P. 1
ContohLaporanPenelitianIPA

ContohLaporanPenelitianIPA

|Views: 14|Likes:
Published by Fajar Bolipia

More info:

Published by: Fajar Bolipia on Aug 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/03/2012

pdf

text

original

Sections

  • BAB I
  • BAB II
  • BAB III
  • BAB IV
  • BAB V

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN METODE PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY) PADA SISWA KELAS ………………………………….

…………………………………………….. TAHUN PELAJARAN 2001/2002

KARYA ILMIAH

OLEH ……………………………….. NIP: ……………………………

DINAS PENDIDIKAN ………………………………….. ………………………………………… ………………………………………………

Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan.blogspot.com

1

HALAMAN PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN Setelah membaca dan mencermati karya ilmiah yang merupakan ulasan hasil penelitian yang tidak dipublikasikan tetapi didokumentasikan di perpustakaan ………………………………….. hasil karya dari:

Nama NIP Unit Kerja Judul

: ………………………. : ………………………. : ……………………………… : Upaya Meningkatkan Prestasi Dan Kualitas Belajar IPA Dengan Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery) Pada Siswa Kelas …………………………..Tahun

2001/2002

Menyetujui dan mengesahkan untuk diajukan mendapatkan Penetapan Angka Kredit Kenaikan Pangkat dalam jabatan fungsional guru.

Mengetahui Ketua PD PGRI II ……………………. Kepala ………………… ……………………………

……………………………… NPA:

………………………….. NIP: ……………….

Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan.blogspot.com

2

HALAMAN PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN

Karya Ilmiah ini diajukan sebagai syarat untuk memenuhi penetapan angka kredit kenaikan pangkat dalam jabatan fungsional guru. Karya ilmiah ini tidak dipublikasikan tetapi telah disetujui dan disahkan untuk didokumentasikan di perpustakaan …………………………………..

Pada Hari Tanggal

: …………………… : ……………………

Pustakawan

Kepala

…………………. NIP: ………………. …………………

………………………….. NIP:

Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan.blogspot.com

3

KATA PENGANTAR
Dengan mengucap syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT, hanya dengan limpahan rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas penyusunan karya ilmiah dengan judul “Upaya Meningkatkan Prestasi Dan Kualitas Belajar IPA Dengan Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery) Pada Siswa Kelas

……………………………….Tahun Pelajaran 2001/2002”, penulisan karya ilmiah ini kami susun untuk dipakai dalam bacaan di perpustakaan sekolah dan dapat dipakai sebagai perbandingan dalam pembuatan karya ilmiah bagi teman sejawat juga anak didik pada latihan diskusi ilmiah dalam rangka pembinaan karya ilmiah remaja. Dalam penyusunan karya ilmiah ini penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu terima kasih ucapkan dengan tulus dan sedalam-dalamnya kepada: 1. Yth. Kepala Dinas Pendidikan ……………………………………. 2. Yth. Ketua PD II PGRI …………………………. 3. Yth. Rekan-rekan Guru ………………………………. 4. Semua pihak yang telah banyak membantu sehingga penulisan ini selesai. Penulis menyadari bahwa penulisan karya ilmiah ini jauh dari sempurna untuk itu segala kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak selalu penulis harapkan. Penulis

Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan.blogspot.com

4

ABSTRAK
…………………., 2001.Upaya Meningkatkan Prestasi Dan Kualitas Belajar IPA Dengan Metode Pembelajaran Penemuan (discovery) Pada Siswa Kelas …………………………………………….. Tahun Pelajaran 2001/2002 Kata Kunci: pembelajaran ipa, metode penemuan (discovery) Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor diantaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, karena guru secara langsung dapat mempengaruhi, membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksimal, peran guru sangat penting dan diharapkan guru memiliki cara/model mengajar yang baik dan mampu memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan. Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya pembelajaran penemuan (discovery)? (b) Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran penemuan (discovery) terhadap motivasi belajar siswa? Tujuan dari penelitian tindakan ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran penemuan (discovery). (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran penemuan (discovery). Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas ………………………………………. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (68,18%), siklus II (77,27%), siklus III (86,36%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode penemuan (discovery) dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa ……………………………., serta metode pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran IPA.

Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan.blogspot.com

5

.................................................... Kata Pengantar ....... G............. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.......... Rancangan Penelitian .. Abstrak ......... Tujuan Penelitian ... Latar Belakang Masalah ................................. Batasan Masalah ........................................................................................................................com 6 .......................... E...... D.......................................................................................... B........................................ 19 19 16 6 7 8 11 15 1 3 3 4 4 5 ii iii iv v Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan............................. C...........DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul ........... C....................................................... Motivasi Belajar ....................... Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery) .............................. Perumusan Masalah................................ B....... dan Subyek Penelitian ......... BAB III METODOLOGI PENELITIAN A...................... Manfaat Penelitian ................................... Tempat............................... Hubungan Motivasi dan Prestasi Belajar Terhadap Metode pembelajaran Penemuan (discovery) . i Lembar Pengesahan ......................... E.........................................................blogspot. Proses Belajar Mengajar IPA . Hakekat IPA ................................... Daftar Isi ............... Prestasi Belajar IPA ............................. Definisi Operasional Variabel .............................................................................. BAB I PENDAHULUAN A............... F..... D...................................... Waktu............ B.....................

.................... Instrumen Penelitian ......... 21 25 25 28 30 39 41 41 DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………................. BAB V PENUTUP A... Kesimpulan ............................................ Metode Pengumpulan Data ....................................................... Teknik Analisis Data . E.... D........ Pembahasan ... 43 Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan....blogspot.......................... Analisi Item Butir Soal ......................com 7 ......................................................... Saran ..... Analisis Data Penelitian Persiklus ....................... B.......... B.............. C......................................................C............ BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A..............................

Sejalan dengan kemajuan tersebut. Pada hakekatnya kegiatan belajar mengajar adalah suatu proses interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam satuan pembelajaran. Perubahan-perubahan itu terjadi karena telah dilakukan berbagai usaha pembaharuan dalam pendidikan. Akibat pengaruh itu pendidikan semakin mengalami kemajuan.com 8 .BAB I PENDAHULUAN A. Perkemangan itu terjadi karena terdorong adanya pembaharuan tersebut. Bahkan secara keseluruhan pendidikan dapat yang dikatakan mencakup bahawa seluruh pembaharuan dalam system komponen yang ada. Pembangunan di bidang pendidikan barulah ada artinya apabila dalam pendidiakn dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bangsa Indonesia yang sedang membangun.blogspot. maka dewasa ini pendidikan di sekolah-sekolah telah menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. sehingga di dalam pengajaranpun guru selalu ingin menemukan metode dan peralatan baru yang dapat memberikan semangat belajar bagi muridmurid. Latar Belakang Masalah System pendidikan di Indonesia ternyata telah mengalami banyak perubahan. Guru sebagai salah satu komponen dalam proses belajar Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan.

berkepribadian. bertanggung jawab. Karena itu guru harus dapat membuat suatu pengajaran menjadi lebeh efektif juga menarik sehingga bahan pelajaran yang disampaikan akan membuat siswa merasa senang dan merasa perlu untuk mempelajari bahan pelajaran tersebut. gurulah yang mengarahkan bagaimana proses belajar mengajar itu dilaksanakan. cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. manusia seutuhnya yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta terhadap tanah air. berbudi pekerti luhur. Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. Depdikbud (1999). mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial. Guru mengemban tugas yang berat untuk tercapainya tujuan pendidikan nasional yaitu meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Guru bukan hanya sekedar penyampai materi saja. tetapi lebih dari itu guru dapat dikatakan sebagai sentral pembelajaran. berdisiplin. bekerja keras.com 9 .blogspot. Sebagai pengatur sekaligus pelaku dalam proses belajar mengajar. Sejalan dengan itu pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia-manusia pembangunan dan membangun dirinya sendiri serta bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. tangguh.mengajar merupakan pemegang peran yang sangat penting. mandiri.

Pemahaman ini memerlukan minat dan motivasi.com 10 . Untuk itu.Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor diantaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Untuk itu diperlukan suatu upaya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran salah satunya adalah dengan memilih strategi atau cara dalam menyampaikan materi pelajaran agar diperoleh peningkatan prestasi belajar siswa khususnya pelajaran IPA. Misalnya dengan membimbing siswa untuk bersama-sama terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mampu membantu siswa berkembang sesuai dengan taraf intelektualnya akan lebih menguatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep yang diajarkan. guru harus memberikan suntikan dalam bentuk motivasi sehingga dengan bantuan itu anak didik dapat keluar dari kesulitan belajar. Tanpa adanya minat menandakan bahwa siswa tidak mempunyai motivasi untuk belajar. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksimal. peran guru sangat penting dan diharapkan guru memiliki cara/model mengajar yang baik dan mampu memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan.blogspot. Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. karena guru secara langsung dapat mempengaruhi.

misalnya dengan membimbing siswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan yang melibatkan siswa serta guru yang berperan sebagai pembimbing untuk menemukan konsep IPA. juga diharapkan dapat menetapkan dan melaksanakan penyajian materi yang sesuai kemampuan dan kesiapan anak. Berdasarkan uraian tersebut di atas penulis mencoba menerapkan salah satu metode pembelajaran. sehingga menghasilkan penguasaan materi yang optimal bagi siswa. Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. Untuk itu dibutuhkan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan upaya membangkitkan motivasi belajar siswa. sehingga siswa itu akan meyerap dan mengendapan materi itu dengan lebih baik. 2001: 3). Motivasi tidak hanya menjadikan siswa terlibat dalam kegiatan akademik. kegagalan dalam belajar rata-rata dihadapi oleh sejumlah siswa yang tidak memiliki dorongan belajar. Untuk itu sebagai seorang guru disamping menguasai materi. yaitu metode pembelajaran penemuan Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. motivasi juga penting dalam menentukan seberapa jauh siswa akan belajar dari suatu kegiatan pembelajaran atau seberapa jauh menyerap informasi yang disajikan kepada mereka.com 11 .Berdasarkan pengalaman penulis di lapangan.blogspot. Tugas penting guru adalah merencanakan bagaimana guru mendukung motivasi siswa (Nur.

mencari. Dari latar belakang di atas maka penulis dalam penelitian ini mengambil judul “Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPA dengan Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery) Pada Siswa Kelas ………………………………………. 2001: 4). Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas.blogspot. maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut: 1. B. Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran penemuan (discovery) terhadap motivasi belajar siswa? Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. mendikusikan sesuatu yang berkaitan dengan pengajaran.(discovery) untuk mengungkapkan apakah dengan model penemuan (discovery) dapat meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar IPA. (Siadari.com 12 . Penulis memilih metode pembelajaran ini mengkondisikan siswa untuk terbiasa menemukan. Dalam metode pembelajaran penemuan (discovery) siswa lebih aktif dalam memecahkan untuk menemukan sedang guru berperan sebagai pembimbing atau memberikan petunjuk cara memecahkan masalah itu. Tahun Pelajaran 2001/2002”. Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siwa dengan diterapkannya pembelajaran penemuan (discovery)? 2.

Manfaat Penelitian Penulis mengharapkan dengan hasil penelitian ini dapat: 1.C. Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran penemuan (discovery). E.blogspot. Meningkatkan motivasi pada pelajaran IPA 3. Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan di atas. Metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah: Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. Definisi Operasional Variabel Agar tidak terjadi salah persepsi terhadap judul penelitian ini.com 13 . 2. Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan materi IPA. Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran penemuan (discovery). Mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan bidang studi IPA. penelitian ini bertujuan untuk: 1. D. 2. maka perlu didefinisikan hal-hal sebagai berikut: 1.

com 14 . Agar anak dapat belajar sendiri 2. Batasan Masalah Karena keterbatasan waktu. F. 3. seminar. Prestasi belajar adalah: Hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau dalam bentuk skor. Penelitian ini dilakukan pada bulan September semester ganjil tahun pelajaran 2001/2002. 2. 3. dengan diskusi.blogspot. membaca sendiri dan mencoba sendiri. Penelitian inihanya dikenakan pada siswa kelas ………………………………… tahun pelajaran 2001/2002.Suatu cara mengajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat. Materi yang disampaikan adalah pokok bahasan………………… Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. setelah siswa mengikuti pelajaran. maka diperlukan pembatasan masalah meliputi: 1. atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. Motivasi belajar adalah: Suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan.

Metode ilmiah dan pengamatan ilmiah menekankan pada hakikat IPA. Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. Perkembangan IPA tidak hanya ditandai dengan adanya fakta. 3. 2.com 15 . Observasi dan Eksperimen. Ramalan (prediksi). Kualitas. Hakikat IPA IPA didefiniksan sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara alam. tetapi juga oleh adanya metode ilmiah dan sikap ilmiah. Secara rinci hakikat IPA menurut Bridgman (dalam Lestari.blogspot.BAB II KAJIAN PUSTAKA A. 2002: 7) adalah sebagai berikut: 1. pada dasarnya konsep-konsep IPA selalu dapat dinyatakan dalam bentuk angka-angka. merupakan salah satu asumsi penting dalam IPA bahwa misteri alam raya ini dapat dipahami dan memiliki keteraturan. merupakan salah satu cara untuk dapat memahami konsep-konsep IPA secara tepat dan dapat diuji kebenarannya.

blogspot. 5. tahapan-tahapan yang dilalui dan itu dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah dalam rangkan menemukan suatu kebernaran. kebenaran yang ditemukan senantiasa berlaku secara umum. B. 2000: 5). Proses.Dengan asumsi tersebut lewat pengukuran yang teliti maka berbagai peristiwa alam yang akan terjadi dapat diprediksikan secara tepat. Progresif dan komunikatif.com 16 . Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. dimana konsep-konsepnya diperoleh melalui suatu proses dengan menggunakan metode ilmiah dan diawali dengan sikap ilmiah kemudian diperoleh hasil (produk). 4. Dari penjelasan di atas. dapat disimpulkan bahwa hakikat IPA merupakan bagian dari IPA. Proses Belajar Mengajar IPA Proses dalam pengertian disini merupakan interaksi semua komponen atau unsur yang terdapat dalam belajar mengajar yang satu sama lainnya saling berhubungan (inter independent) dalam ikatan untuk mencapai tujuan (Usman. Universalitas. artinya IPA itu selalu berkembang ke arah yang lebih sempurna dan penemuan-penemuan yang ada merupakan kelanjutan dari penemuan sebelumnya.

baik aspek pengetahuannya. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Proses belajar mengajar merupakan suatu inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegangn peran utama.com 17 . maupun aspek sikapnya. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar mengajar (Usman. dari tidak mengerti menjadi mengerti. Misalnya dari tidak bisa menjadi bisa. Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. keterampilannya.Belajar diartikan sebagai proses perubahan tingka laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan lingkungannya. (dalam Usman. Hal ini sesuai dengan yang diutarakan Burton bahwa seseorang setelah mengalami proses belajar akan mengalami perubahan tingkah laku. 2000: 5). Mengajar merupakan suatu perbuatan yang memerlukan tanggungjawab moral yang cukup berat.blogspot. Mengajar pada prinsipnya membimbing siswa dalam kegiatan suatu usaha mengorganisasi lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik dan bahan pengajaran yang menimbulkan proses belajar. 2000: 4).

menggolong-golongkan. mencerna. Menurut Sund discovery adalah proses mental dimana siswa memampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. yaitu rentetan kegiatan perencanaan oleh guru. pans. menjelaskan. Suaut konsep misalnya: segi tiga. pelaksanaan kegiatan sampai evaluasi dan program tindak lanjut yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu yaitu pengajaran IPA.blogspot. membuat dugaan.com 18 . mengerti. demokrasi dan sebagainya. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. Yang dimaksudkan dengan proses mental tersebut antara lain ialah: mengamati. C. Dari kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa proses belajar mengajar IPA meliputi kegiatan yang dilakukan guru mulai dari perencanaan. mengukur membuat kesimpulan dan sebainya. Metode pembelajaran Penemuan (Discovery) Teknik penemuan adalah terjemahan dari discovery. proses belajar mengajar dapat mengandung dua pengertian. pelaksanaan kegiatan sampai evaluasi program tindak lanjut (dalam Suryabrata. sedang yang dimaksud dengan prisnsip antara lain ialah: logam apabila dipanaskan akan mengemabang. 1997: 18).Sedangkan menurut buku Pedoman Guru Pendidikan Agama Islam.

Richard dan asistennya mencoba self-learning siswa (belajar sndiri) itu.mengalami proses mental itu sendiri. dengan diskusi. membaca sendiri dan mencoba sendiri. serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif/pengenalan siswa. Dr. Penggunaan teknik discovery ini guru berusaha meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar.com 19 . Agar anak dapat belajar sendiri. Dengan menggunakan discovery learning. Maka teknik ini memiliki keuntungan sebagai berikut: mengembangkan. Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut. Teknik ini mampu membantu siswa untuk memperbanyak kesiapan. mengajar para siswa. seminar. sehingga situasi belajar mengajar berpindah dari situsi teacher learning menjadi situasi student dominated learning. guru hanya membimbing dan memberikan instruksi. ialah suatu cara mengajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat.blogspot. J. Dapat membangkitkan kegairahan belajar Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan.

Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. membantu bila diperlukan.com 20 . akan kurang berhasil.kepada siswa Teknik ini mampu memberikan kesempatan untuk berkembang dan maju sesuai dengankemampuannya masing-masing. Walalupun demikian baiknya teknik ini toh masih ada pula kelemahan yang perlu diperhatikan ialah: Pada siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental untuk cara belajar ini. Siswa harus berani dan berkeinginan untuk mengetahui keadaan sekitarnya dengan baik. Guru hanya sebagai teman belajar saja. sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar lebih giat. Mampu mengarahkan cara siswa belajar. Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan Bila kelas terlalu besar penggunaan teknikini perencaan dan pengajaran tradisional mungkin akan sangat kecewa bila diganti dengan teknik penemuan. Membantu siswa untuk memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses penemuan sendiri. Strategi itu berpusat pada siswa tidak pada guru.blogspot.

- Dengan teknik ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu mementingkan proses pengertiansaja. kurang memperhatikan perkembangan/pembentukan sikap dan keterampilan bagi siswa. motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan.com 21 . D. Sedangkan motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. Teknik ini mungkin tidak memberikan kesempatan untuk berpikir secara kreatif. atau keadaan seserang atau organisme yang menyebabkan kesiapan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan. Sedangkan menurut Djamarah (2002: 114) motivasi adalah suatu pendorong yang mengubah energi dalam diri seseorang kedalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu. 2000: 28). Pengertian Motivasi Motif adalah daya dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu. Dalam proses belajar. atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu (Usman.blogspot. Motivasi Belajar 1.

tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. 2000: 29).blogspot. Motivasi Intrinsik Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam individu. Jadi motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. suruhan. Sedangkan menurut Djamarah (2002: 115).com 22 . 3. motivasi instrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. sehingga siswa itu akan meyerap dan mengendapkan mateti itu dengan lebih baik. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Nur (2001: 3) bahwa siswa yang termotivasi dalam belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. yaitu: a. atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar (Usman. Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. apakah karena adanya ajakan. Macam-macam Motivasi Menurut jenisnya motivasi dibedakan menjadi dua.

suruhan. 4) Sesekali memberikan penghargaan pada siswa atas pekerjaannya. b.com 23 .blogspot. Seseorang yang memiliki motivasi intrinsik dalam dirinya maka secara sadar akan melakukan suatu kegiatan yang tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya. atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. 1994: 105) ada beberapa strategi dalam mengajar untuk membangun motivasi intrinsik. apakah karena adanya ajakan. Motivasi Ekstrinsik Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu.Menurut Winata (dalam Erriniati. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi instrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam individu yang berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. 2) Memberikan kebebasan dalam memperluas materi pelajaran sebatas yang pokok. 3) Memberikan banyak waktu ekstra bagi siswa untuk mengerjakan tugas dan memanfaatkan sumber belajar di sekolah. Strategi tersebut adalah sebagai berikut: 1) Mengaitkan tujuan belajar dengan tujuan siswa. 5) Meminta siswa untuk menjelaskan hasil pekerjaannya.

Misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh oleh orang tuanya agar mendapat peringkat pertama dikelasnya (Usman. 2000: 29). Sedangkan menurut Djamarah (2002: 117).com 24 . Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. 3) Tujaun yang jelas: Motif mendorong individu untuk mencapai tujuan. makin besar nilai tujuan bagi individu yang bersangkutan dan makin besar pula motivasi dalam melakuakan sesuatu perbuatan. Makin jelas tujuan. 2) Pace Making (membuat tujuan sementara atu dekat): Pada awal kegiatan belajar mengajar guru. Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan.melakukan sesuatu atau belajar. dicapai memperbaiki hasil telah sebelumnya dan mengatasi prestasi orang lain.blogspot. Beberapa cara membangkitkan motivasi ekstrinsik dalam menumbuhkan motivasi instrinsik antata lain: 1) Kompetisi (persaingan): guru berusaha menciptakan persaingan diantara berusaha siswanya untuk meningkatkan prestasi prestasi yang belajarnya. motivasi ekstrinsik adalah kebalikan dari motivasi intrinsik. hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa TIK yang akan dicapai sehingga dengan demikian siswa berusaha untuk mencapai TIK tersebut.

barulah siswa giat belajar dengan menghafal agar ia mendapat nilai yang baik. untuk mencapai nilai yang tinggi. Pada umumnya semua siswa mau belajar dengan tujuan memperoleh nilai yang baik. Dari uraian di atas diketahui bahwa motivsi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dari luar individu yang berfungsinya karena adanya perangsang dari laur. kesenangan dan kepercayaan terhadap diri sendiri. guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada anak untuk meraih sukses dengan usaha mandiri. Akan tetapi. E. 5) Minat yang besar: Motif akan timbul jika individu memiliki minat yang besar. tentu saja dengan bimbingan guru. bila guru mengatakan bahwa lusa akan diadakan ulangan lisan. Dengan demikian. Prestasi Belajar IPA Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. Hal ini terbukti dalam kenyataan bahwa banyak siswa yang tidak belajar bila tidak ada ulangan.4) Kesempurnaan untuk sukses: Kesuksesan dapat menimbulkan rasa puas.blogspot.com 25 . angka atau nilai itu merupakan motivasi yang kuat bagi siswa. misalnya adanya persaingan. 6) Mengadakan penilaian atau tes. dan lain sebagainya. Jadi. sedangkan kegagalan akan membawa efek yang sebaliknya.

dekerjakan). Sejalan dengan prestasi belajar. Pengalaman dalam belajar merupakan pengalaman yang dituju pada hasil yang akan dicapai siswa dalam proses belajar di sekolah.blogspot. dalam hal ini prestasi belajar merupakan hasil pekerjaan.Belajar dapat membawa suatu perubahan pada individu yang belajar. Di samping itu guru dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah. Perubahan ini merupakan pengalaman tingkah laku dari yang kurang baik menjadi lebih baik. hasil penciptaan oleh seseorang yang diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yang membutuhkan pikiran. prestasi belajar adalah hasil yang dicapai (dilakukan.com 26 . maka dapt diartikan bahwa prestasi belajar IPA adalah nilai yang dipreoleh siswa setelah melibatkan secara langsung/aktif seluruh potensi yang dimilikinya baik aspek kognitif Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. Berdasarkan uraian diatas dapat dikatakan bahwa prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh potensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. Pencapaian hasil belajar tersebut dapat diketahui dengan megadakan penilaian tes hasil belajar. Menurut Poerwodarminto (1991: 768). Penilaian diadakan untuk mengetahui sejauh mana siswa telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru.

mempunyai efek transfer yang lebih baik dan meningkatkan siswa dan kemampuan berfikir secara bebas. Secara umum belajar penemuan (discovery) ini melatih keterampilan kognitif untuk menemukan dan Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. 2001: 7). 2001: 3).(pengetahuan). Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu.com 27 . Pengetahuan yang diperoleh dengan belajar penemuan (discovery) akan bertahan lama. Sedangkan prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh potensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. Hubungan Motivasi dan Prestasi Belajar Terhadap Metode pembelajaran Penemuan (discovery) Motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertetntu. Sedangkan metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah suatu metode pembelajaran yang memberikan kesempatan dan menuntut siswa terlibat secara aktif di dalam mencapai tujuan pembelajaran dengan memberikan informasi singkat (Siadari. F. afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan) dalam proses belajar mengajar IPA. sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik (Nur.blogspot.

Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intesitas usaha belajar siswa.blogspot. 2002: 19). Hasil ini akan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. akan makin berhasil pula pelajaran itu.memecahkan masalah tanpa pertolongan orang lain. Makin tepat motivasi yang diberikan. Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. Dengan motivasi yang tinggi maka intensitas usaha belajar siswa akan tingi pula. Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa dengan adanya motivasi dalam pembelajaran model penemuan (discovery) tersebut maka hasil-hasil belajar akan menjadi optimal. belajar penemuan membangkitkan keingintahuan siswa.com 28 . memberi motivasi untuk bekerja sampai menemukan jawaban (Syafi’udin. Selain itu.

sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai. dan (d) administrasi social ekperimental. Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif. Tujuan utama dari penelitian tindakan ini adalah meningkatkan hasil pembelajaran di kelas dimana guru secara penuh terlibat dalam penelitian mulai dari perencanaan. kehadiran peneliti sebagai guru di kelas sebagai pengajar tetap dan Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. Dalam penelitian ini peneliti tidak bekerjasama dengan siapapun. Dalam penelitian tindakan ini menggunakan bentu guru sebagai peneliti. tindakan.blogspot.BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research). 1997. 8) mengelompokkan penelitian tindakan menjadi empat macam yaitu (a) guru bertindak sebagai peneliti. (b) penelitian tindakan kolaboratif.com 29 . Menurut Oja dan Sumarjan (dalam Titik Sugiarti. penanggung jawab penuh penelitian tindakan adalah praktisi (guru). pengamatan dan refleksi. (c) Simultan terintegratif. karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas.

Penelitian ini akan dihentikan apabila ketuntasan belajar secara kalasikal telah mencapai 85% atau lebih.. sehingga siswa tidak tahu kalau diteliti. tahun pelajaran 2001/2002. Tempat.pada pokok bahasan ………… Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September semester gasal 2001/2002.dilakukan seperti biasa. Penelitian ini bertempat di ………………………………………………. Dengan cara ini diharapkan didapatkan data yang seobjektif mungkin demi kevalidan data yang diperlukan. Tempat Penelitian Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan penelitian untuk memperoleh data yang diinginkan.blogspot. peneliti tidak tergantung pada jumlah siklus yang harus dilalui.com 30 . Jadi dalam penelitian ini. 3. Waktu Penelitian Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya penelitian atau saat penelitian ini dilangsungkan. 2. Subyek Penelitian Subyek penelitian adalah siswa-siswi kelas ………………………………. A. Waktu dan Subyek Penelitian 1.

Menurut Tim Pelatih Proyek PGSM. memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan itu. yaitu berbentuk spiral dari sklus yang satu ke siklus yang berikutnya. 2000: 3).blogspot. yaitu penelitian tindakan. Adapun tujuan utama dari PTK adalah untuk secara adalah memperbaiki/meningkatkan berkesinambungan. serta memperbaiki kondisi dimana praktek pembelajaran tersebut dilakukan (dalam Mukhlis. Langkah pada siklus berikutnya adalah perncanaan yang sudah Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. dan reflection (refleksi). PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas. Sedangkah menurut Mukhlis (2000: 5) PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat sistematis reflektif oleh pelaku tindakan untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan. 2000: 5).B. pratek tujuan pembelajaran penyertaannya sedangkan menumbuhkan budaya meneliti di kalangan guru (Mukhlis. Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). observation (pengamatan).com 31 . Setiap siklus meliputi planning (rencana). Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih. 1997: 6). maka penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan Taggart (dalam Sugiarti. action (tindakan).

sebelum mengadakan penelitian peneliti menyusun rumusan masalah. Rancangan/rencana awal.blogspot. dan refleksi.com 32 . tujuan dan membuat rencana tindakan. Siklus spiral dari tahap-tahap penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada gambar berikut. Putar an 1 Refleksi Rencana Rencana awal/rancangan awal/rancangan Putar an 2 Tindakan/ Observasi Refleksi Tindakan/ Observasi Refleksi Tindakan/ Observasi Rencana yang Rencana yang direvisi direvisi Rencana yang Rencana yang direvisi direvisi Putar an 3 Gambar 3. pengamatan. Sebelum masuk pada siklus 1 dilakukan tindakan pendahuluan yang berupa identifikasi permasalahan. tindakan.direvisi. Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan.1 Alur PTK Penjelasan alur di atas adalah: 1.

com 33 . meliputi tindakan yang dilakukan oleh peneliti sebagai upaya membangun pemahaman konsep siswa serta mengamati hasil atau dampak dari diterapkannya metode pembelajaran model discovery . Refleksi. yaitu putaran 1.termasuk di dalamnya instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran. 3.blogspot. Rancangan/rencana yang direvisi. 2. 2 dan 3. C. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari: 1. Dibuat dalam tiga putaran dimaksudkan untuk memperbaiki sistem pengajaran yang telah dilaksanakan. berdasarkan hasil refleksi dari pengamat membuat rancangan yang direvisi untuk dilaksanakan pada siklus berikutnya. Kegiatan dan pengamatan. dimana masing putaran dikenai perlakuan yang sama (alur kegiatan yang sama) dan membahas satu sub pokok bahasan yang diakhiri dengan tes formatif di akhir masing putaran. Silabus Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. peneliti mengkaji. melihat dan mempertimbangkan hasil atau dampak dari tindakan yang dilakukan berdasarkan lembar pengamatan yang diisi oleh pengamat. Observasi dibagi dalam tiga putaran. 4.

blogspot.Yaitu seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran pengelolahan kelas. Masing-masing RP berisi kompetensi dasar. 5. Lembar observasi pengolahan pembelajaran penemuan (discovery). 4. Rencana Pelajaran (RP) Yaitu merupakan perangkat pembelajaran yang digunakan sebagai pedoman guru dalam mengajar dan disusun untuk tiap putaran. Tes formatif ini diberikan setiap akhir putaran. Lembar Kegiatan Siswa Lembar kegaian ini yang dipergunakan siswa untuk membantu proses pengumpulan data hasil eksperimen. indicator pencapaian hasil belajar. tujuan pembelajaran khusus. untuk mengamati kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. Lembar observasi aktivitas siswa dan guru. dan kegiatan belajar mengajar. untuk mengamati aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran. 3. Tes formatif Tes ini disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. serta penilaian hasil belajar. Bentuk soal yang Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. 2. Lembar Observasi Kegiatan Belajar Mengajar a. b.com 34 .

com 35 . Analisis ini digunakan untuk memilih soal yang baik dan memenuhi syarat digunakan untuk mengambil data. Langkah-langkah analisi btir soal adalah sebagai berikut: a. 2001: 72) Dengan: rxy N ΣY ΣX ΣX2 ΣXY b.blogspot. Sehingga dapat ditentukan butir soal yang gagal dan yang diterima. kemudian penulis mengadakan analisis butir soal tes yang telah diuji validitas dan reliabilitas pada tiap soal. Tingkat kevalidan ini dapat dihitung dengan korelasi Product Moment: rxy = {N ∑ X N ∑ XY − ( ∑ X )( ∑ Y ) 2 − (∑ X ) 2 }{N ∑ Y 2 − (∑Y ) 2 } (Suharsimi Arikunto.diberikan adalah pilihan ganda (objektif). Validitas Tes Validitas butir soal atau validitas item digunakan untuk mengetahui tingkat kevalidan masing-masing butir soal. Sebelumnya soal-soal ini berjumlah 46 soal yang telah diujicoba. Reliabilitas : Koefisien korelasi product moment : Jumlah peserta tes : Jumlah skor total : Jumlah skor butir soal : Jumlah kuadrat skor butir soal : Jumlah hsilkali skor butir soal Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan.

blogspot. 20001: 93) (1 + r1 / 21 / 2 ) Dengan: r11 r1/21/2 : Koefisien reliabilatas yang sudah disesuaikan : Korelasi antara skor-skor setiap belahan tes Kriteria reliabilitas tes jika harga r11 dari perhitungan lebih besar dari harga r pada tabel product moment maka tes tersebut reliabel. 2001: 208) Dengan: P B Js : Indeks kesukaran : Banyak siswa yang menjawab soal dengan benar : Jumlah seluruh siswa peserta tes Criteria untuk menentukan indeks kesukaran soal adalah sebagai berikut: Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. Taraf Kesukaran Bilangan yang menunjukkan sukar dan mudahnya suatu soal adalah indeks kesukaran.Reliabilitas butir soal dalam penelitian ini menggunakan rumus belah dua sebagai berikut: r11 = 2r1 / 21 / 2 (Suharsimi Arikunto. c. Rumus yangdigunakan untuk menentukan taraf kesukaran adalah: P= B Js (Suharsimi Arikunto.com 36 .

301 sampai 0.701 sampai 1.000 sampai 0. Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda desebut indeks diskriminasi.700 adalah sedang Soal dengan P = 0.blogspot.d. 2001: 211) Dimana: D BA BB : Indeks diskriminasi : Banyak peserta kelompok atas yang menjawab dengan benar : Banyak peserta kelompok bawah yang menjawab dengan benar JA JB : Jumlah peserta kelompok atas : Jumlah peserta kelompok bawah PA = benar. BA = Proporsi peserta kelompok atas yang menjawab JA Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. Soal dengan P = 0.300 adalah sukar Soal dengan P = 0. Rumus yang digunakan untuk menghitung indeks diskriminasi adalah sebagai berikut: D= B A BB − = PA − PB JA JB (Suharsimi Arikunto.com 37 .000 adalah mudah Daya Pembeda Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang berkemampuan tinggi dengan siswa yang berkemampuan rendah.

000 sampai 0.200 adalah jelek Soal dengan D = 0.201 sampai 0. yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui prestasi Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan.700 adalah baik Soal dengan D = 0.401 sampai 0.PB = benar BB = Proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab JB Kriteria yang digunakanuntuk menentukan daya pembeda butir soal sebagai berikut: Soal dengan D = 0. observasi aktivitas siswa dan guru.000 adalah sangat baik. D.701 sampai 1.blogspot. Metode Pengumpulan Data Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi pengolahan pembelajaran penemuan (discovery). dan tes formatif.com 38 . Teknik Analisis Data Untuk mengetahui keefektivan suatu metode dalam kegiatan pembelajaran perlu diadakan analisa data.400 adalah cukup Soal dengan D = 0. E. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif.

Analisis ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yaitu: 1. Untuk menilai ulangan atu tes formatif Peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa. Berdasarkan petunjuk pelaksanaan belajar mengajar kurikulum 1994 (Depdikbud.belajar yang dicapai siswa juga untuk memperoleh respon siswa terhadap kegiata pembelajaran serta aktivitas siswa selama proses pembelajaran. yaitu seorang siswa telah tuntas belajar bila telah mencapai skor 65% atau nilai 65. Untuk ketuntasan belajar Ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu secara perorangan dan secara klasikal. dan kelas disebut tuntas belajar bila di kelas tersebut terdapat 85% yang Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan.blogspot.com 39 . Untuk mengalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir putaran. 1994). yang selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa yang ada di kelas tersebut sehingga diperoleh rata-rata tes formatif dapat dirumuskan: X = ∑X ∑N : X = Nilai rata-rata Σ X = Jumlah semua nilai siswa Σ N = Jumlah siswa Dengan 2.

com 40 .belajar x100% ∑ Siswa BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data penelitian yang diperoleh berupa hasil uji coba item butir soal. dan data tes formatif siswa pada setiap siklus. taraf kesukaran. Data ini selanjutnya dianalisis tingkat validitas. Data lembar observasi diambil dari dua pengamatan yaitu data pengamatan penglolaan pembelajaran penemuan (discovery) yang digunakan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode pembelajaran penemuan (discovery) dalam meningkatkan prestasi Data tes formatif untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran penemuan (discovery). yang. data observasi berupa pengamatan pengelolaan pembelajaran penemuan (discovery) dan pengamatan aktivitas siswa dan guru pada akhir pembelajaran.tuntas. reliabilitas. dan daya pembeda. Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar digunakan rumus sebagai berikut: P= ∑ Siswa.blogspot. Data hasil uji coba item butir soal digunakan untuk mendapatkan tes yang betul-betul mewakili apa yang diinginka.telah mencapai daya serap lebih dari sama dengan 65%.

30. 26. 36. 2. 4. 19. Harga ini lebih besar dari harga r product moment. Hasil dari validits soal-soal dirangkum dalam tabel di bawah ini. 37. Tabel 4.423. 7. 29. 34. 5. 31. 43. 9. Reliabilitas Soal-soal yang telah memenuhi syarat validitas diuji reliabilitasnya. 11. 33. 23. Untuk jumlah siswa (N = 22) dengan r (95%) = 0. 45 35. 44. maka data tes tersebut diuji dan dianalisi. 22. Analisis Item Butir Soal Sebelum melaksanakan pengambilan data melalui instrumen penelitian berupa tes dan mendapatkan tes yang baik. 38. 20.blogspot. Analisis tes yang dilakukan meliputi: 1. 32. Dari hasil perhitungan diperoleh koefisien reliabilitas r11 sebesar 0. 775. 6. 27. Dengan Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. 21. 40. 46 2. 24. 28. 18. 15. 10. 12. Soal Valid dan Tidak Valid Tes Formatif Siswa Soal Valid Soal Tidak Valid 1. 13. 14. 16. Dari perhitungan 46 soal diperoleh 16 soal tidak valid dan 30 soal valid. 41. Uji coba dilakukan pada siswa di luar sasaran penelitian. 3. 39.A. 8.com 41 . 42.1. 17. Validitas Validitas butir soal dimaksudkan untuk mengetahui kelayakan tes sehingga dapat digunakan sebagai instrument dalam penelitian ini. 25.

blogspot. berkriteria cukup 20 soal. Taraf Kesukaran (P) Taraf kesukaran digunakan untuk mengetahui tingkat kesukaran soal. Dari hasil analisis daya pembeda diperoleh soal yang berkriteria jelek sebanyak 14 soal. reliabilitas.com 42 .demikian soal-soal tes yang digunakan telah memenuhi syarat reliabilitas. 3. B. dan daya pembeda. Analisis Data Penelitian Persiklus 1. Hasil analisis menunjukkan dari 46 soal yang diuji terdapat: 20 soal mudah 16 soal sedang 10 soal sukar 4. berkreteria baik 10 soal. taraf kesukaran. Siklus I Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. Dengan demikian soal-soal tes yang digunakan telah memenuhi syara-syarat validitas. dan yang berkriteria tidak baik 2 soal. Daya Pembeda Analisis daya pembeda dilakukan untuk mengetahui kemampuan soal dalam membedakan siswa yang berkemampuan tinggi dengan siswa yang berkemampuan rendah.

Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran yang telah dipersiapkan. Tahap Perencanaan Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 1.a.blogspot. LKS 1. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru. Urut 12 13 14 15 16 17 Nilai 60 80 70 80 70 90 Keterangan T TT √ √ √ √ √ √ Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan.2.com 43 . b. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar. Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus I dilaksanakan pada tanggal 4 September 2001 di kelas VI dengan jumlah siswa 22 siswa. Adapun data hasil penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Tes Formatif Siswa Pada Siklus I No. Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif I dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Urut 1 2 3 4 5 6 Nilai 60 70 70 60 80 80 Keterangan T TT √ √ √ √ √ √ No. dan alat-alat pengajaran yang mendukung. soal tes formatif 1.

09 Keterangan: T TT Jumlah siswa yang tuntas 60 60 70 70 60 770 √ √ √ √ 8 √ 3 : Tuntas : Tidak Tuntas : 15 Jumlah siswa yang belum tuntas : 7 Klasikal : Belum tuntas Tabel 4.09 dan ketuntasan belajar mencapai 68. karena siswa yang memperoleh nilai ≥ 65 hanya sebesar 68.com 44 .18 Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan metode pembelajaran penemuan (discovery) diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 69.18% Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan.09 15 68.18% atau ada 15 siswa dari 22 siswa sudah tuntas belajar.3.7 70 √ 18 8 70 √ 19 9 60 √ 20 10 80 √ 21 11 50 √ 22 Jumlah 750 7 4 Jumlah Jumlah Skor 1520 Jumlah Skor Maksimal Ideal 2200 Rata-Rata Skor Tercapai 69. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal siswa belum tuntas belajar. Rekapitulasi Hasil Tes Siklus I No Uraian 1 Nilai rata-rata tes formatif 2 Jumlah siswa yang tuntas belajar 3 Persentase ketuntasan belajar Hasil Siklus I 69.blogspot.

lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus I.com 45 . Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif II dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa selama proses belajar mengajar yang telah dilakukan. 2. Siklus II a. b. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru. dan alat-alat pengajaran yang mendukung. soal tes formatif II. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar. sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus I tidak terulang lagi pada siklus II. Tahap perencanaan Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 2. Hal ini disebabkan karena siswa masih merasa baru dan belum mengerti apa yang dimaksudkan dan digunakan guru dengan menerapkan metode pembelajaran penemuan (discovery). Instrument Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. Tahap kegiatan dan pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II dilaksanakan pada tanggal 12 September 2001 di kelas VI dengan jumlah siswa 22 siswa. LKS 2.blogspot.

blogspot. Hasil Tes Formatif Siswa Pada Siklus II Keterangan No. Rekapitulasi Hasil Tes Siklus II Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. Nilai Urut Urut T TT 1 60 √ 12 2 80 √ 13 3 80 √ 14 4 90 √ 15 5 90 √ 16 6 60 √ 17 7 80 √ 18 8 70 √ 19 9 60 √ 20 10 80 √ 21 11 90 √ 22 Jumlah 840 8 3 Jumlah Jumlah Skor 1680 Jumlah Skor Maksimal Ideal 2200 Rata-Rata Skor Tercapai 76. No.4. Adapun data hasil penelitian pada siklus II adalah sebagai berikut.com 46 . Tabel 4.36 Nilai 90 80 80 80 80 60 80 70 60 80 80 840 Keterangan T TT √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 9 2 Keterangan: T TT Jumlah siswa yang tuntas : Tuntas : Tidak Tuntas : 17 Jumlah siswa yang belum tuntas : 5 Klasikal : Belum tuntas Tabel 4.yang digunakan adalah tes formatif II.5.

com 47 . Selain itu siswa juga sudah mulai mengerti apa yang dimaksudkan dan diinginkan guru dengan menerapkan metode pembelajaran penemuan (discovery). dan alat-alat pengajaran yang mendukung b.No Uraian 1 Nilai rata-rata tes formatif 2 Jumlah siswa yang tuntas belajar 3 Persentase ketuntasan belajar Hasil Siklus II 76.27 Dari tabel di atas diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 76. Tahap Perencanaan Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 3. 3.27% atau ada 17 siswa dari 22 siswa sudah tuntas belajar. Hasil ini menunjukkan bahwa pada siklus II ini ketuntasan belajar secara klasikal telah megalami peningkatan sedikit lebih baik dari siklus I. Adanya peningkatan hasil belajar siswa ini karena setelah guru menginformasikan bahwa setiap akhir pelajaran akan selalu diadakan tes sehingga pada pertemuan berikutnya siswa lebih termotivasi untuk belajar. Siklus III a.36 17 77. Tahap kegiatan dan pengamatan Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. soal tes formatif 3.blogspot. LKS 3.36 dan ketuntasan belajar mencapai 77.

Instrumen yang digunakan adalah tes formatif III.Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus III dilaksanakan pada tanggal 19 September 2001 di kelas VI dengan jumlah siswa 22 siswa.com 48 . sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus II tidak terulang lagi pada siklus III. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.blogspot.6. Hasil Tes Formatif Siswa Pada Siklus III No. Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nilai 90 90 90 80 90 80 90 60 90 90 Keterangan T TT √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ No. Urut 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nilai 90 90 90 60 90 80 70 70 80 90 Keterangan T TT √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. Adapun data hasil peneitian pada siklus III adalah sebagai berikut: Tabel 4. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus II. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru. Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif III dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan.

Rekapitulasi Hasil Tes Siklus III No Uraian 1 Nilai rata-rata tes formatif 2 Jumlah siswa yang tuntas belajar 3 Persentase ketuntasan belajar Hasil Siklus III 81.36 Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilai rata-rata tes formatif sebesar 81.82 dan dari 22 siswa yang telah tuntas sebanyak 19 siswa dan 3 siswa belum mencapai ketuntasan belajar.36% (termasuk kategori tuntas).7. Hasil pada siklus III ini mengalami peningkatan lebih baik dari siklus II.82 19 86.blogspot. Adanya peningkatan hasil belajar pada siklus III ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran penemuan (discovery) sehingga siswa menjadi lebih Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan.82 Keterangan: T TT Jumlah siswa yang tuntas 80 890 √ 10 1 : Tuntas : Tidak Tuntas : 19 Jumlah siswa yang belum tuntas : 3 Klasikal : Tuntas Tabel 4. Maka secara klasikal ketuntasan belajar yang telah tercapai sebesar 86.com 49 .11 60 √ 22 Jumlah 910 9 2 Jumlah Jumlah Skor 1800 Jumlah Skor Maksimal Ideal 2200 Rata-Rata Skor Tercapai 81.

4) Hasil belajar siswa pada siklus III mencapai ketuntasan. 2) Berdasarkan data hasil pengamatan diketahui bahwa siswa aktif selama proses belajar berlangsung.terbiasa dengan pembelajaran seperti ini sehingga siswa lebih mudah dalam memahami materi yang telah diberikan.blogspot. Refleksi Pada tahap ini akah dikaji apa yang telah terlaksana dengan baik maupun yang masih kurang baik dalam proses belajar mengajar dengan penerapan pembelajaran penemuan (discovery). tetapi persentase pelaksanaannya untuk masing-masing aspek cukup besar. d. Revisi Pelaksanaan Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. Meskipun ada beberapa aspek yang belum sempurna.com 50 . Pada siklus III ini ketuntasan secara klasikal telah tercapai. c. sehingga penelitian ini hanya sampai pada siklus III. 3) Kekurangan pada siklus-siklus sebelumnya sudah mengalami perbaikan dan peningkatan sehingga menjadi lebih baik. Dari data-data yang telah diperoleh dapat duraikan sebagai berikut: 1) Selama proses belajar mengajar guru telah melaksanakan semua pembelajaran dengan baik.

36%. Pada siklus III ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai.blogspot. 2. Kemampuan Guru dalam Mengelola Pembelajaran Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. Ketuntasan Hasil belajar Siswa Melalui hasil peneilitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran penemuan (discovery) memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. II. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari sklus I.Pada siklus III guru telah menerapkan pembelajaran penemuan (discovery) dengan baik dan dilihat dari aktivitas siswa serta hasil belajar siswa pelaksanaan proses belajar mengajar sudah berjalan dengan baik. Pembahasan 1. C. dan II) yaitu masingmasing 68.27%.18%. tetapi yang perlu diperhatikan untuk tindakan selanjutnya adalah memaksimalkan dan mepertahankan apa yang telah ada dengan tujuan agar pada pelaksanaan proses belajar mengajar selanjutnya penerapan pembelajaran penemuan (discovery) dapat meningkatkan proses belajar mengajar sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Maka tidak diperlukan revisi terlalu banyak. 77.com 51 . dan 86.

dan diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru. memberi umpan balik/evaluasi/tanya jawab dimana prosentase untuk aktivitas di atas cukup besar. Hal ini terlihat dari aktivitas guru yang muncul di antaranya aktivitas membimbing dan mengamati siswa dalam mengerjakan kegiatan LKS/menemukan konsep. diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran penemuan (discovery) dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Jadi dapat dikatakan bahwa aktivitas siswa dapat dikategorikan aktif.blogspot.Berdasarkan analisis data. menjelaskan/melatih menggunakan alat. Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. Aktivitas Guru dan Siswa Dalam Pembelajaran Berdasarkan analisis data. mendengarkan/ memperhatikan penjelasan guru. Hal ini berdampak positif terhadap prestasi belajar siswa yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai ratarata siswa pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan. 3.com 52 . Sedangkan untuk aktivitas guru selama pembelajaran telah melaksanakan langah-langkah pembelajaran penemuan (discovery) dengan baik. diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran IPA pada pokok bahasan ………… yang paling dominan adalah bekerja dengan menggunakan alat/media.

blogspot.BAB V PENUTUP A.com 53 . Kesimpulan Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama tiga siklus. dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan.

Untuk melaksanakan model penemuan (discovery) memerlukan persiapan yang cukup matang. Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan. rata-rata jawaban siswa menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan metode pembelajaran penemuan (discovery) sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar.blogspot. siklus II (77. Pembelajaran dengan penemuan (discovery) memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus. Saran Dari hasil penelitian yang diperoleh dari uraian sebelumnya agar proses belajar mengajar IPA lebih efektif dan lebih memberikan hasil yang optimal bagi siswa. maka disampaikan saran sebagai berikut: 1.18%). yaitu siklus I (68.36%).com 54 . 2. yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditunjukan dengan hasil wawancara dengan sebagian siswa.1. Penerapan metode pembelajaran penemuan (discovery) mempunyai pengaruh positif. B. sehingga guru harus mampu menentukan atau memilih topik yang benar-benar bisa diterapkan dengan model penemuan (discovery) dalam proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang optimal.27%). siklus III (86.

com 55 . walau dalam taraf yang sederhana. 3. karena hasil penelitian ini hanya dilakuakan di ………………………………… tahun pelajaran 2001/2002. Suharsimi. Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut. 1997. sehingga siswa berhasil atau mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. DAFTAR PUSTAKA Arikunto.2. menemukan pengetahuan baru. guru hendaknya lebih sering melatih siswa dengan berbagai metode pembelajaran. Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa. dimana siswa nantinya dapat memperoleh konsep dan keterampilan. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.blogspot. Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan.

1972. 1997. Surabaya. Joyce. Soedjadi. (1991). 2002. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.Berg. Marsh. Widoko. Masriyah. Boston: A Liyn dan Bacon. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Metode Pembelajaran Konsep. Penelitian Tindakan Kelas. Unesa Universitas Press. Surabaya: Universitas Press. Jakarta: PT. Uzer. Psikologi Belajar dan Mengajar. Mukhlis. 2000. Menjadi Guru Profesional. Moh. Universitas Negeri Surabaya. 1999. Euwe Vd. Miskonsepsi IPA dan Remidi Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana. dkk. Makalah Panitia Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah untuk Guru-guru se-Kabupaten Tuban. University Press. Bandung: PT. Kumpulan Artikel Pendidikan http://artikelkependidikan.blogspot. Surabaya. Remaja Rosdakarya. 2002. Usman. Abdul. Hamalik. Nur.com 56 . Bruce dan Weil. B. 2001. Oemar. Rineksa Cipta. Analisis Butir Tes. Suryosubroto. 2000. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Pedoman Penulisan dan Ujian Skripsi. (Ed). Models of Teaching Model. Bandung: Sinar Baru Algesindo. 2000.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->