P. 1
KTI Gambaran Pengetahuan keluarga tentang cara mengatasi tetanus di Ruang Dahlia RSUD Kelas B KAbupaten Subang Tahun 2012

KTI Gambaran Pengetahuan keluarga tentang cara mengatasi tetanus di Ruang Dahlia RSUD Kelas B KAbupaten Subang Tahun 2012

|Views: 1,887|Likes:
Published by SOPANDI
SOpandi-Subang
SOpandi-Subang

More info:

Published by: SOPANDI on Jul 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/19/2013

pdf

text

original

Berikut akan dikemukakan definisi keluarga menurut Sudiharto

(2007) mendefinisikan bahwa keluarga adalah dua atau lebih individu

yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah,

perkawinan atau adopsi. Mereka saling berinteraksi satu dengan yang

lainnya, mempunyai peran masing – masing dan menciptakan serta

mempertahankan suatu budaya.

Menurut Departemen Kesehatan RI (1988) dalam Ali (2010),

keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala

keluarga dan beberapa orang yang berkumpul serta tinggal di suatu tempat

di bawah satu atap dalam keadaan saling bergantung.

Ali (2010) mengatakan keluarga adalah dua atau lebih individu

yang bergabung karena hubungan darah, perkawinan, dan adopsi dlam satu

15

rumah tangga, yang berinteraksi satu dengan lainnya dalam peran dan

menciptakan serta mempertahankan suatu budaya.

Menurut BKKBN (1999) dalam Sudiharto (2007) keluarga adalah

dua orang atau lebih yang dibentuk berdasarkan ikatan perkawinan yang

sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dam materiil yang layak,

bertaqwa kepada Tuhan, memiliki hubungan yang selaras, serasi dan

seimbang antara anggota keluarga dan masyarakat serta lingkungannya.

2. Tipe / Bentuk Keluarga (Sudiharto, 2007)

a. Keluarga inti (nuclear family), adalah keluarga yang dibentuk karena

ikatan perkawinan yang direncanakan yang terdiri dari suami, istri, dan

anak – anak, baik karena kelahiran (natural) maupun adopsi.

b. Keluarga asal (Family of origin), merupakan suatu unit keluarga

tempat asal seseorang dilahirkan.

c. Keluarga besar (Extended family) adalah keluarga inti ditambah

keluarga yang lain (karena hubungan darah), misalnya kakek, nenek,

bibi, paman, sepupu.

d. Keluarga berantai (social family) adalah keluarga yang terdiri dari

wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan suatu

keluarga inti.

e. Keluarga duda atau janda, adalah keluarga yang terbentuk karena

perceraian dan / atau kematian pasangan yang dicintai.

16

f. Keluarga komposit (composite family), adalah keluarga dari

perkawinan poligami dan hidup bersama.

g. Keluarga kohabitasi (cohabitation), adalah dua orang menjadi satu

keluarga tanpa pernikahan, bisa memiliki anak atau tidak. Di Indonesia

bentuk keluarga ini tidak lazim dan bertentangan dengan budaya timur.

Namun, lambat laun keluarga kohabitasi ini mulai dapat diterima.

h. Keluarga inses (incest family), seiring dengan masuknya nilai – nilai

global dan pengaruh informasi yang sangat dahsyat, dijumpai bentuk

keluarga yang tidak lazim, misalnya anak perempuan menikah dengan

ayah kandungnya, ayah menikah dengan anak perempuan tirinya.

Walaupun tidak lazim dan melanggar nilai- nilai budaya, jumlah

keluarga inses semakin hari semakin besar. Hal tersebut dapat kita

cermati melalui pemberitaan dari berbagai media cetak dan elektronik.

i. Keluarga tradisional dan nontradisional, dibedakan berdasarkan ikatan

perkawinan. Keluarga tradisional diikat oleh perkawinan, sedangkan

keluarga nontradisional tidak diikat oleh perkawinan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->