P. 1
Bakteri Baru Basil

Bakteri Baru Basil

|Views: 37|Likes:
Published by Agus Chandra

More info:

Published by: Agus Chandra on Jul 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/25/2012

pdf

text

original

Bakteri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari ? Bakteri

Escherichia coli, salah satu bakteri berbentuk batang

Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae

Bakteri (dari kata Latin bacterium; jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, dan industri.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel, kerangka sel, dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah, air, udara, dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen), bahkan dalam tubuh manusia.[6][7][8][9] Pada umumnya, bakteri berukuran 0,5-5 μm, tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm, yaitu Thiomargarita.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan dan jamur, tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[12]

Daftar isi
     

  

1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.1 Suhu o 6.2 Kelembaban relatif o 6.3 Cahaya o 6.4 Radiasi 7 Peranan o 7.1 Bidang lingkungan o 7.2 Bidang pangan o 7.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar

Sejarah

Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke; dimuat dalam Micrographia. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi, terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme, terutama bakteri (bakteriologi), mulai berkembang.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Akan tetapi, perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke, Antoni van Leeuwenhoek, Ferdinand Cohn, dan Robert Koch.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828, diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur, yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[5] Robert Hooke (1635-1703), seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris, menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13]Akan tetapi, Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Dalam bukunya tersebut, tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Walau demikian, buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke, ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Sejak saat itulah, tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Selanjutnya, ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan

banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Robert Koch. salah satu bakteri penghasil endospora.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch. dan tabung reaksi. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Robert Koch (1843-1910).[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn . erlenmeyer.[14] Robert Koch juga merupakan orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.

semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. ribosom. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[18] Morfologi bakteri . seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. dan magnetosom. Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. vakuola gas. melekat dan konjugasi. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.

jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika bergerombol o Streptococcus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. (bentuk koma).[20] . yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. dan usia. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. medium.

mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. yaitu:[22][21]      Atrik. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[24] . udara.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. C-Amfitrik. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. [23] Oleh karena itu. bakteri dibagi menjadi lima golongan. D-Peritrik.[2] Habitatnya sangat beragam. tidak mempunyai flagel. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. tanah.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[21] Sama seperti struktur kapsul. permukaan daun.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[22][21] Lofotrik. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. lingkungan perairan.[22][21] Amfitrik. B-Lofotrik.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[22][21] Peritrik.[22][21] Monotrik.

[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. dan kaki manusia. dan daya tahan sel yang unik.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. kelembapan.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. yaitu probiotik.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. mulut.Thermus aquatiqus. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. dan rendah.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . mata. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. terutama pada usus besar. mikroskop elektron.[2][33][34] Sebagai contoh.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. seperti mikroskop optikal. kadar air rendah (kelompok xerofil). mekanisme metabolisme.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. dan atomic force microscope (AFM). bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[27][28][29] Di dalam rongga mulut. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. dan cahaya. derajat keasaman pH sangat tinggi.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[38] Secara umum. terdapat pula kelompok bakteri lain.[38] Suhu .[5][25] Di samping itu. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.

bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[40] Secara umum. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. RH) yang cukup tinggi.[40] Akan tetapi. Bakteri mesofil. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[39] Deinococcus radiodurans.[2] Khususnya bagi bakteri. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . dengan suhu optimum 25° – 40 °C. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. Bakteri termofil. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.65 °C Bakteri hipertermofil.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[2] Sebagai contoh. dengan suhu optimum 15 °C. kira-kira 85%. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. dengan suhu optimum 50 .114 °C. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. dengan suhu optimum 88 °C.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.

1 Gy = 100 rad). Bakteri nitrifikasi. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.000 Gy. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. Bakteri denitrifikasi. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. terutama bakteri. katarak. sinar x. [42] Sebagai perbandingan. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[40][5].[5] Sebagai contoh. bakteri dapat mengalami kematian. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[42][43] Pada umumnya. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[40] Teknik penggunaan sinar UV. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. dan bahkan kanker.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[41] Akan tetapi.[41] Sebagai contoh pada manusia. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. yaitu kelompok Deinococcaceae.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. hipertensi.bagi pertumbuhan bakteri. gas amoniak.[5] .

[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. and Paracoccus denitrificans.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). Photorhizobium.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[46] Di samping itu. Pseudomonas aeruginosa. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. dan Sinorhizobium. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. Bradyrhizobium.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. Mesorhizobium.[48][2] Secara umum.[2] Bidang pangan .[45] Dalam bidang pertanian.Frankia alni. seperti bakteri nitrifikasi.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. seperti dinitrogen oksida (N2O).[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.

[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[49] Clostridium botulinum. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. 3. menghasilkan asam bongkrek. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. dan pembentukkan gas. 6.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan.[5] . Pseudomonas cocovenenans). 4. menghasilkan antibiotik polymixin. penurunan pH. menghasilkan racun botulinin. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. 2. 5. penyebab pelendiran makanan. 1. Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.

Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. gas nitrogen. gas hidrogen. dan lemak.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. terutama karbon dan nitrogen. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. Pada tahap akhir. Beberapa jenis bakteri.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. Sebagai contoh.[58] Selanjutnya. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. dimulai dari jaringan-jaringan otot. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. salah satunya adalah bakteri. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. terutama bakteri heterotrof. seperti asam amino. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.[58] Bakteri . Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.[52] Pada manusia. seperti karbohidrat. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. protein. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.

jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.[2] Beberapa . ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. cari ? Bakteri Escherichia coli.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).

tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).5-5 μm. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.[6][7][8][9] Pada umumnya. pengobatan. seperti sel tumbuhan dan jamur.4 Radiasi 7 Peranan o 7.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). kerangka sel.2 Bidang pangan o 7.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. bahkan dalam tubuh manusia.1 Suhu o 6. bakteri berukuran 0. air. dan industri.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.2 Kelembaban relatif o 6. yaitu Thiomargarita.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.3 Cahaya o 6.1 Bidang lingkungan o 7. udara.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.

perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Selanjutnya. dan Robert Koch. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Sejak saat itulah. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Walau demikian. dan tabung reaksi. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. dimuat dalam Micrographia. Robert Koch.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[14] Robert Koch juga merupakan . terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Dalam bukunya tersebut. Ferdinand Cohn. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. mulai berkembang.[13] Akan tetapi. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Robert Koch (1843-1910). menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[5] Robert Hooke (1635-1703). salah satu bakteri penghasil endospora. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. Antoni van Leeuwenhoek.[13]Akan tetapi. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. erlenmeyer. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.

[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. melekat dan konjugasi.[18] Morfologi bakteri . dan magnetosom.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. ribosom. vakuola gas.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. Hans Christian Gram pada tahun 1884. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.

dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. dan usia. jika bergerombol o Streptococcus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. medium. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral.[20] . jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. (bentuk koma). jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar.

tidak mempunyai flagel. C-Amfitrik. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[21] Sama seperti struktur kapsul. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[22][21] Peritrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. permukaan daun. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. lingkungan perairan.[22][21] Amfitrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. B-Lofotrik. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. [23] Oleh karena itu. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[24] . terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[22][21] Lofotrik.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[22][21] Monotrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[2] Habitatnya sangat beragam. yaitu:[22][21]      Atrik. tanah. udara. D-Peritrik.

Thermus aquatiqus, bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia, terutama pada usus besar, diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[5][25] Di samping itu, terdapat pula kelompok bakteri lain, yaitu probiotik, yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[26] Selain di dalam saluran pencernaan, bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit, mata, mulut, dan kaki manusia.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof, yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[27][28][29] Di dalam rongga mulut, bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi, mekanisme metabolisme, dan daya tahan sel yang unik.[2][33][34] Sebagai contoh, Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi, bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur, bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil), kadar air rendah (kelompok xerofil), derajat keasaman pH sangat tinggi, dan rendah.[2]

Pengaruh lingkungan terhadap bakteri
Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu, kelembapan, dan cahaya.[38] Secara umum, terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut, seperti mikroskop optikal, mikroskop elektron, dan atomic force microscope (AFM).[38]

Suhu

Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Khususnya bagi bakteri, suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi, membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya, bakteri dibagi menjadi 4 golongan:
   

Bakteri psikrofil, yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C, dengan suhu optimum 15 °C. Bakteri mesofil, yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C, dengan suhu optimum 25° – 40 °C. Bakteri termofil, yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C, dengan suhu optimum 50 - 65 °C Bakteri hipertermofil, yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 - 114 °C, dengan suhu optimum 88 °C.[2]

Kelembaban relatif
Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity, RH) yang cukup tinggi, kira-kira 85%.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti, misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[2] Sebagai contoh, bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[39]

Deinococcus radiodurans, hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM)

Cahaya
Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[40] Secara umum, bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[40] Akan tetapi, paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal

bagi pertumbuhan bakteri.[40] Teknik penggunaan sinar UV, sinar x, dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[40][5]. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan, terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[5]

Radiasi
Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup, terutama bakteri.[41] Sebagai contoh pada manusia, radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut, katarak, hipertensi, dan bahkan kanker.[41] Akan tetapi, terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi, bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi, yaitu kelompok Deinococcaceae. [42] Sebagai perbandingan, manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy, 1 Gy = 100 rad), sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.000 Gy.[42][43] Pada umumnya, paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi, bakteri dapat mengalami kematian.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[44]

Peranan
Bidang lingkungan
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai, Bakteri nitrifikasi, Bakteri denitrifikasi, dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[5] Sebagai contoh, bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein, karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2, gas amoniak, dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik, beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[5]

Photorhizobium.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). and Paracoccus denitrificans.Frankia alni. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[46] Di samping itu. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[2] Bidang pangan . Bradyrhizobium. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[48][2] Secara umum. seperti bakteri nitrifikasi.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[45] Dalam bidang pertanian. dan Sinorhizobium. Mesorhizobium. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. Pseudomonas aeruginosa.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).

Lactobacillus sp. 4.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. dan pembentukkan gas.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. 3. penyebab pelendiran makanan. menghasilkan asam bongkrek.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. 6. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. Pseudomonas cocovenenans).[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. 1. 5. menghasilkan racun botulinin. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan.[5] . seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. 2.[49] Clostridium botulinum. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. penurunan pH. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. menghasilkan antibiotik polymixin. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.

[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.[58] Selanjutnya. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. terutama bakteri heterotrof.[58] Bakteri . Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. seperti asam amino. gas hidrogen.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. gas nitrogen. Pada tahap akhir.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[52] Pada manusia. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. Sebagai contoh. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. protein.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. Beberapa jenis bakteri. seperti karbohidrat. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. terutama karbon dan nitrogen. salah satunya adalah bakteri. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. dan lemak.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. dimulai dari jaringan-jaringan otot. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.

jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. cari ? Bakteri Escherichia coli. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).[2] Beberapa .

4 Radiasi 7 Peranan o 7.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .1 Bidang lingkungan o 7. pengobatan. bakteri berukuran 0. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.1 Suhu o 6. kerangka sel.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. udara. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. bahkan dalam tubuh manusia.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). yaitu Thiomargarita. dan industri. air. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.3 Cahaya o 6.2 Kelembaban relatif o 6.5-5 μm.[6][7][8][9] Pada umumnya. seperti sel tumbuhan dan jamur. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.2 Bidang pangan o 7.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.

tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Selanjutnya.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13]Akan tetapi.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. Ferdinand Cohn. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. dan Robert Koch. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. dan tabung reaksi. salah satu bakteri penghasil endospora. dimuat dalam Micrographia. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. erlenmeyer.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Sejak saat itulah. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Walau demikian.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. Robert Koch.[13] Dalam bukunya tersebut. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. Antoni van Leeuwenhoek. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Akan tetapi. mulai berkembang. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.

sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.

[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. ribosom. melekat dan konjugasi. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. dan magnetosom.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[18] Morfologi bakteri . dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. vakuola gas.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.

jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika bergerombol o Streptococcus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. medium. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. (bentuk koma). bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. dan usia. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel.[20] . Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika kecil dan tunggal o Diplococcus.

[23] Oleh karena itu.[21] Sama seperti struktur kapsul. D-Peritrik. C-Amfitrik.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[22][21] Amfitrik. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[22][21] Monotrik. yaitu:[22][21]      Atrik.[24] . udara. permukaan daun. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. tanah.[2] Habitatnya sangat beragam.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. lingkungan perairan. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[22][21] Peritrik. tidak mempunyai flagel. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Lofotrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. bakteri dibagi menjadi lima golongan. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. B-Lofotrik. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.

[38] Secara umum. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. dan kaki manusia.[5][25] Di samping itu.Thermus aquatiqus. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. dan daya tahan sel yang unik. kadar air rendah (kelompok xerofil).[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. yaitu probiotik.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. seperti mikroskop optikal. terdapat pula kelompok bakteri lain. kelembapan.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. dan rendah. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[38] Suhu . dan cahaya.[2][33][34] Sebagai contoh.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. mata. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. mikroskop elektron. derajat keasaman pH sangat tinggi. mulut. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. mekanisme metabolisme.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. terutama pada usus besar. dan atomic force microscope (AFM).[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.

dengan suhu optimum 25° – 40 °C.65 °C Bakteri hipertermofil. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[40] Secara umum. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. dengan suhu optimum 88 °C.[2] Khususnya bagi bakteri. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. Bakteri termofil. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[40] Akan tetapi.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. dengan suhu optimum 50 . Bakteri mesofil.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. dengan suhu optimum 15 °C. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. kira-kira 85%. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .114 °C.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[39] Deinococcus radiodurans.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. RH) yang cukup tinggi. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.[2] Sebagai contoh.

bagi pertumbuhan bakteri. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. [42] Sebagai perbandingan. hipertensi. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. Bakteri denitrifikasi.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. terutama bakteri.[41] Sebagai contoh pada manusia. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. dan bahkan kanker.[41] Akan tetapi.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.000 Gy. Bakteri nitrifikasi.[42][43] Pada umumnya.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[40][5]. yaitu kelompok Deinococcaceae. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. gas amoniak. katarak.[40] Teknik penggunaan sinar UV. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. bakteri dapat mengalami kematian. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. 1 Gy = 100 rad).[5] Sebagai contoh.[5] . beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. sinar x. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.

Frankia alni, salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen, seperti bakteri nitrifikasi.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[45] Dalam bidang pertanian, nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai, akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri, Pseudomonas aeruginosa, and Paracoccus denitrificans.[46] Di samping itu, reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain, seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme, tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2- yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[48][2] Secara umum, kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia, termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium, Bradyrhizobium, Mesorhizobium, Photorhizobium, dan Sinorhizobium.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum, yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[2]

Bidang pangan

Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama, juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. Lactobacillus sp. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis

Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[49] Clostridium botulinum, menghasilkan racun botulinin, seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:
 

Burkholderia gladioli (sin. Pseudomonas cocovenenans), menghasilkan asam bongkrek, terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides, penyebab pelendiran makanan, penurunan pH, dan pembentukkan gas.[51]

Bidang kesehatan
Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan, bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:
    

Streptomyces griseus, menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens, menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae, menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium, menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa, menghasilkan antibiotik polymixin.[5]

Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik, banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[52] Pada manusia, beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus, Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC, dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak, seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[56]

Dekomposisi

Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme, salah satunya adalah bakteri. Beberapa jenis bakteri, terutama bakteri heterotrof, mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. Sebagai contoh, enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana, seperti asam amino.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur, terutama karbon dan nitrogen, ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia, dimulai dari jaringan-jaringan otot.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[58] Selanjutnya, asam amino akan diubah menjadi asam asetat, gas hidrogen, gas nitrogen, dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. Pada tahap akhir, semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[58]

Bakteri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.[2] Beberapa . cari ? Bakteri Escherichia coli. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.

kerangka sel.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.5-5 μm.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). udara.2 Kelembaban relatif o 6. bahkan dalam tubuh manusia. air. seperti sel tumbuhan dan jamur. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.3 Cahaya o 6.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. bakteri berukuran 0. dan industri.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.[6][7][8][9] Pada umumnya. yaitu Thiomargarita.4 Radiasi 7 Peranan o 7.2 Bidang pangan o 7.1 Suhu o 6. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. pengobatan.1 Bidang lingkungan o 7.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.

Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Walau demikian. salah satu bakteri penghasil endospora. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[5] Robert Hooke (1635-1703). seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13]Akan tetapi.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Sejak saat itulah. Ferdinand Cohn.[13] Selanjutnya.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. dimuat dalam Micrographia.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. erlenmeyer.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Akan tetapi. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. Robert Koch.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Robert Koch (1843-1910). terutama sebelum ditemukannya mikroskop. dan Robert Koch. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. mulai berkembang. dan tabung reaksi. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. terutama bakteri (bakteriologi).[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.

bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .

seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[18] Morfologi bakteri .[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. ribosom.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. vakuola gas. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. dan magnetosom.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. melekat dan konjugasi.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.

jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. medium. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika kecil dan tunggal o Diplococcus.[20] . bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. dan usia. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. (bentuk koma). jika bergerombol o Streptococcus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya.

[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. C-Amfitrik. lingkungan perairan. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. permukaan daun. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[22][21] Monotrik. B-Lofotrik. udara.[21] Sama seperti struktur kapsul.[24] .[22][21] Amfitrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. D-Peritrik. tidak mempunyai flagel.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[22][21] Peritrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. tanah. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[2] Habitatnya sangat beragam. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. yaitu:[22][21]      Atrik. [23] Oleh karena itu. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[22][21] Lofotrik. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.

yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. dan cahaya. seperti mikroskop optikal. kelembapan. dan daya tahan sel yang unik.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). terutama pada usus besar. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.Thermus aquatiqus.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. kadar air rendah (kelompok xerofil). yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[38] Secara umum.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. mekanisme metabolisme. yaitu probiotik.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. derajat keasaman pH sangat tinggi.[5][25] Di samping itu. dan rendah. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. terdapat pula kelompok bakteri lain.[38] Suhu . terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. mikroskop elektron.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[2][33][34] Sebagai contoh. mulut. mata.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. dan kaki manusia. dan atomic force microscope (AFM). diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.

membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. RH) yang cukup tinggi.[2] Sebagai contoh.[39] Deinococcus radiodurans. kira-kira 85%.[40] Akan tetapi.[40] Secara umum.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. dengan suhu optimum 15 °C. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil.114 °C. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. Bakteri termofil. dengan suhu optimum 50 . yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. Bakteri mesofil.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . dengan suhu optimum 88 °C.65 °C Bakteri hipertermofil.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[2] Khususnya bagi bakteri. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.

bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. katarak. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. [42] Sebagai perbandingan. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. terutama bakteri.[40][5]. dan bahkan kanker. Bakteri nitrifikasi.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. Bakteri denitrifikasi.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. hipertensi.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.bagi pertumbuhan bakteri.[41] Sebagai contoh pada manusia.000 Gy. yaitu kelompok Deinococcaceae.[41] Akan tetapi. bakteri dapat mengalami kematian.[42][43] Pada umumnya. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.[5] Sebagai contoh. 1 Gy = 100 rad). karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[5] .[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[40] Teknik penggunaan sinar UV. gas amoniak. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. sinar x. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.

[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. seperti bakteri nitrifikasi. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[45] Dalam bidang pertanian. Pseudomonas aeruginosa.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). Photorhizobium.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. Bradyrhizobium.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[2] Bidang pangan . dan Sinorhizobium. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Mesorhizobium. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[48][2] Secara umum.[46] Di samping itu. and Paracoccus denitrificans. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.Frankia alni. seperti dinitrogen oksida (N2O).

6.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. 2. 5.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa.[49] Clostridium botulinum. menghasilkan antibiotik polymixin. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. dan pembentukkan gas. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. penyebab pelendiran makanan.[5] . penurunan pH. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan asam bongkrek.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. 3. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. menghasilkan racun botulinin. 1.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. Lactobacillus sp. 4.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. Pseudomonas cocovenenans).

dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. Sebagai contoh.[52] Pada manusia. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. dan lemak.[58] Bakteri .[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. gas hidrogen. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. protein. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. Beberapa jenis bakteri. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. salah satunya adalah bakteri. seperti karbohidrat. gas nitrogen. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. dimulai dari jaringan-jaringan otot. Pada tahap akhir. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. terutama karbon dan nitrogen. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.[58] Selanjutnya. seperti asam amino. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. terutama bakteri heterotrof.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.

salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.Dari Wikipedia bahasa Indonesia.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. cari ? Bakteri Escherichia coli.[2] Beberapa . ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.

2 Bidang pangan o 7. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. dan industri. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). bahkan dalam tubuh manusia. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.2 Kelembaban relatif o 6.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .3 Cahaya o 6.1 Bidang lingkungan o 7.5-5 μm. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). kerangka sel.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. yaitu Thiomargarita. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.1 Suhu o 6.4 Radiasi 7 Peranan o 7.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. bakteri berukuran 0. udara.[6][7][8][9] Pada umumnya. pengobatan. air.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. seperti sel tumbuhan dan jamur.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.

Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. Ferdinand Cohn.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. Robert Koch. terutama bakteri (bakteriologi).[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. dimuat dalam Micrographia.[13] Selanjutnya.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Akan tetapi. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[5] Robert Hooke (1635-1703). Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. dan Robert Koch.[13]Akan tetapi.[13] Dalam bukunya tersebut. mulai berkembang. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Sejak saat itulah. erlenmeyer. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Walau demikian.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. dan tabung reaksi. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". Bakteri merupakan organisme mikroskopik.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. salah satu bakteri penghasil endospora.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).

[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  . sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.

dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[18] Morfologi bakteri . semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. dan magnetosom.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. melekat dan konjugasi. vakuola gas.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. ribosom.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. Hans Christian Gram pada tahun 1884.

dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika bergerombol o Streptococcus.[20] . dan usia. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. medium. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. (bentuk koma). jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio.

tanah. [23] Oleh karena itu. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[24] .[22][21] Amfitrik.[22][21] Lofotrik. bakteri dibagi menjadi lima golongan. lingkungan perairan.[21] Sama seperti struktur kapsul. B-Lofotrik. D-Peritrik.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[22][21] Monotrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[2] Habitatnya sangat beragam.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. permukaan daun. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. tidak mempunyai flagel. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. udara. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. C-Amfitrik.[22][21] Peritrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. yaitu:[22][21]      Atrik.

bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin.[2][33][34] Sebagai contoh. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. kadar air rendah (kelompok xerofil). dan cahaya. dan rendah. yaitu probiotik. dan atomic force microscope (AFM). derajat keasaman pH sangat tinggi.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. mekanisme metabolisme. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. terdapat pula kelompok bakteri lain.Thermus aquatiqus.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. seperti mikroskop optikal.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. mikroskop elektron. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. mulut. mata. kelembapan.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[5][25] Di samping itu. terutama pada usus besar.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. dan kaki manusia.[38] Suhu .[38] Secara umum.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. dan daya tahan sel yang unik.

RH) yang cukup tinggi. Bakteri termofil. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.114 °C. dengan suhu optimum 15 °C.[40] Secara umum.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. kira-kira 85%.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[39] Deinococcus radiodurans. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. dengan suhu optimum 88 °C.[2] Sebagai contoh. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.[40] Akan tetapi.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. Bakteri mesofil. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. dengan suhu optimum 50 . paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[2] Khususnya bagi bakteri. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.65 °C Bakteri hipertermofil. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.

000 Gy.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.bagi pertumbuhan bakteri.[41] Akan tetapi. bakteri dapat mengalami kematian.[42][43] Pada umumnya. gas amoniak. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[5] . dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. hipertensi.[5] Sebagai contoh. terutama bakteri.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. 1 Gy = 100 rad). katarak.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. yaitu kelompok Deinococcaceae.[41] Sebagai contoh pada manusia. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. Bakteri nitrifikasi. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. Bakteri denitrifikasi. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. [42] Sebagai perbandingan. sinar x. dan bahkan kanker.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.[40][5].[40] Teknik penggunaan sinar UV. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.

Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. and Paracoccus denitrificans.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[48][2] Secara umum.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. seperti bakteri nitrifikasi. Bradyrhizobium.[46] Di samping itu. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[2] Bidang pangan . termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[45] Dalam bidang pertanian.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. Pseudomonas aeruginosa.Frankia alni. Mesorhizobium. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. Photorhizobium.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. dan Sinorhizobium. seperti dinitrogen oksida (N2O). akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.

[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. penyebab pelendiran makanan. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. penurunan pH. dan pembentukkan gas. 3. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. 6. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. 2.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. menghasilkan antibiotik polymixin. Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. Pseudomonas cocovenenans).Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. 5.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. menghasilkan asam bongkrek. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. 1. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[5] .[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. 4. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. menghasilkan racun botulinin. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan.[49] Clostridium botulinum.

beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. dimulai dari jaringan-jaringan otot. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. seperti asam amino.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. gas hidrogen.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. Pada tahap akhir.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. seperti karbohidrat. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. salah satunya adalah bakteri. terutama bakteri heterotrof. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. gas nitrogen. dan lemak. Sebagai contoh.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.[58] Selanjutnya. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. terutama karbon dan nitrogen. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. protein. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.[58] Bakteri . enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen.[52] Pada manusia. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. Beberapa jenis bakteri.

serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. cari ? Bakteri Escherichia coli. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).[2] Beberapa .

yaitu Thiomargarita.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. dan industri.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.4 Radiasi 7 Peranan o 7. udara.1 Suhu o 6. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. kerangka sel.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . air. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).3 Cahaya o 6.1 Bidang lingkungan o 7. bahkan dalam tubuh manusia. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).2 Bidang pangan o 7. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. seperti sel tumbuhan dan jamur.[6][7][8][9] Pada umumnya.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.2 Kelembaban relatif o 6.5-5 μm. bakteri berukuran 0. pengobatan.

[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. dimuat dalam Micrographia. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. terutama bakteri (bakteriologi). tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. dan Robert Koch.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. mulai berkembang. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Sejak saat itulah.[13]Akan tetapi. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[14] Robert Koch juga merupakan . perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. erlenmeyer.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. Robert Koch. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. dan tabung reaksi.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Walau demikian.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. Ferdinand Cohn.[5] Robert Hooke (1635-1703). seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. salah satu bakteri penghasil endospora. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Selanjutnya.[13] Akan tetapi. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.

[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark. Hans Christian Gram pada tahun 1884. dan magnetosom.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. vakuola gas. melekat dan konjugasi. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[18] Morfologi bakteri .[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. ribosom. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.

jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus.[20] . jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. medium.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika bergerombol o Streptococcus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. dan usia. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. (bentuk koma). Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel.

D-Peritrik.[21] Sama seperti struktur kapsul. udara. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[22][21] Amfitrik. tidak mempunyai flagel. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. tanah. yaitu:[22][21]      Atrik.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. B-Lofotrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. permukaan daun.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[2] Habitatnya sangat beragam.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. lingkungan perairan.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[22][21] Peritrik. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. C-Amfitrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[24] .[22][21] Lofotrik. [23] Oleh karena itu. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel.[22][21] Monotrik.

yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. dan atomic force microscope (AFM).[38] Suhu . kadar air rendah (kelompok xerofil).[2][33][34] Sebagai contoh. dan daya tahan sel yang unik.[38] Secara umum. seperti mikroskop optikal. yaitu probiotik. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. dan rendah. kelembapan.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. mikroskop elektron.Thermus aquatiqus.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. terdapat pula kelompok bakteri lain. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. terutama pada usus besar. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. mekanisme metabolisme. mulut. derajat keasaman pH sangat tinggi.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). dan cahaya. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. dan kaki manusia.[5][25] Di samping itu. mata.

yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[40] Akan tetapi. kira-kira 85%. dengan suhu optimum 15 °C.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[2] Khususnya bagi bakteri. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[39] Deinococcus radiodurans. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. Bakteri termofil. dengan suhu optimum 88 °C.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . dengan suhu optimum 50 . bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. RH) yang cukup tinggi. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.114 °C. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. Bakteri mesofil.[40] Secara umum.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.65 °C Bakteri hipertermofil.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[2] Sebagai contoh.

bagi pertumbuhan bakteri. Bakteri nitrifikasi.[41] Sebagai contoh pada manusia.[41] Akan tetapi.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[5] Sebagai contoh. Bakteri denitrifikasi. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. [42] Sebagai perbandingan. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.[40] Teknik penggunaan sinar UV. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.[40][5].[5] . terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. gas amoniak.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. yaitu kelompok Deinococcaceae. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. hipertensi. bakteri dapat mengalami kematian.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. dan bahkan kanker. katarak. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. sinar x. 1 Gy = 100 rad). terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. terutama bakteri.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[42][43] Pada umumnya. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.000 Gy. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.

and Paracoccus denitrificans. seperti bakteri nitrifikasi. Mesorhizobium.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[2] Bidang pangan .[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. seperti dinitrogen oksida (N2O).[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. dan Sinorhizobium.[46] Di samping itu. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. Pseudomonas aeruginosa.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[45] Dalam bidang pertanian. Bradyrhizobium. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.Frankia alni.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. Photorhizobium.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[48][2] Secara umum. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.

[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. Lactobacillus sp.[5] .[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan antibiotik polymixin. 4. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. penurunan pH. menghasilkan racun botulinin. 2.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. dan pembentukkan gas. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. menghasilkan asam bongkrek.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. penyebab pelendiran makanan. Pseudomonas cocovenenans). Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. 1. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.[49] Clostridium botulinum.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. 5. 6. 3.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.

Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. Beberapa jenis bakteri. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. seperti karbohidrat.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. dan lemak.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.[58] Selanjutnya.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. dimulai dari jaringan-jaringan otot. Sebagai contoh.[58] Bakteri . Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. salah satunya adalah bakteri.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. Pada tahap akhir. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. gas nitrogen. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. terutama karbon dan nitrogen. gas hidrogen. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. terutama bakteri heterotrof. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. seperti asam amino.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[52] Pada manusia. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. protein.

cari ? Bakteri Escherichia coli. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).[2] Beberapa . serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.Dari Wikipedia bahasa Indonesia. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.

2 Kelembaban relatif o 6. dan industri. seperti sel tumbuhan dan jamur.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. bakteri berukuran 0.[6][7][8][9] Pada umumnya. yaitu Thiomargarita. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen). udara.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .1 Bidang lingkungan o 7.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.3 Cahaya o 6. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).5-5 μm.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. kerangka sel.1 Suhu o 6.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah.4 Radiasi 7 Peranan o 7.2 Bidang pangan o 7. bahkan dalam tubuh manusia.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. pengobatan. air.

tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. salah satu bakteri penghasil endospora. erlenmeyer. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Sejak saat itulah.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[13] Selanjutnya.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. dimuat dalam Micrographia.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Robert Koch (1843-1910). diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil". berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Walau demikian. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. Robert Koch.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Akan tetapi.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. dan Robert Koch.[13]Akan tetapi. Ferdinand Cohn. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. mulai berkembang. terutama bakteri (bakteriologi).Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. dan tabung reaksi. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.

orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini, Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch, sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13]

Robert Hooke

Antoni van Leeuwenhoek

Ferdinand Cohn

Robert Koch

Struktur sel
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri

Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya, semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti, meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya, yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat, sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark, Hans Christian Gram pada tahun 1884.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak, melekat dan konjugasi.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit, seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Bakteri juga memiliki kromosom, ribosom, dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan, vakuola gas, dan magnetosom.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi, dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[18]

Morfologi bakteri

Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu:

Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus, jika kecil dan tunggal o Diplococcus, jka berganda dua-dua o Tetracoccus, jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina, jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus, jika bergerombol o Streptococcus, jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus, jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus, jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio, (bentuk koma), jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral, jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete, jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel.

Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, medium, dan usia. Walaupun secara morfologi berbeda-beda, bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya.[20]

lingkungan perairan. yaitu:[22][21]      Atrik. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[22][21] Lofotrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. udara.[2] Habitatnya sangat beragam.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. bakteri dibagi menjadi lima golongan. C-Amfitrik. tanah. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[22][21] Amfitrik. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[21] Sama seperti struktur kapsul.[22][21] Monotrik. [23] Oleh karena itu.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. B-Lofotrik.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[24] . permukaan daun. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. tidak mempunyai flagel. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[22][21] Peritrik. D-Peritrik.

yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[38] Secara umum.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. seperti mikroskop optikal.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. mikroskop elektron. mekanisme metabolisme. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. terutama pada usus besar.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. dan atomic force microscope (AFM). dan cahaya.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. dan kaki manusia.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). mulut. kelembapan. derajat keasaman pH sangat tinggi. dan daya tahan sel yang unik. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[2][33][34] Sebagai contoh. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. mata. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. terdapat pula kelompok bakteri lain.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. dan rendah.[5][25] Di samping itu.Thermus aquatiqus. kadar air rendah (kelompok xerofil).[38] Suhu . yaitu probiotik.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.

yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[2] Khususnya bagi bakteri.114 °C. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. dengan suhu optimum 88 °C.[2] Sebagai contoh. kira-kira 85%.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.[40] Secara umum. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[40] Akan tetapi. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. Bakteri mesofil.65 °C Bakteri hipertermofil. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[39] Deinococcus radiodurans.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. dengan suhu optimum 15 °C. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. RH) yang cukup tinggi. Bakteri termofil. dengan suhu optimum 50 .[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.

[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. 1 Gy = 100 rad).[41] Sebagai contoh pada manusia.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. yaitu kelompok Deinococcaceae. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. dan bahkan kanker.[5] Sebagai contoh. Bakteri denitrifikasi.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. gas amoniak.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. [42] Sebagai perbandingan.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan.bagi pertumbuhan bakteri. sinar x. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. terutama bakteri.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. Bakteri nitrifikasi.[40][5]. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[41] Akan tetapi.[5] . karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[40] Teknik penggunaan sinar UV.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. hipertensi. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. bakteri dapat mengalami kematian.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[42][43] Pada umumnya. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.000 Gy. katarak.

[46] Di samping itu.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. and Paracoccus denitrificans.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. dan Sinorhizobium.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[45] Dalam bidang pertanian.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. Pseudomonas aeruginosa. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[48][2] Secara umum. Mesorhizobium. Photorhizobium. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah. Bradyrhizobium. seperti dinitrogen oksida (N2O).[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. seperti bakteri nitrifikasi.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.Frankia alni.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[2] Bidang pangan .[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.

6.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. 5.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. menghasilkan antibiotik polymixin. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. 2.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. dan pembentukkan gas. penurunan pH. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. Pseudomonas cocovenenans). terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. 4. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. menghasilkan racun botulinin. menghasilkan asam bongkrek. Lactobacillus sp. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. 3. penyebab pelendiran makanan. 1. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[5] .[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama.[49] Clostridium botulinum. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.

enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana.[58] Selanjutnya. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. dan lemak.[58] Bakteri .[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. terutama bakteri heterotrof. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. seperti karbohidrat. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. Beberapa jenis bakteri. gas hidrogen. Pada tahap akhir. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. gas nitrogen. terutama karbon dan nitrogen.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. dimulai dari jaringan-jaringan otot. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[52] Pada manusia.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. Sebagai contoh.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. protein. salah satunya adalah bakteri.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. seperti asam amino. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino.

ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. cari ? Bakteri Escherichia coli. salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.Dari Wikipedia bahasa Indonesia.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).[2] Beberapa .

dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. air. seperti sel tumbuhan dan jamur. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. pengobatan.1 Suhu o 6.5-5 μm. bakteri berukuran 0.2 Kelembaban relatif o 6. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. yaitu Thiomargarita.[6][7][8][9] Pada umumnya.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .3 Cahaya o 6. bahkan dalam tubuh manusia. kerangka sel.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel. dan industri. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).4 Radiasi 7 Peranan o 7.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. udara.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.2 Bidang pangan o 7.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.1 Bidang lingkungan o 7.

[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. terutama bakteri (bakteriologi). buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. dimuat dalam Micrographia. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana.[13] Sejak saat itulah.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[13] Walau demikian.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. Antoni van Leeuwenhoek.[13]Akan tetapi.[5] Robert Hooke (1635-1703).[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). dan tabung reaksi. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. dan Robert Koch.[13] Robert Koch (1843-1910).[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. erlenmeyer.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Selanjutnya. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Akan tetapi.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme. mulai berkembang. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. Robert Koch. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Dalam bukunya tersebut. Ferdinand Cohn.

orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  . Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.

[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. dan magnetosom.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. ribosom. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. vakuola gas. melekat dan konjugasi.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[18] Morfologi bakteri . semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae. Hans Christian Gram pada tahun 1884.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.

jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. medium. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. dan usia. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. (bentuk koma). dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergerombol o Streptococcus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral.[20] .

[2] Habitatnya sangat beragam.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[21] Sama seperti struktur kapsul.[22][21] Lofotrik. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. tanah. [23] Oleh karena itu. tidak mempunyai flagel. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[22][21] Monotrik. udara. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. yaitu:[22][21]      Atrik. permukaan daun. bakteri dibagi menjadi lima golongan. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Amfitrik.[22][21] Peritrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. C-Amfitrik.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[24] . yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. B-Lofotrik. D-Peritrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. lingkungan perairan. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.

diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . yaitu probiotik. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. derajat keasaman pH sangat tinggi. kelembapan.[38] Secara umum. dan atomic force microscope (AFM). dan kaki manusia.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). seperti mikroskop optikal.[5][25] Di samping itu.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. mikroskop elektron. dan cahaya.[38] Suhu .[26] Selain di dalam saluran pencernaan. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.Thermus aquatiqus. mulut. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. mekanisme metabolisme. terutama pada usus besar.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri.[2][33][34] Sebagai contoh. kadar air rendah (kelompok xerofil). dan rendah. mata. terdapat pula kelompok bakteri lain.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. dan daya tahan sel yang unik.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil).[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.

suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. RH) yang cukup tinggi. dengan suhu optimum 15 °C. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . Bakteri termofil.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. Bakteri mesofil. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[2] Khususnya bagi bakteri. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .[39] Deinococcus radiodurans. dengan suhu optimum 50 .114 °C.[2] Sebagai contoh. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[40] Akan tetapi.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. kira-kira 85%. dengan suhu optimum 88 °C.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.65 °C Bakteri hipertermofil. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C.[40] Secara umum.

000 Gy.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. 1 Gy = 100 rad).[41] Akan tetapi.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. Bakteri denitrifikasi. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. sinar x.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. terutama bakteri. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.bagi pertumbuhan bakteri. gas amoniak. [42] Sebagai perbandingan. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[41] Sebagai contoh pada manusia. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. yaitu kelompok Deinococcaceae.[40] Teknik penggunaan sinar UV. bakteri dapat mengalami kematian. katarak.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. hipertensi. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[40][5].[5] . Bakteri nitrifikasi.[42][43] Pada umumnya. dan bahkan kanker.[5] Sebagai contoh.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana.

[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. seperti dinitrogen oksida (N2O).Frankia alni. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. Mesorhizobium.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. Bradyrhizobium.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). Photorhizobium.[45] Dalam bidang pertanian. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[46] Di samping itu.[48][2] Secara umum.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. and Paracoccus denitrificans. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Pseudomonas aeruginosa. seperti bakteri nitrifikasi.[2] Bidang pangan . kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). dan Sinorhizobium.

3. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. menghasilkan racun botulinin. penurunan pH. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.[49] Clostridium botulinum. 6. 4. 5. 2. 1. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[5] . Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik polymixin. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. Pseudomonas cocovenenans). dan pembentukkan gas. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. menghasilkan asam bongkrek.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. penyebab pelendiran makanan. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.

protein. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.[52] Pada manusia. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. Pada tahap akhir. seperti asam amino. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. Sebagai contoh. Beberapa jenis bakteri.[58] Selanjutnya. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. salah satunya adalah bakteri.[58] Bakteri .[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. seperti karbohidrat. terutama bakteri heterotrof. dimulai dari jaringan-jaringan otot. gas nitrogen. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. gas hidrogen.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. dan lemak.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. terutama karbon dan nitrogen.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari.

[2] Beberapa . salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. cari ? Bakteri Escherichia coli.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.Dari Wikipedia bahasa Indonesia.

kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.2 Bidang pangan o 7.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).2 Kelembaban relatif o 6. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.3 Cahaya o 6.1 Bidang lingkungan o 7.1 Suhu o 6.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. pengobatan. yaitu Thiomargarita.5-5 μm. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. bakteri berukuran 0. kerangka sel. dan industri. bahkan dalam tubuh manusia.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. udara.4 Radiasi 7 Peranan o 7.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.[6][7][8][9] Pada umumnya. seperti sel tumbuhan dan jamur. air.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .

[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[13] Akan tetapi. erlenmeyer.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Selanjutnya. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. terutama sebelum ditemukannya mikroskop. Ferdinand Cohn.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas.[13] Walau demikian.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13]Akan tetapi.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. mulai berkembang.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.[13] Robert Koch (1843-1910). tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. salah satu bakteri penghasil endospora. terutama bakteri (bakteriologi). dan tabung reaksi. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. dimuat dalam Micrographia.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Sejak saat itulah.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana. Robert Koch.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. Antoni van Leeuwenhoek. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Dalam bukunya tersebut. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. dan Robert Koch.

[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya. sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.

[18] Morfologi bakteri . Hans Christian Gram pada tahun 1884. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. melekat dan konjugasi.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. ribosom.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. vakuola gas. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. dan magnetosom.[16] Bakteri juga memiliki kromosom. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.

dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. dan usia. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya.[20] . Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. medium. jika bergerombol o Streptococcus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. (bentuk koma). jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder.

[24] .[22][21] Lofotrik. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. tanah.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada.[22][21] Peritrik. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. D-Peritrik.[21] Sama seperti struktur kapsul. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. tidak mempunyai flagel. C-Amfitrik. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. permukaan daun. B-Lofotrik.[22][21] Amfitrik.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. udara. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. [23] Oleh karena itu.[2] Habitatnya sangat beragam.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. lingkungan perairan.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. yaitu:[22][21]      Atrik. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[22][21] Monotrik. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. bakteri dibagi menjadi lima golongan.

terutama pada usus besar.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. mulut. terdapat pula kelompok bakteri lain. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. dan rendah. mata. mikroskop elektron. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[2][33][34] Sebagai contoh. dan atomic force microscope (AFM). seperti mikroskop optikal.[27][28][29] Di dalam rongga mulut. mekanisme metabolisme. dan daya tahan sel yang unik.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[38] Suhu .[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[38] Secara umum. kelembapan. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[5][25] Di samping itu. dan kaki manusia.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. dan cahaya.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).Thermus aquatiqus.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. kadar air rendah (kelompok xerofil).[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. derajat keasaman pH sangat tinggi.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. yaitu probiotik. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.

Bakteri mesofil. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. RH) yang cukup tinggi.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 .114 °C. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.65 °C Bakteri hipertermofil. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. Bakteri termofil. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.[39] Deinococcus radiodurans.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.[40] Akan tetapi.[2] Khususnya bagi bakteri.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[40] Secara umum.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[2] Sebagai contoh. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . dengan suhu optimum 88 °C. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti. kira-kira 85%.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. dengan suhu optimum 50 . dengan suhu optimum 15 °C.

[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. Bakteri nitrifikasi. bakteri dapat mengalami kematian. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[40] Teknik penggunaan sinar UV. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. 1 Gy = 100 rad). hipertensi.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[41] Sebagai contoh pada manusia.000 Gy. gas amoniak. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. [42] Sebagai perbandingan. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[5] .[42][43] Pada umumnya. yaitu kelompok Deinococcaceae. terutama bakteri. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. sinar x. Bakteri denitrifikasi.[41] Akan tetapi. dan bahkan kanker. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. katarak. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.bagi pertumbuhan bakteri.[40][5].[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[5] Sebagai contoh. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.

[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. seperti bakteri nitrifikasi. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.[48][2] Secara umum. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. Mesorhizobium. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen. seperti dinitrogen oksida (N2O).Frankia alni. Pseudomonas aeruginosa.[46] Di samping itu.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. Bradyrhizobium.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. and Paracoccus denitrificans.[2] Bidang pangan . dan Sinorhizobium. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. Photorhizobium.[45] Dalam bidang pertanian.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).

[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. 2. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. dan pembentukkan gas. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium. menghasilkan asam bongkrek. penyebab pelendiran makanan.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. 1.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. penurunan pH. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. 5. menghasilkan racun botulinin. 3. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. 6. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. 4. Pseudomonas cocovenenans).[49] Clostridium botulinum.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.[5] . Lactobacillus sp. menghasilkan antibiotik polymixin.

[58] Selanjutnya.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen. terutama karbon dan nitrogen. Beberapa jenis bakteri. gas hidrogen. dimulai dari jaringan-jaringan otot. Pada tahap akhir. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. terutama bakteri heterotrof. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. salah satunya adalah bakteri.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[58] Bakteri .[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. dan lemak. gas nitrogen. protein.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[52] Pada manusia. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. Sebagai contoh. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. seperti karbohidrat. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. seperti asam amino. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus.

serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Beberapa . ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. cari ? Bakteri Escherichia coli.Dari Wikipedia bahasa Indonesia.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.

5-5 μm. pengobatan.3 Cahaya o 6. dan industri.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. bakteri berukuran 0. kerangka sel.4 Radiasi 7 Peranan o 7.[6][7][8][9] Pada umumnya.2 Bidang pangan o 7. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. udara. air.2 Kelembaban relatif o 6.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6. bahkan dalam tubuh manusia.1 Suhu o 6. seperti sel tumbuhan dan jamur.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah .1 Bidang lingkungan o 7.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. yaitu Thiomargarita. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).

terutama sebelum ditemukannya mikroskop. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13] Walau demikian. terutama bakteri (bakteriologi). seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia). buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya. dimuat dalam Micrographia.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak. Bakteri merupakan organisme mikroskopik.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Akan tetapi. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis.[13] Robert Koch (1843-1910). erlenmeyer. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi.[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[14] Robert Koch juga merupakan . dan Robert Koch. salah satu bakteri penghasil endospora.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. Antoni van Leeuwenhoek. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke. Ferdinand Cohn.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi.[5] Robert Hooke (1635-1703).[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. dan tabung reaksi.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur.[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke.[13]Akan tetapi.[13] Selanjutnya. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. mulai berkembang.[13] Sejak saat itulah. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain. Robert Koch.[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke.

sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.

dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng. ribosom. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[18] Morfologi bakteri . melekat dan konjugasi.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim. vakuola gas.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. Hans Christian Gram pada tahun 1884. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya.[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit. dan magnetosom. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.

bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus.[20] . dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. dan usia. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. jika bergerombol o Streptococcus. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. (bentuk koma). medium. Walaupun secara morfologi berbeda-beda.

Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. [23] Oleh karena itu. bakteri dibagi menjadi lima golongan. tanah. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. lingkungan perairan.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[22][21] Peritrik.[24] .[22][21] Lofotrik. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. udara. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[21] Sama seperti struktur kapsul. tidak mempunyai flagel. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[22][21] Amfitrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. B-Lofotrik. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.[22][21] Monotrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. D-Peritrik. yaitu:[22][21]      Atrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. C-Amfitrik.[2] Habitatnya sangat beragam. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. permukaan daun.

Thermus aquatiqus. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril).[26] Selain di dalam saluran pencernaan. dan daya tahan sel yang unik.[2][33][34] Sebagai contoh. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. dan rendah. mata.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. dan atomic force microscope (AFM).[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. mekanisme metabolisme. mikroskop elektron. dan kaki manusia. mulut. dan cahaya. derajat keasaman pH sangat tinggi. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . kadar air rendah (kelompok xerofil).[5][25] Di samping itu.[38] Secara umum. yaitu probiotik.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. terdapat pula kelompok bakteri lain.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. terutama pada usus besar.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup.[38] Suhu .[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%). bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. kelembapan. seperti mikroskop optikal. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.

yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. RH) yang cukup tinggi. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup.[39] Deinococcus radiodurans.[40] Akan tetapi.[40] Secara umum. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri.114 °C. Bakteri mesofil. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal .[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.65 °C Bakteri hipertermofil.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. dengan suhu optimum 15 °C. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. kira-kira 85%. Bakteri termofil. dengan suhu optimum 88 °C. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. dengan suhu optimum 50 .[2] Khususnya bagi bakteri.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[2] Sebagai contoh.

bagi pertumbuhan bakteri.[40][5]. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. 1 Gy = 100 rad). katarak.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. dan bahkan kanker.[41] Sebagai contoh pada manusia.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. hipertensi.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[41] Akan tetapi. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. [42] Sebagai perbandingan.[40] Teknik penggunaan sinar UV. sinar x.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. terutama bakteri. yaitu kelompok Deinococcaceae. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. Bakteri nitrifikasi.[5] . Bakteri denitrifikasi. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup. bakteri dapat mengalami kematian. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.000 Gy. gas amoniak.[42][43] Pada umumnya. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.[5] Sebagai contoh. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik.

Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. Mesorhizobium.[48][2] Secara umum.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[45] Dalam bidang pertanian.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. and Paracoccus denitrificans. seperti dinitrogen oksida (N2O). Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi. Bradyrhizobium. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Photorhizobium. Pseudomonas aeruginosa. seperti bakteri nitrifikasi. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). dan Sinorhizobium.[46] Di samping itu. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[2] Bidang pangan . yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.Frankia alni.

2.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. penyebab pelendiran makanan. menghasilkan racun botulinin. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. 4.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. 1. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.[49] Clostridium botulinum.[5] . menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. 5.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. dan pembentukkan gas.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. Pseudomonas cocovenenans). juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. 3. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. menghasilkan antibiotik polymixin. penurunan pH.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. 6. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. Lactobacillus sp. menghasilkan asam bongkrek.

banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. dan lemak. dimulai dari jaringan-jaringan otot.[52] Pada manusia.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. seperti karbohidrat.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.[58] Bakteri . gas hidrogen. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. terutama bakteri heterotrof. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. terutama karbon dan nitrogen. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. salah satunya adalah bakteri. Sebagai contoh.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. Beberapa jenis bakteri. Pada tahap akhir. seperti asam amino. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. gas nitrogen.[58] Selanjutnya. protein.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.

salah satu bakteri berbentuk batang Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae Bakteri (dari kata Latin bacterium.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik).Dari Wikipedia bahasa Indonesia. jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Beberapa . ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. cari ? Bakteri Escherichia coli. serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.

[6][7][8][9] Pada umumnya. bakteri berukuran 0. sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan. kerangka sel.[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.3 Bidang kesehatan 8 Dekomposisi 9 Referensi 10 Pranala luar Sejarah . air.4 Radiasi 7 Peranan o 7.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen).1 Suhu o 6.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel.1 Bidang lingkungan o 7. tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah. dan industri. yaitu Thiomargarita.5-5 μm. pengobatan. dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit. udara. bahkan dalam tubuh manusia.2 Bidang pangan o 7. tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm.3 Cahaya o 6.2 Kelembaban relatif o 6. seperti sel tumbuhan dan jamur.[12] Daftar isi           1 Sejarah 2 Struktur sel 3 Morfologi bakteri 4 Alat gerak 5 Habitat 6 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri o 6.

[13] Ketertarikannya pada kelompok bakteri ini mengarahkannya pada penemuan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.[13] Dalam bukunya tersebut.[13] Pengetahuan tentang bakteri berkembang setelah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur. Antoni van Leeuwenhoek.[13] Bakteriologi adalah cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri. Bakteri merupakan organisme mikroskopik. seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris.[13] Sejak saat itulah. dimuat dalam Micrographia. Ferdinand Cohn. buku inilah yang menjadi sumber deskripsi awal dari mikroorganisme. banyak melakukan penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. yang melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. menulis sebuah buku yang berjudul Micrographia pada tahun 1665 yang berisi hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop sederhana. Metode ini kemudian digunakan oleh ilmuwan lain.[13] Ferdinand Cohn (1828-1898) merupakan seorang botanis berkebangsaan Breslau (sekarang Polandia).[13] Hasil temuannya dikirimkan ke Royal Society of London yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1684.[13] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.[13] Ilmuwan pada awalnya mempelajari penyakit antraks yang banyak menyerang hewan ternak.[13] Terinspirasi dari kerja Robert Hooke. berbagai hal tentang bakteri telah berhasil ditelusuri.[5] Robert Hooke (1635-1703). dan Robert Koch.[13] Antoni van Leeuwenhoek berhasil menemukan bakteri untuk pertama kalinya di dunia pada tahun 1676. tidak hanya ilmu tentang bakteri tetapi juga mikroorganisme pada umumnya pun mulai berkembang.[13]Akan tetapi. mulai berkembang. tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang.[13] Antoni van Leeuwenhoek (1632—1723) hidup di era yang sama dengan Robert Hooke di mana pengamatan dengan mikroskop masih sangat sederhana.[13] Selanjutnya.[13] Robert Koch (1843-1910). ia membuat mikroskop rancangannya sendiri dengan sangat baik untuk mengamati makhluk mikroskopik ini pada berbagai media alami pada tahun 1684.[13] Akan tetapi. erlenmeyer. seperti penggunaan kapas sebagai penutup pada labu takar. perkembangan tersebut tidak terlepas dari peranan berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke.[14] Robert Koch juga merupakan .[13] Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828.[13] Penemuan ini segera mendapat banyak konfirmasi dari ilmuwan lainnya.[13] Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus hidup bakteri Bacillus yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. ia juga membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah kontaminasi pada kultur bakteri. terutama bakteri (bakteriologi).[14] Penyakit ini disebabkan oleh Bacillus anthracis. Robert Koch.Model mikroskop awal yang dirancang oleh Robert Hooke. dan tabung reaksi. seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.[13] Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi. terutama sebelum ditemukannya mikroskop.[13] Walau demikian. salah satu bakteri penghasil endospora. diambil dari kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang memiliki arti "batang-batang kecil".[13] Barulah setelah abad ke-19 ilmu tentang mikroorganisme.[13] Hasil penemuannya banyak berkisar tentang bakteri yang resisten terhadap panas. Robert Hooke masih belum dapat menumukan struktur bakteri.

sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang spesfik. bakteri penyebab penyakit tuberkulosis. Robert Koch berhasil membuat Postulat Koch.[13] Penggunaan nutrien gelatin masih memiliki banyak kekurangan yang pada akhirnya penggunaanya digantikan dengan agar (sejenis polisakarida) yang digagas oleh istri Walter Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.[13]  Robert Hooke  Antoni van Leeuwenhoek  Ferdinand Cohn  .[13] Pada awalnya ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin.[13] Beliau juga berhasil menemukan metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri.orang pertama yang berhasil mendapatkan isolat murni Mycobacterium tuberculosis.[13] Penemuan lainnya adalah penggunaan media kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luat habitat aslinya.[13][15] Berdasarkan dua penelitian mengenai penyakit ini.

sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.[16] Beberapa bakteri mampu membentuk diri menjadi endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.[16] Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat.[16] Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. seperti yang ditemukan pada Escherichia coli dan Streptococcus pneumoniae.[16] Bakteri juga memiliki kromosom.[17] Bakteri dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar berdasarkan struktur dinding selnya. yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.[16][5] Metode yang digunakan untuk membedakan kedua jenis kelompok bakteri ini dikembangkan oleh ilmuwan Denmark.[16] Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. ribosom. dan magnetosom. melekat dan konjugasi. vakuola gas.[17] Beberapa bakteri juga memiliki kapsul yang beperan dalam melindungi sel bakteri dari kekeringan dan fagositosis. dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.[18] Clostridium botulinum merupakan salah satu contoh bakteri penghasil endospora yang sangat tahan suhu dan tekanan tinggi. dimana bakteri ini juga termasuk golongan bakteri pengebab keracunan pada makanan kaleng.[16] Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid.[18] Morfologi bakteri .[16] Struktur kapsul inilah yang sering kali menjadi faktor virulensi penyebab penyakit.Robert Koch Struktur sel Artikel utama untuk bagian ini adalah: Struktur sel bakteri Struktur sel bakteri Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. Hans Christian Gram pada tahun 1884.

(bentuk koma). jika kecil dan tunggal o Diplococcus. medium. jka berganda dua-dua o Tetracoccus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. yaitu:    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20] o Mikrococcus. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina. dan usia. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. jika bergerombol o Streptococcus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder.[20] . jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya.Berbagai bentuk tubuh bakteri Berdasarkan bentuknya. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan.

D-Peritrik.[22][21] Amfitrik. udara.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. permukaan daun.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. B-Lofotrik. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. yaitu:[22][21]      Atrik. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. tanah.[24] . mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030.[21] Sama seperti struktur kapsul.[2] Habitatnya sangat beragam. [23] Oleh karena itu. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Peritrik.[22][21] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik.[22][21] Monotrik. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[22][21] Lofotrik. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. lingkungan perairan. C-Amfitrik. tidak mempunyai flagel.

[5][25] Di samping itu. dan rendah.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. dan daya tahan sel yang unik. seperti mikroskop optikal. dan cahaya. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya. mekanisme metabolisme. mikroskop elektron.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. mata. terutama pada usus besar. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. dan kaki manusia.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[2][33][34] Sebagai contoh.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[2] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[38] Secara umum.Thermus aquatiqus.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. kadar air rendah (kelompok xerofil).[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. mulut. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. terdapat pula kelompok bakteri lain.[38] Suhu . derajat keasaman pH sangat tinggi. Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. yaitu probiotik.[36][37] Tedapat pula beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). dan atomic force microscope (AFM). bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). kelembapan.

bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Khususnya bagi bakteri.65 °C Bakteri hipertermofil. dengan suhu optimum 50 .114 °C.Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. Bakteri mesofil.[40] Akan tetapi.[40] Secara umum. bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[2] Sebagai contoh.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. dengan suhu optimum 15 °C. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. RH) yang cukup tinggi. yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal . dengan suhu optimum 88 °C. Bakteri termofil. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.[2] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.[39] Deinococcus radiodurans. kira-kira 85%.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.

1 Gy = 100 rad).[5] . sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. katarak.[44] Peranan Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai.[40] Teknik penggunaan sinar UV. Bakteri nitrifikasi.[5] Sebagai contoh.000 Gy.[41] Akan tetapi.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. gas amoniak.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi. yaitu kelompok Deinococcaceae. Bakteri denitrifikasi.[41] Sebagai contoh pada manusia. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. bakteri dapat mengalami kematian.bagi pertumbuhan bakteri. sinar x.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein. dan bahkan kanker. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[5] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. [42] Sebagai perbandingan. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[40][5]. hipertensi. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. terutama bakteri.[42][43] Pada umumnya.

nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2).[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. and Paracoccus denitrificans. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase.[45] Dalam bidang pertanian. dan Sinorhizobium. Bradyrhizobium. Photorhizobium.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah. Mesorhizobium.[48][2] Secara umum.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[2] Bidang pangan .[5] Kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen.Frankia alni. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. seperti dinitrogen oksida (N2O).[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2. seperti bakteri nitrifikasi.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. Pseudomonas aeruginosa. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium.[46] Di samping itu.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.

menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae. dan pembentukkan gas. 2. 1.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. Lactobacillus sp.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. menghasilkan antibiotik polymixin. menghasilkan asam bongkrek. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. Nama produk atau makanan Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir Bahan baku susu susu ikan buahbuahan daging susu Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. penurunan pH. Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus.[5] . menghasilkan racun botulinin.[49] Clostridium botulinum. Pseudomonas cocovenenans). menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. 5. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. 3. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. 6.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No.[51] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. 4.Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. penyebab pelendiran makanan. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.

[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. terutama bakteri heterotrof.[58] Selanjutnya. gas hidrogen. Sebagai contoh. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. gas nitrogen. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. Beberapa jenis bakteri.Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. protein. seperti asam amino. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. dimulai dari jaringan-jaringan otot.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. salah satunya adalah bakteri.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[52] Pada manusia. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. Pada tahap akhir. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. seperti karbohidrat.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. asam amino akan diubah menjadi asam asetat.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.[56] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. dan lemak.[58] . terutama karbon dan nitrogen. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->