ENSIKLOPEDIA ILMU FALAK & RUMUS-RUMUS HISAB FALAK (Drs. Chairul Zen S.,al-Falaky) 01.

Ilmu Falak ; Suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang pengetahuan segala benda yang terdapat di angkasa raya. 02. Falak; Orbit ; lintasan benda langit. Ilmu Falak adalah ilmu yang mempeljari tentang prilaku bendabenda langit untuk keperluan perhitungan waktu, dan posisi kedudukan benda-benda langit di ekliptika. 03. Hisab; Ilmu ; Hisab artinya menghitung; Ilmu Hisab adalah ilmu yang mmpelajari tentang selukbeluk perhitungan atau aritmatika. Termasuk di dalamnya Ilmu Faraidh yang memang tidak pernah terlepas dari pada hitung-menghitung. Dalam pengertian yang lebih khusus; Ilmu Hisab adalah membahas tentang perhitungan ijtima‟ dan posisi hilal setiap awal bulan baru qomariah, termasuk juga waktu-waktu shalat dan perhitungan kemiringan sudut arah tepat qiblat. 04. al-Falaky; Ahli Falak, diantara ahli falak yang terkenal sejak ratusan tahun yang silam adalah khalifah al-Ma‟mun, Ulugh Beikh, al-Batthany, Ibnu as-Syakir yang bahkan telah berhasil menyusun table-tabel penting untuk perhitungan secara tepat dan akurat. 05. Hisab „Urfiy; Sistim perhitungan tanggal berdasarkan kepada peredaran umur rata-rata bulan qomariah mengelilingi bumi. Karenanya dapat diterapkan umur bulan secara rata-rata. Hisab „Urfiy ini hanya dipergunakan untuk penanggalan mu‟amalah secara internasional bukan untuk pelaksanaan ibadah secara syar‟iy. 06. Hisab Haqiqiy; Sistim perhitungan penentuan awal dan akhir bulan qomariah berdasarkan kepada peredaran bulan dan bumi yang sebenarnya; oleh sebab itu lebih banyak diikuti. Menurut aliran ini, umur dalam satu bulan qomariah tidaklah beraturan antara 29 dan 30 hari, melainkan bisa saja berurutan antara 29 atau 30 hari dalam beberapa bulan qomariah. Di Indonesia, sistim hisab haqiqiy ini dapat dikelompokkan menjadi tiga macam kategori; yakni : Hisab Hqiqiy Taqribiy, Hisab Haqiqiy Tahqiqiy, dan Hisab Haqiqiy Kontemporer. 07. Hisab Haqiqiy Taqribiy; Kelompok sistim hisab ini mempergunakan data bulan dan matahari berdasarkan pada data dan table hisab Ulugh Beikh dengan proses perhitungan yang sederhana. Hisab sistim ini hanya dengan cara : tambah, kurang, kali dan bagi; tanpa menggunakan teori sistim ilmu segitiga bola. Adapun kelompok yang termasuk dalam kategori Hisab Haqiqiy Taqribiy ini adalah sebagai berikut : a. Sullamun Nayyirain oleh Muhammad Manshur ibn Abd. Hamid ibn Muhammad ad-Damiri alBatawiy, dengan lokasi markaz observasinya kota Jakarta (=lintang : -06o 10‟ LS, bujur : 106o 49‟ BT ). Dengan Jazairul Khalidat (=garis bujur bumi) sebagai bujur standard 00 adalah Ujung Timur Amerika Latin atau pada posisi bujur geografis : 350 11‟ BB. b. Tadzkiratul Ikhwan oleh KH. Dahlan al-Semarangy, dengan lokasi markaz observa sinya kota Semarang (=lintang : -070 00‟ LS, bujur : 1100 24‟ BT ). c. Fathurraufil Manan oleh Abu Hamdan ibn. Abd. Jalil ibn. Abd. Hamid al-Kudusy; dengan lokasi markaz observasinya kota Semarang (=lintang : -070 00‟ LS, bujur : 1100 24‟ BT ).
Page 1 of 10

Risalatul Falakiyah oleh KH. Saryani al-Jepara. Qusyairi al-Pasuruaniy. Nurul Anwar oleh KH. dengan lokasi markaz observasinya kota Makkah al-Mukarramah (=lintang : 210 25‟ LU. 1978 M. j.Syafi‟iy. lintang : -060 36‟ LS. lintang : -070 10‟ LS. e. dengan lokasi markaz observasinya kota Jombang (Jawa Timur. e. g. Ramli Hasan al-Gresikiy. bujur : 1120 40‟ BT ). dengan lokasi markaz observasinya kota Jepara (Jawa Tengah. Zubeir Umar al-Jailaniy as-Salatiga. bujur : 1120 12‟ BT ). Noor Ahmad ibn Shadiq ibn. al-Qawaidul Falakiyah oleh Abdul Fatah as-Sayyid at-Thuhy al-Falaky. i. bujur : 1100 24‟ BT ). Muntaha Nataijul Aqwal oleh KH. dengan lokasi markaz observasinya kota Mesir (=lintang : 300 05‟ LU. bujur : 1120 55‟ BT ). al-Mathlaus Sa‟id Fi Hisabil Kawakib “Ala Rusydil Jadid oleh Syeikh Husein Zaid al-Mishra. f. Hasan Basri al-Gresikiy. lintan : -070 25‟ LS. lintang : -070 48‟ LS. dengan lokasi markaz observasinya kota Kediri (=lintang : -070 49‟ LS. Risalah Syamsul Hilal oleh KH. dengan lokasi markaz observasinya kota Gresik (=lintang : -070 10” LS. 08. Mawawi Muhammad Yunus al-Kadiriy. al-Manahijul Hamidiyah oleh Syeikh Abdul Hamid Mursy Ghaisul Falakiy as. dengan lokasi markaz observasinya kota Surabaya (Jawa Timur. Kelompok sistim ini menggunakan table-tabel yang sudah dikoreksi dan menggunakan perhitungan yang relative lebih rumit dari pada kelompok aliran Hisab Haqiqiy Taqribiy serta telah memakai ilmu ukur segitiga bola. dengan lokasi markaz observasinya kota Semarang (=lintang : -070 00‟ LS. bujur : 310 00‟ BT ). Badi‟atul Mitsal oleh KH. Jadawilul Falakiyah oleh KH.. Hisab Haqiqiy Tahqiqiy. Noor Ahmad Shadiq ibn. dengan lokasi markaz observasinya kota Yogyakarta (Jawa Tengah. bujur : 1120 40‟ BT). dengan lokasi markaz observasinya kota Pasuruan (=lintang : -070 40‟ LS. bujur : 1120 00‟ BT). Muhammad Ma‟shum ibn. d. Page 2 of 10 . „Ali al-Jombangi. bujur : 390 50‟ BT ). Muhammad Wardan Dipaningrat al-Yogyakarta. lintang : -070 48‟ LS. Hisab Haqiqiy oleh KH. bujur : 390 50‟ BT ). Risalatul Qomarain oleh KH. al-Khulashatul Wafiyyah oleh KH. bujur : 310 00‟ BT ). dengan lokasi markaz observasinya kota Mesir (lintang : 300 05‟ LU.d. bujur : 1100 21‟ BT ). h. bujur : 310 00‟ BT ). b. as-Syamsu Wal Qomar (Matahari & Bulan Dengan Hisab) oleh al-Ustadz Anwar Katsir al-Malangi. g. c. bujur : 1100 40‟ BT ). dengan markaz observasinya kota Mesir (=lintang : 300 05‟ LU. f. Risalatul Hisabiyah oleh KH. Adapun kelompok yang memakai aliran hisab falakiyah ini adalah sebagai berikut : a. Muhammad Hasan As-„Ariy al-Pasuruaniy. Saryani al-Jepara. bujur : 1120 30‟ BT ). dengan lokasi markaz observasinya kota Gresik (Jawa Timur. dengan lokasi markaz observasinya kota Makkah al-Mukarramah (=lintang : 210 25‟ LU.

Pengelompokan tersebut dikemukakan oleh KH. Catatan Khusus : Istilah “Ilmu Hisab Haqiqiy dan Pengelompokannya “ menjadi tiga macam kategori tersebut muncul pertama sekali pada acara Seminar Sehari Hisab & Rukyat Departemen Agama RI pada tanggal 27 April 1992 M. dengan lokasi markaz observasinya kota Greenwich-London. Adapun lokasi markaz observasinya adalah kota Greenwich-London. Jakarta. dengan lokasi markaz observasinya kota Malang (lintang: -070 59‟ LS. .Dr. Belgia. Adapun kelompok aliran hisab ini adalah sebagai berikut : a. Royal Greenwich Observatory. Brown. Saadoe‟ddin Djambek (+Ketua Badan Hisab & Rukyah Depag RI yang pertama). and Planets oleh Prof. Kelompok aliran Hisab Haqiqiy Taqribiy menggunakan data tabel dan proses sederhana tanpa ilmu ukur segitiga bola. dengan lokasi markaz observasinya kota Greenwich-London. diterbitkan setiap tahun . dengan lokasi markaz observasinya kota Surabaya (Jawa Timur. GPS. Kelompok aliran sistim ini dalam teoritis dan aplikasinya telah menggunakan media komputerisasi dan peralatan canggih seperti : Kompas. di Tugu Bogor (Jawa Barat).. Bidron Hadi al-Yogyakarta (=modifikasi sistim new comb USA). Pengelompokan sistim hisab tersebut didasarkan kepada data dan cara yang ditempuh oleh seluruh sistim tersebut. New Combinations (New Comb) oleh KH. d. Islamic Calender oleh Dr. Diterbitkan setiap tahun oleh Her Majesty‟s Nautical Almanac Office. Ephemeris Hisab & Rukyat dihisab oleh Team Ahli Badan Hisab & Rukyat Depaertemen Agama RI Pusat. dengan lokasi markaz observasinya kota Greenwich-London. 1982 M. bujur : 1120 45‟ BT ). Kelompok aliran Hisab Haqiqiy Tahqiqiy menggunakan tabel dan proses perhitungannya lebih panjang. Saado‟eddin Djambek. Malaysia. H. Saryani (pengasuh Pondok Pesantren Jepara) dan Drs. lintang : -070 15‟ LS. Inproved Lunar Astromomical & Tables oleh EW. H. bujur : 1120 30‟ BT) menurut Waktu Jawa (=J M T ). bujur : 000 00‟ BT ). Sistim Almanak Nautika ini pertama sekali dikembangkan di Indonesia oleh H. Karim al-Gresikiy. semua data hisab diprogramkan melalui perangkat komputerisasi untuk memperkecil kesalahan dalam perhitungan dan akurasi hasil perhitungan sesuai dengan kenyataannya di markaz observasi. 10. serta ilmu ukur segitiga bola. Kelompok aliran Hisab Haqiqiy Kontemporer menggunakan tabel dan proses lebih panjang serta ilmu ukur segitiga bola. Hisab Awal Bulan oleh al-Ustdz H. Astronomical Tables of Sun. e. Noor Ahmad ibn. Theodolit. Dalam perhitungan data-data hisab nya menggunakan rumus-rumus yang sangat rumit disamping menggunakan teori ilmu ukur segitga bola . Ittifaq Dzatil Bain oleh KH. Hisab Haqiqiy Kontemporer. pertama kali terbit pada tahun 1993 M. g. dan sebagainya. Cambridge. dengan lokasi markaz observasinya kota Greenwich-London. c. Moon. Jean Meeus. 09. Shadiq ibn. b.h. Muhammad Zuber Abd. Taufiq SH. f. Almanak Nautika oleh Jawatan TNI – AL dinas Hidro-Oseanografi. Jakarta. Muhammad Ilyas. Adapun maksudnya untuk menunjukkan bahwa sistim kitab-kitab yang telah ada dan menggunakan kaedah-kaedah ilmu ukur segitiga bola. dengan lokasi markaz observasinya kota Green Wich-London (=lintang : 600 00‟ LU. Data pada hisab haqiqiy kontemporer tersebut dicari Page 3 of 10 . London.

Dengan demikian. c. Contoh : seperti Almanak Ephemeris. Jean Meeus. Hisab Haqiqiy Bittahqiqiy. b. Pelabuhan Sabang di Aceh Darussalam. Rukyah untuk menentukan awal bulan qomariah dilakukan di tempat-tempat yang terbuka. d. Hisab Haqiqiy Bittaqribiy(=hisab konvensional). “Garis Ketinggian Hilal Nol Derjat”. Contoh : seperti yang tercantum pada halaman kitab Sullamun Nayyirain. Parang Tritis di Jawa Barat. sebagai berikut : a. Garis ini bergeser setiap bulan. Contoh . akan tetapi data-data hisab yang dipakai selalu didasarkan kepada data-data yang terakhir. c. Ma‟na Rukyah (=harfiyah). rukyatul hilal. seperti yang tercantum pada halaman pertama dalam kitab Badi‟atul Mitsal. Al-Manak Nautika. dan lain sebagainya yang berhubungan dengan segala fenomena alam semesta. adalah untuk memberikan pencarian jam-jam terakhir di bahagian akhir bulan qomariah. Garis Ijtima‟ ini tidak membujur Utara-Selatan atau Timur-Barat. maka bulan pun terbit dan terbenam dengan cara yang sama pula. antariksa. Garis Tanggal Hijriah . Page 4 of 10 . hisab kontemporer inilah yang dijadikan sebagai standard dalam kegiatan navigasi. ternyata bahwa hasil hisab kontemporer lah mempunyai akurasi yang cukup tinggi. sedangkan menurut Taqwim Ditbinbapera Departemen Agama RI dinamakan dengan istilah. d. al-Qawaidul Falakiyah. dan lain-lain. Dengan kata lain adalah sebagai pengamatan terhadap hilal. Oleh karenanya. Pelabuhan Ratu. Di wilayah Indonesia terdapat 30 titik markaz observasi pengamatan rukyah hilal dari Sabang hingga Merauke. sehingga biasanya proses pencariannya menggunakan computer untuk memudahkan perhitungan dan memperoleh hasil data yang ter-akurat. 11. Tanjung Kodok di Jawa Timur. Dari penelitian yang dilakukan dari berbagai sistim yang ada. untuk memberikan perkiraan hari-hari terakhir bulan qo-mariah. “Melihat”. Sistim Penentuan Awal/Akhir Bulan Qomariah . Sukabumi di Jawa Barat. Fathurraufil Manan. garis tanggal Hijriah ini merupakan batas antara tempat-tempat yang di sana hilal mungkin terlihat (=karena berada di atas garis ufuk). Hisab „Urfiy dan Taqribiy. 12. Garis yang menghubungkan tempat-tempat tersebut menurut para „Ulama Falak Indonesia (al-Ustadz Saadoe‟ddin Djambek) dinamakan dengan istilah. b. yakni sebagai berikut : a. garis batas tanggal tersebut ditentukan oleh tempat-tempat yang di sana bulan dan matahari terbenam secara bersamaan. Hisab Kontemporer . Sebagaimana matahari terbit dan terbenam di atas permukaan bumi pada sa‟at-sa‟at tertentu. 13. utamanya di tepi pantai laut lepas.berdasarkan rumus-rumus tertentu yang cukup rumit. adalah untuk memberikan perkiraan menit-menit terakhir pada suatu jam di akhir bulan qomariah. Secara Tekhnis. dan lain-lain. yakni melihat dengan mata kepala. namun miring dan melengkung . terdapat beberapa methode atau cara yang diperhitungkan . Diantaranya adalah terletak di tepi pantai. adalah garis batas antara tempat-tempat yang ke-esokan hariya sudah masuk bulan baru qomariah dengan tempat-tempat yang belum masuk. dan lain-lain. “Garis Batas Tanggal”. hamper sama dengan hisab haqiqiy bittahqiqiy.dan pada kitab al-Khulashatul Wafiyyah. seperti yang tercantum dalam kitab al-Khulashatul Wafiyyah (=uraiannya di bahagian tengah kitab tersebut). dan tempat-tempat yang hilal tidak mungkin terlihat (=karena masih berada di bawah garis ufuk) sa‟at matahari terbenam.

matahari terbenam lebih lambat dari pada waktu ijtima‟. Merauke di Irian Barat. selain kondisi dan posisi hilal. Dalam hisab kriteria imkan rukyah. permukaan bulan dan matahari. Adapun syaratnya adalah langit harus terlihat cukup cerah tidak berawan. maka ada kemungkinan hilal akan terlihat. dan posisinya paling dekat ke matahari. Maksudnya .e. Maka bilangan hari dari bulan yang sedang berjalan digenapkan (=di-istikmalkan) menjadi 30 hari. Ijtima‟ (Konjungsi. dalam hisab kriteria imkan rukyah. di tempat-tempat tersebut matahari sudah berada di bawah garis ufuk. 16. Sebab. Maka jelaslah bahwa “Ijtima‟” berlaku untuk setiap tempat di permukaan bumi. Hisab kriteria imkan rukyah adalah merupakan yang paling mendekati persyaratan yang dituntut oleh fiqh dalam penentuan waktu pelaksanaan ibadah syar‟i. maka semakin besar pula kemungkinan terlihat. Yakni bila pada sa‟at dan setelah matahari terbenam hilal masih berada di atas garis ufuk mar‟i. Arti dasar : perhitungan kemungkinan hilal terlihat. ahli hisab juga memperhitungkan berbagai faktor lain yang menentukan terlihatnya hilal bukan hanya keberadaannya di atas ufuk mar‟i . bulan (=hilal) berada pada ketinggian nol derjat. pada sa‟at ijtima‟ terjadi. hilal masih berada di atas ufuk mar‟i sehingga ada peluang untuk dapat dirukyah. hilal tidak mungkin dapat dilihat atau dirukyah karena sudah terbenam (=berada di bawah garis ufuk mar‟i). bulan beredar lebih lambat dari pada matahari. Makna “Kemungkinan Terlihat” Pada Kriteria Imkan Rukyah. 14. adalah merupakan usaha untuk melihat hilal dengan mata telanjang pada sa‟at matahari terbenam pada tanggal 29 bulan qomariah. Kriteria Imkan Rukyah. Bila hilal dapat dilihat. Pada sa‟at matahari terbenam.Crescent). Dengan demikian. maka disebut tempat tersebut “tempat ketinggian hilal nol derjat”. sedangkan bila hilal tidak berhasil dilihat. 17. hadirnya hilal di atas ufuk mar‟i disebutkan sebagai “kemungkinan hilal dapat dilihat (=imkan rukyah). perhitungan teoritis dan kesepakatan di atara para ahli falak dan astronomi. Jadi. kemungkinan praktek observasi rukyah (=actual sighting) diperhitungkan dan diantisipasi. Waktu ijtima‟ untuk suatu bulan qomariah sama di seluruh dunia. Semakin tinggi hilal berada di atas ufuk mar‟i . adalah suatu kondisi ketika bulan dalam peredaranya mengelilingi bumi… berada di antara bumi dan matahari. pada sa‟at matahari terbenam. Dalam menyusun hipotesanya dipertimbangkan pula data statistic keberhasilan dan kegagalan rukyah. maka semakin tinggi hilal di atas ufuk mar‟i sehingga semakin besar pula peluang terlihat pada sa‟at pelaksanaan rukyah. melainkan juga ketinggiannya di atas garis ufuk mar‟i dan posisinys yang cukup jauh dari matahari. maka di tempat tersebut juga bulan tepat sedang terbenam. diperhitungkan juga kuat cahayanya (brightnes) dan batas kemampuan mata manusia. Rukyah Bil Fi‟li. dan juga para shahabat beliau. Selain memperhitungkan wujudnya hilal di atas ufuk mar‟i . selain lebih mudah dilihat karena lebih Page 5 of 10 . Kondisi ini terjadi satu kali setiap bulan qomariah. Sebaliknya. maka tempat-tempat yang berada di sebelah Timur tempat ketinggian nol derjat akan melihat matahari terbenam lebih dahulu dari pada tempat-tempat ketinggian nol derjat. Semakin jauh tenggang waktu antara ijtima‟ dengan waktu matahari terbenam. dan kondisi alam maupun kondisi si pengamat mendukung. di tempat-tempat sebelah Timur tempat ketinggian hilal nol derjat. Oleh karena bumi berputar pada sumbunya dari Barat ke Timur. ketika matahari terbenam. maka tanggal satu bulan qomariah tersebut ditetapkan pada malam hari berikutnya (=hari lusanya). demikian pula halnya bulan (=hilal) yang berada segaris pada sa‟at ijtima‟. Ini berarti bahwa pada sa‟at matahari terbenam. sehingga ijtima‟ terjadi sebelum matahari terbenam. hilal belum terbenam karena dilihat dari tempat di permukaan bumi. Jadi. di tempat-tempat sebelah Barat tempat ketinggian hilal nol derjat. 15. maka malam itu dank eesokan harinya ditetapkan sebagai tanggal satu bulan qomariah berikutnya. Sistim Rukyah Bil Fi‟li inilah yang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW. Bila pada sa‟at ijtima‟ tersebut matahari terbenam. Oleh sebab itu.

b. bahwa hisab kriteria haqiqiy masih kurang realistis.. Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Terhalangnya Pandangan Ke Arah Hilal. kabut tipis tidak menghambat pandangan lebih jauh.jauh ketinggiannya dari pada matahari yang sudah terbenam.000 Km. mendung . Data yang menunjukkan kapan bulan dan matahari berada dalam kedudukan ijtima‟. Hilal dianggap sudah muncul bila pada sa‟at matahari terbenam. Sedangkan kabut dapat juga membatasi pandangan hingga jarak sekitar 1 Km. Namun keduanya tetap tidak memungkinkan rukyah bil fi‟li. Partikel atau butiran kecil yang menghambat pandangan yang berasal dari pada air (hydrometeor). Catatan : Partikel-partikel tersebut mempunai dampak terhadap pandangan. dan menghamburkan cahaya. Ketebalan awan. Ufuk Mar‟i (Ufuk Pandangan). b. semakin panjang waktu untuk melakukan pengamatan sebelum hilal tersebut terbenam. seperti : kabut mist (kabut tipis) dan hujan. Hisab Haqiqiy hanya memperhitungkan wujud hilal di atas ufuk pandangan atau ufuk sesungguhnya. Page 6 of 10 . dalam kondisi berawan. awan bias menyebabkan ketiga dampat tersebut tergantung pada ketebalan dan bahan asal awan. dan hilal sangat tipis (hanya sekitar 1% dari luas bulan purnama) serta hilal tidak terlalu tinggi di atas ufuk mar‟i (sekitar kurang dari 10 derjat). factor hujan menyebabkan ketidak mungkinkan dapat dilakukannya rukyah terhadap hilal yang jaraknya rata-rata 380. Ketentuan kepastian wujudnya hilal tanggal satu qomariah dengan tanggal lainnya adalah berdasarkan hasil perhitungan hisab. Makna “Kesimpulan Hisab”. Dengan demikian. Menurut teoritis dan aplikasi di lapangan sebagai berikut : a. Adapun dasar anggapannya adalah asalkan hilal ada di atas garis ufuk. serta partikel lainnya (litometeor) seperti : debu dan asap. hilal diperhitungkan telah berada di atas ufuk haqiqiy (=true horizon). maka ke-esokan harinya dapat dipastikan merupakan awal bulan baru qomariah. Hasilnya bias berbeda sedikit ataupun banyak antara satu dengan lainnya tergantung pada cara perhitungan hisabnya. 21. c. Hujan yang ringan akan membatasi pandangan antara 3 s/d 10 Km. 20. Hilal dianggap sudah wujud ketika ijtima‟ terjadi sebelum matahari terbenam. 22. Makna “Hasil Hisab”. Ke-esokan petang harinya. Pernyataan kapan sa‟at suatu awal bulan qomariah terjadi. Hilal Tanggal Satu. berapa derjat ketinggian (altitude) dan azimuth (=sudut kemiringan arah) bulan ketika matahari terbenam. yakni sebagai berikut : a. Terdapat 3 macam kategori criteria. Dalam hal ini. Dengan demikian. dan batasan ini lebih nyata mendekati keadaan sebenarnya pada sa‟at rukyah. Catatan : Ketika terlihat pertama sekali. hilal sangat redup (=kuat cahayanya adalah 1% dari kuat cahaya purnama). 23. dsb. 18. mengaburkan citra (bayangan) dari benda yang diamati. mengurangi cahaya. Garis singgung pandangan mata dengan permukaan bumi. awan tebal dan awan hitam. Hilal yang terlihat pertama sekali setelah menghilang dari langit pada malam sebelumnya. Hilal dianggap telah muncul bila pada sa‟at ghurub matahari menurut perhitungan berada di garis ufuk mar‟i (=visible/ apparent horizon). Hujan yang lebat akan membatasi pandangan antara 50 Mtr s/d 500 Mtr. kapan bulan terbenam. Terhadap Ketentuan Keberadaan Adanya Hilal di Atas Ufuk Mar‟i . 19. hilal sudah lebih tebal sekitar empat kali lebih terang dengan ketinggian yang bias mencapai sekitar 20 derjat. Seberapa tinggi hilal berada di atas garis ufuk dan seberapa jauh arah pandangannya dari arah ke matahari tidaklah dipermasalahkan.

Menurut Ibn Hajar al-Haitamiy mengutip pendapat dari Ardubili bahwa berbeda mathla‟ itu ialah jauh antara dua tempat yang apabila nampak hilal di suatu tempat biasanya tidak tampak pada tempat yang lain.704 Km. maka antara keduanya berbeda mathla‟. Sedangkan Muhammad ar-Ramliy mengutip penapat dari al-Tibrizy berpendapat bahwa tidak mungkin berbeda mathla‟ bila jauh antara dua tempat tidak sampai mencapai ukuran 24 farsakh ( 133. Musafah Qoshar. Hampir semua kitab fiqh yang membicarakan tentang ibadah puasa. Ini adalah merupakan pendapat Imam al-Faraniy. yakni : 1.0 derjat.056 Km. b. Menurut Abdullah as-Syarqawiy mantan Rektor al-Azhar. Berbeda Mathla‟ Hilal. 25.). menurut Imam Hanafi dan Maliki penanggalan qomariah harus sama di dalam satu wilayah hokum suatu negara. Ketinggian Minimum Hilal. Menurut Danjon (berdasarkan kajian ilmiah astronomi) kriterianya adalah bahwa jarak busur antara bulan dan matahari pada sa‟at matahari terbenam minimum 7 derjat. Menurut Imam Hambali. Dalam hal ini para „Ulama Falak dan astronom berbeda pendapat tentang ketentuan patokan ketinggian minimum hilal supaya dapat terlihat. Imam al-Haramain. Singapure) menetapkan bahwa ketinggian minimum hilal di atas ufuk mar‟i adalah 2 derjat. mesti sama pula pada masa rukyah hilal walaupun nilai lintang geografisnya sangat besar perbedaannya. kriterianya adalah bahwa jarak busur minimal 10. Hal ini disebabkan karena berbeda pada lintang dan bujur geografisnya. hal ini didasarkan kepada dalil Phytagoras : ( jarak busur )2 = (tinggi hilal)2 + (beda azimuth matahari dan bulan)2 Hilal berpeluang terlihat dengan mata telanjang dengan kemungkinan 50 : 50 . dan Imam Nawawiy dalam kitabnya Syarh Muslim. Inilah prinsif mathla‟ dalam mazhab Syafi‟iy. Sehingga hal ini menimbulkan perbedaan pendapat di antara mereka tentang kriteria beda mathla‟ antara dua tempat tersebut menjadi tiga macam versi. Mathla‟ Hilal. 26. Sedangkan menurut as-Syarwaniy mengutip pendapat dari al-Kurdy bahwa berbeda antara dua tempat pada masa terbit fajar. yakni jarak dua tempat tersebut adalah 16 farsakh atau sama dengan 88. Menurut Ilyas. Indonesia. Adapun ukuran jarak antara dua tempat tersebut adalah sebagai berikut : a. d. Brunai Darussalam. penanggalan qomariah ini hanya berlaku di tempat-tempat yang berdekatan sejauh jarak yang dikatakan satu mathla‟. hanya menyebutkan contohnya saja tidak memberikan suatu qoedah yang pasti sehingga dapat diketahui berbedanya mathla‟ antara tempat rukyah dengan tempat yang lain. yang disusun berdasarkan kesepakatan Istambul pada Konferensi Almanak Islam pada tahun 1978 M. maka telah dianggap berlaku di seluruh wilayah Indonesia. maka seluruh ummat Islam di Indonesia melaksanakan ibadah puasa dan berhari raya secara serentak. Indonesia menganut prinsif wilayatul hukmi. al-Baghawy. maka antara kedua tempat tersebut bersamaan mathla‟ dan bila lebih dari pada 24 farsakh.5 derjat. yakni bahwa hilal terlihat di manapun dalam wilayah wawasan nusantara. Meskipun wilayah Indonesia dilewati oleh garis penanggalan Islam Internasionalyang secara tekhnis berarti bahwa wilayah Indonesia terbagi atas dua bahagian yang mempunyai tanggal hijrah berbeda. Page 7 of 10 . kesamaan tanggal qomariah ini harus berlaku di seluruh dunia di bahagian mana malam dan siang yang sama. AlBujairamiy juga mengutip pendapat al-Qalyubiy dengan tambahan “persis sama” ( ). matahari dan bintang-bintang begitu pula masa terbenamnya. tinggi hilal 5.    24.membicarakan juga tentang beda mathla‟ dalam rangka menjelaskan ukuran jarak antara dua tempat sehubungan dengan pengaruh rukyah. Cairo-Mesir menjelaskan bahwa para Fuqoha umumnya berpendapat bila jauh antara dua tempat tersebut tidak sampai 24 farsakh (= 133.056 Km.0 derjat. Dimana 1 farsakh setara dengan 5. Prinsif ini adalah salah satu dari tiga macam kategori konsepsi fiqh Islam. Sedangkan menurut Imam Syafi‟iy. Imam al-Ghazali.) dari arah mana sajapun. tinggi hilal minimal 5. 2. yakni jarak busur minimal 8. Jika Bujur geografisnya sama. sebagai berikut : Khusus untuk wilayah Indonesia dan juga Mabims (=Malaysia. Wilayatul Hukmi. Dalam hal ini para Fuqoha yang berpendapat bahwa ukuran jauh jarak tersebut berbeda mathla‟.0 derjat.544 Km. al-Rafi‟iy.

Lingkaran ini berpotongan dengan equator di titik Aries atau Vernalekuinox dan Libra atau Autummalekuinox dan membentuk sudut sebesar 23. Tinggi Suatu Benda Langit. Page 8 of 10 . dan letaknya terhadap bintang-bintang dapat dikatakan tetap. Titik Semi juga beredar di bola langit karena rotasi bumi. 28. dan gugur) di daerah yang beriklim sedang. dingin.semi. Lingkaran Ekliptika.3. Garis Tanggal Internasional/Date Line International. seperti : al-Bujairamy dan Abu Makhramah tentang mathla‟ hilal adalah bila selisih bujur geografis antara dua tempat lebih besar dari 8 derjat (= 00j 32m 000 ) maka antara keduanya berbeda mathla‟.50 dengan equator. ialah besar busur dari sudut khatulistiwa langit terhadap bahagian Utara dan bahagian Selatan bumi. 32. Garis khayal yang kurang lebih mengikuti bujur 1800 dan dijadikan tempat pergantian tanggal. dalam praktiknya garis tersebut melintasi Selat Bering membelok kea rah Barat Daya sampai ke Pulau Attu lalu membelok kea rah Tenggara menyusuri bujur 1800 sampai ke Kepulauan Allice lalu membelok lagi ke arah Tenggara sampai ke Kepulauan Sanva. 29. Lingkaran perjalanan gerak semu matahari sepanjang tahun di bola langit. 27. ialah jarak busur pada lingkaran vertical yang melalui benda langit di atas horizon. Titik Aries ini juga disebut dengan istilah “titik semi” di mana matahari mulai memasuki bola langit di bahagian Utara dalam pergerakan tahunannya. kemudian menyusuri 1740 Bujur Barat terus sampai kea rah Selatan. Penyimpangan kedudukan sumbu bumi terdapat bidang datar sebesar 23. ialah besar sudut busur antara lingkaran matahari dari Vernalequinox diukur kea rah Timur sepanjang garis ekliptika. 31. Inklinasi.50 dan membentuk bidang ekliptika akibat dari pada inklinasi tersebut terjadi empat macam musim di permukaan bumi (=musim panas. Deklinasi Matahari (Declination of Sun). Para „Ulama yang mengutip pendapat ini diantaranya adalah Sayyid Abdurrah man Ba‟lawiy. Zubeir Umar al-Jailany dan Sayyid Muhammad as-Syaliy. 30. Pendapat Sayyid Utsman al-A‟lawiy menjelaskan bahwa yang menjadi pegangan „Ulama Mutaakhkhirin. Muhammad Arsyad al-Banjariy. Bujur Matahari (Longitude of Sun).

1 Ramadan 1455. Rasi bintang di malam hari selalu terlihat lebih jelas. dalam hal ini Kemenag dan Ormas Nahdlatul Ulama (NU). Langit Arab di malam hari. Dalam perhitungan 1 Ramadan dan 1 Syawal. Scorpius (Al-'Aqrab). jika bulan terlihat. kenapa di banyak negara-negara Islam di Semenanjung Arab. Ke Tanah Haram. ada yang memakai Hisab dengan perhitungan astronomi yang rumit. sudah bisa diketahui. pun senantiasa berkiblat pada penentuan 1 Ramadan atau Syawal di Mekkah. Dengan rujukan ini.com – 14 jam yang lalu Laporan Wartawan Tribun Timur. Mekkah. Canis Major (Al-Kalb Al-Akbar). Rasi bintang Orion awalnya dikenal dengan AlJabbar. selalu indah. atau disesuaikan dengan kalender masehi. Dan. Taurus (Ath-Thawr). selalu merujuk ke Arab.Ini Uraian Mengapa Penetapan 1 Ramadan Selalu Berbeda TRIBUNnews. Gemini (At-Tawa'man). sastrawan Arab banyak menyanjung langit di malam hari. Gugusan bintang-bintang banyak lahir dari istilah Arab awal. Sementara Indonesia umumnya menentukan sendiri. Inilah yang selama ini jadi rujukan ormas Muhammadiyah. sedangkan siang diibaratkan "kekerasan. Yang kedua. Canis Minor (Al-Kalb Al-Asghar). sebagai bangsa dan peradaban tua. atau Yaman dalam memutuskan 1 Ramadan. Seperti China. Inilah yang dipakai oleh pemerintah Indonesia. memang perbedaan 1 Syawal dan 1 Ramadan hanya soal cara sistem penghitungan belaka. Ada pun yang memakai sistem Hisab berpendapat mereka melihat bulan dengan memakai ilmu kalendering. melalui pertemuan antara pemeritah dan ormasormas Islam. Page 9 of 10 . itulah saat mulai berpuasa atau berbuka puasa (Idulfitri). dan beberapa lainnya. atau di 22 tahun akan datang (tahun 2034) mendatang. dan kondisi langit atau ufuk saat rukyah hilal. seperti Mesir. Itu karena pemerintah kuat. Leo (Al-Asad). Namun di malam hari. Langit Mekkah dan Jeddah. Malam adalah inspirasi keindahan. Inilah yang menjelaskan. Bahkan Malaysia dan Jepang. di Indonesia. Ingatkah kita. ada pula yang memakai Ru'yah atau melihat bulan/hilal. Syira. Tandus dan kering. dan masih punya otoritas dan kepercayaan." Tak mengherankan jika khasanah intelektual dunia soal astronomi banyak lahir di tanah Arab. Arab adalah "surga" bagi para astronom. Thamzil Thahir SEMENANJUNG Arab adalah bentang daratan beralam kejam di siang hari. yang jauh di tenggara Asia. selalu lebih terang. dengan rukyah. hampir 3 dekade di masa pemerintah Soeharto begitu kuat perbedaan "cara" itu nyaris tak pernah ada.

Rujukan yang terakhir ini biasanya http://moonsighting. maka pengguna hisab wujudul hilal akan menetapkan awal Ramadan jatuh pada 20 Juli. Nah. sehingga tiap kota atau tiap negara merayakan hari Idulfitri sendiri-sendiri bisa berbeda satu negara dengan negara yang lain bahkan satu kota dengan kota yang lain. Inilah yang menyebabkan bulan muda sering tertutup awan.Pada Ru'yah lokal. Oleh karena itu. Sementara itu. Maka pengguna rukyat kemungkinan besar menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 21 Juli. Dengan luas darat yang lebih besar daripada Indonesia (2. Pengguna hisab wujudul hilal ini di antaranya adalah Muhammadiyah. Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengungkapkan setelah mengamati posisi bulan menyimpulkan jika nantinya akan ada potensi perbedaan dalam penetapan 1 Ramadan. Langit tidak berawan. Sedangkan ormas yang menggunakan hisab imkan rukyat akan menetapkan 1 Ramadan pada 21 Juli. kenapa langit dan rasi bintang di Arab pada malam hari selalu lebih indah. Ada pun yang memakai Ru'yah Global begitu ada minimal 2 orang saksi yang dipercaya melihat bulan. Pengguna rukyat ini di antaranya adalah pemerintah dan NU (Nahdlatul Ulama). diketahui bahwa pada maghrib akhir Sya'ban atau 19 Juli 2012 nanti bulan telah wujud atau tampak di Indonesia. posisi hilal yang rendah tadi (antara 0-2 derajat) tidak mungkin akan berhasil di-rukyat pada 19 Juli. Ketentuan Imkan rukyat menggunakan kriteria yang disepakati ketinggian bulan minimal 2 derajat. Dari perjalanan bulan. Ini lebih disebabkan karena memang langit lagi berawan. Galap gulita. Akibatnya sinar-sinar bintang dan bulan terganggu dan terlihat kecil dan redup. Di Arab sebaliknya. atau banyak partikel cahaya dari bumi. Deputi Bidang Sains. Jawa yang merupakan pulau terpadat di dunia begitu terang oleh cahaya lampu-lampu gedung dan rumah-rumah sehingga langit juga terlihat lebih terang termasuk di Boscha. Selain itu.com/ Umumnya Tim Ru'yah di Indonesia gagal melihat hilal (bulan muda) bukan karena mereka "bodoh" atau minimnya peralatan. maka itulah awal Ramadan atau awal Syawal. sementara bintang-bintang dan bulan jadi tampak lebih besar (sekitar 4-6x lipat daripada di Indonesia) dan lebih terang. Itulah.4 juta km2) sementara jumlah penduduk cuma 1/5 pulau Jawa. karena pada 19 Juli 2012 bulan sudah wujud tetapi kurang dari 2 derajat. Akan tetapi ketinggiannya kurang dari imkan rukyat. Page 10 of 10 . tiap penduduk melihat bulan sendiri-sendiri. Hilal lebih mudah terlihat di sana. banyak daerah tak bertuan yang tidak berlampu. Sehingga langit begitu hitam kelam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful