Bakteri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari ? Bakteri

Escherichia coli, salah satu bakteri berbentuk batang

Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae

Bakteri (dari kata Latin bacterium; jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, dan industri.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel, kerangka sel, dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah, air, udara, dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen), bahkan dalam tubuh manusia.[6][7][8][9] Pada umumnya, bakteri berukuran 0,5-5 μm, tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm, yaitu Thiomargarita.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan dan jamur, tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[12]

Daftar isi
     

  

1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.1 Suhu o 6.2 Kelembaban relatif o 6.3 Cahaya o 6.4 Radiasi 7 Peranan o 7.1 Bidang lingkungan o 7.2 Bidang pangan o 7.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar

Sejarah

Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke; dimuat dalam Micrographia. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi, terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme, terutama bakteri (bakteriologi), mulai berkembang.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Akan tetapi, perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke, Antoni van Leeuwenhoek, Ferdinand Cohn, dan Robert Koch.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828, diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur, yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[5] Robert Hooke (1635-1703), seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris, menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13]Akan tetapi, Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Dalam bukunya tersebut, tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Walau demikian, buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke, ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Sejak saat itulah, tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Selanjutnya, ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan

[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[14] Robert Koch juga merupakan orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis. erlenmeyer. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. Robert Koch.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. dan tabung reaksi. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Robert Koch (1843-1910).[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn . banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.

yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. melekat dan konjugasi.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. ribosom. vakuola gas.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[18] Morfologi bakteri .[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. dan magnetosom. Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.

jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika bergerombol o Streptococcus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. (bentuk koma). bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. dan usia. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus.[20] . Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. medium.

Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[2] Habitatnya sangat beragam. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[21] Sama seperti struktur kapsul. udara.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. D-Peritrik. C-Amfitrik.[22][21] Peritrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. tidak mempunyai flagel. yaitu:[22][21]      Atrik. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. [23] Oleh karena itu.[22][21] Amfitrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. B-Lofotrik. bakteri dibagi menjadi lima golongan. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[24] . dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[22][21] Monotrik. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. permukaan daun. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[22][21] Lofotrik. lingkungan perairan. tanah.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.

[38] Suhu . dan kaki manusia. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[2][33][34] Sebagai contoh. dan daya tahan sel yang unik.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. mulut. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[38] Secara umum. yaitu probiotik. mikroskop elektron.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. dan rendah. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. seperti mikroskop optikal.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. terdapat pula kelompok bakteri lain. kelembapan. terutama pada usus besar. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. mekanisme metabolisme.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. derajat keasaman pH sangat tinggi. kadar air rendah (kelompok xerofil).[5][25] Di samping itu. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.Thermus aquatiqus. dan cahaya. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. dan atomic force microscope (AFM). mata.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.

dengan suhu optimum 50 .114 °C. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[39] Deinococcus radiodurans.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. kira-kira 85%. Bakteri mesofil.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. Bakteri termofil. dengan suhu optimum 88 °C. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.65 °C Bakteri hipertermofil.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[2] Khususnya bagi bakteri.[40] Secara umum. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. RH) yang cukup tinggi. dengan suhu optimum 15 °C. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[40] Akan tetapi.[2] Sebagai contoh. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.

bagi pertumbuhan bakteri. Bakteri denitrifikasi. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[41] Sebagai contoh pada manusia. Bakteri nitrifikasi. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. terutama bakteri. 1 Gy = 100 rad). sinar x.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[42][43] Pada umumnya. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. [42] Sebagai perbandingan. bakteri dapat mengalami kematian.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. hipertensi.[40] Teknik penggunaan sinar UV.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. katarak. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. yaitu kelompok Deinococcaceae.[5] Sebagai contoh. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[5] . karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.000 Gy. dan bahkan kanker.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. gas amoniak.[41] Akan tetapi.[40][5].

[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[2] Bidang pangan .[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. Photorhizobium. and Paracoccus denitrificans.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. Bradyrhizobium. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. Mesorhizobium.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. seperti bakteri nitrifikasi. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.Frankia alni.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[45] Dalam bidang pertanian. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[46] Di samping itu. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[48][2] Secara umum. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. dan Sinorhizobium.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. seperti dinitrogen oksida (N2O). Pseudomonas aeruginosa.

[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. menghasilkan antibiotik polymixin.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. menghasilkan racun botulinin. menghasilkan asam bongkrek. Pseudomonas cocovenenans).[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. 1. 4. 2. Lactobacillus sp.[5] . seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. 5. dan pembentukkan gas.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[49] Clostridium botulinum. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. 3. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. penyebab pelendiran makanan. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. penurunan pH. 6.

seperti karbohidrat.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. salah satunya adalah bakteri. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana.[52] Pada manusia. terutama karbon dan nitrogen. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. gas nitrogen. Sebagai contoh. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. terutama bakteri heterotrof.[58] Selanjutnya.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. dimulai dari jaringan-jaringan otot. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. dan lemak. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. Pada tahap akhir. protein.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. gas hidrogen. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[58] Bakteri . seperti asam amino. Beberapa jenis bakteri.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.

serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. cari ? Bakteri Escherichia coli. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Beberapa . ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.Dari Wikipedia bahasa Indonesia.

1 Suhu o 6. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). pengobatan. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). seperti sel tumbuhan dan jamur. air. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.2 Bidang pangan o 7.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.5-5 μm.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. bahkan dalam tubuh manusia.4 Radiasi 7 Peranan o 7.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. bakteri berukuran 0. udara.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . dan industri. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.3 Cahaya o 6. kerangka sel.[6][7][8][9] Pada umumnya.2 Kelembaban relatif o 6.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.1 Bidang lingkungan o 7. yaitu Thiomargarita.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.

terutama bakteri (bakteriologi).[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Robert Koch (1843-1910). yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. Antoni van Leeuwenhoek. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. mulai berkembang. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. salah satu bakteri penghasil endospora. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Akan tetapi. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. dan tabung reaksi.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. dan Robert Koch. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. erlenmeyer.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. Robert Koch.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13]Akan tetapi. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Sejak saat itulah.[13] Walau demikian. Ferdinand Cohn. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. dimuat dalam Micrographia. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Selanjutnya.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.

[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.

dan magnetosom. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. ribosom.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[18] Morfologi bakteri .Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. melekat dan konjugasi.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. vakuola gas.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.

bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. medium. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus.[20] . jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. (bentuk koma). bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika bergerombol o Streptococcus. dan usia.

terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[22][21] Monotrik.[24] . bakteri dibagi menjadi lima golongan. udara. tanah. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[2] Habitatnya sangat beragam. tidak mempunyai flagel.[22][21] Lofotrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. yaitu:[22][21]      Atrik. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. B-Lofotrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[22][21] Amfitrik. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[21] Sama seperti struktur kapsul.[22][21] Peritrik. permukaan daun. C-Amfitrik. [23] Oleh karena itu.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. lingkungan perairan. D-Peritrik.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.

Thermus aquatiqus, bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia, terutama pada usus besar, diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[5][25] Di samping itu, terdapat pula kelompok bakteri lain, yaitu probiotik, yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[26] Selain di dalam saluran pencernaan, bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit, mata, mulut, dan kaki manusia.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof, yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[27][28][29] Di dalam rongga mulut, bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi, mekanisme metabolisme, dan daya tahan sel yang unik.[2][33][34] Sebagai contoh, Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi, bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur, bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil), kadar air rendah (kelompok xerofil), derajat keasaman pH sangat tinggi, dan rendah.[2]

Pengaruh lingkungan terhadap bakteri
Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu, kelembapan, dan cahaya.[38] Secara umum, terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut, seperti mikroskop optikal, mikroskop elektron, dan atomic force microscope (AFM).[38]

Suhu

Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Khususnya bagi bakteri, suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi, membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya, bakteri dibagi menjadi 4 golongan:
   

Bakteri psikrofil, yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C, dengan suhu optimum 15 °C. Bakteri mesofil, yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C, dengan suhu optimum 25° – 40 °C. Bakteri termofil, yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C, dengan suhu optimum 50 - 65 °C Bakteri hipertermofil, yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 - 114 °C, dengan suhu optimum 88 °C.[2]

Kelembaban relatif
Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity, RH) yang cukup tinggi, kira-kira 85%.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti, misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[2] Sebagai contoh, bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[39]

Deinococcus radiodurans, hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM)

Cahaya
Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[40] Secara umum, bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[40] Akan tetapi, paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal

bagi pertumbuhan bakteri.[40] Teknik penggunaan sinar UV, sinar x, dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[40][5]. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan, terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[5]

Radiasi
Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup, terutama bakteri.[41] Sebagai contoh pada manusia, radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut, katarak, hipertensi, dan bahkan kanker.[41] Akan tetapi, terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi, bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi, yaitu kelompok Deinococcaceae. [42] Sebagai perbandingan, manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy, 1 Gy = 100 rad), sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.000 Gy.[42][43] Pada umumnya, paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi, bakteri dapat mengalami kematian.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[44]

Peranan
Bidang lingkungan
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai, Bakteri nitrifikasi, Bakteri denitrifikasi, dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[5] Sebagai contoh, bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein, karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2, gas amoniak, dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik, beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[5]

nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. Bradyrhizobium. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. seperti dinitrogen oksida (N2O). Photorhizobium.[45] Dalam bidang pertanian.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).Frankia alni.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[46] Di samping itu. Mesorhizobium. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. Pseudomonas aeruginosa. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[48][2] Secara umum. seperti bakteri nitrifikasi.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[2] Bidang pangan . dan Sinorhizobium. and Paracoccus denitrificans.

dan pembentukkan gas. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. menghasilkan asam bongkrek.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. 2. Pseudomonas cocovenenans). menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. 5. Lactobacillus sp. penurunan pH. 4. menghasilkan racun botulinin.[5] . juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. 1. 3. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin.[49] Clostridium botulinum. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. menghasilkan antibiotik polymixin. 6.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. penyebab pelendiran makanan. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.

[58] Selanjutnya. dan lemak. gas nitrogen.[52] Pada manusia. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. seperti karbohidrat.[58] Bakteri .[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. seperti asam amino. terutama karbon dan nitrogen. dimulai dari jaringan-jaringan otot. Beberapa jenis bakteri.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. protein. Sebagai contoh. Pada tahap akhir. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. terutama bakteri heterotrof.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. gas hidrogen.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. salah satunya adalah bakteri. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.

[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. cari ? Bakteri Escherichia coli. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.[2] Beberapa .Dari Wikipedia bahasa Indonesia. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.

5-5 μm. bakteri berukuran 0. bahkan dalam tubuh manusia.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.4 Radiasi 7 Peranan o 7. udara. kerangka sel. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.2 Bidang pangan o 7. dan industri.3 Cahaya o 6.1 Suhu o 6. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). air.1 Bidang lingkungan o 7.[6][7][8][9] Pada umumnya. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . seperti sel tumbuhan dan jamur.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.2 Kelembaban relatif o 6. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. yaitu Thiomargarita.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. pengobatan.

dan tabung reaksi. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13]Akan tetapi. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Selanjutnya. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. Ferdinand Cohn. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Akan tetapi. Robert Koch. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[5] Robert Hooke (1635-1703). tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). terutama bakteri (bakteriologi). menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. dan Robert Koch. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. mulai berkembang. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. dimuat dalam Micrographia. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Walau demikian. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Sejak saat itulah.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[13] Dalam bukunya tersebut. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. erlenmeyer. salah satu bakteri penghasil endospora. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.

[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.

melekat dan konjugasi. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. ribosom. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. dan magnetosom. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. vakuola gas.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[18] Morfologi bakteri .

Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. (bentuk koma). jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. dan usia. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika bergerombol o Streptococcus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. medium. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya.[20] . jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar.

flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. bakteri dibagi menjadi lima golongan. [23] Oleh karena itu. tanah. lingkungan perairan.[22][21] Monotrik.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. tidak mempunyai flagel. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. permukaan daun.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. yaitu:[22][21]      Atrik. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. D-Peritrik.[22][21] Peritrik.[22][21] Amfitrik. B-Lofotrik. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[24] . mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. C-Amfitrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[21] Sama seperti struktur kapsul.[22][21] Lofotrik. udara.[2] Habitatnya sangat beragam.

[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.Thermus aquatiqus. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. yaitu probiotik.[38] Secara umum. terutama pada usus besar. dan atomic force microscope (AFM). bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). dan rendah. seperti mikroskop optikal.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. mekanisme metabolisme. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). dan kaki manusia. kadar air rendah (kelompok xerofil). bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. dan daya tahan sel yang unik. mikroskop elektron. kelembapan. mata. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. derajat keasaman pH sangat tinggi.[2][33][34] Sebagai contoh.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. dan cahaya.[38] Suhu . diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[5][25] Di samping itu. terdapat pula kelompok bakteri lain.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. mulut.

dengan suhu optimum 15 °C. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.[40] Secara umum.[2] Sebagai contoh.[40] Akan tetapi. Bakteri termofil.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.65 °C Bakteri hipertermofil.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. RH) yang cukup tinggi. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. kira-kira 85%. dengan suhu optimum 50 . yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . dengan suhu optimum 88 °C. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. Bakteri mesofil. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[39] Deinococcus radiodurans.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.114 °C. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[2] Khususnya bagi bakteri. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.

[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. [42] Sebagai perbandingan. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[5] .[41] Akan tetapi.000 Gy.[40] Teknik penggunaan sinar UV. 1 Gy = 100 rad). bakteri dapat mengalami kematian. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. terutama bakteri.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. dan bahkan kanker. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. hipertensi. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. gas amoniak.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.[5] Sebagai contoh.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[41] Sebagai contoh pada manusia.bagi pertumbuhan bakteri. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. yaitu kelompok Deinococcaceae.[42][43] Pada umumnya.[40][5]. sinar x. Bakteri denitrifikasi. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. katarak. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. Bakteri nitrifikasi.

Frankia alni, salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen, seperti bakteri nitrifikasi.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[45] Dalam bidang pertanian, nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai, akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri, Pseudomonas aeruginosa, and Paracoccus denitrificans.[46] Di samping itu, reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain, seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme, tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2- yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[48][2] Secara umum, kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia, termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium, Bradyrhizobium, Mesorhizobium, Photorhizobium, dan Sinorhizobium.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum, yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[2]

Bidang pangan

Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama, juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. Lactobacillus sp. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis

Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[49] Clostridium botulinum, menghasilkan racun botulinin, seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:
 

Burkholderia gladioli (sin. Pseudomonas cocovenenans), menghasilkan asam bongkrek, terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides, penyebab pelendiran makanan, penurunan pH, dan pembentukkan gas.[51]

Bidang kesehatan
Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan, bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:
    

Streptomyces griseus, menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens, menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae, menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium, menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa, menghasilkan antibiotik polymixin.[5]

Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik, banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[52] Pada manusia, beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus, Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC, dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak, seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[56]

Dekomposisi

Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme, salah satunya adalah bakteri. Beberapa jenis bakteri, terutama bakteri heterotrof, mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. Sebagai contoh, enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana, seperti asam amino.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur, terutama karbon dan nitrogen, ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia, dimulai dari jaringan-jaringan otot.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[58] Selanjutnya, asam amino akan diubah menjadi asam asetat, gas hidrogen, gas nitrogen, dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. Pada tahap akhir, semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[58]

Bakteri

[2] Beberapa . ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. cari ? Bakteri Escherichia coli.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.

4 Radiasi 7 Peranan o 7. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).2 Bidang pangan o 7. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.1 Bidang lingkungan o 7.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. air. kerangka sel.[6][7][8][9] Pada umumnya. bakteri berukuran 0. seperti sel tumbuhan dan jamur. yaitu Thiomargarita.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.1 Suhu o 6.5-5 μm.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.2 Kelembaban relatif o 6. dan industri.3 Cahaya o 6.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. bahkan dalam tubuh manusia. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . udara. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. pengobatan.

erlenmeyer. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. Robert Koch.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Dalam bukunya tersebut. dan tabung reaksi. salah satu bakteri penghasil endospora.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13]Akan tetapi. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Akan tetapi. dimuat dalam Micrographia.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Sejak saat itulah. terutama bakteri (bakteriologi). seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Selanjutnya.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[14] Robert Koch juga merupakan . dan Robert Koch. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Walau demikian.[13] Robert Koch (1843-1910). tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. mulai berkembang. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Ferdinand Cohn.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. Antoni van Leeuwenhoek.

orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.

dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. ribosom.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. vakuola gas.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. melekat dan konjugasi.[18] Morfologi bakteri .Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. dan magnetosom. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.

(bentuk koma). jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergerombol o Streptococcus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete.[20] . jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. medium. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. dan usia.

permukaan daun. tanah.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[22][21] Amfitrik.[22][21] Peritrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[21] Sama seperti struktur kapsul.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. [23] Oleh karena itu. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. lingkungan perairan. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. tidak mempunyai flagel. C-Amfitrik. B-Lofotrik.[22][21] Lofotrik. D-Peritrik.[24] . bakteri dibagi menjadi lima golongan. yaitu:[22][21]      Atrik.[2] Habitatnya sangat beragam. udara. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Monotrik. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.

terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. mikroskop elektron.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. terdapat pula kelompok bakteri lain. dan atomic force microscope (AFM).[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. derajat keasaman pH sangat tinggi. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. kadar air rendah (kelompok xerofil).[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi.Thermus aquatiqus. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). terutama pada usus besar.[5][25] Di samping itu. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. mekanisme metabolisme.[2][33][34] Sebagai contoh. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. mulut.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . seperti mikroskop optikal. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. dan rendah.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. dan cahaya. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. kelembapan.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. dan kaki manusia.[38] Suhu . yaitu probiotik. dan daya tahan sel yang unik.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[38] Secara umum. mata.

bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.[40] Secara umum.114 °C. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.65 °C Bakteri hipertermofil. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . Bakteri termofil. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. dengan suhu optimum 88 °C. dengan suhu optimum 50 .[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. dengan suhu optimum 15 °C.[2] Sebagai contoh.[2] Khususnya bagi bakteri. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. RH) yang cukup tinggi.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. kira-kira 85%. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. Bakteri mesofil.[40] Akan tetapi.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.[39] Deinococcus radiodurans.

terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. dan bahkan kanker. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. sinar x. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[40][5]. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[41] Sebagai contoh pada manusia.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. yaitu kelompok Deinococcaceae. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[41] Akan tetapi. [42] Sebagai perbandingan. Bakteri nitrifikasi. 1 Gy = 100 rad). dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[5] .[42][43] Pada umumnya. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[5] Sebagai contoh.bagi pertumbuhan bakteri. katarak.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. bakteri dapat mengalami kematian. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[40] Teknik penggunaan sinar UV. hipertensi. Bakteri denitrifikasi.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. terutama bakteri. gas amoniak. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.000 Gy.

[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[45] Dalam bidang pertanian. seperti dinitrogen oksida (N2O).[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[2] Bidang pangan . seperti bakteri nitrifikasi. Pseudomonas aeruginosa. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[48][2] Secara umum. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. Photorhizobium.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. Bradyrhizobium. dan Sinorhizobium.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[46] Di samping itu. and Paracoccus denitrificans.Frankia alni.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. Mesorhizobium.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.

dan pembentukkan gas.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. Lactobacillus sp. penyebab pelendiran makanan. 5. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. Pseudomonas cocovenenans).[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. menghasilkan antibiotik polymixin. 3. 4. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. 6.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. 2.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. menghasilkan asam bongkrek.[5] .[49] Clostridium botulinum. menghasilkan racun botulinin. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. penurunan pH.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. 1. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama.

[52] Pada manusia. gas nitrogen.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. protein. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. salah satunya adalah bakteri. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. Pada tahap akhir. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.[58] Bakteri .[58] Selanjutnya. Beberapa jenis bakteri. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. terutama karbon dan nitrogen.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. gas hidrogen.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. terutama bakteri heterotrof.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. seperti asam amino. Sebagai contoh. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. dimulai dari jaringan-jaringan otot. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. dan lemak.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. seperti karbohidrat. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.

serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. cari ? Bakteri Escherichia coli. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.Dari Wikipedia bahasa Indonesia.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).[2] Beberapa .

5-5 μm.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. yaitu Thiomargarita.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . seperti sel tumbuhan dan jamur. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). bahkan dalam tubuh manusia.1 Bidang lingkungan o 7. dan industri.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.[6][7][8][9] Pada umumnya.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.1 Suhu o 6. pengobatan. kerangka sel. udara. bakteri berukuran 0.2 Kelembaban relatif o 6. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).3 Cahaya o 6. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.2 Bidang pangan o 7.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.4 Radiasi 7 Peranan o 7. air.

[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. Ferdinand Cohn.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. mulai berkembang. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[5] Robert Hooke (1635-1703). buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Walau demikian. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. dan tabung reaksi. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Sejak saat itulah.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). Robert Koch.[13] Akan tetapi.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. Antoni van Leeuwenhoek. dimuat dalam Micrographia.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13]Akan tetapi.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. dan Robert Koch.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Selanjutnya. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. erlenmeyer.[14] Robert Koch juga merupakan .

[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.

[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. Hans Christian Gram pada tahun 1884. ribosom.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. vakuola gas. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[18] Morfologi bakteri . meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. dan magnetosom.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. melekat dan konjugasi.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.

bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. dan usia. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus.[20] . medium. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. (bentuk koma). Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika bergerombol o Streptococcus. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus.

dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[22][21] Amfitrik. D-Peritrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[22][21] Monotrik. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[22][21] Lofotrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. B-Lofotrik. bakteri dibagi menjadi lima golongan. [23] Oleh karena itu. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. lingkungan perairan. tanah.[2] Habitatnya sangat beragam.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. udara. tidak mempunyai flagel. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[22][21] Peritrik. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[24] .[21] Sama seperti struktur kapsul. C-Amfitrik. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. permukaan daun. yaitu:[22][21]      Atrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.

[2][33][34] Sebagai contoh. mikroskop elektron. derajat keasaman pH sangat tinggi.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). terutama pada usus besar. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[38] Suhu . mata.[5][25] Di samping itu. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[27][28][29] Di dalam rongga mulut. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.Thermus aquatiqus. seperti mikroskop optikal. kelembapan.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. dan daya tahan sel yang unik. terdapat pula kelompok bakteri lain.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. kadar air rendah (kelompok xerofil). yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. yaitu probiotik. mulut. dan cahaya. dan kaki manusia.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. dan atomic force microscope (AFM).[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[38] Secara umum.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. dan rendah. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . mekanisme metabolisme.

bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[2] Sebagai contoh.[40] Secara umum. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. Bakteri termofil.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. kira-kira 85%. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[39] Deinococcus radiodurans. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.65 °C Bakteri hipertermofil.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. dengan suhu optimum 15 °C. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.114 °C. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[2] Khususnya bagi bakteri. dengan suhu optimum 88 °C. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . Bakteri mesofil.[40] Akan tetapi. RH) yang cukup tinggi. dengan suhu optimum 50 .[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.

gas amoniak.000 Gy.[42][43] Pada umumnya. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. Bakteri nitrifikasi. 1 Gy = 100 rad). terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[5] . sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.[41] Sebagai contoh pada manusia.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. terutama bakteri.[40][5]. [42] Sebagai perbandingan. dan bahkan kanker.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.bagi pertumbuhan bakteri. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. hipertensi.[40] Teknik penggunaan sinar UV. bakteri dapat mengalami kematian. Bakteri denitrifikasi.[41] Akan tetapi. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. sinar x. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[5] Sebagai contoh. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. katarak. yaitu kelompok Deinococcaceae.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.

nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. Mesorhizobium.[48][2] Secara umum. dan Sinorhizobium.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). Pseudomonas aeruginosa. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. Photorhizobium. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.Frankia alni. seperti bakteri nitrifikasi.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[46] Di samping itu. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. Bradyrhizobium.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. and Paracoccus denitrificans.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[45] Dalam bidang pertanian. seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Bidang pangan . yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.

[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. Lactobacillus sp.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. menghasilkan racun botulinin. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.[5] .[49] Clostridium botulinum. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. 5. menghasilkan asam bongkrek. 4.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. penyebab pelendiran makanan. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. menghasilkan antibiotik polymixin. 3. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. penurunan pH. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. 6. 2. Pseudomonas cocovenenans). dan pembentukkan gas. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. 1.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama.

dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. terutama bakteri heterotrof. gas hidrogen. seperti asam amino. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. terutama karbon dan nitrogen. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. protein. seperti karbohidrat. Pada tahap akhir.[58] Bakteri .[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.[58] Selanjutnya.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. Beberapa jenis bakteri.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. dimulai dari jaringan-jaringan otot.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.[52] Pada manusia. gas nitrogen. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. dan lemak.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. salah satunya adalah bakteri. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. Sebagai contoh.

cari ? Bakteri Escherichia coli. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Beberapa .[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).

2 Kelembaban relatif o 6.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).4 Radiasi 7 Peranan o 7.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. dan industri.[6][7][8][9] Pada umumnya.2 Bidang pangan o 7.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. pengobatan. bakteri berukuran 0. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.1 Suhu o 6. yaitu Thiomargarita. air. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. kerangka sel. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.3 Cahaya o 6. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. bahkan dalam tubuh manusia.1 Bidang lingkungan o 7.5-5 μm. seperti sel tumbuhan dan jamur.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. udara.

[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. erlenmeyer.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Walau demikian.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. mulai berkembang. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. Robert Koch. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Robert Koch (1843-1910). dan Robert Koch.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. Ferdinand Cohn.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Dalam bukunya tersebut. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. dimuat dalam Micrographia. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Akan tetapi.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. dan tabung reaksi.[5] Robert Hooke (1635-1703). salah satu bakteri penghasil endospora. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Sejak saat itulah.[13] Selanjutnya.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13]Akan tetapi.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.

sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.

seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. dan magnetosom.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[18] Morfologi bakteri .[16] Bakteri juga memiliki kromosom. melekat dan konjugasi.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. ribosom.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. Hans Christian Gram pada tahun 1884. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. vakuola gas.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.

jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. medium.[20] . jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika bergerombol o Streptococcus. (bentuk koma). dan usia. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar.

[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[22][21] Amfitrik.[21] Sama seperti struktur kapsul. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. C-Amfitrik. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[24] . mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. tanah. permukaan daun. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. [23] Oleh karena itu. tidak mempunyai flagel. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. udara. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[22][21] Monotrik. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. D-Peritrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. B-Lofotrik.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[22][21] Lofotrik. lingkungan perairan.[22][21] Peritrik.[2] Habitatnya sangat beragam. yaitu:[22][21]      Atrik.

[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. dan kaki manusia. mata.Thermus aquatiqus. mikroskop elektron. mulut. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. kadar air rendah (kelompok xerofil). derajat keasaman pH sangat tinggi.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). yaitu probiotik. terdapat pula kelompok bakteri lain.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[38] Secara umum. mekanisme metabolisme.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. dan cahaya.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[38] Suhu . terutama pada usus besar.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. dan atomic force microscope (AFM).[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. kelembapan. dan rendah.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. dan daya tahan sel yang unik.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[5][25] Di samping itu. seperti mikroskop optikal.[2][33][34] Sebagai contoh. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.

yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.[40] Secara umum.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. dengan suhu optimum 50 .65 °C Bakteri hipertermofil. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[2] Khususnya bagi bakteri. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. Bakteri termofil. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[40] Akan tetapi. Bakteri mesofil. dengan suhu optimum 88 °C. RH) yang cukup tinggi.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. kira-kira 85%. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.114 °C. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. dengan suhu optimum 15 °C.[39] Deinococcus radiodurans. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.[2] Sebagai contoh.

sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.bagi pertumbuhan bakteri.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. 1 Gy = 100 rad).[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[5] . paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. Bakteri denitrifikasi.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. dan bahkan kanker.[40] Teknik penggunaan sinar UV. yaitu kelompok Deinococcaceae.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[41] Sebagai contoh pada manusia. katarak. bakteri dapat mengalami kematian. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.[5] Sebagai contoh. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. hipertensi. [42] Sebagai perbandingan. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.000 Gy.[42][43] Pada umumnya. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. sinar x. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[41] Akan tetapi. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. Bakteri nitrifikasi. terutama bakteri. gas amoniak. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[40][5].

[2] Bidang pangan .[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. Photorhizobium. seperti dinitrogen oksida (N2O). Mesorhizobium.[46] Di samping itu.Frankia alni. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[48][2] Secara umum. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). Bradyrhizobium.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[45] Dalam bidang pertanian.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. Pseudomonas aeruginosa. dan Sinorhizobium.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. seperti bakteri nitrifikasi. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. and Paracoccus denitrificans.

Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. menghasilkan antibiotik polymixin. menghasilkan racun botulinin. 6. 5. 4.[49] Clostridium botulinum. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. penyebab pelendiran makanan. 1. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. 3. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. penurunan pH. 2. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. Lactobacillus sp. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No.[5] .[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. dan pembentukkan gas.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. Pseudomonas cocovenenans). menghasilkan asam bongkrek.

[58] Selanjutnya. dimulai dari jaringan-jaringan otot. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. gas hidrogen. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. protein. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. gas nitrogen. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. terutama karbon dan nitrogen. seperti asam amino.[58] Bakteri .[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. terutama bakteri heterotrof.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. salah satunya adalah bakteri. Pada tahap akhir.[52] Pada manusia.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. seperti karbohidrat. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. dan lemak. Beberapa jenis bakteri. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. Sebagai contoh.

salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Beberapa .Dari Wikipedia bahasa Indonesia. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). cari ? Bakteri Escherichia coli.

3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . air. udara.3 Cahaya o 6.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).2 Kelembaban relatif o 6. pengobatan.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). yaitu Thiomargarita.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. dan industri. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.5-5 μm.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.1 Bidang lingkungan o 7.2 Bidang pangan o 7.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.4 Radiasi 7 Peranan o 7. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.1 Suhu o 6. bakteri berukuran 0.[6][7][8][9] Pada umumnya. bahkan dalam tubuh manusia. kerangka sel.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. seperti sel tumbuhan dan jamur.

banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. Robert Koch. dan Robert Koch.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Dalam bukunya tersebut. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. Ferdinand Cohn. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Walau demikian.[13] Sejak saat itulah. salah satu bakteri penghasil endospora. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[14] Robert Koch juga merupakan . Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. mulai berkembang. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. erlenmeyer. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". dimuat dalam Micrographia. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13]Akan tetapi.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Akan tetapi. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Selanjutnya. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. dan tabung reaksi.

orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini, Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch, sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13]

Robert Hooke

Antoni van Leeuwenhoek

Ferdinand Cohn

Robert Koch

Struktur sel
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri

Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya, semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti, meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya, yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat, sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark, Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak, melekat dan konjugasi.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit, seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Bakteri juga memiliki kromosom, ribosom, dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan, vakuola gas, dan magnetosom.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi, dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[18]

Morfologi bakteri

Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu:

Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus, jika kecil dan tunggal o Diplococcus, jka berganda dua-dua o Tetracoccus, jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina, jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus, jika bergerombol o Streptococcus, jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus, jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus, jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio, (bentuk koma), jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral, jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete, jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel.

Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, medium, dan usia. Walaupun secara morfologi berbeda-beda, bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya.[20]

[22][21] Amfitrik. B-Lofotrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. D-Peritrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[24] . lingkungan perairan. yaitu:[22][21]      Atrik. [23] Oleh karena itu. C-Amfitrik.[22][21] Lofotrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[2] Habitatnya sangat beragam.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[21] Sama seperti struktur kapsul.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. bakteri dibagi menjadi lima golongan. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. udara. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[22][21] Monotrik.[22][21] Peritrik. tanah. permukaan daun. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. tidak mempunyai flagel. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.

bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. seperti mikroskop optikal.Thermus aquatiqus.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[38] Secara umum. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. dan kaki manusia.[38] Suhu . yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. dan atomic force microscope (AFM).[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. dan rendah. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). mikroskop elektron. mata.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. mekanisme metabolisme. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. terutama pada usus besar.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. dan cahaya. dan daya tahan sel yang unik. mulut. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). terdapat pula kelompok bakteri lain. yaitu probiotik. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . kadar air rendah (kelompok xerofil). kelembapan.[2][33][34] Sebagai contoh.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[5][25] Di samping itu. derajat keasaman pH sangat tinggi.

[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[39] Deinococcus radiodurans. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[40] Akan tetapi. dengan suhu optimum 88 °C. Bakteri termofil. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. Bakteri mesofil. kira-kira 85%. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.114 °C. RH) yang cukup tinggi. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.65 °C Bakteri hipertermofil.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. dengan suhu optimum 50 . dengan suhu optimum 15 °C.[40] Secara umum. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[2] Sebagai contoh.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[2] Khususnya bagi bakteri.

[41] Akan tetapi.[40][5]. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. gas amoniak. yaitu kelompok Deinococcaceae.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. Bakteri denitrifikasi. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. Bakteri nitrifikasi. katarak.[42][43] Pada umumnya.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. bakteri dapat mengalami kematian. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. dan bahkan kanker.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[41] Sebagai contoh pada manusia.[5] Sebagai contoh. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. terutama bakteri. [42] Sebagai perbandingan. 1 Gy = 100 rad). paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.000 Gy.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[40] Teknik penggunaan sinar UV.bagi pertumbuhan bakteri. hipertensi. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[5] . sinar x.

[48][2] Secara umum.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. Mesorhizobium.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[2] Bidang pangan . akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[46] Di samping itu. and Paracoccus denitrificans. seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. Pseudomonas aeruginosa. Photorhizobium.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.Frankia alni.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. dan Sinorhizobium. Bradyrhizobium. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. seperti bakteri nitrifikasi.[45] Dalam bidang pertanian.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.

6.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama.[5] . terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. Lactobacillus sp.[49] Clostridium botulinum. 2.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. dan pembentukkan gas. 1. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. 4. penyebab pelendiran makanan. 5. penurunan pH. menghasilkan antibiotik polymixin. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. 3. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. Pseudomonas cocovenenans). menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. menghasilkan asam bongkrek. menghasilkan racun botulinin. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.

Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. protein. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. seperti asam amino.[58] Selanjutnya.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. terutama bakteri heterotrof. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. Pada tahap akhir. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. gas nitrogen. dan lemak. dimulai dari jaringan-jaringan otot. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. Beberapa jenis bakteri. terutama karbon dan nitrogen. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.[52] Pada manusia. seperti karbohidrat. salah satunya adalah bakteri.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen.[58] Bakteri . Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. gas hidrogen. Sebagai contoh. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.

[2] Beberapa . serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.Dari Wikipedia bahasa Indonesia.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. cari ? Bakteri Escherichia coli. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.

4 Radiasi 7 Peranan o 7. pengobatan. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.2 Kelembaban relatif o 6. air. udara.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).1 Bidang lingkungan o 7.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. bakteri berukuran 0.3 Cahaya o 6. seperti sel tumbuhan dan jamur.1 Suhu o 6.5-5 μm.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. kerangka sel.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.[6][7][8][9] Pada umumnya. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.2 Bidang pangan o 7.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . yaitu Thiomargarita. bahkan dalam tubuh manusia. dan industri.

[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. mulai berkembang. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. dan tabung reaksi. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. salah satu bakteri penghasil endospora. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Walau demikian.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. erlenmeyer. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Akan tetapi.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. Antoni van Leeuwenhoek. dan Robert Koch.[13] Selanjutnya. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Sejak saat itulah.[13]Akan tetapi. Robert Koch.[14] Robert Koch juga merupakan . banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. Ferdinand Cohn.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. terutama bakteri (bakteriologi). dimuat dalam Micrographia.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Dalam bukunya tersebut. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.

[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.

meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. dan magnetosom.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. melekat dan konjugasi.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. vakuola gas. ribosom.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[18] Morfologi bakteri . Hans Christian Gram pada tahun 1884.

jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. Walaupun secara morfologi berbeda-beda.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika kecil dan tunggal o Diplococcus.[20] . jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. medium. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika bergerombol o Streptococcus. dan usia. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. (bentuk koma). jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan.

[22][21] Peritrik. [23] Oleh karena itu.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. udara. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. bakteri dibagi menjadi lima golongan. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. lingkungan perairan. D-Peritrik.[22][21] Monotrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[22][21] Lofotrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[22][21] Amfitrik. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. B-Lofotrik.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. tidak mempunyai flagel. tanah. permukaan daun. yaitu:[22][21]      Atrik.[21] Sama seperti struktur kapsul.[24] . mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. C-Amfitrik.[2] Habitatnya sangat beragam.

[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. dan atomic force microscope (AFM).[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. derajat keasaman pH sangat tinggi.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. dan kaki manusia.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[38] Secara umum. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). dan cahaya. yaitu probiotik. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. dan daya tahan sel yang unik.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. terdapat pula kelompok bakteri lain.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[5][25] Di samping itu. mekanisme metabolisme. kadar air rendah (kelompok xerofil).[27][28][29] Di dalam rongga mulut. kelembapan.[38] Suhu . dan rendah. seperti mikroskop optikal.[2][33][34] Sebagai contoh.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.Thermus aquatiqus.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. mulut.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. mata. mikroskop elektron. terutama pada usus besar.

Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. dengan suhu optimum 50 . paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . RH) yang cukup tinggi.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. kira-kira 85%. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.65 °C Bakteri hipertermofil. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[40] Secara umum. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. dengan suhu optimum 15 °C.[2] Sebagai contoh.114 °C.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. Bakteri termofil. dengan suhu optimum 88 °C. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. Bakteri mesofil. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[40] Akan tetapi.[2] Khususnya bagi bakteri. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[39] Deinococcus radiodurans.

terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. dan bahkan kanker. gas amoniak.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[41] Sebagai contoh pada manusia. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[41] Akan tetapi.[42][43] Pada umumnya.000 Gy.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[5] Sebagai contoh.[40][5].bagi pertumbuhan bakteri. yaitu kelompok Deinococcaceae. katarak. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[5] . radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. sinar x. Bakteri denitrifikasi.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. 1 Gy = 100 rad).[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. bakteri dapat mengalami kematian. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[40] Teknik penggunaan sinar UV. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. hipertensi. Bakteri nitrifikasi.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. [42] Sebagai perbandingan. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. terutama bakteri.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.

Frankia alni.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. Photorhizobium.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. seperti dinitrogen oksida (N2O).[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[45] Dalam bidang pertanian.[46] Di samping itu.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. Pseudomonas aeruginosa.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[48][2] Secara umum. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. dan Sinorhizobium. seperti bakteri nitrifikasi. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. Bradyrhizobium. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). Mesorhizobium. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[2] Bidang pangan . and Paracoccus denitrificans.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.

Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. menghasilkan asam bongkrek. penurunan pH. dan pembentukkan gas. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[49] Clostridium botulinum. 4. menghasilkan antibiotik polymixin. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. 3. 2. Pseudomonas cocovenenans). menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. 5. 1. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[5] . penyebab pelendiran makanan. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. menghasilkan racun botulinin. 6.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. Lactobacillus sp. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp.

[52] Pada manusia. Sebagai contoh. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. terutama karbon dan nitrogen.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. seperti karbohidrat. terutama bakteri heterotrof.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. dan lemak.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. seperti asam amino. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. Beberapa jenis bakteri. gas nitrogen. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. Pada tahap akhir.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. protein. dimulai dari jaringan-jaringan otot.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. gas hidrogen. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[58] Bakteri .[58] Selanjutnya.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. salah satunya adalah bakteri. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.

ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.[2] Beberapa . cari ? Bakteri Escherichia coli. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.

3 Cahaya o 6.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. dan industri.5-5 μm.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. pengobatan.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.2 Bidang pangan o 7. bahkan dalam tubuh manusia. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. kerangka sel.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. bakteri berukuran 0. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. yaitu Thiomargarita. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). seperti sel tumbuhan dan jamur.1 Bidang lingkungan o 7.4 Radiasi 7 Peranan o 7. air.2 Kelembaban relatif o 6.[6][7][8][9] Pada umumnya. udara.1 Suhu o 6.

[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Akan tetapi.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Robert Koch. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. mulai berkembang.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. Ferdinand Cohn.[13]Akan tetapi.[13] Sejak saat itulah.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Dalam bukunya tersebut. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. salah satu bakteri penghasil endospora. dan tabung reaksi.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. dan Robert Koch.[13] Robert Koch (1843-1910). yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. Antoni van Leeuwenhoek. erlenmeyer. dimuat dalam Micrographia. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Walau demikian.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Selanjutnya.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. terutama bakteri (bakteriologi). seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.

[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.

dan magnetosom.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. ribosom.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. Hans Christian Gram pada tahun 1884. vakuola gas.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[18] Morfologi bakteri . melekat dan konjugasi.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.

jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. (bentuk koma). jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika kecil dan tunggal o Diplococcus.[20] . bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. dan usia. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika bergerombol o Streptococcus. medium. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jka berganda dua-dua o Tetracoccus.

[22][21] Amfitrik.[22][21] Monotrik. [23] Oleh karena itu. B-Lofotrik. tanah. permukaan daun. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. tidak mempunyai flagel. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[21] Sama seperti struktur kapsul. D-Peritrik.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[22][21] Lofotrik. lingkungan perairan. udara. C-Amfitrik. yaitu:[22][21]      Atrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[22][21] Peritrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[24] . Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[2] Habitatnya sangat beragam.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.

terutama pada usus besar. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. kadar air rendah (kelompok xerofil). Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. kelembapan.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. seperti mikroskop optikal. yaitu probiotik.[38] Suhu . terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. mata. dan kaki manusia.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. dan daya tahan sel yang unik.[5][25] Di samping itu. mikroskop elektron.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[26] Selain di dalam saluran pencernaan. mekanisme metabolisme.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). dan atomic force microscope (AFM). bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. dan rendah.[38] Secara umum.Thermus aquatiqus. dan cahaya.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.[2][33][34] Sebagai contoh. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. mulut.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. derajat keasaman pH sangat tinggi. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. terdapat pula kelompok bakteri lain. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.

membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[40] Akan tetapi. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . dengan suhu optimum 88 °C. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.[40] Secara umum.[2] Khususnya bagi bakteri. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. kira-kira 85%.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.65 °C Bakteri hipertermofil.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. dengan suhu optimum 15 °C.[39] Deinococcus radiodurans.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. Bakteri termofil. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[2] Sebagai contoh. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . dengan suhu optimum 50 . misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. RH) yang cukup tinggi. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.114 °C. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. Bakteri mesofil.

hipertensi. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[5] Sebagai contoh.000 Gy. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. yaitu kelompok Deinococcaceae. gas amoniak. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[41] Sebagai contoh pada manusia. Bakteri denitrifikasi. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. sinar x. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. bakteri dapat mengalami kematian. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[40][5]. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. terutama bakteri. 1 Gy = 100 rad).[41] Akan tetapi. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. dan bahkan kanker.[40] Teknik penggunaan sinar UV. katarak. [42] Sebagai perbandingan.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.[5] .[42][43] Pada umumnya. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.bagi pertumbuhan bakteri. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. Bakteri nitrifikasi. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.

yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. and Paracoccus denitrificans. Bradyrhizobium.Frankia alni.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. Pseudomonas aeruginosa. seperti bakteri nitrifikasi.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. dan Sinorhizobium.[48][2] Secara umum.[2] Bidang pangan . reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. Mesorhizobium.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[46] Di samping itu. seperti dinitrogen oksida (N2O). termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. Photorhizobium. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[45] Dalam bidang pertanian.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.

juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. 1.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.[49] Clostridium botulinum. menghasilkan asam bongkrek. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. Lactobacillus sp. dan pembentukkan gas. 3. 5. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. menghasilkan racun botulinin.[5] . Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. penurunan pH.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. menghasilkan antibiotik polymixin. 2. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. 4. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. 6. penyebab pelendiran makanan. Pseudomonas cocovenenans).

banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. terutama bakteri heterotrof.[58] Bakteri . Sebagai contoh. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. seperti karbohidrat. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[52] Pada manusia. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. gas hidrogen. Beberapa jenis bakteri. protein.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. salah satunya adalah bakteri. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. Pada tahap akhir. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. dan lemak. dimulai dari jaringan-jaringan otot. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. gas nitrogen.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. terutama karbon dan nitrogen.[58] Selanjutnya. seperti asam amino.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.

jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. cari ? Bakteri Escherichia coli. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.[2] Beberapa .Dari Wikipedia bahasa Indonesia.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.

dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. bakteri berukuran 0.1 Suhu o 6.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. dan industri.3 Cahaya o 6. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). pengobatan.4 Radiasi 7 Peranan o 7. yaitu Thiomargarita. udara. kerangka sel.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[6][7][8][9] Pada umumnya. bahkan dalam tubuh manusia. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.2 Bidang pangan o 7.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.1 Bidang lingkungan o 7.5-5 μm. seperti sel tumbuhan dan jamur.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. air.2 Kelembaban relatif o 6.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.

seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13]Akan tetapi.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. Robert Koch.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. mulai berkembang.[13] Dalam bukunya tersebut. dan Robert Koch.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Robert Koch (1843-1910). Antoni van Leeuwenhoek. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Selanjutnya. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. erlenmeyer. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Sejak saat itulah. dan tabung reaksi.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. dimuat dalam Micrographia. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. Ferdinand Cohn. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Walau demikian.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Akan tetapi.

bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .

melekat dan konjugasi. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. ribosom.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. vakuola gas.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. Hans Christian Gram pada tahun 1884. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. dan magnetosom.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[18] Morfologi bakteri .[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.

jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. (bentuk koma).Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergerombol o Streptococcus.[20] . jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. medium. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. dan usia. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar.

Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[21] Sama seperti struktur kapsul.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. [23] Oleh karena itu.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. B-Lofotrik.[22][21] Peritrik.[22][21] Amfitrik.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. C-Amfitrik. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[24] .[22][21] Lofotrik. yaitu:[22][21]      Atrik. lingkungan perairan. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. D-Peritrik.[2] Habitatnya sangat beragam. permukaan daun. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[22][21] Monotrik. tidak mempunyai flagel. udara. tanah.

bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[38] Secara umum. dan rendah.[5][25] Di samping itu.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. mata.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. kelembapan. terutama pada usus besar. seperti mikroskop optikal.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. kadar air rendah (kelompok xerofil).Thermus aquatiqus. mekanisme metabolisme.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. mikroskop elektron. dan atomic force microscope (AFM). bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. mulut. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). dan cahaya.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[2][33][34] Sebagai contoh.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. yaitu probiotik. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . derajat keasaman pH sangat tinggi. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[38] Suhu . dan daya tahan sel yang unik. dan kaki manusia. terdapat pula kelompok bakteri lain.

114 °C. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[2] Khususnya bagi bakteri. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[39] Deinococcus radiodurans.[2] Sebagai contoh. Bakteri termofil. dengan suhu optimum 15 °C. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. kira-kira 85%.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. Bakteri mesofil.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[40] Secara umum. RH) yang cukup tinggi.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.65 °C Bakteri hipertermofil.[40] Akan tetapi. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . dengan suhu optimum 50 . dengan suhu optimum 88 °C. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .

dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[42][43] Pada umumnya. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. yaitu kelompok Deinococcaceae.[5] Sebagai contoh. katarak. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. dan bahkan kanker. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[40][5].000 Gy.[5] .[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. hipertensi. Bakteri denitrifikasi. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. Bakteri nitrifikasi. [42] Sebagai perbandingan.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. 1 Gy = 100 rad).[41] Akan tetapi. terutama bakteri.bagi pertumbuhan bakteri. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[41] Sebagai contoh pada manusia.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. bakteri dapat mengalami kematian. sinar x. gas amoniak.[40] Teknik penggunaan sinar UV.

[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. Mesorhizobium. Photorhizobium. seperti bakteri nitrifikasi. Pseudomonas aeruginosa. Bradyrhizobium.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[46] Di samping itu.[45] Dalam bidang pertanian. and Paracoccus denitrificans.Frankia alni.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. seperti dinitrogen oksida (N2O).[48][2] Secara umum. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[2] Bidang pangan . salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. dan Sinorhizobium.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.

dan pembentukkan gas. 4. penurunan pH. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.[49] Clostridium botulinum. penyebab pelendiran makanan. 5.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. 2. Lactobacillus sp. menghasilkan racun botulinin. menghasilkan antibiotik polymixin. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. 3. 6. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.[5] . 1. menghasilkan asam bongkrek.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. Pseudomonas cocovenenans).[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No.

Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. protein. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. seperti asam amino. seperti karbohidrat. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. gas hidrogen.[58] Selanjutnya. terutama karbon dan nitrogen. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.[52] Pada manusia. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. Pada tahap akhir. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. dimulai dari jaringan-jaringan otot. Beberapa jenis bakteri. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. gas nitrogen.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. salah satunya adalah bakteri. dan lemak. Sebagai contoh. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. terutama bakteri heterotrof.[58] Bakteri . untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.

jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.[2] Beberapa .Dari Wikipedia bahasa Indonesia.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. cari ? Bakteri Escherichia coli.

dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). kerangka sel. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.4 Radiasi 7 Peranan o 7. pengobatan. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.1 Suhu o 6.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.2 Bidang pangan o 7.3 Cahaya o 6. bakteri berukuran 0. dan industri. seperti sel tumbuhan dan jamur. bahkan dalam tubuh manusia.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.2 Kelembaban relatif o 6. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.5-5 μm. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. air. udara.[6][7][8][9] Pada umumnya.1 Bidang lingkungan o 7.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. yaitu Thiomargarita.

[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13]Akan tetapi.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Walau demikian.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[13] Selanjutnya.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). Antoni van Leeuwenhoek.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. terutama bakteri (bakteriologi). perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Sejak saat itulah. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[5] Robert Hooke (1635-1703). seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. dan Robert Koch.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. salah satu bakteri penghasil endospora. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. dimuat dalam Micrographia. dan tabung reaksi. erlenmeyer. mulai berkembang. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[14] Robert Koch juga merupakan . Robert Koch.[13] Akan tetapi. Ferdinand Cohn.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Robert Koch (1843-1910). terutama sebelum ditemukannya mikroskop. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.

[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.

yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[18] Morfologi bakteri .[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. Hans Christian Gram pada tahun 1884. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. melekat dan konjugasi. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. vakuola gas.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. ribosom. dan magnetosom.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.

jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. medium. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. dan usia. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergerombol o Streptococcus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. (bentuk koma). Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan.[20] . jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jka berganda dua-dua o Tetracoccus.

[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. permukaan daun.[22][21] Amfitrik.[22][21] Lofotrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. lingkungan perairan.[22][21] Monotrik. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. bakteri dibagi menjadi lima golongan. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[24] .Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. B-Lofotrik. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. [23] Oleh karena itu. C-Amfitrik.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. yaitu:[22][21]      Atrik. tidak mempunyai flagel. udara. tanah. D-Peritrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[2] Habitatnya sangat beragam.[22][21] Peritrik.[21] Sama seperti struktur kapsul.

Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. terutama pada usus besar.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. dan cahaya.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.Thermus aquatiqus.[38] Suhu . terdapat pula kelompok bakteri lain.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. derajat keasaman pH sangat tinggi.[5][25] Di samping itu. dan daya tahan sel yang unik.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. mekanisme metabolisme. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. mulut. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. dan atomic force microscope (AFM). kadar air rendah (kelompok xerofil). bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. mikroskop elektron.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. mata. dan rendah. kelembapan. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. seperti mikroskop optikal. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. dan kaki manusia.[38] Secara umum. yaitu probiotik.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[2][33][34] Sebagai contoh.

[39] Deinococcus radiodurans.[40] Akan tetapi.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. dengan suhu optimum 88 °C.114 °C.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. Bakteri termofil. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. dengan suhu optimum 15 °C.[2] Khususnya bagi bakteri. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . kira-kira 85%. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. Bakteri mesofil.[40] Secara umum. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[2] Sebagai contoh. RH) yang cukup tinggi.65 °C Bakteri hipertermofil. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. dengan suhu optimum 50 . dengan suhu optimum 25° – 40 °C. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.

manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. yaitu kelompok Deinococcaceae. 1 Gy = 100 rad). radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. hipertensi. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[42][43] Pada umumnya.bagi pertumbuhan bakteri. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[5] .[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. sinar x. katarak. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. Bakteri denitrifikasi.[41] Akan tetapi. [42] Sebagai perbandingan.000 Gy.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. gas amoniak. bakteri dapat mengalami kematian. dan bahkan kanker.[41] Sebagai contoh pada manusia. Bakteri nitrifikasi.[40] Teknik penggunaan sinar UV. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[5] Sebagai contoh. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. terutama bakteri. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[40][5].

Photorhizobium.[46] Di samping itu.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.Frankia alni.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. Bradyrhizobium. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. seperti dinitrogen oksida (N2O). nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. Mesorhizobium. seperti bakteri nitrifikasi. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. and Paracoccus denitrificans. dan Sinorhizobium.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. Pseudomonas aeruginosa.[45] Dalam bidang pertanian.[2] Bidang pangan . Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[48][2] Secara umum.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.

Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. 1. Pseudomonas cocovenenans). 2. 4.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. dan pembentukkan gas. 3. Lactobacillus sp. penurunan pH. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin.[49] Clostridium botulinum. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. menghasilkan antibiotik polymixin. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. penyebab pelendiran makanan. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. menghasilkan asam bongkrek.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. menghasilkan racun botulinin.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. 6. 5.[5] . menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.

[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. terutama karbon dan nitrogen.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. gas hidrogen.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. protein. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. dan lemak.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[58] Selanjutnya.[58] . gas nitrogen.[52] Pada manusia. salah satunya adalah bakteri.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. seperti asam amino. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. dimulai dari jaringan-jaringan otot. Sebagai contoh. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. seperti karbohidrat. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. Beberapa jenis bakteri. Pada tahap akhir. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. terutama bakteri heterotrof. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful