P. 1
makalah kimia organik

makalah kimia organik

|Views: 1,212|Likes:

More info:

Published by: Dhena Deana Sii OMpreng on Jul 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

OLEH : BAIQ DEANA RAHAYUAN 10231046 KIMIA IIIA

FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITIUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN IKIP MATARAM 2011 DAFTAR ISI 1. ALKANA ................................................................. .................................................... 2. ALKENA ................................................................. .................................................... 3. ALKUNA ................................................................. ................................................... 4. ALKOHOL ................................................................ .................................................. 5. ETER ................................................................... ......................................................... 6. ALDEHID ................................................................ ................................................... 7. KETON .................................................................. ...................................................... 8. ASAM KARBOSILAT ........................................................ ....................................... 9. ESTER .................................................................. ....................................................... DAFTARA PUSTAKA ................................................................ .....................................

1.

ALKANA (CnH2n+2)

Alkana adalah hidrokarbon jenuh dengan atom-atomnya bersatu dalam suatu rantai l urus atau rantai yang bercabang. Atau alkana merupakan senyawa hidokarbon yang t erbentuk melalui ikatan kovalen yang digambarkan sebagai tangan ikatan. Alkana m empunyai empat tangan ikatan yang digunakan untuk mengikat atom karbon dan hidro gen. 1.1 Sifat-sifat Alkana 1. Hidrokarbon jenuh (tidak ada ikatan atom C rangkap sehingga jumlah atom H nya maksimal) 2. Disebut golongan parafin karena affinitas kecil (sedikit gaya gabung)

3. Sukar bereaksi 4. Bentuk Alkana dengan rantai C1 – C4 pada suhu kamar adalah gas, C4 – C17 pa da suhu adalah cair dan > C18 pada suhu kamar adalah padat 5. Titik didih makin tinggi bila unsur C nya bertambah...dan bila jumlah at om C sama maka yang bercabang mempunyai titik didih yang lebih rendah 6. Sifat kelarutan : mudah larut dalam pelarut non polar 7. Massa jenisnya naik seiring dengan penambahan jumlah unsur C 8. Merupakan sumber utama gas alam dan petrolium (minyak bumi) a. sifat fisis alkana Sifat isis alkana dapat dilihat dalam tabel berikut : Rumus Umum Mr Titik Didih °C Wujud Zat CH4 16 -161,4 Gas C2H6 30 -88,6 Gas C3H8 44 -42,1 Gas C4H10 58 -0,5 Gas C5H12 72 36,1 Cair C6H14 86 68,7 Cair C7H16 100 98,4 Cair C8H18 114 125,7 Cair C9H20 128 150,8 Cair C10H22 142 174,1 Cair Titik didih alkana akan naik dengan bertambahnya jumlah atom karbon. Pada suhu r uang dengan tekanan 1atm, alkana C1 sampai dengan C4 berupa gas, C5-C17 berupa cair, selanjutnya C18 – C25 berupa padatan. Naiknya titik didih ini disebabkan se makin kuatnya gaya antar molekul. Pada alkana, gaya antar molekul yang paling be rpengaruh adalah gaya Van der Waals. Gaya tarik ini dihasilkan dari interaksi mu atan-muatan antar molekul karena disribusi elektron. Alkana bercabang memiliki t itik didih yang lebih rendah dibandingkan dengan alkana tak bercabang. Hal ini k arena pada alkana kurang teratur, sehingga intraksi antar molekul menjadi lemah. Alkana memiliki kelarutan yang sangat rendah di air. alkana akan membentuk lapi san yang terpisah bila dicampur dengan air. Alkana hanya larut dalam pelarut org anik. b. Sifat- sifat kimia alkana Sifat kimia dari senyawa alkana antara lain sebagai berikut : 1. Sukar bereaksi dengan zat lain 2. Oksidasi sempurna pada pembakaran menghasilkan CO2 dan H2O. 3. Osidasi tidak sempurna akan menghasikan CO atau C dan H2O. 4. Dapat disubtitusi oleh Cl2 atau Br2 dengan bantuan sinar matahari menjad i alkil klorida dan alkil bromida. Jika senyawa alkana disubtitusi oleh unsur ha logen (F2,Cl2,Br2) akan dihasilkan alkil halida. 1.2 Rumus umum CnH2n+2 Deret homolog alkana Deret homolog adalah suatu golongan/kelompok senyawa karbon dengan rumus umum ya ng sama, mempunyai sifat yang mirip dan antar suku-suku berturutannya mempunyai beda CH2 atau dengan kata lain merupakan rantai terbuka tanpa cabang atau dengan cabang yang nomor cabangnya sama. Sifat-sifat deret homolog alkana o Mempunyai sifat kimia yang mirip o Mempunyai rumus umum yang sama o Perbedaan Mr antara 2 suku berturutannya sebesar 14 o Makin panjang rantai karbon, makin tinggi titik didihnya Suku ke n rumus molekul nama 1 1 CH4 metana 2 2 C2H6 etana 3 3 C3H8 propana 4 4 C4H10 butana 5 5 C5H12 pentana 6 6 C6H14 heksana 7 7 C7H16 heptana 8 8 C8H18 oktana

9 10

9 10

C9H20 nonana C10H22 dekana

Setiap suku alkana yang berurutan, terdapat selisih 1 atom C dan 2 atom H. Deret yang demikian disebut deret homolog, yaitu satu golongan senyawa yang suku-suku nya berurutan hanya dibedakan dengan CH2. Secara garis besar, deret homolog memp unyai sifat-sifat, antara lain sifat kimia mempunyai kemiripan rumus umum sama, yaitu CnH2n+2, suku-suku berurutan berbeda CH2 , perbedaan Mr antara dua suku be rurutan sebesar 14 dan makin panjang rantai karbon titik didih makin tinggi. 1.3 Tata nama alkana Tata nama alkana mengikuti tata nama IUPAC, yaitu : a. Semua nama alkana mempunyai akhiran “ana”. b. Pada alkana rantai lurus, maka didepan nama alkana diberi awalan huruf ‘n’ a rtinya normal. Contoh : CH3 – CH2 – CH2 – CH3 (n-butana) c. Alkana rantai cabang : 1. Menentuka rantai induk, yaitu karbon terpanjang yang kemudian diberi pen omoran urut dari ujung yang paling dekat dengan letak cabang, sehingga rantai ca bang, sehingga rantai cabang mempunyai nomor sekecil mungkin dari rantai ujung, dan rantai induk diberi nama alkana sesuai dengan jumlah atom C. 2. Cabang merupakan gugus alkil dan nama alkil disesuaikan dengan jumlah at om C dalam cabang tersebut. Beberapa nama gugus alkil dapat dilihat dalam tabel berikut : n -CnH2n+1 Rumus struktur terinci Rumus struktur sederhana Nama 1 -CH3 H | - C – H | H -CH3 metil 2 -C2H5 H H | | - C – C – H | | H H -CH2-CH3 etil 3 -C3H7 H H H | | | - C – C – C- H | | | H H H -CH2-CH2-CH3 propil 4 -C4H9 H H H H | | | | - C – C – C – C – H | | | | H H H H -CH2-CH2-CH2-CH3 butil

d. Urutan nama alkana bercabang : 1. Nomor cabang terlebih dahulu, kemudian diikuti tanda (-). 2. Kemudian diikuti nama alkil cabang ditulis (menyambung) dengan nama rant ai induk. e. Jika terdapat dua atau lebih jenis alkil, maka nama-nama alkil disusun m enurut abjad. Gunakan tanda (-) untuk memisahkan nomor dari nama alkil. f. Jika terdapat lebih dari satu rantai alkil sejenis, maka disebut sekali dan diawali dengan jumlahnya menggunakan angka latin (di,tri,tetra,penta,dan set erunya). 1.4 Keisomeran alkana Keisomeran adalah dua senyawa atau lebihyang memiliki rumus kimia (moekul) yang sama, tetapi rumus struktur C4H10 . Jenis keisomeran pada alkana adalah keisomer an srtuktur (kerangka) , yaitu isomer yang disebabkan oleh perbedaan rantai atau kerangka atom karbonnya. 1.5 Kegunaan Alkana • • • • • • Bahan bakar Pelarut Sumber hidrogen Pelumas Bahan baku untuk senyawa organik lain Bahan baku industri.

2.

ALKENA ( CnH2n)

Alkena merupakan hidrokarbon alifatik tak jenuh dengan ikatan rangkap dua (C=C). Jadi rumus umumnya mempunyai 2 atom H lebih sedikit dari alkana karena itu rumu s umumnya menjadi CnH2n+2-2H = CnH2n. 2.1 Rumus umum alkena Senyawa alkena mempunyai rumus umum CnH2n rumus struktur dan rumus molekul bebe rapa senyawa alkena dapat dilihat dalam tabel berikut : Suku ke n rumus struktur nama 1 2 etena 2 3 CH2 = CH – CH3 propena 3 4 4 5 CH2 = CH – CH2 – CH3 1-butena CH2 = CH2

5

CH2 = CH – CH2 – CH2 – CH3 1-pentena 6 CH2 = CH – CH2 – CH2 -CH2 – CH3

1-heksena

2.2 Tata nama alkena Hampir sama dengan penamaan pada Alkana dengan perbedaan : • Rantai utama harus mengandung ikatan rangkap dan dipilih yang terpanjang. Nama r antai utama juga mirip dengan alkana dengan mengganti akhiran -ana dengan -ena. Sehingga pemilihan rantai atom C terpanjang dimulai dari C rangkap ke sebelah ka nan dan kirinya dan dipilih sebelah kanan dan kiri yang terpanjang. • Nomor posisi ikatan rangkap ditulis di depan nama rantai utama dan dihitung dari ujung sampai letak ikatan rangkap yang nomor urut C nya terkecil. • Urutan nomor posisi rantai cabang sama seperti urutan penomoran ikatan cabang ra ntai utama. Contoh :

menpunyai rantai utama......

penghitungan atom C pada rantai utama dimulai dari ikatan rangkap....sebelah kir i ikatan rangkap hanya ada satu pilihan sedangkan sebelah kanan ikatan rangkap a da dua pilihan yaitu lurus dan belokan pertama ke bawah....kedua2nya sama2 menam bah 4 atom C namun bila belokan pertama kebawah hanya menghasilkan satu cabang s edangkan bila lurus menimbulkan dua cabang. Jadi namanya : 3 etil 4 metil 1 pentena

2.3 Keisomeran alkena keisomeran pada alkena dimulai dari rantai terpendek yaitu butena C4H8. Sedangka n etena dan propena tidak menunjukan keisomeran. Jenis keisomeran yang dimiliki alkena adalah: a. Isomer kerangka Isomer kerangka adalah isomer yang disebabkan oleh perbedaan rantai atau kerangk a atom karbonnya. b. Isomer posisi Isomer posisi adalah isomer yang disebabkan oleh perbedaan letak ikatan rangkapn ya. c. Isomer giometri Isomer giometri adalah isomer yang disebabkan oleh perbedaan letak gugus sejenis pada atom C yang mengandung ikatan rangkap. 2.4 Sifat- sifat alkena Sifat- sifat alkena dibedakan menjadi dua : a. Sifat-sifat fisis alkena Titik didih alkena meningkat dengan bertambahnya rantai atom karbon (C). Pada su hu kamar, suku-suku rendah berwujud gas, suku-suku sedang berwujud cair, dan sul u-suku tinggi berwujud padat. Rumus Umum Mr Titik Didih °C Wujud Zat C2H4 28 -104 Gas C3H6 42 -48 Gas C4H8 56 -7 cair C5H10 70 30 cair C6H12 84 63 Cair C7H14 98 93 Cair

b. Sifat-sifat kimia alkena Alkena jauh lebih reaktiv dibandingkan alkana. Alkena dapat mengalami reaksi adi

si(penjenuhan/pemutusan ikatan rangkap) dan reaksi polimerisasi (penggabungan mo nomer menjadi polimer) alkena juga mudah terbakar. 2.5 Kegunaan alkena Dapat digunakan sebagai obat bius (dicampur dengan O2) Untuk memasakkan buah-buahan Sintesis zat lain (gas alam, minyak bumi, etanol)

3.

ALKUNA (CnH2n-2)

Alkuna merupakan deret senyawa hidrokarbon tidak jenuh yang dalam tiap molekulny a mengandung satu ikatan rangkap 3 diantara dua atom C yang berurutan. Untuk mem bentuk ikatan rangkap 3 atau 3 ikatan kovalen diperlukan 6 elektron, sehingga ti nggal satu elektron pada tiap-tiap atom C tersisa untuk mengikat atom H. Jumlah atom H, yang dapat diikat berkurang dua, maka rumus umumnya menjadi CnH2n+2 – 4H = CnH2n-2 3.1 Rumus alkuna Alkuna merupakan hidrokarbon tak jenuh yang mempunyai ikatan rangkap tiga C=C. S uku alkana yang paling kecil terdiri dari dua atom C, yaitu etuna. Nama alkuna s esuai dengan nama alkana dengan mengganti akhiran – ana menjadi -una. Nama Struktur Rumus molekul Etena CH=CH C2H4 Propena CH=C-CH3 C3H4 Butena CH=C-CH2-CH3 C4H6 Pentena CH=C- CH2- CH2?-CH3 C5H8 Dari tabel diatas rumus molekul secara umum dapat dirumuskan: CnH2n-2 Seperti halnya alkena, alkuna juga mempunyai suku pertama dengan harga n = 2, se hingga rumus molekulnya C2H2, sedang rumus strukturnya H – C C – H. Senyawa alkuna t ersebut mempunyai nama etuna atau dengan nama lazim asetilena. Asetilena merupak an suatu gas yang dihasilkan dari reaksi karbon dengan air dan banyak digunakan oleh tukang las untuk menyambung besi. CaC2 (s) + 2 H20 (l) ® C2H2 (g) + Ca(OH)2 (aq) karbida asetilena 3.2 Tata nama alkuna Tata nama alkuna menurut IUPAC sama dengan tatanama alkena, lang-kah-lan gkah untuk memberi nama alkuna adalah sebagai berikut: 1. Tentukan rantai induk, yaitu rantai karbon terpanjang dari ujung satu ke ujung yang lain yang melewati ikatan rangkap, berilah nama alkuna sesuai jum lah atom C pada rantai induk. 2. Penomoran. Penomoran dimulai dari ujung rantai induk yang terdekat de ngan rangkap. 3. Jika terdapat cabang berilah nama cabang dengan alkil sesuai jumlah a tom C cabang tersebut. Jika terdapat lebih dari satu cabang, aturan penamaan ses uai dengan aturan pada tatanama alkana. 4. Urutan penamaan: nomor cabang-nama cabang-nomor rangkap-rantai induk. 3.3 Isomer alkuna Etuna (C2H2), propena (C3H4) tidak mempunyai isomeri katena hanya ada sa tu struktur. Isomer dari butuna (C4H6): Isomer pentuna (C5H8)

 

3.4 Kegunaan alkuna • Pada pengelasan : dibakar dengan O2 memberi suhu yang tinggi (+- 3000oC), dipaka i untuk mengelas besi dan baja • Untuk penerangan. • Untuk sintesis senyawa lain. 4. ALKOHOL (R-OH)

4.1 Rumus Umum Senyawa alkohol atau alkanol dapat dikatakan senyawa alkana yang satu atom H–nya d iganti dengan gugus –OH (hidroksil). Sehingga seperti terlihat pada tabel 4.1 rumu s umum senyawa alkohol adalah R–OH dimana R adalah gugus alkil. Untuk itu rumus um um golongan senyawa alkohol juga dapat ditulis CnH2n+1 – OH Contoh : GUGUS ALKIL DAN RUMUS MOLEKUL ALKOHOLNYA Untuk Nilai ‘n’ R Rumus Molekul Alkohol 1. 2. 3. CH3 C2H5 C3H7 CH3 – OH C2H5 – OH C3H7 – OH 4.2 Tata Nama Penamaan senyawa alkohol prinsipnya ada dua cara yaitu : 1) Dengan aturan IUPAC yaitu menggunakan nama senyawa alkananya dengan mengganti akiran “ ana “ dalam alkana menjadi “ anol “ dalam alkoholnya. 2) Dengan sistem Trivial yaitu dengan menyebutkan nama gugus alkilnya diikuti ka taalkohol. Contoh : CONTOH PENAMAAN ALKOHOL Alkana Nama Rumus molekul Nama IUPAC Nama Trivial CH4 C2H6 C3H8 C4H10 Metana Etana Propana Butana CH3 – OH C2H5 – OH C3H7 – OH C4H9 – OH Metanol Etanol Propanol Butanol Metil alkohol Etil alkohol Propil alkohol Butil alkohol Untuk senyawa–senyawa alkohol dengan rumus struktur bercabang aturan penamaannya a dalah sebagai berikut : a. Tetapkan rantai utama dengan cara memilih deretan C paling panjang yang mengi kat gugus fungsi –OH , kemudian beri nama sesuai nama alkoholnya. b. Pemberian nomor pada rantai utama dimulai dari ujung yang memberikan nomor te rkecil bagi atom C yang mengikat gugus –OH. Langkah selanjutnya sama dengan penama an senyawa – senyawa hidrokarbon (terdahulu) Contoh : 3 – Propil – 2 – Heksanol

(rantai utama dipilih yang 6C bukan 7C karena jika dipilih 7C gugus –OH nyatidak i kut). 3 metil 2 butanol bukan 2 metil 3 butanol (ingat aturan 2) 1. Isomer posisi senyawa alkohol Isomer posisi adalah senyawa yang mempunyai rumus molekul sama, gugus fungsi sam a tetapi posisi gugus fungsinya berbeda. Contoh a) Senyawa C3H7OH Rumus struktur dari senyawa C3H7-OH dapat berupa CH3-CH2-CH2-OH 1-propanol CH3 — CH — CH3 2-propanol | OH 4.2 Sifat-sifat alkohol Sifat fisika alkohol : • TD alkohol > TD alkena dengan jumlah unsur C yang sama (etanol = 78oC, etena = 88,6oC). • Umumnya membentuk ikatan hidrogen. • Berat jenis alkohol > BJ alkena. • Alkohol rantai pendek (metanol, etanol) larut dalam air (=polar). 4.3 Kegunaan alkohol Penggunaan alkohol : Metanol : pelarut, antifreeze radiator mobil, sintesis formaldehid, meti lamina, metilklorida, metilsalisilat, dll. Etanol : minuman beralkohol, larutan 70 % sebagai antiseptik, sebagai pe ngawet, dan sintesis eter, koloroform, dll.

5.

ETER (R-O-R)

5.1 Rumus Umum Eter atau alkoksi alkana adalah golongan senyawa yang mempunyai dua gugu s alkyl yang terikat pada satu atom oksigen. Dengan demikian eter mempunyai rumu s umum :R–O–R1dimana R dan R1adalah gugus alkil, boleh sama boleh tidak Contoh : CH3–CH2–O–CH2–CH3 R = R1(eter homogen) CH3–O–CH2–CH2–CH3 R-R1(eter majemuk) 5.2 Tata nama eter Ada dua cara penamaan senyawa-senyawa eter, yaitu : 1) Menurut IUPAC, eter diberi nama sesuai nama alkananya dengan awalan “ a lkoksi “ dengan ketentuan sebagai berikut : – rantai karbon terpendek yang mengikat gugus fungsi –O– ditetapkan sebagai gu gus fungsi alkoksinya. – rantai karbon yang lebih panjang diberi nama sesuai senyawa alkananya 2) Menurut aturan trivial, penamaan eter sebagai berikut : menyebutkan n ama kedua

gugus alkil yang mengapit gugus –O– kemudian diberi akiran eter.

5.3 Sifat-Sifat Eter Berbeda dengan senyawa-senyawa alkohol, eter mempunyai sifat-sifat sebag ai berikut : 1) Titik didih rendah sehingga mudah menguap 2) Sulit larut dalam air, karena kepolarannya rendah 3) Sebagai pelarut yang baik senyawa-senyawa organik yang tak larut dala m air 4) Mudah terbakar 5) Pada umumnya bersifat racun 6) Bersifat anastetik (membius) 7) Eter sukar bereaksi, kecuali dengan asam halida kuat (HI dan H Br) 5.4 Kegunaan Eter Senyawa-senyawa eter yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari ant ara lain : 1) Dietil eter (etoksi etana) biasanya digunakan sebagai pelarut senyawa -senyawa organik. Selain itu dietil eter banyak digunakan sebagai zat arestesi (obat bius) di rumah sakit. 2) MTBE (Metil Tertier Butil Eter),Senyawa eter ini digunakan untuk mena ikan angka oktan besin menggantikan kedudukan TEL / TML, sehingga diperoleh bens in yang ramah lingkungan. Sebab tidak menghasilkan debu timbal (Pb2+) seperti bi la digunakan TEL / TML 5.5 BeberapaReaksi Eter Eter adalah golongan senyawa organik yang memiliki rumus umum R-O-R . Be berapa reaksi dari eter diantaranya adalah: a. Pembakaran Eter mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air. Contoh: b. aktif). c. d. as: Jika asam halida berlebih 6. ALDEHID (R-CHO) Aldehid adalah suatu senyawa yang mengandung gugus karbonil (C=O) yang terikat p ada sebuah atau dua buah unsur hidrogen. Aldehid berasal dari “alkohol dehidrogena tum“. (cara sintesisnya). 6.1 Rumus umum aldehid Struktur Aldehid : R – CHO 6.2 Tata nama aldehid Dalam sistem IUPAC, aldehida diberi akhiran –al (berasal dari suku pertam a aldehida). Contoh-contohnya adalah sebagai berikut : Reaksi dengan PCl5 Eter bereaksi dengan PCl5, tetapi tidak membebaskan HCl. Reaksi dengan Hidrogen Halida (HX) Eter terurai oleh asam halida, terutama oleh HI. Jika asam halida terbat Reaksi dengan Logam Aktif Berbeda dengan alkohol, eter tidak bereaksi dengan logam natrium (logam

¡

Karena aldehida telah lama dikenal, nama-nama umum masih sering digunaka n. Nama-nama tersebut dicantumkan dibawah nama IUPAC-nya. Karena nama ini sering digunakan, anda perlu juga mempelajarinya juga. Untuk aldehida yang mempunyai subtituen, penomoran rantai dimulai dari k arbon aldehida sebagai mana contoh berikut :

Untuk aldehida siklik, digunakan awalan-karbaldehida. Aldehida aromatik sering mempunyai nama umum

6.3 Sifat-sifat Aldehid Sifat-sifat kimia aldehid dan keton umumnya serupa, hanya berbeda dalam derajatnya. Unsur C kecil larut dalam air (berkurang + C). Merupakan senyawa polar, TD aldehid > senyawa non polar Sifat fisika formaldehid : suatu gas yang baunya sangat merangsang Akrolein = propanal = CH2=CH-CHO : cairan, baunya tajam, sangat reaktif. Contoh : Formaldehid = metanal = H-CHO. Sifat-sifat : satu-satunya aldehid yang berbentuk gas pada suhu kamar, tak berwa rna, baunya tajam, larutanya dalam H2O dari 40 % disebut formalin. 6.4 Kegunaan aldehid sebagai desinfektans, mengeraskan protein (mengawetkan contoh-contoh biologik), membuat damar buatan. 6.5 Pembuatan aldehid Oksidasi dari alkohol primer Oksidasi dari metilbenzen Reduksi dari asam klorida

7

KETON

Keton adalah suatu senyawa organik yang mempunyai sebuah gugus karbonil (C=O) te rikat pada dua gugus alkil, dua gugus aril atau sebuah alkil dan sebuah aril. 7.1 Tata nama keton Dalam sistem IUPAC, keton diberi akhiran-on (dari suku kata terakhir keton). Pen omoran dilakukan sehingga gugus karbonil mendapat nomor kecil. Biasanya keton di beri nama dengan menambahkan kata keton setelah nama-nama gugus alkil atau aril yang melekat pada gugus karbonil. Sama halnya dengan aldehida nama umum sering d igunakan. Contohnya adalah sebagai berikut :

Struktur: (R)2-C=O Contoh : propanon = dimetil keton = aseton = (CH3)2-C=O

Sifat : cairan tak berwarna, mudah menguap, pelarut yang baik. 7.2 Kegunaan Penggunaan : sebagai pelarut, sebagai hipnotik, sebagai fenasil klorida (kloroas etofenon) dipakai sebagai gas air mata. Contoh lain : asetofenon = metil fenil keton 7.3 Pembuatan keton Oksidasi dari alkohol sekunder Asilasi Friedel-Craft Reaksi asam klorida dengan organologam.

8 ASAM KARBOSILAT (R-COOH) 8.1 Rumus Umum Asam alkanoat atau asam karboksilat merupakan golongan senyawa karbon yang mempunyai gugus fungsional –COOH terikat langsung pada gugus alkil, sehingga rumus umum asam alkanoat adalah : R-COOH 8.2 Tata Nama Penamaan senyawa-senyawa asam alkanoat atau asam karboksilat juga ada dua cara yaitu : 1) Menurut IUPAC : mengikuti nama alkananya dengan menambahkan nama asam di depannya dan mengganti akhiran “ ana “ pada alkana dengan akiran “ anoat “ pada asam Alkanoat. 2) Menurut Trivial, penamaan yang didasarkan dari sumber penghasilnya. Contoh: Rumus Struktur Nama IUPAC Nama trivial HCOOH CH3COOH C2H5COOH CH3(CH2)COOH CH3(CH2)3COOH CH3(CH2)4COOH Asam Metanoat Asam Etanoat Asam Propanoat Asam Butanoat Asam Rentanoat Asam Heksanoat Asam Format Asam Asetat Asam Propionat Asam Butirat Asam Valerat Asam Kaproat Semut (Formica) Cuka (Asetum) Susu (Protospion) Mentega (Butyrum) Akar Valerian (Valere) Domba (Caper) Sumber

Untuk senyawa-senyawa asam alkanoat yang mempunyai rumus struktur bercabang aturan penamaan IUPAC adalah sebagai berikut : 1) Tentukan rantai utama dengan memilih deretan C paling panjang dan mengandung gugus fungsi –COOH, kemudian diberi nama seperti pada tabel di atas. 2) Penomoran atom C dimulai dari atom C gugus fungsi, sedang aturan selanjutnya sama dengan yang berlaku pada senyawa-senyawa hidrokarbon.

Contoh : a) CH3–CH2–CH (CH3)–COOH Asam 2, metil Butanoat 8.3 Sifat – Sifat Asam Karboksilat Secara umum senyawa-senyawa asam alkanoat atau asam karboksilat mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : 1) a) Asam alkanoat yang mengandung C1 sampai C4 berbentuk cairan encer dan laru t sempurna dalam air b) Asam alkanoat dengan atom C5 sampai C9 berbentuk cairan kental dan sedikit la rut dalam air c) Asam alkanoat suku tinggi dengan C10 atau lebih berbentuk padatan yang sukat larut dalam air. 2) Titik didih asam alkanoat lebih tinggi dibandingkan titik didih alkohol yang memiliki jumlah atom C yang sama. 3) Asam alkanoat pada umumnya merupakan asam lemah. Semakin panjang rantai karbonnya semakin lemah sifat asamnya. Contoh : HCOOH Ka = 1,0 . 10–4 CH3COOH Ka = 1,8 . 10–5 CH3CH2COOH Ka = 1,3 . 10–5 4) Asam alkanoat dapat bereaksi dengan basa menghasilkan garam. Reaksi ini diseb ut reaksi penetralan. a) CH3COOH + NaOH -------------> CH3COONa + H2O Asam Etanoat Natrium Etanoat 5) Asam alkanoat dapat bereaksi dengan alkohol menghasilkan senyawa ester. Reaks i ini dikenal dengan reaksi esterifikasi. a) CH3COOH + CH3–OH ------------------> CH3COOHCH3 + H2O Asam Etanoat Metanol Metil Etanoat b) CH3CH2COOH + CH3CH2–OH -------------> CH3CH2COOCH3 + H2O Asam Propanoat Etanol Etil Propanoat 8.4 Kegunaan Asam Alkanoat Penggunaan asam alkanoat dalam kehidupan sehari-hari antara lain : 1) Asam format (asam metanoat) yang juga dikenal asam semut merupakan cairan tak berwarna dengan bau yang merangsang. Biasanya digunakan untuk : a) menggumpalkan lateks (getah karet) b) obat pembasmi hama 2) Asam asetat atau asam etanoat yang dalam kehidupan sehari-hari dikenal dengan nama asam cuka. Asam cuka banyak digunakan sebagai pengawet makanan, dan penambah rasa makanan (baksa dan soto) 3) Asam sitrat biasanya digunakan untuk pengawet buah dalam kaleng 4) Asam stearat, asam ini berbentuk padat, berwarna putih. Dalam kehidupan sehar i-hari terutama digunakan untuk membuat lilin. 8.5 Reaksi asam karbosilat Asam karboksilat adalah golongan senyawa organik yang memiliki rumus umum R-COOH . Beberapa reaksi yang dapat terjadi pada asam karoksilat antara lain: a. Reaksi penetralan

Asam karboksilat bereaksi dengan basa membentuk garam dan air. Garam natrium atau kalium dari asam karboksilat suku tinggi dikenal sebagai sabu n. Sabun natrium disebut sabun keras, sedangkan sabun kalium disebut sabun lunak . Sebagai contoh, yaitu natrium stearat (NaC17H35COO) dan kalium stearat (KC17H3 5COO). Asam alkanoat tergolong asam lemah, semakin panjang rantai alkilnya, semakin lem ah asamnya. Jadi, asam alkanoat yang paling kuat adalah asam format, HCOOH. Asam format mempunyai Ka=1,8x10-4. Oleh karena itu, larutan garam natrium dan kalium nya mengalami hidrolisis parsial dan bersifat basa. b. Reaksi Pengesteran Asam karboksilat bereaksi dengan alkohol membentuk ester. Reaksi ini disebut est erifikasi (pengesteran).

8 ESTER (R-C-OOR) Ester merupakan isomer fungsi dari asam karboksilat dengan gugus fungsi Rumus umum asam ester adalah 9.1 Tata Nama Ester Dengan menyebutkan gugus alkilnya, kemudian diikuti karboksilatnya. Contoh 9.2 Isomer Ester Isomer ester disebabkan oleh gugus alkil dan gugus alkanoatnya. Selain itu ester juga berisomer dengan asam karboksilat. Conoh: isomer C4H8O2 1) Sebagai asam karboksilat

2) Sebagai ester

9.3 Sifat-Sifat Ester a) Sifat Fisis (1) Ester memiliki titik didih dan titik beku yang lebih rendah dari titik didih dan titik beku asam karboksilat asalnya. (2) Ester suku rendah berupa zat cair yang berbau harum (beraroma buah-buahan). b) Sifat Kimia (1) Ester bersifat netral dan tidak bereaksi dengan logam natrium maupun PCl3. (2) Ester dapat mengalami hidrolisis menjadi asam karboksilat dan alkohol. (3) Hidrolisis ester suku tinggi dengan NaOH atau KOH menghasilkan sabun dan gliserol (reaksi penyabunan). Contoh: (4) Ester dapat mengalami reduksi menjadi alkohol. Contoh:

(5) Reduksi terhadap ester tak jenuh suku tinggi (minyak atau lemak cair) yang menghasilkan mentega. 9.4 Kegunaan Ester 1) Senyawa ester dengan rantai pendek (ester yang berasal dari asam karboksilat suku rendah dengan alkohol suku rendah) banyak ter dapat dalam buah-buahan yang menimbulkan aroma dari buah tersebut, sehingga disebut ester buah-buahan. Senyawa ester ini banyak digunakan sebagai penyedap atau esens. Aroma pisang pada makanan atau minuman dapat diperoleh dengan menambahkan ester amil asetat. Benzilasetat memberikan aromastrawberry pada makanan atau minuman. Di samping itu digunakan juga sebagai pelarut pada pembuatan cat, cat kuku, dan perekat. 2) Ester yang berasal dari gliserol dengan asam karboksilat suku rendah atau tin ggi (minyak dan lemak). Digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan sabun dan mentega (margarin). 3) Ester dari alkohol suku tinggi dan asam karboksilat suku tinggi. Ester ini di sebut lilin (wax), lilin ini berbeda dengan lilin hidrokarbon (lilin parafin). K egunaannya ialah untuk pemoles mobil dan lantai.

DAFTARA PUSTAKA Fessenden,J. Ralph dan Fessenden,S.Joan.2006.Dasar-Dasar Kimia Organik.Tanggeran g:Binarupa Aksara. http://:googlesearch/download/Aldehida_dan_Keton_Chem-Is-Try.Org_Situs_Kimia_Ind onesia_.htm http://googlesearch//ALKANA_ALKENA_ALKUNA_ Pratmana,M dan Marfuatun.22007.Kimia Untuk Sma Kelas X.Solo:CV.Shindunata

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->