1 Lampiran 9: Contoh Perjanjian Kerjasama atau Akad Kredit PERJANJIAN KERJASAMA ANTARA SWAMITRA ”ASF” DENGAN BADAN KESWADAYAAN

MASYARAKAT ”JW” TENTANG PEMBIAYAAN KREDIT USAHA MIKRO No. : No. : Pada hari ini, Selasa, tanggal lima bulan Mei tahun dua ribu sembilan (05-05-2009), bertempat di Jl. Raya JW no. 123, Bks, yang bertandatangan di bawah ini: 1. SWAMITRA “ASF”, Unit Simpan Pinjam milik Kopontren ”ASF" yang didirikan berdasarkan Kepmen Koperasi, Pengusaha Kecil dan Menengah RI tanggal 15 Maret 1999, No. 37/BH/KDK-10.8/III/1999, berkedudukan di Pesantren ”ASF” beralamat di Jalan JW No. 123, Bks, dalam hal ini diwakili secara sah oleh Ir. Prabowo, selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA. 2. BADAN KESWADAYAAN MASYARAKAT, lembaga yang didirikan berdasarkan Akte Notaris Suhartini, SH No. 1 tanggal 04-09-2008, berkedudukan di Bekasi beralamat di Jl. Raya “JW” No. 140 Pondok Gede Bekasi, dalam hal ini diwakili secara sah oleh Setiati, SH. selaku Koordinator BKM “JW”, selanjutnya disebut PIHAK KEDUA. Swamitra “ASF” dan Badan Keswadayaan Masyarakat “JW” secara bersama-sama selanjutnya disebut sebagai PARA PIHAK. PARA PIHAK terlebih dahulu menerangkan hal-hal sebagai berikut:

1.3. baik yang dibuat di bawah tangan maupun notariil.4. Perjanjian adalah adalah Perjanjian Kerjasama Pembiayaan Kredit untuk Usaha Mikro ini berikut semua perubahan. Bahwa Swamitra adalah unit simpan pinjam mikro yang merupakan bentukan dari kerjasama antara koperasi dengan Bank Bukopin. melayani jasa simpan pinjam untuk anggota dan calon anggota koperasi 2. maka istilah-istilah berikut akan berarti: 1. 001/Swa-2 ”ASF”/V/2009 dan 001/BKMJ/V/2009. penambahan. Pasal 1 DEFINISI Sepanjang tidak ditentukan lain dalam perjanjian. untuk setiap aplikasi yang . 1. bertempat di Jl. di sudut kanan atas. Nomor referensi adalah nomor yang diberikan oleh PIHAK KEDUA dalam lembar aplikasi kredit PIHAK PERTAMA. 1. Bahwa Badan Keswadayaan Masyarakat adalah suatu lembaga sosial nir laba yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat.5. 1. karenanya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan akta ini.6. 1.1. Rekomendasi adalah keterangan mengenai riwayat pinjaman nasabah dan usulan yang diberikan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA terhadap nasabah yang mengajukan permohonan kredit di PIHAK PERTAMA. Raya “JW” Pondok Gede Bekasi. lampiran-lampiran dan dokumen pendukung lainnya. 3. Bahwa pada tanggal 05 Mei 2009 PARA PIHAK telah menandatangani Kota Kesepahaman tentang pemberdayaan usaha mikro dan kecil No. 1.2. Data tagihan adalah data rincian Total Tagihan. Debitur adalah semua orang yang memiliki kewajiban pinjaman. Aplikasi adalah lembar formulir data untuk pengajuan kredit.

1. PARA PIHAK sepakat untuk menyiapkan dan melengkapi sarana dan prasarana agar dapat memberikan pelayanan terhadap nasabah. Kerjasama lain yang akan dikembangkan kemudian 2.1. Pasal 3 KETENTUAN UMUM 3 3.3.2.2. 3. Kerjasama dalam rangka pembiayaan kredit dari PIHAK PERTAMA kepada nasabah yang membutuhkan peningkatan modal usaha mikro dan direkomendasikan oleh PIHAK KEDUA. Pasal 2 RUANG LINGKUP DAN TUJUAN PERJANJIAN 2. b. Tagihan adalah jumlah uang yang merupakan kewajiban debitur kepada PIHAK PERTAMA yang harus dibayarkan. PARA PIHAK sepakat untuk mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan kerjasama berdasarkan Perjanjian ini sekurang-kurangnya setiap 4 (empat) bulan sekali. Ruang lingkup Perjanjian ini mencakup: a.9.berasal dari anggota peminjam PIHAK KEDUA. Dalam hal PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA bermaksud untuk mengakhiri Perjanjian ini. maka wajib memberitahukan hal tersebut kepada pihak lainnya selambat-lambatnya 30 (tigapuluh) hari kalender sebelum pengakhiran tersebut . 3.8.1. Tujuan dari kerjasama yang dilakukan melalui Perjanjian ini adalah memberikan kemudahan bagi nasabah untuk mengakses pinjaman modal kerja di PIHAK PERTAMA bagi kebutuhan usahanya.7. 1. 1. Collecting adalah proses pelaksanaan pengambilan tagihan atas peminjam. Nasabah adalah perorangan yang merupakan anggota peminjam binaan dari PIHAK KEDUA yang menjalankan usaha mikro.

PARA PIHAK sepakat bahwa nasabah yang diberikan kesempatan pembiayaan adalah nasabah dengan kebutuhan modal kerja sebesar Rp 2. 5. 4. PIHAK PERTAMA setelah data aplikasi masuk akan melakukan pengecekan ke tempat usaha dan evaluasi sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku di PIHAK PERTAMA. PARA PIHAK sepakat bahwa PIHAK PERTAMA akan membuka perwakilannya di kantor PIHAK KEDUA. maka PIHAK PERTAMA berhak memberlakukan nasabah seperti layaknya prosedur biasa. 3. PARA PIHAK sepakat untuk mengkomunikasikan kepada nasabah segala hal yang berkaitan dengan mekanisme dan prosedur peminjaman yang berlaku di PIHAK PERTAMA. sebelum diserahkan ke PIHAK PERTAMA harus dibubuhi nomor referensi oleh PIHAK KEDUA.dilaksanakan. Pasal 5 PERSYARATAN KREDIT 5.000.1.5. minimal 1 (satu) hari kerja dalam seminggu.1. Nasabah dapat melakukan pengambilan aplikasi di kantor PIHAK PERTAMA atau di kantor PIHAK KEDUA.4. 4. 4.2.5.2.3. 3. PIHAK KEDUA setuju bahwa persyaratan kredit yang diberlakukan kepada nasabah adalah persyaratan dan ketentuan yang berlaku di PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA memberikan rekomendasi terhadap nasabah yang mengajukan aplikasi di PIHAK PERTAMA. Lembar aplikasi yang sudah diisi oleh nasabah.000 (dua juta rupiah) . Dalam hal aplikasi nasabah tidak terdapat nomor referensi. Pasal 4 MEKANISME PENGAJUAN PEMBIAYAAN 4. 4.4.

PARA PIHAK sepakat bahwa jenis jaminan yang harus diberikan oleh nasabah menjadi kewenangan PIHAK PERTAMA untuk memutuskan. 4 Pasal 6 JAMINAN KREDIT 6. 5. 5. 7.2.3. atau c.3. 7. atau b. Kelayakan usaha.1. Inventaris Rumah Tangga. PARA PIHAK sepakat bahwa suku bunga kredit per bulan yang diberikan ke nasabah maksimal 0. maka PIHAK PERTAMA wajib memberitahukan kepada debitur dan PIHAK KEDUA melalui media elektronik tercatat atau surat. PARA PIHAK sepakat bahwa provisi dan administrasi kredit untuk nasabah yang baru pertama kali memiliki pinjaman di PIHAK PERTAMA. Kendaraan bermotor 6.sampai dengan Rp 5.000 (lima juta rupiah). 000.4. PARA PIHAK sepakat bahwa nasabah yang dapat direkomendasikan oleh PIHAK KEDUA adalah nasabah yang memiliki riwayat pinjaman di PIHAK KEDUA minimal 3 (tiga) siklus pinjaman dengan kualitas lancar. dapat dibayarkan secara bertahap atau sekaligus sesuai dengan kemampuan nasabah.1% di bawah tingkat suku bunga yang berlaku untuk debitur umum di PIHAK PERTAMA. BIAYA PROVISI dan ADMINISTRASI 7. Dalam hal terjadi perubahan.1. untuk nasabah dengan pinjaman kedua dan selanjutnya dibebankan dengan ketentuan dan aturan pada . Pasal 7 SUKU BUNGA KREDIT. PARA PIHAK sepakat bahwa jangka waktu pinjaman maksimal 1 (satu) tahun. PARA PIHAK sepakat bahwa jaminan untuk pembiayaan kepada nasabah antara lain adalah: a.2.

debitur akan dikenakan denda sebesar 3% per bulan dari kewajiban yang tertunggak.1. Pasal 8 KETERLAMBATAN PEMBAYARAN KEWAJIBAN 2.PIHAK PERTAMA. Apabila jangka waktu Perjanjian telah berakhir dan proses perpanjangan masih berlangsung maka seluruh ketentuan dalam Perjanjian ini masih tetap berlaku.2. Perjanjian ini berlaku selama 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal ditandatangani Perjanjian ini. . 9.4. 7. PIHAK PERTAMA berkewajiban untuk menginformasikan dengan jelas besaran dan cara pembayaran biaya proses kredit kepada nasabah. Apabila terjadi keterlambatan pembayaran kewajiban tiap bulan. dan dapat diperpanjang kembali sesuai dengan kesepakatan PARA PIHAK. 9. PIHAK KEDUA bersedia untuk mencantumkan nama-nama dati debitur PIHAK PERTAMA yang menunggak di papan pengumuman kantor PIHAK KEDUA yang dapat diketahui oleh umum. Mengenai pengakhiran Perjanjian secara sepihak sebagaimana dimaksud ayat 3 Pasal ini. Pasal 9 JANGKA WAKTU PERJANJIAN dan PENGAKHIRAN 5 9.4. Dengan tidak mengurangi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 Pasal ini.2.1.3. yang dihitung secara harian. PARA PIHAK setuju untuk melepaskan ketentuan dari Pasal 1266 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata mengenai perlunya permohonan kepada pengadilan untuk mengakhiri Perjanjian ini. salah satu Pihak dapat mengakhiri Perjanjian ini sebelum jangka waktu berakhir dengan kesepakatan PARA PIHAK yang dituangkan secara tertulis selambatlambatnya 30 (tiga puluh) hari kalender sebelumnya. 9. 2.

12. Apabila sebagian dari ketentuan dalam Perjanjian ini bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku atau tidak dapat dilaksanakan karena ketentuan hukum. Pasal 12 KETENTUAN LAIN 12. maka pengakhiran Perjanjian 6 .Pasal 10 ADDENDUM Segala perubahan dan hal-hal lain yang belum atau tidak cukup diatur dalam Perjanjian ini.2. Pasal 11 PENYELESAIAN PERSELISIHAN PARA PIHAK sepakat untuk menyelesaikan setiap perselisihan yang timbul di antara PARA PIHAK sehubungan dengan pelaksanaan Perjanjian secara musyawarah untuk mencapai mufakat. Perjanjian ini merupakan perwujudan dari seluruh pengertian PARA PIHAK dan menggantikan semua negosiasi dan pengertian sebelumnya yang dibuat antara PARA PIHAK sehubungan dengan hal-hal tersebut dalam Perjanjian ini. akan dibicarakan secara musyawarah oleh PARA PIHAK dan akan dituangkan dalam suatu addendum yang menjadi satu kesatuan dan bagian yang tak terpisahkan dari Perjanjian ini. 12. Dalam hal Perjanjian ini berakhir karena permintaan salah satu Pihak sebagaimana dimaksud dalam ayat 3 Pasal 9 Perjanjian ini. PARA PIHAK sepakat untuk menyelesaikan setiap perselisihan yang timbul di antara PARA PIHAK sehubungan dengan pelaksanaan Perjanjian secara musyawarah untuk mencapai mufakat.1. maka hal ini tidak mempengaruhi keabsahan dan pelaksanaan dari ketentuan Perjanjian ini.3.

........ 12.........4..............tersebut tidak membebaskan hak dan kewajiban dari masing-masing Pihak yang belum diselesaikan sebelum Perjanjian ini berakhir................ SWAMITRA “ASF” BADAN KESWADAYAAN MASYARAKAT .................. ... serta dinyatakan mulai berlaku pada hari. masing-masing dianggap sebagai asli dan masing-masing dimiliki oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dan mempunyai kekuatan hukum yang sama.. ................. tanggal.. ............... Manajer Saksi-Saksi . Perjanjian ini berlaku dan mengikat juga terhadap setiap pengganti maupun penerus hak yang sah dari PARA PIHAK..... Kepala Desa ”WK” Anggota BKM............... Korkot/Fasilittator/PJOK Koordinator BKMJ ... tahun seperti tersebut pada awal Perjanjian ini.. keduanya bermeterai cukup... Perjanjian ini dibuat rangkap dua........... bulan..