P. 1
Buku Bahan Ajar Teknik Konseling

Buku Bahan Ajar Teknik Konseling

|Views: 636|Likes:

More info:

Published by: Merry Tiyas Anggraini on Jul 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2013

pdf

text

original

TEKNIK KONSELING

Draf bahan kuliah jurusan BPI
Mengutarakan cara-cara konselor dalam melakukan proses konseling dengan konselinya. MIHARJA, S.Ag.,M.Pd. 9/1/2010

1|

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.

DAFTAR ISI BAB 1 Pengertian dan ruang lingkup BAB 2 Tahapan proses konseling BAB 3 Teknik-teknik melakukan konseling BAB 4 Teknik konseling verbal BAB 5 Teknik konseling nonverbal BAB 6 Teknik-teknik dalam tahapan konseling BAB 7 Teknik konseling dalam teori konseling Client Center BAB 8 Teknik konseling dalam teori konseling RET BAB 9 Teknik konseling dalam teori konseling Trait & Factor BAB 10 Teknik konseling dalam teori konseling behavioristic BAB 11 Teknik konseling dalam Analisis Transaksional BAB 12 Teknik pemulihan Penyimpangan tingkahlaku (1) (12) (23) (40) (63) (67) (81) (93) (98) (109) (122) (129)

BAB I PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP TEKNIK KONSELING
A. Lingkup Teknik Konseling Konseling merupakan pekerjaan profesional seperti halnya guru. Sebagai suatu pekerjaan profesional menuntut dimilikinya sejumlah kompetensi dan keterampilan tertentu. Selain itu, konseling juga merupakan suatu proses. Dalam setiap tahapan proses konseling memerlukan penerapan keterampilanketerampilan tertentu. Agar proses konseling dapat berjalan secara lancar dan tujuannya tercapai secara efektif dan efisien, konselor harus mampu mengimplementasikan keterampilanketerampilan tertentu yang relevan. Konselor yang terampil adalah yang mengetahui atau memahami sejumlah keterampilan tertentu dan mampu mengimplementasikannya dalam proses konseling. Bimbingan dan konseling merupakan suatu proses. Proses bimbingan dan konseling menempuh tahap-tahap tertentu. Dalam setiap tahapannya akan menggunakan teknik-teknik tertentu pula. Konseling merupakan salah satu teknik dalam bimbingan. Ruang lingkup teknik konseling meliputi kajian teoretis dan praktis mengenai segala kemampuan dan kesemaptaan konselor hingga mampu melakukan proses konseling yang berhasil guna. Lingkup teknik konseling meliputi kajian sejumlah asumsi mengenai implikasi teori konseling pada teknik konseling, keterampilan dasar selama proses konseling, komunikasi verbal

Draf kuliah Teknik Konseling

2|
dan nonverbal dalam konseling, dan cara-cara dalam melakukan terapi penyimpangan tingkah laku (abnormalitas), hingga caracara melakukan konseling melalui media elektronik. Suasana batin konseli selama proses konseling dapat berupa perasaan senang ataupun sebaliknya yakni perasaan tidak senang. Konseling yang baik, tentunya diupayakan seoptimal mungkin mencapai derajat konseling yang menumbuhkan perasaan senang. Suasana Batin yang Tergolong "Perasaan Senang" Merasa akrab/dekat Merasa pantas Merasa antusias Merasa puas Merasa bahagia Merasa penuh harapan Merasa bebas Merasa penuh harga diri Merasa bergairah Merasa riang/gembira Merasa bangga hati Merasa rindu/kangen Merasa bersukacita Merasa berterima kasih Merasa cocok Merasa santai/rileks Merasa cinta/terpikat Merasa simpati Merasa diakui/diterima Merasa sabar Merasa damai/tenteram Merasa terlindung/aman Merasa tak janggal Merasa terhibur Merasa geli Merasa tenang/kalem Merasa kagum Merasa terharu Merasa kerasan/betah Merasa tertarik Merasa lega Merasa tabah Merasa mantap Merasa terpukau/terpana Merasa nyaman Merasa terpesona Merasa nikmat Merasa tergugah/terlibat Merasa optimis Merasa suka Suasana Batin yang Tergolong "Perasaan Tidak Senang" Merasa apatis Merasa malas Merasa antipati Merasa merana Merasa asing Merasa benci Merasa bingung Merasa bengong Merasa bosan/jenuh/jemu Merasa berat hati Merasa berkabung Merasa berdosa/bersalah Merasa curiga Merasa cemburu Merasa canggung Merasa diabaikan Merasa dihina/terhina Merasa dendam Merasa sebatang kara Merasa kehilangan Merasa kasihan/iba Merasa dingin Merasa dioyak-oyak Merasa gugup/grogi Merasa hambar/hampa Merasa hancur/tercacah Merasa iri Merasa jengkel/mangkel Merasa jera/kapok Merasa khawatir/gelisah Merasa kecewa/ gagal Merasa kikuk Merasa kesal Merasa kesepian Merasa tertipu Merasa takut/gentar Merasa kaget/terhenyak Merasa kecil hati

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.
Merasa muak Merasa ngeri/jijik Merasa pesimis/depresif Merasa tanpa harapan Merasa pasrah Merasa panik Merasa patah hati Merasa panas hati Merasa prihatin Merasa bimbang Merasa risih Merasa minder Merasa sedih/ murung Merasa sakit hati/pedih Merasa segan/enggan Merasa sebal/sebel Merasa terancam Merasa terpukul Merasa ada kejanggalan Merasa terbebani Merasa terpaksa Merasa tersinggung Merasa tergerak Merasa tersiksa Merasa tak betah Merasa terganggu Merasa tersayat/pilu Merasa terpojok/ terdesak Merasa terkekang Merasa tak sabar Merasa tak berdaya/kalah Merasa tegang Merasa goyah Merasa tersipu-sipu

Draf kuliah Teknik Konseling

Memiliki integritas dan kontrol diri dalam cara berpikir. Memiliki hobbi dan suka berekreasi sesudah mengalami kelelahan. Dapat tidur dengan baik. Senang humor. Merasa aman. Miharja. Menyenangi orang tua dan rumah. baik yang datang dari diri maupun dari luar diri individu. Menanamkan kebiasaan dan mengembangkannya dengan baik. Dapat tidur dengan baik. Sesuai dengan hakikat kemanusiaan dalam moral. Penyesuaian yang normal (well adjusted person) mempunyai ciri-ciri yang normal antara lain : Tidak menunjukan adanya ketegangan emosional. menghargai pengalaman. emosi. Mengembangkan moral yang luhur. Merasa memiliki kebebasan. Karakteristik mental yang sehat pada anak-anak yang harus diwujudkan antara lain: Merasa disukai oleh teman-temannya. sosial dan moral merupakan bekal untuk mampu belajar. Memperluas pengetahuan dan memiliki tilikan diri (self insight). Segar. Bentuk penyesuaian diri secara normal antara lain : mampu mengemukakan masalah dan pemecahannya secara langsung.. Bersikap wajar terhadap lain jenis. keinginan. menggali potensi diri. berkhayal. Merasa diperlakukan baik oleh orang lain dan di rumah. memilih tindakan yang tepat dan control diri serta melakukan perencanaan yang cermat. Memiliki penerimaan diri. Tidak selamanya individu berhasil menyesuaikan diri dan mengatasi berbagai rintangan. melakukan penelitian.Pd. maka perlu diperhatikan beberapa prinsip mewujudkan kondisi: Keadaan jasmani yang baik terintegrasi sebagai organisme. Dapat tertawa Draf kuliah Teknik Konseling . Bimbingan dan konseling merupakan upaya untuk mengembangkan kemampuan individu dalam bidang pribadi dan sosial. Percaya diri dan menyukai orang lain. Tidak takut sendirian. terutama menghadapi kejadian yang akan datang. Memiliki pertimbangan rasional dan pengarahan diri. Mampu melakukan perubahan sesuai dengan kepribadian. tenang dan tidak letih. Tidak menunjukan adanya frustasi pribadi. Adapun ciri mental sehat lainnya pada orang dewasa: Merasa disukai oleh orang lain. Berusaha mencapai kematangan emosi dalam berpikir dan memiliki hubungan antar pribadi terutama dengan baik. emosional dan sosial. perbaikan diri dan realisasi diri. Merasa dipercaya oleh teman-temannya. Merasa bagian dari masyarakat. Mencintai kehidupan dan memiliki falsafah hidup.Ag. Memiliki hobi dan suka berkreasi. Mampu menyatakan diri sendiri secara terbuka. belajar. Merasa puas dengan status ekonominya.M. Merasa tenang dan teguh. Merasa mudah memasuki suatu kelompok. Berbuat sesuai dengan usianya. dengan Tuhan dan manusia sebagai organisme. Bersikap realistis. Yang berhasil menyesuaikan diri disebut well adjusted person dan yang gagal disebut mal adjusted person.3| Merasa tak berdaya Merasa malu/jengah Merasa marah /gusar Merasa diasingkan Merasa tercengang Merasa duka S. dan kesehatan mental. Kepuasan dalam bekerja mempengaruhi perasaan dan ketenangan batin. dapat menerima kenyataan dalam keluarga. Memiliki elusi yang seimbang. Mudah melupakan hal-hal yang salah terhadap dirinya. intelektual religi. Hasil yang ingin dicapai dari konseling adalah manusia yang mempunyai hubungan baik antara manusia dengan lingkungan. dan perilaku. Dapat bersahabat dengan baik. agama memegang peranan penting dalam kehidupannya. S. Dapat menyatakan diri dengan bebas. Merasa aman dengan kehadiran sesuatu yang asing. Memiliki konsep diri yang sehat. selalu menjaga hubunga yang tetap dan teratur dengan Tuhan dalam melaksana ajaran agama yang dianut. Memiliki kemerdekaan dan dapat berbuat untuk diri sendiri. Bidang-bidang pribadi antara lain penyesuaian diri dan segala aspeknya seperti penyesuaia diri. Mempunyai selera makan yang baik. mampu melakukan trial and error (uji coba) mencari substitusi (pengganti).

Periang dan optimis. perbaikan diri dan realisasi diri.4| dalam situasi yang lucu. kondisi fisik. Karenanya perlu diperhatikan beberapa prinsip mewujudkan kondisi: Keadaan jasmani yang baik terintegritas sebagai organisme. implementasi teknik-teknik konseling melalui beberapa tahap kegiatan. termasuk pengalaman. Memiliki integritas dan kontrol diri dalam cara berpikir. Kondisi psikologis. selalu S. Senang berkelompok dan merasa bagian dari kelompok. Apa itu teknik Konseling? Teknik konseling merupakan cara-cara tertentu yang digunakan oleh seorang konselor dalam proses konseling untuk membantu klien agar berkembang potensinya serta mampu mengatasi masalah yang dihadapi dengan mempertimbangkan kondisikondisi lingkungannya yakni nilai-nilai sosial. dan perilaku. Sesuai dengan hakikat kemanusiaan dalam moral. Konselor memungkinkan konseli untuk merefleksi atas diri sendiri serta pengalaman hidupnya. Kondisi lingkungan dan kulturasi. tempat yang tinggi. Mampu melakukan perubahan sesuai dengan kepribadian. dan mendorong sehingga klien terbuka untuk menyatakan secara bebas perasaan. Menanamkan kebiasaan dan mengembangkannya dengan baik. Memperluas pengetahuan dan memiliki tilikan diri (self insight). seperti empati. Sebagai suatu proses.M. suasana psikis dan lain-lain. kesehatan fisik dan lainlain. konflik. Memiliki konsep diri yang sehat. Kepribadian termasuk konsep dalam penerimaan diri dan realisasi diri. budaya dan agama. selama konseling. Dalam proses konseling. sikap. berbuat sesuai denqan umurnya. frustasi. keikhlasan serta kejujuran. Konseling mengandung suatu proses antarpribadi yang berlangsung melalui saluran komunikasi verbal dan nonverbal. Perkembangan dan kematangan termasuk aspek intelektual. Senang bermain dan menyenangi permainan. tidak takut terhadap obyek tertentu seperti air. menjaga hubungan yang tetap dan teratur dengan Tuhan dalam melaksana ajaran agama yang dianut. Berusaha mencapai kematangan emosi dalam berpikir dan memiliki hubungan antar pribadi terutama dengan baik. sosial. Dengan menciptakan Susana yang kondusif. dan perhatian yang tulen (facilitative conditions). Seorang konselor yang efektif harus mampu merespons klien secara baik dan benar sesuai keadaan klien saat itu. dan pengalamannya. memahami diri sendiri serta situasi Draf kuliah Teknik Konseling . dengan Tuhan dan manusia sebagai organisme. emosional dan sosial.Pd. sikap keagamaan deln lainlain. sistem saraf. keinginan. Menunjukan sikap tenang. agama memegang peranan penting dalam kehidupannya. pikiran. intelektual religi. dapat menerima kenyataan dalam keluarga. Memiliki penerimaan diri. mamacu. Senang bersekolah dan permainan pra sekolah. kelenjar otot. dll. penguasaan terhadap teknik konseling akan merupakan kunci keberhasilan untuk mencapai tujuan konseling. Miharja. B. menguasai teknik-teknik konseling merupakan suatu keharusan. moral. dari mulai persiapan konseling. Prinsip-prinsip mewujudkan kondisi mental yang sehat dapat didasarkan pada hakekat hubungan manusia dengan lingkungan. Kondisi agama (religi) hubungan manusia dengan Tuhan. Bersikap realistis. S. Mengembangkan moral yang luhur. Kepuasan dalam bekerja mempengaruhi perasaan dan ketenangan batin. penerimaan penghargaan. berkhayal. Bagi seorang konselor. Respons yang baik berupa pertanyaan-pertanyaan verbal dan nonverbal yang dapat menyentuh.Ag.. emosional. emosi. termasuk pembawaan. hingga berakhirnya proses konseling.

seperti memberikan tanggapan pemantulan. S.. sehingga dari awal sampai akhir kondisi pendukung itu tercipta dan terbina terus-menerus. sehingga konseli menyadari adanya kondisi pendukung dan karenanya bersedia pula untuk berkomunikasi dengan konselor. Perbedaan pandangan ini harus disadari oleh konselor dan memperluas cakrawalanya berpikir. Melalui berbagai tanggapan verbal dan aneka reaksi nonverbal. menemukan penyelesaian atas masalah yang dihadapi. tanggapan batin ini merupakan dasar bagi setiap kali ada tanggapan verbal dan suatu reaksi nonverbal. Draf kuliah Teknik Konseling .5| kehidupannya dan.M. Meskipun pelayanan konseling memuat unsur akal sehat yang menyertai penggunaan teknik. konselor mengkomunikasikan kondisi positif itu kepada konseli. masalah itu berlainlainan.Pd. tetapi pun tidak lepas dari sistematika kerja tertentu yang terwujud dalam berpegang pada suatu pendekatan konseling berdasarkan pertimbangan rasional. Penggunaan teknik dalam proses konseling memerlukan timbal-balik antara konselor dan konseli. Maka. Kondisi serasi dapat dikomunikasikan melalui suatu teknik verbal tertentu. memberikan tanggapan evaluatif. memberikan tanggapan analitis atau interpretatif memberikan tanggapan suportif. antara lain. atau memberikan tanggapan eksploratif. korektif. seperti refleksi dan klarifikasi. sehingga konseli secara bertahap dapat menuntaskan penyelesaian atas masalah yang dihadapinya. dalam memberikan tanggapan tertentu. bahkan membantunya dalam mendampingi klient yang datang kepadanya untuk konseling secara lebih efisien dan efektif. Adanya intensi dasar untuk memberikan bantuan terlaksana. Miharja. atau sugestif. dengan tetap menggunakan teknik konseling sejauh selaras dengan pendekatan konseling yang diterapkannya serta metode konseling yang diikutinya. dan melalui suatu teknik nonverbal seperti sikap badan dan pandangan mata. Dalam batinnya konselor selalu mempunyai maksud atau intensi untuk membantu konseli. namun pandangan para pakar konseling tentang apa yang menyebabkan manusia menghadapi masalah dan bagaimana caranya memberikan bantuan psikologis dalam mengatasi S. bantuan diberikan oleh seorang konselor meliputi baik penciptaan serta pembinaan seluruh kondisi (core conditions) maupun struktur serta organisasi pada pembicaraan. berdasarkan itu.Ag. Kondisi kondisi konseling pula penerapan teknik verbal dan nonverbal yang lain.

klien yang tidak mampu melihat masalahnya sendiri. Ada klien yang mampu melihat masalahnya sendiri dan ada yang tidak. Disini akan diutarakan tahapan konseling yang diajukan dalam sistematika Carkhuff dan klinikal. Klien yang banyak berharap dan mengerti peran-peran konselor. Tahapan permulaan konseling Ada tiga hal yang dilakukan oleh konselor untuk memulai proses konseling yaitu: (a) membentuk kesiapan untuk konseling. Untuk dapat melakukan konseling secara efektif dan agar konseling berhasil dan berdaya guna. Begitu pun klien yang mengetahui ten tang konseling.M. ia akan memanfaatkan jasa konselor secara maksimal. Tanpa partisipasi dari klien atau tanpa kesiapan klien. sebaliknya yang tidak mengerti tentang peran-peran konselor.Pd. Motivasi klien untuk memperoleh bantuan akan menentukan jalannya proses konseling. dan (6) sistem pertahanan diri. (b) memperoleh riwayat kasus. agar dapat berpartisipasi secara aktif sesuai tuntutan konseling.. akan membantu kelancaran proses konseling. akan sulit merespons proses konseling. Klien yang tidak mengetahui tentang konseling. Tahapan permulaan merupakan segala upaya menuju pada proses konseling dapat berjalan dengan baik.6| S. A. (2) pengetahuan klien tentang konseling. BAB II TAHAPAN PROSES KONSELING Tahapan konseling dimulai dari tahapan permulaan konseling hingga tahapan selama proses konseling. Sistem pertahan diri yang baik dari klien. Setiap aktivitas yang berproses akan memerlukan persiapan yang matang. proses konseling bisa gagal. akan berbeda partisipasinya dalam konseling jika motivasi mereka benar-benar ingin memperoleh bantuan. (5) harapan-harapan terhadap peran konselor.Ag. Dalam proses konseling harus ada respons-respons tertentu dari klien. (4) tingkat tilikan terhadap masalah dan dirinya sendiri. Hal-hal yang berkenaan dengan kesiapan konseling terutama yang berhubungan dengan klien adalah: (1) motivasi klien untuk memperoleh bantuan. akan sulit untuk berpartisipasi dalam proses konseling. Dampak lanjutnya adalah klien tidak mau di konseling. Tanpa persiapan konseling tidak akan dapat beljalan secara efektif dan sangat mungkin tujuan konseling tidak tercapai. 1. harus siap untuk mengikuti konseling. Sebaliknya. Klien yang mengikuti sesi konseling karena mengikuti keinginan guru wali kelas atau orang lain termasuk konselornya sendiri (terpaksa). (3) kecakapan intelektual. Begitu juga klien. Kesiapan untuk Konseling Kesiapan untuk konseling tertuju kepada konselor atau kliennya. Draf kuliah Teknik Konseling . dan ( c) evaluasi psikodiagnostik. konselor harus melakukan persiapan. Sistematika Carkhuff mengenai bagaimana tahapan dalam wawancara konseling. Tahapan selama konseling mengacu pada pendeatan dalam berbagai teori konseling. ia akan tidak maksimal memanfaatkan jasa konselor. akan mampu berpartisipasi secara aktif dalam konseling sehingga proses konseling akan betjalan secara lancar. memerlukan persiapan yang matang. Klien yang mampu melihat masalahnya sendiri. S. maka ia tidak banyak berharap bahwa konselor dapat membantunya untuk memecahkan masalah. Miharja. adapun penedekatan klinikal mengenai tahapan suatu masalah dapat diselesaikan selama proses konseling. Klien yang kemampuan intelektualnya rendah. Aktivitas konseling sebagati suatu proses.

Miharja. karena ketika konselor bertanya sesuatu yang sedikit memojokkan klien. perkiraan sebab-sebab kesulitan. (2) menciptakan iklim kelembagaan yang kondusif sehingga membangkitkan klien untuk memperoleh bantuan. Agar klien siap dalam mengikuti konseling. S. (5) melalui proses pendidikan itu sendiri. dan (7) melalukan orientasi prakonseling. sekolah dan madrasah dan sebagainya. disarankan kepada konselor agar melakukan hal-hal sebagai berikut: (1) memulai pembicaraan dengan berbagai pihak tentang berbagai topik masalah dan pelayanan konseling yang diberikan.Ag. 2. (4) hilangnya pemahaman terhadap indiyidualitas atau hunikan sistem diri klien. mengadakan observasi. Dengan perkataan lain mengumpulkan sejumlah kasus yang dialami oleh klien pada masa sekarang maupun yang telah lalu. padahal kehidupan klien (helpee) sangat kompleks. (2). (3) terlalu cepat menggunakan tes. Evaluasi Psikodiagnostik Dalam bidang medis. Kedua. proses diagnosis mempunyai beberapa arti dan sulit dipisahkan secara tegas sebagaimana halnya dalam bidang medis. menempatkan gejala dalam kategori. (5) Grafik waktu tentang kehidupan helpee yang berkasus. konselor kurang memperhatikan keadaan tingkah Iaku klien sekarang. Psikodiagnosis mempunyai dua arti yaitu: pertama.. anekdot). (6) melakukan survei terhadap masalah-masalah klien. yaitu suatu catatan tentang berbagai aspek yang menggambarkan perkembangan seseorang. (3) menghubungi sumber-sumber referal (rujukan) misalnya dari organisasi. memperkirakan sebab-sebab. (4) memberikan informasi kepada klien tentang dirinya dan prospeknya.M. Dalam proses konseling hendaknya berhati-hati menggunakan diagnosis dengan pengertian di atas.Pd. psikodiagnosis sebagai suatu prosedur menginterpretasikan data kasus. dan memperkirakan usaha-usaha penyembuhannya Dalam bidang psikologis. (5) pengaruh sikap menilai dari konselor. Secara umum diagnosis dalam bidang psikologis berarti pernyataan tentang masalah klien. kemungkinan teknik-teknik konseling untuk memecahkan masalah. (4) Tulisan-tulisan yang dibuat sendiri oleh helpee yang berkasus sebagai dokumen pribadi (mungkin dalam bentuk catatan S. Secara sederhana riwayat kasus bisa dikatakan melakukan identifikasi terhadap masalah-masalah yang dialami klien. diagnosis diartikan sebagai suatu proses memeriksa gejala. Riwayat Kasus Riwayat kasus adalah suatu kumpulan fakta yang sistematis tentang kehidupan klien sekarang dan masa yang lalu. dan karakter yang selanjutnya disebut diagnosis diferensial. dan memperkirakan hasil konseling dalam bentuk tingkah laku klien di masa yang akan datang. yang lebih memusatkan pada masalah-masalah psikoterapeutik dan diperoleh melalui wawancara konseling. sebab dapat menimbulkan bahaya sebagai berikut: (1) data yang terbatas atau kurang memadai. Draf kuliah Teknik Konseling . ia akan menangis. yang selanjutnya disebut diagnosis struktural. sebagai suatu klasiftkasi deskriptif masalah-masalah yang sama dengan klasiftkasi psikiatris untuk gangguan neurosis.7| sebaliknya sistem pertahanan diri yang jelek akan menghambat proses konseling. (2) Catatan kumulatif (cummulative record). 3. Riwayat kasus dapat dibuat dalam berbagai bentuk: (1) Riwayat konseling psikoterapeutik. (3) Biografi dan autobiografi. psikosis.

(4) merumuskan diagnostik yang lebih tepat. Merumuskan masalah dalam bentuk:"Problemku adalah .. Sistematika Cahkhuff menekankan pada proses selama wawancara konseling. seperti Pemberian Struktur. Tahapan konseling yang umum dapat mengacu pada sistematika Carkhuff dan klinikal. disertai alasan berperasaan demikian. Interpretasi. S. Menggali aspek-aspek penting dalam masalah yang dihadapi: Mengambil unsur-unsur pokok dalam masalah.8| Psikodiagnosis dapat dilakukan melalui tes dengan tujuan untuk memperoleh data tentang kepribadian klien melalui sampel tingkah Iaku dalam situasi yang terstandar.Pd. Mengimplementasikan tujuan yang ingin dicapai dalam suatu program kerja yang konkret... Menetapkan jalan/cara yang tepat untuk mencapai tujuan. Selain itu juga didasarkan atas asumsi bahwa pola berpikir dan merasa klien yang diperoleh melalui tes akan menggambarkan struktur dasar karakter klien. Draf kuliah Teknik Konseling . Klarifikasi. dia sendiri bertanggung jawab mengatasinya: Akibat permasalahan bagi dirinya. Menetapkan tujuan yang ingin dicapai. Mulai mengutarakan masalah pribadi mendengarkan dan menunjukkan yang dihadapi penerimaan. Asumsi yang melandasi penggunaan tes dalam psikodiagnosis adalah kepribadian sebagai suatu yang dinamis dan dapat diukur melalui sampel tingkah Iaku. Dukungan/Bombongan. Penyelidikan. Aktivitas dan keterampilan konselor pada tiap pase disajikan sebagai berikut: Fase Aktivitas konseli Keterampilan konselor Melibatkan diri: Melibatkan konseli dengan Menghadap konselor. Penggunaan tes psikodiagnosis dalam konseling berfungsi untuk: (1) menyeleksi data yang diperlukan bagi konseling. Pertanyaan-Pertanyaan spesifik Eksplorasi Pemahaman Membantu konseli memahami diri berkaitan dengan masalah yang dihadapi dan menerima tanggung jawab terhadap masalah itu. Membantu konseli menggali aspek-aspek penting dengan menggunakan responding skills. (Keterampilan ini ada S. sehingga masalah dapat diatasi. seperti Refleksi dan Klarifikasi Perasaan. (3) pemahaman (4) bertindak. Diagnosis. Merencanakan urutan langkah kerja yang akan ditempuh. Menghayati perasaan-perasaan yang timbul. yang tidak dapat ditimpakan pada orang lain. Miharja. Pemberian Umpan Balik. isyarat-isyarat nonverbal. Menyadari perasaan sendiri dalam menghadapi masalah ini. Pemberian Umpan balik. seperti Refleksi. mengamati verbal dan nonverbal.M. Bertindak Membantu konseli menuangkan kemauan untuk mencapai tujuan dalam bentuk rencana urutan langkah kerja yang konkret. Sistematika Carkhuf Pada pendekatan sistematika Carkhuff konseling melalui empat pase dalam proses (1) keterlibatan (2) eksplorasi. Melihat alasan-alasan timbulnya semua reaksi perasaan itu. 1.Ag. Pemberian Informasi. Menyadari bahwa masalah adalah problem dirinya sendiri. (3) memperoleh informasi yang lebih terinci. Keterlibatan Mengungkapkan sesuatu. Meninjau makna bagi dirinya. dengan menggunakan initiating skills. Permintaan untuk Melanjutkan. Mulai melaksanakan langkah pertama yang direncanakan. Tujuan dirumuskan dalam bentuk tindakan yang nyata. (2) meramalkan keberhasilan konseling. dalam fase-fase selanjutnya). adapun konseling klinikal mencakup lebih menyeluruh dari mulai penentuan masalah hingga evaluasi. Penyajian AlternatifAlternatif. B. secara seperti merapikan meja. menggunakan attending skills. Tahapan selama proses konseling Tahapan proses konseling berbeda asumsi apabila mengacu pada teorinya. dengan menggunakan personalizing skills. Usul/Saran. Konfrontasi.

Misalnya. dan lain-lain. Data-data helpee (Dawar) di atas dapat dikumpulkan dengan cara tes dan nontes. pekerjaan. penghasilan. (3) analisis data. . dan (7) evaluasi atau follow up. Penetapan skala prioritas ditentukan atas dasar akibat atau dampak yang lebih besar terjadi apabila masalah tersebut tidak dipecahkan. (c) sering mengganggu teman dalam belajar (suka usil). S. Mudah-mudahan dengan terpecahkannya masalah S. tes bakat. (5) prognosis. dan lain sebagainya). Data diri bisa mencakup (nama lengkap dan panggilan atau nama kesayangan. dan lain sebagainya. dikhawatirkan ia tidak lulus. hobi atau cita-cita. Data lingkungan dapat mencakup (di mana helpee tinggal. dengan siapa ia tinggal. ciri-ciri tubuh. alamat dan lain sebagainya). tempat dan tanggal lahir. dan nama ibu. tiri. bagaimana pola asuh keluarga. Berdasarkan identifikasi masalah di atas. alamat. (e) prestasi belajar terus menurun. agama. misalnya pembimbing (konselor) menetapkan masalah "prestasi belajar yang menurun" untuk diprioritaskan dipecahkan melalui layanan konseling. lokasi sekolah. minat. (1) Menentukan Masalah Menentukan masalah dalam proses konseling dapat dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan identiflkasi masalah (identifIkasi kasus-kasus) yang dialami oleh klien. Tahapan konseling standard pendekatan konseling klinikal Proses konseling pendekatan klinikal menempuh beberapa langkah yaitu: (1) menentukan masalah. dan lainlain). Berdasarkan identifikasi di atas dapat diketahui bahwa Dawar memiliki delapan jenis masalah. apabila tidak segera dibantu. pernah atau tidak dirawat di rumah sakit dan gangguan kesehatan lain yang bisa mempengaruhi fisik dan psikis helpee yang bersangkutan). dan lain-lain. sekolah sebelumnya. tempat tanggal lahir. Data kesehatan dapat mencakup: (riwayat penyakit yang pernah diderita. Alasannya karena Dawar statusnya sebagai pelajar kelas III.Ag. (6) terapi. Miharja. penghasilan setiap bulan.M. status sekolah. atau angkat). agama. alamat. pekerjaan.Pd. Data helpee yang dikumpulken harus secara komprehensif (menyeluruh) yang meliputi: data diri. (2) pengumpulan data. (d) sulit berkonsentrasi dalam belajar agama Islam. data kesehatan. kelas berapa. (4) diagnosis. "prestasi menurun" masalah-masalah yang lain juga menjadi berkurang.9| 2. agama. (f) merokok secara sembunyisembunyi (ketagihan rokok). dan data lingkungan. (b) sering bolos sekolah. seorang helpee sebut saja bernama Dawar berdasarkan fenomena dan perilaku sehari-hari yang ditunjukkan oleh helpee tersebut dapat diidentifikasi bahwa masalah yang sedang dialaminya adalah: (a) sering terlambat masuk kelas (tidak disiplin). tempat dan tanggal lahir. Pengumpulan data helpee dengan cara nontes seperti: observasi atau pengamatan angket atau daftar Draf kuliah Teknik Konseling . teman-teman di sekolah atau madrasah. Data pendidikan dapat mencakup: tingkat pendidikan. Data orang tua dapat mencakup: (nama ayah. (g) dikucilkan dari pergaulan. data pendidikan. tes hasil belajar. (2) Pengumpulan Data Setelah ditetapkan masalah yang akan dibicarakan dalam konseling. anak keberapa (status anak dalam keluarga misalnya anak kandung. (h) sering ribut dengan orang tua terutama ayah. Pengumpulan data helpee dengan tes dapat mencakup: tes kecerdasan (IQ).. jenis kelamin. data orang tua (ayah ibu). dalam lingkungan seperti apa. Untuk menentukan masalah yang mana untuk dipecahkan harus menggunakan prinsip skala prioritas. selanjutnya adalah mengumpulkan data helpee yang bersangkutan (data Dawar).

bisa diberikan bimbingan belajar misalnya pengajaran remedial. (7) Evaluasi atau Follow Up Evaluasi dilakukan untuk melihat apakah upaya bantuan yang telah diberikan memperoleh hasil atau tidak. biografi atau catatan harian. Selanjutnya untuk data yang diperoleh melalui non test (misalnya sosiometri) dan 40 orang teman sekelas Dawar hanya lima orang yang rnemilih suka berteman dengan Dawar. Berdasarkan rnasalah Dawar di atas. Dari analisis data akan diketahui siapa Dawar? dan apa sesungguhnya rnasalah yang dialami oleh Dawar? (4) Diagnosis Diagnosis rnerupakan usaha pembimbing (konselor) menetapkan latar belakang rnasalah atau faktor-faktor penyebab timbulnya masalah pada klien. les tambahan. (3) Analisis Data Data-data helpee yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis. Miharja. dan lain sebagainya.10 | isian (untuk orang tua dan helpee). sosiometri. Apabila sudah memberikan hasil apa langkah-Iangkah selanjutnya yang perlu diambil? Begitu juga sebaliknya apabila belum berhasil. studi kasus.. Draf kuliah Teknik Konseling . kunjungan rumah. S. pembimbing atau konselor melaksanakan bantuan belajar atau bantuan sosial yang telah ditetapkan untuk memecahkan masalah Dawar.M. Berdasarkan data tersebut bisa dinyatakan bahwa prestasi belajar Dawar rendah dan seterusnya untuk data yang diperoleh melalui tes. pemeriksaan fisik atau kesehatan. yakni faktor-faktor penyebab prestasi belajar Dawar yang rendah dan dikucilkan dari pergaulan teman-teman di sekolah dan madrasah. wawancara. jenis bantuan apa bisa S. (6) Terapi Setelah ditetapkan jenis atau langkah-langkah pemberian bantuan selanjutnya adalah melaksanakan jenis bantuan yang telah ditetapkan. (5) Prognosis Setelah diketahui faktor-faktor penyebab timbulnya masalah pada helpee (dalam contoh di atas adalah masalah pada Dawar) selanjutnya pembimbing atau konselor menetapkan langkahIangkah bantuan yang akan diambil.Pd. Berdasarkan data tersebut. Dalam contoh di atas apakah pelaksanaan pemberian bimbingan belajar dan sosial kepada Dawar telah memberikan hasil di mana prestasi belajar Dawar meningkat atau perilaku Dawar berubah sehingga mulai disenangi oleh teman-temannya atau belum. diberikan sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh Dawar. analisisnya adalah bahwa Dawar cenderung tidak disukai oleh teman-temannya (fenornenanya adalah Dawar dikucilkan dari pergaulan oleh tenan-temannya di sekolah) dan seterusnya. Misalnya hasil tes belajar Dawar pada setiap mata pelajaran memperoleh nilai lima dan rata-rata di bawah lima.Ag. Pada contoh di atas pembimbing (konselor) mencari faktor-faktor penyebab timbulnya masalah pada Dawar. Data hasil tes bisa dianalisis secara kuantitatif dan data hasil nontes dapat dianalisis secara kualitatif. dan lainlain yang sesuai dengan bimbingan belajar atau bimbingan sosial yang tujuannya agar Dawar memperoleh penyesuaian sosial dengan teman-temannya di sekolah dan madrasah. Dalam contoh di atas.

Implementasi teknik rapport dalam konseling adalah: (1) pemberian salam yang menyenangkan. (2) menetapkan topik pembicaraan yang sesuai. 2. wujud perilaku attending yang tidak baik adalah: pertama. (3) suasana ruang konseling yang menyenangkan. ekspresi melamunr mengalihkan pandangan. sebaliknya ekspresi wajah cemberut bisa menggambarkan penolakan atau BAB III TEKNIK-TEKNIK MELAKUKAN KONSELING Proses konseling memerlukan teknik-teknik tertentu sehingga konseling bisa berjalan secara efektif dan efisien atau berdaya guna dan berhasil guna. duduk akrab berhadapan atau berdampingan. Teknik penerimaan menggambarkan cara bagaimana konselor menerima klien dalam proses atau sesi konseling. tidak melihat ketika klien berbicara. Atau cara bagaimana konselor bertindak agar klien merasa· diterima dalam proses konseling. Ketiga. Miharja. Keempat. mudah buyar oleh gangguan dari Iuar. suasana yang aman dan akrab. menunggu ucapan klien hingga selesai. memutuskan pembicaraan. melakukan variasi isyarat gerakan tangan lengan secara spontan untuk memperjelas ucapan (pernyataan konselor). kepala mengangguk sebagai pertanda setuju atas pernyataan klien. ceria. Keempat. miring. Melalui teknik ini akan tercipta hubungan yang akrab antara konselor dan klien yang ditandai dengan saling mempercayai. jarak duduk antara konselor dengan klien agak dekat. posisi tubuh agak condong ke arah klien.Pd. Tujuan utama teknik ini adalah untuk menjembatani hubungan antara konselor dengan klien. Kedua. Sebaliknya.M. (2) menciptakan Draf kuliah Teknik Konseling . Teknik ini dalam proses konseling bisa diwujudkan melalui ekspresi wajah. duduk kurang akrab dan berpaling. wajah kaku (tegang). Ekspresi wajah ceria bisa menggambarkan penerimaan konselor atas kliennya. mata melotot. mendengarkan secara aktif dan penuh perhatian. Perilaku Attending Attending merupakan upaya konselor menghampiri klien yang diwujudkan dalam bentuk perilaku seperti kontak mata. Ketiga.11 | S. 1. dan bahasa lisan. Kelima. dan senyum. (4) sikap yang ditandai dengan: (a) kehangatan emosi. (c) menjamin kerahasiaan klien. bahasa tubuh. ekspresi wajah tenang. Berikut ini diuraikan beberapa teknik dalam konseling. Perilaku attending yang baik akan dapat: (1) meningkatkan harga diri klien.. S.Ag. berbicara terus tanpa ada teknik diam guna memberi kesempatan berpikir dan berbicara. Kelima. (3) mempermudah ekspresi perasaan klien dengan bebas. diam (menunggu saat kesempatan bereaksi). posisi tubuh tegak kaku. penerimaan dan minat yang mendalam terhadap klien dan masalahnya. (b) realisasi tujuan bersama. Teknik Rapport Teknik rapport dalam konseling merupakan suatu kondisi saling memahami dan mengenal tujuan bersama. bersandar. perhatian terarah pada klien (lawan bicara). perhatian terpecah. Wujud perilaku attending dalam proses konseling misalnya: pertama. (misalnya ceria atau cemberut). jarak duduk dengan klien agak jauh. kepala kaku. Perilaku attending berkenaan dengan teknik penerimaan konselor terhadap klien. Kedua. Perilaku attending yang baik harus mengombinasikan ketiga aspek di atas sehingga akan memudahkan konselor untuk membuat klien terlibat pembicaraan dan terbuka. (4) kesadaran terhadap hakikat klien secara alamiah.

Ag. Miharja.M. (5) Structuring dalam proses. akan inembuat klien tersentuh dan terbuka untuk mengemukakan isi hatinya berupa perasaan. melakukan empati primer dengan mengatakan: "Saya dapat merasakan bagaimana perasaan Anda". dan sebagainya). berapa lama konseling ini akan kita lakukan. Empati ada dua macam. mungkin merupakan indikasi bahwa konselor tidak menerima klien. pertama: empati primer (primary empathy).12 | ketidaksetujuan konselor atas kliennya. S. atau kapan waktu-waktu Anda bisa untuk mengikuti konseling dan seterusnya. konselor harus mampu: pertama. merasa dan berpikir bersama klien S. Empati dibangun berdasarkan kesadaran diri." Keempat. Ketiga. Atau "Saya dapat memahami pikiran Anda. melakukan empati tingkat tinggi dengan mengatakan: "Saya merasakan apa yang Anda rasakan. Dalam melakukan empati. mengosongkan perasaan dan pikiran egoistik. misalnya menyangkut waktu atau jadwal. Kemampuan berempati merupakan kemampuan untuk mengetahui bagaimana perasaan orang lain ikut berperan dalam pergulatan dalam arena kehidupan. yaitu apabila kepahaman konselor terhadap perasaan. Memasuki dunia dalam klien. Empati Empati merupakan kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan oleh klien. keinginan. semakin terampil kita membaca perasaan. Semakin terbuka kita kepada emosi diri sendiri. mendatar. berapa lama konseling akan dilakukan dan lain sebagainya. keinginan dan pengalaman klien dengan tujuan agar klien terlibat pembicaraan dan terbuka. empati tingkat tinggi (advanced accurate empathy). Melalui empati tingkat tinggi. karena tanpa attending tidak akan ada empati. Structuring memberikan kerangka kerja atau orientasi pada klien. Misalnya. Kedua. Konselor yang berkata dengan nada tinggi atau duduk yang berjarak melebihi batas ketentuan dalam konseling. Selanjutnya juga bisa diwujudkan dalam bentuk tekanan atau nada suara dari konselor (tinggi. Empati dilakukan bersamaan dengan attending. dan saya ikut terluka dengan pengalaman Anda itu". pikiran. T eknik Structuring Structuring adalah proses penetapan batasan oleh konselor tentang hakikat. pikiran. dan bukan untuk atau tentang klien. Kedua. Refleksi Perasaan Draf kuliah Teknik Konseling .. apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama proses konseling berlangsung. Structuring ada yang bersifat inplisit di mana secara umum peranan konselor diketahui oleh klien dan ada yang bersifat formal berupa pernyataan konselor untuk menjelaskan dan membatasi proses konseling. gerak-gerik. (2) Batas-batas tindakan baik konselor maupun klien. dan rendah) dan jarak duduk antara konselor dan klien.Pd. Kunci untuk memahami perasaan orang lain adalah mampu membaca pesan nonverbal (nada bicara. Ada lima macam structuring dalam konseling. yaitu apabila konselor hanya memahami perasaan. pengalaman bahkan penderitaannya. 3. hatas-batas dan tujuan proses konseling pada umumnya dan hubungan tertentu pada khususnya. pikiran. (3) Batas-batas peranan konselor. (4) Batasbatas proses atau prosedu. ekspresi wajah. 4. 5. misalnya menyangkut tahapan-tahapan yang harus ditempuh (dilalui). dan pengalaman klien lebih mendalam dan menyentuh klien karena konselor ikut dengan perasaan tersebut." Atau "Saya mengerti keinginan Anda. yaitu: (1) Batasbatas waktu baik dalam satu individu maupun seluruh proses konseling.

. Refleksi perasaan bisa berwujud positif. Kedua. Sedangkan refleksi perasaan yang ambivalen (masa bodoh) ditunjukkan oleh konselor dengan membiarkan saja (tidak menyatakan setuju ·dan tidak menolak) atas apa yang dinyatakan oleh klien.." atau "Adakah yang Anda maksudkan suatu peristiwa ".. Konselor merefleksi dengan mengatakan: "Adakah yang Anda maksudkan adalah peristiwa-peristiwa sedih yang Anda alami pada masa lalu". Contoh refleksi perasaan: "Tampaknya yang Anda katakan adalah .Ag. Manfaat refleksi perasaan dalam proses konseling adalah: (1) membantu klien untuk merasa dipahami secara mendalam. "." Mendengar perkataan tersebut. refleksi pengalaman. Refleksi perasaan juga merupakan teknik penengah yang bermanfaat untuk digunakan setelah hubungan permulaan (tahap awal konseling) dilakukan dan sebelum pemberian informasi serta tahap interpretasi dimulai. dan pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbalnya. Pertama. dan (6) menguji kedalaman motif-motif klien. Dalam proses konseling.. (4) memberi kekuatan untuk memilih.. S. dan (7) konselor menggunakan bahasa yang kurang tepat. S.. negatif.. 6.. (6) konselor menambah arti perasaan.. dan ambivalen. " atau "Adakah yang Anda maksudkan . (3) memusatkan evaluasi pada klien. yaitu keterampilan konselor untuk memantulkan pengalaman-pengalaman klien sebagai hasil pengamatan perilaku verbal dan nonverbal klien. refleksi perasaan. (3) konselor tidak dapat memilih perasaan mana untuk direfleksikan. (2) konselor tidak dapat mengatur waktu sesi konseling." "Sampai kapan pun saya tidak akan berteman lagi dengannya.. Refleksi perasaan akan mengalami kesulitan apabila: (1) streotipe dari konselor. yaitu (1) refleksi perasaan. " atau "Barangkali yang akan Anda utarakan adalah. Atau "Barangkali Anda merasa .." "Saya membencinya. Miharja.Pd. (5) memperjelas cara berpikir klien. Refleksi terbagi atas tiga jenis. Refleksi perasaan positif ditunjukkan oleh konselor dalam konseling melalui pernyataan persetujuan atas apa yang disampaikan oleh klien. (2) refleksi pengalaman. Teknik Eksplorasi Draf kuliah Teknik Konseling ... Dalam proses konseling. " atau "Hal itu rupanya seperti . konselor merefleksikan dengan mengatakan: " Tampaknya Anda sungguh-sungguh marah dengan si A. Refleksi perasaan negatif ditunjukkan oleh konselor dalam konseling melalui pernyataan ketidaksetujuan atau penolakan konselor atas apa yang dinyatakan oleh klien. pikiran. yaitu keterampilan konselor untuk dapat memantulkan (merefleksikan) perasaan klien sebagai hasil pengamatan verbal dan nonverbal terhadap klien. (5) konselor tidak dapat menemukan ke dalam perasaan... (2) klien merasa bahwa perasaan menyebabkan tingkah laku.. refleksi pengalaman misalnya ketika klien mengatakan: "Saya trauma dengan masa lalu saya yang hampir tidak ada yang menyenangkan"." "Saya tidak akan berteman lagi dengannya. Refleksi merupakan keterampilan konselor untuk memantulkan kembali kepada klien tentang perasaan.M.. (4) konselor tidak dapat mengetahui isi perasaan yang direfleksikan." Contoh refleksi pengalaman: "Tampaknya yang Anda kemukakan adalah suatu . " dan seterusnya. dan (3) refleksi pikiran. refleksi perasaan misalnya ketika klien mengatakan :" Si A itu sialan..13 | Refleksi perasaan merupakan suatu usaha konselor untuk menyatakan dalam bentuk kata-kata yang segar dan sikap yang diperlukan terhadap klien.

untuk mengatakan kembali kepada klien bahwa konselor bersama dia. Dapatkah Anda kemukakan perasaan Anda lebih jauh" Kedua. perasaan. Tujuan paraphrase antara lain adalah mengatakan kembali esensi atau inti ungkapan klien. eksplorasi pikiran. yaitu keterampilan konselor untuk memantulkan ide. Contoh refleksi pikiran: "Tampaknya yang akan Anda katakan . Contoh eksplorasi perasaan: "Dapatkah Anda menjelaskan apa perasaan bingung yang dimaksudkan" atau "Saya kira rasa sedih Anda begitu mendalam dalam peristiwa tersebut. Contoh eksplorasi pengalaman: "Saya amat terkesan dengan pengalaman yang Anda lalui. tetapi entah kenapa … 8.14 | Eksplorasi merupakan keterampilan konselor untuk menggali perasaan. yaitu bertanya terbuka (open question) dan bertanya tertutup (closed question). Selain itu. (2) eksplorasi pikiran... konselor harus: (1) menggunakan kata-kata yang mudah dan sederhana. dan pendapat klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbal klien. Untuk dapat melakukan paraphrasing yang baik. Teknik bertanya ada dua macam. " Ketiga. dan pendapat klien. ekplorasi pengalaman. Pada pertanyaan terbuka. perasaan. Kedua. paraphrasing misalnya ketika klien mengatakan: "Biasanya Si A selalu senang dengan saya.Pd. mengendapkan apa yang dikemukakan klien dalam bentuk ringkasan.. konselor perlu menangkap pesan utama dari apa yang disampaikan oleh klien dan menyampaikannya kepada klien dengan bahasa konselor sendiri. Pertama. karena sulit menduga apa yang dipikirkan klien. menyimpan rahasia batin. membeIi arah wawancara konseling.. ide.. eksplorasi perasaan.. tertekan. namun saya ingin memahami lebih jauh S. " 7.Ag. ide. (3) nyatakan kembali dengan ringkas. tentang pengalaman tersebut dan pengaruhnya terhadap kesuksesan belajar Anda. pengalaman. S. Keempat mengecek kembali persepsi konselor tentang apa yang dikemukakan klien. pengalaman secara berbelit-belit dan tidak terarah sehingga intinya sulit dipahami. pikiran. dan (3) ekplorasi pengalaman.. menutup diri atau tidak mampu mengemukakannya secara terus terang. " atau "apakah yang Anda maksudkan .M. dan berusaha untuk memahami apa yang dikatakan klien. Dalam proses konseling. yaitu keterampilan konselor untuk menggali ide. praphrase juga bertujuan untuk: pertama. klien bebas memberikan Draf kuliah Teknik Konseling . Untuk itu. yaitu keterampilan konselor untuk menggali perasaan klien yang tersimpan. (2) dengan teliti mendengarkan pesan utama pembicaraan klien. konselor harus memiliki keterampilan bertanya. Miharja. refleksi pikiran. dan terancam. Teknik Bertanya Umumnya konselor mengalami kesulitan untuk membuka percakapan dengan klien. Teknik ini dalam konseling sangat penting karena umumnya klien tidak mau terus terang (tertutup). yaitu keterampilan atau kemampuan konselor untuk menggali pengalaman-pengalaman klien yang telah dilaluinya. " Ketiga. dan pikiran klien. " atau "Mungkin yang akan Anda uia[akan adalah . Ketiga. Contoh eksplorasi pikiran: "Mungkin Anda dapat menjelaskan lebih jauh ide Anda ten tang sekolah sambil bekerja.. Teknik Paraphrasing (Menangkap Pesan Utama) Sering klien mengemukakan pikiran. Eksplorasi ada tiga macam: (1) eksplorasi perasaan. Untuk memudahkan klien memahami pikiran. (4) amati respons klien terhadap konselor. pikiran. Eksplorasi memungkinkan klien untuk bebas berbicara tanpa rasa takut. dan pengalamannya.

Akhimya terjadi pertengkaran sengit". konselor harus mengupayakan agar klien selalu terlibat dalam pembicaraan. dan perilaku atau pengalaman klien berdasarkan atas teori-teori tententu. Interpretasi Interpretasi merupakan usaha konselor mengulas pikiran. Lalu konselor mengatakan: "Bisakah Anda mendemonstrasikan di depan saya. maka setiap periode waktu tertentu konselor bersama klien perlu menyimpulkan pembicaraan. . lalu . Penerapan teknik ini dalam konseling. . dan lain sebagainya. berarti bakti saya terhadap keluarga karena adik-adik saya banyak dan membutuhkan biaya sekolah. Contoh summarizing: “Setelah kita. setuju atau tidak setuju. Kapan suatu pembicaraan akan disimpulkan bisa ditetapkan sendiri oleh konselor atau bisa tergantung kepada felling konselor. Dorongan minimal diberikan secara selektif. bagaimana sikap dan katakata ayah Anda ketika memarahi Anda?" 12. Tujuan utama teknik ini adalah untuk memberikan rujukan.. Kedua. Saya tidak dapat lagi menahan diri. konselor mengatakan: "Pendidikan MA saat ini mudak bagi setiap warga negara. ... Karena tantangan masa depan yang semakin kompleks. hambatan yang akan Anda hadapi seperti yang Anda Draf kuliah Teknik Konseling . setidaknya sudah sampai pada dua hal pertama. yaitu ketika klien menunjukkan tanda-tanda akan mengurangi atau menghentikan pembicaraan atau pada saat klien kurang memusatkan pikirannya pada pembicaraan dan saat konselor ragu terhadap pembicaraan klien.M. Contoh pertanyaan terbuka: "Bagaimana perasaan Anda saat ini?" Sedangkan contoh pertanyaan tertutup adalah: "Biasanya Anda menempati posisi rangking berapa di dalam kelas?" Kemungkinan jawabannya adalah rangking pertama. Membantu orang tua memang harus. Dorongan minimal juga dapat meningkatkan eksplorasi diri. terus . dan seterusnya. sebaiknya kita simpulkan terlebih dahulu agar jelas hasil pembicaraan kita sampai saat ini. Membuat kesimpulan bersama perlu dilakukan agar klien memiliki pemahaman dan kesadaran bahwa keputusan tentang dirinya menjadi tanggung jawab klien.Pd. yaitu suatu dorongan langsung yang singkat terhadap apa yang telah dikatakan klien seperti pernyataan oh. S. Miharja.. Misalnya: "Ayah saya sering marah-marah tanpa sebab. agar klien mengerti dan berubah melalui pemahaman dari hasil rujukan. . Teknik Menyimpulkan Sementara (Summarizing) Agar pembicaraan dalam konseling maju secara bertahap dan arah pembicaraan semakin jelas.. tetapi sangat disayangkan jika orang seperti Anda yang tergolong pintar di sekolah akan meninggalkan MA. kedua." 11.Ag. ... sedangkan konselor hanya membantu. Upaya konselor mengarahkan klien dapat dilakukan dengan menyuruh klien memerankan sesuatu (bermain peran) atau mengkhayalkan sesuatu. Dari materi pembicaraan kita tadi. mendiskusikan persoalan yang Anda hadapi.. Contoh interpretasi: "Saya berhenti sekolah dan memusatkan perhatian membantu orang tua..15 | jawabannya.. ya . 9.. maka dibutuhkim SDM Indonesia yang handal. Untuk mengajak klien berpartisipasi secara penuh di dalam proses konseling. Dorongan Minimal (Minimal Encouragement) Dalam proses konseling. terutama yang hidup di kota besar S. Teknik ini memungkinkan klien untuk terus berbicara dan dapat mengarahkan agar pembicaraan mencapai tujuan. 10. pandangan atau tingkah laku klien." Mendengar perkataan klien di atas. Untuk itu konselor harus mampu memberikan dorongan minimal kepada klien. keempat. seperti Anda. sedangkan pada pertanyaan tertutup telah menggambarkan alternatif jawabannya misaInya jawaban ya atau tidak. bahwa proses konseling memerlukan partisipasi secara penuh dari klien. ketiga. Teknik Mengarahkan (Directing) Seperti telah disebutkan di muka. perasaan. perlu ada ajakan dan arahan dari konselor. tekad Anda untuk belajar sambil bekerja. dan .

Tentang pacaran.. otoriter. Tapi bagaimana ya . konselor harus mampu memimpin arah pembicaraan sehingga tujuan konseling bisa tercapai secara efektif dan efisien. Teknik-teknik Memimpin Agar wawancara konseling tidak menyimpang (pembicaraannya terfokus pada masalah yang dibicarakan).16 | beritakan tadi adalah orang tua Anda yang menginginkan Anda lebih konsentrasi kepada pelajaran dan waktu bekerja di perusahaan yang menuntut Anda bekerja seeara penuh". Fokus akan membantu klien untuk memusatkan perhatiannya pada pokok pembicaraan. Misalnya perkataan konselor sebagai berikut: "Siska telah membuat Anda gelisah dan tersiksa. Keberhasilan konselor memimpin dalam sesi konseling juga ditentukan oleh tipe-tipe kepemimpinan konselor yang demokratis. untuk meningkatkan kualitas diskusi.M. fokus pada orang lain. Keempat. Kedua. Misalnya perkataan konselor sebagai berikut: "Cepat menyerah atau putus asa bukan budayanya laki-laki. tetapi konselor harus membantu klien agar ia memfokuskan pada masalah tertentu (misalnya tentang "A" dan lain-lain)." Dalam wawancara konseling selalu ada fokus yang membantu klien untuk menyadari bahwa persoalan pokok yang dihadapinya adalah "A".." Keempat. Teknik Konfrontasi Draf kuliah Teknik Konseling . Mungkin Anda tinggal merinci kepedulian itu. fokus pada topik. Tujuan utama menyimpulkan sementara (summarizing) adalah: pertama. Misalnya perkataan konselor sebagai berikut: "Minum baigon? Anda akan bunuh diri? Sebaiknya pertimbangkan masak-masak dengan berbagai pertimbangan.. pertama: fokus pada diri klien. Ketiga. Teknik ini bertujuan agar pembicaraan klien tidak menyimpang dari fokus yang dibicarakan dan agar arah pembicaraan terfokus pada tujuan konseling. Kedua. ?" S. Teknik Fokus Konselor yang efektif harus mampu membuat fokus melalui perhatiannya yang terseleksi terhadap pembicaraan dengan klien (wawancara konseling). memulai proses konseling dengan sedikit memimpin. Mungkin banyak masalah yang berkembang di dalam wawancara konseling. Misalnya perkataan konselor: "Apakah tidak sebaiknya pokok pembicaraan kita difokuskan pada rencana Anda yang ingin belajar sambil bekerja? 15. memimpin hanya sebatas klien dapat memberikan toleransi sesuai dengan kecakapan dan pemahamannya. Mendengar perkataan tersebut. S. memberikan kesempatan kepada klien untuk mengambil kilas balik (feed back) dari hal-hal yang telah dibicarakan bersama konselor. memimpin bisa berbeda dari topik ke topik. pertama: menunjukkan keadaan di mana konselor berada di dalam atau di Iuar pikiran klien. 13. atau permisif (masa bodoh). Laki-laki tidak boleh mudah menyerah atau mudah putus asa. Kedua. untuk menyimpulkan kemajuan hasil pembicaraan secara bertahap. Contohnya: "Saya mungkin berpikir juga tentang masalah hubungan dengan pacar.Ag.Pd. Terangkanlah tentang dia. Miharja. konselor mengatakan: "Bukankah sampai saat ini kepedulian Anda tertuju kepada belajar sambil bekerja. Ketiga. Misalnya: "Dawar. Ada empat fokus dalam konseling. dan apa yang telah dilakukannya pada Anda?" Ketiga. Penerapan teknik ini dalam konseling harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: pertama.. keadaan di mana konselor mengarahkan pikiran klien kepada penerimaan perkataan konselor. fokus mengenai budaya. Memimpin dalam konseling bisa memiliki dua arti. mempertajam atau memperjelas fokus atau arah wawancara konseling. apakah termasuk ke dalam kepedulian Anda juga?" 14. Anda tidak yakin apa yang akan Anda lakukan"? atau "Tampaknya Anda berjuang sendirian?" Kedua.

samarsamar. Tujuan teknik ini adalah: pertama." 18. Kedua. Kedua. mengulang dan mengilustrasikan perasaannya. Misalnya klien mengatakan: "Konflik yang terjadi di rumah membuat saya bingung dan stress. komunikasi dan partisipasi meningkat dan proses konseling berjalan secara efektif. S. atau saudara-saudara Anda" 17. klien mengalami perasaan sakit dan tidak siap untuk berbicara.17 | Teknik ini dalam konseling dikenal juga dengan "memperhadapkan".M. menanti klien yang sed-ang berpikir. konselor mengatakan: "Bisakah Anda menjelaskan persoalan pokoknya? Misalnya peran ayah. membawa klien kepada kesadaran adanya. penolakan atau kebingungan klien. . Komunikasi tetap ada. Kedua. Diam sebagai Suatu Teknik Diam dalam konseling bisa dijadikan sebagai suatu teknik. Keenam. atau agak meragukan. Tujuan teknik ini adalah: pertama. saya baik-baik saja". senyum dengan kepedihan. kebingungan yang didorong oleh kecemasan atau kebencian. Melalui teknik ini. (suara rendah. klien mengharapkan sesuatu dari konselor. karena saya akan mendengarkan dengan sebaik-baiknya. teknik ini dilakukan oleh konselor dengan mengklarifIkasi ucapan-ucapan klien yang tidak jelas. Dalam konseling. artinya saat diam bersifat kondisional dan bisa tergantung kepada feeling konselor. Keempat. ide awal dengan ide berikutnya. Miharja. Selanjutnya konselor mengatakan: "Anda katakan baik-baik saja. Tetapi waktu itu tidak harga mati. pikiran. Misalnya ketika konselor mengatakan: "Saya yakin Anda akan berbicara secara jujur apa adanya. ungkapan kata-kata yang tegas." Selanjutnya S. dan dengan alasan-alasan yang logis.. Dalam proses konseling. diskrepansi (kondisi pertentangan antara harapan seseorang dengan kondisi nyata di lingkungan) dari klien dengan. Kelima. duduk gelisah). 16. Misalnya klien menceritakan hal-hal yang sedih tetapi sambil tertawa dan tersenyum gembira. mendorong klien untuk mengadakan penelitian diri secara jujur (instrospeksi diri secara jujur). diam bisa memiliki beberapa makna: pertama. klien sedang memikirkan apa yang dikatakan. Kedua. .. ibu. dan pengalamannya secara bebas. Memudahkan (Facilitating) Facilitating adalah suatu teknik membuka komunikasi agar klien dengan mudah berbicara dengan konselor dan menyatakan perasaan. Dalam konseling. Diam amat penting pada saat attending. meningkatkan potensi klien. sebagai protes apabila klien berbicara berbelit- Draf kuliah Teknik Konseling . diam bukan berarti tidak ada komunikasi. klien baru menyadari kembali dari ekspresi emosional sebelumnya. inkonsistensi. Teknik konfrontasi adalah suatu teknik yang menantang klien untuk melihat adanya inkonsistensi (tidak konsisten) antara perkataan dengan perbuatan. Ketujuh. yaitu melalui perilaku nonverbal. Saat diam yang ideal dalam proses konseling adalah antara 5-10 detik. Ketiga. Ketiga.Ag. klien atau konselor telah mencapai akhir suatu ide dan ragu mengatakan apa selanjutnya. mengundang klien untuk menyatakan pesannya secara jelas. Saya tidak mengerti siapa yang menjadi pemimpin di rumah itu. Menjemihkan (Clarifying) Dalam konseling. teknik tampak dari ungkapan klien sebagai berikut: "Oh. tetapi kelihatannya ada sesuatu yang tidak beres" atau "Saya melihat ada perbedaan antara ucapan Anda dengan kenyataan diri Anda. agar klien menjelaskan. konflik atau kontradiksi dalam dirinya. wajah tidak ceria/cerah." Tujuan teknik ini adalah: pertama.Pd.

sebaiknya diupayakan agar klien tetap mengusahakannya sendiri. lebih sering diam. tetapi Anda ragu menyatakannya... klien lambat berpikir untuk mengambil keputusan. pemberian nasihat sebaiknya dilakukan apabila klien memintanya. Hal yang harus diperhatikan dalam pemberian nasihat adalah aspek kemandirian dalam konseling.M. Ketiga. Atau konselor membantu klien membuat suatu kesimpulan yang menyangkut hal: pertama. klien bertanya tentang syarat-syarat masuk Sekolah Islam Unggulan dan terpadu. Dengan perkataan lain. bersama klien konselor membuat suatu kesimpulan. Miharja. sedangkan klien memintanya. Misalnya konselor mengatakan: "Sebaiknya Anda memulai menyusun rencana yang baik dengan berpedoman kepada hasil pembicaraan kita. Kedua. " Konselor : "…. Teknik ini diterapkan apabila: pertama. Keadaan diam di pihak konselor bermanfaat bagi proses konseling. Klien : "Saya . Jalan tengah yang ditawarkan adalah dalam pemberian nasihat harus tetap dijaga agar tujuan konseling. Kedua. Ketiga. 21. Coba Anda renungkan lagi. konselor tetap harus mempertimbangkannya.. Mengambil Inisiatif Pengambilan inisiatif perlu dilakukan oIeh konselor ketika klien kurang bersemangat untuk berbicara.Pd.. untuk mengambil inisiatif apabila klien kurang bersemangat. dan kurang partisipatif. mendorong klien untuk berbicara. Meskipun demikian. Memberi N asihat Dalam konseling. karena konselor tidak mengetahui.. S. Konselor mengucapkan kata-kata yang mengajak klien untuk berinisiatif dalam menuntaskan diskusi. Dalam konseling teknik ini tercermin dari perkataan konselor sebagai berikut: "Baiklah. apakah pantas atau tidak memberikan nasihat. Rencana yang baik harus merupakan hasil kerja sama antara konselor dengan klien. maka konselor harus secara jujur mengatakan tidak mengetahuinya. Menyimpulkan Pada akhir sesi konseling." (diam). pemberian nasihat S.. mengurangi kecepatan interviu. klien kehilangan arah pembicaraan.Ag.. Atau rencana perbuatan nyata yang produktif bagi kemajuan klien." 20. membantu klien untuk lebih memahami dirinya. klien dapat mengikuti ekspresi yang membawa klien berpikir dengan tilikan yang mendalam. Misalnya. Kondisi diam dalam proses konseling. harus bagaimana . memantapkan rencana klien. apabila konselor mengetahui. bagaimana keadaan perasaan klien saat ini terutama menyangkut kecemasannya akibat masalah yang dihadapinya. tidak sesuai dengan hakikat kemandilian dalam konseling. dan … saya (diam berpikir). Kedua. yakni kemandirian klien tetap tercapai. Sebaliknya. menunjang perilaku attending dan empati sehingga klien bebas berbicara. Merencanakan Menjelang akhir sesi konseling. yaitu pertama. Para penganut teori Client Centered menyatakan bahwa apabila klien masih dinasihati berarti belum mandiri. Konselor : diam. Ketiga. 22. secara jujur konselor mengatakannya tidak mengetahui informasi tersebut dan menganjurkan klien mencari sendiri ke sumber informasi (mendatangi sekolah yang bersangkutan). konselor harus membantu klien untuk dapat membuat rencana suatu program untuk action (melakukan tindakan sesuatu) guna memecahkan masalah yang dihadapinya. saya pikir Anda memiliki suatu keputusan... 19. misalnya ketika klien mengatakan: "Saya kurang senang dengan perilaku guru itu.. Pemberian Informasi Apabila konselor tidak mengetahui suatu informasi. Keempat. Saya tidak mengetahui. dan Ketiga. pokok-pokok yang akan dibicarakan selanjutnya Draf kuliah Teknik Konseling ." 23.18 | belit (nglantur).

Miharja. dapat dilakukan konselor dengan cara: pertama. tertentu kepada klien yang relevan dengan pokok pembicaraan apabila diperlukan. menunjukkan kepada pertemuan yang akan datang (menetapkan jadwal pertemuan sesi berikutnya). Keenam. Kedua. mengatakan bahwa waktu sudah habis. Misalnya. memberikan tugas-tugas. konselor mengatakan: "Apakah sudah dapat kita buat kesimpulan akhir pembicaraan kita?" 24. menjelang waktu akan berakhir. Draf kuliah Teknik Konseling .Pd.M.19 | pada sesi berikut.. S. mengajak klien berdiri dengan isyarat gerak tangan: Kelima. Teknik Mengakhiri (Menutup Sesi Konseling) Mengakhiri sesi konseling merupakan suatu teknik dalam proses konseling.Ag. menunjukkan catatancatatan singkat hasil pembicaraan konseling. S. Untuk mengakhiri sesi konseling. Keempat. merangkum isi pembicaraan. Ketiga.

konselor mengharapkan tanggapan terbatas yang cukup tertuangkan dalam Draf kuliah Teknik Konseling Tanggapan verbal konselor dapat dituangkan dalam bentuk pernyataan atau dalam bentuk kalimat tanya atau dalam bentuk kombinasi dari pernyataan dan kalimat/kata tanya. di mana setiap mata rantai terdiri atas Suatu ungkapan konseli dan suatu ungkapan konselor. setiap ungkapan konseli disusul dengan suatu ungkapan di pihak konselor. Miharja. pikiran. Beberapa ungkapan verbal konselor yang bercorak tata kesopanan atau sopan santun pergaulan sosial. Dalam kalimat tanya yang mengandung pertanyaan tertutup. Dengan demikian. misalnya klarifikasi perasaan. Wawancara konseling terdiri atas rangkaian ungkapan di pihak konseli yang disusul dengan ungkapan-ungkapan di pihak konselor. Katakata itu dapat dituangkan dalam bentuk kombinasi dari pernyataan dan kalimat/kata tanya. teknik konseling yang digunakan tergantung dari intensi konselor yang terdapat di belakang kata-kata yang diucapkan. Hal ini menyangkut bentuk gramatikal tanggapan konselor. perlu dibedakan antara bentuk pertanyaan terbuka (open question) dan bentuk pertanyaan tertutup (closed question).Pd. Oleh karena itu. bentuk gramatikal kalimat tanya tidak harus berarti bahwa konselor menggunakan teknik pertanyaan mengenai hal tertentu: mungkin juga menggunakan teknik yang lain. Dalam kalimat tanya yang mengandung pertanyaan terbuka. atau memantulkan pikiran dan memberikan informasi serta menanyakan hal tertentu (tiga teknik). tidak termasuk dalam teknik konseling yang verbal. bila konselor berkata: . wawancara membentuk suatu rangkaian mata rantai-mata rantai. konselor memberikan kesempatan kepada konseli untuk menanggapi secara luas dan memberikan ulasan menurut ketentuan dan kesukaan sendiri. Selain itu. konseli diharuskan untuk memberikan tanggapan yang agak panjang.20 | S. misalnya hanya menunjukkan penerimaan saja (satu teknik).. Misalnya. pada akhir tanggapan yang menggunakan teknik klarifikasi konselor dapat memakai kata tanya "begitu?". Ungkapan konselor yang berupa tanggapan verbal dengan membantu konseli. menurut ketentuan tata bahasa. yang merupakan perwujudan konkret dari maksud.M. Bagaimana perasaanmu pada saat itu?" atau "Selanjutnya bagaimana?". tetapi hal ini tidak harus berarti bahwa juga digunakan teknik verbal yang sama. Teknik-Teknik Konseling yang Verbal Suatu teknik konseling yang verbal adalah segala tanggapan verbal yang diberikan oleh konselor. BAB IV TEKNIK KONSELING YANG VERBAL A. Khususnya mengenai kalimat tanya. sehingga tanggapan itu tidak dapat diberikan dalam satu-dua kata saja.Ag. menggunakan satu atau Iebih teknik yang verbal. seperti ucaran selamat siang pada awal wawancara dan sampai berjumpa pada akhir wawancara. kata tanya yang sama juga dipakai pada akhir tanggapan yang menggunakan teknik ringkasan. S.. atau menunjukkan penerimaan dan memantulkan perasaan konseli (dua teknik). Menurut ketentuan tata bahasa beberapa tanggapan atau bagian tanggapan dapat sama-sama menggunakan . bentuk gramatikal ungkapan verbal konselor tidak memberikan petunjuk yang pasti tentang teknik konseling mana yang digunakan. dan perasaan yang terbentuk dalam batin konselor (tanggapan batin) untuk membantu konseli pada saat tertentu. tergantung dari intensi konselor. Misalnya. kalimat/kata tanya.

M." "Sejak kapan Saudara berkeinginan ikut tes di BIMBEL ?" "Awal tahun. sebagaimana tampak dalam contoh di bawah ini.Ag. Misalnya. atau . Di samping itu. jumlah teknik yang mereka bahas juga tidak sama. misalnya "Kamu sudah sampai di semester berapa?" atau "Saudara sekandung ada berapa orang?" Selain itu. Penggunaan kedua kata itu mengandung bahaya karena konseli mendapat kesan dia diminta pertanggungjawaban atau konselor secara implisit menyatakan keheranannya atas hal yang sudah terjadi. kamu menjadi marah?" Kalimat tanya yang dimulai dengan Mengapa atau Kenapa. Misalnya. penggunaan katakata Mengapa atau Kenapa sebaiknya dihindari.21 | satu-dua kata saja. cukup dijawab "Sedih"." "Apakah orang tua mampu membiayai studi di BIMBEL?" "Mampu saja. S. asal digunakan pada saat-saat tertentu bila memang relevan untuk mengajukan pertanyaan tentang hal tertentu. konseli cukup menjawab dengan "Kemarin dahulu" atau "Dengan adik". jangan sampai mengandung keheranan. Pengarang-pengarang profesional tidak memberikan nama yang sama pada setiap teknik yang verbal. Kalimat tanya yang mengandung pertanyaan tertutup tidak harus salah. kalau konseli mendapat kesan yang demikian. sih. mudah memacu konseli untuk menghindar. coba jelaskan" atau "Alasan apa yang mendorong Anda untuk marah?" Oleh karena itu. dia mungkin sekali cenderung membela diri daripada memberikan gambaran yang jujur. atas pertanyaan: "Apa perasaanmu pada saat itu. hendaklah konselor waspada terhadap nada bicaranya." "Apa Saudara merasa takut gagal" "Barangkali!" "Apakah orang tua mendukung pendaftaran di BIMBEL!"… "Ya. kalimat tanya: "Mengapa kamu menjadi marah?". kalau toh digunakan. Miharja. tetapi saya belum mendaftar.." "Apakah keinginan ini pernah dibicarakan dengan wali kelas)"" "Tidak. tidak mengajak konseli untuk ikut berpikir. apalagi bila nada bicara konselor mengandung suatu tuduhan sehingga terdengar: "Mengapa. "Saya ingin ikut tes seleksi. konselor harus sangat hati-hati dalam memulai suatu kalimat tanya dengan Mengapa atau Kenapa. misalnya " Kiranya ada alasan untuk menjadi marah." Wawancara yang bercorak demikian membuat konseli mengambil sikap pasif sambil menunggu dilempari pertanyaan berikutnya dan S. bahkan secara implisit dia diadili. bila konselor berkata: "Kapan hal itu terjadi?" atau "Dengan siapa Anda pergi nonton?". Pada umumnya lebih baik konselor merumuskan kalimat tanya yang mengandung pertanyaan terbuka. sistematika yang digunakan dalam Draf kuliah Teknik Konseling tuduhan.Pd. Penggunaan kontinyu kalimat-kalimat yang mengandung bentuk pertanyaan tertutup menimbulkan bahaya bahwa wawancara konseling menjadi pertemuan tanya jawab. sesuai dengan hal dan segi tertentu yang ditanyakan. dapat diubah. tuntutan pertanggungjawaban.

22 | menyusun suatu daftar teknik tidak sama pula; dalam hal ini pandangan masing-masing pengarang tentang jumlah fase dalam proses konseling dan nama yang diberikan pada masing-masing fase sangat menentukan. Selama tidak ada pembakuan dalam hal sistematika pengaturan teknik-teknik dan dalam hal peristilahan yang digunakan, akan ditemukan perbedaan antara cara menyusun daftar aneka teknik verbal dan cara pembahasan daftar teknik itu. Oleh karena itu, daftar yang disajikan di bawah ini tidak bersifat mutlak dan barangkali dapat dianggap tidak lengkap pula. Daftar ini disusun mengingat urutan fase yang umumnya terdapat dalam proses konseling, yaitu: fase pembukaan: rase konseli mengemukakan masalahnya; fase konselor bersama konseli menggali latar belakang masalah dan berusaha memperoleh gambaran yang lengkap serta cukup mendahului rase memikirkan bersama bentuk penyelesaian yang paling tepat, dengan membuat pilihan di antara beberapa alternatif atau meninjau kembali sikap dan pandangan dalam penyesuaian diri yang lebih baik; dan fase penutup. Teknik verbal dengan nomor a s.d i mengandung pengarahan sedikit dan lebih sesuai dengan metode nondirektif, sedangkan nomor j s.d. u mengandung pengarahan banyak dan lebih sesuai dengan metode direktif.

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.
dengan saya."; "Kelihatannya ada hal yang membebani pikiranmu."; dan sebagainya. (b) Penerimaan/Menunjukkan Pengertian (acccptance, Understanding) Konselor menyatakan pengertiannya dan/atau penerimaannya terhadap hal yang terungkapkan. misalnya dengan mengatakan: "Saya mengerti" Ya ya ... "; atau dengan bergumam: "Hm, hm .... ". Sekaligus konseli dipersilakan untuk meneruskan berbicara. Dengan ungkapan-ungkapan tersebut konselor tidak bermaksud menyatakan bahwa ia setuju, sepaham, atau sependapat. (c) Perumusan Kembal Pikiran-Gagasan/Refleksi Pikiran (Reflection of Content) Menyangkut komponen pengalaman dan komponen refleksif dalam pesan konseli; disebut pikiran-gagasan karena subjek menggunakan suatu bentuk representasi mental. Peristiwa/kejadian/pengalaman (apa yang terjadi), gagasan dan perasaan di pihak orang lain, atau pendapatan/pandangan konseli sendiri terhadap apa yang telah terjadi (komponen refleksif), yang terungkap seeara eksplisit oleh konseli, dirumuskan kembali oleh konselor dalam bentuk: menggunakan kata-kata sendiri; menggunakan kata-kata konseli (restatement). Dalam memantulkan kembali konselor tidak boleh menambah atau mengurangi apa yang telah diungkapkan oleh konseli baik dalam makna maupun bobotnya. Contoh : Ki "Saya berharap akan memperoleh sekadar uang dengan bekerja di toko sebagai pelayan." Kr "Saudara mengharapkan mendapat sekadar uang dengan bekerja di toko sebagai pelayan." (restatement). Kr "Saudara ingin memperoleh kesempatan membantu di toko dan dengan demikian mendapat penghasilan." (parafrase). (d) Perumusan Kembali Perasaan/Refleksi Perasaan (Refelxion of Feelings) menyangkut komponen afektif dalam pesan konseli. Konselor memantulkan kembali kepada konseli perasaan tentang kejadian atau pengalaman yang telah diungkapkannya secara verbal

(a) Ajakan untuk Mulai (Invitation to Talk) Pada akhir fase pembukaan konselor mempersilakan konseli untuk mulai menjelaskan masalah yang ingin dibicarakan. Konselor dapat berkata: "Apa yang ingin Saudara bicarakan sekarang?"; "Saya dapat membantu dalam hal apa?"; "Bagaimana saya dapat membantu Anda?"; "Coba jelaskan apa yang memberatkan hatimu."; "Kiranya ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan

Draf kuliah Teknik Konseling

23 |
maupun secara nonverbal namun jelas dan eksplisit. Pcmantulan perasaan tersebut dirumuskan dalam bentuk restatement atau dalam bentuk parafrase. Pada umumnya parafrase lebih efektif untuk digunakan. Yang dipantulkan kembali adalah perasaan penampang (surface feelings), tanpa menambah atau mengurangi makna dan bobot perasaan. Contoh : Ki "Saya sungguh-sungguh jengkel dengan cara seperti itu." Kr "Saudara sangat mendongkol ketika mengalami perlakuan yang demikian. (e) Penjelasan Pikiran-Gagasan/Klarifikasi Pikiran (Clarification of Content) Menyangkut sembarang komponen refleksi pada pesan konseli, yang biasanya mencakup suatu keyakinan, suatu pandangan, suatu pendapat atau suatu evaluasi terhadap kejadian atau pengalaman. Konselor ingin mengecek apakah penangkapannya terhadap pesan yang telah diungkapkan oleh konseli dengan katakata yang kurang memadai, telah tepat. Konselor merumuskan secara eksplisit kepada konseli apa yang telah diungkapkannya secara implisit; dan sekaligus minta umpan balik dari konseli, apakah penangkapannya tentang isi dan makna dari pesan yang telah terungkap secara implisit itu memang tepat. Untuk itu, misalnya konselor dapat berkata sebagai berikut: "Apakah Saudara ingin mengatakan ... ", "Coba kita lihat, apakah saya telah menangkap dengan tepat maksud Saudara?", "Betulkah demikian?", dan sebagainya. Jelaslah bahwa penjelasan (clarification) ini agak bersifat tentatif, artinya meraba atau menduga; maka konseli diminta untuk memberikan umpan balik (feedback) kepada konse]or, apakah penangkapan konselor memang tepat. Dengan sendirinya konselor menggunakan parafrase, sedangkan umpan balik dapat diminta dengan menggunakan kata-kata khusus atau menggunakan bentuk kalimat tanya. Contoh : Ki "Saya kira saya mampu untuk berbuat itu; tetapi kadang-kadang saya menjadi ragu-ragu. Mencoba sih mau saja, tetapi apakah akan ada gunanya?". Kr "Agaknya Saudara belum yakin

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.
tentang kemampuan Saudara" (Minta umpan balik dengan menggunakan kata khusus). Kr "Saudara be]um yakin akan kemampuan Saudara?" (Minta umpan balik dengan menggunakan bentuk kalimat tanya). Ki "Kiranya memang demikian. Saya tidak percaya pada diri sendiri." (f) Penjelasan Perasaan/Klarifikasi Perasaan (Clarification of Feelings) Menyangkut komponen afektif dalam pesan konseli. Konselor ingin mengecek apakah ia telah menangkap dengan tepat isi dan bobot kedalaman perasaan yang secara implisit telah diungkapkan oleh konseli. Ungkapan perasaan secara implisit dapat terjadi secara verbal, dalam bentuk ungkapan verbal tidak langsung (misal: mencap, memerintah, menuduh, bertanya, menyindir, memuji, mencela, dan sebagainya), atau secara nonverbal dalam bentuk tingkah laku tertentu (misal: berkeringat, gemetar. menggeser-geser posisi duduk, dan sebagainya). Secara eksplisit konselor merumuskan kepada konseli perasaan apa yang kiranya dialami (underlying feelings = perasaan latar belakang). Penjelasan ini juga masih bersifat tentatif sampai konseli memberikan umpan balik, bahwa penangkapan konselor itu memang tepat. Dengan kata lain, konselor mengadakan apa yang disebut perception check dengan menggunakan bentuk parafrase. Contoh : Ki "Saya kira hubungan antara kami baik dan saling menguntungkan". Kr "Saudara merasa puas dan bahagia selama berhubungan dengan dia. Benarkah demikian" (Minta umpan halik dengan menggunakan kata-kata khusus.) (g) Permintaan untuk Melanjutkan (General Lead) Konselor mempersilakan konseli untuk rnemberikan ulasan/penjelasan lebih lanjut mengenai sesuatu yang telah dikemukakannya; isi ulasan/penjelasan dan arahnya ke mana terserah kepada konseli. Kalau konselor menggunakan bentuk kalimat tanya, dipakai apa yang disebut pertanyaan terbuka (open question). Contoh perumusan : "Coba Saudara jelaskan lebih lanjut mengenai diri Saudara sendiri"; "Mengenai yang Saudara sebut paling akhir tadi, apakah

Draf kuliah Teknik Konseling

24 |
Saudara dapat memberikan penjelasan lebih lanjut; "Lalu, bagaimana; "Bagaimana maksud Anda?"; "Dan ...; "Maka ... "; "Tetapi ... "; "Coba, lanjutkan." Teknik ini dapat digunakan dalam beberapa fase selama proses konseling. Paling sering akan digunakan selama fase konseli mengutarakan masalahnya dan selama fase menggali latar belakang masalah, tetapi masih dapat digunakan dalam fase memikirkan penyelesaian. Tujuan penggunaan teknik ini ialah supaya konseli menjelaskan Iebih lanjut, menggali lebih dan memperluas pandangan, dengan diberi suatu umpan yang merangsang.

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.

Akan baik juga jika konseli sendiri rnembuat ringkasan pada akhir wawancara; dengan demikian konselor mendarat umpan batik (feedback). Bila konselor sendiri memberikan ringkasan, dia dapat minta umpan balik, misalnya "Demikian?"; "Begitu?" , (j) Pertanyaan Mengenai Hal Tertentu (Questioning/Probing) Konselor bertanya tentang hal tertentu, misalnya: "Siapa ... ?; "Dengan maksud apa?; Apa yang ... ? Kapan ... ? Bagaimana (ini-itu) ... ?", dan sebagainya. Konselor ingin mendapat tanggapan tentang hal tertentu; maka jawaban konseli terbatas isinya, yaitu sesuai dengan hal yang ditanyakan. Kalimat tanya ini dapat mengandung pertanyaan terbuka atau pertanyaan tertutup; pada umumnya lebih baik digunakan pertanyaan terbuka. Hal yang ditanyakan dapat mengenai sesuatu yang perlu diketahui oleh konselor untuk mendapat gambaran yang lebih lengkap, misalnya: "Saudara belajar di rumah dari jam berapa sampai jam berapa?"; "Jumlah saudara sekandung ada berapa?". Dalam hal ini konselor minta informasi faktual. Pertanyaan dapat juga mengenai contoh yang harus diberikan oleh konseli, misalnya: "Apakah kamu dapat memberikan contoh tentang hal yang sering menimbulkan pertengkaran dengan adik?"; "Dengan jalan bagaimana kakak mencampuri urusanmu? Pertanyaan dapat berupa memmta penjelasan atas Istilah atau kata tertentu yang dipakai oleh konseli, misalnya: "Apa yang dimaksudkan dengan semiprofesional?"; "Apa yang kamu maksud dengan berkata 'terangsang'?" Pertanyaan-pertanyaan semacam ini akan paling sering diajukan selama fase penggalian latar belakang masalah. Mengajukan suatu pertanyaan dapat relevan juga di fase penyelesaian masalah dan fase penutup. MisaInya, di fase penyelesaian masalah konselor dapat minta tanggapan atas pertanyaan tertentu untuk mengarahkan pikiran konseli, seperti "Pandanganmu sekarang sebaiknya bagaimana?"; "Kalau Anda berbuat begitu, apakah kesukarannya teratasi?" Pada akhir wawancara yang masih akan dilanjutkan pada lain waktu, konselor dapat bertanya: "Kapan sebaiknya kita bertemu kembali?"

(h) Pengulangan Satu-Dua Kata (Accent) Konselor mengulangi satu atau dua kata kunci dalam pernyataan konseli dalam bentuk kalimat tanya, dengan tujuan supaya konseli memberikan penjelasan lebih lanjut. Konselor dapat memilih kata-kata yang lebih mengungkapkan pikiran atau gagasan, atau yang lebih mengungkapkan perasaan. Contoh Ki "Saya merasa terlalu bingung untuk menentukan apakah lebih baik melanjutkan hubungan ini atau memutuskannya saja ... Mengerikan rasanya, jika saya disuruh mengambil inisiatif ... sayalah yang akan bertanggungjawab .. , dapat berakibat jelek." Kr "Terlalu bingung?" (accent pada ungkapan perasaan) "Mengerikan rasanya pad ungkapan perasaan "Bertanggungjawab pada ungkapan pikiran "Berakibat jelek?" (i) Ringkasan/Rangkuman (Summary) Secara singkat dan dalam garis besar, konselor merumuskan apa yang telah dikatakan. Mengenai isi terdapat empat kemungkinan berikut ini: (l) pikiran dan gagasan yang telah dikemukakan oleh konseli sampai sekarang; (2) sejumlah perasaan yang telau diungkapkan oleh konseli sampai sekarang; (3) inti pembicaraan antara konseli dan konselor sampai sekarang; dan (4) inti pembicaraan selama wawancara (ringkasan pada akhir wawancara).

Draf kuliah Teknik Konseling

Ag. yaitu . Kr "Kiranya ada baiknya kita kembali ke suatu hal yang Anda katakan tadi. Pikiran atau perasaan itu dituangkan dengan jujur dan secara konkret. Kr (Terhadap konseli yang seJama wawancara menunjukkan sikap mau berusaha sendiri) "Kamu sungguh-sungguh berusaha untuk bertindak secara dewasa!". Kr "Barangkali suatu perubahan sikap dalam menghadapi situasi itu dapat meringankan beban. Secara implisit pemberian umpan balik dapat mengandung pujian atau celaan. Di sini konselor memberikan umpan balik atas prakarsanya sendiri dan tidak minta umpan balik dari konseli. supaya akhirnya sampai pada pemecahan/penyelesaian masalah. memprakirakan segala akibat yang kiranya timbul jika alternatif tertentu dipilih. " . supaya tidak dikacaukan dengan Penjelasan seperti dalam butir (e) dan (t). Selanjutnya kita melihat sasaran apa yang ingin kau capai". Mungkin sebaiknya kita meninjau hambatan ini" (l) Pemberian Informasi (Information Giving) Konselor menyampaikan pengetahuan tentang sesuatu kepada konseli. Dalam hal ini konselor menyampaikan kepada konseli pikiran atau perasaannya sendiri ten tang sikap konseli selama wawancara berlangsung atau mengenai kemajuan yang telah dicapai dalam proses konseling. saya seharusnya mengambil sikap yang lain?". Kr "Langkah berikutnya yang harus kita tempuh ialah meninjau semua alternatif yang ada". S.. Kr " Bagaimana. Kr "Nah.Pd. sehingga konseli tidak ragu-ragu akan apa yang dimaksud oleh konselor. konseli diminta untuk memilih salah satu.. Miharja.. sikapnya dan tindakannya ditafsirkan orang lain. ". Apakah Saudara masih melihat kemungkinan lain" (0) Pemberian Struktur (Structuring) Konselor memberikan petunjuk tentang urutan langkah berpikir atau tahap dalam pembicaraan yang sebaiknya diikuti. namun ternyata belum diketahuinya. Contoh : Kr "Marilah kita sekarang meninjau . meninjau bersama-sama alasan pro dan kontra pada masingmasing alternatif.M. Teknik ini paling sering digunakan dalam fase penyelesaian masalah yang memungkinkan heberapa alternatif pemecahan.25 | (k) Pemberian Umpan Balik (feedback) Dalam pemberian umpan balik kepada seseorang disampaikan kepadanya bagaimana ungkapannya. menerangkan ciri-ciri khas masa remaja. menjelaskan arti skor dalam tes... Mana kiranya yang mendorong Anda?" (n) Penyelidikan (Investigation) Konselor mengajak kanseli untuk bersama-sama menyelidiki berbagai alternatif yang dapat dipilih. Contoh : Kr "Tekad Saudara untuk menjadi seorang dokter ini dapat bersumber pada keinginan untuk menjadi kaya. Contoh : Kr “Apa keuntungan bagi Anda kalau memilih program studi Arsitektur?". sekarang kita telah sampai pada gambaran yang jelas tentang masalahmu. Untuk itu biasanya sangat perlu lebih dulu menentukan alternatif-alternatif yang ada (inventarisasi). S. Contoh : Ki "Maksud Bapak. dalam rangka apa yang disebut decision making. Bagaimana?". konselor menerangkan syarat-syarat masuk ke PT Negeri dan Swasta. (m) Penyajian Altematif (Forking Response) Konselor mengemukakan beberapa alternatif. Pemberian informasi ini lebih baik tidak disebut penjelasan. dapat juga berpangkal pada kerelaan mengabdi kepada sesama manusia. sesuatu yang sebaiknya diketahui. Kr "Bagus! lni pertanyaan yang membawa kita maju selangkah". Kr (Terhadap konseli yang menghindar saja dan tidak terlibat) "Sikap Anda sampai sekarang menghambat pembicaraan kita. Misalnya. seperti terjadi pada sejumlah teknik yang lain.. Penyampaian pengetahuan ini tidak mengandung unsur saran. Kr "Bagaimana Anda membayangkan pelaksanaan dari rencanamu itu?" Draf kuliah Teknik Konseling .

dengan didukung oleh pengalamannya dalam bergaul dengan orang serta pemahaman psikologis. Apakah mungkin kesukaran itu timbul karena status sosial pemuda A akan menaikkan gengsi Saudari.26 | (p) Interpretasi (Interpretation) Kepada konseli diutarakan arti atau makna dari kata-katanya atau perbuatannya. Apakah mungkin semua itu hanyalah merupakan siasat yang Anda gunakan untuk menutupi rasa malu itu? “Bagaimana pendapat Anda?" (q) Konfrontasi (Confrontation) Konselor mengarahkan perhatian konseli atas beberapa hal yang menurut pandangan konselor tidak sesuai satu sama lain. Biasanya konseli belum menyadari ketidakcocokan itu. kalau persepsi konselor tepat.. sedangkan pemuda B akan membuat Saudari merasa puas karena mendapatkan kehangatan? Bagaimana menurut pendapat Saudari?". Sebaiknya konselor mengemukakan lebih dahulu kata-kata atau tindakan konseli yang melandasi pemberian interpretasi. baik dalam cara merumuskan maupun dalam memilih saat yang tepat. tanpa membeberkan pengetahuan di bidang ilmu Psikologi. sehingga konseli bebas untuk menerimanya atau menolaknya. konseli akan membenarkannya. Pemberian interpretasi dapat membantu konseli untuk lebih memahami diri sendiri. S. Pada teknik penjelasan konselor memperjelas pikiran atau perasaan yang telah terungkap secara implisit. Miharja. Namun. Pada teknik interpretasi konselor menambahkan sesuatu pada hal-hal yang sudah terungkap dan yang belum disadari oleh konseli (unconscious). baru kemudian ditunjukkan unsur ketidakcocokan dengan disertai permintaan umpan balik. baru kemudian menawarkan interpretasinya sebagai kemungkinan dengan disertai permintaan umpan balik. Penggunaan teknik ini pun menuntut kebijaksanaan. Berdasarkan kesan-kesannya selama wawancara berlangsung. bahwa Anda kerap berkata-kata kasar terhadap teman-teman dan suka membeberkan kepada mereka semua kesalahan yang mereka perbuat. Oleh karena itu. kalau konseli bersedia mempertimbangkannya dengan pikiran terbuka. maka konselor menyadarkannya dengan maksud supaya konseli menghadapi diri sendiri secara lebih jujur. atau di antara kata-kata dan tindakan konseli (inconsistency). Konselor tidak menambah sesuatu pada apa yang telah terungkap. konselor menunjukkan motif yang bias any a mendasari tingkah laku orang serta sumber kebutuhan psikologis yang menjadi ujung pangkal motivasi itu. bila konselor cukup yakin interpretasinya akan diterima dengan baik. 'merasa sangat sukar memilih antara pemuda A dan pemuda B. Teknik interpretasi menggali Iebih dalam daripada teknik penjelasan. atau di antara ungkapan verbal dan nonverbal konseli (kontradiksi). Kr "Anda mengatakan tadi bahwa Anda merasa malu berbadan gemuk. Suatu konfrontasi dapat mengejutkan konseli dan menimbulkan sikap defensif. maksud Contoh Kr 'Tadi Saudari mengatakan. Apa alasannya Draf kuliah Teknik Konseling . Konseli setengah-setengah sudah menyadari pikiran atau perasaan itu (subconscious). Sebaiknya konselor mengemukakan lebih dahulu kata-kata yang didengarkan atau perilaku yang diamatinya.Ag. kesan yang demikian pada gilirannya dapat menimbulkan sikap defensif. interpretasi harus diberikan dengan cara yang bijaksana dan pada saat yang tepat.M. Konselor menggali arti dan makna yang terdapat di belakang kata-kata konseli atau di belakang perbuatan/tindakannya yang telah diceritakan. Ketidaksesuaian atau ketidakcocokan terdapat di antara dua hal yang telah dikatakan oleh konseli (inconsistency). Anda juga mengatakan di lain saat. ketepatan interpretasi yang akan diberikan. yang melandasi ketidakcocokan itu. Tentu saja konselof harus cukup yakin pula mengenai S. sehingga konseli bebas untuk menerima atau menolak.Pd. bahwa konselor lebih mengenal konseli daripada dia mengenal diri sendiri. suatu interpretasi dapat pula meninggalkan kesan pada konseli. hanya memperjelasnya.

ketika menolong seorang korban kecelakaan dan pakaian Saudara pun kena darah." Contoh : Kr "Pada mulanya akan sedikit sukar melaksanakan keputusan itu. dan tidak boleh bicara dengan nada mengadili. misalnya dengan mengatakan: "Pasti semuanya akan baik dan berhasil". Kiranya demikian?" (s) Dukungan (Reassurance/Support) Konselor memberikan semangat dan keyakinan kepada konseli. agar ia menceritakan semua pengalamannya dengan bekas pacarnya. lni kiranya bagaimana?" (2) Ketidakcocokan antara kata-kata dan tindakan konseli: Kr "Anda tadi berkata 'tidak suka bertcle-tele': tetapi. menuduh. atau memamerkan ketajaman penbimbeltannya. perlu diperhatikan agar bombongan itu tidak bertele-tele atau berlebihan. kamu sendiri menyatakan keinginan untuk menyelesaikan persoalan salah paham an tara kamu dan paear. lebihlebih pada saat segalanya terasa sulit..27 | ketidaksesuaian itu timbul. Kemudian Saudara menyatakan tidak suka. bagaimana?" Draf kuliah Teknik Konseling . Dalam katakatanya konselor harus hati-hati. baik yang diperoleh dari hasil testing psikologis maupun yang diperoleh dari konseh sendiri secara langsung atau diperoleh dari orang lain. alasan itu dapat dibicarakan kemudian setelah konseli mengakui adanya ketidaksesuaian itu. dan menimbulkan kesan pada konseli bahwa dia masih dianggap seperti anak kecil. Ini kiranya bagaimana?" (3) Pertentangan antara dua hal yang dikatakan oleh konseli: Kr "Tadi kamu berkata beberapa kali. bermuka suram. Konselor sampai pada diagnosis tertentu setelah semua data yang tersedia dihubungkan satu sama lain." (Berbicara sangat lambat. Tentu saja konselor harus cukup yakin tentang apa yang ditunjukkan sebagai pertentangan. semua data yang diperolehnya. jika pacar Saudara yang sekarang ini menanyakan riwayat hidup Saudara dalam hal percintaan. S.. tetapi cara Saudara berbicara mencerminkari rasa sedih. Sebaiknya konselor minta umpan balik dari konseli. Kr "Nah. Konselor memanfaatkan S. Tidak ada halangan apa-apa.Ag.Pd. bahwa kiranya semuanya tidak sesukar yang Anda bayangkan pada saat sekarang". Menurut Saudara bagaimana? Apakah kedua hal itu tidak bertentangan satu sama lain. bahwa Saudara akan berhasil. memberikan atau menunjukkan harapan. tidak disinggung oIeh konselor. Konselor dapat membesarkan hati. bahwa sewaktu dirawat di rumah sakit ingin segera pulang. Contoh (1)Kontradiksi antara lingkapan verbal dan nonverbal: Kr “Bagaimana keadaanmu sekarang?” Ki "Baik-baik saja . atau "Saya yakin. selama pembicaraan ini Anda terus bicara bertele-tele. termasuk semua penyelewengannya.M.. tetapi sekali mulai melangkah Anda akan melihat sendiri. dengan nada suara rendah. maaf ya. Apakah keinginan ini tidak menimbulkan harapan pula. supaya konseli tidak kehilangan semangat. jangan sampai memberikan kepastian yang sebenarnya tidak dapat diberikan. tuncluk kepala). Saudara berkata: 'Semua baik'. ditinjau dari kesamaan hak antara pria dan wanita?" (r) Diagnosis (Diagnosis) Konselor mengatakan kepada konseli apa yang rnenjadi inti masalah dan/atau rnengapa masalah itu timbul.. supaya dia terlibat pula dalam proses pemikiran. bahwa persoalan ini dapat diselesaikan seeara memuaskan. Semuanya beres .. Apakah di sini tidak terdapat sesuatu yang ganjil?" Kr "Tadi Saudara mengatakan bahwa Saudara menuntut dari pacar. Contoh : Kr "Rasa jijik pada warna merah yang kerap Saudara alami kiranya bersumber pada pengalaman yang Saudara ceritakan tadi. Sekarang ini kamu menyatakan keseganan untuk berkumpui dengan keluarga dan ingin tinggal di tempat lain. Miharja. Kr "Maaf ya. Namun.

dengan demikian timbul kesulitan pula dalam merumuskan tanggapan verbal berupa Refleksi Pikiran. Contoh : Kr "Seandainya Saudara mencari kesempatan untuk berbicara terus terang kepada orang tua mengenai hal ini. namun konseli tidak boleh merasa dikejar-kejar atau dipaksa. (Wanita remaja) "Pada suatu hari ada teman pria datang ke rumah pinjam catatan. pada waktu orang tua tidak terlalu sibuk. bila seluk-beluk permasalahannya sudah jelas dan konselor yakin bahwa usul atau sarannya memang sesuai dengan keadaan konseli. bayangkan bagaimana tindakan terhadap aku ini. Coba. social feeling). Miharja. Konselor yang bertugas di institusi pendidikan dapat saja mempunyai pertimbangan tertentu sebagai dasar yang membenarkan S. Konselor yang berpengalaman tidak akan ragu-ragu menggunakan teknik ini. nasihat harus diterima baik oleh konseli dan diyakini kecocokannya. Konselor yang berpengalaman sekalipun akan sang at berhati-hati dalam hal ini. S.M. Bagaimana menurut pendapatmu?" (u) Penolakan (Criticism. banyak calon konselorderutama mengalami kesulitan dalam mengenali pikiran serta perasaan yang terungkap. Menurut pengalaman pengarang buku ini. bahkan akan membantu konseli untuk menghadapi dirinya sendiri secara realistis. Negative Evaluation) Konselor menyatakan pendapatnya berdasarkan pertimbangan objektif. bahwa orang yang sudah berpacaran lama harus melakukan hubungan intim untuk melihat apakah mereka cocok dalam bidang seksual. harus digunakan secara luwes dan lama-kelamaan diterapkan secara spontan. lebih-lebih bila dia sedang dalam keadaan bingung. Rcfleksi Perasaan. untuk itu dibutuhkan pengalaman di lapangan yang cukup lama. Tapi apa yang terjadi sesudah tema pulang? Aku dimarahi setengah mati dan mereka bilang. misalnya pada hari libur. Bujukan (persuasion) adalah saran yang disertai desakan kuat untuk menerimanya dan melaksanakannya. Namun. agar konseli mengambil tindakan tertentu atau memilih cara A daripada cara B. Maka. harus ditolak karena melanggar norma moralitas!" Teknik-teknik konseling verbal yang disebutkan di atas. Advice) Konselor memberikan nasi hat. tindakan. untuk itu konselor minta umpan balik.Pd. baik secara eksplisit maupun secara implisit. Klarifikasi Perasaan dan Klarifikasi Pikiran. Teknik ini hanya boleh digunakan jika hubungan antara konseli dengan konselor sangat baik. yang bersifat menolak pandangan.28 | (t) Usul/Saran (Suggestion.Ag. kalau-masih ada teman pria yang datang lagi. atau rencana konseli. Ada konseli yang kadang-kadang membutuhkan hal ini. Khususnya. Bagaimana?” Kr "Coha ya. Contoh : "Rencanamu untuk membalas dendam kepada guru yang memberikan nilai kurang dalam buku rapor. sehingga komentar negatif dari konselor tidak akan merusak hubungan. rcnggunaan teknik ini. maka aku tidak boleh sekolah lagi. Nasihat biasanya baru diberikan dalam fase penyelesaian masalah. tidak dapat saya restui karena ini tindakan yang salah!" "Pendapatmu. mengenali pikiran dan perasaan yang terungkap secara implisit menuntut kemampuan untuk membayangkan bagaimana pikiran dan perasaan orang lain (social insight. mula-mula orang tua bersikap biasa dan hatiku sudah merasa senang karena tidak dimarahi. Sebagai contoh latihan dalam mengenali pikiran dan perasaan orang lain serta merumuskan tanggapan verbal yang sesuai disajikan suatu ungkapan seorang remaja.. tetapi dia harus sangat bijaksana dalam menentukan terhadap siapa dan kapan teknik ini sebaiknya digunakan. tidak mengherankan kalau semua calon konselor masih mengalami kesulitan dalam penggunaan teknik-teknik itu. Aku tidak bisa membicarakan soal ini Draf kuliah Teknik Konseling . namun serangkaian latihan terarah dalam rangka praktikum konseling (microconseling) dapat membiasakan mereka dengan penggunaan aneka teknik ini sebagaimana mestinya. saya ada usul: mengambil tes minat di lembaga testing yang sudah lama menjalin hubungan kerja sama dengan sekolah kita. misalnya pertimbangan moral dan pertimbangan pedagogis.

tetapi kemudian merasa pedih dan terpukul sekali. mereka marah-marah sampai mengeluarkan ancaman tidak boleh bersekolah lagi kalau masih akan dikunjungi teman laki-laki. S. dan ini disebabkan karena kedua orang tuaku broken home." Refleksi pikiran Restatement "Jadi pada waktu teman pria datang ke rumah. kau kurang mendapat pendidikan dan cinta kasih di rumah karena keluargamu sudah retak. menggunakan kiasan bahasa atau menggunakan kiasan perasaan. Pergaulan dengan teman dianggap sangat kurang. Dengan siapa kau dapat membicarakan hal ini selain dengan sahabat di sekolah? Menurut pendapatmu. Draf kuliah Teknik Konseling . karena kau mengalami kekurangan dalam hal pendidikan dan kasih sayang. Dalam memberikan pemantulan perasaan melalui teknik refleksi dan klarifikasi. akibat dari broken home". karena aku ini kurang berpendidikan dan kasih sayang. konselor biasanya juga banyak memberikan tanggapan pemantulan perasaan. lebih-lebih bilakonselor yang berbicara. melainkan ungkapan gagasan evaluatif. Jadi setiap ada masalah aku hanya dapat berbicara dengan teman.M. " dalam bahasa percakapan sehari-hari tidak selalu menunjuk pada ungkapan perasaan. melainkan deskripsi pikiran. Demikian pula sebaliknya. sehingga pergaulan dengan teman sangat kurang. Kira-kira demikian?" Dalam menanggapi pesan konseli. di bawah ini disajikan dua daftar nama perasaan. patut dicatat bahwa kata "merasa . Misalnya. hanya bisa bicara dengan teman akrab di sekolah. sebaiknya merasa setuju diganti dengan menyetujui. Demikian pula suatu kata yang terdapat dalam kedua daftar itu tidak selalu menunjuk pada ungkapan perasaan. merasa setuju sebenarnya bukan deskripsi perasaan." Klarifikasi pikiran: " Kalau tidak salah tangkap. konselor dapat lebih memperhatikan ungkapan pikiran atau lebih memperhatikan ungkapan perasaan. Untuk membantu konselor mendeskripsikan perasaan konseli dengan menyebutkan nama perasaan psikologis tertentu. yang dapat disertai perasaan implisit merasa bersalah.. Refleksi perasaan Restatement: "Jadi mula-mula kau merasa senang dengan sikap orang tuamu." Parafrase: "Jadi awal mula Anda merasa puas (senang) karena sikap baik orang tua. Misalnya. S. Miharja. Tahu-tahu. Kamu memandang dirimu sebagai anak yang serba sial. Misalnya.. Soal ini hanya dapat kau bicarakan dengan teman akrab di sekolah. kamu kurang mengerti mengapa orang tua berbalik sikap dan dalam hati juga menyalahkan mereka.29 | dengan mereka. konselor harus mendeskripsikan perasaan yang dialami konseli. setelah kawanmu pergi. Hanyalah sahabat di sekolah dianggap dapat mengerti kamu. masing-masing mengandung pro dan kontra sebagaimana dijelaskan di bawah ini. kau dimarahi dan diancam tidak boleh bersekolah lagi kalau masih ada teman pria datang. Parafrase: "Jadi ketika teman laki-laki berkunjung ke rumah. dengan menyebutkan nama perasaan. tetapi dalam konteks tertentu dapat menunjuk pada ungkapan pikiran. seluruh pikiran yang menyertai ungkapan perasaan itu dapat digali kemudian. menganggap diri salah bukan deskripsi perasaan.Ag.Pd. Pada dasarnya kau merasa kasihan pada dirimu sendiri. Mengutamakan ungkapan perasaan atau mengutamakan ungkapan pikiran. orang tua kelihatannya tidak apa-apa..l Namun sepulangnya teman itu. orang tuamu bersikap biasa saja. dengan menggolongkan semua perasaan itu dalam kelompok perasaan senang dan perasaan tidak senang. Akibatnya ialah pergaulanmu terlalu terbatas. melukiskan perbuatan yang ingin dilakukan. Namun. Kau merasa bersyukur mempunyai teman dekat yang menunjukkan pengertian. jika konseli pada awal proses konseling banyak mengungkapkan perasaan. Klarifikasi perasaan: "Mula-mula kau merasa lega dan gembira.

Dalam arti sempit perilaku nonverbal menunjuk pada reaksi atau tanggapan yang dibedakan dari berbahasa dengan memakai kata-kata. cara menata rambut. anggukan kepala.Ag. BAB 5 TEKNIK KONSELING YANG NONVERBAL Istilah perilaku nonverbal (nomterbal behavior) dapat diartikan secara sempit dan secara luas. duduk agak bersandar. Teknik ini digunakan dengan sengaja untuk menyampaikan suatu pesan tertentu kepada konseli pada waktu wawancara berlangsung. seperti kekeliruan pada waktu berbicara. lebih-Iebih pesan yang agak sulit dirumuskan secara verbal seperti sikap dasar. misalnya ekspresi wajah. antara lain: (a) Senyuman: untuk menyatakan sikap menerima. namun lamanya tergantung pada makna yang terkandung dalam diamnya konseli. isyarat dan pandangan mata. (Sikap dasar) (b) Cara duduk: untuk menyatakan sikap rileks dan sikap. Di bawah ini ditambahkan sejumlah cara yang dapat dipandang sebagai suatu teknik konseling yang nonverbal.Pd. Menunjang) (d) Gerak-gerik lengan dan tangan: untuk memperkuat apa yang diungkapkan secara verbal. Semua bentuk perilaku nonverbal itu mengandung nilai-nilai komunikatif dan dapat berperan sebagai bentuk komunikasi implisit dalam komunikasi antarpribadi. saat-saat diam. perabot di dalam rumah. Kesimpulan: penggunaan teknik berdiam diri tidaklah mudah. seperti berjalan. penggunaan kosmetika dan perhiasan. Teknik-teknik nonverbal itu adalah.  malu untuk berbicara danlatau gelisah. cara berpakaian..M. serta ungkapan-ungkapan perasaan. Boleh juga menyertai kata-kata yang bertujuan membombong. juga menunjuk pada gejala-gejala vokal yang menyertai ucapan kata-kata. Sejumlah cara konselor dapat berkomunikasi secara nonverbal dengan helpee dan mahahelpee yang berurusan dengun dia. Sikap badan jelas-jelas menyampaikan suatu pcsan kepada konseli. mengatur pikirannya atau menenangkan diri (Sikap dasar).  bingung dan mengharapkan saran dari konselor. Tentu saja harus terdapat kesesuaian atau kesclarasan antara scgala ucapan verbal konselor dan perilakunya yang nonverbal. dan  lega sesudah mengungkapkan semua perasaannya. volume suara. guna melengkapi dan menunjang teknik-teknik yang verbal atau menggantikannya. termasuk juga dalam arti yang luas itu berbagai cara membawa diri dan menampilkan diri. kecepatan berbicara. berbagai gerakan tungkai kaki dan tangan. Gerak-gerik semacam itu banyak variasinya dan mengandung macam-macam makna. misalnya penerimaan (acceptance) dan pemahaman (understanding). gerakan lengan dan tangan.  antipati terhadap konselor karena bersikap bermusuhan.mau memperhatikan. sinkronisasi antara bicara dan bergerak. misalnya konseli merasa:  sulit mengungkapkan perasaannya. (Sikap dasar) (c) Anggukan kepala: untuk menyatakan penerimaan dan menunjukkan pengertian. S. Menunjang) (e) Berdiam diri: untuk memberikan kesempatan kepada konseli berbicara secara leluasa. Miharja. misalnya pada saat menyambut kedatangan konseli. perlengkapan kantor. di samping hal-hal yang disebutkan di atas. dan sebagainya. hiasanhiasan di ruang. (Menguatkan. misalnya membungkuk ke depan. Dalam arti luas perilaku nonverbal. Bila konseli diam. (Sikap dasar). lamanya berbicara. menyentuh. duduk. sikap badan. (Sikap dasar) Draf kuliah Teknik Konseling . mungkin konselor ikut berdiam diri.30 | S. (Menguatkan. into nasi dan nada berbicara (paralinguistic phenomena).

roman muka. kiranya dapat diandalkan memang sesuai dengan isi batin orang. raut muka): untuk menunjang atau mendukung dan menyertai reaksi-reaksi verbal.akan memperkaya lalu lintas hubungan antarpribadi dengan konseli karena dia mampu menangkap makna yang terkandung dalam komunikasi nonverbal di pihak konseli dan sekaligus mewujudkan komunikasi bermakna di pihaknya sendiri.Pd. Dia paham bahwa ekspresi komunikasi nonverbal tidak selalu mudah ditafsirkan karena pengaruh kultural. S. Selain digunakan sebagai teknik nonverbal. (Menunjang) (g) Kontak mata (konselor mencari kontak mata dengan konseli). termasuk orang dewasa terhadap anak. Konselor yang memahami corak khas yang terkandung dalam komunikasi nonverbal dan semakin menggunakannya secara sadar.31 | (f) Mimik (ekspresi wajah. untuk menunjang atau mendukung tanggapan verbal dan/atau menyatakan sikap dasar. (h) Variasi dalam nada suara dan kcccpatan bicara: untuk Iucnyesuaikan diri dengan ungkapan perasaan konseli. air muka. namun dapat pula digunakan untuk menipu. Miharja. Cara menatap muka si konseli haruslah sesuai dan wajar. kontak mata juga sarana pengamatan terhadap konseli karena sinar mata dan raut muka dapat mengungkap suatu perasaan yang dialami. Maka disarankan supaya konselor mengendahkan diri dalam menggunakan sentuhan sebagai tanda perhatian dan keprihatinan.Ag. lebih-lebih dalam lingkup kebudayaan yang cenderung menghindari kontak fisik selain berjabatan tangan sebagai tanda salam: apalagi kontak fisik di antara orang yang berlainan jenis. menunjang dan memodifikasi pernyataan verbal serta memberikan umpan balik evaluatif tentang proses hubungan antarpribadi. atau mempermalukan. Saluran komunikasi ini digunakan orang untuk mengungkapkan perasaan. lebih cepat. lebih tinggi atau lebih rendah. . mengerutkan kening. Namun. dengan nada suara. memaksa konseli.M. jangankan menyentuh dengan cara yang dapat ditafsirkan sebagai pelecehan seksual oleh pihak yang mencari-cari kesalahan. misalnya mengerutkan dahi. Halhal ini termasuk rumpun gejala vokal. dan wajah cerah. lama-kelamaan menjadi milik pribadi seseorang. meskipun tidak mudah untuk tetap konsisten dan konsekuen dalam hal ini. mengangkat alis.. senyum. sedangkan maknanya juga tergantung pada lingkungan budaya di daerah tertentu. lebih lambat. dan datam banyak lingkungan kebudayaan lebih bermakna bagi kaum wanita. Draf kuliah Teknik Konseling . (Menunjang) (i) Sentuhan: untuk menunjang tanggapan verbal dan/atau menyatakan sikap dasar. bahwa kontak fisik antara konselor dan konseli secara potensial dapat membahayakan. harus dihindarkan kesan bahwa konselor mengejar. Namun perlu diingat. S. seperti juga gerakan tubuh dan kualitas vokal dapat mengandung makna ekspresi afektif. misalnya konselor berbicara lebih lembut. Mimik bervariasi banyak.

. diam atau menunggu kesempatan bereaksi. duduk kurang akrab dan berpaling. jarak duduk dengan klien menjauh. (c) posisi tubuh agak condong ke arah klien. kemampuan attending konse1or. bahasa tubuh. S. ceria. miring. Proses konseling menuntut keterlibatan atau partisipasi dari klien. Ketiga. (3) empati.Pd. (2) mendengarkan. (b) ekspresi wajah tenang. Dalam tahap ini ada sejumlah keterampilan yang bisa diterapkan oleh konselor yaitu: (1) attending. konselor harus mampu mengimplementasikan keterampilanketerampilan tertentu yang relevan. penuh perhatian. (5) eksplorasi. (4) refleksi. Ciri-ciri perilaku attending (attending skills) yang tidak baik adalah: (a) kepala kaku. Kedua. Tahap Awal Konseling Tahap awal konseling disebut dengan tahap identifikasi masalah. mengaIihkan pandangan. dan senyum. tegang. Agar proses konseling dapat berjalan secara lancar dan tujuannya tercapai secara efektif dan efisien. dan mempermudah ekspresi perasaan klien secara bebas. tahap awal (tahap identifikasi masalah).32 | S. Keterampilan Attending (Attending Skills) Keterampilan attending adalah perilaku konselor menghampiri klien yang diwujudkan dalam bentuk kontak mata dengan klien. konseling juga merupakan suatu proses. Sebagai suatu pekerjaan profesional menuntut dimilikinya sejumlah kompetensi dan keterampilan tertentu. (d) variasi isyarat gerakan tangan berubah-ubah untuk menekankan suatu pembicaraan. tidak Draf kuliah Teknik Konseling . BAB 6 TEKNIK DALAM TAHAPAN KONSELING Konseling merupakan pekerjaan profesional seperti halnya guru. Miharja. (c) posisi tubuh tegak kaku. bersandar di kursi. dan perhatian terarah pada lawan bicara. (8) mendorong dan dorongan minimal. (7) mengungkap pesan utama. Secara umum proses konseling terbagi atas tiga tahap yaitu: pertama.M. Attending yang baik akan dapat meningkatkan harga diri klien. duduk akrab berhadapan atau berdampingan. Ciri-ciri attending yang baik adalah: (a) menganggukkan kepala apabila menyetujui pernyataan klien. tidak melihat klien saat klien berbicara. Konselor yang terampil adalah yang mengetahui atau memahami sejumlah keterampilan tertentu dan mampu mengimplementasikannya dalam proses konseling. dan bahasa lisan. berbicara terus tanpa ada teknik diam. menciptakan suasana yang aman. Keterampilan attending juga mencerminkan bagaimana konselor menghampiri klien yang diwujudkan dalam perilaku di atas.Ag. menunggu ucapan klien hingga selesai. (d) memutuskan pembicaraan. Selain itu. tahap akhir (action). A. Oleh karena itu. 1. (e) mendengarkan secara aktif. dan mata melotot. Dalam setiap tahapan proses konseling memerlukan penerapan keterampilanketerampilan tertentu. akan memudahkannya untuk membuat klien terlibat pembicaraan dan terbuka. jarak antara konselor dengan klien dekat. tahap pertengahan (tahap kerja dengan masalah tertentu). Berikut akan dijelaskan masing-masing keterampilan dalam masing-masing tahapan konseling. (b) ekspresi muka melamun. (6) bertanya.

dan pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbalnya. berarti konselor sedang berempati.33 | memberikan kesempatan kepada klien untuk berbicara. empati tingkat tinggi (advanced accurate empathy). Empati sangat penting dalam proses konseling. (e) perhatian terpecah. S. Ketika konselor berkata: "Saya memahami perasaan. pikiran. pikiran. yaitu kemampuan konselor memahami perasaan. pembimbing atau konselor tidak akan dapat menangkap pesan pembicaraan. pikiran. Keterampilan Berempati (Emphaty Skills) Empati adalah kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan klien. Kedua. dan pengalaman klien. Dari sini nantinya akan menentukan ketepatan pengambilan kesimpulan sementara maupun kesimpulan akhir wawancara konseling. (b) refleksi pikiran. pendapat klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbal terhadap klien.dan bukan untuk atau tentang klien. oleh sebab itu seorang konselor tidak boleh memiliki gangguan pendengaran. (c) refleksi pengalaman. pikiran. merasa dan berpikir bersama klien . Selain itu. pikiran. yaitu keterampilan pembimbing atau konselor merefleksikan 2. yaitu keterampilan pembimbing atau konselor untuk memantulkan ide. kemampuan konselor Draf kuliah Teknik Konseling . empati primer (primary empathy).M. dalam arti akan mengalami kesulitan membantu mencarikan alternatif pemecahan masalah individu (klien). yaitu keterampilan konselor untuk dapat memantulkan (merefleksikan) perasaan klien sebagai hasil pengamatan verbal dan nonverbal terhadap klien. Tanpa empati. Selama sesi konseling berlangsung. Konselor yang tidak mampu berempati tidak akan bisa menjadi pemecah masalah yang efektif. serta pengalaman klien secara lebih mendalam. dengan berempati klien akan tersentuh dan bersedia serta terbuka untuk mengemukakan isi yang tersimpan dalam lubuk hati yang dalam berupa perasaan.Pd. Refleksi ada tiga macam yaitu: (a) refleksi perasaan. Empati ada dua macam yaitu: pertama. dalam proses konseling diharapkan klien akan terlibat pembicaraan dan terbuka. memahami perasaan. pembimbing atau konselor harus mendengarkan secara sungguh-sungguh apa yang dituturkan oleh klien. keinginan.Ag. Empati diawali dengan simpati. keinginan. Keterampilan Refleksi Refleksi adalah keterampilan pembimbing atau konselor untuk memantulkan kembali kepada klien tentang perasaan. 3. mudah buyar oleh gangguan Iuar. yaitu kemampuan konselor memahami perasaan. Tanpa keterampilan ini. dan menyentuh klien karena konselor ikut dengan perasaan tersebut. Optimalisasi keterampilan ini sangat didukung oleh fungsi pendengaran (telinga). proses konseling tidak akan berjalan secara efektif. Pengambilan kesimpulan sementara atau akhir bisa salah apabila konselor tidak mendengarkan secara sungguh-sungguh penuturan klien. Miharja. Pembimbing atau konselor harus bisa menjadi pendengar yang baik selama sesi konseling berlangsung. tetapi ketika konselor berkata: "Saya dapat merasakan apa yang Anda rasakan". 4. Melalui keterampilan ini. Keterampilan Mendengarkan Keterampilan mendengarkan adalah kemampuan pembimbing atau konselor menyimak atau memperhatikan penuturan klien selama proses konseling berlangsung. pengalaman bahkan penderitaannya. dan keinginan Anda" berarti konselor bersimpati.. keinginan. S. dan pengalaman klien. pikiran.

Keterampilan eksplorasi adalah suatu keerampilan kensoler untuk menggali perasaan. Keterampilan ini bertujuan untuk mengatakan kembaIi esensi atau inti ungkapan klien. yaitu: pertama. Keterampilan bertanya ada dua macam yaitu: pertama. yaitu keterampilan atau kemampuan konselor untuk menggali ide. Tanpa keterampilan ini. keterampilan bertanya terbuka. klien akan selalu terlibat dalam pembicaraan dan terbuka. S. pertanyaan-pertanyaan yang diajukan bersifat terbuka dan klien bebas menjawabnya. pikiran. terbuka. dan lain sebagainya. eksplorasi pikiran. konselor juga akan mengalami kesulitan membuka sesi konseling. Kedua. SeIain itu juga bertujuan untuk: (a) mengatakan kembali kepada klien bahwa konselor bersama dia dan berusaha memahami apa yang dikatakan klien. menutup din. akan memungkinkan klien untuk bebas berbicara tanpa rasa takut. sehingga mudah dipahami. dan pendapat klien. setuju atau tidak setuju. (b) mengendapkkan apa yang diungkapkan klien dalam bentuk tingkasan. tertekan.Ag. keterampilan bertanya tertutup. Keterampilan Eksplorasi Istilah eksplorasi bisa berarti penelusuran atau penggalian. S. (c) memberi arah wawancara konseling. Keterampilan Menangkap Pesan Utama (Parapharasing) Dalam sesi konseling sering klien mengemukakan perasaan.M.Pd. dan pengalamannya secara berbelit-belit. diperlukan kemampuan konselor menangkap pesan utama (ide utama) dari penuturan-penuturan klien selanjutnya dinyatakan secara sederhana dan disampaikan dengan bahasa sendiri oleh konselor. pertanyaan yang diajukan konselor kepada klien mengandung jawaban yang singkat dari klien seperti ya atau tidak. Pada keterampilm bertanya Draf kuliah Teknik Konseling . Miharja. Keterampilan Bertanya Keterampilan bertanya adalah suatu kemampuan pembimbing atau konselor mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada sesi konseling. yaitu keterampilan konselor untuk menggali perasaan klien yang tersimpan. Tujuan keterampilan ini adalah menjadikan klien terbuka dan bersedia untuk berbicara serta dapat mengarahkan agar pembicaraan (wawancara konseling) mencapai tujuan. Melalui keterampilan ini. Tanpa keterampilan ini. eksplorasi pengalaman. Kedua.. Melalui keterampilan ini. Oleh sebab itu. Ketiga. 5. 6. pertanyaan-pertanyaan yang diajukan konselor mungkin tidak dipahami klien sehingga ia tidak bisa menjawab (diam).34 | pengalaman-pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap pelilaku verbal dan nonverbal klien. dan diam seribu bahaya atau tidak mampu mengemukakan pendapatnya secara terus terang. Parapharasing yang baik adalah menyatakan kembali pesan utama klien secara saksama dengan kalimat yang mudah dan sederhana. Eksplorasi ada tiga macam. pikiran. Keterampilan ini penting dimiliki oleh setiap konselor. dan (d) mengecek kembali persepsi konselor tentang apa yang dikemukakan oleh klien. pikiran. yaitu keterampilan konselor untuk menggali pengalaman-pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbal klien. eksplorasi perasaan. dan pengalaman klien. Pada keterampilan bertanya tertutup. 7. Keterampilan Memberikan Dorongan Minimal Keterampilan memberikan dorongan minimal adalah kemampuan konselor memberikan dorongan langsung dan singkat terhadap apa yang telah dikatakan oleh klien. dan terancam. Keterampilan ini penting karena dalam konseling terkadang klien menyimpan rahasia.

6. dan agak meragukan. (b) meningkatkan potensi klien. Melalui keterampilan ini juga akan dapat meningkatkan eksplorasi diri. konflik dalam dirinya.. kurang jelas. Tujuan keterampilan ini adalah untuk melihat kemajuan wawancara konseling pada setiap tahapannya. Keterampilan Menjernihkan (Darifying) Keterampilan menjernihkan adalah kemampuan konselor menjernihkan atau memperjelas ucapan-ucapan klien yang samar-samar.M. Keterampilan Melakukan Konfrontasi Konfrontasi merupakan suatu kemampuan konselor menantang klien untuk melihat adanya diskrepansi atau inkonsistensi (ketidakkonsistenan) antara perkataan dengan bahasa badan atau perbuatan. Keterampilan Memimpin Agar pembicaraan dalam wawancara konseling tidak menyimpang. mengulang.Ag. S. (c) untuk meningkatkan kualitas diskusi.komentar khusus terhadap klien yang tidak konsisten secara tepat waktu. 2. Selain itu juga bertujuan untuk: (a) memberikan kesempatan kepada klien untuk melakukan feed back (kilas balik) dari hal-hal yang telah dibicarakan. Keberhasilan konselor memimpin arus lalu lintas bimbingan dan konseling dipengaruhi oleh tipe-tipe kepemimpinan konselor itu sendiri apakah demokratis. otoritas dan permisif (masa bodoh). senyum dengan kepedihan dan sebagainya. yaitu ketika klien menunjukkan tandatanda akan mengurangi atau menghentikan pembicaraan. konselor harus memimpin arah pembicaraan sehingga tujuan konseling dapat tercapai secara efektif dan efisien. Atau ketika klien kurang memusatkan pikirannya pada pembicaraan dan ketika konselor merasa risau terhadap pembicaraan klien. Penerapan keterampilan ini dalam sesi konseling harns dilakukan secara selektif.35 | S. Miharja. B. mempertajam atau memperjelas fokus wawancara konseling. Keterampilan Memudahkan (Facilitating) Facilitating adalah suatu keterampilan membuka komunikasi agar klien dengan mudah berbicara dengan konselor dan menyatakan Draf kuliah Teknik Konseling . (e) membawa klien kepada kesadaran adanya diskrepansi. ide awal dengan ide berikutnya. dan mengilustrasikan perasaannya. Tahap Pertengahan 1.Pd. 3. (d) mempertajam atau memperjelas fokus pada wawancara konseling. 4. Penerapan keterampilan ini harus secara hati-hati dilakukan oleh konselor. (b) menyimpulkan kemajuan hasil pembicaraan secara bertahap. melainkan Iebih banyak mengamati jalannya wawancara konseling. 5. Keterampilan ini akan membantu klien memusatkan perhatiannya pada pokok pembicaraan. Keterampilan Menyimpulkan Sementara Keterampilan menyimpulkan sementara adalah suatu kemampuan konselor bersama klien untuk menyampaikan kemajuan hasil pembicaraan. (a) mengajak klien untuk menyatakan pesannya secara jelas. Tujuan keterampilan ini adalah. Keterampilan Memfokuskan Seorang konselor yang efektif harus mampu membuat fokus melalui perhatiannya yang terseleksi terhadap pembicaraan dengan klien. Keterampilan ini berguna untuk: (a) mendorong klien mengadakan instrospeksi diri secara jujur. Memimpin arah pembicaraan bukan berarti konselor mengarahkan klien ke arah pembicaraan sesuai keinginan konselor. dan (b) agar klien menjelaskan. (b) tidak menilai apalagi menyalahkan. yaitu dengan eara: (a) memberi . dan (e) dilakukan konselor bersamaan dengan perilaku attending dan empati.

10. Keterampilan Menafsirkan atau Interpretasi Keterampilan menafsirkan atau interpretasi merupakan upaya konselor mengulas pikiran. perasaan. diam atau tidak bersuara bisa menjadi teknik konseling. S. Hal yang harus dijaga untuk memberi nasihat adalah tujuan konseling. Oleh sebab itu. (b) jika klien lambat berpikir ilntuk.rangi atau menghentikan pembicaraan. berpatisipasi dan berinisiatif dalam menuntaskan pembicaraan. konselor mengajak klien agar berbuat sesuatu atau mengarahkannya agar berbuat sesuatu. yakni kemandirian klien harus tetap tercapai. dan pengalaman klien dengan merujuk kepada teori-teori. Keterampilan Memberikan Dorongan Minimal (Minimal Encouragement) Minimal encouragement atau keterampilan memberikan dorongan minimal adalah suatu upaya konselor memberikan dorongan secara langsung dan singkat agar kliennya selalu terlibat dalam pembicaraan dan dirinya terbuka. Meskipun demikian pemberian nasihat tetap perlu harus dipertimbangkan. Miharja. Keterampilan ini diterapkan apabila: (a) akan mengambil inisiatif jika klien tampak kurang bersemangat.Ag. 9. Dorongan minimal dilakukan oleh konselor apabila klien kelihatan akan mengu. Keterampilan Sailing (Saat Diam) Dalam proses konseling. (d) mengurangi kecepatan wawancara. Melalui keterampilan ini juga akan dapat meningkatkan eksplorasi diri. 12. 11. ketika klien kurang memusatkan pikirannya pada pembicaraan. Keterampilan ini bertujuan agar klien terus berbicara dan dapat mengarahkan agar pembicaraan mencapai tujuan. 7. dan kurang partisipatif. Keterampilan Memberi Informasi Informasi diberikan oleh konselor kepada klien harus hal-hal yang diketahui konselor. Keterampilan Mengarahkan (Directing) Directing adalah kemampuan konselor mengajak dan mengarahkan klien untuk berpartisipasi secara penuh dalam proses konseling. 13. konselor harus dapat memanfaatkan situasi ini. Keadaan diam akan membantu konselor: (a) untuk mendorong klien untuk berbicara. sebaiknya upayakan agar klien tetap mengusahakannya (klien mencari sendiri sumber informasi tersebut). Apabila konselor tidak mengetahui informasi apa yang dikehendaki klien. pikiran. klien dapat mengikuti ekspresi yang membawanya berpikir dan bangkit dengan tilikan yang mendalam. (b) membantu klien untuk lebih memahami dirinya. Keterampilan Memberi Nasihat Nasihat bisa diberikan kepada klien apabila ia meminta.36 | perasaan. sering diam.M. Sebaliknya. konselor secara jujur harus mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui informasi tersebut. Konselor dapat mengucapkan kata-kata yang mengajak klien untuk. Sifat-sifat subjektif tidak boleh dimasukkan ke dalam interpretasi. Draf kuliah Teknik Konseling . 8. dan pengalamannya secara bebas sehingga komunikasi dan partisipasi meningkat serta proses konseling berlangsung secara efektif. apabila konselor mengetahui. (c) jika klien kehilangan arah pembicaraan. dan ketika konselor ragu terhadap pembicaraan klien. S. Melalui keterampilan ini.Pd. mengambil keputusan. Keterampilan Mengambil lnisiatif Mengambil inisiatif perlu dilakukan oleh konselor apabila klien kurang bersemangat untuk berbicara.. (c) setelah diam.

Akan tetapi. pandangan atau perilaku klien agar klien mengerti dan berubah melalui pemahaman dari hasil rujukan tersebut. Keterampilan Mengakhiri Konseling Keterampilan mengakhiri konseling merupakan suatu kemampuan konselor menutup sesi konseling. Draf kuliah Teknik Konseling .Pd. Keterampilan-keterampilan konseling di atas diterapkan dalam praktik konseling terutama pada teknik-teknik melakukan konseling). (e) menunjukkan catatan-catatan singkat kepada klien tentang hasil pembicaraan (hasil wawancara konseling). 3. (d) mengajak klien kembali sambil menunjukkan isyarat gerak tangan. dilanjutkan dengan latihan makro. Penutupan sesi konseling tidak harus dilakukan secara seragam oleh semua konselor. Selain itu juga bisa ditetapkan kendala apa yang menjadi penghambat proses konseling. seorang kenselor juga harus menguasai teori-teori konseling yang ada. seorang konselor harus melalui berbagai latihan secara berurutan. Kesimpulan pembicaraan atau wawancara konseling bisa dilakukan konselor bersama klien. Latihan micro counseling atau konseling mikro adalah suatu cara memberikan penguasaan teknik-teknik konseling kepada calon konselor. konselor menetapkan sisi mana dali proses konseling yang telah dicapai dan sisi mana yang belum. (c) menunjukkan kepada klien tentang pertemuan yang akan datang. (b) apa rencana klien selanjutnya. Untuk menguasai keterampilan-keterampilan konseling di atas. masalah klien. yaitu rencana perbuatan nyata yang produktif bagi kemajuan klien. 2. Keterampilan Menilai (Mengevaluasi) Keterampilan menilai atau mengevaluasi berarti kemampuan konselor menetapkan batas-batas atau ukuran-ukuran keberhasilan proses konseling yang telah dilaksanakan. Miharja. Berbagai cara bisa dilakukan oleh konselor untuk menutup sesi konseling. Keterampilan Menyimpulkan Keterampilan menyimpulkan merupakan kemampuan konselor mengambil inti pokok pembicaraan selama proses konseling berlangsung. dan situasi konseling itu sendiri. dan (f) memberikan tugas-tugas tertentu kepada klien apabila diperlukan. Keterampilan Merencanakan Menjelang sesi akhir wawancara konseling. Dari kesimpulan pembicaraan akan diketahui: (a) bagaimana keadaan perasaan klien saat ini. (b) merangkum isi pembicaraan (isi wawancara konseling). Melalui keterampilan ini.M. Secara umum penutupan sesi konseling dilakukan oleh konselor dengan melakukan hal-hal sebagai berlkut: (a) mengatakan bahwa waktu konseling akan berakhir.. Dengan demikian. yaitu setelah sebagian keterampilan dikuasai dalam latihan mikro. (c) pokok-pokok pembicaraan apa yang akan dibicarakan pada sesi selanjutnya. Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi ditentukan apa tindak lanjutnya (follow up-nya). keterampilan merencanakan adalah kemampuan konselor merencanakan tindakan nyata (action) yang produktif bagi kemajuan kliennya. Masing-masing konselor tentu memiliki teknik tensendiri dalam menutup sesi konseling yang disesuaikan dengan kondisi klien.37 | Tujuan keterampilan ini adalah untuk memberikan rujukan. S. Semua keterampilan konseling dilatihkan satu persatu secara bertahap. 4.Ag. konselor harus dapat membantu klien untuk dapat membuat rencana berupa suatu program untuk action. C Tahap Akhir (Action) 1. S. Rencana yang baik harus merupakan hasil kerja sama antara konselor dengan klien.

menyiapkan pasangan-pasangan pemain (koselor dan klien untuk melakukan permainan peran konseling dengan kasus yang telah disiapkan. mengadakan tayangan ulang untuk dievaluasi dan dengan menggunakan lembar evaluasi yang telah disiapkan oleh pembimbing. mengadakan diskusi. Setiap calon konselor mengawasi peristiwa atau cerita kasus yang terdiri atas deskripsi dan dialognya. Pada sesi akhir latihan diadakan evaluasi dan diskusi setelah menyaksikan atau mendengarkan rekaman kaset video. Keenam. S. Pengamat dan pembimbing memberikan penilaian dan masukan untuk bahan diskusi. latihan menulis kasus. Draf kuliah Teknik Konseling .. melakukan latihan konseling dan memvideokannya. Beberapa kegiatan yang dilatihkan dalam konseling.. S. makro adalah: pertama. Ketiga. Keempat.38 | Latihan micro counseling dilengkapi dengan rekaman video dan tape recorder.Pd..Ag.. selanjutnya mengadakan latihan ulang dan memperbaiki keterampilan berdasarkan masukan dari pengamat.M. Miharja. Latihan macro counseling atau konseling makro adalah melatihkan secara role playing beberapa keterampilan konseling yang telah dikuasai melalui mikro konseling. Kedua. menonton tayangan video micro counseling yang digunakan sebagai rujukan bagi calon hmselor. Kelima.

keikhlasan.Pd. Selama proses konseling semua pengalaman nyata dalam bergaul dengan orang lain dan dalam dirinya dibiarkan muncul dan disadari sepenuhnya. dengan maksud menggarisbawahi individualitas konseli yang setaraf dengan individualitas konselor. yaitu mencari sebab-musabab dalam sejarah hidup sehingga mulai tampaklah suatu hubungan sebab-akibat. penghargaan. bahwa peranan konselor yang demikian bukanlah peranan yang bercorak pas if. seperti dalam Konseling Klinikal dan Psikoanalisis. sehingga dapat diberi tempat dalam keseluruhan konsep diri. Menurut pandangan Rogers. dan pemahaman itu dapat dikomunikasikan kepada konseli dalam suasana interaksi pribadi yang mendalam. seorang pendengar yang sabar dan peka. inilah teknik yang diterapkan oleh konselor. Konseli menetapkan bagi dirinya sendiri tujuan apa yang ingin dicapainya dalam proses konseling. penerimaan. Oleh karena itu. Untuk memudahkan dan memperlancar proses yang berlangsung dalam diri konseli. Kalau semua kondisi tertentu terpenuhi. hubungan antarpribadi (relationship) antara konselor dan konseli yang saling berkomunikasi menjadi kunci sukses atau gagalnya proses dan wawancara konseling. dengan mengambil jarak dari dirinya sendiri. Dengan menjadi. yaitu menciptakan suasana komunikasi antar pribadi yang merealisasikan segala kondisi yang disebutkan di atas.39 | S. sehingga dapat dihindari kesan bahwa konseli menggantungkan diri pada konselor. maka akan berlangsung suatu proses dalam diri konseli yang akan menghasilkan perubahan dalam konsep diri dan dalam tingkah laku. Kalau digunakan istilah teknik konseling. S. Kemudian mulai digunakan nama ClientCenter Counseling. Konselor tidak mencoba untuk mengadakan diagnosis. bagaimana tindakannya selanjutnya terhadap adiknya juga akan ditemukannya sendiri. Di pihak konselor kondisi itu adalah: menunjukkan penerimaan dan penghargaan tanpa syarat (unconditional positive regard). yaitu keselarasan antara ideal self dan real self Bagaimana bentuk atau wujud keselarasan itu akan ditemukannya sendiri. kejujuran. BAB 7 TEKNIK KONSELING CLIENT CENTER Istilah Client-Center merupakan corak konseling yang menekankan peranan konseli sendiri dalam proses konseling. kondisi-kondisi itu diperlukan dan sekaligus mencukupi untuk menjamin keberhasilan proses konseling. yang meyakinkan konseli dia diterima dan dipahami konselor memungkinkan konseli untuk mengungkapkan seluruh perasaannya secara jujur..Ag. lebih memahami diri sendiri dan mengembangkan suatu tujuan perubahan dalam diri sendiri dan perilakunya. seolah-olah konselor mengenakan kepribadian konseli (emphatic understanding). Miharja. Mula-mula corak konseling ini disebut konseling nondirektif untuk membedakannya dari corak konseling yang mengandung banyak pengarahan dan kontrol terhadap proses konseling di pihak konselor. meskipun konselor tidak memberikan pengarahan seperti dalam pendekatan konseling yang lain. tanpa diberi petunjuk atau pengarahan oleh konselor dalam hal ini. sehingga konseli merasakan semua itu sungguhsungguh ada. dengan harapan bahwa konseli pada suatu ketika akan meninjau segala perasaan itu secara lebih objektif.M. melainkan peranan yang sangat aktif. Tugas konselor adalah membantu konseli mengakui dan mengungkapkan seluruh perasaan yang dialami sekarang ini serta menghayatinya. konselor menciptakan beberapa kondisi yang mendukung. dan keterbukaan mengenai apa yang dihayati oleh konselor sendiri tentang konseli (counselor congruence). pemahaman terhadap apa yang diungkapkan oleh konseli sesuai dengan kerangka acuan konseli sendiri (phenomenal field). Dalam proses konseling perhatian konseli dipusatkan pada keadaan sekarang ini tanpa menggali-gali secara mendalam sejarah perkembangan rasa iri dalam hatinya. jelaslah kiranya. Draf kuliah Teknik Konseling .

Menciptakan hubungan yang bersifat permisif. kehangatan.Pd. (b) Kemampuan menerima konseli Kemampuan konselor untuk benar-benar menerima konseli sebagaimana adanya adalah memegang peranan penting dalam hubungan konseling. (b) Mendorong pertumbuhan pribadi. perasaanperasaan. tanpa memberikan penilaian baik_ positif maupun negatif. penuh penerimaan. Persyaratan Sifat dan Sikap Seorang Konselor Client center Draf kuliah Teknik Konseling . penuhpengertian.40 | S. Penerimaan konselor terhadap konseli secara langsung berSangkut paut dengan kemampuan konselor untuk tidak memberikan penilaian tertentu terhadap diri konseli.. Menciptakan hubungan permisif bukan saja secara verbal tetapi juga secara nonverbal. pembinaan.potensi yang perlu dikemb. ada beberapa fungsi yang perlu dipenuhi oleh seorang konselor. Dalam menerima konseli ini adadua unsur yang perlu diingat ialah: (a) konsel6r berkehendak untuk membiarkan adanya perbedaan antara konselor dengan konseli.ingkan atau diaktualisasikan pada diri konseli adalah potensi untuk ·memecahkan masalahnya sendiri. (c) Kemampuan untuk menghargai konseli Seorang konselor client center harus menghargai pribadi konseli tanpa syarat apa pun. Dalam konseling client center fungsi konselor bukan saja membantu konseli untuk melepaskan diri dari masalah-masalah yang dihadapinya. Beberapa persyaratan yang berhubungan dengan sifat dan sikap agar dapat melaksanakan hubungan konseling client center. dengan demikian salah satu . dapat dirasakan oleh kedua belah pihak. (c) Mendorong kemampuan memecahkan masalah. secara langsung dapat melupakan keteganganketegangan. Dasar dari kemampuan ini ialah penghargaan terhadap orang lain (dalam hal ini konseli) sebagai seorang yang padadasarnya baik. S.M. tetapi lebih dari itu adalah berfungsi untuk menumbuhkan perubahan-perubahan yang fundamental (terutama perubahan sikap).. Jadi. dan perasaan. konselor berfungsi dalam membantu konseli agar ia mengembangkan kemampuannya untuk memecahkan masalah. di antaranya sebagai berikut: (a) Menciptakan hubungan yang bersifat permisif. Dalam konseling client center. di antaranya adalah sebagai berikut: (a) Kemampuan berempati Empati pada dasamya adalah mengerti dan dapat merasakan orang lain (konseli). Empati adalah saling hubungan antara dmi orang. terhindar dari segala bentuk ketegangan. Dengan terciptanya hubungan yang demikian itu. Jadi. yaitu baik oleh konselor maupun oleh konseli itu sendiri. Fungsi Konselor dalam Konseling Client center Dalam konseling client center. maka konseli akan berani mengemukakan segala masalahnya. maka timbullah rasa percaya bahwa dirinya mempunyai harga sebagai individu (tidak dipandang rendah/ tidak berarti). proses hubungan konseling di sini adalah proses untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan pribadi konseli. Empati yang dalam. Apabila perasaan dihargai dirasakan oleh konseli. (b) konselor menyadari bahwa pengalaman yang akan dilalui oleh konseli ada usaha yang penuh dengan perjuangan. Fungsi yang dimaksud. Miharja.Ag. dan pertahanan diri konseli. Empati ini akan lebih lengkap dan sempurna apabila diiringi oleh pengertian dan penerimaan konselor tentang apa yang dipikirkan oleh konseli. dan kuat lemahnya empati itu sangat bergantung pada saling pengertian dan penerimaan terhadap suasana yang diutarakan oleh konseli.

kerjasama. Seorang konselor yang memaksakan dirinya menaruh perhatian dan menerima konseli. maka wujud perhatian itu tidak akan wajar. tetapi juga bagaimana konseli menyampaikan hal itu. direncanakan ataupun dibuat-buat. (e) Kemampuan membina keakraban Keakraban merupakan syarat yang sangat penting demi terbinanya hubungan yang nyaman dan serasi antara konselor dan konseli.Ag.. sertamenerima konseli apa adanya secara langsung akan membina hubungan yang akrab penuh rasa persahabatan. Kemampuan ini memerlukan keterampilan dalam mendengarkan dan rnengamati untuk dapat mengetahui dan mengerti inti dari isi dan suasana perasaan bagaimana yang diungkapkan konseli. dan perhatian. Keakraban yang murni dan wajar diwarnai oleh adanya perhatian. S. Keterbukaan dari konseli akan terwujud apabila ada keterbukaan dari konselor pula. proses konseling nondirektif mengharapkan keterbukaan dari konseli. Melalui mendengar dan mengamati itu konselor tidak hanya menangkap dan mengerti apa yang dikemukakan oleh konseli. konseli menginginkan perhatian penuh terhadap apa yang diungkapkan oleh konseli. (d) Kemampuan memperhatikan Kemampuan memperhatikan menuntut keterlibatan sepenuhnya dari konselor terhadap segala sesuatu yang dikemukakan oleh konseli.M. hangat. ketulusan hati. ketidakwajaran itu sendiri akan mewamai hubungan S. Lebih jauh dari itu keakraban itu merupakan kesatuan suasana hubungan yang ditandai oleh rasa saling percaya mempercayai. tersebut. Draf kuliah Teknik Konseling . Secara rinci tujuan dasar dari pendekatan konseling client center ialah sebagai berikut: (a) Membebaskan konseli dari berbagai konflik psikologis yang dihadapinya. terbuka dengan konselinya. (g) Sikap terbuka Konseling client center mengharapkan adanya keterbukaan dari konseli baik untuk mengemukakan segala masalahnya maupun untuk menerima pengalaman-pengalainan. Tujuan Konseling Client center Secara umum tujuan yang ingin dicapai melalui pendekatan konseling client center ialah untuk membantu individu atau konseli agar berkembang secara optimal sehingga ia mampu menjadi manusia yang berguna. Keakraban itu adalah lebih dalam dari hanya sekadar ucapan salam atau mengenakkan hati konseli. Keakraban ini akan tumbuh terus-menerus dan terbina dengan baik apabila konselor benar-benar menaruh perhatian dan menerima konseli dengan permisif. Kepura-puraan dalam hubungan konseling menyebabkan konseli menutup diri Jadi.Pd. dan keterlibatan perasaan secara tulus dan tanpa pamrih. baik melalui kata-kata (verbal) maupun isyarat (nonverbal). Konselor harus dapat menerima konseli sebagaimana adanya. Bagaimanapun juga. Miharja. tanggapan. kesungguhan. Perhatian dan penerimaan yang murni (tidak semu dan palsu) ini sebenarnya tidak dipaksakan. Konseli akan terbuka apabila konselor dapat dipercaya dan bersungguh-sungguh. (f) Sifat keaslian (gunuin) Seorang konselor client center harus memperlihatkan sifat keaslian dan tidak berpura-pura. suka atau tidak suka.41 | maka timbul pula keinginan bahwa dirinya berharga untuk mengambil keputusan bagi dirinya sendiri. Dengan sikap dan kemampuan yang dimiliki konselor untuk menghargai konseli tanpa syarat.

(d) Memberikan kesadaran kepada konseli bahwa dirinya merupakan bagian dari suatu lingkup sosial budaya yang luas. Dalam membentuk keakraban yang baik. sedangkan konselor hanya berusaha tintuk mengarahkan agar konseli memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan sendiri. Empati ini akan lebih lengkap jika dibarengi oleh pengertian dan penerimaan konselor tentang apa yang dipikirkan oleh konseli. dan tidak seyogianya menuntut sesuatu atau mengharapkan syarat-syarat tertentu terhadap konseli. Dalam proses konseling client center. (c) Dalam proses konseling client center menekankan betapa pentingnya hubungan yang bersifat permisif. sebelum konselor mau memberikan bantuan. konseli menggunakan S. walaupun demikian ia masih tetap memiliki kekhasan atau keunikan tersendiri. konselor di sini hanya berperan sebagai fasilitator atau sebagai cermin. maka secepat itu pula konselor dapat mengarahkan konseli dalam mengambil keputusan sendiri. Lebih cepat konseli dapat mengungkapkan masalahnya. (c) Memberikan kesempatan seluas-Iuasnya. (b) Dalam mengambil keputusan akhir. Dalam konseling client center. oleh konselor.Ag. konseli berperan lebih dominan daripada konselor. Tapi kedua belas langkah Draf kuliah Teknik Konseling . (e) Menumbuhkan suatu keyakinan pada konseli bahwa dirinya terus bertumbuh dan berkembang (process of becoming).. karena empati pada dasarnya adalah mengerti dan dapat merasakan perasaail ldien. atau proses konseling tidak bisa ditentukan oleh konselor. dan pada waktu yang bersamaan konselor memisahkan semua informasi yang relevan dengan tujuan dari konseling. Miharja.Pd. karena keakraban ini merupakan dasar untuk membentuk kepercayaan dan pengertian antara konselor dengan konseli. konselor harus benar-benar menerima konseli sebagaimana adanya. Komunikasi antara konselor dengan konseli akan lebih mudah apabila berbentuk keakraban (rapport). Ciri-Ciri Proses KonseIing Client center Ciri-ciri dari pendekatan konseling client center dapat dirinci sebagai berikut: (a) Dalam proses konseling client center.42 | (b) Meriumbuhkan kepercayaan pada diri konseli. Kuat lemahnya empati itu sangat bergantung pada saling pengertian dan penerimaan terhadap situasi yang diutarakan oleh konseli. empati menduduki tempat yang penting. Dalam proses konseling client center tidak terikat oleh langkahIangkah yang harus dilakukan. intim sebagai persyaratan mutlak bagi berhasilnya hubungan konseling. Tanpa keakraban yang· baik tidak mungkin dilakukan kerjasama antara konselor dengan konseli. bahwa ia memiliki kemampuan untuk mengambil satu atau serangkaian keputusan yang terbaik bagi dirinya sendiri tanpa merogikan orang lain. kepada konseli urttuk belajar mempercayai orang lain. itu ada pada diri konseli sendiri. konselor benar-benar menghadapi konseli secara tulus sebagai individu yang memiliki potensi untuk mengambil keputusan dan mengatasi masalahnya sendiri. tapi itu sangat bergantung padakonseli. Konseli harus dibiatkan dengan leluasa dan dengan caranya sendiri untuk mengungkapkan masalahnya secara bebas. sepanjang masalahnya telah dimengerti oleh konseli. Aktivitas konseli tampak lebih menonjol ketimbang konselor. dan memiliki kesiapan secara terbuka untuk menerima berbagai pengalaman orang lain yang bermanfaat bagi dirinya sendiri. S.M. Langkah-Langkah Konseling Client center Ada dua belas langkah yang dapat dipakai pedoman dalam melaksanakan konseling client center. bahasa yang sesuai dengan diri konseli.

dan kehangatan. (d) Konselor secara tulus menerima dan menjernihkan perasaanperasaan konseli yang sifatnya negatif. santai. dan memberitahukan kepada konseli secara bijaksana bahwa proses konseling itu perlu diakhiri. sehingga dirasakan meredanya keteganganketegangan atau tekanan-tekanan batinnya. mulailah membuat suatu keputusan untuk melakukan sesuatu dan melangkah untuk memikirkan tindakan selanjutnya.Ag. (h) Apabila telah memiliki pemahaman tentang masalahnya dan menerimanya. dan secara tulus menerlma dan menjernihkan kembali perasaan-perasaan yang sifatnya negatif dari konseli. Miharja. (j) Pertumbuhan atau perkembangan lebih lanjut wawasan konseli. Dalam keadaan yang demikian ekspresi-ekspresi positif akan muncul. adalah proses verifikasi ke arah diambilnya suatu keputusan dan tindakan yang memungkinkan. Apabila seorang konseli datang kepada konselor berdasarkan petunjuk atau saran orang lain. serta terbuka. yang berarti bahwa konselor memberikan respons kepada perasaan-perasaan dan/ atau kata-kata konseli. Jadi. dan yang memungkinkan konseli untuk bertumbuh dan berkembang. S. (e) Apabila perasaan-perasaan yang negatif dari konseli tehih sepenuhnya terungkapkan. (i) Mulai melakukan tindakan-tindakan yang positif. penuh keakraban. bersamaan dengan proses pemahaman. (f) Konselor menerima perasaan-perasaan positif yang diungkapkan konseli. Dalam merumuskan situasi bantuan atau menentukan situasi konseling. serta keterikatannya. Dengan menampakkan sikap yang permisif. tapi dapat diubah-ubah. (l) Mengurangi ketergantungan konseli atas bantuan konselor. serta terhindar dari ketegangan-ketegangan. ketegangan-ketegangan. konseli didorong untuk menerima tanggung jawab untuk melaksanakan pemecahan masalah yang dihadapinya. santai.43 | yang dkemukakan itu bukanlah langkah yang baku. (b) Merumuskan situasi bantuan. keresahannya.Pd. maka secara psikologis bebannya mulai berkurang. Draf kuliah Teknik Konseling . berkaitan dengan masalahnya. (c) Konselor mendorong konseli untuk mengungkapkan perasaanperasaannya secara bebas. (k) Meningkatkan tindakan-tindakan (tingkah laku) positif secara terpadu pada diri konseli. memungkinkan konseli untuk mengungkapkan perasaanperasaannya. (g) Saat pencurahan perasaan itu diikuti oleh perkembangari yang berangsur-angsur tentang wawasan (insight) konseli mengenai dirinya.. maka konselor harus mampu menciptakan suasana permisif. penuh persahabatan dan kehangatan. dan pemahaman (understanding) serta penerimaan diri tersebut. Dorongan ini hanya bisa dilaksanakan apabila konselor mempunyai keyakinan tentang kemampuan konseli untuk mampu membantu dirinya sendiri.M. sehingga konseli dapat menentukan sikap dalam pemecahan masalahnya. Dasar Pertimbangan Digunakannya Konseling Client Center Langkah-Iangkah dimaksud adalah sebagai berikut: (a) Konseli datang untuk meminta bantuan kepada konselor secara sukarela. S.

terus terang. (b) Sifat konselor Dalam konseling client center. sebagai suatu bentuk pendekatan yang memberikan keleluasaan yang seluas-luasnya. sifat-sifat yang dituntut harus dimiliki oleh seorang konselor. diharapkan kepada konselor untuk memahami sifat-sifat konselinya secara baik.44 | Dasar-dasar pertimbangan yang mendorong dipergunakannya konseling client center didasarkan atas: (1) Sifat konseli.M. dan menangkap apa yang diungkapkan oleh konseli. bebas. Karena pada hakikatnya konseli sebagai individu sudah barang tentu memiliki keunikan tersendiri. client center paling baik dipergunakan terhadap masalah-masalah yang sifatnya berkaitan dengan konflik psikologis. dan (3) Sifat masaJah yang dihadapi oleh konseli. Karena hubungan keakraban (rapport) dalam proses ini merupakan dasar untuk membentuk kepercayaan dan pengertian antara konselor dan konseli. (3) Karena proses konseling client center ini memungkinkan untuk berlangsung cukup lama.Pd. S. (a) Sifat konseli Dalam proses hubungan konseling. serta memiliki kemampuan untuk mengungkapkan masalahnya secara terus terang. terbuka. di antaranya: (1) Memiliki kemampuan dan kesediaan sebagai pendengar yang baik. (c) Sifat masalah Dalam konseling client center pada dasarnya bisa dipergunakan untuk setiap masalah yang dihadapi oleh konseli. Konseling client center. apa yang diungkapkan oleh konseli. maka pada konselor dituntut untuk meluangkan waktu yang cukup banyak. Tetapi konseling Draf kuliah Teknik Konseling . (2) Sifat konselor. Miharja. Konflik psikologis yang dimaksud di sini adalah yang ada sal)gkut pautnya dengan ketegangan-ketegangan psikologis. S.. di samping memiliki kesamaan-kesamaan maupun perbedaan-perbedaan. adalah diperuntukkan bagi konseli-konseli yang memiliki sifatsifat: agresif. slerta kebebasan pada klien. sebagai akibat individu tertekan oleh lingungan maupun oleh dirinya sendiri. dan Jancar. (2) Konselor harus memiliki kemampuan untuk menciptakan hubungan keakraban (rapport). Di samping itu pula konselor bersedia untuk menyimak. mengkaji.Ag.

E. S. Menurut konseling rasional-emotif ini. dan selanjutnya populer dengan singkatan RET. Tujuan dari RET pada intinya ialah untuk mengatasi pikiranyang tidak logis tentang diri sendiri dan lingkungannya. ia mencoba untuk mengembangkan suatu teori yang disebut "Rational-Emotive Therapy". serta mengadakan pendekatan yang tegas. Proses dan Teknik Konseling Rasional-Emotif Seperti telah diuraikan di muka bahwa dalam konseling rasionalemotif konselor tidak terlalu banyak menelusuri kehidupan masa lampau klien. karena ia memiliki keyakinan dan berpikir bahwa individu lain itu mencela dan tidak mengacuhkan dirinya. Kondisi yang demikian inilah yang disebl. dan tidak diacuhkan oleh individu fain. diagnosis dalam konseling ini dilakukan bertujuan untuk membuka ketidaklogisan pola berpikir klien. Konselor/terapis berusaha agar klien makin menyadari pikiran dan kata-katanya sendiri. Atau dengan kata lain konseling rasional emotif ini bertujuan membantu klien membebaskan dirinya dari cara berpikir atau ide-idenya yang tidak logis dan menggantinya dengan cara-cara yang logis. Albert Ellis.45 | S.tt cara berpikir yang tidak nasional oleh konseling rasionalemotif. C. Sehingga dengan demikian berarti bahwa dalam konseling ini konselor tidak banyak melakukan pengumpulan data untuk keperluan analisis maupun diagnosis sebagaimana halnya dalam konseling klinikal. D. BAB 8 TEKNIK DALAM KONSELING RATIONAL-EMOTIVE THERAPY Teori Konseling Rasional Emotif dengan istilah lain dikenal dengan "rasional-emotive therapy" yang dikembangkan oleh Dr. B. A. Atas dasar pengalaman selama prakteknya dan kemudian dihubungkan dengan teori tingkah laku belajar.M. Tujuan Konseling Rasional-Emotif Tujuan utama dari konseling rasional-emotif ialah menunjukkan dan menyadarkan klienbahwa cara berpikir yang tidak logis itulah merupakan penyebab gangguan emosionalnya. Miharja. (c) Tercipta dan terpeliharanya hubungan baik ini dipergunakan oleh konselor untuk membantu klien mengubah cara berpikimya yang tidak rasional menjadi rasional. melatih klien untuk bisa berpikir dan berbuat yang lebih realistis dan rasional.. (d) Dalam proses hubungan konseling. gangguan atau kesulitan-kesulitan emosional dalam melihat dan menafsirkan objek atau fakta yang dihadapinya. konselor tidak terlalu banyak menelusuri kehidupan masa lampau klien.Pd.Ag. diejek. Ketidaklogisan berpikir ini selalu berkaitan dan bahkan menimbulkan hambatan. Peranan Konselor dan Langkah-Langkah Konseling Draf kuliah Teknik Konseling . Konsep Dasar Konseling Rasional-Emotif Ciri-ciri dari konseling rasional-emotif dapat diuraikan sebagai berikut: (a) Dalam menelurusi masalah klien yang dibantunya. Hakikat Masalah yang Dihadapi Klien Hakikat masalah yang dihadapi klien dalam pendekatan konseling rasional-emotif itu muncul disebabkan oleh ketidaklogisan klien dalam berpikir. Karena. konselor berperan lebih aktif dibandingkan dengan klien. (b) Dalam proses hubungan konseling harus diciptakan dan dipelihara hubungan baik dengan klien. Alat-alat pengumpulan data bersifat testing dan non-testing sedikit sekali dipergunakan dalam konseling ini. (e) Diagnosis (rumusan masalah) yang dilakukan dengan konseling rasional-emotif bertujuan untuk membuka ketidaklogisan pola berpikir dari klien. individu rnerasa dicela.

Miharja. konselor menyerang ketidaklogisan berpikir klien dan membawa klien ke arah berpikir logis empiris. terutama menunjukkan bagaimana ketidaklogisan berpikir itu secara langsung menimbulkan gangguan emosional kepada klien. pada langkah ini peran konseling ialah menyadarkan klien bahwa gangguan atau masalah yang dihadapinya disebabkan oleh cara berpikirnya yang tidak logis. (b) Teknik konfrontasi Dalam teknik konfrontasi ini. S. (d) Teknik pemberian tugas (d) Langkah keempat Draf kuliah Teknik Konseling . karena pandangan yang ia kemukakan itu tidak benar. Konselor berperan untuk menyerang inti cara berpikir yang tidak rasional dari klien dan mengajarkan bagaimana caranya mengganti cara berpikir yang tidak rasional dengan rasional.Pd. bahwa gangguan emosional yang selama ini dirasakannya akan terns menghantuinya apabila dirinya akan tetap berpikir secara tidak logis. bahkan sampai kepada mengendalikan klien untuk menerima gagasan yang logis dan rasional. S.46 | Peranan konselor dalam proses konseling rasionalemotif akan tampak dengan jelas dalam langkah-Iangkah konseling sebagai berikut: (a) Langkah pertama Dalang langkah ini konselor berusaha menunjukkan kepada klien bahwa masalah yang dihadapinya berkaitan dengan keyakinannya yang tidak rasional. Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan beberapa teknik konseling rasional-emotif sebagai berikut: (a) Teknik pengajaran Dalam konseling rasional-emotif konselor mengambil peranan lebih aktif dari klien. Jadi. Peranan konselor mengembangkan pandangan-pandangan yang realistis dan menghindarkan diri dari keyakinan yang tidak rasional. Oleh karenanya. Di sini klien harus belajar untuk memisahkan keyakinan rasional dari yang tidak rasional. (c) Teknik persuasif Teknik persuasif. klienlah yang harus memikul tanggung jawab secara keselurnhan terhadap masalahnya sendiri. Teknik-Teknik Konseling Rasional-Emotif Sebagaimana telah diuraikan di muka bahwa inti dati konseling rasional-emotif ialah menghilangkan cara berpikir yang tidak logis yang dapat menimbulkan gangguan emosional.Ag. membujuk. mengemukakan berbagai argumentasi untuk menunjukkan apa yang dianggap oleh klien benar tidak bisa diterima atau tidak benar. tetapi lebih jauh dari itu konselor harus berusaha mengajak klien mengubah cara berpikirnya dengan cara menghilangkan gagasangagasan yang tidak rasional. (b) Langkah kedua Peranan konselor adalah menyadarkan klien bahwa pemecahan masalah yang dihadapinya merupakan tanggung jawab sendiri. Konselor tidaklah cukup menunjukkan kepada klien bagaimana proses ketidakiogisan berpikir ini.M. meyakinkan.. Pada tahap ini peranan konselor adalah sebagai propagandis yang berusaha mendorong. yaitu meyakinkan klien untuk mengubah pandangannya. Konselor langsung mencoba meyakinkan. Maka dari itu teknik pengajaran di sini memberikan keleluasaan kepada konselor untuk berbicara serta menunjukkan sesuatu kepada klien. Maka dari itu dalam konseling rasional-emotif ini konselor berperanan untuk menunjukkan dan menyadarkan klien. (c) Langkah ketiga Pada langkah ketiga ini konselor berperan mengajak klien menghilangkan cara berpikir dan gagasan yang tidakrasional.

Draf kuliah Teknik Konseling . S.M. membaca buku untuk memperbaiki kekeliruan cara berpikimya.Pd.47 | Dalam teknik konselor menugaskan klien untuk mencoba melakukan tindakan tertentu dalam situasi nyata..Ag. Miharja. S. Teknik ini bisa dilakukan untuk menugaskan kepada klien untuk bergaul kepada anggota masyarakat kalau mereka merasa dikucilkan dalam pergaulan.

S. pada teori kepribadian yang dikenal dengan nama teori Trait-Factor. terutama yang menyangkut pilihan program studi dan/atau bidang pekerjaan. Cara berpikir yang demikian mulai diikuti juga oleh konselor jabatan. Poses lahirnya konseling berpegang pada teori Trait-Factor bermula pada akhir abad yang ke-19 dimana Frank Parson mulai mencari suatu cara untuk membantu orang-orang muda dalam memilih pekerjaan yang sesuai dengan potensi rnereka. Ciri-ciri itu diandalkan dapat diketahui melalui berbagai tes psikologis. Yang dimaksudkan dengan Trait adalah suatu ciri yang khas bagi seseorang dalam berpikir.M. langkah yang pertama menggunakan analisis diri. kepribadian. berpikir secara rasional mengenai hubungan antarakedua kelompok fakta di atas. Dalam hal ini aliran konseling jabatan berpegang.Ag. orang muda bukannya mencari pekerjaan demi asal punya pekerjaan (the hunt of a job). dan agak agresif. minat. pengetahuan tentang keseluruhan persyaratan yang harus dipenuhi supaya dapat mencapai sukses dalam berbagai bidang pekerjaan. karena konselor secara sadar mengadakan strukturalisasi dalam proses konseling dan berusaha mempengaruhi arah perkembangan konseli demi kebaikan konseli sendiri. dan berperilaku.. dan agresif (berperilaku). pemahaman diri yang jelas mengenai kemampuan otak. Corak konseling ini dikenal juga dengan nama directive counseling atau Counselor-Centered Counselling. yang mempunyai relevansi terhadap kesuksesan atau kegagalan dalam suatu pekerjaan/jabatan. berperasaan. Alat yang digunakan untuk mempelajari keadaan seseorang sehingga menghasilkan suatu analisis bagi masing-masing pribadi. yang masing-masing membentuk suatu kontinum atau skala yang terentang dari sangat tinggi sampai sangat rendah. Dengan demikian. kurang iba hati. dan berdasarkan penelitian terhadap tuntutan pekerjaan di lapangan untuk mengetahui kemampuan mana yang harus dimiliki seseorang supaya berhasil dalam suatu jenis pekerjaan tertentu. Dengan demikian. Ciri-ciri itu dianggap sebagai suatu dimensi kepribadian. dengan tuntutan kualifikasi dan kesempatan yang terkandung dalam suatu pekerjaan atau jabatan. Berdasarkan identifikasi berbagai kemampuan yang dimiliki atau tidak dimiliki seseorang setelah dites. serta ciri-ciri yang lain. melainkan memilih secara sadar suatu pekerjaan yang berfungsi sebagai jabatan (the choice of a vocation). seseorang dapat diidentifikasikan dan diketahui sebagai orang yang sangat inteligen. para ahli psikologi industri itu menyusun tabel-tabel prakiraan sukses atau gagalnya seorang aplikan dalam jenis pekerjaan tertentu. Jadi. dengan menekankan penggunaan suatu tes psikologis sebagai alat untuk mengidentifikasi ciri-ciri kepribadian. Kedua. iba hati (berperasaan). adalah testes psikologis yang mula-mula digunakan oleh para ahli psikologi industri dalam rangka seleksi aplikan untuk bidang-bidang pekerjaan tertentu. yaitu: pertama. bakat. langkah yang ketiga menerapkan kemampuan untuk berpikir rasional guna menemukan kecocokan antara ciri-ciri Draf kuliah Teknik Konseling . BAB 9 TEKNIK DALAM KONSELING TRAIT-FACTOR Pengantar TraitFactor Counseling merupakan corak konseling yang menekankan pemahaman diri melalui testing psikologis dan penerapan pemahaman itu dalam memecahkan beraneka problem yang dihadapi. langkah yang kedua memanfaatkan informasi jabatan (vocational. information). sehingga dapat cukup berhasil di bidang pekerjaan itu.misalnya.48 | S. seperti inteligensi (berpikir). berbagai kelebihan dan kelemahan. Miharja. seseorang yang mempunyai relevansi terhadap suatu jabatan/ pekerjaan. serta tentang balas jasa dan kesempatan untuk maju dalam semua bidang pekerjaan itu.Pd. Frank Parsons menunjukan tiga langkah yang harus diikuti dalam rnemilih suatu pekerjaan yang sesuai. Ketiga.

beberapa data paling diketahui oleh konseli sendiri. terkandung di dalamnya. keterampilanketerampilan. (c) Fakta tentang lingkungan hidup: ciri/corak khas dari setiap program studi dan/atau setiap bidang pekerjaan. ataukah berkaitan satu sama lain? Beberapa ahli psikologi telah mencoba untuk menemukan seperangkat ciri dasar yang terbatas jumlahnya.49 | S. serta ciri-ciri kepribadian yang lain. misalnya selalu ragu-ragu dalam keputusan tentang apa pun juga atau sangat dikuasai oleh alam perasaannya sendiri. Namun. kewajiban moral-sosial terhadap keluarga.Ag. data dan fakta yang dibutuhkan dapat dikumpulkan dalam urutan sebagai berikut. bakat khusus. Data yang akan dikumpulkan dengan bantuan konselor meliputi: (a) Data tentang diri sendiri: kemampuan intelektual bertaraf lebih dari cukup (berdasarkan hasil testing). sejauh tampak dari hasil testing. (b) Fakta tentang keluarga dekat. konsel tidak menunjukkan kelemahan serius dalam beberapa segi kepribadiannya.Pd. cita-cita.dengan menganalisis data hasil testing psikologis melalui teknik statistik yang disebut Factor Analysis. Teori Trait-Factor adalah pandangan yang mengatakan bahwa kepribadian seseorang dapat dilukiskan dengan mengidentifikasikan sejumlah ciri. yang merupakan ciri-ciri dasar yang dapat mendeskripsikan kepribadian seseorang secara memadai. Pendekatan ini dapat digunakan terhadap semua kasus yang mengandung unsur-unsur sebagai berikut: termasuk ragam konseling jabatan dan/atau konseling akademik (konseling karier). harus selalu diperhatikan apakah pilihan yang akan dibuat bersifat intermediar atau definitif sehingga sukar diubah kelak. Secara praktis. data itu dikumpulkan berdasarkan refleksi diri (selfanalysis) dengan menyadari kelemahan yang Draf kuliah Teknik Konseling . berbagai perasaan. aliran konseling jabatan telah memperluas diri menjadi Konseling Jabatan-Akademik. kalau kiranya bisa. S. misalnya Catteli berpendapat telah menemukan 16 faktor. program studi IPA. namun data sosial semacam ini tidak selalu tersedia atau sudah tidak up-to-date. (a) Data tentang diri sendiri: kemampuan intelektual. konseli telah menyelesaikan minimal jenjang pendidikan SLTE dan sudah mulai tampak stabil dalam berbagai ciri kepribadian. keadaan konkret masyarakat yang mempersempit atau mernperluas ruang gerak konseli yang menghadapi keharusan memilih. konstelasi kualifikasi yang secara minimal dituntut. yang bersifat nonkognitif. Dia mengambil program studi itu karena ingin supaya tetap terbuka kesempatan baginya untuk kelak melanjutkan ke Fakultas Kedokteran atau Fakultas Pertanian. Miharja.Yang .Ciri-ciri dasar yang mereka temukan disebut factors. kelas III. dewasa ini sering disebut Konseling Karier. berbakat khusus di bidang studi matematika (berdasarkan hasil penilaian guru selama beberapa Yang dipersoalkan ialah: ciri-ciri itu berapa jumlahnya? Semua ciri itu bersifat dasar dan berdiri sendiri. harapan. bilamana alat yang terandalkan tidak tersedia. Sejauh mungkin data itu dicari dengan melalui alat-alat tes dan nontes. Konseling Trait-Factor berpegang pada pandangan yang sama dan menggunakan alat tes psikologis untuk menganalisis atau mendiagnosis seseorang mengenai ciri-ciri atau dimensi/aspek kepribadian tertentu. Sejauh mungkin fakta itu bersifat kenyataan yang disahkan dalam hasil penelitian. aneka harapan keluarga. seperti nilai-nilai kehidupan dan cita-cita hidup.. kemampuan ekonomi keluarga. nilai-nilai kehidupan (personal values).minat. Sebagai contoh diambil kasus sebagai berikut: Ada seorang siswa MA. Namun. diketahui mempunyai relevansi terhadap keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam memangku jabatan dan mengikuti suatu program studio Dalam hal ini program studi di institusi pendidikan juga dipandang sebagai jabatan sehingga akan diikuti prosedur yang sama terhadap pilihan bidang pekerjaan dan bidang studio Dengan demikian.M. di mana konseli menghadapi keharusan untuk memilih di antara beberapa alternatif. dan sebagainya. psikologis yang mengukur masing-masing dimensi kepribadian itu.

akhirnya diputuskan bahwa: Kedokteran umum tidak mungkin. harapannya ialah melanjutkan ke perguruan tinggi dan membuat orang tuanya merasa bangga.M. tetapi secara finansial sangat berat. Namun dia harus studi di PTN di kota tempat tinggalnya. Kedokteran Umum menuntut beberapa kualifikasi yang kiranya dapat dipenuhi. diperkuat oleh penilaian sejumlah guru pada skala penilaian).. berminat terhadap matematika dan memelihara tanaman (berdasarkan . Psikologi tidak diinginkan.50 | tahun). Psikologi menuntut pola kualifikasi yang tidak berbeda jauh dengan data dalam butir (a). Maka pilihan yang pertama menjadi Pendidikan Matematika. Ilmu Pasti bisa dan diinginkan. yaitu "Bisakah?/Mungkinkah?" (Possible?) dan "Inginkah?" (Desirable?). Di kota tempat tinggalnya ada Negeri dan Swasta yang menawarkan program studi Pendidikan Matematika. SI. cita-cita masa depan terpusat pada usaha pembangunan dan kepemimpinan (berdasarkan data kartu pribadi mengenai keterlibatannya dalam kegiatan ekstrakurikuler sebagai pemimpin. setelah diterima di salah satu program studio Data Draf kuliah Teknik Konseling . Dalam pembicaraan selanjutnya menjadi jelas. Miharja. keterampilan tidak ada yang mencolok. dan besar hati (berdasarkan analisis diri. (b) Fakta tentang keluarga dekat: orangtua mengharapkan dia melanjutkan studi. meskipun sebenarnya bisa. sebagai persiapan untuk karier tertentu. Daripada merasa frustasi besar. asal dia dapat menekuninya. S. nilai kehidupan menekankan pengabdian kepada sesama (berdasarkan analisis diri. Maka tidak jadi. Psikologi. dia secara mental sudah siap untuk diterima dalam pilihannya yang kedua. Teknologi Pertanian memungkinkan segera bekerja dan memulai usaha sambilan untuk menambah penghasilan serta pola kualifikasinya pun tidak jauh berbeda dengan data mengenai diri sendiri. yaitu Kedokteran Umum. Teknologi Pertanian. ringan tangan. kemampuan ekonomi keluarga sedang saja. Pilihan program studi di PT tidak dikaitkan dengan program studi yang diambil di MA. sehingga selama studinya dia harus tetap tinggal di rumah orang tua nanti. bahwa belum tentu dia diterima untuk pilihannya yang pertama. program studi diserahkan kepada anak. ditinjau pro dan kontranya untuk dapat menjawab dua soal. Maka tidak jadi. (c) Fakta tentang program studi. Ditentukan dua pilihan program studi atas dasar pertimbangan. sifat-sifat kepribadian yang mencolok adalah sabar. Pendidikan Matematika di dan menjadi guru di suatu sekolah serta memberikan tes privat. tetapi jangan sampai terlalu lama karena harus ikut membiayai pendidikan adik-adik. meskipun sebenarnya ingin. Ilmu Pasti pun kelihatan sesuai. tetapi diakuinya sendiri tidak merasa malu bila tangannya menjadi kotor. Untuk itu diperlukan data yang memberikan indikasi tentang besar-kecilnya probabilitas akan berhasil baik. disertai keyakinan sendiri). Setelah masing-masing alternatif program studi. menurut ketentuan yang berlaku pada saat itu.Pd. Teknologi Pertanian bisa dan diinginkan. dengan preferensi di Negeri. apalagi kalau dia menamatkan program studi S. Untuk siswa ini kedua pilihan itu bercirikan definitif. yang mempersiapkan untuk karier tertentu yang pernah dibayangkan. bahwa siswa ini harus memberikan tekanan pada fakta yang tercantum dalam butir (b) di atas. Segi yang tidak ditinjau dalam kasus ini ialah apakah suatu alternatif pilihan probable. yang diperkuat oleh beberapa guru pada skala penilaian). Maka ditentukan sebagai pilihan yang kedua.Ag. Ilmu Pasti. tidak ada PTS yang menawarkan program studi itu. dalam arti siswa itu dapat diramalkan akan berhasil baik dalam program studi Teknologi Pertanian dan Pendidikan Matematika.analisis diri. meskipun keputusan tentang suatu spesialisasi dapat diambil kemudian. tetapi program studi strata satu (S1) tidak memberikan harapan dapat segera bekerja dengan mendapat imbalan yang cukup memadai baginya. yang diperkuat dalam hasil testing).

. Pelaksanaan Trait-Factor Counseling Kasus Fulan adalah seorang siswa MA. Dia diharapkan akan cepat bekerja supaya dapat membantu membiayai pendidikan. yang sangat berbeda. namun tinjauan mengenai segi pro dan segi kontra pada setiap alternatif pilihan lazimnya berlandaskan pada suatu norma atau patokan yang berkaitan dengan data tentang diri sendiri dan fakta tentang keluarga dekat serta lingkungan hidup.51 | semacam itu di Indonesia dewasa ini masih jarang tersedia. istilah yang pertama menyangkut hasil yang boleh diharapkan bila S. Dengan kata lain. Perlu dicatat bahwa pengumpulan data tentang diri sendiri dan fakta tentang keluarga dekat serta lingkungan hidup sangat bermanfaat untuk dapat menentukan suatu norma atau patokan yang menjadi landasan untuk kelak dapat mengambil suatu keputusan tegas. keadaan ekomomi keluarga dan harapan orang tua inilah. dipilih alternatif program studi atau bidang pekerjaan tertentu.. mengingat data psikologis yang tersedia. kepribadiannya cocok untuk bekerja sebagai insinyur pembangunan di lokasi mana pun juga. agar proses pengambilan keputusan selanjutnya berjalan lancar. Sejak masuk MTS Fulan senang membaca buku-buku tentang teknik yang dipinjam di perpustakaan sekolah. bukan kasus pilihan di antara beberapa alternatif di luar dua bidang itu. mengingat data tentang diri sendiri dan fakta tentang keluarga dekat. Selain itu patut diperhatikan bahwa dalam contoh yang disajikan dalam uraian di atas konseli sudah mempunyai beberapa alternatif program studi untuk ditinjau. Istilah "probable" dalam urain di atas dan istilah "feasible" tidak menunjukkan pada sesuatu. Dalam kasus yang demikian tidak perlu lagi membuat suatu inventarisasi tentang alternatif program studio Berbedalah keadaan konseli yang belum memikirkan alternatif yang dapat terbuka baginya. Atas pertanyaan konselor Fulan menjelaskan bahwa keluarganya mendukungcita-cita tersebut. yang menunjang studi di fakultas teknik. Dia yakin mampu menyelesaikan studi di fakultas teknik karena hasil belajar di MA dalam seluruh bidang studi.Ag. sehingga harus diadakan inventarisasi alternatif lebih dahulu untuk melengkapi data sosial.M. program studi IPA. adik-adiknya. pada bulan April tahun berikutnya. Fulan semakin merasa sukar untuk berkonsentrasi dalam belajar. Namun. Yang menimbulkan kesulitan besar. harap diperhatikan bahwa pendekatan sebagaimana dijelaskan di atas menyangkut suatu kasus pilihan di antara beberapa alternatif (a choice case) mengenai program studi/bidang studi dan/atau bidang pekerjaan. selama ini tergolong baik Hasil ini memang sesuai dengan hasil tes kemampuan belajar yang ditempuh ketika Fulan mencalonkan diri sebagai siswa di MA ini. S. siswa ini boleh mengharapkan akan berhasil baik kalau dia tetap bermotivasi kuat. antara lain meninjau kualifikasi yang dituntut. Dalam wawancara menjadi jelas bahwa Fulan merasa bingung sekali karena tidak mengetahui bagaimana caranya mengatasi kesulitanyang dihadapinya. himpunan data dan fakta yang disebutkan dalam uraian di atas menghasilkan suatu pegangan dasar dalam proses pengambilan keputusan selanjutnya. khususnya teknik bangunan suatu jalan raya. Miharja. Adapun kesulitan Fulan adalah sebagai berikut: dia berkeinginan sekali melanjutkan ke fakultas teknik dan nanti bekerja sebagai insinyur sipil. Dia Draf kuliah Teknik Konseling . sedangkan istilah yang kedua menyangkut hasil yang boleh diharapkan bila dipilih suatu alternatif tertentu dalam lingkup permasalahan yang tidak berkaitan dengan bidang studi atau bidang pekerjaan. Biarpun norma atau patokan itu di sini tidak dirumuskan secara eksplisit seperti kerap terjadi dalam konseling yang tidak menyangkut suatu pilihan program studi atau bidang pekerjaan.Pd. Menurut pendapat Fulan. Pada bulan November dia menghadap konselor di sekolah untuk membicarakan masalah kelanjutan studi setelah tamat sekolah. Nah. Akhirnya. kelas III. namun tidak mampu untuk membiayai studi di fakultas teknik sampai mencapai gelar insinyur. sehingga Fulan sudah lama menghadapi masalah: bagaimana saya ini sesudah tamat? Karena masalah yang belum terpecahkan ini.

Teknik Sipil. (b) Keluarga Fulan. Akhirnya. (3) Mengadakan analisis kasus. S. 3) di PTN Universitas. agar menjawab dua pertanyaan: "bisakah?/mungkinkah" serta "inginkah?". (c) Universitas Terbuka. 5) di PTN .karena masa studi terlalu lama dan biaya tidak tersedia. Sifat kepribadian yang mencolok: mudah menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi. Miharja. (2) Mendengarkan dengan penuh perhatian ungkapan pikiran dan perasaan Fulan. tetapi terbentur pada persoalan biaya seandainya dia belajar di fakultas teknik. Seandainya kemungkinan itu ada. Masalah yang ingin dibicarakan oleh Fulan ialah: tidak mengetahui akan melanjutkan studi ke mana karena keluarganya tidak mampu membiayai studi di fakultas teknik. Cita-cita hari depan: menjadi insinyur sipil dengan belajar di fakultas teknik suatu PT. Perasaan: bingung. dapat dicari informasi apakah bagi Fulan tersedia kemungkinan mendapatkan beasiswa atau mengambil kredit mahasiswa di bank dengan syarat lunak. Jurusan Teknik Sipil. Namun program studi manakah yang diinginkan mengingat cita-cita semula adalah menjadi insinyur sipil? Berarti harus ada perubahan dalam cita-cita Fulan. Dengan demikian. jelaslah bahwa semua program studi S l tidak dapat dipilih (tidak mungkin dipilih.Pd. Orang tua sebenarnya mendukung cita-citanya. tidak bisa dipilih). Dia baru bersedia memilih alternatif ini kalau dia ternyata tidak diterima di program Politeknik dan Pendidikan Teknik yang tercantum pada butir b di atas.Ag. 6) di Universitas Terbukas Program D2 Keterampilan Teknik. S1. Minat: teknik pembangunan jalan raya. Kemampuan belajar: cukup tinggi. Misalnya dipertimbangkan sebagai berikut: (a) Semua program studi Sl kelihatannya tidak mungkin (tidak bisa). Fulan ternyata paling menginginkan program D3 Pendidikan Teknik Bangunan karena sebagai guru dia dapat juga mengabdi. D3. 4) di PTN . Program D3 Politeknik. lebih-lebih bila Fulan bersedia ditugaskan di luar Pulau Jawa. Fulan memutuskan untuk memilih sebagai alternatif pertama program D3 Pendidikan Teknik sebagai alternatif kedua program D3 Politeknik di Universitas. Semua alternatif itu dikumpulkan dalam rangka inventarisasi kemungkinan yang terbuka baginya. tetapi Fulan tidak begitu ingin karena dianggap di bawah kemampuan otaknya. Dia merasa sangat bingung karena persoalan ini.52 | bahkan merasa minder sebab teman/rekan sekelas semuanya berkata akan melanjutkan ke PT yang banyak terdapat di lokasi. Draf kuliah Teknik Konseling . Di antara altematif-alternatif yang ada. 2) di PTS Universitas..M. alias aspirasinya harus diturunkan. yaitu menghimpun data yang ternyata tersedia:(a) Fulan sendiri. Bakat khusus: matematika dan menggambar mistar. Dia diharapkan lekas bekerja untuk membantu pendidikan adik-adiknya. S1. (c) Bidang pekerjaan yang diinginkan: sebenarnya mempunyai prospek masa depan yang baik. Fulan melaporkan bahwa bagi dia tidak tersedia kemungkinan itu. (4) Membantu Fulan mengintegrasikan semua data di atas satu sama lain dan mempertimbangkan pro dan kontra dari masing. Nilai kehidupan (setelah ditanyakan langsung): pengabdian pada kebutuhan bangsa dan Negara. dalam Pendidikan Teknik Bangunan. S1. program D2 Keterampilan Teknik sebenarnya mungkin. JurusanTeknik Sipil. 7) alternatif lain yang relevan. (b) Semua program studi D3 dimungkinkan karena masa studi tidak terlalu lama. minder. biaya tidak terlalu tinggi dan tersedia kesempatan untuk lekas bekerja. Namun.masing alternatif. Bidang-bidang studi di PT yang sesuai dengan data tentang Fulan sendiri dan dapat dipertimbangkan sebagai alternatif-alternatif: l) di PTN Universitas. Langkab-langkah kerja: (1) Membangun hubungan pribadi dengan Fulan. dan sebagai alternatif ketiga program D2 Keterampilan Teknik di Universitas Terbuka. seluruh program studi itu dapat dipertimbangkan lagi (Untuk mencari informasi itu proses konseling dihentikan dulu). meskipun program-prograrn studi itu sebenarnya diinginkan. S. merasa minder kalau tidak dapat melanjutkan. Dalam wawancara berikutnya. seandainya diketahui tersedia. datam Pendidikan Teknik Bangunan.

S. Maka pada akhir fase 3 diadakan inventarisasi alternatif lebih dahulu untuk melengkapi data sosial. Digunakan nama jurusannya atau bidang studinya.Pd. (5) Mengakhiri hubungan pribadi dengan Fulan. dalam inventarisasi itu belum digunakan nama program karena nama itu masih dapat berubah. Draf kuliah Teknik Konseling .M.. Miharja.53 | S. agar proses pengambilan keputusan selanjutnya berjalan lancar. Patut dicatat di sini bahwa dalam kasus ini konseli belum memikirkan sejumlah alternatif program studi di PT.Ag.

bagi seorang konselor behavioristik perilaku konseli merupakan hasil dari keseluruhan pengalaman hidupnya dalam berinteraksi dengan lingkungan. Aliran baru ini menekankan bahwa hubungan antarpribadi itu tidak dapat diteliti secara ilmiah. dapat diuoah dengan belajar baru. Oleh karena itu. jajaran pelopor pendekatan Behavioristik pada Draf kuliah Teknik Konseling . tingkah laku yang salah itu juga dapat dihapus dan diganti dengan tingkah laku yang tepat melalui suatu proses belajar. tetapi belum mengetahui apa BAB 10 TEKNIK DALAM KONSELING BEHAVIORISTIK Pengantar Konseling Behavioristik berasal dari Behavioral Counseling. Karena tingkah laku salah merupakan hasil belajar. Dia telah berhadapan dengan sejumlah rangsangan (Stimulus. S. proses konseling pada dasarnya pun dipandang sebagai suatu proses belajar. akan ada kesulitan.Ag. Dengan demikian. karena itu. Suatu pola bertingkah laku yang dahulu mungkin sesuai. Miharja. Konselor yang berpegang pada model A-B-C baru mengetahui apa yang terjadi sesudah A dan sebelum C. Semua usaha untuk menuatangkan perubahan dalam tingkah laku (behavior change) didasarkan pada teori belajar yang dikenal dengan nama Behaviorisme dan sudah dikembangkan sebelurn lahir aliran pendekatan Behavioristik dalam konseling. Oleh karena itu. harus dikatakan bahwa baik. Dengan kata lain. disingkat S) dan telah bereaksi pula dengan cara tertentu (Response. yang terpusat pada usaha membantu dan kesediaan dibantu untuk belajar perilaku baru dan dengan demikian mengatasi berbagai macam permasalahan. yang berlangsung selama proses konseling.54 | S. Teori belajar Behaviorisme mengandung banyak variasi dalam sudut pandangan. Perhatian difokuskan pada perilaku-perilaku tertentu yang dapat diamati (observable). hal itu disebabkan karena orang itu telah belajar bertingkah laku yang salah.. Misalnya. yang juga dapat disaksikan dengan jelas. yang selama proses konseling melalui berbagai prosedur dan aneka teknik tertentu akhirnya menghasilkan perubahan yang nyata.M. lebihlebih orang lain (Lingkungan sosial). Kalau perilaku konseli ditinjau dari sudut pandangan apakah perilaku itu tepat dan sesuai dengan situasi kehidupannya (well-adjusted) atau tidak tepat dan salah suai (maladjusted). sedangkan perubahan nyata dalam perilaku konseli memungkinkan dilakukan penelitian ilmiah. disingkat R). proses konseling dipandang sebagai suatu proses pendidikan (an educational process). metode. yang sesuai dengan situasi kehidupannya pada saat tertentu. Meskipun demikian. dasarnya berpegang pada keyakinan bahwa banyak perilaku manusia merupakan hasil suatu proses belajar dan. seorang remaja Dawar telah mengembangkan kebiasaan untuk mengurung diri di kamar tidurnya setiap kali berbeda biasanya tidak diutarakan oleh konseli pada waktu konseli menjelaskan masalahnya. Perubahan dalam perilaku itu harus diusahakan melalui suatu proses belajar (learning) atau belajar kembali (relearning).Pd. alias orang mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri. tingkah laku tepat mauptin tingkah laku salah sama-sama merupakan hasil belajar. meskipun situasi kehidupan telah berubah. di waktu kemudian dapat tidak sesuai lagi karena situasi kehidupannya telah berubah. Kalau pola berperilaku yang dipelajari dahulu tetap dipertahankan. Konseling ini diharapkan menghasilkan perubahan yang nyata dalam perilaku konseli (counselee behavior). Sejalan dengan keyakinan mendasar itu. Cara bereaksi itu lama-kelamaan akan dapat membentuk suatu pola bertingkah laku. Krumboltz (1964). Di masa yang lampau orang belajar dalam interaksi dengan lingkungannya. yang untuk pertama kali digunakan oleh John D. dan teknik yang diterapkan. kalau seseorang mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri (adjustment). pendekatan Behavioristik dalam konseling mengenal banyak variasi dalam prosedur.

55 | bentuk konkret dari A dan apa bentuk konkret dari c. counterconditioning. Rasa lega itulah yang dicarinya sampai sekarang. Berkali-kali pula dia bereaksi dengan mengundurkan diri dari pergaulan sama para mahasiswa itu. gelisah. sebagai wanita muda dia juga berkeinginan untuk berjumpa dengan lawan jenisnya. Ternyata seringkali perilaku yang sekarang ini juga terdapat di tahun-tahun yang lampau. bahkan bersedia mengelus-elus kelinci itu. Berbagai variasi dalam prosedur mengusahakan mengubah perilaku secara langsung. konselor akan mengajak konseli untuk mengidentifikasikan A dan C. Akibatnya. kemudian akan menyusul perubahan dalam r dengan sendirinya. tanpa mengusahakan perubahan dalam respons/reaksi tertutup (r) atau cara berpikir lebih dahulu. bahkan terhadap anak-anak normal di taman kanak-kanak dan sekolah dasar. S. peranan itu tidak ditanggulanginya secara khusus. yang mungkin dikombinasikan satu sama lain untuk mencari cara yang paling efektif bagi konseli tertentu dengan kasus tertentu. dia selalu cenderung pergi secepat mungkin dan menyibukkan diri dengan aktivitas lain.bahwa keuntungan/efek positif yang didapat di masa yang lampau sama dengan keuntungannya di masa sekarang. konsepsi Skinner atau menurut konsepsi Bandura. sesuai. khawatir.bahwa suatu seri kejadian atau pengalaman telah menjadi situasi psikologis tertentu.B. seorang anak yang takut terhadap kelinci dan menjerit-jerit bila kelinci itu ditaruh di tempat yang dekat padanya secara berangsur-angsur dibuat tidak menjerit lagi. sehingga dia akan mengalami kesukaran serius dalam pergaulan dengan kaum pria. Akhirnya dia menjatuhkan dirinya sendiri dalam suatu lingkaran setan.C yang terdapat di masa sekarang ini. Dapat menjadi tampak. seorang mahasiswi telah berkali-kali mengalami perlakuan kasar dari sejumlah mahasiswa bila berkumpul. ternyata pula. Namun. seperti yang sudah-sudah. Miharja. Dengan demikian menjadi jelas. Oleh karena itu. Dalam prosedur-prosedur itu diusahakan suatu perubahan dalam Antecedent dan/atau Consequence...Ag. Berbagai prosedur itu umumnya dikenal dengan nama modifikasi tingkah laku (Behavior Modification). Dalam hal ini dapat ditempuh dua jalan atau diterapkan dua siasat. Jadi mengubah R dahulu. rangsangan atau kombinasirangsangankonkret apa yangtelah berlangsung (A) dankeuntungan/efek positif apayangdiperoleh (C). Prosedur yang digunakan ialah menaruh kelinci itu di tempat yang agak jauh pada waktu anak sedang asyik menikmati sepotong cokelat manis. Keuntungan yang diperoleh ialah rasa lega karena lolos dari ancaman. dan takut-takut dapat ikut dipertimbangkan dalam prosedur penyembuhan. yang dihadapi dengan pola berperilaku tertentu dengan memperoleh efek yang sama. atas dasar pertirnbangan bahwa perubahan dalam respons/reaksi tertutup akan mengikuti perubahan dalam respons/reaksi terbuka. Adanya rasa cemas. dapat pula tidak. seperti yang dikenal dengan nama desensitization. social modeling. dan reinforcement program. tetapi juga menggali rangkaian A-B-C yang terjadi dimasa yang lampau. sehingga Behavior yang terdapat di antara kedua hal itu akan berubah pula.Pd. Dalam hal ini diterapkan pola/cara belajar menurut konsepsi Pavlov. yaitu: Mengubah respons/reaksi terbuka (R) atau perilaku (B) seeara langsung.M. Analisis ini sering tidak terbatas pada rangkaian A. yang diterapkan terhadap orang yang mengidap penyakit jiwa atau mengalami gangguan neurotik (psikoterapi) diterapkan pula terhadap anak-anak yang sukar dididik.Misalnya. Setelah diadakan analisis kasus. Seandainya diakui peranan dari suatu reaksi internal yang berupa perasaan dan/atau pikiran (r). konselor akan membantu konseli untuk mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi sekarang. dengan mengembangkan suatu cara bertingkah laku yang lebih S. lni diulang-ulang. Lama-kelamaan setiap pertemuan antar mahasiswa baginya menjadi situasi yang mengancam dan menegangkan. Misalnya. sebagai reaksi terhadap rentetan peristiwa atau rangkaian pengalaman yang sama atau mirip dengan peristiwa di masa sekarang. Draf kuliah Teknik Konseling . bagaimana proses lahirnya permasalahan yang dihadapi pada masa sekarang.

Ag. disertai latihan menghadap seorang atasan yang dimainkan oleh konselor (assertive training. dapat dibantu dengan mengembangkan suatu program mengatur waktu makan dan kuantitas bahan makanan.56 | tetapi setiap kali kelinci itu ditaruh makin dekat padanya. Di sini pun dicari prosedur yang paling S. Misalnya. Cautela dan Baron (1977). dan memikirkan pula cara berbicara yang tidak akan menimbulkan ketegangan dan konflik. pengubahan tingkah laku secara langsung menurut prosedur yang diutarakan di atas. unsur kegelisahan dan kecemasan maupun yang tidak. cemas. dengan memberikan suatu peneguhan (reinforcement) kepada dirinya sendiri setiap kali setia pada pelaksanaan program kerja itu. benda-benda. Tentang pendekatan ini diuraikan lebih lanjut di bawah ini. efektif bagi konseli tertentu dalam permasalahan tertentu. kombinasi antara pendekatan tidak langsung dan langsung). Aneka rasa tersebut timbul karena konseli tidak pernah mendapat kesempatan untuk belajar hal-hal tertentu. dan Ellis (1977) menekankan peranan dari persepsi. Namun. dengan taraf keberhasilan yang berbeda-beda. bersalah. sekolah dalam kasus-kasus tertentu.M. dapat pula timbul masalah Draf kuliah Teknik Konseling . takut. namun tidak secara langsung seperti dalam butir (a) di atas. Corak pendekatan ini mengenal beberapa variasi dalam prosedur yang diikuti. telah dikembangkan suatu pendekatan Behavioristik yang dikenal dengan nama Pendekatan Kognitif-Behavioristik (CognitiveBehavioral Approach). Perasaan itu menyangkut orang lain. sebagai akibat respon/reaksi terbuka (R) akan berubah pula. sampai akhirnya dapat dipangku tanpa menjerit-jerit (counterconditioning). tidak akan dibahas lebih lanjut di sini. mempertimbangkan semua alas an positif yang mendorong untuk menghadap. misalnya bersalaman dengan orang yang tidak dikenal. Banyak kasus berkisar pada rasa khawatir. Manusia dapat mengatur baik perilakunya sendiri dengan mengubah tanggapan kognitifnya terhadap Antecedent dan mengatur sendiri Reinforcement yang diberikan kepada dirinya sendiri. S. tetapi kebanyakan konselor di indonesia tidak dipersiapkan khusus untuk merancang suatu prosedur modifikasi tingkah laku yang sesuai untuk setiap kasus yang ditangani. main. baik yang mengandung. Attribution Psychology. Semua prosedur itu telah diterapkan oleh yang ahli dalam pendekatan Behavioristik ini terhadap banyak orang dalam berbagai macam permasalahan. Seorang anak dapat belajar bertingkah laku tepat dengan meniru suatu model yang memperlihatkan tingkah laku yang tepat. seorang karyawan yang selalu takut menghadapi pimpinannya untuk membicarakan suatu kepentingan. seperti nonton acara TV yang sangat-digemari atau memberikan pujian kepada diri sendiri (selfmanagement). seperti kelincahan dalam bergaul dengan orang lain (social skills) dan cara membawakan diri di hadapan umum. sebagai komponen yang sangat menentukan dalam rangkaian S r R. muak. namun diragukan apakah jajaran konselor sekolah di Indonesia dewasa ini sudah cukup terlatih dalam mengaplikasikannya terhadap kliennya secara jeli. yang semuanya bersifat kognitif. pikiran. Thought Stopping. yang semuanya disertai perasaan gelisah. Misalnya pula. ini tidak berarti bahwa corak pendekatan konseling Behavioristik ini tidak dapat digunakan oleh konselor sekolah terhadap kaum remaja dan mahasiswa. Berbagai prosedur itu dapat saja diterapkan dalam konseling di. dan keyakinan. seperti Assertive Training. Self Management (dikombinasikan dengan pendekatan secara langsung. Cognitive Restructuring dan Rational-Emotive Therapy. Miharja. Mengubah respons/reaksi tertutup (r) lebih dahulu. lebih-Iebih tanggapan pikiran dalam batin seseorang. dan tidak tenang. seseorang yang berbadan terlalu gemuk karena salah makan. seperti dalam butir (a).Pd. dan kejadiankejadian tertentu.. Sesuai dengan yang diterangkan diatas tentang peranan tanggapan pikiran (mediating response). Prosedur yang teruji ini dapat diterapkan dalam konseling di jenjang pendidikan menengah dan perguruan tinggi. dan benci. Kamfer dan Philips (1970). Oleh karena itu. Tokoh/pakar seperti Bandura (1977). dapat dibantu dengan meninjau apa sebab-sebabnya dia merasa takut.

kritik negatif yang dahulu kerap dilontarkan terhadap pendekatan. Seandainya darah sampai sekarang dipersepsikan sebagai lambang kematian dan kehilangan hidup. seorang ibu. seperti terjadi dalam kasus mahasiswi yang diutarakan di atas. Sebagai contoh: mahasiswi yang akhirnya sangat takut untuk bergaul dengan teman-teman mahasiswa. Dengan demikian. karena tujuan konseling (perubahandalam tingkah laku) dan prosedur yang diikuti untuk sampai pada tujuan itu disesuaikan dengan kebutuhan nyata pada konseIi dalam setiap kasus. dari wujud tingkah laku yang harus berubah (B). pendekatan Behavioristik menurut siasat yang diutarakan dalam butir (b) tadi dapat diterapkan terhadap kasus orang takut pada sesuatu. dari rangsangan S. Orang tua berpendidikan SLTA dan berhasil menciptakan suasana kehidupan keluarga yang akrab. dewasa ini semakin ditekankan bahwa pendekatan Behavioristik dapat menunjukkan fleksibilitas yang besar. Saya harus membedakan antara mahasiswa yang genah (benar) dan tidak genah (tidak benar). ketika konselor menggali rangkaian A-B. orangnya dapat diajak untuk menanggapinya dengan cara lain. (bendera nasional) dan keindahan (bunga mawar). dapat diajak untuk memikirkan suatu tanggapan kognitif yang lebih baik. Behavioristik sebagai manipulasi manusia yang tidak manusiawi agak kehilangan sengatnya. seorang yang takut pada darah dan akhirnya takut pada warna merah. Pada suatu hari wali kelas itu menghubungi konselor sekolah untuk minta tolong dalam menghadapi kasus Zaedun. seperti: "Saya tidak perlu menjatuhkan vonis atas semua pemuda. sebelumnya (A). seorang konselor Behavioristik dewasa ini mengakui sepenuhnya bahwa suasana kepercayaan dan hubungan antarpribadi yang menyenangkan (working relationship) juga sangat penting. semakin bergeser dari usaha membantu orang yang mempunyai masalah ke arah membekali orang dengan aneka siasat untuk mencegah timbulnya persoalan kejiwaan yang serius. Pendekatan Konseling Behavioristik masih dalam taraf penelitian untuk menentukan efektivitas dari berbagai prosedur spesifik seperti yang diutarakan di atas. catur wulan IV Dia berumur 16 tahun. Dengan demikian. Misalnya pula. Lalu dirundingkan tatacara bergaul yang baik dan tepat tanpa disertai perasaan was-was akan dirugikan.Pd. dapat diajak untuk melihat arti-arti lain yang melekat pada warna merah.57 | karena kesempatan penyesuaian yang ada tidak dipergunakan semestinya. Akhirnya program kerja itu mulai diterapkan di luar ruang konseling: kalau program kerja itu berhasil. Tanggapan-tanggapan kognitif yang lebih tepat tergantung sekali dari kasus konkret. Diprakirakan bahwa pendekatan Behavioristik akan. Perbedaan itu akan tampak dalam analisis kasus. seperti kepahlawanan.perkembangan siswa di kelasnya. putri kedua dari lima bersaudara. seperti memberikan kehidupan (transfusi darah) (menurut konsepsi Pavlov). Selain itu.. S.-C di masa sekarang dan di masa yang lampau. Saya dapat menyatakan keberatan saya terhadap perlakuan tertentu.M. asalkan konseli ini mampu berefleksi atas tingkah lakunya sendiri. dia akan mendapat peneguhan yang diberikan kepada diri sendiri (menurut konsepsi Skinner). Prosedur Konseling Behavioristik Kasus Zaedun adalah siswi di MA. kelas II.Ag. menaruh perhatian besar terhadap . Wali kelas II. gara-gara pengaruh negatif dari beraneka perasaan itu. Saya dapat menghindari pembicaraan dengan pemuda yang tidak genah dan hanya bergaul dengan pemuda yang tahu cara membawa diri dan sebagainya. Wali kelas menjelaskan: dia sudah lama memperoleh kesan bahwa Zaedun menghadapi kesulitan yang Draf kuliah Teknik Konseling . dan dari bentuk peneguhan yang efektif (C). Miharja. Saya dapat menolak ajakan yang tidak sopan. Namun. dan meninjau masalahnya dari sudut lain serta memikirkan suatu cara bereaksi yang lain (r kognitif) sebagai langkah intermediar untuk berperilaku yang lebih tepat. Konseli kemudian dibantu untuk mengakui rasa takut dan perasaan cemas dalam batinnya sendiri (r afektif).

Dia merasa takut dan benci pada teman/kawan Dawar dan menyalahkan mereka menindas cewek saja. dia. yaitu menghindar (R) dan merasa takut serta jijik (r). yaitu mencari gambaran yang lengkap mengenai kaitan antara A-B dan C (Antecedents. Behavior. yang diatasi dengan cara melarikan diri Draf kuliah Teknik Konseling . tetapi kemudian membuka diri. dengan alasan tidak suka tampil di panggung bersama dengan pemain-pemain Dawar. Akibatnya dari penghindaran dan penolakan . maka konselor ingin membantu Zaedun bersikap lain dan bertindak lain. seolah-olah mencari perlindungan dari mereka. "Lebih baik tidak menikah daripada jatuh dalam lembah kenistaan. Di sini pun konselor menjelaskan alasan Zaedun dipanggil dan bertanya apakah Zaedun memang mengalami suatu kesulitan. "Mereka semua jahat dan maunya hanya menindas cewek. Dia mengatakan juga. dia merasa sayang.adalah rasa tenang dan perasaan lepas dari suatu bahaya yang mengancam (C). Setelah dia menghindar dan menyembunyikan diri dalam kelompok teman/kawan putri. (3) Mengadakan analisis kasus. baru-baru ini Zaedun menolak tawaran dari wali kelasnya untuk ikut dalam mementaskan drama. menghindar dan menolak berbicara. Dia mempunyai pikiran untuk tidak pemah menikah dari pada dihadapkan pada ulah laki-Iaki. S. Dia mengatakan juga bahwa dia merasa lebih tenang dalam bergaul dengan kelompok teman/kawan putri saja. Zaedun mengakui ada kesulitan dalam bergaul dengan anak Dawar dan bersedia membicarakan hal ini dengan konselor. dari pernah menyaksikan film horor di mana wanita disakiti oleh laki-Iaki (A)." katanya.. apakah pernah terjadi hal-hal yang tidak mengenakkan dalam bergaul dengan teman/kawan Dawar. Bahkan. Ketika konselor memanggil Zaedun. Hanya kepada kedua adiknya yang laki-laki. Ternyata ada. (2) Mendengarkan dengan penuh perhatian ungkapan pikiran dan perasaan Zaedun.Ag. Konselor akan menaruh perhatian khusus pada semua reaksi internal (r) karena dia akan mengusahakan supaya Zaedun mengubah dahulu reaksi pikiran dan perasaan sebagai jalan intermediar untuk mengubah perilakunya (R). Wali kelas sudah kerap menyaksikan bahwa Zaedun. S. di kampungnya sering diejek oleh pemuda brandal karena wajahnya penuh jerawat. Dia mengakui merasa benci dan sekaligus takut terhadap semua anak Dawar. Miharja. setiap kali diajak bicara oleh seorang anak Dawar. hal-hal ini diakui oleh Zaedun ketika konselor memancing bagaimana perasaannya setelah menghindarkan diri. Wali kelas mengusulkan kepada konselor untuk mengajak Zaedun bicara dan konselor menyatakan dirinya sanggup. mula-mula siswi itu agak segan berbicara." Konselor menduga bahwa Zaedun telah mengalami hal-hal tertentu dan akhirnya menjadi merasa benci pada semua siswa Dawar. Reaksinya adalah selalu sama. yang masih di SD. Consequences). Dia segera lari ke kelompok teman/kawan putri.Pd. Konselor mulai mengerti bahwa dalam sejarah hidup Zaedun telah terjadi generalisasi: tindakan ancaman dari kaum Dawar diartikan sebagai situasi yang menegangkan.58 | menyangkut pergaulan dengan siswa lain jenis di sekolah. (b) Konselor bertanya-tanya mengenai pengalaman-pengalaman Zaedun di masa yang lampau. (a) Pada saat sekarang perilakunya yang nyata ialah menghindari pembicaraan dengan teman/kawan Dawar dan menolak tawaran untuk berpartisipasi dalam pementasan drama (B).M. Langkah-langkah kerja: (1) Membangun hubungan pribadi dengan Zaedun. Ini sekaligus berfungsi sebagai penguat (reinforcement). yaitu pada waktu belajar di MTS rambutnya sering ditarik-tarik oleh beberapa siswa Dawar. Zaedun mengutarakan bahwa dia tidak suka ikut dalam pementasan drama kalau ada pemain Dawar. Anteseden adalah sapaan oleh teman Dawar dan tawaran ikut main pentas bersama dengan beberapa anak Dawar (A).merasa aman dan lega (C). pada waktu pergi ke Sekaten menyaksikan banyak pemuda mengganggu gadis-gadis dengan cara yang kasar.

59 | sebagai reaksi biasa. sampai akhirnya Zaedun tidak mengenal pola reaksi yang lain terhadap situasi yang khusus itu. tetapi memberi kemungkinan untuk menghilangkan rasa takut dan benci itu walau memakan waktu yang lama. Miharja. Dengan jalan yang demikian Zaedun mulai memikirkan tatacara lain dalam berhadapan dengan seorang pemuda. Zaedun menyatakan kerelaannya untuk terjun dan mencari pengalaman baru dalam bergaul dertgan teman Dawar di sekolahnya. misalnya perlakuan kasar dari beberapa pemuda tidak harus dipandang sebagai bahaya yang mengancam S.Pd. Akhirnya. supaya tabu bagaimana kaum pria itu. Pemikiran/tanggapan kognitif yang baru ini tidak serta merta menghilangkan rasa takut dan benci. S. (5) Mengakhiri hubungan pribadi dengan Zaedun. konselor menunjukkan pada kata-kata Zaedun sendiri bahwa diasayang pada kedua adiknya yang laki-laki. Dengan demikian menjadi jelas bagaimana telah berlangsung suatu proses belajar pada Zaedun dan telah terbentuk suatu pola reaksi terhadap suatu situasi khusus. Ini semua dikemukakan dengan tujuan supaya Zaedun membuka cakrawalanya. Zaedun harus dibantu untuk membedakan antara pemuda yang sungguh-sungguh tidak genah. konselor mengusulkan kepada Zaedun untuk berani terjun. dengan menerima tawaran ikut serta dalam pementasan drama dan berpartisipasi dalam kelompok belajar Dawar-putri di sekolahnya. Konselor dapat bertanya. Ternyata memang ada. Konselor dapat menjelaskan kepada Zaedun bahwa kecenderungannya untuk melarikan diri dan rasa takut serta jijik merupakan hasil dari suatu proses belajar. konselor membantu Zaedun untuk mengakui reaksi perasaannya sebagai suatu kenyataan yang harus dihadapi tetapi sekaligus dapat diatasi kalau dia berani mengubah pandangannya terhadap beraneka peristiwa yang telah dialaminya. Selain itu. Pokoknya. Hanyalah mereka yang sungguh-sungguh tidak genah patut dihindari. dan pemuda yang betul-betul genah. Draf kuliah Teknik Konseling . yang tidak hanya tinggal gagasan saja. apakah dia juga mempunyai pengalaman berisikan lain dalam pergaulan dengan seorang pemuda. namun sekaligus dia membuat keadaan dirinya sendiri semakin sulit untuk diatasi (unsur peneguhan atau reinforcement). Kemudian. Dia dapat menegur pemuda seperti itu dengan kata-kata yang tegas: dia dapat mengacuhkan perlakuan itu dan seolah-olah tidak melihat atau mendengar apa-apa. pemuda remaja yang sedikit nakal. digali pengalaman mengesankan yang positif untuk mengimbangi pengalaman mengesankan yang negative. yang mula-mula menyangkut pemuda nakal dan kemudian meluas menjadi bergaul dengan sembarang pemuda. yang sedikit nakal dikoreksi saja. Kemudian. Reaksi melarikan diri hanyalah tepat bila keselamatannya sungguh-sungguh terancam. yang betulbetul genah boleh bergaul dengan dia tanpa dia menentukan macammacam syarat. Kemudian. bahkan dengan pria pada umumnya.Ag. bagaimana akibatnya nanti bila timbul keinginan untuk mendapatkan seorang pacar seperti pemudi sebaya yang lain? Pokoknya. konselor mengajak Zaedun untuk memikirkan tanggapan kognitif yang lain terhadap peristiwa/kejadian negatif yang dialami. jiwanya.M. misalnya beberapa kali ditolong oleh seorang pemuda kenalan baik mendapat perlakuan baik dari guru-guru pria yang masih bujang selama duduk di MTS dan ayahnya sendiri selalu menunjukkan kasih sayang kepadanya. (4) Membantu Zaedun untuk menentukan penyelesaian yang memuaskan. Kalau terus-menerus merasa takut pada pemuda. Dengan demikian Zaedun menggali lubang untuk diri sendiri kafena dia semakin cenderung untuk: melarikan diri dan dengan demikian mendapatkan ketenangan. Perilaku nyata (R) ini akan membantu Zaedun mengusahakan sesuatu yang konkret..

Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam kontrak. di antaranya:  Tujuan yang pertama. dan klien harus melalui transaksi dewasa-dewasa. Ini menyangkut pula dalam memperoleh kebebasan dan kernampuan yang dapat ditembus di antara status egonya. yaitu pihak pertama adalah konselor yang harus memiliki kecakapan atau kemampuan untuk membantu klien dalam mengatasi masalah-masalahnya. di antaranya pertimbangan pertama. (b) Analisis transaksional. (c) Analisis naskah (script analysis). (b) Kontrak harus mempertimbangkan beberapa hal. (d) Akhirnya tujuan dari kontrak haruslah sesuai dengan kode etik konseling. (a) Analisis struktur (structural analysis) Analisis struktur sebagai langkah pertama dari proses hubungan konseling analisis transaksional.  Konselor berusaha membantu klien di dalam mengembangkan seluruh status ego dewasanya. dan (d) Analisis main an (game analysis). Untuk itu dibutuhkan suatu kemampuan serta kapasitas yang optimal dalam mengatur hidupnya sendiri.Ag. harus cukup umur dan matang untuk memasuki suatu kontrak. (c) Kontrak memiliki pengertian sebagai suatu bentuk kompetensi antara dua pihak. sedangkan di pihak kedua ialah klien. konselor membantu klien yang mengalami kontaminasi (pencemaran) status ego yang berlebihan.60 | S. serta ada kesepakatan dalam menentukan tujuantujuan yang ingin dicapai. Apabila ditelaah secara lebih mendalam tentang status ego itu (status ego anak. Dan bila kemudian dicoba pula untuk menegakkan diagnosis dari status ego ini. S. Ada empat tujuan yang ingin dicapai dalam konseling analisis transaksional. maka konselor telah mulai mehmgkah ke arah analisis Draf kuliah Teknik Konseling .  Tujuan terakhir dari konseling adalah membantu klien dalam membebaskan dirinya dari posisi hidup yang kurang cocok serta menggantinya dengan rencana hidup yang baru atau naskah hidup (life script) yang lebih produktif.  Konselor berusaha membantu mengembangkan kapasitas diri klien dalam menggunakan semua status egonya yang cocok.. kemudian dibuatlah suatu kontrak. dan orang tua) maka akan membentuk struktur kepribadian.Pd. Kontrak di antara konselor dan klien ini merupakan suatu ciri khas dalam usaha klien untuk mengadakan hubungan proses konseling analisis transaksional. dan menandatangani serta melaksanakan isi kontrak sesuai dengan waktu atau jadwal yang telah ditetapkan. Dalam konseling yang menggunakan pendekatan analisis transaksional digunakan teknik tertentu. Miharja. telah diuraikan secara luas pada struktur kepribadian di muka. dewasa. konselor. klien memberikan imbalan jasa kepada konselor.M. Tahap itu di antaranya: (a) Struktural. di antaranya: (a) Dalam kontrak. Proses dan Teknik Konseling Analisis Transaksional Berdasarkan keempat tujuan konseling di atas. Teknik yang dipergunakan terdiri dari empat tahap. konselor memberikan layanan kepada klien secara profesional (baik berupa kesempatan maupun keahlian). BAB 11 TEKNIK DALAM KONSELING ANALISIS TRANSAKSIONAL Tokoh konseling ini adalah Eric Berne. sedangkan pertimbangan kedua. Pengembangan ini pada hakikatnya adalah menetapkan pikiran dan penalaran individu.

yaitu analisis transaksional yang terjadi pada suatu proses konseling dengan klien. Pada status ego anak terdapat intuisi. ego yang ada. orang tua) merupakan bahan berharga bagi konselor. Di sini yang terpenting bagaimana seorang konselor mampu untuk menganalisis status. yang datang dari seseorang pembicara yang. kreativitas. maka konselor akan lebih mudah untuk mengadakan analisis transaksional yang terjadi pada saat proses pendekatan konseling.memadai untuk digunakan sebagai sumber informasi dalam menganalisis klien. menjemukan serta tidak menggairahkan. dengan demikian setiap kali konselor mengadakan pertemuan konseling dengan seorang klien. S. dewasa. S. kemudian mengatahkan mereka untuk dapat berpikir dan bertindak yang lebih efektif. Satu saja dari ketiga status ego itu mengganggu keseimbangan hidup yang sehat. dalam rangka melangkah ke tahap selanjutnya. didengarkannya. dan tingkah laku. tetapi berorientasi pada perbendaharaan bahasa sehari-hari yang dipergunakan dalam pergaulan. dan seterusnya. air muka. Di sinilah letanya ciri khas dari analisis transaksional (TA) yang tidak terpaku dengan masalah teoretis. Jadi. Jadi. dan kegembiraan. dewasa. tetapi juga melalui sikap. Untuk menganalis status ego. maka dapatlah dianalisis sejumlah status ego. Dalam menganalisis status ego anak (A) bukan saja harus mendengarkan transaksi dengan melalui ucapan dan kata-kata. Dengan menggunakan apa yang diungkapkan oleh klien baik verbal maupun nonverbal dalam saat terjadinya transaksi sudah cukup . pada status ego dewasa diperlukan demi kelangsungan hidup. nada suara. bahwa dalam konseling analisis transaksional penggunaan data-data dan informasi yang dimiliki oleh klien pada masa lalu. tidaklah tukup hanya bersandar kepada apa yang diungkapkan oleh kliensecara verbal. tindak tanduknya dalam transaksi. tetapi juga harus mengimalisis sikap dan sifat dari klien yang nonverbal misalnya: sikap tubuh. status ego yang manakah yang menerima stimulus serta memberikan respons. Terjadinya suatu transaksi disebabkan oleh adanya stimulus atau rangsangan.61 | struktur kepribadian. Setiap status ego memiliki kelebihan-kelebihan disamping kekurangkekurangannya. stimulus maupun responsnya. Bila pemahaman mengenai bentuk-bentuk transaksi antara masing-masing status ego telah mendalam dan telah dikuasai oleh konselor. tidaklah mutlak diperlukan. perlulah kiranya dianalisis dan diadakan penataan kembali. Telah diketahui bahwa setiap orang memiliki status ego anak.. sifat atau tingkah laku nonverbal dengan isyarat- (b) Analisis transaksional Penghayatan tentang ketiga status ego di atas (anak. Draf kuliah Teknik Konseling . Hidup tanpa kelengkapan status ego akan membosankan. Miharja. memberikan petunjuk-petunjuk yang secara otomatis mempengaruhi sifat. Sedangkan respons atau tanggapan dari orang yang diajak bicara (mendengarkan) mungkin saja menyebabkan terjadinya suatu rangkaian stimulus respons ..Pd. Bagaimana peranan data-data dan informasi yang dimiliki dalam konseling analisis transaksional? Jawabnya.. sedangkan status ego orang tua bermanfaat dalam berperan sebagai tokoh dalam mendidik anak-anak.Ag. sikap.M. tahap pertama tersebut di atas dari proses pendekatan konseling analisis transaksional ditekankan kepada pengembangan pemahaman klien untuk mengikat transakasi yang normal. orang tua. status ego itu mempunyai nilai yang penting dalam kehidupan seseorang. Semua status ego ini adalah kondisi psikis yang normal.

Menganalisis status ego orang tua dapat dikenali dengan petunjuk nonverbal.62 | isyarat dan gerakan-gerakan yang ditampilkan oleh klien dalam komunikasi dengan konselor. dan lain-lain.. dewasa. S. mata melotot." "Lebih baik kau …" "Pokoknya kau harus . karena naskah itu terjadi dengan adanya proses learned atau sesuatu yang dibiasakan dan tidak karena faktor pembawaan. Miharja.. permainan.. What. maupun kebiasaan yang dirasakan perlu untuk diperbaiki dan memerlukan bantuan dari konselor. Peranan konselor dalam analisis mainan apabila klien benar-benar bermotivasi untuk memperbaiki sikap.Pd.Ag.. mengangkat bahu. Semua data yang masuk menunjukkan adanya tanda processing data dari dewasa. dan naskah hidup (life script). air mata.. badan sedikit condong ke depan atau ke belakang.. Who. (3) Adanya imbalan (pay off). baik secara verbal maupun nonverbal konselor akan dapat mengenali status ego yang dimiliki oleh klien atau status ego yang tampak pada diri klien. sifat. dan lain-lain. misalnya: "Ingat. misalnya: "Saya pikir . Analisis naskah terjadi sejak masa si bayi masih dalam asuhan orang tuanya (bapak atau ibu) di mana pada masa itu terjadi bentuk transaksi antara orang tua dengan anak-anaknya. Where. menepuk bahu orang lain. misalnya: sikap merangkul. konselor akan dapat untuk menentukan produktivitas komunikasi dengan klien. Dengan demikian." Dengan mengenali ketiga status ego (anak. mata diarahkan ke bawah. Di samping itu. Dengan mengetahui berbagai status ego seseorang (klien). memukul paha. Petunjuk nonverbal bahwa status ego anak menampakkan diri. (b) Analisis mainan (game analysis) Suatu game memiliki tiga unsur penting di antaranya: (l) Transaksi yang tamp aknya berjalan seperti biasa dapat berkulit seakan-akan transaksi berlangsung secara wajar. misalnya: tertawa terbahak-bahak. (c) Analisis naskah (script analysis) Analisis naskah (script analysis) adalah merupakan langkah terakhir dari suatu tata laksana pendekatan konseling dengan berorientasi kepada analisis transaksional.. membelai. konselor akan dengan mudah untuk memberikan suatu analisis terhadap klien. berpangku tangan. " "Menurut hemat saya "Berdasarkan informasi …” "Bagaimana ... Segi positif dari naskah (script). (2) Dalam transaksi tampak adanya suatu maksud yang terselubung (maksud yang tersirat di balik ucapan). Lambat laun dengan terjadinya transaksi antara anak dan orang tua terciptalah suatu tujuan hidup atau rencana hidup (life plant) yang dalam istilah analisis transaksional disebut script atau bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia disebut naskah. kening berkerut.M. transaksi.. Karakteristik dari Pendekatan Konseling Analisis Transaksional Konselor analisis transaksional adalah individu yang lebih banyak berperan sebagai fasilitator dalam proses kelompok. Sedangkan petunjuk verbal status ego anak menampakkan diri yaitu melalui ungkapan dan kata-kata. Ketiga unsur ini selalu ada dalam segala bentuk analisis transaksional dengan menggunakan game.. dan orang tua) yang dinyatakan oleh klien baik secara langsung maupun tidak langsung. S. ?" "Siapa . kau harus . konselor juga harus memiliki kapasitas diri sendiri untuk Draf kuliah Teknik Konseling . When.. bibir yang gemtar karena marah atau sedih. ialah naskah itu bisa diubah. dan How.. dan juga sebagai pemimpin yang memiliki keahlian dalam menganalisis status ego... ?" Ungkapan khas dari status ego dewasa kita dikenali dari ungkapan Why. Secara verbal status ego orang tua dapat dikenali melalui ungkapan dan kata-katanya..

seorang konselor dengan memakai pendekatan AT harus memiliki pandangan yang penuh kehangatan. atau transaksi dengan klien secara terbuka. cakap untuk memberikan tanggapan walaupun sekecil-kecilnya untuk mencapai tujuan dari konseling yang telah ditetapkan. S. Jadi dengan demikian. Dan juga sebagai s.63 | mengadakan interaksi. S. baik verbal maupun nonverbal.. penuh kehangatan. Miharja. dan murni. Draf kuliah Teknik Konseling . empati.Ag. yaitu: (1) Konselor harus memiliki kemampuan untuk mengenal dari mana memulai untuk mengungkapkan ketiga status ego dari klien. komunikasi. (2) Konselor harus dapat memperlihatkan kemurnian dari komitmen pada klien. menunjukkan kepercayaan atas kemampuan dirinya dalam membahtu mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh klien.M. Eric Berne menyatakan dua kebutuhan tambahan yang harus dimiliki oleh seorang konselor analisis transaksional.Pd.eorang konselor harus memiliki kemampuan untuk membaca dan mengamati tingkah laku klien baik secara langsung maupun tidak langsung.

antara lain dengan menjatuhkan permen karet itu ke lantai hingga terlihat oleh anak agar terjadi komunikasi. Klien dibantu menyusun urutan stimulus yang mencemaskan dari mulai yang kurang mencemaskan hingga yang paling mencemaskannya. Ada dua issue utama yang memelopori kepesatan penyembuhan penyimpangan tingkahlaku. tapi orang yang memperlihatkan penyimpangan tingkahlaku akan menunjukkan gejala maladaptive yang lebih dominant dan continue dalam pola tingkahlakunya. Konsep perubahan tingkah laku Penyimpangan tingkahlaku atau behavior disorder menunjuk pada berbagai bentuk abnormalitas yang sulit dirumuskan secara tegas dan tepat. Tegasnya. sehingga serasi dengan lingkungannya. dan reciprocal inhibitionnya (Wolpe).64 | S. individual. atau norma subyektif. yang disebut idiosyncratic reinforcement. Operant conditioning menggunakan reinforcement. Peranan penyuluh ialah membantu individu mengatasi hambatannya dengan jalan mengatur kembali assosiasi antara stimulus dengan respon. gagap. persetujuan. Ada pula yang memandangnya dari standard kultural.Ag. baik yang tergolong neurotik ataupun psikotik. S. Khusus berkenaan dengan perawatan penyimpangan tingkah Iaku. phobia. BAB 12 TEKNIK PEMULIHAN PENYIMPANGAN TINGKAHLAKU A. Caranya ialah dengan mengurangkan ketegangan klien dengan jalan berlatih santai (relaks). tics. alcoholism ataupun mental deficfency. pola tingkahlaku salah suai dan adaptif tidaklah secara tajam terpisah menjadi dua kelompok yang berbeda. Ada yang merumuskan abnormalitas dalam pengertian statistis. Desensitization dengan tujuan mengganti respon cemas terhadap stimulus tertentu dengan respon santai. Wolpe menggunakan reciprocal inhibition yang terdiri atas enam teknik utama. c. hingga akhirnya tidak memperlihatkan kecemasannya di saat bekerja dengan jenis kelamin lain. dan uang. kompulsi. Terapi tingkahlaku terutama digunakan untuk mengubah tingkahlaku yang termasuk abnormal.Pd. Kegiatan ini berulangkali dilakukan hingga kecemasan itu sendiri berangsur berkurang.M. individual. yaitu. contohnya seorang anak yang tidak mau bicara sama sekali. Yang khusus. obsessi. Terapi tingkahlaku memandang tingkahlaku individu mengikuti hukum kausal. Setiap orang sewaktu-waktu akan memperlihatkan gejala salah suai. Klien dihadapkan pada stimulus bertahap. perbedaan antara manusia normal dengan yang abnormal memperlihatkan penyimpangan tingkahlaku tidaklah bersifat kualitatif. seperti ngompol. Reinforcement bisa bersifat umum maupun khusus. tapi senang permen karet. yaitu bahwa individu yang terletak di luar batas garis normal pada kurva normal. Dengan kata lain. Permen karet inilah yang dijadikan reinforcement bagi anak itu. a. Miharja. Draf kuliah Teknik Konseling . Sexual training merupakan latihan yang digunakan untuk klien yang menghadapi masalah di waktu menghadapi jenis kelamin lain.. b. Assertive training merupakan latihan mempertahankan diri akibat perlakuan orang lain yang menimbulkan kecemasan. Klien dilatih untuk mempertahankannya dalam memelihara dirinya. Penyimpangan tingkahlaku ini dapat dijabarkan dalam berbagai jenis kegiatan. yaitu operant conditioning (Skinner). Yang umum misalnya perhatian. hysteria.

yang disebut imaginal desensitization (SD-I) dan in vivo desensitization (SDR). sedang psikoterapi merawat berbagai perasaan yang tidak teratur. Terdapat perbandingan antara terapi tingkahlaku dengan psikoterapi. berbagai bentuk ganjaran. advice dan reassurence  manipulasi lingkungan  mencari sumber stress  mencari pola tingkahlaku klien.Pd. A version therapy yang digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk. dapat menggantikan schock listrik. Konsep tingkahlaku yang digambarkan dalam pandangan ahli terapi tingkahlaku belum mencakup seluruh aspek penggerak tingkahlaku itu sendiri. yaitu bahwa kedua-duanya menggunakan teknik:  encouragement.M. terapi tingkahlaku memerlukan ruangan khusus tempat eksperimen. Untuk merawat berbagai penyimpangan tingkahlaku dipergunakan berbagai latihan.  Teori tingkahlaku menggunakan latihan yang bertahap. Covert desensitization digunakan untuk menyembuhkan tingkahlaku klien yang menyenangkan. berbagai metoda terapi itu saling melengkapi. Ada empat pandangan tentang jenis metoda psikotherapi yang ada (terapi tingkahlaku dan terapi lainnya) yaitu.  Terapi tingkahlaku menggunakan conditioning yang positif. bahwa pertalian dengan klien merupakan kunci penyembuhan. Klien mengganti respon terhadap stimulus dengan prosedur pemberian stimulus yang tidak disenanginya. Kiranya akan memadai apabila terapi tingkahlaku tidak dipertentangkan dengan terapi lainnya. Ditinjau dari metodologinya. sedang psikoterapi membina pertalian agar klien berani mengekspresikan segala perasaannya.. tapi justru digunakan sebagai metoda yang lengkap melengkapi. sedang in vivo desensitization menggunakan situasi yang nyata. sedang psikoterapi menganggap. bahwa: (a) metodametoda penyuluhan itu berbeda secara tajam baik teori ataupun tekniknya sehingga tidak dapat dipertemukan. (c) terapi tingkahlaku oleh psikodinamika dipandang sebagai bagian kecil dari psikoterapi. S. baik intrinsik ataupun ekstrinsik. f.Ag. Thought stopping digunakan untuk menghilangkan respon cemas dengan jalan melatih menghentikan bayangan cemas itu. dan (d) para ahli terapi tingkahlaku memandang sebaliknya. Klien dilatih untuk memberikan respon negatif terhadap stimulus yang disenanginya itu dengan jalan membayangkan sesuatu yang tidak menyenangkan dirinya. Di samping mengajukan perbedaan. Berdasarkan perbedaan dan persamaan itu. (b) metoda-metoda penyuluhan saling melengkapi. e. Apa yang tiada terjangkau oleh aliran terapi tertentu dapat juga digunakan metoda lain. ada pula kesamaan antara kedua metoda terapi itu. Selanjutnya Wolpe menyodorkan dua tipe desensitization.  Terapi tingkahlaku menggunakan ayersion technique. S. Miharja. karena memiliki kesamaan dan perbedaan. bahwa psikoterapi dapat dimasukkan sebagai bagian dari terapi tingkahlaku. sirine.65 | d. Ruang seperti ini kadang-kadang justru Draf kuliah Teknik Konseling . tapi menyimpang. Imaginal desensitization menggunakan reproduksi imaginasi subyek. sedang psikoterapi menghubungkan tingkahlaku yang ada dengan pola tingkahlaku yang lain.  Terapi tingkahlaku menggunakan tahapan fantasi klien dalam latihan. sebagai berikut:  Terapi tingkahlaku menekankan akan perubahan simptom. sedang psikoterapi mentafsirkan fantasi dan mimpi klien.

.  ngompol yang reguler dan sewaktu-waktu.M. gagap. psikosa alcoholism. tapi dihayati oleh subyek sebagai ancaman. ketimpangan seksual. Manakah yang sebenarnya jadi masalah:  anak yang berumur empat tahun yang ngompol dua malam seminggu. Dalam pembentukan tingkah laku baru. ataupun tingkahlaku manusia yang tergolong normal. Namun demikian metoda terapi apa pun. Enuresis (ngompol) Terdapat perbedaan pengertian Enuresis. psikotik. phobia. Namun demikian mereka sependapat. Penyimpangan tingkahlaku itu dalam empat katagori: (1) memperlihatkan gejala neuroticism yang tinggi sekalipun ada tekanan (stress) yang rendah.Ag. orang tua ataupun klien sendiri. Untuk terapinya. yang ngompol satu malam seminggu. baik yang tergolong neurotik. Para ahli sering berbeda pendapat tentang gejala ngompol yang disebabkan karena kriteria yang berbeda. dipandang kurang serius masalahnya apabila dibandingkan dengan seorang remaja yang ngompol sebulan sekali. tiks. Terapi tingkahlaku akan mencoba mengubah tingkahlaku yang termasuk abnormal. 1. Oleh karena itu keterbatasan metoda ini hendaknya diimbangi oleh kemampuan penyuluh dalam menganalisis stimulus yang mana yang menimbulkan tingkahlaku salah suai. Apabila individu menghadapi kondisi baru. baik guru. (2) memperlihatkan gejala neuroticism yang rendah. histeri. metoda ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak. psikopat. masalah dan keadaan klienlah yang akan menentukan keberhasilan perawatan klien. janganlah dipandang sebagai yang mujarab untuk berbagai gangguan tingkahlaku.66 | berlainan dengan situasi real bahkan tidak identik. obsessi dan kompulasi. delingkuensi. S. Pada dasarnya S. akan tetapi mengalami tekanan (stress) yang tinggi. (3) memperlihatkan gejala neuroticism yang rendah.Pd. bahwa seorang anak berumur empat tahun yang ngompol satu bulan satu kali. ataukah  anak yang berumur tujuh tahun. (4) memperlihatkan gejala psychoticism yang tinggi.  ngompol karena gangguan organik atau bukan karena gangguan organik. akan tetapi gagal untuk memperoleh keterampilan yang kompleks. dan respon manakah yang seharusnya diperkuat. Biasanya terjadi di waktu tidur pada anak-anak yang telah menginjak umur tiga tahun ke atas.  anak yang berumur sepuluh tahun yang ngompol sebulan satu kali. Berbagai Teknik Mengubah Tingkahlaku Dalam mengubah tingkahlaku tidak ada prosedur yang berlaku untuk setiap perawatan penyimpangan tingkahlaku. Namun demikian ada pola umum yang dapat digunakan. dan mentaldeficiency pada manusia yang tergolong normal. yang intinya dikemukakan sebagai perilaku ngompol yang tidak terkendalikan dan tidak diinginkan. mungkin terbentuk tingkahlaku salah suai baru pula. perlu dibedakan jenis enuresis ini yaitu:  primary enuresis (ngompol malam hari) dan secondary enuresis (ngompol setelah diganti pakaian). B. setiap gangguan merupakan kasus yang menuntut kreativitas ahli terapi. Penyimpangan tingkahlaku ini dapat dijabarkan dalam berbagai bentuk seperti: ngompol. Draf kuliah Teknik Konseling .  kurang memperoleh latihan buang air kecil di waktu kecil atau karena kekeliruan latihan di masa kecil. Pandangan penyuluh. Miharja. kriminalitas.

Kaum behavioris berpegang pada tiga prinsip: bayi yang baru lahir memiliki daya refleks yang wajar. membangunkan anak setelah ngompol. proses perkembangan pengendalian oleh pusat syaraf. Ahli teori Psikodinamika memandang enuresis sebagai "overt symptom" dari gangguan yang dialami yang bersangkutan. Sedang para psikiatris memandang enuresis sebagai sindrom kepribadian ataupun fisiologis. a. yang seminggu sekali ngompol. menggunakan theori classical conditioning dan metoda lonceng. sebelum lonceng berbunyi (sebelum ngompol). Pada dasarnya penyembuhan tersebut bersifat situasional. sirine berbunyi cukup keras.67 | Gejala ngompol ini sebenarnya merupakan masalah sosial dan strata sosial orang tua mempunyai pengaruh terhadap pandangan mereka. anak yang berumur tiga tahun yang selalu ngompol. yang tidak disebabkan oleh gangguan organ tubuh. yaitu: S. dan masih berpegang pada gerak refleks yang wajar. sudah dipandang sebagai masalah. menggunakan shock listrik. Ada tahapan yang dapat diikuti untuk mengubah prilaku ngompol: tahapan pre-training. S. Yang menjadi masalah pokok bagi kaum behavioris ialah bagaimanakah pembentukan pengendalian buang air kecil itu (baik siang ataupun malam) dan faktor-faktor apa yang menyebabkan kegagalan dalam pengendalian tersebut. dianggap tidak apa-apa. dengan dijanjikan ganjaran apabila dapat melaksanakannya dengan baik. Menurut mereka. dengan menggunakan prinsip-prinsip operant conditioning. Lovibond menggunakan sirine sebagai alat untuk menghukum anak ngompol. Pinggang anak dibalut dengan ikat pinggang yang dihubungkan dengan elektroda. Adapun teknik penyembuhannya dengan jalan: Latihan kembali secara sistematis. Apabila anak itu kencing. 2.Ag. Bagi kelas sosial rendah. Gangguan ini diperoleh akibat perlakuan orang tua terhadap anak berkenaan dengan buang air besar. masalah anak yang berumur dua tahun. Kemudian dilanjutkan dengan self control. terutama dalam mengendalikannya.M. Dengan demikian anak itu pun terbangun. Miharja. ada tiga tahapan cara penyembuhan ngompol dengan conditioning. dengan daya otot dan volume air kencing itu sendiri. ada 2 proses yang terlibat dalam pengendalian tingkahlaku tersebut. anak yang lebih besar menghadapi masalah pengembangan pusat syaraf melalui kematangan dan belajar. yaitu: proses fisiologis yang kompleks. sehingga mengejutkan anak. Tapi kemudian sirine itu tidak perlu lama berbunyi cukup satu sekon. Ada orang tua yang sangat santai. c. dengan menggunakan lonceng (bell). b. Draf kuliah Teknik Konseling . Di samping itu dapat juga menggunakan satu deretan tahapan reward training untuk buang air pada waktu dan tempat yang ditentukan. dan tahapan training.. Di saat anak mulai ngompol. keterampilan buang air kecil menggambarkan tingkat keterampilan yang kompleks.Pd. Berdasarkan perkembangannya. membiarkan anaknya berbuat sekehendak anak itu. dan sejalan dengan penyembuhan Enuresis. terjadi denyutan elektroda pada alat kelamin anak. Encorpresis (gangguan buang air besar ) Encorpresis merupakan gangguan dalam pengaturan buang air besar. menggunakan instrumental avoidence conditioning. yang polos. mulai dari ginjal hingga keluar kealat kelamin. yang dapat menimbulkan masalah bagi anak. yang dapat digambarkan: anak terbangun apabila terjadi ketegangan ingin buang air kecil. Dan ada juga orang tua yang justru sangat keras terhadap anaknya. Akan tetapi pada kelas sosial tinggi.

headphone). membentuk urutan tahapan kecemasan menurunkan kepekaan emosional berkenaan dengan obyek yang mencemaskan. Draf kuliah Teknik Konseling . keengganan masuk sekolah yang dilatarbelakangi keengganan meninggalkan rumah. S. yaitu dengan jalan memberi kesempatan kepada orang yang terganggu tersebut untuk berbicara keras-keras. Rythmic and Syllable time speech yang memberi kesempatan kepada yang "terganggu" untuk mengucapkan kata-kata mengikuti rithme tertentu. Ada gejala lain yang menarik perhatian para ahli pada sepuluh tahun terakhir ini yaitu masalah School phobia. atau dapat juga dengan menyajikan obyek yang ditakuti secara nyata. Negative practice yang mirip dengan massed practice "Yang terganggu" diminta mengulang seluruh kalimat yang menunjukkan kata-kata mengganggu. c. beberapa ungkapan atau memperbaiki ucapan. seperti takut pada hewan. Dalam teknik ini digunakan extrinsic (es cream) dan intrinsic rewards (mencapai hasil yang lebih baik). Stuttering (gagap dan mengulang kata ) Sulitlah dirumuskan secara tegas. karena suara yang dikeluarkan oleh yang gagap itu menimbulkan suara yang tidak menyenangkan. dan phobia. sehingga dapatlah dirumuskan. di antaranya: anak itu sendiri pembolos. bahwa gejala ini bersifat individual.68 | S. Orang yang terganggu itu terus membaca dan diikuti suara orang lain yang lancar membaca (melalui tape recorder. Istilah ini selalu dihubungkan dengan masalah keengganan anak datang ke sekolah. feedback Control of Stuttering Stuttering itu dapat disembuhkan dengan teknik "speech shadowing". Adapun pengubahan dan penyembuhan tersebut sebagai berikut: a. Metoda yang paling disukai digunakan untuk menyembuhkan phobia ialah systematic desensitization dengan tahapan: latihan santai. yang pada mulanya diberi contoh membaca.. mengikuti ucapan orang yang membaca satu bacaan.50 kata. Terdapat berbagai kemungkinan tentang keengganan masuk sekolah itu. penyakit. apalagi kalau dihubungkan dengan masalah kelancaran berbicara (fluency). Phobia sendiri dibagi-bagi menjadi seratus tipe. sehingga lancar. Dapat juga disuruh membaca sendiri secara terus-menerus. kematian. seluruh kata. Hal ini dapat dilakukan secara berkelompok dengan membahas berbagai masalah penyesuaian diri.Pd. Phobia Istilah phobia ada dalam berbagai kategori.Ag. Ada orang yang mengulang beberapa kata saja. Ada pula yang kata-katanya tidak lengkap terputus-putus atau dipanjangpanjangkan. social interpersonal. suara. Teknik yang digunakan dapat juga berupa membayangkan obyek yang ditakuti dalam khayalan. e. Masalah ini termasuk kategori "continum" dan bukan dikhotomi. Operant Control of Stuttering Perilaku stuttering dapat diubah dengan jalan mengendalikan apa yang diucapkannya. mana yang disebut gagap dan tidak gagap. bahwa stuttering itu bisa diubah hingga tahapan tertentu. Terdapat beberapa bukti empirik yang menunjukkan. menggunakan jalan mengurangi respon yang menunjukkan sikap cemas. 4. Miharja. dengan diukur pula waktunya. 3. Keengganan ini dilatar-belakangi oleh situasi sekolah yang dipandang menimbulkan rasa takut pada anak. Dalam kondisi seperti itu treatmentnya mungkin diarahkan kepada penserasian pertalian antara anak dengan orang tua di rumah. Latihan ini diulang beberapa kali dengan membaca 40 . b.M. d.

Kompulsi merupakan impuls untuk berbuat berulangkali. seperti pada kejang tangan. takut yang mendalam berkenaan dengan seks. tanpa alasan dan tanpa maksud. dan sulit dikendalikan. penyembuhannya dapat digolongkan dalam beberapa kelompok: a. menghilangkan non-organik motor functioning. Ditambahkan pula dengan teknik yang memungkinkan orang tua dan guru dilatih untuk memberikan ganjaran yang hampir bersamaan. Gangguan Hysteria Istilah hysteria mengandung berbagai arti seperti: hysterical personality. Adapun orang yang mengalami conversion hysteria. provokatif. Karena banyak jenisnya. (b) digunakan teknik SD-I dan SD-R. ketulian dan daya peka. Untuk perawatan tics. gagal mengembangkan dorongan seks pada tujuan yang wajar. self centered 7.  menunjukkan keluhan yang bersifat badaniah. amnesia (lupa akan segala pengalamannya) dan multiple personality. Gangguan Tics Pada mulanya gerakan merupakan kegiatan yang terkoordinir dan terarah yang ditumbuhkan oleh sebab-sebab di luar atau idea. S. dan manja. lima menit hingga Draf kuliah Teknik Konseling . seperti pada kebutaan. conversion hysteria. berkhayal. aphobia (kebisuan). Pemulihannya antara lain dengan mengusulkan agar sekolah dan keluarga diarahkan untuk menghasilkan powerful pressure terhadap anak agar mau kembali ke sekolah. menunjukkan tingkahlaku sexual. perut. represi. Exhibitionis dramatization. banyak tuntutan dan banyak bergantung. congkak. dusta. Jenis hysteria lainnya ialah: somnambulism (jalan-jalan sambil tidur). kalau-kalau mendapat bencana di sekolah. Manifestasinya gelisah dan cemas.. Juga bisa menggunakan situasi permainan yang secara bertahap mirip dengan kondisi sekolah yang sebenarnya. seperti buta paralyses (syaraf yang tidak berfungsi). b. hidung. Menghilangkan nonorganic sensory dan perceptial functioning. Obsessi dan kompulsi Obsessi menunjukkan idea yang berulangkali muncul dalam pikiran klien dan sulit dihindari. 5. anxiety hysteria. memanifestasikan konflik tersebut dalam gejala-gejala fisik. bersandiwara. dilakukan dengan jalan massed practice.69 | S. Dapat pula menggunakan classical dan operant conditioning dengan prinsip reinforcement. seperti sakit kepala dan ngantuk. Tapi kemudian menjadi kebiasaan yang tidak diinginkan oleh individu yang bersangkutan. Latihan ini secara berangsur diadakan. egocentris. retention of urine. yaitu: (a) usaha langsung menghilangkan tingkah laku obsessi pada awal mula munculnya gangguan tersebut yang perlu diusahakan dengan desensitization. dingin. ialah: egois. mudab terpengaruh. Untuk menyembuhkannya ada dua tahapan.M. anorexian (hilang nafsu makan). Hysteria juga merupakan gangguan yang tampak dalam perilakunya. dan leher yang tidak terkontrol. selalu cemas akan berbagai bentuk konflik antara orang tua dengan petugas administrasi sekolah.  takut berpisah dengan ibu. 6.Ag. anesthesia (daya pekanya hilang).Pd. emosinya tidak stabil. Tics ini meliputi gerakan mata. mulai satu menit. kurang mampu mengendalikan emosi. Miharja. reaksinya tidak konsisten. Adapun karakteristik School Phobia ialah:  memperlihatkan rasa takut sakit. Adapun karakteristik orang yang "hysterical personality". ketidakmatangan seks. Kedua hal ini seringkali menjadi satu kesatuan yang dimanifestasikan dalam bentuk tingkah laku.

Sejak awal mula melihat film. hingga tujuh menit sesudah film terakhir. Draf kuliah Teknik Konseling . Klien dibaringkan di kamar gelap. Sexual disorder Penyimpangan sek dapat diteliti dengan cara mengukur perubahan alat kelamin di saat nonton blue film..Ag. pada pertengahan film ini. S. 8. Terdapat beberapa cara penyembuhan. tapi kemudian dilakukan sendiri oleh klien. classical aversive conditioning with drugs.Pd. b. Mula-mula di bawah pengawasan. perubahan alat kelaminnya diukur. Demikianlah dilakukan hingga enam hari berturut-turut. 1a disuntik agar mual di saat melihat film dari jenis kelamin sendiri. dengan proyektor. S. instrumental escape and avoidance conditioning with schock as the aversive stimulus. Atau ia mendapat reinforcement di saat diperlihatkan gambar-gambar wanita telanjang. Miharja. Klien mendapat schock di saat menunjukkan tingkahlaku homoseks.M. di antaranya ialah: a.70 | satu jam.

Surya. Pustaka Bumi Quraisy. CV Miharja. IAIN SGD Bandung Willis. 2000. The Helping Relationship. LPM STAIS. Pengantar Bimbingan dan Konseling. CV Dipenogoro MD Dahlan. 2008.71 | S. Andi Yogyakarta. 1987. Rineka Cipta. Prentice-Hall International Edition. Bimbingan dan Konseling. 2005. Latihan Dipenogoro dalam Keterampilan Konseling. 2000. S. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling. 1985. Awrence. 2004. Rujukan: Bimo Walgito.Pd. Bimbingan dan Konseling di Sekolah. 2003. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Rajagrafindo Persada. Alfabeta Draf kuliah Teknik Konseling . Yies Sadiyah. Miharja. Prayitno & Erman Amti. 1997. Sukardi.M. Konseling Individual. Brammer. Beberapa pendekatan dalam Konseling. 2005..Ag. Teori dan Praktek. Rineka Cipta Tohirin. Psikologi konseling. Bimbingan dan Konseling Di Madrasah. 2007. MD Dahlan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->