BAB 1.

PENGANTAR ISBD

A. DASAR PEMIKIRAN 1. Latar Belakang Paedagogis Keinginan untuk memberikan ilmu pengetahuan sebanyakbanyaknya kepada mahasiswa merupakan dorongan yang logis bagi dosen tatkala memerankan dirinya sebagai pengajar, dia akan berusaha semaksimal mungkin agar setiap ilmu pengetahuan yang dimiliki dapat tersampaikan kepada mahasiswa dalam waktu singkat, tentu saja cara yang paling mudah adalah menggunakan seluruh waktu pertemuan kelas untuk menceramahkan materi serta meminta mahasiswa untuk siap menerima berbagai informasi yang disampaikan agar ilmu pengetahuannya bertambah. Fungsi dan peran seperti ini sering menempatkan dosen pada otoritas yang berlebihan, seperti sebagai sumber informasi tunggal dan sebagai sentral aktivitas pembelajaran, sehingga mahasiswa mirip sebagai objek pasif, bejana kosong yang harus diisi sejumlah informasi. “Dominasi” dosen dalam interaksi belajar mengajar di dalam kelas seperti itu dapat menimbulkan apatisme dan sikap pasif mahasiswa karena kreativitasnya terhambat yang pada akhirnya mengurangi kualitas hasil belajar. Meski diakui tanpa kehadiran dosen, hasil belajar mahasiswa tidak akan maksimal, namun upaya-upaya inovatif untuk memberikan peran yang seimbang antara dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran terus diupayakan. Inovasi ini didasari kesadaran bahwa mahasiswa bukanlah mahluk kosong tanpa “entry behavior” yang tidak memiliki kemampuan dan kecakapan apa pun, akan tetapi sebagai objek berpotensi yang mampu mengkreasi dunia lingkungannya. Sehingga dengan memberikan posisi yang “seimbang” antara aktivitas dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran akan mampu memberikan hasil lebih, baik tambahan ilmu pengetahuan, meningkatnya sikap positif dan bertambahnya keterampilan pada mahasiswa. Upaya untuk meningkatkan mutu dan hasil pendidikan, mendorong UNESCO (1988) mendeklarasikan empat pilar pembelajaran yaitu : (1) learning to know (pembelajaran untuk tahu); (2) learning to do (pembelajaran untuk berbuat) ; (3) learning to be (pembelajaran untuk membangun jati diri) ; (4) learning to live together (pembelajaran untuk hidup bersama secara harmonis). Misi-misi ini terutama, learning to live together dalam bidang ilmu-ilmu sosial dan humaniora, bahkan juga dalam science, tidak mungkin dikembangkan secara speculative thinking sebagaimana dikehendaki oleh filsafat ilmu-ilmu sosial dan humaniora yang mengembangkan pendidikan secara sistematis untuk mendalami ilmu itu sendiri (atau menjadikan seseorang menjadi ahli di bidang ilmu tersebut), melainkan bagaimana bidang-bidang ilmu yang ada menjadi alat untuk mengkaji fenomena dan problema sosial serta budaya yang terjadi sehingga seseorang mampu memecahkan masalah sosial dan

1

budaya tersebut. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan menjadi pribadi anggota keluarga dan masyarakat yang baik sesuai dengan nilai-nilai pandangan hidup bangsanya. Dengan pemikiran ini mendorong peran dosen tidak hanya menggunakan ceramah monolog atau komunikasi satu arah, melainkan mampu menciptakan suasana yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialog kreatif. 2. Dasar Yuridis Dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 40 ayat 1 butir e dikemukakan bahwa : “Pendidik dan tenaga kependidikan berhak memperoleh kesempatan menggunakan sarana, prasarana, dan fasilitas pendidikan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas. “Pasal ini memberi peluang kepada dosen untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya dengan dukungan sarana, prasarana dan fasilitas yang memadai. Pasal ini dipertegas oleh kewajiban pendidik dan tenaga kependidikan yang tertuang dalam pasal 40 ayat 2 butir a yang menyatakan bahwa pendidik berkewajiban “menciptakan suasana yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis dan dialogis”. Sehingga interaksi belajar yang monolog dan komunikasi satu arah tidak lagi merupakan model pembelajaran yang tunggal, sebab banyak kritik terhadap pendekatan pembelajaran semacam ini, karena sifatnya yang indoktrinatif dapat menghalangi aktivitas dan kreativitas mahasiswa sehingga menjadikannya pribadi yang pasif. Perubahan peran dosen seperti di atas berhubungan erat dengan visi Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di perguruan tinggi, seperti tercantum dalam Keputusan Dirjen Dikti Depdiknas RI No. 38 Tahun 2002 Pasal I yang menyatakan bahwa : “Mahasiswa memiliki landasan pengetahuan, wawasan dan keyakinan sebagai bekal hidup bermasyarakat selaku individu dan mahluk sosial yang beradab serta bertanggungjawab terhadap sumber daya alam dan lingkungannya”, dan juga berhubungan dengan misi MBB pada pasal 2, yaitu : “memberikan dasar-dasar nilai estetika, etika dan moral pada mahasiswa serta memberikan panduan bagi penyelenggara pendidikan dalam mengantar mahasiswa untuk mengembangkan pemahaman serta penguasaannya tentang keanekaragaman, kesetaraan dan martabat manusia sebagai individu dan mahluk sosial di dalam kehidupan bermasyarakat dengan berpedoman pada nilai budaya melalui pranata pendidikan, serta tanggung jawab manusia terhadap sumber daya alam dan lingkungannya dalam kehidupan bermasyarakat dengan berpedoman pada nilai budaya melalui pranata pendidikan, serta tanggung jawab manusia terhadap sumber daya alam dan lingkungannya dalam kehidupan bermasyarakat baik nasional maupun global yang mengarah pada tindak kekaryaan seseorang sesuai dengan kompetensi keahliannya”. Visi dan misi ini tidak mungkin dicapai dengan hanya memperkenalkan konsep-konsep teoritis tanpa memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengkaji, mengkritisi, dan menganalisis serta

2

ikut memberikan kontribusi pada pengambil kebijakan untuk memperbaiki kontribusi pada pengambil kebijakan untuk memperbaiki kehidupan dan lingkungannya. Oleh karena itu dalam pasal 5 metode pembelajaran yang digunakan oleh dosen harus menempatkan mahasiswa sebagai subyek didik, mitra dalam proses pembelajaran, anggota masyarakat, dan warga negara. Dengan demikian, mahasiswa diajak untuk memahami berbagai gejala yang terjadi dalam kehidupan manusia melalui perspektif masyarakat, kebudayaan, dan lingkungan alam dengan pembahasan kritis analitis, sehingga proses pembelajaran yang interaktif, dialog kreatif, diskusi, dan demonstrasi lebih diharapkan ketimbang ekspose verbal, ceramah, monolog, dan komunikasi satu arah. Dengan metode pembelajaran seperti ini diharapkan perguruan tinggi mampu mempersiapkan mahasiswa sebagai anggota masyarakat yang mampu dan termotivasi untuk berpartisipasi secara aktif dalam mengaktualisasikan serta melembagakan masyarakat madani. Yang akhirnya pendidikan tinggi diharapkan mampu menghasilkan mahasiswa yang unggul secara intelektual, anggun secara moral, kompeten menguasai Iptek, serta memiliki komitmen tinggi untuk berbagai peran sosial (Hamdan Mansoer, 2001, hlm., 3). Harapan DIKTI di atas, sejalan dengan Deklarasi UNESCO Oktober 1998 tentang Kesepakatan Perguruan Tinggi, yang intinya sebagai berikut : 1. Pendidikan Tinggi abad XXI harus memainkan peran sebagai suatu komponen vital bagi pembangunan budaya, sosial, ekonomi dan politik sebagai suatu tiang penyangga dalam pembentukan kemampuan masyarakat untuk demokrasi dan perdamaian. 2. DIKTI harus merancang fungsi prospektifnya, melalui analisis berkelanjutan tentang kegawatan sosial, ekonomi, budaya dan kecenderungan politik, serta bertindak sebagai pemandu dalam mengatasi bencana, mampu melihat ke masa depan, mengantisipasi dan menyiapkan peringatan perdana. 3. DIKTI harus sadar akan perannya sebagai pelayan masyarakat, dan harus berusaha agar terjamin keseimbangan antara misi pendidikan dan misi sosial. B. VISI, MISI, TUJUAN DAN BAHAN ISBD Sejalan dengan visi dan misi serta kompetensi MBB di atas, dikembangkan visi ISBD sebagai berikut : “Mahasiswa selaku individu dan mahluk sosial yang beradab memiliki landasan pengetahuan, wawasan, serta keyakinan untuk bersikap kritis, peka dan arif dalam menghadapi persoalan sosial dan budaya yang berkembang di masyarakat. “Sedangkan misi ISBD” adalah :

3

Atas dasar visi dan misi ISBD dikembangkan tujuan ISBD sebagai berikut : a. etika. teratur dan sejahtera. c. selaku umat yang terpadu serta penuh dengan makna kehidupan”. misi tujuan MBB dan ISBD tersebut. yaitu pendidikan yang berkenaan dengan pengembangan keseluruhan kepribadian seseorang dalam kaitannya dengan masyarakat dan lingkungan hidup. maka ISBD termasuk pada kategori General Education (pendidikan umum) yang bertujuan untuk membina individu (mahasiswa) untuk menjadi warga masyarakat dan warga negara yang baik. analitis dan responsif untuk memecahkan masalah tersebut secara arif di masyarakat. peka dan arif pada mahasiswa dalam memahami dan memecahkan masalah sosial budaya dengan landasan nilai estetika. berhubungan dengan seluruh kehidupan yang memenuhi kepuasan dalam keluarga. sebagai warga negara. masyarakat. hukum dan budaya sebagai landasan untuk menghormati dan menghargai antara sesama manusia sehingga akan terwujud masyarakat yang tertib. Nursyid Sumaatmadja (2002 : 107) mengatakan bahwa : “Pendidikan umum mempersiapkan generasi muda terlibat dalam kehidupan umum sehari-hari dalam kelompok mereka. Memberikan dasar-dasar untuk memahami masalah sosial dan budaya serta mampu bersikap kritis. dan akhirnya selaku umat manusia sebagai ciptaan Tuhan Maha Pencipta. moral dan hukum dalam kehidupan bermasyarakat. yang manusiawi. warga negara dan dunia. manusia lain di sekelilingnya. b. b. yang merupakan unsur kesatuan budaya. etika. moral. kesetaraan dan martabat manusia sebagai individu dan mahluk sosial dalam kehidupan masyarakat. c. Pendek kata. Berdasarkan visi. Memberikan pengetahuan dan wawasan tentang keragaman.a. mengenal diri sendiri. Memberikan dasar-dasar nilai estetika. karena manusia dalam hidupnya mengalami pengalaman hidup yang penuh makna. selaku individu dan mahluk sosial yang beradab dalam mempraktikan pengetahuan akademis dan keahliannya. Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal hidup bermasyarakat. Mengembangkan kesadaran mahasiswa untuk menguasai pengetahuan tentang keragaman dan kesetaraan manusia sebagai individu dan mahluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat. pendidikan umum ini mempersiapkan peserta didik. sadar akan kehidupan yang luas dengan segala masalah dan kondisinya yang menjadi hak dan kewajiban tiap orang untuk memberdayakannya sebagai anggota keluarga. terutama generasi muda untuk menjadi “manusia yang sesungguhnya”. Menumbuhkan sikap kritis. 4 . pekerjaan.

sedangkan metode berpikirnya mengadopsi ilmu pengetahuan alam. kesan. makna sinoptik berkenaan dengan pengertian-pengertian yang terpadu dan mendalam seperti agama. etik dan sinoptik. hayati. Makna simbolik meliputi bahasa. Kedalam kawasan makna estetik ini.bahkan aktivitas sosial dan budayanya pun dipengaruhi oleh pola-pola makna yang memberdayakan hidupnya. estetik. sastra.20 tahun 2003) dan keputusan Dirjen DIKTI pasal 2 tentang misi serta pasal 5 tentang metode pembelajaran. 2002 : 109) bahwa makna-makna esensial yang melekat dalam kehidupan masyarakat dan budaya manusia meliputi enam pola. upacara-upacara. serta menggunakan disiplin ilmu pendidikan dan psikologi pendidikan untuk teori belajar dan mengajarnya. perilaku yang luhur. bahkan pula merupakan bagian dari disiplin ilmu-ilmu budaya yang bertujuan untuk membina mahasiswa untuk menjadi ahli ilmu sosial atau ahli dalam ilmu budaya. studi sosial. Selanjutnya Phenix mengatakan (dalam Nursyid S. penghayatan dan kesadaran yang mendalam. filsafat. Mendidik mahasiswa menjadi ahli di bidang ilmu. generalisasi berdasarkan fakta-fakta. Apabila dianalisis hakikat ISBD mulai dari kewajiban pendidik (Pasal 40 ayat 2 UU No. akan tetapi merupakan sebuah studi yang akan menggunakan makna-makna esensial disiplin ilmu-ilmu sosial dan ilmu budaya sebagai pisau analisis untuk memecahkan masalah sosial dan budaya yang ada dalam. kurikulum disusun secara terpisah sesuai dengan body of knowledge masing-masing disiplin ilmu sosial dan budaya.. empirik. kemanusiaan. matematika. Dengan demikian ISBD sebagai bagian dari general education bukanlah sebuah disiplin ilmu. Makna estetik meliputi berbagai seni seperti musik. tanda-tanda kebesaran dan sebagainya. maka dapat disimpulkan bahwa : isi ISBD terdiri dari disiplin-disiplin ilmu sosial dan humaniora beserta kegiatan dasar manusia. Makna etik berkenaan dengan aspek-aspek moral. Oleh karena itu. yaitu simbolik. yaitu : 1. Makna empirik mencakup ilmu kealaman. Organisasi bahkan harus disusun menurut struktur disiplin ilmunya baik penyusunan konsep maupun sintaksisnya. Phenik (1964 : 6-8) mengemukakan bahwa. akhlak. kesenian. termasuk juga isyarat-isyarat. termasuk hal-hal yang berkenaan dengan perasaan. sinoetik. Kedalam makna ini termasuk empati. pengetahuan sejarah yang menuntut nalar masa lampau. Namun. dan studi kebudayaan memiliki tujuan yang beragam. dan lainlain. Makna simbolik ini sangat berarti dalam kehidupan bermasyarakat-berbudaya manusia. karya seni. “pendidikan umum merupakan proses pembangkitan makna-makna yang esensial yang membimbing pelaksanaan hidup manusia melalui perluasan dan pendalaman makna-makna tadi”. dan hal-hal yang bernuansa spiritual. Oleh karena itu. Philip H. tanggung jawab dan sebangsanya. konseptual. jika dikaji secara historis. kehidupan masyarakat. dan kenyataan yang bisa diamati. analitis. Mereka tidak mengaitkan suatu mata pelajaran dengan mata pelajaran lain dan tidak memikirkan bagaimana seseorang menjadi warga negara yang baik (seseorang menjadi warga negara 5 . simpati dan sebangsanya.

6 . Warga negara yang baik akan mudah ditumbuhkan bila pendidik menempatkan mahasiswa dalam konteks kebudayaannya. b. dibanding dengan memusatkan perhatian pada disiplin sosial dan budaya secara terpisah. Oleh karena itu. program pembelajaran harus dikorelasikan bahkan diintegrasikan beberapa disiplin ilmu sosial-budaya dalam unit program studi. Oleh karena itu ISBD harus merupakan “a unified coordinated holistic study of men living in societes” (Hanna.yang baik hanya sebagai hasil sampingan saja). Karena itu. Tujuannya menumbuhkan warga negara yang baik. ISBD dimaksudkan mempelajari bahan-bahan yang sifatnya tabu.” c. hlm. Dengan bahan seperti ini diharapkan mahasiswa : a. hukum. to be transmitted to the student. Pendekatan ini lebih menekankan pada content continuum. specific virtues. skills. Dapat mempelajari masalah sosial dan budaya yang perlu dipecahkan b. 4. ISBD harus merupakan : 3. Oleh karena itu. sejarah. Simplifikasi dan distalasi dari berbagai disiplin ilmu sosial dan budaya untuk kepentingan pendidikan (Wesley. Paham ini lebih menekankan pada process continuum dalam mencapai tujuan pendidikan. oleh karena itu mereka tidak setuju bahwa ilmu sosial/ilmu budaya dipandang sebagai studi sosial dan studi kebudayaan. … storehouse of knowledge. tetapi lebih senang menyebutnya “Social Sciences dan Cultural Sciences”. 64. 2. 200. hlm. a. Bahan pelajaran harus merupakan sebagian dari hasil penelitian ilmu-ilmu sosial dan budaya yang dipilih dan diramu sehingga cocok untuk program pendidikan. Bahan tabu dekat kegunaannya dengan kebutuhan pribadi dan masyarakat. moral dan lain-lain. Kompromi antara pendapat pertama dan kedua. Tujuannya merupakan”… a body of predigested and organized knowledge. Melatih berbeda pendapat d. tertutup (closed areas) atau controversial issues yang timbul dalam bidang ekonomi. 3). tujuan pelajaran harus mampu mengembangkan dasar-dasar untuk menjadi ahli dalam bidang ilmu tertentu serta mampu memecahkan masalah sosial-budaya ketika mahasiswa terjun di masyarakat. Iklim kelas mencerminkan kehidupan demokratis c. the presumed product of research in the sosial science. 260-261). (Numan Soemantri. 63). politik.

sehingga mereka dikemudian hari dapat berperan serta memecahkan masalahmasalah sosial. h) iklim kelas menjadi lab demokrasi. e) kegiatan dasar manusia yang dicantumkan dalam program studi. tetapi juga evaluasi proses. yaitu beberapa disiplin ilmu sosial atau disiplin ilmu budaya digunakan sebagai alat untuk mengkaji masalah. seni.Dengan demikian bahan ISBD harus lebih banyak memperhatikan : a) kebutuhan dan minat mahasiswa. dan separated. c) ketrampilan berpikir. karena masalah yang dikaji sangat erat dan banyak kaitannya dengan disiplin tertentu (misalnya masalah korupsi erat kaitannya dengan ilmu hukum. tetapi juga agama serta sains dan teknologi. kemiskinan dengan ilmu ekonomi. geografi. sehingga mendorong mahasiswa untuk melihat permasalahan dalam masyarakat secara interdisipliner (Numan Somantri. afektif. psikologi sosial) secara terpisah. Tetapi perlu menggunakan pendekatan multidisiplin secara integratif untuk memecahkan masalah sosial dan budaya. Dengan demikian. sastra. baik secara interdisipliner yang menggunakan berbagai disiplin ilmu secara terpadu dalam mengkaji suatu masalah maupun crossdisipliner (penggunaan dua disiplin dari sudut pandang yang berbeda) atau transdisipliner (penggunaan berbagai disiplin ilmu dari sudut pandang yang berbeda) untuk mengkaji suatu masalah. tetapi sistematika salah satu struktur disiplin tertentu masih terlihat dominan sebagai pisau analisisnya. 268). fungsional dan interfield). Apa yang diharapkan dalam Pasal 5 tersebut akan sulit tercapai jika menggunakan pendekatan monodisiplin. PENTINGNNYA PENDEKATAN INTERDISIPLINER DALAM ISBD Sejak semula munculnya Basic Social Studies (Ilmu Sosial Dasar) dalam Basic Humanities (Ilmu Budaya Dasar) sekitar tahun 1970-an dilatarbelakangi oleh pemikiran untuk mendekatkan berbagai disiplin ilmu. Pentingnya pendekatan interdisipliner ini diharapkan agar mahasiswa dapat melihat masalah sosial dan budaya secara lebih luas dan komprehensif. khususnya ketrampilan menyelidik. g) pendekatan yang bervariasi (struktural. Apabila digambarkan sebagai berikut : 7 . j) bahan bukan hanya diperkaya oleh ilmu-ilmu sosial dan budaya. hukum. dan psikomotorik. artinya menggunakan disiplin tertentu dalam ilmuilmu sosial dan ilmu-ilmu budaya (seperti sejarah. dan sebagainya) sedangkan ilmu-ilmu lain sebagai penunjang analisisnya. correlated. sosiologi. karena hakikat masalahnya kompleks sehingga memerlukan kajian dari berbagai disiplin ilmu. antropologi. Pendekatan ini cocok dengan tuntutan Pasal 5 ayat 1 Keputusan Dirjen Dikti yang telah dikemukakan di atas. f) organisasi kurikulum yang bervariasi (integrated. i) evaluasi bukan hanya menyangkut kognitif. d) pemeliharaan dan pemanfaatan lingkungan alam. C. politik. hlm. b) masalah-masalah sosial dan budaya. Selain harus sistematis bahan itu pun harus esensial untuk disajikan. banjir dengan ilmu geografi. Penggunaan pendekatan multidisiplin dalam proses pembelajaran ISBD bisa menggunakan pendekatan struktural. improvisasi dan apresiasi. seluruh bahan itu harus disusun terlebih dahulu secara sistematis menurut salah satu disiplin utama yang menjadi pokok kajian.

Misalnya saja ketika membahas pergaulan bebas di luar nikah. yaitu pembelajaran yang bertitik tolak dari masalah yang terdapat dalam masyarakat atau lingkungan mahasiswa atau masalah sosial budaya di mana mahasiswa terlibat secara langsung. Bisa juga digunakan pendekatan interfield. faktor yuridis. pendekatan fungsional tidak berangkat dari satu disiplin ilmu. misalnya saja masalah humanitis dengan tema 8 . Jika digambarkan pendekatan fungsional sebagai berikut : Karena itu. Oleh karena itu. faktor kultural. proses belajar mengajar diawali dengan menentukan dan merumuskan masalah. meneliti bagaimana sikap masyarakat terhadap masalah tersebut. atau anarki pascareformasi dikaji faktor historis. serta faktor sosial ekonomi. yaitu bertitik tolak dari ruang lingkup yang luas. mengumpulkan data dan informasi. dan mencari berbagai alternatif sosial sampai akhirnya memberikan rekomendasi kepada pengambil kebijakan publik untuk memecahkan masalah tersebut. mencari peraturan yang berhubungan. faktor politis. mengkaji latar belakang dan penyebabnya. bahkan karena luasnya pembahasan. mengkaji kebijakan publik yang berlaku.Atau menggunakan pendekatan fungsional. identitas setiap disiplin ilmu hampir tidak kelihatan karena banyaknya konsep yang berhimpitan dan bersintesis. faktor sosiologis.

agama dan sumber daya alam ikut melengkapinya. demokrasi. pembangunan. kebudayaan Betawi dan lain-lain.Science Other field Language Literature The arts SocialEducation science Bidang lain Bahasa IPA Agama Teknologi Seni Pendidikan Social reformasi. agama. pendidikan. atas dasar daerah tersebut maka aspek politik. ekonomi. kebudayaan Jawa Barat. antropologi. Dalam pendekatan interfield ini dapat juga digunakan the area approach yang berusaha menyusun bahan kuliah berdasarkan kebudayaan suatu daerah. teknologi. IPA. dan lain-lain yang dikaji dari berbagai bidang ilmu yang cukup luas seperti bahasa. multikultur. pendidikan. tehnologi. Kalau digambarkan pendekatan interfield itu sebagai berikut : 9 . dan sebagainya. sejarah. pemilu. misal saja kebudayaan Bali.

dimana unsur pembentuknya didukung dan diteruskan oleh anggota masyarakat lainnya. menyuburkan. rasa. Berikut pengertian budaya atau kebudayaan dari beberapa ahli : 1) E. mengembangkan tanah (bertani). yaitu sebagai segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam. adat istiadat. mengartikan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan. mengatakan bahwa kebudayaan adalah semua hasil karya. 10 2) 3) 4) 5) . hukum. kepercayaan. keilmuan. dan cipta masyarakat Herkovits.B. Dalam bahasa Inggris. kebudayaan dapat dipandang sebagai konfigurasi tingkah laku yang dipelajari dan hasil tingkah laku yang dipelajari. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi. dalam bahasa Belanda diistilahkan dengan kata cultur. Kata budaya sebenarnya berasal dari bahasa Sanskerta budhayah yaitu bentuk jamak kata buddhi yang berarti budi atau akal. modal. dalam bahasa Latin. dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat. milik diri manusia dengan belajar. kesenian. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA A. mengerjakan. Colera berarti mengolah. PENGERTIAN Budaya adalah bentuk jamak dari kata budi dan daya yang berarti cinta. Tylor.BAB 2. Kemudian pengertian ini berkembang dalam arti culture. Linton. berasal dari kata colera. R. kata budaya berarti dari kata culture. Koentjaraningrat. kebudayaan adalah bagian dari lingkungan hidup yang diciptakan oleh manusia. budaya adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan. karsa dan rasa.

seperti kursus-kursus. Sistem Pengetahuan Sistem pengetahuan yang dimiliki manusia sebagai mahluk sosial merupakan suatu akumulasi dari perjalanan hidupnya dalam hal berusaha memahami : a. Tubuh manusia f. Alam sekitar . kebudayaan atau budaya menyangkut keseluruhan aspek kehidupan manusia baik material maupun non material. Pengetahuan melalui pengalaman langsung ini akan membentuk kerangka pikir individu untuk bersikap dan bertindak sesuai dengan aturan yang dijadikan pedomannya.Dengan demikian. b) Berdasarkan pengalaman yang diperoleh melalui pendidikan formal/resmi (di sekolah) maupun dari pendidikan non formal (tidak resmi). Alam fauna di daerah tempat tinggal d. yaitu suatu teori yang mengatakan bahwa kebudayaan itu akan berkembang dari tahapan yang sederhana menuju tahapan yang lebih kompleks. baik dalam bentuk atau berupa sistem pengetahuan. b. Zat-zat bahan mentah dan benda-benda dalam lingkungannya e. B. pandangan hidup. SUBSTANSI (ISI) UTAMA BUDAYA Substansi (isi) utama kebudayaan merupakan wujud abstrak dari segala macam ide dan gagasan manusia yang bermunculan di dalam masyarakat yang memberi jiwa kepada masyarakat itu sendiri. penataran-penataran dan ceramah. Sifat-sifat dan tingkah laku sesama manusia g. Alam flora di daerah tempat tinggal c. c) Melalui petunjuk-petunjuk yang bersifat simbolis yang sering disebut sebagai komunikasi simbolis. 11 . persepsi dan etos kebudayaan. Sebagian besar ahli yang mengartikan kebudayaan seperti ini kemungkinan besar sangat dipengaruhi oleh pandangan evolusionisme. 1. kepercayaan. nilai. yaitu : a) Melalui pengalaman dalam kehidupan sosial. Ruang dan waktu Untuk memperoleh pengetahuan tersebut di atas manusia melakukan tiga cara.

Didalamnya terkandung konsep nilai kebudayaan yang dicita-citakan oleh suatu masyarakat. manusia yang memiliki naluri untuk mengembangkan diri kepada yang Mahatinggi. Hakikat karya manusia (MK) Hakikat waktu manusia (MW) Hakikat alam manusia (MA) Hakikat hubungan antarmanusia (MM) 3. dan hanya yang Mahatinggi saja yang mampu memberikan kekuatan dalam mencari jalan keluar dari permasalahan hidup dan kehidupan. yaitu kemampuan pengetahuan kegiatan mental individu lain : 3) 12 . yaitu dimensi lain di luar diri dan lingkungannya yang dianggap mampu mengendalikan hidup manusia. Pandangan Hidup Pandangan hidup merupakan pedoman bagi suatu bangsa atau masyarakat dalam menjawab atau mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya. c. 5. d. Kepercayaan Kepercayaan yang mengandung arti yang lebih luas daripada agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. bahwa yang menentukan orientasi nilai budaya manusia di dunia adalah lima dasar yang bersifat universal. pandangan hidup merupakan nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat dengan dipilih secara selektif oleh individu. religius (nilai agama). Karena itu. Pada dasarnya.2. indah (nilai estetika). 2) persepsi telepati. yaitu : a. sesuatu dikatakan memiliki nilai apabila berguna dan berharga (nilai kebenarannya). yaitu persepsi yang terjadi tanpa menggunakan salah satu indra manusia. e. Kluchohn mengemukakan. Persepsi Persepsi atau sudut pandang ialah suatu titik tolak pemikiran yang tersusun dari seperangkat kata-kata yang digunakan untuk memahami kejadian atau gejala dalam kehidupan. baik (nilai-moral atau etis). dicitacitakan dan dianggap penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat. Hakikat hidup manusia (MH) b. C. Oleh karena itu. 4. Nilai Nilai adalah sesuatu yang baik yang selalu diinginkan. kelompok atau bangsa. Persepsi terdiri atas : 1) persepsi sensorik. Dorongan ini sebagai akibat atau refleksi ketidakmampuan manusia dalam menghadapi tantangan-tantangan hidup.

serta diskriminasi terhadap tingkatan sosial. Budaya terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia 2. Sifat tersebut bukan diartikan secara spesifik. tindakantindakan yang dilarang dan tindakan-tindakan yang diizinkan. Etos Kebudayaan Etos atau jiwa kebudayaan (dalam antropolog) berasal dari bahasa Inggris berarti watak khas. jauh dari tempat orang yang bersangkutan. Etos sering tampak pada gaya perilaku warga misalnya. Budaya mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiban-kewajiban. serta berbagai benda budaya hasil karya mereka. gagasan yang berbelit-belit. kurang sopan. lamban. kegemaran-kegemaran warga masyarakatnya. MANUSIA SEBAGAI PENCIPTA DAN PENGGUNA KEBUDAYAAN Tercipta atau terwujudnya suatu kebudayaan adalah sebagai hasil 13 .persepsi clairvoyance. Di mana sifat-sifat budaya itu akan memiliki ciri-ciri yang sama bagi semua kebudayaan manusia tanpa membedakan faktor ras. ketenangan yang berlebihan. Budaya diperlukan oleh manusia diwujudkan dalam tingkah lakunya dan 4. tingkah laku yang sukar ditebak. Sifat hakiki dari kebudayaan tersebut antara lain : 1. 6. kebudayaan Batak dilihat orang Jawa. tegas. bahwa watak orang Jawa memancarkan keselarasan. Budaya telah ada terlebih dahulu daripada lahirnya suatu generasi tertentu dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan 3. SIFAT-SIFAT BUDAYA Kendati kebudayaan yang dimiliki oleh setiap masyarakat itu tidak sama. tindakantindakan yang diterima dan ditolak. seperti di Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang berbeda. Sebaliknya kebudayaan Jawa dilihat oleh orang Batak. lingkungan alam atau pendidikan. melainkan bersifat universal. yaitu kemampuan melihat perisiwa atau kejadian di tempat lain. D. dan berbicara apa adanya. konsekuen. Yaitu sifat hakiki yang berlaku umum bagi semua budaya di mana pun. sebagai orang yang agresif. C. dilihat dari luar oleh orang asing. tetapi setiap kebudayaan mempunyai ciri atau sifat yang sama. kesuraman. kasar. Contohnya. feodal.

kemauan. Suatu hubungan pedoman antarmanusia atua kelompoknya. Berger yang menyebutkan sebagai dialektika fundamental. Dengan kata lain. Dialektika ini didasarkan pada pendapat Peter L. Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain 3.interaksi antara manusia dengan segala isi alam raya ini. Tahap eksternalisasi adalah proses pencurahan diri manusia secara terus-menerus ke dalam dunia melalui aktivitas fisik dan mental. Jadi ada hubungan berkelanjutan antara realitas internal dengan realitas eksternal. namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. fantasi dan perilaku. manusia memerlukan kepuasan baik di bidang spiritual maupun material. 2. Pengaturan agar manusia dapat mengerti 14 . perasaan dan emosi. Kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia. intelegensia dan intuisi. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayan. Kecuali itu. Sehingga kebudayaan memiliki peran sebagai : 1. nyatalah bahwa manusia menciptakan kebudayaan. kebudayaan ada karena ada manusia penciptanya dan manusia dapat hidup di tengah kebudayaan yang diciptakannya. Bermacam-macam kekuatan yang harus dihadapi masyarakat dan anggotanya seperti kekuatan alam maupun kekuatan lain yang tidak selalu baiknya. Manusia yang telah dilengkapi Tuhan dengan akal dan pikirnya menjadikan mereka khalifah di muka bumi dan diberikan kemampuan yang disebutkan oleh Supartono (dalam Rafael Raga Maran. 2006 : 5). Pembeda manusia dan binatang 5. dan tahap internalisasi. Dengan sumber-sumber kemampuan daya manusia tersebut. tahap objektivasi. Dialektika fundamental ini terdiri dari tiga tahap : tahap eksternalisasi. Tahap objektivitas adalah tahap aktivitas manusia menghasilkan suatu realitas objektif yang berada di luar diri manusia. (Yusdi Ahmad. Petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berperilaku di dalam pergaulan 6. Tahap internalisasi adalah tahap dimana realitas objektif hasil ciptaan manusia diserap oleh manusia kembali. Manusia memiliki kemampuan daya antara lain akal. Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. Makalah. Kebutuhan-kebutuhan tersebut dipenuhi oleh kebudayaan yang bersumber pada masyarakat itu sendiri. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendukungnya. Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia 4. 1999 : 36) sebagai daya manusia. Kebudayaan adalah produk manusia.

berbagai macam kekuatan harus dihadapi manusia dan masyarakat seperti kekuatan alam dan kekuatan lain. dimana taraf kebudayaannya lebih tinggi. Pendekatan yang saling berhubungan dengan psikologi lingkungan adalah pendekatan sistem yang melihat rangkaian sistemik antara beberapa sub sistem yang ada dalam melihat kenyataan lingkungan total yang melingkupi satuan budaya yang ada. Usaha untuk menjelaskan perilaku manusia sebagai perilaku budaya dalam kaidah dengan lingkungannya. terlebih lagi perspektif lintas budaya akan mengandung banyak variabel yang saling berhubungan dalam keseluruhan sistem terbuka. Dengan menganalisis pengaruh akibat budaya terhadap lingkungan seseorang dapat mengetahui. Hasil karya masyarakat melahirkan teknologi atau kebudayaan kebendaan yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi masyarakat terhadap lingkungan di dalamnya. Kebudayaan mempunyai fungsi yang besar bagi manusia dan masyarakat. Beberapa variabel yang berhubungan dengan masalah kebudayaan 15 . Begitu pula manusia hidup dan tergantung pada kebudayaan sebagai hasil ciptaannya.bagaimana seharusnya bertindak. Selain itu manusia dan masyarakat memerlukan kepuasan baik secara spiritual maupun materiil. Kebudayaan juga memberikan aturan bagi manusia dalam mengolah lingkungan dengan teknologi hasil ciptaannya. Sebagai modal dasar pembangunan. melalui akalnya manusia dapat mengembangkan kebudayaan. E. pada taraf permulaan manusia bersikap menyerah dan semata-mata bertindak di dalam batas-batas untuk melindungi dirinya. menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain 7. berbuat. Keadaan yang berbeda pada masyarakat yang telah kompleks. artinya orang asing. mengapa suatu lingkungan tertentu akan berbeda dengan lingkungan lainnya dan menghasilkan kebudayaan yang berbeda pula. PENGARUH BUDAYA TERHADAP LINGKUNGAN Budaya yang dikembangkan oleh manusia akan berimplikasi pada lingkungan tempat kebudayaan itu berkembang. Manusia merupakan mahluk yang berbudaya. Hasil karya tersebut yaitu teknologi yang memberikan kemungkinan yang luas untuk memanfaatkan hasil alam bahkan menguasai alam. Suatu kebudayaan memancarkan suatu ciri khas dari masyarakatnya yang tampak dari luar. Kebudayaan masyarakat tersebut sebagian besar dipenuhi oleh kebudayaan yang bersumber pada masyarakat itu sendiri. Dalam tindakan untuk melindungi diri dari lingkungan alam.

curah hujan. dan nilai-nilai Environmental Orientation and Representation. menunjuk pada lingkungan natural seperti temperatur. wilayah geografis. Contohnya. meliputi hasil tindakan manusia seperti membangun rumah. adat istiadat. komunitas. bahwa kebudayaan yang berlaku dan dikembangkan dalam lingkungan tertentu berimplikasi terhadap pola tata laku. Mereka enggan meninggalkan kampung halamannya atau beralih pola hidup sebagai petani. flora dan fauna Cultural Social Environment. Hambatan budaya yang berkaitan dengan pandangan hidup dan sistem kepercayaan Keterkaitan orang Jawa terhadap tanah yang mereka tempati secara turun temurun diyakini sebagai pemberi berkah kehidupan. Padahal hidup mereka umumnya miskin. F. meliputi bagaimana masyarakat menggunakan lingkungan dalam hubungan sosial Out Carries Product. PROBLEMATIKA KEBUDAYAAN Beberapa problematika kebudayaan antara lain : 1. Hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan persepsi atau sudut pandang hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan persepsi atau sudut pandang ini dapat terjadi antara masyarakat dan pelaksana pembangunan.dan lingkungan : Physical environment. program keluarga 16 . nilai dan aspek kehidupan lainnya yang akan menjadi ciri khas suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. - - - - Dengan demikian dapat dikatakan. mengacu pada persepsi dan kepercayaan kognitif yang berbeda-beda pada setiap masyarakat mengenai lingkungannya Environmental Behavior and Process. kota beserta usaha-usaha manusia dalam memodifikasi lingkungan fisik seperti budaya pertanian dan iklim. 2. meliputi aspek-aspek kebudayaan beserta proses sosialisasi seperti : norma-norma. iklim. norma.

Sikap etnosentrisme dapat menimbulkan kecenderungan perpecahan dengan sikap kelakuan yang lebih tinggi terhadap budaya lain. mereka beranggapan bahwa banyak anak banyak rezeki. Masing-masing kebudayaan itu dianggap sebagai satu ciri khas daerah lokal. Hal ini disebabkan karena adanya kekhawatiran penduduk bahwa di tempat yang baru hidup mereka akan lebih sengsara dibandingkan dengan hidup mereka di tempat yang lama. agama. Yang terkadang justru menimbulkan sikap etnosentrisme pada anggota masyarakat dalam memandang kebudayaan orang lain. seolah-olah tertutup untuk menerima program-program pembangunan. 5. Hambatan budaya berkaitan dengan faktor psikologi atau kejiwaan Upaya untuk mentransmigrasikan penduduk dari daerah yang terkena bencana alam banyak mengalami kesulitan. karena pengetahuannya serba terbatas. sering kali disalahgunakan oleh manusia. 3.berencana atau KB semula ditolak masyarakat. Kebudayaan yang berkembang dalam suatu wilayah seperti Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari beberapa suku bangsa dan budaya yang beraneka ragam. ras dan antar golongan. 6. Sikap Etnosentrisme Sikap etnosentrisme adalah sikap yang mengagungkan budaya suku bangsanya sendiri dan menganggap rendah budaya suku bangsa lain. yang menganggap hal-hal baru itu akan merusak tatanan hidup mereka yang sudah mereka miliki secara turun temurun. obatobatan diciptakan untuk kesehatan tetapi dalam penggunaannya banyak disalahgunakan yang justru mengganggu kesehatan manusia. yakni pertentangan suku. 7. Perkembangan IPTEK sebagai hasil dari kebudayaan. 4. Sikap semacam ini akan mudah memicu timbulnya kasus-kasus sara. G. PERUBAHAN KEBUDAYAAN 17 . Sikap tradisionalisme yang berprasangka buruk terhadap hal-hal baru Sikap ini sangat mengagung-agungkan budaya tradisional sedemikian rupa. Masyarakat daerah-daerah terpencil yang kurang komunikasi dengan masyarakat luar. Masyarakat yang terasing dan kurang komunikasi dengan masyarakat luar. sebagai contoh nuklir dan bom dibuat justru untuk menghancurkan manusia bukan untuk melestarikan suatu generasi.

Perubahan yang disebabkan adanya kontak dengan suatu kelompok lain c. bukan sebaliknya. dan rasa manusia adalah tentu saja perubahan yang memberi nilai manfaat bagi manusia dan kemanusiaan. Perubahan karena adanya penemuan (discovery) d. 18 . karsa. perubahan kebudayaan sebagai hasil cipta. yaitu : a. Perubahan yang terjadi karena suatu masyarakat atau bangsa mengadopsi beberapa elemen kebudayaan materal yang telah dikembangkan oleh bangsa lain di tempat lain e. oleh karenanya tidak ada kebudayaan yang bersifat statis. Dengan demikian. yaitu yang akan memusnahkan manusia sebagai pencipta kebudayaan tersebut. Perubahan yang terjadi karena suatu bangsa memodifikasi cara hidupnya dengan mengadopsi suatu pengetahuan atau kepercayaan baru. atau karena perubahan dalam pandangan hidup dan konsepsinya tentang realitas.Sebagaimana diketahui bahwa kebudayaan mengalami perkembangan (dinamis) seiring dengan perkembangan manusia itu sendiri. Namun. Perubahan lingkungan alam b. Ada lima faktor yang menjadi penyebab perubahan kebudayaan. kebudayaan akan mengalami perubahan.

karena diantaranya ada perbedaan fisik yang gampang dikenali. Sebaliknya. Sekalipun orang itu terlahir secara kembar. Bila seseorang hanya tinggal raga. Setiap manusia memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri. unsur fisik dan psikis. artinya yang tak terbagi. INDIVIDU DAN MASYARAKAT 1. merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. tetapi kalau perhatian kita tujukan pada hal yang lebih detail. mereka tidak ada yang memiliki ciri fisik dan psikis yang persis sama. Begitu pula dalam kumpulan atau kerumunan ribuan atau jutaan manusia. Manusia Individu sebagai Mahluk Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individuum. ukuran. Dari sekian banyak manusia. Kata in salah satunya mengandung pengertian tidak. atau suatu kesatuan. atau jasmaninya saja. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Contohnya si Waru berbeda dengan si Dadap. bila hal terjadi pada kumpulan atau kerumunan hewan dan 19 . ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Jadi pengertian manusia sebagai mahluk individu mengandung arti bahwa unsur yang ada dalam diri individu tidak terbagi. MANUSIA SEBAGAI INDIVIDU DAN MAHLUK SOSIAL A. maka dia tidak dikatakan sebagai individu. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut lagi sebagai individu. Dalam bahasa Inggris Individu berasal dari kata in dan divided. sifat dan lain-lainnya. unsur raga dan jiwa. Dalam diri individu ada unsur jasmani dan rohaninya. tidak ada manusia yang persis sama.BAB 3. baik pada perbedaan fisik maupun psikis. Manusia sebagai mahluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani. makro akan terdapat perbedaan-perbedaan. Walaupun secara umum manusia itu memiliki perangkat fisik yang sama. kita dapat mengenali seseorang yang sudah kita kenal karena memiliki ciri fisik yang sudah kita kenal. atau ada unsur raga dan jiwanya. fisik. keutuhan raga dan jiwanya. Perbedaan itu terletak pada bentuk. Kita dapat membedakan seseorang dari lainnya berdasarkan perbedaan-perbedaan yang ada. sedangkan divided artinya terbagi. atau ada unsur fisik dan psikisnya. keutuhan fisik dan psikisnya. Jadi sebutan individunya tepat bagi manusia yang memiliki keutuhan jasmani dan rohaninya. Setiap anggota fisik manusia tidak ada yang persis sama. Jadi individu artinya tidak terbagi. Seperti di tengahtengah pasar yang penuh orang atau di lapangan di mana berkumpul ribuan orang kita akan dapat mengenali orang yang sudah kita kenal. meskipun sama-sama terlahir sebagai manusia kembar.

Ada bagian tubuh kita yang mirip ibu atau ayah. hitam atau putih. ada yang kulitnya cokelat. Dilihat dari sifat. karakter. Menurut Nursyid Sumaatmadja. Orang yang tinggal di daerah pantai memiliki sifat dan kebiasaan yang berbeda dengan yang tinggal di daerah pegunungan. Seseorang yang sehari-harinya bergaul dengan lingkungan temannya yang bekerja sebagai sopir atau kenek di terminal memiliki kebiasaan yang khas bagi kelompoknya. Ciri seorang individu tidak hanya mudha dikenali lewat ciri fisik atau biologinya. Mungkin orang yang tinggal di daerah pantai bicaranya keras. begitu pula mengenai sifat atau karakter kita ada yang mirip seperti ayah dan ibu. berbeda dengan mereka yang tinggal di daerah pegunungan. Kalau seorang individu memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dibawa sejak lahir. dan kelompok sosial lain yang lebih besar. Ada orang yang gemuk. atau karakternya. Karakteristik yang khas dari seseorang ini sering kita sebut dengan kepribadian. kurus atau langsing. Begitu pula dengna orang yang lingkungan sosialnya berada di pesantren. ada orang yang periang. kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara 20 . perangai. sabar. Seorang individu adalah perpaduan antara faktor genotipe dan fenotipe. Kita melakukan interaksi sosial dengan anggota keluarga. Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Lewat ciri-ciri fisik seseorang pertama kali mudah dikenali. baik itu lingkungan buatan seperti tempat tinggal (rumah) dan lingkungan. dengan teman. Secara fisik seseorang memiliki kemiripan atau kesamaan ciri dari orang tuanya. Faktor genotipe adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir.binatang. merujuk pada lingkungan di mana seorang individu melakukan interaksi sosial. cenderung berbeda pula kebiasaan dan perilaku orang orangnya. ada yang rambutnya lurus ada ikal. ia merupakan faktor keturunan. perangai. memiliki kebiasaan yang khas pula bagi kelompoknya. Sifat. bisa juga terjadi pada bagian-bagian tubuh tertentu saja. Lingkungan sosial. Berbeda lingkungan tempat tinggal. Lingkungan fisik seperti kondisi alam sekitarnya. Faktor lingkungan ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang. kemiripan atau persamaan itu mungkin saja terjadi pada keseluruhan penampilan fisiknya. dibawa individu sejak lahir. Sedangkan lingkungan yang bukan buatan seperti kondisi alam geografis dan iklimnya. ia juga memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan. cerewet atau lainnya. sulit bagi kita untuk mengenali satu hewan di tengah ribuan hewan yang sejenis. atau gaya dan selera orang juga berbeda-beda. Kita bisa melihat secara fisik bagian tubuh mana dari kita yang memiliki kemiripan dengan orang tua kita.

modis atau necis oleh orang lain. Keluarga yang terbiasa dengan suasana demokratis dan religius. Dengan demikian. di rumah. jika mendapat rangsangan dari lingkungan. 21 . Perilaku manusia dipengaruhi oleh orang lain. Setiap orang memiliki kepribadian yang membedakan dirinya dengan yang lain. Selama manusia hidup ia tidak akan lepas dari pengaruh masyarakat. seperti tunduk pada aturan. Orang yang berprofesi sebagai artis. Misalnya orang kaya cenderung berteman dengan orang kaya. yaitu mahluk yang didalam hidupnya tidak bsia melepaskan diri dari pengaruh manusia lain. Oleh karena itu manusia dikatakan sebagai mahluk sosial. Dalam konteks sosial yang disebut masyarakat. di sekolah. Kepribadian seseorang itu dipengaruhi faktor bawaan (genotipe) dan faktor lingkungan (fenotipe) yang saling berinteraksi terus menerus. misalnya berbeda dengan keluarga yang suasananya otoriter dan kurang religius. dan masyarakat. setiap orang akan mengenal orang lain oleh karena itu perilaku manusia selalu terkait dengan orang lain. Ketika anda pergi ke kampus atau ke tempat lain. cenderung untuk mencari teman sesama artis lagi. Selain individu. dan di lingkugnan yang lebih besar manusia tidak lepas dari pengaruh orang lain. tunduk pada norma masyarakat. baik. yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologisnya. ia melakukan sesuatu dipengaruhi faktor dari luar dirinya. dan keinginan mendapat respons positif dari orang lain (pujian). akan terbentuk kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat yang didasari oleh kesamaan ciri atau kepentingan. Manusia Sosial sebagai Mahluk Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak lepas dari pengaruh orang lain. sering kali didasari atas kesamaan ciri atau kepentingannya masing-masing. ada kebutuhan sosial (social need) untuk hidup berkelompok dengan orang lain. manusia memiliki kebutuhan untuk mencari kawan atau teman. Kebutuhan untuk berteman dengan orang lain. Ketika anda memakai baju anda berusaha untuk tampil yang menurut anda akan dinilai pantas. Begitu pula lingkungan tetangga yang familiar dan gotong royong berbeda dengan yang kurang akrab dan individualis.potensi-potensi biopsiko fisikal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan. 2. Anda harus tunduk pada aturan atau kebiasaan yang wajar di masyarakat. kelompok sosial yang lebih besar seperti keluarga. juga dikarenakan pada diri manusia ada dorongan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain. tetangga. tidak bisa dengan seenaknya berpkaian menurut kehendak anda sendiri. memiliki ciri/karakter/kebiasaan yang berbeda-beda pula. Manusia dikatakan sebagai mahluk sosial.

Manusia dikatakan juga sebagai mahluk sosial, karena manusia tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengahtengah manusia. Ketika bayi lahir, ia memerlukan pertolongan manusia lainnya. Bayi sama sekali tidak berdaya ketika ia lahir, ia tidak bisa mempertahankan hidupnya tanpa pertolongan orang lain. Berbeda dengan hewan, jerapah misalnya, ketika binatang ini lahir hanya dalam hitungan menit ia sudah bisa berdiri tegak dan berjalan mengikuti induknya. Kenapa hewan bisa mempertahankan hidupnya walaupun tanpa pertolongan hewan lainnya ? karena untuk mempertahankan hidupnya hewan dibekali dengan insting, insting atau naluri adalah sesuatu yang dibawa sejak lahir, yang diperoleh bukan melalui proses belajar. Manusia berbeda dengan hewan, untuk mempertahankan hidupnya, ia dibekali dengan akal. Insting yang dimiliki manusia sangat terbatas, ketika bayi lahir misalnya ia hanya memiliki insting menangis. Bayi lapar maka ia menangis, kedinginanpun ia menangis, pipis ia pun menangis. Manusia memiliki potensi akal untuk mempertahankan hidupnya. Namun potensi yang ada dalam diri manusia itu hanya mungkin berkembang bila ia hidup dan belajar di tengah-tengah manusia. Untuk bisa berjalan saja, manusia harus belajar dari manusia lainnya. Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bsia makan menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya. Cooley memberi nama looking-glass self untuk melihat bahwa seseorang dipengaruhi oleh orang lain. Nama demikian diberikan olehnya karena ia melihat manalogi antar pembentukan diri seseorang dengan perilaku orang yang sedang bercermin, kalau cermin memantau apa yang terdapat di depannya, maka menurut Cooley diri seseorang memantau apa yang dirasakannya sebagai tanggapan masyarakat terhadapnya. Cooley berpendapat bahwa looking glass self terbentuk melalui tiga tahap. Pada tahap pertama seseorang mempunyai persepsi mengenai pandangan orang lain terhadapnya. Pada tahap berikut seseorang mempunyai persepsi mengenai penilaian orang lain terhadap penampilannya. Pada tahap ketiga seseorang mempunyai perasaan terhadap apa yang dirasakannya sebagai penilaian orang lain terhadapnya itu. Untuk memahami pendapat Cooley di sini dapat disajikan suatu contoh. Seorang siswa yang cenderung memperoleh nilai-nilai rendah (misalnya, nilai 4 atau 5) dalam ujian-ujian semesternya, misalnya bahwa para guru di sekolahnya menganggapnya bodoh. Ia merasa pula bahwa karena ia dinilai bodoh maka ia kurang dihargai para gurunya. Karena merasa kurang dihargai, siswa tersebut menjadi murung. Jadi disini perasaan diri sendiri seseorang merupakan pencerminan dari penilaian orang lain (looking glass self). Dalam kasus tersebut diatas, pelecehan
22

oleh guru ini ada dalam benak si siswa dan mempengaruhi pandangannya mengenai dirinya sendiri terlepas dari soal apakah dalam kenyataan para guru memang berperasaan demikian terhadapnya. Apa yang terjadi bila seseorang tidak berinteraksi dengan manusia ? seseorang yang tidak hidup dengan manusia lainnya tidak akan dapat berinteraksi dengan orang lain. hal ini terungkap dari kasus anak-anak yang ditemukan dalam keadaan terlantar (feral children). Ada kisah, yaitu seorang anak laki-laki berusia sekitar 11-12 tahun yang pada tahun 1900 ditemukan diatas Saint Serin, Perancis, dan kasus gadis berusia tiga belas tahun di California, Amerika Serikat yang disekap ayahnya dalam gudang gelap sejak berumur satu setengah tahun. Light, Keller dan Calhoun (1989) mengisahkan kasus Anna yang semenjak bayi dikurung ibunya dalam gudang selama lima tahun. Dari kasus-kasus tersebut terungkap bahwa anak anak yang ditemukan tersebut tidak berperilaku sebagai manusia. Mereka tidak dapat berpakaian, buang air besar kecil dengan tertib, atau berbicara. Anna tidak dapat makan sendiri atau mengunyah, dan juga tidak dapat tertawa atau menangis. Genie tidak dapat berdiri tegak. Setelah berkomunikasi dengan masyarakat lambat laun anak-anak ini dapat mempelajari beberapa di antara kemampuan yang dimiliki manusia sebaya mereka, namun mereka tidak pernah tersosialisasi secara wajar dan cenderung meninggal pada usia muda. Salah satu teori peranan dikaitkan dengan sosialisasi oleh teori George Herbert Mead. Dalam teorinya yang diuraikan dalam buku Mind, Self and Society (1972). Mead menguraikan tahap-tahap pengembangan secara bertahap melalui interaksi dengan anggota masyarakat lain. menurut Mead pengembangan diri manusia ini berlangsung melalui beberapa tahap-tahap play stage, tahap game stage, dan tahap generalized other. Menurut Mead setiap anggota barumasyarakat hars mempelajari peranan-peranan yang ada dalam masyarakat. Sosialisasi adalah suatu proses di mana di dalamnya terjadi pengambilan peranan (role taking). Dalam proses ini seseorang belajar untuk mengetahui peranan yang harus dijalankannya serta peranan yang harus dijalankan orang lain. melalui pengusaan peranan yang ada dalam masyarakat ini seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain. Menurut Mead pada tahap pertama, play stage seorang anak kecil mulai belajar mengambil peranan orang-orang yang berada di sekitarnya. Ia mulai menirukan peranan yang dijalankan oleh orang tuanya, mislanya atau peranan orangg dewasa lain dengan siapa ia sering berinteraksi. Dengan demikian, kita sering melihat anak kecil yang dikala bermain meniru peranan yang dijalankan ayah, ibu, kakak, nenek, polisi, dokter, tukang pos, sopir dan sebagainya. Namun pada tahap ini sang anak belum sepenuhnya memahami isi peranan-peranan yang ditirunya itu. Seorang anak dapat meniru kelakuan ayah atau ibu berangkat ke tempat kerja, misalnya tetapi mereka tidak memahami alasan ayah atau ibu untuk bekerja dan makna kegiatan yang dilakukan
23

ayah atau ibu di tempat kerja. Seorang anak dapat berpura-pura menjadi petani, dokter, polisi tetapi tidak mengetahui mengapa petani mencangkul, dokter menyuntik pasien, polisi menginterogasi tersangka pelaku kejahatan. Pada tahap game stage seorang anak tidak hanya telah mengetahui peranan yang harus dijalankannya, tetapi telah pula mengetahui peranan yang harus dijalankan oleh orang lain dengan siapa ia berinteraksi. Contoh yang diajukan Mead ialah keadaan dalam suatu pertandingan seseorang anak yang bemain dalam suatu pertandingan tidak hanya mengetahui apa yang diharapkan orang lain darinya, tetapi juga apa yang diharapkan dari orang lain ikut bermain dalam pertandingan tersebut. Di kala bermain sebagai penjaga gawang dalam suatu pertandingan sepak bola, misalnya, ia mengetahui perananperanan yang dijalankan oleh para pemain lain (baik kesebelasan kawan maupun lawan), wasit, penjaga garis, dan sebagainya. Oleh Mead dikatakan bahwa pada tahap ini seseorang telah dapat mengambil peranan orang lain. Pada tahap awal sosialisasi, interaksi seorang anak biasanya terbatas pada sejumlah kecil orang lain biasanya anggota keluarga, terutama ayah dan ibu. Oleh Mead orang-orang yang penting dalam proses sosialisasi ini dinamakan significant others. Pada tahap ketiga sosialisasi seseorang dianggap telah mampu mengambil peranan yang dijalankan orang lain dalam masyarakat, mampu mengambil peranan generalized others. Ia telah mampu berinteraksi dengan orang lain dalam masyarakat karena telah memahami peranannya sendiri serta peranan orang lain dengan siapa ia berinteraksi. Selaku anak ia telah memahami peranan yang dijalankan orang tua; selaku siswa ia memahami peranan guru, selaku anggota Gerakan Pramuka ia memahami peranan para pembinannya. Jika seseorang telah mempunyai suatu diri. Dari pandangan-pandangan Mead ini tampak jelas pendiriannya bahwa diri seseorang terbentuk melalui interaksi dengan orang lain. Karena manusia adalah mahluk sosial, mereka berinteraksi dengan yang lain. tidak selamanya interaksi itu berjalan dengan baik, terkadang menimbulkan hal-hal lain yang negatif. Dalam hubungan antar anggota dan kelompok masyarakat, kita sering dihadapkan dengan perbedaan perbedaan. Misalnya, orang Jawa memiliki kebiasaan dan sifat-sifat yang khas, orang Sunda, Batak, Ambon, Padang, dan yang lainnya juga begitu. Terkadang ada sikap negatif yang diperlihatkan oleh suatu kelompok masyarakat terhadap kelompok masyarakat lainnya. Sikap khas yang sering ditampilkan itu disebut prasangka (prejudice). Prasangka (prejudice) merupakan suatu istilah yan mempunyai berbagai makna. Namun dalam kaitannya dengan hubungan antarklompok istilah ini mengacu pada sikap permusuhan yang ditujukan terhadap suatu kelompok tertentu atas dasar dugaan bahwa kelompok tersebut mempunyai ciri-ciri yang tidak menyenangkan. Sikap ini dinamakan prasangka tidak didasarkan pada pengetahuan, pengalaman ataupun bukti-bukti yang cukup memadai. Pandangan pria bahwa wanita

24

1974) merupakan contoh-contoh mengenai prasangka antar kelompok. Rakyat 25 . karena beberapa alasan yaitu .lebih banyak emosi dan kurang rasio. Dapat disimpulkan. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain 4. norma sosial 2. Bahkan mungkin anda sendiri pernah dan mungkin sering menggunakan kata masyarakat. Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain 3. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia. 1970) pandangan di kalangan orang Sunda bahwa orang batak kasar dan agresif (Bruner. pendidikan atau bukti-bukti yang menyangkal kebenaran prasangka yang dianut. Masyarakat sudah banyak berkorban untuk kepentinga n PEMILU. pandangan orang kulit putih di daerah Selatan Amerika Serikat bahwa orang kulit hitam adalah orangorang yang tidak tahu diri dan yang bertekad untuk menyaingi karyawan kulit putih serta memperkosa wanita kulit putih. Manusia tunduk pada aturan. Bandingkan dengan contoh berikut ini : b. seperti dalam contoh berikut ini : a. PENGERTIAN CIRI-CIRINYA MASYARAKAT DAN Anda tentu sudah sering mendengar kata masyarakat. bahwa manusia dikatakan sebagai mahluk sosial. pandangan di kalangan orang Tionghoa di Semarang bahwa mereka lebih cerdas dan lebih mampu daripada orang Indonesia (Willmott. Dalam kehidupan sehari-hari istilah atau kata masyarakat sering muncul. baik dari orang lain maupun mendengar lewat media elektronik. B. Orang yang berprasangka bersifat tidak rasional da berada di bawah sadar sehingga sukar diubah meskipun orang yang berprasangka tersebut diberi penyuluhan. sementara para anggota DPR malah bertengkar memperebu tkan kedudukan. 1.

seperti yang dikutip Nursyid. sedangkan istilah komunitas dalam bahasa Inggrisnya community. Krech. Society atau masyarakat berbeda dengan komunitas (community) atau masyarakat setempat. mengemukakan bahwa “a society 26 . kita menggunakan kata “rakyat” untuk menggantikan kata “masyarakat”. Dalam konteks keseharian. Istilah masyarakat dalam bahasa Inggrisnya society.sudah banyak berkorban untuk kepentinga n PEMILU. Beberapa definisi mengenai masyarakat bisa lihat di bawah ini. Tetapi. Penggunaan kata masyarakat sering kali tercampur adukan dalam kehidupan sehari-hari. kita sering mencampuradukan istilah “masyarakat’ dan “komunitas” seperti dalam contoh (c) di atas. Dua istilah (konsep) tersebut sering ditafsirkan secara sama. seperti kata “rakyat” kita gunakan juga istilah “masyarakat” untuk menggantikannya atau juga sebaliknya. Lebih jauh lagi. sementara para anggota DPR malah bertengkar memperebu tkan kedudukan Contoh lain seperti berikut ini : c. Terdapat perbedaan mendasar antara kedua konsep tersebut. padahal sangat berbeda artinya. terkadang kita menggunakan kata masyarakat untuk makna yang bukan sebenarnya. sering kali terjadi kesalahan pemahaman antara society dan community. Masyarakat Kompleks Perumahan Tamansari Indah bergotongroyong membersih kan selokan. Di satu waktu kita menggunakan kata “masyarakat” sesuai dengan makna kata “masyarakat” itu sendiri.

keyakinan. Kumpulan orang 2. et al. The concept of society includes continuity. and modes of action. attitudes. sikap dan bentuk tindakan yang sama. dan tindakan sejumlah manusia yang sedikit banyak berkecenderungan sama. and a composition including representation of fundamental human types. women and children. interaksi dan tindakan itu tentu saja. and who tend to share common beliefs. kegiatan. in variably including self maintenance and self-perpetuation. tindakan terungkap pada interaksi manusianya. Dalam masyarakat tersebut terdapat ikatan-ikatan berupa tujuan. interaksi serta tindakan sosial. Kegiatannya terarah pada sejumlah tujuan yang sama 3. dan Ballachey (1975 : 308) mengemukakan definisi masyarakat sebagai “ a society is that it is an organized collectivity of interacting people whose activities become centered arround a set of common goals. specifically men. keyakinan. Unsur masyarakat berdasarkan definisi ini.is that it is an organized collectivity of interacting people whose activities become centered arrounds a set of common goals. sikap dan perilaku yang dimiliki bersama Krech. sudah terbentuk dengan lama 3. Selanjutnya. and of action”. Dalam hal ini. masyarakat lebih dicirikan oleh interaksi. (1980 : 300) memberikan batasan masyarakat sebagai berikut : Society is a group human beings cooperating in the persuit of several of their major interest. fairchild. Memiliki kecenderungan untuk memiliki keyakinan. complex associational relationship. Pada konsep ini. attitudes. Kelompok manusia 27 . Unsur masyarakat menurut definisi tadi adalah : 1. Crutchfield. Kolektivitas interaksi manusia yang terorganisasi 2.” Jadi ciri atau unsur masyarakat adalah : 1. tujuan. sudah memiliki system social atau struktur sosial tersendiri 4. and who tend to share common belief. memiliki kepercayaan. adalah : 1.

menempati kawasan tertentu. serta telah melakukan jalinan sedara berkesinambungan dalam waktu yang relatif lama. meliputi tradisi. Unsur atau ciri masyarakat menurut konsep Horton dan Hunt adalah : 1. tidak ada perbedaan ungkapan yang mendasar. jika tidak terjadi dalam suatu wadah yang kita sebut kawasan atau daerah.2. relasi manusia sebagai suatu bentuk masyarakat itu. perwakilan manusia menurut sejenisnya yang berhubungan satu sama lain secara berkesinambungan. karakteristik dari masyarakat itu adalah adanya sekelompok manusia yang menunjukkan perhatian bersama secara mendasr. Bagaimanapun. 5. upacara-upacara tertentu. justru yang ada yaitu mengenai persamaannya. tidak terjadi dalam waktu yang singkat. dan lain-lain yang merupakan penikut serta melekat pada interaksi sosial 28 . kelompok yang melakukan jalinan sosial dalam waktu yang relatif lama itu pasti menempati kawasan tertentu. dapat dikemukakan definisi masyarakat menurut Horton dan Hunt (1982 : 47) sebagai berikut : “ a society is a relatively independents. Meskipun pada dua konsep yang terdahulu tidak dinyatakan tentang kawasan itu. Dengan demikian. Hubungan antar manusia itu tidak dapat berkesinambungan dan kekal. 2. melainkan secara berkesinambungan dalam waktu yang relatif cukup lama. 3. memiliki kebudayaan serta terjalin dalam suatu hubungan di antara anggota-anggotanya. nilai norma. Yang utama. berlandaskan perhatian dan tujuan bersama. yaitu adanya kebudayaan yang dihasilkan oleh masyarakat tersebut. self perpetuating human group who occupy territory share a culture. Salah satu unsur masyarakat lainnya yang melekat. and have most of their association within this group. Akhirnya. Adanya hubungan yang pelik di antara anggotanya Menurut konsep ini. karakteristik dari masyarakat itu terutama terletak pada kelompok manusia yang bebas dan bersifat kekal. Adanya keterpaduan atau kesatuan diri berlandaskan kepentingan utama 3. 4. masyarakat itu merupakan kelompok atau kolektivitas manusia yang melakukan antarhubungan. Kelompok manusia yang sedikit banyak memiliki kebebasan dan bersifat kekal menempati suatu kawasan memiliki kebudayaan memiliki hubungan dalam kelompok yang bersangkutan Dengan demikian. Adanya pertahanan dan kekekalan diri 4. Adanya kesinambungan 5. Pengertian kebudayaan di sini. pemeliharaan kekkalan bersama. sedikit banyak bersifat kekal. secara eksplisit tersirat pada kontinuitas dan kekekalan. Di antara istilah (konsep) masyarakat yang telah dikemukakan di atas.

masyarakat adalah kumpulan orang yang didalamnya hidup bersama dalam waktu yang cukup lama. Berdasarkan pengamatan dan penghayatan. ia akan mengenal orang lain. Masyarakat merupakan suatu sistem hidup bersama. Apakah kumpulan orang yang tinggal di desa dapat dikategorikan sebagai masyarakat ? Apakah mereka sudah terbentuk dan hidup bersama dengan lama ? Apakah mereka sudah memiliki sistem sosial atau struktur sosial sendiri ? Apakah mereka memiliki kepercayaan. oleh karena itu kumpulan orang di desa merupakan bentuk khusus dari masyarakat yang lebih terikat pada daerah setempat. dapat kita simpulkan sebagai berikut : 1. mencari nafkah. Adanya kesinambungan dan pertahanan diri 6. seperti kerumunan orang di terminal. dimana mereka menciptakan nilai. Kalau kita rumuskan. Jadi bukan hanya kumpulan atau kerumunan orang dalam waktu sesaat. 2. dan perilaku yang dimiliki brsama 5. Kepentingan yang melekat pada diri masing-masing menjadi dasar interaksi sosial yang mewujudkan masyarakat sebagai wadahnya. norma. Dalam kebersamaan yang lama terjadi interaksi sosial. serta menerima pengaruh dari lingkungan sosial yang disebut masyarakat. Kumpulan orang Sudah terbentuk dengan lama Sudah memiliki sistem dan struktur sosial tersendiri Memiliki kepercayaan (nilai). Masalah ini dibahas pada bagian yang membahas komunitas. Kerumunan orang di pasar tidak dapat dikategorikan sebagai masyarakat karena tidak memiliki ciri-ciri sebagai masyarakat. sikap dan perilaku yang dimiliki bersama ? Orang desa sangat terikat dengan tempat tinggalnya.warga masyarakat yang bersangkutan. dan paling utama mengenal diri sendiri selaku anggota masyarakat. Karena tiap orang ada dalam konteks sosial yang disebut masyarakat. kita setuju bahwa manusia sejak lahir sampai mati ia selalu terikat dengan masyarakat. Memiliki kebudayaan. 4. dan kebudayaan bagi kehidupan mereka. sikap. 29 . kita tidak akan lepas dari masyarakat. Sepanjang hayat dikandung badan. karena itu lebih tepat disebut sebagai masyarakat setempat (komunitas). Apakah kerumunan orang di pasar dapat dikategorikan sebagai masyarakat ? Apakah kumpulan orang yang tinggal di desa dapat dikategorikan sebagai masyarakat. Selanjutnya orang-orang yang membentuk masyarakat harus memiliki kesadaran bahwa mereka merupakan satu kesatuan. Dari sekian banyak unsur masyarakat yang dikemukakan para ahli di atas. 3. pasar atau di lapang sepak bola.

but within those limite has closer association and deeper sympathy. Intinya mereka menjalin hubungan sosial (social relationship). dibandingkan interaksi dengan penduduk di luar batas wilayahnya. et. Jadi unsur pertama dari komunitas ialah adanya wilayah atau lokalitas. marilah kita ikuti beberapa definisinya sebagai berikut : Community is adaptasi sub-group many of the characteristic of society. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat setempat (community) adalah suatu wilayah kehidupan sosial yang ditandai oleh suatu derajat hubungan sosial yang tertentu. (Fairchild. and some Special basic of coherence that separates it from neighbouring groups. “seolaholah” sama saja. dalam bahasa Indonesia. adapasi considerabel degree of interpersonal acquaintance and contact. Dasar-dasar dari masyarakat setempat adalah lokalitas dan perasaan masyarakat setempat. but on adaptasi smaller scale. sebuah kota. Meskipun suatu kelompok manusia mereka adalah pengembara. hidup bersama sedemikian rupa sehingga mereka merasakan bahwa kelompok tersebut dapat memenuhi kepentingan-kepentingan hidup yang utama. 1980 : 52). serta mereka lebih terikat oleh tempat (teritorial). suku atau suatu bangsa. community (masyarakat setempat) atau komunitas merupakan bagian kelompok dari masyarakat (society) dalam lingkup yang lebih kecil. 30 . Apabila anggota-anggota suatu kelompok baik kelompok itu besar atau kecil. istilah community dapat diterjemahkan sebagai “masyarakat setempat”. Dr. Soerjono Soekanto. Untuk lebih memahami hakikatnya. namun pada suatu saat tertentu mereka menempati wilayah tertentu. and with less extensive and coordinated common interest. maka kelompok tadi dapat disebut masyarakat setempat. Namun. The community has more limited self sufficiency than society. Menurut Prof. Dengan mengambil pokok-pokok uraian di atas.. Implicit in the concept of “community” is adaptasi territorial area. Pengertian Masyarakat Setempat (Commmunity) atau Komunitas dan Ciri-Cirinya Pemakaian kata masyarakat sehari-hari biasanya meliputi juga “community” dalam bahasa Inggris atau pada masyarakat yang berbahasa Inggris. Dalam pengertian ini. istilah mana menunjuk pada warga-warga sebuah desa. dapat dikatakan bahwa masyarakat setempat menunjuk pada bagian masyarakat yang bertempat tinggal di suatu wilayah (dalam arti geografis) dengan batasbatas tertentu di mana faktor utama yang menjadi dasarnya adalah interaksi yang lebih besar di antara anggota-anggotanya. Sesungguhnya antara society dan community itu ada perbedaan yangmendasar.1. Al. Suatu komunitas pasti mempunyai lokalitas atau tempat tinggal tertentu.

Pergaulan hidup semacam itu baru akan terjadi apabila manusia dalam hal ini orang perorangan atau kelompok manusia bekerja sama.Unsur yang kedua dari komunitas adalah perasaan saling ketergantungan atau saling membutuhkan. Mereka menganggap dirinya sebagai “kami” ketimbang dengan “saya”. Bentuk umum proses-proses sosial adalah interaksi sosial yang dapat juga dinamakan proses sosial. serta jumlah warganya. sepenanggungan 3. saling berbicara dan sebagainya untuk mencapai tujuan bersama mengadakan persaingan. atau “perasaan kami”. Pengertian masyarakat (society) jelas berbeda dengan pengertian masyarakat setempat (community) atau komunitas. Setiap community sentiment memiliki unsur : 1. yang menunjuk pada hubungan-hubungan sosial yang dinamis. maka dapat dikatakan bahwa interaksi sosial adalah proses proses sosial. pertikaian. Ada saling ketergantungan untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikologisnya. lebih erat pada masyarakat setempat (community) daripada masyarakat (society) dan persatuannya juga lebih erat. Perasaan anggota masyarakat setempat dengan anggota lainnya didasari adanya persamaan tempat tinggal. karena interaksi sosial merupakan 31 . Pengertian masyarakat (society) sifatnya lebih umum dan lebih luas. sedangkan pengertian masyarakat setempat (community) lebih terbatas dan juga dibatasi oleh areal kawasannya. “kelompok kami”. C. dan lain-lain. Setiap anggota menjalankan pernannya sesuai dengan posisi kedudukannya masing-masing. seperasaan 2. saling memerlukan Unsur seperasaan muncul karena anggota komunitas memposisikan dirinya sebagai bagian dari kelompok lain yang lebih besar. Umpamanya “tujuan kami”. Perasaan bersama antara anggota masyarakat setempat tersebut di atas disebut community sentiment. 2. INTERAKSI SOSIAL DAN PELAPISAN SOSIAL Manusia berinteraksi dengan sesamanya dalam kehidupan untuk menghasilkan pergaulan hidup dalam suatu kelompok sosial. Namun ditinjau dari aktivitas hubungannya. Unsur sepenanggungan muncul karena setiap anggota masyarakat setempat sadar akan peranannya dalam kelompok. Unsur saling memerlukan muncul karena setiap anggota dari komunitas tidak bisa memenuhi kebutuhannya tanpa bantuan anggota lainnya.

a. Apabila dua orang bertemu interaksi sosial dimulai. 1. Interaks i Sosial sebagai Faktor Utama dalam Kehidu pan Bentuk umum proses-proses sosial adalah interaksi sosial (yang dapat juga dinamakan proses sosial). memberikan rumusan interaksi sosial. Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan bentuk interaksi sosial. Social Psycology. bahwa : “interaksi sosial adalah hubungan antara dua individu atau lebih. diantaranya : • Menurut H. antara individu dengan kelompok.syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Menurut Gillin and Gillin (1954) yang menyatakan bahwa interaksi sosial adalah hubungan-hubungan antara orang-orang secara individual. antara kelompok dengan kelompok. 32 • • . ada beberapa pengertian interaksi sosial yang ada di lingkungan masyarakat. Berikut akan dibahas bagaimana interaksi sosial dan pelapisan sosial itu. antar kelompok orang. pada saat itu mereka saling menegur. Interaksi sosial merupakan hubungan hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan orang perorangan dengan sekelompok manusia. Seperti kita ketahui. oleh karena interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. dan orang perorangan dengan kelompok Interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik antara individu dengan individu. bahwa manusia dalam kehidupan sehari-hari tidaklah lepas dari hubungan satu dengan yang lain. atau bahkan mungkin berkelahi. Booner dalam bukunya. Interaksi Sosial Interaksi adalah proses dimana orang-orang berkomunikasi saling mempengaruhi dalam pikiran dan tindakan. berjabat tangan. mengubah atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya. dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi.

Arti sugesti dan imitasi dalam hubungannya. Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat membawa seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah yang berlaku. Dalam ilmu jiwa sosial sugesti dapat dirumuskan sebagai satu proses dimana seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau pedoman-pedoman tingkah laku dari orang lain tanpa dikritik terlebih dahulu. berjabat tangan. Bedanya ialah bahwa dalam imitasi orang yang satu mengikuti salah satu dirinya. Aktivitasaktivitas semacam itu merupakan bentuk dari interaksi sosial. Adapun faktor-faktor interaksi sosiaL yaitu : yang mendasari berlangsungnnya 1) Faktor Imitasi Faktor imitasi mempunyai peranan sangat penting dalam proses interaksi sosial.Bentuk lain dari proses-proses sosial hanya merupakan bentukbentuk khusus dari interaksi sosial. baik secara lahiriah maupun batiniah. Apabila dua orang bertemu. yang pada umumnya diterima tanpa adanya daya kritik. pada saat itu mereka saling menegur. Interaksi tersebut terjadi secara lebih mencolok. • • Autosugesti. sedangkan pada sugesti seseorang memberikan pandangan atau sikap dari dirinya. saling berbicara atau bahkan mungkin berkelahi. yaitu sugesti terhadap diri sendiri yang datang dari dirinya sendiri Heterosugesti. 33 . lalu diterima oleh orang lain diluarnya. baik yang datang dari dirinya sendiri maupun dari orang lain. 2) Faktor Sugesti Yang dimaksud sugesti di sini ialah pengaruh psikis. yaitu sugesti yang datang dari orang lain. Faktor ini telah diuraikan oleh Gabriel Tarde yang beranggapan bahwa seluruh kehidupan sosial itu sebenarnya berdasarkan pada faktor imitasi saja. interaksi dimulai . dengan interaksi sosial adalah hampir sama. 3) Faktor Identifikasi Identifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identik (sama) dengan orang lain. Karena dalam psikologi sugesti dibedakan adanya. Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia terjadi antara kelompok tersebut sebagai kesatuan dan biasanya tidak menyangkut pribadi anggota-anggotana. apabila terjadi pertentangan antara kepentingan-kepentingan orang perorangan dengan kepentingan-kepentingan kelompok. Interaksi sosial antara kelompok-kelompok terjadi antara kelompok lazim juga terjadi di dalam masyarakat.

identifikasi dan simpati. Dengan demikian. namun pengaruhnya kurang mendalam apabila dibndingkan dengan identifikasi dan simpati yangrelatif lebih lambat pada proses berlangsungnya. Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial Untuk terjadinya suatu interaksi sosial diperlukan adanya syarat-syarat yang harus ada. dapat dikatakan bahwa imitasi dan sugesti terjadi lebih cepat. simpati timbul tidak atas dasar logis rasional. Berlangsungnya suatu proses interaksi yang didasarkan pada berbagai faktor di atas. sugesti. Hal-hal tersebut di atas merupakan faktor-faktor minimal yang menjadi dasar bagi berlangsungnnya proses interaksi sosial. Jadi secara harfiah 34 . Dalam bahasa lain Max Webber mengemukakan. bahwa interaksi sosial selalu menyangkut sejumlah pelaku yang saling mempengaruhi. sehingga kadang-kadang sulit untuk mengadakan pembedaan yang tegas antara faktor-faktor di atas. melainkan berdasarkan penilaian perasaan seperti juga pada proses identifikasi.Di sini dapat mengetahui. Faktor-faktor tersebut dapat bergerak sendiri-sendiri secara terpisah maupun dalam keadaan yang bergabung. b. hubungan para pelaku tersebut terlihat secara nyata dalam bentuk tindakan tertentu. Tanpa adanya pemahaman yang sama tentang maksud dan tujuan masing-masing pelaku. suatu interaksi sosial tidak akan berjalan dengan baik. imitasi mungkin pula mengakibatkan terjadinya halhal negatif dimana yang ditiru adalah tindakan-tindakan yang menyimpang. Namun demikian. faktor imitasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses interaksi sosial. Selain itu. Namun demikian. di antaranya faktor imitasi. bahwa hubungan sosial yang berlangsung pada identifikasi adalah lebih mendalam daripada hubungan yang berlangsung atas proses-proses sugesti maupun imitasi. Bahkan orang dapat tiba-tiba merasa tertarik pada orang lain dengan sendirinya karena keseluruhan cara-cara tingkah laku menarik baginya. walaupun di dalam kenyataannya proses tadi memang masih kompleks. 4) Faktor Simpati Simpati adalah perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang lain. Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat mendorong seseorang untuk memenuhi nilai-nilai yang berlaku. imitasi juga dapat melemahkan bahkan mematikan pengembangan daya kreasi seseorang. Apabila masing-masing ditinjau secara lebih mendalam. yaitu : 1) Adanya Kontak Sosial (Social Contact) Kata kontak berasal dari bahasa latin “con” yang artinya bersamasama dan “tanga” yang berarti menyentuh.

Kontak sosial yang bersifat positif dapat mengarahkan pada suatu kerjasama. Proses demikian terjadi melalui Socialization. Lain halnya bila isyarat tersebut diterima oleh anggota pramuka. 2) Adanya komunikasi Seseorang memberikan tafsiran pada tingkah laku atau perasaanperasaan orang lain dalam bentuk pembicaraan. Kontak sosial ada yang bersifat positif dan ada pula yang bersifat negatif. misalnya anak kecil mempelajari kebiasaan di dalam keluarganya. saling tersenyum. gerak-gerik badan. Kontak sosial dapat pula bersifat primer dan sekunder. Jadi dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah proses menyampaikan pesan dari satu pihak ke pihak lain sehingga terjadi pengertian bersama. akan tetapi juga tanggapan terhadap tindakan tersebut. Dalam komunikasi terdapat dua pihak yang terlibat. Perlu dicatat bahwa terjadinya suatu kontak tidaklah semata-mata tergantung dari tindakan. Sebaliknya kontak sekunder memerlukan perantara. atau sikap-sikap tertentu. b) Antara orang perorangan dengan suatu kelompok atau sebaliknya c) Antara kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya. misalnya dua partai politik bekerjasama untuk mengalahkan partai politik ketiga di dalam pemilihan umum. Sebagai gejala sosial kontak tidak perlu terjadi dengan saling menyentuh saja. berkirim kabar melalui surat. barangkali isyarat tersebut dianggap sebagai sinar lampu biasa. Kontak primer terjadi apabila yang mengadakan kontak hubungan langsung bertemu dan bertatap muka. seorang anggota pramuka di atas sebuah bukit pada malam hari mengirimkan isyarat morse dengan lampu senter membuat huruf SOS secara berulang-ulang. Apabila orang tidak memahami sandi morse. sedangkan kontak yang bersifat negatif dapat mengarahkan seseorang pada suatu pertentangan bahkan dapat menyebabkan tidak terjadinya interaksi sosial. seperti misalnya apabila orang tersebut berjabat tangan. 35 . pasti ia akan segera mengerti maksud dari isyarat tersebut.kontak berarti “bersama-sama menyentuh”. yaitu: a) Antara orang perorangan. Selain itu kontak sosial dapat terjadi dan berlangsung dalam tiga bentuk. dan itu juga tidak terjadi suatu komunikasi.misalnya orang berbicara melalui telepon. pihak yang menyampaikan pesan disebut komunikator dan pihak penerima pesan disebut komunikan. oleh karena itu orang dapat mengadakan hubungan dengan orang lain tanpa ahrus terjadi kontak secara fisik. dan sebagainya. dan lainlain. Misalnya. yaitusuatu proses dimana anggota masyarakat baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat dimana dia menjadi anggota.

b. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial Bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa kerjasama (cooperation), persaingan (competition) dan pertentangan (conflict). Suatu keadaan dapat dianggap sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial, keempat bentuk pokok dari interaksi sosial tersebut tidak perlu merupakan kontinuitas dalam arti bahwa interaksi itu dimuali dengan adanya kerja sama yang kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertikaian untuk akhirnya sampai pada akomodasi. Gillin dan Gillin pernah mengadakan pertolongan yang lebih luas lagi. Menurut mereka ada dua macam proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial, yaitu : (a) Proses asosiasif, terbagi dalam tiga bentuk khusus yaitu akomodasi, asimilasi dan akulturasi (b) Proses Disosiatif, mencakup persaingan yang meliputi “contravention” dan pertentangan pertikaian. Adapun interaksi yang pokok proses-proses adalah : (1) Bentuk Interaksi Asosiatif Kerjasama (cooperation) Beberapa orang sosiolog menganggap bahwa posisi merupakan bentuk interaksi sosial yang pokok, sebaliknya sosiolog lainnya menganggap mereka bahwa kerjasama merupakan proses utama. Golongan yang terakhir tersebut memahamkan kerjasama untuk menggambarkan sebagian besar bentuk interaiksi sosial, atas dasar bahwa segala macam bentuk interaksi tersebut dapat dijumpai pada semua kelompok manusia. Kerjasama timbul karena orientasi orang perorangan terhadap kelompoknya dan kelompok lainnya. Sehubungan dengan pelaksanaan kerjasama ada tiga bentuk kerjasama yaitu : Bargaining, pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih. Cooperation, proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi, sebagai slaah satu cara untuk menghindari terjadinya

-

36

-

keguncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan. Coalition, kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama.

Akomodasi (Accomodation) Istilah akomodasi digunakan dalam dua arti, yaitu untuk menunjuk pada suatu keadaan, berarti suatu kenyataan adanya suatu keseimbangan dala interaksi antara orang perorangan dan kelompok manusia, sehubungan dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku di dalam masyarakat. Adapun bentuk-bentuk dari akomodasi, diantaranya : • • Coercion, yaitu suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksnakan karena adanya paksaan Compromise, suatu bentuk akomodasi dimana pihak yang terlibat masing-masing mengurangi tuntutannya, agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada. Arbitration, suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak yang berhadapan, tidak snggup untuk mencapainya sendiri Mediation, hampir menyerupai arbitration diundang pihak ketiga yang netral dalam soal perselisihan yang ada Conciliation, suatu usaha untuk mempertemukan keinginan pihak yang berselisih, bagi tercapainya suatu persetujuan bersma Tolerantion, bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formil bentuknya Stelemate, merupakan suatu akomodasi dimana pihak-pihak yang berkepentingan mempunyai yang seimbang, berhenti pada titik tertentu dalam melakukan pertentangannya. (2) Bentuk Interaksi Disosiatif Persaingan (Competition) Persaingan adalah bentuk interaksi yang dilakukan oleh individu
37

• •

• •

atau kelompok yang bersaing untuk mendapatkan keuntungan tertentu bagi dirinya dengan cara menarik perhatian atau mempertajam prasangka yang telah ada tanpa menggunakan kekerasan. Kontravensi (Contravention) Kontravensi bentuk interaksi yang berbeda antara persaingan dan pertentangan. Kontravensi ditandai oleh adanya ketidakpastian terhadap diri seseorang, perasaan tidak suka yang disembunyikan dan kebencian terhadap kepribadian orang, akan tetapi gejalagejala tersebut tidak sampai menjadi pertentangan atau pertikaian. Pertentangan (Conflict) Pertentangan adalah suatu bentuk interaksi individu atau kelompok sosial yang berusaha untuk mencapai tujuannya dengan jalan menentang pihak lain disertai ancaman atau kekerasan. Pertentangan memiliki bentuk-bentuk yang khusus, antara lain : • • • Pertentangan pribadi, pertentangan antar individu Pertentangan rasional, pertentangan yang timbul karena perbedaan ras Pertentangan kelas sosial, pertentangan yang disebabkan oleh perbedaan kepentingan antar kelas sosial Pertentangan politik, biasanya diantara partai-partai politik memperoleh kekuasaan negara. terjadi untuk

BAB 4. MANUSIA DAN PERADABAN

b. PENGERTIAN Di kalangan para ahli sampai saat ini sering terjadi perbedaan pendapat mengenai kedua istilah (kebudayaan dan peradaban) yang sering dicampuradukkan itu bahkan pendapat diantara para ahli kadang-kadang
38

peralatan. dkk (1980:41 dalam Nursyid (1996:67) : 39 . IPTEK. teknologi. Konsep peradaban tidak lain adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang tercermin dalam tingkat intelektual. Oswald Spengl (1880-1936) kebudayaan ialah wujud dari seluruh kehidupan adat. Dr. seni dan lain-lain. keindahan. Koentjaraningrat. industri filsafat dan sebagainya. sistem mata pencaharian. peradaban ialah kebudayaan yang sudah tidak tumbuh lagi sudah mati.bertentangan satu sama lain. berikut beberapa pengertian peradaban. ekonomi dan teknik. Kebudayaan merupakan kelanjutan yang bertahap ke arah yang semakin kompleks. Untuk lebih jelasnya. - - Masyarakat telah mencapai tahap kebudayaan tertentu dan telah maju berarti masyarakat tertentu tersebut telah mencapai tingkat peradaban tinggi yang bercirikan penguasaan ilmu pengetahuan. Peradaban menurut Fairchild. dan sebagainya dimana tiap bangsa di dunia memiliki karakter kebudayaan yang khas maka tak heran bila sebuah negara hanya unggul IPTEKnya saja atau keseniannya saja misalnya. sosial. indah dan maju. teknologi. Jadi peradaban adalah bidang kehidupan untuk kegunaan yang praktis. organisme. Bierens De Hann mempertentangkan pengertian kebudayaan dan peradaban sebagai berikut. politik. peradaban adalah seluruh kehidupan sosial. Misalnya perkembangan kesenian. spiritual yang terlihat pada masyarakatnya. sedangkan kebudayaan ialah sesuatu yang berasal dari hasrat dan gairah yang lebih dan murni yang berada di atas tujuan yang praktis hubungan kemasyarakatan. peradaban ialah bagian-bagian kebudayaan yang halus dan indah seperti kesenian. kepandaian manusia. Peradaban merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menyebutkan bagian-bagian atau unsur kebudayaan yang dianggap halus. Prof. religi dan bahasa. Di mana unsur-unsur kebudayaan terintegrasi menjadi satu sistem budaya dan memiliki keterkaitan antara ketujuh unsur kebudayan universal yaitu sistem teknologi.

seni bangunan. kepandaian menulis. the determinative characteristics being intellectual. peradaban adalah merupakan tahapan tertentu dari kebudayaan masyarakat tertentu pula. dan sistem kenegaraan dan masyarakat kota yang maju dan kompleks. peradaban tidak lain adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang dicirikan oleh taraf intelektual. maju dan indah seperti misalnya : kesenian. More accurate usage world refer to more highly civilized peoples. masyarakat tersebut dapat dikatakan telah mengalami proses perubahan sosial yang berarti. Dengan demikian. dapat dilihat pendapat Koenjaraningrat (1990 : 182) dalam Nursyid (1996 : 67) sebagai berikut : Di samping istilah “kebudayaan” ada pula istilah “peradaban”. teknologi dan seni yang telah maju. the term implies a fairly high stage on the cultural evolutionary scale. ilmu pengetahuan. In ordinary usage. Yang saling berkaitan dimana kepada Tuhan memiliki kewajiban untuk mengabdi pada Tuhan. organisasi kenegaraan. Sebagai mahluk sosial manusia akan hidup bersama dengan manusia lain yang akan melahirkan suatu bentuk kebudayaan. Karena 40 . adat sopan santun pergaulan. tehnologi dan spiritual tertentu yang telah mencapai tingkat tertentu tercermin pada pendukungnya yang dikatakan sebagai beradab atau mencapai peradaban yang tinggi. berarti telah mengalami evolusi kebudayaan yang lama dan bermakna sampai pada tahap tertentu yang diakui tingkat Iptek dan unsur-unsur budaya lainnya. Untuk lebih jelasnya. yang telah mencapai kemajuan tertentu yang dicirikan oleh tingkat ilmu pengetahuan. sebagai mahluk Tuhan.Civilization is cultural development: distinctly human atributes and attainment of particular society. technological and spiritual attainments. Atau dengan kata lain telah memasuki tahapan atau tingkatan peradaban tertentu. Hal yang terakhir adalah sama dengan istilah Inggris civilization yang biasanya dipakai untuk menyebutkan bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan yang halus. sebagai individu harus memenuhi segala kebutuhan pribadinya dan sebagai mahluk sosialbudaya harus hidup berdampingan dengan orang lain dalam kehidupan yang selaras dan saling membantu. HAKIKAT HIDUP MANUSIA Manusia dalam kehidupannya memiliki tiga fungsi. Dengan demikian. sehingga taraf kehidupannya makin kompleks. seni rupa. dan sebagainya. keindahan. Reference is made to “civilized peoples”. Suatu masyarakat yang telah mencapai tahapan peradaban tertentu. Istilah “peradaban” sering juga dipakai untuk menyebutkan suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi. ilmu pengetahuan. aesthetic. Dengan demikian. B. individu dan sosial budaya.

tubuh. sehingga 41 . berdasarkan bukti arkeologis. ahli arkeolog. peristiwa dan lain lagi yang tahu sejenis) Karena tiap kebudayaan berbeda namun pada dasarnya memiliki hakikat yang sama yaitu : Terwujud dan tersalurkan lewat perilaku manusia Sudah ada sejak lahirnya generasi dan tetap ada setelah pengganti mati Diperlukan manusia yang diwujudkan lewat tingkah laku Berisi aturan yang berisi kewajiban. tindakan yang diterima atau tidak.kebudayaan itu sendiri diperoleh manusia dari proses belajar pada lingkungan juga hasil pengamatan langsung. Cina Utara 2500-300 SM. Penemuan yang paling penting adalah kemajuan dan kepandaian bercocok tanam di samping penemuan teknologi baru. larangan dan pantangan. peradaban maju pertama-tama muncul di daerah Mesopotamia sekitar 8000-4000 SM. KETERBELAKANGAN DAN KETERGANTUNGAN 1. Lembah sungai Indus di India 2600-2400 SM. Perbedaan kebudayaan dengan peradaban adalah dua hal yang paling mudah untuk dijawab. C. artinya segala sesuatu yang terdapat dalam manusia akan ada dan ditentukan dari budayanya. sedemikian rupa sehingga menyebabkan terjadinya penyerahan sumber penghasilan daerah ke pusat. diikuti oleh daerah Mesir 5000-3000 SM. Kebudayaan itu dapat diterima dengan tiga bentuk : Melalui pengalaman hidup saat menghadapi lingkungan Melalui pengalaman hidup sebagai mahluk sosial Melalui komunikasi simbolis (benda. V. Teori ini menjadi titik tolak penyesuaian ekonomi terbelakang pada sistem dunia. Herkovits : cultural determinan. Teori Dependensi (Ketergantungan) Pada umumnya memberikan gambaran melalui analisis dialektesis yaitu suatu analisis yang mengganggap bahwa gejala-gejala sosial yang dapat diamati sehari-hari pasti mempunyai penyebab tertentu. Mesopotomia 3000-5000 SM dan daerah Peru Amerika Latin 2500-500 SM. erak tubuh. Gordyn Chillde. TEORI-TEORI MENGENAI PEMBANGUNAN. Dua orang antropolog Melville J.

Perubahan yang pengaruhnya besar seperti proses industrialisasi pada masyarakat agraris. Perubahan secara lambat disebut evolusi. perubahan yang terjadi direncanakan lebih dahulu maupun tanpa rencana. 3. Perubahan yang terjadi secara lambat dan perubahan yang terjadi secara cepat. b. 4. Evolusi yang terjadi dengan tahap kelajuan yang tidak serasi d. Primitivisme Bentuk-bentuk perubahan sosial menurut Soerjono Soekanto. Perubahan sosial yang tidak dikehendaki merupakan perubahan yang terjadi tanpa dikehendaki serta berlangsung dari jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat yang tidak 42 . Dalam revolusi. Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan pada unsur struktur sosial yang tidak bisa membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat b. Evolusi bercabang yang mewujudkan perubahan e. Perubahan terjadi karena usaha-usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan. pada evolusi perubahan terjadi dengan sendirinya. 2. Perubahan yang dikehendaki dari perubahan yang tak diinginkan a. Perubahan secara cepat disebut revolusi. a. Perubahan yang dikehendaki adalah bila seseorang mendapat kepercayaan sebagai pemimpin b. Pertumbuhan logistis yang digambarkan oleh populasi h. Pertumbuhan eksponarisial yang tergambar memulai tanda-tanda i. Evaluasi melalui tahap-tahap c. Teori perubahan sosial menurut Moore : a. keadaan dan kondisi-kondisi baru yang timbul dengan pertumbuhan masyarakat. Perubahan-perubahan yang pengaruhnya kecil dan perubahan yang pengaruhnya besar. tanpa suatu rencana atau suatu kehendak tertentu. Evolusi rektilinier yang sangat sederhana b. Siklus-siklus yang tidak mempunyai kecenderungan g.mengakibatkan perekonomian daerah menjadi terbelakang. Evolusi menurut siklus-siklus tertentu dengan kemunduran jangka pendek f. a.

yaitu : c. Prof. Perkembangan kualitas dan kuantitas anggota masyarakat mendorong perubahan sosial. Hal ini mendorong masyarakat untuk mengadakan berbagai perubahan.diinginkan. Keseimbangan 43 . b) Adanya penemuan-penemuan baru yang meliputi berbagai proses. Faktor Ekstern a) faktor alam yang ada di sekitar masyarakat yang berubah b) pengaruh kebudayaan lain dengan melalui adanya kontak kebudayaan antara dua masyarakat atau lebih yang memiliki kebudayaannya yang berbeda 3. d) Pemberontakan dalam tubuh masyarakat Misalnya revolusi Indonesia 17 Agustus 1945 mengubah struktur pemerintahan kolonial menjadi pemerintah nasional dan berbagai perubahan struktur yang mengikutinya. pengembangan dari discovery Inovasi. Berkurangnya penduduk mungkin dapat disebabkan karena perpindahan penduduk dari desa ke kota. Faktor Intern a) Bertambahnya dan berkurangnya penduduk Bertambahnya dan berkurangnya penduduk yang sangat cepat di pulau Jawa menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan dan struktur masyarakat. Penyebab Perubahan Interkorelasi dan interaksi sosial masyarakat mendorong perkembangan berpikir dan reaksi emosional pata anggotanya. 2. proses pembaruan c) Konflik dalam masyarakat Konflik (pertentangan) yang dimaksud adalah konflik antara individu dalam masyarakat. Soerjono Soekanto menyebutkan adanya faktor intern dan ekstern yang menyebabkan perubahan sosial dalam masyarakat. penemuan unsur kebudayaan baru Invention. Dr. seperti di bawah ini : • • • Discovery. antar kelompok dan lain-lainnya. atau dari satu daerah ke daerah lain. d. misalnya transmigrasi.

tetapi juga tangguh menghadapi tantangan kemerosotan mutu lingkungan hidup akibat arus ilmu dan teknologi modern maupun menghadapi tren global yang membawa daya tarik kuat ke arah pola hidup yangbertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa. Keseimbangan atau harmoni dalam masyarakat merupakan keadaan yang diidam-idamkan oleh setiap masyarakat. 44 . Dinding pembatas antar bangsa menjadi semakin terbuka bahkan mulai hanyut oleh arus perubahan. Indonesia menghadapi kewajiban ganda. yaitu di satu pihak melestarikan warisan budaya bangsa dan di pihak lain membangun kebudayaan nasional yang modern. termasuk di dalamnya bangsa Indonesia. Jika tidak maka selamanya kita akan menjadi bangsa terjajah. mampukah kita membangun bangsa di tengahtengah modernisasi dan globalisasi dalam arus yang semakin kuat ? Jika jawabnya ya. (Indra Siswarini. Pertanyaannya. maka dunia menjadi sempit. Dan pengertian ini dapat ditegaskan bahwa perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat dapat menimbulkan ketidakseimbangan hubungan-hubungan sosial. hal ini membawa pengaruh bagi seluruh bangsa di dunia. 2006 : 16). Setiap kali terjadi gangguan terhadap keseimbangan tersebut maka masyarakat akan menolaknya atau mengubah semua sistem.Keseimbangan sosial adalah syarat yang harus dipenuhi agar masyarakat berfungsi sebagaimana mestinya. makalah. D. Keadaan demikian disebut cultural lag. PERADABAN INDONESIA DI MODERNISASI DAN GLOBALISASI TENGAH Arus modernisasi dan globalisasi adalah sesuatu yang pasti terjadi dan sulit untuk dikendalikan. Salah satu yang bisa menjawab ya adalah peranan lembaga pendidikan untuk terus menggali ilmu pengetahuan dan teknologi serta informasi tanpa menghilangkan jati diri Indonesia melalui pelestarian nilainilai dan moral bangsa Indonesia. Ketidakseimbangan ini terjadi misalnya. maka kita akan mampu menjadi negara maju yang masih berjati diri Indonesia. terutama karena begitu cepatnya informasi yang masuk ke seluruh belahan dunia. masyarakat yang tidak hanya mampu membangun dirinya sederajat dengan bangsa lain. dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. dan dalam banyak hal batas-batas negara sering menjadi kabur bahkan mulai tidak relevan. tetapi ada juga unsur-unsur dalam masyarakat yang terkait dengan unsur yang berubah jadi cepat namun tetap berubah jadi lambat. Robert Mclver perubahan-perubahan sosial merupakan perubahan dalam hubungan-hubungan sosial atau perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial. ruang dan waktu menjadi sangat relatif. Tujuan akhir dari kedua usaha atau kewajiban ini adalah masyarakat modern yang tipikal Indonesia. Oleh karena itu. karena ada unsur-unsur dalam masyarakat yang berubah cepat. Keseimbangan sosial merupakan situasi di mana segenap lembaga sosial berfungsi dan saling menunjang.

Di Indonesia. Sebelah timur Indonesia termasuk ras Austroloid. adat kesopanan. 2) macam. 5) (ling) laras (tata bahasa). KERAGAMAN DAN KESEDERAJATAN A. hal jenis. kedudukan). ideologi. Kecuali Batak dan Toraja yang termasuk Mongoloid Melayu Tua (Proto malayan Mongoloid). ragi . jenis. B. 4) warna. MAKNA KERAGAMAN KESEDERAJATAN 1. Makna Kesederajatan Kesederajatan berasal dari kata sederajat yang menurut KBBI artinya adalah sama tingkatan (pangkat. Sehingga keragaman berarti perihal beragam-ragam : berjenisjenis . terutama bagian barat mulai dari Sulawesi adalah termasuk ras Mongoloid Melayu Muda (Deutero Malayan Mongoloid). Sedangkan perbedaan ras muncul karena adanya pengelompokan besar manusia yang memiliki ciri-ciri biologis lahiriah yang sama seperti rambut. dan lain sebagainya. termasuk bagian NTT. corak. Ikatan yang dimaksud berasal dari suatu kekuatan yang lebih tinggi dari manusia sebagai kekuatan gaib yang tak dapat ditangkap 45 DALAM . MANUSIA. Keragaman yang dimaksud di sini adalah suatu kondisi dalam masyarakat dimana terdapat perbedaan-perbedaan dalam berbagai bidang. UNSUR-UNSUR KERAGAMAN MASYARAKAT INDONESIA 1. Makna Keragaman DAN Keragaman berasal dari kata ragam yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya : 1) tingkah laku . mata. Agama dan Keyakinan Agama mengandung arti ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia. 3) lagu : musik : langgam.BAB 5. agama dan keyakinan. 2. Dengan demikian konteks kesederajatan di sini adalah suatu kondisi dimana dalam perbedaan dan keragaman yang ada manusia tetap memiliki satu kedudukan yang sama dan satu tingkatan hierarki. 2. ukuran-ukuran tubuh. ukuran kepala. Sedangkan kelompok terbesar yang tidak termasuk kelompok pribumi adalah golongan Chia yang termasuk Astratic Mongoloid. serta situasi ekonomi. Suku Bangsa dan Ras Suku bangsa yang menempati wilayah Indonesia dari sabang sampai Merauke sangat beragam. warna kulit. perihal ragam . terutama suku bangsa dan ras.

Dalam praktiknya fungsi agama dalam masyarakat antara lain adalah : 1. Keragaman masyarakat Indonesia dalam ideologi dan politik dapat dilihat dari banyaknya partai politik sejak berakhirnya orde lama. Ideologi membantu untuk lebih memperkuat landasan moral bagi sebuah tindakan. Menurut Robert H. Masalah agama tak akan ungkin dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. 3. Agama sebagai bentuk keyakinan memang sulit diukur secara tepat dan rinci. fakta mnunjukkan bahwa agama berpusat pada Tuhan atau dewa-dewa sebagai ukuran yang menentukan yang tak boleh diabaikan (Psikologi Agama : 14). Berfungsi edukatif. 3. 5. Politik juga bermakna usaha untuk menegakkan ketertiban sosial.dengan pancaindra. tampaknya memang memiliki ciri umum yang hampir sama. Politik mencakup baik konflik antara individu-individu dan kelompok untuk memperoleh kekuasaan. 7. namun mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap kehidupan manusia sehari-hari (Harun Nasution : 10). 4. yaitu Pancasila yang benar-benar mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia. 4. 6. Ideologi dan Politik Ideologi adalah suatu istilah umum bagi sebuah gagasan yang berpengaruh kuat terhadap tingkah laku dalam situasi khusus karena merupakan kaitan antara tindakan dan kepercayaan yang fundamental. Tata Krama 46 . Meskipun pada dasarnya Indonesia hanya mengakui satu ideologi. baik dalam agama primitif maupun agama monoteisme. hal ini terlihat dari banyaknya agama yang diakui di Indonesia. Hal ini pula yang barangkali menyulitkan para ahli untuk memberikan definisi yang tepat tentang agama. Thouless. Namun apa pun bentuk kepercayaan yang dianggap sebagai agama. yang digunakan oleh pemenang bagi keuntungannya sendiri atas kerugian dari yang ditaklukan. 8. ajaran agama secara yuridis berfungsi menyuruh dan melarang Berfungsi penyelamat Berfungsi sebagai perdamaian Berfungsi sebagai social control Berfungsi sebagai pemupuk rasa solidaritas Berfungsi transformatif Berfungsi kreatif Berfungsi sublimatif Pada dasarnya agama dan keyakinan merupakan unsur penting dalam keragaman bangsa Indonesia. 2.

orientasi seksual. ucap dan cakap sesuai kaidah atau norma tertentu. dan kelas sosial-ekonomi. 5. dan strata sosial yang hierarkis. masyarakat kita berada di golongan tingkat ekonomi menengah ke bawah. tidak dapat dipisahkan. dan saling tergantung. Namun umumnya. 6. namun juga membahayakan bagi kerukunan masyarakat. basa-basi” pada dasarnya adalah segala tindakan. status. pandangan ideologi dan politik. PROBLEMATIKA DISKRIMINASI Diskriminasi dalah setiap tindakan yang melakukan pembedaan terhadap seseorang atau sekelompok orang berdasarkan ras. rasisme. Berangkat dari pemahaman tersebut seyogyanya sikap-sikap yang didasarkan pada ethnosentrisme. usia. perilaku. religius fanatisme. Hal ini dapat terlihat dan dirasakan dengan jelas dengan adanya penggolongan orang berdasarkan kasta. Tuntutan atas kesamaan hak bagi setiap manusia didasarkan pada prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM). Tata krama dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat dan terdiri dari aturan-aturan yang kalau dipatuhi diharapkan akan tercipta interaksi sosial yang tertib dan efektif di dalam masyarakat yang bersangkutan. Kesenjangan Sosial Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk dengan bermacam tingkat. kelompok. agama. etnis. pangkat. Tak hanya itu bahkan bisa menjadi sebuah pemicu perang antar etnis atau suku. adat istiadat. golongan. perekonomian akan menjadi salah satu perhatian yang terus ditingkatkan. Hal ini tentu saja menjadi sebuah pemicu adanya kesenjangan yang tak dapat dihindari lagi. jenis kelamin. Hal inilah yang dapat menimbulkan kesenjangan sosial yang tidak saja dapat menyakitkan. serta batas negara dan kebangsaan seseorang. dan discrimination harus dipandang sebagai tindakan yang menghambat pengembangan kesederajatan dan demokrasi. penegakan hukum dalam 47 . Sifat dari HAM adalah universal dan tanpa pengecualian.Tata krama yang dianggap dari bahasa Jawa yang berarti “adat sopan-santun. C. suku. kondisi fisik tubuh. Indonesia memiliki beragam suku bangsa dimana setiap suku bangsa memiliki adat tersendiri meskipun karena adanya sosialisasi nilai-nilai dan norma secara turun-temurun dan berkesinambungan dari generasi ke generasi menyebabkan suatu masyarakat yang ada dalam suatu suku bangsa yang sama akan memiliki adat dan kesopanan yang relatif sama. tegur sapa. Kesenjangan Ekonomi Bagi sebagian negara berkembang.

tuan tanah) biasanya melakukan intimidasi dan tekanan sehingga mendiskriminasikan orang-orang miskin. keadilan dan perdamaian. yaitu : 48 . “Sementara itu Pasal 3 UU No. Dalam demokrasi. Timbullah persaingan antara kelompok pendatang dan kelompok pribumi. Tekanan dan intimidasi biasanya dilakukan oleh kelompok yang dominan terhadap kelompok atau golongan yang lebih lemah. Ketidakberdayaan golongan miskin akan intimidasi yang mereka dapatkan membuat mereka terus terpuruk dan menjadi korban diskriminasi. 3. Setiap orang dilahirkan bebas dengan harkat dan martabat yang sama dan sederajat…. Pada dasarnya diskriminasi tidak terjadi begitu saja. miskin dan yang berada di antaranya. Prinsip nondiskriminasi harus mengawali kesepakatan antarbangsa untuk dapat hidup dalam kebebasan. akan tetapi karena adanya beberapa faktor penyebab antara lain adalah : 1. dapat disimpulkan adanya enam faktor utama yang secara gradual bisa menjadi penyebab utama proses itu. Akan tetapi. Dari kajian yang dilakukan terhadapberbagai kasus disintegrasi bangsa dan bubarnya sebuah negara. Problematika lainnya yang timbul dan harus diwaspadai adalah adanya disintegrasi bangsa. yang kerap kali menjadi awal pemicu terjadinya diskriminasi 2. Persaingan yang semakin ketat dalam berbagai bidang kehidupan.30 tahun 1999 tentang HAM telah menegaskan bahwa “…. kesederajatan dalam perlakuan adalah salah satu wujud ideal dalam kehidupan negara yang demokratis. Kelompok-kelompok kaya (bangsawan. Pasal 281 ayat (2) UUD NKRI 1945 telah menegaskan bahwa : “Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. Aristoteles membagi masyarakat dalam suatu negara menjadi tiga kelompok : kaya. Komunitas internasional telah mengakui bahwa diskriminasi masih terjadi di berbagai belahan dunia b.kerangka pemajuan dan pemenuhan HAM.” Ketentuan tersebut merupakan landasan hukum yang mendasari prinsip nondiskriminasi di Indonesia. berbagai pendirian dan pengkajian menunjukkan bahwa kondisi di Indonesia saat ini belum mencerminkan penerapan asas persamaan di muka hukum secara utuh. Pencantuman prinsip ini pada awal pasal dan berbagai instrumen hukum yang mengatur HAM pada dasarnya menunjukkan bahwa diskriminasi telah menjadi sebuah realitas yang problematik. terutama ekonomi. diskriminasi seharusnya telah ditiadakan dengan adanya kesetaraan dalam bidang hukum. sehingga : a.

pada kadar yang rendah dipengaruhi oleh merosotnya nilai gaji yang mereka terima akibat krisis ekonomi. Krisis sosial Krisis soial dimulai dari adanya disharmoni dan bermuara pada meletusnya konflik kekerasan diantara kelompok-kelompok masyarakat (suku. Terciptanya “tunggal ika” dalam masyarakat yang “bhineka” dapat diwujudkan melalui “integrasi kebudayaan” atau “integrasi nasional”. 5. agama. Salah satu hal yang dapat dijadikan solusi adalah Bhineka Tunggal Ika yang merupakan ungkapan yang menggambarkan masyarakat Indonesia yang “majemuk” atau “heterogen”. 6. agama. Krisis politik juga dapat dilihat dari absennya kepemimpinan politik yang mampu membangun solidaritas sosial untuk secara solid menghadapi krisis ekonomi. maka kemampuan pemerintah dalam memberi pelayanan publik akan makin merosot. Demoralisasi tentara dan Polisi Demoralisasi tentara dan polisi dalam bentuk pupusnya keyakinan mereka atas makna pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya sebagai bhayangkari negara. Krisis politik Krisis politik merupakan perpecahan elite di tingkat nasional. seraya mengambil keuntungan dari perpecahan itu melalui dominasi pengaruhnya terhadap kebijakan politik dan ekonomi negara-negara baru pasca disintegrasi.1. Dalam hubungan ini. Masyarakat Indonesia terwujud sebagai hasil interaksi sosial dari banyak suku bangsa dengan beraneka ragam latar belakang kebudayan. 4. Keutuhan wilayah negara amat ditentukan oleh kemampuan para pemimpin dan masyarakat warga negara memelihara komitmen kebersamaan sebagai suatu bangsa. sejarah. dan tujuan yang sama yang disebut Kebudayaan Nasional. Kegagalan kepemimpinan Integrasi bangsa adalah landasan bagi tegaknya sebuah negara modern. 2. Demoralisasi itu. Namun tentu saja makna Bhineka Tunggal Ika ini harus benar-benar dipahami dan menjadi sebuah pedoman 49 . sehingga menyulitkan lahirnya kebiajakan utuh dan mengatasi krisis ekonomi. Intervensi asing Intervensi internasional yang bertujuan memecah belah. hukum dan sosial) 3. ras). Semua ini mengakibatkan kepemimpinan nasional semakin tidak efektif. Krisis ekonomi yang akut dan berlangsung lama Krisis di sektor ini selalu merupakan amat signifikan dalam mengawali lahirnya krisis yang lain (politik pemerintahan. Intervensi itu bergerak dari yang paling lunak hingga berupa provokasi terhadap kelompok-kelompok yang berkonflik. pengukuhan ide “tunggal ika” yang dirumuskan dalam wawasan nusantara dengan menekankan pada aspek persatuan di segala bidang merupakan tindakan yang positif.

menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan dan tidak 50 . 4) Teori transformasi yang memfokuskan pada penyebab terjadi konflik adalah ketidaksetaraan dan ketidakadilan yang muncul sebagai masalah sosialbudaya dan ekonomi. Dalam hal ini maka terdapat teori yang menunjukkan penyebab konflik di tengah masyarakat antara lain : 1) Teori hubungan masyarakat. Masyarakat sebagai satu komunitas yang beragam penuh perbedaan pandangan bahkan kepentingan. Tuhan yang menciptakan manusia dalam keragamannya. sosial dan sampai cita-cita perorangan maupun kelompok tanpa dilandasi sikap arif dalam memandang perbedaan akan menuai konsentrasi panjang berupa konflik dan bahkan kekerasan di tengahtengah kita. yang pasti memiliki kepentingan dan sasaran yang hendak ditujunya. budi pekerti. Realitas keragaman budaya bangsa ini tentu membawa konsekuensi munculnya persoalan gesekan antarbudaya. ketidakpercayaan dan permusuhan diantara kelompok yang berbeda. misalnya. dalam realitas kehidupan keragaman telah meluas dalam wujud perbedaan status. teoti ini melihat konflik disebabkan ketidakcocokan dalam cita-cita berkomunikasi diantara budaya yan berbeda. myang mempengaruhi dinamika kehidupan masyarakat. Manusia Beradab dalam Keragaman Hubungan antara kebudayaan dengan peradaban sangat erat. relasi. adab. kondisi ekonomi. sopan-santun. 2) Teori identitas yang melihat bahwa konflik yang mengeras di masyarakat tidak lain disebabkan identitas yang terancam yang sering berakar pada hilangnya sesuatu atau penderitaan masa lalu yang tidak terselesaikan. seni dan sebagainya.dalam berbangsa dan bernegara. perbedaan bisa dilatarbelakangi SARA bahkan pilihan ideologi politiknya. budi bahasa. oleh sebab itu manusia yang beradab harus bersikap terbuka dalam melihat semua perbedaan dalam keragaman yang ada. Peradaban dalah salah satu perwujudan kebudayaan yang bernilai tinggi. indah dan harmonis yang mencerminkan tingkat kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. Sebagaimana konsesi dari SN Kartikasari adalah hubungan antara dua pihak atau lebih yang memiliki atau terlibat didalamnya bisa perorangan ataupun kelompok. memiliki pandangan bahwa konflik yang sering muncul di tengah masyarakat disebabkan polarisasi yang terus terjadi. 1. 3) Teori kesalahpahaman antarbudaya.

menjadikan keragaman sebagai kekayaan bangsa. penetrasi semacam ini disbeut Penetration Pasifique. 2) Difusi. Faktor-Faktor Terjadinya Perubahan Sosial-Budaya Pada bab sebelumnya sudah dijelaskan tentang faktor-faktor terjadinya perubahan sosial-budaya ini. yaitu masuknya untuk kebudayaan asing dengan tidak sengaja dan tanpa paksaan dalam kebudayaan setempat sehingga saling mempengaruhi. pada uraian berikut akan diperjelas kembali. Akulturasi atau cultural contact berarti suatu kebudayaan tertentu yang dihadapkan dengan unsur unsur kebudayaan asing yang sedemikian rupa sehingga lambat laun unsurunsur kebudayan asing tersebut melebur dan menyatu ke dalam kebudayaan sendiri. Selain itu masih ada jenis penetrasi lain. dinamakan penetration violent. 3) Penetrasi. Faktor-faktor pendorong yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial ada dua macam. Difusi ialah penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari satu tempat ke tempat lain. sedikit demi sedikit. sehingga merusak kebudayaan bangsa yang didatangi penetrasi tersebut. Invasi yaitu masuknya unsur-unsur kebudayaan asing ke dalam kebudayaan setempat dengan peperangan (penaklukan) 51 . alat pengikat persatuan seluruh masyarakat dalam kebudayaan yang beraneka ragam. Budha. seperti masuknya agama dan kebudyaan Hindu. yaitu yang berasal dari luar masyarakat dan dari dalam itu sendiri. Penetrasi aialah masuknya unsurunsur kebudayaan asing secara paksa. misalnya ketika bangsa Spanyol dan Portugis datang ke Amerika Latin sehingga kebudayaan Maya dan Inka menjadi musnah. Faktor yang Berasal dari Luar Masyarakat 1) Akulturasi. hal ini berlangsung berkaitan dengan terjadinya perpindahan atau penyebaran manusia dari satu tempat ke tempat lain. tetapi tidak menyebabkan hilangnya kepribadian. 4) Invasi. Islam ke dalam kebudayaan Indonesia.

Hibridisasi adalah perubahan kebudayaan yang disebbakan oleh perkawinan campuran antara orang asing dengan penduduk setempat. 5) Asimilasi. Akibat hibridisasi ialah munculnya kebudayana baru. Perubahan yang Terjadi karena Pengaruh dari Dalam 1) Sistem Pendidikan yang maju • • Inovasi adalah pembauran unsur teknologi dan ekonomi dari kebudayaan Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan yang baru. yang berusaha mengangkat golongan masyarakat bawah yang tertindas dan telah lama menderita dalam kebudayaan sosial yang rendah dan memiliki ideologi subkuktural yang baru. 6) Hibridisasi. Asimilasi kebalikan dari penetrasi. selama masa penjajahan itulah terjadi pemaksaan masuknya unsur-unsur asing ke dalam kebudyaan bangsa-bangsa terjajah. asimilasi adalah proses penyesuaian seseorang atau kelompok orang asing terhadap kebudayana setempat. 7) Milenarisasi. penaklukan itu pada umumnya dilanjutkan dengan penjajahan. yaitu setengah kebudayaan asing dan setengah kebudayaan setempat. Milenarisme merupakan salah satu bentuk gerakan kebangkitan.bangsa asing terhadap bangsa lain. baik berupa alat walaupun ide baru yang diciptakan oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu masyarakat Namun ada pula pendapat lain menyatakan bahwa discovery adalah penemuan sesuatu yang sebelumnya telah ada Invention adalah pendapatan atau perolehan hal-hal baru yang dilakukan melalui usaha yang sungguh-sungguh walaupun melalui trial and error Enkulturasi atau pembudayaan adalah suatu proses manusia mempelajari dan 52 • • • . Hibridisasi umumnya bersifat individu. walaupun tidak menutup kemungkinan perubahan akibat perkawinan campuran meluas hingga ke lingkungan masyarakat sekelilingnya.

baik dan buruk bahkan dengan persoalan-persoalan layak atau tidak layaknya sesuatu. hukum dan agama) yang hidup dalam masyarakat. Bidang ini merupakan tema baru dalam bidang filsafat yaitu baru muncul pada abad ke-19. Namun demikian karena manusia selalu berhubungan dengan masalah keindahan. HAKIKAT NILAI MORAL DALAM KEHIDUPAN MANUSIA 1. bidang ini disebut filsafat nilai. Estetika berhubungan dengan keindahan.menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan sistem norma (meliputi norma susila. adat. MORAL DAN HUKUM A. maka pembahasan etika dan estetika jauh melangkah ke depan meningkatkan kemampuannya untuk mengkaji persoalan nilai dan moral tersebut sebagaimana mestinya. yang memiliki dua kajian utama yaitu estetika dan etika. salah satu diantaranya adalah aksiologi. 53 . NILAI. MANUSIA. 2) Menghargai hasil karya orang lain 3) Adanya keterbukaan di dalam masyarakat 4) Adanya toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang (deviation) 5) Penduduk yang heterogen BAB 6. Nilai dan Moral sebagai Materi Pendidikan Ada beberapa bidang filsafat yang berhubungan dengan cara manusia mencari hakikat sesuatu. sementara etika berhubungan dengan kajian baik buruk dan benar salah. meskipun cikal bakal pengkajian keindahan dan kebaikan bisa ditelusuri jauh sebelum hadirnya buku Republik karya Plato.

“mungkin” setiap orang mempunyai selera yang berbeda. etika mempunyai arti lagi ilmu tentang yang baik dan yang buruk. Oleh karena itu adagium Latin muncul “degustibus non disputandum” atau selera tidak dapat diperdebatkan. akan tetapi apabila masuk pada kawasan estetika. karena saya menganggap lukisan tersebut indah. Kawasan inilah yang disebut kawasan filsafat moral.Ketika persoalan etika dan estetika ini semakin diperluas. Demikian pula untuk mempertimbangkan dan mengembangkan keyakinan diri dan aturan masyarakatnya dibutuhkan pemahaman dan perenungan yang mendalam tentang mana yang sejatinya dikatakan baik. Etika di sini artinya sama dengan filsafat moral. rohaninya. Namun terma etika pun memiliki makna yang bervariasi. etika berarti juga kumpulan asas atau nilai moral. mentalnya. bentuk maupun gayanya. kejujuran. apakah orang lain berhak menyukai keindahan lukisan tersebut serta melarang saya menyukainya karena dia memiliki sudut pandang dan rasa yang berlainan ? Persoalan nilai ini jauh lebih rumit tatkala menyentuh persoalan selera. oleh karena itu orang tidak cukup memahami apa yang diyakininya tanpa menggunakan aturan main yang mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat. Begitu kompleksnya persoalan aksiologi (nilai). Ketiga. Apabila nilai sudah masuk pada kawasan pribadi. pikirnnya bahkan perasaannya. 6) menyebutkan ada tiga jenis makna etika : Pertama : kata etika bisa dipakai dalam arti nilai-nilai dan normanorma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. baik persoalan warna. di atahu apa yang dipilih. fisiknya. Ketika ketiga pengertian etika diatas dikembangkan dalam dunia 54 . muncul persoalan apakah pihak lain atau orang lain dapat mencampuri urusan pribadi orang tersebut ? (khususnya dalam bidang nilai itu). Kedua. tetapi meskipun demikian ada alat ukur yang sama pada manusia. mungkin dalam kawasan etika lebih mudah mencari standar ukurannya. Seolah-olah nilai berhubungan dengan pribadi manusia semata. yang dimaksud di sini adalah kode etik. sebab menyentuh hal-hal yang berhubungan dengan eksistensi manusia. dia tahu mengapa harus memilih dan tahu resiko akibat pilihannya. ketiga pengertian diatas menjadi materi bahasannya. tentu semakin kompleks. hlm. mengapa memilih dan risiko apa yang akan terjadi. mana yang benar-benar disebut buruk. karena banyak standar nilai etis yang disepakati secara universal seperti : keadilan. keikhlasan dan sebagainya. apakah jasmaninya. Misalnya saja : Saya menyukai sebuah lukisan. tetapi juga membahas kode-kode etik yang menjadi patokan individu dalam kehidupan sosialnya. manusia memiliki akal dan pikiran untuk mempertimbangkannya. maka pembahasan makalah ini difokuskan hanya pada kawasan etika. Bertens (2001. sehingga ia tidak menyadari apa yang harus dipilih. Sayang tidak setiap orang menyadari keunggulannya. Dalam bidang pendidikan. oleh karena itu bukan hanya nilai moral indiviu yang dikaji.

melainkan adalah sebagai penyangga perlu hadir dan menampakkan nilai tersebut. Oleh karena itu nilai berhubungan dengan sikap seseorang sebagai warga masyarakat. atau kita mengalami preferensi karena kenyataan bahwa objek tersebut memiliki nilai mendahului dan asing bagi reaksi 55 . perhatian yang memberikan nilai pada objek. Perbedaan dan kecenderungan metode yang dipilih lebih sering karena perbedaan maksud yang ingin dicapai. Nilai Moral di Antara Pandangan Objektif dan Subjektif Manusia Nilai erat hubungannya dengan manusia. Baik dan buruk. Persoalannya bukan bagaimana seseorang harus menemukan nilai yang telah ada tersebut tetapi lebih kepada bagaimana menerima dan mengaplikasikan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. benar dan salah bukan hadir karena hasil persepsi dan penafsiran manusia. baik dalam bidang etika yang mengatur kehidupan manusia dalam kehidupan sehari-hari. melainkan tergantung si penilai memberikan persepsi terhadap objek tersebut. bahkan memandang nilai telah ada sebelum adanya manusia sebagai penilai. Nilai dalam pengertian ini bukan di luar si penilai tetapi inheren dengan subjek yang menilai. Nilai dalam objek bukan penting atau tidak penting pada objek sejatinya. Pandangan kedua memandang nilai itu subjektif artinya nilai sangat tergantung pada subyek yang menilainya. 2. nilai memang telah ada dengan sendirinya. Manusia sebagai mahluk yang bernilai memaknai nilai dalam dua konteks : pertama akan memandang nilai sebagai sesuatu yang objektif. kecenderungan dan orientasi terhadap persoalan itu akan melibatkan problematik metodologis. Nilai bagi pandangan objektivitas tidak tergantung pada objek. Dengan demikian lukisan itu indah (sebagai contoh) bukan karena lukisannya memang indah akan tetapi karena si penilai menyukai dna memandang indah luksian tersebut. namun term nilai pun bisa membuat setiap orang memiliki orientasi serta strategiyang berbeda dalam pengembangan pendidikan nilainya. jadi bukan hanya karena ketidaksepakatan makna nilai yang diyakininya. Namun meski tanpa hadirnya objek. atau kita mendambakannya karena objek itu memiliki nilai ? 2) Apakah hasrat. Jadi nilai memang tidak akan ada dan tidak akan hadir tanpa hadirnya penilai. Nilai itu objektif atau subjektif bisa dilihat dari dua kategori : 1) Apakah objek itu memiliki nilai karena kita mendambakannya. sebagai pemeluk suatu agama dan sebagai warga dunia. kenikmatan.pendidikan. apabila dia memandang nilai itu ada meskipun tanpa ada yang menilainya. Oleh karena itu nilai melekat dengan subjek penilai. warga suatu bangsa. bahkan nilai manusia ketika manusia memahami agama dan keyakinan beragama. tetapi ada sebagai sesuatu yang ada dan menuntun manusia dalam kehidupannya. maupun bidang estetika yang berhubungn dengan persoalan keindahan.

individu harus menerimanya karena itulah nilai yang diturunkan dari dunia transenden (dalam bahasa agama diwahyukan) sebagai ide yang mutlak. tapi bedampak pada berbagai situasi di mana manusia hidup dan mempersepsi kehidupannya. Menurut Frondisi (2001. objek tidak ada tanpa adanya kualitas primer ini. 1999 : hlm. 2). zat dan apa pun yang ada di alam raya ini.psikologis badan organis kita? Apakah nilai itu objektif atau subjektif ? Hal ini bisa ditelusuri dengan dua pertanyaan mendasar : apakah nilai menarik perhatian subjek atau subjek memberikan nilai pada suatu objek ? dan pertanyaan ini dapat lebih dipertegas dengan pertanyaan : 1) 2) Apakah kecenderungan. seperti panjang dan beratnya batu sudah ada sebelum batu itu dipahat (menjadi patung misalnya). yaitu kualitas yang dapat ditangkap oleh pancaindra seperti warna. Kualitas tidak akan tampak tanpa hadirnya suatu objek. Apakah ada nilai-nilai objektif yang harus diajarkan pada individu. termasuk manusia memiliki kualitas. kualitas menentukan tinggi rendahnya derajat sesuatu. 2) Kualitas Sekunder. 3. suka tidak suka. Persoalan objektif dan subjektif nilai ini akan sangat erat kaitannya dalam pendidikan tatkala dihubungkan dengan isi nilai apa yang harus diajarkan. Kualitas adalah sebuah fase. 7-10) kualitas dibagi dua : 1) Kualitas Primer. kehendak akan menentukan nilai suatu objek? Apakah suatu objek tadi diperhatikan. rasa dan sebagainya. Seperti halnya kualitas primer. Kualitas ini terpengaruh oleh tingkat subjektivitas. kualits pun menentukan berharga tidaknya suatu objek. dan yang paling penting bagaimana individu tersebut menyadari dengan jelas nilai dirinya. bau. Kualitas primer ini merupakan bagian dari eksistensi objek. atau apakah nilai itu harus dicari suatu proses karena sebenarnya individu sendiri sebagai mahluk yang bernilai. Dengan demikian. kualitas memang ada. Kualitas melekat dan hadir serta terlihat karena adanya objek yang ditempati sifat atau kualitas tersebut. kualitas sekunder pun merupakan bagian dari eksistensi atau realitas objek. yaitu kualitas dasar yang tanpa itu objek tidak dapat menjadi ada. diinginkan karena memang memiliki nilai ? (Lasyo. apakah manusia si pemilik nilai (subjektif) atau si pengguna nilai (objektif) ? tentu saja dua pemikiran ini bukan hanya permainan semantik filosofis tanpa maksud. namun meski tanpa hadirnya objek diyakini bahwa kualitas itu ada. tapi adanya membutuhkan penopang yaitu objek yang ditempati kualitas. 56 . selera. hlm. Nilai di Antara Kualitas Primer dan Kualtias Sekunder Setiap benda.

Penilaian ini dihubungkan dengan unsur-unsur atau hal yang ada pada manusia. nilai bukan kualitas primer dan kualitas sekunder. apakah warna gunung biru atau hijau. manusiawi atau tidak manusiawi. Nilai bukan benda atau unsur benda. indah dipandang bernilai maka disebut nilai keindahan (estetis). Menilai berarti menimbang. 12) nilai itu milik semua objek. yang dimiliki objek tertentu yang dikatakan “baik”. melainkan sifat. Persoalan yang paling mendasar. kualitas nilai adalah nilai. yang selanjutnya diambil suatu keputusan. Dengan demikian gunung dikatakan hijau atau biru. laut. bila benar dipandang bernilai maka disebut nilai kebenaran. baik dan buruk. Oleh karena itu. tetapi sejauh mana kemampuan subjek memandang kualitas sekunder tersebut. manusia dikatakan baik atau buruk oleh subjek tidak mengubah gunung atau manusia menjadi hal lain. sebab “nilai” tidak menambah atau memberi eksistensi objek. cipta. Sesuatu dipandang bernilai karena sesuatu itu berguna. Jadi hadirnya kualitas primer merupakan kepastian/keniscayaan. nilai hanyalah merupakan “kemungkinan” nilai tidak memiliki eksistensi yang riil. karsa. karena nilai merupakan sifat dan kualitas. kualitas/suigeneris. benar atau tidak benar. hlm. 4. seperti jasmani. Oleh karena itu pula nilai bersifat parasitis. religius 57 . yaitu kegiatan manusia menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain. nilai tidaklah independen yakni tidak memiliki kesubstantifan. Keputusan nilai dapat menyatakan berguna atau tidak berguna. Kualitas primer harus ada dan memang tidak mungkin ada suatu objek tanpa kualtias primernya. Sedangkan kualitas sekunder merupakan baigan eksistensi objek tetapi kehadirannya sangat tergantung subjek penilai. sebelum ada penopangnnya atau sebelum ada pengembannya atau lebih tepatnya lagi sebelum ada objek yang ditempati. rasa dan keyakinan. hlm. air laut itu putih atau biru (bahkan baik buruknya manusia) bukan persoalan eksistensi gunung. 11-12) menyatakan lebih lanjut. religius atau tidak religius. Dengan demikian pertanyaan mendasar yang harus diajukan adalah : apakah nilai sebagai kualitas atau seperti mendekati kualitas primer atau seperti mendekati kualitas sekunder ? yang jelas nilai bukan kualitas primer maupun kualitas sekunder. Nilai bukan keniscayaan bagi esensi objek. Metode Menemukan dan Hierarki Nilai dalam Pendidikan Nilai berhubungan erat dengan kegiatan manuia menilai. maka disebut nilai kegunaan. Bahkan menurut Husserl (2001. melainkan pada keniscayaannya. dan manusia tersebut. baik dipandang bernilai maka disebut nilai moral (etis). apakah nilai sebagai sifat tertentu sama dengan kualitas primer atau dengan kualitas sekunder ? Frondisi (2001.Perbedaan mendasar antara kualitas primer dan kualitas sekunder bukan pada bersatu tidaknya kualitas tersebut pada objek.

yaitu klasifikasi nilai yang didasarkan atas : 1. yaitu : 1) Nilai menampilkan diri dalam aspek positif dan aspek negatif yang sesuai (polaritas) seperti baik dan buruk. bukan berarti ada klasifikasi. Nilai yang berorientasi pada profesi hasilnya nama baik 58 . 2. melainkan ada urutan tingkat kepentingannya. 14-19) yang menyatakan adanya 6 klasifikasi nilai. Nilai dengan orientasi pada orang lain. hlm. Keuntungan yang diperoleh…. yaitu cara mengevaluasi suatu objek dengan berpedoman pada sifat tertentu objek yang dinilai. yaitu orientasi kelompok : 1). kepentingan atau minat seseorang yang diwujudkan dalam kenyataan.. Pengakuan. pengemban nilai dengan a. yaitu berdasarkan tipe tujuan tertentu sebagai reaksi keadaan yang dinilai. Berbeda dengan pendapat di atas. misalnya nilai profesi. Oleh karena itu nilai itu memiliki polaritas dan hierarki.. Demikian pula dalam pemahaman bahwa nilai itu ada hierarkinya. bangsa dinilai dari keadilan hukumnya. Objek yang dipermasalahkan. keindahan dan kejelekan 2) Nilai tersusun secara hierarkis. seperti manusia dinilai dari kecerdasannya. Nilai dengan orientasi pada diri sendiri (nilai egosentris) yaitu dapat memperoleh keberhasilan dan ketentraman b. contohnya kategori nilai ekonomi. maka keuntungan yang diperoleh berupa kejujuran 4. nilai religius lebih penting daripada nilai keindahan.dipandang bernilai maka disebut nilai keagamaan. adalah pendapatnya Nicholas Rescher (1969. yaitu pengakuan subjek tentang nilai yang harus dimiliki seseorang atau suatu kelompok. nilai kesukuan atau nilai kebangsaan. Contoh : nilai akreditasi pendidikan. a. kebutuhan. Nilai yang berorientasi pada keluarga hasilnya kebanggaan keluarga b. 5. yaitu hierarki urutan pentingnya Namun meskipun nilai ada aspek negatifnya tidak berarti meniadakan nilai tetapi bila ada nilai yang baik tentu ada lawannya yaitu nilai buruk. yaitu menurut keinginan. Tujuan yang akan dicapai…. misalnya. 3. sehingga ada nilai yang lebih diutamakan daripada nilai lainnya. maka keuntungan yang diperoleh berupa produksi : kategori nilai moral. Hubungan antara keuntungan.

Tingkatan atau hierarki nilai akan berbeda antara orang ateis dengan orang religius. yaitu nilai yang tidak tergantung pada keadan jasmani maupun lingkungan 4) Nilai kerohanian. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia 3. Hubungan yang dihasilkan nilai itu sendiri dengan hal lain yang lebih baik. 66-67) membagi hierarki nilai pada tiga : 1. yaitu moralitas nilai dari yang suci dan tidak suci. Nilai tentu saja dipandang penting oleh setiap orang. yaitu nilai penting bagi kehidupan 3) Nilai kejiwaan. Menurut Max Scheller (dalam Kaelan. dalam pengertian ada hierarkinya. Nilai yang berorientasi pada masyarakat hasilnya keadilan sosial 2). yang berkaitan dengan indra manusia yang menyebabkan manusia senang atau menderita. yaitu nilai universal. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan aktivitas. Nilai kerohanian. itulah sebabnya nilai memiliki tingkatan. 6. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur jasmani manusia Nilai vital. Nilai yang berorientasi pada bangsa hasilnya patriotisme d. Nilai yang berorientasi pada kemanusiaan. yaitu nilai yang mengenakan atau tidak mengenakkan. demikian juga dengan orang materialis. hlm. 175) 1) Nilai kenikmatan. Bagi orang religius tentu saja nilai-nilai religi akan menempati posisi utama atau tertinggi.profesi c. 1984. Nilai material. sementara bagi orang yang materialistis akan menempatkan nilai materi pada posisi tertinggi. Sedangkan Notonegoro (dalam Dardji D. menyebutkan hierarki tersebut terdiri dari : 2002. 2. Sedangkan dalam hierarki nilai sangat tergantung dari sudut pandang dan nilai yang menjadi patokan dasar si penilai. hlm. 2) Nilai kehidupan. di mana nilai tertentu secara hierarki lebih kecil dari nilai lainnya. Nilai kerohanian ini bisa dibedakan pada empat macam : 59 . namun tingkat kepentingan nilai tersebut tidaklah sama.

pada hakikatnya merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai instrumental dalam suatu kehidupan nyata. inti dari nilai-nilai tersebut. Nilai kebenaran yang bersumber pada akal (rasio. esensi. kebijaksanaan atau strategi yang bersumber pada nilai dasar. dna nilai praksis itu merupakan suatu sistem dalam perwujudannya tidak boleh menyimpang dari sistem itu. yang bersumber pada unsur perasaan (esthetis. Nilai instrumental …. Nilai dasar ini bersifat universal karena menyangkut hakikat kenyataan objektif segala sesuatu misalnya. Nilai kebaikan. nilai objektif dan nilai subjektif (yang kedua-duanya 60 . Bilamana nilai instrumental itu berkaitan dengan tingkah laku manusia dalam kehidupan seharihari maka hal itu akan merupakan suatu norma moral. nilai instrumental. 3. atau nilai estetis. gevoel. Sehingga dapat dikatakan nilai instrumental merupakan suatu eksplisitasi dari nilai dasar. Nikai religius. Nilai religius ini bersumber kepada kepercayaan atau keyakinan manusia. rasa) manusia c. Sehingga nilai praktis ini merupakan perwujudan dari nilai instrumental…. Nilai keindahan. hlm. Sementara itu ada juga yang membedakan antara nilai instrinsik dan nilai ekstrinsik. hakikat kenyaan obyektif segala sesuatu misalnya. (dalam bahasa ilmiahnya disebut dasar ontologis) yaitu merupakan hakikat. budi. Namun jikalau nilai instrumental itu berkaitan dengan suatu organisasi ataupun negara maka nilai instrumenal itu merupakan suatu arahan. manusia atau segala sesuatu lainnya. wollen. nilai dasar. Nilai praktis. Nilai dasar. atau nilai moral. 178) sebagai berikut : 1. yang bersumber pada unsur kehendak (will..a. Sedangkan di Indonesia (khususnya pada dekade penataran P4) hierarki nilai dibagi tiga (Kaelan. hakikat Tuhan. merupakan suatu pedoman yang dapat diukur atau diarahkan. 2. yang merupakan nilai kerohanian tertinggi dan mutlak. cipta) manusia b. 2002. karsa) manusia d.

maka cocok dengan paham objektif empiris. hlm. Cara kedua menghasilkan nilai dan kebernilaian dengan subjektif apriori yaitu meyakini intuisi emosional. Dengan demikian. sedangkan nilai yang semakin rendah lebih bersifat sementara. 2001. terdalam dan paling dasar. apakah seseorang akan tergolong pada kelompok objektif empiris yaitu yang menyesuaikan diri dengan pengalaman. Persoalannya bagaimana seseorang mendapatkan dan menentukan hierarki nilainya ? Jawabannya tidak mudah. 300. pendidikan pada hakikatnya merupakan upaya membantu peserta didik untuk menyadari nilai-nilai yang dimilikinya.bukan hierarki tetapi lebih merupakan klasifikasi nilai). apa yang biasa itulah adanya dan itulah moralitas. lebih tahan lama. akan tetapi harus membimbing mereka untuk meyakini nilai yang paling hakiki. Dalam posisi hierarki nilai ini. Dengan demikian pendidikan tidak cukup hanya mengantar peserta didik pada nilai dirinya. kesadaran hukum moral mendahului nilai ? (paham Immanuel Kant) bila jawabannya ya. Terdalam dalam arti lebih hakiki dan lebih bersifat kepentingankepentingan transenden dalam bentuk-bentuk idela yang dapat dipikirkannya. dan berupaya memfasilitasi mereka agar terbuka wawasan dan perasaannya untuk memiliki dan meyakini nilai yang lebih hakiki. Jadi kita mengandalkan pada intuisi emosi untuk menghasilkan nilai. persoalan yang paling mendasar apakah ? Kewajian. Yang jadi persoalan apakah yang harus dilakukan apabila dua golongan yang sempurna tidak menghasilkan hal yang serupa ? tentu akan ada dua kubu yang sama-sama menyatakan benar dengan dasar keyakinan yang sama sementara menghasilkan nilai yang berbeda. dan ada yang melakukan penggolongan dengan menentukan hierarki kepentingan atau keutamaannya. oleh karena itu John Dewey mengatakan bahwa ‘persoalan nilai adalah problema metodologis’ (Frondizi. atau : apakah nilai mendahului kewajiban dan berlaku sebagai dasar hukum moral ? (paham Max Scheller) bila jawabannya ya. Ada persoalan mendasar apabila digunakan metode ini. 61 . maka kebenaran nilai itu sangat relatif. dan merupakan kebenaran yang dihormati dan diyakini secara sahih sebagai manusia yang beradab. maka cocok dengan subjektif apriori. Oleh karena itu apabila subjektif apriori digunakan. tergantung pada indrawi manusia dan lebih bersifat pragmatis untuk memuaskan jasmani manusia (atau dalam bahasa agama memuaskan nafsu semata). Dari gambaran hierarki nilai dapat disimpulkan bahwa nilai yang tertinggi selalu berujung pada nilai yang terdalam dan terabstrak bagi manusia. yaitu keyakinan ilmu pengetahuan yang tidak dipertanyakan lagi. Jadi nilai dan kebernilaian hanyalah semacam kebiasaan yang dialami dalam realitas sebagai hasil pengalaman empiris. Dengan demikian ada yang membuat pembagian berupa penggolongan atau klasifikasi semata tanpa menentukan tingkatan keutamaan atau kepentingannya. karena hukum moral identik dengan kebiasaan tadi. yaitu tidak akan ada perbaikan moral.

sedangkan kualitas merupakan atribut atau sifat yang seharusnya dimiliki (dalam Lasyo. Menurut Jack R. Nilai adalah kepercayaankepercayaan yang digeneralisir yang berfungsi sebagai garis pembimbing untuk menyeleksi tujuan serta perilaku yang akan dipilih untuk dicapai (dalam Kama A. di bawah ini akan dikemukakan sebelas definisi yang diharapkan mewakili berbagai sudut pandang. bahwa nilai berhubungan dengan manusia. 174). (Nilai adalah kemampuan yang diyakini terdapat pada suatu objek untuk memuaskan hasrat manusia. dalam arti terdapatnya hubungan yang harmonis dan kreatif. tetapi ada hal yang disepakati dari semua pengertian nilai tersebut. karena pendidikan memandang individu sebagai mahluk yang berpengalaman di satu sisi. 4. dan sebagai individu yang memiliki potensi untuk mencapai kebenaran di sisi lain. hlm. Nilai merupakan sesuatu yang potensial. sulit untuk mencari kesimpulan yang komprehensif agar mewakili setiap kepentingan dan berbagai sudut pandang.Yang jelas. the quality of any object which causes it to be of interest to an individual or a group. 1. Hakam. kedua cara menghasilkan nilai moral tersebut dapat digunakan. 2000. …. Menurut Dictionary of Sociology and Related Science : Value. dan selanjutnya nilai itu penting. hlm. Pengertian Nilai Karena bervariasinya pengertian nilai. Fraenkel (1977. 2002. hlm. 6) : A value is an idea – a concept – about what someone thinks is important in life. Menurut Lasyo (1999. 5. 9) sebagai berikut : Nilai bagi manusia merupakan landasan atau motivasi dalam segala tingkah laku atau perbuatannya. 1) 2. Menurut Frankena : Nilai dalam filsafat dipakai untuk menunjuk kata benda abstrak yang artinya : keberhargaan” (worth) atau “kebaikan” (goodness) dan kata kerja yang artinya suatu tindakan kejiwaan tertentu dalam menilai atau melakukan penilaian (dalam Kaelan. dalam dunia pendidikan. 5. 2002. hlm. hlm. Menurut Cheng (1955). 3. Comb. 174). 1999. Menurut Arthur W. Untuk melihat sejauh mana variasi pengertian nilai tersebut. 45) 6. 62 . yaitu kualitas objek yang menyebabkan tertariknya individu atau klompok) (dalam Kaelan. the believed capacity of any object to satisfy human desire. sehingga berfungsi untuk menyempurnakan manusia. terutama bagaimana hubungan antara setiap pengertian itu dengan pendidikan. hlm. (Nilai adalah gagasan – konsep – tentang sesuatu yang dipandang penting oleh seseorang dalam hidup).

Menurut Dardji Darmodihardjo (1986 : hlm. tujuan atau fungsinya. 9. 11. Apabila diklasifikasikan definisi-definisi nilai di atas pada wujudnya. hlm. Landasan atau motivasi 5. (1986. Menurut John Dewey dalam Dardji D.Kapasitas keyakinan . hlm. . Menurut Herbert Larry Winecoff (1987. Charles R. hlm.Kualitas Menyebabkan manusia tertarik 3. 36) Value is object of social interest. Potensi 2.. Menurut Encyclopedia Britainica (hlm. Kata benda abstrak 4. 1) : Value a set of attitude (scheme) which generate or cause a judgement which guide action or in action ( a lack of action) and which provide a standard or a set o principles.7. Keyakinan yang digeneralisir 6. posisinya serta tingkat kepentingannya maka dapat digambarkan sebagai berikut : Klasifikasi Pengertian Nilai N o Wujud 1. Gagasan konsep Untuk menilai Untuk bertingkah laku Pembimbing menyeleksi tujuan atau perilaku Pada objek Kondisi jiwa Sesuatu yang abstrak Dalam hati / jiwa Tujuan/Fungsi Menyempurnakan manusia Memuaskan hasrat manusia Posisi Dalam diri Pada objek Tingkat Kepentin gan Sangat penting Agak penting Agak penting Penting Sangat penting Sangat penting Agak penting Memandang sesuatu Ide yang penting dalam manusia hidup 63 . Nilai ialah kualitas objek yang menyangkut jenis apresiasi atau minat. 3) : Value is a cluster of attitude which generate either an action or decision to deliberately avoid an action (Nilai adalah sekelompok sikap yang menggerakkan perbuatan atau keputusan yang dengan sengaja menolak perbuatan). 36) : Nilai adalah yang berguna bagi kehidupan manusia jasmani dan rohani 10. 3. 963). 8. Knikker (1977.

Serangkaia n sikap .7.Sikap manusia Sangat penting - 64 .

Serangkaia n sikap .Sikap manusia Sangat penting - 65 .8.

mencari sesuatu yang belum terpecahkan. akan tetapi setiap orang tertarik pada bagian-bagian yang “relatif belum tersentuh” oleh pemikir lain. Sesuatu 10. pada saat itu tanpa didasari kita sering terjerumus pada upaya-upaya 66 . ada juga yang mengklasifikasikannya mirip dengan status benda. Tetapi ada bahayanya. yaitu tatkala keinginan untuk mengisi relung kosong dengan pengertian kita. sehingga menganggap ada ruang kosong untuk dimasukinya. ada yang memandangnya sebagai objek ideal. Objek 11. oleh karena itu akan berupaya terus menjawab apa yang belum terjawab. Pengertian nilai yang telah dikemukakan oleh setiap pakar pada dasarnya upaya memberikan pengertian secara holistik terhadap nilai. dapat terlihat bahwa pengertian nilai ada yang melihatnya sebagai kondisi psikologis. Sikap berpikir seperti ini didalam filsafat bukanlah hal aneh. karena yang diupayakan oleh filsafat adalah mencari hakikat. atau ada bagian yang belum terjelaskan oleh definisi orang lain. Kualitas Berguna bagi jasmani atau rohani Dikehendaki masyarakat Berhubungan dengan apresiasi atau minat Sesuatu (abstrak) Objek Objek Penting Agak penting Agak penting Dari klasifikasi diatas.9.

Keindahan ditangkap melalui emosi. 48) sebagai beriku : 1. 67 . Menurut Lotze nilai iu tidak ada. Objek ideal itu bersifat ideal. Kekacauan dimulai dengan kenyataan bahwa nilai tidak ada dalam dirinya sendiri tapi tergantung penopangnya yang biasanya merupakan substansi yang berbadan. dalam pengertian yang dikemukakan di atas terjadi pereduksian makna nilai pada kondisi psikologis. esensi. Kebutuhan aanya penopang bagi nilai menjadikan nilai sebagai eksistensi yang “parasitis”. Upaya mereduksi nilai dengan kondisi psikologis terjadi apabila nilai dihubungkan dengan hal-hal sebagai berikut : 1. Selain mereduksi nilai dengan kondisi psikologis ada juga yang mereduksi nilai dengan “esensi atau ide platonik atau objek ideal” (frondizi. tentu lebih banyak melibatkan dunia intelektual dan otomatis akan kurang melibatkan emosi yang sangat dibutuhkan dalam penilaian. definisi dari Jack R. fraenkel lah yang paling mendekati objek ideal tersebut. pada objek ideal dan pada status benda. Kalau kita ukur definisi di atas dengan indikator-indikator objek ideal tadi. Larry Winecoff. 2001. objek idel itu ada Objek ideal tidak lain merupakan dunia ide seperti konsep. Frankena. entitas matematik. Keindahan adalah nilai sedangkan ide tentang keindahan adalah objek ideal 3. Comb. hlm. sedangkan nilai itu tidak riil 2. Oleh karena itu. Identik dengan yang diinginkan 3. kenikmatan. hubungan yang semuanya dunia intelektual bukan dunia emosi. ide tentang keindahan ditangkap melalui intelektual 4. 2. hlm. Arthur W.mereduksi pengertian utamanya. Pereduksian nilai dengan status benda disebabkan : 1. 2001. Sesuatu yang menyenangkan atau kenikmatan 2. keinginan dan perhatian merupakan kondisi kejiwaan. Oleh karena itu apabila orang mendiskusikan tentang estetika atau mendiskusikan kriteria lukisan yang indah. Pereduksian pengertian nilai dengan status benda terjadi apabila nilai dikacaukan dengan objek material yang menopangnya atau benda yang menyimpan atau menutupinya. 4). Bila nilai direduksi sebagai objek ideal biasanya karena ada kekeliruan antara nilai sebagai sesuatu yang bukan realitas dengan identitas yang memadai esensi. Merupakan sasaran perhatian Karena kesenangan. Charles Knikker dan H. misalnya terhadap nilai yang kita bahas ini. Hal ini bisa kita lihat dari definisi-definisi nilai yang dikemukakan oleh Cheng. maka pereduksian nilai dengan kondisi psikologisnya ini hanya menempatkan nilai sebagai pengalaman pribadi semata. Perbedaan nilai dengan objek ideal akan jelas bila melihat pendapat Husserl (dalam Frondizi.

Semakin kurang kerelatifan nilai. upaya untuk mengisi pemikiran yang tidak atau belum dilakukan oleh orang lain adalah biasa. nilai tertinggi dari semua nilai adalah nilai mutlak (Frondizi. ketika relung kosong itu diisi sering memperkecil makna nilai yang dijelaskannya. sehingga dia akan menempatkan diri secara bijak dalam pergaulan hidup serta akan mengakui dan bijak terhadap keberadaan nilai dan kebernilaian orang lain dalam pergaulan bermasyarakat. atau hanya merupakan objek ideal dan/atau hanya status benda saja. hlm. Upaya menjelaskan nilai dengan kondisi psikologis. upaya itu dilakukan dalam rangka mengisi ruang-ruang kosong agar mencapai kesempurnaan. Dalam hubungan ini. sehingga nilai itu seolaholah hanya merupakan kondisi psikologis. yang menjadi persoalan. dengan objek ideal dan dengan status benda bukan berarti ingin mengurangi hakikat nilai. apakah nilai itu dipandang dapat mendorong manusia karena dianggap berada dalam diri manusia atau nilai itu menarik manusia karena ada di luar manusia yaitu terdapat pada objek. hal seperti ini terlihat pula pada definisi yang dikemukakan oleh Encyclopedia Britainica dan Encyclopedia of Sociology. Nilai tertinggi menghasilkan kepuasan yang lebih mendalam 3. sehingga nilai lebih dipandang sebagai kegiatan menilai. 2001. bahwa : 2. Yang penting dalam upaya pendidikan. Oleh sebab itulah pendefinisian nilai sangat bervariasi. tetapi lebih memperhatikan pentingnya nilai itu bagi manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Makna Nilai bagi Manusia Dalam bidang filsafat. 129-130) 68 . akan tetapi mencoba mengisi relung-relung kosong yang belum tersentuh. Nilai itu harus jelas. sehingga dapat menjelaskan sisi nilai yang lain. sebab seperti yang diungkapkan oleh Sheller. pendidikan (ISBD) tidak mempersoalkan dari mana nilai tersebut. sebenarnya nilai itu dapat dan harus menyentuh seluruhnya. 4. Kepuasan jangan dikacaukan dengan kenikmatan (meskipun kenikmatan merupakan hasil kepuasan). nilai itu penting bagi manusia. 6. harus semakin diyakini oleh individu harus memahami nilai dan kebernilaian dirinya. Definisi yang mengarah pada pereduksian nilai oleh status benda ini terlihat pada pengertian nilai yang dikemukakan oleh John Dewey karena dia sebagai seorang pragmatis melihat nilai dari sudut kepentingannya. akan tetapi sudut pandang yang berbeda akan menghasilkan kesimpulan yang berbeda pula. Namun ada yang dapat disimpulkan dari penjelasan di atas.Sehingga akibat dua hal tersebut nilai bagaikan kualitas objek atau status objek atau bahkan benda. semakin tinggi keberadaannya. keyakinan individu pada nilai harus menyentuh sampai hierarki nilai tertinggi.

muncul murid dan guru baru yang harus ditemui anak. tetapi mengandung berbagai resiko akibat kompleksitas kehidupan yang ditimbulkannya. namun masih banyak orang yang meyakini bahwa nilai moral itu hidup dan dibangun dalam lingkungan keluarga. bekerja di luar rumah estimasi terakhir menyebutkan bahwa dua dari lima ibu merupakan keluarga yang broken home (dalam konteks ini dimaksudkan salah satu diantara orang tua tersebut meninggal. Saat ini merupakan fakta. Anak jarang melihat apa yang dikerjakan orang tua dan tidak mendapat informasi yang cukup melalui diskusi yang bermakna tentang hakikat suatu karier baik permasalahan maupun keberhasilannya.12) “Berdasarkan data terbaru. di satu sisi merupakan bagian dari harapan baru bagi keluarga. meskipun tidak sampai masuk kategori menakutkan. Dengan kata lain problem utama bagi kehidupan orang tua yang bekerja terletak pada tingkat komunikasi dengan anak-anaknya. PROBLEMATIKA PEMBINAAN NILAI MORAL 1. Dalam lingkungan yang krang baik dan kadang menegangkan ini seorang anak sangat sulit untuk membangun nilai nilainya secara jelas. hal ini disebabkan tuntutan kerja atau memenuhi kebutuhan lainnya.B. Karakter pekerjana orang tua dan hubungannya dengan keluarga telah berubah secara dahsyat. hlm. Salah satu kesulitan yang ditimbulkan adalah munculnya “nilai-nilai modern” yang tidak jelas dan membingungkan anak (individu). bercerai. Pola-pola hubunan sering kali menjadi rusak. tuntutan itu menghabiskan waktu dan energi untuk menjawab pertanyaanpertanyaan yang sarat nilai. terpengaruh oleh tuntutan kemajuan yang terjadi. muncul pula keharusan mengenal mengenai baru. namun di sisi lain. Tapi setiap hari dalam keluarga terjadi perubahan-perubahan yang dramatis. pilihan dan kesempatan. Keluarga sebagai bagian dari masyarakat. Pengaruh Kehidupan Keluarga dalam Pembinaan Nilai Moral Kehidupan modern sebagai dampak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menghasilkan berbagai perubahan. Mobilitas demografis yang sangat tinggi ini merupakan suatu yang unik. Sering kali pada keluarga yang broken home atau pada keluarga yang kedua orang tuanya bekerja berakibat pada penurunan intensitas hubungan antara anak dengan orang tua. pisah atau salah satu diantara mereka dipenjara)”. Ada benarnya pertanyaan yang mengungkapkan bahwa keluarga saat ini merupakan pelarian dari dunia nyata. banyak anak yang tidak mengetahui hal-hal yang dikerjakan orang tua di luar rumah untuk mencari penghasilannya. Dampak yang muncul dari kegiatan tersebut dapat menggoyahkan stabilitas kehidupan anak-anak. Menurut Louis Rath (1977. dan mungkin pula pola-pola kehidupan baru yang berbeda. Persoalan lain yang terjadi di keluarga adalah terjadinya migrasi atau perpindahan domisili. bagi anak-anak yang sedang tumbuh dan berkembang. Ibu dan anak-anak pulang ke rumah untuk bersembunyi dari berbagai tekanan kehidupan di 69 . Bapak. dua dari lima ibu.

Robert Heilbroner (1974. 2. Kumpulan kepercayaan yang dimiliki anak akan menambah sikap yang dapat mendorong untuk memilih atau menolak sesuatu. tentang apa yang telah orang tua mereka lakukan. serta terputusnya komunikasi yang harmonis antara orang tua dengan anak. Keluarga modern Amerika (mungkin juga kota-kota besar di Indonesia). ketika bapak bahkan juga ibu sebagian besar hidupnya untuk bekerja setiap hari dan keluarga hanya menyatu ketika membagikan makanan. 15) menyatakan bahwa : “Banyak kegelisahan dan kegetiran generasi pertengahan abad yang akan datang yang nyata-nyata karena ketidakcakapan untuk menyampaikan nilai pada remaja. Kejadian ini lebih banyak terjadi pada pendidikan moral melebihi transmisi nilai dari suatu generasi ke generasi berikutnya. Persoalan merosotnya intensitas interaksi dalam keluarga. proses kejadiannya diperhambat oleh lemahnya struktur keluarga. anak pasti punya teman. tidak hanya kembali dari pekerjaan melainkan juga dari perjalanan jauh yang melelahkan. dan pergaulan dengan teman akan menambah perbendaharaan informasi yang akhirnya akan mempengaruhi berbagai jenis kepercayaan yang dimilikinya. dan lebih pragmatis daripada sebagai teman seperi lima puluh tahun yang lalu. kembali menghilang. pengaruh pertemanan ini akan berdampak positif manakala isu dan kebiasaan teman itu positif pula. Setiap orang yang menjadi teman akan akan menampilkan kebiasaan yang dimilikinya. Orangtualah yang sering meninggalkan rumah berjam-jam setiap harinya. Dalam rangkuman buku “What is the human prospect?”. Pengaruh Teman Sebaya Terhadap Pembinaan Nilai Moral Sebagai mahluk sosial. Sikap-sikap yang mengkristal pada diri anak akan menjadi nilai dan nilai tersebut akan berpengaruh pada perilakunya. maka kesempatan untuk mempengaruhi sikap moral atau berpikir anaknya tentu akan berkurang.luar rumah. Mereka pulang ke rumah sudah larut malam. Dalam posisi seperti inilah institusi pendidikan perlu memfasilitasi peserta didik untuk melakukan klarifikasi nilai. anak-anak sudah tidur dan kesempatan untuk membahas makna-makna aktiitas keseharian. lebih terisolasi. Orang tua mengharapkan rumah menjadi tempat perlindungan yang tenang dan berharap anak-anaknya sudah beristirahat. Ketika keluarga bersatu. sehingga tidak mampu melakukan komunikasi yang cerdas dan bijak (inteligen) dengan anak-anaknya. mengakibatkan merosotnya fungsi keluarga dalam pembinaan nilai moral anak. sebaliknya 70 . cat. Keluarga bisa jadi tidak lagi menjadi tempat untuk memperjelas nilai yang harus dipegang bahkan sebaliknya menambah kebingungan nilai bagi anak. Penulis) itu amat kecil. Di lingkungan rumah. Sebelum mereka datang. hlm. di sana akan menjadi ajeng kesepakatan rasa yang tbaik terhadap keraguan sudut pandang nilai dan moral”. Mereka meninggalkan rumah lebih awal.

kapan waktu yang tepat untuk melakukannya.akan berdampak negatif bila sikap dan tabiat yang ditampilkan memang buruk. menambah bingungnya nilai bagi anak. Kelompok sebaya tentu mempunyai aturan main sendiri. Keluarga sering dikagetkan oleh penolakan anak ketika memberikan nasihat. 3. maka dapat diprediksi reaksi orang dewasa tersebut. baik di sekolah / kampus maupun dalam lingkungan masyarakat. dan akhirnya Amerika dengan sekutunya melakukan agresi pula ke Irak. Pertemanan yang paling berpengaruh timbul dari teman sebaya. Perbedaan sudut pandang antara keluarga dengna temannya menjadi masalah tersendiri bagi nilai anak-anak. tetapi Amerika membumihanguskan Afganistan. banyak orang yang meneriakkan demokrasi dengan melakukan “perusakan”kerusuhan etnis terjadi di Sampit. Orang dewasa. dimana harus dilakukan. 102) “Kebiasaan merokok lebih banyak disebabkan karena pengaruh teman sebaya”. dan anak cenderung akan menyesuaikan dengan aturan main tersebut dengan harapan agar diterima oleh kelompoknya. Berdasarkan hasil penelitian Abbas Asyyafah (1997. Seolah-olah kita telah mati rasa dengan maraknya variasi nilai yang ditawarkan setiap figur otoritas. karena diantara mereka relatif lebih terbuka dan intensitas pergaulannya relatif sering. Pada tahun-tahun yang lalu Amerika menuduh beberapa negara termasuk Indonesia yang melanggar hak asasi manusia. Pengaruh Figur Otoritas terhadap Perkembangan Nilai Moral Individu Baru-baru ini Amerika menyalahkan Irak karena melakukan agresi ke Kuwait. Jika seorang anak atau remaja mengungkapkan kebingungannya di hadapan orang dewasa. orang dewasa akan berusaha menunjukkan jalan mana yang paling bijak dan paling benar atau menunjukkan jalan yang baik bagi anak atau remaja tersebut. Orang dewasa mempunyai pemikirna bahwa fungsi utama dalam menjalin hubungan dengan anak-anak adalah memberi tahu sesuatu kepada mereka. langsung ataupun tidak langsung. Demikian pula di awal reformasi. Bukan sesuatu yang mustahil bila upaya mencoba perilaku buruk lainnya disebabkan pula karena pengaruh teman sebaya. terlbih lagi anak-anak dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah menjawabnya. seberapa sering harus melakukan dan juga akapn harus 71 . masing-masing menawarkan nilai yang berbeda. dengan alasan bahwa apa yang dismapaikan orang tua berbeda atau bertentangan dengan “aturan” yang disampaikan oleh temannya. memberi tahu apa yang harus mereka lakukan. Poso dan Maluku yang banyak menelan korban dan bahkan pada akhir-akhir ini timbul polemik “inul” dilema antara moralitas dan kreativitas. hlm. Anak dihadapkan pada keharusan untuk mematui aturan keluarga dan risiko dikeluarkannya dari pertemanan. Persoalan nilai mana yang akan menjadi keyakinan individu (mahasiswa) tentu diperlukan adanya upaya pendidikan untuk membimbing mereka keluar dari kebingungan nilai serta menemukan nilai hakiki yang harus menjadi pegangannya. Bagi anak situasi ini menjadi dilematis.

televisi. VCD. oleh karena itu dalam media komunikasi mutakhir tentu akan mengembangkan suatu pandangan hidup yang terfokus sehingga memberikan stabilitas nilai pada anak. koran. Dengan kata lain. majalah. Namun mediamedia tersebut juga menyuguhkan berbagai pandangan hidup yang sangat variatif pada anak. 20). Anak-anak diharuskan mengikuti anjuran yang disarankan. Pertama kali telepon. seksualitas. dan kekerasan disuguhkan secara terbuka. lalu disusl dengan radio. kurang ajar atau membangkang. tokoh politik. Dalam kondisi seperti inilah lembaga pendidikan perlu mengupayakan agar peserta didik mampu menemukan nilai dirinya tanpa harus bertentangan dengan nolai-nilai yang hidup dan berkembang di masyarakat. Jika nilai memang mewakili cara pandang terhadap kehidupan. Bahkan adegan-adegan yang benar-benar dipandang immoral dilakukan oleh orang-orang yang tampaknya berpendidikan tinggi. bahkan banyak diantara pandangan dan nilai kehidupan tersebut dalam kehidupan keluarga tidak akan mereka temui. Mereka yang menangani pemrograman mulai mengembangkan sesuatu yang dianggapnya dapat menarik dan menyenangkan anakanak. buku bacaan. anak-anak jadi terbiasa melihat dan menyimak pandangan hidup yang bervariasi. (Rath. guru ngaji. mereka juga harus mengikuti harapan atau aspirasi yang dimiliki orang tua.Jika anak itu menholak maka dapat dipastikan anak itu diigolongkan tidak taat. Hasilnya sangat dramatis. majalah. Masih ada kecenderungan untuk menganggap bahwa keyakinan orang dewasa tetap harus dipertahankan anak harus memiliki keyakinan seperti keyakinannya. 1977.orang tua belum meyakini bahwa anak-anak telah menjadi “manusia”. 4. radio. Pengaruh Media Komunikasi Terhadap Perkembangan Nilai Moral Pada akhir abad ke-20 alat-alat komunikasi yang potensial telah diperkenalkan ke dalam ritualit kehidupan keluarga. Dengan kata lain. film. Dengan demikian orang dewasa tidak berupaya mengurangi kebingungan dan ketidakjelasan nilai bagi anak. Sekarang persoalan pornografi. maupun anak-anak lainnya. 72 . televisi. setiap orang tentu berharap pentingnya memperhatikan perkembangan nilai anak-anak. film. atau memberi arahan kehidupan. dan setelah Perang Dunia II datanglah televisi. serta membuat perubahan dalam hidup.mengakhirinya. orang dews hanya menambahkan berbagai arahan nilai atau norma yang sudah ada pada anak-anak baik yang didapatnya dari sekolah. Hampir tidak ada seorang pun yang memandang penting membantu anak untuk memecahkan dan menyelesaikan pemikiran yang memusingkan tersebut”. baik dari radio. “Masalahnya hampir tidak ada seorang pun yang memandang pentingnya membantu anak untu menghilangkan kebingungan yang ada pada pikiran atau kepala mereka. sementara semua orang menonton.

dalam kondisi orang tua yang bekerja. Tetapi kami ingin mengungkapkan bahwa jika hanya dengan dirinya sendiri. anak tidak akan mampu mengambil manfaat besar dari jutaan pilihan yang tersedia. Apabila 73 . bla anak dihadapkan pada berbagai kemungkinan. Pada saat yang bertepatan. Pengaruh Otak atau Berfikir Terhadap Perkembangan Nilai Moral Kalau kita mengobservasi situasi kelas. mana yang betul dan mana yang salah. Tetapi seperti yang telah dikemukakan. Konsekuensinya akan muncul kebingungan dalam kehidupan anak untuk menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. mungkin setiap anak akan dapat mengambil pelajaran tentang makna dari pandangan-pandangan baru dalam kehidupan ini. dan tentu mengundang orang untuk mencoba melakukannya. Buku komik muncul dan penerbit melihat peluang besar dalam segmen pasar anak. Tatkala anak dipenuhi oleh kebingungan nilai. isinya lebih banyak menampilkan cerita kriminal. mana yang bermoral dan tidak bermoral. peserta didik akan belajar tentang sesuatu yang diinginkan guru/dosen. dengan kondisi keluarga yang broken home. tidak bermaksud menyatakan bahwa alternatifalternatif yang ditawarkan harus dihaouskan. maka institusi pendidkan perlu mengupayakan jalan keluar bagi peserta didiknya dengan pendekatan klarifikasi nilai. Sangat mungkin bahwa kontribusi terbesar media-media tadi akan membiasakan pemahaman yang tengah tumbuh pada anakanak seputar mana yang betul dan mana yang salah. mana yang adil dan mana yang timpang. seks dan korupsi. Jika keluarga dapat membahasnya secara masuk akal dari setiap hal yang disajikan. Dalam hal ini. Dalam lingkungan pendidikan seperti ini. Ada kecenderungan lain. 5. mereka salah satu atau kedua-duanya keluar seharian. horor.menyimak dan mencernanya. bahkan muncul layanan iklan yang mempromosikan layanan seksual. surat kabar dan majalah pun berubah drastis. Sudah tentu akan akan memungut sejumlah gagasan atau nilai dari semua ini baik nilai-nilai positif dan termasuk pengaruh negatifnya. dan biasanya mahasiswa akan menunjukkan respons yang sederhana. akan sering kita temukan perkataan guru/dosen yang menyatakan kepada mahasiswa bahwa “kamu sebaiknya” atau “kamu seharusnya” agar perilaku mereka berubah. Buku-buku ini menjadi penyampai cerita kriminal. kesempatan anak dan keluarga untuk berbagi pikir dan perasaan semakin sempit. Sekarang pun muncul alat-alat cetak terbaru dengan komputerisasi yang relatif lebih ekonomis. mana yang adil dan mana yang timpang. dan semua bentuk kejanggalan kehidupan. maka dia akan kehilangan gagasan akhirnya dia akan kebingungan. mana yang benar dan mana yang palsu. atau menyebutkan bahwa anak–anak tidak dapat mengambil pelajaran dari semua kejadian tersebut. Gambar tidak senonoh pun dicetak. mana yang bagus dan mana yang jelek.

moral manusia itu (didasarkan rasionalnya) merupakan inti manusia. organisasi. namun otak tidak bekerja secara sederhana dalam pengertian stimulus respons. hlm. 68). dan juga tidak menyimpan “fakta” secara sederhana sebagai referensi masa depan. Jika setiap hari di dalam kelas kita berpikir dan memilih berarti kita setiap hari mengalami. rasional sendiri adalah moral. dan makna-makna yang kita ciptakan menentukan bagaimana cara kita berperilaku. Berpikir adalah hasil kerja otak. (Rath. otak kita tetap berusaha membuat pengalaman lahir (outer) dan pengalaman batin (inner)”. proses berpikir melibatkan analisis. Bahlan menurut aliran rasionalisme seperti yang diungkapkan oleh Immanuel Kant bahwa manusia melalui pemikiran rasional dan kesadaran moral serta keyakinan agamanya dapat digunakan untuk menjelaskan eksistensinya. penyusunan. Dalam keadaan terjada maupun tertidur. hlm. dan sintesis. proses berpikir dilakukan untuk mencari fakta tentang persamaan dan perbedaannya. tanpa disadari akan terjadi pertumbuhan atau kematangna. kita terus menerus tumbuh dan tumbuh itu berarti dewasa”. Menurut Rath. Atas dasar itu semua orang adalah pencari dan pencipta makna.mereka diberi kesempatan untuk berpikir dan memilih responsnya sendiri setiap hari. namun mereka sama-sama sedang tumbuh dan berubah. meskipun mereka tidak mengkristal hal yang sama. Berdasarkan hasil penelitian Gazzaniga (dalam Kama Abdul Hakam. Tidak hanya dalam proses seleksi melibatkan proses belajar. dan di mana pun penyelidikan berlangsung akan selalu melibatkan tujuan. anak akan berpikir lebih menyadari alternatif dan lebih menyadari konsekuensinya. dengan demikian guru/pendidik dapat dan harus membimbing anak melalui proses yang kontinu melalui pengembangan situasi bermasalah yang memperkaya kesempatan berpikir dan memilih. 68) : “Pengalaman itu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap proses kematangan. “Beberapa tujuan mungkin menunjukkan indikator nilai”. dan inti moral 74 . Ketika menyusun tugas sebelum siswa/mahasiswa membandingkan dua atau lebih kesatuan. Kita belajar dari hal-hal yang kita jalani. (1977. Bahkan ketika membuat kesimpulan. 200. Dalam konteks pendidikan. dan dalam melakukan pilihan berarti melibatkan nilai. Langkah ini berarti memperluasnya untuk menuju pada sebuah pilihan. berpikir dimaknai sebagai proses yang berhubungan dengan penyelidikan dan pembuatan keputusan. pertimbangan nilai pasti terlibat. Dimana pun keputusan diambil. Pada saat itulah langsung tidak langsung seseorang melakukan nilai yang diketahuinya. tetapi juga ketika membuat keputusan. Argumentasi Kant ini didasarkan bahwa “manusia itu rasional. 39) “Otak kita adalah suatu organ yang sangat mengagumkan untuk menemukan dan menciptakan makna. 1977. Melalui lingkungan seperti ini. hlm. abstraksi.

sehingga manusia pantas diberi derajat yang tinggi melebihi mahluk yang lain. 61). 8). (yang dapat mengubah keyakinan. 2000. Atas dasar logika rasional inilah manusia akhirnya menentukan serangkaian “rasional imperatif” yaitu aturan-aturan yang menajdi pedoman hidupnya.manusia mencerminkan “kemanusiaan yang benar”. 60). 200. “Sikap adalah serangkaian keyakinan yang menentukan pilihan terhadap objek atau situasi tertentu (Kama. sikap dan nilai) sangat ergantung pada faktor-faktor sebagai berikut : a. (Kama. Bagaimana informasi itu diperkenalkan (proses input) b. Aturan-aturan (hukum) yang ditentukan secara rasional ini akan memberikan bimbingan moral dan pengetahuan tentang benar dan salah. meskipun diakui bahwa ada pendekatan lain dalam pendidikan nilai yang memiliki orientasi yang berbeda. Prinsip dan standar itulah yang disebut dengan nilai. Dengan demikian. Serangkaian sikap inilah yang akan mendorong muculnya pertimbangan yang harus dibuat sehingga menghasilkan standar atau prinsip yang bisa dijadikan alat ukur sebuah tindakan. Pengaruh Informasi Terhadap Perkembangan Nilai Moral Setiap hari manusia mendapatkan informasi. Untuk mengajarkan proses dan keterampilan berpikir rasional 2. Atas dasar argumen di atas. Apabila informasi baru tersebut telah diterima individu serta mengubah atau menguatkan keyakinannya. 2000. pendidikan tentang nilai moral yang menggunakan pendekatan berpikir dan lebih berorientasi pada upayaupaya untuk mengklarifikasi nilai moral sangat dimungkinkan bila melihat eratnya hubungan antara berpikir dengan nilai itu sendiri. Dengan demikian. informasi ini berpengaruh terhadap sistem keyakinan yang dimiliki oleh individu. diterima sebagian atau ditolak akan menguatkan keyakinan yang telah ada pada individu tersebut. hlm. maka Kant menganjurkan tujuan pendidikan sebagai berikut : 1. (dalam kama. Informasi baru yang dihasilkan. Dalam kondisi yang bagaimana informasi itu disampaikan atau diterima 75 . Oleh siapa informasi itu disampaikan (hal ini berhubungan dengan kredibilitas si pembawa informasi) c. hlm. baik informasi itu diterima secara keseluruhan. Untuk mengembangkan individu yang mampu memilih tujuan dan keputusan yang baik secara bebas. maka akan terbentuklah sikap. manusia melalui penyelidikan rasionalnya akan membuktikan prinsip-prinsip yang berlaku secara universal. hlm. 6.

Mochtar Kusumaatmadja (2002. adalah mahluk yang selalu berinteraksi dan membutuhkan bantuan dengan sesamanya. akan tetapi dalam kaitan dengan masyarakat. Sejauh mana tingkat disonansi kognitif yang terjadi akibat informasi baru tersebut (yaitu tingkat dan sifat konflik yang terjadi dengan keyakinan yang telah ada) e. Oleh karena itu. Maka manusiamasyarakat-hukum merupakan pengertian yang tidak dapat dipisahkan. ada yang menyatakan kepastian hukum dan lainlain.d. dianalisis dna dicari solusinya. Hukum diciptakan dengan tujuan yang berbeda-beda. C. Level penerimana individu yaitu motivasi individu untuk berubah f. MANUSIA DAN HUKUM Disepakati bahwa manusia adalah mahluk sosial. (Kama. ISBD sebagai sebuah studi yang membahas problema sosial dan budaya sebaiknya bukan hanya menambah informasi nilai. dan kaidah-kaidah hukum kepada mahasiswa. ada yang menyatakan bahwa tujuan hukum adalah keadilan ada juga yang menyatakan kegunaan. Dalam konteks hubungan dengan sesama seperti itulah perlu adanya keteraturan sehingga setiap individu dapat berhubugan secara harmonis dengan individu lain disekitarnya. sehingga kebingungan nilai. 19). moral. Untuk terciptanya keteraturan tersebut diperlukan aturan yang disebut oleh kita hukum. tetapi lebih memfasilitasi mereka agar konflik nilai. Kebingungan ini bisa diperparah apabila di lembaga pendidikan peserta didik diberi lagi informasi tambahan yang berbeda dengan tiga tuntutan tersebut tanpa memberikan solusi untuk menemukan nilai dirinya. 3) mengatakan “Ketertiban adalah tujuan pokok dan pertama dari segala hukum. Hukum dalam masyarakat merupakan tuntutan. munculnya berbagai informasi. hlm. sehingga pemeo “Ubi societas ibi ius (dimana ada masyarakat di sana ada hukum) adalah tepat. misalnya saja pengaruh tuntutan teman sebaya dengan tuntutan aturan keluarga dan aturan agama akan menjadi konflik internal pada individu yang akhirnya akan menimbulkan kebingungan bilaibagi individu tersebut. konflik moral dan lemahnya supremasi hukum dapat dikritisi. Level kesiapan individu untuk menerima informasi baru serta mengubah tingkah lakunya (tahap kematangan individu serta kekayaan pengalaman masa lalunya). 2000. kebutuhan terhadap ketertiban ini merupakan syarat 76 . hlm. tujuan hukum yang utama dapat direduksi untuk ketertiban (order). mengingat bahwa kita tidak mungkin menggambarkan hidupnya manusia tanpa atau diluar masyarakat. tidak jelasnya rujukan dan orientasi moral akan dapat dikurangi. apalagi bila informasi itu sama kuatnya maka akan mempengaruhi disonansi kognitif yang sama.

meskipun adakalanya kaidah hukum tidak sesuai atau tidak serasi dengan kaidah-kaidah tersebut. perundang-undangan yang immoral harus diganti. bahkan antara kaidha hukum dengan kaidah lain saling berhubungan yang satu memperkuat yang lainnya. kaidah kesopanan. Banyak kaidah yang berkembang dan dipatui masyarakat seperti kaidah agama. Kaidah hukum sebagai salah satu kaidah sosial tidak berarti mniadakan kaisah-kaidah lain tersebut. yang tentunya sesuai pula atau merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut”. adat kebiasaan.pokok (fundamental) bagi adanya suatu masyarakat manusia yang teratur. Untuk itu dalam konteks pengambilan keputusan hukum membutuhkan moral. hlm. Hukum hanya membatasi diri dengan mengatur hubungan antar manusia yang relevan. moral juga membutuhkan hukum. tidak lepas dari nilai (value0 yang terjadi pada suatu masyarakat. Selanjutnya Mochtar Kusumaatmadja (2002. Dengan demikian hukum sebagai kaidah sosial. Kualitas hukum terletak pada bobot moral yang 77 . Oleh karena itu kualitas hukum harus selalu diukur dengan norma moral. Meskipun hubungan hukum dan moral begiu erat. sebagaimana moral membutuhkan hukum. karena hal itu mustahil. sebab dalam kenyataannya. 3) mengatakan bahwa hukum itu sungguh-sungguh merupakan hukum apabila benar-benar dikehendaki diterima oleh kita sebagai anggota masyarakat. Apa artinya hukum jika tidak dijiwai oleh moralitas. namun hukum dan moral tetap berbeda. apabila kita juga betul-betul berpikir demikian sepertiyang dirumuskan dalam undangundang dan terutama juga betul-betul menjadi realitas hidup dalam kehidupan orang-orang dalam masyarakat. merupakan fakta objektif yang berlaku bagi segala masyarakat manusia dalam segala bentuknya”. Di sisi lain. yang berarti terdapat ketidakcocokan antara hukum dengan moral. Dengan demikian hukum bida meningkatkan dampak sosial dari moralitas. diperlukan adanya kepastian dalam pergaulan antar manusia dalam masyarakat. Dahlan Thaib (2001. HUBUNGAN HUKUM DAN MORAL Antara hukum dan moral terdapat hubungan yang erat sekali. ada pepatah Roma yang mengatakan “Quid leges sine moribus?” Apa artinya undang-undang kalau tidak disertai moralitas ? Dengan demikian hukum tidak akan berarti tanpa dijiwai moralitas. sebab moral tanpa hukum hanya angan-angan saja. kaidah susila. D. hlm. … ketertiban sebagai tujuan utama hukum. dan kaidah moral. “mungkin” ada hukum yang bertentangan dengan moral atau ada undang-undang yang immoral. Untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat ini. Kepastian ini bukan saja agar kehidupan masyarakat menjadi teratur akan tetapi akan mempertegas lembaga hukum mana yang melaksanakannya. Meskipun tidak semua harus diwujudkan dalam bentuk hukum. hukum akan kosong tanpa moralitas. 10) mengatakan “Hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup (the living law) dalam masyarakat. Bahkan daoat dikatakan ahwa hukum itu merupakan pencerminan dari nikai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. kalau tidak diundangkan atau dilembagakan dalam masyarakat.

Moral menilai hukum dan tidak sebaliknya. membedakan hukum dan moral. Moralitas didasarkan pada norma-norma moral yang melebihi para individu dan masyarakat. hukum tampak kosong dan hampa. menyesal. batiniah. Keempat. Satu-satunya sanksi di bidang moralitas adalah hati nurani yang tidak tenang. konsensus dan hukum alam. keenam dilihat dari waktu dan tempat. pelanggar akan terkena hukumannya. hukum secara lahiriah dapat dipaksakan. Dengan cara demokratis atau dengan cara lain masyarakat dapat mengubah hukum. BAB 7. TEKNOLOGI DAN SENI A. dilihat dari tujuannya. sedangkan moral secara objektif tidak tergantung pada tempat dan waktu (1990. artinya dibukukan secara sistematis dalam kitab perundang-undangan. tapi tidak pernah masyarakat dapat mengubah atau membatalkan suatu norma moral. dilihat dari otonominya. sanksi hukum bersifat yuridis. ketiga dilihat dari pelaksanaan. (Dahlan Thaib. pertama. sedangkan moral berdasarkan hukum alam. Hukum lebih dikodifikasikan daripada moralitas. hukum bersifat heteronom yaitu datang dari luar diri manusia. hukum memiliki dasar yuridis. sedangkan norma moral bersifat lebih subjektif dan akibatnya lebih banyak “diganggu” oleh diskusi-diskusi yang mencari kejelasan tentang yang harus dianggap etis dan tidak etis. Kedua. Sedangkan Gunawan Setiardja. keempat dilihat dari sanksinya. sedangkan moral secara lahiriah dan terutama batiniah tidak dapat dipaksakan. Tapi norma etis tidak bisa dipaksakan. sedangkan moral bersifat otonom datang dari diri sendiri. Tanpa moralitas. meski hukum dan moral mengatur tingkah laku manusia. Bertens yang menyatakan bahwa selain itu ada empat perbedaan antara hukum dan moral. Sains 78 . hukum didasarkan atas kehendak masyarakat dan akhirnya atas kehendak negara. Kelima. Namun demikian perbedaan hukum dengan moral tetap jelas. sanksi lahiriah. hukum tergantung pada waktu dan tempat. Ketiga.menjiwainya. sedangkan moral mengatur kehidupan manusia sebagai manusia. PENGERTIAN 1. Meskipun hukum tidak langsung berasal dari negara seperti hukum adat. SAINS. hukum mengatur kehidupan manusia dalam kehidupan menegara. pertama. malu terhadap diri sendiri. setidaknya seperti diungkapkan oleh K. namun hukum itu harus diakui oleh negara supaya berlaku sebagai hukum. sedangkan moral menyangkut juga sikap batin seseorang. namun hukum membatasi diri pada tingkah laku lahiriah saja. dilihat dari dasarnya. sedangkan perbuatan etis justru berasal dari dalam. 6). Hukum untuk sebagian terbesar dapat dipaksakan. Oleh karena itu norma hukum lebih memiliki kepastian dan objektif dibandingkan dengan norma moral. kedua. MANUSIA. hlm. sebab paksaan hanya menyentuh bagian luar. sedangkan sanksi moral berbentuk sanksi kodrati. 119). sanksi yang berkaitan dengan hukum berbeda dengan sanksi yang berkaitan dengan moralitas.

Kata Yunani kuno techne berarti seni kerajinan. Sains yang diartikan sebagai satu cabang ilmu yang mengkaji sekumpulan pernyataan atau fakta-fakta dengan cara yang sistematik dan serasi dengan hukum-hukum umum melandasi peradaban dunia modern. berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata (misal fisika. Sains merupakan satu proses untuk mencari dan menemui sesuatu kebenaran melalui pengetahuan (ilmu) dengan memahami hakekat mahluk. scians. sains adalah “Ilmu yang teratur (sistematis) yang dapat diuji atau di buktikan kebenarannya. Menurut Kamus Umum Bahsa Indonesia. cience. Menurut Medawar (1984) sains (dari istilah Inggris Science) berasal dari kata : sienz. melalui eksperimen secara teori. scyense. kimia. tidak semua ilmu itu boleh dianggap sains. Konsep Teknologi Dalam kepustakaan teknologi terdapat aneka ragam pendapat yang menyatakan bahwa teknologi adalah transformasi (perubahan bentuk) dari alam. prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Dari techne kemudian lahirlah perkataan technikos yang berarti seseorang yang memiliki keterampilan tertentu. dan bukan hanya kumpulan pengethauan yang berupa fakta-fakta . sampai pernyataan bahwa teknologi adalah segala hal dan segala hal adalah teknologi. scyence. scienc. teknologi dalam makna subjektif adalah keseluruhan peralatan dan prosedur yang disempurnakan. 2. biologi)” Pendidikan sains menekankan pada pengalaman secara langsung. teknologi adalah realitas/kenyataan yang diperoleh dari dunia ide. ciens. konsep-konsep. Dengan berkembangnya keterampilan seseorang yang menjadi 79 . Istilah teknologi berasal dari kata techne dan logia.Sains berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam semesta secara sistematis. syence. Proses mencari kebenaran secara mencari jawaban kepada persoalan-persoalan secara sistematik yang dinamakan pendekatan saintifik dan ia menjadi lndasan perkembangan teknologi yang menjadi salah satu unsur terpenting peradaban manusia. scyens. Kata dasar yang diambil dari kata scientia yang berarti knowledge (ilmu). Sains memberi penekanan pada sumbangan pemikiran manusia dalam menguasai ilmu pengetahuan itu dan ini terdapat dalam seluruh alam semesta. Sains sangat penting untuk perkembangan dan kemajuan kemanusiaan dan teknologi. untuk menerangkan hukum-hukum alam. sciens. Yang dimaksud ilmu sains adalah ilmu yang dapat diuji (hasil dari pengamatan sesungguhnya) kebenarannya dan dikembangkan secara bersistem dengan kaidah-kaidah tertentu berdasrkan kebenaran atau kenyataan semata sehingga pengetahuan yang dipedomani tersebut boleh dipercayai. Tetapi.

Adapun tiga macam teknologi yang sering dikemukakan oleh para ahli. Sampai pada permulaan abad XX ini. Teknologi Modern Jenis tehnologi modern ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a) b) c) d) Padat modal Mekanis elektris Menggunakan bahan impor Berdasarkan penelitian mutakhir dan lain-lain b. Teknologi Tradisional Teknologi ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a) Bersifat padat karya (banyak menyerap tenaga kerja) b) Menggunakan keterampilan setempat c) Menggunakan alat setempat d) Menggunakan bahan setempat e) Berdasarkan kebiasaan atau pengamatan Demikianlah teknologi adalah segenap keterampilan manusia 80 . keterampilan itu lalu menjadi teknik. dan ide disamping alat-alat dan mesin-mesin. Ini merupakan suatu pengertian yang sangat luas karena setiap sarana perlengkapan maupun kultural tergolong suatu teknologi. langkah dan metode yang pasti. Perluasan arti itu berjalan terus sehingga sampai pertengahan abad ini muncul perumusan tehnologi sebagai sarana dan aktivitas yang dengannya manusia berusaha mengubah atau menangani lingkunganya. Teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan. Teknologi Madya Jenis tehnologi madya ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a) Padat karya b) Dapat dikerjakan oleh keterampilan setempat c) Menggunakan alat setempat d) Berdasarkan alat penelitian c. dalam perwujudan tersebut maka dengan sendirinya setiap jenis teknologi / bagian ilmu pengetahuan dapat ada tanpa berpasangan dengan ilmu pengetahuan dan pengetahuan akan ilmu pengetahuan yang menjadi pasangannya. Kecenderungan ini pun mempunyai suatu akibat dimana kalau tehnologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengethaun.semakin tetap karena menunjukkan suatu pola. proses. istilah teknologitelah dipakai secara umum dan menerangkan suatu rangkaian sarana. dalam pengertian bahwa penerapan itu menuju pada perbuatan atau perwujudan sesuatu. yaitu : a.

dimana zat ini dapat dimanfaatkan untuk maksud damai. dan sebagainya) seperti tari. Maka konsep pendidikan yang memerlukan ilmu dan seni ialah proses atau upaya sadar antara manusia dengan sesama secara beradab. kita dapat memperoleh hasil misalnya : 1) Penggunaan teknik nuklir. 3. lukis. keindahannya. 2) Penggunaan teknologi hutan. hutan mempunyai banyak fungsi kertas. TEKNOLOGI. Oleh karena itu budi bahaa adalah suatu seni. berfungsi untuk tempat penyimpanan air. Sedangkan menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia. Misalnya unuk keperluan bidang kesehatan (sinar rontgen). Adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan cabang ilmu pengetahuan baru antara lain : teknik modern. industri kayu lapis/bahan bangunan. teknologi ilmu. MAKNA SAINS. seperti kita ketahui. B. Secara lebih umum dapatlah bahwa teknologi merupakan suatu sistem penggunaan berbagai sarana yang tersedia untuk mencapai tujuantujuan praktis yang ditentukan. untuk mendapatkan energi tinggi. teknologi gedung (metalurgi). tetapi setiap orang akan berusaha dalam setiap langkah untuk 81 . di bidang pertanian untuk memperbaiki bibit.menggunakan sumber-sumber daya alam untuk memecahkan masalah – masalah yang dihadapinya dalam kehidupan. Dan setiap orang tidak ingin mengalami kesulitan. Sudah menjadi sifat dari kebanyakan manusia bila telah terpenuhi satu keinginan maka akan timbul keinginan yang lain atau menambah apa yang telah tercapai. DAN SENI BAGI MANUSIA 1. ukir dan lain-lain. Seni Janet Woll mengatakan bahwa seni adalah produk sosial. objek pariwisat. dan lain-lain. seni adalah keahlian membuat karya yang bermutu (dilihat dari segi kehalusannya. orang dapat membuat reaktor nuklir yang dapat menghasilkan zat-zat radio aktif. teknologi transportasi dan lain-lain. dimana pihak kesatu secara terarah membimbing perkembangan kemampuan dan kepribadian pihak kedua secara manusiawi yaitu orang per orang. Dengan menggunakan cabang-cabang ilmu pengetahuan baru tersebut. Perkembangan Teknologi Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat mendatangkan kemakmuran materi.

Oleh karena itu perlu sekali negara berkembang mempercepat proses pemindahan teknologi. 2) Dengan teknik modern dapat dibuat bermacam-macam media pendidikan. seperti OHP. film setrip. 2. Selain itu sikap mental dan nilai hidup yang harus mengarah terhadap nilai tersebut. Dalam menghadapi Iptek masyarakat Indonesia harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan memanfaatkannya. akan merasa bahwa teknologi hanya akan menghabiskan sumber-sumber daya alam. Hal ini karena dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan : 1) Tersedianya sarana dan prasarana penunjang kegiatan ilmiah 2) Meningkatnya kemakmuran materi dan kesehatan masyarakatnya. Alat rumah tangga elektronik mempermudah ibu-ibu rumah tangga dalam melaksanakan tugasnya. TV. sehingga perlu ditanggapi dan dipersiapkan dalam menghadapinya sesuai dengan kebutuhan pembangunan. dari teknik mengendalikan aliran air sungai.mendapatkan kemudahan. 82 . slide. Bendungan dapat dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik. pembawa polusi atau pencemaran dan mengakibatkan terjadinya pengangguran. Namun di pihak lain baik negara maju maupun negara berkembang. Pengetahuan dan teknologi memungkinkan terjadinya perkembangan keterampilan dan kecerdasan manusia. Misalnya antara lain : 1) Dengan teknik modern. Hal itu hanya dapat berjalan jika negara tersebut masyarakatnya telah dapat memanfaatkan teknologi yang dikembangkan di negara maju dan dipakai oleh negara yang sedang berkembang. Mereka mulai mempersoalkan nilai-nilai yang dipakai oleh masyarakat di negara berkembang sebaiknya dapat dimanfaatkan. petani mendapatkan kemudahan dalam memperoleh air. Dalam menghadapi era teknologi modrn dan industrialisasi. Iptek dan Nilai Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bergerak sangat cepat. maka dituntut adanya keahlian untuk menggunakan. mengelola dan senantiasa menyesuaikan dengan teknologi-teknologi dan ilmu pengetahuan yang baru. yang dapat mempermudah para pendidik dalam melaksanakan tugasnya. Kesadaran yang timbul di negara Barat mengenai akibat-akibat yang ditimbulkan teknologi memang dapat dimengerti. dan lain-lain. Kemudahan itu didapatkan antara lain dengan penerapan perkembangna ilmu pengetahuan alam dan teknologi.

meliputi peralatan yang memberikan bentuk pola teknologi sebagai objek fisikal atau material. Dalam pertanian. peternakan. demikian juga dengan produksi pestisida dapat memungkinkan pemberantasan hama lebih berhasil. alat pengolah hasil pertanian dan alat penyemprot hama. teknologi tersebut dapat menolong mereka dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya. MANUSIA SEBAGAI SUBJEK DAN OBJEK IPTEK Berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia dapat menciptakan alat-alat serta perlengkapan yang canggih untuk berbagai kegiatan.Teknologi dapat membawa bencana. sehingga produksi pangan dapat ditingkatkan Teknik-teknik pemuliaan dapat meningkatkan produksi pangan. ayam ras. sebaliknya juga telah terbukti bahwa bagi mereka yang dapat memanfaatkannya. Produksi pupuk buatan dapat membantu menyuburkan tanah. Dengan ilmu dan teknologi tumbuhlah berbagai industri yang hasilnya dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang. ayam broiler. perikanan • bidang dan Mampu menciptakan alat pertanian yang maju seperti traktor. - C. Hal ini memungkinkan manusia dapat melakukan kegiatan dengan lebih efektif dan efisien. Software aspect. Dengan alat-alat tersebut diharapkan manusia dapat menggunakan waktu dan tenaga lebih efektif dan efisien. meliputi sumber informasi yang memberikan penjelasan mengenai hal-hal peralatan fisik atau material tersebut. alat pemotong dan penanam. • • 83 . antara lain : 1. sehingga dalam kegiatan kehidupannya tersedia berbagai kemudahakan. yaitu : Hardware aspect. kelapa hibrida. Dengan teknik pemuliaan yang semakin canggih dapat ditemukan bibit unggul seperti jenis pada VUTW (varietas unggul tahan wereng). Teknologi mempunyai dua komponen utama.

Dan dapat menurunkan angka kematian dan mortalitas. Budi daya hewan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan manusia 2.sapi perah dan bermacam-macam jenis unggul lainnya. Sayangnya senjata itu digunakan secara semena-mena. penghancuran. 3. daging dan teknik pengolahan lainnya. • • Teknik mutasi buatan dapat menghasilkan buahbuahan yang besar serta tidak berbiji Teknologi pengolahan pascapanen. Dalam bidang telekomunikasi Manusia telah membuat televisi. D. bermacam-macam obat. 4. sangat efektif dan menyembuhkan penyakit TBC. sehingga berbagai penyakit dapat dengan segera disembuhkan. Contoh obat yang mengandung unsur radioaktif adalah isoniazid yang mengandung c radioaktif. buah-buahan. Dalam pertahanan keamanan bidang dan Manusia telah mampu menciptakan alat atau persenjataan yang sangat canggih. sehingga penggunaan waktu sangat efisien. telepon yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan cepat dalam waktu yang singkat manusia dapat memperoleh informasi dari daerah yang sangat jauh. Nuklir Meledaknya bom di Hirosima dan Nagasaki mengakhiri Perang Dunia II. DAMPAK PENYALAHGUNAAN IPTEK BAGI KEHIDUPAN Permasalahan yang timbul akibat dari adanya kemajuan teknologi adalah adanya dampak-dampak negatif yang disebabkan oleh kemajuan teknologi tersebut diantaranya : 1. seperti pengalengan ikan. sehingga dapat mempertahankan keamanan wilayahnya dengan baik. radio. dan perusakan. Dalam kedokteran kesehatan bidang dan • Dengan hasilnya manusia menciptakan alat-alat operasi mutakhir. penggunaan benda radioaktif untuk pengobatan dan mendiagnosis berbagai penyakit. akhirnya perang untuk menghentikan kekejaman. Pada waktu itu banyak korban 84 .

Bila hal ini terjadi pada gen maka gen akan menyebabkan terjadinya mutasi gen yang berakibat kanker. zat radioaktif. Kegiatan pertambangan. pencemaran buangan-buangan penambangan. kebocoran. Polusi Adanya bahan polusi atau polutan dapat merusak lingkungan. karena radiasi akibat senjata nuklir masih dapat dirasakan sampai sekarang. 2. dan setelah bereaksi dengan zat lingkungannya. Efek yang ditimbulkan oleh radioaktif adalah terjadinya perubahan struktur zat serta pola reaksi kimianya. Kadarnya melebihi batas normal Berada pada tempat yang tidak semestinya Berada pada waktu yang tidak tepat Merusak untuk sementara.berjatuhan. juga dalam bentuk kepulan asap. air buangan panas. Timbulnya pencemaran tentu erat kaitannya atau disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia antara lain : • Kegiatan-kegiatan industri. zat-zat buangan berbahaya seperti logam-logam berat. kebisingan dari kendaraan bermotor. terutama akibat dari residu pemakaian zat-zat kimia yang memberantas hama seperti insektisida. berupa kepulan asap. berupa terjadinya kerusakan instalasi. demikian pula dengan pupuk organik. herbisida. dalam bentuk limbah. pestisida. sehingga merusak sel tubuh. tumpahan-tumpahan bahan bakar kendaraan bermotor terutama minyak bumi dari kapa tanker. kebisingan suara. naiknya suhu udara kota. Penyebabnya adalah debu-debu radioaktif yang berasal dari bom nuklir serta reaktorreaktor atom. Bahaya yang ditimbulkan adalah radiasi yang ditimbulkan oleh sinar alpha. tidak merusak lagi Merusak setelah jangka waktu tertentu Yang langsung mengganggu kesehatan manusia • • • Suatu zat dikatakan polutan bila : • • • • • • Sifat-sifat polutan antara lain : Bencana polusi dapat dibagi menjadi 4 : 85 . pencemaran udara dan rusaknya lahan lahan akibat pertambangan Kegiatan transportasi. tapi kejadian tidak berhenti di situ. beta dan gamma serta partikel neutron lainnya hasil pembelahan inti. Kegiatan pertanian.

misalnya. seperti onggokan pupuk kandang dan selokan mampet Efek tak langsung terhadap masyarakat. usaha pertambangan minyak bumi di wilayah lepas pantai. Terjadinya pembusukan yang berlebihan di perairan akan menyebabkan terjadinya penimbunan senyawa DDT merupakan insektisida yang dahulu banyak digunakan petani untuk memberantas hama tanaman dan serangga penyebar penyakit lainnya. kolam atau parit akan mengalami pembusukan. Pencemara n air dan tanah • Zat kimia seperti limbah industri. misalnya efek korosif dari polusi udara atas gedung-gedung Efek langsung yang mengancam kualitas kehidupan manusia. • • • • • Sifat-sifat DDT : • Bila masuk ke dalam tubuh organisme tidak 86 .• • Efek tak langsung pada manusia. sehingga menurunkan porositas tanah Zat-zat limbah industri Berbagai sampah organik yang dibuang ke sungai. penebangan hutan yang berlebihan • Pencemaran lingkungan dapat berupa : • • • • Pencemaran air dan tanah Pencemaran udara Pencemaran suara Pencemaran benda-benda radioaktif a. Untuk proses ini bakteri pembusuk memerlukan banyak O2. pupuk buatan dan detergen dapat berakibat buruk terhadap tanaman dan tumbuhan serta organisme lainnya Sampah plastik tidak dapat hancur.

Percakapan normal 40 dB.dapat diuraikan lagi • Larut dalam lemak dan dapat berpindah ke organisme lainnya melalui aliran materi dalam rantai makanan Dapat merusak jaringan Bila masuk ke tubuh dapat menghambat proses pengapuran cangkang telur Dapat menimbulkan kelelahan dan kejangkejang otot b. Pencemara n suara Penyebabnya adalah suara yang bising terus-menerus. NO. Pencemara n udara Pencemaran udara terutama disebabkan oleh pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna dari pabrik. c. Pencemara 87 . batu bara dan lain sebagainya. baik bagi si perokok sendiri maupun orang-orang disekitarnya. gangguan jantung. SO dan SO2. Gangguan yang timbul terutama pada sistem pendengaran yang selanjutnya dapat mempengaruhi sistem lainnya. Asap rokok juga merupakan polutan. • • • • • Keributan = 80 dB = 105 dB = 150 dB Suara kereta api = 95 dB Mesin motor 5 PK Petir = 120 dB • • • Pesawat jet lepas landas Suara berkekuatan 80 dB sudah menimbulkan gangguan. seperti : • • • Perubahan tekanan darah Perubahan denyut nadi Kontraksi perut. Satuan kekuatan suara adalah desibel (dB). Gas-gas yang merupakan pencemar udara adalah CO. NO2. minyak. CO2. stres dan lain-lain d.

• • • • Memberi anak yang baik pada pasangan yang tidak mempunyai anak.n Sosial dan Budaya Kemajuan teknologi pada kota-kota besar sangat berpengaruh sekali terhadap kehidupan di kota. Menyediakan jaringan atau organ fetus untuk transplantasi Mengganti anak yang mati muda dengan anak yang sama ciri-cirinya Sebagai bagian dari eugenetika positif dengan membuat genotipus yang dianggap unggul sebanyak-banyaknya Merealisasi teori dan memuaskan ras ingin tahu ilmiah Memperoleh sampel dengan genotipus yang sama untuk penelitian. 3. bagaimanapun manusia sebagai mahluk ciptaanNya tidak akan mampu menandingi Sang Penciptanya. Hal ini dalam satu segi membawa pengauh yang kurang baik. ia dapat berbuat macam-macam yang merugikan spesies manusia dalam jangka panjang. karena kita menentang akan kodrat kita sendiri. Klonasi / Kloning Dengan kemajuan dalam bidang genetika dan biologi reproduksi. kemajuan kehidupan di kota-kota besar membawa pengaruh yang sangat cepat terhadap kehidupan di pedesaan. selain itu pada segi agama pun sudah barang tentu bertentangan. 88 . misalnya tentang peran relatif pengaruh lingkungan dan genetika pada genotipus manusia Memperoleh orang dalam jumlah banyak untuk pekerjaan yang sama dengan ciri-cirinya • • • Namun ada pula dampak yang kurang baik yaitu dengan karena hal-hal tersebut di atas banyak yang belum menyetujui dan banyak yang menentang akan adanya kloning tersebut. Tujuan klonasi dapat dirangkum seperti tersebut di bawah ini. yaitu penduduk pedesaan menjadi konsumtif adanya perubahan kebudayaan yang kurang baik terhadap para muda mudinya. Penduduk di pedesaan ingin mengikuti dan merasakan hasil kemajuan tersebut. Jika wewenang kloning jatuh ke tangan diktator. maka dimungkinakn rekaysa duplikasi atau multiplikasi manusia secara seksual dengan klonasi.

begitu seterusnya.4. yaitu dengan adanya efek rumah kaca. sehingga akan langsung menuju bumi dan selanjutnya akan diam dan bersirkulasi di bumi. 89 . Yang di mana dengan adanya efek rumah kaca ini sinar ultra violet yang dapat membahayakan manusia tidak akan disaring lagi oleh lapisan ozon. Karena dengan adanya pencemaran udara akan menyebabkan pemanasan global. Efek Rumah Kaca Efek rumah kaca ini disebabkan oleh adanya pencemaran udara yang banyak mengandung zat-zat yang dapat mengubah suhu udara.

Pengertian Lingkungan Lingkungan adalah suatu media di mana mahluk hidup tinggal. PENGERTIAN MANUSIA DAN LINGKUNGAN 1. serta terkait serta berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik itu positif mauun negatif. nomos adalah bahasa Yunani yang berarti hukum atau aturan. perkembangan. 2. dan mati dan seterusnya. misalnya : Ekologi ialah cabang biologi yang mempelajari hubungan timbal balik manusia dengan lingkungannya Ekologi ialah studi ilmiah tentang interaksi yang menentukan penyebaran dan kepadatan mahluk hidup Ekologi adalah Biologi Lingkungan - - Bertolak dari definisi “Ekologi ialah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya”. meskipun sering kali nama ekologi tidak disebut. Jadi secara harfiah ekologi berarti ilmu kerumahtanggaan. dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan mahluk hidup yang menempatinya.BAB 8. pertumbuhan. Kita mengenal beberapa definisi untuk ekologi. MANUSIA DAN LINGKUNGAN A. dan logos yang berarti firman atau ilmu. Pengertian Manusia Manusia adalah mahluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam. terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan riil. dalam ekonomi banyak dibicarakan materi ekologi. KORELASI ANTARA MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN 1. mengalami kelahiran. Pengertian Ekologi Ekologi terdiri atas dua suku kata Yunani yaitu oikos yang berarti rumah tangga. mencari penghidupannya. Memang dalam ekologi banyak terlibat ekonomi dan sebaliknya. maka kita dapat mengambil sudut pandang ekologi untuk membahas kajian 90 . Ilmu ini mirip dengan ekonomi yang secara harfiah berarti ilmu dan aturan rumah tangga. B.

Tanah ini juga merupakan tempat tinggal manusia dan hewan-hewan. Dalam lingkungan alamnya manusia hidup dalam sebuah ekosistem yakni suatu unit atau satuan fungsional dari mahlukmahluk hidup dengan lingkungannya. Lingkungan Hidup Manusia Manusia hidup. merupakan juga faktor lingkungan yang sering besar - - - 91 . terutama cahaya matahari banyak mempengaruhi keadaan mahluk hidup Suhu atau temperatur. yaitu oleh manusia untuk manusia. maupun air yang berbentuk sebagai uap yang menentukan kelembaban dari udara. Ada ilmu yang disebut sosiologi manusia. Komponen biotik pada umumnya merupakan faktor lingkungan yang mempengaruhi mahluk-mahluk hidup diantaranya :: Tanah yang merupakan tempat tumbuh bagi tumbuh-tumbuhan. Pendekatan ini disebut pendekatan antroposentris. bahasa Yunani anthropos berarti manusia. 2. Cahaya. tumbuh dan berkembang dalam lingkungan alam dan sosial-budayanya. Termasuk juga mislanya gas-gas yang kemudian larut dalam air yang diperlukan oleh mahluk yang hidup di dalam air. Dalam ekosistem terdapat komponen biotik dan abiotik. Udara atau gas-gas yang membentuk atmosfer. dimana tumbuhan memperoleh bahan-bahan makanan atau mineral-mineral untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. baik sebagai tempat tinggal mahluk-mahluk hidup yang tinggal di dalam air. dan ada ilmu ekologi manusia. Air. Oksigennya diperlukan untuk bernapas. gas karbon dioksidanya diperlukan tumbuhan untuk proses fotosintesis.manusia dan lingkungan dengan disokong oleh segi kepentingan manusia. yang besar pengaruhnya bagi banyaknya mahluk hidup yang hidup di darat.

Termasuk kelompok ini misalnya. konsumen dan pengurai baik di darat. Pengurai adalah mahluk hidup atau organisme yang menguraikan sisa-sisa atau mahluk hidup yang sudah mati. menurut batasan 92 . Termasuk ke dalam kelompok ini yaitu hewan-hewan dan manusia. dengan keadaan – keadaan tertentu. kebanyakan bakteri dan jamur-jamur. Selain itu di dalam lingkungan terdapat faktor-faktor berikut ini : Rantai makanan yakni siklus makanan antara produsen.pengaruhnya terhadap kebanyakan mahluk hidup. terurai kembali menjadi zat-zat anorganik. Oleh pekerjana pengurai ini zatzat organik yang terdapat dalam sisa-sisa atau mahluk hidup yang sudha mati itu. kelompok inlah yang merupakan mahluk hidup yang dapat menghasilkan makanan dari zat-zat anorganik. Tiap mahluk hidup mempunyai batasbatas pada suhu di mana mereka dapat tetap hidup. laut maupun udara Habitat dimana setiap jenis mahluk hidup memiliki tempat hidup tertentu. umumnya merupakan mahluk-mahluk hidup yang dapat melakukan proses fotosintesis. Sedangkan komponen biotik diantaanya adalah : Produsen. Populasi. Termasuk kelompok ini adalah tumbuhan yang memiliki klorofil. Konsumen. merupakan kelompok mahluk hidup yang menggunakan atau makan zatzat organik atau makanan yang dibuat oleh produsen. Dengan demikian zat-zat anorganik ini dapat digunakan kembali oleh produsen untuk membentuk zat-zat organik atau makanan.

Kelahiran menamah besarnya populasi. Mereka belum mengenal perihal bercocok tanam atau bertani. Ekosistem – ekosistem ini berhubungan satu sama lain dengan idak ada batas tegas antara satu ekosistem dengan ekosistem lainnya. kita akan melihat adanya usaha dari manusia untuk menyempurnaan serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya. perpindahan keluar mengurani populasi sedangkan perpindahan kedalam menambah populasi. Kemudian mereka mulai mengenal cara bercocok tanam yang masih sangat sederhana. laut dan udara. Rumah rumah mereka pada saat itu 93 . semua populasi dari semua jenis mahluk hidup yang saling berinteraksi di suatu daerah disebut komunitas. PADA ALAM LINGKUNGAN C. dan hidup mengembara dalam kelompok-kelompok kecil dan tinggal di gua-gua. PENGARUH HIDUPNYA MANUSIA Jika kita menelusuri kembali sejarah peradaban manusia di bumi ini. Seluruh ekosistem di permukaan bumi inilah yang disebut dengan biosfer. komunitas bersamasama dengan faktor – faktor abiotik di tempatnya membentuk ekosistem. Komunitas. demi kelangsungan hidup jenisnya. Akan tetapi lambat laun dengan bertambahnya jumlah populasi mereka. Adapun faktor-faktor yang menentukan besarnya populasi adalah . Ekosistem-ekosistem ini terdapat di seluruh permukaan bumi baik di darat. Pada saat manusia hidup mengembara. cara hidup semacam itu tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. kematian mengurangi besarnya populasi. Biosfer.- - dalam ekologi populasi aalah jumlah seluruh individu dari jenis spesies yang sama pada waktu tertentu. yaitu dengan membuka hutan untuk dibuat ladang yang ditanami dengan umbi-umbian atau tanaman lain yang telah dikenalnya sebagai bahan makanan. mereka hidup dari hasil perburuan. mencari buah-buahan serta umbi-umbian yang terdapat di hutan-hutan. Bila binatang buruan mulai berkurang mereka berpindah mencari tempat yang masih terdapat cukup binatang-binatang buruan sebagai bahan makanan.

Sumber alam yang tidak dapat diperbarui (nonrenewable resources) atau disebut pula sebagai golongan sumber alam abiotik. atau danau. misalnya dengan ditemukannya sistem bersawah dan lain-lain pengalamannya.terbuat dari kayu yang beratap daun-daunan. hutan. Perubahan alam lingkungan hidup manusia akan berpengaruh baik secara positif ataupun secara negatif. manusia telah mengubah semua komunitas biologis di tempat mereka hidup. dan hewan-hewan menghasilkan keturunannya dengan telur atau melahirkan. Bahkan lebih daripada itu. Yang tergolong ke dalam sumber alam abiotik adalah tanah. Selain bercocok tanam mereka mulai memelihara binatang-binatang. mereka mulai dapat bercocok tanam secara lebih baik. Tampaklah di sini manusia sedikit demi sedikit mulai menyesuaikan diri pada alam lingkungan hidupnya. misalnya dengan ditemukannya sistem bersawah dan lain-lain. mineral. dan berpengaruh tidak baik karena dapat mengurangi kemampuan alam lingkungan hidupnya untuk menyokong kehidupannya. Disini manusia mulai mengetahui sifat-sift alam lingkungan hidupnya. dibandingkan dengan di hutan rimba di mana penduduknya masih sedikit serta primitif. Yang tergolong ke dalam sumber alam ini adalah semua mahluk hidup. air. mereka mulai dapat bercocok tanam secara lebih baik. Dan akhirnya mereka hidup menetap dan hasil pengalamannya. mereka berpindah mencari tempat baru yang masih memungkinkan hutan untuk dijadikan tempat tinggal serta ladangnya. Bila kesuburan tanah tidak memungkinkan lagi untuk memperoleh panen yang mencukupi kebutuhan. SUMBER ALAM Sumber alam dapat digolongkan ke dalam dua bagian yakni : Sumber alam yang dapat diperbarui (renewable resources) atau disebut pula sumber-sumber alam biotik. dan bahan-bahan tambang lainnya. Berpengaruh bagi manusia karena manusia mendapatkan keuntungan dari perubahan tersebut. Misalkan tumbuhan dapat berkembang biak dengan biji atau spora. Dan dalam mencari tempat mereka memilih tempat yang dekat dengan mata air. bahan-bahan galian. Perubahan alam lingkungan hidup manusia tampak jelas di kota-kota. hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan. - Sumber alam biotik mempunyai kemampuan memperbanyak diri atau bertambah. D. Oleh karena itu sumber daya alam tersebut dikatakan sebagai 94 . di tepi sungai.

sumber alam yang masih dapat diperbarui. Seyogyanya manusia menggunakan baik sumber daya biotik dan abiotik secara tepat dan bertanggung jawab. Pertanian dan Tanah Tanah permukaan (top soil) mengandung kadar unsur-unsur bahan makanan yang begitu tinggi dan siap digunakan olh tanaman. Manusia bergulat dan bersaing dengan spesies lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Malaysia. a. Dengan adanya kemajuan dalam bidang pertanian. Bila sumber minyak. dan diusahakan jangan sampai sumber alam itu musnah. karena adanya pertambahan penduduk yang pesat. Jepang misalnya sudah tidak mungkin lagi memperluas areal pertanian. Sedangkan dalam intensifikasi pertanian. sekali suatu jenis spesies di bumi musnah. Semuanya itu memerlukan modla besar. Memang benar di dalam bumi kini masih terjadi pembentukan bahan-bahan tersebut namun pembentukannya sangatlah lambat sehingga apa yang dibentuk berabad-abad lamanya hanya dapat mengimbangi apa yang kita gunakan selama satu tahun. banyak tanah-tanah digunakan untuk perumahan. irigasi. mengusahakan panenan lebih dari satu kali per tahun. batu bara atau bahan-bahan lainnya telah habis digunakan manusia. bahkan kemungkinan kurang dari itu. Burma. Dalam hal ini manusia memiliki kemampuan lebih besar dibandingkan organisme lainnya. untuk memperoleh hasil yang tinggi ditempuh beberapa cara antara lain. penggunaan tanah untuk pertanian dapat digunakan secara efisien untuk meningkatkan hasil pertanian. dan sebagainya. flora. penggunaan pestisida dan bibit unggul. Adapun panen 95 . Berbagai cara telah dilakukan manusia dalam menggunakan sumber-sumber alam berupa tanah. Tentunya kesemuanya ini tergantung pada cara-cara manusia menggunakan kedua jenis sumber alam tersebut. Filipina. Lain halnya dengan sumber alam abiotik yang tidak dapat memperbarui dirinya. Dari tahun 1920-1960 Jepang dan kehilangan tanah pertanian rata-rata seluas 49 ribu acre/tahun. bahan-bahan galian dan sebagainya. serta mekanisasi alat-alat pertanian. Hasil pertanian tersebut dapat ditingkatkan baik dengan cara memperluas areal pertanian maupun dengan meningkatkan hasil tanah pertanian yang sudah ada. jangan berharap bahwa jenis tersebut dapat muncul kembali. Sumber alam biotik dapat terus digunakan atau dimanfaatkan oleh manusia. Indonesia masih ada kemungkinan perluasan areal pertanian. maka habislah bahan-bahan tambang tersebut. industri. jalan-jalan. Di beberapa negara yang sedang berkembang seperti Thailand. Sebab. Penggunaan Sumber-sumber Alam Manusia memandang alam lingkungan dengan bermacam-macam kebutuhan dan keinginan. air. Bijaksana dalam penggunaan berarti memperhatikan siklus hidup sumber aam tersebut. penggunaan pupuk. Tetapi dalam pelaksanaan sangat lambat karena terbatasnya modal. bila manusia menggunakannya secara bijaksana. 1. fauna. terutama pada penggunaan sumber-sumber alamnya.

Pemakaian ini cenderung akan meningkat terus dan demikian juga dengan bahan tambang lainnya.lebih dari satu kali setahun telah berhasil di Taiwan. di danau. di lautan. Pemakaian baja di dunia pada tahun 1967 diperkirakan mencapai 144 kilogram per kapita. Bahan Tambang Begitu banyak mineral dan bahan tambang lainnya yang dapat digali dan ditemui serta dimanfaatkan secara seimbang dalam kehidupan manusia. c. telah menggunakan pupuk 10 juta ton pada tahun 1960/1961. dan air tanah. dan Jepang di mana 50%-60% tanah pertanian menghasilkan panen dua kali per tahun. maka hutan dapat digolongkan ke dalam dua golongan yakni : hutan pelindung. Eropa Barat yang hanya mempunyai 6% dari seluruh pertanian biji-bijian di dunia. Dengan cara-cara tersebutlah manusia selangkah demi selangkah memperbaiki cara-cara bertani dan hasil panen untuk memenui kebutuhan bahan pangan yang selalu meningkat. E. yaitu hutan yang disengaja ditanami jenis-jenis kayu yang dapat diungut hasilnya. damar dan sebagainya. PERMASALAHAN .PERMASALAHAN YANG TIMBUL 1. d. Korea. di sungai. di bawah tanah dan udara sebagai uap air yang kesemuanya meliputi 4/5 bagian seluruh permukaan bumi. misalnya hutan Pinus. Golongan kedua adalah hutan penghasil atau hutan produksi. merupakan hutan yang sengaja diadakan untuk melindungi tanah dari erosi. Demikian juga penggunaan pupuk di dunia cenderung meningkat terus. Sedangkan peranan mekanisasi alat-alat pertanian dapat mempertinggi hasil pertanian. Seyogyanya manusia menggunakan air dengan baik dan berusaha mencegahnya dari pencemaran-pencemaran yang mengganggu berjalnnya fungsi vital air dalam kehidupan manusia. Di Amerika pada tahun yang sama diperkirakan mencapai 568 kg per kapita. kehilangan humus. selain itu hama juga dapat dengan mudah dibasmi dengan insektisida. Maka dari itu kita harus menemukan cara untuk menggunakannya setepat dan sehemat mungkin mengingat bahan tambang adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. dan pestisida. herbisida. Air Air sebagai salah satu sumber alam yang terdapat di manamana di bumi. Masalah Erosi dan Banjir Erosi merupakan gejala alamiah dan sering kali pula disebut 96 . Hutan Kalau kita tinjau dari segi peranan hutan. b.

yaitu timbulnya kesulitan pernapasan karena terganggunya peranan hemoglobin dalam pengikatan oksigen. 2. Hal tersebut bisa mengakibatkan sianosis pada anak-anak. Bagi hewan dan manusia jumlah nitrat yang berlebihan merupakan racun. Peristiwa erosi ini juga dipercepat dengan adanya penggunaan tanah yang tidak tepat oleh manusia. herbisida dan insektisida yang digunakan manusia dalam pertnaian dan sebagainya. Pencemaran Suara Kebisingna yang terjadi di kota-kota sebagian akibat dari berbagai jenis suara yang dikeluarkan mesin-mesin atau kendaraan-kendaraan yang jumlahnya semakin meningkat secara tidak terkontrol. Hal tersebut dalam tingkat tertentu sangat berbahaya bagi manusia karena bisa mengakibatkan ketulian. Sungai saat ini manusia masih terus menebang hutan-hutan yang tidak diimbangi dengan penanaman kembali pohon-pohon yang telah ditebang. hutan di Indonesia 97 . Selain itu DDT merupakan indikasi pencemaran yang berbahaya pada tanah karena bahan tersebut tidak dapat diuraikan dan dapat meresap masuk ke dalam pepohonan ataupun buah hasil penanaman kita dan hal tersebut mengakibatkan kemandulan pada burung. Sampah-sampah tersebut adalah bahan-bahan kimia yang bila terkumpul dalam jumlah tertentu dapat membahayakan kehidupan melalui tanah di mana pepohonan tumbuh berkembang. Pencemaran Air Bahan-bahan pencemar dapat tercampur dengan air dalam banyak cara secara langsung dan tidak langsung. d. Pencemaran Lingkungan a. Pencemaran Udara Pencemaran udara terjadi saat komponen udara berada dalam jumlah di atas ambang normal dan membahayakan lingkungan. Misalkan melalui pembuangan limbah pabrik. Kita telah menanam tanaman di tempat yang tidak tepat. terkena pestisida. Pencemaran Tanah Sampah-sampah industri pertanian yang menggunakan pupuk buatan telah menyebabkan pencemaran tanah. hal tersebut bisa diperoleh dari beraga. Kehutanan Hutan merupakan kekayaan Indonesia yang tidak ternilai harganya. 3. Tentunya hal tersebut merugikan bagi lingkungan. kebutaan dan depresi.sebagai erosi geologi. aktivitas manusia baik sehari-hari ataupun dalam produksi dan penggunaan kendaraan bermotor. Peristiwa erosi terjadi secara perlahan-lahan terutama terjadi dengan bantuan media air di sungai yang mengikis dasar dan tepi sungai. b. c. Sepanjang daerah khatulistiwa.

pencegah erosi. ramin. Melakukan rehabilitasi dan reboisasi areal hutan yang rusak 6. seperti kayu jati. bahkan semesta alam (selain alam semesta yang sudah dikenal manusia) termasuk alam 98 . menyebabkan Indonesia mampu mengekspor hasil hutan yang berupa barang setengah jadi atau barang jadi. iklim. Fungsi hutan yang lain sebagai pengatur tata air. Menebang hutan secara selektif 4. ilmu pengetahuan dan teknologi pada beberapa waktu terakhir ini. Melakukan peremajaan tanaman 5. dan kayu lapis. Mencabut izin pengusaha HPH yang melanggar peraturan 3. Melarang penebangan kayu tanpa izin dari pemerintah (Departemen Kehutanan) 2. dan sebagai tempat menyimpan kekayaan alam yang berupa hasil-hasil hutan. tempat hidup binatangbinatang. cendana. Produksi hasil hutan Indonesia merupakan penyumbang devisa terbesar negara kedua setelah minyak dan gas bumi. Melakukan penanaman di lahan kritis F. Barangbarang itu berupa kayu gergajian . Inilah yang disebut kayu olahan. kayu besi. Keuntungan dari pengolahan itu lebih banyak dan juga tercipta lapangan kerja baru. Ekspor Indonesia dari hasil kehutanan pada awalnya berupa kayu gelondong (log). dengan negara tujuan ekspor utama adalah Jepang dan Taiwan. Kebijaksanaan ini diambil untuk memperoleh nilai tambah ekspor kayu. Pembangunan dalam bidang kehutanan diarahkan untuk menunjang perekonomian negara dan memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri. mengapa Indonesia sering disebut Zamrud Khatulistiwa. rotan dan lain-lain. krueng. plywood. karena menyerap bahan dioksida. Usaha-usaha yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan produksi hutan antara lain : 1.membentang antara satu pulau ke pulau lainnya. maka hutan menghasilkan devisa bagi negara. Itulah. MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA Alam semesta yang dikenal manusia baik melalui pengamatan indrawi langsung maupun dengan menggunakan media teknologi dan kemampuan prediksinya adalah ciptaan Tuhan Al-Khaliq. penyubur tanah. Berhubungan dengan fungsi ini. meranti. pemerintah akhirnya melarang ekspor gelondong (kayu bulat). Namun. Hasil hutan di Indonesia berupa berbagai jenis kayu. Perkembangan. Hutan di Indonesia berfungsi sebagai paru-paru dunia. Pelarangan ekspor kayu gelondong menyebabkan adanya pengolahan kayu tersebut menjadi kayu olahan.

Di planet Bumi ada bagian yang disebut dengan biosfer tempat tinggal manusia dan mahluk hidup lainnya. sayangnya sejak Gardner menerbitkan bukunya Frame of Mind banyak mitos dan salah konsepsi yang berkembang. dalam bahasa Marwah Daud Ibrahim lingkungan bisa jadi rahmat sekaligus bisa jadi laknat (N. teori MI memaparkan bakat bukan preferensi (pilihan). lingkungan yang multidimensional ini akan menjadi pelung di satu sisi dan menjadi tantangan di sisi lain. Dalam jagat raya (alam semesta yang kita kenal) terdapat galaksi (gugusan gugusna bintang) yang jumlahnya miliaran. akan tetapi berhubungan pula dengan aspek emosional. Kecerdasan ini bukan hanya berkaitan dengan intelektual rasional serta logika semata. dan di setiap galaksi terdapat miliaran bintang. Sejak itu para pendidik memandang multiple intelligent (MI) sangat bernilai. Howard Gardner (1995) menjelaskan pandangannya tentang inteligensi yang membaginya menjadi delapan kategori. salah satu dari gugus binatang itu adalah galaksi Bima Sakti atau milky way. Namun hal ini tidak benar. Sedangkan perkembangan kecerdasan dimaksudkan adalah proses kecerdasan yang terjadi pada setiap manusia secara individual. musik. sosial. Dengan demikian. yaitu bidang linguistik. budaya. spiritual. Gagasan Gardner ini dapat dipandang sebagai cikal bakal adanya pengakuan terhadap multiple intelligent. Sumaatmadja. manusia adalah kelompok yang teramat kecil yang ada di alam semesta apalagi dibanding dengan seluruh semesta alam ciptaan Al-Khaliq. semua yang ada adalah ciptaanNya. 1995). matematik. Dalam galaksi Bima Sakti ini ada satu binatang yang namanya Matahari yang dikelilingi oleh planet-planet. interpersonal. semuanya adalah ciptaan Al-Khaliq pula. Salah satu mitos itu adalah bahwa multiple intelligence mewakili sebuah dimensi gaya belajar. fisik/kinestik. dan naturalistik. sedangkan inteligensi merupakan potensi biologis dan psikologis yang dapat direalisasikan secara luas sebagai konsekuensi faktor-faktor pengalaman. khususnya kecerdasan (al-aqal atau inteligensi). baik hubungannya terhadap lingkungan alam. bidang biosfer ini saja hanya seluas 1/550 bagian bumi.yang belum dikenal manusia serta alam yang sedang dalam proses kejadiannya. ruang (spatial). Dengan demikian. logika. maupun manusia secara keseluruhan. Lingkungan yang dimaksud adalah segala sesuatu yang ada di sekeliling manusia yang berpengaruh 99 . intrapersonal. Perbedaannya sebuah gaya belajar lebih merujuk pada pilihan pembelajaran. dan motivasi yang mempengaruhi seseorang (Gardner. dan salah satu planetnya adalah planet Bumi terdapat tinggal manusia. Ternyata evolusi dan perkembangan kecerdasan ini erat kaitannya dengan hubungan manusia (stimulus maupun respons) terhadap lingkungan. baik dalam kelompok masyarakat tertentu. dan kinestik. Evolusi terjadi dalam pengertian perubahan sebagai kelompok manusia. Yang lebih menarik dengan kecerdasan manusia sebagai mahluk yang ada di alam ini ternyata mengalami evolusi dan juga perkembangan. Namun manusia (yang kecil ini) diberi kelebihan potensi (sesuatu yang dapat dikembangkan dan berkembang). 2002). Peluang dan tantangan lingkungan ini membuat manusia terus menerus belajar dengan harapan mampu meresponnya ke arah yang lebih bermakna.

serta kemampuan dia memperlakuakn lingkungan dalam memenuhi hajat hidupnya. perlu pula dikembangkan kecerdasan emosional (Daniel Goleman. kualitasnya. kudus atau suci. 2001) bahkan kecerdasan sosial yang sampai saat ini masih belum banyak dipersoalkan.H. Menurut Levi Bruhi (dalam C.pada kehidupan (Otto Sumarwoto. 52-54) cara berpikir masyarakat “sederhana” yang tertutup dalam merespons lingkungan biasanya lebih bersifat kolektif. terkait dengan hal mistik. 1995) kecerdasan spiritual (Marsha Sinetar. Namun demikian. hlm. kecerdasan emosional – spiritual (Ary Ginanjar Agustian. • 7 bulan dalam kandungan bereaksi terhadap rangsangan bunyi • Baru lahir menunjukkan reaksi emosi • Otak berkembang dan menyimpan setiap rangsangan • Volume otak = Ketika lahir ± 350 gram 3 bulan ± 500 gram 9 bulan ± 750 gram 1. baik dalam jenis dan sifatnya. maka dua kecerdasan masyarakat tersebut perlu dikembangkan agar terwujudnya kearifan manusia terhadap lingkungan. bisa saja individu yang ada dalam lingkungan yang sama melakukan respons dan perlakuan yang berbeda terhadap lingkungan tersebut. Kalau dilihat dari pentingnnya manusia memiliki multiple intelligent. meski variasi lingkungan di sekitar manusia itu relatif sama. hasrat dan dorongan manusia untuk membutuhkannya. tergantung bagaimana cara pandang dia terhadap lingkungan. 1985). kekuatan dan daya tekannya. Demikain pula ragam lingkungan seperti itu sering berpengaruh pada perlakuan manusia terhadap lingkungan itu sendiri. logis. dimana menurut kajian medis (Gazzaniga. tanpa tahun.M Palm. dalam jumlah kuantitas dan volumenya. Lingkungan yang berpengaruh pada manusia ini sangat bervariasi. emosional dan motorik. Le Doux. Perry. Festinger 1985) menyatakan bahwa : • Setiap anak memiliki 100-200 miliar sel otak yang siap mengembangkan beberapa triliun informasi. kecerdasan dia dalam merespons lingkungan. 2000). artinya disamping kecerdasan logis rasional. dan kritis. dengan demikian lebih menekankan pada kecerdasan sosial. emosional dan spiritual yang berbeda dengan masyarakat terbuka atau maju yang lebih berpikir kausalitas. bila tidak dipakai akan mati • Pertumbuhan otak juga bergantung gizi • Tergantung bagaimana otak diprogram 100 . Kecerdasan-kecerdasan diatas sesuai dengan potensi dan perkembangan otak manusia.5 tahun ± 950 gram Orang dewasa ± 1300 gram • Sel otak tidak bertambah tetapi mempunyai pikiran untuk bercabang dan membuat ranting • Bila dipakai cabang dan ranting itu semakin rimbuj.

pertumbuhan. sense of reality. harga diri dan kelangsungan hidupnya. lingkungan pengasuhan. lingkungan organisasi. akan tetapi melakukan aktivitas pembelajaran untuk learning to learn furthe more (bahkan UNESCO . Perbedaan tingkat peradaban ini sering dicirikan dalam kemajuan bidang-bidang intelektual. teknologi dan spiritual (Nursyid. karena dengan cara itulah akan menentukan harkat. relasi. S : 2002). sekali lagi tiap manusia atau kelompok tidaklah sama. lingkungan informasi. teknologi. lingkungan keagamaan.(rangsangan). namun sebagai mahluk alam dia tetap tunduk pada hukum-hukum perubahan. keberagaman. sense of curiosity. dan sebagai mahluk budaya dia tunduk pada hukum adanya kemampuan kreasi serta keterbatasan insani. ilmu. perkembangan multi kecerdasan individu sangat ditentukan oleh lingkungan keluarga. multimedia. sentuhan. terjadilah evolusi budaya baik dalam budaya material maupun non material. dan learning to life together). akan tetapi dia mampu menyesuaikan diri. dan sebagainya. Kesadaran manusia terhadap kaidah-kaidah tersebut sangat penting dalam menghadapi peluang dan tantanganyang multidimensional agar menyikapi lingkungan dengan kesadaran dan penuh kehati-hatian. Dengan kecerdasannya. pelukan. manusia bukan hanya sebagai mahluk yang ditentukan dan dipengaruhi lingkungan. aktivitas mental-psikologis dan juga dengan kegiatan psikospiritualnya. lingkungan sekolah. gendongan. dia berkreasi menjelajahi lingkungannya dengan aktivitas fisik-motorik. serta pemilihan teman dan kelompok sebaya sangat menentukan karakter anak ketika dewasa. mendeklarasikan empat pilar ditambah learning to do. dan bahkan inteligensinya itu sendiri. dan sense of discovery. Demikian pula. bukan hany sekadar learning to know. Bahkan berdasarkan penelitian Kohlberg (1969) peningkatan tahap pertimbangan moral individu ditentukan oleh variasi dan jumlah dilema dan konflik moral yang dihadapi individu itu sendiri. Meskipun manusia dibekali kecerdasan sebagai potensi yang membuat lebih dari mahluk lain. Sebagai mahluk budaya yang mampu membaca dan belajar. sebagai mahluk sosial dia tunduk pada hukum interaksi dan komunikasi sosial serta interdependensi dengan yang lain. lingkungan pertemanan. ada yang sedang dan ada pula yang maju. Oleh karena itu. martabat. terjadilah perkembangan sejarah. manusia sebagai mahluk budaya. Namun dalam perkembangannya. sehingga dia menjadi mahluk yang mobil untuk memuaskan hasrat sense of interest. sense of challenge. sense of adventure. dan kerusakan. Dengan demikian. Dengan penjelajahannya ini. oleh karena itu ada masyarakat yang tingkat peradabannya terbelakang. cara pengasuhan orang tua (keluarga) terhadap anak. politik. ekonomi. harus dipenuhi gizi pada masa balita. mengatur. mempengaruhi. 1999. learning to be. lingkungan kerja (profesi). wajar apabila dalam proses perkembangannnya individu sangat perlu perhatian lingkungan sejak berada dalam kandungan. dan mengolah lingkungannya. bahkan banyak contoh menunjukkan orang-orang yang biasa melakukan aktivitas berpikir ketika menghentikan aktivitasnya menyebabkan orang cepat terserang pikun. estetika. 101 . harus disusui selama dua tahun. peradaban.

lingkungan sosial serta lingkungan budaya. Mulai melakukan energi terbarukan (hemat energi) 3. Keluarga inti lebih penting GELOMBANG KETIGA (1970-2000) 1. Menyintesis ciri gelombang 1 dan 2 2. Penggunaan bahan bakar fosil yang tidak terbarukan (pemborosan) 3. Komunikasi oral (ngobrol) 5. Perubahahan dari nomaden ke menetap 2. 1979 2. Keluarga ? (pragmatis) 4. Keluarga besar (extended family) GELOMBANG KEDUA (1790-1970) 1. “Peradaban industri” 8. Komunikasi dengan media kertas dan poster 6. Penjajahan dan interdependency gerakan nasional 7. Low 6. Dalam pandangan Alfin Toffler (1980) masyarakat dunia mengalami tiga gelombang peradaban (The Third Wave) apabila dimatrikskan terlihat perbedaannya. Dikiaskan “smart is beautiful” 8. menentukan tingkat peradaban yang dicapainya. pola ekonomi. Dikiaskan “bis is beautiful” 8. Dikiaskan “small within big is beautiful” 4. “Peradaban informasi” Klasifikasi peradaban ini. “Peradaban pertanian” 7. menunjukkan bagaimana pola-pola perubahan manusia dalam mata pencaharian. yaitu sebagai berikut : GELOMBANG PERTAMA (SM-1790) 1. pola kekeluargaan. Menggunakan baterai alam (living battery) 3. interaksi sosial dan rekayasa teknologi dalam hubungannya dengan lingkungan alam. Diawali ditemukannya mesin uap oleh James Watt. Sehingga memperlihatkan bagaimana semakin cepanya 102 . komunikasi. Dari manufaktur bergeser pada biofaktor 5. Deurbanisasi. Menggalang keterkaitan global 7. karena komunikasi dan transportasi semakin baik 6.Kecerdasan manusia dalam mengolah lingkungan. Bercocok tanam 4. Produk massal untuk kebutuhan dibawa ke pasar keluarga (prosumen) 5.

hormon. bahkan diyakini bahwa penguasaan Iptek menjadi faktor penentu kompetisi perekonomian global saat ini. murahnya tenaga kerja tidak begitu banyak menentukan dalam kompetisi tersebut. 103 . Evolusi alamiah yang disebabkan oleh gen berinteraksi secara dialektika dengan perubahan dan pembaruan yang disebabkan oleh meme yang diwakili oleh budaya manusia. Tampak jelas. 2002) menunjukkan munculnya teknologi nano. nanocomputer dan sebagainya. budi daya manusia yang dinamakan meme juga berkembang atau berevolusi melalui budi dan akal manusia. bermutasi karena manusia bercerita kembali dengan agak mengubah dan memperbaiki cerita yang didengarnya terdahulu. Richard Dawkins. lalu diikuti seleksi. Teknologi nano ini dapat menghasilkan mesin-mesin dalam skala nano. Dampak penggunaan teknologi nano terhadap lingkungan bisa dibayangkan munculnya mesin-mesin yang amat kecil dan canggih baik yang bersifat teknis maupun sosial. seperti nanocircuit. Dalam teknologi ini bahan bangun utamanya adalah atom dalam ukuran nanometer. yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari teknologi mikrometer (sebagai perbandingan mikrometer = 10-6. yang akan mengubah pola-pola kehidupan manusia dalam interaksi dengan lingkungannya. akan tetapi menimbulkan pula berbagai kekhawatiran dan keprihatinan bagi kehidupan suatu masyarakat. serta mesin-mesin sintesis genetika seperti DNA. sampai tahap nana perkembangan iptek ini akan berlangsung ? Sampai taraf mana manusia dapat merekayasa lingkungannya ? apakah perkembangan teknologi ini dapat lebih mensejahterakan manusia dan alam sekitarnya atau menjadi musibah lebih besar karenanya ? Namun yang jelas perkembangan teknologi selalu mengalami diversity (keanekaragaman) dan redundancy (penyelesaian masalah dengan teknologi selalu memunculkan masalah yang membutuhkan teknologi lain yang setahap lebih tinggi). Yang menjadi pertanyaan. Lebih lanjut. tentu saja disamping teknologi tersebut selalu memberikan harapan yang lebih baik. jumlah penduduk. Mahluk hidup berevolusi dengan reproduksi beserta mutasi. yang merupakan alat mutasi atau reproduksi yang lebih ampuh dari mesin replikator protein mana pun.perkembangan evolusi kecerdasan manusia dalam merekyasa lingkungan dengan teknologinya pada kurun semakin mutakhir. enzim. Polemik antara alam (gen) yang serba menentukan. yaitu teknologi yang mengatur. nanoprosesor. nanometer 10-9). Meme memperbanyak diri karena manusia belajar dan mengajar. melimpahnya sumber kekayaann alam. Dalam bidang teknologi Eric Drexier dengan bukunya Enginers of Creation (1986 dalam Mubyar Puwasasmita. menyusun dan meletakkan atau merekayasa atmosfer atom-atom menjadi molekul yang dikehendaki. The Selfish Gene (1976) menjelaskan prinsip perubahan dan pembaruan melalui proses evolusi dengan gene dan meme (nature versus nature). RNA. mengalami seleksi karena banyak manusia yang tidak sepenuhnya percaya pada cerita yang didengarnya. ini dinamakan genetic evolution. Sementara itu. dengan budaya (meme) yang serba mampu mengubahnya lalu muncul dengan perspektif lain. virus dan sebagainya.

Beberapa paham tentang hubungan manusia dengan lingkungan ini muncul.Evolusi kecerdasan. Paham Kosmogini. Dalam proses perkembangan tersebut faktor alam sangat menentukan. Pada perkembangan tersebut terjadi perjuangan hidup (struggle for life. Oleh karena itu. meskpun manusia mahluk dinamis. masih tetap beragam antispaso dan respons manusia terhadap lingkungan. Beberapa tokoh terkenalnya adalah Charles Darwin (1809-1882) dengan teori evolusinya. yaitu faham yang menyatakan bahwa perkembangan manusia sangat ditentukan oleh alam lingkungannya. seperti : 1. populasi manusia dengan kebudayaannya tergantung pada kondisi alam. sebab sebagai mahluk alam dia tetap tunduk pada hukum alam tersebut. evolusi teknologi serta tahap peradaban berkembang terus sejalan dengan daya jelajah manusia. 2. dan imajinasinya. Oleh karena itu. namun mobilitasnya tetap dibatasi dan ditentukan oleh kondisi alam. Dia mengemukakan bahwa mahluk hidup (tumbuhan. Paham Determinisme. yaitu paham yang menyatakan bahwa manusia harus menyesuaikan diri dengan alam karena alam sendiri yang mengetahui paling baik. dalam kemajuan teknologi yang dicapai saat ini. namun tampaknya ruang gerak manusia tetap ada batasnya. struggle for existence) seleksi alam (natural selection) dan akan terjadi survival of the fittest yang kuat akan bertahan hidup. Selanjutnya Friedrich Ratzel (1844-1904) dengan teori Autropogeographie yang mengatakan bahwa manusia dengan kehidupannya. Elsworth Huntington dalam bukunya Priciple of Human Geography menyatakan bahwa iklim sangat menentukan perkembangan 104 . hewan dan manusia) secara berkesinambungan dari waktu ke waktu mengalami perkembangan.

Paham ini berasal dari pemikiran “man ecological dominant concept” yang berarti manusia merupakan faktor dominan terhadap lingkungan.kebudayana manusia. 3. peluang atau kemungkinan terjadinya kegiatan dan kebudayaan manusia. Oleh karena itu. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan rekayasa teknologi yang dilakukan manusia. manusia tidak lagi merupakan objek pasif alam. teknologi bukan lagi sebagai alternatif bagi 105 . Tokoh penting paham ini adalah E. mengatur. Semple dan Paul Vidal de la Blache (1845-1919). termasuk seni. Paham Optimisme Teknologi. sehingga manusia dapat memilih kegiatan yang cocok sesuai dengan kemungkinan dan peluang yang diberikan oleh alam. 4. Oleh karena itu. tetapi mahluk yang dapat memanfaatkan alam dengan kemungkinan yang diberikannya. paham ini disebut pula probabilisme. Dengan demikian. Paham Posibilisme yang menyatakan bahwa alam bukan merupakan faktor yang menentukan melainkan menjadi faktor pengontrol. pemerintahan.C. Dengan demikian. agama. mengolah. sehingga manusia dapat memilih kegiatan yang diberikannya. maka manusia dapat mengendalikan. serta segi kebudayaan lain sangat ditentukan oleh iklim setempat. pahamnya disebut determinisme iklim. dan mengarahkan lingkungannya.

arah perubahan tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut : ARAH PERUBAHAN SOSIAL YANG TELAH SEDANG DAN AKAN TERJADI 106 . 5. pembawa amanat di muka bumi. akan tetapi telah menjadi “keyakinan” yang dapat menjamin hidup dan kehidupan manusia. Ragam paham tentang pandangan manusia terhadap alam ini masih terus berkembang dan dipegang oleh kelompok masyarakat tertentu. Kecerdasan manusia yang diberikan AlKhalik merupakan hal yang patut disyukuri untuk melaksanakan amanat Tuhan di muka bumi. akan tetapi hanya sekedar khalifah. S : 1998). termasuk dalam kehidupan sosial. Namun paham apa pun yang dipegang. Arah perubahan sosial berlangusng sejalan dengan tahap peradaban yang dicapainya. (Nursyid. bahwa manusia dan alam semesta diciptakan oleh Tuhan. sesuai dengan keyakinan agama. manusia bukan penguasa alam.manusia dalam merespons lingkungan. Paham Ketuhanan. Hubungan manusia dengan alam merupakan hubungan antar mahluk yang tunduk pada hukum alam (sunatullah). bukan harus dijadikan kesombongan apalagi dipertuhankan. manusia terus melakukan perubahan dalam berbagai dimensinya.

Pertanian Primitif Penjajahan Lokal Budaya daerah Pembudayaan Desa Migrasi antar daerah Revolusi industri Revolusi fisik Masyarakat muda Survival Kelas pekerja → Industrial → Modern → Kemerdekaan → Nasional → Budaya nasional → Konvergensi budaya → Urbanisasi → Migrasi regional → revolusi komunikasi → Revolusi organisasi → Masyarakat menua → Produktivitas → Kelas menengah → Pasca Industrial → Pasca Modern → Pasca Kemerdekaan → Global → Budaya global → Divergensi budaya → Suburbanisasi → Migrasi global → Revolusi informasi → Revolusi informasi → Masyarakat pascatua → Kualitas hidup → Kelas pengetahuan dst Setelah kita diskusikan mengenai konsep manusia dengan lingkungan secara umum perlu kiranya kita mendiskusikan bagaimana manusia Indonesia dengan lingkungan alam dan sosial budayanya. Secara kasar bisa dijelaskan bahwa kondisi alam Indoensia adalah sebagai berikut : Bujur = 95o BT – 141o BT Lintang = 06o LU – 11o LS 107 .

890.569 KM2 Luas lautan = 3. 2006) = 230.086.000 Jiwa Suku Bangsa = 370 suku bangsa Bahasa Induk = 67 bahasa inti Dari data tersebut.370.600. dan apabila diklasifikasikan berdasarkan pulau-pulau yang ada.193. namun dalam perkembangan penduduk menunjukkan laju pertumbuhan yang cukup cepat.700 Sensus 76.500. hal ini dapat diindikasikan dari statistik kependudukan tahun ke tahun di Pulau Jawa yang kelipatannya semakin cepat dalam kurun waktu yang semakin pendek. serta daerah aliran sungai yang luar biasa.000 SUMBER Pelzer Raffles Bleekers 12. bangsa Indonesia memiliki luas wilayah.000 Sensus 50.456.059.581.500.000. maka dapat terlihat sebagai berikut : 108 .000 Statistik Sumber : Mubyar Purwasasmita.000 9.252 KM2 Luas daratan = 1.000 Pelzer 63. panjang garis pantai. yang menunjukkan potensi alam cukup banyak.683 KM2 Jumlah pulau = 18.- Utara Selatan = 1.508 Pulau Panjang pantai = 80.528 Sensus 107.500. 2003. Sedangkan daerah aliran sungai berdasarkan pulau termasuk sungaisungai besar dan sedangkan Indonesia memiliki sungai yang cukup banyak.327 Sensus 91.904.000 Statistik 23.110 KM Luas total = 5.000 Pelzer 40.269.888 KM Barat Timur = 5.000 KM Jumlah dasa besar = 136 DAS Penduduk (Th.288. baik potensi darat maupun lautnya.000 4.734.000 Sensus 114. TAHUN 1785 1815 1845 1860 1895 1930 1946 1961 1971 1980 1990 1996 JUMLAH 3.

pembuangan sampah sembarangan. maka hancurkanlah sistem hidrologinya”. penggunaan lahan di sekitar bantalan sungai. pembuangan limbah industri. penyempitan ruang dan pendangkalan. yaitu wilayah yang memberikan kontribusi paling besar untuk menjaga keseimbangan udara dan menetralisasi racunracun di udara.• • • • • • • • • • SUMATRA JAWA KALIMANTAN SULAWESI BALI 214 DAS 49 DAS 129 DAS 111 DAS 38 DAS LOMBOK 12 DAS SUMBA 12 DAS SUMBAWA 41 DAS FLORES 24 DAS TIMOR BARAT 12 DAS • PAPUA 51 DAS Hanya sayang sungai-sungai tersebut banyak yang berada dalam kondisi kritis akibat endapan lumpur. Untuk melengkapi data lingkungan alam Indonesia ini. Oleh karena itu. 2002). air sebagai hajat hidup orang banyak untuk yang menurut amanat konstitusi dikuasai oleh negara dan digunakan sebesarbesarnya untuk kemakmuran rakyat. jadi penurunannya begitu drastis akibat eksploitasi yang besar-besaran untuk kepentingan pabrik dan rumah tangga disertai sistem tata lingkungan yang tidak kondusif. (Mubyar P. Wilayah kepulauan Indonesia dan hutan Amazon di 109 • . seperti kekeringan di waktu kemarau. banjir waktu musim penghujan. populasi air dan menimbulkan bau. sebagai perbandingan pada tahun 1995 berada pada kedalaman 36 meter. yang akhirnya terjadilah berbagai bencana yang tidak diharapkan. sekarang ini menjadi komoditas bisnis yang menarik. terutama di Pulau Jawa permukaan air tanah semakin menurun. Oleh karena itu. Data yang ditampilkan adalah sebagai berikut : • Hasil kompilasi pantauan satelit TERRA dan AQUA milik NASA selama tahun 2002 memperlihatkan kondisi metabolisme planet Bumi hasil proses fotosintesis. bahkan Indonesia yang paling memiliki potensi air yang cukup banyak karena curah hujannya tinggi akan tetapi merupakan pengimpor air tertinggi di dunia. Pada saat ini. seperti penggundulan hutan. permukaan air untuk sebuah sumur artesis saja di cekungan Bandung berada di kedalaman 60 meter (data 2006). akan ditampilkan hasil penelitian satelit NASA tentang wilayah negara di dunia yang menjadi paru-paru dunia. sampah. karena kerusakan lingkungan dan managemen yang tidak baik. Hal ini terjadi akbat perlakuan manusia terhadap lingkungan. wajar ahli strategi militer menyatakan bahwa “Bila akan menghancurkan sebuah negara.

baik dari segi militer. supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. mampu menyerap gas karbon dioksida (CO2) sampai 2. agar mereka kembali (ke jalan yang benar). dan bahkan Indonesia menjadi sangat rentan terpengaruh oleh perubahan iklim global/makro tersebut. kerajaan-kerajaan yang pernah ada di atas lebih lama masa kejayaannya dibanding dengan usia negara Indonesia sampai sekarang ini. Kalau dari kerajaan-kerajaan besar yang pernah ada sampai Indonesia masa kini dapat diurutkan sebagai berikut : SRIWIJAYA KUTAI SYAILENDRA MAJAPAHIT KOLONISASI NKRI 390 – 1400 M 400 – 750 M 750 – 900 M 1291 – 1525 M 1600 – 1945 M 1945 – (?) M 1010 Tahun 350 Tahun 150 Tahun 230 Tahun 175 Tahun 345 Tahun (61 + x) Tahun DEMAK-MATARAM 1450 – 1625 M Kalau kita telaah. Afrika Tengah adalah wilayah pembentuk awan paling aktif dan sebagai pusat iklim global makro Kerusakan lingkungan di wilayah-wilayah tersebut dapat mengganggu iklim global/makro. dan pengembangan budaya. Brazilia. Hanya sayang iklim lokal/mikronya rusak karena lingkungannya hancur. pertanyaannya sampai kapan NKRI akan terus mempertahankan keutuhannya. Al-Qur’an surat 30 ar-Ruum ayat 41 menjelaskan : Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia.5 kg per meter kubik per tahun Gas CO2 ini kemudian dikonversikan menjadi gas oksigen yang dihirup oleh mahluk hidup di dunia. (Bandingkan dan perhatikan. karena memiliki kondisi laut luas dan dangkal serta Matahari berlimpah. Indonesia lebih dari Brazilia dan Afrika Tengah. ekonomi. Indonesia. tentu sangat tergantung dari manusia yang 110 . bila ada penebangan pohon di sebuah lingkungan sering ada yang pingsan/kesurupan”). sehingga konveksi air laut lebih aktif. Posisi Indonesia yang sangat berperan mempengaruhi iklim global/makro seperti itu seharusnya merupakan posisi tawar yang tiada taranya.• • • • Amerika Latin adalah paru-paru dunia. Sebenarnya dengan konsep keyakinan kita kepada Tuhan. Bagaimana dengan hubungan manusia dengan problem lingkungan sosial di Indonesia ? Persoalan ini perlu ditelusuri lebih awal dari sejarah perkembangan bangsa Indonesia.

Beberapa krisis dalam perjalanan kenegaraan dan pemerintahan tersebut. yaitu : 1. maka akibatnya akan menimbulkan kemiskinan. Pollution (pencemaran) Persoalan purbasangka sering membuat lingkungan tidak aman dan nyaman. Population (penduduk) 4. karena setiap penambahan jumlah penduduk membutuhkan kesempatan kerja dan usaha. airnya kotor melengkapi problema sosial dan budaya yang diungkapkan oleh David L. sanitasi tidak sehat. Hal ini terpulang pada manusia dalam merespons dan memperlakukan lingkungannya. baik antara kelompok masyarakat maupun bangsa. Dan kondisi seperti itu merupakan potret kehidupan di kota-kota (pinggiran kota) besar di Indonesia. menyatakan bahwa problema lingkungan itu ada 5. oleh karena itu persoalan kependudukan (population) baik dalam kuantitas. karena dapat menimbulkan sikap iri. bagaimana manusia (warga) berinteraksi dengan sesamanya. semaunya itu karena ulah manusia.menjadi warga negaranya. dan pertumbuhannya selalu menjadi perhatian negara kita. Poverty (kemiskinan) 5. penyebaran. diperparah dengan lingkungan yang kumuh. Persoalan sosial ini lebih diperparah tatkala daya dukung ruang dan jasa tidak sebanding dengan jumlah dan pertumbuhan penduduk. Sikap prejudice ini akan mendorong pula idnakan anarki dan dapat menimbulkan peperangan. seperti krisis ekonomi.. dan jawaban terakhir dari pertanyaan mengapa seseorang miskin adalah karena orang itu miskin. Prejude (purbasangka) 2. sehingga hilangnya perdamaian (peace). Ketika daya dukung lingkungan (ruang dan jasa) tidak sepadan dengan laju pertumbuhan penduduk. khususnya di Pulau Jawa. Peace (perdamaian) 3. memperlemah solidaritas. Sementara ruang tidak bertambah. kebablasan dalam merespons dan demokrasi. dan tentu menimbulkan berpikir negatif yang dapat mendorong perilaku destruktif. David I. Sill. dan sebagainya. kecemburuan sosial. karena penduduknya padat yang hidup dalam ketegangan sosial akibat prejudice warganya. Sill. Persoalan kemiskinan baik struktural karena kekurangan faktor daya dukung tadi apalgi kemiskinan mental karena faktor sikap individu. sering meriupakan siklus (benang kusut) yang menghadirkan dan mewariskan kemiskinan berikutnya. udara yang pengap. krisis hukum. bahkan lahan produksi (khususnya pertanian) tergusur untuk kepentingan sarana lain yang dibutuhkan untuk kepentingan penduduk itu sendiri. hampir-hampir memporak-porandakan Negara Kesatuan Republik Indonesia. membutuhkan peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan dan sebagainya. suara yang bising. Masyarakat yang miskin. dan bagaimana memperlakukan diri dan warga yang lain. Pemikiran David Sill diatas sejalan dengan pemikiran MIT Project 111 . kualitas.

Benarkah Indonesia telah ajek di gelombang dua. oleh karena itu lingkungan sosial harus dilakukan atas dasar kemampuan sendiri. Teori Determinisme Geografi : yang memandang bahwa kondisi lingkungan geografis menentukan corak dan kualitas hidup masyarakat (Sudardja Adiwikarta : 1998). Teori Modernisasi : menganggap kualitas hidup manusia ditentukan karakter mental psikologis dan sosial budayanya sendiri 2. memandang bahwa lingkungan sosial tergantung penguasaan Iptek warga masyarakat di samping mental. psikologis dan sosial budaya 3.Team yang menyatakan problema lingkungan sosial terdiri dari : penduduk. atau bahkan dia masih di gelombang satu atau masih dalam tahap pralogis ? 112 . Bagaimana caran meningkatkan taraf hidup manusia dalam lingkungan sosialnya ? ada beberapa teori yang berbeda untuk memulai dari mana menyelesaikan problema sosial tersebut. sementara sejumlah negara lain telah memasuki gelombang ketiga. 4. Teori Dependency (ketergantungan) yang mengatakan bahwa keterbelakangan disebabkan eksploitasi pihak luar. Pertanyaan mendasar. budaya dan teknologinya sekarang ini berada pada gelombang mana berdasarkan klasifikasi Alfin Toffler ? harusnya merupakan pertanyaan yang menyadarkan kita untuk lebih berintrospeksi diri. teori-teori tersebut adalah : 1. produksi industri dan polusi. sumber-sumber alam. produksi pertanian. Teori Human Capital (pengembangan SDM). apakah bangsa Indonesia dengan kondisi sosial.

Jakarta. Wahyono. Djoko. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Universitas Terbuka. (2008). Bumi Aksara. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Citra Aditya Bakti. Kep Dirjen Dikti Depdiknan No. Muhammad. Prenada Media Group. Bandung. Jakarta. Ilmu Budaya Dasar. Universitas Terbuka.: 44/DIKTI/Kep/2006 tentang Ramburambu Pelaksanaan Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat di Perguruan Tinggi. Abdulkadir. Effendi. Jakarta. 113 . (2006). Elly M. Jakarta.DAFTAR PUSTAKA Budiwati. (2006). Setiadi. Ilmu Sosial Dasar. Yulia. (2008). Widagdho. (2008). Ilmu Budaya Dasar.

Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan/peran utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. Uraikan tentang budaya/kebudayaan menurut dua orang pakar dari Indonesia. 114 . Persepsi e. c. 2011/2012 PROGRAM STUDI S1 TEKNIK PERKAPALAN (Kelas Sore) Mata Kuliah : Ilmu Sosial dan Budaya Dasar Semester / Sks : VII (satu) / 3 sks Hari. 2. b.UPN ”VETERAN” JAKARTA FAKULTAS TEKNIK UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GANJIL TA. a. Tanggal : Selasa. Pelanggaran terhadap tata tertib ujian akan diberikan sanksi akademis. Kebudayaan dalam hal ini memiliki peran apa saja. sebutkan. uraikan. Sebutkan beberapa variabel yang berhubungan dengan masalah kebudayaan dan lingkungan. uraikan. Terangkan dengan singkat hal-hal di bawah ini: a. Uraikan sifat hakiki dari kebudayaan.Sos. Sistem pengetahuan yang dimiliki manusia sebagai mahluk sosial merupakan suatu akumulasi dari perjalanan hidupnya dalam hal berusaha memahami apa saja. c. Uraikan dengan singkat beberapa problematika kebudayaan. Bacalah soal dengan teliti. d. Nilai dalam kehidupan manusia. Etos kebudayaan 3. b.00 (120 menit) Dosen Penguji : Yulia Latifah.00 s/d 19. 2. Kepercayaan d. b. 22 November 2011 Waktu : 17. MM Sifat Ujian : Close Book ----------------------------------------------------------------------------------------------------------PERHATIAN: 1. S. a. Untuk memperoleh pengetahuan-pengetahuan maka manusia melakukan tiga cara. Pandangan hidup c. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------SOAL: 1.

Ir. d. 2008 Silabus Mata Kuliah: Ilmu Sosial dan Budaya Dasar Dosen Penguji Kaprodi S1 Teknik Perkapalan YULIA LATIFAH.BAMBANG SUDJASTA. Ada lima faktor yang menjadi penyebab perubahan kebudayaan. Uraikan dan simpulkan unsur-unsur masyarakat yang dikemukakan para ahli.Sos. Terangkan yang disebut peradapan manusia.d. Selamat mengerjakan Acuan Soal Kurikulum Th. Jelaskan bahwa manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.MT 115 .S.MM Drs. 4. uraikan. Sebutkan faktor-faktor yang mendasari berlangsungnnya interaksi sosial. a. b. c.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful