HALAMAN DEPAN MAKALAH SAKRAMEN BAPTIS

OLEH:

REYHAN WIBISONO SELVIE LOKITO STEANLY KUSSOY

XF-33 XF-35 XF-41

SMAK FRATERAN SURABAYA

2012
Page | 1

DAFTAR ISI

HALAMAN DEPAN ......................................................................................................................................... 1 KATA PENGANTAR......................................................................................................................................... 3 Bab I .............................................................................................................................................................. 5 PENDAHULUAN ............................................................................................................................................. 5 1.1 Latar Belakang Masalah ...................................................................................................................... 5 1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................................................... 6 1.3 Tujuan dan Manfaat ............................................................................................................................ 6 1.4 Ruang Lingkup Materi ......................................................................................................................... 7 Bab II ............................................................................................................................................................. 8 DASAR TEORI ................................................................................................................................................. 8 Bab III .......................................................................................................................................................... 11 PEMBAHASAN ............................................................................................................................................. 11 3.1 Pengertian ......................................................................................................................................... 11 3.2 Rahmat Sakramen Baptis .................................................................................................................. 12 3.3 Tahap Inisiasi Katolik ......................................................................................................................... 13 3.4 Aspek Simbolis .................................................................................................................................. 13 3.5 Unsur-unsur Liturgi ........................................................................................................................... 14 3.6 Struktur Liturgi .................................................................................................................................. 15 3.7 Lambang yang Digunakan ................................................................................................................. 15 3.8 Saat Menerima Sakramen Baptis ...................................................................................................... 16 3.9 Buah atau Rahmat Sakramen Baptis ................................................................................................. 17 3.10 Jenis-jenis Baptisan ......................................................................................................................... 18 3.11 Perbedaan Baptisan Yesus dan Baptisan Kita ................................................................................. 18 Bab IV .......................................................................................................................................................... 20 PENUTUP ..................................................................................................................................................... 20 4.1 Kesimpulan........................................................................................................................................ 20 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................................................... 22 LAMPIRAN ................................................................................................................................................... 23 Page | 2

demikian pula dalam proses pengerjaan makalah kami ini. Surabaya.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas cinta kasih dan kemurahan hatinya sehingga tugas makalah mata pelajaran Muatan Lokal Musik Liturgi dapat diselesaikan dengan baik. Terima kasih. Kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran serta masukan dengan harapan dapat meningkatkan kualitas kinerja kami ke depannya. khususnya di bidang liturgi religi. Dalam proses pembentukan dan pendalaman materi ini. informasi. Makalah ini dibuat dengan tujuan dapat bermanfaat bagi kita sesame manusia dan diharapkan agar dapat digunakan dengan sebijak-bijaknya. tentu saja kami mendapatkan bimbingan dan arahan mengingat jenjang dan kemampuan kami yang masih perlu dibimbing lagi. Mengutip pepatah “Tak ada gading yang tak retak”. guru-guru yang telah membimbing dan membina kami. kami mohon maaf sebesar-besarnya mengingat batasan kami yang juga sama seperti manusia pada umumnya. Mei 2012 Page | 3 . Manakala pengetahuan. Kiranya dalam proses pengetikan terjadi kesalahan. Untuk itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak SMAK Frateran Surabaya yang mana menjadi tempat naungan kami menimba ilmu. dan kutipan dari makalah kami ini dapat membantu memperluas jendela cakrawala dunia pendidikan. serta tidak luput dukungan dan masukkan dari teman-teman dan orang sekeliling kami yang telah mendorong kami untuk terus maju.

Tim Penulis Page | 4 .

Ketujuh sakaramen ini disediakan dengan maksud agar mereka dapat mengalami keselamatan yang berasal dari Allah sendiri dan dapat berjumpa dengan Yesus yang menjadi tuan dan empunya gereja. “Sakramen-sakramen Perjanjian Baru. Dan karena itum sangat membantu untuk menciptakan. Page | 5 . Itulah sebabnya. Sebaliknya. bahkan melompat lewat jendela atau tidak melewati pintu yang tersedia bagia tamu. Dengan melewati pintu rumah. berarti orang tersebut mempunyai niat baik untuk memasuki rumah orang lain dan bertemu dengan si empunya rumah. dan tahu diri. yang diadakan oleh Kristus Tuhan dan dipercayakan kepada Gereja. Gereja Katolik merupakan rumah bagi orang-orang beriman Katolik. tanpa mengetuk pintu. yang menyediakan aneka fasilitas bagi anggotanya dengan harapan mereka dapat menggunakan dan menikmatinya. ketujuh sakramen tersebut dipahami dan dihayati sebagai tanda dan sarana keselamatan yang mengungkapkan dan menguatkan iman. jika memasuki sebuah rumah dengan mengetuk pintu dan melewati pintu yang telah disediakan. sopan. mempersembahkan penghormatan kepada Allah serta menghasilkan pengudusan manusia. Sebaliknya.Bab I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Ketika memasuki sebuah rumah. dapatlah dikatakan pencuri atau orang jahat. Jika itu yang terjadi. yang mempersembahkan penghormatan kepada Allah dan menghasilkan pengudusan manusia. memperkokohm dan menampakkan persekutuan gerejawi. orang tersebut dapa tdikatakan pencuri atau orang jahat. dapatlah dipastikan bahwa orang tersebut adalah tamu yang baik. yang mempersembahkan penghormatan dan menguatkan iman. Aneka fasilitas yang disediakan itu tidak lain adalah tujuh sakramen. sebagai tindakan-tindakan Kristus dan Gereja merupakan tanda dan sarana yang mengungkapkan dan menguatkan iman. orang tidak boleh asal masuk saja. jika memasuki sebuah rumah dengan mengetuk pintu dan melewati pintu yang telah disediakan.

yaitu orang hanya boleh menerima sakramen-sakramen lain secara sah. gerbang sakramensakramen. serta digabungkan dengan gereja setelah dijadikan serupa dengan Kristus oleh materai yang terhapuskan. Apa saja unsur – unsur liturgi yang terdapat dalam sakramen baptis? 3. baik di lingkungan maupun paroki”. dengan mana manusia dibebaskan dari dosa. 849). kan. Itulah sebabnya.Dari ketujuh sakramen tersebut. Bagaimana struktur liturgi dalam sakramen baptis? Tujuan dan Manfaat Tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut: Page | 6 . yang perlu untuk keselamatan. kan. Sakramen inilah yang menjadikan orang menjadi anggota Gereja Katolik dan boleh masuk di dalamnya serta menikmatii segala anugerah keselamatan yang disediakannya. sakramen baptis diyakini menjadi salah satu sakramen yang menentukkan keberadaan orang-orang beriman Katolik. orang sungguh dikatakan dan diakui sebagai orang beriman katolik jika dia telah dibaptis atau menerima sakaramen baptis sehingga tidaklah cukup hanya mengatakan “Saya percaya kepada Yesus Kristus” atau “Saya sudah aktif dalam kegiatan Gereja Katolik. Rumusan Masalah 1. ajaran tersebut harus dipahami seperti yang dimaksudkan. Apa latar belakang dan sejarah tentang sakramen baptis? 2. dilahirkan kembali sebagai anak-anak Allah. hanya dapat diterimakan secara sah dengan pembasuhan air sungguh bersama rumus kata-kata yang diwajibkan” (KHK. Ketika Gereja Katolik mengajarkan bahwa sakramen baptis menjadi pintu gerbang bagi sakramen-sakramen lain. Berdasarkan ungkapan di atas. entah diterima secara nyata atau setidak-tidaknya dalam kerinduan. Sakramen baptis sungguh menjadi tanda nyata bahwa seseorang dikatakan dan diakui sebagai orang beriman katolik. 842 § 1). “Baptis. sakramen baptis selalu ditempatkan di awal dari ketujuh sakramen yang ada sebab sakramen ini dipahami sebagai pintu gerbang bagi sakramen-sakramen lain. “Orang yang belum dibaptis tidak dapat diizinkan menerima sakramen lain dengan sah” (KHK.

e. untuk menganalisis bagaimana penting peranannya dalam kehidupan liturgis masyarakat sekitar. Dan ruang lingkup materi menyesuaikan dengan lingkup pemahaman dari tugas yang diberikan. Page | 7 . dapat menjelaskan makna sakramen baptis. dapat menjelaskan tugas dan perutusan seseorang yang telah menerima sakramen baptis.a. untuk lebih mengetahui makna dan arti dari kegiatan liturgi. f. serta g. 1. c. untuk dapat memahami lebih lanjut tentang perbedaan yang ada. d. untuk lebih memahami pengertian sesungguhnya dari kegiatan liturgi (menghindari adanya salah pengertian atau salah kaprah). b.1 Ruang Lingkup Materi Ruang lingkup materi mencakup konteks seputar sakramen baptis pada umumnya dengan pengembangan lebih lanjut dari pemikiran kami dengan didukung sumber-sumber dan literatur lainnya. dapat menerapkan semua pengetahuan dalam tindakan dan perbuatan konkret.

Beberapa Gereja yang lain. Kebanyakan dari sakramen-sakramen ini digunakan sejak masa apostolik dalam Gereja. yang dianugerahkan bagi keselamatan kita. Rekonsiliasi (Pengakuan Dosa). dan Pernikahan. menganggap dua sakramen ketuhanan dalam Injil. diteguhkan/didewasakan melalui Penguatan dan dikuatkan oleh roti kehidupan dalam Ekaristi. dilahirkan kembali oleh Pembaptis. sakramen kerap diartikan sebagai tanda yang terlihat. baru diakui sebagai suatu sakramen padaabad pertengahan. Sakramen INISIASI terdiri dari : Sakramen Baptis. Kata 'sakramen' berasal dari Bahasa Latin sacramentum yang secara harfiah berarti "menjadikan suci". Sakramen tersebut dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian: 1. tetapi perkawinan. Beberapa Gereja tidak menganggap beberapa dari sakramen di atas sebagai sakramen. istilah ini kemudian digunakan oleh Gereja dalam pengertian harfiahnya dan bukan dalam pengertian sumpah tadi. Sakramen PENYEMBUHAN terdiri dari : Sakramen Pengakuan dosa dan Pengurapan orang sakit (perminyakan). Dalam tradisi Kekristenan Barat. Imamat (Pentahbisan). misalnya Gereja Anglikan dan Kaum Katolik-Lama (bukan Gereja Katolik). dan yang utama. Sakramen ini mengantar kita menjadi persekutuan penuh dengan Allah Tritunggal. Penguatan dan Ekaristi adalah sakramen dasar kehidupan Kristen. Salah satu contoh penggunaan kata sacramentum adalah sebagai sebutan untuk sumpah bakti yang diikrarkan para prajurit Romawi.Bab II DASAR TEORI Sakramen adalah ritus Agama Kristen yang menjadi perantara (menyalurkan) rahmat ilahi. misalnya. Terdapat beberapa sakramen adalah Pembaptisan. Pengurapan orang sakit (Minyak Suci). Ekaristi (Komuni)." serta menganggap kelima ritus sakramental lainnya sebagai "sakramen rendah" yang merupakan turunan dari kedua sakramen utama tadi. sebagai "sakramen-sakramen yang diperintahkan. Page | 8 . yaitu Pembaptisan dan Ekaristi. yaitu rahmat rohaniah (walaupun tidak semua sakramen diterima semua Gereja sebagai sakramen). 2. yakni kulit luar yang membungkus isinya. yang mendasar. Krisma ( Penguatan).

Sakramen PANGGILAN terdiri dari : Sakramen Imamat dan Perkawinan. keselamatan kita juga dimenangkan dengan penyaliban Yesus. Baptisan (menurut Gereja Katolik) membuat kita lahir baru. Yesus datang tidak hanya untuk menghapuskan dosa kita dengan air pembaptisan. Petrus mengatakan "Bertobatlah dan hendaklah kamu masingmasing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu.Titus 3:5 "pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita. dengan darah Yesus sendiri.Kisah Para Rasul 22:16 "Dan sekarang. tetapi dengan air dan dengan darah.3. karena Roh adalah kebenaran" 1 Yohanes 5:6. karena baptis merupakan langkah awal untuk keselamatan (Yohanes 3:3-5). juga bisa berarti dosa orang tua). Dalam Gereja Katolik Baptisan tidak hanya sebagai simbol tetapi adalah sebuah sakramen.Yohanes 3:5 "Aku berkata kepadamu. Penghormatan kita berasal dari Baptis di Gereja Katolik pertama yang didirikan oleh Santo Petrus. kita dibebaskan dari dosa asal (dosa Adam dan Hawa. tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus". berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!" Dengan kata-kata ini. mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah." . Gereja Katolik yang didirikan oleh Santo Petrus telah membaptis dalam Nama Tritunggal yang Mahakudus sejak didirikan 2000 tahun yang lalu: "Karena itu pergilah." Matius 28:19. ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah" pada ayat ini Yesus menekankan pentingnya Baptis sebagai jalan untuk masuk dalam Kerajaan Allah. Melalui Sakramen Baptis. maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Dasar kitab suci dari ajaran tentang baptis ini cukup banyak antara lain: . Yesus membebaskan kita dengan pengorbanan-Nya di Kayu Salib: "Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah.Kisah Para Rasul 2:38 St. . Banyak orang Protestan mengatakan dan percaya bahwa baptis hanyalah sebuah simbol. jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Dan Rohlah yang memberi kesaksian. bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan. yaitu Yesus Kristus. bukan saja dengan air. sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh. Melalu Page | 9 . Juru Selamat kita telah menyatakan pentingnya Sakramen Baptis sebagai langkah awal untuk keselamatan kita. .

"Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian. supaya.. dan dengan kebangkitan Yesus dari alam maut. "Atau tidak tahukah kamu. Baptis di Perjanjian Lama : "Dan aku akan menuangkan air ke atasmu. Sakramen Baptis memberi kita hidup baru / lahir kembali (Yohanes 3:3-5). sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa. Yesus akan membaptis dengan Roh Kudus. Setelah dibaptis. serupa dengan Kristus dan anggota dari Gereja Kudus Kristus.. Baptis oleh Santo Yohanes Pembaptis adalah perkenalan. demikian juga kelahiran kembali kita memberi kita kehidupan penuh rahmat dan membuat kita sebagai anak-anak Allah. dia meratakan jalan untuk kedatangan Kristus dengan membaptis dengan air. tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya." Yehezkiel 36:25." Roma 6:3-4. Seperti kelahiran alami kita memberi kita kehidupan sebagai manusia . Karenanya Sakramen Baptis menyatukan kita dengan Kristus. hubungan spiritual yang kekal. Ia menghapuskan kematian kita. dia membangkitkan kita kembali. tubuh kita menjadi gereja Allah. telah dibaptis dalam kematian-Nya?. kita menjadi umat Kristen. demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. kita menjadi satu dengan Yesus Kristus. Sakramen Baptis adalah langkah awal yang harus dipenuhi oleh semua orang Kristen untuk menjadi Katolik. dan engkau akan dibersihkan dari segala kekotoranmu." Matius 3:11. Page | 10 . Orang yang dibaptis dipenuhi dengan kehidupan yang kekal dan semua dosanya diampuni. Sakramen Baptis adalah Sakramen pertama yang diadakan oleh Yesus sendiri (Yohanes 14:6) dan diterapkan oleh rasul-rasulnya dan murid-muridnya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.kematian Yesus. bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus. Dengan dibaptis dengan air dan roh. anak Allah.

agar kita diselamatkan. Pembaptisan adalah sakramen pertama dan mendasar dalam inisiasi Kristiani. Jika kita terus mempertahankan rahmat itu dengan hidup kudus.Bab III PEMBAHASAN 3. setelah menerima terang (Ibrani 10:32) malah menjadi terang itu sendiri (Efesus 5:8). menolak dosa dan segala keinginan berbuat dosa.com Allah yang membuat kita lahir / hidup baru melalui pencurahan Roh Kudus (Roma 6:3-4). Singkatnya. Merupakan sakrame n pertama dan utama. Sakramen Baptis adalah rahmat Sumber: antarafoto. Galatia 6:15). atau (dalam Gereja Latin. namun tidak demikian halnya dalam Gereja Timur) seorang diakon. untuk menerima sakramen-sakramen yang lainnya. dan terus tinggal di dalam Tuhan. Pencelupan ke dalam air melambangkan “dimakamkannya” katekumen ke dalam kematian Kristus.1 Pengertian Baptis “baptizein” berasal yang dari kata Yunani berarti mencelup. dari mana ia keluar melalui kebangkitan bersama Dia menjadi ciptaan baru (2 Korintus 5:17. Pelayan sakramen ini biasanya seorang uskup atau imam. Page | 11 . kita yang sudah dibaptis harus hidup sesuai dengan janji Pembaptisan kita. Orang yang dibaptis. maka kita bertumbuh dan berjalan menuju kepenuhan janji keselamatan itu. Sakramen ini dilayankan dengan cara menyelamkan si penerima ke dalam air atau dengan mencurahkan (tidak sekedar memercikkan) air ke atas kepala si penerima "dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus " (Matius 28:19).

2 Rahmat Sakramen Baptis Pembaptisan adalah anugerah Allah yang paling indah dan paling mulia. satu ciptaan baru. juga membawa hak-hak yang sama dalam Gereja: hak untuk menerima sakramen-sakramen. Oleh pembaptisan. adalah anggota Kristus. Ahli waris /martabat anak Allah. tidak tersisa apapun yang dapat menghalangi mereka untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. ia „mengambil bagian dalam kodrat ilahi‟ (2 Petrus 1:4). tetapi serentak menjadikan orang yang dibaptis suatu „ciptaan baru‟ (2 Korintus 5:17). karena melalui pembaptisan ia digabungkan bersama Kristus. pembaptisan. permandian karena ia membersihkan kita. karena ia malah diberikan pada orang yang bersalah. dikuatkan oleh Sabda Allah dan ditopang bantuan rohani Gereja lainnya. pengurapan. busana. Galatia 3:27) Meterai Rohani yang tak terhapus. rahmat. Pembaptisan menandai warga Kristen dengan satu meterai rohani yang tidak terhapus. dosa asal dan semua dosa pribadi serta siksa-siksa dosa. Pembaptisan mengakibatkan tanggung jawab dan kewajiban untuk ikut serta dalam tugas-tugas Gereja. karena ia menutupi noda-noda kita.3. Ia adalah anugerah. Digabungkan ke dalam Gereja. (Efesus 3:4. agar melayani Allah dengan mengambil bagian secara aktif dalam liturgi Gereja yang kudus dan menjalankan imamat semua orang kristen melalui kesaksian hidup kudus dan cinta penuh semangat. meterai. Orang yang dibaptis menjadi serupa dengan Kristus. Page | 12 . Menerima pengampunan dosa. oleh dosa manapun. Pembaptisan tidak hanya membersihkan dari semua dosa. Tubuh Kristus. seorang anak angkat Allah. diampunilah semua dosa. karena ia adalah kudus dan rajawi. Meterai pembaptisan menyanggupkan dan mewajibkan orang kristen. karena dosa dikuburkan dalam air. „ahli waris‟ bersama Dia (Roma 8:17) dan kenisah Roh Kudus. karena ia melindungi kita dan merupakan tanda kekuasaan Allah. karena ia diberikan pada mereka yang tidak membawa apa-apa.

Dalam setiap sakramen ada materi (tanda/perbuatan) dan forma (kata) yang dapat dipahami(atau diindera) manusia. Sesudah dibaptis. Melalui sakramen baptis sesorang dilahirkan kembali dalam air dan Roh. dituntut pertobatan dan iman. Masa khusus untuk mempersiapkan diri menerima sakramensakramen inisiasi. Percaya kepada Kristus berarti hidup sesuai dengan ajaran Kristus dalam kehidupan sehari-hari. yaitu upacata penerimaan sakramen inisiasi/baptis. yaitu: 1.3. Masa pra-katekumenat/simpatisan menjadi Katekumen. Dalam hal ini sakramen baptis Page | 13 . Masa persiapan terakhir. 4.4 Aspek Simbolis Sakramen memiliki 3 aspek simbolis. Masa Mistagogi. Masa perkembangan iman calon baptis. Masa pemurnian motivasi calon. merupakan masa pengajaran dan pembinaan iman.3 Tahap Inisiasi Katolik Upacara inisiasi baptis dilaksanakan dalam 4 masa dan 3 tahap. 2. 3. Aspek antropologis adalah aspek yang berhubungan dengan sifat manusiawi atau kemanusiaan manusia. Untuk dibaptis. yaitu: 1. seseorang harus percaya dan beriman kepada Kristus. Lilin menyala yang diterima oleh baptisan baru dalam upacara sakramen baptis merupakan lambang baptisan baru yang sudah diterangi oleh Kristus dan harus senantiasa berusaha hidup dalam terang Kristus. 3. para baptisan baru menerima/mengalami masa pembinaaan iman sebagai baptisan baru yang disebut mistagogi. Masa pembinaan lanjutan setelah seseorang menerima sakramen inisiasi. yang diakhiri dengan tahap ketiga. Masa Katekumen menjadi Calon Baptis.

5. lilin baptis. 4. Yang pertama adalah menuangkan air suci ke dahi penerima baptis. dan sebagai jemaat. 3. minyak yang digunakan untuk mengurapi. Uskup atau Imam atau diakon. Disitu mungkin juga ada misdinar yang membantu juga beserta dengan wali baptis. Putera. dan Romo atau Imam yang mendampingi. Kristus. dan kain baptis. Dan pakaian putih-putih yang wajib dikenakan oleh yg menerima sakramen baptis. Kepala Gereja (Tubuh Mistik Kristus): Kristus (Tubuh Mistik Kristus) termasuk dalam Sakramen Baptis karena dalam sakramen ini terlibat peran umat yang hadir. Benda-benda non-manusiawi : Dalam Sakramen Baptis terdapat benda-benda non manusiawi. 2. Uskup membacakan janji baptis dan mengurapi dengan minyak. Pakaian dan warna liturgi : Jenis pakaian yang digunakan oleh Uskup dan Romo atau Pastur adalah kasula. Manusia: Dalam Sakramen Baptis tentu terdapat manusia sebagai penerima baptis. Uskup sebagai yg memberi sakramen. Aspek kristologis adalah aspek yang bersumber pada Kristus sebagai asal dari semua sakramen karena Kristus adalah Sakramen Dasar. Aspek Eklesiologis adalah aspek yang berhubungan dengan Gereja sebagai pelaksana sakramen berdasarkan perintah Kristus. Jika Uskup berhalangan maka yang memberi sakramen adalah vikjen. 2. Tindakan manusia : Pada Sakramen Baptis terdapat beberapa tindakan yang dilakukan. air suci. Antara lain adalah bejana baptis yang digunakan untuk menuangkan air suci. Kemudian. yaitu Uskup menuangkan air suci dari bejana baptis di dahi yang menerima. menyerahkan kain baptis kepada penerima baptis. 3.mencakup materi air dan forma yang digunakan adalah “Aku membaptis kamu dalam nama Bapa. Page | 14 . Unsur-unsur Liturgi Unsur-unsur liturgi yang terdapat di dalam sakramen baptis adalah: 1. dan Roh Kudus”. Yang kedua adalah membacakan janji baptis.

4.6. adalah memohon turunnya Roh Kudus. Dalam upacara disebutkan “[nama] aku membaptis engkau dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus”. Anabatis yaitu ketika mengucapkan janji baptis. Struktur Liturgi Struktur liturgi yang terdapat dalam sakramen baptis adalah: 1. Waktunya dilakukan adalah setelah homili pada perayaan ekaristi. yang meliputi anabatis dan katabatis. Epiklesis. tanda kelahiran baru : Air. 2. 7. Musik pengiring : Musik atau lagu yang dinyanyikan oleh koor ketika sakramen baptis berlangsung biasanya bertemakan hidup baru. Dan katabatis ketika Romo mengucapkan forma “ Aku membaptis kamu dalam nama Bapa.” 2. Dialogis. Yaitu pada saat penuangan air suci ke dahi penerima baptis dan mengurapinya dengan minyak. adalah simbol dari sakramen baptis yang adalah sakramen pintu gerbang. Yang termasuk dalam epiklesis dalam sakramen baptis adalah seruan dan permohonan agar Allah berkenan mengutus Roh Kudus guna menguduskan pribadi baru tersebut. Lambang martabat baru/manusia baru yang mengenakan Sumber: Google Page | 15 . 3. Ruang dan waktu : Tempat pelaksanaan sakramen krisma dilakukan di sisi altar dekat bejana baptis. dan Roh Kudus. Anamnesis.5 Lambang yang Digunakan Lambang yang digunakan dalam upacara penerimaan sakramen baptis : 1. Putera. 3. Simbolis. adalah kenangan akan peristiwa. Yang termasuk anamnesis dalam sakramen baptis adalah pada saat Uskup menuangkan air suci dari bejana baptis ke dahi penerima baptis. Lambang pembersihan.

8 Saat Menerima Sakramen Baptis 1. Pembaptisan anak-anak : dilakukan supaya anak-anak yang Sumber: antarafoto. membantu katekumen untuk memberi jawaban kepada tawaran keselamatan ilahi. (bdk AG.com dilahirkan dengan kodrat manusia yang jatuh dan dinodai dosa asal dibebaskan menjadi anak-anak Allah. Dalam upacara disebutkan “Kamu adalah terang dunia dan jagalah terangmu supaya tetap menyala sampai pada kehidupan yang kekal” (atau rumus serupa). dibutuhkan Wali baptis. membimbing dan mendampingi anak baptisnya pada jalan kehidupan Kristen. yang merupakan seorang saksi iman yang dapat diandalkan.14) 2. Page | 16 . kalau mereka tidak dengan segera membaptisnya sesudah Sumber: Google kelahiran. Dalam menerima Sakramen Baptis. Penguatan dan Ekaristi. untuk mempersiapkan mereka untuk menerima Rahmat Allah dalam Pembaptisan. Pembaptisan orang dewasa : dilakukan setelah yang bersangkutan mengikuti masa katekumenat yang cukup. dia seorang „penjamin‟ (yang kenal & ditunjuk oleh calon baptis). Wali baptis ikut bertanggung jawab supaya rahmat pembaptisan dapat berkembang. untuk mematangkan pertobatan dan imannya dalam kesatuan dengan persekutuan Gereja. Dalam upacara disebutkan “Kenakanlah Kristus dan jagalah kekudusanmu sampai pada kedatangan Kristus”(atau rumus serupa) 3. 3.Kristus (Galatia 3:27) : Kain Putih. Mereka harus mampu dan siap memberi teladan. Gereja dan orang tua akan menghalangi anak- anaknya memperoleh rahmat tak ternilai menjadi anak Allah. Lambang Kristus Cahaya Dunia : Lilin menyala.

2. Mendapat pengampunan dari segala dosa.membuatnya sanggup semakin percaya kepada Allah. .digabungkan menjadi anggota Gereja. baik dosa asal maupun dosa yang dibuatnya.9 Buah atau Rahmat Sakramen Baptis Buah atau rahmat yang terdapat dalam sakramen baptis meliputi: 1. dan mencintaiNya. bila ia dalam bahaya kematian maka seseorang yang telah dibaptis dapat menerimakan sakramen baptis dengan memperhatikan/mempergunakan materia dan forma yang diajarkan oleh Gereja. Page | 17 . dapat juga dilanjutkan dengan penerimaan Sakramen Krisma. berharap kepada-Nya. . Ekaristi dan Perminyakan suci oleh pastor yang dapat dihubungi. Pembaptisan ini sah dan kemudian harus didaftarkan di paroki setempat. Bila seseorang telah menyatakan kepercayaannya pada Yesus dan bersedia menjadi anggota Gereja. Menjadi ciptaan baru dan dilantik menjadi anak Allah. tapi karena alasan tertentu belum dapat mengikut kelas pembelajaran katekumenat.dimeteraikan secara kekal dalam sebuah meterai rohani yang tak terhapuskan.membuatnya sanggup bertumbuh dalam kebaikan . Bila keadaan memungkinkan. Carolus iman pada Kristus Yesus.3.membuatnya hidup di bawah bimbingan dan dorongan Roh Kudus. Pembaptisan darurat : dilakukan dalam keadaan seseorang dalam bahaya mati. Memperoleh rahmat pengudusan yang: . sebagai bagian dari Kristus. 3. padahal dalam hidupnya ia telah menunjukan tanda-tanda Sumber:Dokumen Rumah Sakit St. . sebagai bagian dari Tubuh Mistik Kristus. 3.

siapapun yang berniat untuk melakukan apa yang dilakukan Gereja. c. namun tidak demikian halnya dalam Gereja Timur) seorang diakon. Sakramen ini dilayankan dengan cara menyelamkan si penerima ke dalam air atau dengan mencurahkan (tidak sekedar memercikkan) air ke atas kepala si penerima "dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus " (Matius 28:19). d. 3. atau (dalam Gereja Latin. Pelayan sakramen ini biasanya seorang uskup atau imam.3. Baptisan rindu : saat seseorang ingin dibaptis dan ingin menjadi anggota Gereja Katolik. Maka ia sudah menerima baptisan rindu. menjalani masa katekumenat namun sebelum dibaptis. Baptisan darah : saat seseorang ingin dibaptis dan ingin menjadi anggota Gereja Katolik. Baptisan dewasa : baptisan yang diterima saat sudah dewasa. Baptisan bayi : baptisan yang diterima saat masih bayi.10 Jenis-jenis Baptisan Jenis-jenis baptisan: a. Pembaptisan adalah sakramen pertama dan mendasar dalam inisiasi Kristiani. bahkan jika Page | 18 . menjalani masa katekumenat namun sebelum dibaptis. karena Yesus adalah Allah yang menjadi manusia (sama dalam segala hal dengan manusia kecuali dalam hal dosa). ia sudah meninggal karena membela imannya.11 Perbedaan Baptisan Yesus dan Baptisan Kita Kitab Suci pernah menceritakan bahwa Yesus dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes pembabptis. Baptisan kita adalah baptisan pertobatan sedangkan baptisan Yesus adalah bentuk solidaritas Yesus dengan manusia yang selalu berdosa. Baptisan Yesus dan baptisan yang kita terima tidak sama. b. Yesus tidak membutuhkan Sumber: Google pertobatan. Dalam keadaan darurat. ia sudah meninggal.

harapan dan kasih) dan karunia-karunia Roh Kudus. Sakramen ini menandai penerimanya dengan suatu meterai rohani yang berarti orang tersebut secara permanen telah menjadi milik Kristus.orang itu bukanlah seorang Kristiani. Page | 19 . Pembaptisan membebaskan penerimanya dari dosa asal serta semua dosa pribadi dan dari hukuman akibat dosa-dosa tersebut. Pembaptisan juga membuat penerimanya mengambil bagian dalam imamat Kristus dan merupakan landasan komuni (persekutuan) antar semua orang Kristen. dan membuat orang yang dibaptis itu mengambil bagian dalam kehidupan Tritunggal Allah melalui "rahmat yang menguduskan" (rahmat pembenaran yang mempersatukan pribadi yang bersangkutan dengan Kristus dan Gereja-Nya). dapat membaptis. Pembaptisan menganugerahkan kebajikan-kebajikan "teologis" (iman.

Yang pertama adalah menuangkan air suci ke dahi penerima baptis. Page | 20 . minyak yang digunakan untuk mengurapi. Dan pakaian putih-putih yang wajib dikenakan oleh yg menerima sakramen baptis. Kepala Gereja (Tubuh Mistik Kristus): Kristus (Tubuh Mistik Kristus) termasuk dalam Sakramen Baptis karena dalam sakramen ini terlibat peran umat yang hadir. menyerahkan kain baptis kepada penerima baptis. Kristus. Benda-benda non-manusiawi : Dalam Sakramen Baptis terdapat benda-benda non manusiawi. sakramen baptis diyakini menjadi salah satu sakramen yang menentukkan keberadaan orang-orang beriman Katolik. 4. 5. Uskup membacakan janji baptis dan mengurapi dengan minyak. Itulah sebabnya.1 Kesimpulan Kami menyimpulkan bahwa dari ketujuh sakramen tersebut. Antara lain adalah bejana baptis yang digunakan untuk menuangkan air suci. Manusia: Dalam Sakramen Baptis tentu terdapat manusia sebagai penerima baptis. Tindakan manusia : Pada Sakramen Baptis terdapat beberapa tindakan yang dilakukan. Uskup atau Imam atau diakon. sakramen baptis selalu ditempatkan di awal dari ketujuh sakramen yang ada sebab sakramen ini dipahami sebagai pintu gerbang bagi sakramen-sakramen lain. Jika Uskup berhalangan maka yang memberi sakramen adalah vikjen. air suci. lilin baptis. yaitu Uskup menuangkan air suci dari bejana baptis di dahi yang menerima. Uskup sebagai yg memberi sakramen. dan Romo atau Imam yang mendampingi. Pakaian dan warna liturgi : Jenis pakaian yang digunakan oleh Uskup dan Romo atau Pastur adalah kasula. Dan Unsur-unsur liturgi yang terdapat di dalam sakramen baptis adalah: 1. Yang kedua adalah membacakan janji baptis. Sakramen inilah yang menjadikan orang menjadi anggota Gereja Katolik dan boleh masuk di dalamnya serta menikmatii segala anugerah keselamatan yang disediakannya. Disitu mungkin juga ada misdinar yang membantu juga beserta dengan wali baptis. Kemudian. 2. 3.Bab IV PENUTUP 4. yang perlu untuk keselamatan. dan kain baptis.

struktur liturgi yang terdapat dalam sakramen baptis adalah: 1. Yang termasuk dalam epiklesis dalam sakramen baptis adalah seruan dan permohonan agar Allah berkenan mengutus Roh Kudus guna menguduskan pribadi baru tersebut. Dan katabatis ketika Romo mengucapkan forma “ Aku membaptis kamu dalam nama Bapa. Ruang dan waktu : Tempat pelaksanaan sakramen krisma dilakukan di sisi altar dekat bejana baptis. Page | 21 . Putera. Yang termasuk anamnesis dalam sakramen baptis adalah pada saat Uskup menuangkan air suci dari bejana baptis ke dahi penerima baptis. Waktunya dilakukan adalah setelah homili pada perayaan ekaristi. Anabatis yaitu ketika mengucapkan janji baptis. Dialogis. Yaitu pada saat penuangan air suci ke dahi penerima baptis dan mengurapinya dengan minyak. 3. adalah kenangan akan peristiwa.6. 4. Musik pengiring : Musik atau lagu yang dinyanyikan oleh koor ketika sakramen baptis berlangsung biasanya bertemakan hidup baru. dan Roh Kudus. Simbolis. Anamnesis. Epiklesis. adalah memohon turunnya Roh Kudus. Serta. yang meliputi anabatis dan katabatis. adalah simbol dari sakramen baptis yang adalah sakramen pintu gerbang.” 2. 7.

org/wiki/Pembaptisan http://id.com/2010/11/baptisan-menurut-gereja-katolik.wikipedia.com/2008/04/24/apakah-baptisan-selam-alkitabiah/ http://programkatekese.com/2010/06/tema-xxi-makna-sakramen-dan-sakramen.com/2008/07/sakramen-permandian.blogspot.php?category=6 http://katolisitas.html http://psbobby.html http://id.blogspot.wordpress.blogspot.DAFTAR PUSTAKA - http://cristha-paramita.org/wiki/Sakramen_(Katolik) http://ignatius-magelang.info/mainmessage.wikipedia.org http://kloter2000.html Page | 22 .

LAMPIRAN Page | 23 .