P. 1
SEJARAH SOSIOLOGI

SEJARAH SOSIOLOGI

|Views: 52|Likes:
Published by Arief Sarmoen

More info:

Published by: Arief Sarmoen on Jul 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/27/2012

pdf

text

original

SEJARAH SOSIOLOGI

Dibuat untuk memenuhi tugas mata pelajaran Sosiologi

1. 2. 3. 4.

Oleh: Sri Mira Pujayanti Netta Oktaviani Novia Wiwin Sri Rahayu

SMA NEGERI 1 TANJUNG KELAS X 3
Juli 2012

dan memiliki budaya. Sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang masyarakat lahir di Eropa karena ilmuwan Eropa pada abad ke-19 mulai menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial. suku bangsa.A. Para ilmuwan itu kemudian berupaya membangun suatu teori sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap 1 . memiliki kepentingan bersama. Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan. Kelompok tersebut mencakup keluarga. Sebagai sebuah ilmu. SEJARAH ISTILAH SOSIOLOGI Max Weber Auguste Comte Herbert Spencer Karl Marx Emile Durkheim  Ferdinand Tönnies Georg Simmel Pitirim Sorokin 1842: Istilah Sosiologi sebagai cabang Ilmu Sosial dicetuskan pertama kali oleh ilmuwan Perancis. bernama August Comte tahun 1842 dan kemudian dikenal sebagai Bapak Sosiologi. B. dan berbagai organisasi politik. SEJARAH SOSIOLOGI Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan. teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. perilaku masyarakat. sosial. Walaupun banyak definisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat. sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum. dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (17981857). ekonomi. negara.

Ferdinand Tönnies. Contoh.  Di Amerika Lester F.  1876: Di Inggris Herbert Spencer mempublikasikan Sosiology dan memperkenalkan pendekatan analogi organik. sebagai suatu organisasi yang terdiri atas bagian-bagian yang tergantung satu sama lain.  Karl Marx memperkenalkan pendekatan materialisme dialektis. kepercayaan. yang menganggap konflik antar-kelas sosial menjadi intisari perubahan dan perkembangan masyarakat. dan berperasaan yang ada di luar individu (sekolah). Max Weber. Fakta sosial sebagai cara bertindak. dan Pitirim Sorokin(semuanya berasal dari Eropa). Masing-masing berjasa besar menyumbangkan beragam pendekatan mempelajari masyarakat yang amat berguna untuk perkembangan Sosiologi. C. yang memahami masyarakat seperti tubuh manusia. Emile memperkenalkan pendekatan fungsionalisme yang berupaya menelusuri fungsi berbagai elemen sosial sebagai pengikat sekaligus pemelihara keteraturan sosial. Ward mempublikasikan Dynamic Sosiology. di sekolah seorang murid diwajidkan untuk datang tepat waktu. Tindakan sosial sebagai tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain. Comte membedakan antara sosiologi statis. Karl Marx.peradaban manusia. Rintisan Comte tersebut disambut hangat oleh masyarakat luas.  Émile Durkheim — ilmuwan sosial Perancis — berhasil melembagakan Sosiologi sebagai disiplin akademis.  Max Weber memperkenalkan pendekatan verstehen (pemahaman). yang berupaya menelusuri nilai. yang bersifat memaksa dan mengendalikan individu (murid). Kewajiban-kewajiban tersebut dituangkan ke dalam sebuah aturan dan memiliki sanksi tertentu jika dilanggar. tujuan. dan berperasaan yang berada di luar individu dan mempunyai kekuatan memaksa dan mengendalikan individu tersebut. tampak dari tampilnya sejumlah ilmuwan besar di bidang sosiologi. berpikir. dimana perhatian dipusatkan pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar adanya masyarakat dan sosiologi dinamis dimana perhatian dipusatkan tentang perkembangan masyarakat dalam arti pembangunan. 2. menggunakan seragam. Mereka antara lain Herbert Spencer. dan bersikap hormat kepada guru. Dari contoh tersebut bisa dilihat adanya cara bertindak. POKOK BAHASAN SOSIOLOGI Pokok bahasan sosiologi ada empat: 1. Emile Durkheim. 2 . dan sikap yang menjadi penuntun perilaku manusia. berpikir. Georg Simmel.

 Nonetis. Masalah individual ini pemecahannya bisa lewat peningkatan keterampilan pribadi. kita mampu memahami sejarah masyarakat. 3 . dan hubungan antara keduanya.  Komulatif. Contoh. Menurut Wright Mills. yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di lapangan. maka pengangguran itu adalah masalah. yang dikutip oleh Soerjono Soekanto. maka pengangguran tersebut merupakan isu. diperluas sehingga memperkuat teori-teori yang lama. sebagai berikut. yang pemecahannya menuntut kajian lebih luas lagi.  Teoritis. kemudian diperbaiki. dan pengamatan tabir secara jeli serta menghindari penilaian normatif. jika suatu daerah hanya memiliki satu orang yang menganggur. yaitu disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada. Permasalahan pribadi individu merupakan ancaman terhadap nilai-nilai pribadi.Contoh. tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam. 4. D. Menurut Harry M. Sosiologi sebagai ilmu telah memenuhi semua unsur ilmu pengetahuan. Khayalan sosiologis sebagai cara untuk memahami apa yang terjadi di masyarakat maupun yang ada dalam diri manusia. Sementara jika di kota tersebut ada 12 juta penduduk yang menganggur dari 18 juta jiwa yang ada. Realitas sosial adalah penungkapan tabir menjadi suatu realitas yang tidak terduga oleh sosiolog dengan mengikuti aturan-aturan ilmiah dan melakukan pembuktian secara ilmiah dan objektif dengan pengendalian prasangka pribadi. yaitu didasarkan pada observasi dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulasi (menduga-duga). tetapi menanam bunga untuk diikutsertakan dalam sebuah lomba sehingga mendapat perhatian orang lain. dan abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjalankan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori. dengan khayalan sosiologi. 3. menanam bunga untuk kesenangan pribadi bukan merupakan tindakan sosial. Alat untuk melakukan khayalan sosiologis adalah permasalahan (troubles) dan isu (issues). riwayat hidup pribadi. merupakan tindakan sosial. CIRI-CIRI DAN HAKIKAT SOSIOLOGI Sosiologi merupakan salah satu bidang ilmu sosial yang mempelajari masyarakat.[1]  Empiris. Isu merupakan hal yang ada di luar jangkauan kehidupan pribadi individu. Johnson. yaitu pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik atau buruk masalah tersebut. sosiologi sebagai ilmu mempunyai ciri-ciri.

antara lain:  Untuk pembangunan Sosiologi berguna untuk memberikan data-data sosial yang diperlukan pada tahap perencanaan. Dengan demikian objek formal sosiologi adalah hubungan manusia antara manusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.  Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. sifat. 4 . gejala-gejala dan proses hubungan antara manusia yang memengaruhi kesatuan manusia itu sendiri. bukan merupakan disiplin ilmu kategori yang membatasi diri pada kejadian saat ini dan bukan apa yang terjadi atau seharusnya terjadi. artinya sosiologi mempunyai gejalagejala umum yang ada pada interaksi antara manusia. Artinya yang menjadi perhatian adalah bentuk dan pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh.  Objek Formal Objek formal sosiologi lebih ditekankan pada manusia sebagai makhluk sosial atau masyarakat. E. serta mencari prinsipprinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia.  Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan murni (pure science) dan ilmu pengetahuan terapan.  Sosiologi bertujuan menghasilkan pengertian dan pola-pola umum. KEGUNAAN SOSIOLOGI Kegunaan Sosiologi dalam masyarakat. OBJEK SOSIOLOGI Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai beberapa objek.[2]   Sosiologi adalah ilmu sosial karena yang dipelajari adalah gejala-gejala kemasyarakatan. isi. pelaksanaan maupun penilaian pembangunan  Untuk penelitian Tanpa penelitian dan penyelidikan sosiologis tidak akan diperoleh perencanaan sosial yang efektif atau pemecahan masalah-masalah sosial dengan baik F. hakikat.  Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan abstrak dan bukan ilmu pengetahuan konkret. dan struktur masyarakat manusia.[3]  Objek Material Objek material sosiologi adalah kehidupan sosial. Hal ini menyangkut metode yang digunakan. Sosiologi termasuk disiplin ilmu normatif.Hakikat sosiologi sebagai ilmu pengetahuan sebagai berikut.  Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum. bukan hanya peristiwa itu sendiri. bentuk.

 Persoalan sejarah yaitu berhubungan dengan catatan kronologis. G. Sosiologi menggabungkan data dari berbagai ilmu pengetahuan sebagai dasar penelitiannya. riwayat suatu negara dapat dipelajari dengan mengungkapkan latar belakang terbentuknya suatu negara. sepanjang kenyataan yang ada dalam kehidupan manusia dan dapat memengaruhi pengalaman yang dirasakan manusia.  Objek Agama Pengaruh dari objek dari agama ini dapat menjadi pemicu dalam hubungan sosial masyarakat. misalnya usaha kegiatan manusia beserta prestasinya yang tercatat. prinsip-prinsip suatu negara sampai perjalanan negara di masa yang akan datang. distribusi. dan sebagainya. misalnya antara lain:[6]  Ekonomi beserta kegiatan usahanya secara prinsipil yang berhubungan dengan produksi. mereka akan mengkaji mengapa remaja tersebut nakal.[4] Misalnya seorang sosiolog mengkaji dan mengamati kenakalan remaja di Indonesia saat ini. Ruang lingkup kajian sosiologi lebih luas dari ilmu sosial lainnya. Dengan demikian sosiologi dapat dihubungkan dengan kejadian sejarah. sampai memberikan alternatif pemecahan masalah tersebut. RUANG LINGKUP KAJIAN SOSIOLOGI Sebagai ilmu pengetahuan. dan banyak juga hal-hal ataupun dampak yang memengaruhi hubungan manusia. faktor-faktor. atau beberapa peristiwa dalam perjalanan sejarah dari kelompok manusia. mulai kapan remaja tersebut berperilaku nakal. berkaitan dengan apa yang dialami warganya. serta kelompok dengan kelompok di lingkungan masyarakat. individu dengan kelompok.[5] Hal ini dikarenakan ruang lingkup sosiologi mencakup semua interaksi sosial yang berlangsung antara individu dengan individu. Selama 5 . sepanjang kejadian itu memberikan keterangan beserta uraian proses berlangsungnya hidup kelompok-kelompok. Sosiologi mempertumbuhkan semua lingkungan dan kebiasaan manusia. Hampir semua gejala sosial yang terjadi di desa maupun di kota baik individu ataupun kelompok. serta proses dalam kelompoknya.dan penggunaan sumber-sumber kekayaan alam. Sebagai contoh. Ruang lingkup kajian sosiologi tersebut jika dirincikan menjadi beberapa hal. asalkan menggunakan prosedur ilmiah. merupakan ruang kajian yang cocok bagi sosiologi. sosiologi mengkaji lebih mendalam pada bidangnya dengan cara bervariasi. Objek budaya Objek budaya salah satu faktor yang dapat memengaruhi hubungan satu dengan yang lain.  Masalah manajemen yaitu pihak-pihak yang membuat kajian.

standar. H. mereka mulai menyadari pentingnya menganalisis perubahan dalam masyarakat. Pertanyaan dan pertanggungjawaban ilmiah tentang perubahan masyarakat belum terpikirkan pada masa ini. 2. Bangasawan dan kaum Rohaniwan yang semula bergemilang harta dan kekuasaan. kini harus memimpin berdasarkan undang-undang yang di tetapkan. seperti Agustinus. masalah. Dengan cepat struktur masyarakat lama berganti dengan struktur yang lebih baru. ciri-ciri ilmiah mulai tampak pada abad ini. seperti Sokrates. Raja yang semula berkuasa penuh. manusia tidak bisa mengetahui. Semua faktor tersebut dapat memengaruhi hubungan antara manusia dan berpengaruh terhadap analisis sosiologi. Banyak kerajaankerajaan besar di Eropa yang jatuh dan terpecah. masyarakat mengalami perkembangan dan kemunduran. turut berpengaruh terhadap pandangan mengenai perubahan masyarakat. Gejolak-gejolak yang diakibatkan oleh ketiga revolusi ini terasa pengaruhnya di seluruh dunia. dan revolusi Perancis. dan Thomas Aquinas. apalagi menentukan apa yang akan terjadi dengan masyarakatnya. revolusi industri. cara-cara. PERKEMBANGAN SOSIOLOGI DARI ABAD KE ABAD 1. Pendapat itu kemudian ditegaskan lagi oleh para pemikir di abad pertengahan. mekanisme. Mereka berpendapat bahwa sebagai makhluk hidup yang fana. disetarakan haknya dengan rakyat jelata. Ibnu Sina. Revolusi Perancis berhasil mengubah struktur masyarakat feodal ke masyarakat yang bebas 6 . Para ahli di zaman itu berpendapat bahwa pandangan mengenai perubahan masyarakat harus berpedoman pada akal budi manusia. Gejolak abad revolusi Perubahan yang terjadi akibat revolusi benar-benar mencengangkan. Tanpa ada yang bisa mencegah. 3. terus berkembang secara revolusioner sapanjang abad ke-18 M. Plato dan Aristoteles beranggapan bahwa manusia terbentuk begitu saja. dan perkembangan sifat kelompok tersebut. Perkembangan pada abad pencerahan Banyak ilmuwan-ilmuwan besar pada zaman dahulu. Berkembangnya ilmu pengetahuan di abad pencerahan (sekitar abad ke-17 M). Hal ini terlihat dengan jelas terutama dalam revolusi Amerika. Struktur masyarakat yang sudah berlaku ratusan tahun rusak. Pengaruh perubahan yang terjadi pada abad pencerahan Perubahan-perubahan besar di abad pencerahan.kelompok itu ada. Para ilmuwan tergugah. maka selama itu pula akan terlihat bentuk-bentuk.

untuk sampai pada kesadaran bahwa pendekatan sosiologi lama ala Eropa tidak relevan lagi. Sejak saat itulah disadari betapa pentingnya penelitian (research) dalam sosiologi. kemiskinan. gelombang besar imigran berdatangan ke Amerika Utara. Pada permulaan abad ke-20. Perubahan drastis yang terjadi semasa abad revolusi menguatkan pandangan betapa perlunya penjelasan rasional terhadap perubahan besar dalam masyarakat.Gejolak abad revolusi itu mulai menggugah para ilmuwan pada pemikiran bahwa perubahan masyarakat harus dapat dianalisis. Perubahan masyarakat itu menggugah para ilmuwan sosial untuk berpikir keras. Maka lahirlah sosiologi modern. Mengapa bukan di Eropa? (yang notabene merupakan tempat dimana sosiologi muncul pertama kalinya). melainkan dapat diketahui penyebab dan akibatnya. 7 . Mereka berupaya menemukan pendekatan baru yang sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu. perubahan masyarakat dapat dipelajari mulai dari fakta sosial demi fakta sosial yang muncul. 4. Mereka telah menyakikan betapa perubahan masyarakat yang besar telah membawa banyak korban berupa perang. pendekatan sosiologi modern cenderung mikro (lebih sering disebut pendekatan empiris). Berdasarkan fakta sosial itu dapat ditarik kesimpulan perubahan masyarakat secara menyeluruh. Artinya :  Perubahan masyarakat bukan merupakan nasib yang harus diterima begitu saja. Gejala itu berakibat pesatnya pertumbuhan penduduk. Bencana itu dapat dicegah sekiranya perubahan masyarakat sudah diantisipasi secara dini.  Harus dicari metode ilmiah yang jelas agar dapat menjadi alat bantu untuk menjelaskan perubahan dalam masyarakat dengan bukti-bukti yang kuat serta masuk akal. perubahan besar masyarakat pun tak terelakkan. Kelahiran sosiologi modern Sosiologi modern tumbuh pesat di benua Amerika. Berkebalikan dengan pendapat sebelumnya. perubahan masyarakat sudah dapat diantisipasi sebelumnya sehingga krisis sosial yang parah dapat dicegah. Artinya. bertambahnya kriminalitas dan lain lain. penjelasan yang teliti. tepatnya di Amerika Serikat dan Kanada.  Dengan metode ilmiah yang tepat (penelitian berulang kali. dan perumusan teori berdasarkan pembuktian). Konsekuensi gejolak sosial itu. pemberontakan dan kerusuhan. munculnya kota-kota industri baru.

(Online) id. Sosiologi.wikipedia. 2012.DAFTAR PUSTAKA ______.org/wiki/Sosiologi (diakses pada tanggal 22 Juli 2012) 8 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->