PERTEMUAN 10 METODE PENDEKATAN VOGEL / VOGEL’S APPROXIMATION METHOD (VAM

)
Metode Pendekatan Vogel diperkenalkan oleh WR. Vogel tahun 1948. Prinsip dari metode ini adalah memilih harga-harga ongkos terkecil tiap-tiap baris kemudian menghitung selisih antara ongkos terkecil tersebut dengan ongkos terkecil berikutnya. Dalam hal ini yang selisihnya nol tidak diperhatikan. Hal yang sama diperlakukan terhadap kolom. Bilanganbilangan selisih tersebut dikenal dengan bilangan Vogel. Langkah-langkah pengerjaannya adalah sebagai berikut : 1. Hitung penalty untuk tiap baris dan kolom dengan jalan mengurangkan elemen ongkos terkecil dari yang kedua terkecil. 2. Selidiki kolom/baris dengan penalty terbesar. Alokasikan sebanyak mungkin pada variabel dengan ongkos terkecil, sesuaikan supply dan demand, kemudian tandai kolom/baris yang sudah terpenuhi. Kalau ada 2 buah baris/kolom yang terpenuhi secara simultan, pilih salah untuk ditandai, sehingga supply/demand pada baris/kolom yang tidak terpilih variabelnya adalah nol. Setiap baris/kolom dengan demand/supply sama dengan nol, tidak akan terbawa lagi dalam penghitungan penalty berikutnya. 3. a. Bila tinggal 1 baris/kolom yang belum ditandai, STOP. b. Bila tinggal 1 kolom/baris dengan supply/demand positif yang belum ditandai, tentukan variabel basis pada baris/kolom dengan cara ongkos terkecil. c. Bila semua baris dan kolom yang belum ditandai mempunyai supply dan demand sama dengan nol, tentukan variabel-variabel basis yang berharga nol dengan cara ongkos terkecil. Kemudian STOP. d. Jika 3a, b dan c tidak terjadi, hitung kembali penalty untuk baris/kolom yang belum ditandai. Kembali ke langkah 2. Contoh 4: Diketahui Tabel Transprotasi sebagai berikut: T1 A1 A2 A3 A4 3 X11 2 X21 3 X31 4 X22 X12 3 X23 T2 1 X13 2 T3 2 X14 2 T4 4 X15 4 T5 5 ai 75 30 65 80 250

X41 bj 50 Tabel 1

X24 X25 4 5 x 2 1 X32 X33 X34 X35 3 1 2 1 X42 X43 X44 X45 40 45 75 40

Tentukan Ongkos Awalnya dengan Metode Pendekatan Vogel !
C:\Documents and Settings\Pak Yusup\My Documents\BackUp FD\Materi TRO\Modul Kuliah TRO\PERTEMUAN 10.doc Hal. 1 dari 11

b5}} = Max[Min{65. sehingga penalty baris ke-1 adalah 1. maka penentuan variable basisnya dimulai dari kolom ke-5 dengan metode ongkos terkecil. sehingga diperoleh penalty baris dan penalty kolom seperti dalam table berikut:: T1 A1 A2 A3 A4 bj Penalty Baris 50 1 3 2 3 4 40 2 T2 1 3 4 3 45 1 T3 2 2 5 1 75 2 T4 4 2 2 2 40 40 3 T5 5 4 1 1 ai 75 30 65 80 250 1 1 1 1 Penalty Baris Tabel-2 b) Pilih penalty baris atau penalty kolom yang terbesar yaitu 3 yang terletak pada kolom ke-5. Misalkan dipilih baris ke-4 kolom ke-5 (X45) jadi : X45 = 40 sehingga kolom ke-5 ( T5 ) terpenuhi (kolom-5 ditandai).40}] =Max{40.40}. Ongkos terkecil yang terdapat pada kolom ke-5 adalah 1 yang berada pada baris ke-3 dan ke-4.doc Hal. 2 dari 11 . Misalkan pada baris ke-1 ongkos yang terkecil adalah 1 dan yang terkecil selanjutnya adalah 2. Sedangkan pada kolom ke-1 ongkos terkecilnya adalah 2 dan ongkos terkecil selanjutnya adalah 3 maka selisihnya adalah 1 maka penalty pada kolom ke-1 adalah 1.40} = 40. maka selisihnya adalah 1. demikian juga untuk kolom dan baris yang lainnya. maka dapat dipilih nilai variable basisnya dengan: Max{Min{a3. b5}.Min{a4. Sehingga diperoleh tabel sebagai berikut : C:\Documents and Settings\Pak Yusup\My Documents\BackUp FD\Materi TRO\Modul Kuliah TRO\PERTEMUAN 10. Berarti variabel basis dapat dimasukkan pada baris ke-3 kolom ke-5 (X35) atau baris ke-4 kolom ke-5 (X45) (dapat dipilih salah satu).Jawab: Langkah-langkah pengisian variabel basisnya adalah sebagai berikut : a) Tentukan penalty baris dan penalty kolom dengan cara mengurangkan ongkos terkecil pada setiap baris dan atau setiap kolom dengan ongkos terkecil berikutnya pada setiap baris dan atau setiap kolom. Min{80.

40} = 40. b2}= Min{75.T1 A1 A2 A3 A4 bj Penalty Baris 50 1 3 2 3 4 T2 1 3 4 3 40 2 T3 2 2 5 1 45 1 T4 4 2 2 2 75 2 T5 5 4 1 1 40 40 3 x ai 75 30 65 80 250 1 1 1 1 Penalty Baris Tabel-3 Bagaimana jika yang dipilih sebagai variable basis adalah X35 ? c) Hitung lagi penalty baris/kolom berikutnya tanpa melibatkan ongkos-ongkos yang terletak pada kolom ke-5. sehingga akan diperoleh hasil seperti pada tabel-4. maka : X12 = Min{a1 . Maka X12 = 40 (T2 terpenuhi.doc Hal. d) Pilih penalty baris/kolom terbesar berikutnya yaitu pada kolom ke-2 dan ke-4 yaitu 2. 3 dari 11 . (pilih salah satu) dipilih kolom ke-2 dimana ongkos terkecil yang terdapat pada kolom ke-2 adalah terdapat pada baris ke-1 yaitu 1. kolom ke-2 ditandai). sehingga tabelnya menjadi T1 A1 A2 A3 A4 bj Penalty Baris 50 1 1 3 40 2 3 4 40 2 2 x Tabel-4 3 4 3 45 1 1 2 5 1 75 2 2 2 2 2 40 40 3 x 4 1 1 T2 1 T3 2 T4 4 T5 5 ai 75 30 65 80 250 1 1 1 1 Penalty Baris 1 1 1 1 Bagaimana jika yang dipilih sebagai penalty terbesarnya yang terletak pada kolom-4 ? C:\Documents and Settings\Pak Yusup\My Documents\BackUp FD\Materi TRO\Modul Kuliah TRO\PERTEMUAN 10.

ke-3 dan ke-4 maka dapat ditentukan letak variable basisnya dengan cara memilih: Max[Min{a2. Min{40. sehingga : X34 = 65 (A3 Habis maka baris ke-3 ditandai). Sehingga diperoleh tabel berikut: T1 A1 A2 A3 A4 bj Penalty Baris 50 1 1 1 3 40 2 3 4 40 2 2 x 3 4 3 45 1 1 1 2 5 1 75 2 2 2 2 2 2 40 40 3 x x 4 1 1 T2 1 T3 2 T4 4 T5 5 ai 75 30 65 80 250 1 1 1 1 Penalty Baris 1 1 1 0 1 1 x 1 1 Tabel-5 f) Penalty terbesar selanjutnya terdapat pada kolom ke-4 yaitu 2 dan ongkos terkecil yang terdapat pada kolom ke-4 ada di baris ke-2.40] = 65 yaitu kemungkinan nilai variable basis yang terletak pada baris ke-3 kolom ke-4. 75}. C:\Documents and Settings\Pak Yusup\My Documents\BackUp FD\Materi TRO\Modul Kuliah TRO\PERTEMUAN 10. 75}. Min{a3.e) Hitung lagi penalty selanjutnya tanpa melibatkan ongkos yang terletak pada kolom ke-5 dan ke-2. Min{a4. b4}. 4 dari 11 .65. ke-5 dan baris ke-3. Sehingga diperoleh tabel sebagai berikut: T1 A1 A2 A3 A4 bj Penalty Baris 50 1 1 1 3 40 2 3 4 40 2 2 x Tabel-6 3 4 3 45 1 1 1 2 5 65 1 75 2 2 2 2 40 40 3 x x 1 2 2 4 1 T2 1 T3 2 T4 4 T5 5 ai 75 30 65 80 250 1 1 1 1 Penalty Baris 1 1 1 0 1 1 x 1 1 g) Hitung lagi penalty tanpa melibatkan ongkos yang terletak pada kolom ke-2.doc Hal. Min{65. b4-X45}] = Max[Min{30. b4}. 75}] =Max[30.

pilih salah satu).X45 . maka X24 = 10 (maka T4 terpenuhi. 10] = 10 (variable basisnya dapat berada pada baris ke-2 atau baris ke-4. b4-X34}. 5 dari 11 . 10}.T1 A1 A2 A3 A4 bj Penalty Baris 50 1 1 1 1 3 T2 1 40 2 3 4 40 2 2 x x Tabel-7 3 4 3 T3 2 2 5 T4 4 2 2 65 1 2 75 2 2 2 2 T5 5 4 1 1 40 40 3 x x x ai 75 30 65 80 250 1 1 1 1 Penalty Baris 1 1 1 1 0 0 1 1 x 1 1 1 45 1 1 1 1 h) Penalty terbesar masih terdapat pada kolom ke-4 yaitu 2.doc Hal. Min{a4-X45 . ke-3.b3} = Min{80-40. 10}] = Max[10. maka letak variable basisnya dapat dipilih dengan : Max[Min{a2.b4-X34}] = Max [ Min{30. jika dipilih yang berada pada baris ke-2. T1 A1 A2 A3 A4 bj Penalty Baris 50 1 1 1 1 1 3 40 2 3 4 40 2 2 x x x Tabel-8 3 4 3 45 1 1 1 1 1 2 10 5 65 1 75 2 2 2 2 x 2 40 40 3 x x x x 1 2 1 2 4 T2 1 T3 2 T4 4 T5 5 ai 75 30 65 80 250 1 1 1 1 Penalty Baris 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 x x 1 1 1 3 i) Penalty terbesar terdapat pada baris ke-4 yaitu 3 dan ongkos terkecil pada baris ke-4 adalah 1 yang berada di kolom ke-3 maka : X44 = Min{a4 . Min{40. ke-4 dan baris ke-3. 45} = C:\Documents and Settings\Pak Yusup\My Documents\BackUp FD\Materi TRO\Modul Kuliah TRO\PERTEMUAN 10. kolom-4 ditandai) hitung penalty lagi tanpa kolom ke-2.

X12 . dan ke-4. 6 dari 11 . baris ke-3.X13 atau b1 . kolom-3 ditandai). ke-4. T1 A1 A2 A3 A4 bj Penalty Baris 50 1 1 1 1 1 1 3 40 2 3 4 40 2 2 x x x x 3 4 3 40 45 1 1 1 1 1 0 2 10 5 65 1 75 2 2 2 2 x x 2 40 40 3 x x x x x 1 2 1 2 4 T2 1 T3 2 T4 4 T5 5 ai 75 30 65 80 250 1 1 1 1 Penalty Baris 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 x x x 1 1 1 3 x Tabel-9 j) Penalti terbesar selanjutnya adalah 1 yang terletak pada kolom ke-1 dan baris-1 (pilih salah satu).45-40) = 5 (T3 terpenuhi.doc Hal.50} = 20 (A2 habis.X22 = 30.b3 . Dan yang terakhir yang belum terpenuhi adalah baris ke-1 dan kolom ke-1 sehingga X11 = a1 . Hitung penaltynya lagi tanpa kolom ke-2. T1 A1 A2 A3 A4 bj Penalty Baris 50 1 1 1 1 1 1 3 20 3 4 40 2 2 x x x x x 4 3 40 45 1 1 1 1 1 0 2 5 65 1 75 2 2 2 2 x x x 2 40 40 3 x x x x x x 1 3 40 2 3 2 10 2 1 2 4 T2 1 T3 2 T4 4 T5 5 ai 75 30 65 80 250 1 1 1 1 Penalty Baris 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 x 1 1 x x x x 1 1 1 3 x x Tabel-10 k) Dilanjutkan ke baris ke-1 dimana ongkos terkecil yang tersisa terdapat di kolom ke-3 sehingga : X13 = Min{a1 . ke-5.40 (A4 habis. baris-4 ditandai).X43} = Min{75-40. b1} = Min{30-10. maka : X21 = Min{a2 – X24 . Sehingga tabelnya menjadi: C:\Documents and Settings\Pak Yusup\My Documents\BackUp FD\Materi TRO\Modul Kuliah TRO\PERTEMUAN 10. dipilih kolom ke-1 dimana ongkos terkecil terdapat di baris ke-2 yaitu 2. maka baris-2 ditandai).X12 .

20 + 2. 7 dari 11 .10 + 2.doc Hal.T1 A1 A2 A3 A4 bj Penalty Baris 50 1 1 1 1 1 1 3 3 30 2 20 3 4 T2 1 40 3 4 3 40 2 2 x x x x x 5 T3 2 2 T4 4 2 10 5 65 1 2 75 2 2 2 2 x x x 2 T5 5 4 1 1 40 40 3 x x x x x x ai 75 30 65 80 250 1 1 1 1 Penalty Baris 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 x 1 1 x x x x 1 1 1 3 x x 40 45 1 1 1 1 1 0 2 Tabel-11 Biaya awalnya adalah : Z = C11 X11 + C12 X12 + C13 X13 + C21 X21 + C24 X24 + C34 X34 + C43 X43 +C45 X45 = 3.5 + 2.40 = 90 + 40 + 10 + 40 + 20 + 130 + 40 + 40 = 410.40 + 2. C:\Documents and Settings\Pak Yusup\My Documents\BackUp FD\Materi TRO\Modul Kuliah TRO\PERTEMUAN 10.40 + 1.30 + 1.65 + 1.

STOP. (Xst masuk menjadi basis bila dan hanya bila Zst−Cst = Max{Zij−Cij}). Metode Batu Loncatan (Stepping Stone). caranya : a. b. 2. 6. Metode Faktor Pengali (Multiplier) / Metode MODI (Modified Distribution) 1. Variabel Xab yang keluar basis bila dan hanya bila Xab minimum dari langkah 3. Dibuat loop yang memuat Xst.doc Hal. yaitu : 1. Dibuat loop tertutup bagi setiap variabel non basis dimana loop tersebut berawal dan berakhir pada variabel non basis. 4. 7. Tetapi jika sama maka dapat dihitung Zij -Cij untuk sel-sel yang bukan basis. Menentukan variabel yang masuk menjadi basis (entering variable) dengan cara memilih nilai Zij−Cij yang terbesar atau Max{ Zij−Cij}. Metode Batu Loncatan / Stepping Stones Langkah-langkah penyelesaiannya adalah sebagai berikut : 1. 3. dan setiap titik sudut loop tersebut harus merupakan titik-titik yang ditempati oleh variabel-variabel basis dalam tabel transportasi. 8 dari 11 harga variabel basis (yang berada di dalam loop yang baru/penyesuaian untuk variabel basis yang baru). Diperoleh tabel optimal jika semua Zij−Cij ≤ 0. c. Jika masih ada nilai Zij−Cij > 0. Menentukan variabel yang keluar dari basis. . C:\Documents and Settings\Pak Yusup\My Documents\BackUp FD\Materi TRO\Modul Kuliah TRO\PERTEMUAN 10. Untuk variabel-variabel basis yang lain di luar loop harganya tetap. b. maka dapat ditentukan kembali Entering Variable dan Leaving Variable seperti pada langkah yang ke-2. dengan cara sebagai berikut : a. Xab(baru) = Xab + Xpq (untuk a+b = ganjil) Xab(baru) = Xab − Xpq (untuk a+b = genap) 5. Hitung kembali nilai Zij−Cij untuk variable non basis seperti pada langkah 1. 2. Dihitung Zij−Cij = jumlahan para Cij pada loop dengan koefisien (+1) dan (−1) bergantian dengan koefisien variabel non basis (−1). Menentukan Xst = Xab = Xpq Sedangkan untuk variabel-variabel basis yang lain yang juga berada dalam loop. Apakah jumlah variabel basis sama dengan n+m-1 ? Jika kurang dari m+n-1 maka akan terjadi kemerosotan (degeneracy). Diadakan pengamatan para Cij dalam loop yang mempunyai koefisien (+1).MENENTUKAN JAWAB OPTIMAL Untuk mencari Jawab Optimal terdapat 2 metode yang dapat digunakan.

3. Perbedaan nilai Xij dengan Cij.120 + 200. Ongkos Awal dengan Metode Ongkos Baris Terkecil ! b). Jumlah fungsi kendala yang ada (m + n).90 + 200. Ongkos Awal dengan Metode Ongkos Baris Terkecil : T1 A1 A2 A3 bj 50 T2 100 x 200 300 x 200 T3 100 ai 120 170 160 450 120 30 100 50 200 90 300 x 90 x 150 160 210 Zawal = 50. 7. 4. 5.doc Hal. yaitu harus dapat mengidentifikasi : 1. Membuat loop. 8.50 + 200. Jumlah variable yang ada (m x n). 6. 9 dari 11 .30 + 300.Catatan: Untuk dapat menyelesaiakan persoalan Transportasi ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Contoh Soal: Diketahui table Transportasi sebagai berikut: T1 A1 A2 A3 bj Tentukan : 50 X11 200 X21 100 X31 150 X32 210 X22 200 X33 90 X12 300 X23 300 T2 100 X13 200 T3 100 ai 120 170 160 450 a).000 C:\Documents and Settings\Pak Yusup\My Documents\BackUp FD\Materi TRO\Modul Kuliah TRO\PERTEMUAN 10. Syarat dalam menentukan Jawab Optimal adalah jumlah variable basis (m + n – 1). Perbedaan antara variable basis dan variable non basis. Jumlah sumber (n). 2.160 = 77. Jawab Optimal dengan Metode Batu Loncatan ! Jawab: a). Jumlah tujuan (n).

Jadi Z1 = ZAwal – (50 x 50) = 77.500. Menentukan Variabel yang masuk menjadi basis dengan memilih nilai Max { Zij−Cij } = 50 yaitu nilai dari Z12−C12. Penyesuaian nilai variable dalam basis: X11 = 120 – 50 = 70 X22 = keluar dari basis X21 = 30 + 50 = 80 X12 = 50 (masuk jadi basis). 50} = 50.70 + 100.000 – 2. Sehingga tabelnya berubah seperti berikut ini: T1 A1 A2 A3 bj 50 T2 100 T3 100 x 300 200 ai 120 170 160 450 70 200 50 x 100 200 80 x 150 90 300 x 90 160 210 Total Ongkosnya adalah : Z1 = 50.500. Evaluasi dari variable non basis dengan menghitung nilai dari Zij−Cij . sehingga apabila nilai dari X12 = 50.b). maka akan setiap melakukan distribusi produk di sel (1. *).doc Hal. Menentukan Variabel yang keluar dari basis dengan cara : *) Buat loop yang melalui variable yang baru masuk menjadi basis (X12) : X11 – X21 + X22 – X12 *) Variabel yang keluar basis adalah : Min {X11 . 2) akan terjadi penurunan ongkos sebesar 50 satuan. maka X12 masuk menjadi basis. Jawab Optimal dengan Metode Batu Loncatan : 1).90 + 200. 3). Z13−C13 = C11 – C21 + C32 – C12 = 50 – 200 + 200 – 100 = –50 C:\Documents and Settings\Pak Yusup\My Documents\BackUp FD\Materi TRO\Modul Kuliah TRO\PERTEMUAN 10.500 atau Karena nilai Z12−C12 = 50. maka X22 keluar basis. 10 dari 11 .80 + 200. 4).160 = 74. maka akan terjadi penurunan ongkos sebesar 50 x 50 = 2.50 + 200. Z12−C12 = C11 – C21 + C22 – C12 = 50 – 200 + 300 – 100 = 50 Z13−C13 = C11 – C21 + C32 – C13 = 50 – 200 + 200 – 100 = –50 Z31−C31 = C21 – C22 + C32 – C31 = 200 – 300 + 200 – 100 = 0 Z33−C33 = C23 – C22 + C32 – C33 = 200 – 300 + 200 – 300 = –200 2). yang merupakan nilai dari X22. 5).500 = 74. Evaluasi dari variable non basis dengan menghitung nilai dari Zij−Cij . X22} = Min {120. Karena masih ada nilai dari Zij−Cij yang positif (Zij−Cij > 0) maka table belum Optimal.

C:\Documents and Settings\Pak Yusup\My Documents\BackUp FD\Materi TRO\Modul Kuliah TRO\PERTEMUAN 10. 11 dari 11 . X32} = Min {70. 7). maka X31 masuk menjadi basis. Z11−C11 = C31 – C32 + C12 – C11 = 100 – 200 + 100 – 50 = –50 Z13−C13 = C12 – C32 + C31 – C21 + C23 – C13 = 100–200+100–200+200–100 = –100 Z22−C22 = C21 – C31 + C32 – C22 = 200 – 100 + 200 – 300 = 0 Z33−C33 = C31 – C21 + C23 – C33 = 100 – 200 + 200 – 300 = –200 10). Karena masih ada nilai dari Zij−Cij yang positif (Zij−Cij > 0) maka table belum Optimal. 8). Penyesuaian nilai variable dalam basis: X11 = keluar dari basis X32 = 160 – 70 = 90 X12 = 50 + 70 = 80 X31 = 70 (masuk jadi basis).000.000.80 + 200. maka X11 keluar basis. Evaluasi dari variable non basis dengan menghitung nilai dari Zij−Cij . yang merupakan nilai dari X11. maka table sudah Optimal (Minimum) dengan ZOptimal = 71. 9).90 = 71.500 = 71.000 atau Z2 = Z1 – (50 x 70) = 74. *). Menentukan Variabel yang keluar dari basis dengan cara : *) Buat loop yang melalui variable yang baru masuk menjadi basis (X31) : X11 – X12 + X32 – X31 *) Variabel yang keluar basis adalah : Min {X11 .Z22−C22 = C12 – C11 + C21 – C22 = 100 – 50 + 200 – 300 = –50 Z31−C31 = C11 – C12 + C32 – C31 = 50 – 100 + 200 – 100 = 50 Z33−C33 = C32 – C12 + C11 – C21 + C23 – C33 = 200–100+50–200+200–300 = –150 6). Karena semua nilai dari Zij−Cij ≤ 0.90 + 100.doc Hal. 160} = 70.120 + 200. Sehingga tabelnya berubah seperti berikut ini: T1 A1 A2 A3 bj 50 T2 100 T3 100 x 300 200 ai 120 170 160 450 x 200 120 x 100 200 80 70 150 90 300 x 210 90 90 Total Ongkosnya adalah : Z2 = 100. Menentukan Variabel yang masuk menjadi basis dengan memilih nilai Max { Zij−Cij } = 50 yaitu nilai dari Z31−C31.70 + 200.500 – 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful