Dasar-dasar Teater (4/6): Seni Berperan dalam Teater

    

Artikel | Dasar-dasar Teater | Dasar Kajian Drama & Pementasan | Artikel Drama | Artikel Teater

Aktor merupakan manusia yang mengorbankan dirinya untuk menjadi orang lain. Karena itu dia harus mempersiapkan dirinya secara utuh penuh baik fisik maupun psikis. Untuk itu seorang pemeran harus menjaga kelenturan peralatan tubuhnya.

1 Latihan Olah Tubuh
Latihan olah tubuh melatih kesadaran tubuh dan cara mendayagunakan tubuh. Olah tubuh dilakukan dalam tiga tahap, yaitu latihan pemanasan, latihan inti, dan latihan pendinginan. Latihan pemanasan (warm-up), yaitu serial latihan gerakan tubuh untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot dengan cara bertahap. Latihan inti, yaitu serial pokok dari inti gerakan yang akan dilatihkan. Latihan pendinginan atau peredaan (warmdown), yaitu serial pendek gerakan tubuh untuk mengembalikan kesegaran tubuh setelah menjalani latihan inti.

1 Persiapan
Sebelum melakukan latihan harus memperhatikan denyut nadi. Mengetahui denyut nadi sebelum latihan fisik dianjurkan karena berhubungan dengan kerja jantung. Cara untuk menghitung denyut nadi, yaitu dengan menghitung denyut nadi yang ada di leher atau denyut nadi yang ada di pergelangan tangan dalam. Penghitungan denyut nadi yang ada dipergelangan tangan lebih dianjurkan untuk menghasilkan perhitungan yang tepat. Cara penghitungan denyut nada yang ada di pergelangan tangan, yaitu dengan meletakkan jari tengah di atas pergelangan tangan dalam segaris dengan ibu jari atau jari jempol. Selama menghitung denyut nadi mata selalu melihat jam (jam tangan maupun jam dinding yang ada di dalam ruangan). Penghitungan dilakukan selama enam detik dan hasilnya dikalikan sepuluh, atau penghitungan dilakukan selama sepuluh detik dan hasilnya dikalikan enam. Latihanlatihan olah tubuh dapat dilakukan dengan tahap-tahap sebagai berikut.
     

Pemanasan Latihan ketahanan Latihan Kelenturan Latihan ketangkasan Latihan pendinginan Latihan relaksasi

bisa juga bahasa tubuh sebagai penguat bahasa verbal. menunjukkan maksud memuji atau sebenarnya ingin mengatakan. Kegiatan mengucapkan dialog ini menjadi sifat teater yang khas. Makna katakata dipengaruhi oleh nada. Misalnya. “Yah. suara tidak hanya dilontarkan begitu saja tetapi dilihat dari keras lembutnya. dalam situasi tertentu tidak mampu mengungkapkan maksud yang sebenarnya. Maksud tersembunyi seperti itu disebut subtext.. “kamu belum bisa apa-apa”. Maka. Selanjutnya. marah. Dialog yang diucapkan oleh seorang pemeran mempunyai tokohan yang sangat penting dalam pementasan naskah drama atau teks lakon. Memuat informasi tentang sifat dan perasaan tokoh. Suara merupakan unsur yang harus diperhatikan oleh seseorang yang akan mempelajari teater. Dalam kenyataannya. sehingga secara tidak sadar mengungkapkan sesuatu yang sebenarnya tidak dikehendaki. Ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh seorang pemeran tentang fungsi ucapan. ”. memang. Prosesnya. Itulah yang disebut intonasi. kalimat. Pemilihan kata-kata memiliki tokohan dalam aturan yang dikenal dengan istilah diksi. dalam konvensi dunia teater kedua istilah tersebut dibedakan. Memberi arti khusus pada kata-kata tertentu melalui modulasi suara. yaitu hasil getaran udara yang datang dan menyentuh selaput gendang telinga. Hal ini merupakan kesalahan fatal bagi seorang pemeran.      Ucapan yang dilontarkan oleh pemeran bertujuan untuk menyalurkan kata dari teks lakon kepada penonton. sedangkan bunyi merupakan produk bendabenda.2 OLAH SUARA Suara adalah unsur penting dalam kegiatan seni teater yang menyangkut segi auditif atau sesuatu yang berhubungan dengan pendengaran. Dalam kegiatan teater. kekuatan. Bahasa tubuh bisa berdiri sendiri. dan sebagainya. Suara merupakan produk manusia untuk membentuk katakata. kamu sekarang sudah hebat. Hal ini disebabkan karena dalam dialog banyak terdapat nilai-nilai yang bermakna. karena digunakan sebagai bahan komunikasi yang berwujud dialog. yaitu bahasa tubuh dan bahasa verbal yang berupa dialog. putus asa. Melengkapi variasi. suara dan bunyi itu sama. maka nilai yang terkandung tidak dapat dikomunikasikan kepada penonton. Jika lontaran dialog tidak sesuai sebagaimana mestinya. suara dijadikan kata dan kata-kata disusun menjadi frasa serta kalimat yang semuanya dimanfaatkan dengan aturan tertentu yang disebut gramatika atau paramasastra. Kata-kata yang membawa informasi yang bermakna. yaitu sebagai berikut. Akan tetapi. Akan tetapi. dalam arti tidak dibarengi dengan bahasa verbal.. suara mempunyai tokohan penting. tinggi rendahnya. Banyak lagi contoh yang menunjukkan tentang makna suara. Suara adalah lambang komunikasi yang dijadikan media untuk mengungkapkan rasa dan buah pikiran. misalnya: umur.. Dialog merupakan salah satu daya tarik dalam membina konflik-konflik dramatik. nada suara yang terlontarkan. Mengendalikan perasaan penonton seperti yang dilakukan oleh musik. Misalnya. kegembiraan. kedudukan sosial. dan cepat lambatnya sesuai dengan situasi dan kondisi emosi.. Suara dihasilkan oleh proses mengencang dan mengendornya pita suara sehingga udara yang lewat berubah menjadi bunyi. Ketika pemeran mengucapkan dialog harus mempertimbangkan pikiran-pikiran penulis. Seorang pemeran dalam pementasan teater menggunakan dua bahasa. maka dia . Jika pemeran melontarkan dialognya hanya sekedar hasil hafalan saja. Unsur dasar bahasa lisan adalah suara.

dan imajinasi. makin tinggi kesanggupan memusatkan perhatian. cenderung dapat merusak . Tugas yang lain adalah memberikan reaksi. 1 Konsentrasi Pengertian konsentrasi secara harfiah adalah pemusatan pikiran atau perhatian. Ekspresi yang disampaikan melalui nada suara membentuk satu pemaknaan berkaitan dengan kalimat dialog.                  Persiapan Pemanasan Senam Wajah Senam Lidah Senam Rahang Bawah Latihan Tenggorokan Berbisik Bergumam Bersenandung Latihan Pernafasan Latihan Kejelasa Diksi Intonasi Jeda Tempo Nada Wicara Ditutup dengan relaksasi 3 OLAH RASA Pemeran teater membutuhkan kepekaan rasa. latihan olah rasa tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan kepekaan rasa dalam diri sendiri. tetapi juga harus memberikan respon terhadap ekspresi tokoh lain. Pusat perhatian seorang pemeran adalah sukma atau jiwa tokoh atau karakter yang akan dimainkan. Latihan-latihan untuk melenturkan peralatan suara dapat dilakukan menggunakan tahap-tahap sebagai berikut. Banyak pemeran yang hanya mementingkan ekspresi yang ditokohkan sehingga dalam benaknya hanya melakukan aksi. Terlebih dalam konteks aksi dan reaksi. Dengan demikian. Seorang pemeran tidak hanya memikirkan ekspresi karakter tokoh yang ditokohkan saja. tetapi juga perasaan terhadap karakter lawan main. Seorang pemeran yang hanya melakukan aksi berarti baru mengerjakan separuh dari tugasnya. latihanlatihan yang mendukung kepekaan rasa perlu dilakukan. Oleh karena itu. Latihan olah rasa dimulai dari konsentrasi. Segala sesuatu yang mengalihkan perhatian seorang pemeran. Dalam menghayatai karakter tokoh. Makin menarik pusat perhatian. Proses pengucapan dialog mempengaruhi ketersampaian pesan yang hendak dikomunikasikan kepada penonton. mempelajari gesture. semua emosi tokoh yang ditokohkan harus mampu diwujudkan.mencabut makna yang ada dalam kata-kata. Padahal akting adalah kerja aksi dan reaksi.

Dengan konsentrasi pemeran akan dapat mengubah dirinya menjadi orang lain. gesture harus disadari dan diciptakan sebagai penguat komunikasi dengan bahasa verbal. Bahasa tubuh yang tercipta oleh kedua tangan merupakan bahasa tubuh yang paling banyak jenisnya. dengan mempelajari bahasa tubuh. Tangan mengacung dengan jari telunjuk dan jempol membentuk lingkaran. Sifat bahasa tubuh adalah tidak universal. Bahasa tubuh dengan tubuh adalah bahasa tubuh yang tercipta oleh pose atau sikap tubuh seseorang. tetapi bagi orang Amerika artinya bagus. gesture dengan badan. Hal ini berlawanan dengan bangsa-bangsa lain. Bahasa ini mendukung dan berpengaruh dalam proses komunikasi. Kalau pemeran dengan tingkat konsentrasi yang rendah maka dia tidak akan dapat menyakinkan penonton. Jadi bahasa tubuh harus dipahami oleh pemeran sebagai pendukung bahasa verbal. sedangkan kalau selaras dengan bahasa verbal akan menguatkan proses komunikasi. Misalnya. Seorang pemeran harus memahami bahasa tubuh. Akan tetapi. Ada korelasi yang sangat dekat antara pikiran dan tubuh. baik bahasa tubuh budaya sendiri maupun bahasa tubuh budaya lainnya. bagi orangtokohcis artinya nol. Maka. konsentrasi menjadi sesuatu hal yang penting untuk pemeran. Misalnya seorang pemeran melihat sesuatu yang menjijikan (meskipun sesuatu itu tidak ada di atas pentas) maka ia harus menyakinkan kepada penonton bahwa sesuatu yang dilihat benar-benar menjijikkan. Tujuan dari konsentrasi ini adalah untuk mencapai kondisi kontrol mental maupun fisik di atas panggung. Sedang beberapa orang menggunakan gesture sebagai tambahan dalam kata-kata ketika melakukan proses komunikasi. Dunia tidak nyata yang diciptakan seorang penulis lakon dan diwujudkan oleh pekerja teater. Macam-macam gesture yang dapat dipahami orang lain adalah gesture dengan tangan. Bahasa tubuh dilakukan oleh seseorang terkadang tanpa disadari dan keluar mendahului bahasa verbal. Ada juga yang mengatakan bahwa gesture adalah bentuk komunikasi non verbal yang diciptakan oleh bagian-bagian tubuh yang dapat dikombinasikan dengan bahasa verbal. Bahasa tubuh semacam respon atau impuls dalam batin seseorang yang keluar tanpa disadari. mengangguk tandanya tidak setuju sedangkan mengeleng artinya setuju. bagi orang Yunani berarti penghinaan. 2 Gesture Gesture adalah sikap atau pose tubuh pemeran yang mengandung makna. akan diketahui tanda kebohongan atau tanda-tanda kebosanan pada proses komunikasi yang sedang berlangsung. Dunia ini harus diwujudkan menjadi sesuatu yang seolah-olah nyata dan dapat dinikmati serta menyakinkan penonton. Dunia teater adalah dunia imajiner atau dunia rekaan. Sebagai seorang pemeran. Bahasa tubuh atau gesture dengan tangan adalah bahasa tubuh yang tercipta oleh posisi maupun gerak kedua tangan. dan gesture dengan kaki. gesture dengan kepala dan wajah. Pemakaian gesture ini mengajak seseorang untuk menampilkan variasi bahasa atau bermacam-macam cara mengungkapkan perasaan dan pemikiran. Bahasa tubuh dengan kepala dan wajah adalah bahasa . yaitu tokoh yang dimainkan. Langkah awal yang perlu diperhatikan adalah mengasah kesadaran dan mampu menggunakan tubuhnya dengan efisien. gesture tidak dapat menggantikan bahasa verbal sepenuhnya. orang India.proses pemeranan. Seorang pemeran harus dapat mengontrol tubuhnya setiap saat. Manfaat mempelajari dan melatih gesture adalah mengerti apa yang tidak terkatakan dan yang ada dalam pikiran lawan bicara. Jika berlawanan dengan bahasa verbal akan mengurangi kekuatan komunikasi. Latihan gesture dapat digunakan untuk mempelajari dan melahirkan bahasa tubuh. Selain itu. Kekuatan pemeran untuk mewujudkan dunia rekaan ini hanya bias dilakukan dengan kekuatan daya konsentrasi.

Selain itu. 6. Untuk membangkitkan imajinasi tokoh gunakan pertanyaan.     Imajinasi menciptakan hal-hal yang mungkin ada atau mungkin terjadi.tubuh yang tercipta oleh posisi kepala maupun ekspresi wajah. dan jangan menggambarkan suatu objek yang tidak pasti (perkiraan). Artikel ini diambil dari Dasar Kajian Drama & Pementasan oleh Wahana Satrasia. tetapi harus dengan pikiran yang aktif. tidak pernah ada. Dasar-dasar Teater (1/6): Definisi & Sejarah Teater Dasar-dasar Teater (2/6): Seni Sastra dalam Teater Dasar-dasar Teater (3/6): Dasar Seni Penyutradaraan dalam Teater Dasar-dasar Teater (4/6): Seni Berperan dalam Teater Dasar-dasar Teater (5/6): Seni Rupa dalam Teater Dasar-dasar Teater (6/6): Penutup . artikel dibagi menjadi 6. siapa. maka akan terjadi proses imajinasi. seorang pemeran juga harus berimajinasi tentang pengalaman hidup tokoh yang akan dimainkan. 4. 3. dimana. sedangkan fantasi membuat hal-hal yang tidak ada. Latihan imajinasi bagi pemeran berfungsi mengidentifikasi tokoh yang akan dimainkan. tetapi harus dibujuk untuk bisa digunakan. Objek berfungsi untuk menstimulasi atau merangsang pikiran. Melatih imajinasi sama dengan memperkerjakan pikiran-pikiran untuk terus berpikir. Dengan stimulus pertanyaan-pertanyaan atau menggunakan stimulus ”seandainya”. Pikiran bisa disuruh untuk mempertanyakan segala sesuatu. Baik hal yang logis maupun yang tidak logis. dimana gambaran tersebut tidak pernah dialami sebelumnya. dan apa. 2. Dengan berpikir. Hal-hal yang perlu diketahui ketika berlatih imajinasi. “siapakah Hamlet itu?”. Sedangkan bahasa tubuh dengan kaki adalah bahasa tubuh yang tercipta oleh posisi dan bagaimana meletakkan kaki. maka akan memunculkan gambaran pengandaiannya. karena terlalu panjang. maka pikiran dipaksa untuk menjawab pertanyaan tersebut. 5. yaitu: 1. Imajinasi tidak akan muncul jika direnungkan tanpa suatu objek yang menarik. 3 Imajinasi Imajinasi adalah proses pembentukan gambaran-gambaran baru dalam pikiran. Misalnya. Usaha menjawab pertanyaan itu akan membawa pikiran untuk mengimajinasikan sosok Hamlet. Imajinasi tidak akan muncul dengan pikiran yang pasif. Belajar imajinasi dapat menggunakan fungsi ”jika” atau dalam istilah metode pemeranan Stanislavski disebut magic-if. Imajinasi tidak bisa dipaksa. dan tidak akan pernah ada. Belajar imajinasi harus menggunakan plot yang logis.

A d a p u n t u g a s i n i disusun bertujuan agar siswa mempunyai p e n g e t a h u a n y a n g l u a s menjadikan siswa mandiri dalam menyelesaikan tugas.KATA PENGANTAR Segala puji syukur kepada Tuhan YME atas n i k m a t n y a d a n b e r k a h n y a k a m i d a p a t menyelesaikan tugas ini dengan baik meskipun masih ada kekurangan. Penulis Kelompok 8 .Untuk itu kami ucapkan terima kasih.Kami mengharapkan kritik dan saran dari semua pembaca demi perbaikan tugas kami.

Risma Wati .Rizky .Irma .Teknik Olah Tubuh Pikir Dan Suara Kelompok . .M.Lisma wati Kelas : VIII E SMPN 1 CIRANJANG .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful