Bakteri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari ? Bakteri

Escherichia coli, salah satu bakteri berbentuk batang

Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae

Bakteri (dari kata Latin bacterium; jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, dan industri.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel, kerangka sel, dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah, air, udara, dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen), bahkan dalam tubuh manusia.[6][7][8][9] Pada umumnya, bakteri berukuran 0,5-5 μm, tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm, yaitu Thiomargarita.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan dan jamur, tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[12]

Daftar isi
     

  

1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.1 Suhu o 6.2 Kelembaban relatif o 6.3 Cahaya o 6.4 Radiasi 7 Peranan o 7.1 Bidang lingkungan o 7.2 Bidang pangan o 7.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar

Sejarah

Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke; dimuat dalam Micrographia. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi, terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme, terutama bakteri (bakteriologi), mulai berkembang.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Akan tetapi, perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke, Antoni van Leeuwenhoek, Ferdinand Cohn, dan Robert Koch.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828, diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur, yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[5] Robert Hooke (1635-1703), seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris, menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13]Akan tetapi, Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Dalam bukunya tersebut, tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Walau demikian, buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke, ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Sejak saat itulah, tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Selanjutnya, ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan

seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. erlenmeyer.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Robert Koch (1843-1910).mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. Robert Koch. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn . salah satu bakteri penghasil endospora. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin. dan tabung reaksi.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[14] Robert Koch juga merupakan orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.

seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. dan magnetosom. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. vakuola gas.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. melekat dan konjugasi.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. ribosom.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[18] Morfologi bakteri .

Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika bergerombol o Streptococcus. dan usia. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. (bentuk koma). jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. medium. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya.[20] . jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus.

lingkungan perairan. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[24] .[22][21] Lofotrik. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. tanah. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. tidak mempunyai flagel. permukaan daun.[21] Sama seperti struktur kapsul. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. [23] Oleh karena itu. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[22][21] Monotrik. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[2] Habitatnya sangat beragam. C-Amfitrik. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. yaitu:[22][21]      Atrik.[22][21] Peritrik.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. B-Lofotrik.[22][21] Amfitrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. udara. D-Peritrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.

dan rendah.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. mikroskop elektron.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. mekanisme metabolisme. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.[38] Secara umum.[5][25] Di samping itu.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). kelembapan. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). seperti mikroskop optikal. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. dan atomic force microscope (AFM). Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. dan daya tahan sel yang unik. dan kaki manusia.Thermus aquatiqus. yaitu probiotik. terdapat pula kelompok bakteri lain.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi.[38] Suhu . terutama pada usus besar.[2][33][34] Sebagai contoh.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. mulut. dan cahaya.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. derajat keasaman pH sangat tinggi.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. mata. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. kadar air rendah (kelompok xerofil).

dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. Bakteri mesofil.114 °C.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. RH) yang cukup tinggi. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[39] Deinococcus radiodurans. Bakteri termofil. kira-kira 85%. dengan suhu optimum 50 . dengan suhu optimum 15 °C. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[40] Secara umum.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. dengan suhu optimum 88 °C. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[40] Akan tetapi.[2] Khususnya bagi bakteri. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.65 °C Bakteri hipertermofil. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[2] Sebagai contoh. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.

bakteri dapat mengalami kematian.[40] Teknik penggunaan sinar UV. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. katarak.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. [42] Sebagai perbandingan. Bakteri denitrifikasi. gas amoniak.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[5] . sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. yaitu kelompok Deinococcaceae. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[5] Sebagai contoh. hipertensi. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.000 Gy.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[41] Sebagai contoh pada manusia.[42][43] Pada umumnya. dan bahkan kanker. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. sinar x. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. 1 Gy = 100 rad). Bakteri nitrifikasi.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. terutama bakteri. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[41] Akan tetapi.bagi pertumbuhan bakteri.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.[40][5].

Mesorhizobium. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. Bradyrhizobium. Photorhizobium.Frankia alni. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. dan Sinorhizobium. and Paracoccus denitrificans. seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Bidang pangan .[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[48][2] Secara umum. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. Pseudomonas aeruginosa. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. seperti bakteri nitrifikasi.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[46] Di samping itu. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[45] Dalam bidang pertanian. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.

menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa.[49] Clostridium botulinum. 5.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. 1. menghasilkan racun botulinin.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. menghasilkan antibiotik polymixin. 4. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. penurunan pH.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. 6. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. dan pembentukkan gas. Lactobacillus sp. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. menghasilkan asam bongkrek. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. 3. penyebab pelendiran makanan. Pseudomonas cocovenenans). 2. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.[5] . menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.

beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. seperti karbohidrat. seperti asam amino. dan lemak.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari.[52] Pada manusia.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. gas hidrogen.[58] Bakteri . Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. salah satunya adalah bakteri.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. gas nitrogen.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[58] Selanjutnya. terutama bakteri heterotrof. Sebagai contoh.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. protein. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. dimulai dari jaringan-jaringan otot. terutama karbon dan nitrogen. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. Beberapa jenis bakteri. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. Pada tahap akhir. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.

[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Beberapa . salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. cari ? Bakteri Escherichia coli.

dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).3 Cahaya o 6.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. dan industri.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. udara.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.4 Radiasi 7 Peranan o 7. kerangka sel. bakteri berukuran 0.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.1 Suhu o 6.5-5 μm. seperti sel tumbuhan dan jamur.2 Bidang pangan o 7.1 Bidang lingkungan o 7.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. yaitu Thiomargarita. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.2 Kelembaban relatif o 6. pengobatan. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[6][7][8][9] Pada umumnya. bahkan dalam tubuh manusia. air.

ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. Ferdinand Cohn. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. mulai berkembang.[13] Sejak saat itulah.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Walau demikian.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Dalam bukunya tersebut.[14] Robert Koch juga merupakan . dimuat dalam Micrographia. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Selanjutnya. dan tabung reaksi. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13]Akan tetapi. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Akan tetapi. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. erlenmeyer. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. Robert Koch. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. dan Robert Koch.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. Antoni van Leeuwenhoek. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.

bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.

[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. ribosom. dan magnetosom.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. vakuola gas. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[18] Morfologi bakteri . melekat dan konjugasi. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.

jika kecil dan tunggal o Diplococcus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. dan usia. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. medium. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. (bentuk koma). jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika bergerombol o Streptococcus. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina.[20] .

yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[22][21] Lofotrik. D-Peritrik. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. permukaan daun.[22][21] Amfitrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[22][21] Monotrik.[21] Sama seperti struktur kapsul. udara. tanah.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. B-Lofotrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[2] Habitatnya sangat beragam. [23] Oleh karena itu. tidak mempunyai flagel. lingkungan perairan. yaitu:[22][21]      Atrik. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[24] .[22][21] Peritrik.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. C-Amfitrik. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.

Thermus aquatiqus, bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia, terutama pada usus besar, diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[5][25] Di samping itu, terdapat pula kelompok bakteri lain, yaitu probiotik, yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[26] Selain di dalam saluran pencernaan, bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit, mata, mulut, dan kaki manusia.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof, yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[27][28][29] Di dalam rongga mulut, bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi, mekanisme metabolisme, dan daya tahan sel yang unik.[2][33][34] Sebagai contoh, Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi, bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur, bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil), kadar air rendah (kelompok xerofil), derajat keasaman pH sangat tinggi, dan rendah.[2]

Pengaruh lingkungan terhadap bakteri
Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu, kelembapan, dan cahaya.[38] Secara umum, terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut, seperti mikroskop optikal, mikroskop elektron, dan atomic force microscope (AFM).[38]

Suhu

Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Khususnya bagi bakteri, suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi, membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya, bakteri dibagi menjadi 4 golongan:
   

Bakteri psikrofil, yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C, dengan suhu optimum 15 °C. Bakteri mesofil, yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C, dengan suhu optimum 25° – 40 °C. Bakteri termofil, yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C, dengan suhu optimum 50 - 65 °C Bakteri hipertermofil, yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 - 114 °C, dengan suhu optimum 88 °C.[2]

Kelembaban relatif
Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity, RH) yang cukup tinggi, kira-kira 85%.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti, misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[2] Sebagai contoh, bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[39]

Deinococcus radiodurans, hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM)

Cahaya
Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[40] Secara umum, bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[40] Akan tetapi, paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal

bagi pertumbuhan bakteri.[40] Teknik penggunaan sinar UV, sinar x, dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[40][5]. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan, terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[5]

Radiasi
Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup, terutama bakteri.[41] Sebagai contoh pada manusia, radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut, katarak, hipertensi, dan bahkan kanker.[41] Akan tetapi, terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi, bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi, yaitu kelompok Deinococcaceae. [42] Sebagai perbandingan, manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy, 1 Gy = 100 rad), sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.000 Gy.[42][43] Pada umumnya, paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi, bakteri dapat mengalami kematian.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[44]

Peranan
Bidang lingkungan
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai, Bakteri nitrifikasi, Bakteri denitrifikasi, dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[5] Sebagai contoh, bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein, karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2, gas amoniak, dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik, beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[5]

tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[2] Bidang pangan .[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[46] Di samping itu. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. dan Sinorhizobium.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Mesorhizobium.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. seperti bakteri nitrifikasi.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[45] Dalam bidang pertanian. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). Pseudomonas aeruginosa.[48][2] Secara umum.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).Frankia alni. and Paracoccus denitrificans. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. seperti dinitrogen oksida (N2O). Bradyrhizobium.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. Photorhizobium. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.

Lactobacillus sp.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. 3. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. 1.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. penurunan pH. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. 2. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. Pseudomonas cocovenenans). juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. menghasilkan racun botulinin. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[49] Clostridium botulinum. 4. dan pembentukkan gas. 5. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. penyebab pelendiran makanan. 6. menghasilkan asam bongkrek. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.[5] . menghasilkan antibiotik polymixin. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.

banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. dan lemak. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. protein. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. seperti asam amino. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. Sebagai contoh. salah satunya adalah bakteri.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. terutama karbon dan nitrogen. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. gas hidrogen. Pada tahap akhir.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.[58] Bakteri . terutama bakteri heterotrof. seperti karbohidrat.[58] Selanjutnya. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari.[52] Pada manusia. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. Beberapa jenis bakteri. dimulai dari jaringan-jaringan otot.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. gas nitrogen.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul.

ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Beberapa .Dari Wikipedia bahasa Indonesia. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. cari ? Bakteri Escherichia coli.

2 Bidang pangan o 7.[6][7][8][9] Pada umumnya.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .5-5 μm. dan industri. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). yaitu Thiomargarita. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.1 Bidang lingkungan o 7. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. pengobatan. udara. bakteri berukuran 0.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.3 Cahaya o 6.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.2 Kelembaban relatif o 6. kerangka sel.4 Radiasi 7 Peranan o 7. seperti sel tumbuhan dan jamur. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. bahkan dalam tubuh manusia.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. air.1 Suhu o 6.

[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13]Akan tetapi. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". Ferdinand Cohn. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Robert Koch (1843-1910). tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. dan tabung reaksi.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. Robert Koch.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. mulai berkembang. terutama bakteri (bakteriologi).[14] Robert Koch juga merupakan .Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[5] Robert Hooke (1635-1703). dimuat dalam Micrographia. dan Robert Koch.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Sejak saat itulah.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. Antoni van Leeuwenhoek. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Walau demikian. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Selanjutnya.[13] Akan tetapi. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. erlenmeyer. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.

sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  . Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.

[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. vakuola gas. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. dan magnetosom.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. ribosom. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. melekat dan konjugasi.[18] Morfologi bakteri .[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.

jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika bergerombol o Streptococcus. (bentuk koma). jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. medium. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus.[20] . jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. dan usia.

mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. udara. D-Peritrik. B-Lofotrik. permukaan daun.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. tanah. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. lingkungan perairan. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. tidak mempunyai flagel.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[21] Sama seperti struktur kapsul.[22][21] Monotrik. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[2] Habitatnya sangat beragam.[22][21] Lofotrik.[22][21] Peritrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. C-Amfitrik. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. yaitu:[22][21]      Atrik.[24] . [23] Oleh karena itu. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[22][21] Amfitrik. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.

[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. mulut. dan atomic force microscope (AFM). dan kaki manusia.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. mata. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. mikroskop elektron.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. dan cahaya.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[38] Secara umum. yaitu probiotik.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . kelembapan. terdapat pula kelompok bakteri lain.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[38] Suhu . derajat keasaman pH sangat tinggi. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[2][33][34] Sebagai contoh. seperti mikroskop optikal. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. dan daya tahan sel yang unik. mekanisme metabolisme.[5][25] Di samping itu. kadar air rendah (kelompok xerofil).Thermus aquatiqus. terutama pada usus besar.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. dan rendah.

RH) yang cukup tinggi. Bakteri mesofil. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.65 °C Bakteri hipertermofil. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. kira-kira 85%.[2] Sebagai contoh.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. dengan suhu optimum 15 °C.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. Bakteri termofil.114 °C. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[40] Secara umum.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. dengan suhu optimum 88 °C.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[40] Akan tetapi. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. dengan suhu optimum 50 .[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[2] Khususnya bagi bakteri.[39] Deinococcus radiodurans. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.

[5] . [42] Sebagai perbandingan.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[40][5].[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. hipertensi. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[5] Sebagai contoh. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. Bakteri denitrifikasi.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. sinar x.[40] Teknik penggunaan sinar UV.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[42][43] Pada umumnya. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[41] Sebagai contoh pada manusia. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. terutama bakteri. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. 1 Gy = 100 rad). Bakteri nitrifikasi.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. katarak. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.bagi pertumbuhan bakteri.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. dan bahkan kanker. yaitu kelompok Deinococcaceae. bakteri dapat mengalami kematian. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. gas amoniak.[41] Akan tetapi.000 Gy.

Frankia alni, salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen, seperti bakteri nitrifikasi.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[45] Dalam bidang pertanian, nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai, akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri, Pseudomonas aeruginosa, and Paracoccus denitrificans.[46] Di samping itu, reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain, seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme, tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2- yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[48][2] Secara umum, kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia, termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium, Bradyrhizobium, Mesorhizobium, Photorhizobium, dan Sinorhizobium.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum, yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[2]

Bidang pangan

Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama, juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. Lactobacillus sp. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis

Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[49] Clostridium botulinum, menghasilkan racun botulinin, seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:
 

Burkholderia gladioli (sin. Pseudomonas cocovenenans), menghasilkan asam bongkrek, terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides, penyebab pelendiran makanan, penurunan pH, dan pembentukkan gas.[51]

Bidang kesehatan
Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan, bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:
    

Streptomyces griseus, menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens, menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae, menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium, menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa, menghasilkan antibiotik polymixin.[5]

Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik, banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[52] Pada manusia, beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus, Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC, dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak, seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[56]

Dekomposisi

Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme, salah satunya adalah bakteri. Beberapa jenis bakteri, terutama bakteri heterotrof, mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. Sebagai contoh, enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana, seperti asam amino.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur, terutama karbon dan nitrogen, ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia, dimulai dari jaringan-jaringan otot.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[58] Selanjutnya, asam amino akan diubah menjadi asam asetat, gas hidrogen, gas nitrogen, dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. Pada tahap akhir, semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[58]

Bakteri

[2] Beberapa . jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.Dari Wikipedia bahasa Indonesia.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. cari ? Bakteri Escherichia coli.

udara.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.2 Bidang pangan o 7. seperti sel tumbuhan dan jamur.3 Cahaya o 6.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). kerangka sel.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. air.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.1 Bidang lingkungan o 7. bakteri berukuran 0. bahkan dalam tubuh manusia.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. dan industri.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.[6][7][8][9] Pada umumnya.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .2 Kelembaban relatif o 6.1 Suhu o 6.5-5 μm. pengobatan. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). yaitu Thiomargarita.4 Radiasi 7 Peranan o 7.

banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Ferdinand Cohn. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. dan tabung reaksi. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. mulai berkembang. Robert Koch.[13] Robert Koch (1843-1910). dimuat dalam Micrographia.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Dalam bukunya tersebut.[14] Robert Koch juga merupakan . yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. erlenmeyer.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Selanjutnya. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Walau demikian. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. Antoni van Leeuwenhoek. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Akan tetapi. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13]Akan tetapi.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Sejak saat itulah. dan Robert Koch.

[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.

dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. dan magnetosom. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. ribosom. melekat dan konjugasi.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. vakuola gas. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[18] Morfologi bakteri .

jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. (bentuk koma). Walaupun secara morfologi berbeda-beda. medium. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergerombol o Streptococcus. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. dan usia. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder.[20] . Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jka berganda dua-dua o Tetracoccus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus.

Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. yaitu:[22][21]      Atrik.[22][21] Peritrik. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[22][21] Amfitrik. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. tidak mempunyai flagel. permukaan daun.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. udara.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. lingkungan perairan. B-Lofotrik. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[22][21] Lofotrik.[22][21] Monotrik. bakteri dibagi menjadi lima golongan. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[24] . D-Peritrik. C-Amfitrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[2] Habitatnya sangat beragam. [23] Oleh karena itu.[21] Sama seperti struktur kapsul.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. tanah.

[26] Selain di dalam saluran pencernaan. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. derajat keasaman pH sangat tinggi. dan cahaya.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[38] Secara umum.[2][33][34] Sebagai contoh. seperti mikroskop optikal. dan daya tahan sel yang unik.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). mikroskop elektron. dan rendah. mekanisme metabolisme. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. kelembapan. terutama pada usus besar.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). kadar air rendah (kelompok xerofil). Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. mulut. yaitu probiotik. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. mata. dan atomic force microscope (AFM).[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. dan kaki manusia.Thermus aquatiqus. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. terdapat pula kelompok bakteri lain.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[38] Suhu . yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[5][25] Di samping itu.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.

[2] Khususnya bagi bakteri. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. Bakteri termofil.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. dengan suhu optimum 50 . hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. dengan suhu optimum 88 °C. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.114 °C. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. RH) yang cukup tinggi. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . dengan suhu optimum 25° – 40 °C. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.[40] Secara umum. Bakteri mesofil. kira-kira 85%.[39] Deinococcus radiodurans.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. dengan suhu optimum 15 °C.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .65 °C Bakteri hipertermofil.[2] Sebagai contoh.[40] Akan tetapi. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.

[5] .[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. sinar x. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. bakteri dapat mengalami kematian. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. dan bahkan kanker. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[42][43] Pada umumnya.[40] Teknik penggunaan sinar UV. katarak. 1 Gy = 100 rad). karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. [42] Sebagai perbandingan. terutama bakteri. Bakteri denitrifikasi.[41] Sebagai contoh pada manusia. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[5] Sebagai contoh. Bakteri nitrifikasi.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.bagi pertumbuhan bakteri.[40][5]. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[41] Akan tetapi. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. hipertensi. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.000 Gy. gas amoniak. yaitu kelompok Deinococcaceae. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.

dan Sinorhizobium.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. Bradyrhizobium. Photorhizobium. and Paracoccus denitrificans.[2] Bidang pangan .[46] Di samping itu.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. seperti dinitrogen oksida (N2O).Frankia alni.[45] Dalam bidang pertanian.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. seperti bakteri nitrifikasi. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. Pseudomonas aeruginosa.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[48][2] Secara umum. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. Mesorhizobium.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.

juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. 2. penurunan pH. dan pembentukkan gas. menghasilkan racun botulinin.[49] Clostridium botulinum. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. 1. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.[5] . 6. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. menghasilkan asam bongkrek. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. 3. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. Pseudomonas cocovenenans). 4. menghasilkan antibiotik polymixin.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. 5. penyebab pelendiran makanan.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. Lactobacillus sp.

[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. protein.[58] Bakteri .[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. salah satunya adalah bakteri.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. gas hidrogen. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. seperti asam amino.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. Beberapa jenis bakteri. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. gas nitrogen. dan lemak. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. seperti karbohidrat. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. Pada tahap akhir. terutama bakteri heterotrof.[52] Pada manusia.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. terutama karbon dan nitrogen.[58] Selanjutnya. Sebagai contoh.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. dimulai dari jaringan-jaringan otot. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.

salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.[2] Beberapa .Dari Wikipedia bahasa Indonesia. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. cari ? Bakteri Escherichia coli. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.

3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. yaitu Thiomargarita.1 Bidang lingkungan o 7. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.3 Cahaya o 6. bakteri berukuran 0.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. dan industri. pengobatan. air.[6][7][8][9] Pada umumnya.5-5 μm. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).2 Kelembaban relatif o 6.4 Radiasi 7 Peranan o 7. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.2 Bidang pangan o 7. seperti sel tumbuhan dan jamur.1 Suhu o 6. udara. kerangka sel. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. bahkan dalam tubuh manusia.

erlenmeyer. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Selanjutnya.[13] Walau demikian. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Akan tetapi. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13]Akan tetapi.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. dimuat dalam Micrographia.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[14] Robert Koch juga merupakan . yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. Robert Koch. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". dan tabung reaksi.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. mulai berkembang.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. dan Robert Koch.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). salah satu bakteri penghasil endospora.[5] Robert Hooke (1635-1703). Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Sejak saat itulah.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. Ferdinand Cohn.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. terutama bakteri (bakteriologi). menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.

[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.

[18] Morfologi bakteri .[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. dan magnetosom.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. ribosom.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. vakuola gas.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. melekat dan konjugasi. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.

jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. dan usia. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jka berganda dua-dua o Tetracoccus.[20] . jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. medium. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika bergerombol o Streptococcus. (bentuk koma). jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya.

[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. yaitu:[22][21]      Atrik. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. tidak mempunyai flagel.[22][21] Amfitrik. tanah. B-Lofotrik.[22][21] Monotrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. bakteri dibagi menjadi lima golongan. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[2] Habitatnya sangat beragam. udara. C-Amfitrik.[21] Sama seperti struktur kapsul. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. permukaan daun. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. lingkungan perairan.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. [23] Oleh karena itu.[22][21] Peritrik.[22][21] Lofotrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. D-Peritrik.[24] . Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.

kadar air rendah (kelompok xerofil). yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. mulut. mekanisme metabolisme. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. mikroskop elektron. seperti mikroskop optikal.[38] Suhu .[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). dan cahaya.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[38] Secara umum.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[5][25] Di samping itu.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. dan daya tahan sel yang unik. terdapat pula kelompok bakteri lain. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. dan atomic force microscope (AFM). mata.[2][33][34] Sebagai contoh. kelembapan. dan rendah.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. dan kaki manusia.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. yaitu probiotik.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. derajat keasaman pH sangat tinggi. terutama pada usus besar.Thermus aquatiqus. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.

[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.65 °C Bakteri hipertermofil. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . dengan suhu optimum 15 °C.114 °C. kira-kira 85%.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[40] Akan tetapi.[40] Secara umum. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[39] Deinococcus radiodurans. RH) yang cukup tinggi. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[2] Khususnya bagi bakteri. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Sebagai contoh. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. dengan suhu optimum 50 .[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. Bakteri mesofil.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. Bakteri termofil. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. dengan suhu optimum 88 °C. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.

yaitu kelompok Deinococcaceae. hipertensi. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.[5] Sebagai contoh.[41] Akan tetapi.[42][43] Pada umumnya. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. 1 Gy = 100 rad). Bakteri denitrifikasi. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. dan bahkan kanker. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. gas amoniak. katarak. terutama bakteri. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[40] Teknik penggunaan sinar UV. [42] Sebagai perbandingan.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.000 Gy. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. sinar x.[5] . Bakteri nitrifikasi.[41] Sebagai contoh pada manusia. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.bagi pertumbuhan bakteri.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[40][5]. bakteri dapat mengalami kematian.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.

[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. and Paracoccus denitrificans. dan Sinorhizobium.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. Pseudomonas aeruginosa.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[48][2] Secara umum.[45] Dalam bidang pertanian. seperti bakteri nitrifikasi.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[46] Di samping itu.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. Bradyrhizobium. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. Photorhizobium. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. seperti dinitrogen oksida (N2O). Mesorhizobium.Frankia alni.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[2] Bidang pangan . Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.

1. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. penurunan pH. 4.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. menghasilkan antibiotik polymixin. dan pembentukkan gas. 2.[49] Clostridium botulinum. 6. 3. Lactobacillus sp. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. penyebab pelendiran makanan.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.[5] . menghasilkan racun botulinin.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan asam bongkrek.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. Pseudomonas cocovenenans).[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. 5.

untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. gas hidrogen.[52] Pada manusia. salah satunya adalah bakteri.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. dan lemak.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. Sebagai contoh. Pada tahap akhir. dimulai dari jaringan-jaringan otot. protein. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[58] Bakteri . seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. terutama bakteri heterotrof. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. Beberapa jenis bakteri. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. gas nitrogen.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. terutama karbon dan nitrogen.[58] Selanjutnya. seperti asam amino. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. seperti karbohidrat.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen.

salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. cari ? Bakteri Escherichia coli. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.Dari Wikipedia bahasa Indonesia.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).[2] Beberapa .

1 Suhu o 6.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.2 Bidang pangan o 7. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. kerangka sel. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.5-5 μm.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. air.[6][7][8][9] Pada umumnya.1 Bidang lingkungan o 7.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). udara. dan industri.4 Radiasi 7 Peranan o 7.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .2 Kelembaban relatif o 6.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. yaitu Thiomargarita.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.3 Cahaya o 6. pengobatan. seperti sel tumbuhan dan jamur. bahkan dalam tubuh manusia. bakteri berukuran 0.

[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[13] Robert Koch (1843-1910). dan tabung reaksi.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Dalam bukunya tersebut. dimuat dalam Micrographia. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. Robert Koch.[13] Walau demikian. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". Ferdinand Cohn. erlenmeyer.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. salah satu bakteri penghasil endospora.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Sejak saat itulah.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Selanjutnya.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. dan Robert Koch.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Antoni van Leeuwenhoek. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Akan tetapi. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13]Akan tetapi. mulai berkembang.

sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.

Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. melekat dan konjugasi. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. vakuola gas.[18] Morfologi bakteri .[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. Hans Christian Gram pada tahun 1884. dan magnetosom.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. ribosom.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.

Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika bergerombol o Streptococcus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. dan usia. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. (bentuk koma). Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. medium. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder.[20] . yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan.

[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[2] Habitatnya sangat beragam.[24] .[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. lingkungan perairan. tanah. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[22][21] Peritrik. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. [23] Oleh karena itu.[22][21] Monotrik. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. bakteri dibagi menjadi lima golongan. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[22][21] Amfitrik. C-Amfitrik. udara. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. yaitu:[22][21]      Atrik.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[21] Sama seperti struktur kapsul. B-Lofotrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Lofotrik. tidak mempunyai flagel. D-Peritrik. permukaan daun.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.

dan kaki manusia. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. derajat keasaman pH sangat tinggi. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. dan cahaya.[38] Secara umum.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. kelembapan. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[38] Suhu . adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. terdapat pula kelompok bakteri lain. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[5][25] Di samping itu. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. mata.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[2][33][34] Sebagai contoh.Thermus aquatiqus.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. yaitu probiotik. dan rendah. mulut. seperti mikroskop optikal.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. dan atomic force microscope (AFM). kadar air rendah (kelompok xerofil).[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. mikroskop elektron.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. dan daya tahan sel yang unik.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. mekanisme metabolisme. terutama pada usus besar.

Bakteri termofil. dengan suhu optimum 50 . misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. dengan suhu optimum 15 °C.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[2] Khususnya bagi bakteri. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[40] Akan tetapi.[40] Secara umum. RH) yang cukup tinggi. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . Bakteri mesofil.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. dengan suhu optimum 88 °C.114 °C. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.[2] Sebagai contoh. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . kira-kira 85%.[39] Deinococcus radiodurans.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.65 °C Bakteri hipertermofil. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.

paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. hipertensi.[40] Teknik penggunaan sinar UV. sinar x.[42][43] Pada umumnya. katarak.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.000 Gy. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. 1 Gy = 100 rad).[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. [42] Sebagai perbandingan. Bakteri nitrifikasi. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[5] Sebagai contoh.[5] .bagi pertumbuhan bakteri.[41] Akan tetapi. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. terutama bakteri.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. Bakteri denitrifikasi.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. dan bahkan kanker. bakteri dapat mengalami kematian. yaitu kelompok Deinococcaceae.[40][5]. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. gas amoniak.[41] Sebagai contoh pada manusia.

nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.Frankia alni. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. Mesorhizobium.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. seperti dinitrogen oksida (N2O). Pseudomonas aeruginosa. seperti bakteri nitrifikasi.[2] Bidang pangan . tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. Photorhizobium.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. and Paracoccus denitrificans.[48][2] Secara umum. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[45] Dalam bidang pertanian. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[46] Di samping itu. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. dan Sinorhizobium.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. Bradyrhizobium. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.

[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. 6. 5.[49] Clostridium botulinum. penyebab pelendiran makanan. Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. penurunan pH. menghasilkan antibiotik polymixin. dan pembentukkan gas.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. Pseudomonas cocovenenans). 3. menghasilkan racun botulinin. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. 4. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. 2. 1. menghasilkan asam bongkrek.[5] .[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.

[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.[58] Bakteri . enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. Pada tahap akhir. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. dan lemak.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. protein.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. salah satunya adalah bakteri. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. gas hidrogen. seperti karbohidrat. gas nitrogen. seperti asam amino.[52] Pada manusia. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. dimulai dari jaringan-jaringan otot. Beberapa jenis bakteri.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. terutama karbon dan nitrogen. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. Sebagai contoh. terutama bakteri heterotrof.[58] Selanjutnya. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.

salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).Dari Wikipedia bahasa Indonesia. cari ? Bakteri Escherichia coli. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.[2] Beberapa . jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.

tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. seperti sel tumbuhan dan jamur.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. bakteri berukuran 0. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .4 Radiasi 7 Peranan o 7.3 Cahaya o 6. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). pengobatan. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.1 Bidang lingkungan o 7.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.2 Kelembaban relatif o 6.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.1 Suhu o 6. air.2 Bidang pangan o 7. dan industri. kerangka sel.5-5 μm.[6][7][8][9] Pada umumnya. udara.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. bahkan dalam tubuh manusia.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. yaitu Thiomargarita.

[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Selanjutnya.[13] Sejak saat itulah.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. Robert Koch. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. mulai berkembang. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. salah satu bakteri penghasil endospora. dimuat dalam Micrographia.[13]Akan tetapi.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Walau demikian.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). terutama sebelum ditemukannya mikroskop. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. Ferdinand Cohn. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Dalam bukunya tersebut.[14] Robert Koch juga merupakan . erlenmeyer.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Akan tetapi. dan Robert Koch. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. dan tabung reaksi. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.

orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini, Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch, sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13]

Robert Hooke

Antoni van Leeuwenhoek

Ferdinand Cohn

Robert Koch

Struktur sel
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri

Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya, semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti, meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya, yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat, sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark, Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak, melekat dan konjugasi.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit, seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Bakteri juga memiliki kromosom, ribosom, dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan, vakuola gas, dan magnetosom.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi, dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[18]

Morfologi bakteri

Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu:

Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus, jika kecil dan tunggal o Diplococcus, jka berganda dua-dua o Tetracoccus, jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina, jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus, jika bergerombol o Streptococcus, jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus, jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus, jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio, (bentuk koma), jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral, jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete, jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel.

Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, medium, dan usia. Walaupun secara morfologi berbeda-beda, bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya.[20]

mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. lingkungan perairan.[22][21] Monotrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[22][21] Amfitrik. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[22][21] Peritrik. D-Peritrik.[22][21] Lofotrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[21] Sama seperti struktur kapsul. yaitu:[22][21]      Atrik. tidak mempunyai flagel. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. B-Lofotrik. [23] Oleh karena itu. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[2] Habitatnya sangat beragam.[24] . C-Amfitrik. udara. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. permukaan daun. tanah.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.

[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[2][33][34] Sebagai contoh. seperti mikroskop optikal.Thermus aquatiqus. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. mulut.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. dan cahaya.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. mata.[38] Secara umum. dan atomic force microscope (AFM). yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[5][25] Di samping itu.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[38] Suhu . bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. kelembapan. terutama pada usus besar. mikroskop elektron. yaitu probiotik. dan daya tahan sel yang unik. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. dan kaki manusia.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. dan rendah.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. kadar air rendah (kelompok xerofil). derajat keasaman pH sangat tinggi. mekanisme metabolisme. terdapat pula kelompok bakteri lain. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).

[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[40] Akan tetapi. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. Bakteri termofil.[40] Secara umum.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[39] Deinococcus radiodurans.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. dengan suhu optimum 15 °C. dengan suhu optimum 88 °C. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. dengan suhu optimum 50 . yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.[2] Khususnya bagi bakteri.65 °C Bakteri hipertermofil. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. Bakteri mesofil. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.114 °C. kira-kira 85%.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. RH) yang cukup tinggi. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[2] Sebagai contoh.

terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. hipertensi. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.000 Gy. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. gas amoniak. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. sinar x.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. Bakteri denitrifikasi. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. terutama bakteri.[42][43] Pada umumnya.[5] Sebagai contoh. bakteri dapat mengalami kematian.[41] Sebagai contoh pada manusia. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. 1 Gy = 100 rad). dan bahkan kanker.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[41] Akan tetapi. [42] Sebagai perbandingan. katarak. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. yaitu kelompok Deinococcaceae.[5] . sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[40][5].[40] Teknik penggunaan sinar UV.bagi pertumbuhan bakteri. Bakteri nitrifikasi.

akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.Frankia alni. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[45] Dalam bidang pertanian.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. seperti bakteri nitrifikasi. Photorhizobium. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). Bradyrhizobium. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[46] Di samping itu. and Paracoccus denitrificans.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. dan Sinorhizobium. Pseudomonas aeruginosa.[2] Bidang pangan . salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. Mesorhizobium.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[48][2] Secara umum.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.

Pseudomonas cocovenenans). 6. 4.[49] Clostridium botulinum. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. Lactobacillus sp.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. menghasilkan asam bongkrek. 1.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. 5. penurunan pH.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[5] . 3. penyebab pelendiran makanan.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. dan pembentukkan gas. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. 2. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. menghasilkan racun botulinin. menghasilkan antibiotik polymixin.

dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. terutama karbon dan nitrogen. terutama bakteri heterotrof. Beberapa jenis bakteri.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. Sebagai contoh. dan lemak.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. seperti asam amino.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. gas nitrogen.[58] Bakteri . gas hidrogen. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. dimulai dari jaringan-jaringan otot. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. salah satunya adalah bakteri.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.[52] Pada manusia. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen.[58] Selanjutnya.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. protein. Pada tahap akhir. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. seperti karbohidrat. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.

cari ? Bakteri Escherichia coli. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.Dari Wikipedia bahasa Indonesia.[2] Beberapa . salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.

[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.1 Bidang lingkungan o 7.1 Suhu o 6.[6][7][8][9] Pada umumnya.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. seperti sel tumbuhan dan jamur. dan industri. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.2 Kelembaban relatif o 6. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.3 Cahaya o 6. kerangka sel. pengobatan. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. yaitu Thiomargarita.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. udara. air.2 Bidang pangan o 7. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). bahkan dalam tubuh manusia. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . bakteri berukuran 0.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.4 Radiasi 7 Peranan o 7.5-5 μm.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.

[13] Akan tetapi. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[14] Robert Koch juga merupakan . perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Sejak saat itulah.[13] Selanjutnya. dan tabung reaksi.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. Ferdinand Cohn. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Robert Koch (1843-1910). ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. mulai berkembang.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13]Akan tetapi. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. salah satu bakteri penghasil endospora. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Walau demikian.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. erlenmeyer. dimuat dalam Micrographia. dan Robert Koch. Robert Koch. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. Antoni van Leeuwenhoek. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Dalam bukunya tersebut.[5] Robert Hooke (1635-1703). menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.

sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.

sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. melekat dan konjugasi. dan magnetosom. vakuola gas.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[18] Morfologi bakteri .[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. ribosom. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. Hans Christian Gram pada tahun 1884.

[20] . jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. medium. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergerombol o Streptococcus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. dan usia.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. (bentuk koma). jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral.

[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. permukaan daun. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[22][21] Amfitrik. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. C-Amfitrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. tanah.[21] Sama seperti struktur kapsul. udara. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. bakteri dibagi menjadi lima golongan. lingkungan perairan. yaitu:[22][21]      Atrik. B-Lofotrik. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. tidak mempunyai flagel. [23] Oleh karena itu. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Monotrik. D-Peritrik.[22][21] Peritrik.[2] Habitatnya sangat beragam.[24] .[22][21] Lofotrik.

[2][33][34] Sebagai contoh. mata. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. seperti mikroskop optikal.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. kelembapan.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. dan rendah. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. dan daya tahan sel yang unik. yaitu probiotik. dan atomic force microscope (AFM).[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[26] Selain di dalam saluran pencernaan. derajat keasaman pH sangat tinggi. dan kaki manusia.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.Thermus aquatiqus.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. mekanisme metabolisme. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. dan cahaya. kadar air rendah (kelompok xerofil). diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[38] Suhu . bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. mikroskop elektron. mulut. terutama pada usus besar. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[38] Secara umum.[5][25] Di samping itu. terdapat pula kelompok bakteri lain. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.

Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. dengan suhu optimum 15 °C. RH) yang cukup tinggi. kira-kira 85%.[2] Sebagai contoh.[2] Khususnya bagi bakteri. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[39] Deinococcus radiodurans. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . Bakteri termofil.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.114 °C.[40] Secara umum. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.65 °C Bakteri hipertermofil. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[40] Akan tetapi. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. dengan suhu optimum 88 °C. dengan suhu optimum 50 . Bakteri mesofil. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.

bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.bagi pertumbuhan bakteri. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. yaitu kelompok Deinococcaceae. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. terutama bakteri. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. hipertensi.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. katarak.[41] Sebagai contoh pada manusia. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[41] Akan tetapi. Bakteri denitrifikasi. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. sinar x.[5] Sebagai contoh.[5] . [42] Sebagai perbandingan.[40][5].[40] Teknik penggunaan sinar UV.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.[42][43] Pada umumnya. bakteri dapat mengalami kematian.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.000 Gy. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. gas amoniak. Bakteri nitrifikasi.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. 1 Gy = 100 rad). beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. dan bahkan kanker.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.

Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[48][2] Secara umum. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[2] Bidang pangan .[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. and Paracoccus denitrificans. seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. Pseudomonas aeruginosa.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. Photorhizobium. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.Frankia alni.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. Bradyrhizobium.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. Mesorhizobium. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. dan Sinorhizobium.[45] Dalam bidang pertanian.[46] Di samping itu.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. seperti bakteri nitrifikasi.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.

[49] Clostridium botulinum.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. 6. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. Lactobacillus sp. 5.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. penyebab pelendiran makanan. menghasilkan antibiotik polymixin. menghasilkan asam bongkrek. dan pembentukkan gas. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. menghasilkan racun botulinin. Pseudomonas cocovenenans). 4. 1. penurunan pH. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. 3.[5] . 2. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No.

gas hidrogen. gas nitrogen. terutama karbon dan nitrogen. protein. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[58] Selanjutnya. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. dan lemak. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[58] Bakteri . dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. seperti asam amino.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. Sebagai contoh. dimulai dari jaringan-jaringan otot.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. Pada tahap akhir.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. seperti karbohidrat. Beberapa jenis bakteri.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. terutama bakteri heterotrof. salah satunya adalah bakteri.[52] Pada manusia. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul.

[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).Dari Wikipedia bahasa Indonesia. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.[2] Beberapa . jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. cari ? Bakteri Escherichia coli.

[6][7][8][9] Pada umumnya. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. bakteri berukuran 0.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. kerangka sel.1 Bidang lingkungan o 7.2 Kelembaban relatif o 6. bahkan dalam tubuh manusia.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).1 Suhu o 6.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. pengobatan.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.3 Cahaya o 6.4 Radiasi 7 Peranan o 7. seperti sel tumbuhan dan jamur.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. air.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .2 Bidang pangan o 7. udara. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). dan industri. yaitu Thiomargarita.5-5 μm. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.

diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. terutama bakteri (bakteriologi).[5] Robert Hooke (1635-1703).[14] Robert Koch juga merupakan .Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. Robert Koch. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Akan tetapi.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Walau demikian. mulai berkembang. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Ferdinand Cohn. dan tabung reaksi. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. dan Robert Koch.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. erlenmeyer.[13] Dalam bukunya tersebut. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. dimuat dalam Micrographia.[13] Sejak saat itulah. salah satu bakteri penghasil endospora.[13]Akan tetapi. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Selanjutnya.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).

[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.

yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. dan magnetosom. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. vakuola gas. ribosom. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. melekat dan konjugasi.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[18] Morfologi bakteri .[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.

jika bergerombol o Streptococcus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. dan usia. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. medium.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya.[20] . Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. (bentuk koma).

[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. bakteri dibagi menjadi lima golongan. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. lingkungan perairan.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. yaitu:[22][21]      Atrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[22][21] Monotrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[24] . udara. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. permukaan daun.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[21] Sama seperti struktur kapsul. C-Amfitrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. B-Lofotrik. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. tanah.[2] Habitatnya sangat beragam. D-Peritrik. [23] Oleh karena itu.[22][21] Lofotrik.[22][21] Peritrik. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. tidak mempunyai flagel. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Amfitrik.

yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. mata.[38] Secara umum.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[2][33][34] Sebagai contoh.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . mikroskop elektron. dan daya tahan sel yang unik. kelembapan.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. dan kaki manusia. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. yaitu probiotik.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[5][25] Di samping itu. dan rendah. dan cahaya. seperti mikroskop optikal. mekanisme metabolisme.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).Thermus aquatiqus.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. terutama pada usus besar. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. mulut.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. terdapat pula kelompok bakteri lain. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). derajat keasaman pH sangat tinggi.[38] Suhu . kadar air rendah (kelompok xerofil). dan atomic force microscope (AFM).[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.

hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. dengan suhu optimum 15 °C. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. dengan suhu optimum 88 °C.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. Bakteri mesofil. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. dengan suhu optimum 50 .114 °C. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[40] Secara umum. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[39] Deinococcus radiodurans.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. Bakteri termofil. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. RH) yang cukup tinggi. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[2] Sebagai contoh. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. kira-kira 85%.[40] Akan tetapi.65 °C Bakteri hipertermofil.[2] Khususnya bagi bakteri.

1 Gy = 100 rad). manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[5] . terutama bakteri. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[41] Sebagai contoh pada manusia. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. gas amoniak.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. bakteri dapat mengalami kematian.[40][5].000 Gy.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.bagi pertumbuhan bakteri. Bakteri nitrifikasi. sinar x. hipertensi.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. [42] Sebagai perbandingan. Bakteri denitrifikasi. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[42][43] Pada umumnya.[41] Akan tetapi. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. yaitu kelompok Deinococcaceae. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.[40] Teknik penggunaan sinar UV.[5] Sebagai contoh. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. katarak. dan bahkan kanker. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.

seperti dinitrogen oksida (N2O). Bradyrhizobium. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). dan Sinorhizobium.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[48][2] Secara umum. and Paracoccus denitrificans. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. Photorhizobium. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.Frankia alni.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. Pseudomonas aeruginosa.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[45] Dalam bidang pertanian.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[2] Bidang pangan . seperti bakteri nitrifikasi. Mesorhizobium.[46] Di samping itu.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.

menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. menghasilkan asam bongkrek.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa.[5] .[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin.[49] Clostridium botulinum. 5. penyebab pelendiran makanan. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. menghasilkan antibiotik polymixin. dan pembentukkan gas. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. 6.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. Lactobacillus sp.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. Pseudomonas cocovenenans). terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. 2. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. penurunan pH. menghasilkan racun botulinin. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. 4. 3. 1.

semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. Sebagai contoh.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. salah satunya adalah bakteri. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[58] Bakteri . protein. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[58] Selanjutnya. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. dan lemak.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. gas hidrogen.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. seperti asam amino.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. terutama bakteri heterotrof. Beberapa jenis bakteri. seperti karbohidrat.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. Pada tahap akhir.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. dimulai dari jaringan-jaringan otot. terutama karbon dan nitrogen. gas nitrogen.[52] Pada manusia. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.

ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. cari ? Bakteri Escherichia coli.[2] Beberapa .[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.

1 Bidang lingkungan o 7. kerangka sel.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. air. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). dan industri.2 Kelembaban relatif o 6.2 Bidang pangan o 7. yaitu Thiomargarita. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. pengobatan.1 Suhu o 6. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.5-5 μm. bakteri berukuran 0.4 Radiasi 7 Peranan o 7.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.3 Cahaya o 6.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . bahkan dalam tubuh manusia.[6][7][8][9] Pada umumnya.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. udara. seperti sel tumbuhan dan jamur.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).

[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. Ferdinand Cohn. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13]Akan tetapi.[13] Selanjutnya.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Akan tetapi. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. dan tabung reaksi.[13] Walau demikian. dan Robert Koch. dimuat dalam Micrographia. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Sejak saat itulah.[13] Robert Koch (1843-1910). tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". Robert Koch.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. mulai berkembang.[5] Robert Hooke (1635-1703). menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[14] Robert Koch juga merupakan . erlenmeyer. salah satu bakteri penghasil endospora. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. terutama bakteri (bakteriologi). seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Dalam bukunya tersebut.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.

[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.

[16] Bakteri juga memiliki kromosom. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. dan magnetosom.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[18] Morfologi bakteri .[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. vakuola gas.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. Hans Christian Gram pada tahun 1884. ribosom. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. melekat dan konjugasi.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.

jika kecil dan tunggal o Diplococcus. medium. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jka berganda dua-dua o Tetracoccus.[20] . jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. dan usia. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika bergerombol o Streptococcus. (bentuk koma). Walaupun secara morfologi berbeda-beda.

udara. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. tanah.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. lingkungan perairan. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. B-Lofotrik.[21] Sama seperti struktur kapsul.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[22][21] Peritrik. yaitu:[22][21]      Atrik. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[24] . [23] Oleh karena itu.[22][21] Monotrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[2] Habitatnya sangat beragam. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[22][21] Amfitrik. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. tidak mempunyai flagel. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. D-Peritrik. permukaan daun.[22][21] Lofotrik. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. C-Amfitrik.

[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. kelembapan.Thermus aquatiqus.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. mata. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. terutama pada usus besar.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). dan cahaya.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. mulut. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. dan rendah.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). seperti mikroskop optikal. terdapat pula kelompok bakteri lain.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[2][33][34] Sebagai contoh.[38] Suhu . kadar air rendah (kelompok xerofil). bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. mekanisme metabolisme. dan atomic force microscope (AFM). bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[38] Secara umum. yaitu probiotik. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. mikroskop elektron.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[5][25] Di samping itu. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. derajat keasaman pH sangat tinggi. dan kaki manusia. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. dan daya tahan sel yang unik. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).

Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.114 °C. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. Bakteri termofil. Bakteri mesofil.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[39] Deinococcus radiodurans.[40] Akan tetapi.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. dengan suhu optimum 15 °C.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. dengan suhu optimum 88 °C.[2] Sebagai contoh. RH) yang cukup tinggi. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. kira-kira 85%.[40] Secara umum.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. dengan suhu optimum 50 . bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[2] Khususnya bagi bakteri.65 °C Bakteri hipertermofil.

manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[5] Sebagai contoh.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. gas amoniak. sinar x. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. 1 Gy = 100 rad). sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[41] Sebagai contoh pada manusia. Bakteri denitrifikasi.[5] . katarak.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.bagi pertumbuhan bakteri. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[42][43] Pada umumnya. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. bakteri dapat mengalami kematian. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. [42] Sebagai perbandingan. dan bahkan kanker.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. terutama bakteri. Bakteri nitrifikasi.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. hipertensi.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. yaitu kelompok Deinococcaceae.[40][5].000 Gy. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[40] Teknik penggunaan sinar UV.[41] Akan tetapi. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.

[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. Photorhizobium. and Paracoccus denitrificans.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. dan Sinorhizobium. Mesorhizobium.[45] Dalam bidang pertanian.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. Bradyrhizobium. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. seperti bakteri nitrifikasi.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.Frankia alni. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[48][2] Secara umum. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[2] Bidang pangan .[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). Pseudomonas aeruginosa.[46] Di samping itu.

[5] . Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. 2. 3. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. 5. penurunan pH. 4.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. menghasilkan racun botulinin.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. dan pembentukkan gas.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. 1. penyebab pelendiran makanan. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. Pseudomonas cocovenenans).[49] Clostridium botulinum. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. 6. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. menghasilkan asam bongkrek. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. menghasilkan antibiotik polymixin. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.

enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. dan lemak. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. salah satunya adalah bakteri. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[52] Pada manusia.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. terutama karbon dan nitrogen.[58] Selanjutnya.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. Beberapa jenis bakteri.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. seperti asam amino. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. protein. Sebagai contoh. seperti karbohidrat. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. gas nitrogen. Pada tahap akhir. terutama bakteri heterotrof.[58] Bakteri .[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. gas hidrogen. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. dimulai dari jaringan-jaringan otot. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.

[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Beberapa . salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. cari ? Bakteri Escherichia coli.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.

3 Cahaya o 6. dan industri.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. kerangka sel. bahkan dalam tubuh manusia. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. yaitu Thiomargarita. pengobatan.[6][7][8][9] Pada umumnya.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.4 Radiasi 7 Peranan o 7. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). air.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.2 Kelembaban relatif o 6. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). udara.1 Bidang lingkungan o 7.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. seperti sel tumbuhan dan jamur. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.1 Suhu o 6.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .2 Bidang pangan o 7.5-5 μm. bakteri berukuran 0.

[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Selanjutnya. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13]Akan tetapi.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. salah satu bakteri penghasil endospora. dan tabung reaksi.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. dan Robert Koch.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. Robert Koch.[5] Robert Hooke (1635-1703). Ferdinand Cohn. mulai berkembang.[13] Sejak saat itulah. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Robert Koch (1843-1910). seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Walau demikian.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. erlenmeyer.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. dimuat dalam Micrographia. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Akan tetapi.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. Antoni van Leeuwenhoek. terutama bakteri (bakteriologi). seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[14] Robert Koch juga merupakan . diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.

bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  . Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.

ribosom.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. Hans Christian Gram pada tahun 1884. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. dan magnetosom.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. vakuola gas.[18] Morfologi bakteri .[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. melekat dan konjugasi. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.

[20] . jika bergerombol o Streptococcus. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. (bentuk koma). jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. dan usia. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika kecil dan tunggal o Diplococcus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. medium. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral.

[22][21] Monotrik.[24] . bakteri dibagi menjadi lima golongan.[22][21] Peritrik. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. B-Lofotrik.[22][21] Lofotrik.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. yaitu:[22][21]      Atrik. udara. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[22][21] Amfitrik. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. tidak mempunyai flagel. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. C-Amfitrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. tanah.[21] Sama seperti struktur kapsul. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. [23] Oleh karena itu. permukaan daun.[2] Habitatnya sangat beragam. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. lingkungan perairan. D-Peritrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.

[26] Selain di dalam saluran pencernaan. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. mekanisme metabolisme. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[38] Suhu . mata.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. mikroskop elektron. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). kelembapan.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. seperti mikroskop optikal.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[38] Secara umum. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[2][33][34] Sebagai contoh. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. derajat keasaman pH sangat tinggi. dan daya tahan sel yang unik.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. dan atomic force microscope (AFM). yaitu probiotik.[5][25] Di samping itu. mulut. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . terdapat pula kelompok bakteri lain.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. terutama pada usus besar. kadar air rendah (kelompok xerofil). dan cahaya. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. dan kaki manusia.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.Thermus aquatiqus. dan rendah.

yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. Bakteri mesofil.114 °C. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[2] Khususnya bagi bakteri. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. kira-kira 85%.[39] Deinococcus radiodurans. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. dengan suhu optimum 88 °C. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. dengan suhu optimum 50 .[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.65 °C Bakteri hipertermofil. Bakteri termofil.[40] Secara umum. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Sebagai contoh. RH) yang cukup tinggi.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. dengan suhu optimum 15 °C. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[40] Akan tetapi.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .

Bakteri nitrifikasi. yaitu kelompok Deinococcaceae.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.[5] .[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.bagi pertumbuhan bakteri. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.[41] Sebagai contoh pada manusia. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. dan bahkan kanker. gas amoniak. Bakteri denitrifikasi. sinar x.[40] Teknik penggunaan sinar UV. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.[40][5].[42][43] Pada umumnya. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. bakteri dapat mengalami kematian. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. [42] Sebagai perbandingan.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.000 Gy. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. 1 Gy = 100 rad).[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. katarak.[41] Akan tetapi. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[5] Sebagai contoh. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. hipertensi.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. terutama bakteri. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.

[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. dan Sinorhizobium.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.Frankia alni. Pseudomonas aeruginosa.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. seperti bakteri nitrifikasi.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. Bradyrhizobium. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[48][2] Secara umum. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. seperti dinitrogen oksida (N2O).[46] Di samping itu.[2] Bidang pangan . and Paracoccus denitrificans.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. Mesorhizobium.[45] Dalam bidang pertanian. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Photorhizobium.

[49] Clostridium botulinum. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. 2. 5.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. Pseudomonas cocovenenans).[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. 6. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. menghasilkan racun botulinin. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. dan pembentukkan gas. penyebab pelendiran makanan.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. 4.[5] . Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. menghasilkan antibiotik polymixin. 3.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. 1. menghasilkan asam bongkrek. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. penurunan pH. Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa.

salah satunya adalah bakteri.[58] . enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.[58] Selanjutnya. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. Pada tahap akhir. terutama karbon dan nitrogen.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. gas nitrogen.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. terutama bakteri heterotrof.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. seperti asam amino. dan lemak.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. dimulai dari jaringan-jaringan otot. seperti karbohidrat.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. Beberapa jenis bakteri. protein. Sebagai contoh. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. gas hidrogen. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.[52] Pada manusia.