( Tentang Kjokkenmoddinger

)

Disusun Oleh : Rafi Nurahman (29) dan Ngakan Made (24)

X-11

Kjokkenmoddinger
Kjokkenmoddinger adalah istilah yang berasal dari bahasa Denmark yaitu kjokken artinya dapur dan modding artinya sampah jadi Kjokkenmoddinger arti sebenarnya adalah sampah dapur. Dalam kenyataan Kjokkenmoddinger adalah timbunan atau tumpukan kulit kerang dan siput yang mencapai ketinggian ± 7 meter dan sudah membatu atau menjadi fosil. Kjokkenmoddinger ditemukan disepanjang pantai timur Sumatera yakni antara Langsa dan Medan. Kjokken moddinger tersebut berupa parit yang digunakan sekali yang dibuat oleh kelompok orang-orang menetap secara sementara atau jangka lama, sebagai tempat pembuangan khusus yang digunakan oleh masyarakat sedenter yang terus menumpuk selama beberapa generasi. Dari bekas-bekas penemuan tersebut menunjukkan bahwa manusia purba yang hidup pada zaman ini sudah menetap. Tahun 1925 Dr. P.V. Van Stein Callenfels melakukan penelitian di bukit kerang tersebut dan hasilnya banyak menemukan kapak genggam yang ternyata berbeda dengan chopper (kapak genggam Palaeolithikum). Keberadaan situs ini di Kawal menjadikan situs ini banyak diteliti oleh banyak peneliti sejarah dan arkeologi. Keberadaan situs ini menjadi indikasi bahwa pada masa lampau tak jauh dari situs ini terdapat laut. Namun, seiring berjalannya waktu terjadi perubahan garis pantai hingga keadaannya yang saat ini. Situs ini berada di tengah hutan dan jauh dari keramaian kota. Untuk mencapai situs ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar dua jam dari Kota Tanjung Pinang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful