BUDAYA POLITIK PARTISIPAN

Partisipan Frekuensi orientasi politik sistem sebagai obyek umum, obyek-obyek input, output, dan pribadi sebagai partisipan aktif mendekati satu. Bentuk kultur dimana anggota-anggota masyarakat cenderung diorientasikan secara eksplisit terhadap sistem politik secara komprehensif dan terhadap struktur dan proses politik serta administratif (aspek input dan output sistem politik) Anggota masyarakat partisipatif terhadap obyek politik Masyarakat berperan sebagai aktivis. Ciri ciri warga yang berbudaya politik partisipan,antara lain sebagai berikut: 1.Warga memiliki pengetahuan dan kepekaan yang cukup terhadap isu issu mengenai kehidupan politik negaranya. 2.warga mampu bersikap terhadap masalah atau isu politik baik sikap yang mendukung atau menerima maupun sikap yang menolak

Budaya partisipan yaitu budaya dimana masyarakat sangat aktif dalam kehidupan politik, dan masyarakat yang bersangkutan sudah relatif maju baik sosial maupun ekonomi, tetapi masih bersifat pasif. Contoh budaya politik partisipan ini antara lain adalah peranserta masyarakat dalam pengembangan budaya politik yang sesuai dengan tata nilai budaya bangsa Indonesia. Dalam kehidupan nyata tidak ada satupun negara yang memiliki budaya politik murni partisipan, melainkan terdapat variasi campuran di antara tipe-tipe partisipan, pariokal atau subyek, ketiganya menurut para ahli tervariasi ke dalam tiga bentuk budaya politik, yaitu : a. Budaya politik subyek-parokial (the parochial- subject culture) b. Budaya politik subyek-partisipan (the subject-participant culture) c. Budaya politik parokial-partisipan (the parochial-participant culture) Budaya partisipan adalah budaya dimana masyarakat sangat aktif dalam kehidupan politik. Masyarakat dengan budaya politik partisipasi, memiliki orientasi yang secara

eksplisit ditujukan kepada sistem secara keseluruhan. Dengan demikian. meskipun sebenarnya dimungkinkan mereka menolak atau menerima. masukan. dan mengkritik terhadap kebijakan & keputusan politik pemerintah. Hal itu karena masyarakat telah sadar bahwa betapa kecilnya mereka dalam sistem politik. dalam jangka waktu tertentu akan selalu terjadi proses dialektika antara kehidupan politik di satu pihak dengan sistem nilai budaya masyarakat di pihak lain. menilai. Tegasnya terhadap input maupun output dari sistem politik itu. seperti Gabriel Almond. Para ilmuwan politik yang sangat berperanan dalam mengembangkan teori kebudayaan politik. masyarakat juga merealisasi dan mempergunakan hak-hak politiknya. Mereka menyatakan bahwa setiap proses politik senantiasa terjadi dalam lingkup budaya. kesadaran. proses politik dan administratif. dan minat yg tinggi terhadap politik pemerintah -individu & masyarakatnya mampu memainkanperan politik baik dalam proses input (pemberian dukungan/tuntutan terhadap sistem politik) maupun dalam proses output (melaksanakan. Budaya politik Partisipan Budaya politik biasanya berpusat pada imajinasi (pikiran dan perasaan) perseorangan. Artinya. Sementara sistem nilai yang hidup di tengah-tengah masyarakat merupakan komponen penting bagi pembentukannya yang merupakan refleksi terhadap orientasi. yang merupakan dasar semua tingkah laku politik masyarakat.. sikap dan perilaku politik masyarakat dalam merespons setiap objek dan proses politik yang sedang berjalan.. masyarakat dalam budaya politik partsipan tidaklah menerima begitu saja keputusan politik. Dalam budaya politik itu seseorang atau orang lain dianggap sebagai anggota aktif dalam kehidupan politik. bahkan terhadap struktur. meskipun tetap memiliki arti bagi berlangsungnya sistem itu. budpol partisipan adl: -tipe budpol yang ideal -individu & masyarakatnya telah mempunyai perhatian. hampir setengah abad yang lampau telah merintis sebuah riset tentang keterkaitan antara budaya dan politik. Sidney Verba dan Lucian W. Bagus karena Dengan keadaan ini masyarakat memiliki kesadaran sebagai totalitas.Pye.. keluaran dalam konstelasi sistem politik yang ada.. Anggota-anggota masyarakat partisipatif diarahkan pada peranan pribadi sebagai aktivitas masyarakat. .

2007:4) ”budaya politik mengacu pada sikap orientasi yang khas warga negara terhadap sistem politik dn bagian-bagian lainnya dan sikap terhadap peranan warga negara dalam sistem itu. negara-negara yang memiliki derajat budaya politik yang belum matang tidak mendukung terwujudnya demokrasi yang stabil. Ia pada hakikatnya merupakan lingkungan psikologis tempat kegiatan-kegiatan politik berlangsung yang memberikan rasionalisasi untuk menolak atau menerima sejumlah milai dan norma lainnya. dan partisipan. Masyarakat sudah mulai melibatkan diri secara intensif dalam berbagai kegiatan politik. Apabila diikuti terminologi Almond dan Verba. Ini didasarkan kepada kesesuaian dengan sistem politik kita yang demokrasi. Masyarakat yang sangat dominan memiliki kompetensi politik yang tinggi. akan membentuk sebuah budaya politik yang partisipan. disertai dengan adanya determinan nilai-nilai keunggulan lokal (local genius) maka akan dapat dijumpai berbagai tipe budaya politik lokal yang berbeda-beda di berbagai daerah. masukan atau keluaran kebijakan pemerintah. Menurut Gabriel Almond dan Sidney Verba (Sri Jutmini Winarno. Budaya politik juga merupakan rangkaian kepercayaan. di mana warga masyarakat mampu memberikan evaluasi terhadap proses politik yang sedang berjalan. atau anggota masyarakat biasa yang dapat menilai dengan penuh kesadaran baik sistem politik sebagai totalitas. serta sikap terhadap peranan warga negara di dalam sistem politik itu. Dengan sikap dan orientasi seperti itu. afektif (ikatan emosional/perasaan) dan evaluatif (penilaian). maka dalam kehidupan masyarakat dapat dijumpai setidaknya tiga tipe budaya politik. yaitu masyarakat dengan budaya parokial. obsesi. preferensi dan prioritas tertentu dalam menghadapi tantangan yang diakibatkan oleh perubahan politik. budaya politik umumnya akan dapat membentuk aspirasi.Budaya politik sendiri merupakan cerminan sikap khas warga negara terhadap sistem politik dan aneka ragam bagiannya. Dalam studi yang dilakukan oleh Almond dan Verba ditemukan bahwa negara-negara yang mempunyai budaya politik yang sudah matang akan menopang demokrasi yang stabil. ia tidak lain dari orientasi psikologis terhadap objek sosial. Sebaliknya. maupun posisi dirinya sendiri dalam berpolitik. Kematangan budaya . Oleh karena itu. kawula. Dalam derajat yang tertinggi. kebiasaan dan perilaku yang berkaitan dengan kehidupan politik. Mereka bisa merupakan anggota aktif ormas atau parpol. Dalam penelitian ini khusus mengangkat tentang budaya politik partisipan saja. dalam hal ini sistem politik yang kemudian mengalami proses internalisasi ke dalam bentuk orientasi yang bersifat kognitif (pemahaman dan keyakinan).

teman sepergaulan. warga menyadari akan hak dan tanggung jawabnya ( kewajibannya) dan mampu mempergunakan hak itu serta menanggung kewajibannya d. Proses ini mewariskan berbagai nilai politik dari satu generasi ke generasi berikutnya. baik objek umum.2007:10) : a. input dan output. berdisiplin. Warga dapat menerima berdasar kesadaran. anggota masyarakat sangat partisipatif terhadap semua objek politik. Dalam budaya politik partisipan. baik keseluruhan. Demokratisasi dan budaya politik demokratis hanya bisa diciptakan setelah melalui proses sosialisasi politik. Berdasar hal ini maka ciri-ciri budaya politik partisipan adalah sebagai berikut (Sri Jutmini Winarno. sekolah/perguruan tinggi. tetapi juga mampu menolak berdasarkan penilaiannya sendiri 2. output ataupun posisi dirinya sendiri e. input.politik tersebut ditunjukkan dengan peluang yang diberikan oleh negara kepada masyarakat untuk mandiri. tetapi dapat menilai dengan penuh kesadaran semua objek politik. seperti keluarga. baik menerima maupun menolak suatu objek politik b. output serta pribadinya sendiri selaku warga negara. Dalam hal ini implementasi budaya politik partisipan oleh . maupun pribadinya mendekati satu atau dapat dikatakan tinggi. kesadaran bahwa ia adalah warga Negara yang aktof dn berperan sebagai aktivis c. kehidupan politik dianggap sebagai sran trnsaksi seperti halnya penjual dan pembeli. baik umum. lewat berbagai agen. orientasi politik warga terhadapkesluruhan objek politik. input. Budaya politik partisipan dicirikn dengan adanya orientasi yang tinggi terhdap semua objek politik. Pelaksanaan budaya politik partisipan juga dapat diterapkan oleh seorang pelajar dilingkungan sekolahnya. tidak menerima begitu saja keadaan. sehingga memiliki tingkat kompetensi yang tinggi. dan media massa yang menghasilkan individu mandiri. Implementasi budaya politik partisipan oleh siswa di lingkungan sekolah Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa budaya politik partisipan adalah salah satu jenis budaya politik bangsa. tunduk pada keadaan.

dan berbicara tentang masalah politik di sekitarnya c. dan kritikan terhadap suatu kebijakan yang dikeluarkan oleh sekolah maupun pemerintah e. Siswa mampu bersikap dan menilai objek politik. membiasakan membaca dan melihat berita. siswa bisa membiasakan untuk berpendapat.siswa Madrasah Aliyah Ibnu Khaldun Sedanau dalam kegiatan politik di sekolah antara lain : a. Seluruh siswa menggunakan hak pilihnya sebagai wujud partisipasi. berkomentar jika ada isu politik yang muncul baik di sekolah maupun di masyarakat d. Siswa membiasakan diri untuk taat dan patuh pada peraturan yang memang telah disepakati . Setiap siswa memiliki pengetahuan dan kepekaan terhadap masalah atau isu politik di sekolah maupun di masyarakat. masukan. Pemilihan ketua kelas dan pengurus OSIS Partisipasi melibatkan seluruh warga kelas dan seluruh siswa di sekolah untuk terlibat di dalamnya. Mulai dari pencalonan sampai kepada kesepakatan bersama di lakuakan secara demokratis. b. Siswa berlatih memberi usulan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful