Partai politik adalah sebuah organisasi yang di bentuk oleh sekelompok masyarakat yang bertujuan untuk menciptakan proses

demokrasi dalam sebuah Negara. Keberadaannya dalam sebuag Negara menjadi sebuah media untul proses terciptanya system Negara yang mensejahterakan masyarakat. A. Fungsi Partai politik 1.Representasi. 2.Rekrutmen dan Pembentukan elit. 3.Perumusan tujuan. 4.Artikulasidan agregasi kepentingan. 5. Sosialisasi dan mobilisasi politik dan. 6. Pengorganisasian Pemerintah. 1. Fungsi representasi Representasi kadang dilihat sebagai fungsi utama sebuah partai politik. Representasi menunjukkan kapasitas partai untuk merespon dan mengartikulasikan pandangan-pandangan baik pandangan para anggota maupun para pemilihnya. Dalam bahasa teori sistem, partai politik adalah alat “pemasok” utama yang memastikan bahwa pemerintah akan melaksanakan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat luas. Jelasnya, ini adalah fungsi untuk dilaksanakan sebaik-baiknya di dalam suatu sistem Kekuasaan, dengan demikian, utamanya terletak pada konsumennya, yakni para pemilih. Tetapi “model ekonomi” ini mendapatkan kritikan dengan dasar bahwa partai itu tidak semata-mata mencari suara tetapi juga “membentuk” atau memobilisasi pendapat umum sebagaimana dia meresponnya, dan bahwa citra para pemilih sebagai orang yang sangat tahu, rasional, dan seperti konsumen yang berorientasi masalah (isu) patut dipertanyakan, dan bahwa bentangan pilihan para pemilih (atau elektorat) seringkali sempit. 2. Pembentukan elit dan rekrutmen

memastikan bahwa hal itu dilaksanakan. meskipun kekecualian dapat ditemukan di dalam sistem presidensial di Amerika Serikat yang dapat menunjuk menteri-menteri dari tokoh-tokoh nonpartai. manifesto pemilihan umum. dan menawari mereka sejumlah bentuk struktur karir. yang mengurangi kendali partai dalam menyeleksi dan menominasikan kandidatnya. sementara di dalam sistem parlementer pemimpin partai terbesar di majelis biasanya menjadi perdana menteri. monopoli partai di dalam pemerintahan mendapatkan kritikan karena para pemimpin politiknya diambil dari tempat yang sangat sempit: tokoh-tokoh senior partai besar. melengkapi mereka dengan ketrampilan. dan pengalaman. pengetahuan. Salah satu kekecualian yang jarang ada dalam aturan ini adalah Jenderal de Gaulle. politisi mendapatkan jabatan dengan memanfaatkan kedudukan di partainya. Kabinet dan pos-pos kementerian lainnya biasanya diisi oleh figur-figur senior partai. kontestan dalam pemilihan presiden biasanya pemimpin puncak partai. yang menawarkan dirinya untuk memimpin Prancis tahun 1944 sebagai seorang “juru selamat” yang berada di atas semua perbedaan partai-partai. Lebih lazim lagi. 3. Hal ini bukan berarti bahwa partai politik adalah satu-satunya sumber inisiatif kebijakan. Perumusan tujuan Partai-partai politik secara tradisional merupakan cara melalui mana masyarakat menata tujuan-tujuan kolektif dan. konvensi. Tetapi. . kecuali orang yang hanya mengharapkan keberuntungan dari partai. di Amerika Serikat sifat monopoli itu sangat berkurang karena adanya penggunaan luas dari pemilihan di tingat primary. Di sisi lain. tetapi partai politik juga berperan mendorong rakyat untuk merumuskan tatanan koheren dari pilihan-pilihan kebijakan yang akan memberi para pemilih suatu pilihan terbaik yang realistik dan tujuan yang dapat dicapai. Di sebagian besar kasus. Partai seperti Union for the New Republic (UNR) adalah ciptaannya. partai-partai dengan demikian menyediakan basis pelatihan dan pengalaman politik bagi para politisi. mereka merumuskan program pemerintah (melalui konperensi. dan sebagainya) dengan suatu pandangan untuk menarik dukungan rakyat. di beberapa kasus.Partai-partai politik dalam semua jenisnya bertanggung jawab menyediakan bagi negara para pemimpin politiknya. Partaipartai memainkan peran ini sebab di dalam proses pemerolehan kekuasaan.

sebagaimana yang dilakukan partai-partai di Amerika Serikat di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 kepada kelompok-kelompok imigran. Contohnya. buruh. kecuali di dalam sistem ekapartai (partai tunggal) seperti di negara-negara komunis ortodoks. dan juga keadaan domestik dan internasional. partai-partai juga membantu mengartikulasikan dan mengagregasikan berbagai kepentingan masyarakat. program partai biasanya juga mengalami modifikasi oleh adanya tekanan dari rakyat sipil dan kelompok kepentingan. di mana partai “berkuasa” mengawasi aparatur negara pada level mana pun. Memang. Artikulasi dan agregasi kepentingan Dalam proses pengembangan tujuan-tujuan kolektif. etnik. 4. Fakta bahwa partai-partai nasional sedemikian mengartikulasikan tuntutan dari beragam kekuatan memaksa partai-partai itu untuk mengagregasikan kepentingan ini dengan membawanya ke dalam kesatuan kepentingan yang koheren dan menyeimbangkan kepentingankepentingan yang berlawanan. Namun demikian. di sisi lain. biasanya lebih dilaksanakan oleh birokrasi ketimbang partai. atau kelompok lainnya. Tetapi hal itu juga bisa terjadi di dalam siste presidensial yang biasanya partai-partai nonprogram semisal dalam kasus partai Republik di Amerika Serikat yang menyerukan “kontrak dengan Amerika!” dalam pemilihan Kongres tahun 1994. Implementasi kebijakan. Tetapi. Partai-partai konstitusional secara jelas dipaksa untuk melakukan hal ini di bawah tekanan kompetisi pemilihan umum. khususnya di dalam sistem ekonomi yang terencana secara terpusat. tetapi bahkan partai-partai monopolistik pun mengartikulasikan dan mengagregasikan kepentingan melalui hubungan dekatnya dengan negara dan ekonomi. .Fungsi ini secara sangat jelas dibawakan oleh partai dalam sistem parlementer yang dapat mengklaim membawa amanat untuk melaksanakan kebijakannya jika terpilih untuk berkuasa. Partai Buruh di Inggris. diciptakan oleh gerakan serikat dagang untuk tujuan mendapatkan representasi politik klas pekerja. agama. memperluas atau mempertahankan beragam kepentingannya. telah secara umum mereduksi peran partai-partai sebagai perumus kebijakan. partai sering berkembang sebagai kendaraan melalui mana kelompok-kelompok bisnis. Lebih-lebih. Partai lain secara efektif memiliki kemampuan untuk merekrut kepentingan dan kelompok tertentu untuk memperluas basis pemilihnya. tendensi de-ideologisasi partai catch-all dan fakta bahwa kampanye pemilihan umum semakin menekankan pada figur dan citra kandidat ketimbang kebijakan dan isu.

yang relatif miskin dan secara politik tak terorganisir menjadi sangat rentan untuk dikucilkan dari proses artikulasi kepentingan. dengan demikian mengerahkan dukungan bagi rezim itu sendiri. kebangkitan partai-partai sosialis di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 merupakan cara yang penting untuk mengintegrasikan klas pekerja ke dalam masyarakat industri. mereka sendiri korup. dan juga berkampanye serta berkompetisi dalam pemilihan umum. di dalam sistem parlementer sampai dengan yang dapat disebut sebagai “pemerintahan oleh partai.bahkan di dalam sistem partai kompetitif pun tidak semua kepentingan diartikulasikan dan apalagi diagregasikan. Isu-isu yang dipilih oleh partai untuk memusatkan perhatian pada agenda politik tertentu. partai-partai menjadi agen penting pendidikan dan sosialisasi politik. kapasitas partai untuk mobilisasi dan sosialisasi kemudian diragukan karena terdapat bukti-bukti di banyak negara adanya para partisan yang keluar dari partai dan semakin tidak menariknya partai-partai pro-sistem konvensional. atau seadar gagasan-gagasan pemimpin karismatik) secara sadar diakui sebagai fungsi yang sentral. Kelompok-kelompok kecil.”Partai juga memberi pemerintah sebentuk stabilitas . propaganda ideologi “resmi” (misal. Pada awalnya partai membantu pembentukan pemerintahan. Dalam kasus partai monopolistik. jika bukan fungsi utama. 5. Sosialisasi dan mobilisasi Melalui debat dan diskusi internal. Namun demikian. Sosialisme Nasional. sehingga membuatnya kurang efektif dalam meraih simpati dan gagal menarik perhatian dan perasaan para partisan. Masalah yag disandang oleh partai-partai adalah. Partai-partai utama dalam sistem kompetitif memainkan peran yang tak kalah pentingnya dalam mendorong kelompok-kelompok untuk bermain dalam koridor aturan main demokrasi. sampai batas tertentu. 6. dan tata nilai serta sikap yang ditunjukkannya menjadi bagian dari budaya politik yang lebih luas. Marxisme-Leninisme. Pengorganisasian pemerintah Sering dilontarkan pendapat yang menyatakan bahwa dalam masyarakat modern yang rumit akan menjadi nirpemerintahan apabila tidak ada partai politik. Contohnya.

aspirasi. 4. 5. Dan juga dengan memperluas debat politik dan mendidik para pemilih. Dalam sistem parlementer. Agregasi Kepentingan. melalui daya tarik kebersatuan partai. dan pemerintahan secara khusus. setidaknya di dalam sistem yang kompetitif. merumuskan dan selanjutnya meyalurkan berbagai ragam pendapat. Lebih jauh lagi. Akhirnya. mentransmisikan budaya politik dalam rangka pembentukan sikap dan orientasi anggota masyarakat sebagai warga Negara (Pendidikan Politik). Artikulasi Kepentingan. partaipartai menyediakan. sarana kegiatan bagi masyarakat dalam mempengaruhi proses pembentukan pemimpin pemerintahan melalui pemilu dan pembuatan atau pelaksanaan kebijakan pemerintahan. Partisipasi Politik. hal ini secara efektif dijamin oleh fakta bahwa pemerintah dibentuk dari partai atau partai-partai yang memiliki kursi mayoritas di majelis (dewan). Tetapi bahkan di dalam sistem presidensial pun. sumber vital dari oposisi dan kritik. maupun kepentingan masyarakat kepada pemerintah. seleksi dan pemilihan serta pengangkatan seseorang atau sekelompok orang untuk melaksanakan sejumlah peranan dalam sistim politik pada umumnya. . kepala eksekutif dapat memberikan sebentuk pengaruh. Rekruitment Politik. mengolah dan memadukan berbagai tuntutan dan dukungan masyarakat untuk disalurkan kepada pemerintah. jika bukan kendali. khususnya jika anggota pemerintahan itu diambil dari satu partai dan dengan demikian dipersatukan oleh simpati dan keterikatan bersama. Bahkan jika pemerintah itu dibentuk dari suatu koalisi partai-partai itupun akan membantu persatuan dan persetujuan dari pihak-pihak yang masing-masing berbeda prioritasnya. Sosialisasi Politik. 3. hal ini membantu memastikan bahwa kebijakan pemerintah akan lebih dapat diawasi dengan baik dan dengan demikian dapat dilaksanakan dengan baik pula. yakni majelis (dewan) dan eksekutif. baik di dalam maupun di luar pemerintah. Fungsi – Fungsi Partai Politik 1. partai-partai memberi fasilitas bagi kerja sama antara dua cabang utama pemerintahan.dan keberlangsungan. 2.

6. Komunikasi Politik. menghubungkan antara arus informasi dari pihak pemerintah kepada masyarakat atau sebaliknya .