BAB 1 PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang

Bermain adalah kegiatan yang dilakukan secara sukarela untuk memperoleh kepuasan. Aktivitas bermain merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan bagi anak, meskipun hal tersebut tidak meghasilkan komoditas tertentu. Aktifitas bermain merupakan salah satu stimulus bagi

perkembangan anak secara optimal. Anak bebas mengekspresikan perasaan takut, cemas, gembira atau perasaan lainnya sehingga hal tersebut memberikan kebebasan bermain untuk anak sehingga orang tua dapat mengetahui suasana hati si anak. Oleh karena itu dalam memilih alat bermain hendaknya disesuaikan dengan jenis kelamin dan usia anak. Sehingga dapat merangsang perkembangan anak secara optimal. Dalam kondisi sakit atau anak dirawat di rumah sakit, aktifitas bermain ini tetap perlu dilaksanakan disesuaikan dengan kondisi anak. Aktivitas bermain merupakan salah satu stimulus bagi

perkembangan anak secara optimal. Bermain merupakan cara alamiah bagi anak untuk mengungkapkan konflik dari dirinya. Bermain tidak sekedar mengisi waktu,tetapi merupakan kebutuhan anak seperti halnya makanan, perawatan, cinta kasih, dan lain sebagainya. Anak memerlukan berbagai variasi permainan untuk kesehatan fisik, mental dan

perkembangan emosinya. Bermain dapat mengungkapkan bahasa dan keinginan dalam mengungkapkan konflik dari anak yang tidak disasarinya serta dialami dengan kesenangan yang diekspresikan melalui psikososio yang

berhubungan dengan lingkungan tanpa memperhitungkan hasil akhirnya.

1

Dari data yang didapat di RSUD Pontianak di ruang anak (G) di temukan data pada tanggal 21 Januari sampai 26 Januari 2008 adalah sebagai berikut.: Anak-anak yang dirawat umur 0-1 tahun berjumlah 14 orang, dalam hal ini tidak semua pasien diambil untuk terapi bermain akan tetapi diambil 2 orang karena orang tersebut sudah termasuk dalam kondisi perawatan minimal (minimal care). Kemudian umur 1-3 tahun berjumlah 6 orang, dalam hal ini tidak semua pasien diambil untuk terapi bermain akan tetapi diambil 3 orang karena orang tersebut sudah termasuk dalam kondisi perawatan minimal (minimal care). Dan umur diatas 3 tahun berjumlah 5 orang, dalam hal ini tidak semua pasien di ambil untuk terapi bermain akan tetapi diambil 1 orang karena orang tersebut sudah termasuk dalam kondisi perawatan minimal (minimal care). Pasien yang diambil untuk TAK berjumlah 6 orang, karena jumlah. 1.2. Tujuan

1.2.1. Tujuan Umum Merangsang perkembangan sensorik, intelektual, sosial, kreatifitas, kesadaran diri, moral, dan bermain dengan terapi 1.2.2. Tujuan Khusus a. Meningkatkan kemampuan dan kreatifitas b. Meningkatkan keterampilan anak c. Mengidentifikasi anak terhadap keterampilan tertentu d. Memberikan kesenangan dan kepuasan 1.3. Manfaat a. Untuk anak-anak sebagai salah satu terapi pengobatan dan menghilangkan kejenuhan terhadap suasana rumah sakit. b. Sebagai sarana orang tua untuk mengetahui suasana hati anak saat ber

2

Bermain pada anak dapat meningkatkan kecerdasannya dalam berfikir dan membantu anak untuk mengembangkan imajinasinya serta melatih daya motorik halus dan kasar pada anak.BAB 2 PROPOSAL KEGIATAN TERAPI BERMAIN PADA ANAK USIA 1 .2004) mengemukakan bahwa bermain dapat digunakan untuk menjelajahi dunianya. intelektual. Pada anak prasekolah umumnya perkembangan motorik kasar dan motorik halusnya sudah baik pula dalam berkomunikasi verbal dan non verbal. Sehingga dapat di ambil gagasan bahwa Terapi bermain ini sangat dibutuhkan oleh seorang anak. Dengan bermain anak memiliki kemampuan untuk memahami konsep secara ilmiah. dimana ini merupakan kebutuhan psikososial anak baik keadaan sehat maupn sakit. keterampilan 3 . Dengan mengerti tentang dunia anak terutama usia anak toddler.2 TAHUN 2. mengembangkan kompetensi dalam usaha mengatasi dunianya. Alasan kelompok kami mengadakan terapi kelompok bermain pada anak usia prasekolah karena lebih kooperatif dan memungkinkan untuk diajak bermain dan alasan kelompok kami mengadakan terapi bermain menggambar pada usia prasekolah adalah untuk mengembangkan motorik halus. tanpa paksaan. maka dengan ini kami bermaksud untuk melaksanakan program terapi bermain karena dengan bermain akan membuat anak menjadi lebih rileks. Adapun tempat pelaksanaan yaitu di ruang kelas dan ruang anak tersebut memiliki kapasitas tempat cukup besar untuk anak usia 1-2 tahun (toddler) terafi bermain ini dilakukan pada Anak menurut umur : Usia 1-2 tahun. dan mengembangkan kreativitas anak.1 LATAR BELAKANG Menurut singer (dalam kusantanti.

berkaitan dengan sisi dari kehidupannya seperti untuk melanjutkan 4 .2 Tujuan 2. sedangkan menurut Chaterine Garvey ( 1997 ) bermain adalah cara anak lebih sering berperan aktif. Dapat merangsang imajinasi anak c. b.2. d. Bermain yang merupakan cara anak untuk memenuhi kebutuhannya.2.kognitif. 2. Dapat menambah keterampilanya.Cpaing ( 1992 ) adalah cara unik bagi anak memahami dan mempelajari dunianya. 2. 2.1 Tujuan Instruksional Khusus Setelah dilakukan tindakan program terafi bermain pada anak usia 1.3 RANCANGAN TEORI Bermain menurut J. selain itu pada usia ini merupakan usia awal dalam berimajinasi serta sudah lebih kooperatif untuk di ajak bermain. Dapat mengurangi rasa stress anak. Dapat mngurangi rasa cemas anak.2 tahun selama kurang lebih 30 menit diharapkan anak dapat mengekspresikan perasaaannya dan menurunkan kecemasannya serta dapat melanjutkan tumbuh kembang anak yang normal atau sehat.2 Tujuan instruksional khusus Tujuan dari program bermain ini yaitu agar : a.

1 Tujuan bermain pada usia 1.2 tahun : 1. Tahap perkembangan anak 2. Meningkatkan kemampuan berbahasa 6. Status kesehatan anak 4. Melakukan apa yang dapat dilakukan 4. Berkomunikasi 2. Belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan 3.3. dan sebagainya 2.3. Alat dan jenis permainan yang cocok 5 . 2. Mengembangkan keterampilan berbahasa dan kognitif 3.perkembangan social dan meningkatkan kreatifitasnya bermain merupakan media untuk belajar karena melalui bermain anak akan : 1. Dapat beradaptasi secara efektif terhadap stres karena sakit dan dirawat. Melatih motorik halus kasar 4. warna dan jenis. Jenis kelamin anak 3. Mampu menmbuat gambar yang sudah ditentukan 5.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi bermain : 1. Mengenal waktu. Dapat melanjutkan tumbang yang normal 7. Lingkunan yang mendukung 5. keinginan dan fantasi /ide-ide 8. Mengembangkan Kreativitas 9. Menyalurkan emosi/peran anak 2. Dapat mengekspresikan perasaan.

2.Bermain dengan oranglain membantu untuk mengembangkan hubungan social dan belajar memecahakan masalah dari hubungan. Contoh gambar : Adapun tujuan program bermain adalah: 1. 2.3 Jenis permainan 1. Perkembangan sensorik dan motorik untuk meningkatkan fungsi otot walapun dalam keadaan sakit. Bermain dengan anak. belajar untuk memberi dan menerima b. Perkembangan intelektual melatih kemampuan mengeluarkan imajinasi melalui gambar 3. Menggambar. c. Yaitu memberikan instruksi untuk anak menggambar bebas dngan tema mengenai ayah dan ibu mereka.3.Dengan bermain anak belajar bertanggung jawab terhadap tindakan 6 . Perkembangan Sosial a.

Endi Mardiantusi 7 .3. Kriteria Klien a. Fasilitator : Juaeni adnan : Baiq Gita : 1. Mila umur 2 tahun b. Siti Murjani 3. Anak kooperatif c. Leader b. Anak dengan komunikasi verbal baik d.Kesadaran diri : anak mengenal kemamapuannya dan membandingkan dengan orang lain.4 Antisipasi Masalah   Libatkan orang tua dalam proses terapi bermain Jika anak tidak kooperatif anak akan diajak bermain secara perlahan-lahan. Proses seleksi Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai yaitu anak mengekpresikan ide-ide atau perasaan secara optimal dan bersosialisasi dengan efektif seperti kriteria diatas 3.d. Anak yang berumur usia ( 1-2 tahun ) b. Nazila B umur 1 tahun 2. Budi Asih 2.3.6 Orientasi dan uraian kerja 1.3. Struktur organisasi a. Leader c.5 Sasaran 1. 2. Co. Nama klien yang mengikuti a. 2. Anak dengan kondisi membaik 2.

 Mencatat seluruh proses yang dikaji dan semua perubahan prilaku. Fasilitator  Menyiapkan alat-alat permainan  Memberi motivasi kepada anak untuk menyusun gambar  Mempertahankan kehadiran anak  Mencegah gangguan/hambatan terhadap anak baik luar maupun dalam. Baiq mega 2. Wahyu Adrian 2. Observer : 1. d.d. Co.Leader  Membantu leader dalam mengorganisasi anggota. Uraian Tugas a. c.  Mencatat dan mengamati peserta aktif dari program bermain 8 . 0bserver  Mencatat dan mengamati respon klien secara verbal dan non verbal. Leader  Menjelaskan tujuan bermain  Mengarahkan proses kegiatan pada anggota kelompok  Menjelaskan aturan bermain pada anak  Mengevaluasi perasaan setelah pelaksanaan b.

45 WIB : Ruang Kelas : 8 orang : pensil. drawing book dan gambar Pengorganisasian :  Leader menyebutkan dan menjelaskan aturan permainan  Fasilitator menyiapkan gambar yang telah diacak  Fasilitator memberikan motivasi kepada masing-masing anak untuk membuat gambar yang telah ditentukan.  Observer mengamati jalannya kegiatan dan respon selama bemain Setting Tempat Keterangan: ☺= Leader ☻= Co Leader  = Anak-anak ☼ ☻  ☺  = Fasilitator ☼ = Observer  9 .10.7 Pelaksanaan Hari Waktu Tempat Anggota Alat Bantu : kamis.3.2.00 . 12 Juni 2012 : 10.

Menjelaskan pada keluarga tentang tujuan dan manfaat bermain. a. Waktu 10 menit Subjek terapi Ruangan. Menyiapkan alat-alat. salam mengucapkan 5 menit 3 menit 10 menit Bermain bersama 5 menit Memperhatikan 2 menit Menjawab salam. b.alat. Menyiapkan keluarga 2 Proses Membuka proses terapi bermain dengan mengucapkan salam.anak dan keluarga siap b. menjelaskan cara permainan.2. c. c. memperkenalkan diri kepada keluarga.8 Rencana Pelaksanaan No 1 a. perasaan melalui permainan yang telah dilakukan 10 .3. anak dan Memperkenalkan diri. 3 Penutup Menyimpulkan. Terapis Persiapan Menyiapkan ruangan.9 Proses Evaluasi     Anak terlibat dan aktif dalam terapi bermain Anak mengikuti terapi bermain sampai selesai Anak mau berinteraksi dengan perawat Anak dapat mengekspresikan pikiran. dengan antusias dan mengungkapkan ekspresi Memperhatikan menawab salam dan 2.3. Mengajak anak bermain Mengevaluasi respon anak dan keluarga.

emosional dan sosial dan bermain merupakan media yang baik untuk belajar karena dengan bermain . (Wong. dan untuk meningkatkan kesejahteraan mental dan sosial anak. 1983). belajar mengenal dunia dan meningkatkan kesejahteraan mental serta sosial anak. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa bermain adalah: “Kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan anak sehari-hari karena bermain sama dengan kerja pada orang dewasa. jarak. intelektual. mengenal lingkungan. melakukan apa yang dapat dilakukan. serta suara . Bermain adalah kegiatan yang dilakukan sesaui dgn keinginanya sendiri dan memperoleh kesenangan.BAB 3 PEMBAHASAN 3.1. 2000). belajar berkomunikasi dengan lingkungan.” 11 . dan mengenal waktu. 1989). Definisi Bermain adalah satu kegiatan menyenangkan bagi anak yang dilakukan setiap hari secara sukarela untuk memperoleh kepuasan dan merupakan media yang baik bagi anak-anak untuk belajar komunikasi. anak akan berkata-kata. yang dapat menurunkan stres anak. Bermain adalah cara alamiah bagi anak untuk mengungkapkan konflik dalam dirinya yang tidak disadarinya . (Foster. menyesuaikan diri dengan lingkungan. Bermain adalah cerminan kemampuan fisik. (Miller dan Keong. belajar memnyesuaikan diri dengan lingkungan.

6. kreatifitas. 7. 3. sehingga tidak akan merasa jenuh. perkembangan moral dan bermain sebagai terapi (Soetjiningsih. Bermain tidak sekedar mengisi waktu tetapi merupakan kebutuhan anak seperti halnya makan. Perkembangan kesadaran diri. Bermain sebagai terapi. perawatan dan cinta kasih. anak akan mengalihkan rasa sakitnya pada permainannya dan relaksasi melalui kesenangannya bermain. 5. 12 . Perkembangan kreatifitas anak belajar merealisasikan diri.2. Perkembangan moral. 4. Perkembangan sensorik-motorik merupakan komponen terbesar yang digunakan anak dan bermain aktif sangat penting untuk perkembangan pengobatan.3. perkembangan intelektual. anak akan belajar mengenai nilai dan moral dan etika belajar membedakan mana yang benar dan mana yang salah serta belajar bertanggung jawab atas segala tindakan yang telah dilakukan. Perkembangan sosial anak akan memberi dan menerima serta mengembangkan hubungan sesuai dengan belajar memecahkan masalah dan hubungan sulit. 1995). kesadaran diri. Fungsi utama bermain adalah merangsang perkembangan sensoris-motorik. Fungsi Fungsi Bermain Fungsi bermain adalah merangsang perkembangan sensorikmotorik. moral dan bermain sebagai terapi. sosial. anak belajar mengenal kemampuan dengan mencoba peran-peran baru dan mengetahui dampak tingkah lakunya terhadap orang lain. 2. perkembangan sosial. perkembangan kreativitas. Perkembangan intelektual anak melakukan eksplorasi dan manipulasi terhadap segala sesuatu yang ada dilingkungan sekitar. 1. perkembangan kesadaran diri. Anak bermain pada dasarnya agar ia memperoleh kesenangan.

Sebelum memberikan berbagai jenis permainan pada anak.audio dan visual melalui rangsangan ini perkembangan sensorik dan motorik akan meningkat. Membantu Perkembangan Sensorik dan Motorik Fungsi bermain pada anak ini adalah dapat dilakukan dengan melakukan rangsangan pada sensorik dan motorik melalui rangsangan ini aktifitas anak dapat mengeksplorasikan alam sekitarnya sebagai contoh bayi dapat dilakukan rangsangan taktil. memahami bentuk ukuran dan berbagai manfaat benda yang digunakan dalam permainan. Membantu Perkembangan Kognitif Perkembangan kognitif dapat dirangsang melalui permainan. maka orang tua seharusnya mengetahui maksud dan tujuan permainan pada anak yang akan diberikan. 2. mampu membedakan khayalan dan kenyataan. Hal ini dapat terlihat pada saat anak bermain. maka anak akan mencoba melakukan komunikasi dengan bahasa anak. mampu belajar warna.sehingga 13 . mampu memahami obyek permainan seperti dunia tempat tinggal. apabila sejak bayi dikenalkan atau dirangsang melalui suara-suara maka daya pendengaran di kemudian hari anak lebih cepat berkembang di bandingkan tidak ada stimulasi sejak dini. agar diketahui perkembangan anak lebih lanjut. Hal tersebut dapat dicontohkan sejak lahir anak yang telah dikenalkan atau dirangsang visualnya maka anak di kemudian hari kemampuan visualnya akan lebih menonjol seperti lebih cepat mengenal sesuatu yang baru dilihatnya. Untuk lebih jelasnya dibawah ini terdapat beberapa fungsi bermain pada anak diantaranya : 1. optimal dan sensitif. Demikian juga pendengaran.mengingat anak memiliki berbagai masa dalam tumbuh kembang yang membutuhkan stimulasi dalam mencapai puncaknya seperti masa kritis.

Meningkatkan Kesadaran Diri Bermain pada anak akan memberikan kemampuan pada anak untuk ekplorasi tubuh dan merasakan dirinya sadar dengan orang lain yang merupakan bagian dari individu yang saling berhubungan. jadi seorang anak. seperti bermain bongkar pasang mobil-mobilan. Meningkatkan Kreatifitas Bermain juga dapat berfungsi dalam peningkatan kreatifitas. kemudian bermain peran seperti bermain-main berpura-pura menjadi seorang guru.fungsi bermain pada model demikian akan meningkatkan perkembangan kognitif selanjutnya. sebagai contoh dimana pada usia bayi anak akan merasakan kesenangan terhadap kehadiran orang lain dan merasakan ada teman yang dunianya sama. 3. menjadi seorang ibu dan lainlain. Mempunyai Nilai Terapeutik 14 . 5. menjadi seorang bapak. membandingkan dengan perilaku orang lain. Meningkatkan Sosialisasi Anak Proses sosialisasi dapat terjadi melalui permainan. dimana anak mulai belajar menciptakan sesuatu dari permainan yang ada dan mampu memodifikasi objek yang akan digunakan dalam permainan sehingga anak akan lebih kreatif melalui model permainan ini. kemudian pada usia prasekolah sudah mulai menyadari akan keberadaan teman sebaya sehingga harapan anak mampu melakukan sosialisasi dengan teman dan orang 4. anak mau belajar mengatur perilaku. pada usia toddler anak sudah mencoba bermain dengan sesamanya dan ini sudah mulai proses sosialisasi satu dengan yang lain. 6.

Mempunyai Nilai Moral Pada Anak Bermain juga dapat memberikan nilai moral tersendiri kepada anak.Bermain dapat menjadikan diri anak lebih senang dan nyaman sehingga adanya stres dan ketegangan dapat dihindarkan. Jean Piaget (1962) Menurut Piaget ada 4 tahapan bermain pada anak yaitu : 1. 3. Sensory Motor Play (+/. 7. hal ini dapat dijumpai anak sudah mampu belajar benar atau salah dari budaya di rumah. di sekolah dan ketika berinteraksi dengan temannya. B. lalu mengamatinya.3 Karaktristik Bermain menurut para ahli A. dan juga ada beberapa permainan yang memiliki aturan-aturan yang harus dilakukan tidak boleh dilanggar. Hurlock (1981) Menurut Hurlock ada 4 tahapan bermain pada anak. kegiatan anak mulai lebih terkoordinasi dan ia mulai belajar dari pengalaman bermainnya.Tahap Penjelajahan (Exploratory stage) Ciri khasnya adalah berupa kegiatan mengenai obyek atau orang lain. yaitu : 1. mencoba menjangkau atau meraih benda dikelilingannya.5 tahun) Pada tahapan ini.¾ bulan-1. 15 . mengingat bermain dapat menghibur diri anak terhadap dunianya.

pada saat sakit anak mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Mengekspresikan perasaan. keinginan. Bermain Fungsionil (Functional Play) Tampak pada anak usia 1-2 tahun berupa gerakan yang bersifat sederhana dan berulang-ulang. Waktu yang cukup 3.C. Rubin. Jenis kelamin anak 3. Lingkungan yang tidak mendukung 5. Pengembangan kreatifitas dan kemampuan memecahkan masalah. Alat permainan 16 . 4. Fein & Vandenberg (1983) dan Smilansky (1968) ada 4 tahapan bermain pada anak. Tahap perkembangan 2. dan fantasi serta ideidenya.4 Tujuan Bermain 1. Perlu energi ekstra 2.5. Fein & Vandenberg (1983) dan Smilansky (1968) Menurut Rubin.4. 3. Alat dan jenis permainan yang cocok atau sesuai dengan anak 3. Faktor Yang Mempengaruhi Aktifitas Bermain 1. 3. 3. Dapat beradaptasi secara efektif terhadap stres karena sakit dan dirawat di rumah sakit. Prinsip-Prinsip Dalam Aktivitas Bermain 1. Untuk melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan yang normal pada saat sakit. 2. yaitu : 1. Status kesehatan anak 4.

Jika ia telah menguasainya Anda dapat memberinya mainan anak puzzle yang lebih banyak jumlah potongannya. Mainan tambahan untuk usia ini dapat berupa: a. mengungkapkan kata pertamanya.4.menarik bagi balita. Ia semakin terampil berjalan sendiri.6 Beberapa Jenis Permainan untuk Anak Usia ( 1-2 tahun ) Umur 1 . Teman bermain 3. Pada masa ini pula. Gambar : 17 . mengenal bentuk dan warna serta belajar membuat sesuatu.2 tahun merupakan masa tarik . Tetaplah kreatif menggunakan mainan anak yang sudah ada untuk membantu si kecil memulai langkah pertamanya. Pengetahuan cara bermain 6. misalnya hanya terdiri dari 4 potong puzzle. Aneka Puzzle. bahkan selalu mencoba mengambil sendiri benda yang menarik perhatiannya. Ruang untuk bermain 5. antara kebutuhannya untuk mandiri (independen) dan keinginannya untuk tetap dibantu. imajinasinya sudah mulai nampak. emosi dan imajinasinya. Dengan memberikan mainan yang tepat orang tua dapat membantunya untuk mengembangkan kemampuan fisik. Mulailah dari yang sangat sederhana.

Keinginan anak mencoret-coret menggunakan krayon dalam genggamannya semakin besar. toy shop. melompat dll secara teratur mengikuti irama. Kalau ingin membeli mainan bisa di tempat jual mainan.b. Sertai dengan ekspresi lucu dan khas untuk masing- 18 . e. d. Bergerak mengikuti suatu irama/hitungan. berputar. Kanvas Besar. toy store. menaiki tangga. mainan online. Menyebutkan nama benda. Arena Panjat Mini. toko mainan. Ajaklah si kecil bertepuk tangan. menggeleng. meluncur dengan aman sesuai bentuk dan tinggi tubuhnya. c. Mainan childrens toy ini memberi kesempatan anak memanjat. Ejakan nama tiap-tiap benda per suku kata agar anak dapat mengikuti. Anda dapat menempelkan kertas di lantai atau dinding dan memberi kesempatan padanya untuk mencoret-coret sesuka hatinya.

brum-brum”. Memainkan pedalnya (baik dikayuh sendiri ataupun di dorong) masih cukup mengasikkan bagi mereka. g. fungsi dan lain-lain. f. warna. Klasifikasi. Kenalkan mereka permainan seperti sepakbola atau bolabasket dengan membuat miniaturnya dirumah. Libatkan anak saat membereskan mainan childrens toy atau mengangkat cucian untuk mengenal klasifikasi jenis benda. Sepeda.masing benda agar mudah diingat dan suasana belajar jadi menyenangkan. “ini mo-bil. Anak seumuran 2 tahun masih senang bermain dengan sepeda sepedaan seperti trike (sepeda roda tiga) atau sepeda roda empat. Misalnya. Pada usia ini mereka mulai bisa menendang melempar bahkan menangkap bola. Gamabar : h. Bola merupakan mainan kesukaan semua anak. Bola. 19 .

menggambar semakin menjadi favorit pada anak usia ini. Lego. Seiring dengan berkembangnya imajinasi. Menggambar. j. Pada usia ini mereka mulai kenal dengan warna dan bentuk. Dengan lego mereka bisa memainkan imajinasinya untuk membuat bis. Setelah jadi pun. Lego masih tetap mainan favorit anak. mobil. bantulah mereka untuk belajar menulis dan menggambar lebih baik dengan membuatkan dotted-letter dan kertas mewarnai. rumah atau apapun yang mereka inginkan. Gamabar : 20 . mereka masih akan memainkannya lagi lengkap dengan efek suara yang ada. Beberapa anak sudah bisa membuat bentuk geometri.Gambar : i. menulis huruf dan angka.

8 .TERAPI BERMAIN PADA ANAK YANG DIHOSPITALISASI Setiap anak meskipun sedang dalam perawatan tetap membutuhkan aktivitas bermain. meski mainan yang bagus umumnya relatif mahal. orangtua pun harus mengetahui. c. Bermain dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk menyelesaikan tugas 21 . dan tidak mudah rusak. tapi lihat juga apakah mainan itu aman buat si kecil. melainkan pilihlah yang sarat akan manfaatnya buat anak. Jangan membeli mainan bertipe atau model sama. 3. tidak mudah terkelupas. Alangkah lebih baik jika bulan berikutnya membelikan sepeda bertumpuk. Ingat. Jangan pilih mainan asal mahal. dan bentuk mainan. Misal.7 HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN : a. Selain melihat mainan sesuai usia. Mainan mahal tidak selalu bagus. Keamanan salah satunya meliputi bahan seperti apakah bahan plastiknya tidak mengandung racun. Jangan belikan mainan terlalu rumit buat bayi. apakah bayinya mampu memainkannya. semakin bervariasi mainan akan semakin baik. b. model. Anda membeli puzzle dengan model binatang. Jangan tertarik oleh tampilan. d.3.

ketakutan. Menganjurkan untuk berinteraksi dan mengembangkan sikap-sikap yang positif terhadap orang lain Memberikan cara untuk mengekspresikan ide kreatif dan minat Memberi cara mencapai tujuan-tujuan terapeutik (Wong . Bermain juga menyediakan kebebasan untuk mengekspresikan emosi dan memberikan perlindungan anak terhadap stres. 1999). frustasi dan marah terhadap penyakit dari hospitalisasi (Mott. Dengan demikian diharapkan respon anak terhadap hospitalisasi berupa perilaku agresif. 22 .perkembangan secara normal dan membangun koping terhadap stres. kecemasan. Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh seorang anak bila bermain dilaksanakan di suatu rumah sakit. regresi dapat berkurang sehingga anak lebih kooperatif dalam menjalani perawatan di rumah sakit. pengobatan dan prosedur invasif.1996). sebab bermain membantu anak menanggulangi pengalaman yang tidak menyenangkan. antara lain: Memfasilitasi situasi yang tidak familiar Memberi kesempatan untuk membuat keputusan dan kontrol Membantu untuk mengurangi stres terhadap perpisahan Memberi kesempatan untuk mempelajari tentang fungsi dan bagian tubuh Memperbaiki konsep-konsep yang salah tentang penggunaan dan tujuan peralatan dan prosedur medis Memberi peralihan dan relaksasi Membantu anak untuk merasa aman dalam lingkungan yang asing Memberikan cara untuk mengurangi tekanan dan untuk mengekspresikan perasaan.

Mempertimbangkan keamanan dan infeksi silang. 3.3. sedih tegang dan nyeri4.  K esulitan bicara. 3. Kelompok umur yg sama.9 PRINSIP BERMAIN DI RS :       Tidak banyak mengeluarkan energi.  Gangguan emosi dan  Takut dan cemas. KEPADA SIAPA TERAPI BERMAIN DIBERIKAN  Mempunyai pengalaman diperlakukan dengan kejam dan diabaikan. tetapi juga akan membantu anak mengekspresikan perasaan dan pikirancemas.  Mengalami masalah penyesuaian sosial. Permainan tidak bertentangan dgn pengobatan Semua alat permaianan dpt dicuci Melibatkan orang tua. skizofren.Permainan yang terapeutuk akan dapat meningkatkan kemampuan anak untuk mempunyai tingkah laku yang positif. takut. singkat dan sederhana.10.11 KEUNTUNGAN BERMAIN ANAK DI RUMAH SAKIT  Meningkatkan hubungan antara klien (anak dan keluarga) dan perawat2 . 23 . Aktivitas bermain yang terprogram akan memulihkan perasaan mandiri Permainan pada anak di rumah sakit tidak hanya memberikan rasa senang padaanak.  Mengalami gangguan visual spatial. P e r a w a t a n di rumah sakit akan m e m b a t a s i k e m a m p u a n a n a k u n t u k m a n d i r i .

4. dan sakit. karena anak pada masa ini sering memasukkan mainan ke dalam mulutnya.  Gunakan alat permainan yang ringan dan tidak tajam.  Orang tua atau orang dewasa hendaknya mengawasi anak saat bermain.tegang.  Bermain memberikan pengetahuan dan pengalaman baru pada anak.  Bermain dapat memberikan kesenangan dan mengurangi rasa sakit pada anak. dan prinsip bermain untuk anak dirumah sakit bertujuan untuk memberikan relaksasai dan penenangan dari rasa takut. cemas.2 SARAN  Hindari permainan yang membahayakan. (Foster. Kebutuhan bermain mengacu pada tumbuh kembang anak. 24 .  Bermain pada anak berfungsi membantu anak menuju proses kesembuhannya lebih cepat.  Para orang tua hendaknya memberikan permainan dari bahan yang steril dan beracun. 1989).1 KESIMPULAN Bermain adalah kegiatan yang dilakukan sesaui dgn keinginanya sendiri dan memperoleh kesenangan.BAB 4 PENUTUP 4.

indoglobal. Prinsip Keperawatan Pediatrik. (2002). Saccharin.com/mei16 ngemil.Y. http://asuhankeperawatanonline.com 25 .htm. (2000).blogspot. Jakarta : EGC Soekirman.html http://mommygadget.Jakarta : EGC Http: www.html.com/mitra_bayi_Gizi2. Buku Ajar : Konsep dasar keperawatan.namabayi.balitaanda.DAFTAR PUSTAKA Supartini. Edisi 2. Http : www.R. Ilmu gizi dan aplikasinya untuk keluarga dan masyarakat.com/2012/03/satuan-acarapenyuluhan-gizi-bayi-dan. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.M (1996).

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.