P. 1
Proposal

Proposal

|Views: 467|Likes:
Published by elisatulhawa

More info:

Published by: elisatulhawa on Jul 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/07/2014

pdf

text

original

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

FAKULTAS TEKNIK
Kampus Sekaran Gunung Pati Semarang 50229 Telp (024) 7498749

PROPOSAL Nama NIM Jurusan Fakultas 1. : Elisatul Hawa : 5401408014 : PKK. SI Pendidikan Tata Busana : Teknik

JUDUL SKRIPSI ANALISIS KUALITAS DAN NILAI TAMBAH PAYET DARI

KERANG -KERANGAN SEBAGAI INOVASI BAHAN HIASAN BUSANA PADA GAUN 2. 2.1. PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas dan banyak menyimpan kekayaan alam yang berlimpah. Indonesia juga negara yang memiliki sumber daya alam terbesar di dunia. Baik dari sumber daya alam hayati maupun nonhayati. Kekayaan alam yang dimiliki Indonesia dimanfaatkan dan dilestarikan oleh manusia. Sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan oleh manusia berupa flora dan fauna. Pemanfaatan sumber daya alam berupa fauna tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan makanan namun juga digunakan sebagai bahan obatobatan. Untuk daur ulang dari sisa fauna bisa dijadikan hiasan, souvenir dan sebagainya. Keanekaragaman hayati laut berupa kerang merupakan keanekaragaman hayati laut yang memiliki struktur alami serta mempunyai nilai estetika yang tiada

1

2

tara. Selain sebagai lingkungan yang alami, kerang juga mempunyai banyak manfaat bagi manusia dalam berbagai aspek ekonomi, sosial, dan budaya. Di Eropa, menu berbahan kerang termasuk sajian mahal dan bergengsi. Di Indonesia, kerang menjadi santapan sehari-hari yang biasa diolah dengan berbagai bumbu. Banyak manfaat bisa didapat dari kerang. Mulai isinya yang bisa dijadikan menu bercita rasa tinggi hingga kulit kerang yang dapat dijadikan aneka hiasan dan souvenir ketika berwisata di pantai. Saking berharganya kerang, dulu kulit kerang sering dijadikan alat tukar, tak ubahnya uang pada zaman sekarang. Namun seiring perkembangan zaman, kulit kerang kini justru hanya dijadikan hiasan. Sementara dagingnya menjadi aneka olahan menu yang memiliki kandungan protein tinggi. Bahkan, daging kerang diyakini mampu mengobati berbagai macam penyakit. Salah satu negara yang paling beruntung karena memiliki berbagai jenis kerang di lautnya adalah Indonesia. Sejak zaman purbakala busana yang kita kenakan berasal dari alam seperti kulit binatang, kulit pohon dan bulu-bulu binatang dan menggunakan tulang yang runcing sebagai pengganti jarum yang digunakan sebagai alat untuk membuat busana. Namun kini dengan perkembangan zaman busana sangat pesat dan mengalami kemajuan dari segi teknik jahit maupun teknologi yang digunakan. Busana merupakan hal pokok dalam kehidupan sehari-hari. Para desainer berkreatifitas dan berimajinasi menciptakan karya baru. Dengan perkembangan jaman pula busana pesta sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas dari berbagai golongan. Oleh karena itu busana pestapun perlu dilestarikan dan ditingkatkan kreatifitasnya agar lebih menarik dan lebih disukai oleh pemakai. Untuk pemilihan warna, corak dan bahan yang akan dipakai dalam pembuatan gaun dapat dilihat dari kesempatan pemakai. Perkembangan mode yang beraneka ragam, baik dari luar maupun dari dalam negeri sendiri akan mempengaruhi kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia, oleh karena itu perkembangan mode tidak semua harus diterima namun harus disaring dan disesuaikan dengan kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia serta norma yang berlaku, tetapi juga harus terbuka untuk menerima hal-hal dari luar.

3

Manfaat berbusana yaitu untuk menutupi tubuh dari hal-hal yang dapat melukai tubuh, mempercantik dan memperindah serta menambah keanggunan. Mode busana saat ini sangat beragam dan yang paling banyak mendapat perhatian masyarakat adalah busana pesta. Busana pesta ada tiga macam yaitu busana pesta pagi hari, busana pesta sore hari, dan busana pesta malam hari. Busana yang sering digunakan adalah pesta malam hari karena masyarakat bahkan intertainer melakukan acara di malam hari. Pada umumnya model busana pesta adalah leher yang terbuka dengan tambahan stola atau selendang atau memiliki desain, hiasanhiasan yang unik. Busana pesta berupa gaun merupakan busana yang dipakai khusus untuk perayaan jamuan makan dan minum atau bersuka ria yang memerlukan tingkat percaya diri yang lebih tinggi untuk dapat tampil dikeramaian. Yang memiliki kesan mewah dan daya tarik lebih sehingga identitas pemakai akan merasa lebih percaya diri. Dewasa ini selera masyarakat terhadap busana khususnya busana pesta mengalami perubahan yang sangat cepat baik dari segi model, bahan serta aksesorisnya. Model busana berbeda dengan model busana yang dikenakan seharihari yaitu menunjukkan bahwa busana pesta lebih eksklusif dan terkesan mahal. Busana pesta agar terkesan mewah dan glamour ditambah berbagai hiasan diantaranya bordir, payet, sulam pita. Hiasan busana sering digunakan pada busana pesta berupa kerut, lipit, renda, kancing hias, sulaman, bordir, payet, sulaman pita, batu-batuan dan manik-manik. Kali ini penulis akan mengambil judul dengan menggunakan hiasan dari bendabenda yang sudah tidak terpakai atau jarang digunakan seperti serabut kelapa, bunga yang diawetkan, kerang, plastik. Oleh karena itu penulis memilih kerang laut sebagai hiasan untuk busana pesta, selain untuk mempercantik dapat memberi daya tarik tersendiri terhadap busana agar enak dipandang mata juga menambah nilai jual busana dan nilai jual kerang. Kerang laut selama ini hanya dipakai sebagai hiasan dinding rumah dan souvenir yang memiliki nilai jual relatif rendah. Pembuatan gaun dengan hiasan kerang laut sangat jarang digunakan dan masih awam di masyarakat sekitar.

4

Kerang laut yang akan digunakan untuk menghiasi busana yaitu diambil dari Kabupaten Jepara, Pantai Kartini. Karena di daerah ini sangat banyak akan kekayaan alam yang bersumber dari laut. Kerang laut memiliki berbagai macam bentuk dan variasi, memiliki tekstur yang unik, kuat, keras dan apabila kerang laut tersebut dirangkai maka kerang laut akan terlihat sempurna keindahannya. Berdasarkan uraian diatas maka penulis sangat tertarik untuk membuat gaun dengan hiasan kerang laut. Dan dapat menciptakan desain baru yang inovatif dan kreatif. Dan menganalisisnya untuk mengetahui seberapa besar nilai yang akan diberikan oleh masyarakat tentang payet kerang tersebut. 2.2. adalah :
1.

Rumusan Masalah Bertolak dari latar belakang diatas maka rumusan masalah yang diajukan Bagaimana memanfaatkan hasil bumi yang biasa dan cenderung Bagaimana masyarakat kita yang awam dengan dunia desain dan

dibuang menjadi suatu hiasan busana yang bernilai jual tinggi?
2.

hanya mengetahui satu atau dua jenis payet menanggapi hasil payet yang berasal dari kerang? 3. Bagaimana nilai tambah yang bisa didapat setelah melakukan eksperimen mengenai payet dari kerang? 2.3. Tujuan penelitian Penelitian yang berjudul “Analisis Kualitas Dan Nilai Tambah Payet Dari Kerang - kerangan Sebagai Inovasi Bahan Hiasan Busana Pada Gaun” memiliki beberapa tujuan, diantaranya sebagai berikut :
1.

Untuk mengetahui nilai tambah dari kerang-kerangan yang dijadikan Membentuk pola pikir yang kreatif dan inovatif dalam

bahan utama hiasan busana. 2. memaksimalkan daya guna bahan yang murah dan memiliki nilai guna yang rendah menjadi sebuah karya yang bernilai estetika tinggi, menarik serta memiliki daya jual dan daya guna tinggi.

5

2.4.

Penegasan Istilah Agar istilah yang digunakan dalam judul penelitian ini tidak menimbulkan

kesalahan penafsiran atau salah persepsi dalam mengartikan, maka perlu adanya penegasan istilah yang digunakan. 2.3.1 Analisis Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi III ( 2001 ) Analisis merupakan penyelidikan terhadap suatu peristiwa ( karangan, perbuatan, dsb) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya ( sebab-musabab, duduk perkaranya, dsb). Penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan. Penjabaran sesudah dikaji sebaik-baiknya. Pemecahan persoalan yang dimulai dengan dugaan akan kebenarannya. 2.3.2 Kualitas Kualitas atau mutu adalah tingkat baik buruknya, atau taraf derajat sesuatu. Hasil penelitian payet dari kerang-kerangan akan di ukur kualitas dan nilai tambahnya. 2.3.3 Nilai Tambah Nilai adalah arti yang diberikan manusia terhadap benda karena benda tersebut dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan manusia atau dapat ditukarkan dengan benda lain. Nilai tambah yang dimaksudkan meliputi nilai ekonomis serta nilai estetika. Secara sederhana, estetika merupakan ilmu yang mempelajari tentang keindahan. Bagaimana ia bisa terbentuk dan bagaimana seseorang bisa merasakannya. Meskipun awalnya sesuatu yang indah dinilai dari aspek teknis dalam membentuk suatu karya, namun perubahan pola pikir dalam masyarakat akan turut mempengaruhi penilaian tentang keindahan.

6

Ekonomi kreatif merupakan nilai ekonomi tinggi yang tercipta dari basis pengetahuan yang ada, melalui proses kreativitas dan ide dari insan kreatif. Dari nilai ekonomis yang tinggi bisa juga untuk melanjutkan ekonomi kreatif dari sumbangan terbesar devisa negara, penciptaan lapangan pekerjaan, dan pengembangan produk itu sendiri. 2.3.4 Payet Payet merupakan manik-manik tambahan untuk hiasan busana. Biasanya terdapat pada pakaian wanita. Cara penggunaannya dengan menempelkan payet atau manik-manik pada busana dengan menggunakan benang. Hasil yang didapatkan akan lebih bernilai jika dalam menempelkan payet tersebut sesuai dengan cara dan alur yang benar serta kreatifitas pemayet itu sendiri. 2.3.5 Kerang-kerangan Kerang merupakan hewan air yang termasuk hewan bertubuh lunak. Semua kerang-kerangan memiliki sepasang cangkang yang biasanya simetri cermin yang terhubung dengan suatu ligamen (jaringan ikat) 2.3.6 Inovasi Inovasi merupakan reka cipta yang diciptakan oleh manusia dalam menghasilkan hasil karya atau produk terbaru. Suatu bentuk, komposisi materi, peranti, atau proses yang baru. Sebagai penemuan didasarkan pada bentuk-bentuk, komposisi, proses atau gagasan yang sudah ada sebelumnya. Terobosan-terobosan radikal yang mungkin memperluas batas-batas pengetahuan dan pengalaman manusia. 2.3.7 Bahan Benda yang dari mana sesuatu dapat dibuat darinya, atau barang yang dibutuhkan untuk membuat sesuatu. Bahan kadangkala digunakan untuk menunjuk ke pakaian atau kain.

7

2.3.8.

Hiasan Busana Hiasan merupakan ornamen. Hiasan busana merupakan ornamen yang

terdapat pada busana. Ini diberikan supaya busana yang dikenakan atau dipakai tidak polosan dan terlihat lebih hidup dengan tambahan ornamen. 2.3.9. Dress Dress atau gaun merupakan baju yang dipakai wanita untuk menghadiri pesta atau acara resmi. Busana semiformal ini dibuat dari kain seperti sifon, beledu, satin, atau sutra. 2.5. MANFAAT PENELITIAN Setiap orang melakukan kegiatan tentunya mempunyai tujuan tertentu, sehingga dalam melakukan kegiatan mempunyai manfaat baik untuk dirinya sendiri maupun pihak lain. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat secara teori maupun praktik. 2.5.1. Manfaat secara Teori Dapat memberi kasanah keilmuan dan mengembangkan kreatifitas yang dimiliki. 2.5.2. Manfaat secara praktik Sebagai sarana pengembangan ilmu dan menambah wawasan yang sudah didapat dibangku kuliah dengan praktik kenyataan. Menghasilkan sesuatu yang baru dan bisa menjadi inovasi untuk hasil kedepannya. Meningkatkan hasil produk yang dibuat agar diakui di indonesia maupun di luar negeri. 2.5.2.2 Bagi Mahasiswa Sebagai sarana bacaan dan menambah ilmu pengetahuan apabila mahasiswa melakukan penelitian. 2.5.2.3 Bagi Masyarakat 2.5.2.1 Bagi penulis

8

Harapan penulis terhadap masyarakat, dapat dijadikan pandangan agar dalam membuat busana tidak hanya payet biasa yang dijadikan hiasan busana. Namun payet dari kerang-kerangan juga bisa dijadikan sebagai inovasi terbaru dalam dunia busana. 3.
3.1.

LANDASAN TEORI Teori Analisis

Teori Analisis Kualitas Payet dari Kerang-kerangan 3.1.1

3.2.

Teori Inovasi

4. METODOLOGI PENELITIAN
4.1

Penentuan Objek Penelitian Populasi Populasi yang digunakan adalah seluruh SMP kelas 9 se-Kecamatan

4.1.1.

Bumiayu dengan jumlah 7 sekolah yaitu SMP Negeri 1 Bumiayu, SMP Negeri 2 Bumiayu, SMP Negeri 3 Bumiayu, SMP Islam T Huda Bumiayu, SMP BU NU Bumiayu, SMP Muhammadiyah Bumiayu, SMP Kerabat Kita Bumiayu. Jumlah populasi guru kelas 9 di SMP se-Kecamatan Bumiayu sejumlah 7 guru. 4.1.2. Sampel Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling yaitu 0bjek yang diambil semua yaitu berjumlah 7 orang guru kelas 9 di SMP se-Kecamatan Bumiayu.
4.2

Variabel Varaiabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi perhatian suatu

penelitian (suharsimi Arikunto, 2002 : 94). Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif persentase dan mempunyai satu variable yaitu pelaksanaan KTSP pada mata pelajaran PKK kelas 9 di SMP se-Kecamatan Bumiayu.
4.3

Metode Pengumpulan Data

9

Metodelogi pengumpulan data adalah suatu cara untuk memperoleh bahanbahan keterangan suatu kenyataan yang benar sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

10

4.3.1

Metode Observasi Metode Observasi atau yang disebut pula dengan pengamatan, meliputi

kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera (Suharsimi Arikunto, 2002 : 156). Dalam penelitian ini observasi yang dilakukan adalah observasi langsung yaitu pengamatan dan pencatan yang dilakukan terhadap obyek yang diselidiki (S. margono, 2005 : 158). Observasi ini untuk mengamati dan mencatat deskriptif terhadap latar belakang dan semua kegiatan yang terkait dengan pelaksanaan KTSP pada mata pelajaran PKK kelas 9 di SMP se-Kecamatan Bumiayu. Observasi ini meliputi jumlah SMP dan guru PKK di SMP se-Kecamatan Bumiayu.

11

Tabel 1 : Kisi-kisi penelitian observasi dengan Guru PKK kelas 9 Di SMP seKecamatan Bumiayu.
No 1 Variabel Pelaksanaan KTSP 2006 pada mata pelajaran PKK kelas 9 SMP Bumiayu 2. Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar KBM Indikator 1. Pengembangan silabus dan RPP Sub Indikator No

Soal 1. Silabus dan rencana 1,2 pelaksanaan pembelajaran sesuai panduan kurikulum. 2. Sumber belajar 3,4 dipersiapkan. 3. Sesuai dengan 5, 6 Rencana Pembelajaran 4. Materi disampaikan 7, 8 sesuai kompetensi 9, 10, dalam KTSP 5. Menguasai materi

11 6. Menggunakan metode 12, 13, Variatif 7. Mampu 14 15, 16

mengkondisikan kelas 8. Media yang digunakan 17, 18 3. Evaluasi pembelajaran sesuai kebutuhan 1. Memilih bentuk 19, 20, instrument 2. Menentukan tagihan 3. Memberikan penugasan dengan life skill 21 jenis 22, 23, 24 25, 26, berkaitan 27

12

Tabel 2 : Kisi-kisi penelitian observasi dengan siswa kelas 9 di SMP seKecamatan Bumiayu
No 1 Variabel Pelaksanaan KTSP 2006 pada mata pelajaran PKK kelas 9 SMP Bumiayu Indikator 1. Persiapan Sub Indikator 1. Membawa perlengkapan belajar 2. Membawa yang 2. Pelaksanaan tugas diberikan No soal 1,2 3,4

guru 1. Keaktifan siswa 5,6 2. Proses belajar 7.8.9, mengajar 3. Sumber belajar 1. Penilaian kelas 10 11, 12. 13,14

3. Evaluasi

13

Tabel 3 : Kisi-kisi penelitian observasi sarana dan prasrana
No 1 Variabel Pelaksanaan KTSP 2006 pada mata pelajaran PKK kelas 9 SMP Bumiayu Indikator 1. Sarana 1.1 Ruang 1.2.1 Ruang Teori 1.2.2 Ruang praktek Sub Indikator No Soal 1, 2 2,3 4, 5 5, 6 7,8 9, 10, 11 12, 13, 14 15, 16 17, 18 19, 20

1. 2. 3. 1. 2. 3.

Luas ruang teori Kebersihan ruang teori Keadaan ruang Luas ruang praktek Kondisi ruang praktek Peralatan ruang praktek

1.2 Perabotan 1.2.1 Jumlah perabotan 1.2.2 Kondisi perabotan

1. Jumlah meja 2. Jumlah kursi 1. Keadaan papan tulis 2. Keadaan meja dan kursi

1.3 Media 1.3.1 Peralatan praktek

1. Peralatan praktek yang 21, 22, tersedia 2. Jumlah peralatan praktek 1. Media yang tersedia 1. Luas halaman 1. Keadaan halaman 2. Keadaan jalan menuju sekolah 23 24, 25, 26 17, 28 29, 30 31, 32 33,34, 35

2.2.1 Jenis media 2 Prasarana 2.1 Luas prasarana 2.2 Kondisi Prasarana

14

4.3.2

Metode Angket Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk

memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui. ( Suharsimi Arikunto, 2006 : 151). Tujuan dan teknik ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai pekasanaan KTSP pada mata pelajaran PKK kelas 9 di SMP se-Kecamatan Bumiayu. Metode Angket atau Koesioner dugunakan sebagai cara untuk memperoleh informasi dari responden dengan menjawab sejumlah pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya dan untuk tiap-tiap pertanyaan telah ditentukan skor nilainya. Tabel 4 : Kisi-kisi penelitian angket dengan guru PKK kelas 9 di SMP seKecamatan Bumiayu
No 1 Variabel Pelaksanaan KTSP 2006 pada mata pelajaran PKK kelas 9 SMP Bumiayu 2.Tahap Pelaksanaan Indikator 1. Tahap persiapan dan perencanaan Sub Indikator 1. Konsep KTSP 2. Perencanaan pembelajaran 3. Persiapan sarana dan prasarana 1. Pelaksanaan kegiatan awal pembelajaran 2. Penguasaan materi 3. Pengelolaan kelas 4. Penerapan disiplin 3. Tahap evaluasi 1. Perencanaan evaluasi 2. Pelaksanaan evaluasi hasil belajar No Soal 1, 2, 3 4, 5. 6 7,8 9, 10, 11 12, 13, 14 15, 16, 17 18, 19, 20 21, 22, 23 24, 25, 26

15

4.3.3

Metode Dokumentasi Dokumentasi dari asal kata dokumen, yang artinya barang-barang tertulis.

(Suharsimi Arikunto, 2002 : 135). Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal / variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya. Untuk mendapatkan data yang lebih akurat selain diperoleh dari sumber manusia juga diperoleh dari dokumen. Metode dokumentasi ini digunakan untuk mengetahui agenda pelaksanaan KTSP Pada mata pelajaran PKK kelas 9 di SMP se-Kecamatan Bumiayu.. Tabel 5 : Kisi-kisi penelitian dokumentasi No 1 Variabel Pelaksanaan KTSP 2006 pada mata pelajaran PKK kelas 9 SMP Bumiayu Sub Variabel Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan KTSP 2006 Persiapan mengajar Proses pembelajaran Evaluasi RPP Silabus Indikator Kurikulum Keterangan Lembar observasi Lembar observasi Lembar observasi Lembar obsevasi Lembar obsevasi Lembar obsevasi 4.4 Uji Coba Instrument Dalam penelitian uji instrument merupakan kedudukan yang paling tinggi karena data merupakan penggambaran variabel yang diteliti dan sebagai alat pembuktian instrument yang baik memiliki 2 persyaratan yaitu valid dan reliable

16

4.4.1. Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat atau kesahihan sautu instrument (Arikunto, 2002 : 144). Suatu instrument dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan serta dapat mengungkapkan dalam variabel yang diteliti secara tepat. Rumus yang digunakan uji validitas instrument adalah rumus product moment yaitu : Rumus : r xy = Keterangan :
r

xy = = = = = = =

Koefisien korelasi x dan y Jumlah responden Jumlah perkalian antara skor x dan y Jumlah seluruh skor Jumlah seluruh kuadrat skor x Jumlah seluruh skor y Jumlah seluruh kuadrat skor y

N xy x y y2

4.4.2. Reliabilitas Instrumen

Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa satu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan data karena instrument tersebut sudah baik. Reliable artinya dapat dipercaya, jadi dapat diandalkan (Suharsimi Arikunto, 2002 : 154). Untuk menguji keandalan instrument dalam penelitian ini digunakan rumus alpha :

ket : = k ∑ = = = db = Reliabilitas instrument Banyaknya butir pertanyaan / banyaknya soal Jumlah varian butir varian total Derajat kebebasan rumusnya (k-1)

17

4.5 Metode Analisis Data Metode analisis yang digunakan penilitian ini menggunakan deskriptif persentase. Yang dapat dilihat dengan rumus (Muhammad Ali, 1998 :184). Metode yang digunakan untuk memberi deskriptif pada penelitian Rumus : DP : Keterangan : DP : Persentase jawaban n : Jumlah nilai ( skor )yang diperoleh N : Jumlah seluruh nilai Menentukan interval nilai presentase sebagai dasar mengklasifikasikan Hasil perhitungan presentase penerapan dengan cara : 4.5.1. Menetukan skor tertinggi dan skor terendah Skor tertinggi =

Skor terendah =

X 100%

4.5.2. Menetukan rentang Skor tertinggi – skor terendah 100 – 25 = 75 4.5.3. Menentukan interval skor Interval skor : = 18.75=19

18

Tabel 6 : Interval nilai persentase dan klasifikasi skor
Interval (%) 81,25 - 100% 62,50 - 81,25% 43,75 - 62,50% 25.00-43,75% Klasifikasi/kategori Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah

3.

SISTIMATIKA SKRIPSI Sistimatika skripsi merupakan gambaran secara umum mengenai garis besar

isi skripsi yang dirangkum dalam bagian-bagian perbab. Adapun sistimatika skripsi ini adalah sebagai skripsi sebagai berikut, Bagian awal berisi halaman judul, kata pengantar, daftar isi, daftar lampiran, dan abstrak
BAB 1 : Pada bagian ini disajikan pendahuluan yang berisi latar belakang, yang

meliputi alasan

pemilihan judul, perumusan masalah, penegasan

istilah, tujuan, manfaat penelitian dan sistimatika skripsi. BAB 2 : Landasan Teori, dalam bab ini berisi teori-teori yang erat dengan permasalahan yang selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam pembahasan masalah.
BAB 3 : Metodelogi Penelitian, berisi hal-hal yang berubungan dengan metode-

metode yang digunakan, meliputi metede pengumpulan data, populasi, sampel dan instrumen analisis data.
BAB 4 : Hasil Penelitian dan Pembahasan, dalam bab ini berisi data dan analisis

data serta gambaran hasil penelitian, sehingga data yang ada mempunyai arti.
BAB 5 : Penutup, berisi tentang kesimpulan dan saran yag mengungkapkan

kembali pokok persoalan beserta hasilnya secara singkat serta berisi keinginan penulisan menyampaikan suatu gagasan yang belum dicapai dalam tujuan penelitian demi perbaikan. Bagian akhir berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->