P. 1
Supervisi-Proses-dan Sistem Pendidikan

Supervisi-Proses-dan Sistem Pendidikan

|Views: 255|Likes:
Published by Wahyono Saputro
SUPERVISI PENDIDIKAN
PENDIDIKAN SEBAGAI SEBUAH PROSES
PERNGERTIAN SISTEM PENDIDIKAN
SUPERVISI PENDIDIKAN
PENDIDIKAN SEBAGAI SEBUAH PROSES
PERNGERTIAN SISTEM PENDIDIKAN

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Wahyono Saputro on Jul 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/13/2014

pdf

text

original

 SUPERVISI PENDIDIKAN  PENDIDIKAN SEBAGAI SEBUAH PROSES  PERNGERTIAN SISTEM PENDIDIKAN

Tugas Mid Semester Mata Kuliah : SUPERVISI PENDIDIKAN

Oleh : WAHYONO SAPUTRO NIM. 2110103187

Dosen Pengampu : Prof. H. Wa !o"o# M. E"# P$. D.

PROGRAM PAS%ASAR&ANA INSTITUT AGAMA IS'AM NEGERI (IAIN) RADEN *ATAH PA'EMBANG 2012

A. SUPERVISI PENDIDIKAN 1. T+,+a- Ma.a K+/0a$ S+!1r20 0 P1-"0"03aPeran mata kuliah ini dalam rangkaian keseluruhan Program Pascasarjan S2, Program Studi Ilmu Pengetahuan Islam (P ODI IPI! "ertujuan mengem"angkan kemampuan lulusan menjadi seorang ilmuan dan pro#esional$ %! S14ara +5+5, dapat menum"uhkan, melahirkan, menghasilkan sarjana&sarjana 'ang ahli dalam Ilmu Pendidikan Islam (IPI! dan dapat "erperan se"agai manajer pendidikan, peneliti, pem"im"ing 'ang "er(a(asan luas serta "er#ikir o"jekti#, kritis, ino)ati#, inklusi# dan "erakhlak mulia* 2! S14ara 3$+ + * Mempersiapkan calon&calon sarjana S2 dan S+ 'ang memiliki: a* Kematangan a,idah, luas memiliki suatu ilmu dan mempun'ai sikap 'ang pro#essional "* Keseim"angan -motional .uotient (-.!, Intelectual .uotient (I.! dan Spiritual .uotient (S.!* c* Kemampuan mengaplikasikan dan dapat meman#aatkan alat teknologi in#ormasi untuk kegiatan keilmuan d* Minat kreati#, komunikati#, siap memimpin peru"ahan serta mampu "erkompetisi secara glo"al e* Tradisi "elajar, "uda'a akademik, integritas dan mempun'ai suatu semangat 'ang tinggi #* Penguasan metodologi dan pendekatan kajian keislaman g* Sikap kritis, analitis, keter"ukaan serta tanggap terhadap kemajuan IPT-K dan persoalan ummat h* -tos kerja 'ang tinggi, jujur, komitmen, kerjasama 'ang "aik serta mempun'ai kemampuan "erkomunikasi* i* /uda'a mutu, tolok ukur, ke"ersamaan, kekeluargaan, ketuntasan dalam menjalankan pro#esi* 2. P1-61r.0a- "a- Ha303a. S+!1r20 0 P1-"0"03a0ane 1ranseth: 2Today supervision is generally seen as leadership that encourages a continuos involvement of all school personnel in a cooperative attempt to achieve the most effective school program3* (Pa(lash, 4eorge* -* and Oli)ia, Peter 1, 2556:%5!* Super)isi de(asa ini secara umum dipandang se"agai kepemimpinan 'ang mendorong

Wahyono Saputro

Page 2

8/1/2012

keterli"atan secara terus menerus seluruh personel sekolah dalam upa'a 'ang kooperati# untuk mencapai program sekolah 'ang paling e#ekti#* Robert D !rey dan "eter # $ur% & Supervision is instructional leadership that relates perspectives to behavior' clarifies purposes' contributes to and supports organi(ational actions' coordinates interactions provides for maintenance and improvement of instructional program and asseses goal achievements (Pa(lash, 4eorge* -* and Oli)ia, Peter 1* Super)ision #or Toda'7s School, 6 th edition* Dan)ers M8: 0ohn 9ile' dan Son Inc, 2556: %%!* Super)isi adalah kepemimpinan instruksional 'ang "erhu"ungan dengan perspekti# perilaku, menjelaskan tujuan, mem"erikan kontri"usi dan mendukung tindakan organisasi, interaksi 'ang terkoordinasi untuk men'ediakan pemeliharaan dan per"aikan program instruksional dan menilai prestasi tujuan* oss :eagle' dan Dean -)ans: )odern supervision is considered as *hat services to teachers' *hich in turn results in improved teaching' learning and curriculum These services contain a positive action' dynamic and democratic arrives designed to improve teaching through sustainable gro*th of all individuals involved+children' teachers' supervisors' administrators' and parents or society * (Pa(lash, 4eorge* -* and Oli)ia, Peter 1* Super)ision 1or Toda'7s Schools, 6 th edition* Dan)ers M8: 0ohn 9ile' and Son Inc, 2556: %2!* Super)isi modern dianggap se"agai la'anan apa saja "agi guru 'ang pada akhirn'a menghasilkan peningkatan pengajaran, pem"elajaran dan kurikulum* ;a'anan terse"ut "erisi tindakan 'ang positi#, dinamis dan demokratis 'ang dirancang untuk meningkatkan pengajaran melalui pertum"uhan 'ang "erkelanjutan dari semua indi)idu 'ang terlihat& anak&anak, guru, super)isor, administrator, dan prangtua atau mas'arakat* M* :galim Pur(anto merumuskan 2Super)isi se"agai suatu akti)itas pem"inaan 'ang direncanakan untk mem"antu para guru dan pega(ai sekolah lainn'a dalam melakukan pekerjaan mereka secara e#ekti#3* umusan ini le"ih menekankan pada pengem"angan kemampuan personel para guru dan pega(ai lainn'a untuk le"ih meningkatkan kinerjan'a* <al ini dilakukan dengan mengadakan akti)itas&akti)itas pem"inaan, dengan adan'a pem"inaan kemampuan guru dan personil sekolah lainn'a diharapkan memiliki kompetensi 'ang "aik dan kegiatan sekolah akan "erjalan dengan "aik*

Wahyono Saputro

Page 3

8/1/2012

Piet 8* Sahertian, dalam "ukun'a Konsep dan Teknik Super)isi Pendidikan mengatakan "ah(a, super)ise adalah usaha mem"eri la'anan kepada guru&guru "aik secara indi)idual maupun secara kelompok dalam usaha memper"aiki pengajaran* /en M* <aris, dalam "ukun'a Super)isor /eha)iour in -ducation (%=>?!, men'atakan super)ise adalah apa 'ang personalia sekolah lakukan dengan orang de(asa dan alat& alat dalam rangka mempertahankan atau mengu"ah pengelolaan sekolah untuk mempengaruhi langsung pencapaian tujuan instruksional sekolah* Pro#* Dr* /aharudin <arahap, dalam "ukun'a Super)isi Pendidikan (%=6+!, men'atakan super)ise adalah kegiatan 'ang dijalankan terhadap orang 'ang menim"ulkan atau potensial menim"ulkan komunikasi dua arah* Istilah super)isi "erasal dari dua kata, 'aitu super dan vision* Dalam Webster,s -e* World Dictionary istilah super "erarti 2higher in ran% or position than' superior to .superintendent/' a greater or better than others3, (%==%:%+@+!* Sedangkan kata vision "erarti 2the ability to perceive something not actually visible' as through mental acuteness or %een foresight3, (%==%: %@=2!* De#inisi super)isi dalam 0arter 1ood,s Dictionary of 2ducation 'ang dikutip Oteng Sutisna, Super)isi dide#inisikan se"agai: 2Segala usaha dari para peja"at sekolah 'ang diangkat dan diarahkan kepada pen'ediaan kepemimpinan "agi para guru dan tenaga pendidikan lain dalam per"aikan pengajaran, meli"atkan stimulasi pertum"uhan pro#essional dan perkem"angan dari para guru, seleksi dan re)isi tujuan&tujuan pendidikan, "ahan pengajran dan metode& metode mengajar dan e)aluasi pengajaran3* 9ilem Mantja (255>! mengatakan "ah(a, super)isi diartikan se"agai kegiatan super)isor (ja"atan resmi! 'ang dilakukan untuk per"aikan proses "elajar mengajar (K/M!* 8da dua tujuan (tujuan ganda! 'ang harus di(ujudkan oleh super)isi, 'aitu per"aikan (guru&murid! dan peningkatan mutu pendidikan* oss ; (%=65!, mende#inisikan "ah(a super)isi adalah pela'anan kepada guru&guru 'ang "ertujuan menghasilkan per"aikan pengajaran, pem"elajaran dan kurikulum* %! Pengertian Secara -timologis Super)isi menurut S* 9ajo(asito dan 9*0*S* Poer(darminta 'ang dikutip oleh 8metem"un (%==+: %!: ASuper)isi merupakan alih "ahasa dari "ahasa Inggris 2super)ision3 'ang "erarti penga(asan* Pengertian super)isi secara etimologis masih menurut ametem"un (%==+: 2!, men'e"utkan "ah(a dilihat dari "entuk perkatann'a, super)isi terdiri atas dua kata super "erarti atas, le"ih dan )ision 'ang Wahyono Saputro Page 4 8/1/2012

"erarti lihat, tilik, a(asi* Makna 'ang terkandung dari pengertian terse"ut, "ah(a seorang super)isor mempun'ai kedudukan atau posisi le"ih dari orang 'ang disuper)isi, tugasn'a adalah melihat, menilik atau menga(asi orang&orang 'ang disuper)isi* Oteng (%=6+: 222! mengatakan "ah(a penggunaan istilah super)isi sering diartikan dengan directing atau pengarahan* Sementara Suharsimi (%=66: %?2! mengatakan "ah(a memang sejak dulu "an'ak orang menggunakan istilah penga(asan, penilikan atau pemeriksaan untuk istilah super)isi, demikian pula pada Baman /elanda orang mengenal istilah inspeksi* Para ahli dalam "idang administrasi pendidikan mem"erikan kesepakatan "ah(a super)isi pendidikan merupakan disiplin ilmu 'ang #okus terhadap pengkajian peningkatan situasi "elajar&mengajar, seperti 'ang diungkapkan oleh ( 1regorio' 1344' 1lic%man 0arl D' 1330' Sergiovanni' 1335 dan 1regg )iller' 2005 !* <al ini diungkapkan pula dalam tulisan 8sosiasi Super)isi dan Pengem"angan Kurikulum di 8merika (6ssociation for Supervision and 0urriculum Development, %=6>: %2=! 'ang men'e"utkan se"agai "erikut: Super)isi 'ang dilakukan oleh penga(as satuan pendidikan, tentu memiliki misi 'ang "er"eda dengan super)isi oleh kepala sekolah* Dalam hal ini super)isi ditujukan untuk mem"erikan pela'anan kepada kepala sekolah dalam melakukan pengelolaan kelem"agaan secara e#ekti# dan e#isien serta mengem"angkan mutu kelem"agaan pendidikan* Dalam konteks penga(asan mutu pendidikan, maka super)isi oleh penga(as satuan pendidikan antara lain kegiatann'a "erupa pengamatan secara intensi# terhadap proses pem"elajaran pada lem"aga pendidikan, kemudian ditindak lanjuti dengan pem"erian feed bac%* (Ra(i%, %==?: ??=!* i#a7I (%==2: 25! merumuskan istilah super)isi merupakan penga(asan pro#esional, se"a" hal ini di samping "ersi#at le"ih spesi#ik juga melakukan pengamatan terhadap kegiatan akademik 'ang mendasarkan pada kemampuan ilmiah, dan pendekatann'a pun "ukan lagi penga(asan manjemen "iasa, tetapi le"ih "ersi#at menuntut kemampuan pro#esional 'ang demokratis dan humanistik oleh pera penga(as pendidikan* Super)isi pada dasarn'a diarahkan pada dua aspek, 'akni: super)isi akademis, dan super)isi manajerial* Super)isi akademis menitik "eratkan pada pengamatan super)isor terhadap kegiatan akademis, "erupa pem"elajaran "aik di dalam maupun di luar kelas* Super)isi manajerial menitik

Wahyono Saputro

Page 5

8/1/2012

"eratkan pada pengamatan pada aspek&aspek pengelolaan dan administrasi sekolah 'ang "er#ungsi se"agai pendukung (supporting! terlaksanan'a pem"elajaran* 2! Pengertian Secara Semantik Para ahli mem"erikan "er"agai corak de#inisi, tapi pada prinsipn'a mengandung makna 'ang sama* Menurut (9iles, %=??: 6! 2super)ision is assistance in the de)elopment o# "etter teaching&learning situation3 (Super)isi adalah "antuan dalam pengem"angan situasi mengajar 'ang le"ih "aik* :eagle' dalam Pidarte (%=6C: 2! men'e"utkan "ah(a super)isi adalah la'anan kepada guru&guru di sekolah 'ang "ertujuan untuk menghasilkan per"aikan instruksional, "elajar, dan kurikulum* Menurut Mc* :erne' (dalam Sahertian, %=62: 25! mengartikan super)isi se"agai prosedur mem"eri arah serta mengadakan penilaian secara kritis terhadap proses pengajaran* Sedangkan Por(anto (%=6C: 6@! men'atakan, super)isi adalah suatu akti)itas pem"inaan 'ang direncanakan untuk mem"antu guru dan pega(ai sekolah lainn'a dalam melakukan pekerjaan mereka secara e#ekti#* Secara semantik, super)isi pendidikan adalah pem"inaan 'ang "erupa "im"ingan atau tuntunan kea rah per"aikan situasi pendidikan pada umumn'a dan peningkatan mutu mengajar dan "elajar pada khususn'a* Dari rumusan di atas pada dasarn'a mempun'ai kesamaan secara umum, "ah(a kegiatan super)isi ditujukan untuk per"aikan pengajaran melalui peningkatan kemampuan pro#esional guru dalam melaksanakan tugasn'a* Sehingga dapat ditarik kesimpulan "ah(a super)isi merupakan suatu akti)itas untuk memper"aiki dan meningkatkan pro#esional guru sehingga mereka dapat mengatasi masalah sendiri* Dengan demikian perlu adan'a pem"inaan 'ang "erupa "im"imgan atau tuntunan oleh kepala sekolah terhadap para guru dan personalia sekolah ke arah peningkatan mutu "elajar mengajar* Pendapat&pendapat di atas menunjukan "ah(a istilah super)isi mengandung titik tekan 'ang "eragam, tapi su"stansi atau hakikat super)isi itu "ertumpu pada "antuan, pela'anan, mem"erikan arah, penilaian, pem"inaan, meningkatkan, mengem"angkan dan per"aikan* Dengan kata lain, istilah dipertentangkan dengan makna menga(asi, menindak, memeriksa, menghukum, mengadili, inspeksi, mengoreksi dan men'alahkan* Dengan demikian istilah super)isi tidak sama dengan istilah controlling, inspection, dan directing* Perlu ditegaskan "ah(a 'ang menjadi o"jek utama super)isi itu han'alah guru, (alaupun semua orang di sekolah dikenai super)isi itu han'alah o"jek perantara* Is'arat lain dari pendapat& Wahyono Saputro Page 6 8/1/2012

pendapat terse"ut di atas adalah penting adan'a administrasi super)isi, terutama 'ang men'angkut #ungsi utaman'a, 'aitu perencanaan, pengorganisasian, pen'elenggaraan dan penga(asan super)isi itu sendiri* 3. Ko-.1-7 M+a.a- S+!1r20 0 P1-"0"03aSuper)isi pendidikan memuat empat elemen utama, 'aitu: %! Standard relative to ob7ectives (S.a-"ar a4+a- relati# tehadap sasaran&sasaran! 2! )easurements of the standards (P1-6+3+ra- standar acuan! +! 0omparison of the e8pected and actual performance (P1r8a-"0-6a- antara harapan dan kinerja n'ata! @! )eans to correct deviant performace (/erarti !1r8a03a- terhadap kinerja 'ang men'impang!% 9. T+,+a- Pro6ra5 S.+"0 I/5+ P1-"0"03a- I /a5 Dntuk menjadi "ekal dan dikem"angkan oleh mahasis(a 'ang nantin'a akan menjadi orang 'ang ahli di "idangn'a* :. Ma.a K+/0a$ "a/a5 Pro"0 I/5+ P1-"0"03a- I /a5 1) Ma.a K+/0a$ Ko5!1.1- 0 Da ar (MKDK)
No % 2 + @ ? Pro"0 IPIEM0PI IPIEM0PI IPIEM0PI IPIEM0PI IPIEM0PI Ko"1 MK MKDK MKDK MKDK MKDK MKDK Ma.a K+/0a$ Studi 8l&.ur7an Studi <adits Studi Perada"an dan Pemikiran Islam Pendekatan Studi Islam 1ilsa#at Ilmu Jumlah Bo8o. SKS + + + + + 1: S151 .1r % % % % %

2) Ma.a K+/0a$ Ko5!1.1- 0 K1a$/0a- (MKKK)
No % 2 + @ ? C > 6 Pro"0 IPIEM0PI IPIEM0PI IPIEM0PI IPIEM0PI IPIEM0PI IPIEM0PI IPIEM0PI IPIEM0PI Ko"1 MK MKKK MKKK MKKK MKKK MKKK MKKK MKKK MKKK Ma.a K+/0a$ 1ilsa#at Pendidikan Islam -)aluasi Pendidikan Model Penelitian P8I Model Pem"elajaran P8I Manajemen Mutu Terpadu (T.M! Super)isi Pendidikan Manajemen Kelem"agaan Pend* Islam ;eadership Kependidikan Jumlah Bo8o. SKS + + + + + + + + 29 S151 .1r 2 2 % 2 2 2 2 +

3) Ma.a K+/0a$ Ko5!1.1- 0 P1-+-,a-6 (MKKP)
No % 2 +
%

Pro"0 IPIEM0PI IPIEM0PI IPIEM0PI

Ko"1 MK MKKP MKKP MKKP

Ma.a K+/0a$ /ahasa 8ra" /ahasa Inggris Seminar Proposal Tesis Jumlah

Bo8o. SKS 5 5 5 0

S151 .1r % % 2

Pro#*<*9aspodo,M*-d,Ph*D, )ateri !uliah Supervisi "69, Program Pascasarjana S2 I8I: aden 1atah Palem"ang, tanggal +5 Mei 25%2*

Wahyono Saputro

Page 7

8/1/2012

9) T1 0
No % Pro"0 IPIEM0PI Ko"1 MK MKKK Ma.a K+/0a$ Tesis Jumlah Jumlah bobot SKS Bo8o. SKS C C @? S151 .1r

;. P1-6158a-6a- Ko5!1.1- 07 K15a5!+a%! Ko5!1.1- 07 K15a5!+aKompetensi, 'aitu seperangkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku 'ang harus dimiliki, diha'ati dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas kepro#esionalan* Kemahiran mengajar merupakan ciri pro#esi keguruan, karena pencapaian tujuan pem"elajaran serta ke"erhasilan dalam "er"agai masalah pem"elajaran "an'ak tergantung pada kemampuan atau kompetensi guru* Selama di sekolah apa 'ang dipelajari sis(a "an'ak tergantung pada apa 'ang terjadi di kelas, dan apa 'ang terjadi dikelas sangat tergantung pada "agaimana prakarsa guru untuk mengimplementasikan kurikulum ke dalam kegiatan pem"elajaran* Oleh karenan'a seorang guru harus mampu menciptakan kondisi "elajar dengan "aik "agi sis(a, karena mengajar "ukan sekedar trans#er ilmu semata tetapi juga pengalaman, keteladanan* Kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan, ketrampilan, nilai dan sikap 'ang dire#leksikan dalam ke"iasaan "erpikir dan "ertindak* Mc8shan (%=6%, dalam Mul'asa, 255+: >=! mengemukakan "ah(a kompetensi adalah pengetahuan, ketrampilan, dan kemampuan 'ang dikuasai oleh seseorang 'ang telah menjadi "agian dari dirin'a sehingga ia dapat melakukan perilaku&perilaku kogniti#, a#ekti#, dan psikomotorik dengan se"aik&"aikn'a* Senada dengan hal terse"ut le"ih lanjut 1inch dan Frunkilton (%=>=, dalam Mul'asa 255+: 6%! mengartikan kompetensi se"agai penguasaan terhadap suatu tugas, ketrampilan, sikap, dan apresiasi 'ang diperlukan untuk menunjang ke"erhasilan* <al terse"ut menunjukkan "ah(a kompetensi mencakup tugas, ketrampilan, sikap, dan apresiasi 'ang diperlukan untuk menunjang ke"erhasilan* 2! Ko5!1.1- 0 G+r+ 4uru adalah pendidik pro#esional dengan tugas utama mendidik, mengajar, mem"im"ing, mengarahkan, melatih, menilai dan menge)aluasi peserta didik dalam menjalankan pro#esin'a, guru dituntut memilki kompetensi, "aik Wahyono Saputro Page 8 8/1/2012

kompetensi pedagogik, kompetensi kepri"adian, kompetensi pro#essional dan kompetensi sosial* 8dapun standar kompetensi pendidik menurut PP :omor %= tahun 255? meliputi: 1) Ko5!1.1- 0 P1"a6o603 'ang terdiri dari : a* "* c* d* e* #* g* h* pemahaman tentang peserta didik pemahaman tentang pendidikan dan pem"elajaran pemahaman tentang kurikulum sekolah perancangan pem"elajaran pelaksanaan pem"elajaran e)aluasi proses dan hasil "elajar peningkatan proses pem"elajaran melalui penelitian pengem"angan peserta didik untuk mengaktualisasi potensi 'ang dimiliki*

2) Ko5!1.1- 0 K1!r08a"0aa* mantap, sta"il, de(asa, ari#, "er(i"a(a, menjadi teladan "agi peserta didik dan "erakhlak mulia* "* siap mengikuti perkem"angan ilmu dan kependidikan melalui "er"gai media komunikasi 'ang mutakhir* 3) Ko5!1.1- 0 Prof1 0o-a/# meliputi pendalaman penguasaan "idang studi 'ang telah dimiliki untuk mendukung terlaksanan'a pem"elajaran "idang studi disekolah sasaran secara optimal* 9) a* "* c* d* e* Ko5!1.1- 0 So 0a/, meliputi kemampuan pendidik se"agai "agaian dari mas'arakat untulk "erkomunikasi dan "ergaul dengan: peserta didik sesama pendidik tenaga kependidikan 'ang lain orang tua E (ali peserta didik mas'arakat sekitar

:) Ko5!1.1- 0 R1/060+ # se"uah ide 'ang digagas oleh Pro#* <* 9aspodo, M*-d, Ph*D*2 Menurutn'a, kompetensi religius adalah kompetensi tentang keagamaan se"agaiamana makhluk ciptaan 8llah dalam mengem"angkan pemahaman hak dan ke(aji"an sesuai dengan agama dan keperca'aan "agi pemelukn'a* Fontohn'a
Pro#*<*9aspodo,M*-d,Ph*D, )ateri !uliah Supervisi "69, Program Pascasarjana S2 I8I: aden 1atah Palem"ang, tanggal +5 Mei 25%2*
2

Wahyono Saputro

Page 9

8/1/2012

taat "eri"adah (dalam melaksanakan shalat lima (aktu!, "erakhlak mulia ("erkata jujur, sa"ar, disiplin, pemaa#! dan lain se"again'a* 7. P1-61r.0a- I/5+ R1/060+ Menurut 0aco" (255C: G! eligi is a cultural system resting on belief in a supernatural being' a system composed by an account of .1/ the *ay of life and .2/ the *orldvie* of .5/ a group of people that sees itself as set apart for divine service * eligi adalah se"uah sistem ke"uda'aan 'ang "ersandar pada ke"eradaan Hang Supernatural (Hang Mahakuasa!, se"uah sistem 'ang tersusun oleh sejumlah hal (%! cara hidup (2! paradigma (+! sekelompok orang 'ang melihat dirin'a se"agai "agian untuk pela'anan Tuhan* De#inisi 'ang dikemukakan oleh 0aco" terse"ut memposisikan religi (agama! identik dengan "uda'a 'ang "ersum"er pada Hang Mahakuasa 'ang memiliki ciri$ adan'a cara hidup, paradigma dan sekelompok orang 'ang memposisikan diri dan terli"at dalam pela'anan Tuhan* De#inisi 'ang mirip dikemukakan oleh Spiro (%=6>: %6>, 222! seorang anthropologis dalam 0aco" (255C: >&6! mengenai religi, 26n institution consisting of culturally patterned interaction *ith culturally postulated superhuman being3* eligi adalah se"uah lem"aga 'ang tersusun dari interaksi ke"uda'aan 'ang terpola dengan ke"uda'aan 'ang dijusti#ikasi dengan ke"eradaan superhuman (manusia super!* ;e"ih jauh ia menjelaskan pengertian ungkapan superhuman being, 'akni ke"eradaan 'ang le"ih sarat dan "er"o"ot di"anding humans (kemanusiaan! tapi tak perlu di"edakan secara kualitati# dengan makna humans (kemanusiaan!* Superhuman tidak identik dengan supernatural* Seorang superhuman dapat melakukan sesuatu "agi dan kepada humans (manusia!* Selanjutn'a culturally postulated, merupakan cara akademis ringkas tentang ungkapan per"edaan "uda'a, per"edaan perada"an memimpikan hal "er"eda terhadap ke"eradaan superhuman* Se"agai contoh, "e"erapa ke"uda'aan memimpikan superhuman 'ang terpadu, di sudut lain mem"utuhkan han'a satu saja* Dalam "e"erapa ke"uda'aan orang men'em"ah ar(ah nenek mo'ang, di lain pihak, itu akan menjadi hal 'ang sia&sia untuk dilakukan* 0ulturally postulated merupakan cara mengatakan pah(a orang tidak dapat men'em"ah sesuatu 'ang oleh semua orang di dunia ditujukan pada ucapan tidak lumrah atau mengada&ada* Ke"eradaan superhuman 'ang orang sem"ah harus la'ak secara internal dan mere#leksikan nilai ke"uda'aan* Sementara de#inisi, religi (agama! memerlukan se"uah culturally patterned (pola ke"uda'aan! 'ang "erhu"ungan dengan ke"eradaan superhuman* Ini "erarti "ah(a se"agaimana ke"eradaan superhuman terse"ut dikondisikan oleh Wahyono Saputro Page 10 8/1/2012

ke"uda'aan* <u"ungan dapat "erarti "atasan atau sesuatu* <u"ungan dapat "erupa pem"icaran atau tindakan moral, dapat juga "erupa do7a atau kepatuhan, kesedihan atau pertapaan* Tuhan dapat dikenali melalui sejumlah hu"ungan* Ketika Spiro mende#inisikan ucapan culturally patterned interaction, itu "erarti semacam hu"ungan 'ang mana orang menemukan sesuatu 'ang masuk akal dan dapat dirasakan* Se"agai contoh, pada perada"an /arat, adalah hal 'ang tidak mungkin mengha'alkan "ah(a seseorang melakukan hu"ungan seI dengan Tuhan* 8kan tetapi pada masa Hunani Kuno, para de(a di'akini memiliki "entuk&"entuk kedunia(ian, mengisi ji(a manusia dan menghasilkan orang 'ang setengah de(a dan setengah manusia* Melakukan hu"ungan seI dengan de(a adalah se"uah hal 'ang sepenuhn'a di"enarkan dari se"uah hu"ungan, tetapi hal terse"ut terdapat pada pola "uda'a Hunani Kuno, tidak "erlaku untuk perada"an /arat* /agaimana seseorang dapat mem"a'angkan de(a mereka dapat "erinteraksi dengan mereka, dan apa 'ang de(a mereka dapat harapkan dari mereka, harus "an'ak dilakukan dengan "agaimana caran'a se"uah agama dapat mem"entuk se"uah perada"an (Spiro in 0aco", 255C: 6!* Makna terdalam agama adalah ketundukan dan ikatan, seperti asal kata agama itu sendiri: religere& maksudn'a AketundukanEketerikatan pada Hang 8"solut (<ida'at, 255+: +C!* Dalam studi keagamaan sering di"edakan antara religion dan religiousity* Kata religion, 'ang "iasa dialih "ahasakan menjadi Aagama7, pada mulan'a le"ih "erkonotasi se"agai kata kerja, 'ang mencerminkan sikap ke"eragamaan atau kesalehan hidup "erdasarkan nilai&nilai ketuhanan* Dalam Islam terdapat istilah al& Din, 'ang "erarti ikatan 'ang harus menjadi dasar dalam "eragama "agi seorang muslim ('ang pasrah! (<ida'at, 255+: @%!* 8l&Din 'ang diterjemahkan se"agai ikatan, 'aitu ikatan seorang manusia dengan Tuhann'a 'ang mem"uat seseorang ter"e"askan dari segala ikatan&ikatan atau dominasi oleh sesuatu 'ang derajatn'a le"ih rendah dari manusia itu sendiri (<ida'at, 255+: C%!* Tetapi dalam perkem"angan selanjutn'a makna agama lalu "ergeser menjadi semacam Akata "enda7 'aitu himpunan doktrin, ajaran serta hukum&hukum 'ang telah "aku, 'ang di'akini se"agai kodi#ikasi perintah Tuhan untuk manusia* Proses pem"akuan ini "erlangsung antara lain melalui sistematisasi nilai dan semangat agama, sehingga sosok agama lalu hadir se"agai "angunan epistemologi ataupun himpunan sa"da Tuhan 'ang terhimpun dalam Kita" Suci dan literatur keagamaan karangan para ulama* Maka, dalam Islam misaln'a, lalu lahir ilmu keagamaan 'ang dianggap "aku semacam Ilmu Kalam, Ilmu 1i,h, Ilmu Tasa(u#, 1ilsa#at Islam (<ida'at, %==6: C%&C2!* Wahyono Saputro Page 11 8/1/2012

Dari paparan lalu dapat ditarik "enang merah, "ah(a ungkapan religi dalam term /arat merujuk kepada religi (agama! 'ang tak le"ih se"agai sistem "uda'a (0aco" 255C: G! dan religi harus menjadi inspirasi "agi tum"uh kem"ang perada"an (/arat! serta tertuju "agi kepentingan manusia (Spiro dalam 0aco" 255C: >&6!* Sementara dalam term Timur (Islam! pada tulisan ini merujuk pada ilmu religi (keagamaan! 'ang dianggap "aku seperti ilmu Kalam, ilmu #i,ih, ilmu tasa(u#, #ilsa#at Islam 'ang menjadi spirit "agi seorang muslim untuk melakukan kar'a n'ata* 6* P1ra- Ma.a K+/0a$ S+!1r20 0 P1-"0"03a- "a/a5 Pro"0 I/5+ P1-"0"03a- I /a5 Mata kuliah super)isi pendidikan dalam prodi Ilmu Pendidikan Islam (IPI! mem"erikan "ekal konseptual terhadap calon lulusan "erupa teori super)isi 'ang ideal dan aplikasin'a di lingkungan kerjan'a* /* PENDIDIKAN SEBAGAI SEBUAH PROSES 1. Pro 1 "a/a5 Pa-"a-6a- P1-"0"03aPendidikan memiliki "er"agai unsur, unsur&unsur pendidikan antara lain: %! tujuan pendidikan 2! pendidik +! anak didik atau peserta didik @! isi atau materi pendidikan ?! metode dan alat pendidikan, serta C! lingkungan* Proses pendidikan merupakan interaksi antar"er"agai unsur pendidikan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan* Sementara menurut Pro#* <* 9aspodo, M* -d, Ph*D, /ah(a pendidikan itu merupakan serangkaian proses ikhtiar 'ang ari#, terencana, "erkesinam"ungan anatara sisi )ertical dan horiBontal 'ang di dalamn'a ada proses komunikasi, pengelolaan in#ormasi, dan proses linguistic untuk mendorong moti)asi, mengarahkan, mem"im"ing, memanipulasi, sehingga terpenuhi domain kogniti#, a#ekti#, psikomotor dan sensi"ilitas lainn'a untuk mencapai suatu kecerdasan 'ang utuh*+ 2* Ma3-a P1r-<a.aa- T1r 18+. Maksudn'a proses pendidikan itu merupakan kegiatan sosial atau pergaulan antara pendidik dengan peserta didik dengan menggunakan isi atau materi pendidikan,

Pro#*<*9aspodo,M*-d,Ph*D, )ateri !uliah Supervisi "69, Program Pascasarjana S2 I8I: aden 1atah Palem"ang, tanggal %% Mei 25%2

+

Wahyono Saputro

Page 12

8/1/2012

metode dan alat pendidikan tertentu 'ang "erlangsung dalam suatu lingkungan untuk mencapai tujuan pendidikan 'ang telah ditetapkan* 3. %o-.o$ Ko-3r1. "0 T15!a. T+6a Ma 0-6= Ma 0-6 Seperti contoh dalam kehidupan sehari&hari di tempat tugas, 'aitu dalam proses pem"elajaran di sekolah, demikian pula guru adalah se"agai pengorganisasi lingkungan "elajar dan se"agai #asilitator "elajar* /e"erapa peran guru dalam tugasn'a: %! 4uru se"agai model 8dalah seorang guru 'ang dapat dicontoh dan dijadikan teladan, karena guru harus memiliki kele"ihan, "aik pengetahuan, keterampilan, dan kepri"adian* Kele"ihan itu tampak dalam disiplin 'ang tinggi dalam "idang&"idang intelektual, emosional, ke"iasaan&ke"iasaan 'ang sehat, sikap 'ang demokratis, ter"uka dan se"again'a* 2! 4uru se"agai perencana 4uru "erke(aji"an mengem"angkan tujuan&tujuan pendidikan menjadi rencana& rencana 'ang operasional, dalam perencanaan ini sis(a perlu dili"atkan sehingga menjamin rele)ansin'a dengan perkem"angan, ke"utuhan dan tingkat pengalaman mereka* Peranan terse"ut menuntut agar perencanaan senantiasa dihu"ungkan dengan kondisi mas'arakat, ke"iasaan "elajar sis(a, pengalaman dan pengetahuan sis(a, metode "elajar 'ang tepat dan materi pelajaran 'ang sesuai dengan minat* +! 4uru se"agai peramal atau mendiagnosis kemajuan "elajar murid Peranan terse"ut erat kaitann'a dengan tugas menge)aluasi kemajuan relajar sis(a, penilaian mempun'ai arti penting, "aik "agi sis(a, orangtua, dan "agi guru itu sendiri* @! 4uru se"agai pemimpin 4uru hJdala se"agai pemimpin di dalam kelasn'a sekaligus se"agai anggota kelompok&kelompok dari sis(a* /an'ak tugas 'ang si#atn'a manajerial 'ang harus dilakukan oleh guru, seperti memelihara keterti"an kelas, mengatur ruangan, serta men'usun laporan "agi pihak 'ang memerlukann'a* ?! 4uru se"agai petunjuk jalan 4uru "erke(aji"an men'ediakan "er"agai sum"er 'ang memungkinkan akan memperoleh pengalaman 'ang ka'a 'ang tentu sum"er&sum"er 'ang cocok untuk mem"antu proses "elajar mereka*

Wahyono Saputro

Page 13

8/1/2012

F* PERNGERTIAN SISTEM PENDIDIKAN 1. P1r-<a.aa- S0 .15 "a/a5 D0a6ra5 4uru Orangtua Sis(a Dudik Sarana K Prasarana Proses Kendali mutu Kurikulum Manajemen Mas'arakat Teknologi ODPDT Tidak <asil ODTFOM-

Pada diagram terse"ut terlihat kesemua su"sistem terse"ut "erpadu satu sama lain dan "erproses sehingga menghasilkan ouput, sampai di sini output "erupa output hasil dan ouput gagal dan pada akhirn'a menghasilkan keluaran* 8pa"ila pendekatan sistem digunakan dalam mempelajari pendidikan maka dapat dipahami "ah(a pendidikan merupakan suatu sistem* Pendidikan dapat dide#inisikan se"agai keseluruhan 'ang terpadu dari sejumlah komponen 'ang saling "erinteraksi dan melaksanakan #ungsi&#ungsi tertentu dalam rangka mem"antu anak didik agar menjadi manusia terdidik sesuai dengan tujuan 'ang telah ditetapkan* Ditinjau dari asal&usul kejadiann'a, pendidikan tergolong kepada sistem "uatan manusia$ ditinjau dari (ujudn'a, pendidikan tergolong kepada sistem social, sedangkan jika ditinjau dari segi hu"ungann'a dengan lingkungann'a pendidikan merupakan sistem ter"uka* Sistem pendidikan "erada di dalam suatu suprasistem, adapun 'ang dimaksud suprasistem "agi pendidikan adalah mas'arakat* Selain sistem pendidikan, di dalam suprasistem terse"ut terdapat pula "er"agai sistem lainn'a seperti ekonomi, sistem politik, sistem social "uda'a* Oleh karena sistem pendidikan merupakan sistem ter"uka maka sistem pendidikan memiliki ketergantungan dan saling "erhu"ungan dengan lingkungan atau sistem&sistem lainn'a 'ang ada di dalam suprasistemn'a (9ah'udin, 255>: 6*=!* Dalam sistem pendidikan terjadi proses trans#ormasi, 'aitu proses mengu"ah ra( input (anak didik! agar menjadi manusia terdidik sesuai tujuan 'ang telah ditetapkan* Dalam hal ini, semua komponen pendidikan melaksanakan #ungsin'a masing&masing dan Wahyono Saputro Page 14 8/1/2012

"erinteraksi satu sama lainn'a 'ang mengarah kepada pencapaian tujuan pendidikan* 8dapun output atau hasiln'a adlah manusia terdidik 'ang diperuntukan "agi stakeholders atau sistem&sistem lain 'ang "erada dalam suprasistem* Se"agaimana dikemukakan terdahulu, dalam sitem pendidikan terdapat komponen penga(asan mutu atau control kualitas* Pelaksanaan #ungsi komponen inni dalam proses trans#ormasi akan menghasilkan umpan "alik 'ang digunakan untuk melaksanakan koreksi atau per"aikan untuk proses trans#ormasi "erikutn'a* Dengan adan'a kontrol kualitas 'ang menghasilkan #eed"ack untuk melaukan per"aikan dalam proses trans#ormasi "erikutn'a, ini diharapkan agar sistem pendidikan mampu mengatasi entropi atau mampu mempertahankan eksistensi dan meningkatkan prestasin'a 9ah'udin, 255>: 6*%5!* 2* %o-.o$ Ko-3r1. "0 T15!a. T+6a Ma 0-6= Ma 0-6 Se"elum men'usun perencanaan pendidikan atau pengajaran, terle"ih dulu guru megidenti#ikasi kedudukan sistem pengajaran di sekolah* Pengenalan itu dimaksudkan agar guru memperoleh in#ormasi 'ang rele)an tentang komponen sistem pengajaran* <al terse"ut pada gilirann'a dapat dijadikan se"agai "ahan untuk merancang sistem pengajaran 'ang le"ih "aru* Dsaha pengenalan dilaksanakan dengan tiga cara: %! melakukan o"ser)asi langsung ke sekolah 2! melakukan studi pengkajian terhadap tiap komponen sistem pengajaran +! pendalaman, penguatan, perluasan dengan mempelajari "er"agai teori 'ang rele)an* Fontoh sekolah se"agai se"uah sistem sosial dapat ditinjau dari dua #enomena* 1enomena pertama "erkenaan dengan lem"agan'a 'ang melaksanakan peran dan #ungsi, dan harapan&harapan tertentu untuk mencapai sistem itu* Kedua mengenai indi)idu&indi)idu 'ang "er"eda dalam sistem, 'ang masing&masing memiliki kepri"adian dan disposisi ke"utuhan* Kedua dimensi itu "erinteraksi satu sama lain dan menunjukan dirin'a dalam "entuk prilaku sosial, atau "erpadu dalam tujuan& tujuan persekolahan*

Wahyono Saputro

Page 15

8/1/2012

DA*TAR PUSTAKA 8nthon', o"ert : (et* al!, %==C* Sistem "engendalian )ana7emen (diterjemahkan oleh 8gus Maulana!* 0akarta: Pener"it -rlangga* 8,i", Lainal, 2556* Standar !ualifi%asi+ !ompetensi+ Sertifi%asi 1uru+ !epala Se%olah+ "enga*as Se%olah* /andung: Hrama 9id'a* 8rikunto, Suharsimi, 255@* Dasar+ Dasar Supervisi, 0akarta: PT* ineka Fipta* Dahlan, Tau#i dan 8dhim, 8"d, 255?* !epenga*asan "endidi%an, 0akarta: D-P84 Direktorat 0enderal Kelem"agaan 8gama Islam* I,

D-P84 I, 255C* :ndang+ :ndang Republi% 9ndonesia -omor 1; Tahun 200< tentang 1uru dan Dosen Serta :ndang+ :ndang Republi% 9ndonesia -omor 20 Tahun 2005 tentang S9SD9!-6S* 0akarta: Direktorat 0enderal Pendidikan Islam* -"ta Setia(an, !amus $esar $ahasa 9ndonesia .!$$9/ =ffline , http:EEe"so#t*(e"*id* Mersi %* 2* -lisna <anah, Mictoria dan Tha'i" / , 8min, 255+* Standar Supervisi dan 2valuasi "endidi%an> Supervisi 6%ademi dan 2valuasi "rogram, 0akarta: D-P84 I, Direktorat 0enderal Kelem"agaan 8gama Islam* <ida'at, Komaruddin, %==6* TR612D9 R6#6 )9D6S' )oralitas 6gama dan !risis )odernisme, 0akarta: P8 8M8DI:8* <ida'at, Komaruddi dan :a#is, Muhammad 9ah'uni, 255+* 6gama )asa Depan "erspe%tif ?ilsafat "erennial, 0akarta: PT* 4ramedia Pustaka Dtama* Kast, 1remont -, dan osenB(eig, 0ames -, %=6?* =rganisasi dan )ana7emen* 0akarta: /umi 8ksara* :eusner, 0aco" (ed!, 255C* R2@919=:S ?=:-D6T9=-S =? W2ST2R- 09A9@9B6T9=-' #udaism' 0hristianity' and 9slam* DS8: 8"ingdon Press* Pa(lash, george* -* and Oli)ia, Peterr 1, 2556* Supervision for Today,s School* Dan)ers M8: 0ohn and Son Inc* Shiha", M* .uraish, 255=* T6?S9R 6@+)9SC$6C' "esan' !esan dan !eserasian al+Dur,an * 0akarta: Pener"it ;entera <ati* ama'ulius, 2556* 9lmu "endidi%an 9slam' #a%arta: Kalam Mulia, 2556, Fet* Ke&C i#ai, us'd' 8, 255@* )ana7emen* Palem"ang: ;em"aga Pener"it 1akultas -konomi Dni)ersitas Muhammadi'ah Palem"ang* i)ai, MeithBal dan Murni, S'l)iana, 255=* 2ducation )anagement, 0akarta: aja(ali Pers* ohiat, 25%5* )ana7emen Se%olah' Teori Dasar dan "ra%ti%* /andung: PT* e#ika 8ditama* Wahyono Saputro Page 16 8/1/2012

St* Mem"riarto, et*al, (ed*!,%==@* !amus "endidi%an, 0akarta: 4ramedia 9idiasarana Indonesia, Fet* Ke& %, -ntri strata satu(S%!&sum"er pengendali perilaku, hlm* C2* Stoner, 0ames 8*1*, %==@* )anagement (diterjemahkan oleh 8l#onsus Sirait!, 0akarta: Pener"it -rlangga* Suto'o (et* al!, 25%5* R2@919=:S9T6S S69-S' )eretas #alan )enu7u "eradaban Baman * Malang: Dni)ersitas /ra(ija'a Press (D/P! Dmiarso dan 4ojali, Imam, 25%5* )ana7emen )utu Se%olah di 2ra =tonomi "endidi%an> )en7ual )utu "endidi%an dengan "ende%atan Duality 0ontrol bagi "ela%u @embaga "endidi%an* Hog'akarta: I FiSoD* 9ah'udin, Din (et* al!, 255>* )6T2R9 "o%o% "engantar "endidi%an , 0akarta: Dni)ersitas Ter"uka* /adiali, /ernard 0, Teaching Super)ision, (((*units*muohio*eduEeduleadershipE http:EElunn"log&luna*"logspot*comE25%2E5+Ede#inisi&dan&rasional&suoer)isi*html /unda Smart* De#inition o# Super)ision, http:EE"unda&smart*comEpendidikanEde#inition&o#& super)isionE

Wahyono Saputro

Page 17

8/1/2012

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->