P. 1
MANAJEMEN bENGKEL

MANAJEMEN bENGKEL

|Views: 14|Likes:
Published by Made Sudana

More info:

Published by: Made Sudana on Jul 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2013

pdf

text

original

Manajemen Bengkel

5 08 2008

Salah satu hal yang terpenting dalam Usaha Bengkel adalah bagaimana cara mengelola ( me-manage ) Sumber Daya Manusia (SDM) Bengkel ? Program Bengkel yang saya sediakan, akan sangat membantu para pengusaha untuk mengetahui Performance Bengkel-nya. Baik Performance Mekaniknya, Penjualan Part-nya, Effektifitas Mekaniknya, Sirkulasi keuangannya de el el. Tetapi sekali lagi itu hanya untuk mengetahui secara administrasi bagaimana Performance Bengkel. Pertanyaan yang paling banyak diajukan adalah Bagaimana cara memantain SDM yang ada didalamnya? Sebenarnya Tips yang sangat sederhana adalah : anda harus bisa ber – empati ke pada SDM anda. ( Ingat Empati bukan Simpati !!! ). Dengan empati, anda bisa menempatkan diri anda di posisi mekanik anda tanpa ikut terlarut didalamnya. Sehingga anda bisa mengetahui kebutuhan mekanik sekaligus kebutuhan anda sebagai pemilik kemudian menilai kebutuhan-kebutuhan tersebut dengan Obyektif. Banyak temen yang berpendapat, bahwa tingkatkan kesejahteraan Mekanik (baca. Gaji Mekanik) maka mereka akan loyal pada anda!!! Simple is that……….. Yaaa siapa yang bisa menolak, Gaji lebih gede pekerjaan tetap. Artinya bila sama-sama jadi Mekanik, daripada kerja di bengkel yang gajinya kecil mending cari kerja di bengkel yang gajinya Gede!! Nah itulah yang memancing angka keluar masuk Mekanik tinggi. Tapi ada beberapa kendala yang cara diatas sangat sulit di terapkan… Taruhlah saja dua bengkel yang berdekatan sama-sama punya prinsip, dengan Gaji Gede Mekanik akan beteh… ( maksudnya betah , Cuma biar sama-sama berakhiran e…  ). Maka yang terjadi adalah kedua bengkel sama-sama jor-joran gede-gedean gaji mekanik utk mempertahankan mekaniknya, cenderung tanpa melihat kesehatan keuangan bengkel. Akhirnya tinggal tunggu waktu, ketika kesehatan keuangan bengkel memburuk yang berakibat tidak hanya mekaniknya yang tidak betah… Pemiliknya sendiri pun yang akhirnya tidak kerasan di Bengkel, Nah lo… Berdasarkan pengalaman pribadi, banyak mekanik yang digaji rendah tapi bertahan kerja bertahun-tahun di bengkel yang sama. Baik dengan rasa syukur ato ngrundel trus ( indonesianya : bersungut-sungut ). Dua hal yang sangat kontradiktif tapi dengan kondisi yang sama. Nah mari kita sama-sama analisa mengapa ada mekanik yang gajinya gak terlalu bagus tapi dia betah kerja bertahun-tahun dan hal tersebut disyukurinya! Kalo yang nggrundel itu hanyalah faktor waktu, sampe mereka ketemu dan pindah ke kerjaan dengan gaji lebih gede. Inventarisasi Kebutuhan Mekanik 1. Gaji yang sesuai dengan pekerjaan mereka 2. Kelengkapan Tools untuk memudahkan mereka bekerja 3. Mendapat hak cuti 4. Mendapat Hak Libur ( Min 1 hr dalam 1 minggu ) 5. Mendapat hak Lembur 6. Tunjangan Kesehatan 7. Kejelasan Karir atau kenaikan Golongan ( baca kenaikan gaji – lama bekerja) 8. Hak mendapatkan Training ( peningkatan pengetahuan ) 9. Tunjangan : Makan, Transportasi, Istri dan Anak 10. Hak mendapat kelengkapan kerja ( uniform, Tools, sepatu dsb )

Pemilik : Otomatis. Ini tidak dialami oleh Perusahaan yang menetapkan Gaji tetap dimana Besarnya kenaikan keuntungan Perusahaan tidak harus sebanding dengan besarnya kenaikan Gaji Mekanik. Nah. pengeluaran sedikit. karena mereka tahu semakin banyak unit yang dikerjakan. mencari jaminan kepastian gaji…bagi yang bengkelnya sepi akan dengan cepat memutuskan pindah ke bengkel yang ramai. pada saat bulan-bulan pendaftaran masuk sekolah. Sebaliknya bila ramai . Sebaliknya bila bengkelnya sepi dia akan ikut ber”puasa”. mekanik tidak punya jaminan kepastian berapa gaji yang mereka terima setiap harinya. apakah seorang mekanik bisa melihat masa depannya yang cerah di bengkel dia bekerja.Banyak seeh kebutuhannya. Jadi mana yang paling penting untuk di penuhi dulu. Pemilik : Kerugiannya sebenarnya relative lebih sedikit dibanding mekanik. yang membuat mereka tidak bisa masuk kerja maka gaji mereka akan dipotong menyesuaikan jumlah hari kerja mekanik. dia tidak perlu susah payah memotivasi mekanik untuk bekerja giat karena mekanik sudah bisa merasakan langsung manfaat apabila mereka bekerja dengan giat. saya yakin banyak ( kalo tidak mau dikatakan semua ) pemilik bengkel akan kesulitan memenuhi semua kebutuhan mekanik seperti diatas. Dengan system seperti ini.Maka system ini sebenarnya Favorit Pemilik. Untuk itu harus ada system prioritas kebutuhan. Ada beberapa metode Penggajian. Pemilik tidak mau berpromosi. karena pengeluarannya sangat fluktuatif. resesi ekonomi dll ) maka mereka akan kesulitan karena Gaji yang mereka terima sedikit. karena bila bengkel sepi. Untuk bengkel-bengkel yang baru buka biasanya mereka memilih menggaji mekaniknya dengan system komisi. mungkin bisa dikelompokkan menjadi 3 Jenis Penggajian. bila Unit motor yang masuk banyak dia menerima Gaji Besar. a. tapi paling tidak 10 point diatas sudah cukup mewakili. Kerugian : Mekanik : apabila bengkel sepi. Dengan system ini bila bengkelnya sepi ( karena masih baru ) mereka tidak mengeluarkan uang yang berlebihan untuk menggaji mekanik. mekanik akan ikut mempromosikan bengkelnya supaya konsumen banyak yang datang. Gaji Mekanik Bagian ini adalah yang paling significant sebagai parameter dasar. Belum lagi kalo mereka ada keperluan. Bahkan sedikit banyak. Gak rugi-rugi amat deh pokoknya…. Karena Mekaniknya punya kecenderungan pindah. Tapi system ini sebenarnya sangat rentan masalah. Gaji Tetap . b. Juga jangan lupa besarnya kenaikan keuntugan bengkel “terpaksa” diikuti kenaikan gaji mekanik dengan besar yang sama. karena berbagai sebab ( mis. Gaji berdasarkan Jumlah Unit ( System Komisi ) Mekanik menerima Gaji dengan besaran yang berfluktuatif. semakin banyak uang yang mereka terima. pengeluaranpun menyesuaikan. Selain itu Pemilik akan kesulitan menentukan cashflow bengkelnya. Keuntungan : Mekanik : Mereka akan giat bekerja.

Pemilik akan mudah menghitung cashflow perusahaan. 5% ato malah cuman dijanjiin aja… .Bagi sebagian besar bengkel-bengkel yang sudah stabil ( alias rame ) maka mereka akan memilih menggaji karyawannya dengan metode yang seperti ini. . kan berarti pengeluaran utk gaji mekanik bervariasi donk? Bener!!! Jadi susah donk mengestimasi pengeluaran dalam satu tahun? Ehmmm gak sepenuhnya bener tuh. Tapi saya yakin banyak pemilik bengkel akan protes. Gaji Kombinasi Bagi penulis. Training yang diikuti dll. Bila bengkelnya sepi ato menurun jumlah konsumennya. gaji mereka akan berkurang walopun. Keuntungan: Mekanik punya kepastian berapa gaji yang mereka terima setiap bulannya. Maka mereka mulai merasa pemiliknya tidak Adil kepada mereka. untuk mengeliminir kerugian-kerugian dari 2 metode gaji diatas. Mereka tidak khawatir. Dan inilah bibit-bibit yang akan membuat performance bengkel jadi berantakan!!! Pemilik akan merasa pengeluarannya ( baca Gaji Mekanik ) terlalu besar kepada mekanik. Tapi. dan juga memudahkan membuat estimasi pengembangan perusahaan ke depan. Misalnya keuntungan bersih Bengkel ( setelah dipotong pengeluaran macam-macam ) naik 20 % . Bagaimana perhitungan targetnya? Nah ini yang harus anda hitung dengan baik. maka mereka juga merasakan bahwa pemiliknya meningkat pula keuntungannya. Jadi bila mekanik merasa gajinya tetap aja ato meningkat sangat sedikit dibanding dengan keuntungan yang didapat Bengkel. Karena pengeluaran-pengeluaran bisa di perkirakan. Komprominya ya anda itung sendirilah. sehingga bisa dibuat Prakiraan Neraca Rugi – Laba sampai 1 tahun kedepan ( yang mana menurut saya. baik bengkel itu rame ato lagi sepi. Jadi beri mekanik standar gaji minimal ( pokok ) yang pasti mereka peroleh. Karena trend konsumen semester 1 ( Jan – Juni ) biasanya lebih rendah di banding semester 2 ( Jul – Des ). Variabelnya bisa anda tentukan sendiri : Jumlah unit yang ditangani. Berapa besarnya Gaji Pokok tsb? Idealnya adalah UMR daerah. Baik sepi ato rame. maka kenaikan gaji mekanik tidak harus 20%. Belum lagi kalo mau Lebaran… Terus musim pendaftaran sekolah… terus BBM naik…. mereka minimal mendapatkan Gaji Pokok. bisa hanya 10%. kehadiran mekanik dalam satu bulan. ini sangat penting bagi para pengusaha yang tidak hanya puas dengan satu jenis usaha / usaha yang statis ) Kerugian : Mekanik juga bisa itung-itungan Bosss ! Bila bengkel anda mulai meningkat jumlah konsumennya. “ Keenakan Mekaniknya donk”. mekanik tidak panik karena mereka tetap dapat gaji (pokok ). Setiap tambahan bonus. Sehingga mereka akan dengan sukarela bisa ikut mempromosikan bengkelnya ke konsumen yang laen.. Terus… yaa ternyata banyak variabelnya. Bila dibiarkan terus maka akan terjadi Besar Pasak daripada Tiang… c. Karena seperti yang telah saya uraikan diatas. bila ramai mereka akan dapat tambahan ( baca bonus ). mekanik bisa idup gak dalam satu bulan dengan gaji pokok itu? Nah baru anda rumuskan tunjangannya. let’s say konsumennya drop alias terjun bebas. anda hitung dengan mengestimasi bahwa Target jumlah unit bisa tercapai oleh bengkel. bagaimanapun kondisi bengkel. ini adalah metode yang paling tepat. Kenaikan keuntungan bengkel tidak harus sebanding dengan besarnya kenaikan Gaji Mekanik. Harapannya apa? Bila bengkel sepi.

Ok.Yaa gak usah rumit-rumit amat. Eh jangan dink secepatnya aja deh….kalo ada inspirasi lagi he-he-he . Gimana supaya datadatanya lengkap? Yaa dicatat… kan capek? Yaaa pake computer donk ( nah kan computer lagi!!! ) lebih ciamik lagi kalo komputernya dilengkapi Program Bengkel seperti yang saya tawarkan ( nah kan promosi lagi  ). maka akan mudah anda menentukan target-target bengkel ke depan. yang penting anda harus punya data yang lengkap mengenai bengkel. apakah sudah semua? Tenang masih banyak…… kita sambung minggu depan….

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->