Bakteri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari ? Bakteri

Escherichia coli, salah satu bakteri berbentuk batang

Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae

Bakteri (dari kata Latin bacterium; jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, dan industri.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel, kerangka sel, dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah, air, udara, dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen), bahkan dalam tubuh manusia.[6][7][8][9] Pada umumnya, bakteri berukuran 0,5-5 μm, tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm, yaitu Thiomargarita.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan dan jamur, tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[12]

Daftar isi
     

  

1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.1 Suhu o 6.2 Kelembaban relatif o 6.3 Cahaya o 6.4 Radiasi 7 Peranan o 7.1 Bidang lingkungan o 7.2 Bidang pangan o 7.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar

Sejarah

Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke; dimuat dalam Micrographia. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi, terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme, terutama bakteri (bakteriologi), mulai berkembang.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Akan tetapi, perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke, Antoni van Leeuwenhoek, Ferdinand Cohn, dan Robert Koch.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828, diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur, yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[5] Robert Hooke (1635-1703), seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris, menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13]Akan tetapi, Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Dalam bukunya tersebut, tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Walau demikian, buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke, ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Sejak saat itulah, tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Selanjutnya, ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan

[13] Robert Koch (1843-1910).[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. Robert Koch. dan tabung reaksi. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis. erlenmeyer. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[14] Robert Koch juga merupakan orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn . salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.

[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[18] Morfologi bakteri . vakuola gas. melekat dan konjugasi.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. dan magnetosom. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. ribosom. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.

jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. medium. jika bergerombol o Streptococcus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete.[20] . bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. dan usia. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. (bentuk koma). jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jka berganda dua-dua o Tetracoccus.

dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[22][21] Amfitrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. D-Peritrik. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[22][21] Monotrik. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. [23] Oleh karena itu. lingkungan perairan. tidak mempunyai flagel. permukaan daun.[22][21] Lofotrik.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[21] Sama seperti struktur kapsul. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[2] Habitatnya sangat beragam. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. udara. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. C-Amfitrik.[24] .[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. yaitu:[22][21]      Atrik. B-Lofotrik. tanah. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[22][21] Peritrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.

seperti mikroskop optikal.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. derajat keasaman pH sangat tinggi.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. dan rendah.[2][33][34] Sebagai contoh.Thermus aquatiqus. mekanisme metabolisme.[38] Suhu . terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[38] Secara umum. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. dan daya tahan sel yang unik. terdapat pula kelompok bakteri lain. kadar air rendah (kelompok xerofil). dan atomic force microscope (AFM).[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. kelembapan.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. mikroskop elektron.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. dan cahaya.[5][25] Di samping itu. dan kaki manusia. yaitu probiotik.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. mata. mulut. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . terutama pada usus besar.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.

[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[2] Khususnya bagi bakteri.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Sebagai contoh. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. Bakteri termofil. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.65 °C Bakteri hipertermofil.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. dengan suhu optimum 50 . kira-kira 85%.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. Bakteri mesofil. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.114 °C. dengan suhu optimum 15 °C.[39] Deinococcus radiodurans. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[40] Secara umum.[40] Akan tetapi. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . RH) yang cukup tinggi. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. dengan suhu optimum 88 °C.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.

hipertensi.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. Bakteri denitrifikasi. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. gas amoniak.[42][43] Pada umumnya.[41] Sebagai contoh pada manusia.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. yaitu kelompok Deinococcaceae. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.[5] .[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. dan bahkan kanker. 1 Gy = 100 rad).[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[41] Akan tetapi.bagi pertumbuhan bakteri.[5] Sebagai contoh.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. Bakteri nitrifikasi. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. sinar x. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[40][5].[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. [42] Sebagai perbandingan. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. terutama bakteri. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. bakteri dapat mengalami kematian.000 Gy. katarak. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.[40] Teknik penggunaan sinar UV.

[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[2] Bidang pangan . and Paracoccus denitrificans.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. dan Sinorhizobium. Bradyrhizobium.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[48][2] Secara umum. Mesorhizobium. seperti bakteri nitrifikasi.[46] Di samping itu.Frankia alni. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. Photorhizobium.[45] Dalam bidang pertanian.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. Pseudomonas aeruginosa. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.

menghasilkan antibiotik polymixin. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. 2. penyebab pelendiran makanan. 5. menghasilkan asam bongkrek.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. Pseudomonas cocovenenans).[5] . Lactobacillus sp.[49] Clostridium botulinum. 1. 3. menghasilkan racun botulinin. dan pembentukkan gas. 6. 4. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. penurunan pH.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin.

[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. dimulai dari jaringan-jaringan otot. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. salah satunya adalah bakteri. seperti asam amino. gas hidrogen.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. Beberapa jenis bakteri. seperti karbohidrat. Pada tahap akhir.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.[52] Pada manusia. Sebagai contoh. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen.[58] Bakteri . beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. terutama karbon dan nitrogen. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. dan lemak.[58] Selanjutnya. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. protein.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. terutama bakteri heterotrof. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. gas nitrogen. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.

[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. cari ? Bakteri Escherichia coli.[2] Beberapa . salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.

3 Cahaya o 6. bakteri berukuran 0. udara.5-5 μm.2 Bidang pangan o 7.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).1 Bidang lingkungan o 7. pengobatan.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.2 Kelembaban relatif o 6. dan industri.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.1 Suhu o 6. air.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. yaitu Thiomargarita.4 Radiasi 7 Peranan o 7. seperti sel tumbuhan dan jamur.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[6][7][8][9] Pada umumnya.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. kerangka sel. bahkan dalam tubuh manusia.

seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. terutama bakteri (bakteriologi). menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Akan tetapi. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. dan Robert Koch. erlenmeyer. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[14] Robert Koch juga merupakan .[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Sejak saat itulah.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13]Akan tetapi.[13] Selanjutnya. Robert Koch. mulai berkembang.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. Antoni van Leeuwenhoek. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. salah satu bakteri penghasil endospora. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Walau demikian.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. Ferdinand Cohn. dimuat dalam Micrographia. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". dan tabung reaksi.[13] Dalam bukunya tersebut.

[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  . Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.

ribosom. melekat dan konjugasi. dan magnetosom. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. vakuola gas. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[18] Morfologi bakteri . sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.

yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. dan usia. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel.[20] . Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. (bentuk koma). jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergerombol o Streptococcus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. medium. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder.

Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. D-Peritrik.[22][21] Amfitrik. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. lingkungan perairan. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. [23] Oleh karena itu.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. yaitu:[22][21]      Atrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[21] Sama seperti struktur kapsul. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[22][21] Monotrik. tanah. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. B-Lofotrik.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[24] . dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[2] Habitatnya sangat beragam.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[22][21] Lofotrik. permukaan daun.[22][21] Peritrik. C-Amfitrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. udara. tidak mempunyai flagel.

Thermus aquatiqus, bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia, terutama pada usus besar, diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[5][25] Di samping itu, terdapat pula kelompok bakteri lain, yaitu probiotik, yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[26] Selain di dalam saluran pencernaan, bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit, mata, mulut, dan kaki manusia.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof, yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[27][28][29] Di dalam rongga mulut, bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi, mekanisme metabolisme, dan daya tahan sel yang unik.[2][33][34] Sebagai contoh, Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi, bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur, bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil), kadar air rendah (kelompok xerofil), derajat keasaman pH sangat tinggi, dan rendah.[2]

Pengaruh lingkungan terhadap bakteri
Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu, kelembapan, dan cahaya.[38] Secara umum, terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut, seperti mikroskop optikal, mikroskop elektron, dan atomic force microscope (AFM).[38]

Suhu

Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Khususnya bagi bakteri, suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi, membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya, bakteri dibagi menjadi 4 golongan:
   

Bakteri psikrofil, yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C, dengan suhu optimum 15 °C. Bakteri mesofil, yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C, dengan suhu optimum 25° – 40 °C. Bakteri termofil, yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C, dengan suhu optimum 50 - 65 °C Bakteri hipertermofil, yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 - 114 °C, dengan suhu optimum 88 °C.[2]

Kelembaban relatif
Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity, RH) yang cukup tinggi, kira-kira 85%.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti, misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[2] Sebagai contoh, bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[39]

Deinococcus radiodurans, hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM)

Cahaya
Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[40] Secara umum, bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[40] Akan tetapi, paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal

bagi pertumbuhan bakteri.[40] Teknik penggunaan sinar UV, sinar x, dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[40][5]. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan, terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[5]

Radiasi
Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup, terutama bakteri.[41] Sebagai contoh pada manusia, radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut, katarak, hipertensi, dan bahkan kanker.[41] Akan tetapi, terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi, bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi, yaitu kelompok Deinococcaceae. [42] Sebagai perbandingan, manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy, 1 Gy = 100 rad), sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.000 Gy.[42][43] Pada umumnya, paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi, bakteri dapat mengalami kematian.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[44]

Peranan
Bidang lingkungan
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai, Bakteri nitrifikasi, Bakteri denitrifikasi, dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[5] Sebagai contoh, bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein, karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2, gas amoniak, dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik, beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[5]

akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[45] Dalam bidang pertanian. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[2] Bidang pangan . tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[48][2] Secara umum. Bradyrhizobium. and Paracoccus denitrificans.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. seperti bakteri nitrifikasi. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[46] Di samping itu.Frankia alni.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. seperti dinitrogen oksida (N2O).[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. Photorhizobium.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. dan Sinorhizobium. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. Pseudomonas aeruginosa.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. Mesorhizobium.

4.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. penyebab pelendiran makanan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. menghasilkan racun botulinin.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. menghasilkan antibiotik polymixin. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. 6. Lactobacillus sp. Pseudomonas cocovenenans). dan pembentukkan gas. penurunan pH. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. 5.[5] . Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[49] Clostridium botulinum.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. 3. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. 1.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. menghasilkan asam bongkrek. 2.

Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. Beberapa jenis bakteri.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. gas nitrogen. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. salah satunya adalah bakteri. gas hidrogen. Pada tahap akhir. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. dimulai dari jaringan-jaringan otot.[58] Bakteri . terutama bakteri heterotrof.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. dan lemak. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.[58] Selanjutnya. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. seperti karbohidrat.[52] Pada manusia. seperti asam amino. protein. Sebagai contoh. terutama karbon dan nitrogen.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul.

[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Beberapa . salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. cari ? Bakteri Escherichia coli. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.Dari Wikipedia bahasa Indonesia.

2 Bidang pangan o 7. kerangka sel. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. seperti sel tumbuhan dan jamur. dan industri.3 Cahaya o 6.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.4 Radiasi 7 Peranan o 7. yaitu Thiomargarita.1 Suhu o 6.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). air.[6][7][8][9] Pada umumnya.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.5-5 μm.1 Bidang lingkungan o 7. bakteri berukuran 0. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. pengobatan. bahkan dalam tubuh manusia.2 Kelembaban relatif o 6. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. udara.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.

Ferdinand Cohn. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. erlenmeyer. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Akan tetapi. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. Robert Koch. mulai berkembang. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. dimuat dalam Micrographia.[13] Sejak saat itulah.[13] Selanjutnya.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. terutama bakteri (bakteriologi).[13]Akan tetapi.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Walau demikian. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. dan Robert Koch. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. dan tabung reaksi. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[5] Robert Hooke (1635-1703).

orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.

[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. ribosom. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. dan magnetosom.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[18] Morfologi bakteri . melekat dan konjugasi. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. vakuola gas.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.

jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral.[20] . jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. medium. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. (bentuk koma). jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. dan usia. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika bergerombol o Streptococcus. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan.

B-Lofotrik.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[21] Sama seperti struktur kapsul.[2] Habitatnya sangat beragam.[22][21] Amfitrik. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[22][21] Monotrik.[22][21] Peritrik. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. udara. yaitu:[22][21]      Atrik.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. permukaan daun. tidak mempunyai flagel. D-Peritrik.[24] . [23] Oleh karena itu. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[22][21] Lofotrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. tanah. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. lingkungan perairan.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. C-Amfitrik.

Thermus aquatiqus. kelembapan. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). dan atomic force microscope (AFM).[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[26] Selain di dalam saluran pencernaan. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[5][25] Di samping itu. dan kaki manusia.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. seperti mikroskop optikal. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. kadar air rendah (kelompok xerofil). dan rendah.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. terdapat pula kelompok bakteri lain. dan daya tahan sel yang unik. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). terutama pada usus besar. derajat keasaman pH sangat tinggi. mekanisme metabolisme.[38] Suhu . mikroskop elektron. mata.[2][33][34] Sebagai contoh. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. dan cahaya. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[38] Secara umum.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. yaitu probiotik.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. mulut.

Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.114 °C.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. dengan suhu optimum 88 °C.[2] Khususnya bagi bakteri. Bakteri mesofil. dengan suhu optimum 50 .[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[40] Akan tetapi.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[2] Sebagai contoh.[40] Secara umum. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. RH) yang cukup tinggi. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[39] Deinococcus radiodurans. Bakteri termofil.65 °C Bakteri hipertermofil. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. kira-kira 85%. dengan suhu optimum 15 °C. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.

dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.000 Gy. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[5] Sebagai contoh.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[40][5].[41] Akan tetapi. hipertensi. 1 Gy = 100 rad).[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. sinar x.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. gas amoniak. Bakteri nitrifikasi.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[41] Sebagai contoh pada manusia.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. katarak. bakteri dapat mengalami kematian. dan bahkan kanker.[42][43] Pada umumnya. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. [42] Sebagai perbandingan. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[40] Teknik penggunaan sinar UV. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[5] . Bakteri denitrifikasi. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.bagi pertumbuhan bakteri.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. yaitu kelompok Deinococcaceae. terutama bakteri.

Frankia alni, salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen, seperti bakteri nitrifikasi.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[45] Dalam bidang pertanian, nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai, akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri, Pseudomonas aeruginosa, and Paracoccus denitrificans.[46] Di samping itu, reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain, seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme, tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2- yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[48][2] Secara umum, kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia, termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium, Bradyrhizobium, Mesorhizobium, Photorhizobium, dan Sinorhizobium.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum, yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[2]

Bidang pangan

Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama, juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. Lactobacillus sp. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis

Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[49] Clostridium botulinum, menghasilkan racun botulinin, seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:
 

Burkholderia gladioli (sin. Pseudomonas cocovenenans), menghasilkan asam bongkrek, terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides, penyebab pelendiran makanan, penurunan pH, dan pembentukkan gas.[51]

Bidang kesehatan
Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan, bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:
    

Streptomyces griseus, menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens, menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae, menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium, menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa, menghasilkan antibiotik polymixin.[5]

Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik, banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[52] Pada manusia, beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus, Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC, dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak, seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[56]

Dekomposisi

Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme, salah satunya adalah bakteri. Beberapa jenis bakteri, terutama bakteri heterotrof, mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. Sebagai contoh, enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana, seperti asam amino.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur, terutama karbon dan nitrogen, ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia, dimulai dari jaringan-jaringan otot.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[58] Selanjutnya, asam amino akan diubah menjadi asam asetat, gas hidrogen, gas nitrogen, dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. Pada tahap akhir, semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[58]

Bakteri

ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.[2] Beberapa . jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). cari ? Bakteri Escherichia coli.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.

seperti sel tumbuhan dan jamur.[6][7][8][9] Pada umumnya. yaitu Thiomargarita.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .1 Suhu o 6.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). kerangka sel.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.5-5 μm. air. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.1 Bidang lingkungan o 7. pengobatan.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.4 Radiasi 7 Peranan o 7. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. bahkan dalam tubuh manusia.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. udara.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.3 Cahaya o 6.2 Kelembaban relatif o 6. dan industri.2 Bidang pangan o 7.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. bakteri berukuran 0.

[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Sejak saat itulah. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. dan tabung reaksi. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. erlenmeyer.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13]Akan tetapi.[13] Selanjutnya.[13] Walau demikian.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. Robert Koch. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. mulai berkembang.[13] Dalam bukunya tersebut. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[5] Robert Hooke (1635-1703). Ferdinand Cohn. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. dan Robert Koch. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Akan tetapi. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. dimuat dalam Micrographia.[13] Robert Koch (1843-1910).

[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  . sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.

[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. ribosom.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. melekat dan konjugasi. vakuola gas.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. Hans Christian Gram pada tahun 1884. dan magnetosom.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[18] Morfologi bakteri . semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.

jka berganda dua-dua o Tetracoccus. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. medium. (bentuk koma).[20] . Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika bergerombol o Streptococcus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. dan usia. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus.

dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. udara. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. B-Lofotrik. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. permukaan daun. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[22][21] Monotrik. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[22][21] Lofotrik. [23] Oleh karena itu.[22][21] Peritrik. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[2] Habitatnya sangat beragam.[21] Sama seperti struktur kapsul. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[24] . D-Peritrik. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. tanah. yaitu:[22][21]      Atrik. C-Amfitrik. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Amfitrik. tidak mempunyai flagel.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. lingkungan perairan.

[38] Secara umum. dan atomic force microscope (AFM). terutama pada usus besar. mata.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.Thermus aquatiqus. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). seperti mikroskop optikal.[5][25] Di samping itu.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. mikroskop elektron.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. mekanisme metabolisme. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[38] Suhu . Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. kadar air rendah (kelompok xerofil). Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. kelembapan. dan kaki manusia.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. dan daya tahan sel yang unik. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi.[2][33][34] Sebagai contoh.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. yaitu probiotik. terdapat pula kelompok bakteri lain. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. mulut. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. dan rendah.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. dan cahaya. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[27][28][29] Di dalam rongga mulut. derajat keasaman pH sangat tinggi.

dengan suhu optimum 88 °C. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[2] Khususnya bagi bakteri.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. kira-kira 85%. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. dengan suhu optimum 50 . misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[39] Deinococcus radiodurans. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. Bakteri mesofil. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.114 °C. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. dengan suhu optimum 15 °C.[40] Secara umum. Bakteri termofil. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. RH) yang cukup tinggi. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[2] Sebagai contoh. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.65 °C Bakteri hipertermofil.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.[40] Akan tetapi.

sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[41] Akan tetapi.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. dan bahkan kanker. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. Bakteri nitrifikasi. sinar x. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[41] Sebagai contoh pada manusia. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.000 Gy.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. bakteri dapat mengalami kematian. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. gas amoniak.[40][5]. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.bagi pertumbuhan bakteri.[5] . hipertensi.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. katarak.[5] Sebagai contoh. 1 Gy = 100 rad).[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. [42] Sebagai perbandingan.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. terutama bakteri.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. Bakteri denitrifikasi. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[40] Teknik penggunaan sinar UV.[42][43] Pada umumnya. yaitu kelompok Deinococcaceae.

[45] Dalam bidang pertanian. Photorhizobium.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. dan Sinorhizobium. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. Mesorhizobium. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. and Paracoccus denitrificans.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. Pseudomonas aeruginosa.[46] Di samping itu.Frankia alni. Bradyrhizobium. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Bidang pangan .[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[48][2] Secara umum.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. seperti bakteri nitrifikasi.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.

juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. Lactobacillus sp.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. 6. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. menghasilkan antibiotik polymixin. Pseudomonas cocovenenans).[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. 5. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan.[5] . menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.[49] Clostridium botulinum. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. penyebab pelendiran makanan.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan racun botulinin. penurunan pH. menghasilkan asam bongkrek. 4. 3. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. dan pembentukkan gas. 2. 1.

dan lemak. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. salah satunya adalah bakteri. gas nitrogen.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. gas hidrogen. protein. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. Beberapa jenis bakteri. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. Pada tahap akhir.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. seperti karbohidrat. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.[58] Bakteri . seperti asam amino. terutama bakteri heterotrof.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. dimulai dari jaringan-jaringan otot. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. Sebagai contoh.[58] Selanjutnya.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[52] Pada manusia. terutama karbon dan nitrogen. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. cari ? Bakteri Escherichia coli. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Beberapa . ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.

bakteri berukuran 0. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . yaitu Thiomargarita.[6][7][8][9] Pada umumnya. air.5-5 μm. bahkan dalam tubuh manusia.1 Suhu o 6. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.2 Bidang pangan o 7.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. seperti sel tumbuhan dan jamur. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.2 Kelembaban relatif o 6. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.3 Cahaya o 6. udara. dan industri.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. pengobatan.4 Radiasi 7 Peranan o 7.1 Bidang lingkungan o 7. kerangka sel.

Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. dimuat dalam Micrographia. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Robert Koch.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. dan Robert Koch.[13] Sejak saat itulah.[13] Robert Koch (1843-1910).Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. mulai berkembang. erlenmeyer.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Walau demikian.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[5] Robert Hooke (1635-1703). Bakteri merupakan organisme mikroskopik. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. terutama bakteri (bakteriologi). tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. salah satu bakteri penghasil endospora. Ferdinand Cohn.[13]Akan tetapi. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. dan tabung reaksi.[13] Selanjutnya.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Akan tetapi. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".

[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.

sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. dan magnetosom.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. melekat dan konjugasi.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. ribosom. vakuola gas.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[18] Morfologi bakteri . yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.

bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. (bentuk koma). yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus.[20] . dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. dan usia. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika bergerombol o Streptococcus. medium.

udara. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. bakteri dibagi menjadi lima golongan. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[21] Sama seperti struktur kapsul. permukaan daun.[24] .[22][21] Monotrik. tidak mempunyai flagel. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. D-Peritrik.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Lofotrik.[22][21] Peritrik.[22][21] Amfitrik. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. yaitu:[22][21]      Atrik. B-Lofotrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. C-Amfitrik. tanah. lingkungan perairan. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. [23] Oleh karena itu.[2] Habitatnya sangat beragam. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.

kelembapan.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[5][25] Di samping itu. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. mikroskop elektron. mekanisme metabolisme.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. dan cahaya.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . derajat keasaman pH sangat tinggi.[38] Secara umum. yaitu probiotik. seperti mikroskop optikal. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. dan rendah.[2][33][34] Sebagai contoh.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. terdapat pula kelompok bakteri lain.[38] Suhu . dan atomic force microscope (AFM). kadar air rendah (kelompok xerofil). terutama pada usus besar. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. mulut.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. dan kaki manusia. mata. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.Thermus aquatiqus. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. dan daya tahan sel yang unik.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.

suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.65 °C Bakteri hipertermofil. RH) yang cukup tinggi. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[40] Secara umum.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[40] Akan tetapi. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.114 °C. dengan suhu optimum 50 .[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. Bakteri mesofil. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. Bakteri termofil. dengan suhu optimum 15 °C.[2] Sebagai contoh. dengan suhu optimum 88 °C.[39] Deinococcus radiodurans. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. kira-kira 85%.[2] Khususnya bagi bakteri.

dan bahkan kanker. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. sinar x.[40] Teknik penggunaan sinar UV.[40][5]. hipertensi. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. katarak. Bakteri denitrifikasi. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[5] . [42] Sebagai perbandingan. yaitu kelompok Deinococcaceae.[5] Sebagai contoh.[42][43] Pada umumnya.bagi pertumbuhan bakteri.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. 1 Gy = 100 rad).[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. Bakteri nitrifikasi.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[41] Akan tetapi. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[41] Sebagai contoh pada manusia. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. terutama bakteri. bakteri dapat mengalami kematian. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. gas amoniak.000 Gy.

reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. seperti dinitrogen oksida (N2O). Bradyrhizobium.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. Mesorhizobium. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[2] Bidang pangan . Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[48][2] Secara umum.[46] Di samping itu.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. seperti bakteri nitrifikasi.[45] Dalam bidang pertanian. Photorhizobium. Pseudomonas aeruginosa.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.Frankia alni.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. dan Sinorhizobium.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. and Paracoccus denitrificans. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.

3. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[49] Clostridium botulinum. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. menghasilkan asam bongkrek. menghasilkan antibiotik polymixin. 6. Lactobacillus sp. penyebab pelendiran makanan. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. penurunan pH. 2. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. 1.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. 5. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. dan pembentukkan gas.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama.[5] . menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. Pseudomonas cocovenenans). 4. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. menghasilkan racun botulinin.

Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. Pada tahap akhir. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. terutama bakteri heterotrof. dan lemak.[58] Bakteri . banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[58] Selanjutnya. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. Beberapa jenis bakteri. Sebagai contoh. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. seperti asam amino. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. seperti karbohidrat. gas nitrogen. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. terutama karbon dan nitrogen.[52] Pada manusia. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. protein.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. gas hidrogen. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. salah satunya adalah bakteri. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. dimulai dari jaringan-jaringan otot.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.

serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.Dari Wikipedia bahasa Indonesia.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Beberapa . salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. cari ? Bakteri Escherichia coli.

[6][7][8][9] Pada umumnya.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.3 Cahaya o 6. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). pengobatan.1 Suhu o 6. dan industri.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. kerangka sel. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).1 Bidang lingkungan o 7. bakteri berukuran 0. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.2 Bidang pangan o 7.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. bahkan dalam tubuh manusia. udara.2 Kelembaban relatif o 6. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. yaitu Thiomargarita.4 Radiasi 7 Peranan o 7.5-5 μm. air.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . seperti sel tumbuhan dan jamur.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.

erlenmeyer.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Akan tetapi.[13] Selanjutnya.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. dimuat dalam Micrographia.[13] Dalam bukunya tersebut.[13]Akan tetapi. dan Robert Koch. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. dan tabung reaksi.[13] Walau demikian. Ferdinand Cohn.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[14] Robert Koch juga merupakan . seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Sejak saat itulah.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. terutama bakteri (bakteriologi). Antoni van Leeuwenhoek.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). Robert Koch.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. salah satu bakteri penghasil endospora. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. mulai berkembang.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Robert Koch (1843-1910). banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  . Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.

[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. ribosom.[18] Morfologi bakteri . dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. dan magnetosom.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. Hans Christian Gram pada tahun 1884. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. melekat dan konjugasi. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. vakuola gas.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.

jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. dan usia. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. medium. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. (bentuk koma). jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika bergerombol o Streptococcus.[20] . jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar.

Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. C-Amfitrik.[22][21] Amfitrik.[22][21] Peritrik. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. bakteri dibagi menjadi lima golongan. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. lingkungan perairan. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Lofotrik. udara.[24] . permukaan daun. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[2] Habitatnya sangat beragam. tidak mempunyai flagel.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[22][21] Monotrik.[21] Sama seperti struktur kapsul. tanah.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. B-Lofotrik. yaitu:[22][21]      Atrik. [23] Oleh karena itu. D-Peritrik. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.

bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[2][33][34] Sebagai contoh. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. dan rendah. yaitu probiotik. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[5][25] Di samping itu. mikroskop elektron. dan daya tahan sel yang unik. mata. seperti mikroskop optikal. dan cahaya.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. mekanisme metabolisme.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. kadar air rendah (kelompok xerofil).[38] Suhu . diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . kelembapan.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. dan atomic force microscope (AFM). yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. terdapat pula kelompok bakteri lain. derajat keasaman pH sangat tinggi. dan kaki manusia. terutama pada usus besar. mulut.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.Thermus aquatiqus.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi.[38] Secara umum.

bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. RH) yang cukup tinggi. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.65 °C Bakteri hipertermofil.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. dengan suhu optimum 50 . yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[2] Sebagai contoh. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. Bakteri mesofil. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. Bakteri termofil. dengan suhu optimum 88 °C.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[39] Deinococcus radiodurans. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[40] Secara umum.114 °C. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[40] Akan tetapi. dengan suhu optimum 15 °C. kira-kira 85%. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[2] Khususnya bagi bakteri.

yaitu kelompok Deinococcaceae. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. Bakteri denitrifikasi.000 Gy.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. [42] Sebagai perbandingan. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[5] Sebagai contoh. bakteri dapat mengalami kematian.[42][43] Pada umumnya. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.bagi pertumbuhan bakteri.[41] Akan tetapi. katarak.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. dan bahkan kanker.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. 1 Gy = 100 rad). hipertensi.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. terutama bakteri.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. gas amoniak.[40][5]. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. Bakteri nitrifikasi. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[40] Teknik penggunaan sinar UV.[5] . dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. sinar x.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[41] Sebagai contoh pada manusia.

[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[48][2] Secara umum. seperti dinitrogen oksida (N2O).[46] Di samping itu. Photorhizobium.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[45] Dalam bidang pertanian.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. Bradyrhizobium.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. dan Sinorhizobium. Mesorhizobium.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).Frankia alni. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. seperti bakteri nitrifikasi. Pseudomonas aeruginosa.[2] Bidang pangan .[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. and Paracoccus denitrificans.

[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. 5.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[5] . menghasilkan antibiotik polymixin. 4. 3. 6. penurunan pH.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. 2. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. menghasilkan racun botulinin. penyebab pelendiran makanan. dan pembentukkan gas. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. Pseudomonas cocovenenans). menghasilkan asam bongkrek.[49] Clostridium botulinum.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. 1. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. Lactobacillus sp.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.

Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. Pada tahap akhir. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. Sebagai contoh.[52] Pada manusia.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[58] Bakteri . banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. gas nitrogen. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. seperti karbohidrat. terutama karbon dan nitrogen. protein. Beberapa jenis bakteri.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. seperti asam amino. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. dimulai dari jaringan-jaringan otot.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. gas hidrogen.[58] Selanjutnya. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. terutama bakteri heterotrof.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. salah satunya adalah bakteri. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. dan lemak.

[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. cari ? Bakteri Escherichia coli. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.[2] Beberapa . ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.

yaitu Thiomargarita.5-5 μm.3 Cahaya o 6.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. pengobatan. udara.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. kerangka sel.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.1 Suhu o 6.[6][7][8][9] Pada umumnya.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. seperti sel tumbuhan dan jamur. bakteri berukuran 0.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.2 Kelembaban relatif o 6. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). air. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.4 Radiasi 7 Peranan o 7.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.2 Bidang pangan o 7.1 Bidang lingkungan o 7.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. dan industri. bahkan dalam tubuh manusia.

[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. Antoni van Leeuwenhoek. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Walau demikian.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. dan tabung reaksi. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. Robert Koch.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. erlenmeyer.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. dimuat dalam Micrographia. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13]Akan tetapi.[13] Akan tetapi.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. dan Robert Koch. salah satu bakteri penghasil endospora. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Selanjutnya.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. Ferdinand Cohn.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. mulai berkembang.[13] Sejak saat itulah.[13] Robert Koch (1843-1910). Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[5] Robert Hooke (1635-1703). yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.

orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini, Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch, sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13]

Robert Hooke

Antoni van Leeuwenhoek

Ferdinand Cohn

Robert Koch

Struktur sel
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri

Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya, semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti, meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya, yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat, sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark, Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak, melekat dan konjugasi.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit, seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Bakteri juga memiliki kromosom, ribosom, dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan, vakuola gas, dan magnetosom.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi, dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[18]

Morfologi bakteri

Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu:

Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus, jika kecil dan tunggal o Diplococcus, jka berganda dua-dua o Tetracoccus, jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina, jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus, jika bergerombol o Streptococcus, jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus, jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus, jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio, (bentuk koma), jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral, jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete, jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel.

Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, medium, dan usia. Walaupun secara morfologi berbeda-beda, bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya.[20]

B-Lofotrik.[24] . bakteri dibagi menjadi lima golongan. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[2] Habitatnya sangat beragam.[22][21] Amfitrik. C-Amfitrik. permukaan daun. lingkungan perairan. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. yaitu:[22][21]      Atrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[22][21] Lofotrik. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[22][21] Monotrik. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. [23] Oleh karena itu. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[22][21] Peritrik. tanah. udara.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. tidak mempunyai flagel.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[21] Sama seperti struktur kapsul.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. D-Peritrik.

mulut. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. terutama pada usus besar.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). mikroskop elektron.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . kelembapan. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.Thermus aquatiqus. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. dan kaki manusia.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. dan cahaya. dan daya tahan sel yang unik. terdapat pula kelompok bakteri lain.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. mekanisme metabolisme. dan rendah. yaitu probiotik.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[38] Secara umum.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[5][25] Di samping itu. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[2][33][34] Sebagai contoh.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. mata. kadar air rendah (kelompok xerofil). derajat keasaman pH sangat tinggi. seperti mikroskop optikal.[38] Suhu . dan atomic force microscope (AFM).

yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . dengan suhu optimum 50 . Bakteri termofil. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[39] Deinococcus radiodurans. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. Bakteri mesofil.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. dengan suhu optimum 88 °C. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[40] Secara umum. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. RH) yang cukup tinggi.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.114 °C.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[40] Akan tetapi. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. dengan suhu optimum 15 °C.65 °C Bakteri hipertermofil. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[2] Khususnya bagi bakteri. kira-kira 85%.[2] Sebagai contoh.

bagi pertumbuhan bakteri. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[40][5]. Bakteri nitrifikasi. 1 Gy = 100 rad). Bakteri denitrifikasi. terutama bakteri. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. katarak. hipertensi. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[5] Sebagai contoh. gas amoniak. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[40] Teknik penggunaan sinar UV.[5] . dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[42][43] Pada umumnya. sinar x. dan bahkan kanker.[41] Akan tetapi. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.000 Gy. yaitu kelompok Deinococcaceae. [42] Sebagai perbandingan.[41] Sebagai contoh pada manusia.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. bakteri dapat mengalami kematian. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.

[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[48][2] Secara umum.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. dan Sinorhizobium. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. and Paracoccus denitrificans.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[2] Bidang pangan . yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. Bradyrhizobium. Pseudomonas aeruginosa.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[45] Dalam bidang pertanian. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[46] Di samping itu.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. seperti bakteri nitrifikasi. Photorhizobium. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. Mesorhizobium. seperti dinitrogen oksida (N2O).yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.Frankia alni.

menghasilkan racun botulinin. Pseudomonas cocovenenans). menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. dan pembentukkan gas. 3. penyebab pelendiran makanan. Lactobacillus sp. 5. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. menghasilkan asam bongkrek. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp.[5] . 4.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[49] Clostridium botulinum.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. menghasilkan antibiotik polymixin.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. 2. 1. penurunan pH. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. 6.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.

[58] Selanjutnya. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. protein.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. Sebagai contoh. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari.[52] Pada manusia.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. gas nitrogen. terutama bakteri heterotrof.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. Pada tahap akhir. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. dimulai dari jaringan-jaringan otot. seperti asam amino. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. Beberapa jenis bakteri.[58] Bakteri . banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. seperti karbohidrat.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. gas hidrogen. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. terutama karbon dan nitrogen. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. salah satunya adalah bakteri. dan lemak.

serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. cari ? Bakteri Escherichia coli.[2] Beberapa .[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.

udara. air. bakteri berukuran 0.4 Radiasi 7 Peranan o 7. bahkan dalam tubuh manusia. seperti sel tumbuhan dan jamur. yaitu Thiomargarita. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.1 Suhu o 6.[6][7][8][9] Pada umumnya.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.1 Bidang lingkungan o 7.3 Cahaya o 6. dan industri. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.2 Kelembaban relatif o 6. pengobatan. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.2 Bidang pangan o 7. kerangka sel.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.5-5 μm.

[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[14] Robert Koch juga merupakan .[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. Robert Koch. mulai berkembang.[13]Akan tetapi.[13] Sejak saat itulah. dimuat dalam Micrographia.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. erlenmeyer.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. dan Robert Koch.[13] Selanjutnya. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. Ferdinand Cohn.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Akan tetapi.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. dan tabung reaksi. Antoni van Leeuwenhoek. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Dalam bukunya tersebut. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Walau demikian. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.

[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.

[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. ribosom. vakuola gas.[18] Morfologi bakteri .[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. dan magnetosom. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. melekat dan konjugasi.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.

jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. (bentuk koma). jika bergerombol o Streptococcus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. medium.[20] . yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. dan usia. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus.

udara. bakteri dibagi menjadi lima golongan. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. [23] Oleh karena itu. tidak mempunyai flagel. tanah.[21] Sama seperti struktur kapsul.[22][21] Monotrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Amfitrik. permukaan daun.[24] .[2] Habitatnya sangat beragam. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. yaitu:[22][21]      Atrik. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. D-Peritrik. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[22][21] Lofotrik.[22][21] Peritrik. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. C-Amfitrik. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. lingkungan perairan. B-Lofotrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.

derajat keasaman pH sangat tinggi. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. seperti mikroskop optikal. kadar air rendah (kelompok xerofil). Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.[5][25] Di samping itu.[38] Secara umum. yaitu probiotik.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.Thermus aquatiqus.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. dan rendah.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[38] Suhu . dan atomic force microscope (AFM).[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. mekanisme metabolisme. dan daya tahan sel yang unik. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. dan kaki manusia.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. mata. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[2][33][34] Sebagai contoh. terdapat pula kelompok bakteri lain. kelembapan. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. dan cahaya.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. mulut. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. terutama pada usus besar. mikroskop elektron.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).

Bakteri termofil. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[39] Deinococcus radiodurans. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. dengan suhu optimum 88 °C.[2] Khususnya bagi bakteri.[40] Akan tetapi. RH) yang cukup tinggi. dengan suhu optimum 15 °C.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[40] Secara umum. Bakteri mesofil. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.65 °C Bakteri hipertermofil. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.[2] Sebagai contoh. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. dengan suhu optimum 50 .114 °C. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. kira-kira 85%.

terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. Bakteri denitrifikasi. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. bakteri dapat mengalami kematian.[41] Akan tetapi. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.bagi pertumbuhan bakteri. [42] Sebagai perbandingan.[5] . Bakteri nitrifikasi. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[5] Sebagai contoh. sinar x.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. terutama bakteri. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.000 Gy. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. katarak. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[40][5]. hipertensi.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. gas amoniak.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[42][43] Pada umumnya. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.[41] Sebagai contoh pada manusia. 1 Gy = 100 rad). dan bahkan kanker. yaitu kelompok Deinococcaceae.[40] Teknik penggunaan sinar UV. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.

[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[46] Di samping itu.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. Photorhizobium.[48][2] Secara umum.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. Pseudomonas aeruginosa.[2] Bidang pangan .[45] Dalam bidang pertanian.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. Bradyrhizobium. seperti bakteri nitrifikasi. seperti dinitrogen oksida (N2O).[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. dan Sinorhizobium. and Paracoccus denitrificans.Frankia alni. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. Mesorhizobium. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.

menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.[49] Clostridium botulinum. menghasilkan antibiotik polymixin. 3. menghasilkan racun botulinin.[5] .Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. 6. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. penyebab pelendiran makanan. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. dan pembentukkan gas.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. 5.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. 1. Pseudomonas cocovenenans). juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. menghasilkan asam bongkrek. 2. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. penurunan pH. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. 4.

gas hidrogen. gas nitrogen. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. protein. salah satunya adalah bakteri. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. Sebagai contoh. dan lemak. seperti karbohidrat. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. Beberapa jenis bakteri. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. dimulai dari jaringan-jaringan otot. terutama karbon dan nitrogen. terutama bakteri heterotrof.[52] Pada manusia.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. seperti asam amino.[58] Bakteri . semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. Pada tahap akhir. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.[58] Selanjutnya.

cari ? Bakteri Escherichia coli.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Beberapa .[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).

3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.3 Cahaya o 6. udara.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).2 Bidang pangan o 7. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. dan industri. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). bakteri berukuran 0.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. pengobatan.[6][7][8][9] Pada umumnya.5-5 μm.1 Suhu o 6.1 Bidang lingkungan o 7. seperti sel tumbuhan dan jamur. yaitu Thiomargarita. bahkan dalam tubuh manusia.4 Radiasi 7 Peranan o 7. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. air.2 Kelembaban relatif o 6.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. kerangka sel.

salah satu bakteri penghasil endospora.[5] Robert Hooke (1635-1703). buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. dan Robert Koch. dimuat dalam Micrographia.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. erlenmeyer.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Selanjutnya.[14] Robert Koch juga merupakan . Ferdinand Cohn.[13] Robert Koch (1843-1910). perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. dan tabung reaksi.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. Robert Koch.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. mulai berkembang.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13]Akan tetapi.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". terutama bakteri (bakteriologi).[13] Sejak saat itulah.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Akan tetapi.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Walau demikian. Antoni van Leeuwenhoek. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Dalam bukunya tersebut.

[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.

Hans Christian Gram pada tahun 1884. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. dan magnetosom. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. melekat dan konjugasi.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. ribosom.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[18] Morfologi bakteri . yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. vakuola gas. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.

jika bergerombol o Streptococcus. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. (bentuk koma). jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio.[20] . jika kecil dan tunggal o Diplococcus. medium. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. dan usia. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar.

[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[2] Habitatnya sangat beragam. yaitu:[22][21]      Atrik. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. lingkungan perairan. C-Amfitrik. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[22][21] Lofotrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. udara. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[21] Sama seperti struktur kapsul. tanah.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. B-Lofotrik.[22][21] Peritrik.[24] . permukaan daun. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[22][21] Amfitrik. D-Peritrik. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. [23] Oleh karena itu. tidak mempunyai flagel.[22][21] Monotrik. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.

yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. mikroskop elektron. seperti mikroskop optikal. kadar air rendah (kelompok xerofil).[38] Secara umum.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[38] Suhu .[5][25] Di samping itu. dan atomic force microscope (AFM).[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. mekanisme metabolisme.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[2][33][34] Sebagai contoh.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . terutama pada usus besar.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. dan cahaya. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). dan daya tahan sel yang unik. kelembapan. dan kaki manusia. derajat keasaman pH sangat tinggi.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. mata.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. dan rendah. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). yaitu probiotik. terdapat pula kelompok bakteri lain. mulut.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.Thermus aquatiqus. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.

bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.114 °C. Bakteri mesofil. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. dengan suhu optimum 15 °C.[39] Deinococcus radiodurans. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. dengan suhu optimum 50 . yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[40] Akan tetapi. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[40] Secara umum. kira-kira 85%.[2] Sebagai contoh.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.65 °C Bakteri hipertermofil. RH) yang cukup tinggi. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. Bakteri termofil. dengan suhu optimum 88 °C. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.[2] Khususnya bagi bakteri.

yaitu kelompok Deinococcaceae.[42][43] Pada umumnya.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. Bakteri denitrifikasi. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.[5] Sebagai contoh. bakteri dapat mengalami kematian. dan bahkan kanker.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. [42] Sebagai perbandingan. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. gas amoniak. 1 Gy = 100 rad). hipertensi. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[40][5].[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. Bakteri nitrifikasi.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[40] Teknik penggunaan sinar UV. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. katarak. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[41] Akan tetapi.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.000 Gy. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[41] Sebagai contoh pada manusia. sinar x. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. terutama bakteri. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[5] .bagi pertumbuhan bakteri.

[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. Pseudomonas aeruginosa. dan Sinorhizobium. Bradyrhizobium.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[2] Bidang pangan .[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. and Paracoccus denitrificans. Photorhizobium.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. seperti dinitrogen oksida (N2O).[46] Di samping itu. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. Mesorhizobium. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.Frankia alni. seperti bakteri nitrifikasi.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[48][2] Secara umum.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[45] Dalam bidang pertanian.

penyebab pelendiran makanan. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. menghasilkan antibiotik polymixin. penurunan pH. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. dan pembentukkan gas.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. 3. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. 5. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. menghasilkan asam bongkrek.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan.[5] . 4. Lactobacillus sp. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. 2. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. menghasilkan racun botulinin. Pseudomonas cocovenenans).[49] Clostridium botulinum. 6. 1. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa.

[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. gas nitrogen.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. Pada tahap akhir.[52] Pada manusia. dan lemak. terutama karbon dan nitrogen. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.[58] Selanjutnya.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. gas hidrogen.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. salah satunya adalah bakteri. seperti asam amino.[58] Bakteri . banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. protein. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. Beberapa jenis bakteri. seperti karbohidrat. Sebagai contoh. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. terutama bakteri heterotrof. dimulai dari jaringan-jaringan otot. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.

cari ? Bakteri Escherichia coli.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Beberapa . jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.

[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. kerangka sel. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.2 Kelembaban relatif o 6. bahkan dalam tubuh manusia. air. udara. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.5-5 μm. seperti sel tumbuhan dan jamur.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. pengobatan.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.3 Cahaya o 6.1 Bidang lingkungan o 7.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.1 Suhu o 6.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).2 Bidang pangan o 7.[6][7][8][9] Pada umumnya. dan industri. bakteri berukuran 0.4 Radiasi 7 Peranan o 7. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). yaitu Thiomargarita. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.

[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Akan tetapi. salah satu bakteri penghasil endospora. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Walau demikian.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. terutama bakteri (bakteriologi). perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. Antoni van Leeuwenhoek. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Dalam bukunya tersebut.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. dan Robert Koch.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[5] Robert Hooke (1635-1703). terutama sebelum ditemukannya mikroskop. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. Robert Koch.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. dimuat dalam Micrographia. mulai berkembang. Ferdinand Cohn.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. dan tabung reaksi. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. erlenmeyer.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13]Akan tetapi.[13] Sejak saat itulah.[13] Selanjutnya.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.

[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.

dan magnetosom.[18] Morfologi bakteri . semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. ribosom.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. vakuola gas.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. melekat dan konjugasi.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.

jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika bergerombol o Streptococcus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. (bentuk koma). dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. dan usia. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan.[20] . jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. medium. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral.

bakteri dibagi menjadi lima golongan. permukaan daun.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. [23] Oleh karena itu. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[2] Habitatnya sangat beragam.[22][21] Monotrik. tidak mempunyai flagel. D-Peritrik. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. tanah. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[22][21] Peritrik. yaitu:[22][21]      Atrik. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. lingkungan perairan.[22][21] Lofotrik.[21] Sama seperti struktur kapsul. C-Amfitrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[24] . mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. udara. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[22][21] Amfitrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. B-Lofotrik.

mata. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. terutama pada usus besar. kadar air rendah (kelompok xerofil).[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[38] Suhu .[2][33][34] Sebagai contoh. mekanisme metabolisme. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. seperti mikroskop optikal. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). kelembapan. dan atomic force microscope (AFM). Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[5][25] Di samping itu. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. terdapat pula kelompok bakteri lain. mikroskop elektron. dan daya tahan sel yang unik. mulut. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. yaitu probiotik. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. dan rendah. dan kaki manusia. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.Thermus aquatiqus.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. derajat keasaman pH sangat tinggi. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. dan cahaya.[38] Secara umum. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.

[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. dengan suhu optimum 88 °C. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[39] Deinococcus radiodurans. RH) yang cukup tinggi. dengan suhu optimum 50 . hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[2] Sebagai contoh. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.65 °C Bakteri hipertermofil.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. dengan suhu optimum 15 °C. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . Bakteri mesofil. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. Bakteri termofil. kira-kira 85%. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[40] Secara umum.[2] Khususnya bagi bakteri.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.114 °C.[40] Akan tetapi. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.

manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. yaitu kelompok Deinococcaceae.[41] Sebagai contoh pada manusia. Bakteri nitrifikasi.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. terutama bakteri.[40][5]. dan bahkan kanker.[41] Akan tetapi. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[42][43] Pada umumnya.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.000 Gy. 1 Gy = 100 rad).[40] Teknik penggunaan sinar UV. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.bagi pertumbuhan bakteri. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. gas amoniak. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. Bakteri denitrifikasi. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. [42] Sebagai perbandingan. sinar x.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.[5] .[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. katarak. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[5] Sebagai contoh. hipertensi.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. bakteri dapat mengalami kematian.

nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Pseudomonas aeruginosa.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. dan Sinorhizobium. Photorhizobium.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[2] Bidang pangan .[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. and Paracoccus denitrificans.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[46] Di samping itu. Bradyrhizobium.[48][2] Secara umum.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. seperti dinitrogen oksida (N2O).yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. Mesorhizobium. seperti bakteri nitrifikasi.Frankia alni. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[45] Dalam bidang pertanian.

juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. Pseudomonas cocovenenans).[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. penurunan pH. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. penyebab pelendiran makanan. 6.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. menghasilkan antibiotik polymixin.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan racun botulinin. dan pembentukkan gas.[5] . 5. 2. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.[49] Clostridium botulinum. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. Lactobacillus sp. 3.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. 1. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. 4. menghasilkan asam bongkrek.

[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. dan lemak. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. gas hidrogen. terutama karbon dan nitrogen. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. seperti karbohidrat. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. Pada tahap akhir. salah satunya adalah bakteri. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. terutama bakteri heterotrof. dimulai dari jaringan-jaringan otot. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[58] Bakteri .[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[58] Selanjutnya. Beberapa jenis bakteri. protein. gas nitrogen.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. Sebagai contoh. seperti asam amino.[52] Pada manusia. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.

salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. cari ? Bakteri Escherichia coli. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).[2] Beberapa .

kerangka sel.[6][7][8][9] Pada umumnya. bahkan dalam tubuh manusia. bakteri berukuran 0. yaitu Thiomargarita.2 Kelembaban relatif o 6. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.1 Suhu o 6.5-5 μm.2 Bidang pangan o 7.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). pengobatan.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. dan industri. air.4 Radiasi 7 Peranan o 7. seperti sel tumbuhan dan jamur.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. udara. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.1 Bidang lingkungan o 7.3 Cahaya o 6.

diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13]Akan tetapi.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. Antoni van Leeuwenhoek. dimuat dalam Micrographia. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. mulai berkembang. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Akan tetapi.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. terutama bakteri (bakteriologi). Ferdinand Cohn.[13] Sejak saat itulah.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. erlenmeyer.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Walau demikian. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. dan Robert Koch. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Dalam bukunya tersebut.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Robert Koch (1843-1910). seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Selanjutnya. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. dan tabung reaksi. Robert Koch. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.

Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.

[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. ribosom.[18] Morfologi bakteri . seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. melekat dan konjugasi.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. dan magnetosom. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. vakuola gas.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.

jika bergerombol o Streptococcus. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. medium. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. dan usia. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya.[20] . yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. (bentuk koma). jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel.

[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. lingkungan perairan. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[22][21] Lofotrik.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. D-Peritrik.[21] Sama seperti struktur kapsul.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. tanah. C-Amfitrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. tidak mempunyai flagel.[22][21] Monotrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[22][21] Peritrik. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Amfitrik. udara. yaitu:[22][21]      Atrik. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. B-Lofotrik. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. [23] Oleh karena itu.[2] Habitatnya sangat beragam. permukaan daun. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[24] . flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.

dan kaki manusia.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[2][33][34] Sebagai contoh. mekanisme metabolisme. mata. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. derajat keasaman pH sangat tinggi.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . mulut.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. mikroskop elektron.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[5][25] Di samping itu. dan rendah. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). yaitu probiotik. terdapat pula kelompok bakteri lain.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. kadar air rendah (kelompok xerofil). dan atomic force microscope (AFM). seperti mikroskop optikal. terutama pada usus besar.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi.[38] Secara umum. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). dan cahaya.[38] Suhu . dan daya tahan sel yang unik. kelembapan.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.Thermus aquatiqus. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.

Bakteri termofil.[40] Secara umum. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[2] Sebagai contoh. dengan suhu optimum 15 °C. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[39] Deinococcus radiodurans. kira-kira 85%. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[2] Khususnya bagi bakteri.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. Bakteri mesofil. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.[40] Akan tetapi. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. RH) yang cukup tinggi. dengan suhu optimum 88 °C.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. dengan suhu optimum 50 .[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.65 °C Bakteri hipertermofil. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.114 °C.

sinar x. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. hipertensi. Bakteri nitrifikasi.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[5] Sebagai contoh. terutama bakteri.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. yaitu kelompok Deinococcaceae. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. Bakteri denitrifikasi.[5] .[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. 1 Gy = 100 rad).[41] Sebagai contoh pada manusia.[41] Akan tetapi.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.[40] Teknik penggunaan sinar UV. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. katarak.000 Gy.[42][43] Pada umumnya.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. dan bahkan kanker. [42] Sebagai perbandingan. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.bagi pertumbuhan bakteri. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. gas amoniak. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[40][5]. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. bakteri dapat mengalami kematian.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.

Bradyrhizobium. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.Frankia alni. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[2] Bidang pangan .[45] Dalam bidang pertanian.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. Mesorhizobium.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. Photorhizobium. and Paracoccus denitrificans. dan Sinorhizobium.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. Pseudomonas aeruginosa. seperti dinitrogen oksida (N2O). salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. seperti bakteri nitrifikasi.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[48][2] Secara umum.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[46] Di samping itu.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.

penurunan pH. 6. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. penyebab pelendiran makanan.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. 5.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. Pseudomonas cocovenenans). menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. dan pembentukkan gas. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. Lactobacillus sp. 3. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. menghasilkan asam bongkrek. menghasilkan antibiotik polymixin. 1. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. 2. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. 4. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa.[49] Clostridium botulinum.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. menghasilkan racun botulinin.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[5] .

[52] Pada manusia. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. seperti karbohidrat.[58] . terutama karbon dan nitrogen. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. Pada tahap akhir. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. seperti asam amino.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. salah satunya adalah bakteri. terutama bakteri heterotrof. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. dimulai dari jaringan-jaringan otot.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. Sebagai contoh.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. protein. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. Beberapa jenis bakteri. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. gas hidrogen.[58] Selanjutnya. gas nitrogen. dan lemak. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful