P. 1
Jamur Amanita Phalloidesa

Jamur Amanita Phalloidesa

|Views: 1,062|Likes:
Published by Chornel Sitompul

More info:

Published by: Chornel Sitompul on Jul 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/24/2014

pdf

text

original

JAMUR AMANITA PHALLOIDES

Istilah keracunan makanan digunakan secara luas oleh masyarakat untuk semua penyakit yang diakibatkan oleh pemasukan makanan yang mengandung toksin. Dalam bahan makanan, suatu zat dapat dinyatakan sebagai racun (toksin) jika efek yang ditimbulkan dari zat tersebut dapat merusak sistem kerja metabolisme tubuh. Dari sekian banyak bahan makanan yang tersedia di alam, jamur merupakan salah satu bahan pangan yang berpotensi menimbulkan racun namun tidak jarang pula banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Jamur (fungi) adalah kelompok besar jasad hidup yang termasuk ke dalam dunia tumbuh-tumbuhan. Struktur tubuhnya bervariasi mulai dari yang sederhana/uniseluler. (contohnya khamir), sampai dengan bentuk lengkap/multiseluler (contohnya jamur kayu) dengan dinding sel dari selulosa atau khitin. Jamur memiliki inti (eukariot), berspora, namun tidak mempunyai pigmen hijau daun (khlorofil). Cara perkembangbiakannya secara aseksual (vegetatif) menghasilkan spora dan secara seksual (generatif) melalui kontak gametangium dan konjugasi (Anonim, 2007). Dewasa ini banyak masyarakat mengonsumsi jamur karena alih fungsinya sebagai bahan makanan alternatif pengganti daging. Selain karena memiliki cita rasa yang tinggi, orang mengonsumsi jamur juga karena pertimbangan kesehatan. Oleh sebab itu tidaklah mengherankan bila jamur sering digunakan para vegetarian untuk menggantikan menu daging mereka. Jamur merang (Volvariella), jamur kuping (Auricularia), shitake (Lentinus), dan jamur tiram putih (Pleuterotus) merupakan jenisjenis jamur pangan yang kini sering dikonsumsi oleh masyarakat. Selain karena rasanya yang enak, jamur juga memiliki banyak manfaat. Misalnya, sebagai bahan obat-obatan,

dan bermanfaat pula dalam pengolahan pangan seperti dalam pembuatan wine. Ada banyak jenis-jenis jamur beracun. Boletus satanas. Jika jenis jamur ini dilekatkan pada benda yang terbuat dari perak asli maka pada permukaan benda tersebut akan timbul warna hitam (karena sulfida) atau kebiruan (karena sianida). misalnya jenis Amanita muscaria (perkecualian untuk jamur merang. walaupun memiliki cincin namun tetap bisa dimakan). Dalam beberapa dekade terakhir ini sering kita jumpai kasus keracunan makanan yang diakibatkan oleh jamur beracun. kuning. serta efek toksik yang ditimbulkan. Jamur ini mengandung amanitin (amatoksin) dan phalloidin (falotoksin) sebagai senyawa-senyawa kimia berbahaya yang dapat menimbulkan efek toksik bagi kesehatan. Gyromitra (Helvella) esculenta. ada beberapa ketentuan yang sejauh ini dapat dijadikan pegangan untuk menentukan jenis jamur beracun atau tidak. jenis jamur beracun jika dimasak atau dipepes bersama nasi putih maka nasi tersebut akan berubah warna menjadi coklat. serta memiliki bau busuk karena mengandung senyawa sulfida atau sianida sehingga jarang dihinggapi serangga atau binatang kecil lainnya. keju. Amanita muscaria. hitam. 2007). tape. diantaranya Amanita phalloides. Russula emetica. jamur beracun tumbuh pada tempat yang kotor (misalnya tempat pembuangan sampah dan pada kotoran hewan). cokelat. hijau tua. dan Amanita pantherina (jamur lalat dan jamur macan tutul) (Anonim. Karena itu dengan mengenal aspek biologis jamur beracun ini lebih jauh seperti mengetahui ciri. kandungan senyawa racun. jenis Inocybe. Dari sekian banyaknya jenis jamur beracun. Selain itu. virosa dan verna. biru tua dan sejenisnya (perkecualian untuk jamur kuping dengan payung berwarna coklat yang dapat dimakan). jamur dapat pula menjadi penyebab penyakit kerusakan pangan atau yang lebih dikenal dengan istilah keracunan. memiliki cincin atau cawan pada tangkainya dengan bentuk seperti payung putih kekuningan. Umumnya jenis jamur beracun mempunyai ciri-ciri seperti memiliki warna yang agak mencolok misalnya merah darah. Lactarius torminosus (jamur setan/giftreizker). Pada kenyataannya sangat sukar untuk membedakan jenis jamur beracun (membahayakan) dan tidak. atau hitam. tempe. kecap.untuk dibudidayakan. merah. Meskipun demikian. maka pencegahan dan pengobatan akibat keracunan jamur Amanita phalloides dapat dilakukan sedini mungkin Jamur Amanita phalloides merupakan jenis jamur beracun paling berbahaya yang . Jamur beracun merupakan golongan jamur dengan kandungan senyawa-senyawa kimia berbahaya yang berpotensi menimbulkan efek toksik bagi kesehatan. Namun bahan makanan ini tidak selamanya menguntungkan. jamur Amanita phalloides merupakan spesies jamur beracun paling berbahaya karena dapat menyebabkan kematian apabila dikonsumsi oleh masyarakat. dan lain sebagainya. Di sisi lain.

ASPEK BIOLOGIS JAMUR AMANITA PHALLOIDES 1. Masyarakat awam sering sering mengira jamur ini dengan champignon (jamur agaricus). serta memiliki inti sel (eukariot). Efek toksiknya dapat menyebabkan kematian bila jamur ini termakan. 1.1 bentuk jamur amanita phalloides . pekarangan dan dapat ditemukan juga di antara jatuhan daun atau pada tanaman humus. amotil. selain itu jamur tersebut memiliki memiliki cirriciri yaitu. pekarangan. tegalan. Amanita phalloides jamur beracun yang mengandung senyawa racun seperti phalloidin yang terikat kuat pada actin filament (F-actin) dan amanitin yang terikat kuat pada enzim RNA polymerase II dengan efek toksik berupa kerusakan hati dan kegagalan ginjal akut yang dapat mematikan 1. jamur Amanita phalloides termasuk organisme heterotrof karena tidak mempunyai pigmen hijau daun (khlorofil) untuk melakukan proses fotosintesis. dinding sel mengandung kitin dan selulosa. tegalan. eukariotik. Tubuh buah seperti payung dengan tudung berwarna merah. Amanita phalloides bersifat parasit. Jamur termasuk dalam famili amanitaceae ini merupakan jamur yang memiliki efek toksik sangat berbahaya. berfilamen. serta dapat ditemukan pula di antara jatuhan daun atau pada tanah humus. Secara morfologi.dapat menyebabkan kematian akibat efek toksik yang ditimbulkan. mempunyai payung dengan tudung berwarna merah. Dari sekian banyaknya jenis jamur beracun. Dapat hidup sebagai saprofit atau parasit. Amanita phalloides merupakan spesies jamur paling berbahaya karena kematian biasanya terjadi setelah mengonsumsi jamur ini. coklat muda. coklat muda. jamur beracun ini dicirikan sebagai tumbuhan talus dengan struktur tubuh uniseluler atau berfilamen. bersifat amotil (dengan pengaliran sitoplasma melalui miselium).1 Morfologi Jamur Amanita phalloides Jamur Amanita phalloides dikenal pula sebagai payung maut (Death Cap). coklat tua sampai kuning dengan bintik-bintik putih.2 TAKSONOMI JAMUR AMANITA PHALLOIDES Amanita phalloides adalah spesies jamur yang dikenal sebagai payung maut (Death Cap) atau malaikat penghancur. Pada umumnya dapat berkembang biak secara seksual (generatif) maupun aseksual (vegetatif). Biasa tumbuh secara liar di hutan. Menurut Ainsworth (1973). Cara reproduksi jamur Amanita phalloides secara aseksual akan menghasilkan spora dengan sporokarpa makroskopik maupun mikroskopik. Habitatnya tumbuh liar di hutan. Jamur ini memiliki taksonomi sebagai berikut 1. dinding sel mengandung kitin dan selulosa.

Wieland (1938) menemukan phalloidin sebagai racun utama pada jamur Amanita phalloides. Pada tahun 1891. Amanita phalloides mengandung senyawa kimia yang disebut phalloidin (falotoksin) dan amanitin (amatoksin). Secara stokiometrik.1. penderita akan meninggal dunia. TOKSISITAS AMANITA PHALLOIDES 2. Berupa rantai bisiklik heptapeptide dan terikat secara khusus pada interfase subunit F-actin. H dan R. Kemudian Lynen. hati. Dan pada tahun 1941. Oleh sebab itu.• Kingdom : Fungi • Divisi : Basidiomycota • Kelas : Agaricomycetes • Subkelas : Hymenomycetes • Ordo : Agaricales • Famili : Amanitaceae • Genus : Amanita • Spesies : Amanita phalloides Amanita phalloides mengandung senyawa kimia yang disebut phalloidis 1. F. Phalloidin merupakan salah satu kelompok racun death cap (Amanita phalloides) yang sering dikenal pula sebagai phallotoxin. dan U. Hallermayer sebagai senyawa berikutnya yang bersifat sebagai racun. . amanitin ditemukan oleh Wieland. Senyawa racun jamur Amanita phalloides Karena efek toksiknya yang sangat berbahaya. Sedangkan orang yang keracunan amanitin memiliki gejala yang hampir sama dengan keracunan phalloidin yaitu mengalami kerusakan ginjal. Kobert menemukan senyawa kimia yang beliau namakan phallin. Ikatan polimerisasi pada struktur actin filament (F-actin) distabilkan dengan cara mengurangi tingkat konstan untuk peruraian subunit actin monomer. Phalloidin bila termakan akan menyebabkan keracunan yang akan berlanjut dengan diare hebat. gagal saluran pernafasan dan akhirnya penderita akan meninggal dalam waktu 10 hari. phalloidin bereaksi dengan actin dan berfungsi menstabilkan polimer-polimer actin (khususnya struktur F-actin). ikatan phalloidin lebih kuat pada actin filament (F-actin) daripada pada actin monomer.2. oleh karena itu penderita akan mengalami dehidrasi dan selanjutnya akan mengalami kerusakan ginjal dan hati. struktur jamur amanita phalloides 2. Walaupun bersifat haemolitik namun senyawa kimia ini tidak memiliki efek toksik. koma. Dalam waktu 58 hari. maka sejak abad ke-19 para ahli kimia telah melakukan penelitian terhadap kandungan senyawa kimia pada jamur Amanita phalloides yang berpotensi sebagai racun. R.

koma hepatic. Setelah itu. maka pasien dianjurkan pula untuk melakukan pengosongan lambung dengan cara pembilasan atau memuntahkan isi lambung sehingga racun yang masuk ke dalam organisme dapat dihilangkan.Pengosongan lambung Karena sisa-sisa racun jamur akan ada dalam lambung dalam jangka waktu yang cukup lama. perut akan terasa terpompa dan timbul rasa sakit yang luar biasa. Studi Toksisitas Phalloidin Gejala akibat keracunan phalloidin baru akan terjadi setelah periode laten yang cukup lama yaitu sekitar 8-24 jam. Kadang-kadang gejala akan hilang dengan sendirinya. Penundaan pengobatan terhadap gejala-gejala ini akan membuatnya lebih sulit untuk didiagnosa yang nantinya dapat berakibat fatal. Orang-orang yang sembuh akan memiliki resiko kerusakan hati yang permanen (Anonim.3. cara pengobatan pada kasus keracunan jamur Amanita phalloides meliputi: 1. 2. Beberapa efek toksik (dampak) dari racun ini akan terlihat dalam kurun waktu 10 jam. Pada hari keempat dan kelima. Biasanya orang-orang yang terkena racun ini akan mati dalam waktu sekitar seminggu dari saat proses pencernaannya. Muntahnya penderita keracunan menandakan jika gejala baru terjadi. tetapi hampir 50% penderita akan meninggal dalam 5-8 hari. Akibatnya akan banyak air dan elektrolit yang hilang dalam tubuh sehingga akan terjadi kegagalan sirkulasi. studi toksisitas amanitin Diare dan kejang merupakan gejala-gejala pertama akibat keracunan amanitin. Kerusakan ginjal menyebabkan berkurangnya produksi air kemih atau bahkan tidak ada sama sekali. . gagal saluran pernafasan dan mati.2. 2007). Racun ini secara efektif dapat menyebabkan cytolysis hepatocytes (sel-sel hati). Gejala dan Efek Keracunan Jamur Amanita phalloides A. Yang bersangkutan akan merasa sangat sakit dan terjadi diare hebat. Setelah itu diikuti terjadinya gangguan pada saluran pencernaan. gagal hati.2. Hal ini merupakan hal yang biasa untuk beberapa dampak yang akan terjadi dalam kurun waktu 24 jam setelah berada dalam proses pencernaan. yang mengarah pada rusaknya sistem total kedua organ tubuh ini. Studi lain menyatakan sekitar 15% dari yang terkena racun ini akan mati dalam waktu 10 hari melewati tahap keadaan tak sadarkan diri sampai ke keadaan gagal ginjal. B. amanitin akan mulai memperlihatkan dampak yang parah pada hati dan ginjal. Cara Pengobatan Keracunan Jamur Amanita phalloides Secara umum. Efek toksik dari racun ini yaitu terjadi kerusakan pada organ ginjal dan hati. Sedangkan kerusakan hati mengakibatkan sakit kuning yang biasanya muncul dalam kurun waktu 2-3 hari.

4 Hemodialisis pada kegagalan ginjal akut. ginjal buatan mendialisis darah di luar tubuh pada membran yang amat luas permukaannya yang dibilas dengan cairan dialisis.2.Termasuk juga aneka ragam obat-obatan untuk melawan senyawa-senyawa racun pada jamur Amanita ph alloides. Pemberian karbon aktif Setelah pembilasan lambung. Pada hemopermusi. dapat diketahui banyaknya air dan elektrolit dalam tubuh yang hilang dan dapat dikembalikan lagi dengan infus. terutama karbon aktif. Hemoperfusi untuk melakukan detoksifikasi. seperti intravenous penicilin dan cephalosporin derivatives. 3. Pada sisitem ini. . darah dilewatkan melalui adsorbensia yang dirancang khusus seperti harsa polistiren dan arang. 5. lebih baik diberikan adsorbensia dan laksansia garam jika diduga sebagian racun sudah masuk ke usus. 6.Pengaturan kesetimbangan air dan elektrolit Dengan kontrol secara terus menerus pada kesetimbangan elektrolit dan air. Biasanya pemberian adsorbensia. Dapat pula diberikan infus Glukokortikoid dosis tinggi. akan lebih baik dan tidak terlalu berbahaya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->