P. 1
Karakteristik Siswa Sekolah Menengah Atas

Karakteristik Siswa Sekolah Menengah Atas

|Views: 91|Likes:
Published by Elisa Aza

More info:

Published by: Elisa Aza on Aug 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/02/2012

pdf

text

original

Karakteristik Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA

)

Cole (dalam Erman Amti, 1994:13) menyatakan periodesasi perkembangan manusia sebagai berikut: Periode Infancy Early Children Middle Childhood Umur

Birth to 2 years 2-6 years 6 to 11 years (girls) 6 to 13 years (boys) Pre-Adolescence or Late-childhood 11 to 13 years (girls) Early Adolescence 13 to 15 years (boys) Middle Adoslence 13-15 years (girls) Late Adolescence 15 to 17 years (boys) 15-18 years (girls) Early Adulthood 17-19 years (boys) Middle Adulth 18-21 years (girls) Late Adulthood 19-21 years (boys) 21 to 35 years 35 to 50 years 50 to 65 years Berdasarkan periodesasi perkembangan manusia di atas, siswa SMA yang rata-rata berada pada usia antara 15-19 tahun berada pada masa remaja madya (middle adolescence). Hurlock (1980:10), membuat tugas perkembangan masa remaja yakni: (1) Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita, (2) Mencapai peran sosial pria dan wanita, (3) Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif, (4) Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab, (5) Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang-orang dewasa lainnya, (6) Mempersiapkan karir ekonomi, (7)

5. membedakan pendidikan dan keahlian yang dibutuhkan dalam karir berdasarkan minat. teknologi dan seni sesuai dengan program kurikulum dan persiapan karir atau melanjutkan pendidikan tinggi. Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual. serta berperan dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas. Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat. membuat seleksi tujuan karir mendasar. serta kematangan dalam peranannya sebagai pria atau wanita. mengidentifikasikan persyaratan pendidikan spesifik yang diperlukan untuk mencapai tujuan. intelektual dan ekonomi. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga. 4. 2002) diuraikan tugas-tugas perkembangan siswa SMA yakni: 1. membuat komitmen untuk perencanaan karir. menyebutkan kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa Sekolah Menengah Atas yakni:     Siswa kelas 9 harus mempunyai kemampuan: menyadari kebiasaan kerja yang positif. Mengembangkan penguasan ilmu. memperhalus pengetahuan mereka tentang keahlian. mulai mengases secara realistik potensi mereka dalam lapangan yang bervariasi. 9. 3. minat dan nilai-nilai yang mereka miliki. 8. mengidentifikasi tujuan karir secara umum. menyadari pengaruh pada pekerjaan atau pilihan karir pada area kehidupan yang lain. Dalam Panduan Umum Pelayanan BK Berbasis Kompetensi (Pusat Kurikulum. Siswa kelas 12 harus mempunyai kemampuan: melengkapi persyaratan untuk transisi dari sekolah menengah atas. mengembangkan keahlian dalam memprioritaskan kebutuhan yang dihubungkan dengan perencanaan karir. menggunakan sumber-sumber yang ada. 1. Mencapai kematangan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2. 7. menggunakan sumber-sumber karir dan latar tujuan dan pembuatan keputusan. (8) Memperoleh perangkat nilai dan system etis sebagai pegangan untuk berperilaku-mengembangkan ideologi. Mencapai kematangan dalam hubungan dengan teman sebaya. mengkoordinasikan kelas yang telah diseleksi dengan tujuan karir. Developmental School Counseling Programs (dalam Sciarra. Mencapai kematangan dalam pilihan karir. sikap. 2004:133). Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional. berbangsa dan bernegara. 6. Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai. dan berkonsultasi dengan yang lain.Mempersiapkan perkawinan dan keluarga. bermasyarakat. sosial. Siswa kelas 11 harus mempunyai kemampuan: memperhalus tujuan karir masa datang melalui informasi tentang diri. memahami potensi dengan adanya perubahan minat atau nilai-nilai yang . Siswa kelas 10 harus mempunyai kemampuan: mengklarifikasi peranan nilai dalam pilihan karir. serta apresiasi seni. mengklarifikasi nilai-nilai pada diri sebagai suatu hal yang berhubungan dengan pekerjaan dan waktu luang.

menganggap pendidikan sebagai batu loncatan ke arah mobilitasi sosial atau hanya sebagai suatu kewajiban karena diharuskan oleh hukum. 221) menyebutkan ada tiga macam remaja yang tidak berminat pada pendidikan dan biasanya membenci sekolah yakni: (1) Remaja yang orang tuanya memiliki cita-cita tinggi yang tidak realistik terhadap prestasi akademik. Lebih lanjut Hurlock (1980. dapat disimpulkan bahwa diantara tugas siswa SMA adalah persiapan karir (mempersiapkan karir ekonomi) atau melanjutkan pendidikan tinggi dan mencapai kematangan dalam pilihan karir (jabatan). Biasanya siswa SMA lebih menaruh minat pada pelajaran-pelajaran yang nantinya akan berguna dalam bidang pekerjaan yang dipilihnya. pegawai tata usaha. program studi apa yang akan dipilih. (4) Relevansi atau nilai praktis dari berbagai mata pelajaran. Siswa SMA harus mengambil keputusan-keputusan tentang masa depan. maka pendidikan akan dianggap sebagai batu loncatan. (2) Remaja yang kurang diterima oleh temanteman sekelas. dan kebijaksanaan akademis serta disiplin. Akan tetapi remaja yang lebih muda kurang kompeten dalam keterampilan pengambilan keputusan dibanding remaja yang lebih tua. 1980:221) yakni: (1) Sikap teman sebaya. Mann. dimana akan kuliah. 1980: 220). Pada akhir masa remaja. yang menunjukkan keberhasilan atau kegagalan akademis. Masa usia SMA ialah masa di mana pengambilan keputusan meningkat. Berdasarkan tugas-tugas perkembangan siswa SMA di atas. memahami perkembangan karir sebagai sebuah proses sepanjang hidup. dan seterusnya.dihubungkan dengan pekerjaan. yang merasa tidak mengalami kegembiraan sebagaimana dialami teman-teman sekelas dalam pelbagai kegiatan ekstrakurikuler. (5) Sikap terhadap guru-guru. memahami potensi karena adanya perubahan dalam pasar kerja. (6) Keberhasilan dalam pelbagai kegiatan ekstra kurikuler. (2) Sikap orang tua. Dapat disimpulkan bahwa siswa SMA yang lebih tua lebih kompeten dalam mengambil keputusan daripada siswa SMA yang lebih muda. mengantisipasi akibat dari keputusan-keputusan dan mempertimbangkan kredibilitas sumber-sumber. minat pada karir seringkali menjadi sumber pikiran. Kalau siswa SMA mengharapkan pekerjaan yang menuntut pendidikan tinggi. Besarnya minat remaja terhadap pendidikan sangat dipengaruhi oleh minat mereka pada pekerjaan (Hurlock. 195:13) menyatakan dibandingkan dengan anak-anak. hal ini berarti minat siswa SMA terhadap pendidikan akan dipengaruhi oleh minat terhadap pekerjaan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi sikap remaja terhadap pendidikan (Hurlock. (3) Nilai-nilai. remaja yang lebih muda cenderung menghasilkan pilihan-pilihan. menguji situasi dari berbagai perspektif. (3) Remaja yang matang lebih awal yang merasa fisiknya jauh lebih besar dibandingkan teman-teman sekelasnya dan karena penampilannya lebih tua dari usia yang sesungguhnya. Seperti diterangkan oleh Thomas (dalam Hurlock. berorientasi sekolah atau berorientasi kerja. seringkali diharapkan berprestasi lebih baik di atas kemampuannya. 1980:221). bahwa pada saat tersebut remaja belajar membedakan antara pilihan pekerjaan yang lebih disukai dan pekerjaan yang . teman-teman mana yang akan dipilih. Harmoni & Power (dalam Santrock. (7) Derajat dukungan sosial di antara teman-teman sekelas. menerima tanggung jawab untuk arah karir diri sendiri. atletik atau prestasi sosial yang terus menerus mendesak untuk mencapai sasaran yang dikehendaki.

dicita-citakan. . Hal ini menandakan bahwa para siswa SMA akan mulai membedakan antara pilihan pekerjaan yang lebih disukai dan pekerjaan yang dicita-citakan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->