Sunday, May 18, 2008 Teknik Pengelasan (welding) Bag.

1 Pengelasan (welding) adalah salah salah satu teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa tekanan dan dengan atau tanpa logam penambah dan menghasilkan sambungan yang kontinyu. Lingkup penggunaan teknik pengelasan dalam kontruksi sangat luas, meliputi perkapalan, jembatan, rangka baja, bejana tekan, pipa pesat, pipa saluran dan sebagainya. Disamping untuk pembuatan, proses las dapat juga dipergunakan untuk reparasi misalnya untuk mengisi nlubang-lubang pada coran. Membuat lapisan las pada perkakas mempertebal bagian-bagian yang sudah aus, dan macam –macam reparasi lainnya. Pengelasan bukan tujuan utama dari kontruksi, tetapi hanya merupakan sarana untuk mencapai ekonomi pembuatan yang lebih baik. Karena itu rancangan las dan cara pengelasan harus betul-betul memperhatikan dan memperlihatkan kesesuaian antara sifatsifat lasdengan kegunaan kontruksi serta kegunaan disekitarnya. Prosedur pengelasan kelihatannya sangat sederhana, tetapi sebenarnya didalamnya banyak masalah-masalah yang harus diatasi dimana pemecahannya memerlukan bermacammacam penngetahuan. Karena itu didalam pengelasan, penngetahuan harus turut serta mendampingi praktek, secara lebih bterperinci dapat dikatakan bahwa perancangan kontruksi bangunan dan mesin dengan sambungan las, harus direncanakan pula tentang cara-cara pengelasan. Cara ini pemeriksaan, bahan las, dan jenis las yang akan digunakan, berdasarkan fungsi dari bagian-bagian bangunan atau mesin yang dirancang. Berdasarkan definisi dari DIN (Deutch Industrie Normen) las adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam paduan yang dilaksanakan dalam keadaan lumer atau cair. Dari definisi tersebut dapat dijabarkan lebih lanjut bahwa las adalah sambungan setempat dari beberapa batang logam dengan menggunakan energi panas. Pada waktu ini telah dipergunakan lebih dari 40 jenis pengelasan termasuk pengelasan yang dilaksanakan dengan cara menekan dua logam yang disambung sehingga terjadi ikatan antara atom-atom molekul dari logam yang disambungkan.klasifikasi dari cara-cara pengelasan ini akan diterangkan lebih lanjut. Pada waktu ini pengelasan dan pemotongan merupakan pengelasan pengerjaan yang amat penting dalam teknologi produksi dengan bahan baku logam. Dari pertama perkembangannya sangat pesat telah banyak teknologi baru yang ditemukan. Sehingga

1. maka kedua klasifikasi tersebut diatas dibaur dan akan terbentuk kelompok-kelompok yang banyak sekali. Secara konvensional cara-cara pengklasifikasi tersebut vpada waktu ini dapat dibagi dua golongan. Pemotongan yang dibahas dalam buku ini adalah cara memotong logam yang didasarkan atas mencairkan logam yang dipotong. 3. Diantara kedua cara klasifikasi tersebut diatas kelihatannya klasifikasi cara kerja lebih banyak digunakan karena itu pengklasifikasian yang diterangkan dalam bab ini juga berdasarkan cara kerja. KLASIFIKASI CARA-CARA PENGELASAN DAN PEMOTONGAN Sampai pada waktu ini banyak sekali cara-cara pengklasifikasian yang digunakan dalam bidang las. ini disebabkan karena perlu adanya kesepakatan dalam hal-hal tersebut. las kimia. Dalam hal ini logam induk tidak turut mencair. las tekan. Pengelasan cair adalah cara pengelasan dimana sambungan dipanaskan sampai mencair dengan sumber panas dari busur listrik atau sumber api gas yang terbakar. pengelasan tekan adalah pcara pengelasan dimana sambungan dipanaskan dan kemudian ditekan hingga menjadi satu. Bila diadakan pengklasifikasian yang lebih terperinci lagi. Pengelasan yang paling banyak ndigunakan pada waktu ini adalah pengelasan cair dengan . Sedangkan klasifikasi yang kedua membedakan adanya kelompok-kelompok seperti las listrik. yaitu klasifikasi berdasarkan kerja dan klasifikasi berdasarkan energi yang digunakan. las patri dan lainlainnya. pematrian adalah cara pengelasan diman sambungan diikat dan disatukan denngan menggunakan paduan logam yang mempunyai titik cair rendah. Berdasrkan klasifikasi ini pengelasan dapat dibagi dalam tiga kelas utama yaitu : pengelasan cair. 2. las mekanik dan seterusnya.boleh dikatakan hamper tidak ada logam yang dapat dipotong dan di las dengan cara-cara yang ada pada waktu ini. Cara yang banyak digunakan dalam pengelasan adalah pemotongan dengan gas oksigen dan pemotongan dengan busur listrik. pengelasan tekan dan pematrian. Klasifikasi pertama membagi las dalam kelompok las cair. Dalam bab ini akan diterangkan beberapa cara penngelasan dan pemotongan yang telah banyak digunakan sedangkan penerapannya dalam praktek akan diterangkan dalam babbab yang lain.

Pemotongan. karena merupakan masalah tersendiri maka pembahasannya juga dilakukan secara terpisah. Sedangkan cara-cara penngelasan yang lain akan dikelompokkan dalam satu pokok bahasan.busur gas. Dibawah ini klasifikasi dari cara pengelasan : a) Pengelasan cair Ø Las gas Ø Las listrik terak Ø Las listrik gas Ø Las listrik termis Ø Las listrik elektron Ø Las busur plasma b) Pengelasan tekan Ø Las resistensi listrik Ø Las titik Ø Las penampang Ø Las busur tekan Ø Las tekan Ø Las tumpul tekan Ø Las tekan gas Ø Las tempa Ø Las gesek Ø Las ledakan Ø Las induksi Ø Las ultrasonic c) Las busur Ø Elektroda terumpan d) Las busur gas Ø Las m16 Ø Las busur CO2 e) Las busur gas dan fluks Ø Las busur CO2 dengan elektroda berisi fluks Ø Las busur fluks ü Las elektroda berisi fluks ü Las busur fluks . Karena itu kedua cara tersebut yaitu las busur listrik dan las gas akan dibahas secara terpisah.

sehingga benda kerja dan elektroda yang mencair. maka busur listrik yang terjadi diantara ujung elektroda karbon dan logam atau diantara dua ujung elektroda karbon akan memanaskan dan mencairkan logam yang akan dilas. 3. Las listrik dengan elektroda berselaput. Elektroda mencair bersama-sama dengan benda kerja akibat dari busur api arus listriik. misalnya : 1. 2. Pad alas listrik dengan elektroda karbon. Penggolongan macam proses las listrik antara lain. . ialah : 1. Benda kerja merupakan bagian dari rangkaian aliran arus listrik las. antara elektroda las dan benda kerja. a. Las listrik TIG (Tungsten Inert Gas). Las listrik submerged. setelah dingin dapat menjadi satu bagian yang sukar dipisahkan. Las listrik dengan Elektroda Karbon. Jenis sambungan dengan las listrik ini merupakan sambungan tetap. Las Listrik dengan Elektroda Logam. LAS BUSUR LISTRIK Las busur listrik atau pada umumnya disebut las listrik termasuk suatu proses penyambungan logam dengan menggunakan tenaga listrik sebagai sumber panas. Jadi surnber panas pada las listrik ditimbulkan oleh busur api arus listrik. 1. Sebagai bahan tambah dapat dipakai elektroda dengan fluksi atau elektroda yang berselaput fliksi. misalnya : aLas listrik dengan elektroda karbon tunggal bLas listrik dengan elektroda karbon ganda. Gerakan busur api diatur sedemikian rupa. Las listrik dengan elektroda berselaput Las listrik ini menggunakan elektroda berelaput sebagai bahan tambahan.o Las elektroda tertutup o Las busur dengan elektroda berisi fluks o Las busur terendam ü Las busur tanpa pelindung o Elektroda tanpa terumpan ü Las TIG atau las wolfram gas A.

Busur listrik yang terjadi antara ujung elektroda wolfram dan bahan dasar merupakan sumber panas. Perbedaan suhu busur listrik tergantung pada tempat titik pengukuran. tetapi pada benda kerja dapat mencapai suhu 4000° C. sehingga tidak ikut mencair pada saat terjadi busur listrik. a. busur listrik terhadap pengaruh udara luar.Busur listrik yang terjadi di antara ujung elektroda dan bahan dasar akan mencairkan ujung elektroda dan sebagaian bahan dasar. Las Listrik TIG Las listrik TIG (Tungsten Inert Gas = Tungsten Gas Mulia) menggunakan elektroda wolfram yang bukan merupakan bahan tambah. Selaput elektroda yang turut terbakar akan mencair dan menghasilkan gas yang melindungi ujung elekroda kawah las. . untuk pengelasan. missal pada ujung elektroda bersuhu 3400° C. Cairan selaput elektroda yang membeku akan memutupi permukaan las yang juga berfungsi sebagai pelindung terhadap pengaruh luar. Titik cair elektroda wolfram sedemikian tingginya sampai 3410° C.

Las Listrik Submerged Las listrik submerged yang umumnya otomatis atau semi otomatis menggunakan fluksi serbuk untuk pelindung dari pengaruh udara luar. 4) Penyedia gas argon. 8) Elektroda tungsten. c. . 6) Pencekam elektroda. helium atau campuran dari kedua gas tersebut yang pemakainnya tergantung dari jenis logam yang akan dilas. Tangkai las TIG biasanya didinginkan dengn air yang bersirkulasi. 7) Moncong keramik atau logam. 9) Semburan gas pelindung. Sebagi gas pelindung dipakai argin.Tangkai listrik dilengkapi dengan nosel keramik untuk penyembur gas pelindung yang melindungi daerah las dari luar pada saat pengelasan. Operator las tidak perlu menggunakan kaca pelindung mata (helm las). 5) Lubang gas argon ke luar. Busur listrik di antara ujung elektroda dan bahan dasar di dalam timnunan fluksi sehingga tidak terjadi sinar las keluar seperti biasanya pada las listrik lainya. Sebagian bahan tambah dipakai elektroda tampa selaput yang digerakkan dan didekatkan ke busur yang terjadi antara elektroda wolfram dengan bahan dasar. Pembakar las TIG terdiri dari : 1) Penyedia arus 2) Pengembali air pendingi. 3) Penyedia air pendingin.

Sebagian fluksi serbuk yang tidak mencair dapat dipakai lagi setelah dibersihkan dari terak-terak las. fluksi serbuk akan mencir dan membeku dan menutup lapian las. Gerakan dapat diatur sesuai dengan keperluan. Gas yang dipakai adalah CO2 untuk pengelasan baja lunak dan baja. Semi otomatik dimaksudkan pengelasan secara manual. Argon atau campuran argon dan helium untuk pengelasan aluminium dan baja tahan karat.Pada waktu pengelasan. Elektroda keluar melalui tangkai bersama-sama dengan gas pelindung. pad alas listrik MIG juga panas ditimbulkan oleh busur listrik antara dua electron dan bahan dasar. Elektroda merupakan gulungan kawat yang berbentuk rol yang geraknya diatur oleh pasangan roda gigi yang digerakkan oleh motor listrik. sedangkan otomatik adalah pengelasan yang seluruhnya dilaksanakan secara otomatik. Arus Listrik . B. Tangkai las dilengkapi dengan nosel logam untuk menghubungkan gas pelindung yang dialirkan dari botol gas melalui slang gas. Proses pengelasan MIG ini dadpat secara semi otomatik atau otomatik. Las Listrik MIG Seperti halnya pad alas listrik TIG. Elektora yang merupakan kawat tampa selaput berbentuk gulungan (roll) digerakan maju oleh pasangan roda gigi yang diputar oleh motor listrik ean dapat diatur kecepatannya sesuai dengan kebutuhan pengelasan. d.

Tiap siklus gelombang terdiri dari setengah gelombang positif dan setenngah gelombang negative. Arus bolak-balik dapat diubah menjadi arus searah dengan menggunakan pengubah arus (rectifier/adaftor). 2. Arus Bolak-balik ( AC = Alternating Current ) Arah aliran arus bolak-balik merupakan gelombang sinusoide yang memotong garis nol pada interval waktu 1/ 100 detik untuk mesin dengan frekuensi 50 hertz (Hz). Arus Searah ( DC = Direct Current ) Pada arus ini. elektron-elektron bergerak sepanjang penghantar hanya dalam satu arah.1. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful