P. 1
ECase Radiologi Scr

ECase Radiologi Scr

|Views: 82|Likes:
Published by upi3_89

More info:

Published by: upi3_89 on Jul 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/03/2012

pdf

text

original

BNO/IVP sebagai Pemeriksaan Imaging Pada Pasien Dengan Nefrolithiasis dan Hidronefrosis Sinistra Abstrak : Batu saluran

kemih adalah batu di traktus urinarius mencakup ginjal,ureter,vesica urinaria. Diagnosis didapat berdasarkan Anamnesis : nyeri/kolik ginjal dan saluran kemih,pinggang, gejala infeksisaluran kemih,hematuria,riwayat keluarga. Pemeriksaan fisis : nyeri ketok sudut kostovertebra,nyeri tekan perut bagian bawah,terdapat tanda balotemen. Laboratorium: :hematuria,bayangan radio opak pada foto. Pada pemeriksaan khusus BNO ditemukan adanya filling defect dan pada IVP batu ginjal atau kandung kemih serta hidronefrosis pada USG. Pada kasus ini Pasien laki-laki 45 tahun dilakukan BNO/IVP untuk membantu mendiganosis Nefrolithiasis. Kata kunci : Nefrolithiasis, Hidronefrosis, BNO, IVP Isi Kasus : Pasien pria 45 tahun dengan keluhan Perut kiri bagian bawah terasa nyeri sejak 3 bulan , hilang timbul, menjalar. riwayat hematuria (+) 2 bulan yang lalu. riwayat nyeri pinggang kiri (+) hilang timbul, riwayat batu saluran kemih (-), badan panas (-). BAK nyeri (-). DM (-), HT (-). Pada pemeriksaan fisik keadaan baik, komposmentis, gizi baik, TD 110/80 mmHg, N 80 x/mnt, R 20 x/mnt, Status lokalis : sudut kostovertebra kanan tidak ada massa, nyeri tekan, dan nyeri ketok, sudut kostovertebra kiri tidak ada massa, nyeri tekan, dan nyeri ketok, Supra simfisis : tidak teraba massa, tidak ada nyeri tekan, kesan buli-buli kosong, pada daerah genitalia tidak ditemkan kelainan. Pada pemeriksaan lab darah tidak ditemukan kelainan. Sedangkan kimia darah Ureum 25 mg/dL; kreatinin 1,7 mg/dL; Asam urat 7 mg/dL Urinalisis: BJ 1.025, PH 5.0, Leukosit 2- 4 /LPB, Eritrosit 0-1/LPB, Bakteri (-). Epitel(+), kultur (-). Dilakukan pemeriksaan radiologi BNO: tampak bayangan radioopaque di pelvis minor kiri uk 2x4mm IVP : delayed function ren sinistra, hidronefrosis kiri, USG: bayangan batu di pole atau ginjal kiri. Pasien didiagnosis nefrolithiasis sinistra dengan hidronefrosis sinistra.

Diskusi : Batu saluran kemih adalah batu di traktus urinarius mencakup ginjal,ureter,vesica urinaria. Diagnosis didapat berdasarkan Anamnesis : nyeri/kolik ginjal dan saluran kemih,pinggang, gejala infeksisaluran kemih,hematuria,riwayat keluarga. Pemeriksaan fisis : nyeri ketok sudut kostovertebra,nyeri tekan perut bagian bawah,terdapat tanda balotemen. Laboratorium: :hematuria,bayangan radio opak pada foto. Pada pemeriksaan khusus BNO ditemukan adanya filling defect dan pada IVP batu ginjal atau kandung kemih serta hidronefrosis pada USG. Pada kasus ini dilakukan BNO/IVP yang bertujuan untuk menilai struktur anatomi mulai dari ginjal, ureter, dan kandung kencing, BNO -IVP sangat membantu dokter terutama dokter urologi untuk melakukan tindakan yang tepat. Indikasi dilakukannya pemeeriksaan radiologi BNO-IVP Hidronefrosis, Uretrolitiasis, Batu Ginjal,Yang jelas adalah untuk

5. diamkan sesaat untuk melihat reaksi alergis. agar udara tidak banyak masuk ke usus. Dengan posisi erect dapat menunjukan adanya ren mobile (pergerakan ginjal yang tidak normal) pada kasus pos hematuri. yaitu makan-makanan yang rendah serat dengan tujuan agar perut pasien lebih bersih. Foto 15 menit post injeksi dengan posisi AP supine menggunakan film 24 x 30 mencakup gambaran pelviocalyseal. Dianjurkan malam harinya pasien untuk tidak banyak bicara dan merokok. walaupun IVP bersifa invasive IVP memberikan gambaran dan informasi yang jelas. 4. 9. Lakukan pemeriksaan BNO posisi AP. Setelah semua foto sudah dikonsulkan kepada dokter spesialis radiologi. 8. untuk melihat persiapan pasien 2. ureter dan bladder mulai terisi media kontras 7. suntikkan media kontras melalui intravena 1 cc saja. Jika persiapan pasien baik/bersih. Film yang digunakan ukuran 30 x 40. sehingga hasil pemeriksaan radiologi BNO-IVP sangat jelas untuk dianalsa. sehingga dokter dapat mendiagnosa dan memberikan pengobatan yang tepat mulai dari adanya batu ginjal hingga kanker tanpa harus melakukan pembedahan. Setelah itu lakukan foto nephogram dengan posisi AP supine 1 menit setelah injeksi media kontras untuk melihat masuknya media kontras ke collecting sistem. 4. Foto 30 menit post injeksi dengan posisi AP supine melihat gambaran bladder terisi penuh media kontras. Kesimpulan : Dengan menggunakan pemeriksaan BNO/IVP pasien dengan nefrolitiasis dapat didiagnosis secara tepat. terutama pada pasien hypertensi dan anak-anak. Lakukan foto 5 menit post injeksi dengan posisi AP supine menggunakan ukuran film 24 x 30 untuk melihat pelviocaliseal dan ureter proximal terisi media kontras. 6. 2. Jika tidak ada reaksi alergis penyuntikan dapat dilanjutkan dengan memasang alat compressive ureter terlebih dahulu di sekitar SIAS kanan dan kiri.memperlihatkan struktur anatomi saluran kencing. dengan dilakukan pemeriksaaan BNO-IVP dokter sangat jelas melihat jenis kelainnaya pada saluran kencing. 3. Yang terakhir lakukan foto post void dengan posisi AP supine atau erect untuk melihat kelainan kecil yang mungkin terjadi di daerah bladder. Pemeriksaan ini pun dapat mengetahui prognosis pada penyekit tersebut. Pasien harus check ureum creatinin dilaboratorium (untuk mengetahui fungsi ginjal). 3.IVP ada prosedur khusus yang harus dilakukan oleh pasien: 1. 12 jam sebelum pemeriksaan pasien harus urus urus. Prosedur Pemeriksaan BNO-IVP 1. Pasien harus diet makan. Pemeriksaan radiologi BNO . biasanya dibuat foto blast oblique untuk melihat prostate (umumnya pada pasien yang lanjut usia). .

B. edisi 5. Patel. Malueka. D.B. R. dasar-dasar urologi.David. Buku ajar ilmu Bedah.2005 3. 1995. Sutton. edisi kedua. edisi kelima. edisi 2. Sutton. RG. Purnomo.R . Purnomo. Jakarta. 2007. Jakarta: Erlangga. buku ajar radiologi untuk mahasiswa kedokteran. Yogyakarta. Dasar-dasar Urologi. Jakarta: Sagung Seto.Referensi : 1. edisi kedua. EGC.Basuki. Buku Ajar Radiologi untuk Mahasiswa Kedokteran. Radiologi Diagnostik. Sagung Seto. Jakarta. Jong. edisi kedua. 2005. Sjamsuhidajat.D. P.1995. Lecture Notes Radiologi. Jakarta : Hipokrates. 2008. 5. Pustaka Cendekia Press. . 2005 2.W. 7. penerbit Hipokrates.B. 6. 4.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->