BAB 2.

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pelabuhan Perikanan Sektor perikanan dan kelautan memerlukan fasilitas pendaratan ikan atau pelabuhan yang khusus melayani aktivitas industri dan perdagangan ikan. Pelabuhan Perikanan adalah pelabuhan khusus yang merupakan pusat

pengembangan ekonomi perikanan, baik dilihat dari aspek produksi maupun aspek pemasarannya (Ayodhyoa, 1975). Menurut Direktorat Jenderal Perikanan Departemen Pertanian RI (1981) dalam Murdiyanto (2003), Pelabuhan Perikanan adalah pelabuhan yang secara khusus menampung kegiatan masyarakat perikanan baik dilihat dari aspek produksi, pengolahan maupun aspek pemasarannya. Sementara Departemen Pertanian dan Departemen Perhubungan (1996) dalam Murdiyanto (2003) mendefinisikan Pelabuhan Perikanan sebagai tempat pelayanan umum bagi masyarakat nelayan dan usaha perikanan, sebagai pusat pembinaan dan peningkatan kegiatan ekonomi perikanan yang dilengkapi dengan fasilitas di darat dan di perairan sekitarnya untuk digunakan sebagai pangkalan operasional tempat berlabuh, mendaratkan hasil, penanganan, pengolahan, distribusi dan pemasaran hasil perikanan. Berdasarkan keputusan Menteri Pertanian Nomor : 604/ Kpts/OT.210/9/95 tertanggal 7 September 1995 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pelabuhan Perikanan, bahwa pelabuhan perikanan dibagi dalam 4 (empat) kelas yakni : 1. Pelabuhan Perikanan Samudera. Pelabuhan ini direncanakan terutama untuk mendukung kegiatan penangkapan ikan di perairan wilayah ZEE Indonesia dan perairan internasional. Lokasi pelabuhan dimaksud di DKI Jakarta dan Kendari (Sulawesi Tenggara). 2. Pelabuhan Perikanan Nusantara. Pelabuhan ini direncanakan terutama untuk mendukung kegiatan penangkapan ikan di perairan wilayah dan ZEE Indonesia. Lokasi pelabuhan dimaksud di Belawan dan Sibolga (Sumatera Utara), Bungus (Sumatera Barat), Pelabuhan Ratu (Jawa Barat), Pekalongan dan Cilacap (Jawa Tengah) serta Brondong (Jawa Timur).

5

Tarakan (Kalimantan Timur). 1997). Dagho (Sulawesi Utara). Hantipan (Kalimantan Tengah). PPI (Pangkalan Pendaratan Ikan) adalah pelabuhan khusus yang merupakan pusat pengembangan ekonomi perikanan.6 3. Tarempa (Riau). Aceh). Pengklasifikasian pelabuhan perikanan menjadi 4 tersebut didasarkan atas ketersediaan fasilitas untuk memberikan pelayanan kepada para pengguna yang ada di pelabuhan perikanan yang bersangkutan semakin besar kemampuan fasilitas untuk menampung dan memberikan pelayanan kepada para pengguna kan semakin tinggi kelasnya. Banjarmasin (Kalimantan Selatan). Lokasi pelabuhan dimaksud di Lampulo (DI. tempat pendaratan hasil perikanan dan merupakan lingkungan kerja ekonomi perikanan yang meliputi areal perairan dan daratan. Bawean dan Prigi (Jawa Timur). Pelabuhan ini direncanakan untuk mendukung kegiatan penangkapan ikan di daerah pantai. P. Sikakap (Sumatera Barat). Labuhan Lombok (NTB). Teluk Batang dan Pemangkat (Kalimantan Barat). . Mengingat peranan PPI sangat strategis. Pangkalan pendaratan ikan ini untuk mendukung kegiatan penangkapan ikan di daerah pantai dan lokasinya tersebar di seluruh Indonesia. Menurut Ayodhyoa (1975). maka pengelolaannya harus dilakukan secara profesional agar aset pembangunan tersebut dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat nelayan dan pada gilirannya akan dapat memberikan kontribusi berupa pendapatan asli daerah (PAD) pemerintah daerah setempat (Direktorat Jenderal Perikanan. Pelabuhan Perikanan Pantai. Karanghantu (Jawa Barat). Tanjung Pandang dan Sungai Liat (Sumatera Selatan). baik dilihat dari aspek produksi maupun pemasarannya. dalam rangka memberikan pelayanan umum dan jasa untuk memperlancar kegiatan perahu/kapal dan usaha perikanan. Lebih lanjut PPI merupakan salah satu unsur prasarana Ekonomi yang dibangun dengan maksud untuk menunjang tercapainya pembangunan perikanan terutama untuk perikanan skala kecil. Pangkalan Pendaratan Ikan. Karimun Jawa (Jawa Tengah). Kupang (NTT). Telo (Sumatera Utara). Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) merupakan tempat bertambat dan labuh perahu/kapal perikanan. Ternate (Maluku) serta Sorong (Irian Jaya). 4.

Pengolahan ikan menjadi tepung ikan tidak sulit dilakukan. pengembangan wilayah. fasilitas fungsional dan fasilitas penunjang.google. 2.1 Tepung ikan Tepung ikan dapat dibuat dengan salah satu cara berikut: 1) Cara basah 2) Cara kering 3) Cara penyulingan . Usaha pengolahan tepung ikan dapat dilakukan dengan biaya yang tidak terlalu besar. (Direktorat Jenderal Perikanan.7 Ditinjau dari fungsinya. agribisnis dan agroindustri serta sebagai pendukung dalam pelaksanaan otonomi daerah.2. 1997). Produk yang kaya dengan protein dan mineral ini digunakan sebagai bahan baku pakan.1 Definisi Tepung ikan Tepung ikan adalah produk berkadar air rendah yang diperoleh dari penggilingan ikan. Sumber: http://www. Fasilitas yang tersedia di PPI terdiri dari fasilitas dasar (pokok). Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) merupakan prasarana penangkapan yang diperuntukkan bagi pelayanan masyarakat nelayan berskala usaha kecil dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi perikanan.2 Tepung Ikan 2.com(2012) Gambar 2.

cara kering paling cocok dilakukan untuk industri kecil karena lebih sederhana dan lebih murah. ikan runcah.google. Untuk memperoleh tepung ikan berkualitas baikdiperlukan bahan baku ikan segar serta diperlukan ketersediaan sepanjang tahun. Dengan kondisi harga bahan baku yang relatif tinggi namun kualitasnya rendah maka kualitas tepung ikan yang di produksi dalam negeri kurang bisa bersaing dengan produk impor.2 Bahan Pembuatan Tepung Ikan Permasalahan yang di hadapi industri tepung ikan di indonesia adalah keterbatasan bahan baku dimana ketersediaan bahan baku dimana ketersediaan bahan baku tidak dapat terpenuhinya sepanjang tahun. Sumber: http://www.8 Dari ketiga cara di atas. Bahan baku yang selama ini digunakan adalah limbah pengalengan ikan.com(2012) Gambar 2. limbah pengolahan pada pembekuan udang. Namun di Muncar bahan yang digunakan untuk tepung ikan adalah ikan lemuru pada saat musim penangkapan ikan tersebut.2 Ikan lemuru sebagai bahan pembuatan tepung ikan . yaitu pada bulan september sampai dengan desember. 2.2.

Tabel 2. Akan tetapi yang paling ekonomis adalah ikan-ikan kecil (rucah) yang kurang disukai untuk dikonsumsi dan harganya relatif murah. Tepung ikan memiliki asam amino yang berperan sebagai pembentuk protein yang yang sangat penting dalam keseimbangan nutrisi yang tepat untuk hewan dan juga gizi manusia. 18 persen padatan dan 12 persen lemak.9 Berbagai jenis ikan laut dapat diolah menjadi tepung ikan. Komposisi asam amino sampel khas makan ikan dan tepung ikan putih antara lain adalah sebagai berikut: Tabel 2.2012 Tepung ikan adalah berharga tidak hanya dalam segi kuantitas tetapi juga kualitas proteinnya.1 komposisi material selama proses pembeatan tepung ikan material raw fish press cake press liquor dilute stickwater conc. stickwater fish meal Water% 70 53 78 95 65 9 Solids% 18 44 6 5 33 85 Fat% 12 3 16 <1 2 6 Sumber: FAO. Sebelum memeriksa komposisi makan jadi menarik untuk mempertimbangkan komposisi Gambar berikut menunjukkan komposisi material pada setiap tahap proses dan didasarkan pada asumsi bahwa ikan mentah mengandung 70 persen air.2 Kandungan gizi dalam tepung ikan herring dan ikan putih Amino acid lysine methionine tryptophan histidine arginine threonine valine isoleucine leucine phenylalanine cystine tyrosine aspartic acid herring meal g/100 g protein 7·7 2·9 1·2 2·4 5·8 4·3 5·4 4·5 7·5 3·9 1·0 3·1 9·1 white fish meal g/100 g protein 6·9 2·6 0·9 2·0 6·4 3·9 4·5 3·7 6·5 3·3 0·9 2·6 8·5 amino acid lysine methionine tryptophan histidine arginine threonine valine isoleucine leucine phenylalanine cystine tyrosine aspartic acid .

9 6·3 serine glutamic acid proline glycine alanine Sumber: FAO.2012 2. Sumber: http://www.10 serine glutamic acid proline glycine alanine 3·8 12·8 4·2 6·0 6·3 4·8 12·8 5·3 9.3 Penggiling 2) Alat pengering. Alat ini digunakan untuk mengeringkan ikan sehingga kadar air mencapai 8%. Sumber: http://www.4Steam heated coil dryer .com(2012) Gambar 2. Alat ini digunakan untuk menggiling ikan basah dan bubur kering ikan.google.com(2012) Gambar 2.google.2.3 Peralatan Dalam Pengolahan Tepung Ikan 1) Penggiling ikan.

4 Cara Pembuatan Terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk membuat tepung ikan dari ikan segar. . Sumber: http://www. Metode ini dibeberapa wilayah masih digunakan dimana kualitas produknya lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan teknik modern.2.5Twin screw press 2. Alat ini digunakan untuk mempres ikan kering sehinga sebagian lemaknya keluar. pengeringan dan penggilingan menggunakan mesin yang telah dirancang sebelumnya. pengepresan.com(2012) Gambar 2.google. akan tetapi pada prinsipnya membutuhkan keterampilan dan pengalaman khusus untuk menghasilkan produk tepung ikan dengan mutu tinggi.11 3) Alat press. Sebagian besar proses pembuatan tepung ikan melalui tahap pemanasan. Meskipun prosesnya sederhana. Cara yang paling sederhana yaitu dilakukan penjemuran dibawah sinar matahari.

1000C Pengepresan Penggilingan Basah Press Liquor Pengeringan pada suhu 450 – 500C Penggilingan Kering dan Disaring Tepung Ikan Pemisahan cair 1. Air 3.org (2012) Gambar 2.6 Bagan alur proses pembuatan tepung ikan . Minyak 2.fao. Padatan Sumber: http://www.12 Bahan Baku (Ikan Segar) Pemilahan bahan baku Pencucian bahan baku Pencacahan bahan baku Pengukusan 30 Menit.

13 Sumber: http://www.fao.7 Diagram proses produksi tepung ikan sederhana .org (2012) Gambar 2.

sebagian besar air dan minyak akan hilang. Alat pemanas yang saat ini banyak digunakan berbentuk silinder uap air yang tertutup dimana ikan dipindahkan menggunakan alat berbentuk sekrup. Air dan minyak ini juga dapat hilang pada saat dilakukan pengepresan. Beberapa alat pemanas juga dilengkapi dengan fasilitas steam.14 Sumber: http://www. maka hasil pressing nantinya tidak memuaskan dan pemanasan yang terlalu berlebihan dapat menyebabkan ikan terlalu halus untuk dipress. Alat pemanas dalam industri dapat menampung sekitar 16 sampai 1600 ton bahan baku ikan segar per 24 jam. Pemanasan biasanya .fao. Bahan baku ikan segar tidak dilakukan pengeringan selama tahap proses pemanasan.org (2012) Gambar 2.8Keseimbangan massa pada produksi tepung ikan 1) Pemanasan (Cooking) Ketika ikan dipanaskan. Jika pemanasan kurang.

15 dilakukan pada suhu 95oC sampai 100 oC dalam waktu 15 sampai 20 menit. Hal ini penting tidak hanya untuk meningkatkan hasil minyak dan kualitas makanan. sehingga mengurangi konsumsi bahan bakar mesin pengering dan meningkatkan kapasitas mereka. Hai Ini berarti bahwa selama proses pressing. 2) Pressing Tujuan dari pressing adalah untuk memeras sebagai cairan sebanyak mungkin dari fase padat. Selama proses pressing.2012). sehingga memastikan bahwa volume antara tahap pemasukan bahan ke mesin pres secara bertahap dikurangi. tetapi juga untuk mengurangi kandungan kelembaban cake sejauh mungkin. Dua jenis pers yang sering digunakan dalam industri tepung ikan. . Campuran air dan minyak yang diperoleh ditekan keluar melalui lubang dan bahan bentuk padat seperti dalam pembuatan kue sebagai hasil akhir dari proses pressing. Sekrup dibuat dengan lancip.pada tabung/ tempat pressing tersebut terdapat lubang-lubang kecil yang erfungsi sebagai media peresapan cairan hasil dari pressing(drainase cairan press). Pada tahap ini terjadi pemindahan sebagian minyak dan air. Ikan berada dalam tabung yang berlubang. Beberapa perusahaan yang bergerak dalam pembuatan tepung ikan. bahan akan terkena tekanan yang besar dan sebagai konsekuensinya jumlah cairan akan bertambah (cairan terpisah dengan padatan). Kinerja mesin presing sangat ditentukan oleh profil dan rasio kompresi sekrup. adalah press yang dilengkapi dengan satu atau dua sekrup. menggunakan suhu 95 oC. kadar air menurun dari 70% menjadi 50% dan minyak menurun sekitar 4 % (FAO. hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan tekanan dengan bantuan sekrup. yaitu rasio antara volume tiap pemasukan bahan dari inlet dan outlet. Keduanya bekerja pada prinsip sekrup yang berputar dalam suatu tabung yang yang menekan bahan baku .

Minyak yang disuling adalah minyak yang dapat dimanfaatkan dan digunakan dalam industri pembuatan minyak goreng dan margarin(FAO. Material terbentuk kembali akibat penguapan stickwater sampai berbentuk sirup yang terdiri dari 30 sampai 50 % padatan dan kadang-kadang dijual sebagai ikan padat yang dilarutkan.16 Sumber: http://www. Minyak yang diperoleh kadang-kadang disuling yaitu proses yang dilakukan sebelum dimasukkan kedalam tangki penyimpan. kemudian material yang padat dan keras ini dilakukan pressing secara terus menerus dan disentrifugasi untuk memisahkan minyak.9 Skema alat pressing 3) Pressing Liquor Setelah dilakukan penyaringan untuk memisahkan material kasar dan material yang padat. Bagian cair dari proses pressing liquor dikenal dengan nama stickwater yang berisi material yang telah dihancurkan yang beratnya sekitar 9% dari total padatan. Pada umumnya produk hasil pressing liquor jika dipress kembali dan dikeringkan maka akan berbentuk tepung. Material ini sebagian besar berupa protein dan stickwater terdiri dari sekitar 20% dari total padatan.2012).org (2012) Gambar 2. .fao.

Pengeringan langsung menggunakan suhu yang sangat panas.17 4) Pengeringan Meskipun pada prinsipnya caranya sederhana. Ada dua jenis alat pengering. tapi akan menyebabkan kerusakan yang lebih tinggi jika prosesnya tidak dilakukan secara hati-hati. Metode ini membutuhkan waktu yang singkat. yaitu sampai 500oC. karena penguapan air yang cepat menyebabkan kondisi ikan mendingin. akan tetapi membutuhkan keterampilan dalam melakukan proses pengeringan yang baik. yaitu alat pengering langsung dan alat pengering tidak langsung.2012). secara normal produk dipanaskan pada suhu 100oC (FAO.org (2012) Gambar 2. Jika tepung tidak dikeringkan maka dapat menyebabkan tumbuhnya jamur atau bakteri. Tepung sebaiknya tidak dipanaskan pada suhu yang sangat tinggi. Dan jika pengeringan dilakukan secara berlebihan maka akan mengakibatkan nilai nutrisi yang dikandungnya dapat menurun.fao.10 Alat pengering pada produksi tepung ikan . Sumber: http://www.

tepung ikan yang sudah siap jual kemudian ditransportasikan(Priyono. Pertimbangan penggunaan tahap pressing adalah sebagai berikut: “Fleksibilitas penggunaan ikan yang berminyak. goni atau plastik.2009). limbah ikan digunakan sebagai bahan baku utama dalam pembuatan tepung dan disini proses pengepressan bukanlah menjadi hal yang penting.18 Pada umumnya alat pengering berbentuk seperti tabung uap air dengan steam untuk mengeringkan tepung. dan memiliki curah yang sangat kecil dibandingkan dengan produk olahan ikan lain.Tepung ikan yang terbaik disimpan di tempat kering yang sejuk dan terhindar dari vektor dan rodent. Dari tempat industri pengolahan tepung ikan. Sebagian besar bau tidak sedap pada industri pengolahan berasal dari alat pengering. atau dalam jumlah besar. Alat pengering tidak langsung umumnya digunakan di UK. Proses pemindahan air dengan pressing dan penguapan dari stickwater lebih murah karena pengaruh penguapan lebih efisien dibandingkan dengan menggunakan alat pemanas”. Tepung ikan ini diproses dengan cara yang sederhana. sehingga penyimpanannya tidak memerlukanproses pendinginkan. kurang berminyak atau campuran dari keduanya. 5) Penggilingan danPengemasan Langkah terakhir yang dilakukan dalam pembuatan tepung ikan adalah penggilingan untuk memecahkan gumpalan-gumpalan atau partikel dari tulang dan dilakukan pengemasan tepung ikan untuk selanjutnya dilakukan penyimpanan di dalam silo. yaitu dengan cara memasak dan mengeringkan saja. karena kandungan minyak pada material sudah sangat sedikit. tepung ikan akan terus bertahan selama beberapa tahun tanpa perubahan nilai gizi. Pembusukan biasanya sangat sedikit terjadi bahkan setelah periode penyimpanan yang panjang. Tepung ikan tidak mudah dirusak oleh bakteri karena memiliki kandungan air rendah.Hal tersebut adalah dua alasan utama untuk membuat tepung ikan. .Tepung ikan biasanya disimpan dan diangkut baik dalam karung terbuat dari kertas. Di UK.

Ikan-ikan yang berukuran kecil (ter) tidak harus digiling. dan proses ini tidak harus dilakukan. antara lain: 1) Pengilingan Ikan Basah a. Ikan berukuran sedang dan besar. Sedangkan untuk ikan yang berukuran kecil. b. . pembuangan jeroan dan pencucian tidak perlu dilakukan.org (2012) Gambar 2. dan dicuci.fao.19 Sumber: http://www. Pengilingan ikan basah dilakukan terhadap ikan yang berukuran sedang dan besar. c. perlu dibuang jeroannya. Ikan digiling dengan penggiling ulir sehingga diperoleh bubur mentah ikan.11 Alat penggiling Dalam sumber lain disebutkan proses pembuatan tepung ikan dilakukan melalui beberapa tahapan.

Hasil pengukusan disebut dengan bubur matang ikan. 6) Pengemasan Tepung ikan dikemas di dalam karung plastik atau di dalam wadah yang kedap uap air. 3) Pengeringan Bubur matang ikan dikeringkan dengan alat pengering sampai kadar air sekitar 8%. Pencemaran dapat timbul sebagai akibat kegiatan manusia ataupun disebabkan oleh alam (misal gunung meletus. zat energi. 4) Pemerasan Minyak Cake kering ikan diperas dengan alat pres sehingga sebagian dari minyak keluar.2001) 2. dan atau komponen lain ke dalam lngkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfingsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Cake kering ikan mempunyai kadar lemak tinggi (di atas 30%). gas beracun).3 Pencemaran Lingkungan Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997.20 2) Pengukusan. 5) Penggilingan Cake Cake yang telah dipres digiling dengan mesin penggiling sehingga diperoleh tepung ikan yang cukup halus (lolos ayakan 40-60 mesh). Bubur ikan atau ikan kecil dikukus dengan uap panas selama 1 jam sehingga bubur atau ikan kecil menjadi matang secara sempurna. Sebelum pengemasan. kadar air tepung harus di bawah 8% (Tarwiyah. Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makluk hidup. Hasil pengeringan disebut cake kering ikan. .

173/Menkes/VII/77. Bahan organik yang larut dalam air akan mengalami penguraian dan pembusukan. Sampah bertimbun. Akibatnya kadar oksigen dalam air turun drastis sehingga biota air akan mati. lemek.4 Pencemaran Air Menurut peraturan menteri kesehatan RI no. 2. Kualitas air yang terganggu ditandai dengan perubahan bau. atau komponen lainnya kedalam air sehingga menyebabkan kualitas air terganggu. sehingga jenis polutan yang dapat mencemari air tergantung pada bahan baku. Pencemaran air adalah peristiwa masuknya zat. Bahan pencemar lain dari limbah rumah tangga adalah pencemar biologis berupa bibit penyakit.1 Sumber pencemaran air 1) Domestik (rumah tangga) Berasal dari pembuangan air kotor dari kamar mandi.21 2. ikan. dan warna. dan mengakibatkan banjir. bakteri. rasa. kemudian ikut aliran sungai. Pencemaran air adalah suatu peristiwa masuknya zat ke dalam air yang mengakibatkan kualitas (mutu) air tersebut menurun sehingga dapat mengganggu atau membahayakan kesehatan masyarakat. nasi. Secara umum jenis polutan air dapat dikelompokkan sebagai berikut: 1.Limbah rumah tangga yang cair merupakan sumber pencemaran air. energi. Adapula bahan-bahan anorganik seperti plastik. unsur. air buangan manusia) yang terbawa air got/parit. Fisik Pasir atau lumpur yang tercampur dalam limbah air. kakus dan dapur. menyumbat saluran air.4. Dari limbah rumah tangga cair dapat dijumpai berbagai bahan organik (misal sisa sayur. 2) Industri Jenis polutan yang dihasilkan oleh industri sangat tergantung pada jenis industrinya sendiri. dan jamur. bahan bakar dan sistem pengelolaan limbah cair yang digunakan dalam industri tersebut. alumunium. . dan botol yang hanyut terbawa arus air. proses industri. minyak.

Cadmium (Cd).2008). 3) Pertanian dan perkebunan Polutan air dari pertanian/ perkebunan dapat berupa: 1. 4. Radioaktif Beberapa bahan radioaktif yang dihasilkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dapat pula menimbulkan pencemaran air. Zat kimia Misalnya: berasal dari penggunaan pupuk. bakteri. parasit. Pestisida dan jenis logam berat lainnya. .22 2. 3. dan mempercepat pertumbuhan tanaman. yang berasal dari kotoran ternak dan cacing tambang di lokasi perkebunan. pestisida seperti DDT. mendapatkan bibit unggul. parasit dan lain-lainnya. 2. Mikrobiologi Misalnya: virus. 3. Zat radioaktif Berasal dari zat radioaktif yang dipakai dalam pematangan buah. (Mukono. Mikrobiologi Berbagai macam bakteri. Timah hitam (Pb). Dieldrin danlain-lain. virus. Kimia Bahan pencemar yang berbahaya: Merkuri (Hg).

Jenis/skala industri Jumlah pekerja Lama beroperasi Besar modal tiap produksi Pendapatan tiap produksi : Variabel yang diteliti : Variabel yang tidk diteliti Gambar 2. 5. 1000C Cair Padat Cair Padat Cair Gas Cair Pengepresan Padat Cair Proses Penggilingan Basah Padat Pengeringan pada suhu 450 – 500C Penggilingan Kering dan Disaring Gas Padat Padat Input Pengemasan Padat Output Tepung ikan jadi Sungai/IPAL Karakteristik Industri: 1.23 2. 3.1 Kerangka konseptual Penelitian . 4. 2.5 Kerangka Konseptual Industri Pengolahan Tepung Ikan Pemilahan bahan baku Pencucian bahan baku Pencacahan bahan baku Pengukusan 30 Menit.