P. 1
Uts Ilmu Kalam

Uts Ilmu Kalam

|Views: 4|Likes:

More info:

Published by: Bachrudin Dimas Chasbullah on Jul 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/01/2013

pdf

text

original

NAMA: NILNA ‘IZZATUL ‘ULYA NIM : 2090110022 JURUSAN : TARBIYAH FAKULTAS : AGAMA ISLAM TUGAS : UJIAN TENGAH SEMESTER

ILMU KALAM AKAR-AKAR AWAL LAHIRNYA PEMIKIRAN ISLAM Pemikiran dalam Islam lahir tidak bersamaan dengan kemunculan Islam, tetapi lahir jauh sesudahnya, setelah melalui proses sejarah yang panjang. Dalam perkembangannya, pemikiran Islam tidak saja hanya berkisar tentang hukum-hukum Islam, akan tetapi sudah berkembang sampai dengan Teologi dan Filsafat. Pemikiran ini berangkat dari kepentingan-kepentingan sesudah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Pada masa Rasulullah SAW, kaum Muslim tidak mengalami masalah berat ketika berhadapan dengan masalah akidah, ibadah dan muamalah, karena setiap masalah yang muncul dapat dirujuk kepada Nabi Muhammad SAW. Namun setelah Rasulullah SAW wafat pada 632 M, kaum Muslim mulai menghadapi berbagai masalah, khususnya masalah suksesi. Masalah yang paling awal adalah, siapakah pengganti rasul yang akan memimpin umat? Pengganti Muhammad SAW sebagai rasulullah tidak mungkin ada, karena beliau adalah nabi akhir zaman, tetapi pengganti Muhammad SAW sebagai kepala negara, membuat bermunculan pendapat dari kalangan sahabat. Dan keputusan yang diambil tidak memuaskan semua pihak. Dari sinilah muncul cikal bakal munculnya pemikiran-pemikiran baru dari para sahabat. Jawaban dari masalah awal, pengganti nabi, akhirnya tercapai dengan kesepakatan. Sebagaimana diketahui, tampuk kepemimpinan (khalifah) diserahkan kepada Abu Bakar. Dua tahun kemudian, beralih ke Umar bin Khattab. Pada masa pemerintahan Abu Bakr dan Umar berjalan sesuai dengan ajaran islam dan tidak ada penyelewengan. Setelah itu, berpindah ke Utsman bin Affan. Pada masapemerintahan Usman Ibn Affan mulai terlihat adanya penyelewengan, yaitu adanya monopoli keluarga di dalam system pemerintahan, yang akhirnya terjadi reaksi dari para pengikut-pengikutnya hingga Usman terbunuh. Terakhir, dipimpin oleh Ali bin Abi Thalib. masih saja mendapatkan berbagai tantangan dari berbagai pihak, yaitu pihak pendukung Usman yang tidak mau mengakui Ali sebagai khalifah yang masih ingin mencari siapa pembunuhnya, Muawiyah dan pemuka-pemuka yang ingin menjadi pemuka. Dalam pertempurannya dengan muawiyah tentaranya dapat mengalahkan muawiyah akan tetapi pihak muawiyah mengajak untuk berdamai yang pada akhirnya di adakan Arbitrase dengan pengantara Abu Musa dari pihak Ali dan Amr Ibn Al as dari pihak Muawiyah, peristiwa ini merugikan bagi Ali dan Menguntungkan bagi Muawiyah. Hingga Ali terbunuh karena tidak mau meletakan jabatannya kepada muawiyah. mereka dalam memimpin memiliki corak kepemimpinan yang berbeda, karakteristik, dan tipe pemikiran yang berbeda. Dan memiliki pengikut yang berbedabeda tentunya. Oleh karena itu, cikal bakal munculnya pemikiran-pemikiran Islam yang masih terus berkembang hingga saat ini tidak hanya muncul dari para Khalifah saja, tetapi juga muncul dari para filusuf Islam dan pemikir Islam yang tidak lepas dari sejarah empat Khalifah di atas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->