dan katakata ayah Anda ketika memarahi Anda?" 12. Dari materi pembicaraan kita tadi. yaitu ketika klien menunjukkan tanda-tanda akan mengurangi atau menghentikan pembicaraan atau pada saat klien kurang memusatkan pikirannya pada pembicaraan dan saat konselor ragu terhadap pembicaraan klien. berarti bakti saya terhadap keluarga karena adik-adik saya banyak dan membutuhkan biaya sekolah. lalu . Lalu konselor mengatakan: "Bisakah Anda mendemonstrasikan di depan saya.. seperti Anda. S.. Dorongan Minimal (Minimal Encouragement) Dalam proses konseling. . terutama yang hidup di kota besar S. dan perilaku atau pengalaman klien berdasarkan atas teori-teori tententu. Teknik ini memungkinkan klien untuk terus berbicara dan dapat mengarahkan agar pembicaraan mencapai tujuan. dan ." Mendengar perkataan klien di atas. Membuat kesimpulan bersama perlu dilakukan agar klien memiliki pemahaman dan kesadaran bahwa keputusan tentang dirinya menjadi tanggung jawab klien. tekad Anda untuk belajar sambil bekerja. bahwa proses konseling memerlukan partisipasi secara penuh dari klien. Contoh pertanyaan terbuka: "Bagaimana perasaan Anda saat ini?" Sedangkan contoh pertanyaan tertutup adalah: "Biasanya Anda menempati posisi rangking berapa di dalam kelas?" Kemungkinan jawabannya adalah rangking pertama. yaitu suatu dorongan langsung yang singkat terhadap apa yang telah dikatakan klien seperti pernyataan oh. Tujuan utama teknik ini adalah untuk memberikan rujukan. ya . Interpretasi Interpretasi merupakan usaha konselor mengulas pikiran. setuju atau tidak setuju. maka setiap periode waktu tertentu konselor bersama klien perlu menyimpulkan pembicaraan. Saya tidak dapat lagi menahan diri. Kapan suatu pembicaraan akan disimpulkan bisa ditetapkan sendiri oleh konselor atau bisa tergantung kepada felling konselor. 10.

Misalnya perkataan konselor: "Apakah tidak sebaiknya pokok pembicaraan kita difokuskan pada rencana Anda yang ingin belajar sambil bekerja? 15. Kedua. Laki-laki tidak boleh mudah menyerah atau mudah putus asa. Penerapan teknik ini dalam konseling harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: pertama. 13. Contohnya: "Saya mungkin berpikir juga tentang masalah hubungan dengan pacar. Misalnya perkataan konselor sebagai berikut: "Minum baigon? Anda akan bunuh diri? Sebaiknya pertimbangkan masak-masak dengan berbagai pertimbangan. fokus mengenai budaya. untuk meningkatkan kualitas diskusi." Dalam wawancara konseling selalu ada fokus yang membantu klien untuk menyadari bahwa persoalan pokok yang dihadapinya adalah "A". Keempat. Tentang pacaran. Mendengar perkataan tersebut. Kedua. konselor harus mampu memimpin arah pembicaraan sehingga tujuan konseling bisa tercapai secara efektif dan efisien. Tapi bagaimana ya . Ketiga. atau permisif (masa bodoh)." Keempat. dan apa yang telah dilakukannya pada Anda?" Ketiga. Misalnya perkataan konselor sebagai berikut: "Cepat menyerah atau putus asa bukan budayanya laki-laki. memulai proses konseling dengan sedikit memimpin. Teknik Fokus Konselor yang efektif harus mampu membuat fokus melalui perhatiannya yang terseleksi terhadap pembicaraan dengan klien (wawancara konseling).16 | beritakan tadi adalah orang tua Anda yang menginginkan Anda lebih konsentrasi kepada pelajaran dan waktu bekerja di perusahaan yang menuntut Anda bekerja seeara penuh". pertama: fokus pada diri klien. Keberhasilan konselor memimpin dalam sesi konseling juga ditentukan oleh tipe-tipe kepemimpinan konselor yang demokratis.M.Ag. untuk menyimpulkan kemajuan hasil pembicaraan secara bertahap. Kedua. Mungkin Anda tinggal merinci kepedulian itu. tetapi konselor harus membantu klien agar ia memfokuskan pada masalah tertentu (misalnya tentang "A" dan lain-lain). keadaan di mana konselor mengarahkan pikiran klien kepada penerimaan perkataan konselor. Ada empat fokus dalam konseling.. Tujuan utama menyimpulkan sementara (summarizing) adalah: pertama. memimpin hanya sebatas klien dapat memberikan toleransi sesuai dengan kecakapan dan pemahamannya. fokus pada topik. Ketiga. Misalnya: "Dawar. pertama: menunjukkan keadaan di mana konselor berada di dalam atau di Iuar pikiran klien. apakah termasuk ke dalam kepedulian Anda juga?" 14. Fokus akan membantu klien untuk memusatkan perhatiannya pada pokok pembicaraan. mempertajam atau memperjelas fokus atau arah wawancara konseling. memberikan kesempatan kepada klien untuk mengambil kilas balik (feed back) dari hal-hal yang telah dibicarakan bersama konselor. konselor mengatakan: "Bukankah sampai saat ini kepedulian Anda tertuju kepada belajar sambil bekerja. Misalnya perkataan konselor sebagai berikut: "Siska telah membuat Anda gelisah dan tersiksa. S.. fokus pada orang lain. Teknik-teknik Memimpin Agar wawancara konseling tidak menyimpang (pembicaraannya terfokus pada masalah yang dibicarakan). memimpin bisa berbeda dari topik ke topik. Miharja. otoriter.Pd. Teknik Konfrontasi Draf kuliah Teknik Konseling .. Terangkanlah tentang dia. Mungkin banyak masalah yang berkembang di dalam wawancara konseling. Teknik ini bertujuan agar pembicaraan klien tidak menyimpang dari fokus yang dibicarakan dan agar arah pembicaraan terfokus pada tujuan konseling.. ?" S. Anda tidak yakin apa yang akan Anda lakukan"? atau "Tampaknya Anda berjuang sendirian?" Kedua. Memimpin dalam konseling bisa memiliki dua arti.

agar klien menjelaskan. Komunikasi tetap ada. senyum dengan kepedihan. klien mengharapkan sesuatu dari konselor. tetapi kelihatannya ada sesuatu yang tidak beres" atau "Saya melihat ada perbedaan antara ucapan Anda dengan kenyataan diri Anda. meningkatkan potensi klien. duduk gelisah). klien baru menyadari kembali dari ekspresi emosional sebelumnya. konselor mengatakan: "Bisakah Anda menjelaskan persoalan pokoknya? Misalnya peran ayah. diskrepansi (kondisi pertentangan antara harapan seseorang dengan kondisi nyata di lingkungan) dari klien dengan. Melalui teknik ini. Diam amat penting pada saat attending. klien sedang memikirkan apa yang dikatakan. (suara rendah. ibu. Ketujuh. penolakan atau kebingungan klien. klien mengalami perasaan sakit dan tidak siap untuk berbicara. Tetapi waktu itu tidak harga mati. Saat diam yang ideal dalam proses konseling adalah antara 5-10 detik. ungkapan kata-kata yang tegas. Kedua.. kebingungan yang didorong oleh kecemasan atau kebencian. inkonsistensi. Selanjutnya konselor mengatakan: "Anda katakan baik-baik saja. Diam sebagai Suatu Teknik Diam dalam konseling bisa dijadikan sebagai suatu teknik. Miharja. Menjemihkan (Clarifying) Dalam konseling. Keempat.17 | Teknik ini dalam konseling dikenal juga dengan "memperhadapkan". diam bukan berarti tidak ada komunikasi. dan pengalamannya secara bebas. atau agak meragukan. Saya tidak mengerti siapa yang menjadi pemimpin di rumah itu. Keenam." Selanjutnya S. komunikasi dan partisipasi meningkat dan proses konseling berjalan secara efektif.Pd. Misalnya klien menceritakan hal-hal yang sedih tetapi sambil tertawa dan tersenyum gembira. Memudahkan (Facilitating) Facilitating adalah suatu teknik membuka komunikasi agar klien dengan mudah berbicara dengan konselor dan menyatakan perasaan. Teknik konfrontasi adalah suatu teknik yang menantang klien untuk melihat adanya inkonsistensi (tidak konsisten) antara perkataan dengan perbuatan. . ide awal dengan ide berikutnya. menanti klien yang sed-ang berpikir. teknik ini dilakukan oleh konselor dengan mengklarifIkasi ucapan-ucapan klien yang tidak jelas. sebagai protes apabila klien berbicara berbelit- Draf kuliah Teknik Konseling . membawa klien kepada kesadaran adanya. diam bisa memiliki beberapa makna: pertama. 16. artinya saat diam bersifat kondisional dan bisa tergantung kepada feeling konselor. saya baik-baik saja". pikiran. klien atau konselor telah mencapai akhir suatu ide dan ragu mengatakan apa selanjutnya. Tujuan teknik ini adalah: pertama. Kedua. Ketiga." 18. S." Tujuan teknik ini adalah: pertama. atau saudara-saudara Anda" 17. yaitu melalui perilaku nonverbal. Misalnya ketika konselor mengatakan: "Saya yakin Anda akan berbicara secara jujur apa adanya. Kedua. .M. samarsamar. konflik atau kontradiksi dalam dirinya. dan dengan alasan-alasan yang logis. Ketiga. karena saya akan mendengarkan dengan sebaik-baiknya. mengulang dan mengilustrasikan perasaannya. Misalnya klien mengatakan: "Konflik yang terjadi di rumah membuat saya bingung dan stress. mendorong klien untuk mengadakan penelitian diri secara jujur (instrospeksi diri secara jujur). Tujuan teknik ini adalah: pertama. Dalam konseling. teknik tampak dari ungkapan klien sebagai berikut: "Oh. mengundang klien untuk menyatakan pesannya secara jelas. wajah tidak ceria/cerah. Kedua. Dalam konseling.Ag.. Kelima. Dalam proses konseling.

.. sedangkan klien memintanya. 19.. apabila konselor mengetahui.Ag. Ketiga. pemberian nasihat sebaiknya dilakukan apabila klien memintanya. 21. bagaimana keadaan perasaan klien saat ini terutama menyangkut kecemasannya akibat masalah yang dihadapinya. tidak sesuai dengan hakikat kemandilian dalam konseling. Saya tidak mengetahui. Konselor : diam.. karena konselor tidak mengetahui. pokok-pokok yang akan dibicarakan selanjutnya Draf kuliah Teknik Konseling . konselor tetap harus mempertimbangkannya. Para penganut teori Client Centered menyatakan bahwa apabila klien masih dinasihati berarti belum mandiri. klien dapat mengikuti ekspresi yang membawa klien berpikir dengan tilikan yang mendalam. harus bagaimana . Atau rencana perbuatan nyata yang produktif bagi kemajuan klien. Merencanakan Menjelang akhir sesi konseling. S.. konselor harus membantu klien untuk dapat membuat rencana suatu program untuk action (melakukan tindakan sesuatu) guna memecahkan masalah yang dihadapinya..18 | belit (nglantur). Pemberian Informasi Apabila konselor tidak mengetahui suatu informasi. Keempat. membantu klien untuk lebih memahami dirinya. pemberian nasihat S. lebih sering diam. Atau konselor membantu klien membuat suatu kesimpulan yang menyangkut hal: pertama. Ketiga. Jalan tengah yang ditawarkan adalah dalam pemberian nasihat harus tetap dijaga agar tujuan konseling. Ketiga. Rencana yang baik harus merupakan hasil kerja sama antara konselor dengan klien. yaitu pertama. 22. Kedua. klien lambat berpikir untuk mengambil keputusan. klien bertanya tentang syarat-syarat masuk Sekolah Islam Unggulan dan terpadu. Dengan perkataan lain. misalnya ketika klien mengatakan: "Saya kurang senang dengan perilaku guru itu. Hal yang harus diperhatikan dalam pemberian nasihat adalah aspek kemandirian dalam konseling. Keadaan diam di pihak konselor bermanfaat bagi proses konseling. bersama klien konselor membuat suatu kesimpulan. secara jujur konselor mengatakannya tidak mengetahui informasi tersebut dan menganjurkan klien mencari sendiri ke sumber informasi (mendatangi sekolah yang bersangkutan). Miharja. Kondisi diam dalam proses konseling.. dan kurang partisipatif. maka konselor harus secara jujur mengatakan tidak mengetahuinya. " Konselor : "…." 20... apakah pantas atau tidak memberikan nasihat. mengurangi kecepatan interviu. sebaiknya diupayakan agar klien tetap mengusahakannya sendiri.. klien kehilangan arah pembicaraan. Sebaliknya. Misalnya konselor mengatakan: "Sebaiknya Anda memulai menyusun rencana yang baik dengan berpedoman kepada hasil pembicaraan kita.Pd. mendorong klien untuk berbicara.M. Menyimpulkan Pada akhir sesi konseling. Coba Anda renungkan lagi. saya pikir Anda memiliki suatu keputusan. Dalam konseling teknik ini tercermin dari perkataan konselor sebagai berikut: "Baiklah. Klien : "Saya . tetapi Anda ragu menyatakannya. Kedua. Kedua. menunjang perilaku attending dan empati sehingga klien bebas berbicara. dan … saya (diam berpikir). Konselor mengucapkan kata-kata yang mengajak klien untuk berinisiatif dalam menuntaskan diskusi. Teknik ini diterapkan apabila: pertama." 23. Mengambil Inisiatif Pengambilan inisiatif perlu dilakukan oIeh konselor ketika klien kurang bersemangat untuk berbicara. Meskipun demikian. Memberi N asihat Dalam konseling." (diam). untuk mengambil inisiatif apabila klien kurang bersemangat. Misalnya. yakni kemandirian klien tetap tercapai. memantapkan rencana klien. dan Ketiga.

memberikan tugas-tugas. Keempat..M.Ag. Kedua. menunjukkan kepada pertemuan yang akan datang (menetapkan jadwal pertemuan sesi berikutnya). dapat dilakukan konselor dengan cara: pertama. merangkum isi pembicaraan. S. mengatakan bahwa waktu sudah habis. S.Pd.19 | pada sesi berikut. Miharja. Keenam. Draf kuliah Teknik Konseling . tertentu kepada klien yang relevan dengan pokok pembicaraan apabila diperlukan. menjelang waktu akan berakhir. Untuk mengakhiri sesi konseling. Ketiga. konselor mengatakan: "Apakah sudah dapat kita buat kesimpulan akhir pembicaraan kita?" 24. mengajak klien berdiri dengan isyarat gerak tangan: Kelima. Teknik Mengakhiri (Menutup Sesi Konseling) Mengakhiri sesi konseling merupakan suatu teknik dalam proses konseling. menunjukkan catatancatatan singkat hasil pembicaraan konseling. Misalnya.

dan perasaan yang terbentuk dalam batin konselor (tanggapan batin) untuk membantu konseli pada saat tertentu. kalimat/kata tanya. seperti ucaran selamat siang pada awal wawancara dan sampai berjumpa pada akhir wawancara.Ag..Pd. atau menunjukkan penerimaan dan memantulkan perasaan konseli (dua teknik).. Dalam kalimat tanya yang mengandung pertanyaan terbuka. Menurut ketentuan tata bahasa beberapa tanggapan atau bagian tanggapan dapat sama-sama menggunakan . Wawancara konseling terdiri atas rangkaian ungkapan di pihak konseli yang disusul dengan ungkapan-ungkapan di pihak konselor. konselor memberikan kesempatan kepada konseli untuk menanggapi secara luas dan memberikan ulasan menurut ketentuan dan kesukaan sendiri. pikiran. di mana setiap mata rantai terdiri atas Suatu ungkapan konseli dan suatu ungkapan konselor. Oleh karena itu.20 | S. Dalam kalimat tanya yang mengandung pertanyaan tertutup. Bagaimana perasaanmu pada saat itu?" atau "Selanjutnya bagaimana?". tetapi hal ini tidak harus berarti bahwa juga digunakan teknik verbal yang sama. Khususnya mengenai kalimat tanya. kata tanya yang sama juga dipakai pada akhir tanggapan yang menggunakan teknik ringkasan. Beberapa ungkapan verbal konselor yang bercorak tata kesopanan atau sopan santun pergaulan sosial. BAB IV TEKNIK KONSELING YANG VERBAL A. misalnya klarifikasi perasaan. Dengan demikian. sehingga tanggapan itu tidak dapat diberikan dalam satu-dua kata saja. atau memantulkan pikiran dan memberikan informasi serta menanyakan hal tertentu (tiga teknik). Katakata itu dapat dituangkan dalam bentuk kombinasi dari pernyataan dan kalimat/kata tanya. Hal ini menyangkut bentuk gramatikal tanggapan konselor. perlu dibedakan antara bentuk pertanyaan terbuka (open question) dan bentuk pertanyaan tertutup (closed question). Misalnya.M. misalnya hanya menunjukkan penerimaan saja (satu teknik). wawancara membentuk suatu rangkaian mata rantai-mata rantai. Teknik-Teknik Konseling yang Verbal Suatu teknik konseling yang verbal adalah segala tanggapan verbal yang diberikan oleh konselor. Ungkapan konselor yang berupa tanggapan verbal dengan membantu konseli. yang merupakan perwujudan konkret dari maksud. konseli diharuskan untuk memberikan tanggapan yang agak panjang. tidak termasuk dalam teknik konseling yang verbal. bila konselor berkata: . S. konselor mengharapkan tanggapan terbatas yang cukup tertuangkan dalam Draf kuliah Teknik Konseling Tanggapan verbal konselor dapat dituangkan dalam bentuk pernyataan atau dalam bentuk kalimat tanya atau dalam bentuk kombinasi dari pernyataan dan kalimat/kata tanya. pada akhir tanggapan yang menggunakan teknik klarifikasi konselor dapat memakai kata tanya "begitu?". Misalnya. bentuk gramatikal kalimat tanya tidak harus berarti bahwa konselor menggunakan teknik pertanyaan mengenai hal tertentu: mungkin juga menggunakan teknik yang lain. Miharja. menurut ketentuan tata bahasa. Selain itu. teknik konseling yang digunakan tergantung dari intensi konselor yang terdapat di belakang kata-kata yang diucapkan. menggunakan satu atau Iebih teknik yang verbal. setiap ungkapan konseli disusul dengan suatu ungkapan di pihak konselor. tergantung dari intensi konselor. bentuk gramatikal ungkapan verbal konselor tidak memberikan petunjuk yang pasti tentang teknik konseling mana yang digunakan.

Pada umumnya lebih baik konselor merumuskan kalimat tanya yang mengandung pertanyaan terbuka. Misalnya. Penggunaan kedua kata itu mengandung bahaya karena konseli mendapat kesan dia diminta pertanggungjawaban atau konselor secara implisit menyatakan keheranannya atas hal yang sudah terjadi. apalagi bila nada bicara konselor mengandung suatu tuduhan sehingga terdengar: "Mengapa." Wawancara yang bercorak demikian membuat konseli mengambil sikap pasif sambil menunggu dilempari pertanyaan berikutnya dan S. sih.M. Pengarang-pengarang profesional tidak memberikan nama yang sama pada setiap teknik yang verbal. atas pertanyaan: "Apa perasaanmu pada saat itu.Ag.. kalau toh digunakan. Miharja. konseli cukup menjawab dengan "Kemarin dahulu" atau "Dengan adik". Kalimat tanya yang mengandung pertanyaan tertutup tidak harus salah. jangan sampai mengandung keheranan. tuntutan pertanggungjawaban. hendaklah konselor waspada terhadap nada bicaranya." "Apakah keinginan ini pernah dibicarakan dengan wali kelas)"" "Tidak.Pd. kamu menjadi marah?" Kalimat tanya yang dimulai dengan Mengapa atau Kenapa. misalnya " Kiranya ada alasan untuk menjadi marah. "Saya ingin ikut tes seleksi. sebagaimana tampak dalam contoh di bawah ini. kalau konseli mendapat kesan yang demikian. tetapi saya belum mendaftar. tidak mengajak konseli untuk ikut berpikir. mudah memacu konseli untuk menghindar. kalimat tanya: "Mengapa kamu menjadi marah?". cukup dijawab "Sedih"." "Apakah orang tua mampu membiayai studi di BIMBEL?" "Mampu saja. atau . jumlah teknik yang mereka bahas juga tidak sama.21 | satu-dua kata saja. penggunaan katakata Mengapa atau Kenapa sebaiknya dihindari. bila konselor berkata: "Kapan hal itu terjadi?" atau "Dengan siapa Anda pergi nonton?". dapat diubah. S. konselor harus sangat hati-hati dalam memulai suatu kalimat tanya dengan Mengapa atau Kenapa. Penggunaan kontinyu kalimat-kalimat yang mengandung bentuk pertanyaan tertutup menimbulkan bahaya bahwa wawancara konseling menjadi pertemuan tanya jawab." "Apa Saudara merasa takut gagal" "Barangkali!" "Apakah orang tua mendukung pendaftaran di BIMBEL!"… "Ya. misalnya "Kamu sudah sampai di semester berapa?" atau "Saudara sekandung ada berapa orang?" Selain itu. coba jelaskan" atau "Alasan apa yang mendorong Anda untuk marah?" Oleh karena itu. dia mungkin sekali cenderung membela diri daripada memberikan gambaran yang jujur. sistematika yang digunakan dalam Draf kuliah Teknik Konseling tuduhan. sesuai dengan hal dan segi tertentu yang ditanyakan." "Sejak kapan Saudara berkeinginan ikut tes di BIMBEL ?" "Awal tahun. Di samping itu. bahkan secara implisit dia diadili. Misalnya. asal digunakan pada saat-saat tertentu bila memang relevan untuk mengajukan pertanyaan tentang hal tertentu.

22 | menyusun suatu daftar teknik tidak sama pula; dalam hal ini pandangan masing-masing pengarang tentang jumlah fase dalam proses konseling dan nama yang diberikan pada masing-masing fase sangat menentukan. Selama tidak ada pembakuan dalam hal sistematika pengaturan teknik-teknik dan dalam hal peristilahan yang digunakan, akan ditemukan perbedaan antara cara menyusun daftar aneka teknik verbal dan cara pembahasan daftar teknik itu. Oleh karena itu, daftar yang disajikan di bawah ini tidak bersifat mutlak dan barangkali dapat dianggap tidak lengkap pula. Daftar ini disusun mengingat urutan fase yang umumnya terdapat dalam proses konseling, yaitu: fase pembukaan: rase konseli mengemukakan masalahnya; fase konselor bersama konseli menggali latar belakang masalah dan berusaha memperoleh gambaran yang lengkap serta cukup mendahului rase memikirkan bersama bentuk penyelesaian yang paling tepat, dengan membuat pilihan di antara beberapa alternatif atau meninjau kembali sikap dan pandangan dalam penyesuaian diri yang lebih baik; dan fase penutup. Teknik verbal dengan nomor a s.d i mengandung pengarahan sedikit dan lebih sesuai dengan metode nondirektif, sedangkan nomor j s.d. u mengandung pengarahan banyak dan lebih sesuai dengan metode direktif.

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.
dengan saya."; "Kelihatannya ada hal yang membebani pikiranmu."; dan sebagainya. (b) Penerimaan/Menunjukkan Pengertian (acccptance, Understanding) Konselor menyatakan pengertiannya dan/atau penerimaannya terhadap hal yang terungkapkan. misalnya dengan mengatakan: "Saya mengerti" Ya ya ... "; atau dengan bergumam: "Hm, hm .... ". Sekaligus konseli dipersilakan untuk meneruskan berbicara. Dengan ungkapan-ungkapan tersebut konselor tidak bermaksud menyatakan bahwa ia setuju, sepaham, atau sependapat. (c) Perumusan Kembal Pikiran-Gagasan/Refleksi Pikiran (Reflection of Content) Menyangkut komponen pengalaman dan komponen refleksif dalam pesan konseli; disebut pikiran-gagasan karena subjek menggunakan suatu bentuk representasi mental. Peristiwa/kejadian/pengalaman (apa yang terjadi), gagasan dan perasaan di pihak orang lain, atau pendapatan/pandangan konseli sendiri terhadap apa yang telah terjadi (komponen refleksif), yang terungkap seeara eksplisit oleh konseli, dirumuskan kembali oleh konselor dalam bentuk: menggunakan kata-kata sendiri; menggunakan kata-kata konseli (restatement). Dalam memantulkan kembali konselor tidak boleh menambah atau mengurangi apa yang telah diungkapkan oleh konseli baik dalam makna maupun bobotnya. Contoh : Ki "Saya berharap akan memperoleh sekadar uang dengan bekerja di toko sebagai pelayan." Kr "Saudara mengharapkan mendapat sekadar uang dengan bekerja di toko sebagai pelayan." (restatement). Kr "Saudara ingin memperoleh kesempatan membantu di toko dan dengan demikian mendapat penghasilan." (parafrase). (d) Perumusan Kembali Perasaan/Refleksi Perasaan (Refelxion of Feelings) menyangkut komponen afektif dalam pesan konseli. Konselor memantulkan kembali kepada konseli perasaan tentang kejadian atau pengalaman yang telah diungkapkannya secara verbal

(a) Ajakan untuk Mulai (Invitation to Talk) Pada akhir fase pembukaan konselor mempersilakan konseli untuk mulai menjelaskan masalah yang ingin dibicarakan. Konselor dapat berkata: "Apa yang ingin Saudara bicarakan sekarang?"; "Saya dapat membantu dalam hal apa?"; "Bagaimana saya dapat membantu Anda?"; "Coba jelaskan apa yang memberatkan hatimu."; "Kiranya ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan

Draf kuliah Teknik Konseling

23 |
maupun secara nonverbal namun jelas dan eksplisit. Pcmantulan perasaan tersebut dirumuskan dalam bentuk restatement atau dalam bentuk parafrase. Pada umumnya parafrase lebih efektif untuk digunakan. Yang dipantulkan kembali adalah perasaan penampang (surface feelings), tanpa menambah atau mengurangi makna dan bobot perasaan. Contoh : Ki "Saya sungguh-sungguh jengkel dengan cara seperti itu." Kr "Saudara sangat mendongkol ketika mengalami perlakuan yang demikian. (e) Penjelasan Pikiran-Gagasan/Klarifikasi Pikiran (Clarification of Content) Menyangkut sembarang komponen refleksi pada pesan konseli, yang biasanya mencakup suatu keyakinan, suatu pandangan, suatu pendapat atau suatu evaluasi terhadap kejadian atau pengalaman. Konselor ingin mengecek apakah penangkapannya terhadap pesan yang telah diungkapkan oleh konseli dengan katakata yang kurang memadai, telah tepat. Konselor merumuskan secara eksplisit kepada konseli apa yang telah diungkapkannya secara implisit; dan sekaligus minta umpan balik dari konseli, apakah penangkapannya tentang isi dan makna dari pesan yang telah terungkap secara implisit itu memang tepat. Untuk itu, misalnya konselor dapat berkata sebagai berikut: "Apakah Saudara ingin mengatakan ... ", "Coba kita lihat, apakah saya telah menangkap dengan tepat maksud Saudara?", "Betulkah demikian?", dan sebagainya. Jelaslah bahwa penjelasan (clarification) ini agak bersifat tentatif, artinya meraba atau menduga; maka konseli diminta untuk memberikan umpan balik (feedback) kepada konse]or, apakah penangkapan konselor memang tepat. Dengan sendirinya konselor menggunakan parafrase, sedangkan umpan balik dapat diminta dengan menggunakan kata-kata khusus atau menggunakan bentuk kalimat tanya. Contoh : Ki "Saya kira saya mampu untuk berbuat itu; tetapi kadang-kadang saya menjadi ragu-ragu. Mencoba sih mau saja, tetapi apakah akan ada gunanya?". Kr "Agaknya Saudara belum yakin

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.
tentang kemampuan Saudara" (Minta umpan balik dengan menggunakan kata khusus). Kr "Saudara be]um yakin akan kemampuan Saudara?" (Minta umpan balik dengan menggunakan bentuk kalimat tanya). Ki "Kiranya memang demikian. Saya tidak percaya pada diri sendiri." (f) Penjelasan Perasaan/Klarifikasi Perasaan (Clarification of Feelings) Menyangkut komponen afektif dalam pesan konseli. Konselor ingin mengecek apakah ia telah menangkap dengan tepat isi dan bobot kedalaman perasaan yang secara implisit telah diungkapkan oleh konseli. Ungkapan perasaan secara implisit dapat terjadi secara verbal, dalam bentuk ungkapan verbal tidak langsung (misal: mencap, memerintah, menuduh, bertanya, menyindir, memuji, mencela, dan sebagainya), atau secara nonverbal dalam bentuk tingkah laku tertentu (misal: berkeringat, gemetar. menggeser-geser posisi duduk, dan sebagainya). Secara eksplisit konselor merumuskan kepada konseli perasaan apa yang kiranya dialami (underlying feelings = perasaan latar belakang). Penjelasan ini juga masih bersifat tentatif sampai konseli memberikan umpan balik, bahwa penangkapan konselor itu memang tepat. Dengan kata lain, konselor mengadakan apa yang disebut perception check dengan menggunakan bentuk parafrase. Contoh : Ki "Saya kira hubungan antara kami baik dan saling menguntungkan". Kr "Saudara merasa puas dan bahagia selama berhubungan dengan dia. Benarkah demikian" (Minta umpan halik dengan menggunakan kata-kata khusus.) (g) Permintaan untuk Melanjutkan (General Lead) Konselor mempersilakan konseli untuk rnemberikan ulasan/penjelasan lebih lanjut mengenai sesuatu yang telah dikemukakannya; isi ulasan/penjelasan dan arahnya ke mana terserah kepada konseli. Kalau konselor menggunakan bentuk kalimat tanya, dipakai apa yang disebut pertanyaan terbuka (open question). Contoh perumusan : "Coba Saudara jelaskan lebih lanjut mengenai diri Saudara sendiri"; "Mengenai yang Saudara sebut paling akhir tadi, apakah

Draf kuliah Teknik Konseling

24 |
Saudara dapat memberikan penjelasan lebih lanjut; "Lalu, bagaimana; "Bagaimana maksud Anda?"; "Dan ...; "Maka ... "; "Tetapi ... "; "Coba, lanjutkan." Teknik ini dapat digunakan dalam beberapa fase selama proses konseling. Paling sering akan digunakan selama fase konseli mengutarakan masalahnya dan selama fase menggali latar belakang masalah, tetapi masih dapat digunakan dalam fase memikirkan penyelesaian. Tujuan penggunaan teknik ini ialah supaya konseli menjelaskan Iebih lanjut, menggali lebih dan memperluas pandangan, dengan diberi suatu umpan yang merangsang.

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.

Akan baik juga jika konseli sendiri rnembuat ringkasan pada akhir wawancara; dengan demikian konselor mendarat umpan batik (feedback). Bila konselor sendiri memberikan ringkasan, dia dapat minta umpan balik, misalnya "Demikian?"; "Begitu?" , (j) Pertanyaan Mengenai Hal Tertentu (Questioning/Probing) Konselor bertanya tentang hal tertentu, misalnya: "Siapa ... ?; "Dengan maksud apa?; Apa yang ... ? Kapan ... ? Bagaimana (ini-itu) ... ?", dan sebagainya. Konselor ingin mendapat tanggapan tentang hal tertentu; maka jawaban konseli terbatas isinya, yaitu sesuai dengan hal yang ditanyakan. Kalimat tanya ini dapat mengandung pertanyaan terbuka atau pertanyaan tertutup; pada umumnya lebih baik digunakan pertanyaan terbuka. Hal yang ditanyakan dapat mengenai sesuatu yang perlu diketahui oleh konselor untuk mendapat gambaran yang lebih lengkap, misalnya: "Saudara belajar di rumah dari jam berapa sampai jam berapa?"; "Jumlah saudara sekandung ada berapa?". Dalam hal ini konselor minta informasi faktual. Pertanyaan dapat juga mengenai contoh yang harus diberikan oleh konseli, misalnya: "Apakah kamu dapat memberikan contoh tentang hal yang sering menimbulkan pertengkaran dengan adik?"; "Dengan jalan bagaimana kakak mencampuri urusanmu? Pertanyaan dapat berupa memmta penjelasan atas Istilah atau kata tertentu yang dipakai oleh konseli, misalnya: "Apa yang dimaksudkan dengan semiprofesional?"; "Apa yang kamu maksud dengan berkata 'terangsang'?" Pertanyaan-pertanyaan semacam ini akan paling sering diajukan selama fase penggalian latar belakang masalah. Mengajukan suatu pertanyaan dapat relevan juga di fase penyelesaian masalah dan fase penutup. MisaInya, di fase penyelesaian masalah konselor dapat minta tanggapan atas pertanyaan tertentu untuk mengarahkan pikiran konseli, seperti "Pandanganmu sekarang sebaiknya bagaimana?"; "Kalau Anda berbuat begitu, apakah kesukarannya teratasi?" Pada akhir wawancara yang masih akan dilanjutkan pada lain waktu, konselor dapat bertanya: "Kapan sebaiknya kita bertemu kembali?"

(h) Pengulangan Satu-Dua Kata (Accent) Konselor mengulangi satu atau dua kata kunci dalam pernyataan konseli dalam bentuk kalimat tanya, dengan tujuan supaya konseli memberikan penjelasan lebih lanjut. Konselor dapat memilih kata-kata yang lebih mengungkapkan pikiran atau gagasan, atau yang lebih mengungkapkan perasaan. Contoh Ki "Saya merasa terlalu bingung untuk menentukan apakah lebih baik melanjutkan hubungan ini atau memutuskannya saja ... Mengerikan rasanya, jika saya disuruh mengambil inisiatif ... sayalah yang akan bertanggungjawab .. , dapat berakibat jelek." Kr "Terlalu bingung?" (accent pada ungkapan perasaan) "Mengerikan rasanya pad ungkapan perasaan "Bertanggungjawab pada ungkapan pikiran "Berakibat jelek?" (i) Ringkasan/Rangkuman (Summary) Secara singkat dan dalam garis besar, konselor merumuskan apa yang telah dikatakan. Mengenai isi terdapat empat kemungkinan berikut ini: (l) pikiran dan gagasan yang telah dikemukakan oleh konseli sampai sekarang; (2) sejumlah perasaan yang telau diungkapkan oleh konseli sampai sekarang; (3) inti pembicaraan antara konseli dan konselor sampai sekarang; dan (4) inti pembicaraan selama wawancara (ringkasan pada akhir wawancara).

Draf kuliah Teknik Konseling

Mungkin sebaiknya kita meninjau hambatan ini" (l) Pemberian Informasi (Information Giving) Konselor menyampaikan pengetahuan tentang sesuatu kepada konseli. Dalam hal ini konselor menyampaikan kepada konseli pikiran atau perasaannya sendiri ten tang sikap konseli selama wawancara berlangsung atau mengenai kemajuan yang telah dicapai dalam proses konseling. Contoh : Kr “Apa keuntungan bagi Anda kalau memilih program studi Arsitektur?". yaitu .Pd. Mana kiranya yang mendorong Anda?" (n) Penyelidikan (Investigation) Konselor mengajak kanseli untuk bersama-sama menyelidiki berbagai alternatif yang dapat dipilih. menerangkan ciri-ciri khas masa remaja. Misalnya. Pemberian informasi ini lebih baik tidak disebut penjelasan. S. Contoh : Ki "Maksud Bapak. Kr " Bagaimana. memprakirakan segala akibat yang kiranya timbul jika alternatif tertentu dipilih.M. Contoh : Kr "Tekad Saudara untuk menjadi seorang dokter ini dapat bersumber pada keinginan untuk menjadi kaya. sesuatu yang sebaiknya diketahui.. Kr "Barangkali suatu perubahan sikap dalam menghadapi situasi itu dapat meringankan beban. menjelaskan arti skor dalam tes.. S.. Kr "Bagus! lni pertanyaan yang membawa kita maju selangkah". ". namun ternyata belum diketahuinya. Kr "Nah. saya seharusnya mengambil sikap yang lain?". Kr (Terhadap konseli yang menghindar saja dan tidak terlibat) "Sikap Anda sampai sekarang menghambat pembicaraan kita. Untuk itu biasanya sangat perlu lebih dulu menentukan alternatif-alternatif yang ada (inventarisasi). Bagaimana?". konseli diminta untuk memilih salah satu. dapat juga berpangkal pada kerelaan mengabdi kepada sesama manusia. supaya akhirnya sampai pada pemecahan/penyelesaian masalah. sikapnya dan tindakannya ditafsirkan orang lain. Apakah Saudara masih melihat kemungkinan lain" (0) Pemberian Struktur (Structuring) Konselor memberikan petunjuk tentang urutan langkah berpikir atau tahap dalam pembicaraan yang sebaiknya diikuti. supaya tidak dikacaukan dengan Penjelasan seperti dalam butir (e) dan (t). sekarang kita telah sampai pada gambaran yang jelas tentang masalahmu.Ag. Selanjutnya kita melihat sasaran apa yang ingin kau capai". dalam rangka apa yang disebut decision making. konselor menerangkan syarat-syarat masuk ke PT Negeri dan Swasta. Kr "Langkah berikutnya yang harus kita tempuh ialah meninjau semua alternatif yang ada". Pikiran atau perasaan itu dituangkan dengan jujur dan secara konkret. Penyampaian pengetahuan ini tidak mengandung unsur saran.. meninjau bersama-sama alasan pro dan kontra pada masingmasing alternatif. " . Teknik ini paling sering digunakan dalam fase penyelesaian masalah yang memungkinkan heberapa alternatif pemecahan.25 | (k) Pemberian Umpan Balik (feedback) Dalam pemberian umpan balik kepada seseorang disampaikan kepadanya bagaimana ungkapannya. Kr (Terhadap konseli yang seJama wawancara menunjukkan sikap mau berusaha sendiri) "Kamu sungguh-sungguh berusaha untuk bertindak secara dewasa!".. Contoh : Kr "Marilah kita sekarang meninjau . Secara implisit pemberian umpan balik dapat mengandung pujian atau celaan. sehingga konseli tidak ragu-ragu akan apa yang dimaksud oleh konselor. Kr "Bagaimana Anda membayangkan pelaksanaan dari rencanamu itu?" Draf kuliah Teknik Konseling . Di sini konselor memberikan umpan balik atas prakarsanya sendiri dan tidak minta umpan balik dari konseli. (m) Penyajian Altematif (Forking Response) Konselor mengemukakan beberapa alternatif. Miharja. seperti terjadi pada sejumlah teknik yang lain.. Kr "Kiranya ada baiknya kita kembali ke suatu hal yang Anda katakan tadi.

baik dalam cara merumuskan maupun dalam memilih saat yang tepat. sehingga konseli bebas untuk menerimanya atau menolaknya. Suatu konfrontasi dapat mengejutkan konseli dan menimbulkan sikap defensif. atau di antara ungkapan verbal dan nonverbal konseli (kontradiksi). kalau persepsi konselor tepat. kesan yang demikian pada gilirannya dapat menimbulkan sikap defensif. Kr "Anda mengatakan tadi bahwa Anda merasa malu berbadan gemuk.. kalau konseli bersedia mempertimbangkannya dengan pikiran terbuka. suatu interpretasi dapat pula meninggalkan kesan pada konseli. Anda juga mengatakan di lain saat.Ag. Pada teknik penjelasan konselor memperjelas pikiran atau perasaan yang telah terungkap secara implisit. sehingga konseli bebas untuk menerima atau menolak. bahwa konselor lebih mengenal konseli daripada dia mengenal diri sendiri. Apakah mungkin semua itu hanyalah merupakan siasat yang Anda gunakan untuk menutupi rasa malu itu? “Bagaimana pendapat Anda?" (q) Konfrontasi (Confrontation) Konselor mengarahkan perhatian konseli atas beberapa hal yang menurut pandangan konselor tidak sesuai satu sama lain. Pada teknik interpretasi konselor menambahkan sesuatu pada hal-hal yang sudah terungkap dan yang belum disadari oleh konseli (unconscious). Penggunaan teknik ini pun menuntut kebijaksanaan.26 | (p) Interpretasi (Interpretation) Kepada konseli diutarakan arti atau makna dari kata-katanya atau perbuatannya. Apakah mungkin kesukaran itu timbul karena status sosial pemuda A akan menaikkan gengsi Saudari. konseli akan membenarkannya. Konselor tidak menambah sesuatu pada apa yang telah terungkap. Tentu saja konselof harus cukup yakin pula mengenai S. Oleh karena itu. 'merasa sangat sukar memilih antara pemuda A dan pemuda B. Konseli setengah-setengah sudah menyadari pikiran atau perasaan itu (subconscious). Biasanya konseli belum menyadari ketidakcocokan itu.M. baru kemudian menawarkan interpretasinya sebagai kemungkinan dengan disertai permintaan umpan balik. yang melandasi ketidakcocokan itu. Namun. Sebaiknya konselor mengemukakan lebih dahulu kata-kata yang didengarkan atau perilaku yang diamatinya. Teknik interpretasi menggali Iebih dalam daripada teknik penjelasan. tanpa membeberkan pengetahuan di bidang ilmu Psikologi. Sebaiknya konselor mengemukakan lebih dahulu kata-kata atau tindakan konseli yang melandasi pemberian interpretasi. interpretasi harus diberikan dengan cara yang bijaksana dan pada saat yang tepat. maka konselor menyadarkannya dengan maksud supaya konseli menghadapi diri sendiri secara lebih jujur. baru kemudian ditunjukkan unsur ketidakcocokan dengan disertai permintaan umpan balik. hanya memperjelasnya. Berdasarkan kesan-kesannya selama wawancara berlangsung. dengan didukung oleh pengalamannya dalam bergaul dengan orang serta pemahaman psikologis. sedangkan pemuda B akan membuat Saudari merasa puas karena mendapatkan kehangatan? Bagaimana menurut pendapat Saudari?".Pd. bila konselor cukup yakin interpretasinya akan diterima dengan baik. bahwa Anda kerap berkata-kata kasar terhadap teman-teman dan suka membeberkan kepada mereka semua kesalahan yang mereka perbuat. konselor menunjukkan motif yang bias any a mendasari tingkah laku orang serta sumber kebutuhan psikologis yang menjadi ujung pangkal motivasi itu. ketepatan interpretasi yang akan diberikan. Miharja. atau di antara kata-kata dan tindakan konseli (inconsistency). Ketidaksesuaian atau ketidakcocokan terdapat di antara dua hal yang telah dikatakan oleh konseli (inconsistency). Apa alasannya Draf kuliah Teknik Konseling . Konselor menggali arti dan makna yang terdapat di belakang kata-kata konseli atau di belakang perbuatan/tindakannya yang telah diceritakan. maksud Contoh Kr 'Tadi Saudari mengatakan. S. Pemberian interpretasi dapat membantu konseli untuk lebih memahami diri sendiri.

" (Berbicara sangat lambat. supaya dia terlibat pula dalam proses pemikiran. ketika menolong seorang korban kecelakaan dan pakaian Saudara pun kena darah. jangan sampai memberikan kepastian yang sebenarnya tidak dapat diberikan. Ini kiranya bagaimana?" (3) Pertentangan antara dua hal yang dikatakan oleh konseli: Kr "Tadi kamu berkata beberapa kali. Kiranya demikian?" (s) Dukungan (Reassurance/Support) Konselor memberikan semangat dan keyakinan kepada konseli. Namun. Semuanya beres .. Dalam katakatanya konselor harus hati-hati. Menurut Saudara bagaimana? Apakah kedua hal itu tidak bertentangan satu sama lain. bermuka suram. maaf ya. Konselor memanfaatkan S. dengan nada suara rendah. supaya konseli tidak kehilangan semangat.27 | ketidaksesuaian itu timbul. alasan itu dapat dibicarakan kemudian setelah konseli mengakui adanya ketidaksesuaian itu. perlu diperhatikan agar bombongan itu tidak bertele-tele atau berlebihan.Ag. Apakah keinginan ini tidak menimbulkan harapan pula. kamu sendiri menyatakan keinginan untuk menyelesaikan persoalan salah paham an tara kamu dan paear.. atau "Saya yakin.. dan menimbulkan kesan pada konseli bahwa dia masih dianggap seperti anak kecil. baik yang diperoleh dari hasil testing psikologis maupun yang diperoleh dari konseh sendiri secara langsung atau diperoleh dari orang lain. tetapi sekali mulai melangkah Anda akan melihat sendiri. Apakah di sini tidak terdapat sesuatu yang ganjil?" Kr "Tadi Saudara mengatakan bahwa Saudara menuntut dari pacar. Tidak ada halangan apa-apa. Sebaiknya konselor minta umpan balik dari konseli. Sekarang ini kamu menyatakan keseganan untuk berkumpui dengan keluarga dan ingin tinggal di tempat lain. S. menuduh. ditinjau dari kesamaan hak antara pria dan wanita?" (r) Diagnosis (Diagnosis) Konselor mengatakan kepada konseli apa yang rnenjadi inti masalah dan/atau rnengapa masalah itu timbul. selama pembicaraan ini Anda terus bicara bertele-tele.Pd.. agar ia menceritakan semua pengalamannya dengan bekas pacarnya. memberikan atau menunjukkan harapan. termasuk semua penyelewengannya. tetapi cara Saudara berbicara mencerminkari rasa sedih. Kr "Maaf ya. tuncluk kepala). Konselor sampai pada diagnosis tertentu setelah semua data yang tersedia dihubungkan satu sama lain. Konselor dapat membesarkan hati. lebihlebih pada saat segalanya terasa sulit. Contoh (1)Kontradiksi antara lingkapan verbal dan nonverbal: Kr “Bagaimana keadaanmu sekarang?” Ki "Baik-baik saja .M. Miharja. Kemudian Saudara menyatakan tidak suka." Contoh : Kr "Pada mulanya akan sedikit sukar melaksanakan keputusan itu. dan tidak boleh bicara dengan nada mengadili. semua data yang diperolehnya. bahwa Saudara akan berhasil.. bahwa persoalan ini dapat diselesaikan seeara memuaskan. bahwa sewaktu dirawat di rumah sakit ingin segera pulang. bahwa kiranya semuanya tidak sesukar yang Anda bayangkan pada saat sekarang". Contoh : Kr "Rasa jijik pada warna merah yang kerap Saudara alami kiranya bersumber pada pengalaman yang Saudara ceritakan tadi. tidak disinggung oIeh konselor. Tentu saja konselor harus cukup yakin tentang apa yang ditunjukkan sebagai pertentangan. Kr "Nah. lni kiranya bagaimana?" (2) Ketidakcocokan antara kata-kata dan tindakan konseli: Kr "Anda tadi berkata 'tidak suka bertcle-tele': tetapi. bagaimana?" Draf kuliah Teknik Konseling . jika pacar Saudara yang sekarang ini menanyakan riwayat hidup Saudara dalam hal percintaan. atau memamerkan ketajaman penbimbeltannya. misalnya dengan mengatakan: "Pasti semuanya akan baik dan berhasil". Saudara berkata: 'Semua baik'.

bayangkan bagaimana tindakan terhadap aku ini. mula-mula orang tua bersikap biasa dan hatiku sudah merasa senang karena tidak dimarahi. Bagaimana?” Kr "Coha ya. Bujukan (persuasion) adalah saran yang disertai desakan kuat untuk menerimanya dan melaksanakannya. misalnya pertimbangan moral dan pertimbangan pedagogis. harus digunakan secara luwes dan lama-kelamaan diterapkan secara spontan. Coba. lebih-lebih bila dia sedang dalam keadaan bingung. agar konseli mengambil tindakan tertentu atau memilih cara A daripada cara B. (Wanita remaja) "Pada suatu hari ada teman pria datang ke rumah pinjam catatan. Miharja. dengan demikian timbul kesulitan pula dalam merumuskan tanggapan verbal berupa Refleksi Pikiran. Konselor yang berpengalaman sekalipun akan sang at berhati-hati dalam hal ini. Klarifikasi Perasaan dan Klarifikasi Pikiran.. Teknik ini hanya boleh digunakan jika hubungan antara konseli dengan konselor sangat baik.M. Nasihat biasanya baru diberikan dalam fase penyelesaian masalah. Aku tidak bisa membicarakan soal ini Draf kuliah Teknik Konseling . Menurut pengalaman pengarang buku ini. untuk itu dibutuhkan pengalaman di lapangan yang cukup lama. Rcfleksi Perasaan. Namun. Contoh : Kr "Seandainya Saudara mencari kesempatan untuk berbicara terus terang kepada orang tua mengenai hal ini. baik secara eksplisit maupun secara implisit. rcnggunaan teknik ini. tetapi dia harus sangat bijaksana dalam menentukan terhadap siapa dan kapan teknik ini sebaiknya digunakan.Ag. namun konseli tidak boleh merasa dikejar-kejar atau dipaksa. Khususnya. nasihat harus diterima baik oleh konseli dan diyakini kecocokannya. Bagaimana menurut pendapatmu?" (u) Penolakan (Criticism.28 | (t) Usul/Saran (Suggestion. Advice) Konselor memberikan nasi hat. Tapi apa yang terjadi sesudah tema pulang? Aku dimarahi setengah mati dan mereka bilang. untuk itu konselor minta umpan balik. misalnya pada hari libur. tindakan. sehingga komentar negatif dari konselor tidak akan merusak hubungan. mengenali pikiran dan perasaan yang terungkap secara implisit menuntut kemampuan untuk membayangkan bagaimana pikiran dan perasaan orang lain (social insight. yang bersifat menolak pandangan. Ada konseli yang kadang-kadang membutuhkan hal ini. harus ditolak karena melanggar norma moralitas!" Teknik-teknik konseling verbal yang disebutkan di atas. namun serangkaian latihan terarah dalam rangka praktikum konseling (microconseling) dapat membiasakan mereka dengan penggunaan aneka teknik ini sebagaimana mestinya. bila seluk-beluk permasalahannya sudah jelas dan konselor yakin bahwa usul atau sarannya memang sesuai dengan keadaan konseli. tidak dapat saya restui karena ini tindakan yang salah!" "Pendapatmu. Negative Evaluation) Konselor menyatakan pendapatnya berdasarkan pertimbangan objektif. Maka. Konselor yang bertugas di institusi pendidikan dapat saja mempunyai pertimbangan tertentu sebagai dasar yang membenarkan S. tidak mengherankan kalau semua calon konselor masih mengalami kesulitan dalam penggunaan teknik-teknik itu.Pd. pada waktu orang tua tidak terlalu sibuk. Sebagai contoh latihan dalam mengenali pikiran dan perasaan orang lain serta merumuskan tanggapan verbal yang sesuai disajikan suatu ungkapan seorang remaja. Konselor yang berpengalaman tidak akan ragu-ragu menggunakan teknik ini. banyak calon konselorderutama mengalami kesulitan dalam mengenali pikiran serta perasaan yang terungkap. S. saya ada usul: mengambil tes minat di lembaga testing yang sudah lama menjalin hubungan kerja sama dengan sekolah kita. bahwa orang yang sudah berpacaran lama harus melakukan hubungan intim untuk melihat apakah mereka cocok dalam bidang seksual. maka aku tidak boleh sekolah lagi. Contoh : "Rencanamu untuk membalas dendam kepada guru yang memberikan nilai kurang dalam buku rapor. atau rencana konseli. bahkan akan membantu konseli untuk menghadapi dirinya sendiri secara realistis. social feeling). kalau-masih ada teman pria yang datang lagi.

dengan menyebutkan nama perasaan. kamu kurang mengerti mengapa orang tua berbalik sikap dan dalam hati juga menyalahkan mereka. Kau merasa bersyukur mempunyai teman dekat yang menunjukkan pengertian. kau dimarahi dan diancam tidak boleh bersekolah lagi kalau masih ada teman pria datang. Klarifikasi perasaan: "Mula-mula kau merasa lega dan gembira. konselor dapat lebih memperhatikan ungkapan pikiran atau lebih memperhatikan ungkapan perasaan. tetapi kemudian merasa pedih dan terpukul sekali. yang dapat disertai perasaan implisit merasa bersalah.. Dengan siapa kau dapat membicarakan hal ini selain dengan sahabat di sekolah? Menurut pendapatmu. menggunakan kiasan bahasa atau menggunakan kiasan perasaan. Tahu-tahu.M. kau kurang mendapat pendidikan dan cinta kasih di rumah karena keluargamu sudah retak. jika konseli pada awal proses konseling banyak mengungkapkan perasaan. Kamu memandang dirimu sebagai anak yang serba sial. S. Demikian pula suatu kata yang terdapat dalam kedua daftar itu tidak selalu menunjuk pada ungkapan perasaan. Misalnya. masing-masing mengandung pro dan kontra sebagaimana dijelaskan di bawah ini. S.l Namun sepulangnya teman itu. Draf kuliah Teknik Konseling . " dalam bahasa percakapan sehari-hari tidak selalu menunjuk pada ungkapan perasaan. Misalnya. mereka marah-marah sampai mengeluarkan ancaman tidak boleh bersekolah lagi kalau masih akan dikunjungi teman laki-laki. Misalnya. karena aku ini kurang berpendidikan dan kasih sayang. Akibatnya ialah pergaulanmu terlalu terbatas. dan ini disebabkan karena kedua orang tuaku broken home. Untuk membantu konselor mendeskripsikan perasaan konseli dengan menyebutkan nama perasaan psikologis tertentu. sehingga pergaulan dengan teman sangat kurang. menganggap diri salah bukan deskripsi perasaan. karena kau mengalami kekurangan dalam hal pendidikan dan kasih sayang. Soal ini hanya dapat kau bicarakan dengan teman akrab di sekolah. di bawah ini disajikan dua daftar nama perasaan. tetapi dalam konteks tertentu dapat menunjuk pada ungkapan pikiran.Ag. merasa setuju sebenarnya bukan deskripsi perasaan. konselor harus mendeskripsikan perasaan yang dialami konseli.. seluruh pikiran yang menyertai ungkapan perasaan itu dapat digali kemudian. sebaiknya merasa setuju diganti dengan menyetujui." Parafrase: "Jadi awal mula Anda merasa puas (senang) karena sikap baik orang tua.Pd. orang tuamu bersikap biasa saja. Parafrase: "Jadi ketika teman laki-laki berkunjung ke rumah. Dalam memberikan pemantulan perasaan melalui teknik refleksi dan klarifikasi. Pada dasarnya kau merasa kasihan pada dirimu sendiri. melukiskan perbuatan yang ingin dilakukan. melainkan ungkapan gagasan evaluatif. Hanyalah sahabat di sekolah dianggap dapat mengerti kamu. Namun. orang tua kelihatannya tidak apa-apa. Kira-kira demikian?" Dalam menanggapi pesan konseli. konselor biasanya juga banyak memberikan tanggapan pemantulan perasaan. setelah kawanmu pergi.29 | dengan mereka. Demikian pula sebaliknya." Refleksi pikiran Restatement "Jadi pada waktu teman pria datang ke rumah." Klarifikasi pikiran: " Kalau tidak salah tangkap.. akibat dari broken home". Mengutamakan ungkapan perasaan atau mengutamakan ungkapan pikiran. Refleksi perasaan Restatement: "Jadi mula-mula kau merasa senang dengan sikap orang tuamu. melainkan deskripsi pikiran. Jadi setiap ada masalah aku hanya dapat berbicara dengan teman. Miharja. hanya bisa bicara dengan teman akrab di sekolah. dengan menggolongkan semua perasaan itu dalam kelompok perasaan senang dan perasaan tidak senang. patut dicatat bahwa kata "merasa . lebih-lebih bilakonselor yang berbicara. Pergaulan dengan teman dianggap sangat kurang.

(Sikap dasar) Draf kuliah Teknik Konseling . Teknik-teknik nonverbal itu adalah.Pd. volume suara.M. duduk agak bersandar. mengatur pikirannya atau menenangkan diri (Sikap dasar). dan  lega sesudah mengungkapkan semua perasaannya. lebih-Iebih pesan yang agak sulit dirumuskan secara verbal seperti sikap dasar. Gerak-gerik semacam itu banyak variasinya dan mengandung macam-macam makna.mau memperhatikan.  malu untuk berbicara danlatau gelisah. cara menata rambut. S. seperti berjalan. perlengkapan kantor.  antipati terhadap konselor karena bersikap bermusuhan. Sikap badan jelas-jelas menyampaikan suatu pcsan kepada konseli. misalnya konseli merasa:  sulit mengungkapkan perasaannya. di samping hal-hal yang disebutkan di atas.30 | S. kecepatan berbicara. termasuk juga dalam arti yang luas itu berbagai cara membawa diri dan menampilkan diri. antara lain: (a) Senyuman: untuk menyatakan sikap menerima. mungkin konselor ikut berdiam diri. Bila konseli diam. misalnya penerimaan (acceptance) dan pemahaman (understanding). juga menunjuk pada gejala-gejala vokal yang menyertai ucapan kata-kata. isyarat dan pandangan mata. sinkronisasi antara bicara dan bergerak. Dalam arti sempit perilaku nonverbal menunjuk pada reaksi atau tanggapan yang dibedakan dari berbahasa dengan memakai kata-kata. Boleh juga menyertai kata-kata yang bertujuan membombong. duduk. Kesimpulan: penggunaan teknik berdiam diri tidaklah mudah. BAB 5 TEKNIK KONSELING YANG NONVERBAL Istilah perilaku nonverbal (nomterbal behavior) dapat diartikan secara sempit dan secara luas. saat-saat diam. penggunaan kosmetika dan perhiasan.Ag. Menunjang) (d) Gerak-gerik lengan dan tangan: untuk memperkuat apa yang diungkapkan secara verbal. cara berpakaian. Tentu saja harus terdapat kesesuaian atau kesclarasan antara scgala ucapan verbal konselor dan perilakunya yang nonverbal. (Sikap dasar) (c) Anggukan kepala: untuk menyatakan penerimaan dan menunjukkan pengertian. Menunjang) (e) Berdiam diri: untuk memberikan kesempatan kepada konseli berbicara secara leluasa. Di bawah ini ditambahkan sejumlah cara yang dapat dipandang sebagai suatu teknik konseling yang nonverbal. into nasi dan nada berbicara (paralinguistic phenomena). perabot di dalam rumah. dan sebagainya. Dalam arti luas perilaku nonverbal. Miharja. (Menguatkan. lamanya berbicara. anggukan kepala. namun lamanya tergantung pada makna yang terkandung dalam diamnya konseli. (Sikap dasar) (b) Cara duduk: untuk menyatakan sikap rileks dan sikap. misalnya ekspresi wajah. hiasanhiasan di ruang. Sejumlah cara konselor dapat berkomunikasi secara nonverbal dengan helpee dan mahahelpee yang berurusan dengun dia. (Menguatkan. Semua bentuk perilaku nonverbal itu mengandung nilai-nilai komunikatif dan dapat berperan sebagai bentuk komunikasi implisit dalam komunikasi antarpribadi. berbagai gerakan tungkai kaki dan tangan. misalnya pada saat menyambut kedatangan konseli. misalnya membungkuk ke depan. (Sikap dasar). sikap badan. Teknik ini digunakan dengan sengaja untuk menyampaikan suatu pesan tertentu kepada konseli pada waktu wawancara berlangsung. menyentuh. serta ungkapan-ungkapan perasaan.  bingung dan mengharapkan saran dari konselor. gerakan lengan dan tangan.. seperti kekeliruan pada waktu berbicara. guna melengkapi dan menunjang teknik-teknik yang verbal atau menggantikannya.

seperti juga gerakan tubuh dan kualitas vokal dapat mengandung makna ekspresi afektif. Cara menatap muka si konseli haruslah sesuai dan wajar. namun dapat pula digunakan untuk menipu. jangankan menyentuh dengan cara yang dapat ditafsirkan sebagai pelecehan seksual oleh pihak yang mencari-cari kesalahan. senyum. Miharja. Konselor yang memahami corak khas yang terkandung dalam komunikasi nonverbal dan semakin menggunakannya secara sadar. bahwa kontak fisik antara konselor dan konseli secara potensial dapat membahayakan. atau mempermalukan.31 | (f) Mimik (ekspresi wajah. Selain digunakan sebagai teknik nonverbal.Pd. lebih lambat. . untuk menunjang atau mendukung tanggapan verbal dan/atau menyatakan sikap dasar. S. harus dihindarkan kesan bahwa konselor mengejar. Namun perlu diingat. dan wajah cerah.akan memperkaya lalu lintas hubungan antarpribadi dengan konseli karena dia mampu menangkap makna yang terkandung dalam komunikasi nonverbal di pihak konseli dan sekaligus mewujudkan komunikasi bermakna di pihaknya sendiri. kiranya dapat diandalkan memang sesuai dengan isi batin orang. sedangkan maknanya juga tergantung pada lingkungan budaya di daerah tertentu.Ag. dengan nada suara. lama-kelamaan menjadi milik pribadi seseorang. Draf kuliah Teknik Konseling . meskipun tidak mudah untuk tetap konsisten dan konsekuen dalam hal ini. (Menunjang) (i) Sentuhan: untuk menunjang tanggapan verbal dan/atau menyatakan sikap dasar. mengangkat alis. Halhal ini termasuk rumpun gejala vokal. lebih cepat. kontak mata juga sarana pengamatan terhadap konseli karena sinar mata dan raut muka dapat mengungkap suatu perasaan yang dialami. lebih-lebih dalam lingkup kebudayaan yang cenderung menghindari kontak fisik selain berjabatan tangan sebagai tanda salam: apalagi kontak fisik di antara orang yang berlainan jenis. misalnya konselor berbicara lebih lembut. memaksa konseli.. misalnya mengerutkan dahi. (h) Variasi dalam nada suara dan kcccpatan bicara: untuk Iucnyesuaikan diri dengan ungkapan perasaan konseli. Namun. lebih tinggi atau lebih rendah. mengerutkan kening. (Menunjang) (g) Kontak mata (konselor mencari kontak mata dengan konseli). Mimik bervariasi banyak. dan datam banyak lingkungan kebudayaan lebih bermakna bagi kaum wanita.M. Saluran komunikasi ini digunakan orang untuk mengungkapkan perasaan. air muka. S. roman muka. Maka disarankan supaya konselor mengendahkan diri dalam menggunakan sentuhan sebagai tanda perhatian dan keprihatinan. termasuk orang dewasa terhadap anak. menunjang dan memodifikasi pernyataan verbal serta memberikan umpan balik evaluatif tentang proses hubungan antarpribadi. raut muka): untuk menunjang atau mendukung dan menyertai reaksi-reaksi verbal. Dia paham bahwa ekspresi komunikasi nonverbal tidak selalu mudah ditafsirkan karena pengaruh kultural.

tahap akhir (action). tegang. jarak duduk dengan klien menjauh. Miharja. Ciri-ciri attending yang baik adalah: (a) menganggukkan kepala apabila menyetujui pernyataan klien.32 | S. dan mempermudah ekspresi perasaan klien secara bebas. (b) ekspresi muka melamun. konseling juga merupakan suatu proses. mengaIihkan pandangan. Konselor yang terampil adalah yang mengetahui atau memahami sejumlah keterampilan tertentu dan mampu mengimplementasikannya dalam proses konseling. (2) mendengarkan. duduk akrab berhadapan atau berdampingan. BAB 6 TEKNIK DALAM TAHAPAN KONSELING Konseling merupakan pekerjaan profesional seperti halnya guru. bahasa tubuh. Tahap Awal Konseling Tahap awal konseling disebut dengan tahap identifikasi masalah. tidak melihat klien saat klien berbicara. menunggu ucapan klien hingga selesai. Oleh karena itu. akan memudahkannya untuk membuat klien terlibat pembicaraan dan terbuka. menciptakan suasana yang aman. 1. (c) posisi tubuh agak condong ke arah klien. Sebagai suatu pekerjaan profesional menuntut dimilikinya sejumlah kompetensi dan keterampilan tertentu. Berikut akan dijelaskan masing-masing keterampilan dalam masing-masing tahapan konseling. dan mata melotot. (6) bertanya. Ketiga. (5) eksplorasi. (d) variasi isyarat gerakan tangan berubah-ubah untuk menekankan suatu pembicaraan.. Keterampilan Attending (Attending Skills) Keterampilan attending adalah perilaku konselor menghampiri klien yang diwujudkan dalam bentuk kontak mata dengan klien. tidak Draf kuliah Teknik Konseling . (b) ekspresi wajah tenang. diam atau menunggu kesempatan bereaksi. (d) memutuskan pembicaraan. Ciri-ciri perilaku attending (attending skills) yang tidak baik adalah: (a) kepala kaku. dan perhatian terarah pada lawan bicara. ceria. dan bahasa lisan.M. jarak antara konselor dengan klien dekat. Secara umum proses konseling terbagi atas tiga tahap yaitu: pertama. Dalam tahap ini ada sejumlah keterampilan yang bisa diterapkan oleh konselor yaitu: (1) attending. Proses konseling menuntut keterlibatan atau partisipasi dari klien. Selain itu. penuh perhatian. berbicara terus tanpa ada teknik diam. (e) mendengarkan secara aktif. Keterampilan attending juga mencerminkan bagaimana konselor menghampiri klien yang diwujudkan dalam perilaku di atas. (7) mengungkap pesan utama. (3) empati. (c) posisi tubuh tegak kaku. Dalam setiap tahapan proses konseling memerlukan penerapan keterampilanketerampilan tertentu. Agar proses konseling dapat berjalan secara lancar dan tujuannya tercapai secara efektif dan efisien. Attending yang baik akan dapat meningkatkan harga diri klien. A. tahap pertengahan (tahap kerja dengan masalah tertentu).Pd. tahap awal (tahap identifikasi masalah).Ag. duduk kurang akrab dan berpaling. miring. S. bersandar di kursi. Kedua. (8) mendorong dan dorongan minimal. (4) refleksi. dan senyum. konselor harus mampu mengimplementasikan keterampilanketerampilan tertentu yang relevan. kemampuan attending konse1or.

Selama sesi konseling berlangsung. yaitu keterampilan pembimbing atau konselor untuk memantulkan ide. 4.. pikiran. empati primer (primary empathy). (c) refleksi pengalaman. pembimbing atau konselor harus mendengarkan secara sungguh-sungguh apa yang dituturkan oleh klien. pikiran.dan bukan untuk atau tentang klien. yaitu keterampilan pembimbing atau konselor merefleksikan 2. dalam arti akan mengalami kesulitan membantu mencarikan alternatif pemecahan masalah individu (klien). merasa dan berpikir bersama klien . dan pengalaman klien. pembimbing atau konselor tidak akan dapat menangkap pesan pembicaraan.Ag. pikiran. pikiran. Kedua. Pembimbing atau konselor harus bisa menjadi pendengar yang baik selama sesi konseling berlangsung. pengalaman bahkan penderitaannya. (e) perhatian terpecah. Dari sini nantinya akan menentukan ketepatan pengambilan kesimpulan sementara maupun kesimpulan akhir wawancara konseling. S.Pd. (b) refleksi pikiran. yaitu kemampuan konselor memahami perasaan. tetapi ketika konselor berkata: "Saya dapat merasakan apa yang Anda rasakan". keinginan. kemampuan konselor Draf kuliah Teknik Konseling . dan menyentuh klien karena konselor ikut dengan perasaan tersebut. Empati diawali dengan simpati. yaitu kemampuan konselor memahami perasaan. Keterampilan Refleksi Refleksi adalah keterampilan pembimbing atau konselor untuk memantulkan kembali kepada klien tentang perasaan. Tanpa empati. 3. dengan berempati klien akan tersentuh dan bersedia serta terbuka untuk mengemukakan isi yang tersimpan dalam lubuk hati yang dalam berupa perasaan. S. dan keinginan Anda" berarti konselor bersimpati. empati tingkat tinggi (advanced accurate empathy). Selain itu. pendapat klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbal terhadap klien. Melalui keterampilan ini. Pengambilan kesimpulan sementara atau akhir bisa salah apabila konselor tidak mendengarkan secara sungguh-sungguh penuturan klien. memahami perasaan.33 | memberikan kesempatan kepada klien untuk berbicara. Konselor yang tidak mampu berempati tidak akan bisa menjadi pemecah masalah yang efektif. pikiran. keinginan. Keterampilan Berempati (Emphaty Skills) Empati adalah kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan klien. Tanpa keterampilan ini. pikiran. Optimalisasi keterampilan ini sangat didukung oleh fungsi pendengaran (telinga). Refleksi ada tiga macam yaitu: (a) refleksi perasaan. proses konseling tidak akan berjalan secara efektif. berarti konselor sedang berempati. Keterampilan Mendengarkan Keterampilan mendengarkan adalah kemampuan pembimbing atau konselor menyimak atau memperhatikan penuturan klien selama proses konseling berlangsung. dan pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbalnya. serta pengalaman klien secara lebih mendalam. yaitu keterampilan konselor untuk dapat memantulkan (merefleksikan) perasaan klien sebagai hasil pengamatan verbal dan nonverbal terhadap klien. dan pengalaman klien. oleh sebab itu seorang konselor tidak boleh memiliki gangguan pendengaran.M. keinginan. Ketika konselor berkata: "Saya memahami perasaan. dalam proses konseling diharapkan klien akan terlibat pembicaraan dan terbuka. mudah buyar oleh gangguan Iuar. Miharja. Empati sangat penting dalam proses konseling. Empati ada dua macam yaitu: pertama.

dan pendapat klien. dan diam seribu bahaya atau tidak mampu mengemukakan pendapatnya secara terus terang. Tanpa keterampilan ini. Kedua. Keterampilan ini bertujuan untuk mengatakan kembaIi esensi atau inti ungkapan klien.. dan pengalamannya secara berbelit-belit. Tanpa keterampilan ini. yaitu keterampilan konselor untuk menggali pengalaman-pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbal klien. SeIain itu juga bertujuan untuk: (a) mengatakan kembali kepada klien bahwa konselor bersama dia dan berusaha memahami apa yang dikatakan klien. Miharja. 6. Keterampilan ini penting karena dalam konseling terkadang klien menyimpan rahasia. Pada keterampilm bertanya Draf kuliah Teknik Konseling .Ag. (b) mengendapkkan apa yang diungkapkan klien dalam bentuk tingkasan. konselor juga akan mengalami kesulitan membuka sesi konseling. sehingga mudah dipahami. eksplorasi pikiran. Melalui keterampilan ini. Ketiga. eksplorasi perasaan. Oleh sebab itu. pertanyaan-pertanyaan yang diajukan konselor mungkin tidak dipahami klien sehingga ia tidak bisa menjawab (diam).34 | pengalaman-pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap pelilaku verbal dan nonverbal klien. Keterampilan eksplorasi adalah suatu keerampilan kensoler untuk menggali perasaan. pikiran. terbuka. Keterampilan Eksplorasi Istilah eksplorasi bisa berarti penelusuran atau penggalian. Tujuan keterampilan ini adalah menjadikan klien terbuka dan bersedia untuk berbicara serta dapat mengarahkan agar pembicaraan (wawancara konseling) mencapai tujuan. diperlukan kemampuan konselor menangkap pesan utama (ide utama) dari penuturan-penuturan klien selanjutnya dinyatakan secara sederhana dan disampaikan dengan bahasa sendiri oleh konselor. Keterampilan bertanya ada dua macam yaitu: pertama. keterampilan bertanya terbuka. yaitu: pertama. yaitu keterampilan atau kemampuan konselor untuk menggali ide. 5. akan memungkinkan klien untuk bebas berbicara tanpa rasa takut. pikiran. menutup din. pikiran. Keterampilan ini penting dimiliki oleh setiap konselor. Keterampilan Memberikan Dorongan Minimal Keterampilan memberikan dorongan minimal adalah kemampuan konselor memberikan dorongan langsung dan singkat terhadap apa yang telah dikatakan oleh klien. keterampilan bertanya tertutup.Pd. dan lain sebagainya. 7. Kedua.M. pertanyaan-pertanyaan yang diajukan bersifat terbuka dan klien bebas menjawabnya. Keterampilan Bertanya Keterampilan bertanya adalah suatu kemampuan pembimbing atau konselor mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada sesi konseling. (c) memberi arah wawancara konseling. Pada keterampilan bertanya tertutup. tertekan. S. setuju atau tidak setuju. eksplorasi pengalaman. dan pengalaman klien. dan (d) mengecek kembali persepsi konselor tentang apa yang dikemukakan oleh klien. Melalui keterampilan ini. Parapharasing yang baik adalah menyatakan kembali pesan utama klien secara saksama dengan kalimat yang mudah dan sederhana. Eksplorasi ada tiga macam. S. dan terancam. pertanyaan yang diajukan konselor kepada klien mengandung jawaban yang singkat dari klien seperti ya atau tidak. klien akan selalu terlibat dalam pembicaraan dan terbuka. Keterampilan Menangkap Pesan Utama (Parapharasing) Dalam sesi konseling sering klien mengemukakan perasaan. yaitu keterampilan konselor untuk menggali perasaan klien yang tersimpan.

(d) mempertajam atau memperjelas fokus pada wawancara konseling. (b) tidak menilai apalagi menyalahkan.Ag. Keterampilan Memfokuskan Seorang konselor yang efektif harus mampu membuat fokus melalui perhatiannya yang terseleksi terhadap pembicaraan dengan klien. Tahap Pertengahan 1.M. (a) mengajak klien untuk menyatakan pesannya secara jelas. Melalui keterampilan ini juga akan dapat meningkatkan eksplorasi diri.. dan mengilustrasikan perasaannya. dan agak meragukan. yaitu dengan eara: (a) memberi . konflik dalam dirinya. (b) menyimpulkan kemajuan hasil pembicaraan secara bertahap. B. 6. dan (b) agar klien menjelaskan. Penerapan keterampilan ini harus secara hati-hati dilakukan oleh konselor. Atau ketika klien kurang memusatkan pikirannya pada pembicaraan dan ketika konselor merasa risau terhadap pembicaraan klien. Keterampilan Memudahkan (Facilitating) Facilitating adalah suatu keterampilan membuka komunikasi agar klien dengan mudah berbicara dengan konselor dan menyatakan Draf kuliah Teknik Konseling . Miharja. Tujuan keterampilan ini adalah. kurang jelas. senyum dengan kepedihan dan sebagainya. (b) meningkatkan potensi klien. mengulang. Keterampilan Menjernihkan (Darifying) Keterampilan menjernihkan adalah kemampuan konselor menjernihkan atau memperjelas ucapan-ucapan klien yang samar-samar. Tujuan keterampilan ini adalah untuk melihat kemajuan wawancara konseling pada setiap tahapannya.Pd. Keterampilan Menyimpulkan Sementara Keterampilan menyimpulkan sementara adalah suatu kemampuan konselor bersama klien untuk menyampaikan kemajuan hasil pembicaraan. Keterampilan Melakukan Konfrontasi Konfrontasi merupakan suatu kemampuan konselor menantang klien untuk melihat adanya diskrepansi atau inkonsistensi (ketidakkonsistenan) antara perkataan dengan bahasa badan atau perbuatan. S. Keterampilan ini akan membantu klien memusatkan perhatiannya pada pokok pembicaraan. Penerapan keterampilan ini dalam sesi konseling harns dilakukan secara selektif. 4.komentar khusus terhadap klien yang tidak konsisten secara tepat waktu. konselor harus memimpin arah pembicaraan sehingga tujuan konseling dapat tercapai secara efektif dan efisien. Keberhasilan konselor memimpin arus lalu lintas bimbingan dan konseling dipengaruhi oleh tipe-tipe kepemimpinan konselor itu sendiri apakah demokratis. (e) membawa klien kepada kesadaran adanya diskrepansi. Keterampilan Memimpin Agar pembicaraan dalam wawancara konseling tidak menyimpang. otoritas dan permisif (masa bodoh). 5. 3. dan (e) dilakukan konselor bersamaan dengan perilaku attending dan empati. yaitu ketika klien menunjukkan tandatanda akan mengurangi atau menghentikan pembicaraan. Keterampilan ini berguna untuk: (a) mendorong klien mengadakan instrospeksi diri secara jujur. 2. mempertajam atau memperjelas fokus wawancara konseling. (c) untuk meningkatkan kualitas diskusi. ide awal dengan ide berikutnya. Selain itu juga bertujuan untuk: (a) memberikan kesempatan kepada klien untuk melakukan feed back (kilas balik) dari hal-hal yang telah dibicarakan. melainkan Iebih banyak mengamati jalannya wawancara konseling.35 | S. Memimpin arah pembicaraan bukan berarti konselor mengarahkan klien ke arah pembicaraan sesuai keinginan konselor.

apabila konselor mengetahui. konselor secara jujur harus mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui informasi tersebut. Sebaliknya. Keterampilan Sailing (Saat Diam) Dalam proses konseling. 7. Apabila konselor tidak mengetahui informasi apa yang dikehendaki klien. 13. yakni kemandirian klien harus tetap tercapai. Keterampilan ini diterapkan apabila: (a) akan mengambil inisiatif jika klien tampak kurang bersemangat. Keterampilan Menafsirkan atau Interpretasi Keterampilan menafsirkan atau interpretasi merupakan upaya konselor mengulas pikiran. Keterampilan Memberi Nasihat Nasihat bisa diberikan kepada klien apabila ia meminta. S. pikiran. ketika klien kurang memusatkan pikirannya pada pembicaraan. perasaan. klien dapat mengikuti ekspresi yang membawanya berpikir dan bangkit dengan tilikan yang mendalam. Konselor dapat mengucapkan kata-kata yang mengajak klien untuk. S. Melalui keterampilan ini.36 | perasaan.M. Sifat-sifat subjektif tidak boleh dimasukkan ke dalam interpretasi. 11.Pd. (d) mengurangi kecepatan wawancara. diam atau tidak bersuara bisa menjadi teknik konseling. sebaiknya upayakan agar klien tetap mengusahakannya (klien mencari sendiri sumber informasi tersebut). Keterampilan Memberi Informasi Informasi diberikan oleh konselor kepada klien harus hal-hal yang diketahui konselor. Meskipun demikian pemberian nasihat tetap perlu harus dipertimbangkan. Hal yang harus dijaga untuk memberi nasihat adalah tujuan konseling. Draf kuliah Teknik Konseling . (c) jika klien kehilangan arah pembicaraan. Keterampilan Mengarahkan (Directing) Directing adalah kemampuan konselor mengajak dan mengarahkan klien untuk berpartisipasi secara penuh dalam proses konseling. (b) jika klien lambat berpikir ilntuk. 12. (c) setelah diam. Keadaan diam akan membantu konselor: (a) untuk mendorong klien untuk berbicara. Keterampilan ini bertujuan agar klien terus berbicara dan dapat mengarahkan agar pembicaraan mencapai tujuan. konselor harus dapat memanfaatkan situasi ini.. dan pengalaman klien dengan merujuk kepada teori-teori. mengambil keputusan.Ag. dan pengalamannya secara bebas sehingga komunikasi dan partisipasi meningkat serta proses konseling berlangsung secara efektif. Miharja. 8. dan ketika konselor ragu terhadap pembicaraan klien. konselor mengajak klien agar berbuat sesuatu atau mengarahkannya agar berbuat sesuatu.rangi atau menghentikan pembicaraan. Keterampilan Mengambil lnisiatif Mengambil inisiatif perlu dilakukan oleh konselor apabila klien kurang bersemangat untuk berbicara. 9. Dorongan minimal dilakukan oleh konselor apabila klien kelihatan akan mengu. sering diam. (b) membantu klien untuk lebih memahami dirinya. berpatisipasi dan berinisiatif dalam menuntaskan pembicaraan. dan kurang partisipatif. Keterampilan Memberikan Dorongan Minimal (Minimal Encouragement) Minimal encouragement atau keterampilan memberikan dorongan minimal adalah suatu upaya konselor memberikan dorongan secara langsung dan singkat agar kliennya selalu terlibat dalam pembicaraan dan dirinya terbuka. Melalui keterampilan ini juga akan dapat meningkatkan eksplorasi diri. Oleh sebab itu. 10.

Melalui keterampilan ini. Secara umum penutupan sesi konseling dilakukan oleh konselor dengan melakukan hal-hal sebagai berlkut: (a) mengatakan bahwa waktu konseling akan berakhir. Draf kuliah Teknik Konseling . Keterampilan Mengakhiri Konseling Keterampilan mengakhiri konseling merupakan suatu kemampuan konselor menutup sesi konseling. Keterampilan Menilai (Mengevaluasi) Keterampilan menilai atau mengevaluasi berarti kemampuan konselor menetapkan batas-batas atau ukuran-ukuran keberhasilan proses konseling yang telah dilaksanakan. Keterampilan Merencanakan Menjelang sesi akhir wawancara konseling. Masing-masing konselor tentu memiliki teknik tensendiri dalam menutup sesi konseling yang disesuaikan dengan kondisi klien. Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi ditentukan apa tindak lanjutnya (follow up-nya). Semua keterampilan konseling dilatihkan satu persatu secara bertahap. masalah klien.37 | Tujuan keterampilan ini adalah untuk memberikan rujukan. Akan tetapi. (b) merangkum isi pembicaraan (isi wawancara konseling). seorang konselor harus melalui berbagai latihan secara berurutan. Keterampilan-keterampilan konseling di atas diterapkan dalam praktik konseling terutama pada teknik-teknik melakukan konseling). konselor harus dapat membantu klien untuk dapat membuat rencana berupa suatu program untuk action.Pd. konselor menetapkan sisi mana dali proses konseling yang telah dicapai dan sisi mana yang belum. (c) menunjukkan kepada klien tentang pertemuan yang akan datang. Dari kesimpulan pembicaraan akan diketahui: (a) bagaimana keadaan perasaan klien saat ini. dan situasi konseling itu sendiri. S. dilanjutkan dengan latihan makro. (d) mengajak klien kembali sambil menunjukkan isyarat gerak tangan. seorang kenselor juga harus menguasai teori-teori konseling yang ada. keterampilan merencanakan adalah kemampuan konselor merencanakan tindakan nyata (action) yang produktif bagi kemajuan kliennya. pandangan atau perilaku klien agar klien mengerti dan berubah melalui pemahaman dari hasil rujukan tersebut.Ag. Keterampilan Menyimpulkan Keterampilan menyimpulkan merupakan kemampuan konselor mengambil inti pokok pembicaraan selama proses konseling berlangsung. (b) apa rencana klien selanjutnya. 3. Latihan micro counseling atau konseling mikro adalah suatu cara memberikan penguasaan teknik-teknik konseling kepada calon konselor.M. (c) pokok-pokok pembicaraan apa yang akan dibicarakan pada sesi selanjutnya. Kesimpulan pembicaraan atau wawancara konseling bisa dilakukan konselor bersama klien. dan (f) memberikan tugas-tugas tertentu kepada klien apabila diperlukan. 2. Berbagai cara bisa dilakukan oleh konselor untuk menutup sesi konseling. Miharja. Rencana yang baik harus merupakan hasil kerja sama antara konselor dengan klien. S. Untuk menguasai keterampilan-keterampilan konseling di atas. 4. yaitu setelah sebagian keterampilan dikuasai dalam latihan mikro. Penutupan sesi konseling tidak harus dilakukan secara seragam oleh semua konselor. C Tahap Akhir (Action) 1.. Dengan demikian. yaitu rencana perbuatan nyata yang produktif bagi kemajuan klien. Selain itu juga bisa ditetapkan kendala apa yang menjadi penghambat proses konseling. (e) menunjukkan catatan-catatan singkat kepada klien tentang hasil pembicaraan (hasil wawancara konseling).

Setiap calon konselor mengawasi peristiwa atau cerita kasus yang terdiri atas deskripsi dan dialognya. Pengamat dan pembimbing memberikan penilaian dan masukan untuk bahan diskusi. Draf kuliah Teknik Konseling . S. mengadakan diskusi.Pd. Keenam.. Beberapa kegiatan yang dilatihkan dalam konseling. makro adalah: pertama.. melakukan latihan konseling dan memvideokannya.. mengadakan tayangan ulang untuk dievaluasi dan dengan menggunakan lembar evaluasi yang telah disiapkan oleh pembimbing. Ketiga. Kedua. Kelima. Latihan macro counseling atau konseling makro adalah melatihkan secara role playing beberapa keterampilan konseling yang telah dikuasai melalui mikro konseling.Ag. menyiapkan pasangan-pasangan pemain (koselor dan klien untuk melakukan permainan peran konseling dengan kasus yang telah disiapkan. selanjutnya mengadakan latihan ulang dan memperbaiki keterampilan berdasarkan masukan dari pengamat. Pada sesi akhir latihan diadakan evaluasi dan diskusi setelah menyaksikan atau mendengarkan rekaman kaset video. S. latihan menulis kasus.M.38 | Latihan micro counseling dilengkapi dengan rekaman video dan tape recorder. menonton tayangan video micro counseling yang digunakan sebagai rujukan bagi calon hmselor.. Miharja. Keempat.

kondisi-kondisi itu diperlukan dan sekaligus mencukupi untuk menjamin keberhasilan proses konseling. pemahaman terhadap apa yang diungkapkan oleh konseli sesuai dengan kerangka acuan konseli sendiri (phenomenal field). bahwa peranan konselor yang demikian bukanlah peranan yang bercorak pas if.. yaitu keselarasan antara ideal self dan real self Bagaimana bentuk atau wujud keselarasan itu akan ditemukannya sendiri. konselor menciptakan beberapa kondisi yang mendukung. hubungan antarpribadi (relationship) antara konselor dan konseli yang saling berkomunikasi menjadi kunci sukses atau gagalnya proses dan wawancara konseling. inilah teknik yang diterapkan oleh konselor.Ag. lebih memahami diri sendiri dan mengembangkan suatu tujuan perubahan dalam diri sendiri dan perilakunya. bagaimana tindakannya selanjutnya terhadap adiknya juga akan ditemukannya sendiri. Kemudian mulai digunakan nama ClientCenter Counseling. tanpa diberi petunjuk atau pengarahan oleh konselor dalam hal ini.M. yaitu menciptakan suasana komunikasi antar pribadi yang merealisasikan segala kondisi yang disebutkan di atas. penerimaan. dengan mengambil jarak dari dirinya sendiri. yang meyakinkan konseli dia diterima dan dipahami konselor memungkinkan konseli untuk mengungkapkan seluruh perasaannya secara jujur. Dalam proses konseling perhatian konseli dipusatkan pada keadaan sekarang ini tanpa menggali-gali secara mendalam sejarah perkembangan rasa iri dalam hatinya. Tugas konselor adalah membantu konseli mengakui dan mengungkapkan seluruh perasaan yang dialami sekarang ini serta menghayatinya. sehingga dapat diberi tempat dalam keseluruhan konsep diri. maka akan berlangsung suatu proses dalam diri konseli yang akan menghasilkan perubahan dalam konsep diri dan dalam tingkah laku. Kalau digunakan istilah teknik konseling. keikhlasan. dengan maksud menggarisbawahi individualitas konseli yang setaraf dengan individualitas konselor. dengan harapan bahwa konseli pada suatu ketika akan meninjau segala perasaan itu secara lebih objektif. Konselor tidak mencoba untuk mengadakan diagnosis. sehingga konseli merasakan semua itu sungguhsungguh ada. Konseli menetapkan bagi dirinya sendiri tujuan apa yang ingin dicapainya dalam proses konseling. BAB 7 TEKNIK KONSELING CLIENT CENTER Istilah Client-Center merupakan corak konseling yang menekankan peranan konseli sendiri dalam proses konseling. Selama proses konseling semua pengalaman nyata dalam bergaul dengan orang lain dan dalam dirinya dibiarkan muncul dan disadari sepenuhnya. Miharja. seperti dalam Konseling Klinikal dan Psikoanalisis. S. penghargaan. meskipun konselor tidak memberikan pengarahan seperti dalam pendekatan konseling yang lain. seorang pendengar yang sabar dan peka. jelaslah kiranya. seolah-olah konselor mengenakan kepribadian konseli (emphatic understanding). dan keterbukaan mengenai apa yang dihayati oleh konselor sendiri tentang konseli (counselor congruence). Oleh karena itu. Draf kuliah Teknik Konseling . dan pemahaman itu dapat dikomunikasikan kepada konseli dalam suasana interaksi pribadi yang mendalam. melainkan peranan yang sangat aktif. yaitu mencari sebab-musabab dalam sejarah hidup sehingga mulai tampaklah suatu hubungan sebab-akibat. kejujuran.39 | S. Mula-mula corak konseling ini disebut konseling nondirektif untuk membedakannya dari corak konseling yang mengandung banyak pengarahan dan kontrol terhadap proses konseling di pihak konselor. sehingga dapat dihindari kesan bahwa konseli menggantungkan diri pada konselor. Kalau semua kondisi tertentu terpenuhi.Pd. Di pihak konselor kondisi itu adalah: menunjukkan penerimaan dan penghargaan tanpa syarat (unconditional positive regard). Untuk memudahkan dan memperlancar proses yang berlangsung dalam diri konseli. Dengan menjadi. Menurut pandangan Rogers.

Menciptakan hubungan permisif bukan saja secara verbal tetapi juga secara nonverbal. dan pertahanan diri konseli.Ag. dan perasaan. Dasar dari kemampuan ini ialah penghargaan terhadap orang lain (dalam hal ini konseli) sebagai seorang yang padadasarnya baik. konselor berfungsi dalam membantu konseli agar ia mengembangkan kemampuannya untuk memecahkan masalah. Dalam konseling client center. kehangatan. Empati adalah saling hubungan antara dmi orang..M.potensi yang perlu dikemb. pembinaan. Jadi. perasaanperasaan. (b) Kemampuan menerima konseli Kemampuan konselor untuk benar-benar menerima konseli sebagaimana adanya adalah memegang peranan penting dalam hubungan konseling. Dalam menerima konseli ini adadua unsur yang perlu diingat ialah: (a) konsel6r berkehendak untuk membiarkan adanya perbedaan antara konselor dengan konseli. penuh penerimaan. (c) Mendorong kemampuan memecahkan masalah. (b) konselor menyadari bahwa pengalaman yang akan dilalui oleh konseli ada usaha yang penuh dengan perjuangan. secara langsung dapat melupakan keteganganketegangan. (b) Mendorong pertumbuhan pribadi. Dalam konseling client center fungsi konselor bukan saja membantu konseli untuk melepaskan diri dari masalah-masalah yang dihadapinya. S. (c) Kemampuan untuk menghargai konseli Seorang konselor client center harus menghargai pribadi konseli tanpa syarat apa pun. Apabila perasaan dihargai dirasakan oleh konseli.40 | S. Fungsi yang dimaksud. dan kuat lemahnya empati itu sangat bergantung pada saling pengertian dan penerimaan terhadap suasana yang diutarakan oleh konseli.. Empati yang dalam. yaitu baik oleh konselor maupun oleh konseli itu sendiri. maka konseli akan berani mengemukakan segala masalahnya.Pd. dengan demikian salah satu . Persyaratan Sifat dan Sikap Seorang Konselor Client center Draf kuliah Teknik Konseling . penuhpengertian.ingkan atau diaktualisasikan pada diri konseli adalah potensi untuk ·memecahkan masalahnya sendiri. dapat dirasakan oleh kedua belah pihak. Penerimaan konselor terhadap konseli secara langsung berSangkut paut dengan kemampuan konselor untuk tidak memberikan penilaian tertentu terhadap diri konseli. Dengan terciptanya hubungan yang demikian itu. tanpa memberikan penilaian baik_ positif maupun negatif. tetapi lebih dari itu adalah berfungsi untuk menumbuhkan perubahan-perubahan yang fundamental (terutama perubahan sikap). di antaranya sebagai berikut: (a) Menciptakan hubungan yang bersifat permisif. maka timbullah rasa percaya bahwa dirinya mempunyai harga sebagai individu (tidak dipandang rendah/ tidak berarti). Menciptakan hubungan yang bersifat permisif. Empati ini akan lebih lengkap dan sempurna apabila diiringi oleh pengertian dan penerimaan konselor tentang apa yang dipikirkan oleh konseli. proses hubungan konseling di sini adalah proses untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan pribadi konseli. terhindar dari segala bentuk ketegangan. Jadi. Miharja. ada beberapa fungsi yang perlu dipenuhi oleh seorang konselor. Fungsi Konselor dalam Konseling Client center Dalam konseling client center. Beberapa persyaratan yang berhubungan dengan sifat dan sikap agar dapat melaksanakan hubungan konseling client center. di antaranya adalah sebagai berikut: (a) Kemampuan berempati Empati pada dasamya adalah mengerti dan dapat merasakan orang lain (konseli).

(f) Sifat keaslian (gunuin) Seorang konselor client center harus memperlihatkan sifat keaslian dan tidak berpura-pura. Dengan sikap dan kemampuan yang dimiliki konselor untuk menghargai konseli tanpa syarat. tanggapan. Seorang konselor yang memaksakan dirinya menaruh perhatian dan menerima konseli. Keakraban ini akan tumbuh terus-menerus dan terbina dengan baik apabila konselor benar-benar menaruh perhatian dan menerima konseli dengan permisif. Keakraban yang murni dan wajar diwarnai oleh adanya perhatian. Bagaimanapun juga. maka wujud perhatian itu tidak akan wajar. (d) Kemampuan memperhatikan Kemampuan memperhatikan menuntut keterlibatan sepenuhnya dari konselor terhadap segala sesuatu yang dikemukakan oleh konseli. Konselor harus dapat menerima konseli sebagaimana adanya. Miharja. kerjasama. hangat. kesungguhan. Konseli akan terbuka apabila konselor dapat dipercaya dan bersungguh-sungguh. baik melalui kata-kata (verbal) maupun isyarat (nonverbal). (g) Sikap terbuka Konseling client center mengharapkan adanya keterbukaan dari konseli baik untuk mengemukakan segala masalahnya maupun untuk menerima pengalaman-pengalainan. terbuka dengan konselinya. direncanakan ataupun dibuat-buat.M. Tujuan Konseling Client center Secara umum tujuan yang ingin dicapai melalui pendekatan konseling client center ialah untuk membantu individu atau konseli agar berkembang secara optimal sehingga ia mampu menjadi manusia yang berguna. tersebut. Secara rinci tujuan dasar dari pendekatan konseling client center ialah sebagai berikut: (a) Membebaskan konseli dari berbagai konflik psikologis yang dihadapinya..Ag. Perhatian dan penerimaan yang murni (tidak semu dan palsu) ini sebenarnya tidak dipaksakan. tetapi juga bagaimana konseli menyampaikan hal itu. ketidakwajaran itu sendiri akan mewamai hubungan S. Kemampuan ini memerlukan keterampilan dalam mendengarkan dan rnengamati untuk dapat mengetahui dan mengerti inti dari isi dan suasana perasaan bagaimana yang diungkapkan konseli.41 | maka timbul pula keinginan bahwa dirinya berharga untuk mengambil keputusan bagi dirinya sendiri. S. (e) Kemampuan membina keakraban Keakraban merupakan syarat yang sangat penting demi terbinanya hubungan yang nyaman dan serasi antara konselor dan konseli. Kepura-puraan dalam hubungan konseling menyebabkan konseli menutup diri Jadi. ketulusan hati. Lebih jauh dari itu keakraban itu merupakan kesatuan suasana hubungan yang ditandai oleh rasa saling percaya mempercayai. dan keterlibatan perasaan secara tulus dan tanpa pamrih. sertamenerima konseli apa adanya secara langsung akan membina hubungan yang akrab penuh rasa persahabatan. suka atau tidak suka. Keterbukaan dari konseli akan terwujud apabila ada keterbukaan dari konselor pula. Melalui mendengar dan mengamati itu konselor tidak hanya menangkap dan mengerti apa yang dikemukakan oleh konseli. Keakraban itu adalah lebih dalam dari hanya sekadar ucapan salam atau mengenakkan hati konseli. konseli menginginkan perhatian penuh terhadap apa yang diungkapkan oleh konseli. proses konseling nondirektif mengharapkan keterbukaan dari konseli. dan perhatian. Draf kuliah Teknik Konseling .Pd.

konselor harus benar-benar menerima konseli sebagaimana adanya. Komunikasi antara konselor dengan konseli akan lebih mudah apabila berbentuk keakraban (rapport). (c) Memberikan kesempatan seluas-Iuasnya. bahasa yang sesuai dengan diri konseli. atau proses konseling tidak bisa ditentukan oleh konselor. Kuat lemahnya empati itu sangat bergantung pada saling pengertian dan penerimaan terhadap situasi yang diutarakan oleh konseli. Lebih cepat konseli dapat mengungkapkan masalahnya. Ciri-Ciri Proses KonseIing Client center Ciri-ciri dari pendekatan konseling client center dapat dirinci sebagai berikut: (a) Dalam proses konseling client center. sedangkan konselor hanya berusaha tintuk mengarahkan agar konseli memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan sendiri. Dalam konseling client center. dan pada waktu yang bersamaan konselor memisahkan semua informasi yang relevan dengan tujuan dari konseling. konseli berperan lebih dominan daripada konselor. sepanjang masalahnya telah dimengerti oleh konseli. Miharja. itu ada pada diri konseli sendiri. (d) Memberikan kesadaran kepada konseli bahwa dirinya merupakan bagian dari suatu lingkup sosial budaya yang luas. Dalam proses konseling client center tidak terikat oleh langkahIangkah yang harus dilakukan. karena keakraban ini merupakan dasar untuk membentuk kepercayaan dan pengertian antara konselor dengan konseli. Konseli harus dibiatkan dengan leluasa dan dengan caranya sendiri untuk mengungkapkan masalahnya secara bebas. (e) Menumbuhkan suatu keyakinan pada konseli bahwa dirinya terus bertumbuh dan berkembang (process of becoming). tapi itu sangat bergantung padakonseli.M. (c) Dalam proses konseling client center menekankan betapa pentingnya hubungan yang bersifat permisif. (b) Dalam mengambil keputusan akhir. kepada konseli urttuk belajar mempercayai orang lain. oleh konselor. S. karena empati pada dasarnya adalah mengerti dan dapat merasakan perasaail ldien.. konselor benar-benar menghadapi konseli secara tulus sebagai individu yang memiliki potensi untuk mengambil keputusan dan mengatasi masalahnya sendiri.Ag. walaupun demikian ia masih tetap memiliki kekhasan atau keunikan tersendiri. konselor di sini hanya berperan sebagai fasilitator atau sebagai cermin. Aktivitas konseli tampak lebih menonjol ketimbang konselor.42 | (b) Meriumbuhkan kepercayaan pada diri konseli. sebelum konselor mau memberikan bantuan. dan tidak seyogianya menuntut sesuatu atau mengharapkan syarat-syarat tertentu terhadap konseli.Pd. maka secepat itu pula konselor dapat mengarahkan konseli dalam mengambil keputusan sendiri. Dalam membentuk keakraban yang baik. Langkah-Langkah Konseling Client center Ada dua belas langkah yang dapat dipakai pedoman dalam melaksanakan konseling client center. Tapi kedua belas langkah Draf kuliah Teknik Konseling . Tanpa keakraban yang· baik tidak mungkin dilakukan kerjasama antara konselor dengan konseli. Empati ini akan lebih lengkap jika dibarengi oleh pengertian dan penerimaan konselor tentang apa yang dipikirkan oleh konseli. bahwa ia memiliki kemampuan untuk mengambil satu atau serangkaian keputusan yang terbaik bagi dirinya sendiri tanpa merogikan orang lain. konseli menggunakan S. empati menduduki tempat yang penting. dan memiliki kesiapan secara terbuka untuk menerima berbagai pengalaman orang lain yang bermanfaat bagi dirinya sendiri. Dalam proses konseling client center. intim sebagai persyaratan mutlak bagi berhasilnya hubungan konseling.

43 | yang dkemukakan itu bukanlah langkah yang baku. (g) Saat pencurahan perasaan itu diikuti oleh perkembangari yang berangsur-angsur tentang wawasan (insight) konseli mengenai dirinya.M. dan secara tulus menerlma dan menjernihkan kembali perasaan-perasaan yang sifatnya negatif dari konseli. keresahannya. serta terhindar dari ketegangan-ketegangan. penuh persahabatan dan kehangatan. bersamaan dengan proses pemahaman.Pd. berkaitan dengan masalahnya. tapi dapat diubah-ubah. dan kehangatan. maka konselor harus mampu menciptakan suasana permisif. S. serta keterikatannya. (i) Mulai melakukan tindakan-tindakan yang positif. Dalam keadaan yang demikian ekspresi-ekspresi positif akan muncul. memungkinkan konseli untuk mengungkapkan perasaanperasaannya. Apabila seorang konseli datang kepada konselor berdasarkan petunjuk atau saran orang lain. santai. (k) Meningkatkan tindakan-tindakan (tingkah laku) positif secara terpadu pada diri konseli. sehingga konseli dapat menentukan sikap dalam pemecahan masalahnya. maka secara psikologis bebannya mulai berkurang. serta terbuka. Dengan menampakkan sikap yang permisif. Jadi.Ag. penuh keakraban. Draf kuliah Teknik Konseling . (d) Konselor secara tulus menerima dan menjernihkan perasaanperasaan konseli yang sifatnya negatif. adalah proses verifikasi ke arah diambilnya suatu keputusan dan tindakan yang memungkinkan. (c) Konselor mendorong konseli untuk mengungkapkan perasaanperasaannya secara bebas. (b) Merumuskan situasi bantuan. mulailah membuat suatu keputusan untuk melakukan sesuatu dan melangkah untuk memikirkan tindakan selanjutnya. dan yang memungkinkan konseli untuk bertumbuh dan berkembang. (j) Pertumbuhan atau perkembangan lebih lanjut wawasan konseli. konseli didorong untuk menerima tanggung jawab untuk melaksanakan pemecahan masalah yang dihadapinya. (l) Mengurangi ketergantungan konseli atas bantuan konselor. Miharja. (h) Apabila telah memiliki pemahaman tentang masalahnya dan menerimanya.. dan pemahaman (understanding) serta penerimaan diri tersebut. dan memberitahukan kepada konseli secara bijaksana bahwa proses konseling itu perlu diakhiri. Dorongan ini hanya bisa dilaksanakan apabila konselor mempunyai keyakinan tentang kemampuan konseli untuk mampu membantu dirinya sendiri. yang berarti bahwa konselor memberikan respons kepada perasaan-perasaan dan/ atau kata-kata konseli. sehingga dirasakan meredanya keteganganketegangan atau tekanan-tekanan batinnya. Dalam merumuskan situasi bantuan atau menentukan situasi konseling. S. Dasar Pertimbangan Digunakannya Konseling Client Center Langkah-Iangkah dimaksud adalah sebagai berikut: (a) Konseli datang untuk meminta bantuan kepada konselor secara sukarela. (e) Apabila perasaan-perasaan yang negatif dari konseli tehih sepenuhnya terungkapkan. ketegangan-ketegangan. (f) Konselor menerima perasaan-perasaan positif yang diungkapkan konseli. santai.

(c) Sifat masalah Dalam konseling client center pada dasarnya bisa dipergunakan untuk setiap masalah yang dihadapi oleh konseli. dan (3) Sifat masaJah yang dihadapi oleh konseli. bebas.Ag. dan Jancar.Pd. Konseling client center. (a) Sifat konseli Dalam proses hubungan konseling. Konflik psikologis yang dimaksud di sini adalah yang ada sal)gkut pautnya dengan ketegangan-ketegangan psikologis. sebagai akibat individu tertekan oleh lingungan maupun oleh dirinya sendiri. dan menangkap apa yang diungkapkan oleh konseli. (3) Karena proses konseling client center ini memungkinkan untuk berlangsung cukup lama. Miharja. Karena hubungan keakraban (rapport) dalam proses ini merupakan dasar untuk membentuk kepercayaan dan pengertian antara konselor dan konseli. di samping memiliki kesamaan-kesamaan maupun perbedaan-perbedaan.44 | Dasar-dasar pertimbangan yang mendorong dipergunakannya konseling client center didasarkan atas: (1) Sifat konseli. client center paling baik dipergunakan terhadap masalah-masalah yang sifatnya berkaitan dengan konflik psikologis. terus terang. adalah diperuntukkan bagi konseli-konseli yang memiliki sifatsifat: agresif. di antaranya: (1) Memiliki kemampuan dan kesediaan sebagai pendengar yang baik. slerta kebebasan pada klien. apa yang diungkapkan oleh konseli. mengkaji. maka pada konselor dituntut untuk meluangkan waktu yang cukup banyak. Di samping itu pula konselor bersedia untuk menyimak. S. (2) Sifat konselor. serta memiliki kemampuan untuk mengungkapkan masalahnya secara terus terang. S. Karena pada hakikatnya konseli sebagai individu sudah barang tentu memiliki keunikan tersendiri.M. diharapkan kepada konselor untuk memahami sifat-sifat konselinya secara baik.. Tetapi konseling Draf kuliah Teknik Konseling . sifat-sifat yang dituntut harus dimiliki oleh seorang konselor. sebagai suatu bentuk pendekatan yang memberikan keleluasaan yang seluas-luasnya. (b) Sifat konselor Dalam konseling client center. (2) Konselor harus memiliki kemampuan untuk menciptakan hubungan keakraban (rapport). terbuka.

Ag. Peranan Konselor dan Langkah-Langkah Konseling Draf kuliah Teknik Konseling . A. ia mencoba untuk mengembangkan suatu teori yang disebut "Rational-Emotive Therapy". serta mengadakan pendekatan yang tegas. Hakikat Masalah yang Dihadapi Klien Hakikat masalah yang dihadapi klien dalam pendekatan konseling rasional-emotif itu muncul disebabkan oleh ketidaklogisan klien dalam berpikir. Menurut konseling rasional-emotif ini. S. (c) Tercipta dan terpeliharanya hubungan baik ini dipergunakan oleh konselor untuk membantu klien mengubah cara berpikimya yang tidak rasional menjadi rasional. Konsep Dasar Konseling Rasional-Emotif Ciri-ciri dari konseling rasional-emotif dapat diuraikan sebagai berikut: (a) Dalam menelurusi masalah klien yang dibantunya. Kondisi yang demikian inilah yang disebl. Miharja. Ketidaklogisan berpikir ini selalu berkaitan dan bahkan menimbulkan hambatan. diejek. D. (d) Dalam proses hubungan konseling.45 | S. individu rnerasa dicela. diagnosis dalam konseling ini dilakukan bertujuan untuk membuka ketidaklogisan pola berpikir klien. B. dan selanjutnya populer dengan singkatan RET. karena ia memiliki keyakinan dan berpikir bahwa individu lain itu mencela dan tidak mengacuhkan dirinya. (b) Dalam proses hubungan konseling harus diciptakan dan dipelihara hubungan baik dengan klien. melatih klien untuk bisa berpikir dan berbuat yang lebih realistis dan rasional. konselor tidak terlalu banyak menelusuri kehidupan masa lampau klien. Alat-alat pengumpulan data bersifat testing dan non-testing sedikit sekali dipergunakan dalam konseling ini.tt cara berpikir yang tidak nasional oleh konseling rasionalemotif. C. Tujuan dari RET pada intinya ialah untuk mengatasi pikiranyang tidak logis tentang diri sendiri dan lingkungannya. BAB 8 TEKNIK DALAM KONSELING RATIONAL-EMOTIVE THERAPY Teori Konseling Rasional Emotif dengan istilah lain dikenal dengan "rasional-emotive therapy" yang dikembangkan oleh Dr. gangguan atau kesulitan-kesulitan emosional dalam melihat dan menafsirkan objek atau fakta yang dihadapinya.. Konselor/terapis berusaha agar klien makin menyadari pikiran dan kata-katanya sendiri. Sehingga dengan demikian berarti bahwa dalam konseling ini konselor tidak banyak melakukan pengumpulan data untuk keperluan analisis maupun diagnosis sebagaimana halnya dalam konseling klinikal. Karena. (e) Diagnosis (rumusan masalah) yang dilakukan dengan konseling rasional-emotif bertujuan untuk membuka ketidaklogisan pola berpikir dari klien. Atas dasar pengalaman selama prakteknya dan kemudian dihubungkan dengan teori tingkah laku belajar. konselor berperan lebih aktif dibandingkan dengan klien. E.M. Proses dan Teknik Konseling Rasional-Emotif Seperti telah diuraikan di muka bahwa dalam konseling rasionalemotif konselor tidak terlalu banyak menelusuri kehidupan masa lampau klien. Atau dengan kata lain konseling rasional emotif ini bertujuan membantu klien membebaskan dirinya dari cara berpikir atau ide-idenya yang tidak logis dan menggantinya dengan cara-cara yang logis.Pd. Tujuan Konseling Rasional-Emotif Tujuan utama dari konseling rasional-emotif ialah menunjukkan dan menyadarkan klienbahwa cara berpikir yang tidak logis itulah merupakan penyebab gangguan emosionalnya. Albert Ellis. dan tidak diacuhkan oleh individu fain.

Ag. Oleh karenanya. (b) Teknik konfrontasi Dalam teknik konfrontasi ini. bahwa gangguan emosional yang selama ini dirasakannya akan terns menghantuinya apabila dirinya akan tetap berpikir secara tidak logis. Miharja. klienlah yang harus memikul tanggung jawab secara keselurnhan terhadap masalahnya sendiri. S. terutama menunjukkan bagaimana ketidaklogisan berpikir itu secara langsung menimbulkan gangguan emosional kepada klien. (c) Teknik persuasif Teknik persuasif. (b) Langkah kedua Peranan konselor adalah menyadarkan klien bahwa pemecahan masalah yang dihadapinya merupakan tanggung jawab sendiri. bahkan sampai kepada mengendalikan klien untuk menerima gagasan yang logis dan rasional. Konselor berperan untuk menyerang inti cara berpikir yang tidak rasional dari klien dan mengajarkan bagaimana caranya mengganti cara berpikir yang tidak rasional dengan rasional. Pada tahap ini peranan konselor adalah sebagai propagandis yang berusaha mendorong. membujuk..M. Di sini klien harus belajar untuk memisahkan keyakinan rasional dari yang tidak rasional. karena pandangan yang ia kemukakan itu tidak benar. Peranan konselor mengembangkan pandangan-pandangan yang realistis dan menghindarkan diri dari keyakinan yang tidak rasional. yaitu meyakinkan klien untuk mengubah pandangannya. S. mengemukakan berbagai argumentasi untuk menunjukkan apa yang dianggap oleh klien benar tidak bisa diterima atau tidak benar. tetapi lebih jauh dari itu konselor harus berusaha mengajak klien mengubah cara berpikirnya dengan cara menghilangkan gagasangagasan yang tidak rasional.46 | Peranan konselor dalam proses konseling rasionalemotif akan tampak dengan jelas dalam langkah-Iangkah konseling sebagai berikut: (a) Langkah pertama Dalang langkah ini konselor berusaha menunjukkan kepada klien bahwa masalah yang dihadapinya berkaitan dengan keyakinannya yang tidak rasional. meyakinkan. Teknik-Teknik Konseling Rasional-Emotif Sebagaimana telah diuraikan di muka bahwa inti dati konseling rasional-emotif ialah menghilangkan cara berpikir yang tidak logis yang dapat menimbulkan gangguan emosional. Konselor tidaklah cukup menunjukkan kepada klien bagaimana proses ketidakiogisan berpikir ini. pada langkah ini peran konseling ialah menyadarkan klien bahwa gangguan atau masalah yang dihadapinya disebabkan oleh cara berpikirnya yang tidak logis. Jadi. (d) Teknik pemberian tugas (d) Langkah keempat Draf kuliah Teknik Konseling . Maka dari itu dalam konseling rasional-emotif ini konselor berperanan untuk menunjukkan dan menyadarkan klien.Pd. Maka dari itu teknik pengajaran di sini memberikan keleluasaan kepada konselor untuk berbicara serta menunjukkan sesuatu kepada klien. Konselor langsung mencoba meyakinkan. konselor menyerang ketidaklogisan berpikir klien dan membawa klien ke arah berpikir logis empiris. Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan beberapa teknik konseling rasional-emotif sebagai berikut: (a) Teknik pengajaran Dalam konseling rasional-emotif konselor mengambil peranan lebih aktif dari klien. (c) Langkah ketiga Pada langkah ketiga ini konselor berperan mengajak klien menghilangkan cara berpikir dan gagasan yang tidakrasional.

Miharja.Pd. S. membaca buku untuk memperbaiki kekeliruan cara berpikimya.Ag.M..47 | Dalam teknik konselor menugaskan klien untuk mencoba melakukan tindakan tertentu dalam situasi nyata. Draf kuliah Teknik Konseling . Teknik ini bisa dilakukan untuk menugaskan kepada klien untuk bergaul kepada anggota masyarakat kalau mereka merasa dikucilkan dalam pergaulan. S.

.Ag. langkah yang ketiga menerapkan kemampuan untuk berpikir rasional guna menemukan kecocokan antara ciri-ciri Draf kuliah Teknik Konseling .Pd. Ciri-ciri itu dianggap sebagai suatu dimensi kepribadian. Jadi. kepribadian. Kedua. seseorang yang mempunyai relevansi terhadap suatu jabatan/ pekerjaan. Cara berpikir yang demikian mulai diikuti juga oleh konselor jabatan. karena konselor secara sadar mengadakan strukturalisasi dalam proses konseling dan berusaha mempengaruhi arah perkembangan konseli demi kebaikan konseli sendiri. pemahaman diri yang jelas mengenai kemampuan otak. berperasaan. melainkan memilih secara sadar suatu pekerjaan yang berfungsi sebagai jabatan (the choice of a vocation). Dalam hal ini aliran konseling jabatan berpegang. terutama yang menyangkut pilihan program studi dan/atau bidang pekerjaan. langkah yang pertama menggunakan analisis diri. Alat yang digunakan untuk mempelajari keadaan seseorang sehingga menghasilkan suatu analisis bagi masing-masing pribadi. yaitu: pertama. dan berperilaku. information). Yang dimaksudkan dengan Trait adalah suatu ciri yang khas bagi seseorang dalam berpikir. yang masing-masing membentuk suatu kontinum atau skala yang terentang dari sangat tinggi sampai sangat rendah. serta ciri-ciri yang lain. Miharja. sehingga dapat cukup berhasil di bidang pekerjaan itu. seperti inteligensi (berpikir). serta tentang balas jasa dan kesempatan untuk maju dalam semua bidang pekerjaan itu. Ketiga. Corak konseling ini dikenal juga dengan nama directive counseling atau Counselor-Centered Counselling. langkah yang kedua memanfaatkan informasi jabatan (vocational. dan agresif (berperilaku). dan agak agresif. adalah testes psikologis yang mula-mula digunakan oleh para ahli psikologi industri dalam rangka seleksi aplikan untuk bidang-bidang pekerjaan tertentu. Dengan demikian.48 | S. Poses lahirnya konseling berpegang pada teori Trait-Factor bermula pada akhir abad yang ke-19 dimana Frank Parson mulai mencari suatu cara untuk membantu orang-orang muda dalam memilih pekerjaan yang sesuai dengan potensi rnereka. seseorang dapat diidentifikasikan dan diketahui sebagai orang yang sangat inteligen. S. kurang iba hati. dan berdasarkan penelitian terhadap tuntutan pekerjaan di lapangan untuk mengetahui kemampuan mana yang harus dimiliki seseorang supaya berhasil dalam suatu jenis pekerjaan tertentu. pengetahuan tentang keseluruhan persyaratan yang harus dipenuhi supaya dapat mencapai sukses dalam berbagai bidang pekerjaan. pada teori kepribadian yang dikenal dengan nama teori Trait-Factor. Frank Parsons menunjukan tiga langkah yang harus diikuti dalam rnemilih suatu pekerjaan yang sesuai. iba hati (berperasaan). minat. Dengan demikian. dengan menekankan penggunaan suatu tes psikologis sebagai alat untuk mengidentifikasi ciri-ciri kepribadian. BAB 9 TEKNIK DALAM KONSELING TRAIT-FACTOR Pengantar TraitFactor Counseling merupakan corak konseling yang menekankan pemahaman diri melalui testing psikologis dan penerapan pemahaman itu dalam memecahkan beraneka problem yang dihadapi.misalnya. Ciri-ciri itu diandalkan dapat diketahui melalui berbagai tes psikologis. orang muda bukannya mencari pekerjaan demi asal punya pekerjaan (the hunt of a job). yang mempunyai relevansi terhadap kesuksesan atau kegagalan dalam suatu pekerjaan/jabatan. para ahli psikologi industri itu menyusun tabel-tabel prakiraan sukses atau gagalnya seorang aplikan dalam jenis pekerjaan tertentu. dengan tuntutan kualifikasi dan kesempatan yang terkandung dalam suatu pekerjaan atau jabatan. Berdasarkan identifikasi berbagai kemampuan yang dimiliki atau tidak dimiliki seseorang setelah dites.M. bakat. berpikir secara rasional mengenai hubungan antarakedua kelompok fakta di atas. berbagai kelebihan dan kelemahan.

Dia mengambil program studi itu karena ingin supaya tetap terbuka kesempatan baginya untuk kelak melanjutkan ke Fakultas Kedokteran atau Fakultas Pertanian. beberapa data paling diketahui oleh konseli sendiri. (a) Data tentang diri sendiri: kemampuan intelektual. keterampilanketerampilan. Secara praktis. Konseling Trait-Factor berpegang pada pandangan yang sama dan menggunakan alat tes psikologis untuk menganalisis atau mendiagnosis seseorang mengenai ciri-ciri atau dimensi/aspek kepribadian tertentu. ataukah berkaitan satu sama lain? Beberapa ahli psikologi telah mencoba untuk menemukan seperangkat ciri dasar yang terbatas jumlahnya.M. serta ciri-ciri kepribadian yang lain. yang bersifat nonkognitif. data dan fakta yang dibutuhkan dapat dikumpulkan dalam urutan sebagai berikut. psikologis yang mengukur masing-masing dimensi kepribadian itu. program studi IPA.minat.Yang . harus selalu diperhatikan apakah pilihan yang akan dibuat bersifat intermediar atau definitif sehingga sukar diubah kelak. konseli telah menyelesaikan minimal jenjang pendidikan SLTE dan sudah mulai tampak stabil dalam berbagai ciri kepribadian. misalnya selalu ragu-ragu dalam keputusan tentang apa pun juga atau sangat dikuasai oleh alam perasaannya sendiri. dan sebagainya. Namun. (b) Fakta tentang keluarga dekat.Ag.dengan menganalisis data hasil testing psikologis melalui teknik statistik yang disebut Factor Analysis. (c) Fakta tentang lingkungan hidup: ciri/corak khas dari setiap program studi dan/atau setiap bidang pekerjaan. aliran konseling jabatan telah memperluas diri menjadi Konseling Jabatan-Akademik. Sejauh mungkin fakta itu bersifat kenyataan yang disahkan dalam hasil penelitian. kalau kiranya bisa. sejauh tampak dari hasil testing. yang merupakan ciri-ciri dasar yang dapat mendeskripsikan kepribadian seseorang secara memadai.. berbagai perasaan. konstelasi kualifikasi yang secara minimal dituntut. cita-cita. di mana konseli menghadapi keharusan untuk memilih di antara beberapa alternatif. misalnya Catteli berpendapat telah menemukan 16 faktor. bakat khusus. kewajiban moral-sosial terhadap keluarga. terkandung di dalamnya. Pendekatan ini dapat digunakan terhadap semua kasus yang mengandung unsur-unsur sebagai berikut: termasuk ragam konseling jabatan dan/atau konseling akademik (konseling karier). Namun. Data yang akan dikumpulkan dengan bantuan konselor meliputi: (a) Data tentang diri sendiri: kemampuan intelektual bertaraf lebih dari cukup (berdasarkan hasil testing). aneka harapan keluarga. seperti nilai-nilai kehidupan dan cita-cita hidup. keadaan konkret masyarakat yang mempersempit atau mernperluas ruang gerak konseli yang menghadapi keharusan memilih. Sejauh mungkin data itu dicari dengan melalui alat-alat tes dan nontes. Miharja. kemampuan ekonomi keluarga. nilai-nilai kehidupan (personal values). konsel tidak menunjukkan kelemahan serius dalam beberapa segi kepribadiannya.Ciri-ciri dasar yang mereka temukan disebut factors. dewasa ini sering disebut Konseling Karier. diketahui mempunyai relevansi terhadap keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam memangku jabatan dan mengikuti suatu program studio Dalam hal ini program studi di institusi pendidikan juga dipandang sebagai jabatan sehingga akan diikuti prosedur yang sama terhadap pilihan bidang pekerjaan dan bidang studio Dengan demikian.49 | S. Teori Trait-Factor adalah pandangan yang mengatakan bahwa kepribadian seseorang dapat dilukiskan dengan mengidentifikasikan sejumlah ciri. data itu dikumpulkan berdasarkan refleksi diri (selfanalysis) dengan menyadari kelemahan yang Draf kuliah Teknik Konseling . harapan. S. berbakat khusus di bidang studi matematika (berdasarkan hasil penilaian guru selama beberapa Yang dipersoalkan ialah: ciri-ciri itu berapa jumlahnya? Semua ciri itu bersifat dasar dan berdiri sendiri. namun data sosial semacam ini tidak selalu tersedia atau sudah tidak up-to-date.Pd. Sebagai contoh diambil kasus sebagai berikut: Ada seorang siswa MA. kelas III. bilamana alat yang terandalkan tidak tersedia.

harapannya ialah melanjutkan ke perguruan tinggi dan membuat orang tuanya merasa bangga. tetapi program studi strata satu (S1) tidak memberikan harapan dapat segera bekerja dengan mendapat imbalan yang cukup memadai baginya. SI. meskipun sebenarnya bisa. bahwa belum tentu dia diterima untuk pilihannya yang pertama. Daripada merasa frustasi besar. tidak ada PTS yang menawarkan program studi itu. Ilmu Pasti bisa dan diinginkan.. sifat-sifat kepribadian yang mencolok adalah sabar. akhirnya diputuskan bahwa: Kedokteran umum tidak mungkin. Maka tidak jadi. Pilihan program studi di PT tidak dikaitkan dengan program studi yang diambil di MA. Teknologi Pertanian memungkinkan segera bekerja dan memulai usaha sambilan untuk menambah penghasilan serta pola kualifikasinya pun tidak jauh berbeda dengan data mengenai diri sendiri. tetapi diakuinya sendiri tidak merasa malu bila tangannya menjadi kotor. berminat terhadap matematika dan memelihara tanaman (berdasarkan . Miharja. program studi diserahkan kepada anak. Psikologi menuntut pola kualifikasi yang tidak berbeda jauh dengan data dalam butir (a). diperkuat oleh penilaian sejumlah guru pada skala penilaian).Ag. Untuk itu diperlukan data yang memberikan indikasi tentang besar-kecilnya probabilitas akan berhasil baik. sehingga selama studinya dia harus tetap tinggal di rumah orang tua nanti. dan besar hati (berdasarkan analisis diri. meskipun keputusan tentang suatu spesialisasi dapat diambil kemudian. ringan tangan.Pd. asal dia dapat menekuninya. Teknologi Pertanian bisa dan diinginkan. Dalam pembicaraan selanjutnya menjadi jelas. Ilmu Pasti pun kelihatan sesuai. setelah diterima di salah satu program studio Data Draf kuliah Teknik Konseling . disertai keyakinan sendiri). bahwa siswa ini harus memberikan tekanan pada fakta yang tercantum dalam butir (b) di atas. yaitu Kedokteran Umum. Pendidikan Matematika di dan menjadi guru di suatu sekolah serta memberikan tes privat. apalagi kalau dia menamatkan program studi S. keterampilan tidak ada yang mencolok. yang diperkuat oleh beberapa guru pada skala penilaian). Kedokteran Umum menuntut beberapa kualifikasi yang kiranya dapat dipenuhi. S. (c) Fakta tentang program studi. nilai kehidupan menekankan pengabdian kepada sesama (berdasarkan analisis diri. Untuk siswa ini kedua pilihan itu bercirikan definitif.analisis diri.M. dengan preferensi di Negeri. Di kota tempat tinggalnya ada Negeri dan Swasta yang menawarkan program studi Pendidikan Matematika. menurut ketentuan yang berlaku pada saat itu. sebagai persiapan untuk karier tertentu. yang diperkuat dalam hasil testing). Maka tidak jadi. (b) Fakta tentang keluarga dekat: orangtua mengharapkan dia melanjutkan studi. tetapi secara finansial sangat berat. Psikologi. dalam arti siswa itu dapat diramalkan akan berhasil baik dalam program studi Teknologi Pertanian dan Pendidikan Matematika. Maka ditentukan sebagai pilihan yang kedua. ditinjau pro dan kontranya untuk dapat menjawab dua soal. Psikologi tidak diinginkan. Setelah masing-masing alternatif program studi. yaitu "Bisakah?/Mungkinkah?" (Possible?) dan "Inginkah?" (Desirable?). yang mempersiapkan untuk karier tertentu yang pernah dibayangkan. tetapi jangan sampai terlalu lama karena harus ikut membiayai pendidikan adik-adik. kemampuan ekonomi keluarga sedang saja. Ilmu Pasti. Namun dia harus studi di PTN di kota tempat tinggalnya. cita-cita masa depan terpusat pada usaha pembangunan dan kepemimpinan (berdasarkan data kartu pribadi mengenai keterlibatannya dalam kegiatan ekstrakurikuler sebagai pemimpin. dia secara mental sudah siap untuk diterima dalam pilihannya yang kedua.50 | tahun). Teknologi Pertanian. Segi yang tidak ditinjau dalam kasus ini ialah apakah suatu alternatif pilihan probable. Ditentukan dua pilihan program studi atas dasar pertimbangan. Maka pilihan yang pertama menjadi Pendidikan Matematika. meskipun sebenarnya ingin.

mengingat data psikologis yang tersedia. kepribadiannya cocok untuk bekerja sebagai insinyur pembangunan di lokasi mana pun juga. himpunan data dan fakta yang disebutkan dalam uraian di atas menghasilkan suatu pegangan dasar dalam proses pengambilan keputusan selanjutnya. program studi IPA. Atas pertanyaan konselor Fulan menjelaskan bahwa keluarganya mendukungcita-cita tersebut. harap diperhatikan bahwa pendekatan sebagaimana dijelaskan di atas menyangkut suatu kasus pilihan di antara beberapa alternatif (a choice case) mengenai program studi/bidang studi dan/atau bidang pekerjaan. sehingga harus diadakan inventarisasi alternatif lebih dahulu untuk melengkapi data sosial. Selain itu patut diperhatikan bahwa dalam contoh yang disajikan dalam uraian di atas konseli sudah mempunyai beberapa alternatif program studi untuk ditinjau. Fulan semakin merasa sukar untuk berkonsentrasi dalam belajar. Menurut pendapat Fulan. Namun. bukan kasus pilihan di antara beberapa alternatif di luar dua bidang itu. kelas III. S. khususnya teknik bangunan suatu jalan raya. Akhirnya. Istilah "probable" dalam urain di atas dan istilah "feasible" tidak menunjukkan pada sesuatu. yang sangat berbeda. agar proses pengambilan keputusan selanjutnya berjalan lancar.51 | semacam itu di Indonesia dewasa ini masih jarang tersedia. Dia diharapkan akan cepat bekerja supaya dapat membantu membiayai pendidikan. dipilih alternatif program studi atau bidang pekerjaan tertentu. istilah yang pertama menyangkut hasil yang boleh diharapkan bila S. Pelaksanaan Trait-Factor Counseling Kasus Fulan adalah seorang siswa MA.Ag. Dia yakin mampu menyelesaikan studi di fakultas teknik karena hasil belajar di MA dalam seluruh bidang studi.M. Yang menimbulkan kesulitan besar. Dengan kata lain. Dalam kasus yang demikian tidak perlu lagi membuat suatu inventarisasi tentang alternatif program studio Berbedalah keadaan konseli yang belum memikirkan alternatif yang dapat terbuka baginya. keadaan ekomomi keluarga dan harapan orang tua inilah. pada bulan April tahun berikutnya. Biarpun norma atau patokan itu di sini tidak dirumuskan secara eksplisit seperti kerap terjadi dalam konseling yang tidak menyangkut suatu pilihan program studi atau bidang pekerjaan. Adapun kesulitan Fulan adalah sebagai berikut: dia berkeinginan sekali melanjutkan ke fakultas teknik dan nanti bekerja sebagai insinyur sipil. Dalam wawancara menjadi jelas bahwa Fulan merasa bingung sekali karena tidak mengetahui bagaimana caranya mengatasi kesulitanyang dihadapinya..Pd. mengingat data tentang diri sendiri dan fakta tentang keluarga dekat.. Pada bulan November dia menghadap konselor di sekolah untuk membicarakan masalah kelanjutan studi setelah tamat sekolah. sehingga Fulan sudah lama menghadapi masalah: bagaimana saya ini sesudah tamat? Karena masalah yang belum terpecahkan ini. Sejak masuk MTS Fulan senang membaca buku-buku tentang teknik yang dipinjam di perpustakaan sekolah. selama ini tergolong baik Hasil ini memang sesuai dengan hasil tes kemampuan belajar yang ditempuh ketika Fulan mencalonkan diri sebagai siswa di MA ini. antara lain meninjau kualifikasi yang dituntut. siswa ini boleh mengharapkan akan berhasil baik kalau dia tetap bermotivasi kuat. yang menunjang studi di fakultas teknik. Dia Draf kuliah Teknik Konseling . adik-adiknya. namun tidak mampu untuk membiayai studi di fakultas teknik sampai mencapai gelar insinyur. namun tinjauan mengenai segi pro dan segi kontra pada setiap alternatif pilihan lazimnya berlandaskan pada suatu norma atau patokan yang berkaitan dengan data tentang diri sendiri dan fakta tentang keluarga dekat serta lingkungan hidup. Perlu dicatat bahwa pengumpulan data tentang diri sendiri dan fakta tentang keluarga dekat serta lingkungan hidup sangat bermanfaat untuk dapat menentukan suatu norma atau patokan yang menjadi landasan untuk kelak dapat mengambil suatu keputusan tegas. sedangkan istilah yang kedua menyangkut hasil yang boleh diharapkan bila dipilih suatu alternatif tertentu dalam lingkup permasalahan yang tidak berkaitan dengan bidang studi atau bidang pekerjaan. Nah. Miharja.

masing alternatif. (c) Bidang pekerjaan yang diinginkan: sebenarnya mempunyai prospek masa depan yang baik. Bakat khusus: matematika dan menggambar mistar.karena masa studi terlalu lama dan biaya tidak tersedia. dalam Pendidikan Teknik Bangunan. Program D3 Politeknik. merasa minder kalau tidak dapat melanjutkan.Pd. 7) alternatif lain yang relevan.M. Dalam wawancara berikutnya. 2) di PTS Universitas. agar menjawab dua pertanyaan: "bisakah?/mungkinkah" serta "inginkah?". yaitu menghimpun data yang ternyata tersedia:(a) Fulan sendiri. Minat: teknik pembangunan jalan raya. program D2 Keterampilan Teknik sebenarnya mungkin. Cita-cita hari depan: menjadi insinyur sipil dengan belajar di fakultas teknik suatu PT. Akhirnya. Jurusan Teknik Sipil. dan sebagai alternatif ketiga program D2 Keterampilan Teknik di Universitas Terbuka. lebih-lebih bila Fulan bersedia ditugaskan di luar Pulau Jawa. Di antara altematif-alternatif yang ada. Orang tua sebenarnya mendukung cita-citanya.. (3) Mengadakan analisis kasus. (b) Keluarga Fulan. S. tidak bisa dipilih). jelaslah bahwa semua program studi S l tidak dapat dipilih (tidak mungkin dipilih. Sifat kepribadian yang mencolok: mudah menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi. (2) Mendengarkan dengan penuh perhatian ungkapan pikiran dan perasaan Fulan. Draf kuliah Teknik Konseling .Ag. Fulan melaporkan bahwa bagi dia tidak tersedia kemungkinan itu. S. tetapi Fulan tidak begitu ingin karena dianggap di bawah kemampuan otaknya. S1. dapat dicari informasi apakah bagi Fulan tersedia kemungkinan mendapatkan beasiswa atau mengambil kredit mahasiswa di bank dengan syarat lunak. D3. Namun program studi manakah yang diinginkan mengingat cita-cita semula adalah menjadi insinyur sipil? Berarti harus ada perubahan dalam cita-cita Fulan. meskipun program-prograrn studi itu sebenarnya diinginkan. Semua alternatif itu dikumpulkan dalam rangka inventarisasi kemungkinan yang terbuka baginya. minder.52 | bahkan merasa minder sebab teman/rekan sekelas semuanya berkata akan melanjutkan ke PT yang banyak terdapat di lokasi. Misalnya dipertimbangkan sebagai berikut: (a) Semua program studi Sl kelihatannya tidak mungkin (tidak bisa). Fulan ternyata paling menginginkan program D3 Pendidikan Teknik Bangunan karena sebagai guru dia dapat juga mengabdi. (c) Universitas Terbuka. Langkab-langkah kerja: (1) Membangun hubungan pribadi dengan Fulan. seandainya diketahui tersedia. Dia baru bersedia memilih alternatif ini kalau dia ternyata tidak diterima di program Politeknik dan Pendidikan Teknik yang tercantum pada butir b di atas. 6) di Universitas Terbukas Program D2 Keterampilan Teknik. Namun. Perasaan: bingung. Nilai kehidupan (setelah ditanyakan langsung): pengabdian pada kebutuhan bangsa dan Negara. 5) di PTN . Masalah yang ingin dibicarakan oleh Fulan ialah: tidak mengetahui akan melanjutkan studi ke mana karena keluarganya tidak mampu membiayai studi di fakultas teknik. JurusanTeknik Sipil. Seandainya kemungkinan itu ada. Dia diharapkan lekas bekerja untuk membantu pendidikan adik-adiknya. seluruh program studi itu dapat dipertimbangkan lagi (Untuk mencari informasi itu proses konseling dihentikan dulu). Bidang-bidang studi di PT yang sesuai dengan data tentang Fulan sendiri dan dapat dipertimbangkan sebagai alternatif-alternatif: l) di PTN Universitas. alias aspirasinya harus diturunkan. 4) di PTN . Dengan demikian. S1. tetapi terbentur pada persoalan biaya seandainya dia belajar di fakultas teknik. Fulan memutuskan untuk memilih sebagai alternatif pertama program D3 Pendidikan Teknik sebagai alternatif kedua program D3 Politeknik di Universitas. S1. Kemampuan belajar: cukup tinggi. Teknik Sipil. biaya tidak terlalu tinggi dan tersedia kesempatan untuk lekas bekerja. (b) Semua program studi D3 dimungkinkan karena masa studi tidak terlalu lama. datam Pendidikan Teknik Bangunan. (4) Membantu Fulan mengintegrasikan semua data di atas satu sama lain dan mempertimbangkan pro dan kontra dari masing. 3) di PTN Universitas. Miharja. Dia merasa sangat bingung karena persoalan ini.

Digunakan nama jurusannya atau bidang studinya. agar proses pengambilan keputusan selanjutnya berjalan lancar.. Maka pada akhir fase 3 diadakan inventarisasi alternatif lebih dahulu untuk melengkapi data sosial.Ag. Patut dicatat di sini bahwa dalam kasus ini konseli belum memikirkan sejumlah alternatif program studi di PT. S.53 | S.M. Draf kuliah Teknik Konseling . dalam inventarisasi itu belum digunakan nama program karena nama itu masih dapat berubah. Miharja.Pd. (5) Mengakhiri hubungan pribadi dengan Fulan.

Teori belajar Behaviorisme mengandung banyak variasi dalam sudut pandangan. dasarnya berpegang pada keyakinan bahwa banyak perilaku manusia merupakan hasil suatu proses belajar dan. meskipun situasi kehidupan telah berubah. Perubahan dalam perilaku itu harus diusahakan melalui suatu proses belajar (learning) atau belajar kembali (relearning). tetapi belum mengetahui apa BAB 10 TEKNIK DALAM KONSELING BEHAVIORISTIK Pengantar Konseling Behavioristik berasal dari Behavioral Counseling. di waktu kemudian dapat tidak sesuai lagi karena situasi kehidupannya telah berubah. proses konseling dipandang sebagai suatu proses pendidikan (an educational process). kalau seseorang mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri (adjustment). yang selama proses konseling melalui berbagai prosedur dan aneka teknik tertentu akhirnya menghasilkan perubahan yang nyata.. Misalnya. karena itu. Suatu pola bertingkah laku yang dahulu mungkin sesuai. Perhatian difokuskan pada perilaku-perilaku tertentu yang dapat diamati (observable). proses konseling pada dasarnya pun dipandang sebagai suatu proses belajar. disingkat R). yang berlangsung selama proses konseling. sedangkan perubahan nyata dalam perilaku konseli memungkinkan dilakukan penelitian ilmiah. Meskipun demikian. harus dikatakan bahwa baik. metode. alias orang mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri. pendekatan Behavioristik dalam konseling mengenal banyak variasi dalam prosedur. yang untuk pertama kali digunakan oleh John D. Oleh karena itu. Di masa yang lampau orang belajar dalam interaksi dengan lingkungannya. Kalau perilaku konseli ditinjau dari sudut pandangan apakah perilaku itu tepat dan sesuai dengan situasi kehidupannya (well-adjusted) atau tidak tepat dan salah suai (maladjusted). Aliran baru ini menekankan bahwa hubungan antarpribadi itu tidak dapat diteliti secara ilmiah. Dia telah berhadapan dengan sejumlah rangsangan (Stimulus. tingkah laku tepat mauptin tingkah laku salah sama-sama merupakan hasil belajar. seorang remaja Dawar telah mengembangkan kebiasaan untuk mengurung diri di kamar tidurnya setiap kali berbeda biasanya tidak diutarakan oleh konseli pada waktu konseli menjelaskan masalahnya. Dengan kata lain. S. Krumboltz (1964). Karena tingkah laku salah merupakan hasil belajar. Konselor yang berpegang pada model A-B-C baru mengetahui apa yang terjadi sesudah A dan sebelum C. yang juga dapat disaksikan dengan jelas. Sejalan dengan keyakinan mendasar itu.M.Pd. hal itu disebabkan karena orang itu telah belajar bertingkah laku yang salah. Konseling ini diharapkan menghasilkan perubahan yang nyata dalam perilaku konseli (counselee behavior). Cara bereaksi itu lama-kelamaan akan dapat membentuk suatu pola bertingkah laku. Semua usaha untuk menuatangkan perubahan dalam tingkah laku (behavior change) didasarkan pada teori belajar yang dikenal dengan nama Behaviorisme dan sudah dikembangkan sebelurn lahir aliran pendekatan Behavioristik dalam konseling. akan ada kesulitan. yang terpusat pada usaha membantu dan kesediaan dibantu untuk belajar perilaku baru dan dengan demikian mengatasi berbagai macam permasalahan. Oleh karena itu. dapat diuoah dengan belajar baru. Dengan demikian. bagi seorang konselor behavioristik perilaku konseli merupakan hasil dari keseluruhan pengalaman hidupnya dalam berinteraksi dengan lingkungan. yang sesuai dengan situasi kehidupannya pada saat tertentu.Ag. tingkah laku yang salah itu juga dapat dihapus dan diganti dengan tingkah laku yang tepat melalui suatu proses belajar. dan teknik yang diterapkan. disingkat S) dan telah bereaksi pula dengan cara tertentu (Response. Kalau pola berperilaku yang dipelajari dahulu tetap dipertahankan.54 | S. Miharja. jajaran pelopor pendekatan Behavioristik pada Draf kuliah Teknik Konseling . lebihlebih orang lain (Lingkungan sosial).

yang mungkin dikombinasikan satu sama lain untuk mencari cara yang paling efektif bagi konseli tertentu dengan kasus tertentu. dia selalu cenderung pergi secepat mungkin dan menyibukkan diri dengan aktivitas lain. Akhirnya dia menjatuhkan dirinya sendiri dalam suatu lingkaran setan. Dalam prosedur-prosedur itu diusahakan suatu perubahan dalam Antecedent dan/atau Consequence. yaitu: Mengubah respons/reaksi terbuka (R) atau perilaku (B) seeara langsung. gelisah.C yang terdapat di masa sekarang ini. seorang mahasiswi telah berkali-kali mengalami perlakuan kasar dari sejumlah mahasiswa bila berkumpul.M. konsepsi Skinner atau menurut konsepsi Bandura.Misalnya. Namun. Draf kuliah Teknik Konseling . konselor akan mengajak konseli untuk mengidentifikasikan A dan C. Berkali-kali pula dia bereaksi dengan mengundurkan diri dari pergaulan sama para mahasiswa itu. ternyata pula. S. Setelah diadakan analisis kasus. yang dihadapi dengan pola berperilaku tertentu dengan memperoleh efek yang sama. Ternyata seringkali perilaku yang sekarang ini juga terdapat di tahun-tahun yang lampau. sebagai reaksi terhadap rentetan peristiwa atau rangkaian pengalaman yang sama atau mirip dengan peristiwa di masa sekarang. khawatir. Analisis ini sering tidak terbatas pada rangkaian A. Rasa lega itulah yang dicarinya sampai sekarang. Dalam hal ini diterapkan pola/cara belajar menurut konsepsi Pavlov. sehingga dia akan mengalami kesukaran serius dalam pergaulan dengan kaum pria. Lama-kelamaan setiap pertemuan antar mahasiswa baginya menjadi situasi yang mengancam dan menegangkan. Seandainya diakui peranan dari suatu reaksi internal yang berupa perasaan dan/atau pikiran (r).B.bahwa keuntungan/efek positif yang didapat di masa yang lampau sama dengan keuntungannya di masa sekarang. Berbagai variasi dalam prosedur mengusahakan mengubah perilaku secara langsung. Akibatnya. Miharja. Keuntungan yang diperoleh ialah rasa lega karena lolos dari ancaman. bahkan bersedia mengelus-elus kelinci itu.. lni diulang-ulang. sesuai. kemudian akan menyusul perubahan dalam r dengan sendirinya. atas dasar pertirnbangan bahwa perubahan dalam respons/reaksi tertutup akan mengikuti perubahan dalam respons/reaksi terbuka. seorang anak yang takut terhadap kelinci dan menjerit-jerit bila kelinci itu ditaruh di tempat yang dekat padanya secara berangsur-angsur dibuat tidak menjerit lagi.55 | bentuk konkret dari A dan apa bentuk konkret dari c. peranan itu tidak ditanggulanginya secara khusus. yang diterapkan terhadap orang yang mengidap penyakit jiwa atau mengalami gangguan neurotik (psikoterapi) diterapkan pula terhadap anak-anak yang sukar dididik.Pd. dan reinforcement program. social modeling.bahwa suatu seri kejadian atau pengalaman telah menjadi situasi psikologis tertentu. tetapi juga menggali rangkaian A-B-C yang terjadi dimasa yang lampau.. Berbagai prosedur itu umumnya dikenal dengan nama modifikasi tingkah laku (Behavior Modification). sehingga Behavior yang terdapat di antara kedua hal itu akan berubah pula. bahkan terhadap anak-anak normal di taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Prosedur yang digunakan ialah menaruh kelinci itu di tempat yang agak jauh pada waktu anak sedang asyik menikmati sepotong cokelat manis. Dapat menjadi tampak. dapat pula tidak. bagaimana proses lahirnya permasalahan yang dihadapi pada masa sekarang. seperti yang dikenal dengan nama desensitization. rangsangan atau kombinasirangsangankonkret apa yangtelah berlangsung (A) dankeuntungan/efek positif apayangdiperoleh (C). Dalam hal ini dapat ditempuh dua jalan atau diterapkan dua siasat. konselor akan membantu konseli untuk mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi sekarang.Ag. Jadi mengubah R dahulu. Dengan demikian menjadi jelas. seperti yang sudah-sudah. sebagai wanita muda dia juga berkeinginan untuk berjumpa dengan lawan jenisnya. dan takut-takut dapat ikut dipertimbangkan dalam prosedur penyembuhan. Oleh karena itu. dengan mengembangkan suatu cara bertingkah laku yang lebih S. Adanya rasa cemas. counterconditioning. tanpa mengusahakan perubahan dalam respons/reaksi tertutup (r) atau cara berpikir lebih dahulu. Misalnya.

Banyak kasus berkisar pada rasa khawatir. mempertimbangkan semua alas an positif yang mendorong untuk menghadap. sebagai akibat respon/reaksi terbuka (R) akan berubah pula. Misalnya pula. Thought Stopping. Miharja. Semua prosedur itu telah diterapkan oleh yang ahli dalam pendekatan Behavioristik ini terhadap banyak orang dalam berbagai macam permasalahan. seperti nonton acara TV yang sangat-digemari atau memberikan pujian kepada diri sendiri (selfmanagement). Berbagai prosedur itu dapat saja diterapkan dalam konseling di. yang semuanya disertai perasaan gelisah. tetapi kebanyakan konselor di indonesia tidak dipersiapkan khusus untuk merancang suatu prosedur modifikasi tingkah laku yang sesuai untuk setiap kasus yang ditangani. dapat dibantu dengan meninjau apa sebab-sebabnya dia merasa takut. dan Ellis (1977) menekankan peranan dari persepsi.. Di sini pun dicari prosedur yang paling S. Manusia dapat mengatur baik perilakunya sendiri dengan mengubah tanggapan kognitifnya terhadap Antecedent dan mengatur sendiri Reinforcement yang diberikan kepada dirinya sendiri. kombinasi antara pendekatan tidak langsung dan langsung). Attribution Psychology. Cautela dan Baron (1977). Mengubah respons/reaksi tertutup (r) lebih dahulu. telah dikembangkan suatu pendekatan Behavioristik yang dikenal dengan nama Pendekatan Kognitif-Behavioristik (CognitiveBehavioral Approach). ini tidak berarti bahwa corak pendekatan konseling Behavioristik ini tidak dapat digunakan oleh konselor sekolah terhadap kaum remaja dan mahasiswa. Seorang anak dapat belajar bertingkah laku tepat dengan meniru suatu model yang memperlihatkan tingkah laku yang tepat. Tentang pendekatan ini diuraikan lebih lanjut di bawah ini.Ag. Prosedur yang teruji ini dapat diterapkan dalam konseling di jenjang pendidikan menengah dan perguruan tinggi. yang semuanya bersifat kognitif. Self Management (dikombinasikan dengan pendekatan secara langsung. main. Namun. namun diragukan apakah jajaran konselor sekolah di Indonesia dewasa ini sudah cukup terlatih dalam mengaplikasikannya terhadap kliennya secara jeli. benda-benda. baik yang mengandung. seorang karyawan yang selalu takut menghadapi pimpinannya untuk membicarakan suatu kepentingan. dan memikirkan pula cara berbicara yang tidak akan menimbulkan ketegangan dan konflik. dengan memberikan suatu peneguhan (reinforcement) kepada dirinya sendiri setiap kali setia pada pelaksanaan program kerja itu. Corak pendekatan ini mengenal beberapa variasi dalam prosedur yang diikuti. disertai latihan menghadap seorang atasan yang dimainkan oleh konselor (assertive training. sampai akhirnya dapat dipangku tanpa menjerit-jerit (counterconditioning). dapat dibantu dengan mengembangkan suatu program mengatur waktu makan dan kuantitas bahan makanan. seperti kelincahan dalam bergaul dengan orang lain (social skills) dan cara membawakan diri di hadapan umum. lebih-Iebih tanggapan pikiran dalam batin seseorang. seseorang yang berbadan terlalu gemuk karena salah makan. Misalnya. dan benci. Cognitive Restructuring dan Rational-Emotive Therapy. Oleh karena itu. bersalah. unsur kegelisahan dan kecemasan maupun yang tidak. seperti Assertive Training. Perasaan itu menyangkut orang lain. tidak akan dibahas lebih lanjut di sini. sebagai komponen yang sangat menentukan dalam rangkaian S r R. Sesuai dengan yang diterangkan diatas tentang peranan tanggapan pikiran (mediating response). Kamfer dan Philips (1970). dan kejadiankejadian tertentu.56 | tetapi setiap kali kelinci itu ditaruh makin dekat padanya. dan tidak tenang.Pd. namun tidak secara langsung seperti dalam butir (a) di atas. dengan taraf keberhasilan yang berbeda-beda. efektif bagi konseli tertentu dalam permasalahan tertentu. pengubahan tingkah laku secara langsung menurut prosedur yang diutarakan di atas. S. takut. cemas. misalnya bersalaman dengan orang yang tidak dikenal. dan keyakinan. muak. Tokoh/pakar seperti Bandura (1977). dapat pula timbul masalah Draf kuliah Teknik Konseling . Aneka rasa tersebut timbul karena konseli tidak pernah mendapat kesempatan untuk belajar hal-hal tertentu.M. sekolah dalam kasus-kasus tertentu. seperti dalam butir (a). pikiran.

seorang konselor Behavioristik dewasa ini mengakui sepenuhnya bahwa suasana kepercayaan dan hubungan antarpribadi yang menyenangkan (working relationship) juga sangat penting.. dan dari bentuk peneguhan yang efektif (C). orangnya dapat diajak untuk menanggapinya dengan cara lain. Seandainya darah sampai sekarang dipersepsikan sebagai lambang kematian dan kehilangan hidup. Pada suatu hari wali kelas itu menghubungi konselor sekolah untuk minta tolong dalam menghadapi kasus Zaedun. seperti: "Saya tidak perlu menjatuhkan vonis atas semua pemuda. kelas II. dari wujud tingkah laku yang harus berubah (B). (bendera nasional) dan keindahan (bunga mawar). Tanggapan-tanggapan kognitif yang lebih tepat tergantung sekali dari kasus konkret. seperti memberikan kehidupan (transfusi darah) (menurut konsepsi Pavlov). dari rangsangan S. Miharja. Misalnya pula. Prosedur Konseling Behavioristik Kasus Zaedun adalah siswi di MA. Selain itu.57 | karena kesempatan penyesuaian yang ada tidak dipergunakan semestinya. dewasa ini semakin ditekankan bahwa pendekatan Behavioristik dapat menunjukkan fleksibilitas yang besar. catur wulan IV Dia berumur 16 tahun. dapat diajak untuk memikirkan suatu tanggapan kognitif yang lebih baik. gara-gara pengaruh negatif dari beraneka perasaan itu. menaruh perhatian besar terhadap . Perbedaan itu akan tampak dalam analisis kasus. dia akan mendapat peneguhan yang diberikan kepada diri sendiri (menurut konsepsi Skinner). sebelumnya (A).Ag. Lalu dirundingkan tatacara bergaul yang baik dan tepat tanpa disertai perasaan was-was akan dirugikan. Saya harus membedakan antara mahasiswa yang genah (benar) dan tidak genah (tidak benar). dan meninjau masalahnya dari sudut lain serta memikirkan suatu cara bereaksi yang lain (r kognitif) sebagai langkah intermediar untuk berperilaku yang lebih tepat. Diprakirakan bahwa pendekatan Behavioristik akan. dapat diajak untuk melihat arti-arti lain yang melekat pada warna merah. Konseli kemudian dibantu untuk mengakui rasa takut dan perasaan cemas dalam batinnya sendiri (r afektif). kritik negatif yang dahulu kerap dilontarkan terhadap pendekatan. Saya dapat menyatakan keberatan saya terhadap perlakuan tertentu. Saya dapat menolak ajakan yang tidak sopan. semakin bergeser dari usaha membantu orang yang mempunyai masalah ke arah membekali orang dengan aneka siasat untuk mencegah timbulnya persoalan kejiwaan yang serius. Behavioristik sebagai manipulasi manusia yang tidak manusiawi agak kehilangan sengatnya.perkembangan siswa di kelasnya. Akhirnya program kerja itu mulai diterapkan di luar ruang konseling: kalau program kerja itu berhasil. Dengan demikian. Wali kelas II. Sebagai contoh: mahasiswi yang akhirnya sangat takut untuk bergaul dengan teman-teman mahasiswa. ketika konselor menggali rangkaian A-B. Pendekatan Konseling Behavioristik masih dalam taraf penelitian untuk menentukan efektivitas dari berbagai prosedur spesifik seperti yang diutarakan di atas. seperti kepahlawanan. asalkan konseli ini mampu berefleksi atas tingkah lakunya sendiri. Dengan demikian. seperti terjadi dalam kasus mahasiswi yang diutarakan di atas.M.Pd. Saya dapat menghindari pembicaraan dengan pemuda yang tidak genah dan hanya bergaul dengan pemuda yang tahu cara membawa diri dan sebagainya. karena tujuan konseling (perubahandalam tingkah laku) dan prosedur yang diikuti untuk sampai pada tujuan itu disesuaikan dengan kebutuhan nyata pada konseIi dalam setiap kasus. pendekatan Behavioristik menurut siasat yang diutarakan dalam butir (b) tadi dapat diterapkan terhadap kasus orang takut pada sesuatu. S. seorang ibu. Orang tua berpendidikan SLTA dan berhasil menciptakan suasana kehidupan keluarga yang akrab. Namun.-C di masa sekarang dan di masa yang lampau. seorang yang takut pada darah dan akhirnya takut pada warna merah. Wali kelas menjelaskan: dia sudah lama memperoleh kesan bahwa Zaedun menghadapi kesulitan yang Draf kuliah Teknik Konseling . putri kedua dari lima bersaudara.

Dia mengakui merasa benci dan sekaligus takut terhadap semua anak Dawar. mula-mula siswi itu agak segan berbicara. Wali kelas mengusulkan kepada konselor untuk mengajak Zaedun bicara dan konselor menyatakan dirinya sanggup. Wali kelas sudah kerap menyaksikan bahwa Zaedun. Dia segera lari ke kelompok teman/kawan putri. Dia mempunyai pikiran untuk tidak pemah menikah dari pada dihadapkan pada ulah laki-Iaki. Reaksinya adalah selalu sama. hal-hal ini diakui oleh Zaedun ketika konselor memancing bagaimana perasaannya setelah menghindarkan diri. Konselor mulai mengerti bahwa dalam sejarah hidup Zaedun telah terjadi generalisasi: tindakan ancaman dari kaum Dawar diartikan sebagai situasi yang menegangkan. apakah pernah terjadi hal-hal yang tidak mengenakkan dalam bergaul dengan teman/kawan Dawar. Behavior. Ternyata ada. yaitu pada waktu belajar di MTS rambutnya sering ditarik-tarik oleh beberapa siswa Dawar. Consequences). (b) Konselor bertanya-tanya mengenai pengalaman-pengalaman Zaedun di masa yang lampau. yang masih di SD. Di sini pun konselor menjelaskan alasan Zaedun dipanggil dan bertanya apakah Zaedun memang mengalami suatu kesulitan. Ini sekaligus berfungsi sebagai penguat (reinforcement).58 | menyangkut pergaulan dengan siswa lain jenis di sekolah. (2) Mendengarkan dengan penuh perhatian ungkapan pikiran dan perasaan Zaedun. (a) Pada saat sekarang perilakunya yang nyata ialah menghindari pembicaraan dengan teman/kawan Dawar dan menolak tawaran untuk berpartisipasi dalam pementasan drama (B). Zaedun mengakui ada kesulitan dalam bergaul dengan anak Dawar dan bersedia membicarakan hal ini dengan konselor. "Mereka semua jahat dan maunya hanya menindas cewek. Dia mengatakan juga. (3) Mengadakan analisis kasus. Anteseden adalah sapaan oleh teman Dawar dan tawaran ikut main pentas bersama dengan beberapa anak Dawar (A)." Konselor menduga bahwa Zaedun telah mengalami hal-hal tertentu dan akhirnya menjadi merasa benci pada semua siswa Dawar. menghindar dan menolak berbicara. Konselor akan menaruh perhatian khusus pada semua reaksi internal (r) karena dia akan mengusahakan supaya Zaedun mengubah dahulu reaksi pikiran dan perasaan sebagai jalan intermediar untuk mengubah perilakunya (R). Dia merasa takut dan benci pada teman/kawan Dawar dan menyalahkan mereka menindas cewek saja. dengan alasan tidak suka tampil di panggung bersama dengan pemain-pemain Dawar. S. "Lebih baik tidak menikah daripada jatuh dalam lembah kenistaan. Akibatnya dari penghindaran dan penolakan . yang diatasi dengan cara melarikan diri Draf kuliah Teknik Konseling ." katanya.merasa aman dan lega (C). Miharja. dari pernah menyaksikan film horor di mana wanita disakiti oleh laki-Iaki (A).adalah rasa tenang dan perasaan lepas dari suatu bahaya yang mengancam (C). Ketika konselor memanggil Zaedun. pada waktu pergi ke Sekaten menyaksikan banyak pemuda mengganggu gadis-gadis dengan cara yang kasar. Hanya kepada kedua adiknya yang laki-laki. di kampungnya sering diejek oleh pemuda brandal karena wajahnya penuh jerawat. dia. yaitu mencari gambaran yang lengkap mengenai kaitan antara A-B dan C (Antecedents.Pd. Langkah-langkah kerja: (1) Membangun hubungan pribadi dengan Zaedun.. setiap kali diajak bicara oleh seorang anak Dawar. Bahkan. seolah-olah mencari perlindungan dari mereka. dia merasa sayang. baru-baru ini Zaedun menolak tawaran dari wali kelasnya untuk ikut dalam mementaskan drama. Setelah dia menghindar dan menyembunyikan diri dalam kelompok teman/kawan putri.Ag.M. Dia mengatakan juga bahwa dia merasa lebih tenang dalam bergaul dengan kelompok teman/kawan putri saja. Zaedun mengutarakan bahwa dia tidak suka ikut dalam pementasan drama kalau ada pemain Dawar. S. yaitu menghindar (R) dan merasa takut serta jijik (r). maka konselor ingin membantu Zaedun bersikap lain dan bertindak lain. tetapi kemudian membuka diri.

Pd. konselor membantu Zaedun untuk mengakui reaksi perasaannya sebagai suatu kenyataan yang harus dihadapi tetapi sekaligus dapat diatasi kalau dia berani mengubah pandangannya terhadap beraneka peristiwa yang telah dialaminya. Kemudian. yang tidak hanya tinggal gagasan saja. (5) Mengakhiri hubungan pribadi dengan Zaedun. Kemudian. dan pemuda yang betul-betul genah. Selain itu. Perilaku nyata (R) ini akan membantu Zaedun mengusahakan sesuatu yang konkret. yang mula-mula menyangkut pemuda nakal dan kemudian meluas menjadi bergaul dengan sembarang pemuda. Ternyata memang ada. Pokoknya. misalnya perlakuan kasar dari beberapa pemuda tidak harus dipandang sebagai bahaya yang mengancam S. bagaimana akibatnya nanti bila timbul keinginan untuk mendapatkan seorang pacar seperti pemudi sebaya yang lain? Pokoknya. sampai akhirnya Zaedun tidak mengenal pola reaksi yang lain terhadap situasi yang khusus itu. Miharja.59 | sebagai reaksi biasa. jiwanya. yang betulbetul genah boleh bergaul dengan dia tanpa dia menentukan macammacam syarat. konselor mengusulkan kepada Zaedun untuk berani terjun.. Zaedun menyatakan kerelaannya untuk terjun dan mencari pengalaman baru dalam bergaul dertgan teman Dawar di sekolahnya. S. Pemikiran/tanggapan kognitif yang baru ini tidak serta merta menghilangkan rasa takut dan benci. Konselor dapat menjelaskan kepada Zaedun bahwa kecenderungannya untuk melarikan diri dan rasa takut serta jijik merupakan hasil dari suatu proses belajar. Zaedun harus dibantu untuk membedakan antara pemuda yang sungguh-sungguh tidak genah. dengan menerima tawaran ikut serta dalam pementasan drama dan berpartisipasi dalam kelompok belajar Dawar-putri di sekolahnya. Konselor dapat bertanya. digali pengalaman mengesankan yang positif untuk mengimbangi pengalaman mengesankan yang negative. Kemudian. Akhirnya.M. tetapi memberi kemungkinan untuk menghilangkan rasa takut dan benci itu walau memakan waktu yang lama. supaya tabu bagaimana kaum pria itu. Ini semua dikemukakan dengan tujuan supaya Zaedun membuka cakrawalanya. Draf kuliah Teknik Konseling . namun sekaligus dia membuat keadaan dirinya sendiri semakin sulit untuk diatasi (unsur peneguhan atau reinforcement). konselor mengajak Zaedun untuk memikirkan tanggapan kognitif yang lain terhadap peristiwa/kejadian negatif yang dialami. yang sedikit nakal dikoreksi saja. Dengan jalan yang demikian Zaedun mulai memikirkan tatacara lain dalam berhadapan dengan seorang pemuda. bahkan dengan pria pada umumnya. (4) Membantu Zaedun untuk menentukan penyelesaian yang memuaskan. pemuda remaja yang sedikit nakal. Dia dapat menegur pemuda seperti itu dengan kata-kata yang tegas: dia dapat mengacuhkan perlakuan itu dan seolah-olah tidak melihat atau mendengar apa-apa. misalnya beberapa kali ditolong oleh seorang pemuda kenalan baik mendapat perlakuan baik dari guru-guru pria yang masih bujang selama duduk di MTS dan ayahnya sendiri selalu menunjukkan kasih sayang kepadanya. Dengan demikian menjadi jelas bagaimana telah berlangsung suatu proses belajar pada Zaedun dan telah terbentuk suatu pola reaksi terhadap suatu situasi khusus. apakah dia juga mempunyai pengalaman berisikan lain dalam pergaulan dengan seorang pemuda. Hanyalah mereka yang sungguh-sungguh tidak genah patut dihindari. Dengan demikian Zaedun menggali lubang untuk diri sendiri kafena dia semakin cenderung untuk: melarikan diri dan dengan demikian mendapatkan ketenangan. Kalau terus-menerus merasa takut pada pemuda. konselor menunjukkan pada kata-kata Zaedun sendiri bahwa diasayang pada kedua adiknya yang laki-laki. Reaksi melarikan diri hanyalah tepat bila keselamatannya sungguh-sungguh terancam.Ag.

kemudian dibuatlah suatu kontrak. (a) Analisis struktur (structural analysis) Analisis struktur sebagai langkah pertama dari proses hubungan konseling analisis transaksional. klien memberikan imbalan jasa kepada konselor. (b) Kontrak harus mempertimbangkan beberapa hal. Dalam konseling yang menggunakan pendekatan analisis transaksional digunakan teknik tertentu. Kontrak di antara konselor dan klien ini merupakan suatu ciri khas dalam usaha klien untuk mengadakan hubungan proses konseling analisis transaksional. di antaranya pertimbangan pertama. sedangkan di pihak kedua ialah klien. Proses dan Teknik Konseling Analisis Transaksional Berdasarkan keempat tujuan konseling di atas. serta ada kesepakatan dalam menentukan tujuantujuan yang ingin dicapai. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam kontrak. Ini menyangkut pula dalam memperoleh kebebasan dan kernampuan yang dapat ditembus di antara status egonya. di antaranya: (a) Dalam kontrak. dan klien harus melalui transaksi dewasa-dewasa. Teknik yang dipergunakan terdiri dari empat tahap. harus cukup umur dan matang untuk memasuki suatu kontrak. konselor memberikan layanan kepada klien secara profesional (baik berupa kesempatan maupun keahlian). dewasa. Dan bila kemudian dicoba pula untuk menegakkan diagnosis dari status ego ini.60 | S. sedangkan pertimbangan kedua. Pengembangan ini pada hakikatnya adalah menetapkan pikiran dan penalaran individu. Tahap itu di antaranya: (a) Struktural. yaitu pihak pertama adalah konselor yang harus memiliki kecakapan atau kemampuan untuk membantu klien dalam mengatasi masalah-masalahnya. (c) Kontrak memiliki pengertian sebagai suatu bentuk kompetensi antara dua pihak. Ada empat tujuan yang ingin dicapai dalam konseling analisis transaksional. dan (d) Analisis main an (game analysis). dan orang tua) maka akan membentuk struktur kepribadian. dan menandatangani serta melaksanakan isi kontrak sesuai dengan waktu atau jadwal yang telah ditetapkan. (c) Analisis naskah (script analysis). S.Pd.  Konselor berusaha membantu klien di dalam mengembangkan seluruh status ego dewasanya. di antaranya:  Tujuan yang pertama.M. (b) Analisis transaksional. Miharja.. telah diuraikan secara luas pada struktur kepribadian di muka. konselor membantu klien yang mengalami kontaminasi (pencemaran) status ego yang berlebihan. Untuk itu dibutuhkan suatu kemampuan serta kapasitas yang optimal dalam mengatur hidupnya sendiri.  Konselor berusaha membantu mengembangkan kapasitas diri klien dalam menggunakan semua status egonya yang cocok. Apabila ditelaah secara lebih mendalam tentang status ego itu (status ego anak.  Tujuan terakhir dari konseling adalah membantu klien dalam membebaskan dirinya dari posisi hidup yang kurang cocok serta menggantinya dengan rencana hidup yang baru atau naskah hidup (life script) yang lebih produktif. konselor. BAB 11 TEKNIK DALAM KONSELING ANALISIS TRANSAKSIONAL Tokoh konseling ini adalah Eric Berne. (d) Akhirnya tujuan dari kontrak haruslah sesuai dengan kode etik konseling.Ag. maka konselor telah mulai mehmgkah ke arah analisis Draf kuliah Teknik Konseling .

orang tua) merupakan bahan berharga bagi konselor. S. Telah diketahui bahwa setiap orang memiliki status ego anak. Miharja. Bila pemahaman mengenai bentuk-bentuk transaksi antara masing-masing status ego telah mendalam dan telah dikuasai oleh konselor.memadai untuk digunakan sebagai sumber informasi dalam menganalisis klien. Di sinilah letanya ciri khas dari analisis transaksional (TA) yang tidak terpaku dengan masalah teoretis. Jadi. Bagaimana peranan data-data dan informasi yang dimiliki dalam konseling analisis transaksional? Jawabnya. dan kegembiraan. sikap. Hidup tanpa kelengkapan status ego akan membosankan.61 | struktur kepribadian.. tetapi juga melalui sikap. nada suara.. dengan demikian setiap kali konselor mengadakan pertemuan konseling dengan seorang klien. Dalam menganalisis status ego anak (A) bukan saja harus mendengarkan transaksi dengan melalui ucapan dan kata-kata. tidaklah tukup hanya bersandar kepada apa yang diungkapkan oleh kliensecara verbal. Setiap status ego memiliki kelebihan-kelebihan disamping kekurangkekurangannya. maka konselor akan lebih mudah untuk mengadakan analisis transaksional yang terjadi pada saat proses pendekatan konseling.. Semua status ego ini adalah kondisi psikis yang normal. Sedangkan respons atau tanggapan dari orang yang diajak bicara (mendengarkan) mungkin saja menyebabkan terjadinya suatu rangkaian stimulus respons . dan tingkah laku. status ego yang manakah yang menerima stimulus serta memberikan respons. Satu saja dari ketiga status ego itu mengganggu keseimbangan hidup yang sehat. sedangkan status ego orang tua bermanfaat dalam berperan sebagai tokoh dalam mendidik anak-anak. stimulus maupun responsnya. yaitu analisis transaksional yang terjadi pada suatu proses konseling dengan klien. ego yang ada. tahap pertama tersebut di atas dari proses pendekatan konseling analisis transaksional ditekankan kepada pengembangan pemahaman klien untuk mengikat transakasi yang normal. Dengan menggunakan apa yang diungkapkan oleh klien baik verbal maupun nonverbal dalam saat terjadinya transaksi sudah cukup . Draf kuliah Teknik Konseling . kemudian mengatahkan mereka untuk dapat berpikir dan bertindak yang lebih efektif.Pd. pada status ego dewasa diperlukan demi kelangsungan hidup. air muka.M. Pada status ego anak terdapat intuisi. dewasa. menjemukan serta tidak menggairahkan. dewasa. Terjadinya suatu transaksi disebabkan oleh adanya stimulus atau rangsangan. Di sini yang terpenting bagaimana seorang konselor mampu untuk menganalisis status. yang datang dari seseorang pembicara yang. perlulah kiranya dianalisis dan diadakan penataan kembali. didengarkannya. sifat atau tingkah laku nonverbal dengan isyarat- (b) Analisis transaksional Penghayatan tentang ketiga status ego di atas (anak. tindak tanduknya dalam transaksi. kreativitas. dan seterusnya. bahwa dalam konseling analisis transaksional penggunaan data-data dan informasi yang dimiliki oleh klien pada masa lalu. memberikan petunjuk-petunjuk yang secara otomatis mempengaruhi sifat. S. tetapi berorientasi pada perbendaharaan bahasa sehari-hari yang dipergunakan dalam pergaulan.Ag. status ego itu mempunyai nilai yang penting dalam kehidupan seseorang. orang tua. dalam rangka melangkah ke tahap selanjutnya. tetapi juga harus mengimalisis sikap dan sifat dari klien yang nonverbal misalnya: sikap tubuh. Jadi. tidaklah mutlak diperlukan. maka dapatlah dianalisis sejumlah status ego. Untuk menganalis status ego.

baik secara verbal maupun nonverbal konselor akan dapat mengenali status ego yang dimiliki oleh klien atau status ego yang tampak pada diri klien.. dan naskah hidup (life script).62 | isyarat dan gerakan-gerakan yang ditampilkan oleh klien dalam komunikasi dengan konselor. Ketiga unsur ini selalu ada dalam segala bentuk analisis transaksional dengan menggunakan game.. badan sedikit condong ke depan atau ke belakang. dewasa.. bibir yang gemtar karena marah atau sedih. S. dan lain-lain. (2) Dalam transaksi tampak adanya suatu maksud yang terselubung (maksud yang tersirat di balik ucapan). mengangkat bahu.. sifat. Lambat laun dengan terjadinya transaksi antara anak dan orang tua terciptalah suatu tujuan hidup atau rencana hidup (life plant) yang dalam istilah analisis transaksional disebut script atau bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia disebut naskah. Secara verbal status ego orang tua dapat dikenali melalui ungkapan dan kata-katanya. menepuk bahu orang lain. Karakteristik dari Pendekatan Konseling Analisis Transaksional Konselor analisis transaksional adalah individu yang lebih banyak berperan sebagai fasilitator dalam proses kelompok. mata diarahkan ke bawah. konselor akan dapat untuk menentukan produktivitas komunikasi dengan klien. kau harus .. Where. konselor juga harus memiliki kapasitas diri sendiri untuk Draf kuliah Teknik Konseling . Miharja. Peranan konselor dalam analisis mainan apabila klien benar-benar bermotivasi untuk memperbaiki sikap. kening berkerut. ?" "Siapa . misalnya: "Ingat. ialah naskah itu bisa diubah. dan How. membelai. dan lain-lain.M.. (b) Analisis mainan (game analysis) Suatu game memiliki tiga unsur penting di antaranya: (l) Transaksi yang tamp aknya berjalan seperti biasa dapat berkulit seakan-akan transaksi berlangsung secara wajar. ?" Ungkapan khas dari status ego dewasa kita dikenali dari ungkapan Why. " "Menurut hemat saya "Berdasarkan informasi …” "Bagaimana .." "Lebih baik kau …" "Pokoknya kau harus ..... Who. permainan. misalnya: tertawa terbahak-bahak. dan orang tua) yang dinyatakan oleh klien baik secara langsung maupun tidak langsung. air mata.. Sedangkan petunjuk verbal status ego anak menampakkan diri yaitu melalui ungkapan dan kata-kata. Petunjuk nonverbal bahwa status ego anak menampakkan diri. Menganalisis status ego orang tua dapat dikenali dengan petunjuk nonverbal. Dengan demikian. misalnya: sikap merangkul.." Dengan mengenali ketiga status ego (anak. S. Analisis naskah terjadi sejak masa si bayi masih dalam asuhan orang tuanya (bapak atau ibu) di mana pada masa itu terjadi bentuk transaksi antara orang tua dengan anak-anaknya. When. karena naskah itu terjadi dengan adanya proses learned atau sesuatu yang dibiasakan dan tidak karena faktor pembawaan. (3) Adanya imbalan (pay off). Segi positif dari naskah (script). (c) Analisis naskah (script analysis) Analisis naskah (script analysis) adalah merupakan langkah terakhir dari suatu tata laksana pendekatan konseling dengan berorientasi kepada analisis transaksional. misalnya: "Saya pikir . memukul paha. Semua data yang masuk menunjukkan adanya tanda processing data dari dewasa. konselor akan dengan mudah untuk memberikan suatu analisis terhadap klien. maupun kebiasaan yang dirasakan perlu untuk diperbaiki dan memerlukan bantuan dari konselor.Pd.. Di samping itu.Ag. Dengan mengetahui berbagai status ego seseorang (klien). dan juga sebagai pemimpin yang memiliki keahlian dalam menganalisis status ego.. transaksi. What. berpangku tangan. mata melotot..

menunjukkan kepercayaan atas kemampuan dirinya dalam membahtu mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh klien.Ag. Eric Berne menyatakan dua kebutuhan tambahan yang harus dimiliki oleh seorang konselor analisis transaksional. yaitu: (1) Konselor harus memiliki kemampuan untuk mengenal dari mana memulai untuk mengungkapkan ketiga status ego dari klien. Dan juga sebagai s. (2) Konselor harus dapat memperlihatkan kemurnian dari komitmen pada klien. baik verbal maupun nonverbal. Jadi dengan demikian.Pd. Draf kuliah Teknik Konseling .eorang konselor harus memiliki kemampuan untuk membaca dan mengamati tingkah laku klien baik secara langsung maupun tidak langsung. penuh kehangatan. Miharja. atau transaksi dengan klien secara terbuka. seorang konselor dengan memakai pendekatan AT harus memiliki pandangan yang penuh kehangatan..63 | mengadakan interaksi. empati.M. S. komunikasi. cakap untuk memberikan tanggapan walaupun sekecil-kecilnya untuk mencapai tujuan dari konseling yang telah ditetapkan. S. dan murni.

tapi orang yang memperlihatkan penyimpangan tingkahlaku akan menunjukkan gejala maladaptive yang lebih dominant dan continue dalam pola tingkahlakunya. c.64 | S. Yang khusus. individual. tapi senang permen karet. Ada yang merumuskan abnormalitas dalam pengertian statistis. Sexual training merupakan latihan yang digunakan untuk klien yang menghadapi masalah di waktu menghadapi jenis kelamin lain. hingga akhirnya tidak memperlihatkan kecemasannya di saat bekerja dengan jenis kelamin lain. BAB 12 TEKNIK PEMULIHAN PENYIMPANGAN TINGKAHLAKU A. Operant conditioning menggunakan reinforcement. Ada pula yang memandangnya dari standard kultural. Konsep perubahan tingkah laku Penyimpangan tingkahlaku atau behavior disorder menunjuk pada berbagai bentuk abnormalitas yang sulit dirumuskan secara tegas dan tepat.Ag. gagap. yang disebut idiosyncratic reinforcement. Ada dua issue utama yang memelopori kepesatan penyembuhan penyimpangan tingkahlaku.Pd. Klien dibantu menyusun urutan stimulus yang mencemaskan dari mulai yang kurang mencemaskan hingga yang paling mencemaskannya. b. sehingga serasi dengan lingkungannya. Caranya ialah dengan mengurangkan ketegangan klien dengan jalan berlatih santai (relaks).. Terapi tingkahlaku memandang tingkahlaku individu mengikuti hukum kausal. Kegiatan ini berulangkali dilakukan hingga kecemasan itu sendiri berangsur berkurang. pola tingkahlaku salah suai dan adaptif tidaklah secara tajam terpisah menjadi dua kelompok yang berbeda. Klien dilatih untuk mempertahankannya dalam memelihara dirinya. Setiap orang sewaktu-waktu akan memperlihatkan gejala salah suai. perbedaan antara manusia normal dengan yang abnormal memperlihatkan penyimpangan tingkahlaku tidaklah bersifat kualitatif. tics. Yang umum misalnya perhatian. yaitu operant conditioning (Skinner). yaitu bahwa individu yang terletak di luar batas garis normal pada kurva normal. Peranan penyuluh ialah membantu individu mengatasi hambatannya dengan jalan mengatur kembali assosiasi antara stimulus dengan respon. Draf kuliah Teknik Konseling . Permen karet inilah yang dijadikan reinforcement bagi anak itu. alcoholism ataupun mental deficfency.M. dan reciprocal inhibitionnya (Wolpe). a. baik yang tergolong neurotik ataupun psikotik. Khusus berkenaan dengan perawatan penyimpangan tingkah Iaku. obsessi. Penyimpangan tingkahlaku ini dapat dijabarkan dalam berbagai jenis kegiatan. contohnya seorang anak yang tidak mau bicara sama sekali. Desensitization dengan tujuan mengganti respon cemas terhadap stimulus tertentu dengan respon santai. Klien dihadapkan pada stimulus bertahap. Miharja. hysteria. seperti ngompol. atau norma subyektif. yaitu. antara lain dengan menjatuhkan permen karet itu ke lantai hingga terlihat oleh anak agar terjadi komunikasi. phobia. S. persetujuan. individual. Terapi tingkahlaku terutama digunakan untuk mengubah tingkahlaku yang termasuk abnormal. Wolpe menggunakan reciprocal inhibition yang terdiri atas enam teknik utama. kompulsi. Assertive training merupakan latihan mempertahankan diri akibat perlakuan orang lain yang menimbulkan kecemasan. Reinforcement bisa bersifat umum maupun khusus. Tegasnya. Dengan kata lain. dan uang.

terapi tingkahlaku memerlukan ruangan khusus tempat eksperimen. Ditinjau dari metodologinya.Pd. bahwa psikoterapi dapat dimasukkan sebagai bagian dari terapi tingkahlaku. bahwa: (a) metodametoda penyuluhan itu berbeda secara tajam baik teori ataupun tekniknya sehingga tidak dapat dipertemukan. sedang psikoterapi menganggap.  Terapi tingkahlaku menggunakan tahapan fantasi klien dalam latihan. sedang psikoterapi menghubungkan tingkahlaku yang ada dengan pola tingkahlaku yang lain. f. (c) terapi tingkahlaku oleh psikodinamika dipandang sebagai bagian kecil dari psikoterapi. sedang psikoterapi membina pertalian agar klien berani mengekspresikan segala perasaannya. Imaginal desensitization menggunakan reproduksi imaginasi subyek.Ag. Ada empat pandangan tentang jenis metoda psikotherapi yang ada (terapi tingkahlaku dan terapi lainnya) yaitu. ada pula kesamaan antara kedua metoda terapi itu. Terdapat perbandingan antara terapi tingkahlaku dengan psikoterapi. Apa yang tiada terjangkau oleh aliran terapi tertentu dapat juga digunakan metoda lain.  Teori tingkahlaku menggunakan latihan yang bertahap. advice dan reassurence  manipulasi lingkungan  mencari sumber stress  mencari pola tingkahlaku klien. Di samping mengajukan perbedaan.  Terapi tingkahlaku menggunakan conditioning yang positif. Klien mengganti respon terhadap stimulus dengan prosedur pemberian stimulus yang tidak disenanginya. Thought stopping digunakan untuk menghilangkan respon cemas dengan jalan melatih menghentikan bayangan cemas itu. dapat menggantikan schock listrik.65 | d. sirine. dan (d) para ahli terapi tingkahlaku memandang sebaliknya. Berdasarkan perbedaan dan persamaan itu.  Terapi tingkahlaku menggunakan ayersion technique. yang disebut imaginal desensitization (SD-I) dan in vivo desensitization (SDR). tapi justru digunakan sebagai metoda yang lengkap melengkapi. baik intrinsik ataupun ekstrinsik. yaitu bahwa kedua-duanya menggunakan teknik:  encouragement. S. Covert desensitization digunakan untuk menyembuhkan tingkahlaku klien yang menyenangkan. berbagai metoda terapi itu saling melengkapi. Ruang seperti ini kadang-kadang justru Draf kuliah Teknik Konseling . Selanjutnya Wolpe menyodorkan dua tipe desensitization. Klien dilatih untuk memberikan respon negatif terhadap stimulus yang disenanginya itu dengan jalan membayangkan sesuatu yang tidak menyenangkan dirinya. Konsep tingkahlaku yang digambarkan dalam pandangan ahli terapi tingkahlaku belum mencakup seluruh aspek penggerak tingkahlaku itu sendiri. sedang psikoterapi merawat berbagai perasaan yang tidak teratur. Miharja. bahwa pertalian dengan klien merupakan kunci penyembuhan.. S. (b) metoda-metoda penyuluhan saling melengkapi. sebagai berikut:  Terapi tingkahlaku menekankan akan perubahan simptom. sedang psikoterapi mentafsirkan fantasi dan mimpi klien. berbagai bentuk ganjaran. e. karena memiliki kesamaan dan perbedaan. Kiranya akan memadai apabila terapi tingkahlaku tidak dipertentangkan dengan terapi lainnya. Untuk merawat berbagai penyimpangan tingkahlaku dipergunakan berbagai latihan. tapi menyimpang.M. A version therapy yang digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk. sedang in vivo desensitization menggunakan situasi yang nyata.

gagap. janganlah dipandang sebagai yang mujarab untuk berbagai gangguan tingkahlaku. orang tua ataupun klien sendiri.Ag. dan respon manakah yang seharusnya diperkuat. obsessi dan kompulasi. yang intinya dikemukakan sebagai perilaku ngompol yang tidak terkendalikan dan tidak diinginkan. Oleh karena itu keterbatasan metoda ini hendaknya diimbangi oleh kemampuan penyuluh dalam menganalisis stimulus yang mana yang menimbulkan tingkahlaku salah suai. dipandang kurang serius masalahnya apabila dibandingkan dengan seorang remaja yang ngompol sebulan sekali. Penyimpangan tingkahlaku ini dapat dijabarkan dalam berbagai bentuk seperti: ngompol. Untuk terapinya. dan mentaldeficiency pada manusia yang tergolong normal. baik yang tergolong neurotik. Terapi tingkahlaku akan mencoba mengubah tingkahlaku yang termasuk abnormal.Pd. ataukah  anak yang berumur tujuh tahun. Miharja. Namun demikian metoda terapi apa pun. Pada dasarnya S. ataupun tingkahlaku manusia yang tergolong normal. (3) memperlihatkan gejala neuroticism yang rendah. Dalam pembentukan tingkah laku baru. (4) memperlihatkan gejala psychoticism yang tinggi. akan tetapi mengalami tekanan (stress) yang tinggi. perlu dibedakan jenis enuresis ini yaitu:  primary enuresis (ngompol malam hari) dan secondary enuresis (ngompol setelah diganti pakaian). Penyimpangan tingkahlaku itu dalam empat katagori: (1) memperlihatkan gejala neuroticism yang tinggi sekalipun ada tekanan (stress) yang rendah.M. Enuresis (ngompol) Terdapat perbedaan pengertian Enuresis. Namun demikian ada pola umum yang dapat digunakan. Biasanya terjadi di waktu tidur pada anak-anak yang telah menginjak umur tiga tahun ke atas. Namun demikian mereka sependapat. yang ngompol satu malam seminggu. psikotik. setiap gangguan merupakan kasus yang menuntut kreativitas ahli terapi.  ngompol karena gangguan organik atau bukan karena gangguan organik. psikopat. B.  kurang memperoleh latihan buang air kecil di waktu kecil atau karena kekeliruan latihan di masa kecil. tiks. (2) memperlihatkan gejala neuroticism yang rendah. metoda ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak. ketimpangan seksual. 1..66 | berlainan dengan situasi real bahkan tidak identik. Manakah yang sebenarnya jadi masalah:  anak yang berumur empat tahun yang ngompol dua malam seminggu. Para ahli sering berbeda pendapat tentang gejala ngompol yang disebabkan karena kriteria yang berbeda. kriminalitas.  ngompol yang reguler dan sewaktu-waktu.  anak yang berumur sepuluh tahun yang ngompol sebulan satu kali. tapi dihayati oleh subyek sebagai ancaman. Draf kuliah Teknik Konseling . mungkin terbentuk tingkahlaku salah suai baru pula. Apabila individu menghadapi kondisi baru. akan tetapi gagal untuk memperoleh keterampilan yang kompleks. phobia. masalah dan keadaan klienlah yang akan menentukan keberhasilan perawatan klien. Pandangan penyuluh. bahwa seorang anak berumur empat tahun yang ngompol satu bulan satu kali. psikosa alcoholism. S. baik guru. Berbagai Teknik Mengubah Tingkahlaku Dalam mengubah tingkahlaku tidak ada prosedur yang berlaku untuk setiap perawatan penyimpangan tingkahlaku. histeri. delingkuensi.

yang tidak disebabkan oleh gangguan organ tubuh. ada 2 proses yang terlibat dalam pengendalian tingkahlaku tersebut. Kaum behavioris berpegang pada tiga prinsip: bayi yang baru lahir memiliki daya refleks yang wajar. S. Pinggang anak dibalut dengan ikat pinggang yang dihubungkan dengan elektroda. dianggap tidak apa-apa.Pd. dengan daya otot dan volume air kencing itu sendiri. Dengan demikian anak itu pun terbangun. membiarkan anaknya berbuat sekehendak anak itu. sirine berbunyi cukup keras. Ada tahapan yang dapat diikuti untuk mengubah prilaku ngompol: tahapan pre-training. Yang menjadi masalah pokok bagi kaum behavioris ialah bagaimanakah pembentukan pengendalian buang air kecil itu (baik siang ataupun malam) dan faktor-faktor apa yang menyebabkan kegagalan dalam pengendalian tersebut.Ag. Ahli teori Psikodinamika memandang enuresis sebagai "overt symptom" dari gangguan yang dialami yang bersangkutan. anak yang lebih besar menghadapi masalah pengembangan pusat syaraf melalui kematangan dan belajar. membangunkan anak setelah ngompol. Bagi kelas sosial rendah. Ada orang tua yang sangat santai. proses perkembangan pengendalian oleh pusat syaraf. yang dapat digambarkan: anak terbangun apabila terjadi ketegangan ingin buang air kecil. keterampilan buang air kecil menggambarkan tingkat keterampilan yang kompleks. Berdasarkan perkembangannya. Encorpresis (gangguan buang air besar ) Encorpresis merupakan gangguan dalam pengaturan buang air besar. sebelum lonceng berbunyi (sebelum ngompol). Kemudian dilanjutkan dengan self control. Gangguan ini diperoleh akibat perlakuan orang tua terhadap anak berkenaan dengan buang air besar. dan tahapan training. dan sejalan dengan penyembuhan Enuresis. yaitu: proses fisiologis yang kompleks. c. Apabila anak itu kencing. Di saat anak mulai ngompol. masalah anak yang berumur dua tahun. Adapun teknik penyembuhannya dengan jalan: Latihan kembali secara sistematis. dengan menggunakan prinsip-prinsip operant conditioning. Lovibond menggunakan sirine sebagai alat untuk menghukum anak ngompol. ada tiga tahapan cara penyembuhan ngompol dengan conditioning. menggunakan theori classical conditioning dan metoda lonceng. terjadi denyutan elektroda pada alat kelamin anak. Tapi kemudian sirine itu tidak perlu lama berbunyi cukup satu sekon. dan masih berpegang pada gerak refleks yang wajar. menggunakan shock listrik. yang seminggu sekali ngompol. 2. Miharja. a. Menurut mereka. anak yang berumur tiga tahun yang selalu ngompol. sudah dipandang sebagai masalah. Dan ada juga orang tua yang justru sangat keras terhadap anaknya. dengan menggunakan lonceng (bell). Di samping itu dapat juga menggunakan satu deretan tahapan reward training untuk buang air pada waktu dan tempat yang ditentukan.. dengan dijanjikan ganjaran apabila dapat melaksanakannya dengan baik. menggunakan instrumental avoidence conditioning. yang polos. Sedang para psikiatris memandang enuresis sebagai sindrom kepribadian ataupun fisiologis. terutama dalam mengendalikannya. yaitu: S. b. Akan tetapi pada kelas sosial tinggi.67 | Gejala ngompol ini sebenarnya merupakan masalah sosial dan strata sosial orang tua mempunyai pengaruh terhadap pandangan mereka.M. Pada dasarnya penyembuhan tersebut bersifat situasional. Draf kuliah Teknik Konseling . mulai dari ginjal hingga keluar kealat kelamin. yang dapat menimbulkan masalah bagi anak. sehingga mengejutkan anak.

Pd. Terdapat berbagai kemungkinan tentang keengganan masuk sekolah itu. Terdapat beberapa bukti empirik yang menunjukkan. atau dapat juga dengan menyajikan obyek yang ditakuti secara nyata. Stuttering (gagap dan mengulang kata ) Sulitlah dirumuskan secara tegas. apalagi kalau dihubungkan dengan masalah kelancaran berbicara (fluency). e. Ada gejala lain yang menarik perhatian para ahli pada sepuluh tahun terakhir ini yaitu masalah School phobia. Rythmic and Syllable time speech yang memberi kesempatan kepada yang "terganggu" untuk mengucapkan kata-kata mengikuti rithme tertentu. yang pada mulanya diberi contoh membaca. Teknik yang digunakan dapat juga berupa membayangkan obyek yang ditakuti dalam khayalan. karena suara yang dikeluarkan oleh yang gagap itu menimbulkan suara yang tidak menyenangkan. Latihan ini diulang beberapa kali dengan membaca 40 . Orang yang terganggu itu terus membaca dan diikuti suara orang lain yang lancar membaca (melalui tape recorder. social interpersonal. penyakit.Ag. menggunakan jalan mengurangi respon yang menunjukkan sikap cemas. Hal ini dapat dilakukan secara berkelompok dengan membahas berbagai masalah penyesuaian diri. headphone). seluruh kata. dan phobia. seperti takut pada hewan. Miharja. yaitu dengan jalan memberi kesempatan kepada orang yang terganggu tersebut untuk berbicara keras-keras. Ada pula yang kata-katanya tidak lengkap terputus-putus atau dipanjangpanjangkan.50 kata. b. d. Phobia Istilah phobia ada dalam berbagai kategori.. beberapa ungkapan atau memperbaiki ucapan. Metoda yang paling disukai digunakan untuk menyembuhkan phobia ialah systematic desensitization dengan tahapan: latihan santai. sehingga lancar. 4. 3. c. feedback Control of Stuttering Stuttering itu dapat disembuhkan dengan teknik "speech shadowing". Negative practice yang mirip dengan massed practice "Yang terganggu" diminta mengulang seluruh kalimat yang menunjukkan kata-kata mengganggu. keengganan masuk sekolah yang dilatarbelakangi keengganan meninggalkan rumah. sehingga dapatlah dirumuskan. Phobia sendiri dibagi-bagi menjadi seratus tipe. bahwa stuttering itu bisa diubah hingga tahapan tertentu.68 | S. Ada orang yang mengulang beberapa kata saja. kematian. membentuk urutan tahapan kecemasan menurunkan kepekaan emosional berkenaan dengan obyek yang mencemaskan. Istilah ini selalu dihubungkan dengan masalah keengganan anak datang ke sekolah. mengikuti ucapan orang yang membaca satu bacaan. Adapun pengubahan dan penyembuhan tersebut sebagai berikut: a. mana yang disebut gagap dan tidak gagap. suara. Dapat juga disuruh membaca sendiri secara terus-menerus. Dalam teknik ini digunakan extrinsic (es cream) dan intrinsic rewards (mencapai hasil yang lebih baik). di antaranya: anak itu sendiri pembolos. dengan diukur pula waktunya. bahwa gejala ini bersifat individual.M. Keengganan ini dilatar-belakangi oleh situasi sekolah yang dipandang menimbulkan rasa takut pada anak. Draf kuliah Teknik Konseling . Operant Control of Stuttering Perilaku stuttering dapat diubah dengan jalan mengendalikan apa yang diucapkannya. Dalam kondisi seperti itu treatmentnya mungkin diarahkan kepada penserasian pertalian antara anak dengan orang tua di rumah. Masalah ini termasuk kategori "continum" dan bukan dikhotomi. S.

Gangguan Hysteria Istilah hysteria mengandung berbagai arti seperti: hysterical personality. mulai satu menit. aphobia (kebisuan). reaksinya tidak konsisten.. anesthesia (daya pekanya hilang). Karena banyak jenisnya. congkak. Kompulsi merupakan impuls untuk berbuat berulangkali. dusta. amnesia (lupa akan segala pengalamannya) dan multiple personality. conversion hysteria. bersandiwara. Dapat pula menggunakan classical dan operant conditioning dengan prinsip reinforcement. menghilangkan non-organik motor functioning. provokatif. kalau-kalau mendapat bencana di sekolah. Exhibitionis dramatization. tanpa alasan dan tanpa maksud. Adapun karakteristik orang yang "hysterical personality". retention of urine. Kedua hal ini seringkali menjadi satu kesatuan yang dimanifestasikan dalam bentuk tingkah laku. self centered 7. (b) digunakan teknik SD-I dan SD-R. ketulian dan daya peka. Hysteria juga merupakan gangguan yang tampak dalam perilakunya. takut yang mendalam berkenaan dengan seks.  menunjukkan keluhan yang bersifat badaniah. dilakukan dengan jalan massed practice.69 | S. yaitu: (a) usaha langsung menghilangkan tingkah laku obsessi pada awal mula munculnya gangguan tersebut yang perlu diusahakan dengan desensitization. 6. penyembuhannya dapat digolongkan dalam beberapa kelompok: a. lima menit hingga Draf kuliah Teknik Konseling . Tics ini meliputi gerakan mata. banyak tuntutan dan banyak bergantung. Latihan ini secara berangsur diadakan. hidung. seperti buta paralyses (syaraf yang tidak berfungsi). 5. Untuk menyembuhkannya ada dua tahapan. dan sulit dikendalikan.  takut berpisah dengan ibu. Jenis hysteria lainnya ialah: somnambulism (jalan-jalan sambil tidur). mudab terpengaruh. Untuk perawatan tics. kurang mampu mengendalikan emosi. Tapi kemudian menjadi kebiasaan yang tidak diinginkan oleh individu yang bersangkutan. menunjukkan tingkahlaku sexual. Gangguan Tics Pada mulanya gerakan merupakan kegiatan yang terkoordinir dan terarah yang ditumbuhkan oleh sebab-sebab di luar atau idea.Ag. dan leher yang tidak terkontrol. anorexian (hilang nafsu makan). Juga bisa menggunakan situasi permainan yang secara bertahap mirip dengan kondisi sekolah yang sebenarnya. perut. Ditambahkan pula dengan teknik yang memungkinkan orang tua dan guru dilatih untuk memberikan ganjaran yang hampir bersamaan. dingin. Manifestasinya gelisah dan cemas. Adapun orang yang mengalami conversion hysteria. gagal mengembangkan dorongan seks pada tujuan yang wajar. ketidakmatangan seks. represi.Pd. Adapun karakteristik School Phobia ialah:  memperlihatkan rasa takut sakit. b. Miharja. dan manja. S. seperti pada kebutaan. seperti pada kejang tangan. emosinya tidak stabil. selalu cemas akan berbagai bentuk konflik antara orang tua dengan petugas administrasi sekolah. anxiety hysteria. berkhayal. ialah: egois. Obsessi dan kompulsi Obsessi menunjukkan idea yang berulangkali muncul dalam pikiran klien dan sulit dihindari. seperti sakit kepala dan ngantuk. Menghilangkan nonorganic sensory dan perceptial functioning. Pemulihannya antara lain dengan mengusulkan agar sekolah dan keluarga diarahkan untuk menghasilkan powerful pressure terhadap anak agar mau kembali ke sekolah. memanifestasikan konflik tersebut dalam gejala-gejala fisik.M. egocentris.

b. Klien mendapat schock di saat menunjukkan tingkahlaku homoseks. Terdapat beberapa cara penyembuhan. dengan proyektor.. tapi kemudian dilakukan sendiri oleh klien. S.Pd. Mula-mula di bawah pengawasan.M. perubahan alat kelaminnya diukur. Sexual disorder Penyimpangan sek dapat diteliti dengan cara mengukur perubahan alat kelamin di saat nonton blue film. Draf kuliah Teknik Konseling . 8. di antaranya ialah: a. Demikianlah dilakukan hingga enam hari berturut-turut. pada pertengahan film ini. S. Atau ia mendapat reinforcement di saat diperlihatkan gambar-gambar wanita telanjang. Miharja.Ag.70 | satu jam. instrumental escape and avoidance conditioning with schock as the aversive stimulus. hingga tujuh menit sesudah film terakhir. Klien dibaringkan di kamar gelap. Sejak awal mula melihat film. 1a disuntik agar mual di saat melihat film dari jenis kelamin sendiri. classical aversive conditioning with drugs.

. 2000. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Teori dan Praktek. 1985. MD Dahlan. Psikologi konseling.71 | S. Rajagrafindo Persada. Latihan Dipenogoro dalam Keterampilan Konseling. Pustaka Bumi Quraisy. Bimbingan dan Konseling.M. Rineka Cipta Tohirin. Surya. 2003. 2008. 1997. Brammer. Pengantar Bimbingan dan Konseling. Konseling Individual. Yies Sadiyah. 2004.Pd. IAIN SGD Bandung Willis. Alfabeta Draf kuliah Teknik Konseling . Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Prayitno & Erman Amti. 1987. Andi Yogyakarta. Prentice-Hall International Edition. 2005. Rineka Cipta. CV Dipenogoro MD Dahlan. The Helping Relationship. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling. Beberapa pendekatan dalam Konseling. Miharja. 2000. S. Rujukan: Bimo Walgito. Awrence. Sukardi. Bimbingan dan Konseling Di Madrasah. LPM STAIS. 2005. CV Miharja. 2007.Ag.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful