Bakteri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari ? Bakteri

Escherichia coli, salah satu bakteri berbentuk batang

Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae

Bakteri (dari kata Latin bacterium; jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, dan industri.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel, kerangka sel, dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah, air, udara, dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen), bahkan dalam tubuh manusia.[6][7][8][9] Pada umumnya, bakteri berukuran 0,5-5 μm, tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm, yaitu Thiomargarita.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan dan jamur, tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[12]

Daftar isi
     

  

1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.1 Suhu o 6.2 Kelembaban relatif o 6.3 Cahaya o 6.4 Radiasi 7 Peranan o 7.1 Bidang lingkungan o 7.2 Bidang pangan o 7.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar

Sejarah

Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke; dimuat dalam Micrographia. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi, terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme, terutama bakteri (bakteriologi), mulai berkembang.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Akan tetapi, perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke, Antoni van Leeuwenhoek, Ferdinand Cohn, dan Robert Koch.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828, diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur, yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[5] Robert Hooke (1635-1703), seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris, menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13]Akan tetapi, Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Dalam bukunya tersebut, tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Walau demikian, buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke, ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Sejak saat itulah, tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Selanjutnya, ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan

dan tabung reaksi. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn . bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Robert Koch (1843-1910).mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. Robert Koch.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[14] Robert Koch juga merupakan orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. erlenmeyer. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Hans Christian Gram pada tahun 1884.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. dan magnetosom. ribosom. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. melekat dan konjugasi. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[18] Morfologi bakteri .[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. vakuola gas.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.

Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. medium. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. dan usia. Walaupun secara morfologi berbeda-beda.[20] . jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika bergerombol o Streptococcus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. (bentuk koma). bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika kecil dan tunggal o Diplococcus.

mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. lingkungan perairan.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[22][21] Amfitrik. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. D-Peritrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[22][21] Monotrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. permukaan daun. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. tanah. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. C-Amfitrik.[22][21] Lofotrik. yaitu:[22][21]      Atrik.[21] Sama seperti struktur kapsul. [23] Oleh karena itu. B-Lofotrik. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. udara. tidak mempunyai flagel.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[22][21] Peritrik.[2] Habitatnya sangat beragam.[24] . flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.

bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. mulut.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. dan atomic force microscope (AFM). dan rendah.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[38] Secara umum. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. kadar air rendah (kelompok xerofil). Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[5][25] Di samping itu. terdapat pula kelompok bakteri lain. dan kaki manusia. terutama pada usus besar.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. seperti mikroskop optikal. mata.[2][33][34] Sebagai contoh.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. mekanisme metabolisme. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). kelembapan.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. derajat keasaman pH sangat tinggi.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). dan cahaya.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[38] Suhu .[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. mikroskop elektron. yaitu probiotik. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.Thermus aquatiqus. dan daya tahan sel yang unik. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.

dengan suhu optimum 88 °C.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[40] Secara umum. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[39] Deinococcus radiodurans.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. dengan suhu optimum 15 °C. Bakteri mesofil. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[2] Sebagai contoh. Bakteri termofil.[40] Akan tetapi. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.65 °C Bakteri hipertermofil. kira-kira 85%.[2] Khususnya bagi bakteri. dengan suhu optimum 50 .[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. RH) yang cukup tinggi.114 °C.

[41] Akan tetapi. Bakteri denitrifikasi. sinar x. terutama bakteri.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[41] Sebagai contoh pada manusia. bakteri dapat mengalami kematian.bagi pertumbuhan bakteri. yaitu kelompok Deinococcaceae.[40] Teknik penggunaan sinar UV.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. [42] Sebagai perbandingan. hipertensi. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[42][43] Pada umumnya.[5] Sebagai contoh.[40][5]. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. Bakteri nitrifikasi. 1 Gy = 100 rad).[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[5] . dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. dan bahkan kanker. katarak.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.000 Gy. gas amoniak.

[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.Frankia alni. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. seperti bakteri nitrifikasi.[46] Di samping itu.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). dan Sinorhizobium.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. and Paracoccus denitrificans.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. Pseudomonas aeruginosa.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. Photorhizobium. Bradyrhizobium. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. Mesorhizobium.[48][2] Secara umum.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[2] Bidang pangan .[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. seperti dinitrogen oksida (N2O).[45] Dalam bidang pertanian. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.

menghasilkan antibiotik polymixin.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. dan pembentukkan gas. Lactobacillus sp. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. menghasilkan asam bongkrek.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama.[5] .[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan.[49] Clostridium botulinum. 2. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. penurunan pH. 6. 3. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. menghasilkan racun botulinin. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. 5. 1. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. penyebab pelendiran makanan. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. 4.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. Pseudomonas cocovenenans).

terutama karbon dan nitrogen.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[52] Pada manusia. gas hidrogen.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. seperti karbohidrat. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[58] Bakteri .[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. terutama bakteri heterotrof. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. gas nitrogen. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. Pada tahap akhir. Beberapa jenis bakteri. dimulai dari jaringan-jaringan otot. dan lemak. Sebagai contoh. protein.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. seperti asam amino.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. salah satunya adalah bakteri.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.[58] Selanjutnya. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus.

cari ? Bakteri Escherichia coli. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).[2] Beberapa . salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.Dari Wikipedia bahasa Indonesia.

pengobatan.2 Bidang pangan o 7.[6][7][8][9] Pada umumnya.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.5-5 μm.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. yaitu Thiomargarita. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). kerangka sel.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. udara.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.3 Cahaya o 6.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.1 Suhu o 6. bahkan dalam tubuh manusia.2 Kelembaban relatif o 6.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .4 Radiasi 7 Peranan o 7. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. bakteri berukuran 0. seperti sel tumbuhan dan jamur. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). air. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. dan industri.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.1 Bidang lingkungan o 7.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.

[13] Selanjutnya. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). terutama bakteri (bakteriologi). terutama sebelum ditemukannya mikroskop. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Dalam bukunya tersebut. dan Robert Koch. Ferdinand Cohn. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13]Akan tetapi.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. salah satu bakteri penghasil endospora. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. mulai berkembang. erlenmeyer.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Robert Koch (1843-1910).[5] Robert Hooke (1635-1703). banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Akan tetapi.[13] Sejak saat itulah.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. Robert Koch. dan tabung reaksi.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Walau demikian. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. Antoni van Leeuwenhoek. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. dimuat dalam Micrographia. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.

[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.

dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. melekat dan konjugasi. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. dan magnetosom. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. vakuola gas. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. ribosom.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. Hans Christian Gram pada tahun 1884. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[18] Morfologi bakteri .[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.

jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika bergerombol o Streptococcus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda.[20] . jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. dan usia. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. (bentuk koma). medium.

mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. B-Lofotrik. bakteri dibagi menjadi lima golongan. C-Amfitrik.[22][21] Amfitrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[21] Sama seperti struktur kapsul. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[2] Habitatnya sangat beragam. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[22][21] Lofotrik. yaitu:[22][21]      Atrik. tanah. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. udara. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. lingkungan perairan. D-Peritrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. tidak mempunyai flagel. permukaan daun.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[22][21] Monotrik.[24] .[22][21] Peritrik. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. [23] Oleh karena itu. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.

Thermus aquatiqus, bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia, terutama pada usus besar, diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[5][25] Di samping itu, terdapat pula kelompok bakteri lain, yaitu probiotik, yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[26] Selain di dalam saluran pencernaan, bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit, mata, mulut, dan kaki manusia.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof, yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[27][28][29] Di dalam rongga mulut, bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi, mekanisme metabolisme, dan daya tahan sel yang unik.[2][33][34] Sebagai contoh, Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi, bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur, bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil), kadar air rendah (kelompok xerofil), derajat keasaman pH sangat tinggi, dan rendah.[2]

Pengaruh lingkungan terhadap bakteri
Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu, kelembapan, dan cahaya.[38] Secara umum, terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut, seperti mikroskop optikal, mikroskop elektron, dan atomic force microscope (AFM).[38]

Suhu

Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Khususnya bagi bakteri, suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi, membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya, bakteri dibagi menjadi 4 golongan:
   

Bakteri psikrofil, yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C, dengan suhu optimum 15 °C. Bakteri mesofil, yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C, dengan suhu optimum 25° – 40 °C. Bakteri termofil, yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C, dengan suhu optimum 50 - 65 °C Bakteri hipertermofil, yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 - 114 °C, dengan suhu optimum 88 °C.[2]

Kelembaban relatif
Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity, RH) yang cukup tinggi, kira-kira 85%.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti, misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[2] Sebagai contoh, bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[39]

Deinococcus radiodurans, hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM)

Cahaya
Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[40] Secara umum, bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[40] Akan tetapi, paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal

bagi pertumbuhan bakteri.[40] Teknik penggunaan sinar UV, sinar x, dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[40][5]. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan, terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[5]

Radiasi
Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup, terutama bakteri.[41] Sebagai contoh pada manusia, radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut, katarak, hipertensi, dan bahkan kanker.[41] Akan tetapi, terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi, bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi, yaitu kelompok Deinococcaceae. [42] Sebagai perbandingan, manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy, 1 Gy = 100 rad), sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.000 Gy.[42][43] Pada umumnya, paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi, bakteri dapat mengalami kematian.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[44]

Peranan
Bidang lingkungan
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai, Bakteri nitrifikasi, Bakteri denitrifikasi, dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[5] Sebagai contoh, bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein, karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2, gas amoniak, dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik, beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[5]

termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. and Paracoccus denitrificans.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. Bradyrhizobium.[2] Bidang pangan .[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. Photorhizobium.Frankia alni.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. Mesorhizobium.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[46] Di samping itu.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. dan Sinorhizobium. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. seperti dinitrogen oksida (N2O).[45] Dalam bidang pertanian. Pseudomonas aeruginosa.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[48][2] Secara umum.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). seperti bakteri nitrifikasi. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.

Lactobacillus sp. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[5] . 2. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. dan pembentukkan gas. menghasilkan racun botulinin. penurunan pH.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[49] Clostridium botulinum. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. menghasilkan antibiotik polymixin. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. 6. 5. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan asam bongkrek.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. 4. 3. Pseudomonas cocovenenans). seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. 1. penyebab pelendiran makanan.

dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. terutama karbon dan nitrogen. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. Beberapa jenis bakteri. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. Pada tahap akhir.[58] Bakteri . seperti asam amino. salah satunya adalah bakteri. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. protein. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. gas hidrogen.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[58] Selanjutnya.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. dimulai dari jaringan-jaringan otot. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. dan lemak.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. Sebagai contoh. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[52] Pada manusia. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. gas nitrogen. terutama bakteri heterotrof.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. seperti karbohidrat.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari.

[2] Beberapa . ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. cari ? Bakteri Escherichia coli. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.Dari Wikipedia bahasa Indonesia.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).

udara. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.5-5 μm. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.3 Cahaya o 6.2 Bidang pangan o 7.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.4 Radiasi 7 Peranan o 7. seperti sel tumbuhan dan jamur. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). kerangka sel.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. bahkan dalam tubuh manusia. dan industri. bakteri berukuran 0. pengobatan.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.[6][7][8][9] Pada umumnya. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. yaitu Thiomargarita.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.1 Suhu o 6. air.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.2 Kelembaban relatif o 6.1 Bidang lingkungan o 7.

Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Selanjutnya. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". Robert Koch. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. dimuat dalam Micrographia.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). mulai berkembang.[13] Sejak saat itulah. erlenmeyer. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. dan Robert Koch.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[13] Dalam bukunya tersebut. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[14] Robert Koch juga merupakan . seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13]Akan tetapi. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Walau demikian.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. Ferdinand Cohn. dan tabung reaksi.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. Antoni van Leeuwenhoek.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. salah satu bakteri penghasil endospora. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Akan tetapi.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. terutama bakteri (bakteriologi). tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.

orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.

[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[18] Morfologi bakteri .[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. dan magnetosom.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. vakuola gas. ribosom. melekat dan konjugasi.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. Hans Christian Gram pada tahun 1884. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.

jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder.[20] . jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. dan usia. medium.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika bergerombol o Streptococcus. (bentuk koma).

dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[22][21] Peritrik. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. bakteri dibagi menjadi lima golongan. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[22][21] Amfitrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. tanah. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[24] .Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. B-Lofotrik. C-Amfitrik. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[22][21] Monotrik. permukaan daun. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. [23] Oleh karena itu. udara.[21] Sama seperti struktur kapsul. D-Peritrik. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[22][21] Lofotrik. lingkungan perairan. tidak mempunyai flagel.[2] Habitatnya sangat beragam.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. yaitu:[22][21]      Atrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.

[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. derajat keasaman pH sangat tinggi. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[5][25] Di samping itu. mata. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). dan kaki manusia.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. kelembapan. dan rendah.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). dan atomic force microscope (AFM).[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. mikroskop elektron. yaitu probiotik.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. mekanisme metabolisme.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[38] Suhu . bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. dan cahaya. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[2][33][34] Sebagai contoh. seperti mikroskop optikal. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. dan daya tahan sel yang unik.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . kadar air rendah (kelompok xerofil).[38] Secara umum.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.Thermus aquatiqus. terutama pada usus besar. terdapat pula kelompok bakteri lain. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. mulut. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.

bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. Bakteri mesofil. Bakteri termofil.[40] Akan tetapi.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[2] Sebagai contoh. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. dengan suhu optimum 88 °C.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. kira-kira 85%. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[40] Secara umum.[39] Deinococcus radiodurans. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.114 °C. dengan suhu optimum 15 °C.65 °C Bakteri hipertermofil. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . RH) yang cukup tinggi. dengan suhu optimum 50 .[2] Khususnya bagi bakteri. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.

1 Gy = 100 rad).[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. sinar x.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[5] Sebagai contoh. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[40] Teknik penggunaan sinar UV. hipertensi.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. dan bahkan kanker.[5] .[41] Sebagai contoh pada manusia. bakteri dapat mengalami kematian.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[42][43] Pada umumnya. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.bagi pertumbuhan bakteri. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. gas amoniak. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. Bakteri nitrifikasi.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. yaitu kelompok Deinococcaceae. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[40][5]. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.000 Gy. terutama bakteri. [42] Sebagai perbandingan. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. katarak. Bakteri denitrifikasi. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.[41] Akan tetapi.

Frankia alni, salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen, seperti bakteri nitrifikasi.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[45] Dalam bidang pertanian, nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai, akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri, Pseudomonas aeruginosa, and Paracoccus denitrificans.[46] Di samping itu, reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain, seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme, tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2- yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[48][2] Secara umum, kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia, termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium, Bradyrhizobium, Mesorhizobium, Photorhizobium, dan Sinorhizobium.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum, yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[2]

Bidang pangan

Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama, juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. Lactobacillus sp. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis

Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[49] Clostridium botulinum, menghasilkan racun botulinin, seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:
 

Burkholderia gladioli (sin. Pseudomonas cocovenenans), menghasilkan asam bongkrek, terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides, penyebab pelendiran makanan, penurunan pH, dan pembentukkan gas.[51]

Bidang kesehatan
Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan, bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:
    

Streptomyces griseus, menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens, menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae, menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium, menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa, menghasilkan antibiotik polymixin.[5]

Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik, banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[52] Pada manusia, beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus, Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC, dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak, seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[56]

Dekomposisi

Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme, salah satunya adalah bakteri. Beberapa jenis bakteri, terutama bakteri heterotrof, mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. Sebagai contoh, enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana, seperti asam amino.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur, terutama karbon dan nitrogen, ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia, dimulai dari jaringan-jaringan otot.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[58] Selanjutnya, asam amino akan diubah menjadi asam asetat, gas hidrogen, gas nitrogen, dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. Pada tahap akhir, semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[58]

Bakteri

[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).Dari Wikipedia bahasa Indonesia. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.[2] Beberapa . serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. cari ? Bakteri Escherichia coli.

5-5 μm. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.2 Kelembaban relatif o 6. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. seperti sel tumbuhan dan jamur. bahkan dalam tubuh manusia.1 Suhu o 6.1 Bidang lingkungan o 7. kerangka sel. air.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. yaitu Thiomargarita.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.[6][7][8][9] Pada umumnya. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).3 Cahaya o 6.4 Radiasi 7 Peranan o 7. dan industri.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. bakteri berukuran 0. pengobatan.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .2 Bidang pangan o 7.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. udara.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.

tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. Antoni van Leeuwenhoek. Robert Koch.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. erlenmeyer. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Selanjutnya.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. dan tabung reaksi. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Dalam bukunya tersebut. Ferdinand Cohn.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Akan tetapi.[13]Akan tetapi. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. dimuat dalam Micrographia. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Sejak saat itulah. dan Robert Koch. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[14] Robert Koch juga merupakan . mulai berkembang.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Robert Koch (1843-1910). seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Walau demikian.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.

Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.

[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. dan magnetosom. vakuola gas.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. melekat dan konjugasi.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. ribosom.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[18] Morfologi bakteri . meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. Hans Christian Gram pada tahun 1884.

jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete.[20] . (bentuk koma). medium.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. dan usia. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergerombol o Streptococcus.

mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. D-Peritrik. yaitu:[22][21]      Atrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[21] Sama seperti struktur kapsul. udara.[22][21] Amfitrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. lingkungan perairan. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Lofotrik. tanah.[22][21] Monotrik. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. tidak mempunyai flagel. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. C-Amfitrik. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. permukaan daun. B-Lofotrik. [23] Oleh karena itu.[2] Habitatnya sangat beragam.[24] .[22][21] Peritrik.

kadar air rendah (kelompok xerofil).[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. terutama pada usus besar.[2][33][34] Sebagai contoh. seperti mikroskop optikal. dan cahaya. kelembapan. mekanisme metabolisme. yaitu probiotik. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.Thermus aquatiqus. terdapat pula kelompok bakteri lain.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. mata. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . dan atomic force microscope (AFM).[38] Suhu . yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. mulut.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[5][25] Di samping itu. mikroskop elektron. dan kaki manusia.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. dan rendah.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. derajat keasaman pH sangat tinggi.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[38] Secara umum.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). dan daya tahan sel yang unik. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.

[39] Deinococcus radiodurans. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. Bakteri mesofil.[40] Akan tetapi.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[2] Khususnya bagi bakteri. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. dengan suhu optimum 15 °C.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.65 °C Bakteri hipertermofil. dengan suhu optimum 50 .[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.114 °C. kira-kira 85%.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. dengan suhu optimum 88 °C. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[40] Secara umum. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. RH) yang cukup tinggi. Bakteri termofil.[2] Sebagai contoh.

[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[5] Sebagai contoh.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. gas amoniak.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. sinar x.[5] .[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.[40] Teknik penggunaan sinar UV. bakteri dapat mengalami kematian. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. hipertensi. 1 Gy = 100 rad).[40][5]. yaitu kelompok Deinococcaceae.[41] Sebagai contoh pada manusia. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. [42] Sebagai perbandingan. Bakteri nitrifikasi.[41] Akan tetapi. Bakteri denitrifikasi. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. terutama bakteri.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.000 Gy. dan bahkan kanker. katarak.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.bagi pertumbuhan bakteri.[42][43] Pada umumnya. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.

and Paracoccus denitrificans.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[46] Di samping itu. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Bradyrhizobium. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. Pseudomonas aeruginosa.[2] Bidang pangan . seperti dinitrogen oksida (N2O).[48][2] Secara umum. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. Photorhizobium.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.Frankia alni.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. seperti bakteri nitrifikasi.[45] Dalam bidang pertanian. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. Mesorhizobium.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. dan Sinorhizobium.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).

3. penyebab pelendiran makanan. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.[49] Clostridium botulinum. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. 2.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. 5.[5] . bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. dan pembentukkan gas. 1.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. menghasilkan racun botulinin. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. 4.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. penurunan pH. menghasilkan antibiotik polymixin. 6. Lactobacillus sp. menghasilkan asam bongkrek.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. Pseudomonas cocovenenans). menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.

Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. Beberapa jenis bakteri. Sebagai contoh. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.[58] Selanjutnya.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. seperti karbohidrat. Pada tahap akhir. gas hidrogen. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. terutama bakteri heterotrof. gas nitrogen. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. dan lemak.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.[58] Bakteri . seperti asam amino. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[52] Pada manusia. dimulai dari jaringan-jaringan otot. terutama karbon dan nitrogen. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. protein. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. salah satunya adalah bakteri.

[2] Beberapa .[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). cari ? Bakteri Escherichia coli.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.

2 Bidang pangan o 7. seperti sel tumbuhan dan jamur. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.2 Kelembaban relatif o 6.1 Bidang lingkungan o 7. bahkan dalam tubuh manusia.3 Cahaya o 6.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. pengobatan. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). air. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.[6][7][8][9] Pada umumnya.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.1 Suhu o 6. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. bakteri berukuran 0.5-5 μm.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. kerangka sel.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. yaitu Thiomargarita. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .4 Radiasi 7 Peranan o 7.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. dan industri. udara.

perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Robert Koch.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Dalam bukunya tersebut. erlenmeyer. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. dan Robert Koch.[13] Selanjutnya.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[5] Robert Hooke (1635-1703). tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Walau demikian. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[14] Robert Koch juga merupakan . dimuat dalam Micrographia. dan tabung reaksi.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Sejak saat itulah. mulai berkembang.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Akan tetapi.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. Ferdinand Cohn. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13]Akan tetapi. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Robert Koch (1843-1910). Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. Antoni van Leeuwenhoek.

bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .

dan magnetosom.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. ribosom.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[18] Morfologi bakteri . seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. vakuola gas. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. melekat dan konjugasi.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.

dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. medium. (bentuk koma). jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina.[20] . dan usia. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika bergerombol o Streptococcus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. Walaupun secara morfologi berbeda-beda.

[22][21] Lofotrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. [23] Oleh karena itu.[22][21] Amfitrik. D-Peritrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. yaitu:[22][21]      Atrik. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. tidak mempunyai flagel. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[24] . mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. udara. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. B-Lofotrik. C-Amfitrik. lingkungan perairan. permukaan daun. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[22][21] Monotrik.[2] Habitatnya sangat beragam.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Peritrik. tanah.[21] Sama seperti struktur kapsul.

[26] Selain di dalam saluran pencernaan. mikroskop elektron. dan rendah.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). terutama pada usus besar. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.Thermus aquatiqus. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. seperti mikroskop optikal.[2][33][34] Sebagai contoh. mulut.[5][25] Di samping itu. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. dan daya tahan sel yang unik. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[38] Secara umum.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. kelembapan. terdapat pula kelompok bakteri lain. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. mekanisme metabolisme. yaitu probiotik.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. mata. dan atomic force microscope (AFM). dan kaki manusia. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.[38] Suhu . bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. derajat keasaman pH sangat tinggi.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. kadar air rendah (kelompok xerofil).[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. dan cahaya.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.

[40] Akan tetapi. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[40] Secara umum.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. RH) yang cukup tinggi. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[2] Sebagai contoh. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. dengan suhu optimum 50 .[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. Bakteri mesofil. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. dengan suhu optimum 15 °C.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. kira-kira 85%.[39] Deinococcus radiodurans. dengan suhu optimum 88 °C.114 °C. Bakteri termofil.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.65 °C Bakteri hipertermofil.[2] Khususnya bagi bakteri.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .

katarak.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. Bakteri denitrifikasi. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[5] Sebagai contoh. [42] Sebagai perbandingan.[5] .[40] Teknik penggunaan sinar UV. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. gas amoniak.000 Gy.bagi pertumbuhan bakteri. Bakteri nitrifikasi. 1 Gy = 100 rad). dan bahkan kanker.[42][43] Pada umumnya.[40][5]. yaitu kelompok Deinococcaceae. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[41] Sebagai contoh pada manusia. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. terutama bakteri. sinar x.[41] Akan tetapi. hipertensi. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. bakteri dapat mengalami kematian.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.

[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. Mesorhizobium.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. Photorhizobium. and Paracoccus denitrificans.Frankia alni.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. dan Sinorhizobium.[48][2] Secara umum. seperti bakteri nitrifikasi.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. Pseudomonas aeruginosa.[45] Dalam bidang pertanian.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[46] Di samping itu.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. Bradyrhizobium. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[2] Bidang pangan .

seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. 6. 4. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. menghasilkan racun botulinin. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. 1. dan pembentukkan gas. penyebab pelendiran makanan.[5] . 3.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. penurunan pH.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. Pseudomonas cocovenenans). menghasilkan asam bongkrek. Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik polymixin.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.[49] Clostridium botulinum. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. 5.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. 2. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa.

[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. seperti asam amino. dan lemak. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. gas hidrogen. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. terutama karbon dan nitrogen.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. Pada tahap akhir.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. salah satunya adalah bakteri.[58] Bakteri .[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. terutama bakteri heterotrof. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. seperti karbohidrat. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. Beberapa jenis bakteri. Sebagai contoh. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. protein. gas nitrogen. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[52] Pada manusia. dimulai dari jaringan-jaringan otot.[58] Selanjutnya.

serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. cari ? Bakteri Escherichia coli.Dari Wikipedia bahasa Indonesia.[2] Beberapa .

[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.4 Radiasi 7 Peranan o 7.5-5 μm. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).2 Bidang pangan o 7. dan industri.3 Cahaya o 6.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . yaitu Thiomargarita.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.2 Kelembaban relatif o 6. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.1 Suhu o 6. pengobatan. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. kerangka sel.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.1 Bidang lingkungan o 7. udara.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. air. seperti sel tumbuhan dan jamur.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. bakteri berukuran 0. bahkan dalam tubuh manusia. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).[6][7][8][9] Pada umumnya.

[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. mulai berkembang. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Dalam bukunya tersebut. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. salah satu bakteri penghasil endospora. Ferdinand Cohn.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Akan tetapi. dan Robert Koch.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13]Akan tetapi. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. dan tabung reaksi. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Selanjutnya. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Walau demikian. Antoni van Leeuwenhoek.[14] Robert Koch juga merupakan . diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Sejak saat itulah. erlenmeyer. dimuat dalam Micrographia. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Robert Koch.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).

[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.

melekat dan konjugasi.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[18] Morfologi bakteri .[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. Hans Christian Gram pada tahun 1884. vakuola gas. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. dan magnetosom.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. ribosom.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.

jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus.[20] . yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. (bentuk koma). jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. dan usia. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. medium. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika bergerombol o Streptococcus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda.

mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. B-Lofotrik. permukaan daun.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. udara. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[2] Habitatnya sangat beragam. yaitu:[22][21]      Atrik.[22][21] Amfitrik.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. tidak mempunyai flagel. lingkungan perairan.[22][21] Lofotrik. D-Peritrik.[24] .[22][21] Monotrik. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[21] Sama seperti struktur kapsul. C-Amfitrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Peritrik. [23] Oleh karena itu.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. tanah.

mulut. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. terdapat pula kelompok bakteri lain. kadar air rendah (kelompok xerofil).[5][25] Di samping itu.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. dan kaki manusia. mekanisme metabolisme. mikroskop elektron. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. kelembapan. terutama pada usus besar. dan rendah. dan cahaya.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[38] Secara umum. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. dan daya tahan sel yang unik. yaitu probiotik. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[38] Suhu .[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. seperti mikroskop optikal.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[2][33][34] Sebagai contoh. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .Thermus aquatiqus. derajat keasaman pH sangat tinggi. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. dan atomic force microscope (AFM).[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. mata.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.

bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. Bakteri mesofil.114 °C.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. dengan suhu optimum 15 °C. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[40] Secara umum. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. dengan suhu optimum 50 .[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[39] Deinococcus radiodurans. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[40] Akan tetapi. Bakteri termofil.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[2] Khususnya bagi bakteri. RH) yang cukup tinggi.65 °C Bakteri hipertermofil. dengan suhu optimum 88 °C.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. kira-kira 85%. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[2] Sebagai contoh. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .

bagi pertumbuhan bakteri.000 Gy. Bakteri denitrifikasi. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. [42] Sebagai perbandingan. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[5] . Bakteri nitrifikasi. bakteri dapat mengalami kematian. katarak. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. yaitu kelompok Deinococcaceae. sinar x.[41] Akan tetapi.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. hipertensi.[5] Sebagai contoh.[42][43] Pada umumnya. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. gas amoniak.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.[41] Sebagai contoh pada manusia. dan bahkan kanker.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. terutama bakteri. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. 1 Gy = 100 rad). manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[40] Teknik penggunaan sinar UV.[40][5].[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.

Frankia alni. seperti dinitrogen oksida (N2O).[45] Dalam bidang pertanian.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. Photorhizobium.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[2] Bidang pangan .[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. Mesorhizobium. seperti bakteri nitrifikasi.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. Bradyrhizobium. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[48][2] Secara umum.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[46] Di samping itu.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. Pseudomonas aeruginosa. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. and Paracoccus denitrificans. dan Sinorhizobium.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.

[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. Pseudomonas cocovenenans). 3. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[5] . Lactobacillus sp. penurunan pH. menghasilkan asam bongkrek. menghasilkan racun botulinin. 4. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. penyebab pelendiran makanan.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. dan pembentukkan gas. menghasilkan antibiotik polymixin. 5. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[49] Clostridium botulinum. 2. 1. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. 6.

mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[52] Pada manusia.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. terutama karbon dan nitrogen. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. gas hidrogen. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. Beberapa jenis bakteri. seperti asam amino. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. gas nitrogen. salah satunya adalah bakteri. Pada tahap akhir. terutama bakteri heterotrof. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. dimulai dari jaringan-jaringan otot.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[58] Selanjutnya.[58] Bakteri .[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. dan lemak.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. protein. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. Sebagai contoh.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. seperti karbohidrat.

jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. cari ? Bakteri Escherichia coli. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Beberapa . salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.Dari Wikipedia bahasa Indonesia.

dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. seperti sel tumbuhan dan jamur. bakteri berukuran 0.1 Bidang lingkungan o 7.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.2 Bidang pangan o 7. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. yaitu Thiomargarita. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[6][7][8][9] Pada umumnya.2 Kelembaban relatif o 6. udara.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. air. dan industri.3 Cahaya o 6. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . kerangka sel. pengobatan.4 Radiasi 7 Peranan o 7. bahkan dalam tubuh manusia.1 Suhu o 6.5-5 μm.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.

[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Walau demikian. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13]Akan tetapi. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. salah satu bakteri penghasil endospora. dan tabung reaksi. Robert Koch.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). dan Robert Koch.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. terutama bakteri (bakteriologi). tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Akan tetapi.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Dalam bukunya tersebut. mulai berkembang.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Robert Koch (1843-1910). banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Selanjutnya. Ferdinand Cohn. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Sejak saat itulah. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[5] Robert Hooke (1635-1703).[14] Robert Koch juga merupakan . perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. erlenmeyer. Antoni van Leeuwenhoek. dimuat dalam Micrographia. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.

orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini, Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch, sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13]

Robert Hooke

Antoni van Leeuwenhoek

Ferdinand Cohn

Robert Koch

Struktur sel
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri

Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya, semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti, meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya, yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat, sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark, Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak, melekat dan konjugasi.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit, seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Bakteri juga memiliki kromosom, ribosom, dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan, vakuola gas, dan magnetosom.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi, dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[18]

Morfologi bakteri

Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu:

Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus, jika kecil dan tunggal o Diplococcus, jka berganda dua-dua o Tetracoccus, jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina, jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus, jika bergerombol o Streptococcus, jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus, jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus, jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio, (bentuk koma), jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral, jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete, jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel.

Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, medium, dan usia. Walaupun secara morfologi berbeda-beda, bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya.[20]

Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. yaitu:[22][21]      Atrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. tidak mempunyai flagel. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. [23] Oleh karena itu.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[21] Sama seperti struktur kapsul. B-Lofotrik.[22][21] Amfitrik.[22][21] Peritrik. permukaan daun. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. tanah.[2] Habitatnya sangat beragam.[24] . bakteri dibagi menjadi lima golongan.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. lingkungan perairan. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. D-Peritrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[22][21] Lofotrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[22][21] Monotrik.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. C-Amfitrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. udara.

mulut. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. dan kaki manusia. mikroskop elektron. kelembapan. derajat keasaman pH sangat tinggi. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[5][25] Di samping itu.Thermus aquatiqus.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. dan cahaya. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[38] Suhu . terutama pada usus besar. yaitu probiotik. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . seperti mikroskop optikal.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). dan atomic force microscope (AFM). bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. mekanisme metabolisme. terdapat pula kelompok bakteri lain.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[38] Secara umum.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. kadar air rendah (kelompok xerofil). dan daya tahan sel yang unik.[2][33][34] Sebagai contoh.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. mata.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. dan rendah.

Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Sebagai contoh. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.114 °C. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. Bakteri mesofil. dengan suhu optimum 88 °C. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[2] Khususnya bagi bakteri. kira-kira 85%. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . dengan suhu optimum 15 °C. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.65 °C Bakteri hipertermofil.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. RH) yang cukup tinggi.[40] Akan tetapi.[39] Deinococcus radiodurans.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. Bakteri termofil. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[40] Secara umum.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. dengan suhu optimum 50 .

000 Gy. bakteri dapat mengalami kematian. terutama bakteri.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. yaitu kelompok Deinococcaceae. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. sinar x. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. Bakteri denitrifikasi.[5] Sebagai contoh. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. katarak.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.[42][43] Pada umumnya. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.[41] Sebagai contoh pada manusia.[40][5].[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. Bakteri nitrifikasi. [42] Sebagai perbandingan. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. dan bahkan kanker.bagi pertumbuhan bakteri. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[40] Teknik penggunaan sinar UV. 1 Gy = 100 rad). karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. hipertensi.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. gas amoniak. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[5] .[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[41] Akan tetapi.

[48][2] Secara umum.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. Pseudomonas aeruginosa.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). seperti bakteri nitrifikasi. and Paracoccus denitrificans. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. Mesorhizobium. Photorhizobium.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[2] Bidang pangan . kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[46] Di samping itu.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. seperti dinitrogen oksida (N2O). dan Sinorhizobium. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. Bradyrhizobium.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[45] Dalam bidang pertanian.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.Frankia alni. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.

Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. 1. Pseudomonas cocovenenans). Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. 4.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[49] Clostridium botulinum. penurunan pH.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. 5. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. menghasilkan asam bongkrek.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. 6. penyebab pelendiran makanan. 3. menghasilkan racun botulinin.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan antibiotik polymixin. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. dan pembentukkan gas.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. Lactobacillus sp.[5] . 2. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.

[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. gas nitrogen. gas hidrogen. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. Beberapa jenis bakteri. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. Sebagai contoh.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. protein. salah satunya adalah bakteri. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[58] Bakteri . dan lemak. seperti karbohidrat.[52] Pada manusia.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. seperti asam amino.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. terutama bakteri heterotrof. terutama karbon dan nitrogen. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. dimulai dari jaringan-jaringan otot. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.[58] Selanjutnya. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. Pada tahap akhir. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.

[2] Beberapa . ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).Dari Wikipedia bahasa Indonesia. cari ? Bakteri Escherichia coli.

1 Suhu o 6. air.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .2 Kelembaban relatif o 6.2 Bidang pangan o 7.4 Radiasi 7 Peranan o 7. seperti sel tumbuhan dan jamur.[6][7][8][9] Pada umumnya. yaitu Thiomargarita.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. pengobatan. udara. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. bahkan dalam tubuh manusia. dan industri.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. bakteri berukuran 0.3 Cahaya o 6.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. kerangka sel. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.5-5 μm.1 Bidang lingkungan o 7.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).

[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. salah satu bakteri penghasil endospora.[5] Robert Hooke (1635-1703). diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Walau demikian. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Akan tetapi. dan Robert Koch. dan tabung reaksi. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Sejak saat itulah. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13]Akan tetapi. dimuat dalam Micrographia. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. terutama bakteri (bakteriologi). Robert Koch.[13] Selanjutnya. Ferdinand Cohn. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. mulai berkembang. erlenmeyer.

[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.

[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. vakuola gas.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. melekat dan konjugasi. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[18] Morfologi bakteri .[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. Hans Christian Gram pada tahun 1884.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. ribosom.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. dan magnetosom.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.

yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika bergerombol o Streptococcus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. dan usia. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina.[20] . Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. (bentuk koma). jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. medium. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya.

[22][21] Monotrik. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[21] Sama seperti struktur kapsul. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. tanah.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[22][21] Amfitrik. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. tidak mempunyai flagel. C-Amfitrik. udara. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. D-Peritrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. [23] Oleh karena itu.[22][21] Peritrik.[24] . mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[22][21] Lofotrik. permukaan daun. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. yaitu:[22][21]      Atrik. B-Lofotrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[2] Habitatnya sangat beragam. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. lingkungan perairan.

mata.[2][33][34] Sebagai contoh.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. terdapat pula kelompok bakteri lain. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[38] Secara umum.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. terutama pada usus besar.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. kelembapan.Thermus aquatiqus.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[5][25] Di samping itu.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. dan cahaya. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. dan atomic force microscope (AFM). derajat keasaman pH sangat tinggi.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. dan daya tahan sel yang unik.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. mulut.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[38] Suhu . mikroskop elektron. seperti mikroskop optikal.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. dan kaki manusia.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. dan rendah.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . kadar air rendah (kelompok xerofil). mekanisme metabolisme. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. yaitu probiotik. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.

bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. dengan suhu optimum 88 °C. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . Bakteri mesofil. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. Bakteri termofil. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. kira-kira 85%.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[40] Akan tetapi. dengan suhu optimum 50 .[2] Khususnya bagi bakteri. RH) yang cukup tinggi. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[39] Deinococcus radiodurans.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Sebagai contoh.65 °C Bakteri hipertermofil.[40] Secara umum. dengan suhu optimum 15 °C. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.114 °C.

[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. Bakteri nitrifikasi. yaitu kelompok Deinococcaceae. bakteri dapat mengalami kematian. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[41] Akan tetapi.[40] Teknik penggunaan sinar UV. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[42][43] Pada umumnya. Bakteri denitrifikasi.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. hipertensi. gas amoniak. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.[40][5].bagi pertumbuhan bakteri.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. dan bahkan kanker.000 Gy. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. 1 Gy = 100 rad). katarak.[5] . manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. sinar x. terutama bakteri. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[41] Sebagai contoh pada manusia.[5] Sebagai contoh. [42] Sebagai perbandingan.

[45] Dalam bidang pertanian.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. Pseudomonas aeruginosa.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. seperti dinitrogen oksida (N2O). akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[2] Bidang pangan . salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. seperti bakteri nitrifikasi. Bradyrhizobium. Photorhizobium. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. Mesorhizobium.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[48][2] Secara umum.[46] Di samping itu. and Paracoccus denitrificans. dan Sinorhizobium.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.Frankia alni. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.

5. menghasilkan racun botulinin.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. 1.[5] . penyebab pelendiran makanan. menghasilkan antibiotik polymixin. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. 6. 2.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. 4. Lactobacillus sp. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. penurunan pH.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.[49] Clostridium botulinum. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. menghasilkan asam bongkrek. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. 3. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. dan pembentukkan gas.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. Pseudomonas cocovenenans).[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.

[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. gas hidrogen.[58] Bakteri . gas nitrogen. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. seperti karbohidrat. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. seperti asam amino.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[58] Selanjutnya. Pada tahap akhir. protein.[52] Pada manusia.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. salah satunya adalah bakteri.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. terutama bakteri heterotrof. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. Beberapa jenis bakteri. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. Sebagai contoh. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. dan lemak. dimulai dari jaringan-jaringan otot. terutama karbon dan nitrogen.

ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.Dari Wikipedia bahasa Indonesia.[2] Beberapa . cari ? Bakteri Escherichia coli.

[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. air. pengobatan.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.1 Suhu o 6. dan industri. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). bakteri berukuran 0. seperti sel tumbuhan dan jamur.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.5-5 μm.2 Bidang pangan o 7. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.1 Bidang lingkungan o 7. yaitu Thiomargarita.2 Kelembaban relatif o 6.3 Cahaya o 6.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. udara.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. kerangka sel.4 Radiasi 7 Peranan o 7.[6][7][8][9] Pada umumnya. bahkan dalam tubuh manusia.

buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Sejak saat itulah.[13] Selanjutnya.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. Antoni van Leeuwenhoek. mulai berkembang. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13]Akan tetapi. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. dan Robert Koch. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. Ferdinand Cohn. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Walau demikian. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[14] Robert Koch juga merupakan . Robert Koch. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. dan tabung reaksi. terutama bakteri (bakteriologi). seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. erlenmeyer.[13] Akan tetapi. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. dimuat dalam Micrographia.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Robert Koch (1843-1910). Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[5] Robert Hooke (1635-1703). tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.

sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  . bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.

meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. ribosom. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[18] Morfologi bakteri . dan magnetosom.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. vakuola gas.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. Hans Christian Gram pada tahun 1884. melekat dan konjugasi. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.

medium. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. (bentuk koma).Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya.[20] . dan usia. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika bergerombol o Streptococcus. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus.

[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. yaitu:[22][21]      Atrik. lingkungan perairan. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[2] Habitatnya sangat beragam. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. tidak mempunyai flagel. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. permukaan daun.[21] Sama seperti struktur kapsul. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. D-Peritrik. tanah. [23] Oleh karena itu.[22][21] Monotrik. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[24] .[22][21] Amfitrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. C-Amfitrik. B-Lofotrik. udara. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[22][21] Peritrik.[22][21] Lofotrik. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.

mikroskop elektron. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). dan atomic force microscope (AFM). terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. yaitu probiotik.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[2][33][34] Sebagai contoh.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. kadar air rendah (kelompok xerofil). seperti mikroskop optikal. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. dan rendah. mekanisme metabolisme.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. mulut. dan cahaya. kelembapan.[38] Suhu .[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. terutama pada usus besar. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[5][25] Di samping itu.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. mata.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. terdapat pula kelompok bakteri lain. dan kaki manusia.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.Thermus aquatiqus. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. derajat keasaman pH sangat tinggi.[38] Secara umum. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). dan daya tahan sel yang unik.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.

membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[2] Sebagai contoh. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. dengan suhu optimum 50 . kira-kira 85%. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. Bakteri mesofil.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. Bakteri termofil.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[39] Deinococcus radiodurans. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. dengan suhu optimum 15 °C.114 °C. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.65 °C Bakteri hipertermofil. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . dengan suhu optimum 88 °C.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[2] Khususnya bagi bakteri.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.[40] Secara umum. RH) yang cukup tinggi.[40] Akan tetapi.

radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[40][5]. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.000 Gy. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. dan bahkan kanker.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. sinar x. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. [42] Sebagai perbandingan. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. gas amoniak. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. Bakteri denitrifikasi. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.bagi pertumbuhan bakteri.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. bakteri dapat mengalami kematian.[40] Teknik penggunaan sinar UV. Bakteri nitrifikasi. katarak. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. 1 Gy = 100 rad).[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. terutama bakteri.[5] .[41] Akan tetapi.[41] Sebagai contoh pada manusia. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[42][43] Pada umumnya.[5] Sebagai contoh. hipertensi. yaitu kelompok Deinococcaceae. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.

[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. and Paracoccus denitrificans.[45] Dalam bidang pertanian.[46] Di samping itu. dan Sinorhizobium.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.Frankia alni. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Bidang pangan . nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Photorhizobium.[48][2] Secara umum.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). Bradyrhizobium.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. seperti bakteri nitrifikasi.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. Mesorhizobium. Pseudomonas aeruginosa.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.

seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa.[49] Clostridium botulinum. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. menghasilkan asam bongkrek. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. 6. penyebab pelendiran makanan. 1. dan pembentukkan gas. penurunan pH. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. Pseudomonas cocovenenans).[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. menghasilkan racun botulinin.[5] . 5. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. Lactobacillus sp. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. 4.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. menghasilkan antibiotik polymixin. 3. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. 2.

gas nitrogen.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. gas hidrogen.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme.[58] Selanjutnya. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.[52] Pada manusia. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. salah satunya adalah bakteri. dan lemak.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. protein. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. terutama karbon dan nitrogen. Sebagai contoh.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. seperti asam amino. Beberapa jenis bakteri. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. seperti karbohidrat. dimulai dari jaringan-jaringan otot. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. Pada tahap akhir. terutama bakteri heterotrof.[58] Bakteri .[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul.

jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.Dari Wikipedia bahasa Indonesia.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).[2] Beberapa . ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. cari ? Bakteri Escherichia coli. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.

yaitu Thiomargarita. seperti sel tumbuhan dan jamur. air.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. bakteri berukuran 0.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.[6][7][8][9] Pada umumnya. kerangka sel.5-5 μm.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.3 Cahaya o 6.2 Bidang pangan o 7. dan industri. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).1 Bidang lingkungan o 7. bahkan dalam tubuh manusia. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .2 Kelembaban relatif o 6. pengobatan.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. udara. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).4 Radiasi 7 Peranan o 7.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.1 Suhu o 6. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.

tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. salah satu bakteri penghasil endospora.[14] Robert Koch juga merupakan .Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Dalam bukunya tersebut. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13]Akan tetapi.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. Ferdinand Cohn.[13] Akan tetapi.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. Antoni van Leeuwenhoek. erlenmeyer.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Sejak saat itulah. dan Robert Koch.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Walau demikian. mulai berkembang.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Selanjutnya.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Robert Koch. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. dimuat dalam Micrographia. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. dan tabung reaksi. terutama bakteri (bakteriologi).

[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.

semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. ribosom.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. vakuola gas.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. melekat dan konjugasi. dan magnetosom.[18] Morfologi bakteri . Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.

bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. dan usia. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. medium.[20] . jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika bergerombol o Streptococcus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. (bentuk koma). jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel.

mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[21] Sama seperti struktur kapsul.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[22][21] Amfitrik. B-Lofotrik. C-Amfitrik.[22][21] Monotrik. lingkungan perairan. tanah. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. yaitu:[22][21]      Atrik.[22][21] Peritrik. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[24] .[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[2] Habitatnya sangat beragam. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. udara. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. D-Peritrik.[22][21] Lofotrik. [23] Oleh karena itu.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. bakteri dibagi menjadi lima golongan. tidak mempunyai flagel. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. permukaan daun. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.

dan atomic force microscope (AFM). bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. dan rendah. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[38] Suhu . kelembapan.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. mulut. seperti mikroskop optikal. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. mata. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. derajat keasaman pH sangat tinggi.[38] Secara umum. mikroskop elektron.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[5][25] Di samping itu. yaitu probiotik. kadar air rendah (kelompok xerofil). mekanisme metabolisme. dan kaki manusia. terutama pada usus besar.[2][33][34] Sebagai contoh. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.Thermus aquatiqus. dan cahaya. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. dan daya tahan sel yang unik. terdapat pula kelompok bakteri lain.

Bakteri termofil. RH) yang cukup tinggi.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.[39] Deinococcus radiodurans.[2] Khususnya bagi bakteri. Bakteri mesofil. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. dengan suhu optimum 15 °C.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. dengan suhu optimum 88 °C. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[40] Akan tetapi. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.65 °C Bakteri hipertermofil. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. kira-kira 85%. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[40] Secara umum.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.114 °C.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[2] Sebagai contoh. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. dengan suhu optimum 50 . paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .

[42][43] Pada umumnya. katarak. Bakteri nitrifikasi. bakteri dapat mengalami kematian. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. [42] Sebagai perbandingan. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[40] Teknik penggunaan sinar UV. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. hipertensi. yaitu kelompok Deinococcaceae. Bakteri denitrifikasi.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[41] Sebagai contoh pada manusia.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.bagi pertumbuhan bakteri. sinar x. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. dan bahkan kanker.000 Gy.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. gas amoniak. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[5] .[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[41] Akan tetapi.[5] Sebagai contoh. terutama bakteri. 1 Gy = 100 rad).[40][5].

seperti bakteri nitrifikasi.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[46] Di samping itu. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. Bradyrhizobium.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[2] Bidang pangan . Pseudomonas aeruginosa. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. seperti dinitrogen oksida (N2O).[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. Mesorhizobium.[48][2] Secara umum.[45] Dalam bidang pertanian.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). and Paracoccus denitrificans. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. dan Sinorhizobium. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. Photorhizobium.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.Frankia alni. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.

Lactobacillus sp.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. 5. penurunan pH.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. dan pembentukkan gas. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. Pseudomonas cocovenenans).[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No.[5] .[49] Clostridium botulinum. 6.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. menghasilkan asam bongkrek.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. 1. 2. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. menghasilkan racun botulinin.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. 4. penyebab pelendiran makanan. 3. menghasilkan antibiotik polymixin. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.

[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. dimulai dari jaringan-jaringan otot. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[52] Pada manusia. terutama bakteri heterotrof.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. Sebagai contoh. protein.[58] Selanjutnya. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[58] Bakteri . seperti karbohidrat. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. gas hidrogen. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. salah satunya adalah bakteri. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. Beberapa jenis bakteri. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. gas nitrogen.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. terutama karbon dan nitrogen. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. Pada tahap akhir. seperti asam amino. dan lemak.

[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Beberapa .Dari Wikipedia bahasa Indonesia. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. cari ? Bakteri Escherichia coli.

3 Cahaya o 6.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. air. yaitu Thiomargarita.2 Kelembaban relatif o 6. pengobatan. dan industri.5-5 μm. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).[6][7][8][9] Pada umumnya.2 Bidang pangan o 7. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. seperti sel tumbuhan dan jamur.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. kerangka sel. udara.1 Suhu o 6.4 Radiasi 7 Peranan o 7.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). bakteri berukuran 0.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. bahkan dalam tubuh manusia.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.1 Bidang lingkungan o 7.

[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. mulai berkembang. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Akan tetapi. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. erlenmeyer.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Selanjutnya.[13]Akan tetapi.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. Robert Koch.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. dan tabung reaksi. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. dimuat dalam Micrographia. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. terutama bakteri (bakteriologi). Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. Ferdinand Cohn.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Walau demikian. dan Robert Koch.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Sejak saat itulah.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.

bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .

[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. vakuola gas. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. melekat dan konjugasi.[18] Morfologi bakteri . sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. ribosom. dan magnetosom. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.

jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. (bentuk koma). jika kecil dan tunggal o Diplococcus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar.[20] . bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. dan usia. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. medium. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika bergerombol o Streptococcus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder.

yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. bakteri dibagi menjadi lima golongan. yaitu:[22][21]      Atrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. lingkungan perairan. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. C-Amfitrik.[24] . permukaan daun. [23] Oleh karena itu.[21] Sama seperti struktur kapsul.[22][21] Peritrik. B-Lofotrik. tidak mempunyai flagel. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[2] Habitatnya sangat beragam.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[22][21] Lofotrik.[22][21] Amfitrik. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Monotrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. D-Peritrik. udara. tanah. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.

Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[38] Suhu . kelembapan. mulut.[2][33][34] Sebagai contoh. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. dan cahaya.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). mata. dan atomic force microscope (AFM). mekanisme metabolisme.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. dan rendah. derajat keasaman pH sangat tinggi. terdapat pula kelompok bakteri lain. terutama pada usus besar. kadar air rendah (kelompok xerofil).[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[38] Secara umum. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . dan daya tahan sel yang unik.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).Thermus aquatiqus. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. seperti mikroskop optikal. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. yaitu probiotik.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. mikroskop elektron. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[5][25] Di samping itu. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. dan kaki manusia.

yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.[40] Akan tetapi. Bakteri termofil. dengan suhu optimum 50 . yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . Bakteri mesofil. dengan suhu optimum 88 °C.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.[39] Deinococcus radiodurans.[2] Khususnya bagi bakteri.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[2] Sebagai contoh. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[40] Secara umum.65 °C Bakteri hipertermofil. dengan suhu optimum 15 °C. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.114 °C. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. RH) yang cukup tinggi.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. kira-kira 85%. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.

terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[41] Akan tetapi.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. Bakteri nitrifikasi. bakteri dapat mengalami kematian.[40][5].[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. terutama bakteri. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[5] . bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. hipertensi.bagi pertumbuhan bakteri.000 Gy. 1 Gy = 100 rad). katarak.[41] Sebagai contoh pada manusia.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.[42][43] Pada umumnya. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. dan bahkan kanker. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[5] Sebagai contoh. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. yaitu kelompok Deinococcaceae.[40] Teknik penggunaan sinar UV. Bakteri denitrifikasi. [42] Sebagai perbandingan. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. gas amoniak. sinar x.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.

tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. and Paracoccus denitrificans.[2] Bidang pangan . yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[46] Di samping itu.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. Bradyrhizobium. Photorhizobium. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. seperti dinitrogen oksida (N2O).[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[45] Dalam bidang pertanian.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. seperti bakteri nitrifikasi.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. Mesorhizobium.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[48][2] Secara umum.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.Frankia alni. dan Sinorhizobium. Pseudomonas aeruginosa.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.

[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. 6.[49] Clostridium botulinum. menghasilkan asam bongkrek. penyebab pelendiran makanan. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. menghasilkan antibiotik polymixin. 1.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. 4.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. Pseudomonas cocovenenans). seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. penurunan pH. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. Lactobacillus sp. 2. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. 5. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. menghasilkan racun botulinin. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. dan pembentukkan gas. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.[5] . menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. 3.

terutama karbon dan nitrogen. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[58] . semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. Beberapa jenis bakteri.[58] Selanjutnya. Sebagai contoh.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. salah satunya adalah bakteri.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. dimulai dari jaringan-jaringan otot. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. Pada tahap akhir. terutama bakteri heterotrof. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[52] Pada manusia.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. protein. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. gas hidrogen.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. gas nitrogen. dan lemak. seperti asam amino. seperti karbohidrat.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.