1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pendidikan merupakan suatu upaya untuk memberikan pengetahuan, wawasan, keterampilan dan keahlian tertentu kepada individu-individu guna mengembangkan bakat serta kepribadian mereka. Dengan pendidikan, setiap individu berusaha untuk mengembangkan dirinya sehingga mampu beradaptasi dalam menghadapi setiap perubahan yang terjadi akibat adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam pendidikan formal, matematika merupakan salah satu cabang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang diajarkan pada setiap jenjang pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar sampai pada jenjang pendidikan menengah. Matematika mempunyai peranan penting dalam berbagai bidang kehidupan. Matematika juga mempunyai peranan penting dalam mengembangkan kemampuan berfikir siswa, yakni kemampuan berfikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif. Oleh karena itu perlu adanya upaya peningkatan kualitas pendidikan, khususnya mata pelajaran matematika. Berbagai upaya telah dilakukan guna meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya mata pelajaran matematika. Seperti, perbaikan dan pembaharuan sistem pembelajaran, penyempurnaan kurikulum, dan meningkatkan kemampuan guru melalui penataran. Namun dalam kenyataannya, hasil belajar siswa khususnya dalam mata pelajaran matematika masih rendah dan belum mencapai standar sesuai dengan kriteria ketuntasan yang diharapkan.

2

Berkaitan dengan hasil belajar, berdasarkan hasil wawancara dengan salah guru mata pelajaran matematika yang mengajar di kelas XI IPA SMA Xaverius Ambon pada tanggal 03 Februari 2012 diperoleh informasi bahwa kebanyakan hasil belajar matematika siswa kelas XI IPA masih rendah. Hal ini didasarkan pada nilai yang diperoleh sebagian besar siswa belum mencapai standar ketuntasan minimum yang ditetapkan sekolah yaitu 65. Berdasarkan hasil observasi dan angket yang diberikan kepada siswa kelas XI IPA pada tanggal 03 Februari 2012, diperoleh informasi yang menyebabkan masih rendahnya hasil belajar matematika, seperti kebanyakan siswa menganggap matematika merupakan mata pelajaran yang sulit. Perasaan sulit ini menyebabkan siswa kurang bersemangat dan kurang berminat mengikuti pelajaran, hal ini tampak dari sebagian besar siswa yang malas, mengantuk, dan jenuh pada saat proses belajar-mengajar berlangsung. Selain itu, proses belajarmengajar di kelas yang kurang bervariatif, monoton dan kurang menarik perhatian siswa juga berpengaruh terhadap rendahnya hasil belajar matematika. Permasalahan ini yang menjadi tantangan bagi pengajar dalam hal ini adalah peran guru bagaimana cara melakukan perubahan dan perbaikan kualitas pembelajaran dalam usaha meningkatkan hasil belajar matematika. Bagaimana cara menciptakan pembelajaran yang dapat menarik perhatian dan minat siswa sehingga siswa merasa semangat untuk mengikuti pembelajaran, siswa tidak merasa malas, mengantuk, jenuh dan tidak memandang matematika sebagai mata pelajaran yang sulit.

3

Selain metode pembelajaran, salah satu unsur yang memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar adalah media pembelajaran. Media pembelajaran adalah sarana atau alat bantu yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan siswa. Sehingga dapat dikatakan, media pembelajaran merupakan suatu alternatife jawaban dalam upaya mengatasi permasalahan di atas, yakni upaya mengatasi rendahnya hasil belajar matematika. Penggunaan media pembelajaran merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, meningkatkan perhatian, minat dan motivasi siswa. Hal ini sesuai yang dikemukakan Hamalik (Arsyad 2007 : 15), pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar-mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Senada yang dikemukakan oleh Sudjana dan Rivai (1992 : 2), media pembelajaran berfungsi agar pengajaran lebih menarik siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar, memperjelas makna bahan pengajaran, metode pengajaran lebih bervariasi, dan siswa dapat melakukan kegiatan belajar lebih banyak. Lebih jauh, Sadiman (2009 : 17) mengemukakan fungsi media secara umum, adalah sebagai berikut: memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis; mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera; meningkatkan kegairahan belajar, memungkinkan siswa belajar sendiri

Seiring dengan kemajuan teknologi sekarang ini. (4) kemampuan memori memungkinkan penampilan peserta didik yang telah lampau direkam dan dipakai dalam merencanakan langkah-langkah selanjutnya dikemudian hari. memberikan hasil belajar permanen dan membuat siswa lebih mudah menerima materi yang diberikan. membangkitkan motivasi belajar. yaitu : (1) membangkitkan motivasi kepada peserta didik dalam belajar. mempertinggi perhatian siswa. menciptakan minat dan respon siswa dan dapat menciptakan pemahaman siswa pada materi pelajaran. (5) berguna sekali untuk peserta .4 berdasarkan minat dan kemampuannya dan mengatasi sikap pasif siswa. dapat menyamakan pengalaman dan persepsi siswa terhadap isi pelajaran. (2) warna. komputer dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang menarik. musik. Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan memanfaatkan media pembelajaran sangat berfungsi dalam mendidik siswa karena dengan memanfaatkan media pembelajaran dapat menumbuhkan komunikasi antara siswa dan guru. Lebih jauh Rivai (2002 : 137-138) menjelaskan beberapa keuntungan dalam penggunaan komputer sebagai media pembelajaran. dan memberikan rangsangan yang sama. memberikan hasil belajar permanen. Komputer sebagai media pembelajaran merupakan alat bantu untuk memperjelas atau mempermudah penyampaian pesan. (3) menghasilkan penguatan yang tinggi. Jadi dengan memanfaatkan media pembelajaran dapat menciptakan pembelajaran lebih bervariasi. yakni penyampaian isi/materi pelajaran kepada siswa. efektif dan efisien. dapat meningkatkan kebutuhan siswa. dan grafis animasi dapat menambahkan kesan realisme.

Penggunaan komputer sebagai media pembelajaran dirasa cocok diterapkan di SMA Xaverius Ambon karena selain fasilitas komputer yang memadai juga adanya kemampuan guru mata pelajaran untuk melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media komputer. Dijelaskan pula. maka peneliti mempunyai keinginan untuk melakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika dengan memanfaatkan media pembelajaran komputer. sampai sekarang ini guru mata pelajaran matematika belum pernah melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media komputer. Informasi ini diperoleh dari hasil wawancara dengan pimpinan sekolah. Seperti halnya SMA Xaverius Ambon yang sudah memiliki fasilitas laboratorium komputer yang tergolong lengkap dan sudah memilki 6 buah projektor. menarik dan tidak membosankan. terutama bidang studi matematika yang merasa kesulitan dalam mencari media yang tepat untuk menciptakan suasana asyik. Dewasa ini hampir setiap sekolah mempunyai komputer yang jumlahnya cukup memadai untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Meskipun demikian. . Oleh karena itu peneliti mengambil judul “Meningkatkan Hasil Belajar Matematika (Materi Turunan Fungsi) dengan Pemanfaatan Media Komputer pada Siswa Kelas XI IPA SMA Xaverius Ambon”. Dari uraian latar belakang di atas. masing-masing guru mata pelajaran sudah memiliki laptop pribadi. dan (6) kemampuan daya rekamnya memungkinkan pengajaran individual bisa dilaksanakan. Penggunaan media komputer menjadi hal yang menarik untuk dijadikan pedoman bagi guru.5 didik yang lamban.

Pembelajaran matematika kurang bervariatif (metode konvensional) sehingga pembelajaran terasa kurang menarik dan membosankan. Manfaat Penelitian Penelitian ini memiliki arti yang sangat penting karena mempunyai manfaat bagi berbagai pihak antara lain : . maka tujuan penelitian yang hendak dicapai yaitu: Untuk meningkatkan hasil belajar matematika (materi turunan fungsi) pada siswa kelas XI IPA SMA Xaverius Ambon dengan pemanfaatan media komputer. 3. maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah: Apakah penggunaan media komputer dapat meningkatkan hasil belajar matematika (materi turunan fungsi) pada siswa kelas XI IPA SMA Xaverius Ambon ? D.6 B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan. Belum dimanfaatkannya fasilitas (media komputer) yang ada di sekolah sebagai media pembelajaran. masalah yang ditemui dalam pembelajaran di kelas antara lain : 1. 2. E. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas. Tujuan Penelitian Sejalan dengan permasalahan di atas. C. Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika.

Bagi Peneliti a. Dapat Memberikan pengalaman tentang pembelajaran dengan penggunaan srategi mengajar dengan media komputer sebagai langkah awal untuk mempersiapkan diri menjadi seorang pengajar yang profesional. meningkatkan hasil belajar matematika dan meningkatkan minat siswa terhadap pelajaran matematika. dan untuk menghindari salah penafsiran dalam memahami permasalahan ini. F. maka perlu diberikan penjelasan terhadap permasalahan yang dimaksud: . b. Peneliti mendapatkan pengalaman yang berharga melalui keterlibatannya secara langsung pada dunia kerja khususnya sebagai guru atau pengajar.7 1. dalam menggunakan media komputer dalam mengajar matematika. 3. Bagi sekolah Dapat dipakai sebagai bahan informasi dalam proses pembelajaran matematika di sekolah. Dan dapat meningkatkan pemahaman belajarmengajar di sekolah serta meningkatkan mutu dari lulusan sekolah. 4. Penjelasan Istilah Agar penelitian ini sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Bagi Guru Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai informasi dan bahan pertimbangan bagi para guru mata pelajaran matematika. Bagi Siswa Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu siswa dalam usaha pemahaman materi yang disampaikan oleh guru. 2.

. Pada penelitian ini hasil belajar adalah nilai yang diperoleh setiap akhir siklus untuk masing-masing individu siswa pada pembelajaran matematika dengan materi turunan fungsi pada siswa kelas XI IPA SMA Xaverius Ambon dengan pemanfaatan media komputer. dan (4) aturan rantai. (3) turunan fungsi trigonometri. Pemanfaatan media komputer yang dimaksudkan pada penelitian ini adalah memanfaatkan media komputer pada pembelajaran matematika untuk menjelaskan materi turunan fungsi. 3. 2.8 1. Materi turunan fungsi yang dimaksudkan pada penelitian ini adalah (1) konsep dan pengertian turunan fungsi. (2) turunan fungsi aljabar. Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh siswa setelah melalui proses belajar-mengajar. dengan bentuk penggunaan multimedia presentasi yang memanfaatkan program Microsoft Office PowerPoint yang disajikan melalui Laptop dan Proyektor.

9 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pengertian Belajar. . Proses belajar terjadi karena interaksi antara seseorang dengan linkungannya. Pengertian Belajar Belajar merupakan kegiatan yang terjadi pada semua orang tanpa mengenal batas usia. seseorang dapat membangun pengetahuan dalam dirinya. sehingga pengetahuannya semakin berkembang. Selanjutnya Dimiyati (1994 : 4) mengemukakan bahwa belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks. Dengan demikian belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku yang terjadi pada diri seseorang secara terus menerus. Pembelajaran dan Hasil Belajar 1. Hal yang sama juga dikemukakan oleh Hakim (2001 : 1). Dengan belajar seseorang akan memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk membangun dirinya. dan berlangsung seumur hidup. Dengan belajar. Arsyad (2007 : 1) mengemukakan bahwa belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Ratumanan (2002 : 2) mendefenisikan belajar sebagai suatu tahapan aktifitas yang menghasilkan perubahan perilaku dan mental yang relatif tetap sebagai bentuk respon terhadap situasi atau sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan. Proses belajar terjadi karena siswa mempelajari sesuatu yang ada di lingkungan sekitarnya. Siswa adalah penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar. belajar merupakan usaha yang dilakukan seseorang melalui interaksi dengan lingkungannya untuk merubah perilakunya. yang merupakan hasil interaksi dengan lingkungannya.

guru mengajar supaya siswa dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif). penguasaan kemahiran dan tabiat. Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat menjadi proses pemorolehan ilmu dan pengetahuan. pembelajaran adalah proses untuk membantu siswa agar dapat belajar dengan baik.http://blog. Pembelajaran lebih menekankan pada bagaimana upaya yang dilakukan guru untuk mendorong atau memfasilitasi siswa untu belajar. pembelajaran merupakan suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa. Dengan kata lain. walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan.persimpangan. Hal ini sesuai dengan pendapat Gagne dan Briggs (2012. disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang lebih efektif dan bersifat internal. serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada siswa.10 2. bukan pada apa yang dipelajari siswa. Pengertian Pembelajaran Pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu upaya menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa dapat belajar (Ratumanan 2002 : 3). Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak yaitu pekerjaan guru saja. Menurut Eggen dan Kauchak . serta keterampilan (aspek psikomotor) siswa.com/blog/2007/08/06/pengertian-pembelajaran). yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang. juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif). Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan siswa.

sikap dan keterampilan siswa sehingga menjadi lebih baik dari sebelumnya. menjelaskan bahwa ada enam ciri pembelajaran yang efektif.persimpangan. membandingkan. menemukan kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan serta membentuk konsep dan generalisasi berdasarkan kesamaan-kesamaan yang ditemukan b. Selanjutnya menurut Munandar (1992 : 8). Pengertian Hasil Belajar Hasil belajar merupakan kemampuan yang diperoleh individu setelah proses belajar-mengajar berlangsung. hasil belajar ialah perubahan tingkah laku yang mencakup bidang kognitif. 3. Orientasi pembelajaran penguasaan isi pelajaran dan pengembangan keterampilan berpikir f. Aktivitas-aktivitas siswa sepenuhnya didasarkan pada pengkajian Guru secara aktif terlibat dalam pemberian arahan dan tuntunan kepada siswa dalam menganalisis informasi e.com/blog/2007/08/06/pengertian-pembelajaran). Sebagaimana yang dikemukakan Sudjana (2004 : 22). Guru menyediakan materi sebagai fokus berpikir dan berinteraksi dalam pelajaran c. d. dan psikomotor yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. yang dapat memberikan perubahan tingkah laku baik pengetahuan. Guru menggunakan teknik mengajar yang bervariasi sesuai dengan tujuan dan gaya mengajar guru. Siswa menjadi pengkaji yang aktif terhadap lingkungannya melalui mengobservasi. pemahaman.11 (2012. yaitu: a. afektif. hasil belajar .http://blog.

dan evaluasi. dan internalisasi. Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah dan keempat aspek beriktnya termasuk kognitif tingkat tinggi. jawaban atau reaksi. organisasi. Gerakan ketrampilan kompleks 6. penilaian. a) Ranah kognitif berkenan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek yakni: pengetahuan atau ingatan. yakni ranah kognitif. Proses penilaian terhadap hasil belajar dapat memberikan informasi kepada guru tentang kemajuan siswa dalam upaya tujuan-tujuan belajarnya melalaui kegiatan belajar. baik tujuan kurikuler maupun tujuan instruksional. analisis. Gerakan refleks 2.12 adalah produk dalam kegiatan belajar mengajar yang dapat dilihat melalui nilai atau angka berdasarkan penilaian guru di dalam proses evaluasi. Ada enam aspek ranah psikomotor. sintesis. Sudjana (2004 : 22). menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Benyamin Bloom yang secara garis besar membaginya menjadi tiga ranah. ranah psikomotorik. mengemukakan dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan. . b) Ranah afektif berkenan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek yakni: penerimaan. Keterampilan gerakan dasar 3. yakni: 1. pemahaman. Kemampuan preseptual 4. Gerakan ekspresif dan interpretatif. aplikasi. Keharmonisan atau ketepatan 5. ranah afektif. c) Ranah psikomotor berkenan dengan hasil belajar ketrampilan dan kemampuan bertindak.

(vi) matematika konsisten dalam sistemnya (Soedjaji 2000 : 11. (iv) matematika memiliki symbol yang kosong dari arti. Dalam penelitian ini hasil belajar dapat dilihat dari ranah kognitif. (iii) matematika menggunakan pola pikir dedukatif. dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia mengalami proses belajar. (ii) matematika bertumpu pada kesepakatan. Menurut Hudoyo (Warella dan Laamena. B. Hakekat Belajar Matematika Hakekat matematika menunjuk kepada segi-segi penting dan mendasar yang ada pada matematika. 13). (v) matematika memperhatikan semesta pembicaraan. Selanjutnya dijelaskan pula bahwa konsep-konsep matematika yang tersusun secara hirarkis itu artinya bahwa konsep baru terbentuk karena adanya pemahaman terhadap konsep sebelumnya. Hal senada juga dikemukakan oleh Bruner (Suradi. yang dapat dilihat melalui nilai atau angka berdasarkan penilaian guru di dalam proses evaluasi. belajar matematika berarti belajar tentanng ide-ide atau konsep-konsep abstrak yang tersusun secara hirarkis dan penalarannya bersifat dedukatif. 2004 : 107). . Adapun ciri-ciri atau karakteristik matematika adalah : (i) matematika memiliki objek yang abstrak. belajar matematika adalah belajar tentang konsep-konsep dan struktur-struktur matematika yang terdapat di dalam materi yang dipelajari serta mencari hubungan antara konsepkonsep dan struktur-struktur itu. 2006 : 107).13 Berdasarkan uraian di atas. Jadi pada dasarnya belajar matematika yang dipelajari adalah konsep-konsep dan struktur-struktur matematika yang tersusun secara hirarkis dan menurut aturan yang logis.

Berdasarkan pengertian-pengertian yang telah diberikan. baik secara konseptual maupun secara praktis. Perolehan pengetahuan sebagai hasil belajar matematika dapat di lihat dari kemampuan seseorang untuk mengfungsionalkan matematika. perasaan. C. media pembelajaran mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut: . maka dapat dikatakan media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran agar dapat merangsang pikiran. Komputer sebagai Media Pembelajaran Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. materi. keterampilan. dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman 2009 : 7). minat dan perhatian siswa sehingga proses interaksi komunikasi edukasi antara guru (atau pembuat media) dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna.14 Suradi (2006 : 107) mengatakan bahwa belajar matematika pada hakekatnya merupakan suatu keaktifan mental atau kegiatan psikologis untuk memahami hubungan antara objek-objek dalam suatu struktur matematika serta berbagai hubungan antara struktur-struktur tersebut melalui manipulasi simbol sehingga diperoleh pengetahuan baru. perhatian. atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan. atau sikap. Hal yang sama dikemukakan Gerlach dan Ely (Arsyad 2007 : 3) mengatakan bahwa media jika dipahami secara garis besar adalah manusia. Menurut Sadiman (2009 : 17). perasaan.

Komputer merupakan suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas. serta menyediakan output dalam bentuk informasi (Rizky 2009 : 11). dapat menyamakan pengalaman dan persepsi siswa terhadap isi pelajaran. dan mengatasi sikap pasif siswa. menyimpan perintahperintah dan hasil pengolahannya. memberikan hasil belajar permanen dan membuat siswa lebih mudah menerima materi. b) Mengatasi keterbatasan ruang. waktu dan daya indera c) Meningkatkan kegairahan belajar. Salah satu media yang dirasa sangat menarik. memungkinkan siswa belajar sendiri berdasarkan minat dan kemampuannya. Media pembelajaran dapat menumbuhkan komunikasi antara siswa dan guru. memproses input sesuai dengan instruksi yang diberikan.15 a) Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka). Nampak jelas bahwa media pembelajaran mempunyai andil yang besar terhadap kesuksesan proses belajar mengajar. . mempertinggi perhatian siswa. dan menghasilkan output berdasar instruksi-intruksi yang tersimpan dalam memori. yaitu menerima input. dan d) Memberikan rangsangan yang sama. bagus dan bermanfaat dalam pembelajaran adalah media komputer. Komputer juga dapat diartikan sebagai sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan input data. memprosesnya.

dan grafis animasi dapat menambahkan kesan realisme. dan suara dalam sebuah tampilan yang terintegrasi. tetapi komputer juga digunakan untuk keperluan pengolahan.16 Komputer merupakan jenis media yang secara virtual dapat menyediakan respon yang segera terhadap hasil belajar yang dilakukan oleh siswa. Sudjana dan Rivai (2002 : 137-138) menjelasakan ada beberapa keuntungan dalam mendayagunakan komputer dalam pembelajaran. musik. 2) warna. 4) kemampuan memori memungkinkan penampilan peserta didik yang telah lampau . Dengan tampilan yang dapat mengkombinasikan berbagai unsur penyampaian informasi dan pesan. grafik. Sajian multimedia berbasis komputer dapat diartikan sebagai teknologi yang mengoptimalkan peran komputer sebagai sarana untuk menampilkan dan merekayasa teks. juga sebagai sarana belajar multimedia. Komputer telah digunakan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. 3) menghasilkan penguatan yang tinggi. Perkembangan teknologi yang pesat telah memungkinkan komputer memuat dan menayangkan beragam bentuk media di alamnya. Media pembelajaran komputer adalah alat yang digunakan untuk mempermudah penyampaian materi pada saat kegiatan belajar mengajar. Lebih dari itu. yaitu: 1) membangkitkan motivasi kepada peserta didik dalam belajar. Komputer tidak lagi digunakan hanya sekedar untuk keperluan komputasi saja. penyimpanan. komputer memiliki kemampuan menyimpan dan memanipulasi informasi sesuai kebutuhan. dan penyajian (persentasi) data dan informasi. komputer dapat dirancang dan digunakan sebagai media teknologi yang efektif untuk mempelajari dan mengajarkan materi pelajaran yang relevan.

7) rentang pengawasan guru diperlebar sejalan dengan banyaknya informasi yang disajikan dengan mudah yang diatur oleh guru. Salah satu program aplikasi komputer yang sering digunakan dalam persentasi adalah Microsoft PowerPoint. Keuntungan lain dari program ini adalah sederhananya . image. Multimedia presentasi digunakan untuk menjelaskan materi-materi yang sifatnya teoritis. sehingga mengakomodasi sesuai dengan modalitas belajar siswa. Beberapa bentuk penggunaan media komputer yang dapat digunakan dalam pembelajaran meliputi: 1) Penggunaan Multimedia Presentasi. Microsoft PowerPoint merupakan salah satu program aplikasi di bawah Microsoft Office. 6) kemampuan daya rekamnya memungkinkan pengajaran individual bisa dilaksanakan. dan membantu pengawasan lebih dekat kepada kontak langsung dengan para peserta didik. Kelebihan media ini adalah menggabungkan semua unsur media seperti teks. animasi. grafik dan sound menjadi satu kesatuan penyajian. Media pembelajaran komputer memiliki fungsi sebagai alat bantu untuk memperjelas pesan yang disampaikan guru. Media ini cukup efektif sebab menggunakan multimedia projector yang memiliki jangkauan pancar cukup besar. Juga berfungsi untuk pembelajaran individual dimana kedudukan media sepenuhnya melayani kebutuhan belajar siswa. 5) berguna sekali untuk peserta didik yang lamban. Keuntungan terbesar dari program ini adalah tidak perlunya pembelian piranti lunak karena sudah berada di dalam Microsoft Office. video.17 direkam dan dipakai dalam merencanakan langkah-langkah selanjutnya dikemudian hari.

CD multimedia interaktif dapat digunakan pada pembelajaran di sekolah sebab cukup efektif meningkatkan hasil belajar siswa terutama komputer. siswa dapat menjadi lebih fokus dan lebih tertarik terhadap pembelajaran. animasi. dapat meminimalisir pendidik untuk menulis berulang-ulang di papan tulis. proses pembelajaran menjadi lebih praktis. karena dengan materi yang ditampilkan oleh Microsoft PowerPoint. karena materi telah ditampilkan melalui layar LCD yang dapat dijangkau oleh semua siswa. CD multimedia interaktif merupakan sebuah benda yang menegaskan sebuah format multimedia dapat dikemas dalam sebuah CD dengan tujuan aplikasi interaktif didalamnya. Ikon-ikon pembuatan presentasi kurang lebih sama dengan ikon-ikon Microsoft Word yang sudah dikenal oleh kebanyakan pemakai komputer. dan dengan adanya media presentasi ini. Pendidik sudah tidak perlu lagi menuliskan materinya di papan tulis. Sehingga proses pembelajaran matematika dapat terlaksana dengan baik. video. Sifat media ini selain interaktif juga bersifat multimedia terdapat unsur-unsur media secara lengkap yang meliputi sound.18 tampilan ikon-ikon. 2) CD Multimedia Interaktif. tampilan materinya dapat dimodifikasi dengan pemberian animasianimasi atau hiburan lain yang sangat memungkinkan mengurangi rasa kebosanan siswa terhadap materi yang diajarkan. Selain itu. Dengan metode presentasi menggunakan Microsoft PowerPoint ini. . Sehingga memudahkan pemakai dalam membuat sebuah bahan persentasi. teks dan grafis.

1.2. video pembelajaran juga termasuk media yang dapat digunakan untuk pembelajaran. Tabel 2. Menggunakan konsep dan aturan turunan dalam perhitungan turunan fungsi Indikator 6.3. dengan memanfaatkan program Microsoft PowerPoint yang disajikan melalui laptop dan projector. Video ini bersifat interaktiftutorial membimbing siswa untuk memahami sebuah materi melalui visualisasi. Turunan Fungsi merupakan salah satu materi dalam pembelajaran matematika. Arti geometri dan arti fisis turunan fungsi . Dalam penelitian ini. Menjelaskan arti Materi Pembelajaran Konsep dan pengertian turunan fungsi a. Menghitung turunan fungsi yang sederhana dengan menggunakan definisi turunan 6. Definisi turunan fungsi b. Pemanfaatan media komputer digunakan dalam pembelajaran matematika materi turunan fungsi.3.19 3) Video Pembelajaran Selain CD multimedia interaktif.1. D. bentuk pemanfaatan media komputer dalam pembelajaran matematika yaitu bentuk penggunaan multimedia presentasi. Ruang Lingkup Materi Berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan SMA. Siswa juga dapat secara interaktif mengikuti kegiatan praktek sesuai yang diajarkan dalam video. Indikator dan Materi Pembelajaran Turunan Fungsi Kompetensi Dasar 6.3. Kompetensi Dasar. yang diajarkan pada jenjang pendidikan SMA kelas XI IPA semester genap. Adapun ruang lingkup materi dalam penelitian tindakan ini adalah : Standar Kompetensi: Menggunakan konsep limit fungsi dan turunan fungsi dalam pemecahan masalah.

turunan fungsi ƒ(x) terhadap variabel x adalah ƒ′ yang nilainya pada titik x adalah: ƒ′ (x) = lim f (x + h) – f (x) h Turunan dapat diartikan menjadi 2.3. 2. Proses menemukan turunan dari suatu fungsi disebut sebagai pendiferensialan ataupun diferensiasi. Secara matematis. Turunan suatu fungsi f di tulis ƒ′ (dibaca f aksen). Secara geometri arti turunan adalah gradien garis singgung kurva f(x) di suatu titik.4.3. Menentukan turunan fungsi trigonometri c. Turunan Fungsi Aljabar a) Turunan fungsi konstan Jika f(x) = c.3. Laju perubahan nilai fungsi terhadap variable bebas Turunan fungsi aljabar Turunan fungsi trigonometri 1. Menentukan laju perubahan nilai fungsi terhadap variabel bebasnya 6. sedangkan secara fisis arti turunan adalah kecepatan sesaat dari pergerakan benda terhadap perubahan waktu. Menentukan turunan fungsi aljabar 6. Pengertian Turunan Fungsi Turunan dari suatu fungsi mewakili perubahan yang sangat kecil dari fungsi tersebut terhadap variabelnya.5. yaitu turunan geometri dan turunan fisis.3. maka ƒ′(x) = 0 .20 fisis (sebagai laju perubahan) dan arti geometri turunan di suatu titik 6.

cot x . maka ƒ′(x) = u′(x). maka ƒ′(x) = u′(x) – v′(x) e) Turunan hasil kali fungsi-fungsi Jika f(x) = u(x). secan dan cosecant (i) Jika f(x) = cot x. v′(x) [v(x)] 2 Turunan Fungsi Trigonometri a) Turunan fungsi sinus Jika f(x) = sin x. tan x (iii) Jika f(x) = cosec x. maka f ′(x) = . v(x) + u(x).cosec x. maka f ′(x) = cos x b) Turunan fungsi kosinus Jika f(x) = cos x. v′(x) f) Turunan hasil bagi fungsi-fungsi Jika f(x) = 3. maka f ′(x) = .sin x c) Turunan fungsi tangent Jika f(x) = tan x.sec² x d) Turunan fungsi-fungsi cotangen. maka f ′(x) = . maka f ′(x) = sec x. v(x) – u(x). maka ƒ′(x) = u′(x) + v′(x) d) Turunan fungsi selisih fungsi-fungsi Jika f(x) = u(x) – v(x). maka ƒ′(x) = v(x) u′(x). maka f ′(x) = . u(x) . v(x). maka ƒ′(x) = nxn-1 c) Turunan fungsi jumlah fungsi-fungsi Jika f(x) = u(x) + v(x).21 b) Turunan fungsi f (x) = x n Jika f(x) = x n.cosec² x (ii) Jika f(x) = sec x.

menumbuhkan interaksi/komunikasi antara guru dan siswa dan memberikan hasil belajar permanen dan membuat siswa lebih mudah menerima materi yang diberikan. Penggunaan media pembelajaran merupakan suatu alternatife jawaban dalam mengatasai permasalahan diatas yakni mengatasi rendahnya hasil belajar matematika. Pembelajaran dirasa kurang menarik. Dari uraian di atas peneliti beranggapan bahwa keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar bukan hanya ditentukan oleh metode pembelajaran. kegiatan proses belajar mengajar jadi lebih menyenangkan. komputer dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang efektif dan efisien. salah satu unsur yang memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar adalah media pembelajaran. Dengan pemakaian media pembelajaran. membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar. Penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat siswa terhadap pelajaran. Kerangka Pikir Pembelajaran matematika yang terjadi di sekolah-sekolah sekarang ini masih kurang bervariatif. akan . Selain metode pembelajaran. yang akhirnya dapat menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa khususnya mata pelajaran matematika. Kondisi seperti ini dapat membuat siswa kurang bersemangat dan kurang berminat dalam mengikuti pelajaran. bahkan terkesan membosankan bagi siswa.22 E. Seiring dengan kemajuan teknologi. Penggunaan media komputer dirasa dapat menarik perhatian siswa dan dapat membangkitkan motivasi dan semangat siswa dalam mengikuti pelajaran. monoton.

PTK dilaksanakan dalam proses berdaur atau yang biasa disebut siklus. Salah satu media pembelajaran yang dirasa sangat menarik. F. Tindakan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakan mereka dalam melaksanakan tugas sehari-hari. dan refleksi. pengamatan. pelaksanaan tindakan. Tipe Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan model penelitian tindakan kelas (PTK). Hipotesis Dari uraian kerangka fikir di atas. PTK merupakan suatu bentuk pengkajian yang berbentuk reflektif oleh pelaku tindakan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. bagus dan bermanfaat besar terhadap hasil belajar matematika adalah media komputer. . BAB III METODE PENELITIAN A. maka hipotesis dalam penelitian ini adalah “Pemanfaatan media komputer sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar matematika (materi turunan fungsi) pada siswa kelas XI IPA SMA Xaverius Ambon”. yang setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan. Untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut. serta memperbaiki kondisi di mana praktik-praktik pembelajaran tersebut dilakukan. memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan.23 tetapi juga karena penggunaan media pembelajaran.

Siklus II terdiri atas satu pertemuan dengan materi turunan fungsi aljabar. Siklus I terdiri dari dua pertemuan dengan materi konsep dan pengertian turunan fungsi. . Pada semester genap tahun ajaran 2011/2012. Siswa sebagai sumber data untuk mendapatkan data hasil belajar. sedang guru sebagai pelaksana proses pembelajaran dengan menggunakan media komputer dan dapat memberi informasi tentang pelaksanaan proses pembelajaran. dan turunan fungsi aljabar. 3) Siklus Penelitian Penelitian tindakan ini terdiri dari 2 (dua) siklus. Setting Penelitian 1) Lokasi penelitian Penelitian dilaksanakan di SMA Xaverius Ambon. tahun ajaran 2011/2012. yang menjadi subjek adalah siswa kelas XI IPA yang berjumlah 22 orang. Jln 2) Waktu Penelitian Waktu Penelitian dilaksanakan pada tanggal 11 Mei 2012 sampai dengan tanggal 21 Mei 2012. Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Xaverius Ambon tahun ajaran 2011/2012 dan guru mata pelajaran matematika yang mengajar kelas tersebut.24 B. D. C. Subjek Penelitian Dalam penelitian ini.

Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1) Instrumen tes Instrumen tes yang dilakukan adalah tes uraian tertulis dilaksanakan setiap akhir siklus. Menghitung turunan fungsi yang sederhana dengan menggunakan definisi turunan 2. Tabel 3.25 E. Menjelaskan arti fisis (sebagai laju perubahan) dan arti geometri turunan di suatu titik 3. Menentukan turunan fungsi aljabar 5. Arti geometri dan arti fisis turunan fungsi c. Menentukan laju perubahan nilai fungsi terhadap variabel bebasnya 4. Instrumen Tes Siklus I II Indikator 1. Tes dimaksudkan untuk mengukur hasil belajar siswa terhadap materi yang diajarkan. Pemberian angket dilaksanakan pada akhir penelitian. Laju perubahan nilai fungsi terhadap variable bebas Turunan fungsi aljabar Turunan fungsi trigonometri 2) Angket Angket diberikan kepada siswa bertujuan untuk mengetahui respon atau pendapat siswa terhadap pembelajaran matematika dengan pemanfaatan media komputer. pemahaman dan aplikasi. Menentukan turunan fungsi trigonometri Materi Pembelajaran Konsep dan pengertian turunan fungsi a. Definisi turunan fungsi b.1. Penyusunan soal tes akhir disesuaikan dengan tingkat kesukaran berdasarkan aspek kognitif yang dibedakan menjadi tiga tingkatan yaitu : pengetahuan. 3) Format pengamatan (Observasi) .

dimana setiap pertemuan terdiri dari 1 RPP. Perangkat pembelajaran Perangkat pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan bahan ajar.26 Format observasi/pengamatan diisi peneliti dan observer. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan bahan ajar dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3. Bahan ajar disusun dengan merujuk pada sumber-sumber yang relevan dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). 1) Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP) RPP disusun mengacu pada silabus dan disesuaikan dengan sintaks pembelajaran dengan pemanfaatan media komputer. selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Buku-buku yang dipakai dalam penyusunan bahan ajar yaitu buku paket Matematika untuk SMA Kelas XI IPA dan modul Matematika (program IPA) untuk SMA Kelas XI Semester 2. Format observasi terdiri dari format pengamatan untuk aktifitas guru dan siswa. dilaksanakan setiap pertemuan berlangsung. 2) Bahan ajar Bahan ajar pada penelitian ini disusun dalam bentuk powerpoint dan dilampirkan dalam bentuk printout. Format observasi digunakan untuk mengamati pelaksanaan kegiatan pembelajaran . Perangkat Pembelajaran . Siklus. Dalam hal ini disusun 3 RPP.2. serta situasi-situasi yang terjadi di dalam kelas. F.

Prosedur penelitian tindakan kelas dapat diuraikan sebagai berikut : Tabel 3. serta turunan fungsi aljabar b.3. Menkoordinasi program kerja bersama guru a. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran b. pengamatan. dimana tiap siklus dilaksanakan dengan perubahan yang ingin dicapai. Menyiapkan pembelajaran dengan media komputer yang memanfaatkan program Microsoft Office PowerPoint untuk menjelaskan Konsep dan pengertian turunan fungsi. Melaksanakan pembelajaran dengan media komputer yang memanfaatkan program Microsoft Office PowerPoint untuk menjelaskan Konsep dan pengertian turunan fungsi. serta turunan fungsi aljabar c. Prosedur Penelitian Siklus Tahap Perencanaan Siklus I Pelaksanaan Tindakan Kegiatan a. Prosedur Penelitian Penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan dalam dua siklus. Menyiapkan alat bantu untuk melaksanakan tindakan siklus I f. Setelah pelaksanaan pembelajaran. melakukan tindakan (pelaksanaan). maka dilakukan . Merancang soal-soal yang bervariatif untuk meningkatkan pemahaman siswa dengan memanfaatkan media komputer pada program microsoft Office PowerPoint d. Pelaksanaan pembelajaran pada siklus I terdiri dari dua pertemuan. Menyiapkan lembar observasi untuk mengetahui jalannya proses pembelajaran e. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan. Menyiapkan Soal Tes untuk Siklus I g. dan refleksi.27 Siklus I II Pertemuan 1 2 3 RPP 01 02 03 Bahan Ajar 01 02 03 G. yang pelaksanaannya sesuai dengan RPP-01 dan RPP-02 c.

Menkoordinasi program kerja bersama guru a. Melaksanakan pembelajaran dengan media komputer yang memanfaatkan animasi flash/gambar bergerak program Microsoft Office PowerPoint untuk menjelaskan Turunan fungsi trigonometri b. d. maka dilakukan pembagian angket respon siswa . Menyiapkan pembelajaran dengan media komputer yang memanfaatkan animasi flash/gambar bergerak program Microsoft Office PowerPoint untuk menjelaskan Turunan fungsi trigonometri c. Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan b. maka dilakukan evaluasi akhir yang bertujuan mengukur kemampuan siswa dalam memahami materi yang diajarkan d. Menyiapkan lembar observasi untuk mengetahui jalannya proses pembelajaran e.28 Pengamatan Refleksi evaluasi akhir yang bertujuan mengukur kemampuan siswa dalam memahami materi a. Melakukan pengamatan terhadap pelaksanaan proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru c. Melakukan pertemuan membahas hasil evaluasi c. Merancang soal-soal yang bervariatif untuk meningkatkan pemahaman siswa dengan memanfaatkan media komputer pada program microsoft Office PowerPoint. Melakukan pengamatan terhadap aktivitas siswa b. Menyiapkan alat bantu untuk melaksanakan tindakan siklus II g. yang pelaksanaannya sesuai dengan RPP-03 c. Menyiapkan lembar angket respon siswa terhadap pembelajaran dengan memanfaatkan media komputer f. Menyiapkan Soal Tes untuk Siklus II h. Merevisi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran b. Menilai hasil tindakan dan membandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan a. Setelah pelaksanaan pembelajaran. Menyimpulkan hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki dan diperhatikan pada siklus berikut Siklus Tahap Perencanaan Siklus II Pelaksanaan Tindakan Kegiatan a. Setelah dilakukan penelitian pelaksanaan tindakan. Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II terdiri dari satu pertemuan.

. Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan b. Menilai hasil tindakan dan membandingkan dengan Refleksi kriteria yang telah ditetapkan d. Teknik Analisis Data Data dari hasil penelitian ini diolah dengan menggunakan analisis data kuantitatif dan analisis data kualitatif. digunakan rumus : Nilai = Skor yang diperoleh Skor Total x 100 Selanjutnya dari nilai yang diperoleh. Klasifikasi Tingkat Ketuntasan Siswa Nilai ≥ 65 < 65 Keterangan Tuntas Tidak Tuntas Sumber : SMA Xaverius Ambon Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa. 1.4.29 a. Mengolah data dan menganalisis hasil angket respon siswa a. siswa dikatakan tuntas belajar apabila siswa mencapai nilai minimum 65. Melakukan pengamatan terhadap pelaksanaan proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru Pengamatan c. Secara umum analisa data kuantitatif menggunakan statistik deskriptif. kemudian diklasifikasikan tingkat ketuntasan siswa terhadap materi pelajaran. Melakukan pengamatan terhadap aktivitas siswa b. Melakukan pertemuan membahas hasil evaluasi c. Menyusun dan mengolah data hasil penelitian H. Analisa Data kuantitatif. Tabel 3. Untuk mengetahui hasil belajar yakni ketuntasan siswa terhadap materi pelajaran.

Indikator Keberhasilan . dan lain-lain c) Penarikan Kesimpulan Merupakan proses pengambilan intisari dari sajian data yang telah diorganisasikan dalam bentuk kalimat atau pernyataan singkat tetapi mengandung pengertian yang luas. F. untuk menghitung persentase ketuntasan siswa terhadap materi pelajaran. Data kualitatif dianalisa dengan model analisis interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Hubbermen (Tutuhatunewa. digunakan rumus : Persentase kriteria ketuntasan = Jumlah siswa tuntas x 100% Jumlah seluruh siswa 2. dan pengabstraksian data mentah menjadi informasi yang bermakna. yaitu: a) Reduksi data Merupakan proses penyederhanaan yang dilakukan melalui seleksi. pemfokusan. grafik. 2007 : 38). matriks. tabulasi.30 Secara klasikal. b) Penyajian atau pemaparan data Merupakan proses penampilan data secara lebih sederhana dalam bentuk paparan naratif. Analisa data kualitatif Untuk menganalisa hasil pekerjaan siswa serta aktifitas proses pembelajaran digunakan analisa data kualitatif.

31 Keberhasilan penelitian tindakan kelas pada pembelajaran dengan media komputer dinilai berdasar atas : Hasil belajar : Pelaksanaan tindakan dikatakan berhasil apabila 65% atau lebih siswa telah mencapai nilai minimum. yaitu 65. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.