FUNGSI LEMBAGA KEUANGAN BANK TERHADAP PEMBIAYAAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH DITINJAU BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO.

20 TAHUN 2008 DAN PRAKTIK PELAKSANAAN

MAKALAH
(Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Hukum Perusahaan)

Oleh: Radityo Wisnu Adhi (110110080002)

Dosen Aam Suryamah, S.H., M.H.

FAKULTAS HUKUM UNNIVERSITAS PADJADJARAN 2012

Krisis ini telah mengakibatkan kedudukan posisi pelaku sektor ekonomi berubah. <http://portaljakarta. “Peran UKM dalam Mendorong Kekompetitifan Perekonomian Indonesia”. bahkan cendrung bertambah.com/peran-ukm-dalam-mendorong-kekompetitifan-perekonomianindonesia>. dukungan pembiayaan (modal kerja dan investasi serta cakupan pendanaan yang diperlukan lainnya) terhadap pengembangan UMKM masih sangat kurang memadai.1 UMKM merupakan salah satu sektor usaha penyangga utama yang dapat menyerap banyak tenaga kerja. biaya cicilan utang meningkat sebagai akibat dari nilai tukar rupiah terhadap dolar yang menurun dan berfluktuasi. Banyak perusahaan yang tidak mampu lagi meneruskan usaha karena tingkat bunga yang tinggi. Namun.[28/07/2012] 1 . Usaha besar satu persatu pailit karena bahan baku impor meningkat secara drastis.BAB I PENDAHULUAN A. Berbeda dengan UMKM yang sebagian besar tetap bertahan. Pemulihan ekonomi dalam perekonomian daerah akan lebih cepat tercapai apabila peran UMKM dapat lebih 1 Nofri Hasanudin. Sektor perbankan yang ikut terpuruk turut memperparah sektor industri dari sisi permodalan. LATAR BELAKANG Krisis yang terjadi di Indonesia pada 1997 merupakan momen yang sangat menakutkan bagi perekonomian Indonesia.

ditingkatkan dan berbagai kendala internal yang melilit UMKM seperti perkreditan dan permodalan dapat dicarikan solusi yang pas dan akurat. B. RUMUSAN MASALAH 1. Perkreditan dan permodalan bagi pengembangan UMKM sering menjadi kendala karena UMKM sangat terbatas kemampuannya untuk mengakseskan terhadap lembaga perkreditan atau perbankan. Apa saja yang dapat menjadi sumber alternatif pembiayaan UMKM? 2. 20 Tahun 2008 dan praktik pelaksanaan? 2 . Bagaimana fungsi dan usaha lembaga keuangan bank dalam mengatasi permasalahan pembiayaan UMKM dihubungkan dengan Undang-Undang No.

dan potensi untuk mewujudkan struktur perekonomian nasional yang makin seimbang. UMKM perlu diberdayakan sebagai bagian integral ekonomi rakyat yang mempunyai kedudukan. Selain daripada itu sesuai dengan amanat Ketetapan MPR RI Nomor XVI/MPR-RI/1998 tentang Politik ekonomi dalam rangka demokrasi ekonomi. TUJUAN DAN MANFAAT Kajian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas dan efisiensi usaha lembaga perbankan dalam sistem pembiayaan UMKM. Masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 harus diwujudkan melalui pembangunan ekonomi nasional berdasrkan demokrasi ekonomi. 2 Lili Rasjidi dan Ira Thania Rasjidi.2 Kebahagiaan suatu masyarakat dapat diukur dengan tingkat kesejahteraan/kemakmurannya. hlm. Selain itu kajian ini pun diharapkan memberikan tambahan informasi bagi pelaku usaha mikro kecil menengah yang tengah membutuhkan modal guna mengembangkan usahanya. dan berkeadilan. peran. Bandung: Citra Aditya Bakti.C. berkembang.64 3 . D. Dasar-dasar Filsafat dan Teori Hukum. 2004. LANDASAN TEORI Beranjak dari teori utilities bahwa tujuan hukum ialah untuk memberikan kebahagiaan yang sebesar-besarnya kepada masyarakat.

SISTEMATIKA Sistematika penulisan Makalah ini terdiri atas 4 (empat) Bab yang terbagi atas: BAB I PENDAHULUAN A. TUJUAN DAN MANFAT D. SISTEMATIKA BAB II TINJAUAN UMUM MENGENAI USAHA MIKRO. MENENGAH (UMKM) DAN PEMBIAYAAN UMKM BAB III FUNGSI DAN USAHA LEMBAGA KEUANGAN BANK DALAM PEMBIAYAAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH BAB IV KESIMPULAN 4 . RUMUSAN MASALAH C. KECIL. LANDASAN TEORI E.E. LATAR BELAKANG B.

menengah adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro yaitu: a. 20 Tahun 2008 tentang usaha mikro. MENENGAH (UMKM) DAN PEMBIAYAAN UMKM A. 300. TINJAUAN MENGENAI USAHA MIKRO.000. kecil.00 (tiga ratus juta rupiah) Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri. Menengah Menurut Undang-Undang No. Kecil. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 50. atau b. MENENGAH (UMKM) 1. atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha Menengah atau Usaha Besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil yaitu: 5 .000. KECIL. Pengertian dan Karakteristik Usaha Mikro. yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki.000.00 (lima puluh juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. KECIL.BAB II TINJAUAN UMUM MENGENAI USAHA MIKRO. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp.000. dikuasai. 20 Tahun 2008 Usaha Mikro berdasarkan Pasal 1 butir 1 Undang-Undang No.

atau b.00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp500.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah).000.000. Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300.000.500. Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50.00 (lima ratus juta rupiah) sampai (sepuluh dengan milyar paling rupiah) banyak tidak Rp10.00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.000. yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki. Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp50. atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau Usaha Besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan yaitu: a.000.000.000.500. memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500.000.00 termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. dikuasai.00 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp2.000.a.000.000.000.000.000.000.000.00 (lima puluh milyar rupiah). atau b.000.000. 6 .

Karakteristik Usaha Kecil Menengah Dalam Perkembangan Selain berdasar Undang-Undang No. 3 Galeriukm. dari sudut pandang perkembangannya Usaha Kecil Dan Menengah dapat dikelompokkan dalam beberapa kriteria Usaha Kecil Dan Menengah yaitu: 3 .Fast Moving Enterprise. merupakan Usaha Kecil Menengah yang digunakan sebagai kesempatan kerja untuk mencari nafkah.Micro Enterprise. “KRITERIA USAHA MIKRO. yang lebih umum dikenal sebagai sektor informal.web. <http://galeriukm. merupakan Usaha Kecil Menengah yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu menerima pekerjaan subkontrak dan ekspor . . 20 Tahun 2008.2.Livelihood Activities. [28/07/2012] 7 .Small Dynamic Enterprise. KECIL DAN MENENGAH (UMKM)”. merupakan Usaha Kecil Menengah yang memiliki sifat pengrajin tetapi belum memiliki sifat kewirausahaan.id/news/kriteria-usaha-mikro-kecil-dan-menengah-umkm> . Contohnya adalah pedagang kaki lima. merupakam Usaha Kecil Menengah yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan akan melakukan transformasi menjadi Usaha Besar (UB). .

B. dan masyarakat melalui bank. 20 Tahun 2008 tentang usaha mikro. Dunia Usaha. yang mewajibkan penerima pembiayaan itu untuk melunasi pokok pembiayaan yang diterima kepada koperasi sesuai akad disertai pembayaransejumlah imbalan bagi hasil dan atau laba dari kegiatan yang dibiayaai atau penggunaan dana pembiayaan tersebut. koperasi lain. 8 . TINJAUAN UMUM PEMBIAYAAN Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah nomor 91 tahun 2004 tentang petunjuk pelaksanaan kegiatan usaha koperasi jasa keuangan syariah pasal 1 butir 8 yang dimaksudkan pembiayaan adalah penyediaan dana untuk investasi atau kerjasama permodalan antara koperasi dengan anggota. dan atau anggotanya. Menurut Pasal 1 butir 11 Undang-Undang No. kecil. kecil. dan lembaga keuangan bukan bank. calon anggota. dan menengah. menengah yang dimaksud pembiayaan adalah penyediaan dana oleh Pemerintah. untuk mengembangkan dan memperkuat permodalan usaha mikro. Pemerintah Daerah. koperasi.

Undang-Undang No. hibah. (4) Pemerintah.BAB III FUNGSI DAN USAHA LEMBAGA KEUANGAN BANK DALAM PEMBIAYAAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH A. (5) Pemerintah insentif dan Pemerintah bentuk Daerah dapat memberikan perizinan. dan pembiayaan lainnya (3) Usaha Besar nasional dan asing dapat menyediakan pembiayaan kepada Usaha Mikro dan Kecil dalam bentuk pemberian pinjaman. Pemerintah Daerah. dan Dunia Usaha dapat memberikan hibah. 20 Tahun 2008 pada Pasal 21 disebutkan bahwa: (1) Pemerintah dan Pemerintahan Daerah menyediakan pembiayaan bagi Usaha Mikro dan Kecil (2) Badan Usaha Milik Negara dapat menyediakan pembiayaan dari penyisihan bagian laba tahunan yang dialokasikan kepada Usaha Mikro dan Kecil dalam bentuk pemberian pinjaman. dan mengusahakan sumber pembiayaan lain yang sah serta tidak mengikat untuk Usaha Mikro dan Kecil. dalam kemudahan persyaratan keringanan tarif sarana dan prasarana. penjaminan. dan pembiayaan lainnya. hibah. dan bentuk insentif 9 . mengusahakan bantuan luar negeri. SUMBER-SUMBER PEMBIAYAAN TERHADAP UMKM Membahas mengenai sumber pembiayaan dalam UMKM. penjaminan.

[28/07/2012] 10 . Pemerintah Daerah. Dari Barang yang digadaikan. yakni barang miliki sendiri yang digadaikan baik ke lembaga formal (seperti Perum Pegadaian) atau informal. Melakukan peminjaman kepada Bank dan Lembaga Keuangan sejenis Bank. Usaha Besar Nasional dan Asing Selain berdasar Undang-Undang No. 4. 2. <http://id.shvoong. BUMN. Modal Sendiri.com/socialsciences/economics/2263511-sumber-dana-umkm/#ixzz21uYJ1DAh>.lainnya yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan kepada dunia usaha yang menyediakan pembiayaan bagi Usaha Mikro dan Kecil. 20 Tahun 2008 adapun sumber pembiayaan (modal) terhadap UMKM diantaranya:4 1. “Sumber Dana UMKM”. yakni uang yang dikumpulkan dari tabungan (bila bekerja) atau warisan yang diwariskan orang tua atau hibah pemberian dari orang lain. Dari ketentuan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pembiayaan terhadap UMKM dapat diperoleh melalui Pemerintah. 3. Dengan membayar angsuran sesuai tingkat bunga yang ada. 4 DionThohiron. Mendapat modal dengan bermitra dengan pihak lain yang sering disebut sebagai kemitraan usaha.

pegadaian. Pemilihannya tergantung UMKM sendiri. FUNGSI DAN USAHA LEMBAGA KEUANGAN BANK DALAM PEMBIAYAAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH Fungsi Lembaga Keuangan adalah sebagai perantara antara kelompok masyarakat yang kelebihan dana dengan kelompok masyarakat yang mengalami kekurangan dana. Selain pengembangan pembiayaan sebagaimana diuraikan diatas masih ada beberapa sistem pembiayaan (multifinance) yang dapat dimanfaatkan UMKM.5. Modal dengan mengoptimalkan hubungan dengan supplier (pemasok). Mendapat pinjaman dari lembaga Non Formal seperti LSM kemanusiaan dan lembaga pemberdayaan ekonomi lainnya. B. Modal ventura merupakan salah satu program Kementerian Negara hampir Koperasi dan UKM dan telah berkembang di daerah-daerah. dana BUMN dan sebagainya. disetiap propinsi/daerah istimewa telah berdiri Perusahaan Modal Ventura Daerah (LMVD) yang menyediakan modal produktif bagi UMKM. berdasarkan kesesuaian. antara lain: modal ventura. penyewaan (leasing). 6. kemampuan pemenuhan persyaratan dan prosedur yang ditetapkan masing-masing lembaga pembiayaan tersebut. anjak piutang (factoring). Kelompok masyarakat yang dengan berbagai alasan menyimpan uangnya pada Bank atau 11 .

berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara Bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan perimbangan bunga. bila selama ini kredit pada UKM harus memenuhi tiga syarat. yaitu: 1) ketentuan kredit bagi UKM dipermudah. tetapi 12 . guna memperlancar kegiatan perekonomian masyarakat. liquidity. Pelonggaran meliputi tiga hal.Lembaga keuangan lainnya dengan alasan safety. maka kini dua persyaratan dihilangkan. convenience dan untuk mencapai target jumlah tertentu. Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu. 2) pelonggaran mengenai pemberian kredit bagi perusahaan yang bermasalah. accessibility. sisi balanced. yaitu bila perusahaan bermasalah bukan karena kesengajaan tapi akibat situasi makro dan eksternal perusahaan misalnya terjadinya bencana alam. maka perusahaan bagi perusahaan tersebut boleh mendapat kredit. yaitu prospek industri. Bank Indonesia pada tanggal 2 April 2007 akhirnya mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia yang intinya memperlonggar sejumlah persyaratan kredit perbankan bagi UKM. Bank sebagai lembaga pemberi kredit sangat berperan membantu pengusaha-pengusaha daerah guna meningkatkan kegiatan perekonomian di daerah. dan kemampuan membayar. 3) kemudahan yang berada dalam induk perusahaan (holding) bermasalah. tinggal satu persyaratan yaitu kemampuan membayar.

Pada penulisan makalah ini. Melihat pada pembiayaan usaha ini maka jelas lembaga keuangan Bank memperhatikan kebutuhan permodalan para pengusaha/pengrajin sektor UMKM. Penulis juga sebelumnya telah mendatangi sebuah toko penjualan dan pembuatan boneka di kawasan Holis atau tepatnya toko bernama Panji Jatnika toys Jalan Soekarno Hatta No. hanya UMKM yang memiliki usaha layak dan memiliki manajemen dan administrasi rapi yang akan cepat bisa memanfaatkan kredit perbankan. hal ini.unit perusahaan dinilai sehat dan tak bermasalah. Berarti kredit UMKM mendasarkan pada kelayakan usaha. Untuk itu. maka tidak akan banyak pula UMKM yang dapat memanfaatkan kredit bank. Dengan dihilangkan dua syarat dan hanya tinggal persyaratan yaitu kemampuan membayar. maka dapat diberikan kredit. 13 . maka satu perbankan UMKM harus Dalam melakukan pembenahan dan peningkatan kemampuannya. agar kemudahan kredit tersebut dapat optimal bisa dimanfaatkan UMKM masih perlu dukungan penjaminan kredit. Penulis menanyakan mengenai pembiayaan terhadap usaha ini. kemudian didapatkan informasi bahwa usaha tersebut bermodal awal kurang lebihnya 5 juta rupiah dan guna memperkuat kebutuhan modal maka usaha ini memerlukan pembiayaan dengan kredit pinjaman di Bank Jabar. 48A Bandung. Dengan prasyarat seperti itu.

Pemilihannya tergantung UMKM sendiri. B. Selain itu masih ada pembiayaan antara lain: (multifinance) modal yang dapat anjak beberapa sistem dimanfaatkan UMKM. perekonomian masyarakat. Berarti kredit perbankan UMKM mendasarkan pada kelayakan usaha. ventura. Usaha Besar Nasional dan Asing. pegadaian. Bank sebagai lembaga pemberi kredit sangat berperan membantu pengusaha-pengusaha perekonomian di daerah guna guna meningkatkan memperlancar kegiatan kegiatan daerah. penyewaan (leasing). Bank Indonesia pada tanggal 2 April 2007 melalui Peraturan Bank Indonesia memperlonggar sejumlah persyaratan kredit perbankan bagi UKM yaitu dengan dihilangkan dua syarat dan hanya tinggal satu persyaratan yaitu kemampuan membayar. piutang (factoring). Pemerintah Daerah. BUMN. dana BUMN dan sebagainya. Agar kemudahan ini menjadi optimal bagi UMKM diperlukan juga penjaminan kredit. kemampuan pemenuhan persyaratan dan prosedur yang ditetapkan masing-masing lembaga pembiayaan tersebut. berdasarkan kesesuaian. Sumber-Sumber Pembiayaan Terhadap UMKM dapat diperoleh melalui Pemerintah.BAB IV KESIMPULAN A. 14 .