TEORI ATOM NIELS BOHR Teori Rutherford selanjutnya diperbaiki oleh Niels Bohr, Pendekatan yang dilakukan Bohr

adalah sifat dualisme yang dapat bersifat sebagai partikel dan dapat bersifat sebagai gelombang. Hal ini dibuktikan oleh Bohr dengan melihat spektrum dari atom hidrogen yang dipanaskan. Spektrum yang dihasilkan sangat spesifik hanya cahaya dari frekuensi tertentu. Spektrum yang dihasilkan merupakan gambaran bahwa elektron mengelilingi inti, beberapa spektrum yang dihasilkan mengindikasikan bahwa elektron mengelilingi inti dalam berbagai tingkat energi. Hasil ini telah mengantarkan Bohr untuk mengembangkan model atom (Gambar 3.10) yang dinyatakan bahwa : 1. Atom tersusun atas inti bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. 2. Elektron mengelilingi inti atom pada orbit tertentu dan stasioner (tetap), dengan tingkat energi tertentu. 3. Eelektron pada orbit tertentu dapat berpindah lebih tinggi dengan menyerap energi. Sebaliknya, elektron dapat berpindah dari orbit yang lebih tinggi ke yang rendah dengan melepaskan energi. 4. Pada keadaan normal (tanpa pengaruh luar), elektron menempati tingkat energi terendah (disebut tingkat dasar = ground state). Teori atom yang diajukan oleh Bohr, hanya dapat menjelaskan hubungan antara energi dengan elektron untuk atom hidrogen, namun belum memuaskan untuk atom yang lebih besar.

Tidak hanya karena model Bohr menjelaskan alasan untuk struktur formula Rydberg. model Saturnian (1904). Model ini menggambarkan atom sebagai sebuahinti kecil bermuatan positif yang dikelilingi oleh elektron yang bergerak dalam orbit sirkular mengelilingi inti — mirip sistem tata surya. Karena model Bohr adalah pengembangan dari model Rutherford. tetapi tidak pernah mendapatkan landasan teoretis sebelum model Bohr diperkenalkan. Model atom menurut teori atom Bohr. model Bohr adalah model atom yang diperkenalkan oleh Niels Bohr pada 1913. Model ini adalah pengembangan dari model puding prem (1904). (A) elektron berpindah dari lintasan dalam keluar dan (B) dari lintasan luar ke dalam Model Bohr Model Bohr dari atom hidrogen menggambarkanelektron-elektron bermuatan negatif mengorbit pada kulit atomdalam lintasan tertentu mengelilingi inti atom yang bermuatan positif.Gambar 3. tetapi peran gayagravitasi digantikan oleh gaya elektrostatik. dan model Rutherford(1911). Ketika elektron meloncat dari satu orbit ke orbit lainnya selalu disertai dengan pemancaran atau penyerapan sejumlah energi elektromagnetik hf.10. banyak sumber mengkombinasikan kedua nama dalam penyebutannya menjadi model Rutherford-Bohr. ia juga memberikan justifikasi hasil empirisnya dalam hal suku-suku konstanta fisika fundamental. walaupun formula Rydberg sudah dikenal secara eksperimental. Di dalam fisika atom. . Kunci sukses model ini adalah dalam menjelaskan formula Rydberg mengenai garisgaris emisi spektral atom hidrogen.

misalnya atom helium. model Bohr tetap diajarkan sebagai pengenalan pada mekanika kuantum. Menurut Niels Bohr. elektron dapat bersifat gelombang. Namun demikian. model Bohr dapat dianggap sebagai sebuah pendekatan orde pertama dari atom hidrogen menggunakan mekanika kuantum yang lebih umum dan akurat. seperti mengapaspektrum hidrogen memiliki garis-garis tambahan ketika di pengaruhi medan magnet. Louis de Broglie pada tahun 1924. Ketidakmampuan model atom Bohr menerangkan struktur atom selain Hidrogen dan gejala atom dalam medan magnet di sempurnakan oleh ahli Fisika Prancis. elektron mengelilingi inti atom pada tingkat-tingkat energi (kulit) tertentu dan elektron dapat berpindah dari tingkat energi satu ke tingkat energi lain. Sebagai sebuah teori. Teori gelombang de Broglie dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut. sedangkanNiels Bohr berpendapat bahwa elektron adalah partikel. Teori de Broglieini berlandaskan pada persamaan Einstein untuk foton (E = hf) dan di kenal dengan nama teori gelombang de broglie. dan hasil yang tepat untuk sebuah sistem tertentu. Model atom Bohr ini ternyata memiliki dua kelemahan yaitu : pertama. Menurut de Broglie. . Kedua. Selain bersifat partikel. tetapi tidak dapat menerangkan lebih rumit (nomor atom lebih dari 1). Hanya dapat menerangkan spektrum atom yang sederhana seperti hidrogen. Spektrum Helium yang bernomor atom 2 tidak dapat di jelaskan oleh teori atom Bohr ini. dan dengan demikian dapat dianggap sebagai model yang telah usang.Model Bohr adalah sebuah model primitif mengenai atom hidrogen. karena kesederhanaannya. teori Bohr tidak dapat menjelaskan pengaruh medan magnet dalam atom hidrogen. Elektron mengelilingi inti atom pada tingkat energi tertentu Ilmu pengetahuan senantiasa berkembang dan saling melengkapi. Secara matematika.

s v = kecepatan partikel yang bergerak m = massa partikel Pendapat de Broglie kemudian di kaji lebih mendalam oleh fisikawanAustria Erwin Schrodinger pada 1926. Menurut Model atom ini. posisi elektron dalam kulit elektrontidak dapat di tentukan dengan pasti. Berdasarkan Prinsip Ketidakpastian Heisenberg.λ = h/mv λ = panjang gelombang partikel h = tetapan Planck = 6. Persamaan Schrodinger dan prinsip ketidakpastian Heisenberg ini melahirkan Model atom Mekanika Kuantum.Struktur atom dapat di simpulkan sebagai berikut. 1.63 x 10-34 J. Jadi. berdasarkan teori Schrodinger ini. Setiap kulit elektron memiliki subkulit elektron 4. setiap rumah terdiri atas kamar-kamar (sub-subkulit/orbital)” TEORI MEKANIKA KUANTUM / GELOMBANG . Perbedaan ini dapat diilustrasikan sebagai berikut. Model atom mekanika kuantum dapat di analogikan dengan ilustrasisebagai berikut : “suatu perumahan (kulit) terdiri atas rumah-rumah (subkulit). Atom mempunyai kulit elektron 3. persamaan matematika dan berhasil merumuskan persamaan Persamaan Schrodinger di dukung oleh Werner Heisenberg yang menyatakan Prinsip Ketidakpastian Heisenberg. Posisi elektron dalam atom tidak dapat di tentukan dengan pasti 2. Sifat alam semesta tidak memungkinkan posisi suatu partikel yang sedang bergerak dapat di tentukan dengan pasti. Setiap subkulit elektron memiliki sub-subkulit elektron (orbital) 5.gerak jatuh elektron tidak mengikuti persamaan gerak newton yang menjadi rujukan model atom Bohr. Elektron memiliki arah rotasi terntentu. berdasarkan teori Schrodinger. Ia mengutak-atik teori gelombang de Broglie ke dalam suatu bentuk Schrodinger.

timbul . Mekanika kuantum ini dapat menerangkan kelamahan teori atom Bohr tentang garisgaris terpisah yang sedikit berbeda panjang gelombangnya dan memperbaiki model atom Bohr dalam hal bentuk lintasan elektron dari yang berupa lingkaran dengan jarijari tertentu menjadi orbital dengan bentuk ruang tiga dimensi yang tertentu. Teori Kuantum Teori kuantum dari Max Planck mencoba menerangkan radiasi karakteristik yang dipancarkan oleh benda mampat.s V = Frekuensi Planck menganggap hawa energi elektromagnetik yang diradiasikan oleh benda. semuanya harus berenergi sama dan energi ini E berbanding lurus dengan. kemudian oleh Werner Heisenberg tentang prinsip ketidakpastian dan yang terakhir saat ini adalah Erwin Schrodinger tentang persamaan gelombang. Model atom Bohr ini merupakan model atom yang mudah dipahami. Karena itu dalam perkembangan selanjutnya. Planck berpendapat bahwa kuanta yang berbanding lurus dengan frekuensi tertentu dari cahaya. Jadi : E = h. Elektron dapat berpindah dari satu lintasan ke yang lain dengan menyerap atau memancarkan energi sehingga energi elektron atom itu tidak berkurang. A. teori atom dikaji dengan menggambarkan pendekatan teori atom mekanika kuantum.626 x 10-34 J. Radiasi yang dipancarkan setiap benda terjadi secara tidak kontinyu (discontinue) dipancarkan dalam satuan kecil yang disebut kuanta (energi kuantum). Radiasi inilah yang menunjukan sifat partikel dari gelombang. Perkembangan muktahir di bidang mekanika kuantum dimulai dari teori Max Planck yang mengemukakan kuanta-kuanta energi dilanjutkan oleh Louis de Broglie tentang dualisme partikel.Model atom Niels Bohr dapat menjelaskan inti atom yang bermuatan positif yang dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif di dalam suatu lintasan.V E = Energi kuantum h = Tetapan Planck = 6. namun Bohr hanya dapat menjelaskan untuk atom berelektron sedikit dan tidak dapat menjelaskan bagaimana adanya sub lintasan-lintasan yang terbentuk diantara lintasan-lintasan elektron.

seluruh atom bergerak. Hipotesa dari Max Planck dan Einstein menghasilkan rumusan empiris tentang efek fotolistrik yaitu : hV = Kmaks + hVo hV = Isi energi dari masing-masing kuantum cahaya dating Kmaks = Energi fotoelektron maksimum hVo = Energi minimum yang diperlukan untuk melepaskan sebuah elektron dari permukaan logam yang disinari Tidak semua fotoelektron mempunyai energi yang sama sekalipun frekuensi cahaya yang digunakan sama. foton cahaya menyediakan energi yang diperlukan oleh elektron untuk lepas. Einstein mengusulkan bukan saja cahaya yang dipancarkan menurut suatu kuantum pada saat tertentu tetapi juga menjalar menurut kuanta individual.secara terputus-putus walaupun penjalarannya melalui ruang merupakan gelombang elektromagnetik yang kontinyu. Jika elektron d timbulkan oleh foton. Usul Planck bahwa benda memancarkan cahaya dalam bentuk kuanta tidak bertentangan dengan penjalaran cahaya sebagai gelombang. Hasil pergeseran compton sangat kecil dan tidak terdeteksi. Untuk melepaskan elektron dari permukaan logam biasanya memerlukan separuh dari energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron dari atom bebas dari logam yang bersangkutan. Suatu elektron mungkin akan hilang dari energi awalnya dalam interaksinya dengan elektron lainnya di dalam logam sebelum ia lenyap dari permukaan. Hal ini terjadi karena sebagian elektron dalam materi terikat lemah pada atom induknya dan sebagian lainnya terikat kuat. . yaitu elektron yang terpancar bila frekuensi cahaya cukup tinggi. Tidak semua energi foton (hv) bisa diberikan pada sebuah elektron. Eksperimen ini menunjukan adanya perubahan panjang gelombang dari foton yang terhambur dengan sudut (f) tertentu oleh partikel bermassa diam (mo). Perubahan ini tidak bergantung dari panjang gelombang foton datang (l). terjadi dalam daerah cahaya tampak dan ultraungu. bukan hanya elektron tunggalnya. Hipotesis ini menerangkan efek fotolistrik. Dalam emisi foto listrik. Penafsiran Einstein mengenai fotolistrik dikuatkan dengan emisi termionik. sedangkan dalam emisi termionik kalorlah yang menyediakannya. Sementara Einstein menyatakan cahaya bergerak melalui ruang dalam bentuk foton. Kedua hal ini baru dapat diterima setelah eksperimen Compton.

Dari hasil penelitiannya inilah diusulkan “materi mempunyai sifat gelombang di samping partikel”. Berdasarkan data tersebut. cahaya menyebar dari sumbernya sebagai sederetan konsentrasi energi yang teralokalisasi masing-masing cukup kecil sehingga dapat diserap oleh sebuah elektron. Pertikel yang bergerak memiliki sifat gelombang. ketika tiba di layar cahaya berlalu sebagai partikel. cahaya berlalu sebagai gelombang. marilah kita amati riak yang menyebar dari permukaan air jika kita menjatuhkan batu ke permukaan air. Pernahkan Anda perhatikan hal ini? Analogi ini dapat menjelaskan energi yang dibawa cahaya terdistribusi secara kontinyu ke seluruh pola gelombang. kilat atau petir? Kilat akan lebih dulu terjadi daripada petir. Dualisme Gelombang dan Partikel Louis de Broglie meneliti keberadaan gelombang melalui eksperimen difraksi berkas elektron. sifat yang tampak jelas tergantung pada perbandingan panjang gelombang de Broglie dengan dimensinya serta dimensi sesuatu yang berinteraksi dengannya. yang dikenal dengan prinsip dualitas. Sifat partikel dan gelombang suatu materi tidak tampak sekaligus. Hal ini menurut tinjauan teori gelombang sedangkan menurut teori kuantum. Teori gelombang cahaya menjelaskan difraksi dan interferensi yang tidak dapat dijelaskan oleh teori kuantum. dilakukan eksperimen lanjutan yang meneliti sifat dualisme gelombang dan partikel. Pernahkan Anda mendengar bunyi petir dan melihat kilat ketika hujan turun? Manakah yang lebih dulu terjadi. Fakta yang mendukung teori ini adalah petir dan kilat. Bila cahaya melalui celah-celah.Untuk lebih memahami tinjauan teori kuantum dan teori gelombang yang saling melengkapi. Sedangkan teori kuantum menjelaskan efek fotolistrik yang tidak dapat dijelaskan oleh teori gelombang. Kilat menunjukan sifat gelombang berbentuk .

yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom”. Walaupun posisi kulitnya sama tetapi posisi orbitalnya belum tentu sama. Dengan demikian kulit terdiri dari beberapa sub kulit dan subkulit terdiri dari beberapa orbital. Erwin Schrodinger Sebelum Erwin Schrodinger. Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau hampir sama akan membentuk sub kulit.cahaya.y dan z = Posisi dalam tiga dimensi  m E V = Fungsi gelombang = massa = h/2  dimana h = konstanta plank dan  = 3. Awan elektron disekitar inti menunjukan tempat kebolehjadian elektron. Erwin Schrodinger memecahkan suatu persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang untuk menggambarkan batas kemungkinan ditemukannya elektron dalam tiga dimensi. sedangkan petir menunjukan sifat pertikel berbentuk suara. Prinsip dualitas inilah menjadi titik pangkal berkembangnya mekanika kuantum oleh Erwin Schrodinger. Werner Heisenberg Daerah ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut orbital. Bentuk dan tingkat energi orbital dirumuskan oleh Erwin Schrodinger. Hipotesis de Broglie dibuktikan oleh C. Davidson an LH Giermer (Amerika Serikat) dan GP Thomas (Inggris). Persamaan Schrodinger x. Orbital menggambarkan tingkat energi elektron. Beberapa sub kulit bergabung membentuk kulit. BILANGAN KUANTUM .14 = Energi total = Energi potensial Persamaan gelombang dari Schrodinger ini cukup rumit sehingga akan dipelajari dalam fisika kuantum pada tingkat perguruan tinggi. seorang ahli dari Jerman Werner Heisenberg mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian yaitu “Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan.

bilangan kuantum Azimut (I). sehingga bilangan-bilangan akan memperjelas posisi elektron dalam atom. Masih ingatkah Anda dengan jenis-jenis kulit atom berdasarkan konfigurasi elektron yang telah dibahas di kelas X (Modul Kim. Ada empat bilangan kuantum yang akan kita kenal. Anda telah selesai mempelajari Kegiatan Belajar 1.Selamat. Tabel ini dapat dibuktikan bahwa untuk kulit K memiliki nilai bilangan kuantum utama (n) = 1. 3 dampai ke-n. bilangan kuantum magnetic (m) dan bilangan kuantum spin (s). Cobalah Anda perhatikan Tabel 1. 2. yang akan memperjelas kemungkinan ditemukannya elektron melalui bilangan-bilangan kuantum. Anda dapat mengetahui besarnya energi potensial elektron. X. Semakin dekat letak kulit atom dengan inti maka nilai bilangan kuantum utama semakin kecil (mendekati 1). A. Semakin dekat jarak orbit dengan inti atom maka kekuatan ikatan elektron dengan inti atom semakin besar.Bilangan Kuantum Utama (n) Lambang dari bilangan kuantum utama adalah “n” (en kecil). Sehingga bilangan kuantum utama dapat Anda gunakan untuk menentukan ukuran orbit (jari-jari) berdasarkan jarak orbit elektron dengan inti atom. yaitu bilangan kuantum utama (n). Bilangan kuantum utama menyatakan kulit tempat ditemukannya elektron yang dinyatakan dalam bilangan bulat positif. sudahkan anda memahami arti dan fungsi bilangan kuantum utama? . Daerah paling mungkin ditemukannya elektron disebut orbital. sehingga energi potensial elektron tersebut semakin besar. Setelah Anda mempelajari uraian tadi. Jenis-jenis kulit atom berdasarkan konfigurasi elektron tersebut adalah K. Nilai bilangan itu di mulai dari 1. Kegunaan lainnya. M dan N. L. Kegiatan Belajar ini merupakan tindak lanjut persamaan gelombang oleh Erwin Schrodinger. Pengertian Bilangan Kuantum Marilah kita pelajari satu persatu pengertian bilangan-bilangan kuantum. kulit L memiliki nilai bilangan kuantum utama (n) = 2 dan seterusnya. 1.03).

Kalau sudah marilah kita lanjutkan ke jenis bilangan kuantum berikutnya. Janganlah Anda lupakan subkulit ini dengan bilangan kuantumnya! Tanda subkulit ini akan digunakan pula dalam konfigurasi elektron dan sistem periodik pada kegiatan belajar 3 dan 4 dalam modul ini. Hal ini memungkinkan untuk kulit yang berbeda akan memiliki jenis subkulit yang sama. 2. pelajari kembali penjelasan bilangan kuantum utama tersebut. Sedangkan n = 2. Masih ingatkah Anda bahwa setiap kulit terdiri dari beberapa subkulit. Seandainya dibuat dalam tabel maka akan tampak sebagai berikut : Kesimpulan yang dapat diambil dari tabel adalah : Banyaknya subkulit sama dengan nilai bilangan kuantum utama.Seandainya Anda paham. Nilai bilangan kuantum azimut dari 0 sampai dengan (n – 1). seperti tabel 3. Banyaknya subkulit tempat elektron berada tergantung pada nilai bilangan kuantum utama (n). Perhatikan contoh tabel 4! . Bila n = 1. Bilangan Kuantum Azimut (l) Bilangan kuantum azimut menyatakan sub kulit tempat elektron berada dan bentuk orbital. Subkulit ditandai dengan huruf yang didasarkan pada garis-garis spektrum yang tampak pada spektroskopi secara berurutan. serta menentukan besarnya momentum sudut elektron terhadap inti. maka hanya ada satu subkulit yaitu l = 0. maka ada dua subkulit yaitu l = 0 dan l = 1.

Anda dapat melihat bahwa jenis subkulit yang sama dapat dimiliki oleh jenis kulit yang berbeda. Sebagaimana Anda telah pelajari teori atom modern. Kulit N. 3. dan 2 sehingga subkulitnya s. bahwa setiap subkulit dari orbital. Untuk membedakan jenis subkulit dari suatu jenis kulit ditambahkan bilangan kuantum utama. Masing-masing orbital mempunyai bentuk yang khas. 2. 1. dan d. Dari latihan yang telah Anda kerjakan. dan f. 1. tabel sebelumnya dapat dilengkapi menjadi tabel 5. Dengan demikian. Hubungan antara bilangan kuantum azimut dengan bilangan kuantum magnetik dapat Anda perhatikan pada table 6.Kulit K dan L sama-sama memiliki subkulit s. maka satu orbital dinyatakan dalam satu buah kotak. d. . p. Nilai bilangan kuantum magnetik antara – l sampai + l. dan 3 sehingga subkulitnya s. Sehingga nilai bilangan kuantum magnetik berhubungan dengan bilangan kuantum azimut. maka nilai n=4 dan l=0. maka nilai n=3 dan l=0. Bilangan Kuantum Magnetik (m) Bilangan kuantum magnetik menyatakan orbital tempat ditemukannya elektron pada subkulit tertentu dan arah momentum sudut elektron terhadap inti. p. Bagaimana dengan kulit berikutnya? Silahkan Anda lanjutkan untuk kulit M dan N! Jawaban Anda akan benar jika seperti berikut : Kulit M.

maka atom tersebut memiliki orbital s dengan kotak sebanyak 1 dan bilangan kuantum magnetik 0. maka pada saat ibu jari telunjuk yang dibengkokkan maka uang logam akan berputar searah jarum jam. bengkokkan jari telunjuk Anda. 4. 0 dan +1. akan memiliki orbital p dengan kotak yang saling menempel sebanyak 3 dan bilangan kuantum magnetik masing-masing kotak secara urut dari kiri ke kanan –1. cobalah dengan cara lain seperti berikut ini! Letakan uang logam tegak dengan lantai yang dipegang oleh ibu jari dan jari telunjuk. Hal ini seperti berputarnya gasing atau mata uang logam. Ada dua kemungkinan arah rotasi yaitu searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam. Pernahkan Anda bermain gasing? Apakah Anda memperhatikan arah berputarnya gasing pada porosnya? Jika belum pernah bermain gasing. sedangkan untuk ibu jari yang dibengkokkan maka uang logam akan berputar berlawanan arah jarum jam. Bilangan Kuantum Spin (s) Lambang bilangan kuantum spin adalah s yang menyatakan arah rotasi elektron pada porosnya.6 ? Jika bilangan kuantum azimut (l) = 0. Apa yang terjadi? Bagaimana seandainya ibu jari yang di bengkokkan? Jika Anda melakukan dengan benar. Perhatikan gambar! Setelah koin berdiri tegak. . Demikian masing-masing halnya untuk bilangan kuantum azimut selanjutnya. sedangkan bilangan kuantum azimut 1.Dapatkah anda memahami tabel 1.

Contohnya: kulit ke 2 dapat memiliki bilangan kuantum azimut 0 atau 1 dan bilangan kuantum magnetiknya bisa –1. Dua gejala ini tidak dapat diterangkan oleh model atom Bohr. 0 atau +1 sesuai dengan posisi dalam kotak serta memiliki bilangan kuantum spin yang dapat berbeda sesuai arah panahnya. bila searah jarum jam maka memiliki nilai s=+½ dan dalam orbital dituliskan dengan tanda panah ke atas. Dari uraian arah rotasi maka kiata dapat mengetahui bahwa dalam satu orbital atau kotak maksimum memiliki 2 elektron. Satu garis di dalam spektrum .Begitulah elektron yang berotasi. Garis-garis tambahan dalam spektrum emisi teramati jika atomatom tereksitasi diletakkan di dalam medan magnet luar. Model atom yang lengkap harus dapat menerangkan misteri efek Zeeman dan sesuai untuk atom berelektron banyak. Perhatikanlah tabel 7. Model Atom Mekanika Kuantum Penjelasan tentang struktur atom yang lebih lengkap diperlukan untuk mengetahui struktur yang lebih detil tentang elektron di dalam atom. Efek Zeeman Spektrum garis atomik teramati saat arus listrik dialirkan melalui gas di dalam sebuah tabung lecutan gas. Sebaliknya untuk elektron yang berotasi berlawanan arah jarum jam maka memiliki nilai s = -½ dan dalam orbital dituliskan dengan tanda panah ke bawah. subkulit (bilangan kuantum azimut) dan orbital (bilangan kuantum magnetik) serta arah (bilangan kuantum spin) dapat berbeda. Apa yang dapat Anda simpulkan dari tabel 7 ? Bila kulit atom sama (bilangan kuantum utama sama). Marilah kita gabungkan ke empat uraian tentang bilangan kuantum yang telah dipelajari.

Model Atom Mekanika Kuantum Sebelumnya kita sudah membahas tentang dualisme gelombang-partikel yang menyatakan bahwa sebuah objek dapat berperilaku baik sebagai gelombang maupun partikel. diperlukan model atom yang lebih lengkap dan lebih umum yang dapat menjelaskan efek Zeeman dan spektrum atom berelektron banyak. Demi mendapatkan penjelasan yang lengkap dan umum dari struktur atom. prinsip dualisme gelombang-partikel digunakan. posisi dan keberadaan elektron di dalam atom dinyatakan sebagai peluang terbesar elektron di dalam atom Persamaan Schrodinger untuk elektron di dalam atom dapat memberikan solusi yang dapat diterima apabila ditetapkan bilangan bulat untuk tiga parameter yang berbeda . Dengan demikian. Persamaan dinamika Newton yang sedianya digunakan untuk menjelaskan gerak elektron digantikan oleh persamaan Schrodinger yang menyatakan fungsi gelombang untuk elektron. Terpecahnya satu garis menjadi beberapa garis di dalam medan magnet dikenal sebagai efek Zeeman. elektron dapat kita tinjau sebagai gejala gelombang yang tidak memiliki posisi tertentu di dalam ruang. Model atom yang didasarkan pada prinsip ini disebut model atom mekanika kuantum. pemisahan garis spektrum atomik di dalam medan magnet Efek Zeeman tidak dapat dijelaskan menggunakan model atom Bohr.garis emisi terlihat sebagai tiga garis (dengan dua garis tambahan) di dalam spektrum apabila atom diletakkan di dalam medan magnet. Di sini gerak elektron digambarkan sebagai sebuah gejala gelombang. dalam skala atomik. Posisi sebuah elektron diwakili oleh kebolehjadian atau peluang terbesar ditemukannya elektron di dalam ruang.

Jadi. orbital. gambaran elektron di dalam atom diwakili oleh seperangkat bilangan kuantum ini.yang menghasilkan tiga bilangan kuantum. Ketiga bilangan kuantum ini adalah bilangan kuantum utama. dan magnetik. .