FUNGI Arti Penting Fungi Fungi atau cendawan adalah organisme heterotrofik, mereka memerlukan senyawa organik untuk

nutrisinya. Fungi terdiri dari khamir dan kapang. Khamir biasanya uniseluler, sedangkan kapang berfilamen, Bila mereka hidup dari benda organik mati yang terlarut, mereka disebut saprofit. Saprofit menghancurkan sisasisa tumbuhan dan hewan yang kompleks, menguraikannya menjadi zat-zat kimia yang lebih sederhana, yang kemudian dikembalikan ke dalam tanah, dan selanjutnya meningkatkan kesuburannya. Cendawan saprofitik penting dalam fermentasi industri, misalnya pembuatan bir, minuman anggur, dan produksi antibiotik sperti penisilin. Morfologi Sel khamir lebih besar dari pada bakteri lain, yaitu berkisar 1 sampai 5 um, lebar dan panjangnya dari 5 sampai 30 um atau lebih dan berbentuk telur, ada juga berbentuk bola dan memanjang, tergantung spesies. Sedangkan tubuh atau talus kapang terdiri dari miselium dan spora (sel resisten, istirahat atau dorman). Miselium merupakan kumpulan beberapa filamen yang dinamakan hifa. Lebar hifa 5 sampai 10 um. Ada tiga macam morfologi hifa: 1. Aseptat atau senosit. Hifa seperti ini tidak memiliki dinding sekat atau septum 2. Septat dengan sel-sel uninukleat 3. Septat dengan sel-sel multinukleat Reproduksi Secara ilmiah cendawan berkembang biak dengan cara aseksual seperti pembelahan, penguncupan, penbentukkan spora. Dapat juga secara seksual dengan peleburan nukleus dari dua sel induknya. Macam-macam spora aseksual: 1. 2. 3. 4. 5. Konidiospora atau konidium Sporangiospora Oidium atau artrospora Klamidospora Blastospora

Ada beberapa tipe spora seksual: 1. 2. 3. 4. Askospora Basidiospora Zigospora Oospora

Struktur dan metode pembentukkan spora cukup konstan untuk digunakan dalam identifikasi dan klasifikasi. Basidiomycetes.000 spesie Ascomycetes hidup sebagai saprofit. Ciri-ciri tersebut mencakup morfologi spora aseksual dan miseliumnya. karena dianggap primitif dalam skala evolusi. Sebelum diketahui tingkat perfeknya. Fisiologi Khamir dan kapang umumnya dapat bertahan terhadap keadaan yang lebih asam dari pada kebanyakan mikroba lain. Kurang lebih 15. Khamir bersifat fakultatif. Ciri yang sama pada mereka adalah tidak adanya septum di dalam hifa. Kemudian diklasifikasikan kembali dan diletakkan di dalam salah satu kelas lain. yaitu Phycomycetes. Kapang adalah mikroorganisme aerobik sejati. Klasifikasi Cendawan yang diketahui tingkat seksualnya disebut cendawan perfek atau sempurna. Kelas Ascomycetes Anggota kelas ini dicirikan oleh pembentukkan askus yang merupakan tempat dihasilkannya askospora. Phycomycetes mempunyai talus miselium yang berkembang dengan baik. hal ini membedakan dari ketiga anggota yang lainnya.Spora aseksual dan seksual dikitari oleh struktur pelindung yang sangat terorganisasi yang disebut tubuh buah. spesies patogenik mempunyai suhu optimum lebih tinggi yaitu 30370C. . Cendawan yang belum diketahui tingkat seksualnya dinamakan cendawan imperfek. Kelas Phycomycetes Anggota kelas ini sering disebut cendawan tingkat rendah. Untuk klasifikasinya harus digunakan ciri-ciri lain diluar tingkat seksual. Banyak khamir yang tergolong kelas Ascomycetes . dan Deuteromycetes. Cendawan dapat tumbuh dalam kisaran suhu 22 sampai 300C. Berdasarkan cara dan ciri reproduksinya terdapat 4 kelas fungi/cendawan sejati atau berfilamen. karena membentuk askospora. cendawan tertentu akan digolongkan dalam suatu kelas khusus. dan Deuteromycetes.kelas Phycomycetes terbagi menjadi 6 kelas terpisah. Reproduksi seksual pada beberapa genus terjadi dengan peleburan ujung-ujung hifa multinukleat. Reproduksi aseksual pada Ascomycetes berfilamen adalah dengan pembentukkan konida dalam jumlah besar. maksudnya mereka dapat baik dalam keadaan aerobik maupun anaerobik. Basidiomycetes. Secara aseksual genus khamir ini memperbanyak diri melalui pembelahan biner melintang. Ascomycetes. yaitu Ascomycetes. Beberapa cendawan akan tumbuh pada 0oC. yaitu kelas Deuteromycetes.

Keempat macam itu adalah kapang lendir sejati. Struktur reproduktifnya seperti tumbuhan yang menghasilkan spora yang terbungkus dinding yang nyata. proses ini terwujud melalui pembentukkan tubuh buah yang melepaskan spora-spora berflagela. kapang lendir jaring. Ada 4 tipe kapang lendir yang berbeda dalam struktur dan fisiologi dan masingmasing mempunyai daur hidup yang khas. Bertambahnya ukuran plasmodium mengakibatkan akar-akar tanaman inang membengkak. Coccidioides. Oleh karena itu penyakitnya disebut bengkak akar. Kondisi lingkungan juga berpengaruh terhadap permulaan sporulasi. Blastomyces. yaitu massa protoplasma yang telanjang dan multinukleat. kapang lendir selular. . Kapang yang tergolong genus penicillium dan aspergillus diklasifikasikan sebagai Deuteromycetes. Jamur adalah tubuh atau Basidiokrap yang mengandung basida bersama basidiosporanya.Kelas Basidiomycetes Basidiomycetes dicirikan oleh adanya basidiospora yang terbentuk di luar pada ujung atau sisi basidium yang dikenal seperti jamur. kapang lendir endoparasit. Kapang Lendir Kapang lendir merupakan sekumpulan mikroorganisme yang heterogen. Dalam keadaan lingkungan yang menguntungkan. cendawan papan pada pepohonan. Kelas Deuteromycetes Kelas ini meliputi cendawan yang tingkat reproduksi perfek atau seksualnya belum ditemukan. Kapang lendir mempunyai klasifikasi yang tidak dapat dilukiskan. dll. plasmodium bergerak-gerak seperti ameba. ukuran dan warnanya sangat beragam dan bentuknya berubah-rubah. Gabungan fese binatang dan tumbuhan dalam satu daur hidup merupakan ciri pembeda kapang lendir. Kapang Lendir Endoparasit organisme ini mempunyai plasmodium multinukleat yang berkembang di dalam jaringan hidup tanaman inangnya. Kapang Lendir Sejati Ciri dalam kelompok ini adalah fase somatiknya yang disebut Plasmodium. Beberapa spesies patogen seperti Histoplasma capsulatum.

Kapang Lendir Selular Organisme ini hidup bebas dan ameboid.Kapang Lendir Jaring Jasad renik ini disebut demikian karenapada permukaan tempat tumbuhnya terdapat jaring halus yang berasal dari lendir yang dikeluarkannya. plasmodiumnya tidak multinukleat. Daur hidupnya menarik dan mereka ada dimana-mana dalam tanah untuk mendapatkan bakteri yang menjadi makanannya. Sel-selnya berbentuk lonjong atau gelendong. .