Bakteri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari ? Bakteri

Escherichia coli, salah satu bakteri berbentuk batang

Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae

Bakteri (dari kata Latin bacterium; jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, dan industri.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel, kerangka sel, dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah, air, udara, dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen), bahkan dalam tubuh manusia.[6][7][8][9] Pada umumnya, bakteri berukuran 0,5-5 μm, tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm, yaitu Thiomargarita.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan dan jamur, tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[12]

Daftar isi
     

  

1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.1 Suhu o 6.2 Kelembaban relatif o 6.3 Cahaya o 6.4 Radiasi 7 Peranan o 7.1 Bidang lingkungan o 7.2 Bidang pangan o 7.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar

Sejarah

Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke; dimuat dalam Micrographia. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi, terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme, terutama bakteri (bakteriologi), mulai berkembang.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Akan tetapi, perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke, Antoni van Leeuwenhoek, Ferdinand Cohn, dan Robert Koch.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828, diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur, yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[5] Robert Hooke (1635-1703), seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris, menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13]Akan tetapi, Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Dalam bukunya tersebut, tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Walau demikian, buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke, ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Sejak saat itulah, tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Selanjutnya, ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan

[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik. Robert Koch.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Robert Koch (1843-1910).mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. salah satu bakteri penghasil endospora. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch. dan tabung reaksi.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[14] Robert Koch juga merupakan orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis. erlenmeyer.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn .

[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. dan magnetosom. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. melekat dan konjugasi. vakuola gas. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. ribosom. Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[18] Morfologi bakteri .[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.

jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika bergerombol o Streptococcus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus.[20] . jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. medium. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. (bentuk koma). dan usia. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jka berganda dua-dua o Tetracoccus.

udara.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[21] Sama seperti struktur kapsul. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. tanah.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. C-Amfitrik. permukaan daun. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[24] . mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[22][21] Amfitrik. [23] Oleh karena itu.[22][21] Peritrik. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. B-Lofotrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. D-Peritrik. lingkungan perairan. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Monotrik. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[2] Habitatnya sangat beragam. bakteri dibagi menjadi lima golongan. tidak mempunyai flagel.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. yaitu:[22][21]      Atrik. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[22][21] Lofotrik.

yaitu probiotik.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. dan kaki manusia. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.Thermus aquatiqus. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[2][33][34] Sebagai contoh. kelembapan.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). kadar air rendah (kelompok xerofil). dan rendah.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[38] Suhu . seperti mikroskop optikal. terutama pada usus besar. dan daya tahan sel yang unik. mulut.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. mikroskop elektron.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. derajat keasaman pH sangat tinggi. mata. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[5][25] Di samping itu.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. mekanisme metabolisme. terdapat pula kelompok bakteri lain. dan atomic force microscope (AFM).[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[38] Secara umum. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). dan cahaya. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[27][28][29] Di dalam rongga mulut.

[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. kira-kira 85%.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[2] Sebagai contoh.[40] Akan tetapi. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. RH) yang cukup tinggi.[40] Secara umum. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.[2] Khususnya bagi bakteri.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. Bakteri termofil.65 °C Bakteri hipertermofil. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. dengan suhu optimum 15 °C. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. dengan suhu optimum 88 °C. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. Bakteri mesofil.[39] Deinococcus radiodurans. dengan suhu optimum 50 . misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.114 °C.

karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. Bakteri nitrifikasi.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. sinar x.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.bagi pertumbuhan bakteri.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[40] Teknik penggunaan sinar UV. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. dan bahkan kanker. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. katarak. gas amoniak.[42][43] Pada umumnya. 1 Gy = 100 rad).[40][5]. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. hipertensi.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.000 Gy.[5] .[5] Sebagai contoh. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[41] Akan tetapi. terutama bakteri.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. yaitu kelompok Deinococcaceae.[41] Sebagai contoh pada manusia. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. Bakteri denitrifikasi.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. bakteri dapat mengalami kematian. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. [42] Sebagai perbandingan. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.

[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. Bradyrhizobium.[2] Bidang pangan .[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. Photorhizobium.[46] Di samping itu.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. dan Sinorhizobium.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[48][2] Secara umum.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). and Paracoccus denitrificans. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. Pseudomonas aeruginosa. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. seperti bakteri nitrifikasi.Frankia alni. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. seperti dinitrogen oksida (N2O). Mesorhizobium.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[45] Dalam bidang pertanian.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.

Lactobacillus sp.[49] Clostridium botulinum. menghasilkan asam bongkrek. menghasilkan racun botulinin. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. 4.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. Pseudomonas cocovenenans). dan pembentukkan gas. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. 2.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. menghasilkan antibiotik polymixin. 3. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. 1. penyebab pelendiran makanan. penurunan pH. 5. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. 6. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.[5] .

[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. salah satunya adalah bakteri. protein. seperti karbohidrat. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. gas nitrogen. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. Sebagai contoh. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. gas hidrogen. Pada tahap akhir.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[58] Selanjutnya.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. terutama bakteri heterotrof.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. seperti asam amino. dan lemak. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[58] Bakteri .[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. Beberapa jenis bakteri. dimulai dari jaringan-jaringan otot. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. terutama karbon dan nitrogen.[52] Pada manusia. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.

[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Beberapa . serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. cari ? Bakteri Escherichia coli.

kerangka sel. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). bakteri berukuran 0.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. udara.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. pengobatan. air. bahkan dalam tubuh manusia.2 Kelembaban relatif o 6.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.1 Bidang lingkungan o 7. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.2 Bidang pangan o 7.1 Suhu o 6.3 Cahaya o 6. yaitu Thiomargarita.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. dan industri. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). seperti sel tumbuhan dan jamur.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.5-5 μm.[6][7][8][9] Pada umumnya. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.4 Radiasi 7 Peranan o 7.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.

ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Selanjutnya.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Dalam bukunya tersebut. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13]Akan tetapi.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Akan tetapi. salah satu bakteri penghasil endospora. Ferdinand Cohn. Antoni van Leeuwenhoek. dan tabung reaksi. dan Robert Koch.[13] Sejak saat itulah. Robert Koch.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Walau demikian. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". dimuat dalam Micrographia.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). mulai berkembang.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. erlenmeyer.

[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.

[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. ribosom. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. Hans Christian Gram pada tahun 1884. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. dan magnetosom. vakuola gas.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. melekat dan konjugasi.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[18] Morfologi bakteri .

jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya.[20] . (bentuk koma). jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. dan usia. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika bergerombol o Streptococcus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. medium. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda.

[24] . kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[2] Habitatnya sangat beragam. permukaan daun. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[21] Sama seperti struktur kapsul. bakteri dibagi menjadi lima golongan. udara. lingkungan perairan.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[22][21] Peritrik. tidak mempunyai flagel. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. B-Lofotrik.[22][21] Monotrik. yaitu:[22][21]      Atrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. [23] Oleh karena itu. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. D-Peritrik. C-Amfitrik.[22][21] Lofotrik. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. tanah.[22][21] Amfitrik.

Thermus aquatiqus, bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia, terutama pada usus besar, diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[5][25] Di samping itu, terdapat pula kelompok bakteri lain, yaitu probiotik, yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[26] Selain di dalam saluran pencernaan, bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit, mata, mulut, dan kaki manusia.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof, yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[27][28][29] Di dalam rongga mulut, bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi, mekanisme metabolisme, dan daya tahan sel yang unik.[2][33][34] Sebagai contoh, Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi, bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur, bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil), kadar air rendah (kelompok xerofil), derajat keasaman pH sangat tinggi, dan rendah.[2]

Pengaruh lingkungan terhadap bakteri
Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu, kelembapan, dan cahaya.[38] Secara umum, terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut, seperti mikroskop optikal, mikroskop elektron, dan atomic force microscope (AFM).[38]

Suhu

Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Khususnya bagi bakteri, suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi, membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya, bakteri dibagi menjadi 4 golongan:
   

Bakteri psikrofil, yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C, dengan suhu optimum 15 °C. Bakteri mesofil, yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C, dengan suhu optimum 25° – 40 °C. Bakteri termofil, yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C, dengan suhu optimum 50 - 65 °C Bakteri hipertermofil, yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 - 114 °C, dengan suhu optimum 88 °C.[2]

Kelembaban relatif
Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity, RH) yang cukup tinggi, kira-kira 85%.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti, misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[2] Sebagai contoh, bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[39]

Deinococcus radiodurans, hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM)

Cahaya
Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[40] Secara umum, bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[40] Akan tetapi, paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal

bagi pertumbuhan bakteri.[40] Teknik penggunaan sinar UV, sinar x, dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[40][5]. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan, terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[5]

Radiasi
Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup, terutama bakteri.[41] Sebagai contoh pada manusia, radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut, katarak, hipertensi, dan bahkan kanker.[41] Akan tetapi, terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi, bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi, yaitu kelompok Deinococcaceae. [42] Sebagai perbandingan, manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy, 1 Gy = 100 rad), sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.000 Gy.[42][43] Pada umumnya, paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi, bakteri dapat mengalami kematian.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[44]

Peranan
Bidang lingkungan
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai, Bakteri nitrifikasi, Bakteri denitrifikasi, dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[5] Sebagai contoh, bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein, karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2, gas amoniak, dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik, beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[5]

Photorhizobium. Bradyrhizobium.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. Mesorhizobium.[46] Di samping itu. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[2] Bidang pangan . and Paracoccus denitrificans.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.Frankia alni. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. Pseudomonas aeruginosa.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. seperti bakteri nitrifikasi. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[48][2] Secara umum. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[45] Dalam bidang pertanian. dan Sinorhizobium. seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.

menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. 5.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan.[49] Clostridium botulinum. menghasilkan racun botulinin. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. penurunan pH. menghasilkan antibiotik polymixin.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. 2. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. menghasilkan asam bongkrek.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. dan pembentukkan gas. 6.[5] .[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. penyebab pelendiran makanan. Pseudomonas cocovenenans). menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. 4. 3.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. 1.

dimulai dari jaringan-jaringan otot. Beberapa jenis bakteri. protein. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul.[58] Bakteri .[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[52] Pada manusia.[58] Selanjutnya. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. seperti asam amino. terutama karbon dan nitrogen.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. seperti karbohidrat. terutama bakteri heterotrof. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. dan lemak. gas hidrogen.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. Pada tahap akhir. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. gas nitrogen. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. salah satunya adalah bakteri.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. Sebagai contoh.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia. cari ? Bakteri Escherichia coli. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Beberapa . jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.

bahkan dalam tubuh manusia. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).2 Kelembaban relatif o 6. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).4 Radiasi 7 Peranan o 7.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.5-5 μm. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. dan industri. seperti sel tumbuhan dan jamur.1 Bidang lingkungan o 7.3 Cahaya o 6. bakteri berukuran 0. yaitu Thiomargarita. air. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . kerangka sel.[6][7][8][9] Pada umumnya. pengobatan.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. udara.1 Suhu o 6.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.2 Bidang pangan o 7.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.

dan Robert Koch. salah satu bakteri penghasil endospora. dimuat dalam Micrographia.[14] Robert Koch juga merupakan . terutama sebelum ditemukannya mikroskop.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Sejak saat itulah. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. terutama bakteri (bakteriologi). diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". Antoni van Leeuwenhoek.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13]Akan tetapi. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. Robert Koch. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. dan tabung reaksi. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. erlenmeyer.[13] Selanjutnya.[13] Akan tetapi. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Walau demikian. Ferdinand Cohn. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. mulai berkembang. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Dalam bukunya tersebut. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.

[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.

Hans Christian Gram pada tahun 1884. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[18] Morfologi bakteri . semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. ribosom. melekat dan konjugasi.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. vakuola gas. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. dan magnetosom.

[20] . Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. Walaupun secara morfologi berbeda-beda.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergerombol o Streptococcus. dan usia. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. (bentuk koma). yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. medium.

[2] Habitatnya sangat beragam. tidak mempunyai flagel. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. B-Lofotrik. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[22][21] Monotrik. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. D-Peritrik. udara. C-Amfitrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. yaitu:[22][21]      Atrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[22][21] Lofotrik.[22][21] Amfitrik.[24] .[21] Sama seperti struktur kapsul. lingkungan perairan.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. tanah. permukaan daun. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. [23] Oleh karena itu. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[22][21] Peritrik. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.

[38] Suhu . kadar air rendah (kelompok xerofil).[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[5][25] Di samping itu. dan cahaya. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). dan rendah. mikroskop elektron.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. mekanisme metabolisme. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.Thermus aquatiqus. terdapat pula kelompok bakteri lain. mulut.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). dan kaki manusia.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. dan atomic force microscope (AFM). yaitu probiotik. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. seperti mikroskop optikal.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. dan daya tahan sel yang unik. terutama pada usus besar.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.[38] Secara umum.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. derajat keasaman pH sangat tinggi. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[2][33][34] Sebagai contoh. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). kelembapan. mata. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.

misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. RH) yang cukup tinggi. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[39] Deinococcus radiodurans.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. dengan suhu optimum 50 .114 °C.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[40] Secara umum. Bakteri mesofil. Bakteri termofil. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.65 °C Bakteri hipertermofil. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. dengan suhu optimum 88 °C. dengan suhu optimum 15 °C. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. kira-kira 85%. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[2] Sebagai contoh. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.[40] Akan tetapi.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[2] Khususnya bagi bakteri.

1 Gy = 100 rad).[41] Sebagai contoh pada manusia. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.[40][5]. yaitu kelompok Deinococcaceae.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. Bakteri nitrifikasi. gas amoniak. terutama bakteri. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. bakteri dapat mengalami kematian. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. katarak. Bakteri denitrifikasi. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. hipertensi.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.000 Gy. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[41] Akan tetapi.[42][43] Pada umumnya. dan bahkan kanker. sinar x.[5] Sebagai contoh. [42] Sebagai perbandingan. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.bagi pertumbuhan bakteri.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[40] Teknik penggunaan sinar UV.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[5] . dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.

Frankia alni, salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen, seperti bakteri nitrifikasi.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[45] Dalam bidang pertanian, nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai, akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri, Pseudomonas aeruginosa, and Paracoccus denitrificans.[46] Di samping itu, reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain, seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme, tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2- yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[48][2] Secara umum, kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia, termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium, Bradyrhizobium, Mesorhizobium, Photorhizobium, dan Sinorhizobium.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum, yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[2]

Bidang pangan

Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama, juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. Lactobacillus sp. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis

Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[49] Clostridium botulinum, menghasilkan racun botulinin, seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:
 

Burkholderia gladioli (sin. Pseudomonas cocovenenans), menghasilkan asam bongkrek, terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides, penyebab pelendiran makanan, penurunan pH, dan pembentukkan gas.[51]

Bidang kesehatan
Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan, bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:
    

Streptomyces griseus, menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens, menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae, menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium, menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa, menghasilkan antibiotik polymixin.[5]

Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik, banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[52] Pada manusia, beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus, Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC, dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak, seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[56]

Dekomposisi

Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme, salah satunya adalah bakteri. Beberapa jenis bakteri, terutama bakteri heterotrof, mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. Sebagai contoh, enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana, seperti asam amino.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur, terutama karbon dan nitrogen, ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia, dimulai dari jaringan-jaringan otot.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[58] Selanjutnya, asam amino akan diubah menjadi asam asetat, gas hidrogen, gas nitrogen, dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. Pada tahap akhir, semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[58]

Bakteri

[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). cari ? Bakteri Escherichia coli. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.[2] Beberapa .Dari Wikipedia bahasa Indonesia.

dan industri. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. udara.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.4 Radiasi 7 Peranan o 7.[6][7][8][9] Pada umumnya.2 Kelembaban relatif o 6.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.5-5 μm.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. bahkan dalam tubuh manusia. seperti sel tumbuhan dan jamur. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).1 Suhu o 6. bakteri berukuran 0.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.3 Cahaya o 6. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).1 Bidang lingkungan o 7.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. air.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. kerangka sel.2 Bidang pangan o 7. yaitu Thiomargarita. pengobatan.

seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. Robert Koch.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. dimuat dalam Micrographia.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Akan tetapi. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. mulai berkembang.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Dalam bukunya tersebut. erlenmeyer.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13]Akan tetapi. dan tabung reaksi. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Walau demikian.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. Antoni van Leeuwenhoek. salah satu bakteri penghasil endospora. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. dan Robert Koch.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Robert Koch (1843-1910). Ferdinand Cohn.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. terutama bakteri (bakteriologi). tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Sejak saat itulah. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Selanjutnya.

bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .

yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. vakuola gas. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. ribosom.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. melekat dan konjugasi. dan magnetosom.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[18] Morfologi bakteri .Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.

[20] . bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika bergerombol o Streptococcus. medium. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. dan usia. (bentuk koma). jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan.

permukaan daun.[21] Sama seperti struktur kapsul.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[22][21] Peritrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. D-Peritrik. B-Lofotrik.[22][21] Amfitrik. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[22][21] Lofotrik. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. lingkungan perairan.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[24] .[2] Habitatnya sangat beragam. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. udara. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. yaitu:[22][21]      Atrik.[22][21] Monotrik. bakteri dibagi menjadi lima golongan. [23] Oleh karena itu. tidak mempunyai flagel.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. C-Amfitrik.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. tanah.

[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. seperti mikroskop optikal.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. dan daya tahan sel yang unik. mikroskop elektron. kadar air rendah (kelompok xerofil).[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). mulut.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. dan kaki manusia.[2][33][34] Sebagai contoh. terutama pada usus besar. mekanisme metabolisme. dan rendah. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. yaitu probiotik. dan cahaya.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. derajat keasaman pH sangat tinggi. terdapat pula kelompok bakteri lain. dan atomic force microscope (AFM). bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. kelembapan.Thermus aquatiqus.[38] Suhu . terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. mata.[38] Secara umum.[5][25] Di samping itu. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.

[2] Khususnya bagi bakteri. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. dengan suhu optimum 50 .[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.[2] Sebagai contoh.[40] Akan tetapi. Bakteri termofil.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[40] Secara umum. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. RH) yang cukup tinggi. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. Bakteri mesofil.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[39] Deinococcus radiodurans.114 °C. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . dengan suhu optimum 88 °C.65 °C Bakteri hipertermofil. dengan suhu optimum 15 °C. kira-kira 85%.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.

[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. sinar x. yaitu kelompok Deinococcaceae.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. [42] Sebagai perbandingan.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[41] Sebagai contoh pada manusia. Bakteri denitrifikasi. 1 Gy = 100 rad). terutama bakteri. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[42][43] Pada umumnya.[5] .bagi pertumbuhan bakteri.[40][5].[5] Sebagai contoh. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. Bakteri nitrifikasi. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. hipertensi. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. katarak. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. bakteri dapat mengalami kematian.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. dan bahkan kanker.000 Gy.[40] Teknik penggunaan sinar UV.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. gas amoniak.[41] Akan tetapi. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.

[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. Pseudomonas aeruginosa. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Bidang pangan . termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. and Paracoccus denitrificans.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. dan Sinorhizobium.[46] Di samping itu. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.Frankia alni. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Bradyrhizobium. Mesorhizobium. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[45] Dalam bidang pertanian. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[48][2] Secara umum. Photorhizobium. seperti bakteri nitrifikasi.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).

bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. Pseudomonas cocovenenans). 2. 1.[49] Clostridium botulinum. menghasilkan antibiotik polymixin. menghasilkan racun botulinin. 4.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. penurunan pH. 5. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. menghasilkan asam bongkrek.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. 3.[5] .[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. 6. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. dan pembentukkan gas.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. penyebab pelendiran makanan. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa.

[58] Selanjutnya. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. gas nitrogen. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. protein. salah satunya adalah bakteri.[58] Bakteri . banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. dan lemak. Sebagai contoh.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. terutama karbon dan nitrogen. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. seperti karbohidrat. Pada tahap akhir. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. gas hidrogen. Beberapa jenis bakteri.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.[52] Pada manusia.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. terutama bakteri heterotrof. seperti asam amino. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. dimulai dari jaringan-jaringan otot.

jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Beberapa .[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. cari ? Bakteri Escherichia coli.Dari Wikipedia bahasa Indonesia.

tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.5-5 μm. bakteri berukuran 0. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[6][7][8][9] Pada umumnya.2 Kelembaban relatif o 6.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. air. bahkan dalam tubuh manusia. udara.4 Radiasi 7 Peranan o 7. seperti sel tumbuhan dan jamur. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.3 Cahaya o 6.1 Bidang lingkungan o 7. kerangka sel.1 Suhu o 6.2 Bidang pangan o 7. yaitu Thiomargarita.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. pengobatan. dan industri. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).

[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. Robert Koch.[5] Robert Hooke (1635-1703). menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. Antoni van Leeuwenhoek. dan Robert Koch.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Akan tetapi.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Robert Koch (1843-1910). Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. dan tabung reaksi. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13]Akan tetapi.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. erlenmeyer.[13] Sejak saat itulah. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. terutama bakteri (bakteriologi). Ferdinand Cohn. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". mulai berkembang.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. dimuat dalam Micrographia. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Selanjutnya.[13] Walau demikian. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Dalam bukunya tersebut.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. salah satu bakteri penghasil endospora. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.

[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  . Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.

sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[18] Morfologi bakteri .[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. vakuola gas.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. melekat dan konjugasi.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. dan magnetosom.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. ribosom. Hans Christian Gram pada tahun 1884.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.

medium. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete.[20] . jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. (bentuk koma). jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. dan usia. jika bergerombol o Streptococcus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus.

permukaan daun. bakteri dibagi menjadi lima golongan. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[22][21] Amfitrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. lingkungan perairan.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[22][21] Monotrik. D-Peritrik. C-Amfitrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[2] Habitatnya sangat beragam. B-Lofotrik. tidak mempunyai flagel.[21] Sama seperti struktur kapsul. yaitu:[22][21]      Atrik.[22][21] Lofotrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. tanah.[24] .[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. udara. [23] Oleh karena itu.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Peritrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.

seperti mikroskop optikal.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[5][25] Di samping itu.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. terdapat pula kelompok bakteri lain.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. kadar air rendah (kelompok xerofil). mata. kelembapan. terutama pada usus besar. dan rendah.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. yaitu probiotik. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[38] Secara umum.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. derajat keasaman pH sangat tinggi. dan cahaya.[38] Suhu . mekanisme metabolisme. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. mikroskop elektron. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. dan atomic force microscope (AFM). mulut. dan kaki manusia.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. dan daya tahan sel yang unik. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.Thermus aquatiqus.[2][33][34] Sebagai contoh. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.

yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. Bakteri mesofil. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . dengan suhu optimum 88 °C. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Khususnya bagi bakteri.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[40] Akan tetapi. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . dengan suhu optimum 15 °C. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[39] Deinococcus radiodurans.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. RH) yang cukup tinggi. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.65 °C Bakteri hipertermofil. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. dengan suhu optimum 50 .114 °C.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[40] Secara umum.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. Bakteri termofil.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[2] Sebagai contoh. kira-kira 85%.

[5] . Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[40][5]. Bakteri nitrifikasi. [42] Sebagai perbandingan. Bakteri denitrifikasi.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[41] Sebagai contoh pada manusia. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. sinar x.[42][43] Pada umumnya. yaitu kelompok Deinococcaceae. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[41] Akan tetapi. dan bahkan kanker. gas amoniak. 1 Gy = 100 rad).[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. katarak. terutama bakteri.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. hipertensi.bagi pertumbuhan bakteri.[5] Sebagai contoh. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.000 Gy.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. bakteri dapat mengalami kematian. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[40] Teknik penggunaan sinar UV.

Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. dan Sinorhizobium.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[48][2] Secara umum. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. and Paracoccus denitrificans.[45] Dalam bidang pertanian.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). seperti bakteri nitrifikasi.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[46] Di samping itu.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Bidang pangan .[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. Pseudomonas aeruginosa. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. seperti dinitrogen oksida (N2O).[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.Frankia alni. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. Bradyrhizobium. Mesorhizobium. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. Photorhizobium.

menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. 4. 3.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. 2. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. Pseudomonas cocovenenans). penurunan pH.[5] . Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. 5.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. 1.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. dan pembentukkan gas. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. penyebab pelendiran makanan.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. 6. menghasilkan antibiotik polymixin. menghasilkan racun botulinin.[49] Clostridium botulinum. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. menghasilkan asam bongkrek. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. Lactobacillus sp. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.

mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. gas hidrogen. dimulai dari jaringan-jaringan otot.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. seperti asam amino. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. Beberapa jenis bakteri.[58] Bakteri .[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. salah satunya adalah bakteri.[52] Pada manusia. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. protein. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. gas nitrogen. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. Pada tahap akhir. seperti karbohidrat. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. terutama bakteri heterotrof.[58] Selanjutnya. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. Sebagai contoh. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. terutama karbon dan nitrogen. dan lemak.

jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. cari ? Bakteri Escherichia coli. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.[2] Beberapa .[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).

bahkan dalam tubuh manusia. dan industri. seperti sel tumbuhan dan jamur.5-5 μm. yaitu Thiomargarita.[6][7][8][9] Pada umumnya. pengobatan.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. udara. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).1 Suhu o 6. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.2 Kelembaban relatif o 6.4 Radiasi 7 Peranan o 7. air. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.3 Cahaya o 6.2 Bidang pangan o 7.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. bakteri berukuran 0.1 Bidang lingkungan o 7.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). kerangka sel.

[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. mulai berkembang. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. terutama bakteri (bakteriologi).[13]Akan tetapi. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. dan tabung reaksi.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. salah satu bakteri penghasil endospora. erlenmeyer.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Selanjutnya. Robert Koch.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Robert Koch (1843-1910). berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. dan Robert Koch.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Akan tetapi. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Dalam bukunya tersebut. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. Antoni van Leeuwenhoek. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Walau demikian. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. Ferdinand Cohn. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". dimuat dalam Micrographia. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Sejak saat itulah. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.

bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.

semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. vakuola gas. ribosom. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[18] Morfologi bakteri .[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. melekat dan konjugasi.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. dan magnetosom. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. Hans Christian Gram pada tahun 1884. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.

[20] . jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. dan usia. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. medium. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. (bentuk koma). bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergerombol o Streptococcus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete.

tidak mempunyai flagel.[2] Habitatnya sangat beragam.[21] Sama seperti struktur kapsul.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. yaitu:[22][21]      Atrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. permukaan daun. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. B-Lofotrik. [23] Oleh karena itu. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[22][21] Peritrik. udara. lingkungan perairan.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[22][21] Amfitrik. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. D-Peritrik. bakteri dibagi menjadi lima golongan. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[24] . mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. C-Amfitrik.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[22][21] Lofotrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[22][21] Monotrik. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. tanah. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.

adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). mata.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[38] Secara umum. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.Thermus aquatiqus. mikroskop elektron. dan daya tahan sel yang unik. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[38] Suhu . terutama pada usus besar.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[2][33][34] Sebagai contoh. terdapat pula kelompok bakteri lain. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. mulut. dan kaki manusia.[5][25] Di samping itu. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. mekanisme metabolisme. dan cahaya.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. dan atomic force microscope (AFM). yaitu probiotik. kelembapan.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. dan rendah.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. kadar air rendah (kelompok xerofil). derajat keasaman pH sangat tinggi.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. seperti mikroskop optikal.

Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.114 °C. dengan suhu optimum 50 .[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. RH) yang cukup tinggi. dengan suhu optimum 88 °C. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. dengan suhu optimum 15 °C.[40] Akan tetapi. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[40] Secara umum. Bakteri termofil. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[39] Deinococcus radiodurans. Bakteri mesofil.[2] Sebagai contoh.65 °C Bakteri hipertermofil. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. kira-kira 85%.[2] Khususnya bagi bakteri. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.

bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[41] Sebagai contoh pada manusia. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. dan bahkan kanker. gas amoniak.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. yaitu kelompok Deinococcaceae.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. terutama bakteri. bakteri dapat mengalami kematian. 1 Gy = 100 rad).[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. katarak. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. hipertensi. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[40][5].[41] Akan tetapi. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.000 Gy. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. Bakteri nitrifikasi.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. sinar x. [42] Sebagai perbandingan. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[42][43] Pada umumnya.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[40] Teknik penggunaan sinar UV. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.bagi pertumbuhan bakteri. Bakteri denitrifikasi. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[5] .[5] Sebagai contoh.

Photorhizobium.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. Pseudomonas aeruginosa.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.Frankia alni. Mesorhizobium.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. seperti bakteri nitrifikasi. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. dan Sinorhizobium. Bradyrhizobium.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[46] Di samping itu. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[45] Dalam bidang pertanian. and Paracoccus denitrificans.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Bidang pangan .[48][2] Secara umum. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.

dan pembentukkan gas. Pseudomonas cocovenenans). juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. 1. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. 6. 2. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. menghasilkan antibiotik polymixin. penurunan pH.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. Lactobacillus sp.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. 3. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.[5] . 5. 4. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. penyebab pelendiran makanan. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. menghasilkan racun botulinin.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. menghasilkan asam bongkrek.[49] Clostridium botulinum.

[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. Beberapa jenis bakteri. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. terutama karbon dan nitrogen. salah satunya adalah bakteri. seperti asam amino. protein. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.[58] Selanjutnya. dimulai dari jaringan-jaringan otot.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. gas nitrogen. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. seperti karbohidrat.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul.[58] Bakteri . gas hidrogen.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. dan lemak. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. terutama bakteri heterotrof. Pada tahap akhir. Sebagai contoh.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[52] Pada manusia.

salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Beberapa . cari ? Bakteri Escherichia coli.Dari Wikipedia bahasa Indonesia.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.

tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. air.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. yaitu Thiomargarita. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. bahkan dalam tubuh manusia.1 Suhu o 6.1 Bidang lingkungan o 7.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[6][7][8][9] Pada umumnya. seperti sel tumbuhan dan jamur.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. dan industri.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . kerangka sel.4 Radiasi 7 Peranan o 7. udara.5-5 μm. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.2 Bidang pangan o 7.3 Cahaya o 6.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. bakteri berukuran 0. pengobatan.2 Kelembaban relatif o 6.

tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. erlenmeyer. mulai berkembang. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. dimuat dalam Micrographia.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[14] Robert Koch juga merupakan . Robert Koch. Ferdinand Cohn.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. dan tabung reaksi.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Selanjutnya. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[13] Akan tetapi. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13]Akan tetapi. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. dan Robert Koch.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Robert Koch (1843-1910).[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Walau demikian. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Sejak saat itulah. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.

orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini, Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch, sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13]

Robert Hooke

Antoni van Leeuwenhoek

Ferdinand Cohn

Robert Koch

Struktur sel
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri

Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya, semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti, meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya, yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat, sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark, Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak, melekat dan konjugasi.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit, seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Bakteri juga memiliki kromosom, ribosom, dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan, vakuola gas, dan magnetosom.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi, dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[18]

Morfologi bakteri

Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu:

Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus, jika kecil dan tunggal o Diplococcus, jka berganda dua-dua o Tetracoccus, jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina, jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus, jika bergerombol o Streptococcus, jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus, jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus, jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio, (bentuk koma), jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral, jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete, jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel.

Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, medium, dan usia. Walaupun secara morfologi berbeda-beda, bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya.[20]

[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[2] Habitatnya sangat beragam. tidak mempunyai flagel. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[21] Sama seperti struktur kapsul.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. tanah. B-Lofotrik. lingkungan perairan.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. udara. [23] Oleh karena itu.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. yaitu:[22][21]      Atrik.[22][21] Amfitrik. D-Peritrik.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[24] . C-Amfitrik. permukaan daun. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Lofotrik. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[22][21] Peritrik.[22][21] Monotrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.

terdapat pula kelompok bakteri lain. dan rendah.[5][25] Di samping itu. mekanisme metabolisme. dan kaki manusia. kadar air rendah (kelompok xerofil). mata.[38] Secara umum.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. mikroskop elektron. kelembapan.[38] Suhu .[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. dan atomic force microscope (AFM). bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. seperti mikroskop optikal. dan daya tahan sel yang unik.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. dan cahaya. mulut. yaitu probiotik.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[26] Selain di dalam saluran pencernaan. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.Thermus aquatiqus. terutama pada usus besar.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[2][33][34] Sebagai contoh. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. derajat keasaman pH sangat tinggi. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.

RH) yang cukup tinggi. kira-kira 85%.114 °C. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. Bakteri termofil.[39] Deinococcus radiodurans. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. dengan suhu optimum 88 °C. dengan suhu optimum 15 °C. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. Bakteri mesofil.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[40] Secara umum. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.65 °C Bakteri hipertermofil.[2] Khususnya bagi bakteri. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. dengan suhu optimum 50 .[2] Sebagai contoh. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[40] Akan tetapi. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.

[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.000 Gy. 1 Gy = 100 rad). manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. Bakteri denitrifikasi. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[41] Sebagai contoh pada manusia. bakteri dapat mengalami kematian. sinar x. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[40][5].[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. hipertensi. yaitu kelompok Deinococcaceae.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.[5] .[5] Sebagai contoh. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[41] Akan tetapi. terutama bakteri. Bakteri nitrifikasi.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[42][43] Pada umumnya. katarak.bagi pertumbuhan bakteri.[40] Teknik penggunaan sinar UV. gas amoniak. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. dan bahkan kanker. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. [42] Sebagai perbandingan.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.

[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. Bradyrhizobium. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. Mesorhizobium.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[45] Dalam bidang pertanian.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.Frankia alni. dan Sinorhizobium. Pseudomonas aeruginosa.[2] Bidang pangan . nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. and Paracoccus denitrificans.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[48][2] Secara umum. seperti dinitrogen oksida (N2O).[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[46] Di samping itu. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. seperti bakteri nitrifikasi.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. Photorhizobium.

menghasilkan antibiotik polymixin. 5. menghasilkan racun botulinin. 6. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No.[5] .[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. 3. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. dan pembentukkan gas. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. menghasilkan asam bongkrek. 4.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. penurunan pH. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. Pseudomonas cocovenenans). penyebab pelendiran makanan. 2.[49] Clostridium botulinum. Lactobacillus sp. 1.

beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. terutama bakteri heterotrof.[52] Pada manusia.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. salah satunya adalah bakteri. Beberapa jenis bakteri. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[58] Bakteri . seperti asam amino. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. seperti karbohidrat. protein. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. Pada tahap akhir. dimulai dari jaringan-jaringan otot. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. terutama karbon dan nitrogen.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. Sebagai contoh. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. gas hidrogen. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana.[58] Selanjutnya. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. gas nitrogen. dan lemak.

cari ? Bakteri Escherichia coli.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.[2] Beberapa .Dari Wikipedia bahasa Indonesia.

bahkan dalam tubuh manusia.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.[6][7][8][9] Pada umumnya.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. air. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. dan industri.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . kerangka sel. bakteri berukuran 0.2 Bidang pangan o 7. pengobatan.5-5 μm. seperti sel tumbuhan dan jamur.4 Radiasi 7 Peranan o 7.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. udara. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.2 Kelembaban relatif o 6.3 Cahaya o 6. yaitu Thiomargarita.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.1 Bidang lingkungan o 7. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).1 Suhu o 6.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.

[13] Akan tetapi. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. dan tabung reaksi.[13] Robert Koch (1843-1910). ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. Robert Koch.[13] Walau demikian.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. erlenmeyer. dan Robert Koch. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. dimuat dalam Micrographia. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Sejak saat itulah.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). Antoni van Leeuwenhoek.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. mulai berkembang.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Selanjutnya.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13]Akan tetapi.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. Ferdinand Cohn.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.

[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  . bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.

[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. melekat dan konjugasi.[18] Morfologi bakteri . dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. Hans Christian Gram pada tahun 1884. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. vakuola gas. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. dan magnetosom.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. ribosom.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.

Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. medium. jika bergerombol o Streptococcus. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. (bentuk koma). jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. dan usia. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus.[20] . jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder.

Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. tanah. permukaan daun.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. D-Peritrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[22][21] Amfitrik. [23] Oleh karena itu. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[22][21] Lofotrik. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. bakteri dibagi menjadi lima golongan. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[24] . C-Amfitrik.[21] Sama seperti struktur kapsul.[2] Habitatnya sangat beragam.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. lingkungan perairan.[22][21] Peritrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. tidak mempunyai flagel.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. yaitu:[22][21]      Atrik. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. udara. B-Lofotrik.[22][21] Monotrik.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.

mikroskop elektron. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[2][33][34] Sebagai contoh.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). dan atomic force microscope (AFM). dan rendah. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. kelembapan.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. terutama pada usus besar.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.Thermus aquatiqus.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[38] Secara umum. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. kadar air rendah (kelompok xerofil). yaitu probiotik. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. mekanisme metabolisme. dan cahaya. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[5][25] Di samping itu. terdapat pula kelompok bakteri lain. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[38] Suhu .[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. mulut.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. seperti mikroskop optikal. dan kaki manusia. mata. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. dan daya tahan sel yang unik.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. derajat keasaman pH sangat tinggi.

[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.65 °C Bakteri hipertermofil.[40] Secara umum. dengan suhu optimum 15 °C.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.[39] Deinococcus radiodurans.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. dengan suhu optimum 50 .[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[2] Sebagai contoh. kira-kira 85%.[2] Khususnya bagi bakteri. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. RH) yang cukup tinggi. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.114 °C. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. Bakteri mesofil. Bakteri termofil. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[40] Akan tetapi. dengan suhu optimum 88 °C.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.

katarak. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[41] Sebagai contoh pada manusia.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. gas amoniak.bagi pertumbuhan bakteri. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[42][43] Pada umumnya.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. bakteri dapat mengalami kematian. [42] Sebagai perbandingan.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[41] Akan tetapi. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.000 Gy.[5] .[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. terutama bakteri.[5] Sebagai contoh. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. Bakteri denitrifikasi. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. 1 Gy = 100 rad). sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. dan bahkan kanker. sinar x. Bakteri nitrifikasi. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[40] Teknik penggunaan sinar UV. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. yaitu kelompok Deinococcaceae. hipertensi.[40][5]. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.

[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[2] Bidang pangan . kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[46] Di samping itu. and Paracoccus denitrificans. Bradyrhizobium. dan Sinorhizobium.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. seperti bakteri nitrifikasi. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[45] Dalam bidang pertanian. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[48][2] Secara umum. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. Mesorhizobium.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. seperti dinitrogen oksida (N2O).Frankia alni. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. Photorhizobium.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). Pseudomonas aeruginosa. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.

[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. penurunan pH. Pseudomonas cocovenenans). menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. menghasilkan racun botulinin. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. 5. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. dan pembentukkan gas. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. Lactobacillus sp. 2. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.[5] . menghasilkan asam bongkrek.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. 3.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.[49] Clostridium botulinum.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. 1. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. penyebab pelendiran makanan. 4. 6.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. menghasilkan antibiotik polymixin.

salah satunya adalah bakteri.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. gas nitrogen.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. protein. terutama karbon dan nitrogen.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[58] Bakteri . asam amino akan diubah menjadi asam asetat. dimulai dari jaringan-jaringan otot.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.[58] Selanjutnya. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. Beberapa jenis bakteri.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. terutama bakteri heterotrof. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. dan lemak. gas hidrogen. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. seperti karbohidrat. Pada tahap akhir. Sebagai contoh. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. seperti asam amino.[52] Pada manusia.

[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. cari ? Bakteri Escherichia coli. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.[2] Beberapa .Dari Wikipedia bahasa Indonesia. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.

2 Bidang pangan o 7.[6][7][8][9] Pada umumnya.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . yaitu Thiomargarita. pengobatan.1 Bidang lingkungan o 7. dan industri.5-5 μm.1 Suhu o 6. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. bahkan dalam tubuh manusia. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. bakteri berukuran 0.2 Kelembaban relatif o 6.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. air.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. seperti sel tumbuhan dan jamur. udara.3 Cahaya o 6.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. kerangka sel. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.4 Radiasi 7 Peranan o 7.

buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[14] Robert Koch juga merupakan . Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. mulai berkembang.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. erlenmeyer. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Sejak saat itulah. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. dan tabung reaksi.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Robert Koch (1843-1910). tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13]Akan tetapi. Robert Koch.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. dan Robert Koch.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Akan tetapi. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Selanjutnya. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Walau demikian.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Ferdinand Cohn.[5] Robert Hooke (1635-1703). dimuat dalam Micrographia.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. salah satu bakteri penghasil endospora. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.

[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  . Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.

[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[18] Morfologi bakteri .[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. melekat dan konjugasi.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. ribosom.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. vakuola gas.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. dan magnetosom. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.

Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika bergerombol o Streptococcus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus.[20] . jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. medium. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. (bentuk koma). dan usia. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar.

mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. [23] Oleh karena itu. permukaan daun. bakteri dibagi menjadi lima golongan. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[22][21] Monotrik.[22][21] Lofotrik. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[22][21] Peritrik. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. yaitu:[22][21]      Atrik. B-Lofotrik.[22][21] Amfitrik. lingkungan perairan.[24] .[21] Sama seperti struktur kapsul.[2] Habitatnya sangat beragam. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. tidak mempunyai flagel.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. tanah.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. C-Amfitrik.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. udara. D-Peritrik. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.

dan atomic force microscope (AFM). seperti mikroskop optikal. terdapat pula kelompok bakteri lain.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[5][25] Di samping itu.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). terutama pada usus besar. dan daya tahan sel yang unik. kadar air rendah (kelompok xerofil).Thermus aquatiqus. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. dan kaki manusia. mekanisme metabolisme.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. dan rendah. mulut. mikroskop elektron. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. yaitu probiotik. dan cahaya.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. mata.[38] Secara umum.[2][33][34] Sebagai contoh. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[38] Suhu . derajat keasaman pH sangat tinggi. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. kelembapan.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.

dengan suhu optimum 25° – 40 °C. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. dengan suhu optimum 50 . RH) yang cukup tinggi.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.114 °C.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[39] Deinococcus radiodurans. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[40] Akan tetapi.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. dengan suhu optimum 88 °C.65 °C Bakteri hipertermofil.[2] Sebagai contoh.[2] Khususnya bagi bakteri. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. Bakteri termofil. Bakteri mesofil. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[40] Secara umum. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. kira-kira 85%. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. dengan suhu optimum 15 °C. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.

[5] Sebagai contoh. katarak.000 Gy. gas amoniak. Bakteri denitrifikasi. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. [42] Sebagai perbandingan.[42][43] Pada umumnya. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. yaitu kelompok Deinococcaceae. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.bagi pertumbuhan bakteri.[40][5]. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. bakteri dapat mengalami kematian.[5] .[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. Bakteri nitrifikasi.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[40] Teknik penggunaan sinar UV.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. terutama bakteri.[41] Akan tetapi. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. 1 Gy = 100 rad). sinar x.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. hipertensi.[41] Sebagai contoh pada manusia. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. dan bahkan kanker. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.

[2] Bidang pangan . Bradyrhizobium.[45] Dalam bidang pertanian. Photorhizobium.[46] Di samping itu.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). dan Sinorhizobium.Frankia alni. Mesorhizobium. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. and Paracoccus denitrificans. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. seperti bakteri nitrifikasi.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. seperti dinitrogen oksida (N2O).[48][2] Secara umum. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. Pseudomonas aeruginosa.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.

3.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama.[49] Clostridium botulinum. menghasilkan antibiotik polymixin. Pseudomonas cocovenenans).[5] .[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. 4. 5. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. penyebab pelendiran makanan. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. Lactobacillus sp. dan pembentukkan gas. menghasilkan asam bongkrek.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. 6.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. menghasilkan racun botulinin. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. 2. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. penurunan pH. 1.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin.

[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. dimulai dari jaringan-jaringan otot. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. Beberapa jenis bakteri. seperti karbohidrat. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[58] Selanjutnya. terutama bakteri heterotrof. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. gas nitrogen. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. seperti asam amino. protein. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. terutama karbon dan nitrogen. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. dan lemak. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana.[52] Pada manusia. gas hidrogen.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. salah satunya adalah bakteri.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[58] Bakteri . untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. Pada tahap akhir. Sebagai contoh.

[2] Beberapa . cari ? Bakteri Escherichia coli. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).Dari Wikipedia bahasa Indonesia.

4 Radiasi 7 Peranan o 7.2 Kelembaban relatif o 6. air.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.1 Suhu o 6.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. bakteri berukuran 0.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. yaitu Thiomargarita. bahkan dalam tubuh manusia. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. dan industri.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.5-5 μm.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).2 Bidang pangan o 7.3 Cahaya o 6. pengobatan. kerangka sel.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.[6][7][8][9] Pada umumnya. seperti sel tumbuhan dan jamur.1 Bidang lingkungan o 7. udara. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).

seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Selanjutnya. mulai berkembang. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. erlenmeyer. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Walau demikian. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. dimuat dalam Micrographia.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. Antoni van Leeuwenhoek. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13]Akan tetapi.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. salah satu bakteri penghasil endospora.[14] Robert Koch juga merupakan . Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Sejak saat itulah.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Akan tetapi. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. dan Robert Koch. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Robert Koch (1843-1910). perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. Ferdinand Cohn. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[5] Robert Hooke (1635-1703). seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. dan tabung reaksi.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. Robert Koch.

[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .

[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. dan magnetosom. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. vakuola gas.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. ribosom.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. melekat dan konjugasi.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[18] Morfologi bakteri . meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.

jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. medium. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. dan usia. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika bergerombol o Streptococcus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina.[20] . Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. (bentuk koma).

[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[24] .[22][21] Amfitrik. udara. C-Amfitrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. B-Lofotrik. yaitu:[22][21]      Atrik. permukaan daun. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. tidak mempunyai flagel. bakteri dibagi menjadi lima golongan. D-Peritrik. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[21] Sama seperti struktur kapsul. [23] Oleh karena itu.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. tanah.[22][21] Monotrik.[22][21] Peritrik.[22][21] Lofotrik.[2] Habitatnya sangat beragam. lingkungan perairan.

[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[38] Suhu . kelembapan. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. mulut. dan rendah.[38] Secara umum.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). terdapat pula kelompok bakteri lain. mekanisme metabolisme.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[5][25] Di samping itu.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. dan daya tahan sel yang unik.Thermus aquatiqus.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. yaitu probiotik. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[2][33][34] Sebagai contoh. derajat keasaman pH sangat tinggi. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. dan kaki manusia. dan cahaya. seperti mikroskop optikal. mata. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. terutama pada usus besar. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. dan atomic force microscope (AFM). mikroskop elektron. kadar air rendah (kelompok xerofil). bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.

paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. kira-kira 85%. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.114 °C.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. dengan suhu optimum 88 °C. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. dengan suhu optimum 50 .[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. RH) yang cukup tinggi. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[2] Khususnya bagi bakteri.[40] Secara umum.[2] Sebagai contoh. dengan suhu optimum 15 °C. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[39] Deinococcus radiodurans. Bakteri mesofil.65 °C Bakteri hipertermofil. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[40] Akan tetapi. Bakteri termofil. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.

[41] Sebagai contoh pada manusia. sinar x.bagi pertumbuhan bakteri. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[5] Sebagai contoh.[5] . terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. terutama bakteri. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. gas amoniak. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. Bakteri denitrifikasi. bakteri dapat mengalami kematian. 1 Gy = 100 rad). paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[41] Akan tetapi.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. dan bahkan kanker. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. [42] Sebagai perbandingan.[42][43] Pada umumnya.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[40][5].[40] Teknik penggunaan sinar UV. katarak.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.000 Gy. hipertensi.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. Bakteri nitrifikasi. yaitu kelompok Deinococcaceae. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.

Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[48][2] Secara umum. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. Bradyrhizobium.[46] Di samping itu. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.Frankia alni.[45] Dalam bidang pertanian. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Pseudomonas aeruginosa.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. dan Sinorhizobium.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). and Paracoccus denitrificans. Mesorhizobium. seperti bakteri nitrifikasi.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. Photorhizobium. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[2] Bidang pangan .

4. menghasilkan racun botulinin. 1. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. 6. Lactobacillus sp.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. menghasilkan asam bongkrek. penyebab pelendiran makanan. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. menghasilkan antibiotik polymixin.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[5] . seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.[49] Clostridium botulinum. 5. dan pembentukkan gas. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. Pseudomonas cocovenenans). 3. 2. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. penurunan pH. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.

[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. Pada tahap akhir.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. gas hidrogen. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. seperti asam amino. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. dimulai dari jaringan-jaringan otot. seperti karbohidrat.[52] Pada manusia. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. Sebagai contoh. protein.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.[58] Selanjutnya.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. terutama karbon dan nitrogen. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. terutama bakteri heterotrof. dan lemak. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. salah satunya adalah bakteri.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. Beberapa jenis bakteri. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[58] Bakteri .[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. gas nitrogen. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.

cari ? Bakteri Escherichia coli. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.[2] Beberapa .Dari Wikipedia bahasa Indonesia.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.

[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. bahkan dalam tubuh manusia.5-5 μm. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. kerangka sel.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.2 Kelembaban relatif o 6. pengobatan. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. udara.1 Bidang lingkungan o 7. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. bakteri berukuran 0. seperti sel tumbuhan dan jamur.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . yaitu Thiomargarita.4 Radiasi 7 Peranan o 7.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. dan industri. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. air.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.1 Suhu o 6.[6][7][8][9] Pada umumnya.3 Cahaya o 6.2 Bidang pangan o 7.

[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. erlenmeyer. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. dimuat dalam Micrographia.[13]Akan tetapi.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Walau demikian. Ferdinand Cohn. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Akan tetapi.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Sejak saat itulah. mulai berkembang. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Selanjutnya.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Robert Koch (1843-1910). Robert Koch. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. terutama bakteri (bakteriologi). yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). dan Robert Koch. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. dan tabung reaksi. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.

[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  . Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.

melekat dan konjugasi.[18] Morfologi bakteri . semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. Hans Christian Gram pada tahun 1884. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. vakuola gas.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. dan magnetosom. ribosom.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.

jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. (bentuk koma). jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. medium. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. dan usia. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. Walaupun secara morfologi berbeda-beda.[20] . jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika bergerombol o Streptococcus.

[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[24] .[22][21] Lofotrik.[22][21] Monotrik. tidak mempunyai flagel.[2] Habitatnya sangat beragam. permukaan daun.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. D-Peritrik.[22][21] Amfitrik. tanah. B-Lofotrik.[22][21] Peritrik. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. C-Amfitrik. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[21] Sama seperti struktur kapsul. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. lingkungan perairan. [23] Oleh karena itu. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. udara. yaitu:[22][21]      Atrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.

[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. mata. dan kaki manusia. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[2][33][34] Sebagai contoh. derajat keasaman pH sangat tinggi.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi.[38] Secara umum. mekanisme metabolisme. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). yaitu probiotik.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. dan cahaya. dan atomic force microscope (AFM).[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. terutama pada usus besar. kelembapan. seperti mikroskop optikal. dan daya tahan sel yang unik.[38] Suhu . kadar air rendah (kelompok xerofil). diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[5][25] Di samping itu. mikroskop elektron.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.Thermus aquatiqus.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. mulut.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). terdapat pula kelompok bakteri lain.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. dan rendah.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.

yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. RH) yang cukup tinggi. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[2] Sebagai contoh. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[40] Akan tetapi. dengan suhu optimum 88 °C. kira-kira 85%. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[39] Deinococcus radiodurans. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. Bakteri termofil.[40] Secara umum. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[2] Khususnya bagi bakteri.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.114 °C. Bakteri mesofil. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. dengan suhu optimum 15 °C.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. dengan suhu optimum 50 .65 °C Bakteri hipertermofil. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.

[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[40][5]. katarak.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. terutama bakteri.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.[5] . bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[40] Teknik penggunaan sinar UV. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. bakteri dapat mengalami kematian.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. gas amoniak. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. sinar x. dan bahkan kanker. [42] Sebagai perbandingan. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. hipertensi. 1 Gy = 100 rad). Bakteri denitrifikasi.[41] Sebagai contoh pada manusia. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[42][43] Pada umumnya. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[41] Akan tetapi.bagi pertumbuhan bakteri. yaitu kelompok Deinococcaceae. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.000 Gy.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[5] Sebagai contoh. Bakteri nitrifikasi.

seperti bakteri nitrifikasi.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. Photorhizobium. dan Sinorhizobium.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. and Paracoccus denitrificans. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[45] Dalam bidang pertanian. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[2] Bidang pangan .[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. seperti dinitrogen oksida (N2O).yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[48][2] Secara umum.[46] Di samping itu.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. Pseudomonas aeruginosa.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). Mesorhizobium. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Bradyrhizobium.Frankia alni. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.

2. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. 6.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. 1. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.[49] Clostridium botulinum.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. menghasilkan racun botulinin.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. menghasilkan antibiotik polymixin. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. penyebab pelendiran makanan.[5] . Pseudomonas cocovenenans). Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. 4. 5. 3. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. penurunan pH. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. menghasilkan asam bongkrek. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. Lactobacillus sp. dan pembentukkan gas. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.

semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[58] Selanjutnya.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. gas nitrogen.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. dimulai dari jaringan-jaringan otot. protein. Pada tahap akhir. dan lemak.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. seperti karbohidrat. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. Beberapa jenis bakteri. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. terutama karbon dan nitrogen. seperti asam amino. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. Sebagai contoh.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme.[58] . gas hidrogen. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. salah satunya adalah bakteri. terutama bakteri heterotrof. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana.[52] Pada manusia.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful