P. 1
PERDAGANGAN INTERNASIONAL dan PEMBAYARAN INTERNASIONAL

PERDAGANGAN INTERNASIONAL dan PEMBAYARAN INTERNASIONAL

|Views: 189|Likes:

More info:

Published by: Arnold Jayendra Sianturi on Aug 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/05/2012

pdf

text

original

Kliping Ekonomi

Oleh : Joni m yusuf Arnold jayendra Metri dwi hepsari

Perdagangan internasional Pembayaran internasional Neraca pembayaran Fakultas ekonomi jurusan manajemen Angkatan 2010

PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Perdagangan internasional adalah kegiatan pertukaran barang dan jasa (transaksi) antara dua Negara atau lebih yang bertujuan mencari keuntungan atau laba. Bentuk kegiatan pertukaran antarnegara tersebut sekarang di sebut ekspor dan impor. Ekspor adalah kegiatan pengiriman

atau penjualan barang dan jasa ke luar negeri, sedangkan impor adalah kegiatan mendatangkan atau membeli barang dan jasa dari luar negeri.

1. Faktor-faktor yang mendorong perdagangan internasional
Faktor-faktor yang mendorong terjadinya perdagangan internasional adalah sebagai berikut. 1. Perbedaan sumber daya alam Setiap Negara di muka bumi ini memiliki sumber daya alam yang berbeda-beda. Sementara itu kebutuhan sebuah Negara bermacam-macam sehingga tidak mungkin dapat dipenuhi oleh Negara itu sendiri, sehingga di butuhkan perdagangan antar Negara. Contohnya timur tengah yang menghasilkan minyak bumi melimpah, tapi mereka tidak memiliki tanah subur untuk pertanian, sehingga mereka harus melakukan perdagangan internasional dengan Negara kaya akan pertanian seperti Indonesia. 2. Adanya keuntungan yang didapat dari perdagangan internasional Tujuan orang berdagang adalah untuk mendapatkan untung atau laba, begitu juga perdagangan internasional yang mana untungnya itu akan di jadikan tambahan pemasukan bagi Negara. 3. Perbedaan ongkos produksi barang Suatu Negara akan melakukan kegiatan perdagangan jika menguntungkan. Keuntungan dari perdagangan ditentukan oleh ongkos produksi yang lebih kecil atau ongkos produksi dianggap lebih murah di bandingkan dengan membuat barang itu sendiri. Contohnya, Indonesia akan membeli pesawat dari amerika karena jika membuat sendiri ongkosnya lebih mahal dan tidak menguntungkan, maka pembelian pesawat adalah pilihan yang tepat. 4. Perbedaan sumber daya manusia Kualitas sumber daya manusia setiap Negara tidak sama, ada Negara yang sumber daya manusianya sudah maju seperti di Negara jepang,korea, dan lainnya, tetapi banyak juga Negara yang sumber daya manusianya rendah seperti di Negara-negara berkembang afrika dan asia selatan. Negara yang SDM nya maju dapat menjual produk mereka kepada Negara dengan sumber daya manusia yang rendah karena ketidakmampuan memproduksi sendiri barang tersebut. 5. Perbedaan sosial dan kebudayaan Adanya perbedaan social dan budaya suatu Negara dapat mendorong terjadinya perdagangan internasional. Contoh, Negara maju yang memiliki budaya untuk berwisata ke luar negeri dapat di manfaatkan oleh Negara yang memiliki tempat wisata untuk mempromosi dan menjual produknya.

6. Perbedaan selera Selera masyarakat suatu Negara akan produk yang di konsumsi selalu bermacam-macam dan tak sama, sehingga hal ini mendorong terjadinya perdagangan antar Negara. Contohnya, Negara norwegia menghasilkan ikan laut dan Negara swedia menghasilkan menghasilkan daging, tetapi karena orang norwegia lebih menyukai daging, sedangkan orang swedia lebih menyukai ikan, maka karena hal ini Negara norwegia akan mengekspor ikan dan mengimpor daging. Begitu pula sebaliknya dengan Negara swedia.

7. Perbedaan iklim Iklim Negara eropa tidak sama dengan Negara Indonesia atau Negara timur tengah. Penduduk Negara eropa tidak akan dapat beraktivitas secara maksimal jika musim dingin tiba sehingga produksi barang akan menurun. Oleh karena itu, Negara eropa akan melakukan perdagangan internasional yang berguna untuk memenuhi kebutuhannya selama musim dingin. 8. Terbukanya komunikasi dan informasi antarnegara Negara yang melakukan perdagangan internasional pasti akan menjalin kerjasama dengan Negara partner dalam perdagangannya. Contohnya, jepang dengan Indonesia, jepang akan dengan senang hati memberikan informasi teknologi untuk Indonesia, karena Indonesia adalah konsumen terbesar produk buatan jepang. 9. Memperluas pasar Dengan memperluas pasar akses Negara-negara di dalam pasar dunia (global market) akan semakin mudah. Hal ini tentu menguntungkan bagi produsen yang memiliki produk berlebihan dalam produksinya, sehingga memudahkan pemasaran.

2. Dampak perdagangan internasional
Dampak positif : a. Negara tidak harus memproduksi semua barang yang dibutuhkan warganya, namun cukup memproduksi barang dengan ukuran biaya yang paling murah dan efisien. b. Negara yang terlibat dalam perdagangan internasional akan memperoleh devisa sebagai sumber penerimaan kas Negara. c. Memungkinkan terjadinya pertukaran penggunaan teknologi, sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi suatu Negara. d. Perdagangan internasional akan memungkinkan konsumsi yang lebih luas bagi penduduk suatu Negara. Contohnya, penduduk jepang akan menikmati kayu lapis buatan Indonesia, sebaliknya Indonesia akan dapat menggunakan mobil-mobil buatan jepang.

Dampak negativ : a. Semakin menguatnya persaingan dalam menghasilkan produk terbaik yang tak jarang menimbulkan persaingan tidak sehat antar produsen b. Menyebabkan keluarnya devisa suatu Negara jika terjadi impor karena membutuhkan suatu barang dari luar negeri.

3. Teori perdagangan internasional
a. Teori keunggulan mutlak (theory absolute advantage) Teori ini dikemukakan oleh tokoh aliran liberal/klasik Adam Smith dalam buku The Wealth of Nations. Menurut teori ini, Negara akan melakukan perdagangan atau pertukaran jika masing-masing Negara memiliki keunggulan mutlak, yaitu keuntungan yang di peroleh suatu Negara dalam melakukan hubungan perdagangan dengan luar negeri karena Negara itu memiliki keistimewaan, seperti kekayaan alam dan keahlian

penduduk, sehingga mampu memproduksi dengan ongkos yang lebih murah dan kerja yang lebih singkat. Contoh : Tabel 1.1 produksi seorang pekerja dalam satu tahun No. Negara Kain (m) Indonesia 500 1. Jepang 750 2.

Padi (kg) 2000 1600

Dari table di atas, terlihat bahwa Indonesia memiliki keunggulan dalam memproduksi pada di banding jepang. Seorang pekerja di Indonesia dapat menghasilkan padi 2.000 kg per tahun sedangkan seorang pekerja jepang menghasilkan 1.600 kg per tahun. Sebaliknya, jepang lebih unggul dalam memproduksi kain di bandingkan Indonesia. Dalam hal ini, lebih baik diadakan spesialisasi, yaitu Indonesia lebih baik memproduksi padi dan jepang memproduksi kain. b. Teori keunggulan komparatif (comparative cost) Teori ini dikemukakan oleh David Ricardo dalam buku economy and taxation yang berisi kritikan atas teori keunggulan mutlak. Ricardo melihat adanya kelemahan teori keunggulan mutlak, yaitu : a. Teori keunggulan mutlak tidak memperhitungkan kemungkinan adanya suatu Negara yang tidak memiliki keunggulan mutlak sama sekali. b. Teori keunggulan mutlak tidak menjelaskan berapa dasar nilai tukar yang terjadi jika Negara tersebut melakukan perdagangan. Atas dasar kekurangan tersebut, David Ricardo mengemukakan bahwa nilai suatu barang ditentukan oleh biaya / ongkos tenaga kerja yang di perlukan untuk membuat barang tersebut. Setiap Negara akan melakukan spesialisasi dan mengekspor barang yang memiliki biaya komparatif terkecil.

Contoh : Tabel 1.2 ongkos riil tenaga kerja No. 1. 2. Negara A B Kain 45 50 Anggur 40 60

Negara A Kain Anggur : (ongkos) ke Negara B

:

(

)

Negara B Kain Anggur : : (ongkos) ke Negara A (ongkos) ke Negara A

Dalam perdagangan internasional Negara A spesialisasinya pada produksi anggur, dan Negara B spesialisasinya pada produksi kain. Keuntungan yang diperoleh dari masing-masing Negara adalah : Negara A menghemat ongkos produksi sebesar 90 % - 66,7 % = 23,3 % Negara B menghemat ongkos produksi sebesar 150 % - 111,11 % = 38,9 %

4. Kebijakan perdagangan internasional
Kebijakan pemerintah dalam perdagangan internasional merupakan tindakan yang di lakukan pemerintah dalam mengatur dan mengawasi perdagangan internasional. Tujuannya untuk melindungi produksi dalam negeri, meningkatkan pendapatan Negara melalui devisa, dan mengendalikan kegiatan ekspor dan impor. Beberapa kebijakan pemerintah dalam perdagangan internasional diantaranya adalah : 1. Kebijakan proteksi Kebijakan proteksi adalah kebijakan yang ditujukan untuk melindungi barang-barang produksi dalam negeri. Kebijakan ini dapat dilakukan dengan cara : a. Larangan impor dan ekspor barang tertentu Hal ini merupakan kebijakan pemerintah dalam membantu kelangsungan hidup industri dalam negeri. Terhadap barang industry yang masih terbatas di adakan larangan ekspor, sedangkan terhadap barang yang mempunyai daya saing lemah diadakan larangan impor. b. Penetapan bea impor dan ekspor Hal ini akan menambah kas Negara. Selain itu, kebijakan pemberian tarif terhadap barang-barang impor mengakibatkan barang dalam negeri mampu bersaing di pasaran dalam negeri. c. Penetapan kuota impor dan ekspor Kuota impor adalah pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap jumlah barang luar negeri yang masuk ke dalam negeri. Sedangkan kuota ekspor adalah pembatasan jumlah barang yang boleh di jual ke luar negeri. d. Pemberian subsidi Subsidi diberikan kepada produsen barang-barang dalam negeri atau kepada barang-barang ekspor dengan tujuan meningkatkan daya saing. Pemberian subsidi dimaksudkan untuk mengurangi biaya produksi barang, sehingga barang tersebut dapat bersaing di pasar luar negeri maupun dalam negeri.

e. Pemberian premi Premi diberikan kepada produsen agar dapat memproduksi barang dengan jumlah dan kualitas yang baik. f. Pengendalian mata uang (exchange control) Kebijakan pengendalian mata uang adalah pengaturan tentang perdagangan internasional melalui pertukaran mata uang. g. Diskriminasi harga

Diskriminasi harga merupakan kebijakan yang diambil pemerintah untuk membedakan harga barang ekspor lebih tinggi atau lebih rendah pada suatu Negara dibandingkan dengan harga untuk Negara lain. h. Dumping Dumping adalah suatu kebijakan yang menetapkan harga jual di pasar luar negeri lebih murah dibandingkan dengan harga jual di dalam negeri. Kebijakan ini dimaksudkan untuk menguasai pasar internasional dan diterapkan Negara jepang. 2. Kebijakan perdagangan bebas Kebijakan perdagangan bebas merupakan kebijakan yang diterapkan pada awal abad 21, yang memungkinkan setiap Negara mengurangi campur tangannya dalam perdagangan internasional. Dengan perdagangan bebas di harapkan dapat memperbaiki kualitas barang, meningkatkan kualitas penggunaan faktor-faktor produksi kearah yang lebih efisien, dan akan mendorong pengusaha untuk memperbaiki mutu barangnya, sehingga dapat bersaing di pasar internasional.

PEMBAYARAN INTERNASIONAL
1. cara pembayaran internasional
a. pembayaran tunai / kredit, yaitu pembayaran yang dilakukan dengan tunai atau kredit dengan menggunakan mata uang Negara pembeli (importir) maupun Negara penjual (eksportir) berdasarkan kesepakatan. b. Pembayaran dengan emas. Emas digunakan sebagai alat pembayaran internasional c. Pembayaran dengan wessel (bill of exchange), yaitu surat tagih atau surat perintah untuk pembayaran utang d. Pembayaran dengan letter of credit (L/C), yaitu pernyataan tertulis dari bank atas permintaan nasabah untuk menyediakan sejumlah uang bagi kepentingan pihak ketiga / penerima e. Pembayaran dengan private compensation, yaitu pembayaran internasional atau pembayaran utang piutang yang dilakukan antara penduduk suatu Negara dengan Negara lain. f. Pembayaran dengan transfer telegrafis atau cable order. Pembayaran ini merupakan alat pembayaran dengan cek yang diteruskan melalui telegram atau telepon, jumlah cek tersebut kemudian dibukukan dari rekening bank yang ada di luar negeri.

2. System kurs valuta asing
Perdagangan internasional memungkinkan adanya pertukaran mata uang suatu Negara dengan Negara lain. Pertukaran tersebut membutuhkan acuan atau standar yang disebut dengan kurs. Kurs adalah perbandingan nilai mata uang suatu Negara terhadap Negara lain. Kurs akan berubah sesuai dengan perubahan permintaan dan penawaran suatu mata uang.

Dalam penetapan kurs terdapat beberapa system, di antaranya adalah : a. System valuta tetap, yaitu system nilai tukar mata uang suatu Negara terhadap mata uang lainnya yang ditentukan oleh pemerintah. System kurs ini pernah digunakan pemerintah Indonesia pada tahun 1971-1978 b. Sistem valuta menggambang terkendali, system ini merupakan gabungan antara system valuta bebeas dengan system valuta tetap. Dasar pertukaran system valuta mengambang terkendali ditentukan oleh kekuatan pasar, tetapi untuk mengurangi

gejolak yang berlebihan dalam nilai tukar, maka pemerintah melakukan intervensi. System ini diterapkan di Indonesia pada tahun 1978-1997. c. Kurs bebas, yaitu perbandingan nilai mata uang suatu Negara dengan Negara lain ditentukan oleh mekanisme pasar atau oleh kekuatan permintaan dan penawaran. System kurs bebas ini diterapkan di Indonesia sejak 14 agustus 1997 sampai dengan sekarang.

NERACA PEMBAYARAN
1. Pengertian neraca pembayaran
Neraca pembayaran adalah suatu ikhtisar yang tersusun secara sistematis tentang transaksi ekonomi internasional antara suatu penduduk atau Negara yang satu dengan penduduk atau Negara lain dalam waktu tertentu (biasanya satu tahun). Transaksi ekonomi internasional dapat berupa transaksi barang atau jasa, transaksi modal, serta transaksi utang piutangdari Negara satu dengan Negara lainnya. Neraca pembayaran terbagi dua sisi yaitu sisi kredit dan sisi debit. Sisi kredit adalah suatu transaksi yang menyebabkan terjadinya penerimaan Negara sebagai akibat dari ekspor barang dan jasa, dan penerimaan modal atau hasil bunga deposito dari luar negeri, sedangkan sisi debit adalah transaksi yang menyebabkan terjadinya pembayaran kepada Negara lain seperti impor barang dan jasa serta pembayaran utang.

2. Komponen neraca pembayaran internasional
Komponen neraca pembayaran internasional terdiri atas neraca perdagangan (barang dan jasa), neraca modal, dan neraca moneter. Ketiga macam neraca pembayaran tersebut akan diuraikan sebagai berikut. 1. Neraca perdagangan Neraca perdagangan merupakan suatu catatan yang memuat transaksi barang dan jasa, baik ekspor maupun impor. Transaksi barang adalah segala hal yang menyangkut ekspor dan impor barang, sedangkan neraca jasa adalah semua transaksi yang menyangkut pemberian / penyelenggaraan jasa untuk kepentingan Negara lain atau Negara sendiri. Transaksi barang dan jasa disebut juga transaksi yang sedang berjalan (current account). 2. Neraca modal Neraca modal (capital account) adalah suatu catatan yang memuat transaksi modal. Transaksi modal merupakan transaksi penerimaan sebagai hasil atas penanaman modal penduduk suatu Negara terhadap Negara lain atau sebaliknya. Transaksi modal terdiri atas transaksi modal jangka panjang dan transaksi modal jangka pendek. Transaksi modal jangka pendek meliputi : a. Deposito bank di luar negeri dan deposito bank dalam negeri milik warga Negara asing. b. Pembelian surat berharga luar negeri jangka pendek atau penjualan surat berharga dalam negeri jangka pendek kepada warga Negara lain. c. Kredit perdagangan dari Negara lain atau kredit perdagangan yang diberikan kepada warga Negara lain.

Sedangkan Transaksi modal jangka panjang meliputi : a. Pinjaman jangka panjang yang diberikan kepada Negara lain atau pinjaman jangka panjang yang diterima dari Negara luar.

b. Pembelian surat-surat berharga jangka panjang milik Negara lain atau penjualan surat-surat berharga jangka panjang dalam negeri oleh Negara atau warga Negara asing. c. Investasi langsung di luar negeri atau investasi asing di dalam negeri Transaksi modal disebut juga dengan capital account 3. Neraca moneter Neraca moneter merupakan catatan yang memuat transaksi moneter. Transaksi moneter adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada cadangan devisa suatu Negara. Cadangan devisa dapat berupa emas, valuta asing, dan lain-lain. Transaksi moneter timbul karena adanya transaksi perdagangan dan transaksi modal. Transaksi moneter disebut juga accommodating transaction, sebab transaksi ini terjadi sebagai akibat adanya transaksi lain yaitu transaksi modal dan transaksi perdagangan.

3. Macam-macam neraca pembayaran serta dampaknya terhadap perekonomian Negara
1. Neraca pembayaran seimbang Neraca pembayaran seimbang merupakan neraca pembayaran dengan jumlah transaksi yang memerlukan pembayaran luar negeri sama dengan transaksi yang mendatangkan penerimaan dari luar negeri. Dalam realitanya, jarang sekali ditemukan neraca pembayaran seimbang, pasti ada fluktuasi antara transaksi barang dan jasa, atau transaksi modal. 2. Neraca pembayaran defisit Neraca pembayaran dikatakan defisit jika jumlah transaksi yang memerlukan pembayaran untuk ke luar negeri lebih besar dibandingkan dengan jumlah transaksi yang mendatangkan penerimaan untuk Negara. Neraca pembayaran defisit mengakibatkan Negara mengalami kerugian ekonomi, diantaranya : a. Banyak aset atau dana yang masuk ke luar negeri b. Terjadinya pemborosan devisa, karena digunakan untuk membiayai kegiatan impor barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan penduduknya c. Menurunkan nilai kurs mata uang Negara yang bersangkutan 3. Neraca pembayaran surplus Neraca pembayaran surplus sering juga disebut neraca perdagangan aktif, yaitu neraca pembayaran yang apabila jumlah transaksi yang di keluarkan untuk pembiayaan ke luar negeri lebih kecil dibandingkan dengan jumlah transaksi yang mendatangkan penerimaan untuk Negara. Dengan neraca pembayaran yang surplus, suatu Negara memiliki beberapa keuntungan ekonomi, diantaranya adalah : a. Negara memiliki aset atau dana lebih di luar negeri, sehingga pemerintah dapat memanfaatkan dana tersebut untuk pembangunan di dalam negeri. b. Pemerintah dapat melakukan penghematan devisa karena banyak mengandalkan kegiatan ekspor, dan pemenuhan kebutuhan dalam negeri masih didominasi oleh barang dalam negeri. c. Dapat meningkatkan nilai kurs mata uang Negara yang bersangkutan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->