P. 1
batuan beku

batuan beku

|Views: 169|Likes:
Published by Lita Ode

More info:

Published by: Lita Ode on Jul 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Maksud 1.1.1 Mendeskripsikan preparat secara mikroskopis 1.1.2 Mengetahui granularitas, kristalisasi, dan fabrik pada masing – masing preparat 1.1.3 Mengetahui komposisi mineral pada masing – masing preparat 1.1.4 Mengetahui pembentukan mineral dan hubungannya dengan tekstur dan komposisi mineral tersebut 1.1.5 Mengetahui nama batuan berdasarkan klasifikasi IUGS, 1976

1.2

Tujuan 1.2.1 Mampu mendeskripsikan preparat secara mikroskopis 1.2.2 Mampu mengetahui granularitas, kristalisasi, dan fabrik pada masing – masing preparat 1.2.3 Mampu mengetahui komposisi mineral pada masing – masing preparat 1.2.4 Mampu Mengetahui pembentukan mineral dan hubungannya dengan tekstur dan komposisi mineral tersebut 1.2.5 Mampu mengetahui nama batuan berdasarkan klasifikasi IUGS, 1976

1.3

Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktikum
Praktikum petrologi ―batuan beku ‖ dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal

: - Senin, 26 Maret 2012 - Senin, 2 April 2012

Waktu Tempat

: 20.00 WIB : Laboratorium Petrologi, Gedung Sukowati

1

BAB II DASAR TEORI
Mikroskop yang dipergunakan untuk pengamatan sayatan tipis dari batuan, pada prinsipnya sama dengan mikroskop yang biasa dipergunakan dalam pengamatan biologi. Keutamaan dari mikroskop ini adalah cahaya (sinar) yang dipergunakan harus sinar terpolarisasi. Karena dengan sinar itu beberapa sifat dari kristal akan nampak jelas sekali. Salah satu faktor yang paling penting adalah warna dari setiap mineral, karena setiap mineral mempunyai warna yang khusus. Untuk mencapai daya guna yang maksimal dari mikroskop polarisasi maka perlu difahami benar bagian-bagiannya serta fungsinya di dalam penelitian. Setiap bagian adalah sangat peka dan karenanya haruslah dijaga baik-baik. Kalau mikroskop tidak dipergunakan sebaiknya ditutup dengan kerudung plastik. Bagian-bagian optik haruslah selalu dilindungi dari debu, minyak dan kotoran lainnya. Perlu kiranya diingat bahwa buttr debu yang betapapun kecilnya akan dapat dibesarkan berlipat ganda sehingga akan mengganggu jalannya pengamatan. Mikroskop polarisasi ada beberapa model yang beredar, tetapi unsur-unsur utamanya menunjukkan persamaan, salah satu contoh mikroskop polarisasi seperti terlihat pada gambar 3.1. Bagian-bagian mikroskop harus diketahui secara benar dan fungsi dari bagian tersebut adalah : 1. Kaki mikroskop, berbentuk tapal kuda (Leitz) atau bulat (Carl Zeiss). 2. Gigi mikroskop, berbentuk melengkung (Carl Zeiss) atau miring/tegak (Leitz). Pada waktu pengamatan, ada yang gigimya berada di pihak penelitian dan ada pula yang di seberang. Antara gigir dan kaki mikroskop pada tipe Leitz dipasang sebuah kolom, sehingga gigir mikroskop dapat diatur miring atau tegak sesuai dengan keinginan sipemakai.

2

Gigir

Tromol pengatur kasar dan halus Cermin Kaki mikroskop

Gambar I. 1. Mikroskop Polarisasi tipe Leitz. 3. Tromol pengatur kasar dan halus yang umumnya terpisah. Gunanya untuk mengatur jarak objektif dan preparat. Tromol pengatur yang halus acapkali memiliki pembagian skala dan gunanya untuk mengukur selisih ketinggian kedudukan obyektif. 4. Meja yang berbentuk piring dengan lubang di tengah-nya yaitu untuk jalan cahaya yang masuk. Piring ini dapat diputar-putar pada porosnya yang tegak, pada tepi meja mempunyai pembagian skala dari 0° sampai 360°, dan disertai pula dengan nonius. Ada beberapa lubang sekrup pada meja tersebut, di antaranya untuk menempatkan penjiepit preparat (dua buah) dan lubang-lubang untuk mendudukkan "mechanical stage" yaitu suatu alat untuk menggerak-kan preparat pada dua arah yang saling tegak lnrus. 5. Sekrup pemusat gunanya untuk mengatur agar sumbu putaran meja tepat benar pada potongan salib rambut (cross hairs). Biasanya sekrup pemusat merupakan bagian dari obyektif. 6. Tubus, yaitu bagian yang umumnya dengan pertolongan tromol pengatur dapat diturun-naikkan. Tetapi pada mikroskop model Carls Zeiss bila

3

yaitu lubang gepeng dimana komparator dapat diselipkan dengan arah NW . Sekalipun demikian efeknya tetap sama. dua atau lebih okuler tanpa pembagian skala tetapi dengan pembesaran yang berbeda-beda. Obyektif juga merupakan bagian vital. Merupakan bagian vital yang dibuat dari polaroid atau prisma nicol. Lubang tempat komparator. Masing-masing gunanya untuk mendapatkan pantulan sinar sejajar dan sinar konvergen. 9. karena menurunkan meja sama dengan mengangkat tubus. Arah getaran biasanya N — S. Analisator. Okuler.tromol pengatur diputar yang bergerak adalah mejanya. yaitu merupakan bagian untuk menga-tur jarak cahaya yang masuk dengan jalan mengurangi atau menambah besamya apetumya. 12. Sekalipun demikian pada mikroskop penelitian arah getaran analisator dapat diatur sekehendak kita. Pada beberapa jenis mikroskop tempat kedudukan cer'min ini digantikan oleh sumber cahaya (lampu) yang memakai filter gelas biru. tetapi pada mikroskop model Carl Zeiss justru E — W. Lensa Bertrand merupakan lensa yang dapat dikeluar-masukkan pula. Ada okuler yang memakai pembagian skala (okuler mikrometer) dan ada pula satu. yaitu bagian yang terdiri dari lensa cem-bung untuk memberikan cahaya yang konvergen. Cermm yang selalu terdiri dari cermin datar dan konvek. Pada beberapa model mikroskop penggantian obyektif dapat dilakukan dengan cepat berkat adanya sebuah revolver yang mudah diputar. Bila arah getaran analisator dan polarisator saling tegak lurus. Diafragma iris. Arah getarannya selalu tegak lurus pada arah getaran polarisator. maka disebut kedudukan nicol bersilang. 7. biasanya paling sedikit disediakan 5 buah obyektif atau lebih yang pembesarannya berlainan. 4 . 11. sedangkan tubus tetap pada tempatnya. 15. 13. Pada revolver ini setiap obyektif didudukkan dalam keadaan siaga.ES. 10. 8. yaitu suatu bagian yang vital terbuat dari polaroid atau prisma nicol. yaitu bagian mikroskop darimana mata kita melihat medan bayangan. Kondensor. 14.

CO3SO4.Na)AlSiO4 KAlSi2O6 Na8Al6Si6O24Cl2 NaAlSi2O6H2O (K.Ca.Mg.Fe)2Al4Si5O18 b.Si)3Si6O24(Cl.Fe. Mineral pembentuk batuan dengan indeks refraksi tinggi Name Forsterite OLIVIN Fayalite Monticellite Enstatite ORTOPIROKSEN Ferrosilite Diopside Hedenbergite KLINOPIROKSEN Augite Formula Mg2SiO4 Fe2SiO4 CaMgSiO4 Mg2Si2O6 Fe2Si2O6 CaMgSi2O6 CaFeSi2O6 (Ca.K)AlSiO4 (K.Na)AlSi3O8 SiO2 Formula Scapolite (Na.K)4Al3(Al. Mineral pembentuk batuan dengan indeks refraksi rendah Name Quartz Tridymit Kristobalit Sanidine Ortoklas FELDSPAR Mikroline Albite Anortit Nepheline FELDSPATOID Kalsilite Leusit Sodalite Analcite NaAl Si3O8 CaAl2Si2O8 (Na.OH) Cordierite(Mg.Rock Forming Minerals (RFM) a.Al)2O6 5 .Al)2(Si.

F)2 Na2Mg3Al2Si8O22(OH.Fe.F)2 (Mg.Fe)7Si8O22(OH.Fe)3(AlSi3O10)(OH.F)2 Ca2(Mg.Fe)5Al2(Al2Si6)O22(OH.Si)4O10(OH)8 Mg6Si4O10(OH)8 MICA Muscovite Paragonite Pyrophyllite Talc Chlorite Serpentine Pyrope Almandine Mg3Al2Si3O12 Fe3Al2Si3O12 Mn3Al2Si3O12 Ca3Al2Si3O12 Ca3 (Fe+3.F)2 Ca2(Mg.Ca)(Mg.F)2 Al2Si4O10(OH)8 Mg3Si4O10(OH)2 (Mg.F)2 KAl2(AlSi3O10)(OH.F)2 NaAl2(AlSi3O10)(OH.OH.Ti)2Si3O12 Ca19(Mg.F)2 AMPHIBOL Tremolit-actinolit Hornblende Riebeckite Glaucophane Biotit K(Mg.Al)5(SiAl)8O22(OH.Fe)7Si8O22(OH.Fe)Si2O6 NaFe+3 Si2O6 NaAlSi2O6 CaSiO3 (Mg.Al)13Si18(O.F)2 (Mg.Fe)7Si8O22(OH.F)2 Na2Fe3+2Fe2+3 Si8O22(OH.Fe.Pigeonite Aegirine Jadelite Wollastonite Anthophylite Gedrite Cummingtonite (Mg.Fe)6(Al.F)76 GARNET Spessartine Grossular Andradite Vesuvianite Andalusite Kyanite Sillimanite Al2SiO5 6 .Al.Fe.

Fe+3)Al3O2(SiO4)2(OH)4 Ca2Fe+3Al2O(S2O7)(SiO4(OH) Ca2AlAl2O(Si2O7)(SiO4(OH) CaAl2(OH)2Si2O7H2O Ca2MgSi2O7 Ca2MgSi2O7 NaCaAlSi2O7 CaCO3 CaMg(CO3)2 MELILITE Akermanite Soda melilite Calcite Dolomite 7 .Mn)2(Al.Mullite Staurolite Chloritoid Epidote Clinozoisite Lawsonite Gehlenite 3Al2O3.75O22(OH)2 (Fe+2.Mg.2SiO2 Fe2Al9Si3.

Klinopiroksen Augit • Warna hitam • Sayatan tegak lurus c • Gelapan miring augit 45-54o • belahan 2 arah masing-masing 90o b. Piroksen a. Ortopiroksen a.1. Hipersten • • Sifat optik sama dengan klinopiroksen. tanpa belahan • WI orde II • Pada bidang pecahan/rekahan sering teralterasi menjadi serpentin 2. yang membedakan adalah gelapannya sejajar (klino=miring) TO sumbu 2 (-) hipersten 8 . Olivin • Abu2 agak kehijauan-transparan • Relief tinggi • Bentuk poligonal/prismatik • Pecahan tak beraturan.

Hornblende • • • • • • Warna kehijauan/kecoklatan Relief tinggi Pleokroisme kuat (dikroik/trikroik) Belahan 1 arah atau 2 arah 120o Bentuk prismatik (biasanya memanjang) Gelapan miring 12-30o 4. Biotit • • • • Warna Abu-abu kecoklatan. hitam Sayatan sejajar bidang c Gelapan miring diopsid 37-44o Belahan 1 arah 9 . Enstatit • TO sumbu 2 (+) enstatit 3.b.

5. Plagioklas • • • • • Colorles tapi agak keruh Relief rendah-sedang Kembaran albit atau carlsbad-albit WI abu2 terang orde I TO sumbu 2 (-) dan (+) 10 .

Kuarsa • • • • • • Colorless. dalam batuan umumnya anhedral Tidak punya belahan Gelapan bergelombang Warna interferensi abu-abu orde1 TO sumbu I (+) 11 . Ortoklas • • • • • Colorles tapi agak keruh Relief rendah Pada sayatan 001 terlihat kembaran Carlsbad WI abu2 terang orde I TO sumbu 2 (-) 7.6. Muskovit • • • • Warna colorless Bentuk berlembar Pleokroisme kuat Gelapan sejajar 8. relief rendah Bentuk tak beraturan.

Kalsit • • • • Colorless Belahan sempurna tiga arah Bias ganda sangat tinggi TO I (-) 12 .9.

 Tekstur Cumulus Batuan beku yang tersusun atas kristal-kristal (satu atau lebih mineral) yang terbentuk pada awal kristalisasi magma. Contohnya : (a).Tekstur Khusus Batuan Beku 1. pada proses segregasi atau konsentrasi. Kenampakan tekstur batuan beku dimana terdapat fenokris-fenokris yang tertanam dalam masa dasar/matrik halus kristalin. piroksen dan plagioklas. Dasit (b). Sering dijumpai pada diabas dan basalt hypabisal 13 . Sering dijumpai pada batuan beku ultramafik.  Tekstur Intergranular Agregasi dari butir-butir mineral mafik yang euhedral (mineral-mineral piroksen dan atau olivin) yang dijumpai diantara mineral-mineral plagioklas yang memanjang secara random. Andesit (c). Basalt Nepelin 3. Tekstur Tumbuh Bersama (Intergrowth) Pertumbuhan bersama antara 2 mineral. Tekstur Porfiritik Terdiri atas fenokris-fenokris yang tertanam dalam masa dasar halus yang kristalin. dapat juga plagioklas dengan kuarsa. Tekstur Glassy-Afanitik  Tekstur Trakhitik Paralel mikrolit-mikrolit (plagioklas dan mikro-kripto kristalin)  Tekstur Pilotasitik Sub-paralel mikrolit-mikrolit (plagioklas dan mikro-kripto kristalin) Terbentuk akibat aliran magma dalam batuan volkanik  Tekstur Trachytoidal Paralel kristal feldspar dalam batuan plutonik 2. Riolit. umumnya adalah mineral feldspar dengan kuarsa. Merupakan tekstur penciri pada batuan beku intrusif dan ekstrusif.

Felsofirik 14 . antara lain : a. mineral yang pertama terbentuk dalam deret diskontnue mungkin dikelilingi oleh mineral yang terbentuk kemudian (piroksen atau hornblende). olivine. Vitrofirik Fenokris tertanam dalam masa dasar gelas f. e. dalam batuan beku juga ditemukan beberapa tekstur khusus. Tekstur Intersertal Seperti tekstur intergranular. Tekstur Ophitic Kristal-kristal plagioklas tertanam secara acak dalam kristal yang lebih besar olivin atau piroksen. tetapi ukuran kirstal relatif sama Dijumpai pada diabas d. kristal-kristal kecil yang tertanam secara acak dalam kristal yang lebih besar  Tekstur Antiperthitic Kristal-kristal piroksen tertanam secara acak dalam kristal plagioklas. Seperti tekstur ophitik. Sering dijumpai pada basalt 4. tetapi diantara mineral-mineral plagioklas yang memanjang secara random terisi oleh gelas atau altersi gelas. Dijumpai pada gabro (b) dan basal c. Mikroporfiritik Porfiritik terlihat di bawah mikroskop. Tekstur Sub-ophitic Kristal-kristal plagioklas dan kristal olivin atau piroksen. Tekstur ini dapat pula terbentuk karena reaksi post magmatig atau dapat terjadi akibat metamorfosa derajat rendah.  Tekstur Perthitic. Disamping macam-macam tekstur diatas. Tekstur Poikilitik Kristal-kristal kecil yang tertanam secara acak dalam kristal yang lebih besar b. Tekstur Reaksi atau Corona (KELYPHITIC RIM) Tekstur reaksi merupakan pembungkusan mineral dalam batuan beku. tumbuh bersama.

Kemungkinan komposisi sperulit alkali felsdpar dan polymorf SiO2 n. m. merupakan lubang-lubang bekas gas l. Pilotasitik Mikrolit-mikrolit plagioklas menunjukkan kesejajaran (sub-paralel) dan dijumpai bersama-sama dengan mineral-mineral mikrokristalin atau kriptokristalin. Felled texture Apabila masa dasar terdiri dari mikrolit-mikrolit yang tidak beraturan k.Bila masa dasar terdiri atas intergrowth kuarsa dengan feldspar. Tekstur Sperulit dalam Riolit Bentuk radial dari kristal fibrus di dalam matrik gelas. Tekstur Graphic kristal-kristal kuarsal yang tertanam secara acak dalam kristal K-feldspar o. j. Hyalopilitik Mikrolit-mikrolit plagioklas dijumpai bersama-sama dengan mikrokristalin piroksen dengan arah yang random dalam masa dasar gelas. kalsedon. merupakan bekas lubang gas yang telah diisi oleh mineral-mineral sekunder seperti zeolit. kalsit dan lain-lain. opal. i. klorit. Tekstur Mrymekite Seperti tekstur graphic dimana bentuk kuarsa menyerupai cacing dengan letak tak teratur 15 . Poikilitik Adanya inklusi-inklusi mineral secara random dalam suatu mineral besar. Amydaloid Biasa dijumpai pada lava. g. Vesicular Biasa dijumpai pada lava. h.

relief rendah.1 Deskripsi 1 No Urut : 1 Kode : G – 31 Perbesaran: 4 kali Tekstur : Granularitas = inequigranular Kristalisasi = holokristalin Fabrik Komposisi Mineral Hornblende : relief tinggi. kembaran carlsbat – albit MP 1 (%) 20% 30% 20% 40% MP II (%) 40% 15% 10% 40% MP III (%) 30% 20% 10% 40% Rata . kembaran albite Ortopiroksen : kembaran miring.rata 29% 21% 12% 38% = hipidiomorphic Kelimpahan Mineral Hornblende Klinopiroksen Ortopiroksen Plagioklas Gambar: MP1 1 A B C D E F G 2 3 4 5 6 7 MP2 1 A B C D E F G 2 3 4 5 6 7 16 . belahan satu arah Plagioklas : colorless tapi keruh. warna kecoklatan. relief sedang. bentuknya prismatik Klinopiroksen : gelapan miring.BAB III HASIL DESKRIPSI 3.

b3 d2 MP3 b1 c3 e5. Dari kelimpahan klinopiroksen dan ortopiroksen yang cukup dominan maka.. c3 b4. dapat diindikasikan bahwa. Kemudian mineral – mineral pada sayatan ini tidak terlihat jelas batas bidang – bidang mineralnya. yang menandakan bahwa proses pembekuan magma yang tidak merata dan berlangsung tidak cepat.MP3 1 A B C D E F G 2 3 4 5 6 7 Komposisi mineral Klinopiroksen Ortopiroksen Plagioklas hornblende MP1 c4 c4 d5. 1976) 17 . batuan terangkat karena terbentuk di suhu yang lebih rendah. batuan inin terbentuk pada daerah hipabisal yang berarti magmanya bersifat intermediet. Nama Batuan : Piroksen hornblende gabbronorite (IUGS. b6 b5 MP2 c6 f5. Lalu dengan kehadiran mineral hornblende menandakan bahwa. d2 d1 Petrogenesis : Tekstur pada sayatan batuan ini tergolong inequigranular.

f7 a6. d7 g3. belahan satu arah Plagioklas : colorless tapi keruh. kembaran albite Ortopiroksen : kembaran miring. kembaran carlsbat – albit MP 1 (%) 40% 3% 50% MP II (%) 20% 5% 50% MP III (%) 30% 3% 50% Rata .3. d7 18 . relief rendah. c3 MP2 c6 b7 c4. relief sedang. g5 MP3 c3 77 f5.2 Deskripsi 2 No Urut : 2 Kode : G – 27 Perbesaran: 4 kali Tekstur : Granularitas = inequigranular Kristalisasi = holokristalin Fabrik Komposisi Mineral Klinopiroksen: gelapan miring.rata 36% 3% 61% = idiomorphic Kelimpahan Mineral Klinopiroksen Ortopiroksen Plagioklas Gambar: MP1 1 2 A B C D E F G MP3 1 A B C D E F G 2 3 4 3 4 5 6 7 MP2 1 A B C D E F G 2 3 4 5 6 7 5 6 7 Komposisi mineral Klinopiroksen Ortopiroksen Plagioklas MP1 a7.

dapat diindikasikan bahwa mineral yang terbentuk awal adalah plagioklas lalu diikuti oleh pertumbuhan mineral klinopiroksen dan ortopiroksen. 1976) 19 . Batuan ini terbentuk pada daerah hipabisal yang berarti.Petrogenesis : Tekstur pada sayatan batuan ini tergolong inequigranular. Dari kelimpahan mineralnya. sifat magmanya intermediet. Kemudian mineral – mineral pada sayatan ini terlihat batas bidang – bidang mineralnya. yang menandakan bahwa proses pembekuan magma yang tidak merata. Batuan ini terbentuk di dalam permukaan yang cukup dalam dilihat dari pembentukan mineralnya yang terjadi di suhu yang cukup tinggi. Nama Batuan : Gabbronorite (IUGS.

3 Deskripsi 3 No Urut : 3 Kode : G – 32 Perbesaran: 4 kali Tekstur : Granularitas = inequigranular Kristalisasi = holokristalin Fabrik Komposisi Mineral Klinopiroksen : gelapan miring. kembaran albite Ortopiroksen : kembaran miring. belahan satu arah Plagioklas : colorless tapi keruh. e5 MP2 b6 c6 a4. d7 20 . d5 MP3 d2 g5.rata 14% 13% 73% = hipidiomorphic Kelimpahan Mineral Klinopiroksen Ortopiroksen Plagioklas Gambar: MP1 1 A B C D E F G MP3 1 A B C D E F G 2 3 4 2 3 4 5 6 7 MP2 1 A B C D E F G 2 3 4 5 6 7 5 6 7 Komposisi mineral Klinopiroksen Ortopiroksen Plagioklas MP1 a5. d4.3. relief sedang. f3 f5. relief rendah. kembaran carlsbat – albit MP 1 (%) 10% 3% 30% MP II (%) 5% 5% 40% MP III (%) 5% 10% 30% Rata . f4 f4.

Nama Batuan : Gabbronorite (IUGS. dapat diindikasikan bahwa mineral yang terbentuk awal adalah plagioklas lalu diikuti oleh pertumbuhan mineral klinopiroksen dan ortopiroksen. Batuan ini terbentuk di dalam permukaan yang cukup dalam dilihat dari pembentukan mineralnya yang terjadi di suhu yang cukup tinggi. Batuan ini diindikasikan terbentuk pada daerah hipabisal dan sifat magmanya adalah intermediet. Kemudian mineral – mineral pada sayatan ini tidak terlihat batas bidang – bidang mineralnya. yang menandakan bahwa proses pembekuan magma yang tidak merata. 1976) 21 . Dari kelimpahan mineralnya.Petrogenesis : Tekstur pada sayatan batuan ini tergolong inequigranular.

a4 MP3 f3. relief rendah. f5 c3. poligonal. b5 b3 MP2 d6.3.rata 21% 15% 64% 5 6 7 MP2 1 A B C D E F G 2 3 4 5 6 7 5 6 7 Komposisi mineral Klinopiroksen Ortopiroksen Olivine MP1 b5. g5 f5. e5 g6. g2 c4 b2. c5 22 . kembaran albite Ortopiroksen : kembaran miring. belahan satu arah Olivine: relief tinggi.4 Deskripsi 4 No Urut : 4 Kode : G – 29 Perbesaran: 4 kali Tekstur : Granularitas = equigranular Kristalisasi = holokristalin Fabrik Komposisi Mineral Klinopiroksen : gelapan miring. pecahan tak beraturan = ipidiomorphic Kelimpahan Mineral Klinopiroksen Ortopiroksen Olivine Gambar: MP1 1 A B C D E F G MP3 1 A B C D E F G 2 3 4 2 3 4 MP 1 (%) 20% 10% 50% MP II (%) 20% 10% 50% MP III (%) 10% 15% 50% Rata .

Kemudian mineral – mineral pada sayatan ini terlihat batas bidang – bidang mineralnya. Dari kelimpahan mineralnya. yang menandakan bahwa proses pembekuan magma yang cukup merata. Nama Batuan : Lherzolite (IUGS. 1976) 23 . Lalu magma pada batuan ini bersifat ultrabasa. Dapat diindikasikan bahwa batuan ini terbentuk pada daerah plutonik dimana suhunya sangat tinggi.Petrogenesis : Tekstur pada sayatan batuan ini tergolong equigranular. Batuan ini terbentuk jauh di dalam permukaan bumi dilihat dari pembentukan mineralnya yang terjadi di suhu yang tinggi. dapat diindikasikan bahwa mineral yang terbentuk awal adalah olivine lalu diikuti oleh pertumbuhan mineral klinopiroksen dan ortopiroksen.

relief rendah. e5 MP2 f4 b3 f5 MP3 a6 d4.3. belahan satu arah Plagioklas : colorless tapi keruh.5 Deskripsi 5 No Urut : 5 Kode : 11 – B9 Perbesaran: 4 kali Tekstur : Granularitas = inequigranular Kristalisasi = holokristalin Fabrik Komposisi Mineral Klinopiroksen: gelapan miring. kembaran carlsbat – albit = hipidiomorphic Kelimpahan Mineral Klinopiroksen Ortopiroksen Plagioklas Gambar: MP1 1 A B C D E F G MP3 1 A B C D E F G 2 3 4 2 3 4 MP 1 (%) 5% 20% 50% MP II (%) 3% 10% 50% MP III (%) 3% 10% 50% Rata . kembaran albite Ortopiroksen : kembaran miring. a6 e6. f4 b3. relief sedang.rata 4% 21% 75% 5 6 7 MP2 1 A B C D E F G 2 3 4 5 6 7 5 6 7 Komposisi mineral Klinopiroksen Ortopiroksen Plagioklas MP1 d2 d4. c2 24 .

Kemudian mineral – mineral pada sayatan ini tidak terlihat jelas batas bidang – bidang mineralnya. dapat diindikasikan bahwa mineral yang terbentuk awal adalah plagioklas lalu diikuti oleh pertumbuhan mineral klinopiroksen dan ortopiroksen.Petrogenesis : Tekstur pada sayatan batuan ini tergolong inequigranular. 1976) 25 . Nama Batuan : Gabbronorite (IUGS. Dari kelimpahan mineralnya. yang menandakan bahwa proses pembekuan magma tidak merata. Batuan ini terbentuk di dalam permukaan yang cukup dalam dilihat dari pembentukan mineralnya yang terjadi di suhu yang cukup tinggi Diinidikasikan bahwa batuan ini terbentuk pada daerah hipabisal dimana sifat magmanya adalah intermediet.

poligonal. belahan satu arah Olivine: relief tinggi.6 Deskripsi 6 No Urut : 6 Kode :B-1 Perbesaran: 4 kali Tekstur : Granularitas = inequigranular Kristalisasi = holokristalin Fabrik Komposisi Mineral Klinopiroksen : gelapan miring. relief rendah.rata 15% 6% 15% 64% 6 7 = hipidiomorphic Kelimpahan Mineral Klinopiroksen Ortopiroksen Olivine Plagioklas Gambar: MP1 1 A B C D E F G MP3 1 A B C D E F G 2 Komposisi mineral Klinopiroksen Ortopiroksen Plagioklas olivine MP1 e4 a2 b3. f4 c3 MP2 d3 e4 d7 b7 MP3 c5 f4 b2 c6 26 . pecahan tak beraturan Plagioklas : colorless tapi keruh.3. kembaran carlsbat – albit MP 1 (%) 10% 5% 15% 50% 3 4 5 6 7 MP II (%) 10% 20% 50% MP2 1 A B C D E F G 2 3 4 5 6 7 MP III (%) 15% 10% 50% 2 3 4 5 Rata . kembaran albite Ortopiroksen : kembaran miring. relief sedang.

Dari kelimpahan mineralnya. Diindikasikan batuan ini terbentuk di daerah plutonik dengan suhu yang sangat tinggi. 1976) 27 .Petrogenesis : Tekstur pada sayatan batuan ini tergolong inequigranular. karena di dukung dengan kehadiran mineral olivine yang terbentuk pada suhu – suhu yang tinggi. Selanjutnya adalah klinopiroksen dan ortopiroksen. dapat diindikasikan bahwa mineral yang terbentuk awal adalah plagioklas lalu diikuti oleh pertumbuhan mineral olivine. Kemudian mineral – mineral pada sayatan ini tidak terlihat jelas batas bidang – bidang mineralnya. yang menandakan bahwa proses pembekuan magma yang tidak merata. Batuan ini terbentuk jauh di dalam permukaan bumi dilihat dari pembentukan mineralnya yang terjadi di suhu yang tinggi. Nama Batuan : Olivine gabronorite (IUGS.

ortopiroksen. dan plagioklas. bentuk kristal tidak sempurna dan sebagian saja yang di batasi oleh bidang – bidang kristal. dan gelapannya miring. Lalu seiringnya pembentukan 28 . kembarannya carlsbad – albit. Dari kelimpahan mineral yang terlihat tabel Bowen’s yaitu. Sifat optik klinopiroksen yang dapat terlihat adalah relief yang sedang yang menandakan perbedaan indeks bias tidak terlalu besar. Tingkat kristalisasinya tergolong pada holokristalin. Lalu kenampakan bentuk kristal yang terlihat tergolong pada hipidiomorphic karena. relief tinggi yang menandakan adanya perbedaan harga indeks bias yang besar. ortopiroksen 12%. hornblende 29%. plagioklas 38%. Dengan perbesaran empat kali. gelapannya sejajar. Dari komposisi mineral yang terdapat pada preparat nomor G – 31 ini dapat terlihat kenampakan mineral hornblende. klinopiroksen. Granularitas yang merupakan hubungan antara kristal penyusun terhadap kristal lain ini tergolong ke dalam inequigranular karena kenampakan kristal penyusun batuan memiliki ukuran yang berbeda. series. maka dapat klinopiroksen 21%. Pada sifat optik hornblende yang dapat terlihat adalah warna yang kecoklatan.1 Preparat Nomor G – 31 Pada deskripsi mikroskopis preparat nomor G – 31 dilakukan dengan pengamatan tanpa nikol maupun dengan nikol. Sifat optik plagioklas yang dapat terlihat adalah colorles tapi agak keruh. Berdasarkan pada pembentukan mineral reaction diindikasikan bahwa mineral yang terbentuk pertama adalah plagioklas karena kelimpahannya yang mencapai 38%.BAB IV PEMBAHASAN 4. Tekstur ini mengindikasikan bahwa pembekuan yang tidak merata dan waktunya pembekuannya sedang. lalu relief sedang yang menandakan perbedaan indeks bias yang tidak terlalu besar. bentuknya prismatik(memanjang). Sifat optik ortopiroksen yang dapat terlihat adalah relief sedang yang menandakan perbedaan indeks biasnya tidak terlalu besar.

karena mineralnya yang mencapai sekitar 21%.2 Preparat Nomor G – 27 Pada deskripsi mikroskopis preparat nomor G – 27 dilakukan dengan pengamatan tanpa nikol maupun dengan nikol. 29 . Dengan perbesaran empat kali. 4. Sifat optik plagioklas yang dapat terlihat adalah colorles tapi agak keruh. kembarannya carlsbad – albit. Sifat optik ortopiroksen yang dapat terlihat adalah relief sedang yang menandakan perbedaan indeks biasnya tidak terlalu besar. dan plagioklas 38%. dilihat dari kehadiran piroksen yang terbentuk pada suhu yang cukup tinggi lalu adanya hornblende yang terbentuk di suhu yang lebih rendah. klinopiroksen 21%. bentuk kristal sempurna dan di batasi oleh bidang – bidang kristal. lalu relief sedang yang menandakan perbedaan indeks bias yang tidak terlalu besar. dan plagioklas. ortopiroksen. Dari komposisi mineral yang terdapat pada preparat nomor G – 27 ini dapat terlihat kenampakan mineral klinopiroksen. Tekstur ini mengindikasikan bahwa pembekuan yang tidak merata dan waktunya pembekuannya sedang. Mineral terakhir yang terbentuk adalah hornblende yang menandakan terbetuknya di suhu yang lebih rendah. ortopiroksen 12%. gelapannya sejajar. Lalu kenampakan bentuk kristal yang terlihat tergolong pada eubhedral karena. maka batuan ini bernama Pyroxene hornblende gabbronorite. dari kelimpahan mineral hornblende 29%. Berdasarkan pada klasifikasi batuan beku plutonik basa (IUGS).plagioklas diikuti dengan pembentukan mineral klinopiroksen dan ortopiroksen. Granularitas yang merupakan hubungan antara kristal penyusun terhadap kristal lain ini tergolong ke dalam inequigranular karena kenampakan kristal penyusun batuan memiliki ukuran yang berbeda. Tingkat kristalisasinya tergolong pada holokristalin. Batuan yang awalnya terbentuk jauh dari permukaan bumi ini terangkat menjadi mendekati permukaan bumi. dan gelapannya miring. Pada sifat optik klinopiroksen yang dapat terlihat adalah relief yang sedang yang menandakan perbedaan indeks bias tidak terlalu besar.

Tingkat kristalisasinya tergolong pada holokristalin. Lalu kenampakan bentuk kristal yang terlihat tergolong pada subhedral karena. bentuk kristal tidak sempurna dan sebagian saja yang di batasi oleh bidang – bidang kristal. maka dapat diindikasikan bahwa mineral yang terbentuk pertama adalah plagioklas karena kelimpahannya yang mencapai 61%.Dari kelimpahan mineral yang terlihat yaitu. dan plagioklas. ortopiroksen. dan gelapannya miring. Tekstur ini mengindikasikan bahwa pembekuan yang tidak merata dan waktunya pembekuannya sedang. Sifat optik ortopiroksen yang dapat terlihat adalah relief sedang yang menandakan perbedaan indeks biasnya tidak terlalu besar. Lalu seiringnya pembentukan plagioklas diikuti dengan pembentukan mineral klinopiroksen yang kelimpahan mineralnya mencapai 36%. Sifat optik plagioklas yang dapat terlihat adalah colorles 30 . Berdasarkan pada klasifikasi batuan beku plutonik basa (IUGS). Mineral terakhir yang terbentuk adalah ortopiroksen yang menandakan terbetuknya di suhu yang lebih rendah. ortopiroksen. Pada sifat optik klinopiroksen yang dapat terlihat adalah relief yang sedang yang menandakan perbedaan indeks bias tidak terlalu besar. Dengan perbesaran empat kali. 4. gelapannya sejajar. karena dilihat dari kehadiran mineralnya yang terbentuk pada suhu – suhu yang cukup tinggi. dari kelimpahan mineral klinopiroksen.3 Preparat Nomor G – 32 Pada deskripsi mikroskopis preparat nomor G – 32 dilakukan dengan pengamatan tanpa nikol maupun dengan nikol. Granularitas yang merupakan hubungan antara kristal penyusun terhadap kristal lain ini tergolong ke dalam inequigranular karena kenampakan kristal penyusun batuan memiliki ukuran yang berbeda. Dari komposisi mineral yang terdapat pada preparat nomor G – 32 ini dapat terlihat kenampakan mineral klinopiroksen. klinopiroksen 36%. dan plagioklas maka batuan ini bernama Gabbronorite. Batuan ini diindikasikan terbektuk jauh di dalam permukaan bumi. ortoklas 3%. Berdasarkan pada pembentukan mineral tabel Bowen’s reaction series. plagioklas 61%.

tapi agak keruh. 31 . gelapannya sejajar. bentuk kristal di batasi oleh bidang – bidang kristal yang jelas. Berdasarkan pada klasifikasi batuan beku plutonik basa (IUGS). dari kelimpahan mineral klinopiroksen 14%. karena dilihat dari kehadiran mineralnya yang terbentuk pada suhu – suhu yang cukup tinggi. Lalu seiringnya pembentukan plagioklas diikuti dengan pembentukan mineral klinopiroksen dan ortopiroksen. ortopiroksen 13%. 4.4 Preparat Nomor G – 29 Pada deskripsi mikroskopis preparat nomor G – 29 dilakukan dengan pengamatan tanpa nikol maupun dengan nikol. karena mineralnya yang mencapai sekitar 14%. plagioklas 73%. Dari komposisi mineral yang terdapat pada preparat nomor G – 29 ini dapat terlihat kenampakan mineral klinopiroksen. maka dapat diindikasikan bahwa mineral yang terbentuk pertama adalah plagioklas karena kelimpahannya yang mencapai 73%. Granularitas yang merupakan hubungan antara kristal penyusun terhadap kristal lain ini tergolong ke dalam equigranular karena kenampakan kristal penyusun batuan memiliki ukuran relatif seragam. kembarannya carlsbad – albit. lalu relief sedang yang menandakan perbedaan indeks bias yang tidak terlalu besar. klinopiroksen 14%. Berdasarkan pada pembentukan mineral tabel Bowen’s reaction series. Tingkat kristalisasinya tergolong pada holokristalin. dan olivine. Pada sifat optik klinopiroksen yang dapat terlihat adalah relief yang sedang yang menandakan perbedaan indeks bias tidak terlalu besar. Sifat optik ortopiroksen yang dapat terlihat adalah relief sedang yang menandakan perbedaan indeks biasnya tidak terlalu besar. Batuan ini diindikasikan terbektuk jauh di dalam permukaan bumi. Dari kelimpahan mineral yang terlihat yaitu. dan gelapannya miring. ortopiroksen. ortopiroksen 13%. dan plagioklas 73% maka batuan ini bernama Gabbronorite. Dengan perbesaran empat kali. Lalu kenampakan bentuk kristal yang terlihat tergolong pada eubhedral karena. Tekstur ini mengindikasikan bahwa pembekuan yang merata.

Sifat optik ortopiroksen yang dapat terlihat adalah relief 32 . Dari adanya mineral yang ada maka dapat diindikasikan bahwa batuan ini terbentuk jauh dari permukaan bumi dan terbentuk pada suhu yang tinggi sekitar 1600° . Berdasarkan pada pembentukan mineral tabel Bowen’s reaction series.Sifat optik olivine yang dapat terlihat adalah relief tinggi yang menandakan besarnya perbedaan indeks biasnya. olivine 64%. Dari komposisi mineral yang terdapat pada preparat nomor 11 – B9 ini dapat terlihat kenampakan mineral klinopiroksen. Dari kelimpahan mineral yang terlihat yaitu.5 Preparat Nomor 11 – B9 Pada deskripsi mikroskopis preparat nomor 11 – B9 dilakukan dengan pengamatan tanpa nikol maupun dengan nikol. Lalu pembentukan mineral selanjutnya adalah klinopiroksen. bentuk kristal tidak sempurna dan sebagian saja yang di batasi oleh bidang – bidang kristal. Tekstur ini mengindikasikan bahwa pembekuan yang tidak merata dan waktunya pembekuannya sedang. Tingkat kristalisasinya tergolong pada holokristalin. Berdasarkan pada klasifikasi batuan beku plutonik basa (IUGS). dan gelapannya miring. klinopiroksen 21%. Granularitas yang merupakan hubungan antara kristal penyusun terhadap kristal lain ini tergolong ke dalam inequigranular karena kenampakan kristal penyusun batuan memiliki ukuran yang berbeda. ortopiroksen. Sifat magma pada batuan ini adalah ultrabasa. ortopiroksen 15%. maka dapat diindikasikan bahwa mineral yang terbentuk pertama adalah olivine karena kelimpahannya yang mencapai 64%. Pada sifat optik klinopiroksen yang dapat terlihat adalah relief yang sedang yang menandakan perbedaan indeks bias tidak terlalu besar. Dengan perbesaran empat kali.1400°. dan plagioklas. 4. lalu banyaknya pecahan. dimana kandungan silikanya lebih dari 40% dan terbentuk dekat dengan mantel pliutonik. dan olivine 64%. dari kelimpahan mineral klinopiroksen 21%. maka batuan ini bernama Lherzolite. lalu setelah itu ortopiroksen. ortopiroksen 15%. Lalu kenampakan bentuk kristal yang terlihat tergolong pada subhedral karena.

kembarannya carlsbad – albit. Pada sifat optik klinopiroksen yang dapat terlihat adalah relief yang sedang yang menandakan perbedaan indeks bias tidak terlalu besar. bentuk kristal tidak sempurna dan sebagian saja yang di batasi oleh bidang – bidang kristal. gelapannya sejajar. plagioklas 75%. Sifat optik plagioklas yang dapat terlihat adalah colorles tapi agak keruh. karena mineralnya yang mencapai sekitar 21%. ortopiroksen 21%. Tingkat kristalisasinya tergolong pada holokristalin. plagioklas dan olivine.6 Preparat Nomor B . klinopiroksen 4%. Berdasarkan pada klasifikasi batuan beku plutonik basa (IUGS). karena dilihat dari kehadiran mineralnya yang terbentuk pada suhu – suhu yang cukup tinggi sekitar 1400°. Dari komposisi mineral yang terdapat pada preparat nomor B – 1 ini dapat terlihat kenampakan mineral klinopiroksen. Granularitas yang merupakan hubungan antara kristal penyusun terhadap kristal lain ini tergolong ke dalam inequigranular karena kenampakan kristal penyusun batuan memiliki ukuran yang berbeda. dan 33 .1 Pada deskripsi mikroskopis preparat nomor B – 1 dilakukan dengan pengamatan tanpa nikol maupun dengan nikol. dan plagioklas 75%. ortopiroksen. Dari kelimpahan mineral yang terlihat yaitu. dari kelimpahan mineral klinopiroksen 4%. Berdasarkan pada pembentukan mineral tabel Bowen’s reaction series. maka batuan ini bernama Pyroxene hornblende gabbronorite. Lalu kenampakan bentuk kristal yang terlihat tergolong pada subhedral karena. Dengan perbesaran empat kali. 4. Tekstur ini mengindikasikan bahwa pembekuan yang tidak merata dan waktunya pembekuannya sedang. Batuan ini diindikasikan terbektuk jauh di dalam permukaan bumi. maka dapat diindikasikan bahwa mineral yang terbentuk pertama adalah plagioklas karena kelimpahannya yang mencapai 75%. ortopiroksen 21%. Lalu seiringnya pembentukan plagioklas diikuti dengan pembentukan mineral klinopiroksen dan ortopiroksen. lalu relief sedang yang menandakan perbedaan indeks bias yang tidak terlalu besar.sedang yang menandakan perbedaan indeks biasnya tidak terlalu besar.

ortopiroksen 6%. Sifat optik ortopiroksen yang dapat terlihat adalah relief sedang yang menandakan perbedaan indeks biasnya tidak terlalu besar. gelapannya sejajar. dari kelimpahan mineral klinopiroksen 15%. lalu relief sedang yang menandakan perbedaan indeks bias yang tidak terlalu besar. Berdasarkan pada reaction diindikasikan bahwa mineral yang terbentuk pertama adalah olivine. lalu banyaknya pecahan.gelapannya miring. dan olivine 15% maka batuan ini bernama Olivin gabronorite. Dari kelimpahan mineral yang terlihat pembentukan mineral tabel Bowen’s yaitu. dan plagioklas 64%. maka dapat ortopiroksen 6%. Berdasarkan pada klasifikasi batuan beku plutonik basa (IUGS). klinopiroksen 15%. kembarannya carlsbad – albit. series. Sifat optik plagioklas yang dapat terlihat adalah colorles tapi agak keruh. olivine 15%.1400°. Sifat optik olivine yang dapat terlihat adalah relief tinggi yang menandakan besarnya perbedaan indeks biasnya. 34 . Dari adanya mineral yang ada maka dapat diindikasikan bahwa batuan ini terbentuk jauh dari permukaan bumi dan terbentuk pada suhu yang tinggi sekitar 1600° . lalu plagioklas karena kelimpahannya yang dominan. lalu setelah itu ortopiroksen dan piroksen.

dan plagioklas. dan plagioklas. 5.4 Preparat nomor G – 29 memiliki tekstur. dan hipidiomorphic. Sedangkan komposisi mineralnya klinopiroksen. Penamaan batuan ini berdasar pada IUGS adalah gabbronorite. Sedangkan komposisi mineralnya hornblende.1. dan idiomorphic.1. Penamaan batuan ini berdasar pada IUGS adalah Piroksen hornblende gabbronorite. 5. ortopiroksen. Batuan ini terbentuk pada daerah plutonik dan magmanya bersifat ultrabasa. inequigranular.3 Preparat nomor G – 32 memiliki tekstur. Batuan ini terbentuk pada daerah hipabisal dan magmanya bersifat intermediet. dan hipidiomorphic. inequigranular. equigranular. Batuan ini terbentuk pada daerah hipabisal dan magmanya bersifat intermediet. ortopiroksen. holokristalin. klinopiroksen.1 Kesimpulan 5. holokristalin. inequigranular. 5. Penamaan batuan ini berdasar pada IUGS adalah gabbronorite. inequigranular. 35 . Batuan ini terbentuk pada daerah hipabisal dan magmanya bersifat intermediet. dan idiomorphic. 5. Penamaan batuan ini berdasar pada IUGS adalah gabbronorite.2 Preparat nomor G – 27 memiliki tekstur. Sedangkan komposisi mineralnya klinopiroksen.1. holokristalin. Sedangkan komposisi mineralnya klinopiroksen. holokristalin. ortopiroksen. holokristalin. ortopiroksen.1. Penamaan batuan ini berdasar pada IUGS adalah Lherzolite. Sedangkan komposisi mineralnya klinopiroksen. ortopiroksen. dan hipidiomorphic. dan olivine.5 Preparat nomor 11 –B9 memiliki tekstur. dan plagioklas.1.1 Preparat nomor G – 31 memiliki tekstur. Batuan ini terbentuk pada daerah hipabisal dan magmanya bersifat intermediet.BAB V PENUTUP 5. dan plagioklas.

6 Preparat nomor B .1 memiliki tekstur.5. holokristalin.1. Penamaan batuan ini berdasar pada IUGS adalah Olivine gabbronorite. 36 . ortopiroksen. dan hipidiomorphic. Batuan ini terbentuk pada daerah plutonik dan magmanya bersifat basa. inequigranular. Sedangkan komposisi mineralnya klinopiroksen. dan olivine.

DAFTAR PUSTAKA Hendratno. Lecture Note Petrografi. 2005. Agus.com/doc/22907987/petrografi 37 . Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada http://www.scribd.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->