BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Prinsip-prinsip bimbingan harus diterjemahkan ke dalam program-program sebagai pedoman pelaksanaan di sekolah. Di dalam menerjemahkan prinsip ke dalam program peranan guru sangat penting karena guru merupakan sumber yang sangat menguasai informasi tentang keadaan siswa. Di dalam membuat program tersebut, kerja sama konselor dengan personel lain di sekolah merupakan suatu syarat yang tidak boleh ditinggalkan. Kerja sama ini akan menjamin tersususnnya program bimbingan dan konseling yang komprehensif, memenuhi sasaran, serta realistik. Meskipun keberadaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah sudah lebih diakui sebagai profesi, namun masih ada persepsi negatif tentang bimbingan dan konseling terutama keberadaannya di sekolah dari para guru, sebagian pengawas, kepala sekolah, para siswa, orang tua siswa bahkan dari guru BK sendiri. Selain persepsi negatif tentang BK, juga sering muncul tudingan miring terhadap guru bimbingan dan konseling di sekolah. Munculnya persepsi negatif tentang BK dan tudingan-tudingan miring terhadap guru BK antara lain disebabkan ketidaktahuan akan tugas, peran, fungsi, dan tanggung jawab guru BK itu sendiri. Selain itu, bisa disebabkan oleh tidak disusunnya program BK secara terencana. 1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah program bimbingan dan konseling di sekolah? 2. Bagaimanakah peranan guru dalam pelaksanaan bimbingan di sekolah? 1.3 Tujuan Masalah 1. Mengetahui program bimbingan dan konseling di sekolah 2. Mengetahui program bimbingan di sekolah BAB II PEMBAHASAN 1. A. Program Bimbingan di Sekolah Kegiatan bimbingan dan konseling dapat mencapai hasil yang efektif bilamana dimulai dari adanya program yang disusun dengan baik. Program bimbingan berisi rencana kegiatan yang akan dilakukan dalam rangka pemberian layanan bimbingan dan konseling. Winkel dalam Soetjipto dan Kosasi (2009: 91) menjelaskan bahwa program bimbingan merupakan suatu rangakaian kegiatan terencana, terorganisasi, dan terkoordinasi selama periode waktu tertentu.

1. 1. Pengertian program bimbingan Menurut pendapat Hotch dan Costor yang dikutip oleh Gipson dan Mitcheell (1981) program yang memberikan layanan khusus yang dimaksudkan untuk membantu individu dalam mengadakan penyesuaian diri. Program bimbingan itu menyangkut dua faktor, yaitu: (1) faktor pelaksana atau orang yang akan memberikan bimbingan dan (2) faktor-faktor yang berkaitan dengan perlengkapan, metode, bentuk layanan siswa-siswa, dan sebagainya, yang mempunyai kaitan dengan kegiatan bimbingan. (Abu Ahmadi dalam Soetjipto dan Kosasi, 2009: 91) Program bimbingan memberikan arah yang jelas dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan efisien dan efektif. 1. 2. Fungsi dan syarat bimbingan di sekolah Uman Suherman dalam Salahudin(2010: 127) menyatakan bahwa secara umum, fungsi bimbingan dan konseling dapat diuraikan sebagai berikut. 1. Fungsi pemahaman, yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli (klien) agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkan pemahaman ini, konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. 2. Fungsi preventif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya supaya tidak dialami oleh konseli. Melalui fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara menghindarakan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi, informasi, dan bimbingan kelompok. Beberapa masalah yang perlu didinformasikan kepada konseli dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan, di antaranya: bahaya minuman keras, merokok, penyalahgunaan obat-obatan, drop out, dan pergaulan bebas (free sex). 1. Fungsi pengembangan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif daripada fungsi-fungsi lainnya. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang menfasilitasi perkembangan konseli. Konselor dan personal sekolah secara sinergi sebagai team work berkolaborasi atau bekerja sama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu konseli mencapai tugas-tugas perkembangannya. Teknik bimbingan yang dapat digunakan di siniadalah pelayanan informasi, tutorial, diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming), home room, dan karyawisata. 2. Fungsi penyembuhan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada konseli yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar maupun karir. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling dan remedial teaching.

kepala sekolah dan staf. minat. dan seimbang dalam seluruh aspek dalam diri konseli. 2. bakat. dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan. yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli memilih kegiatan ekstrakurikuler. Jadi. Dengan demikian. bimbingan itu menyangkut tiap-tiap aspek dari kegiatan sekolah. Semua itu termasuk usaha-usaha mendidik yang sudah seharusnya dilakukan guru terhadap siswa-siswanya. Dalam melaksanakan fungsi ini. Pendidikan menyangkut masalah perseorangan. dan kebutuhan konseli. 3. serasi. memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. dapat dikatakan bahwa ada persamaan antara bimbingan dan pendidikan. menurut H. kemampuan. dan sebagainya. konselor bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. yakni khususnya di sekolah. Fungsi pemeliharaan. berperasaan dan bertindak (berkehendak). Adapun fungsi khusus bimbingan dan konseling. konselor. dkk. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai konseli. rekreatif. selaras.M. pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan konseli secara tepat. dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat. Fungsi fasilitasi. Fungsi ini menfasilitasi konseli agar terhindar dari kondisi-kondisi yang akan menyebabkan penurunan produktivitas diri. 4. dalam Salahudin (2010: 129) adalah sebagai berikut: 1. sehingga perlu diperhatikan bahwa pendidikan dan bimbinga berbeda dalam tujuan dan prosesnya. yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan. rasional dan memiliki perasaan yang tepat sehingga dapat mengantarkan mereka pada tindakan atau kehendak yang produktif dan normatif. baik di dalam maupun di luar sekolah. Fungsi penyembuhan. 6. Pelaksanaan fungsi ini diwujudkan melalui programprogram yang menarik. dan ciri-ciri kepribadian lainnya. jurusan. Fungsi adaptasi. Fungsi perbaikan. 10. baik dalam memilih dan menyusun materi sekolah. 5.3. yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli untuk menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya. Konselor melekukan intervensi (memberikan perlakuan) terhadap konseli supaya memiliki pola berpikir yang sehat. 4. 7. yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berpikir. Anak-anak itu sendiri yang mengubah dirinya . Umar. dan fakultatif (pilihan) sesuai dengan minat konseli. Menolong anak dalam kesulitan belajarnya Berusaha memberikan pelajaran yang sesuai denga minat dan kecakapan anak-anak Memberi nasihat kepada anak yang akan berhenti dari sekolahnya Memberi petunjuk kepada anak-anak yang melanjutkan belajarnya. atau program studi. Sekalipun demikian. keahlian. memilih metode dan proses pembelajaran maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan konseli. Fungsi penyesuaian. benar juga bila dikatakan bahwa bimbingan itu sebenarnya menyangkut semua usaha pendidikan yang dilakukan oleh guru.

adanya bimbingan di sekolah-sekolah. Proses pendidikan terjadi di dalam individu. Banyaknya jumlah mata pelajaran dan luasnya bahan pelajaran. bimbingan dapat dikatakan sebagai suatu bentuk pendidikan. Adapun fungsi guru tidak lebih dari menyediakan kesempatan yang berguna dan cocok bagi anak untuk mengembangkan dirinya (self education). Tegasnya memberikan bantuan kepada seseorang dalam usaha memecahkan kesulitan-kesulitan yang dialaminya. Memerhatikan Anak-anak Sekolah-sekolah kita pada umumnya masih kurang memerhatikan individual anak-anak. untuk melaksanakan bimbingan dengan sebaik-baiknya diperlukan pengetahuan yang lengkap tentang individu yang bersangkutan seperti bakat. yang berguna bagi individu itu dalam usaha mengembangkan dirinya. menyebabkan guru pada umumnya hanya memompakan bahan pelajaran itu kepada otak anak-anak. Demikianlah. berarti membantu sekolah dalam usahanya memerhatikan dan memenuhi kebutuhan anak-anak sebagai individu. bimbingan banyak menyangkut faktor-faktor di luar individu. yaitu penyesuaian dan perkembangan pekerjaan Follow-up. 1. dan kemampuan yang sama untuk menerima pelajaran itu. . dan hasil-hasil pendidikan terlihat dalam timgkah lakunya. latar belakang keluarga. kecerdasan. Mendekatkan hubungan sekolah dengan masyarakat Adanya bimbingan dan konseling di sekolah ialah untuk mengadakan pelayanan terhadap siswasiswa dalam pertumbuhan dan perkembangannya. bimbingan mencakup semua teknik penasihatan (conseling) dan semua informasi yang dapat menolong individu untuk menolong dirinya sendiri. Pelayanan tersebut meliputi: 1) 2) 3) 4) Personal guidance. b. minat. Tiap-tiap pelajaran diberikan kepada sekelompok siswa yang dianggap mempunyai kecerdasan. Jenis bantuan yang dibutuhkan oleh individu berbeda-beda meskipun ada kemungkinan kesukaran yang dihadapi sama. yang berhubungan dengan bantuan yang akan diberiakan. Jadi. Dalam arti khusus. yaitu menyesuaikan dengan perkembangan pribadi Educational guidance. yaitu sesudah keluar dari sekolah. kecakapan. a. Oleh karena itu. 1. riwayat pendidikan. Di muka telah disebutkan bahwa bimbingan menyangkut semua usaha pendidikan. Sementara itu. Adapun perbedaan individual anak-anak kurang mendapat perhatian. yaitu penyesuaian dan kemajuan pendidikan Vocational guidance.sesuai dengan apa yang dikehendakinya. Ini berarti bahwa fungsi pokok dari bimbingan dan konseling adalah menolong individu-individu yang mencari dan membutuhkan bantuan. dan sebagainya.

kelompok belajar. organisasi-organisasi intra. Hal ini karena masih banyak orang yang tidak tepat dalam menduduki suatu jabatan. Dengan demikian. harus ada hubungan yang erat antara sekolah dan masyarakat. organisasi masyarakat. dan fungsi penyesuaian (adjustive). Membimbing individu ke arah pekerjaan yang sesuai Bimbingan yang diberikan guru kepada siswa-siswa tidak saja terbatas membantu mengatsi kesulitan-kesulitan mereka. kecakapan. memilih jenis sekolah lebih lanjut (lanjutan). Sering kita dengar keluhan-keluhan yang mengatakan bahwa lulusan sekolah sekarang banyak yang tidak dapat bekerja. diselenggarakan dengan tiga fungsi utama. intitusi. c. Ini semua menunjukkan betapa banyaknya pelayanan atau bantuan yang harus diberikan oleh guru-guru dalam pendidikannya. melainkan pula masalah melanjutkan sekolah dan memilih jabatan (vocational guidance). yang merupakan bagian integral dari proses pendidikan. dapat dikatakan bahwa bimbingan sangat menunjang perkembangan siswa secara optimal. 1) Fungsi penyaluran (distributive). mudah dipahami kalau keberhasilan fungsi penyaluran ini banyak bergantung pada . Itulah sebabnya. Dalam pemilihan tersebut. Dalam pelaksanaan sifat-sifat tersebut di atas. Banyak pula yang masih memandang rendah menjadi pekerja tangan atau teknik. dan sebagainya. Seirama dengan sifat bimbingan tersebut di atas. lembaga sosial. jumlah pengangguran lulusan sekolah makin bertambah. perusahaan . bimbingan. yaitu fungsi bimbingan sebagai pemberi bantuan kepada siswa-siswa dalam memilihkemungkinan-kemungkinan kesempatan yang terdapat dalam lingkup sekolah. dan sebagainya. fungsi pengadaptasian (adaptive). dan ciriciri lain pribadi siswa. bakat. tampak betapa banyak kesukaran yang mungkin dihadapi siswa dalam pertumbuhannya. sedangkan tidak semua orang dapat mencapainya. Adanya bimbingan dan konseling diharapkan menjadi alat penyaluran anak-anak ke arah pilihan sekolah atau pilihan pekerjaan yang sesuai dengan pembawaan dan kemampuan masing-masing. makin merosotnya moral siswa. Prinsipnya. Kita masih melihat „gila pangkat‟ dan demam masuk perguruan tinggi. dan sebagainya dalam sekolah. cita-cita. Karena pelaksanaan pertimbangan ciri-ciri pribadi siswa tersebut sangat kompleks.Melihat hal tersebut. Apalagi mengingat keadaan masyarakat kota dewasa ini. dan karir atau lapangan kerja. siswa dan pembimbing harus mempertimbangkan kebutuhan. bantuan dapat ditujukan kepada siswa yang mengalami persoalan serius dan tidak mengiringi perkembangan siswa. Di antaranya adalah memilih mata pelajaran atau kelompok program. 1. yang semakin hari kompleks masalahnya. dalam rangka pelaksanaan bimbingan ini. Bimbingan tidak hanya sebagai pengiring dalam proses pendidikan dan pengajaran. yaitufungsi penyaluran (distri butive). dan memandang tinggi pegawai kantor dan sebagainya. adanya vocational guidance sangat penting dan diperlukan. minat. Bagi masyarakat kita dewasa ini. Termasuk dalam fungsi penyaluran adalah membantu siswa dalam memilih kegiatan-kegiatan kurikulum. sehingga merugikan masyarakat dan negara. melainkan merupakan bagian integral dari pendidikan dalam lingkup sekolah. terutama dalam proses belajar mengajar. diperlukan adanya hubungan saling mengerti dan saling membantu antara sekolah dengan orangtua siswa.

pribadi. Dengan begitu. Kerja sama antara konselor dan guru. Untuk kelancaran pelaksanaan fungsi penyesuaian ini diperlukan pula kerja sama konselor dengan guru-guru dan staf sekolah lain.kerjasama antara anggota staf bimbingan di sekolah. sehingga dapat memasuki perguruan tinggi yang berkualitas dan sebagainya. bakat. konselor membantu guru (terutama dalam hal) memperlakukan siswa dengan tepat. Hal tersebut menunjukkan bahwa sekolah lebih mengutamakan atau menekankan akan perkembangan belahan otak kiri. intuisi. Orientasi baru bimbingan dan konseling di sekolah Untuk mengembangkan potensi siswa diperlukan sistem pendidikan yang kondusif agar segala aspek potensial dalam diri siswa dapat berkembang optimal. dan pengiriman siswa dari guru kepada konselor. yaitu fungsi bimbingan sebagai penberi bantuan kepada staf sekolah (terutama guru-guru) untuk mengadaptasikan perilaku mendidik staf sekolah. dan memerhatikan dinamika kelompok. memilih. dan kerja sama dengan lembaga luar sekolah. berprestasi dan NEM tinggi. memilih metode interaksi belajar mengajar yang tepat. . Khusus bagi sekolah yang kelompok siswanya menggunakan sistem pengajaran modul. termasuk seni. sangat penting artinya di sini. tantangan dunia pendidikan. 1. Pelaksanaan fungsi ini diwujjudkan dalam membantu siswa menghadapi masalah penyesuaian yang dialaminya. kerja sama antara guru-guru dan konselor sangat utama dan sangat memerlukan kecakapan human relationship yang tinggi bagi konselor dan guru dengan bekal utama saling mengerti dan memahami bahwa tugas mendidik mereka adalah semata-semata bagi kepentingan siswa. seperti pendidikan formal sampai saat ini masih terjebak pada pengembangan kognitif siswa dengan tujuan agar siswa menjadi orang cerdas. terutama dalam hal-hal seperti identifikasi (mengenai) siswa yang mengalami gangguan penyesuaian mengumpulkan data khusus (misalnya. baik sekolah maupun orangtua sejak dini menggiring para siswa untuk mampu menyerap semua pengetahuan yang diajarkan. Keikutsertaan lain guru yang sangat diperlukan adalah dalam pelaksanaan bimbingan kelompok. imajinasi. 3) Fungsi penyesuaian (adjudtive). Namun. adaptasi bahan-bahan modul dengan kecepatan dan kecakapan siswa sangat penting artinya. gestalt. yaitu melalui identifikasi diri dan masalahnya. dan holistik. dan cenderung mengabaikan fungsi belahan otak kanan yang melayani fungsi humanistik. ataupun memilih alat bantu mengajar yang tepat. kecakapan. agama dan kreativitas. Sofyan S. di samping berbagai bentuk bimbingan dan penyuluhan seperti bimbingan kelompok dan konseling kelompok. anecdotal record) tentang siswa yang bersangkutan. Kerja sama dan keikutsertaan guru-guru diharapkan. 2) Fungsi pengadaptasian (adaptive). dan menyusun bahan pelajaran. Dalam praktik bimbingan. Willis dalam Salahudin (2010: 133). bantuan tersebut dinyatakan dalam pelayanan konseling. menurut Prof. Dalam pelaksanaan fungsi pengadaptasian ini. d. dan minat siswa. dan (terutama) program pengajaran dan integrasi belajar mengajar guru-guru dengan kebutuhan. Dengan data itu. Dalam rangka pelaksanaan fungsi bimbingan ini. memahami diri dan masalahnya sehingga siswa dapat memecahkan sendiri masalah penyesuaian yang dihadapinya. konselor memanfaatkan data lengkap tentang siswa-siswa. yaitu fungsi bimbingan sebagai pemberi bantuan kepada siswa-siswa agar mereka memperoleh penyesuaian pribadi dan maju secara optimal dalam perkembangan pribadinya. segala upaya.

Bahkan. banyak kelas yang di dalamnya tidak ada sama sekali siswa yang bermasalah. perlu ada upaya pelayanan untuk pengembangan diri dan potensi siswa yang lebih terarah. Biasanya kepala sekolah. Tekanan sistem sekolah yang berorientasi pengembangan otak kiri (untuk menguasai iptek) sering membuat para siswa jenuh dan frustasi karena mereka tidak mempunyai pilihan lain. dengan tujuan peningkatan kuantitas lulusan. Akibatnya. bertakwa. orientasi bimbingan dan konseling selama ini bersifat klinis. Adapun selebihnya. Mereka bergantung pada pihak-pihak lain untuk mendapat pekerjaan. Buruknya layanan bimbingan dan konseling di sekolah-sekolah bukan rahasia lagi. intuisi.Masih menurut Prof. Upaya kurikulum dan administrative saja dirasakan kurang membantu karena sekolah terlihat sangat birokaratis. Dengan kata lain. yaitu ceramah dan tugas. Selain itu. dan kreativitas karena tekanan system sekolah yang dominan. hasil belajar kurang memuaskan dan muncul gejala-gejala membolos. Mereka tidak bisa menciptakan lapangan kerja sendiri karena itu pengangguran intelektual semakin meningkat di negeri ini sebab Negara tidak mampu menyediakan lapangan kerja. Mengingat rumitnya masalah ini. Mereka kehilangan daya imajinasi. Sekolah merupakan penjara yang membuaut siswa terpuruk tak berdaya. dan gur-guru cenderung memerhatikan siswa yang bermasalah. menyababkan mereka semakin berjarak dengan siswa. holistik). menentang guru. Cara mengajar guru yang monoton. namun lemah dalam pengembangan kepribadian beriaman. Dari 100 siswa. dan daya tanggap (gestalt. intuisi. Apalagi rasa humor guru sangat tipis. siswa yang tidak bermasalah dan berpotensi. Adapun pelayanan bimbingan dan konseling yang ada di sekolah hanyalah alat birokrasi sekolah yang berurusan dengan gejala-gejala siswa bermasalah bukan untuk pengembangan potensi siswa. Para siswa memang lulus tetapi hanya sepuluh persen yang berhasil lulus UMPTN atau ujian masuk perguruan tinggi yang memiliki kualifikasi baik di tanah air. bahkan tidak ada sedikit pun. paling banyak hanya ada satu atau dua siswa yang cenderung bermasalah. kreatif. dan bahkan perkelahian sesama mereka. hal yang sangat disayangkan adalah para sekolah dari perguruan tinggi kebanyakan tidak mandiri. Lebih lanjut. dan memiliki perasaan kemanusiaan (humanistik). cenderung diabaikan dan tidak pernah mendapat pelayanan bimbingan dan konseling. bagian bimbingan dan konseling di sekolah ditakuti para siswa karena takut dianggap sebagai siswa yang nakal atau bermasalah. pada setiap kelas. . paling banyak 5 hingga 10 orang yang bermasalah. Muncullah julukan bahwa BK adalah alat pengawas dan penghukuman seperti polisi. Ditambah lagi dengan sikap-sikap otoriter kepala sekolah dan guru-guru yang tidak memahami makna kemanusiaan anak didik mereka. malas. menambah kejenuhan siswa. dan sangat serius mengisi otak siswa dengan berbagai ilmu. Prof. Sofyan menyatakan bahwa menurut pengamatannya di lapangan. sekolah-sekolah kita cenderung mengutamakan pendidikan ke arah penguasaan iptek. artinya memerhatikan para siswa yang bernmasalah dan mengabaikan siswa yang tidak bermasalah. guru pembimbing. kecuali belajar dan menghafal. Akibatnya. Willis dalam Salahudin (2010: 133). Sofyan S. bertengkar.

secara umum. Syarat-syarat tersebut. dan sejumlah syarat lainnya. artinya menciptakan kondisi sekolah yang kondusif bagi perkembangan siswa dengan memerhatikan perbedaan individual di antara siswa. menegaskan bahwa untuk menumbuhkembangkan pelayanan BK di sekolah. ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi dalam penyelenggaraan bimbinga. 3. kegiatan bimbingan dan konseling. tersedianya guru pembimbing yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan bimbingan dan konseling. 2. prinsip dalam membangun program bimbingan dan konseling adalah mengharapkan agar siswa dapat tumbuh dan berkembang dengan sangat baik mengingat sekolah merupakan lahan yang secara potensial sangat subur. dan keterampilan teknik konseling yang bervariasi dari konselor. Siswa sebagai manusia dianggap sanggup mengembangkan diri dan potensinya. yaitu proses bimbingan dan konseling harus dilakukansecara professional atas dasar filosofis. 3.Mengingat keadaan di atas. 2. sedangkan kelemahannya secara berangsur akan diatasinya sendiri. 5. Sekolah memiliki kondisi dasar yang justru menuntut adanya pelayanan ini pada kadar yang tinggi. Dalam kaita ini Belkin (dalam Prayitno 1994) seperti terungkap dalam tulisan Wawan Junaidi (009). Memerhatikan adanya perbedaan individu dalam layanan. yang juga menjadi syarat penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran. (2) Potensial. suku. Melayani semua individu tanpa memandang usia. artinya setiap siswa adalah menusia yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Prinsip-prinsip program bimbingan Menurut Salahudin (2010: 136). Memerhatikan tahapan perkembangan. jenis kelamin. tetapi keberadaannya belum optimal. 4. (3) Humanistik-religius. perlu adanya orientasi baru BK yang bersifat pengembangan (developmental orientation). Pelayanan BK secara resmi memang ada di sekolah. guna terpenuhi fungsi-fungsi tersebut. dan status sosial. ada prinsip-prinsip yang harus dipenuhi. menjadi bagian dalam kurikulum penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang bersangkutan. tersedianya ruangan khusus bagi penyelenggaraan bimbingan dan konseling. teoretis yang berwawasan. Berkenaan dengan permasalahan yang dialami individu: . 3. dapat dikemukakan antara lain: 1. (4) Profesional. artinya pendekatan terhadap siswa haruslah menusiawi dengan landasan ketuhanan. Landasan-landasan filosofis dari orientasi baru ini adalah sebagai berikut. Dengan melihat kesepuluh fungsi bimbingan dan konseling di sekolah dan fungsi-fungsi tersebut sangat penting dan menentukan masa depan peserta didik di sekolah. yaitu sebagai berikut. (1) Pedagogis. 1. Sasaran layanan: 1. agama. 2.

dan budaya. 2. dan masyarakat sekitar. 4. 5. Permasalahan individu dilayani oleh tenaga ahli/profesional yang relevan dengan permasalahan individu. dan 5. Kegiatan pelayanan konseling dapat dilaksanakan di dalam atau di luar jam pembelajaran sekolah/ madrasah.3. Proses layanan bimbingan dan konseling melibatkan individu yang telah memperoleh hasil pengukuran dan penilaian layanan. Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran maksimum 50%. baik di rumah. 4. sesuai dengan kebutuhan. 4. serta peluang-peluang yang dimiliki. Timbulnya masalah pada individu karena adanya kesenjangan sosial. potensi. bakat. Pelayanan diarahkan untuk pengembangan individu yang akhirnya mampu secara mandiri membimbing diri sendiri. 2. Pengambilan keputusan yang diambil oleh individu hendaknya atas kemauan diri sendiri. Pelayanan konseling dilaksanakan dalam empat bidang. 6. sekolah. Program pelayanan bimbingan dan konseling 1. Permasalahan bimbingan dan konseling di sekolah Pelayanan bimbingan di sekolah merupakan usaha/ madrasah merupakan usaha membantu peserta didik dalam pengembangan kehidupan pribadi. perkembangan. serta perencanaan dan pengembangan karir. Program bimbingan dan konseling disusun dengan mempertimbangkan adanya tahap perkembangan individu. Pelayanan ini juga membantu mengatasi kelemahan dan hambatan serta masalah yang dihadapi peserta didik. kehidupan sosial. Menyangkut pengaruh kondisi mental maupun fisik individu terhadap penyesuaian pengaruh lingkungan. kegiatan belajar. Bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari pendidikan dan pengembangan individu. 3. Program pelayanan bimbingan dan konseling perlu memberikan penilaian hasil layanan. minat. Langkah-langkah penyusunan dan pelaksanaan program pelayanan bimbingan 1. Program bimbingan dan konseling harus fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik maupun lingkungan. Berkenaan dengan tujuan dan pelaksanaan pelayanan: 1. bidang pelayanan konseling: . 2. 2. Perlu ada kerja sama dengan personal sekolah dan orang tua dan bila perlu dengan pihak lain yang berwenang dalam permasalahan individu. ekonomi. sehhingga program bimbingan dan konseling diselaraskan dengan program pendidikan dan pengembangan diri peserta didik. 3. 1. Menurut Salahudin (2010: 138-139) ada beberapa hal yang harus diketahui oleh konselor sekolah berkenaan dengan penyelenggaraan BK di sekolah di antaranya: 1. 4. secara individual dan atau kelompok. Pelayanan konseling menfasilitasi pengembangan peserta didik .

serta memilih dan mengambil keputusan karir. yaitu layanan yang membantu siswa dalam pengembangan pribadi. yaitu bidang pelayanan yang membantu siswa dalam memahami dan menilai informasi. 4. yaitu layanan yang membantu siswa dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. v Pengembangan kehidupan sosial. v Pengembangan kemampuan belajar. sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistic. yaitu bidang pelayanan yang membantu siswa dalam memahami. yaitu layanan yang membantu siswa dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan. bakat dan minat. Penguasaan konten. program latihan. sosial. layanan yang membantu siswa memperoleh penempatan dan penyaluranyang tepat di dalam kelas. menilai. Penempatan dan penyaluran. serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. Konseling perseorangan. 2. yaitu layanan yang membantu siswa menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarsiswa. 6. kemampuan hubungan sosial. 9. yaitu layanan yang membantu siswa menerima dan memahami berbagai informasi diri. keluarga dan mamasyarakan 5. Enam kegiatan pendukung tersebut adalah sebagai berikut. belajr. kegiatan belajar. konsultasi. yaitu layanan yang membantu siswa menguasai konten tertentu. Konseling kelompok. terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah. magang dan kegiatan ekstrakurikuler. Informasi. 7. kelompok belajar. karir/ jabatan. meditasi. v Pengembangan karir. pemahaman dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah siswa. 3. . pendidikan lanjutan. jurusan/ program studi. yaitu bidang pelayanan yang membantu siswa dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. dan pengambilan keputusan. yaitu bidang pelayanan yang membantu siswa mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/ madrasah dan belajar secara mandiri. yaitu layanna yang membantu siswa memahami lingkungan baru. Keempat bidang pelayanan konselingtersebut diselenggarakan dalam sembilan jenis layanan konseling dan enam kegiatan pendukung.v Pengembangan kehidupan pribadi. terutama lingkungan sekolah/ madrasah dan objek-objek yang dipelajari. untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. Sembilan jenis layanan tersebut adalah: 1. 1. dan mengembangkan potensi dan kecakapan. 8. yaitu layanan yang membantu siswa dalam menyelesaikan masalah pribadinya. Oreintasi. karir/ jabatan. anggota keluarga. Bimbingan kelompok.

5. Misalnya 150 orang siswa asuh berasal dari empat kelas. yaitu kegiatan memperoleh data. Himpunan data. 4. 7. yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didikdalam pengembangan diri. kemudahan dan komitmen bagi terselesaikannya masalah siswa melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya. 6. 7. yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan siswa. Sekali lagi. konselor sekolah harus masuk kelas sebanyak 24 kali dalam satu minggu karena biasanya waktu yang disediakan sekolah hanya satu jam pelajaran tiap kelas selama satu minggu. yaitu kegiatan membahas permasalahan siswa dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data. contohnya sebagai berikut. konselor hanya memiliki empat jam pembelajaran dalam satu minggu. komprehensif. yang diselenggarakan secara berkelanjutan sistematis. dan bersifat rahasia. Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran maksimum 50%. Satu kali penyelenggaraan salah satu layanan konseling ekuivalen dua jam pembelajaran. konselor harus masuk enam kali dalam satu minggu untuk setiap kelas dan itu tidak mungkin. kemampuan sosial. melainkan satu kali pelayanan ekuivalen dua jam pembelajaran. dua jam pelajaran yang dimaksud bukan berarti 2 jam pelajaran melakukan pelayanan. 6. Untuk itu. 3. Dengan kata lain. Seorang konselor sekolah menyelenggarakan layanan konseling perseorangan dengan salah satu siswa di luar maupun di dalam jam sekolah yang nilainya sama dengan dua jam pelajaran. Alih tangan kasus. Pengadministrasian AUM umum atau PTSDL atau sosiometri kepada siswa kelas X dinilai ekuivalen dua jam pembelajaran. 2. Konferensi kasus. 5. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik. ditegaskan bahwa kali layanan ekuivalen dua jam pembelajaran dan konselor sekolah dapat menyelenggarakan kegiatan pelayanan konseling di dalam atau di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah. dan karir/ jabatan. baik tes maupun nontes. konseling perseorangan tersebut berlangsung tiga jam. 2. yang bersifat terbatas dan tertutup. melalui aplikasi berbagai instrumen. 1. misalnya untuk mendapat 24 jam pembelajaran. Kunjungan rumah. Nilainya ekuivalen dua jam pembelajaran. kegiatan belajar. 3. Tampilan kepustakaan. walaupun di dalam penyelenggaraannya. Konselor sekolah menyelenggarakan layanan informasi dengan topic misalnya “Peningkatan Motivasi Belajar Siswa” terhadap siswa kelas IX. . berapa orang siswa untuk 24 jam pembelajaran. terpadu. yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah siswa ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. sehingga muncul pertanyaan kalau 150 siswa dibutuhkan 18 jam pembelajaran. artinya kalau masuk keempat kelas tersebut. 4. Konselor sekolah menyelenggarakan satu kali bimbingan kelompok terhadap 10 orang siswa dinilai ekuivalen dua jam pembelajaran. Hal itu tidak mungkin jika dihubungkan dengan 150 orang siswa asuh. Aplikasi instrumentasi.1. Kesalahpahaman yang muncul. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri siswa dan lingkungannya.

3. Artinya. . tetapi tidak dapat memanfaatkannya secara optimal. Sebab-sebab yang melatarbelakangi timbulnya masalah belajar pada siswa dapat dikelompokkan dalam kategori. 2. Sangat lambat dalam belajar. Keterlambatan akademik. Adapun jenis-jenis masalah belajar di sekolah dasar dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut. antara lain: 1. Program perencanaan dan pelaksanaan bimbingan dan konseling yang mengacu pada keterbatasan kemampuan bagi lembaga-lembaga pendidikan dasar. 3. seperti tingkat sekolah dasar dan menengah pertama. Sebanyak 150 orang siswa adalah lahan yang bisa digarap konselor sekolah untuk penyelenggaraan pelayanan konseling. untuk mendapatkan 24 jam pembelajaran itu sangat mudah: misalnya dengan melakukan konseling perseorangan kepada 12 orang siswa dalam waktu satu minggu artinya hal tersebut bernilai 24 jam pembelajaran. 6. 1. 2. Lain halnya jika sekolah tersebut diselenggarakan oleh dinas pendidikan yang dibiayai oleh anggaran negara. Gangguan secara fisik. Hal ini terutama sekolah yang diselenggarakan oleh pihak swasta atau masyarakat. 4. 2. harus dilaksanakan berdasarkan kemampuan yang dimiliki oleh setiap sekolah. program bimbingan dapat dikhususkan pada kasus atau masalahmasalah belajar siswa.8. program tentu harus seideal mungkin. yaitu keadaan siswa yang diperkirakan memiliki intelengensi yang cukup tinggi. Sering tidak sekolah. 5. Kelemahan emosional. Bersikap dan kebiasaan buruk dalam belajar. Sekali lagi ditegaskan bahwa pelayanan tersebut harus dilengkapi dengan satuan layanan (SATLAN) atau satuan lingkungan (SATKUNG) dan penilaian segera (laiseg atau harus tertulis). masalah ini harus menjadi skal proritas dalam kegiatan BK di sekolah. yaitu: 1. Faktor-faktor internal Faktor-faktor internal adalah faktor-faktor yang berada pada diri siswa itu sendiri. Karena dapat dipastikan dialami oleh setiap sekolah di tanah air. Ketidakseimbangan secara mental. Program mengatasi masalah belajar Muhammad Hasan As‟ari dalam penelitian untuk menyelesaikan Diploma PGKSD UNNES semarang (2006) menyatakan bahwa masalah belajar adalah suatu kondisi tertentu yang dialami oleh siswa yang dapat manghambat kelancaran proses belajarnya. Keterlambatan dalam belajar. Problematika penyelenggaraan bimbingan dan konseling di sekolah yang begitu besar seperti diungkapkan dalam tulisan di atas upaya menentukan langkah dalam penyusunanprogram dan tindakan pelaksanaan pelayananbimbingan. Kurang motivasi dalam belajar. 1.

8. c. Membuat catatan waktu guru mengajar. kemampuan.4. terdiri atas: 1. Melatih siswa membaca cepat dan tepat. Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik Dalam hal ini guru dapat memberikan bantuan untuk menumbuhkan sikap dan kebiasaan yang baik. 4. Sekolah 2. Membantu siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. 2. Peningkatan keterampilan belajar Prosedur yang dapat dilakukan: 1. Keluarga (rumah) Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk membantu siswa dalam mengatasi masalah belajar. khususnya pada siswa yang mengalami masalah kurang motivasi. Faktor-faktor eksternal (faktor-faktor dari luar). e. d. 2. Pelaksanaan Program layanan Bimbingan . 1. 3. 5. Kegiatan pengayaan Kegiatan pengayaan merupakan suatu bentuk layanan yang diberikan kepada seseorang atau beberapa oaring siswa yang sangat cepat belajar. 6. Menyesuaikan pengajaran dengan bakat. b. 1. Membantu menyusun rencana yang baik. Peningkatan motivasi belajar Peningkatan motivasi belajar dapat dilakukan dengan cara: 1. Membiasakan siswa menyusun jadwal dan mematuhi jadwal yang telah disusunnya.atau mengubah pengajaran menjadi baik. Pengajaran perbaikan Pengajaran perbaikan merupakan bentuk khusus pengajaran yang bermaksud untuk menyembuhkan. Memperjelas tujuan-tujuan belajar. 3. dan menyenangkan. Mengerjakan latihan-latihan soal. 4. Membantu siswa agar berkembang secara wajar dan sehat. dengan cara: 1. 7. 3. dan minat siswa. Menciptakan suasana pembelajaran yang menantang. Membantu siswa mempersiapkan diri mengikuti ujian. yaitu sebagai berikut: 1. 2. Melatih siswa untuk mempelajari buku pelajaran secara efisien dan efektif. a. 5. 4. Kelemahan yang disebabkan oleh kebiasaan dan sikap yang salah. 3. Membuat ringkasan dari bahan yang dibaca. membetulkan. merangsang.

kemudian di himpun menurut sistem tertentu. 4. anatara lain melalui sistem ulangan pada bidang studi yang menjadi pemicu lemahnya motivasi belajar. 1. Guru memberikan motivasi dan bimbingan secara khusus kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar. Wawancara Wawancara adalah suatu teknik atau cara pengumpulan data dilakukan dengan cara Tanya jawab oleh dua orang atau lebih. secara sistematik. 6. Guru memberikan latihan-latihan soal yang bervariasi untuk dikerjakan siswa dengan teliti. Observasi atau pengamatan Observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan mengamati dan mencatat gejala-gejala yang tampak. jelas. 7. 4. 1. Fasilitas . diklasifikasikan jenisnya. Wawancara dilakukan untuk mendapat penjelasan akurat. 1. 1. Semua data tentang siswa dimasukkan ke dalam buku data pribadi siswa maupun data pribadi siswa yang bermasalah dalam belajar. baik secara ekonomi maupun nonekonomi. b. sebagai implikasi atas diselenggarakannya kegiatan tersebut. 1. yang tentunya didahului kegiatan sebagai berikut. guru mengulang dan mengingatkan kembali konsep awal (konsep dasar) matematika kelas rendah. c. Evaluasi atas keefektifan bimbingan belajar yang diberikan Evaluasi dapat dilakukan dengan cara. Implikasi-implikasi Program Bimbingan Kegiatan bimbingan dan konseling di sekolahtentu memiliki konsekuensi logis. Guru mengimbau kepada siswa untuk saling membantu teman yang belum dapat menguasai pelajaran dengan metode belajar teman sebaya. guru menggunakan teknik permainan yang menyenangkan dan menggunakan metode serta media yang relevan dengan materi yang disampaikan. 1. Untuk menghilangkan kesan bahwa matematika itu sulit. baik observasi langsung maupun tidak langsung. dan bersifat fakta. Pelaksanaan usaha bimbingan belajar 2. e. Pada waktu pelajaran matematika. Pengumpulan data Pengumpulan data merupakan serangkaian informasi yang dihimpun secara sistematis. 3. d. sekolah harus melaksanakan program layanan bimbingan . dengan membangkitkan minat belajar siswa. 5. baik dari siswa yang bersangkutan maupun orang di sekelilingnya. 1. a. Guru menambah jam pelajaran di luar jam sekolah.Untuk menindaklanjuti program dan sekaligus mengatasi masalah belajar siswa tersebut. 8.

Peranan Guru dalam Pelaksanaan Bimbingan di Sekolah Soetjipto dan Kosasi (2009: 107-111) menyatakan bahwa peranan guru dalam pelaksanaan bimbingan di sekolah dapat dibedakan menjadi dua: (1) tugas dalam layanan bimbingan dalam kelas dan (2) di luar kelas. Ruang pelayanan Secara umum . 3. ruangan BK hendaknya memenuhi syarat berikut: (1) Dapat menyimpan berbagai perlengkapan kegiatan BK (2) Tersedia bagi siswa berbagai bahan (3) Tersedianya instrument BK 1. Program-program khusus pengolahan hasil instrumentasi melalui komputer (pengolahan hasil tes intelegensi. 9. b. 7. instrument lainnya. 1. . terutama format satuan layanan dan pendukung. 1. 1. Buku-buku Panduan 6. 8. laporan. Surat-surat keputusan dan peraturan tentang kegiatan BK di sekolah. Tersedianya Tenaga Guru Pembimbing Ketersediaan guru pembimbing merupakan penunjang pokok kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah (memenuhi standar kompetensi) ataupun yang belum. 10. Komputer untuk mengolah data hasil aplikasi instrument BK. Tempat kegiatan Masing-masing guru pembimbing mempunyai ruang kerja tersendiri dalam kesatuan ruang pelayanan BK yang ada di sekolah. a. 2.Fasilitas pokok yang dibutuhkan sekolah adalah sebagai berikut. Dan sejumlah implikasi lainnya yang dapat diungkap oleh tiap-tiap sekolah. Program-program khusus BK melalui komputer (bimbel melalui program komputer). 3. serta surat-menyurat/undangan orang tua siswa. dan sebagainya). 4. Kelengkapan Administrasi Perlu tersedia kelengkapan administrasi. Tersedianya Perangkat Elektronik 2. B. Panduan kegiatan kepengawasan BK di sekolah. Hendaknya tersedia berbagai panduan tentang kegiatan BK. 4. tetapi memahami tugas dan tanggung jawabnya sebagai guru pembimbing. himpunan data. 5. Panduan pelaksanaan kegiatan BK di sekolah. 1. 5. angket.

Perlakuan terhadap siswa secara hangat. Surya dalam Soetjipto dan Kosasi (2009: 108) mengemukakan bebrapa hal yang harus diperhatikan guru dalam proses belajar-mengajar sesuai dengan fungsinya sebagai guru dan pembimbing. l) Penyesuaian diri terhadap keadaan yang khusus. k) Kesadaran bahwa tujuan mengajar bukan terbatas pada penguasaan siswa terhadap bahan pengajaran saja. yaitu: a) Perlakuan terhadap siswa didasarkan atas keyakinan bahwa sebagai individu. menyenanagkan. Pemahaman siswa secara empatik. Penerimaan siswa secara apa adanya. guru mempunyai beberapa tugas utama. Penampilan diri secara ahli (genuine) tidak berpura-pura di depan siswa. Kejelasan ini dapat memotivasi guru untuk berperan secara aktif dalam kegiatan bimbingan dan mereka merasa ikut bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan itu. ramah.Dalam layanan bimbingan. melainkan menyangkut pengembangan siswa menjadi individu yang lebih dewasa. 1. Sehhubungan dengan itu Rochman Natawidjaya dan Moh. rendah hati. 1. Perlakuan terhadap siswa secara permissive. Abu Ahmadi (1977) dalam Soetjipto dan Kosasi (2009: 109) mengemukakan peran guru sebagai pembimbing dalam melaksanakan proses belajar-mengajar. siswa memiliki potensi untuk berkembang dan maju serta mempu mengarahkan dirinya sendiri untuk mandiri. j) Kepekaan terhadap perasaan yang dinyatakan oleh siswa dan membantu siswa untuk menyadari perasaannya itu. sebagaimana dituangkan dalam Kurikulum SMA 1975 tentang Pedoman Bimbingan dan Penyuluhan. b) c) d) e) f) g) h) i) Sikap yang positif dan wajar terhadap siswa. Tugas Guru dalam Layanan Bimbingan di Kelas Guru perlu mempunyai gambaran yang jelas tentang tugas-tugas yang harus dilakukannya dalam kegiatan bimbingan. Penghargaan terhadap martabat siswa sebagai individu. Perilaku guru dapat mempengaruhi keberhasilan belajar. sebagai berikut: . Oleh karena itu. guru harus dapat menerapkan fungsi bimbingan dalam kegiatan belajar-mengajar. Kekonkretan dalam menyatakan diri.

e) Membantu memilih jabatan yang cocok. Tugas-tugas bimbingan itu antara lain: a) b) c) d) Memberikan pengajaran perbaikan (remedial teaching). sikap. kecakapan-kecakapan. dan minatnya. dan berkeyakinan bahwa kecakapan dan prestasi yang dicapainya mendapat penghargaan dan perhatian. Di samping tugas-tugas tersebut. Mengatasi kesulitan-kesulitan. Melakukan kunjungan rumah (home visit). b) Guru dapat memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan dan kewenangannya kepada murid dalam memecahkan masalah pribadi. . dan pembawaannya. kemampuan.a) Menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan setiap siswa merasa aman. 2. c) Mengembangkan sikap-sikap dasar bagi tingkah laku sosial yang baik. guru juga dapat melakukan tugas-tugas bimbingan dalam proses pembelajaran seperti berikut: a) Melaksanakan kegiatan diagnostik kesulitan belajar. Menyelenggarakan kelompok belajar. terutema dalam hal pelajaran secara bersama-sama. tetapi juga kegiatan-kegiatan bimbingan di luar kelas. sesuai dengan bakat. Memberikan pengayaan dan pengembangan bakat siswa. b) Mengusahakan aagar siswa-siswa dapat memahami dirinya. bagaimana mengemukakan pendapatnya dan menerima pendapat dari teman lain. 1. minat. Dalam hal ini guru mencari atau mengidentifikasi sumber-sumber kesulitan belajar yang dialami oleh siswa. Belajar hidup bersama agar nantinya tidak canggungdi dalam masyarakat yang lebih luas. d) Menyediakan kondisi dan kesempatan bagi setiap siswa untuk memperoleh hasil yang lebih baik. yang bermanfaat untuk: 1) Membiasakan anak untuk bergaul dengan teman-temannya. Tugas Guru dalam Opersional Bimbingan di Luar Kelas Tugas guru dalam layanan bimbingan tidak terbatas dalam kegiatan proses belajar-mengajar atau dalam kelas saja. 2) 3) 4) Merealisasikan tujuan pendidikan dan pengajaran melalui belajar secara kelompok.

Bimbingan dan konseling. Program bimbingan menyangkut dua actor.rulamahmadi@infodiknas. BAB III PENUTUP Simpulan Dari uraian di atas dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1. bentuk layanan siswa-siswa. . infodiknas. 2005.03417699996 (flexi)Themes Designed by: Elegant WP Themes | Supplied by Web Hosting | ReEdit for Infodiknas. Kegiatan bimbingan tidak semata-mata tugas konselor saja. yaitu: (1) tugas dalam layanan bimbingan dalam kelas dan (2) di luar kelas. Kontak: 081 333 052 032 Digg this post Bookmark to delicious Stumble the post Add to your technorati favourite Subscribes to this post « Ketrampilan Guru Dalam Proses Belajar Mengajar Supervisi Pendidikan » Copyright © 2011. metode. dan sebagainya. pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah tidak dapat terwujud secara optimal. DAFTAR RUJUKAN A.5) Memupuk rasa kegotongroyongan.com by New Gadget Zone . Beberapa contoh kegiatan tersebut memberikan bukti bahwa tugas guru dalam kegiatan bimbingan sangat penting. Peranan guru dalam pelaksanaan bimbingan di sekolah dapat dibedakan menjadi dua. yang mempunyai kaitan dengan kegiatan bimbingan. yaitu: (1) actor pelaksana atau orang yang akan memberikan bimbingan dan (2) actor-faktor yang berkaitan dengan perlengkapan.com . Gibson dan Mitchell dalam soetjipto dan kosasi (2009: 111) menyatakan bahwa guru mempunyai peranan yang besar dalam program bimbingan dan konseling di sekolah. Tanpa peran serta guru.081333052032 . Ciputat: Quantum Teaching. 2. Kontak info Rulam Ahmadi .com. Hellen.

Observasi (individual dan kelompok) Interview (langsung dan tidak langsung) Angket (siswa dan orang tua) Tes Psikologis (kemampuan. 2. 4. 6. lemari. meja dan kursi. nilai raport) Daftar kehadiran dan absensi Laporan kasus (dari Guru. 6.IKA PSIKOLOGI UNISSULA Menjalin Silaturahmi. 3. Penyusunan Prosata Jenjang (termasuk Program & Alokasi waktu) 2. Karir. dsj) Hasil Prestasi Belajar (nilai ulangan. Pengumpulan Data 1. Konsultasi 1. Mewujudkan Kebersamaan. 5. 7. 3. bakat. dsb) B. 2. dsb) C. orang tua. Pembuatan Program Satuan Pelajaran (termasuk LKS) 3. minat. papan tulis. Mencapai Kemajuan PROGRAM KEGIATAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH Diposkan oleh Ikatan Keluarga Alumni Psikologi Unissula di 21:08 A. Sosial Layanan Bimbingan Kelompok/Klasikal Layanan Konseling Individual Layanan Konseling Kelompok D. Pribadi. 5. Penyediaan Fasilitas (ruang BK. Persiapan 1. 7. Layanan Orientasi Layanan Informasi Layanan Bimbingan Penetapan dan Penyaluran Layanan Bimbingan Belajar. 4. Guru-guru (formal atau informal) . teman. Layanan Bimbingan dan Konseling yang diberikan 1.

BUKU KASUS 1 E. dsb (sifatnya referal) E. & Ka. KARTU KONSELING 1 F. Orang tua (panggilan dari sekolah atau kunjungan ke rumah) 3. KARIER 3 4 BINA REMAJA KONSELING INDIVIDUAL BIMBINGAN KLASIKAL 2 A. Pertemuan / Rapat 1. Membuat laporan 2 bulanan (kepada Ka. Sek. Pelatihan / Penataran 1. G. Dengan tujuan meningkatkan wawasan pengetahuan dan keterampilan Guru BK. BUKU KOMUNIKASI 1 C. PETA KELAS 1 H. PETA MURID 1 G. Pertemuan Guru BK antar jenjang F. Rapat rutin Bidang BK 2. SOSIAL 2 C. DATA SISWA 1 B. Kegiatan Sanggar 3.2. PRIBADI X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X - X - X X X X X X X X X X X X . Psikolog/Psikiater/Dokter. Membuat Evaluasi Prosata RENCANA KERJA GURU PEMBIMBING O. BUKU KEGIATAN SEHARI-HARI 1 D. BELAJAR 2 D. Evaluasi dan Tindak lanjut 1. SOSIOGRAM 2 2 B. Bid. 1 KEGIATAN ADMINISTRASI BIMBINGAN 07 08 09 10 11 12 01 02 03 04 05 06 X X - 1 A.) 2.

4. Mengembangkan motivasi yang mendorong agar mampu belajar sebaik mungkin. sekolah dan masyarakat. Mengetahui dan menelaah pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan diri sendiri. pendidikan serta karier. 3. 2. 2. 7. 3. Menelaah tekanan-tekanan yang dirasakan datang dari kelompok sebaya. 6. Bimbingan Pribadi-sosial : 1. isi layanan bimbingan di SLTP / SLTA untuk setiap kelas adalah sebagai berikut : Kelas I 1. Mendiskusikan tanggung jawab siswa di lingkungan keluarga. Memperkirakan adanya perbedaan macam-macam karier masa kini dan masa yang akan datang. 2. Membedakan antara hal-hal yang membantu dan berbahaya bagi kesehatan fisik. Dengan memperhatikan hal itu.5 6 7 PERTEMUAN DENGAN ORANG TUA MURID PERCAKAPAN DENGAN GURU/WALIKELAS/KASEK KUNJUNGAN X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X MATERI LAYANAN BIMBINGAN Layanan bimbingan hendaknya disesuaikan dengan tujuan dan sasaran layanan bimbingan serta karakteristik tujuan dan perkembangan siswa dalam aspek pribadi-sosial. 3. Menemukan cara-cara menghadapi ulangan/test. 2. Mempelajari cara-cara belajar yang efektif dan efisien. Bimbingan belajar : 1. Memahami ciri-ciri kecakapan diri sendiri (mengenal kekuatan dan kelemahannya). jangan digunakan secara kaku. Mengetahui bahwa mendengarkan dan berbicara secara tepat/ sopan membantu memecahkan masalah. Menjelaskan bahwa pekerjaan dapat memenuhi kebutuhan hidup. tetapi harus ditetapkan secara fleksibel. 4. Menelaah bermacam-macam cara untuk melihat kemajuan diri. 4. Mengembangkan rencana untuk mengatur waktu belajar. Memberikan contoh bahwa pengalaman di masa lalu berpengaruh pada tindakan saat ini masa yang akan datang. . Disamping itu sebaiknya diperhatikan pula kebutuhan siswa dari masing-masing tingkatan kelas. Mendiskusikan cara-cara mengatur kegiatan sehari-hari. Bimbingan karier : 1. 5. Namun pengelompokan isi layanan menurut tingkatan kelas. 3.

3. Menggambarkan keterampilan yang dimiliki sekarang untuk digunakan pada masa yang akan datang. Menilai bahwa “meneladani” itu dapat mempengaruhi pemilihan karier (Tokoh Karier). Menjelaskan bahwa memiliki banyak informasi dapat membuat alternatif pemecahan masalah makin baik. Mengetahui kebutuhan-kebutuhan secara khusus untuk mencapai kepuasan dalam suatu pekerjaan. Mempersiapkan diri untuk menghadapi ulangan/test. Menilai pentingnya mengatur keseimbangan antara waktu belajar dengan kegiatan ekstrakurikuler 2. Memperkirakan perasaan-perasaan dalam berbagai situasi 3. Menghargai kelebihan (hal-hal yang baik) pada orang. 5. Mengetahui kebaikan-kebaikan (kualitas positif) dari orang lain yang berbeda latar belakang kebudayaannya 5. 3. 4. Belajar menelaah batas-batas tanggung jawab diri. Memberikan informasi tentang cara-cara pencegahan yang berkenaan dengan penyalahgunaan obat-obat terlarang. Bimbingan pribadi-sosial : 1. Belajar bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari 6. Kelas III 1. 4. Mengetahui cara mengatasi konflik dengan orang lain 8. Mendiskusikan cara seseorang memandang dirinya 2. Menggambarkan nilai-nilai pribadi. Menerima dan menghargai keunikan ciri-ciri kemampuan diri. Menjelaskan adanya kesamaan dan perbedaan peran dalam pekerjaan 2. Bimbingan pribadi-sosial: 1. Bimbingan karier : 1.orang yang berbeda latar belakang kebudayaannya. Mengenal dan mencari informasi di luar sekolah yang menunjang pencapaian tujuan belajar.Kelas II 1. 4. Bimbingan belajar : 1. yang dipandang penting. Memahami peran sebagai anggota keluarga (status anak) 7. . Memahami teknik-teknik belajar dengan menggunakan sumber-sumber baik di dalam maupun di luar sekolah 4. 2. 2. 3. Mampu bersikap wajar dalam situasi tertekan. 3.

4. Bimbingan belajar : 1.6. 2. 4. Merencanakan pendidikan lanjutan setelah tamat SLTP Mempelajari cara-cara belajar yang praktis dan sistimatis.blogspot. 7. Menelaah pola-pola karier yang ada dalam diri dan memahami keterbatasannya. Dapatkan Program aplikasi pendidikan lengkap untuk guru/dosen/BK. Menelaah dan mendiskusikan macam-macam karier yang ada pada masa kini. Bimbingan karier : 1. 3.. 3. sesuatu banget^^ 12 November 2011 09:33 KTSP Smart System mengatakan. 3.. Info lengkap kunjungi http://ktspsmartsystem. 2. 2. Menelaah bahwa pilihan yang dibuat sekarang dapat mempengaruhi kehidupan di masa depan. bakat dan minat sendiri dalam rangka kelanjutan sekolah atau memasuki dunia kerja. Mengenal kebiasaan sendiri yang mengganggu dalam membentuk hubungan yang efektif dengan sesama.. Mengevaluasi kebiasaan belajar dan merencanakan perubahan bila diperlukan. Memahami pergaulan antarteman sejenis dan lawan jenis.com 9 Juli 2012 20:37 Poskan Komentar Langganan: Poskan Komentar (Atom) Gedung Psikologi . Menelaah akibat dan manfaat alternatif sebelum membuat keputusan 9. Mempersiapkan diri dalam menghadapi Ebta/Ebtanas. Menelaah bahwa keterampilan menyelesaikan konflik dapat menunjang kerjasama dalam kelompok 8. Label: Bimbingan Konseling Sekolah 2 komentar: Anonim mengatakan.. Menelaah keterampilan kemampuan.

Belajar &Ngadem About Me Ikatan Keluarga Alumni Psikologi Unissula IKATAN ALUMNI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG atau disingkat IKA PSIKOLOGI UNISSULA didirikan pada tanggal 21 Maret 2008 di Semarang. Organisasi ini berpusat di Fakultas Psikologi Unissula yang berkedudukan di Semarang. Organisasi ini bertujuan untuk menghimpun Alumni Psikologi dalam Rangka meningkatkan persaudaraan serta menghimpun aktivitas alumni melalui almamater yang diorientasikan semata-mata mengabdi kepada Allah SWT melalui Dharma Bhakti keilmuan untuk kemaslahatan Ummat. konsultasi dan koordinasi antar anggota dalam rangka meningkatkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan 3)Menggali dan mengembangkan potensi anggota dalam rangka Dharma Bhakti melalui almater 4)Mengusahakan dan meningkatkan kesejahteraan anggota 5)Membangun dan mengembangkan pencitraan almater dan alumni Lihat profil lengkapku Labels            About Us (1) Artikel Psikologi Klinis (2) Artikel Psikologi Pendidikan (1) Artikel Psikologi Perkembangan (1) Beasiswa (2) Bimbingan Konseling Sekolah (3) Buku Tamu n' Comment (1) Database Alumni (1) Info Program (1) Kampusiana (1) Lets Play (1) . Raya Kaligawe KM. Bangsa dan Negara. Jl.Organisasi ini berusaha : 1)Membantu anggota untuk mengembangkan keahlian dalam bidangnya masing-masing 2)Menciptakan forum komunikasi. Agama.4 Semarang.Organisasi ini bersifat kekeluargaan dan kebersamaan.Tempat Berkumpul.

Rajawali Citra Televisi Indones.... Indonesia .  ANAK INDIGO  Curriculum Vitae  CV Standar Karir.  Lowongan Kerja PT.  Alumni Periode I  Kampoeng Buku  FULBRIGHT TSUNAMI RELIEF INITIATIVE PROGRAM  FULBRIGHT MASTER‟S DEGREE PROGRAM  Psikologi Warna  Tips Menghadapi Psikotes atau TPA atau Tes Psikolo.com  Contoh Surat Lowongan Kerja Inggris 2  Contoh Surat Lowongan Kerja Inggris  Contoh Surat Lamaran Kerja B.Filtech Indonesia  Lowongan Kerja TVOne  Semarang Career Fair 2008  Lowongan Kerja PT.. AGU.  Lamaran Kerja PT DWIBINA PRIMA  Lowongan Kerja BPR PERDANA  Lowongan Kerja K-24  Lowongan Kerja CASA BELLA.com  CV Standar Karir..  TUGAS GURU BIMBINGAN DAN KONSELING  Lowongan Kerja Senayan City  Lowongan Kerja PT.. Novell Pharmaceutical Laborator. EUROPECAR INDORENT.....   LowKer (54) Surat Lamaran Kerja dan CV (6) Tips n Trick (2) Blog Archive  ▼ 2008 (83) o ► Oktober (1) o ► September (16) o ► Agustus (2) o ► Juni (7) o ▼ Mei (49)  Lowongan Kerja Garment Company  Lowongan Kerja Galibright Consultant  Lowongan Kerja CV Sinar Baja Electric  Lowongan Kerja PT.  Lowongan Kerja PT... DUTA ANGGADA REALTY  Lowongan Kerja FMCG Multifinance  Lowongan Kerja APP  silabus bimbingan konseling  PROGRAM KEGIATAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DI SE. Novell Pharmaceutical Laborator.

TVS MOTOR COMPANY INDONESIA Lowongan Kerja PT CHAROEN POKPHAND INDONESIA Lowongan Kerja PT DEWATA VULCANINDO Lowongan Kerja PT Rekayasa Industri Lowongan Kerja PT Dian Swastatika Sentosa Lowongan Kerja P-E INTERNATIONAL INDONESIA.o Lowongan Kerja PT. PT Lowongan Kerja PT Papua Pulp Lowongan Kerja PT GS Battery Lowongan Kerja SMK Tunas Harapan Pati Lowongan Kerja PT Ungaran Sari Garmen Jenuh?? Lowongan Kerja PT Bhakti Surya Telecomindo Lowongan Kerja PT Asuransi Sinarmas Lowongan Kerja Simpati HRD Center (BTN) Selamat Datang Lowongan Kerja PNPM-MP Provinsi Riau ► April (8)                 Blogger Template by Blogcrowds .