Bakteri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari ? Bakteri

Escherichia coli, salah satu bakteri berbentuk batang

Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae

Bakteri (dari kata Latin bacterium; jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, dan industri.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel, kerangka sel, dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah, air, udara, dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen), bahkan dalam tubuh manusia.[6][7][8][9] Pada umumnya, bakteri berukuran 0,5-5 μm, tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm, yaitu Thiomargarita.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan dan jamur, tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[12]

Daftar isi
     

  

1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.1 Suhu o 6.2 Kelembaban relatif o 6.3 Cahaya o 6.4 Radiasi 7 Peranan o 7.1 Bidang lingkungan o 7.2 Bidang pangan o 7.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar

Sejarah

Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke; dimuat dalam Micrographia. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi, terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme, terutama bakteri (bakteriologi), mulai berkembang.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Akan tetapi, perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke, Antoni van Leeuwenhoek, Ferdinand Cohn, dan Robert Koch.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828, diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur, yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[5] Robert Hooke (1635-1703), seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris, menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13]Akan tetapi, Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Dalam bukunya tersebut, tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Walau demikian, buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke, ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Sejak saat itulah, tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Selanjutnya, ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan

[14] Robert Koch juga merupakan orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Robert Koch (1843-1910). salah satu bakteri penghasil endospora. erlenmeyer.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. dan tabung reaksi.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. Robert Koch. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn . banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.

[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. dan magnetosom.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. melekat dan konjugasi.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. vakuola gas. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. Hans Christian Gram pada tahun 1884. ribosom.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[18] Morfologi bakteri . meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.

jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. dan usia. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. (bentuk koma).Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika bergerombol o Streptococcus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder.[20] . jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. medium.

mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. D-Peritrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[24] . lingkungan perairan. bakteri dibagi menjadi lima golongan. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. udara. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[21] Sama seperti struktur kapsul.[22][21] Lofotrik.[22][21] Peritrik.[22][21] Amfitrik. yaitu:[22][21]      Atrik.[22][21] Monotrik. C-Amfitrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. permukaan daun.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. [23] Oleh karena itu. B-Lofotrik. tanah.[2] Habitatnya sangat beragam.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. tidak mempunyai flagel.

dan rendah. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. derajat keasaman pH sangat tinggi. dan daya tahan sel yang unik. kelembapan. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[27][28][29] Di dalam rongga mulut. terutama pada usus besar. mikroskop elektron. seperti mikroskop optikal.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[2][33][34] Sebagai contoh. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). dan cahaya. kadar air rendah (kelompok xerofil). dan atomic force microscope (AFM).[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. mata. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. mekanisme metabolisme.[5][25] Di samping itu. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). mulut.[38] Suhu . terdapat pula kelompok bakteri lain. dan kaki manusia.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. yaitu probiotik.[38] Secara umum.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.Thermus aquatiqus.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.

paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.114 °C. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. dengan suhu optimum 88 °C.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. Bakteri termofil. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[2] Sebagai contoh.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. Bakteri mesofil.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[40] Secara umum. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[2] Khususnya bagi bakteri. dengan suhu optimum 15 °C.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. RH) yang cukup tinggi. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. kira-kira 85%.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.65 °C Bakteri hipertermofil.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[39] Deinococcus radiodurans. dengan suhu optimum 50 . yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[40] Akan tetapi.

paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. dan bahkan kanker. Bakteri nitrifikasi. bakteri dapat mengalami kematian. hipertensi. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. yaitu kelompok Deinococcaceae.[5] Sebagai contoh. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. Bakteri denitrifikasi.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. gas amoniak. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[42][43] Pada umumnya.[41] Akan tetapi. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.bagi pertumbuhan bakteri.[40] Teknik penggunaan sinar UV. [42] Sebagai perbandingan. sinar x.[41] Sebagai contoh pada manusia.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. terutama bakteri.000 Gy.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[40][5]. 1 Gy = 100 rad). katarak.[5] .[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.

Photorhizobium.[46] Di samping itu. Mesorhizobium.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. seperti dinitrogen oksida (N2O).[48][2] Secara umum.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. seperti bakteri nitrifikasi.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. dan Sinorhizobium.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. Pseudomonas aeruginosa.Frankia alni. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[2] Bidang pangan . kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. Bradyrhizobium.[45] Dalam bidang pertanian. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. and Paracoccus denitrificans. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.

bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. dan pembentukkan gas.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. Pseudomonas cocovenenans). juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. menghasilkan asam bongkrek. penurunan pH.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. 4. menghasilkan antibiotik polymixin. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No.[49] Clostridium botulinum.[5] . seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. 3. 1. 2. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. menghasilkan racun botulinin. 5.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. penyebab pelendiran makanan. 6. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. Lactobacillus sp.

gas nitrogen. Sebagai contoh. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. salah satunya adalah bakteri.[52] Pada manusia. seperti karbohidrat. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. protein.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. dan lemak. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme.[58] Selanjutnya. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. Beberapa jenis bakteri.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. terutama karbon dan nitrogen. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. seperti asam amino.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. terutama bakteri heterotrof. Pada tahap akhir.[58] Bakteri .[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. dimulai dari jaringan-jaringan otot. gas hidrogen.

serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).Dari Wikipedia bahasa Indonesia. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Beberapa . ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. cari ? Bakteri Escherichia coli.

1 Bidang lingkungan o 7.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.2 Kelembaban relatif o 6. dan industri.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. pengobatan. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). yaitu Thiomargarita.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.4 Radiasi 7 Peranan o 7.3 Cahaya o 6. udara.2 Bidang pangan o 7. kerangka sel. air. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. bakteri berukuran 0.5-5 μm. bahkan dalam tubuh manusia.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . seperti sel tumbuhan dan jamur. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).1 Suhu o 6.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.[6][7][8][9] Pada umumnya.

[13] Sejak saat itulah. Ferdinand Cohn.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Robert Koch (1843-1910). terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. mulai berkembang.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. dimuat dalam Micrographia.[13] Walau demikian. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. dan tabung reaksi. dan Robert Koch.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. erlenmeyer.[14] Robert Koch juga merupakan . yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Akan tetapi. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. salah satu bakteri penghasil endospora. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. Robert Koch. terutama bakteri (bakteriologi).[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Selanjutnya. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13]Akan tetapi.

sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.

melekat dan konjugasi.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. dan magnetosom. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. vakuola gas. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. ribosom.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[18] Morfologi bakteri . meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.

bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar.[20] . Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika bergerombol o Streptococcus. (bentuk koma). jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. medium. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. dan usia. jka berganda dua-dua o Tetracoccus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus.

[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. [23] Oleh karena itu. tanah. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[24] . udara. yaitu:[22][21]      Atrik. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. B-Lofotrik.[22][21] Amfitrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. bakteri dibagi menjadi lima golongan. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[2] Habitatnya sangat beragam.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. permukaan daun. D-Peritrik.[21] Sama seperti struktur kapsul. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Monotrik. C-Amfitrik.[22][21] Peritrik. tidak mempunyai flagel.[22][21] Lofotrik. lingkungan perairan. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.

Thermus aquatiqus, bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia, terutama pada usus besar, diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[5][25] Di samping itu, terdapat pula kelompok bakteri lain, yaitu probiotik, yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[26] Selain di dalam saluran pencernaan, bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit, mata, mulut, dan kaki manusia.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof, yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[27][28][29] Di dalam rongga mulut, bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi, mekanisme metabolisme, dan daya tahan sel yang unik.[2][33][34] Sebagai contoh, Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi, bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur, bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil), kadar air rendah (kelompok xerofil), derajat keasaman pH sangat tinggi, dan rendah.[2]

Pengaruh lingkungan terhadap bakteri
Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu, kelembapan, dan cahaya.[38] Secara umum, terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut, seperti mikroskop optikal, mikroskop elektron, dan atomic force microscope (AFM).[38]

Suhu

Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Khususnya bagi bakteri, suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi, membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya, bakteri dibagi menjadi 4 golongan:
   

Bakteri psikrofil, yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C, dengan suhu optimum 15 °C. Bakteri mesofil, yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C, dengan suhu optimum 25° – 40 °C. Bakteri termofil, yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C, dengan suhu optimum 50 - 65 °C Bakteri hipertermofil, yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 - 114 °C, dengan suhu optimum 88 °C.[2]

Kelembaban relatif
Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity, RH) yang cukup tinggi, kira-kira 85%.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti, misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[2] Sebagai contoh, bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[39]

Deinococcus radiodurans, hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM)

Cahaya
Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[40] Secara umum, bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[40] Akan tetapi, paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal

bagi pertumbuhan bakteri.[40] Teknik penggunaan sinar UV, sinar x, dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[40][5]. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan, terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[5]

Radiasi
Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup, terutama bakteri.[41] Sebagai contoh pada manusia, radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut, katarak, hipertensi, dan bahkan kanker.[41] Akan tetapi, terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi, bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi, yaitu kelompok Deinococcaceae. [42] Sebagai perbandingan, manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy, 1 Gy = 100 rad), sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.000 Gy.[42][43] Pada umumnya, paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi, bakteri dapat mengalami kematian.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[44]

Peranan
Bidang lingkungan
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai, Bakteri nitrifikasi, Bakteri denitrifikasi, dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[5] Sebagai contoh, bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein, karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2, gas amoniak, dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik, beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[5]

Pseudomonas aeruginosa.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[46] Di samping itu.[2] Bidang pangan .[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. Mesorhizobium.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[45] Dalam bidang pertanian. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. Photorhizobium. Bradyrhizobium. dan Sinorhizobium.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. seperti bakteri nitrifikasi.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. seperti dinitrogen oksida (N2O).[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. and Paracoccus denitrificans. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.Frankia alni.[48][2] Secara umum. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.

[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. 6. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. menghasilkan racun botulinin.[49] Clostridium botulinum. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. dan pembentukkan gas. 1. 3. menghasilkan asam bongkrek.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. menghasilkan antibiotik polymixin. 5. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. penurunan pH. 2.[5] . seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. penyebab pelendiran makanan. Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. Pseudomonas cocovenenans). 4. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.

[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. terutama bakteri heterotrof. terutama karbon dan nitrogen. Pada tahap akhir.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. seperti karbohidrat.[58] Bakteri . banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. Beberapa jenis bakteri. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. Sebagai contoh.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. dimulai dari jaringan-jaringan otot. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. protein. salah satunya adalah bakteri.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[58] Selanjutnya. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. gas hidrogen. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. gas nitrogen. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari.[52] Pada manusia. seperti asam amino. dan lemak.

[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.[2] Beberapa . jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. cari ? Bakteri Escherichia coli. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.

3 Cahaya o 6. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . pengobatan.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. bahkan dalam tubuh manusia.1 Bidang lingkungan o 7. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. air. udara. kerangka sel.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. yaitu Thiomargarita. seperti sel tumbuhan dan jamur.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.1 Suhu o 6.2 Bidang pangan o 7.4 Radiasi 7 Peranan o 7. dan industri.5-5 μm.2 Kelembaban relatif o 6.[6][7][8][9] Pada umumnya.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. bakteri berukuran 0.

tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Selanjutnya.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. dan tabung reaksi.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Akan tetapi. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Walau demikian.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. Robert Koch. salah satu bakteri penghasil endospora.[14] Robert Koch juga merupakan . seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13]Akan tetapi.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. Antoni van Leeuwenhoek. Ferdinand Cohn. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. dimuat dalam Micrographia.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. mulai berkembang.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. erlenmeyer.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. dan Robert Koch.[13] Dalam bukunya tersebut. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Sejak saat itulah. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.

sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .

Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[18] Morfologi bakteri . sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. ribosom. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. dan magnetosom. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. vakuola gas.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. melekat dan konjugasi.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.

bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. (bentuk koma). medium. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika bergerombol o Streptococcus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. dan usia. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder.[20] .

flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. lingkungan perairan.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. D-Peritrik. udara.[21] Sama seperti struktur kapsul. C-Amfitrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. tanah. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[22][21] Monotrik.[22][21] Lofotrik. permukaan daun. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Amfitrik.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. B-Lofotrik. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[22][21] Peritrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. yaitu:[22][21]      Atrik. tidak mempunyai flagel.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[2] Habitatnya sangat beragam. [23] Oleh karena itu.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[24] .

[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. kelembapan.[38] Secara umum. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. terdapat pula kelompok bakteri lain. derajat keasaman pH sangat tinggi. terutama pada usus besar. dan rendah. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. yaitu probiotik.[38] Suhu . dan atomic force microscope (AFM). seperti mikroskop optikal. dan kaki manusia. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. mata.[2][33][34] Sebagai contoh. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. kadar air rendah (kelompok xerofil). dan cahaya.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. dan daya tahan sel yang unik.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[5][25] Di samping itu. mikroskop elektron. mulut.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). mekanisme metabolisme.Thermus aquatiqus. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi.

membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. RH) yang cukup tinggi. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[2] Khususnya bagi bakteri. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[40] Secara umum. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[39] Deinococcus radiodurans. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. dengan suhu optimum 88 °C.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. Bakteri mesofil. Bakteri termofil.[2] Sebagai contoh. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.65 °C Bakteri hipertermofil. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. dengan suhu optimum 15 °C. kira-kira 85%.[40] Akan tetapi. dengan suhu optimum 50 .114 °C.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.

beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. hipertensi. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. 1 Gy = 100 rad). terutama bakteri.[41] Sebagai contoh pada manusia. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. katarak.[42][43] Pada umumnya. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. dan bahkan kanker. Bakteri denitrifikasi. [42] Sebagai perbandingan.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[40][5].000 Gy. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[41] Akan tetapi. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.bagi pertumbuhan bakteri. Bakteri nitrifikasi. sinar x.[5] Sebagai contoh.[5] .[40] Teknik penggunaan sinar UV.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. gas amoniak. bakteri dapat mengalami kematian. yaitu kelompok Deinococcaceae. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.

Frankia alni, salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen, seperti bakteri nitrifikasi.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[45] Dalam bidang pertanian, nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai, akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri, Pseudomonas aeruginosa, and Paracoccus denitrificans.[46] Di samping itu, reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain, seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme, tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2- yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[48][2] Secara umum, kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia, termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium, Bradyrhizobium, Mesorhizobium, Photorhizobium, dan Sinorhizobium.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum, yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[2]

Bidang pangan

Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama, juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. Lactobacillus sp. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis

Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[49] Clostridium botulinum, menghasilkan racun botulinin, seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:
 

Burkholderia gladioli (sin. Pseudomonas cocovenenans), menghasilkan asam bongkrek, terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides, penyebab pelendiran makanan, penurunan pH, dan pembentukkan gas.[51]

Bidang kesehatan
Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan, bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:
    

Streptomyces griseus, menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens, menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae, menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium, menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa, menghasilkan antibiotik polymixin.[5]

Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik, banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[52] Pada manusia, beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus, Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC, dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak, seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[56]

Dekomposisi

Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme, salah satunya adalah bakteri. Beberapa jenis bakteri, terutama bakteri heterotrof, mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. Sebagai contoh, enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana, seperti asam amino.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur, terutama karbon dan nitrogen, ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia, dimulai dari jaringan-jaringan otot.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[58] Selanjutnya, asam amino akan diubah menjadi asam asetat, gas hidrogen, gas nitrogen, dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. Pada tahap akhir, semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[58]

Bakteri

ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Beberapa . cari ? Bakteri Escherichia coli. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.Dari Wikipedia bahasa Indonesia.

dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.4 Radiasi 7 Peranan o 7. air.2 Kelembaban relatif o 6. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). yaitu Thiomargarita.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.1 Bidang lingkungan o 7.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. pengobatan. dan industri. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. udara. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.1 Suhu o 6. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.3 Cahaya o 6.2 Bidang pangan o 7. seperti sel tumbuhan dan jamur.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. kerangka sel.[6][7][8][9] Pada umumnya.5-5 μm.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. bakteri berukuran 0. bahkan dalam tubuh manusia.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.

Robert Koch. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Dalam bukunya tersebut. salah satu bakteri penghasil endospora. dan tabung reaksi. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. dimuat dalam Micrographia.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Sejak saat itulah. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Robert Koch (1843-1910). dan Robert Koch.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. mulai berkembang. Antoni van Leeuwenhoek. erlenmeyer. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Walau demikian. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13]Akan tetapi.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[5] Robert Hooke (1635-1703). tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Akan tetapi. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Selanjutnya. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). Ferdinand Cohn.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.

[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.

[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. dan magnetosom. Hans Christian Gram pada tahun 1884. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[18] Morfologi bakteri . yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. vakuola gas. melekat dan konjugasi.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. ribosom.

jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. medium. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. dan usia. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. (bentuk koma).Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar.[20] . jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika bergerombol o Streptococcus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel.

lingkungan perairan. yaitu:[22][21]      Atrik. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Amfitrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. B-Lofotrik. D-Peritrik.[2] Habitatnya sangat beragam. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[22][21] Lofotrik. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[21] Sama seperti struktur kapsul.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[22][21] Peritrik. permukaan daun. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. [23] Oleh karena itu. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. C-Amfitrik.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. tanah. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[24] . terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. udara. tidak mempunyai flagel.[22][21] Monotrik. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.

[38] Secara umum.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. dan atomic force microscope (AFM).[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. dan kaki manusia.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[5][25] Di samping itu. yaitu probiotik. terutama pada usus besar. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[38] Suhu . Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. terdapat pula kelompok bakteri lain.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[2][33][34] Sebagai contoh. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. mikroskop elektron. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). dan daya tahan sel yang unik.Thermus aquatiqus. mata.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. kelembapan. derajat keasaman pH sangat tinggi. mulut. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. seperti mikroskop optikal.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. kadar air rendah (kelompok xerofil). mekanisme metabolisme. dan rendah. dan cahaya.

Bakteri mesofil. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. Bakteri termofil. kira-kira 85%. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[2] Khususnya bagi bakteri.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. dengan suhu optimum 50 . dengan suhu optimum 88 °C.114 °C.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. RH) yang cukup tinggi. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[40] Akan tetapi.[39] Deinococcus radiodurans.[2] Sebagai contoh. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. dengan suhu optimum 15 °C. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.65 °C Bakteri hipertermofil. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[40] Secara umum.

[5] .000 Gy.bagi pertumbuhan bakteri. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. [42] Sebagai perbandingan. Bakteri nitrifikasi.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. 1 Gy = 100 rad). katarak. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[42][43] Pada umumnya.[40] Teknik penggunaan sinar UV. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. hipertensi. bakteri dapat mengalami kematian.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.[41] Sebagai contoh pada manusia. Bakteri denitrifikasi. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. dan bahkan kanker. yaitu kelompok Deinococcaceae. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. terutama bakteri. gas amoniak.[40][5].[5] Sebagai contoh. sinar x. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[41] Akan tetapi. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.

[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. Mesorhizobium.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. and Paracoccus denitrificans. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[46] Di samping itu.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[2] Bidang pangan . nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). dan Sinorhizobium. Bradyrhizobium.[48][2] Secara umum. Photorhizobium. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.Frankia alni.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. seperti dinitrogen oksida (N2O).[45] Dalam bidang pertanian. seperti bakteri nitrifikasi. Pseudomonas aeruginosa.

menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. menghasilkan racun botulinin.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. 3. menghasilkan antibiotik polymixin.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.[5] . 6. 2. dan pembentukkan gas.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. Lactobacillus sp. 1. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. Pseudomonas cocovenenans). penurunan pH. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. 4.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. penyebab pelendiran makanan.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.[49] Clostridium botulinum. 5. menghasilkan asam bongkrek. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.

gas hidrogen. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. protein. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. Beberapa jenis bakteri.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.[58] Selanjutnya.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. dimulai dari jaringan-jaringan otot. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. gas nitrogen.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. salah satunya adalah bakteri. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. Pada tahap akhir. terutama bakteri heterotrof. terutama karbon dan nitrogen. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. seperti karbohidrat. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[58] Bakteri . Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. seperti asam amino.[52] Pada manusia. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. dan lemak. Sebagai contoh.

cari ? Bakteri Escherichia coli. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).[2] Beberapa . salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.Dari Wikipedia bahasa Indonesia.

dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. dan industri.5-5 μm.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. seperti sel tumbuhan dan jamur. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.1 Bidang lingkungan o 7. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.[6][7][8][9] Pada umumnya.1 Suhu o 6. udara. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.2 Bidang pangan o 7. bahkan dalam tubuh manusia. air. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. bakteri berukuran 0. yaitu Thiomargarita. kerangka sel.2 Kelembaban relatif o 6. pengobatan.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.3 Cahaya o 6.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.4 Radiasi 7 Peranan o 7.

yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Akan tetapi.[5] Robert Hooke (1635-1703). terutama bakteri (bakteriologi). Robert Koch.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. dan tabung reaksi. erlenmeyer.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Walau demikian.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[14] Robert Koch juga merupakan . tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). salah satu bakteri penghasil endospora. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. dan Robert Koch. Ferdinand Cohn.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13]Akan tetapi.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Robert Koch (1843-1910).[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. dimuat dalam Micrographia. mulai berkembang. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. Antoni van Leeuwenhoek. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Selanjutnya. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Sejak saat itulah.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.

[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  . sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.

[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. vakuola gas. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. dan magnetosom. melekat dan konjugasi.[18] Morfologi bakteri .[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. ribosom.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. Hans Christian Gram pada tahun 1884. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.

Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina.[20] . jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. (bentuk koma). jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. medium. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika bergerombol o Streptococcus. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. dan usia.

bakteri dibagi menjadi lima golongan. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. udara.[24] . D-Peritrik. C-Amfitrik.[22][21] Lofotrik. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[22][21] Amfitrik. B-Lofotrik. lingkungan perairan. [23] Oleh karena itu.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. permukaan daun. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[21] Sama seperti struktur kapsul.[22][21] Peritrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[22][21] Monotrik. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[2] Habitatnya sangat beragam. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. yaitu:[22][21]      Atrik. tidak mempunyai flagel.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. tanah.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.

terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. dan daya tahan sel yang unik. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[38] Secara umum.[5][25] Di samping itu. terdapat pula kelompok bakteri lain.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. kadar air rendah (kelompok xerofil). yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[2][33][34] Sebagai contoh. seperti mikroskop optikal. yaitu probiotik.[38] Suhu . mikroskop elektron.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. mata. mulut. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. dan kaki manusia. kelembapan. mekanisme metabolisme.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. terutama pada usus besar. dan atomic force microscope (AFM). dan cahaya. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.Thermus aquatiqus. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). derajat keasaman pH sangat tinggi.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). dan rendah.

[39] Deinococcus radiodurans.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[2] Sebagai contoh.[40] Akan tetapi. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. dengan suhu optimum 50 . bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.114 °C.[40] Secara umum. dengan suhu optimum 88 °C. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. dengan suhu optimum 15 °C.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. Bakteri mesofil. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Khususnya bagi bakteri. RH) yang cukup tinggi. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. Bakteri termofil. kira-kira 85%. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.65 °C Bakteri hipertermofil. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.

[5] . dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. Bakteri nitrifikasi. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[41] Sebagai contoh pada manusia. [42] Sebagai perbandingan.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.000 Gy.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. katarak. Bakteri denitrifikasi. hipertensi.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[42][43] Pada umumnya. sinar x.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[41] Akan tetapi. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. terutama bakteri. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. dan bahkan kanker. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.bagi pertumbuhan bakteri.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. gas amoniak. bakteri dapat mengalami kematian. 1 Gy = 100 rad).[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. yaitu kelompok Deinococcaceae.[5] Sebagai contoh.[40] Teknik penggunaan sinar UV.[40][5].

Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[48][2] Secara umum.[46] Di samping itu. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. dan Sinorhizobium. Bradyrhizobium.[2] Bidang pangan . seperti bakteri nitrifikasi. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. Photorhizobium.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. Pseudomonas aeruginosa.Frankia alni.[45] Dalam bidang pertanian.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. Mesorhizobium.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. and Paracoccus denitrificans. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.

1. Lactobacillus sp.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. dan pembentukkan gas.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. menghasilkan antibiotik polymixin. 5. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[49] Clostridium botulinum. menghasilkan racun botulinin. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. 2. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. menghasilkan asam bongkrek. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. 3. 6.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin.[5] . Pseudomonas cocovenenans). menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. penurunan pH. 4. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. penyebab pelendiran makanan.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.

dan lemak. Sebagai contoh. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. seperti asam amino. terutama karbon dan nitrogen. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[58] Bakteri . protein. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.[52] Pada manusia. gas nitrogen.[58] Selanjutnya.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. seperti karbohidrat. Pada tahap akhir.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. gas hidrogen. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. terutama bakteri heterotrof. dimulai dari jaringan-jaringan otot. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. salah satunya adalah bakteri. Beberapa jenis bakteri.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen.

jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Beberapa . cari ? Bakteri Escherichia coli.Dari Wikipedia bahasa Indonesia.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.

[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[6][7][8][9] Pada umumnya.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. seperti sel tumbuhan dan jamur. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). kerangka sel. bahkan dalam tubuh manusia. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).3 Cahaya o 6.1 Bidang lingkungan o 7.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.1 Suhu o 6. pengobatan. air. yaitu Thiomargarita.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. udara.2 Kelembaban relatif o 6.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.5-5 μm.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.2 Bidang pangan o 7.4 Radiasi 7 Peranan o 7. bakteri berukuran 0. dan industri.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.

[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. dan Robert Koch. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Akan tetapi.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. dimuat dalam Micrographia.[13]Akan tetapi. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. dan tabung reaksi.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Walau demikian.[13] Selanjutnya.[13] Sejak saat itulah.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). salah satu bakteri penghasil endospora. Ferdinand Cohn. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. terutama bakteri (bakteriologi). Robert Koch. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. erlenmeyer.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. mulai berkembang.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Robert Koch (1843-1910).

orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.

dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. vakuola gas. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. dan magnetosom. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[18] Morfologi bakteri . Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. ribosom.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. melekat dan konjugasi.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.

[20] . jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergerombol o Streptococcus. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. medium. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. dan usia. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. (bentuk koma). jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya.

[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. yaitu:[22][21]      Atrik. udara.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. lingkungan perairan. permukaan daun. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Lofotrik.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. D-Peritrik. bakteri dibagi menjadi lima golongan. [23] Oleh karena itu.[22][21] Monotrik. tanah. tidak mempunyai flagel.[24] . flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[2] Habitatnya sangat beragam.[22][21] Peritrik. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. B-Lofotrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[22][21] Amfitrik.[21] Sama seperti struktur kapsul.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. C-Amfitrik. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.

terdapat pula kelompok bakteri lain.[2][33][34] Sebagai contoh. dan atomic force microscope (AFM). dan kaki manusia.[5][25] Di samping itu. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. mekanisme metabolisme.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. mikroskop elektron. kelembapan. kadar air rendah (kelompok xerofil).[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. yaitu probiotik. derajat keasaman pH sangat tinggi.Thermus aquatiqus. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). terutama pada usus besar. dan cahaya.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[38] Suhu . dan daya tahan sel yang unik. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. dan rendah. mulut. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. mata.[38] Secara umum.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. seperti mikroskop optikal. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.

membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. dengan suhu optimum 50 . yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[40] Secara umum. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. dengan suhu optimum 15 °C.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.114 °C.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.[2] Sebagai contoh. RH) yang cukup tinggi. dengan suhu optimum 88 °C. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.65 °C Bakteri hipertermofil. Bakteri termofil. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.[40] Akan tetapi.[39] Deinococcus radiodurans. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. Bakteri mesofil.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[2] Khususnya bagi bakteri. kira-kira 85%.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.

[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. Bakteri nitrifikasi. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.000 Gy. sinar x. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[5] .[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[41] Akan tetapi. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. hipertensi. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. dan bahkan kanker. Bakteri denitrifikasi.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. 1 Gy = 100 rad).[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[41] Sebagai contoh pada manusia. [42] Sebagai perbandingan.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.bagi pertumbuhan bakteri.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. bakteri dapat mengalami kematian.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.[40][5]. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. katarak. gas amoniak.[40] Teknik penggunaan sinar UV. yaitu kelompok Deinococcaceae. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. terutama bakteri. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[5] Sebagai contoh.[42][43] Pada umumnya.

yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. Photorhizobium. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). seperti dinitrogen oksida (N2O). seperti bakteri nitrifikasi.[45] Dalam bidang pertanian.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. Pseudomonas aeruginosa.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. Bradyrhizobium. Mesorhizobium. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).Frankia alni.[2] Bidang pangan . nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[48][2] Secara umum.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. and Paracoccus denitrificans.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. dan Sinorhizobium.[46] Di samping itu.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.

Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. menghasilkan racun botulinin. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. penurunan pH. 2.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. 1. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan.[49] Clostridium botulinum. menghasilkan asam bongkrek. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. 4.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. 5. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[5] .[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. menghasilkan antibiotik polymixin. 6. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. 3. dan pembentukkan gas. Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. penyebab pelendiran makanan. Pseudomonas cocovenenans).

beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. Beberapa jenis bakteri. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. gas hidrogen.[58] Bakteri . dan lemak. gas nitrogen. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. terutama karbon dan nitrogen. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. terutama bakteri heterotrof. protein. salah satunya adalah bakteri. dimulai dari jaringan-jaringan otot. seperti asam amino. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen.[58] Selanjutnya. Sebagai contoh.[52] Pada manusia. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. seperti karbohidrat. Pada tahap akhir.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.

cari ? Bakteri Escherichia coli.[2] Beberapa .[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).Dari Wikipedia bahasa Indonesia. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.

yaitu Thiomargarita.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.5-5 μm. seperti sel tumbuhan dan jamur.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. bahkan dalam tubuh manusia.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. pengobatan.[6][7][8][9] Pada umumnya.4 Radiasi 7 Peranan o 7.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . kerangka sel. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. bakteri berukuran 0.1 Suhu o 6.3 Cahaya o 6. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. air. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. udara. dan industri.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.1 Bidang lingkungan o 7.2 Bidang pangan o 7.2 Kelembaban relatif o 6. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).

dimuat dalam Micrographia.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Selanjutnya.[14] Robert Koch juga merupakan . erlenmeyer.[5] Robert Hooke (1635-1703). menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Robert Koch (1843-1910). Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Walau demikian. Robert Koch.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. mulai berkembang. dan Robert Koch.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Akan tetapi.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. dan tabung reaksi. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. Ferdinand Cohn. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13]Akan tetapi. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Sejak saat itulah. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Dalam bukunya tersebut.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.

orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini, Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch, sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13]

Robert Hooke

Antoni van Leeuwenhoek

Ferdinand Cohn

Robert Koch

Struktur sel
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri

Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya, semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti, meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya, yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat, sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark, Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak, melekat dan konjugasi.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit, seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Bakteri juga memiliki kromosom, ribosom, dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan, vakuola gas, dan magnetosom.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi, dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[18]

Morfologi bakteri

Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu:

Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus, jika kecil dan tunggal o Diplococcus, jka berganda dua-dua o Tetracoccus, jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina, jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus, jika bergerombol o Streptococcus, jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus, jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus, jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio, (bentuk koma), jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral, jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete, jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel.

Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, medium, dan usia. Walaupun secara morfologi berbeda-beda, bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya.[20]

[24] . bakteri dibagi menjadi lima golongan.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. tidak mempunyai flagel. udara.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. C-Amfitrik. B-Lofotrik.[22][21] Lofotrik.[22][21] Peritrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. tanah. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[22][21] Amfitrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. D-Peritrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. lingkungan perairan.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. permukaan daun. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[21] Sama seperti struktur kapsul. [23] Oleh karena itu. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. yaitu:[22][21]      Atrik.[22][21] Monotrik. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[2] Habitatnya sangat beragam.

[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.Thermus aquatiqus.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. dan kaki manusia. kadar air rendah (kelompok xerofil). mekanisme metabolisme. yaitu probiotik. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . dan atomic force microscope (AFM). dan cahaya. dan rendah. mikroskop elektron.[5][25] Di samping itu.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. terdapat pula kelompok bakteri lain. terutama pada usus besar.[38] Secara umum. derajat keasaman pH sangat tinggi. kelembapan. seperti mikroskop optikal. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[2][33][34] Sebagai contoh. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[38] Suhu . mata. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. mulut. dan daya tahan sel yang unik.

[40] Akan tetapi. Bakteri mesofil. RH) yang cukup tinggi. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.114 °C. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[2] Khususnya bagi bakteri.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. kira-kira 85%. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[39] Deinococcus radiodurans.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[40] Secara umum.65 °C Bakteri hipertermofil.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[2] Sebagai contoh. dengan suhu optimum 15 °C. dengan suhu optimum 50 . dengan suhu optimum 88 °C. Bakteri termofil. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.

bakteri dapat mengalami kematian.[41] Sebagai contoh pada manusia. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. 1 Gy = 100 rad).[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. Bakteri denitrifikasi.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[42][43] Pada umumnya.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. terutama bakteri. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. yaitu kelompok Deinococcaceae. katarak. Bakteri nitrifikasi.bagi pertumbuhan bakteri.[5] Sebagai contoh.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. sinar x.[40] Teknik penggunaan sinar UV. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. dan bahkan kanker.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[5] . dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. hipertensi. [42] Sebagai perbandingan. gas amoniak.[41] Akan tetapi.000 Gy.[40][5]. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.

[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. Mesorhizobium.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. dan Sinorhizobium.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. seperti dinitrogen oksida (N2O).[48][2] Secara umum. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[45] Dalam bidang pertanian. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[2] Bidang pangan . seperti bakteri nitrifikasi.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[46] Di samping itu. Bradyrhizobium.Frankia alni. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. Pseudomonas aeruginosa.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). Photorhizobium. and Paracoccus denitrificans. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.

dan pembentukkan gas.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. menghasilkan racun botulinin.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. 1. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. 2. penurunan pH.[5] . terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. 6. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. 4. menghasilkan antibiotik polymixin. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. 3. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. Lactobacillus sp. penyebab pelendiran makanan.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. menghasilkan asam bongkrek. Pseudomonas cocovenenans).[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[49] Clostridium botulinum.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. 5.

dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. gas hidrogen. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. protein. seperti asam amino.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. seperti karbohidrat. Pada tahap akhir.[58] Selanjutnya. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[58] Bakteri . asam amino akan diubah menjadi asam asetat. Sebagai contoh. salah satunya adalah bakteri. dimulai dari jaringan-jaringan otot. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. Beberapa jenis bakteri. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. terutama karbon dan nitrogen. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[52] Pada manusia. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. gas nitrogen. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. dan lemak. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. terutama bakteri heterotrof.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari.

ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. cari ? Bakteri Escherichia coli.[2] Beberapa .Dari Wikipedia bahasa Indonesia. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.

kerangka sel. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.3 Cahaya o 6. udara. seperti sel tumbuhan dan jamur. dan industri.4 Radiasi 7 Peranan o 7. yaitu Thiomargarita. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. bahkan dalam tubuh manusia.2 Kelembaban relatif o 6.2 Bidang pangan o 7.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.1 Bidang lingkungan o 7.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.[6][7][8][9] Pada umumnya. pengobatan.1 Suhu o 6.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .5-5 μm.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. air.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. bakteri berukuran 0. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).

[13] Selanjutnya.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Sejak saat itulah. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. terutama bakteri (bakteriologi). seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. Ferdinand Cohn.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Akan tetapi. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. dan Robert Koch.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. dimuat dalam Micrographia.[13] Walau demikian. mulai berkembang. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13]Akan tetapi.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Robert Koch (1843-1910). tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. dan tabung reaksi. Antoni van Leeuwenhoek. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. salah satu bakteri penghasil endospora. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. erlenmeyer. Robert Koch.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).

[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.

sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. Hans Christian Gram pada tahun 1884. ribosom.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. melekat dan konjugasi. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. vakuola gas.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. dan magnetosom.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[18] Morfologi bakteri .

medium. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika bergerombol o Streptococcus. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder.[20] . (bentuk koma). jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. dan usia. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus.

lingkungan perairan.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[24] . mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. [23] Oleh karena itu. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[21] Sama seperti struktur kapsul. B-Lofotrik. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. udara.[2] Habitatnya sangat beragam.[22][21] Amfitrik. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[22][21] Lofotrik. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[22][21] Peritrik. D-Peritrik.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. C-Amfitrik.[22][21] Monotrik.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. tanah. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. permukaan daun. yaitu:[22][21]      Atrik. tidak mempunyai flagel.

[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. mulut.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. mata. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[38] Suhu . kelembapan. dan rendah. yaitu probiotik.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). kadar air rendah (kelompok xerofil).[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. dan cahaya. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. terutama pada usus besar. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. dan atomic force microscope (AFM). yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. derajat keasaman pH sangat tinggi. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[38] Secara umum.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[2][33][34] Sebagai contoh.[5][25] Di samping itu. dan kaki manusia. mikroskop elektron. terdapat pula kelompok bakteri lain. mekanisme metabolisme. seperti mikroskop optikal. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. dan daya tahan sel yang unik. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.Thermus aquatiqus.

dengan suhu optimum 50 . dengan suhu optimum 88 °C. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[2] Khususnya bagi bakteri. Bakteri mesofil.65 °C Bakteri hipertermofil. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[40] Secara umum. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. Bakteri termofil. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. kira-kira 85%.[39] Deinococcus radiodurans.[40] Akan tetapi. dengan suhu optimum 15 °C. RH) yang cukup tinggi. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Sebagai contoh.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.114 °C.

[40][5]. yaitu kelompok Deinococcaceae.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.[41] Akan tetapi. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. hipertensi. gas amoniak. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. sinar x.bagi pertumbuhan bakteri.000 Gy. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[40] Teknik penggunaan sinar UV.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[42][43] Pada umumnya. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. Bakteri denitrifikasi. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. katarak. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[41] Sebagai contoh pada manusia. terutama bakteri. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. [42] Sebagai perbandingan. 1 Gy = 100 rad). dan bahkan kanker. bakteri dapat mengalami kematian. Bakteri nitrifikasi. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[5] Sebagai contoh. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[5] .

Photorhizobium.[45] Dalam bidang pertanian. Pseudomonas aeruginosa. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[2] Bidang pangan . dan Sinorhizobium.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. seperti dinitrogen oksida (N2O). nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.Frankia alni.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. and Paracoccus denitrificans.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. seperti bakteri nitrifikasi.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. Bradyrhizobium. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[46] Di samping itu. Mesorhizobium.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[48][2] Secara umum. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.

menghasilkan racun botulinin. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. penyebab pelendiran makanan. dan pembentukkan gas. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. 4.[49] Clostridium botulinum. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. menghasilkan asam bongkrek. 2. menghasilkan antibiotik polymixin. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[5] . menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. 5.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. Pseudomonas cocovenenans).[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. penurunan pH. Lactobacillus sp. 3. 1. 6.

Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. seperti asam amino. Pada tahap akhir. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. seperti karbohidrat. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. dan lemak. terutama bakteri heterotrof.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. Sebagai contoh. terutama karbon dan nitrogen.[52] Pada manusia. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. dimulai dari jaringan-jaringan otot. gas hidrogen. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. Beberapa jenis bakteri. protein. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[58] Bakteri .[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. gas nitrogen. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. salah satunya adalah bakteri.[58] Selanjutnya.

cari ? Bakteri Escherichia coli.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.[2] Beberapa . ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.

[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. udara. kerangka sel.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . yaitu Thiomargarita.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.3 Cahaya o 6.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.4 Radiasi 7 Peranan o 7. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.1 Suhu o 6.2 Bidang pangan o 7. bakteri berukuran 0.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.2 Kelembaban relatif o 6. bahkan dalam tubuh manusia. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. seperti sel tumbuhan dan jamur. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. dan industri.1 Bidang lingkungan o 7.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. pengobatan. air. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).5-5 μm.[6][7][8][9] Pada umumnya.

[13]Akan tetapi. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Akan tetapi. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Selanjutnya. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. dan Robert Koch. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. Ferdinand Cohn.[13] Walau demikian.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. erlenmeyer.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. Robert Koch. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. dimuat dalam Micrographia. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Sejak saat itulah.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. dan tabung reaksi.[5] Robert Hooke (1635-1703). mulai berkembang.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[14] Robert Koch juga merupakan . menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.

[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  . Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.

ribosom. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. vakuola gas.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. dan magnetosom.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. melekat dan konjugasi. Hans Christian Gram pada tahun 1884. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[18] Morfologi bakteri .[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.

dan usia. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. medium. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika bergerombol o Streptococcus. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus.[20] . (bentuk koma).

[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. D-Peritrik.[24] . C-Amfitrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. tanah. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[22][21] Monotrik.[2] Habitatnya sangat beragam.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[21] Sama seperti struktur kapsul. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. permukaan daun. tidak mempunyai flagel.[22][21] Peritrik. [23] Oleh karena itu. B-Lofotrik. yaitu:[22][21]      Atrik. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. lingkungan perairan. udara.[22][21] Amfitrik. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[22][21] Lofotrik.

Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[38] Suhu . mata. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). mikroskop elektron. terdapat pula kelompok bakteri lain.Thermus aquatiqus. mekanisme metabolisme. dan cahaya.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . dan kaki manusia. dan daya tahan sel yang unik.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[5][25] Di samping itu. derajat keasaman pH sangat tinggi.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. kelembapan. dan rendah. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. terutama pada usus besar.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. dan atomic force microscope (AFM).[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). kadar air rendah (kelompok xerofil). seperti mikroskop optikal.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. mulut.[38] Secara umum.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[2][33][34] Sebagai contoh. yaitu probiotik.

[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. dengan suhu optimum 88 °C. Bakteri termofil. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[40] Secara umum. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. dengan suhu optimum 15 °C. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. RH) yang cukup tinggi. Bakteri mesofil.[2] Sebagai contoh. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. dengan suhu optimum 50 .[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[39] Deinococcus radiodurans.[2] Khususnya bagi bakteri.[40] Akan tetapi. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . kira-kira 85%. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.65 °C Bakteri hipertermofil.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.114 °C.

dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[5] Sebagai contoh. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. hipertensi. yaitu kelompok Deinococcaceae.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.bagi pertumbuhan bakteri.[41] Akan tetapi.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. bakteri dapat mengalami kematian. dan bahkan kanker. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. katarak.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.000 Gy. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. 1 Gy = 100 rad). karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. [42] Sebagai perbandingan.[42][43] Pada umumnya.[5] . terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. Bakteri nitrifikasi. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[40][5]. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. sinar x. terutama bakteri. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[41] Sebagai contoh pada manusia.[40] Teknik penggunaan sinar UV. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. gas amoniak. Bakteri denitrifikasi.

and Paracoccus denitrificans. dan Sinorhizobium.[2] Bidang pangan .[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. Mesorhizobium. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. Bradyrhizobium.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. seperti bakteri nitrifikasi. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.Frankia alni.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. Photorhizobium.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[48][2] Secara umum. Pseudomonas aeruginosa. seperti dinitrogen oksida (N2O).[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[46] Di samping itu.[45] Dalam bidang pertanian. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).

penurunan pH. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. penyebab pelendiran makanan. dan pembentukkan gas. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. Pseudomonas cocovenenans). Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. Lactobacillus sp.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. 4. 3.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. 5. menghasilkan antibiotik polymixin. 1. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.[5] .[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. menghasilkan asam bongkrek. 6. 2. menghasilkan racun botulinin. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama.[49] Clostridium botulinum.

banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. dan lemak. Beberapa jenis bakteri.[58] Bakteri .[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.[52] Pada manusia.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. gas nitrogen. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. terutama bakteri heterotrof. Pada tahap akhir. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. salah satunya adalah bakteri.[58] Selanjutnya. seperti asam amino. terutama karbon dan nitrogen. seperti karbohidrat. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. Sebagai contoh.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. protein. gas hidrogen.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. dimulai dari jaringan-jaringan otot. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.

[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).Dari Wikipedia bahasa Indonesia.[2] Beberapa . serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. cari ? Bakteri Escherichia coli. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.

sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.3 Cahaya o 6. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. udara.2 Bidang pangan o 7. air.5-5 μm. kerangka sel.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.2 Kelembaban relatif o 6. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[6][7][8][9] Pada umumnya.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.1 Bidang lingkungan o 7. bakteri berukuran 0. seperti sel tumbuhan dan jamur.4 Radiasi 7 Peranan o 7.1 Suhu o 6.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. yaitu Thiomargarita. bahkan dalam tubuh manusia. dan industri. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). pengobatan.

[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. dimuat dalam Micrographia.[14] Robert Koch juga merupakan . seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Selanjutnya. dan tabung reaksi.[13] Akan tetapi.[5] Robert Hooke (1635-1703). tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Walau demikian. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. erlenmeyer.[13] Sejak saat itulah.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Robert Koch (1843-1910). dan Robert Koch. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. mulai berkembang.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Antoni van Leeuwenhoek.[13]Akan tetapi. Ferdinand Cohn. Robert Koch. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.

sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.

ribosom. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. Hans Christian Gram pada tahun 1884. vakuola gas.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. melekat dan konjugasi.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[18] Morfologi bakteri . yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. dan magnetosom. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.

[20] . yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. medium. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. dan usia. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergerombol o Streptococcus. (bentuk koma). jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jka berganda dua-dua o Tetracoccus.

[22][21] Monotrik.[22][21] Amfitrik.[22][21] Peritrik. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. C-Amfitrik. yaitu:[22][21]      Atrik. udara.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[24] . Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[2] Habitatnya sangat beragam. D-Peritrik. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[21] Sama seperti struktur kapsul. [23] Oleh karena itu. bakteri dibagi menjadi lima golongan. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. tidak mempunyai flagel.[22][21] Lofotrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. tanah. permukaan daun. lingkungan perairan.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. B-Lofotrik.

bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). terutama pada usus besar.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. dan kaki manusia. dan atomic force microscope (AFM).[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[5][25] Di samping itu.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. seperti mikroskop optikal. kadar air rendah (kelompok xerofil).[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.Thermus aquatiqus. terdapat pula kelompok bakteri lain. dan rendah.[38] Suhu .[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. mikroskop elektron. yaitu probiotik.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. mata. mekanisme metabolisme. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[2][33][34] Sebagai contoh.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. derajat keasaman pH sangat tinggi. mulut. kelembapan. dan cahaya. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[27][28][29] Di dalam rongga mulut.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[38] Secara umum. dan daya tahan sel yang unik.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.

RH) yang cukup tinggi.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.[39] Deinococcus radiodurans. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. dengan suhu optimum 88 °C.[40] Akan tetapi.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Sebagai contoh.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. dengan suhu optimum 50 . dengan suhu optimum 25° – 40 °C. kira-kira 85%.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. Bakteri mesofil.[40] Secara umum. dengan suhu optimum 15 °C. Bakteri termofil. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Khususnya bagi bakteri.65 °C Bakteri hipertermofil. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.114 °C.

[42] Sebagai perbandingan. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. bakteri dapat mengalami kematian.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. Bakteri denitrifikasi. terutama bakteri. katarak.[5] . manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.bagi pertumbuhan bakteri. sinar x. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. gas amoniak.[5] Sebagai contoh. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[41] Sebagai contoh pada manusia.000 Gy. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[40][5].[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. 1 Gy = 100 rad).[41] Akan tetapi.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. hipertensi.[40] Teknik penggunaan sinar UV. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[42][43] Pada umumnya. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. yaitu kelompok Deinococcaceae. dan bahkan kanker. Bakteri nitrifikasi.

[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. Bradyrhizobium. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. dan Sinorhizobium.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[48][2] Secara umum.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. Photorhizobium. Pseudomonas aeruginosa. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.Frankia alni. Mesorhizobium. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[45] Dalam bidang pertanian.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. and Paracoccus denitrificans.[2] Bidang pangan .[46] Di samping itu.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. seperti bakteri nitrifikasi.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.

juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. 4. Lactobacillus sp. menghasilkan racun botulinin. Pseudomonas cocovenenans). menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. 2.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. dan pembentukkan gas. 5. 1. 3.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. menghasilkan asam bongkrek. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. penyebab pelendiran makanan. 6.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp.[49] Clostridium botulinum. menghasilkan antibiotik polymixin.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.[5] .[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. penurunan pH. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa.

gas hidrogen. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[58] Selanjutnya. seperti karbohidrat. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. terutama karbon dan nitrogen.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. seperti asam amino. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[52] Pada manusia. gas nitrogen. salah satunya adalah bakteri.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. terutama bakteri heterotrof. Beberapa jenis bakteri.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. Pada tahap akhir.[58] Bakteri . protein.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. dan lemak. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. dimulai dari jaringan-jaringan otot.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. Sebagai contoh.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.

cari ? Bakteri Escherichia coli.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).[2] Beberapa . serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.

udara.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . seperti sel tumbuhan dan jamur.5-5 μm. bahkan dalam tubuh manusia.1 Suhu o 6.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.2 Bidang pangan o 7.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. pengobatan.3 Cahaya o 6. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.1 Bidang lingkungan o 7. dan industri. kerangka sel.4 Radiasi 7 Peranan o 7. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. air. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.2 Kelembaban relatif o 6. bakteri berukuran 0. yaitu Thiomargarita.[6][7][8][9] Pada umumnya.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.

seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Selanjutnya. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. dimuat dalam Micrographia.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Walau demikian.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Sejak saat itulah.[13] Dalam bukunya tersebut.[5] Robert Hooke (1635-1703). Robert Koch.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Akan tetapi. Ferdinand Cohn. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. mulai berkembang. erlenmeyer. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. dan tabung reaksi. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13]Akan tetapi. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. salah satu bakteri penghasil endospora. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. dan Robert Koch. Antoni van Leeuwenhoek. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.

orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.

ribosom.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. melekat dan konjugasi. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. dan magnetosom.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. vakuola gas.[18] Morfologi bakteri .[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.

jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. dan usia. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina.[20] . jika bergerombol o Streptococcus. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. medium. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. (bentuk koma). jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan.

[22][21] Amfitrik. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[21] Sama seperti struktur kapsul. permukaan daun.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[2] Habitatnya sangat beragam. tanah.[22][21] Peritrik. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. udara. lingkungan perairan. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. B-Lofotrik. bakteri dibagi menjadi lima golongan. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[22][21] Lofotrik.[24] . mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. C-Amfitrik.[22][21] Monotrik. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. D-Peritrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. tidak mempunyai flagel. [23] Oleh karena itu. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. yaitu:[22][21]      Atrik.

mulut.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. dan daya tahan sel yang unik. mekanisme metabolisme. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. dan rendah. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.Thermus aquatiqus.[38] Suhu .[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. kadar air rendah (kelompok xerofil).[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[38] Secara umum. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. mikroskop elektron. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). dan atomic force microscope (AFM). yaitu probiotik. terdapat pula kelompok bakteri lain. kelembapan. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. dan kaki manusia. derajat keasaman pH sangat tinggi. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[2][33][34] Sebagai contoh. seperti mikroskop optikal. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[5][25] Di samping itu. mata. dan cahaya. terutama pada usus besar.

dengan suhu optimum 25° – 40 °C. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[2] Sebagai contoh. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. dengan suhu optimum 15 °C. RH) yang cukup tinggi.[40] Secara umum. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[39] Deinococcus radiodurans. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. Bakteri mesofil. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.114 °C.65 °C Bakteri hipertermofil. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[2] Khususnya bagi bakteri. Bakteri termofil.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[40] Akan tetapi. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. kira-kira 85%. dengan suhu optimum 88 °C. dengan suhu optimum 50 .[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.

[40][5]. [42] Sebagai perbandingan.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. bakteri dapat mengalami kematian.[41] Sebagai contoh pada manusia. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[5] .[5] Sebagai contoh. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[41] Akan tetapi.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. sinar x. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. 1 Gy = 100 rad). sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. katarak. terutama bakteri. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[42][43] Pada umumnya. Bakteri denitrifikasi. Bakteri nitrifikasi. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.000 Gy. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. dan bahkan kanker.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.bagi pertumbuhan bakteri. gas amoniak.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. hipertensi. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. yaitu kelompok Deinococcaceae.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[40] Teknik penggunaan sinar UV. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.

[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[2] Bidang pangan .yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). dan Sinorhizobium. seperti bakteri nitrifikasi. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. Mesorhizobium. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. Photorhizobium.[48][2] Secara umum.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. and Paracoccus denitrificans.Frankia alni.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. Pseudomonas aeruginosa. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[45] Dalam bidang pertanian.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. Bradyrhizobium.[46] Di samping itu.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. seperti dinitrogen oksida (N2O). akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.

terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. 5. 6.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. Pseudomonas cocovenenans). bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. menghasilkan asam bongkrek. dan pembentukkan gas.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. menghasilkan antibiotik polymixin.[5] . 3.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. 4.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. penyebab pelendiran makanan. penurunan pH.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. menghasilkan racun botulinin. 1. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. Lactobacillus sp.[49] Clostridium botulinum. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. 2. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa.

gas nitrogen. gas hidrogen. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. Sebagai contoh. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. seperti asam amino.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. Pada tahap akhir. protein.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. terutama karbon dan nitrogen.[52] Pada manusia. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. terutama bakteri heterotrof.[58] . banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. Beberapa jenis bakteri. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. dan lemak.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana.[58] Selanjutnya. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. seperti karbohidrat. dimulai dari jaringan-jaringan otot. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. salah satunya adalah bakteri. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful