BAB II TINJAUAN UMUM

2.1

Tinjauan Umum Kota Medan Medan merupakan ibukota propinsi Sumatera Utara. Letak geografis kota Medan

berada antara 2º27' - 2º47' Lintang Utara dan 98º.35' - 98º.44' Bujur Timur. Kota Medan berada di bagian Utara propinsi Sumatera Utara dengan topografi miring ke arah Utara. Beriklim tropis, dengan suhu minimum antara 23.3ºC-24.4ºC dan suhu maksimum antara 30.7ºC-33.2ºC. Kota Medan berada 2,5 – 37,5 meter di atas permukaan laut dan memiliki luas wilayah 265,10 km². Sebagian besar wilayah Kota Medan merupakan dataran rendah yang merupakan tempat pertemuan dua sungai penting, yaitu Sungai Babura dan Sungai Deli.1

2.1.1 Kondisi Geografis, Demografis, dan Ekonomi Kota Medan Secara umum ada tiga faktor utama yang mempengaruhi kinerja pembangunan kota, yaitu faktor geografis, demografis dan sosial ekonomi. Ketiga faktor tersebut biasanya terkait satu dengan lainnya, yang secara simultan mempengaruhi daya guna dan hasil guna pembangunan kota termasuk pilihan investasi.

Secara geografis, Kota Medan memiliki kedudukan strategis sebab bagian utara berbatasan langsung dengan Selat Malaka, sehingga relatif dekat dengan kota-kota ataupun negara yang lebih maju seperti Pulau Penang, Malaysia, Singapura, dll. Sebagai daerah yang pada

pinggiran jalur pelayaran Selat Malaka, maka kota Medan menjadi pintu masuk kegiatan perdagangan barang dan jasa, baik perdagangan domestik maupun luar negeri. Posisi geografis Kota Medan ini telah mendorong perkembangan kota dalam dua daerah pertumbuhan, yaitu daerah terbangun Belawan dan pusat kota Medan.

Secara demografis, jumlah penduduk kota Medan relatif besar, di mana pada tahun 2007, jumlah penduduk mencapai 2.083.156 jiwa. Penduduk kota Medan terdiri dari berbagai suku, agama, ras, budaya dan keragaman adat istiadat yang memperkaya kota dari berbagai segi.

                                                            
1

Medan Dalam Angka/ Medan in Figure 2009


Universitas Sumatera Utara

 

Secara ekonomi, struktur ekonomi kota Medan yang didominasi sektor tertier dan sekunder sangat potensial berkembang menjadi pusat perdagangan dan keuangan regional ataupun nasional. Pembangunan ekonomi daerah dalam periode jangka panjang (mengikuti pertumbuhan PDRB), membawa perubahan mendasar dalam struktur ekonomi. Semakin tinggi laju pertumbuhan ekonomi, proses peningkatan pendapatan masyarakat per kapita akan semakin cepat, dan semakin cepat pula perubahan struktur ekonomi, dengan dukungan faktor-faktor penentu lain, seperti tenaga kerja, bahan baku, dan teknologi.

2.1.2 Perkembangan Perekonomian Kota Medan Kota Medan menjadi pintu masuk bagi wisatawan dan perdagangan barang dan jasa, baik domestik maupun luar negeri. Bagi kota Medan, perdagangan berupa hotel dan restoran menjadi motor penggerak roda perekonomian kota.

Sejalan dengan peningkatan PDRB ADH Konstan tahun 2000 Kota Medan selama periode 2005-2007, pertumbuhan ekonomi Kota Medan selama periode yang sama, meningkat ratarata di atas 7,77 persen (Tabel 2.1). Pertumbuhan ekonomi yang dicapai, selain relatif tinggi juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup stabil.
Tabel 2.1 Laju Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2005 – 2007

Sektor / Lapangan Usaha 1. Pertanian 2. Pertambangan & Penggalian 3. Industri Pengolahan 4. Listrik, Gas dan Air Bersih 5. Kontruksi 6. Perdagangan, Hotel & Restoran 7. Transportasi & Telekomunikasi 8. Keuangan & jasa Perusahaan 9. Jasa-jasa PDRB

2005-2006 0,37 -6,05 6,59 5,39 11,01 6,15 13,34 5,08 6,34 7,76

2006-2007 5,14 -10,14 6,08 -2,81 6,43 5,94 10,61 12,81 6,83 7,78


Universitas Sumatera Utara

 

Berdasarkan perbandingan peranan dan kontribusi antar lapangan usaha terhadap PDRB pada kondisi harga berlaku tahun 2005-2007 menunjukkan, pada tahun 2005 sektor tertier memberikan sumbangan sebesar 70,03%, sektor sekunder sebesar 26,91% dan sektor primer sebesar 3,06%. Lapangan usaha dominan yaitu perdagangan, hotel dan restoran menyumbang sebesar 26,34%, sub sektor transportasi dan telekomunikasi sebesar 18,65% dan sub sektor industri pengolahan sebesar 16,58%.

Kontribusi tersebut tidak mengalami perubahan berarti bila dibandingkan dengan kondisi tahun 2006. Sektor tertier memberikan sumbangan sebesar 68,70%, sekunder sebesar 28,37% dan primer sebesar 2,93%. Masing-masing lapangan usaha yang dominan yaitu perdagangan, hotel dan restoran sebesar 25,98%, sektor transportasi dan telekomunikasi sebesar 18,65%, industri jasa pengolahan sebesar 16,58% dan jasa keuangan 13,41%.

Demikian juga pada tahun 2007, sektor tertier mendominasi perekonomian kota Medan, yaitu sebesar 69,21%, disusul sektor sekunder sebesar 27,93% dan sektor primer sebesar 2,86%. Masing masing lapangan usaha yang dominan memberikan kontribusi sebesar 25,44% dari lapangan usaha perdagangan, hotel dan restoran, lapangan usaha transportasi dan telekomunikasi sebesar 19,02% dan lapangan usaha industri pengolahan sebesar 16,28%.

2.1.3 Potensi Bidang Usaha Potensial Kota Medan Kota Medan dinilai sebagai kota yang aman untuk berinvestasi di Indonesia. Kota ini dikenal dengan potensi bisnisnya, dan juga layak menjadi tujuan wisata. Dilihat dari bidang usaha potensial untuk perekonomian kota Medan tahun 2000, didominasi oleh kegiatan perdagangan, hotel dan restoran (35,02%), yang disusul oleh sektor industri pengolahan sebesar 19,70%.

Dari besaran nilai kedua sektor tersebut, dapat dikatakan bahwa potensi unggulan yang paling mungkin berkembang di kota Medan adalah sektor perdagangan dan industri sehingga arahan pembangunan kota lebih menitikberatkan pada kedua sektor tersebut.

2.2

Tinjauan Fungsi Ditinjau dari segi fungsi, maka bangunan multifungsi ini terdiri dari hotel, kantor dan

shopping mall.


Universitas Sumatera Utara

 

2.2.1 Tinjauan Bangunan Multifungsi Adapun pengertian dan perkembangan bangunan multifungsi adalah:

2.2.1.1 Pengertian Bangunan Multifungsi Bangunan biasanya dikonotasikan dengan rumah, gedung ataupun segala sarana, prasarana atau infrastruktur dalam kebudayaan atau kehidupan manusia dalam membangun peradabannya.

Bangunan multifungsi merupakan pendekatan perancangan yang berusaha menyatukan berbagai aktivitas dan fungsi yang berada di bagian area suatu kota yang disebabkan karena luas area terbatas, harga tanah mahal, letak strategis, nilai ekonomi tinggi, sehingga terjadi satu struktur yang kompleks di mana semua kegunaan dan fasilitas saling berkaitan dalam kerangka integrasi yang kuat (Meyer, 1983).

Upaya tersebut dimaksudkan untuk mengeliminasi ruang mati sehingga penggunaan lahan lebih efektif dan efisien, pelayanan kebutuhan lebih mudah, dan lingkungan menjadi lebih nyaman. Penyatuan berbagai fungsi dan aktivitas dalam suatu bangunan inilah yang disebut bangunan multifungsi atau mixed use building.

2.2.1.2 Perkembangan Bangunan Multifungsi secara Umum Seiring perkembangan waktu, aktivitas dan kebutuhan terhadap ruang juga semakin meningkat, terutama yang berada di pusat kota. Kebanyakan orang cenderung melakukan aktvitas di pusat kota karena letaknya strategis dan memiliki sarana dan prasarana yang lengkap. Akan tetapi, terdapat kendala di dalamnya yaitu selain luas area terbatas, harga tanah di perkotaan juga mahal.

Tingginya minat masyarakat terhadap sebuah fasilitas yang dapat mengakomodasi kebutuhan ruang memacu pertumbuhan properti. Masyarakat perkotaan, pada umumnya lebih memilih melakukan aktivitas, seperti bekerja, belanja, berekreasi dalam satu lingkungan yang relatif dekat. Fenomena inilah yang terjadi di kota-kota. Pada akhir abad ke 20, banyak developer dan berbagai ahli menyadari bahwa konsep pembangunan multfungsi menawarkan banyak keuntungan dan bisa diterapkan pada kota.


Universitas Sumatera Utara

 

Inilah yang menjadi tren bagi arsitektur kota saat ini, bangunan yang bersifat multifungsi atau yang disebut mixed use building. Para developer berusaha menawarkan sarana yang lengkap dalam satu area, seperti gabungan kantor, pertokoan dan apartemen atau gabungan hotel, pertokoan dan kantor. Semuanya pada dasarnya menawarkan kepraktisan dan kenyaman terhadap penggunanya.

Adapun ciri dari bangunan multifungsi adalah:    Mewadahi 3 fungsi urban atau lebih, misalnya terdiri dari retail, perkantoran, hunian, hotel, dan rekreasi. Terjadi integrasi dengan sinergi fungsional. Terdapat ketergantungan kebutuhan antara masing-masing fungsi bangunan yang memperkuat sinergi dan integrasi antar fungsi tersebut.

Kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Solo, dll. pada saat ini sudah mengembangkan properti bersifat multifungsi ini, di mana pada proyek tersebut terdapat beberapa fungsi, seperti hotel, apartemen, perkantoran di atas pusat perbelanjaan, yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas rekreasi, sarana transportasi publik, dll.

Pendekatan perancangan yang harus dilakukan dalam merancang bangunan multifungsi adalah kehendak setiap jenis konsumen. Untuk menentukan fungsi yang sesuai, harus diperhatikan dari faktor kegiatannya maupun kebutuhan infrastrukturnya, luas dan bentuk lahan, posisi/lokasi terhadap jaringan jalan di sekitarnya serta aspek bisnis properti yang diterapkan developer. Selain itu, penggabungan dari berbagai fungsi ini juga memerlukan ruang transisi yang dapat mengakomodasi berbagai aktivitas dari fungsi yang berbeda.

Pembangunan multifungsi dapat dilakukan dalam skala kawasan, kompleks, blok bangunan maupun di dalam bangunan itu sendiri, dapat terdiri dari fungsi yang sama (hunian) ataupun campuran dengan fungsi lain (non hunian). Dapat berupa pola horisontal maupun vertikal sesuai jenis fungsi yang dicampurkan.

Solo Center Point di Solo, Raffles City di Singapura, Four Seasons Tower di Amerika, Plaza Senayan dan Taman Anggrek, Bumi Serpong Damai, Sudirman CBD, Grand Indonesia di Jakarta adalah contoh proyek penerapan bangunan multifungsi.

10 
Universitas Sumatera Utara

Skala bangunan yang menyebabkan ketidakseimbangan dengan skala bangunan lain dalam kota. apartemen. vitalitas dan generator pertumbuhan kawasan di sekitarnya sebagai respon terhadap kebutuhan pengguna. mempercepat aksesibilitas dan efisiensi waktu Meningkatkan kualitas fisik lingkungan. kantor.1. apartemen dan pertokoan Keuntungan pengembangan proyek multifungsi di pusat kota:        Integrasi berbagai fungsi dalam bangunan. dan kondominium Kantor.3 Perkembangan Bangunan Multifungsi di Medan Keberadaan bangunan multifungsi di kota Medan masih sedikit bila dibandingkan dengan bangunan multifungsi di kota lainnya seperti Jakarta. Menghilangkan sense of identity. kantor dan pusat perbelanjaan Apartemen. Dampak permasalahan yang timbul dari proyek multifungsi ini antara lain :      Densitas populasi yang tinggi dan terkonsentrasi di satu area. Surabaya.  Beberapa penggabungan fungsi pada pembangunan proyek bangunan multifungsi dapat berupa:       Hotel. 2. Memberikan kemudahan. Dampak masalah sosial berkaitan dengan kebiasaan. Efisiensi penggunaan energi Membentuk pertumbuhan komersial baru. perilaku dan gaya hidup masyarakat penghuninya. apartemen dan pusat perbelanjaan Hotel. dll. Kota Medan sekarang ini hanya mempunyai bangunan multifungsi seperti: 11  Universitas Sumatera Utara . kantor. apartemen.2. dan pertokoan ataupun pusat perbelanjaan Hotel. condotel. pertokoan dan pusat perbelanjaan Hotel. Optimalisasi pemanfaatan lahan kota yang mahal Mengurangi kendala yang ditimbulkan akibat single land use. Pembebanan infrastruktur kota.

makan dan minum serta pelayanan lainnya untuk umum (kamus Webster). Kata ini kemudian mengalami proses perubahan pengertian dan untuk membedakan guest house dengan mansion house yang berkembang saat itu. apartemen.2 Tinjauan Hotel Adapun pengertian.      Cambridge City Square yang memiliki fungsi apartemen. maka rumah besar disebut hostel.hotel dan shopping mall. yakni penghilangan huruf “s” pada kata hostel sehingga menjadi hotel. penyedia makanan dan minuman serta akomodasi dengan syarat pembayaran (Lawson. yang artinya ruang tamu. Jadi. makanan dan minuman. dan pusat perbelanjaan. klasifikasi dan perkembangan hotel adalah: 2. Hostel disewakan pada masyarakat umum untuk menginap dan beristirahat sementara waktu. Definisi hotel menurut SK Menparpostel Nomor KM 94/ HK 103/MPPT 1987 adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa pelayanan penginapan. di mana orang tidak menyukai peraturan yang terlalu banyak pada hostel. Hotel adalah sarana tempat tinggal umum untuk wisatawan dengan memberikan pelayanan jasa kamar. Hotel adalah suatu bangunan atau suatu lembaga yang menyediakan kamar untuk menginap. yang dikelola secara komersial. Seiring perkembangan dan adanya tuntutan terhadap kepuasan. maka kata hostel kemudian mengalami perubahan. 2.2.2.2. makan dan minum serta jasa lainnya bagi umum. dan dikoordinir oleh seorang host.1976:27). kantor. serta jasa lainnya yang diperuntukan bagi umum dan dikelola secara komersial. dapat disimpulkan pengertian hotel adalah suatu bangunan yang menyediakan jasa penginapan. kata hotel berasal dari bahasa Latin yaitu hospitium.1 Pengertian Hotel Secara harfiah. 12  Universitas Sumatera Utara . Grand Aston yang memiliki fungsi sebagai apartemen dan hotel B&G Tower yang memiliki fungsi sebagai hotel dan kantor Deli Grand City yang nantinya akan didirikan dengan fungsi hotel.

Klasifikasi hotel ditinjau berdasarkan beberapa faktor. terbagi dua yaitu: : harga kamar termasuk tiga kali makan sehari (sarapan.2 Klasifikasi Hotel Kriteria klasifikasi hotel di Indonesia secara resmi terdapat pada peraturan pemerintah. yaitu: Small hotel Medium hotel  Average hotel  Above hotel : hotel kecil dengan jumlah kamar di bawah 150 kamar : hotel sedang.2. yaitu SK: Kep-22/U/VI/78 oleh Dirjen Pariwisata. yaitu: 1. makan siang dan makan malam)  Modified American plan (MAP) : harga kamar termasuk dua kali makan sehari. banyak digunakan di hotel  Memudahkan sistem billing  Semua sistem pemasaran kamar kebanyakan menggunakan sistem ini  American plan hotel  Full American plan (FAP) : hotel dengan perencanaan biaya termasuk harga : hotel dengan biaya untuk harga kamar saja kamar dan harga makan. yaitu:  European plan hotel Keistimewaan:  Praktis. di mana harga kamar yang dijual hanya harga kamar saja atau merupakan sistem paket. Harga jual Klasifikasi hotel berdasarkan sistem penjualan harga kamar. yaitu: o o   Continental plan hotel Kamar + makan pagi + makan siang Kamar + makan pagi + makan malam : hotel dengan perencanaan harga kamar sudah termasuk dengan continental breakfast Bermuda plan hotel : hotel dengan perencanaan harga kamar yang sudah termasuk dengan American breakfast 2. yaitu: : jumlah kamar antara 150 sampai 299 kamar : jumlah kamar antara 300 sampai 600 kamar : hotel besar dengan jumlah kamar minimal 600 kamar 13  Universitas Sumatera Utara  Large hotel . yang terdiri dari 2 jenis.  2.2.   Ukuran hotel Klasifikasi hotel berdasarkan ukuran ditentukan oleh jumlah kamar yang ada.

di mana sebagian 14  Universitas Sumatera Utara .   Lama tamu menginap Klasifikasi hotel berdasarkan lamanya tamu menginap. Sistem bintang Semakin banyak jumlah bintang suatu hotel. pelayanan yang dituntut semakin banyak dan baik. 5.  3. berkisar dua minggu hingga satu bulan  Residential hotel : hotel dengan lama tinggal tamu cukup lama.  Lokasi Klasifikasi hotel berdasarkan lokasi. berkisar paling sedikit satu bulan 6. dan Diamond. terdapat tingkatan yaitu Palm. Bronze.      Tipe tamu hotel Klasifikasi hotel berdasarkan asal usul dan latar belakang tamu menginap yaitu: Family hotel Business hotel Tourist hotel : hotel untuk tamu yang menginap bersama keluarga : hotel untuk tamu berupa para pengusaha : hotel untuk tamu yang menginap berupa wisatawan. yaitu: City hotel : hotel yang terletak di dalam kota. baik domestik maupun luar negeri Transit hotel Cure hotel : hotel untuk tamu yang transit (singgah sementara) : Hotel untuk tamu yang menginap dalam proses pengobatan atau penyembuhan penyakit 4. Klasifikasi hotel berdasarkan sistem bintang. yaitu: Transit hotel Semi residential hotel : hotel dengan lama tinggal tamu rata-rata semalam : hotel dengan lama tinggal tamu lebih dari satu hari tetapi tetap dalam jangka waktu pendek. yaitu:      Hotel bintang satu (*) Hotel bintang dua (**) Hotel bintang tiga (***) Hotel bintang empat (****) Hotel bintang lima (*****) Khusus untuk hotel bintang lima.

minimal 20 kamar kamar suite. Hotel resort berdasarkan lokasinya dibagi atas:  Mountain hotel  Beach hotel  Lake hotel  Hill hotel  Forest hotel  Airport hotel : hotel yang berada di pegunungan : hotel yang berada di pinggir pantai : hotel yang berada di tepi danau : hotel yang berada di puncak bukit : hotel yang berada di kawasan hutan lindung : hotel yang terletak di daerah pelabuhan udara 7.       Aktivitas tamu hotel Klasifikasi hotel berdasarkan maksud kegiatan selama tamu menginap. yaitu: Sport hotel Ski hotel Conference hotel : hotel yang berada pada kompleks kegiatan olahraga : hotel yang menyediakan area bermain ski : hotel yang menyediakan fasilitas lengkap untuk konferensi Convention hotel Pilgrim hotel : hotel sebagai bagian dari komplek kegiatan konvensi : hotel yang sebagian tempatnya berfungsi sebagai fasilitas ibadah. jumlah persyaratan kamar dan lainnya. Casino hotel : hotel yang sebagian tempatnya berfungsi untuk kegiatan berjudi 8. yaitu:  Hotel bintang satu (*) : jumlah kamar standar. minimum 1 kamar 15  Universitas Sumatera Utara . minimal 15 kamar kamar mandi di dalam luas kamar standar. di mana sebagian besar tamu yang menginap tidak melakukan usaha. minimum 20 m2  Hotel bintang dua (**) : jumlah kamar standar.  besar yang menginap melakukan kegiatan bisnis    Urban hotel Suburb hotel Resort hotel : hotel yang terletak di dekat kota : hotel yang terletak di pinggiran kota : hotel yang terletak di daerah wisata. Jumlah kamar dan persyaratannya Berdasarkan jumlah bintang yang disandang.

minimal 100 kamar kamar suite. Sihite (2000:63) mengatakan hotel berfungsi sebagai suatu sarana untuk memenuhi kebutuhan tamu (wisatawan atau pelancong). minimum 3 kamar kamar mandi di dalam luas kamar standar. PM 10/PW 301/ PHB-17 tentang usaha dan klasifikasi hotel.2.  kamar mandi di dalam luas kamar standar. ditetapkan bahwa penilaian klasifikasi hotel secara minimum didasarkan pada beberapa pertimbangan yaitu:     Persyaratan umum. Dimulai dari bintang satu sampai bintang lima.2. minimum 24 m2 luas kamar suite.3 Perkembangan Hotel di Indonesia Dalam buku Hotel Management. minimum 48 m2  Hotel bintang empat (****) : jumlah kamar standar. Menurut surat Keputusan Menteri Perhubungan Indonesia No. minimum 44 m2  Hotel bintang tiga (***) : jumlah kamar standar. minimal 30 kamar kamar suite. antara lain kondisi bangunan dan kelengkapan fasilitas Bentuk pelayanan yang diberikan Jumlah kamar yang tersedia Letak atau keadaan lokasi 2. minimum 26 m2 luas kamar suite. minimum 22 m2 luas kamar suite. minimum 2 kamar kamar mandi di dalam luas kamar standar. 16  Universitas Sumatera Utara . minimum 52 m2 Di Indonesia. minimum 24 m2 luas kamar suite. klasifikasi hotel dilakukan dengan sistem bintang. minimum 4 kamar kamar mandi di dalam luas kamar standar. sebagai tempat tinggal sementara selama berada jauh dari tempat asalnya. minimal 50 kamar kamar suite. minimum 48 m2  Hotel bintang lima (*****) : jumlah kamar standar.

Hotel de Boer dan Hotel Astoria. Setelah periode pemerintahan Orde Baru. berdiri Hotel Sarkies dan Hotel Oranje. Hotel Preanger dan Pension Van Hangel ( kini Hotel Panghegar ). Grand Hotel dan Staat Hotel. dibangun Hotel Des Indes.wajah arsitektur hotel di Indonesia pun sangat berkembang dan inovatif. Yogyakarta. Grand Hotel ( sekarang Hotel Garuda ) Bandung. Sejalan dengan berkembangnya hotel di indonesia . mulai berkembanglah hotel-hotel di Indonesia. Surabaya. Medan. Slier Hotel. Adapun peranan usaha perhotelan dalam menunjang pembangunan bangsa dan negara. Hotel Salak.  Seiring dengan perkembangan kedatangan wisatawan asing ke Indonesia yang lebih memerlukan sarana akomodasi pariwisata bersifat memadai. antara lain:   Meningkatkan industri dan penghasilan masyarakat Menciptakan lapangan kerja sekaligus alih teknologi 17  Universitas Sumatera Utara . Semarang. Hotel Royal dan Hotel Rijswijk. tercatat hotel-hotel yang sudah hadir pada saat itu diantaranya :           Jakarta. Menurut buku Pariwisata Indonesia dari Masa ke Masa. Palace Hotel. Solo. Hotel Der Nederlanden. pembangunan dan kehadiran hotel di Indonesia sangat berkembang pesat. Hal ini menjadi satu tolak ukur sejarah baru untuk hotel di Indonesia. Malang. Bogor. Hotel Savoy Homann. maka semasa penjajahan kolonial Belanda. berdiri Hotel Du Pavillion. Terutama setelah masuknya beberapa manajemen hotel international yang banyak merambah ke kota-kota besar di Indonesia. Makasar.

Parman Medan Jl. 1 Medan Jl.2 Daftar Hotel Berbintang di Medan Bintang ***** ***** ***** ***** ***** ***** **** **** **** **** **** **** Nama Hotel Hotel Grand Angkasa Hotel JW Marriott Hotel Grand Swiss-Bel Hotel Grand Aston City Hall Hotel Arya Duta Hotel Citi International Hotel Tiara Medan Hotel Asean International Hotel Novotel Soechi Hotel Quality Suites Hotel Polonia Hotel Danau Toba Intl. Meningkatnya penanaman modal asing. 15 Medan Jl. Listrik No. terutama investasi perhotelan merupakan contoh bahwa Sumatera Utara masih kondusif. juga terdapat beberapa hotel berbintang lainnya yang dibangun di kota Medan. Alamat Jl.  Pertumbuhan industri kepariwisataan di Sumatera Utara belakangan ini sangat menggembirakan. Salah satu hotel berbintang yang tumbuh di Kota Medan saat ini adalah hotel Marriott dengan mendatangkan investor dari Amerika Serikat. 17 Medan 18  Universitas Sumatera Utara .2. Tabel 2.4 Perkembangan Hotel di Medan Bagi Kota Medan. Kapten Maulana Lubis Medan Jl.  2. 76A Medan Jl. Putri Hijau Medan Jl. Sutomo No. Balai Kota Medan Jl. Jend. Hal tersebut dapat dilihat dari maraknya pertumbuhan hotel berbintang di Kota Medan.2. Sudirman No.2. Adam Malik No. kegiatan perdagangan bersama aktivitas hotel dan restoran menjadi motor penggerak roda perekonomian kota. 5 Medan Jl. Sun Yat Sen Medan Jl. 14 Medan Jl. Cirebon No. karena akan menyerap banyak tenaga kerja dan membuka lapangan usaha baru sehingga dapat membantu pemerintah mengurangi pengangguran. Adapun daftar hotel yang berada di Medan berdasarkan bintang antara lain dapat terlihat dari Tabel 2. Menurut Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia). Selain itu. khususnya. S. Proyek tersebut memberi sumbangsih positif terhadap kota Medan. kenyataan itu muncul karena tingkat pertumbuhan ekonomi dan membaiknya investasi kota sehingga membuat banyak investor dari luar negeri berdatangan ke Medan dan menuntut munculnya hotel-hotel. Cut Mutia Medan Jl. H. Imam Bonjol No. Medan dinilai layak bagi investasi perhotelan bahkan secara internasional.

zona di mana hanya orang-orang tertentu yang dapat memasukinya. Public area Area ini merupakan area pertemuan antara yang melayani. 67 Medan Jl. 44 Jl. 35 Medan Jl. Jamin Ginting KM. seperti kamar pada hotel. Hotel Sahid Hotel Grand Antares Hotel Madani Sumatera Indah Resort Hotel Royal Perintis Hotel Elbruba Hotel Sumatra Hotel Waiyat Hotel Garuda Citra Hotel Petisah Hotel Ananta Boga Hotel Labana Inn Hotel Dhaksina Hotel Ibunda Hotel Sri Deli Alamat Jl. K.1 Medan Jl. Jamin Ginting KM.2 Medan Jl. Sisingamangaraja Medan Jl. hotel dapat dibagi menjadi 3 area aktivitas. Sisingamangaraja KM 7. Sisingamangaraja No. Perintis Kemerdekaan No.L. 27 Medan Jl. Balai Kota No.  Semi Public area Area ini merupakan area untuk kegiatan para karyawan terutama karyawan administrasi. Abdullah Lubis No. antara lain:   Private area Area ini merupakan area untuk kegiatan pribadi pengunjung.11. 14 Medan Jl. Perintis Kemerdekaan Medan Jl. Sisingamangaraja Medan Jl. yaitu tamu dan juga tamu dengan tamu lainnya. Sisingamangaraja Medan Jl. Ir.2. ruang rapat. Listrik Medan Jl. Sisingamangaraja No. Yos Sudarso No.5/11 Jl. Sisingamangaraja Medan 2. 19 Jl.5 Organisasi Fungsional Hotel Secara prinsip.2. H.14 Medan Jl. Sisingamangaraja No. Nibung II/22-38 Medan Jl. Sisingamangaraja Medan Jl.50 Mdn Jl. yaitu karyawan dengan yang dilayani.  Bintang **** **** *** *** *** *** *** *** *** ** ** * * * * * * * * * * Nama Hotel Hotel Emerald Garden Hotel Travellers Suites Hotel Garuda Plaza Natour Dharma Deli Hotel Hotel Semarak Hotel Pardede Intl. 19  Universitas Sumatera Utara . Juanda No.18 Mdn Jl. Asia No. Sisingamangaraja No. 2 Medan Jl.

20  Universitas Sumatera Utara . di sini segala macam pelayanan disiapkan untuk kebutuhan pengunjung. antara lain:  Front of the house (sektor depan hotel) Terdiri dari private area dan public area. Daerah ini menjadi pusat kegiatan utama dari aktivitas yang terjadi pada hotel. dalam hal ini menjadi jelas bahwa wajah sebuah hotel dapat terwakili olehnya.  Lobby Tempat penerima pengunjung untuk mendapatkan informasi.   Service area Area ini merupakan area khusus untuk karyawan. o Front desk / Reception desk Terdiri atas ruang-ruang personil front desk yang berfungsi untuk memproses dan mengelola administrasi pengunjung. Yang termasuk dalam area front of the house yaitu: A. o Sirkulasi Merupakan hal penting dalam publik area yang berfungsi sebagai sarana untuk menghubungkan fungsi-fungsi di dalamnya untuk kegunaan pengunjung. B. Public Space Area Merupakan tempat dimana suatu hotel dapat memperlihatkan isi dan tema yang ingin disampaikan kepada tamunya. hotel mempunyai 2 bagian utama. Secara fungsional. Ruang-ruang yang termasuk dalam lobby: o Entrance hall Ruang penerima utama yang menghubungkan ruang luar atau main entrance dengan ruang-ruang dalam hotel. ruang tempat tamu menginap. o Guest elevator Sebagai sarana sirkulasi vertikal untuk para tamu dari lobby atau publik area menuju guest room atau fungsi lainnya di atas. Guest Room Kamar tamu. Bersifat terbuka dengan besaran ruang yang cukup luas. menyelesaikan masalah administrasi dan keuangan yang bertalian dengan penyewaan kamar.

o Support function Sebagai sarana penunjang untuk tamu yang berada si publik area.  o Seating Area Menyediakan wadah bagi tamu untuk beristirahat atau sekedar berbincangbincang. telepon umum. ruang-ruang konsesi ini terpisah sendiri dan merupakan bagian dari publik area. antara lain seperti toilet. mesin ATM. o Consession space Pada dasarnya ruang-ruang ini termasuk retail area. Sarana ini sangat berguna untuk terjadinya kontak sosial di antara pengunjung. tetapi untuk hotel berbintang. yang antara lain terdiri dari: Travel agent room Perawatan kecantikan / salon Toko buku dan majalah Money changer Souvenir shop Toko-toko khusus  Food and Beverages outlets Yaitu area yang digunakan untuk menikmati makanan dan minuman berupa : o Restoran o Coffee shop o Lounge o Bar  Ruang Serbaguna Yaitu ruangan yang disediakan untuk berbagai macam penemuan antara lain o Pameran o Seminar o Pertemuan / pernikahan 21  Universitas Sumatera Utara . dan lain-lain. o Retail Area Berfungsi untuk menyediakan kebutuhan pengunjung sehari-hari o Bell man Sebagai sarana pelayanan kepada tamu yang baru datang atau hendak meninggalkan hotel dengan pelayanan berupa membawakan koper-koper pengunjung.

22  Universitas Sumatera Utara . laundry berukuran cukup luas dan berfungsi sebagai tempat mencuci. gudang. santai dan lain-lain. disesuaikan dengan kebutuhan makanan dan minuman yang dimasukkan. Pada area housekeeping. sarung bantal. trash and general storage area) Area ini merupakan tempat turun naiknya barang dari dan ke dalam mobil pengangkut. mengeringkan. dan mesin press yang digunakan untuk melayani tamu dan juga karyawan. gudang. setrika. dll. berolah raga. yang disiapkan untuk melayani tamu hotel. terdapat ruang kepala dan asisten departemen.  Daerah pegawai / staff hotel (employees area) Area ini merupakan ruang karyawan yang berisi loker untuk karyawan.   Area rekreasi o Daerah yang dipergunakan oleh para pengunjung untuk berekreasi.  Daerah mekanikal dan elektrikal (Mechanical and Engineering Area) Ruang ini berisi peralatan untuk heating dan cooling yang berupa tangki dan pompa untuk menjaga sistem operasi mekanikal secara keseluruhan.  Daerah pencucian dan pemeliharaan (laundry and housekeeping) Untuk hotel berbintang. tempat menjahit kain. sampah dari gudang umum (receiving. yang antara lain: o Swimming pool o Food court o Retail area o Kolam dan kanal buatan . Terdapat gudang kering dan gudang basah. Amphitheatre + Dancing Fountain o Taman o Sarana olahraga o Fitness o Spa dan Sauna  Back of the house (sektor belakang hotel) Terdiri dari area servis. gorden.  Daerah bongkar muat. dll. Yang termasuk back of the house yaitu:  Daerah dapur dan gudang (food and storages area) Area ini merupakan gudang penyimpanan makanan dan minuman.

2).1 dan 2. sehingga bagian publik tidak terganggu dengan aktivitas servis. Publik dan Semipublik pada Hotel Hotel Area Servis Food Preparation Engineering Ruang Penerima dan Penyimpanan Ruang Mekanikal Elektrikal Ruang Karyawan Laundry dan Housekeeping Diagram 2. Untuk itulah.2. yaitu untuk tujuan bisnis dan wisata.2 Penzoningan Area Servis pada Hotel 2. Karakteristik pengunjung hotel dapat dibagi atas: 23  Universitas Sumatera Utara .  Yang harus diperhatikan adalah bahwa ruang publik juga harus berhubungan dengan ruang pelayanan dan mempunyai batas yang jelas. pengunjung hotel terbagi dua. penzoningan berdasarkan jenis area sangat penting (Diagram 2. Hotel Kamar Tamu Public Space Administrasi Lobby F&B Outlet Area Rekreasi Ruang Serbaguna Area Parkir Diagram 2.1 Penzoningan Area Privat.6 Karakter Pengunjung Hotel Menurut tujuan kedatangannya.2.

25% wanita  Harga dipermasalahkan tidak  Konvensi konferensi dan  King. 15% wanita  Sangat biaya memperhitungkan  Kerjasama bisnis  Perdagangan  Konvensi konferensi  Liburan keluarga  Bertamasya  Olahraga. teras. clubs. bahkan lebih lama di area resort  Harga menengah (termasuk  Double-double.3 Karakter Pengunjung Hotel Jenis Pengunjung Bisnis Grup Karakter Pengunjung Tujuan Tipe kamar  Single atau double  Menginap 2-4 malam  75% pria. kamar berdekatan  Area duduk dan televisi  Kamar mandi  Memiliki balkon. aktivitas keluarga dan  Kamar mandi standar dengan shower  Terdapat area kerja Wisata Keluarga  Double-plus anak-anak)  1-4 malam. king sofa. perkumpulan  Bertamasya  Teater. double  Kamar twin.  Tabel 2. double-  Perkumpulan profesional  Rapat pelatihan dan perdagangan mandi area yang ganti memiliki pakaian  Terdapat yang baik  King area kerja Perorangan  Single  Menginap 1-2 malam  85% pria. dan jalan masuk dari luar  King  Area makan dan kerja  Area penyimpanan  Kamar mandi Pasangan  Double  1-7 malam  Harga menengah ke atas  Tour. berolahraga  Liburan pekan akhir 24  Universitas Sumatera Utara .

1 Pengertian Bisnis Kata bisnis berasal dari bahasa Inggris business. Artinya bisnis ialah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Berikut adalah pengertian dan perkembangan mengenai hotel bisnis. Maksudnya bisnis ialah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan 25  Universitas Sumatera Utara . teater  berbelanja clubs. The general term business refer to all such efforts within a society or within an industry”. liburan Tipe kamar Single  Single  Profesional muda  Harga menengah ke atas  Tour. the goods and services that satisfy societies needs.  Jenis Pengunjung Karakter Pengunjung Tujuan  Belanja. ataupun masyarakat.  Hughes dan Kapoor : “Business is the organized effort of individuals to produce and sell for a provit. Sumber Hotel Planning and Design 2. untuk mendapatkan laba.  Queen  Area makan dan kerja  Kamar mandi standar perkumpulan seni. komunitas. bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya. Sejalan dengan definisi tersebut.  Budaya. sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Dalam ilmu ekonomi. dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu.3.  Griffin dan Ebert (1996) : “Business is an organization that provides goods or services in order toearn provit”.3 Tinjauan Hotel Bisnis Adapun jenis hotel yang terdapat pada bangunan multifungsi ini adalah hotel bisnis. bisnis merupakan suat organisasi yang menyediakan barang dan jasa yang bertujuan untuk menghasilkan laba.2.2. Beberapa pengertian bisnis menurut para ahli:  Brown dan Petrello (1976) : “Business is an institution which produces goods and services demanded by people”. Dalam artian. 2.

terutama hotel . Tidak sedikit hotel yang menyediakan sarana bisnis.2 Pengertian Hotel Bisnis Hotel bisnis didefinisikan sebagai hotel yang banyak digunakan para usahawan. misalnya bisnis perhotelan.  menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan ada dalam industri.2.     Secara etimologi. ruang rapat. dari tempat menginap. Penggunaan kata bisnis yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu. hingga sarana bisnis. Biasanya terletak di pusat kota.3. Dapat disimpulkan bahwa bisnis adalah usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Kapasitas Memperkirakan jumlah peserta dan menyesuaikan terhadap kapasitas ruang hotel. Pada hotel ini tersedia tempat yang dapat digunakan sebagai ruang pertemuan. ataupun area bisnis dan berfungsi menyediakan fasilitas.hotel berbintang. 26  Universitas Sumatera Utara . 2. yaitu:     Budget Menentukan biaya yang akan diperlukan untuk menyewa ruang di hotel Fasilitas Mengetahui kelengkapan fasilitas yang disediakan oleh pihak hotel. Para pebisnis bisa memanfaatkan hotel bisnis sebagai sarana untuk mempromosikan produk perusahaan.3 Perkembangan Hotel Bisnis secara Umum Dulunya. layanan dan kemudahan akomodasi yang disesuaikan dengan karakter para pelaku bisnis. Lokasi Mempertimbangkan kemudahan akses dan pencapaian. dimana hotel ini memiliki fasilitas yang lengkap untuk para pebisnis. maupun ruang seminar. bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. hotel hanya berfungsi sebagai tempat untuk menginap. tapi kini hotel telah memiliki fungsi ganda. Hotel jenis ini dinamakan hotel bisnis. 2.2. rapat kerja maupun seminar.3. Beberapa pertimbangan dalam memilih hotel sebagai tempat pertemuan/rapat.

3. Namun bagi sejumlah pengusaha hotel. pejabat. kondisi tersebut tidak menjadi kekhawatiran besar sepanjang pangsa pasarnya masih tersedia. jumlah kamar yang tersedia saat ini mencapai 174 kamar. di antaranya:    Memiliki fasilitas yang mendukung kegiatan bisnis seperti ballroom dan banquet hall. hotel ini juga dikunjungi oleh berbagai kalangan. hotel ini juga cukup akrab di kalangan pebisnis.4 Perkembangan Hotel Bisnis di Medan Kota Medan memiliki bisnis yang berkembang dan menjanjikan. salah satunya adalah dari segi perhotelan. Keberadaannya dapat menaikkan prestis dan citra kota. Dikenal dengan convention centernya.5 Karakteristik Hotel Bisnis Hotel bisnis memiliki berbagai karakteristik. Para pengelola hotel harus berusaha sebaik mungkin dalam memanfaatkan pasar yang ada dengan memberi imej dan layanan khusus kepada para tamunya.2. 2. politisi dan kalangan artis. yang terdiri dari:   Pedagang Pengusaha 27  Universitas Sumatera Utara . yang memiliki imej hotel keluarga. dan jumlah tersebut masih belum mampu memenuhi pasar. Untuk itu Madani berencana mengembangkan hotelnya dengan membuka hotel Madani kedua di Medan. Hotel Tiara juga merupakan hotel bisnis berbintang 3 yang terdapat di Medan. mampu meningkatkan jumlah hunian kamarnya hingga selalu penuh. Menurut Direktur Utama Madani Hotel.3. Hal ini dapat terlihat dari peningkatan jumlah kamar untuk setiap hotel berbintang dan tingkat hunian.  2. Sama halnya dengan Hotel Garuda Plaza Medan.2. Berada di pusat kota dan berdekatan dengan pusat bisnis dan perbelanjaan. Hotel Garuda Plaza kini mengembangkan gedungnya untuk menambah jumlah kamar agar dapat melayani para tamu yang jumlahnya terus meningkat.3. 2.2. Pesatnya pertumbuhan hotel bisnis mengakibatkan tingkat persaingan antar hotel yang tinggi.6 Karakteristik Tamu Hotel Bisnis Usaha di bidang perhotelan mempunyai sasaran pelayanan jasa akomodasi bagi para pebisnis baik dari dalam maupun luar kota Medan. Selain dikenal sebagai hotel keluarga.

minum. restoran. dll.6 m tiap lantai 28  Universitas Sumatera Utara . Karakteristik tamu hotel bisnis yaitu:      Bepergian seorang diri atau berkelompok Menginap dalam jangka waktu relatif singkat Ingin cepat menyelesaikan tugasnya.7 Kriteria Fasilitas Hotel Bintang 3 Hotel kelas ini mempunyai kondisi sebagai berikut:  Umum  Unsur dekorasi Indonesia tercermin pada lobby. kaum pebisnis mempunyai karakter yang sangat efisien. Interaksi bisnis dapat dilakukan di dalam dan luar hotel. kamar tidur. dan tentunya fasilitas standar ruang pertemuan juga diperlukan. Interaksi yang dilakukan di luar hotel menuntut tamu beraktivitas di luar dan memanfaatkan fasilitas hotel dalam waktu yang singkat.2. rekreasi tidak diprioritaskan Secara umum.3. Kualitas interaksi bisnis merupakan perhatian utama. misalnya beristirahat. hotel bisnis memerlukan fasilitas olahraga. dan function room  Bedroom  Terdapat minimum 20 kamar standar dengan luas 22 m2/ kamar  Terdapat minimim 2 kamar suite dengan luas 44 m2/ kamar  Tinggi minimum 2. Kegiatan bisnis juga dapat dilakukan sambil makan.    Peserta konvensi/ konferensi Pejabat pemerintah. Untuk itu. makan. sehingga pertimbangan terhadap jarak pencapaian ke objek tujuan harus sedekat mungkin Pertimbangan ekonomi dan fasilitas Dalam hal ini. Mereka berusaha menjalin interaksi sesingkat mungkin dan mencapai relasi seerat mungkin. olahraga dan kegiatan santai lainnya. mempunyai privatisasi tinggi dan dapat mendukung proses relasi bisnis yang diinginkan. bersantai. minum kopi. 2. Interaksi yang dilakukan dalam lingkungan hotel menuntut disediakannya ruang yang nyaman.

5 kali jumlah kamar. fitness.  Ruang fungsional  Minimum terdapat 1 buah pintu masuk yang terpisah dari lobby dengan kapasitas minimum 2.  Toilet umum minimum 1 buah dengan perlengkapan  Lebar koridor minimum 1.   29  Universitas Sumatera Utara . billiard.  Terdapat kolam renang dewasa yang terpisah dengan kolam renang anak. carcall. bowling.  Terdapat pre function room.   Dining room Bila tidak berdampingan dengan lobby.  Sarana rekreasi dan olah raga  Minimum 1 buah dengan pilihan tenis. radio. sauna. perkantoran.  Dilengkapi dengan lounge.  Dilengkapi dengan toilet apabila tidak satu lantai dengan lobby. bank. jogging.  Drug store  Minimum terdapat drugstore.  Bar  Apabila berupa ruang tertutup maka harus dilengkapi AC dengan suhu 24˚C. butik dan salon.  Tersedia poliklinik. air line agent.  Lebar ruang kerja bartender setidaknya 1m. paging. biro perjalanan.  Lobby  Mempunyai luasan minimum 30 m2.  Dilengkapi dengan telepon lokal dan interlokal. money changer.  Dilengkapi dengan instalasi air panas/ dingin. souvenir shop.  Utilitas penunjang  Terdapat transportasi vertikal mekanis. diskotik atau taman bermain anak. golf.  Tersedia paramedis.  Dilengkapi sentral video/TV.  Ketersediaan air bersih minimum 500 liter/ orang/ hari.  Tersedia PABX.6 m. maka harus dilengkapi dengan kamar mandi/WC sendiri.

  2. Aspek efisiensi juga harus diperhatikan sehingga tamu merasa betah menginap di hotel tersebut. Adapun bentuk kamar tidur pada hotel adalah seperti pada Gambar 2.8 Jenis dan Fasilitas Standar Kamar Tamu Pada hotel. ruang tidur merupakan ruang privat yang perlu diperhatikan untuk memenuhi tuntutan kenyamanan dan privatisasi tamu.1.2.1 Tipe Kamar Berdasarkan Jenis Tempat Tidur pada Hotel                                                              2  The Architects’ Handbook  30  Universitas Sumatera Utara .2     Gambar 2.3.

2.  Deluxe room Jenis kamar dengan fasilitas yang lebih baik dari kamar standar. luas. lemari es. Tempat tidurnya terdapat double bed. mewah dan lebih lengkap dengan fasilitas tambahan seperti ruang tamu. twin bed atau bahkan single bed.2. Meja rias / tulis ( dressing table ) dan kursi. Asbak . handuk . Telepon. makan. lampu. dll. misalnya dengan ukuran kamar lebih besar dan tambahan fasilitas. Rak untuk menyimpan koper ( luggage rack ). Lemari pakaian ( cupboard ).4 Tinjauan Kantor Adapun tinjauan fungsi kantor pada secara umum dan klasifikasinya adalah:3                                                              3  Panduan Perancangan Bangunan Komersial  31  Universitas Sumatera Utara .  Klasifikasi kelas kamar pada sebuah hotel adalah:  Standard room Jenis kamar yang tersedia untuk dua orang penghuni dengan kondisi. AC. tersedia untuk 2-3 atau lebih penghuni dengan kondisi berisi dua atau tiga kamar lebih dengan ukuran kamar lebih besar. berisi satu tempat tidur double (double bed) atau dua tempat tidur dan fasilitas yang tersedia di dalam kamar tersebut berlaku umum di semua hotel. dll. alat tulis ( stationeries ). korek api . Adapun fasilitas standar yang terdapat pada masing – masing jenis kamar tersebut adalah sebagai berikut :          Kamar mandi private ( bathroom ) dan perlengkapannya. dan dapur kecil (kitchenette) serta mini bar. Tempat tidur ( jumlah dan ukurannya sesuai dengan jenis). Meja lampu. Radio dan Televisi. seperti televisi.  President suite room Jenis kamar paling mahal dalam suatu hotel.

1 Pengertian Kantor Kantor.  Institutional/ Governmental office Jenis perkantoran ini bersifat usaha yang teratur dalam bentuk lembaga yang berpedoman pokok untuk hidup lama dan kokoh.2. disewakan). Berdasarkan kelasnya.Cunliffe. gedung perkantoran dibedakan menjadi beberapa kelas. Manaseh dan R.   Industrial office Jenis perkantoran ini terikat harus mempunyai hubungan fisik dengan pabriknya. berasal dari bahasa Belanda kantoor.4. menurut L. antara lain:   Kelas Premium (dengan luas gedung minimal 20.  2. 2.2. adalah sebutan untuk tempat yang digunakan untuk perniagaan atau perusahaan yang dijalankan secara rutin. Professional office Jenis perkantoran ini tidak dipakai dalam waktu yang panjang dan merupakan perkantoran yang jumlah modal yang digunakan relatif kecil. jenis kantor dapat dibedakan menjadi 4 jenis.000 m2 serta terletak di daerah pusat bisnis 32  Universitas Sumatera Utara . Biasanaya digunakan dalam waktu yang lama atau panjang.2 Tipe Bangunan Tipe bangunan suatu gedung perkantoran ada beberapa macam yaitu:     High rise building (bangunan dengan lantai lebih dari 20 lantai) Middle rise building (bangunan 4 lantai sampai dengan 20 lantai) Low rise building (bangunan 1 lantai sampai dengan 3 lantai) Garden office/office park (bangunan 1 sampai 5 lantai dengan lansekap yang ekstensif). Kantor bisa hanya berupa suatu kamar atau ruangan kecil maupun bangunan bertingkat tinggi.000 m2 serta terletak di Central Business District) Kelas A (Luas minimum gedung 6.2. yaitu:  Commercial office Jenis perkantoran yang termasuk golongan ini adalah perkantoran (untuk toko.4.4.3 Klasifikasi Kantor Secara garis besar. perusahaan (trading company). 2. asuransi dan transportasi.

Biaya yang harus dikeluarkan bagi penyewa adalah biaya sewa dan service charge kepada pengelola yang biasanya dihitung berdasarkan luas ruangan yang disewa dan dibayar per bulan. yaitu:     Dekat dengan gedung perkantoran umum Dilalui oleh kendaraan umum Merupakan pusat kegiatan finansial Dekat dengan gedung pemerintahan 33  Universitas Sumatera Utara . gedung perkantoran terbagi menjadi 2 macam yaitu:  Gedung perkantoran sewa Pada tipe gedung perkantoran sewa. Saat ini.  Gedung perkantoran Strata Title (milik) Pada tipe gedung perkantoran Strata Title (milik). Namun yang lebih dominan pada saat ini adalah gedung perkantoran yang ruang (space) nya disewakan. lokasi. Dalam suatu lokasi yang akan didirikan sebuah gedung perkantoran ada beberapa hal yang harus diperhatikan.2. Namun pemiliknya harus tetap membayar service charge per bulan sebagai biaya perawatan dan pemeliharaan gedung.   Kelas B (dengan luas berapa saja dan terletak dilokasai mana saja namun memiliki kualitas material yang baik dan cukup modern) Dilihat dari segi kelas. Berdasarkan kepemilikannya.4 Karakteristik Gedung Perkantoran Dalam membangun suatu gedung perkantoran ada satu karakteristik penting yang harus diperhatikan yaitu lokasi. ruang bangunan gedung perkantoran dapat dimiliki seperti rumah tinggal ataupun apartemen strata title. yang disewakan adalah besaran atau luasan tertentu dari gedung perkantoran tersebut. Penyewaan dilakukan sesuai dengan jangka waktu yang disepakati bersama. yang lebih diperhatikan adalah dalam hal luas gedung perkantoran.4. 2. terdapat gedung perkantoran dengan tipe kepemilikan campuran dimana dalam gedung perkantoran tersebut ada yang ruang (space) yang disewakan dan ada juga yang menjadi pemilikan perseorangan ataupun perusahaan. fasilitas serta kualitas material bangunan yang digunakan.

biasanya untuk harga sewa di hitung per-meter persegi. Beberapa faktor tersebut adalah :  Flexibilitas ruang Dipengaruhi oleh model dan bentuk bangunan yang memberikan kemudahan bagi penghuni untuk membentuk ruangan menurut selera dan tak membatasi ruang geraknya. maupun kelebihan lain yang dimiliki akan lebih mudah menarik pengunjung.2.2. Ruang dalamnya terdiri dari ruang-ruang dengan fungsi yang sama.  Harga sewa Harus sesuai dengan keadaan pasar permintaan. Biasanya biaya jasa ini sangat ditentukan oleh besarnya biaya operasional di gedung perkantoran itu dan dihitung permeter persegi. Menurut Hunt. kantor sewa adalah suatu bangunan yang mewadahi transaksi bisnis degan pelayanan secara profesional. sebagai berikut:  Service floor area.  Citra/image Sebuah perkantoran yang telah memiliki nama besar di masyarakat baik dalam bentuk bentuk fisik.6 Kantor Sewa Kantor sewa pada dasarnya adalah sebuah bangunan komersial yang dapat dimiliki dengan sistem sewa. tetapi merupakan layanan untuk penyewa seperti elevator. fasilitas bangunan. tangga. Dalam perhitungan sewa ruang kantor.5 Kriteria Kantor Di dalam produk properti perkantoran untuk mencapai target pasar ada beberapa faktor yang menjadi kunci suskesnya.  2. W.  Service charge Penentuan service charges yang murah belum tentu efektif bagi penghuni ruang kantor.  Tingkat hunian Semakin tinggi tingkat hunian maka pendapatan dan keuntungan semakin besar selain itu tingkat hunian yang tinggi juga meningkatkan image pada sebuah gedung perkantoran. terdapat istilah yang harus diperhatikan. 34  Universitas Sumatera Utara . AC central. karena penghuni ruang kantor mengharapkan tingkat pelayanan yang memuaskan.4. fire tower court.D. meliputi area-area yang tidak termasuk disewakan.4. . yaitu fungsi kantor dengan status pemakai sebagai penyewa atas ruang yang digunakannya. dapat bersaing dan tak berada di bawah harga pasar yang ada. tingkat pelayanan. 2.

lavatory. Setiap fungsi mempunyai aktivitas dominan berbeda yang menuntut kenyamanan dan fasilitas berbeda. Berdasarkan jumlah penyewa. dan ruang penunjang lainnya.2. tangga darurat.  Semi gross system adalah sistem sewa dengan memperhitungkan semua ruang yang digunakan oleh penyewa ditambah dengan beberapa ruang fasilitas. Penyewa lantai tunggal Setiap lantainya hanya ditempati satu penyewa saja. kantor sewa dapat dibedakan menjadi: 35  Universitas Sumatera Utara . lavatory. Net area system adalah sistem sewa degan memperhitungkan luas ruang yang benarbenar hanya digunakan oleh penyewa. dan fasilitas umum lainnya.7 Klasifikasi Kantor Sewa Berdasarkan peruntukannya. kantor sewa dapat dibedakan menjadi:    Penyewa bangunan tunggal Disewakan kepada satu penyewa dalam jangka waktu tertentu. kantor sewa dapat dibedakan menjadi:  Kantor sewa fungsi tunggal Merupakan kantor sewa yang di dalamnya hanya memiliki satu fungsi (tunggal). Berdasarkan pembagian layout denah. merupakan area yang disewakan dengan harga tertentu. Harga sewa per m2 diperhitungkan berdasarkan rentable floor area. dibedakan menjadi  Usable floor area. 2. Sifat dan karakter lingkup kegiatan yang diwadahi relatif sama. koridor. tetapi tidak termasuk ruang transportasi. Dalam hal ini.  Common floor area. dan penunjang tidak termasuk yang disewakan. dll.   Rentable floor area.4. Penyewa lantai majemuk Setiap lantainya digunakan untuk lebih dari satu penyewa/ unit kantor. toilet.   Gross area system adalah sistem sewa dengan memperhitungkan semua bagian bangunan (ruang-ruang yang ada) termasuk lobby. ruang lift. lift.  Kantor sewa fungsi majemuk Merupakan kantor sewa yang di dalamnya memiliki beberapa fungsi sehingga lebih variatif dan lebih berpotensi meningkatkan daya tarik kunjungan. meliputi elevator hall.

mengkombinasikan ruang kecil dan sedang.  Very deep space Ruang memiliki kedalaman lebih dari 20m. Ruang tiap lantai dicapai melalui jalur sirkulasi vertikal yang terletak dalam core. bentuk sirkulasi single zone place yang disusun linier. Berdasarkan kedalaman ruang. digunakan untuk kantor grup kecil.  Deep space Ruang memiliki kedalaman 11-19m.  Landscape/ open plan system (ruang terbuka) Susunan ruang fleksibel menurut kebutuhan pemakai. atau 14-22m pada sirkulasi double zone place. 36  Universitas Sumatera Utara . Bangunan memiliki kedalaman 15-20m dari koridor ke dinding terluar bangunan. Ruang memiliki privasi tinggi sehingga sesuai untuk eksekutif. bersifat semiformal. sirkulasi single zone place. manajer.  Group space system (kelompok ruang) Sistem ini memiliki ruang dengan dimensi yang mampu menampung 5-15 karyawan. dengan luas per lantai relatif kecil. bisa satu atau dua sisi. Biasa digunakan pada bentuk bangunan memanjang dan relatif linier. atau kombinasi kantor tunggal dan kantor grup kecil.  Medium depth space Ruang sewa memiliki kedalaman 8-10m. Berdasarkan tipikal jalur pencapaian. dll. kantor sewa dapat dibedakan menjadi:  Tipe koridor terbuka Ruang di setiap lantai dicapai melalui koridor yang menghubungkan antar ruang. kantor sewa dapat dibedakan menjadi:  Shallow space Ruang memiliki kedalaman kurang dari 8m.   Cellular system (Sel) Bentuk bangunan memanjang dengan koridor memanjang sejajar dengan bentuk bangunan.  Tipe menara Bangunan dirancang dengna bentuk bangunan tinggi. cocok untuk mewadahi aktivitas individual. dengan menggunakan sekat dan mempunyai karakter bebas dan nonformal.

pada kantor sewa terdapat pengguna bangunan. bersih. dan mampu memenuhi kebutuhan. konsumen yang diperbolehkan menyewa adalah mereka yang mempunyai bidang usaha perdagangan. pelayanan kesehatan. Dapat berupa kantor privat (cellular office). pemasaran.   Unit layanan umum Fasilitas yang bersifat komersial. sehingga desainnya dan penataannya harus menarik.   Unit pengelola Fasilitas ini digunakan oleh pengelola.8 Pengguna Kantor Sewa Secara umum. yaitu:    Penyewa/ konsumen kantor sewa Pengunjung bangunan/ tamu Pengelola bangunan Pengelola dan pengunjung mempunyai karakter dan kegiatan yang berbeda antara satu dengan lainnya sesuai latar sosial budaya serta bidang usaha yang dilingkupinya.4. dll. kafetaria. Unit kantor sewa Merupakan ruang kantor yang disewakan kepada penyewa. foodcourt. kantor semiformal. dll. dan kantor terbuka (open space). antara lain:  Area penerima/ Lobby Pengunjung memperoleh kesan pertama pada area ini. pertemuan.  2. Contohnya jika pengelompokan penyewa adalah kelompok bidang usaha perdagangan.2. Pemilahan dan pengelompokan penyewa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perancangan sebuah kantor sewa. dll.9 Fasilitas Fungsional Kantor Adapun fasilitas yang terdapat pada kantor.  Ruang pertemuan/ rapat Merupakan tempat berlangsungnya kegiatan konferensi. untuk kegiatan administrasi. retail.dll.4. Area Servis Melayani kebutuhan sanitasi. sehingga terkadang kantor sewa juga dimasukkan beberapa fungsi lain yang diorientasikan untuk menambah daya tarik kunjungan pada bangunan komersial tersebut. 37  Universitas Sumatera Utara . Pengunjung juga secara tak langsung akan terbatasi. 2. akses ke ruang pertemuan harus melalui koridor ataupun area penerima.2. dari pengguna bangunan. seperti ruang serbaguna.

2. sebagai tempat berjalan. mall merupakan penggambaran dari kota yang terbentuk oleh elemen-elemen:   Anchor (magnet) Merupakan transformasi dari nodes dapat pula berfungsi sebagai landmark. Ruang Mekanikal Elektrikal 2. duduk.  Landscaping (pertamanan) Merupakan transformasi dari edges. perwujudannya berupa pedestrian yang menghubungkan magnet-magnet. sebagai pembatas pusat pertokoan di tempat-tempat luar. superstore.1 Pengertian Mall Mall merupakan sebuah plaza umum. Sirkulasi horizontal berupa koridor yang menghubungkan antar ruang.  Street Mall Merupakan transformasi paths. dan bioskop. Secondary Anchor (magnet sekunder) Merupakan transformasi dari district. 2.   Sirkulasi Sirkulasi vertikal berupa lift diperlukan untuk menghubungkan ruang dari 1 lantai ke lantai lainnya. yaitu: 38  Universitas Sumatera Utara . Mall dapat disebut sebagai jalan pada area pusat usaha yang terpisah dari lalulintas umum. perwujudannya berupa retail store.5. bersantai.5 Tinjauan Shopping Mall Adapun pengertian dan kriteria shopping mall adalah: 2.2. atau sekumpulan sistem dengan belokan-belokan dan dirancang khusus untuk pejalan kaki. Menurut Rubinstein (1978). dan dilengkapi unsur dekoratif untuk melengkapi kenyamanan dalam menikmati suasana. tetapi memiliki akses mudah terhadapnya.2. supermarket. jalan-jalan umum.   Gudang Digunakan sebagai tempat menyimpan barang dan peralengkapan dari kantor.2 Pengertian Shopping Mall Terdapat beberapa pengertian shopping mall.5.

1987). dengan fungsi sebagai sirkulasi dan sebagai ruang komunal bagi terselenggaranya interaksi antarpengunjung dan pedagang ( Maitland.  Enclosed mall (mall tertutup) adalah mall dengan pelingkup. Keuntungannya berupa kenyamanan climatic control. Unit ini juga menyediakan parkir yang dibuat berhubungan dengan tipe dan ukuran total toko-toko (Urban Land Institute.3 Kriteria Mall Mall mempunyai kecenderungan berkonfigurasi secara horizontal. Biasanya berupa mall tertutup dengan akhiran mall terbuka. Mall ini juga bertujuan mengonsentrasikan daya tarik pengunjung pada mall tertutup.   Shopping mall diartikan sebagai suatu area pergerakan (linier) pada suatu area pusat bisnis kota yang lebih diorientasikan bagi pejalan kaki.2.  Shopping mall sebagai kelompok kesatuan komersial yang dibangun pada sebuah lokasi yang direncanakan. tipe toko. Munculnya bentuk ini merupakan antisipasi terhadap keborosan energi untuk climatic control serta mahalnya pembuatan dan perawatan mall tertutup.  Shopping mall adalah pusat perbelanjaan yang berintikan satu atau beberapa departemen store besar sebagai daya tarik dari retail-retail kecil dan rumah makan dengan tipologi bangunan seperti toko yang menghadap ke koridor utama mall atau pedestrian yang merupakan unsur utama dari sebuah shopping mall. yaitu:  Open mall (mall terbuka) adalah mall tanpa pelingkup. dimulai dan diatur menjadi sebuah unit operasi. Keuntungannya adalah kesan luas dan perencanaan teknis yang mudah sehingga biaya lebih murah. Unsur yang menunjang keberhasilan suatu mall adalah:  Bentuk mall Menurut Maithland (1987) terdapat 3 bentuk umum mall. Kerugiannya berupa kendala climatic control yang berpengaruh terhadap kenyamanan dan kurangnya kesan pewadahan. 1978). 39  Universitas Sumatera Utara . 2. 1997).5. dikembangkan. berhubungan dengan lokasi. Kerugiannya biaya mahal dan kesan kurang luas.  Integrated mall (mall terpadu) adalah penggabungan mall terbuka dan tertutup. dan area perbelanjaan dari unit tersebut. ukuran. berbentuk pedestrian dengan kombinasi plaza dan ruang-ruang interaksional (Rubinstein.

kotak telepon. atau sepanjang kenyamanan pejalan kaki. tanaman. Ruang ini berfungsi menampung fasilitas tempat duduk. jam. kios. lebar dan tinggi koridor harus sangat diperhatikan. Komposisi yang paling baik adalah 50% retail tenant dan 50% anchor tenant. penunjuk arah. Pintu masuk sebaiknya dapat dicapai dari segala arah. Jarak antarmagnet antara 100 sampai 200m. T. dan menambah keindahan bangunan. dll. meningkatkan efisiensi operasional. bagian atap mall biasanya diselesaikan dengan skylight yang berfungsi memasukkan cahaya matahari ke dalam bangunan mall pada siang hari. Adapun fungsi elemen tersebut adalah: 40  Universitas Sumatera Utara . Penataan retail tenant dan anchor tenant yang baik akan saling mendukung terjadinya aliran pengunjung yang merata di sepanjang mall. panjang minimalnya adalah 180m dan panjang maksimalnya 240m. tempat sampah. Tatanan mall yang banyak dijumpai adalah mall berkoridor tunggal dengan lebar koridor standar antara 8-16m. Mall berfungsi menghubungkan magnet yang terletak pada ujung-ujungnya dengan menekankan hubungan horizontal.  Penataan letak retail di sepanjang mall Sirkulasi mall dengan satu koridor lebih efektif dilewati pengunjung dan semua retail akan mempunyai nilai komersial sama. Mall juga mempunyai magnet pada tiap akhir mall. khususnya terhadap penggunaan listrik. Panjang mall dapat dipecahkan dengan square.  Elemen arsitektural pada mall Elemen arsitektural yang dapat ditempatkan di sepanjang mall adalah bangku. atau ruang terbuka lainnya. Pola mall yang memberikan kemudahan adalah bentuk I. memfokuskan pengunjung dalam bangunan. Agar terbentuk mall yang nyaman.  Dimensi mall Tidak ada ketentuan khusus mengenai panjang maksimal mall.  Pencahayaan Untuk menunjang konsep ruang yang menerus pada mall. arena bermain.   Pola mall Pada dasarnya pola mall berprinsip linier. courts. Mall juga tidak boleh terlalu panjang karena dapat melelahkan pengunjung. Total area mall minimal 10% dari total luas lantai shopping mall. dan L. Cahaya ini berfungsi sebagai pengarah. Parkir kendaraan umumnya terletak di sekeliling bangunan dengan akses mudah ke mall. tetapi berdasarkan survei di Amerika. dan elemen lain. pengaturan panjang.

Peran tersebut menunjukkan bahwa mall dan unit retail masing-masing merupakan elemen beridentitas dan berhubungan yang membentuk sistem pemusatan wadah perbelanjaan. Control zone dapat dicapai melalui pola mall. yaitu kemudahan mendapatkan semua jenis kebutuhan dalam satu tempat. 41  Universitas Sumatera Utara .  Area bermain berfungsi sebagai tempat bermain anak-anak ketika orang tuanya berbelanja.  Tenant Mix Tenant mix adalah strategi pencampuran penyewa ruang dari berbagai jenis dagangan. Berdasarkan prinsip perancangan dan karakter dasarnya. pengorganisir unit retail serta pengidentifikasi area (memberi kejelasan orientasi). mall pada shopping mall berperan sebagai penghubung. Strategi ini sesuai dengan tuntutan kemudahan konsumen dalam bentuk one stop shopping. pengontrol. lebar.  Design Criteria Perancangan masing-masing unit sewa harus menunjukkan kesatuan. pengendali arus pengunjung. Magnet dan unit retail pada shopping mall perlu dikelompokkan berdasarkan materi dagangan sehingga tidak menimbulkan persaingan yang mematikan. yaitu:  Design Control Zone Control zone bertujuan mencapai kontinuitas arus pengunjung sehingga semua ruang bernilai sama dan efektivitas komersial dapat tercapai. Adapun unit retail berfungsi sebagai wadah kegiatan belanja. magnet/ anchor.  Kios-kios pada jalur mall berfungsi sebagai faktor penarik pengunjung dan memberi variasi suasana pada mall. strategi perancangan shopping mall adalah sistem pusat belanja dengan elemen utama mall berupa koridor tunggal bagi pejalan kaki yang menghubungkan atau mengorganisasikan unit sewa pada tiap sisi dan karakter tertentu. dan tinggi bangunan. Potensi sirkulasi pejalan kaki dimanfaatkan secara maksimal untuk mencapai efektivitas dengan menciptakan nilai atraktif dan kenyamanan pada mall.   Area duduk merupakan sarana penting supaya terjadi interaksi sosial antarpengunjung. Jadi. dan unit sewa. Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan pada pola hubungan mall dan unit retail. pembatasan panjang.

: Millennium Partners MDA Associates Gambar 2. Memiliki area retail seluas 985m2.S. Lokasi : 1441 Brickell Avenue. perkantoran.2 Four Seasons Hotel and Tower Spesifikasi:        Lantai 2 sampai 12 merupakan perkantoran kelas A seluas 21. Terdapat tiga lobby. Universitas Sumatera Utara 42  .000m2.  2.700m2. bangunan ini (Gambar 2.3. yaitu untuk kantor dan hunian. dengan luas 103 m2 sampai 604 m2. Area seluas 8. Miami. dan beberapa unit kondominium di lantai atas Ketinggian Jumlah lantai Dibangun Arsitek Developer : 240 m : 64 lantai : 2000–2003 : Gary Edward Handel dan Associates. bagian selatan dari kota New York. Pada tahun penyelesaiannya. Di dalamnya terdapat 221 kamar tamu dan 84 unit kondo/ hotel dengan luas 57m2 sampai 192 m2.1 Four Seasons Hotel and Tower Four Seasons Hotel and Tower yang dikenal sebagai Four Seasons Hotel Miami ataupun Four Seasons Tower adalah sebuah gedung pencakar langit di Miami. Lantai 40 sampai 64 ditempati sebanyak 186 kondominium mewah. Memiliki Sport Club/ LA Miami seluas 3.000m2 yang ditempati oleh HSBC Bank USA.000m2 pada lantai 7 digunakan sebagai teras kolam.3 Studi Banding Proyek Sejenis Berikut ini adalah studi banding bangunan multifungsi dari berbagai negara: 2. Florida.2) merupakan bangunan mixed use tertinggi di U. Florida. Lantai 8 sampai 40 ditempati oleh Four Seasons Hotel. United States Fungsi tower : hotel. Total luasan kantor adalah 167. sedangkan 1 lainnya pada lantai 7 untuk hotel dan area pertemuan. yang di bawahnya merupakan garasi parkir berkapasitas 934 mobil. 2 di antaranya terdapat di lantai satu.

3 Four Seasons Tower dari Udara Gambar 2.  Beberapa view ke Four Seasons Hotel and Tower terlihat dari Gambar 2.6 Suasana di depan Bangunan Gambar 2. Gambar 2.9 Entrance ke Gedung Parkir Universitas Sumatera Utara 43  .8 Entrance dari SE 14th Ln Gambar 2.4 Perspektif Four Seasons Tower Gambar 2.3 sampai 2.7 Entrance dari SE 14 th Terrace Gambar 2.9.5 Entrance dari Brickkel Ave Gambar 2.

Grand ballroom seluas 542m2 dapat disekat setengah untuk fleksibilitasnya. terlihat dari Gambar 2. Ruang serbaguna dengan luas total 1.12).  Fasilitas pertemuan Hotel Four Seasons Miami memiliki fasilitas berupa ruang pertemuan (Gambar 2.                           Gambar 2. Bangunan ini juga mempunyai view ke jalan di sekelilingnya.11 Lobby Hotel di Lantai 7 Universitas Sumatera Utara 44  .  Adapun fungsi yang terdapat pada bangunan ini adalah: 1. Hotel Hotel yang terdapat pada Four Seasons Tower ini adalah Four Seasons Hotel yang memiliki 221 kamar tamu dan 84 unit kondo/ hotel dengan luas 57m2 sampai 192 m2. galas.10. Gambar 2. Fasilitas ini dapat menampung berbagai kegiatan pertemuan.10 Perletakan Fungsi Hotel pada Bangunan Fasilitas yang terdapat pada Four Seasons Hotel antara lain:  Lobby hotel Lobby hotel terletak di lantai 7 dari bangunan (Gambar 2.386m2 ini terdapat di sekeliling atrium courtyard. dan pesta pernikahan.11). dengan berlapis dinding kaca sehingga cahaya matahari dapat masuk ke dalam ruangan dan menikmati pemandangan yang bagus. dari yang berskala kecil sampai yang berskala besar.

Brickell key Universitas Sumatera Utara 45  .  Gambar 2. Miami pre-function room g. Coconut grove i. Key biscayne j. Coral gables h. Ballroom west c. Ballroom pre-function room e.12 Ruang Pertemuan pada Hotel Ruang pertemuan yang terdapat di Four Seasons Hotel meliputi: a. Ballroom east d. Bal harbour k. Grand Ballroom b. Miami ballroom f.

4 yaitu: Tabel 2.  Berikut adalah ukuran ruang pertemuan pada Hotel Four Seasons Miami pada Tabel 2.4 Ukuran Fasilitas Ruang Pertemuan Hotel Four Seasons Miami Universitas Sumatera Utara 46  .

Tabel 2.13). yang terletak di lantai 20 sampai 29 (Tabel 2. maupun suites (Gambar 2.5)..   Fasilitas penginapan Hotel Four Seasons Miami mempunyai 221 kamar tamu yang luas. Fasilitas penginapan terdiri dari kamar tamu.5 Tipe Kamar Hotel Executive suite bay view Deluxe city-view room Executive suite city view Superior room Premier bay-view room Presidential suite 47  Universitas Sumatera Utara . dan hunian privat dengan beberapa tipe dan layout kamar yang berbeda yaitu dari superior. deluxe. temasuk 39 suites. suites.

restoran Acqua menawarkan tempat makan dengan suasana yang nyaman dan mempunyai view ke kolam renang. d. g. e.13 Layout Kamar pada Hotel Four Seasons Miami  Fasilitas pelayanan tamu Adapun fasilitas pelayanan tamu pada hotel adalah: a. i. Safety deposit Salon Area servis dan fasilitas untuk anak-anak Parkir  Fasilitas pendukung Adapun fasilitas pendukung pada hotel ini adalah: a. Restoran Terletak di lantai 7. dengan luas 305m2. di mana terdapat 86 tempat duduk indoor dan 36 tempat duduk outdoor.  Premier one bedroom suite One bedroom suite-bay view One bedroom suite-city view Gambar 2. In-room dining 24 jam Laundry 24 hour multilingual concierge Rental mobil Servis penukaran valuta asing Pelayanan medis j. b. h. c. Universitas Sumatera Utara 48  . f. Terdapat area makan indoor dan outdoor.

e. Golf Tennis Gambar 2. 14Thirty-Five mempunyai luas 158m2. cafe ini menawarkan sarapan favorit. serta tempat duduk outdoor sebanyak 35 buah.  b. seperti capuccino dan croissants. d.645m2) Kolam renang (Gambar 2. Gambar 2. Kondominium Kondominium terdapat di atas unit kondo/ hotel (Gambar 2.  Fasilitas rekreasi Fasilitas rekreasi yang disediakan pada hotel ini meliputi: a. Spa (memiliki 10 ruang perawatan) Fitness (luas area 4. dll. b. di mana terdapat tempat duduk indoor 45 buah dan 9 pada bar.16 Perletakan Fungsi Kondominium pada Bangunan Universitas Sumatera Utara 49  .14 dan 2. c.15).16). Lounge Berada di seberang Acqua. 14 View ke Area Duduk Gambar 2. Cafe Berada di dekat lobby. Terdiri atas bebagai tipe kamar yaitu mulai dari 1 sampai 4 tempat tidur. c.15 Pohon Palem pada Kolam Renang 2.

lobby kantor di lantai 1.2 Riverchase Galleria Riverchase Galleria. Terdapat perbedaan akses ke masing-masing fungsi.18 Riverchase Galleria dari Arah Jalan Gambar 2. USA Fungsi Jumlah lantai : shopping mall.000m2 Metoda perancangan yang dipelajari dari studi banding Four Seasons Tower adalah:     Fungsi kantor dan hotel dapat ditempatkan dalam satu bangunan (tower) yang sama.  3. dikenal sebagai The Galleria merupakan suatu kompleks yang memiliki shopping mall yang besar dengan skylight yang panjang yakni mencapai 60m (Gambar 2.18). Riverchase Galleria ditujukan untuk komunitas masyarakat yang tinggal di sekitarnya dan juga komunitas bisnis. Kantor Fungsi kantor ditempati oleh perkantoran kelas A. Hoover. terdapat fasilitas berupa ruang pertemuan. dan rekreasi. penginapan.17 dan 2.3. kantor : Galleria Mall (2 lantai) Wynfrey Hotel (15 lantai) Galleria Tower (17 lantai) Dibangun Arsitek Developer : 1983-1986 : Hellmuth. Pada hotel.17 Eksterior Riverchase Universitas Sumatera Utara 50  . seluas 21. 2. pelayanan tamu. yaitu melalui lobby hotel yang terletak di lantai 7. pendukung. dan lobby kondominium di lantai 1. Penempatan kantor didominasi oleh HSBC Bank USA. hotel.  Lokasi : 35244 Birmingham. Total luasan kantor adalah 167.000m2 dari lantai 2 sampai 12. Alabama. Pencapaian ke masing-masing fungsi pada bangunan juga dibedakan. Obata & Kassabaum : Jim Wilson dan Associates Gambar 2.

Penney (12. Galleria Mall berlantai 2 dengan luas 108.  Spesifikasi:   Terdiri dari 3 penempatan fungsi.000 m2). Galleria Tower adalah gedung kantor yang memiliki tinggi 17 lantai dan luas 34. hotel dan kantor (Gambar 2. Sisi utara menampung 2. Mall ini mempunyai atrium di tengah yang dapat mengakses ke Wynfrey Hotel dan Galleria Tower.839 m2. 218 retail dan 20 restoran serta beberapa anchor di dalamnya yang berupa department store yaitu J. Entrance ke mall dapat diakses melalui pedestrian yang menghubungkan area parkir ke mall. Universitas Sumatera Utara 51  . dan Wynfrey Hotel.20. dengan jumlah lantai 15. lift dari Galleria Tower.19). Galleria Mall Mall berlantai dua ini memiliki.C.dan Belk Home and Children's (12. Belk (18. Sears (14.910 m2). Area parkir yang tersedia terbagi dua sisi.200 m2) seperti pada Gambar 2.798 mobil dan sisi selatan 2.000 m2).000m2 yang kemudian mengalami penambahan menjadi 160.     Wynfrey Hotel memiliki kapasitas 330 kamar.19 Penempatan Fungsi pada Riverchase Galleria Adapun fungsi yang terdapat pada bangunan ini adalah: 1.915 mobil. Macy's (20.  Gambar 2.557 m2). antara toko.000m2. yaitu shopping mall.

Selain area perbelanjaan. juga terdapat restoran dan foodcourt sebagai tempat untuk bersantai. dll yang terdapat di kedua sisi koridor tengah (Gambar 2.23 Food Court pada Mall 52  Universitas Sumatera Utara . duduk dan menikmati beraneka menu makanan seperti pada Gambar 2.22 dan 2. Helzberg Diamonds. Sephora.  Gambar 2.23. terdapat retail lainnya seperti LEGO. Gambar 2.21 Skylight padaMall Gambar 2.22 Interior Suasana Mall Gambar 2.21).20 Penempatan Anchor pada Mall di Lantai 1 dan 2 Selain itu.

Gambar 2.  2.28).26). dan 1200 tamu untuk resepsi (Gambar 2.24 terletak berseberangan dengan Galleria Tower dan memiliki akses dari arah berlawanan dengan mall.27). Ruang pertemuan tersebut mencapai luas 2880m2 sehingga pertemuan maupun pameran dapat diselenggarakan di dalamnya.2m2 dan tipe suite dengan luas antara 90 sampai 162m2 (Gambar 2. Wynfrey Hotel Wynfrey Hotel seperti pada Gambar 2.25).24 Wynfrey Hotel Deluxe Double Room Deluxe King room Presidential Suite Gambar 2. 1200 tamu dengan tempat duduk teater (Gambar 2. yang terdiri dari 3 ballroom dan 18 meeting room. Hotel ini memiliki fasilitas seperti:   Kamar tamu Jenis kamar tamu di Wynfrey Hotel adalah: Kamar standard seluas 34.25 Lobby Wynfrey Hotel Gambar 2. Hotel bintang 4 ini memiliki jumlah lantai 15. 12 di antaranya adalah suite dan sebuah lobby di lantai dasar (Gambar 2. Gambar 2. Wynfrey ballroom dapat menampung 800 tamu untuk banquet.26 Interior Kamar pada Wynfrey Hotel  Fasilitas meeting Wynfrey menawarkan 21 ruang pertemuan yang lengkap.28Ballroom untuk Resepsi 53  Universitas Sumatera Utara . dapat menampung 330 kamar.27 Ballroom Tempat Duduk Teater Gambar 2. berkapasitas 10 sampai 1200 orang.

tetapi tetap memiliki akses ke mall.30. Tenant utama pada gedung adalah Surgical Care Affiliates dan Walter Energy. Pada mall. Kemudian kantor tersebut dipindahkan dan diganti dengan Caremark.29 Foto Udara Riverchase Gambar 2. jacuzzi Kolam renang. Galleria Tower Galleria Tower merupakan gedung kantor berlantai 17 dengan ketinggian 76m.   Kantor dan Hotel terletak pada bangunan yang berbeda. 3. dan terhubung dengan mall Galleria melalui atrium yang beratapkan kaca transparan.      Restaurant Fitness center Spa. Hoover seperti pada Gambar 2. terdapat beberapa anchor yang berfungsi sebagai magnet. Gedung ini menampung kantor kelas A yang memiliki luas lantai 34.839 m2. dll. berlokasi di Riverchase Galleria. Selain itu.29 dan 2. Di dalamnya terdapat kantor pusat Med Partners yang berada dari tahun 1993 sampai 2004. juga terdapat restoran dan retail lainnya yang mendukung aktivitas di sdalamnya.30 Galleria Tower Metoda perancangan yang dapat dipelajari dari studi banding Riverchase Galleria adalah:  Pada bagian atap mall dapat menggunakan penutup transparan sehingga cahaya bisa masuk ke dalam mall pada siang hari sehingga dapat melakukan efisiensi terhadap pemakaian listrik. Galleria Tower Gambar 2. Universitas Sumatera Utara 54  .

coffee shop. Singapura Fungsi bangunan : hotel.Pei dengan Arsitek 61 : Tincel Properties Gambar 2. shopping mall. Raffles Amrita Spa.3 Raffles City Raffles city seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2. the city within a city.    Terdapat penambahan 30 sampai 50 toko seperti toko buku MPH. convention center Jumlah lantai : Swissôtel The Stamford (73 lantai) Fairmont Singapore (26 lantai) Raffles City Tower (42 lantai) Mall (4 lantai dan 3 basement) Dibangun Luas site : 1980-1986 : Kantor 35.3. kantor. Di lantai 6 dari hotel. Pada lantai 4. dll. yang berfungsi sebagai food court. terdapat Raffles City Convention Center.  2.31 adalah kompleks mixed use yang terletak di Civic District.M. yaitu Swissôtel The Stamford dan Fairmont Singapore dan sebuah kantor yaitu Raffles City Tower. outlet makanan dan minuman terkenal. Singapura. toko fashion. sekolah pertama di Singapura. Pada podium terdapat shopping mall dan sebuah convention center. Dirancang oleh arsitek terkenal untuk mewujudkan konsep kota dalam kota. ditempati oleh spa terbesar di Asia. Eksterior yang sederhana dari bahan aluminium memberi kesan modern yang kontras terhadap arsitektur Victorian dan klasik di sekitarnya. Lokasi : North Bridge Road.31 Raffles City Pada Raffles City. Universitas Sumatera Utara 55  .000 m2 menjadi 33. Downtown Core. Ini bertujuan menghubungkan bangunan ke Esplanade MRT Station melalui jalur bawah tanah.100 m2 dengan menggunakan area parkir kendaraan di basement dua dan tiga. Dibangun di atas lahan eks Raffles Institution. Area retail ditambah dari 19.321 m2 Mall 37. terdapat Food junction. Pada lantai 3. terdapat 2 buah hotel.269 m2 Arsitek Developer Spesifikasi:     : I.

6m2)  Deluxe room (38. merupakan salah satu hotel yang berada di kawasan pusat bisnis.33). budaya. Selain itu. Junior Penthouse Suite (85m2) Junior Theme Suite (85m2)  Penthouse Suite (199m2) Plaza View Suite (76m2)  Theme Suite (199m2) Fairmont room (38. 56  Universitas Sumatera Utara . juga terdapat 29 Stamford Crest Suite.  1. Hotel ini mempunyai menara kembar.6m2) Signature room (44m2)  Gambar 2. 845 di antaranya adalah classic room. dan belanja Singapura. 44 grand room.32 Interior Kamar Fairmont Singapore  Swissôtel The Stamford merupakan hotel kedua yang terdapat di Raffles City. bersejarah. Hotel bintang 5 ini mempunyai 1.261 kamar dan suites.32. Pada hotel ini terdapat 769 kamar tamu dan suite seperti yang terlihat dari Gambar 2. yang mempunyai balkon pribadi untuk menikmati pemandangan yang indah. 255 classic harbour view room. 88 Swiss Executive room dengan fasilitas bisnis yang lengkap (Gambar 2. Hotel  Fairmont Singapore.

35).34 Fasilitas Pendukung pada Raffles City Szechuan Court 2. fasilitas rekreasi seperti Willow Stream Spa.34).                        Presidential Suite Stamford Crest Suite Swiss Executive Room Classic Room Gambar 2. 2 kolam renang outdoor. dan fitness club (Gambar 2. pada kedua hotel juga terdapat fasilitas pendukung yaitu 11 restoran dan 5 bar. Convention center ini memfasilitasi segala kegiatan. Universitas Sumatera Utara 57  .         Kolam Renang Outdoor Restoran Equinox Cafe Swiss Fitness Club Restoran New Asia Gambar 2.33 Interior Kamar Swissôtel The Stamford Selain itu. Raffles Convention Center Pada kompleks Raffles city juga terdapat convention center di bagian podium (Gambar 2. mulai dari konferensi global. 6 lapangan tenis.

pernikahan. Raffles City Convention Center memiliki 27 ruang rapat dan 3 ballroom (Gambar 2.36 dan 2.6 berikut ini.6 Luas Ruang pada Raffles City Convention Center Universitas Sumatera Utara 58  .37 Executive Conference Center Adapun luas ruangan yang terdapat pada Raffles City Convention Center dapat dilihat pada Tabel 2.  presentasi.35 Raffles City Convention Center Gambar 2. Tabel 2.37). acara amal.dll. Gambar 2.36 Interior Raffles Ballroom Gambar 2.

pakaian. dan penjualan makanan lainnya. Shopping mall ini merupakan one stop mall yang memfasilitasi semua kebutuhan dari makanan. Pada basement 1 terdapat area makan. 4. barang bermerek.  3. merupakan pusat penjualan barang bermerek.340 AtriumShopping Mall Universitas Sumatera Utara 59  . Jason's Market Place dan Guardian pharmacy yang terletak di basement. Terdapat 50 tenant di dalamnya yang bergerak di bidang energi. Lantai 2. Gambar 2. asuransi dan keuangan. yaitu supermarket yang dimiliki oleh Dairy Farm Group. dan lantai 3 merupakan area penjualan asesoris untuk Gambar 2.39Interior Shopping Mall Gambar 2.38 terletak di podium dan basement. dll. seperti jam tangan. Pada shopping mall ini. Sistem sirkulasinya menggunakan koridor seperti pada Gambar 2. keperluan anak-anak.40). Shopping mall Mall pada Raffles City seperti Gambar 2. konsultan bisnis. toko roti. hingga keperluan rumah. department store Robinsons. IT dan telekomunikasi. merupakan area toko pakaian. dll. perbankan. Di tengahnya merupakan atrium yang cukup besar (Gambar 2. Pada lantai 1.38 Eksterior Shopping Mall keperluan rumah dan keperluan anak-anak. Raffles City Tower Raffles City Tower merupakan kantor komersial dengan jumlah lantai 42. Marks & Spencer.39. terdapat beberapa anchor tenant.

kantor.170 m2 : PTI (Peddle Thorp International) Architects : PT. ruko Jumlah lantai Dibangun : 22 lantai dan 2 basement : tahap 1 tahun 2008. misalnya lantai 1 untuk retail yang menjual barang bermerek. Pada Raffles City. Slamet Riyadi.3. condotel. SCP merupakan bekas lahan pusat perbelanjaan modern pertama di kota Solo. Meskipun terkesan modern. apartemen. dan plasa di bagian tengah. Duta Mitra Propertindo Gambar 2. SCP merupakan gabungan mall dengan konsep city walk. apartemen dan hotel (Gambar 2.  Diagram 2.41).3 Persentase Penggunaan Fungsi Metoda perancangan yang dapat dipelajari dari studi banding Raffles City adalah:  Retail-retail dibagi berdasarkan kelompok fungsinya per lantai. dll. lifestyle center. 2. tahap 2 tahun 2010 : 38. 43% retail. Solo (lokasi eks Plasa Purwosari) Fungsi bangunan : condotel.4 Solo Center Point Solo Center Point merupakan bangunan terintegrasi yang memiliki fasilitas retail (mall center). terdapat kontekstualitas pada fasilitas publiknya. lantai 2 untuk toko pakaian. ruko. 17% kantor. apartemen di lantai atas. Lokasi : Jl. penggunaan retail lebih besar dibandingkan fungsi lainnya (Diagram 2.  Persentase penggunaan fungsi pada Raffles City adalah 40 % untuk hotel dan convention center.41 Perspektif Solo Center Point Luas site Arsitek Developer Secara fungsi.3). Ketiga fungsi tersebut memiliki akses yang terpisah 60  Universitas Sumatera Utara . kantor.

Interior ruang kamar yang modern dikombinasikan dengan gaya lokal. maupun mall.43). Penyediaan kebutuhan transportasi dalam area gedung atau fasilitas lainnya dirancang terpisah.43 Lobby Apartemen Universitas Sumatera Utara 61  . Untuk fasilitas penunjang tertentu misalnya kolam renang. di mana diketahui bahwa Solo adalah kota yang terkenal dengan batiknya. Hunian tipe A Hunian tipe B Gambar 2. apartemen. 1.42).42 Tipe Hunian Apartemen Hunian tipe C Gambar 2. yaitu adanya corak batik. gym atau yang lainnya menyatu dengan condotel dan hanya bisa digunakan pemilik apartemen dan pengguna condotel.  dan memperhatikan kemudahan akses dan privasi pengguna. Begitu juga area parkir tersedia untuk pemilik apartemen dibedakan dalam mengaksesnya. Apartemen Jumlah unit apartemen di SCP adalah 110 unit dan mempunyai akses tersendiri dengan 3 tipe hunian (Gambar 2. sehingga memberikan kenyamanan bagi pengguna condotel. Penghuni apartemen disediakan akses langsung untuk bisa menuju zona publik (area city walk atau plasa) di lantai bawah yang aktif 24 jam melalui area lobby (Gambar 2.

Kantor Kantor terdiri dari 3 lantai. restoran.  2. Retail Pada area menghadap ke jalan.45. 3. terdapat ruko-ruko yang di atasnya merupakan lifestyle center. 4. seperti pada Gambar 2. terletak di bawah condotel dan apartemen dan di atas retail dan lobby. taman bermain anak. terdapat 100 unit ( 50 unit dijual dan 50 unit dikelola seperti hotel).44 Potongan Solo Center Point 5. Desain ruang publik untuk menunjang kegiatan berbudaya yaitu dengan adanya plasa di tengah bangunan dan city walk akan menjadi masyarakat tempat Solo. spa. area perbelanjaan yang mempunyai jajanan makanan di lantai 2. City walk dan plasa SCP merupakan bangunan modern yang menonjolkan interaksi sosial dan budaya yang tinggi seperti salah satu budaya atau kebiasaan masyarakat Solo. Condotel Pada condotel. kegiatan Selain budaya itu juga Gambar 2. Gambar 2. kolam renang.44. seperti pada Gambar 2. Fasilitas pendukung lain yang terdapat di SCP adalah cafe.45 Denah Ground Floor Solo Center Point bangunan ini menciptakan interaksi Universitas Sumatera Utara 62  . fitness center. yaitu wedangan (menikmati minuman hangat) di malam hari.

Bangunan ini juga banyak memanfaatkan keberadaan alam.  terhadap jalan meskipun kita berada di area bangunan contohnya terdapat balkon diatas yang terbuka di lantai satu dimana area tesebut merupakan zona jajanan modern (Gambar 2. Gambar 2.46 Perspektif Suasana Depan SCP Dari segi arsitektur yang ditonjolkan Solo Center Point. proyek ini merupakan gebrakan baru karena menghapuskan pembatas antara area privat dan publik. yang merupakan integrasi dalam satu komplek.46). Universitas Sumatera Utara 63  . yang terlihat dengan banyaknya ruang terbuka dan memaksimalkan penghawaan alami. Dari awal tahap perencanaan sudah terdapat komitmen untuk mengintegrasikan city walk terhadap bangunan. hal ini sesuai dengan pencanangan program pemerintah kota Solo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful