P. 1
Asal Mula Manusia

Asal Mula Manusia

|Views: 63|Likes:

More info:

Published by: Ichigo Izzansaki Kidz on Aug 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/02/2012

pdf

text

original

Asal Mula Manusia, Teori Evolusi Darwin vs Nabi Adam a.

s
Jika kita berdebat tentang asal mula manusia, maka yang terpikir, terlintas, atau terbersit pertama kali dipikiran adalah teori evolusi Charles Darwin. Dalam teori evolusi Charles Darwin dijelaskan bahwa manusia pertama adalah kera, sedangkan dalam kitab suci umat Islam yaitu AlQur'an, dijelaskan bahwa manusia pertama adalah Nabi adam a.s. Namun, hingga saat ini para ilmuwan masih terus mencari bukti untuk memastikan asal mula manusia. Sekarang saya ingin mengajak sobat berpikir terlebih dahulu, teori mana yang sekiranya mampu sobat logika kan? Mari kita pikirkan bersama-sama mulai dari sekarang..! Waktu berpikir habis. Ok, sekarang sobat simpan dulu jawaban sobat karena kita akan membahasnya sekarang bersama-sama. Sebelumnya, saya ingin mengibaratkan suatu percakapan yang mungkin terjadi antara seorang cucu dan seorang nenek moyangnya. Berikut saya sajikan percakapan mereka (Lucy sebagai Nenek Moyang dan Iva sebagai Cucu).

Klik untuk memperbesar Yak, percakapan diatas muncul berdasarkan Teori Evolusi Cahrles Darwin. Berdasarkan logika yang sobat miliki, mungkinkah hal demikian terjadi? Mari kita bahas bersama-sama.

ditetapkanlah: empat kelompok dasar sebagai berikut 1. . Australophithecines Homo habilis Homo erectus Homo sapiens Asal Mula Manusia berdasarkan Al-Qur'an (Nabi Adam a.Teori asal mula manusia menurut charles darwin Pernyataan Darwin mendukung bahwa manusia modern berevolusi dari sejenis makhluk yang mirip kera. 2. dinyatakan bahwa terdapat beberapa bentuk peralihan antara manusia moderen dan nenek moyangnya. kejadian itu diabadikan. Menurut skenario yang sungguh dibuat-buat ini.s) Saat Allah Swt. 4. yang diduga telah dimulai dari 5 atau 6 juta tahun yang lalu. 3. Di dalam Al-Quran. Malaikat Jibril seolah khawatir karena takut manusia akan berbuat kerusakan di muka bumi. merencanakan penciptaan manusia. ketika Allah mulai membuat “cerita” tentang asal-usul manusia. Selama proses evolusi tanpa bukti ini.

Firman inilah yang membuat malaikat bersujud kepada manusia. Kami berikan mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyak makhluk yang telah Kami ciptakan. Kami angkut mereka didaratan dan di lautan. Maka." (QS. sementara iblis tetap dalam kesombongannya dengan tidak melaksanakan firman Allah. gunung.. Adam melahirkan keturunan yang menyebar ke berbagai benua diseluruh penjuru bumi. Dari Adam inilah cikal bakal manusia diseluruh permukaan bumi. Adam adalah ciptaan Allah yang memiliki akal sehingga memiliki kecerdasan. Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat. gurun pasir dan wilayah lainnya diseluruh penjuru bumi. bisa menerima ilmu pengetahuan dan bisa mengatur kehidupan sendiri. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT yang berbunyi: "Dan sesungguhnya Kami muliakan anak-anak Adam. Kemudian Allah menciptakan Hawa sebagi teman hidup Adam. maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud" (QS. apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya.". Inilah dosa yang pertama kali dilakukan oleh makhluk Allah yaitu kesombongan. Allah menghukum Adam dan Hawa sehingga diturunkan kebumi dan pada akhirnya Adam dan Hawa bertaubat. namun Adam dan Hawa menetap dibumi. untuk menghuni dan memelihara bumi yang Allah ciptakan. Al Hijr: 28-29). namun Iblis menggoda mereka sehingga terjebaklah Adam dan Hawa dalam kondisi yang menakutkan. Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Allah berpesan pada Adam dan Hawa untuk tidak mendekati salah satu buah di surga. Karena kesombongan tersebut Iblis menjadi makhluk paling celaka dan sudah dipastikan masuk neraka. menempati lembah. Taubat mereka diterima oleh Allah. Melalui pernikahannya dengan Hawa. Baca Surat Al-Baqarah Ayat 33-39. al-Isra' [17]: 70) . Inilah keunikan manusia yang Allah ciptakan untuk menjadi penguasa didunia. 'Sesungguhnya. dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku.

Mata setengah jadi tidak akan bisa melihat. Mata Ilmu pengetahuan mengakui bahwa mata hanya dapat berfungsi jika tersusun sepenuhnya.Penemuan fosil dari waktu kewaktu belum menemukan adanya bentuk transisi. lagi-lagi Teori Darwin dinyatakn runtuh. Darwin bisa melihat sel hanya permukaannya saja yang berupa kotak sederhana. dari kera menjadi manusia dalam waktu yang lama. 2. "Jika setiap spesies berasal dari spesies lain secara bertahap. Sel Menuru Darwin manusia dan semua makhluk hidup berasal dari nenek moyang yang sama yang berupa makhluk bersel satu. Namun nyatanya dulu. Oleh karena itu. Darwin menulis. . Ia menyatakan jika tidak ditemukan bentuk transisi dan ada bentuk yang tidak mungkin terjadi karena evolusi karena tak tersederhanakan maka teorinya runtuh. Hal ini tidak bisa terjadi pada mata. Sehingga secara otomatis Teori Darwin runtuh dengan sendirinya. Teori evolusi menyatakan bahwa manusia terjadi melalui proses secara bertahap secara kebetulan. mengapa dimana-mana kita tidak melihat bentuk transisi yang amat banyak? Akan tetapi. Oleh karena itu teori evolusi dinyatakan runtuh. The Origin of Species. Maka akan terjadi proses setengah jadi lalu jadi. dikawasan antara. karena mata tersusun atas bagian yang sangat komplek dan tak tersederhanakan. Temuan Fosil Dalam bukunya. yang mempunyai kondisi antara kehidupan. Jika kehilangan lensa mata saja. mengapa kita sekarang tidak menemukan jenis yang kemungkinan besar merupakan perantara? Disana terlihat jelas bahwa Darwin menyadari kelemahan teorinya. Darwin juga tidak mampu menjelaskan asal usul sel tersebut.Ada tiga alasan ilmiah yang menjadi dasar bahwa manusia bukan berasal dari kera: 1. maka mata akan rusak dan tidak dapat melihat sama sekali. 3. Makhluk bersel satu tersebut terus berevolusi hingga menjadi kera.

. Muslim 2653.s “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.” (At Tin : 5) Allah Subhanahuwa Ta‟ala berfirman kepada para Malaikat-Nya sebelum menciptakan Adam a. Manusia bukan dari kera melainkan dari manusia pertama bernama ADAM. Asal usul manusia dari kera hanyalah mitos yang direka-reka. Asalkan tidak menimbulkan perpecahan antara satu dan lainnya. shahih) Bagaimana Kita Diciptakan? Allah Subhanahu wa Ta‟ala berfirman : “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.!! Takdir telah ditetapkan 50.s yang diciptakan oleh Allah SWT dan diturunkan dari surga. Apapun yang menjadi kepercayaan kita..000 tahun sebelumnya diciptakan Langit dan Bumi. .” (Shad : 71) Begitu pula dalam ayat lain Allah Subhanahu wa Ta‟ala mengingatkan orang-orang musyrikin yang ingkar dan sombong tentang dari apa mereka diciptakan.” (HR. sebagaimana sabda Nabi Shallallahu „Alaihi Wa Sallam dari Abdullah bin „Amr radhiallahu „anhuma : “Sesungguhnya Allah menetapkan takdir-takdir makhluknya 50. Karena Indonesia harus tetap bersatu. itu adalah hak masing-masing.000 (Lima puluh ribu) Tahun sebelum menciptakan langit-langit dan bumi.Kesimpulan Jadi. asal-usul manusia adalah Nabi Adam a.

Begitu pula penggambaran penciptaan Adam „Alaihis Salam yang Dia ciptakan dari suatu saripati yang berasal dari tanah berwarna hitam yang berbau busuk dan diberi bentuk. berkata Tirmidzi : „Hasan shahih‟. Berkaitan dengan hal di atas.Dia Yang Maha Tinggi berfirman : “Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat. kemudian dari segumpal darah.” (Al Hajj : 5) Ayat-ayat di atas menerangkan tahap-tahap penciptaan manusia dari suatu keadaan kepada keadaan lain. dan ada pula yang keras. Di antara mereka ada yang bertabiat lembut. ada yang berperangai buruk (kafir) dan ada yang baik (Mukmin). lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Di antara mereka ada yang berkulit merah. Dishahihkan oleh Asy Syaikh Nashiruddin Al Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi juz 3 hadits 2355 dan Shahih Sunan Abu Daud juz 3 hadits 3925) . yang menunjukkan akan kesempurnaan kekuasaan-Nya sehingga Dia Jalla wa „Alaa saja yang berhak untuk diibadahi. kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi … . sungguh ia telah kufur terhadap pengkabaran dari Allah Subhanahu wa Ta‟ala sendiri. Allah Subhanahu wa Ta‟ala berfirman : “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.” (Al Hijr : 26) Tanah tersebut diambil dari seluruh bagiannya. maka Allah Subhanahuwa Ta‟ala telah menentukan tahapantahapan penciptaan itu dan begitu pula Rasul-Nya Shallallahu „Alaihi Wa Sallam telah memberikan kabar kepada kita akan hal tersebut dalam hadits-haditsnya. jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur). kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna.” (HR. maka ketahuilah sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah. kemudian dari setetes mani. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang berbentuk (lain). Imam Ahmad. lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging. Abu Daud.” (Al Mukminun : 12-14) “Wahai manusia. Maka Maha Sucilah Allah. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah. “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang telah ditentukan. Maka datanglah anak Adam (memenuhi penjuru bumi dengan beragam warna kulit dan tabiat). Barangsiapa yang mengingkari hal ini. hitam. dan di antara yang demikian. dan Tirmidzi.” (Ash Shaffat : 11) Dua ayat di atas dan ayat-ayat Al Qur‟an lainnya yang serupa dengannya menunjukkan bahwasanya asal kejadian manusia dari tanah. agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim. Pencipta Yang Paling Baik. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). putih. sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wa Sallam : “Sesungguhnya Allah menciptakan Adam dari segenggam (sepenuh telapak tangan) tanah yang diambil dari seluruh bagiannya. dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang.

Dari „alaqah menjadi mudhghah yakni sepotong daging kecil yang belum memiliki bentuk.Semoga Allah merahmati orang yang berkata dalam bait syi’irnya : Diciptakan manusia dari saripati yang berbau busuk. Allah jadikan „alaqah yakni segumpal darah beku yang bergantung di dinding rahim. dan meraba. Dia nyatakan dalam firman-Nya : “Bukankah Kami menciptakan kalian dari air yang hina? Kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim) sampai waktu yang ditentukan. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir juz 3 halaman 457) Allah Subhanahu wa Ta‟ala berfirman : “Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. sebagaimana firman-Nya : “Dia menciptakan kamu dari seorang diri. Lalu Dia menciptakan daging untuk menyelubungi tulang-tulang tersebut agar menjadi kokoh dan kuat. kemudian Dia jadikan daripadanya istrinya … . dan lain-lain) .” (Az Zumar : 6) Dalam ayat lain : “Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan istrinya. Dan ke saripati itulah semua manusia akan kembali. antara lain dalam Tafsir Ath Thabari. lalu bergeraklah makhluk tersebut menjadi makhluk baru yang dapat melihat. Dia ciptakan pula Hawa „Alaihas Salam dari Adam. (Lihat Tafsir Ath Thabari juz 9 halaman 202) Allah Subhanahu wa Ta‟ala menempatkan nuthfah (yakni air mani yang terpancar dari laki-laki dan perempuan dan bertemu ketika terjadi jima‟) dalam rahim seorang ibu sampai waktu tertentu. Ditiupkanlah ruh. Setelah Allah Subhanahu wa Ta‟ala menciptakan Adam „Alaihis Salam dari tanah. Dia Yang Maha Kuasa menjadikan rahim itu sebagai tempat yang aman dan kokoh untuk menyimpan calon manusia. dua kaki dengan tulang-tulang dan urat-uratnya.” (Al A‟raf : 189) Dari Adam dan Hawa „Alaihimas Salam inilah terlahir anak-anak manusia di muka bumi dan berketurunan dari air mani yang keluar dari tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan hingga hari kiamat nanti. agar dia merasa senang kepadanya … . Allah Subhanahu wa Ta‟ala kemudian membentuknya memiliki kepala. mendengar. (Bisa dilihat keterangan tentang hal ini dalam kitab-kitab tafsir. Setelah itu dari sepotong daging bakal anak manusia tersebut.” (As Sajdah : 7-8) Imam Thabari rahimahullah dan selainnya mengatakan bahwa diciptakan anak Adam dari mani Adam dan Adam sendiri diciptakan dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (mani).” (Al Mursalat : 20-22) Dari nuthfah. Tafsir Ibnu Katsir. dua tangan.

Mujahid. dan 40 hari ketiga dalam bentuk segumpal daging. Demi Allah yang tiada illah selain Dia. sengsara atau bahagia. „Ikrimah. Abu Malik. shahih) Berita Nubuwwah di atas mengabarkan bahwa proses perubahan janin anak manusia berlangsung selama 120 hari dalam tiga bentuk yang tiap-tiap bentuk berlangsung selama 40 hari. ditentukan rezkinya.” (Az Zumar : 6) Yang dimaksud “tiga kegelapan” dalam ayat di atas adalah kegelapan dalam selaput yang menutup bayi dalam rahim.” (HR. dan Ibnu Zaid. As Sudy. Bukhari 6/303 -Fathul Bari dan Muslim 2643. Adh Dhahhak. Abi „Abdurrahman „Abdullah bin Mas‟ud radhiallahu „anhu berkata : Telah menceritakan kepada kami Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wa Sallam dan beliau adalah yang selalu benar (jujur) dan dibenarkan. Dari „alaqah menjadi mudhghah dan seterusnya tanpa membelah perut sang ibu bahkan calon manusia tersebut tersembunyi dalam tiga kegelapan. dan kegelapan dalam perut. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir juz 4 halaman 46 dan keterangan dalam Adlwaul Bayan juz 5 halaman 778) Sekarang kita lihat keterangan tentang kejadian manusia dari hadits-hadits Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wa Sallam. ajalnya. lalu ia beramal dengan amalan ahli neraka sehingga ia memasukinya.Semoga Allah meridhai „Umar Ibnul Khaththab. Pencipa Yang Paling Baik. Beliau bersabda (yang artinya) “Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan kejadiannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nuthfah. Qatadah. ketika turun awal ayat di atas (tentang penciptaan manusia) terucap dari lisannya pujian : “Fatabarakallahu ahsanul khaliqin” Maha Suci Allah. Kemudian diutus kepadanya seorang Malaikat maka ia meniupkan ruh kepadanya dan ditetapkan empat perkara. Maka telah mendahuluinya ketetapan takdir. kegelapan dalam rahim. sebagaimana firman-Nya : “ … Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan … . amalnya. sungguh salah seorang di antara kalian ada yang beramal dengan amalan ahli Surga sehingga tidak ada di antara dia dan Surga melainkan hanya tinggal sehasta. Demikian yang dikatakan Ibnu „Abbas. maka telah mendahuluinya ketetapan takdir. Maha Kuasa Allah Tabaraka wa Ta‟ala. Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga (40 hari). lalu ia beramal dengan amalan ahli Surga sehingga ia memasukinya. 40 hari kedua dalam bentuk segumpal darah. Setelah berlalu 120 hari. Allah perintahkan seorang Malaikat untuk meniupkan ruh dan menuliskan untuknya 4 perkara di atas. . Dan sungguh salah seorang di antara kalian ada yang beramal dengan amalan ahli neraka sehingga tidak ada antara dia dan neraka melainkan hanya tinggal sehasta. Kemudian menjadi gumpalan seperti sekerat daging selama itu pula. Dia memindahkan calon manusia dari nuthfah menjadi „alaqah. Yakni 40 hari pertama sebagai nuthfah.

Muslim dan Hudzaifah bin Usaid radhiallahu „anhu. Allah mengutus padanya seorang Malaikat. dan tulangnya. maka Malaikat itu berkata : “Wahai Rabbku! Apakah (nasibnya) sengsara atau bahagia?” Lalu ia menulisnya. Yang demikian itu terjadi pada waktu 40 hari yang ketiga saat janin berbentuk mudhghah dan sebelum ditiupkannya ruh karena ruh baru ditiup setelah sempurna bentuknya.” Maka apabila Allah menghendaki untuk menetapkan penciptaannya. Akan tetapi yang dimaksudkan maka dia membentuknya dan membentuk pendengarannya. kulitnya. Adapun Malaikat yang ditugasi. Bukhari `11/477 -Fathul Bari dan Muslim 2646 riwayat dari Anas bin Malik radhiallahu „anhu) Dari beberapa riwayat di atas. Kemudian pada waktu yang lain. atsarnya. Urutan perubahan tersebut sebagaimana firman Allah Ta‟ala dalam surat Al Mukminun ayat 12 sampai 14. dan rezkinya. ini mudhghah” pada waktu-waktu tertentu saat terjadinya perubahan dengan perintah Allah dan Dia Subhanahu wa Ta‟ala Maha Tahu. (Lihat keterangan hal ini dalam Shahih Muslim Syarah Imam An Nawawi. Kemudian Malaikat itu berkata : “Wahai Rabbku! Laki-laki atau perempuan … . (HR. ajal. ajalnya. penglihatan. amal. daging. dan tulang. wahai Rabbku! Segumpal daging. (HR. Adapun sabda beliau Shallallahu „Alaihi Wa Sallam : Apabila telah melewati nuthfah waktu 42 malam.” Al Qadhi „Iyadl dan selainnya mengatakan bahwasanya sabda beliau Shallallahu „Alaihi Wa Sallam di atas tidak menunjukkan dhahirnya dan tidak benar pendapat yang membawakan hadits ini pada makna dhahirnya. Malaikat itu berkata : “Wahai Rabbku! Nuthfah. kemudian digulung lembaran catatan tidak ditambah padanya dan tidak dikurangi. ia baru mengetahui setelah terjadinya perubahan tersebut karena tidaklah semua nuthfah akan menjadi anak.Dalam riwayat lain : Malaikat masuk menuju nuthfah setelah nuthfah itu menetap dalam rahim selama 40 atau 45 malam. dan sengsara atau bahagianya. kemudian pelaksanaannya pada waktu yang lain (pada waktu 40 hari yang ketiga) dan tidak mungkin pada waktu 40 hari yang pertama. shahih) Dalam Ash Shahihain dari Anas bin Malik radhiallahu „anhu dari Nabi Shallallahu „Alaihi Wa Sallam bersabda : Allah mewakilkan seorang Malaikat untuk menjaga rahim. dagingnya. panglihatannya. penglihatannya … dan seterusnya adalah bahwasanya Malaikat itu menulis yang demikian. maka dia membentuknya dan membentuk pendengarannya. Perubahan nuthfah itu terjadi pada waktu 40 hari yang pertama dan saat itulah ditulis rezki. ulama menggabungkannya sehingga dipahami bahwasanya Malaikat yang ditugasi menjaga rahim terus memperhatikan keadaan nuthfah dan ia berkata : “Wahai Rabbku! Ini „alaqah. apakah calon manusia itu laki-laki ataukah perempuan. halaman 189-191) . Malaikat itu berkata : “Wahai Rabbku! Laki-laki atau perempuan? Apakah (nasibnya) sengsara atau bahagia? Bagaimana dengan rezkinya? Bagaimana ajalnya?” Maka ditulis yang demikian dalam perut ibunya. Kemudian berkata lagi : “Wahai Rabbku! Laki-laki atau perempuan?” Lalu ia menulisnya dan ditulis (pula) amalnya. Wahai Rabbku! Segumpal darah. kulit. Malaikat tersebut menjalankan tugas yang lain yakni membentuk calon manusia tersebut dan membentuk pendengaran.

penulisan Malaikat terjadi setelah waktu 40 hari yang pertama. Karena itu bila janin seorang wanita gugur setelah sempurna 4 bulan. sedikit demi sedikit hingga berubah menjadi mudhghah. tidaklah bertentangan dengan hadits-hadits yang lain. Karena pembentukan Malaikat atas nuthfah terjadi setelah nuthfah tersebut bergantung di dinding rahim selama 40 hari yakni ketika telah berubah menjadi mudhghah. Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga. Kemudian menjadi segumpal daging selama itu juga. rezkinya dan ajalnya. yakni pada masa itu disebutkan bagaimana pembentukan calon anak manusia dan Malaikat yang ditugasi menuliskannya. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah membangun madzhabnya yang masyhur berdasarkan dhahir hadits Ibnu Mas‟ud bahwasanya anak ditiupkan ruh padanya setelah berlalu waktu 4 bulan. darah masih bercampur dengan nuthfah. Kemudian ditiupkan ruh padanya … .” Dalam ta‟liq kitab Tuhfatul Wadud halaman 203-204 disebutkan bahwasanya hadits yang menyatakan Malaikat membentuk nuthfah setelah berada di rahim selama 40 malam. Maka hadits yang pertama (hadits Hudzaifah) dibawa pengertiannya kepada pembentukan secara lafadh dan secara penulisan saja belum ada perbuatan. Riwayat-riwayat tersebut tidaklah bertentangan. janin tersebut dishalatkan (telah memiliki ruh kemudian meninggal). Imam An Nawawi rahimahullah menerangkan dalam Syarah Muslim (juz 5 halaman 191) setelah membawakan lafadh hadits dari Imam Bukhari berikut ini (yang artinya) : „Sesungguhnya penciptaan setiap kalian dikumpulkan dalam rahim ibunya selama 40 hari (sebagai nuthfah). Perubahan janin dari nuthfah menjadi „alaqah dan seterusnya itu berlangsung setahap demi setahap (tidak sekaligus). Wallahu A‟lam.‟ .” (Lihat Iqadzul Himam Al Muntaqa min Jami‟ Al „Ulum wa Al Hikam halaman 88-89 oleh Abi Usamah Salim bin „Ied Al Hilali) Kita lihat dalam hadits Ibnu Mas‟ud di atas bahwasanya penulisan Malaikat terjadi setelah berlalu waktu 40 hari yang ketiga.Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari (II/484) membawakan secara ringkas perkataan Ibnu Ash Shalah : “Adapun sabda beliau Shallallahu „Alaihi Wa Sallam dalam hadits Hudzaifah bahwasanya pembentukan terjadi pada awal waktu 40 hari yang kedua. maka pada waktu yang 10 hari itu ditiupkan padanya ruh dan dishalatkan atasnya (bila janin tersebut gugur). dan sebelum itu tidaklah ia dinamakan „alaqah. (Lihat Fathul Bari) Tatkala telah sempurna waktu 4 bulan. Diriwayatkan yang demikian juga dari Sa‟id Ibnul Musayyib dan merupakan salah satu dari pendapatnya Imam Syafi‟i dan Ishaq. Pada waktu 40 hari yang pertama. Dinukilkan dari Imam Ahmad bahwasanya ia berkata : “Apabila janin telah mencapai umur 4 bulan 10 hari. ditiupkanlah ruh dan hal ini telah disepakati oleh ulama. Kemudian Allah mengutus seorang Malaikat dan diperintah (untuk menuliskan) empat perkara. terus bercampur sedikit demi sedikit hingga sempurna menjadi „alaqah pada 40 hari yang kedua. Sedangkan dalam dhahir hadits Ibnu Mas‟ud dikatakan bahwa pembentukan baru terjadi setelah calon anak manusia menjadi mudhghah (segumpal daging). Sedangkan pada riwayat-riwayat di atas. Kemudian „alaqah bercampur dengan daging. sengsara atau bahagianya.

Adapun orang yang bahagia akan dimudahkan baginya untuk beramal dengan amalan orang yang bahagia. Bisa jadi (yang diberitakan dalam hadits Ibnu Mas‟ud) yang dimaksudkan adalah untuk susunan berita saja.000 tahun sebelumnya. Bukhari 11/330 -Fathul Bari) Dari tanah manusia berasal dan pada akhirnya akan kembali menjadi tanah. Mungkin ini bisa menjadi bahan renungan untuk kita semua. . maka setiap orang akan dimudahkan terhadap apa yang ditetapkan baginya. Al Lail : 5-7) [HR.” (QS. beliau bersabda : Pertama kali yang Allah ciptakan adalah pena (Al Qalam). Adapun orang yang sengsara akan dimudahkan baginya untuk beramal dengan amalan orang yang sengsara. Wallahu A‟lam Bis Shawab. beliau bersabda : “Sesungguhnya hanyalah amal-amal ditentukan pada akhirnya (penutupnya). Dishahihkan oleh Syaikh Salim Al Hilali dalam Iqadzul Himam) Banyak nash yang menyebutkan bahwa penetapan takdir seseorang apakah ia termasuk orang yang bahagia atau sengsara telah ditulis terdahulu. Karena takdir yang demikian telah ditetapkan 50.” Kemudian beliau membaca : “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (Surga). Demikian pula dalam hadits berikut. Bukhari 3/225 -Fathul Bari dan Muslim 2647] Bahagia atau sengsara seseorang ditentukan oleh akhir amalnya.” (HR. dari Sahl bin Sa‟ad radhiallahu „anhu dari Nabi Shallallahu „Alaihi Wa Sallam. Muslim 2653.” Maka seorang laki-laki berkata : “Wahai Rasulullah! Mengapa kita tidak mengikuti (saja) ketentuan kita (yang telah ditulis) dan kita tinggalkan amal?” Maka beliau bersabda : “Beramal-lah. Tirmidzi 2100. dan selain keduanya. Antara lain dalam Shahihain dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu „anhu bahwasanya Nabi Shallallahu „Alaihi Wa Sallam bersabda : “Tidak ada satu jiwa melainkan Allah telah menulis tempatnya di Surga atau di neraka dan telah ditulis sengsara atau bahagia.” (Fathul Bari 11/485) Yang jelas penulisan takdir untuk janin di perut ibunya bukanlah penulisan takdir yang ditetapkan untuk semua makhluk sebelum makhluk itu dicipta. sebagaimana diisyaratkan dalam hadits Ibnu Mas‟ud di atas. bukan susunan yang diberitakan. shahih) Dalam hadits „Ubadah bin Shamit radhiallahu „anhu dari Nabi Shallallahu „Alaihi Wa Sallam.” (HR.Ibnu Hajar rahimahullah berkata : Dan tidaklah yang dimaksudkan bahwasanya penulisan Malaikat itu baru terjadi setelah selesai tiga tahap kejadian (dari nuthfah sampai menjadi mudhghah). sebagaimana sabda Nabi Shallallahu „Alaihi Wa Sallam dari Abdullah bin „Amr radhiallahu „anhuma : “Sesungguhnya Allah menetapkan takdir-takdir makhluknya lima puluh ribu tahun sebelum menciptakan langit-langit dan bumi. maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Lalu Dia berfirman kepadanya : “Tulislah!” Maka pena menuliskan segala apa yang akan terjadi hingga hari kiamat. Abu Daud 4700. (HR.

5. 6. 2. 4. ANITA INDAH SARI DIYAH NOVITA SARI INDAH NOPITA NUR ROHMAH RIDA FARIDA SYAFIRA MUTIARA .Tugas pendidikan agama islam : Sejarah manusia NAMA KELOMPOK :: 1. 3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->