SISTEM INTEGUMEN

Nama

: Ari Sulistianto Pika Noviana Rika Oktaria Yulia Pratiwi

Poltekkes Kemenkes Bengkulu Prodi Keperawatan Curup 2012

Uraian Materi Kulit merupakan organ tubuh yang paling luas yang berkontribusi terhadap total beat tubuh sebanyak 7 %. Keberadaan kulit memegang peranan penting dalam mencegah terjadinya kehilangan cairan yang berlebihan, dan mencegah masuknya agen-agen yang ada di lingkungan seperti bakteri, kimia dan radiasi ultraviolet. Kulit juga akan menahan bila terjadi kekuatan-kekuatan mekanik seperti gesekan (friction), getaran (vibration) dan mendeteksi perubahan-perubahan fisik di lingkungan luar, sehingga memungkinkan seseorang untuk menghindari stimuli-stimuli yang tidak nyaman. Kulit membangun sebuah barier yang memisahkan organ-organ internal dengan lingkungan luar, dan turut berpartisipasi dalam berbagianai fungsi tubuh vital. 1.Struktur Lapisan2 Kulit a.Epidermis Terbentuk dari epitel-epitel skuamous yang terstratifikasi Terdapat sedikit suplay darah & reseptor saraf (hanya pada lapisan yang plg dkt dermis) Membentuk lapisan paling luar dengan ketebalan ± 0,1 – 5 mm. Lapisan eksternalnya tersusun dari keratinosit (zat tanduk) Lapisan eksternal ini akan diganti setiap 3-4 minggu sekali. Epidermis terbagiani menjadi 5 lapisan (korneum, lusidum, granulosum, spinosum & germinativum) 1). Stratum Korneum (Lapisan tanduk) oMerupakan lapisan epidermis terluar yang tersusun atas beberapa lapis sel-sel gepeng yang mati & tidak berinti & protoplasma telah berubah menjadi keratin(zat tanduk) oLebih tebal pada area-area yang banyak terjadi gesekan (friction) dengan permukaan luar, terutama pada tangan & kaki. 2). Stratum Lusidum Merupakan lapisan sel gepeng yang tidak berinti. Lapisan ini banyak terdapat pada telapak tangan & kaki. 3). Stratum Granulosum 2/3 lapisan ini merupakan lapisan gepeng, dimana sitoplasma berbutir kasar. Mukosa tidak punya lapisan inti. 4). Stratum Spinosum (lapisan malphigi) Terdapat beberapa lapis sel berbentuk polyangona & besar karena terdapat proses mitosis (pembelahan sel). 5). Stratum Germinativum (Basale) Lapisan sel berbentuk kubus/kolumnar & vertikal yang merupakan perbatasan dengan dermis, tersusun seperti pagar, mengadakan mitosis.

Sebasea. Jaringan lemak bekerja sebagai penyekat panas & menyediakan penyangga bagi lapisan kulit diatasnya. limfosit. Stratum Papillare : banyak mengandung kapiler & makrofag. berisi jaringan kompleks ujung2 syaraf. kerutan ini dinamakan sidik jaringani (fingerprints). 3.Glandula Sudorifera(kelenjar keringat) Ditemukan pada kulit sebagian besar permukaan tubuh. yaitu kelenjar ekrin & apokrin. telinga luar & dasar kuku. Tersusun atas 2 lapisan : 1). Tumbuh dalam rongga yang dinamakanfolikel rambut. Stratum Retikulare : merupakan bagian dalam dermis. 2.Kuku Kuku tumbuh dari akarnya yang terletak di bawah lapisan tipis kulit yang dinamakan kutikula. b.Jenis-jenis kelenjar kulit Kelenjar kulit terdapat di dalam dermis. Folikel rambut akan mengalami siklus pertumbuhan & istirahat. Persambungan antara epidermis & dermis menghasilkan kerutan pada permukaan kulit.Pada sitoplasmanya mengandung melanin. paha serta alis mata.Dermis Merupakan lap dibawah epidermis yang jauh lebih tebal. . Selama fase telogen rambut akan rontok dari tubuh. Terutama terdapat pada telapak tangan & kaki. dankelenjar Seruminus. Terbagi menjadi 2 kategori. kecuali glans penis.Subdermis Lapisan ini terutama berupa jaringan adiposa yang memberikan bantalan antara lapisan kulit dengan struktur internal seperti otot & tulang. Pada ujung2 jaringani tangan. a. c. Fase pertumbuhan (anagen) dapat berlangsung sampai 6 tahun dengan kecepatan 0. Terdapat di seluruh permukaan tubuh.35 mm/hari untuk rambut kulit kepala. Terdiri atas akar rambut yang terbentuk dalam dermis & batang rambut yang menjulur keluar dari dalam kulit.1 mm/hari. Kecepatan pertumbuhan rambut bervariasi : pertumbuhan rambut janggut paling cepat. b. folikel jaringan rambut & pembuluh darah yang juga merupakan penyedia nutrisi bagi lapisan dalam epidermis. terdapat sel lemak dalam kelompok besar/kecil. kelenjar. lebih tebal dibanding stratum papilare. kelenjar sudorifera.Rambut Merupakan suatu pertumbuhan keluar dari kulit. Pembaruan total kuku jaringan tangan memerlukan waktu sekitar 170 hari. saraf & limfe dengan jaringan penyambung yang terisi sel lemak. diikuti oleh rambut pada kulit kepala. sedangkan kaki sekitar 12 – 18 bulan. terdiri dari 3 jenis. kecuali telapak tangan & kaki.glandula Sebasea(kelenjar minyak). Pertumbuhan kuku berlangsung sepanjang hidup dengan pertumbuhan rata-rata 0. Fase istirahat (telogen) ± 4 bln. bagian tepi bibir. Lapisan ini elastis & tahan lama. yaitu :Glandula Sudorifera(kelenjar keringat). Terdapat pembuluh darah. 2). sel mast & lekosit.Struktur rambut dan kuku a. aksila.

raba. tarikan & infeksi luar. b. bakteri.Fungsi kulit a. c. Produksi panas < kehilangan panas = Core temperatur turun. Terdapat diaksila. kecuali pada papila mamae. Kelenjarn Apokrin Berukuran lebih besar. . Persepsi (penerima rangsang) Kulit bertanggung jawab sebagai indaria terhadap rangsangan dari luar (tekanan. gigitan serangga. fungus. d. Produksi panas > kehilangan panas = Core temperatur naik. sinar matahari (UV). 2).Pengatur Suhu Tubuh Dua reflek pusat yang ada di Hypothalamus bertanggung jawab terhadap kontrol temperatur. Idealnya : produksi panas = kehilangan panas. dalam dada. Diskus Merkelenjaringanl & korpuskulum Golgi Tekanan : Korpuskulum Pacini Suhu panas : korpuskulum Ruffini Suhu dingin : Benda Krauss Nyeri : Nervous End Plate. asam lemak bebas & kolesterol) ke folikel rambut. Terdapat pada hampir setiap folikel rambut. tubuh akan menggigil & vasokonstriksi pembuluh darah. Trauma pada epidermis yang luas akibat luka bakar/injuri/temperatur ruangan terlalu tinggi dapat menyebabkan dehidariasi. shg kelenjar ini melubrikasi folikel & batang rambut. Menjadi aktif setelah pubertas. Perlindungan terhadap gangguan fisik & mekanik Bagianian stratum korneum epidermis merupakan barier yang paling efektif terhadap berbagai faktor lingungan seperti bahan-bahan kimia. c. & gangguan fisik/mekanik baik tekanan.Kelenjar Seruminosa Merupakan kelenjar apokrin yang khusus. labia minora. Kelenjar Ekrin Ditemukan pada semua daerah kulit Saluranya bermuara langsung ke permukaan kulit.Glandula Sebasea(kelenjar minyak) Kelenjar minyak mensekresi substansi yang berminyak yang disebutsebum(tersusun atas trigliserida. virus. Perlindungan terhadap dehidariasi Keratin yang ada pada epidermis & sebum merupakan jaringan hidariopobik yang dapat mencegah keluarnya cairan & elektrolit. gesekan. & sudut mulut. yang hanya terdapat pada meatus auditorius contohternal tempat kelenjar tersebut memproduksi serumen (waxy). Core temperaturadalah temperatur yang ada pada darah. skrotum & labia mayora. suhu & nyeri) Reseptor rangsangan pada kulit : Raba : Benda Meissner. abdomen & kepala. b. Ketika core temperatur turun. Satu indaria peningkatan Core Temperatur & satu indaria penurunan.1). & merproduksi odorius sekret (sekret yang berbau khas). anus. Saluran kelenjarnya bermuara ke dalam folikel rambut. 4.

maka semakin banyak darah mengalir kedaerah tersebut. . Vit D merupakan unsur esensial untuk mercegah penyakitriketsia(suatu keadaan yang terjadi akibat defisiensi vitamin D. Proses pembentukan keringat : Suhu tubuh / lingkungat meningkat menyebabkan pembuluh darah di kulit akan melebar. Absorbsi Material yang larut dalam lemak. e.d pembuluh darah maka terjadilah penyerapan air. mudah diabsorbsi kulit. ginjal & usus untuk menyingkirkan sisa-sisa metabolisme yang tidak diperlukan oleh tubuh. kalium serta fosfor yang menyebabkan deformitas tulang). Pengeluaran (Eksresi) Kulit membantu organ-organ utama sistem eksresi seperti hati. f.Ketika core temperatur naik maka terjadi vasodilatasi pembuluh darah. garam & sedikit urea oleh kelenjar keringat kemudian keringat keluar melalui pori-pori kulit. contoh : salep. Keringat mengandung urea dengan konsentrasi 1/130 dari urea urin. g. Sejumlah obat juga dapat diserap mell kulit. Sintesis Vitamin D Kulit dapat merbuat vit D dari bahan baku 7-dihidarioksi kolesterol dengan bantuan sinar matahari (UV). Karena pangkal kelenjar keringat b.

mempunyai kondisi yang sama sebelumnya e. Be ntuk tubuh.lingkungan yang menjadi faktor masalah kulit 2. Apakah anda mempunyai riwayat hypever. kimia infeksi ) yang menimbulkan masalah pada kulit w. kaji : 1.kaji BB. apa yang membuat masalah menjadi baik j. kimia iritasi zat atau substansi yang abrasive . Apakah anda mengkonsumsi alkohol s. kosmetik baru dan lain lain. reaksi dss. RIWAYAT KESEHATAN 1) riwayat medis dan pembedahan a. sprei baru. pengobatan padnas atau dingin i. vomiting. dibagian tubuh mana rash mulai . Apakah masalah tersebut menjadi bertambah pada musim tertentu o. nyeri. dingin kaku h. kesemutan atau seperti ada yang merayap m. salep. DATA DEMOGRAFI 1) usia ( aging proses) 2) suku bangsa . Apakah ada gangguan sensasi kulit n. Apakah ada sesuatu mengenai kulit yang yang menimbulkan ruam. Jenis kosmetik apa untuk perawatan kulit yang anda gunakan v. Apakah ada hubungan antara kejadian tertentu dengan ruam kulit t.faktor ( tanaman. diare. k. 4) riwayat kesehatan saat ini a. tentang penyakit kulit yang kronis b. asma atau alergi p. Apakah di lingkungna sekitar anda terdapat faktor. kapan klien pertama kali melihat adanya rash 2. STATUS SOSIAL EKONOMI Latar belakang status ekonomi klen intuk mengidentifikasi faktor lingkungan yang dapat menjadi faktor penyebab penyakit kulit ( berapa kjam terpapar sinar matahari. Obat. menjadi lebih baik atau memburuk d. Bagaimana ruam atau lesi tersebut terlihat ketika muncul untuk pertama kalinya l. makanan yang disukai 3. bagaimana penatalaksanaanya g.PENGKAJIAN PADA SISTEM INTEGUMEN 1. nausea. bagaimana dengan personal hygienenya. baal. keadaan buruk jika tersinar matahari. rasa terbakar.ras normal / abnormal tergantung suku bangsa 3) pekerjaan .paparan sinar matahari. adakah masalah yang menyertai : gatal. anggota keluarga yang bermasalah dengan gangguan sistem integumen 3) riwayat sosial pekerjaan aktifitas sehari-hari dengan lingkungannya. Apakah terdapat rasa gatal. 5) riwayat diet . tebakar. RIWAYAT KESEHATAN SEKARANG Jika masalah kulit sudah dapat diidentifikasi.obatan apa yang anda gunakan ( krim. riwayat pembedahan 2) riwayat keluarga riwayat pengobatan a. sakit tenggorokan . bagian tubuh mana yang pertama kali terkena c. sabun baru. Apakah ada di keluarga yang mempunyai masalah kulit q. apa faktor pencetus karena makanan . Apakah erupsi kulit muncul setelaah makan makanan tertentu r. kapan pertama kali mendapat masalah kulit b. hewan jat iritan. riwayat medis baik saat ini atau sebelumnya b. lotion) untuk mengobati kelainan kulit tersebut yang dapat dibeli di toko obat u. demam. apa faktor penyebabnya f.

makula : warna kulit tegas. Kaku kuduk 4. Warna kebiruan pada sianosis menunjukan hipoksia seluler dan mudah terlihat pada ekstremitas . . Indikasi Pada nodul yang asal nya tidak jelas untuk mencegah malignitas. 1.Blister yang halus. demam. papula dan gatal –gatal yang hebat reaksi + sedang. 3. hubungkan dengan gejala penyerta yang lain : gatal. Kelembaban Secara normal kulit akan teraba kering saat disentuh. Pengerokan Kulit Sampel kulit dikerok dari lokasi lesi. berhubungan langsung dengan kenaikan bilirubin serum dan sering kali terlihat pada sklera serta membran mukosa.penlight untuk menyinari lesi . ukuran bentuk bervariasi.dengan menggunakan skatpel yang sudah dibasahi dengan minyak sehingga jaringan yang dikerok menempel pada mata pisau hasil kerokan dipindahkan ke slide kaca ditutup dengan kaca objek dan dipriksa dengan mikroskop.. Penjelasan pada pasien sebelum dan sesudah pelksanaan patch test : Jangan menggunakan obat jenis kortison selam satu minggu sebelum tgl pelaksanaan. Bau busuk Kulit normal bebas dari bau yang tidak mengenakan. Biops Kulit. nyerio tenggorokan .gatal.Pertahankan agar daerah punggung tetap kering pada saat plester masih menempel. . . Warna warna kulit normal bervariasi antara orang yang satu dengan yang lain dari berkisar warna gading atau coklat gelap. Suhu Suhu kulit normalnya hangat . gejalak kemerahan. penyebab lesi kulit 2. Pemeriksaan Cahaya Wood ( Light Wood) Menggunakan cahaya UV gelombang panjang yang disebut black light yang akan menghasilakan cahaya berpedar berwarna ungu gelap yang .Prosedur dilaksanakan dalam waktu 30 menit. proses penuaan dan peroko berat akan membuat kulit sedikit lembut. . Patch Test Untuk mrngenali substansi yang menimbulkan alergi pada pasien dibawah plester khusus ( exclusive putches ). pucat merupakan keadaan atau tidak adanya atau berkurangnya toonus serta vaskularissi yang normal dan paling jelas terlihat pada konjungtiva.kuku bibir serta membran mukosa. jamur.Blister/bullae. apakah masalahnya dapat diatasi atau bertambah banyak jika masalah sama dengan penyakit sebelumnya . eflorensi primer adalah kelainan kulit yang terjadi pada permulaan penyakit diantaranya : . Tekstur kulit Tekstur kulit normalnya lembut dan kencang. Dengan warna dan bentuk yang tidak lazim. kaji .( 20 – 30 buah.proteksi diri sarung tangan haris dipakai ketika melakukan pemeriksaan kulit Tampilan umum kulit karakteristik kulit normal diantaranya: 1. Mendapatkan jaringan untuk dilakukan pemeriksaan mikroskopik dengan cara eksisi dengan scalpel atau alat penusuk khusus ( skin punch) dengan mengambil bagian tengah jaringan. indikasi . ulserasi reaksi + kuat. . yang dicurigai. rasa bassal. EFLORENSI Eflorensi adalah pengkajian kelainan kulit yang dapat dilihat dengan mata telanjang dan bila perlu di periksa dengan perabaan ada 2 macam pengkajian efrolensi 1. . identifikasi yang menbuat masalah menjadi baik atau menjadi buruk PEMERIKSAAN FISIK Inspeksi dan palpasi dengan menggunakan : . kulit bagian tubuh yang terbuka khususnya di kawasan yang beriklim panas dan banyak cahaya matahari cenderung lebih berpigmen efek vasodilatasi yang ditimbulkan oleh demam sengatan matahari dan inflamasi akan menimbulkan bercak kemerahan pada kulit. pajanan matahari. tanpa disertai peninggian atau cekungan diameter 2. nyeri. Pada suatu kondisi saat ada peningkatan aktifitas dan pada peningkatan kecemasan kelembaban akan meningkat 5. Reaksi + lemah. eflorensi sekunder adalah kelainan kulit yang terjadi selama perjalanan penyakit PROSEDUR DIAGNOSTIK PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN SISTEM INTEGUMEN 1.). Bau yang tajam secara normal akan ditemukan pada peningkatan produksi keringat pada area aksila dan lipat paha 6. gatal.Dermatitis. Pembentukan lepuh. nausea dan vomiting. 2.dengan jumlah ynag bervariasi. Ikterus adalah keadaan kulit yang menguning . 4.3 hari setelah tes plester dilepas kemudian lokasi dievaluasi.3. Niormalnya kulit adalah elastis dan akan lebih cepat kembali turgor kulit baik 3.2. dasar . bagaimana cara mengatasinya 3. walaupun pada beberapa kondisi pada bagian ferifer seperti tangan dan telapak kaki akan teraba dingin akibat vasokontriksi 4. tonjolan halus.Sample masing – masing bahan tes dalam jumlah yang sedikit dibubuhkan pada plester berbentuk cakaram kemudian ditempel pada punggung. gatal rasa terbakar.pakaian dapat dilepaskan seluruhnya dan diselimuti dengan benar . 2.

Indikasi . ditandai dengan mengungkapkan peningkatan kenyamanan kulit. Diagnosis Keperawatan Diagnosa keperawatan yang umumnya muncul pada klien penderita kelainan kulit seperti dermatitis kontak adalah sebagai berikut : 1.Terdapat tanda-tanda dermatitis terutama pada tempat kontak. Lesi pada umumnya timbul pada tempat kontak. riwayat penyakit yang lengkap. Gunakan air hangat 3. tidak berbatas tegas dan dapat meluas ke daerah sekitarnya. 4. 2.Uji tempel dengan bahan yang dicurigai hasilnya positif.Rasa gatal 5. Adanya riwayat kontak dengan suatu bahan satu kali tetapi lama. Intervensi: 1. kosmetika. Resiko kerusakan kulit berhubungan dengan terpapar alergen 3. ASUHAN KEPERAWATAN. Gangguan pola tidur berhubungan dengan pruritus 5. Hindari mandi busa. Segera oleskan salep atau krim yang telah diresepkan setelah mandi. herpes simplek dan semua bentuk pemfigus. pemeriksaan fisik dan uji tempel. B. dan jam tangan serta kondisi lain yaitu riwayat medis umum dan mungkin faktor psikologik. kaca mata. Apus Tzanck Untuk memeriksa sel – sel kulit yang mengalami pelepuhan. Intervensi Keperawatan 1. Mandi paling tidak sekali sehari selama 15 – 20 menit. .Herpes zoster. obyek personal meliputi pertanyaan tentang pakaian baru. Kriteria diagnosis dermatitis kontak adalah : 1. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan kekeringan pada kulit 2. penyembuhan area kulit yang telah rusak. Pada anamnesis perlu juga ditanyakan riwayat atopi. digunakan untuk memebedakan lesi epidermis dengan dermis dan hipopigmentasi dengan hiperpigmentasi. sepatu lama.khas. Pemeriksaan fisik didapatkan adanya eritema. . 2. Perubahan rasa nyaman berhubungan dengan pruritus 4. 4. Karena beberapa bagian tubuh sangat mudah tersensitisasi dibandingkan bagian tubuh yang lain maka predileksi regional diagnosis regional akan sangat membantu penegakan diagnosis. berkurangnya derajat pengelupasan kulit. yang tumbuhnya setelah pada tempat kontak. 2.varisella. edema dan papula disusul dengan pembentukan vesikel yang jika pecah akan membentuk dermatitis yang membasah. berkurangnya lecet karena garukan.PADA KLIEN DENGAN DERMATITIS 1. perjalanan penyakit. berkurangnya kemerahan. Pengkajian Untuk menetapkan bahan alergen penyebab dermatitis kontak diperlukan anamnesis yang teliti.cahaya akan terlihat jelas pada ruangan yang gelap. riwayat kontaktan dan pengobatan yang pernah diberikan oleh dokter maupun dilakukan sendiri.Terdapat tanda-tanda dermatitis disekitar tempat kontak dan lain tempat yang serupa dengan tempat kontak tetapi lebih ringan serta timbulnya lebih lambat. Mandi lebih sering jika tanda dan gejala meningkat. beberapa kali atau satu kali tetapi sebelumnya pernah atau sering kontak dengan bahan serupa. Diagnosa I : Gangguan integritas kulit berhubungan dengan kekeringan pada kulit Tujuan :Kulit klien dapat kembali normal. hobi. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan penampakan kulit yang tidak bagus. Kriteria hasil : Klien akan mempertahankan kulit agar mempunyai hidrasi yang baik dan turunnya peradangan. 5. Gunakan sabun yang mengandung pelembab atau sabun untuk kulit sensitive. 3. pekerjaan. 5. Oleskan/berikan salep atau krim yang telah diresepkan 2 atau tiga kali per hari.Secret dari lesi yang dicurigai dioleskan pada slide kaca diwarnai dan periksa.

Tujuan : Klien bisa beristirahat tanpa adanya pruritus. 2.Melaporkan gatal mereda. 6.Menguatkan kembali dukungan positif dari diri sendiri. Cuci semua pakaian sebelum digunakan untuk menghilangkan formaldehid dan bahan kimia lain serta hindari menggunakan pelembut pakaian buatan pabrik. 4. 4. bila memungkinkan. Nasihati klien untuk menjaga kamar tidur agar tetap memiliki ventilasi dan kelembaban yang baik.Menghindari konsumsi kafein.Mengenali pola istirahat/tidur yang memuaskan. Menghindari minuman yang mengandung kafein menjelang tidur. Diagnosa II: Resiko kerusakan kulit berhubungan dengan terpapar alergen Tujuan :Tidak terjadi kerusakan pada kulit klien Kriteria hasil :Klien akan mempertahankan integritas kulit.Identifikasi stadium psikososial terhadap perkembangan. 2. Tujuan :Pengembangan peningkatan penerimaan diri pada klien tercapai Kriteria Hasil : 1. 2. Intervensi : 1. 3. bantu klien yang cemas mengembangkan kemampuan untuk menilai diri dan mengenali masalahnya.Melaporkan perasaan dalam pengendalian situasi. Gunakan deterjen ringan dan bilas pakaian untuk memastikan sudah tidak ada sabun yang tertinggal. klien tidur nyenyak tanpa terganggu rasa gatal.Mengenali tindakan untuk meningkatkan tidur. Hindari binatang peliharaan. 3.Nilai rasa keprihatinan dan ketakutan klien. 3. 4. 6. Gunakan penyejuk ruangan (AC) di rumah atau di tempat kerja. Diagnosa V: Gangguan citra tubuh berhubungan dengan penampakan kulit yang tidak bagus. 4.ucapan merendahkan diri sendiri). 5. Melaksanakan gerak badan secara teratur. Diagnosa VI: Gangguan pola tidur berhubungan dengan pruritus. ditandai dengan berkurangnya lecet akibat garukan.2. ditandai dengan menghindari alergen Intervensi 1.Mempertahankan kondisi lingkungan yang tepat. Tujuan : Rasa nyaman klien terpenuhi Kriteria hasil : Klien menunjukkan berkurangnya pruritus. klien mengungkapkan adanya peningkatan rasa nyaman Intervensi 1. 3.Mengembangkan peningkatan kemauan untuk menerima keadaan diri.Mengikuti dan turut berpartisipasi dalam tindakan perawatan diri. 2. 2. 3. 3.. 5. Menjaga agar kulit selalu lembab.Kaji adanya gangguan citra diri (menghindari kontak mata.Berikan kesempatan pengungkapan perasaan.Tampak tidak meprihatinkan kondisi. 4.Menggunakan teknik penyembunyian kekurangan dan menekankan teknik untuk meningkatkan penampilan Intervensi : 1. 5. 4. Kriteria Hasil : 1. Ajari klien menghindari atau menurunkan paparan terhadap alergen yang telah diketahui. 7. Diagnosa III: Perubahan rasa nyaman berhubungan dengan pruritus.Mencapai tidur yang nyenyak. Jelaskan gejala gatal berhubungan dengan penyebabnya (misal keringnya kulit) dan prinsip terapinya (misal hidrasi) dan siklus gatal-garuk-gatal-garuk.Mengutarakan perhatian terhadap diri sendiri yang lebih sehat. . Baca label makanan kaleng agar terhindar dari bahan makan yang mengandung alergen 3. 2.

Evaluasi Evaluasi yang akan dilakukan yaitu mencakup tentang : 1.com/2009/03/askep-klien-dermatitis-alergi.Memahami pentingnya nutrisi untuk kesehatan kulit.Memiliki pemahaman terhadap perawatan kulit. Dukung upaya klien untuk memperbaiki citra diri .Pengkajian Keperawatan.dokterumum.html http://www.2010.Mengikuti terapi dan dapat menjelaskan alasan terapi. merapikan. DAFTAR PUSTAKA Muttaqin Arif.Menggunakan obat topikal dengan tepat.Jakarta:Salemba Medika http://devilsavehuman. 2. pembersihan dan balutan basah sesuai program.5. 6.html .blogspot. 3.Mendorong sosialisasi dengan orang lain.Melaksanakan mandi. D. 5.net/arsip/asuhan-keperawatan-pada-klien-dengan-gangguan-dermatitis-com. spt merias. 4.