BAB 1.

PENGANTAR ISBD

A. DASAR PEMIKIRAN 1. Latar Belakang Paedagogis Keinginan untuk memberikan ilmu pengetahuan sebanyakbanyaknya kepada mahasiswa merupakan dorongan yang logis bagi dosen tatkala memerankan dirinya sebagai pengajar, dia akan berusaha semaksimal mungkin agar setiap ilmu pengetahuan yang dimiliki dapat tersampaikan kepada mahasiswa dalam waktu singkat, tentu saja cara yang paling mudah adalah menggunakan seluruh waktu pertemuan kelas untuk menceramahkan materi serta meminta mahasiswa untuk siap menerima berbagai informasi yang disampaikan agar ilmu pengetahuannya bertambah. Fungsi dan peran seperti ini sering menempatkan dosen pada otoritas yang berlebihan, seperti sebagai sumber informasi tunggal dan sebagai sentral aktivitas pembelajaran, sehingga mahasiswa mirip sebagai objek pasif, bejana kosong yang harus diisi sejumlah informasi. “Dominasi” dosen dalam interaksi belajar mengajar di dalam kelas seperti itu dapat menimbulkan apatisme dan sikap pasif mahasiswa karena kreativitasnya terhambat yang pada akhirnya mengurangi kualitas hasil belajar. Meski diakui tanpa kehadiran dosen, hasil belajar mahasiswa tidak akan maksimal, namun upaya-upaya inovatif untuk memberikan peran yang seimbang antara dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran terus diupayakan. Inovasi ini didasari kesadaran bahwa mahasiswa bukanlah mahluk kosong tanpa “entry behavior” yang tidak memiliki kemampuan dan kecakapan apa pun, akan tetapi sebagai objek berpotensi yang mampu mengkreasi dunia lingkungannya. Sehingga dengan memberikan posisi yang “seimbang” antara aktivitas dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran akan mampu memberikan hasil lebih, baik tambahan ilmu pengetahuan, meningkatnya sikap positif dan bertambahnya keterampilan pada mahasiswa. Upaya untuk meningkatkan mutu dan hasil pendidikan, mendorong UNESCO (1988) mendeklarasikan empat pilar pembelajaran yaitu : (1) learning to know (pembelajaran untuk tahu); (2) learning to do (pembelajaran untuk berbuat) ; (3) learning to be (pembelajaran untuk membangun jati diri) ; (4) learning to live together (pembelajaran untuk hidup bersama secara harmonis). Misi-misi ini terutama, learning to live together dalam bidang ilmu-ilmu sosial dan humaniora, bahkan juga dalam science, tidak mungkin dikembangkan secara speculative thinking sebagaimana dikehendaki oleh filsafat ilmu-ilmu sosial dan humaniora yang mengembangkan pendidikan secara sistematis untuk mendalami ilmu itu sendiri (atau menjadikan seseorang menjadi ahli di bidang ilmu tersebut), melainkan bagaimana bidang-bidang ilmu yang ada menjadi alat untuk mengkaji fenomena dan problema sosial serta budaya yang terjadi sehingga seseorang mampu memecahkan masalah sosial dan

1

budaya tersebut. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan menjadi pribadi anggota keluarga dan masyarakat yang baik sesuai dengan nilai-nilai pandangan hidup bangsanya. Dengan pemikiran ini mendorong peran dosen tidak hanya menggunakan ceramah monolog atau komunikasi satu arah, melainkan mampu menciptakan suasana yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialog kreatif. 2. Dasar Yuridis Dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 40 ayat 1 butir e dikemukakan bahwa : “Pendidik dan tenaga kependidikan berhak memperoleh kesempatan menggunakan sarana, prasarana, dan fasilitas pendidikan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas. “Pasal ini memberi peluang kepada dosen untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya dengan dukungan sarana, prasarana dan fasilitas yang memadai. Pasal ini dipertegas oleh kewajiban pendidik dan tenaga kependidikan yang tertuang dalam pasal 40 ayat 2 butir a yang menyatakan bahwa pendidik berkewajiban “menciptakan suasana yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis dan dialogis”. Sehingga interaksi belajar yang monolog dan komunikasi satu arah tidak lagi merupakan model pembelajaran yang tunggal, sebab banyak kritik terhadap pendekatan pembelajaran semacam ini, karena sifatnya yang indoktrinatif dapat menghalangi aktivitas dan kreativitas mahasiswa sehingga menjadikannya pribadi yang pasif. Perubahan peran dosen seperti di atas berhubungan erat dengan visi Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di perguruan tinggi, seperti tercantum dalam Keputusan Dirjen Dikti Depdiknas RI No. 38 Tahun 2002 Pasal I yang menyatakan bahwa : “Mahasiswa memiliki landasan pengetahuan, wawasan dan keyakinan sebagai bekal hidup bermasyarakat selaku individu dan mahluk sosial yang beradab serta bertanggungjawab terhadap sumber daya alam dan lingkungannya”, dan juga berhubungan dengan misi MBB pada pasal 2, yaitu : “memberikan dasar-dasar nilai estetika, etika dan moral pada mahasiswa serta memberikan panduan bagi penyelenggara pendidikan dalam mengantar mahasiswa untuk mengembangkan pemahaman serta penguasaannya tentang keanekaragaman, kesetaraan dan martabat manusia sebagai individu dan mahluk sosial di dalam kehidupan bermasyarakat dengan berpedoman pada nilai budaya melalui pranata pendidikan, serta tanggung jawab manusia terhadap sumber daya alam dan lingkungannya dalam kehidupan bermasyarakat dengan berpedoman pada nilai budaya melalui pranata pendidikan, serta tanggung jawab manusia terhadap sumber daya alam dan lingkungannya dalam kehidupan bermasyarakat baik nasional maupun global yang mengarah pada tindak kekaryaan seseorang sesuai dengan kompetensi keahliannya”. Visi dan misi ini tidak mungkin dicapai dengan hanya memperkenalkan konsep-konsep teoritis tanpa memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengkaji, mengkritisi, dan menganalisis serta

2

ikut memberikan kontribusi pada pengambil kebijakan untuk memperbaiki kontribusi pada pengambil kebijakan untuk memperbaiki kehidupan dan lingkungannya. Oleh karena itu dalam pasal 5 metode pembelajaran yang digunakan oleh dosen harus menempatkan mahasiswa sebagai subyek didik, mitra dalam proses pembelajaran, anggota masyarakat, dan warga negara. Dengan demikian, mahasiswa diajak untuk memahami berbagai gejala yang terjadi dalam kehidupan manusia melalui perspektif masyarakat, kebudayaan, dan lingkungan alam dengan pembahasan kritis analitis, sehingga proses pembelajaran yang interaktif, dialog kreatif, diskusi, dan demonstrasi lebih diharapkan ketimbang ekspose verbal, ceramah, monolog, dan komunikasi satu arah. Dengan metode pembelajaran seperti ini diharapkan perguruan tinggi mampu mempersiapkan mahasiswa sebagai anggota masyarakat yang mampu dan termotivasi untuk berpartisipasi secara aktif dalam mengaktualisasikan serta melembagakan masyarakat madani. Yang akhirnya pendidikan tinggi diharapkan mampu menghasilkan mahasiswa yang unggul secara intelektual, anggun secara moral, kompeten menguasai Iptek, serta memiliki komitmen tinggi untuk berbagai peran sosial (Hamdan Mansoer, 2001, hlm., 3). Harapan DIKTI di atas, sejalan dengan Deklarasi UNESCO Oktober 1998 tentang Kesepakatan Perguruan Tinggi, yang intinya sebagai berikut : 1. Pendidikan Tinggi abad XXI harus memainkan peran sebagai suatu komponen vital bagi pembangunan budaya, sosial, ekonomi dan politik sebagai suatu tiang penyangga dalam pembentukan kemampuan masyarakat untuk demokrasi dan perdamaian. 2. DIKTI harus merancang fungsi prospektifnya, melalui analisis berkelanjutan tentang kegawatan sosial, ekonomi, budaya dan kecenderungan politik, serta bertindak sebagai pemandu dalam mengatasi bencana, mampu melihat ke masa depan, mengantisipasi dan menyiapkan peringatan perdana. 3. DIKTI harus sadar akan perannya sebagai pelayan masyarakat, dan harus berusaha agar terjamin keseimbangan antara misi pendidikan dan misi sosial. B. VISI, MISI, TUJUAN DAN BAHAN ISBD Sejalan dengan visi dan misi serta kompetensi MBB di atas, dikembangkan visi ISBD sebagai berikut : “Mahasiswa selaku individu dan mahluk sosial yang beradab memiliki landasan pengetahuan, wawasan, serta keyakinan untuk bersikap kritis, peka dan arif dalam menghadapi persoalan sosial dan budaya yang berkembang di masyarakat. “Sedangkan misi ISBD” adalah :

3

selaku umat yang terpadu serta penuh dengan makna kehidupan”. Memberikan pengetahuan dan wawasan tentang keragaman. moral. misi tujuan MBB dan ISBD tersebut. b. selaku individu dan mahluk sosial yang beradab dalam mempraktikan pengetahuan akademis dan keahliannya. hukum dan budaya sebagai landasan untuk menghormati dan menghargai antara sesama manusia sehingga akan terwujud masyarakat yang tertib. c. Menumbuhkan sikap kritis. dan akhirnya selaku umat manusia sebagai ciptaan Tuhan Maha Pencipta. masyarakat. pendidikan umum ini mempersiapkan peserta didik. etika.a. Mengembangkan kesadaran mahasiswa untuk menguasai pengetahuan tentang keragaman dan kesetaraan manusia sebagai individu dan mahluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat. mengenal diri sendiri. Pendek kata. sebagai warga negara. karena manusia dalam hidupnya mengalami pengalaman hidup yang penuh makna. moral dan hukum dalam kehidupan bermasyarakat. Memberikan dasar-dasar untuk memahami masalah sosial dan budaya serta mampu bersikap kritis. Nursyid Sumaatmadja (2002 : 107) mengatakan bahwa : “Pendidikan umum mempersiapkan generasi muda terlibat dalam kehidupan umum sehari-hari dalam kelompok mereka. Atas dasar visi dan misi ISBD dikembangkan tujuan ISBD sebagai berikut : a. b. c. warga negara dan dunia. peka dan arif pada mahasiswa dalam memahami dan memecahkan masalah sosial budaya dengan landasan nilai estetika. etika. analitis dan responsif untuk memecahkan masalah tersebut secara arif di masyarakat. teratur dan sejahtera. sadar akan kehidupan yang luas dengan segala masalah dan kondisinya yang menjadi hak dan kewajiban tiap orang untuk memberdayakannya sebagai anggota keluarga. kesetaraan dan martabat manusia sebagai individu dan mahluk sosial dalam kehidupan masyarakat. maka ISBD termasuk pada kategori General Education (pendidikan umum) yang bertujuan untuk membina individu (mahasiswa) untuk menjadi warga masyarakat dan warga negara yang baik. Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal hidup bermasyarakat. manusia lain di sekelilingnya. Memberikan dasar-dasar nilai estetika. yaitu pendidikan yang berkenaan dengan pengembangan keseluruhan kepribadian seseorang dalam kaitannya dengan masyarakat dan lingkungan hidup. 4 . yang manusiawi. yang merupakan unsur kesatuan budaya. terutama generasi muda untuk menjadi “manusia yang sesungguhnya”. Berdasarkan visi. berhubungan dengan seluruh kehidupan yang memenuhi kepuasan dalam keluarga. pekerjaan.

upacara-upacara. bahkan pula merupakan bagian dari disiplin ilmu-ilmu budaya yang bertujuan untuk membina mahasiswa untuk menjadi ahli ilmu sosial atau ahli dalam ilmu budaya. Apabila dianalisis hakikat ISBD mulai dari kewajiban pendidik (Pasal 40 ayat 2 UU No. matematika. Kedalam makna ini termasuk empati. estetik. studi sosial. yaitu simbolik. Makna etik berkenaan dengan aspek-aspek moral. termasuk hal-hal yang berkenaan dengan perasaan. maka dapat disimpulkan bahwa : isi ISBD terdiri dari disiplin-disiplin ilmu sosial dan humaniora beserta kegiatan dasar manusia. penghayatan dan kesadaran yang mendalam. konseptual. akhlak. tanggung jawab dan sebangsanya. sastra. dan kenyataan yang bisa diamati. Makna empirik mencakup ilmu kealaman.20 tahun 2003) dan keputusan Dirjen DIKTI pasal 2 tentang misi serta pasal 5 tentang metode pembelajaran. “pendidikan umum merupakan proses pembangkitan makna-makna yang esensial yang membimbing pelaksanaan hidup manusia melalui perluasan dan pendalaman makna-makna tadi”.. Philip H. 2002 : 109) bahwa makna-makna esensial yang melekat dalam kehidupan masyarakat dan budaya manusia meliputi enam pola. kehidupan masyarakat. Namun. simpati dan sebangsanya. Oleh karena itu. generalisasi berdasarkan fakta-fakta. filsafat. Organisasi bahkan harus disusun menurut struktur disiplin ilmunya baik penyusunan konsep maupun sintaksisnya. dan lainlain. sedangkan metode berpikirnya mengadopsi ilmu pengetahuan alam. akan tetapi merupakan sebuah studi yang akan menggunakan makna-makna esensial disiplin ilmu-ilmu sosial dan ilmu budaya sebagai pisau analisis untuk memecahkan masalah sosial dan budaya yang ada dalam. hayati. pengetahuan sejarah yang menuntut nalar masa lampau. serta menggunakan disiplin ilmu pendidikan dan psikologi pendidikan untuk teori belajar dan mengajarnya. analitis. perilaku yang luhur. kesan. dan studi kebudayaan memiliki tujuan yang beragam. karya seni. Phenik (1964 : 6-8) mengemukakan bahwa. kemanusiaan. Makna simbolik ini sangat berarti dalam kehidupan bermasyarakat-berbudaya manusia. sinoetik. Selanjutnya Phenix mengatakan (dalam Nursyid S. makna sinoptik berkenaan dengan pengertian-pengertian yang terpadu dan mendalam seperti agama. Oleh karena itu. jika dikaji secara historis. kurikulum disusun secara terpisah sesuai dengan body of knowledge masing-masing disiplin ilmu sosial dan budaya. empirik. etik dan sinoptik. Dengan demikian ISBD sebagai bagian dari general education bukanlah sebuah disiplin ilmu. Makna simbolik meliputi bahasa. yaitu : 1. Makna estetik meliputi berbagai seni seperti musik. Mereka tidak mengaitkan suatu mata pelajaran dengan mata pelajaran lain dan tidak memikirkan bagaimana seseorang menjadi warga negara yang baik (seseorang menjadi warga negara 5 . dan hal-hal yang bernuansa spiritual. tanda-tanda kebesaran dan sebagainya. termasuk juga isyarat-isyarat.bahkan aktivitas sosial dan budayanya pun dipengaruhi oleh pola-pola makna yang memberdayakan hidupnya. Mendidik mahasiswa menjadi ahli di bidang ilmu. Kedalam kawasan makna estetik ini. kesenian.

tujuan pelajaran harus mampu mengembangkan dasar-dasar untuk menjadi ahli dalam bidang ilmu tertentu serta mampu memecahkan masalah sosial-budaya ketika mahasiswa terjun di masyarakat. Oleh karena itu. politik. ISBD dimaksudkan mempelajari bahan-bahan yang sifatnya tabu. 3). hukum. b. (Numan Soemantri. Tujuannya merupakan”… a body of predigested and organized knowledge. ISBD harus merupakan : 3. a. skills. hlm. tertutup (closed areas) atau controversial issues yang timbul dalam bidang ekonomi. Oleh karena itu ISBD harus merupakan “a unified coordinated holistic study of men living in societes” (Hanna. Kompromi antara pendapat pertama dan kedua. Warga negara yang baik akan mudah ditumbuhkan bila pendidik menempatkan mahasiswa dalam konteks kebudayaannya. Dapat mempelajari masalah sosial dan budaya yang perlu dipecahkan b. Dengan bahan seperti ini diharapkan mahasiswa : a. the presumed product of research in the sosial science. Iklim kelas mencerminkan kehidupan demokratis c. Karena itu. Simplifikasi dan distalasi dari berbagai disiplin ilmu sosial dan budaya untuk kepentingan pendidikan (Wesley. Paham ini lebih menekankan pada process continuum dalam mencapai tujuan pendidikan. Melatih berbeda pendapat d. moral dan lain-lain. specific virtues.” c. … storehouse of knowledge.yang baik hanya sebagai hasil sampingan saja). Oleh karena itu. program pembelajaran harus dikorelasikan bahkan diintegrasikan beberapa disiplin ilmu sosial-budaya dalam unit program studi. 63). oleh karena itu mereka tidak setuju bahwa ilmu sosial/ilmu budaya dipandang sebagai studi sosial dan studi kebudayaan. Bahan tabu dekat kegunaannya dengan kebutuhan pribadi dan masyarakat. Tujuannya menumbuhkan warga negara yang baik. to be transmitted to the student. 200. sejarah. 260-261). Pendekatan ini lebih menekankan pada content continuum. 6 . hlm. Bahan pelajaran harus merupakan sebagian dari hasil penelitian ilmu-ilmu sosial dan budaya yang dipilih dan diramu sehingga cocok untuk program pendidikan. dibanding dengan memusatkan perhatian pada disiplin sosial dan budaya secara terpisah. 2. 4. 64. tetapi lebih senang menyebutnya “Social Sciences dan Cultural Sciences”.

Dengan demikian bahan ISBD harus lebih banyak memperhatikan : a) kebutuhan dan minat mahasiswa. Pendekatan ini cocok dengan tuntutan Pasal 5 ayat 1 Keputusan Dirjen Dikti yang telah dikemukakan di atas. karena masalah yang dikaji sangat erat dan banyak kaitannya dengan disiplin tertentu (misalnya masalah korupsi erat kaitannya dengan ilmu hukum. PENTINGNNYA PENDEKATAN INTERDISIPLINER DALAM ISBD Sejak semula munculnya Basic Social Studies (Ilmu Sosial Dasar) dalam Basic Humanities (Ilmu Budaya Dasar) sekitar tahun 1970-an dilatarbelakangi oleh pemikiran untuk mendekatkan berbagai disiplin ilmu. i) evaluasi bukan hanya menyangkut kognitif. h) iklim kelas menjadi lab demokrasi. g) pendekatan yang bervariasi (struktural. dan psikomotorik. sosiologi. politik. e) kegiatan dasar manusia yang dicantumkan dalam program studi. correlated. sehingga mendorong mahasiswa untuk melihat permasalahan dalam masyarakat secara interdisipliner (Numan Somantri. f) organisasi kurikulum yang bervariasi (integrated. Penggunaan pendekatan multidisiplin dalam proses pembelajaran ISBD bisa menggunakan pendekatan struktural. C. seni. geografi. Dengan demikian. Apa yang diharapkan dalam Pasal 5 tersebut akan sulit tercapai jika menggunakan pendekatan monodisiplin. hukum. kemiskinan dengan ilmu ekonomi. tetapi juga evaluasi proses. Selain harus sistematis bahan itu pun harus esensial untuk disajikan. banjir dengan ilmu geografi. fungsional dan interfield). j) bahan bukan hanya diperkaya oleh ilmu-ilmu sosial dan budaya. afektif. Apabila digambarkan sebagai berikut : 7 . improvisasi dan apresiasi. psikologi sosial) secara terpisah. antropologi. seluruh bahan itu harus disusun terlebih dahulu secara sistematis menurut salah satu disiplin utama yang menjadi pokok kajian. d) pemeliharaan dan pemanfaatan lingkungan alam. Tetapi perlu menggunakan pendekatan multidisiplin secara integratif untuk memecahkan masalah sosial dan budaya. khususnya ketrampilan menyelidik. sastra. 268). karena hakikat masalahnya kompleks sehingga memerlukan kajian dari berbagai disiplin ilmu. yaitu beberapa disiplin ilmu sosial atau disiplin ilmu budaya digunakan sebagai alat untuk mengkaji masalah. hlm. dan separated. baik secara interdisipliner yang menggunakan berbagai disiplin ilmu secara terpadu dalam mengkaji suatu masalah maupun crossdisipliner (penggunaan dua disiplin dari sudut pandang yang berbeda) atau transdisipliner (penggunaan berbagai disiplin ilmu dari sudut pandang yang berbeda) untuk mengkaji suatu masalah. artinya menggunakan disiplin tertentu dalam ilmuilmu sosial dan ilmu-ilmu budaya (seperti sejarah. b) masalah-masalah sosial dan budaya. Pentingnya pendekatan interdisipliner ini diharapkan agar mahasiswa dapat melihat masalah sosial dan budaya secara lebih luas dan komprehensif. tetapi sistematika salah satu struktur disiplin tertentu masih terlihat dominan sebagai pisau analisisnya. dan sebagainya) sedangkan ilmu-ilmu lain sebagai penunjang analisisnya. c) ketrampilan berpikir. tetapi juga agama serta sains dan teknologi. sehingga mereka dikemudian hari dapat berperan serta memecahkan masalahmasalah sosial.

dan mencari berbagai alternatif sosial sampai akhirnya memberikan rekomendasi kepada pengambil kebijakan publik untuk memecahkan masalah tersebut. yaitu bertitik tolak dari ruang lingkup yang luas. serta faktor sosial ekonomi. Bisa juga digunakan pendekatan interfield. Oleh karena itu. faktor kultural. pendekatan fungsional tidak berangkat dari satu disiplin ilmu. bahkan karena luasnya pembahasan. identitas setiap disiplin ilmu hampir tidak kelihatan karena banyaknya konsep yang berhimpitan dan bersintesis. meneliti bagaimana sikap masyarakat terhadap masalah tersebut. misalnya saja masalah humanitis dengan tema 8 . yaitu pembelajaran yang bertitik tolak dari masalah yang terdapat dalam masyarakat atau lingkungan mahasiswa atau masalah sosial budaya di mana mahasiswa terlibat secara langsung. proses belajar mengajar diawali dengan menentukan dan merumuskan masalah. Jika digambarkan pendekatan fungsional sebagai berikut : Karena itu. mengkaji kebijakan publik yang berlaku. mengkaji latar belakang dan penyebabnya. mencari peraturan yang berhubungan. faktor politis. faktor yuridis. Misalnya saja ketika membahas pergaulan bebas di luar nikah.Atau menggunakan pendekatan fungsional. faktor sosiologis. mengumpulkan data dan informasi. atau anarki pascareformasi dikaji faktor historis.

dan lain-lain yang dikaji dari berbagai bidang ilmu yang cukup luas seperti bahasa. kebudayaan Betawi dan lain-lain. IPA. agama. misal saja kebudayaan Bali. pendidikan.Science Other field Language Literature The arts SocialEducation science Bidang lain Bahasa IPA Agama Teknologi Seni Pendidikan Social reformasi. dan sebagainya. sejarah. agama dan sumber daya alam ikut melengkapinya. Kalau digambarkan pendekatan interfield itu sebagai berikut : 9 . pemilu. antropologi. ekonomi. atas dasar daerah tersebut maka aspek politik. teknologi. demokrasi. multikultur. Dalam pendekatan interfield ini dapat juga digunakan the area approach yang berusaha menyusun bahan kuliah berdasarkan kebudayaan suatu daerah. tehnologi. pembangunan. kebudayaan Jawa Barat. pendidikan.

mengerjakan. dalam bahasa Latin. kebudayaan adalah bagian dari lingkungan hidup yang diciptakan oleh manusia. hukum. yaitu sebagai segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam. dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat. kesenian. 10 2) 3) 4) 5) . Kata budaya sebenarnya berasal dari bahasa Sanskerta budhayah yaitu bentuk jamak kata buddhi yang berarti budi atau akal. budaya adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan. Kemudian pengertian ini berkembang dalam arti culture. milik diri manusia dengan belajar.BAB 2. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA A. kata budaya berarti dari kata culture. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi. dan cipta masyarakat Herkovits. kebudayaan dapat dipandang sebagai konfigurasi tingkah laku yang dipelajari dan hasil tingkah laku yang dipelajari. Koentjaraningrat. mengartikan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan. mengatakan bahwa kebudayaan adalah semua hasil karya. kepercayaan.B. PENGERTIAN Budaya adalah bentuk jamak dari kata budi dan daya yang berarti cinta. Linton. R. Berikut pengertian budaya atau kebudayaan dari beberapa ahli : 1) E. berasal dari kata colera. adat istiadat. mengembangkan tanah (bertani). dimana unsur pembentuknya didukung dan diteruskan oleh anggota masyarakat lainnya. dalam bahasa Belanda diistilahkan dengan kata cultur. keilmuan. Tylor. Dalam bahasa Inggris. karsa dan rasa. menyuburkan. Colera berarti mengolah. rasa. modal.

Zat-zat bahan mentah dan benda-benda dalam lingkungannya e. kebudayaan atau budaya menyangkut keseluruhan aspek kehidupan manusia baik material maupun non material.Dengan demikian. Sebagian besar ahli yang mengartikan kebudayaan seperti ini kemungkinan besar sangat dipengaruhi oleh pandangan evolusionisme. pandangan hidup. Sifat-sifat dan tingkah laku sesama manusia g. persepsi dan etos kebudayaan. Sistem Pengetahuan Sistem pengetahuan yang dimiliki manusia sebagai mahluk sosial merupakan suatu akumulasi dari perjalanan hidupnya dalam hal berusaha memahami : a. penataran-penataran dan ceramah. baik dalam bentuk atau berupa sistem pengetahuan. seperti kursus-kursus. 1. b. yaitu : a) Melalui pengalaman dalam kehidupan sosial. Alam fauna di daerah tempat tinggal d. Tubuh manusia f. c) Melalui petunjuk-petunjuk yang bersifat simbolis yang sering disebut sebagai komunikasi simbolis. Alam flora di daerah tempat tinggal c. kepercayaan. 11 . SUBSTANSI (ISI) UTAMA BUDAYA Substansi (isi) utama kebudayaan merupakan wujud abstrak dari segala macam ide dan gagasan manusia yang bermunculan di dalam masyarakat yang memberi jiwa kepada masyarakat itu sendiri. nilai. Ruang dan waktu Untuk memperoleh pengetahuan tersebut di atas manusia melakukan tiga cara. b) Berdasarkan pengalaman yang diperoleh melalui pendidikan formal/resmi (di sekolah) maupun dari pendidikan non formal (tidak resmi). B. yaitu suatu teori yang mengatakan bahwa kebudayaan itu akan berkembang dari tahapan yang sederhana menuju tahapan yang lebih kompleks. Alam sekitar . Pengetahuan melalui pengalaman langsung ini akan membentuk kerangka pikir individu untuk bersikap dan bertindak sesuai dengan aturan yang dijadikan pedomannya.

Karena itu. Oleh karena itu. 4. yaitu persepsi yang terjadi tanpa menggunakan salah satu indra manusia. Persepsi Persepsi atau sudut pandang ialah suatu titik tolak pemikiran yang tersusun dari seperangkat kata-kata yang digunakan untuk memahami kejadian atau gejala dalam kehidupan. Pandangan Hidup Pandangan hidup merupakan pedoman bagi suatu bangsa atau masyarakat dalam menjawab atau mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya. Hakikat hidup manusia (MH) b. dicitacitakan dan dianggap penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat. Didalamnya terkandung konsep nilai kebudayaan yang dicita-citakan oleh suatu masyarakat. Kepercayaan Kepercayaan yang mengandung arti yang lebih luas daripada agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Dorongan ini sebagai akibat atau refleksi ketidakmampuan manusia dalam menghadapi tantangan-tantangan hidup. kelompok atau bangsa. e. 5. bahwa yang menentukan orientasi nilai budaya manusia di dunia adalah lima dasar yang bersifat universal. Pada dasarnya. yaitu : a. indah (nilai estetika). religius (nilai agama). Kluchohn mengemukakan. sesuatu dikatakan memiliki nilai apabila berguna dan berharga (nilai kebenarannya). d. baik (nilai-moral atau etis). C. pandangan hidup merupakan nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat dengan dipilih secara selektif oleh individu. yaitu dimensi lain di luar diri dan lingkungannya yang dianggap mampu mengendalikan hidup manusia. Hakikat karya manusia (MK) Hakikat waktu manusia (MW) Hakikat alam manusia (MA) Hakikat hubungan antarmanusia (MM) 3. manusia yang memiliki naluri untuk mengembangkan diri kepada yang Mahatinggi. c. Persepsi terdiri atas : 1) persepsi sensorik. dan hanya yang Mahatinggi saja yang mampu memberikan kekuatan dalam mencari jalan keluar dari permasalahan hidup dan kehidupan.2. 2) persepsi telepati. Nilai Nilai adalah sesuatu yang baik yang selalu diinginkan. yaitu kemampuan pengetahuan kegiatan mental individu lain : 3) 12 .

kesuraman. Di mana sifat-sifat budaya itu akan memiliki ciri-ciri yang sama bagi semua kebudayaan manusia tanpa membedakan faktor ras. feodal. seperti di Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang berbeda. C. Sifat hakiki dari kebudayaan tersebut antara lain : 1. SIFAT-SIFAT BUDAYA Kendati kebudayaan yang dimiliki oleh setiap masyarakat itu tidak sama. D. konsekuen. Etos Kebudayaan Etos atau jiwa kebudayaan (dalam antropolog) berasal dari bahasa Inggris berarti watak khas. gagasan yang berbelit-belit. Contohnya. tindakantindakan yang diterima dan ditolak. kebudayaan Batak dilihat orang Jawa. yaitu kemampuan melihat perisiwa atau kejadian di tempat lain.persepsi clairvoyance. dilihat dari luar oleh orang asing. serta berbagai benda budaya hasil karya mereka. Budaya telah ada terlebih dahulu daripada lahirnya suatu generasi tertentu dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan 3. lingkungan alam atau pendidikan. MANUSIA SEBAGAI PENCIPTA DAN PENGGUNA KEBUDAYAAN Tercipta atau terwujudnya suatu kebudayaan adalah sebagai hasil 13 . tingkah laku yang sukar ditebak. Etos sering tampak pada gaya perilaku warga misalnya. tindakantindakan yang dilarang dan tindakan-tindakan yang diizinkan. Sifat tersebut bukan diartikan secara spesifik. tegas. Yaitu sifat hakiki yang berlaku umum bagi semua budaya di mana pun. kasar. 6. tetapi setiap kebudayaan mempunyai ciri atau sifat yang sama. jauh dari tempat orang yang bersangkutan. melainkan bersifat universal. Budaya mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiban-kewajiban. Budaya terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia 2. serta diskriminasi terhadap tingkatan sosial. sebagai orang yang agresif. Budaya diperlukan oleh manusia diwujudkan dalam tingkah lakunya dan 4. lamban. Sebaliknya kebudayaan Jawa dilihat oleh orang Batak. ketenangan yang berlebihan. kegemaran-kegemaran warga masyarakatnya. dan berbicara apa adanya. bahwa watak orang Jawa memancarkan keselarasan. kurang sopan.

Berger yang menyebutkan sebagai dialektika fundamental. Kecuali itu. Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. Bermacam-macam kekuatan yang harus dihadapi masyarakat dan anggotanya seperti kekuatan alam maupun kekuatan lain yang tidak selalu baiknya. Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain 3. 2. Tahap eksternalisasi adalah proses pencurahan diri manusia secara terus-menerus ke dalam dunia melalui aktivitas fisik dan mental. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendukungnya. Tahap internalisasi adalah tahap dimana realitas objektif hasil ciptaan manusia diserap oleh manusia kembali. tahap objektivasi. Suatu hubungan pedoman antarmanusia atua kelompoknya. kebudayaan ada karena ada manusia penciptanya dan manusia dapat hidup di tengah kebudayaan yang diciptakannya. Makalah. Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia 4. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayan. Kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia. (Yusdi Ahmad. namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Pengaturan agar manusia dapat mengerti 14 . manusia memerlukan kepuasan baik di bidang spiritual maupun material. Sehingga kebudayaan memiliki peran sebagai : 1. Jadi ada hubungan berkelanjutan antara realitas internal dengan realitas eksternal. Kebutuhan-kebutuhan tersebut dipenuhi oleh kebudayaan yang bersumber pada masyarakat itu sendiri.interaksi antara manusia dengan segala isi alam raya ini. Tahap objektivitas adalah tahap aktivitas manusia menghasilkan suatu realitas objektif yang berada di luar diri manusia. kemauan. Petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berperilaku di dalam pergaulan 6. dan tahap internalisasi. Pembeda manusia dan binatang 5. Dialektika ini didasarkan pada pendapat Peter L. nyatalah bahwa manusia menciptakan kebudayaan. Manusia yang telah dilengkapi Tuhan dengan akal dan pikirnya menjadikan mereka khalifah di muka bumi dan diberikan kemampuan yang disebutkan oleh Supartono (dalam Rafael Raga Maran. fantasi dan perilaku. perasaan dan emosi. Dengan sumber-sumber kemampuan daya manusia tersebut. Manusia memiliki kemampuan daya antara lain akal. Dialektika fundamental ini terdiri dari tiga tahap : tahap eksternalisasi. intelegensia dan intuisi. Kebudayaan adalah produk manusia. 2006 : 5). 1999 : 36) sebagai daya manusia. Dengan kata lain.

Selain itu manusia dan masyarakat memerlukan kepuasan baik secara spiritual maupun materiil. PENGARUH BUDAYA TERHADAP LINGKUNGAN Budaya yang dikembangkan oleh manusia akan berimplikasi pada lingkungan tempat kebudayaan itu berkembang. mengapa suatu lingkungan tertentu akan berbeda dengan lingkungan lainnya dan menghasilkan kebudayaan yang berbeda pula. dimana taraf kebudayaannya lebih tinggi.bagaimana seharusnya bertindak. pada taraf permulaan manusia bersikap menyerah dan semata-mata bertindak di dalam batas-batas untuk melindungi dirinya. berbuat. Dengan menganalisis pengaruh akibat budaya terhadap lingkungan seseorang dapat mengetahui. Usaha untuk menjelaskan perilaku manusia sebagai perilaku budaya dalam kaidah dengan lingkungannya. Sebagai modal dasar pembangunan. terlebih lagi perspektif lintas budaya akan mengandung banyak variabel yang saling berhubungan dalam keseluruhan sistem terbuka. artinya orang asing. Kebudayaan juga memberikan aturan bagi manusia dalam mengolah lingkungan dengan teknologi hasil ciptaannya. Keadaan yang berbeda pada masyarakat yang telah kompleks. Suatu kebudayaan memancarkan suatu ciri khas dari masyarakatnya yang tampak dari luar. E. Manusia merupakan mahluk yang berbudaya. Beberapa variabel yang berhubungan dengan masalah kebudayaan 15 . Pendekatan yang saling berhubungan dengan psikologi lingkungan adalah pendekatan sistem yang melihat rangkaian sistemik antara beberapa sub sistem yang ada dalam melihat kenyataan lingkungan total yang melingkupi satuan budaya yang ada. Hasil karya masyarakat melahirkan teknologi atau kebudayaan kebendaan yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi masyarakat terhadap lingkungan di dalamnya. Dalam tindakan untuk melindungi diri dari lingkungan alam. melalui akalnya manusia dapat mengembangkan kebudayaan. menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain 7. berbagai macam kekuatan harus dihadapi manusia dan masyarakat seperti kekuatan alam dan kekuatan lain. Kebudayaan masyarakat tersebut sebagian besar dipenuhi oleh kebudayaan yang bersumber pada masyarakat itu sendiri. Begitu pula manusia hidup dan tergantung pada kebudayaan sebagai hasil ciptaannya. Kebudayaan mempunyai fungsi yang besar bagi manusia dan masyarakat. Hasil karya tersebut yaitu teknologi yang memberikan kemungkinan yang luas untuk memanfaatkan hasil alam bahkan menguasai alam.

mengacu pada persepsi dan kepercayaan kognitif yang berbeda-beda pada setiap masyarakat mengenai lingkungannya Environmental Behavior and Process. 2. wilayah geografis. meliputi aspek-aspek kebudayaan beserta proses sosialisasi seperti : norma-norma. Hambatan budaya yang berkaitan dengan pandangan hidup dan sistem kepercayaan Keterkaitan orang Jawa terhadap tanah yang mereka tempati secara turun temurun diyakini sebagai pemberi berkah kehidupan.dan lingkungan : Physical environment. Padahal hidup mereka umumnya miskin. dan nilai-nilai Environmental Orientation and Representation. bahwa kebudayaan yang berlaku dan dikembangkan dalam lingkungan tertentu berimplikasi terhadap pola tata laku. komunitas. F. menunjuk pada lingkungan natural seperti temperatur. meliputi hasil tindakan manusia seperti membangun rumah. Mereka enggan meninggalkan kampung halamannya atau beralih pola hidup sebagai petani. Contohnya. curah hujan. iklim. kota beserta usaha-usaha manusia dalam memodifikasi lingkungan fisik seperti budaya pertanian dan iklim. flora dan fauna Cultural Social Environment. norma. program keluarga 16 . meliputi bagaimana masyarakat menggunakan lingkungan dalam hubungan sosial Out Carries Product. - - - - Dengan demikian dapat dikatakan. adat istiadat. PROBLEMATIKA KEBUDAYAAN Beberapa problematika kebudayaan antara lain : 1. nilai dan aspek kehidupan lainnya yang akan menjadi ciri khas suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan persepsi atau sudut pandang hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan persepsi atau sudut pandang ini dapat terjadi antara masyarakat dan pelaksana pembangunan.

Sikap etnosentrisme dapat menimbulkan kecenderungan perpecahan dengan sikap kelakuan yang lebih tinggi terhadap budaya lain.berencana atau KB semula ditolak masyarakat. seolah-olah tertutup untuk menerima program-program pembangunan. Sikap tradisionalisme yang berprasangka buruk terhadap hal-hal baru Sikap ini sangat mengagung-agungkan budaya tradisional sedemikian rupa. Masing-masing kebudayaan itu dianggap sebagai satu ciri khas daerah lokal. G. ras dan antar golongan. 3. 6. Kebudayaan yang berkembang dalam suatu wilayah seperti Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari beberapa suku bangsa dan budaya yang beraneka ragam. Hal ini disebabkan karena adanya kekhawatiran penduduk bahwa di tempat yang baru hidup mereka akan lebih sengsara dibandingkan dengan hidup mereka di tempat yang lama. sebagai contoh nuklir dan bom dibuat justru untuk menghancurkan manusia bukan untuk melestarikan suatu generasi. karena pengetahuannya serba terbatas. PERUBAHAN KEBUDAYAAN 17 . obatobatan diciptakan untuk kesehatan tetapi dalam penggunaannya banyak disalahgunakan yang justru mengganggu kesehatan manusia. Sikap Etnosentrisme Sikap etnosentrisme adalah sikap yang mengagungkan budaya suku bangsanya sendiri dan menganggap rendah budaya suku bangsa lain. Masyarakat daerah-daerah terpencil yang kurang komunikasi dengan masyarakat luar. Hambatan budaya berkaitan dengan faktor psikologi atau kejiwaan Upaya untuk mentransmigrasikan penduduk dari daerah yang terkena bencana alam banyak mengalami kesulitan. 5. sering kali disalahgunakan oleh manusia. agama. 4. Yang terkadang justru menimbulkan sikap etnosentrisme pada anggota masyarakat dalam memandang kebudayaan orang lain. Perkembangan IPTEK sebagai hasil dari kebudayaan. Masyarakat yang terasing dan kurang komunikasi dengan masyarakat luar. Sikap semacam ini akan mudah memicu timbulnya kasus-kasus sara. 7. mereka beranggapan bahwa banyak anak banyak rezeki. yang menganggap hal-hal baru itu akan merusak tatanan hidup mereka yang sudah mereka miliki secara turun temurun. yakni pertentangan suku.

atau karena perubahan dalam pandangan hidup dan konsepsinya tentang realitas. karsa. Dengan demikian. yaitu yang akan memusnahkan manusia sebagai pencipta kebudayaan tersebut. perubahan kebudayaan sebagai hasil cipta. Perubahan lingkungan alam b. bukan sebaliknya. yaitu : a. Namun. 18 . Ada lima faktor yang menjadi penyebab perubahan kebudayaan. Perubahan yang disebabkan adanya kontak dengan suatu kelompok lain c. Perubahan yang terjadi karena suatu bangsa memodifikasi cara hidupnya dengan mengadopsi suatu pengetahuan atau kepercayaan baru. kebudayaan akan mengalami perubahan. oleh karenanya tidak ada kebudayaan yang bersifat statis. Perubahan yang terjadi karena suatu masyarakat atau bangsa mengadopsi beberapa elemen kebudayaan materal yang telah dikembangkan oleh bangsa lain di tempat lain e. dan rasa manusia adalah tentu saja perubahan yang memberi nilai manfaat bagi manusia dan kemanusiaan. Perubahan karena adanya penemuan (discovery) d.Sebagaimana diketahui bahwa kebudayaan mengalami perkembangan (dinamis) seiring dengan perkembangan manusia itu sendiri.

karena diantaranya ada perbedaan fisik yang gampang dikenali. fisik. Seperti di tengahtengah pasar yang penuh orang atau di lapangan di mana berkumpul ribuan orang kita akan dapat mengenali orang yang sudah kita kenal. Contohnya si Waru berbeda dengan si Dadap. atau jasmaninya saja. unsur raga dan jiwa. keutuhan raga dan jiwanya. Manusia Individu sebagai Mahluk Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individuum. Jadi individu artinya tidak terbagi. Dari sekian banyak manusia. Kita dapat membedakan seseorang dari lainnya berdasarkan perbedaan-perbedaan yang ada. kita dapat mengenali seseorang yang sudah kita kenal karena memiliki ciri fisik yang sudah kita kenal. tidak ada manusia yang persis sama. Jadi sebutan individunya tepat bagi manusia yang memiliki keutuhan jasmani dan rohaninya. Setiap anggota fisik manusia tidak ada yang persis sama. atau suatu kesatuan. tetapi kalau perhatian kita tujukan pada hal yang lebih detail. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Kata in salah satunya mengandung pengertian tidak. bila hal terjadi pada kumpulan atau kerumunan hewan dan 19 . unsur fisik dan psikis. Dalam bahasa Inggris Individu berasal dari kata in dan divided. mereka tidak ada yang memiliki ciri fisik dan psikis yang persis sama. Sekalipun orang itu terlahir secara kembar. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut lagi sebagai individu. baik pada perbedaan fisik maupun psikis. Walaupun secara umum manusia itu memiliki perangkat fisik yang sama. sifat dan lain-lainnya. ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Manusia sebagai mahluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani. merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. keutuhan fisik dan psikisnya. Sebaliknya. artinya yang tak terbagi. Begitu pula dalam kumpulan atau kerumunan ribuan atau jutaan manusia. Perbedaan itu terletak pada bentuk. Bila seseorang hanya tinggal raga. maka dia tidak dikatakan sebagai individu. INDIVIDU DAN MASYARAKAT 1. Jadi pengertian manusia sebagai mahluk individu mengandung arti bahwa unsur yang ada dalam diri individu tidak terbagi. atau ada unsur fisik dan psikisnya.BAB 3. Setiap manusia memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri. sedangkan divided artinya terbagi. atau ada unsur raga dan jiwanya. ukuran. Dalam diri individu ada unsur jasmani dan rohaninya. makro akan terdapat perbedaan-perbedaan. MANUSIA SEBAGAI INDIVIDU DAN MAHLUK SOSIAL A. meskipun sama-sama terlahir sebagai manusia kembar.

kurus atau langsing. karakter. Karakteristik yang khas dari seseorang ini sering kita sebut dengan kepribadian. bisa juga terjadi pada bagian-bagian tubuh tertentu saja. Faktor genotipe adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir. Kita melakukan interaksi sosial dengan anggota keluarga. Seorang individu adalah perpaduan antara faktor genotipe dan fenotipe. ada yang kulitnya cokelat. kemiripan atau persamaan itu mungkin saja terjadi pada keseluruhan penampilan fisiknya. Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial. cerewet atau lainnya. Faktor lingkungan ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang. dibawa individu sejak lahir. hitam atau putih. Lingkungan sosial. cenderung berbeda pula kebiasaan dan perilaku orang orangnya. Seseorang yang sehari-harinya bergaul dengan lingkungan temannya yang bekerja sebagai sopir atau kenek di terminal memiliki kebiasaan yang khas bagi kelompoknya. Sifat. Lingkungan fisik seperti kondisi alam sekitarnya. baik itu lingkungan buatan seperti tempat tinggal (rumah) dan lingkungan. Dilihat dari sifat. Kita bisa melihat secara fisik bagian tubuh mana dari kita yang memiliki kemiripan dengan orang tua kita. dengan teman. Kalau seorang individu memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dibawa sejak lahir. Secara fisik seseorang memiliki kemiripan atau kesamaan ciri dari orang tuanya. Orang yang tinggal di daerah pantai memiliki sifat dan kebiasaan yang berbeda dengan yang tinggal di daerah pegunungan. berbeda dengan mereka yang tinggal di daerah pegunungan. ia merupakan faktor keturunan. sabar. Lewat ciri-ciri fisik seseorang pertama kali mudah dikenali. ada orang yang periang. begitu pula mengenai sifat atau karakter kita ada yang mirip seperti ayah dan ibu. kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara 20 . memiliki kebiasaan yang khas pula bagi kelompoknya. Ada bagian tubuh kita yang mirip ibu atau ayah. atau gaya dan selera orang juga berbeda-beda. perangai. sulit bagi kita untuk mengenali satu hewan di tengah ribuan hewan yang sejenis. Ada orang yang gemuk. perangai. Berbeda lingkungan tempat tinggal. dan kelompok sosial lain yang lebih besar. ada yang rambutnya lurus ada ikal. ia juga memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan. merujuk pada lingkungan di mana seorang individu melakukan interaksi sosial. Mungkin orang yang tinggal di daerah pantai bicaranya keras. Ciri seorang individu tidak hanya mudha dikenali lewat ciri fisik atau biologinya. atau karakternya. Menurut Nursyid Sumaatmadja. Begitu pula dengna orang yang lingkungan sosialnya berada di pesantren. Sedangkan lingkungan yang bukan buatan seperti kondisi alam geografis dan iklimnya.binatang.

tidak bisa dengan seenaknya berpkaian menurut kehendak anda sendiri. jika mendapat rangsangan dari lingkungan. 21 . Oleh karena itu manusia dikatakan sebagai mahluk sosial. yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologisnya. Orang yang berprofesi sebagai artis. dan di lingkugnan yang lebih besar manusia tidak lepas dari pengaruh orang lain. misalnya berbeda dengan keluarga yang suasananya otoriter dan kurang religius. yaitu mahluk yang didalam hidupnya tidak bsia melepaskan diri dari pengaruh manusia lain. seperti tunduk pada aturan. modis atau necis oleh orang lain. di rumah. dan masyarakat. Dengan demikian. Keluarga yang terbiasa dengan suasana demokratis dan religius. Selama manusia hidup ia tidak akan lepas dari pengaruh masyarakat. Begitu pula lingkungan tetangga yang familiar dan gotong royong berbeda dengan yang kurang akrab dan individualis. akan terbentuk kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat yang didasari oleh kesamaan ciri atau kepentingan. Perilaku manusia dipengaruhi oleh orang lain. Manusia Sosial sebagai Mahluk Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak lepas dari pengaruh orang lain. dan keinginan mendapat respons positif dari orang lain (pujian). juga dikarenakan pada diri manusia ada dorongan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain. Selain individu. Manusia dikatakan sebagai mahluk sosial. tetangga. cenderung untuk mencari teman sesama artis lagi. Anda harus tunduk pada aturan atau kebiasaan yang wajar di masyarakat. Ketika anda memakai baju anda berusaha untuk tampil yang menurut anda akan dinilai pantas. kelompok sosial yang lebih besar seperti keluarga. 2. ia melakukan sesuatu dipengaruhi faktor dari luar dirinya. memiliki ciri/karakter/kebiasaan yang berbeda-beda pula. tunduk pada norma masyarakat. di sekolah. Kepribadian seseorang itu dipengaruhi faktor bawaan (genotipe) dan faktor lingkungan (fenotipe) yang saling berinteraksi terus menerus. baik. Misalnya orang kaya cenderung berteman dengan orang kaya. Dalam konteks sosial yang disebut masyarakat. Setiap orang memiliki kepribadian yang membedakan dirinya dengan yang lain. manusia memiliki kebutuhan untuk mencari kawan atau teman.potensi-potensi biopsiko fisikal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan. setiap orang akan mengenal orang lain oleh karena itu perilaku manusia selalu terkait dengan orang lain. Kebutuhan untuk berteman dengan orang lain. sering kali didasari atas kesamaan ciri atau kepentingannya masing-masing. Ketika anda pergi ke kampus atau ke tempat lain. ada kebutuhan sosial (social need) untuk hidup berkelompok dengan orang lain.

Manusia dikatakan juga sebagai mahluk sosial, karena manusia tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengahtengah manusia. Ketika bayi lahir, ia memerlukan pertolongan manusia lainnya. Bayi sama sekali tidak berdaya ketika ia lahir, ia tidak bisa mempertahankan hidupnya tanpa pertolongan orang lain. Berbeda dengan hewan, jerapah misalnya, ketika binatang ini lahir hanya dalam hitungan menit ia sudah bisa berdiri tegak dan berjalan mengikuti induknya. Kenapa hewan bisa mempertahankan hidupnya walaupun tanpa pertolongan hewan lainnya ? karena untuk mempertahankan hidupnya hewan dibekali dengan insting, insting atau naluri adalah sesuatu yang dibawa sejak lahir, yang diperoleh bukan melalui proses belajar. Manusia berbeda dengan hewan, untuk mempertahankan hidupnya, ia dibekali dengan akal. Insting yang dimiliki manusia sangat terbatas, ketika bayi lahir misalnya ia hanya memiliki insting menangis. Bayi lapar maka ia menangis, kedinginanpun ia menangis, pipis ia pun menangis. Manusia memiliki potensi akal untuk mempertahankan hidupnya. Namun potensi yang ada dalam diri manusia itu hanya mungkin berkembang bila ia hidup dan belajar di tengah-tengah manusia. Untuk bisa berjalan saja, manusia harus belajar dari manusia lainnya. Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bsia makan menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya. Cooley memberi nama looking-glass self untuk melihat bahwa seseorang dipengaruhi oleh orang lain. Nama demikian diberikan olehnya karena ia melihat manalogi antar pembentukan diri seseorang dengan perilaku orang yang sedang bercermin, kalau cermin memantau apa yang terdapat di depannya, maka menurut Cooley diri seseorang memantau apa yang dirasakannya sebagai tanggapan masyarakat terhadapnya. Cooley berpendapat bahwa looking glass self terbentuk melalui tiga tahap. Pada tahap pertama seseorang mempunyai persepsi mengenai pandangan orang lain terhadapnya. Pada tahap berikut seseorang mempunyai persepsi mengenai penilaian orang lain terhadap penampilannya. Pada tahap ketiga seseorang mempunyai perasaan terhadap apa yang dirasakannya sebagai penilaian orang lain terhadapnya itu. Untuk memahami pendapat Cooley di sini dapat disajikan suatu contoh. Seorang siswa yang cenderung memperoleh nilai-nilai rendah (misalnya, nilai 4 atau 5) dalam ujian-ujian semesternya, misalnya bahwa para guru di sekolahnya menganggapnya bodoh. Ia merasa pula bahwa karena ia dinilai bodoh maka ia kurang dihargai para gurunya. Karena merasa kurang dihargai, siswa tersebut menjadi murung. Jadi disini perasaan diri sendiri seseorang merupakan pencerminan dari penilaian orang lain (looking glass self). Dalam kasus tersebut diatas, pelecehan
22

oleh guru ini ada dalam benak si siswa dan mempengaruhi pandangannya mengenai dirinya sendiri terlepas dari soal apakah dalam kenyataan para guru memang berperasaan demikian terhadapnya. Apa yang terjadi bila seseorang tidak berinteraksi dengan manusia ? seseorang yang tidak hidup dengan manusia lainnya tidak akan dapat berinteraksi dengan orang lain. hal ini terungkap dari kasus anak-anak yang ditemukan dalam keadaan terlantar (feral children). Ada kisah, yaitu seorang anak laki-laki berusia sekitar 11-12 tahun yang pada tahun 1900 ditemukan diatas Saint Serin, Perancis, dan kasus gadis berusia tiga belas tahun di California, Amerika Serikat yang disekap ayahnya dalam gudang gelap sejak berumur satu setengah tahun. Light, Keller dan Calhoun (1989) mengisahkan kasus Anna yang semenjak bayi dikurung ibunya dalam gudang selama lima tahun. Dari kasus-kasus tersebut terungkap bahwa anak anak yang ditemukan tersebut tidak berperilaku sebagai manusia. Mereka tidak dapat berpakaian, buang air besar kecil dengan tertib, atau berbicara. Anna tidak dapat makan sendiri atau mengunyah, dan juga tidak dapat tertawa atau menangis. Genie tidak dapat berdiri tegak. Setelah berkomunikasi dengan masyarakat lambat laun anak-anak ini dapat mempelajari beberapa di antara kemampuan yang dimiliki manusia sebaya mereka, namun mereka tidak pernah tersosialisasi secara wajar dan cenderung meninggal pada usia muda. Salah satu teori peranan dikaitkan dengan sosialisasi oleh teori George Herbert Mead. Dalam teorinya yang diuraikan dalam buku Mind, Self and Society (1972). Mead menguraikan tahap-tahap pengembangan secara bertahap melalui interaksi dengan anggota masyarakat lain. menurut Mead pengembangan diri manusia ini berlangsung melalui beberapa tahap-tahap play stage, tahap game stage, dan tahap generalized other. Menurut Mead setiap anggota barumasyarakat hars mempelajari peranan-peranan yang ada dalam masyarakat. Sosialisasi adalah suatu proses di mana di dalamnya terjadi pengambilan peranan (role taking). Dalam proses ini seseorang belajar untuk mengetahui peranan yang harus dijalankannya serta peranan yang harus dijalankan orang lain. melalui pengusaan peranan yang ada dalam masyarakat ini seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain. Menurut Mead pada tahap pertama, play stage seorang anak kecil mulai belajar mengambil peranan orang-orang yang berada di sekitarnya. Ia mulai menirukan peranan yang dijalankan oleh orang tuanya, mislanya atau peranan orangg dewasa lain dengan siapa ia sering berinteraksi. Dengan demikian, kita sering melihat anak kecil yang dikala bermain meniru peranan yang dijalankan ayah, ibu, kakak, nenek, polisi, dokter, tukang pos, sopir dan sebagainya. Namun pada tahap ini sang anak belum sepenuhnya memahami isi peranan-peranan yang ditirunya itu. Seorang anak dapat meniru kelakuan ayah atau ibu berangkat ke tempat kerja, misalnya tetapi mereka tidak memahami alasan ayah atau ibu untuk bekerja dan makna kegiatan yang dilakukan
23

ayah atau ibu di tempat kerja. Seorang anak dapat berpura-pura menjadi petani, dokter, polisi tetapi tidak mengetahui mengapa petani mencangkul, dokter menyuntik pasien, polisi menginterogasi tersangka pelaku kejahatan. Pada tahap game stage seorang anak tidak hanya telah mengetahui peranan yang harus dijalankannya, tetapi telah pula mengetahui peranan yang harus dijalankan oleh orang lain dengan siapa ia berinteraksi. Contoh yang diajukan Mead ialah keadaan dalam suatu pertandingan seseorang anak yang bemain dalam suatu pertandingan tidak hanya mengetahui apa yang diharapkan orang lain darinya, tetapi juga apa yang diharapkan dari orang lain ikut bermain dalam pertandingan tersebut. Di kala bermain sebagai penjaga gawang dalam suatu pertandingan sepak bola, misalnya, ia mengetahui perananperanan yang dijalankan oleh para pemain lain (baik kesebelasan kawan maupun lawan), wasit, penjaga garis, dan sebagainya. Oleh Mead dikatakan bahwa pada tahap ini seseorang telah dapat mengambil peranan orang lain. Pada tahap awal sosialisasi, interaksi seorang anak biasanya terbatas pada sejumlah kecil orang lain biasanya anggota keluarga, terutama ayah dan ibu. Oleh Mead orang-orang yang penting dalam proses sosialisasi ini dinamakan significant others. Pada tahap ketiga sosialisasi seseorang dianggap telah mampu mengambil peranan yang dijalankan orang lain dalam masyarakat, mampu mengambil peranan generalized others. Ia telah mampu berinteraksi dengan orang lain dalam masyarakat karena telah memahami peranannya sendiri serta peranan orang lain dengan siapa ia berinteraksi. Selaku anak ia telah memahami peranan yang dijalankan orang tua; selaku siswa ia memahami peranan guru, selaku anggota Gerakan Pramuka ia memahami peranan para pembinannya. Jika seseorang telah mempunyai suatu diri. Dari pandangan-pandangan Mead ini tampak jelas pendiriannya bahwa diri seseorang terbentuk melalui interaksi dengan orang lain. Karena manusia adalah mahluk sosial, mereka berinteraksi dengan yang lain. tidak selamanya interaksi itu berjalan dengan baik, terkadang menimbulkan hal-hal lain yang negatif. Dalam hubungan antar anggota dan kelompok masyarakat, kita sering dihadapkan dengan perbedaan perbedaan. Misalnya, orang Jawa memiliki kebiasaan dan sifat-sifat yang khas, orang Sunda, Batak, Ambon, Padang, dan yang lainnya juga begitu. Terkadang ada sikap negatif yang diperlihatkan oleh suatu kelompok masyarakat terhadap kelompok masyarakat lainnya. Sikap khas yang sering ditampilkan itu disebut prasangka (prejudice). Prasangka (prejudice) merupakan suatu istilah yan mempunyai berbagai makna. Namun dalam kaitannya dengan hubungan antarklompok istilah ini mengacu pada sikap permusuhan yang ditujukan terhadap suatu kelompok tertentu atas dasar dugaan bahwa kelompok tersebut mempunyai ciri-ciri yang tidak menyenangkan. Sikap ini dinamakan prasangka tidak didasarkan pada pengetahuan, pengalaman ataupun bukti-bukti yang cukup memadai. Pandangan pria bahwa wanita

24

Orang yang berprasangka bersifat tidak rasional da berada di bawah sadar sehingga sukar diubah meskipun orang yang berprasangka tersebut diberi penyuluhan. 1. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain 4. Rakyat 25 . Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia. sementara para anggota DPR malah bertengkar memperebu tkan kedudukan. karena beberapa alasan yaitu . B. Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain 3. 1974) merupakan contoh-contoh mengenai prasangka antar kelompok. Dapat disimpulkan. pandangan orang kulit putih di daerah Selatan Amerika Serikat bahwa orang kulit hitam adalah orangorang yang tidak tahu diri dan yang bertekad untuk menyaingi karyawan kulit putih serta memperkosa wanita kulit putih. Bahkan mungkin anda sendiri pernah dan mungkin sering menggunakan kata masyarakat. baik dari orang lain maupun mendengar lewat media elektronik. Dalam kehidupan sehari-hari istilah atau kata masyarakat sering muncul. pandangan di kalangan orang Tionghoa di Semarang bahwa mereka lebih cerdas dan lebih mampu daripada orang Indonesia (Willmott. Bandingkan dengan contoh berikut ini : b. Masyarakat sudah banyak berkorban untuk kepentinga n PEMILU. 1970) pandangan di kalangan orang Sunda bahwa orang batak kasar dan agresif (Bruner. pendidikan atau bukti-bukti yang menyangkal kebenaran prasangka yang dianut. PENGERTIAN CIRI-CIRINYA MASYARAKAT DAN Anda tentu sudah sering mendengar kata masyarakat. seperti dalam contoh berikut ini : a. bahwa manusia dikatakan sebagai mahluk sosial.lebih banyak emosi dan kurang rasio. norma sosial 2. Manusia tunduk pada aturan.

sementara para anggota DPR malah bertengkar memperebu tkan kedudukan Contoh lain seperti berikut ini : c. Di satu waktu kita menggunakan kata “masyarakat” sesuai dengan makna kata “masyarakat” itu sendiri. Dua istilah (konsep) tersebut sering ditafsirkan secara sama. Beberapa definisi mengenai masyarakat bisa lihat di bawah ini. Lebih jauh lagi. seperti yang dikutip Nursyid. terkadang kita menggunakan kata masyarakat untuk makna yang bukan sebenarnya. Krech. Dalam konteks keseharian. seperti kata “rakyat” kita gunakan juga istilah “masyarakat” untuk menggantikannya atau juga sebaliknya. mengemukakan bahwa “a society 26 . Istilah masyarakat dalam bahasa Inggrisnya society. sering kali terjadi kesalahan pemahaman antara society dan community. Penggunaan kata masyarakat sering kali tercampur adukan dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat Kompleks Perumahan Tamansari Indah bergotongroyong membersih kan selokan. sedangkan istilah komunitas dalam bahasa Inggrisnya community. kita menggunakan kata “rakyat” untuk menggantikan kata “masyarakat”.sudah banyak berkorban untuk kepentinga n PEMILU. padahal sangat berbeda artinya. Terdapat perbedaan mendasar antara kedua konsep tersebut. Society atau masyarakat berbeda dengan komunitas (community) atau masyarakat setempat. Tetapi. kita sering mencampuradukan istilah “masyarakat’ dan “komunitas” seperti dalam contoh (c) di atas.

and of action”. Dalam masyarakat tersebut terdapat ikatan-ikatan berupa tujuan. (1980 : 300) memberikan batasan masyarakat sebagai berikut : Society is a group human beings cooperating in the persuit of several of their major interest. Kelompok manusia 27 . Selanjutnya. Unsur masyarakat berdasarkan definisi ini. sudah memiliki system social atau struktur sosial tersendiri 4. Dalam hal ini. Unsur masyarakat menurut definisi tadi adalah : 1. sudah terbentuk dengan lama 3. sikap dan bentuk tindakan yang sama. and a composition including representation of fundamental human types. attitudes. dan tindakan sejumlah manusia yang sedikit banyak berkecenderungan sama. Crutchfield. specifically men. tujuan. keyakinan. Kumpulan orang 2. attitudes. dan Ballachey (1975 : 308) mengemukakan definisi masyarakat sebagai “ a society is that it is an organized collectivity of interacting people whose activities become centered arround a set of common goals. women and children. and modes of action. interaksi dan tindakan itu tentu saja. tindakan terungkap pada interaksi manusianya. masyarakat lebih dicirikan oleh interaksi. complex associational relationship. in variably including self maintenance and self-perpetuation. interaksi serta tindakan sosial. keyakinan. fairchild. memiliki kepercayaan. adalah : 1.” Jadi ciri atau unsur masyarakat adalah : 1. The concept of society includes continuity. Pada konsep ini. and who tend to share common belief. Kolektivitas interaksi manusia yang terorganisasi 2. and who tend to share common beliefs. Memiliki kecenderungan untuk memiliki keyakinan. sikap dan perilaku yang dimiliki bersama Krech. et al.is that it is an organized collectivity of interacting people whose activities become centered arrounds a set of common goals. Kegiatannya terarah pada sejumlah tujuan yang sama 3. kegiatan.

4. tidak terjadi dalam waktu yang singkat. relasi manusia sebagai suatu bentuk masyarakat itu. Adanya keterpaduan atau kesatuan diri berlandaskan kepentingan utama 3. kelompok yang melakukan jalinan sosial dalam waktu yang relatif lama itu pasti menempati kawasan tertentu. Bagaimanapun. dapat dikemukakan definisi masyarakat menurut Horton dan Hunt (1982 : 47) sebagai berikut : “ a society is a relatively independents. 5. karakteristik dari masyarakat itu adalah adanya sekelompok manusia yang menunjukkan perhatian bersama secara mendasr. melainkan secara berkesinambungan dalam waktu yang relatif cukup lama. and have most of their association within this group. Di antara istilah (konsep) masyarakat yang telah dikemukakan di atas. justru yang ada yaitu mengenai persamaannya. masyarakat itu merupakan kelompok atau kolektivitas manusia yang melakukan antarhubungan. serta telah melakukan jalinan sedara berkesinambungan dalam waktu yang relatif lama. Akhirnya. 2. nilai norma. berlandaskan perhatian dan tujuan bersama. menempati kawasan tertentu. Pengertian kebudayaan di sini.2. sedikit banyak bersifat kekal. dan lain-lain yang merupakan penikut serta melekat pada interaksi sosial 28 . memiliki kebudayaan serta terjalin dalam suatu hubungan di antara anggota-anggotanya. yaitu adanya kebudayaan yang dihasilkan oleh masyarakat tersebut. tidak ada perbedaan ungkapan yang mendasar. 3. meliputi tradisi. Dengan demikian. Hubungan antar manusia itu tidak dapat berkesinambungan dan kekal. pemeliharaan kekkalan bersama. Salah satu unsur masyarakat lainnya yang melekat. Unsur atau ciri masyarakat menurut konsep Horton dan Hunt adalah : 1. Adanya hubungan yang pelik di antara anggotanya Menurut konsep ini. Adanya kesinambungan 5. Adanya pertahanan dan kekekalan diri 4. upacara-upacara tertentu. Meskipun pada dua konsep yang terdahulu tidak dinyatakan tentang kawasan itu. Kelompok manusia yang sedikit banyak memiliki kebebasan dan bersifat kekal menempati suatu kawasan memiliki kebudayaan memiliki hubungan dalam kelompok yang bersangkutan Dengan demikian. Yang utama. karakteristik dari masyarakat itu terutama terletak pada kelompok manusia yang bebas dan bersifat kekal. self perpetuating human group who occupy territory share a culture. jika tidak terjadi dalam suatu wadah yang kita sebut kawasan atau daerah. secara eksplisit tersirat pada kontinuitas dan kekekalan. perwakilan manusia menurut sejenisnya yang berhubungan satu sama lain secara berkesinambungan.

Jadi bukan hanya kumpulan atau kerumunan orang dalam waktu sesaat. karena itu lebih tepat disebut sebagai masyarakat setempat (komunitas). dapat kita simpulkan sebagai berikut : 1. norma. seperti kerumunan orang di terminal. kita tidak akan lepas dari masyarakat. Memiliki kebudayaan. serta menerima pengaruh dari lingkungan sosial yang disebut masyarakat. Berdasarkan pengamatan dan penghayatan. 2. 4. oleh karena itu kumpulan orang di desa merupakan bentuk khusus dari masyarakat yang lebih terikat pada daerah setempat. Dari sekian banyak unsur masyarakat yang dikemukakan para ahli di atas. ia akan mengenal orang lain. dan perilaku yang dimiliki brsama 5. sikap dan perilaku yang dimiliki bersama ? Orang desa sangat terikat dengan tempat tinggalnya. dan paling utama mengenal diri sendiri selaku anggota masyarakat. sikap. 29 . Kepentingan yang melekat pada diri masing-masing menjadi dasar interaksi sosial yang mewujudkan masyarakat sebagai wadahnya. pasar atau di lapang sepak bola. Kalau kita rumuskan. mencari nafkah. kita setuju bahwa manusia sejak lahir sampai mati ia selalu terikat dengan masyarakat. Sepanjang hayat dikandung badan. Apakah kerumunan orang di pasar dapat dikategorikan sebagai masyarakat ? Apakah kumpulan orang yang tinggal di desa dapat dikategorikan sebagai masyarakat. Selanjutnya orang-orang yang membentuk masyarakat harus memiliki kesadaran bahwa mereka merupakan satu kesatuan. 3. Kerumunan orang di pasar tidak dapat dikategorikan sebagai masyarakat karena tidak memiliki ciri-ciri sebagai masyarakat. dimana mereka menciptakan nilai.warga masyarakat yang bersangkutan. Kumpulan orang Sudah terbentuk dengan lama Sudah memiliki sistem dan struktur sosial tersendiri Memiliki kepercayaan (nilai). Masalah ini dibahas pada bagian yang membahas komunitas. dan kebudayaan bagi kehidupan mereka. masyarakat adalah kumpulan orang yang didalamnya hidup bersama dalam waktu yang cukup lama. Masyarakat merupakan suatu sistem hidup bersama. Karena tiap orang ada dalam konteks sosial yang disebut masyarakat. Apakah kumpulan orang yang tinggal di desa dapat dikategorikan sebagai masyarakat ? Apakah mereka sudah terbentuk dan hidup bersama dengan lama ? Apakah mereka sudah memiliki sistem sosial atau struktur sosial sendiri ? Apakah mereka memiliki kepercayaan. Dalam kebersamaan yang lama terjadi interaksi sosial. Adanya kesinambungan dan pertahanan diri 6.

community (masyarakat setempat) atau komunitas merupakan bagian kelompok dari masyarakat (society) dalam lingkup yang lebih kecil. Suatu komunitas pasti mempunyai lokalitas atau tempat tinggal tertentu. Sesungguhnya antara society dan community itu ada perbedaan yangmendasar. istilah mana menunjuk pada warga-warga sebuah desa. dibandingkan interaksi dengan penduduk di luar batas wilayahnya. maka kelompok tadi dapat disebut masyarakat setempat. Namun. (Fairchild. et. adapasi considerabel degree of interpersonal acquaintance and contact. Dalam pengertian ini. Dengan mengambil pokok-pokok uraian di atas. Apabila anggota-anggota suatu kelompok baik kelompok itu besar atau kecil. The community has more limited self sufficiency than society. marilah kita ikuti beberapa definisinya sebagai berikut : Community is adaptasi sub-group many of the characteristic of society. Pengertian Masyarakat Setempat (Commmunity) atau Komunitas dan Ciri-Cirinya Pemakaian kata masyarakat sehari-hari biasanya meliputi juga “community” dalam bahasa Inggris atau pada masyarakat yang berbahasa Inggris. namun pada suatu saat tertentu mereka menempati wilayah tertentu. but within those limite has closer association and deeper sympathy. Al. but on adaptasi smaller scale. hidup bersama sedemikian rupa sehingga mereka merasakan bahwa kelompok tersebut dapat memenuhi kepentingan-kepentingan hidup yang utama. Jadi unsur pertama dari komunitas ialah adanya wilayah atau lokalitas. and with less extensive and coordinated common interest. Meskipun suatu kelompok manusia mereka adalah pengembara. Untuk lebih memahami hakikatnya. Dasar-dasar dari masyarakat setempat adalah lokalitas dan perasaan masyarakat setempat. Dr. “seolaholah” sama saja. dalam bahasa Indonesia. suku atau suatu bangsa. and some Special basic of coherence that separates it from neighbouring groups. sebuah kota. 1980 : 52). serta mereka lebih terikat oleh tempat (teritorial). Implicit in the concept of “community” is adaptasi territorial area. 30 .. Menurut Prof. istilah community dapat diterjemahkan sebagai “masyarakat setempat”.1. Soerjono Soekanto. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat setempat (community) adalah suatu wilayah kehidupan sosial yang ditandai oleh suatu derajat hubungan sosial yang tertentu. dapat dikatakan bahwa masyarakat setempat menunjuk pada bagian masyarakat yang bertempat tinggal di suatu wilayah (dalam arti geografis) dengan batasbatas tertentu di mana faktor utama yang menjadi dasarnya adalah interaksi yang lebih besar di antara anggota-anggotanya. Intinya mereka menjalin hubungan sosial (social relationship).

serta jumlah warganya. 2. saling memerlukan Unsur seperasaan muncul karena anggota komunitas memposisikan dirinya sebagai bagian dari kelompok lain yang lebih besar. sepenanggungan 3. Bentuk umum proses-proses sosial adalah interaksi sosial yang dapat juga dinamakan proses sosial. maka dapat dikatakan bahwa interaksi sosial adalah proses proses sosial. pertikaian. atau “perasaan kami”. Perasaan bersama antara anggota masyarakat setempat tersebut di atas disebut community sentiment. sedangkan pengertian masyarakat setempat (community) lebih terbatas dan juga dibatasi oleh areal kawasannya. Mereka menganggap dirinya sebagai “kami” ketimbang dengan “saya”. INTERAKSI SOSIAL DAN PELAPISAN SOSIAL Manusia berinteraksi dengan sesamanya dalam kehidupan untuk menghasilkan pergaulan hidup dalam suatu kelompok sosial. Unsur saling memerlukan muncul karena setiap anggota dari komunitas tidak bisa memenuhi kebutuhannya tanpa bantuan anggota lainnya. seperasaan 2. Setiap community sentiment memiliki unsur : 1. karena interaksi sosial merupakan 31 . Pengertian masyarakat (society) sifatnya lebih umum dan lebih luas. Namun ditinjau dari aktivitas hubungannya. Unsur sepenanggungan muncul karena setiap anggota masyarakat setempat sadar akan peranannya dalam kelompok. C. Ada saling ketergantungan untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikologisnya. Pergaulan hidup semacam itu baru akan terjadi apabila manusia dalam hal ini orang perorangan atau kelompok manusia bekerja sama.Unsur yang kedua dari komunitas adalah perasaan saling ketergantungan atau saling membutuhkan. lebih erat pada masyarakat setempat (community) daripada masyarakat (society) dan persatuannya juga lebih erat. Umpamanya “tujuan kami”. Setiap anggota menjalankan pernannya sesuai dengan posisi kedudukannya masing-masing. saling berbicara dan sebagainya untuk mencapai tujuan bersama mengadakan persaingan. Pengertian masyarakat (society) jelas berbeda dengan pengertian masyarakat setempat (community) atau komunitas. yang menunjuk pada hubungan-hubungan sosial yang dinamis. “kelompok kami”. dan lain-lain. Perasaan anggota masyarakat setempat dengan anggota lainnya didasari adanya persamaan tempat tinggal.

Menurut Gillin and Gillin (1954) yang menyatakan bahwa interaksi sosial adalah hubungan-hubungan antara orang-orang secara individual. 32 • • . a. 1. atau bahkan mungkin berkelahi. berjabat tangan. dan orang perorangan dengan kelompok Interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik antara individu dengan individu. antara individu dengan kelompok. ada beberapa pengertian interaksi sosial yang ada di lingkungan masyarakat. antar kelompok orang. Interaksi sosial merupakan hubungan hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan orang perorangan dengan sekelompok manusia. Seperti kita ketahui. Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan bentuk interaksi sosial. Apabila dua orang bertemu interaksi sosial dimulai. dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi. oleh karena interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. bahwa manusia dalam kehidupan sehari-hari tidaklah lepas dari hubungan satu dengan yang lain. bahwa : “interaksi sosial adalah hubungan antara dua individu atau lebih. memberikan rumusan interaksi sosial. pada saat itu mereka saling menegur. Social Psycology. antara kelompok dengan kelompok.syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. diantaranya : • Menurut H. mengubah atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya. Booner dalam bukunya. Interaksi Sosial Interaksi adalah proses dimana orang-orang berkomunikasi saling mempengaruhi dalam pikiran dan tindakan. Berikut akan dibahas bagaimana interaksi sosial dan pelapisan sosial itu. Interaks i Sosial sebagai Faktor Utama dalam Kehidu pan Bentuk umum proses-proses sosial adalah interaksi sosial (yang dapat juga dinamakan proses sosial).

berjabat tangan. Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia terjadi antara kelompok tersebut sebagai kesatuan dan biasanya tidak menyangkut pribadi anggota-anggotana. Karena dalam psikologi sugesti dibedakan adanya. Interaksi tersebut terjadi secara lebih mencolok. 2) Faktor Sugesti Yang dimaksud sugesti di sini ialah pengaruh psikis. Apabila dua orang bertemu. apabila terjadi pertentangan antara kepentingan-kepentingan orang perorangan dengan kepentingan-kepentingan kelompok.Bentuk lain dari proses-proses sosial hanya merupakan bentukbentuk khusus dari interaksi sosial. Arti sugesti dan imitasi dalam hubungannya. interaksi dimulai . 3) Faktor Identifikasi Identifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identik (sama) dengan orang lain. Dalam ilmu jiwa sosial sugesti dapat dirumuskan sebagai satu proses dimana seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau pedoman-pedoman tingkah laku dari orang lain tanpa dikritik terlebih dahulu. yaitu sugesti yang datang dari orang lain. Bedanya ialah bahwa dalam imitasi orang yang satu mengikuti salah satu dirinya. 33 . Faktor ini telah diuraikan oleh Gabriel Tarde yang beranggapan bahwa seluruh kehidupan sosial itu sebenarnya berdasarkan pada faktor imitasi saja. yang pada umumnya diterima tanpa adanya daya kritik. Aktivitasaktivitas semacam itu merupakan bentuk dari interaksi sosial. Adapun faktor-faktor interaksi sosiaL yaitu : yang mendasari berlangsungnnya 1) Faktor Imitasi Faktor imitasi mempunyai peranan sangat penting dalam proses interaksi sosial. baik yang datang dari dirinya sendiri maupun dari orang lain. Interaksi sosial antara kelompok-kelompok terjadi antara kelompok lazim juga terjadi di dalam masyarakat. lalu diterima oleh orang lain diluarnya. saling berbicara atau bahkan mungkin berkelahi. sedangkan pada sugesti seseorang memberikan pandangan atau sikap dari dirinya. pada saat itu mereka saling menegur. yaitu sugesti terhadap diri sendiri yang datang dari dirinya sendiri Heterosugesti. • • Autosugesti. baik secara lahiriah maupun batiniah. Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat membawa seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah yang berlaku. dengan interaksi sosial adalah hampir sama.

dapat dikatakan bahwa imitasi dan sugesti terjadi lebih cepat. imitasi juga dapat melemahkan bahkan mematikan pengembangan daya kreasi seseorang. melainkan berdasarkan penilaian perasaan seperti juga pada proses identifikasi. sugesti. yaitu : 1) Adanya Kontak Sosial (Social Contact) Kata kontak berasal dari bahasa latin “con” yang artinya bersamasama dan “tanga” yang berarti menyentuh. bahwa hubungan sosial yang berlangsung pada identifikasi adalah lebih mendalam daripada hubungan yang berlangsung atas proses-proses sugesti maupun imitasi.Di sini dapat mengetahui. Berlangsungnya suatu proses interaksi yang didasarkan pada berbagai faktor di atas. walaupun di dalam kenyataannya proses tadi memang masih kompleks. bahwa interaksi sosial selalu menyangkut sejumlah pelaku yang saling mempengaruhi. b. namun pengaruhnya kurang mendalam apabila dibndingkan dengan identifikasi dan simpati yangrelatif lebih lambat pada proses berlangsungnya. Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat mendorong seseorang untuk memenuhi nilai-nilai yang berlaku. hubungan para pelaku tersebut terlihat secara nyata dalam bentuk tindakan tertentu. Selain itu. Hal-hal tersebut di atas merupakan faktor-faktor minimal yang menjadi dasar bagi berlangsungnnya proses interaksi sosial. di antaranya faktor imitasi. Namun demikian. Namun demikian. suatu interaksi sosial tidak akan berjalan dengan baik. 4) Faktor Simpati Simpati adalah perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang lain. Faktor-faktor tersebut dapat bergerak sendiri-sendiri secara terpisah maupun dalam keadaan yang bergabung. simpati timbul tidak atas dasar logis rasional. Bahkan orang dapat tiba-tiba merasa tertarik pada orang lain dengan sendirinya karena keseluruhan cara-cara tingkah laku menarik baginya. Tanpa adanya pemahaman yang sama tentang maksud dan tujuan masing-masing pelaku. faktor imitasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses interaksi sosial. Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial Untuk terjadinya suatu interaksi sosial diperlukan adanya syarat-syarat yang harus ada. Dalam bahasa lain Max Webber mengemukakan. imitasi mungkin pula mengakibatkan terjadinya halhal negatif dimana yang ditiru adalah tindakan-tindakan yang menyimpang. Jadi secara harfiah 34 . identifikasi dan simpati. sehingga kadang-kadang sulit untuk mengadakan pembedaan yang tegas antara faktor-faktor di atas. Apabila masing-masing ditinjau secara lebih mendalam. Dengan demikian.

dan sebagainya. Kontak primer terjadi apabila yang mengadakan kontak hubungan langsung bertemu dan bertatap muka. sedangkan kontak yang bersifat negatif dapat mengarahkan seseorang pada suatu pertentangan bahkan dapat menyebabkan tidak terjadinya interaksi sosial. Misalnya. atau sikap-sikap tertentu. Dalam komunikasi terdapat dua pihak yang terlibat. 2) Adanya komunikasi Seseorang memberikan tafsiran pada tingkah laku atau perasaanperasaan orang lain dalam bentuk pembicaraan. Proses demikian terjadi melalui Socialization. seorang anggota pramuka di atas sebuah bukit pada malam hari mengirimkan isyarat morse dengan lampu senter membuat huruf SOS secara berulang-ulang. yaitu: a) Antara orang perorangan. Sebagai gejala sosial kontak tidak perlu terjadi dengan saling menyentuh saja. berkirim kabar melalui surat. yaitusuatu proses dimana anggota masyarakat baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat dimana dia menjadi anggota. dan itu juga tidak terjadi suatu komunikasi. Apabila orang tidak memahami sandi morse. dan lainlain. saling tersenyum. barangkali isyarat tersebut dianggap sebagai sinar lampu biasa. misalnya dua partai politik bekerjasama untuk mengalahkan partai politik ketiga di dalam pemilihan umum. Kontak sosial ada yang bersifat positif dan ada pula yang bersifat negatif. Perlu dicatat bahwa terjadinya suatu kontak tidaklah semata-mata tergantung dari tindakan. Sebaliknya kontak sekunder memerlukan perantara.kontak berarti “bersama-sama menyentuh”. pasti ia akan segera mengerti maksud dari isyarat tersebut. pihak yang menyampaikan pesan disebut komunikator dan pihak penerima pesan disebut komunikan. akan tetapi juga tanggapan terhadap tindakan tersebut. Jadi dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah proses menyampaikan pesan dari satu pihak ke pihak lain sehingga terjadi pengertian bersama. Selain itu kontak sosial dapat terjadi dan berlangsung dalam tiga bentuk.misalnya orang berbicara melalui telepon. gerak-gerik badan. seperti misalnya apabila orang tersebut berjabat tangan. Kontak sosial dapat pula bersifat primer dan sekunder. 35 . Kontak sosial yang bersifat positif dapat mengarahkan pada suatu kerjasama. oleh karena itu orang dapat mengadakan hubungan dengan orang lain tanpa ahrus terjadi kontak secara fisik. misalnya anak kecil mempelajari kebiasaan di dalam keluarganya. b) Antara orang perorangan dengan suatu kelompok atau sebaliknya c) Antara kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya. Lain halnya bila isyarat tersebut diterima oleh anggota pramuka.

b. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial Bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa kerjasama (cooperation), persaingan (competition) dan pertentangan (conflict). Suatu keadaan dapat dianggap sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial, keempat bentuk pokok dari interaksi sosial tersebut tidak perlu merupakan kontinuitas dalam arti bahwa interaksi itu dimuali dengan adanya kerja sama yang kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertikaian untuk akhirnya sampai pada akomodasi. Gillin dan Gillin pernah mengadakan pertolongan yang lebih luas lagi. Menurut mereka ada dua macam proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial, yaitu : (a) Proses asosiasif, terbagi dalam tiga bentuk khusus yaitu akomodasi, asimilasi dan akulturasi (b) Proses Disosiatif, mencakup persaingan yang meliputi “contravention” dan pertentangan pertikaian. Adapun interaksi yang pokok proses-proses adalah : (1) Bentuk Interaksi Asosiatif Kerjasama (cooperation) Beberapa orang sosiolog menganggap bahwa posisi merupakan bentuk interaksi sosial yang pokok, sebaliknya sosiolog lainnya menganggap mereka bahwa kerjasama merupakan proses utama. Golongan yang terakhir tersebut memahamkan kerjasama untuk menggambarkan sebagian besar bentuk interaiksi sosial, atas dasar bahwa segala macam bentuk interaksi tersebut dapat dijumpai pada semua kelompok manusia. Kerjasama timbul karena orientasi orang perorangan terhadap kelompoknya dan kelompok lainnya. Sehubungan dengan pelaksanaan kerjasama ada tiga bentuk kerjasama yaitu : Bargaining, pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih. Cooperation, proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi, sebagai slaah satu cara untuk menghindari terjadinya

-

36

-

keguncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan. Coalition, kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama.

Akomodasi (Accomodation) Istilah akomodasi digunakan dalam dua arti, yaitu untuk menunjuk pada suatu keadaan, berarti suatu kenyataan adanya suatu keseimbangan dala interaksi antara orang perorangan dan kelompok manusia, sehubungan dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku di dalam masyarakat. Adapun bentuk-bentuk dari akomodasi, diantaranya : • • Coercion, yaitu suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksnakan karena adanya paksaan Compromise, suatu bentuk akomodasi dimana pihak yang terlibat masing-masing mengurangi tuntutannya, agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada. Arbitration, suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak yang berhadapan, tidak snggup untuk mencapainya sendiri Mediation, hampir menyerupai arbitration diundang pihak ketiga yang netral dalam soal perselisihan yang ada Conciliation, suatu usaha untuk mempertemukan keinginan pihak yang berselisih, bagi tercapainya suatu persetujuan bersma Tolerantion, bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formil bentuknya Stelemate, merupakan suatu akomodasi dimana pihak-pihak yang berkepentingan mempunyai yang seimbang, berhenti pada titik tertentu dalam melakukan pertentangannya. (2) Bentuk Interaksi Disosiatif Persaingan (Competition) Persaingan adalah bentuk interaksi yang dilakukan oleh individu
37

• •

• •

atau kelompok yang bersaing untuk mendapatkan keuntungan tertentu bagi dirinya dengan cara menarik perhatian atau mempertajam prasangka yang telah ada tanpa menggunakan kekerasan. Kontravensi (Contravention) Kontravensi bentuk interaksi yang berbeda antara persaingan dan pertentangan. Kontravensi ditandai oleh adanya ketidakpastian terhadap diri seseorang, perasaan tidak suka yang disembunyikan dan kebencian terhadap kepribadian orang, akan tetapi gejalagejala tersebut tidak sampai menjadi pertentangan atau pertikaian. Pertentangan (Conflict) Pertentangan adalah suatu bentuk interaksi individu atau kelompok sosial yang berusaha untuk mencapai tujuannya dengan jalan menentang pihak lain disertai ancaman atau kekerasan. Pertentangan memiliki bentuk-bentuk yang khusus, antara lain : • • • Pertentangan pribadi, pertentangan antar individu Pertentangan rasional, pertentangan yang timbul karena perbedaan ras Pertentangan kelas sosial, pertentangan yang disebabkan oleh perbedaan kepentingan antar kelas sosial Pertentangan politik, biasanya diantara partai-partai politik memperoleh kekuasaan negara. terjadi untuk

BAB 4. MANUSIA DAN PERADABAN

b. PENGERTIAN Di kalangan para ahli sampai saat ini sering terjadi perbedaan pendapat mengenai kedua istilah (kebudayaan dan peradaban) yang sering dicampuradukkan itu bahkan pendapat diantara para ahli kadang-kadang
38

Di mana unsur-unsur kebudayaan terintegrasi menjadi satu sistem budaya dan memiliki keterkaitan antara ketujuh unsur kebudayan universal yaitu sistem teknologi. Kebudayaan merupakan kelanjutan yang bertahap ke arah yang semakin kompleks. teknologi. Prof. Oswald Spengl (1880-1936) kebudayaan ialah wujud dari seluruh kehidupan adat. dan sebagainya dimana tiap bangsa di dunia memiliki karakter kebudayaan yang khas maka tak heran bila sebuah negara hanya unggul IPTEKnya saja atau keseniannya saja misalnya. Konsep peradaban tidak lain adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang tercermin dalam tingkat intelektual. seni dan lain-lain. dkk (1980:41 dalam Nursyid (1996:67) : 39 . berikut beberapa pengertian peradaban. Bierens De Hann mempertentangkan pengertian kebudayaan dan peradaban sebagai berikut. peralatan. Peradaban menurut Fairchild. Peradaban merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menyebutkan bagian-bagian atau unsur kebudayaan yang dianggap halus. keindahan. peradaban ialah kebudayaan yang sudah tidak tumbuh lagi sudah mati. peradaban ialah bagian-bagian kebudayaan yang halus dan indah seperti kesenian. Dr. peradaban adalah seluruh kehidupan sosial. ekonomi dan teknik. sosial. Untuk lebih jelasnya. Misalnya perkembangan kesenian. kepandaian manusia. politik. sistem mata pencaharian. Koentjaraningrat. spiritual yang terlihat pada masyarakatnya.bertentangan satu sama lain. industri filsafat dan sebagainya. - - Masyarakat telah mencapai tahap kebudayaan tertentu dan telah maju berarti masyarakat tertentu tersebut telah mencapai tingkat peradaban tinggi yang bercirikan penguasaan ilmu pengetahuan. IPTEK. religi dan bahasa. sedangkan kebudayaan ialah sesuatu yang berasal dari hasrat dan gairah yang lebih dan murni yang berada di atas tujuan yang praktis hubungan kemasyarakatan. teknologi. indah dan maju. Jadi peradaban adalah bidang kehidupan untuk kegunaan yang praktis. organisme.

technological and spiritual attainments. B. Karena 40 . adat sopan santun pergaulan. berarti telah mengalami evolusi kebudayaan yang lama dan bermakna sampai pada tahap tertentu yang diakui tingkat Iptek dan unsur-unsur budaya lainnya. Sebagai mahluk sosial manusia akan hidup bersama dengan manusia lain yang akan melahirkan suatu bentuk kebudayaan. seni rupa. maju dan indah seperti misalnya : kesenian. tehnologi dan spiritual tertentu yang telah mencapai tingkat tertentu tercermin pada pendukungnya yang dikatakan sebagai beradab atau mencapai peradaban yang tinggi. teknologi dan seni yang telah maju. peradaban adalah merupakan tahapan tertentu dari kebudayaan masyarakat tertentu pula. Untuk lebih jelasnya. keindahan. sebagai mahluk Tuhan. kepandaian menulis. dan sebagainya. Dengan demikian. yang telah mencapai kemajuan tertentu yang dicirikan oleh tingkat ilmu pengetahuan. Yang saling berkaitan dimana kepada Tuhan memiliki kewajiban untuk mengabdi pada Tuhan. masyarakat tersebut dapat dikatakan telah mengalami proses perubahan sosial yang berarti. the term implies a fairly high stage on the cultural evolutionary scale. organisasi kenegaraan. In ordinary usage. dapat dilihat pendapat Koenjaraningrat (1990 : 182) dalam Nursyid (1996 : 67) sebagai berikut : Di samping istilah “kebudayaan” ada pula istilah “peradaban”. Suatu masyarakat yang telah mencapai tahapan peradaban tertentu. the determinative characteristics being intellectual. More accurate usage world refer to more highly civilized peoples. sebagai individu harus memenuhi segala kebutuhan pribadinya dan sebagai mahluk sosialbudaya harus hidup berdampingan dengan orang lain dalam kehidupan yang selaras dan saling membantu. ilmu pengetahuan. Reference is made to “civilized peoples”. Istilah “peradaban” sering juga dipakai untuk menyebutkan suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi. HAKIKAT HIDUP MANUSIA Manusia dalam kehidupannya memiliki tiga fungsi. Atau dengan kata lain telah memasuki tahapan atau tingkatan peradaban tertentu. dan sistem kenegaraan dan masyarakat kota yang maju dan kompleks. seni bangunan. Hal yang terakhir adalah sama dengan istilah Inggris civilization yang biasanya dipakai untuk menyebutkan bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan yang halus. individu dan sosial budaya. sehingga taraf kehidupannya makin kompleks.Civilization is cultural development: distinctly human atributes and attainment of particular society. ilmu pengetahuan. Dengan demikian. aesthetic. peradaban tidak lain adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang dicirikan oleh taraf intelektual. Dengan demikian.

Herkovits : cultural determinan. Penemuan yang paling penting adalah kemajuan dan kepandaian bercocok tanam di samping penemuan teknologi baru. Dua orang antropolog Melville J. diikuti oleh daerah Mesir 5000-3000 SM. TEORI-TEORI MENGENAI PEMBANGUNAN. sehingga 41 . sedemikian rupa sehingga menyebabkan terjadinya penyerahan sumber penghasilan daerah ke pusat. V. Cina Utara 2500-300 SM. erak tubuh. Teori Dependensi (Ketergantungan) Pada umumnya memberikan gambaran melalui analisis dialektesis yaitu suatu analisis yang mengganggap bahwa gejala-gejala sosial yang dapat diamati sehari-hari pasti mempunyai penyebab tertentu. Perbedaan kebudayaan dengan peradaban adalah dua hal yang paling mudah untuk dijawab. KETERBELAKANGAN DAN KETERGANTUNGAN 1. tubuh.kebudayaan itu sendiri diperoleh manusia dari proses belajar pada lingkungan juga hasil pengamatan langsung. berdasarkan bukti arkeologis. Mesopotomia 3000-5000 SM dan daerah Peru Amerika Latin 2500-500 SM. Teori ini menjadi titik tolak penyesuaian ekonomi terbelakang pada sistem dunia. artinya segala sesuatu yang terdapat dalam manusia akan ada dan ditentukan dari budayanya. ahli arkeolog. Gordyn Chillde. larangan dan pantangan. Kebudayaan itu dapat diterima dengan tiga bentuk : Melalui pengalaman hidup saat menghadapi lingkungan Melalui pengalaman hidup sebagai mahluk sosial Melalui komunikasi simbolis (benda. peradaban maju pertama-tama muncul di daerah Mesopotamia sekitar 8000-4000 SM. tindakan yang diterima atau tidak. C. Lembah sungai Indus di India 2600-2400 SM. peristiwa dan lain lagi yang tahu sejenis) Karena tiap kebudayaan berbeda namun pada dasarnya memiliki hakikat yang sama yaitu : Terwujud dan tersalurkan lewat perilaku manusia Sudah ada sejak lahirnya generasi dan tetap ada setelah pengganti mati Diperlukan manusia yang diwujudkan lewat tingkah laku Berisi aturan yang berisi kewajiban.

Perubahan yang dikehendaki adalah bila seseorang mendapat kepercayaan sebagai pemimpin b. a. Perubahan yang dikehendaki dari perubahan yang tak diinginkan a. Perubahan terjadi karena usaha-usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan. Perubahan secara cepat disebut revolusi. Teori perubahan sosial menurut Moore : a. Primitivisme Bentuk-bentuk perubahan sosial menurut Soerjono Soekanto. Perubahan secara lambat disebut evolusi. Evolusi menurut siklus-siklus tertentu dengan kemunduran jangka pendek f. Dalam revolusi. Perubahan-perubahan yang pengaruhnya kecil dan perubahan yang pengaruhnya besar. a. 2. perubahan yang terjadi direncanakan lebih dahulu maupun tanpa rencana. Evaluasi melalui tahap-tahap c. Perubahan sosial yang tidak dikehendaki merupakan perubahan yang terjadi tanpa dikehendaki serta berlangsung dari jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat yang tidak 42 . Perubahan yang terjadi secara lambat dan perubahan yang terjadi secara cepat. 4. b. Siklus-siklus yang tidak mempunyai kecenderungan g. Pertumbuhan eksponarisial yang tergambar memulai tanda-tanda i. 3. Evolusi bercabang yang mewujudkan perubahan e. Pertumbuhan logistis yang digambarkan oleh populasi h.mengakibatkan perekonomian daerah menjadi terbelakang. Evolusi rektilinier yang sangat sederhana b. Evolusi yang terjadi dengan tahap kelajuan yang tidak serasi d. pada evolusi perubahan terjadi dengan sendirinya. tanpa suatu rencana atau suatu kehendak tertentu. keadaan dan kondisi-kondisi baru yang timbul dengan pertumbuhan masyarakat. Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan pada unsur struktur sosial yang tidak bisa membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat b. Perubahan yang pengaruhnya besar seperti proses industrialisasi pada masyarakat agraris.

atau dari satu daerah ke daerah lain. Berkurangnya penduduk mungkin dapat disebabkan karena perpindahan penduduk dari desa ke kota. d. Penyebab Perubahan Interkorelasi dan interaksi sosial masyarakat mendorong perkembangan berpikir dan reaksi emosional pata anggotanya. b) Adanya penemuan-penemuan baru yang meliputi berbagai proses. pengembangan dari discovery Inovasi. proses pembaruan c) Konflik dalam masyarakat Konflik (pertentangan) yang dimaksud adalah konflik antara individu dalam masyarakat. seperti di bawah ini : • • • Discovery. Keseimbangan 43 . Dr. yaitu : c. Faktor Intern a) Bertambahnya dan berkurangnya penduduk Bertambahnya dan berkurangnya penduduk yang sangat cepat di pulau Jawa menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan dan struktur masyarakat. Soerjono Soekanto menyebutkan adanya faktor intern dan ekstern yang menyebabkan perubahan sosial dalam masyarakat.diinginkan. Hal ini mendorong masyarakat untuk mengadakan berbagai perubahan. antar kelompok dan lain-lainnya. Faktor Ekstern a) faktor alam yang ada di sekitar masyarakat yang berubah b) pengaruh kebudayaan lain dengan melalui adanya kontak kebudayaan antara dua masyarakat atau lebih yang memiliki kebudayaannya yang berbeda 3. misalnya transmigrasi. 2. Perkembangan kualitas dan kuantitas anggota masyarakat mendorong perubahan sosial. Prof. d) Pemberontakan dalam tubuh masyarakat Misalnya revolusi Indonesia 17 Agustus 1945 mengubah struktur pemerintahan kolonial menjadi pemerintah nasional dan berbagai perubahan struktur yang mengikutinya. penemuan unsur kebudayaan baru Invention.

dan dalam banyak hal batas-batas negara sering menjadi kabur bahkan mulai tidak relevan. maka dunia menjadi sempit. Pertanyaannya. hal ini membawa pengaruh bagi seluruh bangsa di dunia. terutama karena begitu cepatnya informasi yang masuk ke seluruh belahan dunia. 44 . Dinding pembatas antar bangsa menjadi semakin terbuka bahkan mulai hanyut oleh arus perubahan. karena ada unsur-unsur dalam masyarakat yang berubah cepat. Tujuan akhir dari kedua usaha atau kewajiban ini adalah masyarakat modern yang tipikal Indonesia. Jika tidak maka selamanya kita akan menjadi bangsa terjajah. Keadaan demikian disebut cultural lag. dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Ketidakseimbangan ini terjadi misalnya. tetapi ada juga unsur-unsur dalam masyarakat yang terkait dengan unsur yang berubah jadi cepat namun tetap berubah jadi lambat. 2006 : 16). Keseimbangan atau harmoni dalam masyarakat merupakan keadaan yang diidam-idamkan oleh setiap masyarakat. yaitu di satu pihak melestarikan warisan budaya bangsa dan di pihak lain membangun kebudayaan nasional yang modern.Keseimbangan sosial adalah syarat yang harus dipenuhi agar masyarakat berfungsi sebagaimana mestinya. makalah. termasuk di dalamnya bangsa Indonesia. ruang dan waktu menjadi sangat relatif. PERADABAN INDONESIA DI MODERNISASI DAN GLOBALISASI TENGAH Arus modernisasi dan globalisasi adalah sesuatu yang pasti terjadi dan sulit untuk dikendalikan. Oleh karena itu. Setiap kali terjadi gangguan terhadap keseimbangan tersebut maka masyarakat akan menolaknya atau mengubah semua sistem. Indonesia menghadapi kewajiban ganda. Keseimbangan sosial merupakan situasi di mana segenap lembaga sosial berfungsi dan saling menunjang. Salah satu yang bisa menjawab ya adalah peranan lembaga pendidikan untuk terus menggali ilmu pengetahuan dan teknologi serta informasi tanpa menghilangkan jati diri Indonesia melalui pelestarian nilainilai dan moral bangsa Indonesia. maka kita akan mampu menjadi negara maju yang masih berjati diri Indonesia. Robert Mclver perubahan-perubahan sosial merupakan perubahan dalam hubungan-hubungan sosial atau perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial. masyarakat yang tidak hanya mampu membangun dirinya sederajat dengan bangsa lain. D. (Indra Siswarini. Dan pengertian ini dapat ditegaskan bahwa perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat dapat menimbulkan ketidakseimbangan hubungan-hubungan sosial. mampukah kita membangun bangsa di tengahtengah modernisasi dan globalisasi dalam arus yang semakin kuat ? Jika jawabnya ya. tetapi juga tangguh menghadapi tantangan kemerosotan mutu lingkungan hidup akibat arus ilmu dan teknologi modern maupun menghadapi tren global yang membawa daya tarik kuat ke arah pola hidup yangbertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa.

Sedangkan perbedaan ras muncul karena adanya pengelompokan besar manusia yang memiliki ciri-ciri biologis lahiriah yang sama seperti rambut. ideologi. kedudukan). Makna Kesederajatan Kesederajatan berasal dari kata sederajat yang menurut KBBI artinya adalah sama tingkatan (pangkat. 4) warna. Sebelah timur Indonesia termasuk ras Austroloid. Dengan demikian konteks kesederajatan di sini adalah suatu kondisi dimana dalam perbedaan dan keragaman yang ada manusia tetap memiliki satu kedudukan yang sama dan satu tingkatan hierarki. jenis. Di Indonesia. perihal ragam . Makna Keragaman DAN Keragaman berasal dari kata ragam yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya : 1) tingkah laku . Sehingga keragaman berarti perihal beragam-ragam : berjenisjenis . mata. warna kulit. Keragaman yang dimaksud di sini adalah suatu kondisi dalam masyarakat dimana terdapat perbedaan-perbedaan dalam berbagai bidang. adat kesopanan. Kecuali Batak dan Toraja yang termasuk Mongoloid Melayu Tua (Proto malayan Mongoloid). terutama suku bangsa dan ras. ukuran-ukuran tubuh. B. hal jenis. ukuran kepala. 5) (ling) laras (tata bahasa). 3) lagu : musik : langgam. corak. 2) macam. 2. KERAGAMAN DAN KESEDERAJATAN A. ragi . dan lain sebagainya. UNSUR-UNSUR KERAGAMAN MASYARAKAT INDONESIA 1. 2.BAB 5. termasuk bagian NTT. serta situasi ekonomi. Agama dan Keyakinan Agama mengandung arti ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia. agama dan keyakinan. Suku Bangsa dan Ras Suku bangsa yang menempati wilayah Indonesia dari sabang sampai Merauke sangat beragam. Ikatan yang dimaksud berasal dari suatu kekuatan yang lebih tinggi dari manusia sebagai kekuatan gaib yang tak dapat ditangkap 45 DALAM . Sedangkan kelompok terbesar yang tidak termasuk kelompok pribumi adalah golongan Chia yang termasuk Astratic Mongoloid. MAKNA KERAGAMAN KESEDERAJATAN 1. terutama bagian barat mulai dari Sulawesi adalah termasuk ras Mongoloid Melayu Muda (Deutero Malayan Mongoloid). MANUSIA.

yang digunakan oleh pemenang bagi keuntungannya sendiri atas kerugian dari yang ditaklukan. Masalah agama tak akan ungkin dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Keragaman masyarakat Indonesia dalam ideologi dan politik dapat dilihat dari banyaknya partai politik sejak berakhirnya orde lama. ajaran agama secara yuridis berfungsi menyuruh dan melarang Berfungsi penyelamat Berfungsi sebagai perdamaian Berfungsi sebagai social control Berfungsi sebagai pemupuk rasa solidaritas Berfungsi transformatif Berfungsi kreatif Berfungsi sublimatif Pada dasarnya agama dan keyakinan merupakan unsur penting dalam keragaman bangsa Indonesia. Berfungsi edukatif. yaitu Pancasila yang benar-benar mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia. baik dalam agama primitif maupun agama monoteisme. Meskipun pada dasarnya Indonesia hanya mengakui satu ideologi. Ideologi dan Politik Ideologi adalah suatu istilah umum bagi sebuah gagasan yang berpengaruh kuat terhadap tingkah laku dalam situasi khusus karena merupakan kaitan antara tindakan dan kepercayaan yang fundamental. Agama sebagai bentuk keyakinan memang sulit diukur secara tepat dan rinci. Dalam praktiknya fungsi agama dalam masyarakat antara lain adalah : 1. 5. Hal ini pula yang barangkali menyulitkan para ahli untuk memberikan definisi yang tepat tentang agama. hal ini terlihat dari banyaknya agama yang diakui di Indonesia. Menurut Robert H. Namun apa pun bentuk kepercayaan yang dianggap sebagai agama. 3. Tata Krama 46 . tampaknya memang memiliki ciri umum yang hampir sama. namun mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap kehidupan manusia sehari-hari (Harun Nasution : 10).dengan pancaindra. Ideologi membantu untuk lebih memperkuat landasan moral bagi sebuah tindakan. 6. 7. 4. Politik juga bermakna usaha untuk menegakkan ketertiban sosial. Thouless. 2. 3. 8. 4. fakta mnunjukkan bahwa agama berpusat pada Tuhan atau dewa-dewa sebagai ukuran yang menentukan yang tak boleh diabaikan (Psikologi Agama : 14). Politik mencakup baik konflik antara individu-individu dan kelompok untuk memperoleh kekuasaan.

agama. Tak hanya itu bahkan bisa menjadi sebuah pemicu perang antar etnis atau suku. Hal ini dapat terlihat dan dirasakan dengan jelas dengan adanya penggolongan orang berdasarkan kasta. suku. perilaku. dan saling tergantung. tidak dapat dipisahkan. dan kelas sosial-ekonomi. namun juga membahayakan bagi kerukunan masyarakat. Kesenjangan Ekonomi Bagi sebagian negara berkembang. 6. adat istiadat. religius fanatisme. 5. usia. golongan. Namun umumnya. Sifat dari HAM adalah universal dan tanpa pengecualian. Berangkat dari pemahaman tersebut seyogyanya sikap-sikap yang didasarkan pada ethnosentrisme. tegur sapa. orientasi seksual. kelompok. status. Tuntutan atas kesamaan hak bagi setiap manusia didasarkan pada prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM). PROBLEMATIKA DISKRIMINASI Diskriminasi dalah setiap tindakan yang melakukan pembedaan terhadap seseorang atau sekelompok orang berdasarkan ras. Hal inilah yang dapat menimbulkan kesenjangan sosial yang tidak saja dapat menyakitkan. dan discrimination harus dipandang sebagai tindakan yang menghambat pengembangan kesederajatan dan demokrasi. rasisme. etnis. Hal ini tentu saja menjadi sebuah pemicu adanya kesenjangan yang tak dapat dihindari lagi. serta batas negara dan kebangsaan seseorang. C. masyarakat kita berada di golongan tingkat ekonomi menengah ke bawah. pangkat. basa-basi” pada dasarnya adalah segala tindakan.Tata krama yang dianggap dari bahasa Jawa yang berarti “adat sopan-santun. pandangan ideologi dan politik. perekonomian akan menjadi salah satu perhatian yang terus ditingkatkan. jenis kelamin. Tata krama dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat dan terdiri dari aturan-aturan yang kalau dipatuhi diharapkan akan tercipta interaksi sosial yang tertib dan efektif di dalam masyarakat yang bersangkutan. penegakan hukum dalam 47 . Indonesia memiliki beragam suku bangsa dimana setiap suku bangsa memiliki adat tersendiri meskipun karena adanya sosialisasi nilai-nilai dan norma secara turun-temurun dan berkesinambungan dari generasi ke generasi menyebabkan suatu masyarakat yang ada dalam suatu suku bangsa yang sama akan memiliki adat dan kesopanan yang relatif sama. kondisi fisik tubuh. ucap dan cakap sesuai kaidah atau norma tertentu. Kesenjangan Sosial Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk dengan bermacam tingkat. dan strata sosial yang hierarkis.

” Ketentuan tersebut merupakan landasan hukum yang mendasari prinsip nondiskriminasi di Indonesia. Ketidakberdayaan golongan miskin akan intimidasi yang mereka dapatkan membuat mereka terus terpuruk dan menjadi korban diskriminasi. Aristoteles membagi masyarakat dalam suatu negara menjadi tiga kelompok : kaya. Tekanan dan intimidasi biasanya dilakukan oleh kelompok yang dominan terhadap kelompok atau golongan yang lebih lemah. “Sementara itu Pasal 3 UU No. Komunitas internasional telah mengakui bahwa diskriminasi masih terjadi di berbagai belahan dunia b. Setiap orang dilahirkan bebas dengan harkat dan martabat yang sama dan sederajat…. yang kerap kali menjadi awal pemicu terjadinya diskriminasi 2. Persaingan yang semakin ketat dalam berbagai bidang kehidupan. diskriminasi seharusnya telah ditiadakan dengan adanya kesetaraan dalam bidang hukum. sehingga : a. akan tetapi karena adanya beberapa faktor penyebab antara lain adalah : 1. 3.30 tahun 1999 tentang HAM telah menegaskan bahwa “…. Prinsip nondiskriminasi harus mengawali kesepakatan antarbangsa untuk dapat hidup dalam kebebasan. yaitu : 48 . kesederajatan dalam perlakuan adalah salah satu wujud ideal dalam kehidupan negara yang demokratis. Kelompok-kelompok kaya (bangsawan. Pasal 281 ayat (2) UUD NKRI 1945 telah menegaskan bahwa : “Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. Akan tetapi.kerangka pemajuan dan pemenuhan HAM. Dalam demokrasi. Timbullah persaingan antara kelompok pendatang dan kelompok pribumi. keadilan dan perdamaian. berbagai pendirian dan pengkajian menunjukkan bahwa kondisi di Indonesia saat ini belum mencerminkan penerapan asas persamaan di muka hukum secara utuh. terutama ekonomi. miskin dan yang berada di antaranya. Pencantuman prinsip ini pada awal pasal dan berbagai instrumen hukum yang mengatur HAM pada dasarnya menunjukkan bahwa diskriminasi telah menjadi sebuah realitas yang problematik. Dari kajian yang dilakukan terhadapberbagai kasus disintegrasi bangsa dan bubarnya sebuah negara. dapat disimpulkan adanya enam faktor utama yang secara gradual bisa menjadi penyebab utama proses itu. Problematika lainnya yang timbul dan harus diwaspadai adalah adanya disintegrasi bangsa. Pada dasarnya diskriminasi tidak terjadi begitu saja. tuan tanah) biasanya melakukan intimidasi dan tekanan sehingga mendiskriminasikan orang-orang miskin.

pada kadar yang rendah dipengaruhi oleh merosotnya nilai gaji yang mereka terima akibat krisis ekonomi. 6. Masyarakat Indonesia terwujud sebagai hasil interaksi sosial dari banyak suku bangsa dengan beraneka ragam latar belakang kebudayan. 2. Namun tentu saja makna Bhineka Tunggal Ika ini harus benar-benar dipahami dan menjadi sebuah pedoman 49 . Demoralisasi itu. maka kemampuan pemerintah dalam memberi pelayanan publik akan makin merosot. dan tujuan yang sama yang disebut Kebudayaan Nasional. agama. sehingga menyulitkan lahirnya kebiajakan utuh dan mengatasi krisis ekonomi. Krisis sosial Krisis soial dimulai dari adanya disharmoni dan bermuara pada meletusnya konflik kekerasan diantara kelompok-kelompok masyarakat (suku. agama. sejarah. Demoralisasi tentara dan Polisi Demoralisasi tentara dan polisi dalam bentuk pupusnya keyakinan mereka atas makna pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya sebagai bhayangkari negara. Intervensi asing Intervensi internasional yang bertujuan memecah belah. 4.1. Krisis politik juga dapat dilihat dari absennya kepemimpinan politik yang mampu membangun solidaritas sosial untuk secara solid menghadapi krisis ekonomi. Semua ini mengakibatkan kepemimpinan nasional semakin tidak efektif. hukum dan sosial) 3. 5. Krisis ekonomi yang akut dan berlangsung lama Krisis di sektor ini selalu merupakan amat signifikan dalam mengawali lahirnya krisis yang lain (politik pemerintahan. Salah satu hal yang dapat dijadikan solusi adalah Bhineka Tunggal Ika yang merupakan ungkapan yang menggambarkan masyarakat Indonesia yang “majemuk” atau “heterogen”. Intervensi itu bergerak dari yang paling lunak hingga berupa provokasi terhadap kelompok-kelompok yang berkonflik. Krisis politik Krisis politik merupakan perpecahan elite di tingkat nasional. seraya mengambil keuntungan dari perpecahan itu melalui dominasi pengaruhnya terhadap kebijakan politik dan ekonomi negara-negara baru pasca disintegrasi. Keutuhan wilayah negara amat ditentukan oleh kemampuan para pemimpin dan masyarakat warga negara memelihara komitmen kebersamaan sebagai suatu bangsa. ras). pengukuhan ide “tunggal ika” yang dirumuskan dalam wawasan nusantara dengan menekankan pada aspek persatuan di segala bidang merupakan tindakan yang positif. Terciptanya “tunggal ika” dalam masyarakat yang “bhineka” dapat diwujudkan melalui “integrasi kebudayaan” atau “integrasi nasional”. Kegagalan kepemimpinan Integrasi bangsa adalah landasan bagi tegaknya sebuah negara modern. Dalam hubungan ini.

4) Teori transformasi yang memfokuskan pada penyebab terjadi konflik adalah ketidaksetaraan dan ketidakadilan yang muncul sebagai masalah sosialbudaya dan ekonomi. relasi. sosial dan sampai cita-cita perorangan maupun kelompok tanpa dilandasi sikap arif dalam memandang perbedaan akan menuai konsentrasi panjang berupa konflik dan bahkan kekerasan di tengahtengah kita. Peradaban dalah salah satu perwujudan kebudayaan yang bernilai tinggi. dalam realitas kehidupan keragaman telah meluas dalam wujud perbedaan status. oleh sebab itu manusia yang beradab harus bersikap terbuka dalam melihat semua perbedaan dalam keragaman yang ada. Sebagaimana konsesi dari SN Kartikasari adalah hubungan antara dua pihak atau lebih yang memiliki atau terlibat didalamnya bisa perorangan ataupun kelompok. kondisi ekonomi. adab. 1. sopan-santun. 2) Teori identitas yang melihat bahwa konflik yang mengeras di masyarakat tidak lain disebabkan identitas yang terancam yang sering berakar pada hilangnya sesuatu atau penderitaan masa lalu yang tidak terselesaikan. Tuhan yang menciptakan manusia dalam keragamannya. misalnya. ketidakpercayaan dan permusuhan diantara kelompok yang berbeda. seni dan sebagainya. teoti ini melihat konflik disebabkan ketidakcocokan dalam cita-cita berkomunikasi diantara budaya yan berbeda. Masyarakat sebagai satu komunitas yang beragam penuh perbedaan pandangan bahkan kepentingan. budi pekerti.dalam berbangsa dan bernegara. memiliki pandangan bahwa konflik yang sering muncul di tengah masyarakat disebabkan polarisasi yang terus terjadi. Dalam hal ini maka terdapat teori yang menunjukkan penyebab konflik di tengah masyarakat antara lain : 1) Teori hubungan masyarakat. budi bahasa. menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan dan tidak 50 . indah dan harmonis yang mencerminkan tingkat kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. perbedaan bisa dilatarbelakangi SARA bahkan pilihan ideologi politiknya. 3) Teori kesalahpahaman antarbudaya. Realitas keragaman budaya bangsa ini tentu membawa konsekuensi munculnya persoalan gesekan antarbudaya. Manusia Beradab dalam Keragaman Hubungan antara kebudayaan dengan peradaban sangat erat. yang pasti memiliki kepentingan dan sasaran yang hendak ditujunya. myang mempengaruhi dinamika kehidupan masyarakat.

pada uraian berikut akan diperjelas kembali. Budha. Akulturasi atau cultural contact berarti suatu kebudayaan tertentu yang dihadapkan dengan unsur unsur kebudayaan asing yang sedemikian rupa sehingga lambat laun unsurunsur kebudayan asing tersebut melebur dan menyatu ke dalam kebudayaan sendiri. penetrasi semacam ini disbeut Penetration Pasifique. sedikit demi sedikit. Selain itu masih ada jenis penetrasi lain. seperti masuknya agama dan kebudyaan Hindu. Faktor-Faktor Terjadinya Perubahan Sosial-Budaya Pada bab sebelumnya sudah dijelaskan tentang faktor-faktor terjadinya perubahan sosial-budaya ini.menjadikan keragaman sebagai kekayaan bangsa. 4) Invasi. 2) Difusi. tetapi tidak menyebabkan hilangnya kepribadian. Faktor yang Berasal dari Luar Masyarakat 1) Akulturasi. misalnya ketika bangsa Spanyol dan Portugis datang ke Amerika Latin sehingga kebudayaan Maya dan Inka menjadi musnah. sehingga merusak kebudayaan bangsa yang didatangi penetrasi tersebut. Faktor-faktor pendorong yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial ada dua macam. Islam ke dalam kebudayaan Indonesia. yaitu masuknya untuk kebudayaan asing dengan tidak sengaja dan tanpa paksaan dalam kebudayaan setempat sehingga saling mempengaruhi. yaitu yang berasal dari luar masyarakat dan dari dalam itu sendiri. Penetrasi aialah masuknya unsurunsur kebudayaan asing secara paksa. dinamakan penetration violent. Difusi ialah penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari satu tempat ke tempat lain. 3) Penetrasi. hal ini berlangsung berkaitan dengan terjadinya perpindahan atau penyebaran manusia dari satu tempat ke tempat lain. alat pengikat persatuan seluruh masyarakat dalam kebudayaan yang beraneka ragam. Invasi yaitu masuknya unsur-unsur kebudayaan asing ke dalam kebudayaan setempat dengan peperangan (penaklukan) 51 .

Hibridisasi umumnya bersifat individu. 5) Asimilasi. walaupun tidak menutup kemungkinan perubahan akibat perkawinan campuran meluas hingga ke lingkungan masyarakat sekelilingnya. Milenarisme merupakan salah satu bentuk gerakan kebangkitan. Akibat hibridisasi ialah munculnya kebudayana baru. asimilasi adalah proses penyesuaian seseorang atau kelompok orang asing terhadap kebudayana setempat. baik berupa alat walaupun ide baru yang diciptakan oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu masyarakat Namun ada pula pendapat lain menyatakan bahwa discovery adalah penemuan sesuatu yang sebelumnya telah ada Invention adalah pendapatan atau perolehan hal-hal baru yang dilakukan melalui usaha yang sungguh-sungguh walaupun melalui trial and error Enkulturasi atau pembudayaan adalah suatu proses manusia mempelajari dan 52 • • • . 6) Hibridisasi. Perubahan yang Terjadi karena Pengaruh dari Dalam 1) Sistem Pendidikan yang maju • • Inovasi adalah pembauran unsur teknologi dan ekonomi dari kebudayaan Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan yang baru. Hibridisasi adalah perubahan kebudayaan yang disebbakan oleh perkawinan campuran antara orang asing dengan penduduk setempat. yang berusaha mengangkat golongan masyarakat bawah yang tertindas dan telah lama menderita dalam kebudayaan sosial yang rendah dan memiliki ideologi subkuktural yang baru. 7) Milenarisasi. Asimilasi kebalikan dari penetrasi. yaitu setengah kebudayaan asing dan setengah kebudayaan setempat.bangsa asing terhadap bangsa lain. selama masa penjajahan itulah terjadi pemaksaan masuknya unsur-unsur asing ke dalam kebudyaan bangsa-bangsa terjajah. penaklukan itu pada umumnya dilanjutkan dengan penjajahan.

menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan sistem norma (meliputi norma susila. bidang ini disebut filsafat nilai. maka pembahasan etika dan estetika jauh melangkah ke depan meningkatkan kemampuannya untuk mengkaji persoalan nilai dan moral tersebut sebagaimana mestinya. Nilai dan Moral sebagai Materi Pendidikan Ada beberapa bidang filsafat yang berhubungan dengan cara manusia mencari hakikat sesuatu. 53 . MORAL DAN HUKUM A. MANUSIA. HAKIKAT NILAI MORAL DALAM KEHIDUPAN MANUSIA 1. 2) Menghargai hasil karya orang lain 3) Adanya keterbukaan di dalam masyarakat 4) Adanya toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang (deviation) 5) Penduduk yang heterogen BAB 6. adat. baik dan buruk bahkan dengan persoalan-persoalan layak atau tidak layaknya sesuatu. meskipun cikal bakal pengkajian keindahan dan kebaikan bisa ditelusuri jauh sebelum hadirnya buku Republik karya Plato. Estetika berhubungan dengan keindahan. Namun demikian karena manusia selalu berhubungan dengan masalah keindahan. salah satu diantaranya adalah aksiologi. hukum dan agama) yang hidup dalam masyarakat. yang memiliki dua kajian utama yaitu estetika dan etika. NILAI. sementara etika berhubungan dengan kajian baik buruk dan benar salah. Bidang ini merupakan tema baru dalam bidang filsafat yaitu baru muncul pada abad ke-19.

muncul persoalan apakah pihak lain atau orang lain dapat mencampuri urusan pribadi orang tersebut ? (khususnya dalam bidang nilai itu). dia tahu mengapa harus memilih dan tahu resiko akibat pilihannya. di atahu apa yang dipilih. baik persoalan warna.Ketika persoalan etika dan estetika ini semakin diperluas. oleh karena itu orang tidak cukup memahami apa yang diyakininya tanpa menggunakan aturan main yang mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat. keikhlasan dan sebagainya. kejujuran. tentu semakin kompleks. 6) menyebutkan ada tiga jenis makna etika : Pertama : kata etika bisa dipakai dalam arti nilai-nilai dan normanorma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. akan tetapi apabila masuk pada kawasan estetika. ketiga pengertian diatas menjadi materi bahasannya. hlm. karena saya menganggap lukisan tersebut indah. Oleh karena itu adagium Latin muncul “degustibus non disputandum” atau selera tidak dapat diperdebatkan. yang dimaksud di sini adalah kode etik. maka pembahasan makalah ini difokuskan hanya pada kawasan etika. etika mempunyai arti lagi ilmu tentang yang baik dan yang buruk. Seolah-olah nilai berhubungan dengan pribadi manusia semata. fisiknya. Kawasan inilah yang disebut kawasan filsafat moral. Sayang tidak setiap orang menyadari keunggulannya. Bertens (2001. Ketika ketiga pengertian etika diatas dikembangkan dalam dunia 54 . Dalam bidang pendidikan. mentalnya. Misalnya saja : Saya menyukai sebuah lukisan. pikirnnya bahkan perasaannya. manusia memiliki akal dan pikiran untuk mempertimbangkannya. Demikian pula untuk mempertimbangkan dan mengembangkan keyakinan diri dan aturan masyarakatnya dibutuhkan pemahaman dan perenungan yang mendalam tentang mana yang sejatinya dikatakan baik. Kedua. bentuk maupun gayanya. rohaninya. mana yang benar-benar disebut buruk. mengapa memilih dan risiko apa yang akan terjadi. Begitu kompleksnya persoalan aksiologi (nilai). oleh karena itu bukan hanya nilai moral indiviu yang dikaji. “mungkin” setiap orang mempunyai selera yang berbeda. Etika di sini artinya sama dengan filsafat moral. Namun terma etika pun memiliki makna yang bervariasi. Apabila nilai sudah masuk pada kawasan pribadi. sebab menyentuh hal-hal yang berhubungan dengan eksistensi manusia. apakah orang lain berhak menyukai keindahan lukisan tersebut serta melarang saya menyukainya karena dia memiliki sudut pandang dan rasa yang berlainan ? Persoalan nilai ini jauh lebih rumit tatkala menyentuh persoalan selera. karena banyak standar nilai etis yang disepakati secara universal seperti : keadilan. apakah jasmaninya. Ketiga. sehingga ia tidak menyadari apa yang harus dipilih. mungkin dalam kawasan etika lebih mudah mencari standar ukurannya. etika berarti juga kumpulan asas atau nilai moral. tetapi juga membahas kode-kode etik yang menjadi patokan individu dalam kehidupan sosialnya. tetapi meskipun demikian ada alat ukur yang sama pada manusia.

melainkan adalah sebagai penyangga perlu hadir dan menampakkan nilai tersebut. Nilai dalam pengertian ini bukan di luar si penilai tetapi inheren dengan subjek yang menilai. apabila dia memandang nilai itu ada meskipun tanpa ada yang menilainya. Oleh karena itu nilai melekat dengan subjek penilai. perhatian yang memberikan nilai pada objek. Nilai Moral di Antara Pandangan Objektif dan Subjektif Manusia Nilai erat hubungannya dengan manusia. Dengan demikian lukisan itu indah (sebagai contoh) bukan karena lukisannya memang indah akan tetapi karena si penilai menyukai dna memandang indah luksian tersebut. Namun meski tanpa hadirnya objek. bahkan nilai manusia ketika manusia memahami agama dan keyakinan beragama. 2. kenikmatan. namun term nilai pun bisa membuat setiap orang memiliki orientasi serta strategiyang berbeda dalam pengembangan pendidikan nilainya. warga suatu bangsa. sebagai pemeluk suatu agama dan sebagai warga dunia. maupun bidang estetika yang berhubungn dengan persoalan keindahan. Manusia sebagai mahluk yang bernilai memaknai nilai dalam dua konteks : pertama akan memandang nilai sebagai sesuatu yang objektif. Pandangan kedua memandang nilai itu subjektif artinya nilai sangat tergantung pada subyek yang menilainya. Perbedaan dan kecenderungan metode yang dipilih lebih sering karena perbedaan maksud yang ingin dicapai. Nilai dalam objek bukan penting atau tidak penting pada objek sejatinya. Baik dan buruk. kecenderungan dan orientasi terhadap persoalan itu akan melibatkan problematik metodologis. jadi bukan hanya karena ketidaksepakatan makna nilai yang diyakininya. Nilai itu objektif atau subjektif bisa dilihat dari dua kategori : 1) Apakah objek itu memiliki nilai karena kita mendambakannya. nilai memang telah ada dengan sendirinya. Persoalannya bukan bagaimana seseorang harus menemukan nilai yang telah ada tersebut tetapi lebih kepada bagaimana menerima dan mengaplikasikan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.pendidikan. atau kita mendambakannya karena objek itu memiliki nilai ? 2) Apakah hasrat. atau kita mengalami preferensi karena kenyataan bahwa objek tersebut memiliki nilai mendahului dan asing bagi reaksi 55 . tetapi ada sebagai sesuatu yang ada dan menuntun manusia dalam kehidupannya. baik dalam bidang etika yang mengatur kehidupan manusia dalam kehidupan sehari-hari. melainkan tergantung si penilai memberikan persepsi terhadap objek tersebut. Oleh karena itu nilai berhubungan dengan sikap seseorang sebagai warga masyarakat. Jadi nilai memang tidak akan ada dan tidak akan hadir tanpa hadirnya penilai. benar dan salah bukan hadir karena hasil persepsi dan penafsiran manusia. Nilai bagi pandangan objektivitas tidak tergantung pada objek. bahkan memandang nilai telah ada sebelum adanya manusia sebagai penilai.

Nilai di Antara Kualitas Primer dan Kualtias Sekunder Setiap benda.psikologis badan organis kita? Apakah nilai itu objektif atau subjektif ? Hal ini bisa ditelusuri dengan dua pertanyaan mendasar : apakah nilai menarik perhatian subjek atau subjek memberikan nilai pada suatu objek ? dan pertanyaan ini dapat lebih dipertegas dengan pertanyaan : 1) 2) Apakah kecenderungan. Kualitas tidak akan tampak tanpa hadirnya suatu objek. tapi bedampak pada berbagai situasi di mana manusia hidup dan mempersepsi kehidupannya. dan yang paling penting bagaimana individu tersebut menyadari dengan jelas nilai dirinya. Kualitas ini terpengaruh oleh tingkat subjektivitas. Seperti halnya kualitas primer. rasa dan sebagainya. suka tidak suka. yaitu kualitas yang dapat ditangkap oleh pancaindra seperti warna. namun meski tanpa hadirnya objek diyakini bahwa kualitas itu ada. kualitas memang ada. individu harus menerimanya karena itulah nilai yang diturunkan dari dunia transenden (dalam bahasa agama diwahyukan) sebagai ide yang mutlak. kehendak akan menentukan nilai suatu objek? Apakah suatu objek tadi diperhatikan. termasuk manusia memiliki kualitas. 1999 : hlm. seperti panjang dan beratnya batu sudah ada sebelum batu itu dipahat (menjadi patung misalnya). 2). 3. selera. Kualitas primer ini merupakan bagian dari eksistensi objek. diinginkan karena memang memiliki nilai ? (Lasyo. Kualitas adalah sebuah fase. zat dan apa pun yang ada di alam raya ini. 56 . 7-10) kualitas dibagi dua : 1) Kualitas Primer. Apakah ada nilai-nilai objektif yang harus diajarkan pada individu. yaitu kualitas dasar yang tanpa itu objek tidak dapat menjadi ada. Persoalan objektif dan subjektif nilai ini akan sangat erat kaitannya dalam pendidikan tatkala dihubungkan dengan isi nilai apa yang harus diajarkan. kualitas sekunder pun merupakan bagian dari eksistensi atau realitas objek. hlm. 2) Kualitas Sekunder. Menurut Frondisi (2001. Kualitas melekat dan hadir serta terlihat karena adanya objek yang ditempati sifat atau kualitas tersebut. apakah manusia si pemilik nilai (subjektif) atau si pengguna nilai (objektif) ? tentu saja dua pemikiran ini bukan hanya permainan semantik filosofis tanpa maksud. Dengan demikian. bau. kualits pun menentukan berharga tidaknya suatu objek. atau apakah nilai itu harus dicari suatu proses karena sebenarnya individu sendiri sebagai mahluk yang bernilai. tapi adanya membutuhkan penopang yaitu objek yang ditempati kualitas. kualitas menentukan tinggi rendahnya derajat sesuatu. objek tidak ada tanpa adanya kualitas primer ini.

religius 57 . Jadi hadirnya kualitas primer merupakan kepastian/keniscayaan. Oleh karena itu pula nilai bersifat parasitis. baik dipandang bernilai maka disebut nilai moral (etis). kualitas/suigeneris. 12) nilai itu milik semua objek.Perbedaan mendasar antara kualitas primer dan kualitas sekunder bukan pada bersatu tidaknya kualitas tersebut pada objek. apakah nilai sebagai sifat tertentu sama dengan kualitas primer atau dengan kualitas sekunder ? Frondisi (2001. Dengan demikian gunung dikatakan hijau atau biru. baik dan buruk. 11-12) menyatakan lebih lanjut. hlm. melainkan pada keniscayaannya. Persoalan yang paling mendasar. karsa. bila benar dipandang bernilai maka disebut nilai kebenaran. dan manusia tersebut. yang selanjutnya diambil suatu keputusan. nilai tidaklah independen yakni tidak memiliki kesubstantifan. tetapi sejauh mana kemampuan subjek memandang kualitas sekunder tersebut. Nilai bukan benda atau unsur benda. Keputusan nilai dapat menyatakan berguna atau tidak berguna. rasa dan keyakinan. manusia dikatakan baik atau buruk oleh subjek tidak mengubah gunung atau manusia menjadi hal lain. religius atau tidak religius. Oleh karena itu. yaitu kegiatan manusia menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain. Dengan demikian pertanyaan mendasar yang harus diajukan adalah : apakah nilai sebagai kualitas atau seperti mendekati kualitas primer atau seperti mendekati kualitas sekunder ? yang jelas nilai bukan kualitas primer maupun kualitas sekunder. maka disebut nilai kegunaan. kualitas nilai adalah nilai. Menilai berarti menimbang. Bahkan menurut Husserl (2001. 4. nilai hanyalah merupakan “kemungkinan” nilai tidak memiliki eksistensi yang riil. indah dipandang bernilai maka disebut nilai keindahan (estetis). nilai bukan kualitas primer dan kualitas sekunder. yang dimiliki objek tertentu yang dikatakan “baik”. Penilaian ini dihubungkan dengan unsur-unsur atau hal yang ada pada manusia. Nilai bukan keniscayaan bagi esensi objek. sebelum ada penopangnnya atau sebelum ada pengembannya atau lebih tepatnya lagi sebelum ada objek yang ditempati. Sesuatu dipandang bernilai karena sesuatu itu berguna. Kualitas primer harus ada dan memang tidak mungkin ada suatu objek tanpa kualtias primernya. benar atau tidak benar. Metode Menemukan dan Hierarki Nilai dalam Pendidikan Nilai berhubungan erat dengan kegiatan manuia menilai. air laut itu putih atau biru (bahkan baik buruknya manusia) bukan persoalan eksistensi gunung. laut. hlm. cipta. apakah warna gunung biru atau hijau. melainkan sifat. karena nilai merupakan sifat dan kualitas. Sedangkan kualitas sekunder merupakan baigan eksistensi objek tetapi kehadirannya sangat tergantung subjek penilai. manusiawi atau tidak manusiawi. seperti jasmani. sebab “nilai” tidak menambah atau memberi eksistensi objek.

Pengakuan. a. yaitu cara mengevaluasi suatu objek dengan berpedoman pada sifat tertentu objek yang dinilai. kebutuhan. misalnya. yaitu : 1) Nilai menampilkan diri dalam aspek positif dan aspek negatif yang sesuai (polaritas) seperti baik dan buruk. nilai kesukuan atau nilai kebangsaan. Nilai yang berorientasi pada profesi hasilnya nama baik 58 . adalah pendapatnya Nicholas Rescher (1969. Berbeda dengan pendapat di atas. Oleh karena itu nilai itu memiliki polaritas dan hierarki. nilai religius lebih penting daripada nilai keindahan. Tujuan yang akan dicapai…. Nilai yang berorientasi pada keluarga hasilnya kebanggaan keluarga b. Objek yang dipermasalahkan. kepentingan atau minat seseorang yang diwujudkan dalam kenyataan. Keuntungan yang diperoleh…. yaitu klasifikasi nilai yang didasarkan atas : 1. 3. maka keuntungan yang diperoleh berupa kejujuran 4. bukan berarti ada klasifikasi. Nilai dengan orientasi pada orang lain. Contoh : nilai akreditasi pendidikan. yaitu menurut keinginan. yaitu berdasarkan tipe tujuan tertentu sebagai reaksi keadaan yang dinilai. yaitu orientasi kelompok : 1). maka keuntungan yang diperoleh berupa produksi : kategori nilai moral. hlm. misalnya nilai profesi. 14-19) yang menyatakan adanya 6 klasifikasi nilai. yaitu hierarki urutan pentingnya Namun meskipun nilai ada aspek negatifnya tidak berarti meniadakan nilai tetapi bila ada nilai yang baik tentu ada lawannya yaitu nilai buruk. Nilai dengan orientasi pada diri sendiri (nilai egosentris) yaitu dapat memperoleh keberhasilan dan ketentraman b. sehingga ada nilai yang lebih diutamakan daripada nilai lainnya. contohnya kategori nilai ekonomi. melainkan ada urutan tingkat kepentingannya. keindahan dan kejelekan 2) Nilai tersusun secara hierarkis.. yaitu pengakuan subjek tentang nilai yang harus dimiliki seseorang atau suatu kelompok. 2. 5. pengemban nilai dengan a. bangsa dinilai dari keadilan hukumnya.dipandang bernilai maka disebut nilai keagamaan. seperti manusia dinilai dari kecerdasannya.. Hubungan antara keuntungan. Demikian pula dalam pemahaman bahwa nilai itu ada hierarkinya.

Nilai yang berorientasi pada bangsa hasilnya patriotisme d.profesi c. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan aktivitas. hlm. yang berkaitan dengan indra manusia yang menyebabkan manusia senang atau menderita. Nilai yang berorientasi pada kemanusiaan. yaitu nilai penting bagi kehidupan 3) Nilai kejiwaan. hlm. di mana nilai tertentu secara hierarki lebih kecil dari nilai lainnya. Hubungan yang dihasilkan nilai itu sendiri dengan hal lain yang lebih baik. sementara bagi orang yang materialistis akan menempatkan nilai materi pada posisi tertinggi. Nilai kerohanian. Menurut Max Scheller (dalam Kaelan. Nilai tentu saja dipandang penting oleh setiap orang. 1984. menyebutkan hierarki tersebut terdiri dari : 2002. yaitu nilai yang tidak tergantung pada keadan jasmani maupun lingkungan 4) Nilai kerohanian. Sedangkan Notonegoro (dalam Dardji D. yaitu nilai yang mengenakan atau tidak mengenakkan. 2. 175) 1) Nilai kenikmatan. yaitu nilai universal. Nilai material. Bagi orang religius tentu saja nilai-nilai religi akan menempati posisi utama atau tertinggi. 6. Sedangkan dalam hierarki nilai sangat tergantung dari sudut pandang dan nilai yang menjadi patokan dasar si penilai. Tingkatan atau hierarki nilai akan berbeda antara orang ateis dengan orang religius. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia 3. namun tingkat kepentingan nilai tersebut tidaklah sama. Nilai kerohanian ini bisa dibedakan pada empat macam : 59 . itulah sebabnya nilai memiliki tingkatan. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur jasmani manusia Nilai vital. 66-67) membagi hierarki nilai pada tiga : 1. yaitu moralitas nilai dari yang suci dan tidak suci. 2) Nilai kehidupan. Nilai yang berorientasi pada masyarakat hasilnya keadilan sosial 2). demikian juga dengan orang materialis. dalam pengertian ada hierarkinya.

pada hakikatnya merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai instrumental dalam suatu kehidupan nyata. 178) sebagai berikut : 1. manusia atau segala sesuatu lainnya. wollen. atau nilai estetis. Sehingga nilai praktis ini merupakan perwujudan dari nilai instrumental…. dna nilai praksis itu merupakan suatu sistem dalam perwujudannya tidak boleh menyimpang dari sistem itu. 2002. Nilai praktis. hakikat kenyaan obyektif segala sesuatu misalnya. Bilamana nilai instrumental itu berkaitan dengan tingkah laku manusia dalam kehidupan seharihari maka hal itu akan merupakan suatu norma moral. atau nilai moral. esensi. yang bersumber pada unsur kehendak (will. Nilai kebaikan.. gevoel. Nilai keindahan. Nilai kebenaran yang bersumber pada akal (rasio. hakikat Tuhan. 3. merupakan suatu pedoman yang dapat diukur atau diarahkan. yang merupakan nilai kerohanian tertinggi dan mutlak. Sementara itu ada juga yang membedakan antara nilai instrinsik dan nilai ekstrinsik. kebijaksanaan atau strategi yang bersumber pada nilai dasar. Namun jikalau nilai instrumental itu berkaitan dengan suatu organisasi ataupun negara maka nilai instrumenal itu merupakan suatu arahan. Nilai instrumental …. 2. cipta) manusia b. karsa) manusia d. budi. Sehingga dapat dikatakan nilai instrumental merupakan suatu eksplisitasi dari nilai dasar. Nilai dasar. inti dari nilai-nilai tersebut. Nikai religius. nilai instrumental. yang bersumber pada unsur perasaan (esthetis.a. nilai dasar. Nilai religius ini bersumber kepada kepercayaan atau keyakinan manusia. Nilai dasar ini bersifat universal karena menyangkut hakikat kenyataan objektif segala sesuatu misalnya. (dalam bahasa ilmiahnya disebut dasar ontologis) yaitu merupakan hakikat. Sedangkan di Indonesia (khususnya pada dekade penataran P4) hierarki nilai dibagi tiga (Kaelan. nilai objektif dan nilai subjektif (yang kedua-duanya 60 . rasa) manusia c. hlm.

Terdalam dalam arti lebih hakiki dan lebih bersifat kepentingankepentingan transenden dalam bentuk-bentuk idela yang dapat dipikirkannya. maka cocok dengan subjektif apriori. yaitu keyakinan ilmu pengetahuan yang tidak dipertanyakan lagi. dan ada yang melakukan penggolongan dengan menentukan hierarki kepentingan atau keutamaannya. persoalan yang paling mendasar apakah ? Kewajian. Dengan demikian ada yang membuat pembagian berupa penggolongan atau klasifikasi semata tanpa menentukan tingkatan keutamaan atau kepentingannya. oleh karena itu John Dewey mengatakan bahwa ‘persoalan nilai adalah problema metodologis’ (Frondizi. pendidikan pada hakikatnya merupakan upaya membantu peserta didik untuk menyadari nilai-nilai yang dimilikinya. 61 . Jadi kita mengandalkan pada intuisi emosi untuk menghasilkan nilai.bukan hierarki tetapi lebih merupakan klasifikasi nilai). Cara kedua menghasilkan nilai dan kebernilaian dengan subjektif apriori yaitu meyakini intuisi emosional. Yang jadi persoalan apakah yang harus dilakukan apabila dua golongan yang sempurna tidak menghasilkan hal yang serupa ? tentu akan ada dua kubu yang sama-sama menyatakan benar dengan dasar keyakinan yang sama sementara menghasilkan nilai yang berbeda. maka kebenaran nilai itu sangat relatif. maka cocok dengan paham objektif empiris. lebih tahan lama. Ada persoalan mendasar apabila digunakan metode ini. akan tetapi harus membimbing mereka untuk meyakini nilai yang paling hakiki. Dalam posisi hierarki nilai ini. apa yang biasa itulah adanya dan itulah moralitas. tergantung pada indrawi manusia dan lebih bersifat pragmatis untuk memuaskan jasmani manusia (atau dalam bahasa agama memuaskan nafsu semata). Jadi nilai dan kebernilaian hanyalah semacam kebiasaan yang dialami dalam realitas sebagai hasil pengalaman empiris. 2001. hlm. sedangkan nilai yang semakin rendah lebih bersifat sementara. atau : apakah nilai mendahului kewajiban dan berlaku sebagai dasar hukum moral ? (paham Max Scheller) bila jawabannya ya. dan berupaya memfasilitasi mereka agar terbuka wawasan dan perasaannya untuk memiliki dan meyakini nilai yang lebih hakiki. kesadaran hukum moral mendahului nilai ? (paham Immanuel Kant) bila jawabannya ya. Dengan demikian. apakah seseorang akan tergolong pada kelompok objektif empiris yaitu yang menyesuaikan diri dengan pengalaman. Oleh karena itu apabila subjektif apriori digunakan. yaitu tidak akan ada perbaikan moral. 300. Dengan demikian pendidikan tidak cukup hanya mengantar peserta didik pada nilai dirinya. karena hukum moral identik dengan kebiasaan tadi. terdalam dan paling dasar. dan merupakan kebenaran yang dihormati dan diyakini secara sahih sebagai manusia yang beradab. Persoalannya bagaimana seseorang mendapatkan dan menentukan hierarki nilainya ? Jawabannya tidak mudah. Dari gambaran hierarki nilai dapat disimpulkan bahwa nilai yang tertinggi selalu berujung pada nilai yang terdalam dan terabstrak bagi manusia.

2000. hlm. Untuk melihat sejauh mana variasi pengertian nilai tersebut. 1. terutama bagaimana hubungan antara setiap pengertian itu dengan pendidikan. 2002. Menurut Jack R. 4. 6) : A value is an idea – a concept – about what someone thinks is important in life. the quality of any object which causes it to be of interest to an individual or a group. hlm. 5. di bawah ini akan dikemukakan sebelas definisi yang diharapkan mewakili berbagai sudut pandang. Nilai merupakan sesuatu yang potensial. 5. dalam arti terdapatnya hubungan yang harmonis dan kreatif. dan sebagai individu yang memiliki potensi untuk mencapai kebenaran di sisi lain. 174). Menurut Frankena : Nilai dalam filsafat dipakai untuk menunjuk kata benda abstrak yang artinya : keberhargaan” (worth) atau “kebaikan” (goodness) dan kata kerja yang artinya suatu tindakan kejiwaan tertentu dalam menilai atau melakukan penilaian (dalam Kaelan. 9) sebagai berikut : Nilai bagi manusia merupakan landasan atau motivasi dalam segala tingkah laku atau perbuatannya. tetapi ada hal yang disepakati dari semua pengertian nilai tersebut. Menurut Lasyo (1999. Pengertian Nilai Karena bervariasinya pengertian nilai. yaitu kualitas objek yang menyebabkan tertariknya individu atau klompok) (dalam Kaelan. (Nilai adalah kemampuan yang diyakini terdapat pada suatu objek untuk memuaskan hasrat manusia. bahwa nilai berhubungan dengan manusia. dan selanjutnya nilai itu penting. Menurut Arthur W. 1999. 62 . sedangkan kualitas merupakan atribut atau sifat yang seharusnya dimiliki (dalam Lasyo. hlm. hlm. …. 174). sehingga berfungsi untuk menyempurnakan manusia. Fraenkel (1977. Menurut Cheng (1955). hlm. 1) 2. karena pendidikan memandang individu sebagai mahluk yang berpengalaman di satu sisi. dalam dunia pendidikan. Hakam. Menurut Dictionary of Sociology and Related Science : Value. hlm. (Nilai adalah gagasan – konsep – tentang sesuatu yang dipandang penting oleh seseorang dalam hidup). 3. sulit untuk mencari kesimpulan yang komprehensif agar mewakili setiap kepentingan dan berbagai sudut pandang. the believed capacity of any object to satisfy human desire.Yang jelas. Nilai adalah kepercayaankepercayaan yang digeneralisir yang berfungsi sebagai garis pembimbing untuk menyeleksi tujuan serta perilaku yang akan dipilih untuk dicapai (dalam Kama A. 45) 6. kedua cara menghasilkan nilai moral tersebut dapat digunakan. 2002. Comb.

Menurut John Dewey dalam Dardji D. Charles R. (1986.Kapasitas keyakinan . Menurut Encyclopedia Britainica (hlm. 3. 3) : Value is a cluster of attitude which generate either an action or decision to deliberately avoid an action (Nilai adalah sekelompok sikap yang menggerakkan perbuatan atau keputusan yang dengan sengaja menolak perbuatan). Gagasan konsep Untuk menilai Untuk bertingkah laku Pembimbing menyeleksi tujuan atau perilaku Pada objek Kondisi jiwa Sesuatu yang abstrak Dalam hati / jiwa Tujuan/Fungsi Menyempurnakan manusia Memuaskan hasrat manusia Posisi Dalam diri Pada objek Tingkat Kepentin gan Sangat penting Agak penting Agak penting Penting Sangat penting Sangat penting Agak penting Memandang sesuatu Ide yang penting dalam manusia hidup 63 . hlm. tujuan atau fungsinya.7. Apabila diklasifikasikan definisi-definisi nilai di atas pada wujudnya. Potensi 2. 1) : Value a set of attitude (scheme) which generate or cause a judgement which guide action or in action ( a lack of action) and which provide a standard or a set o principles. Landasan atau motivasi 5. Menurut Dardji Darmodihardjo (1986 : hlm. posisinya serta tingkat kepentingannya maka dapat digambarkan sebagai berikut : Klasifikasi Pengertian Nilai N o Wujud 1. hlm. hlm. Knikker (1977. Keyakinan yang digeneralisir 6. Nilai ialah kualitas objek yang menyangkut jenis apresiasi atau minat. 963).. . 11. Menurut Herbert Larry Winecoff (1987. Kata benda abstrak 4. 36) Value is object of social interest. 36) : Nilai adalah yang berguna bagi kehidupan manusia jasmani dan rohani 10. 8.Kualitas Menyebabkan manusia tertarik 3. 9.

7. Serangkaia n sikap .Sikap manusia Sangat penting - 64 .

8.Sikap manusia Sangat penting - 65 . Serangkaia n sikap .

sehingga menganggap ada ruang kosong untuk dimasukinya. atau ada bagian yang belum terjelaskan oleh definisi orang lain. Sikap berpikir seperti ini didalam filsafat bukanlah hal aneh. oleh karena itu akan berupaya terus menjawab apa yang belum terjawab. Pengertian nilai yang telah dikemukakan oleh setiap pakar pada dasarnya upaya memberikan pengertian secara holistik terhadap nilai. yaitu tatkala keinginan untuk mengisi relung kosong dengan pengertian kita. akan tetapi setiap orang tertarik pada bagian-bagian yang “relatif belum tersentuh” oleh pemikir lain.9. mencari sesuatu yang belum terpecahkan. Kualitas Berguna bagi jasmani atau rohani Dikehendaki masyarakat Berhubungan dengan apresiasi atau minat Sesuatu (abstrak) Objek Objek Penting Agak penting Agak penting Dari klasifikasi diatas. Tetapi ada bahayanya. Sesuatu 10. ada juga yang mengklasifikasikannya mirip dengan status benda. dapat terlihat bahwa pengertian nilai ada yang melihatnya sebagai kondisi psikologis. karena yang diupayakan oleh filsafat adalah mencari hakikat. Objek 11. ada yang memandangnya sebagai objek ideal. pada saat itu tanpa didasari kita sering terjerumus pada upaya-upaya 66 .

misalnya terhadap nilai yang kita bahas ini.mereduksi pengertian utamanya. 67 . esensi. Kebutuhan aanya penopang bagi nilai menjadikan nilai sebagai eksistensi yang “parasitis”. Sesuatu yang menyenangkan atau kenikmatan 2. sedangkan nilai itu tidak riil 2. pada objek ideal dan pada status benda. tentu lebih banyak melibatkan dunia intelektual dan otomatis akan kurang melibatkan emosi yang sangat dibutuhkan dalam penilaian. Larry Winecoff. ide tentang keindahan ditangkap melalui intelektual 4. Bila nilai direduksi sebagai objek ideal biasanya karena ada kekeliruan antara nilai sebagai sesuatu yang bukan realitas dengan identitas yang memadai esensi. 2001. entitas matematik. fraenkel lah yang paling mendekati objek ideal tersebut. objek idel itu ada Objek ideal tidak lain merupakan dunia ide seperti konsep. kenikmatan. Identik dengan yang diinginkan 3. Upaya mereduksi nilai dengan kondisi psikologis terjadi apabila nilai dihubungkan dengan hal-hal sebagai berikut : 1. Kekacauan dimulai dengan kenyataan bahwa nilai tidak ada dalam dirinya sendiri tapi tergantung penopangnya yang biasanya merupakan substansi yang berbadan. Pereduksian nilai dengan status benda disebabkan : 1. keinginan dan perhatian merupakan kondisi kejiwaan. 48) sebagai beriku : 1. Hal ini bisa kita lihat dari definisi-definisi nilai yang dikemukakan oleh Cheng. hlm. Selain mereduksi nilai dengan kondisi psikologis ada juga yang mereduksi nilai dengan “esensi atau ide platonik atau objek ideal” (frondizi. Perbedaan nilai dengan objek ideal akan jelas bila melihat pendapat Husserl (dalam Frondizi. Merupakan sasaran perhatian Karena kesenangan. Objek ideal itu bersifat ideal. hubungan yang semuanya dunia intelektual bukan dunia emosi. Kalau kita ukur definisi di atas dengan indikator-indikator objek ideal tadi. 4). definisi dari Jack R. 2. Frankena. hlm. dalam pengertian yang dikemukakan di atas terjadi pereduksian makna nilai pada kondisi psikologis. Keindahan ditangkap melalui emosi. maka pereduksian nilai dengan kondisi psikologisnya ini hanya menempatkan nilai sebagai pengalaman pribadi semata. 2001. Oleh karena itu apabila orang mendiskusikan tentang estetika atau mendiskusikan kriteria lukisan yang indah. Charles Knikker dan H. Keindahan adalah nilai sedangkan ide tentang keindahan adalah objek ideal 3. Oleh karena itu. Pereduksian pengertian nilai dengan status benda terjadi apabila nilai dikacaukan dengan objek material yang menopangnya atau benda yang menyimpan atau menutupinya. Comb. Arthur W. Menurut Lotze nilai iu tidak ada.

yang menjadi persoalan. hlm. tetapi lebih memperhatikan pentingnya nilai itu bagi manusia dalam kehidupan bermasyarakat. upaya untuk mengisi pemikiran yang tidak atau belum dilakukan oleh orang lain adalah biasa. atau hanya merupakan objek ideal dan/atau hanya status benda saja. Namun ada yang dapat disimpulkan dari penjelasan di atas. 129-130) 68 . akan tetapi mencoba mengisi relung-relung kosong yang belum tersentuh. 4.Sehingga akibat dua hal tersebut nilai bagaikan kualitas objek atau status objek atau bahkan benda. Kepuasan jangan dikacaukan dengan kenikmatan (meskipun kenikmatan merupakan hasil kepuasan). Nilai tertinggi menghasilkan kepuasan yang lebih mendalam 3. 6. apakah nilai itu dipandang dapat mendorong manusia karena dianggap berada dalam diri manusia atau nilai itu menarik manusia karena ada di luar manusia yaitu terdapat pada objek. sebab seperti yang diungkapkan oleh Sheller. Definisi yang mengarah pada pereduksian nilai oleh status benda ini terlihat pada pengertian nilai yang dikemukakan oleh John Dewey karena dia sebagai seorang pragmatis melihat nilai dari sudut kepentingannya. Upaya menjelaskan nilai dengan kondisi psikologis. Dalam hubungan ini. semakin tinggi keberadaannya. Semakin kurang kerelatifan nilai. Yang penting dalam upaya pendidikan. nilai tertinggi dari semua nilai adalah nilai mutlak (Frondizi. keyakinan individu pada nilai harus menyentuh sampai hierarki nilai tertinggi. harus semakin diyakini oleh individu harus memahami nilai dan kebernilaian dirinya. sehingga dia akan menempatkan diri secara bijak dalam pergaulan hidup serta akan mengakui dan bijak terhadap keberadaan nilai dan kebernilaian orang lain dalam pergaulan bermasyarakat. upaya itu dilakukan dalam rangka mengisi ruang-ruang kosong agar mencapai kesempurnaan. ketika relung kosong itu diisi sering memperkecil makna nilai yang dijelaskannya. Nilai itu harus jelas. sehingga nilai itu seolaholah hanya merupakan kondisi psikologis. sehingga nilai lebih dipandang sebagai kegiatan menilai. sebenarnya nilai itu dapat dan harus menyentuh seluruhnya. Oleh sebab itulah pendefinisian nilai sangat bervariasi. pendidikan (ISBD) tidak mempersoalkan dari mana nilai tersebut. bahwa : 2. dengan objek ideal dan dengan status benda bukan berarti ingin mengurangi hakikat nilai. akan tetapi sudut pandang yang berbeda akan menghasilkan kesimpulan yang berbeda pula. sehingga dapat menjelaskan sisi nilai yang lain. 2001. Makna Nilai bagi Manusia Dalam bidang filsafat. hal seperti ini terlihat pula pada definisi yang dikemukakan oleh Encyclopedia Britainica dan Encyclopedia of Sociology. nilai itu penting bagi manusia.

Dengan kata lain problem utama bagi kehidupan orang tua yang bekerja terletak pada tingkat komunikasi dengan anak-anaknya. namun di sisi lain. tetapi mengandung berbagai resiko akibat kompleksitas kehidupan yang ditimbulkannya. Pola-pola hubunan sering kali menjadi rusak. Dalam lingkungan yang krang baik dan kadang menegangkan ini seorang anak sangat sulit untuk membangun nilai nilainya secara jelas. Anak jarang melihat apa yang dikerjakan orang tua dan tidak mendapat informasi yang cukup melalui diskusi yang bermakna tentang hakikat suatu karier baik permasalahan maupun keberhasilannya. banyak anak yang tidak mengetahui hal-hal yang dikerjakan orang tua di luar rumah untuk mencari penghasilannya. Bapak. muncul pula keharusan mengenal mengenai baru. Menurut Louis Rath (1977. bercerai. pisah atau salah satu diantara mereka dipenjara)”. bagi anak-anak yang sedang tumbuh dan berkembang. namun masih banyak orang yang meyakini bahwa nilai moral itu hidup dan dibangun dalam lingkungan keluarga. Salah satu kesulitan yang ditimbulkan adalah munculnya “nilai-nilai modern” yang tidak jelas dan membingungkan anak (individu).B. dan mungkin pula pola-pola kehidupan baru yang berbeda. Karakter pekerjana orang tua dan hubungannya dengan keluarga telah berubah secara dahsyat. Ada benarnya pertanyaan yang mengungkapkan bahwa keluarga saat ini merupakan pelarian dari dunia nyata. tuntutan itu menghabiskan waktu dan energi untuk menjawab pertanyaanpertanyaan yang sarat nilai. Keluarga sebagai bagian dari masyarakat. di satu sisi merupakan bagian dari harapan baru bagi keluarga. Tapi setiap hari dalam keluarga terjadi perubahan-perubahan yang dramatis. meskipun tidak sampai masuk kategori menakutkan. terpengaruh oleh tuntutan kemajuan yang terjadi. Sering kali pada keluarga yang broken home atau pada keluarga yang kedua orang tuanya bekerja berakibat pada penurunan intensitas hubungan antara anak dengan orang tua. Dampak yang muncul dari kegiatan tersebut dapat menggoyahkan stabilitas kehidupan anak-anak. Saat ini merupakan fakta. Persoalan lain yang terjadi di keluarga adalah terjadinya migrasi atau perpindahan domisili. Mobilitas demografis yang sangat tinggi ini merupakan suatu yang unik. pilihan dan kesempatan. hlm. Pengaruh Kehidupan Keluarga dalam Pembinaan Nilai Moral Kehidupan modern sebagai dampak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menghasilkan berbagai perubahan. hal ini disebabkan tuntutan kerja atau memenuhi kebutuhan lainnya. muncul murid dan guru baru yang harus ditemui anak.12) “Berdasarkan data terbaru. bekerja di luar rumah estimasi terakhir menyebutkan bahwa dua dari lima ibu merupakan keluarga yang broken home (dalam konteks ini dimaksudkan salah satu diantara orang tua tersebut meninggal. PROBLEMATIKA PEMBINAAN NILAI MORAL 1. Ibu dan anak-anak pulang ke rumah untuk bersembunyi dari berbagai tekanan kehidupan di 69 . dua dari lima ibu.

di sana akan menjadi ajeng kesepakatan rasa yang tbaik terhadap keraguan sudut pandang nilai dan moral”. Sikap-sikap yang mengkristal pada diri anak akan menjadi nilai dan nilai tersebut akan berpengaruh pada perilakunya. pengaruh pertemanan ini akan berdampak positif manakala isu dan kebiasaan teman itu positif pula. dan pergaulan dengan teman akan menambah perbendaharaan informasi yang akhirnya akan mempengaruhi berbagai jenis kepercayaan yang dimilikinya. maka kesempatan untuk mempengaruhi sikap moral atau berpikir anaknya tentu akan berkurang. Dalam rangkuman buku “What is the human prospect?”. Mereka pulang ke rumah sudah larut malam. tidak hanya kembali dari pekerjaan melainkan juga dari perjalanan jauh yang melelahkan. Di lingkungan rumah. 2. mengakibatkan merosotnya fungsi keluarga dalam pembinaan nilai moral anak. Keluarga modern Amerika (mungkin juga kota-kota besar di Indonesia). Dalam posisi seperti inilah institusi pendidikan perlu memfasilitasi peserta didik untuk melakukan klarifikasi nilai. ketika bapak bahkan juga ibu sebagian besar hidupnya untuk bekerja setiap hari dan keluarga hanya menyatu ketika membagikan makanan. serta terputusnya komunikasi yang harmonis antara orang tua dengan anak. 15) menyatakan bahwa : “Banyak kegelisahan dan kegetiran generasi pertengahan abad yang akan datang yang nyata-nyata karena ketidakcakapan untuk menyampaikan nilai pada remaja.luar rumah. Ketika keluarga bersatu. proses kejadiannya diperhambat oleh lemahnya struktur keluarga. Kejadian ini lebih banyak terjadi pada pendidikan moral melebihi transmisi nilai dari suatu generasi ke generasi berikutnya. sehingga tidak mampu melakukan komunikasi yang cerdas dan bijak (inteligen) dengan anak-anaknya. dan lebih pragmatis daripada sebagai teman seperi lima puluh tahun yang lalu. hlm. kembali menghilang. cat. Orang tua mengharapkan rumah menjadi tempat perlindungan yang tenang dan berharap anak-anaknya sudah beristirahat. Setiap orang yang menjadi teman akan akan menampilkan kebiasaan yang dimilikinya. Robert Heilbroner (1974. anak-anak sudah tidur dan kesempatan untuk membahas makna-makna aktiitas keseharian. Persoalan merosotnya intensitas interaksi dalam keluarga. anak pasti punya teman. Kumpulan kepercayaan yang dimiliki anak akan menambah sikap yang dapat mendorong untuk memilih atau menolak sesuatu. Keluarga bisa jadi tidak lagi menjadi tempat untuk memperjelas nilai yang harus dipegang bahkan sebaliknya menambah kebingungan nilai bagi anak. Penulis) itu amat kecil. lebih terisolasi. Sebelum mereka datang. Mereka meninggalkan rumah lebih awal. Orangtualah yang sering meninggalkan rumah berjam-jam setiap harinya. sebaliknya 70 . tentang apa yang telah orang tua mereka lakukan. Pengaruh Teman Sebaya Terhadap Pembinaan Nilai Moral Sebagai mahluk sosial.

Pertemanan yang paling berpengaruh timbul dari teman sebaya. karena diantara mereka relatif lebih terbuka dan intensitas pergaulannya relatif sering. Bagi anak situasi ini menjadi dilematis. dan anak cenderung akan menyesuaikan dengan aturan main tersebut dengan harapan agar diterima oleh kelompoknya. Orang dewasa. tetapi Amerika membumihanguskan Afganistan. Jika seorang anak atau remaja mengungkapkan kebingungannya di hadapan orang dewasa. terlbih lagi anak-anak dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah menjawabnya. orang dewasa akan berusaha menunjukkan jalan mana yang paling bijak dan paling benar atau menunjukkan jalan yang baik bagi anak atau remaja tersebut. Perbedaan sudut pandang antara keluarga dengna temannya menjadi masalah tersendiri bagi nilai anak-anak. dan akhirnya Amerika dengan sekutunya melakukan agresi pula ke Irak. kapan waktu yang tepat untuk melakukannya. banyak orang yang meneriakkan demokrasi dengan melakukan “perusakan”kerusuhan etnis terjadi di Sampit. Pengaruh Figur Otoritas terhadap Perkembangan Nilai Moral Individu Baru-baru ini Amerika menyalahkan Irak karena melakukan agresi ke Kuwait. Poso dan Maluku yang banyak menelan korban dan bahkan pada akhir-akhir ini timbul polemik “inul” dilema antara moralitas dan kreativitas. masing-masing menawarkan nilai yang berbeda. langsung ataupun tidak langsung. baik di sekolah / kampus maupun dalam lingkungan masyarakat. memberi tahu apa yang harus mereka lakukan. Keluarga sering dikagetkan oleh penolakan anak ketika memberikan nasihat.akan berdampak negatif bila sikap dan tabiat yang ditampilkan memang buruk. Pada tahun-tahun yang lalu Amerika menuduh beberapa negara termasuk Indonesia yang melanggar hak asasi manusia. Kelompok sebaya tentu mempunyai aturan main sendiri. 3. Persoalan nilai mana yang akan menjadi keyakinan individu (mahasiswa) tentu diperlukan adanya upaya pendidikan untuk membimbing mereka keluar dari kebingungan nilai serta menemukan nilai hakiki yang harus menjadi pegangannya. dengan alasan bahwa apa yang dismapaikan orang tua berbeda atau bertentangan dengan “aturan” yang disampaikan oleh temannya. Anak dihadapkan pada keharusan untuk mematui aturan keluarga dan risiko dikeluarkannya dari pertemanan. Demikian pula di awal reformasi. seberapa sering harus melakukan dan juga akapn harus 71 . Orang dewasa mempunyai pemikirna bahwa fungsi utama dalam menjalin hubungan dengan anak-anak adalah memberi tahu sesuatu kepada mereka. hlm. Seolah-olah kita telah mati rasa dengan maraknya variasi nilai yang ditawarkan setiap figur otoritas. menambah bingungnya nilai bagi anak. Bukan sesuatu yang mustahil bila upaya mencoba perilaku buruk lainnya disebabkan pula karena pengaruh teman sebaya. maka dapat diprediksi reaksi orang dewasa tersebut. dimana harus dilakukan. 102) “Kebiasaan merokok lebih banyak disebabkan karena pengaruh teman sebaya”. Berdasarkan hasil penelitian Abbas Asyyafah (1997.

Anak-anak diharuskan mengikuti anjuran yang disarankan. Hasilnya sangat dramatis. Dengan kata lain. televisi. majalah. maupun anak-anak lainnya.orang tua belum meyakini bahwa anak-anak telah menjadi “manusia”. 4. Masih ada kecenderungan untuk menganggap bahwa keyakinan orang dewasa tetap harus dipertahankan anak harus memiliki keyakinan seperti keyakinannya. dan kekerasan disuguhkan secara terbuka. tokoh politik. koran. Bahkan adegan-adegan yang benar-benar dipandang immoral dilakukan oleh orang-orang yang tampaknya berpendidikan tinggi. atau memberi arahan kehidupan. lalu disusl dengan radio. Namun mediamedia tersebut juga menyuguhkan berbagai pandangan hidup yang sangat variatif pada anak. seksualitas. Hampir tidak ada seorang pun yang memandang penting membantu anak untuk memecahkan dan menyelesaikan pemikiran yang memusingkan tersebut”.mengakhirinya. televisi. 1977. buku bacaan. VCD. kurang ajar atau membangkang. Jika nilai memang mewakili cara pandang terhadap kehidupan. Pertama kali telepon. film.Jika anak itu menholak maka dapat dipastikan anak itu diigolongkan tidak taat. radio. majalah. bahkan banyak diantara pandangan dan nilai kehidupan tersebut dalam kehidupan keluarga tidak akan mereka temui. film. guru ngaji. orang dews hanya menambahkan berbagai arahan nilai atau norma yang sudah ada pada anak-anak baik yang didapatnya dari sekolah. (Rath. Mereka yang menangani pemrograman mulai mengembangkan sesuatu yang dianggapnya dapat menarik dan menyenangkan anakanak. sementara semua orang menonton. baik dari radio. Pengaruh Media Komunikasi Terhadap Perkembangan Nilai Moral Pada akhir abad ke-20 alat-alat komunikasi yang potensial telah diperkenalkan ke dalam ritualit kehidupan keluarga. Dengan kata lain. Dalam kondisi seperti inilah lembaga pendidikan perlu mengupayakan agar peserta didik mampu menemukan nilai dirinya tanpa harus bertentangan dengan nolai-nilai yang hidup dan berkembang di masyarakat. setiap orang tentu berharap pentingnya memperhatikan perkembangan nilai anak-anak. oleh karena itu dalam media komunikasi mutakhir tentu akan mengembangkan suatu pandangan hidup yang terfokus sehingga memberikan stabilitas nilai pada anak. dan setelah Perang Dunia II datanglah televisi. Sekarang persoalan pornografi. Dengan demikian orang dewasa tidak berupaya mengurangi kebingungan dan ketidakjelasan nilai bagi anak. 72 . serta membuat perubahan dalam hidup. mereka juga harus mengikuti harapan atau aspirasi yang dimiliki orang tua. anak-anak jadi terbiasa melihat dan menyimak pandangan hidup yang bervariasi. “Masalahnya hampir tidak ada seorang pun yang memandang pentingnya membantu anak untu menghilangkan kebingungan yang ada pada pikiran atau kepala mereka. 20).

Sekarang pun muncul alat-alat cetak terbaru dengan komputerisasi yang relatif lebih ekonomis. mana yang bermoral dan tidak bermoral. maka institusi pendidkan perlu mengupayakan jalan keluar bagi peserta didiknya dengan pendekatan klarifikasi nilai. bla anak dihadapkan pada berbagai kemungkinan. dalam kondisi orang tua yang bekerja. Gambar tidak senonoh pun dicetak. peserta didik akan belajar tentang sesuatu yang diinginkan guru/dosen. mana yang benar dan mana yang palsu. dan tentu mengundang orang untuk mencoba melakukannya. dan biasanya mahasiswa akan menunjukkan respons yang sederhana. Sangat mungkin bahwa kontribusi terbesar media-media tadi akan membiasakan pemahaman yang tengah tumbuh pada anakanak seputar mana yang betul dan mana yang salah. Dalam lingkungan pendidikan seperti ini.menyimak dan mencernanya. atau menyebutkan bahwa anak–anak tidak dapat mengambil pelajaran dari semua kejadian tersebut. Jika keluarga dapat membahasnya secara masuk akal dari setiap hal yang disajikan. kesempatan anak dan keluarga untuk berbagi pikir dan perasaan semakin sempit. Pengaruh Otak atau Berfikir Terhadap Perkembangan Nilai Moral Kalau kita mengobservasi situasi kelas. mana yang bagus dan mana yang jelek. mana yang betul dan mana yang salah. mereka salah satu atau kedua-duanya keluar seharian. 5. dengan kondisi keluarga yang broken home. Ada kecenderungan lain. Buku-buku ini menjadi penyampai cerita kriminal. Tetapi kami ingin mengungkapkan bahwa jika hanya dengan dirinya sendiri. Pada saat yang bertepatan. mana yang adil dan mana yang timpang. mana yang adil dan mana yang timpang. Sudah tentu akan akan memungut sejumlah gagasan atau nilai dari semua ini baik nilai-nilai positif dan termasuk pengaruh negatifnya. Apabila 73 . Konsekuensinya akan muncul kebingungan dalam kehidupan anak untuk menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. bahkan muncul layanan iklan yang mempromosikan layanan seksual. maka dia akan kehilangan gagasan akhirnya dia akan kebingungan. dan semua bentuk kejanggalan kehidupan. anak tidak akan mampu mengambil manfaat besar dari jutaan pilihan yang tersedia. akan sering kita temukan perkataan guru/dosen yang menyatakan kepada mahasiswa bahwa “kamu sebaiknya” atau “kamu seharusnya” agar perilaku mereka berubah. isinya lebih banyak menampilkan cerita kriminal. surat kabar dan majalah pun berubah drastis. Dalam hal ini. horor. seks dan korupsi. Tetapi seperti yang telah dikemukakan. Buku komik muncul dan penerbit melihat peluang besar dalam segmen pasar anak. tidak bermaksud menyatakan bahwa alternatifalternatif yang ditawarkan harus dihaouskan. mungkin setiap anak akan dapat mengambil pelajaran tentang makna dari pandangan-pandangan baru dalam kehidupan ini. Tatkala anak dipenuhi oleh kebingungan nilai.

Bahlan menurut aliran rasionalisme seperti yang diungkapkan oleh Immanuel Kant bahwa manusia melalui pemikiran rasional dan kesadaran moral serta keyakinan agamanya dapat digunakan untuk menjelaskan eksistensinya. tanpa disadari akan terjadi pertumbuhan atau kematangna. (Rath. Dalam konteks pendidikan. Tidak hanya dalam proses seleksi melibatkan proses belajar. dengan demikian guru/pendidik dapat dan harus membimbing anak melalui proses yang kontinu melalui pengembangan situasi bermasalah yang memperkaya kesempatan berpikir dan memilih. dan makna-makna yang kita ciptakan menentukan bagaimana cara kita berperilaku. dan di mana pun penyelidikan berlangsung akan selalu melibatkan tujuan. (1977. dan dalam melakukan pilihan berarti melibatkan nilai. Dimana pun keputusan diambil. namun otak tidak bekerja secara sederhana dalam pengertian stimulus respons. dan juga tidak menyimpan “fakta” secara sederhana sebagai referensi masa depan. berpikir dimaknai sebagai proses yang berhubungan dengan penyelidikan dan pembuatan keputusan. Melalui lingkungan seperti ini. hlm. Kita belajar dari hal-hal yang kita jalani. Ketika menyusun tugas sebelum siswa/mahasiswa membandingkan dua atau lebih kesatuan. Jika setiap hari di dalam kelas kita berpikir dan memilih berarti kita setiap hari mengalami. proses berpikir dilakukan untuk mencari fakta tentang persamaan dan perbedaannya. tetapi juga ketika membuat keputusan. proses berpikir melibatkan analisis. hlm. Pada saat itulah langsung tidak langsung seseorang melakukan nilai yang diketahuinya. dan inti moral 74 . Berdasarkan hasil penelitian Gazzaniga (dalam Kama Abdul Hakam. “Beberapa tujuan mungkin menunjukkan indikator nilai”. namun mereka sama-sama sedang tumbuh dan berubah. dan sintesis.mereka diberi kesempatan untuk berpikir dan memilih responsnya sendiri setiap hari. Menurut Rath. pertimbangan nilai pasti terlibat. 1977. moral manusia itu (didasarkan rasionalnya) merupakan inti manusia. meskipun mereka tidak mengkristal hal yang sama. 68) : “Pengalaman itu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap proses kematangan. Atas dasar itu semua orang adalah pencari dan pencipta makna. Berpikir adalah hasil kerja otak. kita terus menerus tumbuh dan tumbuh itu berarti dewasa”. Langkah ini berarti memperluasnya untuk menuju pada sebuah pilihan. 39) “Otak kita adalah suatu organ yang sangat mengagumkan untuk menemukan dan menciptakan makna. organisasi. otak kita tetap berusaha membuat pengalaman lahir (outer) dan pengalaman batin (inner)”. 200. anak akan berpikir lebih menyadari alternatif dan lebih menyadari konsekuensinya. Bahkan ketika membuat kesimpulan. penyusunan. abstraksi. Argumentasi Kant ini didasarkan bahwa “manusia itu rasional. Dalam keadaan terjada maupun tertidur. rasional sendiri adalah moral. 68). hlm.

(yang dapat mengubah keyakinan. (Kama. sehingga manusia pantas diberi derajat yang tinggi melebihi mahluk yang lain. 2000. Untuk mengajarkan proses dan keterampilan berpikir rasional 2. 60). Untuk mengembangkan individu yang mampu memilih tujuan dan keputusan yang baik secara bebas. Prinsip dan standar itulah yang disebut dengan nilai. manusia melalui penyelidikan rasionalnya akan membuktikan prinsip-prinsip yang berlaku secara universal. 8). 200. diterima sebagian atau ditolak akan menguatkan keyakinan yang telah ada pada individu tersebut. Atas dasar logika rasional inilah manusia akhirnya menentukan serangkaian “rasional imperatif” yaitu aturan-aturan yang menajdi pedoman hidupnya. Dengan demikian. Informasi baru yang dihasilkan. Serangkaian sikap inilah yang akan mendorong muculnya pertimbangan yang harus dibuat sehingga menghasilkan standar atau prinsip yang bisa dijadikan alat ukur sebuah tindakan. (dalam kama.manusia mencerminkan “kemanusiaan yang benar”. 2000. Aturan-aturan (hukum) yang ditentukan secara rasional ini akan memberikan bimbingan moral dan pengetahuan tentang benar dan salah. Dengan demikian. Oleh siapa informasi itu disampaikan (hal ini berhubungan dengan kredibilitas si pembawa informasi) c. maka akan terbentuklah sikap. hlm. “Sikap adalah serangkaian keyakinan yang menentukan pilihan terhadap objek atau situasi tertentu (Kama. Dalam kondisi yang bagaimana informasi itu disampaikan atau diterima 75 . sikap dan nilai) sangat ergantung pada faktor-faktor sebagai berikut : a. baik informasi itu diterima secara keseluruhan. Bagaimana informasi itu diperkenalkan (proses input) b. hlm. informasi ini berpengaruh terhadap sistem keyakinan yang dimiliki oleh individu. 6. Pengaruh Informasi Terhadap Perkembangan Nilai Moral Setiap hari manusia mendapatkan informasi. Apabila informasi baru tersebut telah diterima individu serta mengubah atau menguatkan keyakinannya. hlm. meskipun diakui bahwa ada pendekatan lain dalam pendidikan nilai yang memiliki orientasi yang berbeda. Atas dasar argumen di atas. maka Kant menganjurkan tujuan pendidikan sebagai berikut : 1. 61). pendidikan tentang nilai moral yang menggunakan pendekatan berpikir dan lebih berorientasi pada upayaupaya untuk mengklarifikasi nilai moral sangat dimungkinkan bila melihat eratnya hubungan antara berpikir dengan nilai itu sendiri.

Sejauh mana tingkat disonansi kognitif yang terjadi akibat informasi baru tersebut (yaitu tingkat dan sifat konflik yang terjadi dengan keyakinan yang telah ada) e. ada yang menyatakan kepastian hukum dan lainlain. tidak jelasnya rujukan dan orientasi moral akan dapat dikurangi. dan kaidah-kaidah hukum kepada mahasiswa. misalnya saja pengaruh tuntutan teman sebaya dengan tuntutan aturan keluarga dan aturan agama akan menjadi konflik internal pada individu yang akhirnya akan menimbulkan kebingungan bilaibagi individu tersebut. Level penerimana individu yaitu motivasi individu untuk berubah f. Kebingungan ini bisa diperparah apabila di lembaga pendidikan peserta didik diberi lagi informasi tambahan yang berbeda dengan tiga tuntutan tersebut tanpa memberikan solusi untuk menemukan nilai dirinya. sehingga kebingungan nilai. Dalam konteks hubungan dengan sesama seperti itulah perlu adanya keteraturan sehingga setiap individu dapat berhubugan secara harmonis dengan individu lain disekitarnya. Oleh karena itu. sehingga pemeo “Ubi societas ibi ius (dimana ada masyarakat di sana ada hukum) adalah tepat. Mochtar Kusumaatmadja (2002. kebutuhan terhadap ketertiban ini merupakan syarat 76 . Maka manusiamasyarakat-hukum merupakan pengertian yang tidak dapat dipisahkan. Untuk terciptanya keteraturan tersebut diperlukan aturan yang disebut oleh kita hukum. tetapi lebih memfasilitasi mereka agar konflik nilai. Hukum dalam masyarakat merupakan tuntutan. dianalisis dna dicari solusinya. mengingat bahwa kita tidak mungkin menggambarkan hidupnya manusia tanpa atau diluar masyarakat. adalah mahluk yang selalu berinteraksi dan membutuhkan bantuan dengan sesamanya. (Kama. moral. apalagi bila informasi itu sama kuatnya maka akan mempengaruhi disonansi kognitif yang sama. 19). 3) mengatakan “Ketertiban adalah tujuan pokok dan pertama dari segala hukum. hlm. hlm. ada yang menyatakan bahwa tujuan hukum adalah keadilan ada juga yang menyatakan kegunaan. konflik moral dan lemahnya supremasi hukum dapat dikritisi. Hukum diciptakan dengan tujuan yang berbeda-beda.d. ISBD sebagai sebuah studi yang membahas problema sosial dan budaya sebaiknya bukan hanya menambah informasi nilai. 2000. MANUSIA DAN HUKUM Disepakati bahwa manusia adalah mahluk sosial. Level kesiapan individu untuk menerima informasi baru serta mengubah tingkah lakunya (tahap kematangan individu serta kekayaan pengalaman masa lalunya). tujuan hukum yang utama dapat direduksi untuk ketertiban (order). munculnya berbagai informasi. akan tetapi dalam kaitan dengan masyarakat. C.

hlm. Kualitas hukum terletak pada bobot moral yang 77 . yang tentunya sesuai pula atau merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut”. Kepastian ini bukan saja agar kehidupan masyarakat menjadi teratur akan tetapi akan mempertegas lembaga hukum mana yang melaksanakannya. sebab dalam kenyataannya. adat kebiasaan. bahkan antara kaidha hukum dengan kaidah lain saling berhubungan yang satu memperkuat yang lainnya. 10) mengatakan “Hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup (the living law) dalam masyarakat. kaidah susila. dan kaidah moral. Kaidah hukum sebagai salah satu kaidah sosial tidak berarti mniadakan kaisah-kaidah lain tersebut. kaidah kesopanan. 3) mengatakan bahwa hukum itu sungguh-sungguh merupakan hukum apabila benar-benar dikehendaki diterima oleh kita sebagai anggota masyarakat. Bahkan daoat dikatakan ahwa hukum itu merupakan pencerminan dari nikai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. “mungkin” ada hukum yang bertentangan dengan moral atau ada undang-undang yang immoral. Dengan demikian hukum bida meningkatkan dampak sosial dari moralitas. yang berarti terdapat ketidakcocokan antara hukum dengan moral. tidak lepas dari nilai (value0 yang terjadi pada suatu masyarakat. karena hal itu mustahil. namun hukum dan moral tetap berbeda. Untuk itu dalam konteks pengambilan keputusan hukum membutuhkan moral. sebab moral tanpa hukum hanya angan-angan saja. HUBUNGAN HUKUM DAN MORAL Antara hukum dan moral terdapat hubungan yang erat sekali. sebagaimana moral membutuhkan hukum. Oleh karena itu kualitas hukum harus selalu diukur dengan norma moral. diperlukan adanya kepastian dalam pergaulan antar manusia dalam masyarakat. Meskipun tidak semua harus diwujudkan dalam bentuk hukum. Di sisi lain. Selanjutnya Mochtar Kusumaatmadja (2002. Banyak kaidah yang berkembang dan dipatui masyarakat seperti kaidah agama. Hukum hanya membatasi diri dengan mengatur hubungan antar manusia yang relevan. kalau tidak diundangkan atau dilembagakan dalam masyarakat. apabila kita juga betul-betul berpikir demikian sepertiyang dirumuskan dalam undangundang dan terutama juga betul-betul menjadi realitas hidup dalam kehidupan orang-orang dalam masyarakat. meskipun adakalanya kaidah hukum tidak sesuai atau tidak serasi dengan kaidah-kaidah tersebut. Dengan demikian hukum sebagai kaidah sosial. hukum akan kosong tanpa moralitas. merupakan fakta objektif yang berlaku bagi segala masyarakat manusia dalam segala bentuknya”. … ketertiban sebagai tujuan utama hukum. Apa artinya hukum jika tidak dijiwai oleh moralitas.pokok (fundamental) bagi adanya suatu masyarakat manusia yang teratur. D. Untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat ini. Meskipun hubungan hukum dan moral begiu erat. hlm. perundang-undangan yang immoral harus diganti. moral juga membutuhkan hukum. ada pepatah Roma yang mengatakan “Quid leges sine moribus?” Apa artinya undang-undang kalau tidak disertai moralitas ? Dengan demikian hukum tidak akan berarti tanpa dijiwai moralitas. Dahlan Thaib (2001.

Meskipun hukum tidak langsung berasal dari negara seperti hukum adat. MANUSIA. ketiga dilihat dari pelaksanaan. Dengan cara demokratis atau dengan cara lain masyarakat dapat mengubah hukum. hlm. hukum tampak kosong dan hampa. hukum bersifat heteronom yaitu datang dari luar diri manusia. dilihat dari otonominya. pertama. BAB 7. Sedangkan Gunawan Setiardja. Namun demikian perbedaan hukum dengan moral tetap jelas. sedangkan norma moral bersifat lebih subjektif dan akibatnya lebih banyak “diganggu” oleh diskusi-diskusi yang mencari kejelasan tentang yang harus dianggap etis dan tidak etis. hukum mengatur kehidupan manusia dalam kehidupan menegara. Moralitas didasarkan pada norma-norma moral yang melebihi para individu dan masyarakat. konsensus dan hukum alam. sedangkan moral secara lahiriah dan terutama batiniah tidak dapat dipaksakan. sedangkan moral mengatur kehidupan manusia sebagai manusia. namun hukum membatasi diri pada tingkah laku lahiriah saja. Moral menilai hukum dan tidak sebaliknya. hukum didasarkan atas kehendak masyarakat dan akhirnya atas kehendak negara. Keempat. membedakan hukum dan moral. pertama. Kedua. Tapi norma etis tidak bisa dipaksakan. Hukum lebih dikodifikasikan daripada moralitas. sanksi lahiriah. Satu-satunya sanksi di bidang moralitas adalah hati nurani yang tidak tenang. malu terhadap diri sendiri. tapi tidak pernah masyarakat dapat mengubah atau membatalkan suatu norma moral. sanksi yang berkaitan dengan hukum berbeda dengan sanksi yang berkaitan dengan moralitas. sebab paksaan hanya menyentuh bagian luar. Hukum untuk sebagian terbesar dapat dipaksakan. sedangkan perbuatan etis justru berasal dari dalam. dilihat dari dasarnya. keenam dilihat dari waktu dan tempat. hukum secara lahiriah dapat dipaksakan. sedangkan moral berdasarkan hukum alam. setidaknya seperti diungkapkan oleh K. namun hukum itu harus diakui oleh negara supaya berlaku sebagai hukum. SAINS. Oleh karena itu norma hukum lebih memiliki kepastian dan objektif dibandingkan dengan norma moral. Sains 78 . keempat dilihat dari sanksinya. Bertens yang menyatakan bahwa selain itu ada empat perbedaan antara hukum dan moral. 6). hukum tergantung pada waktu dan tempat. PENGERTIAN 1. artinya dibukukan secara sistematis dalam kitab perundang-undangan. sedangkan moral bersifat otonom datang dari diri sendiri. pelanggar akan terkena hukumannya. kedua. Tanpa moralitas. hukum memiliki dasar yuridis. dilihat dari tujuannya. menyesal. 119). sedangkan moral secara objektif tidak tergantung pada tempat dan waktu (1990. Kelima. batiniah.menjiwainya. sedangkan moral menyangkut juga sikap batin seseorang. sanksi hukum bersifat yuridis. Ketiga. sedangkan sanksi moral berbentuk sanksi kodrati. meski hukum dan moral mengatur tingkah laku manusia. (Dahlan Thaib. TEKNOLOGI DAN SENI A.

kimia. 2. melalui eksperimen secara teori. Proses mencari kebenaran secara mencari jawaban kepada persoalan-persoalan secara sistematik yang dinamakan pendekatan saintifik dan ia menjadi lndasan perkembangan teknologi yang menjadi salah satu unsur terpenting peradaban manusia. dan bukan hanya kumpulan pengethauan yang berupa fakta-fakta . scyense. cience.Sains berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam semesta secara sistematis. scians. Kata Yunani kuno techne berarti seni kerajinan. Konsep Teknologi Dalam kepustakaan teknologi terdapat aneka ragam pendapat yang menyatakan bahwa teknologi adalah transformasi (perubahan bentuk) dari alam. teknologi dalam makna subjektif adalah keseluruhan peralatan dan prosedur yang disempurnakan. scienc. Menurut Medawar (1984) sains (dari istilah Inggris Science) berasal dari kata : sienz. sains adalah “Ilmu yang teratur (sistematis) yang dapat diuji atau di buktikan kebenarannya. sciens. tidak semua ilmu itu boleh dianggap sains. Sains memberi penekanan pada sumbangan pemikiran manusia dalam menguasai ilmu pengetahuan itu dan ini terdapat dalam seluruh alam semesta. ciens. Sains merupakan satu proses untuk mencari dan menemui sesuatu kebenaran melalui pengetahuan (ilmu) dengan memahami hakekat mahluk. scyens. biologi)” Pendidikan sains menekankan pada pengalaman secara langsung. Sains yang diartikan sebagai satu cabang ilmu yang mengkaji sekumpulan pernyataan atau fakta-fakta dengan cara yang sistematik dan serasi dengan hukum-hukum umum melandasi peradaban dunia modern. teknologi adalah realitas/kenyataan yang diperoleh dari dunia ide. Kata dasar yang diambil dari kata scientia yang berarti knowledge (ilmu). syence. Dengan berkembangnya keterampilan seseorang yang menjadi 79 . untuk menerangkan hukum-hukum alam. Yang dimaksud ilmu sains adalah ilmu yang dapat diuji (hasil dari pengamatan sesungguhnya) kebenarannya dan dikembangkan secara bersistem dengan kaidah-kaidah tertentu berdasrkan kebenaran atau kenyataan semata sehingga pengetahuan yang dipedomani tersebut boleh dipercayai. berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata (misal fisika. Sains sangat penting untuk perkembangan dan kemajuan kemanusiaan dan teknologi. Tetapi. scyence. Dari techne kemudian lahirlah perkataan technikos yang berarti seseorang yang memiliki keterampilan tertentu. prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. sampai pernyataan bahwa teknologi adalah segala hal dan segala hal adalah teknologi. konsep-konsep. Istilah teknologi berasal dari kata techne dan logia. Menurut Kamus Umum Bahsa Indonesia.

Kecenderungan ini pun mempunyai suatu akibat dimana kalau tehnologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengethaun. dalam perwujudan tersebut maka dengan sendirinya setiap jenis teknologi / bagian ilmu pengetahuan dapat ada tanpa berpasangan dengan ilmu pengetahuan dan pengetahuan akan ilmu pengetahuan yang menjadi pasangannya.semakin tetap karena menunjukkan suatu pola. Teknologi Modern Jenis tehnologi modern ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a) b) c) d) Padat modal Mekanis elektris Menggunakan bahan impor Berdasarkan penelitian mutakhir dan lain-lain b. istilah teknologitelah dipakai secara umum dan menerangkan suatu rangkaian sarana. Sampai pada permulaan abad XX ini. yaitu : a. Teknologi Tradisional Teknologi ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a) Bersifat padat karya (banyak menyerap tenaga kerja) b) Menggunakan keterampilan setempat c) Menggunakan alat setempat d) Menggunakan bahan setempat e) Berdasarkan kebiasaan atau pengamatan Demikianlah teknologi adalah segenap keterampilan manusia 80 . proses. dan ide disamping alat-alat dan mesin-mesin. langkah dan metode yang pasti. Teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan. dalam pengertian bahwa penerapan itu menuju pada perbuatan atau perwujudan sesuatu. Ini merupakan suatu pengertian yang sangat luas karena setiap sarana perlengkapan maupun kultural tergolong suatu teknologi. Adapun tiga macam teknologi yang sering dikemukakan oleh para ahli. Perluasan arti itu berjalan terus sehingga sampai pertengahan abad ini muncul perumusan tehnologi sebagai sarana dan aktivitas yang dengannya manusia berusaha mengubah atau menangani lingkunganya. keterampilan itu lalu menjadi teknik. Teknologi Madya Jenis tehnologi madya ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a) Padat karya b) Dapat dikerjakan oleh keterampilan setempat c) Menggunakan alat setempat d) Berdasarkan alat penelitian c.

seperti kita ketahui. dimana pihak kesatu secara terarah membimbing perkembangan kemampuan dan kepribadian pihak kedua secara manusiawi yaitu orang per orang. seni adalah keahlian membuat karya yang bermutu (dilihat dari segi kehalusannya. Dengan menggunakan cabang-cabang ilmu pengetahuan baru tersebut. teknologi ilmu. Misalnya unuk keperluan bidang kesehatan (sinar rontgen). ukir dan lain-lain. dimana zat ini dapat dimanfaatkan untuk maksud damai. tetapi setiap orang akan berusaha dalam setiap langkah untuk 81 . MAKNA SAINS. Dan setiap orang tidak ingin mengalami kesulitan. dan lain-lain.menggunakan sumber-sumber daya alam untuk memecahkan masalah – masalah yang dihadapinya dalam kehidupan. Secara lebih umum dapatlah bahwa teknologi merupakan suatu sistem penggunaan berbagai sarana yang tersedia untuk mencapai tujuantujuan praktis yang ditentukan. Adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan cabang ilmu pengetahuan baru antara lain : teknik modern. keindahannya. berfungsi untuk tempat penyimpanan air. orang dapat membuat reaktor nuklir yang dapat menghasilkan zat-zat radio aktif. lukis. Sedangkan menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia. di bidang pertanian untuk memperbaiki bibit. teknologi transportasi dan lain-lain. objek pariwisat. dan sebagainya) seperti tari. B. hutan mempunyai banyak fungsi kertas. Maka konsep pendidikan yang memerlukan ilmu dan seni ialah proses atau upaya sadar antara manusia dengan sesama secara beradab. kita dapat memperoleh hasil misalnya : 1) Penggunaan teknik nuklir. Sudah menjadi sifat dari kebanyakan manusia bila telah terpenuhi satu keinginan maka akan timbul keinginan yang lain atau menambah apa yang telah tercapai. TEKNOLOGI. DAN SENI BAGI MANUSIA 1. Seni Janet Woll mengatakan bahwa seni adalah produk sosial. 2) Penggunaan teknologi hutan. untuk mendapatkan energi tinggi. industri kayu lapis/bahan bangunan. Perkembangan Teknologi Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat mendatangkan kemakmuran materi. teknologi gedung (metalurgi). Oleh karena itu budi bahaa adalah suatu seni. 3.

Alat rumah tangga elektronik mempermudah ibu-ibu rumah tangga dalam melaksanakan tugasnya. TV. maka dituntut adanya keahlian untuk menggunakan. Pengetahuan dan teknologi memungkinkan terjadinya perkembangan keterampilan dan kecerdasan manusia.mendapatkan kemudahan. Oleh karena itu perlu sekali negara berkembang mempercepat proses pemindahan teknologi. dan lain-lain. Kesadaran yang timbul di negara Barat mengenai akibat-akibat yang ditimbulkan teknologi memang dapat dimengerti. mengelola dan senantiasa menyesuaikan dengan teknologi-teknologi dan ilmu pengetahuan yang baru. seperti OHP. Hal ini karena dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan : 1) Tersedianya sarana dan prasarana penunjang kegiatan ilmiah 2) Meningkatnya kemakmuran materi dan kesehatan masyarakatnya. Selain itu sikap mental dan nilai hidup yang harus mengarah terhadap nilai tersebut. petani mendapatkan kemudahan dalam memperoleh air. pembawa polusi atau pencemaran dan mengakibatkan terjadinya pengangguran. sehingga perlu ditanggapi dan dipersiapkan dalam menghadapinya sesuai dengan kebutuhan pembangunan. film setrip. Dalam menghadapi Iptek masyarakat Indonesia harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan memanfaatkannya. Bendungan dapat dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik. Mereka mulai mempersoalkan nilai-nilai yang dipakai oleh masyarakat di negara berkembang sebaiknya dapat dimanfaatkan. Namun di pihak lain baik negara maju maupun negara berkembang. Misalnya antara lain : 1) Dengan teknik modern. akan merasa bahwa teknologi hanya akan menghabiskan sumber-sumber daya alam. Iptek dan Nilai Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bergerak sangat cepat. dari teknik mengendalikan aliran air sungai. 2. yang dapat mempermudah para pendidik dalam melaksanakan tugasnya. 2) Dengan teknik modern dapat dibuat bermacam-macam media pendidikan. Dalam menghadapi era teknologi modrn dan industrialisasi. 82 . slide. Kemudahan itu didapatkan antara lain dengan penerapan perkembangna ilmu pengetahuan alam dan teknologi. Hal itu hanya dapat berjalan jika negara tersebut masyarakatnya telah dapat memanfaatkan teknologi yang dikembangkan di negara maju dan dipakai oleh negara yang sedang berkembang.

ayam ras. Dengan alat-alat tersebut diharapkan manusia dapat menggunakan waktu dan tenaga lebih efektif dan efisien. demikian juga dengan produksi pestisida dapat memungkinkan pemberantasan hama lebih berhasil. peternakan. antara lain : 1. Hal ini memungkinkan manusia dapat melakukan kegiatan dengan lebih efektif dan efisien. Software aspect. meliputi peralatan yang memberikan bentuk pola teknologi sebagai objek fisikal atau material. meliputi sumber informasi yang memberikan penjelasan mengenai hal-hal peralatan fisik atau material tersebut. Dalam pertanian. MANUSIA SEBAGAI SUBJEK DAN OBJEK IPTEK Berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia dapat menciptakan alat-alat serta perlengkapan yang canggih untuk berbagai kegiatan. alat pengolah hasil pertanian dan alat penyemprot hama. perikanan • bidang dan Mampu menciptakan alat pertanian yang maju seperti traktor. Teknologi mempunyai dua komponen utama. sebaliknya juga telah terbukti bahwa bagi mereka yang dapat memanfaatkannya. Dengan teknik pemuliaan yang semakin canggih dapat ditemukan bibit unggul seperti jenis pada VUTW (varietas unggul tahan wereng). yaitu : Hardware aspect. Dengan ilmu dan teknologi tumbuhlah berbagai industri yang hasilnya dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang. teknologi tersebut dapat menolong mereka dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya. • • 83 .Teknologi dapat membawa bencana. kelapa hibrida. Produksi pupuk buatan dapat membantu menyuburkan tanah. - C. ayam broiler. alat pemotong dan penanam. sehingga produksi pangan dapat ditingkatkan Teknik-teknik pemuliaan dapat meningkatkan produksi pangan. sehingga dalam kegiatan kehidupannya tersedia berbagai kemudahakan.

sapi perah dan bermacam-macam jenis unggul lainnya. Dalam bidang telekomunikasi Manusia telah membuat televisi. telepon yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan cepat dalam waktu yang singkat manusia dapat memperoleh informasi dari daerah yang sangat jauh. Dalam kedokteran kesehatan bidang dan • Dengan hasilnya manusia menciptakan alat-alat operasi mutakhir. daging dan teknik pengolahan lainnya. Nuklir Meledaknya bom di Hirosima dan Nagasaki mengakhiri Perang Dunia II. buah-buahan. sehingga berbagai penyakit dapat dengan segera disembuhkan. penghancuran. dan perusakan. Pada waktu itu banyak korban 84 . seperti pengalengan ikan. Sayangnya senjata itu digunakan secara semena-mena. sangat efektif dan menyembuhkan penyakit TBC. Budi daya hewan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan manusia 2. 3. 4. Dalam pertahanan keamanan bidang dan Manusia telah mampu menciptakan alat atau persenjataan yang sangat canggih. sehingga dapat mempertahankan keamanan wilayahnya dengan baik. Dan dapat menurunkan angka kematian dan mortalitas. • • Teknik mutasi buatan dapat menghasilkan buahbuahan yang besar serta tidak berbiji Teknologi pengolahan pascapanen. akhirnya perang untuk menghentikan kekejaman. penggunaan benda radioaktif untuk pengobatan dan mendiagnosis berbagai penyakit. bermacam-macam obat. Contoh obat yang mengandung unsur radioaktif adalah isoniazid yang mengandung c radioaktif. radio. DAMPAK PENYALAHGUNAAN IPTEK BAGI KEHIDUPAN Permasalahan yang timbul akibat dari adanya kemajuan teknologi adalah adanya dampak-dampak negatif yang disebabkan oleh kemajuan teknologi tersebut diantaranya : 1. D. sehingga penggunaan waktu sangat efisien.

Timbulnya pencemaran tentu erat kaitannya atau disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia antara lain : • Kegiatan-kegiatan industri. terutama akibat dari residu pemakaian zat-zat kimia yang memberantas hama seperti insektisida. tumpahan-tumpahan bahan bakar kendaraan bermotor terutama minyak bumi dari kapa tanker. pencemaran buangan-buangan penambangan. zat-zat buangan berbahaya seperti logam-logam berat.berjatuhan. Kadarnya melebihi batas normal Berada pada tempat yang tidak semestinya Berada pada waktu yang tidak tepat Merusak untuk sementara. Kegiatan pertambangan. Penyebabnya adalah debu-debu radioaktif yang berasal dari bom nuklir serta reaktorreaktor atom. demikian pula dengan pupuk organik. kebisingan dari kendaraan bermotor. tidak merusak lagi Merusak setelah jangka waktu tertentu Yang langsung mengganggu kesehatan manusia • • • Suatu zat dikatakan polutan bila : • • • • • • Sifat-sifat polutan antara lain : Bencana polusi dapat dibagi menjadi 4 : 85 . 2. beta dan gamma serta partikel neutron lainnya hasil pembelahan inti. karena radiasi akibat senjata nuklir masih dapat dirasakan sampai sekarang. Efek yang ditimbulkan oleh radioaktif adalah terjadinya perubahan struktur zat serta pola reaksi kimianya. naiknya suhu udara kota. zat radioaktif. berupa terjadinya kerusakan instalasi. sehingga merusak sel tubuh. juga dalam bentuk kepulan asap. Kegiatan pertanian. pencemaran udara dan rusaknya lahan lahan akibat pertambangan Kegiatan transportasi. air buangan panas. Polusi Adanya bahan polusi atau polutan dapat merusak lingkungan. dan setelah bereaksi dengan zat lingkungannya. dalam bentuk limbah. Bila hal ini terjadi pada gen maka gen akan menyebabkan terjadinya mutasi gen yang berakibat kanker. kebocoran. kebisingan suara. herbisida. tapi kejadian tidak berhenti di situ. pestisida. berupa kepulan asap. Bahaya yang ditimbulkan adalah radiasi yang ditimbulkan oleh sinar alpha.

• • Efek tak langsung pada manusia. • • • • • Sifat-sifat DDT : • Bila masuk ke dalam tubuh organisme tidak 86 . Pencemara n air dan tanah • Zat kimia seperti limbah industri. Untuk proses ini bakteri pembusuk memerlukan banyak O2. misalnya. usaha pertambangan minyak bumi di wilayah lepas pantai. sehingga menurunkan porositas tanah Zat-zat limbah industri Berbagai sampah organik yang dibuang ke sungai. misalnya efek korosif dari polusi udara atas gedung-gedung Efek langsung yang mengancam kualitas kehidupan manusia. pupuk buatan dan detergen dapat berakibat buruk terhadap tanaman dan tumbuhan serta organisme lainnya Sampah plastik tidak dapat hancur. penebangan hutan yang berlebihan • Pencemaran lingkungan dapat berupa : • • • • Pencemaran air dan tanah Pencemaran udara Pencemaran suara Pencemaran benda-benda radioaktif a. kolam atau parit akan mengalami pembusukan. Terjadinya pembusukan yang berlebihan di perairan akan menyebabkan terjadinya penimbunan senyawa DDT merupakan insektisida yang dahulu banyak digunakan petani untuk memberantas hama tanaman dan serangga penyebar penyakit lainnya. seperti onggokan pupuk kandang dan selokan mampet Efek tak langsung terhadap masyarakat.

stres dan lain-lain d. baik bagi si perokok sendiri maupun orang-orang disekitarnya. minyak. Gangguan yang timbul terutama pada sistem pendengaran yang selanjutnya dapat mempengaruhi sistem lainnya. NO2. Asap rokok juga merupakan polutan. Pencemara n suara Penyebabnya adalah suara yang bising terus-menerus. seperti : • • • Perubahan tekanan darah Perubahan denyut nadi Kontraksi perut. batu bara dan lain sebagainya.dapat diuraikan lagi • Larut dalam lemak dan dapat berpindah ke organisme lainnya melalui aliran materi dalam rantai makanan Dapat merusak jaringan Bila masuk ke tubuh dapat menghambat proses pengapuran cangkang telur Dapat menimbulkan kelelahan dan kejangkejang otot b. • • • • • Keributan = 80 dB = 105 dB = 150 dB Suara kereta api = 95 dB Mesin motor 5 PK Petir = 120 dB • • • Pesawat jet lepas landas Suara berkekuatan 80 dB sudah menimbulkan gangguan. Satuan kekuatan suara adalah desibel (dB). SO dan SO2. CO2. Pencemara 87 . NO. c. Percakapan normal 40 dB. gangguan jantung. Gas-gas yang merupakan pencemar udara adalah CO. Pencemara n udara Pencemaran udara terutama disebabkan oleh pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna dari pabrik.

kemajuan kehidupan di kota-kota besar membawa pengaruh yang sangat cepat terhadap kehidupan di pedesaan. 3. Jika wewenang kloning jatuh ke tangan diktator. Klonasi / Kloning Dengan kemajuan dalam bidang genetika dan biologi reproduksi. ia dapat berbuat macam-macam yang merugikan spesies manusia dalam jangka panjang. Menyediakan jaringan atau organ fetus untuk transplantasi Mengganti anak yang mati muda dengan anak yang sama ciri-cirinya Sebagai bagian dari eugenetika positif dengan membuat genotipus yang dianggap unggul sebanyak-banyaknya Merealisasi teori dan memuaskan ras ingin tahu ilmiah Memperoleh sampel dengan genotipus yang sama untuk penelitian. maka dimungkinakn rekaysa duplikasi atau multiplikasi manusia secara seksual dengan klonasi. karena kita menentang akan kodrat kita sendiri. misalnya tentang peran relatif pengaruh lingkungan dan genetika pada genotipus manusia Memperoleh orang dalam jumlah banyak untuk pekerjaan yang sama dengan ciri-cirinya • • • Namun ada pula dampak yang kurang baik yaitu dengan karena hal-hal tersebut di atas banyak yang belum menyetujui dan banyak yang menentang akan adanya kloning tersebut. bagaimanapun manusia sebagai mahluk ciptaanNya tidak akan mampu menandingi Sang Penciptanya. Tujuan klonasi dapat dirangkum seperti tersebut di bawah ini. Penduduk di pedesaan ingin mengikuti dan merasakan hasil kemajuan tersebut. 88 . yaitu penduduk pedesaan menjadi konsumtif adanya perubahan kebudayaan yang kurang baik terhadap para muda mudinya. • • • • Memberi anak yang baik pada pasangan yang tidak mempunyai anak. Hal ini dalam satu segi membawa pengauh yang kurang baik.n Sosial dan Budaya Kemajuan teknologi pada kota-kota besar sangat berpengaruh sekali terhadap kehidupan di kota. selain itu pada segi agama pun sudah barang tentu bertentangan.

begitu seterusnya. Yang di mana dengan adanya efek rumah kaca ini sinar ultra violet yang dapat membahayakan manusia tidak akan disaring lagi oleh lapisan ozon.4. Efek Rumah Kaca Efek rumah kaca ini disebabkan oleh adanya pencemaran udara yang banyak mengandung zat-zat yang dapat mengubah suhu udara. yaitu dengan adanya efek rumah kaca. sehingga akan langsung menuju bumi dan selanjutnya akan diam dan bersirkulasi di bumi. 89 . Karena dengan adanya pencemaran udara akan menyebabkan pemanasan global.

terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan riil. Pengertian Ekologi Ekologi terdiri atas dua suku kata Yunani yaitu oikos yang berarti rumah tangga. Kita mengenal beberapa definisi untuk ekologi. dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan mahluk hidup yang menempatinya. Jadi secara harfiah ekologi berarti ilmu kerumahtanggaan. dan mati dan seterusnya. MANUSIA DAN LINGKUNGAN A. dan logos yang berarti firman atau ilmu. Pengertian Lingkungan Lingkungan adalah suatu media di mana mahluk hidup tinggal. pertumbuhan. Memang dalam ekologi banyak terlibat ekonomi dan sebaliknya. PENGERTIAN MANUSIA DAN LINGKUNGAN 1. Ilmu ini mirip dengan ekonomi yang secara harfiah berarti ilmu dan aturan rumah tangga. meskipun sering kali nama ekologi tidak disebut. serta terkait serta berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik itu positif mauun negatif. Pengertian Manusia Manusia adalah mahluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam. KORELASI ANTARA MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN 1. perkembangan. mengalami kelahiran. dalam ekonomi banyak dibicarakan materi ekologi. maka kita dapat mengambil sudut pandang ekologi untuk membahas kajian 90 . nomos adalah bahasa Yunani yang berarti hukum atau aturan. misalnya : Ekologi ialah cabang biologi yang mempelajari hubungan timbal balik manusia dengan lingkungannya Ekologi ialah studi ilmiah tentang interaksi yang menentukan penyebaran dan kepadatan mahluk hidup Ekologi adalah Biologi Lingkungan - - Bertolak dari definisi “Ekologi ialah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya”. 2. mencari penghidupannya.BAB 8. B.

Dalam ekosistem terdapat komponen biotik dan abiotik. Pendekatan ini disebut pendekatan antroposentris. bahasa Yunani anthropos berarti manusia. dimana tumbuhan memperoleh bahan-bahan makanan atau mineral-mineral untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Termasuk juga mislanya gas-gas yang kemudian larut dalam air yang diperlukan oleh mahluk yang hidup di dalam air. merupakan juga faktor lingkungan yang sering besar - - - 91 . yaitu oleh manusia untuk manusia. Ada ilmu yang disebut sosiologi manusia. gas karbon dioksidanya diperlukan tumbuhan untuk proses fotosintesis. dan ada ilmu ekologi manusia. Air. Lingkungan Hidup Manusia Manusia hidup. Dalam lingkungan alamnya manusia hidup dalam sebuah ekosistem yakni suatu unit atau satuan fungsional dari mahlukmahluk hidup dengan lingkungannya. tumbuh dan berkembang dalam lingkungan alam dan sosial-budayanya. Oksigennya diperlukan untuk bernapas.manusia dan lingkungan dengan disokong oleh segi kepentingan manusia. Tanah ini juga merupakan tempat tinggal manusia dan hewan-hewan. terutama cahaya matahari banyak mempengaruhi keadaan mahluk hidup Suhu atau temperatur. Cahaya. Udara atau gas-gas yang membentuk atmosfer. 2. yang besar pengaruhnya bagi banyaknya mahluk hidup yang hidup di darat. baik sebagai tempat tinggal mahluk-mahluk hidup yang tinggal di dalam air. maupun air yang berbentuk sebagai uap yang menentukan kelembaban dari udara. Komponen biotik pada umumnya merupakan faktor lingkungan yang mempengaruhi mahluk-mahluk hidup diantaranya :: Tanah yang merupakan tempat tumbuh bagi tumbuh-tumbuhan.

Sedangkan komponen biotik diantaanya adalah : Produsen. Selain itu di dalam lingkungan terdapat faktor-faktor berikut ini : Rantai makanan yakni siklus makanan antara produsen. Termasuk kelompok ini misalnya. umumnya merupakan mahluk-mahluk hidup yang dapat melakukan proses fotosintesis. Konsumen. Termasuk ke dalam kelompok ini yaitu hewan-hewan dan manusia. Termasuk kelompok ini adalah tumbuhan yang memiliki klorofil.pengaruhnya terhadap kebanyakan mahluk hidup. Oleh pekerjana pengurai ini zatzat organik yang terdapat dalam sisa-sisa atau mahluk hidup yang sudha mati itu. konsumen dan pengurai baik di darat. merupakan kelompok mahluk hidup yang menggunakan atau makan zatzat organik atau makanan yang dibuat oleh produsen. Pengurai adalah mahluk hidup atau organisme yang menguraikan sisa-sisa atau mahluk hidup yang sudah mati. laut maupun udara Habitat dimana setiap jenis mahluk hidup memiliki tempat hidup tertentu. kebanyakan bakteri dan jamur-jamur. Populasi. menurut batasan 92 . Dengan demikian zat-zat anorganik ini dapat digunakan kembali oleh produsen untuk membentuk zat-zat organik atau makanan. terurai kembali menjadi zat-zat anorganik. Tiap mahluk hidup mempunyai batasbatas pada suhu di mana mereka dapat tetap hidup. dengan keadaan – keadaan tertentu. kelompok inlah yang merupakan mahluk hidup yang dapat menghasilkan makanan dari zat-zat anorganik.

demi kelangsungan hidup jenisnya. Adapun faktor-faktor yang menentukan besarnya populasi adalah . Kemudian mereka mulai mengenal cara bercocok tanam yang masih sangat sederhana. yaitu dengan membuka hutan untuk dibuat ladang yang ditanami dengan umbi-umbian atau tanaman lain yang telah dikenalnya sebagai bahan makanan. kita akan melihat adanya usaha dari manusia untuk menyempurnaan serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya. laut dan udara. Mereka belum mengenal perihal bercocok tanam atau bertani. Pada saat manusia hidup mengembara. Biosfer. mencari buah-buahan serta umbi-umbian yang terdapat di hutan-hutan. mereka hidup dari hasil perburuan. Seluruh ekosistem di permukaan bumi inilah yang disebut dengan biosfer. komunitas bersamasama dengan faktor – faktor abiotik di tempatnya membentuk ekosistem. semua populasi dari semua jenis mahluk hidup yang saling berinteraksi di suatu daerah disebut komunitas. Komunitas. Rumah rumah mereka pada saat itu 93 . Bila binatang buruan mulai berkurang mereka berpindah mencari tempat yang masih terdapat cukup binatang-binatang buruan sebagai bahan makanan. PENGARUH HIDUPNYA MANUSIA Jika kita menelusuri kembali sejarah peradaban manusia di bumi ini. Akan tetapi lambat laun dengan bertambahnya jumlah populasi mereka. kematian mengurangi besarnya populasi. cara hidup semacam itu tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ekosistem-ekosistem ini terdapat di seluruh permukaan bumi baik di darat. Kelahiran menamah besarnya populasi.- - dalam ekologi populasi aalah jumlah seluruh individu dari jenis spesies yang sama pada waktu tertentu. PADA ALAM LINGKUNGAN C. Ekosistem – ekosistem ini berhubungan satu sama lain dengan idak ada batas tegas antara satu ekosistem dengan ekosistem lainnya. dan hidup mengembara dalam kelompok-kelompok kecil dan tinggal di gua-gua. perpindahan keluar mengurani populasi sedangkan perpindahan kedalam menambah populasi.

hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan. Bahkan lebih daripada itu. D. Oleh karena itu sumber daya alam tersebut dikatakan sebagai 94 . dan bahan-bahan tambang lainnya. mereka mulai dapat bercocok tanam secara lebih baik. di tepi sungai. SUMBER ALAM Sumber alam dapat digolongkan ke dalam dua bagian yakni : Sumber alam yang dapat diperbarui (renewable resources) atau disebut pula sumber-sumber alam biotik. Sumber alam yang tidak dapat diperbarui (nonrenewable resources) atau disebut pula sebagai golongan sumber alam abiotik. mereka mulai dapat bercocok tanam secara lebih baik. mineral. Perubahan alam lingkungan hidup manusia tampak jelas di kota-kota. Dan akhirnya mereka hidup menetap dan hasil pengalamannya. Dan dalam mencari tempat mereka memilih tempat yang dekat dengan mata air. - Sumber alam biotik mempunyai kemampuan memperbanyak diri atau bertambah. Yang tergolong ke dalam sumber alam ini adalah semua mahluk hidup.terbuat dari kayu yang beratap daun-daunan. manusia telah mengubah semua komunitas biologis di tempat mereka hidup. Misalkan tumbuhan dapat berkembang biak dengan biji atau spora. dan berpengaruh tidak baik karena dapat mengurangi kemampuan alam lingkungan hidupnya untuk menyokong kehidupannya. misalnya dengan ditemukannya sistem bersawah dan lain-lain. Berpengaruh bagi manusia karena manusia mendapatkan keuntungan dari perubahan tersebut. atau danau. dibandingkan dengan di hutan rimba di mana penduduknya masih sedikit serta primitif. misalnya dengan ditemukannya sistem bersawah dan lain-lain pengalamannya. mereka berpindah mencari tempat baru yang masih memungkinkan hutan untuk dijadikan tempat tinggal serta ladangnya. hutan. Perubahan alam lingkungan hidup manusia akan berpengaruh baik secara positif ataupun secara negatif. air. Disini manusia mulai mengetahui sifat-sift alam lingkungan hidupnya. Bila kesuburan tanah tidak memungkinkan lagi untuk memperoleh panen yang mencukupi kebutuhan. bahan-bahan galian. Tampaklah di sini manusia sedikit demi sedikit mulai menyesuaikan diri pada alam lingkungan hidupnya. dan hewan-hewan menghasilkan keturunannya dengan telur atau melahirkan. Yang tergolong ke dalam sumber alam abiotik adalah tanah. Selain bercocok tanam mereka mulai memelihara binatang-binatang.

banyak tanah-tanah digunakan untuk perumahan. terutama pada penggunaan sumber-sumber alamnya. jalan-jalan. Dengan adanya kemajuan dalam bidang pertanian. fauna. Manusia bergulat dan bersaing dengan spesies lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Berbagai cara telah dilakukan manusia dalam menggunakan sumber-sumber alam berupa tanah. Indonesia masih ada kemungkinan perluasan areal pertanian. Malaysia. penggunaan pestisida dan bibit unggul. batu bara atau bahan-bahan lainnya telah habis digunakan manusia. dan sebagainya. Bila sumber minyak. Adapun panen 95 . bahan-bahan galian dan sebagainya. flora. serta mekanisasi alat-alat pertanian. Jepang misalnya sudah tidak mungkin lagi memperluas areal pertanian. bila manusia menggunakannya secara bijaksana. Lain halnya dengan sumber alam abiotik yang tidak dapat memperbarui dirinya. penggunaan pupuk. 1.sumber alam yang masih dapat diperbarui. dan diusahakan jangan sampai sumber alam itu musnah. mengusahakan panenan lebih dari satu kali per tahun. karena adanya pertambahan penduduk yang pesat. Filipina. irigasi. Pertanian dan Tanah Tanah permukaan (top soil) mengandung kadar unsur-unsur bahan makanan yang begitu tinggi dan siap digunakan olh tanaman. jangan berharap bahwa jenis tersebut dapat muncul kembali. Penggunaan Sumber-sumber Alam Manusia memandang alam lingkungan dengan bermacam-macam kebutuhan dan keinginan. air. Tetapi dalam pelaksanaan sangat lambat karena terbatasnya modal. Dari tahun 1920-1960 Jepang dan kehilangan tanah pertanian rata-rata seluas 49 ribu acre/tahun. Sedangkan dalam intensifikasi pertanian. industri. Dalam hal ini manusia memiliki kemampuan lebih besar dibandingkan organisme lainnya. Seyogyanya manusia menggunakan baik sumber daya biotik dan abiotik secara tepat dan bertanggung jawab. Sumber alam biotik dapat terus digunakan atau dimanfaatkan oleh manusia. Burma. Sebab. penggunaan tanah untuk pertanian dapat digunakan secara efisien untuk meningkatkan hasil pertanian. Memang benar di dalam bumi kini masih terjadi pembentukan bahan-bahan tersebut namun pembentukannya sangatlah lambat sehingga apa yang dibentuk berabad-abad lamanya hanya dapat mengimbangi apa yang kita gunakan selama satu tahun. untuk memperoleh hasil yang tinggi ditempuh beberapa cara antara lain. sekali suatu jenis spesies di bumi musnah. Hasil pertanian tersebut dapat ditingkatkan baik dengan cara memperluas areal pertanian maupun dengan meningkatkan hasil tanah pertanian yang sudah ada. a. maka habislah bahan-bahan tambang tersebut. Semuanya itu memerlukan modla besar. Di beberapa negara yang sedang berkembang seperti Thailand. Tentunya kesemuanya ini tergantung pada cara-cara manusia menggunakan kedua jenis sumber alam tersebut. Bijaksana dalam penggunaan berarti memperhatikan siklus hidup sumber aam tersebut. bahkan kemungkinan kurang dari itu.

Air Air sebagai salah satu sumber alam yang terdapat di manamana di bumi. kehilangan humus. selain itu hama juga dapat dengan mudah dibasmi dengan insektisida. Sedangkan peranan mekanisasi alat-alat pertanian dapat mempertinggi hasil pertanian. herbisida. Masalah Erosi dan Banjir Erosi merupakan gejala alamiah dan sering kali pula disebut 96 . c. Korea. Demikian juga penggunaan pupuk di dunia cenderung meningkat terus. di danau. dan pestisida. d. telah menggunakan pupuk 10 juta ton pada tahun 1960/1961. Maka dari itu kita harus menemukan cara untuk menggunakannya setepat dan sehemat mungkin mengingat bahan tambang adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Pemakaian ini cenderung akan meningkat terus dan demikian juga dengan bahan tambang lainnya. Hutan Kalau kita tinjau dari segi peranan hutan. Dengan cara-cara tersebutlah manusia selangkah demi selangkah memperbaiki cara-cara bertani dan hasil panen untuk memenui kebutuhan bahan pangan yang selalu meningkat. E. misalnya hutan Pinus. di sungai. di lautan. merupakan hutan yang sengaja diadakan untuk melindungi tanah dari erosi. dan air tanah. dan Jepang di mana 50%-60% tanah pertanian menghasilkan panen dua kali per tahun. damar dan sebagainya. Di Amerika pada tahun yang sama diperkirakan mencapai 568 kg per kapita. b. Golongan kedua adalah hutan penghasil atau hutan produksi. maka hutan dapat digolongkan ke dalam dua golongan yakni : hutan pelindung. yaitu hutan yang disengaja ditanami jenis-jenis kayu yang dapat diungut hasilnya.PERMASALAHAN YANG TIMBUL 1. Eropa Barat yang hanya mempunyai 6% dari seluruh pertanian biji-bijian di dunia. PERMASALAHAN . Bahan Tambang Begitu banyak mineral dan bahan tambang lainnya yang dapat digali dan ditemui serta dimanfaatkan secara seimbang dalam kehidupan manusia. di bawah tanah dan udara sebagai uap air yang kesemuanya meliputi 4/5 bagian seluruh permukaan bumi. Seyogyanya manusia menggunakan air dengan baik dan berusaha mencegahnya dari pencemaran-pencemaran yang mengganggu berjalnnya fungsi vital air dalam kehidupan manusia.lebih dari satu kali setahun telah berhasil di Taiwan. Pemakaian baja di dunia pada tahun 1967 diperkirakan mencapai 144 kilogram per kapita.

Misalkan melalui pembuangan limbah pabrik. kebutaan dan depresi. Pencemaran Tanah Sampah-sampah industri pertanian yang menggunakan pupuk buatan telah menyebabkan pencemaran tanah. aktivitas manusia baik sehari-hari ataupun dalam produksi dan penggunaan kendaraan bermotor. Sampah-sampah tersebut adalah bahan-bahan kimia yang bila terkumpul dalam jumlah tertentu dapat membahayakan kehidupan melalui tanah di mana pepohonan tumbuh berkembang. yaitu timbulnya kesulitan pernapasan karena terganggunya peranan hemoglobin dalam pengikatan oksigen. 2. Pencemaran Suara Kebisingna yang terjadi di kota-kota sebagian akibat dari berbagai jenis suara yang dikeluarkan mesin-mesin atau kendaraan-kendaraan yang jumlahnya semakin meningkat secara tidak terkontrol. Sungai saat ini manusia masih terus menebang hutan-hutan yang tidak diimbangi dengan penanaman kembali pohon-pohon yang telah ditebang. terkena pestisida. Kehutanan Hutan merupakan kekayaan Indonesia yang tidak ternilai harganya. Kita telah menanam tanaman di tempat yang tidak tepat. Selain itu DDT merupakan indikasi pencemaran yang berbahaya pada tanah karena bahan tersebut tidak dapat diuraikan dan dapat meresap masuk ke dalam pepohonan ataupun buah hasil penanaman kita dan hal tersebut mengakibatkan kemandulan pada burung. d. Bagi hewan dan manusia jumlah nitrat yang berlebihan merupakan racun. Pencemaran Air Bahan-bahan pencemar dapat tercampur dengan air dalam banyak cara secara langsung dan tidak langsung. Peristiwa erosi ini juga dipercepat dengan adanya penggunaan tanah yang tidak tepat oleh manusia.sebagai erosi geologi. c. Hal tersebut bisa mengakibatkan sianosis pada anak-anak. b. Peristiwa erosi terjadi secara perlahan-lahan terutama terjadi dengan bantuan media air di sungai yang mengikis dasar dan tepi sungai. hutan di Indonesia 97 . Hal tersebut dalam tingkat tertentu sangat berbahaya bagi manusia karena bisa mengakibatkan ketulian. Sepanjang daerah khatulistiwa. Tentunya hal tersebut merugikan bagi lingkungan. hal tersebut bisa diperoleh dari beraga. Pencemaran Udara Pencemaran udara terjadi saat komponen udara berada dalam jumlah di atas ambang normal dan membahayakan lingkungan. herbisida dan insektisida yang digunakan manusia dalam pertnaian dan sebagainya. 3. Pencemaran Lingkungan a.

menyebabkan Indonesia mampu mengekspor hasil hutan yang berupa barang setengah jadi atau barang jadi. mengapa Indonesia sering disebut Zamrud Khatulistiwa. Melakukan peremajaan tanaman 5. Pelarangan ekspor kayu gelondong menyebabkan adanya pengolahan kayu tersebut menjadi kayu olahan. Barangbarang itu berupa kayu gergajian . Menebang hutan secara selektif 4. dan kayu lapis. karena menyerap bahan dioksida. seperti kayu jati. Keuntungan dari pengolahan itu lebih banyak dan juga tercipta lapangan kerja baru. Melakukan rehabilitasi dan reboisasi areal hutan yang rusak 6. iklim. Hutan di Indonesia berfungsi sebagai paru-paru dunia. Kebijaksanaan ini diambil untuk memperoleh nilai tambah ekspor kayu. Inilah yang disebut kayu olahan.membentang antara satu pulau ke pulau lainnya. krueng. Usaha-usaha yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan produksi hutan antara lain : 1. Berhubungan dengan fungsi ini. cendana. kayu besi. dan sebagai tempat menyimpan kekayaan alam yang berupa hasil-hasil hutan. Perkembangan. Namun. Melakukan penanaman di lahan kritis F. Produksi hasil hutan Indonesia merupakan penyumbang devisa terbesar negara kedua setelah minyak dan gas bumi. dengan negara tujuan ekspor utama adalah Jepang dan Taiwan. Pembangunan dalam bidang kehutanan diarahkan untuk menunjang perekonomian negara dan memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri. Ekspor Indonesia dari hasil kehutanan pada awalnya berupa kayu gelondong (log). maka hutan menghasilkan devisa bagi negara. Melarang penebangan kayu tanpa izin dari pemerintah (Departemen Kehutanan) 2. pencegah erosi. bahkan semesta alam (selain alam semesta yang sudah dikenal manusia) termasuk alam 98 . plywood. pemerintah akhirnya melarang ekspor gelondong (kayu bulat). tempat hidup binatangbinatang. rotan dan lain-lain. Hasil hutan di Indonesia berupa berbagai jenis kayu. Itulah. penyubur tanah. ilmu pengetahuan dan teknologi pada beberapa waktu terakhir ini. Mencabut izin pengusaha HPH yang melanggar peraturan 3. Fungsi hutan yang lain sebagai pengatur tata air. ramin. meranti. MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA Alam semesta yang dikenal manusia baik melalui pengamatan indrawi langsung maupun dengan menggunakan media teknologi dan kemampuan prediksinya adalah ciptaan Tuhan Al-Khaliq.

Sumaatmadja. dan kinestik. Dengan demikian. Salah satu mitos itu adalah bahwa multiple intelligence mewakili sebuah dimensi gaya belajar. sayangnya sejak Gardner menerbitkan bukunya Frame of Mind banyak mitos dan salah konsepsi yang berkembang. akan tetapi berhubungan pula dengan aspek emosional. Namun manusia (yang kecil ini) diberi kelebihan potensi (sesuatu yang dapat dikembangkan dan berkembang). sosial. sedangkan inteligensi merupakan potensi biologis dan psikologis yang dapat direalisasikan secara luas sebagai konsekuensi faktor-faktor pengalaman. maupun manusia secara keseluruhan.yang belum dikenal manusia serta alam yang sedang dalam proses kejadiannya. baik dalam kelompok masyarakat tertentu. fisik/kinestik. bidang biosfer ini saja hanya seluas 1/550 bagian bumi. spiritual. Dalam galaksi Bima Sakti ini ada satu binatang yang namanya Matahari yang dikelilingi oleh planet-planet. dan di setiap galaksi terdapat miliaran bintang. baik hubungannya terhadap lingkungan alam. lingkungan yang multidimensional ini akan menjadi pelung di satu sisi dan menjadi tantangan di sisi lain. dalam bahasa Marwah Daud Ibrahim lingkungan bisa jadi rahmat sekaligus bisa jadi laknat (N. semua yang ada adalah ciptaanNya. Sejak itu para pendidik memandang multiple intelligent (MI) sangat bernilai. dan salah satu planetnya adalah planet Bumi terdapat tinggal manusia. Ternyata evolusi dan perkembangan kecerdasan ini erat kaitannya dengan hubungan manusia (stimulus maupun respons) terhadap lingkungan. salah satu dari gugus binatang itu adalah galaksi Bima Sakti atau milky way. semuanya adalah ciptaan Al-Khaliq pula. Dengan demikian. Namun hal ini tidak benar. Dalam jagat raya (alam semesta yang kita kenal) terdapat galaksi (gugusan gugusna bintang) yang jumlahnya miliaran. Evolusi terjadi dalam pengertian perubahan sebagai kelompok manusia. Perbedaannya sebuah gaya belajar lebih merujuk pada pilihan pembelajaran. Howard Gardner (1995) menjelaskan pandangannya tentang inteligensi yang membaginya menjadi delapan kategori. yaitu bidang linguistik. Gagasan Gardner ini dapat dipandang sebagai cikal bakal adanya pengakuan terhadap multiple intelligent. dan naturalistik. interpersonal. khususnya kecerdasan (al-aqal atau inteligensi). Yang lebih menarik dengan kecerdasan manusia sebagai mahluk yang ada di alam ini ternyata mengalami evolusi dan juga perkembangan. matematik. intrapersonal. Lingkungan yang dimaksud adalah segala sesuatu yang ada di sekeliling manusia yang berpengaruh 99 . dan motivasi yang mempengaruhi seseorang (Gardner. ruang (spatial). 1995). budaya. 2002). manusia adalah kelompok yang teramat kecil yang ada di alam semesta apalagi dibanding dengan seluruh semesta alam ciptaan Al-Khaliq. Peluang dan tantangan lingkungan ini membuat manusia terus menerus belajar dengan harapan mampu meresponnya ke arah yang lebih bermakna. teori MI memaparkan bakat bukan preferensi (pilihan). Sedangkan perkembangan kecerdasan dimaksudkan adalah proses kecerdasan yang terjadi pada setiap manusia secara individual. Di planet Bumi ada bagian yang disebut dengan biosfer tempat tinggal manusia dan mahluk hidup lainnya. Kecerdasan ini bukan hanya berkaitan dengan intelektual rasional serta logika semata. musik. logika.

Demikain pula ragam lingkungan seperti itu sering berpengaruh pada perlakuan manusia terhadap lingkungan itu sendiri. Le Doux. kekuatan dan daya tekannya. Festinger 1985) menyatakan bahwa : • Setiap anak memiliki 100-200 miliar sel otak yang siap mengembangkan beberapa triliun informasi. dan kritis. bisa saja individu yang ada dalam lingkungan yang sama melakukan respons dan perlakuan yang berbeda terhadap lingkungan tersebut. tergantung bagaimana cara pandang dia terhadap lingkungan. kecerdasan dia dalam merespons lingkungan. Namun demikian. 2000). kualitasnya. baik dalam jenis dan sifatnya. hlm. kudus atau suci. perlu pula dikembangkan kecerdasan emosional (Daniel Goleman. hasrat dan dorongan manusia untuk membutuhkannya. dimana menurut kajian medis (Gazzaniga. artinya disamping kecerdasan logis rasional. 1995) kecerdasan spiritual (Marsha Sinetar. emosional dan motorik. meski variasi lingkungan di sekitar manusia itu relatif sama.pada kehidupan (Otto Sumarwoto. Kecerdasan-kecerdasan diatas sesuai dengan potensi dan perkembangan otak manusia. • 7 bulan dalam kandungan bereaksi terhadap rangsangan bunyi • Baru lahir menunjukkan reaksi emosi • Otak berkembang dan menyimpan setiap rangsangan • Volume otak = Ketika lahir ± 350 gram 3 bulan ± 500 gram 9 bulan ± 750 gram 1. 52-54) cara berpikir masyarakat “sederhana” yang tertutup dalam merespons lingkungan biasanya lebih bersifat kolektif. bila tidak dipakai akan mati • Pertumbuhan otak juga bergantung gizi • Tergantung bagaimana otak diprogram 100 . tanpa tahun. Perry. logis. serta kemampuan dia memperlakuakn lingkungan dalam memenuhi hajat hidupnya. terkait dengan hal mistik. dengan demikian lebih menekankan pada kecerdasan sosial. dalam jumlah kuantitas dan volumenya.H.5 tahun ± 950 gram Orang dewasa ± 1300 gram • Sel otak tidak bertambah tetapi mempunyai pikiran untuk bercabang dan membuat ranting • Bila dipakai cabang dan ranting itu semakin rimbuj. kecerdasan emosional – spiritual (Ary Ginanjar Agustian. 2001) bahkan kecerdasan sosial yang sampai saat ini masih belum banyak dipersoalkan.M Palm. maka dua kecerdasan masyarakat tersebut perlu dikembangkan agar terwujudnya kearifan manusia terhadap lingkungan. Kalau dilihat dari pentingnnya manusia memiliki multiple intelligent. Menurut Levi Bruhi (dalam C. emosional dan spiritual yang berbeda dengan masyarakat terbuka atau maju yang lebih berpikir kausalitas. 1985). Lingkungan yang berpengaruh pada manusia ini sangat bervariasi.

perkembangan multi kecerdasan individu sangat ditentukan oleh lingkungan keluarga. harus disusui selama dua tahun. dan sebagai mahluk budaya dia tunduk pada hukum adanya kemampuan kreasi serta keterbatasan insani. lingkungan keagamaan. terjadilah perkembangan sejarah. learning to be. dia berkreasi menjelajahi lingkungannya dengan aktivitas fisik-motorik. sense of reality. aktivitas mental-psikologis dan juga dengan kegiatan psikospiritualnya. Dengan penjelajahannya ini. wajar apabila dalam proses perkembangannnya individu sangat perlu perhatian lingkungan sejak berada dalam kandungan. gendongan. akan tetapi melakukan aktivitas pembelajaran untuk learning to learn furthe more (bahkan UNESCO . cara pengasuhan orang tua (keluarga) terhadap anak. teknologi. Kesadaran manusia terhadap kaidah-kaidah tersebut sangat penting dalam menghadapi peluang dan tantanganyang multidimensional agar menyikapi lingkungan dengan kesadaran dan penuh kehati-hatian. mempengaruhi. martabat. lingkungan informasi. mendeklarasikan empat pilar ditambah learning to do. sebagai mahluk sosial dia tunduk pada hukum interaksi dan komunikasi sosial serta interdependensi dengan yang lain. ekonomi. dan sense of discovery. bahkan banyak contoh menunjukkan orang-orang yang biasa melakukan aktivitas berpikir ketika menghentikan aktivitasnya menyebabkan orang cepat terserang pikun. serta pemilihan teman dan kelompok sebaya sangat menentukan karakter anak ketika dewasa. lingkungan kerja (profesi). karena dengan cara itulah akan menentukan harkat. teknologi dan spiritual (Nursyid. harga diri dan kelangsungan hidupnya. dan bahkan inteligensinya itu sendiri. sehingga dia menjadi mahluk yang mobil untuk memuaskan hasrat sense of interest.(rangsangan). 1999. pelukan. sekali lagi tiap manusia atau kelompok tidaklah sama. 101 . Demikian pula. S : 2002). dan mengolah lingkungannya. harus dipenuhi gizi pada masa balita. bukan hany sekadar learning to know. lingkungan sekolah. Oleh karena itu. peradaban. Namun dalam perkembangannya. manusia bukan hanya sebagai mahluk yang ditentukan dan dipengaruhi lingkungan. lingkungan pengasuhan. Dengan kecerdasannya. oleh karena itu ada masyarakat yang tingkat peradabannya terbelakang. pertumbuhan. dan kerusakan. ilmu. sentuhan. dan sebagainya. mengatur. keberagaman. multimedia. sense of challenge. Meskipun manusia dibekali kecerdasan sebagai potensi yang membuat lebih dari mahluk lain. Dengan demikian. akan tetapi dia mampu menyesuaikan diri. Sebagai mahluk budaya yang mampu membaca dan belajar. politik. lingkungan pertemanan. lingkungan organisasi. sense of adventure. estetika. manusia sebagai mahluk budaya. Perbedaan tingkat peradaban ini sering dicirikan dalam kemajuan bidang-bidang intelektual. namun sebagai mahluk alam dia tetap tunduk pada hukum-hukum perubahan. sense of curiosity. terjadilah evolusi budaya baik dalam budaya material maupun non material. relasi. dan learning to life together). ada yang sedang dan ada pula yang maju. Bahkan berdasarkan penelitian Kohlberg (1969) peningkatan tahap pertimbangan moral individu ditentukan oleh variasi dan jumlah dilema dan konflik moral yang dihadapi individu itu sendiri.

Deurbanisasi. Bercocok tanam 4. Keluarga ? (pragmatis) 4. pola ekonomi. Produk massal untuk kebutuhan dibawa ke pasar keluarga (prosumen) 5. Komunikasi dengan media kertas dan poster 6. Penggunaan bahan bakar fosil yang tidak terbarukan (pemborosan) 3. “Peradaban pertanian” 7. Mulai melakukan energi terbarukan (hemat energi) 3. karena komunikasi dan transportasi semakin baik 6. Dikiaskan “bis is beautiful” 8. Dikiaskan “small within big is beautiful” 4. Low 6. Menggalang keterkaitan global 7. Keluarga besar (extended family) GELOMBANG KEDUA (1790-1970) 1. Sehingga memperlihatkan bagaimana semakin cepanya 102 . komunikasi. menunjukkan bagaimana pola-pola perubahan manusia dalam mata pencaharian. Dari manufaktur bergeser pada biofaktor 5. “Peradaban informasi” Klasifikasi peradaban ini.Kecerdasan manusia dalam mengolah lingkungan. Dikiaskan “smart is beautiful” 8. menentukan tingkat peradaban yang dicapainya. Penjajahan dan interdependency gerakan nasional 7. Diawali ditemukannya mesin uap oleh James Watt. Keluarga inti lebih penting GELOMBANG KETIGA (1970-2000) 1. Menyintesis ciri gelombang 1 dan 2 2. Komunikasi oral (ngobrol) 5. Perubahahan dari nomaden ke menetap 2. yaitu sebagai berikut : GELOMBANG PERTAMA (SM-1790) 1. Menggunakan baterai alam (living battery) 3. lingkungan sosial serta lingkungan budaya. “Peradaban industri” 8. Dalam pandangan Alfin Toffler (1980) masyarakat dunia mengalami tiga gelombang peradaban (The Third Wave) apabila dimatrikskan terlihat perbedaannya. interaksi sosial dan rekayasa teknologi dalam hubungannya dengan lingkungan alam. pola kekeluargaan. 1979 2.

mengalami seleksi karena banyak manusia yang tidak sepenuhnya percaya pada cerita yang didengarnya. yaitu teknologi yang mengatur. 103 . Evolusi alamiah yang disebabkan oleh gen berinteraksi secara dialektika dengan perubahan dan pembaruan yang disebabkan oleh meme yang diwakili oleh budaya manusia. Polemik antara alam (gen) yang serba menentukan. Sementara itu. Mahluk hidup berevolusi dengan reproduksi beserta mutasi. murahnya tenaga kerja tidak begitu banyak menentukan dalam kompetisi tersebut. Lebih lanjut. sampai tahap nana perkembangan iptek ini akan berlangsung ? Sampai taraf mana manusia dapat merekayasa lingkungannya ? apakah perkembangan teknologi ini dapat lebih mensejahterakan manusia dan alam sekitarnya atau menjadi musibah lebih besar karenanya ? Namun yang jelas perkembangan teknologi selalu mengalami diversity (keanekaragaman) dan redundancy (penyelesaian masalah dengan teknologi selalu memunculkan masalah yang membutuhkan teknologi lain yang setahap lebih tinggi). dengan budaya (meme) yang serba mampu mengubahnya lalu muncul dengan perspektif lain. jumlah penduduk. melimpahnya sumber kekayaann alam. bahkan diyakini bahwa penguasaan Iptek menjadi faktor penentu kompetisi perekonomian global saat ini. bermutasi karena manusia bercerita kembali dengan agak mengubah dan memperbaiki cerita yang didengarnya terdahulu. tentu saja disamping teknologi tersebut selalu memberikan harapan yang lebih baik. Meme memperbanyak diri karena manusia belajar dan mengajar. Teknologi nano ini dapat menghasilkan mesin-mesin dalam skala nano. seperti nanocircuit. nanometer 10-9).perkembangan evolusi kecerdasan manusia dalam merekyasa lingkungan dengan teknologinya pada kurun semakin mutakhir. enzim. Richard Dawkins. akan tetapi menimbulkan pula berbagai kekhawatiran dan keprihatinan bagi kehidupan suatu masyarakat. virus dan sebagainya. yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari teknologi mikrometer (sebagai perbandingan mikrometer = 10-6. Dampak penggunaan teknologi nano terhadap lingkungan bisa dibayangkan munculnya mesin-mesin yang amat kecil dan canggih baik yang bersifat teknis maupun sosial. Yang menjadi pertanyaan. The Selfish Gene (1976) menjelaskan prinsip perubahan dan pembaruan melalui proses evolusi dengan gene dan meme (nature versus nature). yang akan mengubah pola-pola kehidupan manusia dalam interaksi dengan lingkungannya. yang merupakan alat mutasi atau reproduksi yang lebih ampuh dari mesin replikator protein mana pun. budi daya manusia yang dinamakan meme juga berkembang atau berevolusi melalui budi dan akal manusia. hormon. menyusun dan meletakkan atau merekayasa atmosfer atom-atom menjadi molekul yang dikehendaki. 2002) menunjukkan munculnya teknologi nano. nanoprosesor. Dalam teknologi ini bahan bangun utamanya adalah atom dalam ukuran nanometer. Tampak jelas. serta mesin-mesin sintesis genetika seperti DNA. nanocomputer dan sebagainya. ini dinamakan genetic evolution. lalu diikuti seleksi. Dalam bidang teknologi Eric Drexier dengan bukunya Enginers of Creation (1986 dalam Mubyar Puwasasmita. RNA.

hewan dan manusia) secara berkesinambungan dari waktu ke waktu mengalami perkembangan. Paham Determinisme. dalam kemajuan teknologi yang dicapai saat ini. Selanjutnya Friedrich Ratzel (1844-1904) dengan teori Autropogeographie yang mengatakan bahwa manusia dengan kehidupannya. Oleh karena itu. Oleh karena itu. Pada perkembangan tersebut terjadi perjuangan hidup (struggle for life. seperti : 1. sebab sebagai mahluk alam dia tetap tunduk pada hukum alam tersebut. struggle for existence) seleksi alam (natural selection) dan akan terjadi survival of the fittest yang kuat akan bertahan hidup. populasi manusia dengan kebudayaannya tergantung pada kondisi alam. Paham Kosmogini. namun mobilitasnya tetap dibatasi dan ditentukan oleh kondisi alam. masih tetap beragam antispaso dan respons manusia terhadap lingkungan. 2. Elsworth Huntington dalam bukunya Priciple of Human Geography menyatakan bahwa iklim sangat menentukan perkembangan 104 . meskpun manusia mahluk dinamis. dan imajinasinya. namun tampaknya ruang gerak manusia tetap ada batasnya. Beberapa tokoh terkenalnya adalah Charles Darwin (1809-1882) dengan teori evolusinya.Evolusi kecerdasan. Dia mengemukakan bahwa mahluk hidup (tumbuhan. Beberapa paham tentang hubungan manusia dengan lingkungan ini muncul. yaitu paham yang menyatakan bahwa manusia harus menyesuaikan diri dengan alam karena alam sendiri yang mengetahui paling baik. Dalam proses perkembangan tersebut faktor alam sangat menentukan. evolusi teknologi serta tahap peradaban berkembang terus sejalan dengan daya jelajah manusia. yaitu faham yang menyatakan bahwa perkembangan manusia sangat ditentukan oleh alam lingkungannya.

kebudayana manusia. Paham Posibilisme yang menyatakan bahwa alam bukan merupakan faktor yang menentukan melainkan menjadi faktor pengontrol. mengolah. paham ini disebut pula probabilisme. Tokoh penting paham ini adalah E. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan rekayasa teknologi yang dilakukan manusia. tetapi mahluk yang dapat memanfaatkan alam dengan kemungkinan yang diberikannya.C. Oleh karena itu. Paham Optimisme Teknologi. sehingga manusia dapat memilih kegiatan yang cocok sesuai dengan kemungkinan dan peluang yang diberikan oleh alam. Paham ini berasal dari pemikiran “man ecological dominant concept” yang berarti manusia merupakan faktor dominan terhadap lingkungan. dan mengarahkan lingkungannya. 3. pahamnya disebut determinisme iklim. Dengan demikian. teknologi bukan lagi sebagai alternatif bagi 105 . sehingga manusia dapat memilih kegiatan yang diberikannya. Oleh karena itu. Dengan demikian. Semple dan Paul Vidal de la Blache (1845-1919). pemerintahan. serta segi kebudayaan lain sangat ditentukan oleh iklim setempat. manusia tidak lagi merupakan objek pasif alam. maka manusia dapat mengendalikan. peluang atau kemungkinan terjadinya kegiatan dan kebudayaan manusia. termasuk seni. mengatur. 4. agama.

manusia dalam merespons lingkungan. Kecerdasan manusia yang diberikan AlKhalik merupakan hal yang patut disyukuri untuk melaksanakan amanat Tuhan di muka bumi. Arah perubahan sosial berlangusng sejalan dengan tahap peradaban yang dicapainya. bahwa manusia dan alam semesta diciptakan oleh Tuhan. pembawa amanat di muka bumi. Ragam paham tentang pandangan manusia terhadap alam ini masih terus berkembang dan dipegang oleh kelompok masyarakat tertentu. akan tetapi telah menjadi “keyakinan” yang dapat menjamin hidup dan kehidupan manusia. akan tetapi hanya sekedar khalifah. (Nursyid. sesuai dengan keyakinan agama. 5. manusia terus melakukan perubahan dalam berbagai dimensinya. Namun paham apa pun yang dipegang. arah perubahan tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut : ARAH PERUBAHAN SOSIAL YANG TELAH SEDANG DAN AKAN TERJADI 106 . termasuk dalam kehidupan sosial. Paham Ketuhanan. S : 1998). bukan harus dijadikan kesombongan apalagi dipertuhankan. Hubungan manusia dengan alam merupakan hubungan antar mahluk yang tunduk pada hukum alam (sunatullah). manusia bukan penguasa alam.

Pertanian Primitif Penjajahan Lokal Budaya daerah Pembudayaan Desa Migrasi antar daerah Revolusi industri Revolusi fisik Masyarakat muda Survival Kelas pekerja → Industrial → Modern → Kemerdekaan → Nasional → Budaya nasional → Konvergensi budaya → Urbanisasi → Migrasi regional → revolusi komunikasi → Revolusi organisasi → Masyarakat menua → Produktivitas → Kelas menengah → Pasca Industrial → Pasca Modern → Pasca Kemerdekaan → Global → Budaya global → Divergensi budaya → Suburbanisasi → Migrasi global → Revolusi informasi → Revolusi informasi → Masyarakat pascatua → Kualitas hidup → Kelas pengetahuan dst Setelah kita diskusikan mengenai konsep manusia dengan lingkungan secara umum perlu kiranya kita mendiskusikan bagaimana manusia Indonesia dengan lingkungan alam dan sosial budayanya. Secara kasar bisa dijelaskan bahwa kondisi alam Indoensia adalah sebagai berikut : Bujur = 95o BT – 141o BT Lintang = 06o LU – 11o LS 107 .

TAHUN 1785 1815 1845 1860 1895 1930 1946 1961 1971 1980 1990 1996 JUMLAH 3.000 Pelzer 63. namun dalam perkembangan penduduk menunjukkan laju pertumbuhan yang cukup cepat.059.000 4.000 Statistik 23.700 Sensus 76.528 Sensus 107.000 Statistik Sumber : Mubyar Purwasasmita. hal ini dapat diindikasikan dari statistik kependudukan tahun ke tahun di Pulau Jawa yang kelipatannya semakin cepat dalam kurun waktu yang semakin pendek.683 KM2 Jumlah pulau = 18.269. Sedangkan daerah aliran sungai berdasarkan pulau termasuk sungaisungai besar dan sedangkan Indonesia memiliki sungai yang cukup banyak.327 Sensus 91.- Utara Selatan = 1.581.193.000 SUMBER Pelzer Raffles Bleekers 12. bangsa Indonesia memiliki luas wilayah.600.000 Sensus 50. baik potensi darat maupun lautnya.904.000 Pelzer 40.500.000. dan apabila diklasifikasikan berdasarkan pulau-pulau yang ada.252 KM2 Luas daratan = 1.500.000 Sensus 114. panjang garis pantai. 2006) = 230.288.890.456.508 Pulau Panjang pantai = 80. maka dapat terlihat sebagai berikut : 108 .500.370.734.000 KM Jumlah dasa besar = 136 DAS Penduduk (Th.888 KM Barat Timur = 5.000 9.086.000 Jiwa Suku Bangsa = 370 suku bangsa Bahasa Induk = 67 bahasa inti Dari data tersebut.110 KM Luas total = 5. yang menunjukkan potensi alam cukup banyak. serta daerah aliran sungai yang luar biasa.569 KM2 Luas lautan = 3. 2003.

akan ditampilkan hasil penelitian satelit NASA tentang wilayah negara di dunia yang menjadi paru-paru dunia. bahkan Indonesia yang paling memiliki potensi air yang cukup banyak karena curah hujannya tinggi akan tetapi merupakan pengimpor air tertinggi di dunia. Hal ini terjadi akbat perlakuan manusia terhadap lingkungan. yang akhirnya terjadilah berbagai bencana yang tidak diharapkan. Untuk melengkapi data lingkungan alam Indonesia ini. penggunaan lahan di sekitar bantalan sungai. sampah. permukaan air untuk sebuah sumur artesis saja di cekungan Bandung berada di kedalaman 60 meter (data 2006). banjir waktu musim penghujan. seperti kekeringan di waktu kemarau. populasi air dan menimbulkan bau. seperti penggundulan hutan. pembuangan sampah sembarangan. Data yang ditampilkan adalah sebagai berikut : • Hasil kompilasi pantauan satelit TERRA dan AQUA milik NASA selama tahun 2002 memperlihatkan kondisi metabolisme planet Bumi hasil proses fotosintesis. wajar ahli strategi militer menyatakan bahwa “Bila akan menghancurkan sebuah negara. (Mubyar P. jadi penurunannya begitu drastis akibat eksploitasi yang besar-besaran untuk kepentingan pabrik dan rumah tangga disertai sistem tata lingkungan yang tidak kondusif. maka hancurkanlah sistem hidrologinya”. 2002). air sebagai hajat hidup orang banyak untuk yang menurut amanat konstitusi dikuasai oleh negara dan digunakan sebesarbesarnya untuk kemakmuran rakyat. karena kerusakan lingkungan dan managemen yang tidak baik.• • • • • • • • • • SUMATRA JAWA KALIMANTAN SULAWESI BALI 214 DAS 49 DAS 129 DAS 111 DAS 38 DAS LOMBOK 12 DAS SUMBA 12 DAS SUMBAWA 41 DAS FLORES 24 DAS TIMOR BARAT 12 DAS • PAPUA 51 DAS Hanya sayang sungai-sungai tersebut banyak yang berada dalam kondisi kritis akibat endapan lumpur. yaitu wilayah yang memberikan kontribusi paling besar untuk menjaga keseimbangan udara dan menetralisasi racunracun di udara. sekarang ini menjadi komoditas bisnis yang menarik. Wilayah kepulauan Indonesia dan hutan Amazon di 109 • . Oleh karena itu. penyempitan ruang dan pendangkalan. Oleh karena itu. Pada saat ini. terutama di Pulau Jawa permukaan air tanah semakin menurun. pembuangan limbah industri. sebagai perbandingan pada tahun 1995 berada pada kedalaman 36 meter.

Al-Qur’an surat 30 ar-Ruum ayat 41 menjelaskan : Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Afrika Tengah adalah wilayah pembentuk awan paling aktif dan sebagai pusat iklim global makro Kerusakan lingkungan di wilayah-wilayah tersebut dapat mengganggu iklim global/makro. Indonesia. agar mereka kembali (ke jalan yang benar). dan bahkan Indonesia menjadi sangat rentan terpengaruh oleh perubahan iklim global/makro tersebut. Brazilia. Kalau dari kerajaan-kerajaan besar yang pernah ada sampai Indonesia masa kini dapat diurutkan sebagai berikut : SRIWIJAYA KUTAI SYAILENDRA MAJAPAHIT KOLONISASI NKRI 390 – 1400 M 400 – 750 M 750 – 900 M 1291 – 1525 M 1600 – 1945 M 1945 – (?) M 1010 Tahun 350 Tahun 150 Tahun 230 Tahun 175 Tahun 345 Tahun (61 + x) Tahun DEMAK-MATARAM 1450 – 1625 M Kalau kita telaah.• • • • Amerika Latin adalah paru-paru dunia. mampu menyerap gas karbon dioksida (CO2) sampai 2. Sebenarnya dengan konsep keyakinan kita kepada Tuhan. baik dari segi militer. karena memiliki kondisi laut luas dan dangkal serta Matahari berlimpah.5 kg per meter kubik per tahun Gas CO2 ini kemudian dikonversikan menjadi gas oksigen yang dihirup oleh mahluk hidup di dunia. pertanyaannya sampai kapan NKRI akan terus mempertahankan keutuhannya. ekonomi. Posisi Indonesia yang sangat berperan mempengaruhi iklim global/makro seperti itu seharusnya merupakan posisi tawar yang tiada taranya. kerajaan-kerajaan yang pernah ada di atas lebih lama masa kejayaannya dibanding dengan usia negara Indonesia sampai sekarang ini. Hanya sayang iklim lokal/mikronya rusak karena lingkungannya hancur. Bagaimana dengan hubungan manusia dengan problem lingkungan sosial di Indonesia ? Persoalan ini perlu ditelusuri lebih awal dari sejarah perkembangan bangsa Indonesia. supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. tentu sangat tergantung dari manusia yang 110 . Indonesia lebih dari Brazilia dan Afrika Tengah. dan pengembangan budaya. bila ada penebangan pohon di sebuah lingkungan sering ada yang pingsan/kesurupan”). (Bandingkan dan perhatikan. sehingga konveksi air laut lebih aktif.

suara yang bising. membutuhkan peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan dan sebagainya. kecemburuan sosial. Sikap prejudice ini akan mendorong pula idnakan anarki dan dapat menimbulkan peperangan. baik antara kelompok masyarakat maupun bangsa. Ketika daya dukung lingkungan (ruang dan jasa) tidak sepadan dengan laju pertumbuhan penduduk. David I. yaitu : 1. dan bagaimana memperlakukan diri dan warga yang lain. khususnya di Pulau Jawa. dan sebagainya. Hal ini terpulang pada manusia dalam merespons dan memperlakukan lingkungannya. sanitasi tidak sehat. dan pertumbuhannya selalu menjadi perhatian negara kita. karena penduduknya padat yang hidup dalam ketegangan sosial akibat prejudice warganya. airnya kotor melengkapi problema sosial dan budaya yang diungkapkan oleh David L. dan tentu menimbulkan berpikir negatif yang dapat mendorong perilaku destruktif. Sill. Sementara ruang tidak bertambah. semaunya itu karena ulah manusia. Dan kondisi seperti itu merupakan potret kehidupan di kota-kota (pinggiran kota) besar di Indonesia. kebablasan dalam merespons dan demokrasi. Beberapa krisis dalam perjalanan kenegaraan dan pemerintahan tersebut. maka akibatnya akan menimbulkan kemiskinan.. sehingga hilangnya perdamaian (peace). karena setiap penambahan jumlah penduduk membutuhkan kesempatan kerja dan usaha. hampir-hampir memporak-porandakan Negara Kesatuan Republik Indonesia. bagaimana manusia (warga) berinteraksi dengan sesamanya. Prejude (purbasangka) 2. karena dapat menimbulkan sikap iri. Persoalan kemiskinan baik struktural karena kekurangan faktor daya dukung tadi apalgi kemiskinan mental karena faktor sikap individu. Pollution (pencemaran) Persoalan purbasangka sering membuat lingkungan tidak aman dan nyaman. bahkan lahan produksi (khususnya pertanian) tergusur untuk kepentingan sarana lain yang dibutuhkan untuk kepentingan penduduk itu sendiri. Sill. kualitas.menjadi warga negaranya. Population (penduduk) 4. Pemikiran David Sill diatas sejalan dengan pemikiran MIT Project 111 . udara yang pengap. Persoalan sosial ini lebih diperparah tatkala daya dukung ruang dan jasa tidak sebanding dengan jumlah dan pertumbuhan penduduk. oleh karena itu persoalan kependudukan (population) baik dalam kuantitas. seperti krisis ekonomi. Masyarakat yang miskin. menyatakan bahwa problema lingkungan itu ada 5. dan jawaban terakhir dari pertanyaan mengapa seseorang miskin adalah karena orang itu miskin. krisis hukum. memperlemah solidaritas. Poverty (kemiskinan) 5. diperparah dengan lingkungan yang kumuh. sering meriupakan siklus (benang kusut) yang menghadirkan dan mewariskan kemiskinan berikutnya. Peace (perdamaian) 3. penyebaran.

oleh karena itu lingkungan sosial harus dilakukan atas dasar kemampuan sendiri. Teori Human Capital (pengembangan SDM). sumber-sumber alam. Teori Determinisme Geografi : yang memandang bahwa kondisi lingkungan geografis menentukan corak dan kualitas hidup masyarakat (Sudardja Adiwikarta : 1998). apakah bangsa Indonesia dengan kondisi sosial. Pertanyaan mendasar. budaya dan teknologinya sekarang ini berada pada gelombang mana berdasarkan klasifikasi Alfin Toffler ? harusnya merupakan pertanyaan yang menyadarkan kita untuk lebih berintrospeksi diri. Bagaimana caran meningkatkan taraf hidup manusia dalam lingkungan sosialnya ? ada beberapa teori yang berbeda untuk memulai dari mana menyelesaikan problema sosial tersebut. produksi industri dan polusi. psikologis dan sosial budaya 3. Teori Modernisasi : menganggap kualitas hidup manusia ditentukan karakter mental psikologis dan sosial budayanya sendiri 2. Benarkah Indonesia telah ajek di gelombang dua.Team yang menyatakan problema lingkungan sosial terdiri dari : penduduk. teori-teori tersebut adalah : 1. 4. Teori Dependency (ketergantungan) yang mengatakan bahwa keterbelakangan disebabkan eksploitasi pihak luar. atau bahkan dia masih di gelombang satu atau masih dalam tahap pralogis ? 112 . sementara sejumlah negara lain telah memasuki gelombang ketiga. produksi pertanian. memandang bahwa lingkungan sosial tergantung penguasaan Iptek warga masyarakat di samping mental.

Universitas Terbuka. (2006). Djoko. Ilmu Budaya Dasar. Ilmu Budaya Dasar. Ilmu Sosial Dasar. Abdulkadir. Jakarta. Citra Aditya Bakti. (2008). Kep Dirjen Dikti Depdiknan No.: 44/DIKTI/Kep/2006 tentang Ramburambu Pelaksanaan Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat di Perguruan Tinggi. Yulia. Prenada Media Group.DAFTAR PUSTAKA Budiwati. (2006). Elly M. Wahyono. Universitas Terbuka. Jakarta. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. (2008). Ilmu Sosial Budaya Dasar. Effendi. (2008). Jakarta. Muhammad. Widagdho. Setiadi. Bandung. Bumi Aksara. Jakarta. 113 .

Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan/peran utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. 22 November 2011 Waktu : 17. Pandangan hidup c. Bacalah soal dengan teliti. Uraikan tentang budaya/kebudayaan menurut dua orang pakar dari Indonesia. uraikan. 2. b.00 (120 menit) Dosen Penguji : Yulia Latifah. c. 2011/2012 PROGRAM STUDI S1 TEKNIK PERKAPALAN (Kelas Sore) Mata Kuliah : Ilmu Sosial dan Budaya Dasar Semester / Sks : VII (satu) / 3 sks Hari. Persepsi e. Etos kebudayaan 3. Uraikan sifat hakiki dari kebudayaan. b.UPN ”VETERAN” JAKARTA FAKULTAS TEKNIK UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GANJIL TA. Sistem pengetahuan yang dimiliki manusia sebagai mahluk sosial merupakan suatu akumulasi dari perjalanan hidupnya dalam hal berusaha memahami apa saja. a. Kepercayaan d. Kebudayaan dalam hal ini memiliki peran apa saja. Tanggal : Selasa. c. Untuk memperoleh pengetahuan-pengetahuan maka manusia melakukan tiga cara. uraikan. a. S. 2.00 s/d 19. MM Sifat Ujian : Close Book ----------------------------------------------------------------------------------------------------------PERHATIAN: 1. sebutkan. Sebutkan beberapa variabel yang berhubungan dengan masalah kebudayaan dan lingkungan. Nilai dalam kehidupan manusia. Terangkan dengan singkat hal-hal di bawah ini: a. 114 . d. b. Uraikan dengan singkat beberapa problematika kebudayaan. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------SOAL: 1.Sos. Pelanggaran terhadap tata tertib ujian akan diberikan sanksi akademis.

a.Ir. Uraikan dan simpulkan unsur-unsur masyarakat yang dikemukakan para ahli. c. Ada lima faktor yang menjadi penyebab perubahan kebudayaan.MT 115 . Sebutkan faktor-faktor yang mendasari berlangsungnnya interaksi sosial. Selamat mengerjakan Acuan Soal Kurikulum Th. b.BAMBANG SUDJASTA.MM Drs. d. 2008 Silabus Mata Kuliah: Ilmu Sosial dan Budaya Dasar Dosen Penguji Kaprodi S1 Teknik Perkapalan YULIA LATIFAH. Terangkan yang disebut peradapan manusia.d.Sos. uraikan. 4.S. Jelaskan bahwa manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful