BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Sejalan dengan perjalanan perkembangan zaman dewasa ini. Umat-umat Kristen katolik khususnya semakin pintar, cerdas, dan kreatif. Karena kecerdasan dan kekreatifannya itu akhirnya umat-umat katolik selalu bertanya-tanya tentang makna hidup sekarang dan di masa mendatang, serta hubungan timbal balik antara keduanya. Kerena ini membuat mereka gelisah akan hidup mereka dimasa akan datang dan adapun ini juga didasari dengan berbagai factor lainnya. Disini Gereja menyadari bahwa untuk menjawab semua petanyaan itu Gereja harus selalu wajib menyelidiki tanda-tanda zaman dan menafsirkannya dalam cahaya Injil. Adapun Gereja harus mengimani, bahwa Kristus telah wafat dan bangkit bagi semua orang Ia mengurniakan kepada manusia terang dan kekuatan melalui Roh-Nya, supaya manusia mampu menanggapi panggilannya yang amat luhur. Dan dibawah langit tidak diberikan kepada manusia nama lain, yang bagi mereka harus menjadi pokok keselamatan. Begitu pula Gereja percaya, bahwa kunci, pusat dan tujuan seluruh sejarah manusia terdapat pada Tuhan dan Gurunya. Selain itu Gereja menyatakan, bahwa dibalik segala perubahan ada banyak hal yang tidak berubah, dan yang mempunyai dasarnya yang terdalam pada diri Kristus, Dia yang tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. Seluruh pertanyaan dan permasalahan umat, Gereja haruslah bisa menyelesaikannya terutama permasalahan dizaman dewasa ini. Oleh karena itulah Gereja harus melihat perkembangan dari zaman ke zaman dan menafsirkannya dalam cahaya Injil. Adapun Gereja harus perpatokan dengan Tuhan kita Yesus Kristus yang melayani umat tanpa hentinya. Dengan berbagai permasalahan yang terterah diatas disini pernulis terdorong untuk memecahkan permasalah tersebut.

1.2 Rumusan Masalah

1

Dalam penulisan karya tulis ini, penulis ingin melihat secara khusus peran Gereja di Dunia dewasa ini, terutama dalam menanggapi dan menyelesaikan pertanyaan dan permasalah yang dialami oleh umat. Permasalah tersebut oleh penulis dirumuskan sebagai berikut. 1. Apakah factor-faktor yang menyebabkan umat selalu bertanya-tanya tentang hidup ini…..? 2. Permasalah apa yang dihadapi oleh umat…..? 3. Bagaimana Gereja menanggapi permasalah dizaman dewasa ini…..?
4. Apa peran Gereja di Dunia dewasa ini……?

1.3 Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan karya tulis ini, yaitu untuk menjawab peertanyaan-pertanyaan yang ada pada rumusan masalah, antara lain yaitu sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui factor-faktor yang menyebabkan umat selalu bertanya-tanya tentang hidup ini. 2. Untuk mengetahui Permasalah apa yang dihadapi oleh umat. 3. Untuk mengetahui Gereja menanggapi permasalah dizaman dewasa ini. 4. Untuk mengetahui Apa peran Gereja di Dunia dewasa ini. 1.4 Manfaat Penulisan Dalam penulisan karya tulis ini baik penulis maupun pembaca mendapatkan manfaatnya yaitu seperti: mengetahui pertanyaan dan permasalahan umat, peran Gereja dan bagaimana gerja menanggapinya di dalam dunia yang moderen ini. 1.5 Metode Penulisan Dalam penulisan karya tulis ini. Penulis menggunakan metode kepustakaan. Metode ini mengguraikan dan membahas masalah-masalah dengan memanfaatkan sumber-sumber tertulis seperti buku-buku ilmiah maupun sumber lainnya yang menunjang dan berkaitan dengan permasalahan yang dibahas.

BAB II

2

Seperti terjadi pada krisis pertumbuhan manapun juga. namun sementara itu muncullah jenis-jenis baru perbudakan sosial dan psikis. namun acap kali nampak kurang pasti tentang dirinya. cara-cara menilai serta keinginan-keinginannya yang bersifat perorangan maupun kolektif. Adapun beberapa ciri utama dunia sekarang dapat digariskan sebagai berikut. Demikianlah kita sudah dapat berbicara tentang perombakan sosial dan budaya yang sesungguhnya. Demikianlah Gereja – dengan cara yang sesuai dengan setiap angkatan – akan dapat menanggapi pertanyaan-pertanyaan. perombakan itu membawa serta kesukaran-kesukaran yang tak ringan. duka dan kecemasan orang-orang zaman sekarang. dan kembali mempengaruhi manusia sendiri. Gereja selalu wajib menyelidiki tanda-tanda zaman dan menafsirkannya dalam cahaya Injil. aspirasi-aspirasi dan sifat-sifatnya yang sering dramatis. masa perubahan-perubahan yang mendalam dan pesat berangsur-angsur meluas ke seluruh dunia. cara berfikir dan bertindak terhadap benda-benda maupun sesama manusia. akan tetapi sebagian masih sangat besar penghuni dunia tersiksa karena kelaparan dan kekurangan. Dunia begitu mendalam merasakan kesatuannya serta saling tergantungnya semua orang dalam solidaritas yang memang mesti ada. duka dan kecemasan para murid Kristus juga. yang disegala zaman diajukan oleh orang-orang tentang makna hidup sekarang dan di masa mendatang. Ia berusaha menyelami secara makin mendalam rahasia batin jiwanya sendiri. serta hubungan timbal balik antara keduanya. Tidak pernah bangsa manusia begitu berlimpah harta-kekayaan. kemungkinan-kemungkinan serta kekuatan ekonominya. sebab 3 . Maka perlulah di kenal dan difahami dunia kediaman kita beserta harapan-harapan. sementara manusia begitu memperluas kekuasaannya.1 Harapan dan kegelisahan KEGEMBIRAAN DAN HARAPAN. Perubahan-perubahan itu timbul dari kecerdasan dan usaha kreatif manusia. dan tak terhitunglah jumlah mereka yang sama sekali buta huruf. Untuk menunaikan tugas seperti melayani.KENYATAAN MANUSIA DI DUNIA MASA KINI 2. tetapi sering ragu-ragu tentang bagaimana mengarahkannya. Lambat laun ia makin jelas menemukan hukum-hukum hidup kemasyarakatan. Dewasa ini umat manusia berada dalam periode baru sejarahnya. Demikianlah. Tidak pernah manusia mempunyai rasa kebebasan setajam sekarang ini. serta berdampak juga atas hidup keagamaan. tetapi sementara itu tertimpa oleh perpecahan yang amat gawat akibat kekuatan-kekuatan yang saling bermusuhan. merupakan kegembiraan dan harapan. ia toh tidak selalu mampu mengabdikannya kepada dirinya. terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita.

Sementara bertambah intensiflah pertukaran pandangan-pandangan.masih tetap berlangsunglah pertentangan-pertentangan yang sengit di bidang politik. bertanya-tanya saja tentang perkembangan dunia sekarang. Perkembangan itu menantang. ekonomi. Ilmu-ilmu biologi. Karena terkena oleh sekian banyak situasi yang serba kompleks. bukan hanya membantu manusia untuk makin mengenal diri. 2.2 Perubahan Situasi Yang Mendalam Kegoncangan rohani dewasa ini dan perubahan kondisi-kondisi hidup berhubungan dengan pergantian keadaan yang lebih luas. Sekaligus juga umat manusia makin banyak memikirkan cara-cara memprakirakan dan mengatur perkembangan demografis. pun untuk memadukannya dengan penemuan-penemuan baru sebagaimana mestinya. “kesukusan” dan ideologi. sosial. dalam keanekaan ideologi menyandang arti cukup berlain-lainan. dan tidak lagi bagaikan menempuh jalur-jalur sejarah yang berbeda-beda. dan tertekan oleh kegelisahan. Mentalis ilmiah itu dengan cara yang berlainan dengan di masa lampau membentuk peri-budaya dengan caracara berpikir.(kependudukan)-nya. pun ilmu tentang manusia sendiri semakin diutamakan. yang terhalang untuk sungguh mengenali nilai-nilai yang lestari. sehingga mengubah muka bumi dan kini sudah berusaha menaklukkan ruang angkasa. yang mengungkapkan faham-faham sangat penting. bahkan memaksa manusia untuk menanggapinya. yang serentak maju pula. Ketrampilan-ketrampilan tehnik sedemikian maju. Dengan cara tertentu akal budi manusia juga memperluas kedaulatannya atas kurun waktu: atas masa silam melalui pengetahuan sejarah. tetapi perkembangan rohani tidak mengalami kemajuan yang serasi. Akhirnya dengan tekun juga diusahakan terwujudnya tatadunia sekarang yang lebih sempurna. istilahistilah sendiri. sehingga setiap orang hanya dengan susah-payah mampu mengikutinya. Begitulah bangsa manusia beralih dari pengertian tata-dunia yang lebih statis kepada visi yang lebih dinamis dan 4 . begitu pula dibidang kegiatan ketrampilan-ketrampilan tehnik yang bersumber pada ilmu-ilmu itu. psikologi dan sosial. Nasib persekutuan manusia telah menyatu. Sejarah sendiri makin melaju cepat sedemikian rupa. atas masa depan melalui prognose kemudian hari dan pelbagai perencanaan. Maka dari itu mereka terombang-ambingkan antara harapan dan kecemasan. melainkan untuk menolongnya juga untuk memakai tehnik-tehnik yang tepat secara langsung mempengaruhi kehidupan masyarakat. Karena peralihan itu maka dalam pembinaan akal-budi ilmu matematika serta pengetahuan alam . banyak sekali sesama kita sekarang ini. dan tetap berkecamuk bahaya perang yang akan menggempur habishabisan segala sesuatu.

serta secara mendalam mengubah pengertian-pengertian dan kondisi-kondisi hidup kemasyarakatan yang dulu bertahan berabad-abad lamanya. dan mengubah cara hidup mereka.4 Perubahan-Perubahan Psikologis. dan untuk daerahnya masing-masing ingin mengenyam manfaat-manfaat industrialisasi dan urbanisasi. Moral dan Keagamaan 5 . dari hari ke hari mengalami perubahan-perubahan makin menyeluruh. sambil menimbulkan pelbagai reaksi beruntun. Begitu pula berkembanglah praktek hidup di kota dan proses urbanisasi. atau karena gerak pertumbuhan.bercorak evolusi. dan serta-merta proses “sosialisasi” sendiri menimbulkan relasi-relasi baru. mengantar berbagai bangsa kepada kekayaan ekonomi. Begitulah hubungan-hubungan manusia dengan sesamanya tiada hentinya berlipatganda. yang memperluas kehidupan kota di daerah pedesaan. misalnya keluarga-keluarga patriarkal. entah karena bertambahnya kota-kota beserta penduduknya. pelbagai kelompok dan rukun hidup sosial lainnya. Pola masyarakat industri lambat laun makin menyebar. desa-desa. Maka muncullah problematik baru yang amat besar. Bangsa-bangsa itu. 2. tanpa selalu mendukung pendewasaan pribadi yang serasi dan mempererat hubungan-hubungan pribadi yang sesungguhnya (”personalisasi”). dan mengundang analisaanalisa serta sintesa-sintesa baru pula. Alat-alat komunikasi sosial yang baru dan lebih canggih menunjang pemberitaan peristiwa-peristiwa maupun penyebaran cara-cara berpikir dan berperasaan secepat dan seluas mungkin. kelompok-kelompok kekerabatan. Lagipula janganlah diabaikan: betapa banyak orang karena pelbagai alasan terdorong untuk berpindah kediaman. Perkembangan seperti itu memang lebih jelas nampak pada bangsa-bangsa yang sudah menikmati keuntungan-keuntungan kemajuan ekonomi dan tehnik. 2. Tetapi juga menggerakkan bangsa-bangsa yang sedang mengusahakan perkembangannya. terutama yang menjunjung tinggi tradisi-tradisi lebih kuno. suku-suku. sekaligus merasa di dorong untuk menggunakan kebebasan mereka secara lebih masak dan lebih pribadi.3 Perubahan-Perubahan Dalam Tata-Masyarakat Dengan sendirinya komunitas-komunitas setempat.

Sebab dewasa ini tidak jaranglah sikap-sikap itu diperlihatkan sebagai tuntutan kemajuan ilmiah atau suatu humanisme baru. 2. terutama pada kaum muda. Tetapi dipihak lain banyaklah kelompok cukup besar. Itu semua di pelbagai daerah bukan hanya diungkapkan dalam kaidahkaidah para filsuf. Akhirnya hidup keagamaan sendiri terpengaruh oleh keadaan-keadaan baru. menimbulkan atau malahan menambah pertentangan-pertentangan dan ketidak-seimbangan. Dengan demikian tidak sedikitlah orang yang lebih hidup kesadarannya akan kehadiran Allah. Di satu pihak kemampuan mempertimbangkan secara lebih kritis menjernihkannya dari pandangan dunia yang bercorak magis dan dari takhayul-takhayul yang masih cukup luas tersebar. bahkan memberontak karena gelisah. atau tidak lagi mempedulikannya. serta hukum-hukum sipil sendiri. hukum-hukum serta cara berpikir dan berperasaan yang diwariskan oleh para leluhur agaknya memang tidak selalu betul-betul cocok dengan situasi masa kini. Akhirnya muncullah ketidak-seimbangan antara specialisasi kegiatan manusia dan visi menyeluruh tentang kenyataan.5 Berbagai Ketidak-Seimbangan Dalam Dunia Sekarang Perubahan sepesat itu. Dalam pribadi manusia sendiri cukup sering timbul ketidak-seimbangan antara akal budi modern yang bersifat praktis dan cara berpikir teoritis. bahkan juga kesadaran semakin tajam akan perbedaan-perbedaan yang terdapat di dunia. yang menjauhkan diri dari pengalaman agama. serta semakin menuntut kepatuhan pribadi dan aktif terhadap iman. bukan lagi merupakan kekecualian atau soal perorangan saja. yang acap kali kehilangan kesabaran. bahkan juga kontemplasi.Perubahan mentalitas dan struktur-stuktur sering menimbulkan perbedaan pandangan tentang nilai-nilai yang diwariskan. 6 . melainkan secara sangat luas menyangkut dunia sastra dan alam kesenian. Begitu pula muncullah ketidak-seimbangan antara pemusatan perhatian pada kedayagunaan praktis dan tuntutan-tuntutan moral suara hati. yang sering berlangsung secara tidak teratur. lagi pula sering kali antara syaratsyarat kehidupan bersama dan tuntutan pemikiran pribadi. pun juga penfsiran arti ilmu-ilmu manusia dan sejarah. ingkar terhadap Allah serta agama. Mereka menyadari pentingnya jasa mereka dalam kehidupan masyarakat. sehingga banyak orang karena itu mengalami kekacauan batin. Berbeda dengan masa lampau. Oleh karena itu dalam menunaikan tugas mereka para orang tua dan kaum pendidik tidak jarang mengalami kesulitan yang semakin besar. Adapun lembaga-lembaga. yang tidak mampu menguasai keseluruhan ilmu pengetahuannya atau menyusunnya dalam sintesa-sintesa yang serasi. Maka terasalah kekacauan yang besar menganai cara-cara maupun kaidah-kaidah bertindak. dan ingin lebih dini berperan serta di dalamnya.

Kaum wanita menuntut kesamaan dengan kaum pria berdasarkan hukum maupun dalam kenyataan. Muncullah pula pertentangan-pertentangan yang sengit antara suku-suku. seperti yang akhir-akhir ini meraih kemerdekaan. ingin ikut memiliki harta peradaban zaman sekarang bukan hanya dibidang politik melainkan juga dibidang ekonomi. Kaum buruh dan petani bukan saja hendak mendapat nafkah yang mereka perlukan. bila kesamaan itu belum mereka peroleh.6 Aspirasi-Aspirasi Umat Manusia Yang Makin Universal Sementara itu bertumbuhlah keyakinan. yakni: pribadi-pribadi maupun kelompok-kelompok haus akan kehidupan yang 7 . Itu semua membangkitkan sikap saling tidak percaya dalam bermusuhan. Bangsa-bangsa yang tertekan karena kelaparan meminta bantuan kepada bangsa-bangsa yang lebih kaya. yang semakin baik mengabdi manusia. dan ambisi mempropagandakan ideologinya sendiri serta aspirasi-aspirasi kolektif yang terdapat pada bangsa-bangsa dan kelompokkelompok lain. antara lembaga-lembaga internasional yang terbentuk atas keinginan para bangsa akan perdamaian. bahwa umat manusia bukan hanya mampu dan harus semakin mengukuhkan kedaulatannya atas alam tercipta. maupun karena kesulitankesulitan yang timbul antara angkatan-angkatan yang beruntun. politik dan budaya. sosial. bahkan berperan serta dalam menata kehidupan ekonomi. untuk menegaskan serta mengembangkan martabatnya sendiri. Adapun di balik semua tuntutan itu tersembunyi suatu dambaan yang lebih mendalam dan lebih umum. 2. dan ingin secara bebas memainkan peran mereka di dunia. Maka amat banyaklah dengan sangat mendesak menuntut harta. konflikkonflik dan kesengsaraan. yang lebih pesat pula kemajuannya. bahwa harta kekayaan budaya dapat dan harus secara sungguh merata dinikmati oleh semua. ekonomim dan sosial. melainkan juga bertugas untuk membentuk tata kenegaraan. antara bangsa-bangsa yang kaya dan yang kurang mampu serta serba kekurangan. Sekarang ini untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia semua bangsa sudah yakin. yang sebabnya dan sekaligus korbannya ialah manusia sendiri. melainkan dengan bekerja hendak mengembangkan bakat-bakat pribadi mereka juga. yang serba mendesak. sering sekali juga ekonomi mereka makin tergantung dari bangsa-bangsa lebih kaya. Bangsa-bangsa yang sedang berkembang. yang mereka nilai dan mereka sadari sepenuhnya tidak tersedia bagi mereka akibat ketidak-adilan atau pembagian yang tidak sewajarnya. kemasyarakatan dan ekonomi. Padahal makin lama mereka makin ketinggalan.Adapun dalam kenyataan keluarga muncullah berbagai ketidak-serasian. bahkan antara pelbagai lapisan masyarakat. akhirnya. dan membantu masing-masing perorangan maupun setiap kelompok. baik karena kondisikondisi kependudukan. ataupun juga karena hubunganhubungan sosial yang baru antara pria dan wanita.

Kecuali itu manusia menyadari kewajibannya mengemudikan dengan cermat kekuatan-kekuatan yang dibangkitakannya sendiri. dan terhalang untuk menyadari dengan jelas keadaan mereka yang dramatis itu. atau sekurang-kurangnya tertindas oleh duka-derita. maut. sebagai makhluk. yang berakar dalam hati manusia. Dengan demikian dunia masa kini nampak sekaligus penuh kekuatan dan kelemahan. dan yang dapat menindas atau melayaninya. yang menganggap hidup manusia sudah kehilangan semua artinya sendiri. sehingga terhalang untuk masih memperhatikan keadaan itu. yang toh tetap masih ada. bersifat bebas. ia terus menerus terpaksa memilih diantaranya dan melepaskan beberapa hal lainnya. mampu menjalankan yang paling baik maupun yang paling buruk. ia mengalami keterbatasan dalam banyak hal. Sebab dalam diri manusia sendiri pelbagai unsur sering berlawanan. Bahkan sebagai manusia lemah dan pendosa.sepenuhnya. serta merasa yakin bahwa kedaulatan manusia atas dunia dimasa mendatang akan memenuhi semua keinginan hatinya. Baginya terbuka jalan menuju kebebasan atau perbudakan. tetapi toh berusaha memberinya seluruh arti berdasarkan akal budinya semata-mata. Sebab di satu pihak. dan layak bagi manusia. semakin banyaklah mereka. Ada pula.7 Pertanyaan-Pertanyaan Mendalam Umat Manusia Memang benarlah ketidak-seimbangan yang melanda dunia dewasa ini berhubungan dengan ketidak-seimbangan lebih mendasar. Banyak pula yang merasa dapat tenang-tenang saja menghadapi bermacam-macam tafsiran terhadap kenyataan-kenyataan. kendati tercapai kemajuan sebesar itu? Untuk apakah kemenangan8 . Memang banyak sekali juga. dan itulah yang juga menimbulkan sekian banyak pertentangan yang cukup berat dalam masyarakat. 2. Pun ada juga. kemajuan atau kemunduran. yang sudah putus asa memikirkan makna hidup. Namun menghadapi perkembangan dunia dewasa ini. Maka ia menderita perpecahan dalam dirinya. dan dipanggil untuk kehidupan yang lebih luhur. kejahatan. yang hidupnya diwarnai materialisme praktis. persaudaraan atau kebencian. yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan sangat mendasar. Selain itu bangsa-bangsa berusaha semakin keras untuk mencapai suatu masyarakat semesta. tetapi dilain pihak ia merasa diri tidak terbatas dalam keinginankeinginannya. atau merasakannya lagi dengan tajam: apakah manusia itu? Manakah arti penderitaan. yang mengharapkan pembebasan umat manusia yang sejati dan sepenuhnya melulu dari usaha manusia. dan tidak menjalankan apa yang sebenarnya ingin dilakukannya(bdk Rom 7:14). serta memuji keberanian mereka. Menghadapi banyak hal yang serba menarik. Maka ia mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada dirinya. ia tidak jarang melakukan apa yang tidak di kehendakinya. dengan dapat memanfaatkan segala sesuatu yang secara begitu berlimpah dapat disajikan oleh dunia zaman sekarang.

1 Hubungan Timbal-Balik Antara Gereja dan Dunia 9 . Dia yang tetap sama. BAB III PERANAN GEREJA DALAM DUNIA ZAMAN SEKARANG 3. yang dibayar semahal itu? Apakah yang dapat disumbangkan manusia kepada masyarakat? Apakah yang dapat diharapkan manusia dari padanya? Apakah yang akan menyusul kehidupan di dunia ini? Adapun Gereja mengimani. Dan dibawah langit tidak diberikan kepada manusia nama lain. bahwa Kristus telah wafat dan bangkit bagi semua orang (bdk 2Kor 5 : 15) Ia mengurniakan kepada manusia terang dan kekuatan melalui Roh-Nya. Yang Sulung diantara segala ciptaan(bdk Kol 1 : 15) itulah. bahwa dibalik segala perubahan ada banyak hal yang tidak berubah. supaya manusia mampu menanggapi panggilannya yang amat luhur. bahwa kunci. Konsili bermaksud menyapa semua orang. untuk menyinari misteri manusia. yang bagi mereka harus menjadi pokok keselamatan(bdk Kis 4 : 12).kemenangan. Begitu pula Gereja percaya. Gambar Allah yang tidak kelihatan. dan untuk bekerja sama dalam menemukan pemecahan soal-soal yang paling penting pada zaman sekarang. dan yang mempunyai dasarnya yang terdalam pada diri Kristus. baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya(bdk Ibr 13 : 8). Selain itu Gereja menyatakan. Jadi di bawah cahaya Kristus. pusat dan tujuan seluruh sejarah manusia terdapat pada Tuhan dan Gurunya.

Begitulah Gereja. supaya sudah sejak dalam sejarah umat manusia ini sudah membentuk keluarga putera-puteri Allah. yang terus menerus harus berkembang hingga kedatangan Tuhan. menempuh perjalanan bersama dengan seluruh umat manusia. sekaligus kelompok yang nampak dan persekutuan rohani”. merupakan dasar bagi hubungan Gereja dan dunia. baik setiap orang 10 . yang harus diperbaharui dalam Kristus dan diubah menjadi keluarga Allah. Gereja berasal dari cinta kasih Bapa yang kekal. dengan meneguhkan keseluruhan masyarakat manusia. dan di himpun dalam Roh Kudus. 8 ). Dan dengan memberi makna serta arti yang lebih mendalam kepada kegiatan manusia. Keluaraga itu terhimpun demi harta-harta sorgawi. bahwa dalam banyak hal dan dengan pelbagai cara ia dapat membantu dunia. Maka sekarang dalam bab ini. yang hanya dapat tercapai sepenuhnya di zaman yang akan datang. didirikan oleh Kristus Penebus dalam kurun waktu. hidup bersamanya dan bertindak di dalamnya. yang merupakan bahan refleksi yakni Gereja sejauh hadir di dunia. terhimpun dari orang-orang yang termasuk warga masyarakat dunia. merasa mampu berjasa banyak. dan landasan bagi dialog timbal-balik antara keduanya. dan “dilengkapi dengan sarana-sarana yang tepat untuk mewujudkan persatuan yang nampak dan bersifat sosial. Segenap persekutuannya. art. Seraya mengejar keselamatan sebagai tujuannya sendiri. Adapun bahwa masyarakat duniawi dan sorgawi itu saling merasuki. untuk lebih memanusiawikan keluarga manusia beserta sejarahnya. Konstitusi dogmatis tentang Gereja. tentang masyarakat manusia. Ada pun Gereja yang sudah hadir di dunia ini. terutama dengan menyembuhkan dan mengangkat martabat pribadi manusia.Segala sesuatu yang telah kami uraikan tentang martabat pribadi manusia. bahkan tetap merupakan misteri sejarah manusia. Gereja bukan hanya menyalurkan kehidupan ilahi kepada manusia. Gereja hadir ibarat ragi dan bagaikan penjiwa masyarakat manusia. Mereka itu di panggil. dan tentang arti mendalam kegiatan manusia. melainkan dengan cara tertentu juga memancarkan pantulan cahaya-Nya ke seluruh dunia. dengan mengandaikan semuanya yang oleh Konsili ini telah dipaparkan tentang misteri Gereja. hanyalah dapat di tangkap dalam iman. dan bersama dengan dunia mengalami nasib keduniaan yang sama. dan diperkaya dengannya. Keluarga itu oleh Kristus “disusun dan di atur di dunia ini sebagai serikat”( KONSILI VATIKAN II. yang hingga perwahyuan sepenuhnya kemuliaan putera-puteri Allah dikeruhkan oleh dosa. Gereja itu mempunyai tujuan penyelamatan dan eskatologis. Sekaligus Gereja merasa sungguh yakin. Kecuali itu Gereja katolik dengan senang hati menyatakan penghargaannya yang tertinggi terhadap apa saja yang untuk menunaikan tugas yang sama telah dan tetap masih dijalankan serentak oleh Gereja-Gereja kristen atau jemaat-jemaat gerejawi lainnya.

tiada hentinya mengingatkan. dan menebusnya dari dosalah. kebenaran yang paling mendalam tentang manusia. dan karena itu tidak akan pernah acuh tak acuh belaka terhadap masalah keagamaan. 3. menolak setiap perbudakan yang pada dasarnya bersumber pada dosa. dan akhirnya mempercayakan siapa saja kepada cinta kasih semua orang(bdk . melainkan juga oleh aneka macam kesaksian zaman sekarang. Barang siapa mengikuti Kristus Manusia sempurna. Selain itu Gereja menyadari. yakni melalui perwahyuan dalam Kristus Putera-Nya yang telah menjadi manusia. Bertumpu pada iman itu Gereja dapat mengamankan martabat kodrat manusia terhadap semua kegoncangan pendapat-pendapat. misalnya yang terlalu meremehkan tubuh manusia atau menyanjung-nyanjungnya secara berlebihan. yang dipercayakan kepada gereja. Sebab manusia selalu akan ingin mengetahui. Kehadiran Gereja sendiri mengingatkan akan masalahmasalah itu.2 Bantuan Yang Oleh Gereja Mau Diberikan Kepada Setiap Orang Manusia zaman sekarang sedang berusaha mengembangkan kepribadiannya secara lebih penuh dan semakin mengenal serta mau menegakkan hak-haknya. yang menciptakan manusia menurut gambar-Nya. yang dapat memenuhi keinginan-keinginan hati manusia yang terdalam. Itu memang sesuai dengan hukum dasar tata-kristiani. setidak-tidaknya secara samar-samar. Oleh hukum manusiawi mana pun juga martabat pribadi dan kebebasan manusia tidak dapat dijamin keutuhannya sedemikian baik seperti oleh Injil Kristus. Mat 22:39). lagi pula hanya ada satu Tuhan bagi sejarah manusia dan sejarah 11 . bahwa hanya Allah yang diabdinyalah. Sesungguhnya Gereja menyadari. dengan kata lain. kegiatannya dan kematiannya. yang dengan cara tertentu dihadapi bersama oleh Gereja dan dunia. Sebab Injil itu memakhlumkan dan mewartakan kebebasan puteraputeri Allah. Di sini diuraikan beberapa asas umum untuk secara tepat mengintensifkan pertukaran serta bantuan timbal-balik di bidang-bidang. bahwa manusia tiada hentinya di dorong oleh Roh Allah. Akan tetapi hanya Allah. dan tidak akan pernah mencapai kepuasan sepenuhnya dengan apa saja yang disajikan oleh dunia. yang memberi jawaban paripurna kepada soal-soal itu. menghormati dengan sungguh-sungguh martabat suara hati beserta keputusannya yang bebas. Sebab memang Allah yang sama itu sekaligus Penyelamat dan Pencipta. juga akan menjadi manusia yang lebih utuh. untuk merintis jalan bagi Injil. manakah arti hidupnya.perorangan maupun oleh masyarakat manusia. berkat bakat-kemampuan maupun kegiatan mereka. Maka Gereja sekaligus menyingkapkan kepada manusia makna keberadaannya sendiri. bahwa semua bakat manusia harus disuburkan demi pengabdian kepada Allah dan sesama. yang merupakan tujuan terakhir manusia. Itu memang terbukti juga bukan saja oleh pengalaman abad-abad yang silam. Adapun kepada Gereja dipercayakan untuk menyiarkan misteri Allah.

kemajuan sosialisasi yang sehat dan solidaritas kewarganegaraan dan ekonomi. bila kita dibebaskan dari setiap norma Hukum ilahi. yang oleh kristus telah dipercayakan kepada Gereja-Nya. bukan berdasarkan suatu kekuasaan lahiriah yang dijalankan melalui upaya-upaya manusiawi melulu. dan terutama bagi manusia tidak dihapus. yang dihayati secara efektif. Tetapi dengan cara itu martabat pribadi manusia takkan diselamatkan. Selain itu Gereja mengakui apa pun yang serba baik dalam gerak pembangunan masyarakat zaman sekarang: terutama perkembangan menuju kesatuan. yakni tanda dan sarana persatuan mesra dengan Allah dan kesatuan seluruh umat manusia(KONSILI VATIKAN II.keselamatan. Oleh karena itu. sebab tujuan yang telah di tetapkan-Nya untuk Gereja bersifat keagamaan. misi itu dapat. seolah-olah hak-hak pribadi kita hanya terjamin sepenuhnya. Sebab pengembangan kesatuan selaras dengan misi Gereja yang paling dalam. dan dikukuhkan dalamnya. Tentu saja dari misi keagamaan itu sendiri muncullah tugas. artinya pada iman dan cinta kasih.3 Bantuan Yang Diusahakan Oleh Gereja Untuk Diberikan Kepada Masyarakat manusia Persatuan keluarga manusia amat diteguhkan dan dilengkapi oleh kesatuan keluarga puteraputeri Allah yang didasarkan pada Kristus Adapun misi khusus. bahwa kesatuan sosial lahiriah yang sejati bersumber pada persatuan budi dan hati. Sebab kekuatan yang Gereja mampu resapkan ke dalam masyarakat manusia zaman sekarang. Tetapi gerakan itu perlu dijiwai oleh semangat Injil dan dilindungi terhadap setiap bentuk otonomi yang palsu. dan mengakui serta menjunjung tinggi dinamisme zaman sekarang. Begitu pula bilamana diperlukan menurut situasi semasa dan setempat. yang dalam Roh Kudus secara tak terceraikan mendasari kesatuan Gereja. Sebab kita dapat tergoda untuk beranggapan. art. terang dan daya-kekuatan. Begitulah Gereja menunjukkan kepada dunia. ekonomi atau sosial. karena Gereja itu “dalam Kristus bagaikan Sakramen. dan sebagainya. Tetapi dalam tata-ilahi itu juga otonomi yang sewajarnya bagi makhluk. tidak terletak di bidang politik. yang dapat melayani pembentukan dan peneguhan masyarakat manusia menurut Hukum ilahi. justru malahan dikembalikan kepada martabatnya. 3. yang di mana-mana mendukung hak-hak itu. 1). terutama karya-karya bagi mereka yang sangat membutuhkannya. Konstitusi dogmatis tentang Gereja. Gereja mewartakan hak-hak manusia. justru malahan akan runtuh. bahkan wajib juga membangkitkan kegiatan untuk melayani semua orang. berupa iman dan cinta kasih. misalnya amal belas kasihan. 12 . berdasarkan Injil yang dipercayakan kepadanya.

dan karena itu mengira dapat melalaikan tugas-kewajiban mereka di dunia. Jadi apa pun yang serba benar. tanpa mengindahkan. supaya dijiwai oleh semangat Injil mereka berusaha menunaikan dengan setia tugas-kewajiban mereka di dunia. yang tahu bahwa di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap. Selain itu dinyatakannya juga. yang mengakui hak-hak asasi pribadi dan keluarga serta kebutuhan-kebutuhan akan kesejahteraan umum. Batu sandungan itu dalam Perjanjian Lama sudah ditentang dengan sengitnya oleh para Nabi(bdk Yes 58:1-12).Kecuali itu berdasarkan misi dan hekekatnya Gereja tidak terikat pada bentuk Khas kebudayaan manusiawi atau sistem politik.). yang sebaliknya beranggapan. Yang paling diinginkan oleh Gereja yakni untuk mengabdi kepada kesejahteraan semua orang. baik dan adil dalam bermacam ragam lembaga. asal mereka mempercayai Gereja. Perceraian antara iman yang diikrarkan dan hidup sehari-hari banyak orang harus dipandang sebagai sesuatu yang cukup gawat pada zaman sekarang ini. dan sungguh-sungguh mengakui kebebasannya yang sejati untuk menunaikan misinya itu. menurut panggilan mereka masing-masing. bahwa justru karena iman sendiri mereka lebih terikat kewajiban untuk menjalankan tugas-tugas itu. dan meneguhkan dari dalam persekutuan-persekutuan manusiawi. bahwa Gereja hendak membantu dan memajukan semua lembaga semacam itu. 3. bahwa mereka dapat sejauh itu membenamkan diri ke dalam urusan-urusan duniawi. dan dapat mengembangkan diri dengan bebas di bawah pemerintahan mana pun. berdasarkan anggapan seakan-akan agama itu melulu berarti melakukan kegiatan peribadatan serta sejumlah kewajiban moral semata-mata. Akan tetapi tidak kalah sesatlah mereka. tetapi juga semua orang. supaya mereka dalam semangat kekeluargaan putera-puteri Allah mengatasi segala perselisihan antar bangsa maupun antar suku. Menyimpanglah dari kebenaran mereka. apalagi dalam Perjanjian Baru Yesus Kristus sendiri mengancamnya dengan siksaan-siksaan yang berat. seolah-olah itu semua terceraikan sama sekali dari hidup keagamaan. ekonomi atau sosial manapun juga. warga negara kedua pemukiman. Maka berdasarkan sifat universalnya itu Gereja dapat menjadi tali pengikat yang erat sekali antara pelbagai masyarakat dan bangsa manusia. Dengan mengabaikan tugas-kewajibannya di dunia ini orang kristiani melalaikan tugas13 .4 Bantuan Yang Diusahakan oleh Gereja Melalui Umat Kristen Bagi Kegiatan Manusiawi Konsili mendorong umat kristiani. yang telah dan tiada hentinya dibentuk oleh bangsa manusia. sejauh itu tergantung padanya dan dapat digabungkan dengan misinya. itu semua sangat dihormati oleh Konsili. melainkan mencari pemukiman yang akan dating(bdk Ibr 13:14. Oleh karena itu janganlah secara salah kegiatan kejuruan dan sosial di satu pihak dipertentangkan terhadap hidup keagamaan di pihak lain. Oleh karena itu Gereja mengingatkan putera-puterinya.

dan membahayakan keselamatan kekalnya.para gembala itu mampu langsung memberikan pemecahannya yang konkrit. yang menjadi norma tertinggi untuk mengarahkan segala sesuatu kepada kemuliaan Allah. mereka harus ingat bahwa dalam hal-hal itu tak seorang pun boleh secara eksklusif mengklaim kewibawaan Gereja bagi pandangannya sendiri. Bila pemecahan-pemecahan yang diajukan oleh pihak satu dan lainnya.). sehingga – bila muncul soal manapun. seperti cukup sering terjadi dan memang sewajarnya juga. Tetapi orang-orang beriman lainnya. Secara khas – meskipun tidak eksklusif – tugas kewajiban maupun kegiatan keduniaan (sekular) termasuk kewenangan kaum awam. 14 . Hendaklah mereka dengan sukarela bekerja sama dengan sesama yang mengejar tujuan-tujuan yang sama. Tetapi janganlah mereka menyangka. Acap kali dalam situasi tertentu pandangan kristiani sendiri akan menjuruskan mereka ke arah pemecahan tertentu pula. sanggup memainkan peranan mereka sendiri. untuk mengusahakan supaya hukum ilahi tertanamkan dalam kehidupan kota duniawi ini. seolah-olah para gembala mereka selalu sedemikian ahli. dan tanpa ragu-ragu – bila diperlukan – merekayasa usaha-usaha baru dan mewujudkannya. dan dapat menjalankan segala kegiatan duniawi. Lebih tepat hendaklah umat kristiani bergembira. akan mempunyai pandangan yang berbeda tentang hal yang sama. juga tanpa disengaja oleh pihak-pihak itu.kewajibannya terhadap sesama. kerumah-tanggaan. bahwa mereka mengikuti teladan Kristus yang hidup bertukang. Ensiklik Mater et Magistra. atau seakan-akan para imam diutus untuk itu. sambil tetap saling mengasihi dan terutama mengindahkan kesejahteraan umum. Adapun dari para imam kaum awam hendaknya mengharapkan penyuluhan dan kekuatan rohani. Termasuk kewajiban bagi suarahati mereka yang sudah terbentuk dengan baik. IV: AAS 53 1961: 456-457. Maka bila mereka secara perorangan maupun kolektif. . bahkan mengabaikan Allah sendiri. hendaknya mereka jangan hanya mematuhi hukum-hukum yang khas bagi masing-masing bidang kerja. Lebih tepat hendaklah kaum awam dalam terang kebijaksanaan kristiani dan seraya mengindahkan dengan cermat ajaran Magisterium(YOHANES XXIII. sambil memperpadukan semua usaha manusiawi. dengan hati yang tak kalah tulus. melainkan hendaknya berusaha juga meraih kemahiran yang sungguh bermutu dibidang itu. kejuruan. oleh banyak orang dengan mudah dikaitkan dengan warta Injil. Hendaknya mereka mengakui tuntutan-tuntutan iman serta dikuatkan olehnya. juga yang cukup berat sekalipun. usaha dibidang ilmu pengetahuan maupun tehnik dalam suatu sintesa yang hidup-hidup dengan nilai-nilai keagamaan. bertindak sebagai warga dunia ini. Melainkan hendaknya mereka selalu berusaha saling memberi penjelasan melalui musyawarah yang tulus.

melalui perihidup maupun kata-kata. memperlihatkan bahwa Gereja dengan kehadirannya saja. supaya tanda Kristus dengan 15 . Juga pada zaman kita sekarang gereja mengetahui. Hendaknya. tidak hanya wajib meresapi dunia dengan semangat kristiani. Tetapi terutama hendaklah mereka memperhatikan pesan Konsili ini: “Karena sekarang ini umat manusia merupakan semakin merupakan kesatuan di bidang kenegaraan. kita harus menyadarinya dan dengan gigih memeranginya. Konstitusi dogmatis tentang Gereja. supaya jangan merugikan penyiaran Injil. bahwa diantara para anggotanya. art. mereka bersama kaum religius serta umat beriman mereka. Entah bagaimana pun sejarah menilai ketidak-setiaan itu. bahwa dengan perilaku serta kesibukan-kesibukan mereka sehari-hari mereka menampilkan kepada dunia citra Gereja tertentu. Selain itu hendaklah semua gembala menyadari. dari abad-ke-abad ada saja yang tidak setia kepada Roh Allah. supaya segenap umat manusia dibawa kedalam kesatuan keluarga Allah(. Bunda Gereja tiada hentinya “mendorong para puteranya untuk memurnikan dan membaharui diri. Sedangkan para Uskup. sehingga semua kegiatan umat beriman didunia di limpahi cahaya Injil. tetapi sungguh di sadari pula.Ada pun kaum awam. Hendaklah mereka menyingkirkan apa saja yang menimbulkan perpecahan. maka makin perlu pulalah para imam bersatu padu dalam segala usaha dan karya dibawah bimbingan para Uskup dan Imam Agung Tertinggi. yang dalam seluruh kehidupan Gereja harus memainkan peranan aktif. yang bagai khalayak ramai menjadi pedoman untuk menilai kekuatan dan kebenaran warta kristiani. beserta semua kurnia yang ada padanya. dan tak pernah berhenti menjadi tanda keselamatan di dunia. sehingga mampu memainkan peranan mereka dalam menjalin dialog dengan dunia serta orang-orang yang berpandangan bermacam-ragam. 28. Hendaklah mereka dengan tekun belajar meraih kecakapan sedemikian rupa. yang dipercayai untuk tugas memimpin Gereja Allah. Di bimbing oleh Roh Kudus. KONSILI VATIKAN II. ekonomi dan sosial. yang sangat dibutuhkan oleh dunia zaman sekarang. klerus maupun awam. melainkan dipanggil juga untuk dalam segalanya menjadi saksi Kristus ditengah masyarakat manusia. bersama imamimam mereka hendaknya menyiarkan warta Kristus sedemikian rupa. Begitu pula Gereja mengetahui.) Gereja berkat kekuatan Roh Kudus telah tetap menjadi mempelai yang setia terhadap Tuhannya. betapa ia dalam memupuk hubungannya dengan dunia. betapa besar kesenjangan antara warta yang disiarkannya dan kelemahan manusiawi mereka yang diserahi Injil. merupakan sumber yang tak kunjung mengering bagi keutamaankeutamaan. harus terus-menerus bertambah masak berkat pengalamannya dari zaman ke zaman.

Sudah sewajarnyalah segenap Umat Allah. Sebab sejak awal sejarahnya Gereja telah belajar mengungkapkan warta Kristus melalui pengertian-pengertian maupun bahasa-bahasa pelbagai bangsa. maka Gereja dapat diperkaya dan memang diperkaya juga berkat perkembangan hidup sosial manusia. Gereja untuk meningkatkan pertukaran itu secara istimewa memerlukan bantuan mereka yang hidup di dunia. difahami semakin baik dn disajikan dengan cara yang makin sesuai.itu semua berfaedah juga bagi Gereja.hal-hal yang secara lebih penuh menyingkapkan hakekat manusia dan merintis jalan-jalan baru menuju kebenaran. Sebab dengan demikian pada setiap bangsa ditumbuhkan kemampuan untuk mengungkapkan warta tentang Kristus dengan caranya sendiri. mendengarkan. Dengan penuh syukur Gereja menyadari bahwa selaku jemaat seperti juga dalam 16 . kemajuan ilmu-pengetahuan. benar-benar mengenal pelbagai bidang dan cabang pengetahuan. dan selain itu berusaha menjelaskannya dengan kebijaksanaan para filsuf: maksudnya ialah untuk menyesuaikan Injil dengan daya tangkap semua orang dan dengan tuntutan-tuntutan kaum arif-bijaksana. . sebagaimana wajarnya. art. bukan seolah-olah ada sesuatu yang kurang pada tatasusunan yang diterimanya dari Kristus. 15. entah menyangkut mereka yang beriman entah kaum tak beriman. serta sungguh menyelami inti mentalitasnya. dan untuk dengan lebih mudah menyesuaikannya dengan zaman sekarang. betapa banyak telah diterimanya dari sejarah dan perkembangan umat manusia. sekaligus dikembangkan pertukaran yang hidup antara Gereja dan pelbagai kebudayaan bangsa-bangsa(KONSILI VATIKAN II.lebih cemerlang bersinar pada wajah Gereja”( . Adapun cara yang sesuai untuk mewartakan sabda yang diwahyukan harus tetap menjadi patokan bagi setiap penyiaran Injil. KONSILI VATIKAN II. 3. melainkan untuk mengenalnya secara lebih mendalam. dan mempertimbangkannya dalam terang sabda ilahi. Konstitusi dogmatis tentang Gereja. terutama para gembala dan teolog. begitu pula Gereja sendiri menyadari. harta-kekayaan yang tersembunyi dalam pelbagai bentuk kebudayaan manusia. Pengalaman berabad-abad silam. 13). art. Terutama pada masa sekarang. untuk mengungkapkannya secara lebih cermat. zaman perubahanperubahan yang amat pesat dan kemacam-ragaman cara berpikir. supaya kebenaran yang diwahyukan dapat ditangkap selalu makin mendalam. . Konstitusi dogmatis tentang Gereja. membeda-bedakan serta menafsirkan pelbagai corak bahasa zaman sekarang.5 Bantuan Yang Diperoleh Gereja Dari Dunia Zaman Sekarang Adapun seperti bagi dunia pentinglah mengakui Gereja sebagai suatu kenyataan sosial dalam sejarah dan sebagai raginya. Karena Gereja mempunyai tata-susunan kemasyarakatan yang nampak dan yang melambangkan kesatuannya dalam Kristus.).

yang sepenuhnya sesuai dengan rencana cinta kasih-Nya: “Mempersatukan dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu. Tuhanlah tujuan sejarah manusia. 3 Februari 1965). bahwa Gereja ialah “sakramen keselamatan bagi semua orang”( KONSILI VATIKAN II. Bahkan Gereja mengakui. Bersabdalah Tuhan sendiri: “Sesungguhnya aku datang segera. PAULUS VI. 17 .6 Kristus. Alfa dan Omega Sementara Gereja membantu dunia dan menerima banyak dari dunia. Dialog dengan Trifo. Kita. yang dimaksudkannya hanyalah: supaya datanglah Kerajaan Allah dan terwujudlah keselamatan segenap bangsa manusia. baik yang di sorga maupun yang di bumi” (Ef 1:10). Yang Awal dan Yang Akhir” (Why 22:12-13). supaya Ia sebagai manusia yang sempurna menyelamatkan semua orang dan merangkum segalanya dalam Dirinya. Dialah yang ditetapkan-Nya menjadi hakim bagi mereka yang hidup maupun yang mati. begitu pula hidup berpolitik tingkat nasional maupun internasional. 48). bahwa di masa lampau maupun sekarang ia banyak berkembang berkat tentangan mereka yang melawan atau menganiayanya(YUSTINUS. Yang Pertama dan Yang Terkemudian. Sebab Sabda Allah sendiri – karena-Nya segala sesuatu dijadikan – telah menjadi daging.putera-puterinya masing-masing ia menerima aneka macam bantuan masyarakat dari setiap lapisan maupun kondisi hidup. Dialah yang oleh Bapa dibangkitkan dari kematian. yang dihidupkan dan dihimpun dalam Roh-Nya. Sebab barang siapa menurut rencana Allah mengembangkan masyarakat dalam tata hidup berkeluarga. 3. yang menampilkan dan sekaligus mewujudkan misteri cinta kasih Allah terhadap manusia. yang oleh umat Allah selama masa ziarahnya didunia dapat di sajikan kepada keluarga manusia. art. Adapun segala sesuatu yang baik. sejauh itu tergantung dari hal-hal lahiriah. menyumbangkan bantuannya yang bukan kecil juga kepada jemaat Gereja. titik-sasaran dambaan-dambaan sejarah maupun peradaban. sedang berziarah menuju pemenuhan sejarah manusia. bersumber pada kenyataan. dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. pusat umat manusia. kegembiraan hati semua orang dan pemenuhan aspirasi-aspirasi mereka(. 110 1897: 391-393). kebudayaan. ditinggikan dan ditempatkan disisi kanan-Nya. Amanat pada tgl. Konstitusi dogmatis tentang Gereja. hidup ekonomi maupun sosial. Akulah Alfa dan Omega.

penulis akan memberikan beberapa keimpulan 1. Gereja harus selalu wajib menyelidiki tanda-tanda zaman dan menafsirkannya dalam cahaya Injil agar Gereja bisa mewartakan keselamatan kepada umatnya yang sesuai dengan perkembangan zaman.1 Kesimpulan Berdasarkan pembahsan sebelumnya mengenai Konstitusi Pastoral Tentang Gereja Dalam Dunia Moderen Ini.BAB IV PENUTUP 4. 18 .

Gereja jangan melewatkan bentuk-bentuk yang mendambakan pembebasan manusia terutama dari pembebasannya di bidang ekonomi dan social. mengecam ajaran-ajaran maupun tindakan-tindakan yang berbahaya itu. PAULUS VI. Vita e opera di Galileo. sebagaimana sebelum ini Gereja telah mengecamnya. Lembaga Alkitab Indonesia . 19 . 4. 4. Alkitab. Gereja harus selalu percaya. Untuk menghadapi kaum ateisme Gereja tidak dapat lain kecuali tiada hentinya.1952. pusat dan tujuan seluruh sejarah manusia terdapat pada Tuhan dan Gurunya. dengan sedih tetapi juga dengan amat tegas. Gereja ialah sakramen keselamatan bagi semua orang yang menampilkan dan sekaligus mewujudkan misteri cinta kasih Allah terhadap manusia. 1965. DAFTAR PUSTAKA KONSILI KONSTANTINOPEL I. Jakarta : Lembaga Alkitab Indonesia PIUS PASCHINI.dan III kanon 7. 5. Umat janganlah terlalu memikirkan masa yang akan datang.II. Amanat. 1964. 2. 4. PIUS XII. yang bertentangan dengan akal budi dan pengalaman umum manusiawi. dan meruntuhkan manusia dari keluhurannya menurut asalnya. Gereja hendaklah menafsirkan injil dalam cahaya Kristus dan melayani umat seperti Yesus Kristus yang tiada hentinya. 3. “tentang cara yang tepat untuk membina hati nurani pada kaum muda”. bahwa kunci.2.2 Saran-Saran 1. Gerja hendaklan melihat perkembangan dunia agar bisa megikutinya dan bisa mewartakan injil sesuai dengan zaman. Hendaklan Gereja dan umat saling membantu dan membutuhkan.2002. amanat radio. 3.

1897.PIUS XI. Konstitusi dogmatis tentang Gereja. YUSTINUS. YOHANES XXIII. Divini Redemptori dan Ouadragesimo anno. 20 . S. Dialog dengan Trifo.Ensiklik Mater et magistra dan Pacem in terris. AGUSTINUS.1937. Ensiklik. 1961. KONSILI VATIKAN II. Pengakuan.