P. 1
Sistem Pendidikan Zaman Dulu

Sistem Pendidikan Zaman Dulu

|Views: 93|Likes:
Published by crew

More info:

Published by: crew on Jul 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/27/2012

pdf

text

original

Sistem Pendidikan Zaman Dulu

Teknik Penyutradaraan dalam produksi media video Banyak masalah yang dihadapi oleh seorang pengarah acara waktu melaksanakan tugasnya. Masalah yang dihadapi bukan saja masalah yang berhubungan dengan teknis produksi, melainkan, yang lebih penting, adalah masalah yang berkaitan dengan kejiwaan. Satu masalah besar .bagi seorang pengarah acara, khususnya pengarah acara yang baru, baik waktu . memberikan komando komando kepada kerabat kerjanya, maupun waktu mengambil suatu keputusan. Mengambil keputusan dalam menentukan gambar yang akan direkam atau diudarakan, harus dilakukan dengan cepat, tepat, dan segera disampaikan kepada kerabat kerja yang bersangkutan, tanpa menunjukkan keragu-raguan. Demikian halnya dalam memberikan komando- komando kepada kamerawan, penata suara, penata cahaya, dan sebagainya. Pengarah acara yang baru selalu menunjukkan keragu-raguannya dalam memberikan komando- komando. Hal ini terjadi karena di dalam benaknya terlintas pikiran bahwa sekali bertindak harus diikuti dengan tindakan lain secara terus- menerus dan tidak dapat dihentikan sehelum waktu yang ditentukan. Apalagi kalau yang menjadi tanggungjawabnya itu merupakan siaran langsung. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seorang pengarah acara harus benar- benar menguasai segala ketentuan yang berlaku dan mengikuti segala ketentuan, sebelum melangkah ke arah pelaksanaan produksi, sebab tidak ada petunjuk yang dapat digunakan sebagai panduan dalam mengatasi masalah yang dihadapi oleh pengarah acara tersebut, karena memang segala persoalan yang dihadapi itu benar-benar ... Read More Paradigma Pendidikan Masa Depan Selama tiga dasawarsa terakhir, dunia pendidikan Indonesia secara kuantitatif telah berkembang sangat cepat. Pada tahun 1965 jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 53.233 dengan jumlah murid dan guru sebesar 11.577.943 dan 274.545 telah meningkat pesat menjadi 150.921 SD dan 25.667.578 murid serta 1.158.004 guru (Pusat Informatika, Balitbang Depdikbud, 1999). Jadi dalam waktu sekitar 30 tahun jumlah SD naik sekitar 300%. Sudah barang tentu perkembangan pendidikan tersebut patut disyukuri. Namun sayangnya, perkembangan pendidikan tersebut tidak diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan yang sepadan. Akibatnya, muncul berbagai ketimpangan pendidikan di tengah-tengah masyarakat, termasuk yang sangat menonjol adalah: a) ketimpangan antara kualitas output pendidikan dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan, b) ketimpangan kualitas pendidikan antar desa dan kota, antar Jawa dan luar Jawa, antar pendudukkaya dan penduduk miskin. Di samping itu, di dunia pendidikan juga muncul dua problem yang lain yang tidak dapat dipisah dari problem pendidikan yang telah disebutkan di atas. Pertama, pendidikan cenderung menjadi sarana stratifikasi sosial. Kedua, pendidikan sistem persekolahan hanya mentransfer kepada peserta didik apa yang disebut the dead knowledge, yakni pengetahuan yang terlalu bersifat text-bookish sehingga bagaikan sudah diceraikan baik dari akar sumbernya maupun aplikasinya. Berbagai upaya pembaharuan pendidikan telah dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi sejauh ini belum menampakkan hasilnya. Mengapa ... Read More

1/1

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->