Bakteri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari ? Bakteri

Escherichia coli, salah satu bakteri berbentuk batang

Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae

Bakteri (dari kata Latin bacterium; jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, dan industri.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel, kerangka sel, dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah, air, udara, dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen), bahkan dalam tubuh manusia.[6][7][8][9] Pada umumnya, bakteri berukuran 0,5-5 μm, tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm, yaitu Thiomargarita.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan dan jamur, tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[12]

Daftar isi
     

  

1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.1 Suhu o 6.2 Kelembaban relatif o 6.3 Cahaya o 6.4 Radiasi 7 Peranan o 7.1 Bidang lingkungan o 7.2 Bidang pangan o 7.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar

Sejarah

Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke; dimuat dalam Micrographia. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi, terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme, terutama bakteri (bakteriologi), mulai berkembang.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Akan tetapi, perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke, Antoni van Leeuwenhoek, Ferdinand Cohn, dan Robert Koch.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828, diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur, yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[5] Robert Hooke (1635-1703), seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris, menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13]Akan tetapi, Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Dalam bukunya tersebut, tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Walau demikian, buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke, ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Sejak saat itulah, tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Selanjutnya, ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan

[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. Robert Koch. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. erlenmeyer. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn . dan tabung reaksi.[13] Robert Koch (1843-1910).[14] Robert Koch juga merupakan orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.

meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. ribosom. vakuola gas.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. melekat dan konjugasi. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[18] Morfologi bakteri .[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. dan magnetosom.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.

jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. (bentuk koma). Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. medium.[20] . jika bergerombol o Streptococcus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. dan usia. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika kecil dan tunggal o Diplococcus.

D-Peritrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[22][21] Lofotrik. tidak mempunyai flagel. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[2] Habitatnya sangat beragam.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[22][21] Monotrik. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. [23] Oleh karena itu. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[22][21] Amfitrik. C-Amfitrik. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[22][21] Peritrik. udara. lingkungan perairan. permukaan daun.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. yaitu:[22][21]      Atrik.[21] Sama seperti struktur kapsul.[24] .[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. tanah. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. bakteri dibagi menjadi lima golongan. B-Lofotrik.

[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. seperti mikroskop optikal. mata. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[2][33][34] Sebagai contoh. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). dan rendah. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[38] Suhu .[27][28][29] Di dalam rongga mulut. kadar air rendah (kelompok xerofil).[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. dan cahaya. terdapat pula kelompok bakteri lain. mulut. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[5][25] Di samping itu.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. yaitu probiotik.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. mikroskop elektron. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.Thermus aquatiqus. derajat keasaman pH sangat tinggi.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. dan daya tahan sel yang unik. dan atomic force microscope (AFM). dan kaki manusia. mekanisme metabolisme.[38] Secara umum. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[26] Selain di dalam saluran pencernaan. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. terutama pada usus besar.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. kelembapan.

dengan suhu optimum 50 . bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. dengan suhu optimum 88 °C.[40] Secara umum.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. RH) yang cukup tinggi. kira-kira 85%. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[2] Sebagai contoh. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.114 °C.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.65 °C Bakteri hipertermofil.[2] Khususnya bagi bakteri. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. Bakteri termofil. dengan suhu optimum 15 °C.[40] Akan tetapi. Bakteri mesofil.[39] Deinococcus radiodurans. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.

[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.000 Gy.[40] Teknik penggunaan sinar UV. bakteri dapat mengalami kematian. [42] Sebagai perbandingan.[41] Sebagai contoh pada manusia. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. gas amoniak. 1 Gy = 100 rad). dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. Bakteri nitrifikasi. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.[5] Sebagai contoh.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[40][5].[42][43] Pada umumnya. hipertensi. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. yaitu kelompok Deinococcaceae. sinar x. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. dan bahkan kanker.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. terutama bakteri. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.bagi pertumbuhan bakteri. katarak.[5] . sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[41] Akan tetapi. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. Bakteri denitrifikasi.

[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. Mesorhizobium. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.Frankia alni.[2] Bidang pangan . seperti bakteri nitrifikasi. and Paracoccus denitrificans.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. Photorhizobium.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. dan Sinorhizobium.[45] Dalam bidang pertanian.[46] Di samping itu.[48][2] Secara umum. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Bradyrhizobium.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. seperti dinitrogen oksida (N2O). akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. Pseudomonas aeruginosa. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.

Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. menghasilkan asam bongkrek.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[49] Clostridium botulinum. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. 3. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. 2.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. 4. Pseudomonas cocovenenans). menghasilkan antibiotik polymixin.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan.[5] . bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. 5. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. 1. penyebab pelendiran makanan.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. 6. penurunan pH. menghasilkan racun botulinin. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. dan pembentukkan gas.

terutama bakteri heterotrof. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. Pada tahap akhir. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.[52] Pada manusia. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[58] Selanjutnya.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[58] Bakteri . seperti karbohidrat. Beberapa jenis bakteri. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. dimulai dari jaringan-jaringan otot. gas hidrogen. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. terutama karbon dan nitrogen.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. Sebagai contoh. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. gas nitrogen. dan lemak.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. salah satunya adalah bakteri. protein. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. seperti asam amino. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.

serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.[2] Beberapa . cari ? Bakteri Escherichia coli.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.

3 Cahaya o 6.[6][7][8][9] Pada umumnya. bakteri berukuran 0. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.4 Radiasi 7 Peranan o 7. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. air.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.1 Suhu o 6. udara. pengobatan. kerangka sel.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . yaitu Thiomargarita.1 Bidang lingkungan o 7.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. bahkan dalam tubuh manusia. seperti sel tumbuhan dan jamur.2 Bidang pangan o 7.2 Kelembaban relatif o 6. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. dan industri.5-5 μm.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).

[13]Akan tetapi. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. erlenmeyer. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Sejak saat itulah. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. terutama bakteri (bakteriologi). Antoni van Leeuwenhoek. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. Ferdinand Cohn. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. Robert Koch.[13] Akan tetapi.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. mulai berkembang.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Walau demikian. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. salah satu bakteri penghasil endospora. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. dimuat dalam Micrographia. dan Robert Koch. dan tabung reaksi.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Selanjutnya. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Robert Koch (1843-1910).

bakteri penyebab penyakit tuberkulosis. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.

meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. melekat dan konjugasi.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. vakuola gas.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. ribosom. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[18] Morfologi bakteri . sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. dan magnetosom.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.

Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. dan usia.[20] . jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika bergerombol o Streptococcus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. (bentuk koma). medium. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus.

tanah.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. udara. permukaan daun. D-Peritrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[2] Habitatnya sangat beragam. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. bakteri dibagi menjadi lima golongan. yaitu:[22][21]      Atrik. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. lingkungan perairan.[22][21] Amfitrik. C-Amfitrik.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. [23] Oleh karena itu. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[22][21] Monotrik. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[22][21] Peritrik.[22][21] Lofotrik. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[24] .[21] Sama seperti struktur kapsul. B-Lofotrik. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. tidak mempunyai flagel.

Thermus aquatiqus, bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia, terutama pada usus besar, diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[5][25] Di samping itu, terdapat pula kelompok bakteri lain, yaitu probiotik, yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[26] Selain di dalam saluran pencernaan, bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit, mata, mulut, dan kaki manusia.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof, yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[27][28][29] Di dalam rongga mulut, bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi, mekanisme metabolisme, dan daya tahan sel yang unik.[2][33][34] Sebagai contoh, Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi, bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur, bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil), kadar air rendah (kelompok xerofil), derajat keasaman pH sangat tinggi, dan rendah.[2]

Pengaruh lingkungan terhadap bakteri
Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu, kelembapan, dan cahaya.[38] Secara umum, terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut, seperti mikroskop optikal, mikroskop elektron, dan atomic force microscope (AFM).[38]

Suhu

Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Khususnya bagi bakteri, suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi, membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya, bakteri dibagi menjadi 4 golongan:
   

Bakteri psikrofil, yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C, dengan suhu optimum 15 °C. Bakteri mesofil, yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C, dengan suhu optimum 25° – 40 °C. Bakteri termofil, yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C, dengan suhu optimum 50 - 65 °C Bakteri hipertermofil, yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 - 114 °C, dengan suhu optimum 88 °C.[2]

Kelembaban relatif
Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity, RH) yang cukup tinggi, kira-kira 85%.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti, misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[2] Sebagai contoh, bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[39]

Deinococcus radiodurans, hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM)

Cahaya
Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[40] Secara umum, bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[40] Akan tetapi, paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal

bagi pertumbuhan bakteri.[40] Teknik penggunaan sinar UV, sinar x, dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[40][5]. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan, terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[5]

Radiasi
Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup, terutama bakteri.[41] Sebagai contoh pada manusia, radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut, katarak, hipertensi, dan bahkan kanker.[41] Akan tetapi, terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi, bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi, yaitu kelompok Deinococcaceae. [42] Sebagai perbandingan, manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy, 1 Gy = 100 rad), sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.000 Gy.[42][43] Pada umumnya, paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi, bakteri dapat mengalami kematian.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[44]

Peranan
Bidang lingkungan
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai, Bakteri nitrifikasi, Bakteri denitrifikasi, dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[5] Sebagai contoh, bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein, karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2, gas amoniak, dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik, beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[5]

[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. and Paracoccus denitrificans.[2] Bidang pangan . Photorhizobium. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. seperti dinitrogen oksida (N2O).[45] Dalam bidang pertanian. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. Mesorhizobium.[46] Di samping itu. dan Sinorhizobium. Bradyrhizobium. seperti bakteri nitrifikasi.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[48][2] Secara umum.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. Pseudomonas aeruginosa.Frankia alni.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.

[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. Pseudomonas cocovenenans). juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.[5] .[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. penyebab pelendiran makanan.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. menghasilkan asam bongkrek. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. 3. 6. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. 5. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. penurunan pH.[49] Clostridium botulinum.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. 1. menghasilkan racun botulinin. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. menghasilkan antibiotik polymixin. Lactobacillus sp.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. dan pembentukkan gas. 4. 2.

[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. protein. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. Beberapa jenis bakteri. terutama karbon dan nitrogen. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. dimulai dari jaringan-jaringan otot.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul.[58] Selanjutnya.[58] Bakteri . beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. gas nitrogen. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. terutama bakteri heterotrof. Pada tahap akhir. dan lemak. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. gas hidrogen. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. salah satunya adalah bakteri. Sebagai contoh.[52] Pada manusia. seperti asam amino. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. seperti karbohidrat.

jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.[2] Beberapa .Dari Wikipedia bahasa Indonesia. cari ? Bakteri Escherichia coli.

tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.2 Kelembaban relatif o 6.3 Cahaya o 6. seperti sel tumbuhan dan jamur. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. bahkan dalam tubuh manusia.1 Suhu o 6.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.1 Bidang lingkungan o 7.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.2 Bidang pangan o 7. bakteri berukuran 0. dan industri. udara. pengobatan.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.4 Radiasi 7 Peranan o 7. yaitu Thiomargarita. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).5-5 μm. air. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). kerangka sel.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.[6][7][8][9] Pada umumnya.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.

Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. Antoni van Leeuwenhoek. Robert Koch. terutama bakteri (bakteriologi). seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. mulai berkembang. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Sejak saat itulah.[13] Akan tetapi.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[14] Robert Koch juga merupakan . ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). Ferdinand Cohn.[13] Selanjutnya. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. dan Robert Koch. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13]Akan tetapi. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. dimuat dalam Micrographia. dan tabung reaksi.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Walau demikian. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Dalam bukunya tersebut. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. erlenmeyer.[13] Robert Koch (1843-1910).

Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.

meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. dan magnetosom.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. vakuola gas. ribosom.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. melekat dan konjugasi.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[18] Morfologi bakteri .[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.

Walaupun secara morfologi berbeda-beda. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral.[20] . jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. dan usia. medium. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika bergerombol o Streptococcus. (bentuk koma).

dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. tidak mempunyai flagel.[22][21] Monotrik.[24] . lingkungan perairan.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[21] Sama seperti struktur kapsul. C-Amfitrik. D-Peritrik. [23] Oleh karena itu. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. bakteri dibagi menjadi lima golongan. permukaan daun. udara. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[2] Habitatnya sangat beragam. yaitu:[22][21]      Atrik.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. B-Lofotrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[22][21] Peritrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. tanah.[22][21] Amfitrik.[22][21] Lofotrik. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.

[5][25] Di samping itu.[2][33][34] Sebagai contoh. yaitu probiotik.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.Thermus aquatiqus. terutama pada usus besar.[38] Suhu .[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. kadar air rendah (kelompok xerofil). seperti mikroskop optikal.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. dan daya tahan sel yang unik. kelembapan. dan rendah.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[26] Selain di dalam saluran pencernaan. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. derajat keasaman pH sangat tinggi. mikroskop elektron. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. mekanisme metabolisme. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. mata.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. dan cahaya. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . terdapat pula kelompok bakteri lain. dan atomic force microscope (AFM).[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. mulut. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[38] Secara umum. dan kaki manusia.

65 °C Bakteri hipertermofil.[2] Khususnya bagi bakteri. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.[39] Deinococcus radiodurans. dengan suhu optimum 88 °C. dengan suhu optimum 15 °C. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. Bakteri mesofil. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.114 °C. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[2] Sebagai contoh. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. dengan suhu optimum 50 . RH) yang cukup tinggi.[40] Akan tetapi. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. Bakteri termofil. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[40] Secara umum.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. kira-kira 85%.

[40][5].[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. hipertensi. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.bagi pertumbuhan bakteri. bakteri dapat mengalami kematian.[41] Akan tetapi. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. katarak. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. Bakteri denitrifikasi. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[5] Sebagai contoh. 1 Gy = 100 rad).[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. Bakteri nitrifikasi.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.[5] . beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. yaitu kelompok Deinococcaceae.000 Gy.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[41] Sebagai contoh pada manusia.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. dan bahkan kanker. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. terutama bakteri.[40] Teknik penggunaan sinar UV. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. gas amoniak.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. [42] Sebagai perbandingan. sinar x.[42][43] Pada umumnya.

Frankia alni, salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen, seperti bakteri nitrifikasi.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[45] Dalam bidang pertanian, nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai, akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri, Pseudomonas aeruginosa, and Paracoccus denitrificans.[46] Di samping itu, reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain, seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme, tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2- yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[48][2] Secara umum, kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia, termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium, Bradyrhizobium, Mesorhizobium, Photorhizobium, dan Sinorhizobium.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum, yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[2]

Bidang pangan

Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama, juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. Lactobacillus sp. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis

Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[49] Clostridium botulinum, menghasilkan racun botulinin, seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:
 

Burkholderia gladioli (sin. Pseudomonas cocovenenans), menghasilkan asam bongkrek, terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides, penyebab pelendiran makanan, penurunan pH, dan pembentukkan gas.[51]

Bidang kesehatan
Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan, bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:
    

Streptomyces griseus, menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens, menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae, menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium, menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa, menghasilkan antibiotik polymixin.[5]

Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik, banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[52] Pada manusia, beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus, Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC, dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak, seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[56]

Dekomposisi

Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme, salah satunya adalah bakteri. Beberapa jenis bakteri, terutama bakteri heterotrof, mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. Sebagai contoh, enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana, seperti asam amino.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur, terutama karbon dan nitrogen, ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia, dimulai dari jaringan-jaringan otot.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[58] Selanjutnya, asam amino akan diubah menjadi asam asetat, gas hidrogen, gas nitrogen, dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. Pada tahap akhir, semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[58]

Bakteri

[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). cari ? Bakteri Escherichia coli. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Beberapa .

yaitu Thiomargarita.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. air.2 Kelembaban relatif o 6.1 Suhu o 6. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.5-5 μm.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. bakteri berukuran 0.[6][7][8][9] Pada umumnya. dan industri. udara.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.1 Bidang lingkungan o 7. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.4 Radiasi 7 Peranan o 7. kerangka sel. seperti sel tumbuhan dan jamur. bahkan dalam tubuh manusia.3 Cahaya o 6.2 Bidang pangan o 7.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. pengobatan. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).

[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. erlenmeyer. dan tabung reaksi.[13] Walau demikian. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. salah satu bakteri penghasil endospora. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Sejak saat itulah. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Dalam bukunya tersebut.[13]Akan tetapi. dimuat dalam Micrographia. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Akan tetapi.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[5] Robert Hooke (1635-1703). seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. Robert Koch. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. Ferdinand Cohn. Antoni van Leeuwenhoek. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. dan Robert Koch. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. mulai berkembang.[14] Robert Koch juga merupakan . perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. terutama bakteri (bakteriologi).[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Selanjutnya. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.

[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  . sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.

[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. melekat dan konjugasi. ribosom.[18] Morfologi bakteri . dan magnetosom.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. vakuola gas.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.

jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. medium. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus.[20] . yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika bergerombol o Streptococcus. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. (bentuk koma). dan usia. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya.

[21] Sama seperti struktur kapsul.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[24] .[22][21] Peritrik. bakteri dibagi menjadi lima golongan. C-Amfitrik.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. udara. B-Lofotrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. lingkungan perairan. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. [23] Oleh karena itu.[22][21] Monotrik. tanah. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. yaitu:[22][21]      Atrik. D-Peritrik.[22][21] Lofotrik. tidak mempunyai flagel. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[22][21] Amfitrik. permukaan daun. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[2] Habitatnya sangat beragam. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.

mata.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. yaitu probiotik. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. mekanisme metabolisme. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. dan rendah.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. dan atomic force microscope (AFM).[5][25] Di samping itu. dan daya tahan sel yang unik. mulut.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. dan cahaya.[2][33][34] Sebagai contoh.[38] Suhu . diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[27][28][29] Di dalam rongga mulut.Thermus aquatiqus.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. terutama pada usus besar. kelembapan.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. terdapat pula kelompok bakteri lain. dan kaki manusia. seperti mikroskop optikal. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). derajat keasaman pH sangat tinggi. kadar air rendah (kelompok xerofil). mikroskop elektron.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[38] Secara umum.

bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[40] Akan tetapi.[2] Khususnya bagi bakteri. Bakteri termofil. kira-kira 85%.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . RH) yang cukup tinggi. dengan suhu optimum 15 °C.[2] Sebagai contoh. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. dengan suhu optimum 50 .[40] Secara umum.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. Bakteri mesofil.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[39] Deinococcus radiodurans.114 °C.65 °C Bakteri hipertermofil. dengan suhu optimum 88 °C.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.

[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. Bakteri denitrifikasi.[41] Sebagai contoh pada manusia. [42] Sebagai perbandingan.bagi pertumbuhan bakteri.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[5] . katarak. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. dan bahkan kanker.000 Gy. yaitu kelompok Deinococcaceae. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[40] Teknik penggunaan sinar UV. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. terutama bakteri. sinar x.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. bakteri dapat mengalami kematian.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.[5] Sebagai contoh. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. 1 Gy = 100 rad). Bakteri nitrifikasi.[41] Akan tetapi. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[40][5]. hipertensi.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[42][43] Pada umumnya. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. gas amoniak. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.

and Paracoccus denitrificans.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. dan Sinorhizobium. Pseudomonas aeruginosa.[48][2] Secara umum. Photorhizobium. Mesorhizobium. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.Frankia alni. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[45] Dalam bidang pertanian. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). Bradyrhizobium.[2] Bidang pangan . nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. seperti bakteri nitrifikasi.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). seperti dinitrogen oksida (N2O). salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[46] Di samping itu.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.

menghasilkan asam bongkrek. 3. 1. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. penurunan pH. penyebab pelendiran makanan.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. menghasilkan racun botulinin. 5.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. Lactobacillus sp. 6. 4.[5] . Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. menghasilkan antibiotik polymixin.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. 2. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.[49] Clostridium botulinum. dan pembentukkan gas. Pseudomonas cocovenenans).[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.

asam amino akan diubah menjadi asam asetat. Beberapa jenis bakteri. terutama bakteri heterotrof. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. Pada tahap akhir. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. salah satunya adalah bakteri.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. gas nitrogen. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. terutama karbon dan nitrogen.[58] Bakteri . ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.[52] Pada manusia. gas hidrogen.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. protein. seperti asam amino. dimulai dari jaringan-jaringan otot. dan lemak.[58] Selanjutnya.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. seperti karbohidrat. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. Sebagai contoh.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.[2] Beberapa .[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. cari ? Bakteri Escherichia coli.

air.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. pengobatan. seperti sel tumbuhan dan jamur.2 Bidang pangan o 7. bakteri berukuran 0.3 Cahaya o 6. bahkan dalam tubuh manusia.1 Suhu o 6. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. kerangka sel.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. yaitu Thiomargarita. udara.1 Bidang lingkungan o 7.5-5 μm. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). dan industri. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.4 Radiasi 7 Peranan o 7.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.2 Kelembaban relatif o 6.[6][7][8][9] Pada umumnya. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .

mulai berkembang. Robert Koch. dimuat dalam Micrographia. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. Ferdinand Cohn.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. terutama bakteri (bakteriologi). ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. dan tabung reaksi.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[5] Robert Hooke (1635-1703).[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. dan Robert Koch. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13]Akan tetapi. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". erlenmeyer.[13] Selanjutnya. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Dalam bukunya tersebut. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Akan tetapi. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Walau demikian.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Sejak saat itulah. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.

sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.

seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. vakuola gas.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. dan magnetosom.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. ribosom.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. Hans Christian Gram pada tahun 1884. melekat dan konjugasi.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[18] Morfologi bakteri .[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.

(bentuk koma). medium. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus.[20] . bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. dan usia. jika bergerombol o Streptococcus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jka berganda dua-dua o Tetracoccus.

[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[22][21] Monotrik. B-Lofotrik. D-Peritrik. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. tanah.[22][21] Amfitrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. udara. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. lingkungan perairan. permukaan daun.[22][21] Peritrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[21] Sama seperti struktur kapsul.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. C-Amfitrik.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. tidak mempunyai flagel.[2] Habitatnya sangat beragam. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Lofotrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. yaitu:[22][21]      Atrik. [23] Oleh karena itu.[24] .

dan atomic force microscope (AFM). mata. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. kelembapan. dan kaki manusia.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[38] Secara umum.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. dan rendah. dan daya tahan sel yang unik. seperti mikroskop optikal. mulut. mikroskop elektron. kadar air rendah (kelompok xerofil).[5][25] Di samping itu. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . terutama pada usus besar.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). mekanisme metabolisme.[2][33][34] Sebagai contoh. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. terdapat pula kelompok bakteri lain. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. yaitu probiotik. dan cahaya.Thermus aquatiqus. derajat keasaman pH sangat tinggi.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[38] Suhu . adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).

yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[2] Sebagai contoh.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. Bakteri termofil.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[39] Deinococcus radiodurans. dengan suhu optimum 50 . dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[40] Akan tetapi. dengan suhu optimum 88 °C.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. RH) yang cukup tinggi. kira-kira 85%. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.114 °C.65 °C Bakteri hipertermofil. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[40] Secara umum. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[2] Khususnya bagi bakteri.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. dengan suhu optimum 15 °C.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. Bakteri mesofil.

[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. dan bahkan kanker. gas amoniak. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. sinar x.000 Gy. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[41] Sebagai contoh pada manusia.[40] Teknik penggunaan sinar UV.[42][43] Pada umumnya. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. yaitu kelompok Deinococcaceae.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. terutama bakteri.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.[41] Akan tetapi. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. Bakteri denitrifikasi. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[5] Sebagai contoh. katarak. 1 Gy = 100 rad).bagi pertumbuhan bakteri. [42] Sebagai perbandingan.[5] . sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[40][5]. bakteri dapat mengalami kematian. Bakteri nitrifikasi. hipertensi. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.

yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. Pseudomonas aeruginosa.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[45] Dalam bidang pertanian.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). Mesorhizobium.Frankia alni. seperti dinitrogen oksida (N2O).yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[2] Bidang pangan . nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[46] Di samping itu. dan Sinorhizobium.[48][2] Secara umum.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. Bradyrhizobium. and Paracoccus denitrificans.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. Photorhizobium.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. seperti bakteri nitrifikasi.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.

menghasilkan asam bongkrek.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. Pseudomonas cocovenenans).[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[5] . menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.[49] Clostridium botulinum.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. 4. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. 1. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. 5. 6. 2. dan pembentukkan gas. menghasilkan racun botulinin. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. 3. penyebab pelendiran makanan. Lactobacillus sp.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. menghasilkan antibiotik polymixin. penurunan pH. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.

Beberapa jenis bakteri. protein. gas nitrogen.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. gas hidrogen. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. seperti karbohidrat. Pada tahap akhir. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. salah satunya adalah bakteri. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[58] Bakteri . mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen.[58] Selanjutnya. terutama bakteri heterotrof. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. dan lemak. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. seperti asam amino. Sebagai contoh. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. dimulai dari jaringan-jaringan otot.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. terutama karbon dan nitrogen.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.[52] Pada manusia.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme.

serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. cari ? Bakteri Escherichia coli. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.[2] Beberapa .[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.

[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.5-5 μm.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. pengobatan. bakteri berukuran 0.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. yaitu Thiomargarita.4 Radiasi 7 Peranan o 7.2 Kelembaban relatif o 6.2 Bidang pangan o 7.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. bahkan dalam tubuh manusia.1 Suhu o 6.[6][7][8][9] Pada umumnya. air.1 Bidang lingkungan o 7. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).3 Cahaya o 6. udara. dan industri. kerangka sel. seperti sel tumbuhan dan jamur.

seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. Antoni van Leeuwenhoek.[14] Robert Koch juga merupakan . mulai berkembang.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. erlenmeyer. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Dalam bukunya tersebut. Robert Koch.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. dimuat dalam Micrographia. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Sejak saat itulah.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. dan Robert Koch.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13]Akan tetapi. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Akan tetapi. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Walau demikian. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. Ferdinand Cohn.[5] Robert Hooke (1635-1703). dan tabung reaksi.[13] Selanjutnya. salah satu bakteri penghasil endospora. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. terutama bakteri (bakteriologi).

Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.

Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[18] Morfologi bakteri . sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. dan magnetosom. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. melekat dan konjugasi. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. ribosom.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. vakuola gas. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.

(bentuk koma). jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina.[20] . jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. dan usia. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. medium. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika bergerombol o Streptococcus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus.

permukaan daun. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. tanah. [23] Oleh karena itu. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[22][21] Amfitrik. bakteri dibagi menjadi lima golongan. B-Lofotrik. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[22][21] Peritrik. yaitu:[22][21]      Atrik. tidak mempunyai flagel. C-Amfitrik. D-Peritrik.[24] .[21] Sama seperti struktur kapsul.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. lingkungan perairan. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[22][21] Lofotrik.[2] Habitatnya sangat beragam. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. udara.[22][21] Monotrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.

[38] Suhu . terdapat pula kelompok bakteri lain. dan cahaya. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. terutama pada usus besar. mata.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. dan kaki manusia. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. mulut.[38] Secara umum.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. dan atomic force microscope (AFM). dan daya tahan sel yang unik. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. mikroskop elektron. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. seperti mikroskop optikal.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). mekanisme metabolisme. derajat keasaman pH sangat tinggi.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.Thermus aquatiqus.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. dan rendah.[5][25] Di samping itu. yaitu probiotik. kelembapan.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. kadar air rendah (kelompok xerofil).[2][33][34] Sebagai contoh. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.

dengan suhu optimum 15 °C. dengan suhu optimum 50 . hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.[39] Deinococcus radiodurans.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. kira-kira 85%.[2] Khususnya bagi bakteri. Bakteri mesofil. dengan suhu optimum 88 °C. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[2] Sebagai contoh. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[40] Secara umum.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.114 °C. RH) yang cukup tinggi. Bakteri termofil.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.65 °C Bakteri hipertermofil. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[40] Akan tetapi.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.

000 Gy. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[40][5]. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. sinar x.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. Bakteri nitrifikasi.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.bagi pertumbuhan bakteri.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. bakteri dapat mengalami kematian. gas amoniak. dan bahkan kanker.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. Bakteri denitrifikasi.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. yaitu kelompok Deinococcaceae.[41] Akan tetapi. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. hipertensi.[5] Sebagai contoh. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. terutama bakteri.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. [42] Sebagai perbandingan.[42][43] Pada umumnya.[5] . terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[41] Sebagai contoh pada manusia.[40] Teknik penggunaan sinar UV. katarak.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. 1 Gy = 100 rad). dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.

Photorhizobium.Frankia alni. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Bradyrhizobium.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[46] Di samping itu.[45] Dalam bidang pertanian.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. and Paracoccus denitrificans.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. Mesorhizobium. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. seperti dinitrogen oksida (N2O). kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[48][2] Secara umum.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Bidang pangan . Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. seperti bakteri nitrifikasi. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. Pseudomonas aeruginosa.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). dan Sinorhizobium.

menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. 2.[49] Clostridium botulinum.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan antibiotik polymixin. penurunan pH.[5] .[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. 4. dan pembentukkan gas. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. penyebab pelendiran makanan. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. menghasilkan asam bongkrek. Pseudomonas cocovenenans). seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. Lactobacillus sp. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. menghasilkan racun botulinin.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. 5. 3. 1. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. 6.

gas nitrogen.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. dimulai dari jaringan-jaringan otot. salah satunya adalah bakteri. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. Beberapa jenis bakteri. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. seperti asam amino. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. seperti karbohidrat.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. protein. gas hidrogen. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana.[52] Pada manusia.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. Pada tahap akhir. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. Sebagai contoh. dan lemak. terutama bakteri heterotrof.[58] Bakteri .[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul.[58] Selanjutnya.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. terutama karbon dan nitrogen.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. cari ? Bakteri Escherichia coli.[2] Beberapa . jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.

tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. seperti sel tumbuhan dan jamur. yaitu Thiomargarita. kerangka sel.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.1 Suhu o 6. pengobatan.2 Bidang pangan o 7.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. bahkan dalam tubuh manusia. air.2 Kelembaban relatif o 6.5-5 μm.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.4 Radiasi 7 Peranan o 7.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. bakteri berukuran 0.3 Cahaya o 6. dan industri. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .[6][7][8][9] Pada umumnya.1 Bidang lingkungan o 7. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). udara.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.

[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Robert Koch (1843-1910). yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Selanjutnya. dimuat dalam Micrographia. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. dan tabung reaksi. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Akan tetapi. dan Robert Koch. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. Ferdinand Cohn. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. mulai berkembang. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. Antoni van Leeuwenhoek. Robert Koch. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Walau demikian. erlenmeyer.[13] Dalam bukunya tersebut. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13]Akan tetapi. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[14] Robert Koch juga merupakan . ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Sejak saat itulah. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".

orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini, Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch, sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13]

Robert Hooke

Antoni van Leeuwenhoek

Ferdinand Cohn

Robert Koch

Struktur sel
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri

Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya, semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti, meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya, yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat, sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark, Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak, melekat dan konjugasi.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit, seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Bakteri juga memiliki kromosom, ribosom, dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan, vakuola gas, dan magnetosom.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi, dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[18]

Morfologi bakteri

Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu:

Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus, jika kecil dan tunggal o Diplococcus, jka berganda dua-dua o Tetracoccus, jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina, jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus, jika bergerombol o Streptococcus, jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus, jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus, jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio, (bentuk koma), jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral, jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete, jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel.

Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, medium, dan usia. Walaupun secara morfologi berbeda-beda, bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya.[20]

[22][21] Lofotrik. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[21] Sama seperti struktur kapsul.[22][21] Peritrik. lingkungan perairan.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[24] . udara. [23] Oleh karena itu. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. C-Amfitrik. bakteri dibagi menjadi lima golongan. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[22][21] Amfitrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. yaitu:[22][21]      Atrik.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. tanah. tidak mempunyai flagel. D-Peritrik.[2] Habitatnya sangat beragam. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[22][21] Monotrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. B-Lofotrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. permukaan daun.

terdapat pula kelompok bakteri lain. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[2][33][34] Sebagai contoh.[38] Secara umum.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. dan daya tahan sel yang unik. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. dan kaki manusia. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[38] Suhu . terutama pada usus besar.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. dan cahaya. dan rendah.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. mulut. mekanisme metabolisme. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).Thermus aquatiqus.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. derajat keasaman pH sangat tinggi.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. dan atomic force microscope (AFM). Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. yaitu probiotik. kadar air rendah (kelompok xerofil).[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. mata. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. kelembapan.[5][25] Di samping itu. mikroskop elektron.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. seperti mikroskop optikal. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.

yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . Bakteri termofil.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. dengan suhu optimum 88 °C.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. kira-kira 85%. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[39] Deinococcus radiodurans. dengan suhu optimum 50 .[40] Secara umum.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. dengan suhu optimum 15 °C.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[2] Khususnya bagi bakteri.[2] Sebagai contoh.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[40] Akan tetapi. RH) yang cukup tinggi.65 °C Bakteri hipertermofil. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.114 °C. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. Bakteri mesofil. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.

[5] . terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. hipertensi. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. yaitu kelompok Deinococcaceae. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. gas amoniak. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. bakteri dapat mengalami kematian. dan bahkan kanker. Bakteri nitrifikasi.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[41] Sebagai contoh pada manusia.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. 1 Gy = 100 rad).[42][43] Pada umumnya.bagi pertumbuhan bakteri. [42] Sebagai perbandingan. terutama bakteri.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. Bakteri denitrifikasi.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[5] Sebagai contoh.000 Gy. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. sinar x. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[41] Akan tetapi.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[40][5]. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. katarak.[40] Teknik penggunaan sinar UV.

[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[45] Dalam bidang pertanian.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[46] Di samping itu. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. Mesorhizobium. Bradyrhizobium. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[2] Bidang pangan . kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. Photorhizobium.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). Pseudomonas aeruginosa. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. seperti dinitrogen oksida (N2O). and Paracoccus denitrificans. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[48][2] Secara umum. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. seperti bakteri nitrifikasi. dan Sinorhizobium.Frankia alni.

2. 1.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. dan pembentukkan gas.[49] Clostridium botulinum. 5. 3.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. 4. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. Lactobacillus sp. Pseudomonas cocovenenans). menghasilkan racun botulinin. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[5] . bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. menghasilkan asam bongkrek.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. penyebab pelendiran makanan.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. menghasilkan antibiotik polymixin. 6. penurunan pH.

asam amino akan diubah menjadi asam asetat. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. dan lemak.[52] Pada manusia. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. seperti asam amino. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. terutama karbon dan nitrogen.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. protein. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. seperti karbohidrat. gas nitrogen. Sebagai contoh.[58] Bakteri . Beberapa jenis bakteri. Pada tahap akhir. terutama bakteri heterotrof.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. dimulai dari jaringan-jaringan otot. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana.[58] Selanjutnya.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. gas hidrogen. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. salah satunya adalah bakteri.

[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. cari ? Bakteri Escherichia coli. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.[2] Beberapa .Dari Wikipedia bahasa Indonesia. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.

kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.[6][7][8][9] Pada umumnya. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .5-5 μm. bahkan dalam tubuh manusia.3 Cahaya o 6. seperti sel tumbuhan dan jamur. bakteri berukuran 0. dan industri. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.4 Radiasi 7 Peranan o 7. udara. yaitu Thiomargarita.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.1 Suhu o 6. pengobatan.1 Bidang lingkungan o 7. air.2 Kelembaban relatif o 6.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. kerangka sel.2 Bidang pangan o 7.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.

[13] Selanjutnya.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[5] Robert Hooke (1635-1703). dan tabung reaksi. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. erlenmeyer. dimuat dalam Micrographia. Ferdinand Cohn. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Sejak saat itulah. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. Robert Koch. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. salah satu bakteri penghasil endospora. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Akan tetapi.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". mulai berkembang. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13]Akan tetapi.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Walau demikian. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. dan Robert Koch.[14] Robert Koch juga merupakan . ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. Antoni van Leeuwenhoek. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.

Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.

vakuola gas.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. dan magnetosom. ribosom. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[18] Morfologi bakteri .[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. melekat dan konjugasi. Hans Christian Gram pada tahun 1884.

jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. medium. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. (bentuk koma). jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. dan usia.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika bergerombol o Streptococcus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda.[20] . jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus.

[2] Habitatnya sangat beragam.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. udara. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. C-Amfitrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. yaitu:[22][21]      Atrik. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. tidak mempunyai flagel. tanah.[21] Sama seperti struktur kapsul. [23] Oleh karena itu. B-Lofotrik. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[22][21] Amfitrik. permukaan daun. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. D-Peritrik. lingkungan perairan.[24] . mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Lofotrik.[22][21] Peritrik. bakteri dibagi menjadi lima golongan. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[22][21] Monotrik.

yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. dan cahaya.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. terdapat pula kelompok bakteri lain. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[38] Secara umum. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. mekanisme metabolisme.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. dan daya tahan sel yang unik.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. mikroskop elektron. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. derajat keasaman pH sangat tinggi.[5][25] Di samping itu. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. mata.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. mulut.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[38] Suhu .Thermus aquatiqus.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. yaitu probiotik. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). terutama pada usus besar.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. dan atomic force microscope (AFM).[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[2][33][34] Sebagai contoh.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). dan kaki manusia. seperti mikroskop optikal. dan rendah. kelembapan. kadar air rendah (kelompok xerofil).[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.

yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. dengan suhu optimum 15 °C. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[2] Khususnya bagi bakteri. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.114 °C.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[2] Sebagai contoh. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[39] Deinococcus radiodurans.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.65 °C Bakteri hipertermofil.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. kira-kira 85%.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. dengan suhu optimum 50 .[40] Secara umum. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . dengan suhu optimum 88 °C. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. Bakteri mesofil.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[40] Akan tetapi. RH) yang cukup tinggi. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. Bakteri termofil.

[42] Sebagai perbandingan. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.bagi pertumbuhan bakteri. dan bahkan kanker.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.[5] .[42][43] Pada umumnya. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. katarak. yaitu kelompok Deinococcaceae.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. Bakteri denitrifikasi. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. sinar x.[40] Teknik penggunaan sinar UV. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. 1 Gy = 100 rad). hipertensi. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. bakteri dapat mengalami kematian.[41] Akan tetapi.[5] Sebagai contoh. terutama bakteri. gas amoniak. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.000 Gy.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. Bakteri nitrifikasi. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[41] Sebagai contoh pada manusia.[40][5]. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.

Frankia alni.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. Pseudomonas aeruginosa. dan Sinorhizobium. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. Photorhizobium.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). seperti bakteri nitrifikasi.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[48][2] Secara umum. Mesorhizobium.[2] Bidang pangan . termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. and Paracoccus denitrificans. seperti dinitrogen oksida (N2O). salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[45] Dalam bidang pertanian.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[46] Di samping itu.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. Bradyrhizobium.

Pseudomonas cocovenenans). Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. 5. menghasilkan antibiotik polymixin. Lactobacillus sp. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. menghasilkan asam bongkrek. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No.[49] Clostridium botulinum. 4.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. penurunan pH. 3. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. 2.[5] .[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan racun botulinin.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. 1. penyebab pelendiran makanan. dan pembentukkan gas. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. 6. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.

gas nitrogen. protein.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. seperti karbohidrat.[52] Pada manusia.[58] Bakteri . Beberapa jenis bakteri.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. seperti asam amino.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. Sebagai contoh.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[58] Selanjutnya.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. dimulai dari jaringan-jaringan otot. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. Pada tahap akhir. dan lemak. salah satunya adalah bakteri. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. terutama bakteri heterotrof.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. terutama karbon dan nitrogen.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. gas hidrogen. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.

[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. cari ? Bakteri Escherichia coli. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.Dari Wikipedia bahasa Indonesia.[2] Beberapa . jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.

dan industri. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. bahkan dalam tubuh manusia.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.4 Radiasi 7 Peranan o 7.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.1 Bidang lingkungan o 7.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .3 Cahaya o 6. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.1 Suhu o 6.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.[6][7][8][9] Pada umumnya. udara. seperti sel tumbuhan dan jamur. pengobatan.2 Bidang pangan o 7.5-5 μm.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. kerangka sel. yaitu Thiomargarita.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).2 Kelembaban relatif o 6. bakteri berukuran 0. air.

[13] Akan tetapi.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. mulai berkembang. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. dimuat dalam Micrographia.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. Antoni van Leeuwenhoek. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[13] Walau demikian.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13]Akan tetapi. dan tabung reaksi.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. Robert Koch. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. terutama bakteri (bakteriologi). Bakteri merupakan organisme mikroskopik. dan Robert Koch.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Selanjutnya. erlenmeyer. salah satu bakteri penghasil endospora. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Sejak saat itulah.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. Ferdinand Cohn.[5] Robert Hooke (1635-1703).

[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  . sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.

seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. vakuola gas. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[18] Morfologi bakteri . ribosom.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. melekat dan konjugasi. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. dan magnetosom.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.

jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. medium. (bentuk koma). jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus.[20] . yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. dan usia. jika bergerombol o Streptococcus. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya.

B-Lofotrik. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. [23] Oleh karena itu. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. D-Peritrik.[21] Sama seperti struktur kapsul. lingkungan perairan. yaitu:[22][21]      Atrik. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[22][21] Amfitrik.[22][21] Peritrik. udara.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[2] Habitatnya sangat beragam. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. C-Amfitrik. tanah. tidak mempunyai flagel. permukaan daun. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[22][21] Lofotrik. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[22][21] Monotrik.[24] . Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.

bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). mulut. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[26] Selain di dalam saluran pencernaan. dan kaki manusia. dan daya tahan sel yang unik.[2][33][34] Sebagai contoh. mata. mekanisme metabolisme. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. terdapat pula kelompok bakteri lain.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. dan atomic force microscope (AFM). bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[38] Suhu . diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . mikroskop elektron. dan rendah.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.Thermus aquatiqus. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. terutama pada usus besar.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[5][25] Di samping itu. dan cahaya.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. kelembapan.[38] Secara umum. kadar air rendah (kelompok xerofil).[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). derajat keasaman pH sangat tinggi. yaitu probiotik.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. seperti mikroskop optikal.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.

kira-kira 85%. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. dengan suhu optimum 50 . dengan suhu optimum 15 °C.[2] Sebagai contoh.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. Bakteri termofil. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.65 °C Bakteri hipertermofil.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[40] Akan tetapi. dengan suhu optimum 88 °C. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.[2] Khususnya bagi bakteri. Bakteri mesofil. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[40] Secara umum.[39] Deinococcus radiodurans. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.114 °C. RH) yang cukup tinggi.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.

[5] . katarak.[41] Sebagai contoh pada manusia.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. terutama bakteri. gas amoniak. [42] Sebagai perbandingan.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[40][5]. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[40] Teknik penggunaan sinar UV. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. yaitu kelompok Deinococcaceae.[5] Sebagai contoh. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.000 Gy. sinar x.[41] Akan tetapi.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. Bakteri nitrifikasi. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[42][43] Pada umumnya.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. dan bahkan kanker.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. 1 Gy = 100 rad). Bakteri denitrifikasi.bagi pertumbuhan bakteri. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. bakteri dapat mengalami kematian. hipertensi.

Bradyrhizobium.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Pseudomonas aeruginosa.[2] Bidang pangan .[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[48][2] Secara umum. Photorhizobium.[46] Di samping itu.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.Frankia alni. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. dan Sinorhizobium. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. and Paracoccus denitrificans.[45] Dalam bidang pertanian. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. Mesorhizobium.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). seperti bakteri nitrifikasi. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.

menghasilkan racun botulinin. 2. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[5] . Lactobacillus sp. penurunan pH. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No.[49] Clostridium botulinum. penyebab pelendiran makanan. 1. 4. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. 3.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. menghasilkan antibiotik polymixin. menghasilkan asam bongkrek. 5. dan pembentukkan gas. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. 6.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. Pseudomonas cocovenenans).

[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. seperti asam amino. Sebagai contoh. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. Beberapa jenis bakteri. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[58] Bakteri . Pada tahap akhir. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. gas hidrogen. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. seperti karbohidrat. protein.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. terutama karbon dan nitrogen. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. terutama bakteri heterotrof. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.[52] Pada manusia. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. gas nitrogen. salah satunya adalah bakteri. dan lemak. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[58] Selanjutnya. dimulai dari jaringan-jaringan otot.

jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Beberapa . salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).Dari Wikipedia bahasa Indonesia. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. cari ? Bakteri Escherichia coli.

dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. bakteri berukuran 0.1 Bidang lingkungan o 7.1 Suhu o 6. yaitu Thiomargarita.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. bahkan dalam tubuh manusia. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. seperti sel tumbuhan dan jamur.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.4 Radiasi 7 Peranan o 7. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. pengobatan. kerangka sel.[6][7][8][9] Pada umumnya.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. air.5-5 μm. dan industri.2 Bidang pangan o 7. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.3 Cahaya o 6. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.2 Kelembaban relatif o 6. udara.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.

[13] Robert Koch (1843-1910). diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Akan tetapi.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13]Akan tetapi. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. dimuat dalam Micrographia.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. Antoni van Leeuwenhoek. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. erlenmeyer. Ferdinand Cohn.[5] Robert Hooke (1635-1703). tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. dan tabung reaksi.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Sejak saat itulah.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Walau demikian. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. mulai berkembang.[13] Selanjutnya.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. terutama bakteri (bakteriologi). berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. dan Robert Koch. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[14] Robert Koch juga merupakan . Bakteri merupakan organisme mikroskopik. Robert Koch.

Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.

Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. ribosom. vakuola gas. dan magnetosom.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[18] Morfologi bakteri .[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. Hans Christian Gram pada tahun 1884. melekat dan konjugasi.

jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika bergerombol o Streptococcus. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. medium.[20] . dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jka berganda dua-dua o Tetracoccus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. (bentuk koma). jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. dan usia.

kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. [23] Oleh karena itu. C-Amfitrik.[22][21] Lofotrik.[22][21] Amfitrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. B-Lofotrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. udara.[21] Sama seperti struktur kapsul. D-Peritrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[24] .[22][21] Monotrik. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. lingkungan perairan.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. permukaan daun.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[2] Habitatnya sangat beragam.[22][21] Peritrik. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. tanah. yaitu:[22][21]      Atrik. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. tidak mempunyai flagel.

[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.Thermus aquatiqus.[38] Suhu . dan cahaya. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . terdapat pula kelompok bakteri lain.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. yaitu probiotik. dan rendah. kadar air rendah (kelompok xerofil).[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. seperti mikroskop optikal. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[2][33][34] Sebagai contoh. mikroskop elektron. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[5][25] Di samping itu. mata. terutama pada usus besar. kelembapan. dan daya tahan sel yang unik. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. mulut.[38] Secara umum. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. dan atomic force microscope (AFM). derajat keasaman pH sangat tinggi.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. mekanisme metabolisme.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[27][28][29] Di dalam rongga mulut. dan kaki manusia.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.

[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. dengan suhu optimum 50 .Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[2] Khususnya bagi bakteri. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. kira-kira 85%. dengan suhu optimum 88 °C. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[39] Deinococcus radiodurans.[40] Secara umum.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. Bakteri termofil.114 °C. dengan suhu optimum 15 °C.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. RH) yang cukup tinggi. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Sebagai contoh. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[40] Akan tetapi. Bakteri mesofil.65 °C Bakteri hipertermofil. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.

yaitu kelompok Deinococcaceae. 1 Gy = 100 rad). dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. [42] Sebagai perbandingan. gas amoniak. katarak.[40] Teknik penggunaan sinar UV.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[41] Akan tetapi.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[40][5]. Bakteri nitrifikasi. terutama bakteri. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. dan bahkan kanker.bagi pertumbuhan bakteri. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. hipertensi.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. sinar x. bakteri dapat mengalami kematian.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[42][43] Pada umumnya. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[5] . Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[5] Sebagai contoh. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.000 Gy. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. Bakteri denitrifikasi.[41] Sebagai contoh pada manusia. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.

Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Mesorhizobium.[2] Bidang pangan . Photorhizobium.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. seperti dinitrogen oksida (N2O).Frankia alni.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. Pseudomonas aeruginosa.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. and Paracoccus denitrificans. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[45] Dalam bidang pertanian. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. Bradyrhizobium. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[46] Di samping itu.[48][2] Secara umum. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. seperti bakteri nitrifikasi.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). dan Sinorhizobium.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.

Lactobacillus sp.[49] Clostridium botulinum. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. 3. 4. penyebab pelendiran makanan. dan pembentukkan gas.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. Pseudomonas cocovenenans). menghasilkan asam bongkrek. 1. penurunan pH. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.[5] .Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. 5.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. menghasilkan antibiotik polymixin. menghasilkan racun botulinin. 2. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. 6. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin.

ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. gas nitrogen. seperti karbohidrat.[58] Bakteri . banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[52] Pada manusia.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. gas hidrogen. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. salah satunya adalah bakteri.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. dan lemak.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. protein. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. terutama bakteri heterotrof. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. dimulai dari jaringan-jaringan otot. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.[58] Selanjutnya.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. Sebagai contoh. Beberapa jenis bakteri. terutama karbon dan nitrogen. seperti asam amino.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. Pada tahap akhir.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). cari ? Bakteri Escherichia coli.[2] Beberapa .

[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. seperti sel tumbuhan dan jamur. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. bakteri berukuran 0. kerangka sel.4 Radiasi 7 Peranan o 7.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. udara. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. air.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.1 Bidang lingkungan o 7.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. pengobatan.1 Suhu o 6. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). yaitu Thiomargarita.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .5-5 μm. dan industri.2 Kelembaban relatif o 6. bahkan dalam tubuh manusia.2 Bidang pangan o 7.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).3 Cahaya o 6.[6][7][8][9] Pada umumnya.

tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. dan tabung reaksi.[13] Sejak saat itulah. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. Robert Koch.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. mulai berkembang. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Selanjutnya.[13] Walau demikian.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. terutama bakteri (bakteriologi). Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13]Akan tetapi. dimuat dalam Micrographia. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. salah satu bakteri penghasil endospora. dan Robert Koch. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Akan tetapi.[13] Dalam bukunya tersebut. erlenmeyer.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. Antoni van Leeuwenhoek.[14] Robert Koch juga merupakan . Ferdinand Cohn. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.

orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  . Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.

melekat dan konjugasi. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. ribosom. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. vakuola gas. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. dan magnetosom.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[18] Morfologi bakteri .

Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika bergerombol o Streptococcus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. (bentuk koma). dan usia. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus.[20] . Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. medium. jka berganda dua-dua o Tetracoccus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio.

[22][21] Monotrik. D-Peritrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[22][21] Lofotrik. B-Lofotrik. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[21] Sama seperti struktur kapsul. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[22][21] Amfitrik. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. lingkungan perairan. permukaan daun. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[2] Habitatnya sangat beragam. tidak mempunyai flagel.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. udara.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[24] . mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. yaitu:[22][21]      Atrik. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[22][21] Peritrik. bakteri dibagi menjadi lima golongan. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. [23] Oleh karena itu. C-Amfitrik. tanah. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.

kadar air rendah (kelompok xerofil). dan atomic force microscope (AFM).[5][25] Di samping itu.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. derajat keasaman pH sangat tinggi. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. kelembapan.[38] Secara umum.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. mata. mikroskop elektron.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. yaitu probiotik. terdapat pula kelompok bakteri lain.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. terutama pada usus besar.[2][33][34] Sebagai contoh. dan kaki manusia. dan rendah. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[38] Suhu . mulut. seperti mikroskop optikal. dan daya tahan sel yang unik.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. dan cahaya. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[26] Selain di dalam saluran pencernaan. mekanisme metabolisme. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.Thermus aquatiqus.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.

Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. dengan suhu optimum 88 °C. Bakteri termofil.[39] Deinococcus radiodurans.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.65 °C Bakteri hipertermofil. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. RH) yang cukup tinggi. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[40] Secara umum.[2] Khususnya bagi bakteri.114 °C. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.[40] Akan tetapi. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[2] Sebagai contoh. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. kira-kira 85%. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. Bakteri mesofil. dengan suhu optimum 50 . dengan suhu optimum 15 °C.

[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. Bakteri nitrifikasi.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. katarak. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. sinar x. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.[40] Teknik penggunaan sinar UV.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[5] . hipertensi. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. terutama bakteri.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. 1 Gy = 100 rad). Bakteri denitrifikasi. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[40][5]. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[41] Sebagai contoh pada manusia.[41] Akan tetapi.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.000 Gy. yaitu kelompok Deinococcaceae. gas amoniak. dan bahkan kanker. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[5] Sebagai contoh. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. bakteri dapat mengalami kematian.[42][43] Pada umumnya. [42] Sebagai perbandingan.bagi pertumbuhan bakteri.

yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.Frankia alni. Pseudomonas aeruginosa.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. Photorhizobium. seperti dinitrogen oksida (N2O). reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[46] Di samping itu.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. seperti bakteri nitrifikasi.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. Mesorhizobium. dan Sinorhizobium. and Paracoccus denitrificans. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[2] Bidang pangan . tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[48][2] Secara umum. Bradyrhizobium.[45] Dalam bidang pertanian.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.

menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. 4. 2. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. 5. penyebab pelendiran makanan. dan pembentukkan gas. 1. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. 6. menghasilkan antibiotik polymixin. menghasilkan asam bongkrek. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. 3. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa.[5] . Pseudomonas cocovenenans).[49] Clostridium botulinum. Lactobacillus sp. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. penurunan pH. menghasilkan racun botulinin.

dan lemak. salah satunya adalah bakteri. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. dimulai dari jaringan-jaringan otot.[52] Pada manusia.[58] Selanjutnya. terutama karbon dan nitrogen.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. seperti karbohidrat. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. Beberapa jenis bakteri. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. gas hidrogen. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme.[58] . protein. terutama bakteri heterotrof. Sebagai contoh.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. seperti asam amino. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. gas nitrogen. Pada tahap akhir. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful