TEKNIK KONSELING

Draf bahan kuliah jurusan BPI
Mengutarakan cara-cara konselor dalam melakukan proses konseling dengan konselinya. MIHARJA, S.Ag.,M.Pd. 9/1/2010

1|

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.

DAFTAR ISI BAB 1 Pengertian dan ruang lingkup BAB 2 Tahapan proses konseling BAB 3 Teknik-teknik melakukan konseling BAB 4 Teknik konseling verbal BAB 5 Teknik konseling nonverbal BAB 6 Teknik-teknik dalam tahapan konseling BAB 7 Teknik konseling dalam teori konseling Client Center BAB 8 Teknik konseling dalam teori konseling RET BAB 9 Teknik konseling dalam teori konseling Trait & Factor BAB 10 Teknik konseling dalam teori konseling behavioristic BAB 11 Teknik konseling dalam Analisis Transaksional BAB 12 Teknik pemulihan Penyimpangan tingkahlaku (1) (12) (23) (40) (63) (67) (81) (93) (98) (109) (122) (129)

BAB I PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP TEKNIK KONSELING
A. Lingkup Teknik Konseling Konseling merupakan pekerjaan profesional seperti halnya guru. Sebagai suatu pekerjaan profesional menuntut dimilikinya sejumlah kompetensi dan keterampilan tertentu. Selain itu, konseling juga merupakan suatu proses. Dalam setiap tahapan proses konseling memerlukan penerapan keterampilanketerampilan tertentu. Agar proses konseling dapat berjalan secara lancar dan tujuannya tercapai secara efektif dan efisien, konselor harus mampu mengimplementasikan keterampilanketerampilan tertentu yang relevan. Konselor yang terampil adalah yang mengetahui atau memahami sejumlah keterampilan tertentu dan mampu mengimplementasikannya dalam proses konseling. Bimbingan dan konseling merupakan suatu proses. Proses bimbingan dan konseling menempuh tahap-tahap tertentu. Dalam setiap tahapannya akan menggunakan teknik-teknik tertentu pula. Konseling merupakan salah satu teknik dalam bimbingan. Ruang lingkup teknik konseling meliputi kajian teoretis dan praktis mengenai segala kemampuan dan kesemaptaan konselor hingga mampu melakukan proses konseling yang berhasil guna. Lingkup teknik konseling meliputi kajian sejumlah asumsi mengenai implikasi teori konseling pada teknik konseling, keterampilan dasar selama proses konseling, komunikasi verbal

Draf kuliah Teknik Konseling

2|
dan nonverbal dalam konseling, dan cara-cara dalam melakukan terapi penyimpangan tingkah laku (abnormalitas), hingga caracara melakukan konseling melalui media elektronik. Suasana batin konseli selama proses konseling dapat berupa perasaan senang ataupun sebaliknya yakni perasaan tidak senang. Konseling yang baik, tentunya diupayakan seoptimal mungkin mencapai derajat konseling yang menumbuhkan perasaan senang. Suasana Batin yang Tergolong "Perasaan Senang" Merasa akrab/dekat Merasa pantas Merasa antusias Merasa puas Merasa bahagia Merasa penuh harapan Merasa bebas Merasa penuh harga diri Merasa bergairah Merasa riang/gembira Merasa bangga hati Merasa rindu/kangen Merasa bersukacita Merasa berterima kasih Merasa cocok Merasa santai/rileks Merasa cinta/terpikat Merasa simpati Merasa diakui/diterima Merasa sabar Merasa damai/tenteram Merasa terlindung/aman Merasa tak janggal Merasa terhibur Merasa geli Merasa tenang/kalem Merasa kagum Merasa terharu Merasa kerasan/betah Merasa tertarik Merasa lega Merasa tabah Merasa mantap Merasa terpukau/terpana Merasa nyaman Merasa terpesona Merasa nikmat Merasa tergugah/terlibat Merasa optimis Merasa suka Suasana Batin yang Tergolong "Perasaan Tidak Senang" Merasa apatis Merasa malas Merasa antipati Merasa merana Merasa asing Merasa benci Merasa bingung Merasa bengong Merasa bosan/jenuh/jemu Merasa berat hati Merasa berkabung Merasa berdosa/bersalah Merasa curiga Merasa cemburu Merasa canggung Merasa diabaikan Merasa dihina/terhina Merasa dendam Merasa sebatang kara Merasa kehilangan Merasa kasihan/iba Merasa dingin Merasa dioyak-oyak Merasa gugup/grogi Merasa hambar/hampa Merasa hancur/tercacah Merasa iri Merasa jengkel/mangkel Merasa jera/kapok Merasa khawatir/gelisah Merasa kecewa/ gagal Merasa kikuk Merasa kesal Merasa kesepian Merasa tertipu Merasa takut/gentar Merasa kaget/terhenyak Merasa kecil hati

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.
Merasa muak Merasa ngeri/jijik Merasa pesimis/depresif Merasa tanpa harapan Merasa pasrah Merasa panik Merasa patah hati Merasa panas hati Merasa prihatin Merasa bimbang Merasa risih Merasa minder Merasa sedih/ murung Merasa sakit hati/pedih Merasa segan/enggan Merasa sebal/sebel Merasa terancam Merasa terpukul Merasa ada kejanggalan Merasa terbebani Merasa terpaksa Merasa tersinggung Merasa tergerak Merasa tersiksa Merasa tak betah Merasa terganggu Merasa tersayat/pilu Merasa terpojok/ terdesak Merasa terkekang Merasa tak sabar Merasa tak berdaya/kalah Merasa tegang Merasa goyah Merasa tersipu-sipu

Draf kuliah Teknik Konseling

Tidak selamanya individu berhasil menyesuaikan diri dan mengatasi berbagai rintangan. agama memegang peranan penting dalam kehidupannya. emosional dan sosial. Dapat tidur dengan baik. Mudah melupakan hal-hal yang salah terhadap dirinya. Bersikap realistis. keinginan. Memiliki hobbi dan suka berekreasi sesudah mengalami kelelahan. menghargai pengalaman. menggali potensi diri. Segar. maka perlu diperhatikan beberapa prinsip mewujudkan kondisi: Keadaan jasmani yang baik terintegrasi sebagai organisme. Yang berhasil menyesuaikan diri disebut well adjusted person dan yang gagal disebut mal adjusted person. Dapat bersahabat dengan baik. S. Merasa bagian dari masyarakat. emosi. dan kesehatan mental. Merasa memiliki kebebasan. Mengembangkan moral yang luhur.. Memiliki penerimaan diri. Merasa puas dengan status ekonominya. Miharja. Memiliki elusi yang seimbang. Merasa tenang dan teguh. Merasa dipercaya oleh teman-temannya. Dapat tidur dengan baik. Memiliki pertimbangan rasional dan pengarahan diri. Sesuai dengan hakikat kemanusiaan dalam moral. Merasa aman dengan kehadiran sesuatu yang asing. Merasa diperlakukan baik oleh orang lain dan di rumah. Mampu menyatakan diri sendiri secara terbuka. Penyesuaian yang normal (well adjusted person) mempunyai ciri-ciri yang normal antara lain : Tidak menunjukan adanya ketegangan emosional.Ag. Merasa aman. Mempunyai selera makan yang baik.3| Merasa tak berdaya Merasa malu/jengah Merasa marah /gusar Merasa diasingkan Merasa tercengang Merasa duka S. sosial dan moral merupakan bekal untuk mampu belajar. memilih tindakan yang tepat dan control diri serta melakukan perencanaan yang cermat. selalu menjaga hubunga yang tetap dan teratur dengan Tuhan dalam melaksana ajaran agama yang dianut. Bimbingan dan konseling merupakan upaya untuk mengembangkan kemampuan individu dalam bidang pribadi dan sosial. Karakteristik mental yang sehat pada anak-anak yang harus diwujudkan antara lain: Merasa disukai oleh teman-temannya. berkhayal. Dapat menyatakan diri dengan bebas. Mencintai kehidupan dan memiliki falsafah hidup. Tidak takut sendirian. Memiliki kemerdekaan dan dapat berbuat untuk diri sendiri.Pd. terutama menghadapi kejadian yang akan datang. Hasil yang ingin dicapai dari konseling adalah manusia yang mempunyai hubungan baik antara manusia dengan lingkungan. Percaya diri dan menyukai orang lain. Kepuasan dalam bekerja mempengaruhi perasaan dan ketenangan batin. Bersikap wajar terhadap lain jenis.M. Memiliki hobi dan suka berkreasi. Bentuk penyesuaian diri secara normal antara lain : mampu mengemukakan masalah dan pemecahannya secara langsung. Memiliki integritas dan kontrol diri dalam cara berpikir. belajar. perbaikan diri dan realisasi diri. dapat menerima kenyataan dalam keluarga. mampu melakukan trial and error (uji coba) mencari substitusi (pengganti). baik yang datang dari diri maupun dari luar diri individu. Memiliki konsep diri yang sehat. melakukan penelitian. dengan Tuhan dan manusia sebagai organisme. intelektual religi. Menyenangi orang tua dan rumah. Adapun ciri mental sehat lainnya pada orang dewasa: Merasa disukai oleh orang lain. Tidak menunjukan adanya frustasi pribadi. Berusaha mencapai kematangan emosi dalam berpikir dan memiliki hubungan antar pribadi terutama dengan baik. Merasa mudah memasuki suatu kelompok. Bidang-bidang pribadi antara lain penyesuaian diri dan segala aspeknya seperti penyesuaia diri. Menanamkan kebiasaan dan mengembangkannya dengan baik. tenang dan tidak letih. Mampu melakukan perubahan sesuai dengan kepribadian. Dapat tertawa Draf kuliah Teknik Konseling . Berbuat sesuai dengan usianya. Senang humor. Memperluas pengetahuan dan memiliki tilikan diri (self insight). dan perilaku.

suasana psikis dan lain-lain. konflik. Memiliki integritas dan kontrol diri dalam cara berpikir.. sosial. seperti empati. Dalam proses konseling. Kepribadian termasuk konsep dalam penerimaan diri dan realisasi diri. B. S. Menunjukan sikap tenang.M. sikap. Memperluas pengetahuan dan memiliki tilikan diri (self insight). frustasi. dan perhatian yang tulen (facilitative conditions). Senang berkelompok dan merasa bagian dari kelompok. perbaikan diri dan realisasi diri. Mampu melakukan perubahan sesuai dengan kepribadian. sistem saraf. Memiliki penerimaan diri. dan perilaku. Miharja. Berusaha mencapai kematangan emosi dalam berpikir dan memiliki hubungan antar pribadi terutama dengan baik. Sesuai dengan hakikat kemanusiaan dalam moral. Seorang konselor yang efektif harus mampu merespons klien secara baik dan benar sesuai keadaan klien saat itu.Ag. penguasaan terhadap teknik konseling akan merupakan kunci keberhasilan untuk mencapai tujuan konseling. dapat menerima kenyataan dalam keluarga. mamacu. Prinsip-prinsip mewujudkan kondisi mental yang sehat dapat didasarkan pada hakekat hubungan manusia dengan lingkungan. moral. Bersikap realistis. keinginan. pikiran. menguasai teknik-teknik konseling merupakan suatu keharusan. Respons yang baik berupa pertanyaan-pertanyaan verbal dan nonverbal yang dapat menyentuh. dan mendorong sehingga klien terbuka untuk menyatakan secara bebas perasaan. selama konseling. kondisi fisik. kelenjar otot. Periang dan optimis. dengan Tuhan dan manusia sebagai organisme. dari mulai persiapan konseling. emosional.4| dalam situasi yang lucu. Perkembangan dan kematangan termasuk aspek intelektual. Bagi seorang konselor. Menanamkan kebiasaan dan mengembangkannya dengan baik. emosi. termasuk pengalaman.Pd. Memiliki konsep diri yang sehat. tidak takut terhadap obyek tertentu seperti air. keikhlasan serta kejujuran. dan pengalamannya. menjaga hubungan yang tetap dan teratur dengan Tuhan dalam melaksana ajaran agama yang dianut. berbuat sesuai denqan umurnya. Apa itu teknik Konseling? Teknik konseling merupakan cara-cara tertentu yang digunakan oleh seorang konselor dalam proses konseling untuk membantu klien agar berkembang potensinya serta mampu mengatasi masalah yang dihadapi dengan mempertimbangkan kondisikondisi lingkungannya yakni nilai-nilai sosial. Karenanya perlu diperhatikan beberapa prinsip mewujudkan kondisi: Keadaan jasmani yang baik terintegritas sebagai organisme. Kondisi agama (religi) hubungan manusia dengan Tuhan. dll. Senang bersekolah dan permainan pra sekolah. Kondisi psikologis. intelektual religi. hingga berakhirnya proses konseling. memahami diri sendiri serta situasi Draf kuliah Teknik Konseling . selalu S. budaya dan agama. implementasi teknik-teknik konseling melalui beberapa tahap kegiatan. Mengembangkan moral yang luhur. Konseling mengandung suatu proses antarpribadi yang berlangsung melalui saluran komunikasi verbal dan nonverbal. penerimaan penghargaan. agama memegang peranan penting dalam kehidupannya. termasuk pembawaan. Kondisi lingkungan dan kulturasi. Dengan menciptakan Susana yang kondusif. Kepuasan dalam bekerja mempengaruhi perasaan dan ketenangan batin. emosional dan sosial. Sebagai suatu proses. berkhayal. kesehatan fisik dan lainlain. Konselor memungkinkan konseli untuk merefleksi atas diri sendiri serta pengalaman hidupnya. Senang bermain dan menyenangi permainan. sikap keagamaan deln lainlain. tempat yang tinggi.

bahkan membantunya dalam mendampingi klient yang datang kepadanya untuk konseling secara lebih efisien dan efektif. korektif. sehingga konseli menyadari adanya kondisi pendukung dan karenanya bersedia pula untuk berkomunikasi dengan konselor. tetapi pun tidak lepas dari sistematika kerja tertentu yang terwujud dalam berpegang pada suatu pendekatan konseling berdasarkan pertimbangan rasional. seperti refleksi dan klarifikasi. Miharja. masalah itu berlainlainan. konselor mengkomunikasikan kondisi positif itu kepada konseli. seperti memberikan tanggapan pemantulan. sehingga dari awal sampai akhir kondisi pendukung itu tercipta dan terbina terus-menerus. dalam memberikan tanggapan tertentu. Melalui berbagai tanggapan verbal dan aneka reaksi nonverbal. atau sugestif. Adanya intensi dasar untuk memberikan bantuan terlaksana. sehingga konseli secara bertahap dapat menuntaskan penyelesaian atas masalah yang dihadapinya. memberikan tanggapan evaluatif. Penggunaan teknik dalam proses konseling memerlukan timbal-balik antara konselor dan konseli. tanggapan batin ini merupakan dasar bagi setiap kali ada tanggapan verbal dan suatu reaksi nonverbal. Kondisi kondisi konseling pula penerapan teknik verbal dan nonverbal yang lain. berdasarkan itu.Ag. antara lain.M. namun pandangan para pakar konseling tentang apa yang menyebabkan manusia menghadapi masalah dan bagaimana caranya memberikan bantuan psikologis dalam mengatasi S.Pd.5| kehidupannya dan. memberikan tanggapan analitis atau interpretatif memberikan tanggapan suportif. Perbedaan pandangan ini harus disadari oleh konselor dan memperluas cakrawalanya berpikir. S. menemukan penyelesaian atas masalah yang dihadapi. Dalam batinnya konselor selalu mempunyai maksud atau intensi untuk membantu konseli. atau memberikan tanggapan eksploratif. Draf kuliah Teknik Konseling . Maka. dan melalui suatu teknik nonverbal seperti sikap badan dan pandangan mata. dengan tetap menggunakan teknik konseling sejauh selaras dengan pendekatan konseling yang diterapkannya serta metode konseling yang diikutinya. Meskipun pelayanan konseling memuat unsur akal sehat yang menyertai penggunaan teknik. Kondisi serasi dapat dikomunikasikan melalui suatu teknik verbal tertentu.. bantuan diberikan oleh seorang konselor meliputi baik penciptaan serta pembinaan seluruh kondisi (core conditions) maupun struktur serta organisasi pada pembicaraan.

Dalam proses konseling harus ada respons-respons tertentu dari klien. (3) kecakapan intelektual. agar dapat berpartisipasi secara aktif sesuai tuntutan konseling. Tanpa persiapan konseling tidak akan dapat beljalan secara efektif dan sangat mungkin tujuan konseling tidak tercapai. (5) harapan-harapan terhadap peran konselor. klien yang tidak mampu melihat masalahnya sendiri. Sistematika Carkhuff mengenai bagaimana tahapan dalam wawancara konseling. Tahapan permulaan merupakan segala upaya menuju pada proses konseling dapat berjalan dengan baik. 1. A. Sebaliknya. akan berbeda partisipasinya dalam konseling jika motivasi mereka benar-benar ingin memperoleh bantuan. Dampak lanjutnya adalah klien tidak mau di konseling. Tahapan selama konseling mengacu pada pendeatan dalam berbagai teori konseling. Hal-hal yang berkenaan dengan kesiapan konseling terutama yang berhubungan dengan klien adalah: (1) motivasi klien untuk memperoleh bantuan.Ag.M. ia akan tidak maksimal memanfaatkan jasa konselor. Sistem pertahan diri yang baik dari klien. Klien yang banyak berharap dan mengerti peran-peran konselor. Untuk dapat melakukan konseling secara efektif dan agar konseling berhasil dan berdaya guna. Setiap aktivitas yang berproses akan memerlukan persiapan yang matang. maka ia tidak banyak berharap bahwa konselor dapat membantunya untuk memecahkan masalah. akan sulit untuk berpartisipasi dalam proses konseling. dan (6) sistem pertahanan diri. BAB II TAHAPAN PROSES KONSELING Tahapan konseling dimulai dari tahapan permulaan konseling hingga tahapan selama proses konseling. akan mampu berpartisipasi secara aktif dalam konseling sehingga proses konseling akan betjalan secara lancar. Miharja. sebaliknya yang tidak mengerti tentang peran-peran konselor. Motivasi klien untuk memperoleh bantuan akan menentukan jalannya proses konseling. Begitu pun klien yang mengetahui ten tang konseling. Kesiapan untuk Konseling Kesiapan untuk konseling tertuju kepada konselor atau kliennya. Klien yang mampu melihat masalahnya sendiri.. Klien yang kemampuan intelektualnya rendah. konselor harus melakukan persiapan. Klien yang mengikuti sesi konseling karena mengikuti keinginan guru wali kelas atau orang lain termasuk konselornya sendiri (terpaksa). Aktivitas konseling sebagati suatu proses. (2) pengetahuan klien tentang konseling. memerlukan persiapan yang matang. Ada klien yang mampu melihat masalahnya sendiri dan ada yang tidak. Tanpa partisipasi dari klien atau tanpa kesiapan klien. (b) memperoleh riwayat kasus. adapun penedekatan klinikal mengenai tahapan suatu masalah dapat diselesaikan selama proses konseling. ia akan memanfaatkan jasa konselor secara maksimal. Klien yang tidak mengetahui tentang konseling. akan sulit merespons proses konseling. Begitu juga klien. dan ( c) evaluasi psikodiagnostik. proses konseling bisa gagal. akan membantu kelancaran proses konseling.6| S. harus siap untuk mengikuti konseling. (4) tingkat tilikan terhadap masalah dan dirinya sendiri. S. Disini akan diutarakan tahapan konseling yang diajukan dalam sistematika Carkhuff dan klinikal. Draf kuliah Teknik Konseling . Tahapan permulaan konseling Ada tiga hal yang dilakukan oleh konselor untuk memulai proses konseling yaitu: (a) membentuk kesiapan untuk konseling.Pd.

Riwayat Kasus Riwayat kasus adalah suatu kumpulan fakta yang sistematis tentang kehidupan klien sekarang dan masa yang lalu. kemungkinan teknik-teknik konseling untuk memecahkan masalah. sekolah dan madrasah dan sebagainya. ia akan menangis. Evaluasi Psikodiagnostik Dalam bidang medis. (4) hilangnya pemahaman terhadap indiyidualitas atau hunikan sistem diri klien. (4) memberikan informasi kepada klien tentang dirinya dan prospeknya. Secara sederhana riwayat kasus bisa dikatakan melakukan identifikasi terhadap masalah-masalah yang dialami klien. 3. Miharja. (5) melalui proses pendidikan itu sendiri. yang lebih memusatkan pada masalah-masalah psikoterapeutik dan diperoleh melalui wawancara konseling. (4) Tulisan-tulisan yang dibuat sendiri oleh helpee yang berkasus sebagai dokumen pribadi (mungkin dalam bentuk catatan S. sebagai suatu klasiftkasi deskriptif masalah-masalah yang sama dengan klasiftkasi psikiatris untuk gangguan neurosis. mengadakan observasi. menempatkan gejala dalam kategori. yaitu suatu catatan tentang berbagai aspek yang menggambarkan perkembangan seseorang. disarankan kepada konselor agar melakukan hal-hal sebagai berikut: (1) memulai pembicaraan dengan berbagai pihak tentang berbagai topik masalah dan pelayanan konseling yang diberikan. S. (2) Catatan kumulatif (cummulative record). perkiraan sebab-sebab kesulitan. Dengan perkataan lain mengumpulkan sejumlah kasus yang dialami oleh klien pada masa sekarang maupun yang telah lalu. dan (7) melalukan orientasi prakonseling. (2). dan memperkirakan usaha-usaha penyembuhannya Dalam bidang psikologis. Psikodiagnosis mempunyai dua arti yaitu: pertama.Pd. Dalam proses konseling hendaknya berhati-hati menggunakan diagnosis dengan pengertian di atas. Draf kuliah Teknik Konseling . Riwayat kasus dapat dibuat dalam berbagai bentuk: (1) Riwayat konseling psikoterapeutik. (3) Biografi dan autobiografi.M. konselor kurang memperhatikan keadaan tingkah Iaku klien sekarang. memperkirakan sebab-sebab. Secara umum diagnosis dalam bidang psikologis berarti pernyataan tentang masalah klien. psikodiagnosis sebagai suatu prosedur menginterpretasikan data kasus.7| sebaliknya sistem pertahanan diri yang jelek akan menghambat proses konseling.Ag. dan memperkirakan hasil konseling dalam bentuk tingkah laku klien di masa yang akan datang. Agar klien siap dalam mengikuti konseling. (2) menciptakan iklim kelembagaan yang kondusif sehingga membangkitkan klien untuk memperoleh bantuan. padahal kehidupan klien (helpee) sangat kompleks. (6) melakukan survei terhadap masalah-masalah klien. karena ketika konselor bertanya sesuatu yang sedikit memojokkan klien.. (3) menghubungi sumber-sumber referal (rujukan) misalnya dari organisasi. sebab dapat menimbulkan bahaya sebagai berikut: (1) data yang terbatas atau kurang memadai. proses diagnosis mempunyai beberapa arti dan sulit dipisahkan secara tegas sebagaimana halnya dalam bidang medis. anekdot). (5) Grafik waktu tentang kehidupan helpee yang berkasus. (5) pengaruh sikap menilai dari konselor. (3) terlalu cepat menggunakan tes. psikosis. diagnosis diartikan sebagai suatu proses memeriksa gejala. dan karakter yang selanjutnya disebut diagnosis diferensial. yang selanjutnya disebut diagnosis struktural. Kedua. 2.

dia sendiri bertanggung jawab mengatasinya: Akibat permasalahan bagi dirinya. Mengimplementasikan tujuan yang ingin dicapai dalam suatu program kerja yang konkret.Ag. seperti Pemberian Struktur. Menggali aspek-aspek penting dalam masalah yang dihadapi: Mengambil unsur-unsur pokok dalam masalah.8| Psikodiagnosis dapat dilakukan melalui tes dengan tujuan untuk memperoleh data tentang kepribadian klien melalui sampel tingkah Iaku dalam situasi yang terstandar. 1. Konfrontasi. Permintaan untuk Melanjutkan. isyarat-isyarat nonverbal. Pertanyaan-Pertanyaan spesifik Eksplorasi Pemahaman Membantu konseli memahami diri berkaitan dengan masalah yang dihadapi dan menerima tanggung jawab terhadap masalah itu. Tujuan dirumuskan dalam bentuk tindakan yang nyata. Tahapan selama proses konseling Tahapan proses konseling berbeda asumsi apabila mengacu pada teorinya. yang tidak dapat ditimpakan pada orang lain. seperti Refleksi. Tahapan konseling yang umum dapat mengacu pada sistematika Carkhuff dan klinikal. Penyelidikan. Menetapkan jalan/cara yang tepat untuk mencapai tujuan. disertai alasan berperasaan demikian. Menetapkan tujuan yang ingin dicapai. Selain itu juga didasarkan atas asumsi bahwa pola berpikir dan merasa klien yang diperoleh melalui tes akan menggambarkan struktur dasar karakter klien. Sistematika Cahkhuff menekankan pada proses selama wawancara konseling. Mulai melaksanakan langkah pertama yang direncanakan.. Sistematika Carkhuf Pada pendekatan sistematika Carkhuff konseling melalui empat pase dalam proses (1) keterlibatan (2) eksplorasi. Penggunaan tes psikodiagnosis dalam konseling berfungsi untuk: (1) menyeleksi data yang diperlukan bagi konseling. Membantu konseli menggali aspek-aspek penting dengan menggunakan responding skills. Usul/Saran. Menyadari perasaan sendiri dalam menghadapi masalah ini. dengan menggunakan personalizing skills. secara seperti merapikan meja. Draf kuliah Teknik Konseling .. seperti Refleksi dan Klarifikasi Perasaan. (3) pemahaman (4) bertindak. Pemberian Informasi. Miharja. S. Penyajian AlternatifAlternatif. (Keterampilan ini ada S. (4) merumuskan diagnostik yang lebih tepat. Klarifikasi. mengamati verbal dan nonverbal. Meninjau makna bagi dirinya. Merumuskan masalah dalam bentuk:"Problemku adalah . menggunakan attending skills. Menghayati perasaan-perasaan yang timbul. Dukungan/Bombongan. (2) meramalkan keberhasilan konseling. dengan menggunakan initiating skills. sehingga masalah dapat diatasi. Interpretasi.Pd. dalam fase-fase selanjutnya). Asumsi yang melandasi penggunaan tes dalam psikodiagnosis adalah kepribadian sebagai suatu yang dinamis dan dapat diukur melalui sampel tingkah Iaku. Keterlibatan Mengungkapkan sesuatu. (3) memperoleh informasi yang lebih terinci. adapun konseling klinikal mencakup lebih menyeluruh dari mulai penentuan masalah hingga evaluasi. Merencanakan urutan langkah kerja yang akan ditempuh. Mulai mengutarakan masalah pribadi mendengarkan dan menunjukkan yang dihadapi penerimaan. B. Pemberian Umpan balik. Bertindak Membantu konseli menuangkan kemauan untuk mencapai tujuan dalam bentuk rencana urutan langkah kerja yang konkret. Aktivitas dan keterampilan konselor pada tiap pase disajikan sebagai berikut: Fase Aktivitas konseli Keterampilan konselor Melibatkan diri: Melibatkan konseli dengan Menghadap konselor. Diagnosis. Melihat alasan-alasan timbulnya semua reaksi perasaan itu. Pemberian Umpan Balik..M. Menyadari bahwa masalah adalah problem dirinya sendiri.

Misalnya. jenis kelamin. Data helpee yang dikumpulken harus secara komprehensif (menyeluruh) yang meliputi: data diri. dan data lingkungan. (b) sering bolos sekolah. (e) prestasi belajar terus menurun. misalnya pembimbing (konselor) menetapkan masalah "prestasi belajar yang menurun" untuk diprioritaskan dipecahkan melalui layanan konseling. (3) analisis data. dan nama ibu. Mudah-mudahan dengan terpecahkannya masalah S. lokasi sekolah. kelas berapa. dan lain sebagainya. ciri-ciri tubuh.M. Data lingkungan dapat mencakup (di mana helpee tinggal. tempat tanggal lahir. dan lain-lain. (5) prognosis. penghasilan setiap bulan.. (g) dikucilkan dari pergaulan. (h) sering ribut dengan orang tua terutama ayah. Tahapan konseling standard pendekatan konseling klinikal Proses konseling pendekatan klinikal menempuh beberapa langkah yaitu: (1) menentukan masalah. (4) diagnosis. Data pendidikan dapat mencakup: tingkat pendidikan. pekerjaan. tiri. dan (7) evaluasi atau follow up. Data kesehatan dapat mencakup: (riwayat penyakit yang pernah diderita. pernah atau tidak dirawat di rumah sakit dan gangguan kesehatan lain yang bisa mempengaruhi fisik dan psikis helpee yang bersangkutan). dan lain-lain. alamat dan lain sebagainya). tes hasil belajar. Miharja.9| 2. data kesehatan.Ag. Alasannya karena Dawar statusnya sebagai pelajar kelas III.Pd. pekerjaan. dikhawatirkan ia tidak lulus. agama. data orang tua (ayah ibu). penghasilan. apabila tidak segera dibantu. Data diri bisa mencakup (nama lengkap dan panggilan atau nama kesayangan. dalam lingkungan seperti apa. agama. agama. (2) Pengumpulan Data Setelah ditetapkan masalah yang akan dibicarakan dalam konseling. dan lainlain). alamat. (6) terapi. tes bakat. Data orang tua dapat mencakup: (nama ayah. Data-data helpee (Dawar) di atas dapat dikumpulkan dengan cara tes dan nontes. data pendidikan. teman-teman di sekolah atau madrasah. dengan siapa ia tinggal. tempat dan tanggal lahir. Berdasarkan identifikasi masalah di atas. (2) pengumpulan data. anak keberapa (status anak dalam keluarga misalnya anak kandung. (1) Menentukan Masalah Menentukan masalah dalam proses konseling dapat dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan identiflkasi masalah (identifIkasi kasus-kasus) yang dialami oleh klien. Pengumpulan data helpee dengan cara nontes seperti: observasi atau pengamatan angket atau daftar Draf kuliah Teknik Konseling . sekolah sebelumnya. Pengumpulan data helpee dengan tes dapat mencakup: tes kecerdasan (IQ). S. Penetapan skala prioritas ditentukan atas dasar akibat atau dampak yang lebih besar terjadi apabila masalah tersebut tidak dipecahkan. . (f) merokok secara sembunyisembunyi (ketagihan rokok). dan lain sebagainya). status sekolah. minat. "prestasi menurun" masalah-masalah yang lain juga menjadi berkurang. bagaimana pola asuh keluarga. (d) sulit berkonsentrasi dalam belajar agama Islam. selanjutnya adalah mengumpulkan data helpee yang bersangkutan (data Dawar). (c) sering mengganggu teman dalam belajar (suka usil). alamat. Berdasarkan identifikasi di atas dapat diketahui bahwa Dawar memiliki delapan jenis masalah. atau angkat). Untuk menentukan masalah yang mana untuk dipecahkan harus menggunakan prinsip skala prioritas. seorang helpee sebut saja bernama Dawar berdasarkan fenomena dan perilaku sehari-hari yang ditunjukkan oleh helpee tersebut dapat diidentifikasi bahwa masalah yang sedang dialaminya adalah: (a) sering terlambat masuk kelas (tidak disiplin). tempat dan tanggal lahir. hobi atau cita-cita.

dan lain sebagainya. diberikan sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh Dawar. yakni faktor-faktor penyebab prestasi belajar Dawar yang rendah dan dikucilkan dari pergaulan teman-teman di sekolah dan madrasah. Misalnya hasil tes belajar Dawar pada setiap mata pelajaran memperoleh nilai lima dan rata-rata di bawah lima. biografi atau catatan harian.Ag. (7) Evaluasi atau Follow Up Evaluasi dilakukan untuk melihat apakah upaya bantuan yang telah diberikan memperoleh hasil atau tidak. Apabila sudah memberikan hasil apa langkah-Iangkah selanjutnya yang perlu diambil? Begitu juga sebaliknya apabila belum berhasil. (3) Analisis Data Data-data helpee yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis. Data hasil tes bisa dianalisis secara kuantitatif dan data hasil nontes dapat dianalisis secara kualitatif. bisa diberikan bimbingan belajar misalnya pengajaran remedial. sosiometri. (5) Prognosis Setelah diketahui faktor-faktor penyebab timbulnya masalah pada helpee (dalam contoh di atas adalah masalah pada Dawar) selanjutnya pembimbing atau konselor menetapkan langkahIangkah bantuan yang akan diambil. pembimbing atau konselor melaksanakan bantuan belajar atau bantuan sosial yang telah ditetapkan untuk memecahkan masalah Dawar. Dari analisis data akan diketahui siapa Dawar? dan apa sesungguhnya rnasalah yang dialami oleh Dawar? (4) Diagnosis Diagnosis rnerupakan usaha pembimbing (konselor) menetapkan latar belakang rnasalah atau faktor-faktor penyebab timbulnya masalah pada klien.M. analisisnya adalah bahwa Dawar cenderung tidak disukai oleh teman-temannya (fenornenanya adalah Dawar dikucilkan dari pergaulan oleh tenan-temannya di sekolah) dan seterusnya.10 | isian (untuk orang tua dan helpee).. S. les tambahan. pemeriksaan fisik atau kesehatan. Selanjutnya untuk data yang diperoleh melalui non test (misalnya sosiometri) dan 40 orang teman sekelas Dawar hanya lima orang yang rnemilih suka berteman dengan Dawar. Dalam contoh di atas. wawancara. Berdasarkan rnasalah Dawar di atas. (6) Terapi Setelah ditetapkan jenis atau langkah-langkah pemberian bantuan selanjutnya adalah melaksanakan jenis bantuan yang telah ditetapkan.Pd. Draf kuliah Teknik Konseling . Pada contoh di atas pembimbing (konselor) mencari faktor-faktor penyebab timbulnya masalah pada Dawar. jenis bantuan apa bisa S. Miharja. Berdasarkan data tersebut bisa dinyatakan bahwa prestasi belajar Dawar rendah dan seterusnya untuk data yang diperoleh melalui tes. Dalam contoh di atas apakah pelaksanaan pemberian bimbingan belajar dan sosial kepada Dawar telah memberikan hasil di mana prestasi belajar Dawar meningkat atau perilaku Dawar berubah sehingga mulai disenangi oleh teman-temannya atau belum. dan lainlain yang sesuai dengan bimbingan belajar atau bimbingan sosial yang tujuannya agar Dawar memperoleh penyesuaian sosial dengan teman-temannya di sekolah dan madrasah. studi kasus. kunjungan rumah. Berdasarkan data tersebut.

dan senyum. ceria. 2. bersandar. Perilaku Attending Attending merupakan upaya konselor menghampiri klien yang diwujudkan dalam bentuk perilaku seperti kontak mata. Sebaliknya. ekspresi wajah tenang. Ketiga. tidak melihat ketika klien berbicara. (2) menciptakan Draf kuliah Teknik Konseling . perhatian terpecah. 1. (3) mempermudah ekspresi perasaan klien dengan bebas.11 | S. wujud perilaku attending yang tidak baik adalah: pertama.. Tujuan utama teknik ini adalah untuk menjembatani hubungan antara konselor dengan klien. Perilaku attending yang baik akan dapat: (1) meningkatkan harga diri klien. Perilaku attending yang baik harus mengombinasikan ketiga aspek di atas sehingga akan memudahkan konselor untuk membuat klien terlibat pembicaraan dan terbuka. Wujud perilaku attending dalam proses konseling misalnya: pertama. (4) sikap yang ditandai dengan: (a) kehangatan emosi. Berikut ini diuraikan beberapa teknik dalam konseling. menunggu ucapan klien hingga selesai. Perilaku attending berkenaan dengan teknik penerimaan konselor terhadap klien. perhatian terarah pada klien (lawan bicara). Ketiga.M. Kelima. Keempat. mata melotot. (3) suasana ruang konseling yang menyenangkan. wajah kaku (tegang). (4) kesadaran terhadap hakikat klien secara alamiah. Melalui teknik ini akan tercipta hubungan yang akrab antara konselor dan klien yang ditandai dengan saling mempercayai. Teknik Rapport Teknik rapport dalam konseling merupakan suatu kondisi saling memahami dan mengenal tujuan bersama. jarak duduk antara konselor dengan klien agak dekat. kepala mengangguk sebagai pertanda setuju atas pernyataan klien. memutuskan pembicaraan. Keempat. (misalnya ceria atau cemberut). Atau cara bagaimana konselor bertindak agar klien merasa· diterima dalam proses konseling. Kedua. penerimaan dan minat yang mendalam terhadap klien dan masalahnya. sebaliknya ekspresi wajah cemberut bisa menggambarkan penolakan atau BAB III TEKNIK-TEKNIK MELAKUKAN KONSELING Proses konseling memerlukan teknik-teknik tertentu sehingga konseling bisa berjalan secara efektif dan efisien atau berdaya guna dan berhasil guna. duduk akrab berhadapan atau berdampingan.Ag. diam (menunggu saat kesempatan bereaksi). Ekspresi wajah ceria bisa menggambarkan penerimaan konselor atas kliennya. miring. dan bahasa lisan. kepala kaku. Implementasi teknik rapport dalam konseling adalah: (1) pemberian salam yang menyenangkan. Teknik ini dalam proses konseling bisa diwujudkan melalui ekspresi wajah. (2) menetapkan topik pembicaraan yang sesuai. Kelima. suasana yang aman dan akrab. (b) realisasi tujuan bersama. duduk kurang akrab dan berpaling. (c) menjamin kerahasiaan klien. S. posisi tubuh agak condong ke arah klien. Miharja. posisi tubuh tegak kaku. jarak duduk dengan klien agak jauh. berbicara terus tanpa ada teknik diam guna memberi kesempatan berpikir dan berbicara. mendengarkan secara aktif dan penuh perhatian. melakukan variasi isyarat gerakan tangan lengan secara spontan untuk memperjelas ucapan (pernyataan konselor). bahasa tubuh. mudah buyar oleh gangguan dari Iuar.Pd. Teknik penerimaan menggambarkan cara bagaimana konselor menerima klien dalam proses atau sesi konseling. ekspresi melamunr mengalihkan pandangan. Kedua.

semakin terampil kita membaca perasaan. (4) Batasbatas proses atau prosedu. T eknik Structuring Structuring adalah proses penetapan batasan oleh konselor tentang hakikat. dan bukan untuk atau tentang klien. keinginan dan pengalaman klien dengan tujuan agar klien terlibat pembicaraan dan terbuka. Ketiga. keinginan. melakukan empati tingkat tinggi dengan mengatakan: "Saya merasakan apa yang Anda rasakan. yaitu apabila kepahaman konselor terhadap perasaan. Structuring memberikan kerangka kerja atau orientasi pada klien. 3. Melalui empati tingkat tinggi. ekspresi wajah. empati tingkat tinggi (advanced accurate empathy).Ag. (3) Batas-batas peranan konselor. berapa lama konseling akan dilakukan dan lain sebagainya. merasa dan berpikir bersama klien S. Empati ada dua macam. Kedua. Ada lima macam structuring dalam konseling. 5. Empati Empati merupakan kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan oleh klien. yaitu apabila konselor hanya memahami perasaan. Kunci untuk memahami perasaan orang lain adalah mampu membaca pesan nonverbal (nada bicara." Keempat. Kedua. dan rendah) dan jarak duduk antara konselor dan klien. berapa lama konseling ini akan kita lakukan.M. pertama: empati primer (primary empathy). pikiran. Atau "Saya dapat memahami pikiran Anda. mungkin merupakan indikasi bahwa konselor tidak menerima klien.. pikiran. apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama proses konseling berlangsung. misalnya menyangkut tahapan-tahapan yang harus ditempuh (dilalui). dan pengalaman klien lebih mendalam dan menyentuh klien karena konselor ikut dengan perasaan tersebut. Miharja. Empati dibangun berdasarkan kesadaran diri. Selanjutnya juga bisa diwujudkan dalam bentuk tekanan atau nada suara dari konselor (tinggi. (2) Batas-batas tindakan baik konselor maupun klien. konselor harus mampu: pertama. akan inembuat klien tersentuh dan terbuka untuk mengemukakan isi hatinya berupa perasaan. Structuring ada yang bersifat inplisit di mana secara umum peranan konselor diketahui oleh klien dan ada yang bersifat formal berupa pernyataan konselor untuk menjelaskan dan membatasi proses konseling. mendatar. (5) Structuring dalam proses." Atau "Saya mengerti keinginan Anda. Refleksi Perasaan Draf kuliah Teknik Konseling . Misalnya. dan sebagainya). hatas-batas dan tujuan proses konseling pada umumnya dan hubungan tertentu pada khususnya. atau kapan waktu-waktu Anda bisa untuk mengikuti konseling dan seterusnya. pengalaman bahkan penderitaannya. Dalam melakukan empati. Kemampuan berempati merupakan kemampuan untuk mengetahui bagaimana perasaan orang lain ikut berperan dalam pergulatan dalam arena kehidupan. S. Empati dilakukan bersamaan dengan attending.12 | ketidaksetujuan konselor atas kliennya. 4. dan saya ikut terluka dengan pengalaman Anda itu". melakukan empati primer dengan mengatakan: "Saya dapat merasakan bagaimana perasaan Anda". yaitu: (1) Batasbatas waktu baik dalam satu individu maupun seluruh proses konseling. karena tanpa attending tidak akan ada empati. mengosongkan perasaan dan pikiran egoistik. gerak-gerik. Semakin terbuka kita kepada emosi diri sendiri.Pd. misalnya menyangkut waktu atau jadwal. pikiran. Memasuki dunia dalam klien. Konselor yang berkata dengan nada tinggi atau duduk yang berjarak melebihi batas ketentuan dalam konseling.

Refleksi terbagi atas tiga jenis." atau "Adakah yang Anda maksudkan suatu peristiwa ". Refleksi merupakan keterampilan konselor untuk memantulkan kembali kepada klien tentang perasaan. dan (7) konselor menggunakan bahasa yang kurang tepat. Pertama. Refleksi perasaan positif ditunjukkan oleh konselor dalam konseling melalui pernyataan persetujuan atas apa yang disampaikan oleh klien." "Sampai kapan pun saya tidak akan berteman lagi dengannya. ".. " atau "Adakah yang Anda maksudkan .13 | Refleksi perasaan merupakan suatu usaha konselor untuk menyatakan dalam bentuk kata-kata yang segar dan sikap yang diperlukan terhadap klien. dan (3) refleksi pikiran.." "Saya membencinya. (2) refleksi pengalaman. Refleksi perasaan bisa berwujud positif. refleksi pengalaman misalnya ketika klien mengatakan: "Saya trauma dengan masa lalu saya yang hampir tidak ada yang menyenangkan". (3) konselor tidak dapat memilih perasaan mana untuk direfleksikan. " atau "Barangkali yang akan Anda utarakan adalah. refleksi pengalaman. Sedangkan refleksi perasaan yang ambivalen (masa bodoh) ditunjukkan oleh konselor dengan membiarkan saja (tidak menyatakan setuju ·dan tidak menolak) atas apa yang dinyatakan oleh klien. dan pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbalnya. refleksi perasaan.." Contoh refleksi pengalaman: "Tampaknya yang Anda kemukakan adalah suatu .. Refleksi perasaan juga merupakan teknik penengah yang bermanfaat untuk digunakan setelah hubungan permulaan (tahap awal konseling) dilakukan dan sebelum pemberian informasi serta tahap interpretasi dimulai. dan (6) menguji kedalaman motif-motif klien.. Kedua.." "Saya tidak akan berteman lagi dengannya. " atau "Hal itu rupanya seperti . Refleksi perasaan akan mengalami kesulitan apabila: (1) streotipe dari konselor. konselor merefleksikan dengan mengatakan: " Tampaknya Anda sungguh-sungguh marah dengan si A. 6.. S.M. (5) memperjelas cara berpikir klien. dan ambivalen. Dalam proses konseling. Refleksi perasaan negatif ditunjukkan oleh konselor dalam konseling melalui pernyataan ketidaksetujuan atau penolakan konselor atas apa yang dinyatakan oleh klien. Dalam proses konseling. Contoh refleksi perasaan: "Tampaknya yang Anda katakan adalah . Manfaat refleksi perasaan dalam proses konseling adalah: (1) membantu klien untuk merasa dipahami secara mendalam.. yaitu keterampilan konselor untuk memantulkan pengalaman-pengalaman klien sebagai hasil pengamatan perilaku verbal dan nonverbal klien.Ag. Teknik Eksplorasi Draf kuliah Teknik Konseling .Pd. Atau "Barangkali Anda merasa .. refleksi perasaan misalnya ketika klien mengatakan :" Si A itu sialan. pikiran. Konselor merefleksi dengan mengatakan: "Adakah yang Anda maksudkan adalah peristiwa-peristiwa sedih yang Anda alami pada masa lalu". negatif." Mendengar perkataan tersebut. (2) klien merasa bahwa perasaan menyebabkan tingkah laku. (5) konselor tidak dapat menemukan ke dalam perasaan.... (3) memusatkan evaluasi pada klien. (4) konselor tidak dapat mengetahui isi perasaan yang direfleksikan. (4) memberi kekuatan untuk memilih. " dan seterusnya. yaitu keterampilan konselor untuk dapat memantulkan (merefleksikan) perasaan klien sebagai hasil pengamatan verbal dan nonverbal terhadap klien. (2) konselor tidak dapat mengatur waktu sesi konseling... Miharja. S..... (6) konselor menambah arti perasaan. yaitu (1) refleksi perasaan.

ekplorasi pengalaman.Pd. eksplorasi perasaan. tetapi entah kenapa … 8. (4) amati respons klien terhadap konselor. dan terancam. Untuk itu. eksplorasi pikiran... menyimpan rahasia batin. konselor harus memiliki keterampilan bertanya. Untuk memudahkan klien memahami pikiran.. Pada pertanyaan terbuka. perasaan. " Ketiga. Tujuan paraphrase antara lain adalah mengatakan kembali esensi atau inti ungkapan klien.. (2) eksplorasi pikiran. pengalaman secara berbelit-belit dan tidak terarah sehingga intinya sulit dipahami. klien bebas memberikan Draf kuliah Teknik Konseling . yaitu keterampilan konselor untuk menggali perasaan klien yang tersimpan. Untuk dapat melakukan paraphrasing yang baik. karena sulit menduga apa yang dipikirkan klien. tertekan. pikiran. mengendapkan apa yang dikemukakan klien dalam bentuk ringkasan.M. Kedua. Teknik ini dalam konseling sangat penting karena umumnya klien tidak mau terus terang (tertutup). Ketiga. paraphrasing misalnya ketika klien mengatakan: "Biasanya Si A selalu senang dengan saya. (2) dengan teliti mendengarkan pesan utama pembicaraan klien.Ag. perasaan. Teknik Bertanya Umumnya konselor mengalami kesulitan untuk membuka percakapan dengan klien. dan pendapat klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbal klien. Contoh eksplorasi pikiran: "Mungkin Anda dapat menjelaskan lebih jauh ide Anda ten tang sekolah sambil bekerja. " atau "apakah yang Anda maksudkan .. dan pengalamannya. dan pendapat klien. Contoh refleksi pikiran: "Tampaknya yang akan Anda katakan . Eksplorasi ada tiga macam: (1) eksplorasi perasaan. dan (3) ekplorasi pengalaman. konselor perlu menangkap pesan utama dari apa yang disampaikan oleh klien dan menyampaikannya kepada klien dengan bahasa konselor sendiri. pengalaman.. refleksi pikiran. (3) nyatakan kembali dengan ringkas. yaitu bertanya terbuka (open question) dan bertanya tertutup (closed question). menutup diri atau tidak mampu mengemukakannya secara terus terang. ide. Dalam proses konseling. yaitu keterampilan atau kemampuan konselor untuk menggali pengalaman-pengalaman klien yang telah dilaluinya. dan pikiran klien. " Ketiga. Pertama. Dapatkah Anda kemukakan perasaan Anda lebih jauh" Kedua. S. yaitu keterampilan konselor untuk menggali ide. membeIi arah wawancara konseling. Teknik bertanya ada dua macam. " atau "Mungkin yang akan Anda uia[akan adalah .14 | Eksplorasi merupakan keterampilan konselor untuk menggali perasaan. dan berusaha untuk memahami apa yang dikatakan klien. Contoh eksplorasi pengalaman: "Saya amat terkesan dengan pengalaman yang Anda lalui. " 7. Contoh eksplorasi perasaan: "Dapatkah Anda menjelaskan apa perasaan bingung yang dimaksudkan" atau "Saya kira rasa sedih Anda begitu mendalam dalam peristiwa tersebut. untuk mengatakan kembali kepada klien bahwa konselor bersama dia. namun saya ingin memahami lebih jauh S. Eksplorasi memungkinkan klien untuk bebas berbicara tanpa rasa takut. Selain itu. yaitu keterampilan konselor untuk memantulkan ide. Teknik Paraphrasing (Menangkap Pesan Utama) Sering klien mengemukakan pikiran.. tentang pengalaman tersebut dan pengaruhnya terhadap kesuksesan belajar Anda. praphrase juga bertujuan untuk: pertama. konselor harus: (1) menggunakan kata-kata yang mudah dan sederhana. Keempat mengecek kembali persepsi konselor tentang apa yang dikemukakan klien. pikiran.. ide. Miharja.

agar klien mengerti dan berubah melalui pemahaman dari hasil rujukan. Membantu orang tua memang harus.. Teknik Menyimpulkan Sementara (Summarizing) Agar pembicaraan dalam konseling maju secara bertahap dan arah pembicaraan semakin jelas. yaitu ketika klien menunjukkan tanda-tanda akan mengurangi atau menghentikan pembicaraan atau pada saat klien kurang memusatkan pikirannya pada pembicaraan dan saat konselor ragu terhadap pembicaraan klien. Untuk mengajak klien berpartisipasi secara penuh di dalam proses konseling. Penerapan teknik ini dalam konseling. yaitu suatu dorongan langsung yang singkat terhadap apa yang telah dikatakan klien seperti pernyataan oh. hambatan yang akan Anda hadapi seperti yang Anda Draf kuliah Teknik Konseling . ketiga. dan lain sebagainya. keempat.Ag.. 9. konselor mengatakan: "Pendidikan MA saat ini mudak bagi setiap warga negara. sedangkan pada pertanyaan tertutup telah menggambarkan alternatif jawabannya misaInya jawaban ya atau tidak. Contoh interpretasi: "Saya berhenti sekolah dan memusatkan perhatian membantu orang tua. Upaya konselor mengarahkan klien dapat dilakukan dengan menyuruh klien memerankan sesuatu (bermain peran) atau mengkhayalkan sesuatu. maka setiap periode waktu tertentu konselor bersama klien perlu menyimpulkan pembicaraan. ya .. Dari materi pembicaraan kita tadi. konselor harus mengupayakan agar klien selalu terlibat dalam pembicaraan. Interpretasi Interpretasi merupakan usaha konselor mengulas pikiran. dan . . S. Kapan suatu pembicaraan akan disimpulkan bisa ditetapkan sendiri oleh konselor atau bisa tergantung kepada felling konselor.15 | jawabannya. sebaiknya kita simpulkan terlebih dahulu agar jelas hasil pembicaraan kita sampai saat ini. Tujuan utama teknik ini adalah untuk memberikan rujukan... pandangan atau tingkah laku klien. Membuat kesimpulan bersama perlu dilakukan agar klien memiliki pemahaman dan kesadaran bahwa keputusan tentang dirinya menjadi tanggung jawab klien." Mendengar perkataan klien di atas. . terutama yang hidup di kota besar S. Untuk itu konselor harus mampu memberikan dorongan minimal kepada klien. setidaknya sudah sampai pada dua hal pertama.. bahwa proses konseling memerlukan partisipasi secara penuh dari klien..Pd. terus . kedua. . . Contoh pertanyaan terbuka: "Bagaimana perasaan Anda saat ini?" Sedangkan contoh pertanyaan tertutup adalah: "Biasanya Anda menempati posisi rangking berapa di dalam kelas?" Kemungkinan jawabannya adalah rangking pertama." 11. Kedua. . Karena tantangan masa depan yang semakin kompleks. maka dibutuhkim SDM Indonesia yang handal. tekad Anda untuk belajar sambil bekerja. berarti bakti saya terhadap keluarga karena adik-adik saya banyak dan membutuhkan biaya sekolah. setuju atau tidak setuju. dan perilaku atau pengalaman klien berdasarkan atas teori-teori tententu.. seperti Anda. Akhimya terjadi pertengkaran sengit". Dorongan minimal diberikan secara selektif. Misalnya: "Ayah saya sering marah-marah tanpa sebab. mendiskusikan persoalan yang Anda hadapi. Dorongan Minimal (Minimal Encouragement) Dalam proses konseling. Saya tidak dapat lagi menahan diri. bagaimana sikap dan katakata ayah Anda ketika memarahi Anda?" 12. perlu ada ajakan dan arahan dari konselor. 10. tetapi sangat disayangkan jika orang seperti Anda yang tergolong pintar di sekolah akan meninggalkan MA. lalu .. Lalu konselor mengatakan: "Bisakah Anda mendemonstrasikan di depan saya.. Teknik ini memungkinkan klien untuk terus berbicara dan dapat mengarahkan agar pembicaraan mencapai tujuan. dan seterusnya.. Contoh summarizing: “Setelah kita. Dorongan minimal juga dapat meningkatkan eksplorasi diri. Teknik Mengarahkan (Directing) Seperti telah disebutkan di muka. sedangkan konselor hanya membantu. perasaan. Miharja.M.

Kedua. untuk meningkatkan kualitas diskusi. fokus mengenai budaya. konselor harus mampu memimpin arah pembicaraan sehingga tujuan konseling bisa tercapai secara efektif dan efisien.Ag. atau permisif (masa bodoh). Terangkanlah tentang dia. dan apa yang telah dilakukannya pada Anda?" Ketiga. Teknik Fokus Konselor yang efektif harus mampu membuat fokus melalui perhatiannya yang terseleksi terhadap pembicaraan dengan klien (wawancara konseling). Keberhasilan konselor memimpin dalam sesi konseling juga ditentukan oleh tipe-tipe kepemimpinan konselor yang demokratis. Ada empat fokus dalam konseling. memimpin bisa berbeda dari topik ke topik. memulai proses konseling dengan sedikit memimpin. Laki-laki tidak boleh mudah menyerah atau mudah putus asa. Mungkin Anda tinggal merinci kepedulian itu. Memimpin dalam konseling bisa memiliki dua arti. Mendengar perkataan tersebut. ?" S. tetapi konselor harus membantu klien agar ia memfokuskan pada masalah tertentu (misalnya tentang "A" dan lain-lain). Misalnya perkataan konselor sebagai berikut: "Siska telah membuat Anda gelisah dan tersiksa." Dalam wawancara konseling selalu ada fokus yang membantu klien untuk menyadari bahwa persoalan pokok yang dihadapinya adalah "A".M. Teknik Konfrontasi Draf kuliah Teknik Konseling . Penerapan teknik ini dalam konseling harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: pertama. 13. mempertajam atau memperjelas fokus atau arah wawancara konseling. Kedua. Misalnya: "Dawar. Mungkin banyak masalah yang berkembang di dalam wawancara konseling. pertama: fokus pada diri klien. Anda tidak yakin apa yang akan Anda lakukan"? atau "Tampaknya Anda berjuang sendirian?" Kedua.16 | beritakan tadi adalah orang tua Anda yang menginginkan Anda lebih konsentrasi kepada pelajaran dan waktu bekerja di perusahaan yang menuntut Anda bekerja seeara penuh". pertama: menunjukkan keadaan di mana konselor berada di dalam atau di Iuar pikiran klien. memimpin hanya sebatas klien dapat memberikan toleransi sesuai dengan kecakapan dan pemahamannya. S. konselor mengatakan: "Bukankah sampai saat ini kepedulian Anda tertuju kepada belajar sambil bekerja. Contohnya: "Saya mungkin berpikir juga tentang masalah hubungan dengan pacar. Tapi bagaimana ya . fokus pada topik." Keempat. memberikan kesempatan kepada klien untuk mengambil kilas balik (feed back) dari hal-hal yang telah dibicarakan bersama konselor. Tujuan utama menyimpulkan sementara (summarizing) adalah: pertama. Misalnya perkataan konselor sebagai berikut: "Cepat menyerah atau putus asa bukan budayanya laki-laki. Kedua. otoriter. keadaan di mana konselor mengarahkan pikiran klien kepada penerimaan perkataan konselor. Tentang pacaran.Pd. Miharja. apakah termasuk ke dalam kepedulian Anda juga?" 14... Ketiga.. fokus pada orang lain. Ketiga. Keempat. Teknik-teknik Memimpin Agar wawancara konseling tidak menyimpang (pembicaraannya terfokus pada masalah yang dibicarakan). Fokus akan membantu klien untuk memusatkan perhatiannya pada pokok pembicaraan. untuk menyimpulkan kemajuan hasil pembicaraan secara bertahap. Teknik ini bertujuan agar pembicaraan klien tidak menyimpang dari fokus yang dibicarakan dan agar arah pembicaraan terfokus pada tujuan konseling.. Misalnya perkataan konselor sebagai berikut: "Minum baigon? Anda akan bunuh diri? Sebaiknya pertimbangkan masak-masak dengan berbagai pertimbangan. Misalnya perkataan konselor: "Apakah tidak sebaiknya pokok pembicaraan kita difokuskan pada rencana Anda yang ingin belajar sambil bekerja? 15.

diam bisa memiliki beberapa makna: pertama. Tujuan teknik ini adalah: pertama. dan pengalamannya secara bebas. penolakan atau kebingungan klien. Saat diam yang ideal dalam proses konseling adalah antara 5-10 detik. komunikasi dan partisipasi meningkat dan proses konseling berjalan secara efektif. inkonsistensi. Misalnya klien menceritakan hal-hal yang sedih tetapi sambil tertawa dan tersenyum gembira. Kelima. mengulang dan mengilustrasikan perasaannya. pikiran. 16. membawa klien kepada kesadaran adanya. Miharja. Tujuan teknik ini adalah: pertama. konflik atau kontradiksi dalam dirinya. artinya saat diam bersifat kondisional dan bisa tergantung kepada feeling konselor. klien mengalami perasaan sakit dan tidak siap untuk berbicara. ibu." 18. samarsamar. (suara rendah. mendorong klien untuk mengadakan penelitian diri secara jujur (instrospeksi diri secara jujur). ide awal dengan ide berikutnya. Dalam proses konseling. Kedua. Ketiga. sebagai protes apabila klien berbicara berbelit- Draf kuliah Teknik Konseling ." Tujuan teknik ini adalah: pertama. karena saya akan mendengarkan dengan sebaik-baiknya. Misalnya klien mengatakan: "Konflik yang terjadi di rumah membuat saya bingung dan stress. Keenam. diam bukan berarti tidak ada komunikasi.Ag. senyum dengan kepedihan.Pd.. Keempat. diskrepansi (kondisi pertentangan antara harapan seseorang dengan kondisi nyata di lingkungan) dari klien dengan. . atau agak meragukan. Kedua. Memudahkan (Facilitating) Facilitating adalah suatu teknik membuka komunikasi agar klien dengan mudah berbicara dengan konselor dan menyatakan perasaan. ungkapan kata-kata yang tegas. kebingungan yang didorong oleh kecemasan atau kebencian. teknik ini dilakukan oleh konselor dengan mengklarifIkasi ucapan-ucapan klien yang tidak jelas. Teknik konfrontasi adalah suatu teknik yang menantang klien untuk melihat adanya inkonsistensi (tidak konsisten) antara perkataan dengan perbuatan. menanti klien yang sed-ang berpikir. saya baik-baik saja".. Ketujuh. wajah tidak ceria/cerah. konselor mengatakan: "Bisakah Anda menjelaskan persoalan pokoknya? Misalnya peran ayah. S. dan dengan alasan-alasan yang logis. atau saudara-saudara Anda" 17. Menjemihkan (Clarifying) Dalam konseling. duduk gelisah). Tetapi waktu itu tidak harga mati.17 | Teknik ini dalam konseling dikenal juga dengan "memperhadapkan". Dalam konseling. klien baru menyadari kembali dari ekspresi emosional sebelumnya. Komunikasi tetap ada. Selanjutnya konselor mengatakan: "Anda katakan baik-baik saja. Saya tidak mengerti siapa yang menjadi pemimpin di rumah itu. Ketiga. Misalnya ketika konselor mengatakan: "Saya yakin Anda akan berbicara secara jujur apa adanya. Diam sebagai Suatu Teknik Diam dalam konseling bisa dijadikan sebagai suatu teknik." Selanjutnya S. teknik tampak dari ungkapan klien sebagai berikut: "Oh. tetapi kelihatannya ada sesuatu yang tidak beres" atau "Saya melihat ada perbedaan antara ucapan Anda dengan kenyataan diri Anda. Kedua. Melalui teknik ini. meningkatkan potensi klien. Dalam konseling. agar klien menjelaskan. klien sedang memikirkan apa yang dikatakan. Diam amat penting pada saat attending. . klien atau konselor telah mencapai akhir suatu ide dan ragu mengatakan apa selanjutnya. klien mengharapkan sesuatu dari konselor.M. Kedua. mengundang klien untuk menyatakan pesannya secara jelas. yaitu melalui perilaku nonverbal.

Mengambil Inisiatif Pengambilan inisiatif perlu dilakukan oIeh konselor ketika klien kurang bersemangat untuk berbicara. sedangkan klien memintanya. Misalnya. harus bagaimana . Coba Anda renungkan lagi. Dalam konseling teknik ini tercermin dari perkataan konselor sebagai berikut: "Baiklah. Pemberian Informasi Apabila konselor tidak mengetahui suatu informasi. Menyimpulkan Pada akhir sesi konseling. konselor tetap harus mempertimbangkannya. Meskipun demikian. 22. S. pokok-pokok yang akan dibicarakan selanjutnya Draf kuliah Teknik Konseling . pemberian nasihat sebaiknya dilakukan apabila klien memintanya. Atau konselor membantu klien membuat suatu kesimpulan yang menyangkut hal: pertama. apakah pantas atau tidak memberikan nasihat. Hal yang harus diperhatikan dalam pemberian nasihat adalah aspek kemandirian dalam konseling. Kedua. Merencanakan Menjelang akhir sesi konseling. sebaiknya diupayakan agar klien tetap mengusahakannya sendiri. Klien : "Saya . Kedua.. menunjang perilaku attending dan empati sehingga klien bebas berbicara. 19. 21. Miharja. klien lambat berpikir untuk mengambil keputusan. Teknik ini diterapkan apabila: pertama. Dengan perkataan lain.Pd. membantu klien untuk lebih memahami dirinya. secara jujur konselor mengatakannya tidak mengetahui informasi tersebut dan menganjurkan klien mencari sendiri ke sumber informasi (mendatangi sekolah yang bersangkutan). untuk mengambil inisiatif apabila klien kurang bersemangat. Keadaan diam di pihak konselor bermanfaat bagi proses konseling.. Memberi N asihat Dalam konseling. Saya tidak mengetahui. mengurangi kecepatan interviu. Atau rencana perbuatan nyata yang produktif bagi kemajuan klien. dan … saya (diam berpikir).M. tetapi Anda ragu menyatakannya. Konselor : diam. klien bertanya tentang syarat-syarat masuk Sekolah Islam Unggulan dan terpadu. " Konselor : "…. konselor harus membantu klien untuk dapat membuat rencana suatu program untuk action (melakukan tindakan sesuatu) guna memecahkan masalah yang dihadapinya.Ag.. saya pikir Anda memiliki suatu keputusan. yakni kemandirian klien tetap tercapai. Ketiga. memantapkan rencana klien. Keempat. misalnya ketika klien mengatakan: "Saya kurang senang dengan perilaku guru itu. tidak sesuai dengan hakikat kemandilian dalam konseling.. karena konselor tidak mengetahui. lebih sering diam. klien kehilangan arah pembicaraan. Konselor mengucapkan kata-kata yang mengajak klien untuk berinisiatif dalam menuntaskan diskusi... Jalan tengah yang ditawarkan adalah dalam pemberian nasihat harus tetap dijaga agar tujuan konseling.. bersama klien konselor membuat suatu kesimpulan. dan kurang partisipatif. bagaimana keadaan perasaan klien saat ini terutama menyangkut kecemasannya akibat masalah yang dihadapinya. mendorong klien untuk berbicara. klien dapat mengikuti ekspresi yang membawa klien berpikir dengan tilikan yang mendalam..18 | belit (nglantur). Rencana yang baik harus merupakan hasil kerja sama antara konselor dengan klien. Para penganut teori Client Centered menyatakan bahwa apabila klien masih dinasihati berarti belum mandiri." 20. Misalnya konselor mengatakan: "Sebaiknya Anda memulai menyusun rencana yang baik dengan berpedoman kepada hasil pembicaraan kita. dan Ketiga. Kedua. Ketiga. Sebaliknya.. Ketiga. Kondisi diam dalam proses konseling." 23." (diam). maka konselor harus secara jujur mengatakan tidak mengetahuinya. pemberian nasihat S. yaitu pertama.. apabila konselor mengetahui.

S. Teknik Mengakhiri (Menutup Sesi Konseling) Mengakhiri sesi konseling merupakan suatu teknik dalam proses konseling.. menjelang waktu akan berakhir. Draf kuliah Teknik Konseling .M. Kedua. Miharja. merangkum isi pembicaraan. Untuk mengakhiri sesi konseling. S. mengatakan bahwa waktu sudah habis. Misalnya. menunjukkan kepada pertemuan yang akan datang (menetapkan jadwal pertemuan sesi berikutnya). Ketiga.Pd.Ag. Keempat. konselor mengatakan: "Apakah sudah dapat kita buat kesimpulan akhir pembicaraan kita?" 24. menunjukkan catatancatatan singkat hasil pembicaraan konseling. memberikan tugas-tugas. dapat dilakukan konselor dengan cara: pertama.19 | pada sesi berikut. Keenam. mengajak klien berdiri dengan isyarat gerak tangan: Kelima. tertentu kepada klien yang relevan dengan pokok pembicaraan apabila diperlukan.

atau memantulkan pikiran dan memberikan informasi serta menanyakan hal tertentu (tiga teknik). setiap ungkapan konseli disusul dengan suatu ungkapan di pihak konselor. atau menunjukkan penerimaan dan memantulkan perasaan konseli (dua teknik). Misalnya. BAB IV TEKNIK KONSELING YANG VERBAL A. menggunakan satu atau Iebih teknik yang verbal. Misalnya. di mana setiap mata rantai terdiri atas Suatu ungkapan konseli dan suatu ungkapan konselor.20 | S. pikiran. Khususnya mengenai kalimat tanya. bila konselor berkata: . kata tanya yang sama juga dipakai pada akhir tanggapan yang menggunakan teknik ringkasan. Miharja. Selain itu. Ungkapan konselor yang berupa tanggapan verbal dengan membantu konseli. kalimat/kata tanya.Pd. teknik konseling yang digunakan tergantung dari intensi konselor yang terdapat di belakang kata-kata yang diucapkan. menurut ketentuan tata bahasa. sehingga tanggapan itu tidak dapat diberikan dalam satu-dua kata saja. seperti ucaran selamat siang pada awal wawancara dan sampai berjumpa pada akhir wawancara.M. Dengan demikian. misalnya klarifikasi perasaan. Hal ini menyangkut bentuk gramatikal tanggapan konselor. konselor memberikan kesempatan kepada konseli untuk menanggapi secara luas dan memberikan ulasan menurut ketentuan dan kesukaan sendiri.. konselor mengharapkan tanggapan terbatas yang cukup tertuangkan dalam Draf kuliah Teknik Konseling Tanggapan verbal konselor dapat dituangkan dalam bentuk pernyataan atau dalam bentuk kalimat tanya atau dalam bentuk kombinasi dari pernyataan dan kalimat/kata tanya. Beberapa ungkapan verbal konselor yang bercorak tata kesopanan atau sopan santun pergaulan sosial. tidak termasuk dalam teknik konseling yang verbal.Ag. Oleh karena itu. dan perasaan yang terbentuk dalam batin konselor (tanggapan batin) untuk membantu konseli pada saat tertentu. S. Wawancara konseling terdiri atas rangkaian ungkapan di pihak konseli yang disusul dengan ungkapan-ungkapan di pihak konselor. perlu dibedakan antara bentuk pertanyaan terbuka (open question) dan bentuk pertanyaan tertutup (closed question). pada akhir tanggapan yang menggunakan teknik klarifikasi konselor dapat memakai kata tanya "begitu?". bentuk gramatikal ungkapan verbal konselor tidak memberikan petunjuk yang pasti tentang teknik konseling mana yang digunakan. Bagaimana perasaanmu pada saat itu?" atau "Selanjutnya bagaimana?".. Dalam kalimat tanya yang mengandung pertanyaan terbuka. misalnya hanya menunjukkan penerimaan saja (satu teknik). Teknik-Teknik Konseling yang Verbal Suatu teknik konseling yang verbal adalah segala tanggapan verbal yang diberikan oleh konselor. Menurut ketentuan tata bahasa beberapa tanggapan atau bagian tanggapan dapat sama-sama menggunakan . Dalam kalimat tanya yang mengandung pertanyaan tertutup. tetapi hal ini tidak harus berarti bahwa juga digunakan teknik verbal yang sama. yang merupakan perwujudan konkret dari maksud. wawancara membentuk suatu rangkaian mata rantai-mata rantai. tergantung dari intensi konselor. bentuk gramatikal kalimat tanya tidak harus berarti bahwa konselor menggunakan teknik pertanyaan mengenai hal tertentu: mungkin juga menggunakan teknik yang lain. konseli diharuskan untuk memberikan tanggapan yang agak panjang. Katakata itu dapat dituangkan dalam bentuk kombinasi dari pernyataan dan kalimat/kata tanya.

21 | satu-dua kata saja. Penggunaan kedua kata itu mengandung bahaya karena konseli mendapat kesan dia diminta pertanggungjawaban atau konselor secara implisit menyatakan keheranannya atas hal yang sudah terjadi. jangan sampai mengandung keheranan. jumlah teknik yang mereka bahas juga tidak sama. sesuai dengan hal dan segi tertentu yang ditanyakan. sih. kalimat tanya: "Mengapa kamu menjadi marah?"." "Apa Saudara merasa takut gagal" "Barangkali!" "Apakah orang tua mendukung pendaftaran di BIMBEL!"… "Ya. misalnya "Kamu sudah sampai di semester berapa?" atau "Saudara sekandung ada berapa orang?" Selain itu. Kalimat tanya yang mengandung pertanyaan tertutup tidak harus salah. konseli cukup menjawab dengan "Kemarin dahulu" atau "Dengan adik". atau . tidak mengajak konseli untuk ikut berpikir. dapat diubah." "Apakah orang tua mampu membiayai studi di BIMBEL?" "Mampu saja. misalnya " Kiranya ada alasan untuk menjadi marah. tuntutan pertanggungjawaban. atas pertanyaan: "Apa perasaanmu pada saat itu. asal digunakan pada saat-saat tertentu bila memang relevan untuk mengajukan pertanyaan tentang hal tertentu. apalagi bila nada bicara konselor mengandung suatu tuduhan sehingga terdengar: "Mengapa. Misalnya. Miharja. Pada umumnya lebih baik konselor merumuskan kalimat tanya yang mengandung pertanyaan terbuka. "Saya ingin ikut tes seleksi. coba jelaskan" atau "Alasan apa yang mendorong Anda untuk marah?" Oleh karena itu. bila konselor berkata: "Kapan hal itu terjadi?" atau "Dengan siapa Anda pergi nonton?". Pengarang-pengarang profesional tidak memberikan nama yang sama pada setiap teknik yang verbal. dia mungkin sekali cenderung membela diri daripada memberikan gambaran yang jujur. cukup dijawab "Sedih"." Wawancara yang bercorak demikian membuat konseli mengambil sikap pasif sambil menunggu dilempari pertanyaan berikutnya dan S." "Sejak kapan Saudara berkeinginan ikut tes di BIMBEL ?" "Awal tahun. Di samping itu. sistematika yang digunakan dalam Draf kuliah Teknik Konseling tuduhan. kalau konseli mendapat kesan yang demikian.Ag. bahkan secara implisit dia diadili. hendaklah konselor waspada terhadap nada bicaranya.M. mudah memacu konseli untuk menghindar. sebagaimana tampak dalam contoh di bawah ini. Penggunaan kontinyu kalimat-kalimat yang mengandung bentuk pertanyaan tertutup menimbulkan bahaya bahwa wawancara konseling menjadi pertemuan tanya jawab.Pd. kalau toh digunakan. S.. kamu menjadi marah?" Kalimat tanya yang dimulai dengan Mengapa atau Kenapa. penggunaan katakata Mengapa atau Kenapa sebaiknya dihindari. konselor harus sangat hati-hati dalam memulai suatu kalimat tanya dengan Mengapa atau Kenapa. Misalnya. tetapi saya belum mendaftar." "Apakah keinginan ini pernah dibicarakan dengan wali kelas)"" "Tidak.

22 | menyusun suatu daftar teknik tidak sama pula; dalam hal ini pandangan masing-masing pengarang tentang jumlah fase dalam proses konseling dan nama yang diberikan pada masing-masing fase sangat menentukan. Selama tidak ada pembakuan dalam hal sistematika pengaturan teknik-teknik dan dalam hal peristilahan yang digunakan, akan ditemukan perbedaan antara cara menyusun daftar aneka teknik verbal dan cara pembahasan daftar teknik itu. Oleh karena itu, daftar yang disajikan di bawah ini tidak bersifat mutlak dan barangkali dapat dianggap tidak lengkap pula. Daftar ini disusun mengingat urutan fase yang umumnya terdapat dalam proses konseling, yaitu: fase pembukaan: rase konseli mengemukakan masalahnya; fase konselor bersama konseli menggali latar belakang masalah dan berusaha memperoleh gambaran yang lengkap serta cukup mendahului rase memikirkan bersama bentuk penyelesaian yang paling tepat, dengan membuat pilihan di antara beberapa alternatif atau meninjau kembali sikap dan pandangan dalam penyesuaian diri yang lebih baik; dan fase penutup. Teknik verbal dengan nomor a s.d i mengandung pengarahan sedikit dan lebih sesuai dengan metode nondirektif, sedangkan nomor j s.d. u mengandung pengarahan banyak dan lebih sesuai dengan metode direktif.

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.
dengan saya."; "Kelihatannya ada hal yang membebani pikiranmu."; dan sebagainya. (b) Penerimaan/Menunjukkan Pengertian (acccptance, Understanding) Konselor menyatakan pengertiannya dan/atau penerimaannya terhadap hal yang terungkapkan. misalnya dengan mengatakan: "Saya mengerti" Ya ya ... "; atau dengan bergumam: "Hm, hm .... ". Sekaligus konseli dipersilakan untuk meneruskan berbicara. Dengan ungkapan-ungkapan tersebut konselor tidak bermaksud menyatakan bahwa ia setuju, sepaham, atau sependapat. (c) Perumusan Kembal Pikiran-Gagasan/Refleksi Pikiran (Reflection of Content) Menyangkut komponen pengalaman dan komponen refleksif dalam pesan konseli; disebut pikiran-gagasan karena subjek menggunakan suatu bentuk representasi mental. Peristiwa/kejadian/pengalaman (apa yang terjadi), gagasan dan perasaan di pihak orang lain, atau pendapatan/pandangan konseli sendiri terhadap apa yang telah terjadi (komponen refleksif), yang terungkap seeara eksplisit oleh konseli, dirumuskan kembali oleh konselor dalam bentuk: menggunakan kata-kata sendiri; menggunakan kata-kata konseli (restatement). Dalam memantulkan kembali konselor tidak boleh menambah atau mengurangi apa yang telah diungkapkan oleh konseli baik dalam makna maupun bobotnya. Contoh : Ki "Saya berharap akan memperoleh sekadar uang dengan bekerja di toko sebagai pelayan." Kr "Saudara mengharapkan mendapat sekadar uang dengan bekerja di toko sebagai pelayan." (restatement). Kr "Saudara ingin memperoleh kesempatan membantu di toko dan dengan demikian mendapat penghasilan." (parafrase). (d) Perumusan Kembali Perasaan/Refleksi Perasaan (Refelxion of Feelings) menyangkut komponen afektif dalam pesan konseli. Konselor memantulkan kembali kepada konseli perasaan tentang kejadian atau pengalaman yang telah diungkapkannya secara verbal

(a) Ajakan untuk Mulai (Invitation to Talk) Pada akhir fase pembukaan konselor mempersilakan konseli untuk mulai menjelaskan masalah yang ingin dibicarakan. Konselor dapat berkata: "Apa yang ingin Saudara bicarakan sekarang?"; "Saya dapat membantu dalam hal apa?"; "Bagaimana saya dapat membantu Anda?"; "Coba jelaskan apa yang memberatkan hatimu."; "Kiranya ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan

Draf kuliah Teknik Konseling

23 |
maupun secara nonverbal namun jelas dan eksplisit. Pcmantulan perasaan tersebut dirumuskan dalam bentuk restatement atau dalam bentuk parafrase. Pada umumnya parafrase lebih efektif untuk digunakan. Yang dipantulkan kembali adalah perasaan penampang (surface feelings), tanpa menambah atau mengurangi makna dan bobot perasaan. Contoh : Ki "Saya sungguh-sungguh jengkel dengan cara seperti itu." Kr "Saudara sangat mendongkol ketika mengalami perlakuan yang demikian. (e) Penjelasan Pikiran-Gagasan/Klarifikasi Pikiran (Clarification of Content) Menyangkut sembarang komponen refleksi pada pesan konseli, yang biasanya mencakup suatu keyakinan, suatu pandangan, suatu pendapat atau suatu evaluasi terhadap kejadian atau pengalaman. Konselor ingin mengecek apakah penangkapannya terhadap pesan yang telah diungkapkan oleh konseli dengan katakata yang kurang memadai, telah tepat. Konselor merumuskan secara eksplisit kepada konseli apa yang telah diungkapkannya secara implisit; dan sekaligus minta umpan balik dari konseli, apakah penangkapannya tentang isi dan makna dari pesan yang telah terungkap secara implisit itu memang tepat. Untuk itu, misalnya konselor dapat berkata sebagai berikut: "Apakah Saudara ingin mengatakan ... ", "Coba kita lihat, apakah saya telah menangkap dengan tepat maksud Saudara?", "Betulkah demikian?", dan sebagainya. Jelaslah bahwa penjelasan (clarification) ini agak bersifat tentatif, artinya meraba atau menduga; maka konseli diminta untuk memberikan umpan balik (feedback) kepada konse]or, apakah penangkapan konselor memang tepat. Dengan sendirinya konselor menggunakan parafrase, sedangkan umpan balik dapat diminta dengan menggunakan kata-kata khusus atau menggunakan bentuk kalimat tanya. Contoh : Ki "Saya kira saya mampu untuk berbuat itu; tetapi kadang-kadang saya menjadi ragu-ragu. Mencoba sih mau saja, tetapi apakah akan ada gunanya?". Kr "Agaknya Saudara belum yakin

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.
tentang kemampuan Saudara" (Minta umpan balik dengan menggunakan kata khusus). Kr "Saudara be]um yakin akan kemampuan Saudara?" (Minta umpan balik dengan menggunakan bentuk kalimat tanya). Ki "Kiranya memang demikian. Saya tidak percaya pada diri sendiri." (f) Penjelasan Perasaan/Klarifikasi Perasaan (Clarification of Feelings) Menyangkut komponen afektif dalam pesan konseli. Konselor ingin mengecek apakah ia telah menangkap dengan tepat isi dan bobot kedalaman perasaan yang secara implisit telah diungkapkan oleh konseli. Ungkapan perasaan secara implisit dapat terjadi secara verbal, dalam bentuk ungkapan verbal tidak langsung (misal: mencap, memerintah, menuduh, bertanya, menyindir, memuji, mencela, dan sebagainya), atau secara nonverbal dalam bentuk tingkah laku tertentu (misal: berkeringat, gemetar. menggeser-geser posisi duduk, dan sebagainya). Secara eksplisit konselor merumuskan kepada konseli perasaan apa yang kiranya dialami (underlying feelings = perasaan latar belakang). Penjelasan ini juga masih bersifat tentatif sampai konseli memberikan umpan balik, bahwa penangkapan konselor itu memang tepat. Dengan kata lain, konselor mengadakan apa yang disebut perception check dengan menggunakan bentuk parafrase. Contoh : Ki "Saya kira hubungan antara kami baik dan saling menguntungkan". Kr "Saudara merasa puas dan bahagia selama berhubungan dengan dia. Benarkah demikian" (Minta umpan halik dengan menggunakan kata-kata khusus.) (g) Permintaan untuk Melanjutkan (General Lead) Konselor mempersilakan konseli untuk rnemberikan ulasan/penjelasan lebih lanjut mengenai sesuatu yang telah dikemukakannya; isi ulasan/penjelasan dan arahnya ke mana terserah kepada konseli. Kalau konselor menggunakan bentuk kalimat tanya, dipakai apa yang disebut pertanyaan terbuka (open question). Contoh perumusan : "Coba Saudara jelaskan lebih lanjut mengenai diri Saudara sendiri"; "Mengenai yang Saudara sebut paling akhir tadi, apakah

Draf kuliah Teknik Konseling

24 |
Saudara dapat memberikan penjelasan lebih lanjut; "Lalu, bagaimana; "Bagaimana maksud Anda?"; "Dan ...; "Maka ... "; "Tetapi ... "; "Coba, lanjutkan." Teknik ini dapat digunakan dalam beberapa fase selama proses konseling. Paling sering akan digunakan selama fase konseli mengutarakan masalahnya dan selama fase menggali latar belakang masalah, tetapi masih dapat digunakan dalam fase memikirkan penyelesaian. Tujuan penggunaan teknik ini ialah supaya konseli menjelaskan Iebih lanjut, menggali lebih dan memperluas pandangan, dengan diberi suatu umpan yang merangsang.

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.

Akan baik juga jika konseli sendiri rnembuat ringkasan pada akhir wawancara; dengan demikian konselor mendarat umpan batik (feedback). Bila konselor sendiri memberikan ringkasan, dia dapat minta umpan balik, misalnya "Demikian?"; "Begitu?" , (j) Pertanyaan Mengenai Hal Tertentu (Questioning/Probing) Konselor bertanya tentang hal tertentu, misalnya: "Siapa ... ?; "Dengan maksud apa?; Apa yang ... ? Kapan ... ? Bagaimana (ini-itu) ... ?", dan sebagainya. Konselor ingin mendapat tanggapan tentang hal tertentu; maka jawaban konseli terbatas isinya, yaitu sesuai dengan hal yang ditanyakan. Kalimat tanya ini dapat mengandung pertanyaan terbuka atau pertanyaan tertutup; pada umumnya lebih baik digunakan pertanyaan terbuka. Hal yang ditanyakan dapat mengenai sesuatu yang perlu diketahui oleh konselor untuk mendapat gambaran yang lebih lengkap, misalnya: "Saudara belajar di rumah dari jam berapa sampai jam berapa?"; "Jumlah saudara sekandung ada berapa?". Dalam hal ini konselor minta informasi faktual. Pertanyaan dapat juga mengenai contoh yang harus diberikan oleh konseli, misalnya: "Apakah kamu dapat memberikan contoh tentang hal yang sering menimbulkan pertengkaran dengan adik?"; "Dengan jalan bagaimana kakak mencampuri urusanmu? Pertanyaan dapat berupa memmta penjelasan atas Istilah atau kata tertentu yang dipakai oleh konseli, misalnya: "Apa yang dimaksudkan dengan semiprofesional?"; "Apa yang kamu maksud dengan berkata 'terangsang'?" Pertanyaan-pertanyaan semacam ini akan paling sering diajukan selama fase penggalian latar belakang masalah. Mengajukan suatu pertanyaan dapat relevan juga di fase penyelesaian masalah dan fase penutup. MisaInya, di fase penyelesaian masalah konselor dapat minta tanggapan atas pertanyaan tertentu untuk mengarahkan pikiran konseli, seperti "Pandanganmu sekarang sebaiknya bagaimana?"; "Kalau Anda berbuat begitu, apakah kesukarannya teratasi?" Pada akhir wawancara yang masih akan dilanjutkan pada lain waktu, konselor dapat bertanya: "Kapan sebaiknya kita bertemu kembali?"

(h) Pengulangan Satu-Dua Kata (Accent) Konselor mengulangi satu atau dua kata kunci dalam pernyataan konseli dalam bentuk kalimat tanya, dengan tujuan supaya konseli memberikan penjelasan lebih lanjut. Konselor dapat memilih kata-kata yang lebih mengungkapkan pikiran atau gagasan, atau yang lebih mengungkapkan perasaan. Contoh Ki "Saya merasa terlalu bingung untuk menentukan apakah lebih baik melanjutkan hubungan ini atau memutuskannya saja ... Mengerikan rasanya, jika saya disuruh mengambil inisiatif ... sayalah yang akan bertanggungjawab .. , dapat berakibat jelek." Kr "Terlalu bingung?" (accent pada ungkapan perasaan) "Mengerikan rasanya pad ungkapan perasaan "Bertanggungjawab pada ungkapan pikiran "Berakibat jelek?" (i) Ringkasan/Rangkuman (Summary) Secara singkat dan dalam garis besar, konselor merumuskan apa yang telah dikatakan. Mengenai isi terdapat empat kemungkinan berikut ini: (l) pikiran dan gagasan yang telah dikemukakan oleh konseli sampai sekarang; (2) sejumlah perasaan yang telau diungkapkan oleh konseli sampai sekarang; (3) inti pembicaraan antara konseli dan konselor sampai sekarang; dan (4) inti pembicaraan selama wawancara (ringkasan pada akhir wawancara).

Draf kuliah Teknik Konseling

Kr "Bagaimana Anda membayangkan pelaksanaan dari rencanamu itu?" Draf kuliah Teknik Konseling . Apakah Saudara masih melihat kemungkinan lain" (0) Pemberian Struktur (Structuring) Konselor memberikan petunjuk tentang urutan langkah berpikir atau tahap dalam pembicaraan yang sebaiknya diikuti. (m) Penyajian Altematif (Forking Response) Konselor mengemukakan beberapa alternatif..25 | (k) Pemberian Umpan Balik (feedback) Dalam pemberian umpan balik kepada seseorang disampaikan kepadanya bagaimana ungkapannya. " .. Kr (Terhadap konseli yang seJama wawancara menunjukkan sikap mau berusaha sendiri) "Kamu sungguh-sungguh berusaha untuk bertindak secara dewasa!". Penyampaian pengetahuan ini tidak mengandung unsur saran. sekarang kita telah sampai pada gambaran yang jelas tentang masalahmu. Contoh : Kr "Marilah kita sekarang meninjau . namun ternyata belum diketahuinya. Kr " Bagaimana.M.. Mana kiranya yang mendorong Anda?" (n) Penyelidikan (Investigation) Konselor mengajak kanseli untuk bersama-sama menyelidiki berbagai alternatif yang dapat dipilih.. memprakirakan segala akibat yang kiranya timbul jika alternatif tertentu dipilih. sesuatu yang sebaiknya diketahui. Selanjutnya kita melihat sasaran apa yang ingin kau capai". sehingga konseli tidak ragu-ragu akan apa yang dimaksud oleh konselor. konseli diminta untuk memilih salah satu. sikapnya dan tindakannya ditafsirkan orang lain. meninjau bersama-sama alasan pro dan kontra pada masingmasing alternatif. Kr "Kiranya ada baiknya kita kembali ke suatu hal yang Anda katakan tadi. dapat juga berpangkal pada kerelaan mengabdi kepada sesama manusia. S. supaya tidak dikacaukan dengan Penjelasan seperti dalam butir (e) dan (t). Kr "Nah. Di sini konselor memberikan umpan balik atas prakarsanya sendiri dan tidak minta umpan balik dari konseli. saya seharusnya mengambil sikap yang lain?". supaya akhirnya sampai pada pemecahan/penyelesaian masalah. Pikiran atau perasaan itu dituangkan dengan jujur dan secara konkret. Misalnya.Pd. dalam rangka apa yang disebut decision making. Teknik ini paling sering digunakan dalam fase penyelesaian masalah yang memungkinkan heberapa alternatif pemecahan.Ag. Contoh : Kr "Tekad Saudara untuk menjadi seorang dokter ini dapat bersumber pada keinginan untuk menjadi kaya. konselor menerangkan syarat-syarat masuk ke PT Negeri dan Swasta. Kr (Terhadap konseli yang menghindar saja dan tidak terlibat) "Sikap Anda sampai sekarang menghambat pembicaraan kita. Mungkin sebaiknya kita meninjau hambatan ini" (l) Pemberian Informasi (Information Giving) Konselor menyampaikan pengetahuan tentang sesuatu kepada konseli. Contoh : Ki "Maksud Bapak. Secara implisit pemberian umpan balik dapat mengandung pujian atau celaan. S.. Untuk itu biasanya sangat perlu lebih dulu menentukan alternatif-alternatif yang ada (inventarisasi). yaitu . Kr "Langkah berikutnya yang harus kita tempuh ialah meninjau semua alternatif yang ada". Pemberian informasi ini lebih baik tidak disebut penjelasan. Dalam hal ini konselor menyampaikan kepada konseli pikiran atau perasaannya sendiri ten tang sikap konseli selama wawancara berlangsung atau mengenai kemajuan yang telah dicapai dalam proses konseling. ". Kr "Bagus! lni pertanyaan yang membawa kita maju selangkah". Contoh : Kr “Apa keuntungan bagi Anda kalau memilih program studi Arsitektur?". Bagaimana?". Kr "Barangkali suatu perubahan sikap dalam menghadapi situasi itu dapat meringankan beban. menjelaskan arti skor dalam tes. seperti terjadi pada sejumlah teknik yang lain.. menerangkan ciri-ciri khas masa remaja. Miharja.

atau di antara ungkapan verbal dan nonverbal konseli (kontradiksi).M.Ag. interpretasi harus diberikan dengan cara yang bijaksana dan pada saat yang tepat. S. Pada teknik penjelasan konselor memperjelas pikiran atau perasaan yang telah terungkap secara implisit. Penggunaan teknik ini pun menuntut kebijaksanaan. Tentu saja konselof harus cukup yakin pula mengenai S. Pada teknik interpretasi konselor menambahkan sesuatu pada hal-hal yang sudah terungkap dan yang belum disadari oleh konseli (unconscious). Berdasarkan kesan-kesannya selama wawancara berlangsung. maksud Contoh Kr 'Tadi Saudari mengatakan.Pd. sehingga konseli bebas untuk menerimanya atau menolaknya. kalau persepsi konselor tepat. Kr "Anda mengatakan tadi bahwa Anda merasa malu berbadan gemuk. Konselor menggali arti dan makna yang terdapat di belakang kata-kata konseli atau di belakang perbuatan/tindakannya yang telah diceritakan. Pemberian interpretasi dapat membantu konseli untuk lebih memahami diri sendiri. sehingga konseli bebas untuk menerima atau menolak. dengan didukung oleh pengalamannya dalam bergaul dengan orang serta pemahaman psikologis. ketepatan interpretasi yang akan diberikan. Miharja. Teknik interpretasi menggali Iebih dalam daripada teknik penjelasan. Namun. tanpa membeberkan pengetahuan di bidang ilmu Psikologi. yang melandasi ketidakcocokan itu. suatu interpretasi dapat pula meninggalkan kesan pada konseli. hanya memperjelasnya. maka konselor menyadarkannya dengan maksud supaya konseli menghadapi diri sendiri secara lebih jujur. Biasanya konseli belum menyadari ketidakcocokan itu. atau di antara kata-kata dan tindakan konseli (inconsistency). Anda juga mengatakan di lain saat. Oleh karena itu. baru kemudian menawarkan interpretasinya sebagai kemungkinan dengan disertai permintaan umpan balik. konselor menunjukkan motif yang bias any a mendasari tingkah laku orang serta sumber kebutuhan psikologis yang menjadi ujung pangkal motivasi itu. Apakah mungkin kesukaran itu timbul karena status sosial pemuda A akan menaikkan gengsi Saudari. bahwa Anda kerap berkata-kata kasar terhadap teman-teman dan suka membeberkan kepada mereka semua kesalahan yang mereka perbuat. Ketidaksesuaian atau ketidakcocokan terdapat di antara dua hal yang telah dikatakan oleh konseli (inconsistency). Suatu konfrontasi dapat mengejutkan konseli dan menimbulkan sikap defensif. Apakah mungkin semua itu hanyalah merupakan siasat yang Anda gunakan untuk menutupi rasa malu itu? “Bagaimana pendapat Anda?" (q) Konfrontasi (Confrontation) Konselor mengarahkan perhatian konseli atas beberapa hal yang menurut pandangan konselor tidak sesuai satu sama lain. Konseli setengah-setengah sudah menyadari pikiran atau perasaan itu (subconscious). Apa alasannya Draf kuliah Teknik Konseling . konseli akan membenarkannya. kalau konseli bersedia mempertimbangkannya dengan pikiran terbuka. Konselor tidak menambah sesuatu pada apa yang telah terungkap.26 | (p) Interpretasi (Interpretation) Kepada konseli diutarakan arti atau makna dari kata-katanya atau perbuatannya. sedangkan pemuda B akan membuat Saudari merasa puas karena mendapatkan kehangatan? Bagaimana menurut pendapat Saudari?". baik dalam cara merumuskan maupun dalam memilih saat yang tepat. 'merasa sangat sukar memilih antara pemuda A dan pemuda B. baru kemudian ditunjukkan unsur ketidakcocokan dengan disertai permintaan umpan balik. Sebaiknya konselor mengemukakan lebih dahulu kata-kata yang didengarkan atau perilaku yang diamatinya.. bahwa konselor lebih mengenal konseli daripada dia mengenal diri sendiri. kesan yang demikian pada gilirannya dapat menimbulkan sikap defensif. bila konselor cukup yakin interpretasinya akan diterima dengan baik. Sebaiknya konselor mengemukakan lebih dahulu kata-kata atau tindakan konseli yang melandasi pemberian interpretasi.

dengan nada suara rendah. Saudara berkata: 'Semua baik'.M. supaya dia terlibat pula dalam proses pemikiran. atau "Saya yakin. bagaimana?" Draf kuliah Teknik Konseling . Konselor dapat membesarkan hati. lni kiranya bagaimana?" (2) Ketidakcocokan antara kata-kata dan tindakan konseli: Kr "Anda tadi berkata 'tidak suka bertcle-tele': tetapi. Konselor memanfaatkan S. Kemudian Saudara menyatakan tidak suka. semua data yang diperolehnya.27 | ketidaksesuaian itu timbul.. Dalam katakatanya konselor harus hati-hati. tetapi sekali mulai melangkah Anda akan melihat sendiri. agar ia menceritakan semua pengalamannya dengan bekas pacarnya. maaf ya. tuncluk kepala). dan menimbulkan kesan pada konseli bahwa dia masih dianggap seperti anak kecil. baik yang diperoleh dari hasil testing psikologis maupun yang diperoleh dari konseh sendiri secara langsung atau diperoleh dari orang lain. Tentu saja konselor harus cukup yakin tentang apa yang ditunjukkan sebagai pertentangan. selama pembicaraan ini Anda terus bicara bertele-tele." Contoh : Kr "Pada mulanya akan sedikit sukar melaksanakan keputusan itu. S. kamu sendiri menyatakan keinginan untuk menyelesaikan persoalan salah paham an tara kamu dan paear. bahwa Saudara akan berhasil. Kr "Maaf ya.. jika pacar Saudara yang sekarang ini menanyakan riwayat hidup Saudara dalam hal percintaan. alasan itu dapat dibicarakan kemudian setelah konseli mengakui adanya ketidaksesuaian itu. ketika menolong seorang korban kecelakaan dan pakaian Saudara pun kena darah. perlu diperhatikan agar bombongan itu tidak bertele-tele atau berlebihan." (Berbicara sangat lambat. lebihlebih pada saat segalanya terasa sulit. Namun. supaya konseli tidak kehilangan semangat.. bermuka suram. memberikan atau menunjukkan harapan. ditinjau dari kesamaan hak antara pria dan wanita?" (r) Diagnosis (Diagnosis) Konselor mengatakan kepada konseli apa yang rnenjadi inti masalah dan/atau rnengapa masalah itu timbul. bahwa sewaktu dirawat di rumah sakit ingin segera pulang. Miharja. Sekarang ini kamu menyatakan keseganan untuk berkumpui dengan keluarga dan ingin tinggal di tempat lain.. menuduh. tidak disinggung oIeh konselor. Apakah di sini tidak terdapat sesuatu yang ganjil?" Kr "Tadi Saudara mengatakan bahwa Saudara menuntut dari pacar. atau memamerkan ketajaman penbimbeltannya. tetapi cara Saudara berbicara mencerminkari rasa sedih. Kr "Nah. jangan sampai memberikan kepastian yang sebenarnya tidak dapat diberikan. dan tidak boleh bicara dengan nada mengadili. Sebaiknya konselor minta umpan balik dari konseli. Konselor sampai pada diagnosis tertentu setelah semua data yang tersedia dihubungkan satu sama lain. Menurut Saudara bagaimana? Apakah kedua hal itu tidak bertentangan satu sama lain. Contoh : Kr "Rasa jijik pada warna merah yang kerap Saudara alami kiranya bersumber pada pengalaman yang Saudara ceritakan tadi. termasuk semua penyelewengannya. Tidak ada halangan apa-apa. Apakah keinginan ini tidak menimbulkan harapan pula. Semuanya beres . bahwa kiranya semuanya tidak sesukar yang Anda bayangkan pada saat sekarang"..Pd.Ag. Ini kiranya bagaimana?" (3) Pertentangan antara dua hal yang dikatakan oleh konseli: Kr "Tadi kamu berkata beberapa kali. misalnya dengan mengatakan: "Pasti semuanya akan baik dan berhasil". Contoh (1)Kontradiksi antara lingkapan verbal dan nonverbal: Kr “Bagaimana keadaanmu sekarang?” Ki "Baik-baik saja . Kiranya demikian?" (s) Dukungan (Reassurance/Support) Konselor memberikan semangat dan keyakinan kepada konseli. bahwa persoalan ini dapat diselesaikan seeara memuaskan.

atau rencana konseli. Sebagai contoh latihan dalam mengenali pikiran dan perasaan orang lain serta merumuskan tanggapan verbal yang sesuai disajikan suatu ungkapan seorang remaja. Aku tidak bisa membicarakan soal ini Draf kuliah Teknik Konseling . Khususnya. harus ditolak karena melanggar norma moralitas!" Teknik-teknik konseling verbal yang disebutkan di atas. Contoh : Kr "Seandainya Saudara mencari kesempatan untuk berbicara terus terang kepada orang tua mengenai hal ini. dengan demikian timbul kesulitan pula dalam merumuskan tanggapan verbal berupa Refleksi Pikiran. Bujukan (persuasion) adalah saran yang disertai desakan kuat untuk menerimanya dan melaksanakannya. tetapi dia harus sangat bijaksana dalam menentukan terhadap siapa dan kapan teknik ini sebaiknya digunakan. Contoh : "Rencanamu untuk membalas dendam kepada guru yang memberikan nilai kurang dalam buku rapor. maka aku tidak boleh sekolah lagi. Konselor yang berpengalaman tidak akan ragu-ragu menggunakan teknik ini. Advice) Konselor memberikan nasi hat. yang bersifat menolak pandangan. mengenali pikiran dan perasaan yang terungkap secara implisit menuntut kemampuan untuk membayangkan bagaimana pikiran dan perasaan orang lain (social insight. S. Nasihat biasanya baru diberikan dalam fase penyelesaian masalah. misalnya pertimbangan moral dan pertimbangan pedagogis. kalau-masih ada teman pria yang datang lagi. rcnggunaan teknik ini. Miharja.Pd. namun konseli tidak boleh merasa dikejar-kejar atau dipaksa. Menurut pengalaman pengarang buku ini. Maka. harus digunakan secara luwes dan lama-kelamaan diterapkan secara spontan. Bagaimana?” Kr "Coha ya. (Wanita remaja) "Pada suatu hari ada teman pria datang ke rumah pinjam catatan.M.. untuk itu konselor minta umpan balik. Tapi apa yang terjadi sesudah tema pulang? Aku dimarahi setengah mati dan mereka bilang. Konselor yang berpengalaman sekalipun akan sang at berhati-hati dalam hal ini. tidak mengherankan kalau semua calon konselor masih mengalami kesulitan dalam penggunaan teknik-teknik itu.28 | (t) Usul/Saran (Suggestion. bahwa orang yang sudah berpacaran lama harus melakukan hubungan intim untuk melihat apakah mereka cocok dalam bidang seksual. tindakan. bila seluk-beluk permasalahannya sudah jelas dan konselor yakin bahwa usul atau sarannya memang sesuai dengan keadaan konseli. Namun. misalnya pada hari libur. saya ada usul: mengambil tes minat di lembaga testing yang sudah lama menjalin hubungan kerja sama dengan sekolah kita. banyak calon konselorderutama mengalami kesulitan dalam mengenali pikiran serta perasaan yang terungkap. mula-mula orang tua bersikap biasa dan hatiku sudah merasa senang karena tidak dimarahi. Negative Evaluation) Konselor menyatakan pendapatnya berdasarkan pertimbangan objektif. social feeling). bahkan akan membantu konseli untuk menghadapi dirinya sendiri secara realistis. tidak dapat saya restui karena ini tindakan yang salah!" "Pendapatmu. Ada konseli yang kadang-kadang membutuhkan hal ini. Coba. agar konseli mengambil tindakan tertentu atau memilih cara A daripada cara B. untuk itu dibutuhkan pengalaman di lapangan yang cukup lama. Teknik ini hanya boleh digunakan jika hubungan antara konseli dengan konselor sangat baik. sehingga komentar negatif dari konselor tidak akan merusak hubungan. Konselor yang bertugas di institusi pendidikan dapat saja mempunyai pertimbangan tertentu sebagai dasar yang membenarkan S. Klarifikasi Perasaan dan Klarifikasi Pikiran. baik secara eksplisit maupun secara implisit. namun serangkaian latihan terarah dalam rangka praktikum konseling (microconseling) dapat membiasakan mereka dengan penggunaan aneka teknik ini sebagaimana mestinya. pada waktu orang tua tidak terlalu sibuk.Ag. bayangkan bagaimana tindakan terhadap aku ini. Rcfleksi Perasaan. nasihat harus diterima baik oleh konseli dan diyakini kecocokannya. lebih-lebih bila dia sedang dalam keadaan bingung. Bagaimana menurut pendapatmu?" (u) Penolakan (Criticism.

Soal ini hanya dapat kau bicarakan dengan teman akrab di sekolah. dan ini disebabkan karena kedua orang tuaku broken home.M. menggunakan kiasan bahasa atau menggunakan kiasan perasaan. Kira-kira demikian?" Dalam menanggapi pesan konseli. dengan menyebutkan nama perasaan. dengan menggolongkan semua perasaan itu dalam kelompok perasaan senang dan perasaan tidak senang. tetapi kemudian merasa pedih dan terpukul sekali. setelah kawanmu pergi. kau kurang mendapat pendidikan dan cinta kasih di rumah karena keluargamu sudah retak. Dalam memberikan pemantulan perasaan melalui teknik refleksi dan klarifikasi. menganggap diri salah bukan deskripsi perasaan. Mengutamakan ungkapan perasaan atau mengutamakan ungkapan pikiran. konselor harus mendeskripsikan perasaan yang dialami konseli." Parafrase: "Jadi awal mula Anda merasa puas (senang) karena sikap baik orang tua. Dengan siapa kau dapat membicarakan hal ini selain dengan sahabat di sekolah? Menurut pendapatmu.Pd. " dalam bahasa percakapan sehari-hari tidak selalu menunjuk pada ungkapan perasaan." Klarifikasi pikiran: " Kalau tidak salah tangkap. tetapi dalam konteks tertentu dapat menunjuk pada ungkapan pikiran. Demikian pula sebaliknya. Kau merasa bersyukur mempunyai teman dekat yang menunjukkan pengertian. Misalnya. seluruh pikiran yang menyertai ungkapan perasaan itu dapat digali kemudian. kau dimarahi dan diancam tidak boleh bersekolah lagi kalau masih ada teman pria datang. karena aku ini kurang berpendidikan dan kasih sayang. sehingga pergaulan dengan teman sangat kurang.29 | dengan mereka.l Namun sepulangnya teman itu.. patut dicatat bahwa kata "merasa .. melainkan deskripsi pikiran. Demikian pula suatu kata yang terdapat dalam kedua daftar itu tidak selalu menunjuk pada ungkapan perasaan. Akibatnya ialah pergaulanmu terlalu terbatas. hanya bisa bicara dengan teman akrab di sekolah. Untuk membantu konselor mendeskripsikan perasaan konseli dengan menyebutkan nama perasaan psikologis tertentu. Hanyalah sahabat di sekolah dianggap dapat mengerti kamu. Kamu memandang dirimu sebagai anak yang serba sial." Refleksi pikiran Restatement "Jadi pada waktu teman pria datang ke rumah. melainkan ungkapan gagasan evaluatif. masing-masing mengandung pro dan kontra sebagaimana dijelaskan di bawah ini. di bawah ini disajikan dua daftar nama perasaan. Tahu-tahu. kamu kurang mengerti mengapa orang tua berbalik sikap dan dalam hati juga menyalahkan mereka. S. Miharja.. yang dapat disertai perasaan implisit merasa bersalah. akibat dari broken home". orang tuamu bersikap biasa saja. konselor biasanya juga banyak memberikan tanggapan pemantulan perasaan. melukiskan perbuatan yang ingin dilakukan. Refleksi perasaan Restatement: "Jadi mula-mula kau merasa senang dengan sikap orang tuamu. Klarifikasi perasaan: "Mula-mula kau merasa lega dan gembira. jika konseli pada awal proses konseling banyak mengungkapkan perasaan. Misalnya. orang tua kelihatannya tidak apa-apa. lebih-lebih bilakonselor yang berbicara. S. Namun.Ag. konselor dapat lebih memperhatikan ungkapan pikiran atau lebih memperhatikan ungkapan perasaan. Draf kuliah Teknik Konseling . Misalnya. mereka marah-marah sampai mengeluarkan ancaman tidak boleh bersekolah lagi kalau masih akan dikunjungi teman laki-laki. Jadi setiap ada masalah aku hanya dapat berbicara dengan teman. Pada dasarnya kau merasa kasihan pada dirimu sendiri. Pergaulan dengan teman dianggap sangat kurang. Parafrase: "Jadi ketika teman laki-laki berkunjung ke rumah. sebaiknya merasa setuju diganti dengan menyetujui. merasa setuju sebenarnya bukan deskripsi perasaan. karena kau mengalami kekurangan dalam hal pendidikan dan kasih sayang.

duduk. (Sikap dasar) Draf kuliah Teknik Konseling .M. termasuk juga dalam arti yang luas itu berbagai cara membawa diri dan menampilkan diri. duduk agak bersandar. saat-saat diam. (Sikap dasar).Ag. penggunaan kosmetika dan perhiasan. (Menguatkan. misalnya pada saat menyambut kedatangan konseli. seperti kekeliruan pada waktu berbicara. juga menunjuk pada gejala-gejala vokal yang menyertai ucapan kata-kata. lamanya berbicara. Teknik-teknik nonverbal itu adalah. mungkin konselor ikut berdiam diri. Dalam arti sempit perilaku nonverbal menunjuk pada reaksi atau tanggapan yang dibedakan dari berbahasa dengan memakai kata-kata. sinkronisasi antara bicara dan bergerak. lebih-Iebih pesan yang agak sulit dirumuskan secara verbal seperti sikap dasar. volume suara. perabot di dalam rumah. Gerak-gerik semacam itu banyak variasinya dan mengandung macam-macam makna. kecepatan berbicara. seperti berjalan. guna melengkapi dan menunjang teknik-teknik yang verbal atau menggantikannya. menyentuh. mengatur pikirannya atau menenangkan diri (Sikap dasar). (Sikap dasar) (b) Cara duduk: untuk menyatakan sikap rileks dan sikap. dan sebagainya. di samping hal-hal yang disebutkan di atas.30 | S. namun lamanya tergantung pada makna yang terkandung dalam diamnya konseli. anggukan kepala. Bila konseli diam. misalnya membungkuk ke depan. misalnya ekspresi wajah. S. perlengkapan kantor. gerakan lengan dan tangan. Menunjang) (d) Gerak-gerik lengan dan tangan: untuk memperkuat apa yang diungkapkan secara verbal. hiasanhiasan di ruang. misalnya konseli merasa:  sulit mengungkapkan perasaannya. Sikap badan jelas-jelas menyampaikan suatu pcsan kepada konseli. Dalam arti luas perilaku nonverbal. into nasi dan nada berbicara (paralinguistic phenomena).Pd. Semua bentuk perilaku nonverbal itu mengandung nilai-nilai komunikatif dan dapat berperan sebagai bentuk komunikasi implisit dalam komunikasi antarpribadi. misalnya penerimaan (acceptance) dan pemahaman (understanding). Boleh juga menyertai kata-kata yang bertujuan membombong. BAB 5 TEKNIK KONSELING YANG NONVERBAL Istilah perilaku nonverbal (nomterbal behavior) dapat diartikan secara sempit dan secara luas. Menunjang) (e) Berdiam diri: untuk memberikan kesempatan kepada konseli berbicara secara leluasa. Teknik ini digunakan dengan sengaja untuk menyampaikan suatu pesan tertentu kepada konseli pada waktu wawancara berlangsung. serta ungkapan-ungkapan perasaan. Kesimpulan: penggunaan teknik berdiam diri tidaklah mudah.  bingung dan mengharapkan saran dari konselor. (Sikap dasar) (c) Anggukan kepala: untuk menyatakan penerimaan dan menunjukkan pengertian. Miharja. dan  lega sesudah mengungkapkan semua perasaannya. berbagai gerakan tungkai kaki dan tangan.mau memperhatikan.  antipati terhadap konselor karena bersikap bermusuhan. antara lain: (a) Senyuman: untuk menyatakan sikap menerima. Sejumlah cara konselor dapat berkomunikasi secara nonverbal dengan helpee dan mahahelpee yang berurusan dengun dia. Di bawah ini ditambahkan sejumlah cara yang dapat dipandang sebagai suatu teknik konseling yang nonverbal. cara berpakaian.. Tentu saja harus terdapat kesesuaian atau kesclarasan antara scgala ucapan verbal konselor dan perilakunya yang nonverbal. cara menata rambut. (Menguatkan. sikap badan. isyarat dan pandangan mata.  malu untuk berbicara danlatau gelisah.

meskipun tidak mudah untuk tetap konsisten dan konsekuen dalam hal ini. S. mengangkat alis. untuk menunjang atau mendukung tanggapan verbal dan/atau menyatakan sikap dasar.Ag. Halhal ini termasuk rumpun gejala vokal. menunjang dan memodifikasi pernyataan verbal serta memberikan umpan balik evaluatif tentang proses hubungan antarpribadi. raut muka): untuk menunjang atau mendukung dan menyertai reaksi-reaksi verbal. harus dihindarkan kesan bahwa konselor mengejar. (Menunjang) (g) Kontak mata (konselor mencari kontak mata dengan konseli). Dia paham bahwa ekspresi komunikasi nonverbal tidak selalu mudah ditafsirkan karena pengaruh kultural.31 | (f) Mimik (ekspresi wajah. kiranya dapat diandalkan memang sesuai dengan isi batin orang. seperti juga gerakan tubuh dan kualitas vokal dapat mengandung makna ekspresi afektif. kontak mata juga sarana pengamatan terhadap konseli karena sinar mata dan raut muka dapat mengungkap suatu perasaan yang dialami. dan datam banyak lingkungan kebudayaan lebih bermakna bagi kaum wanita.Pd. bahwa kontak fisik antara konselor dan konseli secara potensial dapat membahayakan. jangankan menyentuh dengan cara yang dapat ditafsirkan sebagai pelecehan seksual oleh pihak yang mencari-cari kesalahan. lebih cepat. lama-kelamaan menjadi milik pribadi seseorang. misalnya konselor berbicara lebih lembut. mengerutkan kening. Miharja. Konselor yang memahami corak khas yang terkandung dalam komunikasi nonverbal dan semakin menggunakannya secara sadar. S. Selain digunakan sebagai teknik nonverbal. senyum. (h) Variasi dalam nada suara dan kcccpatan bicara: untuk Iucnyesuaikan diri dengan ungkapan perasaan konseli. Mimik bervariasi banyak. Cara menatap muka si konseli haruslah sesuai dan wajar. misalnya mengerutkan dahi. Namun. Namun perlu diingat. . dengan nada suara. termasuk orang dewasa terhadap anak. memaksa konseli. lebih lambat. Maka disarankan supaya konselor mengendahkan diri dalam menggunakan sentuhan sebagai tanda perhatian dan keprihatinan. namun dapat pula digunakan untuk menipu. sedangkan maknanya juga tergantung pada lingkungan budaya di daerah tertentu. air muka.. atau mempermalukan. lebih-lebih dalam lingkup kebudayaan yang cenderung menghindari kontak fisik selain berjabatan tangan sebagai tanda salam: apalagi kontak fisik di antara orang yang berlainan jenis. Draf kuliah Teknik Konseling . dan wajah cerah. roman muka.akan memperkaya lalu lintas hubungan antarpribadi dengan konseli karena dia mampu menangkap makna yang terkandung dalam komunikasi nonverbal di pihak konseli dan sekaligus mewujudkan komunikasi bermakna di pihaknya sendiri.M. (Menunjang) (i) Sentuhan: untuk menunjang tanggapan verbal dan/atau menyatakan sikap dasar. lebih tinggi atau lebih rendah. Saluran komunikasi ini digunakan orang untuk mengungkapkan perasaan.

Konselor yang terampil adalah yang mengetahui atau memahami sejumlah keterampilan tertentu dan mampu mengimplementasikannya dalam proses konseling. (d) memutuskan pembicaraan. tidak Draf kuliah Teknik Konseling .. tahap pertengahan (tahap kerja dengan masalah tertentu). Keterampilan attending juga mencerminkan bagaimana konselor menghampiri klien yang diwujudkan dalam perilaku di atas. dan senyum. (d) variasi isyarat gerakan tangan berubah-ubah untuk menekankan suatu pembicaraan. A. jarak antara konselor dengan klien dekat. mengaIihkan pandangan. Tahap Awal Konseling Tahap awal konseling disebut dengan tahap identifikasi masalah. penuh perhatian. bahasa tubuh. dan mempermudah ekspresi perasaan klien secara bebas. diam atau menunggu kesempatan bereaksi. Berikut akan dijelaskan masing-masing keterampilan dalam masing-masing tahapan konseling.Ag. berbicara terus tanpa ada teknik diam. (5) eksplorasi. (e) mendengarkan secara aktif. Proses konseling menuntut keterlibatan atau partisipasi dari klien. Ciri-ciri perilaku attending (attending skills) yang tidak baik adalah: (a) kepala kaku. bersandar di kursi. (b) ekspresi muka melamun. tidak melihat klien saat klien berbicara. konselor harus mampu mengimplementasikan keterampilanketerampilan tertentu yang relevan. Dalam setiap tahapan proses konseling memerlukan penerapan keterampilanketerampilan tertentu. (b) ekspresi wajah tenang. tahap awal (tahap identifikasi masalah). akan memudahkannya untuk membuat klien terlibat pembicaraan dan terbuka. (6) bertanya. Sebagai suatu pekerjaan profesional menuntut dimilikinya sejumlah kompetensi dan keterampilan tertentu. ceria. dan perhatian terarah pada lawan bicara. Ketiga. Miharja. BAB 6 TEKNIK DALAM TAHAPAN KONSELING Konseling merupakan pekerjaan profesional seperti halnya guru. Keterampilan Attending (Attending Skills) Keterampilan attending adalah perilaku konselor menghampiri klien yang diwujudkan dalam bentuk kontak mata dengan klien. kemampuan attending konse1or. Ciri-ciri attending yang baik adalah: (a) menganggukkan kepala apabila menyetujui pernyataan klien. konseling juga merupakan suatu proses.Pd. (4) refleksi. Kedua. Oleh karena itu. (7) mengungkap pesan utama. miring. tegang. 1. S. (3) empati. tahap akhir (action). dan bahasa lisan. (8) mendorong dan dorongan minimal. (2) mendengarkan. (c) posisi tubuh tegak kaku. Agar proses konseling dapat berjalan secara lancar dan tujuannya tercapai secara efektif dan efisien. menciptakan suasana yang aman. Selain itu. Dalam tahap ini ada sejumlah keterampilan yang bisa diterapkan oleh konselor yaitu: (1) attending.32 | S. Secara umum proses konseling terbagi atas tiga tahap yaitu: pertama. menunggu ucapan klien hingga selesai. Attending yang baik akan dapat meningkatkan harga diri klien. jarak duduk dengan klien menjauh. dan mata melotot.M. (c) posisi tubuh agak condong ke arah klien. duduk kurang akrab dan berpaling. duduk akrab berhadapan atau berdampingan.

Tanpa empati. Miharja.M. (e) perhatian terpecah. Keterampilan Mendengarkan Keterampilan mendengarkan adalah kemampuan pembimbing atau konselor menyimak atau memperhatikan penuturan klien selama proses konseling berlangsung. dengan berempati klien akan tersentuh dan bersedia serta terbuka untuk mengemukakan isi yang tersimpan dalam lubuk hati yang dalam berupa perasaan. keinginan. Selain itu. pikiran. dan keinginan Anda" berarti konselor bersimpati..dan bukan untuk atau tentang klien. serta pengalaman klien secara lebih mendalam. yaitu kemampuan konselor memahami perasaan. tetapi ketika konselor berkata: "Saya dapat merasakan apa yang Anda rasakan". Melalui keterampilan ini. Keterampilan Refleksi Refleksi adalah keterampilan pembimbing atau konselor untuk memantulkan kembali kepada klien tentang perasaan. Dari sini nantinya akan menentukan ketepatan pengambilan kesimpulan sementara maupun kesimpulan akhir wawancara konseling. S. yaitu kemampuan konselor memahami perasaan. dan pengalaman klien. pengalaman bahkan penderitaannya. empati tingkat tinggi (advanced accurate empathy). dan menyentuh klien karena konselor ikut dengan perasaan tersebut. Empati diawali dengan simpati. oleh sebab itu seorang konselor tidak boleh memiliki gangguan pendengaran. S. 4. (c) refleksi pengalaman. pikiran. yaitu keterampilan pembimbing atau konselor untuk memantulkan ide. Pengambilan kesimpulan sementara atau akhir bisa salah apabila konselor tidak mendengarkan secara sungguh-sungguh penuturan klien. berarti konselor sedang berempati. Selama sesi konseling berlangsung. pikiran. pikiran.Ag. Kedua. pembimbing atau konselor harus mendengarkan secara sungguh-sungguh apa yang dituturkan oleh klien. dan pengalaman klien.33 | memberikan kesempatan kepada klien untuk berbicara. pikiran. Pembimbing atau konselor harus bisa menjadi pendengar yang baik selama sesi konseling berlangsung. Empati ada dua macam yaitu: pertama. empati primer (primary empathy). merasa dan berpikir bersama klien . yaitu keterampilan konselor untuk dapat memantulkan (merefleksikan) perasaan klien sebagai hasil pengamatan verbal dan nonverbal terhadap klien. 3. kemampuan konselor Draf kuliah Teknik Konseling . dan pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbalnya. dalam arti akan mengalami kesulitan membantu mencarikan alternatif pemecahan masalah individu (klien). Empati sangat penting dalam proses konseling. memahami perasaan. Ketika konselor berkata: "Saya memahami perasaan. Keterampilan Berempati (Emphaty Skills) Empati adalah kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan klien. Refleksi ada tiga macam yaitu: (a) refleksi perasaan. proses konseling tidak akan berjalan secara efektif. Tanpa keterampilan ini. pembimbing atau konselor tidak akan dapat menangkap pesan pembicaraan. mudah buyar oleh gangguan Iuar. Konselor yang tidak mampu berempati tidak akan bisa menjadi pemecah masalah yang efektif. pikiran. dalam proses konseling diharapkan klien akan terlibat pembicaraan dan terbuka. yaitu keterampilan pembimbing atau konselor merefleksikan 2. Optimalisasi keterampilan ini sangat didukung oleh fungsi pendengaran (telinga). keinginan. keinginan.Pd. (b) refleksi pikiran. pendapat klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbal terhadap klien.

6. yaitu keterampilan konselor untuk menggali pengalaman-pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbal klien. dan pendapat klien. Keterampilan Memberikan Dorongan Minimal Keterampilan memberikan dorongan minimal adalah kemampuan konselor memberikan dorongan langsung dan singkat terhadap apa yang telah dikatakan oleh klien. Miharja. setuju atau tidak setuju. menutup din. sehingga mudah dipahami.Pd. Pada keterampilan bertanya tertutup. Melalui keterampilan ini. Tujuan keterampilan ini adalah menjadikan klien terbuka dan bersedia untuk berbicara serta dapat mengarahkan agar pembicaraan (wawancara konseling) mencapai tujuan. SeIain itu juga bertujuan untuk: (a) mengatakan kembali kepada klien bahwa konselor bersama dia dan berusaha memahami apa yang dikatakan klien. (b) mengendapkkan apa yang diungkapkan klien dalam bentuk tingkasan. pertanyaan yang diajukan konselor kepada klien mengandung jawaban yang singkat dari klien seperti ya atau tidak. dan (d) mengecek kembali persepsi konselor tentang apa yang dikemukakan oleh klien. Eksplorasi ada tiga macam. (c) memberi arah wawancara konseling. tertekan.Ag. Keterampilan eksplorasi adalah suatu keerampilan kensoler untuk menggali perasaan. eksplorasi pengalaman. dan pengalaman klien. Melalui keterampilan ini. yaitu keterampilan konselor untuk menggali perasaan klien yang tersimpan. yaitu keterampilan atau kemampuan konselor untuk menggali ide. pertanyaan-pertanyaan yang diajukan konselor mungkin tidak dipahami klien sehingga ia tidak bisa menjawab (diam). Keterampilan Bertanya Keterampilan bertanya adalah suatu kemampuan pembimbing atau konselor mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada sesi konseling. Kedua. Parapharasing yang baik adalah menyatakan kembali pesan utama klien secara saksama dengan kalimat yang mudah dan sederhana. dan pengalamannya secara berbelit-belit. konselor juga akan mengalami kesulitan membuka sesi konseling. keterampilan bertanya tertutup. Keterampilan ini penting dimiliki oleh setiap konselor. 7. pikiran.34 | pengalaman-pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap pelilaku verbal dan nonverbal klien. Keterampilan ini penting karena dalam konseling terkadang klien menyimpan rahasia. S. Oleh sebab itu. akan memungkinkan klien untuk bebas berbicara tanpa rasa takut. Keterampilan ini bertujuan untuk mengatakan kembaIi esensi atau inti ungkapan klien. diperlukan kemampuan konselor menangkap pesan utama (ide utama) dari penuturan-penuturan klien selanjutnya dinyatakan secara sederhana dan disampaikan dengan bahasa sendiri oleh konselor.M. Keterampilan bertanya ada dua macam yaitu: pertama. S. klien akan selalu terlibat dalam pembicaraan dan terbuka. Tanpa keterampilan ini. Pada keterampilm bertanya Draf kuliah Teknik Konseling . yaitu: pertama. pikiran. 5. dan diam seribu bahaya atau tidak mampu mengemukakan pendapatnya secara terus terang. terbuka.. keterampilan bertanya terbuka. Keterampilan Eksplorasi Istilah eksplorasi bisa berarti penelusuran atau penggalian. eksplorasi pikiran. pertanyaan-pertanyaan yang diajukan bersifat terbuka dan klien bebas menjawabnya. Tanpa keterampilan ini. pikiran. Kedua. dan lain sebagainya. Ketiga. dan terancam. Keterampilan Menangkap Pesan Utama (Parapharasing) Dalam sesi konseling sering klien mengemukakan perasaan. eksplorasi perasaan.

Pd. Keterampilan Menjernihkan (Darifying) Keterampilan menjernihkan adalah kemampuan konselor menjernihkan atau memperjelas ucapan-ucapan klien yang samar-samar. Keterampilan Memimpin Agar pembicaraan dalam wawancara konseling tidak menyimpang. Keberhasilan konselor memimpin arus lalu lintas bimbingan dan konseling dipengaruhi oleh tipe-tipe kepemimpinan konselor itu sendiri apakah demokratis. dan agak meragukan. yaitu dengan eara: (a) memberi . (d) mempertajam atau memperjelas fokus pada wawancara konseling. 2. mengulang. (b) tidak menilai apalagi menyalahkan. dan (b) agar klien menjelaskan. Miharja. B. 4. yaitu ketika klien menunjukkan tandatanda akan mengurangi atau menghentikan pembicaraan. Penerapan keterampilan ini harus secara hati-hati dilakukan oleh konselor.. (c) untuk meningkatkan kualitas diskusi. (a) mengajak klien untuk menyatakan pesannya secara jelas. Selain itu juga bertujuan untuk: (a) memberikan kesempatan kepada klien untuk melakukan feed back (kilas balik) dari hal-hal yang telah dibicarakan. 5. konselor harus memimpin arah pembicaraan sehingga tujuan konseling dapat tercapai secara efektif dan efisien. Keterampilan ini akan membantu klien memusatkan perhatiannya pada pokok pembicaraan. mempertajam atau memperjelas fokus wawancara konseling. (b) meningkatkan potensi klien. S. Atau ketika klien kurang memusatkan pikirannya pada pembicaraan dan ketika konselor merasa risau terhadap pembicaraan klien. Memimpin arah pembicaraan bukan berarti konselor mengarahkan klien ke arah pembicaraan sesuai keinginan konselor. Melalui keterampilan ini juga akan dapat meningkatkan eksplorasi diri.35 | S. Tahap Pertengahan 1. Keterampilan Melakukan Konfrontasi Konfrontasi merupakan suatu kemampuan konselor menantang klien untuk melihat adanya diskrepansi atau inkonsistensi (ketidakkonsistenan) antara perkataan dengan bahasa badan atau perbuatan. Penerapan keterampilan ini dalam sesi konseling harns dilakukan secara selektif. dan (e) dilakukan konselor bersamaan dengan perilaku attending dan empati.Ag. otoritas dan permisif (masa bodoh). Keterampilan Menyimpulkan Sementara Keterampilan menyimpulkan sementara adalah suatu kemampuan konselor bersama klien untuk menyampaikan kemajuan hasil pembicaraan. Keterampilan ini berguna untuk: (a) mendorong klien mengadakan instrospeksi diri secara jujur. dan mengilustrasikan perasaannya.M. (b) menyimpulkan kemajuan hasil pembicaraan secara bertahap. (e) membawa klien kepada kesadaran adanya diskrepansi. Keterampilan Memfokuskan Seorang konselor yang efektif harus mampu membuat fokus melalui perhatiannya yang terseleksi terhadap pembicaraan dengan klien. ide awal dengan ide berikutnya. 6. Tujuan keterampilan ini adalah. senyum dengan kepedihan dan sebagainya.komentar khusus terhadap klien yang tidak konsisten secara tepat waktu. melainkan Iebih banyak mengamati jalannya wawancara konseling. Keterampilan Memudahkan (Facilitating) Facilitating adalah suatu keterampilan membuka komunikasi agar klien dengan mudah berbicara dengan konselor dan menyatakan Draf kuliah Teknik Konseling . Tujuan keterampilan ini adalah untuk melihat kemajuan wawancara konseling pada setiap tahapannya. kurang jelas. 3. konflik dalam dirinya.

rangi atau menghentikan pembicaraan. Keterampilan Mengarahkan (Directing) Directing adalah kemampuan konselor mengajak dan mengarahkan klien untuk berpartisipasi secara penuh dalam proses konseling. mengambil keputusan. dan kurang partisipatif.36 | perasaan. Keterampilan Mengambil lnisiatif Mengambil inisiatif perlu dilakukan oleh konselor apabila klien kurang bersemangat untuk berbicara. Keterampilan Memberikan Dorongan Minimal (Minimal Encouragement) Minimal encouragement atau keterampilan memberikan dorongan minimal adalah suatu upaya konselor memberikan dorongan secara langsung dan singkat agar kliennya selalu terlibat dalam pembicaraan dan dirinya terbuka. Meskipun demikian pemberian nasihat tetap perlu harus dipertimbangkan. dan pengalamannya secara bebas sehingga komunikasi dan partisipasi meningkat serta proses konseling berlangsung secara efektif. (c) setelah diam.. Keterampilan Memberi Informasi Informasi diberikan oleh konselor kepada klien harus hal-hal yang diketahui konselor. yakni kemandirian klien harus tetap tercapai. 9. (b) membantu klien untuk lebih memahami dirinya. ketika klien kurang memusatkan pikirannya pada pembicaraan. 13. dan ketika konselor ragu terhadap pembicaraan klien. Keterampilan ini diterapkan apabila: (a) akan mengambil inisiatif jika klien tampak kurang bersemangat. Keadaan diam akan membantu konselor: (a) untuk mendorong klien untuk berbicara. konselor secara jujur harus mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui informasi tersebut.Ag. Apabila konselor tidak mengetahui informasi apa yang dikehendaki klien. 7. Draf kuliah Teknik Konseling . Melalui keterampilan ini juga akan dapat meningkatkan eksplorasi diri. Melalui keterampilan ini. sebaiknya upayakan agar klien tetap mengusahakannya (klien mencari sendiri sumber informasi tersebut). S. konselor mengajak klien agar berbuat sesuatu atau mengarahkannya agar berbuat sesuatu. Dorongan minimal dilakukan oleh konselor apabila klien kelihatan akan mengu. 12. (c) jika klien kehilangan arah pembicaraan. Oleh sebab itu. pikiran. sering diam. klien dapat mengikuti ekspresi yang membawanya berpikir dan bangkit dengan tilikan yang mendalam. perasaan. dan pengalaman klien dengan merujuk kepada teori-teori. Keterampilan Memberi Nasihat Nasihat bisa diberikan kepada klien apabila ia meminta. Hal yang harus dijaga untuk memberi nasihat adalah tujuan konseling. (d) mengurangi kecepatan wawancara. Sebaliknya. (b) jika klien lambat berpikir ilntuk. Sifat-sifat subjektif tidak boleh dimasukkan ke dalam interpretasi. 8. 10. Miharja. berpatisipasi dan berinisiatif dalam menuntaskan pembicaraan. apabila konselor mengetahui. Keterampilan Sailing (Saat Diam) Dalam proses konseling. konselor harus dapat memanfaatkan situasi ini.Pd. Keterampilan Menafsirkan atau Interpretasi Keterampilan menafsirkan atau interpretasi merupakan upaya konselor mengulas pikiran. Keterampilan ini bertujuan agar klien terus berbicara dan dapat mengarahkan agar pembicaraan mencapai tujuan.M. Konselor dapat mengucapkan kata-kata yang mengajak klien untuk. S. diam atau tidak bersuara bisa menjadi teknik konseling. 11.

Penutupan sesi konseling tidak harus dilakukan secara seragam oleh semua konselor. (b) apa rencana klien selanjutnya. yaitu rencana perbuatan nyata yang produktif bagi kemajuan klien. (c) menunjukkan kepada klien tentang pertemuan yang akan datang. konselor harus dapat membantu klien untuk dapat membuat rencana berupa suatu program untuk action. dilanjutkan dengan latihan makro. Akan tetapi. Melalui keterampilan ini. konselor menetapkan sisi mana dali proses konseling yang telah dicapai dan sisi mana yang belum. Berbagai cara bisa dilakukan oleh konselor untuk menutup sesi konseling. pandangan atau perilaku klien agar klien mengerti dan berubah melalui pemahaman dari hasil rujukan tersebut. seorang kenselor juga harus menguasai teori-teori konseling yang ada. (b) merangkum isi pembicaraan (isi wawancara konseling). seorang konselor harus melalui berbagai latihan secara berurutan. Keterampilan Menilai (Mengevaluasi) Keterampilan menilai atau mengevaluasi berarti kemampuan konselor menetapkan batas-batas atau ukuran-ukuran keberhasilan proses konseling yang telah dilaksanakan. Keterampilan-keterampilan konseling di atas diterapkan dalam praktik konseling terutama pada teknik-teknik melakukan konseling). Semua keterampilan konseling dilatihkan satu persatu secara bertahap. S. Masing-masing konselor tentu memiliki teknik tensendiri dalam menutup sesi konseling yang disesuaikan dengan kondisi klien. Draf kuliah Teknik Konseling . Rencana yang baik harus merupakan hasil kerja sama antara konselor dengan klien. Kesimpulan pembicaraan atau wawancara konseling bisa dilakukan konselor bersama klien.37 | Tujuan keterampilan ini adalah untuk memberikan rujukan.Ag. S. Latihan micro counseling atau konseling mikro adalah suatu cara memberikan penguasaan teknik-teknik konseling kepada calon konselor. (d) mengajak klien kembali sambil menunjukkan isyarat gerak tangan. Miharja. 4.. Selain itu juga bisa ditetapkan kendala apa yang menjadi penghambat proses konseling. Secara umum penutupan sesi konseling dilakukan oleh konselor dengan melakukan hal-hal sebagai berlkut: (a) mengatakan bahwa waktu konseling akan berakhir. (c) pokok-pokok pembicaraan apa yang akan dibicarakan pada sesi selanjutnya.M. dan (f) memberikan tugas-tugas tertentu kepada klien apabila diperlukan. Keterampilan Menyimpulkan Keterampilan menyimpulkan merupakan kemampuan konselor mengambil inti pokok pembicaraan selama proses konseling berlangsung.Pd. Keterampilan Mengakhiri Konseling Keterampilan mengakhiri konseling merupakan suatu kemampuan konselor menutup sesi konseling. masalah klien. 3. Keterampilan Merencanakan Menjelang sesi akhir wawancara konseling. keterampilan merencanakan adalah kemampuan konselor merencanakan tindakan nyata (action) yang produktif bagi kemajuan kliennya. C Tahap Akhir (Action) 1. Dengan demikian. dan situasi konseling itu sendiri. 2. Untuk menguasai keterampilan-keterampilan konseling di atas. Dari kesimpulan pembicaraan akan diketahui: (a) bagaimana keadaan perasaan klien saat ini. yaitu setelah sebagian keterampilan dikuasai dalam latihan mikro. Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi ditentukan apa tindak lanjutnya (follow up-nya). (e) menunjukkan catatan-catatan singkat kepada klien tentang hasil pembicaraan (hasil wawancara konseling).

latihan menulis kasus. Setiap calon konselor mengawasi peristiwa atau cerita kasus yang terdiri atas deskripsi dan dialognya. menonton tayangan video micro counseling yang digunakan sebagai rujukan bagi calon hmselor. S. makro adalah: pertama. Kedua. Pada sesi akhir latihan diadakan evaluasi dan diskusi setelah menyaksikan atau mendengarkan rekaman kaset video. Latihan macro counseling atau konseling makro adalah melatihkan secara role playing beberapa keterampilan konseling yang telah dikuasai melalui mikro konseling. Kelima. Pengamat dan pembimbing memberikan penilaian dan masukan untuk bahan diskusi. Miharja. Keempat. Ketiga. Beberapa kegiatan yang dilatihkan dalam konseling..Ag. Keenam..Pd. mengadakan diskusi.. melakukan latihan konseling dan memvideokannya. S.. mengadakan tayangan ulang untuk dievaluasi dan dengan menggunakan lembar evaluasi yang telah disiapkan oleh pembimbing.38 | Latihan micro counseling dilengkapi dengan rekaman video dan tape recorder. selanjutnya mengadakan latihan ulang dan memperbaiki keterampilan berdasarkan masukan dari pengamat. menyiapkan pasangan-pasangan pemain (koselor dan klien untuk melakukan permainan peran konseling dengan kasus yang telah disiapkan.M. Draf kuliah Teknik Konseling .

.39 | S. yang meyakinkan konseli dia diterima dan dipahami konselor memungkinkan konseli untuk mengungkapkan seluruh perasaannya secara jujur. dengan maksud menggarisbawahi individualitas konseli yang setaraf dengan individualitas konselor. penerimaan. kondisi-kondisi itu diperlukan dan sekaligus mencukupi untuk menjamin keberhasilan proses konseling. Konselor tidak mencoba untuk mengadakan diagnosis. Tugas konselor adalah membantu konseli mengakui dan mengungkapkan seluruh perasaan yang dialami sekarang ini serta menghayatinya. dengan harapan bahwa konseli pada suatu ketika akan meninjau segala perasaan itu secara lebih objektif. dan pemahaman itu dapat dikomunikasikan kepada konseli dalam suasana interaksi pribadi yang mendalam. Untuk memudahkan dan memperlancar proses yang berlangsung dalam diri konseli. dan keterbukaan mengenai apa yang dihayati oleh konselor sendiri tentang konseli (counselor congruence). Kalau semua kondisi tertentu terpenuhi. konselor menciptakan beberapa kondisi yang mendukung. seorang pendengar yang sabar dan peka. yaitu mencari sebab-musabab dalam sejarah hidup sehingga mulai tampaklah suatu hubungan sebab-akibat. inilah teknik yang diterapkan oleh konselor. S. sehingga dapat dihindari kesan bahwa konseli menggantungkan diri pada konselor. penghargaan. Dengan menjadi. seperti dalam Konseling Klinikal dan Psikoanalisis. lebih memahami diri sendiri dan mengembangkan suatu tujuan perubahan dalam diri sendiri dan perilakunya. bagaimana tindakannya selanjutnya terhadap adiknya juga akan ditemukannya sendiri. Oleh karena itu. bahwa peranan konselor yang demikian bukanlah peranan yang bercorak pas if. Draf kuliah Teknik Konseling . Di pihak konselor kondisi itu adalah: menunjukkan penerimaan dan penghargaan tanpa syarat (unconditional positive regard). Menurut pandangan Rogers. Selama proses konseling semua pengalaman nyata dalam bergaul dengan orang lain dan dalam dirinya dibiarkan muncul dan disadari sepenuhnya.M. dengan mengambil jarak dari dirinya sendiri.Pd. sehingga konseli merasakan semua itu sungguhsungguh ada. kejujuran. yaitu menciptakan suasana komunikasi antar pribadi yang merealisasikan segala kondisi yang disebutkan di atas. maka akan berlangsung suatu proses dalam diri konseli yang akan menghasilkan perubahan dalam konsep diri dan dalam tingkah laku. yaitu keselarasan antara ideal self dan real self Bagaimana bentuk atau wujud keselarasan itu akan ditemukannya sendiri. Konseli menetapkan bagi dirinya sendiri tujuan apa yang ingin dicapainya dalam proses konseling. jelaslah kiranya. Mula-mula corak konseling ini disebut konseling nondirektif untuk membedakannya dari corak konseling yang mengandung banyak pengarahan dan kontrol terhadap proses konseling di pihak konselor. meskipun konselor tidak memberikan pengarahan seperti dalam pendekatan konseling yang lain. hubungan antarpribadi (relationship) antara konselor dan konseli yang saling berkomunikasi menjadi kunci sukses atau gagalnya proses dan wawancara konseling. tanpa diberi petunjuk atau pengarahan oleh konselor dalam hal ini. BAB 7 TEKNIK KONSELING CLIENT CENTER Istilah Client-Center merupakan corak konseling yang menekankan peranan konseli sendiri dalam proses konseling.Ag. keikhlasan. Kemudian mulai digunakan nama ClientCenter Counseling. melainkan peranan yang sangat aktif. Miharja. Dalam proses konseling perhatian konseli dipusatkan pada keadaan sekarang ini tanpa menggali-gali secara mendalam sejarah perkembangan rasa iri dalam hatinya. pemahaman terhadap apa yang diungkapkan oleh konseli sesuai dengan kerangka acuan konseli sendiri (phenomenal field). seolah-olah konselor mengenakan kepribadian konseli (emphatic understanding). sehingga dapat diberi tempat dalam keseluruhan konsep diri. Kalau digunakan istilah teknik konseling.

kehangatan. Dalam konseling client center fungsi konselor bukan saja membantu konseli untuk melepaskan diri dari masalah-masalah yang dihadapinya. Penerimaan konselor terhadap konseli secara langsung berSangkut paut dengan kemampuan konselor untuk tidak memberikan penilaian tertentu terhadap diri konseli.Pd. ada beberapa fungsi yang perlu dipenuhi oleh seorang konselor. proses hubungan konseling di sini adalah proses untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan pribadi konseli. terhindar dari segala bentuk ketegangan.. S.40 | S. penuhpengertian. yaitu baik oleh konselor maupun oleh konseli itu sendiri. Dalam konseling client center. dapat dirasakan oleh kedua belah pihak. Menciptakan hubungan permisif bukan saja secara verbal tetapi juga secara nonverbal. secara langsung dapat melupakan keteganganketegangan. Menciptakan hubungan yang bersifat permisif. Fungsi Konselor dalam Konseling Client center Dalam konseling client center. Empati ini akan lebih lengkap dan sempurna apabila diiringi oleh pengertian dan penerimaan konselor tentang apa yang dipikirkan oleh konseli. di antaranya adalah sebagai berikut: (a) Kemampuan berempati Empati pada dasamya adalah mengerti dan dapat merasakan orang lain (konseli). penuh penerimaan. tetapi lebih dari itu adalah berfungsi untuk menumbuhkan perubahan-perubahan yang fundamental (terutama perubahan sikap). Persyaratan Sifat dan Sikap Seorang Konselor Client center Draf kuliah Teknik Konseling . (b) Kemampuan menerima konseli Kemampuan konselor untuk benar-benar menerima konseli sebagaimana adanya adalah memegang peranan penting dalam hubungan konseling.M. dan pertahanan diri konseli.. Jadi. Dengan terciptanya hubungan yang demikian itu. Beberapa persyaratan yang berhubungan dengan sifat dan sikap agar dapat melaksanakan hubungan konseling client center.ingkan atau diaktualisasikan pada diri konseli adalah potensi untuk ·memecahkan masalahnya sendiri. di antaranya sebagai berikut: (a) Menciptakan hubungan yang bersifat permisif.potensi yang perlu dikemb. maka timbullah rasa percaya bahwa dirinya mempunyai harga sebagai individu (tidak dipandang rendah/ tidak berarti). Miharja. konselor berfungsi dalam membantu konseli agar ia mengembangkan kemampuannya untuk memecahkan masalah. Fungsi yang dimaksud. dan kuat lemahnya empati itu sangat bergantung pada saling pengertian dan penerimaan terhadap suasana yang diutarakan oleh konseli. (c) Mendorong kemampuan memecahkan masalah. Jadi. (b) konselor menyadari bahwa pengalaman yang akan dilalui oleh konseli ada usaha yang penuh dengan perjuangan.Ag. Empati yang dalam. (c) Kemampuan untuk menghargai konseli Seorang konselor client center harus menghargai pribadi konseli tanpa syarat apa pun. dan perasaan. tanpa memberikan penilaian baik_ positif maupun negatif. Apabila perasaan dihargai dirasakan oleh konseli. Dasar dari kemampuan ini ialah penghargaan terhadap orang lain (dalam hal ini konseli) sebagai seorang yang padadasarnya baik. pembinaan. maka konseli akan berani mengemukakan segala masalahnya. dengan demikian salah satu . Empati adalah saling hubungan antara dmi orang. Dalam menerima konseli ini adadua unsur yang perlu diingat ialah: (a) konsel6r berkehendak untuk membiarkan adanya perbedaan antara konselor dengan konseli. (b) Mendorong pertumbuhan pribadi. perasaanperasaan.

ketulusan hati.Pd. Keakraban ini akan tumbuh terus-menerus dan terbina dengan baik apabila konselor benar-benar menaruh perhatian dan menerima konseli dengan permisif. Melalui mendengar dan mengamati itu konselor tidak hanya menangkap dan mengerti apa yang dikemukakan oleh konseli. Seorang konselor yang memaksakan dirinya menaruh perhatian dan menerima konseli. konseli menginginkan perhatian penuh terhadap apa yang diungkapkan oleh konseli. kerjasama. dan keterlibatan perasaan secara tulus dan tanpa pamrih. Konseli akan terbuka apabila konselor dapat dipercaya dan bersungguh-sungguh. (f) Sifat keaslian (gunuin) Seorang konselor client center harus memperlihatkan sifat keaslian dan tidak berpura-pura. tetapi juga bagaimana konseli menyampaikan hal itu. Bagaimanapun juga. Konselor harus dapat menerima konseli sebagaimana adanya. Draf kuliah Teknik Konseling . Perhatian dan penerimaan yang murni (tidak semu dan palsu) ini sebenarnya tidak dipaksakan. sertamenerima konseli apa adanya secara langsung akan membina hubungan yang akrab penuh rasa persahabatan. maka wujud perhatian itu tidak akan wajar. Secara rinci tujuan dasar dari pendekatan konseling client center ialah sebagai berikut: (a) Membebaskan konseli dari berbagai konflik psikologis yang dihadapinya. hangat. Keakraban yang murni dan wajar diwarnai oleh adanya perhatian. dan perhatian. Lebih jauh dari itu keakraban itu merupakan kesatuan suasana hubungan yang ditandai oleh rasa saling percaya mempercayai. Kepura-puraan dalam hubungan konseling menyebabkan konseli menutup diri Jadi. kesungguhan. tanggapan. Dengan sikap dan kemampuan yang dimiliki konselor untuk menghargai konseli tanpa syarat. suka atau tidak suka. tersebut. Keterbukaan dari konseli akan terwujud apabila ada keterbukaan dari konselor pula. (g) Sikap terbuka Konseling client center mengharapkan adanya keterbukaan dari konseli baik untuk mengemukakan segala masalahnya maupun untuk menerima pengalaman-pengalainan. Tujuan Konseling Client center Secara umum tujuan yang ingin dicapai melalui pendekatan konseling client center ialah untuk membantu individu atau konseli agar berkembang secara optimal sehingga ia mampu menjadi manusia yang berguna. direncanakan ataupun dibuat-buat. baik melalui kata-kata (verbal) maupun isyarat (nonverbal).M. Kemampuan ini memerlukan keterampilan dalam mendengarkan dan rnengamati untuk dapat mengetahui dan mengerti inti dari isi dan suasana perasaan bagaimana yang diungkapkan konseli..Ag. terbuka dengan konselinya. (e) Kemampuan membina keakraban Keakraban merupakan syarat yang sangat penting demi terbinanya hubungan yang nyaman dan serasi antara konselor dan konseli. ketidakwajaran itu sendiri akan mewamai hubungan S. (d) Kemampuan memperhatikan Kemampuan memperhatikan menuntut keterlibatan sepenuhnya dari konselor terhadap segala sesuatu yang dikemukakan oleh konseli. proses konseling nondirektif mengharapkan keterbukaan dari konseli. Miharja. Keakraban itu adalah lebih dalam dari hanya sekadar ucapan salam atau mengenakkan hati konseli. S.41 | maka timbul pula keinginan bahwa dirinya berharga untuk mengambil keputusan bagi dirinya sendiri.

sebelum konselor mau memberikan bantuan. Komunikasi antara konselor dengan konseli akan lebih mudah apabila berbentuk keakraban (rapport). karena keakraban ini merupakan dasar untuk membentuk kepercayaan dan pengertian antara konselor dengan konseli. konseli menggunakan S. tapi itu sangat bergantung padakonseli.M. sepanjang masalahnya telah dimengerti oleh konseli. kepada konseli urttuk belajar mempercayai orang lain. konselor harus benar-benar menerima konseli sebagaimana adanya. Empati ini akan lebih lengkap jika dibarengi oleh pengertian dan penerimaan konselor tentang apa yang dipikirkan oleh konseli. karena empati pada dasarnya adalah mengerti dan dapat merasakan perasaail ldien. itu ada pada diri konseli sendiri. (c) Dalam proses konseling client center menekankan betapa pentingnya hubungan yang bersifat permisif. Konseli harus dibiatkan dengan leluasa dan dengan caranya sendiri untuk mengungkapkan masalahnya secara bebas.. konseli berperan lebih dominan daripada konselor. (d) Memberikan kesadaran kepada konseli bahwa dirinya merupakan bagian dari suatu lingkup sosial budaya yang luas. Dalam membentuk keakraban yang baik.Pd. Dalam proses konseling client center. Lebih cepat konseli dapat mengungkapkan masalahnya. dan pada waktu yang bersamaan konselor memisahkan semua informasi yang relevan dengan tujuan dari konseling. (c) Memberikan kesempatan seluas-Iuasnya. (b) Dalam mengambil keputusan akhir.42 | (b) Meriumbuhkan kepercayaan pada diri konseli.Ag. bahasa yang sesuai dengan diri konseli. Ciri-Ciri Proses KonseIing Client center Ciri-ciri dari pendekatan konseling client center dapat dirinci sebagai berikut: (a) Dalam proses konseling client center. S. intim sebagai persyaratan mutlak bagi berhasilnya hubungan konseling. Tapi kedua belas langkah Draf kuliah Teknik Konseling . Dalam konseling client center. Dalam proses konseling client center tidak terikat oleh langkahIangkah yang harus dilakukan. konselor benar-benar menghadapi konseli secara tulus sebagai individu yang memiliki potensi untuk mengambil keputusan dan mengatasi masalahnya sendiri. Aktivitas konseli tampak lebih menonjol ketimbang konselor. atau proses konseling tidak bisa ditentukan oleh konselor. Miharja. dan tidak seyogianya menuntut sesuatu atau mengharapkan syarat-syarat tertentu terhadap konseli. konselor di sini hanya berperan sebagai fasilitator atau sebagai cermin. Tanpa keakraban yang· baik tidak mungkin dilakukan kerjasama antara konselor dengan konseli. (e) Menumbuhkan suatu keyakinan pada konseli bahwa dirinya terus bertumbuh dan berkembang (process of becoming). bahwa ia memiliki kemampuan untuk mengambil satu atau serangkaian keputusan yang terbaik bagi dirinya sendiri tanpa merogikan orang lain. maka secepat itu pula konselor dapat mengarahkan konseli dalam mengambil keputusan sendiri. Kuat lemahnya empati itu sangat bergantung pada saling pengertian dan penerimaan terhadap situasi yang diutarakan oleh konseli. empati menduduki tempat yang penting. sedangkan konselor hanya berusaha tintuk mengarahkan agar konseli memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan sendiri. walaupun demikian ia masih tetap memiliki kekhasan atau keunikan tersendiri. Langkah-Langkah Konseling Client center Ada dua belas langkah yang dapat dipakai pedoman dalam melaksanakan konseling client center. oleh konselor. dan memiliki kesiapan secara terbuka untuk menerima berbagai pengalaman orang lain yang bermanfaat bagi dirinya sendiri.

43 | yang dkemukakan itu bukanlah langkah yang baku. (g) Saat pencurahan perasaan itu diikuti oleh perkembangari yang berangsur-angsur tentang wawasan (insight) konseli mengenai dirinya. S. penuh keakraban. (f) Konselor menerima perasaan-perasaan positif yang diungkapkan konseli. (c) Konselor mendorong konseli untuk mengungkapkan perasaanperasaannya secara bebas. dan secara tulus menerlma dan menjernihkan kembali perasaan-perasaan yang sifatnya negatif dari konseli. serta terbuka. serta terhindar dari ketegangan-ketegangan. (i) Mulai melakukan tindakan-tindakan yang positif. Jadi. Miharja. yang berarti bahwa konselor memberikan respons kepada perasaan-perasaan dan/ atau kata-kata konseli..Pd. memungkinkan konseli untuk mengungkapkan perasaanperasaannya. dan pemahaman (understanding) serta penerimaan diri tersebut. (e) Apabila perasaan-perasaan yang negatif dari konseli tehih sepenuhnya terungkapkan. dan kehangatan. (d) Konselor secara tulus menerima dan menjernihkan perasaanperasaan konseli yang sifatnya negatif. Dasar Pertimbangan Digunakannya Konseling Client Center Langkah-Iangkah dimaksud adalah sebagai berikut: (a) Konseli datang untuk meminta bantuan kepada konselor secara sukarela. ketegangan-ketegangan. Dengan menampakkan sikap yang permisif. mulailah membuat suatu keputusan untuk melakukan sesuatu dan melangkah untuk memikirkan tindakan selanjutnya. (h) Apabila telah memiliki pemahaman tentang masalahnya dan menerimanya. sehingga konseli dapat menentukan sikap dalam pemecahan masalahnya. dan memberitahukan kepada konseli secara bijaksana bahwa proses konseling itu perlu diakhiri. santai. Dorongan ini hanya bisa dilaksanakan apabila konselor mempunyai keyakinan tentang kemampuan konseli untuk mampu membantu dirinya sendiri. (j) Pertumbuhan atau perkembangan lebih lanjut wawasan konseli. (k) Meningkatkan tindakan-tindakan (tingkah laku) positif secara terpadu pada diri konseli. Dalam merumuskan situasi bantuan atau menentukan situasi konseling. serta keterikatannya.M. tapi dapat diubah-ubah. konseli didorong untuk menerima tanggung jawab untuk melaksanakan pemecahan masalah yang dihadapinya. penuh persahabatan dan kehangatan. bersamaan dengan proses pemahaman. maka konselor harus mampu menciptakan suasana permisif. santai. Dalam keadaan yang demikian ekspresi-ekspresi positif akan muncul. adalah proses verifikasi ke arah diambilnya suatu keputusan dan tindakan yang memungkinkan. Apabila seorang konseli datang kepada konselor berdasarkan petunjuk atau saran orang lain.Ag. S. maka secara psikologis bebannya mulai berkurang. (b) Merumuskan situasi bantuan. berkaitan dengan masalahnya. dan yang memungkinkan konseli untuk bertumbuh dan berkembang. (l) Mengurangi ketergantungan konseli atas bantuan konselor. keresahannya. Draf kuliah Teknik Konseling . sehingga dirasakan meredanya keteganganketegangan atau tekanan-tekanan batinnya.

(b) Sifat konselor Dalam konseling client center. adalah diperuntukkan bagi konseli-konseli yang memiliki sifatsifat: agresif. bebas. (3) Karena proses konseling client center ini memungkinkan untuk berlangsung cukup lama. S.44 | Dasar-dasar pertimbangan yang mendorong dipergunakannya konseling client center didasarkan atas: (1) Sifat konseli. terbuka. diharapkan kepada konselor untuk memahami sifat-sifat konselinya secara baik. dan (3) Sifat masaJah yang dihadapi oleh konseli. di samping memiliki kesamaan-kesamaan maupun perbedaan-perbedaan.Pd. sebagai suatu bentuk pendekatan yang memberikan keleluasaan yang seluas-luasnya. (2) Sifat konselor. Miharja. Karena hubungan keakraban (rapport) dalam proses ini merupakan dasar untuk membentuk kepercayaan dan pengertian antara konselor dan konseli. slerta kebebasan pada klien. maka pada konselor dituntut untuk meluangkan waktu yang cukup banyak. sebagai akibat individu tertekan oleh lingungan maupun oleh dirinya sendiri. (c) Sifat masalah Dalam konseling client center pada dasarnya bisa dipergunakan untuk setiap masalah yang dihadapi oleh konseli. dan Jancar. di antaranya: (1) Memiliki kemampuan dan kesediaan sebagai pendengar yang baik. Konflik psikologis yang dimaksud di sini adalah yang ada sal)gkut pautnya dengan ketegangan-ketegangan psikologis. mengkaji.. Tetapi konseling Draf kuliah Teknik Konseling . Karena pada hakikatnya konseli sebagai individu sudah barang tentu memiliki keunikan tersendiri. apa yang diungkapkan oleh konseli. client center paling baik dipergunakan terhadap masalah-masalah yang sifatnya berkaitan dengan konflik psikologis. Konseling client center. sifat-sifat yang dituntut harus dimiliki oleh seorang konselor. serta memiliki kemampuan untuk mengungkapkan masalahnya secara terus terang. (2) Konselor harus memiliki kemampuan untuk menciptakan hubungan keakraban (rapport). (a) Sifat konseli Dalam proses hubungan konseling. Di samping itu pula konselor bersedia untuk menyimak.Ag.M. dan menangkap apa yang diungkapkan oleh konseli. terus terang. S.

diagnosis dalam konseling ini dilakukan bertujuan untuk membuka ketidaklogisan pola berpikir klien. Kondisi yang demikian inilah yang disebl. Konsep Dasar Konseling Rasional-Emotif Ciri-ciri dari konseling rasional-emotif dapat diuraikan sebagai berikut: (a) Dalam menelurusi masalah klien yang dibantunya. (b) Dalam proses hubungan konseling harus diciptakan dan dipelihara hubungan baik dengan klien. E.. melatih klien untuk bisa berpikir dan berbuat yang lebih realistis dan rasional.Pd. Hakikat Masalah yang Dihadapi Klien Hakikat masalah yang dihadapi klien dalam pendekatan konseling rasional-emotif itu muncul disebabkan oleh ketidaklogisan klien dalam berpikir. B. Tujuan Konseling Rasional-Emotif Tujuan utama dari konseling rasional-emotif ialah menunjukkan dan menyadarkan klienbahwa cara berpikir yang tidak logis itulah merupakan penyebab gangguan emosionalnya. Atas dasar pengalaman selama prakteknya dan kemudian dihubungkan dengan teori tingkah laku belajar. ia mencoba untuk mengembangkan suatu teori yang disebut "Rational-Emotive Therapy". diejek. serta mengadakan pendekatan yang tegas. Ketidaklogisan berpikir ini selalu berkaitan dan bahkan menimbulkan hambatan. BAB 8 TEKNIK DALAM KONSELING RATIONAL-EMOTIVE THERAPY Teori Konseling Rasional Emotif dengan istilah lain dikenal dengan "rasional-emotive therapy" yang dikembangkan oleh Dr. gangguan atau kesulitan-kesulitan emosional dalam melihat dan menafsirkan objek atau fakta yang dihadapinya. Miharja. karena ia memiliki keyakinan dan berpikir bahwa individu lain itu mencela dan tidak mengacuhkan dirinya.Ag. C. (c) Tercipta dan terpeliharanya hubungan baik ini dipergunakan oleh konselor untuk membantu klien mengubah cara berpikimya yang tidak rasional menjadi rasional. Proses dan Teknik Konseling Rasional-Emotif Seperti telah diuraikan di muka bahwa dalam konseling rasionalemotif konselor tidak terlalu banyak menelusuri kehidupan masa lampau klien.tt cara berpikir yang tidak nasional oleh konseling rasionalemotif. Albert Ellis. Tujuan dari RET pada intinya ialah untuk mengatasi pikiranyang tidak logis tentang diri sendiri dan lingkungannya. S. A. konselor tidak terlalu banyak menelusuri kehidupan masa lampau klien. Atau dengan kata lain konseling rasional emotif ini bertujuan membantu klien membebaskan dirinya dari cara berpikir atau ide-idenya yang tidak logis dan menggantinya dengan cara-cara yang logis. Konselor/terapis berusaha agar klien makin menyadari pikiran dan kata-katanya sendiri. (d) Dalam proses hubungan konseling. Peranan Konselor dan Langkah-Langkah Konseling Draf kuliah Teknik Konseling . (e) Diagnosis (rumusan masalah) yang dilakukan dengan konseling rasional-emotif bertujuan untuk membuka ketidaklogisan pola berpikir dari klien. D. Karena. konselor berperan lebih aktif dibandingkan dengan klien. dan tidak diacuhkan oleh individu fain.M. Sehingga dengan demikian berarti bahwa dalam konseling ini konselor tidak banyak melakukan pengumpulan data untuk keperluan analisis maupun diagnosis sebagaimana halnya dalam konseling klinikal. Alat-alat pengumpulan data bersifat testing dan non-testing sedikit sekali dipergunakan dalam konseling ini. dan selanjutnya populer dengan singkatan RET.45 | S. Menurut konseling rasional-emotif ini. individu rnerasa dicela.

Konselor langsung mencoba meyakinkan. Konselor tidaklah cukup menunjukkan kepada klien bagaimana proses ketidakiogisan berpikir ini. (c) Teknik persuasif Teknik persuasif. Konselor berperan untuk menyerang inti cara berpikir yang tidak rasional dari klien dan mengajarkan bagaimana caranya mengganti cara berpikir yang tidak rasional dengan rasional. Pada tahap ini peranan konselor adalah sebagai propagandis yang berusaha mendorong. Di sini klien harus belajar untuk memisahkan keyakinan rasional dari yang tidak rasional. yaitu meyakinkan klien untuk mengubah pandangannya. S. (b) Teknik konfrontasi Dalam teknik konfrontasi ini. mengemukakan berbagai argumentasi untuk menunjukkan apa yang dianggap oleh klien benar tidak bisa diterima atau tidak benar. konselor menyerang ketidaklogisan berpikir klien dan membawa klien ke arah berpikir logis empiris. pada langkah ini peran konseling ialah menyadarkan klien bahwa gangguan atau masalah yang dihadapinya disebabkan oleh cara berpikirnya yang tidak logis. S. bahkan sampai kepada mengendalikan klien untuk menerima gagasan yang logis dan rasional. meyakinkan. bahwa gangguan emosional yang selama ini dirasakannya akan terns menghantuinya apabila dirinya akan tetap berpikir secara tidak logis. klienlah yang harus memikul tanggung jawab secara keselurnhan terhadap masalahnya sendiri. (b) Langkah kedua Peranan konselor adalah menyadarkan klien bahwa pemecahan masalah yang dihadapinya merupakan tanggung jawab sendiri. Jadi. (d) Teknik pemberian tugas (d) Langkah keempat Draf kuliah Teknik Konseling . Maka dari itu teknik pengajaran di sini memberikan keleluasaan kepada konselor untuk berbicara serta menunjukkan sesuatu kepada klien. terutama menunjukkan bagaimana ketidaklogisan berpikir itu secara langsung menimbulkan gangguan emosional kepada klien.. membujuk. (c) Langkah ketiga Pada langkah ketiga ini konselor berperan mengajak klien menghilangkan cara berpikir dan gagasan yang tidakrasional. Peranan konselor mengembangkan pandangan-pandangan yang realistis dan menghindarkan diri dari keyakinan yang tidak rasional. Teknik-Teknik Konseling Rasional-Emotif Sebagaimana telah diuraikan di muka bahwa inti dati konseling rasional-emotif ialah menghilangkan cara berpikir yang tidak logis yang dapat menimbulkan gangguan emosional. Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan beberapa teknik konseling rasional-emotif sebagai berikut: (a) Teknik pengajaran Dalam konseling rasional-emotif konselor mengambil peranan lebih aktif dari klien.M. Oleh karenanya.Pd. karena pandangan yang ia kemukakan itu tidak benar.46 | Peranan konselor dalam proses konseling rasionalemotif akan tampak dengan jelas dalam langkah-Iangkah konseling sebagai berikut: (a) Langkah pertama Dalang langkah ini konselor berusaha menunjukkan kepada klien bahwa masalah yang dihadapinya berkaitan dengan keyakinannya yang tidak rasional. Maka dari itu dalam konseling rasional-emotif ini konselor berperanan untuk menunjukkan dan menyadarkan klien.Ag. Miharja. tetapi lebih jauh dari itu konselor harus berusaha mengajak klien mengubah cara berpikirnya dengan cara menghilangkan gagasangagasan yang tidak rasional.

membaca buku untuk memperbaiki kekeliruan cara berpikimya. Miharja. Draf kuliah Teknik Konseling . Teknik ini bisa dilakukan untuk menugaskan kepada klien untuk bergaul kepada anggota masyarakat kalau mereka merasa dikucilkan dalam pergaulan. S.M. S.Ag.Pd..47 | Dalam teknik konselor menugaskan klien untuk mencoba melakukan tindakan tertentu dalam situasi nyata.

seperti inteligensi (berpikir).. Dalam hal ini aliran konseling jabatan berpegang.misalnya. berpikir secara rasional mengenai hubungan antarakedua kelompok fakta di atas. melainkan memilih secara sadar suatu pekerjaan yang berfungsi sebagai jabatan (the choice of a vocation). dan berdasarkan penelitian terhadap tuntutan pekerjaan di lapangan untuk mengetahui kemampuan mana yang harus dimiliki seseorang supaya berhasil dalam suatu jenis pekerjaan tertentu. Cara berpikir yang demikian mulai diikuti juga oleh konselor jabatan. serta tentang balas jasa dan kesempatan untuk maju dalam semua bidang pekerjaan itu.M.Pd. Jadi. langkah yang pertama menggunakan analisis diri. berperasaan. yang masing-masing membentuk suatu kontinum atau skala yang terentang dari sangat tinggi sampai sangat rendah. seseorang dapat diidentifikasikan dan diketahui sebagai orang yang sangat inteligen. Yang dimaksudkan dengan Trait adalah suatu ciri yang khas bagi seseorang dalam berpikir. yang mempunyai relevansi terhadap kesuksesan atau kegagalan dalam suatu pekerjaan/jabatan. Ciri-ciri itu diandalkan dapat diketahui melalui berbagai tes psikologis. pada teori kepribadian yang dikenal dengan nama teori Trait-Factor. kepribadian. Miharja. Ciri-ciri itu dianggap sebagai suatu dimensi kepribadian. kurang iba hati. dengan tuntutan kualifikasi dan kesempatan yang terkandung dalam suatu pekerjaan atau jabatan. dan agak agresif. information). sehingga dapat cukup berhasil di bidang pekerjaan itu. BAB 9 TEKNIK DALAM KONSELING TRAIT-FACTOR Pengantar TraitFactor Counseling merupakan corak konseling yang menekankan pemahaman diri melalui testing psikologis dan penerapan pemahaman itu dalam memecahkan beraneka problem yang dihadapi. bakat. Dengan demikian. Kedua. pemahaman diri yang jelas mengenai kemampuan otak. dan agresif (berperilaku). berbagai kelebihan dan kelemahan. Frank Parsons menunjukan tiga langkah yang harus diikuti dalam rnemilih suatu pekerjaan yang sesuai. S. Poses lahirnya konseling berpegang pada teori Trait-Factor bermula pada akhir abad yang ke-19 dimana Frank Parson mulai mencari suatu cara untuk membantu orang-orang muda dalam memilih pekerjaan yang sesuai dengan potensi rnereka. yaitu: pertama. Berdasarkan identifikasi berbagai kemampuan yang dimiliki atau tidak dimiliki seseorang setelah dites. seseorang yang mempunyai relevansi terhadap suatu jabatan/ pekerjaan. langkah yang kedua memanfaatkan informasi jabatan (vocational. minat.Ag. serta ciri-ciri yang lain. karena konselor secara sadar mengadakan strukturalisasi dalam proses konseling dan berusaha mempengaruhi arah perkembangan konseli demi kebaikan konseli sendiri. dan berperilaku. Corak konseling ini dikenal juga dengan nama directive counseling atau Counselor-Centered Counselling. Alat yang digunakan untuk mempelajari keadaan seseorang sehingga menghasilkan suatu analisis bagi masing-masing pribadi. Ketiga. adalah testes psikologis yang mula-mula digunakan oleh para ahli psikologi industri dalam rangka seleksi aplikan untuk bidang-bidang pekerjaan tertentu.48 | S. orang muda bukannya mencari pekerjaan demi asal punya pekerjaan (the hunt of a job). langkah yang ketiga menerapkan kemampuan untuk berpikir rasional guna menemukan kecocokan antara ciri-ciri Draf kuliah Teknik Konseling . iba hati (berperasaan). terutama yang menyangkut pilihan program studi dan/atau bidang pekerjaan. dengan menekankan penggunaan suatu tes psikologis sebagai alat untuk mengidentifikasi ciri-ciri kepribadian. pengetahuan tentang keseluruhan persyaratan yang harus dipenuhi supaya dapat mencapai sukses dalam berbagai bidang pekerjaan. Dengan demikian. para ahli psikologi industri itu menyusun tabel-tabel prakiraan sukses atau gagalnya seorang aplikan dalam jenis pekerjaan tertentu.

konseli telah menyelesaikan minimal jenjang pendidikan SLTE dan sudah mulai tampak stabil dalam berbagai ciri kepribadian. di mana konseli menghadapi keharusan untuk memilih di antara beberapa alternatif. yang bersifat nonkognitif. kewajiban moral-sosial terhadap keluarga. (a) Data tentang diri sendiri: kemampuan intelektual. sejauh tampak dari hasil testing. Sejauh mungkin fakta itu bersifat kenyataan yang disahkan dalam hasil penelitian. program studi IPA. bilamana alat yang terandalkan tidak tersedia. keadaan konkret masyarakat yang mempersempit atau mernperluas ruang gerak konseli yang menghadapi keharusan memilih. Sejauh mungkin data itu dicari dengan melalui alat-alat tes dan nontes. Konseling Trait-Factor berpegang pada pandangan yang sama dan menggunakan alat tes psikologis untuk menganalisis atau mendiagnosis seseorang mengenai ciri-ciri atau dimensi/aspek kepribadian tertentu.49 | S. Dia mengambil program studi itu karena ingin supaya tetap terbuka kesempatan baginya untuk kelak melanjutkan ke Fakultas Kedokteran atau Fakultas Pertanian. berbagai perasaan. diketahui mempunyai relevansi terhadap keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam memangku jabatan dan mengikuti suatu program studio Dalam hal ini program studi di institusi pendidikan juga dipandang sebagai jabatan sehingga akan diikuti prosedur yang sama terhadap pilihan bidang pekerjaan dan bidang studio Dengan demikian. aliran konseling jabatan telah memperluas diri menjadi Konseling Jabatan-Akademik.. kelas III. ataukah berkaitan satu sama lain? Beberapa ahli psikologi telah mencoba untuk menemukan seperangkat ciri dasar yang terbatas jumlahnya. konsel tidak menunjukkan kelemahan serius dalam beberapa segi kepribadiannya. Data yang akan dikumpulkan dengan bantuan konselor meliputi: (a) Data tentang diri sendiri: kemampuan intelektual bertaraf lebih dari cukup (berdasarkan hasil testing). (b) Fakta tentang keluarga dekat. data dan fakta yang dibutuhkan dapat dikumpulkan dalam urutan sebagai berikut. Sebagai contoh diambil kasus sebagai berikut: Ada seorang siswa MA. seperti nilai-nilai kehidupan dan cita-cita hidup. Namun. Secara praktis. namun data sosial semacam ini tidak selalu tersedia atau sudah tidak up-to-date. kemampuan ekonomi keluarga. berbakat khusus di bidang studi matematika (berdasarkan hasil penilaian guru selama beberapa Yang dipersoalkan ialah: ciri-ciri itu berapa jumlahnya? Semua ciri itu bersifat dasar dan berdiri sendiri. aneka harapan keluarga. yang merupakan ciri-ciri dasar yang dapat mendeskripsikan kepribadian seseorang secara memadai. misalnya Catteli berpendapat telah menemukan 16 faktor. psikologis yang mengukur masing-masing dimensi kepribadian itu. bakat khusus. Pendekatan ini dapat digunakan terhadap semua kasus yang mengandung unsur-unsur sebagai berikut: termasuk ragam konseling jabatan dan/atau konseling akademik (konseling karier). kalau kiranya bisa. harus selalu diperhatikan apakah pilihan yang akan dibuat bersifat intermediar atau definitif sehingga sukar diubah kelak.Ag. S. serta ciri-ciri kepribadian yang lain. misalnya selalu ragu-ragu dalam keputusan tentang apa pun juga atau sangat dikuasai oleh alam perasaannya sendiri. Teori Trait-Factor adalah pandangan yang mengatakan bahwa kepribadian seseorang dapat dilukiskan dengan mengidentifikasikan sejumlah ciri.Pd. dan sebagainya.M. (c) Fakta tentang lingkungan hidup: ciri/corak khas dari setiap program studi dan/atau setiap bidang pekerjaan.Ciri-ciri dasar yang mereka temukan disebut factors.dengan menganalisis data hasil testing psikologis melalui teknik statistik yang disebut Factor Analysis. nilai-nilai kehidupan (personal values). Namun.minat. Miharja. cita-cita. terkandung di dalamnya. keterampilanketerampilan. beberapa data paling diketahui oleh konseli sendiri. konstelasi kualifikasi yang secara minimal dituntut.Yang . dewasa ini sering disebut Konseling Karier. harapan. data itu dikumpulkan berdasarkan refleksi diri (selfanalysis) dengan menyadari kelemahan yang Draf kuliah Teknik Konseling .

asal dia dapat menekuninya. tetapi jangan sampai terlalu lama karena harus ikut membiayai pendidikan adik-adik.50 | tahun). meskipun sebenarnya ingin. Psikologi menuntut pola kualifikasi yang tidak berbeda jauh dengan data dalam butir (a). akhirnya diputuskan bahwa: Kedokteran umum tidak mungkin. tetapi diakuinya sendiri tidak merasa malu bila tangannya menjadi kotor. cita-cita masa depan terpusat pada usaha pembangunan dan kepemimpinan (berdasarkan data kartu pribadi mengenai keterlibatannya dalam kegiatan ekstrakurikuler sebagai pemimpin. Teknologi Pertanian bisa dan diinginkan. Untuk siswa ini kedua pilihan itu bercirikan definitif. Pilihan program studi di PT tidak dikaitkan dengan program studi yang diambil di MA. dalam arti siswa itu dapat diramalkan akan berhasil baik dalam program studi Teknologi Pertanian dan Pendidikan Matematika. Dalam pembicaraan selanjutnya menjadi jelas. dan besar hati (berdasarkan analisis diri. sifat-sifat kepribadian yang mencolok adalah sabar. yang diperkuat dalam hasil testing). Maka tidak jadi. Maka pilihan yang pertama menjadi Pendidikan Matematika. bahwa belum tentu dia diterima untuk pilihannya yang pertama. sehingga selama studinya dia harus tetap tinggal di rumah orang tua nanti. ditinjau pro dan kontranya untuk dapat menjawab dua soal. Ilmu Pasti bisa dan diinginkan. dengan preferensi di Negeri. Di kota tempat tinggalnya ada Negeri dan Swasta yang menawarkan program studi Pendidikan Matematika. ringan tangan. setelah diterima di salah satu program studio Data Draf kuliah Teknik Konseling . SI. Psikologi tidak diinginkan. meskipun sebenarnya bisa. dia secara mental sudah siap untuk diterima dalam pilihannya yang kedua. S. Ilmu Pasti. Psikologi. meskipun keputusan tentang suatu spesialisasi dapat diambil kemudian. Daripada merasa frustasi besar. Ilmu Pasti pun kelihatan sesuai. Kedokteran Umum menuntut beberapa kualifikasi yang kiranya dapat dipenuhi. Setelah masing-masing alternatif program studi. tetapi program studi strata satu (S1) tidak memberikan harapan dapat segera bekerja dengan mendapat imbalan yang cukup memadai baginya. Maka ditentukan sebagai pilihan yang kedua.M. yang diperkuat oleh beberapa guru pada skala penilaian). yaitu "Bisakah?/Mungkinkah?" (Possible?) dan "Inginkah?" (Desirable?). sebagai persiapan untuk karier tertentu. Segi yang tidak ditinjau dalam kasus ini ialah apakah suatu alternatif pilihan probable. (c) Fakta tentang program studi. program studi diserahkan kepada anak. keterampilan tidak ada yang mencolok.. yang mempersiapkan untuk karier tertentu yang pernah dibayangkan. nilai kehidupan menekankan pengabdian kepada sesama (berdasarkan analisis diri. diperkuat oleh penilaian sejumlah guru pada skala penilaian). tidak ada PTS yang menawarkan program studi itu.Ag. Maka tidak jadi.analisis diri. Miharja. berminat terhadap matematika dan memelihara tanaman (berdasarkan . Ditentukan dua pilihan program studi atas dasar pertimbangan. menurut ketentuan yang berlaku pada saat itu. yaitu Kedokteran Umum. kemampuan ekonomi keluarga sedang saja. tetapi secara finansial sangat berat. Teknologi Pertanian.Pd. apalagi kalau dia menamatkan program studi S. Untuk itu diperlukan data yang memberikan indikasi tentang besar-kecilnya probabilitas akan berhasil baik. disertai keyakinan sendiri). harapannya ialah melanjutkan ke perguruan tinggi dan membuat orang tuanya merasa bangga. bahwa siswa ini harus memberikan tekanan pada fakta yang tercantum dalam butir (b) di atas. Namun dia harus studi di PTN di kota tempat tinggalnya. (b) Fakta tentang keluarga dekat: orangtua mengharapkan dia melanjutkan studi. Pendidikan Matematika di dan menjadi guru di suatu sekolah serta memberikan tes privat. Teknologi Pertanian memungkinkan segera bekerja dan memulai usaha sambilan untuk menambah penghasilan serta pola kualifikasinya pun tidak jauh berbeda dengan data mengenai diri sendiri.

Perlu dicatat bahwa pengumpulan data tentang diri sendiri dan fakta tentang keluarga dekat serta lingkungan hidup sangat bermanfaat untuk dapat menentukan suatu norma atau patokan yang menjadi landasan untuk kelak dapat mengambil suatu keputusan tegas.Pd. Dia yakin mampu menyelesaikan studi di fakultas teknik karena hasil belajar di MA dalam seluruh bidang studi. mengingat data psikologis yang tersedia. Miharja. himpunan data dan fakta yang disebutkan dalam uraian di atas menghasilkan suatu pegangan dasar dalam proses pengambilan keputusan selanjutnya. kepribadiannya cocok untuk bekerja sebagai insinyur pembangunan di lokasi mana pun juga. bukan kasus pilihan di antara beberapa alternatif di luar dua bidang itu. Dia diharapkan akan cepat bekerja supaya dapat membantu membiayai pendidikan. khususnya teknik bangunan suatu jalan raya. sehingga Fulan sudah lama menghadapi masalah: bagaimana saya ini sesudah tamat? Karena masalah yang belum terpecahkan ini. pada bulan April tahun berikutnya. yang sangat berbeda. Pada bulan November dia menghadap konselor di sekolah untuk membicarakan masalah kelanjutan studi setelah tamat sekolah. yang menunjang studi di fakultas teknik. keadaan ekomomi keluarga dan harapan orang tua inilah. Dalam wawancara menjadi jelas bahwa Fulan merasa bingung sekali karena tidak mengetahui bagaimana caranya mengatasi kesulitanyang dihadapinya. namun tinjauan mengenai segi pro dan segi kontra pada setiap alternatif pilihan lazimnya berlandaskan pada suatu norma atau patokan yang berkaitan dengan data tentang diri sendiri dan fakta tentang keluarga dekat serta lingkungan hidup. agar proses pengambilan keputusan selanjutnya berjalan lancar. Selain itu patut diperhatikan bahwa dalam contoh yang disajikan dalam uraian di atas konseli sudah mempunyai beberapa alternatif program studi untuk ditinjau. Atas pertanyaan konselor Fulan menjelaskan bahwa keluarganya mendukungcita-cita tersebut. Biarpun norma atau patokan itu di sini tidak dirumuskan secara eksplisit seperti kerap terjadi dalam konseling yang tidak menyangkut suatu pilihan program studi atau bidang pekerjaan.. Dengan kata lain. dipilih alternatif program studi atau bidang pekerjaan tertentu. Menurut pendapat Fulan. mengingat data tentang diri sendiri dan fakta tentang keluarga dekat. Pelaksanaan Trait-Factor Counseling Kasus Fulan adalah seorang siswa MA.M. istilah yang pertama menyangkut hasil yang boleh diharapkan bila S. siswa ini boleh mengharapkan akan berhasil baik kalau dia tetap bermotivasi kuat. Adapun kesulitan Fulan adalah sebagai berikut: dia berkeinginan sekali melanjutkan ke fakultas teknik dan nanti bekerja sebagai insinyur sipil. Sejak masuk MTS Fulan senang membaca buku-buku tentang teknik yang dipinjam di perpustakaan sekolah. antara lain meninjau kualifikasi yang dituntut. S.Ag.51 | semacam itu di Indonesia dewasa ini masih jarang tersedia. harap diperhatikan bahwa pendekatan sebagaimana dijelaskan di atas menyangkut suatu kasus pilihan di antara beberapa alternatif (a choice case) mengenai program studi/bidang studi dan/atau bidang pekerjaan. kelas III. Akhirnya. program studi IPA.. sedangkan istilah yang kedua menyangkut hasil yang boleh diharapkan bila dipilih suatu alternatif tertentu dalam lingkup permasalahan yang tidak berkaitan dengan bidang studi atau bidang pekerjaan. selama ini tergolong baik Hasil ini memang sesuai dengan hasil tes kemampuan belajar yang ditempuh ketika Fulan mencalonkan diri sebagai siswa di MA ini. Dia Draf kuliah Teknik Konseling . namun tidak mampu untuk membiayai studi di fakultas teknik sampai mencapai gelar insinyur. Dalam kasus yang demikian tidak perlu lagi membuat suatu inventarisasi tentang alternatif program studio Berbedalah keadaan konseli yang belum memikirkan alternatif yang dapat terbuka baginya. sehingga harus diadakan inventarisasi alternatif lebih dahulu untuk melengkapi data sosial. adik-adiknya. Nah. Fulan semakin merasa sukar untuk berkonsentrasi dalam belajar. Istilah "probable" dalam urain di atas dan istilah "feasible" tidak menunjukkan pada sesuatu. Yang menimbulkan kesulitan besar. Namun.

D3. Semua alternatif itu dikumpulkan dalam rangka inventarisasi kemungkinan yang terbuka baginya. S. Bidang-bidang studi di PT yang sesuai dengan data tentang Fulan sendiri dan dapat dipertimbangkan sebagai alternatif-alternatif: l) di PTN Universitas. Masalah yang ingin dibicarakan oleh Fulan ialah: tidak mengetahui akan melanjutkan studi ke mana karena keluarganya tidak mampu membiayai studi di fakultas teknik. Dia diharapkan lekas bekerja untuk membantu pendidikan adik-adiknya. Fulan memutuskan untuk memilih sebagai alternatif pertama program D3 Pendidikan Teknik sebagai alternatif kedua program D3 Politeknik di Universitas. dapat dicari informasi apakah bagi Fulan tersedia kemungkinan mendapatkan beasiswa atau mengambil kredit mahasiswa di bank dengan syarat lunak. (2) Mendengarkan dengan penuh perhatian ungkapan pikiran dan perasaan Fulan. datam Pendidikan Teknik Bangunan.. tidak bisa dipilih). Program D3 Politeknik. tetapi Fulan tidak begitu ingin karena dianggap di bawah kemampuan otaknya. Orang tua sebenarnya mendukung cita-citanya. Minat: teknik pembangunan jalan raya. (4) Membantu Fulan mengintegrasikan semua data di atas satu sama lain dan mempertimbangkan pro dan kontra dari masing. Dalam wawancara berikutnya. Bakat khusus: matematika dan menggambar mistar. 6) di Universitas Terbukas Program D2 Keterampilan Teknik.52 | bahkan merasa minder sebab teman/rekan sekelas semuanya berkata akan melanjutkan ke PT yang banyak terdapat di lokasi. (b) Keluarga Fulan. 2) di PTS Universitas. 4) di PTN . Namun program studi manakah yang diinginkan mengingat cita-cita semula adalah menjadi insinyur sipil? Berarti harus ada perubahan dalam cita-cita Fulan. S1. Namun. Teknik Sipil. Nilai kehidupan (setelah ditanyakan langsung): pengabdian pada kebutuhan bangsa dan Negara. seandainya diketahui tersedia. yaitu menghimpun data yang ternyata tersedia:(a) Fulan sendiri. Dengan demikian. jelaslah bahwa semua program studi S l tidak dapat dipilih (tidak mungkin dipilih. Cita-cita hari depan: menjadi insinyur sipil dengan belajar di fakultas teknik suatu PT. JurusanTeknik Sipil. (3) Mengadakan analisis kasus.M. Kemampuan belajar: cukup tinggi. 3) di PTN Universitas. dan sebagai alternatif ketiga program D2 Keterampilan Teknik di Universitas Terbuka.masing alternatif. program D2 Keterampilan Teknik sebenarnya mungkin.Ag. Sifat kepribadian yang mencolok: mudah menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi. 7) alternatif lain yang relevan.Pd. Seandainya kemungkinan itu ada. 5) di PTN . lebih-lebih bila Fulan bersedia ditugaskan di luar Pulau Jawa. Dia merasa sangat bingung karena persoalan ini. Dia baru bersedia memilih alternatif ini kalau dia ternyata tidak diterima di program Politeknik dan Pendidikan Teknik yang tercantum pada butir b di atas. (c) Universitas Terbuka. S1. Jurusan Teknik Sipil. Di antara altematif-alternatif yang ada. agar menjawab dua pertanyaan: "bisakah?/mungkinkah" serta "inginkah?". S1. seluruh program studi itu dapat dipertimbangkan lagi (Untuk mencari informasi itu proses konseling dihentikan dulu). meskipun program-prograrn studi itu sebenarnya diinginkan.karena masa studi terlalu lama dan biaya tidak tersedia. Fulan ternyata paling menginginkan program D3 Pendidikan Teknik Bangunan karena sebagai guru dia dapat juga mengabdi. (c) Bidang pekerjaan yang diinginkan: sebenarnya mempunyai prospek masa depan yang baik. alias aspirasinya harus diturunkan. dalam Pendidikan Teknik Bangunan. Draf kuliah Teknik Konseling . biaya tidak terlalu tinggi dan tersedia kesempatan untuk lekas bekerja. minder. (b) Semua program studi D3 dimungkinkan karena masa studi tidak terlalu lama. Misalnya dipertimbangkan sebagai berikut: (a) Semua program studi Sl kelihatannya tidak mungkin (tidak bisa). Fulan melaporkan bahwa bagi dia tidak tersedia kemungkinan itu. merasa minder kalau tidak dapat melanjutkan. S. Perasaan: bingung. tetapi terbentur pada persoalan biaya seandainya dia belajar di fakultas teknik. Akhirnya. Langkab-langkah kerja: (1) Membangun hubungan pribadi dengan Fulan. Miharja.

M. (5) Mengakhiri hubungan pribadi dengan Fulan. Maka pada akhir fase 3 diadakan inventarisasi alternatif lebih dahulu untuk melengkapi data sosial. agar proses pengambilan keputusan selanjutnya berjalan lancar.53 | S. dalam inventarisasi itu belum digunakan nama program karena nama itu masih dapat berubah. S.. Patut dicatat di sini bahwa dalam kasus ini konseli belum memikirkan sejumlah alternatif program studi di PT.Pd. Digunakan nama jurusannya atau bidang studinya. Miharja.Ag. Draf kuliah Teknik Konseling .

yang untuk pertama kali digunakan oleh John D. disingkat S) dan telah bereaksi pula dengan cara tertentu (Response. yang berlangsung selama proses konseling. yang sesuai dengan situasi kehidupannya pada saat tertentu. meskipun situasi kehidupan telah berubah. Sejalan dengan keyakinan mendasar itu. yang terpusat pada usaha membantu dan kesediaan dibantu untuk belajar perilaku baru dan dengan demikian mengatasi berbagai macam permasalahan. Aliran baru ini menekankan bahwa hubungan antarpribadi itu tidak dapat diteliti secara ilmiah. proses konseling pada dasarnya pun dipandang sebagai suatu proses belajar.Ag. Perubahan dalam perilaku itu harus diusahakan melalui suatu proses belajar (learning) atau belajar kembali (relearning). dapat diuoah dengan belajar baru. akan ada kesulitan.Pd. bagi seorang konselor behavioristik perilaku konseli merupakan hasil dari keseluruhan pengalaman hidupnya dalam berinteraksi dengan lingkungan. Kalau perilaku konseli ditinjau dari sudut pandangan apakah perilaku itu tepat dan sesuai dengan situasi kehidupannya (well-adjusted) atau tidak tepat dan salah suai (maladjusted). tingkah laku tepat mauptin tingkah laku salah sama-sama merupakan hasil belajar. metode. Teori belajar Behaviorisme mengandung banyak variasi dalam sudut pandangan. dasarnya berpegang pada keyakinan bahwa banyak perilaku manusia merupakan hasil suatu proses belajar dan. S. Di masa yang lampau orang belajar dalam interaksi dengan lingkungannya. sedangkan perubahan nyata dalam perilaku konseli memungkinkan dilakukan penelitian ilmiah. Meskipun demikian. di waktu kemudian dapat tidak sesuai lagi karena situasi kehidupannya telah berubah. Suatu pola bertingkah laku yang dahulu mungkin sesuai. tetapi belum mengetahui apa BAB 10 TEKNIK DALAM KONSELING BEHAVIORISTIK Pengantar Konseling Behavioristik berasal dari Behavioral Counseling. Dengan kata lain. karena itu. proses konseling dipandang sebagai suatu proses pendidikan (an educational process). Krumboltz (1964). seorang remaja Dawar telah mengembangkan kebiasaan untuk mengurung diri di kamar tidurnya setiap kali berbeda biasanya tidak diutarakan oleh konseli pada waktu konseli menjelaskan masalahnya. Misalnya. hal itu disebabkan karena orang itu telah belajar bertingkah laku yang salah. Dia telah berhadapan dengan sejumlah rangsangan (Stimulus. Oleh karena itu. yang selama proses konseling melalui berbagai prosedur dan aneka teknik tertentu akhirnya menghasilkan perubahan yang nyata. dan teknik yang diterapkan. kalau seseorang mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri (adjustment).M.54 | S. Konselor yang berpegang pada model A-B-C baru mengetahui apa yang terjadi sesudah A dan sebelum C. yang juga dapat disaksikan dengan jelas. Miharja. Perhatian difokuskan pada perilaku-perilaku tertentu yang dapat diamati (observable). Semua usaha untuk menuatangkan perubahan dalam tingkah laku (behavior change) didasarkan pada teori belajar yang dikenal dengan nama Behaviorisme dan sudah dikembangkan sebelurn lahir aliran pendekatan Behavioristik dalam konseling. Oleh karena itu. disingkat R). Konseling ini diharapkan menghasilkan perubahan yang nyata dalam perilaku konseli (counselee behavior). Kalau pola berperilaku yang dipelajari dahulu tetap dipertahankan. pendekatan Behavioristik dalam konseling mengenal banyak variasi dalam prosedur. harus dikatakan bahwa baik. jajaran pelopor pendekatan Behavioristik pada Draf kuliah Teknik Konseling .. Cara bereaksi itu lama-kelamaan akan dapat membentuk suatu pola bertingkah laku. Dengan demikian. alias orang mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri. lebihlebih orang lain (Lingkungan sosial). Karena tingkah laku salah merupakan hasil belajar. tingkah laku yang salah itu juga dapat dihapus dan diganti dengan tingkah laku yang tepat melalui suatu proses belajar.

Berbagai prosedur itu umumnya dikenal dengan nama modifikasi tingkah laku (Behavior Modification).55 | bentuk konkret dari A dan apa bentuk konkret dari c. seperti yang sudah-sudah. Namun. sehingga Behavior yang terdapat di antara kedua hal itu akan berubah pula. Setelah diadakan analisis kasus. ternyata pula. dengan mengembangkan suatu cara bertingkah laku yang lebih S. Oleh karena itu. dia selalu cenderung pergi secepat mungkin dan menyibukkan diri dengan aktivitas lain.M. Adanya rasa cemas. Draf kuliah Teknik Konseling .bahwa suatu seri kejadian atau pengalaman telah menjadi situasi psikologis tertentu. lni diulang-ulang. Misalnya. peranan itu tidak ditanggulanginya secara khusus. gelisah. seorang mahasiswi telah berkali-kali mengalami perlakuan kasar dari sejumlah mahasiswa bila berkumpul.Ag. Seandainya diakui peranan dari suatu reaksi internal yang berupa perasaan dan/atau pikiran (r). tanpa mengusahakan perubahan dalam respons/reaksi tertutup (r) atau cara berpikir lebih dahulu. social modeling. Berbagai variasi dalam prosedur mengusahakan mengubah perilaku secara langsung. Keuntungan yang diperoleh ialah rasa lega karena lolos dari ancaman. sesuai. dapat pula tidak..Pd. yang dihadapi dengan pola berperilaku tertentu dengan memperoleh efek yang sama. Dengan demikian menjadi jelas. khawatir. Dapat menjadi tampak. Jadi mengubah R dahulu. Ternyata seringkali perilaku yang sekarang ini juga terdapat di tahun-tahun yang lampau. rangsangan atau kombinasirangsangankonkret apa yangtelah berlangsung (A) dankeuntungan/efek positif apayangdiperoleh (C). Akibatnya.B. yaitu: Mengubah respons/reaksi terbuka (R) atau perilaku (B) seeara langsung. konselor akan membantu konseli untuk mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi sekarang. bahkan bersedia mengelus-elus kelinci itu. seorang anak yang takut terhadap kelinci dan menjerit-jerit bila kelinci itu ditaruh di tempat yang dekat padanya secara berangsur-angsur dibuat tidak menjerit lagi. sehingga dia akan mengalami kesukaran serius dalam pergaulan dengan kaum pria. bahkan terhadap anak-anak normal di taman kanak-kanak dan sekolah dasar.Misalnya. Prosedur yang digunakan ialah menaruh kelinci itu di tempat yang agak jauh pada waktu anak sedang asyik menikmati sepotong cokelat manis. yang mungkin dikombinasikan satu sama lain untuk mencari cara yang paling efektif bagi konseli tertentu dengan kasus tertentu.C yang terdapat di masa sekarang ini. sebagai wanita muda dia juga berkeinginan untuk berjumpa dengan lawan jenisnya. bagaimana proses lahirnya permasalahan yang dihadapi pada masa sekarang. Analisis ini sering tidak terbatas pada rangkaian A. counterconditioning. kemudian akan menyusul perubahan dalam r dengan sendirinya. Dalam prosedur-prosedur itu diusahakan suatu perubahan dalam Antecedent dan/atau Consequence. yang diterapkan terhadap orang yang mengidap penyakit jiwa atau mengalami gangguan neurotik (psikoterapi) diterapkan pula terhadap anak-anak yang sukar dididik.. atas dasar pertirnbangan bahwa perubahan dalam respons/reaksi tertutup akan mengikuti perubahan dalam respons/reaksi terbuka. sebagai reaksi terhadap rentetan peristiwa atau rangkaian pengalaman yang sama atau mirip dengan peristiwa di masa sekarang. Dalam hal ini diterapkan pola/cara belajar menurut konsepsi Pavlov. seperti yang dikenal dengan nama desensitization. Dalam hal ini dapat ditempuh dua jalan atau diterapkan dua siasat.bahwa keuntungan/efek positif yang didapat di masa yang lampau sama dengan keuntungannya di masa sekarang. Berkali-kali pula dia bereaksi dengan mengundurkan diri dari pergaulan sama para mahasiswa itu. konselor akan mengajak konseli untuk mengidentifikasikan A dan C. konsepsi Skinner atau menurut konsepsi Bandura. tetapi juga menggali rangkaian A-B-C yang terjadi dimasa yang lampau. Lama-kelamaan setiap pertemuan antar mahasiswa baginya menjadi situasi yang mengancam dan menegangkan. S. dan takut-takut dapat ikut dipertimbangkan dalam prosedur penyembuhan. dan reinforcement program. Rasa lega itulah yang dicarinya sampai sekarang. Miharja. Akhirnya dia menjatuhkan dirinya sendiri dalam suatu lingkaran setan.

dengan memberikan suatu peneguhan (reinforcement) kepada dirinya sendiri setiap kali setia pada pelaksanaan program kerja itu. Seorang anak dapat belajar bertingkah laku tepat dengan meniru suatu model yang memperlihatkan tingkah laku yang tepat. seperti nonton acara TV yang sangat-digemari atau memberikan pujian kepada diri sendiri (selfmanagement). Misalnya pula. Namun. ini tidak berarti bahwa corak pendekatan konseling Behavioristik ini tidak dapat digunakan oleh konselor sekolah terhadap kaum remaja dan mahasiswa. unsur kegelisahan dan kecemasan maupun yang tidak. Misalnya. telah dikembangkan suatu pendekatan Behavioristik yang dikenal dengan nama Pendekatan Kognitif-Behavioristik (CognitiveBehavioral Approach). Aneka rasa tersebut timbul karena konseli tidak pernah mendapat kesempatan untuk belajar hal-hal tertentu. Cautela dan Baron (1977). tidak akan dibahas lebih lanjut di sini. seorang karyawan yang selalu takut menghadapi pimpinannya untuk membicarakan suatu kepentingan.Pd. Perasaan itu menyangkut orang lain. efektif bagi konseli tertentu dalam permasalahan tertentu. muak. dan kejadiankejadian tertentu. seperti dalam butir (a). yang semuanya disertai perasaan gelisah.Ag. S. sebagai komponen yang sangat menentukan dalam rangkaian S r R. dan tidak tenang. dapat pula timbul masalah Draf kuliah Teknik Konseling . dengan taraf keberhasilan yang berbeda-beda. Berbagai prosedur itu dapat saja diterapkan dalam konseling di. seperti kelincahan dalam bergaul dengan orang lain (social skills) dan cara membawakan diri di hadapan umum. Kamfer dan Philips (1970). dan keyakinan. benda-benda. kombinasi antara pendekatan tidak langsung dan langsung). misalnya bersalaman dengan orang yang tidak dikenal. dapat dibantu dengan mengembangkan suatu program mengatur waktu makan dan kuantitas bahan makanan. Attribution Psychology. mempertimbangkan semua alas an positif yang mendorong untuk menghadap. seseorang yang berbadan terlalu gemuk karena salah makan. seperti Assertive Training. Thought Stopping.56 | tetapi setiap kali kelinci itu ditaruh makin dekat padanya. Manusia dapat mengatur baik perilakunya sendiri dengan mengubah tanggapan kognitifnya terhadap Antecedent dan mengatur sendiri Reinforcement yang diberikan kepada dirinya sendiri. tetapi kebanyakan konselor di indonesia tidak dipersiapkan khusus untuk merancang suatu prosedur modifikasi tingkah laku yang sesuai untuk setiap kasus yang ditangani. Miharja. sekolah dalam kasus-kasus tertentu. Prosedur yang teruji ini dapat diterapkan dalam konseling di jenjang pendidikan menengah dan perguruan tinggi. Semua prosedur itu telah diterapkan oleh yang ahli dalam pendekatan Behavioristik ini terhadap banyak orang dalam berbagai macam permasalahan. baik yang mengandung. Di sini pun dicari prosedur yang paling S. dan Ellis (1977) menekankan peranan dari persepsi. Sesuai dengan yang diterangkan diatas tentang peranan tanggapan pikiran (mediating response). pikiran. Mengubah respons/reaksi tertutup (r) lebih dahulu. cemas. Tokoh/pakar seperti Bandura (1977). dapat dibantu dengan meninjau apa sebab-sebabnya dia merasa takut. sebagai akibat respon/reaksi terbuka (R) akan berubah pula. sampai akhirnya dapat dipangku tanpa menjerit-jerit (counterconditioning). bersalah. Corak pendekatan ini mengenal beberapa variasi dalam prosedur yang diikuti. takut. yang semuanya bersifat kognitif..M. namun tidak secara langsung seperti dalam butir (a) di atas. pengubahan tingkah laku secara langsung menurut prosedur yang diutarakan di atas. disertai latihan menghadap seorang atasan yang dimainkan oleh konselor (assertive training. Banyak kasus berkisar pada rasa khawatir. Self Management (dikombinasikan dengan pendekatan secara langsung. dan benci. Cognitive Restructuring dan Rational-Emotive Therapy. namun diragukan apakah jajaran konselor sekolah di Indonesia dewasa ini sudah cukup terlatih dalam mengaplikasikannya terhadap kliennya secara jeli. main. lebih-Iebih tanggapan pikiran dalam batin seseorang. Tentang pendekatan ini diuraikan lebih lanjut di bawah ini. Oleh karena itu. dan memikirkan pula cara berbicara yang tidak akan menimbulkan ketegangan dan konflik.

Ag.. seperti terjadi dalam kasus mahasiswi yang diutarakan di atas. (bendera nasional) dan keindahan (bunga mawar). Miharja. S. Behavioristik sebagai manipulasi manusia yang tidak manusiawi agak kehilangan sengatnya. dan dari bentuk peneguhan yang efektif (C). gara-gara pengaruh negatif dari beraneka perasaan itu. Prosedur Konseling Behavioristik Kasus Zaedun adalah siswi di MA. seorang yang takut pada darah dan akhirnya takut pada warna merah. Orang tua berpendidikan SLTA dan berhasil menciptakan suasana kehidupan keluarga yang akrab. Akhirnya program kerja itu mulai diterapkan di luar ruang konseling: kalau program kerja itu berhasil. dari rangsangan S. seorang konselor Behavioristik dewasa ini mengakui sepenuhnya bahwa suasana kepercayaan dan hubungan antarpribadi yang menyenangkan (working relationship) juga sangat penting. pendekatan Behavioristik menurut siasat yang diutarakan dalam butir (b) tadi dapat diterapkan terhadap kasus orang takut pada sesuatu. kritik negatif yang dahulu kerap dilontarkan terhadap pendekatan. Saya dapat menyatakan keberatan saya terhadap perlakuan tertentu. Tanggapan-tanggapan kognitif yang lebih tepat tergantung sekali dari kasus konkret. Konseli kemudian dibantu untuk mengakui rasa takut dan perasaan cemas dalam batinnya sendiri (r afektif). seorang ibu. Pendekatan Konseling Behavioristik masih dalam taraf penelitian untuk menentukan efektivitas dari berbagai prosedur spesifik seperti yang diutarakan di atas. seperti memberikan kehidupan (transfusi darah) (menurut konsepsi Pavlov). Sebagai contoh: mahasiswi yang akhirnya sangat takut untuk bergaul dengan teman-teman mahasiswa. seperti kepahlawanan. kelas II. semakin bergeser dari usaha membantu orang yang mempunyai masalah ke arah membekali orang dengan aneka siasat untuk mencegah timbulnya persoalan kejiwaan yang serius. Saya harus membedakan antara mahasiswa yang genah (benar) dan tidak genah (tidak benar). catur wulan IV Dia berumur 16 tahun. Dengan demikian. Perbedaan itu akan tampak dalam analisis kasus. dia akan mendapat peneguhan yang diberikan kepada diri sendiri (menurut konsepsi Skinner). dan meninjau masalahnya dari sudut lain serta memikirkan suatu cara bereaksi yang lain (r kognitif) sebagai langkah intermediar untuk berperilaku yang lebih tepat. seperti: "Saya tidak perlu menjatuhkan vonis atas semua pemuda. Seandainya darah sampai sekarang dipersepsikan sebagai lambang kematian dan kehilangan hidup.Pd. dapat diajak untuk memikirkan suatu tanggapan kognitif yang lebih baik. menaruh perhatian besar terhadap . Diprakirakan bahwa pendekatan Behavioristik akan. karena tujuan konseling (perubahandalam tingkah laku) dan prosedur yang diikuti untuk sampai pada tujuan itu disesuaikan dengan kebutuhan nyata pada konseIi dalam setiap kasus. Pada suatu hari wali kelas itu menghubungi konselor sekolah untuk minta tolong dalam menghadapi kasus Zaedun. dari wujud tingkah laku yang harus berubah (B).M.57 | karena kesempatan penyesuaian yang ada tidak dipergunakan semestinya. dewasa ini semakin ditekankan bahwa pendekatan Behavioristik dapat menunjukkan fleksibilitas yang besar. ketika konselor menggali rangkaian A-B. orangnya dapat diajak untuk menanggapinya dengan cara lain. Saya dapat menolak ajakan yang tidak sopan. Lalu dirundingkan tatacara bergaul yang baik dan tepat tanpa disertai perasaan was-was akan dirugikan. sebelumnya (A). Namun. asalkan konseli ini mampu berefleksi atas tingkah lakunya sendiri. Saya dapat menghindari pembicaraan dengan pemuda yang tidak genah dan hanya bergaul dengan pemuda yang tahu cara membawa diri dan sebagainya. Wali kelas II. dapat diajak untuk melihat arti-arti lain yang melekat pada warna merah. putri kedua dari lima bersaudara.-C di masa sekarang dan di masa yang lampau.perkembangan siswa di kelasnya. Misalnya pula. Selain itu. Dengan demikian. Wali kelas menjelaskan: dia sudah lama memperoleh kesan bahwa Zaedun menghadapi kesulitan yang Draf kuliah Teknik Konseling .

yaitu menghindar (R) dan merasa takut serta jijik (r). Consequences). hal-hal ini diakui oleh Zaedun ketika konselor memancing bagaimana perasaannya setelah menghindarkan diri. dari pernah menyaksikan film horor di mana wanita disakiti oleh laki-Iaki (A). yaitu pada waktu belajar di MTS rambutnya sering ditarik-tarik oleh beberapa siswa Dawar. Ini sekaligus berfungsi sebagai penguat (reinforcement)." katanya. Hanya kepada kedua adiknya yang laki-laki. Behavior. Dia segera lari ke kelompok teman/kawan putri. seolah-olah mencari perlindungan dari mereka. Zaedun mengutarakan bahwa dia tidak suka ikut dalam pementasan drama kalau ada pemain Dawar.M. Dia merasa takut dan benci pada teman/kawan Dawar dan menyalahkan mereka menindas cewek saja. apakah pernah terjadi hal-hal yang tidak mengenakkan dalam bergaul dengan teman/kawan Dawar. dengan alasan tidak suka tampil di panggung bersama dengan pemain-pemain Dawar. dia. Dia mengatakan juga. yang diatasi dengan cara melarikan diri Draf kuliah Teknik Konseling . tetapi kemudian membuka diri.adalah rasa tenang dan perasaan lepas dari suatu bahaya yang mengancam (C). Anteseden adalah sapaan oleh teman Dawar dan tawaran ikut main pentas bersama dengan beberapa anak Dawar (A). (3) Mengadakan analisis kasus. Zaedun mengakui ada kesulitan dalam bergaul dengan anak Dawar dan bersedia membicarakan hal ini dengan konselor. Di sini pun konselor menjelaskan alasan Zaedun dipanggil dan bertanya apakah Zaedun memang mengalami suatu kesulitan.. Konselor mulai mengerti bahwa dalam sejarah hidup Zaedun telah terjadi generalisasi: tindakan ancaman dari kaum Dawar diartikan sebagai situasi yang menegangkan. "Mereka semua jahat dan maunya hanya menindas cewek. di kampungnya sering diejek oleh pemuda brandal karena wajahnya penuh jerawat. S. S. Wali kelas sudah kerap menyaksikan bahwa Zaedun. Reaksinya adalah selalu sama.Pd. Bahkan.58 | menyangkut pergaulan dengan siswa lain jenis di sekolah. dia merasa sayang. baru-baru ini Zaedun menolak tawaran dari wali kelasnya untuk ikut dalam mementaskan drama. "Lebih baik tidak menikah daripada jatuh dalam lembah kenistaan. Dia mengakui merasa benci dan sekaligus takut terhadap semua anak Dawar. Konselor akan menaruh perhatian khusus pada semua reaksi internal (r) karena dia akan mengusahakan supaya Zaedun mengubah dahulu reaksi pikiran dan perasaan sebagai jalan intermediar untuk mengubah perilakunya (R). maka konselor ingin membantu Zaedun bersikap lain dan bertindak lain.Ag. Wali kelas mengusulkan kepada konselor untuk mengajak Zaedun bicara dan konselor menyatakan dirinya sanggup. Ketika konselor memanggil Zaedun. Dia mempunyai pikiran untuk tidak pemah menikah dari pada dihadapkan pada ulah laki-Iaki. Akibatnya dari penghindaran dan penolakan . (2) Mendengarkan dengan penuh perhatian ungkapan pikiran dan perasaan Zaedun. (a) Pada saat sekarang perilakunya yang nyata ialah menghindari pembicaraan dengan teman/kawan Dawar dan menolak tawaran untuk berpartisipasi dalam pementasan drama (B). Dia mengatakan juga bahwa dia merasa lebih tenang dalam bergaul dengan kelompok teman/kawan putri saja. Langkah-langkah kerja: (1) Membangun hubungan pribadi dengan Zaedun. yang masih di SD. Setelah dia menghindar dan menyembunyikan diri dalam kelompok teman/kawan putri. Ternyata ada. pada waktu pergi ke Sekaten menyaksikan banyak pemuda mengganggu gadis-gadis dengan cara yang kasar. setiap kali diajak bicara oleh seorang anak Dawar." Konselor menduga bahwa Zaedun telah mengalami hal-hal tertentu dan akhirnya menjadi merasa benci pada semua siswa Dawar. Miharja.merasa aman dan lega (C). mula-mula siswi itu agak segan berbicara. menghindar dan menolak berbicara. (b) Konselor bertanya-tanya mengenai pengalaman-pengalaman Zaedun di masa yang lampau. yaitu mencari gambaran yang lengkap mengenai kaitan antara A-B dan C (Antecedents.

Dengan demikian menjadi jelas bagaimana telah berlangsung suatu proses belajar pada Zaedun dan telah terbentuk suatu pola reaksi terhadap suatu situasi khusus. jiwanya. namun sekaligus dia membuat keadaan dirinya sendiri semakin sulit untuk diatasi (unsur peneguhan atau reinforcement). tetapi memberi kemungkinan untuk menghilangkan rasa takut dan benci itu walau memakan waktu yang lama. Kemudian. konselor membantu Zaedun untuk mengakui reaksi perasaannya sebagai suatu kenyataan yang harus dihadapi tetapi sekaligus dapat diatasi kalau dia berani mengubah pandangannya terhadap beraneka peristiwa yang telah dialaminya.Ag. yang mula-mula menyangkut pemuda nakal dan kemudian meluas menjadi bergaul dengan sembarang pemuda. Dengan demikian Zaedun menggali lubang untuk diri sendiri kafena dia semakin cenderung untuk: melarikan diri dan dengan demikian mendapatkan ketenangan. supaya tabu bagaimana kaum pria itu. bagaimana akibatnya nanti bila timbul keinginan untuk mendapatkan seorang pacar seperti pemudi sebaya yang lain? Pokoknya. apakah dia juga mempunyai pengalaman berisikan lain dalam pergaulan dengan seorang pemuda. dengan menerima tawaran ikut serta dalam pementasan drama dan berpartisipasi dalam kelompok belajar Dawar-putri di sekolahnya. yang tidak hanya tinggal gagasan saja. (5) Mengakhiri hubungan pribadi dengan Zaedun. Reaksi melarikan diri hanyalah tepat bila keselamatannya sungguh-sungguh terancam. yang sedikit nakal dikoreksi saja. Ternyata memang ada. S. konselor mengusulkan kepada Zaedun untuk berani terjun. Kemudian. Kemudian. Konselor dapat bertanya. Pemikiran/tanggapan kognitif yang baru ini tidak serta merta menghilangkan rasa takut dan benci. misalnya beberapa kali ditolong oleh seorang pemuda kenalan baik mendapat perlakuan baik dari guru-guru pria yang masih bujang selama duduk di MTS dan ayahnya sendiri selalu menunjukkan kasih sayang kepadanya. Perilaku nyata (R) ini akan membantu Zaedun mengusahakan sesuatu yang konkret. bahkan dengan pria pada umumnya. Selain itu.M. Akhirnya. Kalau terus-menerus merasa takut pada pemuda. Draf kuliah Teknik Konseling . konselor mengajak Zaedun untuk memikirkan tanggapan kognitif yang lain terhadap peristiwa/kejadian negatif yang dialami.59 | sebagai reaksi biasa. Konselor dapat menjelaskan kepada Zaedun bahwa kecenderungannya untuk melarikan diri dan rasa takut serta jijik merupakan hasil dari suatu proses belajar. yang betulbetul genah boleh bergaul dengan dia tanpa dia menentukan macammacam syarat. Zaedun menyatakan kerelaannya untuk terjun dan mencari pengalaman baru dalam bergaul dertgan teman Dawar di sekolahnya. pemuda remaja yang sedikit nakal.Pd. sampai akhirnya Zaedun tidak mengenal pola reaksi yang lain terhadap situasi yang khusus itu.. Hanyalah mereka yang sungguh-sungguh tidak genah patut dihindari. konselor menunjukkan pada kata-kata Zaedun sendiri bahwa diasayang pada kedua adiknya yang laki-laki. Ini semua dikemukakan dengan tujuan supaya Zaedun membuka cakrawalanya. Zaedun harus dibantu untuk membedakan antara pemuda yang sungguh-sungguh tidak genah. Miharja. Pokoknya. dan pemuda yang betul-betul genah. (4) Membantu Zaedun untuk menentukan penyelesaian yang memuaskan. misalnya perlakuan kasar dari beberapa pemuda tidak harus dipandang sebagai bahaya yang mengancam S. Dia dapat menegur pemuda seperti itu dengan kata-kata yang tegas: dia dapat mengacuhkan perlakuan itu dan seolah-olah tidak melihat atau mendengar apa-apa. digali pengalaman mengesankan yang positif untuk mengimbangi pengalaman mengesankan yang negative. Dengan jalan yang demikian Zaedun mulai memikirkan tatacara lain dalam berhadapan dengan seorang pemuda.

Ini menyangkut pula dalam memperoleh kebebasan dan kernampuan yang dapat ditembus di antara status egonya. dan orang tua) maka akan membentuk struktur kepribadian. dan menandatangani serta melaksanakan isi kontrak sesuai dengan waktu atau jadwal yang telah ditetapkan. konselor memberikan layanan kepada klien secara profesional (baik berupa kesempatan maupun keahlian). (a) Analisis struktur (structural analysis) Analisis struktur sebagai langkah pertama dari proses hubungan konseling analisis transaksional. (b) Kontrak harus mempertimbangkan beberapa hal. di antaranya: (a) Dalam kontrak. Teknik yang dipergunakan terdiri dari empat tahap. harus cukup umur dan matang untuk memasuki suatu kontrak. Kontrak di antara konselor dan klien ini merupakan suatu ciri khas dalam usaha klien untuk mengadakan hubungan proses konseling analisis transaksional. Dalam konseling yang menggunakan pendekatan analisis transaksional digunakan teknik tertentu. telah diuraikan secara luas pada struktur kepribadian di muka.M. Ada empat tujuan yang ingin dicapai dalam konseling analisis transaksional. Dan bila kemudian dicoba pula untuk menegakkan diagnosis dari status ego ini. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam kontrak. (d) Akhirnya tujuan dari kontrak haruslah sesuai dengan kode etik konseling. di antaranya:  Tujuan yang pertama. (b) Analisis transaksional. dewasa. konselor membantu klien yang mengalami kontaminasi (pencemaran) status ego yang berlebihan. (c) Kontrak memiliki pengertian sebagai suatu bentuk kompetensi antara dua pihak. klien memberikan imbalan jasa kepada konselor. (c) Analisis naskah (script analysis). sedangkan pertimbangan kedua. yaitu pihak pertama adalah konselor yang harus memiliki kecakapan atau kemampuan untuk membantu klien dalam mengatasi masalah-masalahnya.Ag. kemudian dibuatlah suatu kontrak. dan klien harus melalui transaksi dewasa-dewasa. serta ada kesepakatan dalam menentukan tujuantujuan yang ingin dicapai. di antaranya pertimbangan pertama.  Konselor berusaha membantu klien di dalam mengembangkan seluruh status ego dewasanya. Proses dan Teknik Konseling Analisis Transaksional Berdasarkan keempat tujuan konseling di atas.  Tujuan terakhir dari konseling adalah membantu klien dalam membebaskan dirinya dari posisi hidup yang kurang cocok serta menggantinya dengan rencana hidup yang baru atau naskah hidup (life script) yang lebih produktif. sedangkan di pihak kedua ialah klien. S. Apabila ditelaah secara lebih mendalam tentang status ego itu (status ego anak. Pengembangan ini pada hakikatnya adalah menetapkan pikiran dan penalaran individu. Untuk itu dibutuhkan suatu kemampuan serta kapasitas yang optimal dalam mengatur hidupnya sendiri.Pd.. BAB 11 TEKNIK DALAM KONSELING ANALISIS TRANSAKSIONAL Tokoh konseling ini adalah Eric Berne.60 | S. Miharja. Tahap itu di antaranya: (a) Struktural. konselor. dan (d) Analisis main an (game analysis). maka konselor telah mulai mehmgkah ke arah analisis Draf kuliah Teknik Konseling .  Konselor berusaha membantu mengembangkan kapasitas diri klien dalam menggunakan semua status egonya yang cocok.

M. dewasa. Dalam menganalisis status ego anak (A) bukan saja harus mendengarkan transaksi dengan melalui ucapan dan kata-kata. Sedangkan respons atau tanggapan dari orang yang diajak bicara (mendengarkan) mungkin saja menyebabkan terjadinya suatu rangkaian stimulus respons . tidaklah tukup hanya bersandar kepada apa yang diungkapkan oleh kliensecara verbal. kemudian mengatahkan mereka untuk dapat berpikir dan bertindak yang lebih efektif.memadai untuk digunakan sebagai sumber informasi dalam menganalisis klien. orang tua) merupakan bahan berharga bagi konselor. nada suara. tetapi juga harus mengimalisis sikap dan sifat dari klien yang nonverbal misalnya: sikap tubuh.. orang tua. maka dapatlah dianalisis sejumlah status ego. yaitu analisis transaksional yang terjadi pada suatu proses konseling dengan klien. tahap pertama tersebut di atas dari proses pendekatan konseling analisis transaksional ditekankan kepada pengembangan pemahaman klien untuk mengikat transakasi yang normal. pada status ego dewasa diperlukan demi kelangsungan hidup. Bila pemahaman mengenai bentuk-bentuk transaksi antara masing-masing status ego telah mendalam dan telah dikuasai oleh konselor. dewasa. tetapi berorientasi pada perbendaharaan bahasa sehari-hari yang dipergunakan dalam pergaulan. air muka.Ag. sikap. yang datang dari seseorang pembicara yang. dalam rangka melangkah ke tahap selanjutnya.Pd. Satu saja dari ketiga status ego itu mengganggu keseimbangan hidup yang sehat. maka konselor akan lebih mudah untuk mengadakan analisis transaksional yang terjadi pada saat proses pendekatan konseling. status ego itu mempunyai nilai yang penting dalam kehidupan seseorang. Telah diketahui bahwa setiap orang memiliki status ego anak. Jadi. S. ego yang ada.. Untuk menganalis status ego. Draf kuliah Teknik Konseling . menjemukan serta tidak menggairahkan. status ego yang manakah yang menerima stimulus serta memberikan respons. kreativitas. S. Terjadinya suatu transaksi disebabkan oleh adanya stimulus atau rangsangan. stimulus maupun responsnya. Miharja. Hidup tanpa kelengkapan status ego akan membosankan. dengan demikian setiap kali konselor mengadakan pertemuan konseling dengan seorang klien. Semua status ego ini adalah kondisi psikis yang normal. memberikan petunjuk-petunjuk yang secara otomatis mempengaruhi sifat. Setiap status ego memiliki kelebihan-kelebihan disamping kekurangkekurangannya. sifat atau tingkah laku nonverbal dengan isyarat- (b) Analisis transaksional Penghayatan tentang ketiga status ego di atas (anak. perlulah kiranya dianalisis dan diadakan penataan kembali. sedangkan status ego orang tua bermanfaat dalam berperan sebagai tokoh dalam mendidik anak-anak. Jadi. Dengan menggunakan apa yang diungkapkan oleh klien baik verbal maupun nonverbal dalam saat terjadinya transaksi sudah cukup . Pada status ego anak terdapat intuisi. dan kegembiraan. Di sini yang terpenting bagaimana seorang konselor mampu untuk menganalisis status. tidaklah mutlak diperlukan.61 | struktur kepribadian. dan tingkah laku. Bagaimana peranan data-data dan informasi yang dimiliki dalam konseling analisis transaksional? Jawabnya. didengarkannya.. bahwa dalam konseling analisis transaksional penggunaan data-data dan informasi yang dimiliki oleh klien pada masa lalu. dan seterusnya. tindak tanduknya dalam transaksi. tetapi juga melalui sikap. Di sinilah letanya ciri khas dari analisis transaksional (TA) yang tidak terpaku dengan masalah teoretis.

Miharja. bibir yang gemtar karena marah atau sedih. berpangku tangan.... Where. transaksi. ?" "Siapa .. dan naskah hidup (life script). maupun kebiasaan yang dirasakan perlu untuk diperbaiki dan memerlukan bantuan dari konselor. mata diarahkan ke bawah. kau harus . mata melotot. dan lain-lain. Secara verbal status ego orang tua dapat dikenali melalui ungkapan dan kata-katanya. mengangkat bahu.. Sedangkan petunjuk verbal status ego anak menampakkan diri yaitu melalui ungkapan dan kata-kata.. misalnya: tertawa terbahak-bahak. Dengan mengetahui berbagai status ego seseorang (klien)..Pd.. misalnya: "Ingat. misalnya: "Saya pikir . (b) Analisis mainan (game analysis) Suatu game memiliki tiga unsur penting di antaranya: (l) Transaksi yang tamp aknya berjalan seperti biasa dapat berkulit seakan-akan transaksi berlangsung secara wajar.. memukul paha. When. misalnya: sikap merangkul. S. menepuk bahu orang lain.. Karakteristik dari Pendekatan Konseling Analisis Transaksional Konselor analisis transaksional adalah individu yang lebih banyak berperan sebagai fasilitator dalam proses kelompok.62 | isyarat dan gerakan-gerakan yang ditampilkan oleh klien dalam komunikasi dengan konselor. konselor akan dapat untuk menentukan produktivitas komunikasi dengan klien. permainan. sifat.. Lambat laun dengan terjadinya transaksi antara anak dan orang tua terciptalah suatu tujuan hidup atau rencana hidup (life plant) yang dalam istilah analisis transaksional disebut script atau bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia disebut naskah. (2) Dalam transaksi tampak adanya suatu maksud yang terselubung (maksud yang tersirat di balik ucapan). karena naskah itu terjadi dengan adanya proses learned atau sesuatu yang dibiasakan dan tidak karena faktor pembawaan." Dengan mengenali ketiga status ego (anak. ialah naskah itu bisa diubah. (c) Analisis naskah (script analysis) Analisis naskah (script analysis) adalah merupakan langkah terakhir dari suatu tata laksana pendekatan konseling dengan berorientasi kepada analisis transaksional.... membelai. Peranan konselor dalam analisis mainan apabila klien benar-benar bermotivasi untuk memperbaiki sikap. Who. badan sedikit condong ke depan atau ke belakang.Ag. Menganalisis status ego orang tua dapat dikenali dengan petunjuk nonverbal. Petunjuk nonverbal bahwa status ego anak menampakkan diri. What. Semua data yang masuk menunjukkan adanya tanda processing data dari dewasa.." "Lebih baik kau …" "Pokoknya kau harus . dan orang tua) yang dinyatakan oleh klien baik secara langsung maupun tidak langsung. Analisis naskah terjadi sejak masa si bayi masih dalam asuhan orang tuanya (bapak atau ibu) di mana pada masa itu terjadi bentuk transaksi antara orang tua dengan anak-anaknya.M. dan lain-lain. Segi positif dari naskah (script). Di samping itu. baik secara verbal maupun nonverbal konselor akan dapat mengenali status ego yang dimiliki oleh klien atau status ego yang tampak pada diri klien. konselor akan dengan mudah untuk memberikan suatu analisis terhadap klien. dan How. (3) Adanya imbalan (pay off). konselor juga harus memiliki kapasitas diri sendiri untuk Draf kuliah Teknik Konseling . S. Dengan demikian. air mata. Ketiga unsur ini selalu ada dalam segala bentuk analisis transaksional dengan menggunakan game. kening berkerut. dewasa. dan juga sebagai pemimpin yang memiliki keahlian dalam menganalisis status ego. " "Menurut hemat saya "Berdasarkan informasi …” "Bagaimana . ?" Ungkapan khas dari status ego dewasa kita dikenali dari ungkapan Why..

(2) Konselor harus dapat memperlihatkan kemurnian dari komitmen pada klien.Pd. Eric Berne menyatakan dua kebutuhan tambahan yang harus dimiliki oleh seorang konselor analisis transaksional.. Draf kuliah Teknik Konseling .Ag. dan murni. S. empati.eorang konselor harus memiliki kemampuan untuk membaca dan mengamati tingkah laku klien baik secara langsung maupun tidak langsung. menunjukkan kepercayaan atas kemampuan dirinya dalam membahtu mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh klien. penuh kehangatan.M. seorang konselor dengan memakai pendekatan AT harus memiliki pandangan yang penuh kehangatan. yaitu: (1) Konselor harus memiliki kemampuan untuk mengenal dari mana memulai untuk mengungkapkan ketiga status ego dari klien. cakap untuk memberikan tanggapan walaupun sekecil-kecilnya untuk mencapai tujuan dari konseling yang telah ditetapkan. atau transaksi dengan klien secara terbuka. S. Jadi dengan demikian. Miharja.63 | mengadakan interaksi. Dan juga sebagai s. baik verbal maupun nonverbal. komunikasi.

yang disebut idiosyncratic reinforcement. Operant conditioning menggunakan reinforcement. persetujuan. seperti ngompol. Wolpe menggunakan reciprocal inhibition yang terdiri atas enam teknik utama. sehingga serasi dengan lingkungannya. dan reciprocal inhibitionnya (Wolpe). tics. Desensitization dengan tujuan mengganti respon cemas terhadap stimulus tertentu dengan respon santai. Klien dihadapkan pada stimulus bertahap.Pd. hysteria. tapi orang yang memperlihatkan penyimpangan tingkahlaku akan menunjukkan gejala maladaptive yang lebih dominant dan continue dalam pola tingkahlakunya. perbedaan antara manusia normal dengan yang abnormal memperlihatkan penyimpangan tingkahlaku tidaklah bersifat kualitatif. gagap. Klien dibantu menyusun urutan stimulus yang mencemaskan dari mulai yang kurang mencemaskan hingga yang paling mencemaskannya. Khusus berkenaan dengan perawatan penyimpangan tingkah Iaku. Miharja. Konsep perubahan tingkah laku Penyimpangan tingkahlaku atau behavior disorder menunjuk pada berbagai bentuk abnormalitas yang sulit dirumuskan secara tegas dan tepat. Dengan kata lain. individual. Assertive training merupakan latihan mempertahankan diri akibat perlakuan orang lain yang menimbulkan kecemasan.M. Terapi tingkahlaku memandang tingkahlaku individu mengikuti hukum kausal. obsessi.Ag. Sexual training merupakan latihan yang digunakan untuk klien yang menghadapi masalah di waktu menghadapi jenis kelamin lain. yaitu. Ada dua issue utama yang memelopori kepesatan penyembuhan penyimpangan tingkahlaku. a. Klien dilatih untuk mempertahankannya dalam memelihara dirinya. Peranan penyuluh ialah membantu individu mengatasi hambatannya dengan jalan mengatur kembali assosiasi antara stimulus dengan respon. b. Terapi tingkahlaku terutama digunakan untuk mengubah tingkahlaku yang termasuk abnormal. S.64 | S. contohnya seorang anak yang tidak mau bicara sama sekali. baik yang tergolong neurotik ataupun psikotik. individual. Ada yang merumuskan abnormalitas dalam pengertian statistis. tapi senang permen karet.. Caranya ialah dengan mengurangkan ketegangan klien dengan jalan berlatih santai (relaks). Draf kuliah Teknik Konseling . alcoholism ataupun mental deficfency. Yang khusus. phobia. yaitu operant conditioning (Skinner). BAB 12 TEKNIK PEMULIHAN PENYIMPANGAN TINGKAHLAKU A. kompulsi. c. antara lain dengan menjatuhkan permen karet itu ke lantai hingga terlihat oleh anak agar terjadi komunikasi. Kegiatan ini berulangkali dilakukan hingga kecemasan itu sendiri berangsur berkurang. dan uang. Setiap orang sewaktu-waktu akan memperlihatkan gejala salah suai. Permen karet inilah yang dijadikan reinforcement bagi anak itu. atau norma subyektif. yaitu bahwa individu yang terletak di luar batas garis normal pada kurva normal. Tegasnya. Reinforcement bisa bersifat umum maupun khusus. Penyimpangan tingkahlaku ini dapat dijabarkan dalam berbagai jenis kegiatan. Ada pula yang memandangnya dari standard kultural. Yang umum misalnya perhatian. hingga akhirnya tidak memperlihatkan kecemasannya di saat bekerja dengan jenis kelamin lain. pola tingkahlaku salah suai dan adaptif tidaklah secara tajam terpisah menjadi dua kelompok yang berbeda.

bahwa: (a) metodametoda penyuluhan itu berbeda secara tajam baik teori ataupun tekniknya sehingga tidak dapat dipertemukan. baik intrinsik ataupun ekstrinsik. Miharja. Terdapat perbandingan antara terapi tingkahlaku dengan psikoterapi. S. berbagai bentuk ganjaran. Covert desensitization digunakan untuk menyembuhkan tingkahlaku klien yang menyenangkan. S. ada pula kesamaan antara kedua metoda terapi itu. Apa yang tiada terjangkau oleh aliran terapi tertentu dapat juga digunakan metoda lain. sedang psikoterapi menganggap. Berdasarkan perbedaan dan persamaan itu. advice dan reassurence  manipulasi lingkungan  mencari sumber stress  mencari pola tingkahlaku klien.Pd. bahwa psikoterapi dapat dimasukkan sebagai bagian dari terapi tingkahlaku.  Teori tingkahlaku menggunakan latihan yang bertahap. sebagai berikut:  Terapi tingkahlaku menekankan akan perubahan simptom. terapi tingkahlaku memerlukan ruangan khusus tempat eksperimen. Klien mengganti respon terhadap stimulus dengan prosedur pemberian stimulus yang tidak disenanginya. Ruang seperti ini kadang-kadang justru Draf kuliah Teknik Konseling . A version therapy yang digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk. yang disebut imaginal desensitization (SD-I) dan in vivo desensitization (SDR). sedang psikoterapi menghubungkan tingkahlaku yang ada dengan pola tingkahlaku yang lain. Selanjutnya Wolpe menyodorkan dua tipe desensitization. dan (d) para ahli terapi tingkahlaku memandang sebaliknya. sedang in vivo desensitization menggunakan situasi yang nyata.65 | d. e. tapi menyimpang. dapat menggantikan schock listrik.Ag. sedang psikoterapi merawat berbagai perasaan yang tidak teratur. Imaginal desensitization menggunakan reproduksi imaginasi subyek. (b) metoda-metoda penyuluhan saling melengkapi. sedang psikoterapi membina pertalian agar klien berani mengekspresikan segala perasaannya. bahwa pertalian dengan klien merupakan kunci penyembuhan.M. berbagai metoda terapi itu saling melengkapi. sirine. sedang psikoterapi mentafsirkan fantasi dan mimpi klien. yaitu bahwa kedua-duanya menggunakan teknik:  encouragement. (c) terapi tingkahlaku oleh psikodinamika dipandang sebagai bagian kecil dari psikoterapi. Klien dilatih untuk memberikan respon negatif terhadap stimulus yang disenanginya itu dengan jalan membayangkan sesuatu yang tidak menyenangkan dirinya. tapi justru digunakan sebagai metoda yang lengkap melengkapi. f. Konsep tingkahlaku yang digambarkan dalam pandangan ahli terapi tingkahlaku belum mencakup seluruh aspek penggerak tingkahlaku itu sendiri. Ditinjau dari metodologinya. karena memiliki kesamaan dan perbedaan.  Terapi tingkahlaku menggunakan tahapan fantasi klien dalam latihan. Kiranya akan memadai apabila terapi tingkahlaku tidak dipertentangkan dengan terapi lainnya.  Terapi tingkahlaku menggunakan ayersion technique.  Terapi tingkahlaku menggunakan conditioning yang positif. Untuk merawat berbagai penyimpangan tingkahlaku dipergunakan berbagai latihan. Ada empat pandangan tentang jenis metoda psikotherapi yang ada (terapi tingkahlaku dan terapi lainnya) yaitu. Di samping mengajukan perbedaan. Thought stopping digunakan untuk menghilangkan respon cemas dengan jalan melatih menghentikan bayangan cemas itu..

psikosa alcoholism. ketimpangan seksual. Terapi tingkahlaku akan mencoba mengubah tingkahlaku yang termasuk abnormal. baik guru.M.. Pandangan penyuluh. obsessi dan kompulasi. Manakah yang sebenarnya jadi masalah:  anak yang berumur empat tahun yang ngompol dua malam seminggu. perlu dibedakan jenis enuresis ini yaitu:  primary enuresis (ngompol malam hari) dan secondary enuresis (ngompol setelah diganti pakaian). kriminalitas. Untuk terapinya. yang ngompol satu malam seminggu. Draf kuliah Teknik Konseling . Enuresis (ngompol) Terdapat perbedaan pengertian Enuresis. Penyimpangan tingkahlaku ini dapat dijabarkan dalam berbagai bentuk seperti: ngompol. setiap gangguan merupakan kasus yang menuntut kreativitas ahli terapi. gagap. (4) memperlihatkan gejala psychoticism yang tinggi. psikopat. tiks.Pd.Ag.  kurang memperoleh latihan buang air kecil di waktu kecil atau karena kekeliruan latihan di masa kecil. S.  ngompol karena gangguan organik atau bukan karena gangguan organik. mungkin terbentuk tingkahlaku salah suai baru pula. histeri.  anak yang berumur sepuluh tahun yang ngompol sebulan satu kali. orang tua ataupun klien sendiri. dan respon manakah yang seharusnya diperkuat. Berbagai Teknik Mengubah Tingkahlaku Dalam mengubah tingkahlaku tidak ada prosedur yang berlaku untuk setiap perawatan penyimpangan tingkahlaku. ataupun tingkahlaku manusia yang tergolong normal. Namun demikian metoda terapi apa pun. psikotik. dipandang kurang serius masalahnya apabila dibandingkan dengan seorang remaja yang ngompol sebulan sekali. Namun demikian mereka sependapat. masalah dan keadaan klienlah yang akan menentukan keberhasilan perawatan klien. Para ahli sering berbeda pendapat tentang gejala ngompol yang disebabkan karena kriteria yang berbeda. metoda ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak. Pada dasarnya S. Penyimpangan tingkahlaku itu dalam empat katagori: (1) memperlihatkan gejala neuroticism yang tinggi sekalipun ada tekanan (stress) yang rendah. bahwa seorang anak berumur empat tahun yang ngompol satu bulan satu kali. phobia. Dalam pembentukan tingkah laku baru. Miharja. yang intinya dikemukakan sebagai perilaku ngompol yang tidak terkendalikan dan tidak diinginkan. (3) memperlihatkan gejala neuroticism yang rendah. Apabila individu menghadapi kondisi baru.66 | berlainan dengan situasi real bahkan tidak identik. Namun demikian ada pola umum yang dapat digunakan. B. delingkuensi. Oleh karena itu keterbatasan metoda ini hendaknya diimbangi oleh kemampuan penyuluh dalam menganalisis stimulus yang mana yang menimbulkan tingkahlaku salah suai. 1. Biasanya terjadi di waktu tidur pada anak-anak yang telah menginjak umur tiga tahun ke atas. akan tetapi gagal untuk memperoleh keterampilan yang kompleks. baik yang tergolong neurotik. tapi dihayati oleh subyek sebagai ancaman. akan tetapi mengalami tekanan (stress) yang tinggi. dan mentaldeficiency pada manusia yang tergolong normal. (2) memperlihatkan gejala neuroticism yang rendah. janganlah dipandang sebagai yang mujarab untuk berbagai gangguan tingkahlaku.  ngompol yang reguler dan sewaktu-waktu. ataukah  anak yang berumur tujuh tahun.

Miharja. yang tidak disebabkan oleh gangguan organ tubuh. Kaum behavioris berpegang pada tiga prinsip: bayi yang baru lahir memiliki daya refleks yang wajar.Ag. terjadi denyutan elektroda pada alat kelamin anak. yang dapat digambarkan: anak terbangun apabila terjadi ketegangan ingin buang air kecil. Adapun teknik penyembuhannya dengan jalan: Latihan kembali secara sistematis. menggunakan shock listrik. S. dengan daya otot dan volume air kencing itu sendiri. Pada dasarnya penyembuhan tersebut bersifat situasional. sehingga mengejutkan anak. a. Yang menjadi masalah pokok bagi kaum behavioris ialah bagaimanakah pembentukan pengendalian buang air kecil itu (baik siang ataupun malam) dan faktor-faktor apa yang menyebabkan kegagalan dalam pengendalian tersebut. mulai dari ginjal hingga keluar kealat kelamin. Draf kuliah Teknik Konseling . Akan tetapi pada kelas sosial tinggi. Di saat anak mulai ngompol. dengan dijanjikan ganjaran apabila dapat melaksanakannya dengan baik. sudah dipandang sebagai masalah. Kemudian dilanjutkan dengan self control. Berdasarkan perkembangannya. ada 2 proses yang terlibat dalam pengendalian tingkahlaku tersebut. membangunkan anak setelah ngompol.67 | Gejala ngompol ini sebenarnya merupakan masalah sosial dan strata sosial orang tua mempunyai pengaruh terhadap pandangan mereka. keterampilan buang air kecil menggambarkan tingkat keterampilan yang kompleks. dan sejalan dengan penyembuhan Enuresis. yang dapat menimbulkan masalah bagi anak. Lovibond menggunakan sirine sebagai alat untuk menghukum anak ngompol. yang seminggu sekali ngompol. masalah anak yang berumur dua tahun. menggunakan theori classical conditioning dan metoda lonceng. Pinggang anak dibalut dengan ikat pinggang yang dihubungkan dengan elektroda. dan tahapan training. menggunakan instrumental avoidence conditioning. c. sebelum lonceng berbunyi (sebelum ngompol). anak yang lebih besar menghadapi masalah pengembangan pusat syaraf melalui kematangan dan belajar.Pd. Ada orang tua yang sangat santai. Sedang para psikiatris memandang enuresis sebagai sindrom kepribadian ataupun fisiologis. Dan ada juga orang tua yang justru sangat keras terhadap anaknya. ada tiga tahapan cara penyembuhan ngompol dengan conditioning. Di samping itu dapat juga menggunakan satu deretan tahapan reward training untuk buang air pada waktu dan tempat yang ditentukan. terutama dalam mengendalikannya. Ada tahapan yang dapat diikuti untuk mengubah prilaku ngompol: tahapan pre-training. Apabila anak itu kencing. dengan menggunakan lonceng (bell).. yang polos. Dengan demikian anak itu pun terbangun. sirine berbunyi cukup keras. membiarkan anaknya berbuat sekehendak anak itu. Encorpresis (gangguan buang air besar ) Encorpresis merupakan gangguan dalam pengaturan buang air besar.M. anak yang berumur tiga tahun yang selalu ngompol. b. Menurut mereka. Gangguan ini diperoleh akibat perlakuan orang tua terhadap anak berkenaan dengan buang air besar. dengan menggunakan prinsip-prinsip operant conditioning. yaitu: S. Tapi kemudian sirine itu tidak perlu lama berbunyi cukup satu sekon. yaitu: proses fisiologis yang kompleks. dianggap tidak apa-apa. proses perkembangan pengendalian oleh pusat syaraf. Ahli teori Psikodinamika memandang enuresis sebagai "overt symptom" dari gangguan yang dialami yang bersangkutan. dan masih berpegang pada gerak refleks yang wajar. 2. Bagi kelas sosial rendah.

sehingga lancar. d. dan phobia. Stuttering (gagap dan mengulang kata ) Sulitlah dirumuskan secara tegas. yaitu dengan jalan memberi kesempatan kepada orang yang terganggu tersebut untuk berbicara keras-keras.50 kata. headphone). Terdapat beberapa bukti empirik yang menunjukkan. kematian. Orang yang terganggu itu terus membaca dan diikuti suara orang lain yang lancar membaca (melalui tape recorder. menggunakan jalan mengurangi respon yang menunjukkan sikap cemas. Ada gejala lain yang menarik perhatian para ahli pada sepuluh tahun terakhir ini yaitu masalah School phobia. Phobia sendiri dibagi-bagi menjadi seratus tipe. Dalam teknik ini digunakan extrinsic (es cream) dan intrinsic rewards (mencapai hasil yang lebih baik). seluruh kata.Pd.Ag. Ada orang yang mengulang beberapa kata saja. b. Dalam kondisi seperti itu treatmentnya mungkin diarahkan kepada penserasian pertalian antara anak dengan orang tua di rumah. Draf kuliah Teknik Konseling . Dapat juga disuruh membaca sendiri secara terus-menerus. mana yang disebut gagap dan tidak gagap. e. apalagi kalau dihubungkan dengan masalah kelancaran berbicara (fluency). bahwa stuttering itu bisa diubah hingga tahapan tertentu. Miharja. dengan diukur pula waktunya. Negative practice yang mirip dengan massed practice "Yang terganggu" diminta mengulang seluruh kalimat yang menunjukkan kata-kata mengganggu. Latihan ini diulang beberapa kali dengan membaca 40 . penyakit.. beberapa ungkapan atau memperbaiki ucapan. Terdapat berbagai kemungkinan tentang keengganan masuk sekolah itu. Teknik yang digunakan dapat juga berupa membayangkan obyek yang ditakuti dalam khayalan. 3. membentuk urutan tahapan kecemasan menurunkan kepekaan emosional berkenaan dengan obyek yang mencemaskan. feedback Control of Stuttering Stuttering itu dapat disembuhkan dengan teknik "speech shadowing". Keengganan ini dilatar-belakangi oleh situasi sekolah yang dipandang menimbulkan rasa takut pada anak. Rythmic and Syllable time speech yang memberi kesempatan kepada yang "terganggu" untuk mengucapkan kata-kata mengikuti rithme tertentu.M. mengikuti ucapan orang yang membaca satu bacaan. bahwa gejala ini bersifat individual. Metoda yang paling disukai digunakan untuk menyembuhkan phobia ialah systematic desensitization dengan tahapan: latihan santai. keengganan masuk sekolah yang dilatarbelakangi keengganan meninggalkan rumah. yang pada mulanya diberi contoh membaca. Adapun pengubahan dan penyembuhan tersebut sebagai berikut: a. karena suara yang dikeluarkan oleh yang gagap itu menimbulkan suara yang tidak menyenangkan. social interpersonal. sehingga dapatlah dirumuskan.68 | S. S. Istilah ini selalu dihubungkan dengan masalah keengganan anak datang ke sekolah. Ada pula yang kata-katanya tidak lengkap terputus-putus atau dipanjangpanjangkan. 4. atau dapat juga dengan menyajikan obyek yang ditakuti secara nyata. Phobia Istilah phobia ada dalam berbagai kategori. c. Operant Control of Stuttering Perilaku stuttering dapat diubah dengan jalan mengendalikan apa yang diucapkannya. seperti takut pada hewan. Masalah ini termasuk kategori "continum" dan bukan dikhotomi. suara. di antaranya: anak itu sendiri pembolos. Hal ini dapat dilakukan secara berkelompok dengan membahas berbagai masalah penyesuaian diri.

seperti sakit kepala dan ngantuk. perut. Kompulsi merupakan impuls untuk berbuat berulangkali. Adapun karakteristik School Phobia ialah:  memperlihatkan rasa takut sakit. menunjukkan tingkahlaku sexual. anxiety hysteria.69 | S. gagal mengembangkan dorongan seks pada tujuan yang wajar. Karena banyak jenisnya. Gangguan Hysteria Istilah hysteria mengandung berbagai arti seperti: hysterical personality. b. Pemulihannya antara lain dengan mengusulkan agar sekolah dan keluarga diarahkan untuk menghasilkan powerful pressure terhadap anak agar mau kembali ke sekolah.  menunjukkan keluhan yang bersifat badaniah. takut yang mendalam berkenaan dengan seks.Pd.  takut berpisah dengan ibu. Kedua hal ini seringkali menjadi satu kesatuan yang dimanifestasikan dalam bentuk tingkah laku. Gangguan Tics Pada mulanya gerakan merupakan kegiatan yang terkoordinir dan terarah yang ditumbuhkan oleh sebab-sebab di luar atau idea. represi. mudab terpengaruh. seperti buta paralyses (syaraf yang tidak berfungsi). Exhibitionis dramatization. dilakukan dengan jalan massed practice. provokatif. Adapun orang yang mengalami conversion hysteria. Obsessi dan kompulsi Obsessi menunjukkan idea yang berulangkali muncul dalam pikiran klien dan sulit dihindari. S. Adapun karakteristik orang yang "hysterical personality". Ditambahkan pula dengan teknik yang memungkinkan orang tua dan guru dilatih untuk memberikan ganjaran yang hampir bersamaan. dingin. Latihan ini secara berangsur diadakan. Miharja. Hysteria juga merupakan gangguan yang tampak dalam perilakunya. 6. Menghilangkan nonorganic sensory dan perceptial functioning. self centered 7. Dapat pula menggunakan classical dan operant conditioning dengan prinsip reinforcement. aphobia (kebisuan). seperti pada kejang tangan. berkhayal. menghilangkan non-organik motor functioning. Juga bisa menggunakan situasi permainan yang secara bertahap mirip dengan kondisi sekolah yang sebenarnya. 5. ketulian dan daya peka. ketidakmatangan seks. egocentris. bersandiwara. dan sulit dikendalikan. dusta. Untuk menyembuhkannya ada dua tahapan. seperti pada kebutaan. dan manja. anorexian (hilang nafsu makan). congkak. retention of urine. tanpa alasan dan tanpa maksud. anesthesia (daya pekanya hilang). conversion hysteria. Untuk perawatan tics. Tics ini meliputi gerakan mata. (b) digunakan teknik SD-I dan SD-R.M. banyak tuntutan dan banyak bergantung. amnesia (lupa akan segala pengalamannya) dan multiple personality. kurang mampu mengendalikan emosi.Ag. Jenis hysteria lainnya ialah: somnambulism (jalan-jalan sambil tidur). mulai satu menit.. lima menit hingga Draf kuliah Teknik Konseling . hidung. yaitu: (a) usaha langsung menghilangkan tingkah laku obsessi pada awal mula munculnya gangguan tersebut yang perlu diusahakan dengan desensitization. reaksinya tidak konsisten. emosinya tidak stabil. selalu cemas akan berbagai bentuk konflik antara orang tua dengan petugas administrasi sekolah. Manifestasinya gelisah dan cemas. ialah: egois. kalau-kalau mendapat bencana di sekolah. dan leher yang tidak terkontrol. penyembuhannya dapat digolongkan dalam beberapa kelompok: a. memanifestasikan konflik tersebut dalam gejala-gejala fisik. Tapi kemudian menjadi kebiasaan yang tidak diinginkan oleh individu yang bersangkutan.

. S. perubahan alat kelaminnya diukur.M. instrumental escape and avoidance conditioning with schock as the aversive stimulus. 8. dengan proyektor. classical aversive conditioning with drugs.70 | satu jam.Ag. hingga tujuh menit sesudah film terakhir. Sejak awal mula melihat film. Sexual disorder Penyimpangan sek dapat diteliti dengan cara mengukur perubahan alat kelamin di saat nonton blue film. pada pertengahan film ini. S. Atau ia mendapat reinforcement di saat diperlihatkan gambar-gambar wanita telanjang. Terdapat beberapa cara penyembuhan. Klien dibaringkan di kamar gelap. Draf kuliah Teknik Konseling . 1a disuntik agar mual di saat melihat film dari jenis kelamin sendiri. Miharja. di antaranya ialah: a. Demikianlah dilakukan hingga enam hari berturut-turut. tapi kemudian dilakukan sendiri oleh klien. Klien mendapat schock di saat menunjukkan tingkahlaku homoseks. Mula-mula di bawah pengawasan.Pd. b.

1987. Prayitno & Erman Amti. 2007. Konseling Individual. CV Dipenogoro MD Dahlan.Pd. Rajagrafindo Persada.. Pustaka Bumi Quraisy. Rineka Cipta Tohirin. 2000. The Helping Relationship. Yies Sadiyah. LPM STAIS. Miharja. 2005. Bimbingan dan Konseling Di Madrasah. CV Miharja. 2004. S. IAIN SGD Bandung Willis. Rujukan: Bimo Walgito. 2003. Surya. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling. Awrence. Teori dan Praktek.71 | S. Andi Yogyakarta.Ag. MD Dahlan. Beberapa pendekatan dalam Konseling. 2005. Sukardi. Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Psikologi konseling. Latihan Dipenogoro dalam Keterampilan Konseling. Rineka Cipta. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Alfabeta Draf kuliah Teknik Konseling . Brammer. 2000. 1985. Pengantar Bimbingan dan Konseling. 2008. Bimbingan dan Konseling. Prentice-Hall International Edition. 1997.M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful