P. 1
Strategi Pengembangan Agribisnis Kopi Di Kabupaten Humbang Hasundutan Sumatera Utara

Strategi Pengembangan Agribisnis Kopi Di Kabupaten Humbang Hasundutan Sumatera Utara

|Views: 1,259|Likes:
Published by Rahmi Juita

More info:

Published by: Rahmi Juita on Jul 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2015

pdf

text

original

Sumber: Pembangunan Sistem dan Usaha Agribisnis
(60 Tahun Bungaran Saragih, 2005)

3.1.2 Konsep Perumusan Strategi

Strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu strategos dan strategus yang
berarti seni perang.Suatu strategi mempunyai dasar-dasar atau skema untuk
mencapai sasaran yang dituju.Menurut Hamel dan Prahalad (1995): “Strategi
merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkatkan) dan
terus menerus dan dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang

21

diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian perencanaan
strategi hampir selalu dimulai dari “apa yang dapat terjadi”, bukan dimulai dari
apa yang terjadi”. Terjadinya kecepatan inovasi pasar baru dan perubahan pola
konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). Perusahaan perlu
mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan”.
Defenisistrategiyangdikemukakan olehChandrel (1962:13)
menyebutkanbahwa”Strategiadalahtujuanjangka panjangdarisuatu
perusahaan, serta pendayagunaan dan alokasi semua sumber daya yang penting
untuk mencapai tujuan tersebut”. Menurut Umar (2008), strategi merupakan
tindakanyang bersifat (incremental) senantiasa meningkat dan terus menerus,
serta dilakukan berdasarkan sudut pandangan tentang apa yang diharapkan oleh
para pelanggan di masa yang akan datang.
Menurut David (2006) strategi adalah alat untuk mencapai tujuan jangka
panjang. Manajemen strategis didefenisikan sebagai seni dan pengetahuan untuk
merumuskan,mengimplementasikan,danmengevaluasikeputusanlintas
fungsionalyangmembuatorganisasimampu

mencapaiobyektivitasnya.
Sedangkan proses manajemen strategi adalah suatu pendekatan secara obyektif,
logis, dan sistematis dalam penetapan keputusan utama dalam suatu organisasi.
Proses manajemen strategis terdiri dari tiga tahap berturut-turut, perumusan
strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi.
Perencanaan strategi adalah: (a) mengukur dan memanfaatkan kesempatan
(peluang) sehingga mampu mencapai keberhasilan, (b) membantu meringankan
beban pengambil keputusan dalam tugasnya menyusun dan mengimplementasikan
manajemen strategi, (c) agar lebih terkordinasi aktivitas-aktivitas yang dilakukan
(d) sebagai landasan untuk memonitor perubahan yang terjadi, sehingga dapat
segera dilakukan penyesuaian, dan (e)sebagai cermin atau bahan evaluasi,
sehingga bisa menjadi penyempurnaan perencanaan strategis yang akan datang.
Jadi manajemen strategi penting untuk memperoleh keunggulan bersaing dan
memiliki produk yang sesuai dengan keinginan konsumen dengan dukungan yang
optimal dari sumberdaya yang ada. Konsep proses manajemen dapat dilihat pada
Gambar 2.

22

Melakukan
audit
internal

Membuat
pernyataan
visi dan
misi

Menciptakan
tujuan jangka
panjang

Membuat,
Mengevalusi,
dan memilih
strategi

Melaksanakan
strategi

Mengukur
dan
mengevaluasi
kinerja

Melakukan
audit
eksternal

Perumusan

Pelaksanaan

Evaluasi

Gambar 2. Model Proses Manajemen Strategis yang Komprehensif

Sumber : David (2006)

Proses manajemen strategi terdiri dari tiga tahap, yaitu perumusan
(formulasi) strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi. Tahap perumusan
strategi meliputi pengembangan pernyataan misi, penetapan tujuan jangka
panjang, dan pengembangan evaluasi serta seleksi atau pemilihan strategi. Tahap
pelaksanaan strategi meliputi penetapan kebijakan dan tujuan tahunan serta
alokasi sumberdaya. Pada tahap evaluasi strategi dilakukan pengukuran dan
evaluasi kinerja pelaksanaan strategi.

3.1.3 Analisis Lingkungan Eksternal dan Internal

Analisis lingkungan internal adalah lebih pada analisis internal perusahaan
dalam rangka menilai atau mengindentifikasi kekuatan dan kelemahan dari tiap-
tiap divisi (Rangkuti, 2000). Analisa lingkungan internal perusahaan merupakan
proses untuk menentukan dimana perusahaan atau pemerintah daerah mempunyai
kemampuan yang efektif sehingga perusahaan dapat memanfaatkan peluang
secara efektif dan dapat menangani ancaman di dalam lingkungan.

23

David (2006), menyebutkan sosial-faktor lingkungan yang akan dianalisa
berhubungan dengan kegiatan fungsional perusahaan diantaranya adalah bidang
manajemen,sumberdayamanusia,keuangan,produksi,pemasaran,dan
oragnisasi. Analisis lingkungan internal ini pada akhirnya akan mengidentifikasi
kelemahan dan kekuatan yang dimiliki perusahaan.
Sedangkan sosial lingkungan eksternal yang dianalisa adalah terdiri dari
lingkungan makro dan mikro. Lingkungan makro adalah lingkungan yang secara
tidak langsung mempengaruhi keputusan dalam jangka panjang. Lingkungan ini
terdiri dari sosial ekonomi, sosial budaya, dan teknologi. Sedangkan lingkungan
mikro adalah kegiatan perusahaan yang secara langsung mempengaruhi kegiatan
perusahaan itu sendiri. Lingkungan mikro terdiri dari pesaing, kreditur, pemasok,
dan pelanggan.

Analisa lingkungan eksternal untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman
yangsedangdihadapiperusahaan.Peluangmerupakankondisiyang
menguntungkan bagi perusahaan, sedangkan ancaman adalah keadaan yang tidak
menguntungkan bagi perusahaan.

3.1.4 Analisis SWOT (Strengths,Weaknesess, Opportunities, Threats)

Analisis SWOT adalah perangkat umum yang didesain dan digunakan
sebagi langkah awal dalam proses pembuatan keputusan dan sebagai perencanaan
strategis. Menurut Rangkuti (2000), analisis SWOT adalah indentifikasi berbagai
faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan.Analisis ini
didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan
peluang(Oppurtunities),namunsecarabersamaandapatmeminimalkan
kelemahan, (Weaknesess) dan ancaman (Threats). Proses pengambilan keputusan
strategis selalu berkaitan dengan pengembangan misi, tujuan, strategi, dan
kebijakan perusahaan. Dengan demikian perencanaan strategis (strategic planner)
harus menganalisis faktor-faktor strategis perusahaan (kekuatan, kelemahan,
peluang dan ancaman) dalam kondisi yang ada saat ini.
MenurutDavid(2006)faktor-faktorkuncieksternaldaninternal
merupakan pembentuk matriks SWOT yang menghasilkan empat tipe strategi,
yaitu a) Strategi SO yakni strategi yang menggunakan kekuatan internal untuk

24

memanfaatkan peluang eksternal, b) strategi WO yakni mengatasi kelemahan
internal dengan memanfaatkan keunggulan peluang eksternal, c) strategi ST yaitu
strategi yang menggunakan kekuatan internal untuk menghindari pengaruh dari
ancaman eksternal, serta d) strategi WT adalah strategi bertahan dengan
meminimalkan kelemahan dan mengantisipasi ancaman lingkungan.
Data dan informasi internal perusahaan dapat digali dari fungsional
perusahaan, misalnya dari aspek manajemen, keuangan, SDM, pemasaran, sistem
informasi dan produksi. Data eksternal dikumpulkan untuk menganalisis hal-hal
yang menyangkut persoalan ekonomi, sosial, budaya, demografi, lingkungan
politik, pemerintahan, hukum, teknologi, persaingan di pasar industri di mana
perusahaan berada.

3.1.5 Analisis QSPM (Quantiative Strategy Planning Matrix)

QSPM(QuantiativeStrategyPlanningMatrix)adalahalatyang
direkomendasikan bagi para ahli strategi untuk melakukan evaluasi pilihan
strategi alternatif secara objektif, berdasarkan key success factors internal-
eksternal yang telah diidentifikasikan sebelumnya. Tujuan QSPM adalah untuk
menetapkan kemenarikan relatif (relative attractiveness) dari strategi-strategi
yang bervariasi yang telah dipilih, untuk menentukan strategi mana yang dianggap
paling baik untuk diimplementasikan.
David (2006), menyebutkan bahwa dalam merancang dan memperoleh
daftar prioritas strategi, hanya ada satu teknik analisis yan dirancang untuk
menetapkan daya tarik relatif dari tindakan alternatif yang dijalankan.Teknik
tersebut adalah Matriks QSP yang merupakan tahap ketiga dalam kerangka
analisis perumusan strategi. Teknik tersebut secara objektif menunjukkan strategi
alternatif yang paling baik. QSPM menggunakan masukan dari analisis tahap
pertama dan hasil-hasil pencocokan dari analisis tahap kedua (matriks SWOT).
QSPM menentukan daya tarik relatif dari berbagai strategi yang
didasarkan sampai seberapa jauh faktor-faktor keberhasilan kritis eksternal dan
internal kunci dimanfaatkan atau ditingkatkan.Daya tarik relatif dari masing-
masing strategi dihitung dengan menentukan dampak kumulatif dari masing-
masing strategi faktor keberhasilan kritis eksternal dan internal. Setiap jumlah

25

rangkaian strategi alternatif dapat diikutkan dalam QSPM, dan setiap jumlah
strategi dapat menyusun suatu rangkaian strategi tertentu. Tetapi hanya strategi-
strategi dari satu rangkaian tertentu yang dinilai relatif terhadap satu sama lain.
Menurut David (2006), QSPM memiliki sifat positif yang dapat
ditonjolkan dalam menyusun sebuah prioritas strategi, yakni rangkaian strategi ini
dapat diperiksa secara berurutan atau bersama. Tidak ada batasan untuk jumlah
strategi yang dapat dievaluasi jumlah rangkaian strategi yang dapat diperiksa
dengan menggunakan QSPM. Selain memiliki kelebihan, QSPM juga memiliki
kelemahan dalam pelaksanaanya. Kelemahan dari QSPM, yakni proses ini selalu
memerlukan penilaian intuitif dan asumsi yang diperhitungkan. Namun demikian,
dalam memberi peringkat dan nilai daya tarik mengharuskan keputusan subjektif,
tetapi prosesnya harus menggunakan informasi objektif.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->