BAB 1.

PENGANTAR ISBD

A. DASAR PEMIKIRAN 1. Latar Belakang Paedagogis Keinginan untuk memberikan ilmu pengetahuan sebanyakbanyaknya kepada mahasiswa merupakan dorongan yang logis bagi dosen tatkala memerankan dirinya sebagai pengajar, dia akan berusaha semaksimal mungkin agar setiap ilmu pengetahuan yang dimiliki dapat tersampaikan kepada mahasiswa dalam waktu singkat, tentu saja cara yang paling mudah adalah menggunakan seluruh waktu pertemuan kelas untuk menceramahkan materi serta meminta mahasiswa untuk siap menerima berbagai informasi yang disampaikan agar ilmu pengetahuannya bertambah. Fungsi dan peran seperti ini sering menempatkan dosen pada otoritas yang berlebihan, seperti sebagai sumber informasi tunggal dan sebagai sentral aktivitas pembelajaran, sehingga mahasiswa mirip sebagai objek pasif, bejana kosong yang harus diisi sejumlah informasi. “Dominasi” dosen dalam interaksi belajar mengajar di dalam kelas seperti itu dapat menimbulkan apatisme dan sikap pasif mahasiswa karena kreativitasnya terhambat yang pada akhirnya mengurangi kualitas hasil belajar. Meski diakui tanpa kehadiran dosen, hasil belajar mahasiswa tidak akan maksimal, namun upaya-upaya inovatif untuk memberikan peran yang seimbang antara dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran terus diupayakan. Inovasi ini didasari kesadaran bahwa mahasiswa bukanlah mahluk kosong tanpa “entry behavior” yang tidak memiliki kemampuan dan kecakapan apa pun, akan tetapi sebagai objek berpotensi yang mampu mengkreasi dunia lingkungannya. Sehingga dengan memberikan posisi yang “seimbang” antara aktivitas dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran akan mampu memberikan hasil lebih, baik tambahan ilmu pengetahuan, meningkatnya sikap positif dan bertambahnya keterampilan pada mahasiswa. Upaya untuk meningkatkan mutu dan hasil pendidikan, mendorong UNESCO (1988) mendeklarasikan empat pilar pembelajaran yaitu : (1) learning to know (pembelajaran untuk tahu); (2) learning to do (pembelajaran untuk berbuat) ; (3) learning to be (pembelajaran untuk membangun jati diri) ; (4) learning to live together (pembelajaran untuk hidup bersama secara harmonis). Misi-misi ini terutama, learning to live together dalam bidang ilmu-ilmu sosial dan humaniora, bahkan juga dalam science, tidak mungkin dikembangkan secara speculative thinking sebagaimana dikehendaki oleh filsafat ilmu-ilmu sosial dan humaniora yang mengembangkan pendidikan secara sistematis untuk mendalami ilmu itu sendiri (atau menjadikan seseorang menjadi ahli di bidang ilmu tersebut), melainkan bagaimana bidang-bidang ilmu yang ada menjadi alat untuk mengkaji fenomena dan problema sosial serta budaya yang terjadi sehingga seseorang mampu memecahkan masalah sosial dan

1

budaya tersebut. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan menjadi pribadi anggota keluarga dan masyarakat yang baik sesuai dengan nilai-nilai pandangan hidup bangsanya. Dengan pemikiran ini mendorong peran dosen tidak hanya menggunakan ceramah monolog atau komunikasi satu arah, melainkan mampu menciptakan suasana yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialog kreatif. 2. Dasar Yuridis Dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 40 ayat 1 butir e dikemukakan bahwa : “Pendidik dan tenaga kependidikan berhak memperoleh kesempatan menggunakan sarana, prasarana, dan fasilitas pendidikan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas. “Pasal ini memberi peluang kepada dosen untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya dengan dukungan sarana, prasarana dan fasilitas yang memadai. Pasal ini dipertegas oleh kewajiban pendidik dan tenaga kependidikan yang tertuang dalam pasal 40 ayat 2 butir a yang menyatakan bahwa pendidik berkewajiban “menciptakan suasana yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis dan dialogis”. Sehingga interaksi belajar yang monolog dan komunikasi satu arah tidak lagi merupakan model pembelajaran yang tunggal, sebab banyak kritik terhadap pendekatan pembelajaran semacam ini, karena sifatnya yang indoktrinatif dapat menghalangi aktivitas dan kreativitas mahasiswa sehingga menjadikannya pribadi yang pasif. Perubahan peran dosen seperti di atas berhubungan erat dengan visi Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di perguruan tinggi, seperti tercantum dalam Keputusan Dirjen Dikti Depdiknas RI No. 38 Tahun 2002 Pasal I yang menyatakan bahwa : “Mahasiswa memiliki landasan pengetahuan, wawasan dan keyakinan sebagai bekal hidup bermasyarakat selaku individu dan mahluk sosial yang beradab serta bertanggungjawab terhadap sumber daya alam dan lingkungannya”, dan juga berhubungan dengan misi MBB pada pasal 2, yaitu : “memberikan dasar-dasar nilai estetika, etika dan moral pada mahasiswa serta memberikan panduan bagi penyelenggara pendidikan dalam mengantar mahasiswa untuk mengembangkan pemahaman serta penguasaannya tentang keanekaragaman, kesetaraan dan martabat manusia sebagai individu dan mahluk sosial di dalam kehidupan bermasyarakat dengan berpedoman pada nilai budaya melalui pranata pendidikan, serta tanggung jawab manusia terhadap sumber daya alam dan lingkungannya dalam kehidupan bermasyarakat dengan berpedoman pada nilai budaya melalui pranata pendidikan, serta tanggung jawab manusia terhadap sumber daya alam dan lingkungannya dalam kehidupan bermasyarakat baik nasional maupun global yang mengarah pada tindak kekaryaan seseorang sesuai dengan kompetensi keahliannya”. Visi dan misi ini tidak mungkin dicapai dengan hanya memperkenalkan konsep-konsep teoritis tanpa memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengkaji, mengkritisi, dan menganalisis serta

2

ikut memberikan kontribusi pada pengambil kebijakan untuk memperbaiki kontribusi pada pengambil kebijakan untuk memperbaiki kehidupan dan lingkungannya. Oleh karena itu dalam pasal 5 metode pembelajaran yang digunakan oleh dosen harus menempatkan mahasiswa sebagai subyek didik, mitra dalam proses pembelajaran, anggota masyarakat, dan warga negara. Dengan demikian, mahasiswa diajak untuk memahami berbagai gejala yang terjadi dalam kehidupan manusia melalui perspektif masyarakat, kebudayaan, dan lingkungan alam dengan pembahasan kritis analitis, sehingga proses pembelajaran yang interaktif, dialog kreatif, diskusi, dan demonstrasi lebih diharapkan ketimbang ekspose verbal, ceramah, monolog, dan komunikasi satu arah. Dengan metode pembelajaran seperti ini diharapkan perguruan tinggi mampu mempersiapkan mahasiswa sebagai anggota masyarakat yang mampu dan termotivasi untuk berpartisipasi secara aktif dalam mengaktualisasikan serta melembagakan masyarakat madani. Yang akhirnya pendidikan tinggi diharapkan mampu menghasilkan mahasiswa yang unggul secara intelektual, anggun secara moral, kompeten menguasai Iptek, serta memiliki komitmen tinggi untuk berbagai peran sosial (Hamdan Mansoer, 2001, hlm., 3). Harapan DIKTI di atas, sejalan dengan Deklarasi UNESCO Oktober 1998 tentang Kesepakatan Perguruan Tinggi, yang intinya sebagai berikut : 1. Pendidikan Tinggi abad XXI harus memainkan peran sebagai suatu komponen vital bagi pembangunan budaya, sosial, ekonomi dan politik sebagai suatu tiang penyangga dalam pembentukan kemampuan masyarakat untuk demokrasi dan perdamaian. 2. DIKTI harus merancang fungsi prospektifnya, melalui analisis berkelanjutan tentang kegawatan sosial, ekonomi, budaya dan kecenderungan politik, serta bertindak sebagai pemandu dalam mengatasi bencana, mampu melihat ke masa depan, mengantisipasi dan menyiapkan peringatan perdana. 3. DIKTI harus sadar akan perannya sebagai pelayan masyarakat, dan harus berusaha agar terjamin keseimbangan antara misi pendidikan dan misi sosial. B. VISI, MISI, TUJUAN DAN BAHAN ISBD Sejalan dengan visi dan misi serta kompetensi MBB di atas, dikembangkan visi ISBD sebagai berikut : “Mahasiswa selaku individu dan mahluk sosial yang beradab memiliki landasan pengetahuan, wawasan, serta keyakinan untuk bersikap kritis, peka dan arif dalam menghadapi persoalan sosial dan budaya yang berkembang di masyarakat. “Sedangkan misi ISBD” adalah :

3

selaku individu dan mahluk sosial yang beradab dalam mempraktikan pengetahuan akademis dan keahliannya. hukum dan budaya sebagai landasan untuk menghormati dan menghargai antara sesama manusia sehingga akan terwujud masyarakat yang tertib. karena manusia dalam hidupnya mengalami pengalaman hidup yang penuh makna. Memberikan dasar-dasar nilai estetika. peka dan arif pada mahasiswa dalam memahami dan memecahkan masalah sosial budaya dengan landasan nilai estetika. Menumbuhkan sikap kritis. yaitu pendidikan yang berkenaan dengan pengembangan keseluruhan kepribadian seseorang dalam kaitannya dengan masyarakat dan lingkungan hidup. Pendek kata. analitis dan responsif untuk memecahkan masalah tersebut secara arif di masyarakat. 4 . b. manusia lain di sekelilingnya. terutama generasi muda untuk menjadi “manusia yang sesungguhnya”. Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal hidup bermasyarakat. sebagai warga negara. c. Berdasarkan visi. misi tujuan MBB dan ISBD tersebut. Mengembangkan kesadaran mahasiswa untuk menguasai pengetahuan tentang keragaman dan kesetaraan manusia sebagai individu dan mahluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat. berhubungan dengan seluruh kehidupan yang memenuhi kepuasan dalam keluarga. maka ISBD termasuk pada kategori General Education (pendidikan umum) yang bertujuan untuk membina individu (mahasiswa) untuk menjadi warga masyarakat dan warga negara yang baik. masyarakat. c. Memberikan dasar-dasar untuk memahami masalah sosial dan budaya serta mampu bersikap kritis. pekerjaan. selaku umat yang terpadu serta penuh dengan makna kehidupan”. Memberikan pengetahuan dan wawasan tentang keragaman. warga negara dan dunia. dan akhirnya selaku umat manusia sebagai ciptaan Tuhan Maha Pencipta. pendidikan umum ini mempersiapkan peserta didik. teratur dan sejahtera. moral dan hukum dalam kehidupan bermasyarakat. yang manusiawi. etika.a. b. moral. Nursyid Sumaatmadja (2002 : 107) mengatakan bahwa : “Pendidikan umum mempersiapkan generasi muda terlibat dalam kehidupan umum sehari-hari dalam kelompok mereka. yang merupakan unsur kesatuan budaya. Atas dasar visi dan misi ISBD dikembangkan tujuan ISBD sebagai berikut : a. sadar akan kehidupan yang luas dengan segala masalah dan kondisinya yang menjadi hak dan kewajiban tiap orang untuk memberdayakannya sebagai anggota keluarga. etika. mengenal diri sendiri. kesetaraan dan martabat manusia sebagai individu dan mahluk sosial dalam kehidupan masyarakat.

Phenik (1964 : 6-8) mengemukakan bahwa. dan studi kebudayaan memiliki tujuan yang beragam. Kedalam makna ini termasuk empati. akan tetapi merupakan sebuah studi yang akan menggunakan makna-makna esensial disiplin ilmu-ilmu sosial dan ilmu budaya sebagai pisau analisis untuk memecahkan masalah sosial dan budaya yang ada dalam. tanda-tanda kebesaran dan sebagainya. matematika. termasuk hal-hal yang berkenaan dengan perasaan. Selanjutnya Phenix mengatakan (dalam Nursyid S. 2002 : 109) bahwa makna-makna esensial yang melekat dalam kehidupan masyarakat dan budaya manusia meliputi enam pola. filsafat. sastra. termasuk juga isyarat-isyarat. akhlak. yaitu simbolik. karya seni. makna sinoptik berkenaan dengan pengertian-pengertian yang terpadu dan mendalam seperti agama. Makna empirik mencakup ilmu kealaman. bahkan pula merupakan bagian dari disiplin ilmu-ilmu budaya yang bertujuan untuk membina mahasiswa untuk menjadi ahli ilmu sosial atau ahli dalam ilmu budaya.. empirik. konseptual. kemanusiaan. hayati. Philip H. serta menggunakan disiplin ilmu pendidikan dan psikologi pendidikan untuk teori belajar dan mengajarnya. generalisasi berdasarkan fakta-fakta. sinoetik. etik dan sinoptik. Kedalam kawasan makna estetik ini. Oleh karena itu. dan hal-hal yang bernuansa spiritual. upacara-upacara. studi sosial. jika dikaji secara historis.bahkan aktivitas sosial dan budayanya pun dipengaruhi oleh pola-pola makna yang memberdayakan hidupnya. dan lainlain. simpati dan sebangsanya. estetik. Mereka tidak mengaitkan suatu mata pelajaran dengan mata pelajaran lain dan tidak memikirkan bagaimana seseorang menjadi warga negara yang baik (seseorang menjadi warga negara 5 . pengetahuan sejarah yang menuntut nalar masa lampau. perilaku yang luhur. kehidupan masyarakat. Makna etik berkenaan dengan aspek-aspek moral. yaitu : 1. Organisasi bahkan harus disusun menurut struktur disiplin ilmunya baik penyusunan konsep maupun sintaksisnya.20 tahun 2003) dan keputusan Dirjen DIKTI pasal 2 tentang misi serta pasal 5 tentang metode pembelajaran. Apabila dianalisis hakikat ISBD mulai dari kewajiban pendidik (Pasal 40 ayat 2 UU No. kesenian. analitis. kurikulum disusun secara terpisah sesuai dengan body of knowledge masing-masing disiplin ilmu sosial dan budaya. tanggung jawab dan sebangsanya. Namun. sedangkan metode berpikirnya mengadopsi ilmu pengetahuan alam. Makna simbolik meliputi bahasa. Oleh karena itu. kesan. maka dapat disimpulkan bahwa : isi ISBD terdiri dari disiplin-disiplin ilmu sosial dan humaniora beserta kegiatan dasar manusia. Mendidik mahasiswa menjadi ahli di bidang ilmu. dan kenyataan yang bisa diamati. Makna estetik meliputi berbagai seni seperti musik. “pendidikan umum merupakan proses pembangkitan makna-makna yang esensial yang membimbing pelaksanaan hidup manusia melalui perluasan dan pendalaman makna-makna tadi”. Makna simbolik ini sangat berarti dalam kehidupan bermasyarakat-berbudaya manusia. penghayatan dan kesadaran yang mendalam. Dengan demikian ISBD sebagai bagian dari general education bukanlah sebuah disiplin ilmu.

a. tetapi lebih senang menyebutnya “Social Sciences dan Cultural Sciences”. Karena itu. hlm. Oleh karena itu. Kompromi antara pendapat pertama dan kedua. 3). 63). Melatih berbeda pendapat d. Iklim kelas mencerminkan kehidupan demokratis c. Bahan pelajaran harus merupakan sebagian dari hasil penelitian ilmu-ilmu sosial dan budaya yang dipilih dan diramu sehingga cocok untuk program pendidikan. ISBD dimaksudkan mempelajari bahan-bahan yang sifatnya tabu. oleh karena itu mereka tidak setuju bahwa ilmu sosial/ilmu budaya dipandang sebagai studi sosial dan studi kebudayaan. 64. ISBD harus merupakan : 3. Simplifikasi dan distalasi dari berbagai disiplin ilmu sosial dan budaya untuk kepentingan pendidikan (Wesley. moral dan lain-lain.” c.yang baik hanya sebagai hasil sampingan saja). Warga negara yang baik akan mudah ditumbuhkan bila pendidik menempatkan mahasiswa dalam konteks kebudayaannya. specific virtues. Pendekatan ini lebih menekankan pada content continuum. dibanding dengan memusatkan perhatian pada disiplin sosial dan budaya secara terpisah. to be transmitted to the student. Tujuannya merupakan”… a body of predigested and organized knowledge. Tujuannya menumbuhkan warga negara yang baik. program pembelajaran harus dikorelasikan bahkan diintegrasikan beberapa disiplin ilmu sosial-budaya dalam unit program studi. the presumed product of research in the sosial science. … storehouse of knowledge. Oleh karena itu ISBD harus merupakan “a unified coordinated holistic study of men living in societes” (Hanna. hlm. Paham ini lebih menekankan pada process continuum dalam mencapai tujuan pendidikan. (Numan Soemantri. Oleh karena itu. hukum. Bahan tabu dekat kegunaannya dengan kebutuhan pribadi dan masyarakat. Dapat mempelajari masalah sosial dan budaya yang perlu dipecahkan b. Dengan bahan seperti ini diharapkan mahasiswa : a. 200. skills. sejarah. politik. 2. 260-261). 6 . tujuan pelajaran harus mampu mengembangkan dasar-dasar untuk menjadi ahli dalam bidang ilmu tertentu serta mampu memecahkan masalah sosial-budaya ketika mahasiswa terjun di masyarakat. b. tertutup (closed areas) atau controversial issues yang timbul dalam bidang ekonomi. 4.

i) evaluasi bukan hanya menyangkut kognitif. afektif. kemiskinan dengan ilmu ekonomi. hukum. tetapi juga evaluasi proses. seluruh bahan itu harus disusun terlebih dahulu secara sistematis menurut salah satu disiplin utama yang menjadi pokok kajian. dan sebagainya) sedangkan ilmu-ilmu lain sebagai penunjang analisisnya. f) organisasi kurikulum yang bervariasi (integrated. 268). b) masalah-masalah sosial dan budaya. correlated. baik secara interdisipliner yang menggunakan berbagai disiplin ilmu secara terpadu dalam mengkaji suatu masalah maupun crossdisipliner (penggunaan dua disiplin dari sudut pandang yang berbeda) atau transdisipliner (penggunaan berbagai disiplin ilmu dari sudut pandang yang berbeda) untuk mengkaji suatu masalah. C. tetapi juga agama serta sains dan teknologi. artinya menggunakan disiplin tertentu dalam ilmuilmu sosial dan ilmu-ilmu budaya (seperti sejarah. politik. dan separated. improvisasi dan apresiasi. Penggunaan pendekatan multidisiplin dalam proses pembelajaran ISBD bisa menggunakan pendekatan struktural. sosiologi. seni. Pendekatan ini cocok dengan tuntutan Pasal 5 ayat 1 Keputusan Dirjen Dikti yang telah dikemukakan di atas. antropologi. PENTINGNNYA PENDEKATAN INTERDISIPLINER DALAM ISBD Sejak semula munculnya Basic Social Studies (Ilmu Sosial Dasar) dalam Basic Humanities (Ilmu Budaya Dasar) sekitar tahun 1970-an dilatarbelakangi oleh pemikiran untuk mendekatkan berbagai disiplin ilmu. yaitu beberapa disiplin ilmu sosial atau disiplin ilmu budaya digunakan sebagai alat untuk mengkaji masalah. Tetapi perlu menggunakan pendekatan multidisiplin secara integratif untuk memecahkan masalah sosial dan budaya. psikologi sosial) secara terpisah. j) bahan bukan hanya diperkaya oleh ilmu-ilmu sosial dan budaya. karena masalah yang dikaji sangat erat dan banyak kaitannya dengan disiplin tertentu (misalnya masalah korupsi erat kaitannya dengan ilmu hukum. geografi. khususnya ketrampilan menyelidik. Selain harus sistematis bahan itu pun harus esensial untuk disajikan. sehingga mendorong mahasiswa untuk melihat permasalahan dalam masyarakat secara interdisipliner (Numan Somantri. h) iklim kelas menjadi lab demokrasi. fungsional dan interfield). d) pemeliharaan dan pemanfaatan lingkungan alam. dan psikomotorik. karena hakikat masalahnya kompleks sehingga memerlukan kajian dari berbagai disiplin ilmu. Apa yang diharapkan dalam Pasal 5 tersebut akan sulit tercapai jika menggunakan pendekatan monodisiplin. tetapi sistematika salah satu struktur disiplin tertentu masih terlihat dominan sebagai pisau analisisnya. banjir dengan ilmu geografi. sehingga mereka dikemudian hari dapat berperan serta memecahkan masalahmasalah sosial. sastra. Pentingnya pendekatan interdisipliner ini diharapkan agar mahasiswa dapat melihat masalah sosial dan budaya secara lebih luas dan komprehensif. Apabila digambarkan sebagai berikut : 7 .Dengan demikian bahan ISBD harus lebih banyak memperhatikan : a) kebutuhan dan minat mahasiswa. Dengan demikian. g) pendekatan yang bervariasi (struktural. hlm. c) ketrampilan berpikir. e) kegiatan dasar manusia yang dicantumkan dalam program studi.

faktor kultural. Misalnya saja ketika membahas pergaulan bebas di luar nikah. meneliti bagaimana sikap masyarakat terhadap masalah tersebut. mengumpulkan data dan informasi. faktor politis. atau anarki pascareformasi dikaji faktor historis. yaitu pembelajaran yang bertitik tolak dari masalah yang terdapat dalam masyarakat atau lingkungan mahasiswa atau masalah sosial budaya di mana mahasiswa terlibat secara langsung. Oleh karena itu. mengkaji latar belakang dan penyebabnya. yaitu bertitik tolak dari ruang lingkup yang luas. identitas setiap disiplin ilmu hampir tidak kelihatan karena banyaknya konsep yang berhimpitan dan bersintesis. bahkan karena luasnya pembahasan. faktor sosiologis. dan mencari berbagai alternatif sosial sampai akhirnya memberikan rekomendasi kepada pengambil kebijakan publik untuk memecahkan masalah tersebut. faktor yuridis. Jika digambarkan pendekatan fungsional sebagai berikut : Karena itu. proses belajar mengajar diawali dengan menentukan dan merumuskan masalah. mencari peraturan yang berhubungan. Bisa juga digunakan pendekatan interfield. pendekatan fungsional tidak berangkat dari satu disiplin ilmu. serta faktor sosial ekonomi.Atau menggunakan pendekatan fungsional. misalnya saja masalah humanitis dengan tema 8 . mengkaji kebijakan publik yang berlaku.

pemilu. teknologi. demokrasi. ekonomi. atas dasar daerah tersebut maka aspek politik. agama. agama dan sumber daya alam ikut melengkapinya. antropologi. pembangunan. Kalau digambarkan pendekatan interfield itu sebagai berikut : 9 . kebudayaan Betawi dan lain-lain. tehnologi. multikultur. dan lain-lain yang dikaji dari berbagai bidang ilmu yang cukup luas seperti bahasa. misal saja kebudayaan Bali. Dalam pendekatan interfield ini dapat juga digunakan the area approach yang berusaha menyusun bahan kuliah berdasarkan kebudayaan suatu daerah. sejarah. kebudayaan Jawa Barat. pendidikan. dan sebagainya. pendidikan. IPA.Science Other field Language Literature The arts SocialEducation science Bidang lain Bahasa IPA Agama Teknologi Seni Pendidikan Social reformasi.

dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat. kebudayaan dapat dipandang sebagai konfigurasi tingkah laku yang dipelajari dan hasil tingkah laku yang dipelajari. Tylor. dalam bahasa Belanda diistilahkan dengan kata cultur. rasa. kesenian. dalam bahasa Latin. Dalam bahasa Inggris. dimana unsur pembentuknya didukung dan diteruskan oleh anggota masyarakat lainnya. modal. Kata budaya sebenarnya berasal dari bahasa Sanskerta budhayah yaitu bentuk jamak kata buddhi yang berarti budi atau akal. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi. kepercayaan.BAB 2. hukum. menyuburkan. adat istiadat. mengembangkan tanah (bertani). Linton. keilmuan. milik diri manusia dengan belajar. kata budaya berarti dari kata culture. R. Colera berarti mengolah. karsa dan rasa. yaitu sebagai segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam. dan cipta masyarakat Herkovits.B. Koentjaraningrat. budaya adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan. mengerjakan. mengartikan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan. Berikut pengertian budaya atau kebudayaan dari beberapa ahli : 1) E. kebudayaan adalah bagian dari lingkungan hidup yang diciptakan oleh manusia. mengatakan bahwa kebudayaan adalah semua hasil karya. berasal dari kata colera. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA A. 10 2) 3) 4) 5) . Kemudian pengertian ini berkembang dalam arti culture. PENGERTIAN Budaya adalah bentuk jamak dari kata budi dan daya yang berarti cinta.

penataran-penataran dan ceramah. kebudayaan atau budaya menyangkut keseluruhan aspek kehidupan manusia baik material maupun non material. Sebagian besar ahli yang mengartikan kebudayaan seperti ini kemungkinan besar sangat dipengaruhi oleh pandangan evolusionisme. Pengetahuan melalui pengalaman langsung ini akan membentuk kerangka pikir individu untuk bersikap dan bertindak sesuai dengan aturan yang dijadikan pedomannya. Tubuh manusia f. b) Berdasarkan pengalaman yang diperoleh melalui pendidikan formal/resmi (di sekolah) maupun dari pendidikan non formal (tidak resmi).Dengan demikian. c) Melalui petunjuk-petunjuk yang bersifat simbolis yang sering disebut sebagai komunikasi simbolis. Alam fauna di daerah tempat tinggal d. kepercayaan. nilai. yaitu suatu teori yang mengatakan bahwa kebudayaan itu akan berkembang dari tahapan yang sederhana menuju tahapan yang lebih kompleks. Sifat-sifat dan tingkah laku sesama manusia g. Zat-zat bahan mentah dan benda-benda dalam lingkungannya e. seperti kursus-kursus. 1. persepsi dan etos kebudayaan. Alam flora di daerah tempat tinggal c. Sistem Pengetahuan Sistem pengetahuan yang dimiliki manusia sebagai mahluk sosial merupakan suatu akumulasi dari perjalanan hidupnya dalam hal berusaha memahami : a. yaitu : a) Melalui pengalaman dalam kehidupan sosial. pandangan hidup. B. Ruang dan waktu Untuk memperoleh pengetahuan tersebut di atas manusia melakukan tiga cara. 11 . SUBSTANSI (ISI) UTAMA BUDAYA Substansi (isi) utama kebudayaan merupakan wujud abstrak dari segala macam ide dan gagasan manusia yang bermunculan di dalam masyarakat yang memberi jiwa kepada masyarakat itu sendiri. Alam sekitar . baik dalam bentuk atau berupa sistem pengetahuan. b.

Hakikat karya manusia (MK) Hakikat waktu manusia (MW) Hakikat alam manusia (MA) Hakikat hubungan antarmanusia (MM) 3. dicitacitakan dan dianggap penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat. sesuatu dikatakan memiliki nilai apabila berguna dan berharga (nilai kebenarannya). Didalamnya terkandung konsep nilai kebudayaan yang dicita-citakan oleh suatu masyarakat. Persepsi terdiri atas : 1) persepsi sensorik. yaitu : a. religius (nilai agama). Pandangan Hidup Pandangan hidup merupakan pedoman bagi suatu bangsa atau masyarakat dalam menjawab atau mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya. pandangan hidup merupakan nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat dengan dipilih secara selektif oleh individu. dan hanya yang Mahatinggi saja yang mampu memberikan kekuatan dalam mencari jalan keluar dari permasalahan hidup dan kehidupan. Kepercayaan Kepercayaan yang mengandung arti yang lebih luas daripada agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. yaitu persepsi yang terjadi tanpa menggunakan salah satu indra manusia. 4. indah (nilai estetika). C. Oleh karena itu. baik (nilai-moral atau etis). 2) persepsi telepati. d. manusia yang memiliki naluri untuk mengembangkan diri kepada yang Mahatinggi. Persepsi Persepsi atau sudut pandang ialah suatu titik tolak pemikiran yang tersusun dari seperangkat kata-kata yang digunakan untuk memahami kejadian atau gejala dalam kehidupan.2. e. kelompok atau bangsa. Hakikat hidup manusia (MH) b. Kluchohn mengemukakan. Karena itu. Dorongan ini sebagai akibat atau refleksi ketidakmampuan manusia dalam menghadapi tantangan-tantangan hidup. Pada dasarnya. bahwa yang menentukan orientasi nilai budaya manusia di dunia adalah lima dasar yang bersifat universal. 5. yaitu kemampuan pengetahuan kegiatan mental individu lain : 3) 12 . yaitu dimensi lain di luar diri dan lingkungannya yang dianggap mampu mengendalikan hidup manusia. Nilai Nilai adalah sesuatu yang baik yang selalu diinginkan. c.

Budaya mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiban-kewajiban. kasar. Etos sering tampak pada gaya perilaku warga misalnya. 6.persepsi clairvoyance. yaitu kemampuan melihat perisiwa atau kejadian di tempat lain. MANUSIA SEBAGAI PENCIPTA DAN PENGGUNA KEBUDAYAAN Tercipta atau terwujudnya suatu kebudayaan adalah sebagai hasil 13 . kesuraman. lingkungan alam atau pendidikan. serta diskriminasi terhadap tingkatan sosial. bahwa watak orang Jawa memancarkan keselarasan. tetapi setiap kebudayaan mempunyai ciri atau sifat yang sama. kurang sopan. sebagai orang yang agresif. gagasan yang berbelit-belit. ketenangan yang berlebihan. dan berbicara apa adanya. D. C. Sifat hakiki dari kebudayaan tersebut antara lain : 1. Budaya telah ada terlebih dahulu daripada lahirnya suatu generasi tertentu dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan 3. kegemaran-kegemaran warga masyarakatnya. feodal. Contohnya. tindakantindakan yang dilarang dan tindakan-tindakan yang diizinkan. melainkan bersifat universal. jauh dari tempat orang yang bersangkutan. kebudayaan Batak dilihat orang Jawa. seperti di Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang berbeda. tingkah laku yang sukar ditebak. Budaya terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia 2. Di mana sifat-sifat budaya itu akan memiliki ciri-ciri yang sama bagi semua kebudayaan manusia tanpa membedakan faktor ras. tindakantindakan yang diterima dan ditolak. Sebaliknya kebudayaan Jawa dilihat oleh orang Batak. konsekuen. Budaya diperlukan oleh manusia diwujudkan dalam tingkah lakunya dan 4. Etos Kebudayaan Etos atau jiwa kebudayaan (dalam antropolog) berasal dari bahasa Inggris berarti watak khas. serta berbagai benda budaya hasil karya mereka. SIFAT-SIFAT BUDAYA Kendati kebudayaan yang dimiliki oleh setiap masyarakat itu tidak sama. dilihat dari luar oleh orang asing. Yaitu sifat hakiki yang berlaku umum bagi semua budaya di mana pun. lamban. tegas. Sifat tersebut bukan diartikan secara spesifik.

Jadi ada hubungan berkelanjutan antara realitas internal dengan realitas eksternal.interaksi antara manusia dengan segala isi alam raya ini. Pembeda manusia dan binatang 5. Pengaturan agar manusia dapat mengerti 14 . Tahap eksternalisasi adalah proses pencurahan diri manusia secara terus-menerus ke dalam dunia melalui aktivitas fisik dan mental. manusia memerlukan kepuasan baik di bidang spiritual maupun material. Tahap internalisasi adalah tahap dimana realitas objektif hasil ciptaan manusia diserap oleh manusia kembali. Kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia. Kebutuhan-kebutuhan tersebut dipenuhi oleh kebudayaan yang bersumber pada masyarakat itu sendiri. 2. Dialektika ini didasarkan pada pendapat Peter L. Sehingga kebudayaan memiliki peran sebagai : 1. perasaan dan emosi. Dengan kata lain. Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia 4. 2006 : 5). kemauan. Manusia memiliki kemampuan daya antara lain akal. Dialektika fundamental ini terdiri dari tiga tahap : tahap eksternalisasi. namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Berger yang menyebutkan sebagai dialektika fundamental. dan tahap internalisasi. tahap objektivasi. Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. Bermacam-macam kekuatan yang harus dihadapi masyarakat dan anggotanya seperti kekuatan alam maupun kekuatan lain yang tidak selalu baiknya. intelegensia dan intuisi. 1999 : 36) sebagai daya manusia. Dengan sumber-sumber kemampuan daya manusia tersebut. Manusia yang telah dilengkapi Tuhan dengan akal dan pikirnya menjadikan mereka khalifah di muka bumi dan diberikan kemampuan yang disebutkan oleh Supartono (dalam Rafael Raga Maran. Petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berperilaku di dalam pergaulan 6. Suatu hubungan pedoman antarmanusia atua kelompoknya. (Yusdi Ahmad. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayan. kebudayaan ada karena ada manusia penciptanya dan manusia dapat hidup di tengah kebudayaan yang diciptakannya. nyatalah bahwa manusia menciptakan kebudayaan. fantasi dan perilaku. Tahap objektivitas adalah tahap aktivitas manusia menghasilkan suatu realitas objektif yang berada di luar diri manusia. Kebudayaan adalah produk manusia. Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain 3. Makalah. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendukungnya. Kecuali itu.

berbagai macam kekuatan harus dihadapi manusia dan masyarakat seperti kekuatan alam dan kekuatan lain. mengapa suatu lingkungan tertentu akan berbeda dengan lingkungan lainnya dan menghasilkan kebudayaan yang berbeda pula. menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain 7. Selain itu manusia dan masyarakat memerlukan kepuasan baik secara spiritual maupun materiil. berbuat. pada taraf permulaan manusia bersikap menyerah dan semata-mata bertindak di dalam batas-batas untuk melindungi dirinya. Usaha untuk menjelaskan perilaku manusia sebagai perilaku budaya dalam kaidah dengan lingkungannya. E. terlebih lagi perspektif lintas budaya akan mengandung banyak variabel yang saling berhubungan dalam keseluruhan sistem terbuka. Suatu kebudayaan memancarkan suatu ciri khas dari masyarakatnya yang tampak dari luar. Begitu pula manusia hidup dan tergantung pada kebudayaan sebagai hasil ciptaannya. Sebagai modal dasar pembangunan. artinya orang asing. Pendekatan yang saling berhubungan dengan psikologi lingkungan adalah pendekatan sistem yang melihat rangkaian sistemik antara beberapa sub sistem yang ada dalam melihat kenyataan lingkungan total yang melingkupi satuan budaya yang ada. Keadaan yang berbeda pada masyarakat yang telah kompleks.bagaimana seharusnya bertindak. Dalam tindakan untuk melindungi diri dari lingkungan alam. melalui akalnya manusia dapat mengembangkan kebudayaan. dimana taraf kebudayaannya lebih tinggi. Hasil karya tersebut yaitu teknologi yang memberikan kemungkinan yang luas untuk memanfaatkan hasil alam bahkan menguasai alam. Dengan menganalisis pengaruh akibat budaya terhadap lingkungan seseorang dapat mengetahui. Kebudayaan mempunyai fungsi yang besar bagi manusia dan masyarakat. Beberapa variabel yang berhubungan dengan masalah kebudayaan 15 . Hasil karya masyarakat melahirkan teknologi atau kebudayaan kebendaan yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi masyarakat terhadap lingkungan di dalamnya. Manusia merupakan mahluk yang berbudaya. PENGARUH BUDAYA TERHADAP LINGKUNGAN Budaya yang dikembangkan oleh manusia akan berimplikasi pada lingkungan tempat kebudayaan itu berkembang. Kebudayaan juga memberikan aturan bagi manusia dalam mengolah lingkungan dengan teknologi hasil ciptaannya. Kebudayaan masyarakat tersebut sebagian besar dipenuhi oleh kebudayaan yang bersumber pada masyarakat itu sendiri.

adat istiadat.dan lingkungan : Physical environment. Mereka enggan meninggalkan kampung halamannya atau beralih pola hidup sebagai petani. menunjuk pada lingkungan natural seperti temperatur. Padahal hidup mereka umumnya miskin. wilayah geografis. mengacu pada persepsi dan kepercayaan kognitif yang berbeda-beda pada setiap masyarakat mengenai lingkungannya Environmental Behavior and Process. nilai dan aspek kehidupan lainnya yang akan menjadi ciri khas suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. kota beserta usaha-usaha manusia dalam memodifikasi lingkungan fisik seperti budaya pertanian dan iklim. meliputi aspek-aspek kebudayaan beserta proses sosialisasi seperti : norma-norma. 2. dan nilai-nilai Environmental Orientation and Representation. curah hujan. PROBLEMATIKA KEBUDAYAAN Beberapa problematika kebudayaan antara lain : 1. Hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan persepsi atau sudut pandang hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan persepsi atau sudut pandang ini dapat terjadi antara masyarakat dan pelaksana pembangunan. program keluarga 16 . Hambatan budaya yang berkaitan dengan pandangan hidup dan sistem kepercayaan Keterkaitan orang Jawa terhadap tanah yang mereka tempati secara turun temurun diyakini sebagai pemberi berkah kehidupan. komunitas. - - - - Dengan demikian dapat dikatakan. F. norma. iklim. flora dan fauna Cultural Social Environment. bahwa kebudayaan yang berlaku dan dikembangkan dalam lingkungan tertentu berimplikasi terhadap pola tata laku. meliputi hasil tindakan manusia seperti membangun rumah. Contohnya. meliputi bagaimana masyarakat menggunakan lingkungan dalam hubungan sosial Out Carries Product.

agama. mereka beranggapan bahwa banyak anak banyak rezeki. sebagai contoh nuklir dan bom dibuat justru untuk menghancurkan manusia bukan untuk melestarikan suatu generasi. yang menganggap hal-hal baru itu akan merusak tatanan hidup mereka yang sudah mereka miliki secara turun temurun. Yang terkadang justru menimbulkan sikap etnosentrisme pada anggota masyarakat dalam memandang kebudayaan orang lain. karena pengetahuannya serba terbatas. Hambatan budaya berkaitan dengan faktor psikologi atau kejiwaan Upaya untuk mentransmigrasikan penduduk dari daerah yang terkena bencana alam banyak mengalami kesulitan. 3. 5. seolah-olah tertutup untuk menerima program-program pembangunan. ras dan antar golongan. yakni pertentangan suku. obatobatan diciptakan untuk kesehatan tetapi dalam penggunaannya banyak disalahgunakan yang justru mengganggu kesehatan manusia. Sikap tradisionalisme yang berprasangka buruk terhadap hal-hal baru Sikap ini sangat mengagung-agungkan budaya tradisional sedemikian rupa. Masing-masing kebudayaan itu dianggap sebagai satu ciri khas daerah lokal. 7. G. Masyarakat yang terasing dan kurang komunikasi dengan masyarakat luar. Kebudayaan yang berkembang dalam suatu wilayah seperti Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari beberapa suku bangsa dan budaya yang beraneka ragam. PERUBAHAN KEBUDAYAAN 17 . Sikap etnosentrisme dapat menimbulkan kecenderungan perpecahan dengan sikap kelakuan yang lebih tinggi terhadap budaya lain. sering kali disalahgunakan oleh manusia. 6. Masyarakat daerah-daerah terpencil yang kurang komunikasi dengan masyarakat luar. Sikap semacam ini akan mudah memicu timbulnya kasus-kasus sara. Hal ini disebabkan karena adanya kekhawatiran penduduk bahwa di tempat yang baru hidup mereka akan lebih sengsara dibandingkan dengan hidup mereka di tempat yang lama. Sikap Etnosentrisme Sikap etnosentrisme adalah sikap yang mengagungkan budaya suku bangsanya sendiri dan menganggap rendah budaya suku bangsa lain. 4. Perkembangan IPTEK sebagai hasil dari kebudayaan.berencana atau KB semula ditolak masyarakat.

oleh karenanya tidak ada kebudayaan yang bersifat statis. yaitu : a. Perubahan lingkungan alam b. 18 . karsa. Ada lima faktor yang menjadi penyebab perubahan kebudayaan.Sebagaimana diketahui bahwa kebudayaan mengalami perkembangan (dinamis) seiring dengan perkembangan manusia itu sendiri. yaitu yang akan memusnahkan manusia sebagai pencipta kebudayaan tersebut. dan rasa manusia adalah tentu saja perubahan yang memberi nilai manfaat bagi manusia dan kemanusiaan. perubahan kebudayaan sebagai hasil cipta. Dengan demikian. bukan sebaliknya. atau karena perubahan dalam pandangan hidup dan konsepsinya tentang realitas. Namun. Perubahan karena adanya penemuan (discovery) d. Perubahan yang disebabkan adanya kontak dengan suatu kelompok lain c. kebudayaan akan mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi karena suatu bangsa memodifikasi cara hidupnya dengan mengadopsi suatu pengetahuan atau kepercayaan baru. Perubahan yang terjadi karena suatu masyarakat atau bangsa mengadopsi beberapa elemen kebudayaan materal yang telah dikembangkan oleh bangsa lain di tempat lain e.

INDIVIDU DAN MASYARAKAT 1. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Sekalipun orang itu terlahir secara kembar. mereka tidak ada yang memiliki ciri fisik dan psikis yang persis sama. Contohnya si Waru berbeda dengan si Dadap. Jadi sebutan individunya tepat bagi manusia yang memiliki keutuhan jasmani dan rohaninya. ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Seperti di tengahtengah pasar yang penuh orang atau di lapangan di mana berkumpul ribuan orang kita akan dapat mengenali orang yang sudah kita kenal. Bila seseorang hanya tinggal raga. keutuhan raga dan jiwanya. meskipun sama-sama terlahir sebagai manusia kembar. merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. kita dapat mengenali seseorang yang sudah kita kenal karena memiliki ciri fisik yang sudah kita kenal. ukuran. maka dia tidak dikatakan sebagai individu. Sebaliknya. Jadi pengertian manusia sebagai mahluk individu mengandung arti bahwa unsur yang ada dalam diri individu tidak terbagi. atau ada unsur raga dan jiwanya. sedangkan divided artinya terbagi. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut lagi sebagai individu. Kata in salah satunya mengandung pengertian tidak. fisik.BAB 3. MANUSIA SEBAGAI INDIVIDU DAN MAHLUK SOSIAL A. unsur fisik dan psikis. unsur raga dan jiwa. atau ada unsur fisik dan psikisnya. Walaupun secara umum manusia itu memiliki perangkat fisik yang sama. Begitu pula dalam kumpulan atau kerumunan ribuan atau jutaan manusia. Kita dapat membedakan seseorang dari lainnya berdasarkan perbedaan-perbedaan yang ada. Setiap anggota fisik manusia tidak ada yang persis sama. artinya yang tak terbagi. tetapi kalau perhatian kita tujukan pada hal yang lebih detail. bila hal terjadi pada kumpulan atau kerumunan hewan dan 19 . Jadi individu artinya tidak terbagi. atau suatu kesatuan. Dalam diri individu ada unsur jasmani dan rohaninya. Manusia Individu sebagai Mahluk Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individuum. makro akan terdapat perbedaan-perbedaan. karena diantaranya ada perbedaan fisik yang gampang dikenali. tidak ada manusia yang persis sama. Dari sekian banyak manusia. keutuhan fisik dan psikisnya. Perbedaan itu terletak pada bentuk. Dalam bahasa Inggris Individu berasal dari kata in dan divided. atau jasmaninya saja. Setiap manusia memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri. sifat dan lain-lainnya. baik pada perbedaan fisik maupun psikis. Manusia sebagai mahluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani.

Lewat ciri-ciri fisik seseorang pertama kali mudah dikenali. Menurut Nursyid Sumaatmadja. karakter. kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara 20 . Ada orang yang gemuk. Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial. baik itu lingkungan buatan seperti tempat tinggal (rumah) dan lingkungan.binatang. Ada bagian tubuh kita yang mirip ibu atau ayah. berbeda dengan mereka yang tinggal di daerah pegunungan. sulit bagi kita untuk mengenali satu hewan di tengah ribuan hewan yang sejenis. begitu pula mengenai sifat atau karakter kita ada yang mirip seperti ayah dan ibu. Ciri seorang individu tidak hanya mudha dikenali lewat ciri fisik atau biologinya. Faktor genotipe adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir. Lingkungan fisik seperti kondisi alam sekitarnya. merujuk pada lingkungan di mana seorang individu melakukan interaksi sosial. Seorang individu adalah perpaduan antara faktor genotipe dan fenotipe. perangai. dan kelompok sosial lain yang lebih besar. Lingkungan sosial. Sifat. dibawa individu sejak lahir. Karakteristik yang khas dari seseorang ini sering kita sebut dengan kepribadian. kurus atau langsing. cerewet atau lainnya. atau gaya dan selera orang juga berbeda-beda. Kalau seorang individu memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dibawa sejak lahir. kemiripan atau persamaan itu mungkin saja terjadi pada keseluruhan penampilan fisiknya. hitam atau putih. ia juga memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Seseorang yang sehari-harinya bergaul dengan lingkungan temannya yang bekerja sebagai sopir atau kenek di terminal memiliki kebiasaan yang khas bagi kelompoknya. ada yang kulitnya cokelat. perangai. Begitu pula dengna orang yang lingkungan sosialnya berada di pesantren. Faktor lingkungan ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang. cenderung berbeda pula kebiasaan dan perilaku orang orangnya. sabar. ada orang yang periang. ada yang rambutnya lurus ada ikal. Sedangkan lingkungan yang bukan buatan seperti kondisi alam geografis dan iklimnya. memiliki kebiasaan yang khas pula bagi kelompoknya. Berbeda lingkungan tempat tinggal. Secara fisik seseorang memiliki kemiripan atau kesamaan ciri dari orang tuanya. Mungkin orang yang tinggal di daerah pantai bicaranya keras. Kita melakukan interaksi sosial dengan anggota keluarga. Dilihat dari sifat. dengan teman. Kita bisa melihat secara fisik bagian tubuh mana dari kita yang memiliki kemiripan dengan orang tua kita. bisa juga terjadi pada bagian-bagian tubuh tertentu saja. atau karakternya. ia merupakan faktor keturunan. Orang yang tinggal di daerah pantai memiliki sifat dan kebiasaan yang berbeda dengan yang tinggal di daerah pegunungan.

potensi-potensi biopsiko fisikal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan. misalnya berbeda dengan keluarga yang suasananya otoriter dan kurang religius. Ketika anda memakai baju anda berusaha untuk tampil yang menurut anda akan dinilai pantas. Kepribadian seseorang itu dipengaruhi faktor bawaan (genotipe) dan faktor lingkungan (fenotipe) yang saling berinteraksi terus menerus. Setiap orang memiliki kepribadian yang membedakan dirinya dengan yang lain. ada kebutuhan sosial (social need) untuk hidup berkelompok dengan orang lain. setiap orang akan mengenal orang lain oleh karena itu perilaku manusia selalu terkait dengan orang lain. Anda harus tunduk pada aturan atau kebiasaan yang wajar di masyarakat. Dalam konteks sosial yang disebut masyarakat. juga dikarenakan pada diri manusia ada dorongan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain. Begitu pula lingkungan tetangga yang familiar dan gotong royong berbeda dengan yang kurang akrab dan individualis. sering kali didasari atas kesamaan ciri atau kepentingannya masing-masing. dan di lingkugnan yang lebih besar manusia tidak lepas dari pengaruh orang lain. Manusia dikatakan sebagai mahluk sosial. memiliki ciri/karakter/kebiasaan yang berbeda-beda pula. Orang yang berprofesi sebagai artis. Dengan demikian. kelompok sosial yang lebih besar seperti keluarga. 21 . akan terbentuk kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat yang didasari oleh kesamaan ciri atau kepentingan. tunduk pada norma masyarakat. baik. modis atau necis oleh orang lain. tetangga. Selain individu. Manusia Sosial sebagai Mahluk Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak lepas dari pengaruh orang lain. Kebutuhan untuk berteman dengan orang lain. dan masyarakat. Ketika anda pergi ke kampus atau ke tempat lain. manusia memiliki kebutuhan untuk mencari kawan atau teman. Selama manusia hidup ia tidak akan lepas dari pengaruh masyarakat. yaitu mahluk yang didalam hidupnya tidak bsia melepaskan diri dari pengaruh manusia lain. seperti tunduk pada aturan. di rumah. dan keinginan mendapat respons positif dari orang lain (pujian). ia melakukan sesuatu dipengaruhi faktor dari luar dirinya. tidak bisa dengan seenaknya berpkaian menurut kehendak anda sendiri. di sekolah. yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologisnya. Perilaku manusia dipengaruhi oleh orang lain. Oleh karena itu manusia dikatakan sebagai mahluk sosial. Keluarga yang terbiasa dengan suasana demokratis dan religius. cenderung untuk mencari teman sesama artis lagi. Misalnya orang kaya cenderung berteman dengan orang kaya. jika mendapat rangsangan dari lingkungan. 2.

Manusia dikatakan juga sebagai mahluk sosial, karena manusia tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengahtengah manusia. Ketika bayi lahir, ia memerlukan pertolongan manusia lainnya. Bayi sama sekali tidak berdaya ketika ia lahir, ia tidak bisa mempertahankan hidupnya tanpa pertolongan orang lain. Berbeda dengan hewan, jerapah misalnya, ketika binatang ini lahir hanya dalam hitungan menit ia sudah bisa berdiri tegak dan berjalan mengikuti induknya. Kenapa hewan bisa mempertahankan hidupnya walaupun tanpa pertolongan hewan lainnya ? karena untuk mempertahankan hidupnya hewan dibekali dengan insting, insting atau naluri adalah sesuatu yang dibawa sejak lahir, yang diperoleh bukan melalui proses belajar. Manusia berbeda dengan hewan, untuk mempertahankan hidupnya, ia dibekali dengan akal. Insting yang dimiliki manusia sangat terbatas, ketika bayi lahir misalnya ia hanya memiliki insting menangis. Bayi lapar maka ia menangis, kedinginanpun ia menangis, pipis ia pun menangis. Manusia memiliki potensi akal untuk mempertahankan hidupnya. Namun potensi yang ada dalam diri manusia itu hanya mungkin berkembang bila ia hidup dan belajar di tengah-tengah manusia. Untuk bisa berjalan saja, manusia harus belajar dari manusia lainnya. Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bsia makan menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya. Cooley memberi nama looking-glass self untuk melihat bahwa seseorang dipengaruhi oleh orang lain. Nama demikian diberikan olehnya karena ia melihat manalogi antar pembentukan diri seseorang dengan perilaku orang yang sedang bercermin, kalau cermin memantau apa yang terdapat di depannya, maka menurut Cooley diri seseorang memantau apa yang dirasakannya sebagai tanggapan masyarakat terhadapnya. Cooley berpendapat bahwa looking glass self terbentuk melalui tiga tahap. Pada tahap pertama seseorang mempunyai persepsi mengenai pandangan orang lain terhadapnya. Pada tahap berikut seseorang mempunyai persepsi mengenai penilaian orang lain terhadap penampilannya. Pada tahap ketiga seseorang mempunyai perasaan terhadap apa yang dirasakannya sebagai penilaian orang lain terhadapnya itu. Untuk memahami pendapat Cooley di sini dapat disajikan suatu contoh. Seorang siswa yang cenderung memperoleh nilai-nilai rendah (misalnya, nilai 4 atau 5) dalam ujian-ujian semesternya, misalnya bahwa para guru di sekolahnya menganggapnya bodoh. Ia merasa pula bahwa karena ia dinilai bodoh maka ia kurang dihargai para gurunya. Karena merasa kurang dihargai, siswa tersebut menjadi murung. Jadi disini perasaan diri sendiri seseorang merupakan pencerminan dari penilaian orang lain (looking glass self). Dalam kasus tersebut diatas, pelecehan
22

oleh guru ini ada dalam benak si siswa dan mempengaruhi pandangannya mengenai dirinya sendiri terlepas dari soal apakah dalam kenyataan para guru memang berperasaan demikian terhadapnya. Apa yang terjadi bila seseorang tidak berinteraksi dengan manusia ? seseorang yang tidak hidup dengan manusia lainnya tidak akan dapat berinteraksi dengan orang lain. hal ini terungkap dari kasus anak-anak yang ditemukan dalam keadaan terlantar (feral children). Ada kisah, yaitu seorang anak laki-laki berusia sekitar 11-12 tahun yang pada tahun 1900 ditemukan diatas Saint Serin, Perancis, dan kasus gadis berusia tiga belas tahun di California, Amerika Serikat yang disekap ayahnya dalam gudang gelap sejak berumur satu setengah tahun. Light, Keller dan Calhoun (1989) mengisahkan kasus Anna yang semenjak bayi dikurung ibunya dalam gudang selama lima tahun. Dari kasus-kasus tersebut terungkap bahwa anak anak yang ditemukan tersebut tidak berperilaku sebagai manusia. Mereka tidak dapat berpakaian, buang air besar kecil dengan tertib, atau berbicara. Anna tidak dapat makan sendiri atau mengunyah, dan juga tidak dapat tertawa atau menangis. Genie tidak dapat berdiri tegak. Setelah berkomunikasi dengan masyarakat lambat laun anak-anak ini dapat mempelajari beberapa di antara kemampuan yang dimiliki manusia sebaya mereka, namun mereka tidak pernah tersosialisasi secara wajar dan cenderung meninggal pada usia muda. Salah satu teori peranan dikaitkan dengan sosialisasi oleh teori George Herbert Mead. Dalam teorinya yang diuraikan dalam buku Mind, Self and Society (1972). Mead menguraikan tahap-tahap pengembangan secara bertahap melalui interaksi dengan anggota masyarakat lain. menurut Mead pengembangan diri manusia ini berlangsung melalui beberapa tahap-tahap play stage, tahap game stage, dan tahap generalized other. Menurut Mead setiap anggota barumasyarakat hars mempelajari peranan-peranan yang ada dalam masyarakat. Sosialisasi adalah suatu proses di mana di dalamnya terjadi pengambilan peranan (role taking). Dalam proses ini seseorang belajar untuk mengetahui peranan yang harus dijalankannya serta peranan yang harus dijalankan orang lain. melalui pengusaan peranan yang ada dalam masyarakat ini seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain. Menurut Mead pada tahap pertama, play stage seorang anak kecil mulai belajar mengambil peranan orang-orang yang berada di sekitarnya. Ia mulai menirukan peranan yang dijalankan oleh orang tuanya, mislanya atau peranan orangg dewasa lain dengan siapa ia sering berinteraksi. Dengan demikian, kita sering melihat anak kecil yang dikala bermain meniru peranan yang dijalankan ayah, ibu, kakak, nenek, polisi, dokter, tukang pos, sopir dan sebagainya. Namun pada tahap ini sang anak belum sepenuhnya memahami isi peranan-peranan yang ditirunya itu. Seorang anak dapat meniru kelakuan ayah atau ibu berangkat ke tempat kerja, misalnya tetapi mereka tidak memahami alasan ayah atau ibu untuk bekerja dan makna kegiatan yang dilakukan
23

ayah atau ibu di tempat kerja. Seorang anak dapat berpura-pura menjadi petani, dokter, polisi tetapi tidak mengetahui mengapa petani mencangkul, dokter menyuntik pasien, polisi menginterogasi tersangka pelaku kejahatan. Pada tahap game stage seorang anak tidak hanya telah mengetahui peranan yang harus dijalankannya, tetapi telah pula mengetahui peranan yang harus dijalankan oleh orang lain dengan siapa ia berinteraksi. Contoh yang diajukan Mead ialah keadaan dalam suatu pertandingan seseorang anak yang bemain dalam suatu pertandingan tidak hanya mengetahui apa yang diharapkan orang lain darinya, tetapi juga apa yang diharapkan dari orang lain ikut bermain dalam pertandingan tersebut. Di kala bermain sebagai penjaga gawang dalam suatu pertandingan sepak bola, misalnya, ia mengetahui perananperanan yang dijalankan oleh para pemain lain (baik kesebelasan kawan maupun lawan), wasit, penjaga garis, dan sebagainya. Oleh Mead dikatakan bahwa pada tahap ini seseorang telah dapat mengambil peranan orang lain. Pada tahap awal sosialisasi, interaksi seorang anak biasanya terbatas pada sejumlah kecil orang lain biasanya anggota keluarga, terutama ayah dan ibu. Oleh Mead orang-orang yang penting dalam proses sosialisasi ini dinamakan significant others. Pada tahap ketiga sosialisasi seseorang dianggap telah mampu mengambil peranan yang dijalankan orang lain dalam masyarakat, mampu mengambil peranan generalized others. Ia telah mampu berinteraksi dengan orang lain dalam masyarakat karena telah memahami peranannya sendiri serta peranan orang lain dengan siapa ia berinteraksi. Selaku anak ia telah memahami peranan yang dijalankan orang tua; selaku siswa ia memahami peranan guru, selaku anggota Gerakan Pramuka ia memahami peranan para pembinannya. Jika seseorang telah mempunyai suatu diri. Dari pandangan-pandangan Mead ini tampak jelas pendiriannya bahwa diri seseorang terbentuk melalui interaksi dengan orang lain. Karena manusia adalah mahluk sosial, mereka berinteraksi dengan yang lain. tidak selamanya interaksi itu berjalan dengan baik, terkadang menimbulkan hal-hal lain yang negatif. Dalam hubungan antar anggota dan kelompok masyarakat, kita sering dihadapkan dengan perbedaan perbedaan. Misalnya, orang Jawa memiliki kebiasaan dan sifat-sifat yang khas, orang Sunda, Batak, Ambon, Padang, dan yang lainnya juga begitu. Terkadang ada sikap negatif yang diperlihatkan oleh suatu kelompok masyarakat terhadap kelompok masyarakat lainnya. Sikap khas yang sering ditampilkan itu disebut prasangka (prejudice). Prasangka (prejudice) merupakan suatu istilah yan mempunyai berbagai makna. Namun dalam kaitannya dengan hubungan antarklompok istilah ini mengacu pada sikap permusuhan yang ditujukan terhadap suatu kelompok tertentu atas dasar dugaan bahwa kelompok tersebut mempunyai ciri-ciri yang tidak menyenangkan. Sikap ini dinamakan prasangka tidak didasarkan pada pengetahuan, pengalaman ataupun bukti-bukti yang cukup memadai. Pandangan pria bahwa wanita

24

lebih banyak emosi dan kurang rasio. B. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain 4. 1. Orang yang berprasangka bersifat tidak rasional da berada di bawah sadar sehingga sukar diubah meskipun orang yang berprasangka tersebut diberi penyuluhan. 1970) pandangan di kalangan orang Sunda bahwa orang batak kasar dan agresif (Bruner. PENGERTIAN CIRI-CIRINYA MASYARAKAT DAN Anda tentu sudah sering mendengar kata masyarakat. norma sosial 2. karena beberapa alasan yaitu . Dapat disimpulkan. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia. pandangan di kalangan orang Tionghoa di Semarang bahwa mereka lebih cerdas dan lebih mampu daripada orang Indonesia (Willmott. pandangan orang kulit putih di daerah Selatan Amerika Serikat bahwa orang kulit hitam adalah orangorang yang tidak tahu diri dan yang bertekad untuk menyaingi karyawan kulit putih serta memperkosa wanita kulit putih. Rakyat 25 . Bahkan mungkin anda sendiri pernah dan mungkin sering menggunakan kata masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari istilah atau kata masyarakat sering muncul. Masyarakat sudah banyak berkorban untuk kepentinga n PEMILU. sementara para anggota DPR malah bertengkar memperebu tkan kedudukan. seperti dalam contoh berikut ini : a. bahwa manusia dikatakan sebagai mahluk sosial. Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain 3. pendidikan atau bukti-bukti yang menyangkal kebenaran prasangka yang dianut. Manusia tunduk pada aturan. 1974) merupakan contoh-contoh mengenai prasangka antar kelompok. Bandingkan dengan contoh berikut ini : b. baik dari orang lain maupun mendengar lewat media elektronik.

Beberapa definisi mengenai masyarakat bisa lihat di bawah ini. terkadang kita menggunakan kata masyarakat untuk makna yang bukan sebenarnya. sementara para anggota DPR malah bertengkar memperebu tkan kedudukan Contoh lain seperti berikut ini : c. Lebih jauh lagi.sudah banyak berkorban untuk kepentinga n PEMILU. Masyarakat Kompleks Perumahan Tamansari Indah bergotongroyong membersih kan selokan. Istilah masyarakat dalam bahasa Inggrisnya society. kita sering mencampuradukan istilah “masyarakat’ dan “komunitas” seperti dalam contoh (c) di atas. Penggunaan kata masyarakat sering kali tercampur adukan dalam kehidupan sehari-hari. padahal sangat berbeda artinya. Dua istilah (konsep) tersebut sering ditafsirkan secara sama. sering kali terjadi kesalahan pemahaman antara society dan community. seperti yang dikutip Nursyid. Dalam konteks keseharian. Society atau masyarakat berbeda dengan komunitas (community) atau masyarakat setempat. Di satu waktu kita menggunakan kata “masyarakat” sesuai dengan makna kata “masyarakat” itu sendiri. Tetapi. mengemukakan bahwa “a society 26 . Terdapat perbedaan mendasar antara kedua konsep tersebut. sedangkan istilah komunitas dalam bahasa Inggrisnya community. seperti kata “rakyat” kita gunakan juga istilah “masyarakat” untuk menggantikannya atau juga sebaliknya. Krech. kita menggunakan kata “rakyat” untuk menggantikan kata “masyarakat”.

specifically men. in variably including self maintenance and self-perpetuation. Kelompok manusia 27 . and who tend to share common beliefs. and a composition including representation of fundamental human types. et al. sudah terbentuk dengan lama 3. Crutchfield. interaksi serta tindakan sosial. tindakan terungkap pada interaksi manusianya. sikap dan bentuk tindakan yang sama. fairchild. and modes of action.” Jadi ciri atau unsur masyarakat adalah : 1. (1980 : 300) memberikan batasan masyarakat sebagai berikut : Society is a group human beings cooperating in the persuit of several of their major interest. complex associational relationship. masyarakat lebih dicirikan oleh interaksi. memiliki kepercayaan. adalah : 1. sikap dan perilaku yang dimiliki bersama Krech. women and children. Pada konsep ini. Selanjutnya. Unsur masyarakat menurut definisi tadi adalah : 1. dan Ballachey (1975 : 308) mengemukakan definisi masyarakat sebagai “ a society is that it is an organized collectivity of interacting people whose activities become centered arround a set of common goals. Kegiatannya terarah pada sejumlah tujuan yang sama 3.is that it is an organized collectivity of interacting people whose activities become centered arrounds a set of common goals. dan tindakan sejumlah manusia yang sedikit banyak berkecenderungan sama. Memiliki kecenderungan untuk memiliki keyakinan. and who tend to share common belief. attitudes. kegiatan. keyakinan. sudah memiliki system social atau struktur sosial tersendiri 4. Kolektivitas interaksi manusia yang terorganisasi 2. attitudes. tujuan. keyakinan. and of action”. Kumpulan orang 2. Dalam masyarakat tersebut terdapat ikatan-ikatan berupa tujuan. interaksi dan tindakan itu tentu saja. Unsur masyarakat berdasarkan definisi ini. Dalam hal ini. The concept of society includes continuity.

Bagaimanapun. Pengertian kebudayaan di sini. justru yang ada yaitu mengenai persamaannya. karakteristik dari masyarakat itu adalah adanya sekelompok manusia yang menunjukkan perhatian bersama secara mendasr. tidak terjadi dalam waktu yang singkat. Akhirnya. Yang utama. Adanya hubungan yang pelik di antara anggotanya Menurut konsep ini. Hubungan antar manusia itu tidak dapat berkesinambungan dan kekal. Salah satu unsur masyarakat lainnya yang melekat. self perpetuating human group who occupy territory share a culture. relasi manusia sebagai suatu bentuk masyarakat itu. 4. melainkan secara berkesinambungan dalam waktu yang relatif cukup lama. Meskipun pada dua konsep yang terdahulu tidak dinyatakan tentang kawasan itu. nilai norma. sedikit banyak bersifat kekal. perwakilan manusia menurut sejenisnya yang berhubungan satu sama lain secara berkesinambungan. secara eksplisit tersirat pada kontinuitas dan kekekalan. upacara-upacara tertentu. pemeliharaan kekkalan bersama. and have most of their association within this group. 2.2. Adanya keterpaduan atau kesatuan diri berlandaskan kepentingan utama 3. Adanya pertahanan dan kekekalan diri 4. dan lain-lain yang merupakan penikut serta melekat pada interaksi sosial 28 . jika tidak terjadi dalam suatu wadah yang kita sebut kawasan atau daerah. meliputi tradisi. 3. serta telah melakukan jalinan sedara berkesinambungan dalam waktu yang relatif lama. dapat dikemukakan definisi masyarakat menurut Horton dan Hunt (1982 : 47) sebagai berikut : “ a society is a relatively independents. masyarakat itu merupakan kelompok atau kolektivitas manusia yang melakukan antarhubungan. Unsur atau ciri masyarakat menurut konsep Horton dan Hunt adalah : 1. Adanya kesinambungan 5. karakteristik dari masyarakat itu terutama terletak pada kelompok manusia yang bebas dan bersifat kekal. Kelompok manusia yang sedikit banyak memiliki kebebasan dan bersifat kekal menempati suatu kawasan memiliki kebudayaan memiliki hubungan dalam kelompok yang bersangkutan Dengan demikian. Dengan demikian. tidak ada perbedaan ungkapan yang mendasar. berlandaskan perhatian dan tujuan bersama. menempati kawasan tertentu. Di antara istilah (konsep) masyarakat yang telah dikemukakan di atas. kelompok yang melakukan jalinan sosial dalam waktu yang relatif lama itu pasti menempati kawasan tertentu. memiliki kebudayaan serta terjalin dalam suatu hubungan di antara anggota-anggotanya. 5. yaitu adanya kebudayaan yang dihasilkan oleh masyarakat tersebut.

Kalau kita rumuskan. sikap. Masyarakat merupakan suatu sistem hidup bersama. Berdasarkan pengamatan dan penghayatan. Karena tiap orang ada dalam konteks sosial yang disebut masyarakat. dan perilaku yang dimiliki brsama 5. 4. Adanya kesinambungan dan pertahanan diri 6. ia akan mengenal orang lain. norma. Masalah ini dibahas pada bagian yang membahas komunitas. pasar atau di lapang sepak bola. kita tidak akan lepas dari masyarakat. Jadi bukan hanya kumpulan atau kerumunan orang dalam waktu sesaat. Apakah kumpulan orang yang tinggal di desa dapat dikategorikan sebagai masyarakat ? Apakah mereka sudah terbentuk dan hidup bersama dengan lama ? Apakah mereka sudah memiliki sistem sosial atau struktur sosial sendiri ? Apakah mereka memiliki kepercayaan. Kepentingan yang melekat pada diri masing-masing menjadi dasar interaksi sosial yang mewujudkan masyarakat sebagai wadahnya. masyarakat adalah kumpulan orang yang didalamnya hidup bersama dalam waktu yang cukup lama. karena itu lebih tepat disebut sebagai masyarakat setempat (komunitas). Dalam kebersamaan yang lama terjadi interaksi sosial. Kerumunan orang di pasar tidak dapat dikategorikan sebagai masyarakat karena tidak memiliki ciri-ciri sebagai masyarakat. dan paling utama mengenal diri sendiri selaku anggota masyarakat. 2. Dari sekian banyak unsur masyarakat yang dikemukakan para ahli di atas. dan kebudayaan bagi kehidupan mereka. 3. Sepanjang hayat dikandung badan. Selanjutnya orang-orang yang membentuk masyarakat harus memiliki kesadaran bahwa mereka merupakan satu kesatuan. mencari nafkah. Apakah kerumunan orang di pasar dapat dikategorikan sebagai masyarakat ? Apakah kumpulan orang yang tinggal di desa dapat dikategorikan sebagai masyarakat. oleh karena itu kumpulan orang di desa merupakan bentuk khusus dari masyarakat yang lebih terikat pada daerah setempat. 29 . Memiliki kebudayaan. Kumpulan orang Sudah terbentuk dengan lama Sudah memiliki sistem dan struktur sosial tersendiri Memiliki kepercayaan (nilai). serta menerima pengaruh dari lingkungan sosial yang disebut masyarakat. seperti kerumunan orang di terminal. dapat kita simpulkan sebagai berikut : 1. sikap dan perilaku yang dimiliki bersama ? Orang desa sangat terikat dengan tempat tinggalnya.warga masyarakat yang bersangkutan. dimana mereka menciptakan nilai. kita setuju bahwa manusia sejak lahir sampai mati ia selalu terikat dengan masyarakat.

but on adaptasi smaller scale. and with less extensive and coordinated common interest. but within those limite has closer association and deeper sympathy. istilah mana menunjuk pada warga-warga sebuah desa. Al. adapasi considerabel degree of interpersonal acquaintance and contact. namun pada suatu saat tertentu mereka menempati wilayah tertentu. maka kelompok tadi dapat disebut masyarakat setempat. marilah kita ikuti beberapa definisinya sebagai berikut : Community is adaptasi sub-group many of the characteristic of society. “seolaholah” sama saja. dalam bahasa Indonesia. hidup bersama sedemikian rupa sehingga mereka merasakan bahwa kelompok tersebut dapat memenuhi kepentingan-kepentingan hidup yang utama. Implicit in the concept of “community” is adaptasi territorial area. dibandingkan interaksi dengan penduduk di luar batas wilayahnya. Namun. serta mereka lebih terikat oleh tempat (teritorial). Intinya mereka menjalin hubungan sosial (social relationship). sebuah kota. dapat dikatakan bahwa masyarakat setempat menunjuk pada bagian masyarakat yang bertempat tinggal di suatu wilayah (dalam arti geografis) dengan batasbatas tertentu di mana faktor utama yang menjadi dasarnya adalah interaksi yang lebih besar di antara anggota-anggotanya. The community has more limited self sufficiency than society. 1980 : 52). Soerjono Soekanto. et. Jadi unsur pertama dari komunitas ialah adanya wilayah atau lokalitas. Dasar-dasar dari masyarakat setempat adalah lokalitas dan perasaan masyarakat setempat. community (masyarakat setempat) atau komunitas merupakan bagian kelompok dari masyarakat (society) dalam lingkup yang lebih kecil.1. suku atau suatu bangsa. and some Special basic of coherence that separates it from neighbouring groups. Dengan mengambil pokok-pokok uraian di atas. (Fairchild. Dalam pengertian ini. 30 . Dapat disimpulkan bahwa masyarakat setempat (community) adalah suatu wilayah kehidupan sosial yang ditandai oleh suatu derajat hubungan sosial yang tertentu. Sesungguhnya antara society dan community itu ada perbedaan yangmendasar. Dr. Untuk lebih memahami hakikatnya. Pengertian Masyarakat Setempat (Commmunity) atau Komunitas dan Ciri-Cirinya Pemakaian kata masyarakat sehari-hari biasanya meliputi juga “community” dalam bahasa Inggris atau pada masyarakat yang berbahasa Inggris. istilah community dapat diterjemahkan sebagai “masyarakat setempat”. Suatu komunitas pasti mempunyai lokalitas atau tempat tinggal tertentu. Meskipun suatu kelompok manusia mereka adalah pengembara. Menurut Prof. Apabila anggota-anggota suatu kelompok baik kelompok itu besar atau kecil..

atau “perasaan kami”. Pengertian masyarakat (society) jelas berbeda dengan pengertian masyarakat setempat (community) atau komunitas. Pengertian masyarakat (society) sifatnya lebih umum dan lebih luas. serta jumlah warganya. maka dapat dikatakan bahwa interaksi sosial adalah proses proses sosial. Pergaulan hidup semacam itu baru akan terjadi apabila manusia dalam hal ini orang perorangan atau kelompok manusia bekerja sama. sedangkan pengertian masyarakat setempat (community) lebih terbatas dan juga dibatasi oleh areal kawasannya. Namun ditinjau dari aktivitas hubungannya. Unsur saling memerlukan muncul karena setiap anggota dari komunitas tidak bisa memenuhi kebutuhannya tanpa bantuan anggota lainnya. “kelompok kami”.Unsur yang kedua dari komunitas adalah perasaan saling ketergantungan atau saling membutuhkan. Perasaan anggota masyarakat setempat dengan anggota lainnya didasari adanya persamaan tempat tinggal. Unsur sepenanggungan muncul karena setiap anggota masyarakat setempat sadar akan peranannya dalam kelompok. Mereka menganggap dirinya sebagai “kami” ketimbang dengan “saya”. seperasaan 2. 2. Setiap community sentiment memiliki unsur : 1. Perasaan bersama antara anggota masyarakat setempat tersebut di atas disebut community sentiment. sepenanggungan 3. C. saling memerlukan Unsur seperasaan muncul karena anggota komunitas memposisikan dirinya sebagai bagian dari kelompok lain yang lebih besar. Umpamanya “tujuan kami”. pertikaian. yang menunjuk pada hubungan-hubungan sosial yang dinamis. INTERAKSI SOSIAL DAN PELAPISAN SOSIAL Manusia berinteraksi dengan sesamanya dalam kehidupan untuk menghasilkan pergaulan hidup dalam suatu kelompok sosial. karena interaksi sosial merupakan 31 . Bentuk umum proses-proses sosial adalah interaksi sosial yang dapat juga dinamakan proses sosial. Setiap anggota menjalankan pernannya sesuai dengan posisi kedudukannya masing-masing. dan lain-lain. Ada saling ketergantungan untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikologisnya. lebih erat pada masyarakat setempat (community) daripada masyarakat (society) dan persatuannya juga lebih erat. saling berbicara dan sebagainya untuk mencapai tujuan bersama mengadakan persaingan.

mengubah atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya. berjabat tangan. antar kelompok orang. Apabila dua orang bertemu interaksi sosial dimulai. memberikan rumusan interaksi sosial. atau bahkan mungkin berkelahi. dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi. bahwa manusia dalam kehidupan sehari-hari tidaklah lepas dari hubungan satu dengan yang lain. Booner dalam bukunya. dan orang perorangan dengan kelompok Interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik antara individu dengan individu. Menurut Gillin and Gillin (1954) yang menyatakan bahwa interaksi sosial adalah hubungan-hubungan antara orang-orang secara individual. Interaks i Sosial sebagai Faktor Utama dalam Kehidu pan Bentuk umum proses-proses sosial adalah interaksi sosial (yang dapat juga dinamakan proses sosial).syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Seperti kita ketahui. antara individu dengan kelompok. 1. bahwa : “interaksi sosial adalah hubungan antara dua individu atau lebih. Social Psycology. pada saat itu mereka saling menegur. antara kelompok dengan kelompok. a. 32 • • . Berikut akan dibahas bagaimana interaksi sosial dan pelapisan sosial itu. diantaranya : • Menurut H. Interaksi sosial merupakan hubungan hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan orang perorangan dengan sekelompok manusia. ada beberapa pengertian interaksi sosial yang ada di lingkungan masyarakat. Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan bentuk interaksi sosial. Interaksi Sosial Interaksi adalah proses dimana orang-orang berkomunikasi saling mempengaruhi dalam pikiran dan tindakan. oleh karena interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial.

Karena dalam psikologi sugesti dibedakan adanya. pada saat itu mereka saling menegur. Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia terjadi antara kelompok tersebut sebagai kesatuan dan biasanya tidak menyangkut pribadi anggota-anggotana. yang pada umumnya diterima tanpa adanya daya kritik. Apabila dua orang bertemu. Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat membawa seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah yang berlaku. Arti sugesti dan imitasi dalam hubungannya. apabila terjadi pertentangan antara kepentingan-kepentingan orang perorangan dengan kepentingan-kepentingan kelompok. yaitu sugesti yang datang dari orang lain. baik secara lahiriah maupun batiniah. • • Autosugesti. 3) Faktor Identifikasi Identifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identik (sama) dengan orang lain. 2) Faktor Sugesti Yang dimaksud sugesti di sini ialah pengaruh psikis. Dalam ilmu jiwa sosial sugesti dapat dirumuskan sebagai satu proses dimana seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau pedoman-pedoman tingkah laku dari orang lain tanpa dikritik terlebih dahulu. interaksi dimulai . Faktor ini telah diuraikan oleh Gabriel Tarde yang beranggapan bahwa seluruh kehidupan sosial itu sebenarnya berdasarkan pada faktor imitasi saja. Bedanya ialah bahwa dalam imitasi orang yang satu mengikuti salah satu dirinya. lalu diterima oleh orang lain diluarnya. Adapun faktor-faktor interaksi sosiaL yaitu : yang mendasari berlangsungnnya 1) Faktor Imitasi Faktor imitasi mempunyai peranan sangat penting dalam proses interaksi sosial. Interaksi tersebut terjadi secara lebih mencolok.Bentuk lain dari proses-proses sosial hanya merupakan bentukbentuk khusus dari interaksi sosial. dengan interaksi sosial adalah hampir sama. saling berbicara atau bahkan mungkin berkelahi. berjabat tangan. Aktivitasaktivitas semacam itu merupakan bentuk dari interaksi sosial. 33 . sedangkan pada sugesti seseorang memberikan pandangan atau sikap dari dirinya. yaitu sugesti terhadap diri sendiri yang datang dari dirinya sendiri Heterosugesti. Interaksi sosial antara kelompok-kelompok terjadi antara kelompok lazim juga terjadi di dalam masyarakat. baik yang datang dari dirinya sendiri maupun dari orang lain.

sugesti. hubungan para pelaku tersebut terlihat secara nyata dalam bentuk tindakan tertentu. 4) Faktor Simpati Simpati adalah perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang lain. melainkan berdasarkan penilaian perasaan seperti juga pada proses identifikasi. bahwa interaksi sosial selalu menyangkut sejumlah pelaku yang saling mempengaruhi. Tanpa adanya pemahaman yang sama tentang maksud dan tujuan masing-masing pelaku. Hal-hal tersebut di atas merupakan faktor-faktor minimal yang menjadi dasar bagi berlangsungnnya proses interaksi sosial. identifikasi dan simpati. Apabila masing-masing ditinjau secara lebih mendalam. Selain itu. Berlangsungnya suatu proses interaksi yang didasarkan pada berbagai faktor di atas. Jadi secara harfiah 34 . Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat mendorong seseorang untuk memenuhi nilai-nilai yang berlaku. namun pengaruhnya kurang mendalam apabila dibndingkan dengan identifikasi dan simpati yangrelatif lebih lambat pada proses berlangsungnya. Dalam bahasa lain Max Webber mengemukakan. Faktor-faktor tersebut dapat bergerak sendiri-sendiri secara terpisah maupun dalam keadaan yang bergabung. faktor imitasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses interaksi sosial. yaitu : 1) Adanya Kontak Sosial (Social Contact) Kata kontak berasal dari bahasa latin “con” yang artinya bersamasama dan “tanga” yang berarti menyentuh. Bahkan orang dapat tiba-tiba merasa tertarik pada orang lain dengan sendirinya karena keseluruhan cara-cara tingkah laku menarik baginya. sehingga kadang-kadang sulit untuk mengadakan pembedaan yang tegas antara faktor-faktor di atas. simpati timbul tidak atas dasar logis rasional. imitasi mungkin pula mengakibatkan terjadinya halhal negatif dimana yang ditiru adalah tindakan-tindakan yang menyimpang. di antaranya faktor imitasi. suatu interaksi sosial tidak akan berjalan dengan baik. Namun demikian. b. Namun demikian. bahwa hubungan sosial yang berlangsung pada identifikasi adalah lebih mendalam daripada hubungan yang berlangsung atas proses-proses sugesti maupun imitasi.Di sini dapat mengetahui. walaupun di dalam kenyataannya proses tadi memang masih kompleks. dapat dikatakan bahwa imitasi dan sugesti terjadi lebih cepat. imitasi juga dapat melemahkan bahkan mematikan pengembangan daya kreasi seseorang. Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial Untuk terjadinya suatu interaksi sosial diperlukan adanya syarat-syarat yang harus ada. Dengan demikian.

misalnya orang berbicara melalui telepon. 35 . yaitusuatu proses dimana anggota masyarakat baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat dimana dia menjadi anggota. Proses demikian terjadi melalui Socialization. Sebagai gejala sosial kontak tidak perlu terjadi dengan saling menyentuh saja. Selain itu kontak sosial dapat terjadi dan berlangsung dalam tiga bentuk. akan tetapi juga tanggapan terhadap tindakan tersebut. Kontak sosial ada yang bersifat positif dan ada pula yang bersifat negatif. b) Antara orang perorangan dengan suatu kelompok atau sebaliknya c) Antara kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya. pihak yang menyampaikan pesan disebut komunikator dan pihak penerima pesan disebut komunikan. saling tersenyum. pasti ia akan segera mengerti maksud dari isyarat tersebut. 2) Adanya komunikasi Seseorang memberikan tafsiran pada tingkah laku atau perasaanperasaan orang lain dalam bentuk pembicaraan. Kontak sosial yang bersifat positif dapat mengarahkan pada suatu kerjasama. berkirim kabar melalui surat. misalnya anak kecil mempelajari kebiasaan di dalam keluarganya. Lain halnya bila isyarat tersebut diterima oleh anggota pramuka. dan lainlain. Misalnya. sedangkan kontak yang bersifat negatif dapat mengarahkan seseorang pada suatu pertentangan bahkan dapat menyebabkan tidak terjadinya interaksi sosial.kontak berarti “bersama-sama menyentuh”. Kontak sosial dapat pula bersifat primer dan sekunder. gerak-gerik badan. Dalam komunikasi terdapat dua pihak yang terlibat. dan itu juga tidak terjadi suatu komunikasi. Apabila orang tidak memahami sandi morse. Kontak primer terjadi apabila yang mengadakan kontak hubungan langsung bertemu dan bertatap muka. yaitu: a) Antara orang perorangan. misalnya dua partai politik bekerjasama untuk mengalahkan partai politik ketiga di dalam pemilihan umum. seorang anggota pramuka di atas sebuah bukit pada malam hari mengirimkan isyarat morse dengan lampu senter membuat huruf SOS secara berulang-ulang. dan sebagainya. barangkali isyarat tersebut dianggap sebagai sinar lampu biasa. oleh karena itu orang dapat mengadakan hubungan dengan orang lain tanpa ahrus terjadi kontak secara fisik. Sebaliknya kontak sekunder memerlukan perantara. seperti misalnya apabila orang tersebut berjabat tangan. Jadi dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah proses menyampaikan pesan dari satu pihak ke pihak lain sehingga terjadi pengertian bersama. Perlu dicatat bahwa terjadinya suatu kontak tidaklah semata-mata tergantung dari tindakan. atau sikap-sikap tertentu.

b. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial Bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa kerjasama (cooperation), persaingan (competition) dan pertentangan (conflict). Suatu keadaan dapat dianggap sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial, keempat bentuk pokok dari interaksi sosial tersebut tidak perlu merupakan kontinuitas dalam arti bahwa interaksi itu dimuali dengan adanya kerja sama yang kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertikaian untuk akhirnya sampai pada akomodasi. Gillin dan Gillin pernah mengadakan pertolongan yang lebih luas lagi. Menurut mereka ada dua macam proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial, yaitu : (a) Proses asosiasif, terbagi dalam tiga bentuk khusus yaitu akomodasi, asimilasi dan akulturasi (b) Proses Disosiatif, mencakup persaingan yang meliputi “contravention” dan pertentangan pertikaian. Adapun interaksi yang pokok proses-proses adalah : (1) Bentuk Interaksi Asosiatif Kerjasama (cooperation) Beberapa orang sosiolog menganggap bahwa posisi merupakan bentuk interaksi sosial yang pokok, sebaliknya sosiolog lainnya menganggap mereka bahwa kerjasama merupakan proses utama. Golongan yang terakhir tersebut memahamkan kerjasama untuk menggambarkan sebagian besar bentuk interaiksi sosial, atas dasar bahwa segala macam bentuk interaksi tersebut dapat dijumpai pada semua kelompok manusia. Kerjasama timbul karena orientasi orang perorangan terhadap kelompoknya dan kelompok lainnya. Sehubungan dengan pelaksanaan kerjasama ada tiga bentuk kerjasama yaitu : Bargaining, pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih. Cooperation, proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi, sebagai slaah satu cara untuk menghindari terjadinya

-

36

-

keguncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan. Coalition, kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama.

Akomodasi (Accomodation) Istilah akomodasi digunakan dalam dua arti, yaitu untuk menunjuk pada suatu keadaan, berarti suatu kenyataan adanya suatu keseimbangan dala interaksi antara orang perorangan dan kelompok manusia, sehubungan dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku di dalam masyarakat. Adapun bentuk-bentuk dari akomodasi, diantaranya : • • Coercion, yaitu suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksnakan karena adanya paksaan Compromise, suatu bentuk akomodasi dimana pihak yang terlibat masing-masing mengurangi tuntutannya, agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada. Arbitration, suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak yang berhadapan, tidak snggup untuk mencapainya sendiri Mediation, hampir menyerupai arbitration diundang pihak ketiga yang netral dalam soal perselisihan yang ada Conciliation, suatu usaha untuk mempertemukan keinginan pihak yang berselisih, bagi tercapainya suatu persetujuan bersma Tolerantion, bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formil bentuknya Stelemate, merupakan suatu akomodasi dimana pihak-pihak yang berkepentingan mempunyai yang seimbang, berhenti pada titik tertentu dalam melakukan pertentangannya. (2) Bentuk Interaksi Disosiatif Persaingan (Competition) Persaingan adalah bentuk interaksi yang dilakukan oleh individu
37

• •

• •

atau kelompok yang bersaing untuk mendapatkan keuntungan tertentu bagi dirinya dengan cara menarik perhatian atau mempertajam prasangka yang telah ada tanpa menggunakan kekerasan. Kontravensi (Contravention) Kontravensi bentuk interaksi yang berbeda antara persaingan dan pertentangan. Kontravensi ditandai oleh adanya ketidakpastian terhadap diri seseorang, perasaan tidak suka yang disembunyikan dan kebencian terhadap kepribadian orang, akan tetapi gejalagejala tersebut tidak sampai menjadi pertentangan atau pertikaian. Pertentangan (Conflict) Pertentangan adalah suatu bentuk interaksi individu atau kelompok sosial yang berusaha untuk mencapai tujuannya dengan jalan menentang pihak lain disertai ancaman atau kekerasan. Pertentangan memiliki bentuk-bentuk yang khusus, antara lain : • • • Pertentangan pribadi, pertentangan antar individu Pertentangan rasional, pertentangan yang timbul karena perbedaan ras Pertentangan kelas sosial, pertentangan yang disebabkan oleh perbedaan kepentingan antar kelas sosial Pertentangan politik, biasanya diantara partai-partai politik memperoleh kekuasaan negara. terjadi untuk

BAB 4. MANUSIA DAN PERADABAN

b. PENGERTIAN Di kalangan para ahli sampai saat ini sering terjadi perbedaan pendapat mengenai kedua istilah (kebudayaan dan peradaban) yang sering dicampuradukkan itu bahkan pendapat diantara para ahli kadang-kadang
38

Jadi peradaban adalah bidang kehidupan untuk kegunaan yang praktis. sistem mata pencaharian. Koentjaraningrat. dan sebagainya dimana tiap bangsa di dunia memiliki karakter kebudayaan yang khas maka tak heran bila sebuah negara hanya unggul IPTEKnya saja atau keseniannya saja misalnya. keindahan. sedangkan kebudayaan ialah sesuatu yang berasal dari hasrat dan gairah yang lebih dan murni yang berada di atas tujuan yang praktis hubungan kemasyarakatan. peralatan. IPTEK. religi dan bahasa. Di mana unsur-unsur kebudayaan terintegrasi menjadi satu sistem budaya dan memiliki keterkaitan antara ketujuh unsur kebudayan universal yaitu sistem teknologi. dkk (1980:41 dalam Nursyid (1996:67) : 39 . seni dan lain-lain.bertentangan satu sama lain. peradaban ialah bagian-bagian kebudayaan yang halus dan indah seperti kesenian. Prof. peradaban adalah seluruh kehidupan sosial. Konsep peradaban tidak lain adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang tercermin dalam tingkat intelektual. teknologi. Peradaban merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menyebutkan bagian-bagian atau unsur kebudayaan yang dianggap halus. berikut beberapa pengertian peradaban. Peradaban menurut Fairchild. organisme. teknologi. kepandaian manusia. Bierens De Hann mempertentangkan pengertian kebudayaan dan peradaban sebagai berikut. Oswald Spengl (1880-1936) kebudayaan ialah wujud dari seluruh kehidupan adat. Dr. Untuk lebih jelasnya. industri filsafat dan sebagainya. peradaban ialah kebudayaan yang sudah tidak tumbuh lagi sudah mati. Kebudayaan merupakan kelanjutan yang bertahap ke arah yang semakin kompleks. politik. ekonomi dan teknik. spiritual yang terlihat pada masyarakatnya. indah dan maju. sosial. Misalnya perkembangan kesenian. - - Masyarakat telah mencapai tahap kebudayaan tertentu dan telah maju berarti masyarakat tertentu tersebut telah mencapai tingkat peradaban tinggi yang bercirikan penguasaan ilmu pengetahuan.

B. berarti telah mengalami evolusi kebudayaan yang lama dan bermakna sampai pada tahap tertentu yang diakui tingkat Iptek dan unsur-unsur budaya lainnya. seni rupa. kepandaian menulis. ilmu pengetahuan. dan sistem kenegaraan dan masyarakat kota yang maju dan kompleks. yang telah mencapai kemajuan tertentu yang dicirikan oleh tingkat ilmu pengetahuan. Atau dengan kata lain telah memasuki tahapan atau tingkatan peradaban tertentu.Civilization is cultural development: distinctly human atributes and attainment of particular society. ilmu pengetahuan. aesthetic. masyarakat tersebut dapat dikatakan telah mengalami proses perubahan sosial yang berarti. Dengan demikian. the term implies a fairly high stage on the cultural evolutionary scale. peradaban tidak lain adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang dicirikan oleh taraf intelektual. dan sebagainya. adat sopan santun pergaulan. More accurate usage world refer to more highly civilized peoples. Yang saling berkaitan dimana kepada Tuhan memiliki kewajiban untuk mengabdi pada Tuhan. organisasi kenegaraan. tehnologi dan spiritual tertentu yang telah mencapai tingkat tertentu tercermin pada pendukungnya yang dikatakan sebagai beradab atau mencapai peradaban yang tinggi. HAKIKAT HIDUP MANUSIA Manusia dalam kehidupannya memiliki tiga fungsi. sehingga taraf kehidupannya makin kompleks. keindahan. sebagai individu harus memenuhi segala kebutuhan pribadinya dan sebagai mahluk sosialbudaya harus hidup berdampingan dengan orang lain dalam kehidupan yang selaras dan saling membantu. Dengan demikian. In ordinary usage. peradaban adalah merupakan tahapan tertentu dari kebudayaan masyarakat tertentu pula. Hal yang terakhir adalah sama dengan istilah Inggris civilization yang biasanya dipakai untuk menyebutkan bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan yang halus. maju dan indah seperti misalnya : kesenian. individu dan sosial budaya. Suatu masyarakat yang telah mencapai tahapan peradaban tertentu. technological and spiritual attainments. sebagai mahluk Tuhan. Istilah “peradaban” sering juga dipakai untuk menyebutkan suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi. dapat dilihat pendapat Koenjaraningrat (1990 : 182) dalam Nursyid (1996 : 67) sebagai berikut : Di samping istilah “kebudayaan” ada pula istilah “peradaban”. seni bangunan. teknologi dan seni yang telah maju. Dengan demikian. Reference is made to “civilized peoples”. the determinative characteristics being intellectual. Untuk lebih jelasnya. Karena 40 . Sebagai mahluk sosial manusia akan hidup bersama dengan manusia lain yang akan melahirkan suatu bentuk kebudayaan.

V. KETERBELAKANGAN DAN KETERGANTUNGAN 1. TEORI-TEORI MENGENAI PEMBANGUNAN. Mesopotomia 3000-5000 SM dan daerah Peru Amerika Latin 2500-500 SM. Perbedaan kebudayaan dengan peradaban adalah dua hal yang paling mudah untuk dijawab. Kebudayaan itu dapat diterima dengan tiga bentuk : Melalui pengalaman hidup saat menghadapi lingkungan Melalui pengalaman hidup sebagai mahluk sosial Melalui komunikasi simbolis (benda. Herkovits : cultural determinan. Teori Dependensi (Ketergantungan) Pada umumnya memberikan gambaran melalui analisis dialektesis yaitu suatu analisis yang mengganggap bahwa gejala-gejala sosial yang dapat diamati sehari-hari pasti mempunyai penyebab tertentu. diikuti oleh daerah Mesir 5000-3000 SM. C. sehingga 41 . peradaban maju pertama-tama muncul di daerah Mesopotamia sekitar 8000-4000 SM. erak tubuh. Cina Utara 2500-300 SM. Lembah sungai Indus di India 2600-2400 SM. Gordyn Chillde. artinya segala sesuatu yang terdapat dalam manusia akan ada dan ditentukan dari budayanya. berdasarkan bukti arkeologis. peristiwa dan lain lagi yang tahu sejenis) Karena tiap kebudayaan berbeda namun pada dasarnya memiliki hakikat yang sama yaitu : Terwujud dan tersalurkan lewat perilaku manusia Sudah ada sejak lahirnya generasi dan tetap ada setelah pengganti mati Diperlukan manusia yang diwujudkan lewat tingkah laku Berisi aturan yang berisi kewajiban. Teori ini menjadi titik tolak penyesuaian ekonomi terbelakang pada sistem dunia. tindakan yang diterima atau tidak.kebudayaan itu sendiri diperoleh manusia dari proses belajar pada lingkungan juga hasil pengamatan langsung. Dua orang antropolog Melville J. tubuh. ahli arkeolog. sedemikian rupa sehingga menyebabkan terjadinya penyerahan sumber penghasilan daerah ke pusat. Penemuan yang paling penting adalah kemajuan dan kepandaian bercocok tanam di samping penemuan teknologi baru. larangan dan pantangan.

Dalam revolusi. Perubahan-perubahan yang pengaruhnya kecil dan perubahan yang pengaruhnya besar. perubahan yang terjadi direncanakan lebih dahulu maupun tanpa rencana. Teori perubahan sosial menurut Moore : a. pada evolusi perubahan terjadi dengan sendirinya. 3. Evolusi bercabang yang mewujudkan perubahan e. a. Perubahan secara lambat disebut evolusi. Pertumbuhan logistis yang digambarkan oleh populasi h. Perubahan secara cepat disebut revolusi. 2. Perubahan terjadi karena usaha-usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan. b. Evaluasi melalui tahap-tahap c. a. tanpa suatu rencana atau suatu kehendak tertentu. Evolusi yang terjadi dengan tahap kelajuan yang tidak serasi d. Perubahan yang terjadi secara lambat dan perubahan yang terjadi secara cepat. Primitivisme Bentuk-bentuk perubahan sosial menurut Soerjono Soekanto. Evolusi menurut siklus-siklus tertentu dengan kemunduran jangka pendek f. keadaan dan kondisi-kondisi baru yang timbul dengan pertumbuhan masyarakat. Perubahan yang dikehendaki adalah bila seseorang mendapat kepercayaan sebagai pemimpin b. Evolusi rektilinier yang sangat sederhana b. Siklus-siklus yang tidak mempunyai kecenderungan g.mengakibatkan perekonomian daerah menjadi terbelakang. Perubahan yang pengaruhnya besar seperti proses industrialisasi pada masyarakat agraris. Perubahan sosial yang tidak dikehendaki merupakan perubahan yang terjadi tanpa dikehendaki serta berlangsung dari jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat yang tidak 42 . Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan pada unsur struktur sosial yang tidak bisa membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat b. Perubahan yang dikehendaki dari perubahan yang tak diinginkan a. Pertumbuhan eksponarisial yang tergambar memulai tanda-tanda i. 4.

proses pembaruan c) Konflik dalam masyarakat Konflik (pertentangan) yang dimaksud adalah konflik antara individu dalam masyarakat. atau dari satu daerah ke daerah lain.diinginkan. Berkurangnya penduduk mungkin dapat disebabkan karena perpindahan penduduk dari desa ke kota. seperti di bawah ini : • • • Discovery. pengembangan dari discovery Inovasi. Dr. misalnya transmigrasi. 2. yaitu : c. penemuan unsur kebudayaan baru Invention. Keseimbangan 43 . Hal ini mendorong masyarakat untuk mengadakan berbagai perubahan. antar kelompok dan lain-lainnya. d. Prof. d) Pemberontakan dalam tubuh masyarakat Misalnya revolusi Indonesia 17 Agustus 1945 mengubah struktur pemerintahan kolonial menjadi pemerintah nasional dan berbagai perubahan struktur yang mengikutinya. Penyebab Perubahan Interkorelasi dan interaksi sosial masyarakat mendorong perkembangan berpikir dan reaksi emosional pata anggotanya. b) Adanya penemuan-penemuan baru yang meliputi berbagai proses. Faktor Ekstern a) faktor alam yang ada di sekitar masyarakat yang berubah b) pengaruh kebudayaan lain dengan melalui adanya kontak kebudayaan antara dua masyarakat atau lebih yang memiliki kebudayaannya yang berbeda 3. Faktor Intern a) Bertambahnya dan berkurangnya penduduk Bertambahnya dan berkurangnya penduduk yang sangat cepat di pulau Jawa menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan dan struktur masyarakat. Perkembangan kualitas dan kuantitas anggota masyarakat mendorong perubahan sosial. Soerjono Soekanto menyebutkan adanya faktor intern dan ekstern yang menyebabkan perubahan sosial dalam masyarakat.

Dan pengertian ini dapat ditegaskan bahwa perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat dapat menimbulkan ketidakseimbangan hubungan-hubungan sosial. termasuk di dalamnya bangsa Indonesia. hal ini membawa pengaruh bagi seluruh bangsa di dunia. Tujuan akhir dari kedua usaha atau kewajiban ini adalah masyarakat modern yang tipikal Indonesia. makalah. Oleh karena itu. maka kita akan mampu menjadi negara maju yang masih berjati diri Indonesia. dan dalam banyak hal batas-batas negara sering menjadi kabur bahkan mulai tidak relevan. Robert Mclver perubahan-perubahan sosial merupakan perubahan dalam hubungan-hubungan sosial atau perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial. Keseimbangan sosial merupakan situasi di mana segenap lembaga sosial berfungsi dan saling menunjang. PERADABAN INDONESIA DI MODERNISASI DAN GLOBALISASI TENGAH Arus modernisasi dan globalisasi adalah sesuatu yang pasti terjadi dan sulit untuk dikendalikan. (Indra Siswarini. Pertanyaannya. karena ada unsur-unsur dalam masyarakat yang berubah cepat. Jika tidak maka selamanya kita akan menjadi bangsa terjajah. Setiap kali terjadi gangguan terhadap keseimbangan tersebut maka masyarakat akan menolaknya atau mengubah semua sistem. Ketidakseimbangan ini terjadi misalnya. D. yaitu di satu pihak melestarikan warisan budaya bangsa dan di pihak lain membangun kebudayaan nasional yang modern. tetapi ada juga unsur-unsur dalam masyarakat yang terkait dengan unsur yang berubah jadi cepat namun tetap berubah jadi lambat. Indonesia menghadapi kewajiban ganda. mampukah kita membangun bangsa di tengahtengah modernisasi dan globalisasi dalam arus yang semakin kuat ? Jika jawabnya ya. tetapi juga tangguh menghadapi tantangan kemerosotan mutu lingkungan hidup akibat arus ilmu dan teknologi modern maupun menghadapi tren global yang membawa daya tarik kuat ke arah pola hidup yangbertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa. 2006 : 16). Keadaan demikian disebut cultural lag. Keseimbangan atau harmoni dalam masyarakat merupakan keadaan yang diidam-idamkan oleh setiap masyarakat. 44 . ruang dan waktu menjadi sangat relatif.Keseimbangan sosial adalah syarat yang harus dipenuhi agar masyarakat berfungsi sebagaimana mestinya. masyarakat yang tidak hanya mampu membangun dirinya sederajat dengan bangsa lain. dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. terutama karena begitu cepatnya informasi yang masuk ke seluruh belahan dunia. Dinding pembatas antar bangsa menjadi semakin terbuka bahkan mulai hanyut oleh arus perubahan. Salah satu yang bisa menjawab ya adalah peranan lembaga pendidikan untuk terus menggali ilmu pengetahuan dan teknologi serta informasi tanpa menghilangkan jati diri Indonesia melalui pelestarian nilainilai dan moral bangsa Indonesia. maka dunia menjadi sempit.

UNSUR-UNSUR KERAGAMAN MASYARAKAT INDONESIA 1. MANUSIA. mata. Sehingga keragaman berarti perihal beragam-ragam : berjenisjenis . agama dan keyakinan. termasuk bagian NTT. perihal ragam . ragi . 4) warna. Makna Kesederajatan Kesederajatan berasal dari kata sederajat yang menurut KBBI artinya adalah sama tingkatan (pangkat. 2. 2) macam. Makna Keragaman DAN Keragaman berasal dari kata ragam yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya : 1) tingkah laku . B. Kecuali Batak dan Toraja yang termasuk Mongoloid Melayu Tua (Proto malayan Mongoloid). terutama bagian barat mulai dari Sulawesi adalah termasuk ras Mongoloid Melayu Muda (Deutero Malayan Mongoloid). dan lain sebagainya. Ikatan yang dimaksud berasal dari suatu kekuatan yang lebih tinggi dari manusia sebagai kekuatan gaib yang tak dapat ditangkap 45 DALAM . Suku Bangsa dan Ras Suku bangsa yang menempati wilayah Indonesia dari sabang sampai Merauke sangat beragam. terutama suku bangsa dan ras. KERAGAMAN DAN KESEDERAJATAN A. kedudukan). ideologi. Dengan demikian konteks kesederajatan di sini adalah suatu kondisi dimana dalam perbedaan dan keragaman yang ada manusia tetap memiliki satu kedudukan yang sama dan satu tingkatan hierarki. hal jenis. MAKNA KERAGAMAN KESEDERAJATAN 1. Agama dan Keyakinan Agama mengandung arti ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia. Sebelah timur Indonesia termasuk ras Austroloid. 3) lagu : musik : langgam. warna kulit. serta situasi ekonomi. Di Indonesia. Sedangkan kelompok terbesar yang tidak termasuk kelompok pribumi adalah golongan Chia yang termasuk Astratic Mongoloid.BAB 5. adat kesopanan. ukuran kepala. 2. jenis. 5) (ling) laras (tata bahasa). corak. Keragaman yang dimaksud di sini adalah suatu kondisi dalam masyarakat dimana terdapat perbedaan-perbedaan dalam berbagai bidang. Sedangkan perbedaan ras muncul karena adanya pengelompokan besar manusia yang memiliki ciri-ciri biologis lahiriah yang sama seperti rambut. ukuran-ukuran tubuh.

Politik juga bermakna usaha untuk menegakkan ketertiban sosial. tampaknya memang memiliki ciri umum yang hampir sama. 7. Menurut Robert H. Tata Krama 46 . Namun apa pun bentuk kepercayaan yang dianggap sebagai agama.dengan pancaindra. 5. 4. Politik mencakup baik konflik antara individu-individu dan kelompok untuk memperoleh kekuasaan. Ideologi membantu untuk lebih memperkuat landasan moral bagi sebuah tindakan. 4. ajaran agama secara yuridis berfungsi menyuruh dan melarang Berfungsi penyelamat Berfungsi sebagai perdamaian Berfungsi sebagai social control Berfungsi sebagai pemupuk rasa solidaritas Berfungsi transformatif Berfungsi kreatif Berfungsi sublimatif Pada dasarnya agama dan keyakinan merupakan unsur penting dalam keragaman bangsa Indonesia. yang digunakan oleh pemenang bagi keuntungannya sendiri atas kerugian dari yang ditaklukan. Berfungsi edukatif. Hal ini pula yang barangkali menyulitkan para ahli untuk memberikan definisi yang tepat tentang agama. namun mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap kehidupan manusia sehari-hari (Harun Nasution : 10). fakta mnunjukkan bahwa agama berpusat pada Tuhan atau dewa-dewa sebagai ukuran yang menentukan yang tak boleh diabaikan (Psikologi Agama : 14). 6. yaitu Pancasila yang benar-benar mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia. 2. Dalam praktiknya fungsi agama dalam masyarakat antara lain adalah : 1. Ideologi dan Politik Ideologi adalah suatu istilah umum bagi sebuah gagasan yang berpengaruh kuat terhadap tingkah laku dalam situasi khusus karena merupakan kaitan antara tindakan dan kepercayaan yang fundamental. Masalah agama tak akan ungkin dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. 3. Keragaman masyarakat Indonesia dalam ideologi dan politik dapat dilihat dari banyaknya partai politik sejak berakhirnya orde lama. 3. Agama sebagai bentuk keyakinan memang sulit diukur secara tepat dan rinci. baik dalam agama primitif maupun agama monoteisme. hal ini terlihat dari banyaknya agama yang diakui di Indonesia. Thouless. 8. Meskipun pada dasarnya Indonesia hanya mengakui satu ideologi.

ucap dan cakap sesuai kaidah atau norma tertentu. Kesenjangan Sosial Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk dengan bermacam tingkat. dan discrimination harus dipandang sebagai tindakan yang menghambat pengembangan kesederajatan dan demokrasi. perilaku. Namun umumnya. Sifat dari HAM adalah universal dan tanpa pengecualian. dan saling tergantung. dan strata sosial yang hierarkis. Indonesia memiliki beragam suku bangsa dimana setiap suku bangsa memiliki adat tersendiri meskipun karena adanya sosialisasi nilai-nilai dan norma secara turun-temurun dan berkesinambungan dari generasi ke generasi menyebabkan suatu masyarakat yang ada dalam suatu suku bangsa yang sama akan memiliki adat dan kesopanan yang relatif sama. tegur sapa. PROBLEMATIKA DISKRIMINASI Diskriminasi dalah setiap tindakan yang melakukan pembedaan terhadap seseorang atau sekelompok orang berdasarkan ras. C. kelompok. usia. tidak dapat dipisahkan. golongan. masyarakat kita berada di golongan tingkat ekonomi menengah ke bawah. pandangan ideologi dan politik. Tak hanya itu bahkan bisa menjadi sebuah pemicu perang antar etnis atau suku. Hal ini dapat terlihat dan dirasakan dengan jelas dengan adanya penggolongan orang berdasarkan kasta. Berangkat dari pemahaman tersebut seyogyanya sikap-sikap yang didasarkan pada ethnosentrisme. etnis. jenis kelamin. 6. penegakan hukum dalam 47 . suku. Hal inilah yang dapat menimbulkan kesenjangan sosial yang tidak saja dapat menyakitkan. status. agama. namun juga membahayakan bagi kerukunan masyarakat. rasisme. Tata krama dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat dan terdiri dari aturan-aturan yang kalau dipatuhi diharapkan akan tercipta interaksi sosial yang tertib dan efektif di dalam masyarakat yang bersangkutan. basa-basi” pada dasarnya adalah segala tindakan. dan kelas sosial-ekonomi. adat istiadat. Hal ini tentu saja menjadi sebuah pemicu adanya kesenjangan yang tak dapat dihindari lagi. kondisi fisik tubuh. Kesenjangan Ekonomi Bagi sebagian negara berkembang. orientasi seksual. Tuntutan atas kesamaan hak bagi setiap manusia didasarkan pada prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM). pangkat.Tata krama yang dianggap dari bahasa Jawa yang berarti “adat sopan-santun. serta batas negara dan kebangsaan seseorang. 5. perekonomian akan menjadi salah satu perhatian yang terus ditingkatkan. religius fanatisme.

Problematika lainnya yang timbul dan harus diwaspadai adalah adanya disintegrasi bangsa. Kelompok-kelompok kaya (bangsawan. akan tetapi karena adanya beberapa faktor penyebab antara lain adalah : 1. sehingga : a. Persaingan yang semakin ketat dalam berbagai bidang kehidupan. keadilan dan perdamaian. Timbullah persaingan antara kelompok pendatang dan kelompok pribumi.” Ketentuan tersebut merupakan landasan hukum yang mendasari prinsip nondiskriminasi di Indonesia. Komunitas internasional telah mengakui bahwa diskriminasi masih terjadi di berbagai belahan dunia b. Ketidakberdayaan golongan miskin akan intimidasi yang mereka dapatkan membuat mereka terus terpuruk dan menjadi korban diskriminasi. diskriminasi seharusnya telah ditiadakan dengan adanya kesetaraan dalam bidang hukum.30 tahun 1999 tentang HAM telah menegaskan bahwa “…. Dalam demokrasi. Pencantuman prinsip ini pada awal pasal dan berbagai instrumen hukum yang mengatur HAM pada dasarnya menunjukkan bahwa diskriminasi telah menjadi sebuah realitas yang problematik. Dari kajian yang dilakukan terhadapberbagai kasus disintegrasi bangsa dan bubarnya sebuah negara. Setiap orang dilahirkan bebas dengan harkat dan martabat yang sama dan sederajat….kerangka pemajuan dan pemenuhan HAM. Prinsip nondiskriminasi harus mengawali kesepakatan antarbangsa untuk dapat hidup dalam kebebasan. Pada dasarnya diskriminasi tidak terjadi begitu saja. terutama ekonomi. Pasal 281 ayat (2) UUD NKRI 1945 telah menegaskan bahwa : “Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. miskin dan yang berada di antaranya. 3. dapat disimpulkan adanya enam faktor utama yang secara gradual bisa menjadi penyebab utama proses itu. Aristoteles membagi masyarakat dalam suatu negara menjadi tiga kelompok : kaya. berbagai pendirian dan pengkajian menunjukkan bahwa kondisi di Indonesia saat ini belum mencerminkan penerapan asas persamaan di muka hukum secara utuh. Tekanan dan intimidasi biasanya dilakukan oleh kelompok yang dominan terhadap kelompok atau golongan yang lebih lemah. Akan tetapi. yaitu : 48 . yang kerap kali menjadi awal pemicu terjadinya diskriminasi 2. tuan tanah) biasanya melakukan intimidasi dan tekanan sehingga mendiskriminasikan orang-orang miskin. “Sementara itu Pasal 3 UU No. kesederajatan dalam perlakuan adalah salah satu wujud ideal dalam kehidupan negara yang demokratis.

pada kadar yang rendah dipengaruhi oleh merosotnya nilai gaji yang mereka terima akibat krisis ekonomi. dan tujuan yang sama yang disebut Kebudayaan Nasional. 5.1. 2. Kegagalan kepemimpinan Integrasi bangsa adalah landasan bagi tegaknya sebuah negara modern. pengukuhan ide “tunggal ika” yang dirumuskan dalam wawasan nusantara dengan menekankan pada aspek persatuan di segala bidang merupakan tindakan yang positif. Krisis ekonomi yang akut dan berlangsung lama Krisis di sektor ini selalu merupakan amat signifikan dalam mengawali lahirnya krisis yang lain (politik pemerintahan. Dalam hubungan ini. Salah satu hal yang dapat dijadikan solusi adalah Bhineka Tunggal Ika yang merupakan ungkapan yang menggambarkan masyarakat Indonesia yang “majemuk” atau “heterogen”. 6. Intervensi itu bergerak dari yang paling lunak hingga berupa provokasi terhadap kelompok-kelompok yang berkonflik. seraya mengambil keuntungan dari perpecahan itu melalui dominasi pengaruhnya terhadap kebijakan politik dan ekonomi negara-negara baru pasca disintegrasi. 4. agama. hukum dan sosial) 3. sehingga menyulitkan lahirnya kebiajakan utuh dan mengatasi krisis ekonomi. Masyarakat Indonesia terwujud sebagai hasil interaksi sosial dari banyak suku bangsa dengan beraneka ragam latar belakang kebudayan. Krisis politik juga dapat dilihat dari absennya kepemimpinan politik yang mampu membangun solidaritas sosial untuk secara solid menghadapi krisis ekonomi. ras). Demoralisasi itu. Semua ini mengakibatkan kepemimpinan nasional semakin tidak efektif. Terciptanya “tunggal ika” dalam masyarakat yang “bhineka” dapat diwujudkan melalui “integrasi kebudayaan” atau “integrasi nasional”. Keutuhan wilayah negara amat ditentukan oleh kemampuan para pemimpin dan masyarakat warga negara memelihara komitmen kebersamaan sebagai suatu bangsa. Krisis politik Krisis politik merupakan perpecahan elite di tingkat nasional. Namun tentu saja makna Bhineka Tunggal Ika ini harus benar-benar dipahami dan menjadi sebuah pedoman 49 . Intervensi asing Intervensi internasional yang bertujuan memecah belah. sejarah. Krisis sosial Krisis soial dimulai dari adanya disharmoni dan bermuara pada meletusnya konflik kekerasan diantara kelompok-kelompok masyarakat (suku. maka kemampuan pemerintah dalam memberi pelayanan publik akan makin merosot. agama. Demoralisasi tentara dan Polisi Demoralisasi tentara dan polisi dalam bentuk pupusnya keyakinan mereka atas makna pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya sebagai bhayangkari negara.

Manusia Beradab dalam Keragaman Hubungan antara kebudayaan dengan peradaban sangat erat. 2) Teori identitas yang melihat bahwa konflik yang mengeras di masyarakat tidak lain disebabkan identitas yang terancam yang sering berakar pada hilangnya sesuatu atau penderitaan masa lalu yang tidak terselesaikan. 1. teoti ini melihat konflik disebabkan ketidakcocokan dalam cita-cita berkomunikasi diantara budaya yan berbeda. 3) Teori kesalahpahaman antarbudaya. Peradaban dalah salah satu perwujudan kebudayaan yang bernilai tinggi. sosial dan sampai cita-cita perorangan maupun kelompok tanpa dilandasi sikap arif dalam memandang perbedaan akan menuai konsentrasi panjang berupa konflik dan bahkan kekerasan di tengahtengah kita. Dalam hal ini maka terdapat teori yang menunjukkan penyebab konflik di tengah masyarakat antara lain : 1) Teori hubungan masyarakat. 4) Teori transformasi yang memfokuskan pada penyebab terjadi konflik adalah ketidaksetaraan dan ketidakadilan yang muncul sebagai masalah sosialbudaya dan ekonomi. dalam realitas kehidupan keragaman telah meluas dalam wujud perbedaan status. perbedaan bisa dilatarbelakangi SARA bahkan pilihan ideologi politiknya. relasi. yang pasti memiliki kepentingan dan sasaran yang hendak ditujunya. sopan-santun. memiliki pandangan bahwa konflik yang sering muncul di tengah masyarakat disebabkan polarisasi yang terus terjadi. budi bahasa. oleh sebab itu manusia yang beradab harus bersikap terbuka dalam melihat semua perbedaan dalam keragaman yang ada. Masyarakat sebagai satu komunitas yang beragam penuh perbedaan pandangan bahkan kepentingan. misalnya. indah dan harmonis yang mencerminkan tingkat kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. seni dan sebagainya. kondisi ekonomi. menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan dan tidak 50 . myang mempengaruhi dinamika kehidupan masyarakat. Tuhan yang menciptakan manusia dalam keragamannya. Realitas keragaman budaya bangsa ini tentu membawa konsekuensi munculnya persoalan gesekan antarbudaya. ketidakpercayaan dan permusuhan diantara kelompok yang berbeda. adab. Sebagaimana konsesi dari SN Kartikasari adalah hubungan antara dua pihak atau lebih yang memiliki atau terlibat didalamnya bisa perorangan ataupun kelompok.dalam berbangsa dan bernegara. budi pekerti.

3) Penetrasi. Difusi ialah penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari satu tempat ke tempat lain. Faktor yang Berasal dari Luar Masyarakat 1) Akulturasi. sehingga merusak kebudayaan bangsa yang didatangi penetrasi tersebut. Budha. tetapi tidak menyebabkan hilangnya kepribadian. 4) Invasi. alat pengikat persatuan seluruh masyarakat dalam kebudayaan yang beraneka ragam. Islam ke dalam kebudayaan Indonesia. Faktor-faktor pendorong yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial ada dua macam. Faktor-Faktor Terjadinya Perubahan Sosial-Budaya Pada bab sebelumnya sudah dijelaskan tentang faktor-faktor terjadinya perubahan sosial-budaya ini. Invasi yaitu masuknya unsur-unsur kebudayaan asing ke dalam kebudayaan setempat dengan peperangan (penaklukan) 51 . yaitu yang berasal dari luar masyarakat dan dari dalam itu sendiri. sedikit demi sedikit. hal ini berlangsung berkaitan dengan terjadinya perpindahan atau penyebaran manusia dari satu tempat ke tempat lain. penetrasi semacam ini disbeut Penetration Pasifique. Selain itu masih ada jenis penetrasi lain.menjadikan keragaman sebagai kekayaan bangsa. seperti masuknya agama dan kebudyaan Hindu. dinamakan penetration violent. Akulturasi atau cultural contact berarti suatu kebudayaan tertentu yang dihadapkan dengan unsur unsur kebudayaan asing yang sedemikian rupa sehingga lambat laun unsurunsur kebudayan asing tersebut melebur dan menyatu ke dalam kebudayaan sendiri. 2) Difusi. pada uraian berikut akan diperjelas kembali. yaitu masuknya untuk kebudayaan asing dengan tidak sengaja dan tanpa paksaan dalam kebudayaan setempat sehingga saling mempengaruhi. Penetrasi aialah masuknya unsurunsur kebudayaan asing secara paksa. misalnya ketika bangsa Spanyol dan Portugis datang ke Amerika Latin sehingga kebudayaan Maya dan Inka menjadi musnah.

Asimilasi kebalikan dari penetrasi. Perubahan yang Terjadi karena Pengaruh dari Dalam 1) Sistem Pendidikan yang maju • • Inovasi adalah pembauran unsur teknologi dan ekonomi dari kebudayaan Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan yang baru. 5) Asimilasi. selama masa penjajahan itulah terjadi pemaksaan masuknya unsur-unsur asing ke dalam kebudyaan bangsa-bangsa terjajah. asimilasi adalah proses penyesuaian seseorang atau kelompok orang asing terhadap kebudayana setempat.bangsa asing terhadap bangsa lain. 7) Milenarisasi. yang berusaha mengangkat golongan masyarakat bawah yang tertindas dan telah lama menderita dalam kebudayaan sosial yang rendah dan memiliki ideologi subkuktural yang baru. Hibridisasi umumnya bersifat individu. Milenarisme merupakan salah satu bentuk gerakan kebangkitan. yaitu setengah kebudayaan asing dan setengah kebudayaan setempat. baik berupa alat walaupun ide baru yang diciptakan oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu masyarakat Namun ada pula pendapat lain menyatakan bahwa discovery adalah penemuan sesuatu yang sebelumnya telah ada Invention adalah pendapatan atau perolehan hal-hal baru yang dilakukan melalui usaha yang sungguh-sungguh walaupun melalui trial and error Enkulturasi atau pembudayaan adalah suatu proses manusia mempelajari dan 52 • • • . 6) Hibridisasi. walaupun tidak menutup kemungkinan perubahan akibat perkawinan campuran meluas hingga ke lingkungan masyarakat sekelilingnya. Akibat hibridisasi ialah munculnya kebudayana baru. penaklukan itu pada umumnya dilanjutkan dengan penjajahan. Hibridisasi adalah perubahan kebudayaan yang disebbakan oleh perkawinan campuran antara orang asing dengan penduduk setempat.

Namun demikian karena manusia selalu berhubungan dengan masalah keindahan. HAKIKAT NILAI MORAL DALAM KEHIDUPAN MANUSIA 1. 53 . salah satu diantaranya adalah aksiologi. Estetika berhubungan dengan keindahan. sementara etika berhubungan dengan kajian baik buruk dan benar salah. meskipun cikal bakal pengkajian keindahan dan kebaikan bisa ditelusuri jauh sebelum hadirnya buku Republik karya Plato. NILAI. Bidang ini merupakan tema baru dalam bidang filsafat yaitu baru muncul pada abad ke-19. baik dan buruk bahkan dengan persoalan-persoalan layak atau tidak layaknya sesuatu. yang memiliki dua kajian utama yaitu estetika dan etika. Nilai dan Moral sebagai Materi Pendidikan Ada beberapa bidang filsafat yang berhubungan dengan cara manusia mencari hakikat sesuatu. 2) Menghargai hasil karya orang lain 3) Adanya keterbukaan di dalam masyarakat 4) Adanya toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang (deviation) 5) Penduduk yang heterogen BAB 6. maka pembahasan etika dan estetika jauh melangkah ke depan meningkatkan kemampuannya untuk mengkaji persoalan nilai dan moral tersebut sebagaimana mestinya. hukum dan agama) yang hidup dalam masyarakat. MANUSIA. MORAL DAN HUKUM A.menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan sistem norma (meliputi norma susila. adat. bidang ini disebut filsafat nilai.

kejujuran. Apabila nilai sudah masuk pada kawasan pribadi. di atahu apa yang dipilih. Dalam bidang pendidikan. mentalnya. bentuk maupun gayanya. sebab menyentuh hal-hal yang berhubungan dengan eksistensi manusia. etika berarti juga kumpulan asas atau nilai moral. Etika di sini artinya sama dengan filsafat moral. tetapi meskipun demikian ada alat ukur yang sama pada manusia. “mungkin” setiap orang mempunyai selera yang berbeda. apakah jasmaninya. oleh karena itu bukan hanya nilai moral indiviu yang dikaji. fisiknya. 6) menyebutkan ada tiga jenis makna etika : Pertama : kata etika bisa dipakai dalam arti nilai-nilai dan normanorma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Kedua. Misalnya saja : Saya menyukai sebuah lukisan. Namun terma etika pun memiliki makna yang bervariasi. pikirnnya bahkan perasaannya. Bertens (2001. apakah orang lain berhak menyukai keindahan lukisan tersebut serta melarang saya menyukainya karena dia memiliki sudut pandang dan rasa yang berlainan ? Persoalan nilai ini jauh lebih rumit tatkala menyentuh persoalan selera. sehingga ia tidak menyadari apa yang harus dipilih. hlm. mana yang benar-benar disebut buruk. tetapi juga membahas kode-kode etik yang menjadi patokan individu dalam kehidupan sosialnya. mengapa memilih dan risiko apa yang akan terjadi. etika mempunyai arti lagi ilmu tentang yang baik dan yang buruk. karena banyak standar nilai etis yang disepakati secara universal seperti : keadilan. tentu semakin kompleks. Oleh karena itu adagium Latin muncul “degustibus non disputandum” atau selera tidak dapat diperdebatkan. dia tahu mengapa harus memilih dan tahu resiko akibat pilihannya. Ketiga. baik persoalan warna. manusia memiliki akal dan pikiran untuk mempertimbangkannya. keikhlasan dan sebagainya. Begitu kompleksnya persoalan aksiologi (nilai). Seolah-olah nilai berhubungan dengan pribadi manusia semata. mungkin dalam kawasan etika lebih mudah mencari standar ukurannya. maka pembahasan makalah ini difokuskan hanya pada kawasan etika. ketiga pengertian diatas menjadi materi bahasannya. akan tetapi apabila masuk pada kawasan estetika. rohaninya. Kawasan inilah yang disebut kawasan filsafat moral. yang dimaksud di sini adalah kode etik. Sayang tidak setiap orang menyadari keunggulannya.Ketika persoalan etika dan estetika ini semakin diperluas. Ketika ketiga pengertian etika diatas dikembangkan dalam dunia 54 . Demikian pula untuk mempertimbangkan dan mengembangkan keyakinan diri dan aturan masyarakatnya dibutuhkan pemahaman dan perenungan yang mendalam tentang mana yang sejatinya dikatakan baik. karena saya menganggap lukisan tersebut indah. muncul persoalan apakah pihak lain atau orang lain dapat mencampuri urusan pribadi orang tersebut ? (khususnya dalam bidang nilai itu). oleh karena itu orang tidak cukup memahami apa yang diyakininya tanpa menggunakan aturan main yang mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat.

Oleh karena itu nilai berhubungan dengan sikap seseorang sebagai warga masyarakat. atau kita mengalami preferensi karena kenyataan bahwa objek tersebut memiliki nilai mendahului dan asing bagi reaksi 55 . Perbedaan dan kecenderungan metode yang dipilih lebih sering karena perbedaan maksud yang ingin dicapai. maupun bidang estetika yang berhubungn dengan persoalan keindahan. apabila dia memandang nilai itu ada meskipun tanpa ada yang menilainya. melainkan adalah sebagai penyangga perlu hadir dan menampakkan nilai tersebut. Baik dan buruk. tetapi ada sebagai sesuatu yang ada dan menuntun manusia dalam kehidupannya. Namun meski tanpa hadirnya objek. 2. Nilai dalam pengertian ini bukan di luar si penilai tetapi inheren dengan subjek yang menilai. Dengan demikian lukisan itu indah (sebagai contoh) bukan karena lukisannya memang indah akan tetapi karena si penilai menyukai dna memandang indah luksian tersebut. namun term nilai pun bisa membuat setiap orang memiliki orientasi serta strategiyang berbeda dalam pengembangan pendidikan nilainya. benar dan salah bukan hadir karena hasil persepsi dan penafsiran manusia. perhatian yang memberikan nilai pada objek. Jadi nilai memang tidak akan ada dan tidak akan hadir tanpa hadirnya penilai. jadi bukan hanya karena ketidaksepakatan makna nilai yang diyakininya. kecenderungan dan orientasi terhadap persoalan itu akan melibatkan problematik metodologis. Persoalannya bukan bagaimana seseorang harus menemukan nilai yang telah ada tersebut tetapi lebih kepada bagaimana menerima dan mengaplikasikan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu nilai melekat dengan subjek penilai. Nilai dalam objek bukan penting atau tidak penting pada objek sejatinya. nilai memang telah ada dengan sendirinya. Nilai bagi pandangan objektivitas tidak tergantung pada objek. melainkan tergantung si penilai memberikan persepsi terhadap objek tersebut. Pandangan kedua memandang nilai itu subjektif artinya nilai sangat tergantung pada subyek yang menilainya. sebagai pemeluk suatu agama dan sebagai warga dunia. baik dalam bidang etika yang mengatur kehidupan manusia dalam kehidupan sehari-hari. kenikmatan. warga suatu bangsa. bahkan memandang nilai telah ada sebelum adanya manusia sebagai penilai. Manusia sebagai mahluk yang bernilai memaknai nilai dalam dua konteks : pertama akan memandang nilai sebagai sesuatu yang objektif. Nilai itu objektif atau subjektif bisa dilihat dari dua kategori : 1) Apakah objek itu memiliki nilai karena kita mendambakannya. Nilai Moral di Antara Pandangan Objektif dan Subjektif Manusia Nilai erat hubungannya dengan manusia. bahkan nilai manusia ketika manusia memahami agama dan keyakinan beragama. atau kita mendambakannya karena objek itu memiliki nilai ? 2) Apakah hasrat.pendidikan.

Kualitas primer ini merupakan bagian dari eksistensi objek. Kualitas adalah sebuah fase. kualitas memang ada. Persoalan objektif dan subjektif nilai ini akan sangat erat kaitannya dalam pendidikan tatkala dihubungkan dengan isi nilai apa yang harus diajarkan. Nilai di Antara Kualitas Primer dan Kualtias Sekunder Setiap benda. Kualitas tidak akan tampak tanpa hadirnya suatu objek.psikologis badan organis kita? Apakah nilai itu objektif atau subjektif ? Hal ini bisa ditelusuri dengan dua pertanyaan mendasar : apakah nilai menarik perhatian subjek atau subjek memberikan nilai pada suatu objek ? dan pertanyaan ini dapat lebih dipertegas dengan pertanyaan : 1) 2) Apakah kecenderungan. 1999 : hlm. kualitas sekunder pun merupakan bagian dari eksistensi atau realitas objek. 2). zat dan apa pun yang ada di alam raya ini. Apakah ada nilai-nilai objektif yang harus diajarkan pada individu. bau. Seperti halnya kualitas primer. yaitu kualitas yang dapat ditangkap oleh pancaindra seperti warna. Menurut Frondisi (2001. 56 . tapi adanya membutuhkan penopang yaitu objek yang ditempati kualitas. kualitas menentukan tinggi rendahnya derajat sesuatu. Kualitas ini terpengaruh oleh tingkat subjektivitas. kualits pun menentukan berharga tidaknya suatu objek. dan yang paling penting bagaimana individu tersebut menyadari dengan jelas nilai dirinya. diinginkan karena memang memiliki nilai ? (Lasyo. kehendak akan menentukan nilai suatu objek? Apakah suatu objek tadi diperhatikan. yaitu kualitas dasar yang tanpa itu objek tidak dapat menjadi ada. apakah manusia si pemilik nilai (subjektif) atau si pengguna nilai (objektif) ? tentu saja dua pemikiran ini bukan hanya permainan semantik filosofis tanpa maksud. termasuk manusia memiliki kualitas. 2) Kualitas Sekunder. objek tidak ada tanpa adanya kualitas primer ini. tapi bedampak pada berbagai situasi di mana manusia hidup dan mempersepsi kehidupannya. hlm. namun meski tanpa hadirnya objek diyakini bahwa kualitas itu ada. 3. 7-10) kualitas dibagi dua : 1) Kualitas Primer. rasa dan sebagainya. individu harus menerimanya karena itulah nilai yang diturunkan dari dunia transenden (dalam bahasa agama diwahyukan) sebagai ide yang mutlak. Kualitas melekat dan hadir serta terlihat karena adanya objek yang ditempati sifat atau kualitas tersebut. seperti panjang dan beratnya batu sudah ada sebelum batu itu dipahat (menjadi patung misalnya). Dengan demikian. atau apakah nilai itu harus dicari suatu proses karena sebenarnya individu sendiri sebagai mahluk yang bernilai. selera. suka tidak suka.

melainkan pada keniscayaannya. indah dipandang bernilai maka disebut nilai keindahan (estetis). seperti jasmani. Nilai bukan keniscayaan bagi esensi objek. rasa dan keyakinan. Persoalan yang paling mendasar. 4. Dengan demikian pertanyaan mendasar yang harus diajukan adalah : apakah nilai sebagai kualitas atau seperti mendekati kualitas primer atau seperti mendekati kualitas sekunder ? yang jelas nilai bukan kualitas primer maupun kualitas sekunder. sebab “nilai” tidak menambah atau memberi eksistensi objek. bila benar dipandang bernilai maka disebut nilai kebenaran. air laut itu putih atau biru (bahkan baik buruknya manusia) bukan persoalan eksistensi gunung. apakah nilai sebagai sifat tertentu sama dengan kualitas primer atau dengan kualitas sekunder ? Frondisi (2001. nilai hanyalah merupakan “kemungkinan” nilai tidak memiliki eksistensi yang riil. yaitu kegiatan manusia menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain. karena nilai merupakan sifat dan kualitas. apakah warna gunung biru atau hijau.Perbedaan mendasar antara kualitas primer dan kualitas sekunder bukan pada bersatu tidaknya kualitas tersebut pada objek. maka disebut nilai kegunaan. kualitas/suigeneris. 12) nilai itu milik semua objek. nilai bukan kualitas primer dan kualitas sekunder. hlm. Penilaian ini dihubungkan dengan unsur-unsur atau hal yang ada pada manusia. Sesuatu dipandang bernilai karena sesuatu itu berguna. nilai tidaklah independen yakni tidak memiliki kesubstantifan. religius atau tidak religius. Keputusan nilai dapat menyatakan berguna atau tidak berguna. manusia dikatakan baik atau buruk oleh subjek tidak mengubah gunung atau manusia menjadi hal lain. yang dimiliki objek tertentu yang dikatakan “baik”. benar atau tidak benar. karsa. Kualitas primer harus ada dan memang tidak mungkin ada suatu objek tanpa kualtias primernya. kualitas nilai adalah nilai. Menilai berarti menimbang. sebelum ada penopangnnya atau sebelum ada pengembannya atau lebih tepatnya lagi sebelum ada objek yang ditempati. 11-12) menyatakan lebih lanjut. manusiawi atau tidak manusiawi. baik dipandang bernilai maka disebut nilai moral (etis). Sedangkan kualitas sekunder merupakan baigan eksistensi objek tetapi kehadirannya sangat tergantung subjek penilai. baik dan buruk. melainkan sifat. Oleh karena itu pula nilai bersifat parasitis. Metode Menemukan dan Hierarki Nilai dalam Pendidikan Nilai berhubungan erat dengan kegiatan manuia menilai. religius 57 . Oleh karena itu. Dengan demikian gunung dikatakan hijau atau biru. hlm. tetapi sejauh mana kemampuan subjek memandang kualitas sekunder tersebut. yang selanjutnya diambil suatu keputusan. Nilai bukan benda atau unsur benda. laut. dan manusia tersebut. Jadi hadirnya kualitas primer merupakan kepastian/keniscayaan. Bahkan menurut Husserl (2001. cipta.

misalnya nilai profesi. contohnya kategori nilai ekonomi. Objek yang dipermasalahkan. a. kebutuhan. kepentingan atau minat seseorang yang diwujudkan dalam kenyataan. pengemban nilai dengan a. yaitu menurut keinginan. Keuntungan yang diperoleh…. 14-19) yang menyatakan adanya 6 klasifikasi nilai.dipandang bernilai maka disebut nilai keagamaan. Demikian pula dalam pemahaman bahwa nilai itu ada hierarkinya. bangsa dinilai dari keadilan hukumnya. Tujuan yang akan dicapai…. Oleh karena itu nilai itu memiliki polaritas dan hierarki. Nilai dengan orientasi pada orang lain. yaitu : 1) Nilai menampilkan diri dalam aspek positif dan aspek negatif yang sesuai (polaritas) seperti baik dan buruk. Pengakuan. 3. misalnya. yaitu orientasi kelompok : 1). keindahan dan kejelekan 2) Nilai tersusun secara hierarkis. melainkan ada urutan tingkat kepentingannya. Contoh : nilai akreditasi pendidikan. 2. yaitu klasifikasi nilai yang didasarkan atas : 1. 5. Nilai yang berorientasi pada profesi hasilnya nama baik 58 . maka keuntungan yang diperoleh berupa produksi : kategori nilai moral. yaitu cara mengevaluasi suatu objek dengan berpedoman pada sifat tertentu objek yang dinilai. maka keuntungan yang diperoleh berupa kejujuran 4. Berbeda dengan pendapat di atas. sehingga ada nilai yang lebih diutamakan daripada nilai lainnya. yaitu pengakuan subjek tentang nilai yang harus dimiliki seseorang atau suatu kelompok. seperti manusia dinilai dari kecerdasannya. bukan berarti ada klasifikasi... adalah pendapatnya Nicholas Rescher (1969. hlm. nilai religius lebih penting daripada nilai keindahan. Nilai yang berorientasi pada keluarga hasilnya kebanggaan keluarga b. nilai kesukuan atau nilai kebangsaan. Nilai dengan orientasi pada diri sendiri (nilai egosentris) yaitu dapat memperoleh keberhasilan dan ketentraman b. yaitu hierarki urutan pentingnya Namun meskipun nilai ada aspek negatifnya tidak berarti meniadakan nilai tetapi bila ada nilai yang baik tentu ada lawannya yaitu nilai buruk. Hubungan antara keuntungan. yaitu berdasarkan tipe tujuan tertentu sebagai reaksi keadaan yang dinilai.

6. Tingkatan atau hierarki nilai akan berbeda antara orang ateis dengan orang religius. Bagi orang religius tentu saja nilai-nilai religi akan menempati posisi utama atau tertinggi.profesi c. dalam pengertian ada hierarkinya. Sedangkan Notonegoro (dalam Dardji D. yang berkaitan dengan indra manusia yang menyebabkan manusia senang atau menderita. Nilai yang berorientasi pada kemanusiaan. Sedangkan dalam hierarki nilai sangat tergantung dari sudut pandang dan nilai yang menjadi patokan dasar si penilai. sementara bagi orang yang materialistis akan menempatkan nilai materi pada posisi tertinggi. Hubungan yang dihasilkan nilai itu sendiri dengan hal lain yang lebih baik. Nilai material. Nilai tentu saja dipandang penting oleh setiap orang. 175) 1) Nilai kenikmatan. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan aktivitas. 1984. hlm. 2) Nilai kehidupan. demikian juga dengan orang materialis. 66-67) membagi hierarki nilai pada tiga : 1. namun tingkat kepentingan nilai tersebut tidaklah sama. itulah sebabnya nilai memiliki tingkatan. Nilai kerohanian. Nilai yang berorientasi pada bangsa hasilnya patriotisme d. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur jasmani manusia Nilai vital. hlm. yaitu moralitas nilai dari yang suci dan tidak suci. Menurut Max Scheller (dalam Kaelan. 2. yaitu nilai yang mengenakan atau tidak mengenakkan. Nilai kerohanian ini bisa dibedakan pada empat macam : 59 . di mana nilai tertentu secara hierarki lebih kecil dari nilai lainnya. yaitu nilai yang tidak tergantung pada keadan jasmani maupun lingkungan 4) Nilai kerohanian. menyebutkan hierarki tersebut terdiri dari : 2002. yaitu nilai penting bagi kehidupan 3) Nilai kejiwaan. yaitu nilai universal. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia 3. Nilai yang berorientasi pada masyarakat hasilnya keadilan sosial 2).

Sedangkan di Indonesia (khususnya pada dekade penataran P4) hierarki nilai dibagi tiga (Kaelan. esensi. nilai instrumental. Sementara itu ada juga yang membedakan antara nilai instrinsik dan nilai ekstrinsik. Nilai dasar ini bersifat universal karena menyangkut hakikat kenyataan objektif segala sesuatu misalnya. Nilai keindahan. hakikat Tuhan. Nilai instrumental …. Bilamana nilai instrumental itu berkaitan dengan tingkah laku manusia dalam kehidupan seharihari maka hal itu akan merupakan suatu norma moral. inti dari nilai-nilai tersebut. karsa) manusia d. pada hakikatnya merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai instrumental dalam suatu kehidupan nyata. Nilai dasar. budi. yang bersumber pada unsur perasaan (esthetis. atau nilai estetis. Nilai praktis.a. 178) sebagai berikut : 1. dna nilai praksis itu merupakan suatu sistem dalam perwujudannya tidak boleh menyimpang dari sistem itu. Sehingga dapat dikatakan nilai instrumental merupakan suatu eksplisitasi dari nilai dasar. yang bersumber pada unsur kehendak (will. Nikai religius. wollen. 2002. Nilai kebenaran yang bersumber pada akal (rasio. cipta) manusia b. atau nilai moral. rasa) manusia c. 3. 2. Sehingga nilai praktis ini merupakan perwujudan dari nilai instrumental…. Nilai religius ini bersumber kepada kepercayaan atau keyakinan manusia. manusia atau segala sesuatu lainnya. hakikat kenyaan obyektif segala sesuatu misalnya.. merupakan suatu pedoman yang dapat diukur atau diarahkan. nilai objektif dan nilai subjektif (yang kedua-duanya 60 . gevoel. kebijaksanaan atau strategi yang bersumber pada nilai dasar. Namun jikalau nilai instrumental itu berkaitan dengan suatu organisasi ataupun negara maka nilai instrumenal itu merupakan suatu arahan. yang merupakan nilai kerohanian tertinggi dan mutlak. Nilai kebaikan. (dalam bahasa ilmiahnya disebut dasar ontologis) yaitu merupakan hakikat. nilai dasar. hlm.

Ada persoalan mendasar apabila digunakan metode ini.bukan hierarki tetapi lebih merupakan klasifikasi nilai). yaitu keyakinan ilmu pengetahuan yang tidak dipertanyakan lagi. lebih tahan lama. Yang jadi persoalan apakah yang harus dilakukan apabila dua golongan yang sempurna tidak menghasilkan hal yang serupa ? tentu akan ada dua kubu yang sama-sama menyatakan benar dengan dasar keyakinan yang sama sementara menghasilkan nilai yang berbeda. maka kebenaran nilai itu sangat relatif. Dari gambaran hierarki nilai dapat disimpulkan bahwa nilai yang tertinggi selalu berujung pada nilai yang terdalam dan terabstrak bagi manusia. atau : apakah nilai mendahului kewajiban dan berlaku sebagai dasar hukum moral ? (paham Max Scheller) bila jawabannya ya. Dengan demikian ada yang membuat pembagian berupa penggolongan atau klasifikasi semata tanpa menentukan tingkatan keutamaan atau kepentingannya. terdalam dan paling dasar. 2001. Terdalam dalam arti lebih hakiki dan lebih bersifat kepentingankepentingan transenden dalam bentuk-bentuk idela yang dapat dipikirkannya. kesadaran hukum moral mendahului nilai ? (paham Immanuel Kant) bila jawabannya ya. yaitu tidak akan ada perbaikan moral. Jadi kita mengandalkan pada intuisi emosi untuk menghasilkan nilai. 300. Jadi nilai dan kebernilaian hanyalah semacam kebiasaan yang dialami dalam realitas sebagai hasil pengalaman empiris. dan berupaya memfasilitasi mereka agar terbuka wawasan dan perasaannya untuk memiliki dan meyakini nilai yang lebih hakiki. karena hukum moral identik dengan kebiasaan tadi. akan tetapi harus membimbing mereka untuk meyakini nilai yang paling hakiki. Oleh karena itu apabila subjektif apriori digunakan. Dengan demikian pendidikan tidak cukup hanya mengantar peserta didik pada nilai dirinya. dan merupakan kebenaran yang dihormati dan diyakini secara sahih sebagai manusia yang beradab. apa yang biasa itulah adanya dan itulah moralitas. tergantung pada indrawi manusia dan lebih bersifat pragmatis untuk memuaskan jasmani manusia (atau dalam bahasa agama memuaskan nafsu semata). 61 . apakah seseorang akan tergolong pada kelompok objektif empiris yaitu yang menyesuaikan diri dengan pengalaman. Persoalannya bagaimana seseorang mendapatkan dan menentukan hierarki nilainya ? Jawabannya tidak mudah. Cara kedua menghasilkan nilai dan kebernilaian dengan subjektif apriori yaitu meyakini intuisi emosional. hlm. Dengan demikian. maka cocok dengan paham objektif empiris. persoalan yang paling mendasar apakah ? Kewajian. dan ada yang melakukan penggolongan dengan menentukan hierarki kepentingan atau keutamaannya. Dalam posisi hierarki nilai ini. sedangkan nilai yang semakin rendah lebih bersifat sementara. maka cocok dengan subjektif apriori. pendidikan pada hakikatnya merupakan upaya membantu peserta didik untuk menyadari nilai-nilai yang dimilikinya. oleh karena itu John Dewey mengatakan bahwa ‘persoalan nilai adalah problema metodologis’ (Frondizi.

Untuk melihat sejauh mana variasi pengertian nilai tersebut. Menurut Dictionary of Sociology and Related Science : Value. Comb. Nilai adalah kepercayaankepercayaan yang digeneralisir yang berfungsi sebagai garis pembimbing untuk menyeleksi tujuan serta perilaku yang akan dipilih untuk dicapai (dalam Kama A. bahwa nilai berhubungan dengan manusia. 174). 6) : A value is an idea – a concept – about what someone thinks is important in life. 62 . dalam arti terdapatnya hubungan yang harmonis dan kreatif. the believed capacity of any object to satisfy human desire. (Nilai adalah kemampuan yang diyakini terdapat pada suatu objek untuk memuaskan hasrat manusia. karena pendidikan memandang individu sebagai mahluk yang berpengalaman di satu sisi. Nilai merupakan sesuatu yang potensial. Menurut Frankena : Nilai dalam filsafat dipakai untuk menunjuk kata benda abstrak yang artinya : keberhargaan” (worth) atau “kebaikan” (goodness) dan kata kerja yang artinya suatu tindakan kejiwaan tertentu dalam menilai atau melakukan penilaian (dalam Kaelan. …. hlm. hlm. dalam dunia pendidikan. 1) 2. hlm. 2002. yaitu kualitas objek yang menyebabkan tertariknya individu atau klompok) (dalam Kaelan. 1999. Menurut Jack R. sulit untuk mencari kesimpulan yang komprehensif agar mewakili setiap kepentingan dan berbagai sudut pandang. 2000. 5. kedua cara menghasilkan nilai moral tersebut dapat digunakan. terutama bagaimana hubungan antara setiap pengertian itu dengan pendidikan. Hakam. sedangkan kualitas merupakan atribut atau sifat yang seharusnya dimiliki (dalam Lasyo. 45) 6. dan selanjutnya nilai itu penting. Menurut Lasyo (1999. dan sebagai individu yang memiliki potensi untuk mencapai kebenaran di sisi lain. 4. Menurut Cheng (1955). hlm. Pengertian Nilai Karena bervariasinya pengertian nilai. 1. di bawah ini akan dikemukakan sebelas definisi yang diharapkan mewakili berbagai sudut pandang. the quality of any object which causes it to be of interest to an individual or a group. 174).Yang jelas. Menurut Arthur W. 5. sehingga berfungsi untuk menyempurnakan manusia. hlm. (Nilai adalah gagasan – konsep – tentang sesuatu yang dipandang penting oleh seseorang dalam hidup). 3. Fraenkel (1977. 9) sebagai berikut : Nilai bagi manusia merupakan landasan atau motivasi dalam segala tingkah laku atau perbuatannya. hlm. 2002. tetapi ada hal yang disepakati dari semua pengertian nilai tersebut.

. 3. 36) : Nilai adalah yang berguna bagi kehidupan manusia jasmani dan rohani 10. 1) : Value a set of attitude (scheme) which generate or cause a judgement which guide action or in action ( a lack of action) and which provide a standard or a set o principles. tujuan atau fungsinya.7. Menurut Herbert Larry Winecoff (1987.Kapasitas keyakinan . hlm.Kualitas Menyebabkan manusia tertarik 3. 963). Keyakinan yang digeneralisir 6. Menurut Encyclopedia Britainica (hlm. 11. 8. Menurut John Dewey dalam Dardji D. Landasan atau motivasi 5. Potensi 2. Nilai ialah kualitas objek yang menyangkut jenis apresiasi atau minat. Kata benda abstrak 4. 9. Menurut Dardji Darmodihardjo (1986 : hlm. . Knikker (1977. (1986. hlm. Charles R. hlm. 3) : Value is a cluster of attitude which generate either an action or decision to deliberately avoid an action (Nilai adalah sekelompok sikap yang menggerakkan perbuatan atau keputusan yang dengan sengaja menolak perbuatan). posisinya serta tingkat kepentingannya maka dapat digambarkan sebagai berikut : Klasifikasi Pengertian Nilai N o Wujud 1. 36) Value is object of social interest. Apabila diklasifikasikan definisi-definisi nilai di atas pada wujudnya. Gagasan konsep Untuk menilai Untuk bertingkah laku Pembimbing menyeleksi tujuan atau perilaku Pada objek Kondisi jiwa Sesuatu yang abstrak Dalam hati / jiwa Tujuan/Fungsi Menyempurnakan manusia Memuaskan hasrat manusia Posisi Dalam diri Pada objek Tingkat Kepentin gan Sangat penting Agak penting Agak penting Penting Sangat penting Sangat penting Agak penting Memandang sesuatu Ide yang penting dalam manusia hidup 63 .

Sikap manusia Sangat penting - 64 . Serangkaia n sikap .7.

Serangkaia n sikap .Sikap manusia Sangat penting - 65 .8.

atau ada bagian yang belum terjelaskan oleh definisi orang lain. ada yang memandangnya sebagai objek ideal. ada juga yang mengklasifikasikannya mirip dengan status benda. dapat terlihat bahwa pengertian nilai ada yang melihatnya sebagai kondisi psikologis. pada saat itu tanpa didasari kita sering terjerumus pada upaya-upaya 66 . Kualitas Berguna bagi jasmani atau rohani Dikehendaki masyarakat Berhubungan dengan apresiasi atau minat Sesuatu (abstrak) Objek Objek Penting Agak penting Agak penting Dari klasifikasi diatas. Sesuatu 10. sehingga menganggap ada ruang kosong untuk dimasukinya. yaitu tatkala keinginan untuk mengisi relung kosong dengan pengertian kita. Sikap berpikir seperti ini didalam filsafat bukanlah hal aneh. Pengertian nilai yang telah dikemukakan oleh setiap pakar pada dasarnya upaya memberikan pengertian secara holistik terhadap nilai.9. Tetapi ada bahayanya. Objek 11. akan tetapi setiap orang tertarik pada bagian-bagian yang “relatif belum tersentuh” oleh pemikir lain. karena yang diupayakan oleh filsafat adalah mencari hakikat. mencari sesuatu yang belum terpecahkan. oleh karena itu akan berupaya terus menjawab apa yang belum terjawab.

Kebutuhan aanya penopang bagi nilai menjadikan nilai sebagai eksistensi yang “parasitis”. tentu lebih banyak melibatkan dunia intelektual dan otomatis akan kurang melibatkan emosi yang sangat dibutuhkan dalam penilaian. Identik dengan yang diinginkan 3. Merupakan sasaran perhatian Karena kesenangan. Comb. Menurut Lotze nilai iu tidak ada. Arthur W. Selain mereduksi nilai dengan kondisi psikologis ada juga yang mereduksi nilai dengan “esensi atau ide platonik atau objek ideal” (frondizi. maka pereduksian nilai dengan kondisi psikologisnya ini hanya menempatkan nilai sebagai pengalaman pribadi semata. Kekacauan dimulai dengan kenyataan bahwa nilai tidak ada dalam dirinya sendiri tapi tergantung penopangnya yang biasanya merupakan substansi yang berbadan. definisi dari Jack R. misalnya terhadap nilai yang kita bahas ini. 67 .mereduksi pengertian utamanya. Sesuatu yang menyenangkan atau kenikmatan 2. dalam pengertian yang dikemukakan di atas terjadi pereduksian makna nilai pada kondisi psikologis. sedangkan nilai itu tidak riil 2. Perbedaan nilai dengan objek ideal akan jelas bila melihat pendapat Husserl (dalam Frondizi. kenikmatan. Charles Knikker dan H. hubungan yang semuanya dunia intelektual bukan dunia emosi. Pereduksian nilai dengan status benda disebabkan : 1. Kalau kita ukur definisi di atas dengan indikator-indikator objek ideal tadi. Upaya mereduksi nilai dengan kondisi psikologis terjadi apabila nilai dihubungkan dengan hal-hal sebagai berikut : 1. entitas matematik. Hal ini bisa kita lihat dari definisi-definisi nilai yang dikemukakan oleh Cheng. Frankena. Oleh karena itu apabila orang mendiskusikan tentang estetika atau mendiskusikan kriteria lukisan yang indah. hlm. 48) sebagai beriku : 1. hlm. 2001. esensi. fraenkel lah yang paling mendekati objek ideal tersebut. Oleh karena itu. Keindahan adalah nilai sedangkan ide tentang keindahan adalah objek ideal 3. 2. 4). ide tentang keindahan ditangkap melalui intelektual 4. Objek ideal itu bersifat ideal. pada objek ideal dan pada status benda. Bila nilai direduksi sebagai objek ideal biasanya karena ada kekeliruan antara nilai sebagai sesuatu yang bukan realitas dengan identitas yang memadai esensi. Larry Winecoff. 2001. objek idel itu ada Objek ideal tidak lain merupakan dunia ide seperti konsep. Keindahan ditangkap melalui emosi. Pereduksian pengertian nilai dengan status benda terjadi apabila nilai dikacaukan dengan objek material yang menopangnya atau benda yang menyimpan atau menutupinya. keinginan dan perhatian merupakan kondisi kejiwaan.

yang menjadi persoalan. Namun ada yang dapat disimpulkan dari penjelasan di atas. hal seperti ini terlihat pula pada definisi yang dikemukakan oleh Encyclopedia Britainica dan Encyclopedia of Sociology. 129-130) 68 . Upaya menjelaskan nilai dengan kondisi psikologis. akan tetapi sudut pandang yang berbeda akan menghasilkan kesimpulan yang berbeda pula. tetapi lebih memperhatikan pentingnya nilai itu bagi manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai itu harus jelas. 4. Semakin kurang kerelatifan nilai. apakah nilai itu dipandang dapat mendorong manusia karena dianggap berada dalam diri manusia atau nilai itu menarik manusia karena ada di luar manusia yaitu terdapat pada objek. bahwa : 2. sebenarnya nilai itu dapat dan harus menyentuh seluruhnya. sehingga dia akan menempatkan diri secara bijak dalam pergaulan hidup serta akan mengakui dan bijak terhadap keberadaan nilai dan kebernilaian orang lain dalam pergaulan bermasyarakat. Makna Nilai bagi Manusia Dalam bidang filsafat. 6. Oleh sebab itulah pendefinisian nilai sangat bervariasi. hlm. akan tetapi mencoba mengisi relung-relung kosong yang belum tersentuh. upaya untuk mengisi pemikiran yang tidak atau belum dilakukan oleh orang lain adalah biasa. sehingga nilai itu seolaholah hanya merupakan kondisi psikologis. sebab seperti yang diungkapkan oleh Sheller. Definisi yang mengarah pada pereduksian nilai oleh status benda ini terlihat pada pengertian nilai yang dikemukakan oleh John Dewey karena dia sebagai seorang pragmatis melihat nilai dari sudut kepentingannya. ketika relung kosong itu diisi sering memperkecil makna nilai yang dijelaskannya.Sehingga akibat dua hal tersebut nilai bagaikan kualitas objek atau status objek atau bahkan benda. sehingga nilai lebih dipandang sebagai kegiatan menilai. Kepuasan jangan dikacaukan dengan kenikmatan (meskipun kenikmatan merupakan hasil kepuasan). nilai itu penting bagi manusia. harus semakin diyakini oleh individu harus memahami nilai dan kebernilaian dirinya. dengan objek ideal dan dengan status benda bukan berarti ingin mengurangi hakikat nilai. upaya itu dilakukan dalam rangka mengisi ruang-ruang kosong agar mencapai kesempurnaan. nilai tertinggi dari semua nilai adalah nilai mutlak (Frondizi. Dalam hubungan ini. pendidikan (ISBD) tidak mempersoalkan dari mana nilai tersebut. sehingga dapat menjelaskan sisi nilai yang lain. 2001. semakin tinggi keberadaannya. Nilai tertinggi menghasilkan kepuasan yang lebih mendalam 3. keyakinan individu pada nilai harus menyentuh sampai hierarki nilai tertinggi. Yang penting dalam upaya pendidikan. atau hanya merupakan objek ideal dan/atau hanya status benda saja.

namun di sisi lain. muncul pula keharusan mengenal mengenai baru. Bapak. Keluarga sebagai bagian dari masyarakat. Menurut Louis Rath (1977. meskipun tidak sampai masuk kategori menakutkan. terpengaruh oleh tuntutan kemajuan yang terjadi. di satu sisi merupakan bagian dari harapan baru bagi keluarga. namun masih banyak orang yang meyakini bahwa nilai moral itu hidup dan dibangun dalam lingkungan keluarga. Dampak yang muncul dari kegiatan tersebut dapat menggoyahkan stabilitas kehidupan anak-anak. dan mungkin pula pola-pola kehidupan baru yang berbeda. Persoalan lain yang terjadi di keluarga adalah terjadinya migrasi atau perpindahan domisili. tuntutan itu menghabiskan waktu dan energi untuk menjawab pertanyaanpertanyaan yang sarat nilai. tetapi mengandung berbagai resiko akibat kompleksitas kehidupan yang ditimbulkannya. PROBLEMATIKA PEMBINAAN NILAI MORAL 1. Karakter pekerjana orang tua dan hubungannya dengan keluarga telah berubah secara dahsyat. Dengan kata lain problem utama bagi kehidupan orang tua yang bekerja terletak pada tingkat komunikasi dengan anak-anaknya. bagi anak-anak yang sedang tumbuh dan berkembang. Pengaruh Kehidupan Keluarga dalam Pembinaan Nilai Moral Kehidupan modern sebagai dampak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menghasilkan berbagai perubahan. Ibu dan anak-anak pulang ke rumah untuk bersembunyi dari berbagai tekanan kehidupan di 69 .B. pilihan dan kesempatan. Ada benarnya pertanyaan yang mengungkapkan bahwa keluarga saat ini merupakan pelarian dari dunia nyata. banyak anak yang tidak mengetahui hal-hal yang dikerjakan orang tua di luar rumah untuk mencari penghasilannya. Sering kali pada keluarga yang broken home atau pada keluarga yang kedua orang tuanya bekerja berakibat pada penurunan intensitas hubungan antara anak dengan orang tua. Saat ini merupakan fakta. Tapi setiap hari dalam keluarga terjadi perubahan-perubahan yang dramatis. Salah satu kesulitan yang ditimbulkan adalah munculnya “nilai-nilai modern” yang tidak jelas dan membingungkan anak (individu). Anak jarang melihat apa yang dikerjakan orang tua dan tidak mendapat informasi yang cukup melalui diskusi yang bermakna tentang hakikat suatu karier baik permasalahan maupun keberhasilannya.12) “Berdasarkan data terbaru. Mobilitas demografis yang sangat tinggi ini merupakan suatu yang unik. muncul murid dan guru baru yang harus ditemui anak. hal ini disebabkan tuntutan kerja atau memenuhi kebutuhan lainnya. hlm. bekerja di luar rumah estimasi terakhir menyebutkan bahwa dua dari lima ibu merupakan keluarga yang broken home (dalam konteks ini dimaksudkan salah satu diantara orang tua tersebut meninggal. Dalam lingkungan yang krang baik dan kadang menegangkan ini seorang anak sangat sulit untuk membangun nilai nilainya secara jelas. bercerai. pisah atau salah satu diantara mereka dipenjara)”. dua dari lima ibu. Pola-pola hubunan sering kali menjadi rusak.

tidak hanya kembali dari pekerjaan melainkan juga dari perjalanan jauh yang melelahkan. Orangtualah yang sering meninggalkan rumah berjam-jam setiap harinya. Mereka meninggalkan rumah lebih awal. cat. 2.luar rumah. kembali menghilang. pengaruh pertemanan ini akan berdampak positif manakala isu dan kebiasaan teman itu positif pula. dan pergaulan dengan teman akan menambah perbendaharaan informasi yang akhirnya akan mempengaruhi berbagai jenis kepercayaan yang dimilikinya. Kumpulan kepercayaan yang dimiliki anak akan menambah sikap yang dapat mendorong untuk memilih atau menolak sesuatu. sebaliknya 70 . sehingga tidak mampu melakukan komunikasi yang cerdas dan bijak (inteligen) dengan anak-anaknya. Keluarga bisa jadi tidak lagi menjadi tempat untuk memperjelas nilai yang harus dipegang bahkan sebaliknya menambah kebingungan nilai bagi anak. proses kejadiannya diperhambat oleh lemahnya struktur keluarga. Kejadian ini lebih banyak terjadi pada pendidikan moral melebihi transmisi nilai dari suatu generasi ke generasi berikutnya. Persoalan merosotnya intensitas interaksi dalam keluarga. anak-anak sudah tidur dan kesempatan untuk membahas makna-makna aktiitas keseharian. Pengaruh Teman Sebaya Terhadap Pembinaan Nilai Moral Sebagai mahluk sosial. serta terputusnya komunikasi yang harmonis antara orang tua dengan anak. ketika bapak bahkan juga ibu sebagian besar hidupnya untuk bekerja setiap hari dan keluarga hanya menyatu ketika membagikan makanan. anak pasti punya teman. lebih terisolasi. tentang apa yang telah orang tua mereka lakukan. Sebelum mereka datang. Setiap orang yang menjadi teman akan akan menampilkan kebiasaan yang dimilikinya. Dalam posisi seperti inilah institusi pendidikan perlu memfasilitasi peserta didik untuk melakukan klarifikasi nilai. Penulis) itu amat kecil. Keluarga modern Amerika (mungkin juga kota-kota besar di Indonesia). Di lingkungan rumah. hlm. maka kesempatan untuk mempengaruhi sikap moral atau berpikir anaknya tentu akan berkurang. Ketika keluarga bersatu. di sana akan menjadi ajeng kesepakatan rasa yang tbaik terhadap keraguan sudut pandang nilai dan moral”. Robert Heilbroner (1974. Orang tua mengharapkan rumah menjadi tempat perlindungan yang tenang dan berharap anak-anaknya sudah beristirahat. dan lebih pragmatis daripada sebagai teman seperi lima puluh tahun yang lalu. mengakibatkan merosotnya fungsi keluarga dalam pembinaan nilai moral anak. Mereka pulang ke rumah sudah larut malam. Sikap-sikap yang mengkristal pada diri anak akan menjadi nilai dan nilai tersebut akan berpengaruh pada perilakunya. 15) menyatakan bahwa : “Banyak kegelisahan dan kegetiran generasi pertengahan abad yang akan datang yang nyata-nyata karena ketidakcakapan untuk menyampaikan nilai pada remaja. Dalam rangkuman buku “What is the human prospect?”.

Pertemanan yang paling berpengaruh timbul dari teman sebaya. Persoalan nilai mana yang akan menjadi keyakinan individu (mahasiswa) tentu diperlukan adanya upaya pendidikan untuk membimbing mereka keluar dari kebingungan nilai serta menemukan nilai hakiki yang harus menjadi pegangannya. 3. banyak orang yang meneriakkan demokrasi dengan melakukan “perusakan”kerusuhan etnis terjadi di Sampit. langsung ataupun tidak langsung. dimana harus dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian Abbas Asyyafah (1997. Jika seorang anak atau remaja mengungkapkan kebingungannya di hadapan orang dewasa. Bagi anak situasi ini menjadi dilematis. Anak dihadapkan pada keharusan untuk mematui aturan keluarga dan risiko dikeluarkannya dari pertemanan. karena diantara mereka relatif lebih terbuka dan intensitas pergaulannya relatif sering. tetapi Amerika membumihanguskan Afganistan. orang dewasa akan berusaha menunjukkan jalan mana yang paling bijak dan paling benar atau menunjukkan jalan yang baik bagi anak atau remaja tersebut. Orang dewasa. Pengaruh Figur Otoritas terhadap Perkembangan Nilai Moral Individu Baru-baru ini Amerika menyalahkan Irak karena melakukan agresi ke Kuwait.akan berdampak negatif bila sikap dan tabiat yang ditampilkan memang buruk. Perbedaan sudut pandang antara keluarga dengna temannya menjadi masalah tersendiri bagi nilai anak-anak. Kelompok sebaya tentu mempunyai aturan main sendiri. maka dapat diprediksi reaksi orang dewasa tersebut. baik di sekolah / kampus maupun dalam lingkungan masyarakat. kapan waktu yang tepat untuk melakukannya. menambah bingungnya nilai bagi anak. Seolah-olah kita telah mati rasa dengan maraknya variasi nilai yang ditawarkan setiap figur otoritas. Keluarga sering dikagetkan oleh penolakan anak ketika memberikan nasihat. dan anak cenderung akan menyesuaikan dengan aturan main tersebut dengan harapan agar diterima oleh kelompoknya. memberi tahu apa yang harus mereka lakukan. Orang dewasa mempunyai pemikirna bahwa fungsi utama dalam menjalin hubungan dengan anak-anak adalah memberi tahu sesuatu kepada mereka. masing-masing menawarkan nilai yang berbeda. dengan alasan bahwa apa yang dismapaikan orang tua berbeda atau bertentangan dengan “aturan” yang disampaikan oleh temannya. 102) “Kebiasaan merokok lebih banyak disebabkan karena pengaruh teman sebaya”. hlm. Bukan sesuatu yang mustahil bila upaya mencoba perilaku buruk lainnya disebabkan pula karena pengaruh teman sebaya. seberapa sering harus melakukan dan juga akapn harus 71 . Poso dan Maluku yang banyak menelan korban dan bahkan pada akhir-akhir ini timbul polemik “inul” dilema antara moralitas dan kreativitas. terlbih lagi anak-anak dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah menjawabnya. Pada tahun-tahun yang lalu Amerika menuduh beberapa negara termasuk Indonesia yang melanggar hak asasi manusia. Demikian pula di awal reformasi. dan akhirnya Amerika dengan sekutunya melakukan agresi pula ke Irak.

radio. mereka juga harus mengikuti harapan atau aspirasi yang dimiliki orang tua. VCD. Hampir tidak ada seorang pun yang memandang penting membantu anak untuk memecahkan dan menyelesaikan pemikiran yang memusingkan tersebut”. Pertama kali telepon. kurang ajar atau membangkang. majalah. film. lalu disusl dengan radio. baik dari radio. Dengan demikian orang dewasa tidak berupaya mengurangi kebingungan dan ketidakjelasan nilai bagi anak. film. 20). televisi.mengakhirinya. serta membuat perubahan dalam hidup. Namun mediamedia tersebut juga menyuguhkan berbagai pandangan hidup yang sangat variatif pada anak. orang dews hanya menambahkan berbagai arahan nilai atau norma yang sudah ada pada anak-anak baik yang didapatnya dari sekolah. (Rath. majalah. guru ngaji. Pengaruh Media Komunikasi Terhadap Perkembangan Nilai Moral Pada akhir abad ke-20 alat-alat komunikasi yang potensial telah diperkenalkan ke dalam ritualit kehidupan keluarga. 72 . buku bacaan. Hasilnya sangat dramatis. Anak-anak diharuskan mengikuti anjuran yang disarankan. atau memberi arahan kehidupan. Bahkan adegan-adegan yang benar-benar dipandang immoral dilakukan oleh orang-orang yang tampaknya berpendidikan tinggi. Dalam kondisi seperti inilah lembaga pendidikan perlu mengupayakan agar peserta didik mampu menemukan nilai dirinya tanpa harus bertentangan dengan nolai-nilai yang hidup dan berkembang di masyarakat. dan setelah Perang Dunia II datanglah televisi. 4. 1977. anak-anak jadi terbiasa melihat dan menyimak pandangan hidup yang bervariasi. Dengan kata lain. sementara semua orang menonton. seksualitas. Mereka yang menangani pemrograman mulai mengembangkan sesuatu yang dianggapnya dapat menarik dan menyenangkan anakanak. dan kekerasan disuguhkan secara terbuka. Jika nilai memang mewakili cara pandang terhadap kehidupan.Jika anak itu menholak maka dapat dipastikan anak itu diigolongkan tidak taat.orang tua belum meyakini bahwa anak-anak telah menjadi “manusia”. tokoh politik. Dengan kata lain. bahkan banyak diantara pandangan dan nilai kehidupan tersebut dalam kehidupan keluarga tidak akan mereka temui. oleh karena itu dalam media komunikasi mutakhir tentu akan mengembangkan suatu pandangan hidup yang terfokus sehingga memberikan stabilitas nilai pada anak. maupun anak-anak lainnya. setiap orang tentu berharap pentingnya memperhatikan perkembangan nilai anak-anak. “Masalahnya hampir tidak ada seorang pun yang memandang pentingnya membantu anak untu menghilangkan kebingungan yang ada pada pikiran atau kepala mereka. Masih ada kecenderungan untuk menganggap bahwa keyakinan orang dewasa tetap harus dipertahankan anak harus memiliki keyakinan seperti keyakinannya. televisi. koran. Sekarang persoalan pornografi.

atau menyebutkan bahwa anak–anak tidak dapat mengambil pelajaran dari semua kejadian tersebut. horor. Gambar tidak senonoh pun dicetak. dan biasanya mahasiswa akan menunjukkan respons yang sederhana. dengan kondisi keluarga yang broken home. mungkin setiap anak akan dapat mengambil pelajaran tentang makna dari pandangan-pandangan baru dalam kehidupan ini. Pada saat yang bertepatan. seks dan korupsi. Dalam lingkungan pendidikan seperti ini. dalam kondisi orang tua yang bekerja. Sangat mungkin bahwa kontribusi terbesar media-media tadi akan membiasakan pemahaman yang tengah tumbuh pada anakanak seputar mana yang betul dan mana yang salah. Apabila 73 . maka dia akan kehilangan gagasan akhirnya dia akan kebingungan. surat kabar dan majalah pun berubah drastis. Tetapi seperti yang telah dikemukakan. Tatkala anak dipenuhi oleh kebingungan nilai. kesempatan anak dan keluarga untuk berbagi pikir dan perasaan semakin sempit.menyimak dan mencernanya. maka institusi pendidkan perlu mengupayakan jalan keluar bagi peserta didiknya dengan pendekatan klarifikasi nilai. Pengaruh Otak atau Berfikir Terhadap Perkembangan Nilai Moral Kalau kita mengobservasi situasi kelas. mana yang benar dan mana yang palsu. Sudah tentu akan akan memungut sejumlah gagasan atau nilai dari semua ini baik nilai-nilai positif dan termasuk pengaruh negatifnya. dan semua bentuk kejanggalan kehidupan. Ada kecenderungan lain. mereka salah satu atau kedua-duanya keluar seharian. Dalam hal ini. mana yang bermoral dan tidak bermoral. mana yang betul dan mana yang salah. 5. anak tidak akan mampu mengambil manfaat besar dari jutaan pilihan yang tersedia. Jika keluarga dapat membahasnya secara masuk akal dari setiap hal yang disajikan. mana yang adil dan mana yang timpang. peserta didik akan belajar tentang sesuatu yang diinginkan guru/dosen. Buku komik muncul dan penerbit melihat peluang besar dalam segmen pasar anak. isinya lebih banyak menampilkan cerita kriminal. mana yang adil dan mana yang timpang. Buku-buku ini menjadi penyampai cerita kriminal. bahkan muncul layanan iklan yang mempromosikan layanan seksual. dan tentu mengundang orang untuk mencoba melakukannya. akan sering kita temukan perkataan guru/dosen yang menyatakan kepada mahasiswa bahwa “kamu sebaiknya” atau “kamu seharusnya” agar perilaku mereka berubah. tidak bermaksud menyatakan bahwa alternatifalternatif yang ditawarkan harus dihaouskan. Konsekuensinya akan muncul kebingungan dalam kehidupan anak untuk menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. Sekarang pun muncul alat-alat cetak terbaru dengan komputerisasi yang relatif lebih ekonomis. bla anak dihadapkan pada berbagai kemungkinan. mana yang bagus dan mana yang jelek. Tetapi kami ingin mengungkapkan bahwa jika hanya dengan dirinya sendiri.

hlm. 68) : “Pengalaman itu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap proses kematangan. 200. pertimbangan nilai pasti terlibat. Tidak hanya dalam proses seleksi melibatkan proses belajar. hlm. dan makna-makna yang kita ciptakan menentukan bagaimana cara kita berperilaku. moral manusia itu (didasarkan rasionalnya) merupakan inti manusia. meskipun mereka tidak mengkristal hal yang sama. organisasi. Kita belajar dari hal-hal yang kita jalani. dan juga tidak menyimpan “fakta” secara sederhana sebagai referensi masa depan. Dalam konteks pendidikan. namun mereka sama-sama sedang tumbuh dan berubah. dan di mana pun penyelidikan berlangsung akan selalu melibatkan tujuan. Ketika menyusun tugas sebelum siswa/mahasiswa membandingkan dua atau lebih kesatuan. Pada saat itulah langsung tidak langsung seseorang melakukan nilai yang diketahuinya. Bahkan ketika membuat kesimpulan. tetapi juga ketika membuat keputusan. Bahlan menurut aliran rasionalisme seperti yang diungkapkan oleh Immanuel Kant bahwa manusia melalui pemikiran rasional dan kesadaran moral serta keyakinan agamanya dapat digunakan untuk menjelaskan eksistensinya. 39) “Otak kita adalah suatu organ yang sangat mengagumkan untuk menemukan dan menciptakan makna. Argumentasi Kant ini didasarkan bahwa “manusia itu rasional. Dimana pun keputusan diambil. Melalui lingkungan seperti ini. tanpa disadari akan terjadi pertumbuhan atau kematangna. rasional sendiri adalah moral. hlm. Menurut Rath. penyusunan. Atas dasar itu semua orang adalah pencari dan pencipta makna. namun otak tidak bekerja secara sederhana dalam pengertian stimulus respons. 1977. kita terus menerus tumbuh dan tumbuh itu berarti dewasa”. abstraksi.mereka diberi kesempatan untuk berpikir dan memilih responsnya sendiri setiap hari. Jika setiap hari di dalam kelas kita berpikir dan memilih berarti kita setiap hari mengalami. dengan demikian guru/pendidik dapat dan harus membimbing anak melalui proses yang kontinu melalui pengembangan situasi bermasalah yang memperkaya kesempatan berpikir dan memilih. Dalam keadaan terjada maupun tertidur. Berpikir adalah hasil kerja otak. dan inti moral 74 . 68). dan sintesis. Berdasarkan hasil penelitian Gazzaniga (dalam Kama Abdul Hakam. Langkah ini berarti memperluasnya untuk menuju pada sebuah pilihan. (1977. (Rath. “Beberapa tujuan mungkin menunjukkan indikator nilai”. anak akan berpikir lebih menyadari alternatif dan lebih menyadari konsekuensinya. otak kita tetap berusaha membuat pengalaman lahir (outer) dan pengalaman batin (inner)”. dan dalam melakukan pilihan berarti melibatkan nilai. proses berpikir dilakukan untuk mencari fakta tentang persamaan dan perbedaannya. proses berpikir melibatkan analisis. berpikir dimaknai sebagai proses yang berhubungan dengan penyelidikan dan pembuatan keputusan.

maka akan terbentuklah sikap.manusia mencerminkan “kemanusiaan yang benar”. Aturan-aturan (hukum) yang ditentukan secara rasional ini akan memberikan bimbingan moral dan pengetahuan tentang benar dan salah. meskipun diakui bahwa ada pendekatan lain dalam pendidikan nilai yang memiliki orientasi yang berbeda. (dalam kama. hlm. Untuk mengembangkan individu yang mampu memilih tujuan dan keputusan yang baik secara bebas. (yang dapat mengubah keyakinan. hlm. 6. Prinsip dan standar itulah yang disebut dengan nilai. baik informasi itu diterima secara keseluruhan. sehingga manusia pantas diberi derajat yang tinggi melebihi mahluk yang lain. Oleh siapa informasi itu disampaikan (hal ini berhubungan dengan kredibilitas si pembawa informasi) c. hlm. “Sikap adalah serangkaian keyakinan yang menentukan pilihan terhadap objek atau situasi tertentu (Kama. maka Kant menganjurkan tujuan pendidikan sebagai berikut : 1. manusia melalui penyelidikan rasionalnya akan membuktikan prinsip-prinsip yang berlaku secara universal. 61). 60). Dengan demikian. Informasi baru yang dihasilkan. sikap dan nilai) sangat ergantung pada faktor-faktor sebagai berikut : a. diterima sebagian atau ditolak akan menguatkan keyakinan yang telah ada pada individu tersebut. Apabila informasi baru tersebut telah diterima individu serta mengubah atau menguatkan keyakinannya. pendidikan tentang nilai moral yang menggunakan pendekatan berpikir dan lebih berorientasi pada upayaupaya untuk mengklarifikasi nilai moral sangat dimungkinkan bila melihat eratnya hubungan antara berpikir dengan nilai itu sendiri. Bagaimana informasi itu diperkenalkan (proses input) b. Dengan demikian. 2000. (Kama. Untuk mengajarkan proses dan keterampilan berpikir rasional 2. Atas dasar argumen di atas. Pengaruh Informasi Terhadap Perkembangan Nilai Moral Setiap hari manusia mendapatkan informasi. 200. 2000. Serangkaian sikap inilah yang akan mendorong muculnya pertimbangan yang harus dibuat sehingga menghasilkan standar atau prinsip yang bisa dijadikan alat ukur sebuah tindakan. Atas dasar logika rasional inilah manusia akhirnya menentukan serangkaian “rasional imperatif” yaitu aturan-aturan yang menajdi pedoman hidupnya. Dalam kondisi yang bagaimana informasi itu disampaikan atau diterima 75 . 8). informasi ini berpengaruh terhadap sistem keyakinan yang dimiliki oleh individu.

tujuan hukum yang utama dapat direduksi untuk ketertiban (order). Level kesiapan individu untuk menerima informasi baru serta mengubah tingkah lakunya (tahap kematangan individu serta kekayaan pengalaman masa lalunya). akan tetapi dalam kaitan dengan masyarakat. Mochtar Kusumaatmadja (2002. sehingga kebingungan nilai. 2000. Untuk terciptanya keteraturan tersebut diperlukan aturan yang disebut oleh kita hukum. moral. ada yang menyatakan bahwa tujuan hukum adalah keadilan ada juga yang menyatakan kegunaan. kebutuhan terhadap ketertiban ini merupakan syarat 76 .d. C. hlm. MANUSIA DAN HUKUM Disepakati bahwa manusia adalah mahluk sosial. 3) mengatakan “Ketertiban adalah tujuan pokok dan pertama dari segala hukum. tidak jelasnya rujukan dan orientasi moral akan dapat dikurangi. hlm. adalah mahluk yang selalu berinteraksi dan membutuhkan bantuan dengan sesamanya. dan kaidah-kaidah hukum kepada mahasiswa. Hukum dalam masyarakat merupakan tuntutan. misalnya saja pengaruh tuntutan teman sebaya dengan tuntutan aturan keluarga dan aturan agama akan menjadi konflik internal pada individu yang akhirnya akan menimbulkan kebingungan bilaibagi individu tersebut. Level penerimana individu yaitu motivasi individu untuk berubah f. Hukum diciptakan dengan tujuan yang berbeda-beda. konflik moral dan lemahnya supremasi hukum dapat dikritisi. tetapi lebih memfasilitasi mereka agar konflik nilai. mengingat bahwa kita tidak mungkin menggambarkan hidupnya manusia tanpa atau diluar masyarakat. Sejauh mana tingkat disonansi kognitif yang terjadi akibat informasi baru tersebut (yaitu tingkat dan sifat konflik yang terjadi dengan keyakinan yang telah ada) e. ISBD sebagai sebuah studi yang membahas problema sosial dan budaya sebaiknya bukan hanya menambah informasi nilai. dianalisis dna dicari solusinya. apalagi bila informasi itu sama kuatnya maka akan mempengaruhi disonansi kognitif yang sama. ada yang menyatakan kepastian hukum dan lainlain. Maka manusiamasyarakat-hukum merupakan pengertian yang tidak dapat dipisahkan. (Kama. munculnya berbagai informasi. Oleh karena itu. Kebingungan ini bisa diperparah apabila di lembaga pendidikan peserta didik diberi lagi informasi tambahan yang berbeda dengan tiga tuntutan tersebut tanpa memberikan solusi untuk menemukan nilai dirinya. 19). sehingga pemeo “Ubi societas ibi ius (dimana ada masyarakat di sana ada hukum) adalah tepat. Dalam konteks hubungan dengan sesama seperti itulah perlu adanya keteraturan sehingga setiap individu dapat berhubugan secara harmonis dengan individu lain disekitarnya.

merupakan fakta objektif yang berlaku bagi segala masyarakat manusia dalam segala bentuknya”. Bahkan daoat dikatakan ahwa hukum itu merupakan pencerminan dari nikai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. adat kebiasaan. 10) mengatakan “Hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup (the living law) dalam masyarakat. Dengan demikian hukum bida meningkatkan dampak sosial dari moralitas. Untuk itu dalam konteks pengambilan keputusan hukum membutuhkan moral. Hukum hanya membatasi diri dengan mengatur hubungan antar manusia yang relevan. perundang-undangan yang immoral harus diganti. 3) mengatakan bahwa hukum itu sungguh-sungguh merupakan hukum apabila benar-benar dikehendaki diterima oleh kita sebagai anggota masyarakat. Di sisi lain. Meskipun tidak semua harus diwujudkan dalam bentuk hukum. bahkan antara kaidha hukum dengan kaidah lain saling berhubungan yang satu memperkuat yang lainnya. kaidah susila. apabila kita juga betul-betul berpikir demikian sepertiyang dirumuskan dalam undangundang dan terutama juga betul-betul menjadi realitas hidup dalam kehidupan orang-orang dalam masyarakat. dan kaidah moral. Selanjutnya Mochtar Kusumaatmadja (2002. Kualitas hukum terletak pada bobot moral yang 77 . sebab dalam kenyataannya. “mungkin” ada hukum yang bertentangan dengan moral atau ada undang-undang yang immoral. namun hukum dan moral tetap berbeda. HUBUNGAN HUKUM DAN MORAL Antara hukum dan moral terdapat hubungan yang erat sekali. Meskipun hubungan hukum dan moral begiu erat. tidak lepas dari nilai (value0 yang terjadi pada suatu masyarakat. Oleh karena itu kualitas hukum harus selalu diukur dengan norma moral. D. kaidah kesopanan. diperlukan adanya kepastian dalam pergaulan antar manusia dalam masyarakat. meskipun adakalanya kaidah hukum tidak sesuai atau tidak serasi dengan kaidah-kaidah tersebut. … ketertiban sebagai tujuan utama hukum.pokok (fundamental) bagi adanya suatu masyarakat manusia yang teratur. kalau tidak diundangkan atau dilembagakan dalam masyarakat. ada pepatah Roma yang mengatakan “Quid leges sine moribus?” Apa artinya undang-undang kalau tidak disertai moralitas ? Dengan demikian hukum tidak akan berarti tanpa dijiwai moralitas. sebab moral tanpa hukum hanya angan-angan saja. yang berarti terdapat ketidakcocokan antara hukum dengan moral. karena hal itu mustahil. Apa artinya hukum jika tidak dijiwai oleh moralitas. hlm. yang tentunya sesuai pula atau merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut”. Dengan demikian hukum sebagai kaidah sosial. Kaidah hukum sebagai salah satu kaidah sosial tidak berarti mniadakan kaisah-kaidah lain tersebut. hukum akan kosong tanpa moralitas. Dahlan Thaib (2001. Banyak kaidah yang berkembang dan dipatui masyarakat seperti kaidah agama. sebagaimana moral membutuhkan hukum. Untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat ini. moral juga membutuhkan hukum. Kepastian ini bukan saja agar kehidupan masyarakat menjadi teratur akan tetapi akan mempertegas lembaga hukum mana yang melaksanakannya. hlm.

hukum secara lahiriah dapat dipaksakan. ketiga dilihat dari pelaksanaan. keenam dilihat dari waktu dan tempat. sanksi yang berkaitan dengan hukum berbeda dengan sanksi yang berkaitan dengan moralitas. pertama. 119). Hukum untuk sebagian terbesar dapat dipaksakan. hukum tampak kosong dan hampa. namun hukum membatasi diri pada tingkah laku lahiriah saja.menjiwainya. hukum tergantung pada waktu dan tempat. meski hukum dan moral mengatur tingkah laku manusia. namun hukum itu harus diakui oleh negara supaya berlaku sebagai hukum. konsensus dan hukum alam. kedua. Ketiga. Keempat. SAINS. sanksi hukum bersifat yuridis. sedangkan moral berdasarkan hukum alam. Satu-satunya sanksi di bidang moralitas adalah hati nurani yang tidak tenang. hukum memiliki dasar yuridis. Tapi norma etis tidak bisa dipaksakan. membedakan hukum dan moral. Kelima. sedangkan norma moral bersifat lebih subjektif dan akibatnya lebih banyak “diganggu” oleh diskusi-diskusi yang mencari kejelasan tentang yang harus dianggap etis dan tidak etis. Oleh karena itu norma hukum lebih memiliki kepastian dan objektif dibandingkan dengan norma moral. 6). pelanggar akan terkena hukumannya. sedangkan moral secara lahiriah dan terutama batiniah tidak dapat dipaksakan. hukum mengatur kehidupan manusia dalam kehidupan menegara. hlm. PENGERTIAN 1. Bertens yang menyatakan bahwa selain itu ada empat perbedaan antara hukum dan moral. sedangkan moral bersifat otonom datang dari diri sendiri. malu terhadap diri sendiri. Kedua. sedangkan moral menyangkut juga sikap batin seseorang. sedangkan moral secara objektif tidak tergantung pada tempat dan waktu (1990. sedangkan sanksi moral berbentuk sanksi kodrati. artinya dibukukan secara sistematis dalam kitab perundang-undangan. keempat dilihat dari sanksinya. pertama. Moralitas didasarkan pada norma-norma moral yang melebihi para individu dan masyarakat. Sains 78 . MANUSIA. sedangkan moral mengatur kehidupan manusia sebagai manusia. dilihat dari tujuannya. setidaknya seperti diungkapkan oleh K. sanksi lahiriah. (Dahlan Thaib. BAB 7. Meskipun hukum tidak langsung berasal dari negara seperti hukum adat. Tanpa moralitas. Hukum lebih dikodifikasikan daripada moralitas. TEKNOLOGI DAN SENI A. Dengan cara demokratis atau dengan cara lain masyarakat dapat mengubah hukum. dilihat dari otonominya. Namun demikian perbedaan hukum dengan moral tetap jelas. Sedangkan Gunawan Setiardja. tapi tidak pernah masyarakat dapat mengubah atau membatalkan suatu norma moral. Moral menilai hukum dan tidak sebaliknya. batiniah. dilihat dari dasarnya. sedangkan perbuatan etis justru berasal dari dalam. sebab paksaan hanya menyentuh bagian luar. hukum didasarkan atas kehendak masyarakat dan akhirnya atas kehendak negara. hukum bersifat heteronom yaitu datang dari luar diri manusia. menyesal.

sampai pernyataan bahwa teknologi adalah segala hal dan segala hal adalah teknologi. tidak semua ilmu itu boleh dianggap sains. Kata Yunani kuno techne berarti seni kerajinan. sciens. syence. cience. Sains yang diartikan sebagai satu cabang ilmu yang mengkaji sekumpulan pernyataan atau fakta-fakta dengan cara yang sistematik dan serasi dengan hukum-hukum umum melandasi peradaban dunia modern. sains adalah “Ilmu yang teratur (sistematis) yang dapat diuji atau di buktikan kebenarannya. Konsep Teknologi Dalam kepustakaan teknologi terdapat aneka ragam pendapat yang menyatakan bahwa teknologi adalah transformasi (perubahan bentuk) dari alam. Dengan berkembangnya keterampilan seseorang yang menjadi 79 . scyens. teknologi dalam makna subjektif adalah keseluruhan peralatan dan prosedur yang disempurnakan. Kata dasar yang diambil dari kata scientia yang berarti knowledge (ilmu).Sains berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam semesta secara sistematis. scyence. Sains sangat penting untuk perkembangan dan kemajuan kemanusiaan dan teknologi. scyense. Yang dimaksud ilmu sains adalah ilmu yang dapat diuji (hasil dari pengamatan sesungguhnya) kebenarannya dan dikembangkan secara bersistem dengan kaidah-kaidah tertentu berdasrkan kebenaran atau kenyataan semata sehingga pengetahuan yang dipedomani tersebut boleh dipercayai. kimia. Istilah teknologi berasal dari kata techne dan logia. Tetapi. Menurut Kamus Umum Bahsa Indonesia. dan bukan hanya kumpulan pengethauan yang berupa fakta-fakta . scians. Menurut Medawar (1984) sains (dari istilah Inggris Science) berasal dari kata : sienz. 2. melalui eksperimen secara teori. Dari techne kemudian lahirlah perkataan technikos yang berarti seseorang yang memiliki keterampilan tertentu. Sains memberi penekanan pada sumbangan pemikiran manusia dalam menguasai ilmu pengetahuan itu dan ini terdapat dalam seluruh alam semesta. biologi)” Pendidikan sains menekankan pada pengalaman secara langsung. scienc. teknologi adalah realitas/kenyataan yang diperoleh dari dunia ide. prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. ciens. berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata (misal fisika. Sains merupakan satu proses untuk mencari dan menemui sesuatu kebenaran melalui pengetahuan (ilmu) dengan memahami hakekat mahluk. konsep-konsep. untuk menerangkan hukum-hukum alam. Proses mencari kebenaran secara mencari jawaban kepada persoalan-persoalan secara sistematik yang dinamakan pendekatan saintifik dan ia menjadi lndasan perkembangan teknologi yang menjadi salah satu unsur terpenting peradaban manusia.

Adapun tiga macam teknologi yang sering dikemukakan oleh para ahli. Perluasan arti itu berjalan terus sehingga sampai pertengahan abad ini muncul perumusan tehnologi sebagai sarana dan aktivitas yang dengannya manusia berusaha mengubah atau menangani lingkunganya. keterampilan itu lalu menjadi teknik. dan ide disamping alat-alat dan mesin-mesin. Teknologi Madya Jenis tehnologi madya ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a) Padat karya b) Dapat dikerjakan oleh keterampilan setempat c) Menggunakan alat setempat d) Berdasarkan alat penelitian c. istilah teknologitelah dipakai secara umum dan menerangkan suatu rangkaian sarana. dalam pengertian bahwa penerapan itu menuju pada perbuatan atau perwujudan sesuatu.semakin tetap karena menunjukkan suatu pola. Teknologi Tradisional Teknologi ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a) Bersifat padat karya (banyak menyerap tenaga kerja) b) Menggunakan keterampilan setempat c) Menggunakan alat setempat d) Menggunakan bahan setempat e) Berdasarkan kebiasaan atau pengamatan Demikianlah teknologi adalah segenap keterampilan manusia 80 . langkah dan metode yang pasti. Kecenderungan ini pun mempunyai suatu akibat dimana kalau tehnologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengethaun. dalam perwujudan tersebut maka dengan sendirinya setiap jenis teknologi / bagian ilmu pengetahuan dapat ada tanpa berpasangan dengan ilmu pengetahuan dan pengetahuan akan ilmu pengetahuan yang menjadi pasangannya. Teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan. proses. Ini merupakan suatu pengertian yang sangat luas karena setiap sarana perlengkapan maupun kultural tergolong suatu teknologi. Sampai pada permulaan abad XX ini. yaitu : a. Teknologi Modern Jenis tehnologi modern ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a) b) c) d) Padat modal Mekanis elektris Menggunakan bahan impor Berdasarkan penelitian mutakhir dan lain-lain b.

MAKNA SAINS. tetapi setiap orang akan berusaha dalam setiap langkah untuk 81 . teknologi gedung (metalurgi). B. 2) Penggunaan teknologi hutan. 3. di bidang pertanian untuk memperbaiki bibit. Oleh karena itu budi bahaa adalah suatu seni. dan lain-lain. Seni Janet Woll mengatakan bahwa seni adalah produk sosial. dimana zat ini dapat dimanfaatkan untuk maksud damai. industri kayu lapis/bahan bangunan. berfungsi untuk tempat penyimpanan air. DAN SENI BAGI MANUSIA 1. Adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan cabang ilmu pengetahuan baru antara lain : teknik modern. kita dapat memperoleh hasil misalnya : 1) Penggunaan teknik nuklir. lukis. orang dapat membuat reaktor nuklir yang dapat menghasilkan zat-zat radio aktif. untuk mendapatkan energi tinggi. Misalnya unuk keperluan bidang kesehatan (sinar rontgen). keindahannya. TEKNOLOGI. Sedangkan menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia. Dan setiap orang tidak ingin mengalami kesulitan. seperti kita ketahui. objek pariwisat. Dengan menggunakan cabang-cabang ilmu pengetahuan baru tersebut. Secara lebih umum dapatlah bahwa teknologi merupakan suatu sistem penggunaan berbagai sarana yang tersedia untuk mencapai tujuantujuan praktis yang ditentukan. teknologi transportasi dan lain-lain. seni adalah keahlian membuat karya yang bermutu (dilihat dari segi kehalusannya. Perkembangan Teknologi Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat mendatangkan kemakmuran materi. dimana pihak kesatu secara terarah membimbing perkembangan kemampuan dan kepribadian pihak kedua secara manusiawi yaitu orang per orang. Sudah menjadi sifat dari kebanyakan manusia bila telah terpenuhi satu keinginan maka akan timbul keinginan yang lain atau menambah apa yang telah tercapai. dan sebagainya) seperti tari. ukir dan lain-lain. teknologi ilmu. Maka konsep pendidikan yang memerlukan ilmu dan seni ialah proses atau upaya sadar antara manusia dengan sesama secara beradab.menggunakan sumber-sumber daya alam untuk memecahkan masalah – masalah yang dihadapinya dalam kehidupan. hutan mempunyai banyak fungsi kertas.

mendapatkan kemudahan. Misalnya antara lain : 1) Dengan teknik modern. Alat rumah tangga elektronik mempermudah ibu-ibu rumah tangga dalam melaksanakan tugasnya. Hal itu hanya dapat berjalan jika negara tersebut masyarakatnya telah dapat memanfaatkan teknologi yang dikembangkan di negara maju dan dipakai oleh negara yang sedang berkembang. Iptek dan Nilai Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bergerak sangat cepat. mengelola dan senantiasa menyesuaikan dengan teknologi-teknologi dan ilmu pengetahuan yang baru. seperti OHP. TV. dan lain-lain. akan merasa bahwa teknologi hanya akan menghabiskan sumber-sumber daya alam. yang dapat mempermudah para pendidik dalam melaksanakan tugasnya. Dalam menghadapi era teknologi modrn dan industrialisasi. Kesadaran yang timbul di negara Barat mengenai akibat-akibat yang ditimbulkan teknologi memang dapat dimengerti. petani mendapatkan kemudahan dalam memperoleh air. Bendungan dapat dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik. Dalam menghadapi Iptek masyarakat Indonesia harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan memanfaatkannya. maka dituntut adanya keahlian untuk menggunakan. 2) Dengan teknik modern dapat dibuat bermacam-macam media pendidikan. 2. Hal ini karena dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan : 1) Tersedianya sarana dan prasarana penunjang kegiatan ilmiah 2) Meningkatnya kemakmuran materi dan kesehatan masyarakatnya. film setrip. Oleh karena itu perlu sekali negara berkembang mempercepat proses pemindahan teknologi. Pengetahuan dan teknologi memungkinkan terjadinya perkembangan keterampilan dan kecerdasan manusia. pembawa polusi atau pencemaran dan mengakibatkan terjadinya pengangguran. 82 . Kemudahan itu didapatkan antara lain dengan penerapan perkembangna ilmu pengetahuan alam dan teknologi. slide. Selain itu sikap mental dan nilai hidup yang harus mengarah terhadap nilai tersebut. Mereka mulai mempersoalkan nilai-nilai yang dipakai oleh masyarakat di negara berkembang sebaiknya dapat dimanfaatkan. Namun di pihak lain baik negara maju maupun negara berkembang. dari teknik mengendalikan aliran air sungai. sehingga perlu ditanggapi dan dipersiapkan dalam menghadapinya sesuai dengan kebutuhan pembangunan.

alat pengolah hasil pertanian dan alat penyemprot hama. Dalam pertanian. antara lain : 1. sehingga dalam kegiatan kehidupannya tersedia berbagai kemudahakan. ayam broiler. - C. MANUSIA SEBAGAI SUBJEK DAN OBJEK IPTEK Berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia dapat menciptakan alat-alat serta perlengkapan yang canggih untuk berbagai kegiatan. alat pemotong dan penanam. sehingga produksi pangan dapat ditingkatkan Teknik-teknik pemuliaan dapat meningkatkan produksi pangan. perikanan • bidang dan Mampu menciptakan alat pertanian yang maju seperti traktor. Software aspect. Produksi pupuk buatan dapat membantu menyuburkan tanah. ayam ras.Teknologi dapat membawa bencana. Teknologi mempunyai dua komponen utama. teknologi tersebut dapat menolong mereka dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Hal ini memungkinkan manusia dapat melakukan kegiatan dengan lebih efektif dan efisien. yaitu : Hardware aspect. sebaliknya juga telah terbukti bahwa bagi mereka yang dapat memanfaatkannya. demikian juga dengan produksi pestisida dapat memungkinkan pemberantasan hama lebih berhasil. • • 83 . Dengan alat-alat tersebut diharapkan manusia dapat menggunakan waktu dan tenaga lebih efektif dan efisien. Dengan ilmu dan teknologi tumbuhlah berbagai industri yang hasilnya dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang. peternakan. meliputi sumber informasi yang memberikan penjelasan mengenai hal-hal peralatan fisik atau material tersebut. Dengan teknik pemuliaan yang semakin canggih dapat ditemukan bibit unggul seperti jenis pada VUTW (varietas unggul tahan wereng). kelapa hibrida. meliputi peralatan yang memberikan bentuk pola teknologi sebagai objek fisikal atau material.

Dalam bidang telekomunikasi Manusia telah membuat televisi. Nuklir Meledaknya bom di Hirosima dan Nagasaki mengakhiri Perang Dunia II. bermacam-macam obat. Dan dapat menurunkan angka kematian dan mortalitas. daging dan teknik pengolahan lainnya. dan perusakan. Dalam pertahanan keamanan bidang dan Manusia telah mampu menciptakan alat atau persenjataan yang sangat canggih. Budi daya hewan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan manusia 2. radio. buah-buahan. penggunaan benda radioaktif untuk pengobatan dan mendiagnosis berbagai penyakit. DAMPAK PENYALAHGUNAAN IPTEK BAGI KEHIDUPAN Permasalahan yang timbul akibat dari adanya kemajuan teknologi adalah adanya dampak-dampak negatif yang disebabkan oleh kemajuan teknologi tersebut diantaranya : 1. akhirnya perang untuk menghentikan kekejaman. 3. seperti pengalengan ikan. sehingga berbagai penyakit dapat dengan segera disembuhkan. sehingga dapat mempertahankan keamanan wilayahnya dengan baik. Sayangnya senjata itu digunakan secara semena-mena. Dalam kedokteran kesehatan bidang dan • Dengan hasilnya manusia menciptakan alat-alat operasi mutakhir. sehingga penggunaan waktu sangat efisien. telepon yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan cepat dalam waktu yang singkat manusia dapat memperoleh informasi dari daerah yang sangat jauh. 4. • • Teknik mutasi buatan dapat menghasilkan buahbuahan yang besar serta tidak berbiji Teknologi pengolahan pascapanen. Contoh obat yang mengandung unsur radioaktif adalah isoniazid yang mengandung c radioaktif. D. sangat efektif dan menyembuhkan penyakit TBC. penghancuran. Pada waktu itu banyak korban 84 .sapi perah dan bermacam-macam jenis unggul lainnya.

sehingga merusak sel tubuh. berupa kepulan asap. pencemaran udara dan rusaknya lahan lahan akibat pertambangan Kegiatan transportasi. dalam bentuk limbah. Polusi Adanya bahan polusi atau polutan dapat merusak lingkungan. juga dalam bentuk kepulan asap. Bahaya yang ditimbulkan adalah radiasi yang ditimbulkan oleh sinar alpha. kebisingan dari kendaraan bermotor. pencemaran buangan-buangan penambangan. pestisida. Efek yang ditimbulkan oleh radioaktif adalah terjadinya perubahan struktur zat serta pola reaksi kimianya. berupa terjadinya kerusakan instalasi. tumpahan-tumpahan bahan bakar kendaraan bermotor terutama minyak bumi dari kapa tanker. Bila hal ini terjadi pada gen maka gen akan menyebabkan terjadinya mutasi gen yang berakibat kanker. Kadarnya melebihi batas normal Berada pada tempat yang tidak semestinya Berada pada waktu yang tidak tepat Merusak untuk sementara. karena radiasi akibat senjata nuklir masih dapat dirasakan sampai sekarang. naiknya suhu udara kota. zat-zat buangan berbahaya seperti logam-logam berat. Kegiatan pertanian. beta dan gamma serta partikel neutron lainnya hasil pembelahan inti. kebocoran. dan setelah bereaksi dengan zat lingkungannya. terutama akibat dari residu pemakaian zat-zat kimia yang memberantas hama seperti insektisida. herbisida. Penyebabnya adalah debu-debu radioaktif yang berasal dari bom nuklir serta reaktorreaktor atom. Kegiatan pertambangan. tapi kejadian tidak berhenti di situ. air buangan panas. 2. kebisingan suara. zat radioaktif. tidak merusak lagi Merusak setelah jangka waktu tertentu Yang langsung mengganggu kesehatan manusia • • • Suatu zat dikatakan polutan bila : • • • • • • Sifat-sifat polutan antara lain : Bencana polusi dapat dibagi menjadi 4 : 85 . Timbulnya pencemaran tentu erat kaitannya atau disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia antara lain : • Kegiatan-kegiatan industri.berjatuhan. demikian pula dengan pupuk organik.

sehingga menurunkan porositas tanah Zat-zat limbah industri Berbagai sampah organik yang dibuang ke sungai. seperti onggokan pupuk kandang dan selokan mampet Efek tak langsung terhadap masyarakat. usaha pertambangan minyak bumi di wilayah lepas pantai. penebangan hutan yang berlebihan • Pencemaran lingkungan dapat berupa : • • • • Pencemaran air dan tanah Pencemaran udara Pencemaran suara Pencemaran benda-benda radioaktif a. kolam atau parit akan mengalami pembusukan. Pencemara n air dan tanah • Zat kimia seperti limbah industri.• • Efek tak langsung pada manusia. • • • • • Sifat-sifat DDT : • Bila masuk ke dalam tubuh organisme tidak 86 . Terjadinya pembusukan yang berlebihan di perairan akan menyebabkan terjadinya penimbunan senyawa DDT merupakan insektisida yang dahulu banyak digunakan petani untuk memberantas hama tanaman dan serangga penyebar penyakit lainnya. misalnya. Untuk proses ini bakteri pembusuk memerlukan banyak O2. pupuk buatan dan detergen dapat berakibat buruk terhadap tanaman dan tumbuhan serta organisme lainnya Sampah plastik tidak dapat hancur. misalnya efek korosif dari polusi udara atas gedung-gedung Efek langsung yang mengancam kualitas kehidupan manusia.

stres dan lain-lain d. Pencemara n udara Pencemaran udara terutama disebabkan oleh pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna dari pabrik.dapat diuraikan lagi • Larut dalam lemak dan dapat berpindah ke organisme lainnya melalui aliran materi dalam rantai makanan Dapat merusak jaringan Bila masuk ke tubuh dapat menghambat proses pengapuran cangkang telur Dapat menimbulkan kelelahan dan kejangkejang otot b. NO. batu bara dan lain sebagainya. Asap rokok juga merupakan polutan. NO2. c. CO2. Gas-gas yang merupakan pencemar udara adalah CO. baik bagi si perokok sendiri maupun orang-orang disekitarnya. minyak. Satuan kekuatan suara adalah desibel (dB). Pencemara 87 . SO dan SO2. Percakapan normal 40 dB. gangguan jantung. seperti : • • • Perubahan tekanan darah Perubahan denyut nadi Kontraksi perut. Pencemara n suara Penyebabnya adalah suara yang bising terus-menerus. Gangguan yang timbul terutama pada sistem pendengaran yang selanjutnya dapat mempengaruhi sistem lainnya. • • • • • Keributan = 80 dB = 105 dB = 150 dB Suara kereta api = 95 dB Mesin motor 5 PK Petir = 120 dB • • • Pesawat jet lepas landas Suara berkekuatan 80 dB sudah menimbulkan gangguan.

• • • • Memberi anak yang baik pada pasangan yang tidak mempunyai anak. kemajuan kehidupan di kota-kota besar membawa pengaruh yang sangat cepat terhadap kehidupan di pedesaan. misalnya tentang peran relatif pengaruh lingkungan dan genetika pada genotipus manusia Memperoleh orang dalam jumlah banyak untuk pekerjaan yang sama dengan ciri-cirinya • • • Namun ada pula dampak yang kurang baik yaitu dengan karena hal-hal tersebut di atas banyak yang belum menyetujui dan banyak yang menentang akan adanya kloning tersebut. maka dimungkinakn rekaysa duplikasi atau multiplikasi manusia secara seksual dengan klonasi. Hal ini dalam satu segi membawa pengauh yang kurang baik. yaitu penduduk pedesaan menjadi konsumtif adanya perubahan kebudayaan yang kurang baik terhadap para muda mudinya.n Sosial dan Budaya Kemajuan teknologi pada kota-kota besar sangat berpengaruh sekali terhadap kehidupan di kota. Menyediakan jaringan atau organ fetus untuk transplantasi Mengganti anak yang mati muda dengan anak yang sama ciri-cirinya Sebagai bagian dari eugenetika positif dengan membuat genotipus yang dianggap unggul sebanyak-banyaknya Merealisasi teori dan memuaskan ras ingin tahu ilmiah Memperoleh sampel dengan genotipus yang sama untuk penelitian. 3. Tujuan klonasi dapat dirangkum seperti tersebut di bawah ini. bagaimanapun manusia sebagai mahluk ciptaanNya tidak akan mampu menandingi Sang Penciptanya. ia dapat berbuat macam-macam yang merugikan spesies manusia dalam jangka panjang. selain itu pada segi agama pun sudah barang tentu bertentangan. karena kita menentang akan kodrat kita sendiri. Penduduk di pedesaan ingin mengikuti dan merasakan hasil kemajuan tersebut. Jika wewenang kloning jatuh ke tangan diktator. Klonasi / Kloning Dengan kemajuan dalam bidang genetika dan biologi reproduksi. 88 .

Efek Rumah Kaca Efek rumah kaca ini disebabkan oleh adanya pencemaran udara yang banyak mengandung zat-zat yang dapat mengubah suhu udara. yaitu dengan adanya efek rumah kaca.4. begitu seterusnya. Yang di mana dengan adanya efek rumah kaca ini sinar ultra violet yang dapat membahayakan manusia tidak akan disaring lagi oleh lapisan ozon. Karena dengan adanya pencemaran udara akan menyebabkan pemanasan global. sehingga akan langsung menuju bumi dan selanjutnya akan diam dan bersirkulasi di bumi. 89 .

terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan riil. serta terkait serta berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik itu positif mauun negatif. 2. mencari penghidupannya. meskipun sering kali nama ekologi tidak disebut. B. nomos adalah bahasa Yunani yang berarti hukum atau aturan. pertumbuhan. mengalami kelahiran. dan mati dan seterusnya. Pengertian Lingkungan Lingkungan adalah suatu media di mana mahluk hidup tinggal. dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan mahluk hidup yang menempatinya. misalnya : Ekologi ialah cabang biologi yang mempelajari hubungan timbal balik manusia dengan lingkungannya Ekologi ialah studi ilmiah tentang interaksi yang menentukan penyebaran dan kepadatan mahluk hidup Ekologi adalah Biologi Lingkungan - - Bertolak dari definisi “Ekologi ialah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya”.BAB 8. maka kita dapat mengambil sudut pandang ekologi untuk membahas kajian 90 . dalam ekonomi banyak dibicarakan materi ekologi. Jadi secara harfiah ekologi berarti ilmu kerumahtanggaan. Memang dalam ekologi banyak terlibat ekonomi dan sebaliknya. Pengertian Ekologi Ekologi terdiri atas dua suku kata Yunani yaitu oikos yang berarti rumah tangga. perkembangan. PENGERTIAN MANUSIA DAN LINGKUNGAN 1. Kita mengenal beberapa definisi untuk ekologi. Pengertian Manusia Manusia adalah mahluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam. dan logos yang berarti firman atau ilmu. MANUSIA DAN LINGKUNGAN A. KORELASI ANTARA MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN 1. Ilmu ini mirip dengan ekonomi yang secara harfiah berarti ilmu dan aturan rumah tangga.

Cahaya. Air. maupun air yang berbentuk sebagai uap yang menentukan kelembaban dari udara. Lingkungan Hidup Manusia Manusia hidup. Tanah ini juga merupakan tempat tinggal manusia dan hewan-hewan. dimana tumbuhan memperoleh bahan-bahan makanan atau mineral-mineral untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. tumbuh dan berkembang dalam lingkungan alam dan sosial-budayanya. yang besar pengaruhnya bagi banyaknya mahluk hidup yang hidup di darat. Udara atau gas-gas yang membentuk atmosfer. Ada ilmu yang disebut sosiologi manusia. merupakan juga faktor lingkungan yang sering besar - - - 91 . baik sebagai tempat tinggal mahluk-mahluk hidup yang tinggal di dalam air. Termasuk juga mislanya gas-gas yang kemudian larut dalam air yang diperlukan oleh mahluk yang hidup di dalam air.manusia dan lingkungan dengan disokong oleh segi kepentingan manusia. dan ada ilmu ekologi manusia. Dalam ekosistem terdapat komponen biotik dan abiotik. bahasa Yunani anthropos berarti manusia. yaitu oleh manusia untuk manusia. gas karbon dioksidanya diperlukan tumbuhan untuk proses fotosintesis. Komponen biotik pada umumnya merupakan faktor lingkungan yang mempengaruhi mahluk-mahluk hidup diantaranya :: Tanah yang merupakan tempat tumbuh bagi tumbuh-tumbuhan. Dalam lingkungan alamnya manusia hidup dalam sebuah ekosistem yakni suatu unit atau satuan fungsional dari mahlukmahluk hidup dengan lingkungannya. Oksigennya diperlukan untuk bernapas. 2. terutama cahaya matahari banyak mempengaruhi keadaan mahluk hidup Suhu atau temperatur. Pendekatan ini disebut pendekatan antroposentris.

Termasuk ke dalam kelompok ini yaitu hewan-hewan dan manusia. merupakan kelompok mahluk hidup yang menggunakan atau makan zatzat organik atau makanan yang dibuat oleh produsen. Konsumen. Termasuk kelompok ini misalnya. umumnya merupakan mahluk-mahluk hidup yang dapat melakukan proses fotosintesis. konsumen dan pengurai baik di darat. Tiap mahluk hidup mempunyai batasbatas pada suhu di mana mereka dapat tetap hidup. Oleh pekerjana pengurai ini zatzat organik yang terdapat dalam sisa-sisa atau mahluk hidup yang sudha mati itu. Populasi. Dengan demikian zat-zat anorganik ini dapat digunakan kembali oleh produsen untuk membentuk zat-zat organik atau makanan. menurut batasan 92 . Sedangkan komponen biotik diantaanya adalah : Produsen. terurai kembali menjadi zat-zat anorganik. dengan keadaan – keadaan tertentu. kebanyakan bakteri dan jamur-jamur.pengaruhnya terhadap kebanyakan mahluk hidup. kelompok inlah yang merupakan mahluk hidup yang dapat menghasilkan makanan dari zat-zat anorganik. Pengurai adalah mahluk hidup atau organisme yang menguraikan sisa-sisa atau mahluk hidup yang sudah mati. Selain itu di dalam lingkungan terdapat faktor-faktor berikut ini : Rantai makanan yakni siklus makanan antara produsen. laut maupun udara Habitat dimana setiap jenis mahluk hidup memiliki tempat hidup tertentu. Termasuk kelompok ini adalah tumbuhan yang memiliki klorofil.

laut dan udara.- - dalam ekologi populasi aalah jumlah seluruh individu dari jenis spesies yang sama pada waktu tertentu. mereka hidup dari hasil perburuan. kita akan melihat adanya usaha dari manusia untuk menyempurnaan serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya. kematian mengurangi besarnya populasi. Komunitas. Biosfer. semua populasi dari semua jenis mahluk hidup yang saling berinteraksi di suatu daerah disebut komunitas. dan hidup mengembara dalam kelompok-kelompok kecil dan tinggal di gua-gua. Rumah rumah mereka pada saat itu 93 . mencari buah-buahan serta umbi-umbian yang terdapat di hutan-hutan. komunitas bersamasama dengan faktor – faktor abiotik di tempatnya membentuk ekosistem. Akan tetapi lambat laun dengan bertambahnya jumlah populasi mereka. Seluruh ekosistem di permukaan bumi inilah yang disebut dengan biosfer. Bila binatang buruan mulai berkurang mereka berpindah mencari tempat yang masih terdapat cukup binatang-binatang buruan sebagai bahan makanan. Mereka belum mengenal perihal bercocok tanam atau bertani. Ekosistem-ekosistem ini terdapat di seluruh permukaan bumi baik di darat. Adapun faktor-faktor yang menentukan besarnya populasi adalah . cara hidup semacam itu tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. demi kelangsungan hidup jenisnya. Pada saat manusia hidup mengembara. Kelahiran menamah besarnya populasi. yaitu dengan membuka hutan untuk dibuat ladang yang ditanami dengan umbi-umbian atau tanaman lain yang telah dikenalnya sebagai bahan makanan. Kemudian mereka mulai mengenal cara bercocok tanam yang masih sangat sederhana. Ekosistem – ekosistem ini berhubungan satu sama lain dengan idak ada batas tegas antara satu ekosistem dengan ekosistem lainnya. PADA ALAM LINGKUNGAN C. perpindahan keluar mengurani populasi sedangkan perpindahan kedalam menambah populasi. PENGARUH HIDUPNYA MANUSIA Jika kita menelusuri kembali sejarah peradaban manusia di bumi ini.

di tepi sungai. Bahkan lebih daripada itu. Perubahan alam lingkungan hidup manusia tampak jelas di kota-kota. mereka berpindah mencari tempat baru yang masih memungkinkan hutan untuk dijadikan tempat tinggal serta ladangnya. Disini manusia mulai mengetahui sifat-sift alam lingkungan hidupnya. Oleh karena itu sumber daya alam tersebut dikatakan sebagai 94 . - Sumber alam biotik mempunyai kemampuan memperbanyak diri atau bertambah. Selain bercocok tanam mereka mulai memelihara binatang-binatang. Yang tergolong ke dalam sumber alam ini adalah semua mahluk hidup. bahan-bahan galian. dan berpengaruh tidak baik karena dapat mengurangi kemampuan alam lingkungan hidupnya untuk menyokong kehidupannya. dibandingkan dengan di hutan rimba di mana penduduknya masih sedikit serta primitif.terbuat dari kayu yang beratap daun-daunan. dan bahan-bahan tambang lainnya. dan hewan-hewan menghasilkan keturunannya dengan telur atau melahirkan. Tampaklah di sini manusia sedikit demi sedikit mulai menyesuaikan diri pada alam lingkungan hidupnya. Bila kesuburan tanah tidak memungkinkan lagi untuk memperoleh panen yang mencukupi kebutuhan. Berpengaruh bagi manusia karena manusia mendapatkan keuntungan dari perubahan tersebut. atau danau. mereka mulai dapat bercocok tanam secara lebih baik. hutan. D. misalnya dengan ditemukannya sistem bersawah dan lain-lain. Yang tergolong ke dalam sumber alam abiotik adalah tanah. Dan akhirnya mereka hidup menetap dan hasil pengalamannya. air. mineral. SUMBER ALAM Sumber alam dapat digolongkan ke dalam dua bagian yakni : Sumber alam yang dapat diperbarui (renewable resources) atau disebut pula sumber-sumber alam biotik. misalnya dengan ditemukannya sistem bersawah dan lain-lain pengalamannya. hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan. Perubahan alam lingkungan hidup manusia akan berpengaruh baik secara positif ataupun secara negatif. Dan dalam mencari tempat mereka memilih tempat yang dekat dengan mata air. Sumber alam yang tidak dapat diperbarui (nonrenewable resources) atau disebut pula sebagai golongan sumber alam abiotik. Misalkan tumbuhan dapat berkembang biak dengan biji atau spora. manusia telah mengubah semua komunitas biologis di tempat mereka hidup. mereka mulai dapat bercocok tanam secara lebih baik.

Malaysia. 1. industri. Hasil pertanian tersebut dapat ditingkatkan baik dengan cara memperluas areal pertanian maupun dengan meningkatkan hasil tanah pertanian yang sudah ada. Bijaksana dalam penggunaan berarti memperhatikan siklus hidup sumber aam tersebut. Dalam hal ini manusia memiliki kemampuan lebih besar dibandingkan organisme lainnya. Jepang misalnya sudah tidak mungkin lagi memperluas areal pertanian. Sedangkan dalam intensifikasi pertanian. flora. dan sebagainya. penggunaan pupuk. Dengan adanya kemajuan dalam bidang pertanian. Lain halnya dengan sumber alam abiotik yang tidak dapat memperbarui dirinya. jangan berharap bahwa jenis tersebut dapat muncul kembali. fauna. penggunaan pestisida dan bibit unggul. dan diusahakan jangan sampai sumber alam itu musnah. Dari tahun 1920-1960 Jepang dan kehilangan tanah pertanian rata-rata seluas 49 ribu acre/tahun. irigasi. Tentunya kesemuanya ini tergantung pada cara-cara manusia menggunakan kedua jenis sumber alam tersebut. Filipina. Penggunaan Sumber-sumber Alam Manusia memandang alam lingkungan dengan bermacam-macam kebutuhan dan keinginan. Burma. Semuanya itu memerlukan modla besar. mengusahakan panenan lebih dari satu kali per tahun. Di beberapa negara yang sedang berkembang seperti Thailand. a. Manusia bergulat dan bersaing dengan spesies lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Memang benar di dalam bumi kini masih terjadi pembentukan bahan-bahan tersebut namun pembentukannya sangatlah lambat sehingga apa yang dibentuk berabad-abad lamanya hanya dapat mengimbangi apa yang kita gunakan selama satu tahun. batu bara atau bahan-bahan lainnya telah habis digunakan manusia. Tetapi dalam pelaksanaan sangat lambat karena terbatasnya modal. karena adanya pertambahan penduduk yang pesat. terutama pada penggunaan sumber-sumber alamnya.sumber alam yang masih dapat diperbarui. maka habislah bahan-bahan tambang tersebut. Bila sumber minyak. sekali suatu jenis spesies di bumi musnah. Adapun panen 95 . Sebab. Berbagai cara telah dilakukan manusia dalam menggunakan sumber-sumber alam berupa tanah. air. serta mekanisasi alat-alat pertanian. penggunaan tanah untuk pertanian dapat digunakan secara efisien untuk meningkatkan hasil pertanian. Indonesia masih ada kemungkinan perluasan areal pertanian. bila manusia menggunakannya secara bijaksana. Sumber alam biotik dapat terus digunakan atau dimanfaatkan oleh manusia. untuk memperoleh hasil yang tinggi ditempuh beberapa cara antara lain. Seyogyanya manusia menggunakan baik sumber daya biotik dan abiotik secara tepat dan bertanggung jawab. bahkan kemungkinan kurang dari itu. Pertanian dan Tanah Tanah permukaan (top soil) mengandung kadar unsur-unsur bahan makanan yang begitu tinggi dan siap digunakan olh tanaman. jalan-jalan. bahan-bahan galian dan sebagainya. banyak tanah-tanah digunakan untuk perumahan.

di danau. Korea. maka hutan dapat digolongkan ke dalam dua golongan yakni : hutan pelindung. di sungai. telah menggunakan pupuk 10 juta ton pada tahun 1960/1961. Pemakaian ini cenderung akan meningkat terus dan demikian juga dengan bahan tambang lainnya. Eropa Barat yang hanya mempunyai 6% dari seluruh pertanian biji-bijian di dunia. di lautan. yaitu hutan yang disengaja ditanami jenis-jenis kayu yang dapat diungut hasilnya. Air Air sebagai salah satu sumber alam yang terdapat di manamana di bumi. PERMASALAHAN . di bawah tanah dan udara sebagai uap air yang kesemuanya meliputi 4/5 bagian seluruh permukaan bumi.PERMASALAHAN YANG TIMBUL 1. Dengan cara-cara tersebutlah manusia selangkah demi selangkah memperbaiki cara-cara bertani dan hasil panen untuk memenui kebutuhan bahan pangan yang selalu meningkat. Bahan Tambang Begitu banyak mineral dan bahan tambang lainnya yang dapat digali dan ditemui serta dimanfaatkan secara seimbang dalam kehidupan manusia. dan air tanah. selain itu hama juga dapat dengan mudah dibasmi dengan insektisida. E. c.lebih dari satu kali setahun telah berhasil di Taiwan. merupakan hutan yang sengaja diadakan untuk melindungi tanah dari erosi. Seyogyanya manusia menggunakan air dengan baik dan berusaha mencegahnya dari pencemaran-pencemaran yang mengganggu berjalnnya fungsi vital air dalam kehidupan manusia. b. dan pestisida. Pemakaian baja di dunia pada tahun 1967 diperkirakan mencapai 144 kilogram per kapita. Golongan kedua adalah hutan penghasil atau hutan produksi. misalnya hutan Pinus. herbisida. d. Hutan Kalau kita tinjau dari segi peranan hutan. Demikian juga penggunaan pupuk di dunia cenderung meningkat terus. Di Amerika pada tahun yang sama diperkirakan mencapai 568 kg per kapita. damar dan sebagainya. Sedangkan peranan mekanisasi alat-alat pertanian dapat mempertinggi hasil pertanian. Masalah Erosi dan Banjir Erosi merupakan gejala alamiah dan sering kali pula disebut 96 . Maka dari itu kita harus menemukan cara untuk menggunakannya setepat dan sehemat mungkin mengingat bahan tambang adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. dan Jepang di mana 50%-60% tanah pertanian menghasilkan panen dua kali per tahun. kehilangan humus.

Hal tersebut bisa mengakibatkan sianosis pada anak-anak. Hal tersebut dalam tingkat tertentu sangat berbahaya bagi manusia karena bisa mengakibatkan ketulian. Peristiwa erosi ini juga dipercepat dengan adanya penggunaan tanah yang tidak tepat oleh manusia. hal tersebut bisa diperoleh dari beraga. Pencemaran Tanah Sampah-sampah industri pertanian yang menggunakan pupuk buatan telah menyebabkan pencemaran tanah. Sungai saat ini manusia masih terus menebang hutan-hutan yang tidak diimbangi dengan penanaman kembali pohon-pohon yang telah ditebang. c. Pencemaran Udara Pencemaran udara terjadi saat komponen udara berada dalam jumlah di atas ambang normal dan membahayakan lingkungan. d. herbisida dan insektisida yang digunakan manusia dalam pertnaian dan sebagainya. b.sebagai erosi geologi. Misalkan melalui pembuangan limbah pabrik. Tentunya hal tersebut merugikan bagi lingkungan. 3. Kehutanan Hutan merupakan kekayaan Indonesia yang tidak ternilai harganya. Sepanjang daerah khatulistiwa. hutan di Indonesia 97 . Pencemaran Suara Kebisingna yang terjadi di kota-kota sebagian akibat dari berbagai jenis suara yang dikeluarkan mesin-mesin atau kendaraan-kendaraan yang jumlahnya semakin meningkat secara tidak terkontrol. Pencemaran Air Bahan-bahan pencemar dapat tercampur dengan air dalam banyak cara secara langsung dan tidak langsung. Sampah-sampah tersebut adalah bahan-bahan kimia yang bila terkumpul dalam jumlah tertentu dapat membahayakan kehidupan melalui tanah di mana pepohonan tumbuh berkembang. terkena pestisida. kebutaan dan depresi. Kita telah menanam tanaman di tempat yang tidak tepat. yaitu timbulnya kesulitan pernapasan karena terganggunya peranan hemoglobin dalam pengikatan oksigen. Selain itu DDT merupakan indikasi pencemaran yang berbahaya pada tanah karena bahan tersebut tidak dapat diuraikan dan dapat meresap masuk ke dalam pepohonan ataupun buah hasil penanaman kita dan hal tersebut mengakibatkan kemandulan pada burung. Peristiwa erosi terjadi secara perlahan-lahan terutama terjadi dengan bantuan media air di sungai yang mengikis dasar dan tepi sungai. 2. Bagi hewan dan manusia jumlah nitrat yang berlebihan merupakan racun. aktivitas manusia baik sehari-hari ataupun dalam produksi dan penggunaan kendaraan bermotor. Pencemaran Lingkungan a.

Mencabut izin pengusaha HPH yang melanggar peraturan 3. Melakukan rehabilitasi dan reboisasi areal hutan yang rusak 6. rotan dan lain-lain. ilmu pengetahuan dan teknologi pada beberapa waktu terakhir ini. maka hutan menghasilkan devisa bagi negara. seperti kayu jati. Pembangunan dalam bidang kehutanan diarahkan untuk menunjang perekonomian negara dan memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri. dengan negara tujuan ekspor utama adalah Jepang dan Taiwan. Kebijaksanaan ini diambil untuk memperoleh nilai tambah ekspor kayu. Inilah yang disebut kayu olahan. Itulah. Fungsi hutan yang lain sebagai pengatur tata air. Ekspor Indonesia dari hasil kehutanan pada awalnya berupa kayu gelondong (log). penyubur tanah. pencegah erosi. krueng. dan kayu lapis. meranti. pemerintah akhirnya melarang ekspor gelondong (kayu bulat). Menebang hutan secara selektif 4. mengapa Indonesia sering disebut Zamrud Khatulistiwa.membentang antara satu pulau ke pulau lainnya. Melarang penebangan kayu tanpa izin dari pemerintah (Departemen Kehutanan) 2. bahkan semesta alam (selain alam semesta yang sudah dikenal manusia) termasuk alam 98 . Hasil hutan di Indonesia berupa berbagai jenis kayu. Berhubungan dengan fungsi ini. Namun. iklim. Hutan di Indonesia berfungsi sebagai paru-paru dunia. Melakukan peremajaan tanaman 5. MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA Alam semesta yang dikenal manusia baik melalui pengamatan indrawi langsung maupun dengan menggunakan media teknologi dan kemampuan prediksinya adalah ciptaan Tuhan Al-Khaliq. dan sebagai tempat menyimpan kekayaan alam yang berupa hasil-hasil hutan. plywood. Perkembangan. karena menyerap bahan dioksida. kayu besi. tempat hidup binatangbinatang. ramin. cendana. menyebabkan Indonesia mampu mengekspor hasil hutan yang berupa barang setengah jadi atau barang jadi. Barangbarang itu berupa kayu gergajian . Usaha-usaha yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan produksi hutan antara lain : 1. Pelarangan ekspor kayu gelondong menyebabkan adanya pengolahan kayu tersebut menjadi kayu olahan. Melakukan penanaman di lahan kritis F. Produksi hasil hutan Indonesia merupakan penyumbang devisa terbesar negara kedua setelah minyak dan gas bumi. Keuntungan dari pengolahan itu lebih banyak dan juga tercipta lapangan kerja baru.

Namun hal ini tidak benar. ruang (spatial). Namun manusia (yang kecil ini) diberi kelebihan potensi (sesuatu yang dapat dikembangkan dan berkembang). maupun manusia secara keseluruhan. sayangnya sejak Gardner menerbitkan bukunya Frame of Mind banyak mitos dan salah konsepsi yang berkembang. spiritual. musik. Sejak itu para pendidik memandang multiple intelligent (MI) sangat bernilai. dalam bahasa Marwah Daud Ibrahim lingkungan bisa jadi rahmat sekaligus bisa jadi laknat (N. bidang biosfer ini saja hanya seluas 1/550 bagian bumi. teori MI memaparkan bakat bukan preferensi (pilihan). Dalam jagat raya (alam semesta yang kita kenal) terdapat galaksi (gugusan gugusna bintang) yang jumlahnya miliaran. Lingkungan yang dimaksud adalah segala sesuatu yang ada di sekeliling manusia yang berpengaruh 99 . semuanya adalah ciptaan Al-Khaliq pula. Sedangkan perkembangan kecerdasan dimaksudkan adalah proses kecerdasan yang terjadi pada setiap manusia secara individual.yang belum dikenal manusia serta alam yang sedang dalam proses kejadiannya. dan motivasi yang mempengaruhi seseorang (Gardner. 1995). Evolusi terjadi dalam pengertian perubahan sebagai kelompok manusia. Gagasan Gardner ini dapat dipandang sebagai cikal bakal adanya pengakuan terhadap multiple intelligent. akan tetapi berhubungan pula dengan aspek emosional. Howard Gardner (1995) menjelaskan pandangannya tentang inteligensi yang membaginya menjadi delapan kategori. matematik. sedangkan inteligensi merupakan potensi biologis dan psikologis yang dapat direalisasikan secara luas sebagai konsekuensi faktor-faktor pengalaman. dan kinestik. Dengan demikian. Ternyata evolusi dan perkembangan kecerdasan ini erat kaitannya dengan hubungan manusia (stimulus maupun respons) terhadap lingkungan. semua yang ada adalah ciptaanNya. Salah satu mitos itu adalah bahwa multiple intelligence mewakili sebuah dimensi gaya belajar. interpersonal. logika. dan di setiap galaksi terdapat miliaran bintang. 2002). dan salah satu planetnya adalah planet Bumi terdapat tinggal manusia. yaitu bidang linguistik. Dengan demikian. Di planet Bumi ada bagian yang disebut dengan biosfer tempat tinggal manusia dan mahluk hidup lainnya. salah satu dari gugus binatang itu adalah galaksi Bima Sakti atau milky way. Yang lebih menarik dengan kecerdasan manusia sebagai mahluk yang ada di alam ini ternyata mengalami evolusi dan juga perkembangan. khususnya kecerdasan (al-aqal atau inteligensi). lingkungan yang multidimensional ini akan menjadi pelung di satu sisi dan menjadi tantangan di sisi lain. Perbedaannya sebuah gaya belajar lebih merujuk pada pilihan pembelajaran. dan naturalistik. budaya. Kecerdasan ini bukan hanya berkaitan dengan intelektual rasional serta logika semata. baik dalam kelompok masyarakat tertentu. manusia adalah kelompok yang teramat kecil yang ada di alam semesta apalagi dibanding dengan seluruh semesta alam ciptaan Al-Khaliq. Sumaatmadja. Peluang dan tantangan lingkungan ini membuat manusia terus menerus belajar dengan harapan mampu meresponnya ke arah yang lebih bermakna. baik hubungannya terhadap lingkungan alam. sosial. fisik/kinestik. intrapersonal. Dalam galaksi Bima Sakti ini ada satu binatang yang namanya Matahari yang dikelilingi oleh planet-planet.

Lingkungan yang berpengaruh pada manusia ini sangat bervariasi.5 tahun ± 950 gram Orang dewasa ± 1300 gram • Sel otak tidak bertambah tetapi mempunyai pikiran untuk bercabang dan membuat ranting • Bila dipakai cabang dan ranting itu semakin rimbuj. Perry. Kalau dilihat dari pentingnnya manusia memiliki multiple intelligent. logis. artinya disamping kecerdasan logis rasional. kualitasnya. Festinger 1985) menyatakan bahwa : • Setiap anak memiliki 100-200 miliar sel otak yang siap mengembangkan beberapa triliun informasi.M Palm. baik dalam jenis dan sifatnya. dengan demikian lebih menekankan pada kecerdasan sosial. 2000). emosional dan spiritual yang berbeda dengan masyarakat terbuka atau maju yang lebih berpikir kausalitas. Le Doux. Menurut Levi Bruhi (dalam C. Demikain pula ragam lingkungan seperti itu sering berpengaruh pada perlakuan manusia terhadap lingkungan itu sendiri. bila tidak dipakai akan mati • Pertumbuhan otak juga bergantung gizi • Tergantung bagaimana otak diprogram 100 . maka dua kecerdasan masyarakat tersebut perlu dikembangkan agar terwujudnya kearifan manusia terhadap lingkungan. kudus atau suci. dalam jumlah kuantitas dan volumenya.pada kehidupan (Otto Sumarwoto. serta kemampuan dia memperlakuakn lingkungan dalam memenuhi hajat hidupnya. bisa saja individu yang ada dalam lingkungan yang sama melakukan respons dan perlakuan yang berbeda terhadap lingkungan tersebut. • 7 bulan dalam kandungan bereaksi terhadap rangsangan bunyi • Baru lahir menunjukkan reaksi emosi • Otak berkembang dan menyimpan setiap rangsangan • Volume otak = Ketika lahir ± 350 gram 3 bulan ± 500 gram 9 bulan ± 750 gram 1. perlu pula dikembangkan kecerdasan emosional (Daniel Goleman. Namun demikian. dimana menurut kajian medis (Gazzaniga. hlm.H. Kecerdasan-kecerdasan diatas sesuai dengan potensi dan perkembangan otak manusia. kekuatan dan daya tekannya. terkait dengan hal mistik. 52-54) cara berpikir masyarakat “sederhana” yang tertutup dalam merespons lingkungan biasanya lebih bersifat kolektif. meski variasi lingkungan di sekitar manusia itu relatif sama. kecerdasan dia dalam merespons lingkungan. tanpa tahun. tergantung bagaimana cara pandang dia terhadap lingkungan. 2001) bahkan kecerdasan sosial yang sampai saat ini masih belum banyak dipersoalkan. hasrat dan dorongan manusia untuk membutuhkannya. kecerdasan emosional – spiritual (Ary Ginanjar Agustian. 1995) kecerdasan spiritual (Marsha Sinetar. dan kritis. emosional dan motorik. 1985).

cara pengasuhan orang tua (keluarga) terhadap anak. karena dengan cara itulah akan menentukan harkat. Oleh karena itu. namun sebagai mahluk alam dia tetap tunduk pada hukum-hukum perubahan. serta pemilihan teman dan kelompok sebaya sangat menentukan karakter anak ketika dewasa. S : 2002). bahkan banyak contoh menunjukkan orang-orang yang biasa melakukan aktivitas berpikir ketika menghentikan aktivitasnya menyebabkan orang cepat terserang pikun. pelukan. multimedia. learning to be. lingkungan pertemanan. gendongan. ilmu. 101 . dan sense of discovery. sense of challenge. lingkungan informasi. oleh karena itu ada masyarakat yang tingkat peradabannya terbelakang. martabat. sekali lagi tiap manusia atau kelompok tidaklah sama. mempengaruhi. Perbedaan tingkat peradaban ini sering dicirikan dalam kemajuan bidang-bidang intelektual. peradaban. lingkungan pengasuhan. dan kerusakan. terjadilah perkembangan sejarah. Sebagai mahluk budaya yang mampu membaca dan belajar. sense of curiosity. wajar apabila dalam proses perkembangannnya individu sangat perlu perhatian lingkungan sejak berada dalam kandungan. dan sebagainya. sense of adventure. lingkungan sekolah. Namun dalam perkembangannya. dan mengolah lingkungannya. harga diri dan kelangsungan hidupnya. Kesadaran manusia terhadap kaidah-kaidah tersebut sangat penting dalam menghadapi peluang dan tantanganyang multidimensional agar menyikapi lingkungan dengan kesadaran dan penuh kehati-hatian. Dengan penjelajahannya ini. akan tetapi dia mampu menyesuaikan diri. lingkungan keagamaan. Demikian pula. dan learning to life together). ekonomi. keberagaman.(rangsangan). teknologi dan spiritual (Nursyid. manusia bukan hanya sebagai mahluk yang ditentukan dan dipengaruhi lingkungan. akan tetapi melakukan aktivitas pembelajaran untuk learning to learn furthe more (bahkan UNESCO . pertumbuhan. ada yang sedang dan ada pula yang maju. Meskipun manusia dibekali kecerdasan sebagai potensi yang membuat lebih dari mahluk lain. harus dipenuhi gizi pada masa balita. politik. aktivitas mental-psikologis dan juga dengan kegiatan psikospiritualnya. harus disusui selama dua tahun. sebagai mahluk sosial dia tunduk pada hukum interaksi dan komunikasi sosial serta interdependensi dengan yang lain. relasi. estetika. perkembangan multi kecerdasan individu sangat ditentukan oleh lingkungan keluarga. mendeklarasikan empat pilar ditambah learning to do. sense of reality. Dengan demikian. sentuhan. sehingga dia menjadi mahluk yang mobil untuk memuaskan hasrat sense of interest. dia berkreasi menjelajahi lingkungannya dengan aktivitas fisik-motorik. manusia sebagai mahluk budaya. dan bahkan inteligensinya itu sendiri. lingkungan organisasi. lingkungan kerja (profesi). terjadilah evolusi budaya baik dalam budaya material maupun non material. 1999. Dengan kecerdasannya. mengatur. teknologi. Bahkan berdasarkan penelitian Kohlberg (1969) peningkatan tahap pertimbangan moral individu ditentukan oleh variasi dan jumlah dilema dan konflik moral yang dihadapi individu itu sendiri. dan sebagai mahluk budaya dia tunduk pada hukum adanya kemampuan kreasi serta keterbatasan insani. bukan hany sekadar learning to know.

Penjajahan dan interdependency gerakan nasional 7. Dari manufaktur bergeser pada biofaktor 5. Dikiaskan “smart is beautiful” 8. lingkungan sosial serta lingkungan budaya. Menggunakan baterai alam (living battery) 3. Perubahahan dari nomaden ke menetap 2. interaksi sosial dan rekayasa teknologi dalam hubungannya dengan lingkungan alam. “Peradaban pertanian” 7. Diawali ditemukannya mesin uap oleh James Watt. Dikiaskan “bis is beautiful” 8. Bercocok tanam 4. komunikasi. “Peradaban industri” 8. Dalam pandangan Alfin Toffler (1980) masyarakat dunia mengalami tiga gelombang peradaban (The Third Wave) apabila dimatrikskan terlihat perbedaannya. 1979 2.Kecerdasan manusia dalam mengolah lingkungan. karena komunikasi dan transportasi semakin baik 6. pola kekeluargaan. yaitu sebagai berikut : GELOMBANG PERTAMA (SM-1790) 1. Deurbanisasi. pola ekonomi. Komunikasi oral (ngobrol) 5. Menyintesis ciri gelombang 1 dan 2 2. Sehingga memperlihatkan bagaimana semakin cepanya 102 . Penggunaan bahan bakar fosil yang tidak terbarukan (pemborosan) 3. Komunikasi dengan media kertas dan poster 6. Produk massal untuk kebutuhan dibawa ke pasar keluarga (prosumen) 5. Keluarga besar (extended family) GELOMBANG KEDUA (1790-1970) 1. Mulai melakukan energi terbarukan (hemat energi) 3. “Peradaban informasi” Klasifikasi peradaban ini. Keluarga ? (pragmatis) 4. Menggalang keterkaitan global 7. menentukan tingkat peradaban yang dicapainya. Keluarga inti lebih penting GELOMBANG KETIGA (1970-2000) 1. menunjukkan bagaimana pola-pola perubahan manusia dalam mata pencaharian. Low 6. Dikiaskan “small within big is beautiful” 4.

Mahluk hidup berevolusi dengan reproduksi beserta mutasi. budi daya manusia yang dinamakan meme juga berkembang atau berevolusi melalui budi dan akal manusia. lalu diikuti seleksi. Teknologi nano ini dapat menghasilkan mesin-mesin dalam skala nano. Dalam teknologi ini bahan bangun utamanya adalah atom dalam ukuran nanometer. yang merupakan alat mutasi atau reproduksi yang lebih ampuh dari mesin replikator protein mana pun. Tampak jelas. Meme memperbanyak diri karena manusia belajar dan mengajar. The Selfish Gene (1976) menjelaskan prinsip perubahan dan pembaruan melalui proses evolusi dengan gene dan meme (nature versus nature). tentu saja disamping teknologi tersebut selalu memberikan harapan yang lebih baik. menyusun dan meletakkan atau merekayasa atmosfer atom-atom menjadi molekul yang dikehendaki. hormon. jumlah penduduk. 2002) menunjukkan munculnya teknologi nano. murahnya tenaga kerja tidak begitu banyak menentukan dalam kompetisi tersebut. yaitu teknologi yang mengatur. Sementara itu. mengalami seleksi karena banyak manusia yang tidak sepenuhnya percaya pada cerita yang didengarnya. Evolusi alamiah yang disebabkan oleh gen berinteraksi secara dialektika dengan perubahan dan pembaruan yang disebabkan oleh meme yang diwakili oleh budaya manusia. 103 . nanocomputer dan sebagainya. ini dinamakan genetic evolution. akan tetapi menimbulkan pula berbagai kekhawatiran dan keprihatinan bagi kehidupan suatu masyarakat. Dalam bidang teknologi Eric Drexier dengan bukunya Enginers of Creation (1986 dalam Mubyar Puwasasmita. enzim. Yang menjadi pertanyaan. bermutasi karena manusia bercerita kembali dengan agak mengubah dan memperbaiki cerita yang didengarnya terdahulu. Lebih lanjut. Polemik antara alam (gen) yang serba menentukan. melimpahnya sumber kekayaann alam. bahkan diyakini bahwa penguasaan Iptek menjadi faktor penentu kompetisi perekonomian global saat ini. serta mesin-mesin sintesis genetika seperti DNA. Dampak penggunaan teknologi nano terhadap lingkungan bisa dibayangkan munculnya mesin-mesin yang amat kecil dan canggih baik yang bersifat teknis maupun sosial. nanoprosesor. virus dan sebagainya. sampai tahap nana perkembangan iptek ini akan berlangsung ? Sampai taraf mana manusia dapat merekayasa lingkungannya ? apakah perkembangan teknologi ini dapat lebih mensejahterakan manusia dan alam sekitarnya atau menjadi musibah lebih besar karenanya ? Namun yang jelas perkembangan teknologi selalu mengalami diversity (keanekaragaman) dan redundancy (penyelesaian masalah dengan teknologi selalu memunculkan masalah yang membutuhkan teknologi lain yang setahap lebih tinggi). seperti nanocircuit. dengan budaya (meme) yang serba mampu mengubahnya lalu muncul dengan perspektif lain. RNA. Richard Dawkins. yang akan mengubah pola-pola kehidupan manusia dalam interaksi dengan lingkungannya.perkembangan evolusi kecerdasan manusia dalam merekyasa lingkungan dengan teknologinya pada kurun semakin mutakhir. yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari teknologi mikrometer (sebagai perbandingan mikrometer = 10-6. nanometer 10-9).

seperti : 1. Paham Determinisme. Beberapa tokoh terkenalnya adalah Charles Darwin (1809-1882) dengan teori evolusinya. populasi manusia dengan kebudayaannya tergantung pada kondisi alam. namun mobilitasnya tetap dibatasi dan ditentukan oleh kondisi alam. Dalam proses perkembangan tersebut faktor alam sangat menentukan. evolusi teknologi serta tahap peradaban berkembang terus sejalan dengan daya jelajah manusia.Evolusi kecerdasan. yaitu faham yang menyatakan bahwa perkembangan manusia sangat ditentukan oleh alam lingkungannya. Elsworth Huntington dalam bukunya Priciple of Human Geography menyatakan bahwa iklim sangat menentukan perkembangan 104 . dan imajinasinya. masih tetap beragam antispaso dan respons manusia terhadap lingkungan. Beberapa paham tentang hubungan manusia dengan lingkungan ini muncul. Oleh karena itu. 2. Dia mengemukakan bahwa mahluk hidup (tumbuhan. namun tampaknya ruang gerak manusia tetap ada batasnya. struggle for existence) seleksi alam (natural selection) dan akan terjadi survival of the fittest yang kuat akan bertahan hidup. sebab sebagai mahluk alam dia tetap tunduk pada hukum alam tersebut. hewan dan manusia) secara berkesinambungan dari waktu ke waktu mengalami perkembangan. dalam kemajuan teknologi yang dicapai saat ini. Oleh karena itu. yaitu paham yang menyatakan bahwa manusia harus menyesuaikan diri dengan alam karena alam sendiri yang mengetahui paling baik. Paham Kosmogini. Pada perkembangan tersebut terjadi perjuangan hidup (struggle for life. Selanjutnya Friedrich Ratzel (1844-1904) dengan teori Autropogeographie yang mengatakan bahwa manusia dengan kehidupannya. meskpun manusia mahluk dinamis.

maka manusia dapat mengendalikan. 4. serta segi kebudayaan lain sangat ditentukan oleh iklim setempat.kebudayana manusia. termasuk seni. Paham Posibilisme yang menyatakan bahwa alam bukan merupakan faktor yang menentukan melainkan menjadi faktor pengontrol. 3. manusia tidak lagi merupakan objek pasif alam. Oleh karena itu. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan rekayasa teknologi yang dilakukan manusia. sehingga manusia dapat memilih kegiatan yang diberikannya. mengatur. paham ini disebut pula probabilisme. teknologi bukan lagi sebagai alternatif bagi 105 . Semple dan Paul Vidal de la Blache (1845-1919).C. Tokoh penting paham ini adalah E. Oleh karena itu. Dengan demikian. pahamnya disebut determinisme iklim. mengolah. pemerintahan. Paham Optimisme Teknologi. Dengan demikian. sehingga manusia dapat memilih kegiatan yang cocok sesuai dengan kemungkinan dan peluang yang diberikan oleh alam. dan mengarahkan lingkungannya. Paham ini berasal dari pemikiran “man ecological dominant concept” yang berarti manusia merupakan faktor dominan terhadap lingkungan. peluang atau kemungkinan terjadinya kegiatan dan kebudayaan manusia. agama. tetapi mahluk yang dapat memanfaatkan alam dengan kemungkinan yang diberikannya.

bukan harus dijadikan kesombongan apalagi dipertuhankan. bahwa manusia dan alam semesta diciptakan oleh Tuhan. Ragam paham tentang pandangan manusia terhadap alam ini masih terus berkembang dan dipegang oleh kelompok masyarakat tertentu. akan tetapi telah menjadi “keyakinan” yang dapat menjamin hidup dan kehidupan manusia. manusia bukan penguasa alam. 5. pembawa amanat di muka bumi. Arah perubahan sosial berlangusng sejalan dengan tahap peradaban yang dicapainya. Hubungan manusia dengan alam merupakan hubungan antar mahluk yang tunduk pada hukum alam (sunatullah). S : 1998). termasuk dalam kehidupan sosial. Kecerdasan manusia yang diberikan AlKhalik merupakan hal yang patut disyukuri untuk melaksanakan amanat Tuhan di muka bumi. akan tetapi hanya sekedar khalifah. Paham Ketuhanan. manusia terus melakukan perubahan dalam berbagai dimensinya. arah perubahan tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut : ARAH PERUBAHAN SOSIAL YANG TELAH SEDANG DAN AKAN TERJADI 106 .manusia dalam merespons lingkungan. (Nursyid. sesuai dengan keyakinan agama. Namun paham apa pun yang dipegang.

Secara kasar bisa dijelaskan bahwa kondisi alam Indoensia adalah sebagai berikut : Bujur = 95o BT – 141o BT Lintang = 06o LU – 11o LS 107 .Pertanian Primitif Penjajahan Lokal Budaya daerah Pembudayaan Desa Migrasi antar daerah Revolusi industri Revolusi fisik Masyarakat muda Survival Kelas pekerja → Industrial → Modern → Kemerdekaan → Nasional → Budaya nasional → Konvergensi budaya → Urbanisasi → Migrasi regional → revolusi komunikasi → Revolusi organisasi → Masyarakat menua → Produktivitas → Kelas menengah → Pasca Industrial → Pasca Modern → Pasca Kemerdekaan → Global → Budaya global → Divergensi budaya → Suburbanisasi → Migrasi global → Revolusi informasi → Revolusi informasi → Masyarakat pascatua → Kualitas hidup → Kelas pengetahuan dst Setelah kita diskusikan mengenai konsep manusia dengan lingkungan secara umum perlu kiranya kita mendiskusikan bagaimana manusia Indonesia dengan lingkungan alam dan sosial budayanya.

528 Sensus 107.734.269.000 Statistik 23.508 Pulau Panjang pantai = 80.000 Jiwa Suku Bangsa = 370 suku bangsa Bahasa Induk = 67 bahasa inti Dari data tersebut.581. dan apabila diklasifikasikan berdasarkan pulau-pulau yang ada.890.000 SUMBER Pelzer Raffles Bleekers 12.110 KM Luas total = 5.700 Sensus 76.- Utara Selatan = 1. hal ini dapat diindikasikan dari statistik kependudukan tahun ke tahun di Pulau Jawa yang kelipatannya semakin cepat dalam kurun waktu yang semakin pendek.288.000 Pelzer 40.500. TAHUN 1785 1815 1845 1860 1895 1930 1946 1961 1971 1980 1990 1996 JUMLAH 3. yang menunjukkan potensi alam cukup banyak. namun dalam perkembangan penduduk menunjukkan laju pertumbuhan yang cukup cepat. serta daerah aliran sungai yang luar biasa. 2003.193.000 Sensus 114.327 Sensus 91.000 Statistik Sumber : Mubyar Purwasasmita.370. 2006) = 230.500.000 Sensus 50.000 KM Jumlah dasa besar = 136 DAS Penduduk (Th.000 Pelzer 63. baik potensi darat maupun lautnya.683 KM2 Jumlah pulau = 18. panjang garis pantai.252 KM2 Luas daratan = 1. bangsa Indonesia memiliki luas wilayah. maka dapat terlihat sebagai berikut : 108 .500.000.000 9.059.569 KM2 Luas lautan = 3.600.456.888 KM Barat Timur = 5.086.904. Sedangkan daerah aliran sungai berdasarkan pulau termasuk sungaisungai besar dan sedangkan Indonesia memiliki sungai yang cukup banyak.000 4.

pembuangan sampah sembarangan. Data yang ditampilkan adalah sebagai berikut : • Hasil kompilasi pantauan satelit TERRA dan AQUA milik NASA selama tahun 2002 memperlihatkan kondisi metabolisme planet Bumi hasil proses fotosintesis. pembuangan limbah industri. karena kerusakan lingkungan dan managemen yang tidak baik. Wilayah kepulauan Indonesia dan hutan Amazon di 109 • . permukaan air untuk sebuah sumur artesis saja di cekungan Bandung berada di kedalaman 60 meter (data 2006). Untuk melengkapi data lingkungan alam Indonesia ini. penggunaan lahan di sekitar bantalan sungai. penyempitan ruang dan pendangkalan. akan ditampilkan hasil penelitian satelit NASA tentang wilayah negara di dunia yang menjadi paru-paru dunia. bahkan Indonesia yang paling memiliki potensi air yang cukup banyak karena curah hujannya tinggi akan tetapi merupakan pengimpor air tertinggi di dunia. seperti kekeringan di waktu kemarau. (Mubyar P. Oleh karena itu. terutama di Pulau Jawa permukaan air tanah semakin menurun. yaitu wilayah yang memberikan kontribusi paling besar untuk menjaga keseimbangan udara dan menetralisasi racunracun di udara. Oleh karena itu. Pada saat ini. 2002). banjir waktu musim penghujan. air sebagai hajat hidup orang banyak untuk yang menurut amanat konstitusi dikuasai oleh negara dan digunakan sebesarbesarnya untuk kemakmuran rakyat. sampah. populasi air dan menimbulkan bau. seperti penggundulan hutan. wajar ahli strategi militer menyatakan bahwa “Bila akan menghancurkan sebuah negara. maka hancurkanlah sistem hidrologinya”. jadi penurunannya begitu drastis akibat eksploitasi yang besar-besaran untuk kepentingan pabrik dan rumah tangga disertai sistem tata lingkungan yang tidak kondusif. yang akhirnya terjadilah berbagai bencana yang tidak diharapkan.• • • • • • • • • • SUMATRA JAWA KALIMANTAN SULAWESI BALI 214 DAS 49 DAS 129 DAS 111 DAS 38 DAS LOMBOK 12 DAS SUMBA 12 DAS SUMBAWA 41 DAS FLORES 24 DAS TIMOR BARAT 12 DAS • PAPUA 51 DAS Hanya sayang sungai-sungai tersebut banyak yang berada dalam kondisi kritis akibat endapan lumpur. sebagai perbandingan pada tahun 1995 berada pada kedalaman 36 meter. Hal ini terjadi akbat perlakuan manusia terhadap lingkungan. sekarang ini menjadi komoditas bisnis yang menarik.

kerajaan-kerajaan yang pernah ada di atas lebih lama masa kejayaannya dibanding dengan usia negara Indonesia sampai sekarang ini. Hanya sayang iklim lokal/mikronya rusak karena lingkungannya hancur. (Bandingkan dan perhatikan. tentu sangat tergantung dari manusia yang 110 . dan bahkan Indonesia menjadi sangat rentan terpengaruh oleh perubahan iklim global/makro tersebut. Bagaimana dengan hubungan manusia dengan problem lingkungan sosial di Indonesia ? Persoalan ini perlu ditelusuri lebih awal dari sejarah perkembangan bangsa Indonesia. bila ada penebangan pohon di sebuah lingkungan sering ada yang pingsan/kesurupan”). dan pengembangan budaya. karena memiliki kondisi laut luas dan dangkal serta Matahari berlimpah. supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. Al-Qur’an surat 30 ar-Ruum ayat 41 menjelaskan : Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Sebenarnya dengan konsep keyakinan kita kepada Tuhan. agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Posisi Indonesia yang sangat berperan mempengaruhi iklim global/makro seperti itu seharusnya merupakan posisi tawar yang tiada taranya.5 kg per meter kubik per tahun Gas CO2 ini kemudian dikonversikan menjadi gas oksigen yang dihirup oleh mahluk hidup di dunia.• • • • Amerika Latin adalah paru-paru dunia. ekonomi. baik dari segi militer. sehingga konveksi air laut lebih aktif. Afrika Tengah adalah wilayah pembentuk awan paling aktif dan sebagai pusat iklim global makro Kerusakan lingkungan di wilayah-wilayah tersebut dapat mengganggu iklim global/makro. Indonesia lebih dari Brazilia dan Afrika Tengah. Indonesia. Brazilia. mampu menyerap gas karbon dioksida (CO2) sampai 2. Kalau dari kerajaan-kerajaan besar yang pernah ada sampai Indonesia masa kini dapat diurutkan sebagai berikut : SRIWIJAYA KUTAI SYAILENDRA MAJAPAHIT KOLONISASI NKRI 390 – 1400 M 400 – 750 M 750 – 900 M 1291 – 1525 M 1600 – 1945 M 1945 – (?) M 1010 Tahun 350 Tahun 150 Tahun 230 Tahun 175 Tahun 345 Tahun (61 + x) Tahun DEMAK-MATARAM 1450 – 1625 M Kalau kita telaah. pertanyaannya sampai kapan NKRI akan terus mempertahankan keutuhannya.

Sementara ruang tidak bertambah. sanitasi tidak sehat. dan sebagainya. Sill. penyebaran.. semaunya itu karena ulah manusia. sehingga hilangnya perdamaian (peace). Masyarakat yang miskin. Hal ini terpulang pada manusia dalam merespons dan memperlakukan lingkungannya. oleh karena itu persoalan kependudukan (population) baik dalam kuantitas. krisis hukum. David I. yaitu : 1. Persoalan sosial ini lebih diperparah tatkala daya dukung ruang dan jasa tidak sebanding dengan jumlah dan pertumbuhan penduduk. Prejude (purbasangka) 2. seperti krisis ekonomi. suara yang bising. bagaimana manusia (warga) berinteraksi dengan sesamanya. Ketika daya dukung lingkungan (ruang dan jasa) tidak sepadan dengan laju pertumbuhan penduduk. airnya kotor melengkapi problema sosial dan budaya yang diungkapkan oleh David L. bahkan lahan produksi (khususnya pertanian) tergusur untuk kepentingan sarana lain yang dibutuhkan untuk kepentingan penduduk itu sendiri. menyatakan bahwa problema lingkungan itu ada 5. maka akibatnya akan menimbulkan kemiskinan. Poverty (kemiskinan) 5. dan tentu menimbulkan berpikir negatif yang dapat mendorong perilaku destruktif. hampir-hampir memporak-porandakan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Population (penduduk) 4. Peace (perdamaian) 3. Dan kondisi seperti itu merupakan potret kehidupan di kota-kota (pinggiran kota) besar di Indonesia.menjadi warga negaranya. udara yang pengap. karena setiap penambahan jumlah penduduk membutuhkan kesempatan kerja dan usaha. Pemikiran David Sill diatas sejalan dengan pemikiran MIT Project 111 . baik antara kelompok masyarakat maupun bangsa. sering meriupakan siklus (benang kusut) yang menghadirkan dan mewariskan kemiskinan berikutnya. dan pertumbuhannya selalu menjadi perhatian negara kita. kualitas. karena penduduknya padat yang hidup dalam ketegangan sosial akibat prejudice warganya. Pollution (pencemaran) Persoalan purbasangka sering membuat lingkungan tidak aman dan nyaman. dan bagaimana memperlakukan diri dan warga yang lain. kecemburuan sosial. memperlemah solidaritas. diperparah dengan lingkungan yang kumuh. Sill. khususnya di Pulau Jawa. Persoalan kemiskinan baik struktural karena kekurangan faktor daya dukung tadi apalgi kemiskinan mental karena faktor sikap individu. Beberapa krisis dalam perjalanan kenegaraan dan pemerintahan tersebut. dan jawaban terakhir dari pertanyaan mengapa seseorang miskin adalah karena orang itu miskin. karena dapat menimbulkan sikap iri. kebablasan dalam merespons dan demokrasi. membutuhkan peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan dan sebagainya. Sikap prejudice ini akan mendorong pula idnakan anarki dan dapat menimbulkan peperangan.

apakah bangsa Indonesia dengan kondisi sosial. produksi industri dan polusi. Benarkah Indonesia telah ajek di gelombang dua. Teori Determinisme Geografi : yang memandang bahwa kondisi lingkungan geografis menentukan corak dan kualitas hidup masyarakat (Sudardja Adiwikarta : 1998). Teori Dependency (ketergantungan) yang mengatakan bahwa keterbelakangan disebabkan eksploitasi pihak luar. Pertanyaan mendasar. sementara sejumlah negara lain telah memasuki gelombang ketiga. Teori Human Capital (pengembangan SDM). produksi pertanian. psikologis dan sosial budaya 3. Bagaimana caran meningkatkan taraf hidup manusia dalam lingkungan sosialnya ? ada beberapa teori yang berbeda untuk memulai dari mana menyelesaikan problema sosial tersebut. memandang bahwa lingkungan sosial tergantung penguasaan Iptek warga masyarakat di samping mental. Teori Modernisasi : menganggap kualitas hidup manusia ditentukan karakter mental psikologis dan sosial budayanya sendiri 2. teori-teori tersebut adalah : 1. budaya dan teknologinya sekarang ini berada pada gelombang mana berdasarkan klasifikasi Alfin Toffler ? harusnya merupakan pertanyaan yang menyadarkan kita untuk lebih berintrospeksi diri. sumber-sumber alam. oleh karena itu lingkungan sosial harus dilakukan atas dasar kemampuan sendiri.Team yang menyatakan problema lingkungan sosial terdiri dari : penduduk. atau bahkan dia masih di gelombang satu atau masih dalam tahap pralogis ? 112 . 4.

Effendi. Wahyono. Citra Aditya Bakti. Yulia. Bumi Aksara. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Bandung. Setiadi. Ilmu Sosial Dasar. 113 . (2006). Prenada Media Group. Kep Dirjen Dikti Depdiknan No. (2008). Jakarta. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta. Universitas Terbuka. Jakarta.: 44/DIKTI/Kep/2006 tentang Ramburambu Pelaksanaan Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat di Perguruan Tinggi. Elly M. Muhammad. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Widagdho. Universitas Terbuka. Ilmu Budaya Dasar. Djoko. (2006). (2008).DAFTAR PUSTAKA Budiwati. Abdulkadir. (2008). Jakarta.

Sos. 22 November 2011 Waktu : 17. Kepercayaan d. Persepsi e. Pandangan hidup c. Sebutkan beberapa variabel yang berhubungan dengan masalah kebudayaan dan lingkungan. b. S. Sistem pengetahuan yang dimiliki manusia sebagai mahluk sosial merupakan suatu akumulasi dari perjalanan hidupnya dalam hal berusaha memahami apa saja. uraikan. c. a.00 s/d 19. Uraikan dengan singkat beberapa problematika kebudayaan. Nilai dalam kehidupan manusia. d. Kebudayaan dalam hal ini memiliki peran apa saja. a. 2. Untuk memperoleh pengetahuan-pengetahuan maka manusia melakukan tiga cara. sebutkan. Tanggal : Selasa. 2. 114 . Bacalah soal dengan teliti. MM Sifat Ujian : Close Book ----------------------------------------------------------------------------------------------------------PERHATIAN: 1. b. Pelanggaran terhadap tata tertib ujian akan diberikan sanksi akademis. Terangkan dengan singkat hal-hal di bawah ini: a. Etos kebudayaan 3. Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan/peran utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. b.UPN ”VETERAN” JAKARTA FAKULTAS TEKNIK UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GANJIL TA. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------SOAL: 1. Uraikan sifat hakiki dari kebudayaan. c. Uraikan tentang budaya/kebudayaan menurut dua orang pakar dari Indonesia.00 (120 menit) Dosen Penguji : Yulia Latifah. 2011/2012 PROGRAM STUDI S1 TEKNIK PERKAPALAN (Kelas Sore) Mata Kuliah : Ilmu Sosial dan Budaya Dasar Semester / Sks : VII (satu) / 3 sks Hari. uraikan.

Ada lima faktor yang menjadi penyebab perubahan kebudayaan. a.MT 115 . 4.Sos. uraikan.Ir. Sebutkan faktor-faktor yang mendasari berlangsungnnya interaksi sosial. 2008 Silabus Mata Kuliah: Ilmu Sosial dan Budaya Dasar Dosen Penguji Kaprodi S1 Teknik Perkapalan YULIA LATIFAH. Terangkan yang disebut peradapan manusia. Selamat mengerjakan Acuan Soal Kurikulum Th. d.MM Drs.BAMBANG SUDJASTA. Uraikan dan simpulkan unsur-unsur masyarakat yang dikemukakan para ahli.d. b. Jelaskan bahwa manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. c.S.