Asal Mula Manusia, Teori Evolusi Darwin vs Nabi Adam a.

s
Jika kita berdebat tentang asal mula manusia, maka yang terpikir, terlintas, atau terbersit pertama kali dipikiran adalah teori evolusi Charles Darwin. Dalam teori evolusi Charles Darwin dijelaskan bahwa manusia pertama adalah kera, sedangkan dalam kitab suci umat Islam yaitu AlQur'an, dijelaskan bahwa manusia pertama adalah Nabi adam a.s. Namun, hingga saat ini para ilmuwan masih terus mencari bukti untuk memastikan asal mula manusia. Sekarang saya ingin mengajak sobat berpikir terlebih dahulu, teori mana yang sekiranya mampu sobat logika kan? Mari kita pikirkan bersama-sama mulai dari sekarang..! Waktu berpikir habis. Ok, sekarang sobat simpan dulu jawaban sobat karena kita akan membahasnya sekarang bersama-sama. Sebelumnya, saya ingin mengibaratkan suatu percakapan yang mungkin terjadi antara seorang cucu dan seorang nenek moyangnya. Berikut saya sajikan percakapan mereka (Lucy sebagai Nenek Moyang dan Iva sebagai Cucu).

Klik untuk memperbesar Yak, percakapan diatas muncul berdasarkan Teori Evolusi Cahrles Darwin. Berdasarkan logika yang sobat miliki, mungkinkah hal demikian terjadi? Mari kita bahas bersama-sama.

Menurut skenario yang sungguh dibuat-buat ini. Di dalam Al-Quran.Teori asal mula manusia menurut charles darwin Pernyataan Darwin mendukung bahwa manusia modern berevolusi dari sejenis makhluk yang mirip kera. merencanakan penciptaan manusia. 3. kejadian itu diabadikan.s) Saat Allah Swt. yang diduga telah dimulai dari 5 atau 6 juta tahun yang lalu. dinyatakan bahwa terdapat beberapa bentuk peralihan antara manusia moderen dan nenek moyangnya. ditetapkanlah: empat kelompok dasar sebagai berikut 1. 2. . Malaikat Jibril seolah khawatir karena takut manusia akan berbuat kerusakan di muka bumi. 4. Selama proses evolusi tanpa bukti ini. ketika Allah mulai membuat “cerita” tentang asal-usul manusia. Australophithecines Homo habilis Homo erectus Homo sapiens Asal Mula Manusia berdasarkan Al-Qur'an (Nabi Adam a.

gurun pasir dan wilayah lainnya diseluruh penjuru bumi. untuk menghuni dan memelihara bumi yang Allah ciptakan. al-Isra' [17]: 70) . Hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT yang berbunyi: "Dan sesungguhnya Kami muliakan anak-anak Adam. 'Sesungguhnya.". Maka. Al Hijr: 28-29). Adam melahirkan keturunan yang menyebar ke berbagai benua diseluruh penjuru bumi. gunung. Baca Surat Al-Baqarah Ayat 33-39. Dari Adam inilah cikal bakal manusia diseluruh permukaan bumi. dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku. Inilah keunikan manusia yang Allah ciptakan untuk menjadi penguasa didunia. Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Kami berikan mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyak makhluk yang telah Kami ciptakan. menempati lembah. namun Iblis menggoda mereka sehingga terjebaklah Adam dan Hawa dalam kondisi yang menakutkan. bisa menerima ilmu pengetahuan dan bisa mengatur kehidupan sendiri. Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat. Melalui pernikahannya dengan Hawa. maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud" (QS. Inilah dosa yang pertama kali dilakukan oleh makhluk Allah yaitu kesombongan. Taubat mereka diterima oleh Allah.. Allah berpesan pada Adam dan Hawa untuk tidak mendekati salah satu buah di surga. Adam adalah ciptaan Allah yang memiliki akal sehingga memiliki kecerdasan. Kemudian Allah menciptakan Hawa sebagi teman hidup Adam." (QS. Allah menghukum Adam dan Hawa sehingga diturunkan kebumi dan pada akhirnya Adam dan Hawa bertaubat. apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya. Karena kesombongan tersebut Iblis menjadi makhluk paling celaka dan sudah dipastikan masuk neraka. Kami angkut mereka didaratan dan di lautan. sementara iblis tetap dalam kesombongannya dengan tidak melaksanakan firman Allah. Firman inilah yang membuat malaikat bersujud kepada manusia. namun Adam dan Hawa menetap dibumi.

Darwin bisa melihat sel hanya permukaannya saja yang berupa kotak sederhana. . dari kera menjadi manusia dalam waktu yang lama. Oleh karena itu teori evolusi dinyatakan runtuh. yang mempunyai kondisi antara kehidupan. The Origin of Species.Ada tiga alasan ilmiah yang menjadi dasar bahwa manusia bukan berasal dari kera: 1. Darwin juga tidak mampu menjelaskan asal usul sel tersebut. "Jika setiap spesies berasal dari spesies lain secara bertahap. mengapa kita sekarang tidak menemukan jenis yang kemungkinan besar merupakan perantara? Disana terlihat jelas bahwa Darwin menyadari kelemahan teorinya. Oleh karena itu. Temuan Fosil Dalam bukunya.Penemuan fosil dari waktu kewaktu belum menemukan adanya bentuk transisi. Jika kehilangan lensa mata saja. 2. Ia menyatakan jika tidak ditemukan bentuk transisi dan ada bentuk yang tidak mungkin terjadi karena evolusi karena tak tersederhanakan maka teorinya runtuh. mengapa dimana-mana kita tidak melihat bentuk transisi yang amat banyak? Akan tetapi. 3. Darwin menulis. Sel Menuru Darwin manusia dan semua makhluk hidup berasal dari nenek moyang yang sama yang berupa makhluk bersel satu. Hal ini tidak bisa terjadi pada mata. Mata setengah jadi tidak akan bisa melihat. maka mata akan rusak dan tidak dapat melihat sama sekali. Sehingga secara otomatis Teori Darwin runtuh dengan sendirinya. dikawasan antara. karena mata tersusun atas bagian yang sangat komplek dan tak tersederhanakan. lagi-lagi Teori Darwin dinyatakn runtuh. Namun nyatanya dulu. Teori evolusi menyatakan bahwa manusia terjadi melalui proses secara bertahap secara kebetulan. Mata Ilmu pengetahuan mengakui bahwa mata hanya dapat berfungsi jika tersusun sepenuhnya. Maka akan terjadi proses setengah jadi lalu jadi. Makhluk bersel satu tersebut terus berevolusi hingga menjadi kera.

asal-usul manusia adalah Nabi Adam a. itu adalah hak masing-masing.!! Takdir telah ditetapkan 50... Asalkan tidak menimbulkan perpecahan antara satu dan lainnya. shahih) Bagaimana Kita Diciptakan? Allah Subhanahu wa Ta‟ala berfirman : “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.000 (Lima puluh ribu) Tahun sebelum menciptakan langit-langit dan bumi.000 tahun sebelumnya diciptakan Langit dan Bumi. .s yang diciptakan oleh Allah SWT dan diturunkan dari surga. Asal usul manusia dari kera hanyalah mitos yang direka-reka.” (HR. Muslim 2653.Kesimpulan Jadi. sebagaimana sabda Nabi Shallallahu „Alaihi Wa Sallam dari Abdullah bin „Amr radhiallahu „anhuma : “Sesungguhnya Allah menetapkan takdir-takdir makhluknya 50. Manusia bukan dari kera melainkan dari manusia pertama bernama ADAM.” (Shad : 71) Begitu pula dalam ayat lain Allah Subhanahu wa Ta‟ala mengingatkan orang-orang musyrikin yang ingkar dan sombong tentang dari apa mereka diciptakan.s “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Karena Indonesia harus tetap bersatu. Apapun yang menjadi kepercayaan kita.” (At Tin : 5) Allah Subhanahuwa Ta‟ala berfirman kepada para Malaikat-Nya sebelum menciptakan Adam a.

kemudian dari setetes mani. kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi … . putih. “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.” (Al Hijr : 26) Tanah tersebut diambil dari seluruh bagiannya.” (Al Mukminun : 12-14) “Wahai manusia. sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wa Sallam : “Sesungguhnya Allah menciptakan Adam dari segenggam (sepenuh telapak tangan) tanah yang diambil dari seluruh bagiannya. maka Allah Subhanahuwa Ta‟ala telah menentukan tahapantahapan penciptaan itu dan begitu pula Rasul-Nya Shallallahu „Alaihi Wa Sallam telah memberikan kabar kepada kita akan hal tersebut dalam hadits-haditsnya. Di antara mereka ada yang berkulit merah. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang berbentuk (lain). Abu Daud. apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang telah ditentukan. Berkaitan dengan hal di atas. berkata Tirmidzi : „Hasan shahih‟. Pencipta Yang Paling Baik. Maka Maha Sucilah Allah. jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur). agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim. Begitu pula penggambaran penciptaan Adam „Alaihis Salam yang Dia ciptakan dari suatu saripati yang berasal dari tanah berwarna hitam yang berbau busuk dan diberi bentuk.Dia Yang Maha Tinggi berfirman : “Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.” (Al Hajj : 5) Ayat-ayat di atas menerangkan tahap-tahap penciptaan manusia dari suatu keadaan kepada keadaan lain. lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging. hitam. lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. dan Tirmidzi. dan ada pula yang keras. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna. maka ketahuilah sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah.” (HR. dan di antara yang demikian. Dishahihkan oleh Asy Syaikh Nashiruddin Al Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi juz 3 hadits 2355 dan Shahih Sunan Abu Daud juz 3 hadits 3925) . kemudian dari segumpal darah. sungguh ia telah kufur terhadap pengkabaran dari Allah Subhanahu wa Ta‟ala sendiri. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah. Di antara mereka ada yang bertabiat lembut. ada yang berperangai buruk (kafir) dan ada yang baik (Mukmin). yang menunjukkan akan kesempurnaan kekuasaan-Nya sehingga Dia Jalla wa „Alaa saja yang berhak untuk diibadahi.” (Ash Shaffat : 11) Dua ayat di atas dan ayat-ayat Al Qur‟an lainnya yang serupa dengannya menunjukkan bahwasanya asal kejadian manusia dari tanah. Barangsiapa yang mengingkari hal ini. Imam Ahmad. dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. Allah Subhanahu wa Ta‟ala berfirman : “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Maka datanglah anak Adam (memenuhi penjuru bumi dengan beragam warna kulit dan tabiat).

dan lain-lain) . agar dia merasa senang kepadanya … . Allah jadikan „alaqah yakni segumpal darah beku yang bergantung di dinding rahim. (Bisa dilihat keterangan tentang hal ini dalam kitab-kitab tafsir. Lalu Dia menciptakan daging untuk menyelubungi tulang-tulang tersebut agar menjadi kokoh dan kuat. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir juz 3 halaman 457) Allah Subhanahu wa Ta‟ala berfirman : “Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. antara lain dalam Tafsir Ath Thabari. mendengar. (Lihat Tafsir Ath Thabari juz 9 halaman 202) Allah Subhanahu wa Ta‟ala menempatkan nuthfah (yakni air mani yang terpancar dari laki-laki dan perempuan dan bertemu ketika terjadi jima‟) dalam rahim seorang ibu sampai waktu tertentu.” (As Sajdah : 7-8) Imam Thabari rahimahullah dan selainnya mengatakan bahwa diciptakan anak Adam dari mani Adam dan Adam sendiri diciptakan dari tanah. Dia ciptakan pula Hawa „Alaihas Salam dari Adam.” (Az Zumar : 6) Dalam ayat lain : “Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan istrinya.Semoga Allah merahmati orang yang berkata dalam bait syi’irnya : Diciptakan manusia dari saripati yang berbau busuk. lalu bergeraklah makhluk tersebut menjadi makhluk baru yang dapat melihat. dua tangan. Dia nyatakan dalam firman-Nya : “Bukankah Kami menciptakan kalian dari air yang hina? Kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim) sampai waktu yang ditentukan.” (Al A‟raf : 189) Dari Adam dan Hawa „Alaihimas Salam inilah terlahir anak-anak manusia di muka bumi dan berketurunan dari air mani yang keluar dari tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan hingga hari kiamat nanti. Setelah itu dari sepotong daging bakal anak manusia tersebut. dua kaki dengan tulang-tulang dan urat-uratnya. Dan ke saripati itulah semua manusia akan kembali. Ditiupkanlah ruh.” (Al Mursalat : 20-22) Dari nuthfah. kemudian Dia jadikan daripadanya istrinya … . Allah Subhanahu wa Ta‟ala kemudian membentuknya memiliki kepala. Dari „alaqah menjadi mudhghah yakni sepotong daging kecil yang belum memiliki bentuk. Dia Yang Maha Kuasa menjadikan rahim itu sebagai tempat yang aman dan kokoh untuk menyimpan calon manusia. sebagaimana firman-Nya : “Dia menciptakan kamu dari seorang diri. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (mani). Setelah Allah Subhanahu wa Ta‟ala menciptakan Adam „Alaihis Salam dari tanah. Tafsir Ibnu Katsir. dan meraba.

” (HR. dan 40 hari ketiga dalam bentuk segumpal daging. Dan sungguh salah seorang di antara kalian ada yang beramal dengan amalan ahli neraka sehingga tidak ada antara dia dan neraka melainkan hanya tinggal sehasta. Dia memindahkan calon manusia dari nuthfah menjadi „alaqah. ajalnya. Demi Allah yang tiada illah selain Dia. shahih) Berita Nubuwwah di atas mengabarkan bahwa proses perubahan janin anak manusia berlangsung selama 120 hari dalam tiga bentuk yang tiap-tiap bentuk berlangsung selama 40 hari. Abu Malik. Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga (40 hari). Kemudian diutus kepadanya seorang Malaikat maka ia meniupkan ruh kepadanya dan ditetapkan empat perkara. Maka telah mendahuluinya ketetapan takdir. sungguh salah seorang di antara kalian ada yang beramal dengan amalan ahli Surga sehingga tidak ada di antara dia dan Surga melainkan hanya tinggal sehasta. Adh Dhahhak. dan kegelapan dalam perut. lalu ia beramal dengan amalan ahli Surga sehingga ia memasukinya. sebagaimana firman-Nya : “ … Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan … . Mujahid. kegelapan dalam rahim. dan Ibnu Zaid. Kemudian menjadi gumpalan seperti sekerat daging selama itu pula.Semoga Allah meridhai „Umar Ibnul Khaththab. maka telah mendahuluinya ketetapan takdir. sengsara atau bahagia. lalu ia beramal dengan amalan ahli neraka sehingga ia memasukinya. amalnya. Abi „Abdurrahman „Abdullah bin Mas‟ud radhiallahu „anhu berkata : Telah menceritakan kepada kami Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wa Sallam dan beliau adalah yang selalu benar (jujur) dan dibenarkan. Allah perintahkan seorang Malaikat untuk meniupkan ruh dan menuliskan untuknya 4 perkara di atas. Setelah berlalu 120 hari. Yakni 40 hari pertama sebagai nuthfah. Beliau bersabda (yang artinya) “Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan kejadiannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nuthfah.” (Az Zumar : 6) Yang dimaksud “tiga kegelapan” dalam ayat di atas adalah kegelapan dalam selaput yang menutup bayi dalam rahim. Maha Kuasa Allah Tabaraka wa Ta‟ala. . Dari „alaqah menjadi mudhghah dan seterusnya tanpa membelah perut sang ibu bahkan calon manusia tersebut tersembunyi dalam tiga kegelapan. „Ikrimah. 40 hari kedua dalam bentuk segumpal darah. ketika turun awal ayat di atas (tentang penciptaan manusia) terucap dari lisannya pujian : “Fatabarakallahu ahsanul khaliqin” Maha Suci Allah. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir juz 4 halaman 46 dan keterangan dalam Adlwaul Bayan juz 5 halaman 778) Sekarang kita lihat keterangan tentang kejadian manusia dari hadits-hadits Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wa Sallam. ditentukan rezkinya. As Sudy. Demikian yang dikatakan Ibnu „Abbas. Bukhari 6/303 -Fathul Bari dan Muslim 2643. Pencipa Yang Paling Baik. Qatadah.

ajalnya. ia baru mengetahui setelah terjadinya perubahan tersebut karena tidaklah semua nuthfah akan menjadi anak. Allah mengutus padanya seorang Malaikat. dan tulangnya. Kemudian berkata lagi : “Wahai Rabbku! Laki-laki atau perempuan?” Lalu ia menulisnya dan ditulis (pula) amalnya. kulit. Perubahan nuthfah itu terjadi pada waktu 40 hari yang pertama dan saat itulah ditulis rezki. kemudian digulung lembaran catatan tidak ditambah padanya dan tidak dikurangi. halaman 189-191) . Urutan perubahan tersebut sebagaimana firman Allah Ta‟ala dalam surat Al Mukminun ayat 12 sampai 14. ulama menggabungkannya sehingga dipahami bahwasanya Malaikat yang ditugasi menjaga rahim terus memperhatikan keadaan nuthfah dan ia berkata : “Wahai Rabbku! Ini „alaqah. (HR. apakah calon manusia itu laki-laki ataukah perempuan. maka Malaikat itu berkata : “Wahai Rabbku! Apakah (nasibnya) sengsara atau bahagia?” Lalu ia menulisnya. shahih) Dalam Ash Shahihain dari Anas bin Malik radhiallahu „anhu dari Nabi Shallallahu „Alaihi Wa Sallam bersabda : Allah mewakilkan seorang Malaikat untuk menjaga rahim. Malaikat itu berkata : “Wahai Rabbku! Nuthfah. Muslim dan Hudzaifah bin Usaid radhiallahu „anhu. ini mudhghah” pada waktu-waktu tertentu saat terjadinya perubahan dengan perintah Allah dan Dia Subhanahu wa Ta‟ala Maha Tahu. Akan tetapi yang dimaksudkan maka dia membentuknya dan membentuk pendengarannya. Kemudian Malaikat itu berkata : “Wahai Rabbku! Laki-laki atau perempuan … . Kemudian pada waktu yang lain.Dalam riwayat lain : Malaikat masuk menuju nuthfah setelah nuthfah itu menetap dalam rahim selama 40 atau 45 malam. panglihatannya.” Maka apabila Allah menghendaki untuk menetapkan penciptaannya. maka dia membentuknya dan membentuk pendengarannya. Malaikat itu berkata : “Wahai Rabbku! Laki-laki atau perempuan? Apakah (nasibnya) sengsara atau bahagia? Bagaimana dengan rezkinya? Bagaimana ajalnya?” Maka ditulis yang demikian dalam perut ibunya. (HR. dan rezkinya. Bukhari `11/477 -Fathul Bari dan Muslim 2646 riwayat dari Anas bin Malik radhiallahu „anhu) Dari beberapa riwayat di atas. Yang demikian itu terjadi pada waktu 40 hari yang ketiga saat janin berbentuk mudhghah dan sebelum ditiupkannya ruh karena ruh baru ditiup setelah sempurna bentuknya. Malaikat tersebut menjalankan tugas yang lain yakni membentuk calon manusia tersebut dan membentuk pendengaran. kulitnya. ajal. Adapun Malaikat yang ditugasi. daging. (Lihat keterangan hal ini dalam Shahih Muslim Syarah Imam An Nawawi. dagingnya. amal. penglihatannya … dan seterusnya adalah bahwasanya Malaikat itu menulis yang demikian. wahai Rabbku! Segumpal daging.” Al Qadhi „Iyadl dan selainnya mengatakan bahwasanya sabda beliau Shallallahu „Alaihi Wa Sallam di atas tidak menunjukkan dhahirnya dan tidak benar pendapat yang membawakan hadits ini pada makna dhahirnya. kemudian pelaksanaannya pada waktu yang lain (pada waktu 40 hari yang ketiga) dan tidak mungkin pada waktu 40 hari yang pertama. Wahai Rabbku! Segumpal darah. dan sengsara atau bahagianya. Adapun sabda beliau Shallallahu „Alaihi Wa Sallam : Apabila telah melewati nuthfah waktu 42 malam. atsarnya. dan tulang. penglihatan.

janin tersebut dishalatkan (telah memiliki ruh kemudian meninggal). terus bercampur sedikit demi sedikit hingga sempurna menjadi „alaqah pada 40 hari yang kedua.” Dalam ta‟liq kitab Tuhfatul Wadud halaman 203-204 disebutkan bahwasanya hadits yang menyatakan Malaikat membentuk nuthfah setelah berada di rahim selama 40 malam. Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah membangun madzhabnya yang masyhur berdasarkan dhahir hadits Ibnu Mas‟ud bahwasanya anak ditiupkan ruh padanya setelah berlalu waktu 4 bulan. Kemudian Allah mengutus seorang Malaikat dan diperintah (untuk menuliskan) empat perkara. Sedangkan dalam dhahir hadits Ibnu Mas‟ud dikatakan bahwa pembentukan baru terjadi setelah calon anak manusia menjadi mudhghah (segumpal daging). Kemudian ditiupkan ruh padanya … . rezkinya dan ajalnya.” (Lihat Iqadzul Himam Al Muntaqa min Jami‟ Al „Ulum wa Al Hikam halaman 88-89 oleh Abi Usamah Salim bin „Ied Al Hilali) Kita lihat dalam hadits Ibnu Mas‟ud di atas bahwasanya penulisan Malaikat terjadi setelah berlalu waktu 40 hari yang ketiga.‟ . Kemudian „alaqah bercampur dengan daging. ditiupkanlah ruh dan hal ini telah disepakati oleh ulama. Maka hadits yang pertama (hadits Hudzaifah) dibawa pengertiannya kepada pembentukan secara lafadh dan secara penulisan saja belum ada perbuatan. Wallahu A‟lam. Perubahan janin dari nuthfah menjadi „alaqah dan seterusnya itu berlangsung setahap demi setahap (tidak sekaligus). maka pada waktu yang 10 hari itu ditiupkan padanya ruh dan dishalatkan atasnya (bila janin tersebut gugur). Dinukilkan dari Imam Ahmad bahwasanya ia berkata : “Apabila janin telah mencapai umur 4 bulan 10 hari.Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari (II/484) membawakan secara ringkas perkataan Ibnu Ash Shalah : “Adapun sabda beliau Shallallahu „Alaihi Wa Sallam dalam hadits Hudzaifah bahwasanya pembentukan terjadi pada awal waktu 40 hari yang kedua. (Lihat Fathul Bari) Tatkala telah sempurna waktu 4 bulan. Karena pembentukan Malaikat atas nuthfah terjadi setelah nuthfah tersebut bergantung di dinding rahim selama 40 hari yakni ketika telah berubah menjadi mudhghah. Karena itu bila janin seorang wanita gugur setelah sempurna 4 bulan. Diriwayatkan yang demikian juga dari Sa‟id Ibnul Musayyib dan merupakan salah satu dari pendapatnya Imam Syafi‟i dan Ishaq. Kemudian menjadi segumpal daging selama itu juga. penulisan Malaikat terjadi setelah waktu 40 hari yang pertama. tidaklah bertentangan dengan hadits-hadits yang lain. Imam An Nawawi rahimahullah menerangkan dalam Syarah Muslim (juz 5 halaman 191) setelah membawakan lafadh hadits dari Imam Bukhari berikut ini (yang artinya) : „Sesungguhnya penciptaan setiap kalian dikumpulkan dalam rahim ibunya selama 40 hari (sebagai nuthfah). Riwayat-riwayat tersebut tidaklah bertentangan. yakni pada masa itu disebutkan bagaimana pembentukan calon anak manusia dan Malaikat yang ditugasi menuliskannya. Pada waktu 40 hari yang pertama. Sedangkan pada riwayat-riwayat di atas. dan sebelum itu tidaklah ia dinamakan „alaqah. darah masih bercampur dengan nuthfah. sedikit demi sedikit hingga berubah menjadi mudhghah. sengsara atau bahagianya.

dari Sahl bin Sa‟ad radhiallahu „anhu dari Nabi Shallallahu „Alaihi Wa Sallam. beliau bersabda : Pertama kali yang Allah ciptakan adalah pena (Al Qalam).” (HR. Antara lain dalam Shahihain dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu „anhu bahwasanya Nabi Shallallahu „Alaihi Wa Sallam bersabda : “Tidak ada satu jiwa melainkan Allah telah menulis tempatnya di Surga atau di neraka dan telah ditulis sengsara atau bahagia.” (Fathul Bari 11/485) Yang jelas penulisan takdir untuk janin di perut ibunya bukanlah penulisan takdir yang ditetapkan untuk semua makhluk sebelum makhluk itu dicipta. Tirmidzi 2100.” (QS.” Kemudian beliau membaca : “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (Surga). Adapun orang yang bahagia akan dimudahkan baginya untuk beramal dengan amalan orang yang bahagia.Ibnu Hajar rahimahullah berkata : Dan tidaklah yang dimaksudkan bahwasanya penulisan Malaikat itu baru terjadi setelah selesai tiga tahap kejadian (dari nuthfah sampai menjadi mudhghah). maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. bukan susunan yang diberitakan. Lalu Dia berfirman kepadanya : “Tulislah!” Maka pena menuliskan segala apa yang akan terjadi hingga hari kiamat.” Maka seorang laki-laki berkata : “Wahai Rasulullah! Mengapa kita tidak mengikuti (saja) ketentuan kita (yang telah ditulis) dan kita tinggalkan amal?” Maka beliau bersabda : “Beramal-lah. maka setiap orang akan dimudahkan terhadap apa yang ditetapkan baginya. sebagaimana diisyaratkan dalam hadits Ibnu Mas‟ud di atas.” (HR. Adapun orang yang sengsara akan dimudahkan baginya untuk beramal dengan amalan orang yang sengsara. Mungkin ini bisa menjadi bahan renungan untuk kita semua. Dishahihkan oleh Syaikh Salim Al Hilali dalam Iqadzul Himam) Banyak nash yang menyebutkan bahwa penetapan takdir seseorang apakah ia termasuk orang yang bahagia atau sengsara telah ditulis terdahulu. dan selain keduanya. Muslim 2653. Abu Daud 4700. Wallahu A‟lam Bis Shawab. . beliau bersabda : “Sesungguhnya hanyalah amal-amal ditentukan pada akhirnya (penutupnya). (HR. shahih) Dalam hadits „Ubadah bin Shamit radhiallahu „anhu dari Nabi Shallallahu „Alaihi Wa Sallam.000 tahun sebelumnya. sebagaimana sabda Nabi Shallallahu „Alaihi Wa Sallam dari Abdullah bin „Amr radhiallahu „anhuma : “Sesungguhnya Allah menetapkan takdir-takdir makhluknya lima puluh ribu tahun sebelum menciptakan langit-langit dan bumi. Al Lail : 5-7) [HR. Bukhari 3/225 -Fathul Bari dan Muslim 2647] Bahagia atau sengsara seseorang ditentukan oleh akhir amalnya. Bukhari 11/330 -Fathul Bari) Dari tanah manusia berasal dan pada akhirnya akan kembali menjadi tanah. Karena takdir yang demikian telah ditetapkan 50. Demikian pula dalam hadits berikut. Bisa jadi (yang diberitakan dalam hadits Ibnu Mas‟ud) yang dimaksudkan adalah untuk susunan berita saja.

ANITA INDAH SARI DIYAH NOVITA SARI INDAH NOPITA NUR ROHMAH RIDA FARIDA SYAFIRA MUTIARA . 3.Tugas pendidikan agama islam : Sejarah manusia NAMA KELOMPOK :: 1. 4. 2. 5. 6.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful