BAB 1.

PENGANTAR ISBD

A. DASAR PEMIKIRAN 1. Latar Belakang Paedagogis Keinginan untuk memberikan ilmu pengetahuan sebanyakbanyaknya kepada mahasiswa merupakan dorongan yang logis bagi dosen tatkala memerankan dirinya sebagai pengajar, dia akan berusaha semaksimal mungkin agar setiap ilmu pengetahuan yang dimiliki dapat tersampaikan kepada mahasiswa dalam waktu singkat, tentu saja cara yang paling mudah adalah menggunakan seluruh waktu pertemuan kelas untuk menceramahkan materi serta meminta mahasiswa untuk siap menerima berbagai informasi yang disampaikan agar ilmu pengetahuannya bertambah. Fungsi dan peran seperti ini sering menempatkan dosen pada otoritas yang berlebihan, seperti sebagai sumber informasi tunggal dan sebagai sentral aktivitas pembelajaran, sehingga mahasiswa mirip sebagai objek pasif, bejana kosong yang harus diisi sejumlah informasi. “Dominasi” dosen dalam interaksi belajar mengajar di dalam kelas seperti itu dapat menimbulkan apatisme dan sikap pasif mahasiswa karena kreativitasnya terhambat yang pada akhirnya mengurangi kualitas hasil belajar. Meski diakui tanpa kehadiran dosen, hasil belajar mahasiswa tidak akan maksimal, namun upaya-upaya inovatif untuk memberikan peran yang seimbang antara dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran terus diupayakan. Inovasi ini didasari kesadaran bahwa mahasiswa bukanlah mahluk kosong tanpa “entry behavior” yang tidak memiliki kemampuan dan kecakapan apa pun, akan tetapi sebagai objek berpotensi yang mampu mengkreasi dunia lingkungannya. Sehingga dengan memberikan posisi yang “seimbang” antara aktivitas dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran akan mampu memberikan hasil lebih, baik tambahan ilmu pengetahuan, meningkatnya sikap positif dan bertambahnya keterampilan pada mahasiswa. Upaya untuk meningkatkan mutu dan hasil pendidikan, mendorong UNESCO (1988) mendeklarasikan empat pilar pembelajaran yaitu : (1) learning to know (pembelajaran untuk tahu); (2) learning to do (pembelajaran untuk berbuat) ; (3) learning to be (pembelajaran untuk membangun jati diri) ; (4) learning to live together (pembelajaran untuk hidup bersama secara harmonis). Misi-misi ini terutama, learning to live together dalam bidang ilmu-ilmu sosial dan humaniora, bahkan juga dalam science, tidak mungkin dikembangkan secara speculative thinking sebagaimana dikehendaki oleh filsafat ilmu-ilmu sosial dan humaniora yang mengembangkan pendidikan secara sistematis untuk mendalami ilmu itu sendiri (atau menjadikan seseorang menjadi ahli di bidang ilmu tersebut), melainkan bagaimana bidang-bidang ilmu yang ada menjadi alat untuk mengkaji fenomena dan problema sosial serta budaya yang terjadi sehingga seseorang mampu memecahkan masalah sosial dan

1

budaya tersebut. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan menjadi pribadi anggota keluarga dan masyarakat yang baik sesuai dengan nilai-nilai pandangan hidup bangsanya. Dengan pemikiran ini mendorong peran dosen tidak hanya menggunakan ceramah monolog atau komunikasi satu arah, melainkan mampu menciptakan suasana yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialog kreatif. 2. Dasar Yuridis Dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 40 ayat 1 butir e dikemukakan bahwa : “Pendidik dan tenaga kependidikan berhak memperoleh kesempatan menggunakan sarana, prasarana, dan fasilitas pendidikan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas. “Pasal ini memberi peluang kepada dosen untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya dengan dukungan sarana, prasarana dan fasilitas yang memadai. Pasal ini dipertegas oleh kewajiban pendidik dan tenaga kependidikan yang tertuang dalam pasal 40 ayat 2 butir a yang menyatakan bahwa pendidik berkewajiban “menciptakan suasana yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis dan dialogis”. Sehingga interaksi belajar yang monolog dan komunikasi satu arah tidak lagi merupakan model pembelajaran yang tunggal, sebab banyak kritik terhadap pendekatan pembelajaran semacam ini, karena sifatnya yang indoktrinatif dapat menghalangi aktivitas dan kreativitas mahasiswa sehingga menjadikannya pribadi yang pasif. Perubahan peran dosen seperti di atas berhubungan erat dengan visi Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di perguruan tinggi, seperti tercantum dalam Keputusan Dirjen Dikti Depdiknas RI No. 38 Tahun 2002 Pasal I yang menyatakan bahwa : “Mahasiswa memiliki landasan pengetahuan, wawasan dan keyakinan sebagai bekal hidup bermasyarakat selaku individu dan mahluk sosial yang beradab serta bertanggungjawab terhadap sumber daya alam dan lingkungannya”, dan juga berhubungan dengan misi MBB pada pasal 2, yaitu : “memberikan dasar-dasar nilai estetika, etika dan moral pada mahasiswa serta memberikan panduan bagi penyelenggara pendidikan dalam mengantar mahasiswa untuk mengembangkan pemahaman serta penguasaannya tentang keanekaragaman, kesetaraan dan martabat manusia sebagai individu dan mahluk sosial di dalam kehidupan bermasyarakat dengan berpedoman pada nilai budaya melalui pranata pendidikan, serta tanggung jawab manusia terhadap sumber daya alam dan lingkungannya dalam kehidupan bermasyarakat dengan berpedoman pada nilai budaya melalui pranata pendidikan, serta tanggung jawab manusia terhadap sumber daya alam dan lingkungannya dalam kehidupan bermasyarakat baik nasional maupun global yang mengarah pada tindak kekaryaan seseorang sesuai dengan kompetensi keahliannya”. Visi dan misi ini tidak mungkin dicapai dengan hanya memperkenalkan konsep-konsep teoritis tanpa memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengkaji, mengkritisi, dan menganalisis serta

2

ikut memberikan kontribusi pada pengambil kebijakan untuk memperbaiki kontribusi pada pengambil kebijakan untuk memperbaiki kehidupan dan lingkungannya. Oleh karena itu dalam pasal 5 metode pembelajaran yang digunakan oleh dosen harus menempatkan mahasiswa sebagai subyek didik, mitra dalam proses pembelajaran, anggota masyarakat, dan warga negara. Dengan demikian, mahasiswa diajak untuk memahami berbagai gejala yang terjadi dalam kehidupan manusia melalui perspektif masyarakat, kebudayaan, dan lingkungan alam dengan pembahasan kritis analitis, sehingga proses pembelajaran yang interaktif, dialog kreatif, diskusi, dan demonstrasi lebih diharapkan ketimbang ekspose verbal, ceramah, monolog, dan komunikasi satu arah. Dengan metode pembelajaran seperti ini diharapkan perguruan tinggi mampu mempersiapkan mahasiswa sebagai anggota masyarakat yang mampu dan termotivasi untuk berpartisipasi secara aktif dalam mengaktualisasikan serta melembagakan masyarakat madani. Yang akhirnya pendidikan tinggi diharapkan mampu menghasilkan mahasiswa yang unggul secara intelektual, anggun secara moral, kompeten menguasai Iptek, serta memiliki komitmen tinggi untuk berbagai peran sosial (Hamdan Mansoer, 2001, hlm., 3). Harapan DIKTI di atas, sejalan dengan Deklarasi UNESCO Oktober 1998 tentang Kesepakatan Perguruan Tinggi, yang intinya sebagai berikut : 1. Pendidikan Tinggi abad XXI harus memainkan peran sebagai suatu komponen vital bagi pembangunan budaya, sosial, ekonomi dan politik sebagai suatu tiang penyangga dalam pembentukan kemampuan masyarakat untuk demokrasi dan perdamaian. 2. DIKTI harus merancang fungsi prospektifnya, melalui analisis berkelanjutan tentang kegawatan sosial, ekonomi, budaya dan kecenderungan politik, serta bertindak sebagai pemandu dalam mengatasi bencana, mampu melihat ke masa depan, mengantisipasi dan menyiapkan peringatan perdana. 3. DIKTI harus sadar akan perannya sebagai pelayan masyarakat, dan harus berusaha agar terjamin keseimbangan antara misi pendidikan dan misi sosial. B. VISI, MISI, TUJUAN DAN BAHAN ISBD Sejalan dengan visi dan misi serta kompetensi MBB di atas, dikembangkan visi ISBD sebagai berikut : “Mahasiswa selaku individu dan mahluk sosial yang beradab memiliki landasan pengetahuan, wawasan, serta keyakinan untuk bersikap kritis, peka dan arif dalam menghadapi persoalan sosial dan budaya yang berkembang di masyarakat. “Sedangkan misi ISBD” adalah :

3

c. peka dan arif pada mahasiswa dalam memahami dan memecahkan masalah sosial budaya dengan landasan nilai estetika. Nursyid Sumaatmadja (2002 : 107) mengatakan bahwa : “Pendidikan umum mempersiapkan generasi muda terlibat dalam kehidupan umum sehari-hari dalam kelompok mereka. manusia lain di sekelilingnya. b. warga negara dan dunia. karena manusia dalam hidupnya mengalami pengalaman hidup yang penuh makna. Memberikan pengetahuan dan wawasan tentang keragaman. berhubungan dengan seluruh kehidupan yang memenuhi kepuasan dalam keluarga. selaku umat yang terpadu serta penuh dengan makna kehidupan”.a. etika. Memberikan dasar-dasar nilai estetika. moral dan hukum dalam kehidupan bermasyarakat. misi tujuan MBB dan ISBD tersebut. maka ISBD termasuk pada kategori General Education (pendidikan umum) yang bertujuan untuk membina individu (mahasiswa) untuk menjadi warga masyarakat dan warga negara yang baik. kesetaraan dan martabat manusia sebagai individu dan mahluk sosial dalam kehidupan masyarakat. sadar akan kehidupan yang luas dengan segala masalah dan kondisinya yang menjadi hak dan kewajiban tiap orang untuk memberdayakannya sebagai anggota keluarga. hukum dan budaya sebagai landasan untuk menghormati dan menghargai antara sesama manusia sehingga akan terwujud masyarakat yang tertib. Mengembangkan kesadaran mahasiswa untuk menguasai pengetahuan tentang keragaman dan kesetaraan manusia sebagai individu dan mahluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat. selaku individu dan mahluk sosial yang beradab dalam mempraktikan pengetahuan akademis dan keahliannya. yaitu pendidikan yang berkenaan dengan pengembangan keseluruhan kepribadian seseorang dalam kaitannya dengan masyarakat dan lingkungan hidup. teratur dan sejahtera. sebagai warga negara. Memberikan dasar-dasar untuk memahami masalah sosial dan budaya serta mampu bersikap kritis. c. masyarakat. Atas dasar visi dan misi ISBD dikembangkan tujuan ISBD sebagai berikut : a. b. yang merupakan unsur kesatuan budaya. Menumbuhkan sikap kritis. Pendek kata. Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal hidup bermasyarakat. yang manusiawi. pekerjaan. 4 . mengenal diri sendiri. terutama generasi muda untuk menjadi “manusia yang sesungguhnya”. etika. dan akhirnya selaku umat manusia sebagai ciptaan Tuhan Maha Pencipta. analitis dan responsif untuk memecahkan masalah tersebut secara arif di masyarakat. Berdasarkan visi. moral. pendidikan umum ini mempersiapkan peserta didik.

termasuk juga isyarat-isyarat. kurikulum disusun secara terpisah sesuai dengan body of knowledge masing-masing disiplin ilmu sosial dan budaya. tanggung jawab dan sebangsanya. tanda-tanda kebesaran dan sebagainya. Mereka tidak mengaitkan suatu mata pelajaran dengan mata pelajaran lain dan tidak memikirkan bagaimana seseorang menjadi warga negara yang baik (seseorang menjadi warga negara 5 . Organisasi bahkan harus disusun menurut struktur disiplin ilmunya baik penyusunan konsep maupun sintaksisnya. jika dikaji secara historis. studi sosial. konseptual. sedangkan metode berpikirnya mengadopsi ilmu pengetahuan alam. Oleh karena itu. Kedalam kawasan makna estetik ini. filsafat. Makna estetik meliputi berbagai seni seperti musik. sastra. yaitu simbolik. kesenian. Makna etik berkenaan dengan aspek-aspek moral. kesan. etik dan sinoptik.. analitis. karya seni. akhlak. estetik. Selanjutnya Phenix mengatakan (dalam Nursyid S. dan studi kebudayaan memiliki tujuan yang beragam. empirik. 2002 : 109) bahwa makna-makna esensial yang melekat dalam kehidupan masyarakat dan budaya manusia meliputi enam pola. makna sinoptik berkenaan dengan pengertian-pengertian yang terpadu dan mendalam seperti agama. sinoetik. Kedalam makna ini termasuk empati. perilaku yang luhur.20 tahun 2003) dan keputusan Dirjen DIKTI pasal 2 tentang misi serta pasal 5 tentang metode pembelajaran. maka dapat disimpulkan bahwa : isi ISBD terdiri dari disiplin-disiplin ilmu sosial dan humaniora beserta kegiatan dasar manusia. “pendidikan umum merupakan proses pembangkitan makna-makna yang esensial yang membimbing pelaksanaan hidup manusia melalui perluasan dan pendalaman makna-makna tadi”. Dengan demikian ISBD sebagai bagian dari general education bukanlah sebuah disiplin ilmu. kehidupan masyarakat. Phenik (1964 : 6-8) mengemukakan bahwa. generalisasi berdasarkan fakta-fakta. dan lainlain. serta menggunakan disiplin ilmu pendidikan dan psikologi pendidikan untuk teori belajar dan mengajarnya. simpati dan sebangsanya. Makna empirik mencakup ilmu kealaman.bahkan aktivitas sosial dan budayanya pun dipengaruhi oleh pola-pola makna yang memberdayakan hidupnya. Philip H. matematika. Oleh karena itu. termasuk hal-hal yang berkenaan dengan perasaan. dan hal-hal yang bernuansa spiritual. yaitu : 1. akan tetapi merupakan sebuah studi yang akan menggunakan makna-makna esensial disiplin ilmu-ilmu sosial dan ilmu budaya sebagai pisau analisis untuk memecahkan masalah sosial dan budaya yang ada dalam. dan kenyataan yang bisa diamati. Mendidik mahasiswa menjadi ahli di bidang ilmu. upacara-upacara. pengetahuan sejarah yang menuntut nalar masa lampau. hayati. penghayatan dan kesadaran yang mendalam. Makna simbolik ini sangat berarti dalam kehidupan bermasyarakat-berbudaya manusia. Apabila dianalisis hakikat ISBD mulai dari kewajiban pendidik (Pasal 40 ayat 2 UU No. kemanusiaan. Makna simbolik meliputi bahasa. bahkan pula merupakan bagian dari disiplin ilmu-ilmu budaya yang bertujuan untuk membina mahasiswa untuk menjadi ahli ilmu sosial atau ahli dalam ilmu budaya. Namun.

… storehouse of knowledge.” c. hlm. hukum. 4. 64. to be transmitted to the student. Tujuannya menumbuhkan warga negara yang baik. oleh karena itu mereka tidak setuju bahwa ilmu sosial/ilmu budaya dipandang sebagai studi sosial dan studi kebudayaan. Iklim kelas mencerminkan kehidupan demokratis c. skills. a. Dengan bahan seperti ini diharapkan mahasiswa : a. specific virtues. Karena itu. Bahan pelajaran harus merupakan sebagian dari hasil penelitian ilmu-ilmu sosial dan budaya yang dipilih dan diramu sehingga cocok untuk program pendidikan. hlm. 2. Bahan tabu dekat kegunaannya dengan kebutuhan pribadi dan masyarakat. program pembelajaran harus dikorelasikan bahkan diintegrasikan beberapa disiplin ilmu sosial-budaya dalam unit program studi. 200. Dapat mempelajari masalah sosial dan budaya yang perlu dipecahkan b. b. politik. tetapi lebih senang menyebutnya “Social Sciences dan Cultural Sciences”.yang baik hanya sebagai hasil sampingan saja). Warga negara yang baik akan mudah ditumbuhkan bila pendidik menempatkan mahasiswa dalam konteks kebudayaannya. Oleh karena itu. Oleh karena itu. 3). 260-261). 63). Melatih berbeda pendapat d. Kompromi antara pendapat pertama dan kedua. 6 . sejarah. ISBD dimaksudkan mempelajari bahan-bahan yang sifatnya tabu. Simplifikasi dan distalasi dari berbagai disiplin ilmu sosial dan budaya untuk kepentingan pendidikan (Wesley. the presumed product of research in the sosial science. dibanding dengan memusatkan perhatian pada disiplin sosial dan budaya secara terpisah. tertutup (closed areas) atau controversial issues yang timbul dalam bidang ekonomi. Pendekatan ini lebih menekankan pada content continuum. Paham ini lebih menekankan pada process continuum dalam mencapai tujuan pendidikan. Tujuannya merupakan”… a body of predigested and organized knowledge. tujuan pelajaran harus mampu mengembangkan dasar-dasar untuk menjadi ahli dalam bidang ilmu tertentu serta mampu memecahkan masalah sosial-budaya ketika mahasiswa terjun di masyarakat. (Numan Soemantri. Oleh karena itu ISBD harus merupakan “a unified coordinated holistic study of men living in societes” (Hanna. ISBD harus merupakan : 3. moral dan lain-lain.

banjir dengan ilmu geografi. Tetapi perlu menggunakan pendekatan multidisiplin secara integratif untuk memecahkan masalah sosial dan budaya. Pendekatan ini cocok dengan tuntutan Pasal 5 ayat 1 Keputusan Dirjen Dikti yang telah dikemukakan di atas. i) evaluasi bukan hanya menyangkut kognitif. C. seni. afektif. j) bahan bukan hanya diperkaya oleh ilmu-ilmu sosial dan budaya. seluruh bahan itu harus disusun terlebih dahulu secara sistematis menurut salah satu disiplin utama yang menjadi pokok kajian. h) iklim kelas menjadi lab demokrasi. d) pemeliharaan dan pemanfaatan lingkungan alam. geografi. Apa yang diharapkan dalam Pasal 5 tersebut akan sulit tercapai jika menggunakan pendekatan monodisiplin. Apabila digambarkan sebagai berikut : 7 . c) ketrampilan berpikir. Selain harus sistematis bahan itu pun harus esensial untuk disajikan. tetapi juga agama serta sains dan teknologi. khususnya ketrampilan menyelidik. sosiologi. g) pendekatan yang bervariasi (struktural. antropologi. artinya menggunakan disiplin tertentu dalam ilmuilmu sosial dan ilmu-ilmu budaya (seperti sejarah. 268). Penggunaan pendekatan multidisiplin dalam proses pembelajaran ISBD bisa menggunakan pendekatan struktural. baik secara interdisipliner yang menggunakan berbagai disiplin ilmu secara terpadu dalam mengkaji suatu masalah maupun crossdisipliner (penggunaan dua disiplin dari sudut pandang yang berbeda) atau transdisipliner (penggunaan berbagai disiplin ilmu dari sudut pandang yang berbeda) untuk mengkaji suatu masalah. dan sebagainya) sedangkan ilmu-ilmu lain sebagai penunjang analisisnya. f) organisasi kurikulum yang bervariasi (integrated. dan psikomotorik. dan separated. psikologi sosial) secara terpisah. sastra. karena masalah yang dikaji sangat erat dan banyak kaitannya dengan disiplin tertentu (misalnya masalah korupsi erat kaitannya dengan ilmu hukum. correlated. hlm. hukum. sehingga mereka dikemudian hari dapat berperan serta memecahkan masalahmasalah sosial. improvisasi dan apresiasi. kemiskinan dengan ilmu ekonomi. tetapi sistematika salah satu struktur disiplin tertentu masih terlihat dominan sebagai pisau analisisnya. b) masalah-masalah sosial dan budaya. yaitu beberapa disiplin ilmu sosial atau disiplin ilmu budaya digunakan sebagai alat untuk mengkaji masalah.Dengan demikian bahan ISBD harus lebih banyak memperhatikan : a) kebutuhan dan minat mahasiswa. politik. tetapi juga evaluasi proses. PENTINGNNYA PENDEKATAN INTERDISIPLINER DALAM ISBD Sejak semula munculnya Basic Social Studies (Ilmu Sosial Dasar) dalam Basic Humanities (Ilmu Budaya Dasar) sekitar tahun 1970-an dilatarbelakangi oleh pemikiran untuk mendekatkan berbagai disiplin ilmu. fungsional dan interfield). e) kegiatan dasar manusia yang dicantumkan dalam program studi. Dengan demikian. karena hakikat masalahnya kompleks sehingga memerlukan kajian dari berbagai disiplin ilmu. Pentingnya pendekatan interdisipliner ini diharapkan agar mahasiswa dapat melihat masalah sosial dan budaya secara lebih luas dan komprehensif. sehingga mendorong mahasiswa untuk melihat permasalahan dalam masyarakat secara interdisipliner (Numan Somantri.

Bisa juga digunakan pendekatan interfield. Oleh karena itu. meneliti bagaimana sikap masyarakat terhadap masalah tersebut. yaitu pembelajaran yang bertitik tolak dari masalah yang terdapat dalam masyarakat atau lingkungan mahasiswa atau masalah sosial budaya di mana mahasiswa terlibat secara langsung. yaitu bertitik tolak dari ruang lingkup yang luas. identitas setiap disiplin ilmu hampir tidak kelihatan karena banyaknya konsep yang berhimpitan dan bersintesis. atau anarki pascareformasi dikaji faktor historis. Jika digambarkan pendekatan fungsional sebagai berikut : Karena itu. faktor kultural. pendekatan fungsional tidak berangkat dari satu disiplin ilmu. faktor yuridis.Atau menggunakan pendekatan fungsional. Misalnya saja ketika membahas pergaulan bebas di luar nikah. bahkan karena luasnya pembahasan. mencari peraturan yang berhubungan. mengkaji latar belakang dan penyebabnya. proses belajar mengajar diawali dengan menentukan dan merumuskan masalah. dan mencari berbagai alternatif sosial sampai akhirnya memberikan rekomendasi kepada pengambil kebijakan publik untuk memecahkan masalah tersebut. faktor sosiologis. faktor politis. misalnya saja masalah humanitis dengan tema 8 . serta faktor sosial ekonomi. mengumpulkan data dan informasi. mengkaji kebijakan publik yang berlaku.

teknologi. tehnologi. ekonomi. IPA. Dalam pendekatan interfield ini dapat juga digunakan the area approach yang berusaha menyusun bahan kuliah berdasarkan kebudayaan suatu daerah. kebudayaan Jawa Barat. pendidikan. dan sebagainya. antropologi. dan lain-lain yang dikaji dari berbagai bidang ilmu yang cukup luas seperti bahasa. sejarah. kebudayaan Betawi dan lain-lain. pembangunan. Kalau digambarkan pendekatan interfield itu sebagai berikut : 9 . misal saja kebudayaan Bali. agama. agama dan sumber daya alam ikut melengkapinya. multikultur.Science Other field Language Literature The arts SocialEducation science Bidang lain Bahasa IPA Agama Teknologi Seni Pendidikan Social reformasi. pemilu. pendidikan. atas dasar daerah tersebut maka aspek politik. demokrasi.

dalam bahasa Belanda diistilahkan dengan kata cultur. dimana unsur pembentuknya didukung dan diteruskan oleh anggota masyarakat lainnya. kebudayaan adalah bagian dari lingkungan hidup yang diciptakan oleh manusia. Linton. Dalam bahasa Inggris.BAB 2. kesenian. dalam bahasa Latin. Berikut pengertian budaya atau kebudayaan dari beberapa ahli : 1) E. 10 2) 3) 4) 5) .B. Kemudian pengertian ini berkembang dalam arti culture. mengerjakan. berasal dari kata colera. dan cipta masyarakat Herkovits. Koentjaraningrat. adat istiadat. hukum. Tylor. yaitu sebagai segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam. kepercayaan. karsa dan rasa. menyuburkan. mengatakan bahwa kebudayaan adalah semua hasil karya. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi. modal. rasa. budaya adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan. PENGERTIAN Budaya adalah bentuk jamak dari kata budi dan daya yang berarti cinta. Colera berarti mengolah. kata budaya berarti dari kata culture. Kata budaya sebenarnya berasal dari bahasa Sanskerta budhayah yaitu bentuk jamak kata buddhi yang berarti budi atau akal. mengartikan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan. kebudayaan dapat dipandang sebagai konfigurasi tingkah laku yang dipelajari dan hasil tingkah laku yang dipelajari. mengembangkan tanah (bertani). dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat. milik diri manusia dengan belajar. keilmuan. R. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA A.

Sebagian besar ahli yang mengartikan kebudayaan seperti ini kemungkinan besar sangat dipengaruhi oleh pandangan evolusionisme. B. SUBSTANSI (ISI) UTAMA BUDAYA Substansi (isi) utama kebudayaan merupakan wujud abstrak dari segala macam ide dan gagasan manusia yang bermunculan di dalam masyarakat yang memberi jiwa kepada masyarakat itu sendiri. seperti kursus-kursus. Sifat-sifat dan tingkah laku sesama manusia g. persepsi dan etos kebudayaan. nilai. Tubuh manusia f. 1.Dengan demikian. Pengetahuan melalui pengalaman langsung ini akan membentuk kerangka pikir individu untuk bersikap dan bertindak sesuai dengan aturan yang dijadikan pedomannya. Sistem Pengetahuan Sistem pengetahuan yang dimiliki manusia sebagai mahluk sosial merupakan suatu akumulasi dari perjalanan hidupnya dalam hal berusaha memahami : a. yaitu : a) Melalui pengalaman dalam kehidupan sosial. kepercayaan. Ruang dan waktu Untuk memperoleh pengetahuan tersebut di atas manusia melakukan tiga cara. b) Berdasarkan pengalaman yang diperoleh melalui pendidikan formal/resmi (di sekolah) maupun dari pendidikan non formal (tidak resmi). Alam sekitar . b. baik dalam bentuk atau berupa sistem pengetahuan. 11 . kebudayaan atau budaya menyangkut keseluruhan aspek kehidupan manusia baik material maupun non material. penataran-penataran dan ceramah. Alam flora di daerah tempat tinggal c. pandangan hidup. Zat-zat bahan mentah dan benda-benda dalam lingkungannya e. Alam fauna di daerah tempat tinggal d. yaitu suatu teori yang mengatakan bahwa kebudayaan itu akan berkembang dari tahapan yang sederhana menuju tahapan yang lebih kompleks. c) Melalui petunjuk-petunjuk yang bersifat simbolis yang sering disebut sebagai komunikasi simbolis.

Didalamnya terkandung konsep nilai kebudayaan yang dicita-citakan oleh suatu masyarakat. 4. yaitu : a. sesuatu dikatakan memiliki nilai apabila berguna dan berharga (nilai kebenarannya). 5. Oleh karena itu. Nilai Nilai adalah sesuatu yang baik yang selalu diinginkan. indah (nilai estetika). yaitu persepsi yang terjadi tanpa menggunakan salah satu indra manusia. Persepsi Persepsi atau sudut pandang ialah suatu titik tolak pemikiran yang tersusun dari seperangkat kata-kata yang digunakan untuk memahami kejadian atau gejala dalam kehidupan. Hakikat karya manusia (MK) Hakikat waktu manusia (MW) Hakikat alam manusia (MA) Hakikat hubungan antarmanusia (MM) 3. dicitacitakan dan dianggap penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat. yaitu dimensi lain di luar diri dan lingkungannya yang dianggap mampu mengendalikan hidup manusia. e. bahwa yang menentukan orientasi nilai budaya manusia di dunia adalah lima dasar yang bersifat universal. dan hanya yang Mahatinggi saja yang mampu memberikan kekuatan dalam mencari jalan keluar dari permasalahan hidup dan kehidupan. d. C.2. c. Dorongan ini sebagai akibat atau refleksi ketidakmampuan manusia dalam menghadapi tantangan-tantangan hidup. manusia yang memiliki naluri untuk mengembangkan diri kepada yang Mahatinggi. Kepercayaan Kepercayaan yang mengandung arti yang lebih luas daripada agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Kluchohn mengemukakan. Pada dasarnya. kelompok atau bangsa. Karena itu. yaitu kemampuan pengetahuan kegiatan mental individu lain : 3) 12 . Hakikat hidup manusia (MH) b. pandangan hidup merupakan nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat dengan dipilih secara selektif oleh individu. Persepsi terdiri atas : 1) persepsi sensorik. Pandangan Hidup Pandangan hidup merupakan pedoman bagi suatu bangsa atau masyarakat dalam menjawab atau mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya. religius (nilai agama). 2) persepsi telepati. baik (nilai-moral atau etis).

bahwa watak orang Jawa memancarkan keselarasan. Budaya mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiban-kewajiban. serta diskriminasi terhadap tingkatan sosial. sebagai orang yang agresif. kebudayaan Batak dilihat orang Jawa. tingkah laku yang sukar ditebak. kurang sopan. ketenangan yang berlebihan. Budaya diperlukan oleh manusia diwujudkan dalam tingkah lakunya dan 4. C. Di mana sifat-sifat budaya itu akan memiliki ciri-ciri yang sama bagi semua kebudayaan manusia tanpa membedakan faktor ras. tindakantindakan yang diterima dan ditolak. Contohnya. MANUSIA SEBAGAI PENCIPTA DAN PENGGUNA KEBUDAYAAN Tercipta atau terwujudnya suatu kebudayaan adalah sebagai hasil 13 . feodal. gagasan yang berbelit-belit. lamban. 6. tetapi setiap kebudayaan mempunyai ciri atau sifat yang sama. seperti di Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang berbeda. yaitu kemampuan melihat perisiwa atau kejadian di tempat lain. lingkungan alam atau pendidikan. Etos Kebudayaan Etos atau jiwa kebudayaan (dalam antropolog) berasal dari bahasa Inggris berarti watak khas. jauh dari tempat orang yang bersangkutan. Sifat tersebut bukan diartikan secara spesifik. tegas. Sebaliknya kebudayaan Jawa dilihat oleh orang Batak. konsekuen. Sifat hakiki dari kebudayaan tersebut antara lain : 1. dilihat dari luar oleh orang asing. Budaya telah ada terlebih dahulu daripada lahirnya suatu generasi tertentu dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan 3. dan berbicara apa adanya. melainkan bersifat universal. Etos sering tampak pada gaya perilaku warga misalnya. tindakantindakan yang dilarang dan tindakan-tindakan yang diizinkan. kegemaran-kegemaran warga masyarakatnya. kasar. kesuraman. SIFAT-SIFAT BUDAYA Kendati kebudayaan yang dimiliki oleh setiap masyarakat itu tidak sama. Budaya terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia 2. Yaitu sifat hakiki yang berlaku umum bagi semua budaya di mana pun.persepsi clairvoyance. D. serta berbagai benda budaya hasil karya mereka.

Berger yang menyebutkan sebagai dialektika fundamental. 2006 : 5). Kebutuhan-kebutuhan tersebut dipenuhi oleh kebudayaan yang bersumber pada masyarakat itu sendiri. Kebudayaan adalah produk manusia. tahap objektivasi. Jadi ada hubungan berkelanjutan antara realitas internal dengan realitas eksternal. Kecuali itu. nyatalah bahwa manusia menciptakan kebudayaan. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendukungnya. Dengan kata lain. Dialektika fundamental ini terdiri dari tiga tahap : tahap eksternalisasi. Dialektika ini didasarkan pada pendapat Peter L. Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain 3. perasaan dan emosi. Manusia yang telah dilengkapi Tuhan dengan akal dan pikirnya menjadikan mereka khalifah di muka bumi dan diberikan kemampuan yang disebutkan oleh Supartono (dalam Rafael Raga Maran. kebudayaan ada karena ada manusia penciptanya dan manusia dapat hidup di tengah kebudayaan yang diciptakannya. Sehingga kebudayaan memiliki peran sebagai : 1. kemauan. Dengan sumber-sumber kemampuan daya manusia tersebut. manusia memerlukan kepuasan baik di bidang spiritual maupun material. Makalah. Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. 2.interaksi antara manusia dengan segala isi alam raya ini. dan tahap internalisasi. (Yusdi Ahmad. Pembeda manusia dan binatang 5. intelegensia dan intuisi. Petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berperilaku di dalam pergaulan 6. fantasi dan perilaku. Manusia memiliki kemampuan daya antara lain akal. Bermacam-macam kekuatan yang harus dihadapi masyarakat dan anggotanya seperti kekuatan alam maupun kekuatan lain yang tidak selalu baiknya. Tahap eksternalisasi adalah proses pencurahan diri manusia secara terus-menerus ke dalam dunia melalui aktivitas fisik dan mental. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayan. Tahap internalisasi adalah tahap dimana realitas objektif hasil ciptaan manusia diserap oleh manusia kembali. Kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia. 1999 : 36) sebagai daya manusia. Pengaturan agar manusia dapat mengerti 14 . Suatu hubungan pedoman antarmanusia atua kelompoknya. Tahap objektivitas adalah tahap aktivitas manusia menghasilkan suatu realitas objektif yang berada di luar diri manusia. Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia 4.

bagaimana seharusnya bertindak. melalui akalnya manusia dapat mengembangkan kebudayaan. Kebudayaan juga memberikan aturan bagi manusia dalam mengolah lingkungan dengan teknologi hasil ciptaannya. Kebudayaan masyarakat tersebut sebagian besar dipenuhi oleh kebudayaan yang bersumber pada masyarakat itu sendiri. Usaha untuk menjelaskan perilaku manusia sebagai perilaku budaya dalam kaidah dengan lingkungannya. Keadaan yang berbeda pada masyarakat yang telah kompleks. PENGARUH BUDAYA TERHADAP LINGKUNGAN Budaya yang dikembangkan oleh manusia akan berimplikasi pada lingkungan tempat kebudayaan itu berkembang. Hasil karya tersebut yaitu teknologi yang memberikan kemungkinan yang luas untuk memanfaatkan hasil alam bahkan menguasai alam. mengapa suatu lingkungan tertentu akan berbeda dengan lingkungan lainnya dan menghasilkan kebudayaan yang berbeda pula. terlebih lagi perspektif lintas budaya akan mengandung banyak variabel yang saling berhubungan dalam keseluruhan sistem terbuka. Manusia merupakan mahluk yang berbudaya. dimana taraf kebudayaannya lebih tinggi. Kebudayaan mempunyai fungsi yang besar bagi manusia dan masyarakat. menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain 7. berbuat. Hasil karya masyarakat melahirkan teknologi atau kebudayaan kebendaan yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi masyarakat terhadap lingkungan di dalamnya. Pendekatan yang saling berhubungan dengan psikologi lingkungan adalah pendekatan sistem yang melihat rangkaian sistemik antara beberapa sub sistem yang ada dalam melihat kenyataan lingkungan total yang melingkupi satuan budaya yang ada. Sebagai modal dasar pembangunan. Dengan menganalisis pengaruh akibat budaya terhadap lingkungan seseorang dapat mengetahui. Beberapa variabel yang berhubungan dengan masalah kebudayaan 15 . Dalam tindakan untuk melindungi diri dari lingkungan alam. Suatu kebudayaan memancarkan suatu ciri khas dari masyarakatnya yang tampak dari luar. berbagai macam kekuatan harus dihadapi manusia dan masyarakat seperti kekuatan alam dan kekuatan lain. E. Selain itu manusia dan masyarakat memerlukan kepuasan baik secara spiritual maupun materiil. Begitu pula manusia hidup dan tergantung pada kebudayaan sebagai hasil ciptaannya. artinya orang asing. pada taraf permulaan manusia bersikap menyerah dan semata-mata bertindak di dalam batas-batas untuk melindungi dirinya.

flora dan fauna Cultural Social Environment. adat istiadat. mengacu pada persepsi dan kepercayaan kognitif yang berbeda-beda pada setiap masyarakat mengenai lingkungannya Environmental Behavior and Process. dan nilai-nilai Environmental Orientation and Representation. komunitas. Mereka enggan meninggalkan kampung halamannya atau beralih pola hidup sebagai petani. meliputi bagaimana masyarakat menggunakan lingkungan dalam hubungan sosial Out Carries Product. bahwa kebudayaan yang berlaku dan dikembangkan dalam lingkungan tertentu berimplikasi terhadap pola tata laku. - - - - Dengan demikian dapat dikatakan. curah hujan. PROBLEMATIKA KEBUDAYAAN Beberapa problematika kebudayaan antara lain : 1. iklim.dan lingkungan : Physical environment. meliputi aspek-aspek kebudayaan beserta proses sosialisasi seperti : norma-norma. F. menunjuk pada lingkungan natural seperti temperatur. Contohnya. meliputi hasil tindakan manusia seperti membangun rumah. program keluarga 16 . Hambatan budaya yang berkaitan dengan pandangan hidup dan sistem kepercayaan Keterkaitan orang Jawa terhadap tanah yang mereka tempati secara turun temurun diyakini sebagai pemberi berkah kehidupan. nilai dan aspek kehidupan lainnya yang akan menjadi ciri khas suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Padahal hidup mereka umumnya miskin. 2. norma. Hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan persepsi atau sudut pandang hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan persepsi atau sudut pandang ini dapat terjadi antara masyarakat dan pelaksana pembangunan. wilayah geografis. kota beserta usaha-usaha manusia dalam memodifikasi lingkungan fisik seperti budaya pertanian dan iklim.

6.berencana atau KB semula ditolak masyarakat. 5. yakni pertentangan suku. yang menganggap hal-hal baru itu akan merusak tatanan hidup mereka yang sudah mereka miliki secara turun temurun. sebagai contoh nuklir dan bom dibuat justru untuk menghancurkan manusia bukan untuk melestarikan suatu generasi. obatobatan diciptakan untuk kesehatan tetapi dalam penggunaannya banyak disalahgunakan yang justru mengganggu kesehatan manusia. Masyarakat yang terasing dan kurang komunikasi dengan masyarakat luar. karena pengetahuannya serba terbatas. 3. Sikap Etnosentrisme Sikap etnosentrisme adalah sikap yang mengagungkan budaya suku bangsanya sendiri dan menganggap rendah budaya suku bangsa lain. sering kali disalahgunakan oleh manusia. seolah-olah tertutup untuk menerima program-program pembangunan. Kebudayaan yang berkembang dalam suatu wilayah seperti Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari beberapa suku bangsa dan budaya yang beraneka ragam. Sikap semacam ini akan mudah memicu timbulnya kasus-kasus sara. ras dan antar golongan. Masing-masing kebudayaan itu dianggap sebagai satu ciri khas daerah lokal. Hambatan budaya berkaitan dengan faktor psikologi atau kejiwaan Upaya untuk mentransmigrasikan penduduk dari daerah yang terkena bencana alam banyak mengalami kesulitan. G. Sikap tradisionalisme yang berprasangka buruk terhadap hal-hal baru Sikap ini sangat mengagung-agungkan budaya tradisional sedemikian rupa. Hal ini disebabkan karena adanya kekhawatiran penduduk bahwa di tempat yang baru hidup mereka akan lebih sengsara dibandingkan dengan hidup mereka di tempat yang lama. 7. PERUBAHAN KEBUDAYAAN 17 . Masyarakat daerah-daerah terpencil yang kurang komunikasi dengan masyarakat luar. Perkembangan IPTEK sebagai hasil dari kebudayaan. Yang terkadang justru menimbulkan sikap etnosentrisme pada anggota masyarakat dalam memandang kebudayaan orang lain. 4. mereka beranggapan bahwa banyak anak banyak rezeki. agama. Sikap etnosentrisme dapat menimbulkan kecenderungan perpecahan dengan sikap kelakuan yang lebih tinggi terhadap budaya lain.

yaitu : a. kebudayaan akan mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi karena suatu bangsa memodifikasi cara hidupnya dengan mengadopsi suatu pengetahuan atau kepercayaan baru. Namun. atau karena perubahan dalam pandangan hidup dan konsepsinya tentang realitas. Perubahan karena adanya penemuan (discovery) d. Perubahan yang disebabkan adanya kontak dengan suatu kelompok lain c. bukan sebaliknya. perubahan kebudayaan sebagai hasil cipta. karsa.Sebagaimana diketahui bahwa kebudayaan mengalami perkembangan (dinamis) seiring dengan perkembangan manusia itu sendiri. Ada lima faktor yang menjadi penyebab perubahan kebudayaan. Perubahan yang terjadi karena suatu masyarakat atau bangsa mengadopsi beberapa elemen kebudayaan materal yang telah dikembangkan oleh bangsa lain di tempat lain e. yaitu yang akan memusnahkan manusia sebagai pencipta kebudayaan tersebut. dan rasa manusia adalah tentu saja perubahan yang memberi nilai manfaat bagi manusia dan kemanusiaan. Perubahan lingkungan alam b. oleh karenanya tidak ada kebudayaan yang bersifat statis. Dengan demikian. 18 .

Manusia sebagai mahluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani. atau ada unsur raga dan jiwanya. ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut lagi sebagai individu. Dari sekian banyak manusia. Jadi individu artinya tidak terbagi. Sebaliknya. INDIVIDU DAN MASYARAKAT 1. Jadi sebutan individunya tepat bagi manusia yang memiliki keutuhan jasmani dan rohaninya. baik pada perbedaan fisik maupun psikis. artinya yang tak terbagi. Dalam diri individu ada unsur jasmani dan rohaninya. tidak ada manusia yang persis sama. bila hal terjadi pada kumpulan atau kerumunan hewan dan 19 . sifat dan lain-lainnya. keutuhan fisik dan psikisnya. karena diantaranya ada perbedaan fisik yang gampang dikenali. Bila seseorang hanya tinggal raga. fisik. kita dapat mengenali seseorang yang sudah kita kenal karena memiliki ciri fisik yang sudah kita kenal. Perbedaan itu terletak pada bentuk. tetapi kalau perhatian kita tujukan pada hal yang lebih detail. Sekalipun orang itu terlahir secara kembar. unsur raga dan jiwa. Setiap anggota fisik manusia tidak ada yang persis sama. atau ada unsur fisik dan psikisnya. Manusia Individu sebagai Mahluk Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individuum. Walaupun secara umum manusia itu memiliki perangkat fisik yang sama. Jadi pengertian manusia sebagai mahluk individu mengandung arti bahwa unsur yang ada dalam diri individu tidak terbagi. Kita dapat membedakan seseorang dari lainnya berdasarkan perbedaan-perbedaan yang ada. Dalam bahasa Inggris Individu berasal dari kata in dan divided. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. atau suatu kesatuan. Contohnya si Waru berbeda dengan si Dadap. keutuhan raga dan jiwanya. Begitu pula dalam kumpulan atau kerumunan ribuan atau jutaan manusia. Seperti di tengahtengah pasar yang penuh orang atau di lapangan di mana berkumpul ribuan orang kita akan dapat mengenali orang yang sudah kita kenal. ukuran.BAB 3. unsur fisik dan psikis. mereka tidak ada yang memiliki ciri fisik dan psikis yang persis sama. makro akan terdapat perbedaan-perbedaan. Kata in salah satunya mengandung pengertian tidak. meskipun sama-sama terlahir sebagai manusia kembar. Setiap manusia memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri. maka dia tidak dikatakan sebagai individu. MANUSIA SEBAGAI INDIVIDU DAN MAHLUK SOSIAL A. sedangkan divided artinya terbagi. merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. atau jasmaninya saja.

Dilihat dari sifat. ada orang yang periang. Secara fisik seseorang memiliki kemiripan atau kesamaan ciri dari orang tuanya. Lingkungan fisik seperti kondisi alam sekitarnya. ada yang kulitnya cokelat. Faktor lingkungan ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang. ia juga memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan. karakter. dan kelompok sosial lain yang lebih besar. Kalau seorang individu memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dibawa sejak lahir. Lingkungan sosial. baik itu lingkungan buatan seperti tempat tinggal (rumah) dan lingkungan. Lewat ciri-ciri fisik seseorang pertama kali mudah dikenali. Seseorang yang sehari-harinya bergaul dengan lingkungan temannya yang bekerja sebagai sopir atau kenek di terminal memiliki kebiasaan yang khas bagi kelompoknya. Begitu pula dengna orang yang lingkungan sosialnya berada di pesantren. bisa juga terjadi pada bagian-bagian tubuh tertentu saja. begitu pula mengenai sifat atau karakter kita ada yang mirip seperti ayah dan ibu.binatang. dibawa individu sejak lahir. kemiripan atau persamaan itu mungkin saja terjadi pada keseluruhan penampilan fisiknya. Berbeda lingkungan tempat tinggal. cenderung berbeda pula kebiasaan dan perilaku orang orangnya. atau gaya dan selera orang juga berbeda-beda. Ada bagian tubuh kita yang mirip ibu atau ayah. Ciri seorang individu tidak hanya mudha dikenali lewat ciri fisik atau biologinya. merujuk pada lingkungan di mana seorang individu melakukan interaksi sosial. Ada orang yang gemuk. Seorang individu adalah perpaduan antara faktor genotipe dan fenotipe. sabar. perangai. sulit bagi kita untuk mengenali satu hewan di tengah ribuan hewan yang sejenis. cerewet atau lainnya. Sedangkan lingkungan yang bukan buatan seperti kondisi alam geografis dan iklimnya. berbeda dengan mereka yang tinggal di daerah pegunungan. ada yang rambutnya lurus ada ikal. dengan teman. Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial. atau karakternya. ia merupakan faktor keturunan. kurus atau langsing. Orang yang tinggal di daerah pantai memiliki sifat dan kebiasaan yang berbeda dengan yang tinggal di daerah pegunungan. Kita bisa melihat secara fisik bagian tubuh mana dari kita yang memiliki kemiripan dengan orang tua kita. perangai. kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara 20 . memiliki kebiasaan yang khas pula bagi kelompoknya. hitam atau putih. Faktor genotipe adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir. Menurut Nursyid Sumaatmadja. Mungkin orang yang tinggal di daerah pantai bicaranya keras. Sifat. Kita melakukan interaksi sosial dengan anggota keluarga. Karakteristik yang khas dari seseorang ini sering kita sebut dengan kepribadian.

dan keinginan mendapat respons positif dari orang lain (pujian). Dalam konteks sosial yang disebut masyarakat. 21 . ia melakukan sesuatu dipengaruhi faktor dari luar dirinya. setiap orang akan mengenal orang lain oleh karena itu perilaku manusia selalu terkait dengan orang lain. ada kebutuhan sosial (social need) untuk hidup berkelompok dengan orang lain. Ketika anda memakai baju anda berusaha untuk tampil yang menurut anda akan dinilai pantas. dan di lingkugnan yang lebih besar manusia tidak lepas dari pengaruh orang lain. 2. yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologisnya. Misalnya orang kaya cenderung berteman dengan orang kaya. dan masyarakat. Selain individu. Anda harus tunduk pada aturan atau kebiasaan yang wajar di masyarakat. modis atau necis oleh orang lain. manusia memiliki kebutuhan untuk mencari kawan atau teman. jika mendapat rangsangan dari lingkungan. Selama manusia hidup ia tidak akan lepas dari pengaruh masyarakat. memiliki ciri/karakter/kebiasaan yang berbeda-beda pula. Oleh karena itu manusia dikatakan sebagai mahluk sosial. Begitu pula lingkungan tetangga yang familiar dan gotong royong berbeda dengan yang kurang akrab dan individualis. Perilaku manusia dipengaruhi oleh orang lain. Kepribadian seseorang itu dipengaruhi faktor bawaan (genotipe) dan faktor lingkungan (fenotipe) yang saling berinteraksi terus menerus. baik. Dengan demikian. tunduk pada norma masyarakat. seperti tunduk pada aturan. juga dikarenakan pada diri manusia ada dorongan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain. di sekolah. misalnya berbeda dengan keluarga yang suasananya otoriter dan kurang religius. tetangga. tidak bisa dengan seenaknya berpkaian menurut kehendak anda sendiri. Orang yang berprofesi sebagai artis. sering kali didasari atas kesamaan ciri atau kepentingannya masing-masing. Keluarga yang terbiasa dengan suasana demokratis dan religius. yaitu mahluk yang didalam hidupnya tidak bsia melepaskan diri dari pengaruh manusia lain. Manusia Sosial sebagai Mahluk Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak lepas dari pengaruh orang lain. Kebutuhan untuk berteman dengan orang lain. cenderung untuk mencari teman sesama artis lagi.potensi-potensi biopsiko fisikal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan. Manusia dikatakan sebagai mahluk sosial. akan terbentuk kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat yang didasari oleh kesamaan ciri atau kepentingan. Ketika anda pergi ke kampus atau ke tempat lain. kelompok sosial yang lebih besar seperti keluarga. Setiap orang memiliki kepribadian yang membedakan dirinya dengan yang lain. di rumah.

Manusia dikatakan juga sebagai mahluk sosial, karena manusia tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengahtengah manusia. Ketika bayi lahir, ia memerlukan pertolongan manusia lainnya. Bayi sama sekali tidak berdaya ketika ia lahir, ia tidak bisa mempertahankan hidupnya tanpa pertolongan orang lain. Berbeda dengan hewan, jerapah misalnya, ketika binatang ini lahir hanya dalam hitungan menit ia sudah bisa berdiri tegak dan berjalan mengikuti induknya. Kenapa hewan bisa mempertahankan hidupnya walaupun tanpa pertolongan hewan lainnya ? karena untuk mempertahankan hidupnya hewan dibekali dengan insting, insting atau naluri adalah sesuatu yang dibawa sejak lahir, yang diperoleh bukan melalui proses belajar. Manusia berbeda dengan hewan, untuk mempertahankan hidupnya, ia dibekali dengan akal. Insting yang dimiliki manusia sangat terbatas, ketika bayi lahir misalnya ia hanya memiliki insting menangis. Bayi lapar maka ia menangis, kedinginanpun ia menangis, pipis ia pun menangis. Manusia memiliki potensi akal untuk mempertahankan hidupnya. Namun potensi yang ada dalam diri manusia itu hanya mungkin berkembang bila ia hidup dan belajar di tengah-tengah manusia. Untuk bisa berjalan saja, manusia harus belajar dari manusia lainnya. Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bsia makan menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya. Cooley memberi nama looking-glass self untuk melihat bahwa seseorang dipengaruhi oleh orang lain. Nama demikian diberikan olehnya karena ia melihat manalogi antar pembentukan diri seseorang dengan perilaku orang yang sedang bercermin, kalau cermin memantau apa yang terdapat di depannya, maka menurut Cooley diri seseorang memantau apa yang dirasakannya sebagai tanggapan masyarakat terhadapnya. Cooley berpendapat bahwa looking glass self terbentuk melalui tiga tahap. Pada tahap pertama seseorang mempunyai persepsi mengenai pandangan orang lain terhadapnya. Pada tahap berikut seseorang mempunyai persepsi mengenai penilaian orang lain terhadap penampilannya. Pada tahap ketiga seseorang mempunyai perasaan terhadap apa yang dirasakannya sebagai penilaian orang lain terhadapnya itu. Untuk memahami pendapat Cooley di sini dapat disajikan suatu contoh. Seorang siswa yang cenderung memperoleh nilai-nilai rendah (misalnya, nilai 4 atau 5) dalam ujian-ujian semesternya, misalnya bahwa para guru di sekolahnya menganggapnya bodoh. Ia merasa pula bahwa karena ia dinilai bodoh maka ia kurang dihargai para gurunya. Karena merasa kurang dihargai, siswa tersebut menjadi murung. Jadi disini perasaan diri sendiri seseorang merupakan pencerminan dari penilaian orang lain (looking glass self). Dalam kasus tersebut diatas, pelecehan
22

oleh guru ini ada dalam benak si siswa dan mempengaruhi pandangannya mengenai dirinya sendiri terlepas dari soal apakah dalam kenyataan para guru memang berperasaan demikian terhadapnya. Apa yang terjadi bila seseorang tidak berinteraksi dengan manusia ? seseorang yang tidak hidup dengan manusia lainnya tidak akan dapat berinteraksi dengan orang lain. hal ini terungkap dari kasus anak-anak yang ditemukan dalam keadaan terlantar (feral children). Ada kisah, yaitu seorang anak laki-laki berusia sekitar 11-12 tahun yang pada tahun 1900 ditemukan diatas Saint Serin, Perancis, dan kasus gadis berusia tiga belas tahun di California, Amerika Serikat yang disekap ayahnya dalam gudang gelap sejak berumur satu setengah tahun. Light, Keller dan Calhoun (1989) mengisahkan kasus Anna yang semenjak bayi dikurung ibunya dalam gudang selama lima tahun. Dari kasus-kasus tersebut terungkap bahwa anak anak yang ditemukan tersebut tidak berperilaku sebagai manusia. Mereka tidak dapat berpakaian, buang air besar kecil dengan tertib, atau berbicara. Anna tidak dapat makan sendiri atau mengunyah, dan juga tidak dapat tertawa atau menangis. Genie tidak dapat berdiri tegak. Setelah berkomunikasi dengan masyarakat lambat laun anak-anak ini dapat mempelajari beberapa di antara kemampuan yang dimiliki manusia sebaya mereka, namun mereka tidak pernah tersosialisasi secara wajar dan cenderung meninggal pada usia muda. Salah satu teori peranan dikaitkan dengan sosialisasi oleh teori George Herbert Mead. Dalam teorinya yang diuraikan dalam buku Mind, Self and Society (1972). Mead menguraikan tahap-tahap pengembangan secara bertahap melalui interaksi dengan anggota masyarakat lain. menurut Mead pengembangan diri manusia ini berlangsung melalui beberapa tahap-tahap play stage, tahap game stage, dan tahap generalized other. Menurut Mead setiap anggota barumasyarakat hars mempelajari peranan-peranan yang ada dalam masyarakat. Sosialisasi adalah suatu proses di mana di dalamnya terjadi pengambilan peranan (role taking). Dalam proses ini seseorang belajar untuk mengetahui peranan yang harus dijalankannya serta peranan yang harus dijalankan orang lain. melalui pengusaan peranan yang ada dalam masyarakat ini seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain. Menurut Mead pada tahap pertama, play stage seorang anak kecil mulai belajar mengambil peranan orang-orang yang berada di sekitarnya. Ia mulai menirukan peranan yang dijalankan oleh orang tuanya, mislanya atau peranan orangg dewasa lain dengan siapa ia sering berinteraksi. Dengan demikian, kita sering melihat anak kecil yang dikala bermain meniru peranan yang dijalankan ayah, ibu, kakak, nenek, polisi, dokter, tukang pos, sopir dan sebagainya. Namun pada tahap ini sang anak belum sepenuhnya memahami isi peranan-peranan yang ditirunya itu. Seorang anak dapat meniru kelakuan ayah atau ibu berangkat ke tempat kerja, misalnya tetapi mereka tidak memahami alasan ayah atau ibu untuk bekerja dan makna kegiatan yang dilakukan
23

ayah atau ibu di tempat kerja. Seorang anak dapat berpura-pura menjadi petani, dokter, polisi tetapi tidak mengetahui mengapa petani mencangkul, dokter menyuntik pasien, polisi menginterogasi tersangka pelaku kejahatan. Pada tahap game stage seorang anak tidak hanya telah mengetahui peranan yang harus dijalankannya, tetapi telah pula mengetahui peranan yang harus dijalankan oleh orang lain dengan siapa ia berinteraksi. Contoh yang diajukan Mead ialah keadaan dalam suatu pertandingan seseorang anak yang bemain dalam suatu pertandingan tidak hanya mengetahui apa yang diharapkan orang lain darinya, tetapi juga apa yang diharapkan dari orang lain ikut bermain dalam pertandingan tersebut. Di kala bermain sebagai penjaga gawang dalam suatu pertandingan sepak bola, misalnya, ia mengetahui perananperanan yang dijalankan oleh para pemain lain (baik kesebelasan kawan maupun lawan), wasit, penjaga garis, dan sebagainya. Oleh Mead dikatakan bahwa pada tahap ini seseorang telah dapat mengambil peranan orang lain. Pada tahap awal sosialisasi, interaksi seorang anak biasanya terbatas pada sejumlah kecil orang lain biasanya anggota keluarga, terutama ayah dan ibu. Oleh Mead orang-orang yang penting dalam proses sosialisasi ini dinamakan significant others. Pada tahap ketiga sosialisasi seseorang dianggap telah mampu mengambil peranan yang dijalankan orang lain dalam masyarakat, mampu mengambil peranan generalized others. Ia telah mampu berinteraksi dengan orang lain dalam masyarakat karena telah memahami peranannya sendiri serta peranan orang lain dengan siapa ia berinteraksi. Selaku anak ia telah memahami peranan yang dijalankan orang tua; selaku siswa ia memahami peranan guru, selaku anggota Gerakan Pramuka ia memahami peranan para pembinannya. Jika seseorang telah mempunyai suatu diri. Dari pandangan-pandangan Mead ini tampak jelas pendiriannya bahwa diri seseorang terbentuk melalui interaksi dengan orang lain. Karena manusia adalah mahluk sosial, mereka berinteraksi dengan yang lain. tidak selamanya interaksi itu berjalan dengan baik, terkadang menimbulkan hal-hal lain yang negatif. Dalam hubungan antar anggota dan kelompok masyarakat, kita sering dihadapkan dengan perbedaan perbedaan. Misalnya, orang Jawa memiliki kebiasaan dan sifat-sifat yang khas, orang Sunda, Batak, Ambon, Padang, dan yang lainnya juga begitu. Terkadang ada sikap negatif yang diperlihatkan oleh suatu kelompok masyarakat terhadap kelompok masyarakat lainnya. Sikap khas yang sering ditampilkan itu disebut prasangka (prejudice). Prasangka (prejudice) merupakan suatu istilah yan mempunyai berbagai makna. Namun dalam kaitannya dengan hubungan antarklompok istilah ini mengacu pada sikap permusuhan yang ditujukan terhadap suatu kelompok tertentu atas dasar dugaan bahwa kelompok tersebut mempunyai ciri-ciri yang tidak menyenangkan. Sikap ini dinamakan prasangka tidak didasarkan pada pengetahuan, pengalaman ataupun bukti-bukti yang cukup memadai. Pandangan pria bahwa wanita

24

Manusia tunduk pada aturan. Dalam kehidupan sehari-hari istilah atau kata masyarakat sering muncul. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain 4. sementara para anggota DPR malah bertengkar memperebu tkan kedudukan. Bandingkan dengan contoh berikut ini : b. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia. norma sosial 2. karena beberapa alasan yaitu . pandangan orang kulit putih di daerah Selatan Amerika Serikat bahwa orang kulit hitam adalah orangorang yang tidak tahu diri dan yang bertekad untuk menyaingi karyawan kulit putih serta memperkosa wanita kulit putih.lebih banyak emosi dan kurang rasio. baik dari orang lain maupun mendengar lewat media elektronik. PENGERTIAN CIRI-CIRINYA MASYARAKAT DAN Anda tentu sudah sering mendengar kata masyarakat. Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain 3. bahwa manusia dikatakan sebagai mahluk sosial. Bahkan mungkin anda sendiri pernah dan mungkin sering menggunakan kata masyarakat. Rakyat 25 . pendidikan atau bukti-bukti yang menyangkal kebenaran prasangka yang dianut. pandangan di kalangan orang Tionghoa di Semarang bahwa mereka lebih cerdas dan lebih mampu daripada orang Indonesia (Willmott. B. Masyarakat sudah banyak berkorban untuk kepentinga n PEMILU. 1. seperti dalam contoh berikut ini : a. 1974) merupakan contoh-contoh mengenai prasangka antar kelompok. 1970) pandangan di kalangan orang Sunda bahwa orang batak kasar dan agresif (Bruner. Dapat disimpulkan. Orang yang berprasangka bersifat tidak rasional da berada di bawah sadar sehingga sukar diubah meskipun orang yang berprasangka tersebut diberi penyuluhan.

Dalam konteks keseharian. kita sering mencampuradukan istilah “masyarakat’ dan “komunitas” seperti dalam contoh (c) di atas. Terdapat perbedaan mendasar antara kedua konsep tersebut. seperti kata “rakyat” kita gunakan juga istilah “masyarakat” untuk menggantikannya atau juga sebaliknya.sudah banyak berkorban untuk kepentinga n PEMILU. Masyarakat Kompleks Perumahan Tamansari Indah bergotongroyong membersih kan selokan. sering kali terjadi kesalahan pemahaman antara society dan community. Lebih jauh lagi. mengemukakan bahwa “a society 26 . seperti yang dikutip Nursyid. Krech. Penggunaan kata masyarakat sering kali tercampur adukan dalam kehidupan sehari-hari. terkadang kita menggunakan kata masyarakat untuk makna yang bukan sebenarnya. Society atau masyarakat berbeda dengan komunitas (community) atau masyarakat setempat. kita menggunakan kata “rakyat” untuk menggantikan kata “masyarakat”. padahal sangat berbeda artinya. sementara para anggota DPR malah bertengkar memperebu tkan kedudukan Contoh lain seperti berikut ini : c. Istilah masyarakat dalam bahasa Inggrisnya society. Beberapa definisi mengenai masyarakat bisa lihat di bawah ini. Tetapi. sedangkan istilah komunitas dalam bahasa Inggrisnya community. Dua istilah (konsep) tersebut sering ditafsirkan secara sama. Di satu waktu kita menggunakan kata “masyarakat” sesuai dengan makna kata “masyarakat” itu sendiri.

Kelompok manusia 27 . sudah terbentuk dengan lama 3. Unsur masyarakat menurut definisi tadi adalah : 1.” Jadi ciri atau unsur masyarakat adalah : 1. Kumpulan orang 2. kegiatan. Dalam hal ini. fairchild. sikap dan bentuk tindakan yang sama. specifically men. Selanjutnya. in variably including self maintenance and self-perpetuation. and of action”. (1980 : 300) memberikan batasan masyarakat sebagai berikut : Society is a group human beings cooperating in the persuit of several of their major interest. attitudes. and who tend to share common belief. The concept of society includes continuity. keyakinan.is that it is an organized collectivity of interacting people whose activities become centered arrounds a set of common goals. and modes of action. keyakinan. dan Ballachey (1975 : 308) mengemukakan definisi masyarakat sebagai “ a society is that it is an organized collectivity of interacting people whose activities become centered arround a set of common goals. memiliki kepercayaan. complex associational relationship. interaksi serta tindakan sosial. Pada konsep ini. women and children. sikap dan perilaku yang dimiliki bersama Krech. interaksi dan tindakan itu tentu saja. tindakan terungkap pada interaksi manusianya. Crutchfield. Kolektivitas interaksi manusia yang terorganisasi 2. Unsur masyarakat berdasarkan definisi ini. and a composition including representation of fundamental human types. and who tend to share common beliefs. et al. Kegiatannya terarah pada sejumlah tujuan yang sama 3. masyarakat lebih dicirikan oleh interaksi. attitudes. tujuan. Dalam masyarakat tersebut terdapat ikatan-ikatan berupa tujuan. Memiliki kecenderungan untuk memiliki keyakinan. adalah : 1. sudah memiliki system social atau struktur sosial tersendiri 4. dan tindakan sejumlah manusia yang sedikit banyak berkecenderungan sama.

Bagaimanapun. Adanya kesinambungan 5. Adanya pertahanan dan kekekalan diri 4. karakteristik dari masyarakat itu adalah adanya sekelompok manusia yang menunjukkan perhatian bersama secara mendasr. kelompok yang melakukan jalinan sosial dalam waktu yang relatif lama itu pasti menempati kawasan tertentu. masyarakat itu merupakan kelompok atau kolektivitas manusia yang melakukan antarhubungan. memiliki kebudayaan serta terjalin dalam suatu hubungan di antara anggota-anggotanya. Unsur atau ciri masyarakat menurut konsep Horton dan Hunt adalah : 1. Adanya hubungan yang pelik di antara anggotanya Menurut konsep ini. perwakilan manusia menurut sejenisnya yang berhubungan satu sama lain secara berkesinambungan. Pengertian kebudayaan di sini. karakteristik dari masyarakat itu terutama terletak pada kelompok manusia yang bebas dan bersifat kekal. 2. secara eksplisit tersirat pada kontinuitas dan kekekalan. Yang utama. justru yang ada yaitu mengenai persamaannya. 5. upacara-upacara tertentu. and have most of their association within this group. 4. Dengan demikian. dapat dikemukakan definisi masyarakat menurut Horton dan Hunt (1982 : 47) sebagai berikut : “ a society is a relatively independents. sedikit banyak bersifat kekal. Kelompok manusia yang sedikit banyak memiliki kebebasan dan bersifat kekal menempati suatu kawasan memiliki kebudayaan memiliki hubungan dalam kelompok yang bersangkutan Dengan demikian. melainkan secara berkesinambungan dalam waktu yang relatif cukup lama. Adanya keterpaduan atau kesatuan diri berlandaskan kepentingan utama 3. Meskipun pada dua konsep yang terdahulu tidak dinyatakan tentang kawasan itu. yaitu adanya kebudayaan yang dihasilkan oleh masyarakat tersebut. serta telah melakukan jalinan sedara berkesinambungan dalam waktu yang relatif lama. meliputi tradisi. relasi manusia sebagai suatu bentuk masyarakat itu. 3. tidak ada perbedaan ungkapan yang mendasar. Akhirnya. Di antara istilah (konsep) masyarakat yang telah dikemukakan di atas. tidak terjadi dalam waktu yang singkat. nilai norma. Salah satu unsur masyarakat lainnya yang melekat. jika tidak terjadi dalam suatu wadah yang kita sebut kawasan atau daerah. self perpetuating human group who occupy territory share a culture. Hubungan antar manusia itu tidak dapat berkesinambungan dan kekal. berlandaskan perhatian dan tujuan bersama. dan lain-lain yang merupakan penikut serta melekat pada interaksi sosial 28 .2. menempati kawasan tertentu. pemeliharaan kekkalan bersama.

dan kebudayaan bagi kehidupan mereka. dimana mereka menciptakan nilai. Kepentingan yang melekat pada diri masing-masing menjadi dasar interaksi sosial yang mewujudkan masyarakat sebagai wadahnya. Masyarakat merupakan suatu sistem hidup bersama. Kerumunan orang di pasar tidak dapat dikategorikan sebagai masyarakat karena tidak memiliki ciri-ciri sebagai masyarakat. dan paling utama mengenal diri sendiri selaku anggota masyarakat. 4. Masalah ini dibahas pada bagian yang membahas komunitas. dapat kita simpulkan sebagai berikut : 1. Apakah kerumunan orang di pasar dapat dikategorikan sebagai masyarakat ? Apakah kumpulan orang yang tinggal di desa dapat dikategorikan sebagai masyarakat. ia akan mengenal orang lain. Adanya kesinambungan dan pertahanan diri 6. Dari sekian banyak unsur masyarakat yang dikemukakan para ahli di atas. pasar atau di lapang sepak bola. sikap dan perilaku yang dimiliki bersama ? Orang desa sangat terikat dengan tempat tinggalnya. Karena tiap orang ada dalam konteks sosial yang disebut masyarakat. Sepanjang hayat dikandung badan. 2. serta menerima pengaruh dari lingkungan sosial yang disebut masyarakat. seperti kerumunan orang di terminal. masyarakat adalah kumpulan orang yang didalamnya hidup bersama dalam waktu yang cukup lama. karena itu lebih tepat disebut sebagai masyarakat setempat (komunitas). Memiliki kebudayaan. 29 . Kumpulan orang Sudah terbentuk dengan lama Sudah memiliki sistem dan struktur sosial tersendiri Memiliki kepercayaan (nilai). oleh karena itu kumpulan orang di desa merupakan bentuk khusus dari masyarakat yang lebih terikat pada daerah setempat. Selanjutnya orang-orang yang membentuk masyarakat harus memiliki kesadaran bahwa mereka merupakan satu kesatuan. 3. kita setuju bahwa manusia sejak lahir sampai mati ia selalu terikat dengan masyarakat. norma. kita tidak akan lepas dari masyarakat. sikap. mencari nafkah. dan perilaku yang dimiliki brsama 5. Jadi bukan hanya kumpulan atau kerumunan orang dalam waktu sesaat. Dalam kebersamaan yang lama terjadi interaksi sosial. Berdasarkan pengamatan dan penghayatan.warga masyarakat yang bersangkutan. Apakah kumpulan orang yang tinggal di desa dapat dikategorikan sebagai masyarakat ? Apakah mereka sudah terbentuk dan hidup bersama dengan lama ? Apakah mereka sudah memiliki sistem sosial atau struktur sosial sendiri ? Apakah mereka memiliki kepercayaan. Kalau kita rumuskan.

serta mereka lebih terikat oleh tempat (teritorial). Menurut Prof. hidup bersama sedemikian rupa sehingga mereka merasakan bahwa kelompok tersebut dapat memenuhi kepentingan-kepentingan hidup yang utama. et. marilah kita ikuti beberapa definisinya sebagai berikut : Community is adaptasi sub-group many of the characteristic of society. Intinya mereka menjalin hubungan sosial (social relationship). maka kelompok tadi dapat disebut masyarakat setempat. dibandingkan interaksi dengan penduduk di luar batas wilayahnya. Apabila anggota-anggota suatu kelompok baik kelompok itu besar atau kecil. Dr. 1980 : 52). Dalam pengertian ini. Al. Meskipun suatu kelompok manusia mereka adalah pengembara. Sesungguhnya antara society dan community itu ada perbedaan yangmendasar. istilah mana menunjuk pada warga-warga sebuah desa. Jadi unsur pertama dari komunitas ialah adanya wilayah atau lokalitas. but within those limite has closer association and deeper sympathy. sebuah kota. but on adaptasi smaller scale. 30 . suku atau suatu bangsa. community (masyarakat setempat) atau komunitas merupakan bagian kelompok dari masyarakat (society) dalam lingkup yang lebih kecil.. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat setempat (community) adalah suatu wilayah kehidupan sosial yang ditandai oleh suatu derajat hubungan sosial yang tertentu. Suatu komunitas pasti mempunyai lokalitas atau tempat tinggal tertentu. dapat dikatakan bahwa masyarakat setempat menunjuk pada bagian masyarakat yang bertempat tinggal di suatu wilayah (dalam arti geografis) dengan batasbatas tertentu di mana faktor utama yang menjadi dasarnya adalah interaksi yang lebih besar di antara anggota-anggotanya. istilah community dapat diterjemahkan sebagai “masyarakat setempat”. dalam bahasa Indonesia. “seolaholah” sama saja. namun pada suatu saat tertentu mereka menempati wilayah tertentu. Dengan mengambil pokok-pokok uraian di atas. Dasar-dasar dari masyarakat setempat adalah lokalitas dan perasaan masyarakat setempat. and some Special basic of coherence that separates it from neighbouring groups. and with less extensive and coordinated common interest. The community has more limited self sufficiency than society. Soerjono Soekanto. Untuk lebih memahami hakikatnya. Implicit in the concept of “community” is adaptasi territorial area. adapasi considerabel degree of interpersonal acquaintance and contact.1. (Fairchild. Namun. Pengertian Masyarakat Setempat (Commmunity) atau Komunitas dan Ciri-Cirinya Pemakaian kata masyarakat sehari-hari biasanya meliputi juga “community” dalam bahasa Inggris atau pada masyarakat yang berbahasa Inggris.

atau “perasaan kami”. INTERAKSI SOSIAL DAN PELAPISAN SOSIAL Manusia berinteraksi dengan sesamanya dalam kehidupan untuk menghasilkan pergaulan hidup dalam suatu kelompok sosial. serta jumlah warganya. seperasaan 2. dan lain-lain. Setiap community sentiment memiliki unsur : 1. Pergaulan hidup semacam itu baru akan terjadi apabila manusia dalam hal ini orang perorangan atau kelompok manusia bekerja sama. yang menunjuk pada hubungan-hubungan sosial yang dinamis. 2. sepenanggungan 3. C. Mereka menganggap dirinya sebagai “kami” ketimbang dengan “saya”. Bentuk umum proses-proses sosial adalah interaksi sosial yang dapat juga dinamakan proses sosial. Ada saling ketergantungan untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikologisnya. Unsur saling memerlukan muncul karena setiap anggota dari komunitas tidak bisa memenuhi kebutuhannya tanpa bantuan anggota lainnya. “kelompok kami”. Perasaan bersama antara anggota masyarakat setempat tersebut di atas disebut community sentiment. lebih erat pada masyarakat setempat (community) daripada masyarakat (society) dan persatuannya juga lebih erat. karena interaksi sosial merupakan 31 .Unsur yang kedua dari komunitas adalah perasaan saling ketergantungan atau saling membutuhkan. Umpamanya “tujuan kami”. Setiap anggota menjalankan pernannya sesuai dengan posisi kedudukannya masing-masing. maka dapat dikatakan bahwa interaksi sosial adalah proses proses sosial. pertikaian. Perasaan anggota masyarakat setempat dengan anggota lainnya didasari adanya persamaan tempat tinggal. saling berbicara dan sebagainya untuk mencapai tujuan bersama mengadakan persaingan. Pengertian masyarakat (society) sifatnya lebih umum dan lebih luas. saling memerlukan Unsur seperasaan muncul karena anggota komunitas memposisikan dirinya sebagai bagian dari kelompok lain yang lebih besar. sedangkan pengertian masyarakat setempat (community) lebih terbatas dan juga dibatasi oleh areal kawasannya. Unsur sepenanggungan muncul karena setiap anggota masyarakat setempat sadar akan peranannya dalam kelompok. Namun ditinjau dari aktivitas hubungannya. Pengertian masyarakat (society) jelas berbeda dengan pengertian masyarakat setempat (community) atau komunitas.

dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi.syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Berikut akan dibahas bagaimana interaksi sosial dan pelapisan sosial itu. Menurut Gillin and Gillin (1954) yang menyatakan bahwa interaksi sosial adalah hubungan-hubungan antara orang-orang secara individual. Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan bentuk interaksi sosial. Booner dalam bukunya. 1. 32 • • . antara kelompok dengan kelompok. Seperti kita ketahui. diantaranya : • Menurut H. Interaksi sosial merupakan hubungan hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan orang perorangan dengan sekelompok manusia. Social Psycology. bahwa : “interaksi sosial adalah hubungan antara dua individu atau lebih. oleh karena interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Interaksi Sosial Interaksi adalah proses dimana orang-orang berkomunikasi saling mempengaruhi dalam pikiran dan tindakan. mengubah atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya. atau bahkan mungkin berkelahi. ada beberapa pengertian interaksi sosial yang ada di lingkungan masyarakat. a. Apabila dua orang bertemu interaksi sosial dimulai. dan orang perorangan dengan kelompok Interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik antara individu dengan individu. pada saat itu mereka saling menegur. berjabat tangan. bahwa manusia dalam kehidupan sehari-hari tidaklah lepas dari hubungan satu dengan yang lain. antara individu dengan kelompok. memberikan rumusan interaksi sosial. antar kelompok orang. Interaks i Sosial sebagai Faktor Utama dalam Kehidu pan Bentuk umum proses-proses sosial adalah interaksi sosial (yang dapat juga dinamakan proses sosial).

baik secara lahiriah maupun batiniah. Karena dalam psikologi sugesti dibedakan adanya. Interaksi sosial antara kelompok-kelompok terjadi antara kelompok lazim juga terjadi di dalam masyarakat. Interaksi tersebut terjadi secara lebih mencolok. sedangkan pada sugesti seseorang memberikan pandangan atau sikap dari dirinya. lalu diterima oleh orang lain diluarnya. Faktor ini telah diuraikan oleh Gabriel Tarde yang beranggapan bahwa seluruh kehidupan sosial itu sebenarnya berdasarkan pada faktor imitasi saja. Bedanya ialah bahwa dalam imitasi orang yang satu mengikuti salah satu dirinya.Bentuk lain dari proses-proses sosial hanya merupakan bentukbentuk khusus dari interaksi sosial. berjabat tangan. Apabila dua orang bertemu. Dalam ilmu jiwa sosial sugesti dapat dirumuskan sebagai satu proses dimana seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau pedoman-pedoman tingkah laku dari orang lain tanpa dikritik terlebih dahulu. baik yang datang dari dirinya sendiri maupun dari orang lain. Arti sugesti dan imitasi dalam hubungannya. Aktivitasaktivitas semacam itu merupakan bentuk dari interaksi sosial. yang pada umumnya diterima tanpa adanya daya kritik. apabila terjadi pertentangan antara kepentingan-kepentingan orang perorangan dengan kepentingan-kepentingan kelompok. interaksi dimulai . 3) Faktor Identifikasi Identifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identik (sama) dengan orang lain. saling berbicara atau bahkan mungkin berkelahi. 2) Faktor Sugesti Yang dimaksud sugesti di sini ialah pengaruh psikis. pada saat itu mereka saling menegur. dengan interaksi sosial adalah hampir sama. Adapun faktor-faktor interaksi sosiaL yaitu : yang mendasari berlangsungnnya 1) Faktor Imitasi Faktor imitasi mempunyai peranan sangat penting dalam proses interaksi sosial. 33 . • • Autosugesti. yaitu sugesti terhadap diri sendiri yang datang dari dirinya sendiri Heterosugesti. Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat membawa seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah yang berlaku. yaitu sugesti yang datang dari orang lain. Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia terjadi antara kelompok tersebut sebagai kesatuan dan biasanya tidak menyangkut pribadi anggota-anggotana.

Apabila masing-masing ditinjau secara lebih mendalam. sehingga kadang-kadang sulit untuk mengadakan pembedaan yang tegas antara faktor-faktor di atas. namun pengaruhnya kurang mendalam apabila dibndingkan dengan identifikasi dan simpati yangrelatif lebih lambat pada proses berlangsungnya. Selain itu. faktor imitasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses interaksi sosial. walaupun di dalam kenyataannya proses tadi memang masih kompleks. melainkan berdasarkan penilaian perasaan seperti juga pada proses identifikasi. Tanpa adanya pemahaman yang sama tentang maksud dan tujuan masing-masing pelaku. Dalam bahasa lain Max Webber mengemukakan. Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial Untuk terjadinya suatu interaksi sosial diperlukan adanya syarat-syarat yang harus ada. Dengan demikian. Jadi secara harfiah 34 . di antaranya faktor imitasi. Bahkan orang dapat tiba-tiba merasa tertarik pada orang lain dengan sendirinya karena keseluruhan cara-cara tingkah laku menarik baginya. yaitu : 1) Adanya Kontak Sosial (Social Contact) Kata kontak berasal dari bahasa latin “con” yang artinya bersamasama dan “tanga” yang berarti menyentuh. Namun demikian. imitasi juga dapat melemahkan bahkan mematikan pengembangan daya kreasi seseorang. simpati timbul tidak atas dasar logis rasional.Di sini dapat mengetahui. bahwa hubungan sosial yang berlangsung pada identifikasi adalah lebih mendalam daripada hubungan yang berlangsung atas proses-proses sugesti maupun imitasi. dapat dikatakan bahwa imitasi dan sugesti terjadi lebih cepat. Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat mendorong seseorang untuk memenuhi nilai-nilai yang berlaku. bahwa interaksi sosial selalu menyangkut sejumlah pelaku yang saling mempengaruhi. Hal-hal tersebut di atas merupakan faktor-faktor minimal yang menjadi dasar bagi berlangsungnnya proses interaksi sosial. Namun demikian. identifikasi dan simpati. hubungan para pelaku tersebut terlihat secara nyata dalam bentuk tindakan tertentu. sugesti. suatu interaksi sosial tidak akan berjalan dengan baik. 4) Faktor Simpati Simpati adalah perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang lain. b. imitasi mungkin pula mengakibatkan terjadinya halhal negatif dimana yang ditiru adalah tindakan-tindakan yang menyimpang. Berlangsungnya suatu proses interaksi yang didasarkan pada berbagai faktor di atas. Faktor-faktor tersebut dapat bergerak sendiri-sendiri secara terpisah maupun dalam keadaan yang bergabung.

Lain halnya bila isyarat tersebut diterima oleh anggota pramuka. dan lainlain. b) Antara orang perorangan dengan suatu kelompok atau sebaliknya c) Antara kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya.kontak berarti “bersama-sama menyentuh”.misalnya orang berbicara melalui telepon. berkirim kabar melalui surat. Sebaliknya kontak sekunder memerlukan perantara. barangkali isyarat tersebut dianggap sebagai sinar lampu biasa. dan itu juga tidak terjadi suatu komunikasi. Kontak sosial yang bersifat positif dapat mengarahkan pada suatu kerjasama. pihak yang menyampaikan pesan disebut komunikator dan pihak penerima pesan disebut komunikan. Apabila orang tidak memahami sandi morse. oleh karena itu orang dapat mengadakan hubungan dengan orang lain tanpa ahrus terjadi kontak secara fisik. yaitu: a) Antara orang perorangan. Perlu dicatat bahwa terjadinya suatu kontak tidaklah semata-mata tergantung dari tindakan. Dalam komunikasi terdapat dua pihak yang terlibat. 35 . Proses demikian terjadi melalui Socialization. Kontak sosial ada yang bersifat positif dan ada pula yang bersifat negatif. Selain itu kontak sosial dapat terjadi dan berlangsung dalam tiga bentuk. atau sikap-sikap tertentu. misalnya dua partai politik bekerjasama untuk mengalahkan partai politik ketiga di dalam pemilihan umum. seperti misalnya apabila orang tersebut berjabat tangan. yaitusuatu proses dimana anggota masyarakat baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat dimana dia menjadi anggota. saling tersenyum. Kontak sosial dapat pula bersifat primer dan sekunder. Jadi dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah proses menyampaikan pesan dari satu pihak ke pihak lain sehingga terjadi pengertian bersama. Sebagai gejala sosial kontak tidak perlu terjadi dengan saling menyentuh saja. Kontak primer terjadi apabila yang mengadakan kontak hubungan langsung bertemu dan bertatap muka. pasti ia akan segera mengerti maksud dari isyarat tersebut. sedangkan kontak yang bersifat negatif dapat mengarahkan seseorang pada suatu pertentangan bahkan dapat menyebabkan tidak terjadinya interaksi sosial. akan tetapi juga tanggapan terhadap tindakan tersebut. dan sebagainya. gerak-gerik badan. misalnya anak kecil mempelajari kebiasaan di dalam keluarganya. seorang anggota pramuka di atas sebuah bukit pada malam hari mengirimkan isyarat morse dengan lampu senter membuat huruf SOS secara berulang-ulang. 2) Adanya komunikasi Seseorang memberikan tafsiran pada tingkah laku atau perasaanperasaan orang lain dalam bentuk pembicaraan. Misalnya.

b. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial Bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa kerjasama (cooperation), persaingan (competition) dan pertentangan (conflict). Suatu keadaan dapat dianggap sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial, keempat bentuk pokok dari interaksi sosial tersebut tidak perlu merupakan kontinuitas dalam arti bahwa interaksi itu dimuali dengan adanya kerja sama yang kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertikaian untuk akhirnya sampai pada akomodasi. Gillin dan Gillin pernah mengadakan pertolongan yang lebih luas lagi. Menurut mereka ada dua macam proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial, yaitu : (a) Proses asosiasif, terbagi dalam tiga bentuk khusus yaitu akomodasi, asimilasi dan akulturasi (b) Proses Disosiatif, mencakup persaingan yang meliputi “contravention” dan pertentangan pertikaian. Adapun interaksi yang pokok proses-proses adalah : (1) Bentuk Interaksi Asosiatif Kerjasama (cooperation) Beberapa orang sosiolog menganggap bahwa posisi merupakan bentuk interaksi sosial yang pokok, sebaliknya sosiolog lainnya menganggap mereka bahwa kerjasama merupakan proses utama. Golongan yang terakhir tersebut memahamkan kerjasama untuk menggambarkan sebagian besar bentuk interaiksi sosial, atas dasar bahwa segala macam bentuk interaksi tersebut dapat dijumpai pada semua kelompok manusia. Kerjasama timbul karena orientasi orang perorangan terhadap kelompoknya dan kelompok lainnya. Sehubungan dengan pelaksanaan kerjasama ada tiga bentuk kerjasama yaitu : Bargaining, pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih. Cooperation, proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi, sebagai slaah satu cara untuk menghindari terjadinya

-

36

-

keguncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan. Coalition, kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama.

Akomodasi (Accomodation) Istilah akomodasi digunakan dalam dua arti, yaitu untuk menunjuk pada suatu keadaan, berarti suatu kenyataan adanya suatu keseimbangan dala interaksi antara orang perorangan dan kelompok manusia, sehubungan dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku di dalam masyarakat. Adapun bentuk-bentuk dari akomodasi, diantaranya : • • Coercion, yaitu suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksnakan karena adanya paksaan Compromise, suatu bentuk akomodasi dimana pihak yang terlibat masing-masing mengurangi tuntutannya, agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada. Arbitration, suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak yang berhadapan, tidak snggup untuk mencapainya sendiri Mediation, hampir menyerupai arbitration diundang pihak ketiga yang netral dalam soal perselisihan yang ada Conciliation, suatu usaha untuk mempertemukan keinginan pihak yang berselisih, bagi tercapainya suatu persetujuan bersma Tolerantion, bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formil bentuknya Stelemate, merupakan suatu akomodasi dimana pihak-pihak yang berkepentingan mempunyai yang seimbang, berhenti pada titik tertentu dalam melakukan pertentangannya. (2) Bentuk Interaksi Disosiatif Persaingan (Competition) Persaingan adalah bentuk interaksi yang dilakukan oleh individu
37

• •

• •

atau kelompok yang bersaing untuk mendapatkan keuntungan tertentu bagi dirinya dengan cara menarik perhatian atau mempertajam prasangka yang telah ada tanpa menggunakan kekerasan. Kontravensi (Contravention) Kontravensi bentuk interaksi yang berbeda antara persaingan dan pertentangan. Kontravensi ditandai oleh adanya ketidakpastian terhadap diri seseorang, perasaan tidak suka yang disembunyikan dan kebencian terhadap kepribadian orang, akan tetapi gejalagejala tersebut tidak sampai menjadi pertentangan atau pertikaian. Pertentangan (Conflict) Pertentangan adalah suatu bentuk interaksi individu atau kelompok sosial yang berusaha untuk mencapai tujuannya dengan jalan menentang pihak lain disertai ancaman atau kekerasan. Pertentangan memiliki bentuk-bentuk yang khusus, antara lain : • • • Pertentangan pribadi, pertentangan antar individu Pertentangan rasional, pertentangan yang timbul karena perbedaan ras Pertentangan kelas sosial, pertentangan yang disebabkan oleh perbedaan kepentingan antar kelas sosial Pertentangan politik, biasanya diantara partai-partai politik memperoleh kekuasaan negara. terjadi untuk

BAB 4. MANUSIA DAN PERADABAN

b. PENGERTIAN Di kalangan para ahli sampai saat ini sering terjadi perbedaan pendapat mengenai kedua istilah (kebudayaan dan peradaban) yang sering dicampuradukkan itu bahkan pendapat diantara para ahli kadang-kadang
38

peralatan. sedangkan kebudayaan ialah sesuatu yang berasal dari hasrat dan gairah yang lebih dan murni yang berada di atas tujuan yang praktis hubungan kemasyarakatan. peradaban adalah seluruh kehidupan sosial. religi dan bahasa. kepandaian manusia.bertentangan satu sama lain. Konsep peradaban tidak lain adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang tercermin dalam tingkat intelektual. - - Masyarakat telah mencapai tahap kebudayaan tertentu dan telah maju berarti masyarakat tertentu tersebut telah mencapai tingkat peradaban tinggi yang bercirikan penguasaan ilmu pengetahuan. IPTEK. sosial. seni dan lain-lain. teknologi. Prof. Dr. Untuk lebih jelasnya. sistem mata pencaharian. politik. Jadi peradaban adalah bidang kehidupan untuk kegunaan yang praktis. dan sebagainya dimana tiap bangsa di dunia memiliki karakter kebudayaan yang khas maka tak heran bila sebuah negara hanya unggul IPTEKnya saja atau keseniannya saja misalnya. berikut beberapa pengertian peradaban. peradaban ialah kebudayaan yang sudah tidak tumbuh lagi sudah mati. Di mana unsur-unsur kebudayaan terintegrasi menjadi satu sistem budaya dan memiliki keterkaitan antara ketujuh unsur kebudayan universal yaitu sistem teknologi. Bierens De Hann mempertentangkan pengertian kebudayaan dan peradaban sebagai berikut. Oswald Spengl (1880-1936) kebudayaan ialah wujud dari seluruh kehidupan adat. teknologi. indah dan maju. Peradaban menurut Fairchild. Peradaban merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menyebutkan bagian-bagian atau unsur kebudayaan yang dianggap halus. keindahan. organisme. dkk (1980:41 dalam Nursyid (1996:67) : 39 . Kebudayaan merupakan kelanjutan yang bertahap ke arah yang semakin kompleks. spiritual yang terlihat pada masyarakatnya. Misalnya perkembangan kesenian. ekonomi dan teknik. peradaban ialah bagian-bagian kebudayaan yang halus dan indah seperti kesenian. industri filsafat dan sebagainya. Koentjaraningrat.

maju dan indah seperti misalnya : kesenian. keindahan. the term implies a fairly high stage on the cultural evolutionary scale. Dengan demikian. aesthetic. individu dan sosial budaya. Hal yang terakhir adalah sama dengan istilah Inggris civilization yang biasanya dipakai untuk menyebutkan bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan yang halus. Sebagai mahluk sosial manusia akan hidup bersama dengan manusia lain yang akan melahirkan suatu bentuk kebudayaan. HAKIKAT HIDUP MANUSIA Manusia dalam kehidupannya memiliki tiga fungsi. organisasi kenegaraan. kepandaian menulis. peradaban tidak lain adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang dicirikan oleh taraf intelektual. peradaban adalah merupakan tahapan tertentu dari kebudayaan masyarakat tertentu pula. yang telah mencapai kemajuan tertentu yang dicirikan oleh tingkat ilmu pengetahuan. Dengan demikian. Karena 40 . tehnologi dan spiritual tertentu yang telah mencapai tingkat tertentu tercermin pada pendukungnya yang dikatakan sebagai beradab atau mencapai peradaban yang tinggi. sebagai mahluk Tuhan. Istilah “peradaban” sering juga dipakai untuk menyebutkan suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi. ilmu pengetahuan. Suatu masyarakat yang telah mencapai tahapan peradaban tertentu. sehingga taraf kehidupannya makin kompleks. B. In ordinary usage. dan sebagainya. the determinative characteristics being intellectual. dapat dilihat pendapat Koenjaraningrat (1990 : 182) dalam Nursyid (1996 : 67) sebagai berikut : Di samping istilah “kebudayaan” ada pula istilah “peradaban”. teknologi dan seni yang telah maju. Yang saling berkaitan dimana kepada Tuhan memiliki kewajiban untuk mengabdi pada Tuhan. Untuk lebih jelasnya. sebagai individu harus memenuhi segala kebutuhan pribadinya dan sebagai mahluk sosialbudaya harus hidup berdampingan dengan orang lain dalam kehidupan yang selaras dan saling membantu. Reference is made to “civilized peoples”.Civilization is cultural development: distinctly human atributes and attainment of particular society. seni bangunan. berarti telah mengalami evolusi kebudayaan yang lama dan bermakna sampai pada tahap tertentu yang diakui tingkat Iptek dan unsur-unsur budaya lainnya. technological and spiritual attainments. ilmu pengetahuan. masyarakat tersebut dapat dikatakan telah mengalami proses perubahan sosial yang berarti. seni rupa. Dengan demikian. dan sistem kenegaraan dan masyarakat kota yang maju dan kompleks. adat sopan santun pergaulan. More accurate usage world refer to more highly civilized peoples. Atau dengan kata lain telah memasuki tahapan atau tingkatan peradaban tertentu.

Teori ini menjadi titik tolak penyesuaian ekonomi terbelakang pada sistem dunia. TEORI-TEORI MENGENAI PEMBANGUNAN. ahli arkeolog. erak tubuh. Gordyn Chillde. Teori Dependensi (Ketergantungan) Pada umumnya memberikan gambaran melalui analisis dialektesis yaitu suatu analisis yang mengganggap bahwa gejala-gejala sosial yang dapat diamati sehari-hari pasti mempunyai penyebab tertentu. Kebudayaan itu dapat diterima dengan tiga bentuk : Melalui pengalaman hidup saat menghadapi lingkungan Melalui pengalaman hidup sebagai mahluk sosial Melalui komunikasi simbolis (benda. KETERBELAKANGAN DAN KETERGANTUNGAN 1. Dua orang antropolog Melville J. berdasarkan bukti arkeologis. peristiwa dan lain lagi yang tahu sejenis) Karena tiap kebudayaan berbeda namun pada dasarnya memiliki hakikat yang sama yaitu : Terwujud dan tersalurkan lewat perilaku manusia Sudah ada sejak lahirnya generasi dan tetap ada setelah pengganti mati Diperlukan manusia yang diwujudkan lewat tingkah laku Berisi aturan yang berisi kewajiban. larangan dan pantangan. diikuti oleh daerah Mesir 5000-3000 SM. Mesopotomia 3000-5000 SM dan daerah Peru Amerika Latin 2500-500 SM. Herkovits : cultural determinan. tindakan yang diterima atau tidak. peradaban maju pertama-tama muncul di daerah Mesopotamia sekitar 8000-4000 SM. C. V. Cina Utara 2500-300 SM. artinya segala sesuatu yang terdapat dalam manusia akan ada dan ditentukan dari budayanya. Perbedaan kebudayaan dengan peradaban adalah dua hal yang paling mudah untuk dijawab. Penemuan yang paling penting adalah kemajuan dan kepandaian bercocok tanam di samping penemuan teknologi baru.kebudayaan itu sendiri diperoleh manusia dari proses belajar pada lingkungan juga hasil pengamatan langsung. tubuh. Lembah sungai Indus di India 2600-2400 SM. sedemikian rupa sehingga menyebabkan terjadinya penyerahan sumber penghasilan daerah ke pusat. sehingga 41 .

Perubahan-perubahan yang pengaruhnya kecil dan perubahan yang pengaruhnya besar. Perubahan secara cepat disebut revolusi. Perubahan yang pengaruhnya besar seperti proses industrialisasi pada masyarakat agraris. pada evolusi perubahan terjadi dengan sendirinya. Evaluasi melalui tahap-tahap c. 2. Primitivisme Bentuk-bentuk perubahan sosial menurut Soerjono Soekanto. a. Pertumbuhan logistis yang digambarkan oleh populasi h. Evolusi rektilinier yang sangat sederhana b. 4. Evolusi menurut siklus-siklus tertentu dengan kemunduran jangka pendek f. 3. Pertumbuhan eksponarisial yang tergambar memulai tanda-tanda i. Perubahan sosial yang tidak dikehendaki merupakan perubahan yang terjadi tanpa dikehendaki serta berlangsung dari jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat yang tidak 42 . b.mengakibatkan perekonomian daerah menjadi terbelakang. Perubahan secara lambat disebut evolusi. Siklus-siklus yang tidak mempunyai kecenderungan g. perubahan yang terjadi direncanakan lebih dahulu maupun tanpa rencana. Perubahan yang dikehendaki adalah bila seseorang mendapat kepercayaan sebagai pemimpin b. a. Perubahan terjadi karena usaha-usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan. keadaan dan kondisi-kondisi baru yang timbul dengan pertumbuhan masyarakat. Teori perubahan sosial menurut Moore : a. Evolusi yang terjadi dengan tahap kelajuan yang tidak serasi d. Dalam revolusi. Perubahan yang terjadi secara lambat dan perubahan yang terjadi secara cepat. tanpa suatu rencana atau suatu kehendak tertentu. Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan pada unsur struktur sosial yang tidak bisa membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat b. Evolusi bercabang yang mewujudkan perubahan e. Perubahan yang dikehendaki dari perubahan yang tak diinginkan a.

Faktor Ekstern a) faktor alam yang ada di sekitar masyarakat yang berubah b) pengaruh kebudayaan lain dengan melalui adanya kontak kebudayaan antara dua masyarakat atau lebih yang memiliki kebudayaannya yang berbeda 3. b) Adanya penemuan-penemuan baru yang meliputi berbagai proses. Hal ini mendorong masyarakat untuk mengadakan berbagai perubahan. d) Pemberontakan dalam tubuh masyarakat Misalnya revolusi Indonesia 17 Agustus 1945 mengubah struktur pemerintahan kolonial menjadi pemerintah nasional dan berbagai perubahan struktur yang mengikutinya. d. Berkurangnya penduduk mungkin dapat disebabkan karena perpindahan penduduk dari desa ke kota. pengembangan dari discovery Inovasi.diinginkan. proses pembaruan c) Konflik dalam masyarakat Konflik (pertentangan) yang dimaksud adalah konflik antara individu dalam masyarakat. Faktor Intern a) Bertambahnya dan berkurangnya penduduk Bertambahnya dan berkurangnya penduduk yang sangat cepat di pulau Jawa menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan dan struktur masyarakat. atau dari satu daerah ke daerah lain. seperti di bawah ini : • • • Discovery. Keseimbangan 43 . Perkembangan kualitas dan kuantitas anggota masyarakat mendorong perubahan sosial. 2. Soerjono Soekanto menyebutkan adanya faktor intern dan ekstern yang menyebabkan perubahan sosial dalam masyarakat. Dr. Prof. yaitu : c. Penyebab Perubahan Interkorelasi dan interaksi sosial masyarakat mendorong perkembangan berpikir dan reaksi emosional pata anggotanya. penemuan unsur kebudayaan baru Invention. misalnya transmigrasi. antar kelompok dan lain-lainnya.

Ketidakseimbangan ini terjadi misalnya. dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. (Indra Siswarini. Indonesia menghadapi kewajiban ganda.Keseimbangan sosial adalah syarat yang harus dipenuhi agar masyarakat berfungsi sebagaimana mestinya. Jika tidak maka selamanya kita akan menjadi bangsa terjajah. masyarakat yang tidak hanya mampu membangun dirinya sederajat dengan bangsa lain. D. tetapi ada juga unsur-unsur dalam masyarakat yang terkait dengan unsur yang berubah jadi cepat namun tetap berubah jadi lambat. yaitu di satu pihak melestarikan warisan budaya bangsa dan di pihak lain membangun kebudayaan nasional yang modern. Dinding pembatas antar bangsa menjadi semakin terbuka bahkan mulai hanyut oleh arus perubahan. tetapi juga tangguh menghadapi tantangan kemerosotan mutu lingkungan hidup akibat arus ilmu dan teknologi modern maupun menghadapi tren global yang membawa daya tarik kuat ke arah pola hidup yangbertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa. makalah. Oleh karena itu. Setiap kali terjadi gangguan terhadap keseimbangan tersebut maka masyarakat akan menolaknya atau mengubah semua sistem. Keadaan demikian disebut cultural lag. Robert Mclver perubahan-perubahan sosial merupakan perubahan dalam hubungan-hubungan sosial atau perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial. maka dunia menjadi sempit. 44 . PERADABAN INDONESIA DI MODERNISASI DAN GLOBALISASI TENGAH Arus modernisasi dan globalisasi adalah sesuatu yang pasti terjadi dan sulit untuk dikendalikan. Keseimbangan atau harmoni dalam masyarakat merupakan keadaan yang diidam-idamkan oleh setiap masyarakat. termasuk di dalamnya bangsa Indonesia. hal ini membawa pengaruh bagi seluruh bangsa di dunia. Pertanyaannya. maka kita akan mampu menjadi negara maju yang masih berjati diri Indonesia. Tujuan akhir dari kedua usaha atau kewajiban ini adalah masyarakat modern yang tipikal Indonesia. mampukah kita membangun bangsa di tengahtengah modernisasi dan globalisasi dalam arus yang semakin kuat ? Jika jawabnya ya. terutama karena begitu cepatnya informasi yang masuk ke seluruh belahan dunia. ruang dan waktu menjadi sangat relatif. dan dalam banyak hal batas-batas negara sering menjadi kabur bahkan mulai tidak relevan. 2006 : 16). karena ada unsur-unsur dalam masyarakat yang berubah cepat. Salah satu yang bisa menjawab ya adalah peranan lembaga pendidikan untuk terus menggali ilmu pengetahuan dan teknologi serta informasi tanpa menghilangkan jati diri Indonesia melalui pelestarian nilainilai dan moral bangsa Indonesia. Keseimbangan sosial merupakan situasi di mana segenap lembaga sosial berfungsi dan saling menunjang. Dan pengertian ini dapat ditegaskan bahwa perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat dapat menimbulkan ketidakseimbangan hubungan-hubungan sosial.

ukuran kepala. agama dan keyakinan. corak. 3) lagu : musik : langgam. Sedangkan perbedaan ras muncul karena adanya pengelompokan besar manusia yang memiliki ciri-ciri biologis lahiriah yang sama seperti rambut. 2. MANUSIA. Makna Kesederajatan Kesederajatan berasal dari kata sederajat yang menurut KBBI artinya adalah sama tingkatan (pangkat. ideologi. MAKNA KERAGAMAN KESEDERAJATAN 1. jenis. 2. ukuran-ukuran tubuh. Sebelah timur Indonesia termasuk ras Austroloid. mata. UNSUR-UNSUR KERAGAMAN MASYARAKAT INDONESIA 1. serta situasi ekonomi. warna kulit.BAB 5. Sehingga keragaman berarti perihal beragam-ragam : berjenisjenis . terutama bagian barat mulai dari Sulawesi adalah termasuk ras Mongoloid Melayu Muda (Deutero Malayan Mongoloid). Agama dan Keyakinan Agama mengandung arti ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia. 4) warna. hal jenis. dan lain sebagainya. KERAGAMAN DAN KESEDERAJATAN A. Keragaman yang dimaksud di sini adalah suatu kondisi dalam masyarakat dimana terdapat perbedaan-perbedaan dalam berbagai bidang. adat kesopanan. termasuk bagian NTT. Suku Bangsa dan Ras Suku bangsa yang menempati wilayah Indonesia dari sabang sampai Merauke sangat beragam. kedudukan). 5) (ling) laras (tata bahasa). Di Indonesia. terutama suku bangsa dan ras. 2) macam. ragi . Dengan demikian konteks kesederajatan di sini adalah suatu kondisi dimana dalam perbedaan dan keragaman yang ada manusia tetap memiliki satu kedudukan yang sama dan satu tingkatan hierarki. perihal ragam . Makna Keragaman DAN Keragaman berasal dari kata ragam yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya : 1) tingkah laku . Ikatan yang dimaksud berasal dari suatu kekuatan yang lebih tinggi dari manusia sebagai kekuatan gaib yang tak dapat ditangkap 45 DALAM . Sedangkan kelompok terbesar yang tidak termasuk kelompok pribumi adalah golongan Chia yang termasuk Astratic Mongoloid. Kecuali Batak dan Toraja yang termasuk Mongoloid Melayu Tua (Proto malayan Mongoloid). B.

Menurut Robert H. Thouless. 2.dengan pancaindra. 8. yaitu Pancasila yang benar-benar mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia. 3. Ideologi membantu untuk lebih memperkuat landasan moral bagi sebuah tindakan. Politik juga bermakna usaha untuk menegakkan ketertiban sosial. 6. Tata Krama 46 . 4. fakta mnunjukkan bahwa agama berpusat pada Tuhan atau dewa-dewa sebagai ukuran yang menentukan yang tak boleh diabaikan (Psikologi Agama : 14). tampaknya memang memiliki ciri umum yang hampir sama. 4. baik dalam agama primitif maupun agama monoteisme. Ideologi dan Politik Ideologi adalah suatu istilah umum bagi sebuah gagasan yang berpengaruh kuat terhadap tingkah laku dalam situasi khusus karena merupakan kaitan antara tindakan dan kepercayaan yang fundamental. Meskipun pada dasarnya Indonesia hanya mengakui satu ideologi. hal ini terlihat dari banyaknya agama yang diakui di Indonesia. Keragaman masyarakat Indonesia dalam ideologi dan politik dapat dilihat dari banyaknya partai politik sejak berakhirnya orde lama. Berfungsi edukatif. Agama sebagai bentuk keyakinan memang sulit diukur secara tepat dan rinci. Masalah agama tak akan ungkin dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Politik mencakup baik konflik antara individu-individu dan kelompok untuk memperoleh kekuasaan. 5. 7. ajaran agama secara yuridis berfungsi menyuruh dan melarang Berfungsi penyelamat Berfungsi sebagai perdamaian Berfungsi sebagai social control Berfungsi sebagai pemupuk rasa solidaritas Berfungsi transformatif Berfungsi kreatif Berfungsi sublimatif Pada dasarnya agama dan keyakinan merupakan unsur penting dalam keragaman bangsa Indonesia. Namun apa pun bentuk kepercayaan yang dianggap sebagai agama. Hal ini pula yang barangkali menyulitkan para ahli untuk memberikan definisi yang tepat tentang agama. yang digunakan oleh pemenang bagi keuntungannya sendiri atas kerugian dari yang ditaklukan. 3. Dalam praktiknya fungsi agama dalam masyarakat antara lain adalah : 1. namun mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap kehidupan manusia sehari-hari (Harun Nasution : 10).

agama. PROBLEMATIKA DISKRIMINASI Diskriminasi dalah setiap tindakan yang melakukan pembedaan terhadap seseorang atau sekelompok orang berdasarkan ras. Namun umumnya. jenis kelamin. Tata krama dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat dan terdiri dari aturan-aturan yang kalau dipatuhi diharapkan akan tercipta interaksi sosial yang tertib dan efektif di dalam masyarakat yang bersangkutan. dan kelas sosial-ekonomi. dan discrimination harus dipandang sebagai tindakan yang menghambat pengembangan kesederajatan dan demokrasi. suku. Hal ini dapat terlihat dan dirasakan dengan jelas dengan adanya penggolongan orang berdasarkan kasta. usia. 6. Tuntutan atas kesamaan hak bagi setiap manusia didasarkan pada prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM). perekonomian akan menjadi salah satu perhatian yang terus ditingkatkan.Tata krama yang dianggap dari bahasa Jawa yang berarti “adat sopan-santun. dan saling tergantung. tegur sapa. Kesenjangan Ekonomi Bagi sebagian negara berkembang. rasisme. pangkat. masyarakat kita berada di golongan tingkat ekonomi menengah ke bawah. C. Hal inilah yang dapat menimbulkan kesenjangan sosial yang tidak saja dapat menyakitkan. religius fanatisme. Tak hanya itu bahkan bisa menjadi sebuah pemicu perang antar etnis atau suku. pandangan ideologi dan politik. etnis. namun juga membahayakan bagi kerukunan masyarakat. penegakan hukum dalam 47 . Sifat dari HAM adalah universal dan tanpa pengecualian. kondisi fisik tubuh. Indonesia memiliki beragam suku bangsa dimana setiap suku bangsa memiliki adat tersendiri meskipun karena adanya sosialisasi nilai-nilai dan norma secara turun-temurun dan berkesinambungan dari generasi ke generasi menyebabkan suatu masyarakat yang ada dalam suatu suku bangsa yang sama akan memiliki adat dan kesopanan yang relatif sama. Hal ini tentu saja menjadi sebuah pemicu adanya kesenjangan yang tak dapat dihindari lagi. adat istiadat. status. dan strata sosial yang hierarkis. basa-basi” pada dasarnya adalah segala tindakan. perilaku. serta batas negara dan kebangsaan seseorang. Kesenjangan Sosial Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk dengan bermacam tingkat. tidak dapat dipisahkan. kelompok. golongan. Berangkat dari pemahaman tersebut seyogyanya sikap-sikap yang didasarkan pada ethnosentrisme. orientasi seksual. ucap dan cakap sesuai kaidah atau norma tertentu. 5.

Pencantuman prinsip ini pada awal pasal dan berbagai instrumen hukum yang mengatur HAM pada dasarnya menunjukkan bahwa diskriminasi telah menjadi sebuah realitas yang problematik. Timbullah persaingan antara kelompok pendatang dan kelompok pribumi. Kelompok-kelompok kaya (bangsawan. Komunitas internasional telah mengakui bahwa diskriminasi masih terjadi di berbagai belahan dunia b. Dalam demokrasi. Tekanan dan intimidasi biasanya dilakukan oleh kelompok yang dominan terhadap kelompok atau golongan yang lebih lemah.” Ketentuan tersebut merupakan landasan hukum yang mendasari prinsip nondiskriminasi di Indonesia. keadilan dan perdamaian. tuan tanah) biasanya melakukan intimidasi dan tekanan sehingga mendiskriminasikan orang-orang miskin. Aristoteles membagi masyarakat dalam suatu negara menjadi tiga kelompok : kaya. Dari kajian yang dilakukan terhadapberbagai kasus disintegrasi bangsa dan bubarnya sebuah negara. Problematika lainnya yang timbul dan harus diwaspadai adalah adanya disintegrasi bangsa. terutama ekonomi. Setiap orang dilahirkan bebas dengan harkat dan martabat yang sama dan sederajat…. Akan tetapi. sehingga : a. akan tetapi karena adanya beberapa faktor penyebab antara lain adalah : 1. dapat disimpulkan adanya enam faktor utama yang secara gradual bisa menjadi penyebab utama proses itu. kesederajatan dalam perlakuan adalah salah satu wujud ideal dalam kehidupan negara yang demokratis. Persaingan yang semakin ketat dalam berbagai bidang kehidupan. diskriminasi seharusnya telah ditiadakan dengan adanya kesetaraan dalam bidang hukum. berbagai pendirian dan pengkajian menunjukkan bahwa kondisi di Indonesia saat ini belum mencerminkan penerapan asas persamaan di muka hukum secara utuh.kerangka pemajuan dan pemenuhan HAM. Prinsip nondiskriminasi harus mengawali kesepakatan antarbangsa untuk dapat hidup dalam kebebasan. Pada dasarnya diskriminasi tidak terjadi begitu saja. Pasal 281 ayat (2) UUD NKRI 1945 telah menegaskan bahwa : “Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu.30 tahun 1999 tentang HAM telah menegaskan bahwa “…. “Sementara itu Pasal 3 UU No. yaitu : 48 . Ketidakberdayaan golongan miskin akan intimidasi yang mereka dapatkan membuat mereka terus terpuruk dan menjadi korban diskriminasi. yang kerap kali menjadi awal pemicu terjadinya diskriminasi 2. 3. miskin dan yang berada di antaranya.

seraya mengambil keuntungan dari perpecahan itu melalui dominasi pengaruhnya terhadap kebijakan politik dan ekonomi negara-negara baru pasca disintegrasi. Intervensi asing Intervensi internasional yang bertujuan memecah belah. sejarah. Masyarakat Indonesia terwujud sebagai hasil interaksi sosial dari banyak suku bangsa dengan beraneka ragam latar belakang kebudayan. Semua ini mengakibatkan kepemimpinan nasional semakin tidak efektif. pengukuhan ide “tunggal ika” yang dirumuskan dalam wawasan nusantara dengan menekankan pada aspek persatuan di segala bidang merupakan tindakan yang positif. sehingga menyulitkan lahirnya kebiajakan utuh dan mengatasi krisis ekonomi. Keutuhan wilayah negara amat ditentukan oleh kemampuan para pemimpin dan masyarakat warga negara memelihara komitmen kebersamaan sebagai suatu bangsa. Demoralisasi tentara dan Polisi Demoralisasi tentara dan polisi dalam bentuk pupusnya keyakinan mereka atas makna pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya sebagai bhayangkari negara. 6. Krisis sosial Krisis soial dimulai dari adanya disharmoni dan bermuara pada meletusnya konflik kekerasan diantara kelompok-kelompok masyarakat (suku. Demoralisasi itu. Krisis ekonomi yang akut dan berlangsung lama Krisis di sektor ini selalu merupakan amat signifikan dalam mengawali lahirnya krisis yang lain (politik pemerintahan. agama. Krisis politik juga dapat dilihat dari absennya kepemimpinan politik yang mampu membangun solidaritas sosial untuk secara solid menghadapi krisis ekonomi. Terciptanya “tunggal ika” dalam masyarakat yang “bhineka” dapat diwujudkan melalui “integrasi kebudayaan” atau “integrasi nasional”. ras). agama. Intervensi itu bergerak dari yang paling lunak hingga berupa provokasi terhadap kelompok-kelompok yang berkonflik. maka kemampuan pemerintah dalam memberi pelayanan publik akan makin merosot. Krisis politik Krisis politik merupakan perpecahan elite di tingkat nasional. Namun tentu saja makna Bhineka Tunggal Ika ini harus benar-benar dipahami dan menjadi sebuah pedoman 49 .1. hukum dan sosial) 3. 2. dan tujuan yang sama yang disebut Kebudayaan Nasional. pada kadar yang rendah dipengaruhi oleh merosotnya nilai gaji yang mereka terima akibat krisis ekonomi. Salah satu hal yang dapat dijadikan solusi adalah Bhineka Tunggal Ika yang merupakan ungkapan yang menggambarkan masyarakat Indonesia yang “majemuk” atau “heterogen”. 4. Kegagalan kepemimpinan Integrasi bangsa adalah landasan bagi tegaknya sebuah negara modern. 5. Dalam hubungan ini.

Masyarakat sebagai satu komunitas yang beragam penuh perbedaan pandangan bahkan kepentingan. teoti ini melihat konflik disebabkan ketidakcocokan dalam cita-cita berkomunikasi diantara budaya yan berbeda. 1. indah dan harmonis yang mencerminkan tingkat kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. 2) Teori identitas yang melihat bahwa konflik yang mengeras di masyarakat tidak lain disebabkan identitas yang terancam yang sering berakar pada hilangnya sesuatu atau penderitaan masa lalu yang tidak terselesaikan. ketidakpercayaan dan permusuhan diantara kelompok yang berbeda. misalnya. adab. dalam realitas kehidupan keragaman telah meluas dalam wujud perbedaan status. sosial dan sampai cita-cita perorangan maupun kelompok tanpa dilandasi sikap arif dalam memandang perbedaan akan menuai konsentrasi panjang berupa konflik dan bahkan kekerasan di tengahtengah kita.dalam berbangsa dan bernegara. 3) Teori kesalahpahaman antarbudaya. Sebagaimana konsesi dari SN Kartikasari adalah hubungan antara dua pihak atau lebih yang memiliki atau terlibat didalamnya bisa perorangan ataupun kelompok. Manusia Beradab dalam Keragaman Hubungan antara kebudayaan dengan peradaban sangat erat. relasi. memiliki pandangan bahwa konflik yang sering muncul di tengah masyarakat disebabkan polarisasi yang terus terjadi. Peradaban dalah salah satu perwujudan kebudayaan yang bernilai tinggi. perbedaan bisa dilatarbelakangi SARA bahkan pilihan ideologi politiknya. budi bahasa. menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan dan tidak 50 . kondisi ekonomi. Dalam hal ini maka terdapat teori yang menunjukkan penyebab konflik di tengah masyarakat antara lain : 1) Teori hubungan masyarakat. myang mempengaruhi dinamika kehidupan masyarakat. budi pekerti. oleh sebab itu manusia yang beradab harus bersikap terbuka dalam melihat semua perbedaan dalam keragaman yang ada. 4) Teori transformasi yang memfokuskan pada penyebab terjadi konflik adalah ketidaksetaraan dan ketidakadilan yang muncul sebagai masalah sosialbudaya dan ekonomi. Realitas keragaman budaya bangsa ini tentu membawa konsekuensi munculnya persoalan gesekan antarbudaya. seni dan sebagainya. yang pasti memiliki kepentingan dan sasaran yang hendak ditujunya. sopan-santun. Tuhan yang menciptakan manusia dalam keragamannya.

hal ini berlangsung berkaitan dengan terjadinya perpindahan atau penyebaran manusia dari satu tempat ke tempat lain. seperti masuknya agama dan kebudyaan Hindu. sedikit demi sedikit. 4) Invasi. Penetrasi aialah masuknya unsurunsur kebudayaan asing secara paksa. alat pengikat persatuan seluruh masyarakat dalam kebudayaan yang beraneka ragam. 2) Difusi. pada uraian berikut akan diperjelas kembali. Akulturasi atau cultural contact berarti suatu kebudayaan tertentu yang dihadapkan dengan unsur unsur kebudayaan asing yang sedemikian rupa sehingga lambat laun unsurunsur kebudayan asing tersebut melebur dan menyatu ke dalam kebudayaan sendiri. sehingga merusak kebudayaan bangsa yang didatangi penetrasi tersebut. penetrasi semacam ini disbeut Penetration Pasifique. Difusi ialah penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari satu tempat ke tempat lain. yaitu masuknya untuk kebudayaan asing dengan tidak sengaja dan tanpa paksaan dalam kebudayaan setempat sehingga saling mempengaruhi. Faktor-Faktor Terjadinya Perubahan Sosial-Budaya Pada bab sebelumnya sudah dijelaskan tentang faktor-faktor terjadinya perubahan sosial-budaya ini. Faktor yang Berasal dari Luar Masyarakat 1) Akulturasi. tetapi tidak menyebabkan hilangnya kepribadian.menjadikan keragaman sebagai kekayaan bangsa. Invasi yaitu masuknya unsur-unsur kebudayaan asing ke dalam kebudayaan setempat dengan peperangan (penaklukan) 51 . Selain itu masih ada jenis penetrasi lain. 3) Penetrasi. dinamakan penetration violent. Islam ke dalam kebudayaan Indonesia. Faktor-faktor pendorong yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial ada dua macam. yaitu yang berasal dari luar masyarakat dan dari dalam itu sendiri. Budha. misalnya ketika bangsa Spanyol dan Portugis datang ke Amerika Latin sehingga kebudayaan Maya dan Inka menjadi musnah.

baik berupa alat walaupun ide baru yang diciptakan oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu masyarakat Namun ada pula pendapat lain menyatakan bahwa discovery adalah penemuan sesuatu yang sebelumnya telah ada Invention adalah pendapatan atau perolehan hal-hal baru yang dilakukan melalui usaha yang sungguh-sungguh walaupun melalui trial and error Enkulturasi atau pembudayaan adalah suatu proses manusia mempelajari dan 52 • • • . asimilasi adalah proses penyesuaian seseorang atau kelompok orang asing terhadap kebudayana setempat. Asimilasi kebalikan dari penetrasi. 7) Milenarisasi. 6) Hibridisasi. Hibridisasi adalah perubahan kebudayaan yang disebbakan oleh perkawinan campuran antara orang asing dengan penduduk setempat. selama masa penjajahan itulah terjadi pemaksaan masuknya unsur-unsur asing ke dalam kebudyaan bangsa-bangsa terjajah. penaklukan itu pada umumnya dilanjutkan dengan penjajahan. Milenarisme merupakan salah satu bentuk gerakan kebangkitan. Perubahan yang Terjadi karena Pengaruh dari Dalam 1) Sistem Pendidikan yang maju • • Inovasi adalah pembauran unsur teknologi dan ekonomi dari kebudayaan Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan yang baru. 5) Asimilasi. Akibat hibridisasi ialah munculnya kebudayana baru.bangsa asing terhadap bangsa lain. yaitu setengah kebudayaan asing dan setengah kebudayaan setempat. walaupun tidak menutup kemungkinan perubahan akibat perkawinan campuran meluas hingga ke lingkungan masyarakat sekelilingnya. Hibridisasi umumnya bersifat individu. yang berusaha mengangkat golongan masyarakat bawah yang tertindas dan telah lama menderita dalam kebudayaan sosial yang rendah dan memiliki ideologi subkuktural yang baru.

Nilai dan Moral sebagai Materi Pendidikan Ada beberapa bidang filsafat yang berhubungan dengan cara manusia mencari hakikat sesuatu. Bidang ini merupakan tema baru dalam bidang filsafat yaitu baru muncul pada abad ke-19. meskipun cikal bakal pengkajian keindahan dan kebaikan bisa ditelusuri jauh sebelum hadirnya buku Republik karya Plato. 2) Menghargai hasil karya orang lain 3) Adanya keterbukaan di dalam masyarakat 4) Adanya toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang (deviation) 5) Penduduk yang heterogen BAB 6. HAKIKAT NILAI MORAL DALAM KEHIDUPAN MANUSIA 1. bidang ini disebut filsafat nilai. yang memiliki dua kajian utama yaitu estetika dan etika. Estetika berhubungan dengan keindahan. hukum dan agama) yang hidup dalam masyarakat. sementara etika berhubungan dengan kajian baik buruk dan benar salah. adat. baik dan buruk bahkan dengan persoalan-persoalan layak atau tidak layaknya sesuatu. maka pembahasan etika dan estetika jauh melangkah ke depan meningkatkan kemampuannya untuk mengkaji persoalan nilai dan moral tersebut sebagaimana mestinya. salah satu diantaranya adalah aksiologi. MORAL DAN HUKUM A. Namun demikian karena manusia selalu berhubungan dengan masalah keindahan. MANUSIA.menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan sistem norma (meliputi norma susila. 53 . NILAI.

Dalam bidang pendidikan. di atahu apa yang dipilih. bentuk maupun gayanya. Misalnya saja : Saya menyukai sebuah lukisan. Sayang tidak setiap orang menyadari keunggulannya. 6) menyebutkan ada tiga jenis makna etika : Pertama : kata etika bisa dipakai dalam arti nilai-nilai dan normanorma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. tetapi juga membahas kode-kode etik yang menjadi patokan individu dalam kehidupan sosialnya. Begitu kompleksnya persoalan aksiologi (nilai). maka pembahasan makalah ini difokuskan hanya pada kawasan etika. Apabila nilai sudah masuk pada kawasan pribadi. oleh karena itu bukan hanya nilai moral indiviu yang dikaji. sebab menyentuh hal-hal yang berhubungan dengan eksistensi manusia. manusia memiliki akal dan pikiran untuk mempertimbangkannya.Ketika persoalan etika dan estetika ini semakin diperluas. Kawasan inilah yang disebut kawasan filsafat moral. akan tetapi apabila masuk pada kawasan estetika. apakah orang lain berhak menyukai keindahan lukisan tersebut serta melarang saya menyukainya karena dia memiliki sudut pandang dan rasa yang berlainan ? Persoalan nilai ini jauh lebih rumit tatkala menyentuh persoalan selera. etika mempunyai arti lagi ilmu tentang yang baik dan yang buruk. Kedua. Ketika ketiga pengertian etika diatas dikembangkan dalam dunia 54 . Ketiga. kejujuran. mengapa memilih dan risiko apa yang akan terjadi. Demikian pula untuk mempertimbangkan dan mengembangkan keyakinan diri dan aturan masyarakatnya dibutuhkan pemahaman dan perenungan yang mendalam tentang mana yang sejatinya dikatakan baik. karena saya menganggap lukisan tersebut indah. etika berarti juga kumpulan asas atau nilai moral. dia tahu mengapa harus memilih dan tahu resiko akibat pilihannya. oleh karena itu orang tidak cukup memahami apa yang diyakininya tanpa menggunakan aturan main yang mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat. hlm. Seolah-olah nilai berhubungan dengan pribadi manusia semata. mana yang benar-benar disebut buruk. Bertens (2001. Etika di sini artinya sama dengan filsafat moral. Namun terma etika pun memiliki makna yang bervariasi. rohaninya. Oleh karena itu adagium Latin muncul “degustibus non disputandum” atau selera tidak dapat diperdebatkan. pikirnnya bahkan perasaannya. muncul persoalan apakah pihak lain atau orang lain dapat mencampuri urusan pribadi orang tersebut ? (khususnya dalam bidang nilai itu). karena banyak standar nilai etis yang disepakati secara universal seperti : keadilan. yang dimaksud di sini adalah kode etik. “mungkin” setiap orang mempunyai selera yang berbeda. tentu semakin kompleks. keikhlasan dan sebagainya. ketiga pengertian diatas menjadi materi bahasannya. tetapi meskipun demikian ada alat ukur yang sama pada manusia. fisiknya. baik persoalan warna. mungkin dalam kawasan etika lebih mudah mencari standar ukurannya. mentalnya. apakah jasmaninya. sehingga ia tidak menyadari apa yang harus dipilih.

Nilai dalam objek bukan penting atau tidak penting pada objek sejatinya. melainkan adalah sebagai penyangga perlu hadir dan menampakkan nilai tersebut. perhatian yang memberikan nilai pada objek. Pandangan kedua memandang nilai itu subjektif artinya nilai sangat tergantung pada subyek yang menilainya. atau kita mengalami preferensi karena kenyataan bahwa objek tersebut memiliki nilai mendahului dan asing bagi reaksi 55 . Dengan demikian lukisan itu indah (sebagai contoh) bukan karena lukisannya memang indah akan tetapi karena si penilai menyukai dna memandang indah luksian tersebut. namun term nilai pun bisa membuat setiap orang memiliki orientasi serta strategiyang berbeda dalam pengembangan pendidikan nilainya. 2. Persoalannya bukan bagaimana seseorang harus menemukan nilai yang telah ada tersebut tetapi lebih kepada bagaimana menerima dan mengaplikasikan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. sebagai pemeluk suatu agama dan sebagai warga dunia. atau kita mendambakannya karena objek itu memiliki nilai ? 2) Apakah hasrat. warga suatu bangsa. nilai memang telah ada dengan sendirinya. Nilai bagi pandangan objektivitas tidak tergantung pada objek. Perbedaan dan kecenderungan metode yang dipilih lebih sering karena perbedaan maksud yang ingin dicapai. bahkan memandang nilai telah ada sebelum adanya manusia sebagai penilai. Nilai itu objektif atau subjektif bisa dilihat dari dua kategori : 1) Apakah objek itu memiliki nilai karena kita mendambakannya. jadi bukan hanya karena ketidaksepakatan makna nilai yang diyakininya. melainkan tergantung si penilai memberikan persepsi terhadap objek tersebut. Manusia sebagai mahluk yang bernilai memaknai nilai dalam dua konteks : pertama akan memandang nilai sebagai sesuatu yang objektif. baik dalam bidang etika yang mengatur kehidupan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Nilai Moral di Antara Pandangan Objektif dan Subjektif Manusia Nilai erat hubungannya dengan manusia. kenikmatan. benar dan salah bukan hadir karena hasil persepsi dan penafsiran manusia. bahkan nilai manusia ketika manusia memahami agama dan keyakinan beragama.pendidikan. maupun bidang estetika yang berhubungn dengan persoalan keindahan. tetapi ada sebagai sesuatu yang ada dan menuntun manusia dalam kehidupannya. Baik dan buruk. Oleh karena itu nilai melekat dengan subjek penilai. Nilai dalam pengertian ini bukan di luar si penilai tetapi inheren dengan subjek yang menilai. kecenderungan dan orientasi terhadap persoalan itu akan melibatkan problematik metodologis. apabila dia memandang nilai itu ada meskipun tanpa ada yang menilainya. Oleh karena itu nilai berhubungan dengan sikap seseorang sebagai warga masyarakat. Namun meski tanpa hadirnya objek. Jadi nilai memang tidak akan ada dan tidak akan hadir tanpa hadirnya penilai.

dan yang paling penting bagaimana individu tersebut menyadari dengan jelas nilai dirinya. objek tidak ada tanpa adanya kualitas primer ini. bau. suka tidak suka. kehendak akan menentukan nilai suatu objek? Apakah suatu objek tadi diperhatikan. kualits pun menentukan berharga tidaknya suatu objek. Kualitas ini terpengaruh oleh tingkat subjektivitas. 2) Kualitas Sekunder. tapi bedampak pada berbagai situasi di mana manusia hidup dan mempersepsi kehidupannya. selera. 1999 : hlm.psikologis badan organis kita? Apakah nilai itu objektif atau subjektif ? Hal ini bisa ditelusuri dengan dua pertanyaan mendasar : apakah nilai menarik perhatian subjek atau subjek memberikan nilai pada suatu objek ? dan pertanyaan ini dapat lebih dipertegas dengan pertanyaan : 1) 2) Apakah kecenderungan. 56 . individu harus menerimanya karena itulah nilai yang diturunkan dari dunia transenden (dalam bahasa agama diwahyukan) sebagai ide yang mutlak. seperti panjang dan beratnya batu sudah ada sebelum batu itu dipahat (menjadi patung misalnya). rasa dan sebagainya. kualitas memang ada. Kualitas tidak akan tampak tanpa hadirnya suatu objek. Seperti halnya kualitas primer. apakah manusia si pemilik nilai (subjektif) atau si pengguna nilai (objektif) ? tentu saja dua pemikiran ini bukan hanya permainan semantik filosofis tanpa maksud. termasuk manusia memiliki kualitas. hlm. 2). tapi adanya membutuhkan penopang yaitu objek yang ditempati kualitas. kualitas menentukan tinggi rendahnya derajat sesuatu. zat dan apa pun yang ada di alam raya ini. diinginkan karena memang memiliki nilai ? (Lasyo. 7-10) kualitas dibagi dua : 1) Kualitas Primer. namun meski tanpa hadirnya objek diyakini bahwa kualitas itu ada. kualitas sekunder pun merupakan bagian dari eksistensi atau realitas objek. Kualitas primer ini merupakan bagian dari eksistensi objek. Persoalan objektif dan subjektif nilai ini akan sangat erat kaitannya dalam pendidikan tatkala dihubungkan dengan isi nilai apa yang harus diajarkan. Menurut Frondisi (2001. Nilai di Antara Kualitas Primer dan Kualtias Sekunder Setiap benda. Kualitas adalah sebuah fase. yaitu kualitas yang dapat ditangkap oleh pancaindra seperti warna. 3. Apakah ada nilai-nilai objektif yang harus diajarkan pada individu. Kualitas melekat dan hadir serta terlihat karena adanya objek yang ditempati sifat atau kualitas tersebut. yaitu kualitas dasar yang tanpa itu objek tidak dapat menjadi ada. Dengan demikian. atau apakah nilai itu harus dicari suatu proses karena sebenarnya individu sendiri sebagai mahluk yang bernilai.

seperti jasmani. rasa dan keyakinan. hlm. Penilaian ini dihubungkan dengan unsur-unsur atau hal yang ada pada manusia. Sedangkan kualitas sekunder merupakan baigan eksistensi objek tetapi kehadirannya sangat tergantung subjek penilai. 12) nilai itu milik semua objek. kualitas nilai adalah nilai. baik dan buruk. Metode Menemukan dan Hierarki Nilai dalam Pendidikan Nilai berhubungan erat dengan kegiatan manuia menilai. yang dimiliki objek tertentu yang dikatakan “baik”. religius atau tidak religius. karena nilai merupakan sifat dan kualitas. 11-12) menyatakan lebih lanjut. apakah nilai sebagai sifat tertentu sama dengan kualitas primer atau dengan kualitas sekunder ? Frondisi (2001. hlm. nilai hanyalah merupakan “kemungkinan” nilai tidak memiliki eksistensi yang riil. benar atau tidak benar. baik dipandang bernilai maka disebut nilai moral (etis). maka disebut nilai kegunaan. Menilai berarti menimbang. Oleh karena itu. apakah warna gunung biru atau hijau. yang selanjutnya diambil suatu keputusan. Kualitas primer harus ada dan memang tidak mungkin ada suatu objek tanpa kualtias primernya. Dengan demikian pertanyaan mendasar yang harus diajukan adalah : apakah nilai sebagai kualitas atau seperti mendekati kualitas primer atau seperti mendekati kualitas sekunder ? yang jelas nilai bukan kualitas primer maupun kualitas sekunder. Sesuatu dipandang bernilai karena sesuatu itu berguna. nilai bukan kualitas primer dan kualitas sekunder.Perbedaan mendasar antara kualitas primer dan kualitas sekunder bukan pada bersatu tidaknya kualitas tersebut pada objek. Bahkan menurut Husserl (2001. tetapi sejauh mana kemampuan subjek memandang kualitas sekunder tersebut. Keputusan nilai dapat menyatakan berguna atau tidak berguna. 4. karsa. laut. Persoalan yang paling mendasar. dan manusia tersebut. Jadi hadirnya kualitas primer merupakan kepastian/keniscayaan. melainkan pada keniscayaannya. indah dipandang bernilai maka disebut nilai keindahan (estetis). religius 57 . Nilai bukan benda atau unsur benda. Nilai bukan keniscayaan bagi esensi objek. nilai tidaklah independen yakni tidak memiliki kesubstantifan. melainkan sifat. Oleh karena itu pula nilai bersifat parasitis. bila benar dipandang bernilai maka disebut nilai kebenaran. kualitas/suigeneris. sebab “nilai” tidak menambah atau memberi eksistensi objek. cipta. Dengan demikian gunung dikatakan hijau atau biru. manusia dikatakan baik atau buruk oleh subjek tidak mengubah gunung atau manusia menjadi hal lain. air laut itu putih atau biru (bahkan baik buruknya manusia) bukan persoalan eksistensi gunung. manusiawi atau tidak manusiawi. yaitu kegiatan manusia menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain. sebelum ada penopangnnya atau sebelum ada pengembannya atau lebih tepatnya lagi sebelum ada objek yang ditempati.

bukan berarti ada klasifikasi. misalnya. yaitu berdasarkan tipe tujuan tertentu sebagai reaksi keadaan yang dinilai. yaitu hierarki urutan pentingnya Namun meskipun nilai ada aspek negatifnya tidak berarti meniadakan nilai tetapi bila ada nilai yang baik tentu ada lawannya yaitu nilai buruk. Berbeda dengan pendapat di atas. maka keuntungan yang diperoleh berupa kejujuran 4. yaitu cara mengevaluasi suatu objek dengan berpedoman pada sifat tertentu objek yang dinilai. keindahan dan kejelekan 2) Nilai tersusun secara hierarkis. yaitu menurut keinginan. nilai religius lebih penting daripada nilai keindahan. Keuntungan yang diperoleh…. Nilai yang berorientasi pada profesi hasilnya nama baik 58 . misalnya nilai profesi. Nilai dengan orientasi pada diri sendiri (nilai egosentris) yaitu dapat memperoleh keberhasilan dan ketentraman b. adalah pendapatnya Nicholas Rescher (1969. maka keuntungan yang diperoleh berupa produksi : kategori nilai moral. kebutuhan. a. Objek yang dipermasalahkan. nilai kesukuan atau nilai kebangsaan. kepentingan atau minat seseorang yang diwujudkan dalam kenyataan. 2. yaitu orientasi kelompok : 1).dipandang bernilai maka disebut nilai keagamaan. hlm. yaitu : 1) Nilai menampilkan diri dalam aspek positif dan aspek negatif yang sesuai (polaritas) seperti baik dan buruk.. Oleh karena itu nilai itu memiliki polaritas dan hierarki. 14-19) yang menyatakan adanya 6 klasifikasi nilai. 5. bangsa dinilai dari keadilan hukumnya. Pengakuan. Hubungan antara keuntungan. sehingga ada nilai yang lebih diutamakan daripada nilai lainnya. Contoh : nilai akreditasi pendidikan. seperti manusia dinilai dari kecerdasannya. pengemban nilai dengan a. Nilai dengan orientasi pada orang lain. contohnya kategori nilai ekonomi. melainkan ada urutan tingkat kepentingannya.. yaitu pengakuan subjek tentang nilai yang harus dimiliki seseorang atau suatu kelompok. yaitu klasifikasi nilai yang didasarkan atas : 1. Nilai yang berorientasi pada keluarga hasilnya kebanggaan keluarga b. Demikian pula dalam pemahaman bahwa nilai itu ada hierarkinya. Tujuan yang akan dicapai…. 3.

Nilai kerohanian. 2) Nilai kehidupan. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan aktivitas. Sedangkan dalam hierarki nilai sangat tergantung dari sudut pandang dan nilai yang menjadi patokan dasar si penilai. 1984. Nilai kerohanian ini bisa dibedakan pada empat macam : 59 . Bagi orang religius tentu saja nilai-nilai religi akan menempati posisi utama atau tertinggi. 2. 6. sementara bagi orang yang materialistis akan menempatkan nilai materi pada posisi tertinggi. yaitu nilai universal. Hubungan yang dihasilkan nilai itu sendiri dengan hal lain yang lebih baik. yaitu nilai yang mengenakan atau tidak mengenakkan. itulah sebabnya nilai memiliki tingkatan. 175) 1) Nilai kenikmatan. Nilai yang berorientasi pada kemanusiaan. di mana nilai tertentu secara hierarki lebih kecil dari nilai lainnya. Tingkatan atau hierarki nilai akan berbeda antara orang ateis dengan orang religius. namun tingkat kepentingan nilai tersebut tidaklah sama. Nilai material.profesi c. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur jasmani manusia Nilai vital. yaitu nilai penting bagi kehidupan 3) Nilai kejiwaan. hlm. Menurut Max Scheller (dalam Kaelan. hlm. Nilai yang berorientasi pada masyarakat hasilnya keadilan sosial 2). yaitu nilai yang tidak tergantung pada keadan jasmani maupun lingkungan 4) Nilai kerohanian. 66-67) membagi hierarki nilai pada tiga : 1. Sedangkan Notonegoro (dalam Dardji D. yaitu moralitas nilai dari yang suci dan tidak suci. Nilai tentu saja dipandang penting oleh setiap orang. Nilai yang berorientasi pada bangsa hasilnya patriotisme d. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia 3. dalam pengertian ada hierarkinya. menyebutkan hierarki tersebut terdiri dari : 2002. yang berkaitan dengan indra manusia yang menyebabkan manusia senang atau menderita. demikian juga dengan orang materialis.

kebijaksanaan atau strategi yang bersumber pada nilai dasar. hakikat Tuhan. Nilai dasar. 2. rasa) manusia c. inti dari nilai-nilai tersebut. yang merupakan nilai kerohanian tertinggi dan mutlak. yang bersumber pada unsur kehendak (will. hakikat kenyaan obyektif segala sesuatu misalnya. budi. wollen. gevoel. 178) sebagai berikut : 1. (dalam bahasa ilmiahnya disebut dasar ontologis) yaitu merupakan hakikat. cipta) manusia b. Nilai dasar ini bersifat universal karena menyangkut hakikat kenyataan objektif segala sesuatu misalnya. Nilai instrumental …. Nilai praktis. pada hakikatnya merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai instrumental dalam suatu kehidupan nyata. nilai objektif dan nilai subjektif (yang kedua-duanya 60 . atau nilai moral. Sedangkan di Indonesia (khususnya pada dekade penataran P4) hierarki nilai dibagi tiga (Kaelan. Nilai religius ini bersumber kepada kepercayaan atau keyakinan manusia. Sementara itu ada juga yang membedakan antara nilai instrinsik dan nilai ekstrinsik. Namun jikalau nilai instrumental itu berkaitan dengan suatu organisasi ataupun negara maka nilai instrumenal itu merupakan suatu arahan. dna nilai praksis itu merupakan suatu sistem dalam perwujudannya tidak boleh menyimpang dari sistem itu. Nilai kebaikan. Sehingga dapat dikatakan nilai instrumental merupakan suatu eksplisitasi dari nilai dasar. nilai instrumental. nilai dasar. esensi. manusia atau segala sesuatu lainnya. hlm. 2002. atau nilai estetis.. Bilamana nilai instrumental itu berkaitan dengan tingkah laku manusia dalam kehidupan seharihari maka hal itu akan merupakan suatu norma moral. Nilai kebenaran yang bersumber pada akal (rasio. Nikai religius. Nilai keindahan. 3. Sehingga nilai praktis ini merupakan perwujudan dari nilai instrumental…. merupakan suatu pedoman yang dapat diukur atau diarahkan. karsa) manusia d.a. yang bersumber pada unsur perasaan (esthetis.

Ada persoalan mendasar apabila digunakan metode ini. dan merupakan kebenaran yang dihormati dan diyakini secara sahih sebagai manusia yang beradab. hlm. apakah seseorang akan tergolong pada kelompok objektif empiris yaitu yang menyesuaikan diri dengan pengalaman. Oleh karena itu apabila subjektif apriori digunakan. karena hukum moral identik dengan kebiasaan tadi.bukan hierarki tetapi lebih merupakan klasifikasi nilai). Persoalannya bagaimana seseorang mendapatkan dan menentukan hierarki nilainya ? Jawabannya tidak mudah. 61 . yaitu tidak akan ada perbaikan moral. Dari gambaran hierarki nilai dapat disimpulkan bahwa nilai yang tertinggi selalu berujung pada nilai yang terdalam dan terabstrak bagi manusia. lebih tahan lama. Jadi nilai dan kebernilaian hanyalah semacam kebiasaan yang dialami dalam realitas sebagai hasil pengalaman empiris. Dengan demikian ada yang membuat pembagian berupa penggolongan atau klasifikasi semata tanpa menentukan tingkatan keutamaan atau kepentingannya. Yang jadi persoalan apakah yang harus dilakukan apabila dua golongan yang sempurna tidak menghasilkan hal yang serupa ? tentu akan ada dua kubu yang sama-sama menyatakan benar dengan dasar keyakinan yang sama sementara menghasilkan nilai yang berbeda. persoalan yang paling mendasar apakah ? Kewajian. apa yang biasa itulah adanya dan itulah moralitas. dan berupaya memfasilitasi mereka agar terbuka wawasan dan perasaannya untuk memiliki dan meyakini nilai yang lebih hakiki. tergantung pada indrawi manusia dan lebih bersifat pragmatis untuk memuaskan jasmani manusia (atau dalam bahasa agama memuaskan nafsu semata). 2001. akan tetapi harus membimbing mereka untuk meyakini nilai yang paling hakiki. Cara kedua menghasilkan nilai dan kebernilaian dengan subjektif apriori yaitu meyakini intuisi emosional. terdalam dan paling dasar. Dalam posisi hierarki nilai ini. maka kebenaran nilai itu sangat relatif. maka cocok dengan paham objektif empiris. maka cocok dengan subjektif apriori. Dengan demikian pendidikan tidak cukup hanya mengantar peserta didik pada nilai dirinya. atau : apakah nilai mendahului kewajiban dan berlaku sebagai dasar hukum moral ? (paham Max Scheller) bila jawabannya ya. 300. yaitu keyakinan ilmu pengetahuan yang tidak dipertanyakan lagi. Terdalam dalam arti lebih hakiki dan lebih bersifat kepentingankepentingan transenden dalam bentuk-bentuk idela yang dapat dipikirkannya. dan ada yang melakukan penggolongan dengan menentukan hierarki kepentingan atau keutamaannya. kesadaran hukum moral mendahului nilai ? (paham Immanuel Kant) bila jawabannya ya. oleh karena itu John Dewey mengatakan bahwa ‘persoalan nilai adalah problema metodologis’ (Frondizi. Dengan demikian. pendidikan pada hakikatnya merupakan upaya membantu peserta didik untuk menyadari nilai-nilai yang dimilikinya. sedangkan nilai yang semakin rendah lebih bersifat sementara. Jadi kita mengandalkan pada intuisi emosi untuk menghasilkan nilai.

Pengertian Nilai Karena bervariasinya pengertian nilai. dan sebagai individu yang memiliki potensi untuk mencapai kebenaran di sisi lain. dan selanjutnya nilai itu penting. Comb. 1999. Menurut Dictionary of Sociology and Related Science : Value. (Nilai adalah kemampuan yang diyakini terdapat pada suatu objek untuk memuaskan hasrat manusia. Nilai adalah kepercayaankepercayaan yang digeneralisir yang berfungsi sebagai garis pembimbing untuk menyeleksi tujuan serta perilaku yang akan dipilih untuk dicapai (dalam Kama A. hlm. hlm. 45) 6. 3. (Nilai adalah gagasan – konsep – tentang sesuatu yang dipandang penting oleh seseorang dalam hidup). Menurut Jack R. yaitu kualitas objek yang menyebabkan tertariknya individu atau klompok) (dalam Kaelan. 5. hlm. 9) sebagai berikut : Nilai bagi manusia merupakan landasan atau motivasi dalam segala tingkah laku atau perbuatannya. sehingga berfungsi untuk menyempurnakan manusia. sedangkan kualitas merupakan atribut atau sifat yang seharusnya dimiliki (dalam Lasyo. 174). terutama bagaimana hubungan antara setiap pengertian itu dengan pendidikan. 4.Yang jelas. dalam dunia pendidikan. 174). Nilai merupakan sesuatu yang potensial. Fraenkel (1977. Menurut Arthur W. hlm. Menurut Cheng (1955). 62 . 2000. Menurut Frankena : Nilai dalam filsafat dipakai untuk menunjuk kata benda abstrak yang artinya : keberhargaan” (worth) atau “kebaikan” (goodness) dan kata kerja yang artinya suatu tindakan kejiwaan tertentu dalam menilai atau melakukan penilaian (dalam Kaelan. 1. di bawah ini akan dikemukakan sebelas definisi yang diharapkan mewakili berbagai sudut pandang. Untuk melihat sejauh mana variasi pengertian nilai tersebut. tetapi ada hal yang disepakati dari semua pengertian nilai tersebut. 6) : A value is an idea – a concept – about what someone thinks is important in life. 1) 2. karena pendidikan memandang individu sebagai mahluk yang berpengalaman di satu sisi. 2002. …. hlm. bahwa nilai berhubungan dengan manusia. 5. the believed capacity of any object to satisfy human desire. hlm. sulit untuk mencari kesimpulan yang komprehensif agar mewakili setiap kepentingan dan berbagai sudut pandang. 2002. dalam arti terdapatnya hubungan yang harmonis dan kreatif. Menurut Lasyo (1999. the quality of any object which causes it to be of interest to an individual or a group. Hakam. kedua cara menghasilkan nilai moral tersebut dapat digunakan.

hlm. 9. Charles R. (1986.Kualitas Menyebabkan manusia tertarik 3. 3. 963). 3) : Value is a cluster of attitude which generate either an action or decision to deliberately avoid an action (Nilai adalah sekelompok sikap yang menggerakkan perbuatan atau keputusan yang dengan sengaja menolak perbuatan). 36) : Nilai adalah yang berguna bagi kehidupan manusia jasmani dan rohani 10. hlm.Kapasitas keyakinan . Knikker (1977. Landasan atau motivasi 5. 8. 1) : Value a set of attitude (scheme) which generate or cause a judgement which guide action or in action ( a lack of action) and which provide a standard or a set o principles. Kata benda abstrak 4. 11. Menurut John Dewey dalam Dardji D. Menurut Dardji Darmodihardjo (1986 : hlm. 36) Value is object of social interest. Nilai ialah kualitas objek yang menyangkut jenis apresiasi atau minat. tujuan atau fungsinya.. Keyakinan yang digeneralisir 6.7. posisinya serta tingkat kepentingannya maka dapat digambarkan sebagai berikut : Klasifikasi Pengertian Nilai N o Wujud 1. Menurut Encyclopedia Britainica (hlm. hlm. Gagasan konsep Untuk menilai Untuk bertingkah laku Pembimbing menyeleksi tujuan atau perilaku Pada objek Kondisi jiwa Sesuatu yang abstrak Dalam hati / jiwa Tujuan/Fungsi Menyempurnakan manusia Memuaskan hasrat manusia Posisi Dalam diri Pada objek Tingkat Kepentin gan Sangat penting Agak penting Agak penting Penting Sangat penting Sangat penting Agak penting Memandang sesuatu Ide yang penting dalam manusia hidup 63 . . Potensi 2. Menurut Herbert Larry Winecoff (1987. Apabila diklasifikasikan definisi-definisi nilai di atas pada wujudnya.

Serangkaia n sikap .7.Sikap manusia Sangat penting - 64 .

Serangkaia n sikap .8.Sikap manusia Sangat penting - 65 .

sehingga menganggap ada ruang kosong untuk dimasukinya. Sesuatu 10. oleh karena itu akan berupaya terus menjawab apa yang belum terjawab. yaitu tatkala keinginan untuk mengisi relung kosong dengan pengertian kita. karena yang diupayakan oleh filsafat adalah mencari hakikat. atau ada bagian yang belum terjelaskan oleh definisi orang lain. dapat terlihat bahwa pengertian nilai ada yang melihatnya sebagai kondisi psikologis. Kualitas Berguna bagi jasmani atau rohani Dikehendaki masyarakat Berhubungan dengan apresiasi atau minat Sesuatu (abstrak) Objek Objek Penting Agak penting Agak penting Dari klasifikasi diatas. akan tetapi setiap orang tertarik pada bagian-bagian yang “relatif belum tersentuh” oleh pemikir lain. Pengertian nilai yang telah dikemukakan oleh setiap pakar pada dasarnya upaya memberikan pengertian secara holistik terhadap nilai.9. Tetapi ada bahayanya. Objek 11. Sikap berpikir seperti ini didalam filsafat bukanlah hal aneh. ada juga yang mengklasifikasikannya mirip dengan status benda. ada yang memandangnya sebagai objek ideal. mencari sesuatu yang belum terpecahkan. pada saat itu tanpa didasari kita sering terjerumus pada upaya-upaya 66 .

Comb. Larry Winecoff. esensi. objek idel itu ada Objek ideal tidak lain merupakan dunia ide seperti konsep. 4). pada objek ideal dan pada status benda. Pereduksian pengertian nilai dengan status benda terjadi apabila nilai dikacaukan dengan objek material yang menopangnya atau benda yang menyimpan atau menutupinya. Pereduksian nilai dengan status benda disebabkan : 1. tentu lebih banyak melibatkan dunia intelektual dan otomatis akan kurang melibatkan emosi yang sangat dibutuhkan dalam penilaian. Objek ideal itu bersifat ideal. Kalau kita ukur definisi di atas dengan indikator-indikator objek ideal tadi. 2. 48) sebagai beriku : 1. Oleh karena itu. Menurut Lotze nilai iu tidak ada. Upaya mereduksi nilai dengan kondisi psikologis terjadi apabila nilai dihubungkan dengan hal-hal sebagai berikut : 1. Identik dengan yang diinginkan 3. Keindahan ditangkap melalui emosi. misalnya terhadap nilai yang kita bahas ini. Kebutuhan aanya penopang bagi nilai menjadikan nilai sebagai eksistensi yang “parasitis”. hlm. 2001. dalam pengertian yang dikemukakan di atas terjadi pereduksian makna nilai pada kondisi psikologis. Keindahan adalah nilai sedangkan ide tentang keindahan adalah objek ideal 3. 67 . Hal ini bisa kita lihat dari definisi-definisi nilai yang dikemukakan oleh Cheng. Bila nilai direduksi sebagai objek ideal biasanya karena ada kekeliruan antara nilai sebagai sesuatu yang bukan realitas dengan identitas yang memadai esensi. hubungan yang semuanya dunia intelektual bukan dunia emosi. Oleh karena itu apabila orang mendiskusikan tentang estetika atau mendiskusikan kriteria lukisan yang indah. ide tentang keindahan ditangkap melalui intelektual 4. entitas matematik. fraenkel lah yang paling mendekati objek ideal tersebut. sedangkan nilai itu tidak riil 2. Merupakan sasaran perhatian Karena kesenangan. kenikmatan. Perbedaan nilai dengan objek ideal akan jelas bila melihat pendapat Husserl (dalam Frondizi. maka pereduksian nilai dengan kondisi psikologisnya ini hanya menempatkan nilai sebagai pengalaman pribadi semata. Arthur W. Selain mereduksi nilai dengan kondisi psikologis ada juga yang mereduksi nilai dengan “esensi atau ide platonik atau objek ideal” (frondizi. hlm.mereduksi pengertian utamanya. Sesuatu yang menyenangkan atau kenikmatan 2. 2001. Charles Knikker dan H. Kekacauan dimulai dengan kenyataan bahwa nilai tidak ada dalam dirinya sendiri tapi tergantung penopangnya yang biasanya merupakan substansi yang berbadan. definisi dari Jack R. Frankena. keinginan dan perhatian merupakan kondisi kejiwaan.

sebab seperti yang diungkapkan oleh Sheller. harus semakin diyakini oleh individu harus memahami nilai dan kebernilaian dirinya. akan tetapi sudut pandang yang berbeda akan menghasilkan kesimpulan yang berbeda pula. pendidikan (ISBD) tidak mempersoalkan dari mana nilai tersebut. Kepuasan jangan dikacaukan dengan kenikmatan (meskipun kenikmatan merupakan hasil kepuasan). akan tetapi mencoba mengisi relung-relung kosong yang belum tersentuh. sehingga nilai lebih dipandang sebagai kegiatan menilai. Nilai tertinggi menghasilkan kepuasan yang lebih mendalam 3. atau hanya merupakan objek ideal dan/atau hanya status benda saja. Yang penting dalam upaya pendidikan. ketika relung kosong itu diisi sering memperkecil makna nilai yang dijelaskannya. sehingga dapat menjelaskan sisi nilai yang lain. hlm. nilai itu penting bagi manusia. upaya untuk mengisi pemikiran yang tidak atau belum dilakukan oleh orang lain adalah biasa. 4. upaya itu dilakukan dalam rangka mengisi ruang-ruang kosong agar mencapai kesempurnaan. 6. Oleh sebab itulah pendefinisian nilai sangat bervariasi. apakah nilai itu dipandang dapat mendorong manusia karena dianggap berada dalam diri manusia atau nilai itu menarik manusia karena ada di luar manusia yaitu terdapat pada objek. yang menjadi persoalan. nilai tertinggi dari semua nilai adalah nilai mutlak (Frondizi. tetapi lebih memperhatikan pentingnya nilai itu bagi manusia dalam kehidupan bermasyarakat. sebenarnya nilai itu dapat dan harus menyentuh seluruhnya. Semakin kurang kerelatifan nilai. Upaya menjelaskan nilai dengan kondisi psikologis. sehingga nilai itu seolaholah hanya merupakan kondisi psikologis. sehingga dia akan menempatkan diri secara bijak dalam pergaulan hidup serta akan mengakui dan bijak terhadap keberadaan nilai dan kebernilaian orang lain dalam pergaulan bermasyarakat. Nilai itu harus jelas. dengan objek ideal dan dengan status benda bukan berarti ingin mengurangi hakikat nilai. Dalam hubungan ini. bahwa : 2. semakin tinggi keberadaannya. Makna Nilai bagi Manusia Dalam bidang filsafat. 2001. Namun ada yang dapat disimpulkan dari penjelasan di atas. Definisi yang mengarah pada pereduksian nilai oleh status benda ini terlihat pada pengertian nilai yang dikemukakan oleh John Dewey karena dia sebagai seorang pragmatis melihat nilai dari sudut kepentingannya. 129-130) 68 .Sehingga akibat dua hal tersebut nilai bagaikan kualitas objek atau status objek atau bahkan benda. hal seperti ini terlihat pula pada definisi yang dikemukakan oleh Encyclopedia Britainica dan Encyclopedia of Sociology. keyakinan individu pada nilai harus menyentuh sampai hierarki nilai tertinggi.

Sering kali pada keluarga yang broken home atau pada keluarga yang kedua orang tuanya bekerja berakibat pada penurunan intensitas hubungan antara anak dengan orang tua. bekerja di luar rumah estimasi terakhir menyebutkan bahwa dua dari lima ibu merupakan keluarga yang broken home (dalam konteks ini dimaksudkan salah satu diantara orang tua tersebut meninggal.12) “Berdasarkan data terbaru. tuntutan itu menghabiskan waktu dan energi untuk menjawab pertanyaanpertanyaan yang sarat nilai.B. Menurut Louis Rath (1977. banyak anak yang tidak mengetahui hal-hal yang dikerjakan orang tua di luar rumah untuk mencari penghasilannya. PROBLEMATIKA PEMBINAAN NILAI MORAL 1. namun masih banyak orang yang meyakini bahwa nilai moral itu hidup dan dibangun dalam lingkungan keluarga. hal ini disebabkan tuntutan kerja atau memenuhi kebutuhan lainnya. muncul murid dan guru baru yang harus ditemui anak. Persoalan lain yang terjadi di keluarga adalah terjadinya migrasi atau perpindahan domisili. pisah atau salah satu diantara mereka dipenjara)”. Dampak yang muncul dari kegiatan tersebut dapat menggoyahkan stabilitas kehidupan anak-anak. terpengaruh oleh tuntutan kemajuan yang terjadi. Ibu dan anak-anak pulang ke rumah untuk bersembunyi dari berbagai tekanan kehidupan di 69 . bagi anak-anak yang sedang tumbuh dan berkembang. muncul pula keharusan mengenal mengenai baru. Keluarga sebagai bagian dari masyarakat. Mobilitas demografis yang sangat tinggi ini merupakan suatu yang unik. hlm. di satu sisi merupakan bagian dari harapan baru bagi keluarga. Bapak. Dengan kata lain problem utama bagi kehidupan orang tua yang bekerja terletak pada tingkat komunikasi dengan anak-anaknya. pilihan dan kesempatan. Dalam lingkungan yang krang baik dan kadang menegangkan ini seorang anak sangat sulit untuk membangun nilai nilainya secara jelas. Ada benarnya pertanyaan yang mengungkapkan bahwa keluarga saat ini merupakan pelarian dari dunia nyata. tetapi mengandung berbagai resiko akibat kompleksitas kehidupan yang ditimbulkannya. dan mungkin pula pola-pola kehidupan baru yang berbeda. bercerai. Saat ini merupakan fakta. Pengaruh Kehidupan Keluarga dalam Pembinaan Nilai Moral Kehidupan modern sebagai dampak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menghasilkan berbagai perubahan. Tapi setiap hari dalam keluarga terjadi perubahan-perubahan yang dramatis. meskipun tidak sampai masuk kategori menakutkan. Salah satu kesulitan yang ditimbulkan adalah munculnya “nilai-nilai modern” yang tidak jelas dan membingungkan anak (individu). namun di sisi lain. Pola-pola hubunan sering kali menjadi rusak. Anak jarang melihat apa yang dikerjakan orang tua dan tidak mendapat informasi yang cukup melalui diskusi yang bermakna tentang hakikat suatu karier baik permasalahan maupun keberhasilannya. dua dari lima ibu. Karakter pekerjana orang tua dan hubungannya dengan keluarga telah berubah secara dahsyat.

Sebelum mereka datang. Sikap-sikap yang mengkristal pada diri anak akan menjadi nilai dan nilai tersebut akan berpengaruh pada perilakunya. Di lingkungan rumah. pengaruh pertemanan ini akan berdampak positif manakala isu dan kebiasaan teman itu positif pula. lebih terisolasi. Kejadian ini lebih banyak terjadi pada pendidikan moral melebihi transmisi nilai dari suatu generasi ke generasi berikutnya. sebaliknya 70 . dan pergaulan dengan teman akan menambah perbendaharaan informasi yang akhirnya akan mempengaruhi berbagai jenis kepercayaan yang dimilikinya. Orangtualah yang sering meninggalkan rumah berjam-jam setiap harinya. di sana akan menjadi ajeng kesepakatan rasa yang tbaik terhadap keraguan sudut pandang nilai dan moral”. mengakibatkan merosotnya fungsi keluarga dalam pembinaan nilai moral anak. tidak hanya kembali dari pekerjaan melainkan juga dari perjalanan jauh yang melelahkan. Dalam rangkuman buku “What is the human prospect?”. cat. anak pasti punya teman. tentang apa yang telah orang tua mereka lakukan. Ketika keluarga bersatu. Setiap orang yang menjadi teman akan akan menampilkan kebiasaan yang dimilikinya. serta terputusnya komunikasi yang harmonis antara orang tua dengan anak. hlm. Pengaruh Teman Sebaya Terhadap Pembinaan Nilai Moral Sebagai mahluk sosial. Persoalan merosotnya intensitas interaksi dalam keluarga. Dalam posisi seperti inilah institusi pendidikan perlu memfasilitasi peserta didik untuk melakukan klarifikasi nilai.luar rumah. Penulis) itu amat kecil. Robert Heilbroner (1974. Orang tua mengharapkan rumah menjadi tempat perlindungan yang tenang dan berharap anak-anaknya sudah beristirahat. ketika bapak bahkan juga ibu sebagian besar hidupnya untuk bekerja setiap hari dan keluarga hanya menyatu ketika membagikan makanan. anak-anak sudah tidur dan kesempatan untuk membahas makna-makna aktiitas keseharian. Mereka pulang ke rumah sudah larut malam. Keluarga bisa jadi tidak lagi menjadi tempat untuk memperjelas nilai yang harus dipegang bahkan sebaliknya menambah kebingungan nilai bagi anak. proses kejadiannya diperhambat oleh lemahnya struktur keluarga. Kumpulan kepercayaan yang dimiliki anak akan menambah sikap yang dapat mendorong untuk memilih atau menolak sesuatu. dan lebih pragmatis daripada sebagai teman seperi lima puluh tahun yang lalu. 15) menyatakan bahwa : “Banyak kegelisahan dan kegetiran generasi pertengahan abad yang akan datang yang nyata-nyata karena ketidakcakapan untuk menyampaikan nilai pada remaja. kembali menghilang. Mereka meninggalkan rumah lebih awal. sehingga tidak mampu melakukan komunikasi yang cerdas dan bijak (inteligen) dengan anak-anaknya. Keluarga modern Amerika (mungkin juga kota-kota besar di Indonesia). maka kesempatan untuk mempengaruhi sikap moral atau berpikir anaknya tentu akan berkurang. 2.

masing-masing menawarkan nilai yang berbeda. terlbih lagi anak-anak dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah menjawabnya. Bukan sesuatu yang mustahil bila upaya mencoba perilaku buruk lainnya disebabkan pula karena pengaruh teman sebaya. Berdasarkan hasil penelitian Abbas Asyyafah (1997.akan berdampak negatif bila sikap dan tabiat yang ditampilkan memang buruk. Bagi anak situasi ini menjadi dilematis. Orang dewasa. kapan waktu yang tepat untuk melakukannya. Kelompok sebaya tentu mempunyai aturan main sendiri. Poso dan Maluku yang banyak menelan korban dan bahkan pada akhir-akhir ini timbul polemik “inul” dilema antara moralitas dan kreativitas. dimana harus dilakukan. dan anak cenderung akan menyesuaikan dengan aturan main tersebut dengan harapan agar diterima oleh kelompoknya. karena diantara mereka relatif lebih terbuka dan intensitas pergaulannya relatif sering. memberi tahu apa yang harus mereka lakukan. Pertemanan yang paling berpengaruh timbul dari teman sebaya. Pengaruh Figur Otoritas terhadap Perkembangan Nilai Moral Individu Baru-baru ini Amerika menyalahkan Irak karena melakukan agresi ke Kuwait. Persoalan nilai mana yang akan menjadi keyakinan individu (mahasiswa) tentu diperlukan adanya upaya pendidikan untuk membimbing mereka keluar dari kebingungan nilai serta menemukan nilai hakiki yang harus menjadi pegangannya. maka dapat diprediksi reaksi orang dewasa tersebut. seberapa sering harus melakukan dan juga akapn harus 71 . Anak dihadapkan pada keharusan untuk mematui aturan keluarga dan risiko dikeluarkannya dari pertemanan. hlm. Seolah-olah kita telah mati rasa dengan maraknya variasi nilai yang ditawarkan setiap figur otoritas. dan akhirnya Amerika dengan sekutunya melakukan agresi pula ke Irak. langsung ataupun tidak langsung. Demikian pula di awal reformasi. menambah bingungnya nilai bagi anak. 102) “Kebiasaan merokok lebih banyak disebabkan karena pengaruh teman sebaya”. banyak orang yang meneriakkan demokrasi dengan melakukan “perusakan”kerusuhan etnis terjadi di Sampit. Jika seorang anak atau remaja mengungkapkan kebingungannya di hadapan orang dewasa. Keluarga sering dikagetkan oleh penolakan anak ketika memberikan nasihat. tetapi Amerika membumihanguskan Afganistan. dengan alasan bahwa apa yang dismapaikan orang tua berbeda atau bertentangan dengan “aturan” yang disampaikan oleh temannya. baik di sekolah / kampus maupun dalam lingkungan masyarakat. 3. Orang dewasa mempunyai pemikirna bahwa fungsi utama dalam menjalin hubungan dengan anak-anak adalah memberi tahu sesuatu kepada mereka. Perbedaan sudut pandang antara keluarga dengna temannya menjadi masalah tersendiri bagi nilai anak-anak. orang dewasa akan berusaha menunjukkan jalan mana yang paling bijak dan paling benar atau menunjukkan jalan yang baik bagi anak atau remaja tersebut. Pada tahun-tahun yang lalu Amerika menuduh beberapa negara termasuk Indonesia yang melanggar hak asasi manusia.

dan kekerasan disuguhkan secara terbuka. baik dari radio. majalah. film. radio. 72 . Mereka yang menangani pemrograman mulai mengembangkan sesuatu yang dianggapnya dapat menarik dan menyenangkan anakanak. anak-anak jadi terbiasa melihat dan menyimak pandangan hidup yang bervariasi. Jika nilai memang mewakili cara pandang terhadap kehidupan. Bahkan adegan-adegan yang benar-benar dipandang immoral dilakukan oleh orang-orang yang tampaknya berpendidikan tinggi. Dengan demikian orang dewasa tidak berupaya mengurangi kebingungan dan ketidakjelasan nilai bagi anak. atau memberi arahan kehidupan. 1977. mereka juga harus mengikuti harapan atau aspirasi yang dimiliki orang tua. koran. tokoh politik. VCD. serta membuat perubahan dalam hidup. bahkan banyak diantara pandangan dan nilai kehidupan tersebut dalam kehidupan keluarga tidak akan mereka temui. film. lalu disusl dengan radio. Hampir tidak ada seorang pun yang memandang penting membantu anak untuk memecahkan dan menyelesaikan pemikiran yang memusingkan tersebut”. 4. seksualitas. oleh karena itu dalam media komunikasi mutakhir tentu akan mengembangkan suatu pandangan hidup yang terfokus sehingga memberikan stabilitas nilai pada anak. orang dews hanya menambahkan berbagai arahan nilai atau norma yang sudah ada pada anak-anak baik yang didapatnya dari sekolah. 20). Dalam kondisi seperti inilah lembaga pendidikan perlu mengupayakan agar peserta didik mampu menemukan nilai dirinya tanpa harus bertentangan dengan nolai-nilai yang hidup dan berkembang di masyarakat. televisi. Dengan kata lain. Sekarang persoalan pornografi.mengakhirinya.Jika anak itu menholak maka dapat dipastikan anak itu diigolongkan tidak taat. (Rath. televisi. Pengaruh Media Komunikasi Terhadap Perkembangan Nilai Moral Pada akhir abad ke-20 alat-alat komunikasi yang potensial telah diperkenalkan ke dalam ritualit kehidupan keluarga. majalah. kurang ajar atau membangkang. Pertama kali telepon. Masih ada kecenderungan untuk menganggap bahwa keyakinan orang dewasa tetap harus dipertahankan anak harus memiliki keyakinan seperti keyakinannya. setiap orang tentu berharap pentingnya memperhatikan perkembangan nilai anak-anak. Anak-anak diharuskan mengikuti anjuran yang disarankan. guru ngaji. sementara semua orang menonton. maupun anak-anak lainnya. buku bacaan.orang tua belum meyakini bahwa anak-anak telah menjadi “manusia”. Hasilnya sangat dramatis. Namun mediamedia tersebut juga menyuguhkan berbagai pandangan hidup yang sangat variatif pada anak. Dengan kata lain. dan setelah Perang Dunia II datanglah televisi. “Masalahnya hampir tidak ada seorang pun yang memandang pentingnya membantu anak untu menghilangkan kebingungan yang ada pada pikiran atau kepala mereka.

kesempatan anak dan keluarga untuk berbagi pikir dan perasaan semakin sempit. Apabila 73 . Ada kecenderungan lain. horor. tidak bermaksud menyatakan bahwa alternatifalternatif yang ditawarkan harus dihaouskan. mana yang bermoral dan tidak bermoral.menyimak dan mencernanya. Dalam lingkungan pendidikan seperti ini. maka institusi pendidkan perlu mengupayakan jalan keluar bagi peserta didiknya dengan pendekatan klarifikasi nilai. surat kabar dan majalah pun berubah drastis. dalam kondisi orang tua yang bekerja. mana yang bagus dan mana yang jelek. mungkin setiap anak akan dapat mengambil pelajaran tentang makna dari pandangan-pandangan baru dalam kehidupan ini. dan semua bentuk kejanggalan kehidupan. Tetapi kami ingin mengungkapkan bahwa jika hanya dengan dirinya sendiri. peserta didik akan belajar tentang sesuatu yang diinginkan guru/dosen. Tetapi seperti yang telah dikemukakan. Tatkala anak dipenuhi oleh kebingungan nilai. dan biasanya mahasiswa akan menunjukkan respons yang sederhana. mereka salah satu atau kedua-duanya keluar seharian. Sangat mungkin bahwa kontribusi terbesar media-media tadi akan membiasakan pemahaman yang tengah tumbuh pada anakanak seputar mana yang betul dan mana yang salah. Buku komik muncul dan penerbit melihat peluang besar dalam segmen pasar anak. isinya lebih banyak menampilkan cerita kriminal. akan sering kita temukan perkataan guru/dosen yang menyatakan kepada mahasiswa bahwa “kamu sebaiknya” atau “kamu seharusnya” agar perilaku mereka berubah. mana yang benar dan mana yang palsu. Gambar tidak senonoh pun dicetak. atau menyebutkan bahwa anak–anak tidak dapat mengambil pelajaran dari semua kejadian tersebut. Sekarang pun muncul alat-alat cetak terbaru dengan komputerisasi yang relatif lebih ekonomis. dan tentu mengundang orang untuk mencoba melakukannya. maka dia akan kehilangan gagasan akhirnya dia akan kebingungan. Sudah tentu akan akan memungut sejumlah gagasan atau nilai dari semua ini baik nilai-nilai positif dan termasuk pengaruh negatifnya. dengan kondisi keluarga yang broken home. bla anak dihadapkan pada berbagai kemungkinan. anak tidak akan mampu mengambil manfaat besar dari jutaan pilihan yang tersedia. mana yang betul dan mana yang salah. Konsekuensinya akan muncul kebingungan dalam kehidupan anak untuk menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. Pada saat yang bertepatan. mana yang adil dan mana yang timpang. mana yang adil dan mana yang timpang. Dalam hal ini. bahkan muncul layanan iklan yang mempromosikan layanan seksual. 5. Jika keluarga dapat membahasnya secara masuk akal dari setiap hal yang disajikan. Buku-buku ini menjadi penyampai cerita kriminal. Pengaruh Otak atau Berfikir Terhadap Perkembangan Nilai Moral Kalau kita mengobservasi situasi kelas. seks dan korupsi.

berpikir dimaknai sebagai proses yang berhubungan dengan penyelidikan dan pembuatan keputusan. dan di mana pun penyelidikan berlangsung akan selalu melibatkan tujuan. hlm. dan juga tidak menyimpan “fakta” secara sederhana sebagai referensi masa depan. Dimana pun keputusan diambil. Langkah ini berarti memperluasnya untuk menuju pada sebuah pilihan. Berdasarkan hasil penelitian Gazzaniga (dalam Kama Abdul Hakam. 68) : “Pengalaman itu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap proses kematangan. tetapi juga ketika membuat keputusan. abstraksi. “Beberapa tujuan mungkin menunjukkan indikator nilai”. meskipun mereka tidak mengkristal hal yang sama. kita terus menerus tumbuh dan tumbuh itu berarti dewasa”. anak akan berpikir lebih menyadari alternatif dan lebih menyadari konsekuensinya. dan dalam melakukan pilihan berarti melibatkan nilai. Atas dasar itu semua orang adalah pencari dan pencipta makna. namun mereka sama-sama sedang tumbuh dan berubah. Tidak hanya dalam proses seleksi melibatkan proses belajar. 1977. Berpikir adalah hasil kerja otak. tanpa disadari akan terjadi pertumbuhan atau kematangna. namun otak tidak bekerja secara sederhana dalam pengertian stimulus respons. Jika setiap hari di dalam kelas kita berpikir dan memilih berarti kita setiap hari mengalami. Ketika menyusun tugas sebelum siswa/mahasiswa membandingkan dua atau lebih kesatuan. 200. 39) “Otak kita adalah suatu organ yang sangat mengagumkan untuk menemukan dan menciptakan makna. Bahlan menurut aliran rasionalisme seperti yang diungkapkan oleh Immanuel Kant bahwa manusia melalui pemikiran rasional dan kesadaran moral serta keyakinan agamanya dapat digunakan untuk menjelaskan eksistensinya. proses berpikir dilakukan untuk mencari fakta tentang persamaan dan perbedaannya. Melalui lingkungan seperti ini. hlm. Argumentasi Kant ini didasarkan bahwa “manusia itu rasional. Kita belajar dari hal-hal yang kita jalani. rasional sendiri adalah moral. Dalam konteks pendidikan. otak kita tetap berusaha membuat pengalaman lahir (outer) dan pengalaman batin (inner)”. moral manusia itu (didasarkan rasionalnya) merupakan inti manusia.mereka diberi kesempatan untuk berpikir dan memilih responsnya sendiri setiap hari. pertimbangan nilai pasti terlibat. 68). Pada saat itulah langsung tidak langsung seseorang melakukan nilai yang diketahuinya. dengan demikian guru/pendidik dapat dan harus membimbing anak melalui proses yang kontinu melalui pengembangan situasi bermasalah yang memperkaya kesempatan berpikir dan memilih. Bahkan ketika membuat kesimpulan. Menurut Rath. (1977. hlm. (Rath. organisasi. dan inti moral 74 . dan sintesis. proses berpikir melibatkan analisis. dan makna-makna yang kita ciptakan menentukan bagaimana cara kita berperilaku. penyusunan. Dalam keadaan terjada maupun tertidur.

Dengan demikian. diterima sebagian atau ditolak akan menguatkan keyakinan yang telah ada pada individu tersebut. 60). 6. maka Kant menganjurkan tujuan pendidikan sebagai berikut : 1. 200. (Kama. 61). informasi ini berpengaruh terhadap sistem keyakinan yang dimiliki oleh individu. sehingga manusia pantas diberi derajat yang tinggi melebihi mahluk yang lain. “Sikap adalah serangkaian keyakinan yang menentukan pilihan terhadap objek atau situasi tertentu (Kama. baik informasi itu diterima secara keseluruhan. Informasi baru yang dihasilkan. Atas dasar argumen di atas. 2000. Pengaruh Informasi Terhadap Perkembangan Nilai Moral Setiap hari manusia mendapatkan informasi. Aturan-aturan (hukum) yang ditentukan secara rasional ini akan memberikan bimbingan moral dan pengetahuan tentang benar dan salah. (yang dapat mengubah keyakinan. Serangkaian sikap inilah yang akan mendorong muculnya pertimbangan yang harus dibuat sehingga menghasilkan standar atau prinsip yang bisa dijadikan alat ukur sebuah tindakan. (dalam kama. pendidikan tentang nilai moral yang menggunakan pendekatan berpikir dan lebih berorientasi pada upayaupaya untuk mengklarifikasi nilai moral sangat dimungkinkan bila melihat eratnya hubungan antara berpikir dengan nilai itu sendiri. Apabila informasi baru tersebut telah diterima individu serta mengubah atau menguatkan keyakinannya. maka akan terbentuklah sikap. 8).manusia mencerminkan “kemanusiaan yang benar”. hlm. Oleh siapa informasi itu disampaikan (hal ini berhubungan dengan kredibilitas si pembawa informasi) c. Untuk mengajarkan proses dan keterampilan berpikir rasional 2. sikap dan nilai) sangat ergantung pada faktor-faktor sebagai berikut : a. Dengan demikian. Dalam kondisi yang bagaimana informasi itu disampaikan atau diterima 75 . 2000. hlm. meskipun diakui bahwa ada pendekatan lain dalam pendidikan nilai yang memiliki orientasi yang berbeda. Atas dasar logika rasional inilah manusia akhirnya menentukan serangkaian “rasional imperatif” yaitu aturan-aturan yang menajdi pedoman hidupnya. manusia melalui penyelidikan rasionalnya akan membuktikan prinsip-prinsip yang berlaku secara universal. Bagaimana informasi itu diperkenalkan (proses input) b. Untuk mengembangkan individu yang mampu memilih tujuan dan keputusan yang baik secara bebas. Prinsip dan standar itulah yang disebut dengan nilai. hlm.

tidak jelasnya rujukan dan orientasi moral akan dapat dikurangi. sehingga pemeo “Ubi societas ibi ius (dimana ada masyarakat di sana ada hukum) adalah tepat. akan tetapi dalam kaitan dengan masyarakat. tetapi lebih memfasilitasi mereka agar konflik nilai. C. moral. Hukum dalam masyarakat merupakan tuntutan. adalah mahluk yang selalu berinteraksi dan membutuhkan bantuan dengan sesamanya. ada yang menyatakan bahwa tujuan hukum adalah keadilan ada juga yang menyatakan kegunaan. hlm. Untuk terciptanya keteraturan tersebut diperlukan aturan yang disebut oleh kita hukum. Kebingungan ini bisa diperparah apabila di lembaga pendidikan peserta didik diberi lagi informasi tambahan yang berbeda dengan tiga tuntutan tersebut tanpa memberikan solusi untuk menemukan nilai dirinya. misalnya saja pengaruh tuntutan teman sebaya dengan tuntutan aturan keluarga dan aturan agama akan menjadi konflik internal pada individu yang akhirnya akan menimbulkan kebingungan bilaibagi individu tersebut. 3) mengatakan “Ketertiban adalah tujuan pokok dan pertama dari segala hukum. 2000. dianalisis dna dicari solusinya. mengingat bahwa kita tidak mungkin menggambarkan hidupnya manusia tanpa atau diluar masyarakat. ISBD sebagai sebuah studi yang membahas problema sosial dan budaya sebaiknya bukan hanya menambah informasi nilai. Mochtar Kusumaatmadja (2002. konflik moral dan lemahnya supremasi hukum dapat dikritisi. hlm. MANUSIA DAN HUKUM Disepakati bahwa manusia adalah mahluk sosial. Dalam konteks hubungan dengan sesama seperti itulah perlu adanya keteraturan sehingga setiap individu dapat berhubugan secara harmonis dengan individu lain disekitarnya. Hukum diciptakan dengan tujuan yang berbeda-beda. Level kesiapan individu untuk menerima informasi baru serta mengubah tingkah lakunya (tahap kematangan individu serta kekayaan pengalaman masa lalunya). Oleh karena itu. kebutuhan terhadap ketertiban ini merupakan syarat 76 . ada yang menyatakan kepastian hukum dan lainlain. 19). sehingga kebingungan nilai. Sejauh mana tingkat disonansi kognitif yang terjadi akibat informasi baru tersebut (yaitu tingkat dan sifat konflik yang terjadi dengan keyakinan yang telah ada) e. tujuan hukum yang utama dapat direduksi untuk ketertiban (order). dan kaidah-kaidah hukum kepada mahasiswa. munculnya berbagai informasi. (Kama.d. Level penerimana individu yaitu motivasi individu untuk berubah f. Maka manusiamasyarakat-hukum merupakan pengertian yang tidak dapat dipisahkan. apalagi bila informasi itu sama kuatnya maka akan mempengaruhi disonansi kognitif yang sama.

adat kebiasaan. kaidah kesopanan. Untuk itu dalam konteks pengambilan keputusan hukum membutuhkan moral. hlm. Kualitas hukum terletak pada bobot moral yang 77 . sebagaimana moral membutuhkan hukum. Dengan demikian hukum sebagai kaidah sosial. Di sisi lain. Meskipun tidak semua harus diwujudkan dalam bentuk hukum. yang tentunya sesuai pula atau merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut”. perundang-undangan yang immoral harus diganti. 3) mengatakan bahwa hukum itu sungguh-sungguh merupakan hukum apabila benar-benar dikehendaki diterima oleh kita sebagai anggota masyarakat. hukum akan kosong tanpa moralitas. tidak lepas dari nilai (value0 yang terjadi pada suatu masyarakat. merupakan fakta objektif yang berlaku bagi segala masyarakat manusia dalam segala bentuknya”. Kepastian ini bukan saja agar kehidupan masyarakat menjadi teratur akan tetapi akan mempertegas lembaga hukum mana yang melaksanakannya. Selanjutnya Mochtar Kusumaatmadja (2002. Oleh karena itu kualitas hukum harus selalu diukur dengan norma moral. D. namun hukum dan moral tetap berbeda. Hukum hanya membatasi diri dengan mengatur hubungan antar manusia yang relevan. apabila kita juga betul-betul berpikir demikian sepertiyang dirumuskan dalam undangundang dan terutama juga betul-betul menjadi realitas hidup dalam kehidupan orang-orang dalam masyarakat. sebab moral tanpa hukum hanya angan-angan saja. bahkan antara kaidha hukum dengan kaidah lain saling berhubungan yang satu memperkuat yang lainnya. dan kaidah moral. Dahlan Thaib (2001. Dengan demikian hukum bida meningkatkan dampak sosial dari moralitas. kaidah susila. karena hal itu mustahil. Banyak kaidah yang berkembang dan dipatui masyarakat seperti kaidah agama. Meskipun hubungan hukum dan moral begiu erat. diperlukan adanya kepastian dalam pergaulan antar manusia dalam masyarakat. hlm. Apa artinya hukum jika tidak dijiwai oleh moralitas. sebab dalam kenyataannya. Bahkan daoat dikatakan ahwa hukum itu merupakan pencerminan dari nikai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. moral juga membutuhkan hukum. … ketertiban sebagai tujuan utama hukum. Kaidah hukum sebagai salah satu kaidah sosial tidak berarti mniadakan kaisah-kaidah lain tersebut. yang berarti terdapat ketidakcocokan antara hukum dengan moral.pokok (fundamental) bagi adanya suatu masyarakat manusia yang teratur. 10) mengatakan “Hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup (the living law) dalam masyarakat. ada pepatah Roma yang mengatakan “Quid leges sine moribus?” Apa artinya undang-undang kalau tidak disertai moralitas ? Dengan demikian hukum tidak akan berarti tanpa dijiwai moralitas. Untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat ini. kalau tidak diundangkan atau dilembagakan dalam masyarakat. HUBUNGAN HUKUM DAN MORAL Antara hukum dan moral terdapat hubungan yang erat sekali. meskipun adakalanya kaidah hukum tidak sesuai atau tidak serasi dengan kaidah-kaidah tersebut. “mungkin” ada hukum yang bertentangan dengan moral atau ada undang-undang yang immoral.

MANUSIA. menyesal. artinya dibukukan secara sistematis dalam kitab perundang-undangan. dilihat dari dasarnya. pertama. sedangkan moral secara objektif tidak tergantung pada tempat dan waktu (1990. Bertens yang menyatakan bahwa selain itu ada empat perbedaan antara hukum dan moral. sedangkan norma moral bersifat lebih subjektif dan akibatnya lebih banyak “diganggu” oleh diskusi-diskusi yang mencari kejelasan tentang yang harus dianggap etis dan tidak etis. Satu-satunya sanksi di bidang moralitas adalah hati nurani yang tidak tenang. Dengan cara demokratis atau dengan cara lain masyarakat dapat mengubah hukum. pertama. PENGERTIAN 1. sanksi yang berkaitan dengan hukum berbeda dengan sanksi yang berkaitan dengan moralitas. namun hukum itu harus diakui oleh negara supaya berlaku sebagai hukum. Ketiga. hukum bersifat heteronom yaitu datang dari luar diri manusia. hukum memiliki dasar yuridis. sedangkan moral menyangkut juga sikap batin seseorang. ketiga dilihat dari pelaksanaan. keempat dilihat dari sanksinya. sedangkan moral mengatur kehidupan manusia sebagai manusia. setidaknya seperti diungkapkan oleh K. Oleh karena itu norma hukum lebih memiliki kepastian dan objektif dibandingkan dengan norma moral. membedakan hukum dan moral. namun hukum membatasi diri pada tingkah laku lahiriah saja. sedangkan moral bersifat otonom datang dari diri sendiri. (Dahlan Thaib.menjiwainya. TEKNOLOGI DAN SENI A. meski hukum dan moral mengatur tingkah laku manusia. Sains 78 . 119). Hukum lebih dikodifikasikan daripada moralitas. Sedangkan Gunawan Setiardja. Tapi norma etis tidak bisa dipaksakan. sebab paksaan hanya menyentuh bagian luar. sedangkan perbuatan etis justru berasal dari dalam. Kedua. sanksi lahiriah. Tanpa moralitas. pelanggar akan terkena hukumannya. Keempat. dilihat dari otonominya. 6). keenam dilihat dari waktu dan tempat. Kelima. kedua. Moralitas didasarkan pada norma-norma moral yang melebihi para individu dan masyarakat. Namun demikian perbedaan hukum dengan moral tetap jelas. dilihat dari tujuannya. hukum mengatur kehidupan manusia dalam kehidupan menegara. hukum tampak kosong dan hampa. sedangkan moral secara lahiriah dan terutama batiniah tidak dapat dipaksakan. hukum tergantung pada waktu dan tempat. Moral menilai hukum dan tidak sebaliknya. hukum secara lahiriah dapat dipaksakan. BAB 7. sedangkan moral berdasarkan hukum alam. sedangkan sanksi moral berbentuk sanksi kodrati. Hukum untuk sebagian terbesar dapat dipaksakan. sanksi hukum bersifat yuridis. konsensus dan hukum alam. malu terhadap diri sendiri. hlm. tapi tidak pernah masyarakat dapat mengubah atau membatalkan suatu norma moral. Meskipun hukum tidak langsung berasal dari negara seperti hukum adat. hukum didasarkan atas kehendak masyarakat dan akhirnya atas kehendak negara. SAINS. batiniah.

2. berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata (misal fisika. Kata dasar yang diambil dari kata scientia yang berarti knowledge (ilmu). Kata Yunani kuno techne berarti seni kerajinan. Dengan berkembangnya keterampilan seseorang yang menjadi 79 . syence.Sains berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam semesta secara sistematis. Konsep Teknologi Dalam kepustakaan teknologi terdapat aneka ragam pendapat yang menyatakan bahwa teknologi adalah transformasi (perubahan bentuk) dari alam. dan bukan hanya kumpulan pengethauan yang berupa fakta-fakta . ciens. sciens. konsep-konsep. Sains merupakan satu proses untuk mencari dan menemui sesuatu kebenaran melalui pengetahuan (ilmu) dengan memahami hakekat mahluk. sampai pernyataan bahwa teknologi adalah segala hal dan segala hal adalah teknologi. tidak semua ilmu itu boleh dianggap sains. teknologi adalah realitas/kenyataan yang diperoleh dari dunia ide. prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Tetapi. melalui eksperimen secara teori. scienc. Sains sangat penting untuk perkembangan dan kemajuan kemanusiaan dan teknologi. sains adalah “Ilmu yang teratur (sistematis) yang dapat diuji atau di buktikan kebenarannya. Istilah teknologi berasal dari kata techne dan logia. Menurut Kamus Umum Bahsa Indonesia. cience. teknologi dalam makna subjektif adalah keseluruhan peralatan dan prosedur yang disempurnakan. Sains memberi penekanan pada sumbangan pemikiran manusia dalam menguasai ilmu pengetahuan itu dan ini terdapat dalam seluruh alam semesta. Dari techne kemudian lahirlah perkataan technikos yang berarti seseorang yang memiliki keterampilan tertentu. Yang dimaksud ilmu sains adalah ilmu yang dapat diuji (hasil dari pengamatan sesungguhnya) kebenarannya dan dikembangkan secara bersistem dengan kaidah-kaidah tertentu berdasrkan kebenaran atau kenyataan semata sehingga pengetahuan yang dipedomani tersebut boleh dipercayai. Sains yang diartikan sebagai satu cabang ilmu yang mengkaji sekumpulan pernyataan atau fakta-fakta dengan cara yang sistematik dan serasi dengan hukum-hukum umum melandasi peradaban dunia modern. scyence. scians. untuk menerangkan hukum-hukum alam. scyense. Proses mencari kebenaran secara mencari jawaban kepada persoalan-persoalan secara sistematik yang dinamakan pendekatan saintifik dan ia menjadi lndasan perkembangan teknologi yang menjadi salah satu unsur terpenting peradaban manusia. scyens. biologi)” Pendidikan sains menekankan pada pengalaman secara langsung. kimia. Menurut Medawar (1984) sains (dari istilah Inggris Science) berasal dari kata : sienz.

Teknologi Modern Jenis tehnologi modern ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a) b) c) d) Padat modal Mekanis elektris Menggunakan bahan impor Berdasarkan penelitian mutakhir dan lain-lain b. dalam pengertian bahwa penerapan itu menuju pada perbuatan atau perwujudan sesuatu. istilah teknologitelah dipakai secara umum dan menerangkan suatu rangkaian sarana. Teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan. Teknologi Madya Jenis tehnologi madya ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a) Padat karya b) Dapat dikerjakan oleh keterampilan setempat c) Menggunakan alat setempat d) Berdasarkan alat penelitian c. yaitu : a. Sampai pada permulaan abad XX ini.semakin tetap karena menunjukkan suatu pola. Perluasan arti itu berjalan terus sehingga sampai pertengahan abad ini muncul perumusan tehnologi sebagai sarana dan aktivitas yang dengannya manusia berusaha mengubah atau menangani lingkunganya. proses. Adapun tiga macam teknologi yang sering dikemukakan oleh para ahli. Teknologi Tradisional Teknologi ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a) Bersifat padat karya (banyak menyerap tenaga kerja) b) Menggunakan keterampilan setempat c) Menggunakan alat setempat d) Menggunakan bahan setempat e) Berdasarkan kebiasaan atau pengamatan Demikianlah teknologi adalah segenap keterampilan manusia 80 . langkah dan metode yang pasti. dan ide disamping alat-alat dan mesin-mesin. Ini merupakan suatu pengertian yang sangat luas karena setiap sarana perlengkapan maupun kultural tergolong suatu teknologi. keterampilan itu lalu menjadi teknik. dalam perwujudan tersebut maka dengan sendirinya setiap jenis teknologi / bagian ilmu pengetahuan dapat ada tanpa berpasangan dengan ilmu pengetahuan dan pengetahuan akan ilmu pengetahuan yang menjadi pasangannya. Kecenderungan ini pun mempunyai suatu akibat dimana kalau tehnologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengethaun.

industri kayu lapis/bahan bangunan. dimana pihak kesatu secara terarah membimbing perkembangan kemampuan dan kepribadian pihak kedua secara manusiawi yaitu orang per orang. seni adalah keahlian membuat karya yang bermutu (dilihat dari segi kehalusannya. keindahannya. seperti kita ketahui. Dan setiap orang tidak ingin mengalami kesulitan. Sedangkan menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia. Maka konsep pendidikan yang memerlukan ilmu dan seni ialah proses atau upaya sadar antara manusia dengan sesama secara beradab. Adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan cabang ilmu pengetahuan baru antara lain : teknik modern. Secara lebih umum dapatlah bahwa teknologi merupakan suatu sistem penggunaan berbagai sarana yang tersedia untuk mencapai tujuantujuan praktis yang ditentukan. Misalnya unuk keperluan bidang kesehatan (sinar rontgen). 2) Penggunaan teknologi hutan. berfungsi untuk tempat penyimpanan air. lukis. dan sebagainya) seperti tari. 3. teknologi gedung (metalurgi). Perkembangan Teknologi Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat mendatangkan kemakmuran materi. B. objek pariwisat. Seni Janet Woll mengatakan bahwa seni adalah produk sosial. dimana zat ini dapat dimanfaatkan untuk maksud damai. TEKNOLOGI. Oleh karena itu budi bahaa adalah suatu seni. Sudah menjadi sifat dari kebanyakan manusia bila telah terpenuhi satu keinginan maka akan timbul keinginan yang lain atau menambah apa yang telah tercapai. tetapi setiap orang akan berusaha dalam setiap langkah untuk 81 . di bidang pertanian untuk memperbaiki bibit. orang dapat membuat reaktor nuklir yang dapat menghasilkan zat-zat radio aktif. hutan mempunyai banyak fungsi kertas. ukir dan lain-lain. DAN SENI BAGI MANUSIA 1. MAKNA SAINS. teknologi transportasi dan lain-lain.menggunakan sumber-sumber daya alam untuk memecahkan masalah – masalah yang dihadapinya dalam kehidupan. untuk mendapatkan energi tinggi. Dengan menggunakan cabang-cabang ilmu pengetahuan baru tersebut. kita dapat memperoleh hasil misalnya : 1) Penggunaan teknik nuklir. teknologi ilmu. dan lain-lain.

Oleh karena itu perlu sekali negara berkembang mempercepat proses pemindahan teknologi. petani mendapatkan kemudahan dalam memperoleh air. dan lain-lain. mengelola dan senantiasa menyesuaikan dengan teknologi-teknologi dan ilmu pengetahuan yang baru. Bendungan dapat dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik. film setrip. yang dapat mempermudah para pendidik dalam melaksanakan tugasnya.mendapatkan kemudahan. Mereka mulai mempersoalkan nilai-nilai yang dipakai oleh masyarakat di negara berkembang sebaiknya dapat dimanfaatkan. 2. Namun di pihak lain baik negara maju maupun negara berkembang. 82 . 2) Dengan teknik modern dapat dibuat bermacam-macam media pendidikan. TV. akan merasa bahwa teknologi hanya akan menghabiskan sumber-sumber daya alam. maka dituntut adanya keahlian untuk menggunakan. seperti OHP. pembawa polusi atau pencemaran dan mengakibatkan terjadinya pengangguran. slide. dari teknik mengendalikan aliran air sungai. Iptek dan Nilai Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bergerak sangat cepat. Hal ini karena dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan : 1) Tersedianya sarana dan prasarana penunjang kegiatan ilmiah 2) Meningkatnya kemakmuran materi dan kesehatan masyarakatnya. Alat rumah tangga elektronik mempermudah ibu-ibu rumah tangga dalam melaksanakan tugasnya. Kemudahan itu didapatkan antara lain dengan penerapan perkembangna ilmu pengetahuan alam dan teknologi. Selain itu sikap mental dan nilai hidup yang harus mengarah terhadap nilai tersebut. Pengetahuan dan teknologi memungkinkan terjadinya perkembangan keterampilan dan kecerdasan manusia. Kesadaran yang timbul di negara Barat mengenai akibat-akibat yang ditimbulkan teknologi memang dapat dimengerti. sehingga perlu ditanggapi dan dipersiapkan dalam menghadapinya sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Misalnya antara lain : 1) Dengan teknik modern. Hal itu hanya dapat berjalan jika negara tersebut masyarakatnya telah dapat memanfaatkan teknologi yang dikembangkan di negara maju dan dipakai oleh negara yang sedang berkembang. Dalam menghadapi Iptek masyarakat Indonesia harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan memanfaatkannya. Dalam menghadapi era teknologi modrn dan industrialisasi.

sehingga produksi pangan dapat ditingkatkan Teknik-teknik pemuliaan dapat meningkatkan produksi pangan. alat pengolah hasil pertanian dan alat penyemprot hama.Teknologi dapat membawa bencana. • • 83 . demikian juga dengan produksi pestisida dapat memungkinkan pemberantasan hama lebih berhasil. Dengan teknik pemuliaan yang semakin canggih dapat ditemukan bibit unggul seperti jenis pada VUTW (varietas unggul tahan wereng). perikanan • bidang dan Mampu menciptakan alat pertanian yang maju seperti traktor. meliputi sumber informasi yang memberikan penjelasan mengenai hal-hal peralatan fisik atau material tersebut. antara lain : 1. sehingga dalam kegiatan kehidupannya tersedia berbagai kemudahakan. - C. Software aspect. yaitu : Hardware aspect. ayam ras. Teknologi mempunyai dua komponen utama. Dengan ilmu dan teknologi tumbuhlah berbagai industri yang hasilnya dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang. teknologi tersebut dapat menolong mereka dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya. ayam broiler. alat pemotong dan penanam. Dengan alat-alat tersebut diharapkan manusia dapat menggunakan waktu dan tenaga lebih efektif dan efisien. Dalam pertanian. sebaliknya juga telah terbukti bahwa bagi mereka yang dapat memanfaatkannya. Hal ini memungkinkan manusia dapat melakukan kegiatan dengan lebih efektif dan efisien. meliputi peralatan yang memberikan bentuk pola teknologi sebagai objek fisikal atau material. kelapa hibrida. MANUSIA SEBAGAI SUBJEK DAN OBJEK IPTEK Berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia dapat menciptakan alat-alat serta perlengkapan yang canggih untuk berbagai kegiatan. Produksi pupuk buatan dapat membantu menyuburkan tanah. peternakan.

buah-buahan. sehingga penggunaan waktu sangat efisien. Nuklir Meledaknya bom di Hirosima dan Nagasaki mengakhiri Perang Dunia II. DAMPAK PENYALAHGUNAAN IPTEK BAGI KEHIDUPAN Permasalahan yang timbul akibat dari adanya kemajuan teknologi adalah adanya dampak-dampak negatif yang disebabkan oleh kemajuan teknologi tersebut diantaranya : 1. penggunaan benda radioaktif untuk pengobatan dan mendiagnosis berbagai penyakit. Pada waktu itu banyak korban 84 . seperti pengalengan ikan. Dalam pertahanan keamanan bidang dan Manusia telah mampu menciptakan alat atau persenjataan yang sangat canggih. • • Teknik mutasi buatan dapat menghasilkan buahbuahan yang besar serta tidak berbiji Teknologi pengolahan pascapanen. akhirnya perang untuk menghentikan kekejaman. sehingga berbagai penyakit dapat dengan segera disembuhkan. Budi daya hewan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan manusia 2. radio. daging dan teknik pengolahan lainnya. Dan dapat menurunkan angka kematian dan mortalitas. Contoh obat yang mengandung unsur radioaktif adalah isoniazid yang mengandung c radioaktif. telepon yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan cepat dalam waktu yang singkat manusia dapat memperoleh informasi dari daerah yang sangat jauh. penghancuran. Dalam bidang telekomunikasi Manusia telah membuat televisi. Sayangnya senjata itu digunakan secara semena-mena. sangat efektif dan menyembuhkan penyakit TBC. Dalam kedokteran kesehatan bidang dan • Dengan hasilnya manusia menciptakan alat-alat operasi mutakhir. D. bermacam-macam obat. 3. sehingga dapat mempertahankan keamanan wilayahnya dengan baik. 4.sapi perah dan bermacam-macam jenis unggul lainnya. dan perusakan.

Efek yang ditimbulkan oleh radioaktif adalah terjadinya perubahan struktur zat serta pola reaksi kimianya. sehingga merusak sel tubuh. pencemaran udara dan rusaknya lahan lahan akibat pertambangan Kegiatan transportasi. Polusi Adanya bahan polusi atau polutan dapat merusak lingkungan. kebocoran. tumpahan-tumpahan bahan bakar kendaraan bermotor terutama minyak bumi dari kapa tanker. zat-zat buangan berbahaya seperti logam-logam berat. tidak merusak lagi Merusak setelah jangka waktu tertentu Yang langsung mengganggu kesehatan manusia • • • Suatu zat dikatakan polutan bila : • • • • • • Sifat-sifat polutan antara lain : Bencana polusi dapat dibagi menjadi 4 : 85 . pestisida. demikian pula dengan pupuk organik. beta dan gamma serta partikel neutron lainnya hasil pembelahan inti. Kadarnya melebihi batas normal Berada pada tempat yang tidak semestinya Berada pada waktu yang tidak tepat Merusak untuk sementara. Kegiatan pertambangan. berupa kepulan asap. pencemaran buangan-buangan penambangan. terutama akibat dari residu pemakaian zat-zat kimia yang memberantas hama seperti insektisida. zat radioaktif. kebisingan suara. juga dalam bentuk kepulan asap. herbisida. Kegiatan pertanian. tapi kejadian tidak berhenti di situ. kebisingan dari kendaraan bermotor.berjatuhan. Penyebabnya adalah debu-debu radioaktif yang berasal dari bom nuklir serta reaktorreaktor atom. berupa terjadinya kerusakan instalasi. karena radiasi akibat senjata nuklir masih dapat dirasakan sampai sekarang. dalam bentuk limbah. Bila hal ini terjadi pada gen maka gen akan menyebabkan terjadinya mutasi gen yang berakibat kanker. dan setelah bereaksi dengan zat lingkungannya. naiknya suhu udara kota. Bahaya yang ditimbulkan adalah radiasi yang ditimbulkan oleh sinar alpha. Timbulnya pencemaran tentu erat kaitannya atau disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia antara lain : • Kegiatan-kegiatan industri. air buangan panas. 2.

sehingga menurunkan porositas tanah Zat-zat limbah industri Berbagai sampah organik yang dibuang ke sungai. pupuk buatan dan detergen dapat berakibat buruk terhadap tanaman dan tumbuhan serta organisme lainnya Sampah plastik tidak dapat hancur. Pencemara n air dan tanah • Zat kimia seperti limbah industri. kolam atau parit akan mengalami pembusukan. seperti onggokan pupuk kandang dan selokan mampet Efek tak langsung terhadap masyarakat. • • • • • Sifat-sifat DDT : • Bila masuk ke dalam tubuh organisme tidak 86 . misalnya. usaha pertambangan minyak bumi di wilayah lepas pantai.• • Efek tak langsung pada manusia. misalnya efek korosif dari polusi udara atas gedung-gedung Efek langsung yang mengancam kualitas kehidupan manusia. penebangan hutan yang berlebihan • Pencemaran lingkungan dapat berupa : • • • • Pencemaran air dan tanah Pencemaran udara Pencemaran suara Pencemaran benda-benda radioaktif a. Terjadinya pembusukan yang berlebihan di perairan akan menyebabkan terjadinya penimbunan senyawa DDT merupakan insektisida yang dahulu banyak digunakan petani untuk memberantas hama tanaman dan serangga penyebar penyakit lainnya. Untuk proses ini bakteri pembusuk memerlukan banyak O2.

dapat diuraikan lagi • Larut dalam lemak dan dapat berpindah ke organisme lainnya melalui aliran materi dalam rantai makanan Dapat merusak jaringan Bila masuk ke tubuh dapat menghambat proses pengapuran cangkang telur Dapat menimbulkan kelelahan dan kejangkejang otot b. • • • • • Keributan = 80 dB = 105 dB = 150 dB Suara kereta api = 95 dB Mesin motor 5 PK Petir = 120 dB • • • Pesawat jet lepas landas Suara berkekuatan 80 dB sudah menimbulkan gangguan. stres dan lain-lain d. baik bagi si perokok sendiri maupun orang-orang disekitarnya. batu bara dan lain sebagainya. minyak. Gangguan yang timbul terutama pada sistem pendengaran yang selanjutnya dapat mempengaruhi sistem lainnya. Pencemara n suara Penyebabnya adalah suara yang bising terus-menerus. Percakapan normal 40 dB. seperti : • • • Perubahan tekanan darah Perubahan denyut nadi Kontraksi perut. NO2. CO2. Pencemara n udara Pencemaran udara terutama disebabkan oleh pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna dari pabrik. Asap rokok juga merupakan polutan. Satuan kekuatan suara adalah desibel (dB). gangguan jantung. Gas-gas yang merupakan pencemar udara adalah CO. NO. SO dan SO2. Pencemara 87 . c.

Jika wewenang kloning jatuh ke tangan diktator. Menyediakan jaringan atau organ fetus untuk transplantasi Mengganti anak yang mati muda dengan anak yang sama ciri-cirinya Sebagai bagian dari eugenetika positif dengan membuat genotipus yang dianggap unggul sebanyak-banyaknya Merealisasi teori dan memuaskan ras ingin tahu ilmiah Memperoleh sampel dengan genotipus yang sama untuk penelitian. Hal ini dalam satu segi membawa pengauh yang kurang baik. Penduduk di pedesaan ingin mengikuti dan merasakan hasil kemajuan tersebut. maka dimungkinakn rekaysa duplikasi atau multiplikasi manusia secara seksual dengan klonasi. selain itu pada segi agama pun sudah barang tentu bertentangan. kemajuan kehidupan di kota-kota besar membawa pengaruh yang sangat cepat terhadap kehidupan di pedesaan. 3. karena kita menentang akan kodrat kita sendiri. bagaimanapun manusia sebagai mahluk ciptaanNya tidak akan mampu menandingi Sang Penciptanya. misalnya tentang peran relatif pengaruh lingkungan dan genetika pada genotipus manusia Memperoleh orang dalam jumlah banyak untuk pekerjaan yang sama dengan ciri-cirinya • • • Namun ada pula dampak yang kurang baik yaitu dengan karena hal-hal tersebut di atas banyak yang belum menyetujui dan banyak yang menentang akan adanya kloning tersebut. Klonasi / Kloning Dengan kemajuan dalam bidang genetika dan biologi reproduksi. 88 . Tujuan klonasi dapat dirangkum seperti tersebut di bawah ini. • • • • Memberi anak yang baik pada pasangan yang tidak mempunyai anak. ia dapat berbuat macam-macam yang merugikan spesies manusia dalam jangka panjang. yaitu penduduk pedesaan menjadi konsumtif adanya perubahan kebudayaan yang kurang baik terhadap para muda mudinya.n Sosial dan Budaya Kemajuan teknologi pada kota-kota besar sangat berpengaruh sekali terhadap kehidupan di kota.

begitu seterusnya.4. Efek Rumah Kaca Efek rumah kaca ini disebabkan oleh adanya pencemaran udara yang banyak mengandung zat-zat yang dapat mengubah suhu udara. Karena dengan adanya pencemaran udara akan menyebabkan pemanasan global. 89 . sehingga akan langsung menuju bumi dan selanjutnya akan diam dan bersirkulasi di bumi. yaitu dengan adanya efek rumah kaca. Yang di mana dengan adanya efek rumah kaca ini sinar ultra violet yang dapat membahayakan manusia tidak akan disaring lagi oleh lapisan ozon.

dan mati dan seterusnya. Memang dalam ekologi banyak terlibat ekonomi dan sebaliknya. MANUSIA DAN LINGKUNGAN A. maka kita dapat mengambil sudut pandang ekologi untuk membahas kajian 90 . dan logos yang berarti firman atau ilmu. 2. mengalami kelahiran. Jadi secara harfiah ekologi berarti ilmu kerumahtanggaan. B. nomos adalah bahasa Yunani yang berarti hukum atau aturan. Pengertian Lingkungan Lingkungan adalah suatu media di mana mahluk hidup tinggal. serta terkait serta berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik itu positif mauun negatif. dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan mahluk hidup yang menempatinya. perkembangan. terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan riil.BAB 8. KORELASI ANTARA MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN 1. Pengertian Ekologi Ekologi terdiri atas dua suku kata Yunani yaitu oikos yang berarti rumah tangga. mencari penghidupannya. pertumbuhan. Pengertian Manusia Manusia adalah mahluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam. Ilmu ini mirip dengan ekonomi yang secara harfiah berarti ilmu dan aturan rumah tangga. Kita mengenal beberapa definisi untuk ekologi. PENGERTIAN MANUSIA DAN LINGKUNGAN 1. meskipun sering kali nama ekologi tidak disebut. misalnya : Ekologi ialah cabang biologi yang mempelajari hubungan timbal balik manusia dengan lingkungannya Ekologi ialah studi ilmiah tentang interaksi yang menentukan penyebaran dan kepadatan mahluk hidup Ekologi adalah Biologi Lingkungan - - Bertolak dari definisi “Ekologi ialah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya”. dalam ekonomi banyak dibicarakan materi ekologi.

bahasa Yunani anthropos berarti manusia. dimana tumbuhan memperoleh bahan-bahan makanan atau mineral-mineral untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.manusia dan lingkungan dengan disokong oleh segi kepentingan manusia. merupakan juga faktor lingkungan yang sering besar - - - 91 . Dalam ekosistem terdapat komponen biotik dan abiotik. yang besar pengaruhnya bagi banyaknya mahluk hidup yang hidup di darat. Ada ilmu yang disebut sosiologi manusia. Tanah ini juga merupakan tempat tinggal manusia dan hewan-hewan. Lingkungan Hidup Manusia Manusia hidup. yaitu oleh manusia untuk manusia. Udara atau gas-gas yang membentuk atmosfer. maupun air yang berbentuk sebagai uap yang menentukan kelembaban dari udara. dan ada ilmu ekologi manusia. Air. Cahaya. Oksigennya diperlukan untuk bernapas. Pendekatan ini disebut pendekatan antroposentris. tumbuh dan berkembang dalam lingkungan alam dan sosial-budayanya. baik sebagai tempat tinggal mahluk-mahluk hidup yang tinggal di dalam air. Termasuk juga mislanya gas-gas yang kemudian larut dalam air yang diperlukan oleh mahluk yang hidup di dalam air. terutama cahaya matahari banyak mempengaruhi keadaan mahluk hidup Suhu atau temperatur. 2. Dalam lingkungan alamnya manusia hidup dalam sebuah ekosistem yakni suatu unit atau satuan fungsional dari mahlukmahluk hidup dengan lingkungannya. Komponen biotik pada umumnya merupakan faktor lingkungan yang mempengaruhi mahluk-mahluk hidup diantaranya :: Tanah yang merupakan tempat tumbuh bagi tumbuh-tumbuhan. gas karbon dioksidanya diperlukan tumbuhan untuk proses fotosintesis.

Dengan demikian zat-zat anorganik ini dapat digunakan kembali oleh produsen untuk membentuk zat-zat organik atau makanan. terurai kembali menjadi zat-zat anorganik. Selain itu di dalam lingkungan terdapat faktor-faktor berikut ini : Rantai makanan yakni siklus makanan antara produsen. umumnya merupakan mahluk-mahluk hidup yang dapat melakukan proses fotosintesis. dengan keadaan – keadaan tertentu. Termasuk ke dalam kelompok ini yaitu hewan-hewan dan manusia. kebanyakan bakteri dan jamur-jamur. kelompok inlah yang merupakan mahluk hidup yang dapat menghasilkan makanan dari zat-zat anorganik. Konsumen. Termasuk kelompok ini adalah tumbuhan yang memiliki klorofil. Populasi. laut maupun udara Habitat dimana setiap jenis mahluk hidup memiliki tempat hidup tertentu. konsumen dan pengurai baik di darat. menurut batasan 92 . merupakan kelompok mahluk hidup yang menggunakan atau makan zatzat organik atau makanan yang dibuat oleh produsen. Oleh pekerjana pengurai ini zatzat organik yang terdapat dalam sisa-sisa atau mahluk hidup yang sudha mati itu. Termasuk kelompok ini misalnya.pengaruhnya terhadap kebanyakan mahluk hidup. Sedangkan komponen biotik diantaanya adalah : Produsen. Pengurai adalah mahluk hidup atau organisme yang menguraikan sisa-sisa atau mahluk hidup yang sudah mati. Tiap mahluk hidup mempunyai batasbatas pada suhu di mana mereka dapat tetap hidup.

Ekosistem – ekosistem ini berhubungan satu sama lain dengan idak ada batas tegas antara satu ekosistem dengan ekosistem lainnya. mencari buah-buahan serta umbi-umbian yang terdapat di hutan-hutan. Komunitas. Pada saat manusia hidup mengembara. Mereka belum mengenal perihal bercocok tanam atau bertani. Biosfer. kita akan melihat adanya usaha dari manusia untuk menyempurnaan serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Kemudian mereka mulai mengenal cara bercocok tanam yang masih sangat sederhana. cara hidup semacam itu tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. komunitas bersamasama dengan faktor – faktor abiotik di tempatnya membentuk ekosistem.- - dalam ekologi populasi aalah jumlah seluruh individu dari jenis spesies yang sama pada waktu tertentu. mereka hidup dari hasil perburuan. Bila binatang buruan mulai berkurang mereka berpindah mencari tempat yang masih terdapat cukup binatang-binatang buruan sebagai bahan makanan. demi kelangsungan hidup jenisnya. PENGARUH HIDUPNYA MANUSIA Jika kita menelusuri kembali sejarah peradaban manusia di bumi ini. semua populasi dari semua jenis mahluk hidup yang saling berinteraksi di suatu daerah disebut komunitas. Adapun faktor-faktor yang menentukan besarnya populasi adalah . Kelahiran menamah besarnya populasi. Akan tetapi lambat laun dengan bertambahnya jumlah populasi mereka. dan hidup mengembara dalam kelompok-kelompok kecil dan tinggal di gua-gua. yaitu dengan membuka hutan untuk dibuat ladang yang ditanami dengan umbi-umbian atau tanaman lain yang telah dikenalnya sebagai bahan makanan. Rumah rumah mereka pada saat itu 93 . kematian mengurangi besarnya populasi. PADA ALAM LINGKUNGAN C. Seluruh ekosistem di permukaan bumi inilah yang disebut dengan biosfer. Ekosistem-ekosistem ini terdapat di seluruh permukaan bumi baik di darat. perpindahan keluar mengurani populasi sedangkan perpindahan kedalam menambah populasi. laut dan udara.

mineral. Perubahan alam lingkungan hidup manusia akan berpengaruh baik secara positif ataupun secara negatif. manusia telah mengubah semua komunitas biologis di tempat mereka hidup. SUMBER ALAM Sumber alam dapat digolongkan ke dalam dua bagian yakni : Sumber alam yang dapat diperbarui (renewable resources) atau disebut pula sumber-sumber alam biotik. Perubahan alam lingkungan hidup manusia tampak jelas di kota-kota. air. dan bahan-bahan tambang lainnya. mereka berpindah mencari tempat baru yang masih memungkinkan hutan untuk dijadikan tempat tinggal serta ladangnya. mereka mulai dapat bercocok tanam secara lebih baik. - Sumber alam biotik mempunyai kemampuan memperbanyak diri atau bertambah. Yang tergolong ke dalam sumber alam abiotik adalah tanah. Yang tergolong ke dalam sumber alam ini adalah semua mahluk hidup.terbuat dari kayu yang beratap daun-daunan. Tampaklah di sini manusia sedikit demi sedikit mulai menyesuaikan diri pada alam lingkungan hidupnya. dibandingkan dengan di hutan rimba di mana penduduknya masih sedikit serta primitif. dan berpengaruh tidak baik karena dapat mengurangi kemampuan alam lingkungan hidupnya untuk menyokong kehidupannya. Bila kesuburan tanah tidak memungkinkan lagi untuk memperoleh panen yang mencukupi kebutuhan. mereka mulai dapat bercocok tanam secara lebih baik. Oleh karena itu sumber daya alam tersebut dikatakan sebagai 94 . hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan. atau danau. D. Disini manusia mulai mengetahui sifat-sift alam lingkungan hidupnya. Selain bercocok tanam mereka mulai memelihara binatang-binatang. Dan akhirnya mereka hidup menetap dan hasil pengalamannya. Misalkan tumbuhan dapat berkembang biak dengan biji atau spora. bahan-bahan galian. dan hewan-hewan menghasilkan keturunannya dengan telur atau melahirkan. misalnya dengan ditemukannya sistem bersawah dan lain-lain. Sumber alam yang tidak dapat diperbarui (nonrenewable resources) atau disebut pula sebagai golongan sumber alam abiotik. Bahkan lebih daripada itu. Berpengaruh bagi manusia karena manusia mendapatkan keuntungan dari perubahan tersebut. hutan. misalnya dengan ditemukannya sistem bersawah dan lain-lain pengalamannya. Dan dalam mencari tempat mereka memilih tempat yang dekat dengan mata air. di tepi sungai.

karena adanya pertambahan penduduk yang pesat. batu bara atau bahan-bahan lainnya telah habis digunakan manusia. bahkan kemungkinan kurang dari itu. penggunaan pestisida dan bibit unggul. Pertanian dan Tanah Tanah permukaan (top soil) mengandung kadar unsur-unsur bahan makanan yang begitu tinggi dan siap digunakan olh tanaman. Tetapi dalam pelaksanaan sangat lambat karena terbatasnya modal. Sedangkan dalam intensifikasi pertanian. Semuanya itu memerlukan modla besar. mengusahakan panenan lebih dari satu kali per tahun. Bijaksana dalam penggunaan berarti memperhatikan siklus hidup sumber aam tersebut. dan sebagainya. serta mekanisasi alat-alat pertanian. Manusia bergulat dan bersaing dengan spesies lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. industri. irigasi. Filipina. air. jangan berharap bahwa jenis tersebut dapat muncul kembali. Lain halnya dengan sumber alam abiotik yang tidak dapat memperbarui dirinya. Malaysia. Sebab.sumber alam yang masih dapat diperbarui. terutama pada penggunaan sumber-sumber alamnya. Jepang misalnya sudah tidak mungkin lagi memperluas areal pertanian. fauna. penggunaan tanah untuk pertanian dapat digunakan secara efisien untuk meningkatkan hasil pertanian. Sumber alam biotik dapat terus digunakan atau dimanfaatkan oleh manusia. Penggunaan Sumber-sumber Alam Manusia memandang alam lingkungan dengan bermacam-macam kebutuhan dan keinginan. Adapun panen 95 . bahan-bahan galian dan sebagainya. a. Seyogyanya manusia menggunakan baik sumber daya biotik dan abiotik secara tepat dan bertanggung jawab. untuk memperoleh hasil yang tinggi ditempuh beberapa cara antara lain. penggunaan pupuk. sekali suatu jenis spesies di bumi musnah. jalan-jalan. Hasil pertanian tersebut dapat ditingkatkan baik dengan cara memperluas areal pertanian maupun dengan meningkatkan hasil tanah pertanian yang sudah ada. Burma. banyak tanah-tanah digunakan untuk perumahan. Memang benar di dalam bumi kini masih terjadi pembentukan bahan-bahan tersebut namun pembentukannya sangatlah lambat sehingga apa yang dibentuk berabad-abad lamanya hanya dapat mengimbangi apa yang kita gunakan selama satu tahun. bila manusia menggunakannya secara bijaksana. Dalam hal ini manusia memiliki kemampuan lebih besar dibandingkan organisme lainnya. Berbagai cara telah dilakukan manusia dalam menggunakan sumber-sumber alam berupa tanah. Tentunya kesemuanya ini tergantung pada cara-cara manusia menggunakan kedua jenis sumber alam tersebut. Bila sumber minyak. Dengan adanya kemajuan dalam bidang pertanian. dan diusahakan jangan sampai sumber alam itu musnah. Indonesia masih ada kemungkinan perluasan areal pertanian. Dari tahun 1920-1960 Jepang dan kehilangan tanah pertanian rata-rata seluas 49 ribu acre/tahun. maka habislah bahan-bahan tambang tersebut. Di beberapa negara yang sedang berkembang seperti Thailand. flora. 1.

Demikian juga penggunaan pupuk di dunia cenderung meningkat terus. Pemakaian ini cenderung akan meningkat terus dan demikian juga dengan bahan tambang lainnya. selain itu hama juga dapat dengan mudah dibasmi dengan insektisida. Korea.PERMASALAHAN YANG TIMBUL 1.lebih dari satu kali setahun telah berhasil di Taiwan. merupakan hutan yang sengaja diadakan untuk melindungi tanah dari erosi. Air Air sebagai salah satu sumber alam yang terdapat di manamana di bumi. di bawah tanah dan udara sebagai uap air yang kesemuanya meliputi 4/5 bagian seluruh permukaan bumi. Maka dari itu kita harus menemukan cara untuk menggunakannya setepat dan sehemat mungkin mengingat bahan tambang adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. kehilangan humus. c. E. maka hutan dapat digolongkan ke dalam dua golongan yakni : hutan pelindung. Eropa Barat yang hanya mempunyai 6% dari seluruh pertanian biji-bijian di dunia. Sedangkan peranan mekanisasi alat-alat pertanian dapat mempertinggi hasil pertanian. herbisida. b. dan Jepang di mana 50%-60% tanah pertanian menghasilkan panen dua kali per tahun. damar dan sebagainya. PERMASALAHAN . dan pestisida. Pemakaian baja di dunia pada tahun 1967 diperkirakan mencapai 144 kilogram per kapita. di danau. yaitu hutan yang disengaja ditanami jenis-jenis kayu yang dapat diungut hasilnya. d. misalnya hutan Pinus. di sungai. di lautan. Golongan kedua adalah hutan penghasil atau hutan produksi. Di Amerika pada tahun yang sama diperkirakan mencapai 568 kg per kapita. Hutan Kalau kita tinjau dari segi peranan hutan. Masalah Erosi dan Banjir Erosi merupakan gejala alamiah dan sering kali pula disebut 96 . Dengan cara-cara tersebutlah manusia selangkah demi selangkah memperbaiki cara-cara bertani dan hasil panen untuk memenui kebutuhan bahan pangan yang selalu meningkat. Seyogyanya manusia menggunakan air dengan baik dan berusaha mencegahnya dari pencemaran-pencemaran yang mengganggu berjalnnya fungsi vital air dalam kehidupan manusia. Bahan Tambang Begitu banyak mineral dan bahan tambang lainnya yang dapat digali dan ditemui serta dimanfaatkan secara seimbang dalam kehidupan manusia. dan air tanah. telah menggunakan pupuk 10 juta ton pada tahun 1960/1961.

c. Sepanjang daerah khatulistiwa. b. Selain itu DDT merupakan indikasi pencemaran yang berbahaya pada tanah karena bahan tersebut tidak dapat diuraikan dan dapat meresap masuk ke dalam pepohonan ataupun buah hasil penanaman kita dan hal tersebut mengakibatkan kemandulan pada burung. Misalkan melalui pembuangan limbah pabrik. Pencemaran Udara Pencemaran udara terjadi saat komponen udara berada dalam jumlah di atas ambang normal dan membahayakan lingkungan. hutan di Indonesia 97 . Peristiwa erosi ini juga dipercepat dengan adanya penggunaan tanah yang tidak tepat oleh manusia. Pencemaran Lingkungan a. Pencemaran Air Bahan-bahan pencemar dapat tercampur dengan air dalam banyak cara secara langsung dan tidak langsung. Hal tersebut bisa mengakibatkan sianosis pada anak-anak. terkena pestisida. Kita telah menanam tanaman di tempat yang tidak tepat. hal tersebut bisa diperoleh dari beraga. Sungai saat ini manusia masih terus menebang hutan-hutan yang tidak diimbangi dengan penanaman kembali pohon-pohon yang telah ditebang. 3. Tentunya hal tersebut merugikan bagi lingkungan. Pencemaran Suara Kebisingna yang terjadi di kota-kota sebagian akibat dari berbagai jenis suara yang dikeluarkan mesin-mesin atau kendaraan-kendaraan yang jumlahnya semakin meningkat secara tidak terkontrol. kebutaan dan depresi. Sampah-sampah tersebut adalah bahan-bahan kimia yang bila terkumpul dalam jumlah tertentu dapat membahayakan kehidupan melalui tanah di mana pepohonan tumbuh berkembang. Hal tersebut dalam tingkat tertentu sangat berbahaya bagi manusia karena bisa mengakibatkan ketulian. Kehutanan Hutan merupakan kekayaan Indonesia yang tidak ternilai harganya. d. Peristiwa erosi terjadi secara perlahan-lahan terutama terjadi dengan bantuan media air di sungai yang mengikis dasar dan tepi sungai. herbisida dan insektisida yang digunakan manusia dalam pertnaian dan sebagainya. yaitu timbulnya kesulitan pernapasan karena terganggunya peranan hemoglobin dalam pengikatan oksigen. Bagi hewan dan manusia jumlah nitrat yang berlebihan merupakan racun. 2. aktivitas manusia baik sehari-hari ataupun dalam produksi dan penggunaan kendaraan bermotor.sebagai erosi geologi. Pencemaran Tanah Sampah-sampah industri pertanian yang menggunakan pupuk buatan telah menyebabkan pencemaran tanah.

cendana. seperti kayu jati. tempat hidup binatangbinatang. karena menyerap bahan dioksida. Ekspor Indonesia dari hasil kehutanan pada awalnya berupa kayu gelondong (log). plywood. Usaha-usaha yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan produksi hutan antara lain : 1. krueng. mengapa Indonesia sering disebut Zamrud Khatulistiwa. Menebang hutan secara selektif 4. menyebabkan Indonesia mampu mengekspor hasil hutan yang berupa barang setengah jadi atau barang jadi. dan kayu lapis. Keuntungan dari pengolahan itu lebih banyak dan juga tercipta lapangan kerja baru. kayu besi. Perkembangan. Pelarangan ekspor kayu gelondong menyebabkan adanya pengolahan kayu tersebut menjadi kayu olahan. Itulah. iklim. Mencabut izin pengusaha HPH yang melanggar peraturan 3. pencegah erosi. pemerintah akhirnya melarang ekspor gelondong (kayu bulat). Hasil hutan di Indonesia berupa berbagai jenis kayu. Barangbarang itu berupa kayu gergajian .membentang antara satu pulau ke pulau lainnya. Produksi hasil hutan Indonesia merupakan penyumbang devisa terbesar negara kedua setelah minyak dan gas bumi. Melakukan penanaman di lahan kritis F. penyubur tanah. Berhubungan dengan fungsi ini. meranti. Namun. ilmu pengetahuan dan teknologi pada beberapa waktu terakhir ini. Hutan di Indonesia berfungsi sebagai paru-paru dunia. Melakukan peremajaan tanaman 5. bahkan semesta alam (selain alam semesta yang sudah dikenal manusia) termasuk alam 98 . Melakukan rehabilitasi dan reboisasi areal hutan yang rusak 6. Fungsi hutan yang lain sebagai pengatur tata air. rotan dan lain-lain. Inilah yang disebut kayu olahan. Melarang penebangan kayu tanpa izin dari pemerintah (Departemen Kehutanan) 2. Pembangunan dalam bidang kehutanan diarahkan untuk menunjang perekonomian negara dan memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri. dengan negara tujuan ekspor utama adalah Jepang dan Taiwan. ramin. Kebijaksanaan ini diambil untuk memperoleh nilai tambah ekspor kayu. maka hutan menghasilkan devisa bagi negara. dan sebagai tempat menyimpan kekayaan alam yang berupa hasil-hasil hutan. MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA Alam semesta yang dikenal manusia baik melalui pengamatan indrawi langsung maupun dengan menggunakan media teknologi dan kemampuan prediksinya adalah ciptaan Tuhan Al-Khaliq.

bidang biosfer ini saja hanya seluas 1/550 bagian bumi. Yang lebih menarik dengan kecerdasan manusia sebagai mahluk yang ada di alam ini ternyata mengalami evolusi dan juga perkembangan. Sejak itu para pendidik memandang multiple intelligent (MI) sangat bernilai. Sumaatmadja. interpersonal. khususnya kecerdasan (al-aqal atau inteligensi). Dengan demikian. Perbedaannya sebuah gaya belajar lebih merujuk pada pilihan pembelajaran.yang belum dikenal manusia serta alam yang sedang dalam proses kejadiannya. ruang (spatial). Dengan demikian. spiritual. Lingkungan yang dimaksud adalah segala sesuatu yang ada di sekeliling manusia yang berpengaruh 99 . baik dalam kelompok masyarakat tertentu. sedangkan inteligensi merupakan potensi biologis dan psikologis yang dapat direalisasikan secara luas sebagai konsekuensi faktor-faktor pengalaman. dan motivasi yang mempengaruhi seseorang (Gardner. Di planet Bumi ada bagian yang disebut dengan biosfer tempat tinggal manusia dan mahluk hidup lainnya. sosial. teori MI memaparkan bakat bukan preferensi (pilihan). 1995). Evolusi terjadi dalam pengertian perubahan sebagai kelompok manusia. dan naturalistik. maupun manusia secara keseluruhan. matematik. sayangnya sejak Gardner menerbitkan bukunya Frame of Mind banyak mitos dan salah konsepsi yang berkembang. Kecerdasan ini bukan hanya berkaitan dengan intelektual rasional serta logika semata. yaitu bidang linguistik. manusia adalah kelompok yang teramat kecil yang ada di alam semesta apalagi dibanding dengan seluruh semesta alam ciptaan Al-Khaliq. Namun hal ini tidak benar. salah satu dari gugus binatang itu adalah galaksi Bima Sakti atau milky way. semuanya adalah ciptaan Al-Khaliq pula. semua yang ada adalah ciptaanNya. Dalam galaksi Bima Sakti ini ada satu binatang yang namanya Matahari yang dikelilingi oleh planet-planet. Namun manusia (yang kecil ini) diberi kelebihan potensi (sesuatu yang dapat dikembangkan dan berkembang). dan kinestik. logika. Peluang dan tantangan lingkungan ini membuat manusia terus menerus belajar dengan harapan mampu meresponnya ke arah yang lebih bermakna. Howard Gardner (1995) menjelaskan pandangannya tentang inteligensi yang membaginya menjadi delapan kategori. dalam bahasa Marwah Daud Ibrahim lingkungan bisa jadi rahmat sekaligus bisa jadi laknat (N. Sedangkan perkembangan kecerdasan dimaksudkan adalah proses kecerdasan yang terjadi pada setiap manusia secara individual. fisik/kinestik. akan tetapi berhubungan pula dengan aspek emosional. intrapersonal. lingkungan yang multidimensional ini akan menjadi pelung di satu sisi dan menjadi tantangan di sisi lain. 2002). Ternyata evolusi dan perkembangan kecerdasan ini erat kaitannya dengan hubungan manusia (stimulus maupun respons) terhadap lingkungan. Gagasan Gardner ini dapat dipandang sebagai cikal bakal adanya pengakuan terhadap multiple intelligent. Salah satu mitos itu adalah bahwa multiple intelligence mewakili sebuah dimensi gaya belajar. budaya. musik. baik hubungannya terhadap lingkungan alam. dan di setiap galaksi terdapat miliaran bintang. Dalam jagat raya (alam semesta yang kita kenal) terdapat galaksi (gugusan gugusna bintang) yang jumlahnya miliaran. dan salah satu planetnya adalah planet Bumi terdapat tinggal manusia.

Kalau dilihat dari pentingnnya manusia memiliki multiple intelligent.pada kehidupan (Otto Sumarwoto. serta kemampuan dia memperlakuakn lingkungan dalam memenuhi hajat hidupnya. tergantung bagaimana cara pandang dia terhadap lingkungan. kecerdasan dia dalam merespons lingkungan. hlm. kualitasnya. bisa saja individu yang ada dalam lingkungan yang sama melakukan respons dan perlakuan yang berbeda terhadap lingkungan tersebut. perlu pula dikembangkan kecerdasan emosional (Daniel Goleman. baik dalam jenis dan sifatnya. tanpa tahun. 52-54) cara berpikir masyarakat “sederhana” yang tertutup dalam merespons lingkungan biasanya lebih bersifat kolektif. maka dua kecerdasan masyarakat tersebut perlu dikembangkan agar terwujudnya kearifan manusia terhadap lingkungan. • 7 bulan dalam kandungan bereaksi terhadap rangsangan bunyi • Baru lahir menunjukkan reaksi emosi • Otak berkembang dan menyimpan setiap rangsangan • Volume otak = Ketika lahir ± 350 gram 3 bulan ± 500 gram 9 bulan ± 750 gram 1. emosional dan spiritual yang berbeda dengan masyarakat terbuka atau maju yang lebih berpikir kausalitas.M Palm. dan kritis. Menurut Levi Bruhi (dalam C. 1995) kecerdasan spiritual (Marsha Sinetar. Namun demikian. terkait dengan hal mistik. artinya disamping kecerdasan logis rasional. Festinger 1985) menyatakan bahwa : • Setiap anak memiliki 100-200 miliar sel otak yang siap mengembangkan beberapa triliun informasi. hasrat dan dorongan manusia untuk membutuhkannya. bila tidak dipakai akan mati • Pertumbuhan otak juga bergantung gizi • Tergantung bagaimana otak diprogram 100 . kekuatan dan daya tekannya.H. kudus atau suci. 2000). dalam jumlah kuantitas dan volumenya. logis. emosional dan motorik. 2001) bahkan kecerdasan sosial yang sampai saat ini masih belum banyak dipersoalkan. dimana menurut kajian medis (Gazzaniga. Lingkungan yang berpengaruh pada manusia ini sangat bervariasi. Perry.5 tahun ± 950 gram Orang dewasa ± 1300 gram • Sel otak tidak bertambah tetapi mempunyai pikiran untuk bercabang dan membuat ranting • Bila dipakai cabang dan ranting itu semakin rimbuj. Le Doux. Kecerdasan-kecerdasan diatas sesuai dengan potensi dan perkembangan otak manusia. kecerdasan emosional – spiritual (Ary Ginanjar Agustian. Demikain pula ragam lingkungan seperti itu sering berpengaruh pada perlakuan manusia terhadap lingkungan itu sendiri. 1985). meski variasi lingkungan di sekitar manusia itu relatif sama. dengan demikian lebih menekankan pada kecerdasan sosial.

relasi. sense of challenge. gendongan. dan mengolah lingkungannya. wajar apabila dalam proses perkembangannnya individu sangat perlu perhatian lingkungan sejak berada dalam kandungan. Bahkan berdasarkan penelitian Kohlberg (1969) peningkatan tahap pertimbangan moral individu ditentukan oleh variasi dan jumlah dilema dan konflik moral yang dihadapi individu itu sendiri. 101 . peradaban. Dengan penjelajahannya ini. lingkungan kerja (profesi). lingkungan organisasi. mendeklarasikan empat pilar ditambah learning to do. mempengaruhi. terjadilah perkembangan sejarah. terjadilah evolusi budaya baik dalam budaya material maupun non material. akan tetapi melakukan aktivitas pembelajaran untuk learning to learn furthe more (bahkan UNESCO . 1999. dan sebagai mahluk budaya dia tunduk pada hukum adanya kemampuan kreasi serta keterbatasan insani.(rangsangan). manusia sebagai mahluk budaya. teknologi dan spiritual (Nursyid. politik. martabat. harus disusui selama dua tahun. lingkungan pertemanan. Dengan kecerdasannya. harus dipenuhi gizi pada masa balita. Meskipun manusia dibekali kecerdasan sebagai potensi yang membuat lebih dari mahluk lain. lingkungan pengasuhan. ada yang sedang dan ada pula yang maju. sense of curiosity. teknologi. estetika. sense of adventure. dia berkreasi menjelajahi lingkungannya dengan aktivitas fisik-motorik. sense of reality. lingkungan keagamaan. oleh karena itu ada masyarakat yang tingkat peradabannya terbelakang. sentuhan. Sebagai mahluk budaya yang mampu membaca dan belajar. Dengan demikian. akan tetapi dia mampu menyesuaikan diri. lingkungan sekolah. pertumbuhan. ilmu. harga diri dan kelangsungan hidupnya. cara pengasuhan orang tua (keluarga) terhadap anak. mengatur. sebagai mahluk sosial dia tunduk pada hukum interaksi dan komunikasi sosial serta interdependensi dengan yang lain. bahkan banyak contoh menunjukkan orang-orang yang biasa melakukan aktivitas berpikir ketika menghentikan aktivitasnya menyebabkan orang cepat terserang pikun. multimedia. S : 2002). sekali lagi tiap manusia atau kelompok tidaklah sama. Namun dalam perkembangannya. serta pemilihan teman dan kelompok sebaya sangat menentukan karakter anak ketika dewasa. keberagaman. perkembangan multi kecerdasan individu sangat ditentukan oleh lingkungan keluarga. dan bahkan inteligensinya itu sendiri. lingkungan informasi. aktivitas mental-psikologis dan juga dengan kegiatan psikospiritualnya. Demikian pula. Perbedaan tingkat peradaban ini sering dicirikan dalam kemajuan bidang-bidang intelektual. Kesadaran manusia terhadap kaidah-kaidah tersebut sangat penting dalam menghadapi peluang dan tantanganyang multidimensional agar menyikapi lingkungan dengan kesadaran dan penuh kehati-hatian. learning to be. dan sense of discovery. sehingga dia menjadi mahluk yang mobil untuk memuaskan hasrat sense of interest. dan learning to life together). bukan hany sekadar learning to know. namun sebagai mahluk alam dia tetap tunduk pada hukum-hukum perubahan. karena dengan cara itulah akan menentukan harkat. pelukan. ekonomi. dan sebagainya. manusia bukan hanya sebagai mahluk yang ditentukan dan dipengaruhi lingkungan. Oleh karena itu. dan kerusakan.

Low 6. interaksi sosial dan rekayasa teknologi dalam hubungannya dengan lingkungan alam. karena komunikasi dan transportasi semakin baik 6. Komunikasi oral (ngobrol) 5. Perubahahan dari nomaden ke menetap 2. pola ekonomi. Menggunakan baterai alam (living battery) 3. Keluarga besar (extended family) GELOMBANG KEDUA (1790-1970) 1. pola kekeluargaan. Dikiaskan “smart is beautiful” 8. Menggalang keterkaitan global 7. menunjukkan bagaimana pola-pola perubahan manusia dalam mata pencaharian. “Peradaban informasi” Klasifikasi peradaban ini. Penjajahan dan interdependency gerakan nasional 7. komunikasi. Dikiaskan “bis is beautiful” 8. Deurbanisasi. Diawali ditemukannya mesin uap oleh James Watt. Keluarga inti lebih penting GELOMBANG KETIGA (1970-2000) 1. Komunikasi dengan media kertas dan poster 6. “Peradaban industri” 8. lingkungan sosial serta lingkungan budaya. Dikiaskan “small within big is beautiful” 4. Sehingga memperlihatkan bagaimana semakin cepanya 102 . menentukan tingkat peradaban yang dicapainya. 1979 2.Kecerdasan manusia dalam mengolah lingkungan. Dari manufaktur bergeser pada biofaktor 5. “Peradaban pertanian” 7. yaitu sebagai berikut : GELOMBANG PERTAMA (SM-1790) 1. Mulai melakukan energi terbarukan (hemat energi) 3. Menyintesis ciri gelombang 1 dan 2 2. Keluarga ? (pragmatis) 4. Penggunaan bahan bakar fosil yang tidak terbarukan (pemborosan) 3. Bercocok tanam 4. Produk massal untuk kebutuhan dibawa ke pasar keluarga (prosumen) 5. Dalam pandangan Alfin Toffler (1980) masyarakat dunia mengalami tiga gelombang peradaban (The Third Wave) apabila dimatrikskan terlihat perbedaannya.

nanometer 10-9). 2002) menunjukkan munculnya teknologi nano. yang merupakan alat mutasi atau reproduksi yang lebih ampuh dari mesin replikator protein mana pun. nanocomputer dan sebagainya. hormon. bahkan diyakini bahwa penguasaan Iptek menjadi faktor penentu kompetisi perekonomian global saat ini. yang akan mengubah pola-pola kehidupan manusia dalam interaksi dengan lingkungannya. Lebih lanjut. akan tetapi menimbulkan pula berbagai kekhawatiran dan keprihatinan bagi kehidupan suatu masyarakat. 103 . yaitu teknologi yang mengatur. dengan budaya (meme) yang serba mampu mengubahnya lalu muncul dengan perspektif lain. tentu saja disamping teknologi tersebut selalu memberikan harapan yang lebih baik. murahnya tenaga kerja tidak begitu banyak menentukan dalam kompetisi tersebut. jumlah penduduk. Sementara itu. RNA. virus dan sebagainya.perkembangan evolusi kecerdasan manusia dalam merekyasa lingkungan dengan teknologinya pada kurun semakin mutakhir. mengalami seleksi karena banyak manusia yang tidak sepenuhnya percaya pada cerita yang didengarnya. serta mesin-mesin sintesis genetika seperti DNA. Dalam teknologi ini bahan bangun utamanya adalah atom dalam ukuran nanometer. Mahluk hidup berevolusi dengan reproduksi beserta mutasi. melimpahnya sumber kekayaann alam. sampai tahap nana perkembangan iptek ini akan berlangsung ? Sampai taraf mana manusia dapat merekayasa lingkungannya ? apakah perkembangan teknologi ini dapat lebih mensejahterakan manusia dan alam sekitarnya atau menjadi musibah lebih besar karenanya ? Namun yang jelas perkembangan teknologi selalu mengalami diversity (keanekaragaman) dan redundancy (penyelesaian masalah dengan teknologi selalu memunculkan masalah yang membutuhkan teknologi lain yang setahap lebih tinggi). Meme memperbanyak diri karena manusia belajar dan mengajar. Dalam bidang teknologi Eric Drexier dengan bukunya Enginers of Creation (1986 dalam Mubyar Puwasasmita. budi daya manusia yang dinamakan meme juga berkembang atau berevolusi melalui budi dan akal manusia. lalu diikuti seleksi. menyusun dan meletakkan atau merekayasa atmosfer atom-atom menjadi molekul yang dikehendaki. Polemik antara alam (gen) yang serba menentukan. seperti nanocircuit. ini dinamakan genetic evolution. Evolusi alamiah yang disebabkan oleh gen berinteraksi secara dialektika dengan perubahan dan pembaruan yang disebabkan oleh meme yang diwakili oleh budaya manusia. Tampak jelas. Teknologi nano ini dapat menghasilkan mesin-mesin dalam skala nano. The Selfish Gene (1976) menjelaskan prinsip perubahan dan pembaruan melalui proses evolusi dengan gene dan meme (nature versus nature). Dampak penggunaan teknologi nano terhadap lingkungan bisa dibayangkan munculnya mesin-mesin yang amat kecil dan canggih baik yang bersifat teknis maupun sosial. yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari teknologi mikrometer (sebagai perbandingan mikrometer = 10-6. Richard Dawkins. enzim. nanoprosesor. bermutasi karena manusia bercerita kembali dengan agak mengubah dan memperbaiki cerita yang didengarnya terdahulu. Yang menjadi pertanyaan.

Beberapa paham tentang hubungan manusia dengan lingkungan ini muncul. namun tampaknya ruang gerak manusia tetap ada batasnya. seperti : 1. hewan dan manusia) secara berkesinambungan dari waktu ke waktu mengalami perkembangan. namun mobilitasnya tetap dibatasi dan ditentukan oleh kondisi alam. Elsworth Huntington dalam bukunya Priciple of Human Geography menyatakan bahwa iklim sangat menentukan perkembangan 104 . populasi manusia dengan kebudayaannya tergantung pada kondisi alam. dalam kemajuan teknologi yang dicapai saat ini. Dia mengemukakan bahwa mahluk hidup (tumbuhan. Paham Kosmogini. yaitu faham yang menyatakan bahwa perkembangan manusia sangat ditentukan oleh alam lingkungannya. Selanjutnya Friedrich Ratzel (1844-1904) dengan teori Autropogeographie yang mengatakan bahwa manusia dengan kehidupannya. evolusi teknologi serta tahap peradaban berkembang terus sejalan dengan daya jelajah manusia. meskpun manusia mahluk dinamis.Evolusi kecerdasan. Oleh karena itu. dan imajinasinya. masih tetap beragam antispaso dan respons manusia terhadap lingkungan. Oleh karena itu. yaitu paham yang menyatakan bahwa manusia harus menyesuaikan diri dengan alam karena alam sendiri yang mengetahui paling baik. Pada perkembangan tersebut terjadi perjuangan hidup (struggle for life. struggle for existence) seleksi alam (natural selection) dan akan terjadi survival of the fittest yang kuat akan bertahan hidup. Paham Determinisme. Dalam proses perkembangan tersebut faktor alam sangat menentukan. 2. Beberapa tokoh terkenalnya adalah Charles Darwin (1809-1882) dengan teori evolusinya. sebab sebagai mahluk alam dia tetap tunduk pada hukum alam tersebut.

sehingga manusia dapat memilih kegiatan yang diberikannya. Oleh karena itu. pahamnya disebut determinisme iklim. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan rekayasa teknologi yang dilakukan manusia. mengolah. 4.kebudayana manusia. Semple dan Paul Vidal de la Blache (1845-1919). manusia tidak lagi merupakan objek pasif alam. dan mengarahkan lingkungannya. termasuk seni. Dengan demikian. maka manusia dapat mengendalikan.C. peluang atau kemungkinan terjadinya kegiatan dan kebudayaan manusia. tetapi mahluk yang dapat memanfaatkan alam dengan kemungkinan yang diberikannya. serta segi kebudayaan lain sangat ditentukan oleh iklim setempat. sehingga manusia dapat memilih kegiatan yang cocok sesuai dengan kemungkinan dan peluang yang diberikan oleh alam. Paham ini berasal dari pemikiran “man ecological dominant concept” yang berarti manusia merupakan faktor dominan terhadap lingkungan. Paham Posibilisme yang menyatakan bahwa alam bukan merupakan faktor yang menentukan melainkan menjadi faktor pengontrol. Tokoh penting paham ini adalah E. teknologi bukan lagi sebagai alternatif bagi 105 . Dengan demikian. Paham Optimisme Teknologi. Oleh karena itu. 3. agama. mengatur. pemerintahan. paham ini disebut pula probabilisme.

manusia dalam merespons lingkungan. Ragam paham tentang pandangan manusia terhadap alam ini masih terus berkembang dan dipegang oleh kelompok masyarakat tertentu. manusia terus melakukan perubahan dalam berbagai dimensinya. (Nursyid. Hubungan manusia dengan alam merupakan hubungan antar mahluk yang tunduk pada hukum alam (sunatullah). S : 1998). Namun paham apa pun yang dipegang. Arah perubahan sosial berlangusng sejalan dengan tahap peradaban yang dicapainya. bukan harus dijadikan kesombongan apalagi dipertuhankan. sesuai dengan keyakinan agama. Kecerdasan manusia yang diberikan AlKhalik merupakan hal yang patut disyukuri untuk melaksanakan amanat Tuhan di muka bumi. akan tetapi hanya sekedar khalifah. 5. Paham Ketuhanan. termasuk dalam kehidupan sosial. bahwa manusia dan alam semesta diciptakan oleh Tuhan. akan tetapi telah menjadi “keyakinan” yang dapat menjamin hidup dan kehidupan manusia. manusia bukan penguasa alam. pembawa amanat di muka bumi. arah perubahan tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut : ARAH PERUBAHAN SOSIAL YANG TELAH SEDANG DAN AKAN TERJADI 106 .

Secara kasar bisa dijelaskan bahwa kondisi alam Indoensia adalah sebagai berikut : Bujur = 95o BT – 141o BT Lintang = 06o LU – 11o LS 107 .Pertanian Primitif Penjajahan Lokal Budaya daerah Pembudayaan Desa Migrasi antar daerah Revolusi industri Revolusi fisik Masyarakat muda Survival Kelas pekerja → Industrial → Modern → Kemerdekaan → Nasional → Budaya nasional → Konvergensi budaya → Urbanisasi → Migrasi regional → revolusi komunikasi → Revolusi organisasi → Masyarakat menua → Produktivitas → Kelas menengah → Pasca Industrial → Pasca Modern → Pasca Kemerdekaan → Global → Budaya global → Divergensi budaya → Suburbanisasi → Migrasi global → Revolusi informasi → Revolusi informasi → Masyarakat pascatua → Kualitas hidup → Kelas pengetahuan dst Setelah kita diskusikan mengenai konsep manusia dengan lingkungan secara umum perlu kiranya kita mendiskusikan bagaimana manusia Indonesia dengan lingkungan alam dan sosial budayanya.

500.000 9.370. yang menunjukkan potensi alam cukup banyak. 2006) = 230.890.110 KM Luas total = 5.508 Pulau Panjang pantai = 80.683 KM2 Jumlah pulau = 18. maka dapat terlihat sebagai berikut : 108 . 2003.581.000 Jiwa Suku Bangsa = 370 suku bangsa Bahasa Induk = 67 bahasa inti Dari data tersebut.528 Sensus 107. bangsa Indonesia memiliki luas wilayah. serta daerah aliran sungai yang luar biasa.086.193.269.000 Statistik Sumber : Mubyar Purwasasmita.904.000 4.000 KM Jumlah dasa besar = 136 DAS Penduduk (Th.000 Pelzer 63.288. Sedangkan daerah aliran sungai berdasarkan pulau termasuk sungaisungai besar dan sedangkan Indonesia memiliki sungai yang cukup banyak.000 Statistik 23.500.500.000 Pelzer 40. TAHUN 1785 1815 1845 1860 1895 1930 1946 1961 1971 1980 1990 1996 JUMLAH 3.000 Sensus 50. baik potensi darat maupun lautnya.569 KM2 Luas lautan = 3. dan apabila diklasifikasikan berdasarkan pulau-pulau yang ada. namun dalam perkembangan penduduk menunjukkan laju pertumbuhan yang cukup cepat.600. hal ini dapat diindikasikan dari statistik kependudukan tahun ke tahun di Pulau Jawa yang kelipatannya semakin cepat dalam kurun waktu yang semakin pendek.327 Sensus 91.700 Sensus 76.734.- Utara Selatan = 1.252 KM2 Luas daratan = 1.888 KM Barat Timur = 5. panjang garis pantai.456.000 SUMBER Pelzer Raffles Bleekers 12.000 Sensus 114.000.059.

sebagai perbandingan pada tahun 1995 berada pada kedalaman 36 meter. terutama di Pulau Jawa permukaan air tanah semakin menurun. Hal ini terjadi akbat perlakuan manusia terhadap lingkungan. yang akhirnya terjadilah berbagai bencana yang tidak diharapkan. penyempitan ruang dan pendangkalan.• • • • • • • • • • SUMATRA JAWA KALIMANTAN SULAWESI BALI 214 DAS 49 DAS 129 DAS 111 DAS 38 DAS LOMBOK 12 DAS SUMBA 12 DAS SUMBAWA 41 DAS FLORES 24 DAS TIMOR BARAT 12 DAS • PAPUA 51 DAS Hanya sayang sungai-sungai tersebut banyak yang berada dalam kondisi kritis akibat endapan lumpur. pembuangan limbah industri. Oleh karena itu. Pada saat ini. penggunaan lahan di sekitar bantalan sungai. Untuk melengkapi data lingkungan alam Indonesia ini. Wilayah kepulauan Indonesia dan hutan Amazon di 109 • . seperti penggundulan hutan. Data yang ditampilkan adalah sebagai berikut : • Hasil kompilasi pantauan satelit TERRA dan AQUA milik NASA selama tahun 2002 memperlihatkan kondisi metabolisme planet Bumi hasil proses fotosintesis. banjir waktu musim penghujan. pembuangan sampah sembarangan. seperti kekeringan di waktu kemarau. permukaan air untuk sebuah sumur artesis saja di cekungan Bandung berada di kedalaman 60 meter (data 2006). akan ditampilkan hasil penelitian satelit NASA tentang wilayah negara di dunia yang menjadi paru-paru dunia. Oleh karena itu. yaitu wilayah yang memberikan kontribusi paling besar untuk menjaga keseimbangan udara dan menetralisasi racunracun di udara. jadi penurunannya begitu drastis akibat eksploitasi yang besar-besaran untuk kepentingan pabrik dan rumah tangga disertai sistem tata lingkungan yang tidak kondusif. populasi air dan menimbulkan bau. air sebagai hajat hidup orang banyak untuk yang menurut amanat konstitusi dikuasai oleh negara dan digunakan sebesarbesarnya untuk kemakmuran rakyat. (Mubyar P. maka hancurkanlah sistem hidrologinya”. karena kerusakan lingkungan dan managemen yang tidak baik. sekarang ini menjadi komoditas bisnis yang menarik. wajar ahli strategi militer menyatakan bahwa “Bila akan menghancurkan sebuah negara. 2002). sampah. bahkan Indonesia yang paling memiliki potensi air yang cukup banyak karena curah hujannya tinggi akan tetapi merupakan pengimpor air tertinggi di dunia.

Al-Qur’an surat 30 ar-Ruum ayat 41 menjelaskan : Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. baik dari segi militer. sehingga konveksi air laut lebih aktif. supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka.• • • • Amerika Latin adalah paru-paru dunia. Hanya sayang iklim lokal/mikronya rusak karena lingkungannya hancur. bila ada penebangan pohon di sebuah lingkungan sering ada yang pingsan/kesurupan”). mampu menyerap gas karbon dioksida (CO2) sampai 2. Indonesia. ekonomi. Afrika Tengah adalah wilayah pembentuk awan paling aktif dan sebagai pusat iklim global makro Kerusakan lingkungan di wilayah-wilayah tersebut dapat mengganggu iklim global/makro. (Bandingkan dan perhatikan. dan bahkan Indonesia menjadi sangat rentan terpengaruh oleh perubahan iklim global/makro tersebut. dan pengembangan budaya. kerajaan-kerajaan yang pernah ada di atas lebih lama masa kejayaannya dibanding dengan usia negara Indonesia sampai sekarang ini. Bagaimana dengan hubungan manusia dengan problem lingkungan sosial di Indonesia ? Persoalan ini perlu ditelusuri lebih awal dari sejarah perkembangan bangsa Indonesia. Indonesia lebih dari Brazilia dan Afrika Tengah. pertanyaannya sampai kapan NKRI akan terus mempertahankan keutuhannya.5 kg per meter kubik per tahun Gas CO2 ini kemudian dikonversikan menjadi gas oksigen yang dihirup oleh mahluk hidup di dunia. Kalau dari kerajaan-kerajaan besar yang pernah ada sampai Indonesia masa kini dapat diurutkan sebagai berikut : SRIWIJAYA KUTAI SYAILENDRA MAJAPAHIT KOLONISASI NKRI 390 – 1400 M 400 – 750 M 750 – 900 M 1291 – 1525 M 1600 – 1945 M 1945 – (?) M 1010 Tahun 350 Tahun 150 Tahun 230 Tahun 175 Tahun 345 Tahun (61 + x) Tahun DEMAK-MATARAM 1450 – 1625 M Kalau kita telaah. Posisi Indonesia yang sangat berperan mempengaruhi iklim global/makro seperti itu seharusnya merupakan posisi tawar yang tiada taranya. Brazilia. agar mereka kembali (ke jalan yang benar). karena memiliki kondisi laut luas dan dangkal serta Matahari berlimpah. tentu sangat tergantung dari manusia yang 110 . Sebenarnya dengan konsep keyakinan kita kepada Tuhan.

dan pertumbuhannya selalu menjadi perhatian negara kita. airnya kotor melengkapi problema sosial dan budaya yang diungkapkan oleh David L. David I. hampir-hampir memporak-porandakan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pollution (pencemaran) Persoalan purbasangka sering membuat lingkungan tidak aman dan nyaman.menjadi warga negaranya. semaunya itu karena ulah manusia. Population (penduduk) 4. dan sebagainya. Peace (perdamaian) 3. Hal ini terpulang pada manusia dalam merespons dan memperlakukan lingkungannya. Ketika daya dukung lingkungan (ruang dan jasa) tidak sepadan dengan laju pertumbuhan penduduk. Pemikiran David Sill diatas sejalan dengan pemikiran MIT Project 111 . seperti krisis ekonomi. dan jawaban terakhir dari pertanyaan mengapa seseorang miskin adalah karena orang itu miskin. diperparah dengan lingkungan yang kumuh. menyatakan bahwa problema lingkungan itu ada 5.. baik antara kelompok masyarakat maupun bangsa. Masyarakat yang miskin. dan tentu menimbulkan berpikir negatif yang dapat mendorong perilaku destruktif. yaitu : 1. Prejude (purbasangka) 2. Poverty (kemiskinan) 5. dan bagaimana memperlakukan diri dan warga yang lain. Dan kondisi seperti itu merupakan potret kehidupan di kota-kota (pinggiran kota) besar di Indonesia. kualitas. Sill. bagaimana manusia (warga) berinteraksi dengan sesamanya. Sikap prejudice ini akan mendorong pula idnakan anarki dan dapat menimbulkan peperangan. kecemburuan sosial. sanitasi tidak sehat. karena setiap penambahan jumlah penduduk membutuhkan kesempatan kerja dan usaha. kebablasan dalam merespons dan demokrasi. udara yang pengap. Sill. Sementara ruang tidak bertambah. suara yang bising. memperlemah solidaritas. bahkan lahan produksi (khususnya pertanian) tergusur untuk kepentingan sarana lain yang dibutuhkan untuk kepentingan penduduk itu sendiri. karena penduduknya padat yang hidup dalam ketegangan sosial akibat prejudice warganya. krisis hukum. Persoalan sosial ini lebih diperparah tatkala daya dukung ruang dan jasa tidak sebanding dengan jumlah dan pertumbuhan penduduk. Persoalan kemiskinan baik struktural karena kekurangan faktor daya dukung tadi apalgi kemiskinan mental karena faktor sikap individu. karena dapat menimbulkan sikap iri. membutuhkan peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan dan sebagainya. maka akibatnya akan menimbulkan kemiskinan. oleh karena itu persoalan kependudukan (population) baik dalam kuantitas. Beberapa krisis dalam perjalanan kenegaraan dan pemerintahan tersebut. sering meriupakan siklus (benang kusut) yang menghadirkan dan mewariskan kemiskinan berikutnya. sehingga hilangnya perdamaian (peace). penyebaran. khususnya di Pulau Jawa.

Teori Human Capital (pengembangan SDM). sumber-sumber alam. sementara sejumlah negara lain telah memasuki gelombang ketiga. teori-teori tersebut adalah : 1. Teori Dependency (ketergantungan) yang mengatakan bahwa keterbelakangan disebabkan eksploitasi pihak luar.Team yang menyatakan problema lingkungan sosial terdiri dari : penduduk. Pertanyaan mendasar. memandang bahwa lingkungan sosial tergantung penguasaan Iptek warga masyarakat di samping mental. Teori Modernisasi : menganggap kualitas hidup manusia ditentukan karakter mental psikologis dan sosial budayanya sendiri 2. produksi industri dan polusi. oleh karena itu lingkungan sosial harus dilakukan atas dasar kemampuan sendiri. 4. Teori Determinisme Geografi : yang memandang bahwa kondisi lingkungan geografis menentukan corak dan kualitas hidup masyarakat (Sudardja Adiwikarta : 1998). Bagaimana caran meningkatkan taraf hidup manusia dalam lingkungan sosialnya ? ada beberapa teori yang berbeda untuk memulai dari mana menyelesaikan problema sosial tersebut. atau bahkan dia masih di gelombang satu atau masih dalam tahap pralogis ? 112 . budaya dan teknologinya sekarang ini berada pada gelombang mana berdasarkan klasifikasi Alfin Toffler ? harusnya merupakan pertanyaan yang menyadarkan kita untuk lebih berintrospeksi diri. apakah bangsa Indonesia dengan kondisi sosial. produksi pertanian. Benarkah Indonesia telah ajek di gelombang dua. psikologis dan sosial budaya 3.

113 . Djoko. Effendi. Yulia. Abdulkadir. Muhammad. Jakarta. (2006). Setiadi. Jakarta. Citra Aditya Bakti. Jakarta. (2008). Bumi Aksara. (2008). Widagdho. Ilmu Budaya Dasar. Ilmu Sosial Dasar. Jakarta. Kep Dirjen Dikti Depdiknan No.: 44/DIKTI/Kep/2006 tentang Ramburambu Pelaksanaan Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat di Perguruan Tinggi. Bandung. Universitas Terbuka. Prenada Media Group. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Wahyono.DAFTAR PUSTAKA Budiwati. Universitas Terbuka. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Ilmu Budaya Dasar. (2008). Elly M. (2006).

2011/2012 PROGRAM STUDI S1 TEKNIK PERKAPALAN (Kelas Sore) Mata Kuliah : Ilmu Sosial dan Budaya Dasar Semester / Sks : VII (satu) / 3 sks Hari. a. 114 . 2. d. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------SOAL: 1.Sos. uraikan.00 s/d 19. Kebudayaan dalam hal ini memiliki peran apa saja. 22 November 2011 Waktu : 17. b.UPN ”VETERAN” JAKARTA FAKULTAS TEKNIK UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GANJIL TA. S.00 (120 menit) Dosen Penguji : Yulia Latifah. Tanggal : Selasa. Kepercayaan d. Terangkan dengan singkat hal-hal di bawah ini: a. Sebutkan beberapa variabel yang berhubungan dengan masalah kebudayaan dan lingkungan. sebutkan. Uraikan tentang budaya/kebudayaan menurut dua orang pakar dari Indonesia. Pandangan hidup c. a. Etos kebudayaan 3. b. c. c. Pelanggaran terhadap tata tertib ujian akan diberikan sanksi akademis. uraikan. Bacalah soal dengan teliti. Sistem pengetahuan yang dimiliki manusia sebagai mahluk sosial merupakan suatu akumulasi dari perjalanan hidupnya dalam hal berusaha memahami apa saja. Uraikan dengan singkat beberapa problematika kebudayaan. Uraikan sifat hakiki dari kebudayaan. 2. Persepsi e. MM Sifat Ujian : Close Book ----------------------------------------------------------------------------------------------------------PERHATIAN: 1. Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan/peran utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. Untuk memperoleh pengetahuan-pengetahuan maka manusia melakukan tiga cara. Nilai dalam kehidupan manusia. b.

Jelaskan bahwa manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. uraikan. Terangkan yang disebut peradapan manusia.Ir.S. a. Ada lima faktor yang menjadi penyebab perubahan kebudayaan. 4. Sebutkan faktor-faktor yang mendasari berlangsungnnya interaksi sosial. d. b. c.BAMBANG SUDJASTA. Uraikan dan simpulkan unsur-unsur masyarakat yang dikemukakan para ahli.d.Sos.MT 115 . 2008 Silabus Mata Kuliah: Ilmu Sosial dan Budaya Dasar Dosen Penguji Kaprodi S1 Teknik Perkapalan YULIA LATIFAH. Selamat mengerjakan Acuan Soal Kurikulum Th.MM Drs.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful