P. 1
Perenc.saringan Pasir Lambat_sni 3981-2008

Perenc.saringan Pasir Lambat_sni 3981-2008

|Views: 219|Likes:
Published by brianbeselly
Tata Cara Pelaksanaan Perencanaan Pasir Lambat
Tata Cara Pelaksanaan Perencanaan Pasir Lambat

More info:

Published by: brianbeselly on Jul 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2015

pdf

text

original

“ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam

rangka Penyebarluasan, Pengenalan dan Pengaplikasian Standar, Pedoman, Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ”

SNI 3981:2008

Perencanaan instalasi saringan pasir lambat

Standar Nasional Indonesia

ICS 91.220

Badan Standardisasi Nasional

“ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan, Pengenalan dan Pengaplikasian Standar, Pedoman, Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ”

.................................................................................................................................................. 2 5 Cara pengerjaan ......................................................................................................................................................... 7 Lampiran B ..................................SNI 3981:2008 Daftar isi “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan...................................................................................................................... 13 Bibliografi ............................................................................................................................................................................................ii Pendahuluan................................................................................................................. Pedoman......................................................................... 16 i ..................................................................................... 1 3 Istilah dan definisi ............................................................................................................................................................... 7 Lampiran C ......... 1 4 Persyaratan .... Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Daftar isi...................................................................................................................................i Prakata .. iii 1 Ruang lingkup ................................................................................................................. 5 Lampiran A .......................................................................................................... Pengenalan dan Pengaplikasian Standar............... 1 2 Acuan normatif.......

dan prasarana permukiman yang melibatkan wakil dari produsen. Tata cara perencanaan instalasi saringan pasir lambat. Standar ini disusun oleh Panitia Teknis Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil melalui Gugus kerja sarana dan prasarana permukiman pada Sub panitia teknis perumahan. sarana. Tata cara penulisan disusun mengikuti Pedoman Standardisasi Nasional 08:2007 dan dibahas dalam forum rapat konsensus pada tanggal 27 April 2006 di Bandung oleh Sub panitia teknis perumahan. standar ini merupakan revisi dari SNI 03-3981-1995. Daftar istilah yang dipergunakan dalam standar ini dan Gambar instalasi saringan pasir lambat dicantumkan pada Lampiran A dan Lampiran B. ii . perguruan tinggi dan instansi pemerintah terkait. asosiasi. konsumen. lembaga penelitian. Pedoman. dan prasarana permukiman. sarana.SNI 3981:2008 Prakata “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. dengan perubahan sebagian pada jenis air yang diolah yaitu air baku dengan kekeruhan ≤50 mg/Liter SiO2 menjadi air minum. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Standar Nasional Indonesoi (SNI) tentang ’Perencanaan instalasi saringan pasir lambat’. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. untuk memberi kemudahan kepada pengguna dalam memahami standar ini.

Apabila air baku mempunyai kandungan kekeruhan tinggi dan konsentrasi oksigen terlarut rendah. Kondisi ini mengindikasikan bahwa media pasir penyaring sudah mampat (clogging). Petunjuk teknis untuk pemulihan media penyaring dapat dibaca dalam SNI 03-3982-1995. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. dan simultan pada seluruh permukaan media. dan bahkan menyebabkan debit efluen menjadi sangat kecil. bahan pencemar dalam air baku akan bertumpuk dan menebal di atas permukaan media pasir. maka sistem saringan pasir lambat membutuhkan pengolahan pendahuluan. Tata cara pengoperasian dan perawatan instalasi saringan pasir lambat. Saringan pasir lambat akan beroperasi secara normal kembali. maka gradien kecepatan yang terjadi memberikan kesempatan pada partikel halus. dan menghasilkan filtrat yang memenuhi persyaratan kualitas air minum. Kandungan oksigen terlarut tersebut dimaksudkan untuk memperoleh proses biokimia dan biologis yang optimal. Untuk memulihkan saringan yang mampat. Sejalan dengan proses penyaringan. iii . Setelah melampaui perioda waktu tertentu. Ukuran media pasir saringan yang sangat kecil akan membentuk ukuran pori-pori antara butiran media juga sangat kecil. Pedoman. Proses penyaringan merupakan kombinasi antara proses fisis (filtrasi. sangat lambat. dan membentuk gugusan yang lebih besar. Tujuan operasi awal adalah untuk mematangkan media pasir penyaring dan membentuk lapisan kulit saringan (schmutsdecke). kualitas filtrat atau air hasil olahan dari saringan pasir lambat. yang kelak akan berfungsi sebagai tempat berlangsungnya proses biokimia dan proses biologis. Bagi pasir media yang baru pertama kali dipasang dalam bak saringan memerlukan masa operasi penyaringan awal. biasanya belum memenuhi persyaratan air minum. Akan tetapi dengan aliran yang berkelok-kelok melalui pori-pori saringan dan juga lapisan kulit saringan. yang mempunyai kekeruhan sedang sampai rendah. kurang lebih dua hari setelah melakukan pengangkatan atau pencucian media pasir. secara normal dan terus menerus selama waktu kurang lebih tiga bulan. ternyata masih belum mampu menahan partikel koloid dan bakteri yang ada dalam air baku. pengelola harus segera mengangkat dan mencuci media pasir menggunakan alat pencuci pasir. yang dapat menahan partikel sampai pada kedalaman tertentu. yang direncanakan terpisah dari standar ini. untuk saling berkontak satu sama lain.SNI 3981:2008 Pendahuluan “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. dan konsentrasi oksigen terlarut (dissolved oxygen) sedang sampai tinggi. Meskipun ukuran pori-porinya sangat kecil. tumpukan tersebut menyebabkan media pasir tidak dapat merembeskan air sebagai mana mestinya. Selama proses pematangan. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Saringan pasir lambat adalah bak saringan yang menggunakan pasir sebagai media filter dengan ukuran butiran sangat kecil. namun mempunyai kandungan kuarsa yang tinggi. dan air yang ada di dalam bak saringan mengalir melalui saluran pelimpah. sedimentasi dan adsorpsi). Proses penyaringan berlangsung secara gravitasi. proses biokimia dan proses biologis. Saringan pasir lambat lebih cocok mengolah air baku.

Pedoman. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” . Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.“ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan.

2 instalasi saringan pasir lambat bak yang direncanakan dengan kriteria tertentu dan diisi dengan media penyaring dengan ukuran butiran tertentu 3.5 tinggi bebas (freeboard) ruang atau jarak antara permukaan air maksimum dengan dinding teratas 3.4 saluran pengumpul bawah (underdrain) saluran yang direncanakan untuk mengumpulkan dan mengalirkan air hasil penyaringan ke dalam saluran keluaran (outlet) 3.6 air baku air yang mutunya memenuhi ketentuan baku mutu air baku yang berlaku 1 dari 16 . Pintu air pengatur sorong SNI 03-2414-1991. Cara penentuan kekerasan pasir untuk aduk dan beton SNI 03-1749-1990. Metoda pengambilan contoh kualitas air SNI 06-2413-1995.SNI 3981:2008 Perencanaan instalasi saringan pasir lambat “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan.3 kedalaman bak saringan jumlah dari tinggi bebas. Metoda pengujian kualitas fisika air 3 Istilah dan definisi 3. Pedoman. tinggi air di atas media pasir. persyaratan teknis. proses biokimia dan proses biologis 3. dan perencanaan instalasi saringan pasir lambat sebagai pegangan bagi penyelenggara pembangunan untuk mengolah air baku dengan kekeruhan ≤50 mg/Liter SiO2 menjadi air minum. tebal pasir penyaring. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” 1 Ruang lingkup Standar ini memuat persyaratan umum. 2 Acuan normatif SNI 03-1756-1990. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. beroperasi secara gravitasi serempak. tebal kerikil penahan dan underdrain 3. Metoda pengukuran debit sungai dan saluran terbuka SNI 06-2412-1991. Cara penentuan besar butir agregat untuk aduk dan beton SNI 03-2928-1992.1 saringan pasir lambat salah satu cara pengolahan air baku untuk menghasilkan air bersih. terjadi proses fisis.

d 1....30 g) Media penyaring dengan kriteria sebagai berikut : 1) jenis pasir yang mengandung kadar SiO2 lebih dari 90 %.................. 3) jumlah bak minimal 2 buah kedalaman bak............4 m/jam.... 4) cara menentukan ES dan UC sebagai berikut: (a) ES = P10 . 2) panjang bak (P) : lebar bak (L) = ( 1 sampai dengan 2 ) : 1...... 2) diameter efektif (effective size .................1 Persyaratan umum Perencanaan instalasi saringan pasir lambat harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a) tersedia air baku yang akan diolah.... b) tersedia pengelola instalasi saringan pasir lambat........ Kedalaman (D) Tinggi bebas (freeboard) Tinggi air di atas media pasir Tebal pasir penyaring Tebal kerikil penahan Saluran pengumpul bawah Jumlah Ukuran (m) 0.d 0................. 4. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” 4 Persyaratan 4................ 1. seperti pada Tabel 1.......1 m/jam sampai dengan 0............50 0..........20 s...........20 2.......... 3.......2 Persyaratan teknis Persyaratan teknis memenuhi kriteria sebagai berikut : a) kecepatan penyaringan 0.30 1...............ES) butiran 0.UC) butiran 2 sampai dengan 3.30 0........4 mm...... 2......... 4) 2 dari 16 .... Tabel 1 Kedalaman saringan pasir lambat No........ .60 s..SNI 3981:2008 3......... Pedoman......d 1........ 4..........15 s.. 1) ⎝V ⎠ dengan: Q = Debit air baku (m3/jam) V = Kecepatan penyaringan (m/jam) A = Luas permukaan bak (m2 ) c) d) e) f) luas permukaan bak (A) = P x L.d 0....d 3.................d 0..05 s.....00 s.7 air minum air yang mutunya memenuhi ketentuan baku mutu air minum yang berlaku “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan..2 mm sampai dengan 0............. b) luas permukaan bak dihitung dengan rumus : ⎛Q⎞ A = ⎜ ⎟ ......... Pengenalan dan Pengaplikasian Standar............10 s.... 5....00 0.......... c) tersedia lahan untuk pembangunan/penempatan instalasi............................ 3) koefisien keseragaman (uniformity coefficient ......................

.2.0 % beratnya...55 gr/cm3 sampai dengan 2. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” dengan: ES = Diameter efektif butiran pasir.... 3) Saluran pengumpul bawah (Underdrain) ditentukan sebagai berikut j) 3 dari 16 .. 1 2 i) Diameter kerikil rata-rata (mm) 3 s.2 Air baku dengan ketentuan sebagai berikut : 1) kekeruhan ≤ 50 mg/Liter SiO2 2) oksigen terlarut • 6 mg/Liter... (d) dilengkapi dengan sistem perpipaan yang dapat mengalirkan air olahan... 7) kelarutan pasir dalam HCl selama 4 jam kurang dari 3.... P60 = butiran pasir efektif terkecil...... (c) dilengkapi dengan katup (check valve) untuk saluran tertutup dan pintu air ditambah sekat ukur untuk saluran terbuka... (b) dilengkapi dengan katup pengatur debit efluen.. (d) dilengkapi dengan penahan cucuran air baku di atas pasir penyaring supaya tidak merusak permukaan pasir..d 30 Total ketebalan media kerikil Ketebalan (cm) 5 s..........1. 3) total koliform ≤ 500 MPN per 100 mL.1 ke ... Pedoman. UC = Koefisien keseragaman butiran pasir. Tabel 2 Gradasi butir media kerikil No........5 % beratnya h) Media penahan Jenis kerikil tersusun dengan lapisan teratas butiran kecil dan berurutan ke butiran kasar pada lapisan paling bawah...... (e) dilengkapi dengan bak penampung air olahan dengan muka air di atas permukaan media penyaring 50 mm sampai dengan100 mm.......SNI 3981:2008 b) UC = ⎜ 60 ⎟ ⎜P ⎟ ⎝ 10 ⎠ ⎛P ⎞ ..d 10 10 s........65 gr/cm3 ...(B) pada Lampiran B....... (c) dilengkapi dengan alat ukur debit.....d 20 15 s.......... Perlengkapan bak saringan 1) Saluran masukan (Inlet) ditentukan sebagai berikut : (a) saluran tertutup atau terbuka dapat dilihat pada Gambar B. gradasi butir media kerikil dapat dilihat pada Tabel 2.... 5) “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan.2.. 2) Saluran keluaran (Outlet) ditentukan sebagai berikut : (a) saluran tertutup dapat dilihat pada Gambar B..d 30 Lapisan ke (dari atas ke bawah) ke . Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.. 6) kelarutan pasir dalam air selama 24 jam kurang dari 3..... P10 = butiran pasir efektif terbesar 5) berat jenis 2.d 4 10 s....(A) dan Gambar B. (b) dilengkapi dengan bak pembagi atau penenang air baku.2 Lampiran B......

(3) permukaan ambang pelimpah tepat pada permukaan air maksimum saringan yang bersangkutan. (3) jumlah saluran sebanyak 5 lajur ke arah panjang bak saringan. 4 dari 16 “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. Jarak antara penutup 1 cm sampai dengan 2 cm.3. (5) pada bagian atas saluran diberi tutup pelat beton. • dihubungkan dengan pipa penguras dan dilengkapi dengan katup.3. (2) dalam saluran 10 cm sampai dengan 20 cm. 5) Penguras ditentukan sebagai berikut : (1) tampungan air dengan ketentuan: • dipasang tepat di bawah terjunan inlet. (4) pada bagian atas saluran diberi tutup batu belah. (A) Lampiran B. panjang 40 cm sampai 50 cm. (B) Lampiran B. (2) dalam saluran 10 cm sampai dengan 20 cm. balok beton pracetak berlubang dan sebagainya. dengan ketentuan sebagai berikut: (1) lebar saluran dari as ke asa 40 cm sampai dengan 50 cm. dan pipa lateral (cabang) yang diberi lubang (orifice) pada bagian bawahnya. dapat dilihat pada Gambar B. dapat dilihat pada Gambar B. (3) tebal dinding saluran 10 cm. (b) susunan bata cetak.2 cm. (6) lantai saluran pengumpul bawah harus datar atau rata. Pipa lateral dipasang sisi kiri dan sisi kanan pipa manifold. dan atau lebih kecil dari ukuran butir kerikil penahan yang paling besar. lubang dibuat pada seluruh badan pipa lateral. (2) diameter pipa lateral 7. untuk dimanfaatkan ulang ke dalam bak pembagi atau dibuang langsung ke badan air penerima. (5) kemiringan pipa manifold kearah outlet 1% sampai dengan 2%. • ambang tampungan kurang lebih 30 cm di bawah permukaan pasir penyaring maksimum. panjang 25 cm sampai 30 cm. 4) Pelimpah ditentukan sebagai berikut : (1) berbentuk saluran terbuka atau tertutup.6 cm sampai dengan 1. • penampang atas tampungan diberi tutup. (3) diameter lubang pada pila lateral (orifice) 0. (4) air pelimpah dapat dialirkan ke dalam tangki khusus.3. (4) jarak antar orifice 5 cm sampai dengan 10 cm. (c) jaringan pipa manifold (pipa utama).SNI 3981:2008 (a) saluran-saluran memanjang dengan tutup berlubang atau pipa dilengkapi nozzle. (4) jumlah saluran sebanyak 5 lajur kearah panjang bak saringan. Jarak antar pipa lateral 20 cm sampai dengan 25 cm. (6) kemiringan saluran pengumpul kearah outlet 1% sampai dengan 2%. Lebar pelat beton 40 cm sampai 50 cm. tebal pelat 10 cm sampai 20 cm. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. (5) kemiringan saluran pengumpul ke arah outlet1% sampai dengan 2%. lantai beton berlubang. dan di tengah-tengah kedua sisi memanjang saringan. dengan ketentuan sebagai berikut: (1) lebar saluran dari as ke as 25 cm sampai dengan 30 cm. serta jarak antara pelat penutup saluran 1 cm. Lebar pelat beton 25 cm sampai 30 cm. tebal pelat 5 cm sampai 10 cm. Pedoman. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” . slab beton pracetak.5 cm sampai dengan 10 cm. (7) lantai saluran pengumpul bawah harus datar atau rata. pelat beton atau tegel. dapat dilihat pada Gambar B. (2) dipasang pada inlet saringan. (C) Lampiran B dengan ketentuan sebagai berikut: (1) diameter pipa manifold 20 cm sampai dengan 30 cm.

5. e) periksa kualitas air baku. pelimpah. 5. d) tentukan jumlah bak dengan minimal 2 bak.SNI 3981:2008 (2) air kurasan dapat dialirkan ke dalam tangki khusus atau dibuang ke badan air penerima “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. 5 dari 16 .3 Lampiran B: (a) untuk debit saringan ≤ 3 Liter/detik. b) tentukan tipe pencucian pasir penyaring. (c) tersedia pompa untuk penyemprotan air pencuci. (b) kapasitas pencuci = kapasitas pasir per saringan yang akan dicuci. c) catatlah data muka air baku maksimum dan minimum. Pedoman. b) periksa kualitas pasir.2.2 Perlengkapan bak saringan a) tentukan saluran masukan (inlet). c) hitung luas permukaan bak.1 Air baku Lakukan penyeleksian air baku sebagai berikut : a) carilah data potensi air baku setempat.2.4. d) kumpulkan data dan informasi mengenai hak guna air baku. 5 Cara pengerjaan 5. 2) Alat pencucian tipe manual dapat dilihat pada Gambar B. (d) bak dilengkapi dengan katup. saluran pengumpul bawah (underdrain). 5. c) tentukan gradasi pasir dengan analisis ayakan. (b) tersedia bak/tangki untuk mencampurkan pasir dengan air pencuci.4. penguras dan tinggi bebas (freeboard). b) hitunglah besar debit pengolahan.1 Lampiran B: (a) luas penampang atas 1 m2 dapat mencuci pasir sekitar 8 m3/jam. b) tentukan debit air baku maksimum. rata-rata dan minimum. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” k) Pencucian pasir sebagai berikut : 1) Alat pencucian tipe hidrolik dapat dilihat pada Gambar B. (d) kecepatan air berpasir • 1. (c) tersedia pompa dengan ejektor untuk mengalirkan campuran air dan pasir ke atas tangki pencuci.3. e) tentukan kedalaman bak seperti pada Tabel 1.1 Media penyaring Lakukan pekerjaan sebagai berikut : a) identifikasi potensi pasir lokal.1 Ukuran dan jumlah bak Lakukan pekerjaan berikut : a) tentukan kecepatan penyaring.3 Media penyaring dan penahan 5.2 Penentuan ukuran 5. saluran keluaran (outlet).5 m/detik.

b) carilah data topografi. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” 6 dari 16 .SNI 3981:2008 5. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.5 Pembiayaan Lakukan pekerjaan berikut : a) carilah daftar harga bahan lokal.3. kantor.2 Media penahan Lakukan pekerjaan berikut : a) identifikasi potensi kerikil.4 Lahan Instalasi Lakuan pekerjaan berikut : a) tentukan kebutuhan lahan untuk menempatkan instalasi. b) hitunglah volume pekerjaan berdasarkan ketentuan yang berlaku. c) tentukan gradasi kerikil dengan analisis ayakan. rumah jaga dan lain-lain. c) hitunglah biaya pembangunan saringan pasir lambat. “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. b) tentukan kualitas kerikil. Pedoman. 5. geologi berdasarkan ketentuan yang berlaku. 5.

mampat saluran pengumpul air di bawah media penahan diameter efektif koefisien keseragaman air hasil olahan : : : : : : : : inlet outlet by-pass clogging underdrain effective size (ES) uniformity coefficient (UC) filtrate schmutsdecke lapisan kulit saringan : tempat berlangsung proses biokimia dan proses biologis media pasir penyaring sudah mampat Jumlah perbandingan terbesar Tinggi bebas : : : clogging Most Probable Number (MPN) free board 7 dari 16 . Pedoman. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” saluran masukan saluran keluaran melampaui.SNI 3981:2008 Lampiran A (Informatif) Daftar istilah “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. menghindari tersumbat.

1. 3.d 0.00) m (0. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Gambar B.20 s.30) m (1. Katup keluran (outlet).B instalasi saringan pasir lambat Keterangan: Saluran masukan (inlet). 4.1 Gambar denah dan potongan “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan.50) m (0.d 1.d 0. 8. 6.30) m (0. Saluran pengumpul bawah (underdrain) 8 dari 16 .20) m D Gambar B. 2.00 s.d 1. Pelimpah Katup keluran (outlet).1. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.Lampiran B SNI 3981:2008 ( Informatif) Gambar instalasi saringan pasir lambat 10 B. 1.2 Potongan .60 s. Pipa filtrate ke reservoar.3 Potongan . Penguras. 5. 7. Pintu untuk memeriksa debit pada alat ukur efluen. Katup pengatur untuk pengisian bak dari bawah. Alat ukur debit filtrate 10. 9.d 0.A instalasi saringan pasir lambat (0.1 Denah instalasi saringan pasir lambat 10 Gambar B. Pedoman.15 s.10 s.1.

Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.3 Sistem underdrain saringan pasir lambat D D L L L (A) (B) (C) Gambar B.3 (B).3 (A). Saluran pengumpul bawah. Tipe perapipaan manifold dan lateral. Gambar B. Sistem outlet saringan pasir lambat tidak menggunakan Venturi Meter Gambar B.SNI 3981:2008 B.Tipe susunan batu cetak / slab beton. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” D D (A) (B) Gambar B.2 Sistem outlet saringan pasir lambat “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan.3 (C). 9 dari 16 . Saluran pengumpul bawah.2 (B). Gambar B. Saluran pengumpul bawah. Pedoman. Sistem outlet saringan pasir lambat menggunakan Venturi Meter B.Tipe saluran memanjang dengan tutup berlubang.2 (A).

Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.4.“ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. Pedoman. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” B.1 Denah alat pencuci pasir penyraingTipe Hidrolik SNI 3981:2008 10 dari 16 .4.4 Gambar denah dan potongan alat pencuci pasir Gambar B.2 Potongan – A. Alat pencuci pasir penyraingTipe Hidrolik Gambar B.

4.3 Denah alat pencuci pasir penyaring Tipe Manual 11 dari 16 .4 Potongan – B.“ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. alat pencuci pasir penyaring Tipe Manual Gambar B. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.4. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” SNI 3981:2008 Gambar B. Pedoman.

40 0.970 135.430 66.27 16.75 7.30 0.499 33. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Lubang Ayakan (mm) 1.25 <0.25 Jumlah Tertahan (gram) 35.032 14.50 0.5 Analisis ayakan pasir penyaring “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan.975 Lolos ayakan (gram) (%) 163.507 87.913 27.032 33.00 58.200 68.SNI 3981:2008 B.60 0.444 14.032 199.50 1.435 28.25 43.99 33.476 19.00 0.943 19.828 0.929 21. Pedoman.02 Gambar B.507 116.5 Grafik analisis ayakan dan distribusi ukuran butir pasir penyaring 12 dari 16 . Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.75 0.

............ P = 2L = 2 6..........2 / 3600 m/detik...... ( 1 s......= 90 m2 0..............7 m = 13.. = 0. 13 dari 16 .. ditetapkan P = 14 m....... ditetapkan L = 7 m....... = 2 : 1 (2) (3) Ditentukan: P = 2L A = L = 2L2 √½A = √ ½ (90 m x 2 ) = 6...............SNI 3981:2008 Lampiran C (Informatif) Lain – lain “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan.......... Pengenalan dan Pengaplikasian Standar...........................7 m.... Pedoman..2 m/jam = 0....... Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” C....... -3 C.............4 m..1 Contoh perhitungan luas permukaan bak (A) Luas permukaan bak (A) dihitung menggunakan rumus sebagai berikut : Q A= v Misalkan : Q v = 5 Liter/detik = 5 x 10 m3/detik.2 Contoh perhitungan ukuran panjang (P) dan lebar (L) bak Panjang (P) dan lebar (L) dihitung menggunakan persamaan sebagai berikut : A = P x P : L = L . -3 --------------------------------------------------------------------------------------- (1) Maka : A = 5 x 10 m3/detik..d 2 ) : P : L 1 ........... ---------------------------.......2 / 3600 m/detik......................

d 0. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Tabel 3.. Sebagai contoh dapat dibaca pada grafik Gambar B..4 Luas permukaan Bak.........0 Kecepatan penyaringan ( m/jam ) 0.1 s..1 s......d 36 18 s....5 Lampiran B. Contoh kedalaman bak (D) saringan pasir lambat No.50 C.. Hasil perhitungan dapat dibaca pada Tabel 4 berikut.d 5) Liter/detik Hasil perhitungan luas permukaan bak (A) dapat dilihat pada Tabel 3 berikut : “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan...62 mm • UC = 0...d 180 No...........1 s.2 mm s.... Debit ( Liter/detik ) 1....20 2......... Dari gambar tersebut dapat diketahui bahwa : • P10 = ES = 0... 4...27 = 2. 3...62 : 0...4 0.. Kedalaman bak (D) Tinggi bebas (freeboard) Tinggi air di atas media pasir Tebal pasir penyaring Tebal kerikil penahan Saluran pengumpul bawah (underdrain) Jumlah Ukuran (m) 0.5 Contoh penentuan diameter efektif dan koefisien keseragaman pasir penyaring ES dan UC dihitung dengan persamaan sebagai berikut : ES = UC = P10 P60 ---P10 ...75 0.........4 mm) • P60 = 0....... 1....d 0....d 0...............d 5 ) l/dt..25 0...d 72 27 s. Tabel 4.1 s.. 1 2 3 4 5 C.. Contoh perhitungan luas permukaan bak untuk debit : (1 s. dengan mempertimbangkan kesesuaian antara kedalaman bak dengan kondisi lahan yang tersedia.............0 2..SNI 3981:2008 C..4 Contoh perhitungan kedalaman bak (D) Kedalaman bak (D) dapat dihitung berdasarkan persyaratan pada Tabel 1..3 Contoh perhitungan luas permukaan bak untuk debit = (1 s....27 mm (antara 0......d 0.. Pedoman......3 (antara 2 s.....d 3) Jadi gradasi pasir (ES dan UC) memenuhi syarat untuk media penyaring pasir lambat 14 dari 16 ......0 4....00 0...30 1.0 5....d 144 45 s..... Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.4 0. A ( m2 ) 9 s...4 0.d 0...d 0. (4) (5) dimana : ES = diameter efektif butiran UC = koefisien keseragaman butiran Besaran untuk P10 dan P60 dapat diambil berdasarkan gambar grafik dari hasil analisis ayakan... 2...0 3....... 5....d 108 36 s.1 s...4 0. ....

6 Contoh penentuan kualitas pasir penyaring Penentuan kadar SiO2 dan kelarutan pasir dalam air maupun HCl. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” C. 1. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.71 % < 3.d 2.60 gr/cm3 (antara 2.65 gr/cm3 ) Jadi kualitas pasir memenuhi syarat untuk media penyaring pasir lambat “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan.SNI 3981:2008 C. Diameter kerikil rata-rata (mm) 3 -4 10 .55 gr/cm3 s. 2.58 % < 3 % • Kelarutan pasir dalam HCl selama 24 jam = 2. Contoh gradasi media kerikil yang sudah ditetapkan dapat diperiksa pada Tabel 5 berikut : Tabel 5 Contoh penentuan gradasi media kerikil No. serta berat jenis pasir ditetapkan melalui analisis kualitas air Contoh hasil analisis kaulitas pasir sebagai berikut : • Kadar SiO2 = 92 % > 90 % • Kelarutan pasir dalam air selama 24 jam = 0.30 Total ketebalan Ketebalan (cm) 10 15 25 Lapisan ke (dari atas ke bawah) Ke – 1 Ke – 2 15 dari 16 .7 Contoh penentuan gradasi krikil penahan Gradasi media kerikil ditetapkan dengan lapisan paling atas dengan butiran kecil dan berurutan ke lapisan bawah dengan butiran besar.5 % • Berat jenis pasir = 2. Pedoman.

. Paramasivan (1986)... Tahun 1988 . 3 January 1986 L.. Laporan Final.( ).. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” B... Skala Laboratorium dan Model Lapangan di Dago Pojok Bandung menggunakan pasir beton dari Jabar. J.. Puslitbang Permukiman... Jateng dan Jatim serta pasir kwarsa.. Water supply and wastewater disposal.. Precoat Saringan Media. Vol.. IRC’s slow sand filtration.... Visscher..B. Pedoman. No. John Wiley and Son..AWWA Standards 16 dari 16 . pada PDAM Purwakarta. Lectrure note.. The Hague Netherlands Fair.. Huisman (1975). 4. Project Waterlines.(1987).. Veenstra (1985).... Netherlands.. American Waterwork Association . Sarbidi (1988).... R..An International Compilation of Recent Scientific and Operation Development. Slow sand filtration. Inc.. New York – London – Sydney.T. Slow sand filtration.. R. Paramasivan (1982).... Visscher.. Sundaresan... Geyer (1954).. Kerjasama antara Puslitbang Permukiman Departemen Pekerjaan Umum – Lembaga Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Bandung.. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar... Laporan Penelitian Lapangan. Slow sand filtration .Tahun 1987.. The Hague Netherlands J..... Slow sand filtration.SNI 3981:2008 Bibliografi “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan.. Operasi dan perawatan pengolahan air bersih sistem saringan pasir lambat.T..( ). Delft University of Technology. Research and Demonstration Project India. American Waterwork Association (AWWA) Hand Book . S. Nagpur India International Reference Centre for Community Water Supply and Sanitation. Manual For Caretakers International Reference Centre for Community Water Supply and Sanitation. . Uji coba saringan pasir lambat. National Environmental Engineerring Research Institute........

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->