P. 1
Apa Yang Dimaksud Dengan Manfaat Dan Nilai

Apa Yang Dimaksud Dengan Manfaat Dan Nilai

|Views: 129|Likes:
Published by monchink

More info:

Published by: monchink on Aug 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/06/2012

pdf

text

original

Apa yang dimaksud dengan Manfaat dan Nilai dari Suatu barang?

Manfaat dari suatu barang adalah kemampuan dari barang itu untuk memenuhi atau memuaskan kebutuhan manusia. Manfaat suatu barang dapat bersifat subjektif, artinya bergantung pada orang yang membutuhkannya dan hanya dapat diukur dengan menggunakan tingkat intensitas kebutuhan yang dapat dipenuhi oleh barang itu. Contohnya: Buku dan alat-alat tulis memiliki tingkat intensitas yang tinggi bila dilihat dari sudut pandang seorang pelajar, bila dibandingkan dengan petani maka petani akan menilai buku dan alat-alat tulis tersebut kurang bermanfaat dan lebih bermanfaat cangkul, pupuk dan alat-alat pertanian lainnya. Suatu Barang akan terasa manfaatnya apabila: 1. Sudah diubah bentuknya misalnya: rotan di hutan akan lebih bermanfaat bila sudah dirubah bentuk menjadi kursi, meja, lemari. 2. Sudah dipindahkan tempatnya misalnya: batu di gunung, pasir dipantai akan lebih bermanfaat bila sudah dipindahkan ke tempat-tempat pembangunan. 3. Sesuai waktu penggunaannya misalnya: jas hujan dan payung akan lebih bermanfaat bila digunakan pada musim hujan. 4. Sudah berpindah kepemilikan misalnya: rumah akan bertambah nilai kegunaannya bila sudah dibeli dan dimiliki. Berikut ini adalah pengertian dari nilai suatu barang: Nilai Pakai adalah kemampuan suatu barang atau jasa yang dipakai untuk memenuhi kebutuhan. Nilai Pakai Objektif adalah kemampuan suatu barang atau jasa untuk memuaskan atau memenuhi kebutuhan manusia. (misal: pakaian, perhiasan) Nilai Pakai Subjektif adalah suatu arti yang diberikan oleh seseorang atas suatu barang / jasa tertentu sesuai kemampuan barang itu dalam memenuhi kebutuhannya. (misal: buku pelajaran memiliki arti yang berguna bagi pelajar)

Nilai Tukar Objektif adalah kemampuan suatu barang untuk dapat ditukarkan dengan barang lain. dan rekan kerja) dan secondary groups yang lebih formal dan memiliki interaksi rutin yang sedikit (kelompok keagamaan. bukan untuk keperluan pribadi. maka dia melihatnya sebagai nilai tukar subjektif. dan penggantian produk dan jasa yang diharapkan dapat memuaskan kebutuhan konsumen. p. Tetapi bila si Ani adalah seorang produsen. Membership group terdiri dari dua. nilai tukar objektif ditentukan oleh adanya hubungan tukar-menukar. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen dalam Pembelian Suatu Produk . Kanuk (2004. teman.biaya pembuatan dan biaya lain dari barang tersebut . Misalnya dalam membuat suatu barang yang diperlukan konsumen (sebut saja untuk membuat tas atau sepatu dari kulit) seorang produsen membuatnya berdasarkan apa yang diperlukan/diminta oleh konsumen. maka ia akan menilai barang tersebut berdasarkan biaya yang akan dikeluarkan. maka yang dimaksud adalah nilai tukar objektifnya. pengevaluasian. Perilaku Konsumen menurut Schiffman. Nilai Tukar Subjektif adalah arti yang diberikan oleh seseorang terhadap suatu barang berdasarkan kesanggupan barang tersebut untuk dipertukarkan.Nilai Tukar adalah kemampuan suatu barang untuk dapat dipertukarkan dengan barang lain.198. ikap dan perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak grup-grup kecil.000. diantaranya: . . Misalnya si Ani sebagai konsumen mengatakan harga kemeja Rp.persaingan dengan produsen kemeja lain Di lain pihak. meliputi primary groups (keluarga. karena ada faktor yang mempengaruhi. bila si Ani adalah seorang pedagang. Kelompok dimana orang tersebut berada yang mempunyai pengaruh langsung disebut membership group. penggunaan. jadi produsen menilai barang berdasarkan nilai tukar. tetangga. Beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah : Faktor Sosial a. Group b. 8) adalah perilaku yang ditunjukkan konsumen dalam pencarian akan pembelian.

(Kotler. Amstrong.204). Anak-anak sebagai contoh. c. memberikan pengaruh yang besar dalam keputusan yang melibatkan restoran fast food. dan pekerjaan yang sama mungkin saja mempunyai gaya hidup yang berbeda (Kotler. Makens.138) c. suka bersosialisasi. Amstrong. b. Situasi ekonomi seseorang amat sangat mempengaruhi pemilihan produk dan keputusan pembelian pada suatu produk tertentu (Kotler. Personality and Self Concept Personality adalah karakteristik unik dari psikologi yang memimpin kepada kestabilan dan respon terus menerus terhadap lingkungan orang itu sendiri. p. Economic Situation Keadaan ekonomi seseorang akan mempengaruhi pilihan produk. Sebuah role terdiri dari aktivitas yang diharapkan pada seseorang untuk dilakukan sesuai dengan orang-orang di sekitarnya. dan opini orang tersebut. Tiap peran membawa sebuah status yang merefleksikan penghargaan umum yang diberikan oleh masyarakat (Kotler. Orang-orang yang datang dari kebudayaan. istri. p. Lifestyle Pola kehidupan seseorang yang diekspresikan dalam aktivitas. dan anak dalam pembelian produk dan servis yang berbeda. 203-204). d. 2006.perkumpulan profesional dan serikat dagang). pp. ketertarikan. defensif. Amstrong. agresif (Kotler. p. mudah beradaptasi. Para pelaku pasar telah memeriksa peran dan pengaruh suami. dominan. Makens. p. 2006. 2003.140). p. 2006. Bowen. Amstrong. Tiap orang . organisasi. Family Influence Keluarga memberikan pengaruh yang besar dalam perilaku pembelian.135). Bowen. Roles and Status Seseorang memiliki beberapa kelompok seperti keluarga. contohnya rolex diposisikan konsumen kelas atas sedangkan timex dimaksudkan untuk konsumen menengah. 2006. contohnya orang yang percaya diri. Faktor Personal a. perkumpulanperkumpulan. otonomi.137). 2003. kelas sosial. (Kotler.

p. Perception Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih. dan orang tersebut akan kemudian mencoba untuk memuaskan kebutuhan paling penting berikutnya (Kotler. b. Contohnya.215). 207). 2003. pengaktualisasian diri). Bowen. Rasa makanan. kebutuhan tersebut berhenti menjadi motivator. Bowen. 2003. seseorang dikendalikan oleh suatu kebutuhan pada suatu waktu. Berdasarkan teori Maslow. membeli makan siang dari full service restoran. perabot. harga diri. keamanan. 2003. dan perilaku seseorang cenderung konsisten dengan konsep diri tersebut (Kotler. Age and Life Cycle Stage Orang-orang merubah barang dan jasa yang dibeli seiring dengan siklus kehidupannya. Makens. Occupation Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibeli. Makens. Kebutuhan manusia diatur menurut sebuah hierarki. (Kotler. baju-baju. mengorganisasi. p. Bisnis eksekutif. pp. Faktorfaktor penting yang berhubungan dengan umur sering diperhatikan oleh para pelaku pasar. dan menerjemahkan informasi untuk membentuk sebuah gambaran yang berarti dari dunia. p. Ketika kebutuhan yang paling mendesak itu sudah terpuaskan. Motivation Kebutuhan yang mendesak untuk mengarahkan seseorang untuk mencari kepuasan dari kebutuhan. membeli juga dibentuk oleh family life cycle. d. . p.memiliki gambaran diri yang kompleks. Faktor Psychological a. 2003. Bowen. 2003. sosial.Makens.214). Makens. dari yang paling mendesak sampai paling tidak mendesak (kebutuhan psikologikal. Bowen. Orang dapat membentuk berbagai macam persepsi yang berbeda dari rangsangan yang sama (Kotler.205-206) e. pekerja konstruksi sering membeli makan siang dari catering yang datang ke tempat kerja. dan rekreasi seringkali berhubungan dengan umur. Makens. Bowen. Ini mungkin dikarenakan oleh perbedaan yang besar dalam umur antara orang-orang yang menentukan strategi marketing dan orang-orang yang membeli produk atau servis.212). sedangkan pekerja kantor membawa makan siangnya dari rumah atau membeli dari restoran cepat saji terdekat (Kotler.

dan perilaku yang dipelajari seseorang melalui keluarga dan lembaga penting lainnya (Kotler. Makens.145). b. seperti kebangsaan. p. minat. (Kotler. dan perilakunya seringkali berbeda secara dramatis. Amstrong. dan lainnya (Kotler. p. 2006. 2003. pp. persepsi. dan perilaku. dan iman (Kotler. Makens. Meskipun konsumen pada negara yang berbeda mempunyai suatu kesamaan. Amstrong. p. p. Subculture Sekelompok orang yang berbagi sistem nilai berdasarkan persamaan pengalaman hidup dan keadaan. Beliefs and Attitude Beliefs adalah pemikiran deskriptif bahwa seseorang mempercayai sesuatu. keinginan. sikap. Sedangkan attitudes adalah evaluasi.132).129).144). 2006. agama.202). Social Class Pengelompokkan individu berdasarkan kesamaan nilai. Penentu paling dasar dari keinginan dan perilaku seseorang. persepsi. opini. (Kotler. mengkompromikan nilai-nilai dasar.201-202). Kelompok sosial tidak hanya ditentukan oleh satu faktor saja misalnya pendapatan. 2003. nilai. Amstrong. keinginan.130). Bowen. Amstrong. a. p. 2006. 2004. Bowen. pendidikan. perasaan suka atau tidak suka.207). observasi. baik informasi terbaru yang diterima maupun pengalaman pribadi bertindak sebagai feedback bagi individu dan menyediakan dasar bagi perilaku masa depan dalam situasi yang sama (Schiffman.c. d. . p. dan perilaku yang dipelajari seseorang secara terus-menerus dalam sebuah lingkungan. Culture. kekayaan. Learning Pembelajaran adalah suatu proses. dan kecenderungan yang relatif konsisten dari seseorang pada sebuah obyek atau ide (Kotler. diskusi. berpikir) atau dari pengalaman sesungguhnya. Faktor Cultural Nilai-nilai dasar. 2006. Amstrong. tetapi ditentukan juga oleh pekerjaan. Beliefs dapat didasarkan pada pengetahuan asli. yang selalu berkembang dan berubah sebagai hasil dari informasi terbaru yang diterima (mungkin didapatkan dari membaca. 2006. dan daerah (Kotler. p. Kanuk.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->