P. 1
Isi Makalah

Isi Makalah

|Views: 252|Likes:
Published by Kazhima El-rasikha

More info:

Published by: Kazhima El-rasikha on Jul 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/31/2014

pdf

text

original

TUGAS MATA KULIAH ASUHAN NEONATUS, BAYI DAN BALITA

NEONATUS DAN BAYI DENGAN MASALAH DIARE & OBSTIPASI SERTA PENATALAKSANAANNYA

2011

KELAS II - A PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN U’BUDIYAH

ada dorongan yang besar. mencegah kerusakan pada spinter ani serta lebih mudah untuk menjahitnya. LATAR BELAKANG 1. selaput ketuban akan pecah secara spontan. Namun hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada bukti yang mendukung manfaat episiotomi. Tindakan ini bertujuan untuk mencegah trauma pada kepala janin. bertambah dalam luka perineum bagian posterior. meningkatkan kerusakan pada spinter ani dan peningkatan rasa nyeri pada hari-hari pertama post partum. Yang penting kepala janin harus tetap berada di serviks dan tidak dikeluarkan dari panggul selama prosedur. Cairan amniotic berfungsi sebagai perisai yang melindungi janin dari tekanan penuh dikarenakan kontraksi. 2. deteksi dini kasus pencemaran mekonium pada cairan amnion. BAYI DAN BALITA 1 . Jika amniotomi dilakukan. dan kesempatan untuk memasang elektroda ke janin serta memasukkan pressure catheter ke dalam rongga uterus. Episiotomi Tindakan episiotomi dilakukan secara rutin terutama pada primipara. harus diupayakan menggunakan teknik aseptik. Pada kenyataannya tindakan episiotomi dapat menyebabkan peningkatan jumlah kehilangan darah ibu. Amniotomi Amniotomi/pemecahan selaput ketuban dilakukan bila selaput ketuban masih utuh. RUMUSAN MASALAH ASUHAN NEONATUS. Selama selaput ketuban masih utuh. Oleh karena itu perlu dihindarkan amniotomi dini pada kala I. B. Manfaat yang diperkirakan adalah persalinan bertambah cepat. karena tindakan seperti itu akan menyebabkan prolaps tali pusat.BAB I PENDAHULUAN A. Biasanya. janin akan terhindar dari infeksi dan asfiksia.

Untuk mengetahui teknik Amniotomi dan Episiotomi g. BAYI DAN BALITA . 2. Untuk mengetahui kontra indikasi Amniotomi dan Episiotomi f. Untuk mengetahui jenis Amniotomi dan Episiotomi c. TUJUAN PENULISAN 1. Tujuan Khusus a. Untuk mengetahui indikasi Amniotomi dan Episiotomi e.Berdasarkan permasalahannya latar belakang diatas penulis dapat merumuskan yaitu "Bagaimana Teknik Pelaksanaan Amniotomi dan Episiotomi Pada Ibu Bersalin”. Untuk mengetahui pengertian Amniotomi dan Episiotomi b. Untuk mengetahui keuntungan dan kerugian Amniotomi dan Episiotomi 2 ASUHAN NEONATUS. Untuk mengetahui persiapan Amniotomi dan Episiotomi d. Tujuan Umum Tujuan umum dari materi ini adalah untuk mengetahui Bagaimana pelaksanaan Amniotomi dan Episiotomi pada ibu bersalin. C.

Pengertian Amniotomi Amniotomi merupakan suatu tindakan untuk memecahkan ketuban pada saat pembukaan sudah lengkap. membran masih utuh. Amniotomi dapat mengurangi beban rahim sebesar 40% sehingga tenaga kontraksi rahim dapat lebih kuat untuk membuka servik.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. BAYI DAN BALITA 3 . membran pecah dan tidak ada anoksia  Mekonium (M). Amniotomi menyebabkan berkurangnya aliran darah didalam rahim kira – kira 40 menit setelah amniotomi dikerjakan. memberikan sedikit perlindungan kepada bayi uterus. bisa menunjukkan pecahnya pembuluh darah plasenta. tetapi tidak memberikan informasi tentang kondisi  Jernih (J). trauma pada serviks atau trauma bayi  Kering (K). sehingga berkurangnnya ASUHAN NEONATUS. AMNIOTOMI 1. 2. Amniotomi artifisialisis dilakukan dengan cara memecahkan ketuban baik di bagian bawah depan ( fore water ) maupun dibagian belakang ( hind water ) dengan suatu alat khusus (drewsmith catheter ). b. cairan ketuban bercampur mekonium. yaitu:  Utuh (U). Istilah untuk menjelaskan penemuan cairan ketuban/selaput ketuban Ada beberapa istilah dalam nomenklatur kebidanan yang harus diketahui oleh petugas kesehatan yang berhubungan dengan cairan selaput ketuban. cairan ketuban bercampur dengan darah. Sampai sekarang belum diketahui dengan pasti bagaimana pengaruh amniotomi dalam merangsang timbulnya kontraksi rahim. kantung ketuban bisa menunjukkan bahwa selaput ketuban sudah lama pecah atau postmaturitas janin. menunjukkan adanya anoksia/anoksia kronis pada bayi  Darah (D). Beberapa teori mengemukakan bahwa : a.

yaitu: a. Amniotomi untuk augmentasi. belum ada tanda – tanda permulaan persalinan. 4. ini sering dilakukan apabila persalinan spontan yang berlangsung terlalu lambat. c. Bila setelah amniotomi dikerjakan 6 jam kemudian. Jenis jenis amniotomi Ada 2 jenis amniotomi. maka harus diikuti dengan cara – cara lain untuk merangsang persalinan. 3. Berdasarkan bukti-bukti yang diperoleh dari uji coba klinis pada ASUHAN NEONATUS. Amniotomi untuk induksi. misalnya dengan inpus oksitosin e. Dilakukan untuk menstimulasi mulainya proses persalinan. Indikasi amniotomi 4 . BAYI DAN BALITA persalinan spontan dan dari induksi persalinan.oksigenesi otot – otot rahim dan keadaan ini meningkatkan kepekaan otot rahim. Amniotomi menyebabkan kepala dapat langsung menekan dinding serviks dimana didalamnya terdapat banyak syaraf – syaraf yang merangsang kontraksi rahim d. Bisa berupa amniotomi saja atau dikombinasikan dengan induksi yang lain seperti oksitosin. Pada amniotomi perlu diingat akan terjadinya penyulit – penyulit sebagai berikut:  Infeksi Prolapsus funikuli  Gawat janin Tanda – tanda solusio palsenta ( bila ketuban sangat banyak dan dikeluarkan secara tepat ). besar kemungkinan bahwa amniotomi akan meningkatkan kemajuan persalinan yang disfungsional b.

Memastikan kebersihan ibu. Persiapan penolong persalinan  Perlengkapan pakaian  Mencuci tangan (sekitar 15 detik) d.  Plasenta previa lateralis/marginalis dengan janin yang sudah meninggal. Persiapan ibu dan keluarga b. sesuai prinsip Pencegahan Infeksi (PI)  Perawatan sayang ibu  Pengosongan kandung kemih per 2 jam  Pemberian dorongan psikologis c.Amniotomi dilakukan jika ketuban belum pecah dan serviks telah membuka sepenuhnya. 5. BAYI DAN BALITA 5 . Persiapan Alat a.  Pada primigravida dengan plasenta previa lateralis/marginalis dengan pembukaan > 4 cm.5%  Pengalas  Bak instrumen 6. Perlu diperhatikan Indikasi amniotomi pada plasenta previa:  Plasenta previa lateralis/marginalis/letak rendah. bila tidak ada pembukaan. Tehnik amniotomi Berikut cara-cara melakukan amniotomi yaitu : ASUHAN NEONATUS. Persiapan peralatan  Ruangan  Penerangan  Tempat tidur  Handscoon  Klem setengah kocher  Bengkok  Larutan klorin 0.

i. dan memasukkan ke dalam vagina dengan perlindungan 2 jari tangan kanan yang mengenakan sarung tangan hingga menyentuh selaput ketuban dengan hati2. tetap pertahankan jari2 tangan kanan anda di dalam vagina untuk merasakan turunnya kepala janin dan memastikan tetap tidak teraba adanya tali pusat. jangan pecahkan selaput ketuban dan rujuk segera). sehingga telapak tangan menghadap kearah atas. maka posisi jari diubah sedemikian rupa. steril. Gunakan handscoon DTT e. diasukkan ke kanalis servikalis dengan perlindungan jari tangan. j. Tarik keluar dengan tangan kiri 1/2 klem kocher/kelly dan rendam dalam larutan klorin 0. lakukan Pemeriksaan Dalam (PD). Setelah kedua jari berada dalam kanalis servikalis. Saat kekuatan his sedang berkurang tangan kiri kemudian memasukan pengait khusus kedalam jalan lahir dengan tuntunan kedua jari yang telah ada didalam.a. Pegang 1/2 klem kocher/kelly memakai tangan yang lain. 6 . Diantara kontraksi. Biarkan cairan ketuban membasahi jari tangan yang digunakan untuk ASUHAN NEONATUS. Jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan di masukkan kedalam jalan lahir sampai sedalam kanalis servikalis. keluarkan jari tangan kanan dari vagina secara perlahan. Evaluasi warna cairan ketuban. setelah yakin bahwa kepala turun dan tidak teraba tali pusat. pastikan kepala telah engaged dan tidak teraba adanya tali pusat atau bagian2 kecil lainnya (bila tali pusat dan bagian-bagian yang kecil dari bayi teraba.) h. BAYI DAN BALITA pemeriksaan. periksa apakah ada mekonium atau darah keluarnya mekonium atau air ketuban yang bercampur mekonium per vaginam pada presentasi kepala merupakan gejala gawat janin (fetal distress). sentuh ketuban yang menonjol. g. Dengar DJJ dan catat pada Partograf c. f. Tangan yang diluar kemudian memanipulasi pengait khusus tersebut untuk dapat menusuk dan merobek selaput ketuban 1-2 cm hingga pecah (dengan menggunakan separuh klem Kocher (ujung bergigi tajam. Bidan cuci tangan d. Bahas tindakan dan prosedur bersama keluarga b.5%.

5% selama 10 menit. yang memungkinkan pelacakan yang lebih baik daripada yang diperoleh dengan menempatkan elektroda diatas abdomen ibu. Memungkinkan pengamatan atas cairan amniotik terutama ada atau tidaknya mekonium. toxemia gravidarum. yaitu: a. Keuntungan amniotomi Ada beberapa keuntungan dari amniotomi. Celupkan tangan yang masih menggunakan sarung tangan kedalam larutan klorin 0. BAYI DAN BALITA 7 . Pada sebagian kasus tidak diketahui penyababnya insidensi keluarnya mekonium adalah sekitar 5%.Diduga ini sebagai hasil relaksasi spingter real dan peristaltik yang bertambah sebagai akibat anoxis. n. Faktor-faktor etiologisnya meliputi lilitan tali pusat. warna air ketuban dan DJJ.5% lalu lepaskan sarung tangan dalam kondisi terbalik dan biarkan terendam dalam larutan klorin 0. tetapi jumlah bayi yang memerlukan resusitasi lebih banyak daripada insidensinya secara keseluruhan. Apabila terjadi pengeluaran mekonium maka DJJ harus diamati dengan ketat. Kalau ini merupakan satu-satunnya gejala maka kejadian lahir mati (stillbirth) adalah jarang. k. Meskipun demikian pengeluaran mekonium sendiri bukan merupakan indikasi untuk penyelesaian persalinan secara operatif. Periksa kembali Denyut Jantung Janin. l. Kalau ada perubahan yang berarti dalam irama dan frekuensinya maka mungkin diperlukan persalinan segera untuk menyelamatkan bayinya. dimana pemantauan DJJ secara terus menerus didindikasikan. Catat pada partograf waktu dilakukan pemecahan selaput ketuban. Lamanya persalinan bisa diperpendek ASUHAN NEONATUS. partus lama. b. Cuci kedua tangan. maka elektroda dapat diletakkaan langsung ke atas kulit kepala janin. 7. Kateter perekam bis aditempatkan di dalam uterus dan dapat mengukur tekanan intrauterin secara langsung dan akurat c. m.

Kerugian amniotomi Berikut beberapa kerugian dari tindakan amniotomi: a. Amniotomi dini bisa mempercepat pembukaan cerviks. Berkurangnya jumlah cairan amniotik bisa menmabah kompresi tali pusat c. Pengertian Episiotomi Episiotomi adalah insisi perineum yang dimulai dari cincin vulva ke bawah. seperti misalnya penurunan angka pH darah. beberapa penolong telah mencatat adanya perubahan dalam pola DJJ setelah dilakukannya amniotomi. Tekanan diferensial yang meningkat disekitar kepala janin bisa menimbulkan cacatnya tulang kepala janin b.d. menghindari anus dan muskulus spingter serta memotong fasia pervis. Bagian plasenta yang berdarah dapat bebas mengikuti cincin gerakan dan regangan SBR sehingga tidak ada lagi plasenta yang lepas 8. BAYI DAN BALITA B. Bagian terbawah janin yang berguna sebagai tampon akan menekan plasenta yang berdarah dan perdarahan akan berkurang/berhenti f. Partus berlangsung lebih cepat g. namun bisa pula menyebabkan berkurangnya aliran darah ke plasenta. EPISIOTOMI . 1. Bukti-bukti yang ditemukan akhir ini menunjukkan bahwa amniotomi dan stimulasi saluran genital bawah menyebabkan peningkatan dalam prostaglandin. Jadi keuntungan dalam bentuk persalian yang lebih pendek bisa terelakkan oleh efek merugikan yang potensial bisa terjadi pada janin. muskulus 8 ASUHAN NEONATUS. dan hal ini selanjutnya menyempurnakan kontraksi uterus e.

Median : Insisi dimulai dari ujung terbawah introitus vagina sampai batas atas otot – otot sfingter ani. 9 .konstrikter vagina.  Kesalahan penyembuhan jarang ASUHAN NEONATUS. Keuntungan dan kerugian:  Mudah diperbaiki (dijahit)  Tidak akan mempengaruhi keseimbangan otot dikanan kiri dasar pelvis. muskulus transversus perinei dan terkadang ikut terpotong serat dari muskulus levator ani. 2. didaerah insisi ini hanya terdapat sedikit pembuluh darah.  Dispareuni jarang terjadi  Hasil akhir anatomik selalu bagus  Hilangnya darah lebih sedikit.  Perluasan ke sfingter ani dan kedalam rektum agak sering.  Tidak begitu sakit pada masa nifas. BAYI DAN BALITA  Insisi akan lebih mudah sembuh. karena bekas insisi tersebut mudah dirapatkan. Jenis-Jenis Episiotomi Berdasarkan tipe insisinya terdapat 3 jenis episiotomi : a.

Keuntungan dan kerugian:  Lebih sulit memperbaikinya (menjahitnya)  Insisi lateral akan menyebabkan distorsi (penyimpangan) keseimbangan dasar pelvis.  Rasa nyeri pada sepertiga kasus selama beberapa hari  Kadang – kadang diikuti dispareuni  Hasil akhir anatomik tidak selalu bagus (pada 10% kasus)  Terbentuk jaringan parut yang kurang baik  Kehilangan darah lebih banyak  Daerah insisi kaya akan fleksus venosus. c. Persiapan Berikut beberapa persiapan sebelum dilakukannya tindakan episiotomi: 10 ASUHAN NEONATUS. Lateral 3.b. BAYI DAN BALITA .  Perluasan ke sfingter lebih jarang.  Kesalahan penyembuhan lebih sering  Otot – ototnya agak lebih sulit untuk disatukan secara benar (aposisinya sulit). Mediolateral : Insisi dimulai dari ujung terbawah introitus vagina menuju ke belakang dan samping kiri atau kanan.

searah dengan rencana sayatan. kemudian selipkan gunting dalam keadaan terbuka diantara jari telunjuk dan tengah.a. infiltrasikan 5 – 10 ml lidokain 1% . Jelaskan kepada ibu alasan dilakukannya episiotomi dan diskusikan prosedurnya dengan ibu. Memberitahukan pada ibu tentang apa yang akan dilakukan dan bantu agar ibu tetap tenang atau merasa tenang. cuci tangan dan gunakan sarung tangan steril d. Mempersiapkan alat 2. Sebelum melakukan episiotomi ada prosedur yang harus dilakukan : 1. Pertimbangkan indikasi episiotomi dan pastikan bahwa episiotomi penting untuk kesehatan dan kenyamanan ibu/bayi b. BAYI DAN BALITA 5. Anestesi lokal caranya :  Bahan anestesi (lidokain HCL 1% atau xilokain 10 mg/ml)  Tusukkan jarum tepat dibawah kulit perineum pada daerah komisura posterior (fourchette).  Arahkan jarum dengan membuat sudut 45 derajat kesebelah kiri atau kanan garis tengah perineum. Cara melakukan tindakan episiotomi adalah : a) b) Pegang gunting yang tajam dengan satu tangan Letakkan jari telunjuk dan tengah diantara kepala bayi dan perineum.  Tunggu 1 – 2 menit agar efek anestesi bekerja maksimal sebelum episiotomi dilakukan. Pastikan perlengkapan dan bahan-bahan yang diperlukan sudah tersedia dan steril c.  Sambil menarik mundur jarum suntik. ASUHAN NEONATUS. Melakukan tindakan desinfektan sekitar perineum dan vulva 4. c) Tunggu fase puncak his. berikan dukungan dan dorongan pada ibu. 3. Gunakan teknik aseptik setiap saat. 11 . Lakukan aspirasi. dimulai dari komissura posterior 45 derajat ke lateral (kiri atau kanan) e) Lanjutkan pimpinan persalinan. d) Gunting perineum.

g) Kulit perineum didekatkan dengan jahitan matras terputus menggunakan kromik catgut. f) Selanjutnya dibuat suatu lapisan jahitan inversi terputus dengan menggunakan ASUHAN NEONATUS. garis jahitan (sutura) episiotomi lebih menyebabkan rasa sakit. 7. b) Ketika mencapai cincin hymen. d) e) Otot perineum profunda termasuk levator ani didekatkan dengan jahitan terputus Otot – otot perineum profunda disatukan dengan jahitan inversi terputus dengan memakai kromik catgut. terus dilanjutkan hingga menyatukan ujung posterior fourchette dan labia mayora. 8. 12 . Rasa nyeri setelah melahirkan lebih sering dirasakan pada pasien bekas episiotomi.6. dan kedua ujung sfingter vagina yang terpotong (kedua ujung otot bulbokavernosus) dipertemukan. b) c) d) Jahitan kontinyu dibawa kebawah untuk menyatukan fasia Penyempurnaan jahitan dan jahitan kontinyu diarahkan keatas sebagai jahitan subkutikuler. Perbaikan episiotomi mediolateral : a) Catgut kromik 00 atau 000. Dekatkan tepi – tepi potongan cincin hymen. BAYI DAN BALITA bahan yang sama untuk menyatukan otot perineum superfisialis. jahitan dikencangkan dan dipotong. a) Perbaikan episiotomi median : catgut kromik 00 atau 000 sebagai jahitan kontinyu untuk menutup mukosa vagina . Selanjutnya tiga atau empat jahitan terputus catgut 00 atau 000 ditempatkan pada fasia dan otot perineum yang di insisi. beberapa jahitan catgut kromik 000 terputus ditempatkan melalui kulit. c) Jahitan dikubur dibawah kulit. a) b) Komplikasi episiotomi adalah : Nyeri post partum dan dyspareunia. sebagai jahitan kontinyu untuk menutup mukosa dan submukosa vagina. Jaringan parut yang terjadi pada bekas luka episiotomi dapat menyebabkan dyspareunia apabila jahitannya terlalu erat. e) Alternatif lain penyempurnaan jahitan.

Teknik ini sekarang tidak dilakukan lagi oleh karena banyak menimbulkan komplikasi. Pada teknik ini insisi dilakukan ke arah lateral di mulai dari kira-kira pada jam 03. c. 6.00 atau jam 09. sehingga dapat menimbulkan perdarahan yang banyak. b. c. menyebabkan akan menjadi kendur dan mengurangi rasa nikmat untuk kedua pasangan saat melakukan hubungan seksual. c. h) Gangguan dalam hubungan seksual. Episiotomi Lateralis a. Trauma perineum anterior Cedera dasar panggul dan inkontinensia urin dan feses nfeksi bekas episiotomi. Selain itu parut yang terjadi dapat menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu penderita. 3. 5. a. 4.00 menurut arah jam. b. a. b. b. Trauma perineum posterior berat. a. Indikasi episiotomi : Perineum kaku Memerlukan peregangan yang berlebihan dari perineum (forsep & vakum) Mengurangi tekanan pada kepala bayi (prematur). BAYI DAN BALITA Bukan persalinan pervaginam Kecenderungan perdarahan yang tidak terkontrol Pasien menolak dilakukan intervensi operatif.c) d) e) f) g) Nyeri pada saat menstruasi pada bekas episiotomi dan terabanya massa . Luka insisi ini dapat melebar ke arah dimana terdapat pembuluh darah pundendal interna. Jika jahitan yang tidak cukup erat. Infeksi lokal sekitar kulit dan fasia superfisial akan mudah timbul pada bekas insisi episiotomi. Saat episiotomi : Kepala sudah kelihatan 3-4 cm waktu ibu mengedan Saat pemasangan forsep Sebelum melakukan ekstraksi pada letak sungsang BAB III PENUTUP 13 . Kontraindikasi episiotomi : ASUHAN NEONATUS.

Bagi Profesi Kebidanan Disarankan agar mengembangkan pengetahuan kesehatan terkait pelaksanaan amniotomi dan Episiotomi terhadap klien guna memonitoring perkembangan kesehatan ibu dalam persalinan. maka dapat diberikan saran-saran sebagai bahan masukan bagi pihak yang bersangkutan dalam rangka meningkatkan kualitas dalam pelaksanaan Amniotomi dan Episiotomi kepada klien dan menambah informasi dan wawasan. 1. Bagi Instansi pendidikan Disarankan agar mengembangkan pengetahuan tentang pelaksanaan Amniotomi dan Episiotomi guna menunjuang peningkatan kualitas kesehatan ibu sehingga dapat menjadi literature guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan khususnya kesehatan ibu dalam persalinan. SIMPULAN Amniotomi merupakan suatu tindakan untuk memecahkan ketuban pada saat pembukaan sudah lengkap. Episiotomi adalah insisi perineum yang dimulai dari cincin vulva ke bawah. muskulus transversus perinei dan terkadang ikut terpotong serat dari muskulus levator ani. menghindari anus dan muskulus spingter serta memotong fasia pervis. Bagi Pembaca 14 . muskulus konstrikter vagina.A. SARAN Dari hasil kesimpulan yang telah dikemukakan. B. 3. BAYI DAN BALITA 2. ASUHAN NEONATUS. Amniotomi artifisialisis dilakukan dengan cara memecahkan ketuban baik di bagian bawah depan ( fore water ) maupun dibagian belakang ( hind water ) dengan suatu alat khusus (drewsmith catheter ).

15 ASUHAN NEONATUS. BAYI DAN BALITA .Disarankan agar memahami dan memperluas wawasan mengenai pelaksaan Amniotomi dan Episiotomi ibu bersalin.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->