BAB 1.

PENGANTAR ISBD

A. DASAR PEMIKIRAN 1. Latar Belakang Paedagogis Keinginan untuk memberikan ilmu pengetahuan sebanyakbanyaknya kepada mahasiswa merupakan dorongan yang logis bagi dosen tatkala memerankan dirinya sebagai pengajar, dia akan berusaha semaksimal mungkin agar setiap ilmu pengetahuan yang dimiliki dapat tersampaikan kepada mahasiswa dalam waktu singkat, tentu saja cara yang paling mudah adalah menggunakan seluruh waktu pertemuan kelas untuk menceramahkan materi serta meminta mahasiswa untuk siap menerima berbagai informasi yang disampaikan agar ilmu pengetahuannya bertambah. Fungsi dan peran seperti ini sering menempatkan dosen pada otoritas yang berlebihan, seperti sebagai sumber informasi tunggal dan sebagai sentral aktivitas pembelajaran, sehingga mahasiswa mirip sebagai objek pasif, bejana kosong yang harus diisi sejumlah informasi. “Dominasi” dosen dalam interaksi belajar mengajar di dalam kelas seperti itu dapat menimbulkan apatisme dan sikap pasif mahasiswa karena kreativitasnya terhambat yang pada akhirnya mengurangi kualitas hasil belajar. Meski diakui tanpa kehadiran dosen, hasil belajar mahasiswa tidak akan maksimal, namun upaya-upaya inovatif untuk memberikan peran yang seimbang antara dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran terus diupayakan. Inovasi ini didasari kesadaran bahwa mahasiswa bukanlah mahluk kosong tanpa “entry behavior” yang tidak memiliki kemampuan dan kecakapan apa pun, akan tetapi sebagai objek berpotensi yang mampu mengkreasi dunia lingkungannya. Sehingga dengan memberikan posisi yang “seimbang” antara aktivitas dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran akan mampu memberikan hasil lebih, baik tambahan ilmu pengetahuan, meningkatnya sikap positif dan bertambahnya keterampilan pada mahasiswa. Upaya untuk meningkatkan mutu dan hasil pendidikan, mendorong UNESCO (1988) mendeklarasikan empat pilar pembelajaran yaitu : (1) learning to know (pembelajaran untuk tahu); (2) learning to do (pembelajaran untuk berbuat) ; (3) learning to be (pembelajaran untuk membangun jati diri) ; (4) learning to live together (pembelajaran untuk hidup bersama secara harmonis). Misi-misi ini terutama, learning to live together dalam bidang ilmu-ilmu sosial dan humaniora, bahkan juga dalam science, tidak mungkin dikembangkan secara speculative thinking sebagaimana dikehendaki oleh filsafat ilmu-ilmu sosial dan humaniora yang mengembangkan pendidikan secara sistematis untuk mendalami ilmu itu sendiri (atau menjadikan seseorang menjadi ahli di bidang ilmu tersebut), melainkan bagaimana bidang-bidang ilmu yang ada menjadi alat untuk mengkaji fenomena dan problema sosial serta budaya yang terjadi sehingga seseorang mampu memecahkan masalah sosial dan

1

budaya tersebut. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan menjadi pribadi anggota keluarga dan masyarakat yang baik sesuai dengan nilai-nilai pandangan hidup bangsanya. Dengan pemikiran ini mendorong peran dosen tidak hanya menggunakan ceramah monolog atau komunikasi satu arah, melainkan mampu menciptakan suasana yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialog kreatif. 2. Dasar Yuridis Dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 40 ayat 1 butir e dikemukakan bahwa : “Pendidik dan tenaga kependidikan berhak memperoleh kesempatan menggunakan sarana, prasarana, dan fasilitas pendidikan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas. “Pasal ini memberi peluang kepada dosen untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya dengan dukungan sarana, prasarana dan fasilitas yang memadai. Pasal ini dipertegas oleh kewajiban pendidik dan tenaga kependidikan yang tertuang dalam pasal 40 ayat 2 butir a yang menyatakan bahwa pendidik berkewajiban “menciptakan suasana yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis dan dialogis”. Sehingga interaksi belajar yang monolog dan komunikasi satu arah tidak lagi merupakan model pembelajaran yang tunggal, sebab banyak kritik terhadap pendekatan pembelajaran semacam ini, karena sifatnya yang indoktrinatif dapat menghalangi aktivitas dan kreativitas mahasiswa sehingga menjadikannya pribadi yang pasif. Perubahan peran dosen seperti di atas berhubungan erat dengan visi Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di perguruan tinggi, seperti tercantum dalam Keputusan Dirjen Dikti Depdiknas RI No. 38 Tahun 2002 Pasal I yang menyatakan bahwa : “Mahasiswa memiliki landasan pengetahuan, wawasan dan keyakinan sebagai bekal hidup bermasyarakat selaku individu dan mahluk sosial yang beradab serta bertanggungjawab terhadap sumber daya alam dan lingkungannya”, dan juga berhubungan dengan misi MBB pada pasal 2, yaitu : “memberikan dasar-dasar nilai estetika, etika dan moral pada mahasiswa serta memberikan panduan bagi penyelenggara pendidikan dalam mengantar mahasiswa untuk mengembangkan pemahaman serta penguasaannya tentang keanekaragaman, kesetaraan dan martabat manusia sebagai individu dan mahluk sosial di dalam kehidupan bermasyarakat dengan berpedoman pada nilai budaya melalui pranata pendidikan, serta tanggung jawab manusia terhadap sumber daya alam dan lingkungannya dalam kehidupan bermasyarakat dengan berpedoman pada nilai budaya melalui pranata pendidikan, serta tanggung jawab manusia terhadap sumber daya alam dan lingkungannya dalam kehidupan bermasyarakat baik nasional maupun global yang mengarah pada tindak kekaryaan seseorang sesuai dengan kompetensi keahliannya”. Visi dan misi ini tidak mungkin dicapai dengan hanya memperkenalkan konsep-konsep teoritis tanpa memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengkaji, mengkritisi, dan menganalisis serta

2

ikut memberikan kontribusi pada pengambil kebijakan untuk memperbaiki kontribusi pada pengambil kebijakan untuk memperbaiki kehidupan dan lingkungannya. Oleh karena itu dalam pasal 5 metode pembelajaran yang digunakan oleh dosen harus menempatkan mahasiswa sebagai subyek didik, mitra dalam proses pembelajaran, anggota masyarakat, dan warga negara. Dengan demikian, mahasiswa diajak untuk memahami berbagai gejala yang terjadi dalam kehidupan manusia melalui perspektif masyarakat, kebudayaan, dan lingkungan alam dengan pembahasan kritis analitis, sehingga proses pembelajaran yang interaktif, dialog kreatif, diskusi, dan demonstrasi lebih diharapkan ketimbang ekspose verbal, ceramah, monolog, dan komunikasi satu arah. Dengan metode pembelajaran seperti ini diharapkan perguruan tinggi mampu mempersiapkan mahasiswa sebagai anggota masyarakat yang mampu dan termotivasi untuk berpartisipasi secara aktif dalam mengaktualisasikan serta melembagakan masyarakat madani. Yang akhirnya pendidikan tinggi diharapkan mampu menghasilkan mahasiswa yang unggul secara intelektual, anggun secara moral, kompeten menguasai Iptek, serta memiliki komitmen tinggi untuk berbagai peran sosial (Hamdan Mansoer, 2001, hlm., 3). Harapan DIKTI di atas, sejalan dengan Deklarasi UNESCO Oktober 1998 tentang Kesepakatan Perguruan Tinggi, yang intinya sebagai berikut : 1. Pendidikan Tinggi abad XXI harus memainkan peran sebagai suatu komponen vital bagi pembangunan budaya, sosial, ekonomi dan politik sebagai suatu tiang penyangga dalam pembentukan kemampuan masyarakat untuk demokrasi dan perdamaian. 2. DIKTI harus merancang fungsi prospektifnya, melalui analisis berkelanjutan tentang kegawatan sosial, ekonomi, budaya dan kecenderungan politik, serta bertindak sebagai pemandu dalam mengatasi bencana, mampu melihat ke masa depan, mengantisipasi dan menyiapkan peringatan perdana. 3. DIKTI harus sadar akan perannya sebagai pelayan masyarakat, dan harus berusaha agar terjamin keseimbangan antara misi pendidikan dan misi sosial. B. VISI, MISI, TUJUAN DAN BAHAN ISBD Sejalan dengan visi dan misi serta kompetensi MBB di atas, dikembangkan visi ISBD sebagai berikut : “Mahasiswa selaku individu dan mahluk sosial yang beradab memiliki landasan pengetahuan, wawasan, serta keyakinan untuk bersikap kritis, peka dan arif dalam menghadapi persoalan sosial dan budaya yang berkembang di masyarakat. “Sedangkan misi ISBD” adalah :

3

karena manusia dalam hidupnya mengalami pengalaman hidup yang penuh makna. Memberikan pengetahuan dan wawasan tentang keragaman. warga negara dan dunia. selaku individu dan mahluk sosial yang beradab dalam mempraktikan pengetahuan akademis dan keahliannya. misi tujuan MBB dan ISBD tersebut. Memberikan dasar-dasar nilai estetika. Memberikan dasar-dasar untuk memahami masalah sosial dan budaya serta mampu bersikap kritis. Menumbuhkan sikap kritis. moral dan hukum dalam kehidupan bermasyarakat. terutama generasi muda untuk menjadi “manusia yang sesungguhnya”. sebagai warga negara. berhubungan dengan seluruh kehidupan yang memenuhi kepuasan dalam keluarga. peka dan arif pada mahasiswa dalam memahami dan memecahkan masalah sosial budaya dengan landasan nilai estetika. Pendek kata. Mengembangkan kesadaran mahasiswa untuk menguasai pengetahuan tentang keragaman dan kesetaraan manusia sebagai individu dan mahluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat. teratur dan sejahtera. sadar akan kehidupan yang luas dengan segala masalah dan kondisinya yang menjadi hak dan kewajiban tiap orang untuk memberdayakannya sebagai anggota keluarga. pendidikan umum ini mempersiapkan peserta didik. yaitu pendidikan yang berkenaan dengan pengembangan keseluruhan kepribadian seseorang dalam kaitannya dengan masyarakat dan lingkungan hidup.a. etika. manusia lain di sekelilingnya. Atas dasar visi dan misi ISBD dikembangkan tujuan ISBD sebagai berikut : a. c. mengenal diri sendiri. dan akhirnya selaku umat manusia sebagai ciptaan Tuhan Maha Pencipta. analitis dan responsif untuk memecahkan masalah tersebut secara arif di masyarakat. Berdasarkan visi. selaku umat yang terpadu serta penuh dengan makna kehidupan”. Nursyid Sumaatmadja (2002 : 107) mengatakan bahwa : “Pendidikan umum mempersiapkan generasi muda terlibat dalam kehidupan umum sehari-hari dalam kelompok mereka. b. etika. b. hukum dan budaya sebagai landasan untuk menghormati dan menghargai antara sesama manusia sehingga akan terwujud masyarakat yang tertib. kesetaraan dan martabat manusia sebagai individu dan mahluk sosial dalam kehidupan masyarakat. pekerjaan. yang manusiawi. 4 . yang merupakan unsur kesatuan budaya. maka ISBD termasuk pada kategori General Education (pendidikan umum) yang bertujuan untuk membina individu (mahasiswa) untuk menjadi warga masyarakat dan warga negara yang baik. masyarakat. c. moral. Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal hidup bermasyarakat.

2002 : 109) bahwa makna-makna esensial yang melekat dalam kehidupan masyarakat dan budaya manusia meliputi enam pola. Makna simbolik meliputi bahasa. sastra. Makna empirik mencakup ilmu kealaman.bahkan aktivitas sosial dan budayanya pun dipengaruhi oleh pola-pola makna yang memberdayakan hidupnya. konseptual. termasuk juga isyarat-isyarat. dan studi kebudayaan memiliki tujuan yang beragam. kemanusiaan. yaitu : 1. Dengan demikian ISBD sebagai bagian dari general education bukanlah sebuah disiplin ilmu. Apabila dianalisis hakikat ISBD mulai dari kewajiban pendidik (Pasal 40 ayat 2 UU No. yaitu simbolik. hayati. studi sosial. penghayatan dan kesadaran yang mendalam. Kedalam makna ini termasuk empati. kurikulum disusun secara terpisah sesuai dengan body of knowledge masing-masing disiplin ilmu sosial dan budaya. karya seni. Makna estetik meliputi berbagai seni seperti musik. sinoetik. Oleh karena itu. akan tetapi merupakan sebuah studi yang akan menggunakan makna-makna esensial disiplin ilmu-ilmu sosial dan ilmu budaya sebagai pisau analisis untuk memecahkan masalah sosial dan budaya yang ada dalam.. filsafat. sedangkan metode berpikirnya mengadopsi ilmu pengetahuan alam. matematika. tanda-tanda kebesaran dan sebagainya. Mendidik mahasiswa menjadi ahli di bidang ilmu. Selanjutnya Phenix mengatakan (dalam Nursyid S. Phenik (1964 : 6-8) mengemukakan bahwa. upacara-upacara. “pendidikan umum merupakan proses pembangkitan makna-makna yang esensial yang membimbing pelaksanaan hidup manusia melalui perluasan dan pendalaman makna-makna tadi”. akhlak. Makna etik berkenaan dengan aspek-aspek moral. Makna simbolik ini sangat berarti dalam kehidupan bermasyarakat-berbudaya manusia. Philip H. Oleh karena itu. Mereka tidak mengaitkan suatu mata pelajaran dengan mata pelajaran lain dan tidak memikirkan bagaimana seseorang menjadi warga negara yang baik (seseorang menjadi warga negara 5 . dan lainlain. Organisasi bahkan harus disusun menurut struktur disiplin ilmunya baik penyusunan konsep maupun sintaksisnya. generalisasi berdasarkan fakta-fakta. kehidupan masyarakat. estetik.20 tahun 2003) dan keputusan Dirjen DIKTI pasal 2 tentang misi serta pasal 5 tentang metode pembelajaran. simpati dan sebangsanya. Kedalam kawasan makna estetik ini. dan kenyataan yang bisa diamati. kesenian. maka dapat disimpulkan bahwa : isi ISBD terdiri dari disiplin-disiplin ilmu sosial dan humaniora beserta kegiatan dasar manusia. analitis. jika dikaji secara historis. Namun. empirik. serta menggunakan disiplin ilmu pendidikan dan psikologi pendidikan untuk teori belajar dan mengajarnya. perilaku yang luhur. pengetahuan sejarah yang menuntut nalar masa lampau. etik dan sinoptik. termasuk hal-hal yang berkenaan dengan perasaan. kesan. dan hal-hal yang bernuansa spiritual. bahkan pula merupakan bagian dari disiplin ilmu-ilmu budaya yang bertujuan untuk membina mahasiswa untuk menjadi ahli ilmu sosial atau ahli dalam ilmu budaya. makna sinoptik berkenaan dengan pengertian-pengertian yang terpadu dan mendalam seperti agama. tanggung jawab dan sebangsanya.

ISBD dimaksudkan mempelajari bahan-bahan yang sifatnya tabu. hlm. … storehouse of knowledge. Oleh karena itu ISBD harus merupakan “a unified coordinated holistic study of men living in societes” (Hanna. 2. Pendekatan ini lebih menekankan pada content continuum. Tujuannya menumbuhkan warga negara yang baik.” c. dibanding dengan memusatkan perhatian pada disiplin sosial dan budaya secara terpisah. 200. Tujuannya merupakan”… a body of predigested and organized knowledge. Kompromi antara pendapat pertama dan kedua. 63). 3).yang baik hanya sebagai hasil sampingan saja). Melatih berbeda pendapat d. Bahan pelajaran harus merupakan sebagian dari hasil penelitian ilmu-ilmu sosial dan budaya yang dipilih dan diramu sehingga cocok untuk program pendidikan. tetapi lebih senang menyebutnya “Social Sciences dan Cultural Sciences”. Oleh karena itu. to be transmitted to the student. oleh karena itu mereka tidak setuju bahwa ilmu sosial/ilmu budaya dipandang sebagai studi sosial dan studi kebudayaan. 64. 260-261). Warga negara yang baik akan mudah ditumbuhkan bila pendidik menempatkan mahasiswa dalam konteks kebudayaannya. Iklim kelas mencerminkan kehidupan demokratis c. sejarah. 4. b. hlm. tujuan pelajaran harus mampu mengembangkan dasar-dasar untuk menjadi ahli dalam bidang ilmu tertentu serta mampu memecahkan masalah sosial-budaya ketika mahasiswa terjun di masyarakat. tertutup (closed areas) atau controversial issues yang timbul dalam bidang ekonomi. Bahan tabu dekat kegunaannya dengan kebutuhan pribadi dan masyarakat. specific virtues. hukum. Dapat mempelajari masalah sosial dan budaya yang perlu dipecahkan b. skills. (Numan Soemantri. program pembelajaran harus dikorelasikan bahkan diintegrasikan beberapa disiplin ilmu sosial-budaya dalam unit program studi. Oleh karena itu. the presumed product of research in the sosial science. Karena itu. ISBD harus merupakan : 3. 6 . Dengan bahan seperti ini diharapkan mahasiswa : a. politik. a. Simplifikasi dan distalasi dari berbagai disiplin ilmu sosial dan budaya untuk kepentingan pendidikan (Wesley. Paham ini lebih menekankan pada process continuum dalam mencapai tujuan pendidikan. moral dan lain-lain.

dan sebagainya) sedangkan ilmu-ilmu lain sebagai penunjang analisisnya. dan separated. banjir dengan ilmu geografi. kemiskinan dengan ilmu ekonomi. tetapi sistematika salah satu struktur disiplin tertentu masih terlihat dominan sebagai pisau analisisnya. karena hakikat masalahnya kompleks sehingga memerlukan kajian dari berbagai disiplin ilmu. correlated. Pendekatan ini cocok dengan tuntutan Pasal 5 ayat 1 Keputusan Dirjen Dikti yang telah dikemukakan di atas. hlm. khususnya ketrampilan menyelidik. b) masalah-masalah sosial dan budaya. hukum. Tetapi perlu menggunakan pendekatan multidisiplin secara integratif untuk memecahkan masalah sosial dan budaya. sosiologi. 268). f) organisasi kurikulum yang bervariasi (integrated. sastra. baik secara interdisipliner yang menggunakan berbagai disiplin ilmu secara terpadu dalam mengkaji suatu masalah maupun crossdisipliner (penggunaan dua disiplin dari sudut pandang yang berbeda) atau transdisipliner (penggunaan berbagai disiplin ilmu dari sudut pandang yang berbeda) untuk mengkaji suatu masalah. d) pemeliharaan dan pemanfaatan lingkungan alam. karena masalah yang dikaji sangat erat dan banyak kaitannya dengan disiplin tertentu (misalnya masalah korupsi erat kaitannya dengan ilmu hukum. dan psikomotorik. Apa yang diharapkan dalam Pasal 5 tersebut akan sulit tercapai jika menggunakan pendekatan monodisiplin. e) kegiatan dasar manusia yang dicantumkan dalam program studi. C. fungsional dan interfield). psikologi sosial) secara terpisah. Selain harus sistematis bahan itu pun harus esensial untuk disajikan. Penggunaan pendekatan multidisiplin dalam proses pembelajaran ISBD bisa menggunakan pendekatan struktural. PENTINGNNYA PENDEKATAN INTERDISIPLINER DALAM ISBD Sejak semula munculnya Basic Social Studies (Ilmu Sosial Dasar) dalam Basic Humanities (Ilmu Budaya Dasar) sekitar tahun 1970-an dilatarbelakangi oleh pemikiran untuk mendekatkan berbagai disiplin ilmu. j) bahan bukan hanya diperkaya oleh ilmu-ilmu sosial dan budaya. antropologi. tetapi juga agama serta sains dan teknologi. tetapi juga evaluasi proses. improvisasi dan apresiasi. Dengan demikian. i) evaluasi bukan hanya menyangkut kognitif. yaitu beberapa disiplin ilmu sosial atau disiplin ilmu budaya digunakan sebagai alat untuk mengkaji masalah. g) pendekatan yang bervariasi (struktural. seni. h) iklim kelas menjadi lab demokrasi. Pentingnya pendekatan interdisipliner ini diharapkan agar mahasiswa dapat melihat masalah sosial dan budaya secara lebih luas dan komprehensif. c) ketrampilan berpikir.Dengan demikian bahan ISBD harus lebih banyak memperhatikan : a) kebutuhan dan minat mahasiswa. sehingga mendorong mahasiswa untuk melihat permasalahan dalam masyarakat secara interdisipliner (Numan Somantri. artinya menggunakan disiplin tertentu dalam ilmuilmu sosial dan ilmu-ilmu budaya (seperti sejarah. afektif. Apabila digambarkan sebagai berikut : 7 . politik. sehingga mereka dikemudian hari dapat berperan serta memecahkan masalahmasalah sosial. seluruh bahan itu harus disusun terlebih dahulu secara sistematis menurut salah satu disiplin utama yang menjadi pokok kajian. geografi.

bahkan karena luasnya pembahasan. mengkaji latar belakang dan penyebabnya. faktor kultural. Misalnya saja ketika membahas pergaulan bebas di luar nikah. proses belajar mengajar diawali dengan menentukan dan merumuskan masalah. misalnya saja masalah humanitis dengan tema 8 . mencari peraturan yang berhubungan. serta faktor sosial ekonomi. atau anarki pascareformasi dikaji faktor historis.Atau menggunakan pendekatan fungsional. Oleh karena itu. meneliti bagaimana sikap masyarakat terhadap masalah tersebut. faktor yuridis. identitas setiap disiplin ilmu hampir tidak kelihatan karena banyaknya konsep yang berhimpitan dan bersintesis. yaitu pembelajaran yang bertitik tolak dari masalah yang terdapat dalam masyarakat atau lingkungan mahasiswa atau masalah sosial budaya di mana mahasiswa terlibat secara langsung. Bisa juga digunakan pendekatan interfield. faktor politis. mengkaji kebijakan publik yang berlaku. mengumpulkan data dan informasi. Jika digambarkan pendekatan fungsional sebagai berikut : Karena itu. faktor sosiologis. yaitu bertitik tolak dari ruang lingkup yang luas. pendekatan fungsional tidak berangkat dari satu disiplin ilmu. dan mencari berbagai alternatif sosial sampai akhirnya memberikan rekomendasi kepada pengambil kebijakan publik untuk memecahkan masalah tersebut.

teknologi. multikultur. antropologi. pendidikan. tehnologi. pemilu. pembangunan. kebudayaan Betawi dan lain-lain. misal saja kebudayaan Bali. agama. Kalau digambarkan pendekatan interfield itu sebagai berikut : 9 . sejarah.Science Other field Language Literature The arts SocialEducation science Bidang lain Bahasa IPA Agama Teknologi Seni Pendidikan Social reformasi. dan sebagainya. dan lain-lain yang dikaji dari berbagai bidang ilmu yang cukup luas seperti bahasa. kebudayaan Jawa Barat. Dalam pendekatan interfield ini dapat juga digunakan the area approach yang berusaha menyusun bahan kuliah berdasarkan kebudayaan suatu daerah. pendidikan. atas dasar daerah tersebut maka aspek politik. IPA. ekonomi. demokrasi. agama dan sumber daya alam ikut melengkapinya.

menyuburkan. Dalam bahasa Inggris. Colera berarti mengolah. kesenian. adat istiadat. Tylor. modal. Kemudian pengertian ini berkembang dalam arti culture. berasal dari kata colera. 10 2) 3) 4) 5) .B. karsa dan rasa. Berikut pengertian budaya atau kebudayaan dari beberapa ahli : 1) E. PENGERTIAN Budaya adalah bentuk jamak dari kata budi dan daya yang berarti cinta. yaitu sebagai segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam. kebudayaan dapat dipandang sebagai konfigurasi tingkah laku yang dipelajari dan hasil tingkah laku yang dipelajari. mengartikan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan. hukum. milik diri manusia dengan belajar. keilmuan. dalam bahasa Belanda diistilahkan dengan kata cultur. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA A. rasa. dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Kata budaya sebenarnya berasal dari bahasa Sanskerta budhayah yaitu bentuk jamak kata buddhi yang berarti budi atau akal. kepercayaan. dan cipta masyarakat Herkovits. dimana unsur pembentuknya didukung dan diteruskan oleh anggota masyarakat lainnya.BAB 2. Koentjaraningrat. kebudayaan adalah bagian dari lingkungan hidup yang diciptakan oleh manusia. budaya adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan. R. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi. mengembangkan tanah (bertani). kata budaya berarti dari kata culture. mengatakan bahwa kebudayaan adalah semua hasil karya. dalam bahasa Latin. mengerjakan. Linton.

1. yaitu suatu teori yang mengatakan bahwa kebudayaan itu akan berkembang dari tahapan yang sederhana menuju tahapan yang lebih kompleks. kebudayaan atau budaya menyangkut keseluruhan aspek kehidupan manusia baik material maupun non material. penataran-penataran dan ceramah. b. Tubuh manusia f. Sistem Pengetahuan Sistem pengetahuan yang dimiliki manusia sebagai mahluk sosial merupakan suatu akumulasi dari perjalanan hidupnya dalam hal berusaha memahami : a. Ruang dan waktu Untuk memperoleh pengetahuan tersebut di atas manusia melakukan tiga cara. nilai. SUBSTANSI (ISI) UTAMA BUDAYA Substansi (isi) utama kebudayaan merupakan wujud abstrak dari segala macam ide dan gagasan manusia yang bermunculan di dalam masyarakat yang memberi jiwa kepada masyarakat itu sendiri. yaitu : a) Melalui pengalaman dalam kehidupan sosial. B. pandangan hidup. Sebagian besar ahli yang mengartikan kebudayaan seperti ini kemungkinan besar sangat dipengaruhi oleh pandangan evolusionisme. Alam sekitar . seperti kursus-kursus. c) Melalui petunjuk-petunjuk yang bersifat simbolis yang sering disebut sebagai komunikasi simbolis.Dengan demikian. Zat-zat bahan mentah dan benda-benda dalam lingkungannya e. 11 . persepsi dan etos kebudayaan. baik dalam bentuk atau berupa sistem pengetahuan. Pengetahuan melalui pengalaman langsung ini akan membentuk kerangka pikir individu untuk bersikap dan bertindak sesuai dengan aturan yang dijadikan pedomannya. Sifat-sifat dan tingkah laku sesama manusia g. kepercayaan. Alam flora di daerah tempat tinggal c. b) Berdasarkan pengalaman yang diperoleh melalui pendidikan formal/resmi (di sekolah) maupun dari pendidikan non formal (tidak resmi). Alam fauna di daerah tempat tinggal d.

baik (nilai-moral atau etis). yaitu kemampuan pengetahuan kegiatan mental individu lain : 3) 12 . e. 4. Pandangan Hidup Pandangan hidup merupakan pedoman bagi suatu bangsa atau masyarakat dalam menjawab atau mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya. Persepsi Persepsi atau sudut pandang ialah suatu titik tolak pemikiran yang tersusun dari seperangkat kata-kata yang digunakan untuk memahami kejadian atau gejala dalam kehidupan. c. dan hanya yang Mahatinggi saja yang mampu memberikan kekuatan dalam mencari jalan keluar dari permasalahan hidup dan kehidupan. indah (nilai estetika). yaitu dimensi lain di luar diri dan lingkungannya yang dianggap mampu mengendalikan hidup manusia. yaitu : a. Hakikat hidup manusia (MH) b. Nilai Nilai adalah sesuatu yang baik yang selalu diinginkan. dicitacitakan dan dianggap penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat.2. manusia yang memiliki naluri untuk mengembangkan diri kepada yang Mahatinggi. Kepercayaan Kepercayaan yang mengandung arti yang lebih luas daripada agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Dorongan ini sebagai akibat atau refleksi ketidakmampuan manusia dalam menghadapi tantangan-tantangan hidup. 5. 2) persepsi telepati. yaitu persepsi yang terjadi tanpa menggunakan salah satu indra manusia. Pada dasarnya. Kluchohn mengemukakan. sesuatu dikatakan memiliki nilai apabila berguna dan berharga (nilai kebenarannya). d. Hakikat karya manusia (MK) Hakikat waktu manusia (MW) Hakikat alam manusia (MA) Hakikat hubungan antarmanusia (MM) 3. religius (nilai agama). Didalamnya terkandung konsep nilai kebudayaan yang dicita-citakan oleh suatu masyarakat. Karena itu. kelompok atau bangsa. C. pandangan hidup merupakan nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat dengan dipilih secara selektif oleh individu. Oleh karena itu. bahwa yang menentukan orientasi nilai budaya manusia di dunia adalah lima dasar yang bersifat universal. Persepsi terdiri atas : 1) persepsi sensorik.

Di mana sifat-sifat budaya itu akan memiliki ciri-ciri yang sama bagi semua kebudayaan manusia tanpa membedakan faktor ras. jauh dari tempat orang yang bersangkutan. tindakantindakan yang diterima dan ditolak. sebagai orang yang agresif. lingkungan alam atau pendidikan. Budaya mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiban-kewajiban. Sifat tersebut bukan diartikan secara spesifik. serta berbagai benda budaya hasil karya mereka. Budaya telah ada terlebih dahulu daripada lahirnya suatu generasi tertentu dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan 3. dilihat dari luar oleh orang asing. D. Budaya terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia 2. Contohnya. Sebaliknya kebudayaan Jawa dilihat oleh orang Batak. bahwa watak orang Jawa memancarkan keselarasan. Yaitu sifat hakiki yang berlaku umum bagi semua budaya di mana pun. serta diskriminasi terhadap tingkatan sosial. Budaya diperlukan oleh manusia diwujudkan dalam tingkah lakunya dan 4. ketenangan yang berlebihan. feodal. kurang sopan. yaitu kemampuan melihat perisiwa atau kejadian di tempat lain. tetapi setiap kebudayaan mempunyai ciri atau sifat yang sama. Etos sering tampak pada gaya perilaku warga misalnya. kegemaran-kegemaran warga masyarakatnya. kesuraman. tindakantindakan yang dilarang dan tindakan-tindakan yang diizinkan. SIFAT-SIFAT BUDAYA Kendati kebudayaan yang dimiliki oleh setiap masyarakat itu tidak sama. Etos Kebudayaan Etos atau jiwa kebudayaan (dalam antropolog) berasal dari bahasa Inggris berarti watak khas.persepsi clairvoyance. C. melainkan bersifat universal. kebudayaan Batak dilihat orang Jawa. gagasan yang berbelit-belit. 6. konsekuen. tegas. kasar. dan berbicara apa adanya. lamban. Sifat hakiki dari kebudayaan tersebut antara lain : 1. tingkah laku yang sukar ditebak. seperti di Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang berbeda. MANUSIA SEBAGAI PENCIPTA DAN PENGGUNA KEBUDAYAAN Tercipta atau terwujudnya suatu kebudayaan adalah sebagai hasil 13 .

interaksi antara manusia dengan segala isi alam raya ini. perasaan dan emosi. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendukungnya. Tahap internalisasi adalah tahap dimana realitas objektif hasil ciptaan manusia diserap oleh manusia kembali. (Yusdi Ahmad. manusia memerlukan kepuasan baik di bidang spiritual maupun material. nyatalah bahwa manusia menciptakan kebudayaan. Bermacam-macam kekuatan yang harus dihadapi masyarakat dan anggotanya seperti kekuatan alam maupun kekuatan lain yang tidak selalu baiknya. tahap objektivasi. fantasi dan perilaku. Tahap eksternalisasi adalah proses pencurahan diri manusia secara terus-menerus ke dalam dunia melalui aktivitas fisik dan mental. Dengan sumber-sumber kemampuan daya manusia tersebut. Berger yang menyebutkan sebagai dialektika fundamental. Sehingga kebudayaan memiliki peran sebagai : 1. Dialektika ini didasarkan pada pendapat Peter L. Tahap objektivitas adalah tahap aktivitas manusia menghasilkan suatu realitas objektif yang berada di luar diri manusia. Suatu hubungan pedoman antarmanusia atua kelompoknya. intelegensia dan intuisi. namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayan. 2. 2006 : 5). Manusia memiliki kemampuan daya antara lain akal. Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain 3. kemauan. kebudayaan ada karena ada manusia penciptanya dan manusia dapat hidup di tengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan adalah produk manusia. Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia 4. dan tahap internalisasi. Kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia. Dialektika fundamental ini terdiri dari tiga tahap : tahap eksternalisasi. Pengaturan agar manusia dapat mengerti 14 . Petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berperilaku di dalam pergaulan 6. Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. 1999 : 36) sebagai daya manusia. Manusia yang telah dilengkapi Tuhan dengan akal dan pikirnya menjadikan mereka khalifah di muka bumi dan diberikan kemampuan yang disebutkan oleh Supartono (dalam Rafael Raga Maran. Dengan kata lain. Makalah. Pembeda manusia dan binatang 5. Jadi ada hubungan berkelanjutan antara realitas internal dengan realitas eksternal. Kecuali itu. Kebutuhan-kebutuhan tersebut dipenuhi oleh kebudayaan yang bersumber pada masyarakat itu sendiri.

Kebudayaan juga memberikan aturan bagi manusia dalam mengolah lingkungan dengan teknologi hasil ciptaannya. Beberapa variabel yang berhubungan dengan masalah kebudayaan 15 . mengapa suatu lingkungan tertentu akan berbeda dengan lingkungan lainnya dan menghasilkan kebudayaan yang berbeda pula. artinya orang asing. Dengan menganalisis pengaruh akibat budaya terhadap lingkungan seseorang dapat mengetahui. berbagai macam kekuatan harus dihadapi manusia dan masyarakat seperti kekuatan alam dan kekuatan lain. Hasil karya tersebut yaitu teknologi yang memberikan kemungkinan yang luas untuk memanfaatkan hasil alam bahkan menguasai alam. Manusia merupakan mahluk yang berbudaya. menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain 7. Usaha untuk menjelaskan perilaku manusia sebagai perilaku budaya dalam kaidah dengan lingkungannya. Kebudayaan masyarakat tersebut sebagian besar dipenuhi oleh kebudayaan yang bersumber pada masyarakat itu sendiri. pada taraf permulaan manusia bersikap menyerah dan semata-mata bertindak di dalam batas-batas untuk melindungi dirinya. PENGARUH BUDAYA TERHADAP LINGKUNGAN Budaya yang dikembangkan oleh manusia akan berimplikasi pada lingkungan tempat kebudayaan itu berkembang. berbuat. Keadaan yang berbeda pada masyarakat yang telah kompleks. Hasil karya masyarakat melahirkan teknologi atau kebudayaan kebendaan yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi masyarakat terhadap lingkungan di dalamnya. Sebagai modal dasar pembangunan. Selain itu manusia dan masyarakat memerlukan kepuasan baik secara spiritual maupun materiil. melalui akalnya manusia dapat mengembangkan kebudayaan. terlebih lagi perspektif lintas budaya akan mengandung banyak variabel yang saling berhubungan dalam keseluruhan sistem terbuka. E. Dalam tindakan untuk melindungi diri dari lingkungan alam. Suatu kebudayaan memancarkan suatu ciri khas dari masyarakatnya yang tampak dari luar. dimana taraf kebudayaannya lebih tinggi. Pendekatan yang saling berhubungan dengan psikologi lingkungan adalah pendekatan sistem yang melihat rangkaian sistemik antara beberapa sub sistem yang ada dalam melihat kenyataan lingkungan total yang melingkupi satuan budaya yang ada. Begitu pula manusia hidup dan tergantung pada kebudayaan sebagai hasil ciptaannya.bagaimana seharusnya bertindak. Kebudayaan mempunyai fungsi yang besar bagi manusia dan masyarakat.

menunjuk pada lingkungan natural seperti temperatur. norma. PROBLEMATIKA KEBUDAYAAN Beberapa problematika kebudayaan antara lain : 1. dan nilai-nilai Environmental Orientation and Representation. Hambatan budaya yang berkaitan dengan pandangan hidup dan sistem kepercayaan Keterkaitan orang Jawa terhadap tanah yang mereka tempati secara turun temurun diyakini sebagai pemberi berkah kehidupan. Contohnya. wilayah geografis. - - - - Dengan demikian dapat dikatakan. Mereka enggan meninggalkan kampung halamannya atau beralih pola hidup sebagai petani. meliputi hasil tindakan manusia seperti membangun rumah.dan lingkungan : Physical environment. iklim. meliputi aspek-aspek kebudayaan beserta proses sosialisasi seperti : norma-norma. 2. flora dan fauna Cultural Social Environment. adat istiadat. Padahal hidup mereka umumnya miskin. bahwa kebudayaan yang berlaku dan dikembangkan dalam lingkungan tertentu berimplikasi terhadap pola tata laku. curah hujan. nilai dan aspek kehidupan lainnya yang akan menjadi ciri khas suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. komunitas. F. meliputi bagaimana masyarakat menggunakan lingkungan dalam hubungan sosial Out Carries Product. kota beserta usaha-usaha manusia dalam memodifikasi lingkungan fisik seperti budaya pertanian dan iklim. Hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan persepsi atau sudut pandang hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan persepsi atau sudut pandang ini dapat terjadi antara masyarakat dan pelaksana pembangunan. mengacu pada persepsi dan kepercayaan kognitif yang berbeda-beda pada setiap masyarakat mengenai lingkungannya Environmental Behavior and Process. program keluarga 16 .

karena pengetahuannya serba terbatas. Sikap semacam ini akan mudah memicu timbulnya kasus-kasus sara. Masyarakat yang terasing dan kurang komunikasi dengan masyarakat luar. 5. seolah-olah tertutup untuk menerima program-program pembangunan. Sikap Etnosentrisme Sikap etnosentrisme adalah sikap yang mengagungkan budaya suku bangsanya sendiri dan menganggap rendah budaya suku bangsa lain. ras dan antar golongan. agama. Hal ini disebabkan karena adanya kekhawatiran penduduk bahwa di tempat yang baru hidup mereka akan lebih sengsara dibandingkan dengan hidup mereka di tempat yang lama. Yang terkadang justru menimbulkan sikap etnosentrisme pada anggota masyarakat dalam memandang kebudayaan orang lain. yang menganggap hal-hal baru itu akan merusak tatanan hidup mereka yang sudah mereka miliki secara turun temurun. Perkembangan IPTEK sebagai hasil dari kebudayaan. obatobatan diciptakan untuk kesehatan tetapi dalam penggunaannya banyak disalahgunakan yang justru mengganggu kesehatan manusia. mereka beranggapan bahwa banyak anak banyak rezeki. yakni pertentangan suku. 3. Masyarakat daerah-daerah terpencil yang kurang komunikasi dengan masyarakat luar.berencana atau KB semula ditolak masyarakat. sebagai contoh nuklir dan bom dibuat justru untuk menghancurkan manusia bukan untuk melestarikan suatu generasi. Sikap tradisionalisme yang berprasangka buruk terhadap hal-hal baru Sikap ini sangat mengagung-agungkan budaya tradisional sedemikian rupa. Kebudayaan yang berkembang dalam suatu wilayah seperti Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari beberapa suku bangsa dan budaya yang beraneka ragam. G. PERUBAHAN KEBUDAYAAN 17 . 6. 4. sering kali disalahgunakan oleh manusia. Hambatan budaya berkaitan dengan faktor psikologi atau kejiwaan Upaya untuk mentransmigrasikan penduduk dari daerah yang terkena bencana alam banyak mengalami kesulitan. Masing-masing kebudayaan itu dianggap sebagai satu ciri khas daerah lokal. 7. Sikap etnosentrisme dapat menimbulkan kecenderungan perpecahan dengan sikap kelakuan yang lebih tinggi terhadap budaya lain.

Perubahan yang terjadi karena suatu masyarakat atau bangsa mengadopsi beberapa elemen kebudayaan materal yang telah dikembangkan oleh bangsa lain di tempat lain e. Perubahan yang terjadi karena suatu bangsa memodifikasi cara hidupnya dengan mengadopsi suatu pengetahuan atau kepercayaan baru. atau karena perubahan dalam pandangan hidup dan konsepsinya tentang realitas. bukan sebaliknya. Perubahan karena adanya penemuan (discovery) d. oleh karenanya tidak ada kebudayaan yang bersifat statis. Dengan demikian. yaitu yang akan memusnahkan manusia sebagai pencipta kebudayaan tersebut. kebudayaan akan mengalami perubahan. Ada lima faktor yang menjadi penyebab perubahan kebudayaan. karsa. Perubahan lingkungan alam b. 18 . dan rasa manusia adalah tentu saja perubahan yang memberi nilai manfaat bagi manusia dan kemanusiaan.Sebagaimana diketahui bahwa kebudayaan mengalami perkembangan (dinamis) seiring dengan perkembangan manusia itu sendiri. perubahan kebudayaan sebagai hasil cipta. Perubahan yang disebabkan adanya kontak dengan suatu kelompok lain c. yaitu : a. Namun.

Jadi sebutan individunya tepat bagi manusia yang memiliki keutuhan jasmani dan rohaninya. sedangkan divided artinya terbagi. INDIVIDU DAN MASYARAKAT 1. artinya yang tak terbagi. ukuran. Jadi individu artinya tidak terbagi. fisik. meskipun sama-sama terlahir sebagai manusia kembar. atau ada unsur fisik dan psikisnya. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Manusia sebagai mahluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut lagi sebagai individu. sifat dan lain-lainnya. MANUSIA SEBAGAI INDIVIDU DAN MAHLUK SOSIAL A. Sekalipun orang itu terlahir secara kembar. unsur fisik dan psikis. Setiap anggota fisik manusia tidak ada yang persis sama. keutuhan fisik dan psikisnya. Contohnya si Waru berbeda dengan si Dadap. Begitu pula dalam kumpulan atau kerumunan ribuan atau jutaan manusia. merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. baik pada perbedaan fisik maupun psikis. tetapi kalau perhatian kita tujukan pada hal yang lebih detail. unsur raga dan jiwa. Setiap manusia memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri. Dalam diri individu ada unsur jasmani dan rohaninya. Dari sekian banyak manusia. Perbedaan itu terletak pada bentuk. karena diantaranya ada perbedaan fisik yang gampang dikenali. atau ada unsur raga dan jiwanya. Seperti di tengahtengah pasar yang penuh orang atau di lapangan di mana berkumpul ribuan orang kita akan dapat mengenali orang yang sudah kita kenal. keutuhan raga dan jiwanya. ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Kata in salah satunya mengandung pengertian tidak. makro akan terdapat perbedaan-perbedaan. bila hal terjadi pada kumpulan atau kerumunan hewan dan 19 . Bila seseorang hanya tinggal raga. Manusia Individu sebagai Mahluk Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individuum. Jadi pengertian manusia sebagai mahluk individu mengandung arti bahwa unsur yang ada dalam diri individu tidak terbagi. Sebaliknya. kita dapat mengenali seseorang yang sudah kita kenal karena memiliki ciri fisik yang sudah kita kenal. Dalam bahasa Inggris Individu berasal dari kata in dan divided. atau suatu kesatuan. Kita dapat membedakan seseorang dari lainnya berdasarkan perbedaan-perbedaan yang ada. mereka tidak ada yang memiliki ciri fisik dan psikis yang persis sama. Walaupun secara umum manusia itu memiliki perangkat fisik yang sama.BAB 3. maka dia tidak dikatakan sebagai individu. tidak ada manusia yang persis sama. atau jasmaninya saja.

Faktor genotipe adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir. Lingkungan sosial. Kalau seorang individu memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dibawa sejak lahir. dan kelompok sosial lain yang lebih besar. Faktor lingkungan ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang. kurus atau langsing. ada yang kulitnya cokelat. dibawa individu sejak lahir. ada yang rambutnya lurus ada ikal. Kita melakukan interaksi sosial dengan anggota keluarga. Sedangkan lingkungan yang bukan buatan seperti kondisi alam geografis dan iklimnya. atau gaya dan selera orang juga berbeda-beda. Seseorang yang sehari-harinya bergaul dengan lingkungan temannya yang bekerja sebagai sopir atau kenek di terminal memiliki kebiasaan yang khas bagi kelompoknya. Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Menurut Nursyid Sumaatmadja. Orang yang tinggal di daerah pantai memiliki sifat dan kebiasaan yang berbeda dengan yang tinggal di daerah pegunungan. Kita bisa melihat secara fisik bagian tubuh mana dari kita yang memiliki kemiripan dengan orang tua kita. Lewat ciri-ciri fisik seseorang pertama kali mudah dikenali. Ciri seorang individu tidak hanya mudha dikenali lewat ciri fisik atau biologinya. Mungkin orang yang tinggal di daerah pantai bicaranya keras. dengan teman. Seorang individu adalah perpaduan antara faktor genotipe dan fenotipe. ada orang yang periang. Begitu pula dengna orang yang lingkungan sosialnya berada di pesantren. atau karakternya. Dilihat dari sifat. Lingkungan fisik seperti kondisi alam sekitarnya. baik itu lingkungan buatan seperti tempat tinggal (rumah) dan lingkungan. Berbeda lingkungan tempat tinggal. Ada orang yang gemuk. memiliki kebiasaan yang khas pula bagi kelompoknya. cerewet atau lainnya. ia juga memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan. sulit bagi kita untuk mengenali satu hewan di tengah ribuan hewan yang sejenis. bisa juga terjadi pada bagian-bagian tubuh tertentu saja. perangai. sabar. merujuk pada lingkungan di mana seorang individu melakukan interaksi sosial. Sifat. begitu pula mengenai sifat atau karakter kita ada yang mirip seperti ayah dan ibu. Ada bagian tubuh kita yang mirip ibu atau ayah. hitam atau putih. perangai. kemiripan atau persamaan itu mungkin saja terjadi pada keseluruhan penampilan fisiknya. berbeda dengan mereka yang tinggal di daerah pegunungan. Secara fisik seseorang memiliki kemiripan atau kesamaan ciri dari orang tuanya. kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara 20 . cenderung berbeda pula kebiasaan dan perilaku orang orangnya.binatang. Karakteristik yang khas dari seseorang ini sering kita sebut dengan kepribadian. karakter. ia merupakan faktor keturunan.

Misalnya orang kaya cenderung berteman dengan orang kaya. jika mendapat rangsangan dari lingkungan. Manusia dikatakan sebagai mahluk sosial. sering kali didasari atas kesamaan ciri atau kepentingannya masing-masing. di sekolah. tidak bisa dengan seenaknya berpkaian menurut kehendak anda sendiri. Dalam konteks sosial yang disebut masyarakat. yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologisnya. ia melakukan sesuatu dipengaruhi faktor dari luar dirinya. 2. Selain individu. yaitu mahluk yang didalam hidupnya tidak bsia melepaskan diri dari pengaruh manusia lain. Setiap orang memiliki kepribadian yang membedakan dirinya dengan yang lain. seperti tunduk pada aturan. juga dikarenakan pada diri manusia ada dorongan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain. Orang yang berprofesi sebagai artis. akan terbentuk kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat yang didasari oleh kesamaan ciri atau kepentingan. setiap orang akan mengenal orang lain oleh karena itu perilaku manusia selalu terkait dengan orang lain. Anda harus tunduk pada aturan atau kebiasaan yang wajar di masyarakat. Kebutuhan untuk berteman dengan orang lain. Dengan demikian. Ketika anda memakai baju anda berusaha untuk tampil yang menurut anda akan dinilai pantas. tunduk pada norma masyarakat. Perilaku manusia dipengaruhi oleh orang lain. Oleh karena itu manusia dikatakan sebagai mahluk sosial. 21 . manusia memiliki kebutuhan untuk mencari kawan atau teman. dan masyarakat. di rumah. Selama manusia hidup ia tidak akan lepas dari pengaruh masyarakat. kelompok sosial yang lebih besar seperti keluarga. tetangga. ada kebutuhan sosial (social need) untuk hidup berkelompok dengan orang lain.potensi-potensi biopsiko fisikal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan. modis atau necis oleh orang lain. cenderung untuk mencari teman sesama artis lagi. Kepribadian seseorang itu dipengaruhi faktor bawaan (genotipe) dan faktor lingkungan (fenotipe) yang saling berinteraksi terus menerus. Manusia Sosial sebagai Mahluk Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak lepas dari pengaruh orang lain. Keluarga yang terbiasa dengan suasana demokratis dan religius. memiliki ciri/karakter/kebiasaan yang berbeda-beda pula. misalnya berbeda dengan keluarga yang suasananya otoriter dan kurang religius. Ketika anda pergi ke kampus atau ke tempat lain. dan di lingkugnan yang lebih besar manusia tidak lepas dari pengaruh orang lain. baik. dan keinginan mendapat respons positif dari orang lain (pujian). Begitu pula lingkungan tetangga yang familiar dan gotong royong berbeda dengan yang kurang akrab dan individualis.

Manusia dikatakan juga sebagai mahluk sosial, karena manusia tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengahtengah manusia. Ketika bayi lahir, ia memerlukan pertolongan manusia lainnya. Bayi sama sekali tidak berdaya ketika ia lahir, ia tidak bisa mempertahankan hidupnya tanpa pertolongan orang lain. Berbeda dengan hewan, jerapah misalnya, ketika binatang ini lahir hanya dalam hitungan menit ia sudah bisa berdiri tegak dan berjalan mengikuti induknya. Kenapa hewan bisa mempertahankan hidupnya walaupun tanpa pertolongan hewan lainnya ? karena untuk mempertahankan hidupnya hewan dibekali dengan insting, insting atau naluri adalah sesuatu yang dibawa sejak lahir, yang diperoleh bukan melalui proses belajar. Manusia berbeda dengan hewan, untuk mempertahankan hidupnya, ia dibekali dengan akal. Insting yang dimiliki manusia sangat terbatas, ketika bayi lahir misalnya ia hanya memiliki insting menangis. Bayi lapar maka ia menangis, kedinginanpun ia menangis, pipis ia pun menangis. Manusia memiliki potensi akal untuk mempertahankan hidupnya. Namun potensi yang ada dalam diri manusia itu hanya mungkin berkembang bila ia hidup dan belajar di tengah-tengah manusia. Untuk bisa berjalan saja, manusia harus belajar dari manusia lainnya. Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bsia makan menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya. Cooley memberi nama looking-glass self untuk melihat bahwa seseorang dipengaruhi oleh orang lain. Nama demikian diberikan olehnya karena ia melihat manalogi antar pembentukan diri seseorang dengan perilaku orang yang sedang bercermin, kalau cermin memantau apa yang terdapat di depannya, maka menurut Cooley diri seseorang memantau apa yang dirasakannya sebagai tanggapan masyarakat terhadapnya. Cooley berpendapat bahwa looking glass self terbentuk melalui tiga tahap. Pada tahap pertama seseorang mempunyai persepsi mengenai pandangan orang lain terhadapnya. Pada tahap berikut seseorang mempunyai persepsi mengenai penilaian orang lain terhadap penampilannya. Pada tahap ketiga seseorang mempunyai perasaan terhadap apa yang dirasakannya sebagai penilaian orang lain terhadapnya itu. Untuk memahami pendapat Cooley di sini dapat disajikan suatu contoh. Seorang siswa yang cenderung memperoleh nilai-nilai rendah (misalnya, nilai 4 atau 5) dalam ujian-ujian semesternya, misalnya bahwa para guru di sekolahnya menganggapnya bodoh. Ia merasa pula bahwa karena ia dinilai bodoh maka ia kurang dihargai para gurunya. Karena merasa kurang dihargai, siswa tersebut menjadi murung. Jadi disini perasaan diri sendiri seseorang merupakan pencerminan dari penilaian orang lain (looking glass self). Dalam kasus tersebut diatas, pelecehan
22

oleh guru ini ada dalam benak si siswa dan mempengaruhi pandangannya mengenai dirinya sendiri terlepas dari soal apakah dalam kenyataan para guru memang berperasaan demikian terhadapnya. Apa yang terjadi bila seseorang tidak berinteraksi dengan manusia ? seseorang yang tidak hidup dengan manusia lainnya tidak akan dapat berinteraksi dengan orang lain. hal ini terungkap dari kasus anak-anak yang ditemukan dalam keadaan terlantar (feral children). Ada kisah, yaitu seorang anak laki-laki berusia sekitar 11-12 tahun yang pada tahun 1900 ditemukan diatas Saint Serin, Perancis, dan kasus gadis berusia tiga belas tahun di California, Amerika Serikat yang disekap ayahnya dalam gudang gelap sejak berumur satu setengah tahun. Light, Keller dan Calhoun (1989) mengisahkan kasus Anna yang semenjak bayi dikurung ibunya dalam gudang selama lima tahun. Dari kasus-kasus tersebut terungkap bahwa anak anak yang ditemukan tersebut tidak berperilaku sebagai manusia. Mereka tidak dapat berpakaian, buang air besar kecil dengan tertib, atau berbicara. Anna tidak dapat makan sendiri atau mengunyah, dan juga tidak dapat tertawa atau menangis. Genie tidak dapat berdiri tegak. Setelah berkomunikasi dengan masyarakat lambat laun anak-anak ini dapat mempelajari beberapa di antara kemampuan yang dimiliki manusia sebaya mereka, namun mereka tidak pernah tersosialisasi secara wajar dan cenderung meninggal pada usia muda. Salah satu teori peranan dikaitkan dengan sosialisasi oleh teori George Herbert Mead. Dalam teorinya yang diuraikan dalam buku Mind, Self and Society (1972). Mead menguraikan tahap-tahap pengembangan secara bertahap melalui interaksi dengan anggota masyarakat lain. menurut Mead pengembangan diri manusia ini berlangsung melalui beberapa tahap-tahap play stage, tahap game stage, dan tahap generalized other. Menurut Mead setiap anggota barumasyarakat hars mempelajari peranan-peranan yang ada dalam masyarakat. Sosialisasi adalah suatu proses di mana di dalamnya terjadi pengambilan peranan (role taking). Dalam proses ini seseorang belajar untuk mengetahui peranan yang harus dijalankannya serta peranan yang harus dijalankan orang lain. melalui pengusaan peranan yang ada dalam masyarakat ini seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain. Menurut Mead pada tahap pertama, play stage seorang anak kecil mulai belajar mengambil peranan orang-orang yang berada di sekitarnya. Ia mulai menirukan peranan yang dijalankan oleh orang tuanya, mislanya atau peranan orangg dewasa lain dengan siapa ia sering berinteraksi. Dengan demikian, kita sering melihat anak kecil yang dikala bermain meniru peranan yang dijalankan ayah, ibu, kakak, nenek, polisi, dokter, tukang pos, sopir dan sebagainya. Namun pada tahap ini sang anak belum sepenuhnya memahami isi peranan-peranan yang ditirunya itu. Seorang anak dapat meniru kelakuan ayah atau ibu berangkat ke tempat kerja, misalnya tetapi mereka tidak memahami alasan ayah atau ibu untuk bekerja dan makna kegiatan yang dilakukan
23

ayah atau ibu di tempat kerja. Seorang anak dapat berpura-pura menjadi petani, dokter, polisi tetapi tidak mengetahui mengapa petani mencangkul, dokter menyuntik pasien, polisi menginterogasi tersangka pelaku kejahatan. Pada tahap game stage seorang anak tidak hanya telah mengetahui peranan yang harus dijalankannya, tetapi telah pula mengetahui peranan yang harus dijalankan oleh orang lain dengan siapa ia berinteraksi. Contoh yang diajukan Mead ialah keadaan dalam suatu pertandingan seseorang anak yang bemain dalam suatu pertandingan tidak hanya mengetahui apa yang diharapkan orang lain darinya, tetapi juga apa yang diharapkan dari orang lain ikut bermain dalam pertandingan tersebut. Di kala bermain sebagai penjaga gawang dalam suatu pertandingan sepak bola, misalnya, ia mengetahui perananperanan yang dijalankan oleh para pemain lain (baik kesebelasan kawan maupun lawan), wasit, penjaga garis, dan sebagainya. Oleh Mead dikatakan bahwa pada tahap ini seseorang telah dapat mengambil peranan orang lain. Pada tahap awal sosialisasi, interaksi seorang anak biasanya terbatas pada sejumlah kecil orang lain biasanya anggota keluarga, terutama ayah dan ibu. Oleh Mead orang-orang yang penting dalam proses sosialisasi ini dinamakan significant others. Pada tahap ketiga sosialisasi seseorang dianggap telah mampu mengambil peranan yang dijalankan orang lain dalam masyarakat, mampu mengambil peranan generalized others. Ia telah mampu berinteraksi dengan orang lain dalam masyarakat karena telah memahami peranannya sendiri serta peranan orang lain dengan siapa ia berinteraksi. Selaku anak ia telah memahami peranan yang dijalankan orang tua; selaku siswa ia memahami peranan guru, selaku anggota Gerakan Pramuka ia memahami peranan para pembinannya. Jika seseorang telah mempunyai suatu diri. Dari pandangan-pandangan Mead ini tampak jelas pendiriannya bahwa diri seseorang terbentuk melalui interaksi dengan orang lain. Karena manusia adalah mahluk sosial, mereka berinteraksi dengan yang lain. tidak selamanya interaksi itu berjalan dengan baik, terkadang menimbulkan hal-hal lain yang negatif. Dalam hubungan antar anggota dan kelompok masyarakat, kita sering dihadapkan dengan perbedaan perbedaan. Misalnya, orang Jawa memiliki kebiasaan dan sifat-sifat yang khas, orang Sunda, Batak, Ambon, Padang, dan yang lainnya juga begitu. Terkadang ada sikap negatif yang diperlihatkan oleh suatu kelompok masyarakat terhadap kelompok masyarakat lainnya. Sikap khas yang sering ditampilkan itu disebut prasangka (prejudice). Prasangka (prejudice) merupakan suatu istilah yan mempunyai berbagai makna. Namun dalam kaitannya dengan hubungan antarklompok istilah ini mengacu pada sikap permusuhan yang ditujukan terhadap suatu kelompok tertentu atas dasar dugaan bahwa kelompok tersebut mempunyai ciri-ciri yang tidak menyenangkan. Sikap ini dinamakan prasangka tidak didasarkan pada pengetahuan, pengalaman ataupun bukti-bukti yang cukup memadai. Pandangan pria bahwa wanita

24

pandangan orang kulit putih di daerah Selatan Amerika Serikat bahwa orang kulit hitam adalah orangorang yang tidak tahu diri dan yang bertekad untuk menyaingi karyawan kulit putih serta memperkosa wanita kulit putih. Bandingkan dengan contoh berikut ini : b. 1974) merupakan contoh-contoh mengenai prasangka antar kelompok. pandangan di kalangan orang Tionghoa di Semarang bahwa mereka lebih cerdas dan lebih mampu daripada orang Indonesia (Willmott. Rakyat 25 . Masyarakat sudah banyak berkorban untuk kepentinga n PEMILU.lebih banyak emosi dan kurang rasio. bahwa manusia dikatakan sebagai mahluk sosial. Dapat disimpulkan. sementara para anggota DPR malah bertengkar memperebu tkan kedudukan. PENGERTIAN CIRI-CIRINYA MASYARAKAT DAN Anda tentu sudah sering mendengar kata masyarakat. 1. karena beberapa alasan yaitu . Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain 3. Dalam kehidupan sehari-hari istilah atau kata masyarakat sering muncul. Bahkan mungkin anda sendiri pernah dan mungkin sering menggunakan kata masyarakat. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain 4. Manusia tunduk pada aturan. pendidikan atau bukti-bukti yang menyangkal kebenaran prasangka yang dianut. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia. 1970) pandangan di kalangan orang Sunda bahwa orang batak kasar dan agresif (Bruner. Orang yang berprasangka bersifat tidak rasional da berada di bawah sadar sehingga sukar diubah meskipun orang yang berprasangka tersebut diberi penyuluhan. B. norma sosial 2. seperti dalam contoh berikut ini : a. baik dari orang lain maupun mendengar lewat media elektronik.

kita menggunakan kata “rakyat” untuk menggantikan kata “masyarakat”. seperti yang dikutip Nursyid. Istilah masyarakat dalam bahasa Inggrisnya society. Krech. sedangkan istilah komunitas dalam bahasa Inggrisnya community. Dua istilah (konsep) tersebut sering ditafsirkan secara sama. Beberapa definisi mengenai masyarakat bisa lihat di bawah ini. Society atau masyarakat berbeda dengan komunitas (community) atau masyarakat setempat. Lebih jauh lagi. Penggunaan kata masyarakat sering kali tercampur adukan dalam kehidupan sehari-hari. kita sering mencampuradukan istilah “masyarakat’ dan “komunitas” seperti dalam contoh (c) di atas. Dalam konteks keseharian. padahal sangat berbeda artinya. terkadang kita menggunakan kata masyarakat untuk makna yang bukan sebenarnya.sudah banyak berkorban untuk kepentinga n PEMILU. mengemukakan bahwa “a society 26 . Tetapi. sementara para anggota DPR malah bertengkar memperebu tkan kedudukan Contoh lain seperti berikut ini : c. seperti kata “rakyat” kita gunakan juga istilah “masyarakat” untuk menggantikannya atau juga sebaliknya. Di satu waktu kita menggunakan kata “masyarakat” sesuai dengan makna kata “masyarakat” itu sendiri. sering kali terjadi kesalahan pemahaman antara society dan community. Masyarakat Kompleks Perumahan Tamansari Indah bergotongroyong membersih kan selokan. Terdapat perbedaan mendasar antara kedua konsep tersebut.

et al. sudah terbentuk dengan lama 3. attitudes. (1980 : 300) memberikan batasan masyarakat sebagai berikut : Society is a group human beings cooperating in the persuit of several of their major interest. interaksi dan tindakan itu tentu saja. and of action”. masyarakat lebih dicirikan oleh interaksi. Unsur masyarakat menurut definisi tadi adalah : 1. Selanjutnya. Pada konsep ini. Unsur masyarakat berdasarkan definisi ini. dan tindakan sejumlah manusia yang sedikit banyak berkecenderungan sama. sikap dan perilaku yang dimiliki bersama Krech. and modes of action. Memiliki kecenderungan untuk memiliki keyakinan. The concept of society includes continuity. Kegiatannya terarah pada sejumlah tujuan yang sama 3. Crutchfield. dan Ballachey (1975 : 308) mengemukakan definisi masyarakat sebagai “ a society is that it is an organized collectivity of interacting people whose activities become centered arround a set of common goals. and who tend to share common beliefs. tujuan. kegiatan. specifically men. Dalam hal ini. in variably including self maintenance and self-perpetuation. tindakan terungkap pada interaksi manusianya.” Jadi ciri atau unsur masyarakat adalah : 1. keyakinan. Dalam masyarakat tersebut terdapat ikatan-ikatan berupa tujuan. complex associational relationship. sudah memiliki system social atau struktur sosial tersendiri 4. interaksi serta tindakan sosial. Kolektivitas interaksi manusia yang terorganisasi 2. adalah : 1.is that it is an organized collectivity of interacting people whose activities become centered arrounds a set of common goals. keyakinan. and a composition including representation of fundamental human types. memiliki kepercayaan. sikap dan bentuk tindakan yang sama. attitudes. women and children. Kumpulan orang 2. and who tend to share common belief. Kelompok manusia 27 . fairchild.

Salah satu unsur masyarakat lainnya yang melekat. tidak terjadi dalam waktu yang singkat. menempati kawasan tertentu. yaitu adanya kebudayaan yang dihasilkan oleh masyarakat tersebut. Kelompok manusia yang sedikit banyak memiliki kebebasan dan bersifat kekal menempati suatu kawasan memiliki kebudayaan memiliki hubungan dalam kelompok yang bersangkutan Dengan demikian. Di antara istilah (konsep) masyarakat yang telah dikemukakan di atas. secara eksplisit tersirat pada kontinuitas dan kekekalan. tidak ada perbedaan ungkapan yang mendasar. serta telah melakukan jalinan sedara berkesinambungan dalam waktu yang relatif lama. karakteristik dari masyarakat itu adalah adanya sekelompok manusia yang menunjukkan perhatian bersama secara mendasr. 5. sedikit banyak bersifat kekal. jika tidak terjadi dalam suatu wadah yang kita sebut kawasan atau daerah. melainkan secara berkesinambungan dalam waktu yang relatif cukup lama. self perpetuating human group who occupy territory share a culture. Unsur atau ciri masyarakat menurut konsep Horton dan Hunt adalah : 1. memiliki kebudayaan serta terjalin dalam suatu hubungan di antara anggota-anggotanya. Adanya hubungan yang pelik di antara anggotanya Menurut konsep ini. Yang utama. justru yang ada yaitu mengenai persamaannya. karakteristik dari masyarakat itu terutama terletak pada kelompok manusia yang bebas dan bersifat kekal. upacara-upacara tertentu. Akhirnya. 3. kelompok yang melakukan jalinan sosial dalam waktu yang relatif lama itu pasti menempati kawasan tertentu. dapat dikemukakan definisi masyarakat menurut Horton dan Hunt (1982 : 47) sebagai berikut : “ a society is a relatively independents.2. Meskipun pada dua konsep yang terdahulu tidak dinyatakan tentang kawasan itu. and have most of their association within this group. pemeliharaan kekkalan bersama. Pengertian kebudayaan di sini. Bagaimanapun. Dengan demikian. Adanya kesinambungan 5. 2. meliputi tradisi. nilai norma. Adanya keterpaduan atau kesatuan diri berlandaskan kepentingan utama 3. masyarakat itu merupakan kelompok atau kolektivitas manusia yang melakukan antarhubungan. 4. Hubungan antar manusia itu tidak dapat berkesinambungan dan kekal. dan lain-lain yang merupakan penikut serta melekat pada interaksi sosial 28 . berlandaskan perhatian dan tujuan bersama. Adanya pertahanan dan kekekalan diri 4. relasi manusia sebagai suatu bentuk masyarakat itu. perwakilan manusia menurut sejenisnya yang berhubungan satu sama lain secara berkesinambungan.

Dalam kebersamaan yang lama terjadi interaksi sosial. Kerumunan orang di pasar tidak dapat dikategorikan sebagai masyarakat karena tidak memiliki ciri-ciri sebagai masyarakat. Karena tiap orang ada dalam konteks sosial yang disebut masyarakat. Kumpulan orang Sudah terbentuk dengan lama Sudah memiliki sistem dan struktur sosial tersendiri Memiliki kepercayaan (nilai). ia akan mengenal orang lain. kita tidak akan lepas dari masyarakat. sikap dan perilaku yang dimiliki bersama ? Orang desa sangat terikat dengan tempat tinggalnya.warga masyarakat yang bersangkutan. 4. Kalau kita rumuskan. pasar atau di lapang sepak bola. kita setuju bahwa manusia sejak lahir sampai mati ia selalu terikat dengan masyarakat. sikap. dapat kita simpulkan sebagai berikut : 1. oleh karena itu kumpulan orang di desa merupakan bentuk khusus dari masyarakat yang lebih terikat pada daerah setempat. mencari nafkah. Masyarakat merupakan suatu sistem hidup bersama. Dari sekian banyak unsur masyarakat yang dikemukakan para ahli di atas. Masalah ini dibahas pada bagian yang membahas komunitas. serta menerima pengaruh dari lingkungan sosial yang disebut masyarakat. Kepentingan yang melekat pada diri masing-masing menjadi dasar interaksi sosial yang mewujudkan masyarakat sebagai wadahnya. Sepanjang hayat dikandung badan. Memiliki kebudayaan. karena itu lebih tepat disebut sebagai masyarakat setempat (komunitas). Selanjutnya orang-orang yang membentuk masyarakat harus memiliki kesadaran bahwa mereka merupakan satu kesatuan. dimana mereka menciptakan nilai. Berdasarkan pengamatan dan penghayatan. Adanya kesinambungan dan pertahanan diri 6. norma. Apakah kerumunan orang di pasar dapat dikategorikan sebagai masyarakat ? Apakah kumpulan orang yang tinggal di desa dapat dikategorikan sebagai masyarakat. seperti kerumunan orang di terminal. 2. dan paling utama mengenal diri sendiri selaku anggota masyarakat. masyarakat adalah kumpulan orang yang didalamnya hidup bersama dalam waktu yang cukup lama. Apakah kumpulan orang yang tinggal di desa dapat dikategorikan sebagai masyarakat ? Apakah mereka sudah terbentuk dan hidup bersama dengan lama ? Apakah mereka sudah memiliki sistem sosial atau struktur sosial sendiri ? Apakah mereka memiliki kepercayaan. 3. Jadi bukan hanya kumpulan atau kerumunan orang dalam waktu sesaat. 29 . dan perilaku yang dimiliki brsama 5. dan kebudayaan bagi kehidupan mereka.

serta mereka lebih terikat oleh tempat (teritorial). Soerjono Soekanto. suku atau suatu bangsa. but on adaptasi smaller scale. Untuk lebih memahami hakikatnya. but within those limite has closer association and deeper sympathy. Dengan mengambil pokok-pokok uraian di atas. Meskipun suatu kelompok manusia mereka adalah pengembara. Menurut Prof. marilah kita ikuti beberapa definisinya sebagai berikut : Community is adaptasi sub-group many of the characteristic of society. Pengertian Masyarakat Setempat (Commmunity) atau Komunitas dan Ciri-Cirinya Pemakaian kata masyarakat sehari-hari biasanya meliputi juga “community” dalam bahasa Inggris atau pada masyarakat yang berbahasa Inggris. Jadi unsur pertama dari komunitas ialah adanya wilayah atau lokalitas.. namun pada suatu saat tertentu mereka menempati wilayah tertentu. dibandingkan interaksi dengan penduduk di luar batas wilayahnya. istilah mana menunjuk pada warga-warga sebuah desa. Suatu komunitas pasti mempunyai lokalitas atau tempat tinggal tertentu. Dalam pengertian ini. Dr. dalam bahasa Indonesia. sebuah kota. dapat dikatakan bahwa masyarakat setempat menunjuk pada bagian masyarakat yang bertempat tinggal di suatu wilayah (dalam arti geografis) dengan batasbatas tertentu di mana faktor utama yang menjadi dasarnya adalah interaksi yang lebih besar di antara anggota-anggotanya. 30 . Sesungguhnya antara society dan community itu ada perbedaan yangmendasar. et. “seolaholah” sama saja. and with less extensive and coordinated common interest. Namun. istilah community dapat diterjemahkan sebagai “masyarakat setempat”. Al. maka kelompok tadi dapat disebut masyarakat setempat. The community has more limited self sufficiency than society. Intinya mereka menjalin hubungan sosial (social relationship). 1980 : 52). community (masyarakat setempat) atau komunitas merupakan bagian kelompok dari masyarakat (society) dalam lingkup yang lebih kecil. hidup bersama sedemikian rupa sehingga mereka merasakan bahwa kelompok tersebut dapat memenuhi kepentingan-kepentingan hidup yang utama. and some Special basic of coherence that separates it from neighbouring groups. (Fairchild. adapasi considerabel degree of interpersonal acquaintance and contact.1. Apabila anggota-anggota suatu kelompok baik kelompok itu besar atau kecil. Dasar-dasar dari masyarakat setempat adalah lokalitas dan perasaan masyarakat setempat. Implicit in the concept of “community” is adaptasi territorial area. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat setempat (community) adalah suatu wilayah kehidupan sosial yang ditandai oleh suatu derajat hubungan sosial yang tertentu.

Umpamanya “tujuan kami”. Setiap community sentiment memiliki unsur : 1. pertikaian. karena interaksi sosial merupakan 31 . Unsur sepenanggungan muncul karena setiap anggota masyarakat setempat sadar akan peranannya dalam kelompok. 2. Bentuk umum proses-proses sosial adalah interaksi sosial yang dapat juga dinamakan proses sosial. Setiap anggota menjalankan pernannya sesuai dengan posisi kedudukannya masing-masing. Mereka menganggap dirinya sebagai “kami” ketimbang dengan “saya”. serta jumlah warganya. yang menunjuk pada hubungan-hubungan sosial yang dinamis. Pergaulan hidup semacam itu baru akan terjadi apabila manusia dalam hal ini orang perorangan atau kelompok manusia bekerja sama. sedangkan pengertian masyarakat setempat (community) lebih terbatas dan juga dibatasi oleh areal kawasannya. Namun ditinjau dari aktivitas hubungannya. Pengertian masyarakat (society) jelas berbeda dengan pengertian masyarakat setempat (community) atau komunitas.Unsur yang kedua dari komunitas adalah perasaan saling ketergantungan atau saling membutuhkan. saling memerlukan Unsur seperasaan muncul karena anggota komunitas memposisikan dirinya sebagai bagian dari kelompok lain yang lebih besar. Ada saling ketergantungan untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikologisnya. Pengertian masyarakat (society) sifatnya lebih umum dan lebih luas. maka dapat dikatakan bahwa interaksi sosial adalah proses proses sosial. saling berbicara dan sebagainya untuk mencapai tujuan bersama mengadakan persaingan. sepenanggungan 3. “kelompok kami”. C. dan lain-lain. seperasaan 2. Perasaan bersama antara anggota masyarakat setempat tersebut di atas disebut community sentiment. INTERAKSI SOSIAL DAN PELAPISAN SOSIAL Manusia berinteraksi dengan sesamanya dalam kehidupan untuk menghasilkan pergaulan hidup dalam suatu kelompok sosial. lebih erat pada masyarakat setempat (community) daripada masyarakat (society) dan persatuannya juga lebih erat. Unsur saling memerlukan muncul karena setiap anggota dari komunitas tidak bisa memenuhi kebutuhannya tanpa bantuan anggota lainnya. atau “perasaan kami”. Perasaan anggota masyarakat setempat dengan anggota lainnya didasari adanya persamaan tempat tinggal.

Social Psycology. oleh karena interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Apabila dua orang bertemu interaksi sosial dimulai. dan orang perorangan dengan kelompok Interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik antara individu dengan individu. 32 • • . antara kelompok dengan kelompok. Berikut akan dibahas bagaimana interaksi sosial dan pelapisan sosial itu. antar kelompok orang. 1. Seperti kita ketahui. diantaranya : • Menurut H. memberikan rumusan interaksi sosial. bahwa manusia dalam kehidupan sehari-hari tidaklah lepas dari hubungan satu dengan yang lain. dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi. Interaks i Sosial sebagai Faktor Utama dalam Kehidu pan Bentuk umum proses-proses sosial adalah interaksi sosial (yang dapat juga dinamakan proses sosial). berjabat tangan. Menurut Gillin and Gillin (1954) yang menyatakan bahwa interaksi sosial adalah hubungan-hubungan antara orang-orang secara individual. antara individu dengan kelompok. pada saat itu mereka saling menegur. Interaksi sosial merupakan hubungan hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan orang perorangan dengan sekelompok manusia. a. Interaksi Sosial Interaksi adalah proses dimana orang-orang berkomunikasi saling mempengaruhi dalam pikiran dan tindakan. ada beberapa pengertian interaksi sosial yang ada di lingkungan masyarakat. atau bahkan mungkin berkelahi. Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan bentuk interaksi sosial. Booner dalam bukunya. mengubah atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya.syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. bahwa : “interaksi sosial adalah hubungan antara dua individu atau lebih.

• • Autosugesti. 2) Faktor Sugesti Yang dimaksud sugesti di sini ialah pengaruh psikis. Interaksi tersebut terjadi secara lebih mencolok. berjabat tangan. pada saat itu mereka saling menegur. Arti sugesti dan imitasi dalam hubungannya. yaitu sugesti terhadap diri sendiri yang datang dari dirinya sendiri Heterosugesti. 3) Faktor Identifikasi Identifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identik (sama) dengan orang lain. baik secara lahiriah maupun batiniah. 33 . Adapun faktor-faktor interaksi sosiaL yaitu : yang mendasari berlangsungnnya 1) Faktor Imitasi Faktor imitasi mempunyai peranan sangat penting dalam proses interaksi sosial. sedangkan pada sugesti seseorang memberikan pandangan atau sikap dari dirinya. Aktivitasaktivitas semacam itu merupakan bentuk dari interaksi sosial. Karena dalam psikologi sugesti dibedakan adanya.Bentuk lain dari proses-proses sosial hanya merupakan bentukbentuk khusus dari interaksi sosial. baik yang datang dari dirinya sendiri maupun dari orang lain. Dalam ilmu jiwa sosial sugesti dapat dirumuskan sebagai satu proses dimana seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau pedoman-pedoman tingkah laku dari orang lain tanpa dikritik terlebih dahulu. Bedanya ialah bahwa dalam imitasi orang yang satu mengikuti salah satu dirinya. lalu diterima oleh orang lain diluarnya. Faktor ini telah diuraikan oleh Gabriel Tarde yang beranggapan bahwa seluruh kehidupan sosial itu sebenarnya berdasarkan pada faktor imitasi saja. Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat membawa seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah yang berlaku. dengan interaksi sosial adalah hampir sama. yang pada umumnya diterima tanpa adanya daya kritik. Apabila dua orang bertemu. saling berbicara atau bahkan mungkin berkelahi. apabila terjadi pertentangan antara kepentingan-kepentingan orang perorangan dengan kepentingan-kepentingan kelompok. Interaksi sosial antara kelompok-kelompok terjadi antara kelompok lazim juga terjadi di dalam masyarakat. yaitu sugesti yang datang dari orang lain. interaksi dimulai . Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia terjadi antara kelompok tersebut sebagai kesatuan dan biasanya tidak menyangkut pribadi anggota-anggotana.

identifikasi dan simpati. Jadi secara harfiah 34 . Apabila masing-masing ditinjau secara lebih mendalam. dapat dikatakan bahwa imitasi dan sugesti terjadi lebih cepat. Faktor-faktor tersebut dapat bergerak sendiri-sendiri secara terpisah maupun dalam keadaan yang bergabung. sehingga kadang-kadang sulit untuk mengadakan pembedaan yang tegas antara faktor-faktor di atas. bahwa interaksi sosial selalu menyangkut sejumlah pelaku yang saling mempengaruhi. Dalam bahasa lain Max Webber mengemukakan. Selain itu. Tanpa adanya pemahaman yang sama tentang maksud dan tujuan masing-masing pelaku. suatu interaksi sosial tidak akan berjalan dengan baik. Dengan demikian. b. yaitu : 1) Adanya Kontak Sosial (Social Contact) Kata kontak berasal dari bahasa latin “con” yang artinya bersamasama dan “tanga” yang berarti menyentuh. Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial Untuk terjadinya suatu interaksi sosial diperlukan adanya syarat-syarat yang harus ada.Di sini dapat mengetahui. Berlangsungnya suatu proses interaksi yang didasarkan pada berbagai faktor di atas. di antaranya faktor imitasi. bahwa hubungan sosial yang berlangsung pada identifikasi adalah lebih mendalam daripada hubungan yang berlangsung atas proses-proses sugesti maupun imitasi. namun pengaruhnya kurang mendalam apabila dibndingkan dengan identifikasi dan simpati yangrelatif lebih lambat pada proses berlangsungnya. walaupun di dalam kenyataannya proses tadi memang masih kompleks. Namun demikian. simpati timbul tidak atas dasar logis rasional. sugesti. 4) Faktor Simpati Simpati adalah perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang lain. Hal-hal tersebut di atas merupakan faktor-faktor minimal yang menjadi dasar bagi berlangsungnnya proses interaksi sosial. faktor imitasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses interaksi sosial. Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat mendorong seseorang untuk memenuhi nilai-nilai yang berlaku. Bahkan orang dapat tiba-tiba merasa tertarik pada orang lain dengan sendirinya karena keseluruhan cara-cara tingkah laku menarik baginya. imitasi mungkin pula mengakibatkan terjadinya halhal negatif dimana yang ditiru adalah tindakan-tindakan yang menyimpang. imitasi juga dapat melemahkan bahkan mematikan pengembangan daya kreasi seseorang. Namun demikian. melainkan berdasarkan penilaian perasaan seperti juga pada proses identifikasi. hubungan para pelaku tersebut terlihat secara nyata dalam bentuk tindakan tertentu.

dan lainlain. berkirim kabar melalui surat. 2) Adanya komunikasi Seseorang memberikan tafsiran pada tingkah laku atau perasaanperasaan orang lain dalam bentuk pembicaraan. b) Antara orang perorangan dengan suatu kelompok atau sebaliknya c) Antara kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya. yaitu: a) Antara orang perorangan. Apabila orang tidak memahami sandi morse. Perlu dicatat bahwa terjadinya suatu kontak tidaklah semata-mata tergantung dari tindakan. misalnya dua partai politik bekerjasama untuk mengalahkan partai politik ketiga di dalam pemilihan umum. gerak-gerik badan. saling tersenyum. pihak yang menyampaikan pesan disebut komunikator dan pihak penerima pesan disebut komunikan. misalnya anak kecil mempelajari kebiasaan di dalam keluarganya.misalnya orang berbicara melalui telepon. barangkali isyarat tersebut dianggap sebagai sinar lampu biasa. Kontak sosial dapat pula bersifat primer dan sekunder. Kontak sosial ada yang bersifat positif dan ada pula yang bersifat negatif. atau sikap-sikap tertentu. Sebaliknya kontak sekunder memerlukan perantara. Sebagai gejala sosial kontak tidak perlu terjadi dengan saling menyentuh saja. Proses demikian terjadi melalui Socialization. dan sebagainya. akan tetapi juga tanggapan terhadap tindakan tersebut. yaitusuatu proses dimana anggota masyarakat baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat dimana dia menjadi anggota. 35 . pasti ia akan segera mengerti maksud dari isyarat tersebut. dan itu juga tidak terjadi suatu komunikasi. seorang anggota pramuka di atas sebuah bukit pada malam hari mengirimkan isyarat morse dengan lampu senter membuat huruf SOS secara berulang-ulang. Jadi dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah proses menyampaikan pesan dari satu pihak ke pihak lain sehingga terjadi pengertian bersama. Dalam komunikasi terdapat dua pihak yang terlibat. seperti misalnya apabila orang tersebut berjabat tangan.kontak berarti “bersama-sama menyentuh”. Kontak primer terjadi apabila yang mengadakan kontak hubungan langsung bertemu dan bertatap muka. Misalnya. Kontak sosial yang bersifat positif dapat mengarahkan pada suatu kerjasama. Selain itu kontak sosial dapat terjadi dan berlangsung dalam tiga bentuk. sedangkan kontak yang bersifat negatif dapat mengarahkan seseorang pada suatu pertentangan bahkan dapat menyebabkan tidak terjadinya interaksi sosial. Lain halnya bila isyarat tersebut diterima oleh anggota pramuka. oleh karena itu orang dapat mengadakan hubungan dengan orang lain tanpa ahrus terjadi kontak secara fisik.

b. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial Bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa kerjasama (cooperation), persaingan (competition) dan pertentangan (conflict). Suatu keadaan dapat dianggap sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial, keempat bentuk pokok dari interaksi sosial tersebut tidak perlu merupakan kontinuitas dalam arti bahwa interaksi itu dimuali dengan adanya kerja sama yang kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertikaian untuk akhirnya sampai pada akomodasi. Gillin dan Gillin pernah mengadakan pertolongan yang lebih luas lagi. Menurut mereka ada dua macam proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial, yaitu : (a) Proses asosiasif, terbagi dalam tiga bentuk khusus yaitu akomodasi, asimilasi dan akulturasi (b) Proses Disosiatif, mencakup persaingan yang meliputi “contravention” dan pertentangan pertikaian. Adapun interaksi yang pokok proses-proses adalah : (1) Bentuk Interaksi Asosiatif Kerjasama (cooperation) Beberapa orang sosiolog menganggap bahwa posisi merupakan bentuk interaksi sosial yang pokok, sebaliknya sosiolog lainnya menganggap mereka bahwa kerjasama merupakan proses utama. Golongan yang terakhir tersebut memahamkan kerjasama untuk menggambarkan sebagian besar bentuk interaiksi sosial, atas dasar bahwa segala macam bentuk interaksi tersebut dapat dijumpai pada semua kelompok manusia. Kerjasama timbul karena orientasi orang perorangan terhadap kelompoknya dan kelompok lainnya. Sehubungan dengan pelaksanaan kerjasama ada tiga bentuk kerjasama yaitu : Bargaining, pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih. Cooperation, proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi, sebagai slaah satu cara untuk menghindari terjadinya

-

36

-

keguncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan. Coalition, kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama.

Akomodasi (Accomodation) Istilah akomodasi digunakan dalam dua arti, yaitu untuk menunjuk pada suatu keadaan, berarti suatu kenyataan adanya suatu keseimbangan dala interaksi antara orang perorangan dan kelompok manusia, sehubungan dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku di dalam masyarakat. Adapun bentuk-bentuk dari akomodasi, diantaranya : • • Coercion, yaitu suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksnakan karena adanya paksaan Compromise, suatu bentuk akomodasi dimana pihak yang terlibat masing-masing mengurangi tuntutannya, agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada. Arbitration, suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak yang berhadapan, tidak snggup untuk mencapainya sendiri Mediation, hampir menyerupai arbitration diundang pihak ketiga yang netral dalam soal perselisihan yang ada Conciliation, suatu usaha untuk mempertemukan keinginan pihak yang berselisih, bagi tercapainya suatu persetujuan bersma Tolerantion, bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formil bentuknya Stelemate, merupakan suatu akomodasi dimana pihak-pihak yang berkepentingan mempunyai yang seimbang, berhenti pada titik tertentu dalam melakukan pertentangannya. (2) Bentuk Interaksi Disosiatif Persaingan (Competition) Persaingan adalah bentuk interaksi yang dilakukan oleh individu
37

• •

• •

atau kelompok yang bersaing untuk mendapatkan keuntungan tertentu bagi dirinya dengan cara menarik perhatian atau mempertajam prasangka yang telah ada tanpa menggunakan kekerasan. Kontravensi (Contravention) Kontravensi bentuk interaksi yang berbeda antara persaingan dan pertentangan. Kontravensi ditandai oleh adanya ketidakpastian terhadap diri seseorang, perasaan tidak suka yang disembunyikan dan kebencian terhadap kepribadian orang, akan tetapi gejalagejala tersebut tidak sampai menjadi pertentangan atau pertikaian. Pertentangan (Conflict) Pertentangan adalah suatu bentuk interaksi individu atau kelompok sosial yang berusaha untuk mencapai tujuannya dengan jalan menentang pihak lain disertai ancaman atau kekerasan. Pertentangan memiliki bentuk-bentuk yang khusus, antara lain : • • • Pertentangan pribadi, pertentangan antar individu Pertentangan rasional, pertentangan yang timbul karena perbedaan ras Pertentangan kelas sosial, pertentangan yang disebabkan oleh perbedaan kepentingan antar kelas sosial Pertentangan politik, biasanya diantara partai-partai politik memperoleh kekuasaan negara. terjadi untuk

BAB 4. MANUSIA DAN PERADABAN

b. PENGERTIAN Di kalangan para ahli sampai saat ini sering terjadi perbedaan pendapat mengenai kedua istilah (kebudayaan dan peradaban) yang sering dicampuradukkan itu bahkan pendapat diantara para ahli kadang-kadang
38

Jadi peradaban adalah bidang kehidupan untuk kegunaan yang praktis. sosial. - - Masyarakat telah mencapai tahap kebudayaan tertentu dan telah maju berarti masyarakat tertentu tersebut telah mencapai tingkat peradaban tinggi yang bercirikan penguasaan ilmu pengetahuan. Di mana unsur-unsur kebudayaan terintegrasi menjadi satu sistem budaya dan memiliki keterkaitan antara ketujuh unsur kebudayan universal yaitu sistem teknologi. dkk (1980:41 dalam Nursyid (1996:67) : 39 . ekonomi dan teknik. Kebudayaan merupakan kelanjutan yang bertahap ke arah yang semakin kompleks. Peradaban menurut Fairchild. Untuk lebih jelasnya. Bierens De Hann mempertentangkan pengertian kebudayaan dan peradaban sebagai berikut. indah dan maju. peradaban ialah kebudayaan yang sudah tidak tumbuh lagi sudah mati. berikut beberapa pengertian peradaban. IPTEK. teknologi. teknologi. Dr. sistem mata pencaharian. Prof. kepandaian manusia. peradaban adalah seluruh kehidupan sosial. keindahan. Oswald Spengl (1880-1936) kebudayaan ialah wujud dari seluruh kehidupan adat. politik. Koentjaraningrat. industri filsafat dan sebagainya. Konsep peradaban tidak lain adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang tercermin dalam tingkat intelektual. Misalnya perkembangan kesenian. dan sebagainya dimana tiap bangsa di dunia memiliki karakter kebudayaan yang khas maka tak heran bila sebuah negara hanya unggul IPTEKnya saja atau keseniannya saja misalnya. Peradaban merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menyebutkan bagian-bagian atau unsur kebudayaan yang dianggap halus. peralatan. organisme. religi dan bahasa.bertentangan satu sama lain. sedangkan kebudayaan ialah sesuatu yang berasal dari hasrat dan gairah yang lebih dan murni yang berada di atas tujuan yang praktis hubungan kemasyarakatan. seni dan lain-lain. spiritual yang terlihat pada masyarakatnya. peradaban ialah bagian-bagian kebudayaan yang halus dan indah seperti kesenian.

Atau dengan kata lain telah memasuki tahapan atau tingkatan peradaban tertentu. organisasi kenegaraan. seni rupa. Untuk lebih jelasnya. Dengan demikian. Dengan demikian. HAKIKAT HIDUP MANUSIA Manusia dalam kehidupannya memiliki tiga fungsi. Reference is made to “civilized peoples”. Dengan demikian. sebagai mahluk Tuhan. teknologi dan seni yang telah maju. peradaban adalah merupakan tahapan tertentu dari kebudayaan masyarakat tertentu pula. adat sopan santun pergaulan. individu dan sosial budaya. Istilah “peradaban” sering juga dipakai untuk menyebutkan suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi. dan sistem kenegaraan dan masyarakat kota yang maju dan kompleks. dan sebagainya. Yang saling berkaitan dimana kepada Tuhan memiliki kewajiban untuk mengabdi pada Tuhan. yang telah mencapai kemajuan tertentu yang dicirikan oleh tingkat ilmu pengetahuan. sehingga taraf kehidupannya makin kompleks. the determinative characteristics being intellectual. Hal yang terakhir adalah sama dengan istilah Inggris civilization yang biasanya dipakai untuk menyebutkan bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan yang halus. Sebagai mahluk sosial manusia akan hidup bersama dengan manusia lain yang akan melahirkan suatu bentuk kebudayaan. More accurate usage world refer to more highly civilized peoples. aesthetic. seni bangunan. the term implies a fairly high stage on the cultural evolutionary scale. ilmu pengetahuan. sebagai individu harus memenuhi segala kebutuhan pribadinya dan sebagai mahluk sosialbudaya harus hidup berdampingan dengan orang lain dalam kehidupan yang selaras dan saling membantu.Civilization is cultural development: distinctly human atributes and attainment of particular society. maju dan indah seperti misalnya : kesenian. kepandaian menulis. B. masyarakat tersebut dapat dikatakan telah mengalami proses perubahan sosial yang berarti. berarti telah mengalami evolusi kebudayaan yang lama dan bermakna sampai pada tahap tertentu yang diakui tingkat Iptek dan unsur-unsur budaya lainnya. In ordinary usage. Karena 40 . technological and spiritual attainments. Suatu masyarakat yang telah mencapai tahapan peradaban tertentu. keindahan. tehnologi dan spiritual tertentu yang telah mencapai tingkat tertentu tercermin pada pendukungnya yang dikatakan sebagai beradab atau mencapai peradaban yang tinggi. ilmu pengetahuan. dapat dilihat pendapat Koenjaraningrat (1990 : 182) dalam Nursyid (1996 : 67) sebagai berikut : Di samping istilah “kebudayaan” ada pula istilah “peradaban”. peradaban tidak lain adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang dicirikan oleh taraf intelektual.

Teori ini menjadi titik tolak penyesuaian ekonomi terbelakang pada sistem dunia. artinya segala sesuatu yang terdapat dalam manusia akan ada dan ditentukan dari budayanya. peristiwa dan lain lagi yang tahu sejenis) Karena tiap kebudayaan berbeda namun pada dasarnya memiliki hakikat yang sama yaitu : Terwujud dan tersalurkan lewat perilaku manusia Sudah ada sejak lahirnya generasi dan tetap ada setelah pengganti mati Diperlukan manusia yang diwujudkan lewat tingkah laku Berisi aturan yang berisi kewajiban. Mesopotomia 3000-5000 SM dan daerah Peru Amerika Latin 2500-500 SM. Gordyn Chillde. Lembah sungai Indus di India 2600-2400 SM. sedemikian rupa sehingga menyebabkan terjadinya penyerahan sumber penghasilan daerah ke pusat. peradaban maju pertama-tama muncul di daerah Mesopotamia sekitar 8000-4000 SM. tubuh. erak tubuh. Perbedaan kebudayaan dengan peradaban adalah dua hal yang paling mudah untuk dijawab. ahli arkeolog. larangan dan pantangan. sehingga 41 . berdasarkan bukti arkeologis. V. tindakan yang diterima atau tidak. C. TEORI-TEORI MENGENAI PEMBANGUNAN.kebudayaan itu sendiri diperoleh manusia dari proses belajar pada lingkungan juga hasil pengamatan langsung. Penemuan yang paling penting adalah kemajuan dan kepandaian bercocok tanam di samping penemuan teknologi baru. Teori Dependensi (Ketergantungan) Pada umumnya memberikan gambaran melalui analisis dialektesis yaitu suatu analisis yang mengganggap bahwa gejala-gejala sosial yang dapat diamati sehari-hari pasti mempunyai penyebab tertentu. diikuti oleh daerah Mesir 5000-3000 SM. Dua orang antropolog Melville J. Herkovits : cultural determinan. KETERBELAKANGAN DAN KETERGANTUNGAN 1. Kebudayaan itu dapat diterima dengan tiga bentuk : Melalui pengalaman hidup saat menghadapi lingkungan Melalui pengalaman hidup sebagai mahluk sosial Melalui komunikasi simbolis (benda. Cina Utara 2500-300 SM.

pada evolusi perubahan terjadi dengan sendirinya. Evolusi bercabang yang mewujudkan perubahan e. Pertumbuhan eksponarisial yang tergambar memulai tanda-tanda i. Teori perubahan sosial menurut Moore : a. Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan pada unsur struktur sosial yang tidak bisa membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat b. 3. Perubahan secara cepat disebut revolusi. tanpa suatu rencana atau suatu kehendak tertentu. Pertumbuhan logistis yang digambarkan oleh populasi h. Perubahan sosial yang tidak dikehendaki merupakan perubahan yang terjadi tanpa dikehendaki serta berlangsung dari jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat yang tidak 42 . Evaluasi melalui tahap-tahap c. Perubahan terjadi karena usaha-usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan. a. Siklus-siklus yang tidak mempunyai kecenderungan g. Perubahan-perubahan yang pengaruhnya kecil dan perubahan yang pengaruhnya besar. keadaan dan kondisi-kondisi baru yang timbul dengan pertumbuhan masyarakat. 4. Perubahan yang dikehendaki adalah bila seseorang mendapat kepercayaan sebagai pemimpin b. Perubahan secara lambat disebut evolusi. Evolusi menurut siklus-siklus tertentu dengan kemunduran jangka pendek f. perubahan yang terjadi direncanakan lebih dahulu maupun tanpa rencana. b.mengakibatkan perekonomian daerah menjadi terbelakang. Perubahan yang dikehendaki dari perubahan yang tak diinginkan a. 2. Primitivisme Bentuk-bentuk perubahan sosial menurut Soerjono Soekanto. Dalam revolusi. Evolusi rektilinier yang sangat sederhana b. a. Perubahan yang pengaruhnya besar seperti proses industrialisasi pada masyarakat agraris. Evolusi yang terjadi dengan tahap kelajuan yang tidak serasi d. Perubahan yang terjadi secara lambat dan perubahan yang terjadi secara cepat.

Penyebab Perubahan Interkorelasi dan interaksi sosial masyarakat mendorong perkembangan berpikir dan reaksi emosional pata anggotanya. penemuan unsur kebudayaan baru Invention.diinginkan. b) Adanya penemuan-penemuan baru yang meliputi berbagai proses. seperti di bawah ini : • • • Discovery. Faktor Ekstern a) faktor alam yang ada di sekitar masyarakat yang berubah b) pengaruh kebudayaan lain dengan melalui adanya kontak kebudayaan antara dua masyarakat atau lebih yang memiliki kebudayaannya yang berbeda 3. Dr. proses pembaruan c) Konflik dalam masyarakat Konflik (pertentangan) yang dimaksud adalah konflik antara individu dalam masyarakat. antar kelompok dan lain-lainnya. Perkembangan kualitas dan kuantitas anggota masyarakat mendorong perubahan sosial. d) Pemberontakan dalam tubuh masyarakat Misalnya revolusi Indonesia 17 Agustus 1945 mengubah struktur pemerintahan kolonial menjadi pemerintah nasional dan berbagai perubahan struktur yang mengikutinya. pengembangan dari discovery Inovasi. Prof. yaitu : c. misalnya transmigrasi. Berkurangnya penduduk mungkin dapat disebabkan karena perpindahan penduduk dari desa ke kota. d. Faktor Intern a) Bertambahnya dan berkurangnya penduduk Bertambahnya dan berkurangnya penduduk yang sangat cepat di pulau Jawa menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan dan struktur masyarakat. Keseimbangan 43 . atau dari satu daerah ke daerah lain. 2. Hal ini mendorong masyarakat untuk mengadakan berbagai perubahan. Soerjono Soekanto menyebutkan adanya faktor intern dan ekstern yang menyebabkan perubahan sosial dalam masyarakat.

PERADABAN INDONESIA DI MODERNISASI DAN GLOBALISASI TENGAH Arus modernisasi dan globalisasi adalah sesuatu yang pasti terjadi dan sulit untuk dikendalikan. mampukah kita membangun bangsa di tengahtengah modernisasi dan globalisasi dalam arus yang semakin kuat ? Jika jawabnya ya. Keseimbangan atau harmoni dalam masyarakat merupakan keadaan yang diidam-idamkan oleh setiap masyarakat. Jika tidak maka selamanya kita akan menjadi bangsa terjajah. Dan pengertian ini dapat ditegaskan bahwa perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat dapat menimbulkan ketidakseimbangan hubungan-hubungan sosial. maka kita akan mampu menjadi negara maju yang masih berjati diri Indonesia. Oleh karena itu. terutama karena begitu cepatnya informasi yang masuk ke seluruh belahan dunia. Salah satu yang bisa menjawab ya adalah peranan lembaga pendidikan untuk terus menggali ilmu pengetahuan dan teknologi serta informasi tanpa menghilangkan jati diri Indonesia melalui pelestarian nilainilai dan moral bangsa Indonesia. Setiap kali terjadi gangguan terhadap keseimbangan tersebut maka masyarakat akan menolaknya atau mengubah semua sistem. D. Keadaan demikian disebut cultural lag. karena ada unsur-unsur dalam masyarakat yang berubah cepat.Keseimbangan sosial adalah syarat yang harus dipenuhi agar masyarakat berfungsi sebagaimana mestinya. dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. makalah. yaitu di satu pihak melestarikan warisan budaya bangsa dan di pihak lain membangun kebudayaan nasional yang modern. Robert Mclver perubahan-perubahan sosial merupakan perubahan dalam hubungan-hubungan sosial atau perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial. masyarakat yang tidak hanya mampu membangun dirinya sederajat dengan bangsa lain. 2006 : 16). tetapi ada juga unsur-unsur dalam masyarakat yang terkait dengan unsur yang berubah jadi cepat namun tetap berubah jadi lambat. Tujuan akhir dari kedua usaha atau kewajiban ini adalah masyarakat modern yang tipikal Indonesia. Dinding pembatas antar bangsa menjadi semakin terbuka bahkan mulai hanyut oleh arus perubahan. hal ini membawa pengaruh bagi seluruh bangsa di dunia. Ketidakseimbangan ini terjadi misalnya. maka dunia menjadi sempit. Indonesia menghadapi kewajiban ganda. tetapi juga tangguh menghadapi tantangan kemerosotan mutu lingkungan hidup akibat arus ilmu dan teknologi modern maupun menghadapi tren global yang membawa daya tarik kuat ke arah pola hidup yangbertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa. termasuk di dalamnya bangsa Indonesia. ruang dan waktu menjadi sangat relatif. 44 . Pertanyaannya. Keseimbangan sosial merupakan situasi di mana segenap lembaga sosial berfungsi dan saling menunjang. (Indra Siswarini. dan dalam banyak hal batas-batas negara sering menjadi kabur bahkan mulai tidak relevan.

termasuk bagian NTT. perihal ragam . jenis. UNSUR-UNSUR KERAGAMAN MASYARAKAT INDONESIA 1. Sedangkan perbedaan ras muncul karena adanya pengelompokan besar manusia yang memiliki ciri-ciri biologis lahiriah yang sama seperti rambut. 2. serta situasi ekonomi.BAB 5. Makna Keragaman DAN Keragaman berasal dari kata ragam yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya : 1) tingkah laku . hal jenis. B. terutama suku bangsa dan ras. 5) (ling) laras (tata bahasa). terutama bagian barat mulai dari Sulawesi adalah termasuk ras Mongoloid Melayu Muda (Deutero Malayan Mongoloid). dan lain sebagainya. ragi . Sedangkan kelompok terbesar yang tidak termasuk kelompok pribumi adalah golongan Chia yang termasuk Astratic Mongoloid. Sebelah timur Indonesia termasuk ras Austroloid. ukuran-ukuran tubuh. warna kulit. mata. corak. Agama dan Keyakinan Agama mengandung arti ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia. MANUSIA. 2. Sehingga keragaman berarti perihal beragam-ragam : berjenisjenis . 3) lagu : musik : langgam. KERAGAMAN DAN KESEDERAJATAN A. 4) warna. adat kesopanan. MAKNA KERAGAMAN KESEDERAJATAN 1. Ikatan yang dimaksud berasal dari suatu kekuatan yang lebih tinggi dari manusia sebagai kekuatan gaib yang tak dapat ditangkap 45 DALAM . agama dan keyakinan. 2) macam. kedudukan). Makna Kesederajatan Kesederajatan berasal dari kata sederajat yang menurut KBBI artinya adalah sama tingkatan (pangkat. Suku Bangsa dan Ras Suku bangsa yang menempati wilayah Indonesia dari sabang sampai Merauke sangat beragam. ideologi. Di Indonesia. ukuran kepala. Kecuali Batak dan Toraja yang termasuk Mongoloid Melayu Tua (Proto malayan Mongoloid). Keragaman yang dimaksud di sini adalah suatu kondisi dalam masyarakat dimana terdapat perbedaan-perbedaan dalam berbagai bidang. Dengan demikian konteks kesederajatan di sini adalah suatu kondisi dimana dalam perbedaan dan keragaman yang ada manusia tetap memiliki satu kedudukan yang sama dan satu tingkatan hierarki.

baik dalam agama primitif maupun agama monoteisme. Berfungsi edukatif. Agama sebagai bentuk keyakinan memang sulit diukur secara tepat dan rinci. yaitu Pancasila yang benar-benar mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia. Masalah agama tak akan ungkin dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat.dengan pancaindra. 7. Thouless. Politik juga bermakna usaha untuk menegakkan ketertiban sosial. Tata Krama 46 . Ideologi membantu untuk lebih memperkuat landasan moral bagi sebuah tindakan. 5. hal ini terlihat dari banyaknya agama yang diakui di Indonesia. Menurut Robert H. 3. Politik mencakup baik konflik antara individu-individu dan kelompok untuk memperoleh kekuasaan. Namun apa pun bentuk kepercayaan yang dianggap sebagai agama. namun mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap kehidupan manusia sehari-hari (Harun Nasution : 10). 4. Ideologi dan Politik Ideologi adalah suatu istilah umum bagi sebuah gagasan yang berpengaruh kuat terhadap tingkah laku dalam situasi khusus karena merupakan kaitan antara tindakan dan kepercayaan yang fundamental. ajaran agama secara yuridis berfungsi menyuruh dan melarang Berfungsi penyelamat Berfungsi sebagai perdamaian Berfungsi sebagai social control Berfungsi sebagai pemupuk rasa solidaritas Berfungsi transformatif Berfungsi kreatif Berfungsi sublimatif Pada dasarnya agama dan keyakinan merupakan unsur penting dalam keragaman bangsa Indonesia. tampaknya memang memiliki ciri umum yang hampir sama. Dalam praktiknya fungsi agama dalam masyarakat antara lain adalah : 1. Keragaman masyarakat Indonesia dalam ideologi dan politik dapat dilihat dari banyaknya partai politik sejak berakhirnya orde lama. 6. Hal ini pula yang barangkali menyulitkan para ahli untuk memberikan definisi yang tepat tentang agama. 8. 2. Meskipun pada dasarnya Indonesia hanya mengakui satu ideologi. 4. fakta mnunjukkan bahwa agama berpusat pada Tuhan atau dewa-dewa sebagai ukuran yang menentukan yang tak boleh diabaikan (Psikologi Agama : 14). yang digunakan oleh pemenang bagi keuntungannya sendiri atas kerugian dari yang ditaklukan. 3.

masyarakat kita berada di golongan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Kesenjangan Sosial Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk dengan bermacam tingkat. adat istiadat. Hal ini tentu saja menjadi sebuah pemicu adanya kesenjangan yang tak dapat dihindari lagi. penegakan hukum dalam 47 . religius fanatisme. pandangan ideologi dan politik. tegur sapa. Indonesia memiliki beragam suku bangsa dimana setiap suku bangsa memiliki adat tersendiri meskipun karena adanya sosialisasi nilai-nilai dan norma secara turun-temurun dan berkesinambungan dari generasi ke generasi menyebabkan suatu masyarakat yang ada dalam suatu suku bangsa yang sama akan memiliki adat dan kesopanan yang relatif sama. rasisme. agama. perekonomian akan menjadi salah satu perhatian yang terus ditingkatkan. basa-basi” pada dasarnya adalah segala tindakan. Hal inilah yang dapat menimbulkan kesenjangan sosial yang tidak saja dapat menyakitkan. Hal ini dapat terlihat dan dirasakan dengan jelas dengan adanya penggolongan orang berdasarkan kasta. C. etnis. dan kelas sosial-ekonomi. tidak dapat dipisahkan. jenis kelamin. Tuntutan atas kesamaan hak bagi setiap manusia didasarkan pada prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM). Namun umumnya. PROBLEMATIKA DISKRIMINASI Diskriminasi dalah setiap tindakan yang melakukan pembedaan terhadap seseorang atau sekelompok orang berdasarkan ras. 6. 5. suku. namun juga membahayakan bagi kerukunan masyarakat. dan saling tergantung. status. kelompok. kondisi fisik tubuh. ucap dan cakap sesuai kaidah atau norma tertentu. Tak hanya itu bahkan bisa menjadi sebuah pemicu perang antar etnis atau suku. Sifat dari HAM adalah universal dan tanpa pengecualian. Tata krama dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat dan terdiri dari aturan-aturan yang kalau dipatuhi diharapkan akan tercipta interaksi sosial yang tertib dan efektif di dalam masyarakat yang bersangkutan. usia. dan strata sosial yang hierarkis. pangkat. Berangkat dari pemahaman tersebut seyogyanya sikap-sikap yang didasarkan pada ethnosentrisme. Kesenjangan Ekonomi Bagi sebagian negara berkembang. golongan. dan discrimination harus dipandang sebagai tindakan yang menghambat pengembangan kesederajatan dan demokrasi. orientasi seksual. serta batas negara dan kebangsaan seseorang. perilaku.Tata krama yang dianggap dari bahasa Jawa yang berarti “adat sopan-santun.

Setiap orang dilahirkan bebas dengan harkat dan martabat yang sama dan sederajat…. Kelompok-kelompok kaya (bangsawan. yang kerap kali menjadi awal pemicu terjadinya diskriminasi 2. Tekanan dan intimidasi biasanya dilakukan oleh kelompok yang dominan terhadap kelompok atau golongan yang lebih lemah. dapat disimpulkan adanya enam faktor utama yang secara gradual bisa menjadi penyebab utama proses itu. Timbullah persaingan antara kelompok pendatang dan kelompok pribumi. Prinsip nondiskriminasi harus mengawali kesepakatan antarbangsa untuk dapat hidup dalam kebebasan. tuan tanah) biasanya melakukan intimidasi dan tekanan sehingga mendiskriminasikan orang-orang miskin. berbagai pendirian dan pengkajian menunjukkan bahwa kondisi di Indonesia saat ini belum mencerminkan penerapan asas persamaan di muka hukum secara utuh. 3.kerangka pemajuan dan pemenuhan HAM. yaitu : 48 . Dari kajian yang dilakukan terhadapberbagai kasus disintegrasi bangsa dan bubarnya sebuah negara. Pasal 281 ayat (2) UUD NKRI 1945 telah menegaskan bahwa : “Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. “Sementara itu Pasal 3 UU No. keadilan dan perdamaian. miskin dan yang berada di antaranya. Aristoteles membagi masyarakat dalam suatu negara menjadi tiga kelompok : kaya.” Ketentuan tersebut merupakan landasan hukum yang mendasari prinsip nondiskriminasi di Indonesia. sehingga : a.30 tahun 1999 tentang HAM telah menegaskan bahwa “…. Pada dasarnya diskriminasi tidak terjadi begitu saja. diskriminasi seharusnya telah ditiadakan dengan adanya kesetaraan dalam bidang hukum. Persaingan yang semakin ketat dalam berbagai bidang kehidupan. Komunitas internasional telah mengakui bahwa diskriminasi masih terjadi di berbagai belahan dunia b. Dalam demokrasi. terutama ekonomi. Ketidakberdayaan golongan miskin akan intimidasi yang mereka dapatkan membuat mereka terus terpuruk dan menjadi korban diskriminasi. Problematika lainnya yang timbul dan harus diwaspadai adalah adanya disintegrasi bangsa. akan tetapi karena adanya beberapa faktor penyebab antara lain adalah : 1. Akan tetapi. Pencantuman prinsip ini pada awal pasal dan berbagai instrumen hukum yang mengatur HAM pada dasarnya menunjukkan bahwa diskriminasi telah menjadi sebuah realitas yang problematik. kesederajatan dalam perlakuan adalah salah satu wujud ideal dalam kehidupan negara yang demokratis.

hukum dan sosial) 3. Masyarakat Indonesia terwujud sebagai hasil interaksi sosial dari banyak suku bangsa dengan beraneka ragam latar belakang kebudayan. pada kadar yang rendah dipengaruhi oleh merosotnya nilai gaji yang mereka terima akibat krisis ekonomi. Namun tentu saja makna Bhineka Tunggal Ika ini harus benar-benar dipahami dan menjadi sebuah pedoman 49 . 5. ras). sehingga menyulitkan lahirnya kebiajakan utuh dan mengatasi krisis ekonomi. seraya mengambil keuntungan dari perpecahan itu melalui dominasi pengaruhnya terhadap kebijakan politik dan ekonomi negara-negara baru pasca disintegrasi. 4. Semua ini mengakibatkan kepemimpinan nasional semakin tidak efektif. Kegagalan kepemimpinan Integrasi bangsa adalah landasan bagi tegaknya sebuah negara modern. Intervensi itu bergerak dari yang paling lunak hingga berupa provokasi terhadap kelompok-kelompok yang berkonflik. 6. 2. dan tujuan yang sama yang disebut Kebudayaan Nasional. maka kemampuan pemerintah dalam memberi pelayanan publik akan makin merosot. Terciptanya “tunggal ika” dalam masyarakat yang “bhineka” dapat diwujudkan melalui “integrasi kebudayaan” atau “integrasi nasional”. pengukuhan ide “tunggal ika” yang dirumuskan dalam wawasan nusantara dengan menekankan pada aspek persatuan di segala bidang merupakan tindakan yang positif. Krisis politik juga dapat dilihat dari absennya kepemimpinan politik yang mampu membangun solidaritas sosial untuk secara solid menghadapi krisis ekonomi. Krisis politik Krisis politik merupakan perpecahan elite di tingkat nasional. agama. Salah satu hal yang dapat dijadikan solusi adalah Bhineka Tunggal Ika yang merupakan ungkapan yang menggambarkan masyarakat Indonesia yang “majemuk” atau “heterogen”.1. Krisis sosial Krisis soial dimulai dari adanya disharmoni dan bermuara pada meletusnya konflik kekerasan diantara kelompok-kelompok masyarakat (suku. agama. Krisis ekonomi yang akut dan berlangsung lama Krisis di sektor ini selalu merupakan amat signifikan dalam mengawali lahirnya krisis yang lain (politik pemerintahan. sejarah. Demoralisasi itu. Demoralisasi tentara dan Polisi Demoralisasi tentara dan polisi dalam bentuk pupusnya keyakinan mereka atas makna pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya sebagai bhayangkari negara. Keutuhan wilayah negara amat ditentukan oleh kemampuan para pemimpin dan masyarakat warga negara memelihara komitmen kebersamaan sebagai suatu bangsa. Intervensi asing Intervensi internasional yang bertujuan memecah belah. Dalam hubungan ini.

Tuhan yang menciptakan manusia dalam keragamannya. ketidakpercayaan dan permusuhan diantara kelompok yang berbeda. misalnya. indah dan harmonis yang mencerminkan tingkat kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. dalam realitas kehidupan keragaman telah meluas dalam wujud perbedaan status. budi pekerti. 1. Peradaban dalah salah satu perwujudan kebudayaan yang bernilai tinggi. perbedaan bisa dilatarbelakangi SARA bahkan pilihan ideologi politiknya. kondisi ekonomi. sosial dan sampai cita-cita perorangan maupun kelompok tanpa dilandasi sikap arif dalam memandang perbedaan akan menuai konsentrasi panjang berupa konflik dan bahkan kekerasan di tengahtengah kita. menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan dan tidak 50 . 4) Teori transformasi yang memfokuskan pada penyebab terjadi konflik adalah ketidaksetaraan dan ketidakadilan yang muncul sebagai masalah sosialbudaya dan ekonomi. budi bahasa. adab. sopan-santun. relasi. myang mempengaruhi dinamika kehidupan masyarakat. oleh sebab itu manusia yang beradab harus bersikap terbuka dalam melihat semua perbedaan dalam keragaman yang ada. 3) Teori kesalahpahaman antarbudaya. Sebagaimana konsesi dari SN Kartikasari adalah hubungan antara dua pihak atau lebih yang memiliki atau terlibat didalamnya bisa perorangan ataupun kelompok. seni dan sebagainya. yang pasti memiliki kepentingan dan sasaran yang hendak ditujunya. teoti ini melihat konflik disebabkan ketidakcocokan dalam cita-cita berkomunikasi diantara budaya yan berbeda. memiliki pandangan bahwa konflik yang sering muncul di tengah masyarakat disebabkan polarisasi yang terus terjadi. 2) Teori identitas yang melihat bahwa konflik yang mengeras di masyarakat tidak lain disebabkan identitas yang terancam yang sering berakar pada hilangnya sesuatu atau penderitaan masa lalu yang tidak terselesaikan. Realitas keragaman budaya bangsa ini tentu membawa konsekuensi munculnya persoalan gesekan antarbudaya. Dalam hal ini maka terdapat teori yang menunjukkan penyebab konflik di tengah masyarakat antara lain : 1) Teori hubungan masyarakat. Masyarakat sebagai satu komunitas yang beragam penuh perbedaan pandangan bahkan kepentingan. Manusia Beradab dalam Keragaman Hubungan antara kebudayaan dengan peradaban sangat erat.dalam berbangsa dan bernegara.

menjadikan keragaman sebagai kekayaan bangsa. Akulturasi atau cultural contact berarti suatu kebudayaan tertentu yang dihadapkan dengan unsur unsur kebudayaan asing yang sedemikian rupa sehingga lambat laun unsurunsur kebudayan asing tersebut melebur dan menyatu ke dalam kebudayaan sendiri. 4) Invasi. 3) Penetrasi. sedikit demi sedikit. yaitu masuknya untuk kebudayaan asing dengan tidak sengaja dan tanpa paksaan dalam kebudayaan setempat sehingga saling mempengaruhi. alat pengikat persatuan seluruh masyarakat dalam kebudayaan yang beraneka ragam. Islam ke dalam kebudayaan Indonesia. sehingga merusak kebudayaan bangsa yang didatangi penetrasi tersebut. Faktor yang Berasal dari Luar Masyarakat 1) Akulturasi. Budha. tetapi tidak menyebabkan hilangnya kepribadian. seperti masuknya agama dan kebudyaan Hindu. Penetrasi aialah masuknya unsurunsur kebudayaan asing secara paksa. dinamakan penetration violent. yaitu yang berasal dari luar masyarakat dan dari dalam itu sendiri. Selain itu masih ada jenis penetrasi lain. pada uraian berikut akan diperjelas kembali. 2) Difusi. misalnya ketika bangsa Spanyol dan Portugis datang ke Amerika Latin sehingga kebudayaan Maya dan Inka menjadi musnah. hal ini berlangsung berkaitan dengan terjadinya perpindahan atau penyebaran manusia dari satu tempat ke tempat lain. Difusi ialah penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari satu tempat ke tempat lain. penetrasi semacam ini disbeut Penetration Pasifique. Faktor-faktor pendorong yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial ada dua macam. Faktor-Faktor Terjadinya Perubahan Sosial-Budaya Pada bab sebelumnya sudah dijelaskan tentang faktor-faktor terjadinya perubahan sosial-budaya ini. Invasi yaitu masuknya unsur-unsur kebudayaan asing ke dalam kebudayaan setempat dengan peperangan (penaklukan) 51 .

penaklukan itu pada umumnya dilanjutkan dengan penjajahan. 5) Asimilasi. walaupun tidak menutup kemungkinan perubahan akibat perkawinan campuran meluas hingga ke lingkungan masyarakat sekelilingnya. Milenarisme merupakan salah satu bentuk gerakan kebangkitan. Hibridisasi umumnya bersifat individu. Asimilasi kebalikan dari penetrasi. 7) Milenarisasi. Hibridisasi adalah perubahan kebudayaan yang disebbakan oleh perkawinan campuran antara orang asing dengan penduduk setempat. baik berupa alat walaupun ide baru yang diciptakan oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu masyarakat Namun ada pula pendapat lain menyatakan bahwa discovery adalah penemuan sesuatu yang sebelumnya telah ada Invention adalah pendapatan atau perolehan hal-hal baru yang dilakukan melalui usaha yang sungguh-sungguh walaupun melalui trial and error Enkulturasi atau pembudayaan adalah suatu proses manusia mempelajari dan 52 • • • . yang berusaha mengangkat golongan masyarakat bawah yang tertindas dan telah lama menderita dalam kebudayaan sosial yang rendah dan memiliki ideologi subkuktural yang baru. Akibat hibridisasi ialah munculnya kebudayana baru. asimilasi adalah proses penyesuaian seseorang atau kelompok orang asing terhadap kebudayana setempat. Perubahan yang Terjadi karena Pengaruh dari Dalam 1) Sistem Pendidikan yang maju • • Inovasi adalah pembauran unsur teknologi dan ekonomi dari kebudayaan Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan yang baru. selama masa penjajahan itulah terjadi pemaksaan masuknya unsur-unsur asing ke dalam kebudyaan bangsa-bangsa terjajah.bangsa asing terhadap bangsa lain. yaitu setengah kebudayaan asing dan setengah kebudayaan setempat. 6) Hibridisasi.

Namun demikian karena manusia selalu berhubungan dengan masalah keindahan. sementara etika berhubungan dengan kajian baik buruk dan benar salah. meskipun cikal bakal pengkajian keindahan dan kebaikan bisa ditelusuri jauh sebelum hadirnya buku Republik karya Plato. Bidang ini merupakan tema baru dalam bidang filsafat yaitu baru muncul pada abad ke-19. NILAI. hukum dan agama) yang hidup dalam masyarakat. 2) Menghargai hasil karya orang lain 3) Adanya keterbukaan di dalam masyarakat 4) Adanya toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang (deviation) 5) Penduduk yang heterogen BAB 6. adat. Nilai dan Moral sebagai Materi Pendidikan Ada beberapa bidang filsafat yang berhubungan dengan cara manusia mencari hakikat sesuatu. Estetika berhubungan dengan keindahan. MANUSIA. HAKIKAT NILAI MORAL DALAM KEHIDUPAN MANUSIA 1. 53 . maka pembahasan etika dan estetika jauh melangkah ke depan meningkatkan kemampuannya untuk mengkaji persoalan nilai dan moral tersebut sebagaimana mestinya. salah satu diantaranya adalah aksiologi. yang memiliki dua kajian utama yaitu estetika dan etika.menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan sistem norma (meliputi norma susila. bidang ini disebut filsafat nilai. baik dan buruk bahkan dengan persoalan-persoalan layak atau tidak layaknya sesuatu. MORAL DAN HUKUM A.

sehingga ia tidak menyadari apa yang harus dipilih. oleh karena itu bukan hanya nilai moral indiviu yang dikaji. Ketika ketiga pengertian etika diatas dikembangkan dalam dunia 54 . Kedua. ketiga pengertian diatas menjadi materi bahasannya. Sayang tidak setiap orang menyadari keunggulannya. tetapi meskipun demikian ada alat ukur yang sama pada manusia. karena banyak standar nilai etis yang disepakati secara universal seperti : keadilan. Apabila nilai sudah masuk pada kawasan pribadi. oleh karena itu orang tidak cukup memahami apa yang diyakininya tanpa menggunakan aturan main yang mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat. etika mempunyai arti lagi ilmu tentang yang baik dan yang buruk. fisiknya. keikhlasan dan sebagainya. baik persoalan warna. bentuk maupun gayanya. yang dimaksud di sini adalah kode etik. rohaninya. akan tetapi apabila masuk pada kawasan estetika.Ketika persoalan etika dan estetika ini semakin diperluas. tetapi juga membahas kode-kode etik yang menjadi patokan individu dalam kehidupan sosialnya. hlm. mungkin dalam kawasan etika lebih mudah mencari standar ukurannya. Demikian pula untuk mempertimbangkan dan mengembangkan keyakinan diri dan aturan masyarakatnya dibutuhkan pemahaman dan perenungan yang mendalam tentang mana yang sejatinya dikatakan baik. Misalnya saja : Saya menyukai sebuah lukisan. apakah jasmaninya. pikirnnya bahkan perasaannya. “mungkin” setiap orang mempunyai selera yang berbeda. apakah orang lain berhak menyukai keindahan lukisan tersebut serta melarang saya menyukainya karena dia memiliki sudut pandang dan rasa yang berlainan ? Persoalan nilai ini jauh lebih rumit tatkala menyentuh persoalan selera. kejujuran. muncul persoalan apakah pihak lain atau orang lain dapat mencampuri urusan pribadi orang tersebut ? (khususnya dalam bidang nilai itu). sebab menyentuh hal-hal yang berhubungan dengan eksistensi manusia. manusia memiliki akal dan pikiran untuk mempertimbangkannya. tentu semakin kompleks. Etika di sini artinya sama dengan filsafat moral. maka pembahasan makalah ini difokuskan hanya pada kawasan etika. Namun terma etika pun memiliki makna yang bervariasi. mengapa memilih dan risiko apa yang akan terjadi. etika berarti juga kumpulan asas atau nilai moral. Bertens (2001. mana yang benar-benar disebut buruk. 6) menyebutkan ada tiga jenis makna etika : Pertama : kata etika bisa dipakai dalam arti nilai-nilai dan normanorma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Oleh karena itu adagium Latin muncul “degustibus non disputandum” atau selera tidak dapat diperdebatkan. karena saya menganggap lukisan tersebut indah. di atahu apa yang dipilih. Dalam bidang pendidikan. mentalnya. Ketiga. Seolah-olah nilai berhubungan dengan pribadi manusia semata. Begitu kompleksnya persoalan aksiologi (nilai). dia tahu mengapa harus memilih dan tahu resiko akibat pilihannya. Kawasan inilah yang disebut kawasan filsafat moral.

Namun meski tanpa hadirnya objek. jadi bukan hanya karena ketidaksepakatan makna nilai yang diyakininya. 2. apabila dia memandang nilai itu ada meskipun tanpa ada yang menilainya. melainkan tergantung si penilai memberikan persepsi terhadap objek tersebut. Nilai Moral di Antara Pandangan Objektif dan Subjektif Manusia Nilai erat hubungannya dengan manusia. perhatian yang memberikan nilai pada objek. melainkan adalah sebagai penyangga perlu hadir dan menampakkan nilai tersebut. Oleh karena itu nilai berhubungan dengan sikap seseorang sebagai warga masyarakat. Baik dan buruk. Pandangan kedua memandang nilai itu subjektif artinya nilai sangat tergantung pada subyek yang menilainya. Dengan demikian lukisan itu indah (sebagai contoh) bukan karena lukisannya memang indah akan tetapi karena si penilai menyukai dna memandang indah luksian tersebut. kenikmatan. tetapi ada sebagai sesuatu yang ada dan menuntun manusia dalam kehidupannya. namun term nilai pun bisa membuat setiap orang memiliki orientasi serta strategiyang berbeda dalam pengembangan pendidikan nilainya. bahkan memandang nilai telah ada sebelum adanya manusia sebagai penilai. benar dan salah bukan hadir karena hasil persepsi dan penafsiran manusia. nilai memang telah ada dengan sendirinya. Nilai dalam objek bukan penting atau tidak penting pada objek sejatinya. Oleh karena itu nilai melekat dengan subjek penilai. atau kita mendambakannya karena objek itu memiliki nilai ? 2) Apakah hasrat. Perbedaan dan kecenderungan metode yang dipilih lebih sering karena perbedaan maksud yang ingin dicapai. kecenderungan dan orientasi terhadap persoalan itu akan melibatkan problematik metodologis. warga suatu bangsa. Manusia sebagai mahluk yang bernilai memaknai nilai dalam dua konteks : pertama akan memandang nilai sebagai sesuatu yang objektif. bahkan nilai manusia ketika manusia memahami agama dan keyakinan beragama. Nilai itu objektif atau subjektif bisa dilihat dari dua kategori : 1) Apakah objek itu memiliki nilai karena kita mendambakannya. Persoalannya bukan bagaimana seseorang harus menemukan nilai yang telah ada tersebut tetapi lebih kepada bagaimana menerima dan mengaplikasikan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.pendidikan. maupun bidang estetika yang berhubungn dengan persoalan keindahan. baik dalam bidang etika yang mengatur kehidupan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Nilai dalam pengertian ini bukan di luar si penilai tetapi inheren dengan subjek yang menilai. Nilai bagi pandangan objektivitas tidak tergantung pada objek. atau kita mengalami preferensi karena kenyataan bahwa objek tersebut memiliki nilai mendahului dan asing bagi reaksi 55 . Jadi nilai memang tidak akan ada dan tidak akan hadir tanpa hadirnya penilai. sebagai pemeluk suatu agama dan sebagai warga dunia.

1999 : hlm. selera. tapi adanya membutuhkan penopang yaitu objek yang ditempati kualitas. Apakah ada nilai-nilai objektif yang harus diajarkan pada individu. kualitas memang ada. Menurut Frondisi (2001. tapi bedampak pada berbagai situasi di mana manusia hidup dan mempersepsi kehidupannya.psikologis badan organis kita? Apakah nilai itu objektif atau subjektif ? Hal ini bisa ditelusuri dengan dua pertanyaan mendasar : apakah nilai menarik perhatian subjek atau subjek memberikan nilai pada suatu objek ? dan pertanyaan ini dapat lebih dipertegas dengan pertanyaan : 1) 2) Apakah kecenderungan. objek tidak ada tanpa adanya kualitas primer ini. Seperti halnya kualitas primer. Dengan demikian. 3. namun meski tanpa hadirnya objek diyakini bahwa kualitas itu ada. termasuk manusia memiliki kualitas. Kualitas primer ini merupakan bagian dari eksistensi objek. seperti panjang dan beratnya batu sudah ada sebelum batu itu dipahat (menjadi patung misalnya). rasa dan sebagainya. dan yang paling penting bagaimana individu tersebut menyadari dengan jelas nilai dirinya. kualitas menentukan tinggi rendahnya derajat sesuatu. Nilai di Antara Kualitas Primer dan Kualtias Sekunder Setiap benda. individu harus menerimanya karena itulah nilai yang diturunkan dari dunia transenden (dalam bahasa agama diwahyukan) sebagai ide yang mutlak. Kualitas adalah sebuah fase. zat dan apa pun yang ada di alam raya ini. atau apakah nilai itu harus dicari suatu proses karena sebenarnya individu sendiri sebagai mahluk yang bernilai. 2). 2) Kualitas Sekunder. Kualitas tidak akan tampak tanpa hadirnya suatu objek. kualitas sekunder pun merupakan bagian dari eksistensi atau realitas objek. diinginkan karena memang memiliki nilai ? (Lasyo. Kualitas ini terpengaruh oleh tingkat subjektivitas. 56 . kehendak akan menentukan nilai suatu objek? Apakah suatu objek tadi diperhatikan. yaitu kualitas dasar yang tanpa itu objek tidak dapat menjadi ada. Kualitas melekat dan hadir serta terlihat karena adanya objek yang ditempati sifat atau kualitas tersebut. kualits pun menentukan berharga tidaknya suatu objek. yaitu kualitas yang dapat ditangkap oleh pancaindra seperti warna. 7-10) kualitas dibagi dua : 1) Kualitas Primer. suka tidak suka. bau. Persoalan objektif dan subjektif nilai ini akan sangat erat kaitannya dalam pendidikan tatkala dihubungkan dengan isi nilai apa yang harus diajarkan. apakah manusia si pemilik nilai (subjektif) atau si pengguna nilai (objektif) ? tentu saja dua pemikiran ini bukan hanya permainan semantik filosofis tanpa maksud. hlm.

seperti jasmani. indah dipandang bernilai maka disebut nilai keindahan (estetis). religius atau tidak religius. cipta. Persoalan yang paling mendasar. Nilai bukan keniscayaan bagi esensi objek. Jadi hadirnya kualitas primer merupakan kepastian/keniscayaan. apakah nilai sebagai sifat tertentu sama dengan kualitas primer atau dengan kualitas sekunder ? Frondisi (2001. Dengan demikian gunung dikatakan hijau atau biru. karena nilai merupakan sifat dan kualitas. Oleh karena itu. baik dipandang bernilai maka disebut nilai moral (etis). Oleh karena itu pula nilai bersifat parasitis. nilai bukan kualitas primer dan kualitas sekunder. Menilai berarti menimbang. hlm. benar atau tidak benar. melainkan pada keniscayaannya. rasa dan keyakinan. Bahkan menurut Husserl (2001. Dengan demikian pertanyaan mendasar yang harus diajukan adalah : apakah nilai sebagai kualitas atau seperti mendekati kualitas primer atau seperti mendekati kualitas sekunder ? yang jelas nilai bukan kualitas primer maupun kualitas sekunder. melainkan sifat.Perbedaan mendasar antara kualitas primer dan kualitas sekunder bukan pada bersatu tidaknya kualitas tersebut pada objek. religius 57 . yaitu kegiatan manusia menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain. manusiawi atau tidak manusiawi. nilai tidaklah independen yakni tidak memiliki kesubstantifan. Metode Menemukan dan Hierarki Nilai dalam Pendidikan Nilai berhubungan erat dengan kegiatan manuia menilai. baik dan buruk. yang dimiliki objek tertentu yang dikatakan “baik”. dan manusia tersebut. karsa. tetapi sejauh mana kemampuan subjek memandang kualitas sekunder tersebut. apakah warna gunung biru atau hijau. maka disebut nilai kegunaan. hlm. Sedangkan kualitas sekunder merupakan baigan eksistensi objek tetapi kehadirannya sangat tergantung subjek penilai. air laut itu putih atau biru (bahkan baik buruknya manusia) bukan persoalan eksistensi gunung. nilai hanyalah merupakan “kemungkinan” nilai tidak memiliki eksistensi yang riil. laut. Penilaian ini dihubungkan dengan unsur-unsur atau hal yang ada pada manusia. Nilai bukan benda atau unsur benda. sebab “nilai” tidak menambah atau memberi eksistensi objek. yang selanjutnya diambil suatu keputusan. Keputusan nilai dapat menyatakan berguna atau tidak berguna. sebelum ada penopangnnya atau sebelum ada pengembannya atau lebih tepatnya lagi sebelum ada objek yang ditempati. kualitas/suigeneris. Sesuatu dipandang bernilai karena sesuatu itu berguna. manusia dikatakan baik atau buruk oleh subjek tidak mengubah gunung atau manusia menjadi hal lain. 11-12) menyatakan lebih lanjut. bila benar dipandang bernilai maka disebut nilai kebenaran. Kualitas primer harus ada dan memang tidak mungkin ada suatu objek tanpa kualtias primernya. 12) nilai itu milik semua objek. 4. kualitas nilai adalah nilai.

yaitu : 1) Nilai menampilkan diri dalam aspek positif dan aspek negatif yang sesuai (polaritas) seperti baik dan buruk. yaitu hierarki urutan pentingnya Namun meskipun nilai ada aspek negatifnya tidak berarti meniadakan nilai tetapi bila ada nilai yang baik tentu ada lawannya yaitu nilai buruk. Berbeda dengan pendapat di atas. keindahan dan kejelekan 2) Nilai tersusun secara hierarkis. seperti manusia dinilai dari kecerdasannya. melainkan ada urutan tingkat kepentingannya. 2. Pengakuan.. yaitu menurut keinginan. Tujuan yang akan dicapai…. nilai kesukuan atau nilai kebangsaan. 14-19) yang menyatakan adanya 6 klasifikasi nilai. Keuntungan yang diperoleh…. yaitu berdasarkan tipe tujuan tertentu sebagai reaksi keadaan yang dinilai. Nilai yang berorientasi pada keluarga hasilnya kebanggaan keluarga b. Contoh : nilai akreditasi pendidikan. contohnya kategori nilai ekonomi. sehingga ada nilai yang lebih diutamakan daripada nilai lainnya. misalnya nilai profesi. adalah pendapatnya Nicholas Rescher (1969.dipandang bernilai maka disebut nilai keagamaan. Oleh karena itu nilai itu memiliki polaritas dan hierarki. maka keuntungan yang diperoleh berupa produksi : kategori nilai moral. 5. pengemban nilai dengan a. a. kebutuhan.. kepentingan atau minat seseorang yang diwujudkan dalam kenyataan. yaitu orientasi kelompok : 1). Objek yang dipermasalahkan. nilai religius lebih penting daripada nilai keindahan. Nilai dengan orientasi pada orang lain. misalnya. yaitu pengakuan subjek tentang nilai yang harus dimiliki seseorang atau suatu kelompok. bangsa dinilai dari keadilan hukumnya. yaitu cara mengevaluasi suatu objek dengan berpedoman pada sifat tertentu objek yang dinilai. Nilai yang berorientasi pada profesi hasilnya nama baik 58 . Nilai dengan orientasi pada diri sendiri (nilai egosentris) yaitu dapat memperoleh keberhasilan dan ketentraman b. yaitu klasifikasi nilai yang didasarkan atas : 1. Demikian pula dalam pemahaman bahwa nilai itu ada hierarkinya. Hubungan antara keuntungan. bukan berarti ada klasifikasi. maka keuntungan yang diperoleh berupa kejujuran 4. 3. hlm.

Nilai tentu saja dipandang penting oleh setiap orang. 1984. demikian juga dengan orang materialis. Nilai kerohanian ini bisa dibedakan pada empat macam : 59 . yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur jasmani manusia Nilai vital. yaitu moralitas nilai dari yang suci dan tidak suci. itulah sebabnya nilai memiliki tingkatan. yaitu nilai penting bagi kehidupan 3) Nilai kejiwaan. Nilai material. dalam pengertian ada hierarkinya. yaitu nilai yang tidak tergantung pada keadan jasmani maupun lingkungan 4) Nilai kerohanian. Bagi orang religius tentu saja nilai-nilai religi akan menempati posisi utama atau tertinggi. menyebutkan hierarki tersebut terdiri dari : 2002. Sedangkan Notonegoro (dalam Dardji D. sementara bagi orang yang materialistis akan menempatkan nilai materi pada posisi tertinggi. Sedangkan dalam hierarki nilai sangat tergantung dari sudut pandang dan nilai yang menjadi patokan dasar si penilai. hlm. Menurut Max Scheller (dalam Kaelan. yaitu nilai yang mengenakan atau tidak mengenakkan. Tingkatan atau hierarki nilai akan berbeda antara orang ateis dengan orang religius. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia 3. yang berkaitan dengan indra manusia yang menyebabkan manusia senang atau menderita. namun tingkat kepentingan nilai tersebut tidaklah sama. Hubungan yang dihasilkan nilai itu sendiri dengan hal lain yang lebih baik. hlm. 2) Nilai kehidupan. di mana nilai tertentu secara hierarki lebih kecil dari nilai lainnya. yaitu nilai universal. Nilai kerohanian. Nilai yang berorientasi pada bangsa hasilnya patriotisme d. 2. Nilai yang berorientasi pada kemanusiaan. 175) 1) Nilai kenikmatan.profesi c. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan aktivitas. 66-67) membagi hierarki nilai pada tiga : 1. Nilai yang berorientasi pada masyarakat hasilnya keadilan sosial 2). 6.

. dna nilai praksis itu merupakan suatu sistem dalam perwujudannya tidak boleh menyimpang dari sistem itu. budi. Nilai instrumental …. pada hakikatnya merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai instrumental dalam suatu kehidupan nyata. kebijaksanaan atau strategi yang bersumber pada nilai dasar. yang bersumber pada unsur perasaan (esthetis. yang bersumber pada unsur kehendak (will. Nilai dasar. hakikat Tuhan. nilai objektif dan nilai subjektif (yang kedua-duanya 60 . manusia atau segala sesuatu lainnya. wollen. Sementara itu ada juga yang membedakan antara nilai instrinsik dan nilai ekstrinsik. hlm. Nilai religius ini bersumber kepada kepercayaan atau keyakinan manusia. inti dari nilai-nilai tersebut. atau nilai estetis. 178) sebagai berikut : 1. Nilai keindahan. nilai dasar. gevoel. (dalam bahasa ilmiahnya disebut dasar ontologis) yaitu merupakan hakikat. Nilai dasar ini bersifat universal karena menyangkut hakikat kenyataan objektif segala sesuatu misalnya. Nikai religius. Nilai kebaikan. atau nilai moral. nilai instrumental. rasa) manusia c. merupakan suatu pedoman yang dapat diukur atau diarahkan. Nilai kebenaran yang bersumber pada akal (rasio. Nilai praktis. Sehingga dapat dikatakan nilai instrumental merupakan suatu eksplisitasi dari nilai dasar. hakikat kenyaan obyektif segala sesuatu misalnya. Sehingga nilai praktis ini merupakan perwujudan dari nilai instrumental….a. Namun jikalau nilai instrumental itu berkaitan dengan suatu organisasi ataupun negara maka nilai instrumenal itu merupakan suatu arahan. Sedangkan di Indonesia (khususnya pada dekade penataran P4) hierarki nilai dibagi tiga (Kaelan. karsa) manusia d. esensi. Bilamana nilai instrumental itu berkaitan dengan tingkah laku manusia dalam kehidupan seharihari maka hal itu akan merupakan suatu norma moral. cipta) manusia b. 2. 3. 2002. yang merupakan nilai kerohanian tertinggi dan mutlak.

sedangkan nilai yang semakin rendah lebih bersifat sementara. Dari gambaran hierarki nilai dapat disimpulkan bahwa nilai yang tertinggi selalu berujung pada nilai yang terdalam dan terabstrak bagi manusia. apakah seseorang akan tergolong pada kelompok objektif empiris yaitu yang menyesuaikan diri dengan pengalaman. maka cocok dengan subjektif apriori. yaitu tidak akan ada perbaikan moral. kesadaran hukum moral mendahului nilai ? (paham Immanuel Kant) bila jawabannya ya. Jadi nilai dan kebernilaian hanyalah semacam kebiasaan yang dialami dalam realitas sebagai hasil pengalaman empiris. Dalam posisi hierarki nilai ini. oleh karena itu John Dewey mengatakan bahwa ‘persoalan nilai adalah problema metodologis’ (Frondizi. yaitu keyakinan ilmu pengetahuan yang tidak dipertanyakan lagi. persoalan yang paling mendasar apakah ? Kewajian. Dengan demikian. dan berupaya memfasilitasi mereka agar terbuka wawasan dan perasaannya untuk memiliki dan meyakini nilai yang lebih hakiki. karena hukum moral identik dengan kebiasaan tadi. atau : apakah nilai mendahului kewajiban dan berlaku sebagai dasar hukum moral ? (paham Max Scheller) bila jawabannya ya. hlm. dan merupakan kebenaran yang dihormati dan diyakini secara sahih sebagai manusia yang beradab. maka kebenaran nilai itu sangat relatif. Ada persoalan mendasar apabila digunakan metode ini. pendidikan pada hakikatnya merupakan upaya membantu peserta didik untuk menyadari nilai-nilai yang dimilikinya. lebih tahan lama. Jadi kita mengandalkan pada intuisi emosi untuk menghasilkan nilai. Dengan demikian pendidikan tidak cukup hanya mengantar peserta didik pada nilai dirinya. Terdalam dalam arti lebih hakiki dan lebih bersifat kepentingankepentingan transenden dalam bentuk-bentuk idela yang dapat dipikirkannya. maka cocok dengan paham objektif empiris. Persoalannya bagaimana seseorang mendapatkan dan menentukan hierarki nilainya ? Jawabannya tidak mudah. akan tetapi harus membimbing mereka untuk meyakini nilai yang paling hakiki. apa yang biasa itulah adanya dan itulah moralitas. 61 . Yang jadi persoalan apakah yang harus dilakukan apabila dua golongan yang sempurna tidak menghasilkan hal yang serupa ? tentu akan ada dua kubu yang sama-sama menyatakan benar dengan dasar keyakinan yang sama sementara menghasilkan nilai yang berbeda. 2001.bukan hierarki tetapi lebih merupakan klasifikasi nilai). dan ada yang melakukan penggolongan dengan menentukan hierarki kepentingan atau keutamaannya. Oleh karena itu apabila subjektif apriori digunakan. terdalam dan paling dasar. tergantung pada indrawi manusia dan lebih bersifat pragmatis untuk memuaskan jasmani manusia (atau dalam bahasa agama memuaskan nafsu semata). Cara kedua menghasilkan nilai dan kebernilaian dengan subjektif apriori yaitu meyakini intuisi emosional. Dengan demikian ada yang membuat pembagian berupa penggolongan atau klasifikasi semata tanpa menentukan tingkatan keutamaan atau kepentingannya. 300.

Pengertian Nilai Karena bervariasinya pengertian nilai. Hakam. Menurut Jack R. sedangkan kualitas merupakan atribut atau sifat yang seharusnya dimiliki (dalam Lasyo. (Nilai adalah gagasan – konsep – tentang sesuatu yang dipandang penting oleh seseorang dalam hidup). 1999. 6) : A value is an idea – a concept – about what someone thinks is important in life. the quality of any object which causes it to be of interest to an individual or a group. Menurut Dictionary of Sociology and Related Science : Value. bahwa nilai berhubungan dengan manusia. hlm. hlm. 2000. dan selanjutnya nilai itu penting. Menurut Arthur W. 2002. dalam arti terdapatnya hubungan yang harmonis dan kreatif. 2002. kedua cara menghasilkan nilai moral tersebut dapat digunakan. 1. Nilai adalah kepercayaankepercayaan yang digeneralisir yang berfungsi sebagai garis pembimbing untuk menyeleksi tujuan serta perilaku yang akan dipilih untuk dicapai (dalam Kama A. hlm. karena pendidikan memandang individu sebagai mahluk yang berpengalaman di satu sisi. 5. 5. 1) 2. Untuk melihat sejauh mana variasi pengertian nilai tersebut. 3. 174). terutama bagaimana hubungan antara setiap pengertian itu dengan pendidikan. Menurut Frankena : Nilai dalam filsafat dipakai untuk menunjuk kata benda abstrak yang artinya : keberhargaan” (worth) atau “kebaikan” (goodness) dan kata kerja yang artinya suatu tindakan kejiwaan tertentu dalam menilai atau melakukan penilaian (dalam Kaelan. (Nilai adalah kemampuan yang diyakini terdapat pada suatu objek untuk memuaskan hasrat manusia. hlm. Comb. Nilai merupakan sesuatu yang potensial. yaitu kualitas objek yang menyebabkan tertariknya individu atau klompok) (dalam Kaelan. 62 . the believed capacity of any object to satisfy human desire. sulit untuk mencari kesimpulan yang komprehensif agar mewakili setiap kepentingan dan berbagai sudut pandang. di bawah ini akan dikemukakan sebelas definisi yang diharapkan mewakili berbagai sudut pandang. 45) 6. Fraenkel (1977.Yang jelas. Menurut Lasyo (1999. hlm. 9) sebagai berikut : Nilai bagi manusia merupakan landasan atau motivasi dalam segala tingkah laku atau perbuatannya. dalam dunia pendidikan. …. tetapi ada hal yang disepakati dari semua pengertian nilai tersebut. dan sebagai individu yang memiliki potensi untuk mencapai kebenaran di sisi lain. Menurut Cheng (1955). 4. sehingga berfungsi untuk menyempurnakan manusia. hlm. 174).

Kata benda abstrak 4. Charles R. hlm. 3. posisinya serta tingkat kepentingannya maka dapat digambarkan sebagai berikut : Klasifikasi Pengertian Nilai N o Wujud 1.. tujuan atau fungsinya. hlm. Knikker (1977. Menurut John Dewey dalam Dardji D. 36) Value is object of social interest. 1) : Value a set of attitude (scheme) which generate or cause a judgement which guide action or in action ( a lack of action) and which provide a standard or a set o principles. Keyakinan yang digeneralisir 6. Apabila diklasifikasikan definisi-definisi nilai di atas pada wujudnya. Menurut Encyclopedia Britainica (hlm. hlm. Menurut Dardji Darmodihardjo (1986 : hlm. 963). 3) : Value is a cluster of attitude which generate either an action or decision to deliberately avoid an action (Nilai adalah sekelompok sikap yang menggerakkan perbuatan atau keputusan yang dengan sengaja menolak perbuatan). Landasan atau motivasi 5. . 9.7. Menurut Herbert Larry Winecoff (1987. Nilai ialah kualitas objek yang menyangkut jenis apresiasi atau minat. Potensi 2.Kapasitas keyakinan .Kualitas Menyebabkan manusia tertarik 3. (1986. 8. 36) : Nilai adalah yang berguna bagi kehidupan manusia jasmani dan rohani 10. 11. Gagasan konsep Untuk menilai Untuk bertingkah laku Pembimbing menyeleksi tujuan atau perilaku Pada objek Kondisi jiwa Sesuatu yang abstrak Dalam hati / jiwa Tujuan/Fungsi Menyempurnakan manusia Memuaskan hasrat manusia Posisi Dalam diri Pada objek Tingkat Kepentin gan Sangat penting Agak penting Agak penting Penting Sangat penting Sangat penting Agak penting Memandang sesuatu Ide yang penting dalam manusia hidup 63 .

Serangkaia n sikap .Sikap manusia Sangat penting - 64 .7.

Serangkaia n sikap .8.Sikap manusia Sangat penting - 65 .

Sesuatu 10. akan tetapi setiap orang tertarik pada bagian-bagian yang “relatif belum tersentuh” oleh pemikir lain. oleh karena itu akan berupaya terus menjawab apa yang belum terjawab. Objek 11. dapat terlihat bahwa pengertian nilai ada yang melihatnya sebagai kondisi psikologis. ada yang memandangnya sebagai objek ideal. mencari sesuatu yang belum terpecahkan. Tetapi ada bahayanya. karena yang diupayakan oleh filsafat adalah mencari hakikat. atau ada bagian yang belum terjelaskan oleh definisi orang lain. Pengertian nilai yang telah dikemukakan oleh setiap pakar pada dasarnya upaya memberikan pengertian secara holistik terhadap nilai. sehingga menganggap ada ruang kosong untuk dimasukinya. Kualitas Berguna bagi jasmani atau rohani Dikehendaki masyarakat Berhubungan dengan apresiasi atau minat Sesuatu (abstrak) Objek Objek Penting Agak penting Agak penting Dari klasifikasi diatas. pada saat itu tanpa didasari kita sering terjerumus pada upaya-upaya 66 . yaitu tatkala keinginan untuk mengisi relung kosong dengan pengertian kita.9. ada juga yang mengklasifikasikannya mirip dengan status benda. Sikap berpikir seperti ini didalam filsafat bukanlah hal aneh.

2001. 2. Merupakan sasaran perhatian Karena kesenangan. definisi dari Jack R. objek idel itu ada Objek ideal tidak lain merupakan dunia ide seperti konsep. Keindahan adalah nilai sedangkan ide tentang keindahan adalah objek ideal 3. Objek ideal itu bersifat ideal. hlm. Comb. fraenkel lah yang paling mendekati objek ideal tersebut. Identik dengan yang diinginkan 3. 67 . keinginan dan perhatian merupakan kondisi kejiwaan. Selain mereduksi nilai dengan kondisi psikologis ada juga yang mereduksi nilai dengan “esensi atau ide platonik atau objek ideal” (frondizi. Kekacauan dimulai dengan kenyataan bahwa nilai tidak ada dalam dirinya sendiri tapi tergantung penopangnya yang biasanya merupakan substansi yang berbadan. kenikmatan. misalnya terhadap nilai yang kita bahas ini. hlm. Menurut Lotze nilai iu tidak ada. pada objek ideal dan pada status benda. maka pereduksian nilai dengan kondisi psikologisnya ini hanya menempatkan nilai sebagai pengalaman pribadi semata. Oleh karena itu. Keindahan ditangkap melalui emosi. Charles Knikker dan H. Kalau kita ukur definisi di atas dengan indikator-indikator objek ideal tadi. Larry Winecoff. hubungan yang semuanya dunia intelektual bukan dunia emosi. dalam pengertian yang dikemukakan di atas terjadi pereduksian makna nilai pada kondisi psikologis. 4). Perbedaan nilai dengan objek ideal akan jelas bila melihat pendapat Husserl (dalam Frondizi. Pereduksian nilai dengan status benda disebabkan : 1. Sesuatu yang menyenangkan atau kenikmatan 2. entitas matematik.mereduksi pengertian utamanya. Kebutuhan aanya penopang bagi nilai menjadikan nilai sebagai eksistensi yang “parasitis”. Arthur W. Oleh karena itu apabila orang mendiskusikan tentang estetika atau mendiskusikan kriteria lukisan yang indah. Bila nilai direduksi sebagai objek ideal biasanya karena ada kekeliruan antara nilai sebagai sesuatu yang bukan realitas dengan identitas yang memadai esensi. esensi. tentu lebih banyak melibatkan dunia intelektual dan otomatis akan kurang melibatkan emosi yang sangat dibutuhkan dalam penilaian. 2001. Hal ini bisa kita lihat dari definisi-definisi nilai yang dikemukakan oleh Cheng. ide tentang keindahan ditangkap melalui intelektual 4. Upaya mereduksi nilai dengan kondisi psikologis terjadi apabila nilai dihubungkan dengan hal-hal sebagai berikut : 1. Pereduksian pengertian nilai dengan status benda terjadi apabila nilai dikacaukan dengan objek material yang menopangnya atau benda yang menyimpan atau menutupinya. Frankena. 48) sebagai beriku : 1. sedangkan nilai itu tidak riil 2.

Namun ada yang dapat disimpulkan dari penjelasan di atas. harus semakin diyakini oleh individu harus memahami nilai dan kebernilaian dirinya. Dalam hubungan ini. 4. 6. apakah nilai itu dipandang dapat mendorong manusia karena dianggap berada dalam diri manusia atau nilai itu menarik manusia karena ada di luar manusia yaitu terdapat pada objek. atau hanya merupakan objek ideal dan/atau hanya status benda saja. Kepuasan jangan dikacaukan dengan kenikmatan (meskipun kenikmatan merupakan hasil kepuasan). dengan objek ideal dan dengan status benda bukan berarti ingin mengurangi hakikat nilai. Oleh sebab itulah pendefinisian nilai sangat bervariasi. sehingga nilai itu seolaholah hanya merupakan kondisi psikologis. sehingga dapat menjelaskan sisi nilai yang lain. tetapi lebih memperhatikan pentingnya nilai itu bagi manusia dalam kehidupan bermasyarakat. nilai tertinggi dari semua nilai adalah nilai mutlak (Frondizi. Nilai itu harus jelas. ketika relung kosong itu diisi sering memperkecil makna nilai yang dijelaskannya. pendidikan (ISBD) tidak mempersoalkan dari mana nilai tersebut. sebab seperti yang diungkapkan oleh Sheller. Nilai tertinggi menghasilkan kepuasan yang lebih mendalam 3. semakin tinggi keberadaannya. Definisi yang mengarah pada pereduksian nilai oleh status benda ini terlihat pada pengertian nilai yang dikemukakan oleh John Dewey karena dia sebagai seorang pragmatis melihat nilai dari sudut kepentingannya. Semakin kurang kerelatifan nilai. sebenarnya nilai itu dapat dan harus menyentuh seluruhnya. sehingga nilai lebih dipandang sebagai kegiatan menilai. Upaya menjelaskan nilai dengan kondisi psikologis. Makna Nilai bagi Manusia Dalam bidang filsafat. keyakinan individu pada nilai harus menyentuh sampai hierarki nilai tertinggi. bahwa : 2. 129-130) 68 . upaya untuk mengisi pemikiran yang tidak atau belum dilakukan oleh orang lain adalah biasa. yang menjadi persoalan. sehingga dia akan menempatkan diri secara bijak dalam pergaulan hidup serta akan mengakui dan bijak terhadap keberadaan nilai dan kebernilaian orang lain dalam pergaulan bermasyarakat. Yang penting dalam upaya pendidikan. akan tetapi mencoba mengisi relung-relung kosong yang belum tersentuh. upaya itu dilakukan dalam rangka mengisi ruang-ruang kosong agar mencapai kesempurnaan. hal seperti ini terlihat pula pada definisi yang dikemukakan oleh Encyclopedia Britainica dan Encyclopedia of Sociology. nilai itu penting bagi manusia. 2001. akan tetapi sudut pandang yang berbeda akan menghasilkan kesimpulan yang berbeda pula.Sehingga akibat dua hal tersebut nilai bagaikan kualitas objek atau status objek atau bahkan benda. hlm.

banyak anak yang tidak mengetahui hal-hal yang dikerjakan orang tua di luar rumah untuk mencari penghasilannya. Salah satu kesulitan yang ditimbulkan adalah munculnya “nilai-nilai modern” yang tidak jelas dan membingungkan anak (individu). Ibu dan anak-anak pulang ke rumah untuk bersembunyi dari berbagai tekanan kehidupan di 69 . Menurut Louis Rath (1977. pilihan dan kesempatan. muncul murid dan guru baru yang harus ditemui anak. Mobilitas demografis yang sangat tinggi ini merupakan suatu yang unik. terpengaruh oleh tuntutan kemajuan yang terjadi. bagi anak-anak yang sedang tumbuh dan berkembang. bekerja di luar rumah estimasi terakhir menyebutkan bahwa dua dari lima ibu merupakan keluarga yang broken home (dalam konteks ini dimaksudkan salah satu diantara orang tua tersebut meninggal. hlm. muncul pula keharusan mengenal mengenai baru. dua dari lima ibu. Saat ini merupakan fakta. namun di sisi lain. Dampak yang muncul dari kegiatan tersebut dapat menggoyahkan stabilitas kehidupan anak-anak. Pengaruh Kehidupan Keluarga dalam Pembinaan Nilai Moral Kehidupan modern sebagai dampak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menghasilkan berbagai perubahan. hal ini disebabkan tuntutan kerja atau memenuhi kebutuhan lainnya. Karakter pekerjana orang tua dan hubungannya dengan keluarga telah berubah secara dahsyat. Keluarga sebagai bagian dari masyarakat. pisah atau salah satu diantara mereka dipenjara)”. di satu sisi merupakan bagian dari harapan baru bagi keluarga. Persoalan lain yang terjadi di keluarga adalah terjadinya migrasi atau perpindahan domisili. Pola-pola hubunan sering kali menjadi rusak. meskipun tidak sampai masuk kategori menakutkan. Ada benarnya pertanyaan yang mengungkapkan bahwa keluarga saat ini merupakan pelarian dari dunia nyata. namun masih banyak orang yang meyakini bahwa nilai moral itu hidup dan dibangun dalam lingkungan keluarga. tuntutan itu menghabiskan waktu dan energi untuk menjawab pertanyaanpertanyaan yang sarat nilai. Dengan kata lain problem utama bagi kehidupan orang tua yang bekerja terletak pada tingkat komunikasi dengan anak-anaknya. Anak jarang melihat apa yang dikerjakan orang tua dan tidak mendapat informasi yang cukup melalui diskusi yang bermakna tentang hakikat suatu karier baik permasalahan maupun keberhasilannya. Sering kali pada keluarga yang broken home atau pada keluarga yang kedua orang tuanya bekerja berakibat pada penurunan intensitas hubungan antara anak dengan orang tua.12) “Berdasarkan data terbaru.B. Bapak. Tapi setiap hari dalam keluarga terjadi perubahan-perubahan yang dramatis. bercerai. Dalam lingkungan yang krang baik dan kadang menegangkan ini seorang anak sangat sulit untuk membangun nilai nilainya secara jelas. dan mungkin pula pola-pola kehidupan baru yang berbeda. tetapi mengandung berbagai resiko akibat kompleksitas kehidupan yang ditimbulkannya. PROBLEMATIKA PEMBINAAN NILAI MORAL 1.

Keluarga bisa jadi tidak lagi menjadi tempat untuk memperjelas nilai yang harus dipegang bahkan sebaliknya menambah kebingungan nilai bagi anak. tidak hanya kembali dari pekerjaan melainkan juga dari perjalanan jauh yang melelahkan. Kejadian ini lebih banyak terjadi pada pendidikan moral melebihi transmisi nilai dari suatu generasi ke generasi berikutnya. pengaruh pertemanan ini akan berdampak positif manakala isu dan kebiasaan teman itu positif pula. Ketika keluarga bersatu. Sikap-sikap yang mengkristal pada diri anak akan menjadi nilai dan nilai tersebut akan berpengaruh pada perilakunya. anak pasti punya teman. kembali menghilang. Penulis) itu amat kecil. tentang apa yang telah orang tua mereka lakukan. lebih terisolasi. Persoalan merosotnya intensitas interaksi dalam keluarga.luar rumah. Dalam posisi seperti inilah institusi pendidikan perlu memfasilitasi peserta didik untuk melakukan klarifikasi nilai. sehingga tidak mampu melakukan komunikasi yang cerdas dan bijak (inteligen) dengan anak-anaknya. ketika bapak bahkan juga ibu sebagian besar hidupnya untuk bekerja setiap hari dan keluarga hanya menyatu ketika membagikan makanan. 2. Kumpulan kepercayaan yang dimiliki anak akan menambah sikap yang dapat mendorong untuk memilih atau menolak sesuatu. 15) menyatakan bahwa : “Banyak kegelisahan dan kegetiran generasi pertengahan abad yang akan datang yang nyata-nyata karena ketidakcakapan untuk menyampaikan nilai pada remaja. cat. Orangtualah yang sering meninggalkan rumah berjam-jam setiap harinya. Mereka pulang ke rumah sudah larut malam. Di lingkungan rumah. Robert Heilbroner (1974. proses kejadiannya diperhambat oleh lemahnya struktur keluarga. sebaliknya 70 . Keluarga modern Amerika (mungkin juga kota-kota besar di Indonesia). maka kesempatan untuk mempengaruhi sikap moral atau berpikir anaknya tentu akan berkurang. di sana akan menjadi ajeng kesepakatan rasa yang tbaik terhadap keraguan sudut pandang nilai dan moral”. dan lebih pragmatis daripada sebagai teman seperi lima puluh tahun yang lalu. anak-anak sudah tidur dan kesempatan untuk membahas makna-makna aktiitas keseharian. Orang tua mengharapkan rumah menjadi tempat perlindungan yang tenang dan berharap anak-anaknya sudah beristirahat. Mereka meninggalkan rumah lebih awal. dan pergaulan dengan teman akan menambah perbendaharaan informasi yang akhirnya akan mempengaruhi berbagai jenis kepercayaan yang dimilikinya. Setiap orang yang menjadi teman akan akan menampilkan kebiasaan yang dimilikinya. serta terputusnya komunikasi yang harmonis antara orang tua dengan anak. Pengaruh Teman Sebaya Terhadap Pembinaan Nilai Moral Sebagai mahluk sosial. mengakibatkan merosotnya fungsi keluarga dalam pembinaan nilai moral anak. Dalam rangkuman buku “What is the human prospect?”. Sebelum mereka datang. hlm.

Perbedaan sudut pandang antara keluarga dengna temannya menjadi masalah tersendiri bagi nilai anak-anak. kapan waktu yang tepat untuk melakukannya. Kelompok sebaya tentu mempunyai aturan main sendiri. banyak orang yang meneriakkan demokrasi dengan melakukan “perusakan”kerusuhan etnis terjadi di Sampit. orang dewasa akan berusaha menunjukkan jalan mana yang paling bijak dan paling benar atau menunjukkan jalan yang baik bagi anak atau remaja tersebut. memberi tahu apa yang harus mereka lakukan. maka dapat diprediksi reaksi orang dewasa tersebut. Jika seorang anak atau remaja mengungkapkan kebingungannya di hadapan orang dewasa. 102) “Kebiasaan merokok lebih banyak disebabkan karena pengaruh teman sebaya”. Poso dan Maluku yang banyak menelan korban dan bahkan pada akhir-akhir ini timbul polemik “inul” dilema antara moralitas dan kreativitas. Keluarga sering dikagetkan oleh penolakan anak ketika memberikan nasihat. Bagi anak situasi ini menjadi dilematis. Seolah-olah kita telah mati rasa dengan maraknya variasi nilai yang ditawarkan setiap figur otoritas. tetapi Amerika membumihanguskan Afganistan. hlm. dan anak cenderung akan menyesuaikan dengan aturan main tersebut dengan harapan agar diterima oleh kelompoknya. langsung ataupun tidak langsung. Berdasarkan hasil penelitian Abbas Asyyafah (1997. masing-masing menawarkan nilai yang berbeda. dengan alasan bahwa apa yang dismapaikan orang tua berbeda atau bertentangan dengan “aturan” yang disampaikan oleh temannya. Demikian pula di awal reformasi. terlbih lagi anak-anak dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah menjawabnya. Persoalan nilai mana yang akan menjadi keyakinan individu (mahasiswa) tentu diperlukan adanya upaya pendidikan untuk membimbing mereka keluar dari kebingungan nilai serta menemukan nilai hakiki yang harus menjadi pegangannya. dan akhirnya Amerika dengan sekutunya melakukan agresi pula ke Irak. baik di sekolah / kampus maupun dalam lingkungan masyarakat. Bukan sesuatu yang mustahil bila upaya mencoba perilaku buruk lainnya disebabkan pula karena pengaruh teman sebaya. Pengaruh Figur Otoritas terhadap Perkembangan Nilai Moral Individu Baru-baru ini Amerika menyalahkan Irak karena melakukan agresi ke Kuwait. seberapa sering harus melakukan dan juga akapn harus 71 . Pada tahun-tahun yang lalu Amerika menuduh beberapa negara termasuk Indonesia yang melanggar hak asasi manusia. dimana harus dilakukan. Anak dihadapkan pada keharusan untuk mematui aturan keluarga dan risiko dikeluarkannya dari pertemanan. 3. Orang dewasa mempunyai pemikirna bahwa fungsi utama dalam menjalin hubungan dengan anak-anak adalah memberi tahu sesuatu kepada mereka. menambah bingungnya nilai bagi anak. Pertemanan yang paling berpengaruh timbul dari teman sebaya. karena diantara mereka relatif lebih terbuka dan intensitas pergaulannya relatif sering.akan berdampak negatif bila sikap dan tabiat yang ditampilkan memang buruk. Orang dewasa.

dan setelah Perang Dunia II datanglah televisi. Bahkan adegan-adegan yang benar-benar dipandang immoral dilakukan oleh orang-orang yang tampaknya berpendidikan tinggi. Hampir tidak ada seorang pun yang memandang penting membantu anak untuk memecahkan dan menyelesaikan pemikiran yang memusingkan tersebut”. maupun anak-anak lainnya. bahkan banyak diantara pandangan dan nilai kehidupan tersebut dalam kehidupan keluarga tidak akan mereka temui. 1977.mengakhirinya. film. Pengaruh Media Komunikasi Terhadap Perkembangan Nilai Moral Pada akhir abad ke-20 alat-alat komunikasi yang potensial telah diperkenalkan ke dalam ritualit kehidupan keluarga. Dengan kata lain. dan kekerasan disuguhkan secara terbuka. radio. kurang ajar atau membangkang. Anak-anak diharuskan mengikuti anjuran yang disarankan. majalah. televisi. lalu disusl dengan radio. Dalam kondisi seperti inilah lembaga pendidikan perlu mengupayakan agar peserta didik mampu menemukan nilai dirinya tanpa harus bertentangan dengan nolai-nilai yang hidup dan berkembang di masyarakat. Masih ada kecenderungan untuk menganggap bahwa keyakinan orang dewasa tetap harus dipertahankan anak harus memiliki keyakinan seperti keyakinannya. seksualitas. baik dari radio. 20). serta membuat perubahan dalam hidup. Sekarang persoalan pornografi. film.orang tua belum meyakini bahwa anak-anak telah menjadi “manusia”.Jika anak itu menholak maka dapat dipastikan anak itu diigolongkan tidak taat. Pertama kali telepon. Namun mediamedia tersebut juga menyuguhkan berbagai pandangan hidup yang sangat variatif pada anak. Hasilnya sangat dramatis. VCD. “Masalahnya hampir tidak ada seorang pun yang memandang pentingnya membantu anak untu menghilangkan kebingungan yang ada pada pikiran atau kepala mereka. 72 . (Rath. majalah. Dengan kata lain. guru ngaji. orang dews hanya menambahkan berbagai arahan nilai atau norma yang sudah ada pada anak-anak baik yang didapatnya dari sekolah. oleh karena itu dalam media komunikasi mutakhir tentu akan mengembangkan suatu pandangan hidup yang terfokus sehingga memberikan stabilitas nilai pada anak. 4. atau memberi arahan kehidupan. televisi. tokoh politik. mereka juga harus mengikuti harapan atau aspirasi yang dimiliki orang tua. sementara semua orang menonton. anak-anak jadi terbiasa melihat dan menyimak pandangan hidup yang bervariasi. setiap orang tentu berharap pentingnya memperhatikan perkembangan nilai anak-anak. Dengan demikian orang dewasa tidak berupaya mengurangi kebingungan dan ketidakjelasan nilai bagi anak. Jika nilai memang mewakili cara pandang terhadap kehidupan. buku bacaan. koran. Mereka yang menangani pemrograman mulai mengembangkan sesuatu yang dianggapnya dapat menarik dan menyenangkan anakanak.

mana yang benar dan mana yang palsu. maka institusi pendidkan perlu mengupayakan jalan keluar bagi peserta didiknya dengan pendekatan klarifikasi nilai. bla anak dihadapkan pada berbagai kemungkinan. Tatkala anak dipenuhi oleh kebingungan nilai. dan tentu mengundang orang untuk mencoba melakukannya. mana yang betul dan mana yang salah. surat kabar dan majalah pun berubah drastis. Jika keluarga dapat membahasnya secara masuk akal dari setiap hal yang disajikan. Ada kecenderungan lain. Pada saat yang bertepatan. Konsekuensinya akan muncul kebingungan dalam kehidupan anak untuk menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. anak tidak akan mampu mengambil manfaat besar dari jutaan pilihan yang tersedia. seks dan korupsi. Buku komik muncul dan penerbit melihat peluang besar dalam segmen pasar anak. 5. dalam kondisi orang tua yang bekerja. Sangat mungkin bahwa kontribusi terbesar media-media tadi akan membiasakan pemahaman yang tengah tumbuh pada anakanak seputar mana yang betul dan mana yang salah. atau menyebutkan bahwa anak–anak tidak dapat mengambil pelajaran dari semua kejadian tersebut. Tetapi seperti yang telah dikemukakan. Pengaruh Otak atau Berfikir Terhadap Perkembangan Nilai Moral Kalau kita mengobservasi situasi kelas. kesempatan anak dan keluarga untuk berbagi pikir dan perasaan semakin sempit. tidak bermaksud menyatakan bahwa alternatifalternatif yang ditawarkan harus dihaouskan. Gambar tidak senonoh pun dicetak. maka dia akan kehilangan gagasan akhirnya dia akan kebingungan. Sekarang pun muncul alat-alat cetak terbaru dengan komputerisasi yang relatif lebih ekonomis. Apabila 73 . horor. akan sering kita temukan perkataan guru/dosen yang menyatakan kepada mahasiswa bahwa “kamu sebaiknya” atau “kamu seharusnya” agar perilaku mereka berubah. mana yang adil dan mana yang timpang. mana yang bagus dan mana yang jelek.menyimak dan mencernanya. mana yang adil dan mana yang timpang. mana yang bermoral dan tidak bermoral. mereka salah satu atau kedua-duanya keluar seharian. dan biasanya mahasiswa akan menunjukkan respons yang sederhana. Dalam lingkungan pendidikan seperti ini. isinya lebih banyak menampilkan cerita kriminal. Dalam hal ini. peserta didik akan belajar tentang sesuatu yang diinginkan guru/dosen. dan semua bentuk kejanggalan kehidupan. mungkin setiap anak akan dapat mengambil pelajaran tentang makna dari pandangan-pandangan baru dalam kehidupan ini. dengan kondisi keluarga yang broken home. Tetapi kami ingin mengungkapkan bahwa jika hanya dengan dirinya sendiri. Buku-buku ini menjadi penyampai cerita kriminal. Sudah tentu akan akan memungut sejumlah gagasan atau nilai dari semua ini baik nilai-nilai positif dan termasuk pengaruh negatifnya. bahkan muncul layanan iklan yang mempromosikan layanan seksual.

tanpa disadari akan terjadi pertumbuhan atau kematangna. rasional sendiri adalah moral. moral manusia itu (didasarkan rasionalnya) merupakan inti manusia. (1977. 39) “Otak kita adalah suatu organ yang sangat mengagumkan untuk menemukan dan menciptakan makna. 1977. otak kita tetap berusaha membuat pengalaman lahir (outer) dan pengalaman batin (inner)”. proses berpikir melibatkan analisis. hlm. Bahkan ketika membuat kesimpulan. dan makna-makna yang kita ciptakan menentukan bagaimana cara kita berperilaku. organisasi. namun otak tidak bekerja secara sederhana dalam pengertian stimulus respons. (Rath. Bahlan menurut aliran rasionalisme seperti yang diungkapkan oleh Immanuel Kant bahwa manusia melalui pemikiran rasional dan kesadaran moral serta keyakinan agamanya dapat digunakan untuk menjelaskan eksistensinya. Pada saat itulah langsung tidak langsung seseorang melakukan nilai yang diketahuinya. Menurut Rath. Jika setiap hari di dalam kelas kita berpikir dan memilih berarti kita setiap hari mengalami. Dalam konteks pendidikan. 68) : “Pengalaman itu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap proses kematangan.mereka diberi kesempatan untuk berpikir dan memilih responsnya sendiri setiap hari. kita terus menerus tumbuh dan tumbuh itu berarti dewasa”. dan juga tidak menyimpan “fakta” secara sederhana sebagai referensi masa depan. Berpikir adalah hasil kerja otak. berpikir dimaknai sebagai proses yang berhubungan dengan penyelidikan dan pembuatan keputusan. namun mereka sama-sama sedang tumbuh dan berubah. dan dalam melakukan pilihan berarti melibatkan nilai. Argumentasi Kant ini didasarkan bahwa “manusia itu rasional. 68). 200. anak akan berpikir lebih menyadari alternatif dan lebih menyadari konsekuensinya. penyusunan. tetapi juga ketika membuat keputusan. Tidak hanya dalam proses seleksi melibatkan proses belajar. Ketika menyusun tugas sebelum siswa/mahasiswa membandingkan dua atau lebih kesatuan. Kita belajar dari hal-hal yang kita jalani. meskipun mereka tidak mengkristal hal yang sama. dan di mana pun penyelidikan berlangsung akan selalu melibatkan tujuan. Atas dasar itu semua orang adalah pencari dan pencipta makna. pertimbangan nilai pasti terlibat. dengan demikian guru/pendidik dapat dan harus membimbing anak melalui proses yang kontinu melalui pengembangan situasi bermasalah yang memperkaya kesempatan berpikir dan memilih. abstraksi. “Beberapa tujuan mungkin menunjukkan indikator nilai”. hlm. dan inti moral 74 . hlm. Dimana pun keputusan diambil. Langkah ini berarti memperluasnya untuk menuju pada sebuah pilihan. proses berpikir dilakukan untuk mencari fakta tentang persamaan dan perbedaannya. Dalam keadaan terjada maupun tertidur. dan sintesis. Melalui lingkungan seperti ini. Berdasarkan hasil penelitian Gazzaniga (dalam Kama Abdul Hakam.

Atas dasar argumen di atas. (Kama. (yang dapat mengubah keyakinan. 2000. Pengaruh Informasi Terhadap Perkembangan Nilai Moral Setiap hari manusia mendapatkan informasi. meskipun diakui bahwa ada pendekatan lain dalam pendidikan nilai yang memiliki orientasi yang berbeda. 6. baik informasi itu diterima secara keseluruhan. maka Kant menganjurkan tujuan pendidikan sebagai berikut : 1. Atas dasar logika rasional inilah manusia akhirnya menentukan serangkaian “rasional imperatif” yaitu aturan-aturan yang menajdi pedoman hidupnya. Dalam kondisi yang bagaimana informasi itu disampaikan atau diterima 75 . sehingga manusia pantas diberi derajat yang tinggi melebihi mahluk yang lain. 61). sikap dan nilai) sangat ergantung pada faktor-faktor sebagai berikut : a. informasi ini berpengaruh terhadap sistem keyakinan yang dimiliki oleh individu. “Sikap adalah serangkaian keyakinan yang menentukan pilihan terhadap objek atau situasi tertentu (Kama. Informasi baru yang dihasilkan. Dengan demikian. Serangkaian sikap inilah yang akan mendorong muculnya pertimbangan yang harus dibuat sehingga menghasilkan standar atau prinsip yang bisa dijadikan alat ukur sebuah tindakan. pendidikan tentang nilai moral yang menggunakan pendekatan berpikir dan lebih berorientasi pada upayaupaya untuk mengklarifikasi nilai moral sangat dimungkinkan bila melihat eratnya hubungan antara berpikir dengan nilai itu sendiri. Apabila informasi baru tersebut telah diterima individu serta mengubah atau menguatkan keyakinannya. hlm. Oleh siapa informasi itu disampaikan (hal ini berhubungan dengan kredibilitas si pembawa informasi) c. hlm. hlm. 8). Dengan demikian. Bagaimana informasi itu diperkenalkan (proses input) b. 2000. manusia melalui penyelidikan rasionalnya akan membuktikan prinsip-prinsip yang berlaku secara universal. (dalam kama. Untuk mengembangkan individu yang mampu memilih tujuan dan keputusan yang baik secara bebas. diterima sebagian atau ditolak akan menguatkan keyakinan yang telah ada pada individu tersebut. Aturan-aturan (hukum) yang ditentukan secara rasional ini akan memberikan bimbingan moral dan pengetahuan tentang benar dan salah. Untuk mengajarkan proses dan keterampilan berpikir rasional 2. Prinsip dan standar itulah yang disebut dengan nilai. maka akan terbentuklah sikap. 60).manusia mencerminkan “kemanusiaan yang benar”. 200.

adalah mahluk yang selalu berinteraksi dan membutuhkan bantuan dengan sesamanya. Maka manusiamasyarakat-hukum merupakan pengertian yang tidak dapat dipisahkan. sehingga pemeo “Ubi societas ibi ius (dimana ada masyarakat di sana ada hukum) adalah tepat. Dalam konteks hubungan dengan sesama seperti itulah perlu adanya keteraturan sehingga setiap individu dapat berhubugan secara harmonis dengan individu lain disekitarnya. konflik moral dan lemahnya supremasi hukum dapat dikritisi. tujuan hukum yang utama dapat direduksi untuk ketertiban (order). ISBD sebagai sebuah studi yang membahas problema sosial dan budaya sebaiknya bukan hanya menambah informasi nilai. (Kama. Oleh karena itu. mengingat bahwa kita tidak mungkin menggambarkan hidupnya manusia tanpa atau diluar masyarakat. moral. Untuk terciptanya keteraturan tersebut diperlukan aturan yang disebut oleh kita hukum. misalnya saja pengaruh tuntutan teman sebaya dengan tuntutan aturan keluarga dan aturan agama akan menjadi konflik internal pada individu yang akhirnya akan menimbulkan kebingungan bilaibagi individu tersebut. MANUSIA DAN HUKUM Disepakati bahwa manusia adalah mahluk sosial. C. 2000. Mochtar Kusumaatmadja (2002. Hukum diciptakan dengan tujuan yang berbeda-beda. sehingga kebingungan nilai. tidak jelasnya rujukan dan orientasi moral akan dapat dikurangi. dan kaidah-kaidah hukum kepada mahasiswa. Sejauh mana tingkat disonansi kognitif yang terjadi akibat informasi baru tersebut (yaitu tingkat dan sifat konflik yang terjadi dengan keyakinan yang telah ada) e. hlm. ada yang menyatakan bahwa tujuan hukum adalah keadilan ada juga yang menyatakan kegunaan. tetapi lebih memfasilitasi mereka agar konflik nilai. Level penerimana individu yaitu motivasi individu untuk berubah f. 3) mengatakan “Ketertiban adalah tujuan pokok dan pertama dari segala hukum. Kebingungan ini bisa diperparah apabila di lembaga pendidikan peserta didik diberi lagi informasi tambahan yang berbeda dengan tiga tuntutan tersebut tanpa memberikan solusi untuk menemukan nilai dirinya. hlm. Level kesiapan individu untuk menerima informasi baru serta mengubah tingkah lakunya (tahap kematangan individu serta kekayaan pengalaman masa lalunya). Hukum dalam masyarakat merupakan tuntutan.d. munculnya berbagai informasi. ada yang menyatakan kepastian hukum dan lainlain. kebutuhan terhadap ketertiban ini merupakan syarat 76 . akan tetapi dalam kaitan dengan masyarakat. dianalisis dna dicari solusinya. apalagi bila informasi itu sama kuatnya maka akan mempengaruhi disonansi kognitif yang sama. 19).

Kepastian ini bukan saja agar kehidupan masyarakat menjadi teratur akan tetapi akan mempertegas lembaga hukum mana yang melaksanakannya. dan kaidah moral. Apa artinya hukum jika tidak dijiwai oleh moralitas. … ketertiban sebagai tujuan utama hukum. “mungkin” ada hukum yang bertentangan dengan moral atau ada undang-undang yang immoral. sebagaimana moral membutuhkan hukum. Meskipun tidak semua harus diwujudkan dalam bentuk hukum. adat kebiasaan. tidak lepas dari nilai (value0 yang terjadi pada suatu masyarakat. Selanjutnya Mochtar Kusumaatmadja (2002. karena hal itu mustahil. yang tentunya sesuai pula atau merupakan pencerminan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut”. Kualitas hukum terletak pada bobot moral yang 77 . kaidah kesopanan. namun hukum dan moral tetap berbeda. moral juga membutuhkan hukum. Dahlan Thaib (2001. Kaidah hukum sebagai salah satu kaidah sosial tidak berarti mniadakan kaisah-kaidah lain tersebut. meskipun adakalanya kaidah hukum tidak sesuai atau tidak serasi dengan kaidah-kaidah tersebut. apabila kita juga betul-betul berpikir demikian sepertiyang dirumuskan dalam undangundang dan terutama juga betul-betul menjadi realitas hidup dalam kehidupan orang-orang dalam masyarakat.pokok (fundamental) bagi adanya suatu masyarakat manusia yang teratur. Hukum hanya membatasi diri dengan mengatur hubungan antar manusia yang relevan. Banyak kaidah yang berkembang dan dipatui masyarakat seperti kaidah agama. D. Untuk itu dalam konteks pengambilan keputusan hukum membutuhkan moral. kalau tidak diundangkan atau dilembagakan dalam masyarakat. Meskipun hubungan hukum dan moral begiu erat. Oleh karena itu kualitas hukum harus selalu diukur dengan norma moral. perundang-undangan yang immoral harus diganti. hlm. Untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat ini. ada pepatah Roma yang mengatakan “Quid leges sine moribus?” Apa artinya undang-undang kalau tidak disertai moralitas ? Dengan demikian hukum tidak akan berarti tanpa dijiwai moralitas. Bahkan daoat dikatakan ahwa hukum itu merupakan pencerminan dari nikai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. hlm. Dengan demikian hukum sebagai kaidah sosial. kaidah susila. hukum akan kosong tanpa moralitas. 10) mengatakan “Hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup (the living law) dalam masyarakat. diperlukan adanya kepastian dalam pergaulan antar manusia dalam masyarakat. merupakan fakta objektif yang berlaku bagi segala masyarakat manusia dalam segala bentuknya”. Di sisi lain. sebab dalam kenyataannya. Dengan demikian hukum bida meningkatkan dampak sosial dari moralitas. sebab moral tanpa hukum hanya angan-angan saja. yang berarti terdapat ketidakcocokan antara hukum dengan moral. HUBUNGAN HUKUM DAN MORAL Antara hukum dan moral terdapat hubungan yang erat sekali. bahkan antara kaidha hukum dengan kaidah lain saling berhubungan yang satu memperkuat yang lainnya. 3) mengatakan bahwa hukum itu sungguh-sungguh merupakan hukum apabila benar-benar dikehendaki diterima oleh kita sebagai anggota masyarakat.

sedangkan moral mengatur kehidupan manusia sebagai manusia. membedakan hukum dan moral. dilihat dari dasarnya. Bertens yang menyatakan bahwa selain itu ada empat perbedaan antara hukum dan moral. batiniah. dilihat dari tujuannya. Sains 78 . artinya dibukukan secara sistematis dalam kitab perundang-undangan. Meskipun hukum tidak langsung berasal dari negara seperti hukum adat. sanksi hukum bersifat yuridis. hukum didasarkan atas kehendak masyarakat dan akhirnya atas kehendak negara. Oleh karena itu norma hukum lebih memiliki kepastian dan objektif dibandingkan dengan norma moral. sedangkan moral bersifat otonom datang dari diri sendiri. Moralitas didasarkan pada norma-norma moral yang melebihi para individu dan masyarakat. Moral menilai hukum dan tidak sebaliknya. Satu-satunya sanksi di bidang moralitas adalah hati nurani yang tidak tenang. (Dahlan Thaib. hukum bersifat heteronom yaitu datang dari luar diri manusia. MANUSIA. konsensus dan hukum alam. sedangkan perbuatan etis justru berasal dari dalam. Dengan cara demokratis atau dengan cara lain masyarakat dapat mengubah hukum. hukum tampak kosong dan hampa. pertama. namun hukum itu harus diakui oleh negara supaya berlaku sebagai hukum. ketiga dilihat dari pelaksanaan. namun hukum membatasi diri pada tingkah laku lahiriah saja. sedangkan sanksi moral berbentuk sanksi kodrati. tapi tidak pernah masyarakat dapat mengubah atau membatalkan suatu norma moral. BAB 7. Tapi norma etis tidak bisa dipaksakan. hukum tergantung pada waktu dan tempat. Kelima. Keempat. sanksi lahiriah. Sedangkan Gunawan Setiardja. setidaknya seperti diungkapkan oleh K. malu terhadap diri sendiri. menyesal. sanksi yang berkaitan dengan hukum berbeda dengan sanksi yang berkaitan dengan moralitas. PENGERTIAN 1. hukum secara lahiriah dapat dipaksakan. dilihat dari otonominya. Hukum lebih dikodifikasikan daripada moralitas. Kedua. Tanpa moralitas. meski hukum dan moral mengatur tingkah laku manusia. sedangkan moral berdasarkan hukum alam. hukum mengatur kehidupan manusia dalam kehidupan menegara. kedua. sedangkan moral secara objektif tidak tergantung pada tempat dan waktu (1990. hlm. sedangkan moral menyangkut juga sikap batin seseorang. pelanggar akan terkena hukumannya. TEKNOLOGI DAN SENI A. Namun demikian perbedaan hukum dengan moral tetap jelas. SAINS. sebab paksaan hanya menyentuh bagian luar. hukum memiliki dasar yuridis. Hukum untuk sebagian terbesar dapat dipaksakan. keenam dilihat dari waktu dan tempat. sedangkan norma moral bersifat lebih subjektif dan akibatnya lebih banyak “diganggu” oleh diskusi-diskusi yang mencari kejelasan tentang yang harus dianggap etis dan tidak etis. pertama. 119).menjiwainya. Ketiga. 6). keempat dilihat dari sanksinya. sedangkan moral secara lahiriah dan terutama batiniah tidak dapat dipaksakan.

scyense. teknologi dalam makna subjektif adalah keseluruhan peralatan dan prosedur yang disempurnakan. Proses mencari kebenaran secara mencari jawaban kepada persoalan-persoalan secara sistematik yang dinamakan pendekatan saintifik dan ia menjadi lndasan perkembangan teknologi yang menjadi salah satu unsur terpenting peradaban manusia. biologi)” Pendidikan sains menekankan pada pengalaman secara langsung. sciens. Menurut Medawar (1984) sains (dari istilah Inggris Science) berasal dari kata : sienz. Sains merupakan satu proses untuk mencari dan menemui sesuatu kebenaran melalui pengetahuan (ilmu) dengan memahami hakekat mahluk. sampai pernyataan bahwa teknologi adalah segala hal dan segala hal adalah teknologi. cience. scians. syence. ciens. untuk menerangkan hukum-hukum alam. Dari techne kemudian lahirlah perkataan technikos yang berarti seseorang yang memiliki keterampilan tertentu. Sains yang diartikan sebagai satu cabang ilmu yang mengkaji sekumpulan pernyataan atau fakta-fakta dengan cara yang sistematik dan serasi dengan hukum-hukum umum melandasi peradaban dunia modern. Kata Yunani kuno techne berarti seni kerajinan. scienc. Tetapi. dan bukan hanya kumpulan pengethauan yang berupa fakta-fakta . Yang dimaksud ilmu sains adalah ilmu yang dapat diuji (hasil dari pengamatan sesungguhnya) kebenarannya dan dikembangkan secara bersistem dengan kaidah-kaidah tertentu berdasrkan kebenaran atau kenyataan semata sehingga pengetahuan yang dipedomani tersebut boleh dipercayai. Kata dasar yang diambil dari kata scientia yang berarti knowledge (ilmu). 2. Istilah teknologi berasal dari kata techne dan logia. prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. kimia. Konsep Teknologi Dalam kepustakaan teknologi terdapat aneka ragam pendapat yang menyatakan bahwa teknologi adalah transformasi (perubahan bentuk) dari alam. Sains sangat penting untuk perkembangan dan kemajuan kemanusiaan dan teknologi. Sains memberi penekanan pada sumbangan pemikiran manusia dalam menguasai ilmu pengetahuan itu dan ini terdapat dalam seluruh alam semesta. sains adalah “Ilmu yang teratur (sistematis) yang dapat diuji atau di buktikan kebenarannya. scyence. teknologi adalah realitas/kenyataan yang diperoleh dari dunia ide. berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata (misal fisika. Menurut Kamus Umum Bahsa Indonesia. konsep-konsep. melalui eksperimen secara teori. scyens.Sains berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam semesta secara sistematis. Dengan berkembangnya keterampilan seseorang yang menjadi 79 . tidak semua ilmu itu boleh dianggap sains.

dalam perwujudan tersebut maka dengan sendirinya setiap jenis teknologi / bagian ilmu pengetahuan dapat ada tanpa berpasangan dengan ilmu pengetahuan dan pengetahuan akan ilmu pengetahuan yang menjadi pasangannya. Kecenderungan ini pun mempunyai suatu akibat dimana kalau tehnologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengethaun. Perluasan arti itu berjalan terus sehingga sampai pertengahan abad ini muncul perumusan tehnologi sebagai sarana dan aktivitas yang dengannya manusia berusaha mengubah atau menangani lingkunganya. Sampai pada permulaan abad XX ini. Teknologi Modern Jenis tehnologi modern ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a) b) c) d) Padat modal Mekanis elektris Menggunakan bahan impor Berdasarkan penelitian mutakhir dan lain-lain b. dalam pengertian bahwa penerapan itu menuju pada perbuatan atau perwujudan sesuatu.semakin tetap karena menunjukkan suatu pola. proses. Teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan. langkah dan metode yang pasti. Teknologi Tradisional Teknologi ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a) Bersifat padat karya (banyak menyerap tenaga kerja) b) Menggunakan keterampilan setempat c) Menggunakan alat setempat d) Menggunakan bahan setempat e) Berdasarkan kebiasaan atau pengamatan Demikianlah teknologi adalah segenap keterampilan manusia 80 . istilah teknologitelah dipakai secara umum dan menerangkan suatu rangkaian sarana. Teknologi Madya Jenis tehnologi madya ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a) Padat karya b) Dapat dikerjakan oleh keterampilan setempat c) Menggunakan alat setempat d) Berdasarkan alat penelitian c. dan ide disamping alat-alat dan mesin-mesin. Adapun tiga macam teknologi yang sering dikemukakan oleh para ahli. keterampilan itu lalu menjadi teknik. Ini merupakan suatu pengertian yang sangat luas karena setiap sarana perlengkapan maupun kultural tergolong suatu teknologi. yaitu : a.

Sudah menjadi sifat dari kebanyakan manusia bila telah terpenuhi satu keinginan maka akan timbul keinginan yang lain atau menambah apa yang telah tercapai. Dan setiap orang tidak ingin mengalami kesulitan. teknologi transportasi dan lain-lain. industri kayu lapis/bahan bangunan. dimana pihak kesatu secara terarah membimbing perkembangan kemampuan dan kepribadian pihak kedua secara manusiawi yaitu orang per orang. Adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan cabang ilmu pengetahuan baru antara lain : teknik modern. ukir dan lain-lain. teknologi gedung (metalurgi). hutan mempunyai banyak fungsi kertas. Oleh karena itu budi bahaa adalah suatu seni. seperti kita ketahui. untuk mendapatkan energi tinggi. dan lain-lain. Perkembangan Teknologi Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat mendatangkan kemakmuran materi. di bidang pertanian untuk memperbaiki bibit. Misalnya unuk keperluan bidang kesehatan (sinar rontgen). kita dapat memperoleh hasil misalnya : 1) Penggunaan teknik nuklir.menggunakan sumber-sumber daya alam untuk memecahkan masalah – masalah yang dihadapinya dalam kehidupan. Sedangkan menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia. Secara lebih umum dapatlah bahwa teknologi merupakan suatu sistem penggunaan berbagai sarana yang tersedia untuk mencapai tujuantujuan praktis yang ditentukan. 2) Penggunaan teknologi hutan. dan sebagainya) seperti tari. Maka konsep pendidikan yang memerlukan ilmu dan seni ialah proses atau upaya sadar antara manusia dengan sesama secara beradab. teknologi ilmu. Seni Janet Woll mengatakan bahwa seni adalah produk sosial. seni adalah keahlian membuat karya yang bermutu (dilihat dari segi kehalusannya. B. Dengan menggunakan cabang-cabang ilmu pengetahuan baru tersebut. TEKNOLOGI. MAKNA SAINS. keindahannya. objek pariwisat. tetapi setiap orang akan berusaha dalam setiap langkah untuk 81 . orang dapat membuat reaktor nuklir yang dapat menghasilkan zat-zat radio aktif. DAN SENI BAGI MANUSIA 1. berfungsi untuk tempat penyimpanan air. 3. lukis. dimana zat ini dapat dimanfaatkan untuk maksud damai.

Pengetahuan dan teknologi memungkinkan terjadinya perkembangan keterampilan dan kecerdasan manusia. Namun di pihak lain baik negara maju maupun negara berkembang. Misalnya antara lain : 1) Dengan teknik modern. pembawa polusi atau pencemaran dan mengakibatkan terjadinya pengangguran. Alat rumah tangga elektronik mempermudah ibu-ibu rumah tangga dalam melaksanakan tugasnya. seperti OHP. Dalam menghadapi era teknologi modrn dan industrialisasi. Dalam menghadapi Iptek masyarakat Indonesia harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan memanfaatkannya. dan lain-lain. 82 . sehingga perlu ditanggapi dan dipersiapkan dalam menghadapinya sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Bendungan dapat dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik. Iptek dan Nilai Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bergerak sangat cepat. dari teknik mengendalikan aliran air sungai. Mereka mulai mempersoalkan nilai-nilai yang dipakai oleh masyarakat di negara berkembang sebaiknya dapat dimanfaatkan. Selain itu sikap mental dan nilai hidup yang harus mengarah terhadap nilai tersebut. Hal ini karena dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan : 1) Tersedianya sarana dan prasarana penunjang kegiatan ilmiah 2) Meningkatnya kemakmuran materi dan kesehatan masyarakatnya. Oleh karena itu perlu sekali negara berkembang mempercepat proses pemindahan teknologi. 2) Dengan teknik modern dapat dibuat bermacam-macam media pendidikan. Kesadaran yang timbul di negara Barat mengenai akibat-akibat yang ditimbulkan teknologi memang dapat dimengerti. film setrip. slide. mengelola dan senantiasa menyesuaikan dengan teknologi-teknologi dan ilmu pengetahuan yang baru. petani mendapatkan kemudahan dalam memperoleh air. 2. yang dapat mempermudah para pendidik dalam melaksanakan tugasnya.mendapatkan kemudahan. akan merasa bahwa teknologi hanya akan menghabiskan sumber-sumber daya alam. maka dituntut adanya keahlian untuk menggunakan. Hal itu hanya dapat berjalan jika negara tersebut masyarakatnya telah dapat memanfaatkan teknologi yang dikembangkan di negara maju dan dipakai oleh negara yang sedang berkembang. Kemudahan itu didapatkan antara lain dengan penerapan perkembangna ilmu pengetahuan alam dan teknologi. TV.

alat pemotong dan penanam. alat pengolah hasil pertanian dan alat penyemprot hama. Produksi pupuk buatan dapat membantu menyuburkan tanah. kelapa hibrida. ayam ras. Dengan alat-alat tersebut diharapkan manusia dapat menggunakan waktu dan tenaga lebih efektif dan efisien. ayam broiler. meliputi peralatan yang memberikan bentuk pola teknologi sebagai objek fisikal atau material. yaitu : Hardware aspect. MANUSIA SEBAGAI SUBJEK DAN OBJEK IPTEK Berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia dapat menciptakan alat-alat serta perlengkapan yang canggih untuk berbagai kegiatan. - C. Dalam pertanian. perikanan • bidang dan Mampu menciptakan alat pertanian yang maju seperti traktor. Dengan ilmu dan teknologi tumbuhlah berbagai industri yang hasilnya dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang. antara lain : 1. Hal ini memungkinkan manusia dapat melakukan kegiatan dengan lebih efektif dan efisien. peternakan. Teknologi mempunyai dua komponen utama. teknologi tersebut dapat menolong mereka dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya.Teknologi dapat membawa bencana. meliputi sumber informasi yang memberikan penjelasan mengenai hal-hal peralatan fisik atau material tersebut. sehingga dalam kegiatan kehidupannya tersedia berbagai kemudahakan. • • 83 . demikian juga dengan produksi pestisida dapat memungkinkan pemberantasan hama lebih berhasil. Dengan teknik pemuliaan yang semakin canggih dapat ditemukan bibit unggul seperti jenis pada VUTW (varietas unggul tahan wereng). sebaliknya juga telah terbukti bahwa bagi mereka yang dapat memanfaatkannya. sehingga produksi pangan dapat ditingkatkan Teknik-teknik pemuliaan dapat meningkatkan produksi pangan. Software aspect.

sehingga berbagai penyakit dapat dengan segera disembuhkan. seperti pengalengan ikan. sehingga penggunaan waktu sangat efisien. • • Teknik mutasi buatan dapat menghasilkan buahbuahan yang besar serta tidak berbiji Teknologi pengolahan pascapanen. Budi daya hewan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan manusia 2. DAMPAK PENYALAHGUNAAN IPTEK BAGI KEHIDUPAN Permasalahan yang timbul akibat dari adanya kemajuan teknologi adalah adanya dampak-dampak negatif yang disebabkan oleh kemajuan teknologi tersebut diantaranya : 1. akhirnya perang untuk menghentikan kekejaman. D.sapi perah dan bermacam-macam jenis unggul lainnya. 3. buah-buahan. penghancuran. 4. Nuklir Meledaknya bom di Hirosima dan Nagasaki mengakhiri Perang Dunia II. Sayangnya senjata itu digunakan secara semena-mena. Dalam pertahanan keamanan bidang dan Manusia telah mampu menciptakan alat atau persenjataan yang sangat canggih. Contoh obat yang mengandung unsur radioaktif adalah isoniazid yang mengandung c radioaktif. telepon yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan cepat dalam waktu yang singkat manusia dapat memperoleh informasi dari daerah yang sangat jauh. radio. Dan dapat menurunkan angka kematian dan mortalitas. bermacam-macam obat. Pada waktu itu banyak korban 84 . daging dan teknik pengolahan lainnya. Dalam bidang telekomunikasi Manusia telah membuat televisi. dan perusakan. sehingga dapat mempertahankan keamanan wilayahnya dengan baik. penggunaan benda radioaktif untuk pengobatan dan mendiagnosis berbagai penyakit. Dalam kedokteran kesehatan bidang dan • Dengan hasilnya manusia menciptakan alat-alat operasi mutakhir. sangat efektif dan menyembuhkan penyakit TBC.

Kadarnya melebihi batas normal Berada pada tempat yang tidak semestinya Berada pada waktu yang tidak tepat Merusak untuk sementara. air buangan panas. pencemaran udara dan rusaknya lahan lahan akibat pertambangan Kegiatan transportasi. naiknya suhu udara kota. tapi kejadian tidak berhenti di situ. pestisida. demikian pula dengan pupuk organik. tidak merusak lagi Merusak setelah jangka waktu tertentu Yang langsung mengganggu kesehatan manusia • • • Suatu zat dikatakan polutan bila : • • • • • • Sifat-sifat polutan antara lain : Bencana polusi dapat dibagi menjadi 4 : 85 . berupa terjadinya kerusakan instalasi. zat radioaktif. 2. dalam bentuk limbah. herbisida. kebocoran. terutama akibat dari residu pemakaian zat-zat kimia yang memberantas hama seperti insektisida. Kegiatan pertambangan. Timbulnya pencemaran tentu erat kaitannya atau disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia antara lain : • Kegiatan-kegiatan industri. Polusi Adanya bahan polusi atau polutan dapat merusak lingkungan. kebisingan dari kendaraan bermotor. kebisingan suara. pencemaran buangan-buangan penambangan. juga dalam bentuk kepulan asap. Efek yang ditimbulkan oleh radioaktif adalah terjadinya perubahan struktur zat serta pola reaksi kimianya. karena radiasi akibat senjata nuklir masih dapat dirasakan sampai sekarang. tumpahan-tumpahan bahan bakar kendaraan bermotor terutama minyak bumi dari kapa tanker. sehingga merusak sel tubuh. Penyebabnya adalah debu-debu radioaktif yang berasal dari bom nuklir serta reaktorreaktor atom. beta dan gamma serta partikel neutron lainnya hasil pembelahan inti. Kegiatan pertanian. Bila hal ini terjadi pada gen maka gen akan menyebabkan terjadinya mutasi gen yang berakibat kanker. zat-zat buangan berbahaya seperti logam-logam berat. berupa kepulan asap. Bahaya yang ditimbulkan adalah radiasi yang ditimbulkan oleh sinar alpha. dan setelah bereaksi dengan zat lingkungannya.berjatuhan.

Pencemara n air dan tanah • Zat kimia seperti limbah industri.• • Efek tak langsung pada manusia. seperti onggokan pupuk kandang dan selokan mampet Efek tak langsung terhadap masyarakat. misalnya efek korosif dari polusi udara atas gedung-gedung Efek langsung yang mengancam kualitas kehidupan manusia. sehingga menurunkan porositas tanah Zat-zat limbah industri Berbagai sampah organik yang dibuang ke sungai. Terjadinya pembusukan yang berlebihan di perairan akan menyebabkan terjadinya penimbunan senyawa DDT merupakan insektisida yang dahulu banyak digunakan petani untuk memberantas hama tanaman dan serangga penyebar penyakit lainnya. pupuk buatan dan detergen dapat berakibat buruk terhadap tanaman dan tumbuhan serta organisme lainnya Sampah plastik tidak dapat hancur. penebangan hutan yang berlebihan • Pencemaran lingkungan dapat berupa : • • • • Pencemaran air dan tanah Pencemaran udara Pencemaran suara Pencemaran benda-benda radioaktif a. Untuk proses ini bakteri pembusuk memerlukan banyak O2. kolam atau parit akan mengalami pembusukan. • • • • • Sifat-sifat DDT : • Bila masuk ke dalam tubuh organisme tidak 86 . usaha pertambangan minyak bumi di wilayah lepas pantai. misalnya.

Percakapan normal 40 dB. gangguan jantung. Pencemara 87 . seperti : • • • Perubahan tekanan darah Perubahan denyut nadi Kontraksi perut. Pencemara n suara Penyebabnya adalah suara yang bising terus-menerus. NO. Asap rokok juga merupakan polutan. Gas-gas yang merupakan pencemar udara adalah CO. c. • • • • • Keributan = 80 dB = 105 dB = 150 dB Suara kereta api = 95 dB Mesin motor 5 PK Petir = 120 dB • • • Pesawat jet lepas landas Suara berkekuatan 80 dB sudah menimbulkan gangguan. CO2.dapat diuraikan lagi • Larut dalam lemak dan dapat berpindah ke organisme lainnya melalui aliran materi dalam rantai makanan Dapat merusak jaringan Bila masuk ke tubuh dapat menghambat proses pengapuran cangkang telur Dapat menimbulkan kelelahan dan kejangkejang otot b. minyak. Gangguan yang timbul terutama pada sistem pendengaran yang selanjutnya dapat mempengaruhi sistem lainnya. Pencemara n udara Pencemaran udara terutama disebabkan oleh pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna dari pabrik. NO2. stres dan lain-lain d. baik bagi si perokok sendiri maupun orang-orang disekitarnya. SO dan SO2. Satuan kekuatan suara adalah desibel (dB). batu bara dan lain sebagainya.

Penduduk di pedesaan ingin mengikuti dan merasakan hasil kemajuan tersebut. Hal ini dalam satu segi membawa pengauh yang kurang baik. Klonasi / Kloning Dengan kemajuan dalam bidang genetika dan biologi reproduksi. 88 . bagaimanapun manusia sebagai mahluk ciptaanNya tidak akan mampu menandingi Sang Penciptanya. Jika wewenang kloning jatuh ke tangan diktator. Menyediakan jaringan atau organ fetus untuk transplantasi Mengganti anak yang mati muda dengan anak yang sama ciri-cirinya Sebagai bagian dari eugenetika positif dengan membuat genotipus yang dianggap unggul sebanyak-banyaknya Merealisasi teori dan memuaskan ras ingin tahu ilmiah Memperoleh sampel dengan genotipus yang sama untuk penelitian. 3. Tujuan klonasi dapat dirangkum seperti tersebut di bawah ini.n Sosial dan Budaya Kemajuan teknologi pada kota-kota besar sangat berpengaruh sekali terhadap kehidupan di kota. • • • • Memberi anak yang baik pada pasangan yang tidak mempunyai anak. maka dimungkinakn rekaysa duplikasi atau multiplikasi manusia secara seksual dengan klonasi. kemajuan kehidupan di kota-kota besar membawa pengaruh yang sangat cepat terhadap kehidupan di pedesaan. misalnya tentang peran relatif pengaruh lingkungan dan genetika pada genotipus manusia Memperoleh orang dalam jumlah banyak untuk pekerjaan yang sama dengan ciri-cirinya • • • Namun ada pula dampak yang kurang baik yaitu dengan karena hal-hal tersebut di atas banyak yang belum menyetujui dan banyak yang menentang akan adanya kloning tersebut. ia dapat berbuat macam-macam yang merugikan spesies manusia dalam jangka panjang. karena kita menentang akan kodrat kita sendiri. yaitu penduduk pedesaan menjadi konsumtif adanya perubahan kebudayaan yang kurang baik terhadap para muda mudinya. selain itu pada segi agama pun sudah barang tentu bertentangan.

Yang di mana dengan adanya efek rumah kaca ini sinar ultra violet yang dapat membahayakan manusia tidak akan disaring lagi oleh lapisan ozon. begitu seterusnya. Karena dengan adanya pencemaran udara akan menyebabkan pemanasan global. yaitu dengan adanya efek rumah kaca. Efek Rumah Kaca Efek rumah kaca ini disebabkan oleh adanya pencemaran udara yang banyak mengandung zat-zat yang dapat mengubah suhu udara.4. 89 . sehingga akan langsung menuju bumi dan selanjutnya akan diam dan bersirkulasi di bumi.

misalnya : Ekologi ialah cabang biologi yang mempelajari hubungan timbal balik manusia dengan lingkungannya Ekologi ialah studi ilmiah tentang interaksi yang menentukan penyebaran dan kepadatan mahluk hidup Ekologi adalah Biologi Lingkungan - - Bertolak dari definisi “Ekologi ialah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya”. dan logos yang berarti firman atau ilmu. mencari penghidupannya. nomos adalah bahasa Yunani yang berarti hukum atau aturan. PENGERTIAN MANUSIA DAN LINGKUNGAN 1. terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan riil. Kita mengenal beberapa definisi untuk ekologi. Memang dalam ekologi banyak terlibat ekonomi dan sebaliknya. serta terkait serta berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik itu positif mauun negatif. meskipun sering kali nama ekologi tidak disebut. KORELASI ANTARA MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN 1. Pengertian Lingkungan Lingkungan adalah suatu media di mana mahluk hidup tinggal. 2. maka kita dapat mengambil sudut pandang ekologi untuk membahas kajian 90 . Jadi secara harfiah ekologi berarti ilmu kerumahtanggaan.BAB 8. Pengertian Ekologi Ekologi terdiri atas dua suku kata Yunani yaitu oikos yang berarti rumah tangga. Pengertian Manusia Manusia adalah mahluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam. dalam ekonomi banyak dibicarakan materi ekologi. dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan mahluk hidup yang menempatinya. pertumbuhan. B. MANUSIA DAN LINGKUNGAN A. perkembangan. mengalami kelahiran. dan mati dan seterusnya. Ilmu ini mirip dengan ekonomi yang secara harfiah berarti ilmu dan aturan rumah tangga.

yang besar pengaruhnya bagi banyaknya mahluk hidup yang hidup di darat. tumbuh dan berkembang dalam lingkungan alam dan sosial-budayanya. Termasuk juga mislanya gas-gas yang kemudian larut dalam air yang diperlukan oleh mahluk yang hidup di dalam air. 2. bahasa Yunani anthropos berarti manusia. maupun air yang berbentuk sebagai uap yang menentukan kelembaban dari udara. Dalam lingkungan alamnya manusia hidup dalam sebuah ekosistem yakni suatu unit atau satuan fungsional dari mahlukmahluk hidup dengan lingkungannya. merupakan juga faktor lingkungan yang sering besar - - - 91 . Udara atau gas-gas yang membentuk atmosfer.manusia dan lingkungan dengan disokong oleh segi kepentingan manusia. Lingkungan Hidup Manusia Manusia hidup. baik sebagai tempat tinggal mahluk-mahluk hidup yang tinggal di dalam air. Komponen biotik pada umumnya merupakan faktor lingkungan yang mempengaruhi mahluk-mahluk hidup diantaranya :: Tanah yang merupakan tempat tumbuh bagi tumbuh-tumbuhan. yaitu oleh manusia untuk manusia. Ada ilmu yang disebut sosiologi manusia. Air. dimana tumbuhan memperoleh bahan-bahan makanan atau mineral-mineral untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. terutama cahaya matahari banyak mempengaruhi keadaan mahluk hidup Suhu atau temperatur. Oksigennya diperlukan untuk bernapas. gas karbon dioksidanya diperlukan tumbuhan untuk proses fotosintesis. Dalam ekosistem terdapat komponen biotik dan abiotik. Pendekatan ini disebut pendekatan antroposentris. Tanah ini juga merupakan tempat tinggal manusia dan hewan-hewan. Cahaya. dan ada ilmu ekologi manusia.

Termasuk kelompok ini adalah tumbuhan yang memiliki klorofil. Tiap mahluk hidup mempunyai batasbatas pada suhu di mana mereka dapat tetap hidup. Termasuk kelompok ini misalnya. terurai kembali menjadi zat-zat anorganik. Populasi. laut maupun udara Habitat dimana setiap jenis mahluk hidup memiliki tempat hidup tertentu. Pengurai adalah mahluk hidup atau organisme yang menguraikan sisa-sisa atau mahluk hidup yang sudah mati. merupakan kelompok mahluk hidup yang menggunakan atau makan zatzat organik atau makanan yang dibuat oleh produsen. Konsumen. menurut batasan 92 . Selain itu di dalam lingkungan terdapat faktor-faktor berikut ini : Rantai makanan yakni siklus makanan antara produsen. kebanyakan bakteri dan jamur-jamur. Oleh pekerjana pengurai ini zatzat organik yang terdapat dalam sisa-sisa atau mahluk hidup yang sudha mati itu. dengan keadaan – keadaan tertentu. umumnya merupakan mahluk-mahluk hidup yang dapat melakukan proses fotosintesis. Dengan demikian zat-zat anorganik ini dapat digunakan kembali oleh produsen untuk membentuk zat-zat organik atau makanan.pengaruhnya terhadap kebanyakan mahluk hidup. konsumen dan pengurai baik di darat. kelompok inlah yang merupakan mahluk hidup yang dapat menghasilkan makanan dari zat-zat anorganik. Termasuk ke dalam kelompok ini yaitu hewan-hewan dan manusia. Sedangkan komponen biotik diantaanya adalah : Produsen.

Komunitas. Ekosistem – ekosistem ini berhubungan satu sama lain dengan idak ada batas tegas antara satu ekosistem dengan ekosistem lainnya. Bila binatang buruan mulai berkurang mereka berpindah mencari tempat yang masih terdapat cukup binatang-binatang buruan sebagai bahan makanan. kita akan melihat adanya usaha dari manusia untuk menyempurnaan serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Kelahiran menamah besarnya populasi. dan hidup mengembara dalam kelompok-kelompok kecil dan tinggal di gua-gua. Kemudian mereka mulai mengenal cara bercocok tanam yang masih sangat sederhana. Pada saat manusia hidup mengembara. demi kelangsungan hidup jenisnya. cara hidup semacam itu tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ekosistem-ekosistem ini terdapat di seluruh permukaan bumi baik di darat. mencari buah-buahan serta umbi-umbian yang terdapat di hutan-hutan. Biosfer. Mereka belum mengenal perihal bercocok tanam atau bertani. Rumah rumah mereka pada saat itu 93 . perpindahan keluar mengurani populasi sedangkan perpindahan kedalam menambah populasi. yaitu dengan membuka hutan untuk dibuat ladang yang ditanami dengan umbi-umbian atau tanaman lain yang telah dikenalnya sebagai bahan makanan. mereka hidup dari hasil perburuan. PADA ALAM LINGKUNGAN C. semua populasi dari semua jenis mahluk hidup yang saling berinteraksi di suatu daerah disebut komunitas. kematian mengurangi besarnya populasi. Seluruh ekosistem di permukaan bumi inilah yang disebut dengan biosfer. Adapun faktor-faktor yang menentukan besarnya populasi adalah . laut dan udara. komunitas bersamasama dengan faktor – faktor abiotik di tempatnya membentuk ekosistem. PENGARUH HIDUPNYA MANUSIA Jika kita menelusuri kembali sejarah peradaban manusia di bumi ini.- - dalam ekologi populasi aalah jumlah seluruh individu dari jenis spesies yang sama pada waktu tertentu. Akan tetapi lambat laun dengan bertambahnya jumlah populasi mereka.

Yang tergolong ke dalam sumber alam ini adalah semua mahluk hidup. misalnya dengan ditemukannya sistem bersawah dan lain-lain pengalamannya. mereka berpindah mencari tempat baru yang masih memungkinkan hutan untuk dijadikan tempat tinggal serta ladangnya. Dan akhirnya mereka hidup menetap dan hasil pengalamannya. Tampaklah di sini manusia sedikit demi sedikit mulai menyesuaikan diri pada alam lingkungan hidupnya. Misalkan tumbuhan dapat berkembang biak dengan biji atau spora. Bila kesuburan tanah tidak memungkinkan lagi untuk memperoleh panen yang mencukupi kebutuhan. Oleh karena itu sumber daya alam tersebut dikatakan sebagai 94 . Selain bercocok tanam mereka mulai memelihara binatang-binatang. Bahkan lebih daripada itu. Dan dalam mencari tempat mereka memilih tempat yang dekat dengan mata air. - Sumber alam biotik mempunyai kemampuan memperbanyak diri atau bertambah. air. Perubahan alam lingkungan hidup manusia tampak jelas di kota-kota. Yang tergolong ke dalam sumber alam abiotik adalah tanah. mereka mulai dapat bercocok tanam secara lebih baik. hutan. D. SUMBER ALAM Sumber alam dapat digolongkan ke dalam dua bagian yakni : Sumber alam yang dapat diperbarui (renewable resources) atau disebut pula sumber-sumber alam biotik. hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan. Sumber alam yang tidak dapat diperbarui (nonrenewable resources) atau disebut pula sebagai golongan sumber alam abiotik. Disini manusia mulai mengetahui sifat-sift alam lingkungan hidupnya. dan bahan-bahan tambang lainnya. mereka mulai dapat bercocok tanam secara lebih baik. Perubahan alam lingkungan hidup manusia akan berpengaruh baik secara positif ataupun secara negatif. manusia telah mengubah semua komunitas biologis di tempat mereka hidup. dibandingkan dengan di hutan rimba di mana penduduknya masih sedikit serta primitif.terbuat dari kayu yang beratap daun-daunan. bahan-bahan galian. mineral. dan hewan-hewan menghasilkan keturunannya dengan telur atau melahirkan. dan berpengaruh tidak baik karena dapat mengurangi kemampuan alam lingkungan hidupnya untuk menyokong kehidupannya. atau danau. di tepi sungai. misalnya dengan ditemukannya sistem bersawah dan lain-lain. Berpengaruh bagi manusia karena manusia mendapatkan keuntungan dari perubahan tersebut.

sumber alam yang masih dapat diperbarui. Memang benar di dalam bumi kini masih terjadi pembentukan bahan-bahan tersebut namun pembentukannya sangatlah lambat sehingga apa yang dibentuk berabad-abad lamanya hanya dapat mengimbangi apa yang kita gunakan selama satu tahun. Adapun panen 95 . terutama pada penggunaan sumber-sumber alamnya. Berbagai cara telah dilakukan manusia dalam menggunakan sumber-sumber alam berupa tanah. Semuanya itu memerlukan modla besar. flora. dan sebagainya. Hasil pertanian tersebut dapat ditingkatkan baik dengan cara memperluas areal pertanian maupun dengan meningkatkan hasil tanah pertanian yang sudah ada. Di beberapa negara yang sedang berkembang seperti Thailand. Sumber alam biotik dapat terus digunakan atau dimanfaatkan oleh manusia. Dari tahun 1920-1960 Jepang dan kehilangan tanah pertanian rata-rata seluas 49 ribu acre/tahun. 1. bahan-bahan galian dan sebagainya. karena adanya pertambahan penduduk yang pesat. irigasi. dan diusahakan jangan sampai sumber alam itu musnah. Bijaksana dalam penggunaan berarti memperhatikan siklus hidup sumber aam tersebut. banyak tanah-tanah digunakan untuk perumahan. Jepang misalnya sudah tidak mungkin lagi memperluas areal pertanian. serta mekanisasi alat-alat pertanian. sekali suatu jenis spesies di bumi musnah. air. Burma. a. penggunaan tanah untuk pertanian dapat digunakan secara efisien untuk meningkatkan hasil pertanian. Pertanian dan Tanah Tanah permukaan (top soil) mengandung kadar unsur-unsur bahan makanan yang begitu tinggi dan siap digunakan olh tanaman. untuk memperoleh hasil yang tinggi ditempuh beberapa cara antara lain. Tetapi dalam pelaksanaan sangat lambat karena terbatasnya modal. fauna. Tentunya kesemuanya ini tergantung pada cara-cara manusia menggunakan kedua jenis sumber alam tersebut. mengusahakan panenan lebih dari satu kali per tahun. maka habislah bahan-bahan tambang tersebut. batu bara atau bahan-bahan lainnya telah habis digunakan manusia. Manusia bergulat dan bersaing dengan spesies lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. bila manusia menggunakannya secara bijaksana. bahkan kemungkinan kurang dari itu. Filipina. jangan berharap bahwa jenis tersebut dapat muncul kembali. Bila sumber minyak. Indonesia masih ada kemungkinan perluasan areal pertanian. Dengan adanya kemajuan dalam bidang pertanian. Penggunaan Sumber-sumber Alam Manusia memandang alam lingkungan dengan bermacam-macam kebutuhan dan keinginan. Lain halnya dengan sumber alam abiotik yang tidak dapat memperbarui dirinya. Seyogyanya manusia menggunakan baik sumber daya biotik dan abiotik secara tepat dan bertanggung jawab. Dalam hal ini manusia memiliki kemampuan lebih besar dibandingkan organisme lainnya. Sedangkan dalam intensifikasi pertanian. industri. penggunaan pestisida dan bibit unggul. Sebab. Malaysia. jalan-jalan. penggunaan pupuk.

Demikian juga penggunaan pupuk di dunia cenderung meningkat terus. maka hutan dapat digolongkan ke dalam dua golongan yakni : hutan pelindung. Korea. selain itu hama juga dapat dengan mudah dibasmi dengan insektisida. Pemakaian baja di dunia pada tahun 1967 diperkirakan mencapai 144 kilogram per kapita. Air Air sebagai salah satu sumber alam yang terdapat di manamana di bumi. di lautan. Bahan Tambang Begitu banyak mineral dan bahan tambang lainnya yang dapat digali dan ditemui serta dimanfaatkan secara seimbang dalam kehidupan manusia. Dengan cara-cara tersebutlah manusia selangkah demi selangkah memperbaiki cara-cara bertani dan hasil panen untuk memenui kebutuhan bahan pangan yang selalu meningkat. damar dan sebagainya. misalnya hutan Pinus. Di Amerika pada tahun yang sama diperkirakan mencapai 568 kg per kapita. dan air tanah. herbisida. di bawah tanah dan udara sebagai uap air yang kesemuanya meliputi 4/5 bagian seluruh permukaan bumi. telah menggunakan pupuk 10 juta ton pada tahun 1960/1961. b. Seyogyanya manusia menggunakan air dengan baik dan berusaha mencegahnya dari pencemaran-pencemaran yang mengganggu berjalnnya fungsi vital air dalam kehidupan manusia. dan Jepang di mana 50%-60% tanah pertanian menghasilkan panen dua kali per tahun. Maka dari itu kita harus menemukan cara untuk menggunakannya setepat dan sehemat mungkin mengingat bahan tambang adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Hutan Kalau kita tinjau dari segi peranan hutan. Sedangkan peranan mekanisasi alat-alat pertanian dapat mempertinggi hasil pertanian. Masalah Erosi dan Banjir Erosi merupakan gejala alamiah dan sering kali pula disebut 96 .lebih dari satu kali setahun telah berhasil di Taiwan. di sungai. kehilangan humus. E. dan pestisida. merupakan hutan yang sengaja diadakan untuk melindungi tanah dari erosi. Pemakaian ini cenderung akan meningkat terus dan demikian juga dengan bahan tambang lainnya. Eropa Barat yang hanya mempunyai 6% dari seluruh pertanian biji-bijian di dunia. c. di danau. Golongan kedua adalah hutan penghasil atau hutan produksi.PERMASALAHAN YANG TIMBUL 1. yaitu hutan yang disengaja ditanami jenis-jenis kayu yang dapat diungut hasilnya. PERMASALAHAN . d.

3. Tentunya hal tersebut merugikan bagi lingkungan. Pencemaran Air Bahan-bahan pencemar dapat tercampur dengan air dalam banyak cara secara langsung dan tidak langsung. Hal tersebut dalam tingkat tertentu sangat berbahaya bagi manusia karena bisa mengakibatkan ketulian. Kita telah menanam tanaman di tempat yang tidak tepat. Sungai saat ini manusia masih terus menebang hutan-hutan yang tidak diimbangi dengan penanaman kembali pohon-pohon yang telah ditebang. c. Selain itu DDT merupakan indikasi pencemaran yang berbahaya pada tanah karena bahan tersebut tidak dapat diuraikan dan dapat meresap masuk ke dalam pepohonan ataupun buah hasil penanaman kita dan hal tersebut mengakibatkan kemandulan pada burung. Pencemaran Udara Pencemaran udara terjadi saat komponen udara berada dalam jumlah di atas ambang normal dan membahayakan lingkungan. Pencemaran Lingkungan a. Pencemaran Suara Kebisingna yang terjadi di kota-kota sebagian akibat dari berbagai jenis suara yang dikeluarkan mesin-mesin atau kendaraan-kendaraan yang jumlahnya semakin meningkat secara tidak terkontrol. aktivitas manusia baik sehari-hari ataupun dalam produksi dan penggunaan kendaraan bermotor. Bagi hewan dan manusia jumlah nitrat yang berlebihan merupakan racun. Peristiwa erosi ini juga dipercepat dengan adanya penggunaan tanah yang tidak tepat oleh manusia. herbisida dan insektisida yang digunakan manusia dalam pertnaian dan sebagainya.sebagai erosi geologi. Misalkan melalui pembuangan limbah pabrik. yaitu timbulnya kesulitan pernapasan karena terganggunya peranan hemoglobin dalam pengikatan oksigen. Pencemaran Tanah Sampah-sampah industri pertanian yang menggunakan pupuk buatan telah menyebabkan pencemaran tanah. Sampah-sampah tersebut adalah bahan-bahan kimia yang bila terkumpul dalam jumlah tertentu dapat membahayakan kehidupan melalui tanah di mana pepohonan tumbuh berkembang. Peristiwa erosi terjadi secara perlahan-lahan terutama terjadi dengan bantuan media air di sungai yang mengikis dasar dan tepi sungai. hal tersebut bisa diperoleh dari beraga. hutan di Indonesia 97 . kebutaan dan depresi. terkena pestisida. d. b. Sepanjang daerah khatulistiwa. Hal tersebut bisa mengakibatkan sianosis pada anak-anak. 2. Kehutanan Hutan merupakan kekayaan Indonesia yang tidak ternilai harganya.

dan sebagai tempat menyimpan kekayaan alam yang berupa hasil-hasil hutan. Inilah yang disebut kayu olahan. Mencabut izin pengusaha HPH yang melanggar peraturan 3. dengan negara tujuan ekspor utama adalah Jepang dan Taiwan. Kebijaksanaan ini diambil untuk memperoleh nilai tambah ekspor kayu. bahkan semesta alam (selain alam semesta yang sudah dikenal manusia) termasuk alam 98 . MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA Alam semesta yang dikenal manusia baik melalui pengamatan indrawi langsung maupun dengan menggunakan media teknologi dan kemampuan prediksinya adalah ciptaan Tuhan Al-Khaliq. kayu besi. Ekspor Indonesia dari hasil kehutanan pada awalnya berupa kayu gelondong (log). Produksi hasil hutan Indonesia merupakan penyumbang devisa terbesar negara kedua setelah minyak dan gas bumi. rotan dan lain-lain. Melakukan peremajaan tanaman 5. Keuntungan dari pengolahan itu lebih banyak dan juga tercipta lapangan kerja baru. menyebabkan Indonesia mampu mengekspor hasil hutan yang berupa barang setengah jadi atau barang jadi. meranti. ramin. seperti kayu jati. Melakukan penanaman di lahan kritis F. tempat hidup binatangbinatang. pencegah erosi. pemerintah akhirnya melarang ekspor gelondong (kayu bulat). iklim. ilmu pengetahuan dan teknologi pada beberapa waktu terakhir ini. Menebang hutan secara selektif 4. penyubur tanah. Usaha-usaha yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan produksi hutan antara lain : 1. Perkembangan. Hutan di Indonesia berfungsi sebagai paru-paru dunia. cendana. Pelarangan ekspor kayu gelondong menyebabkan adanya pengolahan kayu tersebut menjadi kayu olahan. Berhubungan dengan fungsi ini. Pembangunan dalam bidang kehutanan diarahkan untuk menunjang perekonomian negara dan memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri. dan kayu lapis. karena menyerap bahan dioksida.membentang antara satu pulau ke pulau lainnya. Fungsi hutan yang lain sebagai pengatur tata air. maka hutan menghasilkan devisa bagi negara. Itulah. mengapa Indonesia sering disebut Zamrud Khatulistiwa. krueng. plywood. Melarang penebangan kayu tanpa izin dari pemerintah (Departemen Kehutanan) 2. Hasil hutan di Indonesia berupa berbagai jenis kayu. Melakukan rehabilitasi dan reboisasi areal hutan yang rusak 6. Barangbarang itu berupa kayu gergajian . Namun.

dan di setiap galaksi terdapat miliaran bintang. Howard Gardner (1995) menjelaskan pandangannya tentang inteligensi yang membaginya menjadi delapan kategori. Sejak itu para pendidik memandang multiple intelligent (MI) sangat bernilai. Dalam galaksi Bima Sakti ini ada satu binatang yang namanya Matahari yang dikelilingi oleh planet-planet. dan kinestik. Dengan demikian. ruang (spatial). Namun manusia (yang kecil ini) diberi kelebihan potensi (sesuatu yang dapat dikembangkan dan berkembang). salah satu dari gugus binatang itu adalah galaksi Bima Sakti atau milky way. 1995). interpersonal. budaya. musik. Evolusi terjadi dalam pengertian perubahan sebagai kelompok manusia. Perbedaannya sebuah gaya belajar lebih merujuk pada pilihan pembelajaran. Sedangkan perkembangan kecerdasan dimaksudkan adalah proses kecerdasan yang terjadi pada setiap manusia secara individual. Peluang dan tantangan lingkungan ini membuat manusia terus menerus belajar dengan harapan mampu meresponnya ke arah yang lebih bermakna. khususnya kecerdasan (al-aqal atau inteligensi). semuanya adalah ciptaan Al-Khaliq pula. Namun hal ini tidak benar. akan tetapi berhubungan pula dengan aspek emosional. bidang biosfer ini saja hanya seluas 1/550 bagian bumi. dan salah satu planetnya adalah planet Bumi terdapat tinggal manusia. dalam bahasa Marwah Daud Ibrahim lingkungan bisa jadi rahmat sekaligus bisa jadi laknat (N. 2002). Di planet Bumi ada bagian yang disebut dengan biosfer tempat tinggal manusia dan mahluk hidup lainnya. matematik. Gagasan Gardner ini dapat dipandang sebagai cikal bakal adanya pengakuan terhadap multiple intelligent. Ternyata evolusi dan perkembangan kecerdasan ini erat kaitannya dengan hubungan manusia (stimulus maupun respons) terhadap lingkungan. Yang lebih menarik dengan kecerdasan manusia sebagai mahluk yang ada di alam ini ternyata mengalami evolusi dan juga perkembangan. sayangnya sejak Gardner menerbitkan bukunya Frame of Mind banyak mitos dan salah konsepsi yang berkembang. sosial. dan motivasi yang mempengaruhi seseorang (Gardner. Dengan demikian. manusia adalah kelompok yang teramat kecil yang ada di alam semesta apalagi dibanding dengan seluruh semesta alam ciptaan Al-Khaliq. intrapersonal. Sumaatmadja. Salah satu mitos itu adalah bahwa multiple intelligence mewakili sebuah dimensi gaya belajar.yang belum dikenal manusia serta alam yang sedang dalam proses kejadiannya. lingkungan yang multidimensional ini akan menjadi pelung di satu sisi dan menjadi tantangan di sisi lain. teori MI memaparkan bakat bukan preferensi (pilihan). sedangkan inteligensi merupakan potensi biologis dan psikologis yang dapat direalisasikan secara luas sebagai konsekuensi faktor-faktor pengalaman. logika. semua yang ada adalah ciptaanNya. baik dalam kelompok masyarakat tertentu. Lingkungan yang dimaksud adalah segala sesuatu yang ada di sekeliling manusia yang berpengaruh 99 . spiritual. Dalam jagat raya (alam semesta yang kita kenal) terdapat galaksi (gugusan gugusna bintang) yang jumlahnya miliaran. fisik/kinestik. yaitu bidang linguistik. baik hubungannya terhadap lingkungan alam. maupun manusia secara keseluruhan. Kecerdasan ini bukan hanya berkaitan dengan intelektual rasional serta logika semata. dan naturalistik.

H. tanpa tahun. dalam jumlah kuantitas dan volumenya. • 7 bulan dalam kandungan bereaksi terhadap rangsangan bunyi • Baru lahir menunjukkan reaksi emosi • Otak berkembang dan menyimpan setiap rangsangan • Volume otak = Ketika lahir ± 350 gram 3 bulan ± 500 gram 9 bulan ± 750 gram 1. terkait dengan hal mistik. hasrat dan dorongan manusia untuk membutuhkannya. emosional dan spiritual yang berbeda dengan masyarakat terbuka atau maju yang lebih berpikir kausalitas. Menurut Levi Bruhi (dalam C. kecerdasan dia dalam merespons lingkungan. dengan demikian lebih menekankan pada kecerdasan sosial. Kecerdasan-kecerdasan diatas sesuai dengan potensi dan perkembangan otak manusia. logis. bisa saja individu yang ada dalam lingkungan yang sama melakukan respons dan perlakuan yang berbeda terhadap lingkungan tersebut.M Palm.5 tahun ± 950 gram Orang dewasa ± 1300 gram • Sel otak tidak bertambah tetapi mempunyai pikiran untuk bercabang dan membuat ranting • Bila dipakai cabang dan ranting itu semakin rimbuj. dimana menurut kajian medis (Gazzaniga. 1995) kecerdasan spiritual (Marsha Sinetar. 2001) bahkan kecerdasan sosial yang sampai saat ini masih belum banyak dipersoalkan. kecerdasan emosional – spiritual (Ary Ginanjar Agustian.pada kehidupan (Otto Sumarwoto. bila tidak dipakai akan mati • Pertumbuhan otak juga bergantung gizi • Tergantung bagaimana otak diprogram 100 . artinya disamping kecerdasan logis rasional. hlm. serta kemampuan dia memperlakuakn lingkungan dalam memenuhi hajat hidupnya. 52-54) cara berpikir masyarakat “sederhana” yang tertutup dalam merespons lingkungan biasanya lebih bersifat kolektif. Le Doux. Lingkungan yang berpengaruh pada manusia ini sangat bervariasi. Festinger 1985) menyatakan bahwa : • Setiap anak memiliki 100-200 miliar sel otak yang siap mengembangkan beberapa triliun informasi. kudus atau suci. kekuatan dan daya tekannya. meski variasi lingkungan di sekitar manusia itu relatif sama. Kalau dilihat dari pentingnnya manusia memiliki multiple intelligent. dan kritis. Perry. 1985). kualitasnya. Namun demikian. maka dua kecerdasan masyarakat tersebut perlu dikembangkan agar terwujudnya kearifan manusia terhadap lingkungan. tergantung bagaimana cara pandang dia terhadap lingkungan. baik dalam jenis dan sifatnya. emosional dan motorik. Demikain pula ragam lingkungan seperti itu sering berpengaruh pada perlakuan manusia terhadap lingkungan itu sendiri. perlu pula dikembangkan kecerdasan emosional (Daniel Goleman. 2000).

bukan hany sekadar learning to know. gendongan. sehingga dia menjadi mahluk yang mobil untuk memuaskan hasrat sense of interest. harus dipenuhi gizi pada masa balita. serta pemilihan teman dan kelompok sebaya sangat menentukan karakter anak ketika dewasa. S : 2002). Dengan kecerdasannya. sense of adventure. harus disusui selama dua tahun. dan sebagainya. Perbedaan tingkat peradaban ini sering dicirikan dalam kemajuan bidang-bidang intelektual. teknologi. 101 . ekonomi. sense of reality. aktivitas mental-psikologis dan juga dengan kegiatan psikospiritualnya. ada yang sedang dan ada pula yang maju. mengatur. dan mengolah lingkungannya. keberagaman. lingkungan pengasuhan. oleh karena itu ada masyarakat yang tingkat peradabannya terbelakang. sekali lagi tiap manusia atau kelompok tidaklah sama. karena dengan cara itulah akan menentukan harkat. lingkungan kerja (profesi). ilmu. teknologi dan spiritual (Nursyid. manusia sebagai mahluk budaya. pertumbuhan. Dengan penjelajahannya ini. Meskipun manusia dibekali kecerdasan sebagai potensi yang membuat lebih dari mahluk lain. dan bahkan inteligensinya itu sendiri.(rangsangan). Bahkan berdasarkan penelitian Kohlberg (1969) peningkatan tahap pertimbangan moral individu ditentukan oleh variasi dan jumlah dilema dan konflik moral yang dihadapi individu itu sendiri. sebagai mahluk sosial dia tunduk pada hukum interaksi dan komunikasi sosial serta interdependensi dengan yang lain. bahkan banyak contoh menunjukkan orang-orang yang biasa melakukan aktivitas berpikir ketika menghentikan aktivitasnya menyebabkan orang cepat terserang pikun. wajar apabila dalam proses perkembangannnya individu sangat perlu perhatian lingkungan sejak berada dalam kandungan. Demikian pula. lingkungan sekolah. multimedia. 1999. Oleh karena itu. Sebagai mahluk budaya yang mampu membaca dan belajar. dan sense of discovery. estetika. mempengaruhi. manusia bukan hanya sebagai mahluk yang ditentukan dan dipengaruhi lingkungan. namun sebagai mahluk alam dia tetap tunduk pada hukum-hukum perubahan. terjadilah evolusi budaya baik dalam budaya material maupun non material. pelukan. dia berkreasi menjelajahi lingkungannya dengan aktivitas fisik-motorik. Namun dalam perkembangannya. Dengan demikian. terjadilah perkembangan sejarah. peradaban. lingkungan keagamaan. akan tetapi melakukan aktivitas pembelajaran untuk learning to learn furthe more (bahkan UNESCO . perkembangan multi kecerdasan individu sangat ditentukan oleh lingkungan keluarga. cara pengasuhan orang tua (keluarga) terhadap anak. harga diri dan kelangsungan hidupnya. dan kerusakan. learning to be. sentuhan. dan learning to life together). akan tetapi dia mampu menyesuaikan diri. martabat. lingkungan informasi. relasi. politik. lingkungan pertemanan. dan sebagai mahluk budaya dia tunduk pada hukum adanya kemampuan kreasi serta keterbatasan insani. sense of curiosity. sense of challenge. mendeklarasikan empat pilar ditambah learning to do. Kesadaran manusia terhadap kaidah-kaidah tersebut sangat penting dalam menghadapi peluang dan tantanganyang multidimensional agar menyikapi lingkungan dengan kesadaran dan penuh kehati-hatian. lingkungan organisasi.

Keluarga ? (pragmatis) 4. Menyintesis ciri gelombang 1 dan 2 2. menentukan tingkat peradaban yang dicapainya. Menggunakan baterai alam (living battery) 3. yaitu sebagai berikut : GELOMBANG PERTAMA (SM-1790) 1. komunikasi. Dalam pandangan Alfin Toffler (1980) masyarakat dunia mengalami tiga gelombang peradaban (The Third Wave) apabila dimatrikskan terlihat perbedaannya. Keluarga inti lebih penting GELOMBANG KETIGA (1970-2000) 1. Mulai melakukan energi terbarukan (hemat energi) 3.Kecerdasan manusia dalam mengolah lingkungan. lingkungan sosial serta lingkungan budaya. Keluarga besar (extended family) GELOMBANG KEDUA (1790-1970) 1. menunjukkan bagaimana pola-pola perubahan manusia dalam mata pencaharian. Low 6. 1979 2. pola kekeluargaan. “Peradaban pertanian” 7. Komunikasi oral (ngobrol) 5. Dikiaskan “smart is beautiful” 8. Menggalang keterkaitan global 7. Deurbanisasi. Perubahahan dari nomaden ke menetap 2. Dari manufaktur bergeser pada biofaktor 5. Dikiaskan “bis is beautiful” 8. pola ekonomi. Penjajahan dan interdependency gerakan nasional 7. interaksi sosial dan rekayasa teknologi dalam hubungannya dengan lingkungan alam. “Peradaban informasi” Klasifikasi peradaban ini. Penggunaan bahan bakar fosil yang tidak terbarukan (pemborosan) 3. Komunikasi dengan media kertas dan poster 6. Produk massal untuk kebutuhan dibawa ke pasar keluarga (prosumen) 5. “Peradaban industri” 8. Sehingga memperlihatkan bagaimana semakin cepanya 102 . Diawali ditemukannya mesin uap oleh James Watt. Bercocok tanam 4. Dikiaskan “small within big is beautiful” 4. karena komunikasi dan transportasi semakin baik 6.

yang akan mengubah pola-pola kehidupan manusia dalam interaksi dengan lingkungannya. 2002) menunjukkan munculnya teknologi nano. bermutasi karena manusia bercerita kembali dengan agak mengubah dan memperbaiki cerita yang didengarnya terdahulu. Teknologi nano ini dapat menghasilkan mesin-mesin dalam skala nano. akan tetapi menimbulkan pula berbagai kekhawatiran dan keprihatinan bagi kehidupan suatu masyarakat. yaitu teknologi yang mengatur. hormon. ini dinamakan genetic evolution. Sementara itu. jumlah penduduk. Evolusi alamiah yang disebabkan oleh gen berinteraksi secara dialektika dengan perubahan dan pembaruan yang disebabkan oleh meme yang diwakili oleh budaya manusia. The Selfish Gene (1976) menjelaskan prinsip perubahan dan pembaruan melalui proses evolusi dengan gene dan meme (nature versus nature). Dalam bidang teknologi Eric Drexier dengan bukunya Enginers of Creation (1986 dalam Mubyar Puwasasmita. budi daya manusia yang dinamakan meme juga berkembang atau berevolusi melalui budi dan akal manusia. RNA. Dalam teknologi ini bahan bangun utamanya adalah atom dalam ukuran nanometer. nanocomputer dan sebagainya. lalu diikuti seleksi. Lebih lanjut. tentu saja disamping teknologi tersebut selalu memberikan harapan yang lebih baik. virus dan sebagainya.perkembangan evolusi kecerdasan manusia dalam merekyasa lingkungan dengan teknologinya pada kurun semakin mutakhir. Yang menjadi pertanyaan. Tampak jelas. dengan budaya (meme) yang serba mampu mengubahnya lalu muncul dengan perspektif lain. yang merupakan alat mutasi atau reproduksi yang lebih ampuh dari mesin replikator protein mana pun. Polemik antara alam (gen) yang serba menentukan. nanoprosesor. enzim. Mahluk hidup berevolusi dengan reproduksi beserta mutasi. serta mesin-mesin sintesis genetika seperti DNA. seperti nanocircuit. Dampak penggunaan teknologi nano terhadap lingkungan bisa dibayangkan munculnya mesin-mesin yang amat kecil dan canggih baik yang bersifat teknis maupun sosial. Richard Dawkins. Meme memperbanyak diri karena manusia belajar dan mengajar. yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari teknologi mikrometer (sebagai perbandingan mikrometer = 10-6. nanometer 10-9). bahkan diyakini bahwa penguasaan Iptek menjadi faktor penentu kompetisi perekonomian global saat ini. murahnya tenaga kerja tidak begitu banyak menentukan dalam kompetisi tersebut. sampai tahap nana perkembangan iptek ini akan berlangsung ? Sampai taraf mana manusia dapat merekayasa lingkungannya ? apakah perkembangan teknologi ini dapat lebih mensejahterakan manusia dan alam sekitarnya atau menjadi musibah lebih besar karenanya ? Namun yang jelas perkembangan teknologi selalu mengalami diversity (keanekaragaman) dan redundancy (penyelesaian masalah dengan teknologi selalu memunculkan masalah yang membutuhkan teknologi lain yang setahap lebih tinggi). melimpahnya sumber kekayaann alam. mengalami seleksi karena banyak manusia yang tidak sepenuhnya percaya pada cerita yang didengarnya. menyusun dan meletakkan atau merekayasa atmosfer atom-atom menjadi molekul yang dikehendaki. 103 .

namun mobilitasnya tetap dibatasi dan ditentukan oleh kondisi alam. sebab sebagai mahluk alam dia tetap tunduk pada hukum alam tersebut. masih tetap beragam antispaso dan respons manusia terhadap lingkungan. Pada perkembangan tersebut terjadi perjuangan hidup (struggle for life. yaitu paham yang menyatakan bahwa manusia harus menyesuaikan diri dengan alam karena alam sendiri yang mengetahui paling baik. Dia mengemukakan bahwa mahluk hidup (tumbuhan. namun tampaknya ruang gerak manusia tetap ada batasnya. populasi manusia dengan kebudayaannya tergantung pada kondisi alam. struggle for existence) seleksi alam (natural selection) dan akan terjadi survival of the fittest yang kuat akan bertahan hidup. Oleh karena itu. yaitu faham yang menyatakan bahwa perkembangan manusia sangat ditentukan oleh alam lingkungannya. Elsworth Huntington dalam bukunya Priciple of Human Geography menyatakan bahwa iklim sangat menentukan perkembangan 104 . dan imajinasinya. dalam kemajuan teknologi yang dicapai saat ini. Beberapa paham tentang hubungan manusia dengan lingkungan ini muncul. evolusi teknologi serta tahap peradaban berkembang terus sejalan dengan daya jelajah manusia. Dalam proses perkembangan tersebut faktor alam sangat menentukan. seperti : 1. Beberapa tokoh terkenalnya adalah Charles Darwin (1809-1882) dengan teori evolusinya. hewan dan manusia) secara berkesinambungan dari waktu ke waktu mengalami perkembangan. Paham Determinisme. Paham Kosmogini. Selanjutnya Friedrich Ratzel (1844-1904) dengan teori Autropogeographie yang mengatakan bahwa manusia dengan kehidupannya.Evolusi kecerdasan. 2. Oleh karena itu. meskpun manusia mahluk dinamis.

C. termasuk seni. 4. dan mengarahkan lingkungannya. 3. Oleh karena itu. mengolah. Tokoh penting paham ini adalah E. mengatur. paham ini disebut pula probabilisme. pahamnya disebut determinisme iklim.kebudayana manusia. agama. Dengan demikian. manusia tidak lagi merupakan objek pasif alam. pemerintahan. Paham Posibilisme yang menyatakan bahwa alam bukan merupakan faktor yang menentukan melainkan menjadi faktor pengontrol. Oleh karena itu. tetapi mahluk yang dapat memanfaatkan alam dengan kemungkinan yang diberikannya. Semple dan Paul Vidal de la Blache (1845-1919). Dengan demikian. maka manusia dapat mengendalikan. sehingga manusia dapat memilih kegiatan yang cocok sesuai dengan kemungkinan dan peluang yang diberikan oleh alam. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan rekayasa teknologi yang dilakukan manusia. Paham Optimisme Teknologi. Paham ini berasal dari pemikiran “man ecological dominant concept” yang berarti manusia merupakan faktor dominan terhadap lingkungan. sehingga manusia dapat memilih kegiatan yang diberikannya. serta segi kebudayaan lain sangat ditentukan oleh iklim setempat. teknologi bukan lagi sebagai alternatif bagi 105 . peluang atau kemungkinan terjadinya kegiatan dan kebudayaan manusia.

bahwa manusia dan alam semesta diciptakan oleh Tuhan. 5. pembawa amanat di muka bumi. akan tetapi telah menjadi “keyakinan” yang dapat menjamin hidup dan kehidupan manusia.manusia dalam merespons lingkungan. manusia bukan penguasa alam. Namun paham apa pun yang dipegang. Hubungan manusia dengan alam merupakan hubungan antar mahluk yang tunduk pada hukum alam (sunatullah). Paham Ketuhanan. S : 1998). Ragam paham tentang pandangan manusia terhadap alam ini masih terus berkembang dan dipegang oleh kelompok masyarakat tertentu. termasuk dalam kehidupan sosial. bukan harus dijadikan kesombongan apalagi dipertuhankan. (Nursyid. Arah perubahan sosial berlangusng sejalan dengan tahap peradaban yang dicapainya. akan tetapi hanya sekedar khalifah. arah perubahan tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut : ARAH PERUBAHAN SOSIAL YANG TELAH SEDANG DAN AKAN TERJADI 106 . manusia terus melakukan perubahan dalam berbagai dimensinya. sesuai dengan keyakinan agama. Kecerdasan manusia yang diberikan AlKhalik merupakan hal yang patut disyukuri untuk melaksanakan amanat Tuhan di muka bumi.

Pertanian Primitif Penjajahan Lokal Budaya daerah Pembudayaan Desa Migrasi antar daerah Revolusi industri Revolusi fisik Masyarakat muda Survival Kelas pekerja → Industrial → Modern → Kemerdekaan → Nasional → Budaya nasional → Konvergensi budaya → Urbanisasi → Migrasi regional → revolusi komunikasi → Revolusi organisasi → Masyarakat menua → Produktivitas → Kelas menengah → Pasca Industrial → Pasca Modern → Pasca Kemerdekaan → Global → Budaya global → Divergensi budaya → Suburbanisasi → Migrasi global → Revolusi informasi → Revolusi informasi → Masyarakat pascatua → Kualitas hidup → Kelas pengetahuan dst Setelah kita diskusikan mengenai konsep manusia dengan lingkungan secara umum perlu kiranya kita mendiskusikan bagaimana manusia Indonesia dengan lingkungan alam dan sosial budayanya. Secara kasar bisa dijelaskan bahwa kondisi alam Indoensia adalah sebagai berikut : Bujur = 95o BT – 141o BT Lintang = 06o LU – 11o LS 107 .

600.086. 2006) = 230. serta daerah aliran sungai yang luar biasa.000 4.000 Statistik 23. dan apabila diklasifikasikan berdasarkan pulau-pulau yang ada.193.456.000 Pelzer 63. panjang garis pantai.500.370.000. 2003. TAHUN 1785 1815 1845 1860 1895 1930 1946 1961 1971 1980 1990 1996 JUMLAH 3.059. hal ini dapat diindikasikan dari statistik kependudukan tahun ke tahun di Pulau Jawa yang kelipatannya semakin cepat dalam kurun waktu yang semakin pendek.110 KM Luas total = 5.500.683 KM2 Jumlah pulau = 18.890. namun dalam perkembangan penduduk menunjukkan laju pertumbuhan yang cukup cepat.000 Pelzer 40.569 KM2 Luas lautan = 3.000 Sensus 50.888 KM Barat Timur = 5. maka dapat terlihat sebagai berikut : 108 .000 9.327 Sensus 91. yang menunjukkan potensi alam cukup banyak.508 Pulau Panjang pantai = 80.000 Sensus 114. bangsa Indonesia memiliki luas wilayah.904.700 Sensus 76.- Utara Selatan = 1.000 SUMBER Pelzer Raffles Bleekers 12.500.000 KM Jumlah dasa besar = 136 DAS Penduduk (Th.581.000 Jiwa Suku Bangsa = 370 suku bangsa Bahasa Induk = 67 bahasa inti Dari data tersebut.000 Statistik Sumber : Mubyar Purwasasmita.528 Sensus 107.734. Sedangkan daerah aliran sungai berdasarkan pulau termasuk sungaisungai besar dan sedangkan Indonesia memiliki sungai yang cukup banyak.269.288.252 KM2 Luas daratan = 1. baik potensi darat maupun lautnya.

Oleh karena itu. yang akhirnya terjadilah berbagai bencana yang tidak diharapkan.• • • • • • • • • • SUMATRA JAWA KALIMANTAN SULAWESI BALI 214 DAS 49 DAS 129 DAS 111 DAS 38 DAS LOMBOK 12 DAS SUMBA 12 DAS SUMBAWA 41 DAS FLORES 24 DAS TIMOR BARAT 12 DAS • PAPUA 51 DAS Hanya sayang sungai-sungai tersebut banyak yang berada dalam kondisi kritis akibat endapan lumpur. air sebagai hajat hidup orang banyak untuk yang menurut amanat konstitusi dikuasai oleh negara dan digunakan sebesarbesarnya untuk kemakmuran rakyat. pembuangan sampah sembarangan. sampah. Data yang ditampilkan adalah sebagai berikut : • Hasil kompilasi pantauan satelit TERRA dan AQUA milik NASA selama tahun 2002 memperlihatkan kondisi metabolisme planet Bumi hasil proses fotosintesis. yaitu wilayah yang memberikan kontribusi paling besar untuk menjaga keseimbangan udara dan menetralisasi racunracun di udara. penyempitan ruang dan pendangkalan. Wilayah kepulauan Indonesia dan hutan Amazon di 109 • . Hal ini terjadi akbat perlakuan manusia terhadap lingkungan. karena kerusakan lingkungan dan managemen yang tidak baik. sebagai perbandingan pada tahun 1995 berada pada kedalaman 36 meter. penggunaan lahan di sekitar bantalan sungai. pembuangan limbah industri. 2002). Pada saat ini. jadi penurunannya begitu drastis akibat eksploitasi yang besar-besaran untuk kepentingan pabrik dan rumah tangga disertai sistem tata lingkungan yang tidak kondusif. populasi air dan menimbulkan bau. seperti penggundulan hutan. (Mubyar P. banjir waktu musim penghujan. terutama di Pulau Jawa permukaan air tanah semakin menurun. Oleh karena itu. bahkan Indonesia yang paling memiliki potensi air yang cukup banyak karena curah hujannya tinggi akan tetapi merupakan pengimpor air tertinggi di dunia. sekarang ini menjadi komoditas bisnis yang menarik. Untuk melengkapi data lingkungan alam Indonesia ini. maka hancurkanlah sistem hidrologinya”. seperti kekeringan di waktu kemarau. akan ditampilkan hasil penelitian satelit NASA tentang wilayah negara di dunia yang menjadi paru-paru dunia. wajar ahli strategi militer menyatakan bahwa “Bila akan menghancurkan sebuah negara. permukaan air untuk sebuah sumur artesis saja di cekungan Bandung berada di kedalaman 60 meter (data 2006).

Al-Qur’an surat 30 ar-Ruum ayat 41 menjelaskan : Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Afrika Tengah adalah wilayah pembentuk awan paling aktif dan sebagai pusat iklim global makro Kerusakan lingkungan di wilayah-wilayah tersebut dapat mengganggu iklim global/makro.5 kg per meter kubik per tahun Gas CO2 ini kemudian dikonversikan menjadi gas oksigen yang dihirup oleh mahluk hidup di dunia. Posisi Indonesia yang sangat berperan mempengaruhi iklim global/makro seperti itu seharusnya merupakan posisi tawar yang tiada taranya. ekonomi. dan pengembangan budaya. agar mereka kembali (ke jalan yang benar). dan bahkan Indonesia menjadi sangat rentan terpengaruh oleh perubahan iklim global/makro tersebut.• • • • Amerika Latin adalah paru-paru dunia. kerajaan-kerajaan yang pernah ada di atas lebih lama masa kejayaannya dibanding dengan usia negara Indonesia sampai sekarang ini. mampu menyerap gas karbon dioksida (CO2) sampai 2. sehingga konveksi air laut lebih aktif. supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. bila ada penebangan pohon di sebuah lingkungan sering ada yang pingsan/kesurupan”). tentu sangat tergantung dari manusia yang 110 . Sebenarnya dengan konsep keyakinan kita kepada Tuhan. Bagaimana dengan hubungan manusia dengan problem lingkungan sosial di Indonesia ? Persoalan ini perlu ditelusuri lebih awal dari sejarah perkembangan bangsa Indonesia. (Bandingkan dan perhatikan. karena memiliki kondisi laut luas dan dangkal serta Matahari berlimpah. Indonesia. Hanya sayang iklim lokal/mikronya rusak karena lingkungannya hancur. Brazilia. Kalau dari kerajaan-kerajaan besar yang pernah ada sampai Indonesia masa kini dapat diurutkan sebagai berikut : SRIWIJAYA KUTAI SYAILENDRA MAJAPAHIT KOLONISASI NKRI 390 – 1400 M 400 – 750 M 750 – 900 M 1291 – 1525 M 1600 – 1945 M 1945 – (?) M 1010 Tahun 350 Tahun 150 Tahun 230 Tahun 175 Tahun 345 Tahun (61 + x) Tahun DEMAK-MATARAM 1450 – 1625 M Kalau kita telaah. baik dari segi militer. pertanyaannya sampai kapan NKRI akan terus mempertahankan keutuhannya. Indonesia lebih dari Brazilia dan Afrika Tengah.

karena dapat menimbulkan sikap iri.menjadi warga negaranya. maka akibatnya akan menimbulkan kemiskinan. dan jawaban terakhir dari pertanyaan mengapa seseorang miskin adalah karena orang itu miskin. Ketika daya dukung lingkungan (ruang dan jasa) tidak sepadan dengan laju pertumbuhan penduduk.. krisis hukum. Pollution (pencemaran) Persoalan purbasangka sering membuat lingkungan tidak aman dan nyaman. sanitasi tidak sehat. Prejude (purbasangka) 2. kecemburuan sosial. Persoalan sosial ini lebih diperparah tatkala daya dukung ruang dan jasa tidak sebanding dengan jumlah dan pertumbuhan penduduk. dan pertumbuhannya selalu menjadi perhatian negara kita. kebablasan dalam merespons dan demokrasi. Population (penduduk) 4. karena setiap penambahan jumlah penduduk membutuhkan kesempatan kerja dan usaha. Pemikiran David Sill diatas sejalan dengan pemikiran MIT Project 111 . karena penduduknya padat yang hidup dalam ketegangan sosial akibat prejudice warganya. khususnya di Pulau Jawa. semaunya itu karena ulah manusia. memperlemah solidaritas. bagaimana manusia (warga) berinteraksi dengan sesamanya. bahkan lahan produksi (khususnya pertanian) tergusur untuk kepentingan sarana lain yang dibutuhkan untuk kepentingan penduduk itu sendiri. oleh karena itu persoalan kependudukan (population) baik dalam kuantitas. dan sebagainya. sehingga hilangnya perdamaian (peace). suara yang bising. penyebaran. Sikap prejudice ini akan mendorong pula idnakan anarki dan dapat menimbulkan peperangan. diperparah dengan lingkungan yang kumuh. dan bagaimana memperlakukan diri dan warga yang lain. membutuhkan peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan dan sebagainya. Poverty (kemiskinan) 5. baik antara kelompok masyarakat maupun bangsa. Peace (perdamaian) 3. Beberapa krisis dalam perjalanan kenegaraan dan pemerintahan tersebut. hampir-hampir memporak-porandakan Negara Kesatuan Republik Indonesia. seperti krisis ekonomi. David I. Dan kondisi seperti itu merupakan potret kehidupan di kota-kota (pinggiran kota) besar di Indonesia. Sementara ruang tidak bertambah. sering meriupakan siklus (benang kusut) yang menghadirkan dan mewariskan kemiskinan berikutnya. Persoalan kemiskinan baik struktural karena kekurangan faktor daya dukung tadi apalgi kemiskinan mental karena faktor sikap individu. menyatakan bahwa problema lingkungan itu ada 5. Hal ini terpulang pada manusia dalam merespons dan memperlakukan lingkungannya. Sill. Masyarakat yang miskin. kualitas. Sill. yaitu : 1. dan tentu menimbulkan berpikir negatif yang dapat mendorong perilaku destruktif. udara yang pengap. airnya kotor melengkapi problema sosial dan budaya yang diungkapkan oleh David L.

Teori Modernisasi : menganggap kualitas hidup manusia ditentukan karakter mental psikologis dan sosial budayanya sendiri 2. Teori Determinisme Geografi : yang memandang bahwa kondisi lingkungan geografis menentukan corak dan kualitas hidup masyarakat (Sudardja Adiwikarta : 1998). atau bahkan dia masih di gelombang satu atau masih dalam tahap pralogis ? 112 . psikologis dan sosial budaya 3.Team yang menyatakan problema lingkungan sosial terdiri dari : penduduk. produksi pertanian. Teori Human Capital (pengembangan SDM). Benarkah Indonesia telah ajek di gelombang dua. memandang bahwa lingkungan sosial tergantung penguasaan Iptek warga masyarakat di samping mental. Pertanyaan mendasar. oleh karena itu lingkungan sosial harus dilakukan atas dasar kemampuan sendiri. sumber-sumber alam. apakah bangsa Indonesia dengan kondisi sosial. budaya dan teknologinya sekarang ini berada pada gelombang mana berdasarkan klasifikasi Alfin Toffler ? harusnya merupakan pertanyaan yang menyadarkan kita untuk lebih berintrospeksi diri. sementara sejumlah negara lain telah memasuki gelombang ketiga. Bagaimana caran meningkatkan taraf hidup manusia dalam lingkungan sosialnya ? ada beberapa teori yang berbeda untuk memulai dari mana menyelesaikan problema sosial tersebut. produksi industri dan polusi. 4. teori-teori tersebut adalah : 1. Teori Dependency (ketergantungan) yang mengatakan bahwa keterbelakangan disebabkan eksploitasi pihak luar.

Setiadi. (2006). Ilmu Budaya Dasar. Muhammad. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Kep Dirjen Dikti Depdiknan No. (2006). Effendi. Ilmu Sosial Dasar. Abdulkadir. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta. Djoko. Elly M.DAFTAR PUSTAKA Budiwati.: 44/DIKTI/Kep/2006 tentang Ramburambu Pelaksanaan Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat di Perguruan Tinggi. Universitas Terbuka. Jakarta. (2008). Wahyono. Universitas Terbuka. Prenada Media Group. (2008). Ilmu Budaya Dasar. (2008). 113 . Bumi Aksara. Widagdho. Citra Aditya Bakti. Bandung. Jakarta. Jakarta. Yulia.

Bacalah soal dengan teliti. 2011/2012 PROGRAM STUDI S1 TEKNIK PERKAPALAN (Kelas Sore) Mata Kuliah : Ilmu Sosial dan Budaya Dasar Semester / Sks : VII (satu) / 3 sks Hari. S. Tanggal : Selasa. a. 114 . Untuk memperoleh pengetahuan-pengetahuan maka manusia melakukan tiga cara. Sistem pengetahuan yang dimiliki manusia sebagai mahluk sosial merupakan suatu akumulasi dari perjalanan hidupnya dalam hal berusaha memahami apa saja. Kepercayaan d. Kebudayaan dalam hal ini memiliki peran apa saja. c. Nilai dalam kehidupan manusia. b. uraikan. Terangkan dengan singkat hal-hal di bawah ini: a. Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan/peran utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. d. sebutkan. Uraikan dengan singkat beberapa problematika kebudayaan. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------SOAL: 1. b. a. Sebutkan beberapa variabel yang berhubungan dengan masalah kebudayaan dan lingkungan. c. Pandangan hidup c.UPN ”VETERAN” JAKARTA FAKULTAS TEKNIK UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GANJIL TA.Sos.00 s/d 19. b. 2. uraikan. Uraikan tentang budaya/kebudayaan menurut dua orang pakar dari Indonesia.00 (120 menit) Dosen Penguji : Yulia Latifah. Etos kebudayaan 3. MM Sifat Ujian : Close Book ----------------------------------------------------------------------------------------------------------PERHATIAN: 1. 2. 22 November 2011 Waktu : 17. Uraikan sifat hakiki dari kebudayaan. Persepsi e. Pelanggaran terhadap tata tertib ujian akan diberikan sanksi akademis.

Sebutkan faktor-faktor yang mendasari berlangsungnnya interaksi sosial. Jelaskan bahwa manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.MM Drs.Ir. Ada lima faktor yang menjadi penyebab perubahan kebudayaan. a.BAMBANG SUDJASTA. 4.d. c. d. 2008 Silabus Mata Kuliah: Ilmu Sosial dan Budaya Dasar Dosen Penguji Kaprodi S1 Teknik Perkapalan YULIA LATIFAH.MT 115 .S. uraikan. Terangkan yang disebut peradapan manusia. Selamat mengerjakan Acuan Soal Kurikulum Th.Sos. Uraikan dan simpulkan unsur-unsur masyarakat yang dikemukakan para ahli. b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful