P. 1
Laporan Tumpangsari Kcang Kedelai dan Jagung

Laporan Tumpangsari Kcang Kedelai dan Jagung

|Views: 1,013|Likes:
Published by Fitri Kitting Kiboo

More info:

Published by: Fitri Kitting Kiboo on Aug 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/29/2013

pdf

text

original

A. Botani Kacang Kedelai

Taksonomi

Dalam dunia tumbuhan, kacang kedelai diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom

: Plantae

Filum

: Magnoliophyta

Kelas

: Magnoliopsida

Ordo

: Fabales

Famili

: Fabaceae

Upafamili

: Faboidae

Genus

: Glycine

Spesies

: Glycine soja L.

B. Morfologi Tanaman

Biji

Biji kedelai berkeping dua, terbungkus kulit biji dan tidak

mengandung jaringan endospperma. Embrio terletak di antara

keping biji. Warna kulit biji kuning, hitam, hijau, coklat. Pusar biji

(hilum) adalah jaringan bekas biji melekat pada dinding buah.

Bentuk biji kedelai umumnya bulat lonjong tetapai ada pula yang

bundar atau bulat agak pipih.

Kecambah

Biji kedelai yang kering akan berkecambah bila memperoleh air

yang cukup. Kecambah kedelai tergolong epigeous, yaitu keping

biji muncul diatas tanah. Warna hipokotil, yaitu bagian batang

kecambah dibawah kepaing, ungu atau hijau yang berhubungan

dengan warna bunga. Kedelai yang berhipokotil ungu berbunga

ungu, sedang yang berhipokotil hijau berbunga putih. Kecambah

kedelai dapat digunakan sebagai sayuran (tauge).

3

Perakaran
Tanaman kedelai mempunyai akar tunggang yang membentuk
akar-akar cabang yang tumbuh menyamping (horizontal) tidak jauh

dari permukaan tanah. Jika kelembapan tanah turun, akar akan

berkembang lebih ke dalam agar dapat menyerap unsur hara dan

air. Pertumbuhan ke samping dapat mencapai jarak 40 cm, dengan

kedalaman hingga 120 cm. Selain berfungsi sebagai tempat

bertumpunya tanaman dan alat pengangkut air maupun unsur hara,

akar tanaman kedelai juga merupakan tempat terbentuknya bintil-

bintil akar. Bintil akar tersebut berupa koloni bakteri pengikat

nitrogen Bradyrhizobium japonicum yang bersimbiosis secara

mutualis dengan kedelai. Pada tanah yang telah mengandung

bakteri ini, bintil akar mulai terbentuk sekitar 15 – 20 hari setelah

tanam. Bakteri bintil akar dapat mengikat nitrogen langsung dari

udara dalam bentuk gas N2 yang kemudian dapat digunakan oleh

kedelai setelah dioksidasi menjadi nitrat (NO3).

Batang

Kedelai berbatang dengan tinggi 30–100 cm. Batang dapat

membentuk 3 – 6 cabang, tetapi bila jarak antar tanaman rapat,

cabang menjadi berkurang, atau tidak bercabang sama sekali. Tipe

pertumbuhan batang dapat dibedakan menjadi terbatas

(determinate), tidak terbatas (indeterminate), dan setengah terbatas

(semi-indeterminate). Tipe terbatas memiliki ciri khas berbunga

serentak dan mengakhiri pertumbuhan meninggi. Tanaman pendek

sampai sedang, ujung batang hampir sama besar dengan batang

bagian tengah, daun teratas sama besar dengan daun batang tengah.

Tipe tidak terbatas memiliki ciri berbunga secara bertahap dari

bawah ke atas dan tumbuhan terus tumbuh. Tanaman berpostur

sedang sampai tinggi, ujung batang lebih kecil dari bagian tengah.

Tipe setengah terbatas memiliki karakteristik antara kedua tipe

lainnya.

Bunga

4

Bunga kedelai termasuk bunga sempurna yaitu setiap bunga

mempunyai alat jantan dan alat betina. Penyerbukan terjadi pada

saat mahkota bunga masih menutup sehingga kemungkinan kawin

silang alami amat kecil. Bunga terletak pada ruas-ruas batang,

berwarna ungu atau putih. Tidak semua bunga dapat menjadi

polong walaupun telah terjadi penyerbukan secara sempurna.

Sekitar 60% bunga rontok sebelum membentuk polong.

Buah

Buah kedelai berbentuk polong. Setiap tanaman mampu

menghasilkan 100 – 250 polong. Polong kedelai berbulu dan

berwarna kuning kecoklatan atau abu-abu. Selama proses

pematangan buah, polong yang mula-mula berwarna hijau akan

berubah menjadi kehitaman.

Daun

Pada buku (nodus) pertama tanaman yang tumbuh dari biji

terbentuk sepasang daun tunggal. Selanjutnya, pada semua buku di

atasnya terbentuk daun majemuk selalu dengan tiga helai. Helai

daun tunggal memiliki tangkai pendek dan daun bertiga

mempunyai tangkai agak panjang. Masing-masing daun berbentuk

oval, tipis, dan berwarna hijau. Permukaan daun berbulu halus

(trichoma) pada kedua sisi. Tunas atau bunga akan muncul pada

ketiak tangkai daun majemuk. Setelah tua, daun menguning dan

gugur, mulai dari daun yang menempel di bagian bawah batang.

C. Syarat Tumbuh

Iklim

1. Tanaman kedelai sebagian besar tumbuh di daerah yang beriklim

tropis dan subtropis. Sebagai barometer iklim yang cocok bagi kedelai

adalah bila cocok bagi tanaman jagung. Bahkan daya tahan kedelai

lebih baik daripada jagung. Iklim kering lebih disukai tanaman kedelai

dibandingkan iklim lembab.

5

2. Tanaman kedelai dapat tumbuh baik di daerah yang memiliki curah

hujan sekitar 100-400 mm/bulan. Sedangkan untuk mendapatkan hasil

optimal, tanaman kedelai membutuhkan curah hujan antara 100-200

mm/bulan.

3. Suhu yang dikehendaki tanaman kedelai antara 21-34 derajat C, akan

tetapi suhu optimum bagi pertumbuhan tanaman kedelai 23-27 derajat

C. Pada proses perkecambahan benih kedelai memerlukan suhu yang

cocok sekitar 30 derajat C.

4. Saat panen kedelai yang jatuh pada musim kemarau akan lebih baik

dari pada musim hujan, karena berpengaruh terhadap waktu

pemasakan biji dan pengeringan hasil.

Media Tanam

1. Pada dasarnya kedelai menghendaki kondisi tanah yang tidak terlalu

basah, tetapi air tetap tersedia. Jagung merupakan tanaman indikator

yang baik bagi kedelai. Tanah yang baik ditanami jagung, baik pula

ditanami kedelai.

2. Kedelai tidak menuntut struktur tanah yang khusus sebagai suatu

persyaratan tumbuh. Bahkan pada kondisi lahan yang kurang subur dan

agak asam pun kedelai dapat tumbuh dengan baik, asal tidak tergenang

air yang akan menyebabkan busuknya akar. Kedelai dapat tumbuh baik

pada berbagai jenis tanah, asal drainase dan aerasi tanah cukup baik.

3. Tanah-tanah yang cocok yaitu: alluvial, regosol, grumosol, latosol dan

andosol. Pada tanah-tanah podsolik merah kuning dan tanah yang

mengandung banyak pasir kwarsa, pertumbuhan kedelai kurang baik,

kecuali bila diberi tambahan pupuk organik atau kompos dalam jumlah

cukup.

4. Tanah yang baru pertama kali ditanami kedelai, sebelumnya perlu

diberi bakteri Rhizobium, kecuali tanah yang sudah pernah ditanami

Vigna sinensis (kacang panjang). Kedelai yang ditanam pada tanah

berkapur atau bekas ditanami padi akan lebih baik hasilnya, sebab

tekstur tanahnya masih baik dan tidak perlu diberi pemupukan awal.

6

5. Kedelai juga membutuhkan tanah yang kaya akan humus atau bahan

organik. Bahan organik yang cukup dalam tanah akan memperbaiki

daya olah dan juga merupakan sumber makanan bagi jasad renik, yang

akhirnya akan membebaskan unsur hara untuk pertumbuhan tanaman.

6. Tanah berpasir dapat ditanami kedelai, asal air dan hara tanaman untuk

pertumbuhannya cukup. Tanah yang mengandung liat tinggi,

sebaiknya diadakan perbaikan drainase dan aerasi sehingga tanaman

tidak kekurangan oksigen dan tidak tergenang air waktu hujan besar.

Untuk memperbaiki aerasi, bahan organik sangat penting artinya.

7. Toleransi keasaman tanah sebagai syarat tumbuh bagi kedelai adalah

pH= 5,8-7,0 tetapi pada pH 4,5 pun kedelai dapat tumbuh. Pada pH

kurang dari 5,5 pertumbuhannya sangat terlambat karena keracunan

aluminium. Pertumbuhan bakteri bintil dan proses nitrifikasi (proses

oksidasi amoniak menjadi nitrit atau proses pembusukan) akan berjalan

kurang baik.

8. Dalam pembudidayaan tanaman kedelai, sebaiknya dipilih lokasi yang

topografi tanahnya datar, sehingga tidak perlu dibuat teras-teras dan

tanggul.

Ketinggian Tempat

Varietas kedelai berbiji kecil, sangat cocok ditanam di lahan dengan

ketinggian 0,5- 300 m dpl. Sedangkan varietasi kedelai berbiji besar cocok

ditanam di lahan dengan ketinggian 300-500 m dpl. Kedelai biasanya akan

tumbuh baik pada ketinggian tidak lebih dari 500 m dpl.

D. Botani Jagung

Taksonomi

Taksonomi

Kingdom

:Plantae(Tumbuhan)

Subkingdom

:Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

7

Super Divisi

:Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi

:Magnoliophyta (Tumbuh an berbunga)

Kelas

:Liliopsida (berkeping satu/monokotil)

Sub Kelas

:Commelinidae

Ordo

:Poales

Famili

:Poaceae(sukurumput-rumputan)

Genus

:Zea

Spesies

: Zea mays L

E. Morfologi Tanaman

Tanaman jagung termasuk famili rumput-rumputan (graminae) darisubfamili

myadeae. Dua famili yang berdekatan dengan jagung adalahteosinte dan

tripsacum yang diduga merupakan asal dari tanaman jagung.Teosinte berasal

dari Meksico dan Guatemala sebagai tumbuhan liar didaerah pertanaman

jagung.

Sistem Perakaran

Jagung mempunyai akar serabut dengan tiga macam akar, yaitu (a)

akar seminal, (b) akar adventif, dan (c) akar kait atau penyangga. Akar

seminaladalah akar yang berkembang dari radikula dan embrio. Pertumbuhan

akar seminal akan melambat setelah plumula muncul ke permukaan tanah

danpertumbuhan akar seminal akan berhenti pada fase V3. Akar adventif

adalahakar yang semula berkembang dari buku di ujung mesokotil, kemudian

setakar adventif berkembang dari tiap buku secara berurutan dan terus keatas

antara 7-10 buku, semuanya di bawah permukaan tanah. Akar

adventif berkembang menjadi serabut akar tebal. Akar seminal hanya

sedikitberperan dalam siklus hidup jagung. Akar adventif berperan

dalampengambilan air dan hara. Bobot total akar jagung terdiri atas 52%

akar adventif seminal dan 48% akar nodal. Akar kait atau penyangga adalah

8

akar adventif yang muncul pada dua atau tiga buku di atas permukaan

tanah.Fungsi dari akar penyangga adalah menjaga tanaman agar tetap tegak

danmengatasi rebah batang. Akar ini juga membantu penyerapan hara dan

air.Perkembangan akar jagung (kedalaman dan penyebarannya)bergantung

pada varietas, pengolahan tanah, fisik dan kimia tanah, keadaanair tanah, dan

pemupukan. Akar jagung dapat dijadikan indikator toleransitanaman terhadap

cekaman aluminium. Tanaman yang toleran aluminium,tudung akarnya

terpotong dan tidak mempunyai bulu-bulu akar (Syafruddin2002). Pemupukan

nitrogen dengan takaran berbeda menyebabkanperbedaan perkembangan.

Batang dan Daun

Tanaman jagung mempunyai batang yang tidak bercabang, berbentuksilindris,

dan terdiri atas sejumlah ruas dan buku ruas. Pada buku ruasterdapat tunas

yang berkembang menjadi tongkol. Dua tunas teratasberkembang menjadi

tongkol yang produktif. Batang memiliki tigakomponen jaringan utama, yaitu

kulit (epidermis), jaringan pembuluh(bundles vaskuler), dan pusat batang

(pith). Bundles vaskuler tertata dalam lingkaran konsentris dengan kepadatan

bundles yang tinggi, dan lingkaran-lingkaran menuju perikarp dekat epidermis.

Kepadatan bundles berkurangbegitu mendekati pusat batang. Konsentrasi

bundles vaskuler yang tinggi dibawah epidermis menyebabkan batang tahan

rebah. Genotipe jagung yangmepunyai batang kuat memiliki lebih banyak

lapisan jaringan sklerenkimberdinding tebal di bawah epidermis batang dan

sekeliling bundles vaskuler (Paliwal 2000). Terdapat variasi ketebalan kulit

antargenotipe yang dapatdigunakan untuk seleksi toleransi tanaman terhadap

rebah batang.Sesudah koleoptil muncul di atas permukaan tanah, daun jagung

mulaiterbuka. Setiap daun terdiri atas helaian daun, ligula, dan pelepah

daunyang erat melekat pada batang. Jumlah daun sama dengan jumlah

bukubatang. Jumlah daun umumya berkisar antara 10-18 helai, rata-

ratamunculnya daun yang terbuka sempurna adalah 3-4 hari setiap

daun.Tanaman jagung di daerah tropis mempunyai jumlah daun relatif

lebihbanyak dibanding di daerah beriklim sedang (temperate) (Paliwal

9

2000).Genotipe jagung mempunyai keragaman dalam hal panjang, lebar,

tebal,sudut, dan warna pigmentasi daun. Lebar helai daun dikategorikan

mulaidari sangat sempit (< 5 cm), sempit (5,1-7 cm), sedang (7,1-9 cm),

lebar (9,1-11 cm), hingga sangat lebar (>11 cm). Besar sudut daun

mempengaruhitipe daun. Sudut daun jagung juga beragam, mulai dari sangat

kecil hinggasangat besar (Gambar 1). Beberapa genotipe jagung memiliki

antocyaninpada helai daunnya, yang bisa terdapat pada pinggir daun atau

tulang daun.Intensitas warna antocyanin pada pelepah daun bervariasi, dari

sangatlemah hingga sangat kuat.Bentuk ujung daun jagung berbeda, yaitu

runcing, runcing agak bulat,bulat, bulat agak tumpul, dan tumpul (Gambar 2).

Berdasarkan letak posisidaun (sudut daun) terdapat dua tipe daun jagung, yaitu

tegak (erect) danmenggantung (pendant). Daun erect biasanya memiliki sudut

antara kecilsampai sedang, pola helai daun bisa lurus atau bengkok. Daun

pendantumumnya memiliki sudut yang lebar dan pola daun bervariasi dari

lurussampai sangat bengkok. Jagung dengan tipe daun erect memiliki kanopi

kecil sehingga dapat ditanam dengan populasi yang tinggi. Kepadatantanaman

yang tinggi diharapkan dapat memberikan hasil yang tinggi pula.

Bunga

Jagung disebut juga tanaman berumah satu (monoeciuos) karena bunga jantan

dan betinanya terdapat dalam satu tanaman. Bunga betina, tongkol,muncul dari

axillary apices tajuk. Bunga jantan (tassel) berkembang darititik tumbuh apikal

di ujung tanaman. Pada tahap awal, kedua bunga memilikiprimordia bunga

biseksual. Selama proses perkembangan, primordiastamen pada axillary bunga

tidak berkembang dan menjadi bunga betina.Demikian pula halnya primordia

ginaecium pada apikal bunga, tidakberkembang dan menjadi bunga jantan

(Palliwal 2000). Serbuk sari (pollen)adalah trinukleat. Pollen memiliki sel

vegetatif, dua gamet jantan danmengandung butiran-butiran pati. Dinding

tebalnya terbentuk dari dualapisan, exine dan intin, dan cukup keras. Karena

adanya perbedaanperkembangan bunga pada spikelet jantan yang terletak di

atas dan bawahdan ketidaksinkronan matangnya spike, maka pollen pecah

10

secara kontinudari tiap tassel dalam tempo seminggu atau lebih.Rambut jagung

(silk) adalah pemanjangan dari saluran stylar ovary yangmatang pada tongkol.

Rambut jagung tumbuh dengan panjang hingga 30,5cm atau lebih sehingga

keluar dari ujung kelobot. Panjang rambut jagungbergantung pada panjang

tongkol dan kelobot.Tanaman jagung adalah protandry, di mana pada sebagian

besar varietas, bunga jantannya muncul (anthesis) 1-3 hari sebelum rambut

bungabetina muncul (silking). Serbuk sari (pollen) terlepas mulai dari

spikeletyang terletak pada spike yang di tengah, 2-3 cm dari ujung malai

(tassel),kemudian turun ke bawah. Satu bulir anther melepas 15-30 juta serbuk

sari.Serbuk sari sangat ringan dan jatuh karena gravitasi atau tertiup

anginsehingga terjadi penyerbukan silang. Dalam keadaan tercekam

(stress)karena kekurangan air, keluarnya rambut tongkol kemungkinan

tertunda, sedangkan keluarnya malai tidak terpengaruh. Interval antara

keluarnyabunga betina dan bunga jantan (anthesis silking interval,

ASI) adalah halyang sangat penting. ASI yang kecil menunjukkan terdapat

sinkronisasipembungaan, yang berarti peluang terjadinya penyerbukan

sempurnasangat besar. Semakin besar nilai ASI semakin kecil sinkronisasi

pembungaandan penyerbukan terhambat sehingga menurunkan hasil. Cekaman

abiotisumumnya mempengaruhi nilai ASI, seperti pada cekaman kekeringan

dantemperatur tinggi.Penyerbukan pada jagung terjadi bila serbuk sari dari

bunga jantanmenempel pada rambut tongkol. Hampir 95% dari persarian

tersebut berasaldari serbuk sari tanaman lain, dan hanya 5% yang berasal dari

serbuk saritanaman sendiri. Oleh karena itu, tanaman jagung disebut tanaman

bersarisilang (cross pollinated crop), di mana sebagian besar dari serbuk sari

berasaldari tanaman lain. Terlepasnya serbuk sari berlangsung 3-6 hari,

bergantungpada varietas, suhu, dan kelembaban. Rambut tongkol tetap reseptif

dalam3-8 hari. Serbuk sari masih tetap hidup (viable) dalam 4-16 jam

sesudahterlepas (shedding). Penyerbukan selesai dalam 24-36 jam dan biji

mulaiterbentuk sesudah 10-15 hari. Setelah penyerbukan, warna rambut

tongkolberubah menjadi coklat dan kemudian kering.

11

Tongkol dan Biji

Tanaman jagung mempunyai satu atau dua tongkol, tergantung varietas.Tongkol

jagung diselimuti oleh daun kelobot. Tongkol jagung yang terletakpada bagian

atas umumnya lebih dahulu terbentuk dan lebih besar dibanding yang terletak

pada bagian bawah. Setiap tongkol terdiri atas 10-16 baris biji yang jumlahnya

selalu genap.Biji jagung disebut kariopsis, dinding ovari atau perikarp menyatu

dengankulit biji atau testa, membentuk dinding buah. Biji jagung terdiri atas

tigabagian utama, yaitu (a) pericarp, berupa lapisan luar yang tipis,

berfungsimencegah embrio dari organisme pengganggu dan kehilangan air;

(b)endosperm, sebagai cadangan makanan, mencapai 75% dari bobot biji yang

mengandung 90% pati dan 10% protein, mineral, minyak, dan lainnya; dan(c)

embrio (lembaga), sebagai miniatur tanaman yang terdiri atas plamule,akar

radikal, scutelum, dan koleoptil (Hardman and Gunsolus 1998).Pati endosperm

tersusun dari senyawa anhidroglukosa yang sebagianbesar terdiri atas dua

molekul, yaitu amilosa dan amilopektin, dan sebagiankecil bahan antara (White

1994). Namun pada beberapa jenis jagungterdapat variasi proporsi kandungan

amilosa dan amilopektin. Proteinendosperm biji jagung terdiri atas beberapa

fraksi, yang berdasarkankelarutannya diklasifikasikan menjadi albumin (larut

dalam air), globumin(larut dalam larutan salin), zein atau prolamin (larut dalam

alkoholkonsentrasi tinggi), dan glutein (larut dalam alkali). Pada sebagian

besar jagung, proporsi masing-masing fraksi protein adalah albumin 3%,

globulin3%, prolamin 60%, dan glutein.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->