P. 1
perpetaan

perpetaan

|Views: 2,103|Likes:
Published by Hafiz Fikri

More info:

Published by: Hafiz Fikri on Jul 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/26/2013

pdf

text

original

Pada pekerjaan rekayasa seperti perencanaan jalan
raya, jalan kereta api, saluran irigasi, lapangan
udara dan lain-lain, sangat dibutuhkan bentuk
profil atau tampang dari suatu daerah proyek.
Pengukuran profil dibedakan atas profil memanjang
dan profil melintang.

Dengan jarak dan beda tinggi titik-titik di atas
permukaan bumi didapatlah irisan tegak lapangan
yang dinamakan profil memanjang searah pada
sumbu proyek.

90

Di lapangan dipasang pancang-pancang dari kayu yang
menyatakan sumbu proyek, dan pancang-pancang itu
digunakan pada pengukuran waterpas yang meman-
jang untuk mendapatkan profil memanjang. Profil
memanjang digunakan untuk kemiringan sumbu
proyek.

Sedangkan pengukuran profil melintang arahnya
memotong tegak lurus terhadap sumbu proyek (tegak
lurus profil memanjang) pada interval jarak tertentu.

Pengukuran profil melintang dilakukan untuk
perhitungan volume galian atau timbunan tanah.

91

Karena profil memanjang variabel jarak biasanya
lebih besar dari variabel tinggi, maka dalam
penggambaran skala jarak lebih kecil dari skala
tinggi, pada umumnya sepersepuluhnya.

Sedangkan untuk gambar profil melintang umumnya
skala jarak dan tinggi dibuat sama, namun jumlah
gambarnya biasanya jauh lebih banyak.

92

Untuk bagian antara titik 2 dan titik 3, tinggi titik 2
menjadi dasar untuk menentukan tinggi titik-titik
yang berada di antara titik 2 dan titik 3.

Kemudian untuk menentukan bagian antara titik 3
dan titik 4, tinggi titik 3 menjadi dasar untuk
menentukan tinggi titik-titik yang berada di antara
titik 3 dan titik 4.

Demikian seterusnya untuk menentukan tinggi titik-
titik yang diukur, sehingga didapat tinggi titik tiap-
tiap bagian seperti pada tabel 11.2.

93

Penggambaran profil memanjang dilakukan dengan
cara sebagai berikut :
1.Setelah data pengukuran diolah (dihitung) dan
ketinggian semua titik detail di atas bidang
referensi serta jarak-jaraknya diketahui, maka
profil memanjang dapat digambarkan. Bidang
referensi terdekat yang dijadikan dasar
penggambaran semua titik ditentukan dahulu,
kemudian digambarkan di atas kertas milimeter.

2.Tentukanlah skala untuk jarak dan tinggi. Karena
jarak jauh lebih panjang daripada beda tinggi,
maka untuk jarak dan tinggi selalu diambil skala
yang tidak sama.

94

Skala untuk jarak lebih kecil daripada skala beda tinggi.
Posisi mendatar (sumbu X) untuk jarak horisontal antar
titik dengan skala misalnya 1:1000, serta ke arah tegak
(sumbu Y) untuk tinggi dengan skala misalnya 1:100.

Kemudian dari titik-titik tersebut dihubungkan secara
berurutan, sehingga membentuk garis profil memanjang.

Di bawah garis referensi biasanya dibuat kolom-kolom
tertentu yang disesuaikan dengan kebutuhan dalam
perhitungan selanjutnya, seperti pada gambar 11.7.

Dalam gambar profil inilah kemudian ditentukan ketinggian
dan kemiringan sumbu proyek, sehingga dapat dihitung
selisih tinggi antara permukaan tanah asli dan sumbu
proyek di setiap titik profil, yang merupakan dalamnya
penggalian atau tinggi penimbunan di titik-titik tersebut.

95

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->