      

MAKALAH LENGKAP TAUHID
paulusjancok on Fri Aug 12, 2011 5:28 pm BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Pembahasan mengenai Tauhid merupakan hal yang paling urgen dalam Agama Islam, dimana Tauhid mengambil peranan penting dalam membentuk pribadi-pribadi yang tangguh, selain juga sebagai inti atau akar daripada „Aqidah Islamiyah. Kalimat Tauhid atau lebih dikanal dengan kalimat Syahadat atau juga disebut Kalimah Thayyibah (Laailaahaillallah) begitu masyhur di kalangan umat Islam. Dalam kesehariannya, seorang muslim melafalkan kalimat tersebut dalam setiap shalat wajibnya yang lima waktu. Namun rupanya saat ini pembahasan masalah 'Aqidah menjadi sesuatu yang terkesampingkan dalam kehidupan, kencenderungan masyarakat yang hedonis dengan persaingan hidup yang begitu ketat, sehingga urusan-urusan dunia menjadi suatu hal yang menyita perhatian manusia daripada hal-hal lainnya, termasuk masalah keberagamaan, sehingga kita dapatkan banyak sekali penyimpangan demi penyimpangan yang terjadi di tengah-tengah umat Islam, dengan keadaan yang semakin hari semakin buruk ini rupanya lambat laun akan menyadarkan kita semua akan pentingnya peran agama Islam sebagai agama paripurna yang tidak mengatur urusan ukhrawi saja, namun juga dalam mengatur urusan-urusan duniawi, yang menjadikan 'aqidah sebagai landasan berfikirnya. Diharapkan dari penulisan makalah ini, selain pengetahuan yang lebih luas tentang Tauhid sebagai intisari peradaban yang telah mengantarkan umat Islam menuju kejayaan demi kejayaan yang tidak pernah tertandingi. B.Rumusan Masalah Dalam makalah ini rumusan makalah yang dapat kami paparkan adalah sbb: 1.Apa pengertian tauhid sebagai inti peradaban islam? 2.Bagaimana konsep ajaran tauhid ? 3.Bagaimana tauhid dipadang sebagai dimensi metodologis? 4.Apa saja dimensi isi tauhid? C.Tujuan Berdasarkan rumusan masalah yang telah disebutkan di atas maka tujuan dari penulisan makalah ini antara lain: 1. Memahami dan mempelajari pengertian tauhid. 2. Memahami dan mempelajari konsep-konsep ajaran tauhid 3. Memahami dan mempelajari dimensi metodologi tauhid

penguasa. serta membenarkan namanama-Nya yang Mulia (asma‟ul husna). Allah tempat meminta segala sesuatu. PengertianTauhid sebagai intisari peradaban islam Tauhid. (Prof. Dialah Allah.BAB II PEMBAHASAN 1. dan keyakinan atas nama-nama serta sifat-sifat-Nya. Konsep Ajaran Tauhid Terkait dengan konsep ajaran tauhid ini. 1961. dapat kita lihat ayat-ayat Allah yang sedikit banyak menyinggung ajaran tauhid ini. yang tidak ada satu pun yang menyamai-Nya dalam Zat. meninggalkan peribadatan selain kepada-Nya. Tauhid adalah keyakinan tentang adanya Allah Yang Maha Esa. hal. 45) Tauhid adalah mengesakan Allah SWT dari semua makhluk-Nya dengan penuh penghayatan. dan pengatur Alam Semesta. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia”. (TQS. 15). Ali Imran: 18) . Yang Maha Esa. dan sifat-sifat-Nya yang Maha Sempurna. dan ikhlasnya peribadatan hanya kepada-Nya. hal. 9). pemelihara. (demikianpula) para malaikat dan orangorang berilmu yang menegakkan keadilan. Yang Maha Perkasa. Al Ikhlas: 1-4 ) "Allah menyatakan bahwa tidak ada Tuhan selain Dia. tidak ada Tuhan selain Dia. hal. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. dan menafikan sifat kurang dan cela dari-Nya. dan keikhlasan beribadah kepada-Nya. M. Dr. (Shalih Fauzan bin Abdullah al Fauzan. Demikianlah pengertian Tauhid menurut para ulama ternama. hal. 1998. 2. Abdul Aziz. (DR. mentauhidkan bearti mengakui keesaan Allah. 907). Maha Bijaksana. yang intinya adalah keyakinan akan Esa-nya ketuhanan Allah SWT. Mempercayai bahwa Allah SWT adalah satu-satunya pencipta." (TQS. mengesakan Allah (Kamus besar Bahasa Indonesia. dilihat dari segi Etimologis yaitu berarti ”Keesaan Allah”. Sifat atau perbuatan-perbuatan-Nya.Di antaranya adalah : “Katakanlah. Yusuf Musa. Bagaimana konsep ajaran tauhid A.

Makna Uluhiyah adalah mengakui bahwa hanya Allah lah Tuhan yang berhak disembah. Abdul Aziz. hal. yaitu „Rabb‟. Dia Menundukkan matahari dan Bulan. Dari keempat perkara tersebut hanya tiga perkara yang diuraikan dalam makalah ini yaitu : 1. 92) Atau menetapkan asma‟ dan sifat Allah berdasarkan apa yang ditetapkan oleh Allah untuk diri-Nya di dalam Al Qur‟an maupun sunnah Rasul-Nya. yaitu mempercayai bahwa hanya kepada Allah-lah manusia harus bertuhan. Maka maha suci Allah yang mempunyai arasy dari apa yang mereka sifatkan. hal. antara lain: al-Murabbi (pemelihara). (Ibnu Taimiyah. Ibrahim bin Muhammad. kemudian Dia bersemayam di atas Arasy. patuh. hal. Alu Abdullatief. V. 141-142) 2. ArRa'd: 2) Rububiyah adalah kata yang dinisbatkan kepada salah satu nama Allah SWT. Nama ini mempunyai beberapa arti. Abdul Aziz bin M. dan karenanya keikhlasan beragama kepada Allah terealisasi. Al Anbiya‟: 22 ) Dari sini dapat kita lihat bahwa beriman kepada Allah SWT terwujud dalam empat perkara: Beriman kepada Wujud Allah. Dia Mengatur urusan (makhluk-Nya).Beriman kepada Rububiyah Allah.Beriman kepada Uluhiyah Allah . yang karenanya para Rasul diutus.TAUHID ULUHIYAH Tauhid Uluhiyah merupakan salah satu cabang Tauhid dari tiga macam Tauhid yang ada. masing-masing beredar menurut waktu yang telah ditentukan. al-Sayyid (tuan) dan al-Wali (wali).Tauhid Uluhiyah merupakan ujung ruh Al Qur‟an. al-Mushlih (yang memperbaiki). TAUHID ASMA‟ dan SIFAT Firman Allah : “Dan Allah memiliki Asma‟ul Husna (Nama-nama yang terbaik). pengendali alam raya yang dengan takdir-Nya Ia menghidupkan dan mematikan serta mengendalikan alam dengan sunnah-sunnah-Nya.” (TQS. 13). (TQS. (DR. Menghindari pertentangan .” (DR.“Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah. jild. maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut Asma‟ul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. 3. 24). hal. yang karenanya ada pahala dan siksa. al-A‟raf: 180) Pengertian dari Tauhid Asma‟ dan Sifat adalah mempercayai bahwa hanya Allah yang memiliki segala sifat kesempurnaan dan terlepas dari sifat tercela atau dari segala kekurangan. istilah Tauhid Rububiyah berarti: “Percaya bahwa hanya Allahlah satu-satunya Pencipta. tentulah keduanya itu telah rusak binasa. al-Nashir (penolong).Beriman kepada Asma‟ dan shifat Allah. tunduk. agar kamu yakin akan pertemuan dengan Tuhanmu". al-Malik (pemilik). memohon pertolongan. tidak ada sekutu bagiNya. (Ensiklopedi Islam. dan menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya). beribadah. Dan dalam terminologi syariat Islam. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. TAUHID RUBUBIYAH Mengenai tauhid rububiyah ini firman Allah mengatakan : "Allah yang Meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat. dan merendah serta tidak kepada yang lain. (DR. Pemilik.” (TQS.

unsur-unsur pembentuknya. berjalin . penambahan. Secara organis. Yasin: 60 . Tauhid sebagai dimensi metodologi Sebagai intisari peradaban Islam. unsur-unsur itu bukan bagian dari peradaban itu. dan selaras satu dengan lainnya. melainkan himpunan campur-aduk. Dia akan berupaya menyelaraskan perbuatannya dengan pola ini. Yang pertama menentukan bentuk penerapan dan implementasi prinsip pertama peradaban ." (TQS. Prinsip menyatukan berbagai unsur dan memasukkan unsur-unsur itu di dalam kerangkanya sangat penting. Yang sejalan dengan prinsip ini diterima dan diintegrasikan. Atau bila peradaban melakukannya dengan cara terpotong-potong. baik unsur material.61) B. yaitu mempola kembali bentuk dan hubungannya sehingga menyatu ke dalam sistemnya sendiri. Peradaban Islam menempatkan unsur-unsur dalam bangunan rapi dan mengatur eksistensi serta hubungannya berdasarkan pola yang seragam. kehidupannya memiliki gaya tunggal. Persisny. Namun jika peradaban ini telah berhasil mengubah mereka dan mengintegrasikannya ke dalam sistemnya. dan doktrin keutamaan Tuhan. setan itu musuh yang nyata bagi kamu. Kehidupannya tak akan merupakan serangkaian peristiwa yang disatukan dengan kacau balau. Tetapi. Yang tidak sejalan ditolak atau dikutuk. Dengan demikian. tauhid mempunyai dua segi atau dimensi : segi metodologis dan konseptual. prinsip utama ini adalah tauhid. kehidupannya harus menunjukkan kesatuan pikiran dan kehendaknya. Tauhid atau doktrin keesaan. rasionalisme. Rasionalisme. 30). pembimbing dan pencarinya dalam berhadapan dengan agama dan peradaban lain. Rasionalisme terdiri atas tiga aturan atau hukum : pertama. Dalam setiap peradaban integral. Orang yang taat akan hidup berdasarkan prinsip ini. Inilah tongkat pengukur utama orang Islam. kehidupannya akan dihubungkan dengan satu prinsip utama. dinamisme dan kreativitasnya. hal. Ini bukanlah argumen menentang peradaban bila peradaban itu semata-mata hanya menambah unsur-unsur asing. melaksanakan maksud Ilahiah. dan tentu saja dalam Islam. yaitu kesatuan. dengan fakta atau situasi baru. Tak ada peradaban tanpa kesatuan. tanpa pembentukan ulang. Unsur-unsur itu sendiri ada yangasli dan ada yang berasal dari luar. Ayat al Qur'an yang menerangkan tentang Tauhid jenis ini adalah: "Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan. struktural atau relasional. transenden. rasionalisme membentuk intisari peradaban Islam. dan toleransi. inilah jalan yang lurus. Kesatuan. Sebagai prinsip metodologis. Dan hendaklah kamu menyembah-Ku. namun sebagai komponen integral peradaban baru. diikat oleh kerangka tunggal yang menyatukan mereka menjadi kesatuan tunggal. bentuk yang integral – singkatnya Islam. tujuan utama pengabdiannya. “Membentuk” unsur itu dengan bentuknya sendiri sebenarnya mengubahnya menjadi realitas baru sehingga unsur itu tak lagi eksis sebagai unsur itu sendiri. menolak semua yang tidak berkaitan . maka unsur-unsur itu bukan membentuk peradaban. yang kedua menentukan prinsip pertama itu sendiri. Dimensi Metodologis Dimensi metodologis meliputi tiga prinsip. maka proses integrasi menjadi indeks vitalitas. Ketiganya ini menentukan bentuk peradaban Islam. Tidak ada peradaban yang tidak mengambil unsur dari luar. Jika unsur-unsur peradaban tidak bersatu. Dalam peradaban Islam.Wahyu dan Akal. Karena itu. mengandung arti bahwa hanya Dia yang patut disembah dan dilayani. unsur-unsur ini semata-mata ada bersama (co-exist) dengan peradaban. atau integrasi. Sungguh. Yang penting adalah bahwa peradaban mencerna unsur itu. semuanya diikat oleh satu prinsip utama. Prinsip seperti ini akan mengubah campuran hubungan unsur-unsur satu dengan lainnya menjadi bangunan rapi dimana tingkat prioritas atau derajat kepentingan dapat dirasakan.

Dengan demikian toleransi relevan dengan epistemologi. Tuhan adalah Pencipta alam dari mana manusia mendapat pengetahuannya. dan Dialah sumber wahyu. Penerimaan terhadap sesuatu yang bertentangan atau paradoks sebagai suatu kebenaran hanya menarik orang-orang berpandangan picik. kehendaknya. Memaksanya menambahkan pada penegasan dan penyangkalannya ungkapan “Allahu a‟lam” (Allah yang lebih tahu). Sebagai prinsip metodologis. Rasionalisme bukan berarti pengutamaan akal atas wahyu tetapi penolakan terhadap kontradiksi puncak antara keduanya.Pernyataan yang kabur. menurut Al-Qur‟an. dan selalau memajukan budaya dan peradabannya. dengan anggapan bahwa pasti ada segi pemikiran yang terlewat yang jika dipertimbangkan akan mengungkapkan hubungan yang bertentangan. Tujuan pengetahuan adalah pola-pola alam yang merupakan karya Tuhan. atau keputusannya. Tuhan adalah sempurna dan maha tahu. Keduanya mendorongnya untuk menyampaikan data baru dengan pikirannya yang tajam. Keesaan-Nya merupakan keesaan sumber-sumber kebenaran. Karena Tuhan. Muslim yang cerdas adalah seorang rasionalis karena dia menegaskan kesatuan dua sumber kebenaran yaitu wahyu dan akal. Rasionalisme juga menggiring pembaca wahyu. yang kedua yusr. kedua. Dia memberi manusia pengetahuan-Nya. Perujukan pada akal atau pemahaman demikian akan memiliki pengaruh penyelarasan bukan wahyu itu sendiri – wahyu tak dapat dimanipulasi manusia – tetapi penafsiran atau pemahamann insani seorang muslim akan wahyu. Dia juga tidak mengubah keputusan-Nya seperti yang dilakukan manusia ketika membetulkan pengetahuan-Nya. usaha konstruktifnya. terhadap pengalaman baru. Sebagai prinsip metodologis di dalam intisari peradaban Islam. dan konservatisme yang menyebabkan stagnasi. Seorang muslim dapat didefinisikan sebagai orang yang pernyataannya hanyalah kebenaran. toleransi adalah keyakinan bahwa . Rasionalisme mempelajari tesis-tesis yang bertentangan berulang-ulang. ketiga. Hukum pertama melindungi seorang muslim dari membuat pernyataan yang tidak terujji. Dia tak pernah salah. dalam Islam adalah kebenaran. merupakan contoh zhann (pengetahuan yang menipu) dan dilarang oleh Tuhan. Sebagai penegasan akan keesaan mutlak Tuhan. menafikan hal-hal yang sangat bertentangan. maka akan menghapus kontradiksi yang tampak. Hukum ketiga. Tuhan tidak menipu.dengan realitas. Ini menjadikan pemahamannya akan wahyu sejalan dengan bukti kumulatif yang disingkapkan akal. toleransi adalah penerimaan terhadap yang tampak sampai kepalsuannya tersingkap. Kalau pernah. Bila dia menangkap makna yang tak jelas yang kemudian dipikirkannya kembali.bukan wahyu itu sendiri – kepada bacaan lain. tauhid merupakan penegasan keesaan kebenaran. Jelas Tuhan mengetahui semuanya karena Dialah penciptanya. Keduanya melindungi seorang muslim dari menutup diri terhadap dunia dari konservatisme. melindungi seorang muslim dari literalisme. fanatisme. Dan dengan demikian memperkaya pengalaman dan kehidupannya. tidak dengki. Keduanya mendesaknya untuk menegaskan dan mengatakannya terhadap kehidupan. Hukum ketiga ini mencontohkan dia kepada kerendahan hati intelektual. dan pengetahuan-Nya mutlak dan universal. keterbukaan terhadap bukti baru atau yang bertentangan. Dia tidak akan menjadi Tuhan trasenden agama Islam. terbuka terhadap bukti baru dan/ atau berlawanan. Karena dia yakin bahwa kebenaran lebih besar daripada yang dapat dikuasainya. Ia juga relevan dengan etika sebagai prinsip menerima apa yang dikehendaki sampai ketaklayakannya tersingkap. Yang pertama disebut sa‟ah. sekalipun tujuannya dapat diabaikan. tidak menyesatkan. dan paradoks di pihak lain. tidak jelas terhadap ilmu pengetahuan. Toleransi. Hukum kedua melindunginya dari kontradiksi di satu pihak.

bahwa Dialah Yang Pertama dan Terakhir. Rasul yang akan mengajarkan bahwa tak ada Tuhan kecuali Allah. yang membuat manusia dapat mengetahui agama yang benar. Dan dimana manusia mengetahui perintah dan tindakan Tuhan dalam setiap objek dan peristiwa. keinginan. Kami menetapkan kemudahan [yusr]”. dan tujuan akhir segala yang ada. Sa‟ah dan yusr langsung berasal dari tauhid sebagai prinsip metafisika etika. toleransi adalah kepastian bahwa semua manusia dikaruniai sensus communis. yang mana manusia lahir bersamanya sebelum akulturasi membuat manusia menganut agama ini atau itu. Toleransi menuntut seorang Muslim untuk mempelajari sejarah agama-agama. Dalam agama-dan hampir tak ada yang lebih penting dalam hubungan manusia-toleransi mengubah konfrontasi dan saling kutuk antar agama menjadi kerjasama penelitian ilmiah tentang asal-usul dan perkembangan agama. Mengamati inisiatif Ilahiah dalam diri seseorang atau dalam masyarakat berarti mempelajari ilmu kemanusiaan dan ilmu-ilmu sosial. yusr.Dimensi isi tauhid Tauhid mempunyai beberapa dimensi isi tauhid sbb: 1. Dialah sebab utama setiap kejadian. dan bahwa mereka patut menyembah dan mengabdi kepada-Nya. semua yang terjadi di bidang alam. menurut orang Muslim merupakan teater hidup yang digerakkan oleh perintah Tuhan. Tauhid sebagai prinsip pertama metafisika Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah berarti berpendapat bahwa Dialah Pencipta yang mewujudkan segalanya. Yusr membuatnya memiliki optimisme yang diperlukan untuk menjaga kesehatan. pelaksanaan dari satu atau lebih tujuan-Nya. mengetahui kehendak dan perintah Tuhannya. meski kehidupan manusia ditimpa berbagai tragedy dan penderitaan. prasangka. Begitu tercipta. maka dia mengikuti inisiatif Tuhan karena ini semua perintah Tuhan. Toleransi adalah keyakinan bahwa keanekaragaman agama terjadi karena sejarah dengan semua faktor yang mempengaruhinya. Tujuannya untuk menemukan di dalam setiap agama karunia awal Tuhan. Tuhan. dan kepentingannya. Dalam etika. dan kebersamaan. keseimbangan. secara sadar memahami isinya. yang adalah perintahdan kehendak Tuhan. mengebalkan seorang Muslim dari kecenderungan menolak kehidupan. maka alam semesta. sosial. Dan jika seluruh alam semesta sendiri benar-benar menyingkapkan atau memenuhi hukum alam in. Dan karena Dia memerintahkan mereka untuk menguji setiap pernyataan dan memastikannya sebelum menilai. kondisi ruang dan waktunya yang berbeda. semua bidang penting berikutnya. melaksanakan hal itu adalah maksud eksistensi manusia di bumi. yang diajarkan oleh rasul-rasul yang diutus-Nya di segenap tempat dan waktu. Teater itu sendiri. yang menciptakan manusia agar manusia dapat membuktikan dirinya berguna. Dalam hubungan ini. adalah tindakan Tuhan. agama fitrah Allah. Sehingga manusia akan hidup di bawah bayang-bayangnya. yang tak dapat dipisahkan darinya selama terjaga. Karena inisiatif Ilahiah dalam alam tak lain daripada hukum-hukum yang tak berubah yang diaugerahkan Tuahn kepada alam. realisasi seperti itu menjadi hakikat kedua manusia. Tuhan menjamin makhluk-Nya bahwa “dengan kesulitan. Bersaksi dengan kebebasan dan keyakinan. maka kaum ushuli (ahli fiqih) melakukan eksperimentasi sebelum menilai kebaikan atau keburukannya.Tuhan tidak membiarkan umat-Nya tanpa mengutus rasul dari mereka sendiri. telah membuatnya bebas dan mampu bertindak positif di dunia. dapat dijelaskan dengan istilah-istilah . Tujuannya memisahkan penambahan historis dari wahyu awal yang diterima. Menurut Islam. Mengamati inisiatif Tuhan dalam alam ebrarti melaksanakan ilmu alam. untuk memperingatkan mereka bahaya kejahatan dan penyebabnya. atau psikis. yang tidak bertentangan dengan perintah Ilahiah yang pasti. berarti menyadari bahwa segala di sekitar kita. D. baik benda atau kejadian. dan segala isinya. Di balik keanekaragaman agama berdiri aldin al-hanif.

Karena.Dia memperingatkan bahwa semua perbuatan manusia akan diperhitungkan . Keesaan Tuhan berarti bahwa Dialah Sebab segalanya. 3. bahwa perbuatan baik mereka akan diberi pahala. Ini berarti bahwa seluruh keberadaan manusia di muka bumi bertujuan mematuhi Tuhan. Tauhid menegaskan bahwa Tuhan. tetapi mendasar (elemental) atau bermanfaat (utilitarian). Tentu saja manusia harus menemukan dan mempelajari pola-pola alam. Amanat tuhan adalah pelaksanaan bagian etika dari kehendak Tuhan. akal dan pemahaman. .ini. Manusia berkewajiban mengembangkan sumber daya manusia ke tingkat yang tertinggi yang mungkin. amanat yang tak mampu dipikul langit dan bumi. menjalankan perintah-Nya. menikmati kebaikan dan keindahannya. Dia menganugerahkan manusia dengan panca indera. yang Tuhannya adalah Allah.untuk mempersiapkannya menunaikan tugas besar ini. Mereka semua berpegang pada tali Allah. Inilah penegasan dunia : menerima dunia karena dunia tidak berdosa dan baik. mereka saling berurusan. Hakikatnya menuntut bahwa amanat itu diwujudkan dalam kebebasan dan manusia adalah satu-satunya makhluk yang mampu melakukannya. Tuhan telah memberikan amanat-Nya kepada manusia. Dalam proses ini dia dapat mengeksplorasi matahari dan bulan jika perlu. Segala yang ada di dunia ini. tidak menciptakanmanusia secara main-main. atau melakukan sebaliknya atau sebagian. Hanya manusia yang mampu mewujudkannya dengan kemungkinan melakukan atau tidak melakukannya sama sekali. atau sia-sia. dan setiap orang bertanggung jawab satu sama lain. Dia berkewajiban mengubah bumi menjadi kebun buah yang produktif dan taman indah. Tauhid juga menegaskan bahwa tujuan ini termasuk kekhalifahan manusia di muka bumi. termasuk matahari dan bulan. Tauhid sebagai prinsip pertama etika Tauhid menegaskan bahwa Tuhan Maha Esa menciptakan manusia dalam bentuk terbaik. Manusia bertanggung jawab untuk memuaskan naluri dan kebutuhannya. dan perbuatan buruk mereka akan diberi hukuman. mereka menaati Allah dan Nabi-Nya. 2. menganjurkan kebaikan dan melarang kejahatan. diciptakan oleh Tuhan dan diatur oleh-Nya untuk dimanfaatkan manusia. Dia harus mengindustrikan dan mengembangkan dunia agar dunia menjadi taman dimana Firman Allah diagungkan. yang anggotanya saling mencintai dalam Tuhan. jiwa manusia. perwujudannya bukan moral. Semua ciptaan merupakan teater bagi manusia untuk melakukan perbuatan etikanya sehingga mewujudkan bagian yang lebih tinggi dari kehendak Ilahi. Tauhid sebagai prinsip pertama masyarakat Tauhid menegaskan bahwa “umatmu ini umat yang satu. Kemerdekaan manusia untuk mematuhi perintah Tuhanlah yang menjadikan pelaksanaan perintah moral. sehingga semua karunia alam dapat sepenuhnya dimanfaatkan. Tauhid sebagai prinsip pertama aksiologi Tauhid menegaskan bahwa Tuhan telah menciptakan umat manusia agar manusia dapat membuktikan diri bernilai secara moral melalui perbuatannya. Tauhid selanjutnya menegaskan bahwa Tuhan menempatkan manusia di muka bumi agar manusia mendiaminya. Agar manusia dapat bekerja di atas bumi. mereka saling menasihati untuk berlaku adil dan sabar. dan tidak berpisah satu sama lain. menurut Al-Qur‟an. Dimanapun kehendak Tuhan diwujudkan sesuai kebutuhan hukum alam. 4. Karena itu sembah dan mengabdilah pada-Nya” Tauhid berarti bahwa orang orang-orang beriman adalah bersaudara . dan yang mereka hindari dengan ketakutan. masyarakat. dan memakmurkan bumi dan dirinya. tunduk kepada manusia. yang pemurah dan bertujuan. Sebagai Hakim agung dan akhir. menjadikannya sempurna – dan meniupkan ke dalamnya ruh-Nya. memakan buah-buahnya. untuk menyembah dan mengabdi kepada-Nya.

sama sekali bukan alam. maka Aku akan memberimu ampunan sepenuh jagad itu pula.Untuk itu dalam firman Allah dan sabda Nabi Muhammad SAW dikatakan : “orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman(syirik). mereka itulah oarng yang mendapat keamanan.” (QS. Jelas secara definisi Dia tak tergambarkan. seandainya enkau datang kepada-Ku dengan membawa dosa sepenuh jagad. Segala yang diciptakan adalah makhluk.Kesimpulan Dari yang telah teruraikan tersebut. lantas engkau menemuiku dalam keadaan tidak menyekutukanKu dengan suatu apa pun.5. tak ada yang dapat mewakili-Nya. khususnya arti ontologis yang dinafikan tauhid. Tuhan adalah Dia yang tak ada lembaga estetis apapun yang mungkin. dapat kita simpulkan bahwa tauhid merupakan inti pokok agama islam sebagai pengakuan umat islam terhadap pencipta yang mutlak dan tidak ada yang dituju selainya. Mereka itu adalah orangorang yang mendapat petunjuk. Tauhid selanjutnya menegaskan bahwa tak ada yang menyerupai-Nya. “Wahai anak Adam. Tauhid sebagai prinsip pertama estetika Tauhid berarti menyingkirkan Tuhan dari segenap bidang alam. BAB III PENUTUP A. Semuanya ini tak mungkin Tuhan dalam arti apapun. Al-An-nam:82) Rosullullah bersabda. “Allah ta‟ala berfirman. sehingga tidak ada ciptaan yang menyerupai atau melambangkan Tuhan.Tirmidzi 3540) B. Dialah satu-satunya wujud yang trasenden. dan karena itu Tuhan transenden. tunduk kepada hukum ruang dan waktu. Tuhan sama sekali bukan ciptaan. nontrasenden. sebagai intisari monoteisme.Saran Semoga setelah mempelajari dan memahami pembahasan ini kita dapat mengambil hikmah betapa pentingnya ajaran tauhid ini bagi umat islam dan merupakan faktor terpenting untuk .” (HR.

Menjelajah Khazanah Peradaban Gemilang (terjemahan). Pada akhirnya kita berharap dan berdo'a kepada Allah SWT supaya mengembalikan kejayaan ummat ini dengan konsep tauhid yang kita amalkan. Alu. . Tim Penyusun Kamus. Jakarta: Rajawali Press. DR. DAFTAR PUSTAKA Bachtiar. 2004 Menghindari Pertentangan Akal dan Wahyu. 1989.). 1998 at-Ta‟liq al-mukhtashar al-Mufid 'ala kitabi at-Tauhid lissyaikh muhammad ibn 'abdul Wahhab. 1998. Terjemah & Tafsir Al-Qur'an. Surin. Malang: Pustaka Zamzami. Bandung: Mizan. 1998 Pelajaran Tauhid Untuk Tingkat Lanjutan. M. Taimiyah.mengembalikan kejayaan islam pada umat ini. M. Ponorogo : Darussalam Press Musa. 2002 Ensiklopedi Islam. Ibnu. Fauzan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Ikrar Mandiri Abadi Abdul Latief. Prof. Bandung: Penerbit Fa.. Ismail R dan Lois Lamiyah. 1961 Islam suatu kajian komprehensif (Terj. Sumatra. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Darul Haq. Atlas Budaya Islam. Yusuf. kita sebagai generasi penerus perjuangan Islam harus berusaha sekuat tenaga untuk mengimplementasikan konsep tauhid dalam semua segi kehidupan kita. Abd. Abdul Aziz. Untuk itu. 1979. Al-Faruqi. Fauzan. Dr.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful