PEMANENAN DAN PENGANGKUTAN

1. PANEN TEBU Pelaksanaan panen pada tanaman tebu meliputi beberapa kegiatan utama, yaitu taksasi hasil perencanaan tebang berdasarkan analisis pendahuluan kemasakan tebu dan tabang angkut. Taksasi Hasil Taksasi hasil dilakukan untuk menaksir hasil tebu yang akan diperoleh nantainya, sehingga dapat direncanakan berapa lama hari giling, berapa tenaga kerja yang harus disiapkan dan berapa banyak bahan pembantu di pabrik yang harus disediakan. Umumnya taksasi dilakukan 2 kali yaitu pada bulan Desember dan Februari. Taksasi dilakukan dengan menghitung tebu dengan sistim sampling dan digunakan rumus Y = jml bt/m juring x jml juring/ha x tinggi bt x bobot bt/m Dimana.,  Y = hasil taksasi tebu per hektar  Jml bt/m juring = hasil perhitungan jumlah batang tebu per m juring  Jml juring/ha = banyaknya juringan per ha (yang ada di lapangan)  Tinggi bt = diukur sampai titik patah (± 30 cm dari pucuk)  Bobot bt = bobot batang per m yang diperoleh dari data tahun sebelumnya Pemanenan Panen dilaksanakan pada musim kering yaitu sekitar bulan April sampai Oktober. Hal tersebut berkaitan dengan masalah kemudahan transportasi tebu dari areal ke pabrik serta tingkat kemasakan tebu akan mencapai optimum pada musim kering. Kegiatan pemanenan diawali dengan tahap persiapan yang dilaksanakan sekurang-kurangnya tiga bulan sebelum panen dimulai. Tahap persiapan meliputi kegiatan estimasi produksi tebu, pembuatan program tebang, penentuan kemasakan tebu, rekrutmen kontraktor dan tenaga tebang, persiapan peralatan tebang dan pengangkutan, serta persiapan sarana dan prasarana tebang. Untuk menentukan periode kemasakan optimal tebu dan sekaligus untuk memperkirakan waktu yang tepat penebangan tebu, dilaksanakan analisis kemasakan tebu (Maturity Test). Analisis kemasakan tebu dilaksanakan tiga kali dengan interval 2 minggu (satu ronde), pada saat tanaman menginjak umur delapan bulan. Kegiatan tersebut dimulai dengan pengambilan tanaman contoh yang diawali, batang contoh ditentukan minimal 15 meter dari tepi dan 30 baris dari barisan pinggir. Tanaman contoh diberi tanda untuk mempermudah pengambilan contoh berikutnya. Setiap kali analisis dibutuhkan 15 – 20 batang atau sebanyak dua rumpun tebu, kemudian dilakukan penghitungan jumlah dan pengukuran tinggi batang, serta penggilingan untuk memperoleh nira tebu. Selanjutnya dilakukan pengukuran persen brix, pol dan purity dari setiap contoh. Data pol yang diperoleh dipetakan pada peta kemasakan tebu yang akan digunakan sebagai informasi untuk lokasi tebu yang sudah layak panen. Prioritas penebangan dilakukan dengan memperhatikan faktor lain selain kemasakan, yaitu jarak kebun dari pabrik, kemudahan transportasi, keamanan tebu, kesehatan tanaman, dan faktor tenaga kerja. Pelaksanaan Tebang Digunakan dua metode penebangan yaitu tebu hijau (Green Cane) dan tebu bakar (Burn Cane). Metode tebu hijau adalah menebang tebu dalam kondisi tanpa ada perlakuan pendahuluan, sedangkan tebu bakar adalah dilakukan pembakaran sebelum tebang untuk memudahkan penebangan dan mengurangi sampah yang tidak perlu. Tebu di Jawa dilakukan tanpa bakar, sedangkan di luar Jawa khususnya Lampung ± 90% dilakukan dengan bakar. Tebang dilakukan dalam tiga sistem tebangan yaitu Bundled Cane (tebu ikat), Loose Cane (tebu urai) dan Chopped Cane (tebu cacah). Pelaksanaan di lapangan tebang masih dimominasi dengan manual, sebab dari segi kualitas tetap lebih baik dibandingkan dengan mesin tebang. Bundled Cane (Tebu Ikat) Tebangan ini dilaksanakan secara manual, baik pada saat penebangan maupun pemuatan tebu ke dalam truk. Pemuatan/pengangkutan tebu dari areal ke pabrik dilkasanakan mulai jam

5.00 – 22.00 WIB dengan menggunakan truk (los bak maupun ada baknya). Truk yang digunakan terdiri atas truk kecil dengan kapasitas angkut 6 – 8 ton dan truk besar dengan kapasitas angkut 10 – 12 ton. Saat pemuatan tebu ke dalam truk dalam kondisi lahan tidak basah, truk masuk ke areal dan lintasan truk tidak memotong barisan tebu. Perjalanan truk dari areal ke pabrik sesuai dengan rute yang telah ditetapkan dengan kecepatan maksimun 40 km/jam. Pembongkaran muatan dilaksanakan di Cane Yard (tempat penampungan tebu sebelum giling) setelah penimbangan, dengan menggunakan patok beton (Cane Stacker) atau langsung ke meja tebu (Direct Feeding). Loose Cane (Tebu Urai) Tebangan loose cane merupakan sistem tebangan semi mekanik. Penebangan tebu dilaksanakan secara manual sedangkan pemuatan tebu ke Trailer atau truk menggunakan Grab Loader. Pembongkaran tebu dilaksanakan di tempat penampungan tebu (Cane Yard) langsung ke meja tebu (Feeding Table). Penebangan loose cane menggunakan sistem 12 : 1, artinya setiap 12 baris ditebang dan ditumpuk menjadi satu tumpukan, dilaksanakan oleh dua orang. Tumpukan tebu diletakkan pada barisan ke 6 – 7, sedangkan sampah pada barisan ke 1 dan 12. Penebangan harus rata dengan tanah dan sampah yang terbawa ke pabrik tidak boleh lebih dari 6%. Chopped Cane (Tebu Cacah) Sistem penebangan tebu cacah dilaksanakan dengan menggunakan alat Bantu berupa mesin Cane Harvester. Penebangan sistem ini digunakan sebagai peyangga atau pembantu untuk memenuhi guota pengiriman tebu. Untuk pengoperasian Cane Harvester secara optimal diperlukan kondisi areal yang relatif rata, kondisi tebu tidak banyak yang roboh, kondisi areal bersih dari sisa – sisa kayu/tunggul, tidak banyak gulma merambat, petak tebang dalam kondisi utuh sekitar 10 ha dan kondisi tanah tidak basah. Pengangkutan dilaksanakan dengan menggunakan truk yang ada baknya (truk box), hal tersebut berkaitan dengan hasil tebangan Cane Harvester berbentuk potongan dengan panjang 20 – 30 cm. Pada saat pembongkaran muatan, tebu dengan tebangan Chopped Cane harus diprioritaskan, tebu langsung ditampung di meja tebu (feeding table).

2. PANEN KARET  Persiapan Panen Pemungutan hasil panen karet disebut penyadapan karet. Biasanya penyadapan dilakukan pada saat pagi hari hingga pukul 07.30. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari terjadinya koagulasi pada lateks. Pembuatan tempat penampungan hasil (TPH). TPH dibuat untuk menampung hasil lateks dari kebun sebelum diangkut ke pabrik. Satu TPH biasanya digunakan untuk menampung latek dari luasan areal sadap 20 sampai 30 hektar. Pada lokasi TPH disediakan bak/tangki penampung yang diletakan di atas, sehingga lateks yang ditampung dapat langsung dimasukkan ke truk pengangkut. Pembuatan jalan panen. Pembuatan jalan panen biasanya dibuat pada saat pekerja hendak melakukan penyadapan. Biasanya jalan panen di perkebunan hanya sederhana dan berupa jalan setapak, sehingga yang dibutuhkan hanyalah parang atau sabit untuk memotong rumput atau gulma yang mengganggu jalan yang akan dibuat. Alat-alat panen. Alat-alat panen yang perlu dipersiapkan adalah pisau sadap, mangkok sadap, talang sadap, ember dan pengasah pisau. Pisau sadap, ember dan pengasah pisau hanya disediakan untuk masing-masing tenaga penyadap, sedangkan mangkok dan talang sadap harus disediakan untuk setiap tanaman. Kebutuhan tenaga panen. Kebutuhan tenaga penyadap diperhitungkan dengan cara menghitung luas lahan yang disadap per hari (tergantung frekuensi sadap yang digunakan). Pada umumnya luas yang disadap per hari adalah 1/3 dari luas TM. Untuk kebutuhan tenaga penyadap dapat dihitung dengan

Aturan teknis panen. sehingga luas panen per hari kurang lebih 1/3 dari total luas tanaman menghasilkan (TM). Sarana angkutan yang digunakan untuk pengangkutan lateks dari kebun ke pabrik adalah truk tangki dengan kapasitas biasanya antara 2. jumlah lateks yang dikoagulasi sedapat mungkin harus dibatasi. Biasanya masa ini akan dicapai setelah tanaman berumur 5 tahun. Setiap penyadap biasanya sudah berada di kebun pada pukul 05.30) maka lateks ditunggu mengalir hingga pukul 11. Penyadapan dilakukan dengan memotong kulit karet (setelah melepas lateks yang membeku pada alur sadap) pada alur sadap yang telah ada serta memasang mangkok dan pemberian anti koagulan (2 tetes) pada mangkok sadap. Dalam pengangkutan lateks ke pabrik harus dijaga agar lateks tidak terlalu tergoncang dan terlalu kepanasan karena dapat berakibat terjadinya prakoagulasi di dalam tangki.  Pelaksanaan Panen Kriteria matang sadap. Prasarana jalan yang digunakan untuk pengangkutan lateks dari kebun harus cukup baik.00 dan selanjutnya lateks dikumpulkan di TPH. Semakin luas hanca panen. Untuk lahan yang datar. Jumlah truck yang diperlukan tergantung dari tingkat produksi lateks yang dihasilkan per hari. Hal ini untuk menghindari terjadinya goncangan-goncangan selama pengangkutan . sehingga dapat diharapkan hasil yang seragam.000 liter. (1) lilit batang (lingkar batang 1 meter di atas pertautan lebih besar dari 45 cm dan (2) 60% dari populasi memenuhi syarat nomor 1.memperhatikan kemampuan seorang penyadap dalam melakukan penyadapan dalam satu hari. Hanca panen atau luas yang dipanen per hari sangat tergantung dari rotasi eksploitasi yang digunakan. maka rotasi panen semakin lama. 1 orang penyadap mampu menyadap seluas 1 hektar. Tangki pengangkut ada yang ditarik dengan traktor. lateks dalam tangki tersebut perlu diberi obat anti koagulan. Sarana angkutan. Sedapat mungkin harus diusahakan semua lateks dapat diangkut ke pabrik pusat agar dapat dilakukan pencampuran lateks dari semua bagian kebun dalam satu atau beberapa bak pencampur di pabrik. pengecekan peralatan dan pengecekan kehadiran tenaga penyadap. Rotasi panen juga tergantung pada berapa kali dalam seminggu dilakukan penyadapan. Lamanya rotasi panen dilakukan tergantung luasan hanca panen. Jika keadaan tempat memaksa untuk dilakukan koagulasi di kebun. Prasarana jalan. dan ada pula yang terpasang pada truk-truk tangki. Pada setiap penyadap akan dicatat volume lateks yang terkumpul pada hari itu dan akan digunakan sebagai salah satu penentu besarnya upah yang akan diterima. Setelah seluruh hanca sadap di sadap (selesai pada pukul 07. Pada umumnya tanaman karet disadap 3 hari sekali. Kriteria matang sadap pada tanaman karet ditentukan oleh dua syarat yaitu. Setiap penyadap akan melakukan penyadapan pada hancanya sendiri (setiap penyadap memiliki lokasi penyadapan masing-masing).00 untuk melakukan persiapan-persiapan seperti : pembagian lokasi sadap.000 sampai 3. Rotasi panen.  Pengangkutan Hasil Panen Setelah lateks hasil sadapan terkumpul seluruhnya. Tangki dibuat dari bahan alumunium dan dirancang sedemikian rupa sehingga mudah dipasang dan dilepas dari alat penarik (truk/taktor) dan dengan mudah dibersihkan. selanjutnya lateks dari tangki penerimaan/pengumpulan yang berada di lokasi tempat pengumpulan hasil di kebun. Untuk lahan datar 1 orang penyadap mampu menyadap seluas 1 hektar. Anti koagulan ini berfungsi untuk mencegah terjadinya pembekuan lateks sebelum sampai di pabrik. Hanca panen. kemudian diangkut dengan tangki pengangkut ke pabrik. Dalam keadaan tertentu.

Reaping dilakukan dengan memetik daun-daunya saja. Kriteria buah masak apabila alur buah berwarna kekuningan untuk buah yang warna kulitnya merah dan berwarna kuning tua atau jingga untuk buah yang warna kulitnya hijau. 3. sedangkan stalk cutting dilakukan dengan menebang batang tembakau beserta daunnya tepat pada pangkal batang. Pemanenan buah kakao dapat dilakukan dengan alat panen seperti sabit yang tajam. Cara Pemetikan Pemetikan daun tembakau Burley dilakukan dengan dua cara yaitu petik biasa (reaping) dan tebang batang ( stalk cutting). dengan jumlah daun yang dipetik 2-3 lembar. Buah terbentuk setelah terjadi penyerbukan dan pembuahan. Stalk cutting dilakukan apabila daun pucuk kelihatan sudah cukup tua (berwarna kuning) dengan umur tanaman 90-100 HST. Saat pemetikan (pagi. Pada tanaman yang semakin tua produktivitasnya semakin menurun menjadi 12-14 tandan/tahun.  Daun atas (6-9 lembar) dan daun pucuk (4-7 lembar) telah matang benar. Pemetikan:      Petik buah yang betul-betul masak menggunakan pisau atau sabit bergalah Yang tajam Rotasi pemetikan setiap 7 atau 14 hari Rendam buah yang busuk atau terserang hama/penyakit kedalam tanah sedalam 50 cm di pinggir kebun Selama memanem buah diusahakan tidak merusak atau melukai batang tanaman/bantalan buah. Untuk mendapatkan hasil yang tinggi tembakau burley biasanya diperlakukan reaping paling banyak dua kali dan selanjutnya stalk cutting. 5. Pemetikan pertama daun tembakau Burley dilakukan pada saat tanaman berumur 65-70 har. Tanda-tanda buah siap panen :  Perubahan warna alur dari hijau menjadi kuning orange ± 50 %  Buah masak porosnya agak kering. Oleh karena itu TPH biasanya diletakkan/berada di pinggir-pinggir jalan produksi. biji-biji didalam agak renggang dari kulit buah terbentuk rongga antara biji dan kulit buah. PANEN KELAPA SAWIT Pada umumnya tanaman kelapa sawit yang tumbuh subur sudah dapat menghasilkan buah serta siap dipanen pertama pada umur sekitar 3. PANEN TEMBAKAU Umur Panen Kriteria waktu panen tembakau dapat dilihat dari gejala tingkat kematangan daun di pohon sebagai berikut  Daun bawah (3-4 lembar) mendekati kehijau-hijauan dan gagangnya keputih-putihan.yang dapat meningkatkan proses prakoagulasi. Tanaman kelapa sawit rata-rata menghasilakan buah 20-22 tandan/tahun. Pemanenan terhadap buah muda atau lewat masak harus dihindari karena akan menurunkan mutu biji keringnya.5 tahun. Namun jika dihitung mulai penanaman di lapaangan maka tanaman berbuah dan siap panen pada umur 2. siang dan sore) berpengaruh terhadap kualitas daun tembakau. Banyaknya . Waktu yang diperlukan mulai dari penyerbukan sampai buah matang dan siap panen kurang lebih 5-6 bulan. PANEN KAKAO Buah kakao hendaknya dipanen apabila sudah cukup masak. Bantalan bunga merupakan tempat tumbuhnya bunga untuk periode selanjutnya.  Buah apabila dikocok/diguncang berbunyi b.  Daun tengah (4-6 lembar) berwarna ―kuning kenanga‖. buah dan bantakan bunga tidak boleh rusak. 4.5 tahun jika dihitung mulai dari penanaman biji kecambah di pembibitan. a.

Perkebuanan kelapa sawit pada umumnya menggunakan rotasi panen 7 hari. D. Secara visual dapat dilihat dari perubahan warna kulit buah menjadi merah jingga. .buah yang terdapat dalam satu tandan tergantung pada faktor genetik. buah kelapa sawit akan lepas dan jatuh dari tangkai tandannya. Sistem Tetap Sistem ini sangat baik diterapakan pada areal perkebunan yang sempit. Pada sistem ini pemanenan diberi ancak dengan luas tertentu dan tidak berpindah-pindah. Jumlah buah pertandan pada tanaman yang cukup tua mencapai 1600 buah. Namun ada kecenderungan pemanen akan memilih buah yang mudah dipanen sehingga ada tandan buah atau brondolan yang tertingal karena pemanenannya menggunakan sistem borongan. topografi terbuka atau curam. maksimal 2 cm. yaitu sistem giring dan sistem tetap. Untuk tanaman yang berumur < 7 tahun cara panen menggunakan alat dodos dengan lebar 10-12. Sistem ini memudahkan pengawasan pekerjaan pemanenan dan hasil panen lebih cepat sampai ke TPH dan pabrik. Kriteria Matang Panen Matang panen kelapa sawit dapat dilihat secara visual dan secara fisiologi. pemanenan pindah ke ancak berikutnya yang telah ditunjuk oleh mandor. Rotasi panen diangap baik bila buah tidak terlalu matang. yaitu menggunakan sistem 5/7. Proses pemanenan kelapa sawit meliputi pekerjaan memotong tandan buah masak. Jika terlalu matang. yaitu tanaman dengan umur kurang dari 10 tahun. memungut brondolan dan mengangkut buah ke tempat penampungan hasil (TPH) serta ke pabrik. Kriteria panen yang harus diperhatikan adalah matang panen. Untuk memudahkan pemanenan. lingkungan dan teknik budidaya. Namun kelemahan sistem ini buah lebih lambat keluar sehingga lambat pula sampai ke pabrik. a. dan dengan tahun tanam yang berbeda. artinya satu areal panen harus dimasuki oleh pemanen tiap 7 hari. dan begitu seterusnya. C. jumlah brondolan sekitar 15-20 butir.5 cm dengan gagang pipa besi atau tongkat kayu. Pelaksanaan pemanenan tidak dilakukan secara sembarang. Jumlah brondolan buah inilah yang dijadikan dasar untuk memanen tandan buah. Sistem Panen Dikenal dua sistem ancak panen. B. A. jumlah brondolan kuran lebih 10 butir dan tanaman dengan umur lebih 10 tahun. Proses pematangan buah kelapa sawit dapat dilihat dari perubahan warna kulit buahnya. sebaiknya pelepah daun yang menyangga buah dipotong terlebih dahulu dan diatur rapi di tengah gawangan. kandungan minyak pada daging buah telah maksimal. Sedangkan tanaman yang berumur 7 tahun atau lebih pemanenan menggunakan egrek yang disambung dengan pipa alumunium atau batang bambu. rotasi panen. Tandan buah yang telah dipotong diletakkan teratur dipiringan dan brondolan dikumpulkan terpisah dari tandan. apabila suatu ancak telah selesai dipanen. Buah yang jatuh tersebut disebut membrondol. b. artinya dalam satu minggu terdapat 5 hari panen dan masing-masing ancak panen diulang 7 hari berikutnya. umur. Perlu memperhatikam beberapa kriteria tertentu sebab tujuan panen kelapa sawit adalah untuk mendapatkan rendemen minyak yang tinggi dengan kualitas minyak yang baik. Tandan buah yang matang dipotong sedekat mungkin dengan pangkalnya. Hal tersebut menjamin diperolehnya TBS dengan kematangan yang optimal. Brondolan harus bersih dan tidak tercampur tanah atau kotoran lain. Pada saat matang tersebut dicirikan pula oleh membrondolnya buah. Rotasi Panen Rotasi panen adalah waktu yang diperlukan antara panen terakhir dengan panen berikutnya pada tempat yang sama. cara panen. Cara Panen Berdasarkan tinggi tanaman. Selanjutnya tandan dan brondolan dikumpulkan di TPH. Pada saat buah masak. Buah akan berubah menjadi merah jingga ketika masak. Pemanenan dilakukan terus menerus sepanjang tahun. Sistem Giring Pada sistem ini. sedangkan secara fisiologi dapat dilihat dari kandungan minyak yang maksimal dan kandungan asam lemak bebas yang minimal. Rendemen minyak yang dihasilkanpun tinggi. Namun secara praktis digunakan kriteria umum yaitu pada setiap 1 kg tandan buah segar (TBS) terdapat 2 brondolan. alat panen. ada 2 cara panen yang umum dilakukan oleh perkebunan kelapa sawit. sistem panen serta mutu panen.

kemudian di dalam setiap barisan tersebut ditentukan pula sebanyak 10 batang pohon untuk contoh perhitungaan.-rata hasil/ha/tahun (kg) .000 kg B = panen pada hari libur 10%/tahun (jika ada) C = kapasitas panen maksimal 1. F. Kerapatan Panen Kerapatan panen adalah sejumlah angka yang menunjukkan tingkat kerapatan pohon matang panen di dalam suatu areal.500 kg/Hk : 294 hari/tahun)= 5 pemanen/hari kerja Di samping dua rumus tersebut. jumlah tenaga kerja ditentukan berdasarkan estimasi produksi dan hari kerja dalam satu tahun. Untuk menghitung kerapatan panen dalam satu areal.10%)/(1. dapat ditentikan selama 1 hari sebelum panen buah. Agar lebih akurat di dalam penentuan kerapatan panen. Tujuannya untuk mendapatkan satu tandan yang matang panen. yaitu dengan menggunakan rumus sebagai berikut.= rata-rata berat buah (kg) D = populasi tanaman/ha E = kapasitas panen/HK Contoh perhitungan: A = luas areal yang akan dipanen 100 ha B = kerapatan panen I :5 C = rata-rata berat buah 10 kg D = Populasi tanaman 143 batang/ha E = Kapasitas panen 750 kg/HK Keburuhan tenaga panen sebanyak (100 ha x (1 : 5) x I0 kg x 143 batang/ha)/750 kg per HK= 38 pemanen/hari kerja Bagi perkebunan yang tidak melakukan servei kerapatan panen. yaitu dengan menggunakan rumus sebagai berikut.500.E.000 kg . Kebutuhan Tenaga Panen Untuk menghitung kebutuhan tenaga panen dapat digunakan rumus sebagai berikut : Kebutuhan tenaga panen = (A x B x C x D)/E Keterangan : A = luas ancak yang akan dipanen (ha) B = kerapatan panen C. Kebutuhan tenaga panen = (A x B)/(C : D) Keterangan : A = rata.500 kg/HK D = jumlah hari kerja sebanyak 294 hari/tahun (dipotong hari Minggu. Pekerjaan ini sebaiknya dilakukan langsung oleh mandor yang bersangkutan sehingga hasil akan lebih akurat. Kebutuhan tenaga panen = (A – B)/(C:D) Keterangan : A = total estimasi produksi/tahun (kg) B = panen pada hari libur/tahun (kontanan) C = kapasitas panen maksimal/HK D = jumlah hari kerja/tahun Contoh perhitungan: A = total estimasi produksi/tahun 2. misalnya di dalam satu blok diambil sebanyak 10 baris tanaman sebagai barisan pohon contoh. dapat mengambil beberapa pohon yang akan digunakan sebagai contoh secara sistematis. tetapi menentukan jumlah tenaga kerja dilakukan berdasarkan rata-rata hasil produksi/ha dalam satu tahun. Jika ternyata di dalam satu blok tersebut ditemukan sebanyak 25 tandan yang matang panen maka kerapatan panennya adalah 1:4. Perhitungan dilakukan khususnya pada areal yang keesokanya akan dipanen. artinya setiap 5 pohon akan ditemukan minimal 1 tandan yang matan panen. ada juga beberapa perkebunan yang tidak melakukan survei kerapatan panen.500. kerapatan panen 1:5. di dalam satu blok akan digunakan 100 pohon contoh. Hal ini berati rata-rata 4 pohon akan dapat dijumpai 1 tandan yang matang panen. Sebagai contoh. Selanjutnya pada setiap pohon tersebut dilakukan perhitungan dan pencatatan jumlah tandan yang matang panen. hari libur. dan hari cuti) Kebutuhan tenaga panen sebanyak (2. Dengan demikian.

Pengangkutan TBS ke Pabrik TBS harus segera diangkut ke pabrik untuk diolah. H. Setelah TBS sampai di pabrik. Brondolan di piringan yang kecil ukurannya (partenocarp). Penentuan saat panen sangat mempengaruhi kandungan asam lemak bebas (ALB) minyak sawit yang dihasilkan. Sebaliknya. pengetahuan mengenai derajat kematangan buah mempunyai arti penting sebab jumlah dan mutu minyak yang akan diperoleh sangat ditentukan oleh faktor ini.000 kg/ha x 1000 ha)/( 1. derajat kematangan yang baik adalah jika tandan-tandan yang dipanen berada pada fraksi 1. ada beberapa tingkatan atau fraksi dari TBS(tandan buah segar) yang dipanen. Contoh perhitungan: A = rata-rata hasil 24.000 ha C = kapasitas panen maksimal 1. jika pemanenan dilakukan dalam keadaan buah belum matang. Berdasarkan fraksi TBS tersebut. termasuk kualitas minyak sawit yang dihasilkan. brondolan kering atau yang sakit tidak bisa dijadikan dasar sebagai kriteria matang panen. pembayaran upah pekerja. Fraksi-fraksi TBS tersebut sangat mempengaruhi mutu panen.500 kg/HK p = jumlah hari kerja sebanyak 294 hari/tahun Kebutuhan tenaga panen sebanyak (24. akan mengalami kerusakan. dan perhitungan rendemen minyak sawit. Alat angkut yang dapat digunakan dari kebun ke pabrik.  Sistem Panen Kriteria Matang Panen Kriteria matang panen adalah persyaratan kondisi tandan yan ditetapkan untuk dipanen. Dikenal ada lima fraksi TBS. Faktor penting yang cukup berpengaruh adalah kematangan buah dan tingkat kecepatan pengangkutan buah ke pabrik. Fraksi TBS dan Mutu Panen Komposisi fraksi tandan yang biasanya ditentukan di pabrik sangat dipengaruhi perlakuan sejak awal panen. Buah yang tidak segera diolah. • Jumlah brondolan di pabrik sekitar 25% dari berat tandan seluruhnya.500 kg/HK : 294 hari/tahun)= 54 pemanenlharikeria G. • Tandan yang terdiri dari fraksi 1 maksimal 20% dari jumlah tandan. maka minyak yang dihasilkan mengandung ALB dalam prosentase tinggi (lebih dari 5%).2. serta pengangkutan yang lancal maka dalam suatu pemanenan akan diperoleh komposisi fraksi tandan sebagai berikut. Dalam hal ini. • Tandan yang terdiri dari fraksi 4 dan 5 maksimal 15% dari jumlah tandan. dengan mengikuti ketentuan dan kriteria matang panen dan terkumpulnya brondolan. Apabila pemanenan buah dilakukan dalam keadaan lewat matang. Guncangan selama perjalanan lebih banyak terjadi jika menggunakan truk atau traktor gandengan sehingga pelukaan pada buah lebih banyak. rendemen minyak yang diperoleh juga rendah. di antaranya lori. Penimbangan penting dilakukan terutama untuk mendapatkan angka-angka yang berkaitan dengan produksi.B = total areal tanaman keseluruhan (ha) C = kapasitas panen maksimal/HK P = jumlah hari kerja/tahun.000 kg/ha/tahun B = total areal tanaman 1. Hal ini didasarkan pada pertimbangan:  Rendemen minyak sawit dan rendemen inti sawit serta perolehan total minyak dan inti sawit. yaitu maksimal 8 jam setelah panen harus segera diolah. atau truk. • Tandan yang terdiri dari fraksi 2 dan 3 minimal 65% dari jumlah tandan. Pengangkutan dengan lori dianggap lebih baik dibanding dengan alat angkutan lain. Berdasarkan hal tersebut di atas. Kriteria matang panen TBS yaitu 5 Brondolan segar per tandan di piringan. . segera dilakukan penimbangan. Pemilihan alat angkut yang tepat dapat membantu mengatasi kerusakan buah selama pengangkutan. Secara ideal. dan 3. selain kadar ALB-nya rendah. traktor gandengan.

3. Upayakan pengangkutan buah dapat selesai sore hari sebelum malam tiba. Goni Cara Panen 1. selain menyulitkan sortasi buah di loading ramp.30 sehingga diatas jam 08. Kereta sorong (sepeda) 8. Gancu 7. 2. Dengan tidak memanen tandan yang berondolannya < 5 butir di piringan secara konsekwen maka komposisi kemantangan buah yang dipanen sampai ke PKS ( Pabrik Kelapa Sawit) akan sangat baik. pelepah tidak dipotong dan disusun disekitar tanaman sejajar dengan arah teresan / pasar panen agar berfungsi sebagai penahan erosi. Tidak dibenarkan pulang untuk makan dan minum. Tali 6. Pengangkutan pada malam hari.alat panen terdiri dari : 1. 5. Alat chisel (dodos dengan lebar 8cm) di areal tanaman muda (3-5 tahun) 2.30 kendaraan dikonsentrasikan untuk angkat buah. Pelepah di bawah tandan yang dipanen dipotong mepet (untuk tanaman dewasa) sedangkan pada tanaman muda (3-5 tahun) pelepah tidak dipotong karena yang dipotong hanya buah saja. sedangkan di areal bergelombang. Aloy stick 5. 4. maksimal 2 (dua) %. TBS disusun ditempat pengumpulan hasil sedangkan brondolan yang dipiringan dikutip bersih dan dimasukan tersendiri dalam karung goni untuk di bawa ke tempat pengumpulan brondolan. Gagang TBS dibentuk cangkem kodok dan diberi nomor pemanen. Dan fluaktuasi produksi harian biasanya tidak jauh berbeda.  Bila dipokok dijumpai tandan yang membrondol < 5 butir tandan belum dipanen. Pelepah dipotong menjadi 2 bagian dan disusun di gawangan mati (di areal rata). Tandan yang telah memenuhi kriteria matang panen dipotong. Supir dan kenek harus bawa bekal (bontot). Jadwal ―doorsmer‖ haus benar-benar dilaksanakan. Kehilangan brondolan di lapangan karena diambil atau dicuri serta tidak terkutip (di gawangan dan terutama di piringan) dapat diminimalkan. Demikian juga mengenai jumlah pelepah dipokok dapat dipertahankan 48-56 helai karena pelepah baru di turunkan setelah tandan matang. Awas realisasi produksi tidak boleh terlampau jauh menyimpang dari taksasi. Egrek 4. Kampak 3. Untuk hal ini harus tetap tersedia 1-2 unit . Alat. Dan hindarkan terjadinya buah restan dengan pertimbangan : 1. Kondisi seperti ini dalam jangka panjang sangat berpengaruh terhadap produksi. Tandan buah segar disusun 5-10 tandan per-baris.  Kemudahan bagi pemanen dalam mengutip brondolan sehingga yang tidak terkutip dapat ditekan seminimal mungkin. 6. Kebutuhan kendaran angkut buah setiap hari dihitung berdasarkan estimasi produksi yang sudah diketahui pada sore hari (sehari sebelum panen) dan realisasi pengangkutan pada hari sebelumnya. Efisiensi pengoperasian alat-alat transport akan didapat maksimal apabila : Setiap hari Kepala Afdeling merencanakan tonase produksi dan angkutan lain-lain untuk besok setiap sore hari. Pengangkutan buah dapat dilakukan dengan kendaraan sendiri atau pemborong. Pengangkutan TBS Tandan buah segar yang dipanen harus diangkut dan sampai ke pabrik kelapa sawit pada hari itu juga. Buah restan menimbulkan kerawanan terhadap pencurian TBS. Alat – Alat Panen Semua kebutuhan alat panen disediakan perusahan kecuali untuk pemanen tenaga pemborong. 2. Angkutan pupuk dan angkutan lain-lain sudah harus selesai paling lambat jam 08. Buah restan mengakibatkan kenaikan asam lemak bebas (ALB) minyak sawit yang dihasilkan. Hal ini penting dalam rangka penentuan jumlah kendaraan oleh mandor transport atau Kepala Transport.

Jangan dibiarkan mentolerir adanya buah restan (tinggal) di lapangan (TPH). Mengingat kulit yang diperdagangkan dalam bentuk kulit kering.00 atau sore hari pada hari sebelumnya.00.kendaraan untuk menggantikan kendaraan yang sedang menjalani ―doorsmer‖ atau direparasi tersebut. Sebelumnya supir harus mencatat. makin tua umur tanaman maka kandungan minyak asirinya makin tinggi pula yang dicontohkan dengan tanaman kayu manis usia 20 tahun kandungan minyak asirinya mencapai 3. Tandan busuk dan tandan kosong jangan ikut terangkut ke pabrik serta semua brondolan dipastikan dimuat ke dalam kendaraan 4. Kendaraan truk harus sudah mulai mengangkut pukul 7. Jangan ada pergerakan kendaraan yang tidak efisien. Kapasitas angkut dari truk harus dibatasi yaitu maksimal 5-6 ton/trip (untuk sejenis kendaraan seperti Mitsubishi PS 100 atau PS 120). 2. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENGANGKUTAN BUAH 1. melaporkan bagian-bagian yang perlu diperbaiki. Jika ditinjau dari kandungan minyak asiri. Hal ini seperti . TBS yang tercecer (jatuh) di jalan harus dipungut kembali. Hal ini disebabkan kulit tanaman belum begitu tebal sehingga kulit kayu dapat menggulung dengan baik. setelah itu dikuliti. TBS di dalam truk memakai jaring (terutama pada saat perjalanan cukup jauh dan melawati jalan negara atau kondisi jalan rusak berat. 6. Semakin tua umur tanaman maka hasil kulit kayunya akan lebih tebal sehingga produksinyapun akan lebih tinggi. sistem situmbuk dan sistem batang dipukuli sebelum ditebang. sistem ini sangat umum dilakukan oleh petani kayu manis. PANEN KAYU MANIS Umur panen Umur panen sangat mempengaruhi produksi kulit kayu manis. Tandan diusahakan tidak terbanting dan karung brondolan diletakan disebelah atas. Jika tanaman sudah mempunyai tanda-tanda tersebut biasanya sudah cukup banyak aliran getah diantara kayu dan kulit sehingga kulit mudah terkelupas dan segera dapat dipanen. Pengisian BBM setiap hari harus sudah selesai jam 06. umur ideal untuk dipanen adalah 6-12 tahun. Untuk mendapatkan kualitas kulit kayu manis yang ditinjau dari bentuk stick. maka waktu terbaik untuk memanen atau menguliti tanaman kayu manis adalah saat menjelang musim hujan agar setelah panen. caranya dengan memotong langsung tanaman hingga dekat tanah. Waktu panen Saat panen kayu manis terbaik ditandai oleh warna daun yang sudah menjadi hijau tua dan tumbuhnya pucuk baru. Oleh karena itu apabila TBS dari satu afdeling sudah habis diangkut maka kendaraan harus pindah ke afdeling lain yang terkendala transportasinya. kulit kayu dapat langsung dijemur.00 pagi dan tandan pertama diharapkan dapat sampai di pabrik pada pukul 9. bila dalam panen kurang benar maka mutu kayu manis akan turun. Sistim panen Sistem panen sangat menentukan mutu kayu manis yang dihasilkan.00 sedangkan tandan terakhir selambatlambatnya pukul 22. karung kosong bekas brondolan dikumpulkan dan dikembalikan ke afdeling yang bersangkutan. Ada tiga sistem panen yang dapat dilakukan yaitu: sistem tebang sekaligus.5 % sebesar. 3.4. Demikian juga jadwal tiba kendaraan truk ke lokasi panen dan tiba di pabrik harus diatur sedemikian rupa agar operasional kendaraan optimal dan proses pengolahan di pabrik berjalan lancar. 5. Apabila diperlukan. Di pabrik.5 . Setiap kendaraan truk dilayani oleh 2 atau 3 orang tukang muat bongkar dan 1 orang kerani muat. Kapasitas setiap kendaraan harus semaksimal mungkin. Sistem tebang sekaligus.

Selanjutnya tanaman ditebang pada ketinggian 5 cm dari pangkal batang.yang dilakukan 50% petani di Sumatera Barat (di Kabupaten Tanah datar dan Kabupaten Agam). Pada pertanaman kayu manis biasanya dilakukan dua kali penjarangan. Kebersihan kulit akan tetap terjamin karena batang tanaman belum menyentuh tanah jadi belum kotor. yang bertujuan untuk penjarangan. perkembangan musim. Cara panen seperti pada penjarangan yaitu ditebang pada ketinggian 5-10 cm. kulit dikerat melingkari batang pada ketinggian 5-10 cm diatas leher akar dan pada ketinggian 100 cm dari keratan pertama. sebaiknya sebelum pengulitan. Penjarangan dilakukan dengan pertimbangan beberapa faktor antara lain kesuburan lahan. kulit yang masih melekat pada tanaman dibersihkan dari lumut/kotoran dengan cara dikerok. kulit dicungkil dari lingkaran atas dan ditarik ke bawah. Sumatera Barat. Sistem batang dipukuli sebelum ditebang. dengan tujuan untuk penjarangan tanaman. dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara pengulitan sebelum tanaman ditebang dan pengulitan setelah ditebang . serta untuk membuang tanaman yang sakit dan tanaman yang pertumbuhannya terlambat. Kabupaten tanah Datar Sumatera Barat. Cara penjarangan dilakukan hanya dalam baris tanaman dan tanaman yang ditebang pada ketinggian 5-10 cm dari permukaan tanah atau leher akar. letak kebun diatas permukaan laut. disebut situmbuk karena cara ini dikembangkan oleh petani di daerah Situmbuk. Sistem ini dikembangkan petani di daerah Sungayang. Caranya setelah ditebang batang kayu dipukul-pukul untuk memudahkan pengelupasan. dimana cara memanen kayu manis dilakukan dengan memukuli kulit batang secara melingkar. agar tanaman tumbuh lurus dan pertumbuhan cabang terhambat. Untuk meperoleh kulit kayu bermutu baik (bagian luarnya tampak bersih). sehingga kulit tampak hijau kekuningan dan permukaan luarnya licin. Kabupaten Tanah Datar. . Panen total biasanya dilakukan setelah tanaman berumur 15 tahun. Dengan cara ini diharapkan kulit yang akan diperoleh lebih tebal. Selanjutnya pada kulit diantara batas keratan bawah dan atas ditoreh tegak lurus dalam bentuk garis-garis dengan jarak sekitar 5-10 cm. termasuk tunas yang dibairkan tumbuh dari pangkal batang bekas penjarangan pertama dan kedua. selanjuatanya dari retakan kulit tersebut akan tumbuh kalus baru sehingga kulit kayu tampak ada pembengkakan. maka akan semakin lambat pertumbuhannya. Panen total. Setelah dibersihkan. Sehingga diperoleh kulit selebar 5-10 cm dan panjang 100 cm. Tujuan menyisakan pangkal batang ini adalah untuk menumbuhkan tunas baru yang selanjutnya dapat dijadikan bibit. Pemukulan batang dilakukan dua bulan sebelum tanaman dikuliiti dengan menggunakan pemukul dari kayu. Interval penjarangan yang baik adalah 3-5 tahun. Hal ini dilakukan agar pangkal batang yang tidak ditebang akan bisa menumbuhkan tunas-tunas baru. Sistem situmbuk. Pengelupasan kulit kayu Pengelupasan kulit kayu manis. lalu dengan menggunakan pisau pengungkit. namun jika penjarangan sudah dimulai sejak umur 2-3 tahun maka frekuensi penjarangan bisa tiga kali sebelum penebangan total. dua bulan sebelum tanaman ditebang kulit batang tanaman dikupas melingkar mulai dari ketinggian 5 cm dari pangkal batang hingga 80-100 cm. yaitu tanaman yang ada dikebun seluruhnya ditebang. Kulit kayu yang dihasilkan dengan cara ini. pengulitan setelah tanaman ditebang banyak dilakukan petani di Indonesia. Panen penjarangan. Cara panen Panen kulit kayu manis dapat dilakukan sejak tanaman berumur muda. Pada sistem ini. karena jarak tanaman sudah terlalu rapat. Pengulitan sebelum ditebang. Pengulitan setelah ditebang. Semakin tinggi letak kebun. panen ini dilakukan pada saat tanaman berumur 2-3 tahun. berkualitas rendah (kualitas C) bahkan setelah dijemur berwarna hitam. Bertambahnya ketebalan kulit karena pada bekas pukulan terjadi keretakan pada kulit. cara ini pengelupasan sebelum ditebang dianggap lebih praktis jika dibanding setelah ditebang.

Pembuatan Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) dibuat untuk memudahkan pengangkutan hasil pemetikan buah kopi ke dalam truk pengangkutan serta memudahkan dalam pencatatan hasil pemetikan. Ada tiga tahap kegiatan yang perlu dilakukan dalam menghadapi pemanenan buah kopi. Jalan panen dibuat mengelilingi. maka tenaga kerja pemetik yang diperlukan antara 20 – 60 HK/ha. membatasi dan membagi blok ke dalam beberapa bagian serta digunakan untuk pengontrolan pekerjaan tenaga pemetik. Iklim mempengaruhi masa berbunga. setiap putaran antara 1 – 2 minggu. Di TPH ini pula dilakukan sortasi kopi gelondong untuk memisahkan buah kopi merah/kuning dengan buah kopi hijau. 4. kematangan buah dan periode panen. Apabila kapasitas petik antara 30 – 80 kg dengan rata-rata 60 kg buah kopi gelondong/pemetik/hari. Dalam setiap musim panen kopi terbagi kedalam tiga tahap. peralatan yang harus dipersiapkan adalah keranjang untuk menampung buah kopi hasil petikan. Di daerah-daerah kering. 2. 3. . Jalan panen harus dibuat seekonomis mungkin. Masing-masing hasil sortasi tersebut kemudian ditimbang dan dinaikkan ke dalam truk untuk diangkut ke pabrik. Pada areal kebun berskala besar. pelaksanaan panen dan pengangkutan hasil panen. Tenaga kerja yang digunakan umumnya merupakan tenaga kerja borongan yang jumlahnya disesuaikan dengan hasil taksasi produksi. masa panen lebih singkat dengan produksi harian tertinggi antara 2 – 3 % atau lebih dari produksi total setahun. Perbedaannya ialah pada frekuensi dan volume pekerjaan serta kebutuhan bahan baik pupuk maupun pestisida dimana pada tanaman menghasilkan lebih besar daripada tanaman belum menghasilkan. karung plastik untuk menampung buah hitam dan timbangan untuk menimbang buah kopi yang telah disortasi. masa panen besar dan masa panen terakhir (termasuk racutan dan lelesan). Di daerah-daerah basah. yaitu persiapan panen. selain peralatan tersebut di atas juga dilengkapi dengan bendera petik yang biasanya digunakan untuk batas blok (bendera merah). Kebutuhan Tenaga Pemetik Tenaga kerja pemetik buah kopi umumnya tenaga kerja wanita. Waktu panen sangat dipengaruhi oleh iklim dan jenis kopi. sapu lidi untuk membersihkan serasah pada piringan di bawah pohon kopi yang dipanen.  Persiapan Panen 1.2 unit. yaitu masa panen pendahuluan / permulaan (termasuk petik bubuk). Alat-alat Panen Pada saat pemanenan buah kopi. tetapi dapat memudahkan pemetik mengangkut hasil petikannya ke TPH. Buah kopi mulai masak kira-kira pada bulan April/Mei hingga September/Oktober. batas areal pemetikan (bendera putih) dan TPH (bendera kuning). Pembuatan Jalan Panen Jalan panen merupakan sarana penting untuk pengangkutan hasil pemetikan buah kopi.7. Tanaman kopi berbunga tidak serentak melainkan secara bertahap sehingga menyebabkan adanya perbedaan-perbedaan umur buah dalam satu dompolan yang sama. Oleh karena adanya perbedaan umur buah tersebut. Kopi  Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM) Pada dasarnya kegiatan pengelolaan tanaman menghasilkan (TM) sama dengan kegiatan pengelolaan tanaman belum menghasilkan. TPH dibuat dengan ukuran 7 m x 4 m dan di setiap blok dibuat 1.  Panen dan Pasca Panen Tanaman kopi berbunga pada umur tiga tahun dengan buah dapat dipanen pada umur empat tahun. masa panen lebih lama dengan produksi harian tertinggi antara 1 – 2 % dari produksi total setahun. maka panen dilakukan dalam beberapa putaran. baik dilakukan secara terpisah maupun secara simultan.

kualitas hasil pemetikan dan kebersihan pemetikan.  Pelaksanaan Panen Kriteria Matang Panen Kriteria buah kopi matang panen yaitu buah yang telah masak dan berwarna merah. Perencanaan harus dimulai dari pelaksanaan taksasi produksi yang tepat. Pemetikan terhadap buah matang hijau tidak boleh lebih 3 % dari produksi buah total. baik waktu maupun hasilnya. Hal tersebut perlu diperhatikan untuk memperoleh kopi hasil olahan yang bermutu baik. efektifitas dan produktivitas yang tinggi.  Hanca panen Hanca panen /petik yaitu jumlah pohon (larikan pohon) yang dapat dipanen oleh seorang pemetik dalam satu hari. Pada sistem borongan.5. peralatan dan bahan panen serta pengolahan. Butiran biji kopi yang demikian disebut kopi beras (coffee beans) atau market coffee. upah tenaga pemetik ditetapkan berdasarkan prestasi kerja. Oleh karena itu. peralatan dan bahan serta persiapan mesin-mesin pengolahan dapat ditentukan. bergantung pada keadaan iklim. Tenaga kerja yang digunakan untuk pemetikan yaitu tenaga kerja harian atau tenaga kerja borongan. Kopi biji berasal dari kopi gelondong yang telah mengalami beberapa tingkat proses pengolahan pasca panen.     Pasca Panen Biji kopi yang dapat diperdagangkan adalah berupa biji kering yang sudah terlepas dari daging buah. Rotasi Panen Rotasi panen yaitu selang waktu antara satu periode pemetikan ke periode pemetikan berikutnya. yaitu hasil buah kopi dalam kg dikalikan harga buah kopi per kg. Pemetikan terhadap buah-buah kopi yang telah kering karena lewat masak harus dilakukan untuk mencegah perkembangan hama bubuk buah. hasil panen buah superior (merah/kuning) minimum 90 %. Oleh karena itu ketepatan dalam penyusunan perencanaan dalam pelaksanakan pemanenan serta pengawasan sangat diperlukan untuk mencapai efisiensi. yaitu taksasi bunga dan taksasi buah. kering) maksimum 10 persen. pencapaian jatah kerja pemetik setiap hari. Rotasi panen atau disebut juga gilir petik/siklus petik pada tanaman kopi berkisar antara 7 – 14 hari. Taksasi produksi terdiri atas dua tahap. Aturan Teknis Panen Pemungutan hasil atau pemanenan merupakan tujuan akhir dari suatu proses produksi tanaman. Taksasi produksi sangat berguna dalam penyusunan rencana kerja selama kegiatan panen dan pasca panen. yaitu apabila pemetik tetap menyelesaikan pemetikan pada larikan pohon tertentu bisa pindah ke larikan pohon lainnya sampai pekerjaan pemetikan selesai. Harga buah kopi hasil panen pemetik biasanya lebih tinggi pada awal dan akhir musim panen dengan menurun pada saat musim panen raya. Di perkebunan kopi biasanya diterapkan sistem hanca giring. Di perkebuanan kopi berskala besar. Dalam satu dompolan buah kopi terdapat buah yang berbeda-beda umur dan tingkat kemasakannya. pemetikan harus dilakukan secara bertahap dan selektif. Secara garis besar pengolahan kopi untuk menghasilkan kopi biji . jenis kopi dan ketersediaan tenaga kerja pemetik. sedangkan buah inferior (hijau. hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu ketepatan pelaksanaan rotasi panen. Dalam pelaksanaan pemetikan. terutama dalam memperkirakan kebutuhan tenaga kerja pemetik. Pemetikan hanya dilakukan terhadap buah-buah yang matang merata atau matang kuning. Taksasi Produksi Taksasi produksi yaitu kegiatan memperkirakan potensi produksi yang akan dicapai pada musim panen yang akan datang berdasarkan perhitungan (taksasi) baik bunga maupun buah. kulit tanduk dan kulit arinya. Dengan taksasi produksi kebutuhan tenaga kerja pemetik.

Penimbangan antara buah masak merah (termasuk buah merah sebagian) dan masak hijau dipisahkan.Angkong dilahan kadang tidak digunakan karena banyak petani yang berskala kecil hanya menggunakan tenaganya untuk mengangkut kopi dari lahan ke tempat penampungan sementara. buah kopi dari kebun diangkut dengan lori. karena sari buah akan mengalami fermentasi. gerobak.Fungsinya sama dengan angkong haya saja ia dapat memuat dengan jumlah yang lebih besar. Sortasi lapang bertujuan memisahkan antara buah masak merah dengan buah masak hijau dan buah merah sebagian serta membersihkan kotoran-kotoran berupa daun. Buah kopi yang bernas akan masuk corong mesin pulper besar. Di pabrik dilakukan penimbangan kembali sebelum buah kopi dimasukkan ke dalam bak penerimaan. Buah kopi yang sudah ditimbang dinaikkan ke dalam truk dan diangkut ke pabrik. Air diisikan ke dalam bak dan diaduk sehingga buah yang ringan terpisah dari buah yang berat. 2. 3. Dalam pengolahan berskala besar. pasir dan tanah akan terpisahkan dibagian dasar bak dan secara berkala akan dibuang.Truk memiliki kapasitas . Truk Sampai saat ini penggunaan truk sebagai alat pengangkutan barang terutama hasil pertanian masih banyak dilakukan. 4. sedangkan buah yang terapung adalah buah muda dan rusak. Bagian yang bukan buah kopi atau benda asing berupa batu kerikil. Khususnya dalam pengolahan secara basah memerlukan banyak air sehingga tempat mesin-mesin pengolahan kopi dipilih yang lebih rendah.dan mobil jenis ini biasanya digunakan untuk mengangkut kopi dalam jarak yang dekat karena tidak didukung oleh tenaga yang besar walaupun terkadang ada yang menggunakannya dalam jarak yang cukup jauh. Buah hijau dan kering dipisahkan tersendiri yang akan diproses secara kering. Buah berat merupakan buah yang masak dan bernas. Gerobak Gerobak merupakan alat angkut yang berukuran lebih besar daripada angkong. Buah kopi yang berwarna merah jangan tercampur dengan buah yang terlewat masak dan buah muda.termasuk untuk mengangkut kopi. Angkong Angkong merupakan gerobak kecil beroda satu di bagian depan dan dua penyangga di bagian belakang. ranting yang terbawa saat panen. Dengan demikian aliran air akan lancar dan mengangkut buah kopi dari suatu proses ke tahap proses lainnya. truk dan sebagainya. sedangkan yang ringan akan masuk diteruskan oleh air ke mesin kecil yang khusus mengupas buah ringan saja. Mobil Bak Terbuka ( Pick Up / Colt ) Mobil jenis ini tidak hanya digunakan untuk mengangkut buah kopi tetapi juga dapat digunakan untuk memuat buahan ataupun sayuran ataupun jenis barang lain. dilakukan sortasi lapang sebelum hasil panen ditimbang. Buah kopi harus segera dikelupas dalam waktu 12 – 20 jam.Angkong juga digunakan di tempat pengolahan sebagai alat angkut dari tempat penjemuran ke gudang penyimpanan. Pengolahan kopi di perkebunan besar baik yang dilakukan secara basah maupun kering melalui tahapan pekerjaan pengumpulan buah.berdasarkan cara kerjanya dibedakan menjadi dua yaitu pengolahan kopi basah (West Indische Bereiding) dan dengan cara kering (Oost Indische Bereiding). dikumpulkan dalam suatu bak perendam dengan dasar miring ke pusat (Gambar Lampiran 3).  Pengangkutan Hasil Panen Setelah buah kopi dipetik.Alat ini digunakan untuk mengangkut buah kopi yang dipanen dan yang telah dimuat dalam karung plastic untuk memperlancar pengangkutan dari lahan ke tepian lahan / tempat penampungan sementara. Letak mesin pulper lebih rendah dari pada dasar bak. Buah yang masak tersebut harus cepat dikupas. bila tidak akan terjadi pemanasan akibat dari respirasi atau fermentasi buah. yang berfungsi sebagai alat kontrol selama pengangkutan.Gerobak biasanya terbuat dari besi atau seng dan kayu.Mobil jenis ini mampu memuat 10 kali lebih besar dari beban yang dibawa oleh gerobak bahkan lebih.Angkong hanya dapat memuat buah kopi yang jumlahnya relatif sedikit tidak seperti gerobak. Bak perendaman ini dasarnya miring ke arah letak corong mesin pengupas buah (pulper).  ALAT ANGKUT Alat angkut / pengangkutan untuk tanaman kopi dari lahan ke tempat penanganan pasca panen adalah sebagai berikut : 1.Gerobak dapat membawa beban yang lebih besar karena didukung dua roda dan dua atau satu penyangga di belakang.

3. dapat diharapkan buah lada yang di petik menjadi seragam. Dengan seringnya dilakukan pemetikan selama musim panen.tenaga mesin lebih besar sehingga efisien waktu. hanya buah lada yang telah matang yang dapat dipanen yang ditandai dengan satu atau dua buah biji lada yang telah berubah warna menjadi kemerahan.Biasanya kopi yang diangkut ke luar pulau adalah dalam bentuk kopi kering. Keranjang atau kantong yang telah dipergunakan untuk menyimpan bahan kimia pertanian tidak boleh digunakan untuk mengemas buah lada. Pemetikan lada harus dilakukan dengan cara yang higienis /bersih. dan panen harus dilakukan sesering mungkin selama musim panen. Untuk lada hitam. Setiap kantong atau keranjang yang akan digunakan harus dibersihkan untuk memastikan bahwa kantong atau keranjang tersebut bebas dari bahan-bahan yang dapat menimbulkan kontaminasi. kemungkinan buah yang tidak matang atau terlalu tua akan ikut terbawa. Pemetikan lada harus dilakukan dengan cara yang higienis /bersih. Bila pemetikan lada hanya dilakukan satu atau dua kali selama musim panen. Buah lada yang jatuh ke tanah harus diproses secara terpisah untuk digunakan sesuai dengan kebutuhan. Tahap-tahap penanganan pasca panen untuk menghasilkan lada hitam adalah sebagai berikut : 20 A. dikumpulkan dan di angkut di dalam kantong atau keranjang yang bersih untuk dibawa ketempat pemrosesan. . proses pengolahan buah lada untuk menghasilkan produk lada hitam adalah dengan cara mengeringkan dan memisahkan buah dari tangkainya tanpa menghilangkan kulit luarnya.dan tenaga yang jauh lebih besar dibandingkan mobil bak terbuka. dan panen harus dilakukan sesering mungkin selama musim panen. Keranjang atau kantong yang telah dipergunakan untuk menyimpan bahan kimia pertanian tidak boleh digunakan untuk mengemas buah lada. 4. Untuk lada putih.  PENANGANAN PANEN LADA HITAM Pada dasarnya. ditandai dengan satu atau dua buah lada dalam satu tangkai yang telah berubah warnanya menjadi kuning.Penggunaan truk biasanya dilakukan oleh perkebunan kopi skala besar / perusahaan karena lebih muat banyak. 8. hanya buah lada yang telah matang dapat dipanen. Buah harus dipetik secara selektif. Buah lada yang telah jatuh ke tanah harus diambil secara terpisah dan tidak boleh dicampur dengan buah lada yang berasal dari pohon. dikumpulkan dan di angkut di dalam kantong atau keranjang yang bersih untuk dibawa ketempat pemrosesan. Panen dan Penanganan Bahan 1. Panen dan Penanganan Bahan 1. Bila pemetikan lada hanya dilakukan satu atau dua kali selama musim panen. 2. Setiap kantong atau keranjang yang akan digunakan harus dibersihkan untuk memastikan bahwa kantong atau keranjang tersebut bebas dari bahan-bahan yang dapat menimbulkan kontaminasi. kemungkinan buah yang tidak matang atau terlalu tua akan ikut terbawa. dapat diharapkan buah lada yang di petik menjadi seragam. 4. Lada Penanganan Panen Lada Putih A. Didalam kulit luar buah lada terdapat zat resin yang memiliki khasiat obat dan mengandung minyak yang biasa digunakan sebagai bahan pembuatan parfum. Buah lada yang jatuh ke tanah harus diproses secara terpisah untuk digunakan sesuai dengan kebutuhan. 3. Buah harus dipetik secara selektif. Buah lada yang jatuh ke tanah harus diambil secara terpisah dan tidak boleh dicampur dengan buah lada yang berasal dari pohon. Dengan seringnya dilakukan pemetikan selama musim panen.Truk juga digunakan untuk mengangkut buah kopi dalam jarak yang relatif jauh misalnya antar pulau. 2.

Semua pucuk burung diambil. 5.  Cara Panen Terdapat tiga macam petikan teh. Cara panennya. ketinggian tempat. 4. petikan pertama setelah pangkasan untuk membentuk bidang petik agar datar dan rata. tetapi warna kekuningan ini bukan karena penyakit dan kulit umbinya tidak mudah lecet atau terkelupas. lalu mengangkatnya sehingga umbi kentang keluar dari dalam tanah. bongkar guludan dengan mencangkul tanah di sekitar umbi yang dilakukan secara hati-hati. dilakukan di kebun yang akan dipangkas dengan cara memetik semua pucuk tanpa melihat rumus petik. bongkar umbi kentang secara hati-hati. Petikan produksi. TEH  Panen  Ciri dan Umur Panen Pada tanaman teh. varietas Segunung ± 100 hari. Daun yang dipetik adalah: 1. Umbi yang sudah dipanen itu selanjutnya dikumpulkan dan dilakukan sortasi (pemilihan) awal sesuai kualitasnya. tunas yang melewati bidang petik tetapi belum memenuhi rumus petik dibiarkan. Tunas cabang yang menyamping dan tingginya tidak lebih dari bidang pangkas dibiarkan. terutama sewaktu membongkar guludan. kemudian dibawa ke tempat pengumpulan hasil panen kentang untuk penanganan lebih lanjut. 3. Semua tunas yang melewati bidang petik dan memenuhi rumus petik harus diambil. 10. Tanaman memasuki saat dipetik setelah berumur 3 tahun. panen berarti memetik pucuk/daun teh muda yang berkualitas dalam jumlah sebesar-besarnya dengan memperhatikan kestabilan produksi dan kesehatan tanaman. Sebagai tanda bahwa kentang sudah dapat dipanen sebenarnya cukup mudah. dilakukan setelah petikan jendangan: 1. Pucuk teh dipetik dengan periode antar 6-12 hari. Panen Kentang 1. Petikan jendangan. Burung: Pucuk/tunas yang sedang istirahat 3. Untuk varietas Cipanas misalnya.115 hari dan varietas Merbabu-17 baru bisa dipanen setelah tanaman berumur 90 -100 hari. tetapi dilakukan pada saat cuaca cerah. umbi bisa dipanen setelah berumur 95 -105 hari. tergantung dari varietas kentang yang ditanam karena setiap varietas kentang mempunyai umur panen berbeda-beda. Tunas yang terlalu muda harus diambil. Petikan gandesan. varietas Granola sekitar 100 . . umbi kentang tersebut sudah siap dipanen. Lihat saja daunnya.  Periode Panen Panjang pendeknya periode pemetikan ditentukan oleh umur dan kecepatan pembentukan tunas. Kepel: Daun kecil yang terletak di ketiak daun tempat ranting tumbuh.9. Varietas Cosima 100 . Jika daun kentang yang tadinya berwarna hijau segar kemudian berubah menjadi kekuningan. Waktu panennya jangan dilakukan pada saat turun hujan atau menjelang hujan. Panen Panen adalah proses pengambilan umbi kentang yang sudah menunjukkan ciri (sifat khusus) untuk digali (masak panen optimal). Peko: Pucuk/tunas yang sedang tumbuh aktif 2.  Prakiraan Produksi Produksi diharapkan mencapai 200 kg berat kering/ha/tahun. 2. Umbi yang baru dipanen itu ditaruh di permukaan tanah agar terjemur sinar matahari. Sebelum umbi dipanen. Teh hijau Jepang dipanen dengan frekuensi yang lebih lama yaitu 55 hari sekali. Saat panen umbi kentang yang tepat . jangan sampai melukai umbi yang dipanen. Masukan umbi yang sudah dipilih ke dalam keranjang/waring. yaitu: 1.110 hari. pangkas bagian tanaman yang ada di permukaan tanah. 2. Setelah itu. iklim dan kesehatan tanaman. Tujuannya adalah menggali dan mengambil umbi dari dalam tanah.

panen besar mulai Juli-September dan panen kecil musim November-Januari. demikian pula waktu panennya. Matang petik setiap tanaman umumnya tidak serempak dan pemetikan dapat diulangi setiap 10-14 hari selama 3-4 bulan. serta tidak merusak daun disekitarnya pada waktu pemetikan. pemetikan yang dilakukan saat bunga cengkeh masih muda (sebelum bunga masak) akan menghasilkan bunga cengkeh kering yang keriput.5 . tinggi tempat dan factor-faktor lain yang sangat bersar pengaruhnya. . yaitu setelah satu atau dua bunga pada tandanya mekar dan warna bunga menjadi kuning kemerah-merahan dengan kepala bunga masih tertutup. untuk memperoleh mutu yang baik bunga cengkih dipetik saat matang petik. Pasca panen Waktu memetik teh. Pemungutan bunga cengkeh dilakukan dengan cara memetik tangkai bunga dengan tangan. Saat pemetikan bunga cengkeh yng tepat yaitu apabila bunga sudah penuh benar tetapi belum mekar. Walaupun waktu panen itu makan waktu minimal tiga bulan. Memang sering dialami ada pohon yang menhasilkan lebih dari 5 kg cengkeh kering tiap pohon. Tanaman yang normal setelah umur 15-20 tahun bisa menghasilkan sekitar 3 kg per pohon. Ini adalah merupakan suatu perhitungan yang normal. yaitu saat kepala bunga kelihatan sudah penuh tetapi belum membuka. Waring (keranjang bambu) digunakan untuk menampung hasil petikan dengan ukuran minimal 150 x 160 cm dengan daya muat 20 kg (maksimal 25 kg). tetapi pada suatu ketika ada pohon yang sama sekali tidak berbuah sesuai dengan siklusnya. Maka sebagai gambaran. • Di Malagasi juga hanya ada satu musim panen yang pendek saja yakni musim kemaraumulai pertenghan Oktober hingga Desember yang berarti satu tahun hanya satu musim berbunga. Maka mulai berbunga dan waktu pemungutannya pun tidak sama. kandungan minyak atsirinya rendah dan berbau langu (tidak enak). Produk utama tanaman cengkeh adalah bunga. Waktu yang paling baik untuk memetik cengkeh adalah sekitar 6 bulan setelah bakal bunga timbul. Bunga cengkih dipetik per tandan tepat diatas buku daun terakhir. • Pada umumnya cengkeh berbunga itu di Indonesia itu satu tahun sekali. Sedangkan apabila pemetikan terlambat (bunga sudah mekar) setelah dikeringkan akan diperoleh mutu yang rendah. CENGKEH  PANEN Masing-masing daerah waktunya tanaman berbunga itu tidajlah sama. yang pada waktu dipanen kadar airnya berkisar antara 60 – 70 %. jangan menggenggam pucuk terlalu banyak. Bunga yang telah dipetik lalu dimasukkan ke dalam keranjang/karung kecil dan dibawa ke tempat pengolahan. Hal ini sangat tergantung pada keadaan iklim setempat. tanpa kepala serta rendeman rendah. • Di Zanzibar. Produksi pertahun rata-rata 3 kg tiap pohonnya. panennya tidak cukup 3-4 bulan. Tempatkan waring dalam keadaan terbuka dan tidak ditumpuk di tempat teduh (di los). lebih-lebih bila luas arealnya luas.  Waktu Pemetikan Di atas telah dijelaskan bahwa waktu cengkeh berbunga itu disetiap daerah tidak sama. menggunakan tangga segitiga atau galah dari bambu.5 tahun. berisi dan mengkilat.6. di bawah ini diketengahkan masa-masa berbunga atau panen yang berbeda. Pucuk hasil petikan ditempatkan di dalam keranjang 10 kg yang digendong di atas punggung. Waktu panen sangat berpengaruh terhafdap rendemen dan mutu bunga cengkeh serta miyak atsirinya. kemudian dimasukkan kedalam kantong kain atau keranjang yang telah disiapkan. Jadi perhitungan secara normal adalah diambil rata-ratanya saja. 11. • Di Sumatera : tumbuh kuncup bunga antara bulan Oktober – November maka musim panennya sekitar bulan April – Juni • Di Jawa : Tumbuh kuncup bunga antara bulan November – Januari maka panennya jatuh pada bulan Mei-Juli • Di Maluku : Tumbuh kuncup bunga antara bulan Mei-Juli dan waktu panennya pada bulan Oktober _ Januari Cengkih dapat mulai dipanen mulai umur tanaman 4. terdapat dua musim berbunga yang berarti dua musim panen yaitu.

pemetikan biasanya dilakukan setelah ada beberapa bunga yang membuka dalam pohon itu. tepatnya waktu pemetikan dan teknik pengolahan hasil akan menyebabkan kualitas hasik yang berbeda pula. Rata-rata satu hari kerja seseorang dapat memperoleh 20-30 kg cengkeh segar. Jika pemetikan dilakukan terlalu awal. pada sekitar pohon itu harus diberi tiang dari bamboo. kemudian menguning akhirnya keunguan muda dan merah tua. Hal ini tergantung pada umur dan besarnya pohon. CARA PEMETIKAN Bunga cengkeh yang sudah tua atau masak untuk dipungut jangan dibiarkan sampai mekar. Saat yang paling bagus adalah pada saat kepala buah yang terdiri dari mahkota bunga masih tertutup dan bundar bentuknya. Yang lebih sulit batang sudah tinggi dan besar. maka akan menghasilkan cengkeh kering yang keriput. Setelah penuh. yang umumnya lebih dari 25 tahun pemetikannya bisa dilakukan dengan memanjat pohon dengan menggunakan kait sebab rantingnya dapat ditarik dengan kait itu sehingga memudahkan pemetikannya. maka pemungutannya harus pandai jangan sampai merusaknya. sepasang daun pada tandan tidak usah diikut sertakan. Hal ini sangat tergantung pada banyaknya cengkeh yang bisa dipetik dan juga keterampilan mereka (pekerja). Apabila sudah tinggi dan kita tidak dapat menjangkau dengan tangan. maksudnya bila ada bebrapa bunga yang jatuh diwaktu pemetikan mudah dipungut. Itulah sebabnya.Maksudnya untuk memperbanyak jumlah sirung baru yang keluar dari pemetikan kelak. Sebelum dilakukan pemetikan. Bunga yang sudah dipetik dimasukkan kedalam keranjang atau karung kecil yang sudah disediakan dan dibawa mengikuti geraknya arah pemetikan. lebih baik menggunakan tangga yang berkaki tiga. maka pemetikan cengkeh harus dilakukan pada waktu yang tepat . waktu panen. dibawah tajuk pohon harus dibersihkan terlebih dahulu. pemetikan harus dilakukan pada tingkat kemasakan yang tepat yakni pada waktu bunga berwarna pucat yang sebelumnya itu berwarna hijau. misalnya ada 2-3 yang sudah membuka. Maka untuk keperluan ini. Selanjutnya kalau pohon agak tinggi dapat menggunakan kait supaya lebih mudah. Adapun cara pemetikannya tergantung keadaan tanaman itu sendiri • Apabila tanaman itu belum tinggi. Apabila daun ikut terpetik. Oleh karena itu. temperature dan tinggi tempat pertanaman akan membawa pengaruh yang berbeda pula. diberi palang-palang dan diikat kuat-kuat sehingga bisa dipergunakan untuk memnjat dengan demikian pemungutan dapat dilakukan lebih mudah. • Kalau tanaman sudah cukup besar dan tinggi. dapat mengurangi jumlah tunas hingga 1/3 -1/2 bagian. • Pada pohon yang sangat besar. Untuk suatu kebun luas yang terdapat ribuan pohon dengan jenis yang berlainan. tetapi berlainan lokasinya. Alat yang diperlukan untuk panen cengkeh antara lain karung berukuran kecil atau keranjang bamboo dan karung besar. Apabila bunga itu warnanya menjadi merah muda berarti sebentar lagi akan membuka. Sedangkan jika pemetikannya terlambat misalnya bunga banyak yang mekar akan meghasilkan cengkeh kering yang tidak berkepala sehingga ruas dan aromanya sangat berkurang. Sebagaimana diketahui bunga cengkeh itu terdapat pula pucuk-pucuk ranting yang jauh dari batang atau cabang. Satu pohon cengkeh biasanya dipetik 3-4 kali bahkan ada yang sampai 6 kali dengan jarak 5-7 hari. maka musim panennya juga berbeda. Sedang di daehah penghasil cengkeh yang musim kemaraunya bersamaan. kadar minyak kurang sehingga harganya pun rendah. Tapi pekerjaan ini hanya dapat dilakukan pada ranting-ranting yang dekat dengan btang pokok. Bunga cengkeh dipetik pertandan tepat di atas buku daun berakhir dengan menggunakan kuku jari atau pisau yang kecil dan tajam.Perbedaan tingkat pemasakan bunga. berisi dan megkilat. pemetikannya bisa makan waktu 3-4 bulan. Juga pengaruh pola hujan. pemetikan dapat dilakukan cukup dengan berdiri mengelilingi pohon yang paling bawah. berat rendemennya sangat kurang. Daun termuda yang berdekatan dengan bunga tidak boleh ikut dipetik agar tidak menggangu pertumbuhan tunas berikutnya. . Tetapi cara demikian sebenarnya kurang baik. sebaiknya yang dipetik hanya tandannya saja. Pemetikan yang lazim dilakukan yaitu dengan jalan mematahkan rumpun bunga pada bukunya sehingga sepasang daun akan ikut terpetik. tangga itu mudah dipindah-pindahkan. cengkeh dipindahkan karung besar kemudian dibawa kesuatu tempat pemroses selanjutnya. maka diperlukan tangga segitiga berkaki empat.

buah yang dijatuhkan diatas lantai yang busuk sebanyak 12 %. agar cabang dan ranting tidak rusak.  Wadah penampung buah terbuat dari bahan yang lunak. dapat dipakai berulang-ulang dan mudah dibersihkan. buah yang dipetik basah yang busuk sebesar 21 %. bisa ditumpuk. Ciri masak fisiologis buah adalah: ukuran buah terlihat maksimal. Panen dapat dilakukang dengan tangan maupun gunting. yaitu tingkat dimana buah mempunyai kemampuan untuk menjadi masak normal setelah dipanen. buah jeruk tidak semuanya dapat dipanen sekaligus. sari buah akan berkurang dan akan banyak energi yang dikuras dari pohon sehingga mengganggu kesehatan tanaman dan produksi musim berikutnya. Manalagi dapat dipanen pada umur 114 hari setelah bunga mekar dan Anna sekitar 100 hari. karena kerusakan tersebut menentukan kecepatan produk untuk membusuk. Kadar gula dapat ditentukan dengan alat hand refraktometer di kebun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jeruk yang cara pengambilanya berhati-hati dan disimpan pada temperatur kamar 23-31oC selama 3 minggu. Pemanenan paling baik dilakukan pada saat tanaman mencapai tingkat masak fisiologis (ripening). dan buah diletakkan secara perlahan. tergantung pada kematangannya. warnanya menarik (muncul warna kuning untuk jeruk siam). Dalam satu pohon. aroma mulai terasa. kondisi saat panen. warna buah tampak cerah segar dan bila ditekan terasa kres. tergantung pada varietas dan iklim. bagian bawah buah jika dipijit terasa lunak dan jika dijentik dengan jari tidak berbunyi nyaring. umur buah lebih panjang. Dalam penyimpanan. pada musim hujan dan tempat lebih tinggi. bertahan lama. rasa asam akan berkurang karena terjadi penguraian persenyawaan asam lebih cepat dari pada peruraian gula. Jeruk  Panen Umur buah/tingkat kematangan buah yang dipanen. Kerusakan mekanis selama panen bisa menjadi masalah yang serius.  Jangan memanen buah dengan cara memanjat pohon. Panen yang tepat adalah pada saat buah telah masak dan belum memasuki fase akhir pemasakan buah. bersih. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam panen jeruk :  Jangan melakukan panen sebelum embun pagi lenyap. Krat walau biaya awalnya mahal. Ciri-ciri buah yang siap dipanen : jika dipijit tidak terlalu keras. dan kadar gula (PTT) minimal 10%. dan cara panen merupakan faktor terpenting yang mempengaruhi mutu jeruk. Cara Panen Pemetikan apel dilakukan dengan cara memetik buah dengan tangan secara serempak untuk . meningkatnya kehilangan cairan dan meningkatnya laju respirasi serta produksi etilen yang berakibat pada cepatnya kemunduran produk. Jika panen dilakukan setelah melampaui tingkat kematangan optimum atau buah dibiarkan terlalu lama pada pohon. APEL  PANEN Ciri dan Umur Panen Pada umumnya buah apel dapat dipanen pada umur 4-5 bulan setelah bunga mekar. Tetapi. 13. buah yang dipetik terlalu masak yang busuk sebanyak 29 %. yang busuk mencapai 7 %.12.  Panen buah di pohon yang tinggi harus menggunakan tangga. Rome Beauty dapat dipetik pada umur sekitar 120-141 hari dari bunga mekar.  Tangkai buah yang terlalu panjang akan melukai buah jeruk yang lain sehingga harus di potong di sisakan sekitar 2 mm dari buah. buah yang terkena sinar matahari selama satu hari yang busuk sebanyak 38 %. Jeruk termasuk buah yang kandungan patinya rendah sehingga bila dipanen masih muda tidak akan menjadi masak seperti mangga. karena kaki kotor dapat menyebarkan penyakit pada pohon  Pemanen buah dilengkapi dengan keranjang yang dilapisi karung plastik atau kantong yang dapat digantungkan pada leher. Umur buah yang optimum untuk dipanen adalah sekitar 8 bulan dari saat bunga mekar.

Untuk mendapatkan buah apel yang bermutu baik. Dasar kotak diisai 3-3 atau 2-2 atau berselang 3-2 saling menutup ruang antar buah. apabila disimpan lama rasanya menjadi tidak enak karena kering dan masir. Periode Panen Periode panen apel adalah enam bulan sekali berdasarkan siklus pemeliharaan yang telah dilakukan. kekerasan berkurang. Ciri-ciri buah apel yang masih muda antara lain: warna kulit dominan/paling banyak hijau dan tidak mengkilat. Wadah panen yang akan digunakan. karena untuk menghindari terjadinya serangan jamur/cendawan melalui bekas luka tangkai buah. Buah apel tua ini baik untuk dikonsumsi/dimakan langsung. Dasar dan diatas susunan apel perlu diberi potongan kertas dan disusun miring (tangkai sejajar panjang kotak). Tangkai buah yang panjang sebaiknya dibiarkan atau dipotong sependek mungkin agar tidak melukai permukaan kulit apel yang lain. bagian bawah perlu diberi alas dan bebas dari tonjolan yang dapat mengakibatkan kerusakan kulit buah apel. umur petik buah apel agak panjang. Adanya teknologi penggunaan zat pengatur tumbuh juga berpengaruh terhadap waktu panen buah apel. d. Kemudian bila disimpan. perubahan warna hijau lama. Prakiraan Produksi Produksi buah apel sangat tergantung dengan varietas. Wadah hasil panen Biasanya wadah panen apel berupa keranjang dari ayaman bambu sebagai wadah sementara. harus dipanen/dipetik pada saat yang tepat. b. Pengemasan dan Transportasi Kemasan yang digunakan adalah kardus dengan ukuran 48 x 33 x 37 cm dengan berat 35 kg buah apel. a. tergantung pada varietas dan iklim. Selain itu bila dibelah. dan rasanya masam. aroma akan cepat berkurang. Buah apel yang telah dipetik dimasukkan dalam wadah/keranjang panen tersebut dengan pelan-pelan untuk menghindari kerusakan atau adanya luka pada buah apel. Waktu panen Pada umumnya buah apel dapat dipanen/dipetik pada umur 4-5 bulan setelah bunga mekar.Ciri-ciri buah siap panen Buah apel yang dipanen masih muda dan telalu tua akan mengurangi mutu buah. agar tidak menyebabkan luka pada buah apel dan menyulitkan pengangkutan. Wadah diletakkan di titik-titik tertentu dalam kebun apel agar pemetik mudah menjangkaunya. Wadah tersebut biasanya menampung 3035 kg buah apel. secara umum produksi apel adalah 6-15 kg/pohon. Manalagi pada umur 114 hari dari bunga mekar dan Anna pada umur sekitar 100 hari dari bunga mekar. dan kulit buah cepat mengkerut. . c. Biasanya pada musim hujan dan tempat lebih tinggi. Tangkai buah tetap menyatu dengan buah apel. Kemampuan wadah panen sebaiknya tidak terlalu berat. Pada saat memetik buah harus hati-hati dan hindarkan terjadi kerusahan atau terjadi luka pada buah apel maupun ranting/cabang tempat menempel buah. aroma buah mulai timbul. Dengan teknologi ini apel varietas Rome Beauty dapat dipetik pada umur sekitar 120141 hari dari bunga mekar. Sedangkan ciri-ciri buah apel tua antara lain: tangkai buah mengering. beratnya menyusut. Kemudian buah apel setelah dipetik juga harus dijaga jangan sampai rusak atau ada luka dengan cara meletakan buah ke dalam wadah/keranjang panen dengan perlahan dan hati-hati. Buah apel yang terjatuh atau tertekan benda berat dapat menimbulkan bercak berwarna coklat pada daging buah (Browning). rasa hambar. Penggunaan ZPT terbukti mampu mempercepat saat pecah tunas dan pembungaan apel. banyak air. warna hijau pada kulit berubah. Ciri-ciri buah apel yang siap dipanen/dipetik antara lain: ukuran buah terlihat optimal/paling besar ukuran tergantung jenisnya.setiap kebun. Cara panen Memanen buah apel dengan cara memetik menggunakan tangan hingga tangkai buah terpisah dari cabang/ranting. daging buah berwarna kekuning-kuningan. warna kulit buah dari hijau menjadi hijau muda dan permukaan kulit buah yang berwarna merah tampak mengkilat. daging buah keras. tangkai buah belum mongering tetapi telah tampak retak-retak.

Warna kulit buah hijau mengkilat ada pula yang agak putih (sesuai varietas) 5. Ukuran buah tidak terlalu besar ataupun terlalu kecil 7. bunga telah gugur. Sementara itu. Hasil survei importir rosella tingkat internasional. Untuk terong ungu yang jenisnya lonjong 1. Caranya.3 kg. Ujung buah membulat bahkan membulat penuh (sesuai varietas) c.kriteria buah terong yang siap untuk dipanen adalah sbb. Kelopak dipisahkan dari bijinya dengan bantuan alat menyerupai pisau. rosela masih dapat menghasilkan bunga. Untuk mengurangi kontaminasi. Pemanenan rata-rata dilakukan setiap 10 hari sekali. Daging buah belum keras 4. Contoh hasil panen di negara lain seperti California. Buah terisi penuh 3. TERONG KRITERIA BUAH TERONG SIAP UNTUK DI PANEN Sebenarnya. Sesudah panen pertama. Buah kelihatan segar 6. total panen rosella kering rat-rata 250 Kg/hektar dan pernah mencapai 500 Kg/hektar. Ujung buah agak membulat tetapi tidak membulat penuh dan sedikit meruncing (sesuai varietas) b. Di Meksiko misalnya. di Porto Rico hasil panen berkisar 1. Sementara itu. asalkan suhu pada malam hari tidak kurang dari 21°C.14.kriteria buah terong yang siap untuk dipanen adalah sesuai dengan varietas asalnya. Buah terisi penuh 3.Tetapi sebagai gambaran umum. Warna kulit buah hijau cerah dan mengkilat ada pula yang agak putih (sesuai varietas) 5. Untuk terong hijau yang jenisnya lonjong 1. seluruh tanaman dipotong dan diletakan di suatu tempat untuk dilepas kelopaknya. Ukuran buah tidak terlalu besar ataupun terlalu kecil 7. Saat ini banyak metode pemanenan yang digunakan di seluruh dunia. Di Cina. kapsul penutup biji akan keringdan mengeras sehingga biji akan semakin sukar dipisahkan. hanya kelopak yang sudah tua yang dipanen menggunakan alat potong. Daging buah belum keras . setiap tanaman bisamenghasilkan sekitar 1.8 kg/tanamandan di Florida 7. Bentuk buahnya memanjang (lonjong) 2. Setelah dipanen. yakni sekitar 4—8 bulan berikutnya. a. biji didorong dengan alat tesebut dari pangkal kelopak bagian luar. Buah kelihatan segar 6. tangkaidan kelopak yang belum tua tetap dibiarkan tertinggal dan dipanen setelah tua. Oleh karena itu. Untuk terong hijau yang jenisnya bulat 1. Bentuk buahnya memanjang (lonjong) 2. harus digunakan wadah atau kontainer yang bersih.25 kg/tanaman 15. Buah berbentuk bulat agak lonjong 2. dan biji belum mengering. Untuk pengangkutan dari kebun ke lokasi pengeringan. Bila dipotong belum tampak biji yang berwarna kuning keemasan 8. Kelopak bunga yang masih segar dipanen saat biji sudah masak. biji harus segera dipisahkan dari kelopaknya. waktu antara pemanenan dan pengeringan haruslah seminimal mungkin. Proses pemanenan sebaiknya dilakukan secara manual dan harus dijaga agar hasil panen tidak terkontaminasi benda-benda asing lainnya. Kecamatan Semen. Warna daging masih putih bersih 9. Pekebun di desa Panggung. Selain itu. kelopak bunga sebaiknya tidak dibiarkan bersentuhan dengan tanah atau permukaan kotor lainnya. Jika tidak segera dipisahkan.25 kg kelopak bunga basah dari setiaptanaman rosela. Buah terisi penuh 3. Saat itu. pemanenan dapat terus dilakukan hingga tanaman tidak menghasilkan bunga. buahnya membuka. ROSELLA Pemanenan pertama dilakukan 4—5 bulan setelah tanam. Kabupaten Kediri. Jawa Timur dapat menghasilkan 1. Daging buah belum keras 4.

cara / teknik pemanenannya adalah sama yaitu dengan cara memotong bagian pangkal tangkai buah. Ujung buah membulat bahkan membulat penuh (sesuai varietas) CARA / TEKNIK PEMANENAN BUAH TERONG Pada terong hijau lonjong / bulat maupun terong ungu lonjong / bulat. Buah kelihatan segar 7. WAKTU PANEN Waktu pemanenan yang paling tepat pagi atau sore hari. Ukuran tidak terlalu besar ataupun terlalu kecil 8. ROTASI PANEN Rotasi panen dapat dilakukan rutin tiap 3-7 hari sekali dengan cara memilih buah yang sudah siap dipetik atau seminggu dua kali sehingga total dalam satu musim dapat dilakukan 8 kali panen dengan potensi jumlah buah per tanaman bisa mencapai 18 buah.4. Warna daging buah masih putih bersih 10. Daging belum keras 4.Fungsi dari alat yang tajam antara lain adalah merapikan bekas potongan supaya rajin serta tidak menambah luka pada bagian tanaman sehingga tidak menambah luka pada bagian sayatan sehingga tidak menimbulkan efek sekunder.sinar terik dari matahari dapat mengakibatkan kerusakan pada buah berupa mengeriputnya kulit buah yang dapat menurunkan kwalitas / mutu dari buah . Bila dipotong belum tampak biji yang berwarna kuning keemasan 9. Buah belum berwarna kecoklatan 6.Selain itu.Waktu pemanenan berpengaruh terhadap kualitas buah yang dipanen.Selain itu juga untuk mencegah terjadinya kerontokan bunga lain saat buah dipetik / dipanen. WAKTU UMUR PANEN BUAH TERONG Untuk umur tanaman siap untuk dipanen adalah tergantung dari varietasnya sendiri walaupun ada variatas terong yang bisa dipanen pada umur 2 bulan.maka 1. Warna kulit buah ungu mengkilat 5.5 .3 bulan.Bila buah akan diangkut dalam jangka waktu yang lama maka buah dipetik sebelum masak tetapi sudah tampak barnas (berisi). Buah kelihatan segar 7.Atau bisa juga kira kira 1. Ukuran buah tidak terlalu besar ataupun terlalu kecil 8. Untuk terong ungu yang jenisnya bulat . Buah belum berwarna kecoklatan 6. Buah terisi penuh dan 3.sehingga proses pembentukan zat gizinya akan terganggu yang dapat mengakibatkan kadar gizi dari buah yang dipanen pada siang hari lebih rendah daripada buah yang dipanen pada siang hari. Pemanenan dilakukan dengan menggunakan alat yang tajam. Buah berbentuk bulat agak lonjong 2.Tetapi biasanya adalah setelah umur 2. ALAT DAN BAHAN DALAM PEMANENAN BUAH TERONG Alat yang digunakan dalam proses memanen buah tanaman terong adalah: • Pisau atau gunting stek Pisau atau gunting stek dalam keadaan tajam sebagai alat untuk memotong tangkai buah • Bak / karung Bak / karung sebagai tempat buah pada saat buah dipanen dan sebagai wadah saat pengangkutan dari lahan ke tempat penanganan pasca panennya. Ujung buah agak membulat tetapi tidak membulat penuh dan sedikit meruncing (sesuai varietas) d.Dianjurkan panen tidak dilakukan pada siang hari karena dila dilakukan pada siang hari akan memutuskan proses fotosintesis yang sedang berlangsung.5 cm dari pangkal tangkai buah untuk mempercepat pekerjaan pada penanganan pasca panennya. Warna kulit buah ungu cerah dan mengkilat 5. Pemanenan juga harus mempertimbangkan pula lama pengangkutannya.Sebaiknya buah dipetik dalam keadaan lebih muda tetapi bijinya belum keras dan struktur daging buahnya belum liat.

PENGANGKUTAN BUAH TERONG Pengangkutan buah terong dari lahan menuju ke tempat penanganan pasca panen dapat dilakukan dengan cara memasukkah buah terong yang telah dipanen ke dalan bak atau karung yang ditata rapi di dalamnya dan diikat pada bagian ujung karung (bila menggunakan karung) lalu di angkut ke tempat penanganan pasca panen dengan gerobag atau mobil yang sebelumnya karung karung atau bak bak tersebut ditata rapi pada mobil atau gerobag. Pemanenan hendaknya dilakukan pada siang hari saat cuaca cerah/tidak hujan.Sebab air hujan yang membasahi buah yang dipanen dapat menyebabkan buah cepat rusak setelah dipanen.sehingga dapat mempengaruhi kwalitas buah yang dipanen. PENANGANAN PASCA PANEN BUAH TERONG Penanganan pasca panen baik terong hijau maupun terong ungu adalah: • Memotong setengah dari tangkai buah agar mudah dalam pembungkusan atau pengemasan. • Mengemas buah dalam plastik bila akan dijual langsung kepada konsumen atau ditata rapi di dalam karung bila akan dijual ke pasar atau padagang pengepul.yang dipanen.Juga tidak dianjurkan melakukan panen pada malam hari karena dapat mempersulit pemanen itu sendiri saat proses pemanenan. . • Membersihkan bagian luar buah dari kotoran atau tanah yang menempel pada kulit buah dengan menggunakan kain atau lap yang telah dibasahi dengan air.Bila perlu kadan dipotong sampai habis.Pemanenan dilakukan pagi hari karena tanaman belum melakukan fotosintesis secara optimal/besar besaran atau sore hari karena tanaman sudah memproduksi zat gizi pada siang harinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful