Paragraf Paragraf adalah gabungan kalimat yang mengandung satu gagasan pokok dan didukung oleh gagasan-gagasan

penjelas. Gagasan pokok dan gagasan penjelas ini harus memiliki keterpaduan bentuk (kohesi) dan keterpaduan makna (koherensi). Kepaduan Makna (Koherensi) Suatu paragfraf dikatakan koheren, apabila ada kekompakan antara gagasan yang dikemukakan kalimat yang satu dengan yang lainnya. Kalimat-kalimatnya memiliki hubungan timbal balik serta secara bersamasama membahas satu gagasan utama. Tidak dijumpai satu pun kalimat yang menyimpang dari gagasan utama ataupun loncatan-loncatan pikiran yang membingungkan. Contoh: Buku merupakan investasi masa depan. Buku adalah jendela ilmu

pengetahuan yang bisa membuka cakrawala seseorang. Dibanding media pembelajaran audiovisual, buku lebih mampu mengembangkan daya kreativitas dan imajinasi anak-anak karena membuat otak lebih aktif mengasosiasikan simbol dengan makna. Radio adalah media alat elektronik yang banyak didengar di masyarakat. Namun demikian, minat dan kemampuan mambaca tidak akan tumbuh secara otomatis, tetapi harus melalui latihan dan pembiasaan. Menciptakan generasi literat membutuhkan proses dan sarana yang kondusif. Paragraf di atas dikatakan tidak koheren karena terdapat satu kalimat yang melenceng dari gagasan utamanya yaitu kalimat yang dicetak tebal. Keterpaduan Bentuk (Kohesi) Apabila koherensi berhubungan dengan isi, maka kohesi atau keterpaduan bentuk berkaitan dengan penggunaan kata-katanya. Bisa saja satu paragraf

5 juta ton. pada tahun 1985. bahkan 530. diperkirakan menjadi 3.1 ton tahun 1998. yaitu mengenai masalah naik turunnya produksi beras Indonesia. neraca perdagangan beras kita tekor 400 ribu ton. pada tahun 1994.85 persen. neraca perdagangan beras kita tekor 400 ribu ton. Paragraf tersebut perlu diperbaiki.5 juta ton. swasembada pangan tercapai pada tahun 1984.7 ribu ton pada tahun 1993. produksi padi turun 3. impor beras meningkat. kita mengekspor sebesar 371.85 persen. Akibatnya. produksi padi turun 3. Impor beras meningkat dan pada tahun 1997 mencapai 2. namun paragraf tersebut dikatakan tidak memiliki kohesivitas yang baik sehingga gagasan tersebut sulit dipahami.3 ribu ton beras. Akan tetapi.1 ton tahun 1998. pada tahun 1985. Paragraf di atas mengemukakan satu gagasan utama. 1. impor beras meningkat dan pada tahun 1997 mencapai 2. misalnya dengan memberikan kata perangkai seperti berikut ini. Sejak itu. pada tahun 1994. namun belum tentu paragraf tersebut dikatakan kohesif jika kata-katanya tidak padu. Sesudah swasembada pangan tercapai pada tahun 1984.mengemukakan satu gagasan utama. kita mengekspor sebesar 371. berhubungan. Impor beras meningkat. bahkan 530.3 ribu ton beras. Dengan demikian koherensi kalimat tersebut sudah terpenuhi. Pada tahun 1997. bersangkut paut (nomina) Contoh: dl usaha perbaikan pendidikan. harus merupakan sistem yg logis dan ~ . diperkirakan menjadi 3.7 ribu ton pada tahun 1993. Contoh: Pada tahun 1997.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful