PERKULIAHAN KE 1 Tujuan Instruksional Umum 1. Menjelaskan manfaat informasi akuntansi. 2. Menjelaskan definisi akuntansi 3.

Menjelaskan pemakai informasi akuntansi. 4. Menjelaskan lapangan pekerjaan akuntan. 5. Menjelaskan bidang-bidang akuntasi. 6. Menjelaskan pendidikan dan profesi akuntansi

Pokok Bahasan : Gambaran Umum Akuntansi Deskripsi Singkat : Bab ini merupakan pengantar dalam mempelajari akuntansi. Anda akan dibantu untuk memahami definisi akuntansi, manfaat dari informasi akuntansi yang dihasilkannya serta siapa saja yang mempunyai kepentingan dengan laporan keuangan yang merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengukur hasil-hasil yang dicapai oleh suatu perusahaan.

Bahan Bacaan : 1. Al. Haryono Jusup, Dasar-dasr Akuntansi, Jilid1, Yogyakarta, STIE YKPM, 1999, Bab1 2. Niswonger-Fess-Warren, Prinsip-prinsip Akuntansi, Jilid 1, Jakarta,Erlangga, 1990, Bab 1 3. RA. Supriyono- L. Suparwoto, Penganta Akuntansi, Yogyakarta, BPFE, Bab1 4. Soemarso SR, Akuntansi Suatu Pengantar, Jakarta, Rineka Cipta,1999, Bab 1

1

BAB 1 GAMBARAN UMUM AKUNTANSI
Definisi Akuntansi Pengertian akuntasi menurut American Accounting Assosiation adalah “………….proses mengidentifikasi, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut”. Tujuan utama akuntasi adalah menyajiakan informasi ekonomi (economic informasi) dari suatu kesatuan ekonomi (economic entity) kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Manfaat Informasi Akuntansi Informasi akuntansi digunakan oleh pelbagai pengguna (users) dengan masing-masing kepentingannya, antara lain : 1. Pemilik dan Calon Pemilik (Investor) Memerlukan informasi untuk mengetahui hak-haknya yang akan diperoleh dari hasil operasi perusahaan dan dengan demikian dia dapat juga memutuskan untuk menambah modal yang ditanamkan atau menariknya. 2. Kreditor Informasi Akuntasi dapat digunakan untuk mengambil keputusan diberi atau tidaknya kredit yang diajukan oleh debitor serta berapa jumlah kredit yang daoat diberikan kepadanya. 3. Pemerintah Membutuhkan informasi keuangan dalam menevaluasi pajak dan untuk mengetahui apakah perusahaan telah mematuhi peraturanperatutan yang berlaku atau tidak, misalnya sehubungan dengan upah minimum regional yang berlaku.. 4. Karyawan/Federasi Buruh Membutuhkan informasi keuangan untuk menentukan kontrakkontrak kerja, satau keputusan-keputusan lain yang diperlukan. 5. Manager Perusahaan. Untuk melakukan evaluasi hasil operasi yang telah dilakukan dalam satu periode, sehingga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan stategik. Bidang-bidang Akuntansi Beberapa bidang spesialisasi dalam akuntansi, antara lain : 1. Akuntansi Keuangan, meliputi kegiatan pencatatan transaksi, penyusunan laporan-laporan periodik yang sesuai dengan Standart Akuntansi Keuangan. 2

2. Auditing, meliputi kegiatan pemeriksaan atas catatan-catatan akuntansi secara bebas. Pemeriksaan akuntan ini meliputi pemeriksaan terhadap system dan prosedur perusahaan, catatancatatan yang mendukung laporan keuangan, serta memberikan pendapat mengenai “kelayakan dan kewajaran” laporan keuangan yang bersangkutan. 3. Akuntansi Biaya, merupakan bidang akuntansi yang penekanannya pada masalah penetapan dan pengendalian biaya, dari saat produsi siap dimulai sampai dengan barang selesai diproses/diproduksi.Hasil akhir dari akuntansi adalah “laporan perhitungan Harga Pokok Produksi” 4. Akuntansi Manajemen, bidang akuntansi yang mengolah kasuskasus tertentu yang dihadapi para manajer perusahaan dari berbagai jenjang organisasi (Intern Perusahaan). 5. Akuntansi Pajak, adalah bidang akuntansi yang mencakup penyusunan surat pemberitahuan pajak, mempertimbangkan konsekuensi perpajakan dari transaksi usaha yang direncanakan. 6. Sistem Akuntansi, adalah bidang khusus yang menangani perencanaan dan penerapan prosedur-prosedur untuk mengumpulkan dan melaporkan data keuangan. 7. Akuntansi Anggaran, adalah bidang akuntansi yang menyajikan rencana operasi keuangan untuk periode tertentu, kemudian membandingkan relalisasi dengan rencana operasi , sehingga operasi perusahaan dapat dimonitor dan dikendalikan. 8. Akuntansi Internasional, merupakan bidang akuntasi yang khusus menyangkut masalah-masalah perdagangan perdagangan internasional dari perusahaan-perusahaan multinasional. 9. Akuntansi Lembaga Nonprofit, adalah bidang akuntasi yang mengkhususkan pada masalah pencatatan dan pelaporan transaksi dari unit-unit pemerintah dan organisasi non profit seperti tempat ibadah, lembaga amal dan lembaga pendidikan. 10. Akuntansi Sosial, adalah bidang akuntansi yang mengukur biaya dan manfaat social, misalnya mengenai masalah penggunaan dana kesejahteraan social dalam sebuah kota besar. 11. Akuntansi Pendidik, adalah bidang akuntansi yang menyangkut ruang lingkup pendidikan.

3

Akuntansi Publik (Publik Accounting) Adalah bidang akuntansi yang dikerjakan oleh akuntan publik. antara lain : Controller Controller adalah seorang kepala bagian akuntansi dari suatu perusahaan tertentu. Akuntan yang bekerja dalam bidang ini disebut Akuntan Intern. Ijazah yang diberikan oleh suatu universitas negeri atau badan perguruan tinggi lain yang dibentuk menurut undang-undang atau 4 . Di Indonesia gelar “akuntan” diatur dalam UU No.34 Tahun 1954 Pasal 2 yang berbunyi : a. Gelar akuntan peblik selain dicapai dengan pendidikan formal. Tax Specialist Tax specialist adalah akuntan yang berkewajiban untuk mempersiapkan pelaporan pajak bagi perusahaan tempat ia bekerja. Internal auditor akan memeriksa catatan akuntasi dan apabila diperlukan dapat mengusulkan perubahan system akuntansi perusahaan yang bersangkutan. Cost Accountant Cost accountant adalah akuntan yang berspesialisai mengelola data biaya produksi. Internel Auditor Internal auditor adalah akuntan yang berkewajiban untuk menyelidiki dan menilai akuntasi dari perusahaan tempat ia bekerja.Lapangan Pekerjaan Akuntansi: Sesuai dengan jasa-jasa akuntas masyarakat. juga harus dilalui dengan praktek keahlian seperti yang ditetapkan.Akuntan publik adalah akuntan yang mendapat sertifikat dari pemerintah untuk berprofesi sebagai akuntan publik. akuntasi dapat dibedakan : yang diberikan pada Akuntansi Perseorangan (Private Accounting) Akuntasi perseorangan adalah bidang spesialisasi yang digeluti oleh akuntan-akuntan yang bekerja pada perusahaan-perusahaan tertentu. Adapun tugas dari akuntan ini ialah meyeleksi. Adapun dari controller adalah mengawasi semua kegiatan dari organisasi yang bersangkutan. dan melaporkan data biaya produksi. Ada beberapa jasa yang diberikan oleh akuntan-akuntan tersebut.Selain itu internal auditor berkewajiban untuk membawa pihak-pihak pengelola perusahaan dalam pengambilan keputusan-keputusan. memproses.

Ruang lingkup pekerjaannya adalah pencatatan transaksi perusahaan. antara lain Universitas Indonesia. Bagi fakultas ekonomi perguruan tinggi swasta (atau perguruan tinggi tertentu lainnya) gelar akuntan baru dapat diperoleh apabila mereka telah lulus Ujian Negara Akuntansi (UNA). Ujian ini diselenggarakan oleh Konsorsium Ilmu Ekonomi (suatu konsorsium pendidikan tinggi ilmu ekonomi yang dibentuk dengan surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 1976). Tata buku dalam arti book kepping adalah pencatatan data perusahaan menurut cara yang telah ditetapkan. Universitas Sumatera. memeriksa dan memyelidiki pelaporan pajak dan membuat rancangan system untuk organisasi yang bersangkutan. Universitas Brawijaya dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Universitas Pajajaran. meliputi perencanaan system pencatatan. serta menyampaikan interpretasi laporan tersebut. Ijasah yang diterima sesudah lulus dalam ujian lain yang menurut pendapat panitia ahli termasuk dalam pasal 3. sebagai tanda bahwa pendidikan akuntan pada perguruan tinggi tersebut telah dilalui dengan baik. guna menjalankan pekerjaan akuntan dapat disamakan dengan ijazah akuntan. b. Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting) Akuntan yang bertugas untuk membantu pembuatan peraturanperaturan pajak.akademi. pendidikan untuk menjadi “akuntan” dilakukan melalui Fakultas Ekonomi Negeri yang mempunyai jurusan akuntansi. Akuntansi Pendidikan (Accounting Education) Bidang akuntansi yang digeluti oleh para akuntan yang mengajar di lembaga-lembaga pendidikan. Universitas Airlangga. dan lain-lain. sedangkan akuntansi (sitem Amerika /anglo-saxon) memiliki cakupan yang lebih luas. Universitas Gajah Mada. Pada undang-undang tersebut. seperti universitas.diakui pemerintah. 5 . Perbedaan Antara Tatabuku Dengan Akuntansi. penyususnan laporan data yang telah dicatat dan penyampaiaan laporan data yang telah dicatat.

3. Sebutkan pihak-pihak yang membutuhkan informasi akuntansi ? 6 . Sebutkan bidang spesialisasi akuntansi? 4. kecuali : a. Menentukan jumlah pajak d. Memantau ketaatan perusahaan pada peraturan pemerintah. Keputusan kredit b. Menentukan tingkat upah c.Soal-soal Latihan 1: 1. Apa perbedaan antara Auditor internal dengan auditor eksternal ? 5. Manajemen c. Pihak-pihak yang membutuhkan laporan keuangan adalah : a. Pemilik d. Pemerintah membutuhkan informasi akuntansi untuk keperluan. Debitur 2. kreditur b.

kreditor. serikat buruh dan manajemen. 7 . a 3.Jawaban Soal-soal Latihan : 1. Auditor Internal adalah Internal auditor adalah akuntan yang berkewajiban untuk menyelidiki dan menilai akuntasi dari perusahaan tempat ia bekerja.karyawan. pemerintah.Selain itu internal auditor berkewajiban untuk membawa pihak-pihak pengelola perusahaan dalam pengambilan keputusan-keputusan. Akuntansi keuangan (financial Accounting) Pemeriksaaan akuntan (Auditing) Akuntasni Biaya (Cost Accounting) Akuntansi Manajemen (management Accounting) Akuntansi Pajak (Tax Accounting) Sistem Akuntansi ( Accounting System) Akuntansi Anggaran (Budgetary Accounting) Akuntansi International (International Accounting) Akuntansi Lembaga non Profit ( Social Accounting) Akuntansi social (Social Accounting) Akuntansi Pendidik (Accounting Education) 4. Ia bukan pekerja pada perusahaan tersebut (ekstrenal). calon investor. Investor (pemilik). bank. 5. Internal auditor akan memeriksa catatan akuntasi dan apabila diperlukan dapat mengusulkan perubahan system akuntansi perusahaan yang bersangkutan.sedangkan auiditor eksternal adalah seseotrang yang berkerja memeriksa catatan akuntansi serta menyelidiki dan meilai akuntasnsi suatu perusahaan dan memberikan penilaian kewajaran dari laporan yang dibuat oleh perusahaan. d 2.

Mahasiswa dapat menjelaskan konsep-konsep dasar. 1999. Mahasiswa dapat menjelaskan jenis dan bentuk hukum perusahaan 3. Bab1 2.PERKULIAHAN KE 2 Tujuan Instruksional Khusus : 1. Yogyakarta. Supriyono. 1990. juga sehubungan dengan konsep-konsep dasar penerapan akuntansi yang berlaku di Indonesia. Dasar-dasr Akuntansi. Niswonger-Fess-Warren. Jilid 1. Prinsip-prinsip Akuntansi. Penganta Akuntansi. STIE YKPM. Yogyakarta. Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian perusahaan 2. Jilid 1.L. Bahan Bacaan : 1. Al. Pokok Bahasan : Unit Usaha dan Laporan Keuangan Deskripsi : Dengan mempelajari bab ini anda dapat memahami dengan jelas perbedaan dari berbagai jenis perusahaan serta bentuk hukumnya. BPFE. Suparwoto. RA. Bab 1 3.Erlangga. Haryono Jusup. Bab2 8 . Jakarta.

Contohnya pabrik sepatu. dan lain-lain. 2. keagamaan dan lain-lain. Kegiatan produksi pada umumnya dilakukan untuk memperoleh laba. dan lain-lain. Contoh dari perusaaan semacam ini adalah kantor akuntan. dan lain-lain.Contohnya adalah dealer. secara garis besar jenis perusahaan dapat digolongkan : 1.BAB 2 UNIT USAHA DAN LAPORAN KEUANGAN Pengertian Perusahaan Perusahaan adalah suatu organisasi yang didirikan oleh seseorang atau sekelompok orang atau badan lain yang kegiatannya adalah melakukan produksi dan distribusi guna memenuhi kebutuhan ekonomis manusia. Usaha Perseorangan Ialah setiap bentuk usaha yang tanggung jawabnya pada pribadi seorang. Perusahaan Jasa Perusahaan jasa adlah perusahaan yang kegiatannya menjual jasa. Hasil suatu produksi dapat berupa barang atau jasa. 2. Namun demikian. perusahaan dapat dibedakan sebagai berikut : bentuk-bentuk 1. 3. banyak juga kegiatan produksi yang tidak bertujuan mencari laba. Perusahaan Manufaktur Perusahaan manufactur adalah perusahaan yang kegiatan mengolah bahan baku menjadi barang jadi dan kemudian menjualbahan jadi tersebut. pengacara. Perusahaan Dagang Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan utamanya memebeli barang jadi dan menjual kembali tanpa melekukan pengolahan lagi. Usaha Persekutuan Dengan Firma 9 . pabrik roti. Bentuk Perusahaan Bila dilihat dari sudut Yuridis Ekonomis. Seluruh kekayaan/modal perusahaan adalah milik pribadi orang tersebut dan ia bertanggung jawab kepada pihak lain dengan seluruh kekayaan pribadinya. toko-toko kelontong. Jenis-jenis Perusahaan Apabila didasarkan atas kegiatan utama yang dijalankan. toko serba ada. misalnya yayasan sosial. tukang cukur.

dan tanggungjawab terhadap pihak ketiga hanya terbatas sebesar modal sahamnya.Modal koperasi terdiri dari simpanan pokok. karena anggotanya dapat berganti-ganti.Tiap-tiap oarng yang menjadi anggota firma bertanggung jawab sepenuhnya jawab sepenuhnya terhadap seluruh hutang kepada pihak ketiga. Perseroan Terbatas (PT) Perseroan terbatas adalah badan hukum. Di dalam koperasi tidak ada modal permanen. dan sukarela yang diperoleh dari anggota-anggotanya. Sekutu komanditer bertanggungjawab kepada sekutu-sekutu komplementer hanya sebesar kekayaan (modal) yang dipercayakan kepada persekutuan komanditer. hanya didalamnya terdapat sekutu-sekutu yang memimpin (sekutu komplementer) dan sekutusekutu yang mempercayakan modalnya (sekutu komanditer). Persekutuan ini ini akan memperoleh modal dari orang-orang yang bergabung di dalam persekutuan. wajib. 5. yaitu badang yang mempunyai kekayaan. serta kewajiban sendiri yang terpisah dari pemilik. 4. 3.Suatu bentuk persekutuan usaha yang didikan oleh beberapa orang dengana menggunakan nama bersama. Usaha Persekutuan Komanditer (CV=Commanditaire Vennootschap) Bentuk ini hampir sama dengan firma. Pemilik PT adalah para pemegang saham. 10 . Koperasi Adalah suatu perkumpulan yang kenggotaannya bersifat murni pribadi dan tidak dapat dialihkan. hak.

4. Dari kegiatan dibawah ini . Membayar tagihan telepon d. Perusahaan Pabrik d. bentuk perusahaan yang tidak dapat mereka bentuk adalah : Perusahaan perseorangan Firma CV Perseroan Terbatas 3. yang bukan merupakan kegiatan yang harus dicatat dalam akuntansi perusahaan : a. Salon kecantikan termasuk : Perusahaan Jasa Perusahaan dagang c. b. Perusahaan perseorangan a. d. c. Membeli perabot kantor 2. a. Mengangakat Pegawai b.Soal-soal latihan 2 : 1. b. berikan contohnya ? 11 . Adin dan Dira bersepakat untuk memdirikan perusahaan bersama. Mengembalikan pinjaman bank c. Jelaskan pengertian perusahaan ! 5. Apa yang dimaksud dengan perusahaan manufactur.

A 4.Contohnya pabrik sepatu. Perusahaan manufactur adalah perusahaan yang kegiatan mengolah bahan baku menjadi barang jadi dan kemudian menjualbahan jadi tersebut. pabrik roti. 12 . 5. A 3. C 2.Jawaban Soal-soal Latihan 2: 1. dan lain-lain. Perusahaan adalah suatu organisasi yang didirikan oleh seseorang atau ekelompok orang atau badan lain yang kegiatannya adalah melakukan produksi dan distribusi guna memenuhi kebutuhan ekonomis manusia.

Akuntansi Suatu Pengantar. Bab 1 3. Jilid 1. Menjelaskan hubungan antara neraca. Supriyono. Bab 3 13 . hutang dan modal 2. Soemarso SR. Menyusun laporan keuangan melalui transaksi yang sudah dimasukan dalam persamaan dasar akuntansi. Bahan Bacaan : 1. Bab1 4. Mahasiswa dapat memasukan transaksi ke dalam persamaan dasar akuntansi 3. Yogyakarta.PERKULIAHAN KE 3 Tujuan Instruksional Khusus : 1. Jilid1. 1990. Prinsip-prinsip Akuntansi.1999. Suparwoto. Menjelaskan pengertian harta. Sehingga bila nantinya anda akan dapat lebih mudah dapat melakukan pencatatan dengan menggunakan media yang sesungguhnya digunakan (misalnya Jurnal. BPFE. Penganta Akuntansi. Niswonger-Fess-Warren. 4. Bab2 2. Jakarta. Al. Yogyakarta. Dasar-dasr Akuntansi. RA.L. Rineka Cipta. Haryono Jusup. laporan perhitungan rugi laba dan laporan perubahan modal Pokok Bahasan : TRANSAKSI DAN PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI Deskripsi : Dalam bab ini anda dibantu untuk bernalar dalam menangani transaksi yang terjadi melalui persamaan dasar akuntansi. STIE YKPM. Buku besar). Jakarta.Erlangga. 1999.

Indira 14 Rp 15.000.000.000. harta akan bertambah sebesar Rp 15.000 kedalam perusahaan yang baru ia dirikan dengan nama Indira Butik.000 yang disetor ke “Indira Butik” bukan lagi milik Nona Indira.000. Maka persamaan akan terlihat sebagai berikut : Harta Kas 1. Rp 15.000 Rp 10. (Rp 10.000) Rp 10.000. maka uang Rp 15. Pengaruh dari perubahan-perubahan itu nampak jelas dalam persamaan dasar akuntansi.000 Sesuai dengan konsep kesatuan usaha. Berikut ini akan diberikan contoh-contoh penerapan transaksi kedalam persamaan-persamaan akuntansi : Transaksi 1 Nona Indira menyerahkan uang tunai sebesar Rp 15.000 Rp 15.000.000 . tetapi sudah merupakan kekayaan/modal perusahaan “Indira Butik” Transaksi 2 “Indira Butik” membeli sebidang tanah untuk kegiatan operasional perusahaan seharga Rp 10.000 = Modal Modal.000.000 secara tunai.000. yaitu : Harta = Utang + Modal Jadi dapat dikatakan bahwa transaksi adalah peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian yang mengakibatkan adanya perubahan atau pergeseran Harta.000.000. Akibat dari transaksi ini. sedangkan modal juga kan bertambah pada sisi lainnya.000. sehingga bentuk persamaan akan nampak sebagai berikut : Transaksi Modal Kas + Harta Tanah = Modal. Transaksi ini mengubah komposisi harta.000 2.BAB 3 TRANSAKSI DAN PERSAMAAN AKUNTANSI PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI Transaksi dapat didefinisikan sebagai suatu perubahan yang menyangkut ketiga unsur pokok persamaan akuntansi.000 Saldo Rp 5. Rp 15. utang dan modal.000.000 1. Indira Rp 15. tetapi tidak mengubah jumlah keseluruhan dari harta.000.000.

000 Rp 10.000.000 _______________ Rp 15.Transaksi 3 Pada bulan yang sama “Indira butik membeli benang jahit.000 Transaksi 5 Dalam bulan ini “Indira Butik “ memperoleh penghasilan dari kegiatan operasionalnya sebesar 3.000 Transaksi 4 Pada bulan yang sama perusahaan dapat melunasi utangnya sebesar Rp 100.000. maka modalpun akan bertambah dengan jumlah yang sama. maka akan timbul “utang dagang”. Pendapatan adalah hasil penjualan barang dan jasa dari perusahaan sedangkan biaya adalah harta/jasa yang habis dipakai dalam proses memperoleh suatu pendapatan.000.000 Rp 10.000. Demilan sebaliknya bila terjadi biaya.benang obras dan perlengkapan lainnya seharga Rp 200.000 Rp 10.900.000 = +Perlengkapan + Rp 200.000.000 3.000. Persamaan dasar akuntansi akan tampak msebagai berikut : 15 .000 Rp 15.000 ____________ _______________ Rp 200.000.000 = = Hutang + Kas + Rp 5.000. Indira Rp 200. Transaksi tersebut akan tampak sebagai berikut : Transaksi Harta Kas Saldo Rp 5.000 (Rp 100. Indira Rp 200.000.000.000) Rp 4. Saldo Rp 5.000. Persamaanya nampak sebagai berikut : Transaksi Modal Saldo 4.000.000 Hutang + Modal Rp 15.000 Hutang Dagang + Modal.000 Tanah = Hutang Dagang Modal.000) _______________ Rp 100. Saldo Harta Perlengkapan + Tanah Rp 200.000. Transaksi ini akan menambah “perlengkapan” perusahaan dan oleh karena pembelian ini belum dilunasi.000.000 yang akan dilunasinya dalam waktu dekat.000 Rp 15.000.000 Rp 200.000 (Rp 100. Apabila Indira memperoleh pendapatan Rp 3.000.000 Rp 10. Akibat dari transaksi ini utang dagang berkurang dan harta berupa kas berkurang Rp 100.000.000 Rp 200.

000 Rp 10.000 100. maka persamaanya nampak sebagai berikut : Transaksi Harta = Perlengkapan + Tanah 200.900.Transaksi Modal Harta = Hutang + Kas + Perlengkapan + Tanah = Saldo Rp 4.000.000.000 5.000 ____________ _______________ Saldo Rp 7.000 Rp 200.000.000 kepada pelanggan dan baru akan dibayar bulan depan.000 ___________ 200.000 ____________ 10.000.000 Hutang = + Modal Kas + Piutang + Saldo Rp 7.000.000) ___________ Saldo Rp 7.000 Hutang Dagang + Modal 100.550.000.000 19.000.000.000.450.000 Rp 200.000 10.000 Rp 10.000.000. Rp 3.900. sehingga akan nampak salam persamaan sebagain berikut : Transaksi Harta = Hutang = + Modal Kas + Piutang + Perlengkapan + Tanah Saldo Rp 7.000 ____________ Rp 3.000 Rp 10.000 Hutang Dagang + Modal.000.000 Rp 200.000.900.000.000 Rp 100. Indira Rp 100.000 Rp 100. (450.000 Hutang Dagang + Modal Rp 100.000 dan biaya lain-lain Rp 50. biaya telepon Rp 250.000 _______________ ____________ Saldo Rp 7.Dalam transaksi ini pendapatan yang belum diterima kasnya akan menimbulkan piutang dagang (tagihan) pada langganan.000 __________ 50.000 Rp200.000 Rp 1.000 Rp 19.000 6.900.000 Transaksi 7 Pada Bulan tersebut dibayar biaya listrik Rp 150.000 16 .000 7.000.000 18.000 Rp 10. _____________ Rp 1.000.000 _____________ Rp 1.000 150.000.000 250.000 Rp 15.000 Rp 18.000.000 Rp 18. Biaya-biaya yang terjadi akan mengurangi kas dan modal perusahaan.000 1.000.000.000 Rp Transaksi 6 “Indira Butik memberikan jasa senilai 1.000 1.900.000.

000 Hutang Dagang + Modal 15.000 10.000.000.000.000 1.000) Saldo Rp 7.000 untuk kepentingan pribadinya.000 200.000 10.000.000 8.000.000) (150.000 = Hutang = + Kas + Piutang + Saldo Rp 7.550.000 ( 450.000.000.000 Tanah = = Hutang 10.000. Persamaan akan berubah sebagai berikut : Transaksi Modal Harta Perlengkapan + Tanah 200.000. Kas + Piutang + Rp 15.000) Saldo Rp 7.Transaksi akan mengurangi kas dan modal.300.Transaksi 8 Nona Indiara mengambil uang kas sebesar Rp 150.000 18.000) 3.000 17 .000 (100.450.000) ( 100. 5.400. 7.000 Hutang Dagang + Modal 100.000.000 200.000 100.400.000) Rp 18.000) (250.000.000. 4.000. Perlu diingat bahwa pengambilan pribadi ini bukan merupakan biaya perusahaan melainkan merupakan pengurang modal Indira.000.000 (10. 6. (150.000 (150.000 1.000 Apabila transaksi-transaksi perusahaan “Indira diringkaskan dalam tabel akan nampak sebagai berikut : Butik” Transaksi Harta + Modal 1 2 3.000 1.000 (150.000 10.000) 100.000 Rp 18.000 1.000 8.000 1.300.000) 3. (150.000) ( 50.000) Perlengkapan + 200.000 200.

utang dan modal sebuah perusahaan pada tanggal tertentu. Laporan Rugi Laba Laporan rugi laba adalah ringkasan dari pendapatan dan biaya sebuah perusahaan dalam peiode tertentu Laporan Perubahan Modal Laporan perubahan modal adalah ringkasan perubahan modal suatu perusahaan yang terjadi dalam peride tertentu. Apabila transaksi-transaksi peruhaan “Indira Butik” dilaporkan dalam ketiga jenis laporan keuangan tersebut diatas.LAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan dari suatu perusahaan perseorangan atau firma umumnya berupa perhitungan rugi laba. akan terlihat sebagai berikut : 18 . Neraca Neraca adalah suatu daftar yang menunjukan posisi harta. laporan perubahan modal dan neraca.

Indira Butik Laporan Rugi Laba Bulan Januari xxxx Pendapatan Biaya-biaya Usaha : Biaya Listrik Biaya Telepon Biaya lain-lain Rp 250.000 Hutang dan Modal Hutang Modal Rp Rp Rp 15.400.000.000 Rp 3.000 Piutang Dagang Rp 1.000 19 .000 Rp Rp 450.000 Perlengkapan Rp 200.000 Tanah Rp 10.000.000 Rp 50.000) Penambahan modal Modal Indira.000 100.400.000 Rp18.500.000.000 Rp 150.000 18.300.000 Prive ( Rp 150. 1 Januari xxx Laba bersih Rp 3.000 18.500.550.000 Rp18. 31 Januari xxxx Indira Butik Neraca 31 Januari xxxx Aktiva Kas Rp 7.000 Rp 4.550.400.000 3.000.000 Indira Butik Laporan Perubahan Modal Bulan Januari xxxx Modal. Indira.

500. Laba bersih Rp 7. Bertambah Rp 60.A c. Prive 6. Bunyi persamaan dasar akuntansi adalah . Laba bersih Rp 45. maka jumlah laba bersih atau kerugian adalah : a. utang dan modal suatu perusahaan pada tanggal tertentu.000 c.000. Bila besarnya pendapatan adalah Rp 45.000. maka jumlah dan arah perubahan (bertambah atau berkurang) dari modal.000 b. A = H + M d. Suatu daftar harta. a.000. H = M . Berkurang Rp 40. Berkurang Rp 60.000. Neraca menunjukkan a. Hasil usaha b. Biaya gaji c. Posisi Keuangan c. Sumber dari mana kekayaan perusahaan berasal disebut : a.Soal-soal Latihan 3 : 1.0000. Perhitungan rugi/laba c.000.000.000. Neraca b.disebut : a.500. Diantara pos-pos dibawah ini. Biaya bunga d. Pendapatan jasa b. Perubahan modal 20 . Bila selama bulan agustus 2003 harta Tuan Nyoman bertambah sebesar Rp 50. Hutang d.M 4. Rugi Rp 2. Laporan perubahan Modal d. dan prive pemilik sebesar Rp 10. A = H . Harta c.000 7.000. Rugi Rp 37.000 3. M = H + A b. beban sebesar Rp 37.000 d.000. Modal b. BertambahRp 40.500.000. Laporan laba ditahan 5.000 d.000 c.000.000. Pasiva 2.000 b. adalah : a.000 dan jumlah hutang bertambah Rp 10. mana yang tidak mempengaruhi perhitungan rugi/laba : a.500.

Laba Bersih 21 . Perubahan modal d. Hasil usaha b. Posisi Keuangan c. Laba Bersih 8. Perhitungan Rugi laba menunjukkan : a.d.

c 4. b 7. a 5. b 8. d 6. c 3. a 22 . d 2.Jawaban Soal-soal Latihan 3: 1.

Pengantar Akuntansi 1. 2. Bahan Bacaan: 1. Rineka Cipta. 1985. Materi ini sebagai dasar melanjutkan materi berikutnya yaitu pencatatan transaksi ke dalam buku jurnal. 6. Akuntansi Suatu Pengantar. YKPN.. Soemarso. Bab 4 3. Slamet Sugiri. Dasar-Dasar Akuntansi 1. 3. Sugiarto. Jakarta. akhir mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat: Menjelaskan pengertian Buku Besar Menjelaskan pengertian rekening melakukan pengelompokkan rekening Memahami bentuk rekening Memahami aturan Pendebit-kreditan rekening Melakukan pencatatan transaksi ke dalam rekening Menyebutkan macam-macam nama rekening Pokok Bahasan: PENCATATAN TRANSAKSI KE BUKU BESAR Deskripsi Singkat: Dalam pertemuan ini akan mempelajari tentang buku besar dan rekening – rekening yang ada di dalam buku besar serta bagaimana aturan pencatatan ke dalam rekening buku besar. Bab 2 2. BPFE. UPP AMP. 7. 5. 4. bab 3 23 . 1999. Yogyakarta.PERKULIAHAN KE 4 TIK: Pada 1. Yogyakarta.

dan Modal pemilik. Dalam bab sebelumnya kita baru mengenal tiga kelompok rekening yaitu aktiva. hutang . sedangkan prive adalah pengambilan untuk keperluan pribadi pemilik sehingga mengurangi modal pemilik. sehingga dari dari rekaning dapat diketahui transaksitransaksi yang terjadi yang mempengaruhi rekening tersebut. Buku besar berisi rekening-rekening yang ada didalam pembukuan perusahaan. Salah satu alat pencatatan transaksi keuangan perusahaan adalah Buku besar (Ledger) yang diartikan sebagai sebuah buku yang berisi kumpulan rekening atau perkiraan (account). Pendapatan merupakan elemen yang menambah modal dan biaya merupakan pengorbanan perusahaan dalam rangka memperoleh pendapatan sebagai pengurang modal. Rekening modal pemilik digunakan untuk menampung semua transaksi yang mempengaruhi modal pemilik yaitu setoran modal. Dalam praktek sebenarnya. Didalam praktek akuntansi yang sebenarnya transaksi keuangan perusahaan dicatat dalam buku catatan akuntansi. Rekening-rekening yang terdapat di dalam buku besar digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan secara terpisah aktiva. khususnya laporan Rugi laba yang hanya melaporkan pendapatan dan biaya.BAB 4 PENCATATAN TRANSAKSI KE BUKU BESAR BUKU BESAR Pengertian. pendapatan. sehingga perlu di pisahkan kedalam rekening-rekening sendiri yaitu rekening pendapatan 24 . jadi persamaan dasar akuntansi bukan merupakan proses pencatatan transaksi melainkan merupakan media untuk melakukan analisis pengaruh tarnasaksi keuangan. Di dalam rekening tersebut transaksi keuangan perusahaan dicatat. biaya dan prive. Pada bab sebelumnya telah dijelaskan tentang persamaan dasar akuntansi yang digunakan untuk menganalisis pengaruh suatu transaksi keuangan perusahaan terhadap posisi Aktiva. Apabila semua sumber biaya dan macam-macam biaya digabung dalam pencatatanya ke dalam rekening modal akan berakibat tidak informatif dan akan mengalami kesulitan dalam pembuatan laporan keuangan. Hutang dan modal pemilik. rekening piutang untuk mencatat transaksi yang berpengaruh terhadap rekening piutang dan sebagainya. Pengelompokan Rekening.dan modal pemilik. misalnya rekening kas untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan yang berpengaruh terhadap rekening kas. perusahaan mempunyai banyak sumber pendapatan dan macam-macam biaya yang harus dikeluarkan. Hutang.

2. pendapatan atau biaya yang dicatat dalam rekening tersebut. Untuk lebih jelasnya pengelompokan rekening dapat dilihat dalam gambar berikut ini: Kelompok Rekening: Aktiva Hutang Modal Pendapatan Biaya Prive Bentuk Rekening Bentuk Rekening harus terdiri (3) bagian yaitu: 1. Rekening Nominal. yang menjelaskan tentang jenis aktiva. Rekening riil.dan Prive. Tempat untuk mencatat penambahan yang terjadi dalam perkiraan yang bersangkutan 3. Hutang. yaitu rekening-rekening yang pada akhir periode akan dilaporkan pada laporan neraca antara lain aktiva . Tempat untuk mencatat pengurangan rekening yang bersangkutan Rekening Nominal Rekening Riil 25 . Pendapatan. kewajiban. hutang dan modal 2. rekening biaya untuk mencatat biaya dan rekening prive untuk mencatat transaksi pengambilan pribadi pemilik. Nama rekening. Biaya. Keenam kelompok rekening tersebut dapat dikelompokkan lagi menjadi dua (2) kelompok rekening dalam pelaporannya. yaitu: 1. Informasi yang dihasilkan dari suatu sistem akuntansi dapat dibedakan menjadi 6 kelompok informasi atau rekening yaitu Aktiva. yaitu rekening-rekening yang pada akhir periode akan dilaporkan dalam laporan Rugi-laba. Modal pemilik.digunakan untuk mencatat transaksi pendapatan. modal.

Berikut ini bentuk-bentuk rekening yaitu: 1. Rekening bentu T Nama Perkiraan Sisi Sebelah kiri (debit) Sisi Sebelah Kanan (kredit) 26 .

prive dalam rekening yang bersangkutan baik penambahan atau pengurangan yang terjadi pada rekening tersebut. hutang. 27 . Aturan pendebitan dan pengurangan suatu rekening pada umumnya dapat dijelaskan dengan suatu gambar sebagai berikut: NERACA AKTIVA Debit Penambahan (+) Kredit Pengurangan (-) HUTANG Debit Pengurangan (-) Kredit Penambahan (+) MODAL Debit Pengurangan (-) Kredit Penambahan (+) Rekening Riil atau Neraca. pendapatan. modal pemilik. Perkiraan Dua Kolom : Nama Perkiraan : Tgl Keterangan Ref Debit Tgl Nomor Perkiraan : Keterangan Ref Kredit 3. biaya.2. Tgl Perkiraan Empat Kolom : Keterangan Ref Debit Kredit D Saldo K Aturan Pendebitan dan Pengkreditan Aturan pendebitan dan pengkreditan adalah aturan yang digunakan untuk mencatat perubahan aktiva.

apabila suatu transaksi akan mengakibatkan rekening hutang dan modal bertambah akan di kredit. Saldo ini kemudian dipindahkan ke rekening modal. sedangkan apabila mengakibatkan rekening hutang dan modal berkurang akan di debit. Untuk memperjelas aturan pendebitan dan pengkreditan rekening pendapatan dan biaya dapat dilihat pada gambar dibawah ini: REKENING MODAL Debit Pengurangan Modal Rekening-rekening Biaya Kas Debit untuk Kredit untuk penambaha n (+) n (-) Penguranga Kredit Penambahan Modal Rekening-rekening Pendapatan Modal Brilliant Debit Kredit untuk untuk Pengurang penambaha an n (-) (+) Pada akhir suatu periode akuntansi. maka rekening tersebut di kredit. oleh karena itu penambahan pendapatan pencatannya di dalam rekening di sebelah kredit dan pengurangan pendapatan di sebelah debit. Penerapan aturan pendebitan dan pengkreditan untuk rekening Nominal yaitu Pendapatan dan biaya didasarkan pada hubungan dengan rekening modal. Dengan pemindahan ini berarti rekening tersebut sudah ditutup. Rekening Perhitungan Rugi laba. Secara berkala (biasanya padaakhir tahun) semua rekening pendapatan dan biaya dipindahkan ke rekening yang mengikhtisarkannya (rekening R/L). Laba bersih atau rugi suatu akan mempengaruhi penambahan dan pengurangan modal yang berasal dari kegiatan usaha. maka rekening yang bersangkutan di debit. maka 28 .Apabila suatu transaksi yang mengakibatkan suatu rekening aktiva bertambah. Rekening pendapatan akan menambah modal. Saldo rekening yang mengikhtisarkan pendapatan dan biaya tersebut merupakan laba bersih atau rugi bersih untuk periode yang bersangkutan. Akibat dari pemindahan saldo ini dikatakan bahwa rekening-rekening pendapatan dan biaya yang bersangkutan “dihitung” (closed). sedangkan suatu transaksi mengakibatkan suatu rekening aktiva berkurang . Oleh karena penutupan rekening pendapatan dan biaya dilakukan secara berkala. saldo rekening pendapatan dan biaya dilaporkan dalam perhitungan rugi laba. Sebaliknya untuk rekening hutang dan modal. Sedangkan biaya akan mengakibatkan berkurangnya modal sehingga pencatatannya di rekening di sebelah debit dan pengurangan biaya dicatat di sebelah kredit.

Jumlah debit dan kredit dicatat dalam rekening yang bersangkutan. Pengambilan ini dicatat di sebelah kredir rekening Prive (drawing) yang berarti sebagai pengurangan modal. kewajiban. Gunakan aturan pendebitan dan pengkreditan. Hal ini merupakan kebiasaan dalam praktek. 2. Perlu diketahui bahwa suatu transaksi paling tidak akan mempengaruhi dua rekening. Transaksi-transaksi di bawah ini terjadi selama bulan September 2003: 29 . 4. Oleh karena itu sebelum melakukan pencatatan kedalam suatu rekening sebaiknya setiap transaksi selalu dianalisis terlebih dahulu. Tentukan rekening yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut. dengan demikian akan terpelihara suatu keseimbangan debit dan kredit. Rekening Prive Rekening prive ini digunakan untuk penampung transaksi pengambilan uang untuk keperluan pribadi pemilik modal. Saldo rekening-rekening yang dilaporkan dalam neraca pada akhir periode akan dipindahkan menjadi saldo awal rekening yang bersangkutan untuk periode berikutnya. Misalnya : Pada tanggal 1 September 2003 Tuan Brilliant mendirikan sebuah perusahaan ANGGREK MAS yang bergerak dalam bidang memberikan pelatihan. terutama apabila pemilik tersebut bekerja penuh untuk perusahaan atau apabila perusahaan tersebut merupakan sumber penghasilan utama. Apabila suatu rekening di debit maka rekening lainnya dikredit. Tentukan pengaruh transaksi terhadap penambahan (pengurangan) aktiva. Urut-urutan yang harus diikuti untuk meneliti setiap transaksi adalh sebagai berikut: 1. Gunakan bagan rekening untuk menentukan rekening-rekening yang dipengaruhi oleh transaksi 3.rekening pendapatan dan biaya sering disebut rekening modal sementara (temporary capital account) atau rekening nominal ( nominal account). tentukan apakah sebagai akibat adanya transaksi tadi perkiraan tersebut harus didebit atau dikredit. Oleh karena sifatnya yang permanen. pendapatan dan biaya. modal. Pemindahan ini dilakukan secara terus menerus dari tahun ke tahun. Tentukan jumlah yang harus didebit dan dikredit. rekening-rekening neraca sering disebut dengan rekening riil (real account). Pencatatan Transaksi Dengan Rekening Suatu tarnsaksi dicatat ke dalam rekening dengan menerapkan aturan pendebit dan pengkreditan suatu rekening.

000.000 . Pencatatan transaksi tersebut ke dalam rekening buku besar adalah penambahan kas akan dicatat di sebelah debit rekening kas dan penambahan modal pemilik akan dicatat di sebelah kredit rekening modal pemilik.000.Tanggal 1 September 2003 Tuan Brilliant menyerahkan kas sebesar Rp 15. 2.000.000. Analisis Transaksi: Transaksi tanggal 2 September mengakibatkan rekening peralatan kantor bertambah dicatat di sebelah debit rekening peralatan kantor sebesar Rp 5. Analisis Transaksi: Transaksi tanggal 1 September mengakibatkan kas perusahaan bertambah sebesar Rp 15.000 akan dicatat di sebelah kredit rekening kas serta mengakibatkan rekening hutang bertambah sebesar Rp 3.000 1.000. mengakibatkan rekening kas berkurang Rp 2.000. Kas 1. 5.000.000 Hutang 2.000 sebagai modal pertamanya.000. 15.000.000 Peralatan Kantor 2. 3.000.000 dengan membayar uang muka sebesar Rp 2.000 30 .000 di catat di sebelah kredit rekening hutang. Pengaruh dari transaksi diatas terlihat pada gambar berikut ini: Kas 15. lemari kantor dengan harga Rp 5.000. 2.000.000.000 Modal Brilliant 1.000.000. 15.000 Tanggal 2 September 2003 Perusahaan membeli peralatan kantor perupa meja.000.000 dan modal pemilik bertambah sebesar Rp 15.

2. penghapus.000.000.000 Biaya Sewa Gedung 7. 500.000 31 .000 tampak sebagai berikut: Kas 1.000 1. 500.000 Transaksi tanggal 7 September 2003 Pembayaran biaya sewa gedung kantor bulan September sebesar Rp 2. Kas 15.000 Analisis Transaksi: Transaksi tersebut mengakibatkan rekening Bahan habis pakai bertambah dicatat sebelah debit rekening Bahan Habis Pakai sebesar Rp 500. dan lain-lain sebesar Rp 500. 15.000. 2.000 Analisis transaksi: Transaksi diatas menyebabkan bertambahnya biaya sewa gedung dicatat di sebelah debit rekening sewa gedung dan berkurangnya kas dicatat di sebelah kredit rekening Kas. 2.000.000 7.Tanggal 5 September 2003 Perusahaan membeli bahan habis pakai Berupa spidol.000 Bahan Habis Pakai 5.000 2.000 5. 2.000 5. 2.000 dan kas berkurang dicatat di sebelah kredit rekening kas sebesar Rp 500.000. bolpoin. 500.000.000.

Hutang.000.000 10. Modal.000 Kas 15.000 1.000 5.000 7.000 2.000.000 Analisis transaksi: Transaksi diatas mengakibatkan bertambahnya biaya bahan habis pakai sebesar Rp 50.000 Hutang 10.000. 1.000 Analisis transaksi: Transaksi diatas mengakibatkan hutang berkurang dicatat di sebelah debit rekening hutang sebesar Rp 1.000 di catat di sebelah debit rekening biaya bahan habis pakai dan berkurangnya bahan habis pakai dicatat di sebelah kredit bahan habis pakai sebesar Rp 50.000. Pendapatan. 500.000.000 Biaya Bahan Habis pakai 20. 500.000.000. 50. Biaya dan Prive adalah kelompokkelompok rekening. 2. 1. Tiap kelompok rekening terdiri dari rekeningrekening yang dapat digambarkan sebagai berikut: 32 .000.000 Bahan Habis Pakai 5. 2.000 Bagan Rekening Aktiva.000 dan mengurangi kas dicatat di sebelah kredit rekening kas sebesar Rp 1.Tanggal 10 September 2003 Membayar hutang atas pembelian peralatan kantor sebesar Rp 1. 3. 2.000 Tanggal 20 September 2003 Digunakan bahan habis pakai sebanyak Rp 50.000.

KELOMPOK REKENING Ativa KELOMPOK TERJABAR Aktiva Lancar ELEMEN REKENING Kas Surat-surat berharga Piutang usaha Persediaan Investasi Jangka Investasi pada saham Panjang Investasi pada obligasi Aktiva Tetap Berwujud Tanah Bangunan Mesin-mesin Kendaraann Alat-alat perkantoran Aktiva Tetap Berwujud Tidak Goodwill Hak paten Merk dagang Leasehold Gedung dalam pembangunan Mesin yang tidak digunakan Utang usaha Utang bank Utang Pajak Pos-pos transitoris & antisipasi pasif Utang hipotik Utang obligasi Utang bank jangka panjang Penjualan Pendapatan jasa Aktiva Lain-lain UTANG Utang Lancar Utang Jangka Panjang Pendapatan Pendapatan Usaha Pendapatan Usaha diluar Pendapatan bunga Pendapatan dividen Harga pokok penjualan Biaya administrasi Biaya penjualan Biaya Biaya Usaha 33 .

Piutang usaha ini ada yang dilengkapi dengan dokumen tertulis tentang kesanggupan membayar disebut piutang wesel. atau habis dipakai dalam jangka waktu satu tahun atau selama satu periode akuntansi.Modal Pemilik Biaya Di Luar Usaha Modal Disetor Biaya bunga Modal Modal Saham Biasa Agio modal saham biasa Laba ditahan Prive Laba Ditahan Prive Prive AKTIVA Aktiva adalah sumber-sumber ekonomi yang dikuasai oleh perusahaan dan masih memberikan menfaat dimasa yang akan datang. Persediaan Persediaan pada perusahaan dagang meliputi persediaan barang dagangan dan rupa-rupa bahan pembantu yang berupa bahan pengepak (packing material) dan bahan pembungkus (emballing material). Surat-surat berharga Adalah peneneman uang kas yang sementara menganggur pada surat-surat berharga. Piutang ini disebut piutang lain-lain. Sedangkan persediaan untuk perusahaan pengolahan terdiri dari persediaan bahan baku. Piutang usaha Adalah tagihan kepada pihak luar yang timbul dari aktivitas penjualan barang atau penyerahan jasa secara kredit. 4. Aktiva dapat dibedakan menjadi aktiva lancar. dan persediaan barang jadi. Aktiva lancar meliputi: 1. 3. sebagai investasi jangka pendek. Contohnya piutang kepada karyawan. dan aktiva lain-lain. investasi. dijual. Aktiva Lancar Adalah meliputi kas dan sumber-sumber ekonomis lainnya yang dapat dicairkan menjadi kas. 2. Kas Adalah uang tunai (uang kertas dan uang logam) dan alat-alat pembayaran lainnya yang dapat disamakan dengan uang tunai. disamping itu ada jenis piutang yang timbul bukan dari kegiatan usaha. misalnya saham dan obligasi. aktiva tetap. 34 . persediaan barang dalam proses.

Pendapatan ini disebut Pendapatan yang masih akan diterima atau Piutang pendapatan. Contoh: Perusahaan pada tanggal 1 Januari 2002 melakukan pembayaran biaya sewa kantor untuk 2 tahun sebesar Rp 4. Antisipasi Aktif.5.000. Aktiva ini dapat dimanfaatkan secara permanen atau dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Pengeluaran kas sebesar Rp 2. 7. b. Aktiva tetap ini dimaksudkan untuk digunakan dalam kegiatan normal perusahaan dan tidak untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan. Jumlah kumulatif penyusutan yang sudah diakui dicatat dalam rekening akumulasi 35 . atau memperoleh kenaikan nilai.000. 6. Aktiva tetap berwujud Adalah sumber-sumber ekonomi berwujud yang perolehannya sudah dalam kondisi siap untuk dipakai atau denganmembangun lebih dahulu. Penyusunan laporan neraca menimbulkan dampak khusus terhadap beberapa transaksi: a. yaitu biaya-biaya yang telah dikeluarkan kasnya oleh perusahaan tetapi bukan merupakan biaya pada periode tersebut melainkan biaya periode berikutnya. Transitoris aktif. rusak dan sebagainya maka kecuali tanah. Pada saat menyusun laporan keuangan pada 31 Desember 2002 yang menjadi biaya sewa kantor adalah biaya sewa kantor sebesar Rp 2. Periode akuntansi terjadi karena adanya penyusunan laporan keuangan secara periodik. aktiva tetap ini dilakukan penyusutan atau depresiasi. adalah pendapatan-pendapatan yang seharusnya menjadi pendapatan periode sekarang tetapi pendapatan itu belum diterima kasnya.000. Investasi Jangka panjang Adalah penanaman diluar perusahaan yang jangka waktunya lebih dari satu tahun dengan tujuan untuk menguasai perusahaan atau memperoleh pendapatan tetap. Karena pemanfaatannya lebih dari satu periode akuntansi dan semakin lama aktiva tersebut akan berkurang manfaatnya karena aus.000 dari bulan Januari sampai desember 2002.000 untuk Januari sampai dengan Desember 2003 belum dapat diakui sebagai biaya biaya sewa kantor tahun 2002 dan diakui sebagai Persekot biaya atau Biaya yang dibayar dimuka. Pos-pos transitoris dan antisipasi aktif Adalah pos-pos yang terjadi sehubungan dengan periodesasi akuntansi.000. Misalnya investasi dalam bentuk saham dan obligasi perusahaan lain dan investasi tanah yang semata-mata untuk memperoleh kenaikan harga jualnya.

penyusutan yang perlakuannya sebagai pengurang harga perolehan aktiva tetap berwujud. Berikut ini disajikan rekeningrekening aktiva tetap berwujud dan akumulasi penyusutannya. 36 .

Kendaraan Adalah segala alat-alat transportasi milik perusahaan dan digunakan dalam rangka kegiatan normal perusahaan. Goodwill yang melekat pada perusahaan merupakan pengakuan dari pihak lain. Gedung dan bangunan Adalah bangunan-bangunan yang dimiliki perusahaan dan digunakan dalam kegiatan normal perusahaan. Aktiva ini dapat diperoleh dengan cara membeli dari pihak lain atau mengembangkan sendiri. Untuk perusahaan dagang alat-alat kantor ini meliputi alat-alat kantor untuk kegiatan administrasi dan alat-alat untuk toko. Alat-alat perkantoran Meliputi perangkat. perabot dan perkakas perkantoran milik perusahaan yang digunakan dalam kaitannya dengan kegiatan normal perusahaan. Hak patenm adalah aktiva yang dapat dibeli dari pihak lain. 13. Mesin-mesin Adalah segenap alat-alat yang diguanakan dalam pengolahan barang yang berkaitan dengan kegiatan normal perusahaan. dan lain-lain. 12. 11. 9. gedung pabrik. contoh gedung kantor. Terhadap aktiva ini dikenakan amortisasi yang hampir sama dengan penyusutan atau depresiasi pada aktiva tetap berwujud. seperti Keberhasilan manajemennya dalam mengelola perusahaan. gedung garasi. 10. Aktiva tetap tidak berwujud Aktiva ini mencerminkan hak-hak istimewa atau kondisi yang menguntungkan perusahaan dalam mencapai pendapatan.Rekening Aktiva Tetap Mesin Gedung Kendaraan Alat-alat kantor Rekening Akumulasi Depresiasi Akumulasi depresiasi mesin Akumulasi Depresiasi Gedung Akumulasi depresiasi kendaraan Akumulasi depresiasi alat-alat kantor 8. sebagai pengangkut barang atau karyawan. 37 . Tanah Adalah bagian dari bumi yang dimiliki perusahaan dan digunakan dalam kegiatan normal perusahaan.

14. Hutang bank Adalah penarikan pinjaman oleh perusahaan dari bank. Hutang usaha ini juga dapat dilengkapi dengan dokumen secara tertulis berisi kesanggupan membayar dari perusahaan disebut hutang wesel.000 sedangkan siasanya adalah merupakan pendapatan diterima dimuka atau hutang pendapatan yang menimbulkan kewajiban perusahaan kepada pihak penyewa. 3. Pada tanggal 31 Desember 2002 pada saat perusahaan membuat laporan keuangan. Transitoris pasif Yaitu penghasilan-penghasilan yang sudah diterima kasnya oleh perusahaan tetapi belum saatnya diakui sebagai penghasilan perusahaan karena belum memberikan jasanya. Pada tanggal 1 Januari 2002 pihak penyewa membayar uang sewa toko tersebut secara keseluruhan sebesar Rp 15. dan sebagainya. Aktiva lain-lain Aktiva-aktiva yang dikelompokkan kedalam aktiva ini adalah aktiva yang dimiliki perusahaan tetapi tidak digunakan untuk kegiatan normal perusahaan. penghasilan yang dapat diakui sebagai penghasilan sewa tahun 2002 adalah sebesar Rp 5. tanah yangtidak untuk kegiatan normal perusahaan. hal ini dikaitkan dengan jangka waktu pelunasannya. Hutang lancar 1. Hutang Adalah Klaim atau hak para kreditur terhadap harta yang dimiliki oleh perusahaan.000.000. Hutang usaha Adalah kewajiban perusahaan yang timbul dari kegiatan normal perusahaan. Misalnya gedung masih dalam tahap pembangunan. Villa. 38 . di samping hutang wesel ada juga hutang yang tanpa dilengkapi dokumen tertulis dari perusahaan. Hutang dapat di bedakan menjadi Hutang lancar dan Hutang jangka panjang. Contoh: Perusahaan menyewakan ruang kantor kepada pihak lain selama 3 Tahun dimulai dari 1 januari 2002 sampai dengan 31 Desember 2004. Hutang Bank yang masih kelompok ini adalah hutang bank yang jangk waktunya maksimal satu tahun.000. 2.

Dalam pengelompokan biaya yang dikeluarkan perusahaan tergantu jenis perusahaan. Hutang Jangka Panjang Adalah hutang yang jangka waktu pelunasannya lebih dari satu tahun atau meliputi beberapa tahun. yaitu harga pokok barang yang dijual 39 . Perusahaan jasa mengelompokan biaya yang dikeluarkan ke dalam biaya operasi sedangkan untuk jenis perusahaan jasa dapat dikelompokkan menjadi: 1. Pengorbanan ekonomis dapat berupa pengurangan aktiva karena terjadi pengeluaran kas atau penambahan kewajiban karena belum terjadi pengeluaran kas. sehingga timbul kewajiban bagi perusahaan yaitu hutang listrik. Gedung. Hutang Obligasi Adalah hutang yang disertai dengan kesanggupan perusahaan untuk membayar sejumlah uang sebagaimana tercantum dalam surat hutang tersebut pada saat jatuh tempo. contohnya adalah pendapatan penjualan atau pendapatan jasa atau kegiatan di luar usaha pokok perusahaan contohnya pendapatan bunga deposito dan pendapatan dividen dan lain-lain. Contoh: Biaya listrik bulan Desember 2002 biasanya akan dibayarkan pada bulan januari 2003. Yang termasuk dalam kelompok hutang jangka panjang adalah: 1. mesin dan sebagainya. Pendapatan Adalah setiap tambahan aktiva atau pengurangan kewajiban yang timbul karena usaha perusahaan baik yang kegiatan pokok perusahaan. Harga Pokok penjualan.4. Hutang hipotik Adalah hutang jangka panjang yang dijamin dengan aktiva tetap. Biaya Adalah semua pengorbanan ekonomis yang dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh pendapatan. Maka pada saat perusahaan menyusun laporan keuangan tahun 2002 biaya listrik sudah mengakui sebagai biaya tahun 2002 karena perusahaan sudah menggunakan listrik tersebut tetapi belum dibayar. Antisipasi Pasif Adalah biaya yang sudak diakui sebagai biaya tetapi belum dibayar oleh perusahaan. 2. misalnya tanah. 3. Utang bank jangka panjang Adalah Hutang perusahaan kepada bank yang jangka waktu pelunasannya lebih dari satu tahun. Biasanya perusahaan mengeluarkan surat obligasi untuk memperoleh dana dari pihak luar.

biaya bahan habis pakai. Biasanya usaha ini dibedakan menjadi biaya pemasaran misalnya biaya iklan. Modal Sumbangan adalah rekening yang dibentuk untuk menampung penambahan modal yang berasal dari sumbangan oleh pihak lain. Modal pemilik untuk perusahaan persero merupakan setoran pemegang saham. Rekening ini digunakan untuk menampung pengambilan pribadi oleh pemilik. Rekening modal perusahaan dalam neraca tergantung pada jenis perusahaan. dan biaya administrasi dan umum contohnya adalah biaya gaji pimpinan. Di dalam neraca modal saham dicantumkan sebesar nilai nominalnya. Modal Pemilik Adalah sisa hak pemilik atas aktiva yang dimiliki perusahaan setelah dikurangi dengan utang-utang perusahaan. penyusutan dan lain-lain. misalnya Modal Brilliant.2. Untuk perusahaan persekutuan rekening prive digunakan untuk menampung transaksi pengambilan pribadi masing-masing pemilik. gaji karyawan kantor. 40 . Rekening prive terdapat pada perusahaan perseorangan dan perusahaan persekutuan. Pemilik saham adalah pemilik perusahaan dengan cara membeli saham yang dikeluarkan oleh perusahaan sehingga modal pemilik disebut modal saham. apabila jumlah modal yang disetor pemilik lebih besar dari nilai nominal selisihnya akan ditampung ke rekening agio modal saham sedangkan apabila jumlah yang disetor pemilik lebih kecil dari jumlah nominal selisihnya akan ditampung ke rekening Dis agio modal saham. Biaya operasi yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendukung kegiatan usaha perusahaan.Modal pemilik pada perusahaan perseorangan dan persekutuan . biaya gaji bagian penjualan dan lain-lain. Prive Adalah pengambilan aktiva perusahaan yang dilakukan oleh pemilik perusahaan. rekening modal di ikuti dengan nama pemilik.

Buku harian D. Persekot asuransi C. Rekening buku besar C. Piutang usaha B. Merupakan The books of Original Entries C. Buku yang berisi informasi transaksi keuangan penambahan dan pengurangan rekening tertentu adalah: A. Kendaraan B. Buku besaradalah: A. Laporan rugi laba berupa 2. 1. Modal A 4. Rekening tersebut yang termasuk rekening: A. Alat pencatatan transaksi keuangan perusahaan secara urut waktu berupa pendebitan dan pengkreditan rekening besaerta informasi yang menyertai transaksi tersebut B. Akumulasi penyusutan mesin rekeninh nominal adalah 41 . Rekening di bawah ini termasuk aktiva lancar adalah rekening: Mesin Piutang usaha Kendaraan Gedung 4. A. Pendapatan sewa D. Apabila nilai mahasiswa dibawah 60 harus mengulangi bab ini. Utang obligasi D. Hutang wesel 5. Rekening di bawah ini yang mempunyai saldo debit adalah: A. Utang Usaha C. Rekening yang mempunyai saldo kredit adalah rekening: A. Tidak ada jawaban yang benar 3. C. D. Sewa dibayar dimuka B. Apabila hasil tes mahasiswa nilainya mencapai 60 keatas maka dapat dilanjutkan pada bab berikutnya. Piutang usaha C. Jurnal B. Merupakan alat pencatatan transaksi keuangan tentang penambahan dan pengurangan yang terjadi dalam kelompok rekening tertentu D.Soal –soal latihan 4: Test digunakan sebagai bahan pengukur seberapa mahasiswa dapat memahami materi ini. B. Persediaan D.

A. Kolom debit rekening kas adalah untuk mencatat: A. Penambahan B. Pendapatan bunga D.6. Pengurangan C. Setiap transaksi keuangan perusahaan akan selalu merubah salah satu sisi debit dan sisi kredit persamaan dasar akuntansi C. C. D. B. Penyusutan gedung 7. Akumulasi 10. Setiap transaksi keuangan perusahaan bisa merubah sisi debit atau sisi kredit persamaan dasar akuntansi ataupun merubah baik sisi debit dan sisi kreditnya B. Pernyataan manakah di bawah ini yang benar: A. Sewa dibayar dimuka C. Setiap transaksi keuangan perusahaan akan selalu merubah sisi kredit persamaaan dasar akuntansi 42 . Penyusutan D. Biaya sewa B. Saldo normal rekening modal adalah: Debit Kredit Positif Negatif 8. Rekening di bawah ini yang termasuk rekening riil adalah rekening: A. Setiap transaksi keuangan perusahaan akan selalu merubah sisi debit persamaan dasar akuntansi D.

A 43 .Jawaban Soal-soal Latihan 4 : 1. B 2. A 10. B 8. B 9. D 6. C 3. B 4. C 7. A 5.

Pengantar Akuntansi 1. sehingga diharapkan anda dapat dengan mudah melakukan pencatatan transaksi ke dalam buku jurnal karena pencatatan transaksi di dalam jurnal perlu memahami terlebih dahulu bagaimana aturan pendebitan dan pengkreditan. Sugiarto. Melakukan pencatatan kedalam buku jurnal 5. Dasar-Dasar Akuntansi 1. Slamet Sugiri. Bahan Bacaan: 1. Rineka Cipta. Yogyakarta. Membuat jurnal koreksi 10. Menjelaskan pengertian dan tujuan pembuatan neraca saldo 11. Menjelaskan pengertian posting 6. Menjelaskan definisi jurnal 2. Menyusun neraca saldo Pokok Bahasan: BUKU JURNAL. bab 4 44 . Melakukan posting dari buku jurnal ke rekening buku besar 7. Menjelaskan macam-macam kesalahan dalam proses pencatatan tarnsaksi 9. BPFE. Menjelaskan alasan-alasan melakukan pencatatan transaksi di dalam buku jurnal 3. YKPN. DAN NERACA SALDO Deskripsi Singkat: Pada bab sebelumnya telah dijelaskan bagaimana cara melakukan pencatatan transaksi ke dalam rekening dan bagaimana aturan pendebitan dan pengkreditan rekaning. Melakukan penghitungan saldo tiap-tiap rekening 8.PERTEMUAN KE : 5 TIK: Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat: 1.. Akuntansi Suatu Pengantar. 1985. POSTING. Jakarta. Menjelaskan bentuk buku jurnal 4. Prosedur yang benar pencatatan transaksi dilakukan di dalam buku jurnal Proses pencatatan ke dalam buku jurnal disebut dengan proses penjurnalan. Bab 2 2. Soemarso. Yogyakarta. 1999. Pada akhir periode akuntansi disusun neraca saldo yang berisi saldo-saldo dari rekening-rekening buku besar. Bab 5 3. Informasi yang ada di buku jurnal kemudian ditransfer ke rekening buku besar melalui proses posting. Pada praktek pencatatan transaksi ke dalam buku besar tidak dibenarkan oleh siklus akuntansi. UPP AMP.

Rekening hanya meliputi informasi tentang transaksi yang mempengaruhi rekening tersebut. Sebuah perusahaan yang besar mempunyai ratusan rekening . Sedangkan di dalam rekenign buku basar tidak dirancang untuk keperluan semacam itu. 2. Maka pencatatan tranaksi secara langsung ke buku besar akan mengaburkan gambaran pengaruh suatu transaksi terhadap rekening-rekening. Jurnal merupakan catatan akuntansi yang pertama sehingga sering disebut The Books of Original Entry. Pencatatan transaksi secara langsung ke rekening buku besar tidak dibenarkan oleh siklus akuntansi disamping terdapat alasanalasan sebagai berikut: 1. POSTING DAN NERACA SALDO BUKU JURNAL Buku Jurnal adalah media pencatatan transaksi secara kronologis berupa pendebitan dan pengkreditan rekening beserta penjelasan yang diperlukan dari transaksi tersebut. Apabilan pencatatan dilakukan secara langsung ke rekening buku besar. Pencatatan tarnsaksi harus mampu menyajikan terjadinya transaksi secara kronologis. maka pekerjaan ini hanya dapat dilakukan oleh satu orang. Di dalam buku jurnal semua transaksi dicatat sehingga dari buku jurnal kita dapat mengetahui semua transaksi yang terjadi di dalam perusahaan. Transaksi keuangan harus dicatat lengkap beserta keterangan dan kondisi yang menyertainya. Rekening Buku besar tidak dirancang untuk memantau segenap keterangan dan kondisiyang mengikuti transaksi tersebut karena kolom keterangan yang disediakan tidak cukup untuk menampung keterangan yang menyertai transaksi tersebut. Sedangkan transaksi yang terjadi di dalam perusahaan pada kenyataannya dalam satu hari dapat mencapai sepuluh bahkan sampai seratus transaksi. maka tidak mungkin satu orang dapat menangani semua transaksi sendirian karena kemampuan yang terbatas pencatatan transaksi yang demikian banyak akan menimbulkan banyak kesalahan.BAB 5 BUKU JURNAL. Buku jurnal dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menampung penjelasan-penjelasan yang menyertai transaksi tersebut karena buku jurnal merupakan sumber pencatatan transaksi ke dalam rekening buku besar. 4. Pencatatan transaksi secara urut waktu atau kronolis mempermudah dalam penelusuran terhadap suatu transaksi. 3. Suatu transaksi akan mempengaruhi paling sedikit 2 (dua) rekening. Transaksi keuangan menyangkut beberapa elemen yang harus ditunjukkan pada satu media tertentu. 45 .

Apabila di dalam suatu rekening kolom Ref berisi satu maka sumber pencatatan rekening buku besar terdapat pada buku jurnal halaman 1. Transaksi keaungan yang dilakukan oleh suatu perusahaan meliputi jumlah yang banyak sehingg tidak cukup dicatat pada halaman. Kesalahan-kesalahan berikut tidak dapat diidentifikasi dengan pencatatan langsung ke buku besar: a Lupa melakukan pendebitan dan pengkreditan suatu transaksi. sebab buku jurnal berisi semua transaksi yang terjadi di dalam perusahaan sehingga mempermudah dalam penelusuran suatu transaksi. Pencatatan secara langsung ke dalam buku besar menimbulkan kesulitan untuk mengidentifikasi terjadinya kesalahan pencatatan transaksi. Tanggal transaksi harus dicatat pada buku jurnal. 46 .000 di tulis menjadi Rp 132. Proses identifikasi transaksi sangat penting untuk dapat menemukan kesalahan saat dan tempat terjadinya kesalahan. Halaman jurnal akan dicatat dalam kolom Ref buku rekening. Bentuk Jurnal Bentuk Buku jurnal secara umum dapat ditunjukkan pada gambar berikut: JURNAL Halam an Jurnal: Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Kolom-kolom yang harus ada pada jurnal adalah: a Halaman Jurnal.5. b Tanggal. b Mendebit dan mengkredit pada rekening yang tidak sesuai c Kelebihan dan kekurangan pada saat pencatatan transaksi d Kesalahan letak suatu angka pada saat pencatatan misalnya Rp 123.000.

000 dan modal pemilik bertambah sebesar Rp 15. Tiap transaksi harus disertai dengan keterangan dan kondisi yang menyertai transaksi tersebut. Rekening yang di debit ditulis di kolom debit dan rekening yang dikredit ditulis di kolom kredit.000. Rekening yang didebit ditulis dekat dengan garis pada kolom keterangan. Nama bulan di tulis sekali selama bulan yang sama dan di ujung atas tiap-tiap halaman.Penulisan tanggal diawali dengan penulisan tahun di ujung paling atas. JURNAL Halam an Jurnal: 1 47 .000. Mencatat Transaksi di Buku Jurnal.000. sedangkan rekening yang dikredit ditulis di bawah rekening yang didebit dengan menjorok kedalam paling tidak sebanyak 5 karakter/spasi. Kolom Ref digunakan untuk menampung informasi mengenai rekening yang terkait dengan transaksi yang baru di catat.000. Kolom keterangan merupakan elemen penting yang menampung nama rekening-rekening yang terkait dalam suatu transaksi sekaligus pengelompokannya dalam debit atau kredit yang sesuai. c Keterangan. kas bertambah akan didebit dan modal bertambah akan di kredit. Biasanya kolom referansi diisi dengan nomor kode rekening. Sebelum diposting ke rekening buku besar kolom Ref di kosongkan. d Referensi. Berikut ini contoh pencatatan tarnsaksi ke dalam buku jurnal: Tanggal 1 September 2003 Tuan Brilliant menyerahkan kas sebesar Rp 15. Kolom debit dan kredit digunakan untuk menulis jumlah rupiah transaksi. Analisis Transaksi: Transaksi tanggal 1 September mengakibatkan kas perusahaan bertambah sebesar Rp 15. namun pada perusahaan-perusahaan kecil ada yang mengisi hanya dengan tick mark (√) sebagai tanda bahwa transaksi telah diposting ke buku besar.000 sebagai modal pertamanya. e Debit dan Kredit.

000 pencatatan ke dalam buku jurnal terlihat pada gambar berikut ini: JURNAL Halaman Jurnal: 1 Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit 48 .000.000.000. almari kantor dengan harga Rp 5.000 dan serta mengakibatkan rekening hutang bertambah dikredit sebesar Rp 3.000 dengan membayar uang muka sebesar Rp 2.000 Kredit 15.Tanggal 2003 Septembe r 1 Keterangan Kas Modal (untuk mencatat setoran modal oleh pemilik) Ref 101 301 Debit 15. Analisis Transaksi: Transaksi tanggal 2 September mengakibatkan rekening peralatan kantor bertambah di sebesar Rp 5.000. mengakibatkan rekening kas berkurang dikredit sebesar Rp 2.000.000.000 Tanggal 2 September 2003 Perusahaan membeli peralatan kantor berupa meja.000 .000.000.

000 dengan membayar uang muka sebesar Rp 2.000 . Tanggal 5 September 2003 Perusahaan membeli bahan habis pakai Berupa spidol. penghapus.000 (untuk mencatat pembelian berupa meja.000 3.000. bolpoin.000. almari kantor dengan harga Rp 5.2003 Septembe r 1 Kas Modal (untuk mencatat setoran modal oleh pemilik) 101 301 15. dan lain-lain sebesar Rp 500.000 2 Peralatan Kantor Kas Hutang 104 101 201 5.000 2.000.000 secara tunai 49 .000.000.000.000.000 15.

000 2.000 Ref Debit Halaman Jurnal: 1 Kredit 104 101 201 5.000.000.000 (untuk mencatat pembelian berupa meja.Analisis Transaksi: Transaksi tersebut mengakibatkan rekening Bahan habis pakai bertambah di debit sebesar Rp 500.000. dan lain-lain sebesar Rp 500.000 .000 dan kas berkurang di kredit sebesar Rp 500.000.000 secara tunai) 500.000 500.000 50 . bolpoin.000 15.000.000.000. 5 105 Bahan Habis Pakai 101 Kas (Untuk mencatat pembeli bahan habis pakai Berupa spidol.000 3.000 dengan membayar uang muka sebesar Rp 2. almari kantor dengan harga Rp 5.000 tampak sebagai berikut: JURNAL Tang Keterangan gal 2003 Septembe r 1 Kas Modal (untuk mencatat setoran modal oleh pemilik) 2 Peralatan Kantor Kas Hutang 101 301 15. penghapus.

000 Analisis transaksi: Transaksi diatas menyebabkan bertambahnya biaya sewa gedung .000.000.000.000. dan lain-lain sebesar Rp 500. 5 Bahan Habis Pakai Kas 105 101 500.000 .000. penghapus.000 2.000 500.000.000.000 secara tunai) 7 Biaya Sewa Gedung 502 Kas 101 (untuk mencatat pembayaran biaya sewa gedung bulan september) 2.000 JURNAL Halaman Jurnal: 1 Debit Tang Keterangan Ref Kredit gal 2003 Septembe r 1 Kas Modal (untuk mencatat setoran modal oleh pemilik) 2 Peralatan Kantor Kas Hutang 101 301 15.000 104 101 201 5.000.000 (untuk mencatat pembelian berupa meja.000 51 .000.000.000. almari kantor dengan harga Rp 5.000 dengan membayar uang muka sebesar Rp 2. bolpoin.000 2.000 (Untuk mencatat pembeli bahan habis pakai Berupa spidol. rekening biaya sewa gedung di debit sebesar Rp 2.000 3.Transaksi tanggal 7 September 2003 Pembayaran biaya sewa gedung kantor bulan September sebesar Rp 2.000.000 dan rekening kas berkurang dikredit Rp 2.000 15.

000 2.000.000 2.000 (Untuk mencatat pembeli bahan habis pakai Berupa spidol.000 JURNAL Halaman Jurnal: 1 Tang Keterangan Ref Debit Kredit gal 2003 Sept 1 Kas Modal (untuk mencatat setoran modal oleh pemilik) Peralatan Kantor Kas Hutang 101 301 15.000 . penghapus. rekening kas di kredit sebesar Rp 1.000 2 104 101 201 5.000.000.000.000 10 201 101 1.000.000.000 15. bolpoin.000 dengan membayar uang muka sebesar Rp 2.000.000.000.000.000 secara tunai) 7 Biaya Sewa Gedung Kas (untuk mencatat pembayaran biaya sewa gedung bulan september) Hutang Kas (untuk mencatat pembayaran hutang pembelian peralatan kantor) 502 101 2.000 (untuk mencatat pembelian berupa meja.000 3.Tanggal 10 September 2003 Membayar hutang atas pembelian peralatan kantor sebesar Rp 1.000 500.000.000.000 1. 5 Bahan Habis Pakai Kas 105 101 500.000.000 dan mengurangi kas .000 52 .000. dan lain-lain sebesar Rp 500. almari kantor dengan harga Rp 5.000 Analisis transaksi: Transaksi diatas mengakibatkan hutang berkurang rekening kas di debit sebesar Rp 1.

000 rekening Bahan habis pakai di debit dan berkurangnya bahan habis pakai rekening Bahan habis pakai di kredit sebesar Rp 50.000 JURNAL Halaman Jurnal: 1 Tang Keterangan Ref Debit Kredit gal 53 .000 Analisis transaksi: Transaksi diatas mengakibatkan bertambahnya biaya bahan habis pakai sebesar Rp 50.Tanggal 20 September 2003 Digunakan bahan habis pakai sebanyak Rp 50.

2003 Sept 1 Kas Modal (untuk mencatat pemilik) Peralatan Kantor Kas Hutang setoran modal oleh 101 301 15.000 2.000.000.000. 5 Bahan Habis Pakai Kas 105 101 500.000 dengan membayar uang muka sebesar Rp 2.000.000 (untuk mencatat pembelian berupa meja.000 500.000 1.000 10 20 Hutang 201 Kas 101 (untuk mencatat pembayaran hutang pembelian peralatan kantor) Biaya bahan habis pakai 501 Bahan habis pakai 105 (Untuk mencatat pemakaian bahan habis pakai) 1.000 .000 (Untuk mencatat pembeli bahan habis pakai Berupa spidol. dan lain-lain sebesar Rp 500.000 3.000.000.000.000 2. almari kantor dengan harga Rp 5.000. bolpoin.000 15.000 2 104 101 201 5.000.000 50.000 54 .000 50. penghapus.000 secara tunai) 7 502 Biaya Sewa Gedung 101 Kas (untuk mencatat pembayaran biaya sewa gedung bulan september) 2.000.000.

Langkah-langkah posting adalah sebagai berikut: 1. Masukkan jumlah rupiah baik yang di debit maupun dikredit ke masing-masing rekening sesuai debit dan kreditnya. masukkan nomor-nomor rekening di kolom Ref pada buku jurnal. Secara skematis proses posting dapat dilihat pada gambar dibawah ini: 55 . Sebagai tandingan nomor 5. dari buku besar rekening.rekening yang disebut di dalam buku jurnal di kolom keterangan.POSTING Posting adalah proses pemindahan jumlah di kolom debit buku jurnal ke kolom debit rekening buku besar dan jumlah di kolom kredit buku jurnal ke kolom kredit rekening buku besar. 4. 2. Dengan mengambil contoh transaksi tanggal 1 September 2003 pada perusahaan Brilliant corp rekening-rekening yang diambil adalah Kas dan Modal. Ambillah. Catatlah keterangan yang singkat di kolom keterangan masingmasing rekening. 6. Masukkan nonor halaman yang ada di buku jurnal ke kolom Ref masing-masing rekening. Langkah terakhir ini digunakan untuk menandai bahwa jurnal benar-benar telah diposting. 5. Masukkan tanggal transaksi yang tertera di buku jurnal ke kolom tanggal untuk masing-masing rekening 3.

000.00 0 56 .000.000.00 0 Nama Perkiraan : Modal Tanggal Keterangan 2003 Sept 1 Modal Awal (setoran modal) Ref Debit Kredit No.JURNAL UMUM Halaman : 1 Tanggal 2003 Septembe r 1 Keterangan Kas Modal (untuk mencatat setoran modal oleh pemilik) Ref 101 301 Debit 15.000.00 0 JU 1 15. Perkiraan : 301 Saldo D K 15.000 Kredit 15. Perkiraan : 101 Saldo D K 15.000.000.00 0 JU 1 15.000 Nama Perkiraan : Kas Tanggal Keterangan 2003 Sept 1 Saldo Awal (setoran modal) Ref Debit Kredit No.

Berikut ini kesalahan kesalahan yang tampak dalam neraca saldo: 1.000 NERACA SALDO Setelah proses pencatatan transaksi di dalam buku jurnal dan pemindahan informasi buku jurnal ke rekening buku besar melalui proses posting langkah selanjutnya adalah menyusun Neraca Saldo. Neraca Saldo adalah daftar rekening-rekening beserta saldo–saldo yang menyertainya.500.500.000. 1 2003 1 Brillian Sept Jumlah Saldo kredit Saldo Jumlah 15.000.000 2. karena kesalahan tersebut tidak mempengaruhi kesamaan debit dan kredit neraca saldo.000 pada kasus bab sebelumnya setelah mengalami beberapa kali posting tampak sebagai berikut: Nama Perkiraan : Kas Keterangan Ref Tanggal Setoran Tn.000.000 9. Perkiraan : 101 Keterangan Ref Jumlah 1 2. Kesalahan pada saat penyusunan neraca saldo.500. Adanya kesamaan jumlah kolom debit dan kolom krdit neraca saldo tidak menjamin bahwa semua saldo tiap-tiap rekening di neraca saldo menunjukkan jumlah benar karena terdapat kesalahan yang tampak dalam neraca saldo karena mempengaruhi kesamaan debit dan kredit neraca saldo dan kesalahan yang tidak tampak pada neraca saldo.000 1 1 1 Jumlah 500.000 Tanggal 2003 2 Sept 5.000 5 7 10 No.000. seperti: a Salah dalam penjumlahan salah satu kolom neraca saldo b Kesalahan dalam penulisan jumlah saldo rekening ke neraca saldo c Kesalahan dalam penulisan saldo debit ke saldo kredit dan sebaliknya d Lupa menulis saldo rekening ke dalam neraca saldo 57 .Saldo Rekening Buku Besar Saldo rekening buku besar diambil angkanya dari selisih total jumlah kolom debit dengan total jumlah kolom kredit rekening buku besar.500. Sebagai contoh rekening saldo Kas sebesar Rp 9. Tujuan dari penyusunan neraca saldo adalah untuk menguji kesaman jumlah kolom debit dan jumlah kolom kredit neraca saldo.000 5.000 1.

Kesalahan pada saat pencatatan transaksi: a Angka yang salah telah diposting ke dalam suatu rekening b Suatu debit telah di bukukan sebagai kredit. apakah itu aktiva. Suatu tarnsaksi dicatat dalam jurnal dengan satuan uang yang salah. Pencatatan suatu transaksi lebih dari satu kali tidak akan mempengaruhi keseimbangan debit dan kredit neraca saldo tetapi mengakibatkan saldo rekening dilaporkan lebih besar dari jumlah yang sebesarnya. Suatu transaksi dicatat dalam jumlah jurnal pada rekening yang salah. Kesalahan ini tidak akan mempengaruhi keseimbangan debit dan kredit neraca saldo. Suatu transaksi dicatat dalam jurnal lebih dari satu kali. Misalnya suatu transaksi pembayaran biaya sewa sebesar Rp 450.2. modal. Suatu transaksi tidak dicatat dalam Jurnal. pendapatan dan biaya b Menganalisis pengaruh suatu transaksi kepada elemen 58 . maka suatu ketelitian bekerja sangat diperlukan oleh para pemegang pembukuan (book keepers). Kesalahan di dalam menentukan saldo suatu rekening: a Salah menghitung saldo b Suatu saldo di catat dalam kolom saldo yang salah 3. 4. hutang.000. Suatu langkah pencegahan yang lebih baik adalah sebagai berikut: a Menganalisis elemen-elemen yang akan dipengaruhi oleh sesuatu transaksi. Kesalahan dalam pencatatan transaksi dengan cara mencatat pada rekening yang tidak semestinya tidak akan mempengaruhi keseimbangan debit dan kredit neraca saldo akan tetapi mengakibatkan suatu rekening dilaporkan lebih besar dan rekening lainnya dilaporkan terlalu kecil dari yang sebesarnya. Untuk menghidari terjadinya kesalahan-kesalahan yang dapat berakibat fatal. Apabila suatu transaksi tidak dicatat ke dalam buku jurnal karena lupa tidak akan mempengaruhi keseimbangan debit dan kredit neraca saldo akan tetapi jumlah saldo yang ada di dalam neraca saldo salah. 2.000 di tulis sebesar Rp 45. dan sebaliknya c Ada suatu debit atau kredit yang dihilangkan Sedangkan kesalahan-kealahan dibawah ini adalah kesalahan kesalahan yang tidak dalam neraca saldo: 1. 3.

000 35.000 8. apakah sesuatu tambahan pada elemen tertentu harus dicatat pada sisi debet ataukah pada sisi kredit. d Menguji kebenaran posting yang dilakukan.000 850.850.500. dengan membandingkan angka-angka pada jurnal dengan yang yang tercantum padarekening.500. g Memeriksa posisi angka.850.500.000 73.000 7.000.000 500.000 Rp 4.000 Jurnal Koreksi 59 .000.350.000.000 3. f Menyusun daftar rekening pada neraca saldo secara urut sesuai dengan nomor tiap-tiap rekening. Telepon & Listrik Biaya lain-lain Debit Rp 25. e Menguji ulang kesamaan antara keseluruhan jumlah debit dengan keseluruhan jumlah kredit dalam jurnal. jutaan.000 500.000 5. sehingga tidak terjadi kesalahan meletakkan tanda tersebut. khususnya tanda titik yang memisahkan posisi ribuan.000. milyaran dan seterusnya serta tanda koma yang menunjukkan pecahan desimal.000 1.000 Kredit 73. Berikut ini adalah contoh Neraca Saldo Perusahaan Brilliant Per 31 Desember 2002. Angka–angka dan jumlah saldo rekening tidak ada kaitannya dengan pembahasan soal sebelumnya: PT BRILLIANT Neraca Saldo Per 31 Desember 2002 No Rek 101 102 103 104 105 106 201 202 301 302 401 402 501 502 503 504 Nama Rekening Kas Piutang Usaha Premi Asuransi Dibayar di Muka Bahan Habis Pakai Perangkat Kantor Kendaraan Utang Usaha Utang Bank Modal Tuan Brilliant Prive Tuan Brilliant Pendapatan Jasa Pendapatan Sewa Biaya Gaji Biaya Sewa Biaya Air.000 20.000 3.500.500.000.000.000 8.000.c Menganalisis pendebitan dan pengkreditan yang semestinya dilakukan.00 1.000 23.

Implikasinya kesalahan ini adalah transaksi tersebut belum dicatat di buku jurnal. Prosedur yang dianjurkan untuk melakukan koreksi kesalahan ini adalah sebagai berikut: a Pada nama rekening yang salah. namun belum diposting. 3.000 keliru dicatat sebesar Rp 5. karena langkah tersebut justru tidak diperbolehkan dan akan menimbulkan kecurigaan terjadinya kecurangan-kecurangan. Untuk mengatasi kesalahan ini. Suatu transaksi sudah dijurnal. stipo. Ada 4 macam kesalahan yang kemungkinan terjadi: 1.000.000. cukup segera dilakukan penjurnalan atas transaksi yang bersangkutan. dengan memberikan keterangan seperlunya agar kesalahan tersebut dapat diterima oleh pihak-pihak yang bersangkutan dengan pembukuan perusahaan. perlu dilakukan koreksi pada buku jurnal. sehingga kesan tersebut segera dapat dilihat. Untuk mengatasi kesalahan ini. atau jumlah rupiah yang salah buatlah sebuah garis lurus.Di dalam pencatatan transaksi ke dalam buku jurnal dan proses pemindahan ke rekening buku besar kemungkinan terjadi kesalahan sangatlah besar.500.000 Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit 60 . Untuk mengatasi terjadinya kesalahan tersebut diperlukan perlakuan-perlakuan yang khusus bukan hanya sekedar menghapus dengan menggunakan karet penghapus atau korektor (tip-ex. dan lain-lain. 2. bubuhkan nama rekening atau jumlah rupiah yang seharusnya yang salah cukup dicoret. cukup segera dilakukan posting ke rekening buku besar yang bersangkutan. Tanggal September 2003 Perusahaan membeli peralatan kantor berupa meja.000 dengan membayar uang muka sebesar Rp 2. Untuk jenis kesalahan ini. b Diatas nama rekening atau jumlah rupiah yang salah dan telah bergaris tersebut. Buatlah garis tersebut dengan tinta yang relatif menyolok. lemari kantor dengan harga Rp 5. Suatu transaksi dijurnal pada rekening atau dengan jumlah rupiah yang salah dan diketahui sebelum dilakukan posting ke buku besar. Suatu transaksi dicatat langsung ke buku besar.

harus di selenggarakan suatu jurnal koreksi. Untuk jenis kesalahan ini.000 dengan membayar uang muka sebesar Rp 2. Contoh: Tanggal September 2003 Perusahaan membeli peralatan kantor berupa meja. rekening hutang di debit Rp 3.000 Jurnal koreksi yang harus dibuat untuk menetralkan kesalahan tersebut adalah dengan mendebit rekening kas Rp 2.000 dan rekening Hutang di kredit Rp 3.000.000 Analisis Transaksi: Kesalahan penjurnalan transaksi diatas mengakibatkan: a Rekening Peralatan kantor kurang di debit Rp 500. lemari kantor 5.000. 104 101 201 5.500.000. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam jurnal dibawah ini: Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit 61 .000 dengan harga Rp 5.000.000. almari kantor dengan harga Rp 5.000 dan rekening Peralatan kantor di kredit Rp 5.000.000 rekening Kas di kredit Rp 2.2003 Septembe r 2 Peralatan Kantor Kas Hutang (untuk mencatat pembelian berupa meja.000.000 3.000.000.000 dengan membayar uang muka sebesar Rp 2.000 2.000.500.000 b Rekening Hutang kurang di kredit Rp 500.500. Fungsi jurnal koreksi ini adalah untuk: a Menetralkan kesalahan b Mencatat transaksi seperti yang seharusnya.000.000. langkah selanjutnya membuat jurnal untuk mencatat transaksi yang benar yaitu mendebit rekening Peralatan kantor Rp 5.000 .000 keliru dicatat sebesar Rp 5.000 4.500.000. Suatu transaksi dijurnal pada rekening atau jumlah rupiah yang salah dan diketahui sesudah jurnal itu diposting ke buku besar.000.

000.2003 Septembe r 2 Kas Hutang Peralatan kantor Peralatan kantor Kas Hutang 101 201 104 104 101 201 2.500.000 Jurnal koreksi diatas harus diposting sehingga saldo rekening – rekening akan terpengaruh.000 3.000.000 2.000.000. 62 .000 5.000 5.000 3.500.

Pemindahan saldo dari kolom debit jurnal ke dalam sisi debit rekening dan pemindahan saldo dari kolom kredit jurnal ke dalam sisi kredit rekeningn buku besar 63 . 3. Berikut ini manakah yang merupakan pengertian posting yang paling benar: A. B. 1. Buku yang berisi informasi Tanggal terjadinya transaksi Tanggal didirikan perusahaan Tanggal posting transaksi Tanggal pembuatan bukti transaksi Kolom Ref pada kolom jurnal berisi: Kode rekening Halaman rekening Halaman jurnal Kode jurnal Kolom Ref pada rekening buku besar berisi: Kode rekening Halaman rekening Halaman jurnal Kode jurnal 4. Kekeliruan dalam penjurnalan transaksi penerimaan kas dari penjualan tunai sebagai penerimaan piutang dapat dikoreksi dengan jurnal: A. B. Debit piutang. A.Soal –soal latihan 5: Test digunakan sebagai bahan pengukur seberapa mahasiswa dapat memahami materi ini. kredit piutang B. Apabila hasil tes mahasiswa nilainya mencapai 60 keatas maka dapat dilanjutkan pada bab berikutnya. B. D. C. D. kredit kas 5. A. Pemindahan saldo rekening buku besar ke dalam sisi debit atau kredit buku jurnal D. Debit kas. A. Debit kas. Apabila nilai mahasiswa dibawah 60 harus mengulangi bab ini. Pemindahan saldo dari rekeing satu ke rekening lainnya dalam buku besar C. Debit piutang. C. kredit penjualan C. 2. Pemindahan saldo debit dan kredit dari halaman satu buku jurnal ke halaman berikutnya buku jurnal B. D. C. kredit penjualan D.

utang kredit 8. Peralatan debit. Modal kredit 9. utang kredit B.000. Semua rekening yang D. Kas kredit. Kas debit. Peralatan debit. Tujuan pembuatan neraca saldo adalah: A. Kas debit. Peralatan debit.000. terdapat kesalahan dalam jumlah rupiah yang dicatat dalam buku besar C.6. Untuk menguji kesamaan sisi debit dan sisi kredit dalam buku besar A. Semua jawaban benar 64 . Neraca saldo berisi: A. Kas debit.000 akan dicatat di dalam jurnal: A. Modal kredit C. Adanya pendebitan atau pengkreditan dalam rekening yang salah D. Semua rekening yang ada di bagan perkiraan ada saldonya ada di buku besar bersaldo nol 7.000 dengan membayar uang muka sebesar Rp 3. utang debit D. kas kredit. Modal debit B. Merupakan ringkasan dari buku besar sehingga mempermudah penyusunan laporan keuangan D. Memrupakan salah satu laporan yang harus dibuat dalam proses akuntansi B. Semua rekening yang B.000. Berikut ini adalah kesalahan-kesalahan yang tidak mempengaruhi keseimbangan sisi debit dan kredit nerca saldo: A. Peralatan kredit. kas kredit. Kas kredit.000 dicatat di dalam jurnal: A. Modal debit D. Transaksi penyetoran kas sebagai modal pertama sebasar Rp 10. kas debit. Jawaban A dan C benar 10. utang kredit C. Adanya transaksi yang tidak dicatat dalam buku besar 2. Semua rekening yang C. Transaksi pembelian peralatan sebesar Rp 5.

A 8. D 6. C 7. B 9.Jawaban 1. 4. D 10. C 5. D soal latihan 5: A A C 65 . 3. 2.

Sugiarto. Dasar-Dasar Akuntansi 1. sehingga mahasiswa dapat mengerti proses pembuatan jurnal penyesuaian. Pokok Bahasan: AYAT JURNAL PENYESUAIAN Deskripsi :materi dalam pokok bahasan ini meliputi tujuan pembuatan jurnal penyesuian . dan rekening-rekening apa saja yang harus dibuat jurnal penyesuaiannya. Akuntansi Suatu Pengantar. Mahasiswa memahami proses dan langkah yang harus dilakukan dalam membuat jurnal penyesuaian. Slamet Sugiri. 3.PERTEMUAN KE : 6 TIK: Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat: 1.. Soemarso. 1985. Yogyakarta. Yogyakarta. Jakarta. Mahasiswa dapat memahami maksud dari jurnal penyesuaian dan rekening-rekening yang perlu disesuaikan. YKPN. Pengantar Akuntansi 1. Memahami tujuan dan proses pencatatan jurnal penyesuaian. Bab 5 3. BPFE. 1999. UPP AMP. Rineka Cipta. bab 4 BAB 6 66 . 2. Bab 2 2. Bahan Bacaan: 1.

Sehingga pendapatan maupun biaya akan diakui pada saat terjadinya. Metode kas merupakan pencatatan transaksi yang mencatat pendapatan dan biaya setelah pendapatan maupun biaya benarbenar telah diterima per kas atau telah dibayar per kas. Biasanya hal ini disebabkan oleh dokumen-dokumen sumber yang pada akhir periode belum dibuat. transaksi dicatat berdasarkan saat terjadinya. Adapun perkiraan-perkiraan yang perlu disesuaikan adalah : 1. oleh karena itu akan timbul perkiraan piutang dan utang.. Kerugian piutang Pencatatan Jurnal Penyesuaian 1. dengan metode akrual akan dihasilkan laporan keuangan yang mempertemukan semua pendapatan dan biaya dalam periode yang sama. Pendapatan masih harus diterima 5.000. Penyesuaian Rekening Penyesuaian pada prinsipnya juga merupakan transaksi. dicatat sebagai biaya Contoh : transaksi pada perusahaan angkuatan Bromo pada 2 Februari 1986. sehingga transaksi tersebut belum tercatat dalam perkiraan yang bersangkutan. Biaya dibayar dimuka 2. dibayar premi asuransi Rp 120. dicatat sebagai persekot biaya b. Penyusutan aktiva tetap 6. Pencatatan biaya ini dapat dilakukan dengan 2 cara: a. Sedangkan dalam metode akrual. Biaya dibayar dimuka Biaya dibayar dimuka adalah biaya yang terjadi atas pembelian suatu barang atau jasa. Biaya yang masih harus dibayar 4.untuk periode 2 Februari 1986 – 2 Februari 1987. Maka jurnal dan jurnal penyesuaiannya ialah : 67 . Pendapatan diterima dimuka 3. Oleh karena itu perkiraanperkiraan tersebut perlu disesuaikan dengan suatu jurnal yang disebut jurnal penyesuaian.AYAT JURNAL PENYESUAIAN Cash Basis dan Accrual Basis Didalam pencatatan transaksi dikenal 2 metode pencatatan. Sesuai dengan Prinsip Akuntansi Indonesia. jurnal penyesuaian dibuat setelah pembuatan neraca saldo. Sesuai dengan siklus akuntansi . yaitu metode kas (cash basis) dan metode akrual (accrual basis). hanya saja transaksi tersebut bersifat khusus dan hanya dilakukan pada akhir periode menjelang penyusunan laporan keuangan. Sehingga tidak dikenal perkiraan piutang pendapatan maupun utang biaya.

000.- 68 .untuk pemakaian tanggal 27.- Rp 120.000. diakui sebagai pendapatan b.000.000- Rp 120.000.000. Pencatatan pendapatan ini ada 2 cara : a. Maka jurnal dan jurnal penyesuaiannya ialah : Dicatat sebagai pendapatan.Persekot asuransi Dicatat sebagai biaya.000.28 Februari dan 1 Maret 1986.000. Jurnal 2 Februari 1986 : Biaya asuransi Rp 120.Kas Jurnal penyesuaian : Persekot asuransi Rp 120.000.- Pendapatan diterima dimuka Pendapatan diterima dimuka adalah pendapatan yang telah diterima sebelum barang/jasa yang bersangkutan diberikan.Dicatat sebagai persekot biaya.000.- Rp 120.000. diakui sebagai pendapatan diterima dimuka Contoh : transaksi pada perusahaan Bromo pada 26 Februari 1986. Rp 120.000.Pendapatan jasa Rp 300. diterima sewa kendaraan Rp300.Jurnal penyesuaiannya 28 Februari 1986 : Pendapatan jasa Rp 100. Jurnal 2 Februari 1986 : Persekot asuransi Rp 120.Pendapatan jasa diterima dimuka Rp 100.000. Jurnal 26 Februari 1986 : Kas Rp 300.Biaya asuransi 2.Kas Jurnal penyesuaian : Biaya asuransi Rp 120.

000. Biaya masih harus dibayar Biaya masih harus dibayar adalah biaya yang sudah terjadi dalam periode laporan keuangan namun belum dicatat / dilunasi.000. Jurnal 26 Februari 1986 : Kas Rp 300..000.dengan bunga 16% pertahun dibayar dibelakang tiap 1 Agustus dan 1 Februari.000.- Jurnal Penyesuaiannya 28 Februari 1986 : Pendapatan jasa diterima dimuka Rp 200.000.000.Pendapatan jasa Rp 200.Adapun perhitungan bunganya =18/360 * 16% *Rp 20.000.Biaya bunga masih harus dibayar Rp 160. perusahaan angkutan Bromo meminjam uang dari bank Rp 20.Perkiraan biaya bunga dan biaya bunga masih harus dibayar : Biaya bunga 28/02 Rp160. karena belum jatuh tempo. Contoh : transaksi pada 10 Februari 1986.000.000.Dicatat sebagai pendapatan diterima dimuka.Pendapatan jasa diterima dimuka Rp 300.- Biaya bunga masih harus dibayar 28/02 Rp 160.000.- 69 .000.3. Maka jurnal penyesuaian 28 Februari : Biaya bunga Rp 160.000.= Rp 160.000.

000.Pendapatan sewa Rp 30.000.000.Edi belum saatnya diterima. namun jumlah tersebut belum diterima karena belum jatuh tempo. Pendapatan sewa dari Tn.. Karena belum saatnya diterima.Keterangan : sampai tanggal 28 Februari 1986 perusahaan telah memberikan jasa kepada Tn. Perkiraan pendapatan sewa dan pendapatan diterima dimuka terlihat sebagai berikut : Pendapatan sewa masih harus diterima 28/02 Rp 30.- 70 ..000.4. Uang kontrak akan dibayar pada tanggal 3 Agustus 1986. (Laporan keuangan dibuat tanggal 28 Februari 1986). dicatat sebagai “pendapatan sewa masih harus diterima” di sisi debit sebesar 1/6 * Rp 180..000. Edi selama 6 bulan dengan harga kontrak Rp 180. Pendapatan masih harus diterima Pendapatan masih harus diterima adalah pendapatan yang terjadi dalam periode laporan keuangan.000.sewa Pendapatan sewa 28/02 Rp 30.-. Jurnal penyesuaian : Pendapatan sewa masih harus diterima Rp 30. Contoh : transaksi pada 3 Februari 1986 pada perusahaan angkutan Bromo yang menyewakan ruangan untuk garasi mobil kepada Tn.000.= Rp 30. Menurut metode akrual pendapatan sewa ini harus tetap diakui pada saat terjadinya.Edi selama 1 bulan.

000. Berikut ini akan dijelaskan metode penyusutan yang paling sederhana yaitu metode garis lurus.(laporan keuangan dibuat tanggal 28 Februari 1986).000.000.000.. yang harus diakumulasikan dalam perkiraan “akumulasi penyusutan tetap”.000.000.) / 5 tahun = Rp 12.Penjelasan : biaya penyusutan kendaraan pertahun = ( Rp 70. Contoh : Kendaraan yang dimiliki oleh perusahaan angkutan Bromo yang seluruhnya mempunyai harga perolehan Rp 70.- 71 . Penyusutan aktiva tetap Penyusutan aktiva tetap adalah alokasi harga perolehan aktiva tetap dalam periode-periode yang menikmati jasa aktiva tetap tersebut. Umur ekonomis adalah umur penggunaan aktiva tetap yang paling ekonomis..Rp 10..000. Penyusutan ini dapat dihitung dengan cara : ( Harga perolehan – nilai sisa ) / umur ekonomis Keterangan : Harga perolehan adalah harga beli aktiva ditambah semua biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan aktiva tersebut.Akumulasi penyusutan kendaraan Rp 1..000.000.000.000. taksiran umur ekonomis selama 5 tahun dengan nilai sisa Rp 10.000.000. Jurnal penyesuaian 28/02/1986 = Biaya penyusutan kendaraan Rp1.000. sampai aktiva itu siap digunakan.000. Nilai sisa adalah taksiran harga jual aktiva tetap apabila habis disusutkan.000... Maka periode-periode yang menimati jasa tadi harus dibebani dengan biaya yang disebut “biaya penyusutan aktiva tetap”. Biaya ini secara terus-menerus akan mengurangi harga perolehan aktiva tetap sampai umur ekonomisnya habis.5. Perkiraan dicatat pada sisi debit neraca yang mengurangi aktiva yang bersangkutan.biaya penyusutan kendaraan untuk 1 bulan = Rp 1.

000. tetapi dilakukan dalam perkiraan “penyisihan piutang yang diragukan”.000. Oleh karena itu pada setiap akhir periode akuntansi ditaksir besarnya kerugian piutang.000.Perkiraan biaya penyusutan dan akumulasi penyusutan kendaraan adalah : Biaya penyusutan kendaraan 28/02 Rp 1.Akumulasi penyusutan kendaraan (Rp 1. Kerugian piutang Kerugian piutang adalah taksiran jumlah piutang yang tidak tertagih.6.000.000. salah satu yang paling sederhana adalah berdasarkan “prosentase tertentu dari penjualan atau saldo piutang pada akhirperiode laporan keuangan”.tersebut tidak dapat ditagih sebesar 10%.= Rp 10.000.000.-) Rp 69. Contoh : Pada tanggal 28 Februari 1986 perusahaan angkutan Bromo mempunyai saldo piutang dagang Rp 100. Taksiran ini tidak dapat secara langsung mengurangi piutang yang bersangkutan.- 72 . Dalam akuntansi dikenal beberapa cara untuk menentukan besarnya taksiran . Perusahaan menetapkan bahwa dari saldo piutang sebesar Rp 100.000...000.- Penyajian perkiraan kendaraan dan akumulasi penyusutan kendaraan di neraca pada 28 Februari 1986 sebagai berikut: Kendaraan Rp 70.. Kerugian piutang pada 28 Februari tersebut dapat dihitung sebagai berikut : Kerugian piutang = 10% * Rp 100.- Akumulasi penyusutan kendaraan 28/02 Rp 1.000.000.000.000.000.

Penyisihan piutang yang diragukan Rp 10.- Kerugian piutang yang diragukan 28/02 Rp 10.Perkiraan piutang dan penyisihan piutang yang diragukan sebagai berikut : Kerugian piutang 28/02 Rp 10.000.Jurnal penyesuaian pada 28 Februari adalah : Kerugian piutang Rp 10.000.000.000.000.- 73 .000.Penyisihan piutang yang diragukan (Rp 10.-) Rp 90.000.- Penyajian perkiraan piutang dagang dan penyisihan piutang yang diragukan di neraca pada 28 Februari 1986 adalah : Piutang dagang Rp 100.

Suatu metode pencatatan transaksi yang mencatat pendapatan maupun biaya setelah pendapatan dan biaya benar-benar telah diterima atau dibayar perkas. periode-periode yang menikmati jasa aktiva harus dibebani dengan biaya yang disebut dengan biaya biaya perolehan biaya penyusutan aktiva tetap biaya nilai sisa 74 . Pada penyusutan aktiva tetap .ada 2 cara. disebut metode: metode kas metode akrual metode kas dan metode akrual Berikut ini adalah perkiraan yang perlu disesuaikan.Soal-Soal Latihan 6 : 1. harga perolehan nilai sisa umur ekonomis 5. disebut : a.kecuali : dicatat sebagai persekot biaya dicatat sebagai biaya dicatat sebagai biaya masih harus dibayar 4. c.kecuali biaya dibayar dimuka pendapatan diterima dimuka jawaban a dan b salah Pencatatan untuk biaya dibayar dimuka. b. Taksiran harga jual aktiva tetap bila habis disusutkan.

c 4.Jawaban Soal-soal Latihan 6: 1. b 75 . c 3. a 2. b 5.

. perbedaan antara neraca saldo sebelum dengan sesudah penyesuaian (pada neraca saldo). mahasiswa dapat mengklasifikasi rekening-rekening mana yang harus dimasukkan ke dalam kolom neraca. Bab 5 3. UPP AMP. 1985. Dasar-Dasar Akuntansi 1. Pengantar Akuntansi 1. serta membedakan posisi antara saldo laba atau saldo rugi pada kolom neraca dan kolom laba-rugi. Akuntansi Suatu Pengantar. Slamet Sugiri.PERTEMUAN KE : 7 TIK: 1. 2. BPFE. khususnya dengan bantuan neraca lajur. Mahasiswa dapat membuat laporan keuangan dengan bantuan neraca lajur Pokok Bahasan: NERACA LAJUR Deskripsi :Materi yang dikemukakan dalam pokok bahasan Neraca Lajur ini meliputi pengertian neraca lajur. Mahasiswa dapat menjelaskan langkah-langkah yang diperlukan untuk membuat laporan keuangan . YKPN. Soemarso. Jakarta. Sugiarto. Bahan Bacaan: 1. Yogyakarta. Rineka Cipta. kolom laba-rugi. Bab 2 2. Yogyakarta. 1999. bab 4 BAB 7 76 .

neraca saldo dapat langsung dibuat pada neraca lajur . (4) laporan perhitungan laba-rugi. Lajur jurnal penyesuaian Lajur ini berisi penyesuaian-penyesuaian. Lajur neraca saldo setelah jurnal penyesuaian Setelah dilakukan jurnal penyesuaian.NERACA LAJUR Pengertian neraca lajur Neraca lajur adalah suatu lembaran kertas berlajur / berkolom yang digunakan dalam kegiatan dalam kegiatan akuntansi secara manual. (6) neraca. (2) penyesuaian. Untuk perkiraan baru yang timbul akan dituliskan dibawah perkiraan-perkiraan neraca saldo tersebut. laporan keuangan justru disusun terlebih dahullu sebelum keseluruhan tahap penyesuaian rekening diselesaikan. yang dimaksudkan sebagai sarana uji kebenaran.Neraca lajur berisi semua informasi untuk laporan keuangan seperti saldo-saldo perkiraan sebelum jurnal penyesuaian . Jurnal-jurnal penyesuaian yang telah dibuat akan menyesuaikan perkiraan-perkiraan neraca saldo yang sudah ada. perkiraan-perkiraan jurnal penyesuaian dan saldo-saldo perkiraan setelah jurnal penyesuaian. Jadi sebenarnya dengan menggunakan neraca lajur. tidak perlu dibuat secara terpisah. Adapun kegunaan dari neraca lajur adalah untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan. Dalam praktek penyelenggaraan akuntansi secara manual. Dalam akuntansi secara manual dapat dilakukan dengan cara membuat neraca lajur. neraca saldo akan memperkirakan semua perkiraan dan saldo-saldo yang terdapat dalam 77 . (3) neraca saldo setelah penyesuaian. Neraca lajur memuat 6 bagian pokok yaitu : (1) neraca saldo. (5) laporan perubahan modal/laba ditahan. 7.2 Bentuk umum neraca lajur: Rekening Neraca Saldo Debet Kredit Penyesuaian Debet Kredit Neraca saldo setelah penyesuaian Debet Kredit Laba Rugi Debet Kredit Debet Neraca Kredit Lajur neraca saldo Informasi-informasi yang tercantum pada lajur neraca saldo adalah sama persis dengan neraca saldo.

harus dihitung saldo perkiraan yang bersangkutan dan kemudian dipindahkan ke lajur ini. yang merupakan perkiraan PERTEMUAN KE : 8 78 . yang merupakan perkiraan yang akan dikelompokkan atau akan dimasukkan dalam laporan perhitungan rugi-laba. Selanjutnya kolom debit dan kredit dalam lajur rugi-laba dijumlahkan. Untuk perkiraan-perkiraan neraca saldo yang tidak dipengaruhi oleh jurnal penyesuaian. Sehingga kebenaran dan ketelitian dalam lajur ini dapat terjamin. maka perusahaan menderita kerugian. Sebaliknya. tetapi bagi perkiraan yang dipengaruhi oleh jurnal penyesuaian. Lajur Neraca Lajur neraca berisi semua perkiraan riil. bila sisi debit yang lebih besar dari sisi kredit. maka perusahaan akan mendapat laba. Lajur ini pada akhirnya harus dijumlahkan ke-2 sisinya . yang nantinya akan terlihat pada laporan keuangan. langsungdipindah ke lajur ini.lajur ini. Lajur Rugi-Laba Lajur rugi-laba berisi semua perkiraan nominal.Bila sisi kredit lebih besar sisi debitnya. yang akan dikelompokkan dalam neraca.

Bahan Bacaan: 1. Dasar-Dasar Akuntansi 1. Sugiarto. UPP AMP.TIK: Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. Soemarso. Menjelaskan tujuan pembuatan jurnal enyesuaian kembali 3. . . BPFE. Rineka Cipta. Bab 5 2. Membuat jurnal penutup 2. Yogyakarta.. Jakarta. 1985. 1999. Membuat jurnal penyesuaian kembali. bab 6 79 . Akuntansi Suatu Pengantar. Slamet Sugiri. Yogyakarta. Pada bab ini mahasiwa dapat membuat jurnal penutup dan jurnal penyesuaian kembali dengan dasar aturan pendebitan dan pengkreditan suatu rekening. Pengantar Akuntansi 1. Pokok Bahasan: JURNAL PENUTUP dan JURNAL PENYESUAIAN KEMBALI Deskripsi Singkat: Pada bab sebelumnya telah dijelaskan bagaimana melakukan pencatatan transaksi ke dalam buku jurnal dan rekening buku besar. YKPN. Bab 6 3.

BAB 8 JURNAL PENUTUP DAN JURNAL PENYESUAIAN KEMBALI

JURNAL PENUTUP Pada bab sebelumnya telah disebutkan bahwa Rekeningrekening Buku besar pada dasarnya dapat dibedakan menjadi 6 kelompok dasar rekening yaitu aktiva, hutang, modal, pendapatan, Biaya dan prive. Keenam kelompok rekening tersebut dapat dibedakan lagi menjadi 2 yaitu Rekening Riil (aktiva, hutang, modal) dan Rekening nominal. Rekening (pendapatan, biaya , prive). Dari kedua kelompok rekening tersebut rekening nominal ini sifatnya sementara dan digunakan untuk menampung transaksi yang berupa penambahan dan pengurangan modal. Pada akhir periode rekeningrekening tersebut harus di pindahkan ke rekening tetap yaitu rekening modal. Proses pemindahan dari rekening nominal ke rekening modal disebut proses penutupan buku dengan cara membuat jurnal penutup. Fungsi jurnal penutup adalah untuk me-nol-kan saldo rekeningrekening sementara agar dapat digunakan untuk melakukan pencatatan transaksi pada periode berikutnya. Untuk melakukan melakukan penutupan buku diperlukan rekening yang dapat menampung data-data yang terdapat pada yang terdapat dalam rekening-rekening pendapatan dan biaya yaitu disebut rekening R/L. Tahapan dalam melakukan penutupan buku: 1. Semua rekening pendapatan didebit sebesar masing-masing saldo akhirnya. Rekening R/L di kredit dengan jumlah saldo akhir rekening-rekening tersebut. 2. Semua rekening biaya di kredit sebesar masing-masing saldo akhirnya dan rekening R/L didebit sebesar sejumlah saldo akhir rekening-rekening tersebut. 3. Selisih antara jumlah sisi debit dan sisi kredit rekening R/L di pindahkan ke rekening modal. Apabila perusahaan memperoleh laba Rekening R/L di debit dan di kredit rekening Modal. Apabila perusahaan mengalami kerugian Rekening R/L di kredit dan rekening Modal di debit. 4. Rekening prive di kredit sebesar saldo akhirnya dan rekening modal di debit dengan jumlah yang sama. Prosedur Penutupan Pada Perusahaan Persekutuan Prosedur penutupan buku pada perusahaan perseorangan dan perusahaan persekutuan hampir sama. Perbedaan yang ada pada

80

prosedur penutupan rekening R/L ke rekening modal pemilik karena harus mengalokasikan rekening R/L ke masing-masing modal sekutu. Penutupan rekening prive pada perusahaan persekutuan adalah untuk setiap prive sekutu ke rekening modal sekutu. Prosedur penutupan buku untuk tampak pada gambar brikut ini: Pendapatan xxx xxx (1) xxx Biaya xxx xxx (2) xxx (3) R/L xxx Modal xxx xxx perusahaan persekutuan

Prive (4) xxx xxx

Berikut ini adalah kasus pentutupan buku untuk perusahaan persekutuan. Contoh: Persekutuan ABC adalah persekutuan yang didirikan oleh Tuan A, Tuan B, dan Tuan C. Komposisi modal pada saat pendirian persekutuan adalah sebagai berikut: Anggota Persekutuan A B C Total Modal 25.000.000 25.000.000 50.000.000 100.000.000 Rasio pembagian R/L 25% 25% 50% 100%

Pada periode 2002 persekutuan memperoleh pendapatan sebesar Rp 50.000.000 dan biaya-biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 30.000.000. Sepanjang periode akuntansi tersebut, Tuan A menggunakan kas untuk keperluan pribadi sebesar Rp 500.000. Penutupan buku yang diselenggarakan persekutuan ABC adalah sebagai berikut:

81

Tanggal
2003 Desember 3 1

Keterangan
Pendapatan R/L (untuk menutup rekening pendapatan) R/L Macam-macam biaya (untuk menutup rekening biaya) 3 1 R/L Modal A Modal B Modal C (untuk menutup rekening R/L) Modal A Prive A

Ref

Debit 50.000.000

Kredit

50.000.000

3 1

30.000.000 30.000.000

20.000.000 5.000.000 5.000.000 10.000.000

3 1

500.000 500.000

(untuk menutup rekening prive)

82

Dividen. Satu rekening temporer. Dua rekening permanen. menggantikan rekening prive. para pemilik tidak diijinkan untuk mengambil aktiva perusahaan untuk keperluan pribadi. yang disebut pemegang saham. Rekening ini digunakan untuk mencatat pembagian laba ke pemegang saham. biaya dan dividen. Modal pemilik dalam perseroan memiliki sifat sebagai berikut: 1. b Laba Ditahan.Prosedur Penutupan Pada Perusahaan Perseroan Pada perusahaan perseroan . Mereka hanya berhak untuk menerima dividen dari pembagian laba apabila sudah disetujui oleh rapat umum pemegang saham (RUPS) dan diumumkan. 2. Prosedur penutupan buku perusahaan perseroan dapat penulis gambarkan sebagai berikut: Pendapatan xxx xxx xxx (1) Biaya xxx xxx (2) Dividen xxx xxx (4) xxx (3) R/L xxx Laba di tahan xxx xxx 83 . terdiri dari: a Modal Saham Biasa dan Modal Saham Prioritas (sesuai dengan jenis saham) digunakan untuk mencatat investasi modal oleh para pemilik. rekening modal pemilik adalah rekening pemegang saham. untuk mencatat penutupan seluruh rekening pendapatan. Dalam perusahaan perseroan.

000 (untuk menutup rekening dividen) Jurnal Penyesuaian Kembali Jurnal penyesuaian kembali adalah jurnal yang di buat setelah dilakukan penyusunan neraca saldo setelah penutupan kembali.000 dan mengeluarkan biaya sebesar Rp 35. Beberapa penyesuaian harus di lakukan kembali sebelum dilakukan pencaattan untuk periode berikutnya dilakukan .000. Apabila dilakukan jurnal penyesuaian kembali ini dilakukan pada hari pertama pada periode berikutnya.000.000.000.000.000. Dividen yang dibayarkan pada periode 2002 sebesar Rp 15.000. misalnya perusahaan melaukan penutupan buku dan penyusunan laporan keuangan periode pada tanggal 31 Desember 2002 maka jurnal penyesuaian kembali dibuat pada tanggal 1 Januari 2003.000.000.000 3 1 35.000 65. Tujuan pembuatan 84 . Jurnal penyesuain kembali sifatnya optional artinya boleh dilakukan atau tidak .Berikut ini adalah proses penutupan buku perusahaan perseroan .000. Hal ini dilakukan apabila suatu transaksi berkaitan dengan periode berikutnya.000 3 1 15. Tanggal 2003 Des 3 1 Keterangan Pendapatan R/L (untuk menutup rekening pendapatan) R/L Macam-macam biaya (untuk menutup rekening biaya) 3 1 R/L Laba di tahan (untuk menutup rekening R/L) Laba ditahan Dividen Ref Debit 100.000. Jurnal penutupan bukunya adalah sebagai berikut. Contoh : PT Abadi Jaya memperoleh penghasilan untuk periode 2002 sebesar Rp 100.000 Kredit 100.000.000.000 65.000 15.000 35. penyesuaian kembali dapat dilakukan dengan cara membalik jurnal penyesuaian yang ditelah dibuat pada saat proses penyusunan laporan keuangan akhir periode.

194 Kredit 85 . maka pada tanggal 1 januari 2003 perusahaan harus membuat jurnal penyesuaian kembali dengan mendebit rekening utang biaya gaji dan mengkredit rekening biaya gaji. Pada akhir periode akuntansi perusahaan harus mengakui adanya biaya gaji karena menggunakan jasa kaeyawan.194 Kredit Ref Debit 50 3 20 3 3.500. Sebagai contoh : Pembayaran gaji karyawan biasa dilakukan peda tanggal 5 tiap bulannya.jurnal penyesuaian kembali adalah agar pencatatan transaksi dilakukan secara konsisten.194 3.774. Pada tanggal 31 Desember merupakan akhir periode tahun yang bersangkutan dan perusahaan akan menyusun laporan keuangan perusahaan.000 Maka pada tanggal 31 Desember perusahaan akan membuat jurnal penyesuaian berikut ini sebagai berikut: Tanggal 2002 Des Keterangan 31 Biaya gaji Utang biaya gaji (untuk mencatat biaya gaji dari tanggal 6 desember sampai dengan tanggal 31 desember 2002) Jurnal penyesuaian diatas mengakibatkan rekening biaya gaji bertambah dan timbul utang biaya gaji. Tanggal 2003 Januari Keterangan 1 Utang biaya gaji Biaya gaji (untuk membalik jurnal penyesuaian kembali) Setelah dilakukan jurnal penyesuaian kembali maka saldo biaya gaji dan utang biaya gaji menjadi nol sehingga pada saat terjadi pembayaran biaya gaji pada tanggal 5 Januri 2003 perusahaan mencatat pembayaran gaji sebagai berikut: Ref Debit 50 3 20 3 3.774. Apabila gaji karyawan selama satu bulan sebesar Rp 4.194 3.774. akan tetapi pembayaran di lakukan pada 5 januari periode berikutnya.774.

Ref Debit 50 3 20 3 10 1 725.194 4.500.500.000 Kredit 86 .Tanggal 2003 Januari Keterangan 5 Biaya gaji Kas (untuk pembayaran biaya gaji karyawan) Ref Debit 50 3 20 3 4.000 Apabila tidak dilakukan penyesuaian kembali maka jika pada saat pembayaran gaji pada tanggal 5 Januari jurnal yang dibuat adalah: Tanggal 2003 Januari Keterangan 5 Biaya gaji Utang biaya gaji Kas Untuk mencatat pembayaran gaji Jurnal pencatatan tarnsaksi di atas akan menyulitkan pemegang buku karena pemegang buku harus melihat pencatatan pada periode sebelumnya.806 3.000 Kredit 4.500.774.

Modal 3.000 Rp 3. 4. Tujuan dibuatnya jurnal penutup adalah: Me-nol-kan saldo rekening-rekening nominal Me-nol-kan saldo rekening-rekening riil Menghitung saldo prive pemilik Menghitung laba bersih perusahaan 2. b. 1.000.Soal-soal latihan 8: Test digunakan sebagai bahan pengukur seberapa mahasiswa dapat memahami materi ini. b. Manakah rekening dibawah ini yang ditutup ke rekening R/L: a. Piutang usaha c. a. a.000 87 . Apabila nilai mahasiswa dibawah 60 harus mengulangi bab ini.000 Rp 3. Persekot asuransi b. c.000 Rp 3. d. c. c.000 Rp 3.000.000. Biaya sewa b.000 adalah: R/L Rp 3.000.000 Rp 3.000. Biaya sewa d. Biaya sewa R/L Biaya Sewa Modal Modal Biaya sewa Rekening-rekening di bawah ini yang tidak perlu ditutup ke rekening R/L adalah: Biaya gaji Biaya listrik dan air Biaya sewa Kas Jurnal penutup yang di buat untuk menutup rekening Biaya sewa sebesar Rp 3. Apabila hasil tes mahasiswa nilainya mencapai 60 keatas maka dapat dilanjutkan pada bab berikutnya.000. a.000.000 Rp 3.000.000.000 Rp 3. d. d.

HPP d. R/L 9. Rekening Prive pada perusahaan Persekutuan pada saat penutupan buku ditutup ke rekening: a.5.000.000 Rp 15.000 Rp 15. Modal saham disetor b. Rekening di bawah ini yang termasuk rekening nominal adalah: a. Rekening biaya pada saat penutupan buku ditutup ke rekening: a. Biaya gaji 88 .000. Jurnal penutup yang dibuat untuk menutup pendapatan sebesar Rp 15. Rekening rekening: a. d. R/L d. c.000 Rp 15. Kas b.000. Modal c. Piutang c.000 b.000. Kas c.000 6.000 Rp 15. R/L Pendapatan Pendapatan Modal Modal Pendapatan Rp 15. HPP b.000 R/L Rp 15.000. Kas c. Pendapatan Rp 15. HPP d. Prive d. Modal b.000. Prive 8. Modal b. Laba ditahan 10.000 Rp 15. R/L Pendapatan pada saat penutupan buku di tutup ke 7.000.000.000 adalah: a. Rekening Dividen pada perusahaan perseroan terbatas pada penutupan buku ditutup ke rekening: a.000. Persediaan d. Kas c.

D 10. D 7. B 6. A 9. C 3. A 5.Jawaban soal-soal latihan 8: 1. A 2. D 4. C 8. D 89 .

Al.8.Yogyakarta. Soemarso Akuntansi Suatu Pengantar. Bab 4 3. STIE YKPN. dimana terlebih dahulu dibuat jurnal penyesuaian. 1999. 1990. Waygandt.1996 Chapter 5 90 . Sugiarto. Erlangga. Menguraikan dan menggambarkan akuntansi untuk transaksi barang dagangan 2. Niswonger-Fess-Werren. Fourth Edition. Edisi terjemahan. bab 4 4. Yogjakarta. Membuat Jurnal Penutup pada perusahaan dagang. Pokok Bahasan : AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN DAGANG Diskripsi singkat : Dalam pertemuan ini akan dipelajari siklus akuntasni untuk perusahaan dagang. BPFE. Dasar-Dasar Akuntansi 1.PERTEMUAN MINGGU KE : 9 TIK : Pada akhir pertemuan ini mahasiswa diharapkan mampu : 1. Canada. Prinsip-prinsip Akuntansi. Membuat Neraca lajur dan laporan keuangan untuk sebuah perusahaan dagang yang menggunakan metode persediaan periodik. Pengantar Akuntansi 1. Pada akhir periode saldo-saldo dari semua rekening dihitung dan dicantumkan dalam neraca lajur sebagai alat bantu menyusun laporan keuangan. Membuat jurnal penyesuaian pada perusahaan dagang 4. Kieso. Dalam banyak hal catatan-catatn dan prosedur – prosedur akuntansi dalam perusahaan dagang tidak berbeda dengan perusahaan jasa. Dasar-Dasar Akuntansi 1. 1985. Bahan Bacaan : 1. Menjelaskan setiap elemen yang diperhitungkan dalam penentuan harga pokok penjualan dan laba kotor penjualan 3. UPP AMP. Bab 7. YKPN. Jakarta. Slamet Sugiri. Kemudian dapat disusun laporan keuangan dan tahap akhir adalah membuat jurnal penutup dan neraca saldo setelah tutup buku. Yogyakarta. Rineka Cipta. Haryono Jusup. 5. Bab 2 6. Inc. Bab 7 2. John Wiley & Sons. 1999.9 &10 5. Jakarta. Baik perusahaan dagang maupun perusahaan jasa semua transaksi harus dicatat dalam jurnal dan kemudian secara periodik dibukukan ke dalam rekening-rekening di buku besar. . Accounting Principles.

radio. Biaya Operasi suatu toko elektronik meliputi semua biaya yang berhubungan dengan kegiatan penjualan dan administrasi toko seperti biaya sewa. Misalkan dalam suatu toko elektronik. Biaya-biaya tersebut meliputi harga pokok (cost) barang yang terjual dan biaya-biaya operasi yang terjadi selama periode yang bersangkutan. biaya listrik dan biaya telpon.BAB 9 AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG Pengukur Laba Rugi      Pendapatan Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Biaya Operasional Laba Bersih     Prosedur –prosedur akhir periode Jurnal penyesuaian Penyusunan Neraca Lajur Penyusunan Laporan Keuangan Pembuatan Jurnal penutup pada Akhir Periode KEGIATAN PERUSAHAAN DAGANG Dalam catatan maupun prosedur akuntansi perusahaan dagang tidak berbeda dengan perusahaan jasa. mesin cuci dan lainnya yang telah laku dijual dalam satu periode. 91 . biaya advertensi. Harga pokok barang yang laku dijual disebut dengan harga pokok penjualan. gaji pegawai. kulkas. yang disebut harga pokok penjualan meliputi semua biaya yang dikeluarkan untuk membeli televisi. Sesuai dengan konsep penanding (matching principle) laba bersih (Rugi) suatu perusahan dagang dihitung dengan cara mengurangkan biaya untuk memperoleh pendapatan dari hasil penjualan pada periode yang bersangkutan.

biasanya perusahaan dagang mempunyai gudang untuk menyimpan barang dagangan.GAMBAR 9. Perusahaan membeli barang dagangan dari pemasok dan menjualanya kembali kepada pelanggan 92 .1996 Perbedaan kegiatan perusahaan jasa dan perusahaan dagangan adalah perusahaan pertama menjual jasa sedangkan perusahaan yang kedua menjual barang dagangan. yang disebut dengan persediaan barang dagangan. Karena adanya barang secara fisik yang dibeli dan dijual.1 : Kegiatan Perusahaan Jasa dan Dagang Sumber : Accounting Principles. Fourth Edition.

Nama rekening pendapatan yang biasanya digunakan untuk mencatat transaksi penjualan barang dagangan adalah penjualan.000 Penjualan Rp 10. Ongkos jasa ini didebet ke perkiraan beban. Secara berkala bank membebankan ongkos jasa pengurusan penjualan dengan kartu kredit tersebut.2 Pandapatan Penjualan HPP Laba Bruto Biaya Operasional Laba Bersih AKUNTANSI UNTUK PENJULAN BARANG DAGANGAN Penjualan barang dagangan juga dicatat dengan mendebet rekening kas atau piutang dagang dan mengkredit rekening pendapatan.000. Visa Card) biasanya dianggap sebagai penjualan tunai. PENJUALAN TUNAI Penjualan tunai biasanya dicatat pada Register Kas dan pada akhir hari kerja dijumlah. Kartu kredit yang diterima oleh sipenjual disetor ke bank bersama dengan diterima uang kontan dan cek yang diterima dari pelanggan.000.000 (untuk mencatat transaksi penjualan tunai) Penjualan kepada pelanggan yang membayar dengan kartu kredit bank misalkan (Master Card. 93 . Penjualan barang dagangan dapat dilakukan secara tunai atau dapat dilakukan secara kredit.Prosedur laba (rugi) untuk perusahaan dagang dapat kita lihat pada Gambar 9. Penjualan tunai seperti ini dapat dicatat sebagai berikut : Kas Rp 10.

000.000 dan mengirim uang sebesar Rp 4.000 (Untuk mencatat transaksi penjualan kredit) Rekening penjulan hanya digunakan untuk mencatat penjualan barang dagangan.875. Pengelolah kartu kredit akan memungut ongkos jasa pengurusan sebelum mengirimkan uang tunai pencairan kartu kredit tersebut.Penjualan seperti ini menimbulkan piutang pada perusahaan pengelolah kartu kredit tersebut. Pada Tanggal 15 Januari perusahaan pengelolah kartu kredit memotong ongkos sebesar Rp 125. Transaksi tersebut dapat dicatat : 10 Januari Piutang Dagang Rp 5.000 dan dilaporkan kepada perusahaan pengelolah kartu kredit pada tanggal 10 Januari.000.000.875.000 ( Penjualan dgn menggunakan American Express) Kas Beban Penagihan Kartu Kredit Piutang dagang Rp 4.000 15 Janauri ( Penerimaan kas dari American Express untuk penjualan yang dilaporkan tanggal 10 Januari) 94 .000.PENJUALAN KREDIT Suatu perusahaan sering juga menjual barang dagangan secara kredit yaitu bilamana pembayaran baru diterima bebarapa waktu kemudian. Penjualan semacam ini dibukukan debet pada rekening Piutang dagang dan kredit rekening penjualan.000 Rp 5.000. jurnalnya adalah : Piutang Dagang Rp 10.000 Penjualan Rp 5.000.000 Rp 125. Misalkan penjualan dengan menggunakan kartu kredit bukan bank Rp 5. bukan rekening Penjualan. maka yang dikredit adalah rekening Peralatan Kantor. Apabila sebuah perusahaan dagangan menjual peralatan kantor (bukan barang dagangan).000. Penjualan dengan kartu kredit yang bukan dikeluarkan oleh bank misalnya American Express umumnya harus dilaporkan secara berkala kepada perusahaan yang mengelolah kartu kredit tersebut sebelum dapat dicairkan menjadi uang tunai.000 Penjualan Rp 10.

1996 Nota kredit itu menunjukkan jumlah yang dikreditkan pada pelanggan serta alasan pengkreditan tersebut. biasanya penjual menyampaikan nota kredit (Credit Memorandum) kepada pelanggan. Fourth Edition. Pengaruh Retur ataupun potongan penjualan adalah berkurangnya pendapatan penjualan dan berkurangnya kas atau piutang dagang.3 Nota Kredit Sumber :Accounting Principles. Bila retur penjualan atau potongan penjualan menyangkut penjualan kredit. Retur penjualan pada hakikatnya merupakan pembatalan atas penjualan yang telah dilakukan perusahaan (baik sebagian ataupun seluruhnya). 95 . Kepada pelanggan diberikan potongan dari harga semula barang yang dijual tersebut (potongan penjualan). Gambar 1.RETUR DAN POTONGAN PENJUALAN Barang dagangan yang telah terjual mungkin saja dikembalikan oleh pelanggan (retur penjualan) atau karena barangnya cacat atau karena alasan lain sehingga pembeli tidak puas.

000 ( Berdasarkan nota kredit no. n/30. maka pencatatn yang dilakukan untuk pengembalian barang tersebut adalah : Retur dan Potongan Penjualan Rp 250.000 yang berasal dari transaksi penjualan kredit. Syarat penjualan biasanya dicantumkan dalam faktur penjualan dan merupakan bagian dari perjanjian penjualan.000 Piutang Dagang Rp 250. dan jumlah retur dan potongan penjualan tidak akan diungkapkan lagi. 234) Jika uang tunai yang dikembalikan karena barang yang dikembalikan ataupun karena potongan harga. dan berbagai beban yang berkaitan dengan pengembalikan barang (angkutan.Bila perkiraan penjualan didebet.10/EOM (End of Month) atau akhir bulan. Misalnya diterima pengembalian barang karena rusak dari salah seorang pelanggan senilai Rp 250. seandainya jumlahnya sangat besar. sehingga kedua pihak mengetahui berapa jumlah yang harus dibayar dan kapan pembayaran dilakukan. Syarat perjanjian disebut juga dengan termin yang biasa ditulis 2/10. Ini berarti faktur harus dibayar dalam waktu 10 hari sesudah akhir bulan. Syarat penjualan kadang kala juga ditulis dengan symbol n/30 (n adalah singkatan dari netto) yang artinya harga faktur neto atau keseluruhan harga faktur harus dibayar dalam waktu 30 hari sesudah tanggal faktur. Bila penjualan semula dilakukan secara kredit. dan untuk mengambil tindakan perbaikan. artinya adalah akan diberikan potongan 2% jika pembayaran dilakukan 10 hari sesudah tanggal faktur. penjualan kembali dan sebagainya). maka saldo perkiraan penjualan ini pada akhir periode akan menunjukkan penjualan bersih (net Sales). maka sisa transaksi tersebut dicatat sebagai kredit ke piutang dagang. dihitung dari bulan yang tertulis pada faktur. cara lain menyatakan syarat penjualan adalah misal n. pengepakan. 96 . Kebijakan semacam ini akan memungkinkan manajemen menentukan sebab-sebab retur dan potongan tersebut. Karena berkurangnya pendapatan disebabkan oleh potongan penjualan. maka syarat pembayaran dimasa akan datang harus ditetapkan dengan jelas. perbaikan. Kerena alasan inilah kita cendrung mendebet perkiraan yang disebut Retur dan potongan penjualan ( Sales Return and Allowances ). maka retur dan potongan penjualan didebet dank as dikredit POTONGAN PENJUALAN Jika penjualan dilakukan secara kredit. disarankan agar jumlah transaksi seperti ini diketahui oleh manajemen. tapi tidak melewati 30 hari sejak tanggal faktur.

Jurnal untuk mencatat transaksi penjualan ini adalah : 20 Januari Piutang dagang Penjualan Rp 10.Gambar 9.1994 Pada saat transaksi penjualan penjual belum mengetahui apakah pembeli akan memanfaatkan potongan atau tidak.3 : Faktur Penjualan Sumber : Niswonger-Fess-Werren.000 (Pencatatan penjualan barang dagangan dengan syarat 2/10.n/30.000 Rp 10. dengan syarat 2/10. Biasanya perusahaan mencatat penjualan sebesar harga faktur bruto.000.000 secara kredit.000. Prinsip-prinsip Akuntansi.000.n/30) 97 . Contoh : Pada tanggal 20 Januari perusahaan Amazon menjual barang dagangan kepada seorang pembeli seharga Rp 10.

Syarat penjualan diatas mempunyai arti bahwa perusahaan Amazon akan memberikan potongan 2% ( 2% x 10.000.000 = 200.000) jika pembeli melakukan pembayaran tidak melewati tanggal 30 Januari atau jika melewati tanggal 30 Januari tapi tidak lebih dari tanggal 19 Februari pembeli harus membayar penuh yaitu 10.000.000. Jurnal pencatatan transaksi tanggal 30 Januari adalah : 30 Januari Kas Rp 9.800.000 Potongan penjualan Rp 200.000 Piutang Dagang Rp 10.000.000 ( Pencatatan penerimaan piutang dikurangi potongan 2%)

Seandainya pembeli melakukan pengembalian barang (retur) sebelum pembayaran dilakukan, maka potongan hanya dikenakan pada harga barang yang jadi dijual (tidak dikembalikan). Sebagai contoh seandainya konsumen yang melakukan pembelian pada tanggal 10 Januari seharga Rp 10.000.000 dengan syarat 2/10,n/30, pada tanggal 15 Januari mengembalikan barang yang rusak seharga Rp 2.000.000, maka harga faktur brutoatas barang yang jadi dibeli adalah Rp 8.000.000 (Rp 10.000.000 – Rp 2.000.000). Dengan demikian potongan tunai harus dihitung atas dasar harga Rp 8.000.000. Misalkan pembeli melakukan pembayaran tanggal 19 Januari maka ia akan mendapat potongan sebesar Rp 160.000 (2% x Rp 8.000.000). Jurnal yang dicatat adalah : 19 Januari Kas Rp 7.840.000 Potongan tunai penjualan Rp 160.000 Piutang dagang Rp 8.000.000 (untuk mencatat penerimaan piutang dengan potongan 2%)

Seandainya pembayaran piutang diterima tanggal 21 Januari, maka perusahaan, maka pembeli tidak memanfaatkan potongan, maka ia harus membayar penuh sebeesar Rp 8.000.000. Jurnal yang dilakukan adalah : 21 Januari Kas Rp 8.000.000 Piutang Dagang Rp 8.000.000 (Untuk mencatat penerimaan piutang dagang)

98

Contoh penyajian rekening-rekening tersebut dalam laporan rugi laba adalah : PT Amazon Laporan Rugi-Laba (sebagian) Penjualan …………………………………………………… Rp 10.000.000 Kurangi : Retur dan Potongan penjualan Rp 250.000 Potongan Penjualan Rp 160.000 Rp 410.000 Penjualan bersih …………………………………………. Rp 9.590.000

HARGA POKOK PENJUALAN Harga pokok barang yang telah laku dijual biasa disebut juga Harga Pokok Penjualan (HPP). Untuk mendapat memahami cara menentukan harga pokok penjualan pada suatu periode, kita harus memahami dahulu pengertian persediaan dagangan dan harga pembelian bersih. PERSEDIAAN BARANG DAGANG (INVENTORY) Persediaan barang dagangan adalah barang-barang yang disediakan untuk dijual kepada para konsumen selama periode normal kegiatan perusahaan. Persediaan yang dimiliki perusahaan pada awal periode akuntansi, disebut persediaan awal. Persediaan yang dimiliki oleh perusahaan pada akhir periode akuntansi disebut dengan persediaan akhir dan akan dilaporkan dalam neraca sebagai aktiva lancar yaitu pada rekening persediaan dan dipihak lain dicantumkan dalam laporan rugi-laba sebagai salah satu elemen yang akan berpengaruh pada penentuan laba bersih perusahaan. Ada dua system pencatatan persediaan yakni metode persediaan periodik dan metode persediaan perpetual. Metode Persediaan Periodik Dalam metode periodik, adanya transaksi peembelian tidak didebet pada rekening persediaan tapi didebet pada rekening pembelian begitu juga dengan transaksi penjualan tidak dikredit pada reeking persediaan tapi pada reeking penjualan. Informasi mengenai persediaan yang ada pada suatu saat tertentu, tidak didapat dari rekening persediaan tapi melalui

99

perhitungan fisik atas persediaan yang ada digudang. Perhitungan fisik biasa dilakukan pada saat perusahaan akan menyusun laporan keuangan. Dalam metode ini perhitungan fisik mempunyai peranan penting, karena tanpa perhitungan fisik laporan keuangan tidak dapat disusun. Dalam pembahasan ini kita akan menggunakan metode pisik atau periodik. Metode Persediaan Perpetual Dalam metode perpetual, baik jumlah penjualan maupun harga pokok penjualan dan dicatat pada setiap saat barang dijual. Dengan cara ini catatan akuntansi akan secara terus menerus mengungkapkan besarnya persediaan yang ada. Gambar 9.4 : Sistem Pencatatan Persediaan

Sumber : Accounting Principles, Fourth Edition,1996

100

Transaksi ini dicatat : 5 Januari Rp 530.000 ( untuk mencatat pembelian barang dagangan dengan termin (2/10.400 Harga Pokok Barang Tersedia Untuk Dijual Rp 509. sehingga pada tiap akhir peeriode rekening ini harus ditutup.000 Potongan pembelian Rp 10.000 Pembelian Rp 530. 1 Januari Rp 10. n/30) seharga Rp 530.600 Pembelian bersih Rp 499.400 Dikurangi : Persediaan barang. 31 Desember Rp 60. 101 .Contoh perhitungan Harga Pokok Penjualan adalah : Harga Pokok Penjualan : Persediaan barang.000 Harga Pokok Penjualan Rp 449.000 Dikurangi : Retur dan Potongan pembelian Rp 20. Misalkan pada tanggal 5 Januari perusahaan membeli barang dagangan secara kredit (2/10.000 diperoleh dari perhitungan fisik periode yang lalu PEMBELIAN Apabila perusahaan menggunbakan metode persediaan periodic.000 Hutang Dagang Rp 530.000. Rekening pembelian merupakan sebuah rekening sementara yang digunakan untuk mengumpulkan seluruh harga pokok barang yang dibeli selama periode.400 PERSEDIAAN AWAL Persediaan awal sebesar Rp 10. maka pembelian barang dagangan dicatat dengan mendebet rekening pembelian. apabila perusahaan membeli barang yang digunakan untuk keperluan sendiri misalnya membeli lemari untuk dipakai sendiri. maka yang didebet adalah rekening aktiva yang bersangkutan.n/30) Pembelia Rekening pembelian hanya digunakan untuk mencatat pembelian barang dagangan.

maka potongan tersebut oleh pembeli dinamakan potongan tunai pembelian. sehingga dapat diketuhi pembeelian bersih.000 Retur Pembelian Rp 20. Untuk mencatat kejadian ini biasanya digunakan rekening Retur dan Potongan pembelian. Rekening retur dan potongan peembelian merupakan rekening lawan terhadap rekening pembelian. karena dari rekening ini dapat diketahui jumlah retur pembelian yang terjadi selama periode.000 (untuk mencatat pengembalian barang ) Transaksi retur pembelian sebenarnya dapat dicatat dengan mengkredit rekening pembelian.000 Potongan pembelian Rp 10. Namun banyak perusahaan menyukai rekening retur dan potongan pembelian. Sehubungan dengan contoh sebelumnya yaitu pada tanggal 5 Januari perusahaan membeli barang dagangan secara kredit (2/10.000 yang dibeli pada tanggal 5 Januari. maka biasa pembeli mengembalikan barang tersebut dan utang kepada pemasok menjadi berkurang. POTONGAN TUNAI PEMBELIAN Apabila barang dagangan dibeli secara kredit maka syarat pembayarannya ditulis pada faktur peembelian. Pemasok biasanya memberikan potongan kepada pembeli yang membayar dalam waktu yang telah ditentukan. Saldo reking retur dan potongan pembelian harus dikurangkan terhadap jumlah pembelian kotor.400 (Jurnal untuk mencatat saat pembayaran atas pembelian Hutang dagang Rp 530. Kemungkinan lain adalah barang tersebut tidak dikembalikan oleh pembeli tapi ia meminta potongan harga. Jika penjual memberikan potongan tunai. Misal Pada tanggal 6 Januari dikembalikan barang sebesar Rp 20. dalam transaksi pembelian terdapat juga retur pembelian.RETUR DAN POTONGAN PEMBELIAN Seperti halnya transaksi penjualan.000 yang dibeli pada tanggal 5 Januari. n/30) seharga Rp 530.600 Kas Rp 102 . Seandainya tanggal 14 Januari perusahaan melunasi semua hutangnya. Apabila barang yang dibeli dari pemasok ternyata rusak atau tidak memuaskan. Maka jurnalnya adalah : 14 Januari 519. Maka jurnalnya adalah : 6 Januari Hutang Dagang Rp 20.000 Kemudian tanggal 6 Januari dikembalikan barang sebesar Rp 20.

dengan potongan 2%) 103 .barang tanggal 5 Januari.

Potongan semacam ini disebut RABAT.n/30) ditambah biaya angkut yang telah dibayar lebih dahulu oleh penjual sebesar Rp50.000).000. Ayat jurnalnya adalah : 15 Januari Pembelian Rp 5. pembeli akan memasukkan biaya itu dalam debet pembelian dan kredit hutang dagang.000 Hutang dagang Rp 5. Biaya Angkut bagi Pembeli Bila barang dibeli dengan syarat franco gudang penjual.050.000. Bila pembeli yang menanggung biaya tersebut. ketentuan ini disebut franco gudang pembeli ( FOB Destination). Saldo perkiraan ini ditambahkan ke saldo perkiraan pembelian untuk menetapkan jumlah harga pokok barang yang dibeli.050. Bila penjual membayar lebih dulu biaya angkut. Beberapa perusahaan menggunakan perkiraan yang diberi judul Angkos Angkut.(30% x Rp 100. Misalnya tanggal 15 Januari Amazon Co. bila biaya angkut ditanggung oleh penjual.000 dijual dengan rabat 30% . ketentuan ini disebut franco gudang penjual (FOB Shipping point).POTONGAN RABAT Biasanya pembelian dalam jumlah yang besar bisanya mendapat potongan khusus dari harga resmi yang tercantum. Misalnya Barang dengan harga menurut daftar sebesar Rp100.000 dengan syarat franco gudang penjual. walaupun dalam perjanjiannya dinyatakan bahwa pembeli yang menanggung biaya angkut tersebut (franco gudang penjual). (2/10. penjual mungkin membayar dimuka biaya angkut dan menambahkannya ke Faktur. Rabat biasanya ditentukan dalam tarif. baik dalam pembukuan pembeli maupun penjual. secara kredit seharga Rp 5. Potongan tunai adalah potongan yang diterima karena perusahaan membayar dalam waktu yang telah ditentukan dalam syarat pembelian. maka biaya angkut yang telah dibayar oleh pembeli hendaknya didebet ke perkiraan Pembelian dan dikredit ke rekening Kas. Dalam bebrapa hal. membeli barang dari Bill Co. Rabat tidak dicatat dalam pembukuan.000 (mencatat pembelian barang dagangan dengan franco gudang pembeli) 104 . Rabat tidak dama dengan potongan tunai. BIAYA ANGKUT Perjanjian antara penjual dan pembeli mencakup ketentuan mengenai pihak manakah yang harus menanggung biaya angkut barang ke gudang pembeli. Harga jual sesungguhnya menjadi Rp 70.000 ( 100.000yang ditambahkan ke faktur. sedangkan rabat adalah potongan yang diterima berupa pengurang harga dari harga resmi.

400 9.590. membayar hutang tanggal 20 Januari .050. Total biaya ini dilaporkan dalam perhitungan rugi laba sebagai biayapenjualan.000 Potongan pembelian Rp yang Rp telah 100. maka biaya angkut yang dibayar oleh penjual didebet ke perkiraan Biaya transport.000 Biaya Angkut bagi penjual Bila dalam perjanjian dinyatakan bahwa penjual menanggung biaya angkut (franco gudang pembeli). sehingga dapat ditentukan harga pokok persediaan akhir periode. PERSEDIAAN AKHIR Pada akhir periode akuntansi.000 Jumlah pembayaran Rp 4. LABA KOTOR Laba kotor yang dimiliki oleh perusahaan berasal dari Penjualan neto dikurangi dengan Harga Pokok Penjualan. maka potongan itu dihitung dari jumlah penjualan dan bukan dari total jumlah dalam faktur.000 Dasar menghitung potongan Rp 5000.000.000 dibayar lebih dulu oleh penjual 5.050.950.000 449. maka perhitungannya adalah : Faktur dari Bill termasuk biaya angkut Rp 50.950.000 Tarif potong 2% Jumlah potongan (5.000 x 2%) Rp 100.140.Bila dalam perjanjian dicantumkan adanya potongan harga untuk pelunasan lebih awal. Misalkan Amazon Co. Jumlah fisik persediaan ini kemudian dikalikan dengan harga pokok yang sesuai. perusahaan yang menggunakan metoda periodic harus melakukan perhitungan atas jumlah fisik persediaan yang belum terjual.000 Kas Rp 4. Contoh : Penjualan bersih Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Rp Rp Rp 9.600 105 .000 Amazon akan menjurnal : 20 Januari Hutang dagang Rp 5.

106 . perlengkapan gudang yang digunakan. Jumlah laba operasi dan hubungannya dengan investassi modal serta penjumlahan bersih merupakan faktor penting untuk menilai efisiensi manajemen dan tingkat profitabilitas perusahaan. Contoh gaji pegawai kantor. Biaya yang reletif kecil jumlahnya dan tidak dapat diindentifikasi ke perkiraanutama umumnya dikumpulkan dalam perkiraan biaya penjualan rupa-rupa dan biaya umum rupa-rupa. penyusutan [eralatan gudang dan beban iklan. Beban yang timbul dalam operasi umum perusahaan digolongkan sebagai biaya umum atau biaya administrasi. Pada perusaaah pengecar umumnya cukup membagi beban operasi menjadi dua kelompok. LABA DARI OPERASIONAL Selisih antara laba kotor dengan total biaya operasi disebut laba dari operasi. asuransi dan pajak biasanya dilaporkan dalam biaya umum. Contoh biaya gaji pegawai bagian penjualan. digolongkan sebagai biaya penjualan (selling expenses). yaitu biaya penjualan dan biaya umum.BIAYA OPERASIONAL Biaya operasi perusahaan dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok dan subjek. Biaya yang timbul secara langsung dan seluruhnya berhubungan dengan penjualan barang dagangan. selisih ini disebut kerugian dari operasi. Bila biaya operasi lebih besar dari laba kotor.

600 Prosedur-prosedur akhir periode pada perusahaan dagang dengan Metode Pisik 1.000 325.000 20. Pembuatan jurnal penutup pada akhir periode 107 .000 10.000 616.000 Rp 16.000 40.800 80.500 16. Mutiara Prive.400 83.000 19.000 17.000 12. Penyusunan Neraca Lajur 3.200 7.000 8.400 6.100 36. Mutiara Penjualan Retur dan Potongan penjualan Potongan tunai penjualan Pembelian Retur dan potongan pembelian Potongan tunai pembelian Biaya angkut pembelian Biaya angkut penjualan Biaya iklan Biaya sewa Biaya gaji Biaya rupa-rupa Total Saldo Debet Kredit Rp 9.600 616.000 15. Pembuatan jurnal penyesuaian 2.800 12.000 480.000 16. Penyusunan Laporan Keuangan 4.000 3.LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN DAGANG MUTIARA NERACA SALDO 31 DESEMBER 2002 (dalam ribuan rupiah) Rekening Kas Piutang dagang Persediaan barang dagangan Asurasni Dibayar dimuka Gedung Akumulasi Depresiasi Gedung Utang Dagang Modal.

Proses untuk memasukkan data persediaan akhir ini kedalam pembukuan perusahaan dilakukan dengan membuat jurnal penyesuaian. agar pembukuan dapat memberikan informasi sesuai dengan keadaan keadaan yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi. Rekening ini tidak dapat memberi informasi mengenai jumlah persediaan yang ada pada saatsaat tertentu. Informasi tentang persediaan akhir yang diperoleh melalui perhitungan fisik ini harus dimasukkan dalam pembukuan perusahaan. Perusaah yang menggunakan metode periodik sangat sederhana. pada umumnya tidak berbeda dengan penyesuaian-penyesuaian dengan perusahaan jasa.PENYESUAIAN Penyesuaian diperlukan pada akhir periode didalam suatu perusahaan dagang. yaitu informasi tentang : 1. HPP = Persediaan Awal + Pembelian – Persediaan Akhir Sesuai dengan rumus diatas maka jurnal penyesuaian untuk mecatat harga pokok peenjualan dan persediaan akhir pada perusahaan yang menggunakan persediaan periodic adalah : 108 . Harga pokok barang yang sudah dijual ( harga pokok penjualan) Hal ini disebabkan karena dalam metode persedian periodik rekening persediaan barang dagangan tidak digunakan untuk mencatat pertambahan persediaan karena adanya transaksian pembelian dan sebaliknya juga tidak mencatat pengurangan persediaan karena adanya transakssi penjualan sehingga dalam buku besar rekening persediaan hanya menunjukkan saldo persediaan barang dagangan pada awal periode. Pada akhir periode perusahaan melakukan perhitungan atas jumlah fisik persediaan yang ada digudang (belum terjual) pada akhir periode. namun metode ini tidak dapat menyediakan informasi mengenai dua hal yang sangat diperlukan dalam laporan keuangan. Persediaan yang ada pada setiap saat diperlukan 2.

seperti rekening biaya angkut pembelian. Retur dan Potongan Pembelian. maka saldo rekening-rekening tersebut harus dipindahkan juga kerekening Harga Pokok Penjualan.Harga Pokok Penjualan Rp xxxx Persediaan Barang Dagangan Rp xxxx (untuk memindahkan saldo rekening persediaan awal ke dalam rekening Harga Pokok Penjualan) Harga Pokok Penjualan Pembelian Rp xxxx Rp xxxx (untuk memindahkan saldo rekening pembelian ke rekening Harga Pokok Penjualan) Persediaan Rp xxxx Harga Pokok Penjualan (untuk mencatat saldo persediaan akhir ) Rp xxxx Apabila dalam buku besar terdapat rekening-rekening yang berpengaruh atas pembelian. Harga Pokok Penjualan Rp xxxx Biaya Angkut Pembelian Rp xxxx (untuk memindahkan saldo rekening biaya angkut ke dalam rekening Harga Pokok Penjualan) 109 . dan Potongan Tunai Pembelian.

3.800 Depresiasi Gedung 10% pertahun Gaji Pegawai yang masih harus dibayar Rp 5. 2.000 Asuransi Dibayar Dimuka Rp 1. 5. Untuk memperjelas.000 Sewa yang masih harus dibayar Rp 4. maka saldo rekening Persediaan Barang Dagangan akan menunjukkan jumlah persediaan yang ada pada akhir periode dari rekening Harga Pokok Penjualan untuk periode yang bersangkutan. Persediaan barang dagangan per 31 Desember 2002 Rp 40. 4.Retur dan Potongan Pembelian Harga Pokok Penjualan Rp xxxx Rp xxxx (untuk memindahkan saldo rekening Retur dan Potongan Pembelian ke dalam rekening Harga Pokok Penjualan) Potongan Tunai Pembelian Harga Pokok Penjualan Rp xxxx Rp xxxx (untuk memindahkan saldo rekening Potongan tunai pembelian ke dalam rekening Harga Pokok Penjualan) Apabila jurnal-jurnal penyesuaian tersebut diatas dibukukan ke buku besar.000 110 . dibawah ini data-data untuk penyesuaian pembukuan Perusahaan Dagang MUTIARA pada akhir bulan Desember 2002 (dalam ribuan ): 1.

000 8.000 12.200 10.000 2.000 31 31 31 31 31 31 31 31 31 111 .400 6.000 Persediaan Barang Dagangan Harga Pokok Penjualan Pembelian Harga Pokok Penjualan Biaya Angkut Pembelian Retur dan Potongan Pembelian Harga Pokok Penjualan Potongan tunai pembelian Harga Pokok Penjualan Persediaan barang dagangan Harga Pokok Penjualan Biaya Asuransi Asuransi dibayar dimuka Biaya Depresiasi Gedung Akum.800 6.Berdasarkan data diatas.000 5.400 10.800 40.000 2.000 325.000 5.200 12.000 8. penyusutan gedung Biaya Gaji Hutang gaji Biaya sewa Hutang sewa 325.000 40.000 Jumlah K 36.000 4.000 4. jurnal penyesuaian yang harus dibuat Perusahaan Dagang MUTIARA pada tanggal 31 Desember 2002 adalah (dalam ribuan ) : Tanggal 02 Des 31 JURNAL PENYESUAIAN Keterangan D Harga Pokok Penjualan Rp 36.

tunai penjualan Pembelian Retur & pot.000 325.000 136.000 Neraca saldo setelah penyesuaian Debet Kredit 9.000 480.000 Kredit Penyesuaian Debet 40.500 16.000 15.000 454.200 2.000 2.800 80.NERACA LAJUR PERUSAHAAN DAGANG MUTIARA NERACA LAJUR PERIODE BERKAHIR 31 DESEMBER 2002 Rekening Neraca Saldo Debet 9.100 36.000 17.000 4.000 480.000 8.000 5.000 16.400 10. Mutiara Prive.000 616.000 12.000 8.000 616.000 5.600 36.000 2.400 83.000 Kredit Kas Piutang dagang Persediaan barang dagangan Asr.400 5. Gedung Utang Dagang Modal.000 17.000 15.000 480.000 1.400 83.200 7. angkut pembelian Bi.000 12.000 20.400 316.000 10.400 26.000 1.400 6.000 12.000 23.000 20.600 4.000 325.000 3.100 40.000 7.000 449.800 12.000 8.000 480.000 325.000 480. gedung Hutang gaji Hutang sewa Saldo Laba 316.400 6.000 40. penjualan Pot.000 8.800 12.000 16. Mutiara Penjualan Retur & Pot.000 616.800 40.000 24.400 10. angkut penjualan Biaya iklan Biaya sewa Biaya gaji Biaya rupa-rupa Total Harga Pokok Penjualan Biaya Asuransi Biaya Dep.000 4.400 112 .400 162.000 616.000 45.000 16. Dibayar dimuka Gedung Akum Dep.500 16.000 12. tunai pembelian Bi.400 83. pembelian Pot.500 16.200 7.000 2.000 15.000 8.100 40.000 162.800 80.000 45.400 6.000 24.000 23.000 8.000 4.000 20.800 80.000 8.000 449.000 17.400 5.000 19.000 26.000 480.000 Laba Rugi Debet Kredit Neraca Debet 9.000 162.000 Kredit 36.000 16.

100 40.000 1.000 29. maka penyususnan lapran keuangan dapat dilakukan dengan mudah karena data yang diperlukan dalam pembuatan laporn keuangan telah tersedia di nerac lajur.400 94.PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN Dengan telah selesainya disusun pembuatan Neraca lajur. Namun demikian dalam menyusun laporan keuangan harus dilakukan dengan memperhatikan cara-cara penyajian yang lazim. Berikut ini adalah laporan keuangan Perusahaan Daganga MUTIARA : PERUSAHAAN DAGANG MUTIARA NERACA 31 DESEMBER 2002 (DALAM RIBUAN RUPIAH) AKTIVA Aktiva Lancar Kas PiutangDagang Persediaan Barang dagangan Asuransi Dibayar Dimuka Jumlah Aktiva Lancar Aktiva Tak Lancar Gedung 80.400 5.400 Jumlah Passiva Rp 20.400 113 .000 Akum.000 Jumlah Aktiva Tak Lancar Jumlah Aktiva Rp 9. Dep Gedung 24.800 67.000 123.000 123.400 PASSIVA Kewajiban Lancar : Utang Dagang Utang Gaji Utang Sewa Jumlah Kewajiban Lancar MODAL : Modal Mutiara 56.000 4.500 16.

000 Rp 325.000 Rp 8.000 114 .200 Rp 356. Pembelian Rp 10.000 Rp 8. Mutiara 1 Januari 2002 Laba 31 Desember 2002 Prive.000 Rp 45.000 Rp 26.000 Rp dijual 17.200 Rp 307.000 Rp 23.000 Rp 7.000 460.000 ) Rp 94.000 Rp 2.400 Potongan pembelian Rp 6.000 Rp 118.800 Rp 12.000 Rp 480.000 Rp 40.000 Rp Rp 144.000 PERUSAHAAN DAGANG MUTIARA LABA RUGI 31 DESEMBER 2002 (DALAM RIBUAN RUPIAH) Modal. Mutiara 31 Desember 2002 Rp 83.000 ( Rp 15.000 Rp 17.000 Rp 16.800 Pembelian bersih Biaya angkut pembelian Harga pokok Barang Tersedia untuk Persediaan 31 Desember 2002 Harga Pokok Penjualan 316.000 Rp 12.000 Rp 20.000 Laba Kotor Penjualan Biaya-biaya Operasi : Biaya Angkut penjualan Biaya Iklan Biaya sewa Biaya gaji Biaya Asuransi Biaya Depresiasi Gedung Biaya Rupa-rupa Jumlah biaya operasional Laba Bersih 26.000 Rp Rp Rp 36.PERUSAHAAN DAGANG MUTIARA LABA RUGI 31 DESEMBER 2002 (DALAM RIBUAN RUPIAH) Penjualan Kurangi : Retur dan potongan penjualan Potongan tunai penjualan Penjualan bersih Harga Pokok Penjualan : Persediaan 1 Jan 2002 Pembelian Retur dan pot. Mutiara Modal.

000. Semua perkiraan Nominal sementara ditutup dan saldonya menjadi nol.000. Ayat jurnal penutup untuk perusahaan dagang Mutiara : PENUTUPAN REKENING-REKENING PENDAPATAN Penjualan Rp 20.000 (Untuk memindahkan saldo rekening-rekening pengurang penjualan ke rekening penjualan) Penjualan Rugi Laba Rp 460.AYAT JURNAL PENUTUP Ayat jurnal penutup dicatat segera dalam buku harian setelah jurnal penyesuaian.000 Rp 460.000 Retur dan Potongan Pembelian Rp 12.000.000 (Untuk memindahkan saldo rekening Penjualan neto ke rekening Rugi Laba) 115 .000 Potongan Tunai Pnjualan Rp 8.

000 16.Laba ) 116 . seperti rekeing pendpatan sewa.000 45.000 Harga Pokok Penjualan Biaya Angkut penjualan Biaya Iklan Biaya sewa Biaya gaji Biaya Asuransi Biaya Depresiasi Gedung Biaya Rupa-rupa Rp Rp Rp Rp Rp Rp 316.000 7.000 Rp 17.000 ( Untuk memindahkan saldo rekening-rekening biaya ke Rugi .000 23. maka rekening tersebut juga harus ditutup ke rekening Rugi Laba dengan jurnal : Pendapatan sewa Rp xxxxx Rugi-Laba Rp xxxxx ( Untuk memindahkan saldo rekening-rekening pendapatan lainnya ke rekening Laba Rugi) PENUTUPAN REKENING-REKENING BIAYA Rugi-Laba Rp 434.Apabila perusahaan memiliki rekening-rekening pendapatan yang lain.000 Rp 8.000 2.

maka rekening tersebut tidak memiliki saldo lagi (saldonya nol rupiah). Tahap berikutnya adalah menutup rekening Rugi-Laba ke rekening Modal dengan jurnal penutup : Rugi-Laba Rp 26.000 (untuk memindahkan saldo rekening Rugi-Laba ke rekening Modal) PENUTUPAN REKENING PRIVE Pada perusahaan perseorangan saldo rekening prive pada akhir tahun harus ditutup ke rekening modal dengan jurnal penutup : Modal Mutiara Prive.000 (untuk memindahkan saldo rekening Prive ke rekening Modal) NERACA SALDO SETELAH TUTUP BUKU Dengan selesainya pembuatan ayat jurnal penutup. Tujuan dan proses penyusunan neraca saldo setelah tutup buku pada perusahaan dagang tidak berbeda dengan penyusunan neraca saldo setelah tutup buku pada perusahaan jasa. 117 . Mutiara Rp 26.PENUTUPAN REKENING RUGI – LABA Semua rekening pendapatan dan biaya ditutup . Mutiara Rp 15.000 Rp 15. maka tahap terakhir dalam siklus akuntasni perusahaan dagang adalah membuat neraca saldo setelah tutup buku.000 Modal.

HPP Rp 310. Harga Pokok penjualan selama periode berjalan d.000 d.000 d. Rp 400. Rp 10. Rp 686. Persediaan pada awal periode berjalan b.000. Rp 340.000 pada tanggal 13 Juni. Biaya operasional dikurang laba bersih b. (2/10.n/30). maka uang yang akan diterima adalah sebesar : a. Jika barang dagangan dijual secara kredit Rp 1. Pendapatan penjualan dikurang HPP d.500 2.000 b. Rp 5. Rp 650. Rp 0 b.000 kepada seorang pelanggan dengan franco gudang penjual 1/10. Laba kotor diperoleh dari : a. pada tanggal 16 Juni diterima retur penjualan dari penjualan tgl 13 Juni sebesar Rp50. Pendapatan penjualan ditambah biaya operasional c.000.000 b.000 d.000. maka jumlah potongan atas pembayaran yang lebih dini adalah : a.000 118 . Rp 700. Rp 685.000. Jumlah persediaan barang dagangan yang tertera pada lajur neraca dalam neraca lajur adalah : a. Tidak ada jawaban yang benar 3. Pada tgl 23 Juni diterima pembaran. Persediaan pada akhir periode berjalan c. dan biaya operasional Rp 60. Maka laba bersihnya sebesar : a. /30 dan penjual tersebut telah membayar lebih dahulu ongkos angkutnya sebesar Rp 50. RP 90.Soal-soal Latihan 9: 1.000.000 5. RP 10. Penjualan kredit Rp 750. Rp 30.000 c. Biaya operasional ditambah HPP 4. Jika penjualan sebesar Rp 400.000.000 c.000 c.

Jawaban Soal-soal Latihan 9: 1. b 2. a 3. c 4. b 5. a

119

PERTEMUAN MINGGU KE : 10 TIK : Pada akhir pertemuan ini mahasiswa diharapkan mampu : 1. Mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan dalam akuntansi yang secara potensial dapat diganti computer dan yang tidak mungkin diganti dengan computer 2. Menjelaskan perangkat keras dan lunak serta konsep cara kerja computer 3. Menjalankan paket program computer akuntansi (accounting software) standar yang bany6ak digunakan dalam praktek

Pokok Bahasan : AKUNTANSI DENGAN KOMPUTER

Diskripsi singkat : Dalam pertemuan ini akan membahas langkah-langkah dalam siklus akuntansi yang pengerjaannya dapat dilakukan dengan computer. Juga diberikan wawasan tentang bagaimana memandang akuntansi sebagai bidang pengetahuan dengan pekembangan teknologi informasi.

Bahan Bacaan : 1. Al. Haryono Jusup, Dasar-dasar Akuntansi, Jilid 1, Yogyakarta, STIE YKPM, 1999 Bab 9 2. Sujarwono, Akuntansi Pengantar, Yogyakarta, BPFE, 1996, Bab 11

120

BAB 10 AKUNTANSI DENGAN KOMPUTER
Tujuan mempelajari akuntansi adalah untuk memahami konsep proses dan bukan untuk mempelajari sistem itu sendiri, karena perangkat sistem akuntansi dapat berubah sesuai dengan kemajuan teknologi. Secara ringkas konsep proses akuntansi adalah : masukan, proses, keluaran. Ditinjau dari sudut pengolahan data, pengolahan data akuntansi bersifat terstruktur, sistematis, logis dan matematis. Sifat semacam inilah yang merupakan makanan empuk bagi komputer dan dalam hal inilah akuntansi mengalami perubahan yang luar biasa baik dalam cara pengolahan data, pengertian maupun konsep akuntansi. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMPUTER Komputer adalah sebuah mesin yang dapat diprogram untuk mengerjakan operasi atau tugas tertentu sesuai dengan kebutuhan pemakai. Suatu operasi atau tugas harus dapat diterjemahkan dalam bentuk operasi yang dapat dimengerti oleh komputer.Ditinjau dari urutan pengerjaan tugas, operasi komputer dibagi menjadi 3 proses utama, yaitu : masukan, proses dan keluaran. Sedangkan dilihat dari perangkat yang membentuk suatu system komputer, ada 3 komponen utama yaitu perangkat lunak, perangkat keras, dan perangkat manusia. Sekarang ini hampir tidak lagi dijumpai penggunaan mesin ketik di kantor-kantor. Perusahaan ataupun kantor lebih menggunakan komputer untuk membantu kelancaran operasinya, termasuk untuk pengolahan data akuntansinya. Bahkan dalam perusahaan besar, akuntansi menjadi subsistem dalam system informasi manajemen. Dimasa mendatang mungkin tidak akan lagi dijumpai system akuntansi manual. Jika demikian halnya, harus ada pendekatan baru untuk dalam pengajaran akuntansi agar tidak tergelincir untuk cenderung menguasai hal-hal yang sangat teknis, sementara ada hal-hal teknis tadi pada prakteknya akan digantikan fungsinya oleh komputer. Karakteristik pemprosesan data akuntansi yang telah disebutkan dimuka, khususnya akuntansi keuangan, telah banyak mengundang perusahaan perangkat lunak untuk mengembangkan program umum akuntansi (general accounting program) yang cukup canggih dan banyak dijual di pasar bebas, seperti DecEasy Accounting dan Peachtree.

121

Proses (processing device). Perangkat keras ada 3 alat utama yaitu: a. Perangkat Lunak (software) Pengertian perangkat lunak menunjuk kepada program dan alat bantu yang bersifat menambah kemampuan komputer sebagai alat untuk melaksanakan tugas. layar monitor. program dan data biasanya disimpan dalam media masukan seperti disk. terminal . operator dan teknisi. Keluaran ( output device). dan control unit(yang berfungsi untuk mengkoordinasikan semua alat. sehingga kalau operator menjalankan komputer dan menekan tombol tertentu maka komputer akan mengerjakan tugasnya. Setelah data diolah. mengurutkan dan mengendalikan langkah-langkah operasi sesuai dengan program). yang dapat dibuat khusus untuk memenuhi kebutuhan khusus pula.Perangkat Pembentuk Sistem Komputer Perangkat yang membentuk system komputer ada 3 : 1) Perangkat keras ( Hardware) Perangkat keras adalah komponen fisik sebuah komputer yang mengerjakan operasi tertentu. Alat keluaran berupa printer. Masukan (input device). dsb. Pada CPU ada 3 bagian utama yaitu main memory unit (yang berfungsi untuk menyimpan sementara data dan program yang akan diproses). Processing device ini sering disebut Central Processing Unit (CPU) dan merupakan otak komputer. b. 2). tape.Sedangkan program yang dirancang untuk tujuan tertentu disebut program aplikasi. sehingga komputer mampu mengerjakan tugas sesuai dengan programnya. Perangkat ini antara lain analis system. 122 . Perangkat manusia(peopleware) Perangkat manusia adalah mereka yang terlibat dalam perancangan dan pengoperasian system komputer untuk suatu organisasi tertentu .Pada processing unit ini data. kertas khusus.Sedangkan untuk data yang masih berupa dokumen sumber ke dalam media masukan diperlukan kegiatan yang disebut data entry. arithmetic-logic unit / ALU (yang berfungsi melakukan operasi aritmetis dan logis). maka informasi yang dihasilkan akan bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan informasi. c. 3). Pada input device ini. programmer. Program adalah instruksi dalam bahasa mesin atau yang dapat dibaca oleh komputer. program dan alat dalam system komputer dikendalikan melalui suatu bahasa operasi yang dirancang khusus.

Informasi mempunyai nilai yang tinggi kalau informasi tersimpan dalam bentuk yang mudah diperoleh kembali pada saat dibutuhkan. 4. yang dapat mengurangi nilai informasi. Reliabilitas. Tepat waktu. tanpa data tidak akan dapat dihasilkan informasi. Pengertian data harus dibedakan dengan informasi. 123 . 2. Informasi harus disajikan dalam format yang paling sesuai dengan permintaan pemakainya.Data dan Informasi Dalam pembahasan terdahulu telah disebutkan istilah data dan informasi. Untuk kebutuhan akuntansi pada umumnya. Relevansi. yang berkaitan dengan masalah peringkasan informasi. 5. suatu informasi harus mempunyai makna tertentu bagi pemakainya. Tempat. Kualitas Informasi Kualitas informasi berkaitan dengan intensitas informasi dalam memenuhi kebutuhan pemakai. Program Komputer Untuk Akuntansi Kebutuhan informasi yang berkaitan dengan akuntansi sangat banyak dan bervariasi. Informasi harus tersedia tepat pada saat dibutuhkan. Untuk menjadi informasi data harus diproses untuk disajikan sesuai dengan kebutuhan pemakai tertentu. Informasi harus berkaitan dengan tujuan diperolehnya informasi. perusahaan dapat menggunakan program standar(general accounting software) yang dijual dalam bentuk paket program. tergantung pada kompleksitas operasi perusahaan. Kualitas informasi dan kepuasan dalam menggunakan informasi biasanya ditentukan oleh hal-hal berikut : 1. Data merupakan bahan mentah untuk memproduksi informasi. 6. Bentuk. 3. Informasi harus bebas dari kesalahan dan bias karena kesalahan. Ketelitian. yang biasanya berkaitan dengan sumber dan cara pengolahan informasi tersebut. Informasi harus dapat diandalkan. Untuk dapat disebut sebagai informasi.

Untuk mengamankan informasi dalam system akuntansi. DacEasy Accounting dapat beroperasi untuk perusahaan kecil yang menggunakan 2 disk drive atau satu drive dengan densitas tinggi (1. Chequebook. time billing. Program ini mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan software lain yang sejenis. Program ini dijalankan pada komputer IBM PC. baik perusahaan dagang maupun jasa. Sebuah harddisk sangat dianjurkan untuk penanganan dan penduplikasian data yang cepat dan mudah. hutang dagang.Juga diperlukan printer 80 kolom yang mampu mencetak karakter condesed (17 CPI). Untuk penggunaan harus menggunakan MS DOS versi 2. Berikut ini akan dijelaskan 2 contoh program komputer untuk akuntansi : DacEasy Accounting 3.0 DacEasy Accounting adalah system yang lengkap mengelola dan mencatat transaksi-transaksi yang terjadi pada setiap perusahaan. purchases. membuat laporan keuangan secara otomatis dan lengkap. inventory dan card file. cocok untuk situasi dan kondisi bisnis di Indonesia. yaitu : mudah digunakan.00 atau yang lebih tinggi dan minimum mempunyai RAM 256 kilobyte. payroll. maka perusahaan dapat membuat beberapa password sesuai dengan banyaknya data .X Program yang dibuat oleh MYOB Limited Australia ini telah dipakai dibeberapa negara dan direkomendasikan untuk berbagai jenis perusahaan. Sehingga jika perusahaan mempunyai beberapa data akuntansi.2 Megabyte). order pembelian dan penerimaan. piutang dagang. buku besar serta penyusunan anggaran dan peramalan. system sekuriti yang mamadai.  124 . DacEasy Accounting menyediakan option kontrol untuk password pengaman. pengajuan rekening /faktur. kemampuan menampilkan data secara cepat dan mudah. sales. MYOB Accounting Plus 9. Dac Easy Accounting terdiri dari 7 fungsi utama yaitu : inventori barang dan jasa. MYOB dilengkapi dengan fasilitas password yang melekat pada data akuntansi bukan pada program MYOB. Kelengkapan fasilitas program ini antara lain : General Ledger. Laporan keuangan dapat diaktifkan dengan Microsoft Excel maupun Microsoft Word tanpa melalui proses expor-impor. XT atau AT yang kompatibel.

dibuat oleh Computer Associates  Program ACT 1 Series. Inc  Program PeachtreeComplete II. Untuk memenuhi kebutuhan tertentu harus ditentukan lebih dahulu spesifikasi khusus yang diinginkan. seperti kode rekening. dibuat oleh Peachtree Software Paket-paket tersebut tidak dapat dengan sendirinya langsung digunakan karena sifat program tersebut yang umum. biasanya menjadi objek komputerisasi.USA Business Systems. nama rekening. dan logis (karena unsur pertimbangan tidak terlibat lagi). Komputerisasi Proses Akuntansi Bila dipelajari sifatnya. dibuat oleh Manzanita Software Systems  Program DacEasy Accounting. 125 . dibuat oleh Daceasy  Program PACIOLI 2000. dsb. dibuat oleh M.Contoh paket program komputer akuntansi lainnya yang cukup dikenal dan dapat dibeli di toko komputer yang menjual software adalah :  Program ACCPAC. dibuat oleh Cougar Mountain Software  Program Business Works PC. jurnal yang akan dipakai. banyaknya rekening. sistematis (karena urutan pengerjaannya jelas). proses akuntansi yang dimulai dari penjurnalan sampai kepada laporan adalah bersifat matematis (karena hubungan buku besar dapat ditunjukkan dalam persamaan akuntansi).

126 .

Komunikasi dengan komputer dilakukan melalui terminal yang terdiri atas keyboard. Pencegahan kekeliruan. Pengamanan data yang terjamin. Pekerjaan pembukuan dan pelaporan keuangan dapat dicetak setiap saat sehingga memudahkan si pemakai laporan keuangan dalam pengambilan keputusan. Pencetakan dokumen dapat dilakukan berulangkali dalam waktu relatif singkat dengan tingkat ketelitian tinggi dan terinci. karena yang dapat digantikan adalah proses pengolahan datanya. layar monitor dan printer. Cara ini merupakan salah satu langkah pengaman bila terjadi kesalahan maupun penyalahgunaan informasi. maka langkah yang paling kritis adalah analisis transaksi. Keuntungan Komputerisasi Data Akuntansi Berikut ini adalah beberapa keuntungan dilakukannya komputerisasi data akuntansi : Kecepatan proses. karena komputer dapat melakukan beberapa pekerjaan secara bersamaan dengan kecepatan yang tinggi. Tingkat ketelitian dan kepatuhan komputer jauh lebih tinggi daripada manusia. Hanya operator tertentu yang diotorisasi yang dapat melakukan tugas entry data. Perlu dicatat bahwa pelaporan keuangan tidak dapat digantikan oleh komputer.Dengan system komputer. Karena kalau langkah ini salah maka hasil pengolahan data yang dilakukan oleh komputer selanjutnya juga akan ikut salah. namun konsep dalam system akuntansi manual tetap diperlukan . System komputer dapat menghasilkan informasi keuangan relatif cepat dibandingkan dengan system manual. operator tersebut diberi kode khusus (password) agar dapat membuka file akuntansi dan melakukan “pencatatan” transaksi tertentu.       127 . Walaupun dengan penggunaan komputer kegiatan-kegiatan dalam siklus akuntansi menjadi tidak ada lagi. Volume output yang dihasilkan lebih banyak. Dalam hal mikrokomputer. Pencetakan dokumen dapat lebih banyak. Posting dilakukan otomatis. Oleh karena itu bagian akuntansi yang mengolah data dengan komputer disebut bagian electronic data processing (EDP). Program dilengkapi password yang memungkinkan hanya karyawan tertentu yang dapat mengakses data akuntansi. semua perangkat komputer menjadi satu kesatuan dan berdiri sendiri sebagai suatu system. Untuk menjalankan program dan entry data. Yang menjadi persoalan adalah siapa orang yang tepat untuk melakukan data entry.

Sistem Informasi Manajemen Komputer tidak hanya dapat mengolah data akuntansi. data yang tersimpan dalam sistem komputer harus meliputi seluruh data yang diperlukan. baik secara kualitatif dan kuantitatif. tetapi juga data lainnya dalam rangka menghasilkan informasi untuk pengambilan keputusan terutama keputusan manajerial. yang keseluruhannya akan membentuk basis data (data base).Dengan demikian. SIM berkepentingan dalam penyediaan informasi secara menyeluruh dan terintegrasi dalam membantu pangambilan keputusan bagi berbagai tingkatan manajemen pada perusahaan. Kalau ditinjau dari kepentingan manajemen dalam pengendalian perusahaan secara keseluruhan yang didukung oleh informasi. yang kemudian dapat diolah menjadi berbagai informasi manajemen sesuai kebutuhan. 128 . maka sistem informasi akuntansi mungkin hanya merupakan subsistem dari sistem yang lebih luas yaitu sistem informasi manajemen (SIM).

Program dan data yang biasanya disimpan dalam media seperti disk. terstruktur. disebut program aplikasi input device data entry 5. c. adalah unit : main memory unit arithmatic-logic unit control unit 7. data. sistematis. ringkas. tape. berada pada unit : output device control unit processing device 129 . CPU. otomatis. layar monitor. logis. maka ada 3 perangkat yaitu : a. Pada unit ini. hardware. printer b. software Komponen fisik komputer yang mengerjakan operasi tertentu.sistematis. Dilihat dari perangkat yang membentuk sistem komputer. terminal. yang disebut unit : input device processing device software 6. Perangkat keras. layar monitor. perangkat manusia c. Alat keluaran berupa printer. data akuntansi bersifat : a. CPU. terstruktur. sistematis 2. logis b. b.Soal-soal Latihan 10 : Ditinjau dari sudut pengolahan data. Unit yang terdapat pada CPU . CPU Hardware Software 4. yang berfungsi untuk menyimpan sementara data dan program yang akan diproses. dan alat dalam sistem komputer dikendalikan dengan suatu bahasa operasi khusus.logis. perangkat lunak. a. program. disebut 3. matematis c.

b. c. b. a. berada pada program aplikasi : MYOB Accounting Plus 9x DacEasy Accounting c. a. Program yang dirancang untuk tujuan tertentu disebut Program aplikasi Software Data entry 9. Peachtree Complete II Bagian akuntansi yang mengolah data dengan komputer disebut bagian: electronic data processing ( EDP) processing unit input unit 10. 130 . tanpa melalui proses expor-impor. b. Laporan keuangan dapat diaktifkan dengan Microsoft Excel maupun Microsoft Word.8. c. a.

A 10. A 8. B 4. B 3. A 131 . 5.Jawaban soal-soal latihan 10: 1. B 6. B 2. B 7. A 9.