TEKNIK KONSELING

Draf bahan kuliah jurusan BPI
Mengutarakan cara-cara konselor dalam melakukan proses konseling dengan konselinya. MIHARJA, S.Ag.,M.Pd. 9/1/2010

1|

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.

DAFTAR ISI BAB 1 Pengertian dan ruang lingkup BAB 2 Tahapan proses konseling BAB 3 Teknik-teknik melakukan konseling BAB 4 Teknik konseling verbal BAB 5 Teknik konseling nonverbal BAB 6 Teknik-teknik dalam tahapan konseling BAB 7 Teknik konseling dalam teori konseling Client Center BAB 8 Teknik konseling dalam teori konseling RET BAB 9 Teknik konseling dalam teori konseling Trait & Factor BAB 10 Teknik konseling dalam teori konseling behavioristic BAB 11 Teknik konseling dalam Analisis Transaksional BAB 12 Teknik pemulihan Penyimpangan tingkahlaku (1) (12) (23) (40) (63) (67) (81) (93) (98) (109) (122) (129)

BAB I PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP TEKNIK KONSELING
A. Lingkup Teknik Konseling Konseling merupakan pekerjaan profesional seperti halnya guru. Sebagai suatu pekerjaan profesional menuntut dimilikinya sejumlah kompetensi dan keterampilan tertentu. Selain itu, konseling juga merupakan suatu proses. Dalam setiap tahapan proses konseling memerlukan penerapan keterampilanketerampilan tertentu. Agar proses konseling dapat berjalan secara lancar dan tujuannya tercapai secara efektif dan efisien, konselor harus mampu mengimplementasikan keterampilanketerampilan tertentu yang relevan. Konselor yang terampil adalah yang mengetahui atau memahami sejumlah keterampilan tertentu dan mampu mengimplementasikannya dalam proses konseling. Bimbingan dan konseling merupakan suatu proses. Proses bimbingan dan konseling menempuh tahap-tahap tertentu. Dalam setiap tahapannya akan menggunakan teknik-teknik tertentu pula. Konseling merupakan salah satu teknik dalam bimbingan. Ruang lingkup teknik konseling meliputi kajian teoretis dan praktis mengenai segala kemampuan dan kesemaptaan konselor hingga mampu melakukan proses konseling yang berhasil guna. Lingkup teknik konseling meliputi kajian sejumlah asumsi mengenai implikasi teori konseling pada teknik konseling, keterampilan dasar selama proses konseling, komunikasi verbal

Draf kuliah Teknik Konseling

2|
dan nonverbal dalam konseling, dan cara-cara dalam melakukan terapi penyimpangan tingkah laku (abnormalitas), hingga caracara melakukan konseling melalui media elektronik. Suasana batin konseli selama proses konseling dapat berupa perasaan senang ataupun sebaliknya yakni perasaan tidak senang. Konseling yang baik, tentunya diupayakan seoptimal mungkin mencapai derajat konseling yang menumbuhkan perasaan senang. Suasana Batin yang Tergolong "Perasaan Senang" Merasa akrab/dekat Merasa pantas Merasa antusias Merasa puas Merasa bahagia Merasa penuh harapan Merasa bebas Merasa penuh harga diri Merasa bergairah Merasa riang/gembira Merasa bangga hati Merasa rindu/kangen Merasa bersukacita Merasa berterima kasih Merasa cocok Merasa santai/rileks Merasa cinta/terpikat Merasa simpati Merasa diakui/diterima Merasa sabar Merasa damai/tenteram Merasa terlindung/aman Merasa tak janggal Merasa terhibur Merasa geli Merasa tenang/kalem Merasa kagum Merasa terharu Merasa kerasan/betah Merasa tertarik Merasa lega Merasa tabah Merasa mantap Merasa terpukau/terpana Merasa nyaman Merasa terpesona Merasa nikmat Merasa tergugah/terlibat Merasa optimis Merasa suka Suasana Batin yang Tergolong "Perasaan Tidak Senang" Merasa apatis Merasa malas Merasa antipati Merasa merana Merasa asing Merasa benci Merasa bingung Merasa bengong Merasa bosan/jenuh/jemu Merasa berat hati Merasa berkabung Merasa berdosa/bersalah Merasa curiga Merasa cemburu Merasa canggung Merasa diabaikan Merasa dihina/terhina Merasa dendam Merasa sebatang kara Merasa kehilangan Merasa kasihan/iba Merasa dingin Merasa dioyak-oyak Merasa gugup/grogi Merasa hambar/hampa Merasa hancur/tercacah Merasa iri Merasa jengkel/mangkel Merasa jera/kapok Merasa khawatir/gelisah Merasa kecewa/ gagal Merasa kikuk Merasa kesal Merasa kesepian Merasa tertipu Merasa takut/gentar Merasa kaget/terhenyak Merasa kecil hati

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.
Merasa muak Merasa ngeri/jijik Merasa pesimis/depresif Merasa tanpa harapan Merasa pasrah Merasa panik Merasa patah hati Merasa panas hati Merasa prihatin Merasa bimbang Merasa risih Merasa minder Merasa sedih/ murung Merasa sakit hati/pedih Merasa segan/enggan Merasa sebal/sebel Merasa terancam Merasa terpukul Merasa ada kejanggalan Merasa terbebani Merasa terpaksa Merasa tersinggung Merasa tergerak Merasa tersiksa Merasa tak betah Merasa terganggu Merasa tersayat/pilu Merasa terpojok/ terdesak Merasa terkekang Merasa tak sabar Merasa tak berdaya/kalah Merasa tegang Merasa goyah Merasa tersipu-sipu

Draf kuliah Teknik Konseling

Merasa bagian dari masyarakat. Memiliki integritas dan kontrol diri dalam cara berpikir. Dapat tidur dengan baik.Pd. dapat menerima kenyataan dalam keluarga. menggali potensi diri. Mencintai kehidupan dan memiliki falsafah hidup. Penyesuaian yang normal (well adjusted person) mempunyai ciri-ciri yang normal antara lain : Tidak menunjukan adanya ketegangan emosional. Segar. Merasa tenang dan teguh. perbaikan diri dan realisasi diri. Percaya diri dan menyukai orang lain. Bersikap wajar terhadap lain jenis. Dapat tertawa Draf kuliah Teknik Konseling . terutama menghadapi kejadian yang akan datang. mampu melakukan trial and error (uji coba) mencari substitusi (pengganti). Dapat menyatakan diri dengan bebas. berkhayal.M. Dapat tidur dengan baik. emosional dan sosial.Ag. Mampu menyatakan diri sendiri secara terbuka. Mampu melakukan perubahan sesuai dengan kepribadian. dan perilaku. Merasa aman. dengan Tuhan dan manusia sebagai organisme. Merasa aman dengan kehadiran sesuatu yang asing. Memiliki pertimbangan rasional dan pengarahan diri. Merasa memiliki kebebasan. belajar. Menanamkan kebiasaan dan mengembangkannya dengan baik. Karakteristik mental yang sehat pada anak-anak yang harus diwujudkan antara lain: Merasa disukai oleh teman-temannya. Merasa diperlakukan baik oleh orang lain dan di rumah. sosial dan moral merupakan bekal untuk mampu belajar. Berusaha mencapai kematangan emosi dalam berpikir dan memiliki hubungan antar pribadi terutama dengan baik. Memiliki hobi dan suka berkreasi. Memiliki penerimaan diri. intelektual religi. tenang dan tidak letih. Bersikap realistis. emosi. Kepuasan dalam bekerja mempengaruhi perasaan dan ketenangan batin. Memperluas pengetahuan dan memiliki tilikan diri (self insight). selalu menjaga hubunga yang tetap dan teratur dengan Tuhan dalam melaksana ajaran agama yang dianut. Merasa mudah memasuki suatu kelompok. maka perlu diperhatikan beberapa prinsip mewujudkan kondisi: Keadaan jasmani yang baik terintegrasi sebagai organisme. keinginan. Memiliki konsep diri yang sehat. Tidak menunjukan adanya frustasi pribadi. Merasa dipercaya oleh teman-temannya. Senang humor. melakukan penelitian. Tidak selamanya individu berhasil menyesuaikan diri dan mengatasi berbagai rintangan. Memiliki hobbi dan suka berekreasi sesudah mengalami kelelahan. Memiliki elusi yang seimbang. Dapat bersahabat dengan baik. Tidak takut sendirian. Hasil yang ingin dicapai dari konseling adalah manusia yang mempunyai hubungan baik antara manusia dengan lingkungan.. agama memegang peranan penting dalam kehidupannya. Yang berhasil menyesuaikan diri disebut well adjusted person dan yang gagal disebut mal adjusted person. S. Berbuat sesuai dengan usianya. Sesuai dengan hakikat kemanusiaan dalam moral. Bimbingan dan konseling merupakan upaya untuk mengembangkan kemampuan individu dalam bidang pribadi dan sosial. Mempunyai selera makan yang baik. Merasa puas dengan status ekonominya. Bidang-bidang pribadi antara lain penyesuaian diri dan segala aspeknya seperti penyesuaia diri.3| Merasa tak berdaya Merasa malu/jengah Merasa marah /gusar Merasa diasingkan Merasa tercengang Merasa duka S. Memiliki kemerdekaan dan dapat berbuat untuk diri sendiri. menghargai pengalaman. baik yang datang dari diri maupun dari luar diri individu. dan kesehatan mental. Mengembangkan moral yang luhur. Bentuk penyesuaian diri secara normal antara lain : mampu mengemukakan masalah dan pemecahannya secara langsung. Miharja. Adapun ciri mental sehat lainnya pada orang dewasa: Merasa disukai oleh orang lain. Mudah melupakan hal-hal yang salah terhadap dirinya. Menyenangi orang tua dan rumah. memilih tindakan yang tepat dan control diri serta melakukan perencanaan yang cermat.

budaya dan agama. Kepuasan dalam bekerja mempengaruhi perasaan dan ketenangan batin. Menanamkan kebiasaan dan mengembangkannya dengan baik. sosial.Pd.M. pikiran. implementasi teknik-teknik konseling melalui beberapa tahap kegiatan. suasana psikis dan lain-lain. dan perilaku. kelenjar otot. hingga berakhirnya proses konseling. menjaga hubungan yang tetap dan teratur dengan Tuhan dalam melaksana ajaran agama yang dianut. termasuk pengalaman. Seorang konselor yang efektif harus mampu merespons klien secara baik dan benar sesuai keadaan klien saat itu. sikap keagamaan deln lainlain. termasuk pembawaan. Menunjukan sikap tenang. Perkembangan dan kematangan termasuk aspek intelektual. Kondisi lingkungan dan kulturasi. sistem saraf. Sesuai dengan hakikat kemanusiaan dalam moral. Mengembangkan moral yang luhur.. Prinsip-prinsip mewujudkan kondisi mental yang sehat dapat didasarkan pada hakekat hubungan manusia dengan lingkungan. Senang bermain dan menyenangi permainan. kondisi fisik. S. selalu S. Senang berkelompok dan merasa bagian dari kelompok. selama konseling. dan pengalamannya. Apa itu teknik Konseling? Teknik konseling merupakan cara-cara tertentu yang digunakan oleh seorang konselor dalam proses konseling untuk membantu klien agar berkembang potensinya serta mampu mengatasi masalah yang dihadapi dengan mempertimbangkan kondisikondisi lingkungannya yakni nilai-nilai sosial. dan mendorong sehingga klien terbuka untuk menyatakan secara bebas perasaan. B. penerimaan penghargaan. Memiliki penerimaan diri.4| dalam situasi yang lucu. mamacu. emosional dan sosial. Periang dan optimis. Mampu melakukan perubahan sesuai dengan kepribadian. keinginan. penguasaan terhadap teknik konseling akan merupakan kunci keberhasilan untuk mencapai tujuan konseling. emosi. Kepribadian termasuk konsep dalam penerimaan diri dan realisasi diri. Berusaha mencapai kematangan emosi dalam berpikir dan memiliki hubungan antar pribadi terutama dengan baik. Bersikap realistis. Memiliki integritas dan kontrol diri dalam cara berpikir. dapat menerima kenyataan dalam keluarga. frustasi. Kondisi agama (religi) hubungan manusia dengan Tuhan. Dengan menciptakan Susana yang kondusif. seperti empati. keikhlasan serta kejujuran. dari mulai persiapan konseling. Karenanya perlu diperhatikan beberapa prinsip mewujudkan kondisi: Keadaan jasmani yang baik terintegritas sebagai organisme. berkhayal. memahami diri sendiri serta situasi Draf kuliah Teknik Konseling .Ag. Bagi seorang konselor. Miharja. Konseling mengandung suatu proses antarpribadi yang berlangsung melalui saluran komunikasi verbal dan nonverbal. Dalam proses konseling. berbuat sesuai denqan umurnya. Kondisi psikologis. emosional. intelektual religi. moral. menguasai teknik-teknik konseling merupakan suatu keharusan. kesehatan fisik dan lainlain. Memperluas pengetahuan dan memiliki tilikan diri (self insight). Memiliki konsep diri yang sehat. Sebagai suatu proses. Senang bersekolah dan permainan pra sekolah. Respons yang baik berupa pertanyaan-pertanyaan verbal dan nonverbal yang dapat menyentuh. sikap. dan perhatian yang tulen (facilitative conditions). tidak takut terhadap obyek tertentu seperti air. Konselor memungkinkan konseli untuk merefleksi atas diri sendiri serta pengalaman hidupnya. konflik. dll. dengan Tuhan dan manusia sebagai organisme. agama memegang peranan penting dalam kehidupannya. tempat yang tinggi. perbaikan diri dan realisasi diri.

dalam memberikan tanggapan tertentu. bantuan diberikan oleh seorang konselor meliputi baik penciptaan serta pembinaan seluruh kondisi (core conditions) maupun struktur serta organisasi pada pembicaraan. atau memberikan tanggapan eksploratif. Miharja. konselor mengkomunikasikan kondisi positif itu kepada konseli. sehingga konseli menyadari adanya kondisi pendukung dan karenanya bersedia pula untuk berkomunikasi dengan konselor. Dalam batinnya konselor selalu mempunyai maksud atau intensi untuk membantu konseli.M. bahkan membantunya dalam mendampingi klient yang datang kepadanya untuk konseling secara lebih efisien dan efektif. tetapi pun tidak lepas dari sistematika kerja tertentu yang terwujud dalam berpegang pada suatu pendekatan konseling berdasarkan pertimbangan rasional. tanggapan batin ini merupakan dasar bagi setiap kali ada tanggapan verbal dan suatu reaksi nonverbal. seperti refleksi dan klarifikasi. korektif. menemukan penyelesaian atas masalah yang dihadapi. sehingga dari awal sampai akhir kondisi pendukung itu tercipta dan terbina terus-menerus. seperti memberikan tanggapan pemantulan. memberikan tanggapan analitis atau interpretatif memberikan tanggapan suportif.. atau sugestif. memberikan tanggapan evaluatif. Meskipun pelayanan konseling memuat unsur akal sehat yang menyertai penggunaan teknik. Kondisi kondisi konseling pula penerapan teknik verbal dan nonverbal yang lain. namun pandangan para pakar konseling tentang apa yang menyebabkan manusia menghadapi masalah dan bagaimana caranya memberikan bantuan psikologis dalam mengatasi S.Pd. Maka. S. Adanya intensi dasar untuk memberikan bantuan terlaksana. Perbedaan pandangan ini harus disadari oleh konselor dan memperluas cakrawalanya berpikir. masalah itu berlainlainan. dengan tetap menggunakan teknik konseling sejauh selaras dengan pendekatan konseling yang diterapkannya serta metode konseling yang diikutinya. berdasarkan itu. sehingga konseli secara bertahap dapat menuntaskan penyelesaian atas masalah yang dihadapinya.5| kehidupannya dan. antara lain.Ag. Draf kuliah Teknik Konseling . Penggunaan teknik dalam proses konseling memerlukan timbal-balik antara konselor dan konseli. dan melalui suatu teknik nonverbal seperti sikap badan dan pandangan mata. Melalui berbagai tanggapan verbal dan aneka reaksi nonverbal. Kondisi serasi dapat dikomunikasikan melalui suatu teknik verbal tertentu.

Kesiapan untuk Konseling Kesiapan untuk konseling tertuju kepada konselor atau kliennya. Dalam proses konseling harus ada respons-respons tertentu dari klien. memerlukan persiapan yang matang.6| S. Klien yang mampu melihat masalahnya sendiri. Aktivitas konseling sebagati suatu proses. BAB II TAHAPAN PROSES KONSELING Tahapan konseling dimulai dari tahapan permulaan konseling hingga tahapan selama proses konseling. proses konseling bisa gagal. klien yang tidak mampu melihat masalahnya sendiri. adapun penedekatan klinikal mengenai tahapan suatu masalah dapat diselesaikan selama proses konseling. maka ia tidak banyak berharap bahwa konselor dapat membantunya untuk memecahkan masalah. Klien yang banyak berharap dan mengerti peran-peran konselor. Ada klien yang mampu melihat masalahnya sendiri dan ada yang tidak. Tahapan selama konseling mengacu pada pendeatan dalam berbagai teori konseling. 1. ia akan tidak maksimal memanfaatkan jasa konselor. Miharja. Klien yang mengikuti sesi konseling karena mengikuti keinginan guru wali kelas atau orang lain termasuk konselornya sendiri (terpaksa). Draf kuliah Teknik Konseling . A. Sistem pertahan diri yang baik dari klien. akan sulit merespons proses konseling. Sebaliknya. Begitu pun klien yang mengetahui ten tang konseling. agar dapat berpartisipasi secara aktif sesuai tuntutan konseling. Untuk dapat melakukan konseling secara efektif dan agar konseling berhasil dan berdaya guna. (3) kecakapan intelektual. akan membantu kelancaran proses konseling. Motivasi klien untuk memperoleh bantuan akan menentukan jalannya proses konseling. ia akan memanfaatkan jasa konselor secara maksimal. Tanpa persiapan konseling tidak akan dapat beljalan secara efektif dan sangat mungkin tujuan konseling tidak tercapai. Tahapan permulaan konseling Ada tiga hal yang dilakukan oleh konselor untuk memulai proses konseling yaitu: (a) membentuk kesiapan untuk konseling. Klien yang kemampuan intelektualnya rendah.Ag. Disini akan diutarakan tahapan konseling yang diajukan dalam sistematika Carkhuff dan klinikal. sebaliknya yang tidak mengerti tentang peran-peran konselor. (b) memperoleh riwayat kasus. Hal-hal yang berkenaan dengan kesiapan konseling terutama yang berhubungan dengan klien adalah: (1) motivasi klien untuk memperoleh bantuan. (5) harapan-harapan terhadap peran konselor. akan mampu berpartisipasi secara aktif dalam konseling sehingga proses konseling akan betjalan secara lancar. S. Begitu juga klien. Sistematika Carkhuff mengenai bagaimana tahapan dalam wawancara konseling. Setiap aktivitas yang berproses akan memerlukan persiapan yang matang. dan ( c) evaluasi psikodiagnostik. konselor harus melakukan persiapan. Klien yang tidak mengetahui tentang konseling.. (2) pengetahuan klien tentang konseling. Tanpa partisipasi dari klien atau tanpa kesiapan klien. akan berbeda partisipasinya dalam konseling jika motivasi mereka benar-benar ingin memperoleh bantuan. akan sulit untuk berpartisipasi dalam proses konseling. harus siap untuk mengikuti konseling. Dampak lanjutnya adalah klien tidak mau di konseling.M. dan (6) sistem pertahanan diri. Tahapan permulaan merupakan segala upaya menuju pada proses konseling dapat berjalan dengan baik.Pd. (4) tingkat tilikan terhadap masalah dan dirinya sendiri.

(5) pengaruh sikap menilai dari konselor. (2). Kedua. (5) melalui proses pendidikan itu sendiri. perkiraan sebab-sebab kesulitan. (6) melakukan survei terhadap masalah-masalah klien. ia akan menangis. psikodiagnosis sebagai suatu prosedur menginterpretasikan data kasus. dan karakter yang selanjutnya disebut diagnosis diferensial. S. Miharja. yang lebih memusatkan pada masalah-masalah psikoterapeutik dan diperoleh melalui wawancara konseling.Pd.M. sebagai suatu klasiftkasi deskriptif masalah-masalah yang sama dengan klasiftkasi psikiatris untuk gangguan neurosis. Secara sederhana riwayat kasus bisa dikatakan melakukan identifikasi terhadap masalah-masalah yang dialami klien. (3) Biografi dan autobiografi. sebab dapat menimbulkan bahaya sebagai berikut: (1) data yang terbatas atau kurang memadai.7| sebaliknya sistem pertahanan diri yang jelek akan menghambat proses konseling. konselor kurang memperhatikan keadaan tingkah Iaku klien sekarang. (5) Grafik waktu tentang kehidupan helpee yang berkasus. psikosis. memperkirakan sebab-sebab. diagnosis diartikan sebagai suatu proses memeriksa gejala. padahal kehidupan klien (helpee) sangat kompleks. menempatkan gejala dalam kategori. yang selanjutnya disebut diagnosis struktural. Riwayat Kasus Riwayat kasus adalah suatu kumpulan fakta yang sistematis tentang kehidupan klien sekarang dan masa yang lalu. 2. anekdot). Agar klien siap dalam mengikuti konseling. Draf kuliah Teknik Konseling . (3) menghubungi sumber-sumber referal (rujukan) misalnya dari organisasi. (4) hilangnya pemahaman terhadap indiyidualitas atau hunikan sistem diri klien. (2) menciptakan iklim kelembagaan yang kondusif sehingga membangkitkan klien untuk memperoleh bantuan. dan memperkirakan hasil konseling dalam bentuk tingkah laku klien di masa yang akan datang. Evaluasi Psikodiagnostik Dalam bidang medis. mengadakan observasi. yaitu suatu catatan tentang berbagai aspek yang menggambarkan perkembangan seseorang. proses diagnosis mempunyai beberapa arti dan sulit dipisahkan secara tegas sebagaimana halnya dalam bidang medis. disarankan kepada konselor agar melakukan hal-hal sebagai berikut: (1) memulai pembicaraan dengan berbagai pihak tentang berbagai topik masalah dan pelayanan konseling yang diberikan. dan (7) melalukan orientasi prakonseling. Dalam proses konseling hendaknya berhati-hati menggunakan diagnosis dengan pengertian di atas. dan memperkirakan usaha-usaha penyembuhannya Dalam bidang psikologis. (4) memberikan informasi kepada klien tentang dirinya dan prospeknya. Dengan perkataan lain mengumpulkan sejumlah kasus yang dialami oleh klien pada masa sekarang maupun yang telah lalu. Riwayat kasus dapat dibuat dalam berbagai bentuk: (1) Riwayat konseling psikoterapeutik. (2) Catatan kumulatif (cummulative record). sekolah dan madrasah dan sebagainya. kemungkinan teknik-teknik konseling untuk memecahkan masalah. Secara umum diagnosis dalam bidang psikologis berarti pernyataan tentang masalah klien. karena ketika konselor bertanya sesuatu yang sedikit memojokkan klien. (3) terlalu cepat menggunakan tes. 3.Ag. (4) Tulisan-tulisan yang dibuat sendiri oleh helpee yang berkasus sebagai dokumen pribadi (mungkin dalam bentuk catatan S. Psikodiagnosis mempunyai dua arti yaitu: pertama..

Diagnosis. Tahapan konseling yang umum dapat mengacu pada sistematika Carkhuff dan klinikal.8| Psikodiagnosis dapat dilakukan melalui tes dengan tujuan untuk memperoleh data tentang kepribadian klien melalui sampel tingkah Iaku dalam situasi yang terstandar. Sistematika Cahkhuff menekankan pada proses selama wawancara konseling. Aktivitas dan keterampilan konselor pada tiap pase disajikan sebagai berikut: Fase Aktivitas konseli Keterampilan konselor Melibatkan diri: Melibatkan konseli dengan Menghadap konselor. yang tidak dapat ditimpakan pada orang lain. Penyelidikan. Menggali aspek-aspek penting dalam masalah yang dihadapi: Mengambil unsur-unsur pokok dalam masalah. Menyadari perasaan sendiri dalam menghadapi masalah ini. B.. 1. adapun konseling klinikal mencakup lebih menyeluruh dari mulai penentuan masalah hingga evaluasi. dengan menggunakan personalizing skills. Usul/Saran. Menyadari bahwa masalah adalah problem dirinya sendiri. sehingga masalah dapat diatasi. Asumsi yang melandasi penggunaan tes dalam psikodiagnosis adalah kepribadian sebagai suatu yang dinamis dan dapat diukur melalui sampel tingkah Iaku.Ag. (4) merumuskan diagnostik yang lebih tepat. Tahapan selama proses konseling Tahapan proses konseling berbeda asumsi apabila mengacu pada teorinya. Penggunaan tes psikodiagnosis dalam konseling berfungsi untuk: (1) menyeleksi data yang diperlukan bagi konseling. Melihat alasan-alasan timbulnya semua reaksi perasaan itu. Menetapkan jalan/cara yang tepat untuk mencapai tujuan. Miharja. Pemberian Informasi. Dukungan/Bombongan. menggunakan attending skills. mengamati verbal dan nonverbal. Interpretasi. Selain itu juga didasarkan atas asumsi bahwa pola berpikir dan merasa klien yang diperoleh melalui tes akan menggambarkan struktur dasar karakter klien. Merumuskan masalah dalam bentuk:"Problemku adalah . seperti Refleksi. Sistematika Carkhuf Pada pendekatan sistematika Carkhuff konseling melalui empat pase dalam proses (1) keterlibatan (2) eksplorasi. seperti Pemberian Struktur. Menetapkan tujuan yang ingin dicapai. Pertanyaan-Pertanyaan spesifik Eksplorasi Pemahaman Membantu konseli memahami diri berkaitan dengan masalah yang dihadapi dan menerima tanggung jawab terhadap masalah itu. Meninjau makna bagi dirinya. (3) pemahaman (4) bertindak. Bertindak Membantu konseli menuangkan kemauan untuk mencapai tujuan dalam bentuk rencana urutan langkah kerja yang konkret. Klarifikasi. Permintaan untuk Melanjutkan. Mulai mengutarakan masalah pribadi mendengarkan dan menunjukkan yang dihadapi penerimaan. secara seperti merapikan meja.M. Pemberian Umpan balik. dalam fase-fase selanjutnya). Konfrontasi.Pd. (3) memperoleh informasi yang lebih terinci. Penyajian AlternatifAlternatif. Menghayati perasaan-perasaan yang timbul. Keterlibatan Mengungkapkan sesuatu. Tujuan dirumuskan dalam bentuk tindakan yang nyata.. Draf kuliah Teknik Konseling . Merencanakan urutan langkah kerja yang akan ditempuh. (Keterampilan ini ada S.. Pemberian Umpan Balik. disertai alasan berperasaan demikian. Mengimplementasikan tujuan yang ingin dicapai dalam suatu program kerja yang konkret. Membantu konseli menggali aspek-aspek penting dengan menggunakan responding skills. (2) meramalkan keberhasilan konseling. dia sendiri bertanggung jawab mengatasinya: Akibat permasalahan bagi dirinya. isyarat-isyarat nonverbal. dengan menggunakan initiating skills. S. seperti Refleksi dan Klarifikasi Perasaan. Mulai melaksanakan langkah pertama yang direncanakan.

data pendidikan. dan nama ibu. lokasi sekolah. dan (7) evaluasi atau follow up. tiri. data orang tua (ayah ibu). Data pendidikan dapat mencakup: tingkat pendidikan. tes bakat. Berdasarkan identifikasi di atas dapat diketahui bahwa Dawar memiliki delapan jenis masalah. "prestasi menurun" masalah-masalah yang lain juga menjadi berkurang. alamat. Berdasarkan identifikasi masalah di atas. Data orang tua dapat mencakup: (nama ayah. (3) analisis data. (1) Menentukan Masalah Menentukan masalah dalam proses konseling dapat dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan identiflkasi masalah (identifIkasi kasus-kasus) yang dialami oleh klien. data kesehatan. agama. Data-data helpee (Dawar) di atas dapat dikumpulkan dengan cara tes dan nontes. Data kesehatan dapat mencakup: (riwayat penyakit yang pernah diderita. . Miharja. S. (2) pengumpulan data. Data helpee yang dikumpulken harus secara komprehensif (menyeluruh) yang meliputi: data diri. penghasilan.Pd. status sekolah. hobi atau cita-cita. tes hasil belajar. (4) diagnosis. tempat dan tanggal lahir. teman-teman di sekolah atau madrasah. seorang helpee sebut saja bernama Dawar berdasarkan fenomena dan perilaku sehari-hari yang ditunjukkan oleh helpee tersebut dapat diidentifikasi bahwa masalah yang sedang dialaminya adalah: (a) sering terlambat masuk kelas (tidak disiplin). Pengumpulan data helpee dengan cara nontes seperti: observasi atau pengamatan angket atau daftar Draf kuliah Teknik Konseling . dan data lingkungan. Alasannya karena Dawar statusnya sebagai pelajar kelas III. tempat dan tanggal lahir. dan lain sebagainya). Data diri bisa mencakup (nama lengkap dan panggilan atau nama kesayangan. (2) Pengumpulan Data Setelah ditetapkan masalah yang akan dibicarakan dalam konseling. tempat tanggal lahir. dikhawatirkan ia tidak lulus.Ag. misalnya pembimbing (konselor) menetapkan masalah "prestasi belajar yang menurun" untuk diprioritaskan dipecahkan melalui layanan konseling. (c) sering mengganggu teman dalam belajar (suka usil). Tahapan konseling standard pendekatan konseling klinikal Proses konseling pendekatan klinikal menempuh beberapa langkah yaitu: (1) menentukan masalah. (e) prestasi belajar terus menurun. (g) dikucilkan dari pergaulan. Pengumpulan data helpee dengan tes dapat mencakup: tes kecerdasan (IQ). ciri-ciri tubuh. alamat. dan lain-lain. dan lain-lain.M. (f) merokok secara sembunyisembunyi (ketagihan rokok).. bagaimana pola asuh keluarga. Data lingkungan dapat mencakup (di mana helpee tinggal. selanjutnya adalah mengumpulkan data helpee yang bersangkutan (data Dawar). jenis kelamin. pekerjaan. Mudah-mudahan dengan terpecahkannya masalah S. pernah atau tidak dirawat di rumah sakit dan gangguan kesehatan lain yang bisa mempengaruhi fisik dan psikis helpee yang bersangkutan). anak keberapa (status anak dalam keluarga misalnya anak kandung. minat. pekerjaan. Untuk menentukan masalah yang mana untuk dipecahkan harus menggunakan prinsip skala prioritas. Penetapan skala prioritas ditentukan atas dasar akibat atau dampak yang lebih besar terjadi apabila masalah tersebut tidak dipecahkan. sekolah sebelumnya. (6) terapi. agama. penghasilan setiap bulan.9| 2. dan lain sebagainya. dan lainlain). atau angkat). Misalnya. (5) prognosis. dengan siapa ia tinggal. dalam lingkungan seperti apa. (b) sering bolos sekolah. (h) sering ribut dengan orang tua terutama ayah. (d) sulit berkonsentrasi dalam belajar agama Islam. alamat dan lain sebagainya). kelas berapa. agama. apabila tidak segera dibantu.

Dalam contoh di atas apakah pelaksanaan pemberian bimbingan belajar dan sosial kepada Dawar telah memberikan hasil di mana prestasi belajar Dawar meningkat atau perilaku Dawar berubah sehingga mulai disenangi oleh teman-temannya atau belum. Selanjutnya untuk data yang diperoleh melalui non test (misalnya sosiometri) dan 40 orang teman sekelas Dawar hanya lima orang yang rnemilih suka berteman dengan Dawar. analisisnya adalah bahwa Dawar cenderung tidak disukai oleh teman-temannya (fenornenanya adalah Dawar dikucilkan dari pergaulan oleh tenan-temannya di sekolah) dan seterusnya. (3) Analisis Data Data-data helpee yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis. Berdasarkan data tersebut. Draf kuliah Teknik Konseling . pembimbing atau konselor melaksanakan bantuan belajar atau bantuan sosial yang telah ditetapkan untuk memecahkan masalah Dawar. (5) Prognosis Setelah diketahui faktor-faktor penyebab timbulnya masalah pada helpee (dalam contoh di atas adalah masalah pada Dawar) selanjutnya pembimbing atau konselor menetapkan langkahIangkah bantuan yang akan diambil. Data hasil tes bisa dianalisis secara kuantitatif dan data hasil nontes dapat dianalisis secara kualitatif.. wawancara. biografi atau catatan harian. kunjungan rumah. yakni faktor-faktor penyebab prestasi belajar Dawar yang rendah dan dikucilkan dari pergaulan teman-teman di sekolah dan madrasah. (7) Evaluasi atau Follow Up Evaluasi dilakukan untuk melihat apakah upaya bantuan yang telah diberikan memperoleh hasil atau tidak. S. Apabila sudah memberikan hasil apa langkah-Iangkah selanjutnya yang perlu diambil? Begitu juga sebaliknya apabila belum berhasil. dan lain sebagainya.Pd. diberikan sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh Dawar.10 | isian (untuk orang tua dan helpee). sosiometri. Dalam contoh di atas. dan lainlain yang sesuai dengan bimbingan belajar atau bimbingan sosial yang tujuannya agar Dawar memperoleh penyesuaian sosial dengan teman-temannya di sekolah dan madrasah. Dari analisis data akan diketahui siapa Dawar? dan apa sesungguhnya rnasalah yang dialami oleh Dawar? (4) Diagnosis Diagnosis rnerupakan usaha pembimbing (konselor) menetapkan latar belakang rnasalah atau faktor-faktor penyebab timbulnya masalah pada klien. studi kasus. les tambahan. (6) Terapi Setelah ditetapkan jenis atau langkah-langkah pemberian bantuan selanjutnya adalah melaksanakan jenis bantuan yang telah ditetapkan. bisa diberikan bimbingan belajar misalnya pengajaran remedial. Miharja. Berdasarkan rnasalah Dawar di atas.Ag. Pada contoh di atas pembimbing (konselor) mencari faktor-faktor penyebab timbulnya masalah pada Dawar. pemeriksaan fisik atau kesehatan. jenis bantuan apa bisa S. Berdasarkan data tersebut bisa dinyatakan bahwa prestasi belajar Dawar rendah dan seterusnya untuk data yang diperoleh melalui tes. Misalnya hasil tes belajar Dawar pada setiap mata pelajaran memperoleh nilai lima dan rata-rata di bawah lima.M.

dan senyum. 1. Melalui teknik ini akan tercipta hubungan yang akrab antara konselor dan klien yang ditandai dengan saling mempercayai. sebaliknya ekspresi wajah cemberut bisa menggambarkan penolakan atau BAB III TEKNIK-TEKNIK MELAKUKAN KONSELING Proses konseling memerlukan teknik-teknik tertentu sehingga konseling bisa berjalan secara efektif dan efisien atau berdaya guna dan berhasil guna. memutuskan pembicaraan. S. ceria. Ketiga. Ketiga. perhatian terpecah. suasana yang aman dan akrab. mendengarkan secara aktif dan penuh perhatian. Sebaliknya. posisi tubuh tegak kaku. Ekspresi wajah ceria bisa menggambarkan penerimaan konselor atas kliennya. posisi tubuh agak condong ke arah klien. (2) menetapkan topik pembicaraan yang sesuai. Teknik Rapport Teknik rapport dalam konseling merupakan suatu kondisi saling memahami dan mengenal tujuan bersama. dan bahasa lisan. kepala mengangguk sebagai pertanda setuju atas pernyataan klien. miring. (3) mempermudah ekspresi perasaan klien dengan bebas. jarak duduk dengan klien agak jauh.. (2) menciptakan Draf kuliah Teknik Konseling . Perilaku attending yang baik akan dapat: (1) meningkatkan harga diri klien. menunggu ucapan klien hingga selesai. (c) menjamin kerahasiaan klien. mudah buyar oleh gangguan dari Iuar. perhatian terarah pada klien (lawan bicara). Kelima.Pd. wujud perilaku attending yang tidak baik adalah: pertama. jarak duduk antara konselor dengan klien agak dekat. duduk akrab berhadapan atau berdampingan. Keempat. bahasa tubuh. (b) realisasi tujuan bersama. ekspresi melamunr mengalihkan pandangan. (misalnya ceria atau cemberut). Wujud perilaku attending dalam proses konseling misalnya: pertama. Kedua. bersandar. Teknik penerimaan menggambarkan cara bagaimana konselor menerima klien dalam proses atau sesi konseling. Kedua.M. diam (menunggu saat kesempatan bereaksi). (4) kesadaran terhadap hakikat klien secara alamiah. Implementasi teknik rapport dalam konseling adalah: (1) pemberian salam yang menyenangkan. wajah kaku (tegang). berbicara terus tanpa ada teknik diam guna memberi kesempatan berpikir dan berbicara. Perilaku Attending Attending merupakan upaya konselor menghampiri klien yang diwujudkan dalam bentuk perilaku seperti kontak mata. melakukan variasi isyarat gerakan tangan lengan secara spontan untuk memperjelas ucapan (pernyataan konselor). ekspresi wajah tenang. 2. Perilaku attending yang baik harus mengombinasikan ketiga aspek di atas sehingga akan memudahkan konselor untuk membuat klien terlibat pembicaraan dan terbuka. (3) suasana ruang konseling yang menyenangkan. Tujuan utama teknik ini adalah untuk menjembatani hubungan antara konselor dengan klien. penerimaan dan minat yang mendalam terhadap klien dan masalahnya. Berikut ini diuraikan beberapa teknik dalam konseling. Atau cara bagaimana konselor bertindak agar klien merasa· diterima dalam proses konseling. (4) sikap yang ditandai dengan: (a) kehangatan emosi. mata melotot. Kelima. Miharja. Keempat.11 | S. duduk kurang akrab dan berpaling. Teknik ini dalam proses konseling bisa diwujudkan melalui ekspresi wajah.Ag. kepala kaku. Perilaku attending berkenaan dengan teknik penerimaan konselor terhadap klien. tidak melihat ketika klien berbicara.

melakukan empati primer dengan mengatakan: "Saya dapat merasakan bagaimana perasaan Anda". T eknik Structuring Structuring adalah proses penetapan batasan oleh konselor tentang hakikat. karena tanpa attending tidak akan ada empati. Memasuki dunia dalam klien. (3) Batas-batas peranan konselor. berapa lama konseling ini akan kita lakukan. Empati dibangun berdasarkan kesadaran diri. gerak-gerik. Empati Empati merupakan kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan oleh klien. S. pengalaman bahkan penderitaannya. Ada lima macam structuring dalam konseling. akan inembuat klien tersentuh dan terbuka untuk mengemukakan isi hatinya berupa perasaan.Ag. Semakin terbuka kita kepada emosi diri sendiri. pertama: empati primer (primary empathy). dan rendah) dan jarak duduk antara konselor dan klien." Atau "Saya mengerti keinginan Anda. Kemampuan berempati merupakan kemampuan untuk mengetahui bagaimana perasaan orang lain ikut berperan dalam pergulatan dalam arena kehidupan. semakin terampil kita membaca perasaan. 3. Structuring memberikan kerangka kerja atau orientasi pada klien. Dalam melakukan empati. Selanjutnya juga bisa diwujudkan dalam bentuk tekanan atau nada suara dari konselor (tinggi. Ketiga. (4) Batasbatas proses atau prosedu. Melalui empati tingkat tinggi." Keempat. atau kapan waktu-waktu Anda bisa untuk mengikuti konseling dan seterusnya. empati tingkat tinggi (advanced accurate empathy). Kunci untuk memahami perasaan orang lain adalah mampu membaca pesan nonverbal (nada bicara. mengosongkan perasaan dan pikiran egoistik. Misalnya. Kedua. keinginan dan pengalaman klien dengan tujuan agar klien terlibat pembicaraan dan terbuka. Atau "Saya dapat memahami pikiran Anda. Konselor yang berkata dengan nada tinggi atau duduk yang berjarak melebihi batas ketentuan dalam konseling. misalnya menyangkut waktu atau jadwal. misalnya menyangkut tahapan-tahapan yang harus ditempuh (dilalui).M. dan saya ikut terluka dengan pengalaman Anda itu".Pd. Refleksi Perasaan Draf kuliah Teknik Konseling . (5) Structuring dalam proses. pikiran. keinginan. melakukan empati tingkat tinggi dengan mengatakan: "Saya merasakan apa yang Anda rasakan. Empati dilakukan bersamaan dengan attending. merasa dan berpikir bersama klien S. dan pengalaman klien lebih mendalam dan menyentuh klien karena konselor ikut dengan perasaan tersebut. mungkin merupakan indikasi bahwa konselor tidak menerima klien. mendatar. 4. hatas-batas dan tujuan proses konseling pada umumnya dan hubungan tertentu pada khususnya.. 5. Structuring ada yang bersifat inplisit di mana secara umum peranan konselor diketahui oleh klien dan ada yang bersifat formal berupa pernyataan konselor untuk menjelaskan dan membatasi proses konseling. yaitu apabila kepahaman konselor terhadap perasaan.12 | ketidaksetujuan konselor atas kliennya. yaitu apabila konselor hanya memahami perasaan. berapa lama konseling akan dilakukan dan lain sebagainya. (2) Batas-batas tindakan baik konselor maupun klien. pikiran. yaitu: (1) Batasbatas waktu baik dalam satu individu maupun seluruh proses konseling. dan sebagainya). apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama proses konseling berlangsung. konselor harus mampu: pertama. dan bukan untuk atau tentang klien. Kedua. Empati ada dua macam. pikiran. ekspresi wajah. Miharja.

Teknik Eksplorasi Draf kuliah Teknik Konseling . Refleksi perasaan akan mengalami kesulitan apabila: (1) streotipe dari konselor. dan ambivalen.Pd." "Sampai kapan pun saya tidak akan berteman lagi dengannya. (6) konselor menambah arti perasaan. " atau "Barangkali yang akan Anda utarakan adalah. (2) refleksi pengalaman. dan (7) konselor menggunakan bahasa yang kurang tepat.... refleksi perasaan misalnya ketika klien mengatakan :" Si A itu sialan. dan (6) menguji kedalaman motif-motif klien.. (5) konselor tidak dapat menemukan ke dalam perasaan.. Konselor merefleksi dengan mengatakan: "Adakah yang Anda maksudkan adalah peristiwa-peristiwa sedih yang Anda alami pada masa lalu". 6. yaitu (1) refleksi perasaan. (3) konselor tidak dapat memilih perasaan mana untuk direfleksikan. " dan seterusnya. Manfaat refleksi perasaan dalam proses konseling adalah: (1) membantu klien untuk merasa dipahami secara mendalam. (3) memusatkan evaluasi pada klien. Refleksi terbagi atas tiga jenis.. Atau "Barangkali Anda merasa . Refleksi perasaan bisa berwujud positif. Contoh refleksi perasaan: "Tampaknya yang Anda katakan adalah . konselor merefleksikan dengan mengatakan: " Tampaknya Anda sungguh-sungguh marah dengan si A.Ag. Refleksi merupakan keterampilan konselor untuk memantulkan kembali kepada klien tentang perasaan.. Dalam proses konseling. yaitu keterampilan konselor untuk memantulkan pengalaman-pengalaman klien sebagai hasil pengamatan perilaku verbal dan nonverbal klien. Dalam proses konseling... (2) konselor tidak dapat mengatur waktu sesi konseling. Kedua.. Pertama. Refleksi perasaan positif ditunjukkan oleh konselor dalam konseling melalui pernyataan persetujuan atas apa yang disampaikan oleh klien. (5) memperjelas cara berpikir klien. Sedangkan refleksi perasaan yang ambivalen (masa bodoh) ditunjukkan oleh konselor dengan membiarkan saja (tidak menyatakan setuju ·dan tidak menolak) atas apa yang dinyatakan oleh klien.. refleksi perasaan. S. ". dan pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbalnya. Refleksi perasaan negatif ditunjukkan oleh konselor dalam konseling melalui pernyataan ketidaksetujuan atau penolakan konselor atas apa yang dinyatakan oleh klien.... S." "Saya tidak akan berteman lagi dengannya." Mendengar perkataan tersebut. (2) klien merasa bahwa perasaan menyebabkan tingkah laku. refleksi pengalaman misalnya ketika klien mengatakan: "Saya trauma dengan masa lalu saya yang hampir tidak ada yang menyenangkan"... negatif.. " atau "Hal itu rupanya seperti ." atau "Adakah yang Anda maksudkan suatu peristiwa "." "Saya membencinya. " atau "Adakah yang Anda maksudkan . dan (3) refleksi pikiran." Contoh refleksi pengalaman: "Tampaknya yang Anda kemukakan adalah suatu .. yaitu keterampilan konselor untuk dapat memantulkan (merefleksikan) perasaan klien sebagai hasil pengamatan verbal dan nonverbal terhadap klien. Refleksi perasaan juga merupakan teknik penengah yang bermanfaat untuk digunakan setelah hubungan permulaan (tahap awal konseling) dilakukan dan sebelum pemberian informasi serta tahap interpretasi dimulai.13 | Refleksi perasaan merupakan suatu usaha konselor untuk menyatakan dalam bentuk kata-kata yang segar dan sikap yang diperlukan terhadap klien. pikiran.M. (4) memberi kekuatan untuk memilih. refleksi pengalaman. (4) konselor tidak dapat mengetahui isi perasaan yang direfleksikan. Miharja.

Teknik ini dalam konseling sangat penting karena umumnya klien tidak mau terus terang (tertutup). tetapi entah kenapa … 8. " Ketiga. paraphrasing misalnya ketika klien mengatakan: "Biasanya Si A selalu senang dengan saya. Untuk itu. " Ketiga. yaitu keterampilan konselor untuk memantulkan ide. " atau "Mungkin yang akan Anda uia[akan adalah . dan terancam. praphrase juga bertujuan untuk: pertama. Pada pertanyaan terbuka. dan pendapat klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbal klien. karena sulit menduga apa yang dipikirkan klien. Pertama. menyimpan rahasia batin. Miharja. dan pengalamannya.Ag. Eksplorasi ada tiga macam: (1) eksplorasi perasaan. perasaan.14 | Eksplorasi merupakan keterampilan konselor untuk menggali perasaan. Teknik Paraphrasing (Menangkap Pesan Utama) Sering klien mengemukakan pikiran. konselor harus memiliki keterampilan bertanya. membeIi arah wawancara konseling. Untuk memudahkan klien memahami pikiran. ide. eksplorasi pikiran. untuk mengatakan kembali kepada klien bahwa konselor bersama dia. " 7. Keempat mengecek kembali persepsi konselor tentang apa yang dikemukakan klien. perasaan. tertekan.. (3) nyatakan kembali dengan ringkas. dan berusaha untuk memahami apa yang dikatakan klien. Dalam proses konseling.Pd.. ekplorasi pengalaman.M. Dapatkah Anda kemukakan perasaan Anda lebih jauh" Kedua. mengendapkan apa yang dikemukakan klien dalam bentuk ringkasan. klien bebas memberikan Draf kuliah Teknik Konseling . Eksplorasi memungkinkan klien untuk bebas berbicara tanpa rasa takut. Kedua. Tujuan paraphrase antara lain adalah mengatakan kembali esensi atau inti ungkapan klien. Teknik bertanya ada dua macam. dan (3) ekplorasi pengalaman. tentang pengalaman tersebut dan pengaruhnya terhadap kesuksesan belajar Anda. pikiran. yaitu keterampilan atau kemampuan konselor untuk menggali pengalaman-pengalaman klien yang telah dilaluinya. Contoh refleksi pikiran: "Tampaknya yang akan Anda katakan . menutup diri atau tidak mampu mengemukakannya secara terus terang.. Untuk dapat melakukan paraphrasing yang baik. Ketiga... (2) eksplorasi pikiran. pikiran. S. konselor perlu menangkap pesan utama dari apa yang disampaikan oleh klien dan menyampaikannya kepada klien dengan bahasa konselor sendiri. yaitu keterampilan konselor untuk menggali perasaan klien yang tersimpan. ide. namun saya ingin memahami lebih jauh S. " atau "apakah yang Anda maksudkan . yaitu keterampilan konselor untuk menggali ide. pengalaman. Contoh eksplorasi pengalaman: "Saya amat terkesan dengan pengalaman yang Anda lalui. Contoh eksplorasi pikiran: "Mungkin Anda dapat menjelaskan lebih jauh ide Anda ten tang sekolah sambil bekerja. Teknik Bertanya Umumnya konselor mengalami kesulitan untuk membuka percakapan dengan klien. Contoh eksplorasi perasaan: "Dapatkah Anda menjelaskan apa perasaan bingung yang dimaksudkan" atau "Saya kira rasa sedih Anda begitu mendalam dalam peristiwa tersebut.. dan pendapat klien. dan pikiran klien. (4) amati respons klien terhadap konselor. yaitu bertanya terbuka (open question) dan bertanya tertutup (closed question). Selain itu. refleksi pikiran. eksplorasi perasaan. konselor harus: (1) menggunakan kata-kata yang mudah dan sederhana.. (2) dengan teliti mendengarkan pesan utama pembicaraan klien. pengalaman secara berbelit-belit dan tidak terarah sehingga intinya sulit dipahami..

" Mendengar perkataan klien di atas..15 | jawabannya. perlu ada ajakan dan arahan dari konselor. bagaimana sikap dan katakata ayah Anda ketika memarahi Anda?" 12. agar klien mengerti dan berubah melalui pemahaman dari hasil rujukan. terus . Upaya konselor mengarahkan klien dapat dilakukan dengan menyuruh klien memerankan sesuatu (bermain peran) atau mengkhayalkan sesuatu. setuju atau tidak setuju. . perasaan. Kapan suatu pembicaraan akan disimpulkan bisa ditetapkan sendiri oleh konselor atau bisa tergantung kepada felling konselor. S. Teknik Mengarahkan (Directing) Seperti telah disebutkan di muka. sebaiknya kita simpulkan terlebih dahulu agar jelas hasil pembicaraan kita sampai saat ini. Misalnya: "Ayah saya sering marah-marah tanpa sebab.Ag. ketiga. Membantu orang tua memang harus. Dorongan minimal juga dapat meningkatkan eksplorasi diri. yaitu ketika klien menunjukkan tanda-tanda akan mengurangi atau menghentikan pembicaraan atau pada saat klien kurang memusatkan pikirannya pada pembicaraan dan saat konselor ragu terhadap pembicaraan klien. Penerapan teknik ini dalam konseling. konselor mengatakan: "Pendidikan MA saat ini mudak bagi setiap warga negara.. ya .. pandangan atau tingkah laku klien. Contoh pertanyaan terbuka: "Bagaimana perasaan Anda saat ini?" Sedangkan contoh pertanyaan tertutup adalah: "Biasanya Anda menempati posisi rangking berapa di dalam kelas?" Kemungkinan jawabannya adalah rangking pertama.. ." 11. keempat. konselor harus mengupayakan agar klien selalu terlibat dalam pembicaraan.Pd. bahwa proses konseling memerlukan partisipasi secara penuh dari klien. mendiskusikan persoalan yang Anda hadapi. . 10. dan seterusnya. Saya tidak dapat lagi menahan diri. maka setiap periode waktu tertentu konselor bersama klien perlu menyimpulkan pembicaraan. maka dibutuhkim SDM Indonesia yang handal. Dorongan Minimal (Minimal Encouragement) Dalam proses konseling.. lalu . tekad Anda untuk belajar sambil bekerja. setidaknya sudah sampai pada dua hal pertama.. Lalu konselor mengatakan: "Bisakah Anda mendemonstrasikan di depan saya. yaitu suatu dorongan langsung yang singkat terhadap apa yang telah dikatakan klien seperti pernyataan oh. dan . Untuk mengajak klien berpartisipasi secara penuh di dalam proses konseling. Teknik ini memungkinkan klien untuk terus berbicara dan dapat mengarahkan agar pembicaraan mencapai tujuan. seperti Anda. dan perilaku atau pengalaman klien berdasarkan atas teori-teori tententu. Contoh summarizing: “Setelah kita. Membuat kesimpulan bersama perlu dilakukan agar klien memiliki pemahaman dan kesadaran bahwa keputusan tentang dirinya menjadi tanggung jawab klien. tetapi sangat disayangkan jika orang seperti Anda yang tergolong pintar di sekolah akan meninggalkan MA. . Tujuan utama teknik ini adalah untuk memberikan rujukan. Untuk itu konselor harus mampu memberikan dorongan minimal kepada klien.. sedangkan konselor hanya membantu. . hambatan yang akan Anda hadapi seperti yang Anda Draf kuliah Teknik Konseling .. kedua. Akhimya terjadi pertengkaran sengit". Contoh interpretasi: "Saya berhenti sekolah dan memusatkan perhatian membantu orang tua. dan lain sebagainya. Karena tantangan masa depan yang semakin kompleks. berarti bakti saya terhadap keluarga karena adik-adik saya banyak dan membutuhkan biaya sekolah... sedangkan pada pertanyaan tertutup telah menggambarkan alternatif jawabannya misaInya jawaban ya atau tidak. Teknik Menyimpulkan Sementara (Summarizing) Agar pembicaraan dalam konseling maju secara bertahap dan arah pembicaraan semakin jelas. Dorongan minimal diberikan secara selektif. Interpretasi Interpretasi merupakan usaha konselor mengulas pikiran. Miharja. terutama yang hidup di kota besar S. Dari materi pembicaraan kita tadi.. 9. Kedua.M.

Fokus akan membantu klien untuk memusatkan perhatiannya pada pokok pembicaraan. Kedua. pertama: menunjukkan keadaan di mana konselor berada di dalam atau di Iuar pikiran klien.Pd. Mungkin banyak masalah yang berkembang di dalam wawancara konseling. Teknik-teknik Memimpin Agar wawancara konseling tidak menyimpang (pembicaraannya terfokus pada masalah yang dibicarakan). otoriter.16 | beritakan tadi adalah orang tua Anda yang menginginkan Anda lebih konsentrasi kepada pelajaran dan waktu bekerja di perusahaan yang menuntut Anda bekerja seeara penuh". Tujuan utama menyimpulkan sementara (summarizing) adalah: pertama. Keberhasilan konselor memimpin dalam sesi konseling juga ditentukan oleh tipe-tipe kepemimpinan konselor yang demokratis. pertama: fokus pada diri klien. mempertajam atau memperjelas fokus atau arah wawancara konseling. konselor mengatakan: "Bukankah sampai saat ini kepedulian Anda tertuju kepada belajar sambil bekerja. memulai proses konseling dengan sedikit memimpin. ?" S. keadaan di mana konselor mengarahkan pikiran klien kepada penerimaan perkataan konselor. untuk meningkatkan kualitas diskusi. fokus mengenai budaya. Anda tidak yakin apa yang akan Anda lakukan"? atau "Tampaknya Anda berjuang sendirian?" Kedua. Penerapan teknik ini dalam konseling harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: pertama. 13. atau permisif (masa bodoh).. tetapi konselor harus membantu klien agar ia memfokuskan pada masalah tertentu (misalnya tentang "A" dan lain-lain). Misalnya perkataan konselor sebagai berikut: "Cepat menyerah atau putus asa bukan budayanya laki-laki. untuk menyimpulkan kemajuan hasil pembicaraan secara bertahap. fokus pada topik. Keempat." Dalam wawancara konseling selalu ada fokus yang membantu klien untuk menyadari bahwa persoalan pokok yang dihadapinya adalah "A". fokus pada orang lain. Ada empat fokus dalam konseling. memimpin bisa berbeda dari topik ke topik. Tentang pacaran. Misalnya: "Dawar. Misalnya perkataan konselor sebagai berikut: "Siska telah membuat Anda gelisah dan tersiksa. Terangkanlah tentang dia. memimpin hanya sebatas klien dapat memberikan toleransi sesuai dengan kecakapan dan pemahamannya. Teknik Fokus Konselor yang efektif harus mampu membuat fokus melalui perhatiannya yang terseleksi terhadap pembicaraan dengan klien (wawancara konseling). Kedua. memberikan kesempatan kepada klien untuk mengambil kilas balik (feed back) dari hal-hal yang telah dibicarakan bersama konselor.Ag. Mungkin Anda tinggal merinci kepedulian itu. Kedua. S." Keempat.M. Miharja.. Teknik ini bertujuan agar pembicaraan klien tidak menyimpang dari fokus yang dibicarakan dan agar arah pembicaraan terfokus pada tujuan konseling. dan apa yang telah dilakukannya pada Anda?" Ketiga. Ketiga. Mendengar perkataan tersebut. Misalnya perkataan konselor sebagai berikut: "Minum baigon? Anda akan bunuh diri? Sebaiknya pertimbangkan masak-masak dengan berbagai pertimbangan.. Misalnya perkataan konselor: "Apakah tidak sebaiknya pokok pembicaraan kita difokuskan pada rencana Anda yang ingin belajar sambil bekerja? 15.. konselor harus mampu memimpin arah pembicaraan sehingga tujuan konseling bisa tercapai secara efektif dan efisien. apakah termasuk ke dalam kepedulian Anda juga?" 14. Contohnya: "Saya mungkin berpikir juga tentang masalah hubungan dengan pacar. Memimpin dalam konseling bisa memiliki dua arti. Tapi bagaimana ya . Teknik Konfrontasi Draf kuliah Teknik Konseling . Laki-laki tidak boleh mudah menyerah atau mudah putus asa. Ketiga.

" Tujuan teknik ini adalah: pertama. atau agak meragukan. dan dengan alasan-alasan yang logis. inkonsistensi. 16. konselor mengatakan: "Bisakah Anda menjelaskan persoalan pokoknya? Misalnya peran ayah.17 | Teknik ini dalam konseling dikenal juga dengan "memperhadapkan". Kedua. Saat diam yang ideal dalam proses konseling adalah antara 5-10 detik. Melalui teknik ini.. karena saya akan mendengarkan dengan sebaik-baiknya. ide awal dengan ide berikutnya. Tetapi waktu itu tidak harga mati. sebagai protes apabila klien berbicara berbelit- Draf kuliah Teknik Konseling . diam bukan berarti tidak ada komunikasi. Memudahkan (Facilitating) Facilitating adalah suatu teknik membuka komunikasi agar klien dengan mudah berbicara dengan konselor dan menyatakan perasaan. Diam sebagai Suatu Teknik Diam dalam konseling bisa dijadikan sebagai suatu teknik." 18. kebingungan yang didorong oleh kecemasan atau kebencian. ibu. Menjemihkan (Clarifying) Dalam konseling. Dalam konseling. dan pengalamannya secara bebas. Diam amat penting pada saat attending.. teknik tampak dari ungkapan klien sebagai berikut: "Oh. Keenam. yaitu melalui perilaku nonverbal. Dalam konseling. membawa klien kepada kesadaran adanya. Misalnya klien mengatakan: "Konflik yang terjadi di rumah membuat saya bingung dan stress. Kedua. . Keempat. mengulang dan mengilustrasikan perasaannya. meningkatkan potensi klien. komunikasi dan partisipasi meningkat dan proses konseling berjalan secara efektif. penolakan atau kebingungan klien. pikiran. klien atau konselor telah mencapai akhir suatu ide dan ragu mengatakan apa selanjutnya. Misalnya klien menceritakan hal-hal yang sedih tetapi sambil tertawa dan tersenyum gembira. Teknik konfrontasi adalah suatu teknik yang menantang klien untuk melihat adanya inkonsistensi (tidak konsisten) antara perkataan dengan perbuatan. (suara rendah. saya baik-baik saja". Komunikasi tetap ada. Ketiga. S. agar klien menjelaskan. Tujuan teknik ini adalah: pertama. Selanjutnya konselor mengatakan: "Anda katakan baik-baik saja. Kedua. mengundang klien untuk menyatakan pesannya secara jelas. mendorong klien untuk mengadakan penelitian diri secara jujur (instrospeksi diri secara jujur). Dalam proses konseling. wajah tidak ceria/cerah. teknik ini dilakukan oleh konselor dengan mengklarifIkasi ucapan-ucapan klien yang tidak jelas.Pd. Miharja. Ketujuh. klien mengharapkan sesuatu dari konselor. konflik atau kontradiksi dalam dirinya. Kelima. klien mengalami perasaan sakit dan tidak siap untuk berbicara. klien sedang memikirkan apa yang dikatakan. duduk gelisah). . Kedua. ungkapan kata-kata yang tegas. Saya tidak mengerti siapa yang menjadi pemimpin di rumah itu. diskrepansi (kondisi pertentangan antara harapan seseorang dengan kondisi nyata di lingkungan) dari klien dengan. atau saudara-saudara Anda" 17.M. artinya saat diam bersifat kondisional dan bisa tergantung kepada feeling konselor. Tujuan teknik ini adalah: pertama. samarsamar. Misalnya ketika konselor mengatakan: "Saya yakin Anda akan berbicara secara jujur apa adanya. diam bisa memiliki beberapa makna: pertama. klien baru menyadari kembali dari ekspresi emosional sebelumnya." Selanjutnya S. tetapi kelihatannya ada sesuatu yang tidak beres" atau "Saya melihat ada perbedaan antara ucapan Anda dengan kenyataan diri Anda.Ag. menanti klien yang sed-ang berpikir. Ketiga. senyum dengan kepedihan.

secara jujur konselor mengatakannya tidak mengetahui informasi tersebut dan menganjurkan klien mencari sendiri ke sumber informasi (mendatangi sekolah yang bersangkutan). Misalnya. Kondisi diam dalam proses konseling. konselor tetap harus mempertimbangkannya. Atau rencana perbuatan nyata yang produktif bagi kemajuan klien. Para penganut teori Client Centered menyatakan bahwa apabila klien masih dinasihati berarti belum mandiri. konselor harus membantu klien untuk dapat membuat rencana suatu program untuk action (melakukan tindakan sesuatu) guna memecahkan masalah yang dihadapinya. lebih sering diam. Kedua. menunjang perilaku attending dan empati sehingga klien bebas berbicara.. Kedua... pokok-pokok yang akan dibicarakan selanjutnya Draf kuliah Teknik Konseling . Ketiga. Mengambil Inisiatif Pengambilan inisiatif perlu dilakukan oIeh konselor ketika klien kurang bersemangat untuk berbicara. Teknik ini diterapkan apabila: pertama. Ketiga. mendorong klien untuk berbicara. Misalnya konselor mengatakan: "Sebaiknya Anda memulai menyusun rencana yang baik dengan berpedoman kepada hasil pembicaraan kita.Ag. dan … saya (diam berpikir). " Konselor : "….. Hal yang harus diperhatikan dalam pemberian nasihat adalah aspek kemandirian dalam konseling. mengurangi kecepatan interviu. Keadaan diam di pihak konselor bermanfaat bagi proses konseling. maka konselor harus secara jujur mengatakan tidak mengetahuinya." 23." (diam). Miharja. Pemberian Informasi Apabila konselor tidak mengetahui suatu informasi. Rencana yang baik harus merupakan hasil kerja sama antara konselor dengan klien. untuk mengambil inisiatif apabila klien kurang bersemangat. sebaiknya diupayakan agar klien tetap mengusahakannya sendiri. klien lambat berpikir untuk mengambil keputusan. Dengan perkataan lain. Memberi N asihat Dalam konseling. karena konselor tidak mengetahui.. Konselor : diam.. apabila konselor mengetahui.Pd. klien dapat mengikuti ekspresi yang membawa klien berpikir dengan tilikan yang mendalam. membantu klien untuk lebih memahami dirinya. Konselor mengucapkan kata-kata yang mengajak klien untuk berinisiatif dalam menuntaskan diskusi. misalnya ketika klien mengatakan: "Saya kurang senang dengan perilaku guru itu. Klien : "Saya . Saya tidak mengetahui.18 | belit (nglantur). Atau konselor membantu klien membuat suatu kesimpulan yang menyangkut hal: pertama. sedangkan klien memintanya. Kedua. Merencanakan Menjelang akhir sesi konseling. 22. yakni kemandirian klien tetap tercapai. harus bagaimana .. dan kurang partisipatif. tetapi Anda ragu menyatakannya. klien kehilangan arah pembicaraan. yaitu pertama. dan Ketiga. tidak sesuai dengan hakikat kemandilian dalam konseling. Keempat.. Coba Anda renungkan lagi. klien bertanya tentang syarat-syarat masuk Sekolah Islam Unggulan dan terpadu. Ketiga. Meskipun demikian. pemberian nasihat sebaiknya dilakukan apabila klien memintanya. bersama klien konselor membuat suatu kesimpulan. saya pikir Anda memiliki suatu keputusan. bagaimana keadaan perasaan klien saat ini terutama menyangkut kecemasannya akibat masalah yang dihadapinya.. pemberian nasihat S." 20. apakah pantas atau tidak memberikan nasihat.. Jalan tengah yang ditawarkan adalah dalam pemberian nasihat harus tetap dijaga agar tujuan konseling. S. 19. 21. memantapkan rencana klien. Menyimpulkan Pada akhir sesi konseling. Dalam konseling teknik ini tercermin dari perkataan konselor sebagai berikut: "Baiklah. Sebaliknya.M.

Misalnya. Teknik Mengakhiri (Menutup Sesi Konseling) Mengakhiri sesi konseling merupakan suatu teknik dalam proses konseling. menunjukkan kepada pertemuan yang akan datang (menetapkan jadwal pertemuan sesi berikutnya).Ag. S.Pd.M. Untuk mengakhiri sesi konseling. dapat dilakukan konselor dengan cara: pertama. menunjukkan catatancatatan singkat hasil pembicaraan konseling. tertentu kepada klien yang relevan dengan pokok pembicaraan apabila diperlukan. mengajak klien berdiri dengan isyarat gerak tangan: Kelima. Keenam. Ketiga. konselor mengatakan: "Apakah sudah dapat kita buat kesimpulan akhir pembicaraan kita?" 24. Keempat. memberikan tugas-tugas..19 | pada sesi berikut. S. menjelang waktu akan berakhir. Draf kuliah Teknik Konseling . Kedua. mengatakan bahwa waktu sudah habis. merangkum isi pembicaraan. Miharja.

kata tanya yang sama juga dipakai pada akhir tanggapan yang menggunakan teknik ringkasan. Khususnya mengenai kalimat tanya. BAB IV TEKNIK KONSELING YANG VERBAL A. tidak termasuk dalam teknik konseling yang verbal. sehingga tanggapan itu tidak dapat diberikan dalam satu-dua kata saja. Miharja. bentuk gramatikal ungkapan verbal konselor tidak memberikan petunjuk yang pasti tentang teknik konseling mana yang digunakan. menggunakan satu atau Iebih teknik yang verbal. seperti ucaran selamat siang pada awal wawancara dan sampai berjumpa pada akhir wawancara. tetapi hal ini tidak harus berarti bahwa juga digunakan teknik verbal yang sama. Katakata itu dapat dituangkan dalam bentuk kombinasi dari pernyataan dan kalimat/kata tanya. bentuk gramatikal kalimat tanya tidak harus berarti bahwa konselor menggunakan teknik pertanyaan mengenai hal tertentu: mungkin juga menggunakan teknik yang lain. yang merupakan perwujudan konkret dari maksud. S. menurut ketentuan tata bahasa. misalnya hanya menunjukkan penerimaan saja (satu teknik).Ag. Dalam kalimat tanya yang mengandung pertanyaan tertutup. setiap ungkapan konseli disusul dengan suatu ungkapan di pihak konselor.Pd. kalimat/kata tanya. teknik konseling yang digunakan tergantung dari intensi konselor yang terdapat di belakang kata-kata yang diucapkan. konselor mengharapkan tanggapan terbatas yang cukup tertuangkan dalam Draf kuliah Teknik Konseling Tanggapan verbal konselor dapat dituangkan dalam bentuk pernyataan atau dalam bentuk kalimat tanya atau dalam bentuk kombinasi dari pernyataan dan kalimat/kata tanya.M.. pikiran. atau memantulkan pikiran dan memberikan informasi serta menanyakan hal tertentu (tiga teknik). Menurut ketentuan tata bahasa beberapa tanggapan atau bagian tanggapan dapat sama-sama menggunakan . Ungkapan konselor yang berupa tanggapan verbal dengan membantu konseli. perlu dibedakan antara bentuk pertanyaan terbuka (open question) dan bentuk pertanyaan tertutup (closed question). Oleh karena itu. pada akhir tanggapan yang menggunakan teknik klarifikasi konselor dapat memakai kata tanya "begitu?". Bagaimana perasaanmu pada saat itu?" atau "Selanjutnya bagaimana?". bila konselor berkata: . Misalnya. Teknik-Teknik Konseling yang Verbal Suatu teknik konseling yang verbal adalah segala tanggapan verbal yang diberikan oleh konselor.20 | S. misalnya klarifikasi perasaan. Misalnya. Dengan demikian.. dan perasaan yang terbentuk dalam batin konselor (tanggapan batin) untuk membantu konseli pada saat tertentu. Wawancara konseling terdiri atas rangkaian ungkapan di pihak konseli yang disusul dengan ungkapan-ungkapan di pihak konselor. wawancara membentuk suatu rangkaian mata rantai-mata rantai. Hal ini menyangkut bentuk gramatikal tanggapan konselor. tergantung dari intensi konselor. Beberapa ungkapan verbal konselor yang bercorak tata kesopanan atau sopan santun pergaulan sosial. atau menunjukkan penerimaan dan memantulkan perasaan konseli (dua teknik). konseli diharuskan untuk memberikan tanggapan yang agak panjang. Dalam kalimat tanya yang mengandung pertanyaan terbuka. di mana setiap mata rantai terdiri atas Suatu ungkapan konseli dan suatu ungkapan konselor. Selain itu. konselor memberikan kesempatan kepada konseli untuk menanggapi secara luas dan memberikan ulasan menurut ketentuan dan kesukaan sendiri.

bahkan secara implisit dia diadili. Pengarang-pengarang profesional tidak memberikan nama yang sama pada setiap teknik yang verbal. sistematika yang digunakan dalam Draf kuliah Teknik Konseling tuduhan. sesuai dengan hal dan segi tertentu yang ditanyakan. atas pertanyaan: "Apa perasaanmu pada saat itu." "Apakah keinginan ini pernah dibicarakan dengan wali kelas)"" "Tidak. Miharja. mudah memacu konseli untuk menghindar." Wawancara yang bercorak demikian membuat konseli mengambil sikap pasif sambil menunggu dilempari pertanyaan berikutnya dan S.M. S. bila konselor berkata: "Kapan hal itu terjadi?" atau "Dengan siapa Anda pergi nonton?". sebagaimana tampak dalam contoh di bawah ini. jangan sampai mengandung keheranan. Pada umumnya lebih baik konselor merumuskan kalimat tanya yang mengandung pertanyaan terbuka. asal digunakan pada saat-saat tertentu bila memang relevan untuk mengajukan pertanyaan tentang hal tertentu. kamu menjadi marah?" Kalimat tanya yang dimulai dengan Mengapa atau Kenapa. Misalnya.Pd.Ag. dia mungkin sekali cenderung membela diri daripada memberikan gambaran yang jujur. atau .21 | satu-dua kata saja." "Apa Saudara merasa takut gagal" "Barangkali!" "Apakah orang tua mendukung pendaftaran di BIMBEL!"… "Ya. penggunaan katakata Mengapa atau Kenapa sebaiknya dihindari. apalagi bila nada bicara konselor mengandung suatu tuduhan sehingga terdengar: "Mengapa. Di samping itu. coba jelaskan" atau "Alasan apa yang mendorong Anda untuk marah?" Oleh karena itu. Penggunaan kontinyu kalimat-kalimat yang mengandung bentuk pertanyaan tertutup menimbulkan bahaya bahwa wawancara konseling menjadi pertemuan tanya jawab. kalimat tanya: "Mengapa kamu menjadi marah?". hendaklah konselor waspada terhadap nada bicaranya. Kalimat tanya yang mengandung pertanyaan tertutup tidak harus salah. misalnya "Kamu sudah sampai di semester berapa?" atau "Saudara sekandung ada berapa orang?" Selain itu." "Apakah orang tua mampu membiayai studi di BIMBEL?" "Mampu saja. cukup dijawab "Sedih". konseli cukup menjawab dengan "Kemarin dahulu" atau "Dengan adik". sih.. tidak mengajak konseli untuk ikut berpikir. kalau konseli mendapat kesan yang demikian. tuntutan pertanggungjawaban." "Sejak kapan Saudara berkeinginan ikut tes di BIMBEL ?" "Awal tahun. kalau toh digunakan. jumlah teknik yang mereka bahas juga tidak sama. Penggunaan kedua kata itu mengandung bahaya karena konseli mendapat kesan dia diminta pertanggungjawaban atau konselor secara implisit menyatakan keheranannya atas hal yang sudah terjadi. konselor harus sangat hati-hati dalam memulai suatu kalimat tanya dengan Mengapa atau Kenapa. Misalnya. dapat diubah. tetapi saya belum mendaftar. "Saya ingin ikut tes seleksi. misalnya " Kiranya ada alasan untuk menjadi marah.

22 | menyusun suatu daftar teknik tidak sama pula; dalam hal ini pandangan masing-masing pengarang tentang jumlah fase dalam proses konseling dan nama yang diberikan pada masing-masing fase sangat menentukan. Selama tidak ada pembakuan dalam hal sistematika pengaturan teknik-teknik dan dalam hal peristilahan yang digunakan, akan ditemukan perbedaan antara cara menyusun daftar aneka teknik verbal dan cara pembahasan daftar teknik itu. Oleh karena itu, daftar yang disajikan di bawah ini tidak bersifat mutlak dan barangkali dapat dianggap tidak lengkap pula. Daftar ini disusun mengingat urutan fase yang umumnya terdapat dalam proses konseling, yaitu: fase pembukaan: rase konseli mengemukakan masalahnya; fase konselor bersama konseli menggali latar belakang masalah dan berusaha memperoleh gambaran yang lengkap serta cukup mendahului rase memikirkan bersama bentuk penyelesaian yang paling tepat, dengan membuat pilihan di antara beberapa alternatif atau meninjau kembali sikap dan pandangan dalam penyesuaian diri yang lebih baik; dan fase penutup. Teknik verbal dengan nomor a s.d i mengandung pengarahan sedikit dan lebih sesuai dengan metode nondirektif, sedangkan nomor j s.d. u mengandung pengarahan banyak dan lebih sesuai dengan metode direktif.

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.
dengan saya."; "Kelihatannya ada hal yang membebani pikiranmu."; dan sebagainya. (b) Penerimaan/Menunjukkan Pengertian (acccptance, Understanding) Konselor menyatakan pengertiannya dan/atau penerimaannya terhadap hal yang terungkapkan. misalnya dengan mengatakan: "Saya mengerti" Ya ya ... "; atau dengan bergumam: "Hm, hm .... ". Sekaligus konseli dipersilakan untuk meneruskan berbicara. Dengan ungkapan-ungkapan tersebut konselor tidak bermaksud menyatakan bahwa ia setuju, sepaham, atau sependapat. (c) Perumusan Kembal Pikiran-Gagasan/Refleksi Pikiran (Reflection of Content) Menyangkut komponen pengalaman dan komponen refleksif dalam pesan konseli; disebut pikiran-gagasan karena subjek menggunakan suatu bentuk representasi mental. Peristiwa/kejadian/pengalaman (apa yang terjadi), gagasan dan perasaan di pihak orang lain, atau pendapatan/pandangan konseli sendiri terhadap apa yang telah terjadi (komponen refleksif), yang terungkap seeara eksplisit oleh konseli, dirumuskan kembali oleh konselor dalam bentuk: menggunakan kata-kata sendiri; menggunakan kata-kata konseli (restatement). Dalam memantulkan kembali konselor tidak boleh menambah atau mengurangi apa yang telah diungkapkan oleh konseli baik dalam makna maupun bobotnya. Contoh : Ki "Saya berharap akan memperoleh sekadar uang dengan bekerja di toko sebagai pelayan." Kr "Saudara mengharapkan mendapat sekadar uang dengan bekerja di toko sebagai pelayan." (restatement). Kr "Saudara ingin memperoleh kesempatan membantu di toko dan dengan demikian mendapat penghasilan." (parafrase). (d) Perumusan Kembali Perasaan/Refleksi Perasaan (Refelxion of Feelings) menyangkut komponen afektif dalam pesan konseli. Konselor memantulkan kembali kepada konseli perasaan tentang kejadian atau pengalaman yang telah diungkapkannya secara verbal

(a) Ajakan untuk Mulai (Invitation to Talk) Pada akhir fase pembukaan konselor mempersilakan konseli untuk mulai menjelaskan masalah yang ingin dibicarakan. Konselor dapat berkata: "Apa yang ingin Saudara bicarakan sekarang?"; "Saya dapat membantu dalam hal apa?"; "Bagaimana saya dapat membantu Anda?"; "Coba jelaskan apa yang memberatkan hatimu."; "Kiranya ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan

Draf kuliah Teknik Konseling

23 |
maupun secara nonverbal namun jelas dan eksplisit. Pcmantulan perasaan tersebut dirumuskan dalam bentuk restatement atau dalam bentuk parafrase. Pada umumnya parafrase lebih efektif untuk digunakan. Yang dipantulkan kembali adalah perasaan penampang (surface feelings), tanpa menambah atau mengurangi makna dan bobot perasaan. Contoh : Ki "Saya sungguh-sungguh jengkel dengan cara seperti itu." Kr "Saudara sangat mendongkol ketika mengalami perlakuan yang demikian. (e) Penjelasan Pikiran-Gagasan/Klarifikasi Pikiran (Clarification of Content) Menyangkut sembarang komponen refleksi pada pesan konseli, yang biasanya mencakup suatu keyakinan, suatu pandangan, suatu pendapat atau suatu evaluasi terhadap kejadian atau pengalaman. Konselor ingin mengecek apakah penangkapannya terhadap pesan yang telah diungkapkan oleh konseli dengan katakata yang kurang memadai, telah tepat. Konselor merumuskan secara eksplisit kepada konseli apa yang telah diungkapkannya secara implisit; dan sekaligus minta umpan balik dari konseli, apakah penangkapannya tentang isi dan makna dari pesan yang telah terungkap secara implisit itu memang tepat. Untuk itu, misalnya konselor dapat berkata sebagai berikut: "Apakah Saudara ingin mengatakan ... ", "Coba kita lihat, apakah saya telah menangkap dengan tepat maksud Saudara?", "Betulkah demikian?", dan sebagainya. Jelaslah bahwa penjelasan (clarification) ini agak bersifat tentatif, artinya meraba atau menduga; maka konseli diminta untuk memberikan umpan balik (feedback) kepada konse]or, apakah penangkapan konselor memang tepat. Dengan sendirinya konselor menggunakan parafrase, sedangkan umpan balik dapat diminta dengan menggunakan kata-kata khusus atau menggunakan bentuk kalimat tanya. Contoh : Ki "Saya kira saya mampu untuk berbuat itu; tetapi kadang-kadang saya menjadi ragu-ragu. Mencoba sih mau saja, tetapi apakah akan ada gunanya?". Kr "Agaknya Saudara belum yakin

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.
tentang kemampuan Saudara" (Minta umpan balik dengan menggunakan kata khusus). Kr "Saudara be]um yakin akan kemampuan Saudara?" (Minta umpan balik dengan menggunakan bentuk kalimat tanya). Ki "Kiranya memang demikian. Saya tidak percaya pada diri sendiri." (f) Penjelasan Perasaan/Klarifikasi Perasaan (Clarification of Feelings) Menyangkut komponen afektif dalam pesan konseli. Konselor ingin mengecek apakah ia telah menangkap dengan tepat isi dan bobot kedalaman perasaan yang secara implisit telah diungkapkan oleh konseli. Ungkapan perasaan secara implisit dapat terjadi secara verbal, dalam bentuk ungkapan verbal tidak langsung (misal: mencap, memerintah, menuduh, bertanya, menyindir, memuji, mencela, dan sebagainya), atau secara nonverbal dalam bentuk tingkah laku tertentu (misal: berkeringat, gemetar. menggeser-geser posisi duduk, dan sebagainya). Secara eksplisit konselor merumuskan kepada konseli perasaan apa yang kiranya dialami (underlying feelings = perasaan latar belakang). Penjelasan ini juga masih bersifat tentatif sampai konseli memberikan umpan balik, bahwa penangkapan konselor itu memang tepat. Dengan kata lain, konselor mengadakan apa yang disebut perception check dengan menggunakan bentuk parafrase. Contoh : Ki "Saya kira hubungan antara kami baik dan saling menguntungkan". Kr "Saudara merasa puas dan bahagia selama berhubungan dengan dia. Benarkah demikian" (Minta umpan halik dengan menggunakan kata-kata khusus.) (g) Permintaan untuk Melanjutkan (General Lead) Konselor mempersilakan konseli untuk rnemberikan ulasan/penjelasan lebih lanjut mengenai sesuatu yang telah dikemukakannya; isi ulasan/penjelasan dan arahnya ke mana terserah kepada konseli. Kalau konselor menggunakan bentuk kalimat tanya, dipakai apa yang disebut pertanyaan terbuka (open question). Contoh perumusan : "Coba Saudara jelaskan lebih lanjut mengenai diri Saudara sendiri"; "Mengenai yang Saudara sebut paling akhir tadi, apakah

Draf kuliah Teknik Konseling

24 |
Saudara dapat memberikan penjelasan lebih lanjut; "Lalu, bagaimana; "Bagaimana maksud Anda?"; "Dan ...; "Maka ... "; "Tetapi ... "; "Coba, lanjutkan." Teknik ini dapat digunakan dalam beberapa fase selama proses konseling. Paling sering akan digunakan selama fase konseli mengutarakan masalahnya dan selama fase menggali latar belakang masalah, tetapi masih dapat digunakan dalam fase memikirkan penyelesaian. Tujuan penggunaan teknik ini ialah supaya konseli menjelaskan Iebih lanjut, menggali lebih dan memperluas pandangan, dengan diberi suatu umpan yang merangsang.

S. Miharja, S.Ag.,M.Pd.

Akan baik juga jika konseli sendiri rnembuat ringkasan pada akhir wawancara; dengan demikian konselor mendarat umpan batik (feedback). Bila konselor sendiri memberikan ringkasan, dia dapat minta umpan balik, misalnya "Demikian?"; "Begitu?" , (j) Pertanyaan Mengenai Hal Tertentu (Questioning/Probing) Konselor bertanya tentang hal tertentu, misalnya: "Siapa ... ?; "Dengan maksud apa?; Apa yang ... ? Kapan ... ? Bagaimana (ini-itu) ... ?", dan sebagainya. Konselor ingin mendapat tanggapan tentang hal tertentu; maka jawaban konseli terbatas isinya, yaitu sesuai dengan hal yang ditanyakan. Kalimat tanya ini dapat mengandung pertanyaan terbuka atau pertanyaan tertutup; pada umumnya lebih baik digunakan pertanyaan terbuka. Hal yang ditanyakan dapat mengenai sesuatu yang perlu diketahui oleh konselor untuk mendapat gambaran yang lebih lengkap, misalnya: "Saudara belajar di rumah dari jam berapa sampai jam berapa?"; "Jumlah saudara sekandung ada berapa?". Dalam hal ini konselor minta informasi faktual. Pertanyaan dapat juga mengenai contoh yang harus diberikan oleh konseli, misalnya: "Apakah kamu dapat memberikan contoh tentang hal yang sering menimbulkan pertengkaran dengan adik?"; "Dengan jalan bagaimana kakak mencampuri urusanmu? Pertanyaan dapat berupa memmta penjelasan atas Istilah atau kata tertentu yang dipakai oleh konseli, misalnya: "Apa yang dimaksudkan dengan semiprofesional?"; "Apa yang kamu maksud dengan berkata 'terangsang'?" Pertanyaan-pertanyaan semacam ini akan paling sering diajukan selama fase penggalian latar belakang masalah. Mengajukan suatu pertanyaan dapat relevan juga di fase penyelesaian masalah dan fase penutup. MisaInya, di fase penyelesaian masalah konselor dapat minta tanggapan atas pertanyaan tertentu untuk mengarahkan pikiran konseli, seperti "Pandanganmu sekarang sebaiknya bagaimana?"; "Kalau Anda berbuat begitu, apakah kesukarannya teratasi?" Pada akhir wawancara yang masih akan dilanjutkan pada lain waktu, konselor dapat bertanya: "Kapan sebaiknya kita bertemu kembali?"

(h) Pengulangan Satu-Dua Kata (Accent) Konselor mengulangi satu atau dua kata kunci dalam pernyataan konseli dalam bentuk kalimat tanya, dengan tujuan supaya konseli memberikan penjelasan lebih lanjut. Konselor dapat memilih kata-kata yang lebih mengungkapkan pikiran atau gagasan, atau yang lebih mengungkapkan perasaan. Contoh Ki "Saya merasa terlalu bingung untuk menentukan apakah lebih baik melanjutkan hubungan ini atau memutuskannya saja ... Mengerikan rasanya, jika saya disuruh mengambil inisiatif ... sayalah yang akan bertanggungjawab .. , dapat berakibat jelek." Kr "Terlalu bingung?" (accent pada ungkapan perasaan) "Mengerikan rasanya pad ungkapan perasaan "Bertanggungjawab pada ungkapan pikiran "Berakibat jelek?" (i) Ringkasan/Rangkuman (Summary) Secara singkat dan dalam garis besar, konselor merumuskan apa yang telah dikatakan. Mengenai isi terdapat empat kemungkinan berikut ini: (l) pikiran dan gagasan yang telah dikemukakan oleh konseli sampai sekarang; (2) sejumlah perasaan yang telau diungkapkan oleh konseli sampai sekarang; (3) inti pembicaraan antara konseli dan konselor sampai sekarang; dan (4) inti pembicaraan selama wawancara (ringkasan pada akhir wawancara).

Draf kuliah Teknik Konseling

". Selanjutnya kita melihat sasaran apa yang ingin kau capai". Miharja. saya seharusnya mengambil sikap yang lain?". Kr " Bagaimana. sekarang kita telah sampai pada gambaran yang jelas tentang masalahmu. konselor menerangkan syarat-syarat masuk ke PT Negeri dan Swasta. Kr "Langkah berikutnya yang harus kita tempuh ialah meninjau semua alternatif yang ada". Kr "Bagaimana Anda membayangkan pelaksanaan dari rencanamu itu?" Draf kuliah Teknik Konseling . yaitu . Misalnya. Di sini konselor memberikan umpan balik atas prakarsanya sendiri dan tidak minta umpan balik dari konseli. seperti terjadi pada sejumlah teknik yang lain. Contoh : Kr "Tekad Saudara untuk menjadi seorang dokter ini dapat bersumber pada keinginan untuk menjadi kaya... Apakah Saudara masih melihat kemungkinan lain" (0) Pemberian Struktur (Structuring) Konselor memberikan petunjuk tentang urutan langkah berpikir atau tahap dalam pembicaraan yang sebaiknya diikuti. Kr (Terhadap konseli yang menghindar saja dan tidak terlibat) "Sikap Anda sampai sekarang menghambat pembicaraan kita. Mungkin sebaiknya kita meninjau hambatan ini" (l) Pemberian Informasi (Information Giving) Konselor menyampaikan pengetahuan tentang sesuatu kepada konseli. Penyampaian pengetahuan ini tidak mengandung unsur saran. Contoh : Kr “Apa keuntungan bagi Anda kalau memilih program studi Arsitektur?". Untuk itu biasanya sangat perlu lebih dulu menentukan alternatif-alternatif yang ada (inventarisasi). Kr (Terhadap konseli yang seJama wawancara menunjukkan sikap mau berusaha sendiri) "Kamu sungguh-sungguh berusaha untuk bertindak secara dewasa!". Secara implisit pemberian umpan balik dapat mengandung pujian atau celaan. menerangkan ciri-ciri khas masa remaja.. dapat juga berpangkal pada kerelaan mengabdi kepada sesama manusia.. menjelaskan arti skor dalam tes. " . dalam rangka apa yang disebut decision making. sesuatu yang sebaiknya diketahui. Contoh : Ki "Maksud Bapak. (m) Penyajian Altematif (Forking Response) Konselor mengemukakan beberapa alternatif. S.25 | (k) Pemberian Umpan Balik (feedback) Dalam pemberian umpan balik kepada seseorang disampaikan kepadanya bagaimana ungkapannya. konseli diminta untuk memilih salah satu. namun ternyata belum diketahuinya..Pd. S. Kr "Kiranya ada baiknya kita kembali ke suatu hal yang Anda katakan tadi. Pikiran atau perasaan itu dituangkan dengan jujur dan secara konkret. Pemberian informasi ini lebih baik tidak disebut penjelasan. supaya akhirnya sampai pada pemecahan/penyelesaian masalah. Kr "Nah. supaya tidak dikacaukan dengan Penjelasan seperti dalam butir (e) dan (t).M. Kr "Bagus! lni pertanyaan yang membawa kita maju selangkah". Mana kiranya yang mendorong Anda?" (n) Penyelidikan (Investigation) Konselor mengajak kanseli untuk bersama-sama menyelidiki berbagai alternatif yang dapat dipilih.Ag. memprakirakan segala akibat yang kiranya timbul jika alternatif tertentu dipilih. sikapnya dan tindakannya ditafsirkan orang lain. Dalam hal ini konselor menyampaikan kepada konseli pikiran atau perasaannya sendiri ten tang sikap konseli selama wawancara berlangsung atau mengenai kemajuan yang telah dicapai dalam proses konseling. Kr "Barangkali suatu perubahan sikap dalam menghadapi situasi itu dapat meringankan beban. Teknik ini paling sering digunakan dalam fase penyelesaian masalah yang memungkinkan heberapa alternatif pemecahan.. sehingga konseli tidak ragu-ragu akan apa yang dimaksud oleh konselor. Contoh : Kr "Marilah kita sekarang meninjau . Bagaimana?". meninjau bersama-sama alasan pro dan kontra pada masingmasing alternatif.

Ketidaksesuaian atau ketidakcocokan terdapat di antara dua hal yang telah dikatakan oleh konseli (inconsistency). maka konselor menyadarkannya dengan maksud supaya konseli menghadapi diri sendiri secara lebih jujur. Teknik interpretasi menggali Iebih dalam daripada teknik penjelasan. sedangkan pemuda B akan membuat Saudari merasa puas karena mendapatkan kehangatan? Bagaimana menurut pendapat Saudari?". Konseli setengah-setengah sudah menyadari pikiran atau perasaan itu (subconscious). Konselor tidak menambah sesuatu pada apa yang telah terungkap. dengan didukung oleh pengalamannya dalam bergaul dengan orang serta pemahaman psikologis. atau di antara kata-kata dan tindakan konseli (inconsistency). baru kemudian menawarkan interpretasinya sebagai kemungkinan dengan disertai permintaan umpan balik. Pemberian interpretasi dapat membantu konseli untuk lebih memahami diri sendiri. interpretasi harus diberikan dengan cara yang bijaksana dan pada saat yang tepat. baru kemudian ditunjukkan unsur ketidakcocokan dengan disertai permintaan umpan balik. baik dalam cara merumuskan maupun dalam memilih saat yang tepat. bahwa Anda kerap berkata-kata kasar terhadap teman-teman dan suka membeberkan kepada mereka semua kesalahan yang mereka perbuat.26 | (p) Interpretasi (Interpretation) Kepada konseli diutarakan arti atau makna dari kata-katanya atau perbuatannya. Apakah mungkin kesukaran itu timbul karena status sosial pemuda A akan menaikkan gengsi Saudari. Konselor menggali arti dan makna yang terdapat di belakang kata-kata konseli atau di belakang perbuatan/tindakannya yang telah diceritakan. bahwa konselor lebih mengenal konseli daripada dia mengenal diri sendiri. Suatu konfrontasi dapat mengejutkan konseli dan menimbulkan sikap defensif.Pd. sehingga konseli bebas untuk menerimanya atau menolaknya. Apa alasannya Draf kuliah Teknik Konseling . yang melandasi ketidakcocokan itu. atau di antara ungkapan verbal dan nonverbal konseli (kontradiksi).M. Anda juga mengatakan di lain saat. maksud Contoh Kr 'Tadi Saudari mengatakan. Sebaiknya konselor mengemukakan lebih dahulu kata-kata yang didengarkan atau perilaku yang diamatinya. Oleh karena itu. Penggunaan teknik ini pun menuntut kebijaksanaan. Sebaiknya konselor mengemukakan lebih dahulu kata-kata atau tindakan konseli yang melandasi pemberian interpretasi. Berdasarkan kesan-kesannya selama wawancara berlangsung. Biasanya konseli belum menyadari ketidakcocokan itu. kalau persepsi konselor tepat. Kr "Anda mengatakan tadi bahwa Anda merasa malu berbadan gemuk. sehingga konseli bebas untuk menerima atau menolak. Miharja. Namun. Apakah mungkin semua itu hanyalah merupakan siasat yang Anda gunakan untuk menutupi rasa malu itu? “Bagaimana pendapat Anda?" (q) Konfrontasi (Confrontation) Konselor mengarahkan perhatian konseli atas beberapa hal yang menurut pandangan konselor tidak sesuai satu sama lain. ketepatan interpretasi yang akan diberikan. 'merasa sangat sukar memilih antara pemuda A dan pemuda B. Pada teknik interpretasi konselor menambahkan sesuatu pada hal-hal yang sudah terungkap dan yang belum disadari oleh konseli (unconscious). hanya memperjelasnya. tanpa membeberkan pengetahuan di bidang ilmu Psikologi.Ag. kesan yang demikian pada gilirannya dapat menimbulkan sikap defensif. Tentu saja konselof harus cukup yakin pula mengenai S. S. konselor menunjukkan motif yang bias any a mendasari tingkah laku orang serta sumber kebutuhan psikologis yang menjadi ujung pangkal motivasi itu. kalau konseli bersedia mempertimbangkannya dengan pikiran terbuka. konseli akan membenarkannya.. Pada teknik penjelasan konselor memperjelas pikiran atau perasaan yang telah terungkap secara implisit. bila konselor cukup yakin interpretasinya akan diterima dengan baik. suatu interpretasi dapat pula meninggalkan kesan pada konseli.

perlu diperhatikan agar bombongan itu tidak bertele-tele atau berlebihan. Konselor memanfaatkan S. atau "Saya yakin. tidak disinggung oIeh konselor. atau memamerkan ketajaman penbimbeltannya.. supaya konseli tidak kehilangan semangat. Sekarang ini kamu menyatakan keseganan untuk berkumpui dengan keluarga dan ingin tinggal di tempat lain. kamu sendiri menyatakan keinginan untuk menyelesaikan persoalan salah paham an tara kamu dan paear.M. Namun. memberikan atau menunjukkan harapan.Ag. agar ia menceritakan semua pengalamannya dengan bekas pacarnya. tuncluk kepala).27 | ketidaksesuaian itu timbul... Tidak ada halangan apa-apa." Contoh : Kr "Pada mulanya akan sedikit sukar melaksanakan keputusan itu. maaf ya.. Kr "Maaf ya. dan menimbulkan kesan pada konseli bahwa dia masih dianggap seperti anak kecil. menuduh. S. misalnya dengan mengatakan: "Pasti semuanya akan baik dan berhasil". Konselor sampai pada diagnosis tertentu setelah semua data yang tersedia dihubungkan satu sama lain. jika pacar Saudara yang sekarang ini menanyakan riwayat hidup Saudara dalam hal percintaan. Saudara berkata: 'Semua baik'. Kemudian Saudara menyatakan tidak suka. Dalam katakatanya konselor harus hati-hati. ditinjau dari kesamaan hak antara pria dan wanita?" (r) Diagnosis (Diagnosis) Konselor mengatakan kepada konseli apa yang rnenjadi inti masalah dan/atau rnengapa masalah itu timbul. lni kiranya bagaimana?" (2) Ketidakcocokan antara kata-kata dan tindakan konseli: Kr "Anda tadi berkata 'tidak suka bertcle-tele': tetapi. Semuanya beres . ketika menolong seorang korban kecelakaan dan pakaian Saudara pun kena darah. tetapi sekali mulai melangkah Anda akan melihat sendiri. semua data yang diperolehnya. bahwa Saudara akan berhasil. lebihlebih pada saat segalanya terasa sulit. supaya dia terlibat pula dalam proses pemikiran. bermuka suram. bahwa kiranya semuanya tidak sesukar yang Anda bayangkan pada saat sekarang".Pd. Konselor dapat membesarkan hati. Contoh : Kr "Rasa jijik pada warna merah yang kerap Saudara alami kiranya bersumber pada pengalaman yang Saudara ceritakan tadi. Kr "Nah. termasuk semua penyelewengannya. alasan itu dapat dibicarakan kemudian setelah konseli mengakui adanya ketidaksesuaian itu. Menurut Saudara bagaimana? Apakah kedua hal itu tidak bertentangan satu sama lain. Miharja. bahwa sewaktu dirawat di rumah sakit ingin segera pulang." (Berbicara sangat lambat. Apakah keinginan ini tidak menimbulkan harapan pula. Ini kiranya bagaimana?" (3) Pertentangan antara dua hal yang dikatakan oleh konseli: Kr "Tadi kamu berkata beberapa kali. dan tidak boleh bicara dengan nada mengadili. bahwa persoalan ini dapat diselesaikan seeara memuaskan. Apakah di sini tidak terdapat sesuatu yang ganjil?" Kr "Tadi Saudara mengatakan bahwa Saudara menuntut dari pacar. Sebaiknya konselor minta umpan balik dari konseli.. Tentu saja konselor harus cukup yakin tentang apa yang ditunjukkan sebagai pertentangan. selama pembicaraan ini Anda terus bicara bertele-tele. tetapi cara Saudara berbicara mencerminkari rasa sedih. dengan nada suara rendah. Contoh (1)Kontradiksi antara lingkapan verbal dan nonverbal: Kr “Bagaimana keadaanmu sekarang?” Ki "Baik-baik saja . Kiranya demikian?" (s) Dukungan (Reassurance/Support) Konselor memberikan semangat dan keyakinan kepada konseli. baik yang diperoleh dari hasil testing psikologis maupun yang diperoleh dari konseh sendiri secara langsung atau diperoleh dari orang lain. bagaimana?" Draf kuliah Teknik Konseling . jangan sampai memberikan kepastian yang sebenarnya tidak dapat diberikan.

misalnya pada hari libur. bila seluk-beluk permasalahannya sudah jelas dan konselor yakin bahwa usul atau sarannya memang sesuai dengan keadaan konseli. Konselor yang bertugas di institusi pendidikan dapat saja mempunyai pertimbangan tertentu sebagai dasar yang membenarkan S. Namun. Miharja. bahwa orang yang sudah berpacaran lama harus melakukan hubungan intim untuk melihat apakah mereka cocok dalam bidang seksual. mengenali pikiran dan perasaan yang terungkap secara implisit menuntut kemampuan untuk membayangkan bagaimana pikiran dan perasaan orang lain (social insight. mula-mula orang tua bersikap biasa dan hatiku sudah merasa senang karena tidak dimarahi. Teknik ini hanya boleh digunakan jika hubungan antara konseli dengan konselor sangat baik. pada waktu orang tua tidak terlalu sibuk. Klarifikasi Perasaan dan Klarifikasi Pikiran. Tapi apa yang terjadi sesudah tema pulang? Aku dimarahi setengah mati dan mereka bilang. Bagaimana?” Kr "Coha ya. social feeling). tidak dapat saya restui karena ini tindakan yang salah!" "Pendapatmu.Pd. Contoh : Kr "Seandainya Saudara mencari kesempatan untuk berbicara terus terang kepada orang tua mengenai hal ini. tetapi dia harus sangat bijaksana dalam menentukan terhadap siapa dan kapan teknik ini sebaiknya digunakan. untuk itu konselor minta umpan balik.28 | (t) Usul/Saran (Suggestion. tidak mengherankan kalau semua calon konselor masih mengalami kesulitan dalam penggunaan teknik-teknik itu. yang bersifat menolak pandangan. sehingga komentar negatif dari konselor tidak akan merusak hubungan. baik secara eksplisit maupun secara implisit. Sebagai contoh latihan dalam mengenali pikiran dan perasaan orang lain serta merumuskan tanggapan verbal yang sesuai disajikan suatu ungkapan seorang remaja. Rcfleksi Perasaan. (Wanita remaja) "Pada suatu hari ada teman pria datang ke rumah pinjam catatan. kalau-masih ada teman pria yang datang lagi. agar konseli mengambil tindakan tertentu atau memilih cara A daripada cara B. Ada konseli yang kadang-kadang membutuhkan hal ini. namun konseli tidak boleh merasa dikejar-kejar atau dipaksa. Contoh : "Rencanamu untuk membalas dendam kepada guru yang memberikan nilai kurang dalam buku rapor. atau rencana konseli. tindakan. untuk itu dibutuhkan pengalaman di lapangan yang cukup lama. lebih-lebih bila dia sedang dalam keadaan bingung. Advice) Konselor memberikan nasi hat. Menurut pengalaman pengarang buku ini. dengan demikian timbul kesulitan pula dalam merumuskan tanggapan verbal berupa Refleksi Pikiran. bayangkan bagaimana tindakan terhadap aku ini. nasihat harus diterima baik oleh konseli dan diyakini kecocokannya. harus ditolak karena melanggar norma moralitas!" Teknik-teknik konseling verbal yang disebutkan di atas. maka aku tidak boleh sekolah lagi. banyak calon konselorderutama mengalami kesulitan dalam mengenali pikiran serta perasaan yang terungkap. S. Coba. Konselor yang berpengalaman tidak akan ragu-ragu menggunakan teknik ini. Bagaimana menurut pendapatmu?" (u) Penolakan (Criticism. namun serangkaian latihan terarah dalam rangka praktikum konseling (microconseling) dapat membiasakan mereka dengan penggunaan aneka teknik ini sebagaimana mestinya. misalnya pertimbangan moral dan pertimbangan pedagogis. Khususnya. saya ada usul: mengambil tes minat di lembaga testing yang sudah lama menjalin hubungan kerja sama dengan sekolah kita. Konselor yang berpengalaman sekalipun akan sang at berhati-hati dalam hal ini.Ag. Nasihat biasanya baru diberikan dalam fase penyelesaian masalah. Maka.. Bujukan (persuasion) adalah saran yang disertai desakan kuat untuk menerimanya dan melaksanakannya. Aku tidak bisa membicarakan soal ini Draf kuliah Teknik Konseling . Negative Evaluation) Konselor menyatakan pendapatnya berdasarkan pertimbangan objektif. rcnggunaan teknik ini. harus digunakan secara luwes dan lama-kelamaan diterapkan secara spontan. bahkan akan membantu konseli untuk menghadapi dirinya sendiri secara realistis.M.

" Parafrase: "Jadi awal mula Anda merasa puas (senang) karena sikap baik orang tua. setelah kawanmu pergi. Akibatnya ialah pergaulanmu terlalu terbatas. Pada dasarnya kau merasa kasihan pada dirimu sendiri. dan ini disebabkan karena kedua orang tuaku broken home. jika konseli pada awal proses konseling banyak mengungkapkan perasaan. konselor harus mendeskripsikan perasaan yang dialami konseli. Pergaulan dengan teman dianggap sangat kurang. Namun. karena kau mengalami kekurangan dalam hal pendidikan dan kasih sayang. seluruh pikiran yang menyertai ungkapan perasaan itu dapat digali kemudian." Refleksi pikiran Restatement "Jadi pada waktu teman pria datang ke rumah. Mengutamakan ungkapan perasaan atau mengutamakan ungkapan pikiran.. akibat dari broken home". Demikian pula suatu kata yang terdapat dalam kedua daftar itu tidak selalu menunjuk pada ungkapan perasaan." Klarifikasi pikiran: " Kalau tidak salah tangkap. mereka marah-marah sampai mengeluarkan ancaman tidak boleh bersekolah lagi kalau masih akan dikunjungi teman laki-laki. Soal ini hanya dapat kau bicarakan dengan teman akrab di sekolah. kamu kurang mengerti mengapa orang tua berbalik sikap dan dalam hati juga menyalahkan mereka. melainkan deskripsi pikiran. menganggap diri salah bukan deskripsi perasaan. melainkan ungkapan gagasan evaluatif. lebih-lebih bilakonselor yang berbicara. masing-masing mengandung pro dan kontra sebagaimana dijelaskan di bawah ini. Jadi setiap ada masalah aku hanya dapat berbicara dengan teman. S. Untuk membantu konselor mendeskripsikan perasaan konseli dengan menyebutkan nama perasaan psikologis tertentu.. Kau merasa bersyukur mempunyai teman dekat yang menunjukkan pengertian. Miharja.l Namun sepulangnya teman itu. Demikian pula sebaliknya. konselor dapat lebih memperhatikan ungkapan pikiran atau lebih memperhatikan ungkapan perasaan. Tahu-tahu. Parafrase: "Jadi ketika teman laki-laki berkunjung ke rumah.. Misalnya. dengan menggolongkan semua perasaan itu dalam kelompok perasaan senang dan perasaan tidak senang. menggunakan kiasan bahasa atau menggunakan kiasan perasaan. orang tuamu bersikap biasa saja. tetapi dalam konteks tertentu dapat menunjuk pada ungkapan pikiran. Kira-kira demikian?" Dalam menanggapi pesan konseli. melukiskan perbuatan yang ingin dilakukan.M.29 | dengan mereka.Ag. kau dimarahi dan diancam tidak boleh bersekolah lagi kalau masih ada teman pria datang. Misalnya. S. sehingga pergaulan dengan teman sangat kurang.Pd. merasa setuju sebenarnya bukan deskripsi perasaan. Hanyalah sahabat di sekolah dianggap dapat mengerti kamu. " dalam bahasa percakapan sehari-hari tidak selalu menunjuk pada ungkapan perasaan. dengan menyebutkan nama perasaan. Draf kuliah Teknik Konseling . Kamu memandang dirimu sebagai anak yang serba sial. di bawah ini disajikan dua daftar nama perasaan. patut dicatat bahwa kata "merasa . tetapi kemudian merasa pedih dan terpukul sekali. Dalam memberikan pemantulan perasaan melalui teknik refleksi dan klarifikasi. Dengan siapa kau dapat membicarakan hal ini selain dengan sahabat di sekolah? Menurut pendapatmu. karena aku ini kurang berpendidikan dan kasih sayang. sebaiknya merasa setuju diganti dengan menyetujui. Refleksi perasaan Restatement: "Jadi mula-mula kau merasa senang dengan sikap orang tuamu. Klarifikasi perasaan: "Mula-mula kau merasa lega dan gembira. yang dapat disertai perasaan implisit merasa bersalah. hanya bisa bicara dengan teman akrab di sekolah. konselor biasanya juga banyak memberikan tanggapan pemantulan perasaan. Misalnya. orang tua kelihatannya tidak apa-apa. kau kurang mendapat pendidikan dan cinta kasih di rumah karena keluargamu sudah retak.

 malu untuk berbicara danlatau gelisah. Kesimpulan: penggunaan teknik berdiam diri tidaklah mudah. Dalam arti sempit perilaku nonverbal menunjuk pada reaksi atau tanggapan yang dibedakan dari berbahasa dengan memakai kata-kata. berbagai gerakan tungkai kaki dan tangan. saat-saat diam. Boleh juga menyertai kata-kata yang bertujuan membombong. Miharja. seperti berjalan. kecepatan berbicara. lebih-Iebih pesan yang agak sulit dirumuskan secara verbal seperti sikap dasar. perlengkapan kantor.  bingung dan mengharapkan saran dari konselor. BAB 5 TEKNIK KONSELING YANG NONVERBAL Istilah perilaku nonverbal (nomterbal behavior) dapat diartikan secara sempit dan secara luas. guna melengkapi dan menunjang teknik-teknik yang verbal atau menggantikannya. S. duduk. namun lamanya tergantung pada makna yang terkandung dalam diamnya konseli. lamanya berbicara. sikap badan. Gerak-gerik semacam itu banyak variasinya dan mengandung macam-macam makna. (Sikap dasar). Sikap badan jelas-jelas menyampaikan suatu pcsan kepada konseli. menyentuh.mau memperhatikan. serta ungkapan-ungkapan perasaan.M. Menunjang) (d) Gerak-gerik lengan dan tangan: untuk memperkuat apa yang diungkapkan secara verbal. into nasi dan nada berbicara (paralinguistic phenomena). mengatur pikirannya atau menenangkan diri (Sikap dasar). mungkin konselor ikut berdiam diri. di samping hal-hal yang disebutkan di atas. (Sikap dasar) (c) Anggukan kepala: untuk menyatakan penerimaan dan menunjukkan pengertian. (Sikap dasar) Draf kuliah Teknik Konseling .  antipati terhadap konselor karena bersikap bermusuhan. Di bawah ini ditambahkan sejumlah cara yang dapat dipandang sebagai suatu teknik konseling yang nonverbal.. misalnya penerimaan (acceptance) dan pemahaman (understanding). Dalam arti luas perilaku nonverbal. Semua bentuk perilaku nonverbal itu mengandung nilai-nilai komunikatif dan dapat berperan sebagai bentuk komunikasi implisit dalam komunikasi antarpribadi. dan sebagainya. misalnya ekspresi wajah.Ag. duduk agak bersandar. seperti kekeliruan pada waktu berbicara. misalnya pada saat menyambut kedatangan konseli. sinkronisasi antara bicara dan bergerak. Bila konseli diam. (Menguatkan. Tentu saja harus terdapat kesesuaian atau kesclarasan antara scgala ucapan verbal konselor dan perilakunya yang nonverbal. (Menguatkan. Teknik ini digunakan dengan sengaja untuk menyampaikan suatu pesan tertentu kepada konseli pada waktu wawancara berlangsung. Menunjang) (e) Berdiam diri: untuk memberikan kesempatan kepada konseli berbicara secara leluasa. (Sikap dasar) (b) Cara duduk: untuk menyatakan sikap rileks dan sikap. termasuk juga dalam arti yang luas itu berbagai cara membawa diri dan menampilkan diri. perabot di dalam rumah.Pd.30 | S. penggunaan kosmetika dan perhiasan. cara berpakaian. isyarat dan pandangan mata. dan  lega sesudah mengungkapkan semua perasaannya. volume suara. gerakan lengan dan tangan. cara menata rambut. misalnya membungkuk ke depan. anggukan kepala. juga menunjuk pada gejala-gejala vokal yang menyertai ucapan kata-kata. Sejumlah cara konselor dapat berkomunikasi secara nonverbal dengan helpee dan mahahelpee yang berurusan dengun dia. antara lain: (a) Senyuman: untuk menyatakan sikap menerima. Teknik-teknik nonverbal itu adalah. misalnya konseli merasa:  sulit mengungkapkan perasaannya. hiasanhiasan di ruang.

Selain digunakan sebagai teknik nonverbal. seperti juga gerakan tubuh dan kualitas vokal dapat mengandung makna ekspresi afektif. harus dihindarkan kesan bahwa konselor mengejar. atau mempermalukan. Draf kuliah Teknik Konseling .31 | (f) Mimik (ekspresi wajah. lama-kelamaan menjadi milik pribadi seseorang. lebih tinggi atau lebih rendah.akan memperkaya lalu lintas hubungan antarpribadi dengan konseli karena dia mampu menangkap makna yang terkandung dalam komunikasi nonverbal di pihak konseli dan sekaligus mewujudkan komunikasi bermakna di pihaknya sendiri.Ag. roman muka. mengangkat alis.M. Namun. S. misalnya konselor berbicara lebih lembut. Mimik bervariasi banyak. (h) Variasi dalam nada suara dan kcccpatan bicara: untuk Iucnyesuaikan diri dengan ungkapan perasaan konseli. S. (Menunjang) (g) Kontak mata (konselor mencari kontak mata dengan konseli). (Menunjang) (i) Sentuhan: untuk menunjang tanggapan verbal dan/atau menyatakan sikap dasar. dan datam banyak lingkungan kebudayaan lebih bermakna bagi kaum wanita. Konselor yang memahami corak khas yang terkandung dalam komunikasi nonverbal dan semakin menggunakannya secara sadar. senyum. Cara menatap muka si konseli haruslah sesuai dan wajar. Saluran komunikasi ini digunakan orang untuk mengungkapkan perasaan. menunjang dan memodifikasi pernyataan verbal serta memberikan umpan balik evaluatif tentang proses hubungan antarpribadi. misalnya mengerutkan dahi. meskipun tidak mudah untuk tetap konsisten dan konsekuen dalam hal ini. dan wajah cerah. lebih cepat. namun dapat pula digunakan untuk menipu. kiranya dapat diandalkan memang sesuai dengan isi batin orang. dengan nada suara. jangankan menyentuh dengan cara yang dapat ditafsirkan sebagai pelecehan seksual oleh pihak yang mencari-cari kesalahan. raut muka): untuk menunjang atau mendukung dan menyertai reaksi-reaksi verbal.. Maka disarankan supaya konselor mengendahkan diri dalam menggunakan sentuhan sebagai tanda perhatian dan keprihatinan. lebih-lebih dalam lingkup kebudayaan yang cenderung menghindari kontak fisik selain berjabatan tangan sebagai tanda salam: apalagi kontak fisik di antara orang yang berlainan jenis. sedangkan maknanya juga tergantung pada lingkungan budaya di daerah tertentu.Pd. termasuk orang dewasa terhadap anak. bahwa kontak fisik antara konselor dan konseli secara potensial dapat membahayakan. kontak mata juga sarana pengamatan terhadap konseli karena sinar mata dan raut muka dapat mengungkap suatu perasaan yang dialami. air muka. untuk menunjang atau mendukung tanggapan verbal dan/atau menyatakan sikap dasar. lebih lambat. Namun perlu diingat. Halhal ini termasuk rumpun gejala vokal. mengerutkan kening. . memaksa konseli. Miharja. Dia paham bahwa ekspresi komunikasi nonverbal tidak selalu mudah ditafsirkan karena pengaruh kultural.

(8) mendorong dan dorongan minimal. Agar proses konseling dapat berjalan secara lancar dan tujuannya tercapai secara efektif dan efisien. Konselor yang terampil adalah yang mengetahui atau memahami sejumlah keterampilan tertentu dan mampu mengimplementasikannya dalam proses konseling. dan mata melotot. menciptakan suasana yang aman. Sebagai suatu pekerjaan profesional menuntut dimilikinya sejumlah kompetensi dan keterampilan tertentu. konselor harus mampu mengimplementasikan keterampilanketerampilan tertentu yang relevan. Dalam tahap ini ada sejumlah keterampilan yang bisa diterapkan oleh konselor yaitu: (1) attending. kemampuan attending konse1or. Ketiga. (5) eksplorasi. akan memudahkannya untuk membuat klien terlibat pembicaraan dan terbuka. Proses konseling menuntut keterlibatan atau partisipasi dari klien. Keterampilan attending juga mencerminkan bagaimana konselor menghampiri klien yang diwujudkan dalam perilaku di atas. (b) ekspresi muka melamun. (4) refleksi. miring. Berikut akan dijelaskan masing-masing keterampilan dalam masing-masing tahapan konseling. Miharja. Selain itu. konseling juga merupakan suatu proses. (b) ekspresi wajah tenang. tidak Draf kuliah Teknik Konseling . (c) posisi tubuh tegak kaku. dan perhatian terarah pada lawan bicara. duduk kurang akrab dan berpaling. mengaIihkan pandangan. duduk akrab berhadapan atau berdampingan. Keterampilan Attending (Attending Skills) Keterampilan attending adalah perilaku konselor menghampiri klien yang diwujudkan dalam bentuk kontak mata dengan klien. Kedua.32 | S. dan bahasa lisan. 1. tahap pertengahan (tahap kerja dengan masalah tertentu). tahap awal (tahap identifikasi masalah). Secara umum proses konseling terbagi atas tiga tahap yaitu: pertama. Ciri-ciri attending yang baik adalah: (a) menganggukkan kepala apabila menyetujui pernyataan klien. diam atau menunggu kesempatan bereaksi. jarak antara konselor dengan klien dekat. tidak melihat klien saat klien berbicara. dan senyum. Tahap Awal Konseling Tahap awal konseling disebut dengan tahap identifikasi masalah. berbicara terus tanpa ada teknik diam.Ag. bahasa tubuh. Attending yang baik akan dapat meningkatkan harga diri klien. jarak duduk dengan klien menjauh. Ciri-ciri perilaku attending (attending skills) yang tidak baik adalah: (a) kepala kaku. menunggu ucapan klien hingga selesai. tahap akhir (action). penuh perhatian. dan mempermudah ekspresi perasaan klien secara bebas. (7) mengungkap pesan utama. (d) memutuskan pembicaraan. bersandar di kursi. (e) mendengarkan secara aktif.M. tegang. A.Pd. (6) bertanya. (d) variasi isyarat gerakan tangan berubah-ubah untuk menekankan suatu pembicaraan. ceria.. Dalam setiap tahapan proses konseling memerlukan penerapan keterampilanketerampilan tertentu. BAB 6 TEKNIK DALAM TAHAPAN KONSELING Konseling merupakan pekerjaan profesional seperti halnya guru. (3) empati. (2) mendengarkan. (c) posisi tubuh agak condong ke arah klien. S. Oleh karena itu.

Tanpa empati. proses konseling tidak akan berjalan secara efektif. (b) refleksi pikiran. kemampuan konselor Draf kuliah Teknik Konseling . Ketika konselor berkata: "Saya memahami perasaan. Keterampilan Mendengarkan Keterampilan mendengarkan adalah kemampuan pembimbing atau konselor menyimak atau memperhatikan penuturan klien selama proses konseling berlangsung. yaitu keterampilan konselor untuk dapat memantulkan (merefleksikan) perasaan klien sebagai hasil pengamatan verbal dan nonverbal terhadap klien. pikiran. 3. dan keinginan Anda" berarti konselor bersimpati. pikiran. yaitu keterampilan pembimbing atau konselor untuk memantulkan ide. Selama sesi konseling berlangsung. pengalaman bahkan penderitaannya. Optimalisasi keterampilan ini sangat didukung oleh fungsi pendengaran (telinga). dengan berempati klien akan tersentuh dan bersedia serta terbuka untuk mengemukakan isi yang tersimpan dalam lubuk hati yang dalam berupa perasaan. dan menyentuh klien karena konselor ikut dengan perasaan tersebut. memahami perasaan. Empati ada dua macam yaitu: pertama. Refleksi ada tiga macam yaitu: (a) refleksi perasaan. Keterampilan Berempati (Emphaty Skills) Empati adalah kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan klien. yaitu kemampuan konselor memahami perasaan. dan pengalaman klien.Ag. pikiran. empati primer (primary empathy). keinginan. pikiran. empati tingkat tinggi (advanced accurate empathy). pikiran. pembimbing atau konselor tidak akan dapat menangkap pesan pembicaraan. (c) refleksi pengalaman. S. Dari sini nantinya akan menentukan ketepatan pengambilan kesimpulan sementara maupun kesimpulan akhir wawancara konseling. 4. oleh sebab itu seorang konselor tidak boleh memiliki gangguan pendengaran. Konselor yang tidak mampu berempati tidak akan bisa menjadi pemecah masalah yang efektif. yaitu kemampuan konselor memahami perasaan.Pd. keinginan. pembimbing atau konselor harus mendengarkan secara sungguh-sungguh apa yang dituturkan oleh klien. berarti konselor sedang berempati. mudah buyar oleh gangguan Iuar.33 | memberikan kesempatan kepada klien untuk berbicara. Kedua. Tanpa keterampilan ini. tetapi ketika konselor berkata: "Saya dapat merasakan apa yang Anda rasakan". dan pengalaman klien. pikiran. (e) perhatian terpecah. Empati sangat penting dalam proses konseling. Miharja. Keterampilan Refleksi Refleksi adalah keterampilan pembimbing atau konselor untuk memantulkan kembali kepada klien tentang perasaan. serta pengalaman klien secara lebih mendalam. S. Pembimbing atau konselor harus bisa menjadi pendengar yang baik selama sesi konseling berlangsung. dan pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbalnya. Pengambilan kesimpulan sementara atau akhir bisa salah apabila konselor tidak mendengarkan secara sungguh-sungguh penuturan klien. Selain itu. Melalui keterampilan ini.M. merasa dan berpikir bersama klien . yaitu keterampilan pembimbing atau konselor merefleksikan 2.dan bukan untuk atau tentang klien. keinginan. Empati diawali dengan simpati.. dalam arti akan mengalami kesulitan membantu mencarikan alternatif pemecahan masalah individu (klien). dalam proses konseling diharapkan klien akan terlibat pembicaraan dan terbuka. pendapat klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbal terhadap klien.

klien akan selalu terlibat dalam pembicaraan dan terbuka. setuju atau tidak setuju.M. Tujuan keterampilan ini adalah menjadikan klien terbuka dan bersedia untuk berbicara serta dapat mengarahkan agar pembicaraan (wawancara konseling) mencapai tujuan. S. Kedua. Keterampilan eksplorasi adalah suatu keerampilan kensoler untuk menggali perasaan. 5. dan terancam. yaitu keterampilan atau kemampuan konselor untuk menggali ide. dan lain sebagainya. keterampilan bertanya tertutup. pikiran. sehingga mudah dipahami. pertanyaan yang diajukan konselor kepada klien mengandung jawaban yang singkat dari klien seperti ya atau tidak. pikiran. dan pengalaman klien. keterampilan bertanya terbuka. SeIain itu juga bertujuan untuk: (a) mengatakan kembali kepada klien bahwa konselor bersama dia dan berusaha memahami apa yang dikatakan klien. tertekan. eksplorasi pengalaman. eksplorasi pikiran. Keterampilan ini penting dimiliki oleh setiap konselor. Keterampilan Menangkap Pesan Utama (Parapharasing) Dalam sesi konseling sering klien mengemukakan perasaan. 6. Eksplorasi ada tiga macam. Tanpa keterampilan ini. terbuka. dan diam seribu bahaya atau tidak mampu mengemukakan pendapatnya secara terus terang. Keterampilan Memberikan Dorongan Minimal Keterampilan memberikan dorongan minimal adalah kemampuan konselor memberikan dorongan langsung dan singkat terhadap apa yang telah dikatakan oleh klien. (b) mengendapkkan apa yang diungkapkan klien dalam bentuk tingkasan.Ag. konselor juga akan mengalami kesulitan membuka sesi konseling. Ketiga. pertanyaan-pertanyaan yang diajukan konselor mungkin tidak dipahami klien sehingga ia tidak bisa menjawab (diam). Pada keterampilm bertanya Draf kuliah Teknik Konseling . dan pendapat klien. Kedua. Tanpa keterampilan ini. Keterampilan Bertanya Keterampilan bertanya adalah suatu kemampuan pembimbing atau konselor mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada sesi konseling. dan pengalamannya secara berbelit-belit. yaitu keterampilan konselor untuk menggali perasaan klien yang tersimpan. Keterampilan Eksplorasi Istilah eksplorasi bisa berarti penelusuran atau penggalian. Parapharasing yang baik adalah menyatakan kembali pesan utama klien secara saksama dengan kalimat yang mudah dan sederhana. Melalui keterampilan ini. pikiran. yaitu keterampilan konselor untuk menggali pengalaman-pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbal klien. Keterampilan ini penting karena dalam konseling terkadang klien menyimpan rahasia. 7.34 | pengalaman-pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap pelilaku verbal dan nonverbal klien. (c) memberi arah wawancara konseling. Keterampilan ini bertujuan untuk mengatakan kembaIi esensi atau inti ungkapan klien. eksplorasi perasaan. Keterampilan bertanya ada dua macam yaitu: pertama. dan (d) mengecek kembali persepsi konselor tentang apa yang dikemukakan oleh klien. menutup din. pertanyaan-pertanyaan yang diajukan bersifat terbuka dan klien bebas menjawabnya. Pada keterampilan bertanya tertutup. yaitu: pertama. diperlukan kemampuan konselor menangkap pesan utama (ide utama) dari penuturan-penuturan klien selanjutnya dinyatakan secara sederhana dan disampaikan dengan bahasa sendiri oleh konselor. Oleh sebab itu. Melalui keterampilan ini.Pd.. akan memungkinkan klien untuk bebas berbicara tanpa rasa takut. S. Miharja.

konflik dalam dirinya. Keterampilan Menyimpulkan Sementara Keterampilan menyimpulkan sementara adalah suatu kemampuan konselor bersama klien untuk menyampaikan kemajuan hasil pembicaraan. Keterampilan ini berguna untuk: (a) mendorong klien mengadakan instrospeksi diri secara jujur. (d) mempertajam atau memperjelas fokus pada wawancara konseling. ide awal dengan ide berikutnya. B. Tujuan keterampilan ini adalah untuk melihat kemajuan wawancara konseling pada setiap tahapannya. mempertajam atau memperjelas fokus wawancara konseling. yaitu ketika klien menunjukkan tandatanda akan mengurangi atau menghentikan pembicaraan. yaitu dengan eara: (a) memberi . Memimpin arah pembicaraan bukan berarti konselor mengarahkan klien ke arah pembicaraan sesuai keinginan konselor. Atau ketika klien kurang memusatkan pikirannya pada pembicaraan dan ketika konselor merasa risau terhadap pembicaraan klien. (b) meningkatkan potensi klien. (c) untuk meningkatkan kualitas diskusi.Ag. Keterampilan Memimpin Agar pembicaraan dalam wawancara konseling tidak menyimpang.M.komentar khusus terhadap klien yang tidak konsisten secara tepat waktu. (a) mengajak klien untuk menyatakan pesannya secara jelas. senyum dengan kepedihan dan sebagainya. Tujuan keterampilan ini adalah. 4. Keterampilan ini akan membantu klien memusatkan perhatiannya pada pokok pembicaraan. melainkan Iebih banyak mengamati jalannya wawancara konseling. 5. Keterampilan Melakukan Konfrontasi Konfrontasi merupakan suatu kemampuan konselor menantang klien untuk melihat adanya diskrepansi atau inkonsistensi (ketidakkonsistenan) antara perkataan dengan bahasa badan atau perbuatan. dan mengilustrasikan perasaannya. S. Miharja. Keterampilan Menjernihkan (Darifying) Keterampilan menjernihkan adalah kemampuan konselor menjernihkan atau memperjelas ucapan-ucapan klien yang samar-samar.Pd. 2. mengulang. konselor harus memimpin arah pembicaraan sehingga tujuan konseling dapat tercapai secara efektif dan efisien. Keberhasilan konselor memimpin arus lalu lintas bimbingan dan konseling dipengaruhi oleh tipe-tipe kepemimpinan konselor itu sendiri apakah demokratis. Penerapan keterampilan ini dalam sesi konseling harns dilakukan secara selektif. (b) menyimpulkan kemajuan hasil pembicaraan secara bertahap. Selain itu juga bertujuan untuk: (a) memberikan kesempatan kepada klien untuk melakukan feed back (kilas balik) dari hal-hal yang telah dibicarakan. Keterampilan Memfokuskan Seorang konselor yang efektif harus mampu membuat fokus melalui perhatiannya yang terseleksi terhadap pembicaraan dengan klien.. (e) membawa klien kepada kesadaran adanya diskrepansi. dan (e) dilakukan konselor bersamaan dengan perilaku attending dan empati. 3. Keterampilan Memudahkan (Facilitating) Facilitating adalah suatu keterampilan membuka komunikasi agar klien dengan mudah berbicara dengan konselor dan menyatakan Draf kuliah Teknik Konseling . Tahap Pertengahan 1. kurang jelas. Melalui keterampilan ini juga akan dapat meningkatkan eksplorasi diri. 6. (b) tidak menilai apalagi menyalahkan. otoritas dan permisif (masa bodoh).35 | S. dan agak meragukan. dan (b) agar klien menjelaskan. Penerapan keterampilan ini harus secara hati-hati dilakukan oleh konselor.

7. dan pengalaman klien dengan merujuk kepada teori-teori. dan kurang partisipatif. (c) jika klien kehilangan arah pembicaraan. 8. 12.M. Keterampilan ini diterapkan apabila: (a) akan mengambil inisiatif jika klien tampak kurang bersemangat. dan pengalamannya secara bebas sehingga komunikasi dan partisipasi meningkat serta proses konseling berlangsung secara efektif. Melalui keterampilan ini juga akan dapat meningkatkan eksplorasi diri. perasaan. dan ketika konselor ragu terhadap pembicaraan klien. Dorongan minimal dilakukan oleh konselor apabila klien kelihatan akan mengu. Keterampilan Mengambil lnisiatif Mengambil inisiatif perlu dilakukan oleh konselor apabila klien kurang bersemangat untuk berbicara. Konselor dapat mengucapkan kata-kata yang mengajak klien untuk. 9. 11.Ag. yakni kemandirian klien harus tetap tercapai. 10. Melalui keterampilan ini. Keterampilan ini bertujuan agar klien terus berbicara dan dapat mengarahkan agar pembicaraan mencapai tujuan. Keterampilan Memberikan Dorongan Minimal (Minimal Encouragement) Minimal encouragement atau keterampilan memberikan dorongan minimal adalah suatu upaya konselor memberikan dorongan secara langsung dan singkat agar kliennya selalu terlibat dalam pembicaraan dan dirinya terbuka. Meskipun demikian pemberian nasihat tetap perlu harus dipertimbangkan.rangi atau menghentikan pembicaraan. sering diam. Keterampilan Memberi Informasi Informasi diberikan oleh konselor kepada klien harus hal-hal yang diketahui konselor. sebaiknya upayakan agar klien tetap mengusahakannya (klien mencari sendiri sumber informasi tersebut). Keterampilan Menafsirkan atau Interpretasi Keterampilan menafsirkan atau interpretasi merupakan upaya konselor mengulas pikiran. diam atau tidak bersuara bisa menjadi teknik konseling. ketika klien kurang memusatkan pikirannya pada pembicaraan.Pd. Sifat-sifat subjektif tidak boleh dimasukkan ke dalam interpretasi. S.. (b) jika klien lambat berpikir ilntuk. Apabila konselor tidak mengetahui informasi apa yang dikehendaki klien. mengambil keputusan. Keterampilan Sailing (Saat Diam) Dalam proses konseling. Draf kuliah Teknik Konseling . 13. Miharja. Sebaliknya. (d) mengurangi kecepatan wawancara. klien dapat mengikuti ekspresi yang membawanya berpikir dan bangkit dengan tilikan yang mendalam. Keterampilan Mengarahkan (Directing) Directing adalah kemampuan konselor mengajak dan mengarahkan klien untuk berpartisipasi secara penuh dalam proses konseling.36 | perasaan. Keterampilan Memberi Nasihat Nasihat bisa diberikan kepada klien apabila ia meminta. konselor mengajak klien agar berbuat sesuatu atau mengarahkannya agar berbuat sesuatu. berpatisipasi dan berinisiatif dalam menuntaskan pembicaraan. Oleh sebab itu. S. apabila konselor mengetahui. konselor secara jujur harus mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui informasi tersebut. (b) membantu klien untuk lebih memahami dirinya. Keadaan diam akan membantu konselor: (a) untuk mendorong klien untuk berbicara. Hal yang harus dijaga untuk memberi nasihat adalah tujuan konseling. (c) setelah diam. pikiran. konselor harus dapat memanfaatkan situasi ini.

Dengan demikian. Melalui keterampilan ini. (c) menunjukkan kepada klien tentang pertemuan yang akan datang. Keterampilan Menilai (Mengevaluasi) Keterampilan menilai atau mengevaluasi berarti kemampuan konselor menetapkan batas-batas atau ukuran-ukuran keberhasilan proses konseling yang telah dilaksanakan. Masing-masing konselor tentu memiliki teknik tensendiri dalam menutup sesi konseling yang disesuaikan dengan kondisi klien. konselor menetapkan sisi mana dali proses konseling yang telah dicapai dan sisi mana yang belum.M. (c) pokok-pokok pembicaraan apa yang akan dibicarakan pada sesi selanjutnya. 2. Selain itu juga bisa ditetapkan kendala apa yang menjadi penghambat proses konseling. dan (f) memberikan tugas-tugas tertentu kepada klien apabila diperlukan. Dari kesimpulan pembicaraan akan diketahui: (a) bagaimana keadaan perasaan klien saat ini. (b) merangkum isi pembicaraan (isi wawancara konseling). 3. Keterampilan-keterampilan konseling di atas diterapkan dalam praktik konseling terutama pada teknik-teknik melakukan konseling). masalah klien. Latihan micro counseling atau konseling mikro adalah suatu cara memberikan penguasaan teknik-teknik konseling kepada calon konselor. konselor harus dapat membantu klien untuk dapat membuat rencana berupa suatu program untuk action. Keterampilan Merencanakan Menjelang sesi akhir wawancara konseling. (e) menunjukkan catatan-catatan singkat kepada klien tentang hasil pembicaraan (hasil wawancara konseling). dan situasi konseling itu sendiri. yaitu setelah sebagian keterampilan dikuasai dalam latihan mikro. Kesimpulan pembicaraan atau wawancara konseling bisa dilakukan konselor bersama klien. pandangan atau perilaku klien agar klien mengerti dan berubah melalui pemahaman dari hasil rujukan tersebut. Berbagai cara bisa dilakukan oleh konselor untuk menutup sesi konseling.37 | Tujuan keterampilan ini adalah untuk memberikan rujukan. Penutupan sesi konseling tidak harus dilakukan secara seragam oleh semua konselor. C Tahap Akhir (Action) 1. Semua keterampilan konseling dilatihkan satu persatu secara bertahap. seorang kenselor juga harus menguasai teori-teori konseling yang ada. Akan tetapi. yaitu rencana perbuatan nyata yang produktif bagi kemajuan klien. S. Keterampilan Menyimpulkan Keterampilan menyimpulkan merupakan kemampuan konselor mengambil inti pokok pembicaraan selama proses konseling berlangsung. dilanjutkan dengan latihan makro. (d) mengajak klien kembali sambil menunjukkan isyarat gerak tangan. Draf kuliah Teknik Konseling . Untuk menguasai keterampilan-keterampilan konseling di atas. keterampilan merencanakan adalah kemampuan konselor merencanakan tindakan nyata (action) yang produktif bagi kemajuan kliennya. Secara umum penutupan sesi konseling dilakukan oleh konselor dengan melakukan hal-hal sebagai berlkut: (a) mengatakan bahwa waktu konseling akan berakhir. (b) apa rencana klien selanjutnya.Ag. Keterampilan Mengakhiri Konseling Keterampilan mengakhiri konseling merupakan suatu kemampuan konselor menutup sesi konseling. Miharja.Pd. seorang konselor harus melalui berbagai latihan secara berurutan. 4. Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi ditentukan apa tindak lanjutnya (follow up-nya). Rencana yang baik harus merupakan hasil kerja sama antara konselor dengan klien.. S.

38 | Latihan micro counseling dilengkapi dengan rekaman video dan tape recorder.. selanjutnya mengadakan latihan ulang dan memperbaiki keterampilan berdasarkan masukan dari pengamat.. Setiap calon konselor mengawasi peristiwa atau cerita kasus yang terdiri atas deskripsi dan dialognya.. mengadakan diskusi. Keenam. Beberapa kegiatan yang dilatihkan dalam konseling. S. menonton tayangan video micro counseling yang digunakan sebagai rujukan bagi calon hmselor. Latihan macro counseling atau konseling makro adalah melatihkan secara role playing beberapa keterampilan konseling yang telah dikuasai melalui mikro konseling. Kedua. menyiapkan pasangan-pasangan pemain (koselor dan klien untuk melakukan permainan peran konseling dengan kasus yang telah disiapkan. Pengamat dan pembimbing memberikan penilaian dan masukan untuk bahan diskusi. melakukan latihan konseling dan memvideokannya.. Ketiga. S. latihan menulis kasus. mengadakan tayangan ulang untuk dievaluasi dan dengan menggunakan lembar evaluasi yang telah disiapkan oleh pembimbing.M. Keempat. Kelima.Ag. Miharja. Pada sesi akhir latihan diadakan evaluasi dan diskusi setelah menyaksikan atau mendengarkan rekaman kaset video.Pd. Draf kuliah Teknik Konseling . makro adalah: pertama.

M. Miharja. seorang pendengar yang sabar dan peka. Oleh karena itu. melainkan peranan yang sangat aktif.Ag. Konseli menetapkan bagi dirinya sendiri tujuan apa yang ingin dicapainya dalam proses konseling. Draf kuliah Teknik Konseling . Untuk memudahkan dan memperlancar proses yang berlangsung dalam diri konseli.. yaitu mencari sebab-musabab dalam sejarah hidup sehingga mulai tampaklah suatu hubungan sebab-akibat. dengan harapan bahwa konseli pada suatu ketika akan meninjau segala perasaan itu secara lebih objektif. sehingga dapat diberi tempat dalam keseluruhan konsep diri. lebih memahami diri sendiri dan mengembangkan suatu tujuan perubahan dalam diri sendiri dan perilakunya. Menurut pandangan Rogers. konselor menciptakan beberapa kondisi yang mendukung. bahwa peranan konselor yang demikian bukanlah peranan yang bercorak pas if. yaitu keselarasan antara ideal self dan real self Bagaimana bentuk atau wujud keselarasan itu akan ditemukannya sendiri. meskipun konselor tidak memberikan pengarahan seperti dalam pendekatan konseling yang lain. sehingga dapat dihindari kesan bahwa konseli menggantungkan diri pada konselor. tanpa diberi petunjuk atau pengarahan oleh konselor dalam hal ini. dan keterbukaan mengenai apa yang dihayati oleh konselor sendiri tentang konseli (counselor congruence). keikhlasan. S. kondisi-kondisi itu diperlukan dan sekaligus mencukupi untuk menjamin keberhasilan proses konseling. seolah-olah konselor mengenakan kepribadian konseli (emphatic understanding). penghargaan. dengan maksud menggarisbawahi individualitas konseli yang setaraf dengan individualitas konselor. kejujuran. pemahaman terhadap apa yang diungkapkan oleh konseli sesuai dengan kerangka acuan konseli sendiri (phenomenal field). Tugas konselor adalah membantu konseli mengakui dan mengungkapkan seluruh perasaan yang dialami sekarang ini serta menghayatinya. Kalau semua kondisi tertentu terpenuhi. Konselor tidak mencoba untuk mengadakan diagnosis. dengan mengambil jarak dari dirinya sendiri. Kalau digunakan istilah teknik konseling. seperti dalam Konseling Klinikal dan Psikoanalisis. BAB 7 TEKNIK KONSELING CLIENT CENTER Istilah Client-Center merupakan corak konseling yang menekankan peranan konseli sendiri dalam proses konseling. sehingga konseli merasakan semua itu sungguhsungguh ada. Mula-mula corak konseling ini disebut konseling nondirektif untuk membedakannya dari corak konseling yang mengandung banyak pengarahan dan kontrol terhadap proses konseling di pihak konselor. bagaimana tindakannya selanjutnya terhadap adiknya juga akan ditemukannya sendiri. jelaslah kiranya. maka akan berlangsung suatu proses dalam diri konseli yang akan menghasilkan perubahan dalam konsep diri dan dalam tingkah laku. yaitu menciptakan suasana komunikasi antar pribadi yang merealisasikan segala kondisi yang disebutkan di atas. Kemudian mulai digunakan nama ClientCenter Counseling. penerimaan.Pd.39 | S. Dengan menjadi. Selama proses konseling semua pengalaman nyata dalam bergaul dengan orang lain dan dalam dirinya dibiarkan muncul dan disadari sepenuhnya. Dalam proses konseling perhatian konseli dipusatkan pada keadaan sekarang ini tanpa menggali-gali secara mendalam sejarah perkembangan rasa iri dalam hatinya. dan pemahaman itu dapat dikomunikasikan kepada konseli dalam suasana interaksi pribadi yang mendalam. inilah teknik yang diterapkan oleh konselor. hubungan antarpribadi (relationship) antara konselor dan konseli yang saling berkomunikasi menjadi kunci sukses atau gagalnya proses dan wawancara konseling. yang meyakinkan konseli dia diterima dan dipahami konselor memungkinkan konseli untuk mengungkapkan seluruh perasaannya secara jujur. Di pihak konselor kondisi itu adalah: menunjukkan penerimaan dan penghargaan tanpa syarat (unconditional positive regard).

dan kuat lemahnya empati itu sangat bergantung pada saling pengertian dan penerimaan terhadap suasana yang diutarakan oleh konseli. secara langsung dapat melupakan keteganganketegangan. penuhpengertian. Penerimaan konselor terhadap konseli secara langsung berSangkut paut dengan kemampuan konselor untuk tidak memberikan penilaian tertentu terhadap diri konseli. penuh penerimaan. Persyaratan Sifat dan Sikap Seorang Konselor Client center Draf kuliah Teknik Konseling . dan perasaan. dapat dirasakan oleh kedua belah pihak. Menciptakan hubungan yang bersifat permisif. (b) Kemampuan menerima konseli Kemampuan konselor untuk benar-benar menerima konseli sebagaimana adanya adalah memegang peranan penting dalam hubungan konseling. Empati ini akan lebih lengkap dan sempurna apabila diiringi oleh pengertian dan penerimaan konselor tentang apa yang dipikirkan oleh konseli.. tetapi lebih dari itu adalah berfungsi untuk menumbuhkan perubahan-perubahan yang fundamental (terutama perubahan sikap). di antaranya adalah sebagai berikut: (a) Kemampuan berempati Empati pada dasamya adalah mengerti dan dapat merasakan orang lain (konseli). Menciptakan hubungan permisif bukan saja secara verbal tetapi juga secara nonverbal.potensi yang perlu dikemb. Dalam konseling client center.M. S. Fungsi yang dimaksud. ada beberapa fungsi yang perlu dipenuhi oleh seorang konselor.Pd. Miharja. maka timbullah rasa percaya bahwa dirinya mempunyai harga sebagai individu (tidak dipandang rendah/ tidak berarti). perasaanperasaan. Apabila perasaan dihargai dirasakan oleh konseli. (b) Mendorong pertumbuhan pribadi.40 | S. Beberapa persyaratan yang berhubungan dengan sifat dan sikap agar dapat melaksanakan hubungan konseling client center. Dalam menerima konseli ini adadua unsur yang perlu diingat ialah: (a) konsel6r berkehendak untuk membiarkan adanya perbedaan antara konselor dengan konseli. Jadi. konselor berfungsi dalam membantu konseli agar ia mengembangkan kemampuannya untuk memecahkan masalah.. Empati adalah saling hubungan antara dmi orang. maka konseli akan berani mengemukakan segala masalahnya. dan pertahanan diri konseli. Dengan terciptanya hubungan yang demikian itu. (c) Kemampuan untuk menghargai konseli Seorang konselor client center harus menghargai pribadi konseli tanpa syarat apa pun. Fungsi Konselor dalam Konseling Client center Dalam konseling client center. Jadi.ingkan atau diaktualisasikan pada diri konseli adalah potensi untuk ·memecahkan masalahnya sendiri. pembinaan. (c) Mendorong kemampuan memecahkan masalah. Dasar dari kemampuan ini ialah penghargaan terhadap orang lain (dalam hal ini konseli) sebagai seorang yang padadasarnya baik. terhindar dari segala bentuk ketegangan. kehangatan. Dalam konseling client center fungsi konselor bukan saja membantu konseli untuk melepaskan diri dari masalah-masalah yang dihadapinya. proses hubungan konseling di sini adalah proses untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan pribadi konseli. di antaranya sebagai berikut: (a) Menciptakan hubungan yang bersifat permisif. yaitu baik oleh konselor maupun oleh konseli itu sendiri. dengan demikian salah satu .Ag. tanpa memberikan penilaian baik_ positif maupun negatif. (b) konselor menyadari bahwa pengalaman yang akan dilalui oleh konseli ada usaha yang penuh dengan perjuangan. Empati yang dalam.

M. Kepura-puraan dalam hubungan konseling menyebabkan konseli menutup diri Jadi. Seorang konselor yang memaksakan dirinya menaruh perhatian dan menerima konseli. suka atau tidak suka. direncanakan ataupun dibuat-buat. Dengan sikap dan kemampuan yang dimiliki konselor untuk menghargai konseli tanpa syarat. Draf kuliah Teknik Konseling . S. kerjasama.Ag. Keakraban itu adalah lebih dalam dari hanya sekadar ucapan salam atau mengenakkan hati konseli.41 | maka timbul pula keinginan bahwa dirinya berharga untuk mengambil keputusan bagi dirinya sendiri. sertamenerima konseli apa adanya secara langsung akan membina hubungan yang akrab penuh rasa persahabatan. dan perhatian. maka wujud perhatian itu tidak akan wajar. Keterbukaan dari konseli akan terwujud apabila ada keterbukaan dari konselor pula. Tujuan Konseling Client center Secara umum tujuan yang ingin dicapai melalui pendekatan konseling client center ialah untuk membantu individu atau konseli agar berkembang secara optimal sehingga ia mampu menjadi manusia yang berguna. Miharja. kesungguhan. Konselor harus dapat menerima konseli sebagaimana adanya. dan keterlibatan perasaan secara tulus dan tanpa pamrih. baik melalui kata-kata (verbal) maupun isyarat (nonverbal). Keakraban ini akan tumbuh terus-menerus dan terbina dengan baik apabila konselor benar-benar menaruh perhatian dan menerima konseli dengan permisif. ketidakwajaran itu sendiri akan mewamai hubungan S. Bagaimanapun juga. hangat. Konseli akan terbuka apabila konselor dapat dipercaya dan bersungguh-sungguh. Perhatian dan penerimaan yang murni (tidak semu dan palsu) ini sebenarnya tidak dipaksakan. (d) Kemampuan memperhatikan Kemampuan memperhatikan menuntut keterlibatan sepenuhnya dari konselor terhadap segala sesuatu yang dikemukakan oleh konseli. Lebih jauh dari itu keakraban itu merupakan kesatuan suasana hubungan yang ditandai oleh rasa saling percaya mempercayai. proses konseling nondirektif mengharapkan keterbukaan dari konseli. (f) Sifat keaslian (gunuin) Seorang konselor client center harus memperlihatkan sifat keaslian dan tidak berpura-pura.. Kemampuan ini memerlukan keterampilan dalam mendengarkan dan rnengamati untuk dapat mengetahui dan mengerti inti dari isi dan suasana perasaan bagaimana yang diungkapkan konseli. terbuka dengan konselinya.Pd. konseli menginginkan perhatian penuh terhadap apa yang diungkapkan oleh konseli. tetapi juga bagaimana konseli menyampaikan hal itu. Secara rinci tujuan dasar dari pendekatan konseling client center ialah sebagai berikut: (a) Membebaskan konseli dari berbagai konflik psikologis yang dihadapinya. tersebut. (g) Sikap terbuka Konseling client center mengharapkan adanya keterbukaan dari konseli baik untuk mengemukakan segala masalahnya maupun untuk menerima pengalaman-pengalainan. Keakraban yang murni dan wajar diwarnai oleh adanya perhatian. (e) Kemampuan membina keakraban Keakraban merupakan syarat yang sangat penting demi terbinanya hubungan yang nyaman dan serasi antara konselor dan konseli. Melalui mendengar dan mengamati itu konselor tidak hanya menangkap dan mengerti apa yang dikemukakan oleh konseli. ketulusan hati. tanggapan.

(c) Memberikan kesempatan seluas-Iuasnya. walaupun demikian ia masih tetap memiliki kekhasan atau keunikan tersendiri. Konseli harus dibiatkan dengan leluasa dan dengan caranya sendiri untuk mengungkapkan masalahnya secara bebas. Tapi kedua belas langkah Draf kuliah Teknik Konseling . S. kepada konseli urttuk belajar mempercayai orang lain. sebelum konselor mau memberikan bantuan. Ciri-Ciri Proses KonseIing Client center Ciri-ciri dari pendekatan konseling client center dapat dirinci sebagai berikut: (a) Dalam proses konseling client center. Dalam konseling client center. itu ada pada diri konseli sendiri.42 | (b) Meriumbuhkan kepercayaan pada diri konseli. konselor benar-benar menghadapi konseli secara tulus sebagai individu yang memiliki potensi untuk mengambil keputusan dan mengatasi masalahnya sendiri. Dalam membentuk keakraban yang baik. karena keakraban ini merupakan dasar untuk membentuk kepercayaan dan pengertian antara konselor dengan konseli. Tanpa keakraban yang· baik tidak mungkin dilakukan kerjasama antara konselor dengan konseli.. Kuat lemahnya empati itu sangat bergantung pada saling pengertian dan penerimaan terhadap situasi yang diutarakan oleh konseli. Miharja. Langkah-Langkah Konseling Client center Ada dua belas langkah yang dapat dipakai pedoman dalam melaksanakan konseling client center. dan memiliki kesiapan secara terbuka untuk menerima berbagai pengalaman orang lain yang bermanfaat bagi dirinya sendiri.M. (d) Memberikan kesadaran kepada konseli bahwa dirinya merupakan bagian dari suatu lingkup sosial budaya yang luas. (c) Dalam proses konseling client center menekankan betapa pentingnya hubungan yang bersifat permisif. konseli menggunakan S. tapi itu sangat bergantung padakonseli. dan pada waktu yang bersamaan konselor memisahkan semua informasi yang relevan dengan tujuan dari konseling. Dalam proses konseling client center. Empati ini akan lebih lengkap jika dibarengi oleh pengertian dan penerimaan konselor tentang apa yang dipikirkan oleh konseli. atau proses konseling tidak bisa ditentukan oleh konselor. bahwa ia memiliki kemampuan untuk mengambil satu atau serangkaian keputusan yang terbaik bagi dirinya sendiri tanpa merogikan orang lain. intim sebagai persyaratan mutlak bagi berhasilnya hubungan konseling. Komunikasi antara konselor dengan konseli akan lebih mudah apabila berbentuk keakraban (rapport). konseli berperan lebih dominan daripada konselor. Aktivitas konseli tampak lebih menonjol ketimbang konselor. oleh konselor. maka secepat itu pula konselor dapat mengarahkan konseli dalam mengambil keputusan sendiri. empati menduduki tempat yang penting. Lebih cepat konseli dapat mengungkapkan masalahnya. karena empati pada dasarnya adalah mengerti dan dapat merasakan perasaail ldien. sepanjang masalahnya telah dimengerti oleh konseli. dan tidak seyogianya menuntut sesuatu atau mengharapkan syarat-syarat tertentu terhadap konseli. konselor harus benar-benar menerima konseli sebagaimana adanya. Dalam proses konseling client center tidak terikat oleh langkahIangkah yang harus dilakukan. bahasa yang sesuai dengan diri konseli. (b) Dalam mengambil keputusan akhir. sedangkan konselor hanya berusaha tintuk mengarahkan agar konseli memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan sendiri.Ag.Pd. (e) Menumbuhkan suatu keyakinan pada konseli bahwa dirinya terus bertumbuh dan berkembang (process of becoming). konselor di sini hanya berperan sebagai fasilitator atau sebagai cermin.

konseli didorong untuk menerima tanggung jawab untuk melaksanakan pemecahan masalah yang dihadapinya. (j) Pertumbuhan atau perkembangan lebih lanjut wawasan konseli. keresahannya. santai. sehingga dirasakan meredanya keteganganketegangan atau tekanan-tekanan batinnya. mulailah membuat suatu keputusan untuk melakukan sesuatu dan melangkah untuk memikirkan tindakan selanjutnya. Dalam merumuskan situasi bantuan atau menentukan situasi konseling. serta terhindar dari ketegangan-ketegangan.. maka secara psikologis bebannya mulai berkurang. penuh persahabatan dan kehangatan. dan secara tulus menerlma dan menjernihkan kembali perasaan-perasaan yang sifatnya negatif dari konseli. Jadi. (g) Saat pencurahan perasaan itu diikuti oleh perkembangari yang berangsur-angsur tentang wawasan (insight) konseli mengenai dirinya. Dasar Pertimbangan Digunakannya Konseling Client Center Langkah-Iangkah dimaksud adalah sebagai berikut: (a) Konseli datang untuk meminta bantuan kepada konselor secara sukarela. S. (e) Apabila perasaan-perasaan yang negatif dari konseli tehih sepenuhnya terungkapkan.43 | yang dkemukakan itu bukanlah langkah yang baku. (l) Mengurangi ketergantungan konseli atas bantuan konselor. (f) Konselor menerima perasaan-perasaan positif yang diungkapkan konseli. Dengan menampakkan sikap yang permisif. penuh keakraban. memungkinkan konseli untuk mengungkapkan perasaanperasaannya. dan pemahaman (understanding) serta penerimaan diri tersebut.M. ketegangan-ketegangan. (c) Konselor mendorong konseli untuk mengungkapkan perasaanperasaannya secara bebas. dan kehangatan.Pd. serta terbuka. berkaitan dengan masalahnya. adalah proses verifikasi ke arah diambilnya suatu keputusan dan tindakan yang memungkinkan. Dorongan ini hanya bisa dilaksanakan apabila konselor mempunyai keyakinan tentang kemampuan konseli untuk mampu membantu dirinya sendiri. (d) Konselor secara tulus menerima dan menjernihkan perasaanperasaan konseli yang sifatnya negatif. (i) Mulai melakukan tindakan-tindakan yang positif.Ag. Dalam keadaan yang demikian ekspresi-ekspresi positif akan muncul. Draf kuliah Teknik Konseling . dan memberitahukan kepada konseli secara bijaksana bahwa proses konseling itu perlu diakhiri. Miharja. santai. bersamaan dengan proses pemahaman. yang berarti bahwa konselor memberikan respons kepada perasaan-perasaan dan/ atau kata-kata konseli. maka konselor harus mampu menciptakan suasana permisif. (k) Meningkatkan tindakan-tindakan (tingkah laku) positif secara terpadu pada diri konseli. dan yang memungkinkan konseli untuk bertumbuh dan berkembang. (h) Apabila telah memiliki pemahaman tentang masalahnya dan menerimanya. Apabila seorang konseli datang kepada konselor berdasarkan petunjuk atau saran orang lain. tapi dapat diubah-ubah. (b) Merumuskan situasi bantuan. sehingga konseli dapat menentukan sikap dalam pemecahan masalahnya. S. serta keterikatannya.

Di samping itu pula konselor bersedia untuk menyimak.M. maka pada konselor dituntut untuk meluangkan waktu yang cukup banyak. adalah diperuntukkan bagi konseli-konseli yang memiliki sifatsifat: agresif. apa yang diungkapkan oleh konseli.. S. (c) Sifat masalah Dalam konseling client center pada dasarnya bisa dipergunakan untuk setiap masalah yang dihadapi oleh konseli. terbuka. Tetapi konseling Draf kuliah Teknik Konseling . serta memiliki kemampuan untuk mengungkapkan masalahnya secara terus terang. sebagai suatu bentuk pendekatan yang memberikan keleluasaan yang seluas-luasnya. sifat-sifat yang dituntut harus dimiliki oleh seorang konselor. di antaranya: (1) Memiliki kemampuan dan kesediaan sebagai pendengar yang baik. Konflik psikologis yang dimaksud di sini adalah yang ada sal)gkut pautnya dengan ketegangan-ketegangan psikologis. di samping memiliki kesamaan-kesamaan maupun perbedaan-perbedaan. Miharja. Karena pada hakikatnya konseli sebagai individu sudah barang tentu memiliki keunikan tersendiri. Karena hubungan keakraban (rapport) dalam proses ini merupakan dasar untuk membentuk kepercayaan dan pengertian antara konselor dan konseli. (a) Sifat konseli Dalam proses hubungan konseling. (2) Sifat konselor. (2) Konselor harus memiliki kemampuan untuk menciptakan hubungan keakraban (rapport).Ag. sebagai akibat individu tertekan oleh lingungan maupun oleh dirinya sendiri. dan Jancar. Konseling client center. dan menangkap apa yang diungkapkan oleh konseli. slerta kebebasan pada klien. terus terang. bebas.44 | Dasar-dasar pertimbangan yang mendorong dipergunakannya konseling client center didasarkan atas: (1) Sifat konseli. client center paling baik dipergunakan terhadap masalah-masalah yang sifatnya berkaitan dengan konflik psikologis. dan (3) Sifat masaJah yang dihadapi oleh konseli.Pd. mengkaji. (b) Sifat konselor Dalam konseling client center. (3) Karena proses konseling client center ini memungkinkan untuk berlangsung cukup lama. diharapkan kepada konselor untuk memahami sifat-sifat konselinya secara baik. S.

Kondisi yang demikian inilah yang disebl. E. Menurut konseling rasional-emotif ini. Konselor/terapis berusaha agar klien makin menyadari pikiran dan kata-katanya sendiri.45 | S. individu rnerasa dicela. B. diejek. Proses dan Teknik Konseling Rasional-Emotif Seperti telah diuraikan di muka bahwa dalam konseling rasionalemotif konselor tidak terlalu banyak menelusuri kehidupan masa lampau klien. Sehingga dengan demikian berarti bahwa dalam konseling ini konselor tidak banyak melakukan pengumpulan data untuk keperluan analisis maupun diagnosis sebagaimana halnya dalam konseling klinikal. serta mengadakan pendekatan yang tegas. Miharja. (b) Dalam proses hubungan konseling harus diciptakan dan dipelihara hubungan baik dengan klien. Hakikat Masalah yang Dihadapi Klien Hakikat masalah yang dihadapi klien dalam pendekatan konseling rasional-emotif itu muncul disebabkan oleh ketidaklogisan klien dalam berpikir. Tujuan dari RET pada intinya ialah untuk mengatasi pikiranyang tidak logis tentang diri sendiri dan lingkungannya. Atau dengan kata lain konseling rasional emotif ini bertujuan membantu klien membebaskan dirinya dari cara berpikir atau ide-idenya yang tidak logis dan menggantinya dengan cara-cara yang logis. dan selanjutnya populer dengan singkatan RET. konselor tidak terlalu banyak menelusuri kehidupan masa lampau klien. melatih klien untuk bisa berpikir dan berbuat yang lebih realistis dan rasional. ia mencoba untuk mengembangkan suatu teori yang disebut "Rational-Emotive Therapy". S. Alat-alat pengumpulan data bersifat testing dan non-testing sedikit sekali dipergunakan dalam konseling ini. (e) Diagnosis (rumusan masalah) yang dilakukan dengan konseling rasional-emotif bertujuan untuk membuka ketidaklogisan pola berpikir dari klien. BAB 8 TEKNIK DALAM KONSELING RATIONAL-EMOTIVE THERAPY Teori Konseling Rasional Emotif dengan istilah lain dikenal dengan "rasional-emotive therapy" yang dikembangkan oleh Dr. karena ia memiliki keyakinan dan berpikir bahwa individu lain itu mencela dan tidak mengacuhkan dirinya.M. Atas dasar pengalaman selama prakteknya dan kemudian dihubungkan dengan teori tingkah laku belajar.. gangguan atau kesulitan-kesulitan emosional dalam melihat dan menafsirkan objek atau fakta yang dihadapinya. Karena. diagnosis dalam konseling ini dilakukan bertujuan untuk membuka ketidaklogisan pola berpikir klien. Albert Ellis.Ag. (c) Tercipta dan terpeliharanya hubungan baik ini dipergunakan oleh konselor untuk membantu klien mengubah cara berpikimya yang tidak rasional menjadi rasional. Ketidaklogisan berpikir ini selalu berkaitan dan bahkan menimbulkan hambatan. Tujuan Konseling Rasional-Emotif Tujuan utama dari konseling rasional-emotif ialah menunjukkan dan menyadarkan klienbahwa cara berpikir yang tidak logis itulah merupakan penyebab gangguan emosionalnya. C. Peranan Konselor dan Langkah-Langkah Konseling Draf kuliah Teknik Konseling . A.tt cara berpikir yang tidak nasional oleh konseling rasionalemotif. konselor berperan lebih aktif dibandingkan dengan klien. (d) Dalam proses hubungan konseling.Pd. D. Konsep Dasar Konseling Rasional-Emotif Ciri-ciri dari konseling rasional-emotif dapat diuraikan sebagai berikut: (a) Dalam menelurusi masalah klien yang dibantunya. dan tidak diacuhkan oleh individu fain.

Maka dari itu teknik pengajaran di sini memberikan keleluasaan kepada konselor untuk berbicara serta menunjukkan sesuatu kepada klien. meyakinkan. (b) Teknik konfrontasi Dalam teknik konfrontasi ini. pada langkah ini peran konseling ialah menyadarkan klien bahwa gangguan atau masalah yang dihadapinya disebabkan oleh cara berpikirnya yang tidak logis. Jadi.. Miharja. S.46 | Peranan konselor dalam proses konseling rasionalemotif akan tampak dengan jelas dalam langkah-Iangkah konseling sebagai berikut: (a) Langkah pertama Dalang langkah ini konselor berusaha menunjukkan kepada klien bahwa masalah yang dihadapinya berkaitan dengan keyakinannya yang tidak rasional. mengemukakan berbagai argumentasi untuk menunjukkan apa yang dianggap oleh klien benar tidak bisa diterima atau tidak benar. Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan beberapa teknik konseling rasional-emotif sebagai berikut: (a) Teknik pengajaran Dalam konseling rasional-emotif konselor mengambil peranan lebih aktif dari klien. membujuk. Oleh karenanya. tetapi lebih jauh dari itu konselor harus berusaha mengajak klien mengubah cara berpikirnya dengan cara menghilangkan gagasangagasan yang tidak rasional.Pd. bahwa gangguan emosional yang selama ini dirasakannya akan terns menghantuinya apabila dirinya akan tetap berpikir secara tidak logis. Pada tahap ini peranan konselor adalah sebagai propagandis yang berusaha mendorong. Peranan konselor mengembangkan pandangan-pandangan yang realistis dan menghindarkan diri dari keyakinan yang tidak rasional. konselor menyerang ketidaklogisan berpikir klien dan membawa klien ke arah berpikir logis empiris. terutama menunjukkan bagaimana ketidaklogisan berpikir itu secara langsung menimbulkan gangguan emosional kepada klien.M. Konselor tidaklah cukup menunjukkan kepada klien bagaimana proses ketidakiogisan berpikir ini. karena pandangan yang ia kemukakan itu tidak benar. Teknik-Teknik Konseling Rasional-Emotif Sebagaimana telah diuraikan di muka bahwa inti dati konseling rasional-emotif ialah menghilangkan cara berpikir yang tidak logis yang dapat menimbulkan gangguan emosional. (c) Teknik persuasif Teknik persuasif. yaitu meyakinkan klien untuk mengubah pandangannya. Maka dari itu dalam konseling rasional-emotif ini konselor berperanan untuk menunjukkan dan menyadarkan klien. Di sini klien harus belajar untuk memisahkan keyakinan rasional dari yang tidak rasional.Ag. (c) Langkah ketiga Pada langkah ketiga ini konselor berperan mengajak klien menghilangkan cara berpikir dan gagasan yang tidakrasional. Konselor berperan untuk menyerang inti cara berpikir yang tidak rasional dari klien dan mengajarkan bagaimana caranya mengganti cara berpikir yang tidak rasional dengan rasional. (b) Langkah kedua Peranan konselor adalah menyadarkan klien bahwa pemecahan masalah yang dihadapinya merupakan tanggung jawab sendiri. klienlah yang harus memikul tanggung jawab secara keselurnhan terhadap masalahnya sendiri. S. Konselor langsung mencoba meyakinkan. (d) Teknik pemberian tugas (d) Langkah keempat Draf kuliah Teknik Konseling . bahkan sampai kepada mengendalikan klien untuk menerima gagasan yang logis dan rasional.

47 | Dalam teknik konselor menugaskan klien untuk mencoba melakukan tindakan tertentu dalam situasi nyata. S. membaca buku untuk memperbaiki kekeliruan cara berpikimya. Draf kuliah Teknik Konseling .Ag. S. Teknik ini bisa dilakukan untuk menugaskan kepada klien untuk bergaul kepada anggota masyarakat kalau mereka merasa dikucilkan dalam pergaulan.Pd..M. Miharja.

. adalah testes psikologis yang mula-mula digunakan oleh para ahli psikologi industri dalam rangka seleksi aplikan untuk bidang-bidang pekerjaan tertentu. pemahaman diri yang jelas mengenai kemampuan otak. Dengan demikian. langkah yang ketiga menerapkan kemampuan untuk berpikir rasional guna menemukan kecocokan antara ciri-ciri Draf kuliah Teknik Konseling . Corak konseling ini dikenal juga dengan nama directive counseling atau Counselor-Centered Counselling. pengetahuan tentang keseluruhan persyaratan yang harus dipenuhi supaya dapat mencapai sukses dalam berbagai bidang pekerjaan. yaitu: pertama. yang masing-masing membentuk suatu kontinum atau skala yang terentang dari sangat tinggi sampai sangat rendah. para ahli psikologi industri itu menyusun tabel-tabel prakiraan sukses atau gagalnya seorang aplikan dalam jenis pekerjaan tertentu. minat. Berdasarkan identifikasi berbagai kemampuan yang dimiliki atau tidak dimiliki seseorang setelah dites. dan berdasarkan penelitian terhadap tuntutan pekerjaan di lapangan untuk mengetahui kemampuan mana yang harus dimiliki seseorang supaya berhasil dalam suatu jenis pekerjaan tertentu. sehingga dapat cukup berhasil di bidang pekerjaan itu. Jadi. Ketiga. dengan tuntutan kualifikasi dan kesempatan yang terkandung dalam suatu pekerjaan atau jabatan. Ciri-ciri itu diandalkan dapat diketahui melalui berbagai tes psikologis. information). BAB 9 TEKNIK DALAM KONSELING TRAIT-FACTOR Pengantar TraitFactor Counseling merupakan corak konseling yang menekankan pemahaman diri melalui testing psikologis dan penerapan pemahaman itu dalam memecahkan beraneka problem yang dihadapi.Pd. Dengan demikian. berbagai kelebihan dan kelemahan. orang muda bukannya mencari pekerjaan demi asal punya pekerjaan (the hunt of a job). dengan menekankan penggunaan suatu tes psikologis sebagai alat untuk mengidentifikasi ciri-ciri kepribadian. bakat. Alat yang digunakan untuk mempelajari keadaan seseorang sehingga menghasilkan suatu analisis bagi masing-masing pribadi. dan berperilaku.misalnya. Yang dimaksudkan dengan Trait adalah suatu ciri yang khas bagi seseorang dalam berpikir. S. serta ciri-ciri yang lain. kepribadian. seperti inteligensi (berpikir). Poses lahirnya konseling berpegang pada teori Trait-Factor bermula pada akhir abad yang ke-19 dimana Frank Parson mulai mencari suatu cara untuk membantu orang-orang muda dalam memilih pekerjaan yang sesuai dengan potensi rnereka. iba hati (berperasaan). dan agresif (berperilaku).Ag. karena konselor secara sadar mengadakan strukturalisasi dalam proses konseling dan berusaha mempengaruhi arah perkembangan konseli demi kebaikan konseli sendiri. kurang iba hati. pada teori kepribadian yang dikenal dengan nama teori Trait-Factor. langkah yang kedua memanfaatkan informasi jabatan (vocational. Kedua. Ciri-ciri itu dianggap sebagai suatu dimensi kepribadian. seseorang dapat diidentifikasikan dan diketahui sebagai orang yang sangat inteligen. Frank Parsons menunjukan tiga langkah yang harus diikuti dalam rnemilih suatu pekerjaan yang sesuai. berperasaan. Cara berpikir yang demikian mulai diikuti juga oleh konselor jabatan. terutama yang menyangkut pilihan program studi dan/atau bidang pekerjaan. dan agak agresif. seseorang yang mempunyai relevansi terhadap suatu jabatan/ pekerjaan. berpikir secara rasional mengenai hubungan antarakedua kelompok fakta di atas.M. yang mempunyai relevansi terhadap kesuksesan atau kegagalan dalam suatu pekerjaan/jabatan. serta tentang balas jasa dan kesempatan untuk maju dalam semua bidang pekerjaan itu.48 | S. Dalam hal ini aliran konseling jabatan berpegang. Miharja. melainkan memilih secara sadar suatu pekerjaan yang berfungsi sebagai jabatan (the choice of a vocation). langkah yang pertama menggunakan analisis diri.

terkandung di dalamnya. dan sebagainya. aneka harapan keluarga. kewajiban moral-sosial terhadap keluarga. (a) Data tentang diri sendiri: kemampuan intelektual. di mana konseli menghadapi keharusan untuk memilih di antara beberapa alternatif. Sejauh mungkin fakta itu bersifat kenyataan yang disahkan dalam hasil penelitian. misalnya selalu ragu-ragu dalam keputusan tentang apa pun juga atau sangat dikuasai oleh alam perasaannya sendiri. namun data sosial semacam ini tidak selalu tersedia atau sudah tidak up-to-date.M. sejauh tampak dari hasil testing.Yang . keterampilanketerampilan. harapan. keadaan konkret masyarakat yang mempersempit atau mernperluas ruang gerak konseli yang menghadapi keharusan memilih.minat. konstelasi kualifikasi yang secara minimal dituntut. Sejauh mungkin data itu dicari dengan melalui alat-alat tes dan nontes. nilai-nilai kehidupan (personal values). Pendekatan ini dapat digunakan terhadap semua kasus yang mengandung unsur-unsur sebagai berikut: termasuk ragam konseling jabatan dan/atau konseling akademik (konseling karier). Miharja. data dan fakta yang dibutuhkan dapat dikumpulkan dalam urutan sebagai berikut. bakat khusus. berbagai perasaan. S. Konseling Trait-Factor berpegang pada pandangan yang sama dan menggunakan alat tes psikologis untuk menganalisis atau mendiagnosis seseorang mengenai ciri-ciri atau dimensi/aspek kepribadian tertentu. yang bersifat nonkognitif.Ciri-ciri dasar yang mereka temukan disebut factors. aliran konseling jabatan telah memperluas diri menjadi Konseling Jabatan-Akademik..49 | S. Secara praktis. konseli telah menyelesaikan minimal jenjang pendidikan SLTE dan sudah mulai tampak stabil dalam berbagai ciri kepribadian. yang merupakan ciri-ciri dasar yang dapat mendeskripsikan kepribadian seseorang secara memadai. data itu dikumpulkan berdasarkan refleksi diri (selfanalysis) dengan menyadari kelemahan yang Draf kuliah Teknik Konseling . Dia mengambil program studi itu karena ingin supaya tetap terbuka kesempatan baginya untuk kelak melanjutkan ke Fakultas Kedokteran atau Fakultas Pertanian. Namun. (b) Fakta tentang keluarga dekat. psikologis yang mengukur masing-masing dimensi kepribadian itu. Teori Trait-Factor adalah pandangan yang mengatakan bahwa kepribadian seseorang dapat dilukiskan dengan mengidentifikasikan sejumlah ciri. kalau kiranya bisa. cita-cita. Sebagai contoh diambil kasus sebagai berikut: Ada seorang siswa MA. ataukah berkaitan satu sama lain? Beberapa ahli psikologi telah mencoba untuk menemukan seperangkat ciri dasar yang terbatas jumlahnya. beberapa data paling diketahui oleh konseli sendiri.Pd. Data yang akan dikumpulkan dengan bantuan konselor meliputi: (a) Data tentang diri sendiri: kemampuan intelektual bertaraf lebih dari cukup (berdasarkan hasil testing). misalnya Catteli berpendapat telah menemukan 16 faktor. bilamana alat yang terandalkan tidak tersedia. konsel tidak menunjukkan kelemahan serius dalam beberapa segi kepribadiannya.Ag. program studi IPA. serta ciri-ciri kepribadian yang lain. seperti nilai-nilai kehidupan dan cita-cita hidup.dengan menganalisis data hasil testing psikologis melalui teknik statistik yang disebut Factor Analysis. diketahui mempunyai relevansi terhadap keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam memangku jabatan dan mengikuti suatu program studio Dalam hal ini program studi di institusi pendidikan juga dipandang sebagai jabatan sehingga akan diikuti prosedur yang sama terhadap pilihan bidang pekerjaan dan bidang studio Dengan demikian. (c) Fakta tentang lingkungan hidup: ciri/corak khas dari setiap program studi dan/atau setiap bidang pekerjaan. kemampuan ekonomi keluarga. Namun. kelas III. dewasa ini sering disebut Konseling Karier. harus selalu diperhatikan apakah pilihan yang akan dibuat bersifat intermediar atau definitif sehingga sukar diubah kelak. berbakat khusus di bidang studi matematika (berdasarkan hasil penilaian guru selama beberapa Yang dipersoalkan ialah: ciri-ciri itu berapa jumlahnya? Semua ciri itu bersifat dasar dan berdiri sendiri.

Ilmu Pasti bisa dan diinginkan. Pendidikan Matematika di dan menjadi guru di suatu sekolah serta memberikan tes privat. Ilmu Pasti pun kelihatan sesuai. sehingga selama studinya dia harus tetap tinggal di rumah orang tua nanti. meskipun keputusan tentang suatu spesialisasi dapat diambil kemudian. kemampuan ekonomi keluarga sedang saja. tidak ada PTS yang menawarkan program studi itu. apalagi kalau dia menamatkan program studi S. Daripada merasa frustasi besar. Untuk siswa ini kedua pilihan itu bercirikan definitif. dalam arti siswa itu dapat diramalkan akan berhasil baik dalam program studi Teknologi Pertanian dan Pendidikan Matematika. Kedokteran Umum menuntut beberapa kualifikasi yang kiranya dapat dipenuhi. yang mempersiapkan untuk karier tertentu yang pernah dibayangkan. Psikologi menuntut pola kualifikasi yang tidak berbeda jauh dengan data dalam butir (a). dan besar hati (berdasarkan analisis diri. asal dia dapat menekuninya.M. SI. diperkuat oleh penilaian sejumlah guru pada skala penilaian). Teknologi Pertanian memungkinkan segera bekerja dan memulai usaha sambilan untuk menambah penghasilan serta pola kualifikasinya pun tidak jauh berbeda dengan data mengenai diri sendiri. ringan tangan. meskipun sebenarnya ingin. sifat-sifat kepribadian yang mencolok adalah sabar. disertai keyakinan sendiri). Teknologi Pertanian bisa dan diinginkan. Dalam pembicaraan selanjutnya menjadi jelas. Segi yang tidak ditinjau dalam kasus ini ialah apakah suatu alternatif pilihan probable.50 | tahun). dia secara mental sudah siap untuk diterima dalam pilihannya yang kedua.Ag. yaitu "Bisakah?/Mungkinkah?" (Possible?) dan "Inginkah?" (Desirable?). setelah diterima di salah satu program studio Data Draf kuliah Teknik Konseling . Maka pilihan yang pertama menjadi Pendidikan Matematika. Ditentukan dua pilihan program studi atas dasar pertimbangan. Di kota tempat tinggalnya ada Negeri dan Swasta yang menawarkan program studi Pendidikan Matematika. tetapi program studi strata satu (S1) tidak memberikan harapan dapat segera bekerja dengan mendapat imbalan yang cukup memadai baginya. tetapi secara finansial sangat berat.analisis diri. harapannya ialah melanjutkan ke perguruan tinggi dan membuat orang tuanya merasa bangga. bahwa belum tentu dia diterima untuk pilihannya yang pertama. Namun dia harus studi di PTN di kota tempat tinggalnya. meskipun sebenarnya bisa.. Miharja. berminat terhadap matematika dan memelihara tanaman (berdasarkan . yang diperkuat dalam hasil testing). Pilihan program studi di PT tidak dikaitkan dengan program studi yang diambil di MA. keterampilan tidak ada yang mencolok. ditinjau pro dan kontranya untuk dapat menjawab dua soal. Setelah masing-masing alternatif program studi. yaitu Kedokteran Umum. Teknologi Pertanian. (c) Fakta tentang program studi. bahwa siswa ini harus memberikan tekanan pada fakta yang tercantum dalam butir (b) di atas.Pd. program studi diserahkan kepada anak. Maka tidak jadi. Maka tidak jadi. Untuk itu diperlukan data yang memberikan indikasi tentang besar-kecilnya probabilitas akan berhasil baik. sebagai persiapan untuk karier tertentu. Psikologi. akhirnya diputuskan bahwa: Kedokteran umum tidak mungkin. S. Ilmu Pasti. Psikologi tidak diinginkan. Maka ditentukan sebagai pilihan yang kedua. tetapi diakuinya sendiri tidak merasa malu bila tangannya menjadi kotor. nilai kehidupan menekankan pengabdian kepada sesama (berdasarkan analisis diri. cita-cita masa depan terpusat pada usaha pembangunan dan kepemimpinan (berdasarkan data kartu pribadi mengenai keterlibatannya dalam kegiatan ekstrakurikuler sebagai pemimpin. menurut ketentuan yang berlaku pada saat itu. tetapi jangan sampai terlalu lama karena harus ikut membiayai pendidikan adik-adik. dengan preferensi di Negeri. yang diperkuat oleh beberapa guru pada skala penilaian). (b) Fakta tentang keluarga dekat: orangtua mengharapkan dia melanjutkan studi.

mengingat data tentang diri sendiri dan fakta tentang keluarga dekat.Ag. S. kelas III.. keadaan ekomomi keluarga dan harapan orang tua inilah.Pd. selama ini tergolong baik Hasil ini memang sesuai dengan hasil tes kemampuan belajar yang ditempuh ketika Fulan mencalonkan diri sebagai siswa di MA ini. Dia diharapkan akan cepat bekerja supaya dapat membantu membiayai pendidikan. himpunan data dan fakta yang disebutkan dalam uraian di atas menghasilkan suatu pegangan dasar dalam proses pengambilan keputusan selanjutnya.. Dia yakin mampu menyelesaikan studi di fakultas teknik karena hasil belajar di MA dalam seluruh bidang studi. Miharja. Selain itu patut diperhatikan bahwa dalam contoh yang disajikan dalam uraian di atas konseli sudah mempunyai beberapa alternatif program studi untuk ditinjau. siswa ini boleh mengharapkan akan berhasil baik kalau dia tetap bermotivasi kuat. Biarpun norma atau patokan itu di sini tidak dirumuskan secara eksplisit seperti kerap terjadi dalam konseling yang tidak menyangkut suatu pilihan program studi atau bidang pekerjaan. Atas pertanyaan konselor Fulan menjelaskan bahwa keluarganya mendukungcita-cita tersebut. pada bulan April tahun berikutnya. antara lain meninjau kualifikasi yang dituntut. agar proses pengambilan keputusan selanjutnya berjalan lancar. Pada bulan November dia menghadap konselor di sekolah untuk membicarakan masalah kelanjutan studi setelah tamat sekolah. mengingat data psikologis yang tersedia. sedangkan istilah yang kedua menyangkut hasil yang boleh diharapkan bila dipilih suatu alternatif tertentu dalam lingkup permasalahan yang tidak berkaitan dengan bidang studi atau bidang pekerjaan. bukan kasus pilihan di antara beberapa alternatif di luar dua bidang itu. Adapun kesulitan Fulan adalah sebagai berikut: dia berkeinginan sekali melanjutkan ke fakultas teknik dan nanti bekerja sebagai insinyur sipil.51 | semacam itu di Indonesia dewasa ini masih jarang tersedia. khususnya teknik bangunan suatu jalan raya. kepribadiannya cocok untuk bekerja sebagai insinyur pembangunan di lokasi mana pun juga. Nah. Dengan kata lain. yang sangat berbeda. Dalam kasus yang demikian tidak perlu lagi membuat suatu inventarisasi tentang alternatif program studio Berbedalah keadaan konseli yang belum memikirkan alternatif yang dapat terbuka baginya. dipilih alternatif program studi atau bidang pekerjaan tertentu. namun tinjauan mengenai segi pro dan segi kontra pada setiap alternatif pilihan lazimnya berlandaskan pada suatu norma atau patokan yang berkaitan dengan data tentang diri sendiri dan fakta tentang keluarga dekat serta lingkungan hidup. sehingga Fulan sudah lama menghadapi masalah: bagaimana saya ini sesudah tamat? Karena masalah yang belum terpecahkan ini. yang menunjang studi di fakultas teknik. Dia Draf kuliah Teknik Konseling . Pelaksanaan Trait-Factor Counseling Kasus Fulan adalah seorang siswa MA. Namun. istilah yang pertama menyangkut hasil yang boleh diharapkan bila S. Akhirnya. Istilah "probable" dalam urain di atas dan istilah "feasible" tidak menunjukkan pada sesuatu.M. Dalam wawancara menjadi jelas bahwa Fulan merasa bingung sekali karena tidak mengetahui bagaimana caranya mengatasi kesulitanyang dihadapinya. Menurut pendapat Fulan. Yang menimbulkan kesulitan besar. harap diperhatikan bahwa pendekatan sebagaimana dijelaskan di atas menyangkut suatu kasus pilihan di antara beberapa alternatif (a choice case) mengenai program studi/bidang studi dan/atau bidang pekerjaan. program studi IPA. Perlu dicatat bahwa pengumpulan data tentang diri sendiri dan fakta tentang keluarga dekat serta lingkungan hidup sangat bermanfaat untuk dapat menentukan suatu norma atau patokan yang menjadi landasan untuk kelak dapat mengambil suatu keputusan tegas. adik-adiknya. namun tidak mampu untuk membiayai studi di fakultas teknik sampai mencapai gelar insinyur. Sejak masuk MTS Fulan senang membaca buku-buku tentang teknik yang dipinjam di perpustakaan sekolah. Fulan semakin merasa sukar untuk berkonsentrasi dalam belajar. sehingga harus diadakan inventarisasi alternatif lebih dahulu untuk melengkapi data sosial.

Pd. minder. program D2 Keterampilan Teknik sebenarnya mungkin. Draf kuliah Teknik Konseling . Dia merasa sangat bingung karena persoalan ini. 7) alternatif lain yang relevan. (c) Universitas Terbuka.karena masa studi terlalu lama dan biaya tidak tersedia. Semua alternatif itu dikumpulkan dalam rangka inventarisasi kemungkinan yang terbuka baginya. meskipun program-prograrn studi itu sebenarnya diinginkan. Nilai kehidupan (setelah ditanyakan langsung): pengabdian pada kebutuhan bangsa dan Negara. (b) Keluarga Fulan. 5) di PTN . jelaslah bahwa semua program studi S l tidak dapat dipilih (tidak mungkin dipilih. Dalam wawancara berikutnya. Fulan memutuskan untuk memilih sebagai alternatif pertama program D3 Pendidikan Teknik sebagai alternatif kedua program D3 Politeknik di Universitas.M. Masalah yang ingin dibicarakan oleh Fulan ialah: tidak mengetahui akan melanjutkan studi ke mana karena keluarganya tidak mampu membiayai studi di fakultas teknik. Jurusan Teknik Sipil. Bidang-bidang studi di PT yang sesuai dengan data tentang Fulan sendiri dan dapat dipertimbangkan sebagai alternatif-alternatif: l) di PTN Universitas. merasa minder kalau tidak dapat melanjutkan. Misalnya dipertimbangkan sebagai berikut: (a) Semua program studi Sl kelihatannya tidak mungkin (tidak bisa). 2) di PTS Universitas. Sifat kepribadian yang mencolok: mudah menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi. Akhirnya. (4) Membantu Fulan mengintegrasikan semua data di atas satu sama lain dan mempertimbangkan pro dan kontra dari masing. 3) di PTN Universitas. Langkab-langkah kerja: (1) Membangun hubungan pribadi dengan Fulan. Namun. (2) Mendengarkan dengan penuh perhatian ungkapan pikiran dan perasaan Fulan. S. Perasaan: bingung. Namun program studi manakah yang diinginkan mengingat cita-cita semula adalah menjadi insinyur sipil? Berarti harus ada perubahan dalam cita-cita Fulan. Teknik Sipil. Dengan demikian. Dia diharapkan lekas bekerja untuk membantu pendidikan adik-adiknya. alias aspirasinya harus diturunkan. Seandainya kemungkinan itu ada. Orang tua sebenarnya mendukung cita-citanya. Di antara altematif-alternatif yang ada. dapat dicari informasi apakah bagi Fulan tersedia kemungkinan mendapatkan beasiswa atau mengambil kredit mahasiswa di bank dengan syarat lunak.masing alternatif. agar menjawab dua pertanyaan: "bisakah?/mungkinkah" serta "inginkah?". S. yaitu menghimpun data yang ternyata tersedia:(a) Fulan sendiri.52 | bahkan merasa minder sebab teman/rekan sekelas semuanya berkata akan melanjutkan ke PT yang banyak terdapat di lokasi. lebih-lebih bila Fulan bersedia ditugaskan di luar Pulau Jawa. dan sebagai alternatif ketiga program D2 Keterampilan Teknik di Universitas Terbuka. tidak bisa dipilih).. S1. (3) Mengadakan analisis kasus. datam Pendidikan Teknik Bangunan. seluruh program studi itu dapat dipertimbangkan lagi (Untuk mencari informasi itu proses konseling dihentikan dulu). dalam Pendidikan Teknik Bangunan. tetapi terbentur pada persoalan biaya seandainya dia belajar di fakultas teknik. (b) Semua program studi D3 dimungkinkan karena masa studi tidak terlalu lama. Cita-cita hari depan: menjadi insinyur sipil dengan belajar di fakultas teknik suatu PT. (c) Bidang pekerjaan yang diinginkan: sebenarnya mempunyai prospek masa depan yang baik. Dia baru bersedia memilih alternatif ini kalau dia ternyata tidak diterima di program Politeknik dan Pendidikan Teknik yang tercantum pada butir b di atas. biaya tidak terlalu tinggi dan tersedia kesempatan untuk lekas bekerja. JurusanTeknik Sipil. Kemampuan belajar: cukup tinggi. Fulan ternyata paling menginginkan program D3 Pendidikan Teknik Bangunan karena sebagai guru dia dapat juga mengabdi. Bakat khusus: matematika dan menggambar mistar. S1. 6) di Universitas Terbukas Program D2 Keterampilan Teknik. Miharja. tetapi Fulan tidak begitu ingin karena dianggap di bawah kemampuan otaknya. seandainya diketahui tersedia. Program D3 Politeknik. S1. Fulan melaporkan bahwa bagi dia tidak tersedia kemungkinan itu. 4) di PTN . D3. Minat: teknik pembangunan jalan raya.Ag.

Digunakan nama jurusannya atau bidang studinya.Pd. Patut dicatat di sini bahwa dalam kasus ini konseli belum memikirkan sejumlah alternatif program studi di PT. Miharja. agar proses pengambilan keputusan selanjutnya berjalan lancar.53 | S. (5) Mengakhiri hubungan pribadi dengan Fulan. Maka pada akhir fase 3 diadakan inventarisasi alternatif lebih dahulu untuk melengkapi data sosial. S. dalam inventarisasi itu belum digunakan nama program karena nama itu masih dapat berubah.M..Ag. Draf kuliah Teknik Konseling .

Di masa yang lampau orang belajar dalam interaksi dengan lingkungannya. disingkat S) dan telah bereaksi pula dengan cara tertentu (Response.M. Oleh karena itu. di waktu kemudian dapat tidak sesuai lagi karena situasi kehidupannya telah berubah. Kalau perilaku konseli ditinjau dari sudut pandangan apakah perilaku itu tepat dan sesuai dengan situasi kehidupannya (well-adjusted) atau tidak tepat dan salah suai (maladjusted). tingkah laku tepat mauptin tingkah laku salah sama-sama merupakan hasil belajar. Miharja. S.Ag. Aliran baru ini menekankan bahwa hubungan antarpribadi itu tidak dapat diteliti secara ilmiah. disingkat R). yang selama proses konseling melalui berbagai prosedur dan aneka teknik tertentu akhirnya menghasilkan perubahan yang nyata. Cara bereaksi itu lama-kelamaan akan dapat membentuk suatu pola bertingkah laku. sedangkan perubahan nyata dalam perilaku konseli memungkinkan dilakukan penelitian ilmiah. meskipun situasi kehidupan telah berubah. metode. Dengan demikian. yang untuk pertama kali digunakan oleh John D. Konselor yang berpegang pada model A-B-C baru mengetahui apa yang terjadi sesudah A dan sebelum C. Konseling ini diharapkan menghasilkan perubahan yang nyata dalam perilaku konseli (counselee behavior). proses konseling pada dasarnya pun dipandang sebagai suatu proses belajar. Semua usaha untuk menuatangkan perubahan dalam tingkah laku (behavior change) didasarkan pada teori belajar yang dikenal dengan nama Behaviorisme dan sudah dikembangkan sebelurn lahir aliran pendekatan Behavioristik dalam konseling.54 | S. yang terpusat pada usaha membantu dan kesediaan dibantu untuk belajar perilaku baru dan dengan demikian mengatasi berbagai macam permasalahan. Misalnya. tetapi belum mengetahui apa BAB 10 TEKNIK DALAM KONSELING BEHAVIORISTIK Pengantar Konseling Behavioristik berasal dari Behavioral Counseling. karena itu. jajaran pelopor pendekatan Behavioristik pada Draf kuliah Teknik Konseling . Dengan kata lain. hal itu disebabkan karena orang itu telah belajar bertingkah laku yang salah. yang juga dapat disaksikan dengan jelas. yang sesuai dengan situasi kehidupannya pada saat tertentu. dasarnya berpegang pada keyakinan bahwa banyak perilaku manusia merupakan hasil suatu proses belajar dan. Suatu pola bertingkah laku yang dahulu mungkin sesuai. Karena tingkah laku salah merupakan hasil belajar. lebihlebih orang lain (Lingkungan sosial). seorang remaja Dawar telah mengembangkan kebiasaan untuk mengurung diri di kamar tidurnya setiap kali berbeda biasanya tidak diutarakan oleh konseli pada waktu konseli menjelaskan masalahnya. kalau seseorang mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri (adjustment). pendekatan Behavioristik dalam konseling mengenal banyak variasi dalam prosedur. tingkah laku yang salah itu juga dapat dihapus dan diganti dengan tingkah laku yang tepat melalui suatu proses belajar. Oleh karena itu.. alias orang mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri. Dia telah berhadapan dengan sejumlah rangsangan (Stimulus. akan ada kesulitan. Teori belajar Behaviorisme mengandung banyak variasi dalam sudut pandangan. Perubahan dalam perilaku itu harus diusahakan melalui suatu proses belajar (learning) atau belajar kembali (relearning). Meskipun demikian. bagi seorang konselor behavioristik perilaku konseli merupakan hasil dari keseluruhan pengalaman hidupnya dalam berinteraksi dengan lingkungan.Pd. Kalau pola berperilaku yang dipelajari dahulu tetap dipertahankan. Krumboltz (1964). proses konseling dipandang sebagai suatu proses pendidikan (an educational process). harus dikatakan bahwa baik. Sejalan dengan keyakinan mendasar itu. yang berlangsung selama proses konseling. Perhatian difokuskan pada perilaku-perilaku tertentu yang dapat diamati (observable). dan teknik yang diterapkan. dapat diuoah dengan belajar baru.

C yang terdapat di masa sekarang ini.. Dalam prosedur-prosedur itu diusahakan suatu perubahan dalam Antecedent dan/atau Consequence. gelisah. yang dihadapi dengan pola berperilaku tertentu dengan memperoleh efek yang sama.bahwa suatu seri kejadian atau pengalaman telah menjadi situasi psikologis tertentu. konsepsi Skinner atau menurut konsepsi Bandura. bahkan terhadap anak-anak normal di taman kanak-kanak dan sekolah dasar. dia selalu cenderung pergi secepat mungkin dan menyibukkan diri dengan aktivitas lain. seorang anak yang takut terhadap kelinci dan menjerit-jerit bila kelinci itu ditaruh di tempat yang dekat padanya secara berangsur-angsur dibuat tidak menjerit lagi. sehingga dia akan mengalami kesukaran serius dalam pergaulan dengan kaum pria. Miharja. yaitu: Mengubah respons/reaksi terbuka (R) atau perilaku (B) seeara langsung. Seandainya diakui peranan dari suatu reaksi internal yang berupa perasaan dan/atau pikiran (r). Dapat menjadi tampak. Oleh karena itu.Ag. yang diterapkan terhadap orang yang mengidap penyakit jiwa atau mengalami gangguan neurotik (psikoterapi) diterapkan pula terhadap anak-anak yang sukar dididik. Setelah diadakan analisis kasus. tetapi juga menggali rangkaian A-B-C yang terjadi dimasa yang lampau. Misalnya. Draf kuliah Teknik Konseling . seorang mahasiswi telah berkali-kali mengalami perlakuan kasar dari sejumlah mahasiswa bila berkumpul. atas dasar pertirnbangan bahwa perubahan dalam respons/reaksi tertutup akan mengikuti perubahan dalam respons/reaksi terbuka. Lama-kelamaan setiap pertemuan antar mahasiswa baginya menjadi situasi yang mengancam dan menegangkan. tanpa mengusahakan perubahan dalam respons/reaksi tertutup (r) atau cara berpikir lebih dahulu.. sehingga Behavior yang terdapat di antara kedua hal itu akan berubah pula. dan reinforcement program. Prosedur yang digunakan ialah menaruh kelinci itu di tempat yang agak jauh pada waktu anak sedang asyik menikmati sepotong cokelat manis.bahwa keuntungan/efek positif yang didapat di masa yang lampau sama dengan keuntungannya di masa sekarang. Dalam hal ini diterapkan pola/cara belajar menurut konsepsi Pavlov.Pd. seperti yang sudah-sudah. konselor akan mengajak konseli untuk mengidentifikasikan A dan C.55 | bentuk konkret dari A dan apa bentuk konkret dari c. Dalam hal ini dapat ditempuh dua jalan atau diterapkan dua siasat. kemudian akan menyusul perubahan dalam r dengan sendirinya. Keuntungan yang diperoleh ialah rasa lega karena lolos dari ancaman. dengan mengembangkan suatu cara bertingkah laku yang lebih S. ternyata pula. Akhirnya dia menjatuhkan dirinya sendiri dalam suatu lingkaran setan.M. Namun. dapat pula tidak. bahkan bersedia mengelus-elus kelinci itu. Ternyata seringkali perilaku yang sekarang ini juga terdapat di tahun-tahun yang lampau. bagaimana proses lahirnya permasalahan yang dihadapi pada masa sekarang. Berbagai variasi dalam prosedur mengusahakan mengubah perilaku secara langsung. S. counterconditioning. Berkali-kali pula dia bereaksi dengan mengundurkan diri dari pergaulan sama para mahasiswa itu. Akibatnya. khawatir. sebagai reaksi terhadap rentetan peristiwa atau rangkaian pengalaman yang sama atau mirip dengan peristiwa di masa sekarang. rangsangan atau kombinasirangsangankonkret apa yangtelah berlangsung (A) dankeuntungan/efek positif apayangdiperoleh (C). yang mungkin dikombinasikan satu sama lain untuk mencari cara yang paling efektif bagi konseli tertentu dengan kasus tertentu. peranan itu tidak ditanggulanginya secara khusus. sebagai wanita muda dia juga berkeinginan untuk berjumpa dengan lawan jenisnya. dan takut-takut dapat ikut dipertimbangkan dalam prosedur penyembuhan. sesuai. Dengan demikian menjadi jelas. konselor akan membantu konseli untuk mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi sekarang. Analisis ini sering tidak terbatas pada rangkaian A.B. social modeling. Berbagai prosedur itu umumnya dikenal dengan nama modifikasi tingkah laku (Behavior Modification). seperti yang dikenal dengan nama desensitization. lni diulang-ulang. Rasa lega itulah yang dicarinya sampai sekarang. Jadi mengubah R dahulu.Misalnya. Adanya rasa cemas.

Perasaan itu menyangkut orang lain. main.Ag. Attribution Psychology. sebagai komponen yang sangat menentukan dalam rangkaian S r R. Misalnya. misalnya bersalaman dengan orang yang tidak dikenal.Pd. yang semuanya bersifat kognitif. Sesuai dengan yang diterangkan diatas tentang peranan tanggapan pikiran (mediating response). bersalah. Miharja. sampai akhirnya dapat dipangku tanpa menjerit-jerit (counterconditioning). Cautela dan Baron (1977).M. namun tidak secara langsung seperti dalam butir (a) di atas. baik yang mengandung. tidak akan dibahas lebih lanjut di sini. dan keyakinan. Di sini pun dicari prosedur yang paling S. Self Management (dikombinasikan dengan pendekatan secara langsung. telah dikembangkan suatu pendekatan Behavioristik yang dikenal dengan nama Pendekatan Kognitif-Behavioristik (CognitiveBehavioral Approach). Corak pendekatan ini mengenal beberapa variasi dalam prosedur yang diikuti. sekolah dalam kasus-kasus tertentu. pikiran. dan benci. kombinasi antara pendekatan tidak langsung dan langsung). lebih-Iebih tanggapan pikiran dalam batin seseorang. dan tidak tenang. dan Ellis (1977) menekankan peranan dari persepsi. dengan memberikan suatu peneguhan (reinforcement) kepada dirinya sendiri setiap kali setia pada pelaksanaan program kerja itu. Mengubah respons/reaksi tertutup (r) lebih dahulu. Tokoh/pakar seperti Bandura (1977). mempertimbangkan semua alas an positif yang mendorong untuk menghadap. dan memikirkan pula cara berbicara yang tidak akan menimbulkan ketegangan dan konflik. muak. Banyak kasus berkisar pada rasa khawatir. seseorang yang berbadan terlalu gemuk karena salah makan. Semua prosedur itu telah diterapkan oleh yang ahli dalam pendekatan Behavioristik ini terhadap banyak orang dalam berbagai macam permasalahan. dapat pula timbul masalah Draf kuliah Teknik Konseling . ini tidak berarti bahwa corak pendekatan konseling Behavioristik ini tidak dapat digunakan oleh konselor sekolah terhadap kaum remaja dan mahasiswa. unsur kegelisahan dan kecemasan maupun yang tidak. Prosedur yang teruji ini dapat diterapkan dalam konseling di jenjang pendidikan menengah dan perguruan tinggi. pengubahan tingkah laku secara langsung menurut prosedur yang diutarakan di atas. dengan taraf keberhasilan yang berbeda-beda. Tentang pendekatan ini diuraikan lebih lanjut di bawah ini.56 | tetapi setiap kali kelinci itu ditaruh makin dekat padanya. dan kejadiankejadian tertentu. Thought Stopping. S. yang semuanya disertai perasaan gelisah. Aneka rasa tersebut timbul karena konseli tidak pernah mendapat kesempatan untuk belajar hal-hal tertentu. sebagai akibat respon/reaksi terbuka (R) akan berubah pula. seperti Assertive Training. Seorang anak dapat belajar bertingkah laku tepat dengan meniru suatu model yang memperlihatkan tingkah laku yang tepat. cemas. efektif bagi konseli tertentu dalam permasalahan tertentu. dapat dibantu dengan meninjau apa sebab-sebabnya dia merasa takut. tetapi kebanyakan konselor di indonesia tidak dipersiapkan khusus untuk merancang suatu prosedur modifikasi tingkah laku yang sesuai untuk setiap kasus yang ditangani.. Manusia dapat mengatur baik perilakunya sendiri dengan mengubah tanggapan kognitifnya terhadap Antecedent dan mengatur sendiri Reinforcement yang diberikan kepada dirinya sendiri. disertai latihan menghadap seorang atasan yang dimainkan oleh konselor (assertive training. Misalnya pula. Kamfer dan Philips (1970). Cognitive Restructuring dan Rational-Emotive Therapy. takut. dapat dibantu dengan mengembangkan suatu program mengatur waktu makan dan kuantitas bahan makanan. Oleh karena itu. namun diragukan apakah jajaran konselor sekolah di Indonesia dewasa ini sudah cukup terlatih dalam mengaplikasikannya terhadap kliennya secara jeli. seperti dalam butir (a). seperti kelincahan dalam bergaul dengan orang lain (social skills) dan cara membawakan diri di hadapan umum. Berbagai prosedur itu dapat saja diterapkan dalam konseling di. Namun. benda-benda. seperti nonton acara TV yang sangat-digemari atau memberikan pujian kepada diri sendiri (selfmanagement). seorang karyawan yang selalu takut menghadapi pimpinannya untuk membicarakan suatu kepentingan.

Konseli kemudian dibantu untuk mengakui rasa takut dan perasaan cemas dalam batinnya sendiri (r afektif). Saya harus membedakan antara mahasiswa yang genah (benar) dan tidak genah (tidak benar).. Pada suatu hari wali kelas itu menghubungi konselor sekolah untuk minta tolong dalam menghadapi kasus Zaedun.perkembangan siswa di kelasnya. Miharja. orangnya dapat diajak untuk menanggapinya dengan cara lain. dapat diajak untuk memikirkan suatu tanggapan kognitif yang lebih baik. menaruh perhatian besar terhadap . pendekatan Behavioristik menurut siasat yang diutarakan dalam butir (b) tadi dapat diterapkan terhadap kasus orang takut pada sesuatu. seperti memberikan kehidupan (transfusi darah) (menurut konsepsi Pavlov). Wali kelas menjelaskan: dia sudah lama memperoleh kesan bahwa Zaedun menghadapi kesulitan yang Draf kuliah Teknik Konseling . Selain itu. karena tujuan konseling (perubahandalam tingkah laku) dan prosedur yang diikuti untuk sampai pada tujuan itu disesuaikan dengan kebutuhan nyata pada konseIi dalam setiap kasus. dia akan mendapat peneguhan yang diberikan kepada diri sendiri (menurut konsepsi Skinner). seperti: "Saya tidak perlu menjatuhkan vonis atas semua pemuda. (bendera nasional) dan keindahan (bunga mawar). Akhirnya program kerja itu mulai diterapkan di luar ruang konseling: kalau program kerja itu berhasil. seorang ibu. Saya dapat menghindari pembicaraan dengan pemuda yang tidak genah dan hanya bergaul dengan pemuda yang tahu cara membawa diri dan sebagainya. Namun. dapat diajak untuk melihat arti-arti lain yang melekat pada warna merah. S. kritik negatif yang dahulu kerap dilontarkan terhadap pendekatan. asalkan konseli ini mampu berefleksi atas tingkah lakunya sendiri. Tanggapan-tanggapan kognitif yang lebih tepat tergantung sekali dari kasus konkret. kelas II. catur wulan IV Dia berumur 16 tahun. Dengan demikian. Pendekatan Konseling Behavioristik masih dalam taraf penelitian untuk menentukan efektivitas dari berbagai prosedur spesifik seperti yang diutarakan di atas. Perbedaan itu akan tampak dalam analisis kasus.Ag. dewasa ini semakin ditekankan bahwa pendekatan Behavioristik dapat menunjukkan fleksibilitas yang besar. gara-gara pengaruh negatif dari beraneka perasaan itu. Misalnya pula. dan dari bentuk peneguhan yang efektif (C). Sebagai contoh: mahasiswi yang akhirnya sangat takut untuk bergaul dengan teman-teman mahasiswa. dari rangsangan S. sebelumnya (A). Lalu dirundingkan tatacara bergaul yang baik dan tepat tanpa disertai perasaan was-was akan dirugikan. Behavioristik sebagai manipulasi manusia yang tidak manusiawi agak kehilangan sengatnya.-C di masa sekarang dan di masa yang lampau. Wali kelas II.M. seorang yang takut pada darah dan akhirnya takut pada warna merah. Saya dapat menyatakan keberatan saya terhadap perlakuan tertentu. semakin bergeser dari usaha membantu orang yang mempunyai masalah ke arah membekali orang dengan aneka siasat untuk mencegah timbulnya persoalan kejiwaan yang serius. seperti terjadi dalam kasus mahasiswi yang diutarakan di atas.Pd. Dengan demikian. seperti kepahlawanan. seorang konselor Behavioristik dewasa ini mengakui sepenuhnya bahwa suasana kepercayaan dan hubungan antarpribadi yang menyenangkan (working relationship) juga sangat penting. Prosedur Konseling Behavioristik Kasus Zaedun adalah siswi di MA.57 | karena kesempatan penyesuaian yang ada tidak dipergunakan semestinya. dan meninjau masalahnya dari sudut lain serta memikirkan suatu cara bereaksi yang lain (r kognitif) sebagai langkah intermediar untuk berperilaku yang lebih tepat. Seandainya darah sampai sekarang dipersepsikan sebagai lambang kematian dan kehilangan hidup. Diprakirakan bahwa pendekatan Behavioristik akan. dari wujud tingkah laku yang harus berubah (B). putri kedua dari lima bersaudara. Orang tua berpendidikan SLTA dan berhasil menciptakan suasana kehidupan keluarga yang akrab. ketika konselor menggali rangkaian A-B. Saya dapat menolak ajakan yang tidak sopan.

yaitu menghindar (R) dan merasa takut serta jijik (r). dari pernah menyaksikan film horor di mana wanita disakiti oleh laki-Iaki (A). Miharja. Dia mengakui merasa benci dan sekaligus takut terhadap semua anak Dawar.Ag. tetapi kemudian membuka diri. yang diatasi dengan cara melarikan diri Draf kuliah Teknik Konseling . Dia mengatakan juga bahwa dia merasa lebih tenang dalam bergaul dengan kelompok teman/kawan putri saja. Behavior. yaitu mencari gambaran yang lengkap mengenai kaitan antara A-B dan C (Antecedents. setiap kali diajak bicara oleh seorang anak Dawar.M. Di sini pun konselor menjelaskan alasan Zaedun dipanggil dan bertanya apakah Zaedun memang mengalami suatu kesulitan. dia. Akibatnya dari penghindaran dan penolakan . apakah pernah terjadi hal-hal yang tidak mengenakkan dalam bergaul dengan teman/kawan Dawar. Ini sekaligus berfungsi sebagai penguat (reinforcement). Setelah dia menghindar dan menyembunyikan diri dalam kelompok teman/kawan putri. Langkah-langkah kerja: (1) Membangun hubungan pribadi dengan Zaedun. Consequences)." Konselor menduga bahwa Zaedun telah mengalami hal-hal tertentu dan akhirnya menjadi merasa benci pada semua siswa Dawar. (3) Mengadakan analisis kasus.. Dia mempunyai pikiran untuk tidak pemah menikah dari pada dihadapkan pada ulah laki-Iaki. menghindar dan menolak berbicara. baru-baru ini Zaedun menolak tawaran dari wali kelasnya untuk ikut dalam mementaskan drama. dia merasa sayang. hal-hal ini diakui oleh Zaedun ketika konselor memancing bagaimana perasaannya setelah menghindarkan diri. pada waktu pergi ke Sekaten menyaksikan banyak pemuda mengganggu gadis-gadis dengan cara yang kasar. Reaksinya adalah selalu sama. (2) Mendengarkan dengan penuh perhatian ungkapan pikiran dan perasaan Zaedun. maka konselor ingin membantu Zaedun bersikap lain dan bertindak lain. S.58 | menyangkut pergaulan dengan siswa lain jenis di sekolah.merasa aman dan lega (C). yang masih di SD. Konselor mulai mengerti bahwa dalam sejarah hidup Zaedun telah terjadi generalisasi: tindakan ancaman dari kaum Dawar diartikan sebagai situasi yang menegangkan. Ketika konselor memanggil Zaedun. Dia merasa takut dan benci pada teman/kawan Dawar dan menyalahkan mereka menindas cewek saja. S. "Mereka semua jahat dan maunya hanya menindas cewek.adalah rasa tenang dan perasaan lepas dari suatu bahaya yang mengancam (C). Wali kelas mengusulkan kepada konselor untuk mengajak Zaedun bicara dan konselor menyatakan dirinya sanggup. Zaedun mengakui ada kesulitan dalam bergaul dengan anak Dawar dan bersedia membicarakan hal ini dengan konselor. Bahkan. Zaedun mengutarakan bahwa dia tidak suka ikut dalam pementasan drama kalau ada pemain Dawar. Dia mengatakan juga. Hanya kepada kedua adiknya yang laki-laki. yaitu pada waktu belajar di MTS rambutnya sering ditarik-tarik oleh beberapa siswa Dawar. Anteseden adalah sapaan oleh teman Dawar dan tawaran ikut main pentas bersama dengan beberapa anak Dawar (A). Ternyata ada. di kampungnya sering diejek oleh pemuda brandal karena wajahnya penuh jerawat. "Lebih baik tidak menikah daripada jatuh dalam lembah kenistaan. (a) Pada saat sekarang perilakunya yang nyata ialah menghindari pembicaraan dengan teman/kawan Dawar dan menolak tawaran untuk berpartisipasi dalam pementasan drama (B). dengan alasan tidak suka tampil di panggung bersama dengan pemain-pemain Dawar." katanya. mula-mula siswi itu agak segan berbicara. Wali kelas sudah kerap menyaksikan bahwa Zaedun. seolah-olah mencari perlindungan dari mereka. (b) Konselor bertanya-tanya mengenai pengalaman-pengalaman Zaedun di masa yang lampau. Konselor akan menaruh perhatian khusus pada semua reaksi internal (r) karena dia akan mengusahakan supaya Zaedun mengubah dahulu reaksi pikiran dan perasaan sebagai jalan intermediar untuk mengubah perilakunya (R). Dia segera lari ke kelompok teman/kawan putri.Pd.

59 | sebagai reaksi biasa. (4) Membantu Zaedun untuk menentukan penyelesaian yang memuaskan. bagaimana akibatnya nanti bila timbul keinginan untuk mendapatkan seorang pacar seperti pemudi sebaya yang lain? Pokoknya. Draf kuliah Teknik Konseling . Kemudian. apakah dia juga mempunyai pengalaman berisikan lain dalam pergaulan dengan seorang pemuda. Ternyata memang ada. Pokoknya. Ini semua dikemukakan dengan tujuan supaya Zaedun membuka cakrawalanya. sampai akhirnya Zaedun tidak mengenal pola reaksi yang lain terhadap situasi yang khusus itu. (5) Mengakhiri hubungan pribadi dengan Zaedun. pemuda remaja yang sedikit nakal. Dengan demikian menjadi jelas bagaimana telah berlangsung suatu proses belajar pada Zaedun dan telah terbentuk suatu pola reaksi terhadap suatu situasi khusus. tetapi memberi kemungkinan untuk menghilangkan rasa takut dan benci itu walau memakan waktu yang lama.M. Kemudian. Miharja. S. Perilaku nyata (R) ini akan membantu Zaedun mengusahakan sesuatu yang konkret. Zaedun menyatakan kerelaannya untuk terjun dan mencari pengalaman baru dalam bergaul dertgan teman Dawar di sekolahnya. Kalau terus-menerus merasa takut pada pemuda. bahkan dengan pria pada umumnya. Dengan jalan yang demikian Zaedun mulai memikirkan tatacara lain dalam berhadapan dengan seorang pemuda. jiwanya. Kemudian. Pemikiran/tanggapan kognitif yang baru ini tidak serta merta menghilangkan rasa takut dan benci. Konselor dapat bertanya. Hanyalah mereka yang sungguh-sungguh tidak genah patut dihindari. digali pengalaman mengesankan yang positif untuk mengimbangi pengalaman mengesankan yang negative. yang tidak hanya tinggal gagasan saja. Reaksi melarikan diri hanyalah tepat bila keselamatannya sungguh-sungguh terancam. yang betulbetul genah boleh bergaul dengan dia tanpa dia menentukan macammacam syarat. misalnya beberapa kali ditolong oleh seorang pemuda kenalan baik mendapat perlakuan baik dari guru-guru pria yang masih bujang selama duduk di MTS dan ayahnya sendiri selalu menunjukkan kasih sayang kepadanya. konselor mengajak Zaedun untuk memikirkan tanggapan kognitif yang lain terhadap peristiwa/kejadian negatif yang dialami. supaya tabu bagaimana kaum pria itu. Dengan demikian Zaedun menggali lubang untuk diri sendiri kafena dia semakin cenderung untuk: melarikan diri dan dengan demikian mendapatkan ketenangan. konselor mengusulkan kepada Zaedun untuk berani terjun. yang mula-mula menyangkut pemuda nakal dan kemudian meluas menjadi bergaul dengan sembarang pemuda. yang sedikit nakal dikoreksi saja. konselor membantu Zaedun untuk mengakui reaksi perasaannya sebagai suatu kenyataan yang harus dihadapi tetapi sekaligus dapat diatasi kalau dia berani mengubah pandangannya terhadap beraneka peristiwa yang telah dialaminya. Akhirnya. Selain itu. Dia dapat menegur pemuda seperti itu dengan kata-kata yang tegas: dia dapat mengacuhkan perlakuan itu dan seolah-olah tidak melihat atau mendengar apa-apa. dengan menerima tawaran ikut serta dalam pementasan drama dan berpartisipasi dalam kelompok belajar Dawar-putri di sekolahnya. namun sekaligus dia membuat keadaan dirinya sendiri semakin sulit untuk diatasi (unsur peneguhan atau reinforcement).. konselor menunjukkan pada kata-kata Zaedun sendiri bahwa diasayang pada kedua adiknya yang laki-laki. Konselor dapat menjelaskan kepada Zaedun bahwa kecenderungannya untuk melarikan diri dan rasa takut serta jijik merupakan hasil dari suatu proses belajar.Ag. dan pemuda yang betul-betul genah. Zaedun harus dibantu untuk membedakan antara pemuda yang sungguh-sungguh tidak genah.Pd. misalnya perlakuan kasar dari beberapa pemuda tidak harus dipandang sebagai bahaya yang mengancam S.

konselor memberikan layanan kepada klien secara profesional (baik berupa kesempatan maupun keahlian). Pengembangan ini pada hakikatnya adalah menetapkan pikiran dan penalaran individu. (c) Kontrak memiliki pengertian sebagai suatu bentuk kompetensi antara dua pihak. di antaranya: (a) Dalam kontrak. telah diuraikan secara luas pada struktur kepribadian di muka.. dan menandatangani serta melaksanakan isi kontrak sesuai dengan waktu atau jadwal yang telah ditetapkan. yaitu pihak pertama adalah konselor yang harus memiliki kecakapan atau kemampuan untuk membantu klien dalam mengatasi masalah-masalahnya.M.Ag. Miharja. konselor. Tahap itu di antaranya: (a) Struktural. Ada empat tujuan yang ingin dicapai dalam konseling analisis transaksional.  Konselor berusaha membantu klien di dalam mengembangkan seluruh status ego dewasanya. (c) Analisis naskah (script analysis). kemudian dibuatlah suatu kontrak. (b) Kontrak harus mempertimbangkan beberapa hal. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam kontrak. Teknik yang dipergunakan terdiri dari empat tahap. Untuk itu dibutuhkan suatu kemampuan serta kapasitas yang optimal dalam mengatur hidupnya sendiri. (a) Analisis struktur (structural analysis) Analisis struktur sebagai langkah pertama dari proses hubungan konseling analisis transaksional. Dalam konseling yang menggunakan pendekatan analisis transaksional digunakan teknik tertentu.60 | S. dan orang tua) maka akan membentuk struktur kepribadian. BAB 11 TEKNIK DALAM KONSELING ANALISIS TRANSAKSIONAL Tokoh konseling ini adalah Eric Berne. Dan bila kemudian dicoba pula untuk menegakkan diagnosis dari status ego ini. Proses dan Teknik Konseling Analisis Transaksional Berdasarkan keempat tujuan konseling di atas. di antaranya pertimbangan pertama.  Konselor berusaha membantu mengembangkan kapasitas diri klien dalam menggunakan semua status egonya yang cocok. sedangkan pertimbangan kedua. konselor membantu klien yang mengalami kontaminasi (pencemaran) status ego yang berlebihan. Ini menyangkut pula dalam memperoleh kebebasan dan kernampuan yang dapat ditembus di antara status egonya. sedangkan di pihak kedua ialah klien. S. Kontrak di antara konselor dan klien ini merupakan suatu ciri khas dalam usaha klien untuk mengadakan hubungan proses konseling analisis transaksional. maka konselor telah mulai mehmgkah ke arah analisis Draf kuliah Teknik Konseling . (b) Analisis transaksional.  Tujuan terakhir dari konseling adalah membantu klien dalam membebaskan dirinya dari posisi hidup yang kurang cocok serta menggantinya dengan rencana hidup yang baru atau naskah hidup (life script) yang lebih produktif.Pd. harus cukup umur dan matang untuk memasuki suatu kontrak. dan klien harus melalui transaksi dewasa-dewasa. Apabila ditelaah secara lebih mendalam tentang status ego itu (status ego anak. di antaranya:  Tujuan yang pertama. dan (d) Analisis main an (game analysis). (d) Akhirnya tujuan dari kontrak haruslah sesuai dengan kode etik konseling. serta ada kesepakatan dalam menentukan tujuantujuan yang ingin dicapai. dewasa. klien memberikan imbalan jasa kepada konselor.

sedangkan status ego orang tua bermanfaat dalam berperan sebagai tokoh dalam mendidik anak-anak. Dengan menggunakan apa yang diungkapkan oleh klien baik verbal maupun nonverbal dalam saat terjadinya transaksi sudah cukup . Setiap status ego memiliki kelebihan-kelebihan disamping kekurangkekurangannya. Telah diketahui bahwa setiap orang memiliki status ego anak. kemudian mengatahkan mereka untuk dapat berpikir dan bertindak yang lebih efektif. dan tingkah laku. Draf kuliah Teknik Konseling . Dalam menganalisis status ego anak (A) bukan saja harus mendengarkan transaksi dengan melalui ucapan dan kata-kata. Terjadinya suatu transaksi disebabkan oleh adanya stimulus atau rangsangan. tetapi juga melalui sikap. status ego yang manakah yang menerima stimulus serta memberikan respons. yaitu analisis transaksional yang terjadi pada suatu proses konseling dengan klien. yang datang dari seseorang pembicara yang.Ag. Sedangkan respons atau tanggapan dari orang yang diajak bicara (mendengarkan) mungkin saja menyebabkan terjadinya suatu rangkaian stimulus respons . dewasa... S. maka dapatlah dianalisis sejumlah status ego. S. perlulah kiranya dianalisis dan diadakan penataan kembali. Jadi.M. Di sinilah letanya ciri khas dari analisis transaksional (TA) yang tidak terpaku dengan masalah teoretis. orang tua. Bagaimana peranan data-data dan informasi yang dimiliki dalam konseling analisis transaksional? Jawabnya. nada suara. memberikan petunjuk-petunjuk yang secara otomatis mempengaruhi sifat. Semua status ego ini adalah kondisi psikis yang normal. tidaklah tukup hanya bersandar kepada apa yang diungkapkan oleh kliensecara verbal. Pada status ego anak terdapat intuisi.memadai untuk digunakan sebagai sumber informasi dalam menganalisis klien. Bila pemahaman mengenai bentuk-bentuk transaksi antara masing-masing status ego telah mendalam dan telah dikuasai oleh konselor. tahap pertama tersebut di atas dari proses pendekatan konseling analisis transaksional ditekankan kepada pengembangan pemahaman klien untuk mengikat transakasi yang normal. dalam rangka melangkah ke tahap selanjutnya. Jadi. tindak tanduknya dalam transaksi. tetapi berorientasi pada perbendaharaan bahasa sehari-hari yang dipergunakan dalam pergaulan. ego yang ada. pada status ego dewasa diperlukan demi kelangsungan hidup. tidaklah mutlak diperlukan. Hidup tanpa kelengkapan status ego akan membosankan. dan kegembiraan. dewasa. Satu saja dari ketiga status ego itu mengganggu keseimbangan hidup yang sehat. dan seterusnya. Di sini yang terpenting bagaimana seorang konselor mampu untuk menganalisis status. dengan demikian setiap kali konselor mengadakan pertemuan konseling dengan seorang klien.Pd. orang tua) merupakan bahan berharga bagi konselor. menjemukan serta tidak menggairahkan.61 | struktur kepribadian. kreativitas. didengarkannya. maka konselor akan lebih mudah untuk mengadakan analisis transaksional yang terjadi pada saat proses pendekatan konseling. tetapi juga harus mengimalisis sikap dan sifat dari klien yang nonverbal misalnya: sikap tubuh. Miharja. bahwa dalam konseling analisis transaksional penggunaan data-data dan informasi yang dimiliki oleh klien pada masa lalu. status ego itu mempunyai nilai yang penting dalam kehidupan seseorang. sikap.. sifat atau tingkah laku nonverbal dengan isyarat- (b) Analisis transaksional Penghayatan tentang ketiga status ego di atas (anak. air muka. Untuk menganalis status ego. stimulus maupun responsnya.

misalnya: sikap merangkul. Karakteristik dari Pendekatan Konseling Analisis Transaksional Konselor analisis transaksional adalah individu yang lebih banyak berperan sebagai fasilitator dalam proses kelompok. membelai. (2) Dalam transaksi tampak adanya suatu maksud yang terselubung (maksud yang tersirat di balik ucapan). Secara verbal status ego orang tua dapat dikenali melalui ungkapan dan kata-katanya. menepuk bahu orang lain. Who. misalnya: "Ingat.. dan lain-lain. kening berkerut. misalnya: "Saya pikir . konselor akan dapat untuk menentukan produktivitas komunikasi dengan klien. dan juga sebagai pemimpin yang memiliki keahlian dalam menganalisis status ego. dan naskah hidup (life script). Miharja. ialah naskah itu bisa diubah. badan sedikit condong ke depan atau ke belakang." "Lebih baik kau …" "Pokoknya kau harus . S. karena naskah itu terjadi dengan adanya proses learned atau sesuatu yang dibiasakan dan tidak karena faktor pembawaan. mata diarahkan ke bawah. S.. Analisis naskah terjadi sejak masa si bayi masih dalam asuhan orang tuanya (bapak atau ibu) di mana pada masa itu terjadi bentuk transaksi antara orang tua dengan anak-anaknya.M. Sedangkan petunjuk verbal status ego anak menampakkan diri yaitu melalui ungkapan dan kata-kata. Semua data yang masuk menunjukkan adanya tanda processing data dari dewasa. What.. Lambat laun dengan terjadinya transaksi antara anak dan orang tua terciptalah suatu tujuan hidup atau rencana hidup (life plant) yang dalam istilah analisis transaksional disebut script atau bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia disebut naskah.. memukul paha. Ketiga unsur ini selalu ada dalam segala bentuk analisis transaksional dengan menggunakan game. (b) Analisis mainan (game analysis) Suatu game memiliki tiga unsur penting di antaranya: (l) Transaksi yang tamp aknya berjalan seperti biasa dapat berkulit seakan-akan transaksi berlangsung secara wajar. mata melotot. ?" Ungkapan khas dari status ego dewasa kita dikenali dari ungkapan Why. berpangku tangan..62 | isyarat dan gerakan-gerakan yang ditampilkan oleh klien dalam komunikasi dengan konselor. transaksi. dewasa.... mengangkat bahu.. Segi positif dari naskah (script). maupun kebiasaan yang dirasakan perlu untuk diperbaiki dan memerlukan bantuan dari konselor. sifat. When. Dengan demikian.. Di samping itu.. " "Menurut hemat saya "Berdasarkan informasi …” "Bagaimana . bibir yang gemtar karena marah atau sedih. ?" "Siapa ." Dengan mengenali ketiga status ego (anak. Peranan konselor dalam analisis mainan apabila klien benar-benar bermotivasi untuk memperbaiki sikap.. baik secara verbal maupun nonverbal konselor akan dapat mengenali status ego yang dimiliki oleh klien atau status ego yang tampak pada diri klien. Dengan mengetahui berbagai status ego seseorang (klien). Petunjuk nonverbal bahwa status ego anak menampakkan diri.Pd. dan How. konselor juga harus memiliki kapasitas diri sendiri untuk Draf kuliah Teknik Konseling . konselor akan dengan mudah untuk memberikan suatu analisis terhadap klien. Where. dan orang tua) yang dinyatakan oleh klien baik secara langsung maupun tidak langsung. dan lain-lain.. misalnya: tertawa terbahak-bahak. air mata..Ag.. (3) Adanya imbalan (pay off).. (c) Analisis naskah (script analysis) Analisis naskah (script analysis) adalah merupakan langkah terakhir dari suatu tata laksana pendekatan konseling dengan berorientasi kepada analisis transaksional. permainan. kau harus . Menganalisis status ego orang tua dapat dikenali dengan petunjuk nonverbal.

Jadi dengan demikian. dan murni. S. Miharja.63 | mengadakan interaksi.. atau transaksi dengan klien secara terbuka. komunikasi.Ag. Eric Berne menyatakan dua kebutuhan tambahan yang harus dimiliki oleh seorang konselor analisis transaksional. Dan juga sebagai s.eorang konselor harus memiliki kemampuan untuk membaca dan mengamati tingkah laku klien baik secara langsung maupun tidak langsung. S. cakap untuk memberikan tanggapan walaupun sekecil-kecilnya untuk mencapai tujuan dari konseling yang telah ditetapkan. (2) Konselor harus dapat memperlihatkan kemurnian dari komitmen pada klien. empati. menunjukkan kepercayaan atas kemampuan dirinya dalam membahtu mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh klien. Draf kuliah Teknik Konseling .Pd. baik verbal maupun nonverbal. penuh kehangatan.M. seorang konselor dengan memakai pendekatan AT harus memiliki pandangan yang penuh kehangatan. yaitu: (1) Konselor harus memiliki kemampuan untuk mengenal dari mana memulai untuk mengungkapkan ketiga status ego dari klien.

Pd. Permen karet inilah yang dijadikan reinforcement bagi anak itu. Desensitization dengan tujuan mengganti respon cemas terhadap stimulus tertentu dengan respon santai. Operant conditioning menggunakan reinforcement. persetujuan. pola tingkahlaku salah suai dan adaptif tidaklah secara tajam terpisah menjadi dua kelompok yang berbeda. c. Setiap orang sewaktu-waktu akan memperlihatkan gejala salah suai. yaitu bahwa individu yang terletak di luar batas garis normal pada kurva normal. alcoholism ataupun mental deficfency. atau norma subyektif. Tegasnya. individual. antara lain dengan menjatuhkan permen karet itu ke lantai hingga terlihat oleh anak agar terjadi komunikasi. Kegiatan ini berulangkali dilakukan hingga kecemasan itu sendiri berangsur berkurang. a.M. yaitu. seperti ngompol. S. Caranya ialah dengan mengurangkan ketegangan klien dengan jalan berlatih santai (relaks). gagap. Assertive training merupakan latihan mempertahankan diri akibat perlakuan orang lain yang menimbulkan kecemasan.. Klien dihadapkan pada stimulus bertahap. Peranan penyuluh ialah membantu individu mengatasi hambatannya dengan jalan mengatur kembali assosiasi antara stimulus dengan respon. perbedaan antara manusia normal dengan yang abnormal memperlihatkan penyimpangan tingkahlaku tidaklah bersifat kualitatif. Ada yang merumuskan abnormalitas dalam pengertian statistis. Klien dilatih untuk mempertahankannya dalam memelihara dirinya. Dengan kata lain. dan reciprocal inhibitionnya (Wolpe). Ada dua issue utama yang memelopori kepesatan penyembuhan penyimpangan tingkahlaku. b. tics. Khusus berkenaan dengan perawatan penyimpangan tingkah Iaku. hingga akhirnya tidak memperlihatkan kecemasannya di saat bekerja dengan jenis kelamin lain. Reinforcement bisa bersifat umum maupun khusus.64 | S. Sexual training merupakan latihan yang digunakan untuk klien yang menghadapi masalah di waktu menghadapi jenis kelamin lain. tapi senang permen karet. Yang khusus. dan uang.Ag. Penyimpangan tingkahlaku ini dapat dijabarkan dalam berbagai jenis kegiatan. Terapi tingkahlaku memandang tingkahlaku individu mengikuti hukum kausal. Yang umum misalnya perhatian. obsessi. baik yang tergolong neurotik ataupun psikotik. Klien dibantu menyusun urutan stimulus yang mencemaskan dari mulai yang kurang mencemaskan hingga yang paling mencemaskannya. Konsep perubahan tingkah laku Penyimpangan tingkahlaku atau behavior disorder menunjuk pada berbagai bentuk abnormalitas yang sulit dirumuskan secara tegas dan tepat. Ada pula yang memandangnya dari standard kultural. contohnya seorang anak yang tidak mau bicara sama sekali. hysteria. Draf kuliah Teknik Konseling . Terapi tingkahlaku terutama digunakan untuk mengubah tingkahlaku yang termasuk abnormal. yaitu operant conditioning (Skinner). individual. tapi orang yang memperlihatkan penyimpangan tingkahlaku akan menunjukkan gejala maladaptive yang lebih dominant dan continue dalam pola tingkahlakunya. Miharja. Wolpe menggunakan reciprocal inhibition yang terdiri atas enam teknik utama. phobia. kompulsi. yang disebut idiosyncratic reinforcement. sehingga serasi dengan lingkungannya. BAB 12 TEKNIK PEMULIHAN PENYIMPANGAN TINGKAHLAKU A.

Ruang seperti ini kadang-kadang justru Draf kuliah Teknik Konseling .  Terapi tingkahlaku menggunakan ayersion technique. tapi menyimpang. bahwa psikoterapi dapat dimasukkan sebagai bagian dari terapi tingkahlaku. sedang psikoterapi merawat berbagai perasaan yang tidak teratur. Untuk merawat berbagai penyimpangan tingkahlaku dipergunakan berbagai latihan.  Terapi tingkahlaku menggunakan conditioning yang positif. S.Ag.65 | d.Pd. yang disebut imaginal desensitization (SD-I) dan in vivo desensitization (SDR). Klien dilatih untuk memberikan respon negatif terhadap stimulus yang disenanginya itu dengan jalan membayangkan sesuatu yang tidak menyenangkan dirinya.  Teori tingkahlaku menggunakan latihan yang bertahap. bahwa pertalian dengan klien merupakan kunci penyembuhan. tapi justru digunakan sebagai metoda yang lengkap melengkapi. ada pula kesamaan antara kedua metoda terapi itu. Covert desensitization digunakan untuk menyembuhkan tingkahlaku klien yang menyenangkan. A version therapy yang digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk. bahwa: (a) metodametoda penyuluhan itu berbeda secara tajam baik teori ataupun tekniknya sehingga tidak dapat dipertemukan. Thought stopping digunakan untuk menghilangkan respon cemas dengan jalan melatih menghentikan bayangan cemas itu. sedang psikoterapi membina pertalian agar klien berani mengekspresikan segala perasaannya. karena memiliki kesamaan dan perbedaan.. sedang in vivo desensitization menggunakan situasi yang nyata. e. Imaginal desensitization menggunakan reproduksi imaginasi subyek. f. Konsep tingkahlaku yang digambarkan dalam pandangan ahli terapi tingkahlaku belum mencakup seluruh aspek penggerak tingkahlaku itu sendiri. yaitu bahwa kedua-duanya menggunakan teknik:  encouragement. Ditinjau dari metodologinya. Terdapat perbandingan antara terapi tingkahlaku dengan psikoterapi. dan (d) para ahli terapi tingkahlaku memandang sebaliknya. S. advice dan reassurence  manipulasi lingkungan  mencari sumber stress  mencari pola tingkahlaku klien. sedang psikoterapi mentafsirkan fantasi dan mimpi klien. Berdasarkan perbedaan dan persamaan itu. Ada empat pandangan tentang jenis metoda psikotherapi yang ada (terapi tingkahlaku dan terapi lainnya) yaitu. Apa yang tiada terjangkau oleh aliran terapi tertentu dapat juga digunakan metoda lain. Miharja. sedang psikoterapi menghubungkan tingkahlaku yang ada dengan pola tingkahlaku yang lain. Selanjutnya Wolpe menyodorkan dua tipe desensitization. sebagai berikut:  Terapi tingkahlaku menekankan akan perubahan simptom. (b) metoda-metoda penyuluhan saling melengkapi. Klien mengganti respon terhadap stimulus dengan prosedur pemberian stimulus yang tidak disenanginya. dapat menggantikan schock listrik. berbagai bentuk ganjaran. (c) terapi tingkahlaku oleh psikodinamika dipandang sebagai bagian kecil dari psikoterapi. sedang psikoterapi menganggap. sirine.  Terapi tingkahlaku menggunakan tahapan fantasi klien dalam latihan. baik intrinsik ataupun ekstrinsik. Kiranya akan memadai apabila terapi tingkahlaku tidak dipertentangkan dengan terapi lainnya. berbagai metoda terapi itu saling melengkapi. terapi tingkahlaku memerlukan ruangan khusus tempat eksperimen.M. Di samping mengajukan perbedaan.

Draf kuliah Teknik Konseling . kriminalitas. mungkin terbentuk tingkahlaku salah suai baru pula. delingkuensi. yang ngompol satu malam seminggu. Penyimpangan tingkahlaku itu dalam empat katagori: (1) memperlihatkan gejala neuroticism yang tinggi sekalipun ada tekanan (stress) yang rendah. S.  kurang memperoleh latihan buang air kecil di waktu kecil atau karena kekeliruan latihan di masa kecil. dipandang kurang serius masalahnya apabila dibandingkan dengan seorang remaja yang ngompol sebulan sekali. ataukah  anak yang berumur tujuh tahun.M. Namun demikian mereka sependapat. (2) memperlihatkan gejala neuroticism yang rendah. Enuresis (ngompol) Terdapat perbedaan pengertian Enuresis. akan tetapi gagal untuk memperoleh keterampilan yang kompleks. janganlah dipandang sebagai yang mujarab untuk berbagai gangguan tingkahlaku. Oleh karena itu keterbatasan metoda ini hendaknya diimbangi oleh kemampuan penyuluh dalam menganalisis stimulus yang mana yang menimbulkan tingkahlaku salah suai. dan respon manakah yang seharusnya diperkuat. masalah dan keadaan klienlah yang akan menentukan keberhasilan perawatan klien.Ag. Apabila individu menghadapi kondisi baru. histeri. Namun demikian metoda terapi apa pun. bahwa seorang anak berumur empat tahun yang ngompol satu bulan satu kali. Berbagai Teknik Mengubah Tingkahlaku Dalam mengubah tingkahlaku tidak ada prosedur yang berlaku untuk setiap perawatan penyimpangan tingkahlaku. baik yang tergolong neurotik. (3) memperlihatkan gejala neuroticism yang rendah. psikosa alcoholism. ketimpangan seksual. Pada dasarnya S..66 | berlainan dengan situasi real bahkan tidak identik. gagap. 1. ataupun tingkahlaku manusia yang tergolong normal. Namun demikian ada pola umum yang dapat digunakan. Terapi tingkahlaku akan mencoba mengubah tingkahlaku yang termasuk abnormal. baik guru. Penyimpangan tingkahlaku ini dapat dijabarkan dalam berbagai bentuk seperti: ngompol. metoda ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak.  ngompol karena gangguan organik atau bukan karena gangguan organik. akan tetapi mengalami tekanan (stress) yang tinggi. (4) memperlihatkan gejala psychoticism yang tinggi.  ngompol yang reguler dan sewaktu-waktu. perlu dibedakan jenis enuresis ini yaitu:  primary enuresis (ngompol malam hari) dan secondary enuresis (ngompol setelah diganti pakaian). psikotik. B. Para ahli sering berbeda pendapat tentang gejala ngompol yang disebabkan karena kriteria yang berbeda. orang tua ataupun klien sendiri. obsessi dan kompulasi. Biasanya terjadi di waktu tidur pada anak-anak yang telah menginjak umur tiga tahun ke atas. setiap gangguan merupakan kasus yang menuntut kreativitas ahli terapi. tiks. tapi dihayati oleh subyek sebagai ancaman. dan mentaldeficiency pada manusia yang tergolong normal. phobia. Pandangan penyuluh. Untuk terapinya. yang intinya dikemukakan sebagai perilaku ngompol yang tidak terkendalikan dan tidak diinginkan. Manakah yang sebenarnya jadi masalah:  anak yang berumur empat tahun yang ngompol dua malam seminggu. Miharja.Pd. psikopat. Dalam pembentukan tingkah laku baru.  anak yang berumur sepuluh tahun yang ngompol sebulan satu kali.

membiarkan anaknya berbuat sekehendak anak itu. dianggap tidak apa-apa. Adapun teknik penyembuhannya dengan jalan: Latihan kembali secara sistematis. Sedang para psikiatris memandang enuresis sebagai sindrom kepribadian ataupun fisiologis.67 | Gejala ngompol ini sebenarnya merupakan masalah sosial dan strata sosial orang tua mempunyai pengaruh terhadap pandangan mereka. Kemudian dilanjutkan dengan self control. ada 2 proses yang terlibat dalam pengendalian tingkahlaku tersebut. anak yang lebih besar menghadapi masalah pengembangan pusat syaraf melalui kematangan dan belajar. yang polos. masalah anak yang berumur dua tahun. proses perkembangan pengendalian oleh pusat syaraf. mulai dari ginjal hingga keluar kealat kelamin. yang seminggu sekali ngompol. Pinggang anak dibalut dengan ikat pinggang yang dihubungkan dengan elektroda. sudah dipandang sebagai masalah. dengan menggunakan lonceng (bell). dan tahapan training. yang dapat digambarkan: anak terbangun apabila terjadi ketegangan ingin buang air kecil. Berdasarkan perkembangannya. Ahli teori Psikodinamika memandang enuresis sebagai "overt symptom" dari gangguan yang dialami yang bersangkutan. ada tiga tahapan cara penyembuhan ngompol dengan conditioning..Ag.Pd. sirine berbunyi cukup keras. Tapi kemudian sirine itu tidak perlu lama berbunyi cukup satu sekon. Ada orang tua yang sangat santai. yang dapat menimbulkan masalah bagi anak. membangunkan anak setelah ngompol. Encorpresis (gangguan buang air besar ) Encorpresis merupakan gangguan dalam pengaturan buang air besar. sehingga mengejutkan anak. menggunakan theori classical conditioning dan metoda lonceng. Menurut mereka. keterampilan buang air kecil menggambarkan tingkat keterampilan yang kompleks. Lovibond menggunakan sirine sebagai alat untuk menghukum anak ngompol. terjadi denyutan elektroda pada alat kelamin anak. c. Di samping itu dapat juga menggunakan satu deretan tahapan reward training untuk buang air pada waktu dan tempat yang ditentukan. Apabila anak itu kencing. Dengan demikian anak itu pun terbangun. yaitu: proses fisiologis yang kompleks. terutama dalam mengendalikannya. Gangguan ini diperoleh akibat perlakuan orang tua terhadap anak berkenaan dengan buang air besar.M. Di saat anak mulai ngompol. dengan dijanjikan ganjaran apabila dapat melaksanakannya dengan baik. b. menggunakan instrumental avoidence conditioning. Pada dasarnya penyembuhan tersebut bersifat situasional. Draf kuliah Teknik Konseling . Miharja. dengan menggunakan prinsip-prinsip operant conditioning. dan masih berpegang pada gerak refleks yang wajar. dan sejalan dengan penyembuhan Enuresis. S. dengan daya otot dan volume air kencing itu sendiri. Akan tetapi pada kelas sosial tinggi. Kaum behavioris berpegang pada tiga prinsip: bayi yang baru lahir memiliki daya refleks yang wajar. anak yang berumur tiga tahun yang selalu ngompol. Ada tahapan yang dapat diikuti untuk mengubah prilaku ngompol: tahapan pre-training. 2. yaitu: S. Yang menjadi masalah pokok bagi kaum behavioris ialah bagaimanakah pembentukan pengendalian buang air kecil itu (baik siang ataupun malam) dan faktor-faktor apa yang menyebabkan kegagalan dalam pengendalian tersebut. yang tidak disebabkan oleh gangguan organ tubuh. Dan ada juga orang tua yang justru sangat keras terhadap anaknya. Bagi kelas sosial rendah. a. menggunakan shock listrik. sebelum lonceng berbunyi (sebelum ngompol).

Phobia sendiri dibagi-bagi menjadi seratus tipe. Teknik yang digunakan dapat juga berupa membayangkan obyek yang ditakuti dalam khayalan. Terdapat beberapa bukti empirik yang menunjukkan. membentuk urutan tahapan kecemasan menurunkan kepekaan emosional berkenaan dengan obyek yang mencemaskan. apalagi kalau dihubungkan dengan masalah kelancaran berbicara (fluency). Hal ini dapat dilakukan secara berkelompok dengan membahas berbagai masalah penyesuaian diri. Metoda yang paling disukai digunakan untuk menyembuhkan phobia ialah systematic desensitization dengan tahapan: latihan santai. 3. mana yang disebut gagap dan tidak gagap. Operant Control of Stuttering Perilaku stuttering dapat diubah dengan jalan mengendalikan apa yang diucapkannya. d. Adapun pengubahan dan penyembuhan tersebut sebagai berikut: a.M. di antaranya: anak itu sendiri pembolos. sehingga lancar.50 kata. dengan diukur pula waktunya. yaitu dengan jalan memberi kesempatan kepada orang yang terganggu tersebut untuk berbicara keras-keras. Negative practice yang mirip dengan massed practice "Yang terganggu" diminta mengulang seluruh kalimat yang menunjukkan kata-kata mengganggu. penyakit. Dalam kondisi seperti itu treatmentnya mungkin diarahkan kepada penserasian pertalian antara anak dengan orang tua di rumah. Miharja. Dalam teknik ini digunakan extrinsic (es cream) dan intrinsic rewards (mencapai hasil yang lebih baik). Ada pula yang kata-katanya tidak lengkap terputus-putus atau dipanjangpanjangkan. beberapa ungkapan atau memperbaiki ucapan. Phobia Istilah phobia ada dalam berbagai kategori. Latihan ini diulang beberapa kali dengan membaca 40 . Keengganan ini dilatar-belakangi oleh situasi sekolah yang dipandang menimbulkan rasa takut pada anak. seluruh kata. b. Masalah ini termasuk kategori "continum" dan bukan dikhotomi.68 | S. bahwa gejala ini bersifat individual.Ag. Stuttering (gagap dan mengulang kata ) Sulitlah dirumuskan secara tegas.. seperti takut pada hewan. Rythmic and Syllable time speech yang memberi kesempatan kepada yang "terganggu" untuk mengucapkan kata-kata mengikuti rithme tertentu. social interpersonal. mengikuti ucapan orang yang membaca satu bacaan. Ada gejala lain yang menarik perhatian para ahli pada sepuluh tahun terakhir ini yaitu masalah School phobia. suara. kematian. headphone). bahwa stuttering itu bisa diubah hingga tahapan tertentu. feedback Control of Stuttering Stuttering itu dapat disembuhkan dengan teknik "speech shadowing". atau dapat juga dengan menyajikan obyek yang ditakuti secara nyata. karena suara yang dikeluarkan oleh yang gagap itu menimbulkan suara yang tidak menyenangkan. yang pada mulanya diberi contoh membaca. e. S. c. menggunakan jalan mengurangi respon yang menunjukkan sikap cemas.Pd. Dapat juga disuruh membaca sendiri secara terus-menerus. Orang yang terganggu itu terus membaca dan diikuti suara orang lain yang lancar membaca (melalui tape recorder. Istilah ini selalu dihubungkan dengan masalah keengganan anak datang ke sekolah. dan phobia. sehingga dapatlah dirumuskan. keengganan masuk sekolah yang dilatarbelakangi keengganan meninggalkan rumah. Ada orang yang mengulang beberapa kata saja. 4. Draf kuliah Teknik Konseling . Terdapat berbagai kemungkinan tentang keengganan masuk sekolah itu.

amnesia (lupa akan segala pengalamannya) dan multiple personality..  takut berpisah dengan ibu. Tapi kemudian menjadi kebiasaan yang tidak diinginkan oleh individu yang bersangkutan. congkak. menunjukkan tingkahlaku sexual. selalu cemas akan berbagai bentuk konflik antara orang tua dengan petugas administrasi sekolah. represi. gagal mengembangkan dorongan seks pada tujuan yang wajar. Pemulihannya antara lain dengan mengusulkan agar sekolah dan keluarga diarahkan untuk menghasilkan powerful pressure terhadap anak agar mau kembali ke sekolah. dan sulit dikendalikan. Manifestasinya gelisah dan cemas.M. dingin. ialah: egois. lima menit hingga Draf kuliah Teknik Konseling . dan leher yang tidak terkontrol. Ditambahkan pula dengan teknik yang memungkinkan orang tua dan guru dilatih untuk memberikan ganjaran yang hampir bersamaan. egocentris.Ag. reaksinya tidak konsisten. seperti pada kejang tangan. mulai satu menit. conversion hysteria. kalau-kalau mendapat bencana di sekolah. Gangguan Hysteria Istilah hysteria mengandung berbagai arti seperti: hysterical personality. self centered 7. Untuk perawatan tics.  menunjukkan keluhan yang bersifat badaniah. Juga bisa menggunakan situasi permainan yang secara bertahap mirip dengan kondisi sekolah yang sebenarnya. kurang mampu mengendalikan emosi. seperti pada kebutaan. bersandiwara. aphobia (kebisuan). dilakukan dengan jalan massed practice. Kedua hal ini seringkali menjadi satu kesatuan yang dimanifestasikan dalam bentuk tingkah laku. mudab terpengaruh. dan manja. anxiety hysteria. emosinya tidak stabil. Untuk menyembuhkannya ada dua tahapan.69 | S. Adapun orang yang mengalami conversion hysteria. takut yang mendalam berkenaan dengan seks. Hysteria juga merupakan gangguan yang tampak dalam perilakunya. berkhayal. seperti sakit kepala dan ngantuk. Adapun karakteristik orang yang "hysterical personality". Dapat pula menggunakan classical dan operant conditioning dengan prinsip reinforcement. dusta. Karena banyak jenisnya. Jenis hysteria lainnya ialah: somnambulism (jalan-jalan sambil tidur). banyak tuntutan dan banyak bergantung.Pd. tanpa alasan dan tanpa maksud. anesthesia (daya pekanya hilang). 5. Kompulsi merupakan impuls untuk berbuat berulangkali. Exhibitionis dramatization. b. 6. Adapun karakteristik School Phobia ialah:  memperlihatkan rasa takut sakit. ketidakmatangan seks. S. Latihan ini secara berangsur diadakan. Menghilangkan nonorganic sensory dan perceptial functioning. memanifestasikan konflik tersebut dalam gejala-gejala fisik. penyembuhannya dapat digolongkan dalam beberapa kelompok: a. retention of urine. perut. Gangguan Tics Pada mulanya gerakan merupakan kegiatan yang terkoordinir dan terarah yang ditumbuhkan oleh sebab-sebab di luar atau idea. hidung. provokatif. Obsessi dan kompulsi Obsessi menunjukkan idea yang berulangkali muncul dalam pikiran klien dan sulit dihindari. Tics ini meliputi gerakan mata. menghilangkan non-organik motor functioning. Miharja. anorexian (hilang nafsu makan). (b) digunakan teknik SD-I dan SD-R. seperti buta paralyses (syaraf yang tidak berfungsi). ketulian dan daya peka. yaitu: (a) usaha langsung menghilangkan tingkah laku obsessi pada awal mula munculnya gangguan tersebut yang perlu diusahakan dengan desensitization.

Atau ia mendapat reinforcement di saat diperlihatkan gambar-gambar wanita telanjang. Sejak awal mula melihat film. Klien dibaringkan di kamar gelap. Terdapat beberapa cara penyembuhan. hingga tujuh menit sesudah film terakhir. instrumental escape and avoidance conditioning with schock as the aversive stimulus. Draf kuliah Teknik Konseling . 8. di antaranya ialah: a. classical aversive conditioning with drugs.M. pada pertengahan film ini. dengan proyektor. Mula-mula di bawah pengawasan. Miharja. Sexual disorder Penyimpangan sek dapat diteliti dengan cara mengukur perubahan alat kelamin di saat nonton blue film. Demikianlah dilakukan hingga enam hari berturut-turut. S.70 | satu jam. perubahan alat kelaminnya diukur.. tapi kemudian dilakukan sendiri oleh klien. Klien mendapat schock di saat menunjukkan tingkahlaku homoseks. S.Pd. 1a disuntik agar mual di saat melihat film dari jenis kelamin sendiri.Ag. b.

Rineka Cipta Tohirin. Prentice-Hall International Edition. Pengantar Bimbingan dan Konseling. Prayitno & Erman Amti. Bimbingan dan Konseling. Rineka Cipta. 2008. Yies Sadiyah. Psikologi konseling. Rajagrafindo Persada. 2005. Andi Yogyakarta. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. 2005. CV Dipenogoro MD Dahlan. The Helping Relationship.M. CV Miharja. Awrence. Konseling Individual. 1987. Alfabeta Draf kuliah Teknik Konseling . Bimbingan dan Konseling Di Madrasah. Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Miharja.Ag. Sukardi. S. Rujukan: Bimo Walgito.71 | S. MD Dahlan.. 1997. 2000. 2004. Brammer. 2007. Surya. Latihan Dipenogoro dalam Keterampilan Konseling. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling. Pustaka Bumi Quraisy. Teori dan Praktek.Pd. LPM STAIS. IAIN SGD Bandung Willis. Beberapa pendekatan dalam Konseling. 2000. 2003. 1985.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful