1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pendidikan merupakan suatu upaya untuk memberikan pengetahuan, wawasan, keterampilan dan keahlian tertentu kepada individu-individu guna mengembangkan bakat serta kepribadian mereka. Dengan pendidikan, setiap individu berusaha untuk mengembangkan dirinya sehingga mampu beradaptasi dalam menghadapi setiap perubahan yang terjadi akibat adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam pendidikan formal, matematika merupakan salah satu cabang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang diajarkan pada setiap jenjang pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar sampai pada jenjang pendidikan menengah. Matematika mempunyai peranan penting dalam berbagai bidang kehidupan. Matematika juga mempunyai peranan penting dalam mengembangkan kemampuan berfikir siswa, yakni kemampuan berfikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif. Oleh karena itu perlu adanya upaya peningkatan kualitas pendidikan, khususnya mata pelajaran matematika. Berbagai upaya telah dilakukan guna meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya mata pelajaran matematika. Seperti, perbaikan dan pembaharuan sistem pembelajaran, penyempurnaan kurikulum, dan meningkatkan kemampuan guru melalui penataran. Namun dalam kenyataannya, hasil belajar siswa khususnya dalam mata pelajaran matematika masih rendah dan belum mencapai standar sesuai dengan kriteria ketuntasan yang diharapkan.

2

Berkaitan dengan hasil belajar, berdasarkan hasil wawancara dengan salah guru mata pelajaran matematika yang mengajar di kelas XI IPA SMA Xaverius Ambon pada tanggal 03 Februari 2012 diperoleh informasi bahwa kebanyakan hasil belajar matematika siswa kelas XI IPA masih rendah. Hal ini didasarkan pada nilai yang diperoleh sebagian besar siswa belum mencapai standar ketuntasan minimum yang ditetapkan sekolah yaitu 65. Berdasarkan hasil observasi dan angket yang diberikan kepada siswa kelas XI IPA pada tanggal 03 Februari 2012, diperoleh informasi yang menyebabkan masih rendahnya hasil belajar matematika, seperti kebanyakan siswa menganggap matematika merupakan mata pelajaran yang sulit. Perasaan sulit ini menyebabkan siswa kurang bersemangat dan kurang berminat mengikuti pelajaran, hal ini tampak dari sebagian besar siswa yang malas, mengantuk, dan jenuh pada saat proses belajar-mengajar berlangsung. Selain itu, proses belajarmengajar di kelas yang kurang bervariatif, monoton dan kurang menarik perhatian siswa juga berpengaruh terhadap rendahnya hasil belajar matematika. Permasalahan ini yang menjadi tantangan bagi pengajar dalam hal ini adalah peran guru bagaimana cara melakukan perubahan dan perbaikan kualitas pembelajaran dalam usaha meningkatkan hasil belajar matematika. Bagaimana cara menciptakan pembelajaran yang dapat menarik perhatian dan minat siswa sehingga siswa merasa semangat untuk mengikuti pembelajaran, siswa tidak merasa malas, mengantuk, jenuh dan tidak memandang matematika sebagai mata pelajaran yang sulit.

3

Selain metode pembelajaran, salah satu unsur yang memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar adalah media pembelajaran. Media pembelajaran adalah sarana atau alat bantu yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan siswa. Sehingga dapat dikatakan, media pembelajaran merupakan suatu alternatife jawaban dalam upaya mengatasi permasalahan di atas, yakni upaya mengatasi rendahnya hasil belajar matematika. Penggunaan media pembelajaran merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, meningkatkan perhatian, minat dan motivasi siswa. Hal ini sesuai yang dikemukakan Hamalik (Arsyad 2007 : 15), pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar-mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Senada yang dikemukakan oleh Sudjana dan Rivai (1992 : 2), media pembelajaran berfungsi agar pengajaran lebih menarik siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar, memperjelas makna bahan pengajaran, metode pengajaran lebih bervariasi, dan siswa dapat melakukan kegiatan belajar lebih banyak. Lebih jauh, Sadiman (2009 : 17) mengemukakan fungsi media secara umum, adalah sebagai berikut: memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis; mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera; meningkatkan kegairahan belajar, memungkinkan siswa belajar sendiri

yaitu : (1) membangkitkan motivasi kepada peserta didik dalam belajar. (3) menghasilkan penguatan yang tinggi. menciptakan minat dan respon siswa dan dapat menciptakan pemahaman siswa pada materi pelajaran. Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan memanfaatkan media pembelajaran sangat berfungsi dalam mendidik siswa karena dengan memanfaatkan media pembelajaran dapat menumbuhkan komunikasi antara siswa dan guru. efektif dan efisien. Jadi dengan memanfaatkan media pembelajaran dapat menciptakan pembelajaran lebih bervariasi. Komputer sebagai media pembelajaran merupakan alat bantu untuk memperjelas atau mempermudah penyampaian pesan.4 berdasarkan minat dan kemampuannya dan mengatasi sikap pasif siswa. komputer dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang menarik. Seiring dengan kemajuan teknologi sekarang ini. yakni penyampaian isi/materi pelajaran kepada siswa. memberikan hasil belajar permanen. dan grafis animasi dapat menambahkan kesan realisme. (2) warna. dapat menyamakan pengalaman dan persepsi siswa terhadap isi pelajaran. memberikan hasil belajar permanen dan membuat siswa lebih mudah menerima materi yang diberikan. dapat meningkatkan kebutuhan siswa. mempertinggi perhatian siswa. membangkitkan motivasi belajar. (5) berguna sekali untuk peserta . musik. (4) kemampuan memori memungkinkan penampilan peserta didik yang telah lampau direkam dan dipakai dalam merencanakan langkah-langkah selanjutnya dikemudian hari. dan memberikan rangsangan yang sama. Lebih jauh Rivai (2002 : 137-138) menjelaskan beberapa keuntungan dalam penggunaan komputer sebagai media pembelajaran.

Seperti halnya SMA Xaverius Ambon yang sudah memiliki fasilitas laboratorium komputer yang tergolong lengkap dan sudah memilki 6 buah projektor. Oleh karena itu peneliti mengambil judul “Meningkatkan Hasil Belajar Matematika (Materi Turunan Fungsi) dengan Pemanfaatan Media Komputer pada Siswa Kelas XI IPA SMA Xaverius Ambon”. Dijelaskan pula. terutama bidang studi matematika yang merasa kesulitan dalam mencari media yang tepat untuk menciptakan suasana asyik. sampai sekarang ini guru mata pelajaran matematika belum pernah melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media komputer. menarik dan tidak membosankan. Meskipun demikian. . dan (6) kemampuan daya rekamnya memungkinkan pengajaran individual bisa dilaksanakan. Dari uraian latar belakang di atas. Penggunaan media komputer menjadi hal yang menarik untuk dijadikan pedoman bagi guru. Dewasa ini hampir setiap sekolah mempunyai komputer yang jumlahnya cukup memadai untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Penggunaan komputer sebagai media pembelajaran dirasa cocok diterapkan di SMA Xaverius Ambon karena selain fasilitas komputer yang memadai juga adanya kemampuan guru mata pelajaran untuk melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media komputer. maka peneliti mempunyai keinginan untuk melakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika dengan memanfaatkan media pembelajaran komputer.5 didik yang lamban. Informasi ini diperoleh dari hasil wawancara dengan pimpinan sekolah. masing-masing guru mata pelajaran sudah memiliki laptop pribadi.

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan. Manfaat Penelitian Penelitian ini memiliki arti yang sangat penting karena mempunyai manfaat bagi berbagai pihak antara lain : . Belum dimanfaatkannya fasilitas (media komputer) yang ada di sekolah sebagai media pembelajaran. maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah: Apakah penggunaan media komputer dapat meningkatkan hasil belajar matematika (materi turunan fungsi) pada siswa kelas XI IPA SMA Xaverius Ambon ? D. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas. C. Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika. 2. masalah yang ditemui dalam pembelajaran di kelas antara lain : 1. E.6 B. Tujuan Penelitian Sejalan dengan permasalahan di atas. 3. Pembelajaran matematika kurang bervariatif (metode konvensional) sehingga pembelajaran terasa kurang menarik dan membosankan. maka tujuan penelitian yang hendak dicapai yaitu: Untuk meningkatkan hasil belajar matematika (materi turunan fungsi) pada siswa kelas XI IPA SMA Xaverius Ambon dengan pemanfaatan media komputer.

Dan dapat meningkatkan pemahaman belajarmengajar di sekolah serta meningkatkan mutu dari lulusan sekolah. 2. dalam menggunakan media komputer dalam mengajar matematika. F. Dapat Memberikan pengalaman tentang pembelajaran dengan penggunaan srategi mengajar dengan media komputer sebagai langkah awal untuk mempersiapkan diri menjadi seorang pengajar yang profesional. dan untuk menghindari salah penafsiran dalam memahami permasalahan ini. meningkatkan hasil belajar matematika dan meningkatkan minat siswa terhadap pelajaran matematika. Penjelasan Istilah Agar penelitian ini sesuai dengan tujuan yang diharapkan.7 1. Peneliti mendapatkan pengalaman yang berharga melalui keterlibatannya secara langsung pada dunia kerja khususnya sebagai guru atau pengajar. Bagi Guru Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai informasi dan bahan pertimbangan bagi para guru mata pelajaran matematika. Bagi sekolah Dapat dipakai sebagai bahan informasi dalam proses pembelajaran matematika di sekolah. 4. Bagi Siswa Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu siswa dalam usaha pemahaman materi yang disampaikan oleh guru. b. 3. maka perlu diberikan penjelasan terhadap permasalahan yang dimaksud: . Bagi Peneliti a.

2. Pada penelitian ini hasil belajar adalah nilai yang diperoleh setiap akhir siklus untuk masing-masing individu siswa pada pembelajaran matematika dengan materi turunan fungsi pada siswa kelas XI IPA SMA Xaverius Ambon dengan pemanfaatan media komputer. . (2) turunan fungsi aljabar.8 1. dan (4) aturan rantai. dengan bentuk penggunaan multimedia presentasi yang memanfaatkan program Microsoft Office PowerPoint yang disajikan melalui Laptop dan Proyektor. (3) turunan fungsi trigonometri. 3. Materi turunan fungsi yang dimaksudkan pada penelitian ini adalah (1) konsep dan pengertian turunan fungsi. Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh siswa setelah melalui proses belajar-mengajar. Pemanfaatan media komputer yang dimaksudkan pada penelitian ini adalah memanfaatkan media komputer pada pembelajaran matematika untuk menjelaskan materi turunan fungsi.

dan berlangsung seumur hidup. . belajar merupakan usaha yang dilakukan seseorang melalui interaksi dengan lingkungannya untuk merubah perilakunya. Hal yang sama juga dikemukakan oleh Hakim (2001 : 1). yang merupakan hasil interaksi dengan lingkungannya. Pengertian Belajar Belajar merupakan kegiatan yang terjadi pada semua orang tanpa mengenal batas usia.9 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Arsyad (2007 : 1) mengemukakan bahwa belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Selanjutnya Dimiyati (1994 : 4) mengemukakan bahwa belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks. Proses belajar terjadi karena siswa mempelajari sesuatu yang ada di lingkungan sekitarnya. Pengertian Belajar. Dengan belajar. sehingga pengetahuannya semakin berkembang. Siswa adalah penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar. Dengan demikian belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku yang terjadi pada diri seseorang secara terus menerus. Dengan belajar seseorang akan memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk membangun dirinya. Pembelajaran dan Hasil Belajar 1. Ratumanan (2002 : 2) mendefenisikan belajar sebagai suatu tahapan aktifitas yang menghasilkan perubahan perilaku dan mental yang relatif tetap sebagai bentuk respon terhadap situasi atau sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan. Proses belajar terjadi karena interaksi antara seseorang dengan linkungannya. seseorang dapat membangun pengetahuan dalam dirinya.

pembelajaran merupakan suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa. guru mengajar supaya siswa dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif).persimpangan. Pembelajaran lebih menekankan pada bagaimana upaya yang dilakukan guru untuk mendorong atau memfasilitasi siswa untu belajar. Dalam konteks pendidikan. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat menjadi proses pemorolehan ilmu dan pengetahuan. penguasaan kemahiran dan tabiat. bukan pada apa yang dipelajari siswa. disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang lebih efektif dan bersifat internal.10 2. Hal ini sesuai dengan pendapat Gagne dan Briggs (2012. Menurut Eggen dan Kauchak . Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan siswa. yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang.http://blog. pembelajaran adalah proses untuk membantu siswa agar dapat belajar dengan baik. serta keterampilan (aspek psikomotor) siswa. juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif). Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran. serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada siswa. walaupun mempunyai konotasi yang berbeda.com/blog/2007/08/06/pengertian-pembelajaran). Dengan kata lain. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak yaitu pekerjaan guru saja. Pengertian Pembelajaran Pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu upaya menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa dapat belajar (Ratumanan 2002 : 3).

menjelaskan bahwa ada enam ciri pembelajaran yang efektif. pemahaman. hasil belajar ialah perubahan tingkah laku yang mencakup bidang kognitif.com/blog/2007/08/06/pengertian-pembelajaran). menemukan kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan serta membentuk konsep dan generalisasi berdasarkan kesamaan-kesamaan yang ditemukan b. membandingkan. Selanjutnya menurut Munandar (1992 : 8). Sebagaimana yang dikemukakan Sudjana (2004 : 22). sikap dan keterampilan siswa sehingga menjadi lebih baik dari sebelumnya. Guru menyediakan materi sebagai fokus berpikir dan berinteraksi dalam pelajaran c. d. Aktivitas-aktivitas siswa sepenuhnya didasarkan pada pengkajian Guru secara aktif terlibat dalam pemberian arahan dan tuntunan kepada siswa dalam menganalisis informasi e.persimpangan. 3. yaitu: a.11 (2012. afektif.http://blog. Orientasi pembelajaran penguasaan isi pelajaran dan pengembangan keterampilan berpikir f. dan psikomotor yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. Siswa menjadi pengkaji yang aktif terhadap lingkungannya melalui mengobservasi. Pengertian Hasil Belajar Hasil belajar merupakan kemampuan yang diperoleh individu setelah proses belajar-mengajar berlangsung. hasil belajar . Guru menggunakan teknik mengajar yang bervariasi sesuai dengan tujuan dan gaya mengajar guru. yang dapat memberikan perubahan tingkah laku baik pengetahuan.

Gerakan ekspresif dan interpretatif. Ada enam aspek ranah psikomotor. sintesis. menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Benyamin Bloom yang secara garis besar membaginya menjadi tiga ranah. Gerakan refleks 2. ranah psikomotorik. Keharmonisan atau ketepatan 5. pemahaman. jawaban atau reaksi. ranah afektif. yakni: 1. Kemampuan preseptual 4. aplikasi. penilaian. Gerakan ketrampilan kompleks 6. yakni ranah kognitif. mengemukakan dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan. . Keterampilan gerakan dasar 3. Proses penilaian terhadap hasil belajar dapat memberikan informasi kepada guru tentang kemajuan siswa dalam upaya tujuan-tujuan belajarnya melalaui kegiatan belajar.12 adalah produk dalam kegiatan belajar mengajar yang dapat dilihat melalui nilai atau angka berdasarkan penilaian guru di dalam proses evaluasi. organisasi. c) Ranah psikomotor berkenan dengan hasil belajar ketrampilan dan kemampuan bertindak. Sudjana (2004 : 22). analisis. baik tujuan kurikuler maupun tujuan instruksional. b) Ranah afektif berkenan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek yakni: penerimaan. a) Ranah kognitif berkenan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek yakni: pengetahuan atau ingatan. dan evaluasi. dan internalisasi. Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah dan keempat aspek beriktnya termasuk kognitif tingkat tinggi.

(ii) matematika bertumpu pada kesepakatan. Dalam penelitian ini hasil belajar dapat dilihat dari ranah kognitif. 2004 : 107). (iv) matematika memiliki symbol yang kosong dari arti. (vi) matematika konsisten dalam sistemnya (Soedjaji 2000 : 11. belajar matematika berarti belajar tentanng ide-ide atau konsep-konsep abstrak yang tersusun secara hirarkis dan penalarannya bersifat dedukatif. Jadi pada dasarnya belajar matematika yang dipelajari adalah konsep-konsep dan struktur-struktur matematika yang tersusun secara hirarkis dan menurut aturan yang logis. Adapun ciri-ciri atau karakteristik matematika adalah : (i) matematika memiliki objek yang abstrak. belajar matematika adalah belajar tentang konsep-konsep dan struktur-struktur matematika yang terdapat di dalam materi yang dipelajari serta mencari hubungan antara konsepkonsep dan struktur-struktur itu. B. Selanjutnya dijelaskan pula bahwa konsep-konsep matematika yang tersusun secara hirarkis itu artinya bahwa konsep baru terbentuk karena adanya pemahaman terhadap konsep sebelumnya. 2006 : 107). (v) matematika memperhatikan semesta pembicaraan. 13). (iii) matematika menggunakan pola pikir dedukatif. dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia mengalami proses belajar. .13 Berdasarkan uraian di atas. yang dapat dilihat melalui nilai atau angka berdasarkan penilaian guru di dalam proses evaluasi. Hakekat Belajar Matematika Hakekat matematika menunjuk kepada segi-segi penting dan mendasar yang ada pada matematika. Hal senada juga dikemukakan oleh Bruner (Suradi. Menurut Hudoyo (Warella dan Laamena.

14 Suradi (2006 : 107) mengatakan bahwa belajar matematika pada hakekatnya merupakan suatu keaktifan mental atau kegiatan psikologis untuk memahami hubungan antara objek-objek dalam suatu struktur matematika serta berbagai hubungan antara struktur-struktur tersebut melalui manipulasi simbol sehingga diperoleh pengetahuan baru. atau sikap. perasaan. keterampilan. maka dapat dikatakan media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran agar dapat merangsang pikiran. perhatian. baik secara konseptual maupun secara praktis. Menurut Sadiman (2009 : 17). Perolehan pengetahuan sebagai hasil belajar matematika dapat di lihat dari kemampuan seseorang untuk mengfungsionalkan matematika. Hal yang sama dikemukakan Gerlach dan Ely (Arsyad 2007 : 3) mengatakan bahwa media jika dipahami secara garis besar adalah manusia. perasaan. C. Berdasarkan pengertian-pengertian yang telah diberikan. atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan. media pembelajaran mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut: . dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman 2009 : 7). minat dan perhatian siswa sehingga proses interaksi komunikasi edukasi antara guru (atau pembuat media) dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. materi. Komputer sebagai Media Pembelajaran Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran.

dapat menyamakan pengalaman dan persepsi siswa terhadap isi pelajaran. dan d) Memberikan rangsangan yang sama. waktu dan daya indera c) Meningkatkan kegairahan belajar. memungkinkan siswa belajar sendiri berdasarkan minat dan kemampuannya. Salah satu media yang dirasa sangat menarik. Komputer juga dapat diartikan sebagai sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan input data. menyimpan perintahperintah dan hasil pengolahannya. b) Mengatasi keterbatasan ruang. dan menghasilkan output berdasar instruksi-intruksi yang tersimpan dalam memori. serta menyediakan output dalam bentuk informasi (Rizky 2009 : 11). memberikan hasil belajar permanen dan membuat siswa lebih mudah menerima materi.15 a) Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka). bagus dan bermanfaat dalam pembelajaran adalah media komputer. memprosesnya. Nampak jelas bahwa media pembelajaran mempunyai andil yang besar terhadap kesuksesan proses belajar mengajar. Komputer merupakan suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas. mempertinggi perhatian siswa. yaitu menerima input. dan mengatasi sikap pasif siswa. memproses input sesuai dengan instruksi yang diberikan. . Media pembelajaran dapat menumbuhkan komunikasi antara siswa dan guru.

Sudjana dan Rivai (2002 : 137-138) menjelasakan ada beberapa keuntungan dalam mendayagunakan komputer dalam pembelajaran. juga sebagai sarana belajar multimedia. Lebih dari itu. Media pembelajaran komputer adalah alat yang digunakan untuk mempermudah penyampaian materi pada saat kegiatan belajar mengajar. Komputer tidak lagi digunakan hanya sekedar untuk keperluan komputasi saja. dan grafis animasi dapat menambahkan kesan realisme. komputer dapat dirancang dan digunakan sebagai media teknologi yang efektif untuk mempelajari dan mengajarkan materi pelajaran yang relevan. komputer memiliki kemampuan menyimpan dan memanipulasi informasi sesuai kebutuhan. penyimpanan. 2) warna. Perkembangan teknologi yang pesat telah memungkinkan komputer memuat dan menayangkan beragam bentuk media di alamnya. Komputer telah digunakan dalam berbagai aspek kehidupan manusia.16 Komputer merupakan jenis media yang secara virtual dapat menyediakan respon yang segera terhadap hasil belajar yang dilakukan oleh siswa. dan suara dalam sebuah tampilan yang terintegrasi. yaitu: 1) membangkitkan motivasi kepada peserta didik dalam belajar. 3) menghasilkan penguatan yang tinggi. 4) kemampuan memori memungkinkan penampilan peserta didik yang telah lampau . Sajian multimedia berbasis komputer dapat diartikan sebagai teknologi yang mengoptimalkan peran komputer sebagai sarana untuk menampilkan dan merekayasa teks. dan penyajian (persentasi) data dan informasi. tetapi komputer juga digunakan untuk keperluan pengolahan. Dengan tampilan yang dapat mengkombinasikan berbagai unsur penyampaian informasi dan pesan. grafik. musik.

Multimedia presentasi digunakan untuk menjelaskan materi-materi yang sifatnya teoritis. 6) kemampuan daya rekamnya memungkinkan pengajaran individual bisa dilaksanakan. Keuntungan lain dari program ini adalah sederhananya . Beberapa bentuk penggunaan media komputer yang dapat digunakan dalam pembelajaran meliputi: 1) Penggunaan Multimedia Presentasi. Juga berfungsi untuk pembelajaran individual dimana kedudukan media sepenuhnya melayani kebutuhan belajar siswa.17 direkam dan dipakai dalam merencanakan langkah-langkah selanjutnya dikemudian hari. Salah satu program aplikasi komputer yang sering digunakan dalam persentasi adalah Microsoft PowerPoint. video. Media pembelajaran komputer memiliki fungsi sebagai alat bantu untuk memperjelas pesan yang disampaikan guru. image. Keuntungan terbesar dari program ini adalah tidak perlunya pembelian piranti lunak karena sudah berada di dalam Microsoft Office. Media ini cukup efektif sebab menggunakan multimedia projector yang memiliki jangkauan pancar cukup besar. dan membantu pengawasan lebih dekat kepada kontak langsung dengan para peserta didik. 5) berguna sekali untuk peserta didik yang lamban. sehingga mengakomodasi sesuai dengan modalitas belajar siswa. grafik dan sound menjadi satu kesatuan penyajian. 7) rentang pengawasan guru diperlebar sejalan dengan banyaknya informasi yang disajikan dengan mudah yang diatur oleh guru. animasi. Kelebihan media ini adalah menggabungkan semua unsur media seperti teks. Microsoft PowerPoint merupakan salah satu program aplikasi di bawah Microsoft Office.

Ikon-ikon pembuatan presentasi kurang lebih sama dengan ikon-ikon Microsoft Word yang sudah dikenal oleh kebanyakan pemakai komputer. 2) CD Multimedia Interaktif. Selain itu. karena materi telah ditampilkan melalui layar LCD yang dapat dijangkau oleh semua siswa. karena dengan materi yang ditampilkan oleh Microsoft PowerPoint. proses pembelajaran menjadi lebih praktis. Pendidik sudah tidak perlu lagi menuliskan materinya di papan tulis. Dengan metode presentasi menggunakan Microsoft PowerPoint ini. teks dan grafis. CD multimedia interaktif merupakan sebuah benda yang menegaskan sebuah format multimedia dapat dikemas dalam sebuah CD dengan tujuan aplikasi interaktif didalamnya. CD multimedia interaktif dapat digunakan pada pembelajaran di sekolah sebab cukup efektif meningkatkan hasil belajar siswa terutama komputer. Sehingga memudahkan pemakai dalam membuat sebuah bahan persentasi. dan dengan adanya media presentasi ini. siswa dapat menjadi lebih fokus dan lebih tertarik terhadap pembelajaran. tampilan materinya dapat dimodifikasi dengan pemberian animasianimasi atau hiburan lain yang sangat memungkinkan mengurangi rasa kebosanan siswa terhadap materi yang diajarkan. Sifat media ini selain interaktif juga bersifat multimedia terdapat unsur-unsur media secara lengkap yang meliputi sound. . dapat meminimalisir pendidik untuk menulis berulang-ulang di papan tulis. Sehingga proses pembelajaran matematika dapat terlaksana dengan baik. video. animasi.18 tampilan ikon-ikon.

Adapun ruang lingkup materi dalam penelitian tindakan ini adalah : Standar Kompetensi: Menggunakan konsep limit fungsi dan turunan fungsi dalam pemecahan masalah.19 3) Video Pembelajaran Selain CD multimedia interaktif. Turunan Fungsi merupakan salah satu materi dalam pembelajaran matematika.3. Kompetensi Dasar.3. Siswa juga dapat secara interaktif mengikuti kegiatan praktek sesuai yang diajarkan dalam video. yang diajarkan pada jenjang pendidikan SMA kelas XI IPA semester genap. D. Menjelaskan arti Materi Pembelajaran Konsep dan pengertian turunan fungsi a. dengan memanfaatkan program Microsoft PowerPoint yang disajikan melalui laptop dan projector. video pembelajaran juga termasuk media yang dapat digunakan untuk pembelajaran. Menggunakan konsep dan aturan turunan dalam perhitungan turunan fungsi Indikator 6. Pemanfaatan media komputer digunakan dalam pembelajaran matematika materi turunan fungsi. Tabel 2.1. Indikator dan Materi Pembelajaran Turunan Fungsi Kompetensi Dasar 6.1. Arti geometri dan arti fisis turunan fungsi . bentuk pemanfaatan media komputer dalam pembelajaran matematika yaitu bentuk penggunaan multimedia presentasi. Ruang Lingkup Materi Berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan SMA. Video ini bersifat interaktiftutorial membimbing siswa untuk memahami sebuah materi melalui visualisasi. Dalam penelitian ini. Definisi turunan fungsi b.2. Menghitung turunan fungsi yang sederhana dengan menggunakan definisi turunan 6.3.

turunan fungsi ƒ(x) terhadap variabel x adalah ƒ′ yang nilainya pada titik x adalah: ƒ′ (x) = lim f (x + h) – f (x) h Turunan dapat diartikan menjadi 2. Secara geometri arti turunan adalah gradien garis singgung kurva f(x) di suatu titik. Laju perubahan nilai fungsi terhadap variable bebas Turunan fungsi aljabar Turunan fungsi trigonometri 1. 2. Menentukan laju perubahan nilai fungsi terhadap variabel bebasnya 6.3. maka ƒ′(x) = 0 . Secara matematis. Turunan Fungsi Aljabar a) Turunan fungsi konstan Jika f(x) = c.3. Proses menemukan turunan dari suatu fungsi disebut sebagai pendiferensialan ataupun diferensiasi. yaitu turunan geometri dan turunan fisis.20 fisis (sebagai laju perubahan) dan arti geometri turunan di suatu titik 6. Turunan suatu fungsi f di tulis ƒ′ (dibaca f aksen). Menentukan turunan fungsi trigonometri c. Pengertian Turunan Fungsi Turunan dari suatu fungsi mewakili perubahan yang sangat kecil dari fungsi tersebut terhadap variabelnya. sedangkan secara fisis arti turunan adalah kecepatan sesaat dari pergerakan benda terhadap perubahan waktu.4.3.3. Menentukan turunan fungsi aljabar 6.5.

maka f ′(x) = . maka ƒ′(x) = u′(x) – v′(x) e) Turunan hasil kali fungsi-fungsi Jika f(x) = u(x). maka f ′(x) = cos x b) Turunan fungsi kosinus Jika f(x) = cos x. cot x .sin x c) Turunan fungsi tangent Jika f(x) = tan x. v(x) + u(x). maka f ′(x) = . maka ƒ′(x) = nxn-1 c) Turunan fungsi jumlah fungsi-fungsi Jika f(x) = u(x) + v(x).sec² x d) Turunan fungsi-fungsi cotangen.21 b) Turunan fungsi f (x) = x n Jika f(x) = x n. v′(x) [v(x)] 2 Turunan Fungsi Trigonometri a) Turunan fungsi sinus Jika f(x) = sin x. u(x) .cosec x. v(x) – u(x).cosec² x (ii) Jika f(x) = sec x. tan x (iii) Jika f(x) = cosec x. maka f ′(x) = . maka f ′(x) = . maka f ′(x) = sec x. maka ƒ′(x) = v(x) u′(x). v(x). secan dan cosecant (i) Jika f(x) = cot x. v′(x) f) Turunan hasil bagi fungsi-fungsi Jika f(x) = 3. maka ƒ′(x) = u′(x) + v′(x) d) Turunan fungsi selisih fungsi-fungsi Jika f(x) = u(x) – v(x). maka ƒ′(x) = u′(x).

Dengan pemakaian media pembelajaran. Selain metode pembelajaran. kegiatan proses belajar mengajar jadi lebih menyenangkan. monoton.22 E. Penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat siswa terhadap pelajaran. menumbuhkan interaksi/komunikasi antara guru dan siswa dan memberikan hasil belajar permanen dan membuat siswa lebih mudah menerima materi yang diberikan. akan . Seiring dengan kemajuan teknologi. Kondisi seperti ini dapat membuat siswa kurang bersemangat dan kurang berminat dalam mengikuti pelajaran. bahkan terkesan membosankan bagi siswa. Penggunaan media pembelajaran merupakan suatu alternatife jawaban dalam mengatasai permasalahan diatas yakni mengatasi rendahnya hasil belajar matematika. yang akhirnya dapat menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa khususnya mata pelajaran matematika. salah satu unsur yang memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar adalah media pembelajaran. Pembelajaran dirasa kurang menarik. Penggunaan media komputer dirasa dapat menarik perhatian siswa dan dapat membangkitkan motivasi dan semangat siswa dalam mengikuti pelajaran. Kerangka Pikir Pembelajaran matematika yang terjadi di sekolah-sekolah sekarang ini masih kurang bervariatif. komputer dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang efektif dan efisien. Dari uraian di atas peneliti beranggapan bahwa keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar bukan hanya ditentukan oleh metode pembelajaran. membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar.

F. yang setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan. PTK merupakan suatu bentuk pengkajian yang berbentuk reflektif oleh pelaku tindakan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. bagus dan bermanfaat besar terhadap hasil belajar matematika adalah media komputer. Tipe Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan model penelitian tindakan kelas (PTK). Untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut. Tindakan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakan mereka dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Hipotesis Dari uraian kerangka fikir di atas. dan refleksi. maka hipotesis dalam penelitian ini adalah “Pemanfaatan media komputer sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar matematika (materi turunan fungsi) pada siswa kelas XI IPA SMA Xaverius Ambon”. memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan. pengamatan. PTK dilaksanakan dalam proses berdaur atau yang biasa disebut siklus. pelaksanaan tindakan. .23 tetapi juga karena penggunaan media pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang dirasa sangat menarik. serta memperbaiki kondisi di mana praktik-praktik pembelajaran tersebut dilakukan. BAB III METODE PENELITIAN A.

. tahun ajaran 2011/2012. Jln 2) Waktu Penelitian Waktu Penelitian dilaksanakan pada tanggal 11 Mei 2012 sampai dengan tanggal 21 Mei 2012. Pada semester genap tahun ajaran 2011/2012. yang menjadi subjek adalah siswa kelas XI IPA yang berjumlah 22 orang. 3) Siklus Penelitian Penelitian tindakan ini terdiri dari 2 (dua) siklus. Siswa sebagai sumber data untuk mendapatkan data hasil belajar. Siklus I terdiri dari dua pertemuan dengan materi konsep dan pengertian turunan fungsi. dan turunan fungsi aljabar. Subjek Penelitian Dalam penelitian ini. sedang guru sebagai pelaksana proses pembelajaran dengan menggunakan media komputer dan dapat memberi informasi tentang pelaksanaan proses pembelajaran. D.24 B. C. Setting Penelitian 1) Lokasi penelitian Penelitian dilaksanakan di SMA Xaverius Ambon. Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Xaverius Ambon tahun ajaran 2011/2012 dan guru mata pelajaran matematika yang mengajar kelas tersebut. Siklus II terdiri atas satu pertemuan dengan materi turunan fungsi aljabar.

Tabel 3. 3) Format pengamatan (Observasi) . Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1) Instrumen tes Instrumen tes yang dilakukan adalah tes uraian tertulis dilaksanakan setiap akhir siklus. Tes dimaksudkan untuk mengukur hasil belajar siswa terhadap materi yang diajarkan. Menghitung turunan fungsi yang sederhana dengan menggunakan definisi turunan 2. Definisi turunan fungsi b. pemahaman dan aplikasi. Menentukan turunan fungsi trigonometri Materi Pembelajaran Konsep dan pengertian turunan fungsi a. Penyusunan soal tes akhir disesuaikan dengan tingkat kesukaran berdasarkan aspek kognitif yang dibedakan menjadi tiga tingkatan yaitu : pengetahuan. Menentukan turunan fungsi aljabar 5. Arti geometri dan arti fisis turunan fungsi c. Menjelaskan arti fisis (sebagai laju perubahan) dan arti geometri turunan di suatu titik 3. Instrumen Tes Siklus I II Indikator 1. Laju perubahan nilai fungsi terhadap variable bebas Turunan fungsi aljabar Turunan fungsi trigonometri 2) Angket Angket diberikan kepada siswa bertujuan untuk mengetahui respon atau pendapat siswa terhadap pembelajaran matematika dengan pemanfaatan media komputer. Pemberian angket dilaksanakan pada akhir penelitian.25 E.1. Menentukan laju perubahan nilai fungsi terhadap variabel bebasnya 4.

Perangkat pembelajaran Perangkat pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan bahan ajar. serta situasi-situasi yang terjadi di dalam kelas. dimana setiap pertemuan terdiri dari 1 RPP. Perangkat Pembelajaran .26 Format observasi/pengamatan diisi peneliti dan observer. 2) Bahan ajar Bahan ajar pada penelitian ini disusun dalam bentuk powerpoint dan dilampirkan dalam bentuk printout. selama kegiatan pembelajaran berlangsung.2. Bahan ajar disusun dengan merujuk pada sumber-sumber yang relevan dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Dalam hal ini disusun 3 RPP. 1) Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP) RPP disusun mengacu pada silabus dan disesuaikan dengan sintaks pembelajaran dengan pemanfaatan media komputer. Buku-buku yang dipakai dalam penyusunan bahan ajar yaitu buku paket Matematika untuk SMA Kelas XI IPA dan modul Matematika (program IPA) untuk SMA Kelas XI Semester 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan bahan ajar dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3. F. Siklus. dilaksanakan setiap pertemuan berlangsung. Format observasi terdiri dari format pengamatan untuk aktifitas guru dan siswa. Format observasi digunakan untuk mengamati pelaksanaan kegiatan pembelajaran .

27 Siklus I II Pertemuan 1 2 3 RPP 01 02 03 Bahan Ajar 01 02 03 G. serta turunan fungsi aljabar c. maka dilakukan . Prosedur Penelitian Penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan dalam dua siklus. Prosedur penelitian tindakan kelas dapat diuraikan sebagai berikut : Tabel 3. Menyiapkan Soal Tes untuk Siklus I g. Setelah pelaksanaan pembelajaran. Menkoordinasi program kerja bersama guru a. Prosedur Penelitian Siklus Tahap Perencanaan Siklus I Pelaksanaan Tindakan Kegiatan a. Merancang soal-soal yang bervariatif untuk meningkatkan pemahaman siswa dengan memanfaatkan media komputer pada program microsoft Office PowerPoint d. Menyiapkan pembelajaran dengan media komputer yang memanfaatkan program Microsoft Office PowerPoint untuk menjelaskan Konsep dan pengertian turunan fungsi. Menyiapkan alat bantu untuk melaksanakan tindakan siklus I f. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan. Pelaksanaan pembelajaran pada siklus I terdiri dari dua pertemuan. melakukan tindakan (pelaksanaan). dan refleksi. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran b. dimana tiap siklus dilaksanakan dengan perubahan yang ingin dicapai. yang pelaksanaannya sesuai dengan RPP-01 dan RPP-02 c. Menyiapkan lembar observasi untuk mengetahui jalannya proses pembelajaran e. Melaksanakan pembelajaran dengan media komputer yang memanfaatkan program Microsoft Office PowerPoint untuk menjelaskan Konsep dan pengertian turunan fungsi. serta turunan fungsi aljabar b.3. pengamatan.

Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan b. Menyiapkan lembar angket respon siswa terhadap pembelajaran dengan memanfaatkan media komputer f. Melakukan pengamatan terhadap aktivitas siswa b. Menyiapkan Soal Tes untuk Siklus II h. Melakukan pengamatan terhadap pelaksanaan proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru c. Menyimpulkan hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki dan diperhatikan pada siklus berikut Siklus Tahap Perencanaan Siklus II Pelaksanaan Tindakan Kegiatan a.28 Pengamatan Refleksi evaluasi akhir yang bertujuan mengukur kemampuan siswa dalam memahami materi a. Menilai hasil tindakan dan membandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan a. Melakukan pertemuan membahas hasil evaluasi c. Menyiapkan alat bantu untuk melaksanakan tindakan siklus II g. Setelah dilakukan penelitian pelaksanaan tindakan. maka dilakukan pembagian angket respon siswa . Menkoordinasi program kerja bersama guru a. d. Merancang soal-soal yang bervariatif untuk meningkatkan pemahaman siswa dengan memanfaatkan media komputer pada program microsoft Office PowerPoint. Menyiapkan lembar observasi untuk mengetahui jalannya proses pembelajaran e. Menyiapkan pembelajaran dengan media komputer yang memanfaatkan animasi flash/gambar bergerak program Microsoft Office PowerPoint untuk menjelaskan Turunan fungsi trigonometri c. maka dilakukan evaluasi akhir yang bertujuan mengukur kemampuan siswa dalam memahami materi yang diajarkan d. yang pelaksanaannya sesuai dengan RPP-03 c. Melaksanakan pembelajaran dengan media komputer yang memanfaatkan animasi flash/gambar bergerak program Microsoft Office PowerPoint untuk menjelaskan Turunan fungsi trigonometri b. Setelah pelaksanaan pembelajaran. Merevisi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran b. Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II terdiri dari satu pertemuan.

Tabel 3. Mengolah data dan menganalisis hasil angket respon siswa a. Melakukan pengamatan terhadap pelaksanaan proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru Pengamatan c. kemudian diklasifikasikan tingkat ketuntasan siswa terhadap materi pelajaran. Teknik Analisis Data Data dari hasil penelitian ini diolah dengan menggunakan analisis data kuantitatif dan analisis data kualitatif. Secara umum analisa data kuantitatif menggunakan statistik deskriptif. 1. Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan b. siswa dikatakan tuntas belajar apabila siswa mencapai nilai minimum 65. Melakukan pertemuan membahas hasil evaluasi c. Untuk mengetahui hasil belajar yakni ketuntasan siswa terhadap materi pelajaran.4. Analisa Data kuantitatif. . digunakan rumus : Nilai = Skor yang diperoleh Skor Total x 100 Selanjutnya dari nilai yang diperoleh. Menyusun dan mengolah data hasil penelitian H. Menilai hasil tindakan dan membandingkan dengan Refleksi kriteria yang telah ditetapkan d. Melakukan pengamatan terhadap aktivitas siswa b. Klasifikasi Tingkat Ketuntasan Siswa Nilai ≥ 65 < 65 Keterangan Tuntas Tidak Tuntas Sumber : SMA Xaverius Ambon Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa.29 a.

matriks. untuk menghitung persentase ketuntasan siswa terhadap materi pelajaran. dan lain-lain c) Penarikan Kesimpulan Merupakan proses pengambilan intisari dari sajian data yang telah diorganisasikan dalam bentuk kalimat atau pernyataan singkat tetapi mengandung pengertian yang luas. dan pengabstraksian data mentah menjadi informasi yang bermakna. 2007 : 38). Indikator Keberhasilan . Analisa data kualitatif Untuk menganalisa hasil pekerjaan siswa serta aktifitas proses pembelajaran digunakan analisa data kualitatif. b) Penyajian atau pemaparan data Merupakan proses penampilan data secara lebih sederhana dalam bentuk paparan naratif. F. yaitu: a) Reduksi data Merupakan proses penyederhanaan yang dilakukan melalui seleksi. grafik. pemfokusan. Data kualitatif dianalisa dengan model analisis interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Hubbermen (Tutuhatunewa. digunakan rumus : Persentase kriteria ketuntasan = Jumlah siswa tuntas x 100% Jumlah seluruh siswa 2.30 Secara klasikal. tabulasi.

31 Keberhasilan penelitian tindakan kelas pada pembelajaran dengan media komputer dinilai berdasar atas : Hasil belajar : Pelaksanaan tindakan dikatakan berhasil apabila 65% atau lebih siswa telah mencapai nilai minimum. yaitu 65. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.